Anda di halaman 1dari 10

BAB III

METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)
9 Kota Bogor, sekolah ini terletak di jalan Kartini No. 1 Kecamatan Bogor
Tengah Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.
SMA Negeri 9 Kota Bogor diresmikan pada bulan Mei tahun 2001,
sejak tahun 1999 sampai dengan 2003 setiap tahun menerima siswa baru
4 rombongan belajar, mulai tahun 2004 sampai sekarang setiap tahun
menerima siswa baru 6 rombongan belajar. Jurusan program studi yang
ada di SMAN 9 yaitu Program IPA dan IPS.
Perkembangan SMA Negeri 9 Kota Bogor terlihat dari Jumlah Guru
PNS yang semula 3 Orang sekarang mencapai 48 orang, dan jumlah ruang
kelas yang semula ada 8 lokal sekarang sudah mencapai 12 lokal. Berikut
ini daftar nama-nama Kepala SMA Negeri 9 Kota Bogor dari pertama
sampai sekarang :
1. Dra. Juskardi

: Kepala SMA Negeri 6 Kota Bogor, merangkap Kepala

SMA Negeri 9 Kota Bogor 1999 - 2001


2. Drs. H. Ahmad Dahlan : PLH Kepala SMA Negeri 9 Kota Bogor tahun
1999 - 2001
3. Drs. Maman Suherman : Kepala SMA Negeri 9 Kota Bogor tahun 2002
- 2004
4. Dra. Riana Yani : Kepala SMA Negeri 9 Kota Bogor tahun 2004 - 2006
5. Fahrudin, S.Pd
: Kepala SMA Negeri 9 Kota Bogor tahun 2007 Sekarang
VISI sekolah ini adalah; Sekolah sebagai wahana pembentukan
lulusan yang beriman dan bertakwa, cerdas, berakhlak mulia. MISI: 1.

Membentuk lulusan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa. 2. Membentuk lulusan yang cerdas mengatasi segala tantangan
jaman. 3. Membentuk lulusan yang berakhlak mulia.
Prestasi SMA Negeri 9 Bogor; 1. Juara III Lomba Sekolah Sehat Tingkat
Kota Bogor pada tanggal 22 Mei 2003. 2. Peringkat I Pameran pendidikan
Kelompok SMU Tingkat Kota Bogor pada tanggal 2-4 Mei 2003.
SMA Negeri 9 terdiri atas dua lantai dengan 12 ruang kelas yaitu 8
ruang kelas di lantai dasar dan 3 ruang kelas di lantai dua. Dilantai dasar
terdapat juga Ruang Kepala Sekolah, Ruang Wakil Kepala Sekolah, Ruang
Guru, Laboratorium IPA, Perpustakaan, Laboratorium komputer, dan UKS.
Sedangkan di lantai dua terdapat Ruang Bimbingan Konseling atau Ruang
BK, dan Ruang OSIS. Fasilitas lainnya yaitu Mesjid, Pos Satpam, Lapangan
Parkir, Lapangan Upacara, dan Kantin.
Ruang

Kelas

tempat

siswa

melakukan

aktivitas

belajar

ini

berkapasitas untuk 40 orang siswa dan dilengkapi dengan papan tulis


white board. Pada perpustakaan ini terdapat bebagai macam bacaan
untuk para siswa. Mulai dari buku mata pelajaran, majalah dan novel.
Lapangan ini tidak hanya digunakan sebagai lapangan upacara saja.
Lapangan ini juga digunakan untuk latihan ekskul-ekskul yang ada juga
digunakan untuk aktivitas mata pelajaran Olahraga.
Di ruang kerja para Guru ini siswa juga dapat bekonsultasi dengan
guru tentang mata pelajaran mereka di luar jam mata pelajaran. Di ruang
ini siswa dapat bekonsultasi dengan guru bimbingan konseling tentang
berbagai hal, baik tentang sekolah maupun diluar sekolah sampai tentang
motivasi diri dan permasalahan-permasalahan lainnya yang sering terjadi

pada

siswa.

