P. 1
07f. LKPD Kota Tangerang 2007

07f. LKPD Kota Tangerang 2007

|Views: 2,179|Likes:
Dipublikasikan oleh t-mania

More info:

Published by: t-mania on Nov 14, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2013

pdf

text

original

BUKU I

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA TANGERANG TAHUN ANGGARAN 2007

DI TANGERANG

AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI JAKARTA

Nomor Tanggal

: :

29/LHP/XVIII.JKT-XVIII.JKT.6/05/2008 30 Mei 2008

JKT-XVIII.JKT.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA TANGERANG TAHUN ANGGARAN 2007 DI TANGERANG AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI JAKARTA Nomor Tanggal : : 29/LHP/XVIII.6/05/2008 30 Mei 2008 .

....................................................... 2............. LAPORAN REALISASI ANGGARAN NERACA LAPORAN ARUS KAS CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 3 ii 1 GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN ..................... 3................................. LAPORAN KEUANGAN POKOK 1............ .....................BUKU I LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA TANGERANG TAHUN ANGGARAN 2007 HALAMAN DAFTAR ISI .. 4................. LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN.........................

BPK RI melaksanakan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Suatu pemeriksaan meliputi penilaian. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kota Tangerang per 31 Desember 2007. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Kepada Para Pengguna Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang Tahun Anggaran (TA) 2007 Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung jawab Keuangan Negara dan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. atas dasar pengujian. Laporan Realisasi Anggaran. Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan. BPK RI yakin bahwa pemeriksaan BPK RI memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Pemeriksaan juga meliputi penilaian atas Standar Akuntansi Pemerintahan yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh Pemerintah Kota Tangerang. Perwakilan BPK RI di Jakarta 1 . Standar tersebut mengharuskan BPK RI merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan agar BPK RI memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Laporan Arus Kas. dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Laporan keuangan adalah tanggung jawab Pemerintah Kota Tangerang.

.

LAPORAN KEUANGAN POKOK .

.

.

45) 46.1.00 25.906.819.141.504.00 616.00 128.922.695.2.523.1.120.035.986.155.130.00 1.201.396.191.389.000.3 3.2 1.32% (105.304.445.000.2 1.166.00 194.662.1 1.144.883.3 1.000.1 1.642.959.00 - NO URAIAN Ref % 1 1.1.600.2.811.427.156.075.443.4 2.48% 101.00 233.00 756.120.674.971.78% 80.230.82 1.882.1 2.1 101.55 618.000.246.080.57 4.471.1.2 2.878.200.1 2.1.91 64.00 6.00 106.00 7.00 343.622.447.1.191.1.05% REALISASI 2006 (Audited) 757.4 3.000.045.538.1 1.95 92.5 2.2.201.609.4.323.000.2 VI.563.48% 83.305.906.898.131.113.000.874.018.00 1.219.00 48.201.3.1 2.00 376.000.910.00 9.078.3.00 730.795.2.875.00% 100.300.429.991.000.00 25.762.145.174.075.000.2.52 745.2.00 31.32% 46.4 2.000.1.1.837.3 2.02 115.603.443.954.3 1.1.45 (9.1.220.2.00 25.2.000.1.000.530.1 3 3.02) 40.788.718.142.4 VI.099.1.000.000.258.287.261.717.3 2.654.101.391.00 25.145.00% VI.555.731.4 VI.958.270.02 432.710.125.2 128.00 (40.1 3.613.00 492.328.2.099.258.000.1.087.149.1.314.800.1.675.077.2.3.05% 100.1.000.00 12.1.119.662.953.00% 100.293.1 VI.59% 98.959.634.000.2 1.95 603.286.5 PEMBIAYAAN PENERIMAAN PEMBIAYAAN Penggunaan SILPA Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Penerimaan Pinjaman Daerah Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah .692.165.858.814.752.814.97 20.261.319.2.2 1.603.258.77 123.603.058.000.046.116.673.36% 117.00 5.974.953.324.32% 117.711.00 VI.00 23.025.000.293.185.607.566.00 376.354.087.126.3 100.983.000.060.00 376.109.41) 1077.3 2.120.187.000.426.55 31.000.486.1.3.909.1.000.00 109.832.389.20 152.00 5.953.000.688.3 VI.00 115.000.1.1.250.789.093.3 1.00 296.1.618.52 139.2 3.110.68% 93.530.270.837.447.857.2 285.00% 148.779.000.447.2.640.703.1.558.4.00 798.1.083.75 5.00 VI.953.441.32 105.2.58% 92.02 156.445.2.350.98 46.464.44% 84.1 VI.00% 100.4.00 23.449.98 46.733.451.3.2 1.910.1.00 243.2 1.070.5 2.2 1.075.411.164.1 2.00 13.693.673.066.234.00% 83.3 2 2.482.2.50 25.075.PEMERINTAH KOTA TANGERANG LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2007 DAN 2006 ANGGARAN 2007 (Audited) 914.2.661.91% 86.423.00 5.649.3 1.00 267.34% 100.747.44% 87.2 VI.76% 99.955.1 1.200.4 1.208.2.898.976.821.1 2.000.000.000.1.2 2.2.1 1.263.497.30% VI.1 2.483.07 401.1.01% 127.194.46 2.002.00 93.00 25.326.02 12.378.6 2.412.928.000.441.00 821.457.219.00% VI.29 VI.185.014.3 VI.05 28.618.829.12% 89.910.178.2 2.623.29 1.740.446.1.2.00 128.97 454.1 VI.771.00 210.2.00 293.18 31.254.00 128.727.000.433.4 VI.1 1.230.784.4.00 773.1.82% 97.090.00 27.454.000.00 133.533.586.2 2.1 1.3 PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah PENDAPATAN TRANSFER TRANSFER PEMERINTAH PUSAT-DANA PERIMBANGAN Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus TRANSFER PEMERINTAH PUSAT-LAINNYA Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian TRANSFER PEMERINTAH PROVINSI Penadapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi Hasil Lainnya LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan Lainnya BELANJA BELANJA OPERASI Belanja Pegawai Belanja Barang Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial BELANJA MODAL Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.00 773.916.194.81% 153.93 2.118.4 2.1 90.00 904.966.683.2.851.00 7.77% 89.00 493.4.000.41 1077.083.200.578.98 REALISASI 2007 (Audited) 926.000.00% 0.586.1.00 22.000.603.953.25 136.158.733.000.2 VI.585.1.797.95 131.98 100.53 31.953.95 97.4 1.000.00 1.85 74.388.2.2.897.042.000.883.76% 98.1.889.1 3.298.484.000.1.441.00 773.814.350.31% 0.2.00 109.00 627.935.29% 96.2.126.701.1.00 8. Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya BELANJA TAK TERDUGA Belanja Tak Terduga TRANSFER TRANSFER/BAGI HASIL KE DESA Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Retribusi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya SURPLUS/DEFISIT VI.68% 99.3.227.302.441.02 109.61 553.810.3 1.593.107.754.6 2.191.

.

275.651.858.00 39.640.357.019.00 17.935.052.365.661.580.00 13.224.5.5.608.3 VI.00 VI.473.5.352.00 54.884.566.232.203.042.924.50 14.1.00 3.5.5.97 171.008.374.83 510.00 7.680.486.5.892.1 VI.18 692.264.577.00 16.2 VI.6 VI.1 VI.617.1 VI.797.5 11.702.00 2.451.00 977.5.230.985.441.22 11.132.742.122.108.895.176.814.644.00 54.000.PEMERINTAH KOTA TANGERANG NERACA PER 31 DESEMBER 2007 DAN 2006 (dalam Rupiah) URAIAN REF 2007 (Audited) 2006 (Audited) ASET ASET LANCAR Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Penerimaan Kas di Bendahara Pengeluaran Investasi Jangka Pendek Piutang Pajak Piutang Retribusi Bagian Lancar Tuntutan Perbendaharaan Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi Piutang Lainnya Persediaan Jumlah Aset Lancar INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Permanen Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Jumlah Investasi Permanen Jumlah Investasi Jangka Panjang ASET TETAP Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.290.33 59.255.6 VI.787.548.669.449.5.892.622.50 11.751.479.5.00 71.579.00 15.350.515.255.939.83 3.00 889.217.00 15.00 415.958.749.763.1.174.00 50.266.561.00 1.482.00 VI.92 472.66 7.180.020.908.134.207.7 VI.470.033.511.202.32 1.952.00 59.391.050.34 13.50 13.275.862.00 19.988.84 VI.644.118.224.176.55 2. Irigasi.744.207.98 9.000.1.6.488.576.16 39.682.5.952.470.432.290.644.00 2.551.515.00 VI.4 VI.15 345.941.823.464.82 79.5 VI.3 VI.600.207.794.86 3.910.1.000.5 VI.36 45.101.5.891.176.822.5.00 60.335.15 3.352.240.1.252.555.583.884.1 170.176.5.168.671.306.269.09 6.924.397.5.183.39 6.000.379.452.5.183.319.20 5.2 VI.058.5.00 773.5.669.42 .108.973.622.5.2 11.111.391.5.129.25 241.990.924.5.230.742.62 611.857.007.975.100.300.511.103.863.248.8 140.082.485.6.057.410.00 148.326.1.477.20 221.551.2 54.4 50.620.49 1.564.628.217.37 640.5.036.00 2.159.426.253.320.183.927.5.351.079.391. dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan Jumlah Aset Tetap DANA CADANGAN Dana Cadangan Jumlah Dana Cadangan ASET LAINNYA Tagihan Penjualan Angsuran Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi Kemitraan dengan Pihak Ketiga Aset Tak Berwujud Aset Lain-lain Jumlah Aset Lainnya JUMLAH ASET KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utang Perhitungan Pihak Ketiga Utang Bunga Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Utang Jangka Pendek Lainnya Jumlah Kewajiban Jangka Pendek KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Utang Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Jangka Panjang JUMLAH KEWAJIBAN VI.4 VI.250.695.353.971.1.949.00 705.89 92.5.927.320.849.5 VI.686.180.952.84 1.550.80 1.971.975.00 17.00 59.3 920.385.096.1.215.959.00 VI.00 350.352.662.785.38 VI.52 2.50 15.490.312.

.

814.000.00 730.075.565.359.186.823.4 VI.457.787.976.8.649.891.8.255.3 VI.088.928.1.448.5 VI.8.14 VI.654.565.6 VI.00 27.727.247.00 7.334.703.142.8.464.00 12.194.193.605.837.783.00 109.1.8.8.284.00 49. 31 Desember 2007 ARUS KELUAR KAS Belanja Pegawai Belanja Barang Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial Belanja Tidak Terduga Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Retribusi Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ASET NON KEUANGAN ARUS MASUK KAS Pendapatan Penjualan atas Tanah Pendapatan Penjualan atas Peralatan dan Mesin Pendapatan Penjualan atas Gedung dan Bangunan Pendapatan Penjualan atas Jalan.000.000.988.40 (7.15 VI.1.090.991.611.8.00 376.2.87 129.883.000.46 2.010.558.00 561.00 VI.137.497.073.427.880.347.607.000.12 VI.605.733.1.2.000.00 128.8.254.023.884.170.246.275.000.00 472.784.805.3 VI.087.514.8.712.9 VI.d.00 21.8.575.481.304.618.688.292.2.2 VI.00 1.10 VI.00 5.8.637.255.00 1.797. Irigasi dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN ARUS MASUK KAS Penggunaan SILPA Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Penerimaan Pinjaman Daerah Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah ARUS KELUAR KAS Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Pinjaman Pemberian Pinjaman Daerah VI.673.507.601.1 VI.8.292.683.596.097.228.769.1.00 299.4 18.00 754.1.507.144.98 8.440.8.201.042.00 15.3.17) - 300.48 28.4 VI.13 VI.8.067.1.00 (26.500.7 VI.1.392.00 376.533.984.2.888.922.1 371.50 25.000.3.858.000.029.8.034.1.269.170.066.194.800.592.885.008.98 1.PEMERINTAH KOTA TANGERANG LAPORAN ARUS KAS UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2007 DAN 2006 URAIAN REF 2007 (Audited) 2006 (Audited) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI ARUS MASUK KAS Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Dana Otonomi Khusus Dana Penyesuaian Pendapatan Bagi Hasil Pajak Pendapatan Bagi Hasil Lainnya Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan Lainnya Contra Pos dan UUDP yang telah disetor s.155.324.00 (343.395. Irigasi dan Jaringan Pendapatan dari Penjualan Aset Tetap Pendapatan dari Penjualan Aset Lainnya ARUS KELUAR KAS Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.00 22.828.177.00 11.484.000.837.00 6.090.378.270.040.3 267.00 293.8.838.1.95 194.6 VI.50 136.000.00 5.3.8.000.891.575.1.683.447.726.029.14 4.19 932.1 VI.00 27.979.110.810.965.8.00 109.8.8.183.000.17 31.364.302.00 25.00 773.805.18 64.00) 343.00 92.626.100.8.511.663.219.664.1.653.640.8.654.131.305.2 VI.073.02) 1.84 403.006.671.000.617.158.596.287.97 1.1.662.908.00 (267.000.1 VI.52 233.00 5.2 VI.726.5 VI.566.910.000.8 VI.459.896.000.8.328.02 109.120.959.337.600.00 211.1 .187.8.228.852.00 23.095.05 460.1.144.095.00 7.857.250.048.00 5.00 13.500.00 - VI.039.891.2.546.035.359.030.3 ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN ARUS MASUK KAS Penerimaan Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) VI.000.191.636.4.838.259.145.00 - VI.2 VI.891.334.991.00 15.1.00 1.395.00 3.00 20.00 1.156.8.527.8.658.478.00 18.266.00) 754.00 97.2.189.8.11 VI.8.789.00 761.8.

.

aset. Catatan atas Laporan Keuangan . Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia TAhun 2003 Nomor 74. Posisi keuangan dan kondisi Pemerintah Kota Tangerang berkaitan dengan sumber-sumber penerimaannya. Laporan Arus Kas.7 - . MAKSUD DAN TUJUAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Dalam rangka pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel dan transparan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Informasi ini disajikan agar pengguna memiliki pengetahuan mengenai: 1. Jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan Pemerintah Kota Tangerang serta hasil-hasil yang dicapai. belanja. Kecukupan penerimaan periode berjalan untuk membiayai seluruh pengeluaran. ekuitas dana. 2. Neraca. baik jangka pendek maupun jangka panjang. Laporan keuangan yang disusun ini meliputi: Laporan Realisasi Anggaran.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 PEMERINTAH KOTA TANGERANG CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN ANGGARAN 2007 BAB I PENDAHULUAN I. 3. Perubahan posisi keuangan Pemerintah Kota Tangerang sebagai akibat pelaksanaan kegiatan selama Tahun Anggaran 2007. LKPD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 disusun dengan tujuan untuk menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan dengan menyediakan informasi mengenai pendapatan. 4. I. kewajiban. dan 6. dan Catatan atas Laporan Keuangan.1. Kesesuaian cara memperoleh sumber daya ekonomi dan alokasinya dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan perundang-undangan. transfer. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286). dana cadangan. LANDASAN HUKUM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN 1.2. termasuk yang berasal dari pungutan pajak dan pinjaman. dan arus kas. 5. Usaha yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang dalam mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kas. Pemerintah Kota Tangerang menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2007. pembiayaan. Laporan keuangan dimaksud disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25.1. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. Unsur Laporan Keuangan LKPD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh seluruh entitas dalam Pemerintah Daerah. 4. dan 12. Belanja.3. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5. 3. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389). Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaram Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66. 7. 5. Belanja Pegawai. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4614). Data/informasi keuangan mengenai Pendapatan Asli Daerah. Tambahan Lembaran Negara Nomor 44368). I. 8. dan Pembiayaan Daerah. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4578).8 - . Peraturan Walikota Nomor 9 A Tahun 2007 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4400). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4503). Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 149. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355). PENDEKATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN I.Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang erubahan Undangundang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undangundang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108. Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 9 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kota Tangerang Tahun 2007 Nomor 5). 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. LKPD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 terdiri dari: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lambaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 49. 9. 10. Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang disusun berdasarkan penggabungan data/laporan keuangan PPKD dan SKPD. dan Belanja Modal didasarkan pada LRA SKPD dan data/informasi keuangan mengenai Pendapatan Transfer.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 2. 6. yang terdiri dari SKPKD dan SKPD (dinas/badan/kantor). Laporan Realisasi Anggaran (LRA) LRA memuat informasi mengenai Pendapatan.3. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548). Belanja Barang dan Jasa. Lain-lain Catatan atas Laporan Keuangan .

Kepala Daerah dan Sekretariat Daerah 19. Aset Tak Berwujud. Kecamatan Batuceper Catatan atas Laporan Keuangan . Koperasi. Dana Cadangan. Dinas Perumahan dan Permukiman 6. Kantor Penanaman Modal dan Perijinan 16. Kas di Bendahara Pengeluaran. Dinas Perhubungan 10. 2. dan Utang Pemotongan Pajak didasarkan pada Neraca SKPD. Sedangkan data mengenai Kas di Bendahara Penerimaan. Kantor Pemadam Kebakaran 7. Piutang Retribusi.9 - . I. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil 13. dan Pembiayaan (penerimaan dan pengeluaran) didasarkan pada LRA PPKD. Aset Tetap. Belanja Tak Terduga. Belanja Bantuan Sosial. dan Pariwisata 15. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Catatan atas Laporan Keuangan menyajikan penjelasan mengenai kondisi umum Pemerintah Kota Tangerang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 2. Dinas ketenagakerjaan 14. Tuntutan Ganti Rugi. Neraca. DPRD dan Sekretariat DPRD 18. Badan Perencanaan Daerah 9.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 Pendapatan yang Sah. Dinas Kesehatan 4. Investasi Daerah. dan Utang Luar Negeri (jangka pendek dan jangka panjang) didasarkan pada Neraca PPKD. Tuntutan Perbendaharaan. DInas Pekerjaan Umum 5. 3. Kecamatan Tangerang 22. Persediaan. Piutang Dana Perimbangan. Dinas Ketentraman dan Ketertiban 17. Belanja Bunga. Dinas Perindustrian.3. Dinas Lingkungan Hidup 11.2 Entitas Untuk Tahun Anggaran 2007. Utang Bunga. penjelasan dan daftar mengenai nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Angaran. Neraca Data mengenai Kas Umum Daerah. dan Laporan Arus Kas dalam rangka pengungkapan yang memadai. entitas dalam Pemerintah Kota Tangerang yang dicakup dalam Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang meliputi: 1. Badan Pengawasan Daerah 21. Badan Keuangan dan Kekayaan Daerah 20. Kecamatan Jatiuwung 23. Dinas Tata Kota 8. 4. Laporan Arus Kas (LAK) Laporan Arus Kas disusun berdasarkan data penerimaan dan pengeluaran kas yang dikelola oleh PPKD sebagai Bendahara Umum Daerah (BUD) selama Tahun Anggaran 2007. Kantor Perpustakaan Umum 3. Piutang Pajak. Dinas Pertanahan 12. Perdagangan.

Kecamatan Neglasari 31. Kecamatan Ciledug 27. Kecamatan Periuk 29.3. belanja. Kecamatan Benda 25.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 24. Kecamatan Larangan 34. Badan Kepegawaian dan Diklat 35. Kecamatan Cipondoh 26. Konversi yang dilakukan mencakup jenis laporan. Catatan atas Laporan Keuangan . maka penyusunan dan penyajian LKPD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 dilakukan dengan melakukan konversi kepada Standar Akuntasi Pemerintahan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005. Pemerintah Pusat. Konversi dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan dilakukan dengan cara mentrasir kembali (trace back) pos-pos laporan keuangan menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 dengan pos-pos laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Pemerintahan. basis akuntansi. Kecamatan Pinang 32. Kantor Pengolahan Data Elektronik 38. klasifikasi anggaran (pendapatan. serta Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 bahwa LKPD sebagai laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Kecamatan Cibodas 30. Kecamatan Karawaci 28. dan 2. dan belanja modal. dan pembiayaan). serta catatan atas laporan keuangan. struktur APBD (pendapatan. Dinas Pertanian LKPD Kota Tangerang Tahun Angaran 2007 mencakup Transaksi keuangan yang berasal dari APBD dan pelaksanaan APBD pada seluruh SKPD dan SKPKD dalam lingkungan Pemerintah Kota Tangerang. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).10 - . I. maka untuk memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004. Kantor Pemberdayaan Masyarakat 36. dan pembiayaan). barang dan jasa. aset. arus kas. dimana dilakukan reclass untuk belanja pegawai. pengungkapan pos-pos laporan keuangan.3. ekuitas. belanja. LKPD ini tidak mencakup entitas: 1. Kecamatan Karang Tengah 33. Kantor Arsip Daerah 37. Pelaksanaan konversi pos-pos laporan keuangan didasarkan pada Buletin Teknis Nomor 3 Tahun 2006 tentang Penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dengan Konversi dan khusus untuk penyajian belanja daerah didasarkan pada Buletin Teknis Nomor 4 Tahun 2006 tentang Penyajian dan Pengungkapan Belanja Pemerintah. Kebijakan Konversi Mengingat penyusunan dan penyajian APBD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 dan pelaksanaan penatausahaan keuangan daerah mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006. kewajiban.

dan perbedaan definisi belanja modal berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 dengan Standar Akuntansi Pemerintahan yang mengakibatkan masih diperlukannya proses konversi.2.4.4. I. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan I.2. perlu diakui bahwa dalam penyusunan dan penyajian LKPD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 masih ditemui kendala antara lain perbedaan dalam struktur anggaran dengan struktur pelaporan. Kebijakan Keuangan Daerah II.3. Indikator Pencapaian Kinerja Program Pemerintah Kota Tangerang Ikhtisar Pencapaian Kinerja Fiskal III. lemari. maka dilakukan reclass terhadap pos Aset Tetap – Alat Kantor dan Rumah Tangga pada Neraca yang tidak memenuhi definisi aset tetap berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan. Entitas Pelaporan Catatan atas Laporan Keuangan . gambar/foto presiden dan pahlawan.2. Ekonomi Makro II.11 - Bab II Bab III Bab IV Bab V . kalkulator. Nilai Aset Tetap – Alat Kantor dan Rumah Tangga yang di reclass adalah aset yang diperoleh sampai dengan Tahun Anggaran 2006 diseluruh SKPD dan dikategorikan sebagai barang inventaris yang antara lain terdiri dari mesin tik. Sistematika Penyajian Catatan atas Laporan Keuangan Ekonomi Makro II. Ikhtisar Realisasi Pencapaian Sasaran Kinerja Program Pemerintah Kota Tangerang IV. Ikhtisar Realisasi Pencapaian Sasaran Kinerja Fiskal III.3. SISTEMATIKA KEUANGAN PENYAJIAN CATATAN ATAS LAPORAN Catatan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang disajikan dengan urutan sebagai berikut: Bab I Pendahuluan I.1.1. dan lain-lain.1. Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan I.2. Untuk meningkatkan kesesuaian LKPD Kota Tangerang terhadap Standar Akuntansi Pemerintahan. Indikator Pencapaian Kinerja Fiskal Pemerintah Kota Tangerang II.1. Neraca SKPD ini merupakan pemecahan dari Neraca Pemerintah Kota Tangerang Tahun Anggaran 2006 yang sudah diaudit oleh BPK RI. Namun demikian. Faktor Pendukung dan Penghambat Pencapaian Kinerja Kebijakan Akuntansi V. Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan I. LKPD Tahun Anggaran 2007 sudah memuat Neraca SKPD yang merupakan kemajuan dibandingkan dengan LKPD Tahun 2006. jam dinding.3. Faktor Pendukung dan Penghambat pencapaian kinerja Ikhtisar Pencapaian Kinerja Program Pemerintah Kota Tangerang IV. filing cabinet. meja dan kursi sekolah. LKPD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 juga memuat data LKPD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2006 yang sudah diaudit oleh BPK RI dengan opini Wajar dengan Pengecualian.1.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 Disamping itu pula.

7.2.8.3. Pendapatan VI.3.12 - .4. Surplus/Defisit VI. Kewajiban VI.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 V. Belanja VI.2. Komponen-komponen Arus Kas Bab VII Penjelasan atas Informasi Non Keuangan Bab VIII Penutup Catatan atas Laporan Keuangan .1. Pembiayaan VI.5. Basis Akuntansi yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan V.6. Aset VI. Ekuitas Dana VI. Kebijakan Akuntansi Bab VI Penjelasan Pos-pos Laporan Keuangan VI.

1.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 BAB II EKONOMI MAKRO II. EKONOMI MAKRO Ekonomi makro daerah dapat menjadi reflektor kinerja makro perekonomian daerah sebagai bagian dari proses pembangunan secara umum di daerah tersebut. Grafik 1 Perkembangan PDRB Kota Tangerang dan Prov. maka penanganan permasalahan ketenagakerjaan menjadi sangat penting.2004 2005 2006 Kota Tangerang Prov. Kondisi ekonomi makro Kota Tangerang tahun 2006 dan perkiraan tahun 2007 dapat digambarkan sebagai berikut: 1.00% 1.2006 8. 2. Banten 2002 .00% 0.69% PDRB 4. Relatif terjaganya stabilitas ekonomi dengan baik Tercermin dari semakin meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang yang dapat dilihat dari kecenderungan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Tangerang berdasarkan harga konstan dalam 4 (empat) tahun terakhir (2002 –2006).00% 4.00% 3. PDRB Kota Tangerang mengalami peningkatan dan selalu berada di atas PDRB Propinsi Banten.88% 5.93% 6.94% 5. Banten Tahun Berdasarkan grafik perkembangan PDRB di atas dapat dilihat bahwa sejak tahun 2002 sampai dengan tahun 2006.13 - .13% 5.00% 2.00% 6.50% 6.00% 6. khususnya pembangunan di bidang ekonomi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang selalu mengalami peningakatan dari tahun ke tahun dan sedikit lebih baik dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi Propinsi Banten secara keseluruhan. Pada Tahun 2005 banyaknya pencari kerja terdaftar di Kota Tangerang adalah Catatan atas Laporan Keuangan .00% 2002 . Kemampuan ekonomi untuk memperluas lapangan kerja Sebagai kota yang memiliki karakteristik industri perdagangan dan kegiatan jasa.00% 7.

30% dan tingkat kemandirian keuangan daerah sejak tahun 2003 – 2007 masih jauh di bawah 100% yaitu 39.00% 10. Berikut disajikan data perkembangan inflasi dari tahun 2002 sampai 2007 (perkiraan). Kemandirian ekonomi daerah Kemandirian ekonomi daerah Kota Tangerang relatif masih belum begitu kuat.00% 2.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 sebanyak 33.00% 12.00% 6. Namun pada tahun 2006 dan 2007 inflasi kembali menurun hal ini menunjukkan bahwa setelah tahun 2005 terjadi kestabilan harga.76% 2002 .00% 4.19% 3.70% hal ini dipicu terutama karena kenaikan harga BBM yang mencapai 100%. Catatan atas Laporan Keuangan .792 orang. 3. Dengan melihat perkembangan yang ada.2007 14.85%. dan pada tahun 2007 diperkirakan sebesar 35.744 orang. 4.70%.00% 0. Tingkat ketergantungan daerah-pusat antara tahun 2003 – 2007 secara rata-rata masih di atas 80% atau sebesar 88. Grafik 2 Perkembangan Inflasi di Kota Tangerang 2002 .70% Inflasi 8. Sedangkan penyerapan tenaga kerja pada tahun 2005 adalah sebesar 28. namun dengan tingginya angka pencari kerja maka pertambahan lowongan kerja harus lebih ditingkatkan. secara umum dapat dikatakan bahwa kemampuan ekonomi dalam kurun waktu 2005 – 2007 diperkirakan telah mampu meningkatkan banyaknya lowongan kerja yang dapat diisi oleh tenaga kerja.00% 6. dan pada tahun 2007 diperkirakan sebesar 24.83% 3.583 orang.2004 2005 Tahun 2006 2007 Berdasarkan grafik 2 di atas terlihat bahwa inflasi tertinggi terjadi pada tahun 2005 yang mencapai 11.53%. Relatif terjaganya tingkat perubahan harga (inflasi) Inflasi dapat tercermin dari fluktuasi pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dalam konteks regional dipengaruhi terutama oleh kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan faktor musiman (hari raya. Kemampuan fiskal daerah ini dapat dilihat dari (1) rasio ketergantungan daerah-pusat yang merupakan rasio antara Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan Belanja Daerah (minimal 20%) dan (2) tingkat kemampuan daerah yang merupakan rasio antara Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan Belanja Tidak Langsung (minimal 100%).00% 11. Kedua rasio ini mengindikasikan bahwa masih tingginya tingkat ketergantungan Pemerintah Kota Tangerang terhadap Pemerintah Pusat/Pemerintah Provinsi Banten dalam membiayai pembangunannya serta belum mandirinya kemampuan keuangan daerah Kota Tangerang.89%. tahun 2006 tenaga kerja yang diserap adalah sebesar 22.14 - . yang dicerminkan oleh relatif belum meningkatnya kemampuan fiskal daerah dari tahun ke tahun. pada tahun 2006 sebanyak 34. dan tahun baru).

Kebijakan Belanja Daerah Belanja Daerah Kota Tangerang sebagaimana yang tertuang dalam APBD dan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2007 disusun dengan pendekatan kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan. dan urusan pilihan. dan dana Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah. Peningkatan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi Banten dalam upaya peningkatan penerimaan Dana Perimbangan. II. b. Pelaksaan intensifikasi dan ekstensifikasi terhadap sumber-sumber Dana Perimbangan seperti pemungutan PBB. Dana Perimbangan Daerah. PPh Pasal 21. Peningkatan akurasi dan validitas data yang menjadi komponen-komponen atau indeks dalam perhitungan pembagian Dana Perimbangan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) a. Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007 digunakan untuk mendanai pelaksanaan urusan pemerintrahan yang menjadi kewenangan Kota Tangerang. Kebijakan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2007 diarahkan untuk mempertahankan dan/atau meningkatkan Belanja Daerah sampai dengan 10% dengan komposisi antara belanja langsung dan belanja tidak langsung yang proporsional melalui upaya-upaya stabilisasi dan/atau peningkatan belanja langsung dan belanja tidak langsung dengan menggunakan prinsip-prinsip efisiensi. dan BPHTB. antara lain: Catatan atas Laporan Keuangan . Upaya-upaya yang dilakukan dalam meningkatkan Pendapatan Daerah antara lain: 1. Pengkoordinasian dan pelibatan berbagai unit kerja yang terkait dengan manajemen/pengelolaan PAD harus berdasar pada regulasi/atiran perundangan yang berlaku. Intensifikasi dan ekstensifikasi terhadap sumber-sumber PAD melalui kegiatan yang bersifat terus menerus dan sungguh-sungguh (intensifikasi) dan kegiatan yang bersifat penggalian dan perluasan sumber-sumber pendapatam (eksploratif dan ekstensifikasi) yang dapat dilakukan dengan cara bekerjasama dengan berbagai pihak melalui pola kemitraan dengan prinsip keterbukaan dan keadilan.1. efektivitas. Upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka implementasi kebijakan Belanja Daerah. Dana Perimbangan a. 2. dan c.15 - . Kebijakan Pendapatan Daerah Kebijakan dalam bidang Pendapatan Daerah pada Tahun Anggaran 2007 diarahkan untuk mempertahankan dan/atau meningkatkan Pendapatan Daerah sampai dengan 5% melalui upaya stabilisasi dan/atau peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). dan kemanfaatan.2.2. namun juga diperlukan untuk meningkatkan target pendapatan dan mengefektifkan belanja serta efisiensi pembiayaan.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 II. KEBIJAKAN KEUANGAN Kebijakan keuangan daerah tidak saja ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dengan cepat. II.2. serta mengacu kepada rencana tindak yang jelas dan terukur. yang terdiri dari urusan wajib.2. b.

3. Proporsionalisasi didasarkan pada indeks relevansi anggaran yang berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2007. peningkatan penerimaan Dana Catatan atas Laporan Keuangan . dan Belanja Modal sampai dengan 20%. b. c. Belanja Modal untuk kegiatan fisik konstruksi dan kegiatan non fisik konstruksi. Proporsionalisasi komposisi antara Belanja Pegawai. Belanja Barang dan Jasa maksimal 10%. Stabilisasi dan/atau peningkatan Belanja Tidak Langsung dari Belanja Pegawai (Gaji dan Tunjangan PNS serta honor dan vakasi non PNS) sampai dengan 7%. yang pertama adalah melalui penetapan Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2007 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2007 dan yang kedua adalah melalui penetapan Perda Nomor 15 Tahun 2007 Perubahan APBD Tahun Anggaran 2007. dijabarkan lebih lanjut dalam indikator pencapaian kinerja fiskal daerah. 2.16 - . Belanja Langsung a. II. II. Penetapan capaian kinerja fiskal untuk Tahun Anggaran 2007 dilaksanakan sebanyak 2 (dua) kali. Dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2007 diperkirakan bahwa akan terjadi peningkatan penerimaan dari PAD sebesar 1% . Belanja Tidak Langsung: a. Kebijakan Pembiayaan Kebijakan Pembiayaan pada Tahun Anggaran 2007 lebih ditekankan kepada upaya menutupi defisit anggaran yang disebabkan oleh lebih besarnya Belanja Daerah dibandingkan dengan Pendapatan Daerah melalui penggunaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang diperoleh dari Tahun Anggaran 2006. e. sehingga Pemerintah Kota Tangerang memiliki sasaran dan tujuan yang pasti mengenai apa yang ingin dicapai dalam Tahun Anggaran 2007.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 1. b. peningkatan kualitas SDM penduduk Kota Tangerang. Proporsionalisasi komposisi antara program prioritas dengan program pendukung. Stabilisasi dan/atau peningkatan Belanja Langsung dari Belanja Pegawai maksimal 5%. dan Belanja Bantuan Sosial sampai dengan 17%. INDIKATOR PENCAPAIAN KINERJA FISKAL PEMERINTAH KOTA TANGERANG Kebijakan Keuangan Daerah sebagaimana telah diuraikan sebelumnya. d. Belanja Barang dan Jasa.6%. Proporsionalisasi komposisi Belanja Langsung pada kegiatan utama dan kegiatan penunjang untuk pelaksanaan urusan.3. Pemberian bantuan kepada organisasi kemasyarakatan didasarkan pada tingkat kebutuhan dan urgensitas dalam rangka mendukung secara signifikan terhadap upaya penanggulangan permasalahan kemiskinan pengurangan tingkat pengangguran. serta penciptaan sustainabilitas ekologi. Terjadinya perubahan APBD Tahun Anggaran 2007 ini lebih disebabkan karena adanya perubahan asumsi yang mendasari penghitungan target penerimaan Pendapatan Daerah dan alokasi Belanja Daerah.2.

Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007

Perimbangan sebesar 2% - 7% yang berasal dari perkiraan peningkatan Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak sebesar 10% - 15%, dan perkiraan penurunan penerimaan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar 1% - 6% yang berasal dari menurunnya Bantuan Keuangan dari Pemerintah Daerah Lainnya yang diperkirakan turun sebesar 15% - 20% dari anggaran semula. Untuk Belanja Daerah diperkirakan akan meningkat antara 5% - 10%, yang berasal dari peningkatan Belanja Tidak Langsung sebesar 3% - 8% sebagai akibat dari antisipasi terjadi pengangkatan CPNS sebanyak 1.058 pegawai dan peningkatan Belanja Bantuan Sosial. Belanja Langsung juga diperkirakan meningkat sebesar 4% - 9% sebagai akibat dari peningkatan komponen Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, dan Belanja Modal dalam rangka pelaksanaan berbagai program dan kegiatan. Tabel berikut ini menyajikan Indikator Kinerja Fiskal Daerah Tahun Anggaran 2007 Tabel 1 Indikator Kinerja Fiskal Daerah Tahun Anggaran 2007
(dalam milyar rupiah)

Uraian I. Pendapatan I.1. Pendapatan Asli Daerah I.2. Dana Perimbangan I.3. Lain-lain Pendapatan yan Sah II. Belanja II.1 Belanja Tidak Langsung II.2 Belanja Langsung Surplus/Defisit III. Pembiayaan III.1 Penerimaan III.2 Pengeluaran SiLPA Tahun Berjalan

APBD 894,702 128,656 598,535 167,510 845,382 298,251 547,130 49,320 11,338 21,258 39,401

Perubahan APBD 914,427 133,412 627,116 153,898 904,613 312,573 592,039 9,814 46,603 21,258 35,159

Perubahan Rp % 19,725 4,756 28,581 (13,612) 59,231 14,322 44,909 (39,506) 35,265 0,000 (4,242) 2,20 3,70 4,78 (8,13) 7,01 4,80 8,21 (80,10) 311,03 0,00 (10,77)

II.4. INDIKATOR PENCAPAIAN KINERJA PROGRAM PEMERINTAH KOTA TANGERANG
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2007 mengangkat 8 (delapan) isu pembangunan di Kota Tangerang, yang terdiri dari: 1. Meningkatnya biaya pendidikan yang semakin memberatkan masyarakat; 2. Menurunnya daya beli masyarakat sebagai dampai dari kebijakan kenaikan harga BBM, Tarif Dasar Listrik, dan harga kebutuhan dasar masyarakat; 3. Menurunnya mutu daya dukung Sumber Daya Alam (SDA) serta semakin mewabahnya penyakit flu burung, penyakit demam berdarah, busung lapar, penyalahgunaan narkoba, dan lain sebagainya; 4. Berkurangnya lapangan kerja untuk menampung tenaga kerja yang semakin bertambah; 5. Meningkatnya probelamtika kebersihan kota dan penanganan sampah; 6. Meningkatnya aksi-aksi anarkis sebagi akibat dari rencana revisi Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;

Catatan atas Laporan Keuangan - 17 -

Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007

7. Pemantapan situasi sosial politik yang kondusif menjelang Pilkada Gubernur Banten tahun 2006 dan persiapan Pilkada Walikota Tangerang Tahun 2008; dan 8. Berkembangnya konsep megapolitan yang berpengaruh terhadap perencanaan tata ruang kota. Berdasarkan isu-isu pembangunan di atas, maka ditetapkanlah prioritas pembangunan pada Tahun Anggaran 2007 yang terdiri dari: 1. Percepatan pembangunan infrastruktur. Prioritas ini akan dilaksanakan melalui program dan kegiatan yang termuat dalam urusan Pekerjaan Umum, dan Urusan Perhubungan; 2. Peningkatan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Pelaksanaan prioritas pembangunan ini melalui urusan Perumahan, urusan Kesehatan, dan urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera; 3. Peningkatan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, dimana prioritas pembangunan ini akan dilaksanakan melalui program dan kegiatan yang termuat dalam urusan Pendidikan; 4. Penegakan peraturan daerah serta pemantapan keamanan dan ketertiban. Prioritas ini akan dilaksanakan oleh program dan kegiatan yang termuat dalam urusan Pemerintahan Umum, urusan Kepegawaian, urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri, urusan Perencanaan Pembangunan, urusan Komunikasi dan Informatika, urusan Kearsipan, dan urusan Statistik; 5. Penanggulangan kemiskinan, dimana prioritas pembangunan ini dilaksanakan melalui pelaksanaan urusan Sosial, urusan Tenaga Kerja, urusan Penanaman Modal, urusan Kependudukan dan Catatan Sipil, urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, urusan Pemberdayaan Perempuan, urusan Pemuda dan Olahraga, urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa, urusan Perindustrian, urusan Pertanian, urusan Pariwisata, urusan Kelautan dan Perikanan, dan urusan Perdagangan; 6. Pembudayaan gerakan ketertiban, kebersihan, dan keindahan kota (K3). Prioritas pembangunan ini dilaksanakan oleh urusan Pertanahan, urusan Lingkungan Hidup, urusan Perumahan, dan urusan Penataan Ruang; 7. Percepatan pertumbuhan perekonomian dalam bidang industri, perdagangan, dan koperasi yang berpihak pada pelaku ekonomi menengah dan kecil; dan 8. Peningkatan pemeliharaan kelestarian sumber daya air. Pelaksanaan prioritas pembangunan ini akan dilaksanakan dalam program dan kegiatan yang termuat dalam urusan Lingkungan Hidup, dan urusan Pekerjaan Umum. Mengacu kepada prioritas pembangunan Tahun Anggaran 2007, maka secara umum sasaran yang ingin dicapai adalah: 1. Meningkatnya penataan infrastruktur perkotaan terutama pengaturan jaringan kalan yang dapat mengurangi kemacetan lalu lintas; 2. Terwujudnya ketersediaan laboratorium dan perpustakaan di setiap sekolah; 3. Meningkatnya kualitas pelayanan dan upaya perbaikan kesehatan masyarakat melalui pemberantasan penyakit menular dan perbaikan gizi; 4. Meningkatnya ketentraman dan ketertinam yang dapat menunjang pelaksanaan pembangunan yang dinamis, yang dilandasi oleh spiritual, moral, dan etika; 5. Meningkatnya pencegahan dan penanggulangan timbulnya masalah kesejahteraan sosial; 6. Terciptanya kondisi lingkungan kota yang bersih, sehat, dan indah;

Catatan atas Laporan Keuangan - 18 -

Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007

7. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan peran usaha kecil dan menengah (UKM); dan 8. Meningkatnya pemeliharaan dan pemanfaatan sumber daya air yang lebih efektif dan efisien.

Catatan atas Laporan Keuangan - 19 -

613.00 atau melebihi target sebesar 1. sehingga akan menghasilkan surplus anggaran yang sebesar Rp9.472 22.34 17.27 12.3.1 Penerimaan III.167 12.1.141 290.20 (1.177 61.427.279 22.953.959 821.613 312.395 530.20 - . Pada Tahun Anggaran 2007 anggaran Belanja Daerah Kota Tangerang ditetapkan sebesar Rp904.814.706.116.795.706 156.546 Selisih % 1.771 8. Dana Perimbangan I.603 21.000.443.750 95.270.387 Tabel 2 di atas memperlihatkan bahwa.391 153.185.573 592.34%.814) 46.2 Pengeluaran SiLPA Tahun Berjalan Target (Anggaran) 914.65 308.2 Belanja Langsung Surplus/Defisit III.648 108. Pendapatan I.55 dan direncanakan didanai melalui penerimaan pendapatan yang bersumber pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp133.789.107.71) 0.00.412.898 904.750 0. Lain-lain Pendapatan yan Sah II.746 105. Belanja II. Pendapatan Asli Daerah I.356 616.798.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 BAB III IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA FISKAL PEMERINTAH KOTA TANGERANG III.10 10.412 627. yaitu sebesar Rp914.674.45 yang akan digunakan diantara untuk pembayaran cicilan pokok utang jangka panjang dan penyertaan modal.02 melebihi target yang telah ditetapkan.230. secara umum realisasi Pendapatan Daerah sebesar Rp926.1. Pelampauan tertinggi realisasi terhadap target terdapat pada pos penerimaan Pendapatan Asli Daerah Catatan atas Laporan Keuangan . Penyelenggaraan fungsi pemerintahan daerah akan terlaksana secara optimal apabila penyelenggaraan urusan pemerintahan diikuti dengan pemenuhan sumber-sumber keuangan daerah.060.565 (105.00.565) 46.159 Realisasi Rp 926.72) 0.23 7.039 9.35 975. Pendapatan Dana Perimbangan yang berasal dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi sebesar Rp627.04 9.36 58.116 153.427 133. IKHTISAR REALISASI PENCAPAIAN SASARAN KINERJA FISKAL Anggaran Daerah pada hakekatnya merupakan salah satu alat untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan tujuan otonomi daerah yang luas.693.61 975.061 83.1 Belanja Tidak Langsung II.898.711. Realisasi sasaran kinerja fiskal Pemerintah Kota Tangerang selama Tahun Anggaran 2007 dapat dilihat secara ringkas pada tabel 2 berikut ini: Tabel 2 Ikhtisar Target dan Realisasi Kinerja Fiskal Pemerintah Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 (dalam milyar rupiah) Uraian I.789 143.00.293 95.258 35. Pembiayaan III.2. dan Lain-lain Pendapatan yang Sah sebesar Rp153. nyata dan bertanggungjawab.814 (9.94 (10.61 0.

3.523 Grafik 3 Perkembangan Target dan Realisasi PAD TA 2002 .21 - .900 107.914 89.165 97. dan dari tahun anggaran 2005 sampai dengan tahun anggaran 2006 PAD mengalami kenaikan sebesar Rp14.288 133. 6. dan dari tahun anggaran 2004 sampai dengan tahun anggaran 2005 target PAD mengalami kenaikan sebesar Rp9. Tahun Anggaran 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Target 76.356. Catatan atas Laporan Keuangan . dari tahun anggaran 2003 sampai dengan 2004 target PAD mengalami kenaikan sebesar Rp8. Dilihat dari sisi target anggaran.344 93. 2006 (dalam milyar rupiah) No.735 milyar atau sekitar 9.61%.412 Realisasi 83.612 117.018. 2.80 %.805. 4.251 milyar atau sekitar 15. 1.413 131.224 156.413 milyar atau sekitar 9.93%. pada tahun anggaran 2002 sampai dengan 2003 target PAD mengalami kenaikan sebesar Rp12.d. 5.975 milyar atau sekitar 13.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 (PAD) dengan realisasi sebesar Rp156.20% dari target yang telah ditetapkan.383 105.2007 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Target Realisasi Tahun Anggaran Secara Keseluruhan dari tahun anggaran 2002 sampai dengan tahun anggaran 2006 baik target maupun realisasi PAD Kota Tangerang terus menerus mengalami kenaikan. Untuk melihat perkembangan target dan realisasi penerimaan PAD dari tahun 2002 sampai dengan 2007 secara jelas dapat dilihat pada Tabel 3 dan grafik 3 berikut ini: Tabel 3 Perkembangan PAD dari TA 2002 s.02 atau 17.95%.313 122.

132 milyar atau 19. dari tahun anggaran 2004 sampai dengan tahun anggaran 2005 realisasi PAD mengalami kenaikan sebesar Rp11.455 414.391. 2. 6.00.15%.17%.00 (98. 4. 2002 – 2006 (dalam milyar rupiah) NO 1. pada tahun anggaran 2002 sampai dengan 2003 realisasi PAD mengalami kenaikan sebesar Rp10.028 442.78%. Perkembangan target dan realisasi penerimaan yang berasal dari Dana Perimbangan dari tahun 2002 sampai dengan 2007 secara jelas dapat dilihat pada Tabel 4 dan grafik 4 berikut ini : Tabel 4 Perkembangan Dana Perimbangan T.578.678 524.391 Grafik 4 Perkembangan Target dan Realisasi Dana Perimbangan TA 2002 .819.29%) dari target yang ditetapkan sebesar Rp627.04% dari tahun anggaran 2003 sampai dengan 2004 realisasi penerimaan PAD mengalami kenaikan sebesar Rp.693.038 milyar atau sekitar 12.229 milyar atau sekitar 13.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 Kemudian apabila dilihat dari sisi realisasi penerimaan PAD.A.103 627.078 616. 5.771 451.831 milyar atau 11.002 623. dari tahun anggaran 2005 sampai dengan tahun anggaran 2006 realisasi PAD mengalami kenaikan sebesar Rp13.722 393.953.801 milyar atau sebesar 11. TAHUN ANGGARAN 2002 2003 2004 2005 2006 2007 TARGET 261. dan terakhir dari tahun anggaran 2006 sampai dengan tahun anggaran 2007 realisasi PAD mengalami kenaikan sebesar Rp25.2007 700 600 500 400 300 200 100 TARGET 0 2002 2003 2004 2005 2006 2007 REALISASI Target/ Realisasi Tahun Anggaran Catatan atas Laporan Keuangan .12.10%.694 515.22 - .116 REALISASI 280.416 642. Untuk Dana Perimbangan realisasi penerimaan sebesar Rp616.117. 3.

hal ini terlihat dari persentase belanja langsung yang cukup besar dibandingkan dengan belanja belanja tidak langsung.748.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 Apabila dibandingkan dengan tahun anggaran 2006.988. Hal ini juga membuktikan Catatan atas Laporan Keuangan .762.94. kelompok masyarakat/ perorangan. lain-lain pendapatan yang sah dibagi menurut jenis pendapatan yang mencakup: 1.55% 65. Dana penyesuaian dan dana otonomi khusus yang ditetapkan oleh pemerintah.00 dapat direalisasikan sebesar Rp153.141.482. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.686.959.986. Berdasarkan tabel 2 di atas atas tampak bahwa belanja langsung mendapatkan alokasi dana yang terbesar dibandingkan dengan belanja tidak langsung.55 dan direalisasikan sebesar Rp821. Hibah berasal dari pemerintah.00 atau 2. Dana darurat dari pemerintah dalam rangka penanggulangan korban/kerusakan akibat bencana alam.032. yaitu sebesar 65.087.898. Perpindahan pos penganggaran dari Dana Perimbangan kepada pos Lain-lain Pendapatan yang Sah ini didasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.789.45% dari total APBD tahun anggaran 2007. Bantuan keuangan dari provinsi atau dari pemerintah daerah lainnya. 3. pada Tahun Anggaran 2007 belanja daerah dialokasikan sebesar Rp904. hal ini disebabkan karena penerimaan yang berasal dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi untuk tahun anggaran 2007 dianggarkan pada pos Lain-lain Pendapatan yang Sah. Untuk pos Lain-lain Pendapatan yang Sah dari target penerimaan sebesar Rp153. badan/lembaga/organisasi swasta dalam negeri.000.026.23 - .598. dan 4.613.61 atau 90.00 atau sekitar 1.185.33% bila dibandingkan dengan target pada tahun 2006 dan untuk realisasi terjadi penurunan sebesar Rp6. Grafik 5 Perbandingan Anggaran Belanja Daerah TA 2007 per Jenis Belanja 34.471.04%. 2.45% Belanja Tidak Langsung Belanja Langsung Berdasarkan kebijakan belanja daerah serta proporsi masing-masing belanja dapat dilihat bahwa komitmen Pemerintah Kota Tangerang terhadap pelayanan publik sangat besar. dan lembaga luar negeri yang tidak mengikat.596.230. pemerintah daerah lainnya. Dalam kaitannya dengan anggaran dan realisasi Belanja Daerah.07%.201.77% sehingga masih terdapat efisiensi anggaran belanja daerah sebesar Rp83.00 atau 100. baik sisi target maupun realisasi terjadi penurunan sebesar sebesar Rp14.

859.981.00 260.986. 3.754.347.953. Realisasi Pengeluaran Pembiayaan Daerah sebesar Rp8.00 REALISASI 261.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 bahwa penyusunan anggaran berbasis kinerja guna pencapaian standar pelayanan minimum kepada masyarakat cukup dapat dipertanggungjawabkan.000.98 dan penerimaan piutang daerah sebesar Rp167.014.441.573.00.45 direalisasikan sebesar Rp105.00 1.00 1.468.746.828.184.771.65%.347.852.742.00 27.65 Dalam hal Pembiayaan Daerah sebagai pos untuk menutup defisit angaran dan memanfaatkan surplus anggaran.714.074.810. 2.385.00 92.00 123. 2.61 530.00 290.98 dapat direalisasikan sebesar 100.00 31.255. Realisasi pengeluaran pembiayaan ini ditujukan untuk penyisihan Dana Cadangan (termasuk jasa giro dan bunga deposito) sebesar Rp7. dari target Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp46.09 89.55 dan terealisir sebesar Rp530. Anggaran dan realisasi Belanja Tidak Langsung ini terdiri atas: Tabel 5 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Tidak Langsung TA 2007 NO 1.014.61%) yang berasal dari pelampauan target Catatan atas Laporan Keuangan .039.128.075.478.039.24 - .976.315.41 (1.84%. 3.075.292.137.151.855.248. JENIS BELANJA Belanja Pegawai Belanja Bunga Belanja Bantuan Sosial Belanja Tidak Terduga Jumlah TARGET 278.090.981.736.692.450.78 99.533.090.252.34%) dari alokasi anggaran sebesar Rp21.61 atau 89.623. JENIS BELANJA Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Jumlah TARGET 165. Dengan perincian sebagai berikut: Tabel 6 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung TA 2007 (dalam rupiah) NO 1. Belanja Tidak Langsung dianggarkan sebesar Rp312.102.443.497.328.565.353. realisasi penerimaan ini sepenuhnya berasal dari SiLPA Tahun Anggaran Sebelumnya sebesar Rp46.44 87.948.258.814.353.000.934. Pada tahun anggaran 2007.000. 4.334.395.137. Belanja Langsung mendapat alokasi anggaran sebesar Rp592.166.00 1.683.249. Surplus anggaran yang dianggarkan sebesar Rp9.55 REALISASI 145.484.00.000.36%.00 312.61 % 88.00 dan dana yang direalisasikan sebesar Rp290.24 82.68 0.00 0.90 Belanja ini diperuntukan membiayai pelaksanaan kegiatan-kegiatan dan program.12 149.654.97 94.573.703.555.747.985.326.152.479.348.618.785.443.603.194.855.834.95 277. sedangkan untuk rencana Pemerintah Kota Tangerang melakukan penyertaan modal dalam bentuk dana bergulir tidak dilaksanakan menunggu pembentukan BLUD yang khusus menangani pengelolaan dana bergulir ini kepada masyarakat.00.48 592.00 (41.248.279.00 atau sebesar 92.409.789.00 % 93.934.00 dan pembayaran angsuran pokok utang jangka panjang sebesar Rp1.899.

