Anda di halaman 1dari 52
PERUBAHAN PARADIGMA AKREDITASI VERSI 2012 BERBASIS PMKP DAN CLINICAL PATHWAY Dr. dr. Sutoto, M.Kes
PERUBAHAN PARADIGMA
AKREDITASI VERSI 2012
BERBASIS PMKP DAN CLINICAL
PATHWAY
Dr. dr. Sutoto, M.Kes
DR. dr. SUTOTO, M.Kes Ketua Komisi Akreditasi Rumah Sakit
DR. dr. SUTOTO, M.Kes
DR. dr. SUTOTO, M.Kes

Ketua Komisi Akreditasi Rumah Sakit

DR. dr. SUTOTO, M.Kes Ketua Komisi Akreditasi Rumah Sakit
Fakultas Kedokteran Univ Diponegoro (S1) Magister Manajemen RS Univ. Gajahmada (S2) Manajemen Pendidikan Univ Negeri

Fakultas Kedokteran

Univ Diponegoro (S1)

Magister Manajemen RS Univ. Gajahmada (S2)

Manajemen Pendidikan Univ Negeri Jakarta (S3) (Cumlaude)

 Ketua KARS tahun 2014-2018  Ketua umum PERSI ( tahun 2009-2012 & tahun 2012-2015)

Ketua KARS tahun

2014-2018

Ketua umum PERSI ( tahun 2009-2012 &

tahun 2012-2015)

Ketua umum PERSI ( tahun 2009-2012 & tahun 2012-2015)  Dewan Pembina MKEK IDI Pusat 

Dewan Pembina MKEK IDI Pusat

Dewan Pembina AIPNI (Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia)

Anggota Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit Kementerian Kesehatan R.I

Dewan Penyantun RS Mata Cicendo, Pusat Mata

Nasional

 Sesditjen Binyanmed / Plt Dirjen BinYanmed Kemkes R.I. ( Feb- Juli 2010)  Surveyor

Sesditjen Binyanmed / Plt Dirjen BinYanmed

Kemkes R.I. ( Feb- Juli 2010)

Surveyor Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS):

Direktur Utama RS Kanker Dharmais Jakarta

2005-2010

Direktur Utama RSUP Fatmawati Jakarta 2001 2005

Direktur RSUD Banyumas Jawa Tengah 1992-2001

2005-2010  Direktur Utama RSUP Fatmawati Jakarta 2001 – 2005  Direktur RSUD Banyumas Jawa Tengah
 Ketua :IRSPI (Ikatan RS Pendidikan Ind) Th 2005-2008  Ketua :ARSPI (Asosiasi RS Pendidikan
 Ketua :IRSPI (Ikatan RS Pendidikan Ind) Th 2005-2008  Ketua :ARSPI (Asosiasi RS Pendidikan

Ketua :IRSPI (Ikatan RS

Pendidikan Ind) Th

2005-2008

Ketua :ARSPI (Asosiasi

RS Pendidikan Indo-

2005-2008  Ketua :ARSPI (Asosiasi RS Pendidikan Indo- nesia) (2008-2010)  Ketua IRSJAM (Ikatan RS Jakarta

nesia) (2008-2010)

Ketua IRSJAM (Ikatan RS Jakarta Metropolitan)

2008-2010

(2008-2010)  Ketua IRSJAM (Ikatan RS Jakarta Metropolitan) 2008-2010 Email : sutotocokro@gmail.com HP : 081381134839

Email : sutotocokro@gmail.com HP : 081381134839

Akreditasi Dalam UU no 44 tentang RS

PASAL 40

1) Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit wajib dilakukan

akreditasi secara berkala minimal 3 (tiga) tahun sekali

2) Akreditasi Rumah Sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh suatu lembaga independen baik dari dalam

maupun dari luar negeri berdasarkan

standar akreditasi yang berlaku.

