Anda di halaman 1dari 56

CIRI-CIRI KULIT

Pembungkus yang elastis yang


melindungi kulit dari pengaruh
lingkungan.
organ terberat dan terbesar dari
tubuh.
Seluruh kulit beratnya sekitar 16 %
berat tubuh,
pada orang dewasa sekitar 2,7 3,6
kg dan luasnya sekitar 1,5 1,9
meter persegi.
11/29/15

CIRI-CIRI KULIT
Tebalnya kulit bervariasi mulai 0,5 mm
sampai 6 mm tergantung dari letak, umur
dan jenis kelamin.
Kulit tipis terletak pada kelopak mata,
penis, labium minus dan kulit bagian
medial lengan atas.
kulit tebal terdapat pada telapak tangan,
telapak kaki, punggung, bahu dan bokong.

11/29/15

CIRI-CIRI KULIT
Secara embriologis kulit berasal dari
dua lapis yang berbeda,
lapisan luar adalah epidermis yang
merupakan lapisan epitel berasal dari
ectoderm
lapisan dalam yang berasal dari
mesoderm adalah dermis atau korium
yang merupakan suatu lapisan jaringan
ikat.
11/29/15

11/29/15

Fungsi kulit
1. fungsi proteksi
terhadap sinar ultraviolet
pengaruh mekanis, kimia dan suhu
permukaan relatif tidak tembus
sehingga mencegah dehidrasi
barier fisik terhadap invasi
mikroorganisme

Fungsi kulit
2. fungsi sensasi
organ sensoris terluas ditubuh
kulit mengandung reseptor untuk :
1. perabaan (meisner corpuscle)
2. tekanan ( vater pacini)
3. nyeri
4. suhu panas (ruffini)
5. suhu dingin (krause)
11/29/15

Fungsi kulit
3. fungsi termoregulator
perlindungan terhadap hilangnya
suhu tubuh oleh rambut dan lemak
subkutan
penurunan suhu dipercepat oleh
1. penguapan keringat dari
permukaan kulit
2. peningkatan aliran darah melalui
jalinan kapiler dermis

Fungsi kulit
4. fungsi metabolik
lemak subkutan merupakan
cadangan energi utama
vitamin d yang diproduksi kulit
melengkapi vitamin d dari
sumber makanan

11/29/15

Fungsi Proteksi
Kulit melindungi bagian dalam tubuh manusia
terhadapgangguan fisik maupun mekanik,
misalnya tekanan, gesekan, tarikan
gangguan kimiawi, seperti zat-zat kimia iritan
(lisol, karbol, asam, atau basa kuat lainnya)
gangguan panas atau dingin
gangguan sinar radiasi atau sinar ultraviolet,
gangguan kuman, jamur, bakteri atau virus.

11/29/15

Fungsi proteksi
Gangguan fisik dan mekanik
ditanggulangi dengan adanya
bantalan lemak subkutis, tebalnya
lapisan kulit, dan serabut
penunjang yang berfungsi sebagai
pelindung bagian luar tubuh
Gangguan sinar UV diatasi oleh sel
melanin yang menyerap sebagian
sinar tersebut.
11/29/15

10

Fungsi Proteksi
Gangguan kimiawi ditanggulangi
dengan adanya lemak permukaan
kulit yang berasal dari kelenjar palit
kulit yang mempunyai pH 5,0 6,5.
Lemak permukaan kulit juga
berperan dalam mengatasi banyak
mikroba yang ingin masuk ke dalam
kulit
11/29/15

11

Fungsi Proteksi
Proses keratinisasi merupakan sawar
mekanis karena sel-sel tanduk
melepaskan diri secara teratur dan
diganti oleh sel muda di bawahnya.
Sawar kulit berfungsi ganda yaitu
mencegah keluar atau masuknya zat
yang berada di luar ke dalam tubuh
atau dari dalam ke luar tubuh.
11/29/15

12

Fungsi Proteksi
Fungsi sawar kulit terutama berada
di sel-sel epidermis dan kemampuan
kulit sebagai sawar berbeda pada
satu tempat kulit dengan tempat
kulit lainnya bergantung pada kondisi
epidermis di tempat tersebut.