Ruangan

ini

digunakan

para

anggota

OSIS

dalam

melaksanakan tugasnya.
SMAN 9 Kota Bogor melestarikan kebuadayaan Sunda dengan cara
menggelar acara pelepasan murid yang bernuansa tradisi. Seperti kutipan
berita dari Jurnal Bogor tanggal 2 Juli 2008 berikut ini : "Salah satu sekolah
yang menggelar acara pelepasan murid-muridnya yaitu SMA negeri 9
Bogor belum lama ini. Dengan konsep yang yidak beda jauh dengan
tahun-tahun sebelumnya, serangkaian upacara adat Sunda masih tetap
digunakan pada acara tahun ini. "Kita masih tetap menggunakan budaya
Jawa Barat khususnya Sunda, karena konsepnya pun bernuansa tradisi,"
tutur Ir. Hedi Nefosano sebagai Wakil Kepala bagian kesiswaan SMAN 9
kepada jurnal Bogor. Dengan tetap menggunakan budaya Sunda itu,
banyak

hal

yang

diharapkan

dari

kegiatan

tersebut.

"Kami

ingin

melestarikan budaya sunda, selain itu dengan adanya rangkaian upacara


adat ini, kami ingin siswa-siswi merasa berkesan karena lebih 'khusyu'
saja melihat urutan kegiatannya," kata Hedi." Acara ini disambut baik oleh
seluruh warga SMA Negeri 9. Selain itu, untuk kesuksesan acara ini panitia
menyerahkan sesi tradisi pada Event Organizer Ligar Mandiri.
Penelitian ini dilakukan sejak bulan Mei hingga bulan Juli 2015. Waktu
tiga bulan dianggap cukup untuk menggali data dari beberapa nara
sumber yang telah ditentukan.

B. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode
kuantitatif, metode kuantitif adalah

penelitian ilmiah yang sistematis

terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya.


Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan
model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan
dengan fenomena alam. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral
dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang
fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari
hubungan-hubungan kuantitatif.1
Menurut jenisnya, penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field
research), yakni suatu penelitian yang bertujuan melakukan studi yang
mendalam

tentang

suatu

unit

sosial

sedemikian

rupa

sehingga

menghasilkan gambaran yang terorganisir dengan baik dan lengkap


mengenai unit sosial tersebut.2

C. Populasi dan Sampel Penelitian


Penulis mengambil obyek penelitian di SMAN 9 Kota Bogor Kecamatan Bogor Tengah.
Jumlah populasi yang digunakan adalah kepala sekolah 1 orang, wakasek kurikulum 1 orang,
wakasek kesiswaan 1 orang wakasek BK 1 orang, pegawai TU 1 orang, guru 27 orang,
peserta didik 388.
Penelitian ini mengambil sampel untuk memperoleh data dan mempermudah dalam
penelitian dari populasi yang ada. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified
random sampling.3 Diantara sampelnya adalah:
1. Kepala sekolah, wakasek dan Guru, diambil 25 % = 8 orang
2. Peserta didik kelas XI SMAN 9 Kota Bogor, dengan rincian:
1. Kelas XI a 20%= 19 siswa
2. Kelas XI b 40%
= 39 siswa
1 M. Nazir, Metode Penelitian, Jakarta: Galia Indonesia, 1988. hlm. 99.
2
3 Riduwan, M.B.A, Dasar-dasar Statistik, Bandung: Alfabeta, 2010, Cet. VIII, h. 14

3. Kelas XI c 40%
Total
Total sampel

= 39 siswa
= 97 siswa
= 105 sampel ( responden )

D. Teknik Pengumpulan Data


Adapun beberapa tehnik yang bisa digunakan untuk mengumpulkan
data satu sama lain mempunyai fungsi yang berbeda dan hendaknya
dipergunakan secara tepat dengan tujuan penelitian. Data penelitian
terkait pengumpulan data yang dipakai adalah:
1. Metode observasi
Metode observasi adalah teknik pengumpulan data dimana penyelidik mengadakan
pengamatan secara langsung (tanpa alat) terhadap gejala-gejala yang dihadapi (diselidiki),
baik pengamatan itu dilaksanakan dalam situasi yang sebenarnya maupun situasi buatan yang
diadakan.
Metode observasi digunakan apabila penelitian tersebut berkaitan dengan perilaku
manusia, proses kegiatan dan suatu gejala yang ada, begitu juga apabila sumber atau
responden tidak terlalu banyak.4
Metode Observasi ini terbagi menjadi dua yaitu observasi berperanserta dan
nonpartisipan. Dimana dalam observasi berperanserta seorang peneliti terlibat dengan
kegiatan sehari-hari apa yang sedang diteliti atau yang dijadikan sebagai sumber data. Dan
begitu sebaliknya apabila observasi nonpartisipan peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai
pengamat.5

