PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2008

Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN-BATAN 2007

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL YOGYAKARTA 2008

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

TIM PENYUSUN PEDOMAN AKADEMIK SURAT KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR NOMOR : 125/STTN/IX/2008 TANGGAL : 17 SEPTEMBER 2008 TENTANG TIM PENYUSUN PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2007 SUSUNAN TIM PENYUSUN PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2007

Penanggung Jawab Ketua Sekretaris merangkap anggota Anggota

: Prof. Dr. Kris Tri Basuki : Ir. Noor Anis Kundari, MT : Suroso, SST : 1. Dr. Anwar Budianto, D.E.A 2. Drs. Surpiyono, M.Sc 3. Ir. Bangun Wasito, M.Sc 4. Ir. Djiwo Harsono, M.Eng 5. Ir. Giyatmi, M.Si 6. Ir. Surakhman 7. Ir. Zaenal Abidin, M.Kes 8. Toto Trikasjono, ST, M.Kes 9. Sri Multi, SE 10. Joko Sunardi, SST 11. Sugili Putra, ST 12. Maria Christina Prihatiningsih, SST 13. Rita Tyas Mulatsih, SH Yogyakarta, 17 September 2008 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

KRIS TRI BASUKI

ii

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR :126 /STTN/ IX / 2008

TENTANG PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR TAHUN 2007 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR Menimbang : Bahwa sebagai tindak lanjut SK Ketua STTN Nomor : 125/STTN/ IX/2008 Tentang Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN– BATAN 2007 dipandang perlu menetapkan Perubahan Pedoman Akademik STTN–BATAN 2007. Undang–undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; Peraturan pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi; Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir; Keputusan Kepala BATAN Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta STTN. Hasil kerja Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – BATAN 2007. MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL TENTANG PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR TAHUN 2007.

Mengingat

:

1. 2. 3. 4.

Memperhatikan :

iii

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

PERTAMA KEDUA

: :

Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007 perlu adanya perbaikan. Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007 diubah menjadi Pedoman Akademik STTN – BATAN 2008. Pedoman Akademik STTN – BATAN 2008 mulai diberlakukan pada Tahun Akademik 2008/2009, dengan ketentuan apabila di kemudian hari ditemukan adanya kesalahan, akan diperbaiki sebagaimana

KETIGA

:

mestinya.

Ditetapkan di Yogyakarta, Pada tanggal 22 September 2008 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

KRIS TRI BASUKI

Tembusan : 1. Yth. Kepala BATAN 2. Yth. Sekretaris Utama BATAN 3. Kepala Subbagian Keuangan STTN 4. Kepala Subbagian Persuratan dan Kepegawaian STTN 5. Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007

iv

dan semua pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung ikut berpartisipasi dalam penyusunan Buku Pedoman Akademik ini. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir sebagai bagian sistem pendidikan nasional harus mampu melaksanakan langkah-langkah penyesuaian. mahasiswa. Pedoman Akademik ini disusun atas kesepakatan-kesepakatan yang diperoleh melalui rapat koordinasi bidang akademik. karyawan STTN. secara periodik Buku Pedoman ini akan ditinjau. Oktober 2008 Ketua Tim Penyusun Noor Anis Kundari v . rapat senat. Mudah-mudahan buku ini dapat bermanfaat. Pada tahun 2007 dilakukan beberapa perbaikan disebabkan salah cetak serta penambahan/pengurangan kata/kalimat namun secara substansi hanya terjadi perubahan pada persyaratan nilai TOEFL untuk wisuda dari 400 menjadi 450. Tahun 2008 ini Pedoman akademik diperbaiki terhadap beberapa kesalahan yang ditemukan oleh Tim dan adanya beberapa kebijakan akademik yang baru seperti Program Remedial dan penggunan Bahasa Inggris dalam Ujian Lisan Tugas Akhir/Pendadaran. dan perbaikan secara berkesinambungan dalam upaya meningkatkan kualitas lulusannya agar memiliki daya saing yang tinggi. semua dosen. dan rapat-rapat Tim. Yogyakarta.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 KATA PENGANTAR Buku Pedoman Akademik STTN diterbitkan pertama kali pada tahun 2006 berdasarkan kerja Penyusun Pedoman Akademik Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-BATAN dengan SK Ketua STTN Nomor 150 B/STTN/II/2006 yang menghasilkan Pedoman Akademik STTN-BATAN 2006 yang dikuatkan dengan SK Ketua STTN Nomor 25/STTN/ IX/2006 tentang Pedoman Akademik STTN-BATAN. asisten. Dengan adanya Pedoman Akademik ini diharapkan dapat memperbaiki sistem penyelenggaraan pendidikan di STTN yang akhirnya mampu meningkatkan kualitas lulusan. pengembangan. Oleh karena itu. yang telah membantu pengetikan. diskusi informal. Terima kasih kepada saudara Sigit Suryantono BE. serta ditambah daftar pustaka.

A. C. 125/STTN/IX/2008 SK NO. C. G. 126/STTN/IX/2008 KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. K. M. B. N. BAB II. vi PENDAHULUAN VISI MISI TUJUAN Halaman i ii iii v vi 1 2 3 3 5 9 9 10 10 11 11 11 12 14 15 16 16 18 18 19 ORGANISASI PERATURAN UMUM AKADEMIK SISTEM KREDIT SEMESTER TUJUAN SISTEM KREDIT SEMESTER JUMLAH BEBAN SKS SETIAP PROGRAM STUDI MASA STUDI SEMESTER REGULER SEMESTER PENDEK (SP) SISTEM UJIAN PENILAIAN HASIL BELAJAR HASIL UJIAN UJIAN SUSULAN EVALUASI HASIL PENDIDIKAN EVALUASI STUDI MAHASISWA PROGRAM REMEDIAL BATAS AKHIR WAKTU STUDI . L. D. B. BAB III. F. E. I. J. A. H.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL SK NO.

F. BAB VIII. A. C. B. C. C. BAB IV. BAB VII. BAB VI. A. P. D. H. Q.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 O. D. BAB V. A. A. C. E. D. PERSYARATAN KELULUSAN PREDIKAT KELULUSAN WISUDA JURUSAN DAN PROGRAM STUDI JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR PROGRAM STUDI DAN TUJUAN STRUKTUR KURIKULUM JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR KELOMPOK MATA KULIAH DAN PRASYARAT KURIKULUM DAN SILABUS JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR 19 20 20 21 25 25 26 30 32 59 JURUSAN DAN TUJUAN 59 FASILITAS LABORATORIUM 61 PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA INSTRUMENTASI 63 PROGRAM STUDI ELEKTROMEKANIK PERATURAN ADMINISTRASI AKADEMIK CALON MAHASISWA TEMPAT PENDAFTARAN BIAYA PENDIDIKAN DAFTAR ULANG KARTU RENCANA STUDI (KRS) KEHADIRAN CUTI STUDI MAHASISWA PINDAHAN KERJA PRAKTEK PERSYARATAN AKADEMIS PROPOSAL PELAKSANAAN PENILAIAN FORMAT LAPORAN KP 108 161 161 162 162 163 165 165 165 166 167 167 168 169 169 169 vii . B. B. D. E. B. G.

A. C. B. F. J. A. C. G. B.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 F. E. A. BAB XI. I. K. BAB X. D. BAB XII. G. D. H. E. C. BAB IX. B. JUMLAH LAPORAN KP TATA TULIS LAPORAN KP TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI DAN TUJUAN KETENTUAN-KETENTUAN TERKAIT DENGAN TA USULAN/PROPOSAL TUGAS AKHIR ISI TUGAS AKHIR UJIAN TUGAS AKHIR PENILAIAN TUGAS AKHIR TATA TULIS LAPORAN KP DAN TA KEMAHASISWAAN KETENTUAN UMUM TUJUAN DAN FUNGSI HAK MAHASISWA KEWAJIBAN MAHASISWA LARANGAN BAGI MAHASISWA SANKSI FASILITAS PENDIDIKAN PENGHARGAAN BEASISWA KEGIATAN KOKURIKULER KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DOSEN DOSEN JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR DOSEN JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR EVALUASI KINERJA DOSEN PENUTUP 170 170 173 173 173 175 176 182 184 184 187 187 187 188 189 190 190 191 191 192 192 192 193 193 195 197 198 199 DAFTAR PUSTAKA viii . F. G.

1640/D/O/86 tanggal 15 September 1986. Dalam proses pendirian STTN. tugas Satgas diperpanjang dengan SK Dirjen BATAN No. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir didirikan atas dasar adanya suatu gagasan untuk membuka program diploma bagi para teknisi pada akhir tahun 1982 yaitu pertemuan antara Kepala Pusdiklat dengan Direktur Jendral BATAN yang didorong oleh kebutuhan akan tenaga teknisi berkualitas tinggi yang mampu berfungsi sebagai penghubung antara tenaga teknisi dan peneliti. Ijin operasional dari Dirjen Dikti diperoleh dengan SK Dirjen Dikti No. yang dinamakan Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN). pada tanggal 21 Februari . Pada tanggal 3 Agustus 1985 Pendidikan Ahli Teknik Nuklir dengan singkatan PATN di Yogyakarta dibuka dengan resmi oleh Direktur Jendral BATAN. gagasan ini dikembangkan dengan membentuk Satuan Tugas Persiapan Pendidikan Ahli Teknik Nuklir berdasar SK Dirjen BATAN No. 53/DJ/IV/1985. Selanjutnya. Setelah semua persiapan baik perangkat keras maupun perangkat lunak semakin mantap. pada tanggal 31 Agustus 1999 BATAN mengajukan permohonan pendirian STTN-BATAN ke Depdikbud. PENDAHULUAN Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) adalah satu-satunya lembaga pemerintah Non Depertemen yang menyelenggarakan pendidikan keahlian di bidang teknologi nuklir program diploma-IV. Bapak Ir.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1 BAB I. Mengingat proses untuk melaksanakan tugas tersebut memerlukan waktu. 81/DJ/V/1984. pada bulan Agustus 1999 diadakan pertemuan antara BATAN dengan Depdiknas (dahulu Depdikbud) yang membahas rencana pendirian STTN. dibentuklah Satuan Tugas pengelola Pendidikan Ahli Teknik Nuklir dengan SK Dirjen BATAN No. Djali Ahimsa. Pada awal tahun 1983. Oleh karena itu. Setelah diadakan perbaikan proposal dan penilaian kelayakan pendirian STTN. 08/DJ/07/I/1983. sejak tahun 1998 dirintislah STTN-BATAN dengan jenjang Program Diploma IV. Peningkatan PATN (yang menyelenggarakan Program Diploma III ke bawah) menjadi STTN adalah dalam rangka mencukupi kebutuhan SDM terdidik yang terampil dengan kemampuan teknis dan akademis yang lebih tinggi.

. pada tanggal 8 Juni 2001 diterbitkan KEPRES nomor 71 tahun 2001 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Persetujuan pembukaan Jurusan dan Program Studi pada STTN-BATAN di Yogyakarta oleh Direktur Jenderal Perguruan Tinggi pada tanggal 20 Maret 2001 meliputi 2 Jurusan dengan 3 Program Studi dengan surat Nomor 1037/D/T/2001. Hatta Rajasa ditandai dengan penandatanganan prasasti yang sekarang terletak di halaman depan STTN. Keputusan ini ditindak lanjuti dengan Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisi dan Tata Kerja STTN. yaitu Jurusan Teknokimia Nuklir dengan 1 Program Studi (Prodi) Teknokimia Nuklir dan Jurusan Teknofisika Nuklir dengan 2 Program Studi. dengan Peringkat B. Ir. Setelah dilakukan pembahasan antara BATAN dengan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) akhirnya. M. Pada tahun 2007 semua program studi yang diselenggarakan STTN telah memperoleh akreditasi berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 006/BAN-PT/Ak-IV/Dipl-IV/ XI/2007. VISI Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir mempunyai visi menjadi Sekolah Tinggi idaman terdepan dalam pendidikan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. Pada tanggal 24 Agustus 2001 STTN dibuka secara resmi oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi.2 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2001 dilaksanakan presentasi oleh Kepala PATN di hadapan Tim P5D (Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik dan Program Diploma) Depdiknas yang dilanjutkan dengan peninjauan sarana dan prasarana yang ada seperti ruang kuliah dan fasilitas laboratorium. yaitu Prodi Elektronika Instrumentasi dan Prodi Elektromekanik. A. Hasilnya STTN-BATAN dinyatakan layak didirikan. Persetujuan Depdiknas diperoleh tanggal 15 Maret 2001 dengan surat Dirjen Dikti Nomor 1013/D/T/2001.

dengan mengoptimalkan pendayagunaan sumberdaya yang tersedia. tanggap terhadap perkembangan ilmu dan perkembangan masyarakat. beriman. melakukan pelayanan prima kepada masyarakat dan konsumen. Sistematika Pedoman Akademik STTN adalah: Pendahuluan. Peraturan Umum Akademik. Jurusan dan Program Studi. Kemahasiswaan. Jurusan Teknofisika Nuklir. membina kehidupan akademik yang sehat. 4. mempunyai kemampuan akademik dan atau profesional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. maupun masyarakat. menjunjung tinggi etika profesi. warga masyarakat. TUJUAN Adapun tujuan pendidikan Program Diploma IV STTN adalah menghasilkan lulusan dengan kualifikasi: 1. 5. menjadikan Sekolah Tinggi yang disegani. Dosen. dosen.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3 B. C. berbudi luhur. 3. . Guna memantapkan jalannya roda organisasi STTN serta usaha untuk penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan. maupun aparatur pemerintah. siap kerja (memiliki lisensi) serta mandiri. Peraturan Administrasi Akademik. dan Penutup. 2. Organisasi dan Personalia. maka sejak tahun 2006 STTN menerbitkan pedoman akademik yang dapat digunakan oleh para mahasiswa. Kerja Praktek. mampu memecahkan masalah baik dalam bidangnya maupun yang bersifat interdisipliner. pengelola. Tugas Akhir. MISI Misi STTN adalah menyelenggarakan pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan dalam bidang teknologi nuklir. dan penuh tanggung jawab dalam mengemban tugas dan kewajibannya sebagai pribadi. Jurusan Teknokimia Nuklir.

4 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

merumuskan peraturan pelaksanaan mimbar akademik dan otonomi keilmuan di STTN. Unsur Pimpinan STTN terdiri atas seorang Ketua dan 3 orang Pembantu Ketua. Pembantu Ketua terdiri dari Pembantu Ketua I Bidang Akademik. Pembantu Ketua II Bidang Administrasi Umum. Senat merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi STTN yang mempunyai tugas merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan STTN. menilai pertanggungjawaban pimpinan STTN atas pelaksanaan kebijaksanaan yang telah ditetapkan. instansi pemerintah dengan STTN dan memecahkan kesulitan yang dihadapi STTN. Senat. Jurusan. Susunan Organisasi STTN terdiri atas Dewan Penyantun. ORGANISASI Organisasi STTN-BATAN dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir dan Keputusan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. dan Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan. Bagian Administrasi Umum. memberikan pertimbangan dan persetujuan atas Rencana Pendapatan dan Belanja yang diajukan oleh pimpinan STTN. melaksanakan pemilihan calon Ketua dan mengajukan usulan pengangkatan serta pemberhentian Ketua kepada Kepala BATAN. Dewan Penyantun merupakan suatu wadah non-struktural untuk meningkatkan kemajuan STTN dan bertugas membantu unsur pimpinan STTN dalam hal menjaga dan memelihara hubungan baik antara masyarakat. Kelompok Dosen. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. dan menegakkan norma-norma yang berlaku bagi sivitas . memberikan pertimbangan kepada Kepala BATAN berkenaan dengan pengangkatan dan pemberhentian dosen yang memangku jabatan akademik di atas Lektor.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5 BAB II. Ketua dan Pembantu Ketua. dan Unit Penunjang. merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian sivitas akademika. Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan STTN.

keuangan. Sekretaris Jurusan. UPPM terdiri dari Kepala. Tenaga Ahli. .6 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 akademika. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi di bidang akademik dan kemahasiswaan. yaitu Elektronika dan Instrumentasi dan Elektromekanik. Bagian Administrasi Umum terdiri dari Subbagian Persuratan dan Kepegawaian. Subbagian Akademik dan Pengajaran. menyebarkan hasil penelitian. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan terdiri dari Subbagian Perencanaan dan Kerja Sama. dan Kepala Unit Laboratorium di bawah Jurusan. dan Tenaga Adminitrasi. Sekretaris. serta Subbagian Kemahasiswaan dan Alumni. Ketua Program Studi. Jurusan merupakan unsur pelaksana akdemik. serta Subbagian Perlengkapan. serta perlengkapan dan rumah tangga. mengenalkan ilmu dan teknologi di bidang nuklir kepada masyarakat dan meningkatkan keterkaitan program STTN dengan kebutuhan masyarakat. Jurusan di STTN ada 2 yaitu Jurusan Teknokimia Nuklir dengan 1 (satu) Program Studi dan Jurusan Teknofisika Nuklir memiliki 2 (dua) Prodi. Struktur Organisasi STTN dapat digambarkan dalam bagan pada Gambar 1. Unsur pelaksana administrasi STTN terdiri atas Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan serta Bagian Administrasi Umum. Jurusan terdiri atas Ketua Jurusan. Bagian Administrasi Umum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan administrasi di bidang persuratan dan kepegawaian. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) merupakan unsur pelaksana di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan mempunyai fungsi melakukan penelitian terapan di bidang teknologi nuklir. Subbagian Keuangan.

Struktur Organisasi STTN .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 7 Gambar 1.

8 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

b. b.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 9 BAB III. ketrampilan psikomotorik dan fisik yang dilakukan di laboratorium atau studio. 60 menit kegiatan akademik mandiri. A. SISTEM KREDIT SEMESTER Semester adalah kegiatan yang terdiri atas 16 sampai 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya. 2. Satu Satuan Kredit Semester per. Untuk Kerja Praktek dan Tugas Akhir. atau 4 jam kerja lapangan. Sistem Kredit Semester adalah sistem pembelajaran yang kegiatan per semesternya diukur dengan Satuan Kredit Semester (SKS). berikut kegiatan iringannya termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian.minggu terdiri atas: 1. 60 menit kegiatan akademik terstruktur. Untuk kegiatan yang menyangkut kemampuan. Untuk mahasiswa setara dengan: a. 50 menit kegiatan tatap muka terjadwal. c. PERATURAN UMUM AKADEMIK Bagian ini berisi tentang peraturan-peraturan umum akademik yang berlaku di STTN yakni menggunakan Sistem Kredit Semester. nilai 1 SKS setara dengan 4 jam . 50 menit tatap muka terjadwal dengan mahasiswa. c. yang masingmasing diiringi oleh sekitar 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri. 60 menit cara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur. Satuan Kredit Semester adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama 1 semester melalui kegiatan terjadwal sebanyak 1 minggu perkuliahan atau 2 jam praktikum. Untuk dosen setara dengan: a. 60 menit pengembangan materi kuliah. nilai 1 SKS setara dengan 2 jam (120 menit) praktikum terjadwal diiringi oleh 1-2 jam kegiatan terstruktur dan 1-2 jam kegiatan mandiri.

B. Masa Ujian Tengah Semester (UTS) selama 1-2 minggu. Penerapan Sistem Kredit Semester di STTN saat ini diatur sebagai berikut. Masa Kuliah Sesudah UTS selama 7-8 minggu. Pengambilan jumlah SKS mahasiswa ditentukan berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK) dan atau Indeks Prestasi Semester (IPS). 2. diiringi oleh 1-2 jam kegiatan terstruktur.10 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 kerja lapangan mahasiswa. 3. dan kemampuannya. Masa Ujian Akhir Semester (UAS) selama 2-3 minggu. 4. 5. 2. TUJUAN SISTEM KREDIT SEMESTER Tujuan pokok penggunaan Sistem Kredit Semester adalah: 1. atau nilai 1 SKS sama dengan penyelesaian kegiatan selama 6485 jam efektif per semester. 6. memperbaiki sistem evaluasi kecakapan mahasiswa. C. 3. memungkinkan perpindahan mahasiswa antar Program studi atau dari perguruan tinggi lain ke STTN. bakat. Masa Kuliah sebelum Ujian Tengah Semester (UTS) selama 7-8 minggu. apabila memenuhi persyaratan. mempermudah penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. melaksanakan sejauh mungkin sistem pendidikan input dan output ganda. . 2. dan maksimum 24 SKS dengan persetujuan Dosen wali. 4. Jumlah beban SKS untuk setiap Program Studi minimal 144 dan maksimal 160. dan 1-2 jam kegiatan mandiri. memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu sesingkat-singkatnya. JUMLAH BEBAN SKS SETIAP PROGRAM STUDI 1. 1. memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan pendidikan yang sesuai dengan minat.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 11 D. dan 3 minggu masa ujian akhir semester. . 4. dan sidang sarjana/ujian tugas akhir/Pendadaran di depan Dewan Penguji. Masa Studi Program lanjutan (ekstensi) dari D-III PATN adalah 3 Semester. 2. 6. SEMESTER PENDEK (SP) Jika dipandang perlu dan memungkinkan. ujian komprehensif. yaitu semester ganjil dan semester genap. Pengaturan masa kuliah adalah : empat belas (14) minggu masa kuliah dan praktikum/praktek. Masa studi untuk menyelesaikan Program D-IV STTN rata-rata adalah 8 semester. 3. 2. Dua (2) hari masa UTS di Semester Genap digunakan untuk Studi Ekskursi mahasiswa semester VI dan 1 minggu setelah ujian akhir Semeter Ganjil digunakan untuk ujian PPR bagi mahasiswa semester VII. Waktu yang diperlukan untuk kegiatan per-semester adalah 16 – 19 minggu termasuk UTS dan dan UAS. Jika dipandang perlu dan memungkinkan STTN dapat menyelenggarakan semester pendek. E. Semester reguler terdiri atas semester ganjil dan semester genap. Masa studi mahasiswa diakhiri dengan penyusunan tugas akhir. Semester pendek diselenggarakan pada saat liburan semester genap. 1-2 minggu masa ujian tengah semester. Masa Studi Program lanjutan (ekstensi) alih jalur dari D-III non PATN adalah minimal 4 Semester. meningkatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa. mempersingkat waktu studi mahasiswa. SEMESTER REGULER 1. MASA STUDI 1. Masa studi setiap tahun akademik terdiri atas 2 semester reguler. 2. seminar. Tujuan penyelenggaraan semester pendek adalah: 1. Program Studi dapat menyelenggarakan semester pendek. F. 5.

b. . telah menyelesaikan adminstrasi perkuliahan. Program Studi menyatakan perlunya diselenggarakan dan disetujui dalam Rapat yang dihadiri Pimpinan STTN. memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) semester genap yang berlaku. Ujian Tengah Semester (UTS) Ujian Tengah Semester adalah kegiatan evaluasi yang dijadwalkan oleh STTN dan dilaksanakan pada pertengahan Semester (pada minggu ke 8). penulisan karya ilmiah. memiliki KTM yang masih berlaku. Di samping memberikan ujian itu. Pengurus Jurusan. 2. G. 4. Bentuk dan Frekuensi Ujian Ujian dilaksanakan dalam bentuk Ujian Tulis terjadwal yaitu: a. yang dilaksanakan di luar Jadwal UTS dan UAS. SISTEM UJIAN Ujian diselenggarakan untuk mengetahui evaluasi keberhasilan proses belajar mengajar yang telah diselenggarakan. 2. Persyaratan Ujian Untuk mengikuti ujian mahasiswa harus memenuhi persyaratan: a. maupun kegiatan lain yang dilaksanakan sebelum UAS. tidak sedang melaksanakan kerja praktek (KP). Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. 3. b. karangan/paper. membayar biaya yang ditentukan. dan Kepala Bagian Administrasi Umum. maupun tugas-tugas yang berupa penyelesaian soal-soal.12 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Persyaratan mahasiswa agar dapat mengikuti semester pendek adalah: 1. Ujian Akhir Semester Ujian Akhir Semester adalah kegiatan evaluasi pada akhir semester untuk materi teori maupun praktikum. 1. setiap pengampu mata kuliah dapat memberikan evaluasi dalam bentuk lain seperti tes/kuis. khusus untuk mata kuliah teori atau praktikum yang membutuhkan evaluasi tengah semester secara tertulis.

3. mendaftar sebagai peserta ujian untuk memperoleh Kartu Ujian. 4. Apabila sudah diperingatkan secara lisan oleh petugas sebanyak . Peserta ujian harus membawa: 1. mengisi lembar Evaluasi Dosen terkait (berlaku untuk UAS). e. Peserta ujian harus mengenakan pakaian seragam STTN dengan sopan. Kartu Ujian yang sah. d.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 13 c. 3. peserta sudah berada di tempat yang ditentukan. b. Peralatan lain yang diijinkan oleh dosen penguji. Selama ujian berlangsung. Mencontoh pekerjaan peserta lain. Bercakap-cakap dengan peserta lain atau berbuat sesuatu yang dapat menimbulkan anggapan yang bersangkutan bertindak tidak jujur atau curang. ** Pendaftaran ujian diatur lebih lanjut dalam ketentuan tersendiri. 3. d. Tata Tertib Ujian Setiap mahasiswa peserta Ujian Tulis/Praktikum harus mematuhi tata tertib sebagai berikut. a. Lima menit sebelum ujian dimulai. c. 4. Pinjam meminjam alat tulis antar peserta tanpa ijin pengawas. 2. Alat tulis kecuali kertas. Materi Ujian Secara umum materi ujian ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan. Meninggalkan tempat ujian tanpa ijin pengawas.** Catatan: Setelah masa ujian selesai Kartu Ujian dikembalikan ke Sub. Bagian Akademik dan Pengajaran untuk diisi nilai-nilai yang sudah keluar dan dipakai sebagai bahan konsultasi pengisian KRS dengan dosen wali apabila pada masa perwalian KHS belum terbit. peserta dilarang: 1. memiliki Kartu Rencana Studi (KRS) semester yang bersangkutan dan telah ditandatangani oleh dosen wali. Setelah mahasiswa mengumpulkan lembar evaluasi menunggu panitia membagi soal dan kertas ujian. 2.

9. Terlambat lebih dari 15 menit. Mengerjakan ujian atas nama peserta lain. Penilaian hasil belajar mahasiswa adalah usaha untuk mengetahui tingkat . Menyobek nomor ujian dan atau memindahkan tempat duduk. apabila hal ini terjadi maka kedua belah pihak dinyatakan tidak lulus. dan hasil pekerjaan diberikan kepada pengawas untuk diberi catatan dan dilaporkan kepada dosen terkait. 6. 7. Namanya dicatat untuk dilaporkan kepada Pengurus Jurusan/dosen yang bersangkutan. h.14 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3 kali tetapi tidak diindahkan. PENILAIAN HASIL BELAJAR 1. 2. Tidak diijinkan mengikuti ujian-ujian selanjutnya. Dianggap tidak lulus. H. tetapi sudah ada peserta ujian yang telah selesai dan meninggalkan tempat ujian. Terlambat kurang dari 15 menit. 8. Peringatan lisan. 3. 1. 2. 2. namun masih melakukan pelanggaran yang sama. yang bersangkutan dapat dikeluarkan dari ruang ujian. Peserta tidak boleh mengikuti ujian apabila: 1. Untuk pelanggaran yang lebih berat dapat dikenakan sanksi: 1. Hasil pekerjaan ujian ditinggalkan di tempat setelah ujian dinyatakan selesai. pengawas ujian dapat meminta yang bersangkutan meninggalkan ruang ujian. Membuat catatan pada bangku atau tembok. g. f. Merokok. Mengaktifkan hand phone. Sanksi: Pelanggaran terhadap ketentuan di atas dikenakan sanksi sebagai berikut. Jika sudah diperingatkan lisan 3 kali. 5.

3. HASIL UJIAN Hasil ujian setiap mata kuliah dapat diumumkan kepada mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut. praktek. 1. Pada permulaan kuliah semester. 6. C = Cukup : mempunyai bobot 2. Nilai akhir dinyatakan dalam bentuk huruf yang masing-masing mempunyai arti dan bobot sebagai berikut: A = Baik Sekali : mempunyai bobot 4. 2. Pada dasarnya penilaian adalah hak dosen pengampu. pelaksanaan tugas. E = Gagal : mempunyai bobot 0. pengampu wajib memberitahukan bobot dan nilai tugas-tugas akademik kepada mahasiswa. mahasiswa yang mendapat nilai tersebut dinyatakan tidak lulus. I. D = Kurang : mempunyai bobot 1. UAS. 2.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 15 keberhasilan mahasiswa dalam mencapai penguasaan kompetensi yang dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian. dan tugas-tugas lain berdasarkan bobot yang telah ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan. Nilai akhir diumumkan oleh STTN dalam bentuk huruf. namun disarankan dosen pengampu mengumumkan sendiri dalam bentuk angka dan mengembalikan hasilnya kepada mahasiswa. Penilaian hasil belajar mahasiswa dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan dengan cara yang sesuai dengan ciri-ciri bidang studi/mata kuliah/yang bersangkutan. Pada setiap akhir semester mahasiswa diberi Kartu Hasil Studi (KHS) yang . dan pengamatan dosen. 5. 3. Nilai E merupakan nilai mati. Penilaian hasil belajar diwujudkan dalam nilai akhir (NA) yang merupakan gabungan dari UTS. Nilai UTS tidak diumumkan oleh STTN. B = Baik : mempunyai bobot 3. 4. praktikum.

atau kerabat dekat. bahan konsultasi menggunakan kartu ujian yang telah diisi nilai-nilai yang sudah keluar oleh Sub. EVALUASI HASIL PENDIDIKAN Evaluasi hasil pendidikan mahasiswa merupakan pengukuran tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tingkat kompetensi yang telah ditentukan dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakan oleh STTN. 3. yang tinggal 1 rumah meninggal dunia. Indeks Prestasi meliputi Indeks Prestasi Semester (IPS). 4. Ujian susulan hanya diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi ketentuan: 1. K. Mahasiswa menggandakan dan mendistribusikan surat yang sudah disetujui dosen tersebut ke Jurusan dan BAAK. suami/isteri) meninggal dunia. 1. Dosen yang bersangkutan menyatakan bersedia yang dibuktikan dengan menuliskan kesediaanya pada surat permohonan mahasiswa.16 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 dapat digunakan sebagai bahan konsultasi dengan Dosen Wali. atau keluarga ( orang tua. 2. UJIAN SUSULAN Mahasiswa yang tidak hadir pada ujian terjadwal dinyatakan tidak menggunakan kesempatan ujian yang telah disediakan oleh STTN. Indeks Prestasi Semester (IPS) Setiap akhir semester dilaksanakan evaluasi terhadap semua kegiatan akademik yang telah dilakukan oleh mahasiswa pada semester itu dalam bentuk IPS. Mengajukan permohonan secara resmi kepada dosen terkait sepengetahuan Ketua Jurusan dengan alasan sakit dan dirawat di rumah sakit yang ditunjukkan dengan bukti dari Rumah sakit. Pelaksanaan ujian susulan tidak boleh melebihi 2 minggu setelah UAS berakhir. Akademik dan Pengajaran BAAK. Pengukuran dilakukan berdasarkan indeks prestasi (IP). anak. J. Indeks Prestasi Tahunan (IPT) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Jika pada masa pengisian KRS KHS belum tersedia. . Bag.

