Anda di halaman 1dari 5

Khutbah Jumat

MERAIH KEMENANGAN DENGAN TASHFIYAH KEIMANAN DAN


TARBIYAH AR-RAHMAN
Abdurrahman Misno

Bismillahirarahmaanirrahiim
Assalamualaikum Warhmatullahi wa barakatuh

ِ‫ ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩ‬،‫ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ‬
.ُ‫ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪ‬.ُ‫ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪ‬
.َ‫ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬﺎَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻻَ ﺗَﻤُﻮْﺗُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﻣُّﺴْﻠِﻤُﻮْﻥ‬
ً‫ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﺗَّﻘُﻮْﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻣِّﻦْ ﻧَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ ﻭَﺧَﻠَﻖَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻭَﺑَﺚَّ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﺭِﺟَﺎﻻ‬
.‫ﻛَﺜِﻴْﺮًﺍ ﻭَﻧِﺴَﺂﺀً ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺗَﺴَﺂﺀَﻟُﻮْﻥَ ﺑِﻪِ ﻭَﺍْﻷَﺭْﺣَﺎﻡَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺭَﻗِﻴْﺒًﺎ‬
ْ‫ ﻳُﺼْﻠِﺢْ ﻟَﻜُﻢْ َﺃﻋْﻤَﺎﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮْﺑَﻜُﻢْ ﻭَﻣَﻦ‬.‫ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﻗُﻮْﻟُﻮْﺍ ﻗَﻮْﻻً ﺳَﺪِﻳْﺪًﺍ‬
.‫ﻳُﻄِﻊِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟَﻪُ ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ ﻓَﻮْﺯًﺍ ﻋَﻈِﻴْﻤًﺎ‬
َ‫ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ؛ ﻓَﺈِﻥَّ ﺃَﺻْﺪَﻕَ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳْﺚِ ﻛِﺘَﺎﺏُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﺍﻟْﻬَﺪﻱِ ﻫَﺪْﻱُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻞَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢ‬

Alhamdulillah, syukur kepada Allah Ta’ala adalah sebuah keniscayaan, ia menjadi


salah satu tanda dari tanda-tanda keimanan seseorang. Syukur yang diawali dengan
keyakinan dalam hati (bahwa seluruh nikmat berasal dari Sang Maha Pemberi Rizki),
ucapan dengan lisan (alhamdulillah) dan amal ketaatan dengan seluruh anggota
badan. Syukur atas segaa kenikmatan, khususnya nikmat iman, Islam dan ikhsan.
Bersyukur pula pada hari ini kita telah menyelesaikan kewajiabn berpuasa,
menunaikan zakat dan hari ini merayakan hari raya, bersama dengan keluarga dan
sanak saudara. Alhamdulillah, wa syukru lillah...
Shalawat dan salaam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan alam habibana
wa nabiyyana Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, kepada seluruh ahli baitnya,
para shahabatnya serta orang-orang yang senantiasa mengikuti jejak sunnahnya
hingga akhir masa. Allahumma shalli wa sallim wa baarik alaihi...

Hadiri Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah


Hari ini kita masih berada dalam mooment Idhul Fitri yang merupakan hari raya bagi
umat Islam. Hari raya adalah hari di mana kita diperintahkan untuk bersyukur, dengan
bertakbir, bertasbih dan bertahmid kepada Allah Azza wa Jalla. Allah Ta’ala
berfirman:

