Anda di halaman 1dari 1

RANGKUMAN

PRINCIPLES OF MINERAL DRESSING

1.

Fenomena Permukaan
Pemisahan mineral dengan teknik flotasi buih tergantung pada perbedaan dalam

kemampuan membasahi suatu partikel, partikel tersebut akan melayang diangkat dengan
gelembung udara. Beberapa mineral, seperti sulfur, secara alami hidrofobik, sehingga
mereka dapat melayang langsung, akan tetapi kebanyakan minreal yang hidrofilik dan
harus dibuat hidrofobik dengan menambahkan operator aktif permukaan zat kimia yang
disebut kolektor. Bahan kimia selektif mantel atau meyerap pada mineral yang
diinginkan, biasanya dibantu oleh salah satu dari sejumlah reagen tambahan. Sebagian
besar reagen tambahan membantu flotasi dengan menyerap secara selektif dari partikel
dengan pengompleksan kandungan kimia yang banyak akan menggangu adsorpsi
kolektor mineral. Dalam keadaan basah partikel mineral dan perubahan keterbasahan
disebabkan oleh adsorpsi biasanya dinyatakan dalam sudut kontak, diidentifikasikan
sebagai sudut. Secara umum flotation melibatkan 3 fase yaitu cair (sebagai media), padat
(partikel yang terkandung dalam cairan) dan gas (gelembung udara). Flotasi merupakan
suatu cara konsentrasi kimia fisika untuk memisahkan mineral berharga dari yang tidak
berharga, dengan mendasarkan atas sifat permukaan mineral yaitu senang tidaknya
terhadap udara. Flotasi dilakukan dalam media air sehingga terdapat tiga fase, yaitu :
a. Fase Padat
b. Fase Cair
c. Fase Gas
Flotability adalah sifat kimia darimineral yaitu kekuatan mengapung mineral
yang tergantung pada senang tidaknya terhadap udara. Terdapat dua macam jenis mineral,
yaitu :
1. Polar, senang pada air (hydrofillic/aerophobic)
2. Non polar, senang pada udara (hydrophobic/aerofillic)
Dengan mendasarkan sifat mineral tersebut maka mineral yang satu dengan lainnya dapat
dipisahkan dengan gelembung udara.