Anda di halaman 1dari 13

Laporan Responsi

Hari/Tgl

: Kamis, 17 September 2015

Penyusunan Kelayakan Industri Pangan

PJ Dosen

: Dwi Yuni. H, STP, DEA

KERIPIK BIJI DURIAN BALADO


Kelompok 8/B P2
Ajeng Tri Octavia

J3E214112

Dania Syamsunita

J3E214099

SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015
BAB I

PENDAHULUAN
Makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang paling utama karena semua
manusia pasti butuh makan untuk memberikan nutrisi dan energi pada tubuhnya.
Berbisnis makanan bisa dikatakan salah satu jenis usaha yang tidak akan pernah
mati karena akan selalu dicari oleh banyak orang. Salah satu jenis makanan yang
banyak dicari masyarakat adalah makanan ringan. Makanan ringan atau disebut
dengan cemilan merupakan makanan yang biasa dimakan ketika sedang bersantai,
seperti menonton TV atau ketika berbincang-bincang bersama keluarga maupun
teman. Makanan ringan memang digemari banyak orang, dari mulai anak-anak
sampai orang dewasa.
Makanan ringan yang umumnya digemari masyarakat adalah makanan ringan
yang bertekstur renyah seperti aneka keripik. Ada beberapa jenis keripik yang selalu
laku dijual dipasaran misalnya keripik singkong, keripik pisang, keripik kentang dan
lain sebagainya. Jika keripik yang terbuat dari biji durian mungkin merupakan hal
yang unik dan belum diketahui sebagian mayarakat. Hal ini yang mendorong kami
tertarik dengan usaha pembuatan keripik dari biji durian.

BAB II

ASPEK PRODUK
Bahan Baku :
Biji durian yang masih segar.
Bahan Pendukung (Bahan Bumbu Balado):

Air

Air kunyit

Kapur sirih

Bawang merah, ditumbuk kasar

Bawang putih, ditumbuk kasar

Cabai merah besar, ditumbuk kasar

Cabai merah keriting, ditumbuk kasar

Daun salam

Garam

Gula pasir

Air asam

Minyak goreng

Penyedap rasa

Proses Produksi
1. Biji durian dicuci dengan air yang mengalir sampai tidak ada lagi bagian yang
licin akibat daging buah yang tertinggal.

2. Biji durian diiris tipis-tipis dengan ketebalan 1-2 mm, bisa juga menggunakan
alat perajang agar lebih cepat.
3. Biji durian yang telah diiris, dicuci kembali dengan air bersih yang mengalir
untuk mengurangi lendir yang terdapat pada biji durian.
4. Irisan biji durian direndam dengan air kapur sirih yang telah dicampur dengan
air kunyit, didiamkan selama kurang lebih 30 menit, kemudian cuci kembali
dengan air bersih yang mengalir lalu ditiriskan.
5. Bawang putih, garam, penyedap rasa, dan kemiri dengan sedikit air dicampur,
kemudian irisan biji durian dimasukkan ke dalam campuran bumbu tersebut.
Didiamkan kurang lebih 5-10 menit agar bumbu lebih meresap kemudian
tiriskan.
6. Irisan biji durian yang sudah dicampurkan ke dalam campuran bumbu
digoreng hingga berwarna kuning kecoklatan, kemudian diangkat dan
ditiriskan.
7. Tumis bawang merah, cabai merah, daun salam, dan garam ditumis sampai
harum.
8. Gula pasir, dan air asam jawa dimasukkan ke dalam tumisan tersebut.
Kemudian tumisan tersebut diaduk sampai kental.
9. Ditambahkan keripik biji durian yang telah digoreng lalu diaduk sampai
terbalut rata.
10. Keripik biji durian siap untuk dikemas, disajikan dan disantap.

IFAS

EFAS

Opportunities (O)
a. Kondisi masyarakat
yang semakin konsumtif
sehingga mempermudah
produsen untuk
memasarkan produk.
b. Permintaan pasar
yang semakin meningkat.
Threat (T)
a. Jumlah pesaing yang
terus meningkat.
b. Munculnya produk baru
yang lebih unggul.
c. Kenaikan harga bahan
baku karena jumlahnya
semakin terbatas.

Strenghts (S)
a. Keripik biji durian
mempunyai rasa yang
gurih dan enak.
b. Bahan baku yang tidak
lazim memancing minat
pembeli.
c. Keripik biji durian
menjadi salah satu
alternatif makanan ringan
yang praktis.
d. Kualitas dari
keripik durian sangat
terjamin karena biji durian
mempunyai manfaat yang
baik untuk kesehatan.