Sumber Acuan Akreditasi RS Baru
Sumber Acuan Akreditasi RS Baru
1. International Principles for Healthcare Standards, A Framework of requirement for standards, 3rd Edition December
1.
International Principles for Healthcare
Standards,
A Framework of requirement for standards,
3rd Edition December 2007, International
Society for Quality in Health Care / ISQua
2.
Joint Commission International Accreditation
Standards for Hospitals 4 rd Edition, 2011
3.
Instrumen Akreditasi Rumah Sakit, edisi
2007, Komisi Akreditasi Rumah Sakit / KARS
4.
Standar-standar spesifik lainnya.
KOMISI AKREDITASI RUMAH SAKIT
KOMISI AKREDITASI
RUMAH SAKIT
KOMISI AKREDITASI RUMAH SAKIT KARS MEMPEROLEH AKREDITASI ISQUA
KOMISI AKREDITASI RUMAH SAKIT KARS MEMPEROLEH AKREDITASI ISQUA

KARS

MEMPEROLEH AKREDITASI ISQUA

SATU-SATU NYA BADAN AKREDITASI YANG MENGAKREDITASI BADAN AKREDITASI PELAYANAN KESEHATAN DI SELURUH DUNIA SEBAGAI

SATU-SATU NYA BADAN AKREDITASI YANG MENGAKREDITASI BADAN AKREDITASI PELAYANAN KESEHATAN DI SELURUH DUNIA SEBAGAI

INTERNATIONAL ACCREDITATION BODY

BEBERAPA BADAN AKREDITASI DUNIA YANG

BEBERAPA BADAN AKREDITASI DUNIA YANG TELAH MEMPEROLEH PENGAKUAN DARI ISQua

TELAH MEMPEROLEH PENGAKUAN DARI ISQua

BEBERAPA BADAN AKREDITASI DUNIA YANG TELAH MEMPEROLEH PENGAKUAN DARI ISQua
BEBERAPA BADAN AKREDITASI DUNIA YANG TELAH MEMPEROLEH PENGAKUAN DARI ISQua
DAN KINI SAATNYA …………………………………………. INDONESIA MAJU KE PANGGUNG INTERNASIONAL

DAN KINI SAATNYA ………………………………………….

INDONESIA

MAJU KE PANGGUNG INTERNASIONAL

KOMISI AKREDITASI RUMAH SAKIT SEBAGAI BADAN AKREDITASI RUMAH SAKIT INTERNASIONAL

KOMISI AKREDITASI RUMAH SAKIT SEBAGAI BADAN AKREDITASI RUMAH SAKIT

INTERNASIONAL

HASIL PENILAIAN SURVEI AKREDITASI REGULER

15 BAB

12 BAB 8 BAB 4 BAB
12 BAB
8 BAB
4 BAB

HASIL PENILAIAN SURVEI AKREDITASI

PERDANA
PERDANA

3 TH

HASIL PENILAIAN SURVEI AKREDITASI PERDANA 3 TH 15 BAB 12 BAB 8 BAB 4 BAB

15 BAB

12 BAB 8 BAB 4 BAB
12 BAB
8 BAB
4 BAB

HASIL PENILAIAN SURVEI AKREDITASI

PERDANA
PERDANA

3 TH

HASIL PENILAIAN SURVEI AKREDITASI PERDANA 3 TH 15 BAB 12 BAB 8 BAB 4 BAB INTERNATIONAL

15 BAB

12 BAB 8 BAB 4 BAB
12 BAB
8 BAB
4 BAB
HASIL PENILAIAN SURVEI AKREDITASI PERDANA 3 TH 15 BAB 12 BAB 8 BAB 4 BAB INTERNATIONAL
INTERNATIONAL ACCREDITATION BY KARS
INTERNATIONAL
ACCREDITATION
BY KARS
Standar Akreditasi RS yang Baru II III I I V
Standar Akreditasi RS yang Baru
II
III
I
I V

Kelompok

Standar Pelayanan Berfokus pada Pasien

Standar: 161 Elemen: 436

Kelompok

Sasaran Keselamatan Pasien RS

Sasaran

Standar

Milenium

Manajemen

Develop-

RS

 

mental Goal

Standar: 153 Elemen: 569

Standar: 6

Standar: 3

Elemen: 24

Elemen: 19

TOTAL STANDAR : 323 ELEMEN PENILAIAN : 1043

Standar Akreditasi RS yang Baru
Standar Akreditasi RS yang Baru

I.

Kelompok Standar Pelayanan Berfokus pada Pasien

Bab 1. Akses ke Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK) Bab 2. Hak Pasien dan Keluarga (HPK) Bab 3. Asesmen Pasien (AP) Bab 4. Pelayanan Pasien (PP) Bab 5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)

Bab 6. Manajemen dan Penggunaan Obat (MPO)

Bab 7. Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK)

II.

