Anda di halaman 1dari 6

Tabel 4.

Biaya Variabel (Total Variable Cost)


No.

Uraian

1.

Benih

2.

Pupuk
Pupuk Organik
Urea
SP-36
KCL
ZA
Pestisida
Tenaga Kerja
Pengolahan
Lahan
Penanaman dan
Pemupukan
Penyiangan
Pengendalian
OPT
Panen
Perontokan
Penjemuran
Gradding,
Sortasi dan
Pengepakan
Kantong
Plastik
Bahan Bakar
Minyak
Sertifikasi
Lapangan
Label

3.
4.

5.
6.
7.
8.

Jumlah
(unit)

Harga (Rp)

Biaya
(Rp)

50 kg

25.000/kg

1.250.00
0

1000 kg
50 kg
100 kg
75 kg
50 kg
1 Ltr

500/kg
1.800/kg
2.000/kg
4.000/kg
1.400/kg
90.000/Ltr

500.000
90.000
200.000
300.000
70.000
90.000

4 pria

200.000

200.000

20 wanita

700.000

700.000

20 wanita

700.000

700.000

2 pria

100.000

100.000

20 wanita
5 wanita
5 wanita

700.000
175.000
875.000

700.000
175.000
875.000

2 pria

100.000

100.000

500

1.250/kanton
g

625.000

10 Ltr

7.000/Ltr

70.000

1 Ha

500.000/Ha

500.000

500

75/label

32.500
7.277.50
0

Total
tenagakerja hari kerja jam kerja per hari upah kerja
8
Rumus HOK

tenagakerja hari kerja jam kerja per hari upah kerja


8

Keterangan :
- Upah Kerja Pria = 50.000
- Upah Kerja Wanita = 35.000
- Jumlah hari tenaga kerja = 1 hari (penjemuran 5 hari)

- Jumlah jam kerja = 8 jam


4 1 8 50.000
=200.00 Perhitungan HOK
8
-

Pengolahan Lahan =
20 1 8 35.000
=700.000 Penanaman dan Pemupukan =
8
20 1 8 35.000
=700.000
8

20 1 8 35.000
=700.000 Penyiangan =
8

2 1 8 35.000
=100.000 Pengendalian OPT =
8

20 1 8 35.000
=700.000 Panen =
8

5 5 8 35.000
5 1 8 35.000
=875.000
=175.000 Perontokan =
8
8

2 1 8 35.000
=100.000 Penjemuran =
8

Gradding, Sortasi dan Pengepakan =

Tabel 5. Biaya Tetap / TFC (Total Fixed Cost)


No
.
1.

Uraian

2.
3.

Sewa Traktor
Penyusutan Alat
Mesin Perontok
Kultivator

Sewa Lahan

Jumlah
(unit)
10.000 m2
1 Ha
1 Unit
1 Unit

Harga (Rp)
10.500.000/
tahun
1.000.000
3.000.000
3.000.000

Biaya
(Rp)
3.500.000
1.000.000
250.000
200.000

Total
Rumus Penyusutan Alat =

4.950.000
hargaawalharga akhir
jumlah alat
tahun ekonomis

Keterangan

: umur ekonomis = 10 tahun


harga akhir mesin perontok = 500.000
harga akhir cultivator = 1.000.000
Perhitungan Penyusutan Alat :
3.000 .000500.000
1 Mesin Perontok = = 250.000
10

3.000 .0001.000.000
1 Kultivator = = 200.000
10

Tabel 6. Total Biaya (Total Cost)


No Biaya
Total Biaya (Rp)
.
1.
Total Biaya Tetap (Total Fixed Cost)
4.950.000
2.
Total Biaya Variabel (Total Variable Cost)
7.277.500
Total Biaya (Total Cost)
12.227.500
Tabel 7. Total Pendapatan (Total Revenue)
Jumlah
No
Uraian
Prduksi
Harga @kg
(Kg)
Total Biji
1.800 kg
1
Benih
1.300 kg
15.000
2
Biji non-benih
500 kg
6000
Total
Tabel 8. Keuntungan Usahatani
No Biaya
.
1.
Penerimaan (Total Revenue)
2.
Total Biaya (Total Cost)

Nilai
Produksi (Rp)
19.500.000
3.000.000
21.500.000

Jumlah (Rp)

Keuntungan

21.500.000
12.227.500
9.273.500

Berdasarkan tabel diatas (tabel 8), maka dapat diuraikan keuntungan dan R/C
ratio untuk produksi benih kedelai dari benih dasar (BS) ke benih pokok (FS), sebagai
berikut :
1.