Weaknesses (W)
a. Bahan baku yang sulit
didapat karena buah
durian termasuk buah
musiman.
b. Harga bahan baku
keripik durian yang
mahal.

Strategi SO
1. Mengandalkan
keunggulan produk seperti
selalu membuat inovasi
terhadap kemasan, dan
kualitas rasa.
2. Memperluas jaringan
pasar ke luar daerah
Sumatera Utara.

Strategi WO
1. Pemasukan bahan baku
berasal dari berbagai
tempat atau berbagai
daerah.
2. Menjalin kerjasama
dengan pemasok buah
durian.
3. Menjalin kerjasama
dengan penjual yang
berbahan baku durian,
misalnya sop durian.

Strategi ST
1. Mengembangkan produk
untuk disalurkan ke
Superstore.
2. Mengembangkan atau
menjual produk via online.

Strategi WT
1. Mencari investor untuk
menanam biaya bahan
baku.
2. Mengimpor buah
durian.

MATRIKS ANALISIS SWOT KERIPIK BIJI DURIAN BALADO

Pemeriksaan Mutu

Pemeriksaan mutu yang dilakukan yaitu dari segi rasa, aroma, warna dan juga
tekstur. Untuk rasa, rasa ciri khas dari bahan baku yaitu biji durian, sebisa mungkin
masih terasa walaupun biji durian tersebut sudah dijadikan keripik. Untuk aroma,
aroma tidak terlalu berbeda dengan aroma keripik pada biasanya yaitu aroma yang
menggugah selera, namun diharapkan aroma ciri khas dari bahan baku yaitu biji
durian masih tercium walaupun biji durian tersebut sudah dijadikan keripik. Untuk
warna, warna yang tidak diharapkan dari keripik biji durian yaitu warna coklat gelap
namun warna yang diharapkan yaitu warna kuning keemasan agar konsumen tertarik
untuk membeli produk keripik biji durian ini. Untuk teksur, tekstur keripik biji durian
sebisa mungkin akan lebih renyah dibandingkan dengan keripik lainnya.
Pengemasan
Kemasan keripik biji durian balado yaitu dengan menggunakan plastik PP
seperti kemasan keripik pada umunya hanya pada bagian label kemasan dibuat lebih
menarik dibandingkan dengan label kemasan keripik lainnya. Label kemasan tersebut
dibuat semenarik mungkin agar menjadi daya tarik konsumen dan warna yang
mencolok memberi daya ingat kepada konsumen keripik biji durian.

BAB III
ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

A. Gambaran tentang Pasar Sasaran

Usaha pembuatan keripik biji durian akan didirikan di daerah Jalan Raya
Padjajaran dan akan dipasarkan melalui media sosial, Superstore, dan konsinyasi
dengan toko-toko. Konsumen sasaran untuk penjualan keripik biji durian ini hampir
semua umur, dari mulai anak-anak usia 6 tahun sampai orang dewasa.
Jumlah permintaan terhadap produk sangat tergantung dari jumlah produksi
produk dan tingkat penawaran produknya sendiri karena produk keripik biji durian ini
belum direalisasikan dan belum ada penawaran produk ke masyarakat. Jadi, jumlah
permintaan belum bisa dihitung dengan pasti hanya masih bisa diperkirakan saja.
Untuk produksi pesaing barang substitusi yaitu keripik singkong sudah sangat
banyak. Merk produk keripik singkong yang sudah banyak di pasaran di antaranya
keripik maicih, keripik karuhun, keripik kribo, keripik ceupopons, keripik bukan si
emak, dan lain sebagainya. Masing-masing merk memproduksi produknya secara
Permintaan
Baik
Sedang
Buruk

