Anda di halaman 1dari 11
Suatu partikel dalam keadaan keseimbangan jika resultan semua gaya yang bekerja pada partikel tersebut nol.
Suatu partikel dalam keadaan keseimbangan jika resultan semua gaya yang bekerja pada partikel tersebut nol.

Suatu partikel dalam keadaan keseimbangan jika resultan semua gaya yang bekerja pada partikel tersebut nol.

Jika pada suatu partikel diberi 2 gaya yang sama besar, mempunyai garis gaya yang sama dan arah berlawanan, maka resultan gaya tersebut adalah NOL. Hal tersebut menunjukkan partikel dalam keseimbangan.

Sebuah benda tegar dikatakan dalam keseimbangan jika gayagaya yang bereaksi pada benda tersebut membentuk gaya / sistem gaya ekvivalen dengan nol.

Sistem tidak mempunyai resultan gaya dan resultan kopel.

Syarat perlu dan cukup untuk keseimbangan suatu benda tegar secara analitis adalah :

(i)

jumlah gaya arah x

=

0

( ∑Fx = 0 )

(ii)

jumlah gaya arah y

=

0

(

∑Fy = 0 )

(iii)

jumlah momen

=

0

( ∑M = 0 )

Dari persamaan tersebut dapat dikatakan bahwa benda tidak bergerak dalam arah translasi atau arah rotasi (diam).

Jika ditinjau dari Hukum III Newton, maka keseimbangan terjadi jika gaya aksi

saling

mendapat

berlawanan.

reaksi

yang

besarnya

sama

dengan

gaya

aksi

tetapi

arahnya

4.1. Tumpuan / Perletakan

Dalam bidang teknik arsitektur / sipil kita selalu membicarakan masalah bangunan seperti bangunan gedung, jembatan, dan lain sebagainya. Bangunan-bangunan tersebut harus terletak diatas permukaan bumi, hubungan antara bangunan tersebut dengan lapisan permukaan bumi dikaitkan dengan suatu pondasi.

Bangunan yang terletak diatas permukaan bumi disebut bangunan atas, sedang yang masuk pada lapisan permukaan bumi disebut dengan bangunan bawah. Hubungan antara bangunan atas dan bawah melalui suatu tumpuan yang disebut dengan “Perletakan”.

melalui suatu tumpuan yang disebut dengan “Perletakan”. MEKANIKA TEKNIK
melalui suatu tumpuan yang disebut dengan “Perletakan”. MEKANIKA TEKNIK

MEKANIKA TEKNIK

D:Vero/JuTA/Akademik/BahanKuliah/Sem-1/MekTek01

- 28 -

Contoh :

a. Hubungan antara bangunan atas jembatan dan bangunan bawah pondasi.

Struktur jembatan (bangunan atas) perletakan Pondasi (bangunan bawah) struktur jembatan Penggambaran pada mekanika
Struktur jembatan
(bangunan atas)
perletakan
Pondasi
(bangunan bawah)
struktur jembatan
Penggambaran pada mekanika teknik

perletakan

Gambar 4.1. Gambar perletakan jembatan dalam mekanika teknik

b. Hubungan antara bangunan gedung dan pondasi

Bangunan gedung (bangunan atas) muka tanah Perletakan (tumpuan) Pondasi (bangunan bawah)
Bangunan gedung (bangunan atas)
muka tanah
Perletakan (tumpuan)
Pondasi (bangunan bawah)
muka tanah Perletakan (tumpuan) Pondasi (bangunan bawah) Penggambaran pada mekanika teknik perletakan (tumpuan)

Penggambaran pada mekanika teknik

perletakan (tumpuan)

Penggambaran pada mekanika teknik perletakan (tumpuan) Gambar 4.2. Gambar perletakan gedung dalam mekanika teknik

Gambar 4.2. Gambar perletakan gedung dalam mekanika teknik

Gambar 4.2. Gambar perletakan gedung dalam mekanika teknik MEKANIKA TEKNIK
Gambar 4.2. Gambar perletakan gedung dalam mekanika teknik MEKANIKA TEKNIK

