Anda di halaman 1dari 13

Sensualitasnya sebagai seorang ibu masih sangat menarik.

Tidak langsing memang, namun sudah ada


lemak di mana mana layaknya seorang ibu. Setidaknya itu menurut Ical, anaknya.
Ical, seorang anak yang rajin, cuma agak kurang dalam hal olah raga. Terkadang, jika sedang berada di
dekat mama, gundukan di celananya muncul. Lela, mamanya, bukan tak menyadari ini. Namun Lela
biarkan saja hal itu.
Lela selalu berhubungan suami istri dengan suaminya secara rutin. Hingga saat bulan kemarin ketika
suaminya meninggal. Kepergian suaminya yang tanpa pamit membuat Lela menjadi rentan, baik secara
fisik maupun psikis. Namun Lela berniat agar selalu terlihat tegar jika sedang bersama anaknya.
Ical menyadari mama selalu menampilkan ketegaran jika di dekatnya, meski Ical tahu mama masih
sangat terpukul. Sering Ical dapati mama sedang melamun, meratapi nasib. Hari ini mulai libur sekolah.
Ical dengan riang pulang dari sekolahnya. Kepergian ayah yang baru kemarin membuat teman dan
keluarga takkan curiga jika mama tak menampakan batang hidungnya, pikir Ical.
Saat Ical memasuki rumah, mama berbicara menyambut, sini nak, mama lagi bikin kue. Kamu mau
susu sekalian gak?
Iya mah. kata Ical sambil ke dapur.
Udah dibawa rapotnya? Nilainya gimana sayang?
Mama sedang memakai celana jin. Sungguh seksi pantat itu, pikir Ical. Iya mah. Lumayan banyak
delapannya. Dahi Ical mulai meneteskan keringat. Perutnya seperti diaduk, Ical tau sekarang
waktunya untuk beraksi. Sekarang atau tidak sama sekali.
Bagus nak. Anak mama memang pintar. Ntar mesti kita rayakan.
Gimana kalau Ical ngentot mama dan mama lakuin semua perintah Ical?
Apakah dia mengatakan itu? Suaranya terdengar aneh. Raut wajah mama setelah mendengar itu
sungguh sangat tak ternilai.
Lela terkejut. Lela harap ini hanya mimpi, tapi dia sendiri tahu dia tak sedang tidur. Anaknya ingin
ngentot dirinya! Lela tahu kematian suaminya pasti berakibat pada tumbuh kembang anaknya. Lela
harus bertindak ... dan tetap tenang.
Kamu bilang apa nak?
Mama gak budek kan? Ical bakal ngentot mama. Mama sengaja selalu bikin kontol Ical tegang.
Sekarang udah gak ada ayah yang bisa nolong mama. Ical mulai merasa percaya diri saat melihat
mama diam kebingungan.
Ini pasti mimpi. Kamu gak mungkin ngomong gitu.
Sangkallah sepuasnya, inilah kenyataan. Jangan melawan kalau gak mau terima akibatnya.
Dunia Lela serasa berguncang mendengar kata kata anaknya. Apalagi anaknya kini mulai maju
mendekat, otomatis Lela pun mundur pelan pelan hingga mentok di sudut. Mata Lela melihat pisau
yang tergeletak di meja tak jauh dari dirinya. Namun kenyataan bahwa yang di depannya adalah
anaknya membuat Lela bimbang tentang pisau tersebut.

Akhirnya anak itu berada tepat di depan mamanya.