02 dan efisiensi belanja sebesar Rp83. 5. yaitu: 1. ataupun melalui peningkatan jenjang pendidikan.279. terutama program dan kegiatan fisik dengan nilai anggaran yang cukup besar sehingga berpengaruh terhadap keseluruhan rencana alokasi anggaran belanja. 2.636.124. Pemerintah Propinsi tidak pernah melibatkan Pemerintah Kabupaten/Kota yang mengakibatkan target yang ditetapkan terlalu tinggi sehingga tidak bisa dicapai oleh Kabupaten/Kota. Hal ini disebabkan karena adanya perkembangan situasi dan kondisi di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang. Masih kurang optimalnya pengelolaan potensi yang ada di Kota Tangerang (baik pajak maupun retribusi daerah). Sedangkan faktor-faktor penunjang pencapaian kinerja adalah: 1. 4.748. Dalam menetapkan target dana bagi hasil. dan instansi vertikal lainnya. 7.361. dan 5. 3. Adanya program-program lanjutan strategis.915. Catatan atas Laporan Keuangan . dan 8. 6. 3. Belum transparannya proses pembagian dana bagi hasil kepada Pemerintah Kota Tangerang.27% dari yang dianggarkan. Masih adanya kebutuhan yang belum terakomodasi dikarenakan keterbatasan sumber dana yang tersedia. Adanya peningkatan kapasitas sumber daya aparatur baik melalui pembinaan dan pelatihan internal.739.94 serta efisiensi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp12.546. baik dari sisi perubahan peraturan maupun kondisi masyarakat. III. Semakin meningkatnya koordinasi dengan Pemerintah Pusat. dengan adanya kenaikan beberapa komponen penting.471.25 - . Masih terbatasnya sarana dan prasarana yang menunjang pelayanan kepada masyarakat.651. Pemerintah Propinsi.026. 4. Situasi perekonomian agak sulit diprediksi.00 menghasilkan SiLPA Tahun Berjalan sebesar Rp143. yang diperkirakan akan berdampak kepada berkurangnya daya beli pada masyarakat di Kota Tangerang. Dengan meningkatnya penyebarluasan informasi pentingnya membayar pajak dan retribusi daerah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak dan retribusi daerah. Adanya perbaikan sistem kerja dan sarana dan prasarana yang mendukung pencapaian target kinerja.2 FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PENCAPAIAN KINERJA Secara umum faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam pencapaian kinerja keuangan Tahun Anggaran 2007 masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Semakin meningkatnya koordinasi antara dinas/kantor/badan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. 2.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 penerimaan Daerah sebesar Rp12. Munculnya kebutuhan program dan kegiatan yang diperlukan untuk dilaksanakan pada saat pelaksanaan APBD sudah berjalan. sehingga berdampak kepada kurang pedulinya masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar Pajak dan Retribusi Daerah.39 atau 408.274.

357.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 BAB IV IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA PROGRAM PEMERINTAH KOTA TANGERANG IV.696.502.592.01 115.832.900.944.00 33.61 8.050.045. 3. 6.087.545.706.835.730.256.762.26 - . Pelaksanaan program dan kegiatan ini disesuaikan dengan urusan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Tangerang pada Tahun Anggaran 2007.064.00 52.083.348.428.002.886.855.917.669.121.481.507. Tabel 7 di bawah ini menggambarkan secara rinci alokasi Belanja Daerah untuk setiap urusan.664.451.072.370.00 856.00 44.77 46.506.971.00 29. 11.005.308.298.797.00 1.067.662.243.00 508.337.55 250.004.484.00 7.510.451.260.188.913. 1.00 111. IKHTISAR REALISASI PENCAPAIAN KINERJA PROGRAM Pencapaian kinerja program merupakan gambaran tentang ketercapaian serangkaian aktivitas dalam bentuk pelaksanaan kegiatan.557.00 8.800.133.696.917.61 242.029.458.00 1.00 32.351.773.881.973. sebagai implikasi dari kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya.021. 10.229.707.668.755.718.00 10.00 27. Tabel 7 Alokasi Belanja Daerah per Urusan Tahun Anggaran 2007 NO I.782.1. 7.683.00 22.442.00 47. 4.00 1. 13.631. 8.00 24. 9.168.180.510. 12.177.799.352.800.885.300.00 567. WAJIB Pendidikan Kesehatan Pekerjaan Umum Perumahan Penataan Ruang Perencanaan Pembangunan Perhubungan Lingkungan Hidup Pertanahan Kependudukan dan Catatan Sipil Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana Sosial Urusan Jumlah Program 186 9 16 11 10 7 9 11 8 5 4 4 6 4 Anggaran 897.735. 2.323. alokasi Belanja Daerah yang terbesar adalah untuk menunjang pelaksanaan urusan Pendidikan dengan alokasi anggaran sebesar Rp250.00 REALISASI 786.227.69% dari total anggaran Belanja Daerah yang digunakan untuk mendanai pelaksanaan 9 program dengan 83 kegiatan.00 25. Sedangkan kegiatan merupakan representasi dari peran SKPD terhadap pencapaian sasaran pembangunan melalui kontribusi terhadap indikasi kegiatan yang didefinisikan dalam dokumen rencana sebagai wujud sinergitas peran.989.00 34.00 Catatan atas Laporan Keuangan . 5.526.00 atau 27.

4.875.637.929.400.00 REALISASI 5. terlaksananya pembangunan dan rehabilitasi jalan dan jembatan.469.550.349.178.613.428.307.602. mobil dapur umum.912.00 2.61 Secara umum hasil yang dicapai dari pelaksanaan berbagai program dan kegiatan diantaranya adalah terlaksananya pembangunan dan rehabilitasi gedung (kantor.00 520.974.536.388.00 307.000. pengadaan buku dan alat tulis sekolah. Dalam pelaksanaan urusan-urusan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Tangerang.974.00 857.907. 17.899.000.00 19.067.485.347. dan rehabilitasi taman. Pemerintahan Umum Kepegawaian Pemberdayaan Masyarakat Desa Statistik Kearsipan Komunikasi dan Informatika PILIHAN Pertanian Kelautan dan Perikanan Pariwisata Perdagangan Perindustrian Jumlah 18 8 5 1 8 7 21 11 3 2 2 3 207 215. 18.00 5.268.880. dan perahu karet).000. 1.507.953.035. dan rumah bersalin).00 20.292.00 2. gudang farmasi.00 1.406.687.011.206. 4.350.218. terdapat beberapa kegiatan yang sudah dianggarkan dalam APBD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 tetapi tidak dapat dilaksanakan. 2.189.000.188. Kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: 1.533.00 2.700.200. 3.000.215. mobil pemadam kebakaran.834.000.706.656. Kegiatan ini dianggarkan sebesar Rp160.833.00 3.431.628.00 21.189. Urusan Pendidikan a.230.00 675.893. 23.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 NO 14.311.624.334.000. Program Wajib Belajar Pendidikan Sembilan Tahun 1) Pendamping SMP Bertaraf internasional.485. gedung sekolah.221.00 904.953. terlaksananya penyediaan alat angkutan (kendaraan dinas. 21.00 4.750.040.489. 20.00 2.030. tersedianya meubelair dan alat kantor (termasuk sekolah).420.77 24.00 471.569.00 tapi sampai dengan akhir tahun 2007 tidak dapat dilaksanakan karena Pemerintah Provinsi Banten tidak Catatan atas Laporan Keuangan . 22.131.041.799.914.55 147.183.628.00 792. Penanaman Modal Pemuda dan Olahraga Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 5 6 11 3.285.319. 5.299.00 3.00 4.581.859. mobil puskesmas keliling.00 7.816.27 - .000. Urusan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jumlah Program 6 7 Anggaran 5.00 3. terlaksananya penyediaan alat-alat laboratorium baik untuk kebutuhan puskesmas maupun sekolah. 15.00 16.117.789.557.402.447.700.00 4.202. 24. posyandu.336.00 233.469.00 19. pembangunan dan rehabilitasi saluran drainase.00 3.00 832.625.00 4.263.256.375.938.007. puskesmas. II.00 579. terlaksananya pembangunan dan rehabilitasi PJU.357.037.331.00 577.936.00 2.

3.000.700.000.907.00 dan ditujukan untuk penyediaan sarana sanitasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.00 ini tidak dilaksanakan karena pelaporan evaluasi sudah terakomodir pada kegiatan masing-masing.000. Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil a.680.00 yang ditujukan untuk menata pemakaman melalui pemagaran.000. Evaluasi dan Pelaporan. 2. c.745.000. Kegiatan ini dianggarkan sebesar Rp245. namun sampai dengan akhir tahun anggaran 2007 masyarakat tidak bisa menunjukkan kesiapan pelaksanaan maka kegiatan ini tidak dilaksanakan dan dianggarkan kembali pada tahun anggaran 2008. 5. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan. Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah a. Kegiatan ini dianggarkan sebesar Rp42. Urusan Tenaga Kerja a. Kegiatan yang memiliki anggaran sebesar Rp9.000.600. namun sampai dengan akhir tahun anggaran 2007 tidak dapat dilakukan karena kegiatan tersebut telah dilakukan oleh Kantor Imigrasi. Urusan Perumahan a. namun tidak dapat dilaksanakan sampai dengan akhir tahun 2007 karena masih RUU tentang Usaha Kecil dan Menengah masih dalam tahap pembahasan oleh DPR RI. 1) Kegiatan Monitoring. 4. Program Pengembangan Perumahan 1) Fasilitasi Pembangunan Sarana dan Prasarana Dasar Permukiman Berbasis Rakyat. Urusan Kesehatan a. 6. Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan oleh masyarakat sendiri. Program Pengelolaan Areal Pemakaman 1) Pembangunan Sarana dan Prasarana Pemakaman. namun kegiatan ini tidak dilaksanakan karena aktivitas dari kegiatan ini sudah termuat dalam kegiatan lain. Program Upaya Kesehatan Masyarakat 1) Evaluasi Pelaksanaan Program JPKM – SD. Program Lingkungan Sehat Perumahan 1) Survey Pengukuran Jalan Lingkungan Perumahan dan Permukiman yang Diusulkan Masyarakat. Program Penataan Administrasi Kependudukan 1) Operasi Yustisi.00 dan ditujukan bagi pelaksanaan penertiban administrasi warga negara asing.999.28 - . Kegiatan ini dianggarkan sebesar Rp89.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 merealisasikan komitmen pendanaan pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional sebesar 30% dari total pendanaan. Catatan atas Laporan Keuangan . Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Yang Kondusif 1) Penyusunan Kebijakan tentang Usaha Kecil Menengah. Kegiatan yang memiliki anggaran sebesar Rp50.000 dan ditujukan untuk meningkatkan status kesehatan anak SD/MI. Kegiatan ini dianggarakan sebesar Rp2.600.290.00 ini tidak dapat dilaksanakan karena adanya kewenangan penataan pengelolaan jalan lingkungan oleh SKPD lain. Kegiatan ini dianggarkan sebesar Rp13.00. tetapi kegiatan ini tidak dapat dilaksanakan karena pemakaman yang akan dipagar merupakan milik masyarakat. b.

480.160. 7.000.00 dan ditujukan untuk menunjang kegiatan operasional yang berkaitan dengan representasi. Catatan atas Laporan Keuangan . IV. Sampai dengan akhir tahun 2007 belum adanya peraturan yang jelas mengenai pelaksanaan kegiatan ini.000.000. 8. antara lain adalah sebagai berikut: 1. Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan 1) Pembangunan Pasar Ikan. Kegiatan ini dianggarkan sebesar Rp595.000. Informasi dan Media Masa 1) Produksi Film Interaktif Bidang Pendidikan.650. maka diputuskan kegiatan ini tidak dilaksanakan.000.00 dan ditujukan untuk penyediaan tempat pembudidayaan ikan.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 b.00 dan ditujukan untuk pembangunan sarana interaktif di gedung pusat pemerintahan. Urusan Kelautan dan Perikanan a. Kegiatan ini dianggarkan sebesar Rp23. FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PENCAPAIAN KINERJA Dalam pelaksanaan program dan kegiatan untuk mencapai sasaran pembangunan yang telah ditetapkan terdapat beberapa faktor penghambat yang mempengaruhi kinerja.29 - . Penjelasan secara rinci mengenai hasil pencapaian dari kinerja pelaksanaan program dan kegiatan dapat ditemui pada Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Tahun Anggaran 2007. 2. Pencapaian tujuan dan sasaran program seringkali menjadi tidak maksimal. Akan tetapi sampai dengan akhir tahun 2007 tidak adanya petunjuk teknis dari Pemerintah Pusat mengenai BLUD. Program Pengembangan Sistem Pendukung Bagi Usaha Kecil dan Menengah 1) Koordinasi Pengguna Dana Pemerintah Bagi UMKM. hal tersebut disebabkan proporsi anggaran terhadap kegiatan utama dan kegiatan penunjang yang kurang didefinisikan secara memadai. Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah 1) Penunjang Operasional Pimpinan. 9. Namun kegiatan ini tidak dilaksanakan karena materi yang termuat dalam kegiatan ini sudah terdapat dalam pelaksanaan kegiatan lainnya dan adanya permasalahan hardware yang tidak mendukung. Urusan Pemerintahan Umum a. maka kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan.2. namun kegiatan ini tidak dapat dilaksanakan karena tidak tersedianya lahan yang mencukupi. Kegiatan ini dianggarkan sebesar Rp280. Program Pengembangan Komunikasi. pelayanan dan kebutuhan lain.00 dan ditujukan untuk memberikan sarana kepada Pemerintah Kota Tangerang menyalurkan dana bagi UMKM melalui BLUD. hal tersebut disebabkan masih kurang tersedianya petunjuk teknis pelaksanaan sebagai instrumen kendali. Kegiatan ini dianggarkan sebesar Rp312. Efektivitas program dan kegiatan seringkali kurang terarah. Urusan Komunikasi dan Informatika a.

Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007

3. Dalam menyusun skenario pencapaian tujuan dan sasaran program dan kegiatan, seringkali kurang mempertimbangkan faktor eksternalitas yang dapat mempengaruhi kinerja. Disamping penghambat juga tentunya terdapat faktor-faktor pendukung pencapaian kinerja program, antara lain: 1. Tersedianya pendanaan yang memadai yang sesuai dengan alokasi anggaran yang telah ditetapkan; 2. Meningkatnya pemahaman dari para Panitia Pengelola Kegiatan dalam melaksanakan kegiatan yang diembannya; 3. Tersedia media baik bagi masyarakat dan SKPD dalam menyalurkan aspirasi baik saran maupun kebutuhan akan pelaksanaan program dalam bentuk Forum Musrenbang mulai dari tingkat Kelurahan hingga tingkat SKPD; dan 4. Tersedianya media dalam rangka pemantauan pelaksanaan kegiatan dan program melalui laporan dan rapat evaluasi bulanan.

Catatan atas Laporan Keuangan - 30 -

Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007

BAB V KEBIJAKAN AKUNTANSI

V.1. ENTITAS PELAPORAN
Entitas Pelaporan dalam LKPD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 adalah Pemerintah Kota Tangerang. Selain itu Pemerintah Kota Tangerang memiliki entitas akuntansi yang terdiri dari SKPD dan SKPKD yang menyampaikan laporan keuangan sehubungan dengan anggaran/barang yang dikelolanya.

V.2. BASIS AKUNTANSI
Basis akuntansi yang digunakan dalam penyusunan dan peyajian LKPD Kota Tangerang tahun Anggaran 2007 adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dana dalam Neraca.

V.3. KEBIJAKAN AKUNTANSI Penyusunan dan penyajian LKPD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 telah mengacu kepada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Dengan demikian, dalam penyusunan LKPD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 telah diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan LKPD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 sesuai dengan SAP adalah: 1. Pendapatan Pendapatan adalah semua penerimaan Kas Daerah yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak Pemerintah Kota Tangerang dan tidak perlu dibayar kembali oleh Pemerintah Kota Tangerang. Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada Kas Daerah. Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran). Pendapatan disajikan sesuai dengan jenis pendapatan. 2. Belanja Belanja adalah semua pengeluaran Kas Daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh Pemerintah Kota Tangerang. Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari Kas Daerah. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Bendahara Umum Daerah.

Catatan atas Laporan Keuangan - 31 -

Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007

3. Pembiayaan Pembiayaan adalah seluruh transaksi keuangan Pemerintah Kota Tangerang, baik penerimaan maupun pengeluaran yang perlu dibayar atau akan diterima kembali, yang dalam penganggaran terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran. Pembiayaan diakui pada saat kas diterima pada Kas Daerah serta pada saat terjadinya pengeluaran kas dari Kas Daerah. Akuntansi penerimaan pembiayaan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasi dengan pengeluaran). 4. Aset Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh Pemerintah Kota Tangerang sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh Pemerintah Kota Tangerang maupun oleh masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. Dalam pengertian aset ini tidak termasuk sumber daya alam seperti hutan, kekayaan di dasar laut, dan kendungan pertambangan. Aset diakui pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah. Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Investasi, Aset Tetap, dan Aset Lainnya. a. Aset Lancar Aset lancar mencakup kas dan setara kas yang diharapkan segera untuk direalisasikan, dipakai, atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (duabelas) bulan sejak tanggal pelaporan. Aset lancar ini terdiri dari kas, piutang, dan persediaan. Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. Piutang dinyatakan dalam neraca menurut nilai yang timbul berdasarkan hak yang telah dikeluarkan surat keputusan penagihannya (SKPD dan SKRD). Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional Pemerintah Kota Tangerang, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Persediaan dicatat di neraca berdasarkan : - harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan pembelian, - harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri, - harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan. b. Investasi Investasi adalah aset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomik seperti bunga, dividen dan royalti, atau manfaat sosial sehingga dapat meningkatkan kemampuan Pemerintah Kota Tangerang dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.

Catatan atas Laporan Keuangan - 32 -

Tagihan Catatan atas Laporan Keuangan . dan badan usaha lainnya yang bukan milik negara. Investasi jangka panjang dibagi menurut sifat penanaman investasinya. dimana pengeluaran setelah perolehan awal suatu aset tetap yang memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dalam bentuk kapasitas. pemerintah daerah. Menurut PSAP Nomor 07 tentang Akuntansi Aset Tetap. dalam LKPD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007. (ii) Investasi Permanen Investasi Permanen adalah investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki secara berkelanjutan. dan aset tetap. c. Investasi Jangka panjang adalah investasi yang dimaksudkan untuk dimiliki selama lebih dari setahun. Hal ini disebabkan antara lain belum adanya pedoman lebih lanjut dari Pemerintah Pusat mengenai penerapan basis akuntasi akrual. Tagihan Tuntutan Perbedaharaan. Investasi permanen meliputi seluruh Penyertaan Modal Daerah pada perusahaan negara. Aset Lainnya Aset lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar. Aset Tetap Aset tetap mencakup seluruh aset yang dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Tangerang maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Investasi jangka pendek adalah investasi yang dapat segera dicairkan dan dimaksudkan untuk dimiliki dalam kurun waktu setahun atau kurang. dan pihak ketiga lainnya. Investasi permanen dimaksudkan untuk mendapatkan dividen atau menanamkan pengaruh yang signifikan dalam jangka panjang. d. Termasuk dalam aset lainnya adalah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA). atau peningkatan standar kinerja.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 Investasi diklasifikasikan ke dalam investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. (i) Investasi Non Permanen Investasi non permanen adalah investasi jangka panjang yang tidak termasuk dalam investasi permanen dan dimaksudkan untuk dimiliki secara tidak berkelanjutan. Namun. harus ditambahkan pada nilai tercatat aset yang bersangkutan. seluruh aset tetap yang dikelola oleh Dinas/Badan/Kantor/Sekretariat selaku pengguna barang belum disusutkan/didepresiasi. Kapitalisasi aset tetap untuk tahun anggaran 2007 masih langsung mengacu kepada PSAP Nomor 07 tentang Akuntansi Aset tetap. investasi jangka panjang. mutu produksi. aset tetap disajikan berdasarkan biaya perolehan aset tetap dikurangi akumukasi penyusutan (depresiasi).33 - . Penyajian investasi pada Neraca Pemerintah Pusat per 31 Desember 2007 terbatas pada investasi jangka panjang. yaitu non permanen dan permanen.Investasi non permanen sifatnya bukan penyertaan modal saham melainkan berupa pinjaman jangka panjang yang dimaksudkan untuk pembiayaan investasi perusahaan negara/daerah. Aset tetap dilaporkan berdasarkan pada harga perolehan. lembaga internasional.

Aset Tak Berwujud. TPA dan TP/TGR yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai aset lancar. Kemitraan dengan Pihak Ketiga. Kewajiban pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang bekerja pada pemerintah. lisensi dan franchise. atau lembaga internasional. Aset lain-lain dapat berupa aset tetap Pemerintah Kota Tangerang yang dihentikan dari penggunaan aktif Pemerintah Kota Tangerang. Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau peraturan perundang-undangan. Aset lain-lain merupakan aset lainnya yang tidak dapat dikategorikan ke dalam TPA. Kewajiban Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi Pemerintah Kota Tangerang. paten. lembaga keuangan. dan hak lainnya.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 Tuntutan ganti Rugi (TGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun. TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset Pemerintah Kota Tangerang secara angsuran kepada pegawai Pemerintah Kota Tangerang yang dinilai sebesar nilai nominal dari kontrak/berita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar saldo tagihan penjualan angsuran. TP/TGR merupakan suatu proses yang dilakukan terhadap bendahara/pegawai negeri bukan bendahara dengan tujuan menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh Pemerintah Kota Tangerang sebagai akibat langsung maupun tidak langsung dari suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh bendahara/pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya. maupun aset tak berwujud. Kemitraan dengan Pihak Ketiga. Tagihan TP/TGR. dan piutang tidak tertagih (macet) juga termasuk dalam kelompok aset Lain-lain. hak cipta (copyright). Kewajiban diklasifikasikan ke dalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. Dalam konteks pemerintahan. Aset Tak Berwujud meliputi software komputer. 5. Aset tak berwujud merupakan aset nonkeuangan yang dapat diidentifikasikan dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual.34 - . goodwill. dan Aset lain-lain. Catatan atas Laporan Keuangan . hak jasa dan operasi Aset Tak Berwujud dalam pengembangan. Kemitraan dengan pihak ketiga merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih yang mempunyai komiten untuk melaksanakan kegiatan yang dikendalikan bersama dengan menggunakan aset dan/atau hak usaha yang dimiliki. entitas pemerintahan lain. kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat.

Bagian Lancar Utang Jangka Panjang. Utang PFK dicatat sebesar saldo pungutan/potongan berupa PFK yang belum disetorkan kepada pihak lain sampai akhir periode pelaporan. b. Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga. Nilai nominal atas utang luar negeri Pemerintah Kota Tangerang merupakan kewajiban Pemerintah Kota Tangerang kepada pemberi utang sebesar pokok utang dan bunga sesuai yang diatur dalam kontrak perjanjian dan belum diselesaikan sampai tanggal pelaporan. Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. Nilai yang dicantumkan dalam neraca untuk bagian lancar utang jangka panjang adalah jumlah yang jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. Utang bunga atas utang pemerintah yang belum dibayar diakui pada setiap akhir periode pelaporan sebagai bagian dari kewajiban yang berkaitan. diperhitungkan dengan menyesuaikan nilai tercatat kewajiban tersebut. Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. Utang bunga atas utang Pemerintah Kota Tangerang dicatat sebesar biaya bunga yang telah terjadi dan belum dibayar. Catatan atas Laporan Keuangan . Kewajiban jangka panjang Pemerintah Kota Tangerang saat ini terdiri dari utang luar negeri . penyajian utang Pemerintah Kota Tangerang di neraca belum mencakup utang kepada pegawai terkait kompensasi Pemerintah Kota Tangerang. Bunga dimaksud berasal dari utang Pemerintah Kota Tangerang dari dalam maupun luar negeri. yaitu sebesar nilai kewajiban Pemerintah Kota Tangerang pada saat pertama kali transaksi berlangsung. Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). Khusus untuk hedge bonds menggunakan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang terakhir. SAP telah mengatur penyajian utang kepada pegawai (past service liability). Aliran ekonomi sesudahnya seperti transaksi pembayaran. perubahan penilaian karena perubahan kurs mata uang asing. Utang dalam bentuk sekuritas dinilai berdasarkan nilai historis.35 - . Kewajiban Jangka Pendek Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiba jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. kepada pegawai sebagai pekerja atas jasa yang telah diberikan. sebagai pemberi kerja.Utang luar negeri Pemerintah Kota Tangerang pinjaman dari Asian Development Bank. Namun demikian. Utang Bunga (accrued interest) dan Utang Jangka Pendek Lainnya.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 a. dan perubahan lainnya selain perubahan nilai pasar.

Ekuitas Dana Investasi. Catatan atas Laporan Keuangan . atau kewajiban kini yang timbul sebagai akibat masa lalu. Kemudian.36 - . Ekuitas Dana Ekuitas Dana merupakan kekayaan bersih Pemerintah Kota Tangerang. tetapi tidak diakui karena kemungkinan besar Pemerintah Kota Tangerang tidak mengeluarkan sumber daya yang mengandung manfaat ekonomis untuk menyelesaikannya. 6. Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dan utang jangka pendek. Ekuitas dana diklasifikasikan Ekuitas Dana Lancar.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 c. Utang Pemerintah Kota Tangerang dalam mata uang asing dicatat dengan menggunakan kurs tengah bank sentral saat terjadi transaksi. 7. transaksi dalam mata uang asing harus dibukukan dalam mata uang rupiah dengan menjabarkan jumlah mata uang asing tersebut menurut kurs tengah Bank Sentral pada tanggal transaksi. Ekuitas Dana Investasi mencerminkan selisih antara aset tidak lancar dan kewajiban jangka panjang. Ekuitas Dana Cadangan mencerminkan kekayaan Pemerintah Kota Tangerang yang dicadangkan untuk tujuan tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Namun. dan Ekuitas Dana Cadangan. yaitu selisih antara aset dan utang Pemerintah Kota Tangerang. atau jumlah tersebut tidak dapat diukur dengan andal. LKPD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 ini belum menyajikan selisih kurs atau aset atau kewajiban dalam mata uang asing sebagai kenaikan atau penurunan ekuitas dana periode berjalan dalam neraca. pos kewajiban moneter dalam mata uang asing dilaporkan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs bank sentral pada tanggal neraca. Pada setiap tanggal neraca. selisih penjabaran pos kewajiban moneter dalam mata uang asing antara tanggal transaksi dan tanggal neraca dicatat sebagai kenaikan atau penurunan ekuitas dana periode berjalan. Selisih Kurs Menurut SAP. Kewajiban Kontijensi Kewajiban kontijensi merupakan kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadinya atau tidak terjadinya suatu peristiwa atau lebih pada masa datang yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali Pemerintah Kota Tangerang.

3.938. dan saldo kas dan setara kas pada tanggal 31 Desember 2007.00 % 117.59% atau terdapat kekurangan dari pencapaian target sebesar Rp10. dan ekuitas dana pada tanggal 31 Desember 2007. Laporan Arus Kas menyajikan informasi mengenai sumber.37 - . kewajiban. belanja.427.00 25.851.00 756.174.000.427.1. dan pembiayaan terdapat dalam Laporan Realisasi Anggaran.02 101.953. Namun jika dibandingkan dengan pencapaian realisasi Pendapatan Transfer pada Tahun Anggaran 2006.099.060.36% dari target yang telah ditetapkan. PENDAPATAN Pada Tahun Anggaran 2007 Pendapatan Daerah dianggarkan sebesar Rp914. Anggaran 2007 Uraian Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Transfer Lain-lain Pendapatan yang Sah Jumlah 914.00 23.795.412. Neraca menggambarkan posisi keuangan Pemerintah Kota Tangerang mengenai aset.000.874.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 BAB VI PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN Bab ini akan membahas secara rinci mengenai pos-pos yang terdapat laporan keuangan.00 926.674.00 Realisasi 2007 Realisasi 2006 (Rp) Rp.014.047.948.41%.350.779.59% atau terjadi peningkatan sebesar Rp142.59 100. sedangkan pos aset. belanja.208. kewajiban.060.00 25.000.063.29%.000.000.661.055. surplus/defisit dan pembiayaan yang masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya dalam Tahun Anggaran 2007.523.36 757.272.000.609.878.674.000. Disamping itu pula terdapat penjelasan mengenai aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas sebagaimana yang tercantum dalam Laporan Arus Kas.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp926.906.00 131.00 Berdasarkan rincian Pendapatan Daerah di atas terlihat bahwa hanya pos Pendapatan Transfer yang memiliki pencapaian realisasi dibawah target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 98.07 atau 22.874. maka terjadi peningkatan realisasi sebesar 23.107.302. 156.02 atau 101.664. penggunaan.000. dimana pos pendapatan.00 atau 1.144. transfer.95 603. Catatan atas Laporan Keuangan .32 98.486.000.208.857. Secara keseluruhan terdapat peningkatan realisasi Pendapatan Daerah sebesar Rp168.078. Laporan Realisasi Anggaran menyajikan informasi mengenai realisasi pendapatan. Pendapatan Daerah untuk Tahun Anggaran 2007 yang telah diterima di Kas Daerah terdiri dari: No 1.293.605. perubahan kas dan setara kas selama Tahun Anggaran 2007.935.00. 2. dan ekuitas dana terdapat dalam Neraca.609.02 745. VI.95 (Rp) 133.829.

42% dari total penerimaan Pendapatan Daerah. 109. Jumlah Pajak Daerah yang dapat dipungut serta disetorkan ke Kas Daerah selama tahun anggaran 2007 terdiri dari: Catatan atas Laporan Keuangan .857.640.71%.00 22.01 92.00 % 117.52 156.558. dengan realisasi tertinggi dicapai oleh pos Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan yaitu 153.01%.187.155. Dan jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan PAD Tahun Anggaran 2006 maka terjadi peningkatan sebesar Rp24.618.00 13.00 5.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 Grafik 7 Perbandingan Realisasi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2007 2.32 12. Pendapatan Pajak Daerah Pendapatan Pajak Daerah adalah pos untuk menampung pendapatan yang berasal dari pajak daerah yang ditetapkan sesuai dengan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah.423.304.991.246.566.298.76 117.727.95 (Rp) 93. Lain-lain PAD yang Sah Jumlah 5.042. 2. dimana Pendapatan Transfer mencapai 80.983.50 25.586.883.607.00 7.00 133.412.07 atau 18.00 Berdasarkan rincian PAD di atas terlihat bahwa seluruhnya melampaui target penerimaan yang telah ditentukan.795.1.293.829.343. VI.02 127.107.00 25.00 8.110.000.158.906. VI.302. Anggaran 2007 Uraian Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan 3.586.48 101.909.814.258.025.486.666.784.797.717.95 131.1.464.300.000.42% Berdasarkan grafik di atas. Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 4.008.971. jelas terlihat bahwa Pemerintah Kota Tangerang masih memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap Pemerintah Pusat pendanaan untuk menjalankan urusan yang menjadi kewenangannya. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pendapatan Asli Daerah untuk Tahun Anggaran 2007 yang telah diterima oleh Kas Daerah terdiri dari: No 1.89% Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Transfer Lain-lain Pendapatan yang Sah 80.156.00 Realisasi 2007 Realisasi 2006 (Rp) Rp.70% 16.538.1.1.1.287.523.81 153.38 - .

00 5.607.726.969.1.822.610.00 51.00 114.00 5.50 58.161.000.376.875.1. dengan pencapaian tertinggi pada realisasi penerimaan Pajak Hotel dan Restoran sebesar 123.00 109.67 8.00 0.00 117.302.464.777.000.000.00 10.960.800.000.219.355.00 1.969. seluruh komponen Pajak Daerah pada Tahun Anggaran 2007 memiliki realisasi penerimaan yang lebih besar dibandingkan dengan realisasi pada Tahun Anggaran 2006.00 1.916.300.727.00 Realisasi 2007 Rp. Anggaran 2007 Uraian Pajak Hotel dan Restoran Pajak Hiburan Pajak Reklame Pajak Penerangan Jalan Umum Pajak atas (Rp) 25.500. 2.082. Jumlah Retribusi Catatan atas Laporan Keuangan .859.097.097.156.2 Pendapatan Retribusi Daerah Retribusi Daerah merupakan pos untuk menampung pendapatan yang berasal dari retribusi daerah sebagaimana yang ditetapkan sesuai dengan Undangundang Nomor 34 Tahun 2000 yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Pemerintah Nomor Nomor 66 Tentang Retribusi Daerah.00 Realisasi 30.000.00 1.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 No 1. 4.00.86 122.000.000.941.00 40.00 % 123.00 51.072.00 93.042.264.2007 60.000.540.300. Penyelenggaraan Parkir Swasta Jumlah 8.519.00 7.854.640.00 10.00 Pajak Hotel dan Restoran Pajak Hiburan Pajak Reklame Pajak Penerangan Pajak atas Jalan Umum Penyelenggaraan Parkir Sw asta Jenis Pajak Berdasarkan grafik realisasi di atas terlihat bahwa.00 Realisasi 2006 (Rp) 25.29% atau melebihi target sebesar Rp5.00 50.29 116. 3.369.200.000. 30.784.000.000.292.654.118.48 92.39 - . VI.000.000.000. Grafik 8 Perbandingan Realisasi Penerimaan Pajak Daerah TA 2006 .50 117.00 Berdasarkan rincian penerimaan Pajak Daerah di atas terlihat bahwa seluruh pos PAD melampui target penerimaan yang ditetapkan.00 8.244.822.484.00 TA 2007 TA 2006 20.

00 67.00 135.000.00 3.800.000.000.63 93.000.902.655.636.220.52%).600.288.00 220.506.31 0.15 102.00 558.00. 1.000.069.00 66.00 111.763.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 Daerah yang dapat dipungut serta telah disetorkan ke Kas Daerah selama tahun anggaran 2007 terdiri dari: No I.000.500.635.00 750. 22.946.00 96.00 117.666.435.00 91.173. 23.00 1.325.500.00 42.00 104.52%.925.84 117.000.00 72.160.000.188.00 8.000. maka terjadi peningkatan sebesar Rp2.00 541.500.00 1.00 500. 16.207.26 117.864.797.604.453.215.456.49 101.130.155.00 256. 19.750.000.423. 14.951.657.930.763. 5.000.000.100.663.175.802. 20. 12.00 0.694.000.972.825.00 86.00 527.883.385.550.000.00 902.72 102.600.00 261.713.31 92. 4.000.209.245.725.41 125.40 - .00 410.468.00 14.871.00 1.00 260.100.00 379.00 3.00 1.00 101.616.000.983.00 111.00 230.000.000.500.463.700. 5.000.763.000.995.700.00 32.000.08 107. dan hanya 2 jenis retribusi yang pencapaiannya masih di bawah 100%.00 1.000. Uraian Retribusi Jasa Umum Pelayanan Kesehatan Pelayanan Persampahan/Kebersihan Penggantian Biaya Cetak Akte Casip Pelayanan Pemakaman Pengujian Kendaraan Bermotor Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran Retribusi Jasa Usaha Pemakaian Kekayaan Daerah Terminal Tempat Khusus Parkir Penyedotan Kakus Rumah Potong Hewan Retribusi Perijinan Tertentu Ijin Mendirikan Bangunan Ijin Gangguan Ijin Trayek Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah Ijin Usaha Kepariwisataan Ijin Bongkar Muat Barang Ijin Tanda Daftar Perusahaan TDI/IUI/IP SIUP SIPA Gudang Retribusi Ijin Dipensasi Jalan Jumlah Anggaran 2007 (Rp) 6.00 (92.214.000.882.925.500. 20 jenis diantaranya melebihi target yang telah ditetapkan dengan pencapaian realisasi tertinggi pada retribusi SIPA sebesar 155.590.165.000. 15.102.451.245.027.779. 17.215.00 12.500.000.00 242.64 112.302.000.000. 2.220.158.00 15.000.000.412. yaitu: 1.00 101.00 64.635.00 750.00 1.600.00 133.00 33.017.000.54 111.00 131.00 1.00 atau 28.500. 4.298.00 112.00 0.056.00 1.000.000.00 3. Kekurangan pencapaian target sebesar Rp897.66 155.470.00 1.000.000.500.00 305.019.725.000.000.64 137.00 1.548.000.40 117.000.700.720.00 101.000.000.335.000.200.803.00 25.00 1.49%. II.606.49 103.456.00 1.000.00 619.128.00 14.600.102.000.00 110.00 Realisasi 2007 Realisasi 2006 (Rp) 5.000.000.36 110.792.650.27 131.00 2.000.00 1.00 terealisasi Rp11.00 25.554.037. 3. 18.676. 13.156.860.525.110.70 104. 3. Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan dengan target Rp12.676.000.584. III.774.00 11.755.814.32 100. 1.000.00 115.792.000.000.825.87 127.248.70 123.00 942.00 110.299.545.00 172.000.00 2.000.00 22.705.755.53 118.00 1.00 882.606.374.246.730.00 247.227.490.000.000.350.902.000.000.81 Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa dari 22 jenis retribusi yang dikelola pada Tahun Anggaran 2007.52 72.000.324. 2.060.000.00 Rp 7.000. 6.000.109.875.000.334.000.22 104.639.00 110.00 % 118.00 2.00 101.102.00 66.127. Namun apabila dibandingkan dengan realisasi pada tahun anggaran 2006. 21. Catatan atas Laporan Keuangan .000.

466.62%.781.080.01 170.495.000.612.19 445.00 8.000.000.365.586.00 disebabkan karena ada beberapa permohonan ijin yang tidak dapat diselesaikan pada tahun 2007.00 dan Rp4.558.557.000. 185. VI.586.160.439. maupun Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan.50 % 162.177.00 3.35 0.00 terealisasi Rp1. 3.00 60. maka terjadi peningkatan sebesar Rp8.00 185.000.286.00 atau 16.00 78.00 153.102.1. Catatan atas Laporan Keuangan . Hal ini disebabkan karena pada tahun anggaran 2007 PDAM menyetorkan bagian laba yang menjadi hak Kota Tangerang untuk tahun 2005 dan 2006 yang nilainya masing-masing sebesar Rp4.00 No 1.500.83%. VI.00 % 106.54%).347.940.163.10 Realisasi 2006 (Rp) 2.797.717.00 5.727.19 1.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 2.730.992.286.332.000.00 204.061.592. yang terdiri dari: No Anggaran 2007 Uraian Pendapatan Deviden dari Bank Jabar Pendapatan Deviden dari PDAM Pendapatan Deviden dari PD Pasar Jumlah (Rp) 4.514. 4.506.789.000.000.617.006. Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan merupakan pos untuk menampung pendapatan yang berasal dari bagian laba atas penyertaan modal/investasi kepada pihak ketiga.00 Berdasarkan rincian di atas terlihat bahwa realisasi tertinggi diperoleh dari penerimaan pendapatan dividen yang berasal dari PDAM yang dapat melampaui target sebesar 204.00 13.538.586.187. untuk tahun anggaran 2007 penerimaan pendapatan ini berasal dari pendapatan deviden.1.287.459.00 (72.704.000.00 8.894. 3.058.656.00 Realisasi 2007 Rp.44 Realisasi 2006 (Rp) 1.971. 4.500.000.966.538.3.051.00.00 267.00 atau sebesar 159.728.666. Selain itu jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan Retribusi Daerah pada Tahun Anggaran 2006 terdapat peningkatan sebesar Rp3.293. Retribusi Daerah.000.00 144. Pada tahun anggaran 2007 pos ini terdiri dari: Anggaran 2007 Uraian Penerimaan Jasa Giro Penerimaan Bunga Deposito Penerimaan Ganti Rugi atas Kekayaan Daerah (TP/TGR) Pendapatan Denda Pajak (Rp) 2.000. 4.635.610.00 81.000.088.895.00 0.283.000. 2.600.00 100. 4. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Pos Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah merupakan kelompok penerimaan yang tidak dapat diklasifikasikan baik ke dalam Pajak Daerah.566.1.00 113.19%.1.200.00 Realisasi 2007 Rp.685. Jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan pada Tahun Anggaran 2006. Kekurangan pencapaian target sebesar Rp439.032.00 2.41 - .4.333. Retribusi Ijin Gangguan dengan target Rp1.00 76.475.00 0.00 7.752.

00 128.05 98.1.959.779.304.969.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 5. Namun jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan Pendapatan Transfer pada Tahun Anggaran 2006.332.2.00 2.52 136.00 7.000.991.911.288.391.883.59 109.00 (98.1 Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat – Dana Perimbangan Transfer Pemerintah Pusat – Dana Perimbangan merupakan pos untuk menampung penerimaan yang berasal dari bagi hasil Pemerintah Pusat dalam bentuk dana perimbangan.00 2.955.00 603.617.673.730.59%.906.201. seperti halnya pada Tahun Anggaran 2006 yang dapat memberikan konstribusi penerimaan sebesar Rp7.00.586.953. Pendapatan Transfer Pendapatan Transfer merupakan pos untuk menampung penerimaan transfer yang berasal dari Pemerintah Pusat dalam bentuk dana perimbangan dan transfer dana lainnya.953.00 0.272.00 745. untuk tahun anggaran 2007 realisasi penerimaan pos ini terdiri dari: Catatan atas Laporan Keuangan .618.258. Jaminan Bongkar Reklame Lain-lain Penerimaan Pendapatan Denda Retribusi Jumlah 70.2 55.990.400.185.174.95 Rincian penerimaan di atas memperlihatkan bahwa pada Tahun Anggaran 2007.29%).819.008.819.307.1. maka terjadi peningkatan sebesar Rp142.00 5.025. Hal ini lebih disebabkan karena pada Tahun Anggaran 2007 Pemerintah Kota Tangerang tidak lagi menerima Bunga Deposito.00 Realisasi 2006 (Rp) 1.18 205.95 127.116.878.00 96.350. Untuk Tahun Anggaran 2007 Pendapatan Transfer yang telah diterima oleh Pemerintah Kota Tangerang melalui Kas Daerah terdiri dari: Realisasi 2007 No Uraian Transfer Pemerintah PusatDana Perimbangan Transfer Pemerintah Provinsi Jumlah Anggaran 2007 (Rp) Rp.000.59% lebih disebabkan karena tidak tercapainya target penerimaan dari Pos Transfer Pemerintah Pusat – Dana Perimbangan sebesar Rp616.804.055. 2.034.717.00 % 98.066. VI. 7.087. VI.178.782.331.988.18%.219.953.00 Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa pencapaian realisasi Pendapatan Transfer sebesar 98.00 100.078.00 756.391.473. dan transfer dari Pemerintah Propinsi.194. maka terjadi penurunan realisasi yang cukup signifikan yaitu sebesar Rp4.386.906.278. Jika dibandingkan dengan peneriman pada Tahun Anggaran 2006.909.62 90.967.851.00 3. 128.00 616.014.76 12.605.00 atau 23. 6. 627.42 - .693. pos penerimaan dari Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah hampir seluruhnya melebihi target yang telah ditetapkan kecuali pada Lain-lain Penerimaan dengan realiasi 90.712.43 (40.578.29 493.40%).2.898.578.

552.165.00 245.00 74.000.693.00 6.000.953.680.006.131.250.000. 233. Tidak tercapainya target penerimaan ini karena penentuan target penerimaan sepenuhnya merupakan kewenangan dari Pemerintah Pusat.00 46.190. Untuk realisasi penerimaan Tahun Anggaran 2007 sepenuhnya berasal dari bagi hasil pajak dengan rincian sebagai berikut: No 1.876.802.80 300.717.132.711.2.00 34.00 95.00 Catatan atas Laporan Keuangan .30 98.00 5.502.00 2. Transfer Pemerintah Provinsi Pos Transfer Pemerintah Propinsi merupakan pos untuk menampung penerimaan yang berasal dari bagi hasil pajak dan bagi hasil lainnya.00 454.351.00 7.815.64 96.473.832.00 109.00.116.00 2.00 43.000.00 0.00 % 96.000.744.145.879. 4.185.00 0.27 102.890.34 376.00 38.3 PPh Orang Pribadi (Rp) 243.129. 3. 38. 4.00 2.191.637.1 Iuran Hasil Hutan/Provisi 2.120.00 66.00 111.109.72 46.553.145.00 100.00 148.00 485.201.00 Realisasi 2007 Realisasi 2006 (Rp) Rp.688.338.858.800.000.898.72%).788.810.145.178.520.233.00 60.632. Bagi Hasil SDA 2.741.840.993.72 105.00 74.028.00 616.257.43 - .000.00 100.762.00 32.097.688.937.454.457. BPHTB (88.578.777.500. Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Jumlah 376.046.166.00 3.069.358.00 2.94%%).000.615.528.538.327. Hal ini disebabkan karena penerimaan dari dana bagi hasil pajak/bukan pajak terdapat tiga pos yang tidak mencapai target antara lain: PBB (95.550.00 1.219.324.1 PBB 1.00%).29 293.29% atau sebesar Rp616.511. dan Iuran Eksploitasi/Royalty (0.546.191.497.2 BPHTB 1.000.2.087.000.536.000.325.000. VI.00 0.959.041.447.018.00 106.384.000.311. dan realisasi Dana Alokasi Khusus hanya sebesar 83.00 103.000.584.05 1.00 44.00 2.00 38. PKB BBNKB PBBKB Pajak ABT Pajak Pengambilan Air Permukaan Jumlah 128.1.433.80 95.611.00 128.00 376.584.151.842.819.194.224.00 83.000.000.000.046.819.00 Dari tabel di atas terlihat bahwa realisasi penerimaan yang berasal dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat – Dana Perimbangan hanya mencapai 98.00 % 99.675. Anggaran 2007 Uraian Dana Bagi Hasil Pajak 1.00 627.211.876.554.72 88.312.00 493.3 Penerimaan Pungutan Pengusahaan Perikanan 3.94 105.157. 2.883.749.980.00 492.00 37. 5.617.673.802.836.00 57.122.00 106.446.545.955.784.375.378.429.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 No 1.578.00 194.584.2 Iuran Eksploitasi/Royalti 2.391.652.000.000.00 Realisasi 2007 Realisasi 2006 (Rp) Rp.600.391.00 730.05 Anggaran 2007 Uraian (Rp) 38.00 41.30%.

471. 3.959.05%.319.00 0.000.533.000.141.05%.000.00 904. sebagaimana dapat dilihat pada tabel di bawah ini.718. maka terjadi peningkatan sebesar Rp19.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 Tabel rincian di atas memperlihatkan bahwa realisasi penerimaan untuk pos ini melebihi target penerimaan yang ditetapkan yaitu sebesar Rp128.000. 25.482.00 0.10%.471.087.00 Untuk Tahun Anggaran 2007 realisasi penerimaan pos Pendapatan Hibah berasal dari penerimaan bantuan keuangan dari Pemerintah Propinsi Banten sebesar Rp20.230.000.44 - . Lain-lain Pendapatan yang Sah Lain-lain Pendapatan yang Sah merupakan pos untuk menampung penerimaan yang berasal dari hibah.000.613.916.00 773.354.00 0. Jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan pada Tahun Anggaran 2007.000.000.201.764.00 dan penerimaan bantuan keuangan dari Pemerintah Propinsi DKI Jakarta sebesar Rp5.000.000. Pelampauan target ini terutama berasal dari realisasi penerimaan BBNKB sebesar 105.55 0.3.53 1. terlihat bahwa realisasi belanja baik Belanja Operasi mapun Belanja Modal seluruhnya berada di bawah alokasi anggaran yang disediakan sehingga menghasilkan efisiensi anggaran sebesar Rp83.02 285.789.889.00 Realisasi 2006 (Rp) 23.00.00 100.323.035. dana darurat.789.454.80% dan Pajak Pengambilan Air Permukaan sebesar 102.00 0.593. 2.000.314. 618.00 343.649.00 0.77% sehingga masih terdapat efisiensi anggaran belanja daerah sebesar Rp83.00 0.305.981.000.00 0.000.00 25.97 0.58 93.97 Realisasi 2006 (Rp) Berdasarkan tabel realisasi di atas.000.000.00 798.484.00 atau 100.748.77 454.000.000.00 % 100. 2.00 0.94 atau 9.23%.000.762. VI.00 25.1. Anggaran 2007 Uraian Pendapatan Hibah Pendapatan Dana Darurat Pendapatan Lainnya Jumlah (Rp) 25.002.141.748.414.2. 3.00 100.000.613.000.026.61 % 89.55 dan direalisasikan sebesar Rp821.00 0. Catatan atas Laporan Keuangan .258.230. Rincian mengenai alokasi Belanja Daerah dan realisasi pengeluaran yang telah dilakukan baik melalui Kas Daerah maupun Bendahara Pengeluaran SKPD adalah sebagai berikut: Realisasi 2007 No 1.55 553.00 atau 18. 4.00 23.000.000. Uraian Belanja Operasi Belanja Modal Belanja Tak Terduga Transfer Jumlah Anggaran 2007 (Rp) Rp.000. Realisasi penerimaan pada Tahun Anggaran 2007 seluruhnya berasal dari pendapatan hibah dari Pemerintah Propinsi Banten dan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta.000. BELANJA Sebagai penerapan dari kebijakan belanja daerah. dan pendapatan lainnya.07 267.258. No 1.958.00 90.762.000. VI.94.00 821.113.000.61 atau 90.026.821.68 0.910.482.740. maka pada Tahun Anggaran 2007 pos Belanja Daerah dialokasikan sebesar Rp904.00 0.075.000.00 Realisasi 2007 Rp.

58%) dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp618. honorarium TKK. b.588. hal ini disebabkan karena realisasi pengeluaran pada seluruh pos Belanja Operasi berada dibawah 100%.76 99. pembayaran tagihan air. Realisasi belanja pegawai yang tidak terkait dengan pelaksanaan program dan kegiatan sebesar Rp261.07 % 92.437.44 0.2.512.77 123.703.00 48.29 1.710.113.593.06 (21.00 553.02 dengan sisa anggaran sebesar Rp64.747.100.00 0. Realisasi pos belanja ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan alat tulis kantor.43 (7.96.78 80. 1. dan honorarium tenaga ahli.683.101.754.164.00. persediaan obat.166. 2.53.958.474.328.00. uang representasi dan tunjangan pimpinan dan anggota DPRD.718.562.258.324.45 - .Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 VI.503.00.470. Pembayaran belanja pegawai yang terkait dengan pelaksanaan program dan kegiatan sebesar Rp140. pemberian bantuan kepada siswa sekolah dalam bentuk beasiswa sebesar Rp3.264. Uraian Belanja Pegawai Belanja Barang Bunga Subsidi Hibah Bantuan Sosial Jumlah Anggaran 2007 (Rp) Rp.187.77.254.974.1.29 atau 80. penyediaan bibit tanaman dan ternak.00 27.093.718.305.618. pembayaran insentif guru sebesar Rp52.634.711. gaji dan tunjangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.500.191.77 (92.692.426.00.113.385.520.048.118. 3.00 0. 5. serta jaringan irigasi.20 152.230.654.00 0.324. honorarium tim. penyediaan bahan material untuk pemeliharaan bangunan dan gedung.634.200.258.837.00 0.323.92%). diantaranya diperuntukkan bagi pembayaran gaji dan tunjangan PNS dan CPNS (termasuk guru).258.00 0.000.710.897. Termasuk dalam Catatan atas Laporan Keuangan .395. listrik.07 (89. 432.00 0.58 Realisasi 2006 (Rp) 296.695.305.82 1. dan telepon.811.075.00 454.090.200.701. Realisasi Belanja Pegawai Tahun Anggaran 2007 Rp401.916.00 0.821.00 maka terjadi peningkatan realisasi pengeluaran sebesar Rp99. dan biaya pemungutan pajak daerah dan PBB.00 1.623.425. diantaranya dalam bentuk honor panitia pelaksana kegiatan.916. Belanja Operasi Belanja Operasi merupakan pos pengeluaran anggaran untuk kegiatan sehari-hari Pemerintah Kota Tangerang yang memberi manfaat jangka pendek.326. Pengeluaran belanja barang ini melalui pelaksanaan program dan kegiatan pada setiap SKPD. Pos Belanja Operasi terdiri dari : Realisasi 2007 No 1.78%) dengan sisa anggaran Rp31.00 618. 6.02 401.00 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa realisasi pengeluaran Tahun Anggaran 2007 untuk Belanja Operasi adalah sebesar Rp553.593.918. 2.837. Apabila dibandingkan dengan realisasi pengeluaran pada pos Belanja Operasi Tahun Anggaran 2006 sebesar Rp454.645.958.00 87.68 89.928. Termasuk dalam realisasi belanja pegawai ini adalah untuk pembayaran honor TKK sebesar Rp10.036.101.00 31.080. kebutuhan barang cetakan.070.837.258.76% dari anggaran yang telah ditetapkan dengan sisa anggaran sebesar Rp29. Belanja Barang untuk Tahun Anggaran 2007 direalisasikan sebesar Rp123.00 106. 4.142.821.483.22%).654.093.200. realisasi ini di gunakan untuk: sebesar sebesar a.334.

partai politik.119. Belanja Modal Belanja Modal merupakan alokasi pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Irigasi.00. sosial kemasyarakatan. 5.293.00 343.91 86.607.45%).354. dan bantuan kepada organisasi perempuan. Belanja Bunga merupakan pos pengeluaran anggaran dalam rangka pembayaran bunga atas pinjaman jangka panjang yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang. Apabila dibandingkan dengan realisasi Belanja Modal Tahun Anggaran 2006 sebesar Rp343.740.887.555.125.622. 31.314.06%).396.090.120.700.05 28.091.42 (22.454. dan pengadaan obat senilai Rp5. Realisasi dari pelaksanaan kegiatan ini merupakan belanja pemeliharaan pada aset tetap tanah milik Pemerintah Kota Tangerang.889.319.754.227. Realisasi pos belanja ini diperuntukan bagi pemberian bantuan untuk sarana keagamaan.12 89.066.261.120.045.93 2.00 atau 87.966.57 4. dan telepon sebesar Rp20.234.75 5.747.2.00.314.261.00.447.563.002.319.55 % 99.220.565.411. 2.44 84.922.449.683.53 dan direalisasikan sebesar Rp267.484.528. Belanja Tanah Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.375.68%.18 31.437.000.504.00 dan direalisasikan sebesar Rp27.429.752.642.286. 3.075.200.986.882.46 - .364.31 93. Pos Belanja Bantuan Sosial pada Tahun Anggaran 2007 dialokasikan sebesar Rp31. Pada Tahun Anggaran 2007 realisasi belanja bunga adalah sebesar Rp1.000.585.95 97.623.832.972.319.651.954.166.649. pembayaran barang cetakan sebesar Rp4.484.058.149. Selain itu.889.68%. kepemudaan.519.25 136.771.02 12.471. 4.82 97.85 74. dan Jaringan Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya Jumlah Pada Tahun Anggaran 2007 ini Belanja Modal mendapat alokasi anggaran sebesar Rp285. 6.388.350.786.354. pembayaran tagihan air.731.263.002.146.00 0.97 Realisasi 2006 (Rp) 1.48 83.446. organisasi olahraga.2.70 (69.201.130. terdapat pula belanja pemeliharaan sebesar Rp198.32 267.00 4. listrik (termasuk pembayaran tagihan penerangan jalan umum).00 210.976. dimana pada Tahun Anggaran 2006 terdapat pelaksanaan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan melalui Catatan atas Laporan Keuangan .109.328.200.326.682. VI.000.00 atau sebesar 99. Penurunan realisasi belanja ini terutama pada realisasi pos Belanja Gedung dan Bangunan sebesar Rp146.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 realisasi belanja barang ini diantaranya adalah untuk memenuhi pembayaran kebutuhan alat tulis kantor sebesar Rp Rp2.68 20.740.00 1.52 139.00. pengobatan bagi keluarga miskin.875.326.44% dari anggaran yang ditetapkan sehingga menghasilkan sisa anggaran sebesar Rp9.932.451.905.55 atau 93.91 64.29 285.649.97 maka secara keseluruhan dapat dilihat terjadi penurunan sebesar Rp75. 3.454. Anggaran dan realisasi belanja modal Pemerintah Kota Tangerang adalah pada Tahun Anggaran 2007 sebagai berikut: Realisasi 2007 No Uraian Anggaran 2007 (Rp) Rp.077.53 31.123.447.00 yang berasal dari realisasi belanja Modal Tanah melalui pelaksanaan kegiatan Pengurugan Lahan Sekolah pada Dinas Pendidikan.46 2.

