Anda di halaman 1dari 54

ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS

ETIK KEDOKTERAN
RISET
EKG
BAHAN TEORI UKMPPD

FIVE-STAR DOCTOR
CARE-PROVIDER

DECISION-MAKER

COMMUNICATOR

COMMUNITY
LEADER

MANAGER

Penanganan menyeluruh fisik, mental, dan sosial


Meliputi kuratif, preventif, dan rehabilitatif
Memastikan pengobatan yang diterima pasien adalah yang terbaik (highest
quality)

Cost effective risk and benefit


Penerapan teknologi penunjang secara etik
Promosi individu, keluarga, dan komunitas menuju gaya hidup sehat
Memberdayakan masyarakat menjadi partner dalam promosi kesehatan

Dapat menempatkan diri sehingga mendapatkan kepercayaan masyarakat


Mampu menemukan kebutuhan kesehatan bersama individu dan masyarakat
Mampu melaksanakan program sesuai kebutuhan kesehatan masyarakat
Bekerjasama harmonis dengan individu dan organisasi termasuk bidang
non-medis untuk kebutuhan pasien dan komunitas
Mampu memanfaatkan data kesehatan TEPAT & BERHASIL GUNA

JENIS
RUJUKAN
ANTAR
DOKTER

INTERVAL REFERRAL

Wewenang ke SATU dokter konsultan rujukan untuk jangka waktu


tertentu
TANPA ikut campur dokter primer pada jangka waktu tersebut

SPLIT REFERRAL

Wewenang ke BEBERAPA dokter konsultan rujukan untuk jangka waktu


tertentu
TANPA ikut campur dokter primer pada jangka waktu tersebut

COLLATERAL REFERRAL

CROSS REFERRAL

Wewenang dan tanggung jawab diserahan ke dokter lain KHUSUS


untuk satu masalah tertentu

Wewenang penanganan penderita sepenuhnya kepada dokter lain


ALIH RAWAT!

O
CONT
AL
H SO

Seorang dokter puskesmas merujuk pasien wanita 68 tahun diabetes dan


hipertensi tidak terkontrol selama 5 tahun. Terdapat ulkus gangren pada
pedis dextra sehingga dikonsulkan ke spesialis penyakit dalam sedangkan
masalah lain tetap ditangani dokter puskesmas. JENIS RUJUKAN?

JENIS RUJUKAN
ANTAR
INSTANSI
HORIZONTAL Puskesmas A ke puskesmas B dalam satu strata

VERTIKAL Dari puskemas A ke rumah sakit B ATAU


sebaliknya

DIAGNOSIS
KOMUNITAS
IDENTIFIKASI MASALAH PADA SUATU
KOMUNITAS
TENTUKAN PRIORITAS
MASALAH
ANALISIS PENYEBAB
MASALAH
MEMILIH MENENTUKAN
ALTERNATIF/SOLUSI PEMECAHAN
MASALAH
IMPLEMENTASI
SOLUSI
FOLLOW
UP

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

O
CONT
AL
H SO

Anda adalah dokter di puskesmas A dan melakukan diagnosis komunitas .


Didapatkan angka pemberian ASI eksklusif rendah dan ditetapkan sebagai
prioritas masalah. LANGKAH SELANJUTNYA?

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

!
RATE !
DISEASE ATTACK RATE =

JUMLAH PENDERITA YANG SAKIT


JUMLAH POPULASI BERISIKO

HATI-HATI !!!

Pada penyakit yang HANYA satu kali terkena, misalnya campak


Jumlah populasi HANYA untuk pasien masih potensial
terkena

INCIDENCE RATE =

KASUS BARU DALAM SUATU WAKTU


JUMLAH POPULASI BERISIKO PERTENGAHAN TAHUN

PREVALENCE RATE =KASUS BARU DAN LAMA DALAM SUATU WAKTU


JUMLAH POPULASI BERISIKO PERTENGAHAN TAHUN

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

!
RATE !
SECONDARY ATTACK RATE =

JUMLAH PENDERITA BARU PADA SERANGAN KEDUA

JUMLAH PENDUDUK TERPAPAR PENDERITA SERANGAN PERTAMA

ANGKA KEMATIAN KASAR/


=JUMLAH KEMATIAN PER 1000 PENDUDUK DALAM 1 TAHUN
CRUDE DEATH RATE

CASE FATALITY RATE =

JUMLAH KEMATIAN SUATU PENYAKIT TERTENTU


JUMLAH TOTAL PENDERITA PENYAKIT TERSEBUT

O
CONT
AL
H SO

Data sensus 2013 tercatat 200.000 kematian, sedangkan jumlah penduduk


pada tahun tersebut sebesar 80 juta jiwa. ANGKA KEMATIAN KASAR?
ANGKA KEMATIAN KASAR =

200.000
80.000.000

X 1.000 = 2.5

ARTINYA
Pada tahun 2013 terdapat
2-3 kematian tiap 1000
penduduk

!
RATE !
ANGKA KEMATIAN IBU =

JUMLAH KEMATIAN IBU

100.000 BAYI LAHIR HIDUP

JUMLAH KEMATIAN IBU = kematian karena kehamilan, persalinan sampai 42 hari

ANGKA KEMATIAN BAYI =

JUMLAH KEMATIAN BAYI < 1 TAHUN


1000 BAYI LAHIR HIDUP

LEVEL OF
PREVENTION
PRIMARY
PREVENTION

SECONDARY
PREVENTION

CONTOH:
KANKER KOLON

Pencegahan SEBELUM timbul penyakit


Mengurangi insiden dan prevalen

INTERVENSI: PROMOSI KESEHATAN & SPECIFIC


PROTECTION

Penyakit SUDAH TERJADI


NAMUN pasien belum tahu adanya penyakit

INTERVENSI: EARLY DIAGNOSIS & PROMPT TREATMENT

Penyakit (+) dengan gejala


TUJUAN:
Menurunkan progresivitas penyakit
Mencegah komplikasi
Meningkatkan kualitas hidup

TERTIARY
PREVENTION

Pola makan sehat


(buah dan sayur)

Pemeriksaan
darah samar
tinja

Skrining tandatanda metastasis

INTERVENSI: DISABILITY LIMITATION +


REHABILITATION

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

KEJADIAN LUAR BIASA


(KLB)
1.
2.
3.
4.

Terdapat penyakit menular, SEBELUMNYA BELUM PERNAH ADA


Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun waktu tertentu
Peningkatan kejadian penyakit/kematian > 2x lipat dibanding periode sebelumnya
Peningkatan jumlah penderita baru > 2x lipat dalam 1 bulan, dibanding bulan sebelumnya

ENDE
MI

EPIDE
MI

Suatu masalah kesehatan (penyakit) FREKUENSI MENETAP dalam jangka waktu lama

Suatu masalah kesehatan (penyakit) FREKUENSI


MENINGKAT

PANDEMI /
EPIDEMI
GLOBAL
1.
2.
3.

4 KRITERIA (DIRJEN NO.451/91)

3 KRITERIA WHO

Agen penyebab penyakit baru didaerah tersebut


Agen penyakit menyebabkan sakit serius pada manusia
Agen penyakit menyebab dengan mudah menyebar dan berkelanjutan

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

O
CONT
AL
H SO

KLB diare, diduga karena air tercemar E.coli tanpa dimasak dengan
baik. Jumlah penderita diare yang meninggal meningkat hingga 200
orang. KETERANGAN TAMBAHAN UNTUK MENENTUKAN
KLB?

JUMLAH KEMATIAN DI DAERAH TERSEBUT MENINGKAT 2X NORMAL


ATAU
JUMLAH PENDERITA PENYAKIT DIARE MENINGKAT 2X NORMAL

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

SASARAN PROMOSI
KESEHATAN
SASARAN PRIMER

Sasaran disesuaikan dengan permasalahan


kesehatan suatu kelompok
Tokoh masyarakat

SASARAN SEKUNDER

Tokoh agama

CONTOH:
Bumil untuk
kesehatan ibu dan
anak
Anak sekolah untuk
sanitasi diri
Kesehatan reproduksi
untuk usia subur

Tokoh adat

SASARAN TERSIER

Sasaran kepada pembuat keputusan / penentu kebijakan


(tingkat pusat/daerah)

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

KAIDAH DASAR
BIOETIKA
Saat kondisi pasien wajar Dokter melakukan pelayanan terbaik untuk pasien
Dokter sudah menilai benefit >>> dibanding risk

BENEFICENCE

NON MALEFICENCE

AUTONOMY

JUSTICE

Konteks gawat darurat safe life !!