00 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 17 Indeks Prestasi Semester merupakan ukuran tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan kompetensi dalam 1 semester.50 ≥ 3.50 Jumlah SKS maksimum 16 20 22 24 .. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) digunakan untuk mengukur tingkat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan kompetensi selama mengikuti proses pembelajaran sampai dengan semester terakhir.. Besarnya IPS mahasiswa dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: IPS = ∑ [H x K ] ∑K dengan H = bobot nilai perolehan dan K = nilai kredit mata kuliah. yaitu: Rentangan IP < 2.. 2. 3. Indeks Prestasi Tahunan (IPT) Indeks Prestasi Tahunan adalah Indeks Prestasi yang diperoleh dalam 1 (satu) tahun akademik.00 < IP < 3.. + ∑ (K )semester k e n n Beban studi yang dapat diambil oleh mahasiswa pada semester berikutnya ditentukan atas dasar IPK atau IPS yang dicapai dengan persetujuan dosen wali. + ∑ (HxK )semester k e + . Perhitungan IPK dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut: IP = K ∑ (HxK ) ∑ (K ) semester I semester I + .25 2.25 ≤ IP ≤ 3.

Akhir Semester XII merupakan batas waktu penyelesaian program pendidikan D-IV STTN. EVALUASI STUDI MAHASISWA Evaluasi studi dimaksudkan untuk menilai kelayakan seorang mahasiswa untuk daftar ulang dalam melanjutkan studi di STTN. Jumlah SKS dengan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. II. Keputusan penyelenggaraan Program . 1. atau 5 di atas. 4. Persyaratan akademik yang harus dipenuhi agar seorang mahasiswa dapat melanjutkan pendidikannya ke Semester V adalah sebagai berikut: Yang bersangkutan telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 64 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2. Mencapai IPK sekurang-kurangnya 2. maka yang bersangkutan terkena sanksi pemutusan hak pendidikan (drop out) oleh Ketua STTN.56. 6. STTN dapat menyelenggarakan Program Remedial. Akhir Semester IV dilakukan evaluasi untuk menentukan kelanjutan studi mahasiswa. 2. PROGRAM REMEDIAL Jika dari evaluasi hasil pembelajaran diketahui ada mahasiswa yang mengalami hambatan dalam belajar sehingga memperoleh nilai yang rendah.75 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 % tanpa nilai E. Mahasiswa STTN dengan pertimbangan khusus dapat menempuh selamalamanya 12 semester. Jika mahasiswa tidak memenuhi syarat pada butir 3. tanpa nilai E 5. M. Akhir Semester I. Kelanjutan pendidikan mahasiswa ditentukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap indeks prestasi sebagai berikut. Persyaratan akademik yang harus dipenuhi untuk penyelesaian program D-IV adalah dapat: Menyelesaikan semua beban SKS sesuai dengan Program Studi. 4. 3. dan III IP < 2.18 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 L.56 diperingatkan. Agar dapat melanjutkan studi di STTN pada akhir Semester II mahasiswa harus sudah memperoleh sekurang-kurangnya 32 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2. tanpa nilai E.56 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. Evaluasi untuk program ekstensi (lanjutan dari Program D-III) dilaksanakan setelah Semester II.

Cuti akademik dan skorsing tidak diperhitungkan sebagai waktu studi. dengan alasan : a. pernah cuti hamil dalam masa studi. Batas waktu studi adalah 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu) kali selama-lamanya 1 (satu) tahun. hal-hal lain yang mendapat persetujuan tertulis dari Kepala BATAN. O. atau pelaksanaan kerja praktek dan atau tugas akhir yang menghadapi kendala. BATAS AKHIR WAKTU STUDI Waktu studi Program D-IV STTN dihitung mulai saat mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa untuk pertama kali sampai dengan mahasiswa itu dinyatakan lulus ujian tugas akhir.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 19 Remedial didasarkan pada Rapat Yudisium atau Rapat koordinasi Bidang Akademik. atau d. .3) ditambah 2 semester. atau b. N. pernah memperoleh ijin sakit yang atas saran dokter rumah sakit memerlukan istirahat dalam waktu paling lama 1 tahun. Untuk Program Ekstensi batas waktu studi adalah masa studi (seperti ketentuan D.2 dan D. Pada masa perpanjangan ini mahasiswa dikenai beaya perkuliahan seperti mahasiswa angkatan terakhir. Mahasiswa yang ingin memperpanjang waktu studi wajib mengajukan permohonan perpanjangan kepada Ketua STTN melalui Pembantu Ketua I disertai alasan yang dapat dipertanggung jawabkan dengan persetujuan oleh Ketua Jurusan. atau c. bagi mahasiswa karyawan dan Ketua STTN bagi mahasiswa umum. Penolakan/persetujuan perpanjangan ini harus sudah dapat diputuskan dalam waktu 7 hari. PERSYARATAN KELULUSAN Mahasiswa dapat dinyatakan lulus apabila telah memenuhi ketentuan sebagai berikut. Ketentuan lebih lanjut mengenai Program Remedial diatur dengan Keputusan Ketua. ketentuan akademik yaitu karena nilai yang belum memenuhi syarat kelulusan. sejak surat itu diterima Puket I.

Perpustakaan STTN. . 6. dan untuk Karyawan Tugas Belajar ke PUSDIKLAT-BATAN yang dibuktikan dengan tanda terima. 4.20 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Predikat kelulusan adalah sebagai berikut: 1. 3. Telah mengikuti Kuliah Etika Profesional /Kuliah Umum/Kapita Selekta sedikitnya 4 kali. 2. Menyelesaikan ketentuan lain termasuk Administrasi. tanpa nilai E. 4. Menyerahkan Tugas Akhir kepada Jurusan. Mencapai Indeks Prestasi sekurang-kurangnya 2. Telah dinyatakan lulus yang dibuktikankan dengan transkrip akademik yang dikeluarkan oleh Sub. 3.51 – 4. P. Bag. Akademik dan Pengajaran BAAK (ditandai dengan paraf Kepala BAAK atau pejabat yang ditunjuk). IPK 3.50: sangat memuaskan. Mengumpulkan SKS sesuai dengan kurikulum Program Studi. Mempunyai sertifikat TOEFL dengan nilai minimal 450. Jumlah SKS dengan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. Dosen Pembimbing. 5. Q. 2.56. PREDIKAT KELULUSAN Predikat kelulusan merupakan penghargaan akademik atas prestasi akademik yang diperoleh seorang mahasiswa selama mengikuti pendidikan.56 – 3. IPK 2. Menyerahkan Karya Tulis Ilmiah untuk Jurnal Forum Nuklir. 3.01 – 3. Telah dinyatakan lulus ujian Tugas Akhir. 2. WISUDA Ijazah dan sebutan Sarjana Sains Terapan (SST) diberikan dalam Upacara Wisuda. Rincian lebih lanjut mengenai wisuda dibuat dalam ketentuan tersendiri yang diumumkan menjelang waktu pelaksanaan.00: dengan pujian. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk memperoleh Ijazah/mengikuti Wisuda adalah: 1. IPK 3.00: memuaskan.

dan Ketua Program Studi serta dibantu oleh Kepala Unit Laboratorium di bawah Jurusan. Pengurus Jurusan membentuk Kelompok Bidang Keahlian (KBK). Kurikulum untuk semua Program Studi di STTN menggunakan perbandingan 40 % teori dan 60% praktikum. Masa Jabatan masing-masing pengurus Jurusan adalah 4 tahun dan dapat dipilih untuk diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari 2 kali masa jabatan berturut-turut.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 21 BAB IV. maka perbandingan jam efektif teori dan praktikum kira-kira adalah 44 % teori dan 56 % praktikum. . Program Studi. Jurusan Teknokimia Nuklir mempunyai 1 program studi yaitu Program Studi Teknokimia Nuklir. Hal ini sesuai perhitungan jam efektif. JURUSAN DAN PROGRAM STUDI Jurusan di STTN terdiri dari Jurusan Teknokimia Nuklir dan Jurusan Teknofisika Nuklir. dan peluang kerja dapat dilihat pada Tabel 1. Jurusan Teknofisika Nuklir mempunyai 2 program studi yaitu Program Studi Elektronika dan Instrumentasi (ELIN) dan Program Studi Elektro Mekanik (ELMEK). dan bertanggung jawab kepada Ketua. karena kegiatan 1 SKS Praktikum adalah 3 x lebih lama dari teori. Sekretaris Jurusan dan Ketua Program Studi dipilih oleh para dosen jurusan yang bersangkutan kemudian diusulkan oleh Ketua Jurusan kepada Ketua STTN untuk diangkat dan bertanggung jawab kepada Ketua Jurusan. Kompetensi. Untuk pengembangan kompetensi. Ketua Jurusan dipilih oleh para dosen jurusan yang bersangkutan kemudian diusulkan kepada Ketua untuk diangkat setelah mendapat pertimbangan Senat. Sekretaris Jurusan. Jurusan dikelola oleh pengurus jurusan yang terdiri atas Ketua Jurusan. Diagram alir mata kuliah masing-masing Prodi dapat dilihat pada Lampiran.

Nuklir bidang Industri Pengelolaan Lingkungan Aplikasi Nuklir/Reaktor Aplikasi Medis Aplikasi Industri Proteksi Radiasi dan Aplikasi T. Nuklir bidang Industri Mekanik Elektro Instrumentasi Elektromekanik Proteksi Radiasi dan Aplikasi T. Program Studi. dan Peluang Kerja Program Studi Kompetensi Proses Kimia Proses Kimia Radiasi Analisis Kimia Proteksi Radiasi dan Aplikasi T. Kompetensi. berbangsa Memberi landasan Penguasaan ilmu dan ketrampilan Catatan Memberikan natural effect Peluang Kerja Batan/Industri/ Lembaga Penelitian/ Wirausaha Teknokimia ElektronikaInstrumentasi Batan/Industri/ Lembaga Penelitian/ Wirausaha Batan/ Lembaga penelitian/ Wirausaha Elektromekanik MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan) Diajarkan di semua jurusan . Pengelompokan Mata Kuliah Kelompok MPK (Mata kuliah Pengembangan Kepribadian) Deskripsi Manusia beriman dan bertaqwa Berbudi pekerti luhur Berkepribadian mantap Mandiri Tanggung jawab Bermasyarakat.22 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Tabel 1. Nuklir bidang Industri Tabel 2.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 23 m. Prodi > 50 % MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya) MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya) MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bersama) Membentuk tenaga ahli dengan kekaryaan berdasar ilmunya Membentuk sikap dan perilaku dalam berkarya Memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya .k.

24 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efektif. c. PROGRAM STUDI DAN TUJUAN Pendidikan Program Diploma IV Teknokimia Nuklir STTN bertujuan untuk: 1. proyek keteknikan.I.. “Chemical Engineering in Practice). Teknokimia Nuklir mempelajari aplikasi teknik nuklir untuk bidang kimia maupun teknik kimia maupun proses kimia yang melibatkan bahan nuklir serta proteksi dan keselamatan radiasi. serta pemilihan dan perawatan peralatan proses 4. A. Sikap ingin tahu (curious) terhadap informasi. metode. 1954. rekayasa proses dan analisis ekonomi. Mendidik dan memberi bekal kemampuan keilmuan dalam bidang proses kimia yang menerapkan teknologi nuklir (teknokimia nuklir) dan digunakan oleh industri kimia bahan nuklir (instalasi nuklir). dan evaluasi data. teknik konstruksi. teknik operasi dan teknik pemasaran hasil (dari Harper. spesifikasi. Bekerja secara efisien dan efektif. Meningkatkan kemampuan/ketrampilan dalam mengerjakan tugas-tugas bidang teknokimia di lembaga penelitian maupun industri yang meliputi perencanaan. scale up. dan hasil. Meningkatkan kemampuan keilmuan guna penyesuaian dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. pengembangan proses. Meningkatkan ketrampilan berfikir dalam bidang Teknokimia Nuklir yang meliputi pemilihan dan pengembangan proses. 5. 3. Mengembangkan sikap dan kebiasaan-kebiasaan sebagai berikut a. 6. dengan memperhatikan keselamatan diri dan lingkungan. 2. Bekerja sesuai prosedur yang benar. b. J.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 25 BAB V. pelaksanaan. JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR Ruang lingkup atau bidang kerja sarjana teknokimia adalah penelitian proses.

ruang kerja pengurus jurusan. Fasilitas utama untuk penyelenggaraan program studi Fasilitas utama untuk penyelenggaraan pendidikan di Jurusan Teknokimia Nuklir adalah ruang kuliah. Untuk mencapai tujuan tersebut disusun kurikulum yang berisikan mata kuliah-mata kuliah yang sesuai. 2. Misi a. ruang rapat. ruang seminar. laboratorium. Bekerja sama untuk tujuan dan hasil yang lebih baik dan benar. f. bimbingan dan konsultasi. Membina kehidupan akademik yang sehat dengan memberdayakan sumberdaya yang ada. Menjunjung tinggi etika profesi dan moral. menguasai proteksi radiasi. dengan senantiasa mengutamakan mutu dan kompetensi (quality & competence). e. STRUKTUR KURIKULUM JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR 1. 3. kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler. B. dan mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi nuklir dalam bidang teknokimia. Pengembangan sikap diintegrasikan pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. dan ruang kerja karyawan. Visi & Misi Visi Menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan tenaga yang mampu melaksanakan pekerjaan dalam bidang penelitian dan industri kimia terutama yang di dalamnya menerapkan teknologi nuklir. Ciri khas kompetensi lulusan yang diharapkan Menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang kompleks dalam industri maupun unit penelitian bidang teknokimia nuklir. perpustakaan.26 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 d. ruang dosen. mudah menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. . Bertanggung jawab untuk memperoleh hasil yang bermanfaat. b. menyelenggarakan pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir.

Radiokimia dan Kimia Radiasi. Komputer. serta Proteksi dan Keselamatan Radiasi. Persyaratan akademik tenaga pengampu Tenaga pengampu mata kuliah. majalah dan jurnal. Deteksi Radiasi. dan penanggung jawab praktikum minimum berpendidikan S-1/D-IV mempunyai kemampuan akademis pada bidang studi (kompetensi) yang sesuai dan ahli di bidangnya serta akan ditingkatkan sampai minimal S2/Sp1. antara lain Laboratorium Fisika. seperti: PTAPB. Kimia. dosen. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa. guna peningkatan penguasaan Bahasa Inggris disediakan Laboratorium Bahasa. slide proyektor dan LCD. Ilmu Bahan. PTKMR. Laboratorium Untuk pelaksanaan kegiatan praktikum disediakan laboratorium. selain laboratorium-laboratorium di atas juga dapat dipakai fasilitas-fasilitas lain di BATAN. sedang untuk asisten/ pembimbing praktikum diperbolehkan lulusan program Diploma III dengan pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun pada bidang (kompetensi) yang sesuai. dan pihak lain guna mendukung kegiatan belajar mengajar. . pembimbing kerja praktek. dan PRR. PTNBR.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 27 Ruang kuliah Untuk pelaksanaan proses belajar mengajar. Operasi Teknik Kimia dan Proses. Kimia Analisis. PPGN. tugas akhir. 4. OHP. PTLR. karyawan. disediakan ruang-ruang kuliah yang dilengkapi peralatan penunjang. Untuk pelaksanaan kerja praktek dan penelitian guna penyusunan tugas akhir. (Semua Unit di BATAN). PATIR. Selain itu. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Gambar Teknik. Perpustakaan Untuk pencarian informasi ilmiah. PTBIN. dan akan dikembangkan perpustakaan digital. PRSG. Instrumentasi Kimia. seperti: whiteboard. PRPN. PTBBN. disediakan ruang perpustakaan yang dilengkapi dengan buku-buku ilmiah dalam bahasa asing maupun bahasa Indonesia. PPEN. PTRKN.

kompetensi pendukung. ujian tulis. ujian sisipan. tugastugas lain. Rencana komprehensif kegiatan pembelajaran Agar tujuan pendidikan program studi dapat tercapai. Penguasaan bermasyarakat a. serta kaitannya dengan pencapaian elemen kompetensi dapat dilihat pada daftar sebaran mata kuliah per semester. diskusi c. Substansi bahan kajian Analisis substansi bahan kajian untuk kompetensi utama. pelaksanaan praktikum. kerja praktek b. Sistem evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengetahui tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai penguasaan kompetensi mata kuliah teori didasarkan atas pekerjaan rumah (PR). SAP. kegiatan pembelajaran direncanakan sebagai berikut: 1. simulasi 3. tugas akhir 7. Untuk mata kuliah praktikum didasarkan atas test awal. 6. tugas-tugas dan ujian akhir. dan Bahan Pengajaran. laporan praktikum. penyelesaian masalah 2. Penguasaan ilmu dan ketrampilan: a. Penguasaan berkarya dan penguasaan mensikapi a. presentasi/seminar d. Praktikum dan praktek b. Sistem evaluasi berdasar kompetensi 1. serta ujian praktikum untuk praktikum dengan bobot yang harus diberitahukan kepada mahasiswa pada permulaan semester. kuliah/tutorial b.28 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5. Selanjutnya setiap dosen wajib mengembangkannya menjadi GBPP. 2. Sistem penilaian hasil belajar didasarkan pada tiga kemungkinan sistem penilaian yang pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan sifat masing- . Pada dasarnya penilaian adalah hak dosen pengampu 3. test. dan kompetensi lain.

4. Masyarakat pengguna lulusan dan Kalangan Profesi. yaitu dengan cara menentukan batas lulus b. kurikulum. 4. c. 3. Sivitas Akademika c. administrasi. 1. sarana-prasarana. 5. Distribusi Matakuliah No. kemudian membandingkan nilai yang lulus relatif dengan nilai kelompoknya. yaitu dengan cara membandingkan nilai mahasiswa dengan nilai rata-rata kelompoknya. PAN (Penilaian Acuan Norma). Evaluasi juga dilakukan terhadap penyelenggara. BATAN b. 2.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 29 masing kegiatan akademik. dan proses belajar mengajar. yaitu dengan menentukan batas lulus terlebih dahulu. PAK (Penilaian Acuan Kombinasi). yaitu: a. PAP (Penilaian Acuan Patokan). Kelompok Masyarakat Pemrakarsa kurikulum Inti a. Kelompok (elemen kompetensi) Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB) Inti (Utama) 8 18 66 4 12 108 Prosentasi 73.65 Institusional Pendukung 2 12 19 4 2 39 26.35 Lainnya Jumlah SKS 10 30 85 8 14 147 100 . Tabel 3. dosen pengampu. 5.

5. 13. 4. NAMA MATA KULIAH Praktikum Gambar Teknik Asas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis Kimia Organik Matematika Terapan I Operasi Teknik Kimia I Termodinamika Instrumentasi Kimia Kimia Air Praktikum ADPR Matematika Terapan II Operasi Teknik Kimia II Alat Industri Kimia Radiokimia PRASYARAT 2 2 . 15. 4.30 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 C. 2. 10. 7. 3. 11. NAMA MATA KULIAH Matematika I Fisika Terapan Kimia Dasar Matematika II Fisika Modern Statistik Alat Deteksi & Pengukuran Radiasi Perpindahan Panas Ilmu Bahan I Teknik Listrik Pemrograman Komputer Pengantar Teknologi Nuklir PRASYARAT 2 2 Matematika I Fisika Terapan Matematika I Fisika Modern Termodinamika Kimia Fisika Fisika Terapan Matematika Terapan II Fisika Modern MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. KELOMPOK MATA KULIAH DAN PRASYARAT MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN No. 8. 5. 2. 3. 9. 12. 11. 4. 8. 7. 12. 3. 10. 9. 6. 1. 2. 5. 1. 6. NAMA MATA KULIAH Pendidikan Agama I Bahasa Inggris I Pendidikan Pancasila Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama II PRASYARAT 2 2 2 2 2 SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS T P 2 Kimia Dasar Kimia Dasar Kimia Dasar Kimia Dasar Matematika II Asas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis Kimia Fisika Fisika Modern Matematika Terapan I OTK I OTK I ADPR 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 I I V VI VII Semester I I I II II III III IV IV V IV V Semester I II II II II III III III III III III IV IV IV IV SKS T P Semester Pendidikan Agama I MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. 14. 1.

II Praktikum Proses Kimia Pilihan A-1 Semester 1 I VII VII VII VII Semester No. 3. 2. 19. 24. 20. 30. . OTK II KF. OTK I. 23. Kimia II Pengelolaan Limbah Proses Kimia II SPPBN PKBN MINAT PENGENDALIAN LINGKUNGAN Pengantar Ilmu Lingkungan OTK II Toksiko Ekologi P. 26. 2. PP Proses Kimia I Ilmu Bahan I. 22. 1. 18. II Praktikum Proses Kimia Proses Kimia Kinetika Kimia. 6. Ilmu Lingkungan Radioekologi Toksikoekologi V VI VII V VI VII V VI VII Mata kuliah pilihan (wajib minat) harus diambil oleh mahasiswa yang mempunyai minat dalam bidang tersebut secara konsisten. 7. 5. Teknologi Nuklir OTK II. PP. 4. 25. Proteksi Radiasi Proses Kimia I. 27. 1. OTK II Proses Kimia I P. 4. NAMA MATA KULIAH Keselamatan & Kesehatan Kerja Perundang-undangan TN Manejemen Proyek Seminar Sistem Manajemen Mutu PRASYARAT K3. 5. 28. 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 16. 17. Proses Kimia I Kimia Radiasi Ilmu Bahan II Praktikum P. 29. 9. PAP 2 2 2 2 2 2 2 2 V V V V VI VI VI VI VI VI VI VII VII VII VII 31 2 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS T P 2 1 2 2 SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 MK WAJIB PERILAKU BERKARYA (MPB) No. Komputer Proses Transfer Kinetika Kimia Proses Kimia II Aplikasi Teknik Nuklir Perancangan Alat Proses Praktikum Proses Kimia Praktikum Ilmu Bahan Metodologi Penelitian Alat Kontrol Proses Strategi Rekayasa Proses Reaktor Kimia OTK II Radiokimia Ilmu Bahan I Matematika Terapan II PP. 21. PAP Kinetika Kimia. 8. MK PILIHAN (WAJIB MINAT) (MKB) NAMA MATA KULIAH PRASYARAT MINAT ANALISIS KIMIA Spektroskopi Instrumentasi Kimia Kromatografi Spektroskopi Elektrokimia Instrumentasi Kimia MINAT TEKNOLOGI PROSES Proses Kimia Bahan Nuklir Operasi T.

Nuklir Proteksi Radiasi Aplikasi Teknik Nuklir Pengantar T.32 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK PILIHAN BEBAS KODE TKN712 TKN713 TKN714 STN715 TKN716 STN720 STN721 NAMA MATA KULIAH Bioteknologi Produksi Radio Isotop Teknologi Akselerator Proteksi Radiasi Lanjut Teknik Perunut Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik Dimungkinkan materi lain PRASYARAT Proses Kimia Proses Kimia Pengantar T. D. namun pada setiap semester mata kuliah yang ditawarkan diatur oleh Jurusan/program studi. Nuklir ADPR SKS T 2 2 2 2 2 2 2 P Semester VII VII VII VII VII VII VII Mata kuliah pilihan minat bebas dipilih mahasiswa. KURIKULUM DAN SILABUS Kurikulum SEMESTER I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 STN104 STN105 STN106 TKN107 TKN108 STN109 TKN110 Kelompok MPK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MPB MPB Mata kuliah Pendidikan Agama Bahasa Inggris I Matematika I Fisika Terapan Kimia Dasar Praktikum Fisika Terapan Praktikum Kimia Dasar Praktikum Gambar Teknik Keselamatan Kesehatan Kerja Praktikum K3 Jumlah SEMESTER II No 1 2 3 4 5 Kode STN201 STN202 TKN203 TKN204 TKN205 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB Mata kuliah Matematika II Fisika Modern Azas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis K U P U U U SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 K U P U U U U U P P P SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 11 8 .

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 6 7 8 9 10 TKN206 TKN207 TKN208 TKN209 STN210 MKB MKB MKB MKB MBB Kimia Organik Praktikum Kimia Fisika Praktikum Kimia Analisis Praktikum Kimia Organik Praktikum Bahasa Inggris Jumlah U U U U P 2 2 2 2 2 8 33 12 Keterangan: K=Kompetensi. U= Utama . Kode TKN401 TKN402 TKN403 TKN404 TKN405 TKN406 TKN407 TKN408 STN409 STN410 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MBB MBB Mata kuliah Perpindahan Panas Ilmu Bahan I Matematika Terapan II Operasi Teknik Kimia II Alat Industri Kimia Radiokimia Praktikum Operasi Teknik Kimia II Praktikum Radiokimia Proteksi Radiasi Praktikum Proteksi Radiasi Jumlah K U U U U U U U U U 2 14 2 6 Teori 2 2 2 2 2 2 SKS Praktikum K P U U U U U U U U U 14 Teori 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 SKS Praktikum 2 2 . L=Lain-lain SEMESTER III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN301 STN302 TKN303 TKN304 TKN305 TKN306 TKN307 TKN308 TKN309 STN310 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Mata kuliah Statistik Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Matematika Terapan I Operasi Teknik Kimia I Termodinamika Instrumentasi Kimia Pengantar Teknologi Nuklir Praktikum Operasi Teknik Kimia I Praktikum Instrumentasi Kimia Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Jumlah SEMESTER IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10. P=Pendukung.

3. 6. Pengelolaan Limbah c. 9. Kromatografi b. Pengantar Ilmu Lingkungan Praktikum Pemrograman Komputer Praktikum Kimia Radiasi Teori 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS Praktikum P U 16 2 2 4 SEMESTER VI No 1 2 3 4 5 6 7 Kode KIN601 TKN602 TKN603 TKN604 TKN605 TKN607 TKN608 TKN609 TKN610 TKN611 TKN612 TKN613 Kelompok MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Proses Transfer Kinetika Kimia Proses Kimia II Aplikasi Teknik Nuklir Perancangan Alat Proses Pilihan A2 a. 2. 8.34 SEMESTER V No 1. Proses Kimia Bahan Nuklir c. 5. 10. Toksiko Ekologi Praktikum Proses Kimia Praktikum Aplikasi Teknik Nuklir Praktikum Ilmu Bahan Jumlah K U U U U U U U SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 8. 4. Kode KIN501 TKN502 TKN503 TKN504 TKN505 TKN506 TKN507 TKN608 TKN609 TKN610 9 10 TKN511 TKN512 Kelompok MPK MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Mata kuliah Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 K U P P P U U U U Pancasila Teknik Listrik Pemrograman Komputer Kimia Air Proses Kimia I Kimia Radiasi Ilmu Bahan II Pilihan A-1 a. U U U 14 2 2 2 6 . 7. Spektroskopi b.

Kode KIN701 STN702 TKN703 TKN704 TKN705 TKN706 TKN707 TKN708 TKN709 8. TKN710 TKN711 TKN712 STN713 TKN714 9 10 11 12 13 STN715 STN716 TKN717 STN720 STN721 MKB MKB MKB MKB MKB MPB MPB MPB MPB MPB Jumlah SEMESTER VIII No 1 2 Kode STN801 STN802 Kelompok MBB MBB Mata kuliah Kerja Praktek Tugas Akhir Jumlah Ringkasan Sebaran SKS TKN I Tr 11 Pr 8 Tr 12 II Pr 8 Tr 14 III Pr 6 Tr 14 IV Pr 6 Tr 16 V Pr 4 Tr 14 VI Pr 6 Tr 21 K U U Teori Kelompok MPK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Mata kuliah Pendidikan Agama II Sistem Manajemen Mutu Metodologi Penelitian Alat Kontrol Proses Strategi Rekayasa Proses Reaktor Kimia Pilihan A3 a. Radioekologi Pilihan B Bioteknologi Produksi Radio Isotop Teknologi Akselerator Proteksi Radiasi Lanjut Teknik Perunut Perundang-undangan Tenaga Nuklir Manajemen Proyek Seminar Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik K U U U U U U U 35 SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 P 2 P P U P P 1 2 1 2 2 21 1 SKS Praktikum 3 5 8 19 20 Teori = 102 SKS 16 x 102 jam Utama =108 MPK=10 20 20 20 20 Praktikum = 39 SKS KP&TA=8 SKS 16 x 141 jam 16x4x8 jam Pendukung = 39 Lain-lain = 0 MKK=30 MKB=85 MPB=8 VIII Tr Pr 0 8 22 8 Total = 149 SKS Pr 1 VII MBB=14 . SPPBN c. Elektrokimia b.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 SEMESTER VII No 1 2 3 4 5 6 7.

Muhammad Syaltut. Hikmah ibadah. Pendidikan Agama Lain menyesuaikan 2. Nouns and Pronoun. Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama).J. F. Peran agama dalam keluarga. 3. noun clauses. Buku: 1. Academic Reading and Writing. Diferensial partial dan total. Nilai ekstrem. Calculus and Linear Algebra. Derivatif fungsi matematika. Gerund and Infinitives. Teknik Integrasi. John Wiley and Sons. Count/NonCount nouns.36 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Silabus Semester I 1. Cambridge Univ. Modal Auxiliaries. Cox & Wyman Ltd. Limit. 4. Perfect Tenses and articles. Bahasa Inggris I (2 SKS) Structure: Present. Islam. Pendidikan Agama I (2 SKS) (Pendidikan Agama Islam) Pokok-pokok agama. FMIPA-UGM. and Future Tenses. Jane Morris. 2. Raymond Murphy. 3. Riyadhus Sholihin. Deret. Connecting ideas. 1. Keimanan. Press. dan Lewis. Wardiman. Question words... Kaplan. pembangunan. W. Muhammad Al Ghozali. London. 3. Passive Sentences. Akhlak Islam. 1987. Comparisons. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). Dictionary of Science for Everyone. Past. Theory and Problem of Calculus. English Grammar in Use. D. Matrik. Aqidah. 1985. Ayres. 2. Determinan. Imam Namawi. dan perkembangan teknologi. dan Syari’ah. Buku untuk Pendidikan Agama Islam: 1. Bell & Hyman. Reading. Inc. Matematika I (2 SKS) Limit Fungsi. GCSE Chemistry. . England. Persamaan Differensial. New York.. 3. 2.

. R. Ergonomi. Inc. and Resnick.. analisis kecelakaan kerja. Lexington. tindakan pengamanan fasilitas. Heath and Company. D. Buku: . 6. dan masyarakat. 4. hantaran panas. and Tanner. Tokyo. G. konsep mol.. Struktur Atom.. Stanford. Mahan. Struktur Molekul. pekerja. alat pelindung kerja. Optik: Optika fisis.M. statika.. Orlando. McGraw-Hill Kogakusha. New York. 5. Academic Press. Ltd. Listrik. B. R. and Finney.Panas: suhu. Mekanika kinematika. New York. S. energi. Ikatan Kimia. Chemical Principles & Properties.. situasi serta keselamatan kerja umum/ non radiasi.S.. Pedoman umum keselamatan dan kesehatan kerja. Sienko and Plane.. Thomas. J. Addison-Wesley Publishing Company. Physics. Physics for Student of Science and Engineering. Zumdahl. Fisika Terapan (2 SKS) Pendahuluan: Besaran dan satuan. dinamika. optik geometri. D. Penggolongan Unsur. Buku: 1. Addison-Wesley Publishing Company. peralatan optik. Bunyi: getaran dan gelombang. korban. John Wiley and Sons. pernah terjadi dan penanggulangan kecelakaan kerja. Listrik dan magnet. Calculus and Analytic Geometry. Amsterdam. Kimia Dasar (2 SKS) Stoikiometri. Halliday.L. International Student Edition. Tindakan prefentif kecelakaan yang sering. Chemistry. Jr. polarisasi.. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Pola penanggulangan kecelakaan.B. 1978. 2. Buku: 1. dan reaksi kimia.. A. Sistem Periodik.. Kimia.. 2. Api. skalar dan vektor. Pengetahuan tentang berbagai macam keselamatan penggunaan bahan berbahaya. 3.H.L. 1985.C.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 37 4. Mesin. University Chemistry. (1 SKS) Pencatatan dan evaluasi dengan norma standar.

Praktikum Keselamatan dan Kesehatan Kerja (2 SKS) Penggunaan alat-alat pelindung. Bandung.. Teknik Pembuatan Laporan Praktikum. Semester II 1. Praktikum Kimia Dasar (2 SKS) Keselamatan Kerja di laboratorium Pengenalan alat laboratorium kimia. Petunjuk Praktikum Kimia Dasar. G. Academic Press. Latimer. Gambar Elemen Mesin. Institut Teknologi Bandung. Analisis kecelakaan kerja. Ergonomi. Tim Asisten. Stoikiometeri pada reaksi kimia. 9.W. Penanggulangan kecelakaan kerja dan Bahaya Kebakaran. Praktikum Fisika Terapan (2 SKS) Mekanika. New York. Peraturan menggambar. Aplikasi dalam bidang teknik kimia. 2. Deparatemen Tenaga Kerja: Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. dan Massa Molekul Relatif. 8. Diagram pemipaan dan instruksi. Diagram alir proses. Petunjuk Praktikum Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Simbol gambar dan alat kontrol. Modern Experimental Chemistry. . Buku: 1. Praktikum Gambar Teknik (2 SKS) Pengetahuan alat gambar. and Ragsdale. Massa Rumus. 10. Kimia larutan. Tim Asisten. Listrik dan Magnet. Buku: 1. Deret. BATAN. 2. Keselamatan Kerja.O. BATAN. Instruksi menggambar.38 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. STTN. Diagram alir. Tim Asisten. Petunjuk Praktikum Fisika Terapan. Matematika II (2 SKS) Penyelesaian Persamaan diferensial Ordiner dan parsiel: secara analitik. Analisis kualitatif unsur-unsur. Bunyi. Panas. Buku: 1. STTN-BATAN. Normalisasi. 7. STTN. Pencemaran. ITB. Penentuan Massa Atom. R.

Svehla.E. and Thring. Dasar termodinamika. 4. Longman. Wiley International Edition. Kaplan.B. 1971. Buku: 1. Vogel’s Textbook of Macro and Semimicro Qualitatif Inorganic . and Finney. New York.. Azas Rekayasa Proses (2 SKS) Dimensi dan satuan. John Wiley and Sons Inc.A. 2. Kuantitatif Inorganic Analysis. Buku: 1.L. 2005. Thomas. Elektro Kimia. Yogyakarta. New York. Similarita Teknik. 3. 2. New York. 2. 1976. Bahan Kuliah Kimia Fisika. Kimia Fisika (2 SKS) Wujud Zat. 1957. G. Kecepatan reaksi. Pilot Plants Models and Scale-up Methods in Chemical Engineering. M. Johnstone. Calculus and Analytic Geometry. Addison Wesley Publishing Company. Calculus and Linear Algebra. R. New York. 3... Jr. W. Analisis Volumeteri. 1983. and Lewis. Himmelblau. Vogels. Neraca bahan dengan reaksi kimia.W. John Wiley and Sons.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 39 Buku: 1.. Physical Chemistry. N. Buku: 1. Analisis dimensi.A. 3.. Neraca panas. London. 2. D. Dasar perhitungan Kimia. R. Kesetimbangan Fasa. Castellan. Inc. John Weley & Sons. Kimia Analisis (2 SKS) Dasar-dasar analisis kualitatif dan kuantitatif. Basic Principles and Calculations in Chemical Engineering. STTN-BATAN. Analisis kolorimetri. Physical Chemistry... R. Kundari. Addison-Wesley Publishing Company. 2. New York. New York.J. 1978. Neraca bahan tanpa reaksi kimia.. Alberty.. Chemical Process Principles. Hougen and Watson. Kimia koloid dan permukaan. Analisis Gravimetri.

7. Listening and Speaking. 1981. The McGraw-Hill Companies. semi-scientific. Springer Verlag. photon. Berlin. dan lemak. Atomic and Quantum Physics. adverbs. 2. Practical English Usage. H. Kimia Organik (2 SKS) Struktur Isomer. London. Organic Chemistry. Tatanama. inti atom. Kimia listrik. Mekanika Kuantum. atom dalam medan listrik.. atom berelektron banyak.H. 1986. Reaksi radikal bebas. Protein. Praktikum Kimia Fisika (2 SKS) Termokimia. Benzen dan Benzen tersubstitusi. atom dalam medan magnet. spektra sinar-x. Asam karboksilat dan turunannya. dan Hamilton. 1979. Aromatisitas. Modern Atomic and Nuclear Physics. teori kuantum. 1978.. Willad Grant Press. Massa dan ukuran atom. 1984. 2. Buku: 1. McGraw-Hill Book Company. adjectives which belong to the phraseology of science. J. 6.H. J. Fisika Modern (2 SKS) Fisika Nuklir. Relativitas. asam amino. New York. Press. New York. model atom Bohr. laser. Karbohidrat. Aldehid dan Keton. Ether dan senyawa yang berhubungan. Boston. Alkohol. Senyawa organometalik. orbital atom. Wolf. Buku: 1. Kimia koloid dan . Academic Reading and Writing. 1996. TOEFL. 8.. Oxford Univ. Enolat dan Carbonion. 2. dan Alkana.J. Kecepatan reaksi. Fassenden. TOEFL. isotop..S. Amina. Inc. sifat gelombang materi. Bahasa Inggris II (2 SKS) (Praktikum) Scientific and technical words. F. Alkena dan Alkyn. Alkil Halid: Reaksi substitusi dan eliminasi. Longman. Griffin.. R. Yang. and Fassenden. semi-technical terms.40 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Analysis”. Kesetimbangan. Modern Organic Chemistry. Buku: 1. 5. elektron. Michael Swan.. Stereokimia.

Pavia.. Introduction to Statistical Analysis. Buku: 1. Ukuran Nilai Pusat dan Penyebaran. and Massey. Inc. Tim Asisten. STTN-BATAN. Statistik pencacahan. Praktikum Kimia Organik (2 SKS) Sintesis dan analisis senyawa organik. 2. 3. New York. Penyusunan PD Ordiner. Introduction to Organic Laboratory Techniques. W. Petunjuk Praktikum Kimia Organik. Buku: 1. Vogel. Dixon. Buku: 1. London. Petunjuk Praktikum Kimia Fisika. Matematika Terapan I (2 SKS) Penyusunan model matematis dari fenomena fisis dalam teknik kimia. Inferensi Statistik: Penafsiran dan uji: Inferensi:Populasi tunggal dan dua populasi: Analisis varian. Lampman. (Sudah ada edisi Bahasa Indonesia) 2. F.j. Buku: 1. Practical Organic Chemistry. Isolasi dan pemurnian dalam kimia organik. Statistik (2 SKS) Distribusi. Tim Asisten. Longman. Jr. gravimeteri. Populasi dan sampel. Penyusunan PD .. Peluang. Vogel. 2. Semester III 1. Petunjuk Praktikum Kimia Analisis. STTN-BATAN. London. 10.. STTN-BATAN. Longman.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 41 permukaan. 2. Regresi dan Korelasi. Praktikum Kimia Analisis (2 SKS) Analisis volumeteri. Penuntun Praktikum Kimia Fisika. Penyusunan Persamaan Aljabar. and Kriz. dan kolorimetri. 9. Distribusi Normal. McGraw–Hill. F. Tim Asisten. Kuantitative Inorganic Analysis. Tony Bird.

New York. kromatografi. Inc. Termodinamika (2 SKS) Hukum I dan konsep termodinamika. 1984.G. London. New York. Inc. Mickley.. Operasi Teknik Kimia I (2 SKS) Mekanika fluida: Fluida statis dan aplikasinya. W.. John Wiley and sons. Smith and Van Ness. Tokyo. 3. Introduction to Chemical Engineering Thermodynamic. Kaplan. Calculus and Linear Algebra. Academic Press Inc.S. Hukum II Termodinamika. Buku: 1. Sifat-sifat termodinamika Fluida. John Wiley and Sons. Buku: . 1975 5. and Lewis. D. T. New Delhi. Instrumentasi Kimia (2 SSKS) Prinsip-prinsip analisis secara spktrometri. Unit Operation of Chemical Engineering... A.. Alat angkut zat padat.L.. 1971. et al..V. and Reed. Mc Graw-Hill Kogakusha. Penyelesaian model matematis yang telah tersusun secara analitis. Kesetimbangan. Brown.. Konversi Panas. New York.E.. Applied Mathematic in Chemical Engineering. V. Efekefek Panas. and Jeffreys. 1980.. 1977.J. Phenomena mekanika fluida.. Buku: 1. Termodinamika Proses Alir. Siklus Termodinamika.42 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Parsiel. 3... 3. New York. 2. Buku: 1. dan elektrokimia. C. Cabe. Tata McGraw-Hill Book Company.S. and Smith. Mathematical Methods in Chemical Engineering. G. Unit Operations.. Jenson. 2. Inc. Mc.S. Sherwood. John Wiley and Sons. dan gas. Sifat Volumetris Fluida Murni. W. H. Pengadukan dan pencampuran. Aliran Fluida Tak mampat dan mampu mampat. Sedimentasi. Sifat Termodinamika Campuran Homogen.. 4.C.. Foust. cair. J. Principles of Unit Operations. McGraw-Hill Inc.

1988. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi (2 SKS) Macam-macam radiasi. Buku: 1. Tim Asisten. Pengadukan.F. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia I. Aliran Fluida. klorinasi. Pengendalian kualitas air. STTN-BATAN. New York.H. Sifat fisika dan kimia air (konduktivitas. G. Kromatografi. detektor netron. pH. Kimia Air (2 SKS) Sumber air.. 1985 2. Jr. 9. Water Chemistry of Nuclear Reactor Engineering. potensial redoks). Skoog. Knoll.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 43 1.F. Willard. Pengosongan tangki. Buku: 1. F. New York.L. Praktikum Instrumentasi Kimia ( 2 SKS) Spektrometri. pengendapan. pertukaran ion.. Praktikum Operasi Teknik Kimia I (2 SKS) Statika fluida. sintilator.. dan Elektrokimia. Principles of Instrumental Analysis. D. semikonduktor. Setthe. Pengolahan air dalam industri. California. detektor proporsional. Interaksi radiasi dengan materi. Sounders College Publishing. 7. Metode dan mekanisme pengukuran radiasi. Snoiyinc dan Jenkins.. Pemurnian air (penyaringan. H. 6. L. Sedimentasi. Piranti pencacahan: kamar ionisasi. osmosis).. Statistik pengukuran radiasi. British Nuclear Energy Society.. 7 ed. 8. Aliran dalam medium berpori. pencacahan GM. Water Chemistry. John Weley and Sons. Instrument Methode of Analysis. Alat ukur aliran fluida. Buku : . Alat deteksi pengukuran partikel. aerasi). 1979.. Radiation Detection and Measurement. 2.A.. Alat deteksi pengukuran dosis. Buku: 1. Wadworth Publishing Company. Berbagai macam detektor dan aplikasinya. Jr. Meritt. Produksi air dengan kemurnian tinggi (distilasi.

. McGraw-Hill Book Company. Penyelesaian Numeris persamaan linier simultan. Persamaan Empiris.O. Davis. Tim Asisten. M.E. 3. dan radiasi. P. and Wheatley. Matematika Terapan II Pengolahan Data Teknis.V. Diferensiasi. STTN-BATAN. Mathematical Methods in Chemical Engineering. Kern. C. Perhitungan dan perancangan alat pertukaran panas. Inc. Buku: 1. John Wiley & Sons. New York. Process Heat Transfer.. Tim Assisten. Statistik pencacahan. Mickley. 1984. Applied Numerical Analysis. Optimasi). 4. Interpolasi/Ekstrapolasi. Kalibrasi alat ukur radiasi. New York. 2. Semester IV 1.. 1984.S. Perpindahan Panas (2 SKS) Konsep dasar perpindahan panas: konduksi. V. Academic Press. 10. Pengukuran radioaktivitas lingkungan. New Delhi. Petunjuk Praktikum ADPR. 1977.44 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Praktikum Deteksi dan Pengukuran Radiasi (2 SKS) Pencacahan dengan detektor GM.E. konveksi.S. Perpindahan panas pada fasa yang berbeda. Penyelesaian Secara Numeris PD Ordiner. 1984.G. Numerical Methods and Modeling for Chemical Engineers.. T. Jenson. G.F. Perisai Radiasi. 2. H. . Gerald. Integrasi. London. (Penyajian secara grafis. and Reed. Waktu paruh radionuklida.. STTN-BATAN. AddisonWesley Publihing Company. Buku: 1... Penyelesaian Secara Numeris PD Parsiel.. Tata McGraw-Hill Book Company. and Jeffreys. Buku: 1. Sherwood. Applied Mathematic in Chemical Engineering. London. Petunjuk Praktikum Instrumentasi Kimia.. C. Eliminasi Trial dan Error.

Dasar proteksi radiasi. Pengangkutan zat radioaktif. Operasi Teknik Kimia II (2 SKS) Distilasi. Efek biologi radiasi. Introduction to Chemical Engineering. Pengeringan. New York. New York. G. Transmutasi inti. Radiokimia (2 SKS) Pengertian radiokimia.al. 3. New York. padatpadat.. Unit Operations.. Alat pengumpan. Inc. padat-cair. A. Alat pemecah dan penggiling.G.. 1988. kimia radiasi. Alat Industri Kimia (2 SKS) Alat penyimpan. Penyaring.. Equlibrium Stages Separation. 1980 4. Principles of Unit Operations. New York. Reaksi inti. Perizinan.. New York. cair-cair. padat-gas).G. Buku: 1. Dosimetri. McGraw-Hill Book Company. Evaporator. Deret keradioaktifan. Pita kestabilam. 5. Wankat.S. dan reaksi fusi.. Brown:. Buku: 1. Energi nuklir. John Wiley and Sons. New York. Pemusing. Adsorbsi (Pemisahan gas-cair. Kristalisasi. Kesetimbangan radiokimia. 1980. 3. McGraw-Hill inc. John Wiley and Sons. Treyball.. Peluruhan radioaktif. Ketentuan keselamatan radiasi. dan kimia inti. Ayakan. Unit Operations. reaksi fisi. Badger and Banchero. 6. John Wiley and Sons. Inc. Radionuklida alam dan buatan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 45 1982. et. Inc. Kecelakaan radiasi dan pengamanan sumber radiasi. McGraw-Hill Book Company. Difusi molekuler dan olakan. 2. Brown:. P. Foust. Ekstraksi. G. 2. Kestabilan inti. Mass Transfer Operations. 4. Energi pengikat inti. 1955. . Buku: 1. Perundang-undangan ketenaganukliran. Proteksi dan Keselamatan Radiasi (2 SKS) Dasar fisika radiasi.

kerusakan logam oleh radiasi. Absorpsi. Bandung. McGraw-Hill Publishing Company.F. Cambridge University Press.V. STTNBATAN. Analisis pengaktifan netron. Tim Assisten. and Jones. Bahan keramik: fasa keramik. Buku: 1. Pengendapan. Chemical Synthesis of Advanced Ceramic Materials.F. perpatahan. D.. kisi.R. S. Praktikum Radiokimia (2 SKS) Pengenceran isotop. proses pembuatan bahan keramik. Sintilasi cair. Ashby. Adsorpsi... Praktikum Operasi Teknik Kimia II (2 SKS) Distilasi.Kristalisasi. 4.H. Susunan atom dalam bahan padat: kristal. Engineering Materials 2. kristal keramik dan elektromagnetik. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia II. Pergamon Press. Buku: 1. sifat listrik polimer. New York. logam yang mengalami deformasi rekristalisasi. sifat mekanik dan elektromagnet. ikhtisar ikatan kimia. D. geometri bidang kristal. Fasa molekuler: molekul raksasa. semikonduktor dan superkonduktor serta alat-alatnya. 8. Ilmu Bahan I (2 SKS) Pengenalan Bahan: Beberapa sifat tertentu. polimer linier. 7. Smith. Logam fasa tunggal: Paduan fasa tunggal. Filtrasi. Elements of Materials Science and engineering.. difraksi sinar X. polimer 3 dimensi. stabilitas polimer. W. Pengeringan Leaching. Penerbit ITB. Ekstraksi. Wiryosimin. Transportasi elektron dalam benda padat: pembawa muatan. 3. deformasi elastik dan plastik. Michigan 2. konduktivitas logam. keramik. M.46 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. γ. Principles of Materials Science and Engineering. sifat polikristal. polimorfi.. L. dan x. Segal. Pencacahan α. AddisonWesley Publishing Company. Vlack. Mengenal Azas Proteksi Radiasi.H. silikat. β. . isolator. deformasi bahan polimer. 9. pemrosesan paduan fasa tunggal.

A. Program Komputer Metode Numerik meliputi integrasi numerik (simpson. Penahan radiasi. Motor Serempak. Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi. Muslimin Marappung. Teknik Tenaga Listrik. Bentuk dan Susunan Pancasila. Pembuatan program komputer untuk membantu penyelesaian masalah bidang teknokimia nuklir. Penentuan waktu paruh. Motor DC. Sumber hilang.B. Buku: 1. Buku: 1. Pelaksanaan Pancasila. Abdul Kadir. Motor Induksi. humanisme. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional) 2. Newton Raphson. Pengantar Teknik Tenaga Listrik. 3. dan Prasetyo.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 47 10. UUD 1945. Algoritma. Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi (2 SKS) Kontaminasi dan dekontaminasi. Pemodelan matematis dan Penyelesaian . Teknik Pemrograman. positifisme. Pemrograman Komputer (2 SKS) Pengenalan komputer. Uji kebocoran pesawat X-ray. Kedudukan dan Fungsi Pancasila. Survey daerah radiasi. dan aplikasinya dalam Teknokimia. Alternator. diferensiasi numerik. LP3ES. Euler. Armico. Pembukaan UUD 1945. Buku: 1. Bandung. STTN Semester V 1. Teknik Tenaga Listrik. trapesoidal . Landasan dan pengertian pendidikan Pancasila Rumusan Pancasila. Aris Munandar dan Kuwahana. W. Runge Kutta. Jakarta. Transformator. 3. dan pragmatisme. Diagram alir. eksistensialisme. Sediawan. Jakarta 2. Teknik Listrik (1 SKS) Generator Arus Searah.. realisme. Tim Asisten. Pradnya Paramita. Pemrograman dengan bahasa program. Pendidikan Pancasila (2 SKS) Pancasila sebagai konsep filsafat melalui pendekatan idealisme.

kuantitas fasa. 2. 7.J. 5. fasa ganda. Inorganic Process Industries. An Introduction to Radiation Chemistry. McGraw-Hill Book Company. K. New York. Johnstone. Penerbit Andi.. Batan. pengendapan. diagram fasa besi carbon. Pengantar Teknologi Nuklir (2 SKS) Review Fisika Inti. Tinjauan umum PLTN. New York. 1984. Bahan berfasa ganda II: Reaksi fasa padat. normalisasi.. J.48 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Numeris dalam Teknik Kimia. [paduan dan keramik komersiil.A. Pengantar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Proses Kimia I (2 SKS) Konsep termodinamika dan kinetika dalam proses kimia. 3. Interaksi radiasi dengan materi. Shreve’s Chemicals process Industries. and Woods. Mineral for The chemical and Allied Industries”.. New York.J. M. S. sifat mekanik. Dosimetri radiasi. and Johnstone.T. Efek radiasi pada gas dan senyawa organik. dekomposisi austenit. sifat fisik. Inc. Proses Kimia untuk senyawa anorganik termasuk pengolahan bahan nuklir. Radiolisis air dan larutan dalam air. baja karbon dan baja paduan tanah. Kimia Radiasi (2 SKS) Pengertian radiasi. struktur mikro. Austin. bahan-bahan reaktor. Ilmu Bahan II (2 SKS) Bahan berfasa ganda I: Kesetimbangan. R.G. Radikal bebas. diagram fasa. hubungan kualitatif fasa. 6. konsep keselamatan radiasi. Ion dan molekul tereksitasi.. laju reaksi. New York. Spinks.. Buku: 1. Proses thermal: anil. Buku: 1.. Buku: 1.W. Bagianbagian Reaktor Nuklir. The Macmilan Company. proses . Polimerisasi Radiasi. John Wiley & Sons. Prinsip kerja Reaktor Nuklir. Sumber radiasi. 4. Kobe. komposisi fasa. 1997. Prinsip Kerja reaktor nuklir. John Wiley & Sons. Yogyakarta.

bahan struktur.. 8.. Buku: 1. Gesekan Kimia. G. beton. D. kemampuan pengerasan (hardening).R. laju korosi dan pengendalinya. Segal..H. Vlack. Spektrofotometri Infra Merah. Engineering Materials 2. Terjadinya Spektra UV-Vis. Saunder Philadelphia. 2.. Interpretasi Data Spektra Infra Merah. Bahan magnetik. Chemical Synthesis of Advanced Ceramic Materials. 1979.F. D.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 49 termal baja komersiiil. Michigan 2. P. Ashby. dielektrik. Elements of Materials Science and Engineering. Buku: 1. C-NMR. AddisonWesley Publishing Company. and Jones. Spektrofotometri Resonansi Magnetik Nuklir dan Carbon (CH-NMR dan C-NMR) Terjadinya Spektra H-NMR dan CH-NMR. bahan moderator dll Buku: .H. Proses Kimia bahan Nuklir (kelompok Proses) Proses Pemurnian Bahan Nuklir. dan optik. dan MS. L. Pergamon Press. Senyawa yang dapat menghasilkan Spektra. 3. New York. Introduction to Spektroscopy. Besi cor.. Cambridge University Press. Lampman. Pilihan A1 (2 SKS) 1. piezoelektrik. Interpretasi data MS.L. McGraw-Hill Publishing Company. W. Cara Interpretasi Spektra UV-Vis. Daur Bahan Bakar Nuklir. Bahan kendali. Interpretasi data Spektra H-NMR dan C-NMR. Integrasi dan Pemecahan Spektrum. M. Smith. IR. Elusidasi struktur berdasarkan kombinasi data UV-Vis. kayu dan komposit: kombinasi bahan. Kriz. bahan yang diperkuat. Pavia. H-NMR.V. Spektrometri Massa (MS): Ionisasi dan Fragmentasi. Spektroskopi (kelompok Analisis) Spektrofotometri UV-Vis.. pasangan galvanic. Korosi logam: pelapisan secara elektro. 4.F.S. Principles of Materials Science and Engineering.

Steward. ketahanan nasional.. Nuclear Chemical Engineering. R. Yogyakarta. and Lightfoot.50 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan. Euler. Transport Phenomena.. Transfer Energi. Petunjuk Praktikum Kimia Radiasi. cairan. 10.H. wawasan nusantara. 3. 2. 9. A. Penerbit Andi. E. Pendugaan dampak lingkungan. politik dan strategi nasional. Pemodelan matematis dan Penyelesaian Numeris dalam Teknik Kimia. Program Komputer Metode Numerik meliputi integrasi numerik (simpson. sistem hankamnas. Membuat dan menjalankan program komputer untuk membantu penyelesaian masalah bidang teknokimia nuklirt. diferensiasi numerik. trapesoidal. Semester VI 1. . Tim Asisten. Komponen pencemaran. dll. Buku: 1. AMDAL. Pemantauan lingkungan. Bird.. W. dan daratan. udara.. Dampak Pencemaran Lingkungan. STTN-BATAN. Transfer Massa Buku: 1.E. W. Dasar ekologi. Newton Raphson. dan aplikasinya dalam Teknokimia Buku: 1. Sediawan.B. Pengaruh radiasi terhadap senyawa organik.B. Pengantar Ilmu Lingkungan (kelompok Lingkungan) Pengertian dasar pencemaran air. dan Prasetryo. dan gas. Praktikum Pemrograman Komputer (2 SKS) Membuat dan menjalankan program komputer untuk menyelesaikan kasuskasus dalam teknokimia. Proses Transfer (2 SKS) Transfer momentum. Benedeick. Runge Kutta. Praktikum Kimia Radiasi (2 SKS) Pengaruh radiasi terhadap zat padat.

Inc. Reaksi katalisis heterogen. S. Teknik Perunut. Nitrasi. Kecepatan reaksi. Prentice-Hall.Graw-Hill Book Company. Levenspiel. Aplikasi Teknik Nuklir (2 SKS) Teknik gauging. New York. Holland and Anthony. Bioproses. London. Polimerisasi radiasi.. Hidrogenasi. Kinetika Reaksi Kimia (2 SKS) Neraca mole. Welty. Buku: 1.E. Sterilisasi dan pengawetan dengan cara radiasi. Heat and Mass Transfer. and Wicks. New York. . Fundamental of Momentum. Prentice Hall Inc. Mc. Halogenisasi. 4.Kinetika reaksi homogen elementer dan kompleks.. R. Esterifikasi. 1952. Hydrolisis. Polimerisasi. 2.. J. Buku: 1.. 1998 3.. C. Alkilasi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 51 McGraw-Hill Book Company inc. Perancangan Menara. O. Teknik Perunut. Unit Processes in Organic Synthesis. 3. Inc. Elements of Chemical Reaction Engineering. Oksidasi. 1979. Fundamentals of Chemical Reaction Engineering.. Proses Kimia II (2 SKS) Proses Kimia untuk senyawa organik. Teknik Logging. dan konversi. Pengumpulan dan analisis data kecepatan reaksi. 2. London. Penglapisan permukaan. John Wiley & Sons. Fogler.. Deaktivasi katalisator. Termodinamika dan Kinetika dalam proses kimia. Perancangan Bejana Tekan. Wilson. Groggin. Sintesa Hidrokarbon dan Hidroformilasi. 1960..E. 6. Esterifikasi. New York. Scale-up Alat proses. 1992. Sulfonasi dan Sulfatasi. Chemical Reaction Engineering. analisis radiometerik. Reaksi heterogen non-katalisis. Perancangan Alat Proses Perancangan Alat Penyimpan. Aminasi. 5. stoikiometeri.E.

New York. 2. Willard. Polimerisasi. Pengelolaan Limbah Pengelolaan Limbah Industri. Cara Analisis Kualitatif. Sounclins College Publishing. Instalasi Nuklir. Jr. dasar-dasar toksikologi klinik dan industri. F. 1988. 2. Wadworth Publishing Company. Setthe. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketoksikan. Philadelphia.. 3. Skoog. Toksiko Ekologi Sejarah Arti dan Makna toksiko ekologi.A. Kromatografi Dasar-dasar dan teori pemisahan dari berbagai jenis senyawa kimia dengan cara kromatografi.Sintesis senyawa organik dan anorganik ditinjau dari segi termodinamika dan kinetika.. Applied Process Design for Chemical and Petrochemical Plants. A. Lapis tipis.XL. Loomis. kuantitatif. Lea & Febiger.. Gulf Publishing Company. dan cara preparasi.. Uji ketoksikan Buku: 1.. Jenis detektor. California...E. Gas. Essential of Toxicology. .52 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Buku: 1.. Bronell and Yaung. T. 8. (2 SKS) 1. E. Elektrolisis.F. Peleburan. Houston. Laboratorium. Principle of Instrumental Analysis. Jenis Kromatografi: Kromatografi kolom.. D. Proces Equepment Design 2. Cair Kinerja Tinggi. Meritt. Instrument Methode of Analysis. 7. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketoksikan. Jr. Proses Kimia Bahan Nuklir. Pengendapan. H. Praktikum Proses Kimia (2 SKS) Proses Kimia untuk bahan anorganik: Pelarutan. Bioproses. Asas Umum dan pola pikir ketoksikan. Proses Kimia Bahah non-nuklir. 1985.H. Pilihan A2. Kertas. Perkembangan kromatografi Buku: 1. Proses Kimia Bahan Nuklir. Pengelolaan Limbah Radioaktif. Ludwig.

Buku: 1. Petunjuk Praktikum Proses Kimia. Metodologi Penelitian (2 SKS) Arti. 10. N. Kundari.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 53 Buku: 1. 9. Praktikum Ilmu Bahan (2 SKS) Granulasi dan analisis distribusi butiran. aaplikasi teknik nuklir dalam bidang kimia. Penetuan densitas dan luas permukaan zat padat. Manajemen Proyek (2 SKS) . Praktikum Aplikasi Teknik Nuklir (2 SKS) Teknik Gauging. 2006. Perundang-undangan Tenaga Nuklir (1 SKS) Perundang-undangan tenaga nuklir. fungsi dan jenis penelitian. kedokteran dan farmasi. Penulisan karya ilmiah. Buku: 1. 2. Pembuatan paduan logam. 4. Perumusan masalah. Landasan Teori. Petunjuk Praktikum Ilmu Bahan. pengiriman bahan nuklir. STTN-BATAN Semester VII 1. Pengumpulan dan pengolahan data. Rancangan Penelitian. Teknik Penyajian. Penelusuran acuan. Metodologi Penelitian Bidang Teknokimia. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. Tim Asisten. pengelolaan limbah. Yogyakarta.A. Pendidikan Agama II Peran Agama dalam menghadapi globalisasi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. Penggunaan perunut radioaktif untuk mengetahu kebocoran pipa dan kecepatan alir fluida. Tim Asisten. industri. Peraturan-perraturan dan ketentuan yang berkaitan dengan ketenaga nukliran.. STTN-BATAN. Pengaruh parameter pada pressing dan sintering. 3. STTNBATAN.

Penjualan dan keuntungan. Buku: 1.. Feedforward control. Evaluasi proyek. Biaya manufaktur: Biaya langsung. Controller. McGraw-Hill Book Company.54 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Konsep dan definisi. John-Wiley & Sons.S. Chemical Engineering Plant Design. Aspek tekno-ekonomi dalam manajemen proyek. Alat-alat manajemen proyek. Frequency domain synthesis. Konsep nilai uang dan waktu. Perancangan reaktor katalisis. Time domain synthesis. LTD. 6. M. Buku: . organizing. Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. Tokyo. Pembandingan rencana investasi. pajak. manufaktur. W. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. . Perencanaan usaha dan jaringan kerja. dan asuransi. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT. modal kerja.D. staffing.. Alat Kontrol Proses (2 SKS) Control instruments: Feedback Control. Pengaruh kondisi terhadap beaya dan keuntungan. Prinsip-prinsip manajemen. New York. directing. 3. Vibrant & Dryden. Stephanopoulos: Chemical Process Control 2. Sensor. 1973. Transmitters. 2001. McGraw-Hill Book Company. Reaktor multifase. depresiasi. Ruang lingkup projek. K. Feedforward control. Perancangan reaktor non-isotermal. Laplace domain synthesis. biaya tak langsung. Pengeluaran umum. riset dan pengembangan. controlling. Control valves. 5.. Process Modelling Simulation and Control for Chemical Engineers. Plant Design and Economics for Chemical Engineers. Physical plant cost. Peters. Reaktor Kimia (2 SKS) Perancangan reaktor isotermal. Buku: 1. Harold Kezner. McGraw-Hill Kogakusha. and Timmerhaus. New York 2. Luyben. Project Management: System Approach To Planning. Scheduling and Controling. lima level work breakdown structure. direct plant cost. Reaktor non ideal.L. Investasi modal: modal tetap.

