Anda di halaman 1dari 2

Syok anafilaktik

SOP

DHARMOTAMMA SATYA

PRAJA

No Dokumen

:SK......

No Revisi

Tanggal
Terbit

:...FEBRUARI 2016

Halaman

:1
drg.DJUWINARTI

PUSKESMAS
AMBARAWA

NIP. 196008251989032002

1. Pengertian

: Syok anafilaktik adalah kumpulan gejala yang segera timbul setelah


terpajan oleh allergen.

2. Tujuan

: Sebagai acuan penerapan langkah-langkah bagi petugas di Poli Umum dan


unit lain yang terkait dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat
sehingga dapat meningkat kualitas hidup pelanggan.

3. Kebijakan
4. Referensi

: Keputusan Kepala Puskesmas Ambarawa No........ tentang


Pelayanana Klinik & Evaluasi
: Buku pedoman pengobatan dasar puskesmas, Departemen
Kesehatan 2007

5. Prosedur

1. Petugas memberi salam


2. Petugas mengidentifikasi pasien.
3. Petugas menanyakan tanda dan gejala yang dirasakan pelanggan,
a. Riwayat terpajan allergen
Antigen seperti protein (serum, hormon, enzim, bisa serangga, makanan,
antibiotik, obat anestesi lokal, analgesik, thiamin, kombinasi vitamin
neurotropik, aspirin, morfin)
4. Petugas melakukan pemeriksaan fisik, bisa didapatkan
a.
b.
c.
d.

Gelisah sampai tak sadar ; Denyut nadi yang meningkat


Akral dingin, keringat dingin berlebihan
Bibir dan kuku jari kebiruan , Pernafasan cepat dan dangkal
Tekanan darah sistolik menurun (hipotensi) , mual dan muntah

5. Petugasmencatat di rekam medis pelanggan


6. Petugas membaringkan penderita dengan kaki lebih tinggi dari kepala
7. Petugas memasang alat pengukur tekanan darah untuk pemantauan
8. Petugas memberikan Injeksi epinefrin 0,3-0,5 ml im/sc atau 0,1-0,2 ml iv.

Dapat diulang tiap 5-10 menit bila frekuensi denyut jantung belum
mencapai 90x/menit atau bila TD sistolik belum mencapai 90 mmHg.
9. Petugas membebaskan jalan nafas ( Airway )
10. Petugas memberikan O2 3 4 Lt/ mnt ( Breathing )
11. Petugas memantau Circulation : kembalikan fungsi jantung dan peredaran
darah
a. Petugas mengobservasi nadi, RR, TD, perfusi jaringan
Bila tidak ada perbaikan :
- infus NaCl secara cepat
- injeksi aminofilin 5 mg/kgBB perlahan dlm waktu 5 10 menit dan
dilanjutkan dengan maintenance 0,5 0,9 mg /kgBB /jam
(drip
dalam NaCl 0,9%)
- injeksi difenhidramin 10-20 mg iv/im
- injeksi dexamethason 1 ampul iv
Observasi 1-2 jam
- Ada perbaikan (pasien mampu duduk, berdiri dan berjalan), pasien
dipulangkan
12. Petugas segera merujuk bila tidak ada perbaikan ke RS