Menjambak rambut mama memberi perasaan nikmat bagi Ical. Ical ingat saat dia disuruh
membersihkan sesuatu, atau disuruh tidur di saat masih ingin melihat tv. Kali ini Ical ingin membalas
perlakuan mama. Ical selalu merasa mama semena mena terhadapnya, namun kini tiada lagi ayah
yang bisa menolong mama. Kini Ical ingin mama menyadari posisinya sebelum merasakan kontolnya.
Cium bibir Ical! Mama udah cium pipi Ical tadi pagi, sekarang cium Ical!
Ical agak tinggi sedikit dibanding mama. Posisi mama yang tersudut membuat Ical tinggal
membungkuk sedikit agar bisa mencium mama. Sementara tangannya tetap mencengkram rambut
mama, Ical menempelkan bibirnya ke bibir mama. Meski mama mencoba berontak namun Ical tak
peduli. Ical berusaha memasukan lidah ke mulut mamanya.
Meski tak tahu apa apa tentang full metal panic, namun Lela sangatlah panik. Sebelumnya Lela
merasa nyaman di rumah berdua dengan orang yang sangat dicintainya, anaknya sendiri, yang kini
sedang memaksanya. Lela mencoba mendorong tubuh anaknya, namun kalah tenaga. Yang bisa Lela
lakukan hanyalah menutup bibirnya erat dan menggoyangkan kepala agar ciuman anaknya lepas.
Ical melepas bibir dan tangan kanan dari kepala mama, namun tangan kirinya tetap menjambak rambut
mama. Dengan punggung tangan kanannya, Ical menampar pipi mama, dua kali.
Gw bilang cium gw!
Mulut Lela terbuka akibat kejutan dari tamparan tangan anaknya. Melihat kesempatan terbuka, mulut
Ical kembali menyosor mulut mama dan memasukan mulutnya.
Lela tak pernah merasa malu saat berhubungan intim dengan suaminya, namun begitu Lela tak pernah
berciuman seperti ini. Lidah anaknya seperti mau membersihkan rongga mulutnya. Rambut dijambak
dan tubuh ditekan tak membuat Lela merasa nyaman.
Ical tak ingin melepas ciumannya, tapi ia mesti menghirup nafas. Kesempatan ini kembali digunakan
mama untuk mendorong dadanya. Kayak pecun ini gak ngerti juga, pikir Ical. Lepaskan mama nak.
Sadar nak... Mama mohon!
Ssshhh... Ical meletakan telunjuk di mulutnya, sudah mah, diam. Mau cium Ical lagi atau mau Ical
perkosa aja?
Lela merasa air matanya menetes saat bibir anaknya menekan bibirnya lagi. Sungguh tak masuk akal.
Lela selalu berusaha agar menjadi mama yang baik bagi anaknya. Bagi Lela, Ical merupakan anak yang
pintar dan berbakti. Tapi kini semuanya berubah, meski tanpa serangan dari negara api.
Sudah tak terhitung berapa kali Lela mencium anaknya sebelum ini, namun tak pernah ia rasakan
hingga membuat Lela mau muntah. Bagaimana mungkin naluri seorang ibu untuk mencium anaknya
bisa menjadi sedemikian jijik.
Mmmffff... sudah... mmmfff...
Ical kembali menghentikan ciuman, kenapa mah? Sudah gak cinta sama anak mama lagi? Jangan
muntah kalo lagi cium Ical! Mulut mama kan seksi, bisa Ical cium selamanya. Tapi bisa juga buat yang
lain. Berlutut mah, liat apa Ical udah gede?

Lela benar benar panik. Anaknya menjambak rambut ke bawah agar Lela berlutut. Anaknya
bermaksud membuat dia menghisap kontolnya. Lela terjebak. Meski telah ditampar dan dicium, namun
apa yang akan terjadi membuatnya makin takut.
Akhirnya Lela berusaha berkonsentrasi sambil berlutut.
Ical melepas tangan dari rambut mama yang sedang berlutut. Namun aksinya itu malah membuat Ical
seperti diseruduk moncong banteng hitam. Mama menubruknya membuat Ical tak bisa menghentikan
mama. Ical menyadari mama harus dihentikan, kalau tidak bisa menjadi kacau.
Lela hampir mencapai pintu saat bogem setengah matang mengenai kepalanya membuat Lela jatuh
tersungkur. Lela merasa sakit, namun juga mengetahui anaknya masih belum sembuh total dari
tumbukannya tadi. Lela masih mempunyai kesempatan dalam kesempitan.
Ical mencoba kembali menjambak rambut mama, namun mama keburu berbalik hingga membuatnya
berhadapan. Ical lantas mencengkram kaos mama. Tangan mama kini memukul Ical, namun cengraman
pada kaos mama tak juga lepas. Lutut mama memukul pinggang Ical hingga Ical mengaduh kesakitan.
Pintu rumah terlalu jauh, Lela memutuskan untuk melepaskan diri dengan satu lagi pukulan oleh lutut
ke anaknya. Setelah itu Lela kabur ke kamar mandi dan menguncinya dari dalam.
Meski kadang bermasalah sama mama, namun Ical tak pernah sekalipun ditampar dan atau dipukul
mama. Kini mama harus membayar karena telah memukulnya. Ical mencoba membuka kamar mandi
namun terkunci. Setelah mengetahui mama terkunci di dalam, Ical mulai mengatur nafas dan
persendian. Ical sungguh ingin menghukum mama karena membuat semua ini kacau. Ical mendadak
punya rencana. Akhirnya Ical biarkan mama terkunci sementara dia duduk sambil minum.
Sayang, mama sayang padamu. Kejadian hari ini gak pernah terjadi. Sayang ... Mama tahu kamu
kangen ayah. Mama takkan ngapa ngapain. Kita lupakan saja yang terjadi. Sayang, kamu mengerti
nak?
Waktu lu dah habis, Ical mulai melepas engsel pintu yang memang mudah dilepas karena merupakan
pintu kamar mandi. Setelah lepas, pintu itu didorong, membuat mama terkejut. Refleks tangan mama
menahan pintu yang didorong Ical.
Gak usah nangis mah. Sekarang udah waktunya ngelayanin Ical. Mama selalu buat kontol Ical tegang.
Tapi sebelum itu, mama mesti dihukum karena udah nendang Ical.
Akhirnya pintu pun lepas dari tangan Lela hingga jatuh ke sampingnya. Sebelum Lela bereaksi,
tamparan keras kembali bersarang di pipinya. Setelah itu tangan anaknya kembali menjambak
rambutnya. Rambut Lela ditekan hingga wajahnya menempel ke toilet duduk.
Tadi pagi Ical pake toilet ini, sekarang waktunya mama bersihin. Ical sendiri merasa jijik dengan
toilet itu, tapi penyiksaan mama membuatnya bersemangat.
Udah tugas mama bersihin toilet, jadi bersihin sampe bersih.
Ical mendorong wajah mama hingga mentok. Ical berharap mama menjulurkan lidah, namun sulit tentu

saja. Akhirnya Ical tekan wajah mama ke toilet hingga mengenai airnya. Ical tekan terus kepala mama
dalam waktu yang agak lama agar mama tak lagi melawan.
Mama mesti bersihin toiletnya kecuali mama mau jadi toiletnya.
Lela makin panik dalam keadaan wajah di air. Lela menekan kepala ke atas namun begitu lepas dari
toilet, bogem setengah matang kembali mendarat di wajahnya. Lela sungguh ingin mati. Anaknya kini
memutar kepala Lela hingga bagian belakang kepalanya yang mengenai air, sedang wajahnya melihat
ke langit langit. Lehernya ditekan ke mulut toilet. Satu tangan anaknya memegang rambutnya
sementara tangan lainnya menurunkan celananya.
Minum ini semua! anaknya kini memposisikan selangakangannya di hadapan wajah Lela.
Belum reda kejutan saat melihat kontol anaknya yang tegang, kini wajah Lela mulai disemprot air
kencing yang keluar dari kontol anaknya itu. Tertekannya leher pada mulut toilet dan wajah yang
ditekan oleh selangkangan anaknya membuat mulut Lela tak bisa menutup sebelum mulutnya dipenuhi
air kencing anaknya. Matanya terasa perih, rambutnya basah namun anaknya tetap mengarahkan air
kencing ke mulutnya.
Mama udah ngelatih Ical pipis. Ingat gak dulu Ical suka ngompol sembarangan hingga lantai jadi
basah. Sekarang Ical udah bisa atur kencing Ical. Buka terus mulutnya mah, Ical masih pingin
kencing.
Aslinya mungkin hanya sekitar satu menit atau dua, namun bagi Lela serasa bertahun tahun lamanya.
Lela beberapa kali tersedak air saat wajahnya dibenamkan ke toilet. Kini Lela kembali terpaksa
menelan air kencing anaknya yang kotor. Lela hampir kejang saat terbatuk mencoba memuntahkan air
kencing. Ical putuskan mama harus kembali bersih.
Waktunya mengikat mama, pikir Ical. Ical mengambil selotip lalu membaringkan mama di kamar
mandi. Mama sudah lemas setelah dibenamkan ke air dan dikencingi. Ical mengikat pergelangan tangan
mama di belakang punggung dengan selotip. Setelah itu, Ical mengikat lengan mama membuat susu
mama agak membusung.
Ical lalu menggunting kaos mama hingga terlihatlah gundukan susu yang ditutupi bh. Bh itu
dikeataskan oleh Ical hingga susu mama terlihat. Setelah itu Ical mencoba melepas celana jin mama.
Ternyata celana jin mama sangat ketat, meski akhirnya berhasil dilepas juga.
Warna cd mama ternyata putih, seperti warna bhnya. Menarik melihat tubuh mama yang masih bersih,
sebelum dibuat kotor. Lela sedikit mengangkat pantat saat anaknya menarik cd agar lepas. Ical melihat
itu sebagai tanda menyerah dari mama.
Lela mulai kembali tenang hingga menganalisa situasinya. Mulutnya masih merasakan rasa tak enak
dari air kencing anaknya. Satu satunya yang masih melindunginya adalah cdnya.
Berhubung kamar mandi di rumahnya memiliki bathtub, maka anaknya menutup penutupnya dan
mengisinya dengan air
Mama kotor banget, Ical mau bersihin dulu sebelum Ical pake. Mama jangan nakal. Ical bakal
masukin kontol Ical ke tiap lobang di tubuh mama.

Mama bakal menjerit nak.