52% Belanja Tanah 51. Kegiatan Ganti Rugi Tanah dan Bangunan sebesar Rp31.309.825.027. Belanja Tak Terduga Jumlah Catatan atas Laporan Keuangan .369.792. dan 6. Realisasi Belanja Modal ini dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan yang dilakukan oleh SKPD selama tahun anggaran 2007.680.00 0.675.000. bencana sosial dan untuk pengeluaran tidak terduga lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan Pemerintah Kota Tangerang. 3.972. Irigasi.625.266.00 Realisasi 2006 (Rp) 1.00 1.306. 4. Selain itu.00 dan tidak direalisasikan.84% 10. Kegiatan Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan Lingkungan sebesar Rp15.2.000. 5.000. Kegiatan Pembangunan Jalan sebesar Rp4.00 0. Grafik 8 Realisasi Belanja Modal TA 2007 1.746.00 0.04% Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Gedung dan Bangunan Belanja Jalan.00. dan Jaringan 24. Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional sebesar Rp8. Kegiatan Pembangunan Gedung Sekolah (SD.000.00.000.495.00 0.932.000.59% 0.00 yang berasal dari pelaksanaan kegiatan Pengurugan Lahan Sekolah di Dinas Pendidikan.601. dan Jaringan sebesar Rp38. 2.89% 11.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 kegiatan pembangunan fisik sekolah mulai dari SD hingga SMA/SMK. pada realisasi belanja Modal Tanah terdapat belanja pemeliharaan sebesar Rp198. Berikut disajikan grafik mengenai proporsi realisasi masing-masing pos Belanja Modal untuk Tahun Anggaran 2007. Realisasi 2007 No Uraian Anggaran 2007 (Rp) Rp.921. Irigasi.00.. termasuk dalam realisasi ini diantaranya adalah pelaksanaan: 1. Pada Tahun Anggaran 2007 dianggarkan sebesar Rp1. 1.00. Untuk pos Belanja Modal lainnya seluruhnya mengalami peningkatan dengan peningkatan terbesar pada realisasi Belanja Jalan.647.57 (39.47 - .61.103.362.3 Belanja Tak Terduga Pos belanja ini diperuntukan keperluan penanganan bencana alam.126.00.77%).000.993. SMP.00 % 0.00 0.457.11% Belanja Aset Tetap Lainnya Belanja Aset Lainnya VI.309. dan SMA/SMK) sebesar Rp8.000. Kegiatan Pembangunan Gedung Kantor sebesar Rp23.000.

00 0.00 Realisasi 2006 (Rp) 773.00 0.077.445.443.443.41 105.00 0. PEMBIAYAAN Pembiayaan merupakan seluruh transaksi keuangan Pemerintah Kota Tangerang. VI.2.48 - . serta selisih antara target penerimaan dengan alokasi anggaran sebesar Rp9.32 1.748.446. APBD dianggarkan Pemerintah Kota Tangerang mengalami surplus anggaran sebesar Rp9.445.077.814. 0.662.00 0.45. baik penerimaan maupun pengeluaran.3 Bagi Hasil Pendapatan Lainnya Jumlah VI.02) (40.00 1.935.00 % 0.00 Realisasi 2007 Rp.00 0.94.1.00 0.075. Transfer Pos Transfer digunakan untuk menampung pengeluaran uang dari Pemerintah Kota Tangerang ke entitas pelaporan lain. yang dalam penganggaran Pemerintah Kota Tangerang terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran.45 105.443.41 hal ini terjadi karena realisasi pos Pendapatan Daerah melebihi target yang ditetapkan dengan pelampuan target sebesar Rp12.148.075.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 VI.02 dan seluruh pos belanja daerah memiliki realisasi di bawah anggaran yang ditetapkan dengan efisiensi anggaran sebesar Rp83.733.00 0. Bagi Hasil Retribusi 1. SURPLUS/DEFISIT Pada Tahun Anggaran 2007.3. Penerimaan Pembiayaan Pos Penerimaan Pembiayaan merupakan pos untuk menampung seluruh transaksi keuangan Pemerintah Kota Tangerang yang perlu dibayar kembali.2.099.814.126. Pada Tahun Anggaran 2007 Pemerintah Kota Tangerang tidak mengalokasikan anggaran untuk pengeluaran Transfer.026. Transfer/Bagi Hasil Ke Desa 1.662.1 Bagi Hasil Pajak 1.126.389.733. Penerimaan Pembiayaan Kota Tangerang untuk Tahun Anggaran 2007 terdiri dari: Catatan atas Laporan Keuangan . Surplus/Defisit Jumlah VI.270.00 0.099.00 773.733.32 (40.126.00 773.389.41 % 1.00 0.45.814.814. yang dalam penganggaran terutama dimaksudkan untuk menutup defisit anggaran.443. namun dalam realisasinya terjadi surplus anggaran sebesar Rp105.270.4.00 0.4.910.00 0. Realisasi 2007 No Uraian Anggaran 2007 (Rp) Rp.00 0.270.910.471.445.270.02) Realisasi 2006 (Rp) 1.4.910.00 0. yang perlu dibayar atau akan diterima kembali.45 9.00 0.075. No Anggaran 2007 Uraian (Rp) 0. 9.

00 4.34% yang merupakan penggenapan dari target total penyisihan Dana Cadangan sebesar Rp50.00 0.00 Tabel di atas memperlihatkan bahwa dari anggaran pengeluaran pembiayaan sebesar Rp21.00 % 75. karena bentuk penyertaan modal yang semula ditujukan untuk pelaksanaan dana bergulir Pemerintah Kota Tangerang masih menunggu pembentukan BLUD yang khusus menangani dana bergulir tersebut.348.35%.98 0. 0.000.953.441.622.00 21.000.187. Pengeluaran Pembiayaan Kota Tangerang untuk tahun anggaran Tahun Angaran 2007 terdiri dari: No Anggaran 2007 Uraian Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Pinjaman Jumlah (Rp) 10.00 99. 10.953.953.953.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 No 1.00 28.000.00 direalisasikan sebesar Rp8.00 1.98 0.00 % 100.258.00 46.00 0. VI.00 0.00 0.953.484. 46.00 Realisasi 2007 Rp.000.00 1.258.000.575.00 (Rp) 46.000.441.34 Realisasi 2006 (Rp) 1.35 5.000.828.00 Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa realisasi penerimaan pembiayaan Tahun Anggaran 2007 seluruhnya berasal dari penggunaan SILPA yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun yang lalu sebesar 46.484.00 0.00 46.00 5. Catatan atas Laporan Keuangan .258. yang dalam penganggaran terutama dimaksudkan untuk memanfaatkan surplus anggaran.292.98 0.4.292. 3.348.00 2.083. 22. 7.000.000. Realisasi yang rendah ini disebabkan karena penyisihan untuk Dana Cadangan hanya direalisasikan sebesar 75.441.292.00 atau sebesar 41.124.603. Pengeluaran Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan merupakan pos untuk menampung seluruh transaksi keuangan Pemerintah Kota Tangerang yang akan diterima kembali.255.511.191.00 0.191.137.98 (100%).603.530.00. Anggaran 2007 Uraian Penggunaan SILPA Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Penerimaan Pinjaman Daerah Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Jumlah 0.000.348.49 - .00 0.603.530.087.00 0.565.00 0.533. 0.789. Selain itu penyertaan modal untuk Tahun Anggaran 2007 juga tidak direalisasikan.083.347.00 Realisasi 2007 Realisasi 2006 (Rp) Rp.00 100. 3.000.441.00 0.00 1.00 0.976.81 41.000.603.852.789.603.00 8.2.00 115.255. 2.828.98 0.00 115.441.380.

592.915. VI. Aset terbagi dalam: No Uraian Aset Lancar Investasi Jangka Panjang Aset Tetap Dana Cadangan Aset Lainnya Jumlah 31 Desember 2007 (Rp) 31 Desember 2006 (Rp) 1. 5.250.356.41 atau 208.953.441.603. 3.961.644.159.822.546.39 atau 408.352. Apabila dibandingkan dengan realisasi SILPA Tahun Anggaran 2006 sebesar Rp46.129.050.952.236.33 39.876. Catatan atas Laporan Keuangan .057.391.36 54.622. Realisasi 2007 No Uraian Anggaran 2007 (Rp) Rp.240.00 17.924.83 3.02%.546.473.884.936.12%.739.27 408.862. SILPA Jumlah SILPA untuk Tahun Anggaran 2007 dianggarkan sebesar Rp35.43 143.464.953.29% dari keseluruhan Aset yang dimiliki.561.203.702.248.73 atau 11.603.680.892.297.592.253.397.895.3.058. yaitu 91.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 VI.550.511.159.603.89 79.207.739. 35.915.98 46.00 59.592.876.275. 4. ASET Aset merupakan salah satu pos yang termuat dalam Neraca Pemerintah Kota Tangerang.4.441. 171.38 50.00 2.449.16 Berdasarkan rincian Aset di atas terlihat bahwa secara umum terjadi kenaikan Aset yang dimiliki oleh Pemerintah Kota sebesar Rp339.00 19. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Pos Sisa Lebih Pembiayaan Angaran (SILPA) merupakan selisih lebih antara realisasi penerimaan dan pengeluaran selama Tahun Angaran 2007.953.39 143.915. Berikut komposisi Aset Kota Tangerang.5.122.943.101.39 % 408. 2.98 maka terjadi peningkatan realisasi sebesar Rp96.958.43 35.50 - .794.27 46.43 dan direalisasikan sebesar Rp143.857.00 3.441.797.911.159.230.98 Realisasi 2006 (Rp) 1. Aset yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Tangerang sebagian besar terdiri dari Aset Tetap.739.176.15 3.876.27%.546.

971.00 1.849.00 2.57% 5.00 71.61% Aset Lancar Investasi Jangka Panjang Aset Tetap Dana Cadangan 91.290.669.00 17.217.275. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan saldo kas di Kas Daerah sebesar Rp95.441. dipakai.566.203.787.06% 1. 5.97 171.644.990.00 atau sebesar 213. dan aset yang diharapkan untuk segera direalisasikan.669.29% Aset Lainnya VI.90%.306.00 16.891.98 9.052.964.48% 0.910.662.749.594.020. 140. 2.22%.36 atau 116.5.671. Aset Lancar Aset lancar terdiri dari kas dan setara kas.742.275.118.617.221.958. 8.351.742.564.680.033.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 Grafik 9 Komposisi Aset Tetap Pemerintah Kota Tangerang per 31 Desember 2007 1.39 6.1. 7.36 45. 6.935.00 148.82 79.319.00 Berdasarkan tabel rincian aset lancar di atas terlihat bahwa secara umum terjadi peningkatan pada posisi Aset Lancar tanggal 31 Desember 2007 sebesar Rp92. Catatan atas Laporan Keuangan .00 13.51 - .350.00 0. 3.00 0.939.651.20 5.007.00 415.168.300.00 7.250.895. atau dimiliki untuk dijual kembali dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan.245.985.000. 4.108. Aset lancar yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Tangerang pada tanggal 31 Desember 2007 terdiri dari: No Uraian Kas di Kas Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Piutang Pajak Piutang Retribusi Bagian Lancar Tuntutan Perbendaharaan Bagian Lancar Tuntutan Ganti rugi Piutang Lainnya Persediaan Jumlah 31 Desember 2007 (Rp) 31 Desember 2006 (Rp) 1.783.682.

00 Pada Tahun Anggaran.5.108.00 320.566. VI.827.052.39 31 Desember 2006 1.2.481.033. 31 Desember 2007 .825.566. Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Pengeluaran merupakan pos untuk menampung saldo kas yang berasal dari sisa UUDP dan pungutan pajak yang masih berada di Bendahara Pengeluaran dan belum disetorkan ke Kas Daerah sampai dengan tanggal 31 Desember 2007.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 VI.787.891.418357.00 30.98 Rincian mengenai saldo kas di Bendahara Pengeluaran sampai dengan 31 Desember 2007 adalah sebagai berikut: Catatan atas Laporan Keuangan .891.1 Kas di Kas Daerah Pos Kas di Kas Daerah meliputi uang kas yang ada di Bendahara Umum Daerah selaku Pemegang Kas Daerah dalam bentuk rekening giro.971.749.1.007.823.319.052.605.971.Kas di Bendahara Umum Daerah Jumlah 140.991.5.00 31 Desember 2006 45.39 2.00 140.787.749.033.787.1.00 45.669. jumlah kas yang berada di Kas Daerah pada tanggal 31 Desember 2007 seluruhnya dalam bentuk rekening giro dengan rincian sebagai berikut: Nama Akun Kas Daerah/PAD Dana Alokasi Umum (DAU) DAK Kesehatan Nomor Rekening 0120030203017 0120030203023 0001788663001 Jumlah Jumlah (Rp) 109.319.351.00 140.669.108.Kas di Bendahara Pengeluaran Jumlah 2.971.891.351.52 - . dengan rincian: 31 Desember 2007 .00 Jumlah tersebut telah sesuai dengan hasil rekonsiliasi antara Buku Kas Umum BUD dengan rekening kas daerah di Bank Jabar.98 1.007.

130.226.669.00 486.780.511.300.300.336.208.543.00 3.00 0.833.00 867.00 0.940.416.00 3.00 31 Desember 2006 223.00 98.502.5.00 1.379.00 140.00 0.Pajak Reklame .00 0.000.188.00 0.00 3.351.174.00 1.800.217.00 155.Pajak Penyelenggaraan Parkir Swasta .791.834.00 0.Pajak PJU PLN Jumlah 805.00 0.429.00 0.135.00 3.514.Pajak Hiburan .00 0.090.00 19.00 0.566.226.00 0.161.777.00 12.Pajak PJU Non PLN .267.000.072.00 9.118.963.00 0.695.00 0.00 0.513.00 0.00 2.270.000.00 0.428.00 1.00 0.372.530.00 0.791.00 9.00 100. Piutang Pajak Pemerintah Kota Tangerang dapat dirinci sebagai berikut: 31 Desember 2007 .00 9.200.135.243.00 0.873.00 4.183.00 0.3 Piutang Pajak Piutang Pajak merupakan pos untuk menampung saldo tagihan Pajak Daerah kepada pihak ketiga (Wajib Pajak Daerah) yang diharapkan akan diterima dalam waktu 12 (dua belas) bulan kedepan.00 0.314.000.00 1.671.00 0.150.00 4. termasuk dalam pos ini adalah piutang pajak daerah yang berumur lebih dari 12 (dua belas) tapi belum dikategorikan sebagai piutang pajak daerah yang kadaluwarsa.380.295.195.00 874.000.373.39 VI.688.00 7.429.931.00 1.800.999.071.00 644.00 577.168.00 0.431.00 9.814.00 4.00 0.910.422.627.00 287.00 62.715.600.00 6.000.00 9.195.006.514.428.598.00 200.000.463.00 Catatan atas Laporan Keuangan .00 1.000.00 12.095.066.00 9.39 300.499.00 0.374.00 1.00 39.150.00 0.598.957.311.00 0.00 0.213.00 0.851.00 0.500.00 163.372.00 6.00 0.033.717.00 45.00 0.00 489.00 0.525.511.00 1.00 100.073.834.850.00 KAS PAJAK 0.132.500.136.478.00 61.00 0.Pajak Hotel & Restoran .634.00 39.269.00 506.244.00 0.814.00 54.00 19.610.00 200.00 0.463.843.269.123.00 0.549.633.777.267.061.00 1.00 8.561.00 6.00 0.227.552.00 0.00 2.39 2 KANTOR PERPUSTAKAAN UMUM 3 DINAS KESEHATAN 4 DINAS PEKERJAAN UMUM 5 DINAS PERKIM 6 KANTOR PEMADAM KEBAKARAN 7 DINAS TATA KOTA 8 BADAN PERENCANAAN DAERAH 9 DINAS PERHUBUNGAN 10 DINAS LINGKUNGAN HIDUP 11 DINAS PERTANAHAN 12 DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL 13 DINAS KETENAGAKERJAAN 14 DINAS PERINDAGKOPAR 15 KANTOR PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN 16 DINAS KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN 17 DPRD DAN SETWAN 18 KDH DAN SETDA 19 BKKD 20 BAWASDA 21 KECAMATAN TANGERANG 22 KECAMATAN JATIUWUNG 23 KECAMATAN BATUCEPER 24 KECAMATAN BENDA 25 KECAMATAN CIPONDOH 26 KECAMATAN CILEDUG 27 KECAMATAN KARAWACI 28 KECAMATAN PERIUK 29 KECAMATAN NEGLASARI 30 KECAMATAN CIBODAS 31 KECAMATAN PINANG 32 KECAMATAN KARANG TENGAH 33 KECAMATAN LARANGAN 34 BADAN KEPEGAWAIAN DAN DIKLAT 35 KANTOR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 36 KANTOR ARSIP DAERAH 37 KPDE 38 DINAS PERTANIAN JUMLAH 2.00 0.00 2.343.262.00 2.00 588.416.085.742.00 1.00 0.00 577.00 0.061.53 - .654.850.1.079.00 0.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 NO 1 DINAS PENDIDIKAN SKPD SISA UUDP 221.300.00 0.00 191.00 2.905.00 0.350.00 10.00 16.00 526.00 0.00 0.00 0.100.00 169.000.300.625.00 0.00 0.618.993.00 0.00 9.00 0.00 242.00 0.957.00 22.39 1.00 0.00 TOTAL 221.227.

Pos Piutang Lainnya sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 terdiri dari (1) piutang Dana Perimbangan yang merupakan saldo tagihan hak bagi hasil penerimaan pajak Kota Tangerang untuk Tahun Anggaran 2007 yang belum dibayarkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi Banten sampai dengan 31 Desember 2007. Atas ketekoran kas ini telah disetor seluruhnya ke Kas Daerah pada tanggal 9 dan 23 Januari 2008.990. dan Piutang Pajak.020.00.845.742. 31 Desember 2007 . 31 Desember 2007 . Bagian Lancar Tuntutan Perbendaharaan. Piutang Retribusi Pemerintah Kota Tangerang terdiri dari: 31 Desember 2007 .000. Piutang Retribusi Piutang Retribusi merupakan pos untuk menampung saldo tagihan Retribusi Daerah kepada pihak ketiga (Wajib Retribusi Daerah) yang diharapkan akan diterima dalam waktu 12 (dua belas) bulan kedepan.1.300.669.5.1. termasuk dalam pos ini ketekoran kas pada Bendahara Pengeluaran Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Tangerang sebesar Rp70.00 148. dan (3) Piutang Denda Pajak Daerah yang Catatan atas Laporan Keuangan .564.5.5.020.813.5.00 415. Piutang Lainnya Piutang Lainnya merupakan pos untuk menampung piutang di luar Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran.000.300.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 VI.1.Retribusi PKD-Sewa Lahan Jumlah VI.564.1.00 70.000.00 Bagian Lancar Tuntutan Perbendaharaan merupakan bagian tagihan yang berasal dari kewajiban pembayaran Tuntutan Perbendaharaan para pegawai Pemerintah Kota Tangerang yang akan jatuh tempo pada Tahun Anggaran 2008.00 16.845.Ketekoran Kas Jumlah 77. (2) Piutang Pihak Ketiga yang merupakan tunggakan penerimaan dari pihak ketiga.00 71.000.00 VI.813. Untuk Tahun Anggaran 2007. Bagian Lancar Pinjaman kepada BUMN/BUMD.Tuntutan Perbendaharaan .990.00 15.275.275. Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi.Retribusi Izin Limbah Cair .7.856.5 Bagian Lancar Tuntutan Perbendaharaan 1.54 - .00 VI.896.Tuntutan Ganti Rugi Jumlah 71.6 Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi merupakan bagian tagihan yang berasal dari kewajiban pembayaran Tuntutan Ganti Rugi para pegawai Pemerintah Kota Tangerang yang akan jatuh tempo pada Tahun Anggaran 2008.4.00 31 Desember 2006 415.

006.599. Saldo Piutang Denda Pajak sebesar Rp6.70.345.684.365. Persediaan Pos Persediaan merupakan pos untuk mencatat aset dalam bentuk barang atau perlengkapan (supplies) yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan opeasional Pemerintah Kota Tangerang dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual kembali dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat dalam waktu 1 (satu) tahun.450.985.550.290.Pajak Air Bawah Tanah .651.Pajak AP .00 2.051. Piutang Dana Perimbangan .00 27.552. 700/07Bawasda/2008 tanggal 29 Januari 2008.00 6.211. VI.00 0.655.00 2.725.55 - .20 a.1.82 Catatan atas Laporan Keuangan .617. Rincian pos Piutang Lainnya adalah sebagai berikut: 31 Desember 2007 1.132. Fajar Mitra Pertiwi) kepada Pemerintah Kota Tangerang atas pengembalian kelebihan pembayaran pekerjaan pada kegiatan Rehab/Pemeliharaan Jalan.00 17. Alat Tulis Kantor.849.00 seluruhnya berasal dari denda pajak reklame yang dikenakan kepada wajib pajak reklame selama tahun anggaran 2007.360.00 untuk tahun anggaran 2007 merupakan tunggakan pembayaran dari pihak ketiga (PT.PKB .827.985.766.800.8.168.228.00 2. Saldo persediaan ini merupakan hasil opname yang dilakukan oleh Bawasda Kota Tangerang pada akhir tahun 2007 pada 38 (tiga puluh delapan) SKPD dengan berdasarkan Laporan Hasil Opname Persediaan Akhir Tahun Anggaran 2007 pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang No.00 5.00 742.00 197.741.441. b.5.586.617.797.250.286.953.00 4.82 5.726.PBB .466.900. Saldo Piutang Pihak Ketiga sebesar Rp5.574.031.913.292.176.00 0.907.180.965.552. dan blanko KTP.662.626. Obat-obatan.00 23.682.00 2.814.00 0.306.00 182.00 13.BPHTB 2.97 7.97 31 Desember 2006 5. c.574.00 disebabkan oleh PDAM Tirta Benteng telah menyetorkan seluruh bagian laba Tahun 2006 yang menjadi hak Kota Tangerang untuk tahun anggaran 2007 dengan nilai sebesar Rp4.PBBKB .935. Saldo Piutang Bagian Laba PDAM tahun anggaran 2007 sebesar Rp0.347.00 6.832.20 504.500.557.BBNKB .935.00 6. Piutang Pegawai 4.441. Piutang Bagian Laba PDAM 3.617.651.939.230.662.Persediaan Jumlah 7. Saldo persediaan ini meliputi persediaan Barang Pakai Habis.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 seluruhnya berasal dari denda Pajak Reklame. Alat Kesehatan.837. 31 Desember 2007 .670.684.051. Piutang Pihak Ketiga 5.00 200. Piutang Denda Pajak Jumlah 31 Desember 2006 214.00 1.855.450.

207.263.00 960.400. Investasi Jangka Panjang Sampai dengan tanggal 31 Desember 2007.000.176.00 101.00 2.00 31 Desember 2006 26.952.617.100.00 24.753.600.00 835.97 VI.925.700.651.232.118.200.220. Pemerintah Kota Tangerang memiliki Investasi Jangka Panjang yang seluruhnya berbentuk Penyertaan Modal Pemerintah Daerah kepada: 31 Desember 2007 26.500.000.00 810.900. Jumlah Penyertaan Modal pada Bank Jabar berdasarkan bukti penyertaan/pemilikan saham (Surat Kolektif Saham) yang diterbitkan oleh Bank Catatan atas Laporan Keuangan .000.00 4.00 44.043.500.810.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 Rincian persediaan pada masing-masing SKPD adalah sebagai berikut: NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 SKPD DINAS PENDIDIKAN DINAS KESEHATAN DINAS PEKERJAAN UMUM DINAS PERKIM KANTOR PEMADAM KEBAKARAN DINAS TATA KOTA BADAN PERENCANAAN DAERAH DINAS PERHUBUNGAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP DINAS PERTANAHAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL DINAS PERINDAGKOPAR KANTOR PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN DPRD DAN SETWAN KDH DAN SETDA BKKD BAWASDA KECAMATAN BATUCEPER KECAMATAN BENDA KECAMATAN CIPONDOH KECAMATAN CILEDUG KECAMATAN KARAWACI KECAMATAN PERIUK KECAMATAN NEGLASARI KECAMATAN CIBODAS KECAMATAN PINANG KECAMATAN KARANG TENGAH KECAMATAN LARANGAN BADAN KEPEGAWAIAN DAN DIKLAT KANTOR ARSIP DAERAH KPDE DINAS PERTANIAN JUMLAH NILAI PERSEDIAAN 1.696.00 3.400. a.00 .800.220.00 23.675.00 444.500.400.000.00 2.200.56 - .352.00 54.000.184.00 3.000.935.650.PDAM Tirta Benteng .00 6.00 342.00 101.Bank Jabar .700.00 148.070.40 1.00 3.610.220.00 644.052.00 7.211.5.000.00 3.00 7.391.00 9.330.102.500.00 1.644.151.691.00 447.956.162.650.000.2.617.138.527.350.606.750.00 29.00 1.00 59.732.243.940.00 455.600.391.PD Pasar Jumlah Saldo akun ini merupakan akumulasi seluruh penyertaan modal yang dilakukan sejak tahun 1995 sampai dengan tahun 2007.089.00 260.00 3.144.000.00 29.350.352.402.388.450.260.00 349.00 260.048.331.00 191.400.662.57 1.344.

Berdasarkan persentase kepemilikan Pemerintah Kota Tangerang terhadap PDAM Tirta Benteng yang kurang dari 20%.000.892.023. dan telah sesuai dengan bukti penyertaan modal yang diterbitkan oleh PDAM Tirta Benteng berupa Surat Pernyataan yang ditandatangani oleh Direktur Umum. No.00 (sepuluh ribu rupiah) Berdasarkan persentase kepemilikan saham Pemerintah Kota Tangerang terhadap Bank Jabar yang kurang dari 20%.000.00 terdiri dari setoran modal tunai sebesar Rp415.397. 10.00 1.000 2.00 merupakan penyertaan modal tunai tanggal 13 Juni 2002 dan tanggal 24 Desember 2004 serta telah sesuai dengan jumlah yang tercatat dalam Neraca PDAM Tirta Benteng per 31 Desember 2006 (audited).715.00 26. b.830. 7.00 83. 8.840.000.000 500.020. yaitu: No.170.00 1.000.00 5.00 dan Bangunan senilai Rp5. dimana modal yang telah disetor oleh Pemerintah Kota Tangerang sebesar Rp29. maka pencatatan atas penyertaan modal kepada PD Pasar Kota Tangerang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.000.000. Selain penyertaan modal tunai tersebut.000. 6.347 66.500. terdapat penyertaan modal berupa proyek pembangunan aset tetap untuk PDAM Tirta Benteng senilai Rp5.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 Jabar Cabang Tangerang sampai tanggal 31 Desember 2007 sebanyak 10 (sepuluh) surat.00 6.170.000.000.880.020. yaitu sebesar 100%. 9.00 324.002 8.000.722 Nilai Nominal (Rp) 1.000.383 600.054.00 5.488 100.617. Jumlah Penyertaan Modal pada PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang sebesar Rp3.000.502 32.000.000. 4.00 dan aset tetap berupa tanah senilai Rp22.000.00 665.000. maka pencatatan atas penyertaan modal kepada Bank Jabar dicatat dengan menggunakan metode biaya. c. Rincian penyertaan kepada PD Pasar Kota Tangerang sampai dengan tahun 2007 adalah sebagai berikut: Catatan atas Laporan Keuangan .000 198.000.00 *) Nilai saham per lembar sebesar Rp10.00. 5.000.000.00 5.000.560. Berdasarkan persentase kepemilikan Pemerintah Kota Tangerang terhadap PD Pasar Kota Tangerang yang lebih dari 50%.661.000.57 - . Metode pencatatan ini menyebabkan Pemerintah Kota Tangerang mengakui bagian laba ditahan dan/atau rugi yang dimiliki oleh PD Pasar Kota Tangerang dalam nilai penyertaan modal sebesar persentase kepemilikan Pemerintah Kota Tangerang.000 500.983.000.230.090.00 yang belum ditetapkan statusnya. 3.000.220.250. 1. Penyertaan Modal pada PD Pasar didasarkan pada Gabungan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2005 dan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pembentukan Perusahaan Daerah Pasar Kota Tangerang.000.000. Bukti Saham A : II-06/00156002 A : II-06/00008347 A : II-06/00066502 A : II-06/00032488 A : II-06/00100000 A : II-06/00198383 A : II-06/00600000 A : II-06/00500000 A : II-06/500000 A: II-06/500000 Tanggal Terbit 30 Maret 2000 31 Mei 2000 31 Juli 2000 31 Desember 2000 31 Desember 2001 31 Desember 2002 31 Desember 2003 31 Desember 2004 31 Desember 2005 29 Desember 2006 Jumlah Jumlah Lbr Saham *) 156.000 500. 2.000.000. maka pencatatan atas penyertaan modal kepada PDAM Tirta Benteng dicatat dengan menggunakan metode biaya.470.

310.06 VI.5.00 33.00 1.515. Dengan demikian ikut menurunkan nilai Penyertaan Modal Pemerintah Kota Tangerang kepada PD Pasar.751.310.275.000.830.357.00 (4.000.84 3.880.805.560.00 28.320.00) (82.515.00 29.449.023.697.818. 6.413.076.58 - .413.000.320.220.00.101.076.032.946.700.090.830.62 37.715.323.284. terdapat 6 pasar lainnya senilai Rp37.98 665.00 dan Rugi Tahun Berjalan sebesar Rp82.732.037.00) 24.527.000.00 yang menyebabkan penurunan Modal PD Pasar sebesar Rp4.00 Nilai Bangunan (Rp) 9.033.170.000.00 18.170.173.014. 2.220.320.015.090.151.00 3.495.598.037.06 yang dikelola oleh PD Pasar berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 2005 tentang perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pembentukan PD Pasar.50 1.98 15.509.822.12 7.00 Berdasarkan Laporan Kegiatan Usaha dan Laporan Keuangan PD Pasar Tahun Buku 2007 (unaudit).000.173. Nama Pasar Pasar Bandeng Pasar Lembang Ciledug Pasar Cikokol Pasar Jatiuwung Pasar Gerendeng Pasar Ramadhani Jumlah Nilai Tanah (Rp) 2.508.668.000.3.50 3.880.909.12 9.600.643.000. dengan rincian kelompok aset tetap dan mutasi selama tahun anggaran 2007 sebagai berikut: Catatan atas Laporan Keuangan .500. 1.00 22.00 650.00 5.700.598.00 18.352.513.000.323.805.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 Jenis Penyertaan Modal Uang Tunai Tanah Bangunan Jumlah Nilai Nominal (Rp) 415.000. Rincian mengenai perubahan nilai Penyertaan Modal kepada PD Pasar adalah sebagai berikut: Uraian 31 Desember 2006 Akumulasi Rugi Rugi Berjalan 31 Desember 2007 Nilai Penyertaan (Rp) 29.892.000.508.851.000.545.550.400.06 Jumlah (Rp) 2.320.00 2.000. Aset Tetap Jumlah pada pos aset tetap sebesar Rp3. yaitu: No.023.830. diketahui bahwa posisi Modal pada tanggal 31 Desember 2007 terdapat Akumulasi Rugi Tahun Sebelumnya sebesar Rp4. 5.62 9. 4.851.170.000.38 merupakan nilai aset tetap yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Tangerang sampai dengan 31 Desember 2007.000.250.84 13.840.00 Selain itu. 3.805.014.000.

692.485.557.241.27 221. dan (3) koreksi atas pencatatan aset tetap sebelumnya.00 0.129.514.452.751.00 2.05 KOREKSI TAMBAH 0.232.579.258.894.858.00 6.04 0.24 NILAI AKTIVA (Rp.55 11.52 28.914.82 0. sehingga untuk pencatatan nilai aset tetap sampai dengan tanggal 31 Juli 2003 merupakan hasil penilaian pihak ketiga (appraisal) sedangkan aset tetap yang diperoleh setelah tanggal 31 Juli 2003 dicatat sebesar nilai perolehan.447.651.914. Pengadaan gedung dan bangunan sebesar Rp68.00 0.00 0.025.177. Mutasi aset tetap selama tahun 2007 terdiri dari (1) penambahan yang merupakan perolehan aset tetap melalui pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2007 dan karena perpindahan (reclass) antar jenis aset.00.43 PENGURANGAN 0. Penambahan aset tetap pada tahun 2007 sebesar Rp271.529.48 2.34 1.55 Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.073. dan kerusakan.084.452.443.00 1.06 136.67 1.403.263. Nilai aset tetap yang tercantum dalam Neraca tidak memperhitungkan penyusutan.59 - .914.02 1. Catatan atas Laporan Keuangan .258.16 28.381.101.050.165.643.517.841.33 1.70 terdiri dari: 1. Irigasi.97 0.101.00 3. Penambahan tanah berasal dari pembebasan tanah dan bangunan serta proses sertifikasi tanah senilai Rp31.74 692.871.00 0.430.38 1.862.69 68.00 271.846.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 JENIS ASET SALDO 31 DESEMBER 2006 889.025.100.291.82 dengan rincian sebagai berikut: Jenis Peralatan dan Mesin Alat Angkutan Alat Bengkel Alat Pertanian dan Peternakan Alat-alat Kantor dan Rumah Tangga Alat-alat Studio dan Komunikasi Alat Ukur Alat Kedokteran Alat Laboratorium Alat Keamanan Total Nilai (Rp) 12.82 3.330.923.449.79 241.959.054.00 0.202.38 7.918.042.00 4.20 2.00 KOREKSI KURANG 0.26 687.427.451.11 0.00 0.627.000.825.025.00 0.00 0. (2) pengurangan yang merupakan nilai aset tetap yang dihapuskan.06 SALDO 31 DESEMBER 2007 920.81 165.05.000) MUTASI PENAMBAHAN 31.695.451.13 640. dan diserahkan kepihak ketiga (masyarakat dan instansi lain).97 0.11 0.479.477.00 0.00 29.13 324.38 7.579.59 1. dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Akumulasi Penyusutan JUMLAH Pada Tahun Anggaran 2003 Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Keuangan dan Kekayaan Daerah Kota Tangerang melakukan inventarisasi dan penilaian aset bekerjasama dengan pihak ketiga (appraisal).161.97 6.315. Penambahan peralatan dan mesin sebesar Rp28.99 4.345.692.06 14.90 dan bangunan monumen sebesar Rp2.00 8.443.620.084.516.777.096.925. 2.06 29.810.90 merupakan penambahan bangunan gedung sebesar Rp68.155.00 0.827.17 2.

irigasi.520 pada Alat Laboratorium berdasarkan Surat Keputusan Walikota Tangerang Nomor: 029/KEP.60 - .826.999.100.052. bangunan air sebesar Rp19.335.00.233. Pengurangan aset tetap pada tahun 2007 terdiri dari: 1.019.46 terdiri dari buku dan perpustakaan sebesar Rp4.447.714.Wali/2007 tentang Hibah Barang Milik Daerah kota Tangerang sebesar.000.00.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 4.201.555.46 dan barang bercorak kesenian/kebudayaan sebesar Rp210. Mutasi kurang karena penghapusan dan hibah sebesar Rp8.A-BKKD/2006.612.758. Alat Studio dan Alat Komunikasi.826.308.00 pada Alat Studio dan Alat Komunikasi berdasarkan Surat Keputusan Walikota Tangerang Nomor: 029/KEP. 6.24. Mutasi kurang karena koreksi pencatatan sebesar Rp4.57 terdiri dari jalan dan jembatan sebesar Rp112. c. Alat Kantor dan Rumah Tangga.A-BKKD/2006.292. d.35.000. Alat Angkutan: Mutasi kurang sebesar Rp97. Terdapat mutasi kurang melalui penghapusan sebesar Rp908. Alat Laboratorium.24.650.103.451. Koreksi kurang ini dilakukan karena nilai tersebut merupakan Alat Kantor dan Rumah Tangga milik PDAM Kota Tangerang.00.49.847.00 melalui surat Keputusan Walikota Nomor: 030/64-Kep. Penambahan konstruksi dalam pengerjaan (KDP) sebesar Rp2.551. Pengurangan ini terjadi karena: a.56.358. Catatan atas Laporan Keuangan .119.000.24.459. Aset tetap lainnya bertambah sebesar Rp4. mutasi kurang pada set ini terdiri dari transaksi: i.120. 5.00 pada Alat Angkutan karena terjadinya kehilangan kendaraan milik Pemerintah Kota Tangerang dengan nomor polisi B 7419 CQ berupa kendaraan minibus Toyota Kijang melalui surat nomor 028/628-Setwan/XI/2006 tentang Laporan Kehilangan tanggal 1 Nopember 2006 dan diperkuat dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Kepolisian Sektor Garut Kota Nomor:X/2006 Sektor tanggal 22 Oktober 2006.16. instalasi sebesar Rp47.201.200.320.971. Nilai ini terinventarisir oleh Pihak Ketiga pada tahun 2003 saat melakukan inventarisasi aset Kota Tangerang. Mutasi ini terjadi karena: a) Adanya penghapusan Alat Kantor dan Rumah Tangga yang ada di Sekolah dengan nilai yang dihapus sebesar Rp8. b) Adanya hibah kepada masyarakat sebesar Rp86. dan jaringan sebesar Rp4.986. Penghapusan ini didasarkan pada Surat Keputusan Walikota Tangerang Nomor: 029/KEP.86 merupakan KDP gedung dan bangunan. Terdapat mutasi kurang sebesar Rp8.020. ii. Penambahan jalan. b. Aset tetap ini sebagian besar terdiri dari meja dan kursi sekolah.263.573.496.00.A-BKKD/2006.955.522. dan jaringan sebesar Rp136. Peralatan dan Mesin.

632. Reclass dari Konstruksi dalam Pengerjaan sebesar Rp6.827.300. 5.055. Khusus untuk bangunan sekolah Rp7. Pinang Jumlah NILAI REALISASI TAHUN 2006 (Rp.06 416.52 Hal-hal penting yang berkaitan dengan Aset Tetap dijelaskan sebagai berikut: 1.55 dan Penambahan Aset Tetap sebesar Rp271.00 yang merupakan nilai bangunan kantor milik PDAM Kota Tangerang.357.378.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 2. Terdapat penghapusan sebesar Rp14.430.579.78 2.00 yang seluruhnya merupakan hibah melalui surat Keputusan Walikota Nomor: 030/64-Kep.416. dengan rincian sebagai berikut: No.600. b.914.715.547. 1.11) Pembangunan SMPN 23 Kec.091.00 6.596.048.12 yang terdiri dari: • Kantor Rp4.739.817.111. 4.68 • Puskesmas 505. Terdapat mutasi kurang sebesar Rp29.357. yang terdiri dari: 1) Reklasifikasi Konstruksi Dalam Pengerjaan 31 Desember 2006 menjadi aset tetap definitif (Gedung dan Bangunan) pada TA 2007 sebesar Rp6.08 • Gudang 291. 6.567. 2.889.817.76 • Rumah Dinas 343.43 664.357.827.178.929. 3.921.763.764.25 2. NAMA KEGIATAN Pemagaran dan Paving Blok SMA Negeri 3 Pembangunan Sekolah Tahap II Wilayah 1 (SDN Taman Cibodas) Pembangunan Sekolah Tahap II Wilayah 2 (SMPN 12) Pembangunan Sekolah Tahap II Wilayah 4 (SMAN 14) Pembangunan Sekolah Tahap II wilayah 5 (SDN Larangan 9.068.52 2) Pengakuan Gedung dan Bangunan (Stadion/GOR) yang belum dibayar lunas namun telah siap digunakan sehingga telah diakui sebagai aset Catatan atas Laporan Keuangan .572.158.289.00 686.60 • Sekolah 9.084.279.61 - .70 sehingga terjadi perbedaan penambahan aset tetap sebesar Rp3.800.914.200.649.925.Wali/2007 tentang Hibah Barang Milik Daerah kota Tangerang.846.357. 3.00 Penghapusan ini didasarkan kepada Keputusan Walikota Tangerang No:953/Kep.579.111. dan Keputusan Walikota Tangerang No: 030/Kep. Penambahan Aset yang tidak berasal dari Belanja Modal sebesar Rp6.52 kepada aset Gedung dan Bangunan karena kegiatan pembangunan gedung dan bangunan telah diselesaikan seluruhnya pada Tahun Anggaran 2007.579.129.827. Realisasi Belanja Modal TA 2007 sebesar Rp267.103.557.063. Koreksi kurang sebesar Rp1. Irigasi dan Jaringan. Nilai ini terinventarisir oleh Pihak Ketiga pada tahun 2003 saat melakukan inventarisasi aset Kota Tangerang. Jalan.68 diantaranya merupakan hibah kepada pemilik yayasan MI dan SDS. Bangunan dan Gedung.641.) 209.52.111.875.000. 4.319.ABKKD/2007 tentang Penghapusan Aset Milik Pemerintah Kota Tangerang.810.16 dengan penjelasan sebagai berikut: a.159. a.541.226-BKKD/2007 tentang Penghapusan Nilai Buku Bangunan dalam Neraca.

00 yang seharusnya bersifat hibah namun sampai sekarang aset tetap tersebut masih bersifat dititipkan kepada pihak yang bersangkutan sehingga pengakuannya masih menjadi aset milik Pemerintah Kota Tangerang.000.000.00. Proses hibah kepada PMI akan dilakukan pada tahun anggaran 2008.836.703.384.165.179.00 2) Belanja modal aset lainnya yang pengakuan dalam neraca dicatat dalam Aset Lainnya sebesar Rp2.344.000. b.932.000.429.00 yang belum disertifikatkan atas nama Pemerintah Kota Tangerang dan sebanyak 39 lokasi senilai Rp32.00 masih dalam proses pembuatan sertifikat atas nama Pemerintah Kota Tangerang. Hibah kepada Karang Taruna pada Kegiatan Pelatihan Keterampilan bagi Pemuda sebesar Rp27. Pada tahun anggaran 2003 Pemerintah Kota Tangerang melakukan pengadaan 1 (satu) unit kendaraan roda empat (mobil ambulans) untuk Palang Merah Indonesia (PMI) senilai Rp200. dengan rincian: • • • • Hibah kepada masyarakat dalam bentuk pemberian hadiah pada kegiatan Perlombaan Kelurahan sebesar Rp18.600.000.99.814. 4) Adanya hibah kepada masyarakat dalam bentuk perbaikan rumah penduduk sebesar Rp473.150.47.293.47.000.00 yang belum disertai Berita Acara Serah Terima dari Pemerintah Provinsi Banten.999. 2. dan Hibah kepada PMI pada kegiatan manajemen organisasi PMI sebesar Rp50.972.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 definitif per 31 Desember 2007 sebesar nilai perolehan senilai Rp350. Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI atas Neraca Awal Kota Tangerang.454. Tanah a. Belanja Modal yang tidak dicatat sebagai penambahan Aset Tetap sebesar Rp3.306. hasil pekerjaan telah diserahterimakan kepada penduduk. Pada tahun anggaran 2005 Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Tata Kota mencanangkan pembangunan 221 sekolah yang dalam Catatan atas Laporan Keuangan .00.000. Per 31 Desember 2007.32 3) Adanya hibah kepada masyarakat dalam bentuk pemberian hadiah dan kepada kelompok-kelompok masyarakat dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Kantor Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp104. masih terdapat 355 lokasi tanah milik Pemerintah Kota Tangerang senilai Rp513.62 - .000.986.123.704.490. b. 3.454. Peralatan dan Mesin a.95 yang berasal dari pelaksanaan kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Rumah Sederhana Sehat yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman yang berupa perbaikan (renovasi) rumah penduduk dan atas kegiatan ini. terdapat (6) enam lokasi tanah dan bangunan kantor yang tercatat pada Neraca Awal Kota Tangerang senilai Rp19.306.74 yang terdiri dari: 1) Pengeluaran untuk pengurugan tanah yang tidak dapat dikapitalisasi sebagai penambah nilai tanah namun dianggarkan dalam belanja modal sebesar Rp198.446.000.388. Hibah kepada KNPI pada kegiatan Pembinaan Organisasi Kepemudaan sebesar Rp9.00 b.

92 56.178.92 56.00 untuk 8 (delapan) sekolah MI dan 3 (tiga) sekolah SDS yang seluruhnya dikelola yayasan.536.140.967.140.09 Buku & Barang Perpustakaan 56. realisasi untuk 9 (sembilan) sekolah tersebut seharusnya bersifat hibah namun sampai sekarang aset tetap tersebut masih bersifat dititipkan kepada pihak yang bersangkutan sehingga pengakuannya masih menjadi aset milik Pemerintah Kota Tangerang dan sebagai tindak lanjut akan dilakukan hibah kepada pihak yayasan pengelola MI pada tahun anggaran 2008.256.059.92 56.76 26.264.363.97 17.74 40.140.36 Alat Peraga/Praktik 21.64 224.841. dan rencananya aset tersebut akan dihibahkan.46 21.433.76 26.140.64 224.140.17 44.898.264.64 224.264. Nama Sekolah Gedung Sekolah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 MI Al Mujahidin MI Tarbiyah Isl.225.363. yaitu tahun anggaran 2005 dan tahun anggaran 2006.886.536.76 37.633.059. dengan rincian sebagai berikut: No.536.536.363.76 26.264.536.64 224.64 224.433.083.92 56.083.841.264.50 120.463.433.171.264.140.253.433.000.46 21.545.45 Aset Tetap (dalam Rupiah) Meubelair 26.46 21.178.196.50 120.363.178.76 26.50 120.536.482.363.536.64 224.46 21.083.083.64 2.92 56.565.76 26.178.92 56.841.433.178.92 56.433.178.140.059.363.64 224.50 1.469.178.841.76 26.898.92 56.900.46 21.50 120.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 pelaksanaannya dilakukan dalam dua tahun anggaran.059.64 224.46 21.178.536.898.178.059.256.09 224.469.510.264.841.46 21.898.50 120.083.140.083. Oleh sebab itu.913.63 - .363.46 21.433.363.463.351.433.00 Total Catatan atas Laporan Keuangan .059.264.898.363.083.97 23.76 26.513.92 56.433.64 224.50 120.351. MI Darul Amal MI Al Husna MI Nurul Falah MI Khairul Huda MI Nurul Huda MI Nurul Yakin SDS Amanah SDS Muhamadiyah SDS Al Ijtihad Jumlah 120.140.324.46 21. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Sekolah MI Al Wasatiyah MI Nurul Falah MI Darul Hikmah MI Jamiatul Islamiyah MI Al Karim MI Darussalam MI Aiunul Yakin MI Jamiatul Asyafiiyah MI Al Makmur Jumlah Nilai (Rp.083.23 353.841.536.264.059.35 23.140.35 44.841.76 26.841. Pada tahun anggaran 2006 Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan kegiatan Rehabilitasi Bangunan Sekolah senilai Rp2.987.76 26.64 224.898.433.140.363.083.) 76.50 120.898.363.91 c.178.76 26.909.898.929.92 616.083.510.46 21.536.059.898.37 45.433.898.50 120.046.50 120.178.059. Berikut rincian perolehan meubelair untuk 9 (sembilan) sekolah MI: No.083.50 120.46 240.841.264.000.659.92 56.900. Dalam kegiatan tersebut terdapat pengadaan meubelair untuk sekolah yang direalisasikan pada tahun anggaran 2006.059. Diantara 221 sekolah yang mendapatkan pembagian meubelair terdapat 9 (sembilan) sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang merupakan milik yayasan.806.059.264.76 287.071.764.841.898.536.841.

Bangunan dan Gedung a. Alat Praktik. Pada Tahun Anggaran 2007 Pemerintah Kota Tangerang mengadakan kegiatan Pembangunan Gedung Kantor yang di dalamnya termasuk pembangunan Kantor Kodim senilai Rp104.628. pembangunan gedung KUA Ciledug senilai Rp300. Baja. Kegiatan tersebut merupakan bantuan yang secara langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Pada Tahun Anggaran 2007 Pemerintah Kota Tangerang melakukan kegiatan Fasilitasi Pemanfaatan Industri Kecil dan Menengah yang diantaranya terdapat pembelian berbagai peralatan dan mesin senilai Rp76. Pada saat pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan melalui Belanja Modal sehingga dicatat dalam Neraca sehingga penyerahan tersebut seharusnya didasarkan pada keputusan hibah. Karawaci Baru.824.500.538.00. e.00 yang dimaksudkan untuk dihibahkan kepada usaha kecil dan menengah.324.545. Dengan demikian. Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI atas Neraca Awal Kota Tangerang. b.470. aset tetap yang diperoleh dari kegiatan ini seharusnya dihibahkan Catatan atas Laporan Keuangan . Untuk menindaklanjuti hal tersebut proses hibah akan dilakukan pada tahun anggaran 2008.195.00 untuk 10 (sepuluh) sekolah MI dan 1(satu) sekolah SDS yang seluruhnya dikelola oleh yayasan. Berdasarkan hal tersebut. Pada Tahun Anggaran 2007 Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan kegiatan Rehabilitasi Bangunan Sekolah senilai Rp2. dan gedung Koramil senilai Rp448.720. Berdasarkan hal tersebut di atas aset Pemerintah Kota Tangerang akan dihapuskan pada tahun anggaran 2008 melalui mekanisme yang berlaku sebesar nilai perolehan sebesar Rp151.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 Tindak lanjut hibah untuk bangunan gedung sekolah pada 8 (delapan) MI dan 3 (tiga) SDS dengan nilai Rp1.328.20 yang seharusnya bersifat hibah namun sampai sekarang aset tetap tersebut masih bersifat dititipkan kepada pihak yang bersangkutan sehingga pengakuannya masih menjadi aset milik Pemerintah Kota Tangerang. Telah terjadi kehilangan kendaraan milik Pemerintah Kota Tangerang dengan nomor polisi B 7464 CQ berupa minibus Toyota Kijang pada tahun 2007. terdapat 31 unit Alat Kedokteran pada Puskesmas Sukasari.64 - .33. dan Pondok Bahar yang berasal dari hibah Pemerintah Provinsi Banten belum tercatat pada Neraca per 31 Desember 2007 karena belum dapat ditentukan nilainya dan 6 (enam) unit lainnya yang tidak jelas keberadaannya. Sedangkan untuk Meubelair.344. Ciledug.661. Cipondoh. dan Buku dan Barang Perpustakaan sampai saat ini aset tetap tersebut masih bersifat dititipkan kepada pihak yayasan dan direncanakan akan dihibahkan pada tahun anggaran 2008.000. Cibodasari.45 telah dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2007.796.24. f.000.03.729. aset tetap tersebut masih bersifat dititipkan kepada pihak yang bersangkutan sehingga pengakuannya masih menjadi aset milik Pemerintah Kota Tangerang dan sebagai tindak lanjut akan dilakukan hibah kepada masyarakat pada tahun anggaran 2008. d. c.474. 4.764. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Perumahan dan Permukiman pada tahun anggaran 2003 melaksanakan kegiatan Lanjutan P2WKSS senilai Rp39.

55 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Sekolah Meubelair MI Al-Istiqomah MI Nurul Hikmah MI Mazroatul Ulum MI Miftahrussa’adah MI Al-Maghfiroh Mi Al-Istiqomah MI Nurussalam MI Al-Kamariyah MI Nurul Yaqin MI Al Husnah SDS An Nur Jumlah 19.847.339.67 976.36 68.588.55 130.64 233.554.572.224.588.277.847.400.96 Total d.847.588.15 19.400.949.55 130.488.022.523.138.81 20.06 12.60 Barang CD Interaktif 976.277.175.09 233.06 12.690.55 130.00 dengan rincian sebagai berikut: Catatan atas Laporan Keuangan .312.847.138.554.022.847.06 12.175.866.81 20.81 20.312.15 19.27 223.277.67 976.400.949.40 Aset Tetap (dalam Rupiah) Alat Peraga/Parktik 20.312.095.847.400.022.866.847.949.847. Pembangunan fisik telah diselesaikan dan diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Tangerang pada tahun anggaran 2007.847.00 Meubelair 2.175.55 130.27 20.67 976.339.175.175.224.244.175.244.424.224.27 20.224.424.738.866.442.277.81 20.554.36 68.488.400.09 233.022.847.431.244.81 20.85 2.022.866.339.55 130.85 2.277.056.15 19.400.244.847.85 2.588.022.06 12.554.36 68.248.866.27 20.138.81 20.339.224.85 2.588.09 233.224.224.09 233.339.09 233.224.06 12.554.847.320.36 68.488.27 20.06 12.439.925.67 976.85 2.312.138.09 2.277.27 20.949.866. Nama Sekolah Gedung Sekolah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 MI Al-Istiqomah MI Nurul Hikmah MI Mazroatul Ulum MI Miftahrussa’adah MI Al-Maghfiroh Mi Al-Istiqomah MI Nurussalam MI Al-Kamariyah MI Nurul Yaqin MI Al Husnah SDS An Nur Jumlah 130.81 20.277.85 32.847.424.09 233.424.022.554.06 134.534.244.244.339.312.09 233.022.15 19.09 233.00 Buku & Barang Perpustakaan 68.277.138.138.138.424.588.866.67 976.175.244.424.949.175.866.400.312.339.85 2.488.847.244.847.488.949.488.400.175.949. Adapun aset tetap yang dihasilkan dari kegiatan ini dan akan dihibahkan terdiri dari: No.06 12.847.022.339.36 68.554.09 233.409.15 19.36 68.400.15 19.36 68.814.15 19.372.424.488.400.554.554.847.022.36 749.81 20.65 - .06 12.138.312.949.224.15 213.847.847.588.36 20.36 68.27 20.27 20.06 12.588.27 20.85 2.554.224.27 20.67 976.00 Komputer 12.67 10.85 2.175.55 130.85 2.739.312.55 130.465.488.244.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 namun sampai sekarang aset tetap tersebut masih bersifat dititipkan kepada pihak yang bersangkutan sehingga pengakuannya masih menjadi aset milik Pemerintah Kota Tangerang dan sebagai tindaklanjut akan dilakukan hibah kepada yayasan pengelola MI dan SDS tersebut pada tahun anggaran 2008.468.67 976.85 2.244.09 233.424.949.670.277.488.424.866.06 12.866.15 19.588.175.588.36 68.554.224.67 976.588.55 130.55 130.27 20.138.319.81 20.488.847.312.339.15 19.04 Total Sedangkan barang yang dihasilkan dari kegiatan ini dan akan dihibahkan terdiri dari: No.67 976.424.277.138.000.339.277.488.847.81 224.339. Pada tahun anggaran 2007 Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Tata Kota melaksanakan pembangunan stadion melalui kegiatan Peningkatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Olah Raga.949.022.312.244.847.866.81 20. namun sampai dengan 31 Desember 2007 terdapat pembayaran kepada rekanan yang masih belum diselesaikan sebesar Rp350.15 19.55 130.312.36 68.67 976.400.949.424.138.