Kelompok Standar Manajemen Rumah Sakit

Bab 1. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

(PMKP)

Bab 2. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Bab 3. Tata Kelola, Kepemimpinan, dan Pengarahan (TKP) Bab 4. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)

Bab 5. Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS)

Bab 6. Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)

Standar Akreditasi RS yang Baru
Standar Akreditasi RS yang Baru

III. Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit

Sasaran I Sasaran II Sasaran III

: Ketepatan identifikasi pasien : Peningkatan komunikasi yang efektif

: Peningkatan keamanan obat yang perlu

diwaspadai (high-alert)

Sasaran lV

: Kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat-

pasien operasi

Sasaran V kesehatan Sasaran VI

: Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan

: Pengurangan risiko pasien jatuh

IV. Sasaran Milenium Development Goals

Sasaran I : Penurunan Angka Kematian Bayi dan Peningkatan Kesehatan Ibu Sasaran II : Penurunan Angka Kesakitan HIV/AIDS Sasaran III : Penurunan Angka Kesakitan TB

Perubahan Cara dan Proses Survei

METODE TELUSUR

Metode evaluasi untuk menelusuri

sistem pelayanan RS secara efektif dengan

mencari bukti-bukti implementasi mutu pelayanan dan keselamatan pada pelayanan pasien yang

dirawat di rumah sakit

METODE TELUSUR

1. Telusur individual/Pasien

2. Telusur sistem

penggunaan data

manajemen obat

pencegahan pengendalian infeksi

3. Telusur lingkungan : menilai kepatuhan melaksanakan standar manajemen lingkungan,

manajemen kedaruratan

4. Telusur program spesifik

1. fokus pada masalah atau topik spesifik,

terkait keselamatan

AKREDITASI MEMINTA

BUKTI PENERAPAN STANDAR

AKREDITASI MEMINTA BUKTI PENERAPAN STANDAR
AKREDITASI MEMINTA BUKTI PENERAPAN STANDAR

Standar KPS 8.1.

Staf rumah sakit yang memberikan asuhan pasien

dan staf lain yang diidentifikasi oleh rumah sakit dilatih dan dapat mendemontrasikan kemampuan dalam teknik resusitasi.

1. Bukti pelaksanaan pelatihan BHD/cardiac life support dan staf diminta mendemokan 2. Sertifikat pelatihan cardiac
1.
Bukti pelaksanaan pelatihan BHD/cardiac life
support dan staf diminta mendemokan
2.
Sertifikat pelatihan cardiac life support/RJP
3.
Refreshing tiap dua tahun

KARS

HEART ATTACK
HEART ATTACK

Standar KPS 8.1.

Staf rumah sakit yang memberikan asuhan pasien dan staf lain yang diidentifikasi oleh rumah sakit dilatih dan dapat mendemontrasikan kemampuan dalam teknik

resusitasi.

1. Bukti pelaksanaan pelatihan BANTUAN HIDUP DASAR dan staf diminta mendemokan

RESUSITASI JANTUNG PARU

2. Sertifikat pelatihan BHD

3. Refreshing tiap dua tahun

KARS

Pengelolaan Rumah Sakit dlm Perspektif Standar Akreditasi v.2012

PASIEN

Quality & Safety
Quality & Safety
Sistem Pelayanan Klinis Asuhan Pasien / Patient Care Sistem Manajemen
Sistem Pelayanan
Klinis
Asuhan Pasien / Patient Care
Sistem
Manajemen
Klinis Asuhan Pasien / Patient Care Sistem Manajemen  Std Yan Fokus Pasien APK, HPK, AP,

Std Yan

Fokus Pasien

APK, HPK,

AP, PP,

PAB, MPO

PPK

 Standar Manajemen
 Standar
Manajemen

PMKP, PPI, TKP, MFK, KPS, MKI Sasaran KP

Sasaran

MDG’s

TKP, MFK, KPS, MKI  Sasaran KP  Sasaran MDG’s UU 44/2009 ttg RS, Peraturan Per

UU 44/2009 ttg

RS, Peraturan Per UU an lainnya

MDG’s UU 44/2009 ttg RS, Peraturan Per UU an lainnya  • Regulasi : Kebijakan •
 •
Regulasi :
Regulasi :

Kebijakan

Pedoman,

Panduan

SPO

Program

 •
Indikator :
Indikator :

Ind. Area

Klinis

Ind Klinis

Ind SKP

Ind Upaya Manajemen

 Dokumen Implementasi
 Dokumen
Implementasi

PERUBAHAN PARADIGMA

PELAYANAN MEDIS PADA

STANDAR AKREDITASI BARU

TUJUAN UTAMA YAN MEDIS: PENINGKATAN 1. MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN KEPATUHAN TERHADAP SPO 2. KESELAMATAN
TUJUAN UTAMA YAN MEDIS: PENINGKATAN
1.
MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN
KEPATUHAN TERHADAP SPO
2.
KESELAMATAN PASIEN HARUS DIUTAMAKAN
3.
KESINAMBUNGAN PELAYANAN
4.
PELAYANAN BERFOKUS PADA PASIEN
5.
PERBAIKAN TERUS MENERUS 
6.
PEMBELAJARAN TERUS MENERUS 
PENILAIAN KINERJA UNTUK PEMBELAJARAN
BAB 1 PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP) 23 Standar , 88 Elemen Penilaian

BAB 1

PENINGKATAN MUTU DAN

KESELAMATAN PASIEN (PMKP)

23 Standar , 88 Elemen Penilaian

UU PRAKTIK KEDOKTERAN Pasal 44

(1) Dokter atau dokter gigi dalam

menyelenggarakan praktik kedokteran wajib mengikuti standar pelayanan kedokteran

atau kedokteran gigi.

(2) Standar pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibedakan menurut jenis dan

strata sarana pelayanan kesehatan.

(3) Standar pelayanan untuk dokter atau dokter gigi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan Menteri.

UU PK Pasal 51

Dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan

praktik kedokteran mempunyai kewajiban :

a. memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan standar

prosedur operasional serta kebutuhan

medis pasien;

b. merujuk pasien ke dokter atau dokter gigi lain yang mempunyai keahlian dan

kemampuan yang lebih baik, apabila tidak

mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan;

BENTUK SPO:

Panduan praktik klinis (Clinical Practice Guideline)

dapat dilengkapi dengan :

1. Alur klinis (Clinical Pathways)

2. Algoritme

3.

Prosedur

4.

Protokol

5.

Standing Orders

PNPK

NASIONAL

3. Prosedur 4. Protokol 5. Standing Orders PNPK NASIONAL SPO  PPK RUMAH SAKIT CLINICAL PATHWAY

SPO PPK

RUMAH SAKIT

3. Prosedur 4. Protokol 5. Standing Orders PNPK NASIONAL SPO  PPK RUMAH SAKIT CLINICAL PATHWAY

CLINICAL PATHWAY

FOKUS AREA PMKP

1. Kepemimpinan dan Perencanaan 2. Rancangan proses klinik dan manajemen 3. Pemilihan indikator dan pengumpulan
1.
Kepemimpinan dan Perencanaan
2.
Rancangan proses klinik dan manajemen
3.
Pemilihan indikator dan pengumpulan data
4.
Validasi dan analisis dari indikator penilaian
5.
Mencapai dan mempertahankan
peningkatan

RANCANGAN PROSES KLINIK DAN MANAJEMEN

2 Standar, 8 EP

RANCANGAN PROSES KLINIK DAN MANAJEMEN 2 Standar, 8 EP Standar PMKP.2. Rumah sakit membuat rancangan baru

Standar PMKP.2.

Rumah sakit membuat rancangan baru dan melakukan modifikasi dari sistem dan proses sesuai prinsip peningkatan mutu.

Standar PMKP.2.1.

