Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA KLIEN HEMOROID
PRODI D III KEPERAWATAN
SEMARANG

maka akan terjadi pelebaran dan bengkak bahkan keluar (prolapsus) yang disebut secara umum sebagai wasir. diduga karena mengejan saat konstipasi atau diare jangka lama. Diderita + 70 % manusia dewasa ditandai oleh jaringan halus dinding pelepasan membengkak karena pembuluhnya melebar. bila salah satu tersumbat. tapi suatu perubahan pada bantalan pembuluh darah di anus (corpus cavernosa recti). Penyebab tidak diketahui secara pasti.Preface Istilah lain  wasir. Ada 30 pemblh darah kapiler di dubur. . Hemoroid bukan penyakit.

Etiologi Kurang minum Kurang makanan berserat Kurang olah raga Banyak duduk/duduk lama Mengangkat benda-benda berat .

Tanda dan gejala Perdarahan (sedikit bisa pula banyak) Darah merah segar Umumnya tidak berasa sakit bila tidak BAB Rasa mengganjal setelah BAB (hal ini disalah artikan sebagai BAB tidak tuntas sehingga akan mengejan lagi lebih kuat lagi) Pada keadaan parah akan terjadi prolapsus recti yang mengganggu otot dubur. sehingga cairan usus keluar dan menimbulkan bercak pada pakaian dalam Kadang hemoroid tampak karena terjepit anus .

Derajat I Perdarahan saat BAB. hemoroid hanya bisa dilihat dengan anuscope/protoscope 2. Derajat III Saat BAB/jongkok muncul benjolan dari dubur dan tak dapat masuk dengan spontan dan harus dibantu dengan tangan .Derajat Keparahan 1. Derajat II Saat BAB/jongkok muncul benjolan dari dubur dan dapat masuk kembali tanpa bantuan dengan tangan 3.

mengejan. Derajat IV Benjolan yang keluar tak dapat masuk kembali. daging kambing dll. umumnya setelah makan makanan pedas/memanaskan tubuh misalnya cabe. . Keadaan ini disebut inkarserasi (incarserata). Pada derajat II/III ada kemungkinan bagian hemoroid yang keluar terjepit. minuman alkohol dan perjalanan jauh. durian. biasanya tidak sakit. panas dan sakit.4. bengkak.

2. 4. 3. prolaps tak lagi dapat kembali ke lubang anus .Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan fisik Colon inloop atau colonoscopi Feses diselimuti darah Anemia Gradasi Hemoroid Interna : 1. Grade I : Dilatasi plexus hemoroidalis tanpa prolaps Grade II : Prolaps saat BAB dan masuk scr spontan Grade III : Prolaps bisa masuk dengan manipulasi Grade IV : Walau dibantu.

Diagnosa banding Pada klien dewasa harus ada diagnosis banding : • Carsinoma recti • Carsinoma ani • Fisura ani Pada klien anak harus ada diagnosis banding : • Polip recti • Invaginasi • Fisura ani .

Trombosis 3. Perdarahan 2.Komplikasi 1. Prolaps .

Pengikatan agar hemoroid “layu”. Ligasi pada derajat III/IV.Pengelolaan 1. Prinsipnya untuk menghentikan perdarahan. bila hemoroid lebih dari I tempat dilakukan dengan kombinasi suntikan dan ligasi agar hasil optimal . Pengobatan Tanpa Operasi • • • • Salep/supossitoria untuk mengurangi sakit Suntikan (sclerosing agent) pada derajat III/IV untuk menyumbat/mengecilkan pembuluh darah IRC (Infra Red Coagulation) pada derajat I yang disertai perdarahan (baik juga untuk derajat II.

Operasi hanya dianjurkan pada derajat III/IV. minum. karena hanya 20 % saja yang membutuhkan operasi dan sisanya 80 % cukup dengan pengobatan tanpa operasi.Lanjutan Pengelolaan …. Keberhasilan lebih bagus dibanding tanpa operasi. defekasi. OR. dan duduk lama) . Lama perawatan hanya membutuhkan 3 – 4 hari saja. Saat ini hemoroid dapat dideteksi lebih akurat. tapi rasa sakit tetap tak dapat dihindari. Tingkat kekambuhan tergantung kesediaan klien untuk mengatur kembali pola kebiasaan (makan.

Pengkajian – – – – – – Sakit saat BAB Darah membalut feses atau menetes BAB mengejan lama. kurang gerak. sulit anemia Terdapat tonjolan dari anus Terdapat riwayat kebiasaan makan/minum yang kurang baik. Diagnosa Keperawatan – Nyeri – Gangguan pola eliminasi – Resiko infeksi .Asuhan Keperawatan I. duduk lama II.

III. Evaluasi – – – – – Toleransi terhadap nyeri Beraktifitas leluasa untuk memenuhi kebutuhan Terhindar dari proses infeksi Defekasi dengan lancar Menyetujui perubahan pola kebiasaan . Intervensi Keperawatan – – – – Rendam bokong dengan larutan PK Perawatan luka Pengaturan diet dan minum Kolaborasi pemberian antibiotik dan supos IV.