Anda di halaman 1dari 32

Tuberkulosis pada

Anak
Seruni Mentari Putri
030.10.250
PEMBIMBING
Dr. Kirana Kamima, Sp.A

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK


RSUD BUDHI ASIH
PERIODE 1 FEBRUARI 9 APRIL 2016
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI JAKARTA

PENDAHULUAN

EPIDEMIOLOGI

DEFINISI
Tuberkulosis paru adalah suatu
penyakit infeksi saluran pernafasan
bawah menular yang disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosa.
Kuman Mycobacterium tuberculosis
ditemukan oleh Robert Koch pada
tahun 1882.

ETIOLOG
M.Tuberculosis
I M.bovis
Bakteri ini berbentuk batang
bersifat tahan asam (BTA)
dapat hidup dan virulen bbrp minggu
dlm keadaan kering
dalam cairan : mati pada suhu 60C
dalam 15-20 menit
Fraksi protein nekrosis jaringan
lemak sifat tahan asam

SUMBER PENULARAN
inhalasi droplet nucleus,
ukuran 1-5 u
Orang dewasa dengan TB
BTA positif
TB pada anak jarang
menularkan kuman pada
anak lain paucibacillary,
lokasi infeksi primer jauh
dari bronkus, tidak ada
reseptor batuk di
parenkim

FAKTOR RESIKO
Infeksi TB

Sakit TB

kontak dengan
orang dewasa
dengan TB aktif

Anak < 5 tahun


o bayi 43 %

daerah endemis

o anak usia 1 5
tahun 24 %
o remaja 15 %

Kemiskinan
hygiene dan
sanitasi tidak baik
Padat huni
(sirkulasi udara
buruk)

o dewasa 5 10 %
Malnutrisi
imunocomprimize

PATOFISIOLOGI

KOMPLIKASI
PRIMER

Menyebar
sedikit2->
asimtomatis

TB
MILIER

PERJALANAN PENYAKIT TB
PRIMER

MANIFESTASI KLINIK

Manifestasi sistemik

Manifestasi spesifk

Demam (+) >2minggu

Kelenjar limfe

: tanpa sebab yang jelas, hilang timbul,

: pembesaran kelenjar limfe koli anterior

tidak terlalu tinggi, dalam jangka waktu

atau posterior, dapat juga terjadi di aksila,

yang cukup lama.

inguinal,

submandibula,

dan

supraklavikula.
Anoreksia (+)
: berat badan tidak naik ( turun, tetap, atau

SSP

naik

: Meningitis TB , gejalan klinis yang terjadi

tapi

tidak

sesuai

dengan

grafik

tumbuh)

berupa nyeri kepala, penurunan kesadaran,


kaku kuduk, muntah proyektil, dan kejang.

malaise(+)

Proses patologi meningitis TB biasanya

: letih, lesu, lemah, lelah)

terbatas

di

neurologis
batuk lama (+) >3minggu

basal

otak,

sehingga

lain

berhubungan

gejala
dengan

gangguan saraf kranial.

: jika sebab lain telah disingkirkan


Sistem skeletal
diare(+)
:

persisten,

: nyeri, bengkak pada sendi yang terkena,


tidak

smbuh

dengan

dan gangguan atau keterbatasan gerak.

pengobatan baku diare.


Kulit
: skrofuloderma di leher dan wajah, di
tempat yang mempunyai kelenjar getah
bening,

misalnya

daerah

parotis,

submandibula, supraklavikula, dan lateral


leher.
Mata
:

konjungtivitis

koroid.

fliktenularis,

tuberkel

PEMERIKSAAN
PENUNJANG

UJI TUBERKULIN
Uji Mantoux injeksi intradermal 0.1 mL yang
mengandung 5 unit tuberculin (UT) Purified
Protein Derivative (PPD) yang distabilkan.
Dibaca setelah 48-72 jam

Reaksi lokal :
1.Eritema :vasodilatasi
perifer
2.Edema : reaksi
antara antigen yang
dimasukkan dengan
antibodi
3.Indurasi yang

IGRA (Interferron
gamma release essay)

FOTO THORAX
Posisi AP dan lateral
Sugestif tb:
- Pembesaran kelenjar hilus atau
paratrakeal dengan atau tanpa
infltrate
- Konsolidasi segmental/lobar
- Milier
- Kalsifkasi dengan infltrate
- Atelektasis
- Kavitas
- Efusi pleura
- Tuberkuloma

PEMERIKSAAN BTA
BTA (+) Diagnosis pasti TB
Kriteria sputum BTA (+) : minimal 3 batang
kuman BTA pada 1 sediaan. (5000 kuman dalam
1 mL sputum)
bahan bahan yang dapat digunakan :
Bilasan lambung
Sekret bronkus
Sputum
Cairan pleura
Liquor cerebrospinalis
Cairan asites

DIAGNOSIS
Kesulitan menegakkan
diagnosis

PENEGAKAN
DIAGNOSIS

Sistem Scoring

TATALAKSANA

1. Medikamentosa

Terapi TB terdiri dari dua


fase, yaitu:
Fase intensif (2 Bulan)
Rifamipisin, isoniazid,
pirazinamid (RHZ)
Fase lanjutan (4
bulan)
Rifampisin, isoniazid ( RH)

Lini kedua: PAS,


ofloksasin,
ciprofloksasin,
kanamisin,amikasin

JENIS
OBAT
isoniazid
rifampisin
pirazenam
id

BB <10 BB 10-19 BB 20-32


kg
kg
kg
50 mg
100 mg
200 mg
75 mg
150 mg
300 mg
150 mg

300 mg

FDC ( FIXED DOSE


COMBINATION)

600 mg

4 bulan tiap
BB
2 bulan tiap hari
hari RH
RHZ (75/50/150)
(75/50)
5-9 kg
1 tablet
1 tablet
10-19
kg
2 tablet
2 tablet
20-32
kg
4 tablet
4 tablet

EVALUASI HASIL
PENGOBATAN

Dilakukan setelah 2 bulan.


Evaluasi: gejala klinis menghilang dan
BB meningkat
Evaluasi radiologis tidak rutin kecuali
keadaan khusus:
o Tb milier
: 1 bulan
o Efusi pleura
: 2 minggu
Jika tidak ada perbaikan:
misdiagnosis? Mistreatment?
Resisten?
Evaluasi ES terapi: hepatotoksik

Non medikamentosa

PENCEGAHAN

PROGNOSIS
Dipengaruhi oleh banyak faktor:
umur anak
brp lama telah mendapat infeksi
luasnya lesi
keadaan gizi
diagnosis dini
pengobatan adekuat
adanya infeksi lain

KOMPLIKASI
Tuberkulosis ektrapulmonal
Limfadenitis TB
Pleuritis TB
meningitis TB

TERIMA KASIH.