‫ﻋ ٰﻠى َﻣﺎ ﻫَ ٰﺪى ُﻜ ْﻢ َﻭﻟَﻌَﻠَّ ُﻜ ْﻢ ﺗ َ ْش ُﻜ ُﺮ ْﻭ َﻥ‬ ‫َﻭ ِﻟﺘ ُ ْﻜ ِﻤﻠُﻮﺍ ْﺍﻟ ِﻌﺪَّﺓ َ َﻭ ِﻟﺘ ُ َﻜ ِﺒّ ُﺮﻭﺍ ه‬
َ َ‫ّٰللا‬
Hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-
Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur. QS. Al-Baqarah: 185.
Bertakbir, bertasbih dan bertahmid adalah amalan yang sangat dianjurkan pada hari
raya ini, selain itu diperbolehkan pula kita bersenang-senang, makan dan minum serta
merayakannya dengan keluarga dan masyarakat pada umumnya. Takbir, tasbih,
tahmid dan seluruh aktifitas yang kita lakukan hendaknya diniatkan dalam rangka
untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala sebagai jalan untuk mendapatkan
kemenangan.
Kemenangan yang tidak hanya bersifat keduniaan, namun juga abadi selamanya,
bahkan hingga ke jannahNya. Pertanyaan besarnya adalah, bagaimana cara meraih
kemenangan yang sebenarnya? Apakah merayakannya dengan berbagai acara yang
justru menjauhkan diri dari keridhaan Allah Azza wa jalla? Tentu saja tidak demikian,
karena hakikat hari kemenangan adalah diraihnya ridha dari Ar-Rahman.

Jama’ah Shalat Jumat yang berbahagia...


Kemenangan di hari raya dapat diraih dengan kembali memurnikan keyakinan kita
kepada Allah Azza Wa Jalla. Meyakini hanya Allah sebagai satu-satunya Rabb;
Pencipta, Pemilik dan Pengatur alam semesta. Inilah yang selalu dibaca minimal 17
kali dalam shalat kita:

َ‫ﺏ ْﺍﻟﻌٰ ﻠَ ِﻤﻴْﻦ‬ ِ ‫ﺍ َ ْﻟ َﺤ ْﻤﺪُ ِ ه‬


ِ ّ ‫ّلِل َﺭ‬
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. QS. Al-Fatihah: 2.
Merujuk pada ayat ini maka kita harus meyakini bahwa hanya Allah Ta’ala Pencipta,
Pemilik dan Pengatur alam semesta, tidak ada selainNya. Sehingga hanya Dia yang
layak untuk diibadahi dan tidak boleh kita menyekutukanNya:

‫ﺷ ْﻴﺌًﺎ‬
َ ‫ّٰللاَ َﻭ َﻻ ﺗ ُ ْش ِﺮ ُﻛﻮﺍ ِﺑ ِﻪ‬
َّ ‫َﻭﺍ ْﻋﺒُﺪُﻭﺍ‬
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.
QS. An-Nisa: 36.
Memurnikan keyakinan bermakna kita menyembah Allah Ta’ala karena hanya Dia
Dzat yang berhak untuk disembah, dia adalah pemilik nama-nama yang baik dan
sifat-sifat yang mulia. Sebagaimana firmanNya:

ُ ْ‫ّلِل ْﺍﻷ َ ْﺳ َﻤﺎ ُء ْﺍﻟ ُﺤ ْﺴﻨ َٰى ﻓَﺎﺩ‬


‫ﻋﻮﻩُ ﺑِ َﻬﺎ‬ ِ َّ ِ ‫َﻭ‬
Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut
asmaa-ul husna itu. QS. Al-A’raf: 180.
Maka, jika masih ada keyakinan-keyakinan yang tidak sesuai dengan Islam, misalnya;
meyakini bahwa semesta ini tercipta dengan sendirinya, bahwa ada sesembahan yang
haq selain Allah Ta’ala atau meyakini Allah itu abstrak dan keberadaannya tidak
penting, haruslah keyakinan-keyakinan tersebut dihilangkan. Keimanan kita harus di
tashfiyah yaitu dibersihkan dari semua keyakinan yang bertentangan dengan aqidah
Islam. Keyakinan-keyakinan tersebut telah mengotori tujuan utama diciptakannya kita
di alam dunia. Sebagaimana firmanNya:

‫ﺲ ﺍ َِّﻻ ِﻟﻴَ ْﻌﺒُﺪ ُْﻭ ِﻥ‬ ِ ْ ‫َﻭ َﻣﺎ َﺧﻠَ ْﻘتُ ْﺍﻟ ِج َّﻦ َﻭ‬
َ ‫ﺍﻻ ْﻧ‬
... dan tidaklah Aku (Allah Ta’ala) menciptakan jin dan manusia melainkan agar
mereka beribadah kepada-Ku. QS. Adz-Dzariyat: 56.
Ibadah dalam makna yang luas adalah seluruh aktifitas yang dicintai dan diridhai oleh
Allah ta’ala. Sebagaimana definisi yang disebutkan oleh Syaikhul Islam:
َّ ‫ﺎطﻨَ ِة َﻭ‬
ِ‫ﺍﻟﻈﺎﻫ َِﺮﺓ‬ ِ َ‫ﺎل ْﺍﻟﺒ‬
ِ ‫ﺍل َﻭ ْﺍﻷ َ ْﻋ َﻤ‬
ِ ‫ ِﻣ ْﻦ ْﺍﻷ َ ْﻗ َﻮ‬: ُ‫ضﺎﻩ‬ َ ‫” ْﺍﻟ ِﻌﺒَﺎﺩَﺓ ُ ” ﻫ‬
َّ ُ‫ِي ﺍ ْﺳ ٌﻢ َﺟﺎ ِﻣ ٌﻊ ِﻟ ُﻜ ِّﻞ َﻣﺎ ﻳ ُِﺤﺒُّﻪ‬
َ ‫ّٰللاُ َﻭﻳَ ْﺮ‬
Ibadah adalah istilah yang mencakup segala yang Allah cintai dan ridai berupa
perkataan dan perbuatan yang batin maupun lahir.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 10:149).
Maka langkah awal mendapatkan kemenangan di hari raya adalah dengan men-
tashfiyah aqidah kita dari keyakinan dan kepercayaan yag tidak sesuai dengan Islam.
Kemenangan akan kita dapatkan jika aqidah, tauhid dan kepercayaan kita total hanya
kepada Allah Ta’ala. Memurnikan seluruh peribadahan dan ketundukan hanya
kepadaNya saja.

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah Ta’ala


Setelah aqidah kita di-tashfiyah atau dimurnikan dari segala hal yang merusak
kemurniannya, selanjutnya untuk meraih kemenangan di hari raya dan setelahnya
adalah dengan melaksanakan ibadah dan muamalah agar selalu selaras dengan
syariahNya. Upaya untuk menyeleraskan diri dengan aturan Ar-Rahman adalah
dengan terus-menerus men-tarbiyah diri kita. Tarbiyah dalam makna mendidik diri
kita, keluarga kita dan masyarakat kita agar sentiasa berada di dalam naungan
syariahNya. Bukankah kita sebagai seorang muslim diperintahkan untuk masuk ke
dalam Islam sejarah kaafah (keseluruhan)? Hal ini sebagaimana kalamNya:

‫شﻴ ْٰﻄ ِۗ ِﻦ ﺍِﻧَّﻪٗ ﻟَ ُﻜ ْﻢ ﻋَﺪ ٌُّﻭ ُّﻣﺒِﻴ ٌْﻦ‬


َّ ‫ﺕ ﺍﻟ‬ ُ ‫ﺴ ِْﻠ ِﻢ ﻛ َۤﺎﻓَّةً َّﻭ َﻻ ﺗَﺘَّﺒِﻌُ ْﻮﺍ ُﺧ‬
ِ ‫ﻄ ٰﻮ‬ ّ ‫ٰﻳٰٓﺎَﻳُّ َﻬﺎ ﺍﻟَّ ِﺬﻳْﻦَ ٰﺍ َﻣﻨُﻮﺍ ﺍﺩْ ُﺧﻠُ ْﻮﺍ ﻓِى ﺍﻟ‬
Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan
janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.
QS. Al-Baqarah: 208.
Kemenangan yang diharapkan hanya didapatkan dengan terus-menerus mentarbiyah
diri kita, mendidik jiwa kita dan menghiasi kehidupan kita dengan amal yang telah
diperintahkan oleh Allah dan rasulNya. Inilah kemenangan yang besar, sebagaimana
kalamNya:

َ ‫ﺳﻮﻟَﻪۥُ ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ ﻓَ ْﻮ ًﺯﺍ‬


‫ﻋ ِﻈﻴ ًﻤﺎ‬ ُ ‫َﻭ َﻣﻦ ﻳُ ِﻄ ِﻊ ٱ َّّلِلَ َﻭ َﺭ‬
Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah
mendapat kemenangan yang besar. QS. Al-Ahzab: 71.
Hanya dengan ketaatan kepada Allah dan rasulNya kemenangan itu akan kita
dapatkan, sebuah kemenangan yang besar karena bukan hanya berlaku di dunia tetapi
juga di akhriat sana. Syaratnya adalah dengan terus-menerus men-tarbiyah diri kita
yaitu terus mempelajari, mengkaji dan mendidik diri kita untuk tunduk patu secara
total kepadanya. Inilah makna dari Islam yang sebenarnya:
ّ ِ ‫ َﻭ ْﺍﻟﺒَ َﺮﺍ َءﺓ ُ ِﻣﻦَ ﺍﻟ‬،‫ﻋ ِة‬
‫ش ْﺮ ِك َﻭﺃ َ ْﻫ ِﻠ ِﻪ‬ َّ ‫ َﻭﺍﻻ ْﻧ ِﻘﻴَﺎﺩُ ﻟَﻪُ ِﺑ‬،ِ‫هلل ِﺑﺎﻟﺘ َّ ْﻮ ِﺣﻴﺪ‬
َ ‫ﺎﻟﻄﺎ‬ ِ ‫ﺍﻻ ْﺳ ِﺘﺴْﻼ ُﻡ‬
“(Islam adalah) berserah diri kepada Allah dengan tauhid, tunduk patuh kepada-Nya
dengan ketaatan, dan berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya

Khutbah Ke-2

‫ﺎﺭﺑَّﻨَﺎ ﻟَ َك‬ ُ ِ‫ﺏ ْﺍﻟﻌَﺎﻟَ ِﻤﻴْﻦَ َﺣ ْﻤﺪًﺍ ﺷَﺎ ِﻛ ِﺮﻳْﻦَ َﺣ ْﻤﺪًﺍ ﻧَﺎ ِﻋ ِﻤﻴْﻦَ َﺣ ْﻤﺪًﺍ ﻳ َُﻮﺍﻓِ ْى ﻧِﻌَ َﻤﻪُ َﻭﻳُﻜَﺎﻓ‬
َ َ‫ ﻳ‬.ُ‫ئ َﻣ ِزﻳْﺪَﻩ‬ ِ ّ ‫ﺍ َ ْﻟ َﺤ ْﻤﺪُ هللِ َﺭ‬
َ ‫ﺳ ْﻠ‬
‫ﻄﺎﻧِ َك‬ ُّ ‫ْﺍﻟ َﺤ ْﻤﺪُ َﻭﻟَ َك ﺍﻟ‬
َ ‫ش ْﻜ ُﺮ َﻛ َﻤﺎ ﻳَ ْﻨﺒَ ِﻐ ْى ِﻟ َجﻼَ ِل َﻭ ْﺟ ِﻬ َك ﺍﻟﻜ َِﺮﻳ ِْﻢ َﻭ‬
ُ ‫ﻋ ِﻈﻴ ِْﻢ‬
Kaum Muslimin Hafidzakumullah...
Pandemi Covid-19 yang masih membayang-bayangi kita, tidaklah menyurutkan untuk
dapat meraih kemenangan di hari raya dan hari-hari setelahnya. Karena pada
hakikatnya, seluruh yang ada di semesta raya sejatinya telah menjadi takdir dan
kuasaNya. Sebagai orang-orang yang beriman, adanya wabah ini semakin
menguatkan keimanan kita bahwasanya Allah itu Maha Kuasa, tidak ada yang
selainnya. Allah Maha Tahu keadaan hambaNya, dan kita pun harus meyakini bahwa
semua takdirNya adalah baik bagi hambaNya, maka teruslah men-tashfiyah aqidah
kita dan men-tarbiyah diri kita agar senantiasa kita ridha dengan seluruh syariatNya,
hingga keridhaanNya akan kita dapatkan selamanya. Itulah sejatinya kemenangan
yang nyata.
Semoga hari raya ini, kita mampu mendapatkan kemenangan yang sebenarnya.
Kemenangan yang membawa kita kepada kebahagiaan hidup di dunia dan juga di
akhirat sana.
Mari kita akhiri khutbah Idhul Fitri ini dengan membaca doa, semoga Allah ta’ala
memberikan kepada kita hidayah serta inayahNya:

.ٌ‫ ِﺇﻧَّ َك َﺣ ِﻤ ْﻴﺪٌ َﻣ ِج ْﻴﺪ‬،‫ﻋﻠَى آ ِل ِﺇﺑ َْﺮﺍ ِﻫﻴ َْﻢ‬


َ ‫ﻋﻠَى ِﺇﺑ َْﺮﺍ ِﻫﻴ َْﻢ َﻭ‬ َ ‫ﺻﻠَّﻴ‬
َ ‫ْت‬ ِ ‫ﻋﻠَى‬
َ ‫آل ُﻣ َﺤ َّﻤ ٍﺪ َﻛ َﻤﺎ‬ َ ‫ﻋﻠَى ُﻣ َﺤ َّﻤ ٍﺪ َﻭ‬ َ ‫ﺍَﻟﻠَّ ُﻬ َّﻢ‬
َ ‫ﺻ ِّﻞ‬
ِ ‫ﻋﻠَى‬
ٌ ‫ ِﺇﻧَّ َك َﺣ ِﻤ ْﻴﺪٌ َﻣ ِجﻴْﺪ‬،‫آل ِﺇﺑ َْﺮﺍ ِﻫﻴ َْﻢ‬ َ ‫ﻋﻠَى ِﺇﺑ َْﺮﺍ ِﻫﻴ َْﻢ َﻭ‬ َ ‫ﺎﺭ ْﻛ‬
َ ‫ت‬ ِ ‫ﻋﻠَى‬
َ َ‫آل ُﻣ َﺤ َّﻤ ٍﺪ َﻛ َﻤﺎ ﺑ‬ َ ‫ﻋﻠَى ُﻣ َﺤ َّﻤ ٍﺪ َﻭ‬
َ ‫ﺎﺭ ْك‬
ِ َ‫َﻭﺑ‬
ِ ‫ﺎء ِﻣ ْﻨ ُﻬ ْﻢ َﻭﺍْﻷ َ ْﻣ َﻮﺍ‬
َ ‫ﺕ ﺇِﻧَّ َك‬
ٌ ‫ﺳ ِﻤ ْﻴ ٌﻊ ﻗَ ِﺮﻳ‬
‫ْب‬ ِ ‫ﺕ َﻭ ْﺍﻟ ُﻤ ْﺴ ِﻠ ِﻤﻴْﻦَ َﻭ ْﺍﻟ ُﻤ ْﺴ ِﻠ َﻤﺎ‬
ِ َ‫ﺕ ﺍﻷَﺣْ ﻴ‬ ِ ‫ﺍَﻟﻠَّ ُﻬ َّﻢ ﺍ ْغ ِﻔ ْﺮ ِﻟ ْﻠ ُﻤؤْ ِﻣﻨِﻴْﻦَ َﻭ ْﺍﻟ ُﻤؤْ ِﻣﻨَﺎ‬
‫ﺕ‬ َ َّ‫ْب ﺍﻟﺪ‬
ِ ‫ﻋ َﻮﺍ‬ ُ ‫ُﻣ ِجﻴ‬
‫ي ﻗُﻠُ ْﻮ ِﺑﻨَﺎ ِغ اﻼ ِﻟﻠَّ ِﺬﻳْﻦَ آ َﻣﻨُﻮﺍ َﺭﺑَّﻨَﺎ ِﺇﻧَّ َك‬
ْ ‫ﺎﻥ َﻭ َﻻ ﺗ َ ْجﻌَ ْﻞ ِﻓ‬ َ َ‫َﺭﺑَّﻨَﺎ ﺍ ْغ ِﻔ ْﺮ ﻟَﻨَﺎ َﻭ ِ ِِل ْﺧ َﻮﺍ ِﻧﻨَﺎ ﺍﻟَّ ِﺬﻳْﻦ‬
ِ ْ ‫ﺳﺒَﻘُ ْﻮﻧَﺎ ِﺑ‬
ِ ‫ﺎِل ْﻳ َﻤ‬