Jangan.
TOOOLLLOOONNGGGG.
Mama gakkab bisa teriak jika dalam air.
Layaknya boneka, Lela dimasukan ke tub oleh anaknya. Dengan tangan terikat di belakang punggung,
Lela hanya bisa tercebur pasrah. Ical ikut naik ke tub dan berdiri diatas tubuh mama. Jika mama
bersuara lagi, Ical tinggal mendorong kepala mama hingga masuk air.
Abis dikencingi mama jadi kotor. Ical mesti mandiin mama biar bisa dikotori lagi.
Kepala mama ditekan hingga masuk air, lalu diangkat. Begitu terus beberapa kali. Isep kontol Ical
mah!
Tiada lagi perlawanan yang bisa dilakukan Lela selain mencoba menutup mulut agar kontol anaknya
tidak masuk. Ical menjambak rambut mama dan mendekatkan mulut ke kontolnya. Buka mulutnya
terus isep!
Lela tak jua membuka mulut. Lela tak ingin mulutnya diperkosa oleh anaknya sendiri. Rambut Lela
ditarik hingga kepala Lela kembali masuk ke air. Tak mungkin Lela melawan dengan tangan terikat.
Lela memilih lebih baik mati daripada menuruti anaknya.
Wajah Lela tergenang oleh air. Ical tahu sebentar lagi mama akan membuka mulutnya. Ical lantas
berlutut dan menempatkan kepala mama diantara lututnya. Agar saat mulut mama terbukan, Ical bisa
langsung memasukan kontolnya. Masih Ical lihat mama yang mencoba menahan nafas.
Akhirnya mama mulai terlihat kehabisan nafas. Meski mama ingin mati, namun naluri manusia akan
berontak dengan keinginan untuk mati. Begitu mulut mama terbuka, Ical langsung memasukan
kontolnya. Setelah kontol ada di mulut mama, Ical langsung mengangkat mama hingga duduk di tub
dan Ical berdiri. Kontolnya di mulut mama. Ical tak ingin mama tersedak lalu menggigit kontolnya.
Waktunya untuk yang lain, pikir Ical. Ical lalu menjambak rambut mama hingga berdiri, lalu
melemparnya keluar dari tub. Di lantai, Lela jatuh tersudut. Ical mendekati mama, tangan kiri meraih
rambutnya sementara tangan kanan menampar pipi mama dengan belakang tangannya.
Jangan berontak terus mah. Isep kontol Ical. Mama udah bikin kontol Ical tegang. Atau mau Ical
perkosa?
Jangan sakiti mama nak.
Buka mulut mama!
Lela tak tahan lagi akan penyiksaan ini. Akhirnya Lela menyerah dan mulai membuka mulut. Tanpa
buang waktu, mulut itu segera diisi kontol anaknya. Pipi mama kembali dibasahi air matanya sendiri.
Ical tertawa sambil memegang rambut mama. Mama kini menjilati testis dan kontolnya. Isep terus.
Sekarang mama jadi tukang isep kontol. Jadi gak usah nangis. Pake lipstik dulu, Ical pingin kontol Ical
ada bekasnya.
Setelah itu Ical keluar dari kamar mandi, dan kembali lagi membawa lipstik. Lipstik itu dilempar ke

lantai. Ambil, terus pake!


Lela mengambil lipstik dan memakainya. Dunia Lela seakan berubah. Anaknya menyerangnya,
memukulnya, menelanjanginya, mengencinginya, sekarang memegang kepalanya menghadap cermin
sementara Lela memakai lipstik. Di cermin, Lela melihat tubuh telanjangnya. Matanya sudah mulai
terlihat memar. Anaknya tersenyum melihat pantulan wajahnya di cermin.
Udah cukup pake lipstikya.
Lela kembali menghisap kontol anaknya disertai jilatan. Terlihat tempelan lipstik di kontol anaknya.
Isepan Lela membuat kontol itu tak bisa bertahan lama hingga akhinya menyemburkan pejunya. Saat
semburan pertama usai, Lela menarik kepala hingga kontol anaknya lepas. Semburan berikutnya
mendarat di wajah dan matanya. Setelah usai, anaknya menekan kontol ke dahinya.
Jangan seka wajah mama kecuali mau dipukul lagi.
Ical pergi lalu kembali lagi membawa kamera. Untuk apa ntar hasil fotonya, itu masalah nanti, pikir
Ical.
Senyum mah, kita masukan nanti ke internet. Kalau perlu, kita pajang juga di rumah.
Kenapa kamu lakuin ini nak? Kenapa kamu perkosa mamamu? Apa kamu sudah tak sayang lagi sama
mama?
Tentu saja Ical sayang sama mama. Ical sayang saat mama isep kontol Ical. Ical juga bakal sayang saat
ngentot mama sampai hamil.
Jangan! Jangan sama mama nak!
Iya, Ical bakal bikin mama jadi mama baru lagi.
Anaknya jadi bersikap tak masuk akal. Lela merasa tak terlindungi setelah kematian suaminya.
Benarkah anaknya sejahat itu?
Ical akan terus entot mama hingga hamil. Biar orang penasaran kenapa mama bisa hamil padahal ayah
udah gak ada.
Kamu gak boleh melakukan ini pada mamamu sendiri. Mama gakkan hamil anakmu.
Mending ke kamar mama aja yuk!
Lela kembali menjerit, berharap ada seseorang yang mendengar.
Diam! Ical lalu menbekap mulut mama, untung masih ada lakban tersisa.
Ical sangat suka melihat kepala mama yang penuh lilitan. Meski mama masih mencoba berteriak,
namun sudah tak sebising tadi karena terhalang lakban.
Ical lalu menyeret mama ke kamarnya dengan menjambak rambutnya. Mama turut bergerak akibat rasa
sakit pada kepala. Terkadang Ical membiarkan wajah mama terseret ke lantai sementara rambutnya
ditarik, membuat wajah mama terasa panas. Hingga sampailah mereka di kamar.
Sekarang gak ada yang bisa mendengar teriakan mama. Sejak ayah gak ada, mama belum dientot. Jadi
sekarang waktunya mama ngentot. Biar Ical yang ngentot mama. Mama selalu bisa bikin kontol Ical
keras. Naik ke kasur!