11/29/15

13

Fungsi Proteksi
Skrotum adalah kulit dengan tinggi
sawar paling rendah sehingga paling
permeabel, disusul oleh kulit wajah
dan punggung tangan.
Sebaliknya telapak tangan dan
telapak kaki adalah daerah kulit yang
paling baik sawarnya sehingga
hampir tidak dapat dilalui komponen
apapun
11/29/15

14

Fungsi Absorpsi
Kulit yang sehat tidak mudah menyerap
air, larutan, maupun benda padat, tetapi
cairan yang mudah menguap lebih
mungkin diserap kulit, begitu pula zat
yang larut dalam minyak.
Permeabilitas kulit terhadap gas CO2 atau
O2 mengungkapkan kemungkinan kulit
mempunyai peran dalam fungsi respirasi

11/29/15

15

Fungsi Absorpsi
Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi
oleh

tebal tipisnya kulit,


hidrasi,
kelembaban udara,
metabolisme dan
jenis vehikulum zata yang menempel di kulit.

Penyerapan dapat melalui celah antar


sel, saluran kelenjar atau saluran keluar
rambut.
11/29/15

16

Fungsi Ekskresi
Kelenjar-kelenjar pada kulit
mengeluarkan zat-zat yang tidak
berguna atau sisa metabolisme
dalam tubuh misalnya NaCl, urea,
amonia, dan sedikit lemak.

11/29/15

17

Fungsi Ekskresi
Kelenjar lemak pada fetus, atas pengaruh
hormon androgen dari ibunya, akan
menghasilkan sebum untuk melindungi
kulitnya terhadap cairan amnion yang
pada waktu lahir disebut vernix caseosa.
Sebum yang diproduksi kelenjar kulit
melindungi kulit dengan cara meminyaki
kulit dan menahan penguapan yang
berlebihan sehingga kulit tidak menjadi
kering
11/29/15

18

Fungsi Ekskresi
Produk kelenjar lemak dan keringat di
permukaan kulit membentuk keasaman
kulit pada pH 5 6,5.
Penguapan air dari dalam tubuh dapat
pula terjadi secara difusi melaui sel-sel
epidermis, tetapi karena sel epidermis baik
fungsi sawarnya, maka kehilangan air
melalui sel epidermis (transepidermal
water loss) dapat dicegah agar tidak
melebihi kebutuhan tubuh.
11/29/15

19

Keseimbangan air
Sratum korneum dapat menyerap air
sehingga mencegah kehilangan air serta
elektrolit yang berlebihan dari bagian
internal tubuh dan mempertahankan
kelembaban dalam jaringan subcutan.
Air mengalami evaporasi (respirasi tidak
kasat mata)+ 600 ml / hari untuk dewasa

11/29/15

20

Fungsi Pengindra (Sensori)


mengindera suhu, rasa nyeri, sentuhan dan
rabaaan
Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di
dermis dan subkutis.
Badan Ruffini yang terletak di dermis, menerima
rangasangan dingin
rangsangan panas diperankan oleh badan
Krausse.
Badan taktil Meissner yang terletak di papil
dermis dan Badan Merkel-Renvier yang terletak di
epidermis menerima rangsang rabaan
Saraf-saraf sensorik tersebut lebih banyak
jumlahnya di daerah erotik.
11/29/15

21

Fungsi Pengaturan Suhu


Tubuh (Termoregulasi)
Termoregulasi dikontrol oleh
hipothalamus. Temperatur perifer
mengalami proses keseimbangan melalui
keringat, insessible loss dari kulit, paruparu dan mukosa bukal. Temperatur kulit
dikontrol dengan dilatasi atau kontriksi
pembuluh darah kulit.
Kulit melakukan peran ini dengan cara

11/29/15

mengeluarkan keringat dan


mengerutkan otot dinding pembuluh darah
kulit.
22

Fungsi Pengaturan Suhu


Tubuh (Termoregulasi)
Pada temperatur meningkat terjadi
vasodilatasi pembuluh darah, kemudian
tubuh akan mengurangi temperatur
dengan melepas panas dari kulit dengan
cara mengirim sinyal kimia yang dapat
meningkatkan aliran darah di kulit.
Pada temperatur yang menurun, pembuluh
darah kulit akan vasokontriksi yang
kemudian akan mempertahankan panas.

11/29/15

23

Fungsi Pengaturan Suhu


Tubuh (Termoregulasi)
Mekanisme termoregulasi ini diatur
oleh sistem saraf simpatis yang
mengeluarkan zat perantara
asetilkolin.
Dinding pembuluh darah kulit pada
bayi belum berfungsi secara
sempurna sehingga mekanisme
termoregulasi belum berjalan dengan
baik.
11/29/15

24

Fungsi Pembentukan
Pigmen (Melanogenesis)
Sel pembentuk pigmen kulit
(melanosit) terletak di lapisan asal
epidermis.
Sel ini berasal dari rigi saraf,
jumlahnya 1:10 dari sel basal.
Jumlah melanosit serta jumlah dan
besarnya melanin yang terbentuk
menentukan warna kulit.
11/29/15

25

Fungsi Pembentukan
Pigmen (Melanogenesis)
Melanin dibuat dari sejenis protein, tirosin,
dengan bantuan enzim tirosinase, ion Cu
dan oksigen oleh sel melanosit di dalam
melanosom dalam badan sel melanosit.
Pajanan sinar matahari mempengaruhi
produksi melanin.
Bila pajanan bertambah, produksi melanin
akan meningkat..

11/29/15

26

Fungsi Pembentukan
Pigmen (Melanogenesis)
Pigmen disebarkan ke dalam lapisan atas
sel epidermis melalui tangan-tangan yang
mirip kaki cumi-cumi pada melanosit.
Ke arah dermis, pigmen disebar melalui
melanofag.
Selain oleh pigmen, warna kulit dibentuk
pula oleh

11/29/15

tebal tipisnya kulit,


Hb-reduksi,
Hb-oksidasi, dan
karoten
27

Fungsi Keratinisasi
Lapisan epidermis kulit orang dewasa
mempunyai tiga jenis sel utama:
keratinosit,
melanosit dan
sel Langerhans

11/29/15

28

Proses keratinisasi
sel basal yang kuboid,
bermitosis ke atas berubah bentuk lebih poligonal yaitu sel
spinosum,

terangkat lebih ke atas menjadi lebih gepeng, dan


bergranula menjadi sel granulosum.

sel tersebut terangkat ke atas lebih gepeng, dan granula


serta intinya hilang menjadi sel spinosum

akhirnya sampai di permukaan kulit menjadi sel yang mati,


protoplasmanya mengering menjadi keras, gepeng, tanpa
inti yang disebut sel tanduk
11/29/15

29
sel tanduk secara kontinu lepas dari permukaan kulit dan

Proses keratinisasi
Proses keratinisasi sel dari sel basal
sampai sel tanduk berlangsung selama 1421 hari.
Proses ini berlangsung terus-menerus dan
berguna untuk fungsi rehabilitasi kulit agar
selalu dapat melaksanakan fungsinya
secara baik.
Pada beberapa macam penyakit kulit
proses ini terganggu, sehingga kulit akan
terlihat bersisik, tebal, dan kering.
11/29/15

30

keratinisasi
Setiap kulit yang mati banyak
mengandung keratin yaitu protein fibrous
insoluble yang membentuk barier terluar
kulit yang berfungsi:
Mengusir mikroorganisme patogen.
Mencegah kehilangan cairan yang berlebihan
dari tubuh.
Unsur utama yang mengeraskan rambut dan
kuku.

11/29/15

31

Fungsi Produksi Vitamin D


kulit dapat membuat vitamin D dari bahan
baku 7-dihidroksi kolesterol dengan bantuan
sinar matahari.
Bantuan ensim-ensim yang berasal dari hepar
dan ginjal akan membantu pengaktifannya
dan hasil akhirnya berupa calcitriol yang
merupakan bentuk aktif vitamin D
Calcitriol merupakan hormon yang membantu
absorbsi kalsium dalam makanan dari GIT
kedalam darah.
Namun produksi ini masih lebih rendah dari
kebutuhan tubuh akan vitamin D sehingga
diperlukan tambahan vitamin D dari luar
melalui makanan.
11/29/15

32

Fungsi Ekspresi Emosi


Hasil gabungan fungsi yang telah
disebut di atas menyebabkan kulit
mampu berfungsi sebagai alat untuk
memetakan emosi yang terdapat
dalam jiwa manusia.
Kegembiraan dapat dinyatakan oleh
otot kulit muka yang relaksasi dan
tersenyum,.
11/29/15

33

Fungsi Ekspresi Emosi


ketakutan oleh kontraksi pembuluh
darah kapiler kulit sehingga kulit
menjadi pucat
rasa erotik oleh kelenjar minyak dan
pembuluh darah kulit yang melebar
sehingga kulit tampak semakin
merah, berminyak, dan menyebarkan
bau khas
11/29/15

34

gatal

11/29/15

35

gatal/pruritus
Pruritus berasal dari kata Prurire: gatal; rasa
gatal; berbagai macam keadaan yang
ditandai oleh rasa gatal (Kamus Kedokteran
Dorland.1996).
Djuanda A, dkk (1993), mengemukakan
pruritus adalah sensasi kulit yang iritatif dan
menimbulkan rangsangan untuk
menggaruk.
Berdasarkan dua pendapat di atas, pruritus
adalah sensasi kulit yang iritatif dan
ditandai oleh rasa gatal, serta menimbulkan
rangsangan untuk menggaruk.
11/29/15

36

Reseptor gatal
Penelitian membuktikan bahwa reseptor
gatal hanya ditemukan pada lapisan kulit
teratas, sehingga gatal tidak pernah
dirasakan pada jaringan yang lebih dalam
seperti otot, sendi, maupun organ dalam
Reseptor rasa gatal tidak bermielin,
mempunyai ujung saraf mirip sikat
(penicillate) yang hanya ditemukan pada
kulit, membran mukosa dan kornea
(Sher,1992).
11/29/15

37

Gatal/pruritus
Pruritus merupakan salah satu dari
sejumlah keluhan yang paling sering
dijumpai pada gangguan dermatologic.
Keadaan tersebut menimbulkan gangguan
rasa nyaman dan perubahan integritas
kulit.
Rasa gatal yang berat mengganggun
penampilan pasien.
Pruritus yang tidak disertai kelainan kulit
disebut pruritus esensial atau pruritus sine
materia.
11/29/15

38

Gatal/pruritus
Pruritus psikologik, merupakan respon
garukan lebih kecil dari derajat gatal
subyektif.
Sedangkan pruritus perianal terjadi akibat
partikel feses yang terjepit dalam lipatan
perianal atau melekat pada rambut anus,
kerusakan kulit karena garukan
Penyebab lain pruritus perianal adalah:
skabies, hemoroid (lesi lokal)infeksi
jamur/kandida, infeksi cacing, penyakit
DM, anemia, kahamilan.
11/29/15

39

Mekanisme gatal
Mekanisme gatal dapat berasal dari
(1) sistem saraf, yaitu akibat akumulasi bahan
perangsang gatal dan akibat kerusakan saraf
yang ditimbulkan oleh berbagai penyakit
seperti tumor otak dan kencing manis,
(2) faktor psikologis yang berhubungan dengan
gejala kelainan jiwa seperti halusinasi, dan
(3) rangsangan pada reseptor saraf kulit.