4 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif fan r&d


( Bandun: Alfabeta, 2014) Cet. 19, Hal 203
5 Ibid, Hal. 204

Metode ini merupakan pencatatan dan pengamatan secara sistematik terhadap


fenomena-fenomena yang ada ditempat penelitian. Metode ini juga digunakan untuk
mendapatkan data yang bersifat fisik yang tidak dapat diperoleh dengan cara interview.
Metode ini dipergunakan untuk memperoleh data tentang:
1. Sejarah berdirinya SMAN 9 Kota Bogor
2. Struktur organisasi
3. Kondisi fisik
4. Suasana aktifitas proses belajar mengajar
2. Metode wawancara
Wawancara atau interviw adalah merupakan metode pengumpulan data yang
menghendaki komunikasi langsung antara peneliti dan subyek yang diteliti atau
responden. Dan untuk melakukan studi pendahuluan serta ingin mendapatkan data
atau informasi yang lebih mendalam.6
Dalam pelaksanaan interview ini, peneliti berusaha mencari suasana yang
kondusif, sehingga dapat tercipta suasana psikologi yang baik dimana responden
dapat diajak bekerja sama, bersedia menjawab pertanyaan dan memberi informasi
yang sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.
Ada dua jenis wawancara / interview, yaitu wawancara berstruktur dimana
alternatif jawaban yang diberikan kepada subjek telah ditetapkan terlebih dahulu dan
wawancara / interview tidak berstruktur dimana pertanyaan-pertanyaan yang
berhubungan dengan sikap, keyakinan, subyek atau keterangan lainnya yang diajukan
secara bebas kepada subyek penelitian.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan wawancara / interview terstruktur
dan tidak terstruktur sehingga dapat mendapatkan data yang bisa dicocokkan antara
kedua data yang diperoleh.
Dalam metode interview/wawancara ini respoden yang terlibat adalah
Pembina, kepala sekolah SMAN 9 Kota Bogor, Guru, peserta didik, wali murid, dan
1.

masyarakat sekitar.
Dari pembina akan diperoleh data tentang sejarah berdirinya, Visi dan Misi serta
tujuan SMAN 9 Kota Bogor.

6 Ibid. Hal. 194

2.

Dari kepala sekolah , kurikulum sekolah, tenaga pengajar, jumlah dan keadaan

3.

peserta didik, kelebihan dari SMAN 9 Kota Bogor.


Dari guru atau tenaga pengajar dapat diambil data tentang pengamatan guru
terhadap tingkah laku peserta didik dan akhlak mereka baik selama mereka di
sekolah maupun di luar sekolah.
Dari peserta didik diharapkan akan mendapatkan data tentang kebiasaan mereka

4.

sehari-hari baik yang berkaitan dengan ibadah maupun muamalah atau pergaulan
mereka dengan orang lain.
Dari wali murid akan dapat informasi alasan menyekolahkan putranya di SMAN

5.

9 Kota Bogor
6.
Dari masyarakat sekitar dapat data tentang bagaimana mereka di luar sekolah.
3. Metode dokumentasi
Dalam melaksanakan metode dokumentasi peneliti benda-benda tertulis,
seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen, rapat, catatan
harian dan sebagainya. Metode ini digunakan sebagai sumber data sejauh mana
pengaruh SMAN 9 Kota Bogor terhadap sikap belajar peserta didiknya.
4. Kuesioner (Angket )
Kuesioner merupakan teknik pengumpulkan data yang dilakukan dengan cara
memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk
dijawab. Dan tentunya dengan melihat kepada prinsip yang sesuai sehingga angket
tersebut menjadi sumber data yang benar. Diantaranya harus memperhatikan beberapa
hal:
1. Isi dan tujuan pertanyaan
2. Bahasa yang digunakan
3. Tipe dan bentuk pertanyaan
4. Pertanyaannya tidak mendua
5. Tidak menanyakan yang sudah lupa
6. Pertanyaan tidak menggiring
7. Panjangnya pertanyaan
8. Urutan pertanyaan
9. Prinsip pengukuran
10. Penampilan fisik angket

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan angket untuk staf pengajar dan
para peserta didik agar mendapatkan informasi dari subjek yang peneliti amati
diantaranya adalah pengaruh pemishaan kelas, sikap belajar, prestasi belajar dan sikap
keberagamaan.

