Anda di halaman 1dari 4

CASE STUDY 1

Anak usia 5 thn dengan BB 20 kg masuk ke ruangan gawat darurat dengan luka bakar derajat
2 akibat tersiram air panas. Luka terdapat pada sebagian dada kiri, lengan atas kiri, dan paha
kiri atas.
Pertanyaan Kelompok 8 :
1. Apa yang dilakukan untuk mengintervensi luka bakar tersebut?
2. Jika dilakukan resusitasi cairan, berapa kebutuhan cairan yang dibutuhkan, dan tentukan
jenis cairan yang digunakan?
3. Jelaskan pemberian cairan secara bertahap dengan tetesan/menit dari jam pertamadan
berikutnya selama 24 jam?
Jawaban Kelompok 8 :
1. Penatalaksanaan
Seperti menangani kasus emergency umum yaitu:
A. Resusitasi A, B, C.
1) Pernafasan:
a)

Tersiram air panas luka pada dada kembang kempis paru menurun
kompensasi paru menurun O2 kurang dari kebutuhan tubuh.

2) Sirkulasi:
gangguan permeabilitas kapiler: cairan dari intra vaskuler pindah ke ekstra vaskuler
hipovolemi relatif syok ATN gagal ginjal.

B. Infus, kateter, CVP, oksigen, Laboratorium, kultur luka.


C. Resusitasi cairan Baxter.
Anak : Baxter.
RL 2 cc x BB x % LB/24 jam.
Anak: jumlah resusitasi + kebutuhan faal:
RL : Dextran = 17 : 3
.

Kebutuhan faal:
< 1 tahun : BB x 100 cc
1 3 tahun

: BB x 75 cc

3 5 tahun

: BB x 50 cc

diberikan 8 jam pertama


diberikan 16 jam berikutnya.

Hari kedua:
Anak

: Diberi sesuai kebutuhan faal.

D. Monitor urine dan CVP.


E. Topikal dan tutup luka

F.

Cuci luka dengan savlon : NaCl 0,9% ( 1 : 30 ) + buang jaringan nekrotik.

Tulle.

Silver sulfa diazin tebal.

Tutup kassa tebal.

Evaluasi 5 7 hari, kecuali balutan kotor.

Obat obatan:
o Antibiotika : tidak diberikan bila pasien datang < 6 jam sejak kejadian.
o Bila perlu berikan antibiotika sesuai dengan pola kuman dan sesuai hasil kultur.
o Analgetik

: kuat (morfin, petidine)

o Antasida

: kalau perluResusitasi cairan menurut rumus baxter

G. Diagnosa Yang Muncul


1. Penurunan Kardiak Output berhubungan dengan peningkatan permiabilitas kapiler.
2. Defisit Volume Cairan berhubungan dengan ketidak seimbangan elektrolit dan
kehilangan volume plasma dari pembuluh darah.
3. Perubahan Perfusi Jaringan berhubungan dengan Penurunan Kardiak Output dan
edema.
4. Ketidakefektifan Pola Nafas berhubungan dengan penurunan kembang kempis paru
akibat adanya luka di dada.

5. Perubahan Rasa Nyaman : Nyeri berhubungan dengan paparan ujung syaraf pada
kulit yang rusak.
6. Gangguan Integritas Kulit berhubungan dengan luka bakar.
7. Potensial Infeksi berhubungan dengan gangguan integritas kulit.
8. Perubahan Nutrisi : Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh berhubungan dengan
peningkatan rata-rata metabolisme.
9. Gangguan Mobilitas Fisik berhubungan dengan luka bakar, scar dan kontraktur.
10. Gangguan Gambaran Tubuh (Body Image) berhubungan dengan perubahan
penampilan fisik
2.

Untuk melakukan resusitasi cairan harus mengukur terlebih dahulu luas luka bakar anak
umur 5 tahun menggunakan rumus Lund and browder bukan rule of nines karena rule of
nines digunakan untuk anak diatas 10 th. Pada anak dan bayi digunakan rumus lain
karena luas relatif permukaan kepala anak jauh lebih besar dan luas relatif permukaan
kaki lebih kecil. Karena perbandingan luas permukaan bagian tubuh anak kecil berbeda.
a. Rumus Lund and Browder
Sebagian Dada kiri : 3 %
Lengan kiri atas : 2%
Paha kiri atas : 4 %
Total : 9 %
Resusitasi cairan baxter anak :
2 cc x BB x % LB = 2 x 20 kg x 9 % = 360 cc
Pada anak hasil baxter ditambah dengan Physiologic Maintenans
Physiologic Maintenans pada Anak :Kebutuhan Cairan harian :
- < 1 thn

: 100 cc x Kg.BB

- 1 3 thn : 75 cc x Kg.BB.
- 3 5 thn : 50 cc x Kg.BB.
- 5 10 thn : 40 cc x Kg.BB
Jadi cairan yang dibutuhkan adalah = 360 + (50 x 20) = 1360 cc
b. Jika menggunakan Rumus rule of nines
Sebagian dada kiri : 4,5 %
Lengan kiri atas : 4,5 %
Paha kiri atas : 7 %
Total : 16 %
Resusitasi cairan baxter anak :
2cc x BB x % LB = 2 x 20 Kg x 16 % = 640 cc
640 + 1000 = 1640 cc
Cairan yang digunakan adalah RL (Ringer Laktat) untuk 24 Jam pertama

3. Cairan yang dibutuhkan


Resusitasi cairan baxter anak :
2 cc x BB x % LB = 2 x 20 kg x 9 % = 360 cc
Kebutuhan cairan = Baxter + Physiologic Maintenans
= 360 cc + 1000 cc = 1360 cc
8 jam pertama = 50%
16 jam berikutnya = 50 %
8 jam pertama = 680 cc
16 jam berikutnya = 680 cc
8 jam pertama
Tetesan infus = 680 x 60/8 x 60 = 85 tetes/menit
16 jam berikutnya = 680 x 60/16 x 60 = 42,5 tts = 43 tts/menit