Anda di halaman 1dari 3

Nama : AVIV SIGIT CAHYONO

Nim

: 10513035

Kelompok : 3 Tugas Pendahuluan Percobaan K-1


1.
2.
3.
4.

Mengapa perlu dilakukan penentuan viskositas suatu cairan?


Bagaimana keterkaitan viskositas dengan fluiditas?
Bagaimana pengaruh jenis ikatan dan massa molekul terhadap nilai viskositas suatu cairan?
Bandingkan penentuan viskositas metode hopper dengan metode yang akan anda lakukan
pada praktikum K-1?

Jawab :
1. Penentuan viskositas suatu cairan dilakukan agar viskositas untuk mengetahui koefisien
kekentalan zat cair. Kekentalan yang dapat digunakan dalam mengomposisikan zat fluida itu
dalam sebuah larutan. Salah satu contoh penerapan viskositas, yaitu: pada industri oli. Oli
memiliki kekentalan yang lebih besar daripada zat cair lainnya. Dengan mengetahui
komposisi dari oli tersebut, penerapan viskositas sangat berpengaruh dalam menjaga
kekentalan oli agar tetap terjaga selama proses produksi. Selain dalam industri oli masih
banyak lagi aplikasi dari sifat viskositas ini. Oleh karena itu, percobaan tentang viskositas
suatu cairan ini perlu dilakukan agar dapat memahami viskositas suatu cairan, mengatahui
pengaruhnya kekentalan pada suatu larutan, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
suatu larutan yang memiliki viskositas yang tinggi, dan dapat mengaplikasikannya dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliran fluida yang merupakan gesekan molekulmolekul cair yang mudah mengalir satu dengan yang lain. Suatu jenis cairan yang mudah
mengalir dapat dikatakan memiliki viskositas yang rendah dan sebaliknya suatu cairan yang
sulit mengalir memiliki viskositas yang tinggi. Tingkat kekentalan fluida dinyatakan dengan
koefisen viskositas. Kebalikan dari koefisien viskositas disebut fluiditas, yang merupakan
ukuran kemudahan mengalir suatu fluida. Viskositas cairan adalah fungsi dari ukuran dan
permukaan molekul, gaya tarik antar molekul dan struktur cairan. Tiap molekul dalam cairan
dianggap dalam kedudukkan setimbang, maka sebelumnya suatu lapisan molekul dapat
melewati lapisan molekul lainnya diperlukan suatu energi tertentu. Sesuai dengan hukum
Maxwell-Boltzmann, jumlah molekul yang memiliki energi yang yang diperlukan untuk
mengaliri dihubungan dengan faktor eE/RT. Oleh karena itu, hubungan atau keterkaitan
viskositas dan fluiditas adalah viskositas sebanding dengan eE/RT dan fluiditas sebanding
dengan e-E/RT.
3. Pengaruh jenis ikatan dan massa molekul terhadap viskositas suatu cairan adalah dengan
adanya ukuran dan berat molekul akan mempengaruhi viskositas suatu

cairan sehingga viskositas suatu larutan akan semakin naik dengan


naiknya berat molekul. Misalnya laju aliran alkohol lebih cepat, daripada
larutan minyak laju alirannya lambat sehinnga viskositas minyak lebih
tinggi daripada alkohol. Viskositas berbanding lurus dengan berat molekul
solute, karena dengan adanya solute yang berat akan menghambat pada
cairan sehingga viskositasnya semakin naik. Ketika suatu molekul memiliki
ikatan rangkap yang banyak maka viskositasnya semakin naik. Adanya
jenis ikatan antar molekul juga mempengaruhi viskositas. Viskositas etilen
glikol dan aseton yang masing-masing terdiri 10 atom. Akan tetapi, etilen
glikol memiliki viskositas yang besar daripada aseton. Hal ini, karena pada
etilen glikol memiliki gugus hidroksida yang menunjukkan terjadinya
ikatan hidrogen (ikatan hidrogen lebih kuat daripada interaksi dipol-dipol
biasa). Oleh karena itu, jenis ikatan dan massa molekul sangat
berpengaruh terhadap viskositas suatu cairan.
4. Penentuan viskositas metode Hopper adalah hukum stokes yang
menyatakan bahwa jika zat cair yang kental mengalir melalui bola yang diam dalam aliran
laminer atau jika bola bergerak dalam zat cair yang kental yang berada dalam keadaan diam,
maka akan terdapat gaya penghalang (gaya stokes). Berdasarkan hukum stokes tersebut pada
kecepatan bola maksimum, terjadi kesetimbangan sehingga gaya gesek = gaya berat gaya
archimedes. Prinsip kerjanya adalah menggelindingkan bola melalui tabung gelas yang berisi
zat cair yang akan diselidiki. Kecepatan jatuhnya bola merupakan fungsi dari harga resiprok
sampel. Sedangkan
Pada percobaan ini, akan dilakukan dengan metode Oswald merupakan suatu metode variasi
dari metode Poiseille.
Hukum Poiseuille II yang menyatakan bahwa volumen cairan
yang mengalir dalam waktu t keluar dari pipa dengan radius R,
panjang L dan beda tekanan P dirumuskan sebagai:
V

R 4 Pt
8L

Viskosimeter Ostwald terdiri dari dua labu pengukur dengan


tanda s1 dan s2, pipa kapiler dan labu contoh. Dengan alat ini
viskositas tidak diukur secara langsung tapi menggunakan
cairan pembanding misalnya aquadest atau cairan lain yang
telah diketahui viskositas dan densitasnya. Cairan dihisap melalui labu pengukur dari
viskosimeter sampai permukaan cairan lebih tinggi daripada batas s1.Cairan kemudian
dibiarkan turun. Ketika permukaan cairan turun melewati batas s2, stopwatch dinyalakan
dan ketika cairan melewati batas s2, stopwatch dimatikan. Jadi waktu yang diperlukan

untuk melewati jarak antara s1 dan s2 dapat ditentukan. Perlakuan yang sama juga
dilakukan terhadap zat x yang akan dicari harga viskositasnya.