Perkiraan
Permintaan/Minggu
210
180
100

Perkiraan Permintaan/Bulan
840
800
720

massal. Untuk penawaran pesaing. Misalkan diambil contoh keripik maicih. Keripik
maicih melakukan penawaran dengan memasarkan produknya secara massal dan
disebar di tempat-tempat yang mudah dikunjungi target pasarnya. Namun, tidak
melakukan penawaran dengan mengurangi harga dari produk meskipun sudah banyak
pesaing keripik maicih yang menetapkan harga jual jauh dibawah harga jual keripik
maicih.
a) Segmentasi pasar ( segmenting) :
Bisnis keripik biji durian ini mencakup untuk semua segmen demografis.
Masyarakat dari kalangan bawah sampai atas dan hampir semua umur (anak anak
usia 6 tahun, remaja, dan dewasa).
b) Target Pasar (targeting) :
Pangsa pasar untuk bisnis makanan ringan sangat luas. Dari kalangan
masyarakat bawah hingga atas bisa menjadi target pasar, dengan pangsa pasar yang

luas itu maka peluang bisnis juga terbuka lebar. Target pasar adalah masyarakat yang
suka makan makanan ringan dan memiliki rasa ingin tahu terhadap produk baru.
c) Posisi produk di pasar (positioning)
Biji durian juga bisa dibuat menjadi keripik yang rasanya tidak kalah dengan
keripik singkong atau keripik-keripik lainnya. Keripik sangat banyak kita jumpai di
semua daerah di Indonesia pastinya ada banyak keripik keripik yang berkualitas dan
ada juga keripik yang biasa saja. Dan pastinya keripik biji durian ini untuk pertama
kali kurang bisa bersaing dengan produk keripik yang sudah terkenal tetapi di sini
produk yang akan kami buat memiliki kelebihan yang bisa membuat produk ini
memiliki nilai tambah yang lebih dari produk keripik yang sudah ada yaitu terbuat
dari biji durian dimana biji durian ini mengandung manfaat yang baik bagi kesehatan.
B. Gambaran tentang Rencana Pemasaran Produk
Produk yang dipasarkan adalah makanan ringan berupa keripik biji durian
yang dikemas dengan menggunakan plastik PP seperti kemasan keripik pada
umumnya dengan desain label yang menarik dan unik dengan isinya 200 g. Keripik
biji durian ini akan didistribusikan dan dijual melalui Superstore, konsinyasi dengan
toko-toko, dan via online. Dalam memasarkan produk keripik biji durian ini, kita
melakukan berbagai promosi melalui iklan yaitu media cetak dan internet. Di media
cetak akan dibuat poster, famplet, dan menempelkan brosur di papan pengumuman
(Mading) yang ada di kampus Diploma maupun Pascasarjana IPB mengenai produk
keripik biji durian ini. Di internet akan dipromosikan lewat facebook, twitter, blog,
bbm, dan line. Selain promosi melalui iklan, kita juga akan melakukan promosi
melalui acara/pameran yang digelar di tempat keramaian dimana konsumen produk
berada dan juga dilakukan penjualan di tempat. Misalnya : Di kampus, di sekolahsekolah, maupun di pasar. Promosi diadakan dalam jangka waktu dua minggu
pertama penjualan dengan memberikan bonus apabila pembelian 2 bungkus produk
akan diberikan 1 bungkus sebagai bonus. Harga produk keripik biji durian akan dijual
dengan harga Rp10.000/bungkus.
Banyaknya produk keripik-keripik yang lain merupakan hambatan atau
pesaing bagi kami dalam memasarkan produk keripik biji durian ini. Kita akan

melakukan penawaran dengan memasarkan produknya secara massal dan disebar di


tempat-tempat yang mudah dikunjungi target pasar. Dalam melakukan penawaran
produk, kita akan menjualnya dengan menetapkan harga jual yang tidak terlalu tinggi
atau masih di bawah harga jual pesaing. Hal ini dilakukan agar dapat memancing
minat pembeli sehingga semakin banyak pembeli maka produk akan semakin dikenal
dan banyak dicari di pasaran.

BAB IV
ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI
Usaha akan berlokasi di daerah Jalan Raya Padjajaran. Untuk lokasi tersebut
akan dilakukan di sebuah rumah kontrakan dengan biaya sewa 15 juta per tahun.
Karena temapatnya yang strategis dan di jalan protokol dengan dikelilingi oleh rukoruko lainnya.
Penentuan layout :
Tempat pemasaran berada di bagian depan bangunan.
Bagian belakang dari tempat pemasaran merupakan tempat produksi keripik biji
durian balado.
Gudang tempat penyimpan bahan baku berada di samping bangunan utama.
Gudang ini juga mempunyai 2 pintu, pintu depan sebagai tempat lewatnya bahan
baku masuk untuk disimpan.
Disamping tempat pemasaran terdapat areaPagar
parkir.
Pemasara
n

Garasi

Tempat
pengolahan
keripik durian
balado

Tempat
penyimpanan
bahan baku

Teknologi dan peralatan yang dipakai menggunakan teknologi yang modern


misalnya keripik biji durian digoreng menggunakan vacuum frying agar prosesnya
lebih cepat dan produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan (keripik renyah dan
matang secara merata).