11/29/15

40

Mekanisme terjadinya gatal


Dalam keadaan gatal ,sel pada kulit melepaskan
senyawa kimia yang dinamakan histamine.
Sensor syaraf tertentu kemudian merespons
histamine lalu menyampaikan pesan rasa gatal
ke spinal cord.
Selanjutnya pesan tersebut diteruskan lagi ke
seluruh bagian otak yang disebut thalamus.
Syaraf-syaraf ini merupakan bagian dari
sekumpulan syaraf spinal bernama spinothalamic
tract atau STT.
Dari thalamus, pesan rasa gatal itu diteruskan
lagi ke bagian cerebral cortex yang
menerjemahkan sinyal dan menghasilkan sensasi
rasa gatal. Kemudian agar rasa gatal menjadi
ringan, tubuh melakukan gerakan menggaruk
11/29/15

41

Gatal
Kulit lepaskan histamine
Sensor syaraf tertentu kemudian merespons histamine lalu
menyampaikan pesan rasa gatal ke spinal cord.

Thalamus
cerebral cortex yang menerjemahkan sinyal dan menghasilkan
sensasi rasa gatal.

agar rasa gatal menjadi ringan, tubuh melakukan gerakan


menggaruk

11/29/15

42

penyakit dan keadaan yang


menimbulkan rasa gatal
Beberapa kelainan pada kulit yang
sering menyebabkan gatal antara lain:

1. Xerosis (kulit kering). Gatal-gatal pada


kulit kering sering terjadi pada orang
dewasa dan lansia, terutama di daerah
dengan cuaca dingin. Bagian tubuh
yang terasa gatal meliputi tungkai
bawah, punggung, perut, dan pinggang.

11/29/15

43

penyakit dan keadaan yang


menimbulkan rasa gatal
2. Dermatitis (ekzem). Merupakan
peradangan kulit sebagai respons
terhadap faktor yang berasal dari
dalam (seperti pada dermatitis
atopik) maupun luar (dermatitis
kontak akibat berbagai bahan yang
mengenai kulit, antara lain bahan
kimia, sinar, suhu, dan
mikroorganisme).
11/29/15

44

Infestasi parasit (kutu, tungau).

* Kutu kepala terutama menyerang anak-anak


dan cepat meluas dalam lingkungan yang
padat dengan kondisi higiene yang kurang baik.
Cara penularan umumnya melalui perantara
benda berupa sisir, bantal, kasur dan topi.

* Kutu badan biasanya menyerang orang


dewasa dengan higiene yang buruk, seperti
pada penggembala, dan dapat menular melalui
pakaian maupun kontak langsung.
* Kutu rambut kemaluan menyerang orang
dewasa dan dapat digolongkan sebagai
penyakit akibat hubungan seksual.
11/29/15

45

Skabies
Skabies yang disebut juga gudik
dapat menular melalui kontak
langsung (berjabat tangan, tidur
bersama, hubungan seksual)
maupun melalui perantara benda
(pakaian, handuk sprei, karpet, dll).
Tidak seperti kutu, tungau skabies
berukuran kecil sehingga sulit
dilihat oleh mata telanjang.
11/29/15

46

skabies
Ciri penyakit ini adalah gatal terutama
pada malam hari,
menyerang orang yang tinggal
berkelompok, dan tampak kelainan kulit
berupa terowongan dengan panjang ratarata 1 cm.
Bagian tubuh yang terkena antara lain
sela-sela jari tangan, pergelangan tangan
bagian dalam, siku bagian luar, lipat
ketiak, sekitar puting susu (pada wanita),
pusar, bokong, alat kelamin (pada pria)
dan perut bagian bawah.
11/29/15

47

Urtikaria (biduran)
Urtikaria sering dijumpai pada semua umur
dengan penyebab yang beragam, di antaranya:
obat (penisilin, sulfonamid, aspirin, pencahar,
hormon, diuretik, kodein, opium, zat kontras),
makanan dan bahan yang dicampurkan ke
dalamnya (telur, ikan, kacang, udang, coklat,
tomat, arbei, babi, keju, bawang, semangka, zat
warna, penyedap rasa, pengawet), gigitan
serangga, bahan yang terhirup (serbuk sari
bunga, spora jamur, debu, bulu binatang, zat
semprot), dan bahan yang kontak dengan kulit
(kutu, air liur binatang.
11/29/15