‫ﻭف َﺭ ِﺣﻴ ٌﻢ‬
ٌ ‫َﺭ ُء‬
‫ﺍﺟﻨَﺎ َﻭﺫُ ِ ّﺭﻳَّﺎﺗِﻨَﺎ ﻗُ َّﺮﺓ َ ﺃ َ ْﻋﻴ ٍُﻦ َﻭﺍ ْﺟﻌَ ْﻠﻨَﺎ ِﻟ ْﻠ ُﻤﺘ َّ ِﻘﻴْﻦَ ِﺇ َﻣﺎ ًﻣﺎ‬
ِ ‫َﺭﺑَّﻨَﺎ ﻫَبْ ﻟَﻨَﺎ ِﻣ ْﻦ ﺃ َ ْﺯ َﻭ‬
‫ﻋ َﻞ ََى ﺍّﻟ ِﺬﻳْﻦَ ِﻣ ْﻦ ﻗَﺒْ ِﻠﻨَﺎ‬ َ ُ‫ﺻ ًﺮﺍ َﻛ َﻤﺎ َﺣ َﻤ ْﻠﺘَﻪ‬ َ ‫ﻄأْﻧَﺎ َﺭﺑّﻨَﺎ َﻭﻻَ ﺗَﺤْ ِﻤ ْﻞ‬
ْ ِ‫ﻋﻠَ ْﻴﻨَﺎ ﺇ‬ َ ‫ﺍﺧﺬْ ﻧَﺎ ﺇِ ْﻥ ﻧَ ِﺴ ْﻴﻨَﺎ ﺃ َ ْﻭ ﺃ َ ْﺧ‬
ِ ‫َﺭﺑّﻨَﺎ ﻻَﺗ ُ َؤ‬
‫ﻋﻠَى ْﺍﻟﻘَ ْﻮ ِﻡ‬ َ ‫ﺼ ْﺮﻧَﺎ‬ ُ ‫ت َﻣ ْﻮﻻَﻧَﺎ ﻓَﺎ ْﻧ‬ َ ‫ﺍﺭ َﺣ ْﻤﻨَﺎ ﺃ َ ْﻧ‬
ْ ‫ﻋﻨّﺎ َﻭﺍ ْغ ِﻔ ْﺮ ﻟَﻨَﺎ َﻭ‬ ُ ‫طﺎﻗَةَ ﻟَﻨَﺎ ﺑِ ِﻪ َﻭﺍﻋ‬
َ ‫ْف‬ َ َ‫َﺭﺑّﻨَﺎ َﻭﻻَ ﺗ ً َﺤ ّﻤ ْﻠﻨَﺎ َﻣﺎﻻ‬
. َ‫ْﺍﻟﻜَﺎﻓِ ِﺮﻳْﻦ‬

ِ ّ‫ﺍﺏ ﺍﻟﻨ‬
.‫ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ هلل ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ‬.‫ﺎﺭ‬ َ ‫ﺴﻨَةً َﻭﻗِﻨَﺎ‬
َ َ ‫ﻋﺬ‬ َ ‫ﺴﻨَةً َﻭﻓِي ﺍْﻷ َ ِﺧ َﺮﺓِ َﺣ‬
َ ‫َﺭﺑَﻨَﺎ َءﺍﺗِﻨَﺎ ﻓِي ﺍﻟﺪّ ْﻧﻴَﺎ َﺣ‬

Bogor, Jumat penuh Berkah 14 Mei 2021


02 Syawwal 1442 H