Anda di halaman 1dari 2

Delapan Orang Meninggal Dunia di Gianyar,

Warga Gelar Caru Balik Sumpah Lebur


Demam Berdarah
http://bali.tribunnews.com/2016/05/20/delapan-orang-meninggal-dunia-di-gianyar-wargagelar-caru-balik-sumpah-lebur-demam-berdarah?page=2

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR- Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Caru Balik


Sumpah Gering di Pura Kayangan Jagat Bukit Dharma Durga Kutri, Desa Pakraman Kutri,
Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Jumat (20/5/2016).
Ritual ini bertujuan untuk menetralisir energi negatif yang telah mengkontaminasi vibrasi
semesta khususnya di Gianyar.
Caru dipuput oleh dua sulinggih yaitu Ida Pedanda Wayahan Bun dari Griya Sanur, Desa Pejeng,
Tampaksiring dan Ida Pedanda Gede Jelantik Giri dari Griya Budha Gunung Sari, Banjar
Ambengan, Desa Peliatan Ubud.
Ritual dimulai pukul 12.00 Wita sampai 14.00 Wita.
"Caru Balik Sumpah Gering sumbernya dari Lontar Widdi Tattwa. Ritual ini bertujuan
mengembalikan asal gering (penyakit) yang mewabah. Situasi seperti sekarang mesti ditangani
secara sekala dan niskala. Dumogi tetuek karya ini berhasil sesuai harapan," tutur Ida Pedanda
Wayahan Bun.
Gering yang dimaksud adalah wabah demam berdarah yang merebak di wewidangan jagad
Gianyar sampai menyandang status KLB.
Berdasarkan data yang dilansir Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, sedari awal tahun
2016 sampai menjelang akhir bulan April 2016, tercatat telah terjadi 1.778 kasus DBD.
Delapan pasien dinyatakan meninggal dunia.
Jika dibandingkan dengan tahun 2015 lalu, secara keseluruhan telah terjadi 2.057 kasus.
Saat itu enam orang meninggal dunia.

Angka tersebut disinyalir akan bertambah mengingat wabah masih terus berlanjut.
Ida Pedanda berharap, ritual ini mampu menormalkan energi semesta sehingga wabah demam
berdarah bisa dihentikan.
Sejumlah desa di Gianyar sebelumnya sudah menggelar caru balik sumpah.
Atas berkah Tuhan, wabah tersebut berhenti.
Setelah selesai, para jero bendesa yang hadir diberikan tirta untuk dipercikkan di masing-masing
wewidangan desa pakraman.
"Tirta diberikan kepada seluruh jero bendesa. Semoga menjadi penetralisir energi negatif karena
upaya sekala tidak lengkap tanpa upaya niskala," ucapnya.
Ritual dihaturkan ke hadapan Dewi Durga yang berstana di Pura Kayangan Jagat Bukit Dharma
Durga Kutri.
Dalam catatan sejarah, pura ini zaman dahulu merupakan Kerajaan Udayana.
Sementara itu, Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengungkapkan, Pemkab sudah
melakukan berbagai upaya mengatasi wabah demam berdarah.
Namun hal itu belum berhasil, lewat jalan niskala ini ia berharap gering yang menimpa Gianyar
berakhir secepatnya.(*)