000. Kec. 27. Sudimara Stadion Porci.739.523.383.31 Desember 2007 (Rp) 1. Kec.000. Benda DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Pembangunan Gedung Sekolah -. 1 2 3 Nama Bangunan Stadion Perumnas.00 (rincian terdapat dalam penjelasan nomor 3 huruf c di atas) berbentuk buku dan barang perpustakaan.460. pos ini dipindahkan ke dalam pos Aset Tetap selain Konstruksi dalam Pengerjaan dan Akumulasi Penyusutan.000.664. Rincian Kegiatan-kegiatan yang dilanjutkan di Tahun Anggaran 2008 terdiri dari: No Nama Kegiatan DINAS TATA KOTA Pembangunan Gedung Kantor -. SMAN 15. Sampai dengan akhir Tahun Anggaran 2007 terdapat aset tetap berupa fasos/fasum yang diserahkan oleh PT Sinarwijaya Ekapratista (PT.54 2. GOR Mini Periuk -.) 114. Gedung Bawasda -. aset tetap yang diperoleh dari kegiatan ini seharusnya dihibahkan namun sampai sekarang aset tetap tersebut masih bersifat dititipkan kepada pihak yang bersangkutan sehingga pengakuannya masih menjadi aset milik Pemerintah Kota Tangerang dan sebagai tindaklanjut akan dilakukan hibah kepada yayasan pengelola MI dan SDS tersebut pada tahun anggaran 2008.796.86 7. 5.814.103. Periuk JUMLAH Realisasi Belanja sd. Berdasarkan hal tersebut.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 No. Nilai yang tercatat pada pos ini merupakan realisasi belanja sampai dengan tanggal 31 Desember 2007. Aset Tetap Lainnya Pada Tahun Anggaran 2007 Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan kegiatan Rehabilitasi Bangunan Sekolah senilai Rp2. SWEP) Catatan atas Laporan Keuangan .971.86 443. Jembatan pada Kantor Kec.00 350.46 520.66 - .451. 6. Karawaci Stadion Sudimara.729.614.000.00 Sisa pembayaran untuk ketiga stadion ini telah dianggarakan pada APBD tahun anggaran 2008 pada kegiatan Peningkatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Olahraga dan telah dibayarkan seluruhnya pada bulan Maret 2008. Cibodas Jumlah Nilai (Rp. Pada saat kegiatan tersebut selesai dikerjakan.292.594. Adapun aset tetap yang dihasilkan dari kegiatan ini yang termasuk dalam aset tetap lainnya adalah sebesar Rp749.216.234.00 121.00 untuk 10 (sepuluh) sekolah MI dan 1(satu) sekolah SDS yang seluruhnya dikelola oleh yayasan.00 114. Konstruksi dalam Pengerjaan Konstruksi dalam Pengerjaan merupakan pos untuk menampung aset tetap sedang dalam proses pembangunan disebabkan oleh kegiatan-kegiatan konstruksi/bangunan pada Tahun Anggaran 2007 yang pengerjaannya belum selesai sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 dan diteruskan pada Tahun Anggaran 2008.00 2.554.000. Kec.596.372. 1. Kel.000.

365.990.298.924.698.000.385.83 510.00. 0124010047661 sebesar Rp16.5.000. dengan rincian sebagai berikut: 31 Desember 2007 .000. dana cadangan disediakan sebesar Rp17.83 - Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi Kemitraan dengan Pihak Ketiga Aset Tak Berwujud Aset Lain-lain Catatan atas Laporan Keuangan .224.248.430.00 92.353.264.00 3.00 VI. Taman.000.583.00 17.791.00 dan No.000. yaitu: No.77%) 0001837826001 A0094165 A 00035197 A 00035251 Jumlah 10.00 22. Dana cadangan disimpan dalam rekening deposito berjangka (1 bulan) dan rekening giro.500.320.Rekening Deposito (bunga 9.00 60.5.000.500. 1 2 3 4 Uraian Jalan.15 31 Desember 2006 0.77%) .797.122.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 sebagai pengembang Perumahan Taman Banjar Wijaya kepada Pemerintah Kota Tangerang.300.000. Dana Cadangan Pemerintah Kota Tangerang melalui Perda Nomor 4 Tahun 2005 tentang Dana Cadangan telah membentuk dana cadangan dengan tujuan untuk membiayai program peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dengan kegiatan pembangunan gedung sekolah pada tahun anggaran 2008 dengan jumlah sebesar Rp50.00 1. Nilai pada pos Dana Cadangan termasuk juga di dalamnya bunga deposito dan jasa giro yang dihasilkan dari rekening Dana Cadangan selama Tahun Anggaran 2007.290.67 - .000.470.15 345.000.253.800.00 977.224.000.00 1. 0124010047961 sebesar Rp1.000.4.00 yang mulai berlaku efektif sejak tanggal 18 November 2005.884.320.464.00 1.477.000. Untuk pertama kali.884.00 123.00 16.000.230.300.661.Rekening Deposito (bunga 9.000.00 203.892.00 VI.00 15. dan Saluran Masjid Pos Polisi Puskesmas Jumlah Luas (m2) 120.00 50.Rekening Deposito .892.5. Aset Lainnya Pos Aset Lainnya sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 terdiri dari: 31 Desember 2007 11.000.988.050.470.000.00 15.763.000.600.Rekening Giro .000.00 dalam bentuk deposito di bank Jabar yaitu No.252.00 19.

5. Piutang ini dibayar melalui pemotongan langsung dari gaji pegawai.600.264.5. sebagaimana tampak dalam tabel berikut ini: Catatan atas Laporan Keuangan . Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Perbendaharaan merupakan pos untuk menampung sisa cicilan pembayaran Tuntutan Perbendaharaan pegawai Pemerintah Kota Tangerang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun. Posisi Tuntutan Perbendaharaan sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 adalah: .000.264. dan Manis I sampai dengan Manis VII.1.5. Piutang ini dibayar melalui pemotongan langsung dari gaji pegawai.00 92.600.68 - .Tuntutan Perbendaharaan 31 Desember 2007 11.00 92.3. Pengakuan aset milik Pemerintah Kota Tangerang dalam pos Kemitraan dengan Pihak Ketiga ini mengacu pada isi perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kota Tangerang dengan pihak terkait.00 VI. Tuntutan Ganti Rugi Tuntutan Ganti Rugi merupakan pos untuk menampung sisa cicilan pembayaran Tuntutan Ganti Rugi pegawai Pemerintah Kota Tangerang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun.00 60.5.00 31 Desember 2006 0.00 11.5.252.5. Posisi Tuntutan Ganti Rugi sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 adalah: 31 Desember 2007 31 Desember 2006 .000.000.00 0.000.Tuntutan Ganti Rugi 60.988.2. Kemitraan dengan Pihak Ketiga Pos Kemitraan dengan Pihak Ketiga terdiri dari nilai aset milik Pemerintah Kota Tangerang yang diperuntukkan bagi pembangunan Rumah Susun Alam Jaya.252. dan tanah yang digunakan untuk Plaza Baru Ciledug.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 VI.00 VI.988.

00 4 Plaza Baru Ciledug Jumlah 543.000. 11. 008/K-CLG/PCN/X-02 tanggal 1 Oktober 2002.69 - .83 977.15 31 Desember 2006 977.224. III.5. 644/02Kumdang/PKS/02 dan No. HOS Cokro Aminoto.224.007.290. Nafis.365.Bangunan dibangun melalui kerjasama dengan PT Perumnas dengan masa pengembalian 25 tahun 3.320.424. Aset Tak Berwujud Pos Aset Tak Berwujud terdiri dari aset nonkeuangan yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki dan digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya.583.924.365.Tanah milik Pemerintah Kota Tangerang. dan IV - .000.00 31 Desember 2006 15.Bangunan di bangun oleh Pemerintah Kota Tangerang dan akan menjadi milik H.00 15. II.800.4.00 . Nafis pada tahun 2010. Saldo Aset Tak Berwujud pada tanggal 31 Desember 2007 adalah sebagai berikut: 31 Desember 2007 3.900.Aset Tak Berwujud Catatan atas Laporan Keuangan .470.477.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 No 1 Aktiva BOT Alam Jaya AKTIVA YANG DIAKUI (Rp) BANGUNAN TANAH 348.470.654.224.Bangunan dibangun oleh Departemen Kimpraswil.320.272 m² senilai Rp11.000.Kemitraan dengan Pihak Ketiga 31 Desember 2007 15.320.290. .00 14. .000. 2 Manis I.5.224.15 3.470.000.583.83 .470.Tanah seluas 11. Aset ini dicatat sebesar nilai perolehannya.420.00 - KETERANGAN .Tanah milik H.00 15. 007/KCLG/PCN/IV-01 tanggal 2 April 2001. Aset Tak Berwujud milik Pemerintah Kota Tangerang terdiri dari software yang diperoleh melalui kegiatan yang dilaksanakan sampai dengan Tahun Anggaran 2007. 644/01Kumdang/PKS/01 dan No.924. Jangka waktu perjanjian kerjasama selama 32 tahun.320.00 berlokasi di Jl.477.224.272.272.00 Selama Tahun Anggaran 2007 tidak ada perubahan dalam pos Kemitraan dengan Pihak Ketiga. 3 Manis V. dan telah diaddendum dengan No.Sebelum ada penyerahan aset dari Departemen Kimpraswil bangunan masih menjadi milik Pemerintah Pusat.000. Ciledug dikerjasamakan dengan PT Putra Cita Nusa berdasarkan Perjanjian Kerjasama tentang Pembangunan dan Pengelolaan Pasar Ciledug Plaza No.00 . .412. dan VII 195. Sudimara Barat.926.900.Tanah milik Pemerintah Kota Tangerang .00 VI. sehingga posisi pada tanggal 31 Desember adalah sebagai berikut: . VI.

661.476.159. selain itu terdapat koreksi kurang untuk piutang pajak yang tidak dapat ditagih yang disebabkan karena kesalahan pencatatan.362.410.50 14.920.312.580. Rincian Aset Lain-lain adalah sebagai berikut: - Pajak Hotel & Restoran Pajak Hiburan Pajak Parkir Swasta Pajak Reklame Pajak PJU Non PLN Pajak Air Bawah Tanah TPTGR yang lewat jatuh tempo Jumlah 31 Desember 2007 165.374. dimasukkan ke dalam kelompok akun ini karena berdasarkan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menetapkan bahwa Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan merupakan jenis pajak propinsi.00 0.00 0.475.805.00 5. Aset Lain-lain Aset Lain-lain Tahun Anggaran 2007 terdiri dari: saldo tagihan Pajak Daerah kepada pihak ketiga (Wajib Pajak Daerah) untuk umur piutang yang melebihi 5 (lima) tahun yang pembayarannya sulit diharapkan.00 0.00 6.763. kewajiban Pemerintah Kota Tangerang terdiri dari: .00 Khusus untuk piutang Pajak Air Bawah Tanah.280.Kewajiban Jangka Panjang Jumlah 31 Desember 2007 2.84 11.076.00 207.795.00 125.390. Terdapat koreksi tambah untuk piutang pajak.350. Sampai dengan 31 Desember 2007.00 756.848.823.70 - .300.00 - Pajak Hotel & Restoran Pajak Hiburan Pajak Reklame Pajak PJU Non PLN Pajak Air Bawah Tanah Jumlah VI.00 20.400. KEWAJIBAN Kewajiban merupakan utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi Pemerintah Kota Tangerang.00 Koreksi Kurang 430.42 13.34 31 Desember 2006 2.00 54.661.92 Catatan atas Laporan Keuangan .166.5.975.880.279.00 345.134. dan sisa cicilan pembayaran Tuntutan Ganti Rugi pegawai Pemerintah Kota Tangerang yang telah lewat masa jatuh temponya dan pegawai yang bersangkutan sudah memasuki masa pensiun.640.00 113.000.00 32.50 15.00 0.699.426.153.00 147.028.353.00 6.863.515.5.981.6.454.00 116.00 31 Desember 2006 170.385.180.884. sehingga Pemerintah Kota Tangerang tidak lagi memiliki kewenangan untuk melakukan penagihan atas piutang ini.927.644.00 54.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 VI.183.272.000.00 510.695.00 9. yang berasal dari penambahan piutang pajak yang berasal dari tahun 1997/1998 sampai dengan tahun 2000 yang tidak dapat ditagih sampai dengan tanggal 31 Desember 2007.5.941.426.500.529.036.Kewajiban Jangka Pendek .068.482.643.019.00 8.326.551.463.00 29.217.00 1. Rincian koreksi tambah dan koreksi sebagai berikut: Koreksi Tambah 61.160.025.00 11.

640.814.Kekurangan Pembayaran Jumlah 690.482.84 31 Desember 2006 472. SLA-1129/DP3/2000 tanggal 20 Januari 2000.908.486.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 VI.84.792.686.686. Pos ini terdiri dari: Cicilan VI Cicilan VII Jumlah 627.00 0. pos ini terdiri dari: Utang Perhitungan Pihak Ketiga Utang Bunga Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Utang Jangka Pendek Lainnya Jumlah 31 Desember 2007 170. merupakan bagian angsuran VI dan VII dari pinjaman jangka panjang Pemerintah Kota Tangerang yang berasal dari Asian Development Bank (ADB) yang disalurkan melalui Direktorat Pengelolaan Penerusan Pinjaman – DPJB.426.80 1.62 611.51 15.576. 2. Pinjaman ini didasari dengan perjanjian LA-1511-INO tanggal 10 Januari 1997. Pinjaman ini didasari dengan perjanjian LA-1511-INO tanggal 10 Januari 1997.12 773.00 2.788.00 Catatan atas Laporan Keuangan . SLA-1129/DP3/2000 tanggal 20 Januari 2000.Bunga: .082. Untuk Tahun Anggaran 2007. Departemen Keuangan.42 Rincian penjelasan untuk masing-masing pos kewajiban jangka pendek adalah sebagai berikut: 1.183.576.686.312.50 1.50 627.80 3.84 31 Desember 2006 756.167.576.178. merupakan kewajiban yang timbul karena Pemerintah Kota Tangerang belum menyetorkan kepada KPPN atas potongan PPh Pasal 21 sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 sebesar Rp472. dan AMA-280/SLA1129/DP3/2001 tanggal 10 Oktober 2003.215.008.000.255.Jasa Bank . Kewajiban Jangka Pendek Pos Kewajiban Jangka Pendek merupakan pos untuk menampung kewajiban Pemerintah Kota Tangerang yang diharapkan akan dibayar kembali atau jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan.079.036.671.873. Bagian Lancar Utang Jangka Panjang.00 dan utang Pemotongan Pajak (PPh dan PPN) yang belum disetorkan oleh Bendahara Pengeluaran sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 sebesar Rp169. Rincian bunga dan jasa bank yang harus dibayar adalah sebagai berikut: 31 Desember 2007 .00 705. Utang Perhitungan Pihak Ketiga.444.008. merupakan kewajiban yang timbul karena Pemerintah Kota Tangerang mempunyai kewajiban untuk membayar bunga atas pinjaman jangka panjang yang berasal dari Asian Development Bank (ADB) yang disalurkan melalui Direktorat Pengelolaan Penerusan Pinjaman – DPJB.064.610.159.00.019.34 16.577.335.00 773.00 705.908.00.90 272.335.255.Bunga .00 2.255.167.600.183. Utang Bunga sampai dengan tanggal 31 Desember 2007 adalah sebesar Rp705.84 1.014.255.788.478.464.33 0.215.44 2.1.Denda Bunga .335.490.6.71 - . Utang Bunga. Departemen Keuangan.00 350. yang akan jatuh tempo selama tahun anggaran 2008 sebesar Rp1.215.615. dan AMA-280/SLA-1129/DP3/2001 tanggal 10 Oktober 2003.

Pokok Pinjaman .000.975.00 121. Pinjaman ini didasari dengan perjanjian LA-1511-INO tanggal 10 Januari 1997.158.17.975.515. Kec.900. Karawaci Stadion Sudimara.50 14.322. 1 2 3 Nama Bangunan Stadion Perumnas.00 1.000. dengan rincian sebagai berikut: .124. Kel.50 0.00 16. SLA-1129/DP3/2000 tanggal 20 Januari 2000.355.50 2007 Saldo per 31 Desember 2007 dan 2006 Catatan atas Laporan Keuangan . dan AMA280/SLA-1129/DP3/2001 tanggal 10 Oktober 2003. Saldo Utang Jangka Pendek Lainnya untuk tahun anggaran 2007 terdiri dari: No.110.Persampahan (Dinas PU) . 126/DTK/LS/APBD/2008.000.25%.00 Pelunasan SP2D No.00 Dengan akan dilakukannya pembayaran angsuran V dan VI pada 20 Januari dan 20 Juli 2008.335.Sanitasi (Dinas Tehnik Penyehatan) . Air Limbah. Utang Jangka Pendek Lainnya. dan pembayaran angsuran dilakukan secara prorata pada setiap tanggal 20 Juli dan 20 Januari yang dimulai pada tanggal 20 Juli 2005 sampai dengan 20 Januari 2018.490. 137/DTK/LS/APBD/2008.814.927. Dari jumlah plafond pinjaman sebesar Rp.600.00 11.554.00 114.492.183.00 3.Koreksi tambah .Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 4.180.000.318.00 1.580.255.255.577.12 10.6. 22 Pebruari 2008 VI. Pembayaran kewajiban ini telah dianggarkan pada APBD TA 2008 dan pembayarannya telah diselesaikan sepenuhnya pada Bulan Maret 2008.955.855.664. Departemen Keuangan. Sudimara Stadion Porci.62 13.00 dan sisa plafond Rp1. 260/DTK/LS/APBD/2008.Jatuh Tempo Tahun 2008 dan 13. merupakan kewajiban kepada para rekanan (kontraktor) dalam Kegiatan Peningkatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Olah Raga di Dinas Tata Kota pada tahun anggaran 2007. Kewajiban ini timbul sebagai akibat telah selesainya pembangunan fisik 3 (tiga) stadion dan realisasi pembayaran belum mencapai 100% dari nilai kontrak kerja. 28 Pebruari 2008 SP2D No.72 - .257. Kec.596.000.600.322.439.00 350.00 telah ditarik sampai dengan 23 Mei 2003 sebesar Rp16.006.492. Tujuan penggunaan pinjaman adalah untuk pembiayaan Persampahan.119.) 114.75% termasuk jasa bank 0. Tingkat bunga pinjaman adalah sebesar 11.628.551.515.357. Cibodas Jumlah Nilai (Rp. dan Terminal (Metropolitan Botabek UDSP).576. 19 Maret 2008 SP2D No.355.00 11. saldo kredit utang luar negeri dapat dirinci sebagai berikut: .2 Kewajiban Jangka Panjang Pos ini merupakan pinjaman jangka panjang yang berasal dari Asian Development Bank (ADB) yang disalurkan melalui Direktorat Pengelolaan Penerusan Pinjaman – DPJB.Terminal Terpadu (Dinas Tata Kota) Jumlah 1.551.879.00 tidak ditarik lagi. Jangka waktu pinjaman adalah 18 tahun termasuk masa tenggang (grace period) selama 5 (lima) tahun terhitung dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2005.183.

58 2.7.419.082.659. 5.203.606.24 VI.51 3.19.791.8.622.413.66 39.8.161.760.841.00 3.519. 2.00 3.924.00 8.045.50 58.8.1.116.376. Arus kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas operasi adalah sebesar Rp371.511. investasi aset non keuangan.969.00 1.531.383.063. VI.041.607.54 31 Desember 2006 76.113.737.369. Uraian Pajak Hotel dan Restoran Pajak Hiburan Pajak Reklame Pajak Penerangan Jalan Umum Pajak atas Penyelenggaraan Parkir Swasta Jumlah Realisasi 2007 (Rp) 30. Untuk Tahun Anggaran 2007. dan non anggaran.Ekuitas Dana Lancar .892.880.097.Ekuitas Dana Investasi .166.230.875.610. KOMPONEN ARUS KAS Laporan Arus Kas menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas yang terjadi di Kas Daerah selama Tahun Anggaran 2007.1.048.00 109.884.50 VI.822.03 50.219.1.993.464.540. Pos Ekuitas Dana terdiri dari: .73 - .355. EKUITAS DANA Ekuitas Dana merupakan pos untuk menampung selisih antara aset dan kewajiban Pemerintah Kota Tangerang.2.960. pembiayaan.650.292. 4.8. Arus Masuk Kas dari Pendapatan Retribusi Daerah Arus masuk dari Pendapatan Retribusi Daerah merupakan penerimaan yang berasal dari Retribusi Daerah yang telah disetorkan ke Kas Daerah selama tahun pelaporan yang terdiri dari: Catatan atas Laporan Keuangan .072.Ekuitas Dana Cadangan Jumlah 31 Desember 2007 169. aktivitas operasi terutama terdiri dari: VI.1 Arus Masuk Kas dari Pendapatan Pajak Daerah Arus masuk kas dari Pendapatan Pajak Daerah merupakan penerimaan yang berasal dari Pajak Daerah yang telah disetorkan ke Kas Daerah selama tahun pelaporan yang terdiri dari: No 1.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 VI.925. 3.00 10.163. Penerimaan dan pengeluaran kas ini diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi.640.368. Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus kas dari aktivitas operasi menunjukkan kemampuan Pemerintah Kota Tangerang dalam menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai aktivitas operasionalnya di masa yang akan datang tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar.

584.00 247.00 111. 13.000.335.102.554.814.000.600. 17.456. II.214.470.657.902.902.000.797.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 No I.080.3 Arus Kas Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Arus masuk dari Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan yang telah disetorkan ke Kas Daerah selama tahun pelaporan yang terdiri dari: No 1.173.165. 4.00 42.000.500.00 256.966.882.00 1.060. 2.130. III.00 133.972.000.883.00 2.635.1.925.8.74 - .00 1. 3. 2.500.00 101.215.037.635.227.00 882.00 942.00 VI.385.000.00 11.00 25.00 72. 1.000.056.803.00 185.000.00 66.930. 19.666.860.325.00 8.789.350.160.156.500. 3.245.175.727.00 619.000.200.864. 5. 22.752.00 3.00 Catatan atas Laporan Keuangan .435.592. Uraian Retribusi Jasa Umum Pelayanan Kesehatan Pelayanan Persampahan/Kebersihan Penggantian Biaya Cetak Akte Casip Pelayanan Pemakaman Pengujian Kendaraan Bermotor Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran Retribusi Jasa Usaha Pemakaian Kekayaan Daerah Terminal Tempat Khusus Parkir Penyedotan Kakus Rumah Potong Hewan Retribusi Perijinan Tertentu Ijin Mendirikan Bangunan Ijin Gangguan Ijin Trayek Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah Ijin Usaha Kepariwisataan Ijin Bongkar Muat Barang Ijin Tanda Daftar Perusahaan TDI/IUI/IP SIUP SIPA Gudang Jumlah Realisasi 2007 (Rp) 7.00 111. 5. 14. 12.00 13.558.825.500. 1. 4. 16.00 305.000.717.925. 18.00 3.00 131.946.00 172.000. 6.616. 2.453.246.00 14. Uraian Pendapatan Deviden dari Bank Jabar Pendapatan Deviden dari PDAM Pendapatan Deviden dari PD Pasar Jumlah Realisasi 2007 (Rp) 4. 3.412. 20.792. 21.00 1. 15.00 541.725.

384.00 Catatan atas Laporan Keuangan .1.00 66. Arus Masuk Kas dari Dana Bagi Hasil Pajak Arus masuk kas dari Pendapatan Bagi Hasil Pajak yang telah disetorkan ke Kas Daerah selama Tahun Anggaran 2007 terdiri dari: No 1.988.749.061. 7. 2.911. Arus Masuk Kas dari Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Arus masuk kas dari Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam yang telah disetorkan ke Kas Daerah selama Tahun Anggaran 2007 terdiri dari: No 1.00 2.8.473. 6.506.858.842.611.00 0.991.8.5.097. 3.50 96.618.304. 3.00 7.120.4. Uraian Iuran Hasil Hutan/Provisi Iuran Eksploitasi/Royalti Penerimaan Pungutan Pengusahaan Perikanan Jumlah Realisasi 2007 (Rp) 245.75 - . 2.00 233.00 267.502. 3.980.00 730.00 485. Penerimaan Jasa Giro Penerimaan Bunga Deposito Penerimaan Ganti Rugi atas Kekayaan Daerah (TP/TGR) Pendapatan Denda Pajak Jaminan Bongkar Reklame Lain-lain Penerimaan Pendapatan Denda Retribusi Jumlah Uraian Realisasi 2007 (Rp) 4.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 VI.400.102.967.637. Arus Masuk Kas dari Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Arus masuk kas dari Pendapatan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah yang telah disetorkan ke Kas Daerah selama tahun pelaporan yang terdiri dari: No 1.969.656.52 VI.00 0.00 60.8.804.006.1.688.324.895.00 113.6. 2. 4. PBB BPHTB PPh Orang Pribadi Jumlah Uraian Realisasi 2007 (Rp) 106.375.131.151.311.1.058.347.02 55.712.00 VI. 5.

11 Arus Masuk Kas dari Contra Pos dan UUDP Arus masuk kas ini merupakan penerimaan dalam bentuk pengembalian atas Belanja Daerah dan penyetoran sisa UUDP tahun anggaran 2007 yang telah diterima dan disetorkan ke Kas Daerah selama tahun anggaran 2007 sebesar Rp5.201.1. Arus Keluar Kas untuk Belanja Pegawai Arus keluar kas ini merupakan pengeluaran yang berasal dari Belanja Pegawai yang telah dikeluarkan dari Kas Daerah selama tahun anggaran 2007 sebesar Rp403.520. 5.10.00. uang representasi dan tunjangan pimpinan dan anggota DPRD.166. VI.87. Arus Masuk Kas dari Pendapatan Hibah Arus masuk kas ini merupakan penerimaan dalam bentuk hibah dari Pemerintah Propinsi Banten sebesar Rp20. honorarium tim. VI.000.000.000.8.600.00 41.000.584.1.266.8.00.615.1.000.030.652. PKB BBNKB PBBKB Pajak ABT Pajak Pengambilan Air Permukaan Jumlah Uraian Realisasi 2007 (Rp) 38.1.00 dan hibah dari Pemerinath Propinsi DKI sebesar Rp5.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 VI.762. yang terdiri dari: No 1.00 2.097.00 44. VI.109. dan honorarium tenaga ahli.876.838. honorarium TKK.00.191.12. honor panitia pelaksana kegiatan. biaya pemungutan pajak daerah dan PBB.9 Arus Masuk Kas dari Pendapatan Bagi Hasil Pajak Arus masuk kas dari Pendapatan Bagi Hasil Pajak merupakan penerimaan yang berasal dari Bagi Hasil Pajak yang telah disetorkan ke Kas Daerah selama tahun anggaran 2007.8.440.000.8. VI.546.8.1.000. pengeluaran kas pada belanja ini diantaranya diperuntukkan bagi pembayaran gaji dan tunjangan PNS dan CPNS (termasuk guru).00 yang telah diterima dan disetorkan ke Kas Daerah selama tahun anggaran 2007.7.00 2.145.040.000. gaji dan tunjangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. 4. 2. Catatan atas Laporan Keuangan .76 - .8.1.157. Arus Kas Masuk dari Dana Alokasi Umum Arus masuk kas dari Dana Alokasi Umum merupakan penerimaan yang berasal dari Dana Alokasi Umum yang telah disetorkan ke Kas Daerah selama tahun pelaporan sebesar Rp376. Arus Kas Masuk dari Dana Alokasi Khusus Arus masuk kas dari Dana Alokasi Khusus merupakan penerimaan yang berasal dari Dana Alokasi Khusus yang telah disetorkan ke Kas Daerah selama tahun anggaran 2007 sebesar Rp6.00 128.446. 3.00 VI.351.802.959.511.000.145.8.087.

726. Arus Keluar Kas untuk Belanja Barang Arus keluar kas ini merupakan pengeluaran yang berasal dari pos Belanja Barang yang telah dikeluarkan dari Kas Daerah selama tahun anggaran 2007 sebesar Rp129.8. VI. pembayaran barang cetakan dan penggandaan.837.891.2. Pengeluaran pos ini diantaranya digunakan untuk memenuhi kebutuhan akan bahan habis pakai.48.77 - . Arus Kas dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan Arus kas ini mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto dalam rangka perolehan dan pelepasan sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung pelayanan Pemerintah Kota Tangerang kepada masyarakat di masa yang akan datang. dan pemeliharaan aset tetap Pemerintah Kota Tangerang. Catatan atas Laporan Keuangan . pembayaran jasa perkantoran.170. Arus Keluar Kas untuk Belanja Bantuan Sosial Arus keluar kas dari Bantuan Sosial merupakan pengeluaran yang berasal dari Pos Belanja Bantuan Sosial yang telah dikeluarkan dari Kas Daerah selama tahun 2007 sebesar Rp27.15. pembelian obat-obatan dan pupuk (termasuk benih unggul). sosial kemasyarakatan. terdapat pula realisasi belanja barang sebesar Rp198.97.8.328. Selama tahun anggaran 2007 pengeluaran dari Kas Daerah untuk pos ini adalah sebesar Rp28.8.00.1. VI.683. partai politik.247.8.972. organisasi olahraga. Pengeluaran arus kas ini diperuntukan bagi pemberian bantuan untuk sarana keagamaan.17) yang mengindikasikan bahwa Pemerintah Kota Tangerang pada Tahun Anggaran 2007 lebih menekankan kepada pembangunan sarana dan prasana bagi masyarakat.090. pada realisasi belanja Modal Tanah terdapat belanja pemeliharaan sebesar Rp198.039.1.932. Arus Keluar Kas untuk Belanja Peralatan dan Mesin Arus keluar kas dari Belanja Peralatan dan Mesin merupakan pengeluaran dalam rangka memperoleh aset tetap berupa peralatan dan mesin.00 yang berasal dari arus keluar kas belanja Modal Tanah melalui pelaksanaan kegiatan Pengurugan Lahan Sekolah pada Dinas Pendidikan. Arus Keluar Kas untuk Belanja Tanah Arus kas keluar dari Belanja tanah merupakan pengeluaran yang berasal dari pos Belanja Modal Tanah yang telah dikeluarkan dari Kas Daerah selama tahun pelaporan dengan nilai sebesar Rp31.984. Rincian Arus kas ini terdiri dari: VI.823.972.14.8.00 yang berasal dari pelaksanaan kegiatan Pengurugan Lahan Sekolah di Dinas Pendidikan.664.636.13.500. pengobatan bagi keluarga miskin. Selain itu.18.073.1.427.2.00.194. pembayaran jasa pemeriksaan laboratorium.932.2. kepemudaan. pemenuhan perjalanan dinas dalam daerah dan keluar daerah. Arus Keluar Kas untuk Belanja Bunga Arus keluar kas ini merupakan pengeluaran yang berasal dari pembayaran bunga pinjaman utang jangka panjang yang telah dikeluarkan dari Kas Daerah selama tahun 2007 sebesar Rp1.2. VI. VI. penyediaan pelayanan kesehatan di puskesmas.1. Selain itu.653. dan bantuan kepada organisasi perempuan.8. Arus kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas ini adalah sebesar (Rp267.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 VI.

Rincian arus kas ini terdiri dari: VI.908.8. Selama tahun anggaran 2007 pengeluaran dari Kas Daerah untuk pos ini adalah sebesar Rp64.8.142. irigasi.100. Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan Arus kas ini mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto sehubungan dengan pendanaan defisit atau penggunaan surplus anggaran.1.98. Arus Kas bersih dari aktivitas ini untuk tahun anggaran 2007 adalah sebesar Rp(7.8. Pengeluaran untuk pos ini yang telah dikeluarkan dari Kas Daerah selama tahun anggaran 2007 adalah sebesar Rp136. yaitu sebesar Rp1.4 Arus Keluar Kas untuk Belanja Jalan.617. Irigasi. dan Jaringan Arus keluar kas dari Belanja Jalan. Sebagian besar pengeluaran untuk pos ini digunakan untuk melaksanakan pembangunan gedung sekolah dan gedung kantor.46.976. VI. Irigasi dan Jaringan merupakan pengeluaran yang berasal dari pos Belanja Modal Jalan.596. Arus Keluar Kas untuk Belanja Aset Tetap Lainnya Arus keluar kas dari Belanja Aset Tetap Lainnya merupakan pengeluaran yang berasal dari pos Belanja Modal Aset Tetap Lainnya dalam rangka memperoleh aset tetap berupa buku dan barang perpustakaan.2. VI.2.8.3. Arus Keluar Kas untuk Belanja Aset Lainnya Arus keluar kas dari Belanja Aset Lainnya merupakan dari pos Belanja Modal Aset Lainnya dalam rangka software (aset tak berwujud).481.671. Arus Keluar Kas untuk Pembentukan Dana Cadangan Arus keluar kas dari Pembentukan Dana Cadangan merupakan pengeluaran yang berasal dari pos Pembentukan Dana Cadangan yang dikeluarkan dari Kas Daerah selama tahun anggaran 2007.8. Pengeluaran untuk pos dari Kas Daerah selama tahun anggaran Rp. Pengeluaran untuk pos ini yang telah dikeluarkan dari Kas Daerah selama tahun anggaran 2007 adalah sebesar Rp4.40.6.395.00.896.3.533.2. dan jaringan. Catatan atas Laporan Keuangan .922. Arus Masuk Kas dari Penggunaan SILPA Arus masuk kas dari Penggunaan SILPA merupakan penerimaan setoran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran tahun anggaran 2006 dalam bentuk sisa UUDP dan kelebihan SPM BT yang telah disetorkan ke Kas Daerah oleh Bendahara Pengeluaran sampai dengan tanggal 31 Desember 2007.270.02) yang menggambarkan bahwa pada tahun anggaran 2007 Pemerintah Kota Tangerang lebih banyak memanfaatkan surplus anggaran untuk pembentukan dana cadangan dan pembayaran pokok pinjaman.14. Irigasi dan Jaringan dalam rangka memperoleh aset tetap berupa jalan.193.2459.2.5.78 - . VI.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 VI. yaitu sebesar Rp7. pengeluaran yang berasal memperoleh aset berupa ini yang telah dikeluarkan 2007 adalah sebesar VI. Arus Keluar Kas untuk Belanja Gedung dan Bangunan Arus keluar kas dari Belanja Gedung dan Bangunan merupakan pengeluaran dalam rangka memperoleh aset tetap berupa gedung dan bangunan. Sebagian besar pengeluaran untuk pos ini dikeluarkan untuk melaksanakan peningkatan jalan lingkungan dan jalan kota.3.50.023.3.837. dan barang bercorak seni dan budaya.066.2.088.805.8. VI.137.8.

VII. Arus Keluar Kas untuk Pengeluaran Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) Arus keluar kas ini merupakan pembayaran pungutan PPh. PERISTIWA KEMUDIAN VII.359. Taperum.79 - . Penerimaan Upah Pungut Pajak Jalan Umum Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 Belum Dipotong Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Sebesar Rp66.359.095.654.8.255.4.8.095.423. dan pungutan lainnya yang harus disetorkan kepada pihak ketiga yang berhak. nilai penyetoran Perhitungan Fihak Ketiga adalah sebesar Rp18.144.1. Penyetoran Kas di Bendahara Pengeluaran Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2007 yang telah disetor ke Kas Daerah antara tanggal 3 Januari s. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2007. Askes.643.852.d.9.00 yang sebagian besar berasal dari PPh pegawai. Rincian arus kas ini terdiri dari: VI. Pembayaran cicilan pokok ini jatuh tempo pada tanggal 20 Januari dan 20 Juli 2007 dengan nilai sebesar Rp1.2. Taspes. 11 Maret 2008 sebesar Rp2.00. Arus kas bersih dari aktivitas ini untuk tahun anggaran 2007 adalah Rp0. Arus Keluar Kas untuk Pembayaran Pokok Pinjaman Arus keluar kas ini merupakan cicilan pokok IV dan V dari pinjaman luar negeri yang dimiliki Pemerintah Kota Tangerang.00 yang sebagian besar berasal dari PPh pegawai. Catatan atas Laporan Keuangan . Askes.347. PPN. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2007.00.8.d.3. 1. Taperum. Taspes. Arus Masuk Kas dari Penerimaan Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) Arus masuk kas ini merupakan penerimaan pungutan PPh.3.9. VI.499. dan pungutan lainnya yang harus disetorkan kepada pihak ketiga yang berhak.8.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 VI.589.4.30 telah disetorkan seluruhnya ke Kas Daerah pada tanggal 13 Mei 2008.2.00. VII.654. nilai penerimaan Perhitungan Fihak Ketiga adalah sebesar Rp18. PPN. Setoran atas Temuan Kepatuhan dalam Kerangka Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 Hasil pemeriksaan atas Kepatuhan dalam kerangka Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 yang berkaitan dengan kerugian daerah telah ditindaklanjuti dengan menyetorkan ke Kas Daerah atau melengkapi kekurangan pekerjaan yang dilaksanakan antara tanggal 8 s.4. 9. 26 Mei 2007 dengan rincian sebagai berikut.1. Aktivitas Non Anggaran Arus kas dari aktivitas non anggaran mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak mempengaruhi APBD Kota Tangerang. VI.

424. Pembayaran Tiga Paket Pembangunan Gedung Sekolah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Melebihi Prestasi Pekerjaan Sebesar Rp74.091.294. Kekurangan Volume Atas Pekerjaan Fisik Kegiatan Pembangunan Kantor Kecamatan TA 2007 Sebesar Rp20.00 Tidak Sesuai Dengan Ketentuan. telah ditindaklanjuti dengan pengembalian dalam bentuk pekerjaan berupa pemasangan plaza dengan batu templek dan dibingkai dengan kanstein senilai Rp3.80 - .558. Realisasi Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah Pada Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sebesar Rp519.693. 8. 5.950. telah disetorkan seluruhnya ke Kas Daerah pada tanggal 15 Mei 2008. 7.970.53. telah ditindaklanjuti dengan setoran ke Kas Daerah sebesar Rp12. 3. 4.00 pada tanggal 14 Mei 2008 dan pengembalian dalam bentuk pekerjaan senilai Rp8. Catatan atas Laporan Keuangan .309.146.264.00.583.000.068.50 serta pekerjaan penyulaman dan penanaman tanaman senilai Rp53. Kekurangan Volume Atas Pekerjaan Fisik Kegiatan Penataan Ruang Terbuka Hijau TA 2007 Sebesar Rp53.078. 26 Mei 2008.709.000. Fisik Terpasang atas Pekerjaan Rehab Berat Gudang Farmasi Pada Dinas Kesehatan Kota Tangerang Tidak Sesuai Dengan Kontrak Senilai Rp32.168. telah disetorkan seluruhnya ke Kas Daerah pada tanggal 13 Mei 2008.963. telah disetorkan seluruhnya ke Kas Daerah pada tanggal 16 s.380.40. Pembayaran Dua Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jalan pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Melebihi Prestasi Pekerjaan Sebesar Rp24.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 2.d.583. Pembayaran Uang Harian Pada Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Melebihi Ketentuan Sebesar Rp33.00 pada tanggal 8 s.52.992.000. telah disetorkan seluruhnya ke Kas Daerah pada tanggal 15 dan 16 Mei 2008.20. telah disetorkan seluruhnya ke Kas Daerah pada tanggal 17 Mei 2008.d.23. 12 Mei 2008.32. 6.

Karena letak geografisnya yang berbatasan dengan Ibukota Jakarta.1. Sekretariat DPRD. industri dan perdagangan.78 km2 (termasuk kawasan Bandara Soekarno Hatta dengan luas 19. VII. Lembaga Teknis terdiri dari: • Badan Perencanaan Daerah • Badan Keuangan dan Kekayaan Daerah • Badan Kepegawaian dan Diklat • Badan Pengawasan Daerah • Kantor Arsip Daerah • Kantor Perpustakaan Umum • Kantor Pemadam Kebakaran • Kantor Penanaman Modal dan Perijinan • Kantor Pemberdayaan Masyarakat • Kantor Pengolahan Data Elektronik 2. kewenangan dan tugas dari unit-unit yang membantu kelancaran pelaksanaan tugas-tugas Kepala Daerah yang terdiri atas Sekretariat Daerah. STRUKTUR ORGANISASI Berdasarkan Peraturan-peraturan Daerah Kota Tangerang yang diterbitkan dan perubahan-perubahannya. maka Kota Tangerang berfungsi sebagai daerah permukiman. GAMBARAN UMUM KOTA TANGERANG Kota Tangerang berdiri sejak tanggal 28 Pebruari 1993 yang dibentuk berdasarkan Undang-undang nomor 2 tahun 1993. Dinas Daerah terdiri dari: • Dinas Kesehatan • Dinas Pendidikan dan Kebudayaan • Dinas Pertanian • Dinas Tata Kota • Dinas Pekerjaan Umum • Dinas Perumahan dan Permukiman • Dinas Perhubungan • Dinas Ketenagakerjaan • Dinas Lingkungan Hidup • Dinas Perindustrian. Perdagangan.81 - .69 km2). di mana batas wilayah administratifnya berbatasan dengan wilayah DKI Jakarta dan Kabupaten Tangerang. 2 BUMD. 13 Dinas.2. dimana secara administratif terbagi atas 13 Kecamatan dan 104 Kelurahan. Koperasi dan Pariwisata • Dinas Ketentraman dan Ketertiban • Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil • Dinas Pertanahan Catatan atas Laporan Keuangan . 10 Lembaga Teknis. telah ditetapkan organisasi.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 BAB VII INFORMASI NON KEUANGAN VII. 13 Kecamatan dan 104 Kelurahan dengan perincian sebagai berikut: 1. Kota Tangerang mempunyai luas wilayah 183.

82 - . BUMD terdiri atas: • PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang • PD Pasar 4.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 3. Kecamatan terdiri atas: • Kecamatan Tangerang • Kecamatan Cipondoh • Kecamatan Ciledug • Kecamatan Jatiuwung • Kecamatan Batuceper • Kecamatan Benda • Kecamatan Karawaci • Kecamatan Cibodas • Kecamatan Pinang • Kecamatan Larangan • Kecamatan Karang Tengah • Kecamatan Priuk • Kecamatan Neglasari Catatan atas Laporan Keuangan .

dan kekuasaan pengelolaan keuangan negara dari presiden sebagian dilimpahkan kepada gibernur/bupati/walikota selaku kepala pemerintah daerah. Konversi tidak terbatas pada format pelaporan. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 disusun dan disajikan sebagai media pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2007. yaitu bahwa kekuasaan pengelolaan keuangan negara adalah sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan. Untuk memenuhi ketentuan tersebut. Pelaksanaan konversi mengacu kepada pedoman konversi sebagaimana diatur dalam Buletin Teknis yang diterbitkan oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP). Sebagai penutup dapat disimpulkan bahwa dalam pengelolaan keuangan daerah selama Tahun Anggaran 2007 telah terjadi pelampauan realisasi penerimaan pendapatan daerah dan efisiensi pengeluaran belanja daerah. Dengan ditemuinya berbagai kendala dalam pengelolaan keuangan daerah selama Tahun Anggaran 2007 ini. WAHIDIN HALIM Catatan atas Laporan Keuangan . Penyusunan dan penyajian LKPD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 ini masih melalui proses konversi.Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 BAB VII PENUTUP Di dalam Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. namun juga diupayakan agar definisi setiap pos laporan keuangan memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam Standar Akuntansi Pemerintahan. yaitu bahwa gubernur/bupati/walikota bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan daerah sebagai bagian dari pemerintahan daerah. terdapat penegasan di bidang pengeolaan keuangan. selain itu LKPD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 ini sudah disusun dan disajikan berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005. baik dari sisi penyempurnaan aturan maupun dari sisi peningkatan kapasitas sumber daya aparatur pengelola keuangan daerah.83 - . Pemerintah Kota Tangerang bertekad untuk terus selalu meningkatkan kualitas sistem pengelolaan keuangan daerah. WALIKOTA TANGERANG H. Ketentuan tersebut berdampak pada pengaturan pengelolaan keuangan daerah. dimana buletin teknis merupakan bagian dari SAP. mengingat masih adanya perbedaan struktur APBD menurut ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006.

GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN 1. Metode Pemeriksaan Metode Pemeriksaan yang digunakan dalam pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang secara ringkas meliputi perencanaan. Pasal 1 UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. d. Kecukupan pengungkapan (adequate disclosures). Standar Pemeriksaan Peraturan BPK RI Nomor 01 Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). c. 3. Efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI). Dasar Pemeriksaan a. Sasaran Pemeriksaan Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 meliputi pengujian atas: a. e. Saldo pada Neraca per 31 Desember 2007. Pasal 31 UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 5. Pasal 2 UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Saldo pada Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Arus Kas TA 2007. dan pelaporan hasil pemeriksaan. Tujuan Pemeriksaan Untuk memberikan opini atas tingkat kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada kriteria: a. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. c. c. Rencana Kegiatan Pemeriksaan (RKP) BPK RI Tahun Anggaran 2008. b. Perwakilan BPK RI di Jakarta 3 . 2. Pengungkapan Keuangan. pelaksanaan. informasi keuangan pada Catatan atas Laporan 4. b. Pasal 56 UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan atau prinsip-prinsip akuntansi yang ditetapkan dalam berbagai peraturan perundang-undangan. b. d.

dan fungsi saling uji antar sistem. 7.d 16 Mei 2008. Kendala Pemeriksaan Dalam rangka pelaksanaan salah satu tugas konstitusionalnya yaitu pemeriksaan atas Laporan Keuangan. Waktu Pemeriksaan Pemeriksaan dilaksanakan selama 39 hari sejak tanggal 7 April s. rekam informasi. BPK RI masih menghadapi kendala bahwa Pemerintah Daerah belum memiliki infrastruktur akuntansi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan handal yaitu Pemerintah Daerah dalam mengelola transaksi keuangan menggunakan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006. namun belum memiliki sistem yang terintegrasi. Laporan Arus Kas (LAK) TA 2007 dan Catatan atas Laporan Keuangan TA 2007. Perwakilan BPK RI di Jakarta 4 . 8. Objek Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 yang terdiri dari Laporan Realisasi APBD (LRA) TA 2007.6. Neraca per 31 Desember 2007.

BUKU II BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA TANGERANG TAHUN ANGGARAN 2007 DI TANGERANG AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI JAKARTA Nomor Tanggal : : 29a/LHP/XVIII.JKT.6/05/2008 30 Mei 2008 .JKT-XVIII.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA TANGERANG TAHUN ANGGARAN 2007 DI TANGERANG AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI JAKARTA Nomor Tanggal : : 29a/LHP/XVIII.JKT.6/05/2008 30 Mei 2008 .JKT-XVIII.

....................... HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN.BUKU II LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA TANGERANG TAHUN ANGGARAN 2007 HALAMAN DAFTAR ISI ..................... 20 Sistem Akuntansi Belum Dilaksanakan Secara Memadai dan Tidak Ditetapkan Dalam Peraturan Kepala Daerah........................ 1................... 3........................................................................................... 1 3 19 Bendahara Pengeluaran SKPD Terlambat Menyetor Sisa UUDP TA 2007 ke Kas Umum Daerah ................ 4......................................................98 Juta ................... 26 LAMPIRAN ii ................................... ii RESUME LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LKPD TAHUN ANGGARAN 2007 .................................................................................................. 19 Kebijakan Akuntansi atas Beberapa Akun Neraca Kota Tangerang per 31 Desember 2007 Belum Tepat........................... GAMBARAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN INTERN PADA SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA TANGERANG TA 2007 ............. 2................................................................................................... 22 Pemerintah Kota Tangerang Belum Melakukan Penghapusan atas Piutang Pajak Daerah Kadaluwarsa Sebesar Rp315.................

tujuan pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan sistem pengendalian intern tersebut. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Pengendalian intern tersebut meliputi berbagai kebijakan dan prosedur yang: (1) terkait dengan catatan keuangan. Sistem pengendalian intern merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota Tangerang. Oleh karena itu. BPK RI tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Laporan Realisasi Anggaran. apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RESUME LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LKPD TAHUN ANGGARAN 2007 Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Untuk memperoleh keyakinan memadai. Standar pemeriksaan yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI untuk mengungkapkan kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas pelaporan keuangan. Sistem pengendalian intern Pemerintah Kota Tangerang terkait dengan laporan keuangan merupakan suatu proses yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai atas keandalan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Namun. (3) memberikan keyakinan yang memadai atas keamanan aset yang berdampak material pada laporan keuangan. Kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut: Perwakilan BPK RI di Jakarta 1 . Pemerintah Kota Tangerang bertanggung jawab untuk mengatur dan menyelenggarakan pengendalian tersebut. (2) memberikan keyakinan yang memadai bahwa laporan tersebut telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan serta penerimaan dan pengeluaran telah sesuai dengan otorisasi yang diberikan. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kota Tangerang per 31 Desember 2007. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI melaksanakan pengujian atas sistem pengendalian intern Pemerintah Kota Tangerang.

.

Pemerintah Kota Tangerang pada TA 2007 dipimpin oleh satu kepala daerah dengan satu wakil kepala daerah periode 2003 – 2008 berdasarkan Kepmendagri No. Dalam mendukung tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DPRD. Pemberhentian. dua BUMD. Perwujudan visi daerah tersebut dilaksanakan oleh Pemerintahan Kota Tangerang yang terdiri dari Pemerintah Kota Tangerang dan DPRD Kota Tangerang. 36-590 Tahun 2003 tanggal 14 November 2003 tentang Pengesahan. Dalam pengelolaan keuangan Kota Tangerang TA 2007. 13 (tiga belas) Kecamatan. Pemerintah Kota Tangerang telah menyusun Peraturan Daerah Kota Tangerang No.131. sepuluh Lembaga Teknis. dan 104 (seratus empat) Kelurahan dengan didukung 9. Kota Tangerang termasuk dalam wilayah Provinsi Banten berdasarkan UU No. 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten. 132. ekonomi dan pembangunan serta administrasi yang dilaksanakan oleh satu Sekretariat Daerah. satu Sekretariat DPRD.GAMBARAN UMUM SISTEM PENGENDALIAN INTERN PADA SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA TANGERANG TA 2007 Dasar hukum pembentukan Kota Tangerang sesuai dengan Undang-undang (UU) No. Pemberhentian. DPRD Kota Tangerang terbagi dalam 4 (empat) Komisi. dan Pengangkatan Walikota Tangerang Provinsi Banten dan Kepmendagri No. 36-589 Tahun 2003 tanggal 14 November 2003 tentang Pengesahan. 2 Tahun 1993 tentang Pembentukan Kota dalam Lingkungan Provinsi Jawa Barat. Pembangunan Daerah Kota Tangerang berdasarkan Rencana Strategis Daerah yang diarahkan pada perwujudan visi “Kota Tangerang menjadi Daerah yang menarik untuk berinventasi pada Tahun 2009” dengan Motto “Akhlakul Kharimah”. DPRD Kota Tangerang terdiri dari 45 orang yang dipimpin oleh satu orang ketua dengan 2 (dua) orang wakil ketua. dan 5 (lima) Panitia Musyawarah. Sejalan dengan berdirinya Provinsi Banten. Pemerintah Kota Tangerang dibagi dalam 3 bidang kewenangan. 13 (tiga belas) Dinas.656 pegawai negeri sipil di daerah dan 742 tenaga kontrak kerja. 9 Tahun Perwakilan BPK RI di Jakarta 3 . Dalam pelaksanaan kegiatan dan tata usaha keuangan TA 2007. dan Pengangkatan Wakil Walikota Tangerang Provinsi Banten. DPRD Kota Tangerang merupakan hasil pemilihan Tahun 2004 untuk periode TA 2004 – 2009. yaitu tata praja. 01 Tahun 2003 tanggal 17 April 2003 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Tangerang No.

Gambaran atas rancangan dan pelaksanaan rancangan sistem pengelolaan keuangan pada Pemerintah Kota Tangerang adalah sebagai berikut: A. 12 Tahun 2004 tanggal 25 Nopember 2004 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Walikota No. yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah. Perencanaan untuk TA 2007. maka pada TA 2007 Pemerintah Kota Tangerang telah mengimplementasikan tiga paket UU di Bidang Keuangan tersebut sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Daerah dan Keputusan Walikota. Untuk melaksanakan peraturan daerah tersebut. Sistem Perencanaan dan Penganggaran Sistem perencanaan dan penganggaran Pemerintah Kota Tangerang dituangkan dalam Keputusan Walikota No.2007 tanggal 14 Mei 2007. dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: a. Walikota telah menetapkan Surat Keputusan Walikota Tangerang No. 105 Tahun 2000 sebagaimana telah diubah dengan PP No. 12 Tahun 2004 tanggal 25 Nopember 2004 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Walikota No. Perwakilan BPK RI di Jakarta 4 . SKPD menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) pada bulan September sesuai surat edaran tentang pedoman penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) SKPD yang disampaikan TAPD. 1. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. yang harus diimplementasikan dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah paling lambat untuk pelaksanaan APBD TA 2006. dan Undang-Undang No. 10A Tahun 2007 tanggal 26 September 2007. Dengan terbitnya tiga paket Undang-Undang di Bidang Keuangan Negara. 58 Tahun 2005. 10A Tahun 2007 tanggal 26 September 2007. sejalan dengan perubahan Peraturan Pemerintah yang mengatur mengenai pengelolaan keuangan daerah dhi. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah. dan pejabat lainnya. UndangUndang No. yaitu: Undang-Undang No. Sistem Perencanaan Sistem perencanaan dilaksanakan oleh setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan dikoordinasikan oleh TAPD. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. PP No.Sistem perencanaan dan penganggaran dilaksanakan oleh setiap unit kerja dengan koordinasi oleh Tim Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (TAPD). TAPD keanggotaannya terdiri dari pejabat perencana daerah.

