Anda di halaman 1dari 9

ABSTRAK

Jagung ( Zea mays L.) merupakan tanaman pangan penting di Indonesia


sebagai sumber protein nabati. Rendahnya produksi jagung nasional disebabkan
oleh penggunaan varietas unggul jagung yang belum optimal di kalangan petani.
Salah satu usaha untuk memperoleh varietas unggul jagung ialah dengan
melakukan kegiatan pemuliaan tanaman melalui persilangan-persilangan yang
dilanjutkan dengan seleksi. Percobaan ini bertujuan mempelajari cara melakukan
persilangan dan mempelajari persilangan untuk menghasilkan keturunan yang
unggul. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Maret 2014 hingga selesai, di
Fakultas Pertanian, Program Sudi Agroekoteknologi, Universitas Sumatera Utara.
Percobaan yang dilaksanakan menggunakan metode single plant, yaitu dengan
menanam semua benih dalam satu populasi di lingkungan pertanaman yang sama
tanpa ulangan. Tetua yang digunakan ialah jagung varietas bisma. Tetua yang
berada di depan sebagai tetua betina dan yang belakang sebagai tetua jantan.
Persilangan yang dihasilkan adalah 0 % dikarenakan teknik persingan yang salah
dan gangguan keadaan cuaca serta lingkungan. Sehingga hasil F1 pada
persilangan tersebut tidak ada. Persilangan memiliki potensi peningkatan
keragaman genetik.
Kata kunci : Kedelai, tetua, teknik persilangan dan potensi genetik

ABSTRACT

Jagung ( Zea mays L.) is an important food crop in Indonesia as a source


of vegetable protein. The low national maize production due to the use of maize
varieties are not optimal among farmers. One attempt to obtain soybean varieties
is to plant breeding activities through crosses followed by selection. These
experiments have two fungsion learn such as how to do a crossover and study the
crosses to produce superior offspring. This experiment was conducted in March
2014 to complete, at the Faculty of Agriculture, Agro Sudi Program, University of
North Sumatra. Experiments were carried out using the method of single plant,
which is to plant all the seeds in the population in the same crop without
repetition. Elders used is soybean varieties Anjasmoro and Detam II. Elders who
were in front as the female parent and the back of the male elders. The resulting
cross was 0% due to incorrect technique and disorders Competitive claims cuca
circumstances and environment. F1 results on the cross so that it does not exist.
Crosses have the potential for increased genetic diversity.
Key words: Soybean, elders, and the potential of genetic engineering crosses

RIWAYAT HIDUP

Penulis bernama Adlin Aufa lahir pada tanggal 4 Agustus 1995 di Lubuk
Pakam. Anak ke dua dari tiga bersaudara. Anak dari pasangan bapak Ady
Syahputra dan ibu Nurhayati Sinulingga.
Adapun pendidikan yang pernah ditempuh hingga saat ini adalah:
menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di SD Negeri No. 105350 Perbarakan
tahun 2007, menyelesaikan pendidikan SMP di SMP Negeri 2 Lubuk Pakam
tahun 2010, menyelesaikan pendidikan SMA di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam
tahun 2013.
Terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Sumatera Utara, Fakultas
Pertanian di Jurusan Agroekoteknologi pada tahun 2013 melalui jalur SNMPTN.
Hingga sampai dengan sekarang.

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Tinggi Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril)...................... 21


Tabel 2. Jumlah Daun Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril)........... 22
Tabel 3. Pekecambahan Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril)........ 21

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Foto Lahan Per-Plot..................................................................... 27
Gambar 2. Foto Kelompok ........................................................................... 27

DAFTAR LAMPIRAN
1. Lampiran Deskripsi Tanaman Kedelai Varietas Anjasmoro................. 28
2. Lampiran Deskripsi Tanaman Kedelai Varietas Detam II..................... 29
3. Lamiran Bagan Percobaan Per-Plot ..................................................... 30

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
atas berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat
pada waktunya.

Adapun judul dari laporan ini adalah Teknik Persilangan Pada


Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril) yang merupakan salah satu syarat
komponen penilaian di Laboratorium Dasar Pemuliaan Tanaman Program Studi
Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada
Prof.

Dr. Ir. Rosmayati, M.S., Dr. Diana Sofia Hanafiah, S.P, M.P.,

Ir. Eva Sartini Bayu, M.P., Dr. Ir. Lolie Agustina Putri, M. Si.,

Dr.

Luthfi Azis Mahmud Siregar, S.P., M.Sc., Ir. Revandi I.M. Damanik, M.Sc., Ir.
Emmy Harso Khardinata, M.Sc., selaku Dosen Penanggungjawab Laboratorium
Dasar Pemuliaan Tanaman serta kepada abang dan kakak asisten yang telah
membantu penulis dalam menyelesaikan laporan ini.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh
karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi
perbaikan laporan ini di masa yang akan datang. Akhir kata penulis mengucapkan
terima kasih dan semoga laporan ini bermanfaat.

Medan,

Juni 2015

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................... ii
PENDAHULUAN

Latar Belakang.................................................................................... 1
Tujuan Percobaan............................................................................... 4
Kegunaan Penulisan........................................................................... 4
TINJAUAN PUSTAKA
Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill)....................................
Syarat Tumbuh....................................................................................
Iklim.............................................................................................
Tanah............................................................................................
Silang Dalam dan Silang Bebas..........................................................
Syarat Tetua........................................................................................

5
7
7
8
8
9

TEKNIK PERSILANGAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill). 11


BAHAN DAN METODE
Waktu dan Tempat.............................................................................. 13
Bahan dan Alat.................................................................................... 13
Prosedur Percobaan............................................................................ 14
PELAKSANAAN PERCOBAAN
Persiapan Lahan..................................................................................
Pembuatan Plot...................................................................................
Persiapan Benih .................................................................................
Penanaman..........................................................................................
Aplikasi Pupuk...................................................................................
Pemeliharaan Tanaman......................................................................
Penyiraman.................................................................................
Penyulaman ...............................................................................
Penyiangan ................................................................................
Panen..........................................................................................
Pengamatan Parameter.......................................................................
Tinggi Tanaman (Cm).................................................................
Jumlah Daun (Helai) ..................................................................

17
17
17
17
18
18
18
18
19
19
19
19
20

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil ................................................................................................... 21
Pembahasan........................................................................................ 22
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA