Anda di halaman 1dari 3

1.

Manifestasi klinis
Manifestasi klinis pada gagal jantung menurut ( Andra, 2013 ) adalah :
a. Gagal jantung kiri
Menyebabkan kongestif, bendungan pada paru dan gangguan pada mekanisme
kontrol pernafasan.
Gejala :
a) Dispnea
Dispnea sering sebagai gejala disfungsi kardio pulmonal, dispnea adalah rasa
sulit bernafas atau tidak nyaman sewaktu bernafas .
b) Orthopnea
Merupakan kesulitan bernafas pada posisi terlentang, merupakan gejala umum
gangguan

kardiopulmonal

yang

menyebabkan

dispnea.

Orthopnea

kemungkinan disebabkan oleh peningkatan hidrostatik pada pembuluh darah


pulmonal akibat efek gravitasi pada posisi terlentang.
c) Paroximal nokturnal dispnea
Merupakan orthopnea pada malam hari.
d) Batuk
e) Mudah lelah
Terjadi karena curah jantung yang kurang yang menghambat jaringan dari
sirkulasi normal dan oksigen serta menurunya pembuangan sisa hasil
katabolisme, juga terjadi karena meningkatnya energi yang digunakan untuk
bernafas dan insomnia yang terjadi karena distress pernafasan dan batuk.
f) Ronchi
Ronkhi adalah kelainan suara nafas kontinu yang terdeteksi dengan auskultasi.
g) Gelisah dan Cemas
Terjadi akibat gangguan oksigenasi jarigan, stress akibat kesakitan bernafas
dan pengetahuan bahwa jantung tidak berfungsi dengan baik.
b. Gagal jantung kanan
Menyebabkan peningkatan vena sistemik.
Gejala :
a) Oedema perifer
Edema piting yang berat dan kadang kadang menyeluruh, dapat tejadi
belakangan edema perifer. Edema dapat berkurang setelah melakukan
akitivitas atau mengangkat tungkai dan khasnya memburuk disore hari.
Umumnya pasein mengalami bebrapa kombinasi dari takipnea, palpitasi,
hipotensi, pertambahan berat badan, disamping anoreksia, mual, dan pucat.
Dispnea, orthopnea, takikardi, dan vatigue menunjukan gagal jantung kiri.
Pelebaran vena vena leher, pembengkakan hati dan edema perifer
menunjukan gagal jantung kanan.
b) Peningkatan Berat Badan
Peningkatan berat badan terjadi karena adanya edema, yang menyebabkan
peningkatan berat badan secara signifikan.

c) Distensi vena jugularis


Distensi vena juguralis adalah gelombang nadi yang penuh dan meninggi
secara abnormal pada vena juguralis interna atau eksterna. Perkembangan
gagal jantung kanan secara tiba tiba atau bertahap biasanya menybabkan
distensi vena juguralis bersamaan dengan kemungkinan terjadinya kelemahan
dan ansietas, sianosis, edema dependen pada tungkai dan sakrum peningkatan
berat badan yang konstan dan sakrum.
d) Hepatomegali
Merupakan pembesaran hati , menandai penyakit hati primer atau sekunder
yang cenderung reversibel. Tanda ini dapat terjadi akibat berbagai mekanisme
pathofisiologi, antara lain dilatasi, sinosoid, hepatik ( pada gagal jantung ),
tekanan vena yang persistem tinggi dan menyebabkan kongesti hati ( pada
perikarditis konstriktif kronis ), disfungsi dan pembengkakan hepatosit ( pada
hepatitis ), infiltrasi lemak pada sel parenkim yang menimbulkan jaringan
fibrosa pada sirosis ), distensi sel hati oleh glikogen ( pada diabetes ), dan
infiltrasi amiloid ( pada amiliodosis ).
e) Asites
Gagal jantung yang berlanjut dapat menimbulkan asites
f) Pitting odema
Edema piting yang berat dan kadang kadang menyeluruh, dapat tejadi
belakangan edema perifer. Edema dapat berkurang setelah melakukan
akitivitas atau mengangkat tungkai dan khasnya memburuk disore hari.
Umumnya pasein mengalami bebrapa kombinasi dari takipnea, palpitasi,
hipotensi, pertambahan berat badan, disamping anoreksia, mual, dan pucat.
Dispnea, orthopnea, takikardi, dan vatigue menunjukan gagal jantung kiri.
Pelebaran vena vena leher, pembengkakan hati dan edema perifer
menunjukan gagal jantung kanan.
g) Anorexia
Merupakan keadaan tidak nafsu makan walaupun secara fisiologi ada
kebutuhan untuk makan, adalah suatu gejala umum gangguan saluran cerna
dan endokrin.
Anoreksia biasanya terjadi pada gangguan psikologi yang berat, misalnya
anoreksianervosa dan dapat juga karena faktor lain, seperti ansietas, nyeri
kronis.
h) Mual, dll
Mual adalah senasi penolakan yang berlebihan terhadap makanan atau sensasi
ingin muntah. Mual sangat berhubungan dengan anoreksia dan muntah sering

diseratai tanda autonom seperti hipersalifasi dioforesis, takikardi, pucat dan


takipneu.
c. Secara luas peningkatan COP dapat menyebabkan perfusi oksigen kejaringan
rendah, sehingga menimbulkan gejala :
a) Pusing
Pusing yang disebabkan karena kelainan aritmia jantung. Pusing berlangsung
selama beberapa detik atau lebih dan bisa mendahului gejala pingsan. Pasien
dapat mengalami palpitasi, denyut nadi yang tidak teratur, cepat atau halus dan
kemungkinan

hipotensi.

Pasien

juga

mengalami

penglihatan

kabur,

parasthesia, dan kebingungan


b) Kelelahan
Karena kurangnya suplay oksigen
c) Tidak toleran terhadap aktivitas dan panas
d) Ekstremitas dingin
d. Perfusi pada ginjal dapat menyebabkan pelepasan renin serta skresi aldosteron dan
retensi cairan dan Na yang menyebabkan peningkatan volume intravaskular
Adapun tanda dan gejala gagal jantung yang lainnya yaitu :
1. Suara jantung ekstra :
a. S3: Suara lembut disebabkan oleh vibrasi dinding bilik jantung karena
oengisian yang cepat. Ini terdengar setelah S2 jantung terdengar. Terdengar
pada puncak bilik jantung kiri, ruang rongga ke empat sepanjang garis midclavicular. Terdengar baik jika pasien berbaring miring kekiri. Biasanya
mengidikasikan gagal jantug.
b. S4: Vibrasi katup dan dinding bilik jantung selama fase kedua pengisian bilik
jantung ketika serambi jantung kontraksi. Terdengar sebelum S1,dilokasi yang
sama S3, biasanya karena stiff heart.
c. Mendesis: Suara pergolakan disebabkan oleh aliran darah. Terdengar
dimanapun disekitar jantung.
2. Lelah
3. Syncope (pinsan)
4. Sakit dada