Panduan praktek klinik dan clinical pathway dan atau protokol klinis digunakan untuk pedoman dalam memberikan asuhan klinik

RANCANGAN PROSES KLINIS & MANAJERIAL
RANCANGAN PROSES KLINIS &
MANAJERIAL
RANCANGAN PROSES KLINIS & MANAJERIAL Rancangan proses klinis yang baik adalah : a.konsisten dengan misi dan

Rancangan proses klinis yang baik adalah :

a.konsisten dengan misi dan rencana rumah sakit;

b.memenuhi kebutuhan pasien, keluarga, staf dan lainnya; c. menggunakan pedoman praktek terkini, standar yan klinis,

kepustakaan ilmiah & berbagai informasi berbasis bukti yg relevan

dlm hal rancangan praktek klinis;

d.sesuai dengan praktek business yang sehat;

e. mempertimbangkan

informasi

dari

manajemen

relevan;

risiko

yang

f.dibangun pengetahuan dan keterampilan yang ada di rumah sakit;

g.dibangun praktek klinis yang baik/lebih baik/sangat baik dari RS

lain;

h.menggunakan informasi dari kegiatan peningkatan terkait; i.mengintegrasikan dan menggabungkan berbagai proses dengan

Elemen Penilaian PMKP.2.1. • 1. Setiap tahun pimpinan menentukan paling sedikit lima area prioritas dengan

Elemen Penilaian PMKP.2.1.

1.

Setiap tahun pimpinan menentukan paling sedikit lima

area prioritas dengan fokus penggunaan pedoman praktik

klinis, clinical pathways dan/atau protokol klinis

clinical

2.

RS

dlm

melaksanakan

pedoman

praktik

klinis,

pathways dan/atau protokol klinis melaksanakan proses a) sp

h) dalam Maksud dan Tujuan

3.

atau protokol klinis di setiap area prioritas yang ditetapkan 4. Pimpinan klinis dapat menunjukkan bagaimana penggunaan pedoman klinis, clinical pathways dan atau protokol klinis telah mengurangi adanya variasi dari proses dan hasil (outcomes)

RS melaksanakan pedoman klinis dan clinical pathways

• Alur asuhan klinis (clinical care pathways) adalah alat yg bermanfaat dlm upaya ini utk

Alur asuhan klinis (clinical care pathways) adalah alat yg bermanfaat dlm upaya

ini utk memastikan adanya integrasi & koordinasi yg efektif dr yan dng mengunakan secara efisien SD yg tersedia secara efisien. Pedoman praktek klinis, alur asuhan klinis & protokol klinis adalah relevan dgn populasi dari pasien RS

a.dipilih dari yg dianggap cocok dgn yan & pasien RS (bila ada, pedoman

nasional yang wajib dimasukkan dalam proses ini); b.dievaluasi berdasarkan relevansinya untuk mengidentifikasi populasi pasien

c.jika perlu disesuaikan dgn teknologi, obat-obatan, & sumber daya lain di RS

atau dengan norma profesional yang diterima secara nasional

d.dinilai untuk bukti ilmiah mereka; e.diakui secara resmi atau digunakan oleh rumah sakit; f.diterapkan dan di monitor agar digunakan secara konsisten dan efektif; g.didukung oleh staf terlatih melaksanakan pedoman atau pathways; h.diperbaharui secara berkala berdasarkan perub. dlm bukti & hasil evaluasi dari proses dan hasil (outcomes)

Standar PMKP.2.

RS membuat rancangan baru dan melakukan modifikasi dari sistem dan

proses sesuai prinsip peningkatan mutu.

Elemen Penilaian PMKP.2. 1. Prinsip peningkatan mutu dan alat ukur dari program diterapkan pada rancangan proses baru atau yang dimodifikasi 2. Elemen dalam Maksud dan Tujuan dari huruf a s/d i digunakan apabila relevan dengan proses yang dirancang atau yang dimodifikasi

3. Dipilih indikator untuk mengevaluasi apakah pelaksanaan rancangan

proses baru atau rancangan ulang proses telah berjalan baik. 4. Data sebagai indikator digunakan utk mengukur proses yang sedang berjalan

• Pedoman mutu & KP  bisa sendiri-2 (pedoman mutu & panduan KP), bisa dijadikan

Pedoman mutu & KP bisa sendiri-2 (pedoman mutu & panduan KP), bisa dijadikan satu (Pedoman PMKP)

Contoh Sistematika pedoman peningkatan mutu :

1.

Pendahuluan

2.

Latar belakang

3.

Tujuan

4.

Pengertian

5.

Kebijakan* PMKP 1, 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 1.5

6.

Pengorganisasian

7.

Kegiatan lihat program PMKP

8.

Metode buat design mutu nya.

9.

Pencatatan dan Pelaporan

10.