MEKANIKA TEKNIK

D:Vero/JuTA/Akademik/BahanKuliah/Sem-1/MekTek01

- 29 -

3 ( tiga ) jenis tumpuan / perletakan yang biasa digunakan dalam suatu konstruksi yaitu :

a. tumpuan sendi

b. tumpuan roll

c. tumpuan jepit

A. Tumpuan Sendi / Engsel

Bentuk perletakan sendi pada suatu struktur jembatan, yang bertugas untuk menyangga sebagian dari jembatan (Gambar 4.3).

struktur R X Silinder baja R Y
struktur
R
X
Silinder baja
R
Y

Gambar 4.3. Skema perletakan Sendi

Karena struktur harus stabil, maka perletakan sendi tidak boleh turun jika kena beban dari atas, oleh karena itu sendi tersebut harus mempunyai reaksi

vertikal (R Y ). Selain itu perletakan sendi tidak boleh bergeser horizontal. Oleh karena itu perletakan sendi harus

mempunyai reaksi horizontal (R X ), sendi tersebut bisa berputar jika diberi beban momen. Jadi sendi tidak punya reaksi momen.

diberi beban momen. Jadi sendi tidak punya reaksi momen. Gambar 4.4. Aplikasi tumpuan sendi pada struktur

Gambar 4.4. Aplikasi tumpuan sendi pada struktur jembatan

Gambar 4.4. Aplikasi tumpuan sendi pada struktur jembatan MEKANIKA TEKNIK
Gambar 4.4. Aplikasi tumpuan sendi pada struktur jembatan MEKANIKA TEKNIK

MEKANIKA TEKNIK

D:Vero/JuTA/Akademik/BahanKuliah/Sem-1/MekTek01

- 30 -

R X R Y
R
X
R
Y
R X R Y Penggambaran perletakan sendi dalam mekanika teknik, ada reaksi vertikal dan horisontal Mampu

Penggambaran perletakan sendi dalam mekanika teknik, ada reaksi vertikal dan horisontal

dalam mekanika teknik, ada reaksi vertikal dan horisontal Mampu menerima 2 reaksi gaya : a) gaya

Mampu menerima 2 reaksi gaya :

a) gaya vertikal (Fy)

b) gaya horisontal (Fx)

Tidak dapat menerima momen (M).

Jika diberi beban momen, karena sifat sendi, maka akan berputar

b. Tumpuan Roll

Rol struktur silinder baja R Y
Rol
struktur
silinder baja
R
Y

Gambar 4.5. Skema perletakan rol

Bentuk perletakan rol, pada suatu struktur

jembatan yang bertugas untuk menyangga

sebagian dari jembatan. (Gambar 4.5)

Karena struktur harus stabil maka

perletakan rol tersebut tidak boleh turun jika

kena beban dari atas, oleh karena itu rol

tersebut harus mempunyai reaksi vertical

(R Y ).

itu rol tersebut harus mempunyai reaksi vertical (R Y ). Perletakan rol bila dilihat dari gambar

Perletakan rol bila dilihat dari gambar struktur, maka rol tersebut

bias bergeser ke arah horizontal. jadi tidak bisa mempunyai reaksi

horizontal, bisa berputar jika diberi beban momen jadi tidak

mempunyai reaksi momen.

jika diberi beban momen jadi tidak mempunyai reaksi momen. MEKANIKA TEKNIK
jika diberi beban momen jadi tidak mempunyai reaksi momen. MEKANIKA TEKNIK

MEKANIKA TEKNIK

D:Vero/JuTA/Akademik/BahanKuliah/Sem-1/MekTek01

- 31 -

R V
R
V
R V Penggambaran perletakan rol dalam bidang mekanika teknik, ada reaksi vertikal.  Dapat memberikan reaksi

Penggambaran perletakan rol dalam bidang mekanika teknik, ada reaksi vertikal.

rol dalam bidang mekanika teknik, ada reaksi vertikal.  Dapat memberikan reaksi berupa gaya vertikal (R

Dapat memberikan reaksi berupa gaya vertikal (R Y = F Y )

Tidak dapat menerima gaya horisontal (F X ).

Tidak dapat menerima momen

Jika diberi gaya horisontal, akan bergerak/menggelinding

karena sifat roll.

c. Tumpuan Jepit

balok sosoran teras R R M X R Y kolom
balok sosoran
teras
R
R
M
X
R
Y
kolom

Gambar 4.6.

Skema perletakan jepit pada sosoran teras rumah

Bentuk perletakan jepit dari suatu

struktur, bertugas untuk menahan

balok sosoran teras supaya tidak jatuh

(Gambar 4.6)

Karena struktur sosoran harus stabil

maka perletakan jepit tidak boleh turun

jika kena beban dari atas, oleh karena

itu jepit tersebut harus mempunyai

reaksi vertikal (R Y ). Jepit

tersebut

tidak boleh berputar pada

sambungannya jika kena beban

momen, oleh karena itu jepit tersebut

harus mempunyai reaksi momen,

selain itu jepit juga tak boleh bergeser

secara horizontal.

selain itu jepit juga tak boleh bergeser secara horizontal. MEKANIKA TEKNIK
selain itu jepit juga tak boleh bergeser secara horizontal. MEKANIKA TEKNIK

MEKANIKA TEKNIK

D:Vero/JuTA/Akademik/BahanKuliah/Sem-1/MekTek01

- 32 -

R X R M R Y
R
X
R
M
R
Y
R X R M R Y Penggambaran perletakan jepit dalam mekanika teknik, ada reaksi vertikal, horizontal,

Penggambaran perletakan jepit dalam

mekanika teknik, ada reaksi vertikal,

horizontal, dan momen

Dapat menerima semua reaksi:

a. gaya vertikal (Fy)

b. gaya horizontal (Fx)

c. momen (M)

dijepit berarti dianggap tidak ada gerakan sama sekali.

4.2. Keseimbangan Benda

Dalam bidang teknik arsitektur dan teknik sipil mahasiswa selalu diajak berbicara

tentang bangunan gedung, jembatan dan lain sebagainya. Bangunanbangunan tersebut

supaya tetap berdiri, maka struktur-strukturnya harus dalam keadaan seimbang, hal itu

merupakan syarat utama. Apa saja syarat-syaratnya supaya suatu bangunan tetap

seimbang, dan bagaimana cara menyelesaikannya.

Contoh : benda dalam keadaan seimbang (tidak bisa bergerak)

kotak

lem
lem
meja
meja
dalam keadaan seimbang (tidak bisa bergerak) kotak lem meja Gambar 4.7. suatu kotak yang dilem diatas
dalam keadaan seimbang (tidak bisa bergerak) kotak lem meja Gambar 4.7. suatu kotak yang dilem diatas
dalam keadaan seimbang (tidak bisa bergerak) kotak lem meja Gambar 4.7. suatu kotak yang dilem diatas
dalam keadaan seimbang (tidak bisa bergerak) kotak lem meja Gambar 4.7. suatu kotak yang dilem diatas

Gambar 4.7. suatu kotak yang dilem diatas meja

Sebuah kotak yang dilem diatas meja, maka kotak tersebut dalam keadaan

seimbang, yang berarti kotak tersebut tidak bisa turun, tidak bisa bergeser

horisontal dan tidak bisa berguling.

tidak bisa bergeser horisontal dan tidak bisa berguling. MEKANIKA TEKNIK
tidak bisa bergeser horisontal dan tidak bisa berguling. MEKANIKA TEKNIK

MEKANIKA TEKNIK

D:Vero/JuTA/Akademik/BahanKuliah/Sem-1/MekTek01

- 33 -

a. Keseimbangan vertikal

P V
P
V

Kotak

a. Keseimbangan vertikal P V Kotak Meja R V Lem Gambar 4.8. Keseimbangan vertikal kalau kotak
a. Keseimbangan vertikal P V Kotak Meja R V Lem Gambar 4.8. Keseimbangan vertikal kalau kotak
Meja R V
Meja
R
V