TIDAK MERUGIKAN DARI SUDUT PANDANG
PASIEN
Prinsip do no harm

Konteks pasien berpendidikan, pencari nafkah, dewasa


Menjaga rahasia pasien (privacy)
Menghargai hak menentukan nasib sendiri
Melaksanakan informed consent

Konteks membahas hak orang lain selain pasien, ada


unsur hak sosial (masyarakat atau komunitas)
Semua pasien memiliki hak yang sama tanpa
memperhatikan status sosial

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

O
CONT
AL
H SO

Kepala dinas kabupaten melakukan distribusi sumber daya dengan


merata disetiap daerah dengan memberikan tambahan sumber daya
di tempat yang memang memerlukan lebih banyak. PRINSIP ETIKA
?

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

TURUNAN KAIDAH DASAR


BIOETIKA

VERACITY

FIDELITY

BERANI BERKATA JUJUR (TRUTH TELLING)


Saat menyerang pasien dengan kejujuran, perlu komunikasi yang baik

TEPATI JANJI
Do as you say you will do + HORMATI RAHASIA PASIEN
Hati-hati jaga rahasia pasien dapat membatasi kualitas dan efisiensi pelayanan

TIPE
KELUARGA

NUCLEAR FAMILY

AYAH
IBU
ANAK
KANDUNG

AYAH ATAU
IBU
ANAK
KANDUNG
AYAH
ANAK KANDUNG
AYAH
IBU TIRI ANAK

SINGLE PARENT FAMILY

BLENDED FAMILY/

STEPFAMILY

IBU
ANAK KANDUNG
IBU
AYAH TIRI ANAK

SAUDARA

EXTENDED FAMILY

ANAK
ISTRI/SUAMI
ANAK

(PAMAN/BIBI/SEPU
PU)
ATAU

ORANG
TUAATAU
KAKEK/NENE
K

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

STAGES OF TERMINAL
ILLNESS
PENYANGKALAN

DENIAL

I FEEL FINE

NOT TO ME

THIS CANT BE HAPPENING

MARAH

ANGER

KENAPA
SAYA?!

TAWAR-MENAWAR

BARGAINING

JIKA SEMBUH,
!

DEPRESI

Apapun diberikan jika


sembuh

DEPRESSION

IM SO
SAD!

ACCEPTANCE

IM GOING TO BE
OK!

Pasien menyadari kondisinya sekarat


Cenderung menangis, tidak suka dijenguk

Dr. Endang Basuki,dr,MPH

KOMUNIKASI EFEKTIF DOKTERPASIEN


MENGAJUKA
N
PERTANYAAN

MENDENGA
R AKTIF

PERTANYAAN TERBUKA Pertanyaan dengan BANYAK kemungkinan jawaban


PERTANYAAN TERTUTUP Pertanyaan dengan jawaban YA atau TIDAK

REFLEKSI ISI Mengungkapkan kembali inti yang telah dikemukakan


pasien. Anda mengatakan
REFLEKSI PERASAAN amati & dengarkan PERASAAN pasien. Anda
sepertinya bingung?
MERANGKUM Mirip refleksi isi, BEDANYA??

Merangkum: durasi sudah lama, atau transisi topik atau bahan rumit

MEMBERIK
AN
INFORMASI

KOMUNIKASI EFEKTIF:

BAHASA SEDERHANA
JUJUR
BENAR
LENGKAP

DONT
MENANGGA
PI KLIEN?!!

VERBAL
Memotong pembicaraan
Mencela
Asumsi kesimpulan TANPA didukung bukti dan terlalu dini
Evaluasi TIDAK PERCAYA ucapan pasien
NON-VERBAL mengernyitkan dahi, reaksi terkejut, senyum melecehkan

O
CONT
AL
H SO
Dr. Endang Basuki,dr,MPH

Pasien: sebenarnya saya ingin pakai pil KB, tapi tetangga saya
mengatakan bahwa kalau minum pil KB saya akan gemuk dan
berjerawat, padahal sekarangpun saya sudah gemuk begini,
bagaimana jadinya nanti!
Provider: Ibu kawatir kalau menggunakan pil akan memperoleh
efek samping yang tidak menyenangkan.
Yang dilakukan provider adalah?

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

O
CONT
AL
H SO
A

B
YANG DILAKUKAN PROVIDER DALAM HAL
INI???

YANG DILAKUKAN PROVIDER DALAM HAL


INI???