Elektrokimia Potensiometri. prosedur dan form.. Fogler. dan pengujian di laboratorium. pengawasan bahan nuklir. Kontrol internal. ESR. Holland and Anthony. International Standard Organization. Amperometri. Konsep pengendalian. Inc. Efek radiasi 10. XRF. Bioteknologi (2 SKS) Sejarah. Jaminan kualitas untuk penelitian. John Wiley & Sons. non-conformce. dan ilmu pendukung utama bioteknologi. Fermentasi . 2. Konduktometri. audit. Levenspiel. PLTN. 3. 2. Sistem Manajemen Mutu.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 55 1. pengoperasian reaktor. PLTN diantara pembangkit listrik yang lain.. dan tindakan perbaikan. Sertifikasi. Fundamentals of Chemical Reaction Engineering. Buku: 1. Spektroskopi elektron. Chemical Reaction Engineering. NMR. Electrogravimetri. Keselamatan reaktor. 7. Catatan kontrol bahan. ruang lingkup. O. Elements of Chemical Reaction Engineering. Pilihan B 1. Pengenalan Reaktor Nuklir (1 SKS) Prinsip kerja reaktor nuklir. Badan Standarisasi Nasional. Sistem Pembukuan. Prentice-Hall International.. Manajemen bahan nuklir. Pengamanan. Jenis Reaktor Nuklir. Persyaratan dasar jaminan kualitas. dan Pengendalian Bahan Nuklir (1SKS) Neraca bahan tertutup. Bagian-bagian reaktor nuklir. Sitem Manajemen Mutu (2 SKS) Konsep dasar sistem manajemen mutu. Radio Ekologi Pengertian dasar radioekologi. ISO 9001. 2.. London. 3. Inc. Pilihan A3: (2 SKS) 1. Indikator radioaktivitas. 8. Inc. Voltrametri. S. 9. Prentice Hall International. London. New York. Radioaktivitas lingkungan.

L. proses pemisahan. Buku : 1. Wiseman. Produksi Radio Isotop Teknik produksi radioisotop : melalui aktivasi netron. akselerator linier. Penggunaan zat radioaktif dalam industri. Introduction to Health Physics. Teknologi Akselerator (2 SKS) Prinsip dasar akselerator. Produksi netron dalam aktivasi. and Reed. pembuatan radiofarmaka. Limbah ZRA. 2005. Rehm. Materi Rekualifikasi I-Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir. Strategi Rekayasa Proses (2 SKS) . iradiasi sasaran. dari hasil belah U235. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran. McGrawHill Inc. generator dan kit RIA. Herman. 2002. 3.. Pusdiklat Batan.56 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 dan mikroorganisme untuk industri. Principle of Biotechnology 2. Ketentuan SIB.. penyiapan sasaran.. 3. Sistem akselerator partikel. Tindakan penanggulangan kecelakaan radiasi. senyawa bertanda.1983. Melalui partikel dipercepat. Jakarta. 2nd Ed. Diktat. Kursus Petugas Proteksi Radiasi. Pengunduhan produk fermentasi. Aplikasi... 4. Jakarta. 11. Biotechnology 2. G. 2. Metabolit primer dan sekunder. pemeriksaan kualitas produk. Akselerator lingkaran. Cember. Jakarta. 4. Overview rumus-rumus dalam proteksi radiasi. H. Rekayasa genetik dan peranannya dalam bioteknologi Buku: 1. 2002. Proteksi Radiasi Lanjut Dosimetri. Bapeten. A. Bapeten. Desain ruang pesawat sinar-X. Macam akselerator dan aplikasinya. Penggunaan radiasi sinar-X dalam industri.

Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik. dan merawat dekomisioning. 1978. Grossmann.F. Stategy of Process Engineering. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant.C.. E. Pelatihan BATAN. New York. C. Chemical Process Design. Dekomisioning Reaktor Triga.. 3. Detektor nuklir (system deteksi radiasi. Pike. Sifat-sifat (X-rays. 1988 4. medis ultra sound. energi. Teknik pencitraan gelombang (US. R. Systematic Methodes of Chemical Process Design. IAEA. Van Nostrand Reinhold Company. Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. tranduser). London. Pacemaker. McGraw-Hill Inc.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 57 Analisis Sistem dalam Teknokimia. Rudd. Instrumentasi Medik Fungsi. JAERI.W. kVp. radioisotope tracer). Optimasi satu variabel. Buku: 1. 13.. kontras). 4. Teknoekonomi PLTN 3. 2. filtrasi). 2006 5. D. Smith. Biegler.. Sistem instrumentasi (Cardiac. Eko Edy Karmanto. Optimization for Engineering Systems. Optimasi dalam Teknokimia: Optimasi Analitis. Prentice-Hall International. EEG.. Linier Programming. New York. Optimasi Banyak Variabel. Tekno Ekonomi PLTN Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun. Dasar fisika resonansi magnet nuklir. EMG). Teknologi dan Perencanaan Energi. Pencitraan Fisiologi/fungsional. Analisis Ketidakpastian dalam Teknikkimia Buku: 1. Perangkat X-rays (tabung X-rays. mengoperasikan. 2. radioisotope untuk pencitraan).. Defibrilator dan Hemodialisis). sharpness.. karakteristik. hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik. L. tipe interaksi foton. penetrasi.I. Viena. in-vivo. R. 12. Inc. and Watson. Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. Review spec dan unjuk kerja perangkat .T. Teknik (in-vitro. aspek biologis).. cara kerja dan amplikasi (ECG. and Westerberg. arus.

Steve Webb. Handbook of Biomedical Instrumention. 4. Organisasi.V. IEEE Press. Perumusan masalah. 5. The Biomedical Engineering Handbook. Mahasiswa mengajukan usulan yang berisi: Latar belakang. landasan teori. pengembangan analisis. Semester VIII 1. Kesley.Narurkar. USG. 2.Khandpur. Essential of Radiology Sciences. R. penerapan teknologi.Bronzino. Topik makalah berkaitan dengan Teknokimia Nuklir.58 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 pencitraan medis (X-rays. New Dilhi. . B. Seminar (1 SKS) Menulis makalah yang diberikan Pembimbing. CRC Press. Balvinder Singh. perancangan alat. N. Tinjauan pustaka. New York.R. Manajemen dan tugas-tugas unit.S. Buku: 1. 1994.C. Robert A. menjawab pertanyaan dari peserta lain. menyajikan. hipotesis. MRI dan Nuklir).Bhairi. Handbook of Nuclear Medicine Instruments. 1977. Membuat Laporan Tugas Akhir dengan format yang telah ditentukan dibawah bimbingan Dosen untuk dipertahankan dalam ujian komprehensif dan Ujian Lisan di depan dewan penguji. Kerja Praktek (3 SKS) Kerja Praktek di unit penelitian atau industri terkait dengan bidang teknokimia Nuklir. Tata McGraw Hill Publishing Company Limited. Bristol and Philadelphia. Editor in chief. P. Mengerjakan tugas khusus yang diberikan pembimbing. The Physics of Medical Imaging. Copyright 2002. McGraw Hill Medical Publication Division. Institute of Physics Publishing. Reprint 1993. sintesis. Membuat laporan tertulis. Joseph D. dan rencana penelitian. Fosbinder and Charles A. Tugas Akhir (5 SKS) Tugas Akhir dapat berupa penelitian. Rathod. 3. 14. studi perbandingan. Melaksanakan penelitian/Membuat/Mengerjakan tugas. 2. pengujian laboratorium. Tata McGraw Hill Company Limited. New Delhi.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

59

BAB VI. JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR Bidang Teknofisika adalah bidang ilmu yang secara umum mengamati fenomena fisis alam, mempelajari hubungan sebab-akibat, menurunkan formula matematika, mengimplementasikannya dalam bentuk alat (tool), alat ukur (instrument), proses, perkakas (equipment), bahkan sebuah sistem lengkap atau plant. Dalam bukunya Sears & Zemansky, fisika disebut juga ”science of measurement”, karena pengamatan fenomena alam tersebut mengharuskan penjabaran dalam bentuk pengukuran besaran-besaran fisis yang terlibat dalam fenomena alam tersebut. Oleh karena itu, bidang ilmu fisika ini banyak dikembangkan untuk mendukung pengembangan alat ukur di samping pengembangan proses atau plant. Teknofisika Nuklir lebih mengkhususkan pada pengamatan proses berkaitan dengan reaksi nuklir serta radiasinya dan pengukuran besaran-besaran fisisnya dalam rangka monitoring dan pengendalian proses tersebut sehingga pemanfaatan proses dan energi nuklir berlangsung secara terukur, terkendali serta aman terhadap pekerja, fasilitas, dan lingkungan. Untuk itu perlu dikembangkan bidang ilmu fisika terapan yang secara khusus mempelajari bagaimana proses nuklir tersebut berlangsung, serta mengukur dan mengendalikannya. Pengamatan, pengukuran dan pengendalian proses nuklir memerlukan bidang-bidang pengetahuan yang lebih spesifik yaitu elektronika, listrik, mekanik dan instrumentasi. Berdasarkan bidang-bidang keilmuan tersebut, Jurusan Teknofisika Nuklir menyelenggarakan dua program studi yaitu : 1. Program Studi Elektronika Instrumentasi 2. Program Studi Elektromekanik. A. JURUSAN DAN TUJUAN Tujuan penyelengaraan jurusan Teknofisika Nuklir adalah dihasilkannya tenaga profesional sarjana sains terapan yang mampu mensinergikan kemampuan analisis dan keahlian dalam bidang elektronika-instrumentasi dan elektromekanik. Kompetensi Lulusan Program Studi Elektronika Instrumentasi meliputi :

60

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

1. Mampu mengoperasikan alat elektronik dan instrumentasi nuklir. 2. Mampu merancang dan merekayasa alat bantu/instrument elektronik untuk pengukuran parameter proses nuklir maupun industri. 3. Mampu mengkalibrasi alat instrumentasi elektronik. 4. Mampu melakukan perawatan peralatan fisika/instrumentasi. 5. Mampu membuat program aplikasi untuk akusisi data proses serta mengkomunikasikan data proses tersebut ke pusat sistem informasi. 6. Mampu mengoperasikan sistem berbasis mikroprofessor dan membuat program aplikasi untuk sistem mikrokontroler. 7. Mampu mengoperasikan Pragrammable Logic Controller dan ProportionalIntegral-Derivative Controller. 8. Mampu melaksanakan kegiatan litbang secara mandiri serta membimbing teknisi yunior. 9. Setelah menempuh ujian untuk memperoleh lisensi, dapat bertugas sebagai petugas proteksi radiasi . Kompetensi Lulusan Program Studi Elektromekanik meliputi : 1. Mampu mengoperasikan peralatan elektromekanik dan instrumentasi. 2. Mampu merancang dan merekayasa alat bantu/instrument elektromekanik untuk pengukuran parameter proses nuklir maupun industri. 3. Mampu mengkalibrasi alat instrumentasi elektromekanik. 4. Mampu melakukan perawatan peralatan elektromekanik. 5. Mampu mengoperasikan sistem kendali elektronis berbasis relay maupun PLC. 6. Mampu mengintegrasikan peralatan elektromekanik ke dalam sistem monitoring dan kendali. 7. Mampu melaksanakan kegiatan litbang secara mandiri serta membimbing teknisi yunior. 8. Setelah menempuh ujian untuk memperoleh lisensi PPR, dapat bertugas sebagai petugas proteksi radiasi. 9. Mahasiswa akhir program studi Eletromekanik juga diberi kemampuan untuk dapat mengikuti ujian lisensi UTR/Radiografi.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

61

B. FASILITAS LABORATORIUM Untuk mendukung tujuan penyelenggaraan Jurusan Teknofisika Nuklir, proses belajar mahasiswa setiap prodi memanfaatkan laboratorium-laboratorium baik dilingkungan STTN, lingkungan BATAN pada umumnya serta di beberapa laboratorium di Universitas Gadjah Mada. Untuk lingkungan STTN, unit-unit dan laboratorium terebut antara lain Laboratorium Fisika Dasar, Unit Gambar Teknik, Elektronika, Instrumentasi dan Spektroskopi, Instrumentasi dan Kendali, Unit Komputer, dan laboratorium Radiografi, Unit proteksi radiasi, Unit bengkel mekanik, serta laboratorium atau unit di lingkungan BATAN yaitu Reaktor Nuklir Kartini, Balai Instrumentasi, Balai Elektromekanik dan Unit Akselerator. Untuk meningkatkan penguasaan Bahasa Inggris disediakan pula Laboratorium Bahasa. Praktikum proses produksi II diharapkan akan melengkapi keahlian untuk mahasiswa program studi Elektromekanik. Laboratorium Fisika Dasar Laboratorium ini memiliki peralatan-peralatan untuk praktikum fenomena fisika dasar yaitu fenomena listrik, optik dan getaran. Laboratorium Elektronika Keahlian berkaitan dengan bidang elektronika diberikan melalui praktikumpraktikum elektronika dasar, analog, dan digital. Laboratorium ini memiliki peralatan-peralatan yang memadai untuk kegiatan praktikum tersebut. Laboratorium Instrumentasi dan Kendali Laboratorium ini menyelenggarakan praktikum untuk membentuk keahlian dasar dalam bidang sistem kendali yaitu melalui praktikum-praktikum kendali proses PID dan kendali berbasis PLC. Laboratorium Instrumentasi Nuklir Keahlian mengenai monitoring radiasi dan analisis spektrosopinya diberikan di laboratorium ini. Keahlian ini memberikan dasar-dasar instrumentasi nuklir seperti yang diperlukan dalam pengoperasian peralatan radiologi dan pengujian industri.

62

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Laboratorium NDT/Radiografi Radiografi merupakan salah satu teknik yang banyak dimanfaatkan untuk pengujian keandalan mekanis peralatan proses di indutri. Laboratorium ini memberikan praktikum-praktikum untuk membekali keahlian kepada mahasiswa berkaitan dengan pengujian bahan tersebut. Unit Proteksi Radiasi Laboratorium ini menyelenggarakan praktikum dalam bidang proteksi radiasi mencakup eksperimen dan analisis menggunakan sumber radiasi dan penentuan dosis radiasi untuk mengetahui batas-batas penyinaran radiasi yang aman terhadap operator. Unit Komputer Keahlian di bidang komputer dan komputasi diajarkan di unit ini. Kegiatan-kegiatan praktikum seperti pemrograman komputer, simulasi kendali, dan gambar teknik juga dapat diselenggarakan di unit ini. Unit komputer juga mengadakan workshop secara periodik di bidang komunikasi data dan jaringan berbasis Linux. Unit Gambar Teknik Keahlian menggambar teknik merupakan keahlian dasar yang dibutuhkan sebagai sarjana teknik pada umumnya. Unit Gambar Teknik ini memiliki peralatan menggambar secara manual dengan menggunakan mesin gambar. Keahlian menggambar teknik dengan komputer juga sedang dikembangkan tetapi diselenggarakan di Unit Komputer. Lab. Listrik dan Sistem Tenaga Berbagai keahlian berkaitan dengan listrik dan sistem tenaga diberikan di laboratorium ini seperti grounding, switching, proteksi dan isolasi, dan distribusi listrik serta uji keandalan komponen listrik. Unit Bengkel Mekanik Unit bengkel mekanik menyelenggarakan praktikum-praktikum proses prosuksi seperti pembubutan, pengelasan, penekukan, dan pemotongan bahan mekanik.

dan atau mengoperasikan instalasi radiasi berktaitan dengan aspek legal dan keselamatan penggunaannya. industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya. Hal ini disebabkan bahwa peralatan-peralatan tersebut pada umumnya sarat dengan teknologi elektronika dan instrumentasi di samping memerlukan perlakuan khusus berkaitan dengan adanya radiasi. pengoperasian. fasilitas dan lingkungan pada umumnya. maupun inspeksi dan pengujian peralatan proses industri sangat luas. Mampu memberikan supervisi bagi industri jasa yang menjual. Mampu mengoperasikan. Mampu menunjukkan kemampuannya secara profesional dan mampu mensinergikan keahlian dan daya analisisnya dalam perancangan. Pengoperasian dan pemanfaatan peralatan ini membutuhkan tenaga-tenaga supervisi yang handal yang mempunyai keahlian dan analisis baik dalam bidang-bidang ilmu fisika terapan maupun fisika nuklir/ radiasi. dan perawatan alat-alat instrumentasi elektronik yang digunakan baik pada industri nuklir. perbaikan. pembuatan. Bidang-bidang pekerjaan . pengoperasian serta pemanfaatan peralatan atau intalasi nuklir/radiasi baik untuk keperluan medis. Tujuan Program Studi Di Indonesia. Visi & Misi Visi Menjadi penyelenggara pendidikan yang mampu menghasilkan sarjana sains terapan yang siap berkembang dan berkarya secara profesional dalam bidang instrumentasi berbasis elektronik baik untuk industri nuklir. PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA INSTRUMENTASI 1. industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya. penggunaan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 63 C. 3. pengujian. menguji dan analisis kinerja pada penggunaan alat-alat elektronika instrumetasi dalam lingkungan industri nuklir maupun non-nuklir berkaitan dengan aspek keselamatan untuk pekerja. 2. mendistribusi. 2. Misi Program Studi Elekronika Instrumentasi dirancang agar lulusannya: 1.

mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni serta mempunyai bekal tambahan baik perilaku berkehidupan bersama maupun perilaku berkarya sesuai dengan standard yang berlaku secara nasional. Oleh karena 1 SKS teori adalah 1 jam tatap muka. dan radiasi) tersebut. MPB. kurikulum Prodi Elin terdiri dari 75 % mata kuliah inti (MKK dan MKB) serta 25 % mata kuliah penunjang (MPK. maka beban belajar mahasiswa secara riil adalah 100 jam teori (40 %). Dengan demikian. ditambah 144 jam praktek (60 %) termasuk praktek kerja lapangan. instrumentasi. dan radiasi. MBB). serta memiliki keunggulan komparatif dalam bidang instrumentasi nuklir. instrumentasi. . Tujuan penyelenggaraan program studi ini adalah untuk menghasilkan sarjana sains terapan yang dapat memenuhi tuntutan keahlian multi-disiplin (elektronika. sedangkan 1 SKS praktikum adalah 3 jam tatap muka.64 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 tersebut tentu saja memerlukan banyak tenaga kerja yang mampu memenuhi keahlian kombinasi antara elektronika. Struktur Kurikulum Kurikulum program studi baik untuk program studi elektronika instrumetasi maupun elektromekanik dirancang untuk dapat memberikan bekal kompetensi sarjana sains terapan yang cukup yaitu 148 SKS dengan komposisi teori 100 SKS dan praktek 48 SKS. kurikulum program studi Elektronika Instrumentasi dirancang sedemikian sehingga mahasiswa lulusannya mendapatkan kompetensi yang memadai (core competence) dalam bidang instrumentasi elektronik. kendali dan robotika serta pilihan teknologi reaktor. Dengan komposisi tersebut. Berdasarkan Kurikulum Standard Diknas. 3. Untuk lebih menekuni bidang keahlian tertentu. struktur kurikulum prodi elin menawarkan 4 mata kuliah pilihan (8 SKS) yang terbagi ke dalam 3 kelompok mata kuliah pilihan wajib yaitu kelompok pilihan instrumentasi nuklir.

Pendidikan Agama I 2. Perbandingan SKS dan Beban Kerja (jam) Teori dan Praktek I II III IV V VI VII VIII Tr Pr Tr Pr Tr Pr Tr Pr Tr Pr 12 8 12 8 14 6 19 0 0 8 20 20 20 20 8 Praktek = 48 SKS Total = 148 SKS Jam Praktek = 144 (60%) Jam Total = 244 Tr Pr Tr Pr Tr Pr 14 6 14 6 12 8 20 20 20 Teori = 100 SKS Jam Teori = 100 (40%) 5. Distribusi Matakuliah Berdasarkan Standard Diknas No 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 65 4. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. 4.7 % 148 100 % MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) No.3 % 2 8 28 2 48 32. 5. Kelompok (elemen kompetensi) Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB) Prosentase Inti (Utama) Institusional Pendukung Lainnya Jumlah SKS 12 40 76 12 8 10 32 48 10 8 100 67. Bahasa Inggris 3. Pancasila SKS T P 2 2 2 Semester I II III 2 . 2. 3.

8. 8. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Matematika Teknik Matematika II 11. Matematika I 2. Pengukuran Alat Deteksi & Pengukuran Radiasi (ADPR) Elektronika Digital Elektronika Nuklir Instrumentasi Nuklir PRASYARAT SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 2 2 2 I I I I II II II II II III III III IV IV IV IV 2 8 Semester SKS T P 2 2 I I II II III III IV IV Elektronika Dasar 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Elektronika Analog Elektronika Analog dan Elektronika Digital ADPR . NAMA MATA KULIAH Praktikum Gambar Teknik Arsitektur & Jaringan Komputer Elektronika Analog Alat Ukur & T. Elektronika Dasar 4. Mekanika Fluida JUMLAH MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. 6. 5. Kimia Umum 5. Fisika Reaktor Fisika Modern 15. 1. Fisika Modern Fisika Dasar II Matematika 13. Numerik Teknik 14. Thermodinamika 12. Kewarganegaraan Pendidikan Agama II JUMLAH Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pend. Matematika II Matematika I Teknik Listrik 7. 4. Statistik 10. 3. Fisika Dasar I 3. Agama I 2 2 10 V VII 2 Semester MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. 7. Komputer & K. Ilmu Bahan 6. 5. Fisika Dasar II Fisika Dasar I 9. Perpindahan Panas 16. 2. P.66 4.

18. 21. 1. 17. 12. Mikroprosesor PLTN dan Pembangkit Konvensional Teknik Isyarat Teknik Instrumentasi & Kendali UTR/Radiografi Teknik Antar Muka Pengolahan Isyarat Sistem Mikrokontroler Pemeliharaan Instr. Nuklir Kinetika dan Pengendalian Reaktor Teknik Kendali Digital Perancangan Instrumentasi Metodologi Penelitian JUMLAH 2 2 2 2 2 2 MK WAJIB PERILAKU BERKARYA (MPB) No.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 67 Elektronika Digital Fisika Reaktor Elektronika Digital Elektronika Digital ADPR Elektronika Digital Teknik Isyarat Mikroprosesor Instrumentasi Nuklir PLTN dan Pembangkit Konvensional Teknik Instrumentasi & Kendali Teknik Instrumentasi & Kendali 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 26 2 IV V V V V V VI VI VI VI VI VI VI VI Semester 9. 13. 3. 16. 20. 19. 11. 5. 6. 4. 14. 2. NAMA MATA KULIAH Proteksi & Keselamatan Radiasi Perundang-undangan Tenaga Nuklir Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & Ergonomi Seminar Manajemen Proyek JUMLAH PRASYARAT ADPR Proteksi & Keselamatan Radiasi SKS T P 2 1 2 2 2 V VII VII VII VII VII Kerja Praktek 1 2 9 2 . 15. 10.

4. 2. 1. 2. 1. 6. 5. 1. NAMA MATA KULIAH Kerja Praktek Tugas Akhir JUMLAH SKS T P 3 5 8 Semester PRASYARAT VII VII . NAMA MATA KULIAH PRASYARAT Minat Instrumentasi Nuklir Instrumentasi Akselerator Sistem Akuisisi Data Kecerdasan Buatan Minat Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Inteligent Sensor Minat Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor JUMLAH SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 SKS T P 2 2 2 2 2 Semester VII VII VII VII VII VII VII VII VII Semester MK PILIHAN BEBAS (PILIHAN 1 MK) No. 3. 2. 2. 1. 2. 3. 3. 3.68 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK PILIHAN (WAJIB MINAT) (MKB) No. 7. NAMA MATA KULIAH Proteksi Radiasi Lanjut Sistem Pencacah Nuklir Teknologi Akselerator Sistem Telemetri Electronic Security Tekno Ekonomi PLTN Instrumenasi Medik PRASYARAT Proteksi & Keselamatan Radiasi VII VII VII VII VII VII VII PLTN dan Pembangkit 2 Konvensional ADPR 2 MK WAJIB BERKEHIDUPAN BERSAMA (MBB) KODE 1.

Pengukuran JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 69 6. Fisika Dasar II Prakt. Elektronika Analog Prakt. Elektronika Dasar MKB Prakt. Gambar Teknik JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 14 Semester II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN201 STN202 TFN203 TEI204 TEI205 TFN206 TFN207 TFN208 TEI209 TFN210 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MKK MKK MKK MKB MKK MKB MKK MKK MKB MKB Matematika II Statistik Fisika Dasar II Elektronika Analog Teknik Listrik Alat Ukur & T Pengukuran Ilmu Bahan Prakt. Susunan Kurikulum Program Studi Elektronika-Instrumentasi Semester I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 TFN104 TFN105 TFN106 TEI107 TFN108 TEI109 TFN110 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MPK MKK MKK MKK Pendidikan Agama I Bahasa Inggris I Matematika I Fisika Dasar I Kimia Umum Arsitektur & Jaringan MKK Komputer MKB Elektronika Dasar MKK Prakt. Fisika Dasar I MKK Prakt. Alat Ukut & T.

Pemrorgaman & K MKK Numerik MKB Prakt. Komputer & K. Instrumentasi Nuklir MKB Prakt. Elektronika Nuklir JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 12 . Numerik MKK Fisika Reaktor MKB Elektronika Nuklir MKK Mekanika Fluida MKB Instrumentasi Nuklir MKB Sistem Mikroprosesor Prakt.70 Semester III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN301 TFN302 TFN303 TFN304 STN305 TEI306 TFN307 STN308 TEI309 STN310 Kelompok Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MKK MKK MKK Pendidikan Pancasila Matematika Teknik Fisika Modern Termodinamika Alat Deteksi& Pengukuran MKB Radiasi (ADPR) MKB Elektronika Digital MKK Perpindahan Panas MBB Praktek Bahasa Inggris MKB Praktek Elektronika Digital MKB Praktek ADPR JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 14 Semester IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode TFN401 TFN402 TEI403 TFN404 TEI405 TEI406 TFN407 TEI408 TEI409 TEI410 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MKK P. Sistem Mikroprosesor MKB Prakt.

Proteksi & Keselamatan MPB Radiasi JUMLAH MKB 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 12 8 Semester VI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN601 TFN602 TEI603 TEI604 TEI605 TEI606 TEI607 TEI608 TEI609 TFN610 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Kewarganegaraan Kinetika dan Pengendalian MKB Reaktor MKB Pengolahan Isyarat MKB Sistem Mikrokontroler Pemeliharaan Instrumentasi MKB Nuklir MKB Teknik Kendali Digital MKB Perancangan Instrumentasi MKB Prakt. Sistem Mikrokontroler Prakt. UTR/Radiografi Prakt.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 71 Semester V No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN501 STN502 TFN503 TEI504 TEI505 TEI506 TFN507 TEI508 TEI509 STN510 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Kelompok PLTN dan Pembangkit Konvensional Proteksi & Keselamatan MPB Radiasi MBB UTR/ Radiografi Teknik Instrumentasi & MKB Kendali MKB Teknik Isyarat MKB Teknik Antarmuka Komputer MKB Prakt. Kinetika & MKB Pengendalian Reaktor JUMLAH MPK 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 . Teknik Antarmuka MKB Komputer Prakt. Teknik Instrumentasi & MKB Kendali Prakt. Pemeliharaan MKB Instrumentasi Nuklir Prakt.

72 Semester VII No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11. Kode KIN701 STN702 STN703 STN704 STN705 STN706 STN707 Kelompok Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MPB MBB MBB MPB MBB MBB MKB MKB MKB MKB Pendidikan Agama II Perundang-undangan Tenaga Nuklir Metodologi Penelitian Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & Ergonomi Manajemen Proyek Seminar Pilihan Wajib I Pilihan Wajib II Pilihan Wajib III Pilihan Bebas JUMLAH 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 20 Semester VIII No 1 2 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 Kode STN801 STN802 Kode TFN701 TFN702 TFN703 Kode TFN706 TFN707 TFN708 Kode TFN709 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MBB Kerja Praktek MBB Tugas Akhir JUMLAH Kelompok Kelompok Pilihan Instrumentasi Nuklir MKB Instrumentasi Akselerator MKB Sistem Akuisisi Data MKB Kecerdasan Buatan Kelompok 3 5 8 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 MKB MKB MKB Kelompok Kelompok Pilihan Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Intelligent Sensor Kelompok Pilihan Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor MKB .

Question words. Hikmah ibadah. Raymond Murphy. Press. Riyadhus Sholihin. Islam. Peran agama dalam keluarga. Aqidah. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). 4. noun clauses. Academic Reading and Writing. Nouns and Pronoun. . 2. Muhammad Al Ghozali. Imam Namawi. and Future Tenses. Count/ NonCount nouns. dan perkembangan teknologi. Gerund and Infinitives. Akhlak Islam. Pendidikan Agama I Materi : Pokok-pokok agama. English Grammar in Use. Connecting ideas. 3. Comparisons. Silabus SEMESTER I 1. dan Syari’ah. Perfect Tenses and articles. Cambridge Univ. Pustaka: 1. Muhammad Syaltut. pembangunan. Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). Keimanan. Pustaka: 1. Past. Passive Sentences.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 73 Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor Mata Kuliah Proteksi Radiasi Lanjut Sistem Pencacah Nuklir Teknologi Akselerator Sistem Telemetry Electronic Security Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik 2 2 SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 3 No 1 2 3 4 5 6 7 TFN710 TFN711 Kode STN704 TFN712 TFN713 TEI701 TEI702 MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB MKB MKB 7. 2. Modal Auxiliaries. Bahasa Inggris I Materi : Structure: Present.

Wardiman. Calculus and Analytic Geometry.. G. 2. solusi persamaan simultan. Relasi dan fungsi matematik. Gaya. daya. Addison-Wesley Publishing Company. Panas dan Bunyi. W. teori bilangan. and Finney. 3. M.74 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1985.L. limit dan derivative. Edisi 3. Hidrostatika dan hidrodinamika. and Sutton C. 1983. F. Guild Publ. Omura George.J. Konsep thermodinamika dan hantaran panas. Pustaka: 1. FMIPA-UGM.. Binatjipta. Bandung. Fisika. Ayres.. Matematika I Materi : Teori himpunan. 3. Hukum-hukum Newton dan grafitasi. R.F.. Resnick R and David Halliday. 2. dan Lewis. Jakarta. skalar dan vektor. Kaplan. aljabar linear. D. Inc. Matriks dan determinan. Encyclopedia of Science in Everyday Life”. Erlangga. Theory and Problem of Calculus. Persamaan Differensial. Sherwood. 1964. Jr . Dictionary of Science for everyone. Reading. Fisika Dasar I Materi : Pendahuluan : pengertian besaran dan satuan. kinematika. dan dinamika.. 4. dan momentum. Statika. Hukum kekekalan energi dan momentum. 3. New York. Calculus and Linear Algebra. Terjemahan P Soedarjono. 4. Teknik integrasi. usaha. Menguasai AUTOCAD Release 12. John Wiley and Sons. England.. Elex Media . Thomas. Jilid 1. Sears. Cox & Wyman Ltd.B. London 1988. Mekanika. 3. 2. New York.W. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto. Pustaka: 1.

Kesetimbangan fasa. reaksi kimia dan hasil reaksi. Gaya antar molekul. pengaruh suhu. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. Kimia Dasar Materi: Sifat dan Dasar Kimia Modern: metoda & pendekatan makroskopik. Padatan.H. peluruhan. proses spontan dan kesetimbangan: termodinamik. Windows. Pustaka : . Wujud gas: kimia gas. Microprocessor 8088 sampai Pentium IV. Erlangga. 4. Struktur fisik atom. 196. hukum dan mekanisme reaksi. Pipeline. ed.W. proses reversible dalam gas ideal. Memori Eksternal (BIOS. RAM). suspensi koloid..P. tekanan. campuran gas. asam-basa dan heterogen (padat-cair. 6. padat. Cairan dan Transisi Fasa: Sifat. sel elektrokimia. Penimbangan dan perhitungan molekul. Unix dan Linux. kimia. Transisi fasa dan diagram fasa. Oxtoby. elektrokimia: neraca persamaan reaksi oksidasi-reduksi. campuran dan distilasi. Termokimia. Paralel processing. Sifat spesies zat terlarut. TCP/IP. H. Hardisk. N. Kimia nuklir: hubungan massa-energi dalam inti. teori kinetik gas. fisi dan fusi. 5. pengantar titrasi. Konsep jaringan komunikasi data.. sifat koligatif larutan. Tabel berkala. Hukum pengga-bungan Kimia. Pustaka: 1. Dasar-dasar sistem operasi: DOS. Interupsi. kaidah fasa Gibbs. radiasi. Memori internal (Cache..Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 75 Computindo. bentuk pengukuran dan kekekalan. cair-gas). CD-ROM).D. Larutan : Komposisi larutan. cair dan gas. konsep energi. jilid I. Topologi jaringan. suhu dan hukum gas ideal. Arsitektur dan Jaringan Komputer Materi: Pengenalan perangkat keras komputer : CPU. dan Nachtrieb. 2001. Coprocesor aritmatika. Direct Memory Access. stoikhiometri. Gillis. Kinetika kimia: laju reaksi kimia.

Ideal. tegangan permukaan. STTN-BATAN. termokopel. Rangkaian Dioda. Kirchhof. karakteristik Dioda. Pustaka: 1. 2. 7. Ideal. Karakteristik SCR. kekentalan larutan. 1979. A. 4. Jogiyanto. Ohm. Tim Asisten. Hk. STTN-BATAN. 8. Perhitungan. Millman. Pendekatan II dan Pendekatan III. Petunjuk Praktikum Dasar Komputer. Hk. Student Edition of Matlab. Pendekatan II dan Pendekatan . Karakteristik UJT. Pustaka: 1. Prentice-hall. A Practitioner Approach.1989. (+ fenomena sensor). Teori Thevenin & Norton tentang arus dan tegangan. New York. Microelectronics. 2. Electronics Principles. Mc. Digital & Analog Circuit and System.M. rangkaian AC/DC. 1992. Kirchhof.Graw Hill. Perhitungan. New York.76 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. daya hantar. H. Magnet : medan magnet. Mc. ayunan matematis. Yogyakarta. McGraw-Hill. Software Engineering. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. 3. Listrik : medan listrik. 1992.. Praktikum Fisika Dasar I Materi: Mekanika: neraca analisis. J. Teori semi-konduktor. Teori Thevenin & Norton) tentang arus dan tegangan. Listrik : jembatan wheatstone. 9. Karakteristik Transistor bipolar dan unipolar (FET). Tim Asisten. karakteristik Dioda. Praktikum Elektronika Dasar Materi: Persamaan rangkaian sederhana (Hk. Teori semi-konduktor.Halkias. pemuaian logam.P. The Mathwors Inc. Malvino. Andi Offset. Elektronika Dasar Materi: Persamaan rangkaian sederhana (Hk. Roger. Presman. Ohm. garpu tala. Rangkaian Dioda. 1979. Pengenalan Komputer.Graw Hill.

2. Digital & Analog Circuit and System. Advanced Engineering Mathemathics. Disain dan Pembuatan rangkaian elektronik dasar. 2. standarisasi bahan dan simbol.. Menggambar Teknik Untuk Disian. Kreyzig. Wardiman. 2. 1979. A. 3. normalisasi. W.. persamaan diferensial untuk fenomena transport. New York.Graw Hill. rangkaian penguat pada PCB menggunakan perangkat lunak Protel. Wiley International. New York. Penyelesaian persamaan diferensial dengan metode analitik dan numeric. Millman. Karakteristik Transistor bipolar dan unipolar (FET). 1983. Pengembangan Produk.Graw Hill. gambar peralatan mekanik sederhana. baut. menggambar benda sederhana: mur. Tim Asisten. Matematika II Prasyarat: Matematika I Materi : Pemodelan fenomena fisis dalam bidang teknik. .J. gambar bagian mesin. Mc. cara meng-arsir. Petunjuk Praktikum Gambar Teknik. STTN-BATAN. Luzadder. Pardjono. Karakteristik UJT. Pustaka: 1. Mc. FMIPA-UGM. 1979. Penerbit Erlangga. Microelectronics. Karakteristik SCR. Gambar Teknik Materi: Tugas dan fungsi gambar teknik.P. Sirod Hantoro. Gambar Mesin dan Merencana Praktis. Persamaan Differensial. potongan benda. 10.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 77 III. Pustaka: 1.. gelombang. J. Pustaka: 1. Malvino. Electronics Principles. SEMESTER II 1. Dan Kontrol Numerik. Proses pelarutan dan realisasi pembuatan rangkaian.

dan kemiringan (skewness). kurtosis. Ganeca. Thomas. dan peralatan optik. McGraw-Hill. Pendugaan statistik.B. G. Normal dan Poisson. optic) Prasyarat: Fisika Dasar I Materi: Listrik : Gaya. New York. Sears. Pengantar Statistik dan Teori Kemungkinan. Magnet: gaya magnetik. medan dan potensial listrik. 2. Teori kemungkinan (probabilitas). arus searah dan bolak-balik. Donald. getaran. Probability and Statistics for Scinetist and Engineer. Pengelompokan data. Analisis Deret Berkala. Distribusi Binomial. Pustaka: 1. Statistik Materi: Pengertian data. and Finney. Walpole. Binatjipta. Bunyi.F. Fisika Dasar II (Listrik. getaran. optik fisik. 1964. Penampilan hasil pengukuran dalam angka grafik/gambar (sta program-> EXEL) . magnet. Pustaka: 1. muatan dan arus listrik. medan magnetik. dan gelombang. Dasardasar Teori Sampling. elektromagnetik. . gaya gerak listrik induksi. median. Sutrisno. modus dan variansi. Edisi 3. Listrik dan Magnet. 2. Optik geometri.W. Sifat-sifat statistik : mean. simpangan baku. R. sampel dan populasi. Jr. 3. Terjemahan P Soedarjono. Uji hipotesa dan taraf nyata untuk sampel besar dan kecil. Addison-Wesley Publishing Company.L.. Calculus and Analytic Geometry. histogram data dan distribusi frekuensi. 3.78 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1983. ITB. Bandung. Bandung. Regresi dan Korelasi. probability density function dan cumulative distribution function.

Digital & Analog Circuit and System. Jilid 2. 1981. Omura George. Op-Amp untuk aplikasi non-linear.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 79 2. bilangan kompleks dan fungsi periodic. instrumentation amplifier. 1982. Electronics Principles. David E. Hignbotham. Mc. Inverting. 2. Elex Media Computindo. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto. Erlangga. dan komparator. . 5. Rangkaian listrik dasar dan karakteristiknya. Hk Kirchof arus dan tegangan. Mc. 1983. J. Malvino. Jaringan listrik (node. New York. 1979. 1996. Pustaka: 1. penguat Darlington dan penguat beda. Op-Amp dengan rangkaian luar. PWSKent. Millman. C. Resnick R and David Halliday. Model delta dan bintang. Menguasai AUTOCAD Release 12. Fisika. Penguat transistor kelas A. Sinyal sinusoidal. Op-Amp tanpa rangkaian luar. Fitzgerald. differential amplifier. muatan dan arus. Analisis jaringan listrik 1 fasa. mesh. Neidle M.Graw Hill. McGraw-Hill. 1979. Faktor daya dan daya kompleks.. 4.Graw Hill. feedback arus dan tegangan. 2. Pustaka: 1. New York.Boyce. loop). 3. Teknologi Instalasi Listrik. Teknik Listrik Prasyarat: Materi : Sistem satuan. cabang. Non-inverting. Penguat push-pull.P. Jefferson E. Operational Amplifier and Integrated Circuit. 1988. Basic Electrical Engineering. A. 3.Halkias. Microelectronics. Jakarta. Rangkaian pembagi arus dan tegangan. B. AB. 2 fase dan 3 fase. E dan S. Elektronika Analog Materi: Analisis AC untuk rangkaian penguat berbasis transistor. Erlangga.

DRH. korosi. isolator. Pustaka: 1. McGrawHill. sifat mekanis. Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Materi: Macam alat ukur (mekanik dan elektronik). L. 6. 2nd ed. W. Mc Graw Hill Publ. 7. Ilmu Bahan I Prasyarat: Materi: Pengenalan Bahan: Struktur atom dalam bahan padat. Proses pembuatan logam. linearitas. Smith. “Ilmu dan Teknologi Bahan”. Samsul. 1976. Press. Ashby. 1990. Ralat. karakteristik instrumen ukur: sensitivitas. 5. Pradnya Paramita. jangkauan alat ukur. Cambridge Univ. and Jones.. resolusi. 1992.F. presisi. E. 5. semikonduktor.. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran. Schaum Series.Doebelin. logam Paduan. 1990. Pengetuan Bahan Teknik. 1989. Tata Surdia. 6. perlakuan panas. M.H. Pergamon Press. D. diagram fasa logam. bahan konduktor. Listrik dan Magnet. Pustaka: 1. Sito Shinkoru. 2. bahan dielektrik. struktur mikro logam. “Principles of Materials Science and Engineering”. Engineering Materials 2.. bahan magnetik. Measurement System : Application dan Design. akurasi dan kesalahan. Erlangga. kalibrasi dan teknik pengukuran.. Ilmu Logam. Erlangga 1991. Cooper W. 1988. ed. 3. Teori pengukuran: standard dan kalibrasi. Van Vlack. Segal. Comp.F. Jakarta. 2. 1988. Ghalia Indonesia.80 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. 4.D.O. . “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”. superkonduktor. Arifin.

Penjelasan Pasal-pasal pada UUD 1945 . TFN. Komparator analog. daya dispersi prisma. Alat Ukur & Teknik Pengukuran Materi: Penggunaan dan karakteristik berbagai alat ukur. Elektronika Analog Materi: Percobaan penguat transistor. Osilator. Buku petunjuk praktikum alat ukur dan teknik pengukuran. panas lebur dan panas penguapan. pengukuran fasa dan frekuensi. SEMESTER III 1. 10. STTN.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 81 8. Buku petunjuk praktikum elektronika. Pustaka: 1. Aplikasi penguat transistor. Pancasila Materi: Istilah Pancasila. Prakt. Pustaka: 1. Pancasila sebagai pandangan hidup dalam bernegara dan bermasyarakat. STTN. Optik : mikroskop. Pustaka: 1. Regulator. tanggapan panas suatu larutan. Sistematika UUD 1945. keselamatan kerja alat listrik. Fisika Dasar II Prasyarat: Fisika Dasar II Materi: Kalor : panas jenis zat padat. Prakt. Prakt. penentuan kadar larutan gula dengan polarimeter. Pengukuran arus/ tegangan pada jala sederhana/ rumit. Buku Petunjuk Praktikum Fisika Dasar II. TFN. penguat operasional. penguat push-pull. 9. Multivibrator. pemasangan alat ukur listrik pada instalasi listrik. pengukuran daya listrik pada instalasi. TFN. STTN.

1986. Matematika Teknik Materi : Sistem koordinat kartesian. Transformasi laplace dan fourier. massa dan ukuran atom. Practical English Usage. semi-scientific. Fisika Modern Prasyarat: Materi: Bagian-bagian atom. Pancasila dan UUD 45. hamburan Rutherford. S. Wiley International. Calculus with Analitic Geometry.Press. Kreyzig.82 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pustaka: 1. fungsi beta. dan perhitungan medan listrik. semi-technical terms. 1982. bola. Pustaka: 1. spektrum radiasi atom Hidrogen.. .1993.S.T Kamal. 1983. Oxford univ. integrasi vektor. Pancasila : Buku Panduan Mahasiswa. Contoh aplikasi : perhitungan distribusi fluks neutron. dan silinder. Kanpur. Listening and Speaking. C. Fungsi-fungsi khusus : fungsi gamma. 3. Pustaka: 1. Penerbit PT. dan fungsi bessel. dan teorema divergensi. 2. 3. G Mudjianto dkk. Chand and Company Ltd. Pradnya Paramita. teori atom berdasar mekanika . 1978. India. Inc. adjectives which belong to the phraseology of science. perhitungan akselerasi ion. Academic Reading and Writing. Shanti Narayan and J. “Vektor Calculus”. New Delhi. Advanced Engineering Mathemathics. adverbs. Purcell. 2. 4.Gramedia. teori atom Bohr.N. Deferensiasi vektor. Praktikum Bahasa Inggris II Prasyarat : Bahasa Inggris I Materi: Scientific and technical words. Prentice Hall. TOEFL. 1972 2. Michael Swan. Persamaan laplace dua dan tiga dimensi.

Ridwan M. fusi dan pemanfaatnya. (fisika neutron). Zemansky. Reynolds W.H. Pustaka: 1. Hukum Pertama dan Hukum kedua. Termodinamika Teknik. motor bakar. Prayoto. detektor neutron. pancaran Gama. Penerbit ITB. 6. Termodinamika Prasyarat: Materi: Pendahuluan : definisi dan konsep dasar. Bandung. membaca tabel. 2. alat deteksi pengukur partikel dan prinsip kerjanya. Bagian-bagian inti atom.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 83 gelombang.. detektor proporsional. Arthur Beiser. Erlangga. stabilitas dan radioaktivitas. Dittman R. Basic Nuclear Engineering. Kesetimbangan dan aplikasi : kompressor. M. Perkins H. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. 3. dkk. pancaran Beta. 1986. 2. Interaksi Radiasi dengan materi.W. struktur multiplek dalam spektrum. scintilator. 1977. Pustaka: 1. 1986.S. Hukum ke nol. statistik pengukuran radiasi. Penerbit Erlangga. The Houw Liong. Siklus Gas Ideal : Gas Ideal. Piranti pencacahan: kamar ionisasi. Marsongko Hadi. sistem pembangkit uap nuklir. metode dan mekanisme deteksi. sistem dua fase. BATAN. Konsep Fisika Modern. momen spin dan magnet dari elektron. alat deteksi pengukuran dosis. Proses reversibel dan ireversibel. .. 1992.C. 5. pancaran Alpha. Besaran dan satuan dosimetri. Efisiensi thermodinamis.C. pencacahan GM. Kalor dan Thermodinamika. 1994. John Wiley & Sons. fisi. RAM K. Reaksi Nuklir. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat:Materi: Macam-macam radiasi. model-model inti.

Rangkaian Digital dan Rancangan Logika. dan Memori. Streeter V.B. 9. P. Koll. Malvino.84 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pustaka: 1. Radiation Detection and Measurement. 1979. Nicholas. Rangkaian pemrosesan data. Registers. Glenn F. Elektronika Digital . Peta karnough. Mekanika Fluida. Konverter AD dan DA. 1984. Lee. rangkaian logika kombintorial. 1983. Wylie E.W. 3. Jakarta. Rangkaian koinsidensi. Nuclear Electronic. Clocks dan timers. 1974.L. ADC & DAC. Pewaktu dan pencacah. Elektronika Nuklir Prasyarat: Materi: Rangkaian sumber tegangan tinggi DC. John Wiley & Sons. Erlangga. Flipflop. Pembangkit dan transmisi pulsa (coaxial cable). Albert. Pergamon Press. Rangkaian TTL. Sistem angka dan pengkodean. Gerbang logika dasar. 1986. McGraw-Hill. T Sutrisno. 1999. Elektronika Digital Prasyarat: Materi: Operasi Bilangan. 7. Pustaka: 1. Pustaka: 1. Digital Principles and Application. Samuel C. Herman Cember. John-Wiley & Sons. Counter. Rangkaian pembentuk pulsa (pulse shaping). Multiplexer dan demultiplexer. Penerbit Erlangga. Penguat awal charge sensitive. 2. Piranti penganalisis tinggi pulsa (SCA &MCA). Penguat awal votage sensitive. Rangkaian aritmatik. disain dan analisa rangkaian. Prakt.. Pengantar Fisika Kesehatan. 2. 8. IKIP Semarang Press.

STTN. Pemrograman numerik dengan bahasa pemrograman C dan Matlab. John Wiley & Sons. algoritma. 1979. (wireless system). Pengantar Fisika Kesehatan. statistik pencacahan. Kalibrasi alat ukur radiasi. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat: Materi: Pencacahan dengan detektor GM. pengukuran radioaktivitas lingkungan. Prakt. Metode numeric untuk solusi persamaan sederhana. Dekoder dan enkoder. Pustaka: . Buku Petunjuk Prakt. pengukuran radiasi gamma dengan pelemahan absorber. Pustaka: 1. Half/ Full adder. Pustaka: 1. 3. IKIP Semarang Press. Glenn F. persamaan simultan. 10. STTN. BATAN. perhitungan waktu paruh radionuklida. 1983. SEMESTER IV 1. Radiation Detection and Measurement. Koll. flow-chart dan diagram alir. 2. Buku Petunjuk Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi. Herman Cember. Elektronika Digital. BATAN. Aplikasi Digital. Pergamon Press. Counter. Register.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 85 Prasyarat: Materi: Percobaaan Gerbang dasar. Pemrograman Komputer & Komputasi Numeris Prasyarat: Materi: Logika pemrograman. ADC/DAC. dan persamaan diferensial. Multiplekser dan demultiplekser. Flip-flop.

1989. Engineering Problem Solving With MATLAB. John R. 1977. 1986. Kesetimbangan panas counter flow dan current flow. D. Prayoto. 3. Ridwan M. 5.M. moderasi dan termalisasi neutron. Yogyakarta.C.J. R. tampang lintang dan laju reaksi neutron. Numerical Method. Canale.Etter..J. 1976. Nuclear Reactor Analysis. 2. McGrawhill. The Houw Liong. 4. 1993. 1955. John Wiley & Sons. konsep fluks dan arus neutron.Nostrand Compny. H. Fisika Reaktor Prasyarat: Materi: Pengenalan prinsip dasar teori reaktor. Konsep Fisika Modern. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Numerical methods For Engineers. Andi Offset. Pengenalan Komputer. Pustaka: 1. 1989. 2. L. Contoh-contoh penukar kalor. RAM K. Basic Nuclear Engineering.S. Glasstone S. konduksi dan radiasi. Perpindahan Panas Prasyarat: Materi: Prinsip dasar dan aplikasi perpindahan panas konveksi. Principles of Nuclear reactor Engineering. dkk. 1985. Perhitungan koefisien perpindahan panas local dan global. Arthur Beiser.V.86 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. McGraw-Hill. 2. BATAN. Penerbit Erlangga. 4. difusi. D. John Wiley & Sons. geometri. perhitungan massa dan ukuran kritis reaktor homogen dengan dan tanpa reflektor. modul perhitungan difusi multi kelompok.Rice. 3. Hamilton. 3. . Prentice-Hall. Chapra S. Duderstadt J. 1986. Marsongko Hadi.P.M. Software and Analysis. Jogiyanto.

Scaum Series. 2. Terjemahan P. Penerbit Erlangga. Virginia. J. 2. 1986.M. Pustaka: 1. MTIS. Heat Transfer. sifat zat alir. ralat-ralat sistem pengukuran (cara optimasi pengukuran).Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 87 spesifikasi dan efektivitasnya. β. Nuclear Power Instrumentation System. pengaruh noise pada pengukuran tenaga dalam spektroskopi nuklir. Penerbit Erlangga. 2. prinsip impuls dan momentum. aliran melalui obyek. Mekanika Zalir. pengaruh pile up dan decay time pada pengukuran tenaga dan resolusi.V. aliran kepekatan dan kompresibilitas. pengukuran. 1981. Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Pengenalan dan prinsip dasar instrumentasi nuklir. Herman Widodo Soemitro. MGraw-Hill. Wilardjo Liek. 6. analisa dimensi. White F. 1979. noise dan resolusi. 1977. perangkaian sistem instrumentasi. Giles. Koll. 5.M. John Wiley & Sons..Q. γ dan neutron. Pustaka: 1. 1979. Harrer. 1950. Perhitungan penurunan tekanan (pressure drop) pada berbagai jenis aliran pipa dan equipment. rangkaian pembalik pulsa. Kern D. McGraw-Hill International Edition. peristiwa pulse shaping pada amplifier. Glenn F. Pustaka: 1. IR. R. Mikroprosesor . sistem spektroskopi α..P. Radiation Detection and Measurement. Mekanika Fluida Prasyarat: Materi: Hukum dasar. J. Process Heat Transfer. 4.Holman. aliran dalam saluran terbuka dan pipa. Mekanika Fluida.

Komputer & K Numerik Prasyarat: Materi: .2. Evolusi Mikroposesor : 4004. Penggunaan Mikropofessor MPF-1. Pentium 1.P. Mississipi State University. motor steper. Design with Mikroprocessor for Mechanical Engineers. memori alamat. kegunaan. Eko Putra. software dan program monitor. Harry Garland. 1992. 8080. Aplikasi Mikroposesor MPF-1 untuk : system otomatis penampung fraksi pemisahan LJTJ. Agfianto. Metal Oxide Silicon (MOS) saluran N. Pustaka: 1. 3. President of CromemcoIncorporated lecturer in electrical Engineering Stanford University. 2002.3 dan Pentium 4. mikroposesor ideal.88 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Prasyarat: Elektronika Digital Materi: Pengertian Mikroposesor. CTC untuk rate meter. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikaksi. Teknik Pemrograman. 6. Mikroprofessor MPF-1 “Experiment Manual “ Multitech Industrial Corp. prinsip dasar dan data eksitasi motor steper. Control Bus. saluran P dan teknologi Bipolar. Address Bus. bagian penting mikroposesor : Data Bus. 8028n. otomasi pengatur pH limbah industri. alamat masukan dan keluaran. parallel input-output. Z8000. Teknologi Mikroprosesor. spesifikasi hardware. “Introduction to Microposesor System Design”. 80386. Kent. Yogykarta. “Mikroprosesor and Digital Systems Second Edition International Student”. 4. 7. Penerbit Gav Media. 2. 1989. teori rangkaian perangkat keras. 8086. Pencacah dan pewaktu CTC. Stifler. cara kerja dan pemrograman CTC. Z-80. Prakt. 8008. Douglas V Hall. 80486. mikrokontroller 8049 dan 8747. Chip Magazine Mei 2002. 5.

1992. spektroskopi dengan sistem accuspec. Andi Offset. Roger. STTN. penjumlahan dan pengurangan. Flowchart. pemindahan data. Student Edition of Matlab. Mikroprocessor Prasyarat: Materi: Pengenalan Tombol. looping. A Practitioner Approach. BATAN. Teknik Pemrograman. PIO.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 89 Algoritma. Buku Petunjuk Praktikum P. BATAN. Prakt. sistem pencacah gamma latar rendah. Pustaka: 1. Spektroskopi gamma dengan detektor ZnS(Ag). 4. BATAN. spektroskopi metode koinsiden dan anti koinsiden. 10. Prakt. Presman. McGraw-Hill. Pascal. 1989. STTN. The Mathwors Inc. Komputer & K Numerik. Prentice-hall. ADC/DAC.Elektronika Nuklir Prasyarat: Materi: . Pemrograman dengan bahasa program (C++. Jogiyanto. Prakt.M. Yogyakarta. 1992. percobaan koinsiden gamma-gamma. Pengenalan Komputer. Pustaka: 1. SIO. counter. 3. STTN. pengkuran aktivitas absolut dengan cara koinsiden. Ge(Li). penyimpanan data pada pita. Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Spektroskopi gamma dengan detektor NaI(Tl). Buku Petunjuk Praktikum Mikroprocessor dan Mikrokontroler. Pustaka: 1. 2. Spektroskopi x-ray dengan detektor Si(Li). 8. Software Engineering. 9. Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi Nuklir . timer. H. perkalian dan pembagian. Fortran) dan aplikasinya.

R. sistem PLTN. macam-macam sistem pembangkit daya reaktor nuklir. penanggulangan kecelakaan radiasi (sumber hilang). 1992. Pustaka: 1. Shannon. 2. John Wiley & Sons. 3. dkk. 2. Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Prasyarat: Fisika Reaktor Materi: Sistem pembangkit listrik konvensional. Pustaka: 1. penetuan daerah. Instalasi Pembangkit Daya. BATAN. Henry C Swenk. Nuclear Power Engineering. 1986. BATAN. Newjec Inc. 1977. Pustaka: . Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Perisai radiasi. Main Characteristics and Plant Highlight. sistem keselamatan pada rektor nuklir.Wakil. pembangkitan listrik. teknik pencacahan dan aplikasinya. Ridwan M. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Rangkaian pembalik pulsa (GM Inverter). SEMESTER V 1.M. Buku Petunjuk Praktikum Elektronika Nuklir. sekunder dan tersier.El. Prayoto. BATAN.karakteristik: pembangkitan panas . STTN. Pembangkit dan transmisi pulsa. PPEN. penggantian sumber. perhitungan dan evaluasi dinding ruang sinar X. Marsongko Hadi. Pre Amp charge sensitive. sistem pendingin utama. 4. 1993. M.90 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Sumber Tegangan Tinggi DC... Penerbit Erlangga.H. Pewaktu dan pencacah. Penganalisa tinggi pulsa. ADC dan DAC. pengukuran tingkat kontaminasi dan dekontaminasi. Pulse Shaping.

kualitas gambar. Macam-macam sistem kendali otomatis berbasis komputer dan PLC. 2. Analisis kestabilan. Sydney. 2. Suwarno. optimal dan intelligen. 3.. Teknik radiografi. Prinsip kerja uji tak merusak. IAEA. Mosby Year Book. Sumber radiasi dan peralatan radiografi. 1995. perhitungan dan penilaian sensitivitas radiografi. Tindakan preventif dan penanggulangan kecelakaan radiografi. Radiologic Science for Technologist. Contoh aplikasi : sistem kendali level. Teknik Instrumentasi dan Kendali Materi: Konsep dasar sistem kendali. 5th edition. IEAE. tanggapan waktu dan frekuensi. interpretasi gambar radiografi. Radiation and Security : Comprehending Radition Risk. Pusdiklat. dan berbagai jenis cacat. Sistem lup terbuka dan lup tertup. Interpretasi film radiografi. Pustaka: 1. Bandung. 1988. dan reaktor. 1993. Paris. Kualitas film. Strategi pengendalian. Kendali adaptif.C. diagram blok dan fungsi transfer sistem. Dasar fisika radiografi. UTR/Radiografi Prasyarat: Materi: Konsep dan definisi. Mengenal Asas proteksi Radisi. Standard radiografi. Manfaat. 1994. Buku Pelatihan Radiografi Level-1. Wiryosimin. Proceeding. motor. kurva karakteristik dan pemrosesan film. alasan dan aplikasi UTR. Pemodelan sistem. Pustaka: . hubungan antara bayangan dan obyek. Rekaman fotografi dan non-fotogarfi. 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 91 1. Deskripsi proses. Radiation Protection in Nuclear Energy. fungsi transfer dan solusi. BATAN. 4. Bushong S. Cacat film radiografi. 2002. diagram proses. Penerbit ITB.

Praktikum UTR/Radiografi. Prakt. hubungan antara bayangan dan obyek. 2. Teknik Isyarat Materi: Dasar-dasar signal dan sistem: input-output sistem. Prentice-Hall. Kualitas film. 1997. H Kwakernak. Pustaka: 1. Buku Pelatihan Radiografi Level-1. Pengenalan sistem: sistem input-output. Stabilitas sistem terhadap input harmonic dan periodic. semi takhingga. Instrumentasi dan Kendali . sistem input-output mapping. 5. Ruang dan pembangkitan signal. Cacat film radiografi. perhitungan dan penilaian sensitivitas radiografi. 1993. signal waktu diskrit dan kontinyu. Katshuhito Ogata. Interpretasi film radiografi. Pengenalan signal : signal sekuensial dan sampling. sistem memoryless. D.E.R. 1992. W.Ziemer.. pengaruh sifat bahan dan berbagai teknik radiografi. McMillan Publishing Company. 2002. Penerbit Erlangga. 1991. dan tak hingga. non-anticipating dan time invariance. samling dan interpolasi signal. Control System Design and Simulation. kualitas gambar.Tranter. Prasyarat: Materi: Prinsip dasar dan metode dasar uji tak merusak. Pustaka: 1. 2. signal waktu hingga. McGraw-Hill. Teknik Kontrol Automatik. 7. kurva karakteristik dan pemrosesan film. interpretasi gambar radiografi.H. 6. sistem kontinyu dan diskrit. Signal & System : Continuous and Discrete. R Siphan. kuantifikasi. Modern Signal & System. R. beberapa bentuk signal terkenal.92 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Sistem linear dan sistem konvolusi. Pusdiklat BATAN. sinyal periodic dan harmonic. Transofrmasi. Fannin. Jack Golten and Andy verver. dan berbagai jenis cacat.

Pustaka: 1. Agvinto. Teknik Antarmuka Komputer Prasyarat: Materi: Konsep antarmuka serial dan paralel. digital I/O. prinsip pembacaan data digital oleh komputer. Pemrograman dan pengendalian proses dengan PLC. Buku Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi II. analisis sistem kendali PID untuk orde1 dan 0rde-2 serta sitem kendali motor dc. struktur papan antarmuka. STTN. Eko Putra. data register. Stifler. . Eko Putra. dekoder alamat. 3. Kent. Prakt. memori. Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi dan Kendali. Penerbit Gav Media. Yogykarta. pengukuran tingkat kontaminasi dan dekontaminasi. pengiriman data biner ke peralatan. 1992. Antar Muka Komputer : Teori dan Aplikaksi. penetuan daerah. 2002. perhitungan dan evaluasi dinding ruang sinar X. penggantian sumber.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 93 Prasyarat: Materi: Pengenalan matlab dan aplikasinya untuk pemodelan orde-1 dan orde-2. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikasi. Design with Mikroprocessor for Mechanical Engineers. 8. 2. Penerbit Gav Media. 9. Pustaka: 1. penanggulangan kecelakaan radiasi (sumber hilang). Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Perisai radiasi. pemrograman. BATAN. studi kasus untuk rangkaian RC dan RLC. teknik pencacahan dan aplikasinya. Mississipi State University. STTN. Agvinto. Pustaka: 1. 2002. Yogykarta.

Pustaka: 1. yogyakarta. Edisi Reformasi. 3. McGraw-Hill. persamaan dasar dan parameter kinetika reaktor. 3. wawasan nusantara. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Azas kerja rekator nuklir. Schultz. Pustaka: . politik dan strategi nasional. Pendigitalan isyarat. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Nuclear Reactor Kinetics. Robert. McGraw-Hill. Kewarganegaraan Materi: Pengantar pendidikan kewarganegaraan. Endang Zailani Sukaya dkk. Penerbit Paradigma. 2002. Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 SEMESTER VI 1. pengendalian dan operasi reaktor. Ir. dinamika reaktor. 2001. BATAN. sistem kendali.94 BATAN. Pustaka: 1. Pengolahan Isyarat Materi: Isyarat dan informasi. 1969. perubahan waktu diskrit dan sinyal digital. berbagai aspek fisis. Robert. 2. ketahanan nasional. sistem hankamnas. Teknik pengolahan sinyal digital serta aplikasinya. komunikasi data. 2. 1975. Syarip. Keepin. Nuclear Reactor Kinetics and Control. STTN. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor.