Lem

Gambar 4.8. Keseimbangan vertikal

kalau kotak tersebut dibebani secara vertikal (P V ), maka kotak tersebut tidak bisa turun, yang berarti meja tersebut mampu memberi perlawanan vertikal (R V ), perlawanan vertikal tersebut (R V ) disebut reaksi vertikal

P V Kotak
P
V
Kotak
tersebut (R V ) disebut reaksi vertikal P V Kotak Lumpur Kotak tenggelam Gambar 4.9. Kotak
tersebut (R V ) disebut reaksi vertikal P V Kotak Lumpur Kotak tenggelam Gambar 4.9. Kotak
tersebut (R V ) disebut reaksi vertikal P V Kotak Lumpur Kotak tenggelam Gambar 4.9. Kotak

Lumpur

Kotak tenggelam

Gambar 4.9. Kotak tenggelam dalam lumpur

Bandingkan hal tersebut diatas dengan kotak yang berada di atas lumpur

Kalau kotak tersebut dibebani secara vertikal (P V ), maka kotak tersebut langsung tenggelam, yang berarti lumpur tersebut tidak mampu memberi perlawanan secara vertikal (R V ).

tidak mampu memberi perlawanan secara vertikal (R V ). MEKANIKA TEKNIK
tidak mampu memberi perlawanan secara vertikal (R V ). MEKANIKA TEKNIK

MEKANIKA TEKNIK

D:Vero/JuTA/Akademik/BahanKuliah/Sem-1/MekTek01

- 34 -

b. Keseimbangan horisontal

Kotak P H Lem R H meja
Kotak
P
H
Lem
R
H
meja

Gambar 4.10. Keseimbangan horisontal

Kalau kotak tersebut dibebani

secara horisontal (P H ), maka kotak

tersebut tidak bisa bergeser secara

horisontal, yang berarti lem yang

merekat antara kotak dan meja

tersebut mampu memberi

perlawanan horisontal (R H ),

sehingga bisa menahan kotak untuk

tidak bergeser. Perlawanan horisontal tersebut (R H ) disebut reaksi horisontal.

Bandingkan hal tersebut diatas dengan kotak yang berada di atas meja tanpa di lem

Kalau kotak tersebut dibebani secara horisontal (P H ), maka kotak tersebut langsung

bergeser, karena tidak ada yang menghambat, yang berarti meja tersebut tidak mampu

memberi perlawanan horisontal (R H )

kotak yang bergeser P H
kotak yang bergeser
P H

Gambar 4.11. Kotak yang bergeser karena beban horizontal

c. Keseimbangan Momen

Kalau kotak tersebut dibebani momen (P M ), maka kotak tersebut tidak bisa berputar

(tidak bisa terangkat), yang berarti lem perekat antara kotak dan meja tersebut mampu

memberikan perlawanan momen (R M ), perlawanan momen tersebut (R M ) disebut

dengan reaksi momen.

momen tersebut (R M ) disebut dengan reaksi momen. MEKANIKA TEKNIK
momen tersebut (R M ) disebut dengan reaksi momen. MEKANIKA TEKNIK

MEKANIKA TEKNIK

D:Vero/JuTA/Akademik/BahanKuliah/Sem-1/MekTek01

- 35 -

P M Kotak Lem Meja R M
P
M
Kotak
Lem
Meja
R
M

Gambar 4.12. Keseimbangan momen

Bandingkan hal tersebut diatas dengan kotak yang berada di atas meja tanpa di lem.

P M
P
M
dengan kotak yang berada di atas meja tanpa di lem. P M Kotak yang terangkat Meja

Kotak yang terangkat

Meja

di atas meja tanpa di lem. P M Kotak yang terangkat Meja Gambar 4.13. Kotak yang

Gambar 4.13. Kotak yang terangkat karena beban momen

Kalau kotak tersebut dibebani momen (P M ), maka kotak tersebut bisa terangkat, karena tidak ada lem yang mengikat antara kotak dan meja tersebut, yang berarti meja tersebut tidak mampu memberikan perlawanan momen (R M ).

tersebut tidak mampu memberikan perlawanan momen (R M ). MEKANIKA TEKNIK
tersebut tidak mampu memberikan perlawanan momen (R M ). MEKANIKA TEKNIK

MEKANIKA TEKNIK

D:Vero/JuTA/Akademik/BahanKuliah/Sem-1/MekTek01

- 36 -

d.