Dr. Endang Basuki,dr,MPH

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

BREAKING BAD
NEWS

Jangan menunda menemui pasien atau membiarkan pasien cemas menunggu info
Privasi dan tanpa gangguan (no interuptions) matikan hp kalo perlu
Jika pasien terlihat tidak sanggup TUNDA, lanjutkan lain waktu

H
CONTO
You do have cancer and it is a serious illness but it is not necessarily a death
sentence, especially these days. You will need a major operation followed by
some treatment that will make you feel very unwell but you can get through
it. You are in good hands and you have lots of people around who care about
you. If the worst does come to the worst we can control pain without
knocking you out and without loss of dignity. You have a fight on and we can
win. One of the most important features is your attitude. Remember that if
you have any problems or want to discuss anything we are here for you.

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

UJI
DIAGNOSTIK

GOLD STANDARD
NEGATIF

POSITIF

TRUE POSITIVEA

FALSE POSITIVE B

NEGATIF

FALSE NEGATIVE C

TRUE NEGATIVED

ALAT
UJI
BARU

POSITIF

SENSITIVITY

SPECIFICITY

A+
C

B+
D

PPV =

NPV =

A
A+
B
D
C+
D

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

TEKNIK PENGUMPULAN SAMPEL


(SAMPLING)
PROBABILITY
SAMPLING

NON-PROBABILITY
SAMPLING

SIMPLE
RANDOM
SAMPLING

PROBABILITY
SAMPLING

Semua memiliki kesempatan yang sama


Radomisasi tabel, pengundian ataupun komputer
Syarat: populasi homogen

SYSTEMATIC
RANDOM
SAMPLING
STRATIFIED
RANDOM
SAMPLING

CLUSTER
RANDOM
SAMPLING

Setelah di randomisasi
Diambil berdasarkan urutan atau pola
tertentu

Dibagi menjadi sub-populasi berdasarkan


strata/tingkatan baru di randomisasi
Cocok pada populasi heterogen
Setiap strata dirandomisasi

Dibagi menjadi sub-populasi (cluster) yang terbagi alami


seperti wilayah
Dari cluster terpilih yang dirandomisasi

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

TEKNIK PENGUMPULAN SAMPEL


(SAMPLING)
PROBABILITY
SAMPLING

NON-PROBABILITY
SAMPLING

CONVENIENT/ACCIDE
NTAL SAMPLING
CONSECUTIVE
SAMPLING

NON-PROBABILITY
SAMPLING

PURPOSIVE/
JUDGMENTAL
SAMPLING
SNOWBALL
SAMPLING
QUOTA
SAMPLING

Memilih siapa sajah yang kebetulan ada (accesible)


First come first chosen subject
Subjek dipilih karena memenuhi karakteristik yang
diinginkan

Subjek dipilih secara berantai


Subjek terpilih selanjutnya memilih subjek
berikut
Jumlah subjek ditentukan sejak awal (quota-based)
mis: 50 orang dewasa

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

DESIGN
PENELITIAN
EKSPERIMENTAL

LAPORAN KASUS
CASE-SERIES

DESKRIPTI
F

OBSERVASIONAL

ADA PERLAKUAN
/INTERVENSI

TIDAK ADA
PERBANDINGAN ANTAR
TIAP KELOMPOK

ANALITIK /
ETIOLOGI
ADA PERBANDINGAN
ANTAR TIAP KELOMPOK

OR
KOH
T 2 jenis kohort:

Prospective cohort
Retrospective/historical
cohort
Subjek diikuti untuk periode
tertentu
SANGAT BAIK
menilai KAUSALITAS
Relatif LAMA dan MAHAL
Menghitung RELATIF RISK (RR)

CASEROL
Kelompok kasus
CO N2TKELOMPOK:

(sakit) dan kelompok kontrol


(sehat)
Retrospektif, sewaktu
DAPAT melihat KAUSALITAS
Umum digunakan pada KASUS
LANGKA
Menghitung ODDS RATIO (OR)

KOHORT
CASE-CONTROL
CROSSSECTIONAL/POTO
NG LINTANG

POTONG
TANG sewaktu
LINDeskriptif,
HUBUNGAN ASOSIASI
TIDAK KAUSALITAS
CEPAT DAN MURAH
Menghitung RELATIF RISK
(RR)

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

HUBUNGAN ASOSIASI

RELATIF RISK (RR) & ODDS RATIO


(OR)
A

FAKTOR
RESIKO

HASIL (OUTCOME)

YA

SAKIT KASUS
A

RR =

TIDA
K
OR =

KASUS DENGAN RISIKO : KASUS TANPA RISIKO


KONTROL DENGAN RISIKO : KONTROL TANPA RISIKO

A+C

B+
D

C+
D

KASUS DI KELOMPOK BERISIKO


KASUS DI KELOMPOK TANPA RISIKO

A+C

A+B

SEHAT KONTROL
B

B+
D

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

SKALA
UKUR
RASI

NUMERIK

INTERVA
L

Angka, TIDAK bisa nilai minus


Contoh: berat badan

Angka, BISA nilai minus


Contoh: suhu

DATA, level SEDERAJAT


Contoh: gender

DATA, BERTINGKAT
Contoh: kadar kolesterol rendah, normal, tinggi

NOMINA

KATEGORIK

ORDINA
L

VARIABE
L
DEPENDEN / TERGANTUNG

HASIL /
OUTCOME

INDEPENDEN / BEBAS

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

UJI
HIPOTESIS

VARIABEL TERGANTUNG

KOMPARATIF: MEMBANDINGKAN ANTAR KELOMPOK

NOMINA

TIDAK
BERPASANGA
N

BERPASANGA
N

X2

Mc Nemar

2
KELOMPOK

ORDINA
L

NUMERI
K

VARIABEL
BEBAS

NOMINA

KATEGORIK/

Mann
Whitney

Wilcoxon

T unpair

T pair

X2

Cochran

NUMERIK

>2
KELOMPOK

ORDINA
L

NUMERI
K

Kruskall
-Wallis

Friedman

Anova

Related
Anova

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

O
CONT
AL
H SO

Penelitian terhadap 3 kelompok bumil dengan suplementasi berbeda.


Kelompok 1 suplemen besi saja, kelompok 2 suplemen B12 saja, kelompok
3 suplemen besi+B12. Kadar hb diperiksa pada akhir penelitian. Analisis
dengan menghitung rerata kadar hb pada 3 kelompok tersebut. UJI
YANG TEPAT?
VARIABEL
BEBAS

SUPLEMENTA
SI

KATEGORIK
3
KELOMPOK

VARIABEL
TERGANTUNG

KADAR
HB

NUMERI
K

VARIABEL
BEBAS
KATEGORIK
>2
KELOMPOK
NUMERI
K

Anova

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

UJI
HIPOTESIS

KORELASI: BERAPA BESAR HUBUNGAN/KORELASI ANTARA . . . ???

VARIABEL
TERGANTUNG
ORDINA
KORELAS
I

VARIABEL
BEBAS
NUMERIK/
KATEGORIK

REGRES
I

Korelasi Spearman

NUMERI
K

Korelasi Pearson

NOMINA

Regresi logistik

Regresi linier (1 variabel)


NUMERI
K

Regresi multipel
(Jika variabel bebas >1)

REGRESI PREDIKSI HASIL DARI VARIABEL BEBAS

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

O
CONT
AL
H SO

Suatu penelitian ingin menunjukkan bahwa Indeks masa tubuh (IMT)


berbanding terbalik dengan kapasitas vital paru (KVP). Untuk
mengetahui seberapa besar kenaikkan IMT dapat menurunkan KVP.
UJI YANG SESUAI?
VARIABEL
BEBAS

IM
T

NUMERI
K

VARIABEL
TERGANTUNG

KV
P

NUMERI
K

VARIABEL
BEBAS
NUMERIK

REGRESI PREDIKSI HASIL DARI VARIABEL BEBAS

REGRES
I
Regresi linier (1 variabel)
NUMERI
K

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

EKG

NODAL
SA
PACEMAKER JANTUNG

PENDAHULUA
N

SISTEM
KONDUK
SI
JANTUNG

LETAK: SUDUT KANAN ATAS ATRIUM


KANAN
MENGATUR RITME 60-100X/MENIT
MENGAWALI SIKLUS SISTOL ATRIUM
IMPULS MENYEBAR KE ATRIUM KIRI DAN
NODAL AV

NODAL
AV
MEMPERLAMBAT KONDUKSI
ATRIUM SEMPAT MENGISI VENTRIKEL
SEBELUM SISTOL VENTRIKEL
IMPULS 40-60X/MENIT
IMPULS MENYEBAR KE BERKAS HIS

SISTEM
HISPURKINJE

HIS:
KANAN KE VENTRIKEL KANAN
KIRI BERKAS ANTERIOR DAN
POSTERIOR
BERKAS HIS BERCABANG PURKINJE
(IMPULS 20-40X/MENIT)
IMPULS PURKINJE ENDOKARDIUM
EOIKARDIUM SISTOL VENTRIKEL