Keuntungan Total : 21.500.000-12.227.500= 9.273.500

Total
Total Revenue(TR)
Cost ( TFC ) +TotalVariable Cost (TVC ) Keuntungan dari

benih : 19.500.000-12.227.500 = 7.272.500


2. R/C Ratio =
R/C Ratio dari total hasil kedelai : 21.500.000/12.227.500= 1,76
R/C Ratio dari penjualan benih : 19.500.000/12.227.500=1,60
Hasil perhitungan R/C Ratio menunjukkan hasil R/C ratio >1 dengan hasil total
1,76 dengan pendapatan 19,5 juta/ha. Hasil tersebut tidak berbeda tipis dengan hasil dari
Harsono (2010) R/C Ratio Usahatani Kedelai sebesar 1,37 dengan pendapatan 15 juta/ha.
Hasil tersebut menunjukkan R/C ratio >1. Menurut Sundari (2011), Apabila R/C Ratio >
1 maka usahatani dikatakan efisien, apabila R/C Ratio = 1 maka usaha tani mengalami
BEP (Impas), apabila R/C Ratio < 1 maka usaha tani dikatakan tidak efisien.

Tabel 9. Kebutuhan Fisik Input dan Output Usahatani Benih Kedelai Monokultur dalam
Setahun
No

1
a
b
c
2

Input:

Bahan
Benih Kedelai
Pupuk
Pupuk Organik
Urea
SP-36
KCL
ZA
Pestisida
Tenaga Kerja

Satuan

kg
kg
kg
kg
kg
kg
kg
liter
hok

Musim
Tanam
1

Musim
Tanam
2

Musim
Tanam
3

50

50

50

1000
50
100
75
50
1

1000
50
100
75
50
1

1000
50
100
75
50
1

- Pengolahan Lahan
- Penanaman dan Pemupukan
- Penyiangan
- Pengendalian OPT
- Panen
- Perontokan
- Penjemuran
- Gradding, Sortasi dan Pengepakan
3 Peralatan
Output

hok
hok
hok
hok
hok
hok
hok
hok
set
kg

4
20
20
2
20
5
5
2
1
1800.0

4
20
20
2
20
5
5
2
1
1800.0

4
20
20
2
20
5
5
2
1
1800.0

Tabel 10. Kebutuhan Fisik Input dan Output Usahatani Benih Kedelai Monokultur dalam
Setahun
No

1
A
B
-

Biaya

Bahan
Benih Kedelai
Pupuk
Pupuk Organik
Urea

SP-36
KCL
ZA
Pestisida
Tenaga Kerja
Pengolahan
Lahan
Penanaman

C
2

Harga

(Rp/sat)

Musim
Tanam 1

Musim
Tanam 2

Musim
Tanam 3

25,000

1,250,000

1,250,000

1,250,000

500
1,800
2,000

500,000
90,000
200,000

500,000
90,000
200,000

500,000
90,000
200,000

4,000
1,400
90,000

300,000
70,000
90,000

300,000
70,000
90,000

300,000
70,000
90,000

50,000

200,000

200,000

200,000

35,000

700,000

700,000

700,000

3
4
5

dan Pemupukan
Penyiangan
Pengendalian
OPT
Panen
Perontokan
Penjemuran
Gradding,
Sortasi dan
Pengepakan
Peralatan
Biaya lain-lain
Sewa lahan
Total biaya
Output
Benih Kedelai
Biji
Keuntungan

35,000
50,000

700,000
100,000

700,000
100,000

700,000
100,000

35,000
35,000
35,000
50,000

700,000
175,000
875,000
100,000

700,000
175,000
875,000
100,000

700,000
175,000
875,000
100,000

695,000.00

695,000

695,000

695,000

3,500,000.00
15,000.00

6,000.00

3,500,000

3,500,000

3,500,000

10,245,000

10,245,000

10,245,000

19,500,000

19,500,000

19,500,000

3,000,000

3,000,000

3,000,000

12,255,000

12,255,000

12,255,000

Keuntungan dari usahatani dalam produksi kedelai dalam setahun diperoleh Rp


36.765.000,- dengan jumlah total output 5.400 kg total biji kedelai. Dengan terdapat
sebuah keuntungan maka usahatani produksi benih kedelai berhasil. Menurut Soedarsono
1973 (dalam Purwati dan Suyasa, 2012), bagi petani pendapatan merupakan pedoman
untuk menilai apakah usaha keluarganya berhasil atau tidak. Berhasil jika suatu usaha yang
dijalankan petani memperoleh keuntungan dan tidak jika usaha tersebut rugi. Biaya total
produksi adalah biaya tetap total ditambah biaya variabel total. Selisih antara penerimaan
tunai usahatani dan pengeluaran tunai usahatani disebut pendapatan tunai usahatani (farm
net cash flow) dan merupakan ukuran kemampuan usahatani untuk menghasilkan uang
tunai.