Lela tak berdaya saat dilempar ke kasur oleh anaknya. Meski lakban di tangannya agak kendor, namun
masih tetap tak bisa melepas tangannya. Lela hanya berharap belas kasih, namun sepertinya anaknya
takkan berbelas kasihan padanya.
Kontol Ical udah ngaceng lagi. Gak ada waktu bersihin wajah mama, langsung aja buka kaki mama!
Dengan pasrah Lela membiarkan kakinya dibuka oleh anaknya. Kontol anaknya lalu dimasukan ke
memek. Setelah masuk, meski dengan agak susah, Ical diam sebentar, lalu menghela nafas.
Rasain nih kontol Ical. Ical menatap wajah mama yang sedang menangis. Liat nih lonte, anak
sendiri dientotnya.
Lela tak berkutik saat peju anaknya mulai mengisi memek. Pejunya masih saja banyak meski tadi
sudah keluar. Lela benar benar sudah merasa hancur. Anaknya sendiri memperkosanya.
Bagian II
Ical memikirkan mama sambil makan di dapur. Celanaya serasa tak nyaman. Akhirnya mimpinya
terjadi juga. Bisa ngentot mama. Andai Ical merasa sesal, tentu takkan lagi ada tonjolan di celana
seperti sekarang ini. Harus dilakukan sesuatu agar kontolnya tak tegang lagi, pikir Ical.
Dulu, jika kontolnya ngaceng, Ical biasanya ke kamar mandi untuk masturbasi. Tapi sekarang, ada cara
baru. Ical merasa hidup di alam mimpi. Begitu mudahnya melakukan apa yang selalu Ical impikan.
Liburan di rumah dimulai dengan memperkosa mama. Meski pemerkosaan itu harus dengan sedikit
bermain fisik. Ical selalu berkhayal memarahi mama, namun tak terlintas untuk menampar dan atau
menjambaknya. Mendengar teriakan mama juga merupakan kenikmatan tersendiri.
Ical kembali ke kamar mama sambil memikirkan langkah selanjutnya.
Lela dibiarkan sendiri, menangis hingga tertidur. Anaknya memperkosanya. Bahkan mengancam akan
menghamilinya. Lela sangat tersiksa tapi tak kuass melawan.
Setelah anaknya mengentotnya, terpercik sedikit penyesalan di matanya. Lela berharap percikan itu
membesar dan membuat anaknya sadar. Anaknya telah keluar, bahkan dua kali. Lela harap anaknya
telah puas. Namun semua harapan Lela sirna saat anaknya mengikat kaki ke ranjang. Meski terikat,
akhirnya Lela tertiduga sementara anaknya istirahat untuk ronde berikut.
Bangun Mah! Ical berdiri di sisi kasur sambil melepas celananya. Ical tak memahami kata kata
yang keluar dari mulut mama yang terlakban.
Kenapa lagi mah? Ical tau mama juga seneng saat dientot Ical. Mama mau Ical ngentot mama lagi?
Tenang saja mah, malam masih panjang. Udah sejak lama Ical pingin ngentot mama, tapi ayah pasti
marahin Ical. Sekarang udah gak ada ayah jadi mama bisa ngentot Ical kapan saja.
Ical kembali bicara untuk menutupi kebingungannya. Ical bingung mesti mulai dari mana sekarang.
Ical paham, jika kita memperkosa, selalu timbul penolakan dari korbannya. Teriakan dan tatapan mama
masih membuat Ical terangsang, tapi di sisi lain Ical ingat saat saat mama membantu mengerjakan

sesuatu, pr misalnya. Ical mesti bersikap sekarang biar tidak menjadi kacau.
Isep kontol Ical lagi. Jika mama teriak atau melawan setelah lakban lepas, akan Ical pukul mama
hingga tak berkutik. Jadi diam saja saat Ical buka lakbannya.
Anak itu lantas ke dapur mengambil pisau. Ical juga membawa kamera.
Lela melihat anaknya membawa kamera dan pisau. Lela hanya diam saat anaknya mencoba memotong
lakban di kaki dan kepalanya.
Leta melihat pisau dan kamera sebagai remaja horny kembali ke kamar tidur. Dia hanya harus
menunggu sebagai anak memotong kakinya longgar dan dari mulai mencoba untuk memotong pita off
kepalanya. Itu terlalu ketat.
Jangan gerak mah, biar pisaunya gak nusuk.
Awww... Sudah nak... Hentikan.
Ocehan mama tak dianggap oleh anak itu.
Apalagi yang akan kamu lakukan nak?
Ical mengira mama pasti sangat bodoh sampai bertanya begitu.
Ical ingi mama berlutut, kata Ical sambil menarik mama dari kasur dan membuatnya berlutut. Ical
menyadari mama kini lebih menurut dibanding saat di kamar mandi.
Bagi anak itu, dicium mama merupakan hal wajar yang selalu dilakukan mama jika pergi atau kembali.
Cium kontol Ical. Tunjukan kalau mama suka jadi tukang isep kontol.
Tangan anak itu memegang rambut mamanya. Terpikir oleh Lela untuk menggigit kontol itu sekeras
mungkin. Namun, apa pun yang telah dilakukannya, dia tetaplah anak Lela. Lalu Lela mencium kontol
anaknya.
Ical tau mama suka. Jilat kayak permen mah. Ical pernah liat di film kalau cewek bisa isep kontol
semuanya. Ayo coba mah!
Lela jadi menurut saat acara isep kontol. Lela biarkan anaknya mengontrol tempo dengan memegang
kepalanya. Lela juga mainkan lidah di batang kontol itu. Saat anaknya mendorong kepala agar lebih
bawah, Lela menjilati testisnya. Lela bahkan yakin permainan lidahnya bakal membuat anaknya keluar,
namun anaknya malah menekan kepala hingga kontol itu mentok sampai tenggorokannya.
Ayo mah, mama bisa.
Lela mencoba rileks agar tak tersedak. Saat saat dulu bersama suaminya, Lela tak pernah bisa
nyepong mentok hingga tenggorokan berlama lama. Kini Lela mencoba bertahan meski yang
diisepnya adalah kontol anaknya.