Keseimbangan Statis

P P M V Kotak P H Lem R H R Meja V R M
P
P
M
V
Kotak
P
H
Lem
R H
R
Meja
V
R
M

Kalau kotak tersebut di lem diatas meja, yang berarti harus stabil, benda tersebut harus tidak bisa turun, tidak bisa bergeser horisontal, dan tidak bisa terangkat.

Gambar 3.14. Keseimbangan statis

a. Kalau kotak tersebut dibebani secara vertikal (P V ), tumpuannya mampu memberi perlawanan secara vertikal pula, agar kotak tersebut tidak bisa turun syarat minimum R V = P V , atau R V - P V = 0 atau V = 0 (jumah gaya-gaya vertikal antara beban dan reaksi harus sama dengan nol).

b. Kalau kotak tersebut dibebani secara horisontal (P H ), maka pada tumpuannya mampu memberi perlawanan secara horisontal (R H ). Agar kotak tersebut tidak bisa bergeser secara horisontal maka syarat minimum R H = P H atau R H P H = 0 atau H = 0 (jumlah gaya-gaya horisontal antara beban dan reaksi harus sama dengan nol)

c. Kalau kotak tersebut dibebani secara momen (P M ), maka pada tumpuannya mampu memberi perlawanan secara momen (R M ). Agar kotak tersebut tidak bisa terpuntir (terangkat), maka syarat minimum R M = P M atau R M - P M = 0 atau M = 0 (jumlah gaya-gaya momen beban dan reaksi harus sama dengan nol).

d. Dari variasi tersebut diatas, dapat dikatakan bahwa suatu benda yang stabil atau dalam keadaan seimbang, maka harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

V = 0 (jumlah gaya-gaya vertikal antara aksi (beban) dan reaksi harus sama dengan nol)

antara aksi (beban) dan reaksi harus sama dengan nol) MEKANIKA TEKNIK
antara aksi (beban) dan reaksi harus sama dengan nol) MEKANIKA TEKNIK

MEKANIKA TEKNIK

D:Vero/JuTA/Akademik/BahanKuliah/Sem-1/MekTek01

- 37 -

H = 0 (jumlah gaya-gaya horisontal antara aksi (beban) dan reaksi sama

dengan nol)

M = 0 (jumlah gaya-gaya momen antara aksi (beban) dan reaksi harus

sama dengan nol).

4.3. Rangkuman

Rangkuman Konsep Keseimbangan :

1.

Beban = aksi

 

2.

Reaksi = perlawanan aksi

 

3.

Macam Perletakan

 

Rol punya 1 reaksi Rv

 

Sendi punya 2 reaksi Rv dan R H

Jepit punya 3 reaksi Rv; R H dan R M

4.

Syarat Keseimbangan

 

Ada 3 syarat keseimbangan yaitu :

v = 0

 

H = 0

M = 0

4.4.

Latihan Soal

 

1.

Suatu benda diatas meja dengan berat sendiri = 5 kg

 

Pv = 5 kg    

 
   

Berapa reaksi vertikal yang terjadi supaya balok tersebut tidak turun ?.

   
 

Rv = ?   

 

2.

Suatu kantilever (konsol) dengan beban seperti pada gambar. P V = 5 kg

     
     
P H = 2 kg

P H = 2 kg

 

P M = 5 kgm

Cari reaksi-reaksi yang terjadi supaya konsol tersebut tak roboh.

reaksi-reaksi yang terjadi supaya konsol tersebut tak roboh. MEKANIKA TEKNIK
reaksi-reaksi yang terjadi supaya konsol tersebut tak roboh. MEKANIKA TEKNIK

MEKANIKA TEKNIK

D:Vero/JuTA/Akademik/BahanKuliah/Sem-1/MekTek01

- 38 -