50-Huk/2007 tanggal 12 Januari 2007. 8 Desember 2006. c. RKA SKPD disampaikan kepada TAPD dan dilakukan pembahasan oleh TAPD untuk menilai kesesuaian capaian kinerja. kelompok sasaran kegiatan. e. 1 Tahun 2007 dijabarkan dalam Peraturan Walikota Tangerang No. 1 Tahun 2007 tentang APBD Kota Tangerang TA 2007 pada tanggal 16 Januari 2007. 188. f. Penyampaian nota keuangan tentang RAPBD beserta lampirannya kepada DPRD pada tanggal 11 Desember 2006.032- DPRD/2006 dan No. standar analisis belanja. Hasil evaluasi dan atau perubahan lain menjadi bahan perubahan APBD TA 2007.186-KUMDANG/2006 tanggal 29 Desember 2006 dikirim ke Gubernur Banten untuk dievaluasi.34/Kep. RAPBD selanjutnya dibahas dan dievaluasi oleh Panitia Anggaran DPRD. d. Hasil Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah APBD dan Rancangan Peraturan Walikota Penjabaran APBD Tangerang TA 2007 telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Banten Nomor 188. b. 2.34/Kep. 188/Kep. indikator kinerja. Perwakilan BPK RI di Jakarta 5 . Perda Kota Tangerang No.d. standar satuan harga. e. 1 Tahun 2007 tanggal 17 Januari 2007 tentang Penjabaran APBD TA 2007.b. RKA SKPD yang telah disempurnakan oleh Kepala SKPD disampaikan kepada Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) pada bulan Oktober. RKA SKPD yang belum sesuai dengan surat edaran dikembalikan kepada SKPD untuk disempurnakan pada bulan September – Oktober. c. Sistem Penganggaran Prosedur penyusunan APBD TA 2007 dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut: a. Penyusunan dan pembahasan Rancangan APBD (RAPBD) TA 2007 dilaksanakan tanggal 18 Oktober s. sehingga RAPBD TA 2007 tersebut ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kota Tangerang No. d. RAPBD yang sudah disetujui bersama oleh DPRD dan Walikota Tangerang berdasarkan keputusan bersama No. PPKD menyusun rancangan peraturan daerah tentang APBD dan rancangan peraturan walikota tentang penjabaran APBD pada bulan Oktober. yang selanjutnya ditetapkan dengan Perda Kota Tangerang No. standar pelayanan minimal serta sinkronisasi program dan kegiatan antar SKPD.

UPTD bertugas untuk melaksanakan teknis pendapatan daerah dan bertanggung jawab secara teknis dan administrasi kepada Kepala Unit Penghasil masing-masing. Terkait dengan penetapan dan perhitungan DAU. menyelenggarakan tugas pembantuan di bidang Pajak Bumi dan Bangunan.184. b.d Desember 2007 yang ditetapkan dengan Keputusan Walikota Tangerang No. Pelaksanaan teknis atas prosedur pendapatan tersebut dilakukan oleh masing-masing unit penghasil dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bawah unit penghasil tersebut. Dinas Kesehatan. mengkoordinasikan dan merencanakan bantuan pinjaman.B-DALBANG/2007 dan periode Juli s. Sistem Pelaksanaan Anggaran 1. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. dan pendapatan dari kegiatan pembiayaan.902/Kep. Pengelolaan Pendapatan Dana Perimbangan dilakukan oleh BKKD. Sistem Pengelolaan Pendapatan Daerah a. B. Dinas Pekerjaan Umum yang mengelola pendapatan dari retribusi daerah. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. pengelolaan Pendapatan Dana Perimbangan. Dinas Pertanian. 902/Kep. menyelenggarakan penghitungan perimbangan keuangan daerah lainnya.126-Dalbang/2007 tanggal 2 Juli 2007. Terkait dengan penetapan DAK. Kantor Pencegahan dan Pemadam Kebakaran. serta membina dan mengendalikan kegiatan di bidang perimbangan keuangan daerah. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. Dinas Perumahan dan Pemukiman. dhi.d Juni 2007 yang ditetapkan dalam Keputusan Walikota No. Pemerintah Perwakilan BPK RI di Jakarta 6 .15 Tahun 2007 beserta Penjabaran Perubahan APBD TA 2007 melalui Peraturan Walikota Tangerang Nomor 12 Tahun 2007 tanggal 5 Oktober 2007. Penyusunan dan pelaksanaan APBD Kota Tangerang TA 2007 dilakukan dengan berpedoman pada Standar Satuan Harga periode Januari s. Pemerintah Kota Tangerang mengirimkan data fiskal berupa kapasitas fiskal dan kebutuhan fiskal kepada Pemerintah Pusat. Dinas Perhubungan. Bidang Perimbangan dan Keuangan Daerah yang memiliki fungsi mengumpulkan dan mengelola data bidang perimbangan keuangan daerah. Dinas Penanaman Modal dan Perijinan. BKKD mengelola Pendapatan Asli Daerah yang bersumber dari Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Sedangkan terkait dengan BPHTB. Pelaporan pendapatan dana perimbangan dilakukan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah TA 2007. yang dilakukan setiap akan melakukan pencairan setelah penerimaan tahap pertama sebesar 30%. Prosedur pendapatan dan penerimaan kas dari Pajak Daerah yang dilaksanakan oleh BKKD adalah sebagai berikut: a. Khusus DAK. Sub Sistem Pendaftaran dan Pendataan 1) Kegiatan pendaftaran dan pendataan untuk wajib pajak (WP) yang baru dengan cara penetapan oleh Walikota (Official Assessment) terdiri dari: a) Formulir pendaftaran dikirimkan kepada wajib pajak setelah dicatat dalam daftar formulir pendaftaran. sehingga masih kesulitan dalam penganggarannya. pelaporan menyangkut penyerapannya. menyiapkan rekening penerimaan dan kegiatan yang akan mendapat alokasi dari dana DAK. Pencairan dana perimbangan melalui mekanisme pengajuan SPM ke KPPN kecuali Dana Perimbangan DBH PBB untuk bagian kota yang SPMnya diajukan oleh KPP PBB Tangerang dan DBH SDA tanpa melalui mekanisme pengajuan. b) Formulir diterima dari WP dan diperiksa kebenaran dan kelengkapannya dan apabila belum lengkap formulir dikembalikan kepada WP untuk dilengkapi. 2) Kegiatan Pendaftaran dengan cara dibayar sendiri (Self Assessment) terdiri dari: Perwakilan BPK RI di Jakarta 7 . Bagi Hasil PPh. dan Menteri Dalam Negeri dan dilakukan selambat-lambatnya 14 hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir.Kota Tangerang hanya menyiapkan dana pendamping yang dibutuhkan. tetapi Pemerintah Kota Tangerang hanya menerima saja tanpa mengetahui besaran jumlah yang diterima. yaitu Walikota menyampaikan laporan triwulan yang memuat laporan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK kepada Menteri Keuangan. menteri teknis. Pemerintah Kota Tangerang melakukan monitoring pembayaran dan penerimaan PBB yang dilakukan di setiap kecamatan dan melakukan evaluasi bersama dengan KPP PBB/KPP Pratama. Terkait dengan Dana Bagi Hasil. Pemerintah Kota Tangerang hanya melakukan pencatatan dan menerima aliran dana yang masuk. dan Bagi Hasil SDA.

e) SKPD atau SKPDT diserahkan kepada WP. c) SKPD atau SKPDT ditandatangani oleh yang membidangi penetapan atas nama Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah. Sub Sistem Penetapan 1) Kegiatan penetapan dengan cara penetapan oleh Walikota atau Official Assesment terdiri dari: a) Membuat nota perhitungan Pajak Daerah atas dasar kartu data. penagihan atas nama Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah. b) SPTPD diterima dari WP dan diperiksa kebenaran dan kepada WP setelah dicatat dalam daftar kelengkapannya. b) Data pajak dicatat dalam kartu data dan ke dalam daftar SPTPD. d) Copy daftar SKPD atau SKPDT diserahkan kepada yang membidangi pembukuan penerimaan. b) Formulir pendaftaran diterima dari WP dan diperiksa kebenaran dan kelengkapannya dan apabila belum lengkap formulir dikembalikan kepada WP untuk dilengkapi. 3) Kegiatan Pendataan dengan cara penetapan Walikota (Official Assessment) terdiri dari: a) SPTPD diberikan SPTPD. b.a) Formulir pendaftaran dikirimkan kepada wajib pajak setelah dicatat dalam daftar formulir pendaftaran. kartu data diserahkan kepada Sub Bidang Pendataan. f) Apabila SKPD atau SKPDT yang diterbitkan tidak atau kurang dibayar setelah lewat waktu paling lama 30 hari sejak SKPD atau Perwakilan BPK RI di Jakarta 8 . b) Sub Bidang Penetapan menerbitkan SKPD atau SKPDT jika terdapat obyek pajak yang sama sebagai akibat ditemukannya data baru atas dasar nota perhitungan Pajak Daerah dan membuat daftar SKPD. 4) Kegiatan pendataan dengan cara di bayar sendiri (self assessment) terdiri dari: a) WP menyerahkan SPTPD dan kemudian diperiksa kelengkapannya. c) Data Pajak Daerah dicatat dalam kartu data selanjutnya untuk proses penetapan.

SKPDLB dan SKPDN atas dasar Surat Ketetapan Pajak Daerah tersebut di atas. d) Jika tidak terdapat selisih antara pajak terhutang dan kredit pajak maka diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah Nihil (SKPDN). k) Menyerahkan kepada wajib pajak berupa SKPDKB. g) Setelah pembuatan Nota Perhitungan Pajak selesai. e) Jika terdapat tambahan obyek pajak yang sama sebagai akibat ditemukannya data baru maka diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan (SKPDKBT). h) Menerbitkan Daftar SKPDKB. SKPDN kemudian wajib pajak menandatangani masing-masing tanda terima dan pengembaliannya. l) Jumlah pajak terutang dalam SKPDKB dikenakan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari pokok pajak dan jumlah pajak terutang dalam Perwakilan BPK RI di Jakarta 9 . c) Jika pajak terhutang kurang atau tidak dibayar maka diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB). j) Menyerahkan copy Daftar Surat ketetapan di atas kepada yang membidangi pembukuan penerimaan dan penagihan. 2) Kegiatan Penetapan Dengan Cara Dibayar Sendiri atau Self Assessment terdiri dari: a) Wajib Pajak membayar pajak terhutang berdasarkan SPTPD dan kemudian dicatat dalam kartu data. b) Nota perhitungan Pajak daerah dibuat atas dasar kartu data dan hasil pemeriksaan atau keterangan lain dengan cara menghitung jumlah pajak terhutang dan kredit pajak yang diperhitungkan dalam kartu data. SKPDKBT. selanjutnya menyerahkan kembali Kartu Data kepada yang membidangi pendataan. f) Jika terdapat kelebihan pajak terhutang maka diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah Lebih Bayar (SKPDLB). SKPDKBT. i) Surat ketetapan dan Daftar Surat Ketetapan ditandatangani oleh Kepala yang membidangi penetapan atas nama Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah.SKPDT diterima dikenakan sanksi berupa denda sebesar 2 % tiap bulan dengan menerbitkan Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD).

Sub Sistem Penyetoran Kegiatan Penyetoran terdiri dari : 1) Kas Daerah menerima uang dari WP disertai dengan media SKPD. Daftar SKPDLB dan Daftar STPD. Daftar SKPDKB. SKPDN. c) Mengarsipkan seluruh dokumen yang telah dicatat dengan memberi nomor urut file. selanjutnya SKPD tersebut divalidasi oleh pejabat kas daerah. 2) Dua lembar tembusan SKPD dikirim oleh kas daerah kepada kasir penerima. d. Sub Sistem Pembukuan Dan Pelaporan 1) Pembukuan dan Penetapan a) Mencatat ke dalam Buku Jenis Pajak masing-masing pada kolom penetapan yang tersedia atas dasar Daftar SPTPD wajib pajak self assessment. Daftar SKPDKBT. Daftar SKPDLB dan Daftar STPD. Lembar pertama SKPD diserahkan kembali kepada WP. m) Apabila SKPDKB. Daftar SKPDN. b) Buku jurnal penerimaan kepada yang membidangi pembukuan penagihan dan pendataan. SKPDKBT. Daftar SKPDKB. Daftar SKPDKBT. SKPDKBT.SKPDKBT dikenakan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100% (seratus persen) dari pokok pajak. b) Mencatat ke dalam Buku wajib pajak sesuai dengan NPWPD dari wajib pajak masing-masing pada kolom penetapan tersedia atas dasar Daftar SKPD. 2) Kegiatan Pembukuan Penerimaan terdiri dari: Perwakilan BPK RI di Jakarta 10 . SKPDN diterima dapat memberikan sanksi administrasi berupa denda sebesar 2% (dua persen) tiap bulan dengan menerbitkan STPD. SKPDN yang diterbitkan tidak atau kurang dibayar setelah lewat waktu paling lama 30 hari (tiga puluh) hari sejak SKPDKB. Daftar SKPD. Daftar SKPDT. 4) Kasir penerima mendistribusikan : a) Lembar SKPD yang telah ditandatangani kepada yang membidangi pembukuan dan pelaporan. c. 3) Kasir penerima setelah menerima media penyetoran yang telah divalidasi dicatat dan dijumlahkan dalam buku jurnal penerimaan selanjutnya dibukukan dalam buku kas umum.

Daftar tunggakan per wajib pajak. (2) Daftar bukti pemindahbukuan. penerimaan dan tunggakan per jenis pajak. yang mengatur Perwakilan BPK RI di Jakarta 11 . d) Mengajukan laporan realisasi penerimaan pendapatan daerah kepada Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan untuk ditandatangani. h) Menyerahkan daftar realisasai setoran masa (Self Assessment) kepada Kepala yang membidangi pendaftaran dan pendataan. b) Mencatat ke dalam buku WP sesuai dengan NPWPD dari WP masing-masing pada kolom penyetoran yang tersedia atas dasar validasi dari SSPD dan bukti pemindahbukuan. b) Membuat daftar tunggakan per WP atas dasar Buku WP yang telah dijumlahkan dari kolom penetapan dan penyetoran. 2. c) Mengarsip/menyimpan seluruh dokumen yang telah dicatat dengan memberi nomor urut file.a) Mencatat ke dalam buku besar pajak masing-masing pada kolom penyetoran yang tersedia atas dasar: (1) Buku Jurnal khusus penerima. penerimaan dan tunggakan per jenis pajak dan daftar tunggakan per WP. c) Membuat laporan realisasi penerimaan pajak daerah atas dasar daftar penetapan. penerimaan dan tunggakan per jenis Pajak Daerah atas dasar buku jenis pajak yang telah dijumlahkan dari kolom penetapan dan penyetoran. e. Sub Sistem Pelaporan Kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari : a) Membuat daftar penetapan. kepada : (1) Walikota. e) Mengajukan laporan realisasi penerimaan pendapatan asli daerah beserta daftar penetapan. f) Membuat daftar realisasi setoran masa pada akhir periode/masa atas dasar buku wajib pajak yang telah dijumlah pada akhir periode. g) Mengajukan daftar realisasi setoran masa (Self Assessment) kepada Kepala yang membidangi pembukuan dan pelaporan untuk ditandatangani dan disahkan. Sistem Pelaksanaan Kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa Prosedur pengadaan barang dan jasa pada Pemerintah Kota Tangerang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Walikota. (2) Satuan Kerja Pengelola Pendapatan daerah lainnya.

Prosedur pengadaan barang/jasa tersebut diatur berdasarkan Keppres No.29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan. Hasil pengujian terhadap pelaksanaan sistem dan prosedur Pelaksanaan Kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa masih mengandung kelemahan yaitu pengawas lapangan kurang cermat dalam melaksanakan tugas pengawasan berupa pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak. tentang Perubahan Ketujuh atas Keppres No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Pasal 9 serta Pasal 10 Undang-Undang No. dan metode pemilihan penyedia jasa konsultansi. Dalam ketentuan Perwakilan BPK RI di Jakarta 12 . 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2007. Secara rinci mekanisme dan syarat-syarat pengadaan barang dan jasa diatur dalam kebijakan umum pengadaan barang dan jasa. etika pengadaan barang dan jasa.902/Kep. Pelaksanaan Tata Cara Penyusunan Perhitungan APBD.150.bahwa pengadaan barang dan jasa dapat dilakukan dengan swakelola dan melalui pelelangan di antara penyedia barang/jasa. tugas dan tanggung jawab Panitia/Pejabat Pengadaan.A-DALBANG/2006 sebagaimana telah diubah keputusan Walikota Tangerang Nomor 902/KEP. metode pemilihan penyedia barang dan jasa. Sistem Pengurusan Kas Sistem Pengurusan Kas Pemerintah Kota Tangerang diatur dalam ketentuan Pasal 10 ayat (1) dan (2) Undang-Undang No. Untuk kepentingan penetapan Harga Perkiraan Sendiri (owner estimate) Walikota telah menetapkan Keputusan Walikota Tangerang Nomor No.126-DALBANG/2007 Satuan Harga dan Nomor dengan 902/KEP. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.B-DALBANG/2007 Keputusan tanggal 2 Walikota Juli 2007 Tangerang tentang sebagaimana Nomor Standar telah diubah dengan 902/KEP. pembentukan panitia pengadaan kualifikasi Panitia Pengadaan Barang/Jasa. 80 Tahun 2003. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APBD.160-DALBANG/2007 tanggal 20 Agustus 2007 tentang Standar Biaya TA 2007.184. 3. 18 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah dan Keppres No. serta Kempendagri No. kualifikasi penyedia barang/jasa. Kelemahan pengadaan barang dan jasa tersebut diungkapkan dalam catatan pemeriksaan.

Bendahara pengeluaran menyerahkan BG kepada bank. Pengguna Anggaran menyerahkan SPM kepada Kuasa BUD dhi. PPTK menyiapkan dokumen SPP-LS untuk pengadaan barang dan jasa yang disampaikan kepada bendahara pengeluaran dengan dilampirkan buktibukti pendukungnya. Pada sistem pengeluaran kas. bendahara membuat SPP-UP/GU/TU beserta dokumen lainnya kemudian bendahara menyerahkan SPP-UP beserta dokumen lain kepada PPK SKPD. Wajib Pajak/Retribusi membayarkan uang kepada bendahara penerimaan untuk diverifikasi antara kesesuaian Perwakilan BPK RI di Jakarta 13 . Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) menyerahkan dokumen anggaran kas pemerintah daerah dan DPASKPD kepada kuasa BUD. Rancangan SPM ini kemudian diberikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran untuk diotorisasi dan diadministrasikan oleh PPK-SKPD ke register SPM dan bendahara ke register SPP. SPP-UP yang dinyatakan lengkap akan dibuatkan rancangan SPM oleh PPK SKPD. Pada sistem penerimaan kas. bank memindahbukukan dari rekening Kas Umum Daerah ke rekening bendahara pengeluaran. Kuasa Pengguna Anggaran menyerahkan SPD kepada Bendahara dan PPK SKPD. Berdasarkan dua dokumen tersebut. Berdasarkan BG tersebut.tersebut telah ditegaskan bahwa Bendahara Umum Daerah (BUD) adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh Kepala Daerah untuk mengelola penerimaan dan pengeluaran Kas Daerah serta segala bentuk kekayaan Daerah lainnya. kuasa BUD menyiapkan rancangan SPD yang diserahkan kepada PPKD untuk diotorisasi dan diserahkan ke Kuasa Pengguna Anggaran. Pada saat SP2D dicairkan dengan cek. Proses berikutnya sama dengan pengajuan SPPUP/GU/TU. Berdasarkan SPD. PPK SKPD meneliti kelengkapan dokumen SPP-UP dan keseuainya dengan SPD dan DPA-SKPD. Untuk proses pengajuan pembayaran SPPLS. Sub Bidang Perbendaharaan untuk diteliti kelengkapan SPM yang diajukan. bendahara pengeluaran dapat menyerahkan uang muka kerja pengeluaran kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) atau pemegang uang muka cabang (PUMC) dengan kuitansi yang ditandatangani PPTK atau PUMC sebesar yang diajukan. SP2D ini diserahkan kepada Sub Bagian Kas Daerah untuk dibuatkan bilyet giro (BG) lalu SP2D beserta BG diserahkan ke bendahara pengeluaran SKPD dan diadministrasikan ke register SP2D. Apabila SPM dinyatakan lengkap kuasa BUD menerbitkan SP2D.

900/186. Sedangkan kas tunai bendahara pengeluaran disimpan di dalam brankas dan bendaharawan yang bertanggungjawab atas penyimpanan kas tunai tersebut. Sistem Pembukuan dan Penyusunan Laporan Keuangan Pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan Kota Tangerang TA 2007 dilakukan oleh BKKD dhi. 4. 1 Tahun 2004 jo.uang yang diterima dengan dokumen SKPD/SKRD dalam rangka pembuatan STS. pada Rekening Kas Umum Daerah. 900/Kep. Pembukuan dan Penyusunan Perwakilan BPK RI di Jakarta 14 . pengisian rekening pengeluaran dilakukan dari dana yang ada. Bidang Akuntansi. sedangkan tata cara pembukaan rekening oleh bendahara penerimaan dan pengeluaran pada SKPD dengan cara menyerahkan SK penetapan Pengguna Anggaran dan penetapan Bendahara ke pihak bank dengan dilampiri fotokopi KTP dan pembubuhan contoh tanda tangan pada speciment. 58 Tahun 2005. Selain itu BUD dapat membuka rekening Penerimaan dan Pengeluaran. yang antara lain menyatakan bahwa PPKD membuka Rekening Kas Umum Daerah pada bank yang ditentukan oleh Walikota.F/BKKD/2006 tentang Penunjukan PT Bank Jabar sebagai Tempat Penyimpanan Uang Daerah Kota Tangerang masing-masing untuk TA 2006 dan 2007. 5. Sistem Pembukuan Kas Sistem Pembukuan Kas yang diselenggarakan memedomani Manual Administrasi Keuangan Daerah dengan Buku Kas Umum yang diselenggarakan oleh Sub Bidang Kas Daerah adalah Buku Kas Umum model BIX dan Buku Kas Umum yang diselenggarakan oleh Bendahara Penerimaan dan Pengeluaran pada SKPD adalah Buku Kas Umum model BX. Saldo rekening penerimaan tersebut setiap akhir hari kerja harus disetorkan ke Rekening Kas Umum Daerah. Pasal 30 dan Pasal 32 UU No. PP No. kemudian bendahara penerimaan dengan STS menyetorkan ke kas umum daerah di Bank Jabar atau dilakukan sendiri oleh wajib pajak/retribusi. Sistem Penyimpanan Kas Sistem Penyimpanan Kas diatur dalam ketentuan Pasal 27.3-BKKD/2006 dan No. C. Penyimpanan kas umum daerah sesuai dengan Keputusan Walikota No.

h. Pembukuan penerimaan pada SKPD dicatat dalam buku penerimaan oleh bendahara penerimaan. 09 Tahun 2007 tanggal 14 Mei 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Walikota Tangerang Nomor 10. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang kemudian dilakukan konversi sesuai dengan SAP. Pencatatan pada Bidang Akuntansi berasal dari dokumen sumber berupa STS dan petikan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) yang diterima Bidang Akuntansi dicatat dalam Buku Besar Penerimaan. d.A Tahun 2007 tanggal 26 September 2007 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah. Laporan Realisasi Anggaran tersebut kemudian dikonversi ke SAP oleh BKKD. Namun penerapan sistem pembukuan ganda belum sepenuhnya dilaksanakan. f. Pemerintah Kota Tangerang telah melaksanakan sistem pembukuan dan penyusunan laporan keuangan seperti tersebut di atas yang diatur dalam Peraturan Daerah Kota Tangerang No. Perwakilan BPK RI di Jakarta 15 . Laporan yang berasal dari buku penerimaan tersebut dilaporkan kepada Bidang Akuntansi BKKD untuk dilakukan pencocokan. Dokumen sumber pencatatan penerimaan SKPD adalah karcis yang telah diporvorasi dan dokumen Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD). Daftar Pembukuan Administratif (DPA): untuk koreksi non kas g. b. e. diselenggarakan dengan menggunakan pembukuan ganda dengan dasar kas untuk Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Arus Kas serta dasar akrual untuk Neraca. Buku Besar Penerimaan diklasifikasikan untuk penyusunan Laporan Realisasi Anggaran. 1. Mata anggaran yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan telah mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No. Penyajian Laporan Realisasi Anggaran yang telah disesuaikan.Laporan Keuangan Kota Tangerang TA 2007. Laporan Realisasi Anggaran yang telah disusun disesuaikan dengan: • • Contra Pos (CP): pengeluaran kas sebagai akibat pengembalian pendapatan dalam satu tahun anggaran. Sub Sistem Pembukuan Penerimaan Daerah a. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sesuai dengan PP No. c.

b.2. Laporan Realisasi Anggaran tersebut dikonversi ke SAP oleh BKKD. Berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan nota debet bank Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) SKPD mencatat dalam buku besar pengeluaran. Setelah diverifikasi diterbitkan dokumen pengesahan SPJ yang ditandatangani oleh Kepala Sub Bidang Verifikasi yang selanjutnya dijadikan dasar menerbitkan nota pengesahan yang ditandatangani oleh Kepala Bidang Akuntansi. Laporan Realisasi Anggaran yang telah disusun disesuaikan dengan: • • Contra Pos (CP) atas setoran kas sebagai akibat pengembalian belanja dalam satu tahun anggaran. Sistem pembukuan pengeluaran daerah disusun mulai dari SKPD. Bendahara Pengeluaran SKPD secara periodik menyampaikan SPJ ke BKKD Kota Tangerang Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan. dan nota debet bank dijadikan dasar mencatat di Buku Besar Pengeluaran di BKKD. k. g. j. Hasil Rekonsiliasi ini dituangkan dalam Berita Acara Rekonsiliasi yang dijadikan dasar penyusunan Laporan Realisasi Anggaran SKPD. dan setoran sisa pengeluaran. Uang Persediaan (UP). Tambahan UP. i. Sub Sistem Pembukuan Pengeluaran Daerah a. Daftar Pembukuan Administratif (DPA) atas koreksi non kas. dokumen pengesahan SPJ. d. l. e. dokumen pengesahan yang asli dikirim ke Bendahara Pengeluaran SKPD. Perwakilan BPK RI di Jakarta 16 . f. Setelah dicatat di Buku Besar Pengeluaran. Bendahara pengeluaran SKPD mencatat transaksi pengeluaran- pengeluaran berdasarkan SP2D baik Langsung. Laporan Realisasi Anggaran yang telah disesuaikan disusun oleh SKPD untuk dikompilasi oleh BKKD menjadi Laporan Realisasi Anggaran Kota Tangerang. Pada BKKD selaku entitas pelaporan. Dokumen SPJ Bendahara Pengeluaran diverifikasi oleh Sub Bidang Verifikasi berdasarkan pedoman verifikasi. h. SP2D. Ganti UP. c. Pencatatan pada Buku Besar Pengeluaran BKKD selaku entitas pelaporan dijadikan dasar untuk melakukan rekonsiliasi pada akhir periode dengan buku besar pengeluaran yang dibuat oleh PPK SKPD.

Prosedur pertanggungjawaban yang telah dilalui hingga selesainya pekerjaan lapangan pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Perwakilan BPK RI di Jakarta 17 . Akun-akun neraca tersebut kemudian dilakukan konversi ke SAP. dasar hukum pencatatan berdasarkan keputusankeputusan yang didokumentasikan di Sub Bidang Administrasi Kekayaan BKKD. Sub Sistem Penyusunan Laporan Arus Kas a. d. Hasil penelaahan data dan informasi yang diperoleh BPK RI. Sub Sistem Penyusunan Neraca Penyusunan Neraca dilakukan oleh BKKD Kota Tangerang dhi. c. Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan BKKD melakukan pemisahan atas saldo awal neraca. untuk dikelompokkan berdasarkan SKPD. Sistem Pertanggungjawaban Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Tangerang TA 2007 dilakukan dengan suatu tahapan yang dijadwalkan dengan DPRD Kota Tangerang. Laporan Arus Kas disusun oleh Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan BKKD berdasarkan SP2D yang diterbitkan serta setoran sisa pengeluaran atas SP2D UP maupun Tambahan UP. f. Data tersebut direklasifikasi menurut akun-akun neraca yang ada di Peraturan Menteri Dalam Negeri No. D. 13 Tahun 2006.3. Hasil klarifikasi tersebut dikompilasi oleh Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan untuk dilakukan pencocokan data yang telah dimiliki oleh Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan serta Laporan Inventaris Barang Sub Bidang Administrasi Kekayaan BKKD. Hasil pengelompokan tersebut diklarifikasi kepada SKPD untuk sekaligus dilakukan penambahan atau mutasi selama tahun 2007 dalam rangka penyusunan Neraca SKPD per 31 Desember 2007. b. prosedur penyusunan Neraca Kota Tangerang per 31 Desember 2007 adalah sebagai berikut: a. 4. e. b. Untuk mutasi tambah maupun kurang aset tetap yang tidak berasal dari belanja TA 2007. Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan. Laporan Arus Kas disusun berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 yang kemudian dilakukan konversi ke SAP. Pada akhir tahun anggaran.

Tangerang TA 2007 adalah sebagai berikut: 1. Laporan Realisasi Anggaran TA 2007 b. yang diserahkan pada tanggal 31 Maret 2008 dan dituangkan dalam Berita Acara Penyerahan Laporan Keuangan. BPK RI melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007. TA 2007 merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota Perwakilan BPK RI di Jakarta 18 . Penyampaian Laporan Keuangan dengan surat penyampaian yang ditandatangani oleh Walikota Tangerang Nomor 900/1002-BKKD/2008 tanggal 31 Maret 2008. 4. Laporan keuangan yang telah dilakukan koreksi oleh entitas pelaporan dhi. Neraca per 31 Desember 2007 c. Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 telah disusun berdasarkan SAP yang terdiri atas: a. Pekerjaan lapangan pemeriksaan dimulai pada tanggal 7 April 2008 dan berakhir pada tanggal 12 Mei 2008. Catatan atas Laporan Keuangan TA 2007 2. BKKD Kota Tangerang berdasarkan Hasil Pemeriksaan BPK RI selanjutnya dibuatkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab yang ditandatangani Walikota Tangerang yang menyatakan bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang Tangerang. 3. Laporan Arus Kas TA 2007 d.

144. Perwakilan BPK RI di Jakarta 19 . Hasil pemeriksaan atas sisa kas akhir tahun anggaran 2007 tersebut diketahui bahwa bendahara pengeluaran menyetor sisa kas ke Rekening Kas Daerah setelah akhir tahun 2007 seperti yang diuraikan dalam lampiran . Hal ini tidak sesuai dengan Surat Edaran Sekretariat Daerah Kota Tangerang No. 900/Kep. Sesuai dengan ketentuan saldo kas tunai tersebut tidak menjadi saldo awal di BKU TA 2008 yang berdampak kurangnya pengendalian atas sisa kas tunai di bendahara pengeluaran yang tidak disetor pada tanggal 31 Desember 2007. Tata cara pembukaan rekening oleh bendahara penerimaan dan pengeluaran pada SKPD dengan cara menyerahkan SK penetapan Pengguna Anggaran dan penetapan Bendahara ke pihak bank dengan dilampiri fotokopi KTP dan pembubuhan contoh tanda tangan pada speciment. 900/186. 18 bendahara pengeluaran SKPD mempunyai saldo kas akhir TA 2007 dengan jumlah sebesar Rp2.00 (setelah dikurangi pajak). Rincian saldo kas bendahara pengeluaran tersebut dimuat dalam Lampiran 1. Bendahara Pengeluaran SKPD Terlambat Menyetor Sisa UUDP TA 2007 ke Kas Umum Daerah Dalam rangka pengurusan kas daerah Walikota Tangerang telah menetapkan Keputusan Walikota No.499.HASIL PEMERIKSAAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN 1.3-BKKD/2006 dan No.423.900/4520-BKKD/2007 perihal perubahan penyampaian SPP/SPM/UP/GU/TU yang antara lain menyatakan penyetoran sisa kas bendahara Tahun Anggaran 2007 ke Bendahara Umum Daerah (BUD) harus dilakukan selambat-lambatnya tanggal 28 Desember 2007. Hal ini mengakibatkan saldo kas umum daerah per posisi 31 Desember 2007 belum mencerminkan kondisi sebenarnya dan tidak dapat segera dimanfaatkan. Pemeriksaan lebih lanjut atas sisa kas akhir tahun diketahui bahwa sebagian besar sisa kas per 31 Desember 2007 berbentuk uang tunai yang ada di brankas bendahara pengeluaran SKPD dengan rata-rata penarikan dari rekening Bendahara Pengeluaran adalah tanggal 28 Desember 2007. Dari 38 Bendahara Pengeluaran SKPD Pemerintah Kota Tangerang.F/BKKD/2006 tentang Penunjukan PT Bank Jabar sebagai Tempat Penyimpanan Uang Daerah Kota Tangerang masing-masing untuk TA 2006 dan 2007. sedangkan kas tunai bendahara pengeluaran disimpan di dalam brankas dan bendaharawan yang bertanggungjawab atas penyimpanan kas tunai tersebut.

dan retribusi cetak KTP Rp555. Pengakuan Piutang Retribusi yang tidak tepat Piutang retribusi merupakan pos untuk menampung saldo tagihan retribusi daerah kepada pihak ketiga yang diharapkan akan diterima dalam waktu 12 bulan kedepan.310. pengukuran dan pelaporan atas aset.300. Kebijakan Akuntansi atas Beberapa Akun Neraca Kota Tangerang per 31 Desember 2007 Belum Tepat Kebijakan akuntansi merupakan dasar pengakuan. Piutang retribusi yang diakui dalam neraca sebesar Rp572. Adanya sistem penyetoran tunai saldo kas di bendahara pengeluaran ke rekening Kas Umum Daerah. sehingga terdapat kelemahan pada kebijakan akuntansi atas akun dalam neraca seperti diuraikan berikut: a. ekuitas.yang disebabkan oleh: a. Atas permasalahan tersebut. Kepala BKKD menyatakan bahwa keterlambatan tersebut memang terjadi dan akan melakukan koordinasi dengan Bawasda.00.00.990.000.000. Pengakuan cetak KTP sebagai piutang retribusi karena diharapkan ke depan akan diterima retribusi atas pembuatan KTP. Bendahara pengeluaran lalai dalam menjalankan tugasnya dan kurangnya pengawasan atasan langsung bendahara pengeluaran. b. dan pembiayaan serta laporan keuangan.00.00 terdiri dari retribusi izin limbah cair Rp1. retribusi PKD-Sewa Lahan Rp15. Namun pengakuan sebagai piutang Perwakilan BPK RI di Jakarta 20 . Dalam rangka penyusunan laporan keuangan TA 2007 Pemerintah Kota Tangerang belum menetapkan lebih lanjut kebijakan akuntansi yang ada dalam Standar Akuntansi Pemerintahan. Pemerintah Kota Tangerang. pendapatan. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa pengakuan retribusi cetak KTP merupakan blanko pembuatan KTP pada kecamatan yang belum digunakan. 2. belanja.000. Dengan adanya kebijakan akuntansi akan memudahkan penyusunan laporan keuangan suatu entitas pelaporan dhi. kewajiban.300.300. BPK RI menyarankan kepada Walikota Tangerang agar menginstruksikan Kepala BKKD untuk memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada Bendahara Pengeluaran SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang yang terlambat menyetorkan sisa kas akhir tahun dan memperbaiki sistem penyetoran tunai sisa kas akhir tahun ke sistem penyetoran transfer dari rekening bendahara pengeluaran ke rekening BUD.

ini tidak diikuti dengan penetapan pihak ketiga wajib retribusi secara pasti. Klasifikasi blanko cetak KTP ini lebih tepat sebagai Persediaan, selain tidak ada penetapan kepada pihak ketiga juga sifat fisik blanko yang cepat rusak. b. Kapitalisasi atas aset tetap yang tidak tepat Kebijakan kapitalisasi aset merupakan pengakuan terhadap jumlah

kas/setara kas dan nilai wajar lainnya yang dibayarkan sebagai penambah nilai aset tetap. Kapitalisasi aset dapat merupakan bagian yang tidak terpisah dari kebijakan akuntansi suatu entitas pelaporan. Dalam hal penyusunan laporan keuangan TA 2007, beberapa kelemahan perlakuan atas aset tetap berkaitan dengan kebijakan kapitalisasi adalah biaya pemeliharaan dan renovasi atas aset tetap sebagai penambah nilai aset belum dapat diterapkan secara pasti. Penambahan nilai aset harus melihat terlebih dahulu dari klasifikasi atas pengeluaran baik berkaitan dengan pemeliharaan maupun renovasi. Klasifikasi pengeluaran ini menyangkut kriteria atas jenis pekerjaan dan nilai pekerjaan. Pada TA 2007 transaksi yang diperlakukan menambah aset tetap adalah transaksi yang berkaitan dengan renovasi sedang dan berat. Hasil pemeriksaan diketahui terdapat koreksi pembayaran atas pekerjaan pengurugan lahan SMP di Kota Tangerang pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebesar

Rp198.932.972,00 yang diperlakukan sebagai penambah nilai tanah. Pengakuan penambahan tanah tersebut didasarkan pada realisasi belanja modal tanah selama TA 2007 yang seharusnya tidak dapat dikapitalisasi sebagai aset tetap karena setelah perolehan awal atas tanah tidak ada penambahan nilai tanah kecuali sertifikasi. Terhadap kelemahan tersebut, BPK RI telah mengajukan usulan beberapa jurnal koreksi terkait akun dimaksud dan pihak Pemerintah Kota Tangerang dapat menerima usulan koreksi. Hal tersebut tidak sesuai dengan: a. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 239: 1) Ayat (1) menyatakan bahwa kepala daerah menetapkan peraturan kepala daerah tentang kebijakan akuntansi pemerintah daerah dengan berpedoman pada standar akuntansi pemerintahan; 2) Ayat (2) menyatakan bahwa kebijakan akuntansi merupakan dasar pengakuan, pengukuran dan pelaporan atas aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, belanja, dan pembiayaan serta laporan keuangan.

Perwakilan BPK RI di Jakarta

21

b. Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan pada PSAP No. 07 paragraf 51 yang menyatakan bahwa kapitalisasi harus ditetapkan dalam kebijakan akuntansi suatu entitas berupa kriteria dan/atau suatu batasan jumlah biaya tertentu untuk dapat digunakan dalam penentuan apakah suatu pengeluaran harus dikapitalisasi atau tidak. c. Keputusan Walikota No. 10.A Tahun 2007 tanggal 26 September 2007 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 221 ayat (1) menyatakan bahwa kebijakan akuntansi pemerintah daerah diatur tersendiri dengan peraturan Walikota yang berpedoman pada standar akuntansi

pemerintahan. Hal tersebut mengakibatkan adanya risiko penerapan kapitalisasi yang berbeda antara satu SKPD dengan SKPD lainnya. Atas permasalahan tersebut, Kepala BKKD menyatakan bahwa kebijakan akuntansi pemerintah daerah telah ditetapkan tanggal 28 Desember 2007, namun akan diimplementasikan pada penyusunan laporan keuangan TA 2008. BPK RI menyarankan kepada Walikota Tangerang agar memberikan instruksi tertulis kepada Kepala BKKD Kota Tangerang untuk segera menyosialisasikan Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kota Tangerang kepada SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang.

3. Sistem Akuntansi Belum Dilaksanakan Secara Memadai dan Tidak Ditetapkan Dalam Peraturan Kepala Daerah Sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, Pemerintah Kota Tangerang telah menyusun laporan keuangan TA 2007. Laporan keuangan yang telah disusun oleh BKKD Kota Tangerang meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Penyusunan laporan keuangan TA 2007 yang mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2005 tentang Sistem Akuntansi Pemerintahan ini dilaksanakan melalui sistem akuntansi pemerintahan daerah secara manual. Sistem akuntansi pemerintahan daerah merupakan prosedur yang meliputi pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan pelaporan

keuangan. Penyusunan laporan keuangan TA 2007 dimulai dari penyusunan laporan keuangan masing-masing SKPD berupa Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca sebagai entitas akuntansi. Sehingga sistem akuntansi pemerintahan daerah juga berjalan pada masing-masing SKPD. Pencatatan yang dilakukan pada SKPD
Perwakilan BPK RI di Jakarta 22

meliputi buku kas umum, buku pembantu pajak, buku besar. Pencatatan ini dilakukan setiap bulan sebagai alat bantu penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan surat pertanggungjawaban (SPJ) SKPD, yang dapat dipersamakan dengan laporan realisasi anggaran bulanan, sedangkan laporan realisasi anggaran dan neraca SKPD disampaikan kepada BKKD hanya pada akhir tahun untuk kepentingan penyusunan laporan keuangan TA 2007. Prosedur akuntansi merupakan bagian atas sistem akuntansi yang menyangkut pencatatan, pengikhtisaran, dan pelaporan atas transaksi maupun aset. Prosedur akuntansi merupakan jembatan dalam proses penyusunan laporan keuangan. Beberapa kelemahan dalam penyusunan laporan keuangan terkait dengan prosedur akuntansi adalah sebagai berikut. a. Prosedur Akuntansi Persediaan Neraca Pemerintah Kota Tangerang per 31 Desember 2007 menyajikan Persediaan senilai Rp7.634.470.650,60, yang terdiri atas Persediaan Barang Pakai Habis, Alat Tulis Kantor, Obat-obatan, dan Alat Kesehatan. Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan, nilai persediaan yang disajikan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan fisik (opname) yang dilaksanakan oleh Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Kota Tangerang. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat beberapa kelemahan dalam pengakuan persediaan yaitu: 1) Pengakuan atas persediaan obat-obatan dan alat kesehatan termasuk persediaan obat yang sudah rusak atau usang pada gudang farmasi. Persediaan ini tidak perlu dilaporkan dalam laporan keuangan namun perlu diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Sehingga atas nilai persediaan tersebut telah dilakukan koreksi kurang sebesar

Rp466.912.079,43. 2) Hasil konfirmasi dengan UPTD Perbekalan Dinas Pekerjaan Umum menunjukkan bahwa persediaan atas spare parts yang dilaporkan dalam neraca merupakan laporan persediaan pada tanggal 10 Desember 2007, sehingga penyajian persediaan per 31 Desember 2007 tidak didasarkan pada inventarisasi fisik. Atas persediaan spare parts tersebut, berdasarkan laporan persediaan UPTD Perbekalan Dinas Pekerjaan Umum telah dilakukan koreksi kurang sebesar Rp59.932.919,20. b. Prosedur akuntansi aset tetap pada SKPD dilaksanakan secara kurang memadai Prosedur akuntansi aset tetap pada SKPD meliputi pencatatan dan pelaporan atas perolehan, pemeliharaan, rehabilitasi, perubahan klasifikasi aset tetap yang dikuasai SKPD. Hasil pengelolaan aset tetap pada SKPD di lingkungan
Perwakilan BPK RI di Jakarta 23

Penyusunan laporan keuangan TA 2007 belum dapat memanfaatkan hasil rekonsiliasi tersebut karena rekonsiliasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang belum dilakukan secara periodik. Prosedur atas rekonsiliasi realisasi anggaran belanja belum dilakukan secara periodik Prosedur atas rekonsiliasi realisasi anggaran belanja dimaksudkan untuk melakukan uji silang atas pengeluaran pada SKPD sebagai entitas akuntansi dengan BKKD selaku BUD. BKKD. rekonsiliasi untuk kepentingan penyusunan laporan realisasi anggaran SKPD maupun Pemerintah Kota Tangerang. Laporan inventaris barang masih diperlukan rekonsiliasi data dengan Sub Bidang Administrasi Kekayaan dan Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan BKKD. Sehingga pada akhir periode akuntansi proses penutupan atas buku besar aset tetap belum dilakukan. buku besar maupun buku besar pembantu. c. Namun kondisi ini membuat BKKD harus melaksanakan prosedur akuntansi yang Perwakilan BPK RI di Jakarta 24 . Prosedur ini dapat memastikan bahwa realisasi anggaran bulanan SKPD telah sesuai dengan SP2D yang terbitkan oleh BUD dan membantu proses verifikasi. Beberapa kelemahan atas prosedur akuntansi tersebut telah diantisipasi oleh BKKD sebagai entitas pelaporan dengan prosedur alternatif seperti pencocokan antara laporan inventaris barang dengan aset yang disajikan dalam neraca. Sehingga proses rekonsiliasi yang dilakukan secara periodik akan mempermudah entitas akuntansi maupun entitas pelaporan dalam menyusun laporan keuangan. d. dan catatan atas laporan keuangan. Selama TA 2007 SKPD telah menyajikan laporan realisasi anggaran dan neraca yang disampaikan kepada entitas pelaporan dhi. neraca SKPD. dan penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan dengan memperhatikan transaksi-transaksi yang terjadi pada SKPD. namun belum dapat menyajikan catatan atas laporan keuangan. Laporan ini menunjukkan mutasi aset tetap yang terjadi selama periode pelaporan dan menunjukkan jumlah aset tetap yang dimiliki sampai dengan periode tertentu. Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD SKPD belum tertib Pertanggungjawaban SKPD selaku entitas akuntansi adalah menyusun laporan keuangan yang terdiri atas laporan realisasi anggaran. Laporan inventaris barang yang diselenggarakan oleh SKPD juga belum sepenuhnya dapat digunakan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan SKPD dhi. Pemerintah Kota Tangerang belum menerapkan pencatatan aset tetap tersebut melalui buku jurnal umum.Pemerintah Kota Tangerang pada TA 2007 disajikan dalam Laporan Pengadaan Barang dan Laporan Inventaris Barang. neraca.

dan catatan atas laporan keuangan. aset tetap/barang milik daerah. b. dan apabila diperlukan ditambah dengan buku besar pembantu. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah: 1) Pasal 96 ayat (1) menyatakan bahwa sistem akuntansi pemerintah daerah ditetapkan dengan peraturan kepala daerah mengacu pada peraturan daerah tentang pengelolaan keuangan daerah. pemeliharaan. pengikhtisaran. 4) Pasal 235 ayat (1) menyatakan bahwa prosedur akuntansi aset pada SKPD meliputi pencatatan dan pelaporan akuntansi atas perolehan. Keputusan Walikota No. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. dan selain kas. Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah: 1) Pasal 232 ayat (2) menyatakan bahwa sistem akuntansi pemerintahan daerah ditetapkan dengan peraturan kepala daerah mengacu pada peraturan daerah tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah. 10. pencatatan. neraca. 2) Pasal 214 ayat (6) menyatakan bahwa pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. pengeluaran kas. c. Hal tersebut mengakibatkan penyusunan laporan keuangan TA 2007 tidak Perwakilan BPK RI di Jakarta 25 . 2) Pasal 98 ayat (2) menyatakan bahwa sistem akuntansi pemerintah daerah disusun berdasarkan prinsip pengendalian intern sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi komputer. 2) Pasal 232 ayat (3) menyatakan bahwa sistem akuntansi pemerintahan daerah meliputi serangkaian prosedur mulai dari proses pengumpulan data. Hal tersebut tidak sesuai dengan: a. dan penyusutan terhadap aset tetap yang dikuasai/digunakan SKPD. 3) Pasal 215 ayat (1) menyatakan bahwa sistem akuntansi pemerintahan daerah sekurang-kurangnya meliputi prosedur akuntansi penerimaan kas. entitas akuntansi menyusun laporan keuangan yang meliputi laporan realisasi anggaran. rehabilitasi. perubahan klasifikasi.A Tahun 2007 tanggal 26 September 2007 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah: 1) Pasal 214 ayat (4) menyatakan bahwa prosedur akuntansi didokumentasikan dalam bentuk buku jurnal dan buku besar.seharusnya dilakukan oleh masing-masing SKPD.

800. Pemerintah Kota Tangerang Belum Melakukan Penghapusan atas Piutang Pajak Daerah Kadaluwarsa Sebesar Rp315.905.634.00 216.15 dengan rincian sebagai berikut: Perwakilan BPK RI di Jakarta 26 .00 dengan rincian sebagai berikut: No. 1 2 3 4 5 6 7 Uraian Pajak Hotel Pajak Restoran Pajak Hiburan Pajak Penyelenggaraan Parkir Swasta Pajak Reklame Pajak PJU Non PLN Pajak PJU PLN TOTAL Jumlah 224. Disamping itu Pemerintah Kota Tangerang juga menyajikan akun Aset Lainnya dalam Neraca sebesar Rp19.905.845.468.854.313.997.500. yang disebabkan oleh a. Atas permasalahan tersebut.203.00 456.359.495. Kepala BKKD menyatakan bahwa Peraturan Daerah tentang Sistem Akuntansi dirancang pada TA 2008 setelah Kebijakan Akuntansi ditetapkan.071.979. Walikota Tangerang belum menetapkan sistem akuntansi pemerintah daerah yang sudah berjalan sebagai peraturan kepala daerah.999.293. b. 15 Tahun 2007 tentang Kebijakan Akuntansi.359.528. BPK RI menyarankan kepada Walikota Tangerang agar segera menetapkan rancangan peraturan daerah tentang sistem akuntansi pemerintah daerah untuk mendukung Peraturan Daerah No.251.00 6.00 4.00 23.313.00 73.650.388.431.dihasilkan dari sistem akuntansi dan prosedur akuntansi yang terintegrasi. SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang belum sepenuhnya mampu melaksanakan sistem akuntansi.00 Piutang Pajak Daerah tersebut merupakan piutang yang dalam waktu 12 bulan akan jatuh tempo dan diharapkan dapat diterima pembayarannya dalam tahun anggaran berjalan.100. 4.00 Pada Neraca Tahun Anggaran 2007 (unaudited) Pemerintah Kota Tangerang menyajikan akun Piutang Pajak Daerah sebesar Rp6.00 947.

00 5.166.395.702. Piutang pajak daerah yang tertunggak mulai tahun 1997 sampai dengan 2002 seharusnya sudah dihapuskan karena telah memasuki masa kadaluwarsa penagihan yang keseluruhan nilainya sebesar Rp315.272.00 + 148.773.374.979.319.365.00 merupakan saldo dari beberapa piutang atau tagihan yang terdiri dari: No.300.924.00) merupakan piutang pajak daerah yang sudah tertunggak mulai tahun 1997 sampai dengan tahun 2006.854. Pemerintah Kota Tangerang masih mencatat dan menyajikan piutang pajak daerah yang sudah berumur 5 (lima) tahun dan selebihnya sebagai aset.00 19.000.00 176.495.00 + 5. 1 2 3 4 5 Uraian Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi Kemitraan dengan Pihak Ketiga Aset Tak Berwujud Aset Lain-lain TOTAL Jumlah 11.074.319.00 (rincian dimuat dalam Lampiran 2).00 + 22.000.759.00 946.00 256. Dengan demikian.470.00 22.695.583.300.273.074.762.997.224.385.320.00 (308.272. Perwakilan BPK RI di Jakarta 27 .00 + 256.861.00 3. 1 2 3 4 5 6 7 Uraian Piutang Pajak Hotel & Restoran Piutang Pajak Hiburan Piutang Pajak Parkir Swasta Piutang Pajak Reklame Piutang Pajak PJU Non PLN Piutang Pajak Air Bawah Tanah Piutang TP TGR yang lewat jatuh tempo TOTAL Jumlah 308.759.861.580.759.000.762.00 + 176.00 60.395.861.15 946.00 29.628.773.628.702.580.00 148.00 Hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap Kertas Kerja Penyusunan Neraca Tahun Anggaran 2007 terutama untuk saldo Aset Lain-lain pada akun Aset Lainnya yang dilakukan oleh Bidang Akuntasi pada Badan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BKKD) Kota Tangerang diketahui bahwa di antara saldo Aset Lain-lain pada akun Aset Lainnya tersebut di antaranya sebesar Rp917.528.00 15. Hasil konfirmasi kepada Kepala Bidang Akuntansi diketahui bahwa atas piutang pajak daerah yang sudah kadaluwarsa namun belum dilakukan penghapusan karena Pemerintah Kota Tangerang sampai dengan Tahun Anggaran 2007 berakhir belum mempunyai Peraturan Daerah tentang penghapusan piutang pajak daerah yang kadaluwarsa.988.264.600.No.273.15 Pemeriksaan terhadap Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) atas saldo Aset Lain-lain pada akun Aset Lainnya tersebut diketahui bahwa saldo sebesar Rp946.

yang disebabkan oleh: Perwakilan BPK RI di Jakarta 28 .Hal tersebut tidak sesuai dengan: a.000. kadaluwarsa setelah melampaui jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak saat terutangnya pajak. kecuali cara penyelesaiannya diatur tersendiri dalam peraturan perundang-undangan dan penghapusan piutang daerah ditetapkan oleh: 1) Kepala Daerah untuk jumlah sampai dengan Rp. Peraturan Daerah No.000.495. 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah pada Pasal 31 ayat (1) menyatakan bahwa hak untuk melakukan penagihan pajak.000.000.000.000.979.00 tidak dapat diharapkan perolehan manfaat ekonominya di masa depan.000. 2) Walikota dengan persetujuan DPRD untuk jumlah lebih dari Rp5. Hal tersebut mengakibatkan penyajian nilai aset dalam Neraca Pemerintah Kota Tangerang per 31 Desember 2007 menjadi lebih besar daripada nilai sumber daya ekonomi yang yang sebenarnya dikuasai atau dimiliki karena piutang pajak daerah sebesar Rp315. Undang-undang No.000. kecuali apabila Wajib Pajak melakukan tindak pidana di bidang perpajakan daerah. 2) Kepala Daerah dengan persetujuan DPRD untuk jumlah Iebih dari Rp. d.00 (lima miliar rupiah).000.000. c. Peraturan Pemerintah No.5. 18 Tahun 1997 sebagaimana diubah dengan Undangundang No.00 (lima miliar rupiah). b.00 (lima milyar rupiah). 9 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah pada Pasal 107 ayat (1) dan ayat (2) menyatakan bahwa piutang daerah dapat dihapuskan secara mutlak atau bersyarat dari pembukuan sesuai dengan ketentuan mengenai penghapusan piutang negara dan daerah yang ditetapkan oleh: 1) Walikota untuk jumlah sampai dengan Rp5. 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah pada Pasal 74 ayat (1) dan ayat (3) menyatakan bahwa piutang pajak yang tidak mungkin ditagih karena hak untuk melakukan penagihan sudah kadaluwarsa dapat dihapuskan yang dilakukan oleh Walikota dengan menetapkan Keputusan Penghapusan Piutang Pajak Kota yang sudah kadaluwarsa. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pada Pasal 151 ayat (2) dan ayat (3) menyatakan bahwa piutang daerah dapat dihapuskan dari pembukuan dengan penyelesaian secara mutlak atau bersyarat.000. Peraturan Menteri Dalam Negeri No.000.5.00 (lima milyar rupiah).