R. Bahasa Pemrograman.Ziemer.R. frekuensi dan stabilitas. . Tanggapan waktu. Eko Putra. FFT dan DFT. W. 5. Pustaka: 1. 1988.Tranter. Fungsi transfer dan Transformasi Z. Prentice-Hall. Piranti dan Teknik pengembangan program. McMillan Publishing Company. Signal Processing : Modern Approach. Port I/O Mikrokontroler. Agfianto. R Siphan. Teknik Kendali Digital Prasyarat: Materi: Sampling dan kuantifikasi. Sinyal dan sistem diskrit. H Kwakernak. 2002.E. Fannin. Manipulasi sinyal diskrit. Transformasi Fourier. Perancangan dan Struktur program. Signal Processing : Modern Approach. “Panduan Dasar Mikrokontroler Keluarga MCS-51. D. Contoh perancangan. Sistem Mikrokontroller Materi : Pengenalan Keluarga MCS-51. James W Candy. Danny Christianto. Kris Pusporini.H. Port Serial. Arsitektur Mikrokontroler. Yogykarta. Contoh penerapan program aplikasi. AddisonWesley. Pustaka: 1. Joseph S Rosko. Modern Signal & System. 1988. Apalikasi untuk sistem kendali. 4. Penerbit Gav Media. 1972. James W Candy. Timer / Counter. 2. McGraw-Hill Book Company. 1991. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikasi. Signal & System : Continuous and Discrete. 1993.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 95 1. Digital Simulation of Physical Systems. 3. Kumpulan instruksi dan pemrograman mikrokontroler. Sistem Interupsi. McGraw-Hill Book Company. 2. 2. Pemodelan kontinyu dan diskrit.

Tranter. Harris. D.H. 1993. Disain casing. lost value. Pengujian kinerja. 1976. Teknik dan prosedur pemeliharaan alat. Vuister.H. 1999. Pemeliharaan Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Teknik pemeliharaan dan perawatan alat. Butterworth & Co Ltd. G.E. Pemeliharaan terencana. Pustaka: 1. Rill Isaris. Electronic Testing and Fault Diagnostic. pengkondisi sinyal dan pemroses data. . Kelly and M. Aspek biaya. D. 1986. Perancangan Instrumentasi Materi: Rangkaian dasar sistem instrumentasi. Trouble Shooting in Nuclear Instrument. Loveday. Komisioning alat. 1994. Fifth Edition. Penentuan spesifikasi sensor. 1997. 2. Flowchart reparasi. Martin. ”Laboratory Power Conditioning”. Johnson. MTBF. IAEA-TECDOC-426. Great Britain. machine. W. Organisasi pemeliharaan. Prentice-Hall. 7. 3. 6. 5. Garland and F. Trouble shooting dan test rutin.J. Pustaka: 1. Stainer.Ziemer. ”Electronic Failure Analysis Handbook”.W. Log book. IAEA. London. 1979.R. Harris Semiconductor. McMillan Publishing Company. CMM. 1989. Fannin. Pergamon Press Ltd. Signal & System : Continuous and Discrete. 4. Longman Scientific & Technical. 6. ”Transient Voltage Suppression Devices”. Pemeliharaan preventif: MTTR.. Vienna. P. Curtis D. Modern Electronic Maintenance Principle.96 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. Perancangan pengkondisi sinyal.. 1987. 7.J. Process Control Instrumentation Control Technology. Manajemen pemeliharaan. Management of Industrial Maintenance. R. Perry L. A.

2. 8. Prakt. Sumber tegangan tinggi DC). Counting System. Contoh perancangan. Kris Pusporini. Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi dan Kendali. Pengamatan gejala transien. Pustaka: 1. Danny Christianto. Port Serial. Bahasa Pemrograman. Bella G. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Praktikum pencacahan neutron dengan BF3. Port I/O Mikrokontroler. Timer / Counter. 1969. Liptak. 2002. Piranti dan Teknik pengembangan program. praktikum cara pengoperasian . Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikaksi. “Panduan Dasar Mikrokontroler Keluarga MCS-51. 9. STTN. Sistem redudansi. Perancangan dan Struktur program. Yogykarta. Pemeliharaan Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Reparasi peralatan Instrumentasi Nuklir (survey meter. Demontrasi computerized maintenance planning.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 97 2. SCA. Penerbit Gav Media. Contoh penerapan program aplikasi. Pustaka: 1. Karakterisasi powerconditioning untuk laboratorium. Bin power module. Eko Putra. Sistem Interupsi. Agfianto. Chilton Book Company. Kritas Venzel. 10. teknik aktivasi neutron untuk mengukur parameter-parameter reaktor. Prakt. BATAN. Instruments Engineer Handbook. Pengamatan unjuk kerja alat terhadap perubahan suhu. Ratemeter. Praktikum Mikrokontroler Materi: Kumpulan instruksi dan pemrograman mikrokontroler.

para sahabat. bermu’amalah dengan sukses. Ir. beribadah dengan tuma’ninah. 1975. Pendidikan Agama II Prasyarat: Materi: Islam ditinjau dari aspek filosofi. Nuclear Reactor Kinetics. Konsep mua’amalah dalam Islam seperti jual-beli. dan ulama-ulama penerusnya sampai zaman sekarang. 3. Al-Qur’an. Al-Jaziri. Perundang-undangan Tenaga Nuklir Prasyarat: Materi: Perundang-undangan tenaga nuklir. Kiat-kiat menjadi seorang sarjana sains dan seorang muslim yang baik. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. BATAN. Pernikahan dan keluarga syakinah. dll. Terjemahan Departemen Agama. Syarip. Konsep tauhid dan impelmentasinya dalam kemasyarakatan sejak zaman Nabi. syirkah. McGraw-Hill. 2. Keepin. Robert. mudharobah. Pola Hidup Muslim. asuansi (tafakul) .98 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 sistem kontrol reaktor. Nuclear Reactor Kinetics and Control. Bandung. STTN. Schultz. para Imam madzhab. Abuka Bakar Jabir. banyak beramal sholeh dan menjadi khsunul khotimah. 1969. 3. Pengantar Studi Islam. Remaja Rosdakarya. start up. P3TM. 4. Buku Petunjuk Praktikum Operasi Kinetika dan Pengendalian Reaktor. riba. Hamidullah. 2. Muhammad. Robert. BATAN. Pustaka: 1. SEMESTER VII 1. shutdown. Peraturan Pemerintah dan Surat . 2001. menaikkan daya. McGraw-Hill. 2. Pustaka: 1.

Jakarta. teknik pengolahan data. Soenjono Dardjowidjojo. Non Proliferation Treaty (NPT). Persyaratan dasar jaminan kualitas. pengoperasian reaktor. BAPETEN.. Penerbit Balai Pustaka. Pengolahan data. Jenis penelitian.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 99 Keputusan Kepala BATAN dan BAPETEN. Asas metodologi penelitian ilmiah. Pustaka: 1. dan tindakan perbaikan. Sistem Manajemen Mutu-Dasar-dasar dan kosakata. Badan Standarisasi Nasional. Penerbit PT. 1993. Metodologi Penelitian Prasyarat: Materi: Arti dan fungsi penelitian. Pustaka: 1. 2002. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. Wasito. hipotesis. Konsep pengendalian. pengiriman bahan nuklir. Rancangan dan Prosedur penelitian ( Rancangan penelitian. prosedur. non-conformce. 2. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. abstrak. pembuatan kuesioner). Pengolahan dan Analisa data (Metode pengumpulan data. 4. Analisa data). Sistem penulisan ilmiah. dan form. Hermwan. . Buku Penyuluhan Peraturan Perundangan Keselamatan Nuklir. Pengantar Metodologi Penelitian. dan pengujian di laboratorium. Sistem Manajemen Mutu Prasyarat: Materi: Konsep dasar sistem manajemen mutu.Gramedia. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. 1993. pengolahan limbah nuklir. audit. penelusuran referensi. Jaminan kualitas untuk penelitian. DepDikNas. Pustaka: 1. dkk. 3. perumusan persoalan.

directing. Alat-alat manajemen proyek. faktor biologi di tempat kerja. Jusuf. 2001. STTN BATAN. Yogyakarta. Pustaka: 1. II. safety toolking. organizing. aspek kebisingan. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. pengendalian teknis. kecelakaan kerja. Zaenal. tata rumah tangga (housekeeping). Evaluasi proyek. PB UNDIP. STTN Batan. Sugeng. controlling. promosi K3. Ruang lingkup projek. 2008. Scheduling and Controling.. III. penerangan dan getaran) di tempat kerja. 7. identifikasi sumber bahaya (bahaya bahan kimia. 2. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT. 2001. training K3. Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. Bunga Rampai Hiperkes & KK. lima level work breakdown structure. Semarang. IV Lihat daftar mata kuliah pilihan. 2007. John-Wiley & Sons. ergonomi. pengendalian administratif. Project Management: System Approach To Planning. 6. Diktat K3. Zaenal. Yogyakarta. staffing. kedaruratan standar kesehatan dan keselamatan kerja.100 5. Pengantar Ergonomi. Keselamatan Kerja dan Ergonomi Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Harold Kezner. Pustaka: 1. pusparini. riset dan pengembangan. ventilasi industri. manufaktur. Manajemen Proyek Prasyarat: Materi: Konsep dan definisi. sanitasi industri. 3. penyakit akibat kerja. iklim kerja dan radiasi nonionisasi. Aspek tekno-ekonomi dalam manajemen proyek. Mata Kuliah Pilihan I. .

Particle Accelerator. studi perbandingan. Livingstone. 1986. mengadakan analisis/ sintesis. sistem interlock. Tugas Akhir Tugas akhir bisa berupa penelitian pengembangan analisis dan sintesis.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 101 SEMESTER VIII 1. Akuisisi data pada akselerator. sistem komunikasi dan tugas-tugas yang berkaitan dengan permasalahan industri khususnya berkaitan dengan program studi yang diambil. sistem operasi. BATAN. MATA KULIAH PILIHAN PILIHAN INSTRUMENTASI NUKLIR 1. Pustaka: 1. Akselerator lingkaran. McGraw-Hill. Kerja Praktek Manajemen perusahaan meliputi struktur organisasi. sistem energi. P3TM. pemrosesan data dan analisis menggunakan instalasi akselerator. Mahasiswa mengajukan proposal penelitian (usulan tugas akhir). Instrumentasi Akselerator Materi: Prinsip dasar akselerator. Buku Pengoperasian Akselerator. sistem kontrol dan instrumentasi. 2. 2. melakukan pembahasan tugas akhir yang meliputi studi kepustakaan. perancangan dan pembuatan sistem. Sistem Akuisisi Data Prasyarat : . sistem monitoring dan kendali pada akselerator. analisis permasalahan. Akselerator linier. 2. Sistem instrumentasi. menyajikan dan menyimpulkan dalam bentuk skripsi dan mempertahankan dalam seminar dan ujian lisan. macam akselerator dan aplikasinya. penerapan teknologi atau pengujian di laboratorium. Sistem akselerator partikel.

Artificial Intelligence.id/transmisi/des05/sukiswodes05. edited by TPIJFT – 2004.PDF. www. 1993. Fuzzy Logic Toolbox. Komuniksi Elektronika. Graha Ilmu. PILIHAN KENDALI DAN ROBOTIKA 1. Matlab.dennis dan John Coolen. Jakarta. Mikrokontroler. dan production rules. MatgWorks Inc. Konfigurasi dan karakterisitik sistem akuisisi data. Data Aqcuisition and Process Control.. 2. Labtech. Contoh aplikasi akuisisi data menggunakan modul ADAM. Otomasi Industri Materi: . 3. multiplexer. Persyaratan teknis. list. Penerbit Erlangga..elektro. Kecerdasan Buatan Prasyarat: Materi: Konsep dasar kecerdasan buatan. Konsep dan aplikasi sistem pakar. Pustaka: 1. 3. 1994. Matlab. 1994.undip. Materi: Komponen-komponen akuisisi data proses : sensor. Akusisi dan pemrosesan data dengan komputer. Neural Network Toolbox. 3.102 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Perancangan Instrumentasi. Roddy. 2. Sistem Antar Muka. buffer-amplifier.ac. Windows user guides. frame. logika fuzzy dan jaringan syaraf tiruan. representasi pengetahuan ke dalam skema. Pustaka: 1. for use with Matlab. 2003. programmable pheriferal interface. knowledge engineering. MatgWorks Inc. Contoh aplikasi untuk pengolahan data dan kendali proses. Kusumadewi. Laboratory Technology Corporation. Akuisisi dan komunikasi data. ADC dan DAC. for use with Matlab. 1994.

Mesin intelligent termasuk sensor pada robotik. 3. Kuspriyanto. Kendali sekuensial dan kendali berbasis switch/relay. efector sensor untuk material handling. Intelligent Sensor Technology. Konversi sinyal sensor. Transformasi homogen. Sistem sensor untuk diagnosis equipment. Teknik Elektro ITB. Penyelesaian persamaan kinematika. John Wiley & Sons. Pustaka: 1. Pengantar Robotika. 1997. 2. Robotika Prasyarat : Tujuan : Memberikan pengertian tentang prinsip-prinsip perancangan analisis dan sintensis sistem robot. Pengaturan gerak robot. Sensor untuk servomekanik Sistem sensor pada robot intelligent. 2. Pokok bahasan : Pendahuluan. Fifth Edition. Groover. P. 2. Persamaan kinematika. Bahasa pemrograman robot. Process Control Instrumentation Control Technology. Sensor (pengindraan). Bandung: Laboratorium Sistem.M. A. Pustaka : 1. John-Wiley & Sons. Intelligent Sensor Materi: Sensor-sensor intelligent. 1989. 3.Johnson. Pustaka: 1. Ryoji Ohba. . 1992.PLC dan diasin sistem otomasi berbasis PLC.Galip Ulsoy. Singapore: McGraw Hill Book Company. Curtis D. 1987. Microcomputer Application in Manufacturing. Penggabungan sensor. Industrial Robotics. 1985. Jenis dan aplikasi sensor. Hubungan-hubungan differensial. penggunaan vision sensor. Dinamika Robot. Pengaturan dan Komputer.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 103 Konsep otomasi dalm industri. Prentice-Hall. pengkondisi sinyal dan actuator menjadi sebuah sistem. Warren R Devries.

Keselamatan Reaktor . Chilton Book Company. 1983.. Neutron sources. Disain control room: primary system. Allyn. Pustaka: 1.: Nuclear Power Plant Design Analysis. sisem proteksi reactor dan main control board. sources netron monitoring. Bella G. Basic Nuclear Engineering. 2. perancangan rinci (detail design). bypass control logic. Kriszta Venczel. man-machine interface. Atomic Energy Commission Report TID-26241. micro – processor based. Barney. Plant highlight and main features of proposed plants. Sesonke. analisis sistem meliputi teras reaktor. Wright. Intelligent Instrumentation. kriteria. control rod.104 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. 1988. Perancangan Sistem Reaktor Materi: Dasar-dasar perancangan reaktor : tahapan. 3. George C. PILIHAN TEKNOLOGI REAKTOR 1. Foster.L. 3. konsep touch screen operor console. 4th edition. reliability. spesifikasi teknis dan fungsi komponen dan sistem reaktor. sistem utama dan sistem penunjang.S. 2. Sistem Instrumentasi dan Kendali Reaktor Materi: Arsitektur sistem monitoring dan kendali reactor.. 1982. Process Measurement : Instrument Engineer Handbook. November. Karakteristik instrumentasi dan kendali reaktor : 2 out of 4 logic. 1973. A. selfdiagnosis. R. Prentice-Hall. Liptak. Penggunaan computer code untuk kajian rancangan sistem reaktor. power reactor monitoring. bahan bakar. Monitoring fluks netron dan radiasi reaktor. A. U. Pustaka : 1.R. Newjec Inc. 2003. auxiliary system. Perancangan dasar (basic design).

MTIS. PILIHAN BEBAS 1. Potensi pelepasan zat-zat radioaktif ke lingkungan selama operasi normal maupun dalam keadaan kecelakaan. penggunaan dalam kimia radiasi. Sistem fokus berkas partikel. Akselerator lingkaran. Vienna. Glenn F. J. Glasstone. Sumber ion. Pustaka: 1. 2. efek radiasi pada materi. penggunaan bidang kedokteran nuklir.M. Jenis-jenis sistem-sistem keselamatan dan proteksi reaktor. efek radiasi pada materi. 2. IAEA Safety Series No. John Wiley & Sons. Sistem akselerator partikel. Radiation Detection and Measurement. Pustaka: 1. Dampak lingkungan akibat operasi instalasi nuklir sejak dari penambangan bijih uranium sampai penyimpanan terakhir sampah nuklir. Teknologi Akselerator & Aplikasi Prasyarat: Materi: Prinsip dasar akselerator.Walter H.. . Analisis keselamatan. 1977.Jordan. macam akselerator dan aplikasinya. Akselerator linier. 1979. Pengkajian lokasi instalasi tenaga nuklir. Kriteria-kriteria evaluasi keselamatan reaktor. IAEA. : Code on Nuclear Power Reactor Design. Harrer. Koll.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 105 Materi : Prinsip pertahanan berlapis (defence-in-depth). Sistem tegangan tinggi akselerator. 2. Sistem Pencacah Nuklir Materi: Penentuan aktivitas. Nuclear Power Instrumentation System. Vrginia.S. Sektroskopi alfa. gamma dan netron. 1980.. : Nuclear Power and It’s Environmental Effects. produksi neutron dalam analisis aktivasi. ANS. energi dan unsur.

Livingstone. sistem saluran transmisi (Data Circuit Terminating Equipment/DCE. Mengenal Asas proteksi Radisi. Aplikasi generator neutron untuk analisis bahan. Wiryosimin. Mikrokontroler. Buku Pengoperasian Akselerator.106 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Sistem sumber ion. Proteksi radiasi dalam industri nuklir. 1994. Materi: Komponen-komponen telemetri (Sensor. Sistem sumber data (Sistem Akuisisi. 1995. Proteksi Radiasi Lanjut Prasyarat: Materi: Standar dan prosedur proteksi radiasi. 2. McGraw-Hill. 1988. Penerbit ITB. Radiation and Security: Comprehensing Radition Risk. Sistem Telemetry Prasyarat : Perancangan Instrumentasi. Transmitter. Pustaka : 1. Pengkondisi sinyal. 4. Sistem Antar Muka. IEAE. 2. Bandung. Sistem Kontrol Sekunder). Sistem pemisah berkas partikel. Suwarno. penerapan. verivikasi. Transceiver). BATAN. 3. aspek keselamatan dan peraturanperaturan yang berkaitan dengan fasilitas radiasi. Mikrokontroler. Penerapan Telemetri untuk Perancangan telemetri suhu dengan modulasi . Sistem saluran penerima (Komputer sebagai alat control sistem dan pengolah data). Multiplekser. Pengembangan. Aplikasi akselerator implantasi ion dalam pengerasan bahan. Proceeding. Particle Accelerator. Radio pemancar-penerima. ADC. Paris. dan perbaikan prosedur kerja dalam instalasi radiasi. 3. Sydney. IAEA. Prinsip jaminan mutu. P3TM. 1986. Radiation Protection in Nuclear Energy. Pustaka: 1. Modem.

Pustaka 1. Pencitraan Fisiologi/fungsional. Instalasi dan troubleshooting sistem alarm. USG. 2.elektro. Sistem instrumentasi (Cardiac. Electronic Security Materi: Sistem sekuriti elektronik. Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. in-vivo. dulu dan sekarang. kontras). Essential of Radiology . Jakarta. Dennis dan John Coolen. tranduser). Dasar fisika resonansi magnet nuklir. penetrasi. Instrumentasi Medik Materi Fungsi. Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik. EEG. Integrasi sistem. The Complete Book of Elekctronic Security. sistem interlock dan sistem proteksi elektronik untuk pengamanan proses maupun industri. Kesley. Sifat-sifat (X-rays.id/transmisi/des05/sukiswodes05. Perangkat Xrays (tabung X-rays. 1993. sharpness. aspek biologis). cara kerja dan amplikasi (ECG. Teknik (in-vitro. 6. filtrasi). radioisotope untuk pencitraan). arus. tipe interaksi foton.undip. Fosbinder and Charles A. Skema elektronik. 5. Sistem kerja alarm. Pengkabelan.ac. medis ultra sound. radioisotope tracer).PDF. Review spec dan unjuk kerja perangkat pencitraan medis (X-rays. Security lighting. Product Line McGraw-Hill Professional. Robert A. MRI dan Nuklir). Komuniksi Elektronika. kVp. Teknik pencitraan gelombang (US. Roddy. Pacemaker.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 107 digital Frequency Shift Keying/FSK Pustaka: 1. energi. Pustaka: 1. www.. sistem alarm kebakaran. Penerbit Erlangga. Detektor nuklir (system deteksi radiasi. Vehicle safety. 2002. Philip Bill. Defibrilator dan Hemodialisis). karakteristik. EMG).

108

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Sciences, McGraw Hill Medical Publication Division, Copyright 2002, New York. 2. R.S.Khandpur, Handbook of Biomedical Instrumention, Tata McGraw Hill Company Limited, New Delhi, 1977. 3. B.R.Bhairi, Balvinder Singh, N.C. Rathod, P.V.Narurkar, Handbook of Nuclear Medicine Instruments, Tata McGraw Hill Publishing Company Limited, New Dilhi, 1994. 4. Joseph D.Bronzino, Editor in chief, The Biomedical Engineering Handbook, CRC Press, IEEE Press. 5. Steve Webb, The Physics of Medical Imaging, Institute of Physics Publishing, Bristol and Philadelphia, Reprint 1993. 7. Tekno Ekonomi PLTN Materi Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun, mengoperasikan, dan merawat dekomisioning, hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik. Pustaka: 1. Eko Edy Karmanto, Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. 2. Teknoekonomi PLTN. 3. Teknologi dan Perencanaan Energi, Pelatihan BATAN, 1988. 4. Dekomisioning Reaktor Triga, JAERI, 2006. 5. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant, IAEA, Viena, 1978.

D. PROGRAM STUDI ELEKTROMEKANIK 1. Visi & Misi Visi Menjadi penyelenggara pendidikan yang mampu menghasilkan sarjana sains terapan yang siap berkembang dan berkarya secara profesional dalam bidang elektromekanik baik untuk industri nuklir, industri yang berkaitan dengan nuklir

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

109

maupun industri energi pada umumnya. Misi Program Studi Elektromekanik dirancang agar lulusannya: 1. Mampu menunjukkan kemampuannya secara profesional dan mampu mensinergikan keahlian dan daya analisisnya dalam perancangan, pembuatan, pengoperasian, pengujian, perbaikan, dan perawatan alat-alat elektromekanik yang digunakan baik pada industri nuklir, industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya; 2. Mampu mengaplikasikan teknik NDT/Radiografi untuk pengujian dan inspeksi bahan teknik/mekanik untuk industri berkaitan dengan aspek keselamatan untuk pekerja, fasilitas dan lingkungan pada umumnya. 3. Mampu memberikan supervisi bagi industri yang menjual, mendistribusi, dan atau mengoperasikan perangkat radiasi berkaitan dengan aspek legal dan keselamatan penggunaannya. 2. Tujuan Program Studi Di Indonesia, penggunaan, pengoperasian serta pemanfaatan perangkat radiasi atau instalasi nuklir baik untuk keperluan medis, maupun inspeksi dan pengujian peralatan proses industri sangat luas. Pengoperasian dan pemanfaatan peralatan ini membutuhkan tenaga-supervisor yang handal yang mempunyai keahlian dan analisis dalam bidang teknologi nuklir yang didukung ilmu-ilmu elektromekanik antara lain teknologi sistem tenaga listrik, sistem proteksi dan keselamatan, penggerak elektromekanik beserta keandalannya, disamping itu diperlukan perlakuan khusus yang berkaitan dengan radiasi. Bidang-bidang pekerjaan tersebut tentu saja memerlukan banyak tenaga kerja yang mampu memenuhi keahlian kombinasi antara sistem tenaga listrik, teknologi bahan, penggerak elektromekanik dan radiasi berkaitan dengan aspek teknis sekaligus keselamatan. Tujuan dari penyelenggaraan program studi ini adalah untuk menghasilkan sarjana sains terapan yang dapat memenuhi tuntutan keahlian multi-disiplin tersebut di atas.

110

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

3. Kurikulum Program Studi Kurikulum program studi elektromekanik (Elemek) dirancang untuk dapat memberikan bekal kompetensi sarjana sains terapan yang cukup yaitu 148 SKS dengan komposisi teori 104 SKS dan praktek 44 SKS. 1 SKS teori 1 jam tatap muka, 1 SKS praktikum 3 jam tatap muka, sehingga beban belajar mahasiswa adalah 104 jam teori (44 %), ditambah 132 jam praktek (56 %) termasuk praktek kerja lapangan. Dengan komposisi tersebut, mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni. Berdasarkan Kurikulum Standard Diknas, kurikulum Prodi Elmek terdiri dari 75 % mata kuliah inti (MKK dan MKB) serta 25 % mata kuliah penunjang (MPK, MPB, MBB). Dengan komposisi tersebut, mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni serta mempunyai bekal tambahan baik perilaku berkehidupan bersama maupun perilaku berkarya sesuai dengan standard yang berlaku secara nasional. Untuk lebih menekuni bidang keahlian tertentu, struktur kurikulum prodi Elmek menawarkan 4 mata kuliah pilihan ( 8 SKS) yang terbagi ke dalam 3 kelompok mata kuliah pilihan wajib yaitu kelompok pilihan teknologi bahan, kendali dan robotika , pilihan teknologi reaktor serta pilihan sistem tenaga. Dengan demikian, kurikulum program studi Elektromekanik dirancang sedemikian sehingga mahasiswa lulusannya mendapatkan kompetensi yang memadai (core competence) dalam bidang elektromekanik, serta memiliki keunggulan komparatif dalam bidang pengujian dan inspeksi menggunakan teknik uji tak rusak/radiografi.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

111

4. Perbandingan SKS dan Beban Kerja (jam) Teori dan Praktek I Tr
16

II Pr
4

Tr
12

Pr
8

III Tr Pr
14 6

IV Tr Pr
12 8

V Tr
14

Pr
6

VI Tr Pr
14 6

VII Tr Pr
20 0

VIII Tr Pr
0 8

20 20 20 SKS Teori = 104
Jam Teori =104 (44%)

20 20 SKS Praktek = 44
Jam Praktek = 132 (56%)

20

20 8 SKS Total = 148
Jam Total = 236x16

5. Distribusi Matakuliah Berdasarkan Standard Diknas
No

Kelompok (elemen kompetensi)
Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB)

Inti (Utama) 10 38 40 4 8

Institusional
Pendukung Lainnya

Jumlah SKS 12 40 76 11 8 147 100 %

1. 2. 3. 4. 5.

2 14 18 2 11 47 32 % SKS T 2 2 2 2 2 10 P

Prosentase

100 68 %

MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) No. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Pendidikan Agama I 2. Bahasa Inggris 3. Pancasila 4. Kewarganegaraan Pend. Agama I 5. Pendidikan Agama II
JUMLAH

Semester I I III V VII

2

2

Mekanika Fluida JUMLAH MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. Perlengkapan Sistem Tenaga TTL II 9. UTR/Radiografi ADPR 7. Kendali Motor & Alternator 8. Gambar Teknik I 7. Konvensional 6. Alat Ukur & T. Pengukuran 11. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Matematika I 2.IV III III III IV IV IV IV 2 14 Semester I I II II III III III IV IV V SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 . Kimia Umum 5. Fisika Reaktor Fisika Modern 19. Statistik 10. Matematika II Matematika I 6. Proses Produksi I Teknik Listrik 2. Mekatronika II Mekatronika I 14. Teknik Tenaga Listrik II TTL I 4. P. Komputer & K Numerik Teknik 18. Perpindahan Panas 20. Mekatronika I Teknik Listrik 13. Fisika Dasar I Arsitektur & Jaringan 3.112 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. Ilmu Bahan 12. Teknik Tenaga Listrik I Dasar 3. Elemen Mesin I Statika Struktur 10. Fisika Dasar II Fisika Dasar I 9. Matematika Teknik Matematika II 15. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Teknik Listrik Dasar Prakt.IV III.II II II II II. Fisika Modern Fisika Dasar II Matematika 17. Statika Struktur Sistem PLTN dan Pembangkit Fisika Reaktor 5. Mekanika Kekuatan Bahan Ilmu Bahan SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 38 4 2 2 2 2 Semester I I I I II I I. Thermodinamika 16. Komputer 4. 8.

12. 14. Gambar Teknik I JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2 4 . Kinetika dan Pengendalian Reaktor Pemeliharaan & Perbaikan Mesin Listrik Perencanaan Mesin Listrik Industri Elemen Mesin II Hidraulik dan Pneumatik Pembangkit Uap dan Turbin JUMLAH 18 MK WAJIB BERKEHIDUPAN BERKARYA (MBB) NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. 16. 2. 4. 6. Proses Produksi I MKK Prakt.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 113 PLTN 2 2 2 Elemen I 2 2 2 32 2 2 V V V V VI VI VI 11. 7. Susunan Kurikulum Program Studi Elektromekanik Semester I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 TFN104 TFN105 TFN106 TEM107 TEM108 TFM119* TFN103 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK Pendidikan Agama I MPK Bahasa Inggris MKK Matematika I MKK Fisika Dasar I MKK Kimia Umum MKK Arsitektur Jaringan Komputer MKK Teknik Listrik Dasar MKB Proses Produksi I MKB Prakt. 15. 3. 13. 5. Proteksi & Keselamatan Radiasi Metodologi Penelitian Sistem Manajemen Mutu Manajemen Proyek Seminar Kerja Praktek Tugas Akhir JUMLAH SKS T P 2 2 2 2 1 9 2 V VII VII VII VII VII VIII 3 5 10 6.

Bahasa Inggris Matematika Teknik Fisika Modern Termodinamika Alat Deteksi & Pengukuran MPB Radiasi (ADPR) MKB Mekatronika II MKB Teknik Tenaga Listrik I MKB Prakt. Gambar Teknik II JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 12 Semester III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN301 STN302 STN303 TFN304 TFN305 TFN306 TEM307 TEM308 TEM309 TFN310 Kelompok MPK MPK MKK MKK MKK Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Pancasila Prakt. Fisika Dasar MKB Prakt. ADPR JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 16 . Alat Ukur & MKK Pengukuran MKK Prak.114 Semester II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN201 STN202 TFN203 TFN204 TFN205 TEM206 TEM207 TEM208 TFN209 TEM210 Kelompok MKK MKK MKK Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Matematika II Statistik Fisika Dasar II Alat Ukur & Teknik MKK Pengukuran MKK Ilmu Bahan MKK Mekatronika I MKK Prakt. Proses Produksi II Prakt. Teknik Tenaga listrik I MPB Prakt.

Mekatronika Prakt. MBB Radiasi JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 115 Semester IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode TFN401 TFN402 TFN403 TFN404 TEM405 TEM406 TEM407 TEM408 TEM409 TFN410 Kelompok MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK Mata Kuliah SKS Teori Praktek P Komputer & K Numerik Fisika Reaktor Perpindahan Panas Mekanika Fluida Teknik Tenaga Listrik II Statika Struktur Prakt. Program Komputer & K MKK Numerik JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 12 8 Semester V No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN501 STN502 TFN503 TEM504 TEM505 TEM506 TEM507 TEM508 TFN509 STN510 Kelompok MKB Mata Kuliah SKS Teori Praktek Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Proteksi & Keselamatan MBB Radiasi MKB UTR / Radiografi MKB Kendali Motor & Alternator MKB Perlengkapan Sistem Tenaga MKB Elemen Mesin I MKB Mekanika Kekuatan Bahan Prakt. Ilmu Bahan Prakt. UTR / Radiografi Prakt. Proteksi dan Kes. Teknik Tenaga Listrik II Prakt. Kendali Motor & MKB Alternator MKB Prakt.

