Anda di halaman 1dari 14

LIMBAH TAMBANG

Penambangan
meningkatkan
masyarakat

emas

dapat
pendapatan

Usaha
pertambangan
contohnya
tambang emas skala kecil atau
tambang emas rakyat pengolahan
bijih
dilakukan
dengan
proses
amalgasi
dimana
merkuri
(Hg)
digunakan sebagai media pengikat
emas.
Sehingga merkuri dapat terlepas ke
lingkungan pada tahap pencucian
dan penggarangan.

Pada proses pencucian, limbah yang


umumnya masih mengandung merkuri
dibuang langsung ke badan air atau ke
atas tanah.
Hal ini disebabkan merkuri tersebut
tercampur/ terpecah menjadi butiranbutiran
halus
yang
sifatnya
sukar
dipisahkan pada proses penggilingan yang
dilakukan bersamaan dengan proses
amalgamasi, sehingga dalam proses
pencucian, merkuri terbawa dalam limbah.

MERKURI..

Raksa(nama lama:air raksa) ataumerkuriatauhydrargyrum.


Memiliki sifat konduktor listrik yang cukup baik.
Merkuri membeku pada temperatur 38.9 oC dan mendidih
pada temperatur 357oC.
Menguap dan mudah mengemisi atau melepaskan uap
merkuri beracun walaupun pada suhu ruang.
Logam berbentuk cair pada suhu ruang 25 oC.
Mempunyai sifat yang mengikat protein
Pada fase padat berwarna abu-abu dan pada fase cair
berwarna putih perak.
Uap merkuri di atmosfir dapat bertahan selama 3 (tiga) bulan
sampai 3 (tiga) tahun sedangkan bentuk yang melarut dalam
air hanya bertahan beberapa minggu.

Raksa
banyak
digunakan
sebagai :
bahanamalgamgigi
Termometer
barometer
peralatan ilmiah lain

Tragedi Minamata di Jepang tahun


1958
Penyakit minamata atau Sindrom minamata
adalah sindrom kelainan fungsi saraf yang
disebabkan oleh keracunan akut air raksa.
Gejala-gejala sindrom ini seperti kesemutan
pada
kaki
dan
tangan,
lemas-lemas,
penyempitan sudut pandang dan menurunnya
kemampuan berbicara dan pendengaran.
Pada tingkatan akut, gejala ini biasanya
memburuk disertai dengan kelumpuhan,
kegilaan, jatuh koma dan akhirnya mati.

BAHAYA
MERKURI

Bahaya Merkuri pada wanita hamil dan bayi

Ikan
merupakansumber
utama
omega3(khususnya DHA dan EPA), yang sangat penting
untuk perkembangan otak serta pengembangan
mata bayi.
Ikan adalah sumber yang rendah lemak jenuh,
tinggi protein, vitamin D, dan nutrisi lainnya yang
sangat penting untuk perkembangan bayi dan
kehamilan yang sehat.
Sementara itu, Anda mungkin juga pernah
mendengar
bahwa
beberapa
jenis
ikan
mengandung kontaminan seperti merkuri. Dalam
dosis tinggi, logam berat ini berbahaya bagi
perkembangan otak bayi dan sistem saraf.

Ketika merkuri mengendap di dalam air, maka bakteri


akan mengubahnya menjadi bentuk yang disebut
methylmercury. Ikan didalam air akan menyerap
methylmercury dari air tempat hidup dan dari makanan
yang mereka makan.
Methylmercury akan mengikat erat dalam protein pada
daging ikan dan tetap ada disana bahkan setelah ikan
dimasak hingga matang.
Hampir semua ikan dan kerang diseluruh dunia
mengandung merkuri, dan ikan pemangsa yang paling
banyak menyimpan merkuri.
Itu karena ikan predator makan ikan lain yang telah
menyerap merkuri. Dan semakin besar ikan pemangsa,
maka semakin banyak ia makan ikan lainnya. Ikan yang
berukuran lebih besar juga cenderung hidup lebih lama
daripada ikan yang lebih kecil, sehingga lebih banyak

Tubuh akan dengan mudah menyerap methylmercury dari


makan ikan dan ketika wanita sedang hamil, methylmercury
akan melintasi plasenta dan ikut ke tubuh bayi.
Studi telah menunjukkan bahwa paparan konsentrasi tinggi
methylmercury
selama
kehamilan
dapat
mengganggutumbuh kembang otak dan sistem saraf
janin. Hasilnya bisa hanya ringan atau berat.
Menurut Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), keterampilan
kognitif
(seperti
memori
dan
perhatian),
bahasa,
keterampilan motorik, dan penglihatan mungkin akan
terpengaruh.
Bahkan dalam paparan yang terus-menerus dengan makan
ikan bermerkuri, bisa menyebabkan bayi autis.
Kerang adalah makanan laut yang juga tinggi mengandung
merkuri, jadi hindari makan kerang.

Gejala toksisitas merkuri organik meliputi kerusakan sistem saraf


pusat berupa anoreksia, ataksia, dismetria, gangguan pandangan
mata yang bisa mengakibatkan kebutaan, gangguan pendengaran,
konvulsi, paresis, koma, dan kematian.
Toksisitas akut dari uap merkuri meliputi gejala muntah, kehilangan
kesadaran, mulut terasa tebal, sakit abdominal, diare disertai darah
dalam feses, oliguria, albuminuria, anuria, uraemia, ulserasi, dan
stomatis.
Toksisitas garam merkuri yang larut bisa menyebabkan kerusakan alat
pencernaan, eksanterma pada kulit, dekomposisi eritrosit, serta
menurunkan tekanan darah.
Toksisitas kronis dari merkuri anorganik meliputi gejala gangguan sistem
syaraf, antara lain berupa tremor, terasa pahit di mulut, gigi tidak kuat
dan rontok, anemia, albuminuria, dan gejala lain berupa kerusakan ginjal,
serta kerusakan
Melalui
inhalasi mukosa usus.
sebanyak 80 % merkuri metal disabsorpsi.
Organ yang paling sensitif adalah system saraf (perifer dan pusat).
Gejala neurotoksik spesifik adalah tremor, perubahan emosi (gugup,
penurunan percaya diri, mudah bersedih), insomania, penurunan daya
ingat, sakit kepala,penurunan hasil pada tes kognitif dan fungsi
motorik.
Gejala dapat bersifatirreversibeljika terjadi peningkatan durasi dan
atau dosis merkuri.

Merkuri
organik
Merkuri
anorgan
ik
Merkuri
metal

Keracunan merkuri ada 3 bentuk :

UPAYA PENGURANGAN
LIMBAH
Air limbah dari proses pemisahan emas diperlukan
proses pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan.
Salah satu rangkaian proses sederhana yang diperlukan
untuk penurunan kadar merkuri adalah berupa proses
koagulasi, sedimentasi, dan filtrasi.Rangkaian proses
tersebut dapat menurunkan kadar merkuri sebesar 20
90 %.
Pada proses pemanasan / pemijaran campuran biji emas
dengan air raksa akan menguapkan air raksa yang ada,
sehingga kegiatan ini harus dilakukan jauh dari
pemukiman penduduk, dan dalam pelaksanaannya
harus memperhatikan arah angin

TERIMA KASIH