Pemerintah Kota Tangerang belum memiliki peraturan daerah yang mengatur tata cara penghapusan piutang pajak daerah yang telah kadaluwarsa. Kepala Bidang Akuntansi.a. dan Kepala Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan belum mengoordinasikan dan menyiapkan konsep keputusan Walikota atau peraturan daerah yang berkaitan dengan proses penghapusan piutang kadaluwarsa. Perwakilan BPK RI di Jakarta 29 . Atas permasalahan tersebut. b. BPK RI menyarankan kepada Walikota Tangerang agar segera menyiapkan peraturan daerah tentang penghapusan piutang pajak daerah. Kepala BKKD Kota Tangerang menyatakan bahwa peraturan daerah tentang mekanisme penghapusan piutang pajak belum ditetapkan dalam peraturan daerah. Kepala BKKD. Penyusunan rancangan peraturan daerah telah dimasukkan dalam DPA BKKD TA 2008.

948.Lampiran 1.458.500.00 415.00 4.000.027.Bendahara Bantuan Bunga dan Pembiayaan 4 BKD 5 Kantor Perpustakaan Umum 6 Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kota 7 Dinas Tramtib 8 9 Dinas Pertanian Dinas Kesehatan .00 300.000.00 945.800.00 1.227.000.700.00 507.00 4.700.625.048.00 1.00 173.00 61.000.00 3 BKKD .600.00 1.00 16.140.000.540.463.440.100.600.00 23.000.000.00 942.780.285.00 223.000.000.00 27.00 1.859.000.Bendahara Pengeluaran .000.000.00 9.394.247.750.00 704.625.105.00 22.000.250.440.00 200.330.000.000.00 242.00 500.00 3.175.000.00 55.300.974.000.675.594.00 179.00 8.00 348.800.00 12.00 255.Bendahara Pengeluaran .Bendahara Pengeluaran .00 1.00 6.500.00 2.00 972.870.00 300.00 596.852.400.000.00 2.132.00 9.00 810.463.00 150.000.058.429.320.00 557.000.00 47.400.000.000.00 1.140.416.215.00 855.00 4.227.000.00 30.000.871.000.790.379.00 1.00 242.400.00 30.00 8.036.Kepala Daerah .628. Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran pada 18 SKPD (setelah dikurangi pajak) SKPD Setoran Kas di Bendahara Pengeluaran (setelah dikurangi pajak) Tanggal Nilai No 1 Setda .00 592.625.00 600.329.200.429.395.Setda 2 DPRD dan Sekretariat DPRD 2 Januari 2008 2 Januari 2008 3 Januari 2008 15 Januari 2008 15 Januari 2008 16 Januari 2008 21 Januari 2008 25 Januari 2008 25 Januari 2008 Total 3 Januari 2008 3 Januari 2008 3 Januari 2008 3 Januari 2008 3 Januari 2008 3 Januari 2008 3 Januari 2008 3 Januari 2008 3 Januari 2008 3 Januari 2008 Total 24 Januari 2008 7 Januari 2008 Total 2 Januari 2008 4 Januari 2008 Total 9 Januari 2008 23 Januari 2008 5 Pebruari 2008 Total 22 Januari 2008 22 Januari 2008 28 Januari 2008 Total 3 Januari 2008 3 Januari 2008 3 Januari 2008 3 Januari 2008 3 Januari 2008 3 Januari 2008 21 Januari 2008 25 Januari 2008 5 Maret 2008 5 Maret 2008 Total 3 Januari 2008 3 Januari 2008 3 Januari 2008 3 Januari 2008 3 Januari 2008 11 Pebruari 2008 Total 8 Januari 2008 3 Januari 2008 3 Januari 2008 7 januari 2008 7 januari 2008 8 Januari 2008 25 Januari 2008 1.700.000.000.00 80.105.950.00 4.00 26.00 178.000.262.598.000.000.00 13.000.000.00 370.00 1.000.150.848.040.

226.406.00 3 Januari 2008 4.00 3 Januari 2008 375.514.367.400.00 3 Januari 2008 3.No SKPD 10 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 11 12 13 14 Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kecamatan Tangerang Kecamatan Jatiuwung Kecamatan Benda 15 Kecamatan Karawaci 16 17 Dinas Lingkungan Hidup Dinas Tata Kota 18 Dinas Perumahan dan Pemukiman Setoran Kas di Bendahara Pengeluaran (setelah dikurangi pajak) Tanggal Nilai 28 Januari 2008 500.00 Total 19.00 Total 219.514.00 3 Januari 2008 14.924.120.000.00 1.00 3 Januari 2008 9.00 21 Januari 2008 2.00 2.00 6 Maret 2008 1.000.000.00 21 Januari 2008 21.453.000.00 300.144.341.00 14 Januari 2008 2 Januari 2008 18.00 13 Pebruari 2008 600.00 24 Januari 2008 33.777.00 14 Januari 2008 1.000.000.914.000.000.00 Total 5.996.00 Total 11.000.499.826.00 6 Pebruari 2008 3.245.485.498.961.130.00 12 Pebruari 2008 2.00 12 Pebruari 2008 13.00 .369.000.506.00 Total 3.835.00 2 Januari 2008 256.000.000.149.520.850.000.275.000.957.00 6 Maret 2008 11 Maret 2008 Total Jumlah 75.850.00 8 Jamuari 2008 300.575.134.00 3 Januari 2008 5.00 31 Januari 2008 1.250.137.00 24 Januari 2008 450.372.261.775.000.00 249.000.566.225.00 24 Januari 2008 3.000.00 2 Januari 2008 155.00 21 Januari 2008 160.423.000.00 21 Pebruari 2008 5.

475.476.861.00 59.00 18.400 3.00 5.500.824.229.476.194.979.00 116.000.343.700.00 315.275.Lampiran 2.00 Tahun Tunggakan 2000 29. Daftar Piutang Pajak Daerah Yang Kadaluwarsa Jenis Piutang Pajak Daerah Piutang Pajak Hotel Piutang Pajak Restoran Piutang Pajak Hiburan Piutang Pajak Reklame Piutang Pajak PJU Non PLN Piutang Pajak ABT TOTAL 2002 2.00 1.00 7.483.00 189.476.128.00 2001 42.037.670.848.00 22.562.000.00 8.600.00 1998 14.362.00 8.00 1997 10.00 18.516.789.320.263.362.00 163.080.00 Sub Total .00 20.000.00 1.000.076.00 1999 31.705.516.00 43.600.276.400.406.636.495.047.272.00 2.795.175.019.580.

JKT.JKT-XVIII.BUKU III BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA TANGERANG TAHUN ANGGARAN 2007 DI TANGERANG AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI JAKARTA Nomor Tanggal : : 29b/LHP/XVIII.6/05/2008 30 Mei 2008 .

6/05/2008 30 Mei 2008 .JKT-XVIII.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA TANGERANG TAHUN ANGGARAN 2007 DI TANGERANG AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA V PERWAKILAN BPK RI DI JAKARTA Nomor Tanggal : : 29b/LHP/XVIII.JKT.

31 Juta ...... 10 12 14 17 4...................................... 20 24 27 8.. LAMPIRAN 11.......................................... Penerimaan Upah Pungut Pajak Jalan Umum Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 Belum Dipotong Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Sebesar Rp66......... Realisasi Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah Pada Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sebesar Rp519........................................................ Pembayaran Uang Harian Pada Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Melebihi Ketentuan Sebesar Rp33............................................................................... 5.............................................................. ii RESUME LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LKPD TAHUN ANGGARAN 2007 .....95 Juta ......................................................09 Juta Tidak Memiliki Dasar Hukum...... Tahapan Pelaksanaan Penagihan Pajak Daerah Belum Sepenuhnya Sesuai Ketentuan ............................ Pembayaran Tiga Paket Pembangunan Gedung Sekolah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Melebihi Prestasi Pekerjaan Sebesar Rp74........................ 1 4 4 7 2... 9...................................... 28 31 Pemerintah Kota Tangerang Belum Menindaklanjuti Empat Hasil Pemeriksaan Sesuai Saran BPK RI ................ 6................................................ 7.................................................................................................................................................................BUKU III LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA TANGERANG TAHUN ANGGARAN 2007 HALAMAN DAFTAR ISI .... Kekurangan Volume Atas Pekerjaan Fisik Kegiatan Pembangunan Kantor Kecamatan TA 2007 Sebesar Rp20.......... Pembayaran Dua Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jalan pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Melebihi Prestasi Pekerjaan Sebesar Rp24......59 Juta ................. Pemungutan Retribusi Izin Gangguan Sebesar Rp46............................. 10................................................................. ii ................................ Pekerjaan Rehab Berat Gudang Farmasi Pada Dinas Kesehatan Kota Tangerang Tidak Sesuai Dengan Kontrak Senilai Rp32.....................09 Juta Tidak Sesuai Dengan Ketentuan......38 Juta. Kekurangan Volume Atas Pekerjaan Fisik Kegiatan Penataan Ruang Terbuka Hijau TA 2007 Sebesar Rp53...........................................................................69 Juta ............. 3............................. 1......................................... HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN.........................................71 Juta ..........99 Juta .....

643. Atas kekurangan penerimaan telah disetor sebesar Rp66.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RESUME LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LKPD TAHUN ANGGARAN 2007 Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. Selain itu. tujuan pemeriksaan BPK-RI atas laporan keuangan tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan tersebut. Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.09 Juta Tidak Memiliki Dasar Hukum.170. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota Tangerang.170.80. apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Namun. apabila dalam melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan ditemukan kecurangan dan penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan yang berindikasi unsur tindak pidana. BPK-RI tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI melaksanakan pengujian atas kepatuhan Pemerintah Kota Tangerang terhadap peraturan perundang-undangan. Perwakilan BPK RI di Jakarta 1 . peraturan perundang-undangan dan SPKN yang ditetapkan oleh BPK RI mengharuskan BPK RI untuk melaporkan kepada pihak berwenang.589.643.29 dan atas kerugian keuangan daerah juga telah dipulihkan atau dilunasi senilai Rp759. Pemungutan Retribusi Izin Gangguan Sebesar Rp46.589.125.29 dan kerugian keuangan daerah sebesar Rp759. Pokok-pokok temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pelaporan keuangan yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut: 1.125. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat kekurangan penerimaan negara sebesar Rp66. Untuk memperoleh keyakinan memadai.80. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah memeriksa Neraca Pemerintah Kota Tangerang per 31 Desember 2007. Laporan Realisasi Anggaran. Oleh karena itu.

BPK RI merekomendasikan Walikota Tangerang agar: 1. Realisasi Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah Pada Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sebesar Rp519. Tim Pemeriksa hasil pekerjaan. 7.95 Juta. dan rekanan atas kelalaiannya supaya permasalahan kekurangan volume pekerjaan tidak berulang di masa mendatang. Menegur Kepala BKKD Kota Tangerang agar di masa yang akan datang memotong PPh Pasal 21 atas upah pungut Pajak Penerangan Jalan. 5. Berdasarkan temuan tersebut. 5. 3. 11. Dinas Kesehatan. Menginstruksikan Kepala Dinas Tata Kota. 9.59 Juta. Pekerjaan Rehab Berat Gudang Farmasi Pada Dinas Kesehatan Kota Tangerang Tidak Sesuai Dengan Kontrak Senilai Rp32. Menegur Kepala Kantor Penanaman Modal dan Perijinan supaya di masa yang akan datang pemungutan Retribusi Ijin Gangguan sesuai ketentuan yang berlaku. Pengawas Lapangan. Kekurangan Volume Atas Pekerjaan Fisik Kegiatan Pembangunan Kantor Kecamatan TA 2007 Sebesar Rp20. Pembayaran Tiga Paket Pembangunan Gedung Sekolah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Melebihi Prestasi Pekerjaan Sebesar Rp74.31 Juta.09 Juta Tidak Sesuai Dengan Ketentuan. Pemerintah Kota Tangerang Belum Menindaklanjuti Empat Hasil Pemeriksaan Sesuai Saran BPK RI. Pembayaran Dua Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jalan pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Melebihi Prestasi Pekerjaan Sebesar Rp24. 2.38 Juta. 6.2. 4. dan Kepala Sub Bidang Penagihan Kota Tangerang agar tegas dan konsisten dalam melakukan penagihan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pekerjaan Umum supaya memberikan teguran tertulis kepada PPTK. 10. Tahapan Pelaksanaan Penagihan Pajak Daerah Belum Sepenuhnya Sesuai Ketentuan. Penerimaan Upah Pungut Pajak Jalan Umum Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 Belum Dipotong Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Sebesar Rp66. 8. Pembayaran Uang Harian Pada Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Melebihi Ketentuan Sebesar Rp33. 3. Memerintahkan kepada Kepala BKKD.99 Juta. Kekurangan Volume Atas Pekerjaan Fisik Kegiatan Penataan Ruang Terbuka Hijau TA 2007 Sebesar Rp53.71 Juta.69 Juta. Menegur Sekretaris DPRD agar teliti dalam menerapkan ketentuan dalam pembayaran uang harian dan Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah sehingga di Perwakilan BPK RI di Jakarta 2 . 4. Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah.

.

12 Tahun 2000 tentang Ijin Undang-undang Gangguan yang mulai berlaku tanggal 27 Juni 2000.00 dengan realisasi sebesar Rp1. Temuan Pemeriksaan tersebut adalah sebagai berikut: 1.635.600. Pemungutan Retribusi Izin Gangguan Sebesar Rp46. 17 Tahun 2007 tentang Pembatalan Peraturan Daerah Kota Tangerang No. Atas keberatan tersebut.HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang TA 2007 yang disajikan oleh Pemerintah Kota Tangerang mengungkapkan sebanyak 11 (Sebelas) Temuan Pemeriksaan Kepatuhan yang perlu mendapat perhatian Pemerintah Daerah dan DPRD Kota Tangerang untuk meningkatkan kualitas Pengelolaan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang. S.34/2925-Kumdang/2006 tanggal 26 Juli 2006. Pemungutan Retribusi Ijin Gangguan dikelola oleh Kantor Penanaman Modal dan Perijinan berdasarkan Peraturan Daerah No.160. 12 Tahun 2000 tentang Retribusi Ijin Undang-undang Gangguan (HO) paling lambat 7 (tujuh) hari sejak tanggal penetapan atau mulai 5 Pebruari 2007.54%. 12 Tahun 2000 tentang Retribusi Ijin Undang-undang Gangguan (HO) yang ditetapkan pada tanggal 29 Januari 2007. 12 Tahun 2000 tentang Ijin Undang-undang Gangguan dengan alasan “tempat usaha atau kegiatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah tidak memerlukan ijin gangguan” sebagaimana diatur dalam penjelasan Pasal 4 ayat (2) huruf c Peraturan Pemerintah No. 66 tahun 2001 tentang Retribusi Daerah.09 Juta Tidak Memiliki Dasar Hukum Pada Tahun Anggaran 2007 Pemerintah Kota Tangerang menganggarkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah dari Retribusi Ijin Gangguan sebesar Rp1.000.000. baik Menteri Keuangan maupun Menteri Dalam Negeri tidak memberikan penjelasan yang memadai bahkan kemudian Menteri Dalam Negeri menerbitkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. Keputusan Menteri Dalam Negeri tersebut memuat ketetapan agar Walikota Tangerang menghentikan pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Tangerang No. Pemerintah Kota Tangerang telah menyampaikan surat keberatan atas hasil rekomendasi Menteri Keuangan tersebut yang disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri melalui surat Walikota No. Perwakilan BPK RI di Jakarta 4 .093/MK.666.00 atau 72. 188. Hasil pemeriksaan diketahui bahwa Menteri Keuangan telah melakukan evaluasi melalui surat No.10/2006 tanggal 23 Juni 2006 perihal Pertimbangan Menteri Keuangan atas Perda tentang Pungutan Daerah yang menghasilkan rekomendasi pembatalan terhadap Peraturan Daerah Kota Tangerang No.

000.303.000.00 3.310.00 3.807.34/002154-Huk/07 tanggal 19 Juli 2007.00 251.400.614.Pada tanggal 23 Juli 2007 Walikota Tangerang telah menetapkan Peraturan Daerah No.00 331.00 979.196.900.250.00 146.733.500.087.675. 17 Tahun 2007 tanggal 29 Januari 2007 tentang Pembatalan Peraturan Daerah Kota Tangerang No.00 46.150. 12 Tahun 2000 tentang Retribusi Ijin Undang-undang Gangguan (HO) baru diterima pada Perwakilan BPK RI di Jakarta 5 .00 60.00 10.138.200.00 6.600.686.000.00 6.00 756.422. 188. Peraturan daerah tersebut merupakan peraturan pengganti atas Peraturan Daerah No.00 2.200.500.00 1. Buku Rekapitulasi Penerimaan Harian dan Buku Pembantu per Rincian Obyek Penerimaan Retribusi Undang-undang Gangguan yang dikerjakan oleh Bendahara Penerimaan Kantor Penanaman Modal dan Perijinan diketahui bahwa pada tanggal 5 Pebruari 2007 sampai dengan 22 Juli 2007 Bendahara Penerimaan masih melakukan pemungutan atas Retribusi Ijin Undang-undang Gangguan (HO) yang keseluruhan nilainya sebesar Rp46.00 324.00 1.201.488.00 1.087. 13 Tahun 2007 tentang Retribusi Izin Gangguan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi atas Raperda Retribusi Izin Gangguan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten sesuai surat Gubernur Banten No. Laporan Realisasi Pendapatan Asli Daerah Bulanan.800.00 499.00 1.929.570.438.00 Hasil konfirmasi lisan kepada Bendahara Penerimaan mengenai pungutan yang masih dilakukan antara tanggal 5 Pebruari 2007 sampai dengan 22 Juli 2007 diketahui bahwa Keputusan Menteri Dalam Negeri No.000. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Penerimaan.000.900.256.00 461.250. 12 Tahun 2000 tentang Retribusi Ijin Undang-undang Gangguan (HO).00 378.00 dengan rincian sebagai berikut: Tanggal Pungut 06 Februari 2007 07 Februari 2007 07 Februari 2007 12 Februari 2007 12 Februari 2007 13 Februari 2007 13 Februari 2007 14 Februari 2007 22 Februari 2007 23 Februari 2007 27 Februari 2007 27 Februari 2007 02 Maret 2007 05 Maret 2007 05 Maret 2007 08 Maret 2007 08 Maret 2007 26 Maret 2007 27 Maret 2007 28 Maret 2007 29 Maret 2007 16 April 2007 Nomor Tanda Bukti Pembayaran & Bukti Penerimaan Lainnya 0263 0278 0279 0305 0306 0321 0322 0330 0401 0406 0434 0444 0458 0461 0465 0475 0478 0553 0563 0565 0571 0632 Total Jumlah (Rp) 2.00 729.196.141.

Pemerintah dapat membatalkan Peraturan Daerah dimaksud. Perwakilan BPK RI di Jakarta 6 . 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pada Pasal 79 ayat (2) menyatakan penganggaran penerimaan dan pengeluaran APBD harus memiliki dasar hukum penganggaran dan pada Pasal 95 ayat (1) dan (2) menyatakan bahwa rencana pendapatan yang dipungut/dikelola/ diterima oleh SKPD sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.tanggal 12 Maret 2007 sebagaimana disposisi Walikota Tangerang tanggal 1 Maret 2007. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. Kepala Kantor Penanaman Modal dan Perijinan sebagai atasan langsung Bendahara Penerimaan dalam memberikan persetujuan pemungutan atas Retribusi Izin Gangguan tidak memperhatikan ketentuan yang berlaku. Hal tersebut di atas tidak sesuai dengan: a. Hal tersebut mengakibatkan pemungutan Retribusi Izin Gangguan yang dilakukan oleh Bendahara Penerimaan pada Kantor Penanaman Modal dan Perijinan antara tanggal 5 Pebruari 2007 sampai dengan 16 April 2007 sebesar Rp46. 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah pada Pasal 24 ayat (1) menyatakan bahwa retribusi ditetapkan dengan Peraturan Daerah dan pada Pasal 25A ayat (2) menyatakan bahwa dalam hal Peraturan Daerah bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundangundangan yang lebih tinggi. ditetapkan berdasarkan peraturan daerah. sehingga pemberlakuan pembatalan Perda tersebut baru diterapkan setelah diterima surat tersebut.00 yang tidak memiliki dasar hukum yang kuat dapat meresahkan masyarakat yang berkepentingan. Hal tersebut terjadi karena: a. 34 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-undang No. Atas permasalahan tersebut.087. b.196. Bendahara Penerimaan pada Kantor Penanaman Modal dan Perijinan dalam melakukan pemungutan atas Retribusi Izin Gangguan tidak memperhatikan ketentuan yang berlaku. peraturan pemerintah atau undang-undang. 17 Tahun 2007 baru diterima tanggal 15 Pebruari 2007. Undang-undang No. Kepala Kantor Penanaman Modal dan Perijinan menyatakan bahwa Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. b.

omzet parkir. omzet hotel. 1 2 3 4 5 6 Jenis Pajak Pajak Hotel Pajak Restoran Pajak Hiburan Pajak Penyelenggaraan Parkir Swasta Pajak Reklame Pajak PJU Non PLN Jumlah Jumlah SKPD 1968 342 377 2009 603 5299 Keseluruhan SKPD tersebut tidak termasuk Pajak Penerangan Jalan Umum (PJU) PLN yang mekanisme penetapannya tidak melalui penerbitan SKPD. Selama Tahun Anggaran 2007. 2.BPK RI menyarankan Walikota Tangerang agar menginstruksikan Kepala Kantor Penanaman Modal dan Perijinan untuk tidak memungut lagi retribusi izin ganguan tersebut. Dalam rangka melaksanakan pengelolaan Pendapatan Asli Daerah dibentuk Bidang Pendapatan Asli Daerah dalam struktur organisasi BKKD yang membawahi Sub Bidang Pendataan dan Pengembangan Sumber PAD. Sub Bidang Penetapan membuat penetapan dengan cara menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) berdasarkan data dari Sub Bidang Pendataan dan Pengembangan Sumber PAD berupa: ukuran.299 buah Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) untuk 6 jenis pajak daerah dengan rincian sebagaimana tabel berikut ini: No. klas jalan dan masa berlaku untuk pajak reklame. Tahapan Pelaksanaan Penagihan Pajak Daerah Belum Sepenuhnya Sesuai Ketentuan Badan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BKKD) Kota Tangerang sesuai tugas pokok yang tertuang dalam Keputusan Walikota Tangerang No. omzet restoran. omzet hiburan. serta jumlah KVA pemakaian genset. Perwakilan BPK RI di Jakarta 7 . Sub Bidang Penetapan telah menerbitkan 5. Sub Bidang Penetapan serta Sub Bidang Penagihan. Diantara tugas pokok BKKD adalah pelaksanaan pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 16 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Keuangan dan Kekayaan Daerah Kota Tangerang adalah membantu Walikota dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah di bidang keuangan dan kekayaan daerah.

satu bulan.251. Sub Bidang Penagihan telah menerbitkan sedikitnya Surat Teguran Pajak Hotel sebanyak 26 lembar.805. Pemeriksaan atas dokumen pajak daerah diketahui bahwa selama tahun 2007.800. 2004.00 dengan rincian sebagai berikut: No.00 Pajak Hotel.242.00 947.00 216.845. Piutang pajak reklame tersebut sebagian jatuh tempo pada tahun 2007. 2005 dan 2006. Pajak Restoran. Terdapat pula teguran untuk pajak daerah yang jatuh tempo pada tahun 2007 tetapi sebagian teguran terlambat diberikan antara 1 sampai 9 bulan.625.805. Sub Bidang Penagihan juga belum pernah menerbitkan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan kepada wajib pajak yang tidak melunasi pajak dalam tempo 2 x 24 jam sesudah tanggal Surat Paksa. Peraturan Daerah No. Pajak Restoran sebanyak 66 lembar.785. Kondisi tersebut di atas tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No. Keseluruhan Surat Teguran yang dibuat pada tahun 2007 tersebut ternyata merupakan teguran atas tunggakan pajak daerah yang jatuh tempo pada tahun 2000.242. 11 Tahun Perwakilan BPK RI di Jakarta 8 . dua minggu.431.725. 1 2 3 4 5 6 Jenis Pajak Pajak Hotel Pajak Restoran Pajak Hiburan Pajak Penyelenggaraan Parkir Swasta Pajak Reklame Pajak PJU Non PLN Jumlah Jumlah Piutang 224. dua bulan.00 73. Pemeriksaan lebih lanjut juga diketahui bahwa Kepala BKKD dhi.00 23.00 yang jatuh tempo pada tahun 2007.388.203. tiga minggu. Pajak Hiburan sebanyak 90 lembar.Pada posisi 31 Desember 2007 atas keseluruhan SKPD yang telah diterbitkan tersebut masih terdapat pajak daerah yang tertunggak (piutang pajak) sebesar Rp1. Sub Bidang Penagihan belum pernah menerbitkan Surat Paksa yang seharusnya bisa dibuat 21 hari sejak tanggal Surat Teguran apabila wajib pajak tidak melunasi tunggakan pajak daerah dalam tempo 7 hari. Disamping itu terdapat juga piutang pajak Tahun Anggaran 2006 sebesar Rp84. Pajak Penyelenggaraan Parkir Swasta sebanyak 34 lembar. Pajak Reklame sebanyak 6 lembar dan untuk Pajak PJU Non PLN tidak ada satupun Surat Teguran yang diterbitkan. 09 Tahun 1999 tentang Pajak Hotel dan Restoran. Kepala BKKD selaku pengelola pajak daerah seharusnya sudah menerbitkan Surat Teguran atau Surat Peringatan sebagai upaya awal penagihan kepada wajib pajak yang belum membayar pajak pada hari ketujuh sejak jatuh tempo pembayaran. enam bulan dan satu tahun. Sedangkan Pajak Reklame memiliki masa pajak satu minggu.725.293.500.00 456.999.650. Pajak Penyelenggaraan Parkir Swasta dan Pajak PJU Non PLN (genset) memiliki masa pajak satu bulan dan dari piutang pajak tersebut seluruhnya jatuh tempo pada tahun 2007. 2003.00 1.468. Pajak Hiburan.

Pemerintah Kota Tangerang kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendapatan pajak daerah sesuai target jumlah dan target waktu yang direncanakan. 08 Tahun 1999 Pasal 29. Perda No. 2 Tahun 2001 Pasal 18 dan Perda No. 02 Tahun 2003 tentang Perubahan atas Perda No. Perda No. jumlah pajak yang harus dibayar ditagih dengan Surat Paksa. 2) Ayat (2) Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal Surat Teguran atau Surat Peringatan atau surat lain yang sejenis. Perda No. 2 Tahun 2001 tentang Pajak atas Penyelenggaraan Parkir Swasta dan Peraturan Daerah No. 10 Tahun 1999 Pasal 19: 1) Ayat (1) Surat Teguran atau Surat Peringatan atau surat lain yang sejenis sebagai awal tindakan pelaksanaan penagihan pajak dikeluarkan 7 (tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pembayaran. 2 Tahun 2001 Pasal 17 dan Perda No. 08 Tahun 1999 tentang Pajak Reklame. 09 Tahun 1999 Pasal 20. 09 Tahun 1999 Pasal 21. Perda No. 2) Ayat (2) Kepala Dinas atas nama Kepala Daerah menerbitkan Surat Paksa segera setelah lewat 21 (dua puluh satu) hari sejak tanggal Surat Teguran atau Surat Peringatan atau surat lain yang sejenis. Kepala Dinas atas nama Kepala Daerah segera menerbitkan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan. 08 Tahun 1999 Pasal 28. Perwakilan BPK RI di Jakarta 9 . b. 10 Tahun 1999 tentang Pajak Penerangan Jalan pada beberapa pasal sebagai berikut: a. b. Perda No. 10 Tahun 1999 Pasal 21 menyatakan bahwa apabila pajak yang harus dibayar tidak dilunasi dalam jangka waktu 2 x 24 jam sesudah tanggal pemberitahuan surat paksa. 3) Ayat (3) Surat Teguran. Perda No. 11 Tahun 2000 Pasal 23. Peraturan Daerah No. Perda No. 09 Tahun 1999 Pasal 19.2000 tentang Pajak Hiburan. c. wajib pajak harus melunasi pajak yang terhutang. Surat Peringatan atau surat lain yang sejenis dikeluarkan oleh Kepala Dinas atas nama Kepala Daerah. 2 Tahun 2001 Pasal 19 dan Perda No. Munculnya diskriminasi bagi wajib pajak lain yang telah ditagih. Perda No. 11 Tahun 2000 Pasal 24. 11 Tahun 2000 Pasal 25. 08 Tahun 1999 Pasal 27. Hal ini mengakibatkan: a. Peraturan Daerah No. Perda No. Perda No. 10 Tahun 1999 Pasal 20: 1) Ayat (1) Apabila jumlah pajak yang harus dibayar tidak dilunasi dalam jangka waktu sebagaimana ditentukan dalam Surat Teguran atau Surat Peringatan atau surat lain yang sejenisnya. Perda No. Perda No.

b.246.994. Tim Pembina Pusat 0. dengan rincian sebagai berikut: a. Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah. dan Kepala Sub Bidang Penagihan belum optimal dan tegas dalam menerapkan tahapan penagihan sesuai dengan ketentuan.617.17 b.30% dari realisasi penerimaan PPJU. c.976.70% dari realisasi penerimaan PPJU. Selama TA 2007 PPh Pasal 23 yang telah dipotong sebesar Rp36.398. Tim Pembina Pusat sebesar Rp2.280. untuk TA 2007 pembagian upah pungut adalah sebesar Rp493.314.00.00.478. untuk TA 2007 pembagian upah pungut adalah sebesar Rp1.76 c. untuk TA 2007 pembagian upah pungut adalah sebesar Rp147. PT PLN 3.858.256. Sesuai dengan Kepmendagri No. Pemerintah Kota Tangerang melakukan kerjasama dengan PT PLN.00. Kepala BKKD Kota Tangerang menyatakan bahwa mekanisme surat paksa/penyitaan belum dilaksanakan mengingat masih ada itikad baik dari wajib pajak untuk melunasi kewajibannya.219. 3. BPK RI menyarankan Walikota Tangerang agar memerintahkan kepada Kepala BKKD. yang rekeningnya dibayar oleh Pemerintah Daerah. Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah.Kondisi tersebut di atas terjadi karena Kepala BKKD. Dalam rangka kegiatan pemungutan Pajak Daerah dapat diberikan uang perangsang/upah pungut kepada aparat pelaksana pemungutan dan aparat penunjang dalam rangka kegiatan pemungutan yang dialokasikan dari Pos Belanja Pegawai sebesar Rp4. PT PLN sebesar Rp27.654.984. Penerimaan Upah Pungut Pajak Jalan Umum Kota Tangerang Tahun Anggaran 2007 Belum Dipotong Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Sebesar Rp66.19. BKKD sebesar Rp7. Atas permasalahan tersebut. Berdasarkan SP2D belanja upah pungut PPJU menunjukan bahwa penerimaan upah pungut tersebut dipotong PPh Pasal 23.858.049.00 dan telah direalisasi sebesar Rp4. Dalam pelaksanaan pemungutan Pajak Penerangan Jalan di wilayah Kota Tangerang.849.59 Juta Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) adalah pajak daerah yang dipungut atas penggunaan tenaga listrik.00 atau 100% dari anggaran.280. BKKD 1% dari realisasi penerimaan PPJU. dan Kepala Sub Bidang Penagihan Kota Tangerang agar tegas dan konsisten dalam melakukan penagihan.742.35 Tahun 2002 bahwa pembagian upah pungut PPJU adalah sebagai berikut: a.375.825. dengan ketentuan bahwa diwilayah daerah tersebut tersedia penerangan jalan.26 Perwakilan BPK RI di Jakarta 10 .314.

398.29 dengan bukti Surat Setoran Pajak tanggal 13 Mei 2008.256. jasa. Kepala BKKD menyatakan telah menyetor ke Kas Negara PPh Pasal 21 sebesar Rp66. tunjangan dan pembayaran lain sehubungan dengan pekerjaan. Masalah ini mengakibatkan kekurangan penerimaan negara sebesar Rp66.617.492.643. honorarium. namun kekurangan tersebut telah dipulihkan dengan adanya penyetoran ke Kas Negara sejumlah tersebut oleh BKKD.29 (Rp73.00 . Perwakilan BPK RI di Jakarta 11 .643.767. b.26). jasa atau kegiatan.398. Hal ini tidak sesuai dengan Undang-Undang No. Kepala BKKD kurang melakukan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan di unit kerjanya.643. upah.988. 4) pembukuannya diperiksa oleh aparat pengawasan fungsional negara.Rp7. Pasal 21 ayat (1) point b menyatakan bahwa pemotongan. 2) dibiayai dengan dana yang bersumber dari APBN atau APBD. penyetoran dan pelaporan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan. wajib dilakukan oleh bendaharawan pemerintah yang membayar gaji.857. Hal tersebut terjadi karena: a.589. Penjelasan Pasal 2 ayat (1) b menyatakan bahwa unit tertentu dan Badan Pemerintah yang memenuhi kriteria berikut tidak termasuk sebagai Subjek Pajak yaitu: 1) dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.849.55 .589.26).589. 3) penerimaan lembaga tersebut dimasukan dalam anggaran Pemerintah Pusat atau Daerah dan. tanpa dipotong PPh Pasal 21 sebesar Rp66.Selanjutnya bendahara pengeluaran BKKD mendistribusikan penerimaan upah pungut PPJU hak BKKD kepada aparat pelaksana dan penunjang terkait kegiatan pemungutan di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang dengan jumlah selama TA 2007 adalah sebesar Rp485. 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan antara lain menyatakan: a.Rp7.849.74 (Rp493. Atas permasalahan tersebut. BUD dan Kasubag Keuangan BKKD tidak cermat dalam melaksanakan tugasnya. atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri.29. b.

464. b. Memberikan instruksi tertulis kepada Kepala BKKD Kota Tangerang untuk memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada BUD dan Kasubag Keuangan.00 atau 98.00.419. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Perwakilan BPK RI di Jakarta 12 . 650/306DTK/Keg/2007 tanggal 1 Nopember 2007.08 dan pekerjaan lain-lain sebesar Rp137.530. dilaksanakan oleh CV ES dengan kontrak No.295. Pekerjaan Penataan Ruang Terbuka Hijau Jl. 4.000. b. Pekerjaan Penataan Ruang Terbuka Hijau Jl. Memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada Kepala BKKD Kota Tangerang.910. Addendum kontrak No.138.723. 650/145-DTK/Keg/2007 tanggal 18 Juni 2007 senilai Rp1.25 (rincian dimuat dalam Lampiran 1).231.17.020.239.10% dari anggaran.00 atau 66. kekurangan penanaman sebesar Rp40.905.00 dengan realisasi Rp3. pekerjaan pagar sebesar Rp2.650/197- DTK/Keg/2007 tanggal 23 Oktober 2007. dilaksanakan oleh CV HJUG dengan kontrak No. Kekurangan Volume Atas Pekerjaan Fisik Kegiatan Penataan Ruang Terbuka Hijau TA 2007 Sebesar Rp53. Kali Pasir Kota Tangerang.511. Dengan demikian terdapat pekerjaan yang kurang dilaksanakan sebesar Rp45.300.344.00 sebagai berikut: a. 2400/LS/DAU/2007 tanggal 19 Desember 2007.309. Pekerjaan telah dinyatakan selesai dengan Berita Acara Serah Terima Nomor 477/BAST.104.502.2/PPP/DTK/2007 tanggal 14 Nopember 2007 dan dibayar lunas berdasarkan SP2D No.000.00.639.000.31 Juta Dinas Tata Kota Kota Tangerang pada TA 2007 mengalokasikan anggaran Belanja Modal Gedung dan Bangunan untuk Kegiatan Penataan Ruang Terbuka Hijau sebesar Rp3.364.389. Pemeriksaan fisik yang dilakukan BPK RI bersama dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada tanggal 16 April 2007 diketahui bahwa terdapat kekurangan pekerjaan jogging track sebesar Rp2.00.658. Hasil pemeriksaan secara uji petik atas 2 (dua) Kegiatan Penataan Ruang Terbuka Hijau senilai Rp2.200.33% dari anggaran diketahui terdapat kekurangan volume atas pekerjaan fisik sebesar Rp53. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 150 hari kalender terhitung mulai tanggal 18 Juni 2007 sampai dengan tanggal 14 Nopember 2007. Addendum kontrak No.00. Berhias Kota Tangerang. 650/133-DTK/Keg/2007 tanggal 18 Juni 2007 senilai Rp720.BPK RI menyarankan Walikota Tangerang agar: a.

28). baik secara sebagian atau seluruh pekerjaan. 650/306-DTK/Keg/2007 tanggal 1 Nopember 2007 waktu pelaksanaan kontrak mengalami perubahan menjadi 180 hari kalender terhitung mulai tanggal 18 Juni 2007 sampai dengan tanggal 14 Desember 2007.294. 2464/LS/DAU/2007 tanggal 19 Desember 2007. dan menugaskan penyedia barang/jasa untuk memperbaiki dan/atau melengkapi kekurangan pekerjaan sebagaimana yang disyaratkan dalam kontrak.792.233.020. pekerjaan pagar sebesar Rp3.2/PPP/DTK/2007 Tanggal 12 Desember 2007 dan dibayar berdasarkan SP2D No.159. b. Sesuai dengan Addendum kontrak No. CV ES dan CV HJUG lalai dalam menyelesaikan kewajibannya.00. Pelaksana pekerjaan dhi. Pemeriksaan fisik yang dilakukan BPK RI bersama dengan PPTK pada tanggal 16 April 2007 mengungkapkan bahwa terdapat kekurangan pekerjaan jogging track sebesar Rp1.703.689. Masalah ini mengakibatkan kerugian daerah sebesar Rp53. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketujuh Atas Keppres No.288. Pasal 36 ayat (3) yang menyatakan pengguna barang/jasa menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak.25 + Rp8.993.49 dan pekerjaan lain-lain sebesar Rp2. namun kerugian daerah tersebut telah dipulihkan dengan menambah pekerjaan sejumlah tersebut oleh Dinas Tata Kota. Pasal 36 ayat (2) yang menyatakan pengguna barang/jasa melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan. Hal tersebut terjadi karena: a.79.502. kekurangan penanaman sebesar Rp260. Pekerjaan telah dinyatakan selesai dengan Berita Acara Serah Terima Nomor 497/BAST. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keppres No. 80 Tahun 2003: a. Dengan demikian terdapat pekerjaan yang kurang dilaksanakan sebesar Rp8.53 (Rp45.792. Perwakilan BPK RI di Jakarta 13 .288.00.selama 150 hari kalender terhitung mulai tanggal 18 Juni 2007 sampai dengan tanggal 18 Nopember 2007.28 (rincian dimuat dalam Lampiran 2).309.635.406.

5.08% dari anggaran. Kekurangan Volume Atas Pekerjaan Fisik Kegiatan Pembangunan Kantor Kecamatan TA 2007 Sebesar Rp20.99 Juta Dinas Tata Kota Kota Tangerang pada TA 2007 mengalokasikan anggaran Belanja Modal Gedung dan Bangunan untuk Kegiatan Pembangunan Kantor Kecamatan sebesar Rp11. Tim Pemeriksa hasil pekerjaan.00.d.b. Atas permasalahan tersebut Kepala Dinas Tata Kota menjelaskan bahwa temuan tersebut telah ditindaklanjuti dengan pengembalian dalam bentuk pekerjaan berupa pemasangan plaza dengan batu templek dan dibingkai dengan kanstein senilai Rp3. dilaksanakan oleh CV DKBK dengan kontrak No. Memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada Kepala Dinas Tata Kota Kota Tangerang.264.483.583.000.000. Addendum kontrak No.992.896. dan rekanan atas kelalaiannya dalam melaksanakan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Kepala Dinas Tata Kota selaku pengguna anggaran kurang melakukan pengendalian dan pengawasan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya.739.650/186-DTK/Keg/2007 tanggal 1 Oktober 2007.342.324.000.00 atau 67.424. 12 Mei 2008. b. Hasil pemeriksaan secara uji petik atas 4 (empat) Kegiatan Pembangunan Kantor Kecamatan senilai Rp7.00 dengan realisasi Rp10. Memberikan instruksi tertulis kepada Kepala Dinas Tata Kota Kota Tangerang untuk memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada PPTK.469. Pengawas Lapangan.50 serta pekerjaan penyulaman dan penanaman tanaman senilai Rp53.168. PPTK. 650/60-DTK/Keg/2007 tanggal 7 Mei 2007 senilai Rp1.146. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 180 hari kalender terhitung mulai tanggal 7 Mei 2007 sampai dengan tanggal 2 Nopember 2007. Tim Pemeriksa hasil pekerjaan. BPK RI menyarankan Walikota Tangerang agar: a. Pekerjaan Pembangunan Kantor Kecamatan Tangerang.52.36% dari anggaran diketahui terdapat kekurangan volume atas pekerjaan fisik sebesar Rp20.200.00 atau 98.109. Pekerjaan telah dinyatakan selesai dengan Berita Acara Serah Terima Nomor Perwakilan BPK RI di Jakarta 14 . sebagai berikut: a.00 pada tanggal 8 s. dan Pengawas Lapangan kurang optimal dalam melakukan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. c.591.

779. 1 1 2 3 Uraian Pekerjaan 2 Pasangan paving tebal 6 cm Hand Railing Pas.924.42) 4.737. Berdasarkan pemeriksaan fisik pada tanggal 1 Mei 2008 yang dilakukan BPK RI bersama dengan PPTK dan Pengawas sekaligus PT IH sebagai pelaksana Perwakilan BPK RI di Jakarta 15 .59 8.699. dengan rincian sebagai berikut: No. 650/25-DTK/Keg/2007 tanggal 1 Mei 2007 senilai Rp1. Pekerjaan Pembangunan Kantor Kecamatan Benda.00 79.00 Kontrak 4 1.00.779. dilaksanakan oleh PT IH dengan kontrak No.340.236.52 Volume Pekerjaan Realisasi Selisih Fisik 5 6=4-5 1. 650/183-DTK/Keg/2007 tanggal 3 September 2007.16) (1.397.628.000.00.421/BAST.92 8.60 (31. b.02 c. dilaksanakan oleh PT MSS dengan kontrak No.321.522.206.043. Sesuai dengan Addendum kontrak No.02.86) Satuan 7 3 m m 2 m Total Selisih (Rp) 8=6x3 6. Pekerjaan Pembangunan Kantor Kecamatan Batuceper.33 100.2463/APBD/LS/2007 tanggal 19 Desember 2007.1/PPP/DTK/2007 Tanggal 23 Nopember 2007 dan dibayar berdasarkan SP2D No. 2610/LS/DAU/2007 tanggal 27 Desember 2007.259. 650/198-DTK/Keg/2007 tanggal 23 Oktober 2007 waktu pelaksanaan kontrak mengalami perubahan menjadi 200 hari kalender terhitung mulai tanggal 7 Mei 2007 sampai dengan tanggal 22 Nopember 2007. 650/63-DTK/Keg/2007 tanggal 7 Mei 2007 senilai Rp1.81 (rincian dimuat dalam Lampiran 3). Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 180 hari kalender terhitung mulai tanggal 1 Mei 2007 sampai dengan tanggal 27 Oktober 2007.09) 651.867.106. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 180 hari kalender terhitung mulai tanggal 7 Mei 2007 sampai dengan tanggal 2 Nopember 2007.000.069. Berdasarkan pemeriksaan fisik pada tanggal 10 Mei 2008 yang dilakukan BPK RI bersama dengan PPTK dan Pengawas sekaligus CV DKBK sebagai pelaksana mengungkapkan bahwa terdapat kekurangan pekerjaan senilai Rp10.89 (0.321.00 344.1/PPP/DTK/2007 Tanggal 9 Oktober 2007 dan dibayar berdasarkan SP2D No. Addendum kontrak No.343. 650/198-DTK/Keg/2007 tanggal 23 Oktober 2007. keramik lantai 40x40 KW1 TOTAL Harga Satuan (Rp) 3 60.38 (15.2471/APBD/LS/2007 tanggal 19 Desember 2007. Addendum kontrak No.600. Berdasarkan pemeriksaan fisik pada tanggal 1 Mei 2008 yang dilakukan BPK RI bersama dengan PPTK dan Pengawas sekaligus PT MSS sebagai pelaksana mengungkapkan bahwa terdapat kekurangan pekerjaan senilai Rp4. Pekerjaan telah dinyatakan selesai dengan Berita Acara Serah Terima Nomor 368/BAST.1/PPP/DTK/2007 tanggal 2 Nopember 2007 dan telah dibayar berdasarkan SP2D No. Pekerjaan telah dinyatakan selesai dengan Berita Acara Serah Terima Nomor 457/BAST.80 635.

00 79. namun kerugian daerah tersebut telah dipulihkan dengan adanya penyetoran ke Kas Daerah dan menambah pekerjaan sejumlah tersebut oleh Dinas Tata Kota. Pelaksana pekerjaan dhi.628.069. Perwakilan BPK RI di Jakarta 16 . baik secara sebagian atau seluruh pekerjaan.69).00 Kontrak 4 767.00 1.992.666.00 656.584. CV MSS dan PT IH lalai dalam menyelesaikan kewajibannya.50 11. Tim Pemeriksa hasil pekerjaan.527. Masalah ini mengakibatkan kerugian daerah sebesar Rp20.065. Hal tersebut terjadi karena: a.00 2. 80 Tahun 2003: a.81 + Rp4.52 (Rp10. dan menugaskan penyedia barang/jasa untuk memperbaiki dan/atau melengkapi kekurangan pekerjaan sebagaimana yang disyaratkan dalam kontrak.481.481. PPTK.10 8.34 75.624. keramik lantai 40x40 KW1 TOTAL Harga Satuan (Rp) 3 60. c. Pasal 36 ayat (3) yang menyatakan pengguna barang/jasa menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak. CV DKBK.02 + Rp5.481.69 Volume Pekerjaan Realisasi Selisih Fisik 5 6=4-5 692.034.157.584.584. tidak termasuk bahan-bahan dan alat-alat. Kepala Dinas Tata Kota selaku pengguna anggaran kurang melakukan pengendalian dan pengawasan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. c.035.514.04 2.mengungkapkan bahwa terdapat kekurangan pekerjaan senilai Rp5.75) 5.69 dengan rincian sebagai berikut: No.00 641.485.46 6.69 Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Keppres No. b.64 0.65) Satuan 7 3 m m bh 2 m Total Selisih (Rp) 8=6x3 4. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketujuh Atas Keppres No.862.332.779. b.146.00 (1. Penjelasan Pasal 33 ayat (2) yang menyatakan khusus pekerjaan kontruksi.16 10.343. dan Pengawas Lapangan bekerja kurang optimal melakukan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya.321.00 344.40 158. pembayaran hanya dapat dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang. Pasal 36 ayat (2) yang menyatakan pengguna barang/jasa melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan. 1 1 2 3 4 Uraian Pekerjaan 2 Pasangan paving tebal 6 cm Hand Railing Kusen jendela J6 Pas.34 (14.

275. Memberikan instruksi tertulis kepada Kepala Dinas Tata Kota Kota Tangerang untuk memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada PPTK.00. senilai Rp1.994.994.00 pada Pekerjaan Pembangunan Kantor Kecamatan Benda.00.181.687. Memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada Kepala Dinas Tata Kota Kota Tangerang. Kontrak ini mengalami perubahan berdasarkan Addendum Kontrak 04.910. senilai Rp1.648. Penyetoran ke Kas Daerah dengan Surat Tanda Setoran (STS) tanggal 14 Mei 2008 sebesar Rp10.02. 1.500. b. b.00.923.000. BPK RI menyarankan Walikota Tangerang agar: a.00 dan sebesar Rp2.30% dari anggaran.341.500.923. Sesuai dengan kepeluan di lapangan maka item dan volume pekerjaan berubah. terhitung sejak tanggal 31 Juli 2007 sampai dengan 28 Desember 2007. Pekerjaan Rehab Berat Gudang Farmasi Pada Dinas Kesehatan Kota Tangerang Tidak Sesuai Dengan Kontrak Senilai Rp32. Perwakilan BPK RI di Jakarta 17 .609.40 pada Pekerjaan Pembangunan Kantor Kecamatan Batuceper dan Pemasangan paving tebal 6 cm seluas 54 m2 senilai Rp3. dan rekanan atas kelalaiannya dalam melaksanakan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya.Farmasi/Dinkes/VII/2007 tanggal 1 Nopember 2007. Pengembalian dalam bentuk pekerjaan berupa pemasangan paving tebal 6 cm seluas 94.01 25 26 5 2 3 26 04) dengan jumlah anggaran sebesar Rp2. menyatakan bahwa kedua belah pihak sepakat melakukan perubahan kontrak/addendum sebagai berikut: a. Tim Pemeriksa hasil pekerjaan.A/K.130. Jangka waktu pelaksanaan selama 150 (seratus lima puluh) hari kalender. b.000.628.26 m2 senilai Rp5.923.994.00 atau 90. Pekerjaan rehab berat gudang farmasi ini dilaksanakan oleh PT SS berdasarkan Surat Perjanjian/Kontrak Nomor 04/K. Pengawas Lapangan. Dengan kondisi tersebut diatas maka Bill of Quantity mengalami perubahan.Atas permasalahan tersebut Kepala Dinas Tata Kota menjelaskan bahwa atas temuan tersebut telah ditindaklanjuti dengan: a. 6.000.Farmasi/Dinkes/VII/2007 tanggal 31 Juli 2007.00 yang direalisasikan sebesar Rp1.71 Juta Dinas Kesehatan Kota Tangerang pada TA 2007 melaksanakan pekerjaan rehab berat gudang farmasi yang dibiayai dengan Belanja Modal Gedung dan Bangunan untuk Kegiatan Pekerjaan rehab berat gudang farmasi (Kode Rekening 1.02.

74 Volume Pekerjaan Realisasi Selisih Fisik 5 6=4-5 31.175.00 3.80 14.00 90.525.50 (3.583. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden No.86 16.00 34.709.19) 0.60 3. Jendela BV1 Pek.13 0.69 (0.00 735.247.67 (56.07 3.460.687.72 6.14) 537.00) 9.49 714.00 33.037.021.380. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Presiden No.014.50) (5.00 (1.303.08 14.00 (0.45 bh bh m m m 2 3 3 3 3 3 m m m m 32.20 1.564.13 0.00 318.30 12.961.2615/LS/APBD/2007 tanggal 27 Desember 2007 sebesar Rp901.10 363.48 47.687. 2 Koreksi perhitungan pada Addendum kontrak (pekerjaan beton sloof) TOTAL Harga Satuan (Rp) 3 2.001. Pemeriksaan fisik pekerjaan pada tanggal 17 April 2008 yang dilakukan oleh BPK RI bersama dengan PPTK dan pelaksana pekerjaan menunjukkan volume pekerjaan yang terpasang kurang dari kontrak sebesar Rp32.709.583.00 3. 1 Kolom praktis rumah dinas Lt.244.00 3.785.67) 1.545.294. Perwakilan BPK RI di Jakarta 18 .015. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a.622.409.00 2.80 0.00.16 658.42 0.38) (16.00 56. dan menugaskan penyedia barang/jasa untuk memperbaiki dan/atau melengkapi kekurangan pekerjaan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam kontrak. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksnaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah: 1) Pasal 36 ayat (2) yang menyatakan Pengguna barang/jasa melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan.014.344.00 70. baik secara sebagian atau seluruh pekerjaan. Jendela BV3 Hand railing tangga besi pipa stenless stel Pekerjaan pemasangan keramik Pondasi beton tapak setempat Kolom beton 15/30 rumah dinas Kolom praktis rumah dinas Lt.313/SPM/FSK/2007 tanggal 17 Desember 2007 dan SP2D No.26 3.76 27.00 Kontrak 4 37. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.00) 13.700.303.00 2.38 1.883.20 Fakta tersebut diatas membuktikan bahwa Berita Acara Pemeriksaan Barang dan Serah Terima Pekerjaan dibuat tidak sesuai dengan volume pekerjaan dalam kontrak sehingga kelebihan pembayaran.459.376.374. 95 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketujuh Atas Keputusan Presiden No.RGF-PH/DINKES/XII/2007 tanggal 10 Desember 2007 dan telah dibayar lunas.56 26.953.303.711.750.38) 0.20 1.029.225.283.493.095.247.05 Satuan 7 3 m m 3 Total Selisih (Rp) 8=6x3 13.60 (1.58 2.20 dengan rincian sebagai berikut: No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Uraian Pekerjaan 2 Pek. /BASTPP/K. Beton slab+wire mase M5 T=10cm Beton tangga lantai 1 ke 2 Pek. pembayaran terakhir berdasarksan SPM No.Pekerjaan tersebut telah dinyatakan selesai 100% sesuai dengan Berita Acara Serah Pekerjaan No.06 3.00 4.462.294.

c. Pengawas Lapangan.20.709. PPTK. dan rekanan atas kelalaiannya dalam melaksanakan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Atas permasalahan tersebut. Memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang.2) Pasal 36 ayat (3) yang menyatakan Pengguna barang/jasa menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak. pembayaran hanya dapat dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang. b. Hal tersebut terjadi karena: a. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengakui adanya kekurangan volume pekerjaan terpasang atas pekerjaan rehabilitasi berat gudang farmasi. Memberikan instruksi tertulis kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada PPTK. Perwakilan BPK RI di Jakarta 19 .583. Masalah tersebut mengakibatkan kerugian keuangan daerah sebesar Rp32. Pengawas Lapangan tidak optimal dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. b. tidak termasuk bahan-bahan dan alat-alat. Surat Perjanjian Nomor 477/KONTRAK-PTBK/IX/2007 tanggal 26 September 2007 Pasal 9 (Hak dan Kewajiban) ayat (2. Temuan tersebut telah ditindaklanjuti dengan menyetorkan keseluruhan kelebihan pembayaran ke Kas Daerah dengan STS tanggal 13 Mei 2008. BPK RI menyarankan Walikota Tangerang agar: a. 3) Penjelasan Pasal 33 ayat (2) yang menyatakan khusus pekerjaan kontruksi. b.d). Kepala Dinas Kesehatan kurang melakukan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan di unit kerjanya. Tim Pemeriksa hasil pekerjaan. Rekanan tidak melaksanakan pekerjaan sesuai volume dan spesifikasi kontrak. namun kerugian daerah tersebut telah dipulihkan dengan adanya penyetoran ke Kas Daerah sejumlah tersebut oleh Dinas Kesehatan. yang menyatakan Pihak Kedua melaksanakan dan menyelesaikan kegiatan sesuai yang telah ditetapkan dalam kontrak.