Senyum mah, biar bagus di fotonya.


Kembali Lela ingin menggigit saat mendengar ucapan anaknya. Tapi percuma, Lela tak ingin menyakiti
anaknya. Lebih baik dirinya yang tersiksa meski harus melayan nafsu seks anaknya. .
Masukin lagi yang dalam.
Ical mulai mendorong paksa kontol membuat Lela mulai tersedak. Testis anaknya Lela rasakan mulai
menyentuh dagunya. Ical menekan kontolnya setelah mentok dan mendiamkan beberapa saat. Setelah
itu, Ical melepaskan kontol dari mulut mama. Kesempatan itu dipakai Lela untuk menghirup nafas dan
berbicara.
Ical, kamu tahu ini dosa nak. Kamu masih muda. Ingat nak, ingat mamamu, bukan istrimu. Biarkan
mama pergi sekarang. Biar mama ke dokter biar gak hamil.
Enggak mah. Jika mama mencoba menggagalkan kehamilan mama, Ical akan hukum mama.
Kamu tahu mama takkan aborsi nak, tapi mungkin kita bisa melakukan yang lain pagi pagi setelah
mama minum pil.
Takkan Ical biarkan mama seperti itu. Mama mesti dihukum udah ngomong aneh aneh. Nungging
mah, biar Ical rasakan anus mama.
Jangan nak, mama tak pernah melakukannya.
Kalau mau dilakban lagi, teriak saja mah!
Jangan iket mama lagi. Lepasin tangan mama biar bisa nungging nak.
Ical gak peduli. Mama pasti kabur kalau Ical lepasin iketan mama.
Anak itu mengangkat mama dan membaringkan di kasur hingga wajah mama menempel kasur. Kini
anak itu mencoba mengangkat pantat mama hingga agak naik. Jika tadi sang mama menurut saat acara
isep kontol, kini berbanding terbalik dengan terus menggerakan pantatnya. Pusing karena liat pantat
mama bergoyang goyang, Ical menarik rambut mama keras keras.
Ow... rambut mama...
Makanya diam biar gak botak. Atau mama pingin dipukul, sakitnya terasa terus sampai seminggu lho.
Lela paham, bajingan kecil ini tak bercanda. Berontak atau tidak, dia akan tetap mengentotnya. Lela
mulai menyadari posisi anaknya. Kini Lela berusaha untuk tak memuaskan anaknya dengan cara tak
berteriak, meski hatinya melara lara. Memang begini adanya.
Ical senang pantat mama berhenti bergoyang. Tangannya masih memegang rambut mama, namun
tangan yang satunya lagi dipakai untuk membimbing kontol ke anus mama.
Seretnya anus mama tak seperti memek mama. Kontolnya agak kesulitan untuk menembusnya. Ical
terus berusaha mendorongnya. Sungguh nikmat rasanya dijepit anus mama yang sangat sempit. Ical

