Anda di halaman 1dari 2

Obat obat yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut, terlebih jika dikonsumsi dalam dosis

tinggi atau secara terus-menerus. Obat-obat tersebut antara lain:


1. Antibiotik, seperti aminoglikosida
2. Obat tekanan darah dari golongan ACE inhibitor (seperti lisinopril dan ramipril)
LISINOPRIL
ESO : Pusing, sakit kepala, diare, lesu, batuk, mual, ruam kulit, angioneurotik, edema
hiperkalemia
KI : Angioneurotik edema karena terapi ACE inhibitor
Perhatian : Hipotensi simptomatik terutama pada penderita dengan volume cairan tubuh
rendah dan gagal jantung kongestif. Hipotensi dapat terjadi pada pembedahan / anestesi.
Penyakit jantung iskemik atau serebrovaskular. Kerusakan fungsi ginjal. Riwayat
angiodema. Hamil dan laktasi.
Dosis : Hipertensi Awal 2,5 mg/hr. Pemeliharaan: 10-20 mg/hr. Maks: 40 mg/hr. Gagal
jantung kongestif Awal 2,5 mg/hr. Pemeliharaan: 10-20 mg/hr.
3. Obat yang digunakan dalam pengobatan kanker (kemoterapi) seperti cisplatin,
carboplatin, dan methotrexate
CARBOPLATIN
ESO : Penurunan jumlah trombosit, eritrosit dan leukosit. Komplikasi berupa infeksi atau
perdarahan; gangguan fungsi GI, ginjal dan hati; toksisitas neurologik; demam, puritus,
eritema.
KI : Gangguan fungsi ginjal, hipoplasia meduler dan atau tumor yang mengalami
perdarahan, penekanan fungsi sumsum tulang yang berat. Hamil dan laktasi.
Perhatian : Monitor hitung darah dan fungsi ginjal sebelum mulai terapi. Lakukan
pemeriksaan neurologic dan fungsi pendengaran secara berkala.
Dosis : 400 mg/m2 luas permukaan tubuh sebagai infuse IV tunggal selama 15-60 menit.
Ulangi terapi sesudah 4 minggu bebas terapi.
4. Media kontras (pewarna) yang digunakan dalam tes pencitraan medis.
5. Obat ilegal, seperti heroin dan methamphetamine.
6. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati HIV (protease inhibitor), seperti indinavir
dan ritonavir.
RITONAVIR
ESO : Astenia, gangguan GI dan neurologi, termasuk mual, muntah, diare, anoreksia,
nyeri abdomen, gangguan pengecapan, parestesis perifer dan sikum oral.
KI : Hipersensitivitas
Perhatian : Kerusakan hati
Dosis : Kaps/sol sehari 2 x 600 mg
7. Obat anti-inflamas non steroid, seperti ibuprofen, ketoprofen, atau naproxen.
KETOPROFEN

ESO : Gangguan GI, syok anafilaktik (jarang). Konstipasi dyspepsia, nyeri abdomen,
pusing, sakit kepala, vertigo, insomnia. Perdarahan, perforasi, ruam, gangguan fungsi hati
dan ginjal, trombositopenia. Bronkospasme (jarang).
KI : Hipersensitif terhadap aspirin atau AINS lain. Punya riwayat asma bronchial, alrgi,
urtikaria, atau rinits. Ulkus gastroduodenum.
Perhatian : Pasien dengan gagal ginjal, peningkatan asam lambung. Hamil dan laktasi.
Dosis : 100 mg/hr secara IM, pada kasus berat dapat ditingkatkan menjadi 200 mg. Lama
terapi 5-10 hari.