Monitoring dan Evalu

• Peningkatan mutu pelayanan jantung  pemilihan lihat juga PMKP 1.2  penetapan prioritas •
• Peningkatan mutu pelayanan jantung  pemilihan lihat juga PMKP 1.2  penetapan prioritas •

Peningkatan mutu pelayanan jantung pemilihan lihat juga PMKP 1.2 penetapan prioritas

Design mutu nya

- Pemilihan area yang ingin di perbaiki misalnya pelayanan AMI pemilihan lihat a. s/d i. Di maksud & tujuan

- Susun PPK dan CP untuk AMI

- Tetapkan indikator klinik untuk evaluasi, AMI lihat di International

Library Measure , bila yg dipilih tidak tercantum dalam International

Library Measure , maka RS agar menetapkan sendiri Indikator klinik nya.

- Lakukan pengumpulan data dan monitoring capaiannya.

Standar PMKP.2.1. Pedoman praktek klinis dan clinical pathway dan atau protokol klinis digunakan sebagai pedoman

Standar PMKP.2.1.

Pedoman praktek klinis dan clinical pathway dan atau protokol klinis digunakan sebagai pedoman dalam memberikan asuhan klinis

Elemen Penilaian PMKP.2.1.

1.

Setiap tahun TENTUKAN MINIMAL 5 (LIMA) area prioritas dengan fokus penggunaan PPK,CP dan/atau PROTOCOL KLINIS

2.

Pelaksanakan PPK,CP dan/atau PROTOCOL KLINIS SESUAI a) sp h) dalam Maksud dan Tujuan

3.

Bukti Pelaksanakan PPK,CP dan/atau PROTOCOL KLINIS di setiap area

prioritas yang ditetapkan 4. Pimpinan klinis dapat menunjukkan bukti penggunaan Pelaksanakan

PPK,CP dan/atau PROTOCOL KLINIS telah mengurangi adanya variasi

dari proses dan hasil (outcomes)

Prioritas PPK & CP Proses penyusunan PPK - CP Implementas i PPK - CP
Prioritas PPK
& CP
Proses
penyusunan
PPK - CP
Implementas
i PPK - CP
Prioritas PPK & CP Proses penyusunan PPK - CP Implementas i PPK - CP Evaluasi variasi
Evaluasi variasi yan
Evaluasi
variasi yan
Standarisa si proses asuhan klinis Mutu asuhan klinis meningkat
Standarisa
si proses
asuhan
klinis
Mutu
asuhan
klinis
meningkat
IJAZAH STR ASLI DOKTER PRAKTIK S.I.P DI RS RKK SPK
IJAZAH
STR
ASLI
DOKTER
PRAKTIK
S.I.P
DI RS
RKK
SPK

PERSYARATAN ADMINISTRATIF SEORANG DOKTER DALAM BERPRAKTIK

MENENTUKAN KEANGGOTAAN STAF MEDIS

Standar KPS 9 Rumah sakit memiliki proses kredensialing

1.

Izin berdasarkan peraturan perundangan

2.

Proses kredensial

3.

Verifikasi dengan sumber aslinya sebelum individu

tersebut memulai

memberikan pelayanan kepada pasien.

3.

Kredensial terkini dan

terupdate

individu tersebut memulai memberikan pelayanan kepada pasien. 3. Kredensial terkini dan terupdate 49

PASTIKAN !!!!

1. Tidak Ada STR dan SIP, SPK dan RKK yang

kadaluwarsa.

2. Tidak ada satupun staf medis yang

memberikan

pelayanan

kepada

pasien

yang tidak memiliki STR,SIP,SPK dan RKK

termasuk PPDS

3. Semua unit harus tersedia SPK dan RKK

dlm bentuk soft copy untuk masing

masing dr

Sutoto. KARS

50

TUJUAN YAN

MEDIS :

KESEMBUHA

N

TERHINDAR

DARI

KEMATIAN

DAN

KECACATAN

MENGENDA

LIKAN ATAU MEMINIMAL KAN RISIKO BAIK KLINIS MAUPUN

NON KLINIS

PELAYANAN HARUS AMAN,

EFEKTIF EFISIEN

STAF KLINIS

DLM

BEKERJA

HARUS

SESUAI

DENGAN

KOMPETENSI

DAN

KEWENANGA

NNYA

DIPERLUKAN

PERUBAHAN

PARADIGMA YAN MEDIS

terimakasih