Anda di halaman 1dari 10

Ekonomi Teknik Kimia

Abiyyu Ahmad (03121403056)


M. Harisul Islam (03111403045)

Benzena dan etilena yang bereaksi membentuk etilbenzena yang terdehidrogenasi


untuk menghasilkan styrene.
Langkah- langkah pembuatan styrene.
1. Input dan Output
Menentukan reaksi yang akan terjadi, reaksi nya seperti:

2. Struktur recycle
Hal ini diperlukan untuk mengetahui bagaimana ketiga reaksi tersebut bereaksi
didalam reaktor. Ditunjukkan pada blok diagram berikut ini :

Nilai yang digunakan untuk perhitungan neraca massa adalah :

Dalam contoh ini, 0,5 mol etil benzena dikonsumsi per 0,47 mol styrene yang
dihasilkan.
Nilai titik didih normal untuk komponen dari sistem ini yaitu :
hydrogen - 252.5C
methane - 161.5C
ethylene -104C
benzene 80.1C
water 100
toluene 110.6
ethylbeniene 136
styrene 145
Neraca massa untuk proses tersebut dihitung ulang menggunakan nilai extent of
reaction di atas dan diasumsikan bahwa etil benzena (EB) yang tidak bereaksi di
recycle dan dikonversi menjadi produk pada basis 1 lb-mol (104 lb) produk
styrene. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
Feed EB flowrate = (1 lb-mol styrene/h)
* (0.5 mol EB/0.47 mol styrene)
* (106 lb EB/lb mol)

= 112.8 lb/h
Laju feed EB ke reaktor harus dua kali lipat dari feed EB flowrate di atas, karena
hanya satu setengah dari feed yang bereaksi per feed yang keluar dari reaktor itu
dan kecepatan recycle EB sebanding dengan laju feed. Sehinga,
Reactor EB feed rate = 225.6 lb/h
The steam feed rate is then = (225.6/106 mol EB/h)
* (14 mol steam/m01 EB)
* (18 lb steam/m01 steam)
= 536 lb/h
3. Proses Pemisahan
Fase hidrokarbon butuh untuk diseparasi menjadi tiga fraksi : (1) benzena dan
toluena, (2) etil benzena dan (3) styrene.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, bahwa komponen-komponen
dengan titik didih mendekati temperatur ambient (antara 0 dan 200 C) dan
perbedaan temperatur itik didih antara mereka 5 C biasanya dipisahkan dengan
destilasi.

4. Penggabungan panas (heat integration)

Pemanasan dan pendinginan dibutuhkan dalam proses ini. Karena pensulaian


panas dan penghilanga panas mahal, sehingga membutuhkan alat penukar panas
untuk mendiginkan dan memanaskan diantara aliran proses ini. Tujuan
penggabungan panas adalah untuk memenuhi kebutuhan pemanasan dan
pendinginan yang mungkin secara ekonomis.
Temeperatur yang dibutuhkan pada aliran keluar reaktor adalah 600 C (1112 F).
temperatur aliran masuk ke reator yang dibutuhkan untuk mendapat temperatur
keluaran yang sesuai dihitung dari neraca energi reaktor sebagai berikut :
Rnthalpi produk = enthalpi reaktan panas reaksi
Entalpi dari reaktan dan produk ditunjukan dari temperatur referensi pada 25
C(77 F), dan panas reaksi pada 25 C

Keterangan :
m = mass flowrate(lb/h)
c = heat capacity(Btu/lbF)
m HR = Total heat reaction
p = product
r = reactan
Mass flowrate reaktan dan produk , keduanya adalah 761,6 lb/h dari neraca massa
sebelumnya. Gunakan 0,53 Btu/lb F untuk kapasitas panas dari produk dan
reaktan, 50600 Btu/h sebagai total panas dari reaksi, dan penyelesaian dari
persamaan ini untuk temperatur inlet reaktan yang dibutuhkan 1237 F

Feed etil benzen perlu dipanaskan dan aliran yang keluar reaktor didinginkan.
Pertukaran panas ntara mereka layak dan diinginkan. Pengaturan temperatur untuk
countercurren exchanger pada 10 C, dan atur temperatur feed yang dipanaskan
pada 590 C atau 1094 F. Neraca energi untuk feed yang dipanaskan dan
campuran uap menetapkan temperatur steam sesuai persamaan :

Dan perhitungan flowrate diatas memberikan T (dari suerheated steam) = 1309 F


(709 C)
Neraca energi antara feed dan buangan pada heat exchanger :

Menghasilkan T= 792 F sebagai temperatur dari buangan

Buangan dari reaktor harus mencapai 40 C (104 F) untuk kondensasi. Dengan


demikian, pendinginan selanjutnya dibutuhkan , dengan menggunakan air
pendingin atau proses lain.

5. Evaluasi ekonomi
Evaluasi ekonomi tidak ditunjukan pada contoh ini tetapi dimasukan dalam
program proses sintesis seperti PIP.