takut sempitnya anus bakal membuat kontol cepat keluar. Ical ingin momen ini berlangsung lama. Satu
satunya yang kurang adalah mamanya diam tak berteriak.
Gimana rasanya? Sakit hah? Kayak lonte murahan.
Lela ingin teriak. Ternyata sakitnya seperti kata orang orang. Anaknya benar benar luar dari pada
biasa. Lela pernah membaca di majalah saat wanita pertam kali melakukan anal seks. Lela tak tahu
apakah anusnya berdarah, namun dari sakit yang ditimbulkan membuat Lela yakin telah berdarah.
Namun Lela masih tak mau teriak hanya untuk memuaskan anaknya.
Ical mulai memompa kontol di anus mama. Sepertinya sedikit ada perubahan, anus mama seperti
menyesuaikan. Namun memang sebentar saja sudah membuat Ical merasa hampir keluar.
Biar Ical benihi lagi lonte murahan ini.
Jangan nak. Jangan bajingan...
Ical mencabut kontol dari anus lalu memasukan ke memeknya. Setelah itu Ical menyemprotkan peju di
memek mama hingga habis. Beberapa saat kemudian dicabut kembali kontol dari memek mama.
Ical kembali menarik rambut mama hingga mama terlentang di kasur. Ical diamkan selama beberapa
saat hingga Ical merasa ingin kencing. Ical lantas mengencingi cd mama hingga basah seluruhnya.
Setelah itu, Ical memasukan cd mama yang sudah penuh air kencing ke mulut mama, lalu menutupnya
dengan lakban. Ical posisikan cd dan mama sedemikian rupa agar saat mama muntah tak
membahayakannya sendir. Setelah itu Ical biarkan mama tidur hingga esok.
Bagian III
Satu minggu hampir berlalu namun Ical masih khawatir. Mama masih melakukan perlawanan. Ical
jadikan mama toilet, menamparnya beberapa kali. Memasukan kontol di seluruh liang yang bisa
dimasuki, namun mama masih menangis dan menyuruhnya berhenti agar membiarkan mama sendiri.
Bahkan stok makanan di rumah pun mulai menipis.
Ical mulai merencanakan hal baru. Suatu sore, Ical pergi ke warung lantas membeli sosis mentah,
bukan sosis siap makan. Malamnya Ical lantas pergi ke suatu tempat. Tempat di mana terdapat anjing
peliharaan. Ical memberikan sosis yang langsung dimakan anjing itu. Besarnya tubuh anjing seperti
lebih besar dibanding mama. Diberi dua sosis membuat anjing itu tak menakuti bahkan tak takut
terhadap Ical. Ical juga mendekati dan mengelus anjing itu tanpa takut.
Ical pegang bawah anjing itu, ternyata jantan. Ical kocok kontol anjing itu hingga keluar membasahi
tangannya. Rumah empunya anjing terlihat kosong tiada penghuni. Ical bawa anjing itu ke rumahnya.
Awalnya anjing ragu ikut Ical, namun setelah diberi satu sosis lagi, anjing pun mengikuti.
Lela sedang terikat di ranjang, dengan mulutnya berisi cdnya. Lela tertidur lelah setelah dientot anakny
empat kali. Andai yang ngentot bukan anaknya, Lela akan mengagumi staminanya. Lela dientot hampir
dua atau tiga jam sehari. Bahkan Lela merasa seks yang diberikan anaknya seminggu ini lebih baik dari
yang diberikan suaminya saat masih ada. Andai sisa hidupnya hanya untuk jadi tempat ngentot
anaknya, setidaknya dia sangat menikmatinya.

Ical membangunkan mama yang langsung menjerit saat melihat anjing. Anak itu rupanya serius. Lela
serasa sakit menyadari apa yang akan terjadi namun tak berdaya saat anaknya menyeretnya hingga ke
lantai.
Biar anjing ini tahu isepan mulut mama bisa nikmat.
Lela tak lagi teriak saat cd di mulutnya dilepas.
Jangan nak. Mama lontemu. Mama tukang isep kontol. Itu kan yang mau kamu dengar. Mama mohon
jangan biarkan anjing itu menyentuh mama.
Mama pasti tak mau jadi lontenya anjing. Lucu dengar mama ngomong kayak lonte. Buktiin kalau
mama lonte Ical. Entot anjing ini, abis itu Ical lepasin iketan mama dan Ical biarkan mama punya anak
Ical sebanyak banyaknya.
Jangan nak. Biar mama isep kontol kamu. Mama pake lipstik, spesial buat kamu. Kamu bisa semprot
wajah mama pake peju. Mama mohon jangan biarkan anjing ini.
Jilat tangan Ical.
Iya sayang, mama akan jilat tangan Ical, mama akan isep jari jari Ical. Kamu suka nak? Kamu mau
lontemu isep apa lagi?
Sekarang mama isep kontol anjing itu sehabis mama rasain pejunya dari tangan Ical.
Oeehhkk... ampun nak.
Jangan diludahkan. Mama suka kan. Biar anjing ini keluar di mulut mama. Mama minum pejunya.
Dasar anak bajingan. Mama gakkan melakukannya.
Oh, tentu mama akan melakukannya.
Oee.... jangan pukul mama... Nak...
Ngomong dong lonte.
Iya... iya... mama akan ngentot anjing itu. Mama lontemu.
Ical tau mama akan kabur kalau Ical lepasin iketannya. Makanya Ical bakal poto mama yang lagi
ngentot sama anjing. Biar tersebar kalau ada apa apa. Sekarang berlutut!
Lela tahu dia sudah kalah. Diperkosa anaknya sungguh mengerikan. Dijadikan toilet juga mengerikan.
Namun yang lebih mengerikan dari semua itu dan dibuahi anaknya adalah disuruh ngentot anjing.
Anjing itu senang liat teman baru manusianya memukul manusia lainnya. Apalagi saat tangan manusia
itu membuat kontolnya keluar. Anjing itu ingin kembali merasakannya, namun nalurinya mengatakan
untuk menunggu. Jadi anjing itu mengikuti manusia ke tempatnya. Ternyata di tempatnya sudah ada
manusia lain yang terikat. Anjing itu menunggu dan terkejut saat manusia terikat itu menyentuhnya

hingga menimbulkan kenikmatan.