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

EKG KERTAS
EKG

KERTAS GRAFIK (KOTAK KECIL DAN BESAR)


SATU KOTAK KECIL = 0.04 DETIK
SATU KOTAK BESAR = 5 X 0.04 0.2 DETIK
EKG STANDAR DIBUAT DENGAN KECEPATAN 25
MM/DETIK

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

EKG NOMENKLATU
R
KOMPLEK
S QRS

GELOMBANG P
DEPOLARISASI ATRIA
KONTRAKSI ATRIA

KOMPLEKS QRS
DEPOLARISASI VENTRIKEL
KONTRAKSI VENTRIKEL

ST
SEGMEN
T

GELOMBANG T
REPOLARISASI VENTRIKEL
RELAKSASI

INTERVAL PR

INTERVAL PR
DELAY AV NODE TO
ALLOW FILLING OF
VENTRICLES

INTERVAL QT

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

EKG SISTEMATIKA
BACA

1. TENTUKAN IRAMA
JANTUNG/RITME

IRAMA SINUS (SINUS


RITME)

II

KARAKTERISTIK:
LAJU 60-100X/MENIT
INTERVAL P-P SAMA, INTERVAL R-R SAMA
GELOMBANG P SELALU DIIKUTI QRS, DAN UPRIGHT DI LEAD
II
INTERVAL PR 0.12 0.20 DETIK

SINU
S

SINUS
BRADIKARDIA
SINUS RITME
SINUS
TAKIKARDIA

LAJU < 60
X/MENIT

LAJU > 100


X/MENIT

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

EKG SISTEMATIKA
BACA

2. HITUNG FREKUENSI
(LAJU)

BISA GUNAKAN KOTAK


KECIL

BISA GUNAKAN KOTAK


BESAR

1500 DIBAGI JUMLAH KOTAK


KECIL ANTARA R-R
PADA GAMBAR: 19-20 KOTAK
KECIL 1500/20 = 75X/MENIT

300 DIBAGI JUMLAH KOTAK


BESAR ANTARA R-R
PADA GAMBAR: 4 KOTAK BESAR
300/4 = 75X/MENIT

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

EKG SISTEMATIKA
BACA

GELOMBANG P NORMAL
SMOOTH
TINGGI 0.5 2.5 KOTAK KECIL
LEBAR 1.5 2.5 KOTAK KECIL

3. NILAI GELOMBANG
P

GELOMBANG P MITRAL
BERTAKIK NOTCH
TINGGI 0.5 2.5 KOTAK KECIL
LEBAR > 2.5 KOTAK KECIL
DILATASI ATRIUM KIRI

GELOMBANG P PULMONAL
RUNCING/LANCIP
TINGGI > 2.5 KOTAK KECIL
LEBAR 1.5 2.5 KOTAK KECIL
DILATASI ATRIUM KANAN

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

EKG SISTEMATIKA
BACA

3. NILAI INTERVAL
PR
NORMAL = 0.12 0.20 DETIK (3 5 KOTAK
KECIL)
MEMANJANG ??? MISSING QRS?? BLOK AV

DERAJAT
1

AV BLOK GANGGUAN
KONDUKSI ATRIUM KE
VENTRIKEL

DERAJAT
2

DERAJAT 3
(TOTAL AV
BLOK)

INTERVAL PR > 0.20


DETIK

TIPE 1
(MOBITZ
1)

INTERVAL PR MEMANJANG
PROGRESIF
SAMPAI TERJADI DROPPED
BEATS (MISSING QRS)

TIPE 2
(MOBITZ
2)

INTERVAL PR MEMANJANG
TETAP
SAMPAI TERJADI DROPPED
BEATS (MISSING QRS)

TIDAK ADA HUBUNGAN


GELOMBANG P DENGAN KOMPLEKS
QRS

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

INTERVAL PR > 0.2 DETIK

AV BLOK
DERAJAT 1
AV BLOK
DERAJAT
2 TIPE 1

P
INTERVAL PR
MEMANJANG PROGRESIF

KOMPEKS QRS
MISSING

AV BLOK
DERAJAT
2 TIPE 2

INTERVAL PR
MEMANJANG TETAP

KOMPEKS QRS
MISSING

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

AV BLOK DERAJAT
3 (TOTAL AV BLOK)

TIDAK ADA HUBUNGAN


GELOMBANG P DAN
QRS

APA YANG DINILAI ???