BAB V
ASPEK MANAJEMEN DAN SUMBER DAYA MANUSIA

5.1. Aspek Manajemen


Dalam mendirikan sebuah usaha yang baik, maka diperlukan dan sangat
didukung oleh suatu organisasi dan manajemen yang baik juga. Dengan adanya suatu
organisasi dan manajemen yang baik, maka hubungan koordinasi dari seluruh

anggota industri baik pemilik atau dari atasan dengan para pekerja dapat terjalin
dengan baik sehingga tujuan dari perusahaan dan organisasi yang ada dapat tercapai
dengan baik. Manajemen berfungsi untuk aktivitas-aktivitas perencananaan,
pengorganisasian,

pelaksanaan

dan

pengendallian.

Dalam

menyusun

suatu

perencanaan, hendaknya manajemen dapat dikaji dari beberapa sisi seperti: sisi
pendekatan pembuatan perencanaan, sisi perencanaan itu sendiri, sisi jangka waktu
pelaksanaan yang akan di-cover oleh perencanaan, dan sisi tingkatan perencanaan.
A. Masalah Potensial
Dalam menjalankan usaha keripik biji durian ini kemungkinan akan terjadi
masalah-masalah potensial yaitu keterlambatan pengiriman bahan baku karena bahan
baku yang digunakan adalah buah musiman.
B.

Resiko dan Hambatan


Dalam mendirikan usaha, produsen harus siap menghadapi resiko dan

hambatan-hambatan, seperti bahan baku yang habis dan keterlambatan pengiriman


bahan baku. Hal ini akan membuat produksi keripik biji durian tidak berjalan dengan
lancar.
C. Tindakan Alternatif
Dengan melihat dan mempelajari resiko dan hambatan yang akan terjadi maka
kami mengambil tindakan alternatif yaitu :

Sebelum bahan baku habis, maka kami akan memesan bahan baku lagi, hal ini
bertujuan agar produksi keripik biji durian tetap berjalan.

Untuk keterlambatan pengiriman bahan baku, kami tidak hanya memesan bahan
baku dari satu agen saja, tetapi dua atau tiga agen. Agar apabila terjadi keterlambatan
pengiriman barang pada satu agen kami tidak perlu khawatir, karena kami memesan
pada agen yang lain. Tetapi kami berusaha untuk memberitahu agen tersebut agar
tidak mengirim bahan baku dengan lambat secara berulang-ulang.

Menjalin kerja sama dengan produsen es durian, sop durian, dan lain-lain yang
menggunakan bahan baku durian dalam produknya.

5.1. Aspek Sumber Daya Manusia


Tenaga kerja yang kami gunakan yaitu tenaga kerja yang memiliki keahliankeahlian dalam membuat keripik. Tenaga kerja ini pun saya ambil dari daerah
kabupaten berau karena untuk mengurangi angka pengangguran di kabupaten berau.
Adapun struktur organisasinya adalah :

Manajer Umum

Manajer Penjualan

Tenagatenaga
Penjualan

Manajer Produksi

Supervisor
Poduk

Manajer Keuangan

Pembukuan,
Kasir, dan
sebagainya

Pekerja Produksi
Adapun tugas-tugasnya yaitu sebagai berikut :
Tugas Ketua yaitu sebagai pemimpin dalam perusahaan (usaha keripik biji durian)
yang mempunyai wewenang kekuasaan dalam pengambilan keputusan.
Tugas Sekretaris yaitu mencatat segala sesuatu yang penting dan mengurus
dokumen-dokumen.
Tugas Bendahara yaitu memegang dan menyimpan uang/dana perusahaan.
Tugas Manajemen Pemasaran yaitu memasarkan produk-produk keripik biji
durian dan mencari rekan-rekan bisnis yang akan mendistribusikan produk ini.
Tugas Manajemen Penjualan yaitu mengurus semua tentang penjualan produk.

Tugas Manajemen Pembelian yaitu memesan atau membeli bahan baku dan
mengurus semua mengenai pembelian.
Tugas Karyawan yaitu membuat/memproduksi keripik biji durian.
BAB VII
ASPEK FINANSIAL