548. Pekerjaan Pembangunan Gedung SDN Doyong 4 dilaksanakan oleh PT MS berdasarkan Surat Perjanjian/Kontrak Nomor 17/Pan.00.65%.000.Pel-PG.PelPG. Pekerjaan tersebut telah dinyatakan selesai 100% sesuai dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan tanggal 6 Desember 2007 dan telah dibayar lunas dengan pembayaran terakhir berdasarkan SPM No.27 dengan rincian sebagai berikut: Perwakilan BPK RI di Jakarta 20 .01/P&K/2007 tanggal 9 Nopember 2007. Kegiatan program ini adalah Pembangunan Gedung SDN Doyong 4. 480/SPM/2007 tanggal 17 Desember 2007 dan SP2D No.I-17/Pan.900.632. Jangka waktu pelaksanaan selama 180 (seratus delapan puluh) hari kalender.735.488.596. Pembayaran Tiga Paket Pembangunan Gedung Sekolah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Melebihi Prestasi Pekerjaan Sebesar Rp74. pada TA 2007 telah melaksanakan pekerjaan Pembangunan Gedung Sekolah dengan alokasi anggaran Belanja Modal Gedung dan Bangunan untuk Kegiatan Pengadaan Konstruksi Gedung Sekolah (Kode Rekening: 1. Pembangunan Gedung SMP 8.263.124.01/P&K/2007 tanggal 16 Mei 2007 dengan nilai kontrak sebesar Rp1.00 dengan realisasi sebesar Rp4.075. 2346/LS/APBD/2007 tanggal 19 Desember 2007 sebesar Rp462.7.088. dan Pembangunan Gedung SDN Pabuaran Tumpeng 1. Kontrak ini mengalami perubahan berdasarkan Addendum Kontrak Add.000.00. terhitung sejak tanggal 16 Mei 2007 sampai dengan 11 Nopember 2007.000. Hasil pemeriksaan fisik secara uji petik di lapangan pada tanggal 26 dan 27 April 2008 diketahui bahwa Pekerjaan Pembangunan Gedung Sekolah tidak sesuai dengan kontrak sebagai berikut: a. Pembangunan Gedung SMP 4.01. Pasal 5 ayat 2 berubah menjadi perincian dari jenis volume harga dan jumlah harga pekerjaan seperti tercantum dalam lampiran surat perjanjian pemborongan perubahan pembangunan Gedung SDN Doyong 4 (Addendum-1).38 Juta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang.01 1.00 atau 97.01 16 03 5 2 3 26 01) sebesar Rp4. pada Pasal 2 ayat 1 berubah menjadi waktu penyelesaian pekerjaan ditetapkan selama 210 (dua ratus sepuluh) hari kalender terhitung sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Prestasi Pekerjaan Pembangunan Gedung SDN Doyong 4 ternyata tidak sesuai dengan kontrak sebesar Rp27.

738. Pintu Pagar Besi Railing tangga Instalasi Lampu Lampu SL Lantai keramik 40x40cm.784.00 10.31 201.68 45.767.00 78.00 Volume Pekerjaan Realisasi Selisih Fisik 5 6=4-5 1.476.Pelsebesar PG.00 38.520.735.871.55 32.00) 502.00 147.00 22.00) 27. Paving block.66 1.99 240. Kontrak ini berdasarkan Addendum Kontrak Add.277.157.500.00 Kontrak 4 469.00 (26.277. 428/SPM/2007 tanggal 13 Desember 2007 dan SP2D No.20 dengan rincian sebagai berikut: No 1 1 2 3 4 5 Uraian Pekerjaan 2 Pas. Pagar teralis besi Pek. Jangka waktu pelaksanaan selama 180 (seratus delapan puluh) hari kalender.39 8.00 1.00 5.936.940. terhitung sejak tanggal 16 Mei 2007 mengalami perubahan sampai dengan 11 Nopember 2007.263.60 2.00 75.00 83.595.665.380.097.461.20 m c.Pel- PG. t = 6 cm K250 Pek.932.30 38.00 10.007.00 524. Pekerjaan Pembangunan Gedung SDN Pabuaran Tumpeng I dilaksanakan oleh PT MKI berdasarkan tanggal Surat 21 Mei Perjanjian/Kontrak 2007 dengan Nomor nilai 17/Pan.00 77.050. Prestasi Pekerjaan Pembangunan Gedung SMPN 8 ternyata tidak sesuai dengan kontrak sebesar Rp38.55 650.915.517.259.435.66 1.00 546.075.213.00 1.00.157.37 82.36 0. Paving block. t = 6 cm K250 Pagar Precast T=2m Lantai keramik 40x40cm.50 51.77 15.018.058.No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Uraian Pekerjaan 2 Pas.00.25 266.24 1.750.961.00 (0.58 11.984.00 618.60 7.700.00 4.00 21. Pekerjaan Pembangunan Gedung SMPN 8 dilaksanakan oleh PT MAR berdasarkan Surat Perjanjian/Kontrak Nomor 17/Pan.168.00) Satuan 7 2 m m 2 m m ttk bh 2 m m 2 m 3 2 Total Selisih (Rp) 8=6x3 14.75 751.38 138.544.107.02/P&K/2007 kontrak Rp1.259.433.00 17.16 2. pada Pasal 2 ayat 1 berubah menjadi waktu penyelesaian pekerjaan ditetapkan selama 210 (dua ratus sepuluh) hari kalender terhitung sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).532.940.00 36. KW1 setara Mulia Plafond triplek 4mm + rangka kaso 5/7 List profil kayu 5 cm TOTAL Harga Satuan (Rp) 3 61.40 942.00 63.18) 6. Jangka waktu pelaksanaan selama 180 (seratus delapan Perwakilan BPK RI di Jakarta 21 .391.771.458.460.186.00 309.00 184.11 52.77 (510.I-117/Pan.03/P&K/2007 tanggal 16 Mei 2007 dengan nilai kontrak sebesar Rp1.03/P&K/2007 tanggal 9 Nopember 2007.27 b.000. KW1 setara Mulia Tangga Beton Pasangan dinding bata merah TOTAL Harga Satuan (Rp) 3 60.605.295.526.00 813.86 0. Pekerjaan tersebut telah dinyatakan selesai 100% sesuai dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan tanggal 10 Desember 2007 dan telah dibayar lunas dengan pembayaran terakhir berdasarksan SPM No.80 2.01 100.366.10 62.Pel-PG.70 Satuan 7 2 m m 2 m m 2 Total Selisih (Rp) 8=6x3 5.00 1.25 3.00.60 4.00 9.451.730.00 13.00 Kontrak 4 1.00 Volume Pekerjaan Realisasi Selisih Fisik 5 6=4-5 228.47 (8.26 5.097.2331/LS/APBD/2007 tanggal 18 Desember 2007 sebesar Rp738.857.09 740.

dan menugaskan penyedia barang/jasa untuk memperbaiki dan/atau melengkapi kekurangan pekerjaan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam kontrak.6200 Satuan 7 3 m m 2 m Total Selisih (Rp) 8=6x3 2. Kontrak ini mengalami perubahan berdasarkan Addendum Kontrak Add. 514/SPM/2007 tanggal 27 Desember 2007 dan SP2D No.55 1.85 Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Presiden No.820. Perwakilan BPK RI di Jakarta 22 .I-17/Pan. Pasal 5 ayat 2 berubah menjadi perincian dan jenis volume. tidak termasuk bahan-bahan dan alat-alat.255.5500 42.6800 1. terhitung sejak tanggal 21 Mei 2007 sampai dengan 11 Nopember 2007. baik secara sebagian atau seluruh pekerjaan.428.839.30 51. Pekerjaan tersebut telah dinyatakan selesai 100% sesuai dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan tanggal 6 Desember 2007 dan telah dibayar lunas. c.puluh) hari kalender. Pasal 36 ayat (3). yang menyatakan khusus pekerjaan kontruksi.2632 0.20 5.10 8. Pasal 36 ayat (2) yang menyatakan Pengguna barang/jasa melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan.245. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.301.327.Pel-PG. b.250. 95 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketujuh Atas Keputusan Presiden No. Prestasi Pekerjaan Pembangunan Gedung SDN Pabuaran Tumpeng I ternyata tidak sesuai dengan kontrak sebesar Rp8.02/P&K/2007 tanggal 9 Nopember 2007.80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.00 819.245. Penjelasan Pasal 33 ayat (2).232.111.85 dengan rincian sebagai berikut: No 1 1 2 3 Uraian Pekerjaan 2 Tangga beton Pagar Precast T=2m Pasangan pagar ½ bata dan tumpak besi TOTAL Harga Satuan (Rp) 3 4.721. harga satuan dan jumlah harga pekerjaan seperti dalam lampiran ini (Addendum I).00. yang menyatakan Pengguna barang/jasa menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak.193.30 Volume Pekerjaan Realisasi Selisih Fisik 5 6=4-5 2.5068 17.839.422.00 309.7500 49. pembayaran terakhir berdasarksan SPM No.00 Kontrak 4 2.083.yaitu: a. pembayaran hanya dapat dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang.77 60. pada Pasal 2 ayat 1 berubah menjadi waktu penyelesaian pekerjaan ditetapkan selama 210 (dua ratus sepuluh) hari kalender terhitung sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden No.2623/LS/APBD/2007 tanggal 27 Desember 2007 sebesar Rp512.

380.25 16 Mei 2008 38. Hal tersebut terjadi karena: a.Masalah tersebut mengakibatkan kerugian keuangan daerah atas kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp74. c.245. Atas permasalahan tersebut. namun kerugian daerah tersebut telah dipulihkan dengan adanya penyetoran ke Kas Daerah sejumlah tersebut oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.263. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kurang melakukan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan di unit kerjanya.092.32 (Rp27.078. Memberikan instruksi tertulis kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang untuk memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada PPTK.517.984. b. dan rekanan atas kelalaiannya dalam melaksanakan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Pengawas Lapangan.097.85).283. b.839. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang mengakui adanya kekurangan volume pekerjaan pada Tiga Paket Pembangunan Gedung Sekolah. 1 2 3 Uraian Pekerjaan Pembangunan Gedung SDN Doyong 4 Pekerjaan Pembangunan Gedung SMPN 8 Pekerjaan Pembangunan Gedung SDN Pabuaran Tumpeng I Jumlah Pembayaran ke Kas Daerah Jumlah (Rp) Tanggal Setor 27.15 8. Tim Pemeriksa hasil pekerjaan.735. PPTK dan Pengawas Lapangan lalai dalam melakukan pengawasan atas pelaksanaan fisik di lapangan. Temuan tersebut telah ditindaklanjuti dengan menyetorkan kelebihan pembayaran ke Kas Daerah sebagai berikut: No.63 BPK RI menyarankan Walikota Tangerang agar: a.591.23 15 Mei 2008 16 Mei 2008 Keterangan PT MS PT MAR PT MKI 74.277.20 + Rp8. Perwakilan BPK RI di Jakarta 23 .839.27 + Rp38.390. Memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang. Rekanan lalai dalam memenuhi kewajibannya sesuai kontrak.266.

8. Pembayaran Dua Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jalan pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Melebihi Prestasi Pekerjaan Sebesar Rp24,69 Juta Belanja Modal Jalan, Jembatan dan Jaringan untuk Program

Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang (Kode Rekening: 1.03 1.03.01 18) pada TA 2007 memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp66.039.421.154,84 dan telah direalisasi sebesar

Rp63.944.446.213,00 atau (96.83%). Kegiatan program ini adalah Rehabilitasi Jalan Kec. Tangerang, Rehabilitasi Jalan Kec. Jatiuwung, Rehabilitasi Jalan Kec. Batuceper, Rehabilitasi Jalan Kec. Benda, Rehabilitasi Jalan Kec. Cipondoh, Rehabilitasi Jalan Kec. Ciledug, Rehabilitasi Jalan Kec. Karawaci, Rehabilitasi Jalan Kec. Priuk, Rehabilitasi Jalan Kec. Cibodas, Rehabilitasi Jalan Kec. Neglasari, Rehabilitasi Jalan Kec. Pinang, Rehabilitasi Jalan Kec. Karang Tengah, Rehabilitasi Jalan Kec. Larangan. Hasil pemeriksaan fisik secara uji petik di lapangan pada tanggal 4 Mei 2008 diketahui bahwa Pekerjaan Rehabilitasi Jalan tidak sesuai dengan kontrak sebagai berikut: a. Pekerjaan Rehabilitasi Jl. Husein Sastranegara tahap II dilaksanakan oleh PT SS berdasarkan BM/IV/2007 Surat tanggal Perjanjian/Kontrak 12 April 2007 Nomor dengan 620/005/K/WIL-BND/PUnilai kontrak sebesar

Rp2.965.548.000,00. Jangka waktu pelaksanaan selama 180 (seratus delapan puluh) hari kalender, terhitung sejak tanggal 13 April 2007 sampai dengan 9 Oktober 2007. Kontrak ini mengalami dua kali perubahan yaitu Addendum I Kontrak No. 620/005/K/AMD.I/WIL-BND/PU-BM/VII/2007 tanggal 30 Juli 2007, yang menyatakan bahwa terdapat penambahan maupun pengurangan volume pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, dengan adanya

penambahan maupun pengurangan volume pekerjaan tidak mengakibatkan berubahnya nilai kontrak, dan Addendum kontrak II No. 620/005/K/RHBBND/DPU-BM/IV/2007 tanggal 9 Oktober 2007 Pasal 2 menyatakan bahwa pihak kedua harus melaksanakan, menyelesaikan, dan memperbaiki pekerjaan, yaitu paket rehabilitasi Jl. Husein Sastranegara Tahap II (lanjutan) sesuai dengan surat perjanjian ini dan lampirannya (kontrak). Waktu penyelesaian pekerjaan dihitung sejak tanggal mulai kerja, adalah 180 (seratus delapan puluh) hari kalender, menjadi 210 (dua ratus sepuluh) hari kalender. Pekerjaan tersebut telah dinyatakan selesai 100% sesuai dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No. 070/BASTP/RHB-BND/PU-BM/XI/2007 tanggal 1 Nopember 2007 dan telah
Perwakilan BPK RI di Jakarta 24

dibayar lunas, pembayaran terakhir berdasarksan SPM No. 509/SPM/2007 tanggal 20 Nopember 2007 dan SP2D No. 1732/LS/DAU/2007 tanggal 20 Nopember 2007 sebesar Rp332.310.700,00. Prestasi Pekerjaan Rehabilitasi Jl. Husein Sastranegara tahap II tidak sesuai dengan kontrak senilai

Rp22.689.419,21 dengan rincian sebagai berikut:
No 1 1 Uraian Pekerjaan 2 Pekerjaan Batu Kali TOTAL Harga Satuan (Rp) 3 496.160,49 Kontrak 4 828,60 Volume Pekerjaan Realisasi Selisih Fisik 5 6=4-5 782,87 45,73 Satuan 7 3 m Total Selisih (Rp) 8=6x3 22.689.419,21 22.689.419,21

b. Pekerjaan Rehabilitasi Jl. Raya Kali Perancis dilaksanakan oleh PT BU berdasarkan BM/IV/2007 Surat tanggal Perjanjian/Kontrak 10 April 2007 Nomor dengan 620/006/K/WIL-BND/PUnilai kontrak sebesar

Rp1.964.260.000,00. Jangka waktu pelaksanaan selama 180 (seratus delapan puluh) hari kalender, terhitung sejak tanggal 12 April 2007 sampai dengan 8 Oktober 2007. Kontrak ini mengalami perubahan berdasarkan Addendum Kontrak 620/006/K/AMD.I/WIL-BND/PU-BM/VI/2007 tanggal 4 Juni 2007, yang

menyatakan bahwa terdapat penambahan maupun pengurangan volume pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, dengan adanya

penambahan maupun pengurangan volume pekerjaan tidak mengakibatkan berubahnya nilai kontrak. Pekerjaan tersebut telah dinyatakan selesai 100% sesuai dengan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No.010/BAP/PHO/WILBND/PU-BM/2007 tanggal 25 Juni 2007 dan telah dibayar lunas dengan pembayaran terakhir berdasarksan SPM No. 273/SPM/2007 tanggal 19 Juli 2007 dan SP2D No. 582//LS/DAU/2007 tanggal 20 Juli 2007 sebesar

Rp762.031.700,00. Prestasi Pekerjaan Rehabilitasi Jl. Raya Kali Perancis tidak sesuai dengan kontrak sebesar Rp2.003.649,02 dengan rincian sebagai berikut:
No 1 1 Uraian Pekerjaan 2 Perkerasan jalan beton K-350 T=25cm TOTAL Harga Satuan (Rp) 3 693.304,16 Kontrak 4 1.991,89 Volume Pekerjaan Realisasi Selisih Fisik 5 6=4-5 1.989,00 2,89 Satuan 7 3 m Total Selisih (Rp) 8=6x3 2.003.649,02 2.003.649,02

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Presiden No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketujuh Atas Keputusan Presiden No.80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,yaitu: a. Pasal 36 ayat (2) yang menyatakan Pengguna barang/jasa melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan, baik secara sebagian atau
Perwakilan BPK RI di Jakarta 25

seluruh pekerjaan, dan menugaskan penyedia barang/jasa untuk memperbaiki dan/atau melengkapi kekurangan pekerjaan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam kontrak. b. Pasal 36 ayat (3) yang menyatakan Pengguna barang/jasa menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak. c. Penjelasan Pasal 33 ayat (2) yang menyatakan khusus pekerjaan kontruksi, pembayaran hanya dapat dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang, tidak termasuk bahan-bahan dan alat-alat. Masalah tersebut mengakibatkan kerugian keuangan daerah atas kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp24.693.068,23 (Rp22.689.419,21 + Rp2.003.649,02), namun kerugian daerah tersebut telah dipulihkan dengan adanya penyetoran ke Kas Daerah sejumlah tersebut oleh Dinas Pekerjaan Umum. Hal tersebut terjadi karena: a. PPTK dan Pengawas Lapangan lalai dalam melakukan pengawasan atas pelaksanaan fisik di lapangan. b. Rekanan lalai dalam memenuhi kewajibannya sesuai kontrak. c. Kepala Dinas Pekerjaan Umum kurang melakukan pengendalian atas

pelaksanaan kegiatan di unit kerjanya. Atas permasalahan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang mengakui adanya kekurangan volume pekerjaan rehabilitasi jalan. Temuan tersebut telah ditindaklanjuti dengan menyetorkan kelebihan pembayaran ke Kas Daerah sebagai berikut:
No. 1 2 Uraian Pekerjaan Rehabilitasi Jl. Husein Sastranegara tahap II Pekerjaan Rehabilitasi Jl. Raya Kali Perancis Jumlah Pembayaran ke Kas Daerah Jumlah (Rp) Tanggal Setor 22.691.403,85 15 Mei 2008 2.004.242,66 24.695.646,51 15 Mei 2008 Keterangan PT SS PT BU

BPK RI menyarankan Walikota Tangerang agar: a. Memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang. b. Memberikan instruksi tertulis kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang untuk memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada PPTK, Tim Pemeriksa hasil pekerjaan, Pengawas Lapangan, dan
Perwakilan BPK RI di Jakarta 26

150.00 dengan rincian dimuat dalam Lampiran 4. Perwakilan BPK RI di Jakarta 27 . Sekretaris DPRD kurang melakukan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.447.000. Komponen yang termasuk dalam uang harian meliputi uang saku.150.160-DALBANG/2007 tanggal 20 Agustus 2007 tentang Perubahan atas Lampiran Keputusan Walikota Tangerang Nomor 902/Kep. 9. Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) lalai dalam melakukan verifikasi bukti pertanggungjawaban.75% dari anggaran. b.00 dan direalisasikan sebesar Rp691.950. Hal tersebut mengakibatkan pengeluaran senilai Rp33.00 atau 47.980.950.A-DALBANG/2006 tentang Standar Biaya TA 2007 dalam komponen Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah menyatakan bahwa bagi yang ditugaskan untuk mengikuti pendidikan dinas di luar kedudukan pembayaran uang harian diberikan setinggi-tingginya sebesar 30% (tiga puluh persen) dari uang harian yang ditetapkan.000.000. namun kerugian daerah tersebut telah dipulihkan dengan adanya penyetoran ke Kas Daerah sejumlah tersebut oleh Sekretariat DPRD. Hal tersebut terjadi karena: a.00 merugikan keuangan daerah. dan uang penginapan.95 Juta Sekretariat DPRD Kota Tangerang pada TA 2007 mengalokasikan anggaran Belanja Barang untuk Kegiatan Perjalanan Dinas Luar Daerah Pimpinan dan Anggota DPRD sebesar Rp1.902/Kep. Komponen biaya perjalanan tersebut meliputi biaya transportasi pulang pergi. uang makan dan transport lokal. Hasil pemeriksaan atas bukti pertanggungjawaban diketahui bahwa terdapat pembayaran uang harian atas anggota DPRD dan staf Sekretariat DPRD yang mengikuti pendidikan di luar tempat kedudukan dibayarkan secara penuh. Pembayaran atas uang harian ini melebihi ketentuan sebesar Rp33.rekanan atas kelalaiannya dalam melaksanakan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya.365. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Walikota Tangerang No. uang harian. Pembayaran Uang Harian Pada Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Melebihi Ketentuan Sebesar Rp33.

dan uang penginapan.00 atau 43. Komponen biaya perjalanan tersebut meliputi biaya transportasi pulang pergi.00 dan direalisasikan sebesar Rp7.000. invoice pembayaran penginapan untuk pertanggungjawaban uang penginapan. uang harian. Memberikan instruksi tertulis kepada Sekretaris DPRD Kota Tangerang untuk memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada PPK. Hasil pemeriksaan atas perjalanan ke luar daerah yang menggunakan moda transportasi pesawat terbang diketahui beberapa kelemahan yang diperoleh berdasarkan hasil konfirmasi dengan PT GI. menunjukkan bahwa: a. Hasil konfirmasi atas 297 buah tiket yang menggunakan layanan PT GI. namun hanya digunakan untuk satu kali perjalanan (one way). c. sedangkan tiket yang dilampirkan sebagai bukti pertanggungjawaban merupakan tiket perjalanan return way (kode konfirmasi Y dengan keterangan). 10.09 Juta Tidak Sesuai Dengan Ketentuan Sekretariat DPRD Kota Tangerang pada TA 2007 mengalokasikan anggaran Belanja Barang untuk Kegiatan Perjalanan Dinas Luar Daerah berupa Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Luar Daerah. Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah.000. Tiga tiket menunjukkan bahwa nomor tiket yang dikonfirmasi sesuai nama yang tercantum dalam nomor tiket tersebut. Bukti pertanggungjawaban atas biaya perjalanan tersebut meliputi tiket pesawat dan boarding pass jika menggunakan moda transportasi pesawat terbang atau kereta api.950.049. dan disertai dengan bukti kunjungan Surat Perintah Perjalanan Dinas. dan untuk uang harian dibayarkan secara lumpsum. Realisasi Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah Pada Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sebesar Rp519. b.479.Atas permasalahan tersebut telah ditindaklanjuti dengan menyetorkan ke kas daerah sebesar Rp33.00 pada tanggal 17 Mei 2008. dan Peningkatan Kapasitas Pimpinan dan Anggota DPRD sebesar Rp16. b. BPK RI menyarankan Walikota Tangerang agar: a. Memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada Sekretaris DPRD Kota Tangerang.961. 44 tiket tidak ditemukan dalam database PT GI dengan rincian: Perwakilan BPK RI di Jakarta 28 .850. 21 tiket yang dilampirkan dalam pertanggungjawaban sesuai dengan database PT GI.249.99% dari anggaran.

1) Sebanyak 14 tiket diperoleh informasi bahwa nomor tiket yang dikonfirmasi tersebut terdapat dalam database PT GI namun nama yang tercantum dalam tiket tersebut tidak sesuai dengan nama anggota DPRD maupun staf Sekretariat DPRD yang melakukan perjalanan dinas (kode konfirmasi N). sehingga atas biaya perjalanan pada 229 tiket sebesar Rp1. Keputusan Walikota Tangerang No.160-DALBANG/2007 tanggal 20 Agustus 2007 tentang Perubahan atas Lampiran Keputusan Walikota Tangerang Nomor 902/Kep. dan manfaat untuk masyarakat. d. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah: 1) Pasal 4 ayat (2) menyatakan bahwa keuangan daerah dikelola secara tertib. taat pada peraturan perundang-undangan.200.150.00 dengan rincian dimuat dalam Lampiran 6. 3) Pasal 132 ayat (1) menyatakan bahwa setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah.00.00 terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp273. ekonomis. Atas hasil konfirmasi poin b dan c (47 tiket) tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa bukti pertanggungjawaban yang disampaikan merupakan bukti pertanggungjawaban yang tidak sah. 229 tiket menunjukkan bahwa realisasi transportasi tidak sesuai dengan bukti pertanggungjawaban yang dilampirkan. Rincian biaya perjalanan dinas dimuat dalam Lampiran 5. 2) Pasal 4 ayat (2) menyatakan bahwa secara tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bahwa keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan tepat guna yang didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. 2) Sebanyak 30 tiket tidak ditemukan dalam database milik PT GI (kode konfirmasi X).796.900. b. efisien. transparan.100.596. Hal tersebut tidak sesuai dengan: a. Perwakilan BPK RI di Jakarta 29 .400. uang harian dan uang penginapan juga dipertanggungjawabkan secara tidak sah dengan total nilai biaya perjalanan sebesar Rp245. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan.294.902/Kep. Konsekuensi dengan biaya transportasi yang tidak sah adalah semua pengeluaran perjalanan dinas terkait dengan uang transportasi tiket tersebut dhi.A-DALBANG/2006 tentang Standar Biaya TA 2007 yang menyatakan bahwa biaya transportasi pulang pergi (PP) dibayarkan berdasarkan biaya riil sesuai dengan jenis moda transportasi yang digunakan. efektif. kepatutan.

d. 26 Mei 2008 sebesar Rp519. dan Pertanggungjawaban Bantuan Keuangan Partai Politik TA 2006. Belanja Daerah TA 2004 dan 2005. 13 Mei 2008.00.796. Temuan tersebut telah seluruhnya ditindaklanjuti dengan penyetoran ke kas daerah dengan STS antara tanggal 16 s.00 untuk kelebihan pembayaran biaya perjalanan. Neraca Awal per 31 Desember 2003. semua saran yang disampaikan BPK RI telah ditindaklanjuti.00 untuk bukti yang tidak sah dan Rp273. Sekretaris DPRD kurang melakukan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. BPK RI menyarankan Walikota Tangerang agar memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada Sekretaris DPRD Kota Tangerang.00 yang terdiri dari Rp245. Empat Hasil Pemeriksaan yang terdiri dari pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA 2005. Belanja Daerah TA 2006. Untuk bukti pertanggungjawaban yang tidak sah akan dilengkapi dengan melakukan pengecekan ulang kepada maskapai penerbangan. Empat Hasil Pemeriksaan yang terdiri dari pemeriksaan atas LKPD TA 2004. LKPD TA 2006. Hal tersebut terjadi karena: a.00 didukung dengan bukti yang tidak sah dan kelebihan pembayaran sebesar Rp273.Hal tersebut mengakibatkan kerugian daerah sebesar Rp519.900.100.796. 11.091.d.294. Pimpinan dan Anggota DPRD belum sepenuhnya mendorong terciptanya pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. dan Laporan Keuangan PDAM Tirta Benteng Tahun Buku 2005.100.00 dengan rincian Rp245. masih terdapat saran Perwakilan BPK RI di Jakarta 30 . b.000. b.091.294. Pemerintah Kota Tangerang Belum Menindaklanjuti Empat Hasil Pemeriksaan Sesuai Saran BPK RI Berdasarkan hasil pemantauan tindak lanjut atas delapan Hasil Pemeriksaan BPK RI yang dilaksanakan pada Pemerintah Kota Tangerang s. Atas permasalahan tersebut Sekretaris DPRD menyatakan bahwa pada dasarnya perjalanan dinas tersebut telah dilaksanakan namun kelemahan pertanggungjawaban tersebut memang terjadi dan akan menjadi perhatian di masa yang akan datang. diketahui hal-hal sebagai berikut: a.000.900. namun kerugian daerah tersebut telah dipulihkan dengan penyetoran ke Kas Daerah sejumlah tersebut oleh Sekretariat DPRD.

936.60 telah ditindaklanjuti sesuai saran BPK RI sebanyak 17 (tujuh belas) saran sebesar Rp2.00.yang ditindaklanjuti belum sesuai saran yang disampaikan BPK RI dengan rincian: 1) Atas 27 (dua puluh tujuh) saran Hasil Pemeriksaan LKPD TA 2004 sebesar Rp7.888.307.250. d.683. 4) Atas 20 (dua puluh) saran Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan PDAM Tirta Benteng Tahun Buku 2005 sebesar Rp47.262.970. 2) Atas 13 (tiga belas) saran Hasil Pemeriksaan Belanja Daerah TA 2004 dan 2005 sebesar Rp1. 3) Atas 17 (tujuh belas) saran Hasil Pemeriksaan Neraca Awal per 31 Desember 2003 sebesar Rp635.694.724.13 telah ditindaklanjuti sesuai saran BPK RI sebanyak 12 (dua belas) saran sebesar Rp1.43 telah ditindaklanjuti sesuai saran BPK RI sebanyak 24 (dua puluh empat) saran sebesar Rp6.60 dan 3 (tiga) saran telah ditindaklanjuti namun belum sesuai saran yang disampaikan BPK RI sebesar Rp44.101.602.02 dan 4 (empat) saran telah ditindaklanjuti namun belum sesuai saran yang disampaikan BPK RI sebesar Rp611.353.351. Ayat (3) menyatakan bahwa jawaban atau penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada BPK selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah laporan hasil pemeriksaan diterima.961.896.224.799.13 dan satu 1 (satu) saran telah ditindaklanjuti namun belum sesuai saran yang disampaikan BPK RI sebesar Rp117. Ayat (1) menyatakan bahwa Pejabat Wajib menindaklanjuti rekomendasi dalam laporan hasil pemeriksaan.624.02 telah ditindaklanjuti sesuai saran BPK RI sebanyak 13 (tiga belas) saran sebesar Rp23. Hal tersebut tidak sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara Pasal 20: a.719.671. c. b.224.837. Ayat (2) menyatakan bahwa Pejabat wajib memberikan jawaban atau penjelasan kepada BPK tentang tindak lanjut atas rekomendasi dalam laporan hasil pemeriksaan.232.000.597. Ayat (5) menyatakan bahwa Pejabat yang diketahui tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikenai sanksi Perwakilan BPK RI di Jakarta 31 .800.317.710.076.00.330.037. Pemantauan atas tindak lanjut hasil pemeriksaan yang belum sesuai saran BPK RI dimuat dalam Lampiran 7.381.00.00.824.591.43 dan 3 (tiga) saran telah ditindaklanjuti namun belum sesuai saran yang disampaikan BPK RI sebesar Rp784.

Perwakilan BPK RI di Jakarta 32 .049. Atas keterlambatan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan tersebut. BPK RI menyarankan kepada Walikota Tangerang agar memberikan instruksi kepada Kepala Badan Pengawas Daerah Kota Tangerang supaya meningkatkan koordinasi penyelesaian tindak lanjut dengan pejabat terkait/kompeten.406.00 belum diterima kembali oleh Pemerintah Kota Tangerang.administratif sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan di bidang kepegawaian.888. menyebabkan administrasi pertanggungjawaban keuangan daerah belum lengkap sebesar Rp656.017.00 dan kerugian daerah sebesar Rp902.159.

00 4.47 1.00 19.00 613.974.77 1.00 4.967.748.00 363.568.00 3.00 225.00 7.77 16.93 14.00 5.00 12.00 4.00 130.318.800.00 15.00 36.00 896.817.00 45.76 323.990.00 131.02 103.098.00 2.886.23 93.00 490.00 264.00 ph ph ph ph ph ph ph ph ph ph ph ph plb plb plb plb plb plb plb plb plb plb plb plb 397.00 69.00 342.617.174.00 36.00 4.226.00 670.998.698.00 19.150.00 12.00 1.584.00 1.00 10.558.00 10.00 7.356.250.00 1.37 321.280.00 282.817.133.00 254.00 10.00 3.723.760.00 18.00 97.00 28.099.416.00 2.00 6.00 bh bh bh plb 137.344.80 484.000.598.30 0.00 TOTAL 10.984.00 1.995.88 579.688.00 367.00 10.356.127.000.00 3.80 1.46 13.00 1.502.44 17.704.698.925.00 225.00 293.00 1.00 2.078.00 7.00 1.52 397.80 0.68 3.00 2.886.00 16.00 139.604.00 7.205.00 2.200.00 7.000.00 4.00 7.150.00 8.764.060.00 10.20 862.368.44 Volume Pekerjaan Realisasi Selisih 5 6=4-5 524.420.109.000.00 1. Berhias No 1 I 1 2 3 4 5 6 7 II 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 III 1 2 IV 1 2 3 4 Uraian Pekerjaan 2 JOGGING TRACK Pekerjaan Paving Blok Pasangan Kanstein Paving Blok Pasir Urug Padat Paving Blok Pasang Batu Templek Tak Beraturan Pasangan Kanstein Batu Templek Lantai Kerja Beton Pasir Urug Padat Batu PENANAMAN Kamboja Tabebuya Palm Ekor Tupai Kelapa Gading Sikat Botol Kelapa Sawit Janda Merana Dadap Merah Biola Cantik Bambu Jepang Pandan Bali Agave Strip Bougenville Pagar Bougenville Variegata Teh-tehan Soka Hawai Puring Lili Brazil Phylodendron Airis Bakung Air Mancur Terang Bulan Landep Baby Blue Eyes PEKERJAAN PAGAR Pagar Cor Beton Pilar Pagar PEKERJAAN LAIN-LAIN Bangku Bak Sampah Precast concrete Phylidendron Harga Satuan (Rp) 3 64.00 2.00 83.668.00 2.716.00 8.810.988.402.715.00 5.00 575.144.00 12.00 6.00 15.704.174.00 565.677.00 12.00 13.00 663.992.592.584.29 348.00 Kontrak 4 525.80 873.00 14.00 85.00 400.200.00 2.00 805.25 .10 3.818.15 16.05 13.20 26.Lampiran 1.291.00 18.763.00 1.280.00 21.00 1.00 70. Kekurangan Volume Ruang Terbuka Hijau Jl.50 26.425.704.90 876.00 34.00 1.704.00 146.348.792.00 147.00 10.67 0.00 4.00 50.00 1.00 405.00 121.24 335.00 1.80 6.39 2.174.00 319.67 Satuan 7 m2 m m3 m2 m m3 m3 Total Selisih (Rp) 8=6x3 71.00 518.00 94.00 10.228.00 85.587.00 577.00 450.95 17.00 342.276.964.00 723.75 360.587.00 425.00 553.450.004.00 115.07 m2 m3 1.00 617.00 1.00 139.00 20.00 512.020.00 147.00 15.00 1.704.00 248.769.00 10.758.00 16.600.00 40.00 28.248.368.

00 343.00) (8.236.00 - ph ph ph ph ph ph ph ph ph ph ph 5.00) (343.00 724.00 206.24 308.408.00 75.00 71.076.786.60) (73.00) 1.50 46.00 84.00 5.00 94.00 1.792.00 10.176.396.00 139.288.00 100.00 554.00 - bh 8.884.11 28.900.00 50.500.00 27.447.00 TOTAL 5.00) 10.223.16 265.753.68 (1.00 39.622.00 50.925.00) 840.29 3.786.00 85.00 50.00) 1.810.00 36.134.638.00 406.00 20.760.786.37 42.00 115.00 30.93 m2 m3 1.00 8.696.784.00) 11.00 20.07) 8.73 39.00 87.00) (753.766.22 968.50 46.00) 1.63 8.20 2.00 1.75 311.480.00 398.40 59.596.00 90.925.68 27.00 64.00 13.00 (7.00) (1.553.712.00 4.850.794.88 562.00 51.00 50.00 6.448.35 0.621.00 110.95 553.363.00 159.00 103.562.00 150.339.00 - 367.00) (0.00) (9.00 37.765.176.00 191.500.356.00 10.46) (2.00 (4.00 130.048.00 28.00 490.20 28.00 (85.00 30.43 0.526.126.11 Volume Pekerjaan Realisasi Selisih 5 6=4-5 938.323.376.985.267.00 30.00 139.00 60.00 122.096.00 36.00 bh bh bh plb bh plb 882.00) 96.00 Kontrak 4 937.00 58.626.00 24.00 972.00 (1.500.50 1.64 2. Kekurangan Volume Penataan Ruang Terbuka Hijau Jl.00 131.00 350. Kali Pasir No 1 I 1 2 3 4 5 6 7 II 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 III 1 2 IV 1 2 3 4 5 6 V 1 Uraian Pekerjaan 2 JOGGING TRACK Pekerjaan Paving Blok Pasangan Kanstein Paving Blok Pasir Urug Padat Paving Blok Pasang Batu Templek Tak Beraturan Pasangan Kanstein Batu Templek Lantai Kerja Beton Pasir Urug Padat Batu PENANAMAN Kamboja Tabebuya Palm Ekor Tupai Kelapa Gading Sikat Botol Kelapa Sawit Janda Merana Dadap Merah Biola Cantik Bambu Jepang Pandan Bali PEKERJAAN PAGAR Pagar Cor Beton Pilar Pagar PEKERJAAN LAIN-LAIN Bangku Bak Sampah Precast concrete Phylidendron Cloupot Tanaman Bakung PEKERJAAN TAMBAHAN Bak Sampah Harga Satuan (Rp) 3 64.150.00 (522.00 75.85 27.00 19.29 580.96 1.226.53 256.899.203.564.00 (13.00 50.250.00 806.Lampiran 2.356.00 70.28 .00 147.00 757.43 Satuan 7 m2 m m3 m2 m m3 m3 Total Selisih (Rp) 8=6x3 (94.00 85.980.216.872.786.00 1.

042.00 - 14.19 (0.140.00 2.63 0.81 1 2 3 4 5 6 7 V 1 221.00 7.280.940.47 3.00 14.26 4.00 8.022.987.513.079.932.00 (1.600.00 26.06) 379.738.096.00 7.622.00 44.00 13.813.048.105.773.00 147.076.880.777.600.554.811.14 2.579.00 44.00 6.042.00 26.13 (1.506.00 73.240.279.880.879.528.00 147.540. PINTU.00 27.457.57 5.02 2.313.00 1.00 851.56 2.00 2.506.749.00 1.583.795.00 1.600.00 2.00 (1.548.00) 1.476.00 3.41 (1.400.318.00) 1. 3 Kekurangan Volume Pekerjaan Pembangunan Gedung Kantor Kecamatan Tangerang Harga Satuan No 1 I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 II 1 2 3 4 III 1 2 3 IV 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Uraian Pekerjaan 2 PEKERJAAN STRUKTUR Lantai 1 Beton Tangga Lt 1 ke Lt 2 Canopy atas jendela Balok atap dak entrance pendopo + balok canopy jendela Plat dak entrance Listplank beton atap dak entrance pendopo Lantai 2 Listplank beton penghubung Balok dak selasar penghubung Pelat dak selasar penghubung Canopy atas jendela Balok canopy atas jendela PEKERJAAN KUSEN.079.00 7.25 722.00) (48.00 360.00 22.00 3.00 9.245.32 1.00 30.42) 0.00 345.00 95.57 2.00 (1.00 63.602.00 1.00 1.14) bh bh bh bh 79.40 2.50 473.000.24 5.457.00 3.900.00) 27.140.00 3.795.00) 590.00 2.402.00 4.30) 185.33 (12.880.00 3.647.30 169.00 11.00 18.00 95.00 2.720.048.00 3.00 243.00 1.15 0.45 17.Lampiran.00 5.00 79.00) 1.00 36.00 7.00 191.13 1.00) 4.00 6.00 4.68 m2 .000.00) 2.00 8.600.00 2.29) (35.57 bh bh bh bh bh bh bh 60.47 2.00 17.44) (4.308.00 (1.28 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 1.960.069.54 1.60 0.601.10 0.900.940.00 66.82) m2 m2 m2 221.00 22.418.00 177.10 16.01) 0.400.00 11.00 9.56 5.00 95.927.585.060.601.00 17.583.00 (1. JENDELA.00 2.00 27.00 17.601.904.00 8.32 (0.211.01) (0.800.060.046.21 0.00 2.00 - (9.000.00 1. KACA J1 J4 J6 Hand railing tangga PEKERJAAN KERAMIK Lantai 1 Tangga Lantai 2 PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL Lantai 1 Lampu TKI 2x18W (Rewflektor) Lampu TKI 1x18W (Rewflektor) Lampu Taman PLC 20W + tiang t = 150 cm Lampu TKI 1x18W Downlight PLC 20W Downlight PLC 20W Pekerjaan instalasi stop kontak Saklar tunggal Saklar seri Saklar triple Lantai 2 Lampu TKI 2x18W (Rewflektor) Lampu TKI 1x18W (Rewflektor) Downlight PLC 40W Pekerjaan instalasi stop kontak Saklar tunggal Saklar seri Saklar triple PEKERJAAN LAIN-LAIN Pemasangan Paving TOTAL (Rp) 3 Volume Pekerjaan Realisasi Kontrak Selisih Fisik 4 5 6=4-5 Total Selisih Satuan 7 (Rp) 8=6x3 4.00 1.900.00 (10.00 11.00 9.62 0.583.585.10) 1.940.506.00 14.92 3.01 (144.58 358.583.420.43 10.099.080.14 1.79 0.00 2.00 36.00 1.992.00 bh bh bh bh bh bh bh bh bh bh 3.86 0.91 4.00) (0.44) 160.43 15.980.00 123.343.00 128.060.00) 1.00 2.00 3.506.00 (78.00 2.00 (3.43 2.81 (4.00 11.496.24 (2.86 0.80 220.120.40 0.231.00) 123.080.00 26.022.810.400.00 79.93 218.524.976.00) 7.00 (36.00 2.00) 191.245.628.00 (1.02 2.

00 660.000.00 800.00 660. Kelebihan Pembayaran Uang Harian DPRD dan Sekretariat DPRD Tanggal No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 AR AH CAM TAH Sa SKW HD YR U SN H DF Sy N MBM HR EM AD DW MBM HR Total No Surat Tugas 893.00 500.000.00 750.00 1.000.000.000.00 550.00 200.00 1.000.950.00 750.540.000.000.15/12/2007 Pelatihan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah 14 .00 2.000.000.000.200.00 6.000.200.000.00 Uang Harian Total 2.00 630.000.00 2.00 550.000.00 660.000.725.15/12/2007 Pelatihan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah 14 .000.000.540.00 180.000.8/982A-Setwan 893.00 2.000.000.000.540.000.00 48.00 900.000.000.200.8/982A-Setwan 893.00 840.00 2.00 2.8/982A-Setwan 893.000.750.000.15/12/2007 Pelatihan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah 14 .025.15/12/2007 Pelatihan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah 14 .000.000.8/982A-Setwan 893.000.00 1.00 600.000.000.00 660.540.00 360.00 560.00 750.100.540.000.200.00 270.00 420.000.000.00 1.00 450.550.00 300.00 660.00 660.00 14.000.000.00 550.00 900.000.725.00 2.000.000.00 550.15/12/2007 Pelatihan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah 14 .000.00 250.15/12/2007 Pelatihan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah 14 .000.200.000.200.00 660.00 900.8/982A-Setwan 893.000.000.15/12/2007 Pelatihan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah 14 .000.025.15/12/2007 Mengikuti Diklat Lemhanas di Jakarta Mengikuti Diklat Lemhanas di Jakarta Workshop kedudukan protokoler keuangan dan mekanisme tata kelola persidangan Workshop kedudukan protokoler keuangan dan mekanisme tata kelola persidangan Workshop kedudukan protokoler keuangan dan mekanisme tata kelola persidangan Mengikuti Diklat (ADEKSI) di Legian Bali Mengikuti Diklat (ADEKSI) di Legian Bali Berangkat 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 10/12/2007 10/12/2007 02/11/2007 02/11/2007 02/11/2007 13/11/2007 13/11/2007 Kembali 16/12/2007 16/12/2007 16/12/2007 16/12/2007 16/12/2007 16/12/2007 16/12/2007 16/12/2007 16/12/2007 16/12/2007 16/12/2007 16/12/2007 16/12/2007 16/12/2007 18/12/2007 18/12/2007 03/11/2007 03/11/2007 03/11/2007 16/11/2007 16/11/2007 Lama 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 9 9 2 2 2 4 4 Satuan 550.00 1.200.000.540.000.00 2.15/12/2007 Pelatihan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah 14 .000.200.000.00 1.00 550.00 550.00 550.8/982A-Setwan 893.000.000.000.540.00 1.00 Kelebihan Pembayaran 1.000.000.540.500.00 6.000.00 200.15/12/2007 Pelatihan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah 14 .100.00 3.00 2.000.000.000.00 350.00 2.00 550.000.200.Lampiran 4.00 150.00 1.15/12/2007 Pelatihan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah 14 .00 560.000.8/982A-Setwan 893.00 550.00 300.000.8/982A-Setwan 893.00 1.200.000.8/982A-Setwan 893.000.000.00 33.00 660.00 1.00 2.00 3.200.000.00 240.8/982A-Setwan 893.000.00 240.00 Uang Harian yang Diperkenankan (Max 30%) 660.00 550.000.00 2.8/982A-Setwan 824/982A-DPRD/2007 824/982A-DPRD/2007 824/982A-DPRD/2007 170/957-DPRD/XII/2007 170/957-DPRD/XII/2007 824/827-Setwan/2007 824/827-Setwan/2007 824/827-Setwan/2007 170/996-DPRD/XII/2007 170/996-DPRD/XII/2007 Tanggal ST 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 13/12/2007 07/12/2007 07/12/2007 02/11/2007 02/11/2007 02/11/2007 09/11/2007 09/11/2007 Keperluan Pelatihan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah 14 .000.000.000.000.540.000.000.000.000.00 4.540.000.00 800.000.00 750.15/12/2007 Pelatihan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah 14 .000.00 2.00 1.540.15/12/2007 Pelatihan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah 14 .000.000.000.000.00 4.00 .00 660.000.750.200.000.000.00 2.15/12/2007 Pelatihan Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah 14 .00 2.000.000.00 660.000.

CGK 16 126 5655175554 CGK .500.00 1.00 2.000.DPS .000.100.329.000.00 1.100.00 2.CGK 46 126 2103179701 CGK .000.CGK 32 126 2466987584 CGK .000.000.200.000.000.00 2.000.00 600.000.800. PD Pasar Kota Denpasar DPRD Kab.000. Bukti Pertanggungjawaban Biaya Perjalanan Yang Tidak Sah No Nomor Tiket Tujuan Tanggal Berangkat 29/08/2007 29/08/2007 29/08/2007 29/08/2007 24/05/2007 30/05/2007 29/08/2007 29/08/2007 29/08/2007 29/08/2007 23/09/2007 23/09/2007 26/09/2007 26/09/2007 19/11/2007 19/11/2007 19/11/2007 24/05/2007 24/05/2007 24/05/2007 23/09/2007 23/09/2007 03/10/2007 03/10/2007 03/10/2007 03/10/2007 12/11/2007 12/11/2007 12/11/2007 12/11/2007 09/12/2007 09/12/2007 09/12/2007 09/12/2007 12/11/2007 12/11/2007 12/11/2007 12/11/2007 13/12/2007 13/12/2007 27/12/2007 27/12/2007 27/12/2007 27/12/2007 27/12/2007 27/12/2007 27/12/2007 Tanggal Kembali 31/08/2007 31/08/2007 31/08/2007 31/08/2007 26/05/2007 01/06/2007 31/08/2007 31/08/2007 31/08/2007 31/08/2007 26/09/2007 26/09/2007 28/09/2007 28/09/2007 22/11/2007 22/11/2007 22/11/2007 26/05/2007 26/05/2007 26/05/2007 26/09/2007 26/09/2007 06/10/2007 06/10/2007 06/10/2007 06/10/2007 15/11/2007 15/11/2007 15/11/2007 15/11/2007 12/12/2007 12/12/2007 12/12/2007 12/12/2007 14/11/2007 14/11/2007 14/11/2007 14/11/2007 16/12/2007 16/12/2007 29/12/2007 29/12/2007 29/12/2007 29/12/2007 29/12/2007 29/12/2007 29/12/2007 Konfirmasi Y Y Y N N N N N N N N N N N N N N X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X Keterangan Hanya DPS .100.100.000.650.000.00 600.000.500.CGK 3 126 4989806350 CGK .500.00 4.000.DPS .00 60.DPS .046.MES .000.00 1. Badung Provinsi Bali dan Kab.000.000.00 3.000.00 1.000.CGK 29 126 5653215521 CGK .000.000.000.MES .000.000.00 Representasi 600.00 2.00 1.900.141.121.00 4. Badung Provinsi Bali dan Kab.00 1.00 2.000.00 1.000.CGK JUMLAH TOTAL 60.CGK 33 126 2466987574 CGK .369.CGK 41 126 2103179696 CGK . Badung.MES .200.JOG .00 3.DPS .000.CGK 36 126 5653215483 CGK .000.00 60.000.329.000.000.350.000.500.141.00 60.000.000.500.CGK 31 126 2466987599 CGK .000.633.000.000.650.140.UPG .900.100.00 60.000.200.00 2.CGK 10 126 5654939051 CGK .CGK 25 126 5654939678 CGK .000.00 3.00 60.650.00 2.CGK 20 126 4931658467 CGK .CGK 40 126 2469667852 CGK .00 3.00 60.000.000.600.000.SUB .00 3.249.00 3.00 900.000.400.000.100.000.00 2.000.Hal. Badung.00 1.229.000.00 600.00 1.00 3.000.00 3.00 3.000.BPN .CGK 47 126 2103179700 CGK .500.000.00 60.000.000.000.00 3.718.00 2.350.500.CGK 6 126 4931045835 CGK .300.00 900.00 2.00 400.800.000.900.DPS .229.000.633.SUB .500.000.DPS .000.360.500.CGK Hanya DPS .000.00 800.000.DPS .00 60.00 3.00 2.DPS .00 600.00 1 126 4989806352 CGK .JOG .00 1.000.00 245.000.500.00 2.500.700.000.00 60.00 1.00 60.000.MES .00 60.000.00 900.000.000.000.000.369.000.DPS .CGK 37 126 5653215473 CGK .00 600.DPS .CGK Hanya DPS .900.000.00 1.00 900.00 900.000.000.00 1.00 800.00 2.000.00 2.000.200.300.00 1.00 800.000.DPS .000.00 1.000.000.00 1.DPS .900.00 2.000.000.00 750.CGK 39 126 2469667853 CGK .846.000.000.00 900.CGK 4 126 4989806370 CGK .CGK 19 126 4931658459 CGK .000.000.SUB .00 4.00 60.000.CGK Tujuan Dinas Sosial dan DPRD Provinsi Bali Dinas Sosial dan DPRD Provinsi Bali Dinas Sosial dan DPRD Provinsi Bali Dinas Sosial dan DPRD Provinsi Bali Kota Surabaya Pemda Kabupaten Badung Dinas Sosial dan DPRD Provinsi Bali Dinas Sosial dan DPRD Provinsi Bali Dinas Sosial dan DPRD Provinsi Bali Dinas Sosial dan DPRD Provinsi Bali DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung DPRD Kota Balikpapan DPRD Kota Balikpapan DPRD Kab.450.00 3.000.00 600.000.00 1.00 800.00 2.00 3.000.350.200.00 1.DPS .CGK 35 126 5653215471 CGK .00 2.DPS .500.DPS .796.00 1.00 600. Kota Surabaya DPRD Jawa Timur.000.00 2.00 1.CGK 8 126 4989806369 CGK .718.00 60.CGK 43 126 2105484555 CGK .000.DPS .650.000.000.00 600.500.CGK 42 126 2103179700 CGK .00 63.00 3.000.00 109. Kota Surabaya Provinsi Bali dan Kab.000.000.00 2.100.000.000.300.000.00 1.000.000.CGK 22 126 5654939359 CGK .000.00 2.329.250.MES .MES .CGK 5 126 5923633361 CGK .00 2.DPS .CGK 15 126 5655175553 CGK .000.CGK 17 126 5655175551 CGK .000.000.400.718.DPS .DPS .100.00 600.450.000.CGK 45 126 2103179697 CGK .000.000.200.000.00 1.CGK 14 126 5654939487 CGK .000.857.DPS .CGK 24 126 56549396 CGK .00 6.000.00 900.JOG .00 1.00 750.000.900.000.000.00 780.000.000.CGK 26 126 5654939680 CGK .00 3.000.000.00 2.800.00 780.249.000.00 2.500.250.000.CGK 21 126 56549393660 CGK .000.000.00 3.JOG .00 750.249.000.100. Badung DPRD Kota Yogyakarta DPRD Kota Yogyakarta DPRD Kota Yogyakarta DPRD Kota Yogyakarta Hotel Singgasana Makassar Hotel Singgasana Makassar DPRD Kota Medan DPRD Kota Medan DPRD Kota Medan DPRD Kota Medan DPRD Kota Denpasar DPRD Kota Denpasar DPRD Kota Denpasar Lama 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 Uang Harian 900.00 1.000.000.CGK 30 126 5653215494 CGK .000.000.00 900.000.00 4.000.00 2.SUB .000.000.650.CGK 12 126 5654939362 CGK .CGK 23 126 5923698343 CGK .857.00 900.300.CGK 38 126 5653215485 CGK .900.000.00 60.DPS .000.00 1.000.00 1.00 600.400.00 2.000.000.000.00 2.000.00 800.000.400.500.00 60.700.UPG .500. PD Pasar Kota Denpasar DPRD Kab.229.000.00 60.00 1.00 484.00 750.000.00 3.00 1.00 1.MES .000.CGK 34 126 2466987585 CGK .00 3.DPS .00 2.000.000.00 .00 3.MES .DPS .000.000.000.00 2.000.00 1.000.00 3.00 3.00 3.000.00 65.CGK 18 126 4931658457 CGK .00 Akomodasi Biaya Transport 2.000. Badung.100.00 600.00 3.00 3.450.CGK 44 126 2103179700 CGK .000.00 600.00 1.000.CGK 27 126 5653215515 CGK .CGK 28 126 5653215536 CGK .00 1.DPS .000.000.00 1.00 2.141.000.SUB .CGK 7 126 4989806371 CGK .000.00 60.650.00 2.650.000.000.00 900.CGK 2 126 4989806349 CGK .CGK 9 126 5654939050 CGK .900.00 900.CGK 11 126 5654939661 CGK .00 900.00 60.000.000.200. PD Pasar Kota Denpasar Kota Surabaya Kota Surabaya Kota Surabaya DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan DPRD Kota Badung DPRD Kota Badung DPRD Jawa Timur.00 1.00 1.BPN .1 dari 1 Lampiran 5. Badung Provinsi Bali dan Kab.000.00 2.000.DPS .00 1.00 1.SUB .718.000.CGK 13 126 5654939486 CGK .