EKG SISTEMATIKA
BACA
R
KOMPLEKS
QRS

3. NILAI KOMPLEKS
QRS

AKSIS JANTUNG
HITUNG DURASI KOMPLEKS QRS
EVALUASI APAKAH ADA
HIPERTROFI VENTRIKEL
KIRI/KANA

???

GELOMBANG Q (NORMAL: (DURASI < 1 KOTAK KECIL; TINGGI < 1/3


R) DEFLEKSI NEGATIF PERTAMA
GELOMBANG R DEFLEKSI POSITIF PERTAMA SETELAH Q
GELOMBANG S DEFLEKSI NEGATIF PERTAMA SETELAH R

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

3. NILAI KOMPLEKS
QRS

AKSIS
JANTUNG

AKSIS
NORMAL

RESULTAN LEAD 1 (+)


RESULTAN LEAD AVF
(+)

DEVIASI
AKSIS KE
KIRI

RESULTAN LEAD 1 (+)


RESULTAN LEAD AVF
(-)
SYARAT LEAD II (-)

LIHAT LEAD I DAN AVF


(JIKA PERLU LEAD
II) !!!!

DEVIASI
AKSIS KE
KANAN

RESULTAN LEAD 1 (-)


RESULTAN LEAD AVF
(+)

DEVIASI AKSIS
KE KANAN
ATAS (NO
MANS LAND)

RESULTAN LEAD 1 (-)


RESULTAN LEAD AVF
(-)

JIKA LEAD II (+) NORMAL

T OH
N
O
C

AKSIS

???

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

3. NILAI KOMPLEKS
QRS

DURASI KOMPLEKS QRS


NORMAL = < 0.12 DETIK MEMANJANG ??

BUNDLE BRANCH BLOCK KOMPLIT (> 0.12 DETIK)


BUNDLE BRANCH BLOCK INKOMPLIT (0.10 0.12
DETIK)

BLOK DI BERKAS HIS KIRI


LEFT BUNDLE BRANCH
BLOCK

QRS LEBAR M-SHAPED


DI LEAD I, aVL, V5 DAN V6
GELOMBANG Q TIDAK ADA DI
LEAD 1, V5 DAN V6

BLOK DI BERKAS HIS


KANAN
RIGHT BUNDLE BRANCH
POLABLOCK
rSR di lead aVR dan V1

Gelombang s lebar dan tumpul


di lead I, aVL, V5 dan V6)

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

POLA rSR di lead V1

SLURRED S
DI LEAD V5,
V6

RIGHT BUNDLE
BRANCH BLOCK

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

POLA QRS M-SHAPED


DI LEAD I, aVL, V5 dan
V6

LEFT BUNDLE
BRANCH BLOCK

POLA QRS M-SHAPED


DI LEAD I, aVL, V5 dan
V6

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

3. NILAI KOMPLEKS
QRS

EVALUASI: ADAKAH
HIPERTROFI
VENTRIKEL
KIRI/KANAN?

HIPERTROFI
VENTRIKEL
KIRI

S DI LEAD V1 + R DI LEAD V5
ATAU V6 > 35 mm
LEFT VENTRICULAR STRAIN
DI LEAD V5, V6

S DI LEAD V1 + R
DI LEAD V6 > 35
mm

LEFT VENTRICULAR
STRAIN DI LEAD V5,
V6
d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

3. NILAI KOMPLEKS
QRS

EVALUASI: ADAKAH
HIPERTROFI
VENTRIKEL
KIRI/KANAN?

HIPERTROFI
VENTRIKEL
KANAN

R/S > 1 DAN T


DEFLEKSI (-) DI LEAD
V1

RASIO R/S DI LEAD V1 > 1


DAN GELOMBANG T
DEFLEKSI NEGATIF
GELOMBANG S
PERSISTEN DI V6

PERSISTEN S
DI LEAD V6

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

EKG SISTEMATIKA
BACA

ELEVASI SEGMEN
ST

4. SEGMEN
ST
DEPRESI SEGMEN
ST

STEMI PADA LEAD YANG


BERHUBUNGAN
PERIKARDITIS SEMUA LEAD
NSTEMI DISERTAI
PENINGKATAN ENZIM
JANTUNG
ANGINA UNSTABLE TIDAK
ADA PENINGKATAN ENZIM
JANTUNG