Perl.116 Semester VI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN601 TFN602 TEM603 TEM604 TEM605 TEM606 TEM607 TEM608 TEM609 TFN610 Kelompok MPK Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Kewarganegaraan Kinetika dan Pengendalian MKB Reaktor Pemeliharaan & Perbaikan MKB Mesin Listrik Perencanaan Mesin Listrik MKB Industri MKB Elemen Mesin II MKB Hidraulik dan Pneumatik MKB Pembangkit Uap dan Turbin Prakt. Sistem Tenaga Prakt. Kinetika dan MKB Pengendalian Reaktor JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 Semester VII No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kode KIN701 STN702 STN703 STN704 TFN705 TFN706 TFN707 Kelompok MPK Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Agama II Perundang-undangan Tenaga MPB Nuklir MBB Metodologi Penelitian MBB Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & MPB Ergonomi MBB Manajemen Proyek MBB Seminar MKB Pilihan I MKB Pilihan II MKB Pilihan III MKB Pilihan IV JUMLAH 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 15 . Pemeliharaan & MKB Perbaikan Mesin Listrik MKB Prakt.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 117 -Kode tergantung mata kuliah yang diambil Semester VIII No 1 2 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 2 3 Kode STN801 STN802 Kode TEM708 TEM709 TFN710 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MBB Kerja Praktek MBB Tugas Akhir JUMLAH Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok Pilihan Teknologi Bahan Teknik Metalurgi Teknik Pengujian dan Inspeksi UTR / Radiografi Lanjut Kelompok Pilihan Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Intelligent Sensor Kelompok Pilihan Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor Kelompok Pilihan Sistem Tenaga Keandalan Distribusi Daya Listrik Sistem Proteksi & Keselamatan Kelistrikan Industri SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 3 5 8 Kode TFN711 TFN712 TFN713 Kode TFN714 TFN715 TFN716 Kode TFN717 TFN718 TFN719 .

118 No 1 2 3 4 5 6 7 Kode STN720 TFN721 TFN722 TEI723 TEI724 TEI725 TEI726 Kelompok MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah Proteksi Radiasi Lanjut Kecerdasan Buatan Teknologi Akselerator & Aplikasi Sistem Manufaktur Fleksibel Sistem Akuisisi Data Instrumentasi Medik Tekno Ekonomi PLTN SKS 2 2 2 2 2 2 2 7. Pustaka: 1. Comparisons. Keimanan. Gerund and Infinitives. Riyadhus Sholihin. dan Syari’ah. dan perkembangan teknologi. Muhammad Al Ghozali. 2. Pendidikan Agama I Prasyarat :Materi : Pokok-pokok agama. 2. Muhammad Syaltut. 4. Imam Namawi. Pustaka: . Perfect Tenses and articles. and Future Tenses. Question words. Hikmah ibadah. Modal Auxiliaries. Connecting ideas. 3. Academic Reading and Writing. Bahasa Inggris I Prasyarat :Materi : Structure: Present. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). Count/ NonCount nouns. Akhlak Islam. Passive Sentences. Past. Islam. Aqidah. Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). pembangunan. noun clauses. Nouns and Pronoun. Peran agama dalam keluarga. Silabus SEMESTER I 1.

aljabar linear. Reading.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 119 1. Statika. kinematika. FMIPA-UGM. Gaya.. Inc. W. Relasi dan fungsi matematik. G. F. usaha. Press. daya... Dictionary of Science for everyone.B. London 1988. solusi persamaan simultan.. Addison-Wesley Publishing Company. 3. Ayres. dan Lewis. D.W.F. Cambridge Univ. Hukum-hukum Newton dan grafitasi. 1964. Hukum kekekalan energi dan momentum.L. Thomas. Binatjipta. Jr . Wardiman. Fisika Dasar I Prasyarat :Materi : Pendahuluan : pengertian besaran dan satuan. 2. Pustaka: 1.. dan gelombang. skalar dan vektor. John Wiley and Sons. Calculus and Analytic Geometry.. Encyclopedia of Science in Everyday Life”. Calculus and Linear Algebra. 3. . Konsep thermodinamika dan hantaran panas. 1985. New York. English Grammar in Use. Bunyi. Persamaan Differensial. Hidrostatika dan dan hidrodinamika. England. Kaplan. Sears. Cox & Wyman Ltd. Edisi 3. R.J. 2. M. getaran. New York. 3. Bandung. Panas dan Bunyi. dan momentum. Matriks dan determinan. Pustaka: 1. and Sutton C. teori bilangan. limit dan derivative. 4. Terjemahan P Soedarjono. 4. Teknik integrasi. Guild Publ. Theory and Problem of Calculus. Matematika I Prasyarat :Materi : Teori himpunan. and Finney. Sherwood.. dan dinamika. Raymond Murphy. Mekanika.

kimia. bentuk pengukuran dan kekekalan. campuran dan distilasi. dan Nachtrieb.. cair-gas). Resnick R and David Halliday. ed. pengantar titrasi. campuran gas.120 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. fisi. Termokimia. suhu dan hukum gas ideal. 6. RAM). Arsitektur dan Jaringan Komputer Materi: Pengenalan perangkat keras komputer : CPU. Jilid 1. 1983. Microprocessor 8088 sampai Pentium IV. Tabel berkala. 1984. Fisika. O’Dwyer J.. N. sifat koligatif larutan. suspensi koloid. Jakarta. H. sel elektrokimia. tekanan. jilid I.H. Unix dan Linux. peluruhan. 3. Transisi fasa dan diagram fasa. Sifat spesies zat terlarut. Kinetika kimia: laju reaksi kimia. Collegge Physics. teori kinetik gas. Struktur fisik atom. Hukum penggabungan Kimia. Padatan. Windows. Kimia nuklir: hubungan massa-energi dalam inti. Kesetimbangan fasa. 2001. Oxtoby. . radiasi. Erlangga. Pustaka: 1.J. stoikhiometri. padat. Dasar-dasar sistem operasi: DOS. Memori Eksternal (BIOS. 5.D. Gillis.. Kimia Umum Prasyarat:Materi: Sifat dan Dasar Kimia Modern: metoda & pendekatan makroskopik. Direct Memory Access. dan fusi. Gaya antar molekul. Konsep jaringan komunikasi data. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto. Memori internal (Cache. Pipeline. Paralel processing. elektrokimia: neraca persamaan reaksi oksidasi-reduksi. 4. California. CD-ROM). Coprocesor aritmatika.W. Erlangga. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. asam-basa dan heterogen (padat-cair. Wadsworth. proses spontan dan kesetimbangan: termodinamik. pengaruh suhu.P. reaksi kimia dan hasil reaksi. Interupsi. TCP/IP. Penimbangan dan perhitungan molekul. kaidah fasa Gibbs. cair dan gas. hukum dan mekanisme reaksi. Cairan dan Transisi Fasa: Sifat. konsep energi. Larutan : Komposisi larutan. Hardisk. Wujud gas: kimia gas. proses reversible dalam gas ideal.

P. STTN-BATAN. Pustaka: 1. resonansi. Yogyakarta. McGraw-Hill. Bahan-bahan alat iris. teori dasar rangkaian (thevenin. kirchoff. Pengerjaan Logam Dengan Mesin. Hignbotham. M. Sinnl P. . arus.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 121 Topologi jaringan. Schonmetz A. tegangan. daya. super posisi. Mesin frais. Edisi 7. Listrik dan Magnet. fasor. Student Edition of Matlab. Ostwald. 8. 2. Roger. Pustaka: 1. Andi Offset. The Mathwors Inc.F. Mekanisme mesin perkakas. Prentice-hall. 1981. A Practitioner Approach. Terjemahan P Bambang Priambodo. Mesin bubut. 1992. dan noode). Amstead. Rangkaian RLC. David E. 2. 1989. Erlangga. sumber tegangan dan arus. Gerakangerakan dasar mesin perkakas.H. 3. Teknik Listrik Dasar Prasyarat: Materi : Konsep dasar besaran listrik. Petunjuk Praktikum Dasar Komputer. 1990. Proses Produksi I Materi: Berbagai macam proses dan alat/mesin dalam sistem produksi. Pengenalan Komputer. Fitzgerald. norton. Mesin bor. loop. 3. Jogiyanto. faktor daya. Begeman.M. sistem 1 fase. Tim Asisten. 3 fase. Schaum Series. leading. Mesin sekrap. H. Bilangan kompleks. 1982. 1992. Jilid 1 dan 2. lagging. Erlangga. Teknologi Mekanik. Pustaka: 1. Software Engineering. rangkaian arus bolak balik. McGraw-Hill. Basic Electrical Engineering. Teknologi Instalasi Listrik. mesin las serta pengecoran. Presman.L. 7. 4. Neidle M. B. rangkaian ekuivalen. Heuberger J. 2. diagram polar.

peralatan gambar. 2.. menggambar bagian mesin. Penerbit Erlangga. pegas. Tata Surdia.. De Bruijn. 9. gambar listrik : symbol gambar. gambar penampang/ arsiran. Jakarta. W. suaian. 2001. Asisten. Jr. Kenji Chijiiwa. 1996. William D. Pradnya Paramita. STTN-BATAN.. Petunjuk Praktikum Gambar Teknik. G. standarisasi. menggambar benda tunggal. Instalasi Cahaya dan Tenaga. Pradnya Paramita. pengenalan AutoCAD. 1985. 6. La Heij.J. Takeshi Sato. cara menuliskan ukuran. Penerbit Erlanga. contoh disain. 4. Jakarta. Bandung. Panduan Praktis Pemakaian AutoCAD 2000 for Windows. L. Ilmu Mengambar Bangunan Mesin. Praktikum Gambar Teknik I Materi: Fungsi dan tujuan gambar.A. 7. Teknik Pemrosesan bahan dengan berbagai mesin perkakas . 1979. kotak sekering dan papan hubung bagi. Teknik Pengecoran Logam. Prakt. 3. 1995.122 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Penerbit Angkasa. Luzadder. 1986. cara menggambar ulir. Menggambar Teknik Untuk Disain. roda gigi. PT. pengertian proyeksi.. macam-macam proyeksi. 1986.. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. ukuran kertas gambar. normalisasi. 5. Jakarta. penghitungan jaringan instalasi listrik. huruf dan angka. Jakarta. 1986. 10. gambar bentuk geometri. Yogyakarta. macam-macam ulir. symbol. PT. toleransi.H. Stevenson. Wahana Komputer. Staf Proyek Pengadaan Buku. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO.. Pradnya Paramita.. 3. pencabangan. macam-macam garis. Penerbit Andi. Pustaka: 1. Pengembangan Produk dan Kontrol Numerik. J. Analisis Sistem Tenaga Listrik. Sugiarto N. Jakarta. Proses Produksi I Materi: Kerja Bangku.

SEMESTER II 1. Matematika II Prasyarat: Matematika I Materi : Pemodelan fenomena fisis dalam bidang teknik. Pustaka: 1. Normal dan Poisson. M. 3. Advanced Engineering Mathemathics. Calculus and Analytic Geometry. gelombang.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 123 (bubut. BATAN.L. modus dan variansi. 2. Kreyzig. Distribusi Binomial. Dasardasar Teori Sampling. simpangan baku. Tata Surdia. Teknik Pengecoran Logam. histogram data dan distribusi frekuensi. Terjemahan P Bambang Priambodo. Begeman. Wardiman. Teori kemungkinan (probabilitas). Uji hipotesa dan taraf nyata . 1985. Heuberger J. Pradnya Paramita. 2. Edisi 7. Jr . frais dan las). Bandung. Erlangga. Wiley International. Kenji Chijiiwa. Ostwald. Pustaka: 1. Pengelompokan data. Jilid 1 dan 2. sekrap. 1990. Teknologi Mekanik.B. 2. Persamaan Differensial. median.H. Addison-Wesley Publishing Company.F. Pengerjaan Logam Dengan Mesin. probability density function dan cumulative distribution function. 4. sampel dan populasi.L. 1983. Penerbit Angkasa.. Buku Panduan Praktikum Proses Produksi I. Schonmetz A. B. R. Sifat-sifat statistik : mean. STTN. P. dan kemiringan (skewness). and Finney. kurtosis. 3. 1986. Penyelesaian persamaan diferensial dengan metode analitik dan numeric. Statistik Materi: Pengertian data. Sinnl P. Amstead. Thomas. Pendugaan statistik. persamaan diferensial untuk fenomena transport. G. FMIPA-UGM. New York.

Binatjipta. Magnet: gaya magnetik. Penampilan hasil pengukuran dalam angka grafik/gambar (sta program-> EXEL) . Ralat. Jilid 2. Edisi 3. dan peralatan optik. Analisis Deret Berkala.Doebelin. kalibrasi dan teknik pengukuran. 4.D. E. Fisika. 2. Fisika Dasar II (Listrik. Ganeca.. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran. Sears. resolusi. medan magnetik. Measurement System : Application dan Design. Teori pengukuran: standard dan kalibrasi. Walpole. Pengantar Statistik dan Teori Kemungkinan. Jakarta. jangkauan alat ukur. Erlangga.W. Terjemahan P Soedarjono. elektromagnetik. Resnick R. Cooper W. Bandung. Silaban dan E. 3. 1990. Bandung. Sutrisno. Pustaka: 1. McGrawHill. 2. ITB. optic) Prasyarat: Fisika Dasar I Materi: Listrik : Gaya. Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Materi: Macam alat ukur (mekanik dan elektrik). getaran. 1964. . optik fisik. 1983. Erlangga. 1988. presisi. Listrik dan Magnet. medan dan potensial listrik. Donald. Probability and Statistics for Scientist and Engineer. muatan dan arus listrik. Regresi dan Korelasi. gaya gerak listrik induksi. Pustaka: 1. Optik geometri. 2. Sucipto. and David Halliday.O. linearitas.124 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 untuk sampel besar dan kecil. Edisi 3 Terjemahan P. McGraw-Hill.F. arus searah dan bolak-balik. karakteristik instrumen ukur: sensitivitas. Pustaka: 1. akurasi dan kesalahan. magnet.

oktal).. Erlangga. Buffer. sistem aljabar boole. Press.. ed. 3. perlakuan panas. Arifin. Sito Shinkoru. Ghalia Indonesia.F. Pustaka: 1. 1976. DRH. bahan dielektrik. Proses pembuatan logam. L. bahan konduktor. 2. Tata Surdia. “Ilmu dan Teknologi Bahan”. 6. Tiristor. Pustaka: . karakteristik. Smith. struktur mikro logam. Samsul. “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”.. korosi. hexa. Pradnya Paramita.. inverting. 4. Cambridge Univ. 1990. Comp.. 2nd ed. FET. CB.H. Ashby. 5. Pergamon Press. non inverting .. komparator. diagram fasa logam. Segal. 5. logam Paduan. Mekatronika I Materi: Prinsip dan aplikasi elektronika analog dan diital dalam pengoperasian peralatan elektromekanik. sifat mekanis. Diac. Mc Graw Hill Publ. “Principles of Materials Science and Engineering”. sistem bilangan (biner. Adder. Transistor : rangkaian CE. Engineering Materials 2.F. Ilmu Bahan Prasyarat: Materi: Pengenalan Bahan: Struktur atom dalam bahan padat. bahan magnetik . isolator. 1992. Van Vlack. cahaya. D. Op-amp : dasar. Subtractor. integrator dan deferensiator. CC. Ilmu Logam. and Jones. Elektronika digital. 1991.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 125 5. Jakarta. W. zener. Pengetahuan Bahan Teknik. superkonduktor. M. 6. semikonduktor. 1988. Triac. Prinsip eleklektronika analog : Diode : umum. 1989.

Proses Produksi II.. STTN-BATAN. HEDS. Austria. tegangan permukaan. Proses produksi II Prsyarat: Materi: Membuat berbagai komponen mekanik dengan Mesin CNC TU-2A. Menguasai AUTOCAD Release 12. Kartidjo. 2. Emco Maier Ges mbh. Electromechanical Engineering:An Integrated Approach. pemuaian logam. Fraser C. lensa dan cermin. Pustaka: 1. 1994. Instruksi Pengoperasian. Instruksi Pemrograman. Prakt. Informasi Mesin. Prakt. Interfacing to the IBM PC. Eggebrecht. 9. termokopel. 1996. 7. Zaenal. 8. Buku Petunjuk Prakt. (+ fenomena sensor). 2. BATAN. 3. STTN. daya hantar listrik. ayunan matematis. Elex Media Computindo. frekuensi. medan listrik. Arus. energi. Mekatronika. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Milne J. Alat Ukur & Teknik Pengukuran Materi: Penggunaan dan karakteristik berbagai alat ukur : Listrik dan magnet (Tahanan. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. modulus elastisitas. fluks.126 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. medan magnet. 3. Lewish C. jembatan wheatstone. panas jenis zat padat. rangkaian AC/DC. McGraw-Hill. garpu tala. Yogyakarta. Tegangan dan daya. Tim Asisten. ITB. Omura George. 2006. . M dan Djodikusumo I. Mesin CNC TU-3A. EmcoTurn242 : Mesin Bubut CNC-Ukuran Menegah. 1990. indeks bias. Praktikum Fisika Dasar Prasyarat: Materi: Neraca analisis. 2. faktor daya. Pustaka: 1. STTN.

WCS dan UCS.. Ilmu Mengambar Bangunan Mesin. Gambar Teknik II Materi: Praktek Program AutoCAD : pengetahuan dasar AutoCAD. Handi Chandra. Asisten. Pustaka: 1. gambar susunan. STTN. gambar instalasi penerangan dan tenaga dengan AUTOCAD. 1995. Chistiawan. 7. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta. Yogyakarta. Jakarta. Penerbit Andi. 4. 1979. Mencetak gambar. 2001. Pradnya Paramita. Pengembangan Produk dan Kontrol Numerik. Pustaka: 1. L. 5. 6. gambar PID.. 2003. MSpacePSpace.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 127 rapat fluks dan kuat medan). Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Menggambar Teknik Untuk Disain. perintahperintah gambar 3D. Prakt. sistem koordinat. Dasar-Dasar AutoCAD 2000. Yogyakarta. Staf Proyek Pengadaan Buku. W. Mekanik (putaran. STTN-BATAN. La Heij. Konsep dan Latihan Menambar 3D dengan AutoCAD 2000 for Windows. . Viewpoint. 10.. aliran. 3. Penerbit Erlanga.A. Dview. 2. getaran). Jakarta. perintah-perintah gambar 2D. editing gambar 2D.J. Instalasi Cahaya dan Tenaga. P. Yogyakarta. PT. torsi. Buku petunjuk praktikum alat ukur dan teknik pengukuran. TFN. Viewports. Petunjuk Praktikum AutoCAD. Jakarta. 2001. J. Command line. editing gambar 3D. 1986. Luzadder. Wahana Komputer.. De Bruijn. Penerbit Andi. Panduan Praktis Pemakaian AutoCAD 2000 for Windows. gambar benda tunggal.

Pancasila sebagai pandangan hidup dalam bernegara dan bermasyarakat. S.N.. 1978. 1983. “Vektor Calculus”. 1993. dan silinder. 3. Chand and Company Ltd. Matematika Teknik Materi : Sistem koordinat kartesian. Contoh aplikasi : perhitungan distribusi fluks neutron.Press.128 SEMESTER III 1. 3. Penjelasan Pasal pada UUD 1945.S. adverbs. fungsi beta. 1982. 1986. 2. Practical English Usage. Mudjianto dkk. Pustaka: 1. New Delhi. Inc. Pancasila dan UUD 45. perhitungan akselerasi ion. Prentice Hall. semi-scientific. Pancasila : Buku Panduan Mahasiswa. Praktikum Bahasa Inggris Prasyarat : Bahasa Inggris Materi: Scientific and technical words. Kreyzig. Persamaan laplace dua dan tiga dimensi. 2. Sistematika UUD 1945. dan fungsi bessel. Pustaka: 1. Transformasi laplace dan fourier. integrasi vektor. 1972. Kanpur. Advanced Engineering Mathemathics. Penerbit PT. Academic Reading and Writing. 2. semi-technical terms. dan perhitungan medan listrik. Wiley International. adjectives which belong to the phraseology of science. Pustaka: 1. Oxford Univ. India.. Shanti Narayan and J. bola. Listening and Speaking. Fungsi-fungsi khusus : fungsi gamma. Michael Swan.Gramedia.T Kamal. Pendidikan Pancasila Materi: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Istilah Pancasila. Deferensiasi vektor. . dan teorema divergensi. C. Calculus with Analitic Geometry. Purcell. G. Pradnya Paramita.

teori atom Bohr. Zemansky. Reaksi Nuklir. membaca tabel. Thermodynamics. Erlangga. Kalor dan Thermodinamika. 1986. New York (1983). Pustaka: 1. 5. hamburan Rutherford. Sinar Gama. dkk. Prayoto. motor bakar. model-model inti. 3. 6. sistem pembangkit uap nuklir. Konsep Fisika Modern. Perkins H. Sinar Beta.C. 2.W. K. fusi dan pemanfaatnya. teori atom berdasar mekanika gelombang. 1977. sistem dua fase. Siklus Gas Ideal : Gas Ideal. stabilitas dan radioaktivitas. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi . Termodinamika Prasyarat: Materi: Pendahuluan : definisi dan konsep dasar. BATAN.S. 1994.. Bandung. Sinar X. struktur multiplek dalam spektrum. Pustaka: 1. 1986. McGraw-Hill Book Company. Termodinamika Teknik. Dittman R. momen spin dan magnet dari elektron. Basic Nuclear Engineering.C. massa dan ukuran atom. Bagian-bagian inti atom. Marsongko Hadi. Reynolds W.H. Penerbit ITB. Hukum Pertama dan Hukum kedua. Proses reversibel dan ireversibel. Forth Edition. spektrum radiasi atom Hidrogen. 1992. (fisika neutron). Ridwan M. Arthur Beiser. fisi.. RAM K. Wark. Efisiensi thermodinamis. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Kesetimbangan dan aplikasi : kompressor. Penerbit Erlangga. The Houw Liong. 3. Fisika Modern Prasyarat: Materi: Bagian-bagian atom. John Wiley & Sons. pancaran Alpha. M.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 129 4.. 2.

Interaksi Radiasi dengan materi. flip-flop. Mekatronika. 2. alat deteksi pengukuran dosis. dan Djodikusumo I. NOT). scintilator. IKIP Semarang Press.. kemagnetan. Pustaka: 1. starting. Herman Cember. 8. McGraw-Hill.130 Prasyarat:Materi: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Macam-macam radiasi. HEDS. generator . Sistem aljabar boole. register dan counter/ timer. sistem interface dan pemrogramannya. dekoder. Besaran dan satuan dosimetri. Milne J.clusky. pengaturan kecepatan. John Wiley & Sons. Electromechanical Engineering : An Integrated Approach. 1983. mesin-mesin arus searah (motor arus searah. map mc. detektor proporsional. enkoder. statistik pengukuran radiasi. Piranti pencacahan: kamar ionisasi. Glenn F.. 1979. demux. Fraser C. minimisasi rangkaian/kombinasional. Interfacing to the IBM PC. pengereman. Mekatronika II Prasyarat: Materi: Prinsip dan aplikasi elektronika digital dalam pengoperasian peralatan elektromekanik. Gerbang (OR. Teknik Tenaga Listrik I Materi : Mesin-mesin dinamik elementer.. Radiation Detection and Measurement. Pergamon Press. 2. Pengantar Fisika Kesehatan. mux. metode dan mekanisme deteksi. detektor neutron. ITB. Lewish C. Koll. pengendalian motor stepper dan On-Off relai. AND. 1994. alat deteksi pengukur partikel dan prinsip kerjanya. 3. Kartidjo M. minimisasi fungsi boolean dengan map karnough. 7. pencacahan GM. Pustaka: 1. ADC dan DAC. Eggebrecht.

1985. statistik pencacahan. BATAN. 2. Tata. Praktikum Teknik Tenaga Listrik I Prasyarat : Teknik Tenaga Listrik I Materi: Mesin-mesin dinamik elementer (dasar) Mesin DC (motor shunt. Electronic Machinery. Mc Graw-Hill. Prakt. Mc Graw-hill. Radiation Detection and Measurement. 1978.. A. Pustaka: 1. Mc Graw-hill. Yogyakarta. Electric Machinery. pengaturan kecepatan. 4.. 1985. Transformator Enginering. Pustaka: 1. 4. Kotharim. perhitungan waktu paruh radionuklida. 1992.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 131 arus searah). New York. seri dan kompon. Mc Graw-Hill. pengukuran radiasi gamma dengan pelemahan absorber. Starting. A. Newyork. Buku Petunjuk Praktikum Teknik Tenaga Listrik I. Narah.E. Paralelisasi Generator . Tim Asistensi. 3. 3.E. Narah Kotharim. New York. Fitzgerald. 2. Blume. . 9. 1992. Glenn F. STTN – BATAN. Fitzgerald. pengukuran radioaktivitas lingkungan. pengereman. 1978. Pustaka: 1. Mc Graw-Hill. 2. Buku Petunjuk Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi. Blume. Transformator enginering. Tata. Kalibrasi alat ukur radiasi. dasar transformator. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat: Materi: Pencacahan dengan detektor GM. Teknik Tenaga Listrik. New York. STTN. paralel Generator DC. generator penguat internal dan eksternal). Marappung. Electronic Machinery. Electric Machinery. Koll. 10. Mc Graw-Hill.

1985.M. moderasi dan termalisasi neutron.J. difusi. Andi Offset. Chapra S. 3. 1989. P. perhitungan massa dan ukuran kritis reaktor homogen dengan dan tanpa reflektor. Yogyakarta. Software and Analysis. Numerical methods For Engineers.. flow-chart dan diagram alir. Konsep Fisika Modern. Arthur Beiser. Pustaka: 1. konsep fluks dan arus neutron. Jogiyanto.C. 4. Ridwan M. Metode numeric untuk solusi persamaan sederhana. D. Etter. Pengenalan Komputer. persamaan simultan. 2. Nuclear Reactor Analysis. Numerical Method. Fisika Reaktor Prasyarat: Matematika. Marsongko Hadi. Canale. BATAN.P. H. 1993. 2. The Houw Liong. 1989. dan persamaan diferensial. McGraw-Hill.. Duderstadt J. John Wiley & . modul perhitungan difusi multi kelompok. Pemrograman numerik dengan bahasa pemrograman C dan Matlab. Prentice-Hall.. dkk..J. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. L. Hamilton. Pustaka: 1. tampang lintang dan laju reaksi neutron.. algoritma. 1986. Engineering Problem Solving With MATLAB. 1986. Komputer & Komputasi Numeris Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Logika pemrograman. 2. McGrawhill. Fisika Modern Materi Pengenalan prinsip dasar teori reaktor. 3.132 SEMESTER IV 1.Rice.. John R. Prayoto.M. R. Penerbit Erlangga.

. dan aplikasinya. 3. HOLMAN. 1981. F. dengan pembangkit energi termal. Konduksi kondisi tunak (steady state) satu dimensi meliputi: dinding datar. New York. 5. and McDonald. Fox. konveksi bebas dan konveksi gabungan. pengukuran. 1973.V. F. Principles of Nuclear reactor Engineering. aliran dan pipa. Harper & Row Inc.P. Nostrand Company. John Wiley & Sons. Glasstone S. sifat zat alir. kompresibilitas. McGraw Hill International Inc. Third . Introduction to Fluid Mechanics. John Wiley & Sons. R. prinsip dalam saluran terbuka mesin-mesin fluida dan berbagai jenis pipa dan Pustaka: 1. D. Pustaka: 1.. RAM K. INCROPERA. Perpindahan Panas Prasyarat: Termodinamika Teknik. 1977. analisa dimensi. konveksi dan radiasi. Perhitungan penurunan tekanan pada equipment.P.. 4. Principles of Heat Transfer. 1981. 1955. silinder dan bola lengkap dengan dinding berlapis (composite wall)... New York.. Mekanika Fluida Materi: Prinsip dasar perpindahan panas konduksi.. KREITH. 3. Fundamentals of Heat Transfer. Basic Nuclear Engineering. 4. Heat and Mass Transfer.. Aliran fluida dan perpindahan panas secara konveksi: konveksi paksa aliran luar dan dalam. Mekanika Fluida Prasyarat: Materi: Hukum dasar. New York. AND DEWITT. aliran kepekatan dan impuls dan momentum.T. D. A.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 133 Sons. J. perpindahan panas total. 1976. permukaan yang diperluas (fin).P.S. 2. aliran melalui obyek.W.

starting. Mc Graw-Hill. Mekanika Fluida. Electronic Machinery. Harten P. skalr dan vektor. 2. Paralel Generator sinkron. teori relaksasi dalam mekanika teknik. mengitung gaya geser dan momen lentur. Tata. Mc Graw-Hill.V. Wilardjo Liek. Generator sinkron. Macam-macam peletakan: konstruksi statis tentu dan taktentu. menghitung reaksi pad berbagai konstruksi balok dengan berbagai macam beban. Terjemahan P.V. 1995. 1979. 3. Setiawan E. Inc. Kao. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. Fitzerald. 1990. 1985. motor arus bolak-balik 1 fasa dan 3 fasa. 2. Instalasi Listrik Arus Kuat. mesin FHPM. 6. Herman Widodo Soemitro. momen kopel. Kothari. 1985. Bina Cipta. Transformator Enginering. White F. New York.. Giles. Teori patah. Kadir. Penerbit Erlangga. A. 3. New York. hukum Newton. 5. Abdul. 1986. 1981. sistem gaya.M. Electric Machinery. Menganalisis rangka dengan metoda simpul dan pemotongan.134 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Edition. IR.. 6. Blume. Faktor keamaan bejana tekan... Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik. tegangan campuran. Pustaka : 1. motor sinkron.. Mc Graw-hill. Narah. Mekanika Zalir. New York. Pustaka: .E. UI Press. Chen. 1978. Statika Struktur Prasyarat: Materi: Pengantar statika. syar kesetimbangan. R. Marcel Dekker Inc. Penerbit Erlangga. Scaum Series. pengereman.. New York. Teknik Tenaga Listrik II Prasyarat: TTL I Materi : Transformator lanjut. John Wiley & Sons. 5. pengaturan kecepatan. 1992. 4.

2. Mekanika Teknik. Kosow.. motor asinkron dan sinkron.C. Generator sinkron. TTL I Materi: Konstanta trafo. Kendali motor stepper & On-Off relai. pengereman. 3. Jakarta. Transistor. trafo arus dan trafo tegangan. Tony Mulia. Setiawan E. Opamp. Prentice-Hall. Electric Machinery and Control. R. . Teknik Tenaga Listrik II Prasyarat: Prakt. regulasi . BATAN. pengaturan kecepatan. STTN.. 4. Starting. Kendali ADC/DAC. Abdul. 1996. Dekoder dan enkoder. Timoshenko S. Prakt. jilid 1. 1987. Irving L. Sistem Digital : Gerbang dasar. trafo 3 fase (berbagai hubungan) dan 1 fase. 7. counter timer. Young D.. Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik. 3. 2. polaritas trafo. Hibbeler. Interfacing PC : Paralel I/O. Mekanika Teknik Statika.Mekatronika Prasyarat: Materi: Sistem Analog : Penyearah. Mesin FHPM. 8. Mekanika Teknik: Dinamika. Photodiode.. 1995.Prenhallindo. Bina Cipta. power supply.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 135 1. STTN. Kadir. sensor LDR. Comparator.l. karakteristik motor AC 1 fasa dan 3 fasa. SCR.H. Erlangga. Harten P. trafo berbeban. 1997. Teknik Tenaga Listrik . Erlangga. Multiplexer dan Demultiplexer. Edisi 4. Pustaka: 1. Buku Petunjuk Praktikum Mekatronika. Kraige. PT. UI Press. diagram lingkaran. Buku Petunjuk Prakt. Pustaka: 1.V. Prakt. Paralel Generator. 1981. Instalasi Listrik Arus Kuat. Meriam J.