48

11/29/15

49

URTIKARIA

11/29/15

50

Penyakit jamur.
Lingkup serangan jamur sangat luas, namun
yang menyebabkan gatal adalah penyakit
jamur pada kulit, seperti tinea (kurap),
panu, kutu air, dan kandidosis kulit.
Penyakit ini dapat mengenai segala umur
dan biasanya timbul pada bagian tubuh
yang lembab dengan higiene yang kurang.
Rendahnya imunitas tubuh (seperti pada
kencing manis dan infeksi HIV/AIDS) juga
berperan dalam menimbulkan penyakit ini.

11/29/15

51

Gatal tanpa kelainan kulit

Gatal tanpa kelainan kulit dapat merupakan kelainan


sistemik yang disebabkan oleh :
gagal ginjal kronik,
riwayat penggunaan obat opioid/klorokuin,
gangguan hati (kolestasis).

Gatal tanpa kelainan kulit dapat juga disebabkan karena


kurangnya kandungan air di kulit walau belum terlihat.
Kondisi yang disebutkan terakhir merupakan penyebab
tersering pada pasien lanjut usia.

11/29/15

52

Gangguan Sistemik yang disertai


Pruritus Menyeluruh
Renal
Penyakit ginjal kronik
Penyakit Obstruksi Billier
Sirosiss bilier primer
Obstruksi bilier ekstrahepatik
Kolestasis intrahepatik pada
Kehamilan
Kolestasis karena obat
Gangguan Psikiatrik
Stres emosional
Gangguan mieloprolifertaif
Penyakit Hodgkin
Limfoma
Leukemia
Multipel mieloma
Mikosis fungoides
Endokrin
Tirotoksikosis
Hipotiroidisme
DM
Sindrom karsinoid
11/29/15

Hematopoietik
Anemia defisiensi zat besi
Polisitemia vera
Malignansi Viseral
Karsinoma mammae
Karsinoma lambung
Karsinoma Paru
Kelainan neurologik
Multipel sklerosis
Abses otak
Tumor otak
Infestasi
Skabies
Trikinosis
Pedikulosis korporis
Onkoserkiasis

53

Penyakit Sistemik
Penyakit ginjal. Didapatkan pada 80%
penderita gagal ginjal kronis. Penyebab
pastinya masih belum diketahui, namun
diduga disebabkan oleh bahan-bahan yang
gagal dikeluarkan oleh ginjal sehingga
menumpuk dan menyebabkan gatal.
Penyakit hati dan empedu. Terhambatnya
aliran empedu sehingga substansi
penyebab gatal tertimbun di kulit,
menyebabkan gatal dan warna kuning
pada kulit
11/29/15

54

Penyakit Sistemik

11/29/15

Kelainan darah. Gatal dapat disebabkan oleh


kekurangan zat besi dalam darah dan suatu keadaan
peningkatan sel darah merah abnormal yang
dinamakan polisitemia vera.

Kelainan hormonal. Kelebihan dan kekurangan hormon


tiroid (hiper dan hipotiroid), kelebihan dan kekurangan
hormon paratiroid (hiper dan hipoparatiroid), serta
kencing manis dapat menimbulkan gatal.

Keganasan. Gatal terjadi pada hampir semua jenis


keganasan, terutama pada kanker kelenjar getah bening
(limfoma), kanker darah (leukemia), mikosis fungoides,
sindrom karsinoid, kanker paru, keganasan pada saluran
cerna dan sistem saraf
55

Penyakit Sistemik
Keadaan lain yang juga disertai keluhan
gatal antara lain

11/29/15

kehamilan,
penyakit pirai (asam urat),
infeksi HIV/AIDS,
infestasi parasit,
lupus,
psikologis dan kelainan jiwa,
serta obat-obatan tertentu.

56