PENENTUAN LOKASI INFARK/ISKEMIA


LOKASI INFARK
MIOKARD AKUT

LOKASI
ELEVASI/DEPRESI
SEGMEN ST

ARTERI KORONER YANG


TERLIBAT (TERSERING)

ANTERIOR

LEAD V3, V4

LAD CABANG DIAGONAL

ANTEROSEPTAL

LEAD V1, V2, V3, V4

LAD CABANG SEPTAL,


CABANG DIAGONAL

ANTERIOR EKTENSIF

LEAD I, aVL, V2-V6

LAD PROXIMAL

INFERIOR

LEAD II, III, aVF

RCA

LATERAL

LEAD I, aVL, V5 DAN V6

LAD CABANG DIAGONAL DAN ATAU


CABANG SIRKUMFLEKS

POSTERIOR

LEAD V7, V8, DAN V9

RCA

AORTA
A. PULMONALIS
LEFT MAIN (LM)
LEFT CIRCUMFLEX
(LCX)
LEFT ANTERIOR
DESCENDING
(LAD)
RIGHT
CORONARY
ARTERY (RCA)

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

ST ELEVASI
LEAD I, aVL, V5,
V6

STEMI LATERAL

ELEVASI
SEGMEN ST

ELEVASI
SEGMEN ST

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

EKG SISTEMATIKA
BACA

5. GELOMBANG T DAN INTERVAL


QT
INTERVAL QT
SELURUH AKTIVITAS VENTRIKEL
DARI AWAL KOMPLEKS QRS
AKHIR GELOMBANG T
DURASI NORMAL TERGANTUNG
USIA
JENIS KELAMIN
DENYUT JANTUNG
UMUMNYA < 0.38 detik

GELOMBANG T
REPOLARISASI VENTRIKEL
BISA DEFLEKSI POSITIF,
NEGATIF ATAUPUN BIFASIK
NORMAL DURASI
< 5 mm di lead ektremitas
< 10 mm di lead prekordial

BEDAKAN
GELOMBANG T
TAJAM &
TINGGI
HIPERKALEMI
A

HYPERACUTE T
TINGGI, LEBAR,
CENDERUNG
ASIMETRIS

STEMI DINI
SERING PADA
STEMI ANTERIOR

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

KASUS HENTI NAFAS ATAU


JANTUNG

SEBELUM BHD??

LAKUKAN BHD
BERIKAN OKSIGEN BILA ADA

SHOCKABLE

PENDEKATAN:
AIRWAY
BREATHING
CIRCULATION
DEFIBRILATI
ON

LIHAT IRAMA

FIBRILASI VENTRIKEL
TAKIKARDIA VENTRIKEL TANPA NADI

PERIKSA RESPON PASIEN


AKTIVASI SISTEM GAWAT
DARURAT
USAHAKAN AED

TIDAK SHOCKABLE

PULSELESS ELECTRICAL ACTIVITY (PEA)


ASISTOL

1 KALI SHOCK 360J


MONOFASIK/200J BIFASIK
LANJUT RJP 5 SIKLUS

LANGSUNG RJP 5 SIKLUS


IV LINE/IO EPINEPRIN 1 MG TIAP 3-5 MENIT

LIHAT IRAMA

SHOCKABLE

TIDAK SHOCKABLE

1 KALI SHOCK 360J


MONOFASIK/200J BIFASIK
LANJUT RJP 5 SIKLUS +
EPINEPRIN 1 MG TIAP 3-5 MENIT

TERDAPAT NADI

TANPA NADI

SURVEY PASCA
RESUSITASI
d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D

KASUS HENTI NAFAS ATAU


JANTUNG
TAKIKARDIA
VENTRIKEL

INGAT!!!
HARUS TANPA NADI

SHOCKABLE
FIBRILASI
VENTRIKEL

LIHAT
IRAMA ?

TIDAK
SHOCKABLE

PEA?? CHECK PEA EC SEBAB LAIN:


INGAT 6H DAN 5 T
PEA SPESIFIK JANTUNG:
QRS LEBAR, FREKUENSI LAMBAT
PULSELESS ELECTRICAL ACTIVITY
(PEA)
ASISTO
L

CHECK ALAT!!
KABEL TERSAMBUNG BAIK?
SUDAH BERGANTIANG DICOBA LEAD
I,II,III
BATERE ALAT?
AMPLITUDO DICOBA DINAIKKAN?

d Ih a r m a _
@ P a@dwi iUr Ka D