Anda di halaman 1dari 8

BAHAN AJAR 7

PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA


KEGIATAN LABORATORIUM
A. Pengantar
Untuk dapat melaksanakan peranan laboratorium sebagai wahana pendidikan
selain di kelas, suatu laboratorium harus memiliki kelengkapan terutama dalam
hal tata bangunan dan fasilitas, peralatan, bahan, personil, dan sistem tata kelola
yang memadai. Selain itu, kelengkapan ini diperlukan untuk memastikan bahwa
siswa dan personil yang bekerja di laboratorium terjamin keamanan dan
keselamatannya.
Secara umum, persyaratan laboratorium fisika, kimia, dan biologi sekolah
meliputi dua aspek utama, yaitu
1.

Persyaratan teknis : terdiri atas persyaratan sarana dan prasarana, termasuk

2.

tata bangunan dan fasilitas, peralatan dan bahan, dan personil.


Persyaratan manajemen (tata kelola): terdiri atas berbagai aspek seperti
struktur organisasi, sistem mutu, dokumentasi/administrasi, serta sistem
monitoring dan evaluasi.

B. Tujuan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan sarana dan
prasarana adalah memantau sarana dan prasarana laboratorium sekolah/madrasah
yang mencakup subkompetensi:
1. Memantau kondisi dan keamanan bahan serta alat laboratorium
2. Memantau kondisi dan keamanan bangunan laboratorium
3. Membuat laporan bulanan dan tahunan tentang kondisi dan pemanfaatan
laboratorium
C. Uraian
a. Tata Bangunan dan Fasilitas Laboratorium

Tata bangunan laboratorium seharusnya mengikuti berbagai aturan yang


dikembangkan baik oleh lembaga internasional atau pemerintah (Permen No 24.
tahun 2007 tentang sarana dan prasarana suatu laboratorium IPA). Beberapa
lembaga internasional Amerika yang mengembangkan standar pembangunan
laboratorium diantaranya adalah American National Standards Institute (ANSI,
antara lain ANSI Z-95 yang berhubungan dengan standar ventilasi laboratorium),
National Fire Protection Association (NFPA), Building Officials Code
Association (BOCA), American Society of Heating, Refrigeration and Air
Conditioning Engineers (ASHRAE, standar 110 untuk pengujian dan evaluasi
ruang asam di laboratorium), National Electrical Code (NEC), serta American
Chemical Society untuk green chemistry Institute.
Pada dasarnya, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan
pembangunan laboratorium adalah:
(1) Tata letak bangunan (arsitektur)
(2) Persyaratan ruang
(3) Pengaturan spasial peralatan dan bangku
(4) Jalan keluar darurat
(5) Persyaratan penyimpanan
(6) instalasi pengelolaan limbah
(7) Kontrol akses
(8) Fitur pengamanan
(9) Pencahayaan dan ventilasi
Walaupun pada laboratorium terdapat materi kegiatan fisika, kimia, dan biologi,
akan tetapi persayaratan mendasar untuk pembangunan laboratorium

akan

meliputi hal tersebut. Setiap laboratorium sebenarnya punya karakteristik dan


pengelolaan tersendiri. Pada Gambar 1 disajikan contoh laboratorium kimia.

Gambar 1. Setiap laboratorium perlu memiliki sistem pengelolaan yang handal


Laboratorium sekolah yang baik harus mampu menampung siswa sesuai
dengan kelayakannya. Idealnya, setiap siswa di laboratorium harus memiliki
ruang gerak seluas + 2,5 m2 (termasuk area meja dan kursi), dengan tinggi langitlangit minimal 4 m. Ruang laboratorium yang sempit, selain menyebabkan siswa
sulit bergerak, juga sangat riskan apabila terjadi kecelakaan, karena akan
menyulitkan dalam upaya penyelamatan diri. Selain harus memenuhi kriteria
teknis bangunan, pencahayaan serta ventilasi udara harus juga diperhatikan. Udara
di laboratorium harus senantiasa mengalir, sehingga udara segar selalu mengalir
menggantikan udara laboratorium. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan,
laboratorium setidaknya memiliki dua pintu, yaitu pintu masuk dan pintu keluar.
Perhatikan pada Gambar 2 berikut ini dijelaskan bagaiman tata kelola yang
tidak baik yaitu menempatkan peralatan yang tidak pada tempatnya.