Ical menjambak rambut mama hingga mama bisa menjilati kontol anjing. Anehnya anjing itu sangat
tenang dalam situasi ini. Apakah anjing ini reinkarnasi manusia, pikir Ical.
Bagus, gimana njing, enakkan mulutnya. Lu bisa keluarin peju lu di mulut lonte ini biar dia minum.
Lu juga bisa ngentot memeknya, kalau ada waktu bahkan bisa anusnya juga. Tapi gw mesti balikin lu
bentar lagi.
Anjing tak mengerti ucapan manusia itu tapi sepertinya dia suka melihat anjing menggerakan
kontolnya. Ini lebih nikmat dibanding sama manusia tadi. Tak seperti saat lidah anjingnya sendiri
menjilati, lidah manusia ternyata lebih nikmat. Anjing akhirnya siap memberi manusia ini sesuatu
untuk ditelan.
Peju panas pun langsung menyembur ke tenggorokan Lela. Lela melepas kontolnya hingga peju itu
mendarat di matanya. Anehnya kontol anjing itu malah makin besar dari sebelum keluar. Lela tak
berkutik karena masih dalam kontrol anaknya.
Anjingnya keluar juga. Gimana, udah minum pejunya gak? Enakkan?
Lela menjawab dengan meludah.
Minum atau Ical pukul lagi. Ical mau foto, pose dengan kontol anjing di mulut mama!
Lela melakukannya dengan ragu ragu sementara anaknya bersiap dengan kamera. Lela masih
mencoba memikirkan untuk mengakhiri penghinaan ini. Setelah foto ini ada, Lela akan terjebak
selamanya. Tangan Lela bisa bergerak sedikit dalam iketan, namun masih belum bisa bebas.
Ical tertawa sambil mengambil foto.
Pastikan kontol anjing itu terlihat masuk mulut mama. Ical mau wajah mama mudah dilihat di foto.
Penuhi wajah mama dengan peju anjing biar orang tau mama udah isep kontol anjing hingga keluar.
Lela merasakan hangatnya air mata membasahi pipi saat dia berpose untuk foto. Kamera terus terusan
mengambil fotonya.
Oke, Ical masukin dulu ke komputer agar foto ini aman. Setelah itu Ical lepas iketan mama biar bisa
ngentot anjing.
Lela tak pernah bebas seminggu ini, namun kali ini rasanya percuma. Lela tak mau fotonya yang
sedang menghisap kontol anjing tersebar di internet. Anaknya menang, sementara ia kalah.
Sekarang nungging, kasih tau anjing itu betapa ramahnya lonte betina ini.
Kamu mau mama mohon? Kamu mau mama nangis saat anjing ini coba hamilin mama? Ayo sini, baui
lonte ini. Lonte ini siap untuk anjing. Perlakukan lonte ini selayaknya.
Melihat manusia betina ini merangkak membuat anjing bangkit. Anjing ini lantas mencengkramkan
kaki depan di punggung manusia betina ini, sementara kontolnya berusaha dimasukan ke liang manusia

ini.
Lela menjerit saat kontol anjing mulai memasuki memeknya. Lela juga merasakan cakar anjing di
pinggang dan kaki saat anjing itu mulai memompa. Anaknya menyuruh lela diam, lalu anaknya mulai
bertingkah.
Ini kali pertama lela diserang secara ganda. Kontol anjing mengentot memeknya sementara kontol
anaknya mengentot mulutnya. Anjing itu akhirnya memuncratkan peju di memeknya. Anaknya terlihat
senang melihat peju anjing menetes dari memeknya.
Anaknya memfoto saat anjing itu masih menancapkan kontol di memeknya. Bahkan anaknya
menyuruhnya tersenyum. Setelah beberapa saat, akhirnya anjing melepas kontol dari memeknya dan
turun dari punggungnya. Anaknya bahkan menyuruhnya membersihkan kontol anjing.
Ical senang mama akhirnya tunduk juga. Ical memutuskan untuk mengetesnya kali terakhir.
Buat anjing ini kencing ke mulut mama, biar dia tahu mama milik anjing ini.
Gimana caranya nak?
Ical kencing dulu biar dilihatnya. Jadi anjing ini tahu mulut lonte ini tempat kencing. Saat anjing ini
kencing Ical akan foto. Jika mama nurut, Ical lepas iketan mama seterusnya lalu kita bisa belanja esok
hari.
Oke sayang, kencingi mulut mama.
Ical berdiri dekat mama lalu kencing ke mulut mama. Anjing lalu bangkit memperhatikan. Anjing itu
selesai ngentot lonte. Lonte ini milik anjing. Anjing ini membuat wajah lonte basah. Manusia ini
sekarang milik anjing.
Ical memberi sisa sosis ke anjing sebagai hadiahnya. Setelah itu anjing dikembalikan. Lela protes saat
anaknya mengikatnya sebelum pergi, namun tak berontak. Iketan itu akhirnya lepas saat Lela dibiarkan
tidur.
Akhirnya Ical memiliki mamanya seutuhnya.