400.817.00 5.000.000.00 671.DPS .900.106.450.369.CGK CGK .536.500.000.00 3.CGK CGK .097.CGK CGK .00 337.700.900.682.000.00 5. Badung DPRD Kota Medan DPRD Kota Batam DPRD Kab.500.00 2.00 3.00 2.00 1.558.BTH .000.500.00 4.SUB .278.850.DPS .889.450.CGK CGK .BTH .BTH .CGK CGK .889. Badung.479.00 3.700.CGK CGK .00 2.00 2.600.00 3.600.00 5.600.CGK CGK .500.DPS .536.DPS .DPS .873.400.00 2.179.UPG .000.00 6.700.00 4.00 5.700.873.00 749.700.1 dari 4 Lampiran 6.00 852.CGK CGK .MES .CGK Tanggal Berangkat 09/12/2007 27/12/2007 27/12/2007 25/04/2007 12/11/2007 09/12/2007 27/12/2007 03/06/2007 19/11/2007 03/06/2007 25/04/2007 13/12/2007 12/11/2007 03/06/2007 13/12/2007 27/12/2007 03/10/2007 30/05/2007 09/12/2007 12/11/2007 27/12/2007 10/05/2007 23/09/2007 03/06/2007 12/11/2007 12/11/2007 03/06/2007 27/12/2007 19/11/2007 12/11/2007 19/11/2007 27/12/2007 25/04/2007 29/08/2007 12/11/2007 10/05/2007 24/05/2007 09/12/2007 27/12/2007 23/09/2007 24/05/2007 03/06/2007 25/04/2007 10/05/2007 12/11/2007 03/06/2007 24/05/2007 25/04/2007 19/11/2007 27/12/2007 10/05/2007 12/11/2007 03/06/2007 09/12/2007 25/04/2007 27/12/2007 29/08/2007 27/12/2007 03/06/2007 03/10/2007 30/05/2007 23/09/2007 13/12/2007 Tanggal Kembali 12/12/2007 29/12/2007 29/12/2007 27/04/2007 15/11/2007 12/12/2007 29/12/2007 05/06/2007 22/11/2007 05/06/2007 27/04/2007 16/12/2007 15/11/2007 05/06/2007 16/12/2007 29/12/2007 06/10/2007 01/06/2007 12/12/2007 14/11/2007 29/12/2007 12/05/2007 26/09/2007 05/06/2007 15/11/2007 15/11/2007 05/06/2007 29/12/2007 22/11/2007 14/11/2007 22/11/2007 29/12/2007 27/04/2007 31/08/2007 14/11/2007 12/05/2007 26/05/2007 12/12/2007 29/12/2007 26/09/2007 26/05/2007 05/06/2007 27/04/2007 12/05/2007 15/11/2007 06/06/2007 26/05/2007 27/04/2007 22/11/2007 29/12/2007 12/05/2007 15/11/2007 05/06/2007 12/12/2007 27/04/2007 29/12/2007 31/08/2007 29/12/2007 05/06/2007 06/10/2007 01/06/2007 26/09/2007 16/12/2007 Tujuan Provinsi Bali dan Kab.200.00 1.536.174.00 4.000.DPS .JOG .JOG .00 2.00 2.00 702.CGK CGK .352.00 7.809.858.00 702.266.450.MES .184.00 7.CGK CGK .352.CGK CGK .MES .600.00 2.000.00 2.00 553.DPS .00 1.200.059.303.00 4.000.603.000.500.00 3.00 3.700.00 7.CGK CGK .900.352.300.CGK CGK .128.CGK CGK .JOG .00 3.500.00 337.CGK CGK .000.00 2.00 7.400.900.00 1.DPS .SUB .00 2.CGK CGK .00 5.863.000.00 7.563.00 5.500.MES .00 6.450.400.000.CGK CGK .000.00 616.00 2.00 776.138.100.356.700.DPS .00 2.CGK CGK .00 749.00 1.500.MES .00 1.00 724.600.500.000.400.DPS .026.600.100.CGK CGK . PD Pasar Kota Denpasar DPRD Kota Medan Walikota Yogyakarta Dinas Sosial dan DPRD Provinsi Bali DPRD Kota Yogyakarta Pemda Kota Medan Kota Surabaya Provinsi Bali dan Kab.00 5.CGK CGK .700.DPS .CGK CGK .00 7.CGK CGK .700.00 1.BTH .876.000.00 2.CGK CGK .MES .600.700.900.CGK CGK .00 5.JOG .000.CGK CGK .809.000.500.000.00 671.332.00 2.450.600.700.900.000.JOG .701.536.591.CGK CGK .00 2.CGK CGK .00 4.750.00 2.MES .600.00 2.450.279.600.00 776.108.00 3.000.00 7.DPS .600.000.00 3.500.000.585.400.759.00 3.MES .500.00 1.00 3.CGK CGK .076.809.900.352.809.500.303.600.817.00 5.873.876.MES .750.817.DPS .CGK CGK .729.000.600.817.00 2.MES .CGK CGK .CGK CGK .000.479.CGK CGK .583.CGK CGK .00 7.900.00 6.00 10.900.000.500.JOG .00 702.059.00 543.100.600.352.500. Badung.454.CGK CGK .CGK CGK .000.600.966.174.900.585.00 1.000.00 702.279.JOG .CGK CGK .DPS .900.00 5.CGK CGK .00 7.CGK CGK .876.DPS .450.CGK CGK .000.00 313.00 543.400.000.563.00 5.128.00 282.00 5.900.00 5.00 724.889.800.00 3.00 2.900.097.106.100.UPG .474.00 3.00 6.966.106. Badung.779. Badung.000.673.00 2.00 3.00 5.456.00 5.809.00 702.000.116.CGK CGK .750.673.00 3.JOG .CGK CGK .700.128.528.MES .200.00 5.900.809.00 321.00 671.500.MES .00 7. Badung DPRD Kota Medan DPRD Kota Medan Walikota Yogyakarta DPRD Kota Badung Provinsi Bali dan Kab.00 3.DPS .779.00 1.809.00 5.900.00 6.BTH .00 7.00 3.00 5.000.00 5.DPS .100.637. PD Pasar Kota Denpasar Walikota Batam Walikota Yogyakarta Hotel Singgasana Makassar DPRD Kota Badung Walikota Batam Hotel Singgasana Makassar DPRD Kota Denpasar DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan Pemda Kabupaten Badung Provinsi Bali dan Kab.500.00 1.000.00 2.DPS .809.543.600.843.681.776.00 2.900.000.500.00 2.800.00 1.500.500.00 3.876.00 671.00 1.809.000.500.00 702.000.000.000.500.500.00 1.00 2.00 337.900.CGK CGK .00 2.138.CGK CGK .800.600.352.00 4.00 4.729.BTH .00 3.500.000.106.500.600.00 1.00 2.800.00 1.000.500.758.000.CGK CGK .800.889.CGK CGK .400.BTH .00 671.DPS .00 1.752.750.00 1.500.332.00 2.00 1.000.00 5.900.100.873.00 5.900.00 7.00 2.JOG .900.MES .Hal.100.00 1.352.CGK CGK .681.000.637.DPS .CGK CGK . PD Pasar Kota Denpasar DPRD Kota Yogyakarta DPRD Kab.00 Realisasi Biaya Perjalanan 5.CGK CGK .BTH .000.500.500.00 7.600.00 2.00 4.DPS .MES .00 834.444.BTH .701.00 3.500.00 7.CGK CGK .00 Kelebihan Pembayaran 2.701.CGK CGK . Badung DPRD Kota Medan DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung Kota Surabaya Walikota Batam Walikota Yogyakarta Pemda Kota Medan DPRD Kota Badung Walikota Batam Kota Surabaya Walikota Yogyakarta DPRD Kab.CGK CGK .00 5.00 2.600.128.730.100.900.00 2. PD Pasar Kota Denpasar DPRD Kota Medan Pemda Kota Medan DPRD Kota Badung DPRD Kota Batam Provinsi Bali dan Kab.500.00 3.00 2.258.991.979.000.600.CGK CGK .817.DPS .00 921.00 3.CGK CGK .873.479.369. Badung DPRD Kota Yogyakarta DPRD Kota Medan Pemda Kota Medan DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung Walikota Batam DPRD Kota Badung DPRD Kota Badung Walikota Batam DPRD Kota Medan DPRD Kab.00 2.00 1.CGK CGK .CGK CGK .000.889.00 891.SUB .00 1.000.977.459.500.500.00 3.779.400.876.DPS .CGK CGK .400.500.900.600.00 4.400.400.CGK CGK .100.00 3.750.500.750.000.00 4.456.000.00 5.MES .500.700.500.000.00 776.000.600.00 5.400.000.500.500.00 7.600.600.400.00 3.00 3.00 7.00 3.116.877.329.00 3.400.00 7.000.000.900.900.00 2.558.00 1.00 1.00 .CGK CGK .673.00 337.UPG .076.00 1.500.00 5.00 6.00 7.400.CGK CGK .00 6.00 4.900.694.00 313.541.CGK CGK .CGK CGK .750.500.CGK CGK .536.701.400.850. Badung Walikota Yogyakarta DPRD Kota Medan Dinas Sosial dan DPRD Provinsi Bali DPRD Kota Denpasar Walikota Batam DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan Pemda Kabupaten Badung DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung Hotel Singgasana Makassar Lama 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 Total Biaya Perjalanan 7.DPS .00 5.000.500. Kelebihan Pembayaran Biaya Perjalanan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 Nomor Tiket 2466987570 2105484531 2105484553 5923658005 5653215501 2466987577 2105484549 59972403822 5655175541 59972403914 5923658010 2469667845 5653215502 59972403903 2469667846 2105484524 5654939673 4931045837 2466987578 5653215479 2105484535 53257166343 5654939384 59972403855 5653215503 5653215512 59972403774 2105484540 5655175550 5653215480 5655175542 2105484541 5923658012 4989806348 5653215472 53257165210 4931658458 2466987586 2105484546 5654939389 4931658469 59972403925 5923658013 53257166365 5653215504 59972403844 4931658470 5923658009 5655175555 2103179695 53257167532 5653215513 59972403785 2466987573 5923658003 2105484532 4989806354 2105484522 59972403833 5654939666 4931045839 5654939354 2469667847 Tujuan CGK .00 837.

MES .600.000.00 852.00 2.00 671.00 1.00 10. Badung Pemda Kabupaten Badung DPRD Kota Batam DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung Pemda Kota Medan DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan Lama 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 2 4 4 3 4 Total Biaya Perjalanan 5.CGK CGK .CGK CGK .279.500.000.000.DPS .00 2.MES .00 6.00 2.100.929.500.00 3.00 3.750.000.CGK CGK .500.SUB .BTH .00 2.00 776.00 5.300.BTH .00 749.900.873.000.900.900.352.00 912.889.CGK CGK .CGK CGK .474.00 282.809.CGK CGK .CGK CGK .00 4.000.CGK CGK .00 5.CGK CGK .DPS .CGK CGK .BTH .00 1.000.563.431.CGK CGK .352.953.CGK CGK .000.500.200.00 7.100.CGK CGK .500.00 313.500.00 6.00 3.500.500.DPS .000.000.303.00 2.500.944.400.00 7.174.000.333.637.000.CGK CGK .00 1.000.000.500.186.000.000.352.500.701.000.CGK CGK .000.831.CGK CGK .00 2.00 1.500.879.CGK CGK .500.000.00 1.900.563.889.536.00 5.100.00 852.00 1.CGK CGK .908.817.000.00 1.00 2.538.450.00 2.900.000.920.DPS .00 1.CGK CGK .00 3.332.BTH .JOG .DPS .00 7.00 8.00 1.600.00 834.CGK CGK .00 .350.00 3.303.949.CGK CGK .600.DPS .DPS .900.536.CGK CGK .730.00 3.100.00 6.00 1.750.876.00 2.00 7.2 dari 4 Lampiran 6.00 543.00 2.00 2.400.500.00 3.400.00 3.00 543.600.00 2.100.CGK CGK .500.DPS .900.00 2.00 6.00 5.00 3.900.186.779.00 5.00 1.BTH .352.500.DPS .SUB .00 7.00 3.536.900.00 2.00 7.00 5.00 1.MES .00 3.889.CGK CGK .450.600.DPS .00 2.00 2.681. Badung.900.603.352.00 3.000.CGK CGK .00 1.CGK CGK .000.500.DPS .CGK CGK .128.00 5.956.242.539.877.CGK CGK .CGK CGK .536.00 6.751.701.CGK CGK .000.700.800.500.873.00 7.067.00 7.00 1.MES .597.DPS .00 702.217.174.450.539.00 2.600.DPS .106.00 337.962.Hal.101.369.500.332.600.00 852.500.CGK CGK .00 5.UPG .418.CGK CGK .DPS .00 7.00 2.MES .00 7.00 776.00 834.900.887.900.000.000.MES .000.DPS .00 6.00 1.00 3.673.00 7.00 5.900.00 877.00 3.CGK CGK .873.186.953.000.352.000.CGK CGK .444.CGK CGK .400.00 7.JOG .00 3.400.500.00 3.873.00 2.957.000.00 3.00 1.500.150.00 2. Badung.876.00 5.332.900.00 2.202.UPG .900.00 1.000.412.000.MES .00 9.00 4.CGK CGK .MES .CGK CGK .186.00 4.00 3.558.SUB .CGK CGK .00 2.454.278.616.007.700. Badung Walikota Yogyakarta DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung DPRD Kota Medan DPRD Jawa Timur.600.DPS .00 1.600.DPS .500.00 776.00 4.106.CGK CGK .JOG .CGK CGK .00 7.00 1.400.CGK CGK .400.400.500.944.000.00 5.00 4.000.BTH .00 1.000.500.00 7.00 4.900.152.500.400.400.SUB .00 5.MES .MES .MES .000.00 7.200. Badung DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan Pemda Kabupaten Badung Provinsi Bali dan Kab.00 3.00 4.000.106.961.966.730.750.000.000.536. Kota Surabaya Pemda Kota Medan Provinsi Bali dan Kab.CGK CGK .00 7.00 1.CGK CGK .00 5.00 3.500.572.000.450.476.637.00 4.600.00 4.000.CGK CGK .800.600.DPS .500.000.00 3.400.DPS .000.444.900.809.600.MES .583.DPS .809.00 143.352.00 3.200.600.000.000.CGK CGK .900.MES .00 1.800.500.877.JOG .00 4.369.000. PD Pasar Kota Denpasar Walikota Batam DPRD Kota Medan Pemda Kota Medan DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung DPRD Jawa Timur.CGK Tanggal Berangkat 12/11/2007 10/05/2007 09/12/2007 09/12/2007 09/12/2007 13/12/2007 10/05/2007 30/05/2007 29/08/2007 25/04/2007 03/10/2007 24/05/2007 03/06/2007 12/11/2007 27/12/2007 09/12/2007 03/10/2007 30/05/2007 09/12/2007 25/04/2007 23/09/2007 27/12/2007 12/11/2007 28/08/2007 12/11/2007 27/12/2007 09/12/2007 30/05/2007 03/06/2007 24/05/2007 19/11/2007 03/06/2007 09/12/2007 27/12/2007 12/11/2007 27/12/2007 03/06/2007 12/11/2007 09/12/2007 27/12/2007 24/05/2007 12/11/2007 13/12/2007 03/10/2007 23/09/2007 12/11/2007 13/12/2007 03/06/2007 19/11/2007 03/06/2007 27/12/2007 10/05/2007 03/10/2007 23/09/2007 12/11/2007 03/06/2007 09/12/2007 30/05/2007 03/06/2007 03/10/2007 23/09/2007 10/05/2007 03/10/2007 Tanggal Kembali 15/11/2007 12/05/2007 12/12/2007 12/12/2007 12/12/2007 16/12/2007 12/05/2007 01/06/2007 31/08/2007 27/04/2007 06/10/2007 26/05/2007 05/06/2007 15/11/2007 29/12/2007 12/12/2007 06/10/2007 01/06/2007 12/12/2007 27/04/2007 26/09/2007 29/12/2007 15/11/2007 30/08/2007 15/11/2007 29/12/2007 12/12/2007 01/06/2007 05/06/2007 26/05/2007 22/11/2007 05/06/2007 12/12/2007 29/12/2007 14/11/2007 29/12/2007 05/06/2007 15/11/2007 12/12/2007 29/12/2007 26/05/2007 14/11/2007 16/12/2007 06/10/2007 26/09/2007 14/11/2007 16/12/2007 05/06/2007 22/11/2007 05/06/2007 29/12/2007 12/05/2007 06/10/2007 26/09/2007 15/11/2007 05/06/2007 12/12/2007 01/06/2007 05/06/2007 06/10/2007 26/09/2007 12/05/2007 06/10/2007 Tujuan DPRD Jawa Timur.000.600.CGK CGK .00 1.00 Kelebihan Pembayaran 1.00 4.00 3.CGK CGK .100.000.900.00 2.450.128.CGK CGK .100.500.369.291. Badung Hotel Singgasana Makassar Pemda Kota Medan Pemda Kabupaten Badung Dinas Sosial dan DPRD Provinsi Bali Walikota Yogyakarta DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan Kota Surabaya Walikota Batam DPRD Jawa Timur.000.00 4.900.500.600. Badung Pemda Kabupaten Badung DPRD Kota Batam Kota Surabaya DPRD Kab.500.729.900.128.000.CGK CGK .00 2.128.00 5.00 7.DPS .00 5.270.000.CGK CGK .673.081.00 702.CGK CGK .00 4.00 702.00 1.00 4.700.200. Kota Surabaya DPRD Kota Medan Provinsi Bali dan Kab. Badung Provinsi Bali dan Kab. PD Pasar Kota Denpasar DPRD Kota Batam Provinsi Bali dan Kab.877.00 776.00 3.900.441.750.962.900.00 3.500.889.900.508.539.534.00 2.400.877.000.00 3.UPG .00 Realisasi Biaya Perjalanan 3.BTH .CGK CGK .500.563.944.00 6.600.00 1.500.200.382.600.500.00 702.00 5.900.889.CGK CGK .900. Kota Surabaya Walikota Batam Provinsi Bali dan Kab.00 3.00 1.600.CGK CGK .544.600.DPS .00 1.00 89.600.278.00 6.00 3.SUB .637.600.889.00 1.00 671.00 4.CGK CGK .500.400.729.900.00 2.SUB .00 852.00 724.00 2.800.400.CGK CGK .000.352.MES .00 7.000. Badung Provinsi Bali dan Kab.200.00 1.900.809.CGK CGK .00 2.600.500.000.CGK CGK .876. Badung DPRD Kota Medan Kota Surabaya DPRD Kota Yogyakarta Hotel Singgasana Makassar DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung DPRD Kota Yogyakarta Hotel Singgasana Makassar DPRD Kota Batam DPRD Kab.906.700.900.00 313.00 2.701.500.323.779.00 3.701.369.900.000.906.DPS .500.SOC .000.CGK CGK .400.176.BTH .729.00 5.500.SUB .CGK CGK .CGK CGK .00 1.00 438.000. Badung DPRD Kota Medan DPRD Kota Yogyakarta DPRD Kota Denpasar Walikota Batam DPRD Kota Badung Provinsi Bali dan Kab.00 4.900.962.600.00 6.600.00 3.00 3.CGK CGK . Kelebihan Pembayaran Biaya Perjalanan No 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 Nomor Tiket 5653215496 53257167521 2466987579 2466987582 2466987580 2469667843 53257166354 4931045825 4989806341 5923658000 5654939676 4931658466 59972403936 5653215498 2105484542 2466987589 5654939672 4931045834 2466987594 5923658006 5654939386 2105484550 5653215491 4989806322 5653215505 2105484523 2466987595 4931045826 59972403811 4931658462 5655175547 59972403741 2466987571 2105484547 5653215474 2105484527 59972403870 5653215509 2466987591 2105484536 4931658463 5653215475 2469667848 5654939667 5654939356 5653215476 2469667855 59972403796 5655175546 59972403881 2105484539 53257165265 5654939668 5654939357 5653215495 59972403842 2466987575 5923635482 59972403752 5923698344 5992886522 53257167563 5654939669 Tujuan CGK .00 1.800.000.DPS .500.600.900.00 1.800.906.JOG .00 3.00 2.MES . Kota Surabaya DPRD Kota Solo DPRD Kota Badung DPRD Kota Denpasar Provinsi Bali dan Kab.500.809.

00 2.CGK CGK .900.877.729.332.00 2.500.00 3.SUB .SUB .600.00 852.701.729.382.00 7.CGK CGK .CGK CGK .600.900.500.900.00 1.500.DPS .CGK CGK .Hal.600.000.CGK CGK .500.843.887.817.900.500.00 3.00 1.00 1.600.00 5.400.00 1.369.CGK CGK .00 6.352.BTH .00 1.00 6.00 4.100.00 2.00 407.369.00 5.00 2.BTH .00 1.000.00 2.500.100.00 1.00 337.DPS .968.00 623.CGK CGK .00 5.500.817.00 7.000.400.600.431.400.303.500.00 4.MES .000.CGK CGK .CGK CGK .SUB .681.00 912.00 7.CGK CGK .JOG .106.00 4.000.DPS .876.500.MES .00 702.CGK CGK .000.500.00 2.708.000.CGK CGK .329.00 1.MES .600.877.DPS .CGK CGK .00 702. PD Pasar Kota Denpasar DPRD Kota Batam Provinsi Bali dan Kab.DPS .00 2.889.00 3.889.459.026.751.906.DPS .DPS . Badung.500.700. Kota Surabaya DPRD Kota Medan Walikota Yogyakarta Pemda Kabupaten Badung Provinsi Bali dan Kab.00 1.CGK CGK .100.00 3.BTH .MES .536.CGK CGK .500.742.500.463. Badung.418.174.00 5.CGK CGK .000.500.701.UPG .00 3.000.00 3.00 .DPS .00 2.00 834. Kota Surabaya Walikota Yogyakarta Pemda Kabupaten Badung DPRD Kab.701.278.900.00 702.900.400. Badung Dinas Sosial dan DPRD Provinsi Bali Hotel Singgasana Makassar Kota Surabaya DPRD Kota Denpasar Dinas Sosial dan DPRD Provinsi Bali Kota Surabaya Hotel Singgasana Makassar Walikota Yogyakarta DPRD Kota Badung Pemda Kabupaten Badung Hotel Singgasana Makassar DPRD Kota Denpasar DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung DPRD Kota Yogyakarta Pemda Kota Medan Kota Surabaya DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung Pemda Kabupaten Badung DPRD Jawa Timur.00 3.500.412.600.00 3.00 834.00 2.DPS .MES .200.00 1.00 7.000.701.349.369.873.CGK CGK .800. Badung DPRD Kota Medan DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung DPRD Jawa Timur.00 2.00 912.00 1.637.CGK CGK .981.DPS .900.00 2.00 1.00 1.583.00 3.DPS .00 2.00 2.400.500.889.DPS .MES .CGK CGK .CGK CGK .100.563.DPS .278.00 6.00 2.CGK CGK .352.500.701.00 3.00 1.000.00 1.270.000.CGK CGK .000.939.817.500.CGK CGK .700.900.SUB .500.756.00 3.966.500.00 2.00 2.585.CGK CGK .00 3.00 337.991.900.00 1.00 7.900.00 5.128.961.869.00 2.566.352.00 2.200.00 7.479.00 3.000.610.00 4.CGK CGK .600.700.444.000.DPS .000.DPS .00 5.CGK CGK .000.000.311.758.00 702.CGK CGK .00 1.000.600.332.500.900.00 313.00 Realisasi Biaya Perjalanan 6.479.900.00 543.400.200.730.00 1.887.585.100.962.00 2.900.00 2.00 2.DPS .00 438.00 3.700.00 3.944. Badung DPRD Kota Medan Walikota Yogyakarta DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung DPRD Kota Yogyakarta DPRD Jawa Timur.00 4.800.536.900. Kota Surabaya Dinas Sosial dan DPRD Provinsi Bali Provinsi Bali dan Kab.700.500.DPS .00 2.00 3.00 3.700.889.BTH .138.906.128.3 dari 4 Lampiran 6.00 7.600.MES .00 877.000.500.00 3.JOG .000.572.000.291.CGK CGK .000.00 3.00 1.00 4.900.CGK CGK .00 7.750.600.00 3.JOG .242.800.500.600.291.106.500.681.CGK Tanggal Berangkat 23/09/2007 12/11/2007 27/12/2007 25/04/2007 30/05/2007 09/12/2007 09/12/2007 27/12/2007 26/04/2007 03/10/2007 23/09/2007 12/11/2007 12/11/2007 29/08/2007 09/12/2007 23/09/2007 25/04/2007 03/10/2007 30/05/2007 09/12/2007 27/12/2007 23/09/2007 12/11/2007 12/11/2007 03/06/2007 03/10/2007 30/05/2007 03/06/2007 12/11/2007 10/05/2007 29/08/2007 03/06/2007 19/11/2007 03/06/2007 09/12/2007 29/08/2007 13/12/2007 24/05/2007 27/12/2007 29/08/2007 24/05/2007 13/12/2007 25/04/2007 12/11/2007 30/05/2007 13/12/2007 27/12/2007 03/10/2007 23/09/2007 12/11/2007 10/05/2007 24/05/2007 03/10/2007 23/09/2007 30/05/2007 12/11/2007 25/04/2007 30/05/2007 19/11/2007 27/12/2007 10/05/2007 03/06/2007 12/11/2007 Tanggal Kembali 26/09/2007 15/11/2007 29/12/2007 27/04/2007 01/06/2007 12/12/2007 12/12/2007 29/12/2007 27/04/2007 06/10/2007 26/09/2007 14/11/2007 15/11/2007 31/08/2007 12/12/2007 26/09/2007 27/04/2007 06/10/2007 01/06/2007 12/12/2007 29/12/2007 26/09/2007 15/11/2007 15/11/2007 05/06/2007 06/10/2007 01/06/2007 05/06/2007 15/11/2007 12/05/2007 31/08/2007 05/06/2007 22/11/2007 05/06/2007 12/12/2007 31/08/2007 16/12/2007 26/05/2007 29/12/2007 31/08/2007 26/05/2007 16/12/2007 27/04/2007 15/11/2007 01/06/2007 16/12/2007 29/12/2007 06/10/2007 26/09/2007 14/11/2007 12/05/2007 26/05/2007 06/10/2007 26/09/2007 01/06/2007 15/11/2007 27/04/2007 01/06/2007 22/11/2007 29/12/2007 12/05/2007 05/06/2007 15/11/2007 Tujuan DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung DPRD Jawa Timur.500.500.962.444.817.536.00 2.906.759.DPS .00 6.600.279.00 2.900.00 623.957.CGK CGK .00 7.SUB .00 702.750.CGK CGK .00 4.CGK CGK .900.962.334.000.500.00 1.500.900.00 702.500.00 7.00 3.600.900.00 2.DPS .500.CGK CGK .000.00 2.534.900.600.CGK CGK .900.00 Kelebihan Pembayaran 852.000.DPS .DPS .00 2.128.CGK CGK .00 5.UPG .00 852.000.000.CGK CGK .730.00 7.00 1.409.JOG .400.900.500.DPS .500.500.000.00 6.500.CGK CGK .944.200.776.900.444.000.MES .100.SUB .500.906.BTH .00 4.500.00 5.00 3.900.600.186.500.CGK CGK .00 4.00 3.242.500.00 3.352.500.DPS .800.900.270. Badung DPRD Kota Denpasar dan DPRD Kab Badung Walikota Yogyakarta DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan Pemda Kabupaten Badung Provinsi Bali dan Kab.CGK CGK .CGK CGK .00 834.00 3.00 852.000.CGK CGK .115.00 5.00 4.400.876.00 4.CGK CGK .500.00 671.400.00 1.00 5.00 5.00 7.CGK CGK .450.00 5.CGK CGK .900.00 3.000.000.500.100.500.CGK CGK .CGK CGK .900.681. Badung Provinsi Bali dan Kab.CGK CGK .CGK CGK .779.JOG .500.00 3.00 2.JOG .500.100.278.701.809.00 3.00 5.400.026.000.00 2. Kelebihan Pembayaran Biaya Perjalanan No 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 Nomor Tiket 5654939358 5653215499 2105484533 5923658014 4931045830 2466987587 2466987592 2105484551 5923658002 5654939674 5654939363 5653215477 5653215497 4989806346 2466987593 5654939390 5923658011 5654939670 4931045827 2466987590 2105484537 5654939360 5653215492 5653215500 59972403940 5654939677 4931045828 59972403951 5653215514 63257167554 4989806343 59972403962 5655175543 59972403726 2466987572 4989806340 2469667849 4931658460 2105484521 4989806355 4931658464 2469667854 5923658007 5653215510 4931045831 2469667850 2105484525 5654939671 5654939361 5653215478 53257166321 4931658465 5654939675 5654939386 4931045832 5653215493 5923658006 4931045836 5655175549 2105484543 63257167563 59972403866 5653215506 Tujuan CGK .729.CGK CGK .CGK CGK .000.00 2.CGK CGK .00 543.00 4.00 438.750.00 553.500.DPS .00 6.944.300.00 6.00 2.CGK CGK .900.900.100.877.536.CGK CGK .116.000.00 1.00 2.097.CGK CGK . Kota Surabaya DPRD Jawa Timur.100.900.DPS .CGK CGK .809.00 7.400.000.00 6.956.203.SUB .900.352.116.962.279.681.600.000.00 7.450.00 2.000.792.00 2.00 2.00 1.00 671.500.00 282.729. Kota Surabaya Walikota Batam DPRD Sumatera Utara dan DPRD Kota Medan Pemda Kabupaten Badung DPRD Kota Batam DPRD Kota Badung Pemda Kota Medan Dinas Sosial dan DPRD Provinsi Bali DPRD Kota Batam DPRD Kab.873.00 638.00 337.00 3.00 5.889.454.809.000.500.500.00 702.944.000.00 7.UPG .CGK CGK .SUB .MES .DPS .700.900.MES .00 5.000.900.729.00 6.00 2.000.00 3.900.000. PD Pasar Kota Denpasar DPRD Kota Medan Pemda Kota Medan Walikota Batam DPRD Kota Badung Lama 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 Total Biaya Perjalanan 7.000.900.00 1.000.CGK CGK .841.900.DPS .106.00 5.00 5.MES .500.900.431.106.00 2.000.000.00 4.MES .CGK CGK .CGK CGK .00 7.900.00 5.701.00 1.508.CGK CGK .DPS .00 2.00 2.JOG .500.700.CGK CGK .00 5.400.00 938.000.CGK CGK .544.600.00 7.112.

400.681.00 7.00 3.MES .DPS .536.128.00 7.00 5.352. Kelebihan Pembayaran Biaya Perjalanan No 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 126 Nomor Tiket 53257165232 2466987597 4931045829 53257166332 5653215511 2466987596 2105484552 2105484538 2466987581 5923658008 5653215507 2466987588 2105484548 59972403763 53257166310 2466987583 2469667851 59972403800 5653215508 59972403730 5655175544 23257145273 2466987598 2105484554 4989806356 4931658461 2469667844 2105484526 53257165243 2105484544 2105484534 2466987576 5655175545 53257165221 59972403715 4931658468 5655175548 2469667842 2105484545 5923658001 Tujuan CGK .128.600.MES .00 6.248.889.300.MES .800.500.CGK CGK .CGK CGK .00 4.00 7.00 776.900.CGK CGK .600.CGK CGK .294.100.817.00 .536.00 7.352.809.CGK CGK .873. Badung DPRD Kota Medan Dinas Sosial dan DPRD Provinsi Bali Kota Surabaya Hotel Singgasana Makassar DPRD Kota Denpasar Pemda Kota Medan DPRD Kota Medan DPRD Kota Medan Provinsi Bali dan Kab.174.00 273.00 1.034.500.DPS .00 912.00 4.500.600.889.000.128.278.500.900.DPS .000.900.00 2.00 5.534.00 2.MES .000.00 2.596.600.00 3.00 4.100.00 551.00 3.415.00 5.CGK CGK .600.DPS .DPS .00 7.DPS .500.00 5.352.500.876.00 5.174.450.352.900.128.278.CGK Tanggal Berangkat 10/05/2007 09/12/2007 30/05/2007 10/05/2007 12/11/2007 09/12/2007 27/12/2007 27/12/2007 09/12/2007 25/04/2007 12/11/2007 09/12/2007 27/12/2007 03/06/2007 10/05/2007 09/12/2007 13/12/2007 03/06/2007 12/11/2007 03/06/2007 19/11/2007 10/05/2007 09/12/2007 27/12/2007 29/08/2007 24/05/2007 13/12/2007 27/12/2007 10/05/2007 27/12/2007 27/12/2007 09/12/2007 19/11/2007 10/05/2007 03/06/2007 24/05/2007 19/11/2007 13/12/2007 27/12/2007 25/04/2007 Tanggal Kembali 12/05/2007 12/12/2007 01/06/2007 12/05/2007 15/11/2007 12/12/2007 29/12/2007 29/12/2007 12/12/2007 27/04/2007 15/11/2007 12/12/2007 29/12/2007 06/06/2007 12/05/2007 12/12/2007 16/12/2007 05/06/2007 15/11/2007 05/06/2007 22/11/2007 12/05/2007 12/12/2007 29/12/2007 31/08/2007 26/05/2007 16/12/2007 29/12/2007 12/05/2007 29/12/2007 29/12/2007 12/12/2007 22/11/2007 12/05/2007 06/06/2007 26/05/2007 22/11/2007 16/12/2007 29/12/2007 27/04/2007 JUMLAH Tujuan Pemda Kota Medan Provinsi Bali dan Kab.600.500.00 3.889.352.900.CGK CGK .00 3.00 5.450.700.600.00 2.00 3.900.887.128.00 3.900.000.JOG .708.174.600.00 2.600. Badung.CGK CGK .00 3.BTH .900.00 2.MES .600.900.500.00 7.000.500.00 3.CGK CGK .200.000.00 7.00 3.MES .957.900.UPG .00 4.876.CGK CGK .00 337.887.900.500.CGK CGK .889.600.00 1.00 5.CGK CGK .415.500.MES .CGK CGK . Badung.500.900.900.00 5.500.00 702.876.700.572.000.900.DPS .817.CGK CGK .303.00 702.106.900.174.000.00 927.DPS .00 Realisasi Biaya Perjalanan 3.809.873.00 2.100.00 7.500.00 5.450.701.500.000.900.00 4.400.JOG .500.000.000.00 3.00 4.00 4.900.00 282.900. PD Pasar Kota Denpasar Pemda Kota Medan Provinsi Bali dan Kab.00 5.600.600.303.00 3.536.CGK CGK .00 5.CGK CGK .00 1.00 749.750.500.500.600.800.279.DPS .000.00 1.106.100.00 1.UPG .750.400.889.600.CGK CGK .MES .750.00 1.CGK CGK .00 1.00 2.034.600.450.00 2.500.600.00 2.900.CGK CGK .Hal.00 2. Badung Pemda Kabupaten Badung Pemda Kota Medan DPRD Kota Badung Provinsi Bali dan Kab.00 3.302.00 5.SUB .000.600.500.CGK CGK .00 Kelebihan Pembayaran 1.600. Badung Walikota Yogyakarta DPRD Kota Badung Provinsi Bali dan Kab.00 7.889.00 1.809.00 3.CGK CGK .00 1.00 702. Badung.CGK CGK .00 5.00 2.873.00 3.873.00 2.536.CGK CGK .106.444.00 2.CGK CGK .400.00 5.00 3.DPS .750.479.DPS .966.876.CGK CGK .352.00 877.00 702.174.CGK CGK .400. PD Pasar Kota Denpasar Pemda Kota Medan DPRD Kota Batam Kota Surabaya DPRD Kab.DPS .00 1.00 7.352.200.MES .00 7.876.900.CGK CGK .000. Badung DPRD Kota Medan DPRD Kota Batam Pemda Kota Medan Provinsi Bali dan Kab.CGK CGK . Badung DPRD Kab.00 5.00 1.536.600.00 313.CGK CGK .00 7.800.00 1.MES .00 7.00 2.800.700.700.673.873.000.297.900.000.900.800.500.00 5.106.100.00 3.876.CGK CGK .00 2.CGK CGK .400.900.DPS .889.CGK CGK .CGK CGK .536.600.MES .000.CGK CGK .303.529.500.873.600.400.DPS .536.300.400.00 912.00 1.809.900.00 1.00 3.600.00 4.303.BTH .CGK CGK .DPS . PD Pasar Kota Denpasar Hotel Singgasana Makassar DPRD Kota Medan Walikota Yogyakarta Lama 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 Total Biaya Perjalanan 4.CGK CGK .500.00 2. Badung Hotel Singgasana Makassar DPRD Kota Batam DPRD Kota Badung DPRD Kota Batam DPRD Kab.MES .291.809.BTH .600.352.500.UPG .750.CGK CGK .000.900.400.BTH .00 7.4 dari 4 Lampiran 6.000.00 1.00 702.00 6.809.DPS .00 3.MES .00 1.00 834.303.400.600.600.SUB .100.100.CGK CGK .00 2.00 7.00 7.00 7.00 852.00 3.900.174.349.00 5.CGK CGK .303. Badung DPRD Kota Medan DPRD Kota Medan Provinsi Bali dan Kab.00 2.750.500.00 383.00 7.106.128.700.00 5.900.

100.000.00 dengan menyetorkannya ke Kas Daerah.00 Tidak Sesuai Ketentuan REKOMENDASI (3) Pimpinan dan Anggota DPRD Periode 1999– 2004 mengembalikan Tunjangan Kehormatan sebesar Rp1. Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Daerah TA 2004 STATUS No.000.000.000. 3.00 – Rp60.161/3211/SJ tgl 29 Desember 2003 terlambat diterima dan Pemda belum pernah mendapat sosialisasi sebelumnya dari Depdagri Telah ditindaklanjuti dengan menyetorkan ke Kas Daerah pada periode s.000.00.000. Sedangkan sisanya sebesar Rp576.000.000.00 (Rp221. – tgl 26 Agustus 2005 dan STS No. Pembayaran Tunjangan Idul Bagi Pimpinan dan Anggota serta Pegawai Sekretariat Sebesar Rp211.750.00). TS 1 .000. (5) TB (6) TB TS (7) (8) Kekurangan sebesar Rp576.250. surat keterangan kematian terlampir).00 dengan dua bukti setor per tanggal 9 Agustus 2005 (bukti setor terlampir).00 (Rp211.00 Sesuai Ketentuan Adha DPRD DPRD Tidak Pimpinan dan Anggota DPRD periode 19992004 dan Pegawai Sekretariat DPRD mempertanggunggungjawabkan Tunjangan Idul Adha sebesar Rp211. TINDAK LANJUT BT (4) Telah disetor ke Kas Daerah sebesar Rp706. merupakan tunjangan utk bulan Januari s. (1) 1.000.Lampiran 7.000.000. TB Yang belum disetorkan ke kas daerah sebesar Rp86. 13 Mei 2008 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp89.000.250. Fauzi HI.750.000.00 dengan menunjukkan bukti-bukti pemeliharaan TB Yang belum disetor ke kas daerah sebesar Rp121.283.500. karena SE No.00 berdasarkan penjelasan Sekretaris DPRD Kota Tangerang dengan surat No.000. H.00 dengan STS No.000. dan menyampaikan bukti setor kepada BPK-RI.500. Pemantauan atas Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan yang Belum Sesuai Saran BPK RI a.d April 2004 yg diberikan pd masa transisi.00 dengan menyetorkan ke Kas Daerah dan menyampaikan bukti setornya kepada BPK-RI.00 dan Rp60.000.00Rp89. TEMUAN (2) Realisasi Tunjangan Kehormatan Sebesar Rp1.000. Pimpinan dan Anggota DPRD periode 1999-2004 dan periode 2004-2009 serta Sekretaris DPRD mempertanggungjawabkan Biaya Pemeliharaan Rumah Jabatan/Dinas sebesar Rp221.283.000. a.000.000.000.00 dengan menyetorkan ke Kas Daerah dan menyampaikan bukti setornya kepada BPK-RI.000.000.00 dan Tunjangan Kesehatan untuk Pimpinan dan Anggota DPRD Sebesar Rp288.000.000.00) b.000.000.000.00 tidak disetorkan ke kas daerah sesuai saran BPK RI. KETERANGAN 2.100.000.00 – Rp75. Pemberian Biaya Pemeliharaan Bangunan dan Gedung Rumah Dinas Sebesar Rp525.000.000. Surat pernyataan dari Pimpinan DPRD dan Anggota DPRD bahwa biaya pemeliharaan rumdin memang benar digunakan untuk pemeliharaan rumdin.600.700/478-Setwan/2005 tgl 9 Agustus 2005. Pimpinan dan Anggota DPRD periode 1999-2004 mempertanggungjawabkan Biaya Pemeliharaan Rumah Dinas sebesar Rp304.d. Satu orang anggota DPRD meninggal dunia (Drs.000.tgl 30 Agustus 2006 (bukti setor terlampir).00 Tidak Sesuai Ketentuan Telah disetorkan ke Kas Daerah sebesar Rp75.

043.388 – Rp14.000.697.00 pada waktu proses penyelesaian HP (5) TB (6) TS (7) KETERANGAN (8) TB Yang belum disetorkan ke kas daerah sebesar Rp117.799. c. Kepala Dinas Tata Kota. TS b.750. TINDAK LANJUT BT (4) (5) TB (6) TS (7) (8) KETERANGAN Surat pernyataan pimpinan dan anggota DPRD bahwa dana tunjangan kesehatan yang diterima setiap bulan benar-benar digunakan untuk penunjang biaya kesehatan pimpinan dan anggota DPRD serta anggota keluarga. telepon dan air.388.00 Tidak Sesuai Ketentuan dan Sebesar Rp1. termasuk pembayaran rekening listrik. dengan bukti setor disampaikan kepada BPK-RI. Pimpinan dan Anggota DPRD periode 1999-2004 mempertanggungjawabkan Tunjangan Kesehatan sebesar Rp288. Telah disetor sebesar Rp14.00 (Rp132. TEMUAN (2) Pengeluaran Jasa Konsultan Sebesar Rp132. Hasil Pemeriksaan Belanja Daerah TA 2004 dan TA 2005 STATUS No. Memberikan teguran tertulis kepada para Pemimpin Kegiatan dan Panitia Pengadaan Jasa Konsultansi serta Pemegang Kas supaya lebih teliti dan cermat dalam melaksanakan tugasnya.888.697.00 dengan menyetorkan ke Kas Daerah dan bukti setor disampaikan kepada BPK-RI b.862.00 dengan membuktikan bahwa Tunjangan Kesehatan tersebut benar-benar untuk biaya kesehatan Pimpinan dan Anggota DPRD beserta keluarganya.500. TS 2 .697. Mengintruksikan kepada Kepala Bapeda. Surat Teguran kepada Pinlak. (1) TEMUAN (2) REKOMENDASI (3) yang lengkap dan sah.388.STATUS No.897. Panitia dan Pekas No.900.401.1/407UM/2006 Tanggal 5 April 2006. TINDAK LANJUT BT (4) Sudah ditindaklanjuti dengan: a. Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum supaya dalam melakukan pengadaan jasa konsultan berpedoman pada ketentuan yang berlaku dan diperintahkan supaya mempertanggungjawabkan kerugian daerah sebesar Rp132. Surat Teguran No.897. (1) 1.1/404UM/2006 Tanggal 5 April 2006.00 Tidak Didukung Dengan Bukti Pertanggungjawaban Yang Sah REKOMENDASI (3) BPK-RI menyarankan Walikota Tangerang agar : a.500) b. Bawasda telah berkonsultasi dengan Bappenas RI ttg biaya Personil untuk pekerjaan konsultan tgl 7 Juli 2006.862. dan apabila tidak dapat mempertanggungjawabkan supaya menyetorkan ke Kas Daerah.

000.750.900.650.00 TS c. yang menyatakan akan membuat rancangan Perda tentang Penyertaan Modal Pada PDAM Kota Tangerang (5) TB (6) TB TS (7) (8) Rancangan Perda dan Perda tentang Penetapan Penyertaan Modal pada PDAM Tirta Benteng belum diterima BPK RI KETERANGAN 2.000.250.00 yang diakui dalam Neraca Awal Kota Tangerang per 31 Desember 2003 masih berstatus sengketa b) Lima belas sertifikat asli atas tanah yang telah dinyatakan bersertifikat tidak diketahui keberadaannya Sudah ditindaklanjuti dengan Surat Pernyataan Siap Mensertifikatkan Tanah Milik Pemerintah Kota Tangerang No. Sebagian Tanah Yang Tercatat Dalam Neraca Kota Tangerang Masih Bermasalah a) Tiga lokasi tanah senilai Rp869.00 dan Penyertaan Modal Tanah sebesar Rp2. TINDAK LANJUT BT (4) Sudah ditindaklanjuti dengan Surat Pernyataan Kepala BKKD mengenai Penyertaan Modal pada PDAM Kota Tangerang No. c. Hasil Pemeriksaan Neraca Awal per 31 Desember 2004 STATUS TEMUAN (2) Penyertaan Modal Pada PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Sebesar Rp5.397.00 dan bukti pengeluaran tersebut disampaikan kepada BPK-RI.590/0246-BKKD/2007 dari Kepala BKKD Sudah ditindaklanjuti dengan penyampaian Surat Pernyataan kepala BKKD No.043.054.230.1/408UM/2006 Tanggal 6 April 2006.00 dari Dinas Tata Kota.900/0248-BKKD/2007. No. Pemerintah Kota Tangerang.862.000.030/0241BKKD/2007 yang menyatakan bahwa tanah dan bangunan yang beralamat di jalan Karyawan III No.n. Aset Tanah di 438 Lokasi Senilai Rp571. Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk melengkapi bukti pengeluaran sebesar Rp1.Surat Teguran No. BPK RI menyarankan Walikota Tangerang agar menginstruksikan secara tertulis kepada Kepala BKKD supaya menyelesaikan sengketa atas tiga tanah tersebut dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku dan menelusuri status tanah dan sertifikat dimaksud.230.00.303. Kepala Dinas Tata Kota.054. TB Bukti pengembalian tanah dimaksud belum diterima BPK RI 3 .474.401. Sedangkan untuk lokasi tanah lainnya belum ada tindak lanjut Instruksi walikota no 700/292bawasda/2007 tgl 21 feb 2007 TB 44 lokasi telah disertifikatkan atas nama Kota Tangerang 3. (1) 1. SPJ sebesar Rp776. BPK RI menyarankan Walikota Tangerang supaya menyertifikatkan tanah milik Kota Tangerang yang belum mempunyai sertifikat a.880.01 RT 002/007 telah dikembalikan kepada Sdr.00 Belum Ditetapkan Statusnya REKOMENDASI (3) BPK RI menyarankan Walikota Tangerang supaya mengajukan Rancangan Perda kepada DPRD Kota Tangerang tentang Penetapan Penyertaan Modal Pada PDAM Tirta Benteng atas Penyertaan Modal Yang Belum Ditetapkan Statusnya sebesar Rp5.397.600. SPJ sebesar 130.00 Yang Dimiliki Pemerintah Kota Tangerang Belum Disertifikatkan.417. c.559.00 dari Dinas Perhubungan dan SPJ dari Dinas PU sebesar Rp135.962.000.Nurjalih karena tanah dan bangunan tersebut milik pribadi yang bersangkutan.

397.00 Belum Disertai Berita Acara Serah Terima Dari Provinsi Banten REKOMENDASI (3) BPK RI menyarankan Walikota Tangerang agar menindaklanjuti surat yang telah dikirim kepada Gubernur Banten untuk segera dibuatkan Berita Acara Serah Terima Dokumen Aset Instansi Vertikal/LPND.00 Belum Ditetapkan Statusnya REKOMENDASI (3) BPK-RI menyarankan Ketua Badan Pengawas PDAM TBKT menginstruksikan Direksi agar mengoptimalkan koordinasi dan konsultasi dengan Pemerintah Kota Tangerang dan Departemen Keuangan Republik Indonesia untuk mendapatkan bukti ketetapan terhadap status modal yang telah diterimanya.04/AM/XII/2006 tanggal 22 Desember 2006 untuk segera memproses penetapan status aset dan modal baik berasal dari Pemerintah Pusat maupun dari Pemerintah Kota Tangerang. (1) 4.230. (1) 1.000. 700/2409Bawasda/2007 tanggal 31 Mei 2007 kepada Kepala BKKD untuk memproses pembuatan BAST Dokumen Aset Instansi Vertikal/LPND sebagaimana surat ke Gubernur Banten (5) TB (6) TB TS (7) (8) Berita Acara Serah Terima belum ada KETERANGAN d.Instruksi tertulis Ketua Badan Pengawas kepada Direksi sesuai surat No.001.2/AM/I/2007 tanggal 3 Januari 2007. TEMUAN (2) Enam Tanah Dan Bangunan Kantor Yang Tercatat Dalam Neraca Awal Kota Tangerang Senilai Rp19.00 Dan Rp5.000.986.STATUS No.Instruksi tertulis Direktur Umum kepada Kepala Bagian Keuangan sesuai Nota Dinas No. .539. .608/NDDirum/XII/2006 tanggal 28 Desember 2006 untuk meneliti data piutang tidak tertagih yang umurnya telah lebih dari 2 tahun untuk diusulkan (5) TB (6) TB TS (7) (8) Penetapan status aset dan modal belum diproses oleh Direksi PDAM yang sedang melakukan konsultansi dengan instansi terkait KETERANGAN 2. Direksi PDAM Belum Mengusulkan Penghapusan Piutang Tak Tertagih Yang Umurnya Telah Lebih Dari Dua Tahun BPK-RI menyarankan Direksi PDAM TBKT memerintahkan Kepala Bagian Keuangan agar meneliti data Piutang Tak Tertagih yang kemungkinan kecil ketertagihannya dan umurnya telah memenuhi syarat untuk segera diusulkan penghapusannya ke Badan Pengawas dan dicatat secara extra comptabel serta tetap diusahakan penagihannya secara TB Proses penghapusan piutang tak tertagih masih dalam proses 4 . TINDAK LANJUT BT (4) .543. yang menjelaskan bahwa hal ini belum diproses karena perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan instansi terkait.054. No. Hasil Pemeriksaan PDAM Tirta Benteng TB 2005 STATUS TEMUAN (2) Modal Perusahaan Yang Berasal Dari Pemerintah Pusat Dan Daerah Masing-Masing Sebesar Rp39. TINDAK LANJUT BT (4) Sudah ditindaklanjuti dengan Surat Walikota Tangerang No.Jawaban tertulis Direksi atas instruksi tersebut sesuai surat No.696.

001.2/AM/I/2007 tanggal 3 januari 2007. yang menjelaskan bahwa usulan tersebut sedang dibuat. penghapusannnya kepada Badan Pengawas. 5 . .Penjelasan tertulis Direksi kepada Badan Pengawas atas tindak lanjut Hasil Pemeriksaan BPK RI sesuai surat No.001. Keterangan: BT : Belum Dilakukan Tindak Lanjut TB : Tindak Lanjut Belum Sesuai Dengan Rekomendasi TS : Tindak Lanjut Sesuai Dengan Rekomendasi.Jawaban tertulis Direksi atas instruksi tersebut sesuai surat No. Kebijakan Pemberian Keringanan Tarif Dalam Rangka Menjaring Pelanggan Potensial Belum Diatur Dalam SK Walikota BPK-RI menyarankan Ketua Badan Pengawas PDAM TBKT menginstruksikan Direksi agar mengajukan usul kepada Walikota Tangerang untuk mengatur lebih lanjut tentang kebijakan pemberian keringanan tarif dalam SK Walikota. TB Usulan kebijakan pemberian keringanan tarif masih dalam proses 3.optimal. .2/AM/I/2007 tanggal 3 Januari 2007. yang menjelaskan bahwa perhitungan atas penghapusan piutang tak tertagih sedang dalam proses. -Instruksi tertulis Ketua Badan Pengawas kepada Direksi sesuai surat No.04/AM/XII/2006 tanggal 22 Desember 2006 untuk mengajukan usulan kepada Walikota Tangerang tentang kebijakan pemberian keringanan tarif.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->