E. Teknik Analisis Data


Analisa
kuantitatif

yang
dalam

digunakan
suatu

dalam

penelitian

penelitian
dapat

ini

didekati

adalah
dari

Analisis

dua

sudut

pendekatan, yaitu analisis kuantitatif secara deskriptif, dan analisis


kuantitatif secara inferensial. Masing-masing pendekatan ini melibatkan
pemakaian dua jenis statistik yang berbeda. Yang pertama menggunakan
statistik deskriptif dan yang kedua menggunakan stastistik inferensial.
Kedua jenis statistik ini memiliki karakteristik yang berbeda, baik dalam
hal

teknik

analisis

maupun

tujuan

yang

akan

dihasilkannya

dari

analisisnya itu (lihat Sudijono:1987:4).


Sesuai dengan namanya, deskriptif hanya akan mendeskripsikan
keadaan suatu gejala yang telah direkam melalui alat ukur kemudian
diolah sesuai dengan fungsinya. Hasil pengolahan tersebut selanjutnya
dipaparkan dalam bentuk angka-angka sehingga memberikan suatu kesan
lebih mudah ditangkap maknanya oleh siapapun yang membutuhkan
informasi tentang keberadaan gejala tersebut. Dengan demikian hasil
olahan data dengan statistik ini hanya sampai pada tahap deskripsi,
belum sampai pada tahap generalisasi. Dengan kata lain, statistik
deskriptif adalah statistik yang mempunyai tugas mengorganisasi dan
menganalisa data angka, agar dapat memberikan gambaran secara

teratur, ringkas dan jelas, mengenai suatu gejala, peristiwa atau keadaan,
sehingga dapat ditarik pengertian atau makna tertentu.
Statistik inferensial fungsinya lebih luas lagi, sebab dilihat dari
analisisnya, hasil yang diperoleh tidak sekedar menggambarkan keadaan
atau fenomena yang dijadikan obyek penelitian, melainkan dapat pula
digeneralisasikan secara lebih luas kedalam wilayah populasi. Karena itu,
penggunaan statistik inferensial menuntut persyaratan yang ketat dalam
masalah sampling, sebab dari persyaratan yang ketat itulah bisa diperoleh
sampel yang representatif; sampel yang memiliki ciri-ciri sebagaimana
dimiliki populasinya. Dengan sampel yang representatif maka hasil
analisis inferensial dapat digeneralisasikan ke dalam wilayah populasi.
Dalam teknik analisis data penulis menyelesaikan dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
1. Membuat tabel distribusi frekuensi setiap dan menganalisis data setiap item pada variabel
X dan variabel Y
2. Menghitung nilai rata-rata dengan rumus R = skor tertinggi skor terendah
3. Menghitung jumlah kelas interval dengan rumus K = 1 + 3,3 log n
R
4. Menentukan kelas interval dengan rumus P =
K
FX
5. Menghitung Mean dengan rumus, x=
F
1
nJf
2
6. Menentukan Median dengan rumus =
Me=Bb+ p .
f
f1
7. Menentukan Modus setiap variabel dengan rumus Mo Bb+ P
f 1+ f 2
8. Analisis korelasi dengan produk momen ( Product Moment )
Salah satu cara untuk mencari koefisien validitas alat evaluasi adalah salah satunya

dengan menggunakan rumus korelasi product moment yaitu :


n XY X Y
rxy
2
2
n X 2 X
n Y 2 Y

Keterangan :

rxy

= Koefisien validitas korelasi produk momen

= Jumlah responden

xy

= Jumlah perkalian antara skor X dan skor Y

= Jumlah seluruh skor X

= Jumlah seluruh skor Y

9. Menentukan penafsiran koefisien korelasi dengan ketentuan sebagai berikut:

Interval Koefisien

Tingkat Korelasi

0,00 0,199
0,20 0,399
0,40 0,599
0,60 0,799
0,80 1,000

Sangat Rendah
Rendah
Cukup
Kuat
Sangat Kuat

10. Menentukan besarnya sumbangan atau koefisien penentu variabel X terhadap variabel
Y dengan rumus: KP = r2.100%
11. Menguji signifikansi dengan rumus ttest atau thitung: thitung =
Dengan db = n 2 ( Derajad Bebas )

r n2

1r 2

Langkah selanjutnya adalah menguji hipotesis yang sudah dikemukakan di


pendahuluan. Penulis menggunakan rumus membandingkan t ( hitung ) dengan t ( tabel )
dengan kaidah:
1. Jika thitung ttabel maka signifikan
2. Jika thitung ttabel maka tidak signifikan
3. Ttabel = ( 1 a )( db )