Gambar 2. Mencampurkan penyimpanan alat laboratorium dengan alat lain


merupakan kesalahan umum yang sering di temukan di laboratorium

Udara

Udara
Out

Udara
IN

Gambar 3. Ventilasi di laboratorium harus bekerja optimal dengan penempatan


yang tepat untuk keamanan siswa yang bekerja
Bangunan laboratorium sekolah hendaknya dibangun di tempat yang agak jauh
dari ruang kelas agar tidak mengkontaminasi lingkungan. Idealnya laboratorium
di SMA/MA terpisah untuk setiap bidangnya (kimia/biologi, fisika), tetapi pada
dasarnya setiap laboratorium

terdiri dari ruang-ruang praktikum (dapat

menampung 35 siswa/1 kelas), ruang persiapan laboran, ruang penyimpanan


alat/bahan, ruang guru pembimbing praktikum, serta ruang khusus yang
diperlukan oleh setiap bidang (misalnya ruang timbang untuk lab kimia, ruang
gelap/bengkel untuk lab fisika, dan ruang steril untuk lab biologi). Selain itu,
toilet sangat penting berada di dekat laboratorium.

shower

R.asa
m

Meja
demonstrasi

Ruang alat
dan bahan

Ruang
laboran/pem
bimbing
prakt

wastafel

Papan tulis/layar

Gambar 4. Contoh Denah laboratorium


Selain tata bangunan, fasilitas yang harus tersedia di laboratorium adalah
instalasi listrik, instalasi air, instalasi pembuangan limbah air, instalasi pengolahan
limbah cair sederhana, serta wastafel (terutama untuk kimia dan biologi). Fasilitas
ini harus senantiasa terpelihara dengan baik melalui pemeliharaan berkala.
Fasilitas keamanan di laboratorium sangat penting. Dibandingkan dengan
fasilitas lain, laboratorium fisika, kimia, dan biologi memiliki kekhasan dan
permasalahan yang harus dihadapi, yaitu:
a.

laboratorium harus sangat lentur dan mudah menyesuaikan diri, karena sifat

b.

pekerjaan di laboratorium sudah dapat direncanakan.


Laboratorium adalah tempat kegiatan siswa yang memiliki potensi berbahaya

c.

cukup tinggi dan dapat menyebabkan kondisi tidak aman bagi lingkungannya.
Laboratorium sekolah yang ideal membutuhkan dana yang besar untuk

d.

membangun dan menggunakannya.


Laboratorium seringkali ditempati oleh peralatan yang mahal.

Oleh karena hal tersebut, maka laboratorium fisika, kimia, dan biologi, setidaknya
memiliki fasilitas keamanan standar seperti alat pemadam kebakaran (handfire),
blower, tempat sampah (organik dan anorganik), ruang asam (fume hood,) shower.
Akan lebih baik lagi, bila di laboratorium tersebut tersedia detektor asap (smoke
detector), detector api (heat detector), serta kran pencuci mata (eye wash). Untuk
pertolongan pertama pada kecelakaan, di laboratorium wajib tersedia peralatan
P3K. Kipas angin tidak disarankan ada di laboratorium, karena sifatnya bukan
mengencerkan kepekatan udara kotor tetapi membagi udara kotor di satu titik ke
seluruh laboratorium

Sarana dan prasarana perlu dilengkapi dengan beberapa alat pengamanan


diantaranya : detektor asap, detektor panas, dan blower seperti terdapat pada
Gambar 5.

Lemari asam

Smoke
detektor
detektor

Detektor panas

Alat P3K
Blower

Gambar 5. Fasilitas keamanan yang ideal di laboratorium


b. Prasarana di Laboratorium

Mengacu pada Permen No. 24 Tahun 2007 tentang sarana dan prasarana
suatu laboratorium IPA hendaknya memiliki persyaratan sebagaimana yang
telah dicantumkan. Oleh karena di laboratorium meliputi kegiatan materi
praktikum kimia, fisika, dan bilogi maka kelengkapan sarana yang menunjang
kegiatan tersebut mutlak di perlukan. Pada Tabel 1 disajikan sarana dan
prasarana di laboratorium.

Tabel 1. Sarana dan Prasarana di laboratorium