2. McGraw-Hill. 1989.. .. 3. L. R.F. Jakarta.. Mc Graw Hill Publ. Pengetuan Bahan Teknik.136 9. Ilmu Logam. Impack. DRH. 1990. Uji cacat logam. McGrawHill. 1993. Uji geser. Erlangga. Jogiyanto. Numerical methods For Engineers. “Ilmu dan Teknologi Bahan”. D. Pemrograman Komputer & K Numerik Prasayat: Materi: Algoritma. 2nd ed.. Ghalia Indonesia. Press. Chapra S. 3. Prakt. Tata Surdia. Yogyakarta. 5. 1989. 1976. 1992. Smith. 4. Rice.F. Canale. John R. Engineering Problem Solving With MATLAB. Ilmu Bahan Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Uji tarik. Arifin. 1991. Pemrograman dengan bahasa program (C++. Flowchart. Pengenalan Komputer.. M. Segal. 1989.. Uji kekerasan. 5. 1985. Sito Shinkoru. 1988. D. and Jones.M. Ashby.. “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”.. Pustaka: 1. Pergamon Press. Comp. Fortran) dan aplikasinya. Teknik Pemrograman. 10. 2. Engineering Materials 2. W. Numerical Method.H. 6. Cambridge Univ. Andi Offset. Samsul. Prakt.. Van Vlack. Pascal.M. Prentice-Hall. Software and Analysis.P. H. Pradnya Paramita. Etter. 4. pengecoran logam. “Principles of Materials Science and Engineering”. Pustaka: 1. Struktur logam.C. ed.

1983. Shannon. Nuclear Power Engineering.M. Henry C. Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Prasyarat: Fisika Reaktor Materi: Sistem pembangkit listrik konvensional. INC. Kursus Petugas Proteksi Radiasi. Pusdiklat BATAN. 1986. 2. Diktat. John Wiley & Sons. dkk. Swenk. Buku Petunjuk Praktikum Pemrogeraman Komputer & Komputasi Numerik . 2nd Ed. Marsongko Hadi.H.. 1992. 2. Efek Biologi Radiasi. Peraturan perundangan ketenaganukliran. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Dasar Fisika Radiasi. Perizinan. Dosimetri. sistem keselamatan pada rektor nuklir. Introduction to Health Physics. BATAN.El. BATAN. 4. 2. Pustaka: 1. Ridwan M. Penerbit Erlangga. 1993. STTN. Kecelakaan radiasi dan pengamanan sumber radiasi. PPEN. Pengangkutan Zat Radioaktif. pembangkitan listrik. sistem PLTN.. Jakarta. Ketentuan Keselamatan Radiasi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 137 5.. GrawHill. R. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Mc. SEMESTER V 1. Instalasi Pembangkit Daya. Newjec Inc. New York. Prayoto.. Wakil. Main Characteristics and Plant Highlight. BATAN. Dasar Proteksi Radiasi. Pustaka: 1. Herman. .. sistem pendingin utama. M. 1977. Cember.karakteristik: pembangkitan panas. 3. macam-macam sistem pembangkit daya reaktor nuklir.. sekunder dan tersier.

kontaktor magnet. Bapeten. ”CPM1 Training Manual”.. Pustaka : 1. 1993. Peralatan sistem kendali motor dan alternator. switch. Otomasi Industri. Panduan materi Fakultas Teknik UGM. 2002. Prinsip dasar/Geometri Radiografi. 5th Ed. Diktat Kursus Radiografi Level 1.Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir.138 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2002. Parameter dan kondisi kerja. otomasi power supply. Model matematika. Paparan Radiasi. perintah dasar dan aplikasi PLC. PWM. Bapeten. 2005. Rekaman Fotografi dan Non Fotografi. Mesin listrik dalam industri. UTR / Radiografi Prasyarat: Materi: Pengetahuan umum NDT. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran. Jakarta. Defectology. Mosby Year Book. 3. Pustaka: 1. Office. pengoperasian genset manual maupun otomatis. 3. kendali elektronis. 2002.. 4. 4. Omron indosesia Rep. . Jakarta.C. Standard Radiography. Dasar Fisika Radiografi. Pengaruh Radiasi Hamburan thd Kualitas radiografi. Teknik Radiografi. 2. Bushong S. Fungsi transfer lup terbuka dan tertutup. Materi Rekualifikasi I . 1997. Radiologic science for technologist. 2. Pemrosesan Film. 3. Sumber Radiasi dan Peralatan Radiografi. aplikasi kendali industri. Kendali PID. timer. Kendali Motor dan Altenator Prasyarat: Materi : Dasar-dasar Kendali. Pusiklat BATAN. Keselamatan kerja Radiografi.

sistem pengamanan tegangan lebih pada sistem tegangan rendah. proteksi tegangan lebih pada GI dan trafo daya.. Sistem Distribusi Daya Listrik. Bongas L. Pustaka: 1. sistem pengamanan manusia pada jaringan tegangan rendah : sistem TT. Penerbit Erlangga. sistem TN dan sistem IT. pentanahan sistem (system grounding) : fungsi. saluran. dan sekering. Jakarta. Petrauzzela. cara instalasi. 4. metode. Abdul Hadi. penerapan pada TL. perlengkapan pengaman tegangan lebih eksternal dan internal.S. Penerbit Erlangga. cara kerja. dan mesin-mesin berputar.. Ravindranath.Pabla. 1985. rating dan cara kerja LA. Pradnya Paramita. 1984. 6. Jakarta.. dan rating dari saklar. A. Pentanahan perlengkapan (equipment grounding) : fungsi. Gramedia..Tobing.. India . Published by Mohinder Singh. 1999. perlengkapan proteksi tegangan lebih : sebab dan bentuk tegangan lebih dalam kaitan dengan ketahanan isolasi. menentukan rating. komponen. ”Peralatan Tegangan Tingi”. B. T. konstruksi. 6th edition. 5. dan tegangan/arus ambang bahaya. Transmisi Daya Listrik. 3. . Hutahuruk. 2. trafo distribusi. perlengkapan proteksi arus lebih : penerapan sekering dalam CB pada JTM. M. 2003. Elektronika dalam industri. Arismunandar. Chander. Edy Supriyadi. circuit breaker. “Sistem Pengaman Tenaga Listrik”. Edisi pertama.S. “Power System Protection and Switchgear”. Teknik Tegangan Tinggi. 1994. 5. sistem seimbang dan tidak seimbang. Jakarta.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 139 4. perlengkapan hubung (switching) : fungsi. 1984. Perlengkapan Sistem Tenaga Prasyarat: Materi: Perhitungan arus gangguan pada sistem tenaga listrik. penerbit Adicita Karya Nusa. dan JTR. A. TM dan TT.

Fungsi transfer lup terbuka dan tertutup. Sukrisno. Third Edition. Jakarta. Mekanika kekuatan Bahan Materi: Sifat bahan teknik.. Strength of Materials. . Model matematika. Fifth Edition. aplikasi kendali industri.. 1983. hukum Hooke’s. F. 7. Prentice Hall International Inc. Mekanika Kekuatan Bahan Prasyarat: Statika Struktur Materi: Pembebanan langsung: tegangan. Aplikasi pada bangunan mesin. Defleksi pada batang (balok). Edisi 21. paku keling dan sambungan keling. Tegangan lengkung dan geser pada batang (balok)..H. Kros C. Yakarta. 1981. Peralatan sistem kendali motor dan alternator. The Macmillan Press Ltd. Elemen-Elemen Mesin : Elemen Konstruksi Dari Bangunan Mesin.. Elemen Mesin I Prasyarat: Statika struktur. Pembebanan puntir (torsi). G. Design of Machine Elements. Transmisi belt. Tegangan geser. Pustaka: 1.140 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 6. regangan. Stock J. timer.. 2. Erlangga. Gabungan tegangan geser dan regangan. kendali elektronis. London. Praktikum Kendali Motor dan Alternator Prasyarat: Materi : Dasar-dasar Kendali. switch. 1980. Pustaka: 1. Bantalan dan pelumasan. Pegas. 8. London. M. Kendali PID. RYDER. Pembebanan statis dan dinamis. 1984. Sambungan las. Tegangan geser dan momen lengkung (SFD & BMD). kontaktor magnet. Erlangga. Baut skrup dan sambungannya. SPOTTS. modulun elastisitas dan faktor keamanan.. Umar. Bagian-Bagian Mesin dan Merencana. 3.

Survey Daerah Radiasi. ”CPM1 Training Manual”.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 141 perintah dasar dan aplikasi PLC. Panduan materi Fakultas Teknik UGM. Tim Asistensi. BATAN. Kewarganegaraan Prasyarat: Materi: . pengenalan UTR yang lain. Sumber Hilang. Radiografi sinar-X. Erlangga. Buku Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi. STTN. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Kontaminasi dan Dekontaminasi. 2. 1997. Omron Indosesia Rep. Buku Petunjuk Praktikum Kendali Motor dan Alternator. Proses Film. peragaan penanggulangan kedaruratan dan kecelakaan nuklir. PWM. Radiografi Sumber Ir-192. The Houw Liong. Otomasi Industri. Buku Petunjuk Praktikum Teknik Radiografi. STTN. 3. Prakt. Pustaka : 1. smear test kamera gamma. 2. Kriteria penerimaan Film/ Radiograph. otomasi emergensi genset. Pustaka: 1. Penentuan Waktu Paro. Penahan Radiasi. Uji Kebocoran Pesawat x-Ray. Arthur Beiser. Praktikum Teknik Radiografi Prasyarat: Materi: Pengenalan peralatan dan perangkat Radiografi. SEMESTER VI 1. Pembacaan Film. Pustaka: 1. STTN. Office. 9. 10. Konsep Fisika Modern. 1992.

ketahanan nasional. Suku Cadang. wawasan nusantara. Schultz. 2002. McGraw-Hill. Penerbit Paradigma. 1975. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. Cara perbaikan berbagai mesin listrik. Nuclear Reactor Kinetics. Chen. persamaan dasar dan parameter kinetika reaktor. dinamika reaktor. 3. 2. Kao. Robert. berbagai aspek fisis. Analisa Jaring. Robert. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. 1990. sistem hankamnas. Yogyakarta. Marcel Dekker Inc. Syarip. 2. Pemeliharaan Preventive dan Corrective. . New York. Kosow. Pemeliharaan Terencana. 1969. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik Prasyarat: Materi : Organisasi Pemeliharaan. 3. sistem kendali. STTN. Prentice-Hall. Keepin. BATAN. Endang Zailani Sukaya. Gangguan-gangguan pada Mesin Listrik dan Cara Mengatasinya. Ir. Pustaka 1. Electric Machinery and Control.. 2. 2001. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. dkk. Edisi Reformasi. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Azas kerja rekator nuklir. Siklus Perbaikan. politik dan strategi nasional. Pustaka: 1. Irving. Analisa Penggantian Alat. pengendalian dan operasi reaktor. Gangguan-gangguan pada Mesin Kontrol Mesin listrik dan cara mengatasinya. Nuclear Reactor Kinetics and Control. McGraw-Hill.L.142 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pengantar pendidikan kewarganegaraan. Pustaka: 1.

Graw Hill Company. Reparasi Mesin Listrik. Electric Machinery and Control.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 143 3. Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik. Analisa karakteristik motor dan beban. Pustaka: 1. sistem pengkawatan dan pentanahan. Kosow. Penentuan Perencanaan pembelian motor. Pemeliharaan motor dan generator. Bambang Supatah. jenis-jenis roda gigi. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. Direksi Pendidikan Menengah dan Tinggi. Pemilihan motor untuk pencegahan gangguan. Lindley R.L. pemilihan jenis pengaman. Motor listrik untuk berbagai torsi dan jenis beban. perancangan contoh desain Perencanaan biaya dan tarif. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Prentice-Hall. perhitungan profil gigi dan pembebanan . 6. 2. 1990. Ir. cara kerja dan perhitungannya. Chen. Sambungan poros. Penentuan daya untuk beban kontinu dan periodik (berubah-ubah). UI Press. Elemen Mesin II Prasyarat: Elemen Mesin I Materi : Transmisi daya mekanik. Handbook. Irving. 4.. pemilihan jenis mesin listrik. naf dan pasak serta perhitungannya. Perencanaan pembebanan (putar. Kadir. Abdul. Jenis-jenis kopling. New York. Transmisi roda gigi. Mc. 5. penghitungan kebutuhan daya dan relevansinya terhadap kebutuhan bahan. Maintenace Engineering Handbook. Higins. Cara kendali putaran.. Rida Ismu. horisontal dan vertikal). 5. Kao. 4.. Perencanaan Mesin Listrik Industri Prasyarat: Materi: Tinjauan singkat jaringan instalasi listrik. 1995. pemilihan lokasi instalasi. Perubahan karakteristik motor. Electrical maintenance. 3. Marcel Dekker Inc.

Cerobong. peralatan pembakaran. Pembuatan dan Pengujian. Pneumatik.. Erlangga. 7. SPOTTS. Macam-macam bahan bakar. Komponen-komponen dari sistem pneumatik dan hidroulik.. Fifth Edition. Kros C. Fluid Power with Applications. Powell N. Sukrisno. 1984.. Stock J. New York 1994. Jenis-jenis ketel uap. Jakarta. Gramedia. F. Kekuatan Standar. Edisi 21.. Jakarta. Rickup R.. D. Prentice Hall International Inc. Pustaka: 1. Daya dan tenaga dalam sistem pneumatik dan hidroulik. ventilator. Pengantar Ilmu Teknik Pneumatika. Pembangkit Uap dan Turbin Prasyarat: Materi: Struktur Bahan. 1985... 3. . 6. Jakarta. Bagian-Bagian Mesin dan Merencana. John Wiley & Sons. Umar. Pustaka 1..144 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 masing-masing roda gigi. 2000. 1983. Erlangga. Prentice Hall International Inc.. Bagian-bagian ketel uap. Patient P. London. Elemen-Elemen Mesin : Elemen Konstruksi Dari Bangunan Mesin. Festo. Design of Machine Elements. Rancangan dan pengembangan serta analisis rangkaian aktuator untuk sistem pneumatik dan hidrolik. Simbul dan norma dalam sistem pneumatik dan hidroulik. 3. 2. Esposito. Proses pengopakan bahan bakar. London 1981. Fifth Edition.. M. Hidrolik dan Pneumatik Prasyarat: Materi: Gambaran umum sistem pneumatik dan hidroulik dan aplikasinya. A. 2.

Prakt. Maintenace Engineering Handbook. tahanan kumparan.. Electrical maintenance. Praktikum Perlengkapan Sistem Tenaga Prasyarat: . B. De Stoomturbin.. pembongkaran dan pemasangan komponen mesin listrik. 2. turbin reaksi. 1971. STTN. Ketel uap. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik Prasyarat: Materi: Mecari ganggguan/kerusakan. Stoomturbinly. Graw Hill Company. prosedur pelacakan gangguan dan perbaikan pengkawatan dan pengendali. turbi curtiss dan turbin parsons. Rida Ismu. Reparasi Mesin Listrik. 4. Handbook. System Summary of Westinghouse PWR-NPP. W. 5. Boiler dan Turbin pada PLTN. Rewinding motor shaded pole. Terjemahan Nirman Sastramenggala. Azas kerja dan rendemen darim Turbin De Laval. Pustaka 1. Moree terjemahan S. Higins. Surbaksy. 1978. L. AC. 3. Bambang Supatah. Jakarta. 1985. L. Peningkatan Isolasi Kumparan motor. repulsi. Jakarta. Muilwijk. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pengukuran tahanan isolasi mesin listrik.M. Harsono. de Bruijn.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 145 Pengertian turbin aksi. 4. 1985. Trouble Shooting and remedy. Jakarta. 3 phase. 2.A. Alternato. Buku Petunjuk Praktikum Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik. G. tahanan isolasi untuk keandalan mesin listrik. Pemeliharaan motor dan generator. pembongkaran dan pemasangan kembali motor DC. 9. turbin kecepatan bertingkat. BATAN. kapasitor. Pustaka: 1. Mc. turbin Zoelly. perbaikan. 3.Masche. Lindley R. Ir. 8. Direksi Pendidikan Menengah dan Tinggi. turbin tekanan bertingkat.

Pustaka: 1. 10. BATAN. STTN. O/L. Pustaka: 1. arrester.. Buku Petunjuk Praktikum Perlengkapan Sistem Tenaga. pentanahan sistem (system grounding). sistem pengamanan manusia pada jaringan tegangan rendah. Edisi pertama. penerbit Adicita Karya Nusa. start up. Ir. Circuit Breaker. menaikkan daya. Gramedia. 2001. Robert. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Praktikum pencacahan neutron dengan BF3. Jakarta. McGraw-Hill. Karakteristik jenis-jenis pengaman lebur. STTN. Karakteristik MCB. Syarip. MK. relai pengaman. India.. 1999.146 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Pentanahan perlengkapan (equipment grounding). B.Tobing. Jakarta. . Edy Supriyadi. “Sistem Pengaman Tenaga Listrik”. Nuclear Reactor Kinetics and Control. “Power System Protection and Switchgear”. Prakt. 1969. 2. McGraw-Hill. Saklar. Koordinasi pengaman. Published by Mohinder Singh. Ravindranath. Chander. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. 1975. shutdown. 2. ”Peralatan Tegangan Tinggi”. perlengkapan proteksi tegangan lebih . Nuclear Reactor Kinetics. 1984. 4. M. ELCB. 3. Bongas L. Schultz. Keepin. PMS. teknik aktivasi neutron untuk mengukur parameter-parameter reaktor. Robert. 2003. praktikum cara pengoperasian sistem kontrol reaktor. 6th edition. BATAN. 3.

Bandung.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 147 SEMESTER VII 1. Peraturan Pemerintah dan Surat Keputusan Kepala BATAN dan BAPETEN. 2. Pustaka: 1. Buku Penyuluhan Peraturan Perundangan Keselamatan Nuklir. Kiat-kiat menjadi seorang sarjana sains dan seorang muslim yang baik. mudharobah. bermu’amalah dengan sukses. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. 3. Metodologi Penelitian Prasyarat: Materi: . Pengantar Studi Islam. 2. dan ulama-ulama penerusnya sampai zaman sekarang. pengolahan limbah nuklir. 3. 2002. banyak beramal sholeh dan menjadi khsunul khotimah. beribadah dengan tuma’ninah. Konsep tauhid dan impelmentasinya dalam kemasyarakatan sejak zaman Nabi. para Imam madzhab. Pola Hidup Muslim. Remaja Rosdakrya. para sahabat. Pendidikan Agama II Prasyarat: Pendidikan Agama I Materi: Islam ditinjau dari aspek filosofi. Muhammad. riba. BAPETEN. asuansi (tafakul) . Pernikahan dan keluarga syakin. Pustaka: 1. Abuka Bakar Jabir. Hamidullah. Al-Jaziri. syirkah. dll. Terjemahan Departemen Agama. pengiriman bahan nuklir. Al-Qur’an. Non Proliferation Treaty (NPT). Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. Konsep mua’amalah dalam Islam seperti jual-beli. Perundang-undangan Tenaga Nuklir Prasyarat: Materi: Perundang-undangan tenaga nuklir.

Rancangan dan Prosedur penelitian (Rancangan penelitian. training K3. pengendalian administratif. Badan Standardisasi Nasional.148 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Arti dan fungsi penelitian. PSJMN. Pengantar Metodologi Penelitian. 1993. Jaminan kualitas untuk penelitian. hipotesis. tata rumah tangga (housekeeping). Hermawan. Sistem Manajemen Mutu. 1993. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.. Sistem Manajemen Mutu. pengembangan prosedur dan form. Jakarta. dan pengujian di laboratorium. Jenis penelitian. Analisa data). Penerbit Balai Pustaka. Pengolahan dan Analisa data (Metode pengumpulan data. sanitasi industri. pengoperasian reaktor. DepDikNas. nonconformce. Soenjono Dardjowidjojo. 2. Pustaka: 1. abstrak. Pustaka: 1. safety . Konsep pengendalian. penerangan dan getaran) di tempat kerja. Keselamatan Kerja dan Ergonomi Prasyarat: Materi: Hiperkes dan Keselamatan Kerja. kecelakaan kerja. pembuatan kuesioner). faktor biologi di tempat kerja. Asas metodologi penelitian ilmiah. 5. dkk. Gramedia. SNI 19-9000-2001. kedaruratan standar kesehatan dan keselamatan kerja. iklim kerja dan radiasi nonionisasi. 2. Sistem penulisan ilmiah. dan tindakan perbaikan. BATAN. Persyaratan dasar jaminan kualitas. Penerbit PT. pengendalian teknis. Sistem Manajemen Mutu Prasyarat: Materi: Konsep dasar sistem manajemen mutu. audit. teknik pengolahan data. Wasito. identifikasi sumber bahaya (bahaya bahan kimia. aspek kebisingan. penyakit akibat kerja. Pengolahan data. perumusan persoalan. penelusuran referensi. 4. ventilasi industri.

Diktat K3. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. Pengantar Ergonomi. 2001. 2008. ergonomi. Pustaka: 1. Scheduling and Controling. Pusparini. batasan masalah. promosi K3. II. organizing. Pustaka: 1. Seminar Penerapan sistem penulisan ilmiah. Semarang. PB UNDIP. Yogyakarta. 2007. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT. Bunga Rampai Hiperkes & KK. sistem energi. 6. 2. perumusan persoalan. Harold Kezner. Manajemen Proyek Prasyarat: Materi: Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. consultant & service. Sugeng. lima level work breakdown structure. Zaenal. IV Lihat daftar mata kuliah pilihan. Project Management: System Approach To Planning. Mata Kuliah Pilihan I. 2001. pengolahan data. III. Zaenal. STTN Batan. 8. eksperimen/perancangan/ pangujian. riset dan pengembangan. staffing. Ruang lingkup projek. 3. sistem kontrol dan instrumentasi. manufaktur. Yogyakarta. tujuan. STTN BATAN. 7. rancangan penelitian. sistem komunikasi dan tugas-tugas yang berkaitan dengan permasalahan industri khususnya berkaitan dengan program studi yang diambil. Jusuf.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 149 toolking. metodologi. SEMESTER VIII 1. John-Wiley & Sons. sistem operasi. controlling. directing. kesimpulan dan saran. Kerja Praktek Manajemen perusahaan meliputi struktur organisasi. .

SNI/BSN. AWS. Sifat mampu keras. penerapan teknologi atau pengujian di laboratorium. paduan tembaga dan paduan alumunimum. API. besi cor. jenis korosi. kurva mampu keras. Teknik Metalurgi Materi: Dasar-dasar metalografi. Uji panas. Uji rendam.150 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. besi cor. Teknik Pengujian dan Inspeksi Materi: Kualitas: Definisi kualitas. Pengaruh unsur paduan pada logam teknik : baja. pengerasan dengan transformasi martensit. Diagram fasa biner dan contoh-contohnya. besi cor. uji kekerasan. . Kerusakan logam : jenis patán. studi perbandingan. mengadakan analisis/ sintesis. Kerusakan logam : baja. pengerasan presipitasi. Struktur atom cristal. perancangan dan pembuatan sistem. Mekanisma penguatan logam . baja paduan Al dan paduan Cu. ISO 9000. Jenis Pengujian bahan : uji tarik.1. Kalibrasi. 2. Uji tusuk. D1. pengerasan dengan penghalusan batir. melakukan pembahasan tugas akhir yang meliputi studi kepustakaan. pengantar mekanika patán logam. Uji Tak Rusak : UT. analisis permasalahan. Pengujian bungkusan ZRA: Uji jatuh. menyajikan dan menyimpulkan dalam bentuk skripsi dan mempertahankan dalam seminar dan ujian lisan. Standard Peneriman Cacat: ASME VIII. Jenisjenis logam dan paduan. MATA KULIAH PILIHAN KELOMPOK PILIHAN TEKNOLOGI BAHAN 1. ET. Pengerasan dengan pemanduan. PT. Tugas Akhir Tugas akhir bisa berupa penelitian pengembangan analisis dan sintesis. MT. uji Jominiy. Konsep Kulitas. paduan tembaga dan paduan alumunium. pengeras regangan. Mahasiswa mengajukan proposal penelitian (usulan tugas akhir). Baja.

. Buterworth. 2002. Teknik Film Ganda. Latihan soal : Spesifik. Jakarta. sertifikasi ulang. 1989. Sertifikasi. Butterworth-Heinmann. 1978. Prentice Hall Inc. Marcel Dekker Inc. New York. NDE Handbook. McGRAW . Herman. struktur mikro. Tanggung jawab administratif. Prosedur penanggulangan umum: prosedur penanggulangan keadaan darurat pesawat sinar-x. 2nd Ed. Proses pembentukan penyambungan logam dan jenis cacatnya: Pengecoran.G. EdwardArnold. Sifat logam. 4.1.A. Penentuan lokasi cacat ASME V. Cember. prosedur penanggulangan keadaan darurat kamera gamma. Diktat Radiografi. Sistem Pelaporan.. Ujian kualifikasi. 5. Jakarta. Industrial Quality Control. 2.. Implementing The ISO 9000. 6. Chaeacterization of Material. Pembersihan. Charbonneous H. Pusdiklat Batan. J.. Properties of Engineering Materials.L. 1994. ASME V. UTR/Radiografi lanjut Prasyarat: Materi: Klasifikasi material: Logam dan logam paduan: struktur kristal. 3. Daya guna pemakaian. Boving K.I.. AWS D1. API 1104. Non Destructive Examination Methods for Condition Monitoring. Tindakan pekerja radiografi. Radiografi bahan coran dan variasi tebal. Persyaratan. General untuk persiapan SIB. 7. New Jersey. & Webster.B.C. 3. Pustaka: 1. Pengelasan Pengerjaan permukaan: Pengerasan. Pusdiklat Batan. 2nd Ed... Diktat Proteksi Radiasi. J. 1993. Forging. London. Introduction to Health Physics. Struktur makroTransformasi alotropik. Higgins.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 151 Pustaka: 1. 2002. G.. R. New York. Lemprecht. 1993. London. Organisasi lembaga sertifikasi personal Uji tak rusak. Wachtman.

A. Singapore: McGraw Hill Book Company. Galip Ulsoy. Groover.. Bapeten. Pusdiklat Batan. Penyelesaian persamaan kinematika. Hubungan-hubungan differensial. John-Wiley & Sons. Kendali sekuensial dan kendali berbasis switch/relay.PLC dan diasin sistem otomasi berbasis PLC. Industrial Robotics.152 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 HILL INC. P. Pengaturan gerak robot. 3. Jakarta. Pustaka: 1. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran. 2. Jakarta. Johnson. 1985. 2. Fifth Edition. KELOMPOK PILIHAN KENDALI DAN ROBOTIKA 1. Devries. 1997. Materi Rekualifikasi I .M. Prentice-Hall. . Robotik Prasyarat : Tujuan : Memberikan pengertian tentang prinsip-prinsip perancangan analisis dan sintensis sistem robot. Sensor (pengindraan). Penggabungan sensor.. Jakarta. Persamaan kinematika. Bahasa pemrograman robot. Bapeten. Dinamika Robot. 2. 1989. 2002. Curtis D.. Pustaka: 1. pengkondisi sinyal dan actuator menjadi sebuah sistem. Pokok bahasan : Pendahuluan.Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir. 2005. 2002. Process Control Instrumentation Control Technology. 4. Transformasi homogen. Otomasi Industri Materi: Konsep otomasi dalm industri. 1983. Warren R. Kursus Petugas Proteksi Radiasi. Microcomputer Application in Manufacturing. Diktat.

George C. Sistem sensor untuk diagnosis equipment. Konversi sinyal sensor. Keselamatan Reaktor Materi : Prinsip pertahanan berlapis (defence-in-depth). 3. Intelligent Sensor Materi: Sensor-sensor intelligent. Teknik Elektro ITB. Jordan. Pengantar Robotika. Pustaka: 1. Dampak lingkungan akibat operasi instalasi nuklir sejak dari penambangan bijih uranium sampai penyimpanan terakhir sampah nuklir. Chilton Book Company. Process Measurement : Instrument Engineer Handbook. 3. : Code on Nuclear Power Reactor Design. H. John Wiley & Sons. 3. 1988. IAEA Safety Series No.. IAEA. Ryoji Ohba. 1987. Kriteria-kriteria evaluasi keselamatan reaktor. Potensi pelepasan zat-zat radioaktif ke lingkungan selama operasi normal maupun dalam keadaan kecelakaan. Bella G. . Glasstone. 2. KELOMPOK PILIHAN TEKNOLOGI REAKTOR 1. Intelligent Instrumentation. Pengkajian lokasi instalasi tenaga nuklir. Intelligent Sensor Technology. Prentice-Hall. Nuclear Power and It’s Environmental Effects. ANS.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 153 2. Jenis dan aplikasi sensor. 1992. 2. penggunaan vision sensor. efector sensor untuk material handling. 1980. Kriszta Venczel. S. Jenis-jenis sistem-sistem keselamatan dan proteksi reaktor. Barney. Pengaturan dan Komputer. Walter. Bandung: Laboratorium Sistem. 1982.. Analisis keselamatan. Pustaka: 1. Kuspriyanto. Liptak. Mesin intelligent termasuk sensor pada robotik. Sensor untuk servomekanik Sistem sensor pada robot intelligent. Vienna.

Instrumentasi dan Kendali Reaktor Materi: Arsitektur sistem monitoring dan kendali reactor. 2003.. John Wiley & Sons. 1983. Atomic Energy Commission Report TID-26241.S. A. BATAN. spesifikasi teknis dan fungsi komponen dan sistem reaktor. control rod. Pustaka: 1.. Pustaka : 1. 3. Basic Nuclear Engineering. Perancangan Sistem Reaktor Materi: Dasar-dasar perancangan reaktor : tahapan. Prayoto.. . Marsongko Hadi. Foster. November. man-machine interface. Monitoring fluks netron dan radiasi reaktor. R. micro – processor based. 1973.R. 1986. Shannon. Perancangan dasar (basic design). konsep touch screen operor console. bahan bakar. 4th edition. power reactor monitoring. Nuclear Power Engineering. Wright.H.. Ridwan M. bypass control logic. Swenk. sources netron monitoring.. Penggunaan computer code untuk kajian rancangan sistem reaktor.L. Newjec Inc. Sesonke. dkk. Neutron sources. kriteria. A. selfdiagnosis... Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Allyn. Nuclear Power Plant Design Analysis.154 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. Plant highlight and main features of proposed plants. auxiliary system. analisis sistem meliputi ters reaktor. perancangan rinci (detail design). reliability. 2. 1977 3. sistem utama dan sistem penunjang. Disain control room: primary system. sisem proteksi reactor dan main control board. Karakteristik instrumentasi dan kendali reaktor : 2 out of 4 logic.. U. 2. R. Henry C.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

155

KELOMPOK PILIHAN SISTEM TENAGA 1. Keandalan Distribusi Daya Listrik Materi: Pembangkitan, transmisi dan distribusi.. Bentuk-bentuk jaringan transmisi dan distribusi. Distribusi primer dan sekunder. Distribusi Internal maupun eksternal . Karakteristik saluran listrik. Ukuran dan analisis keandalan distribusi listrik, parameter keandaln komponen, usaha perbaikan keandalan sistem.. Kejadian-kejadian, dan keadaan pada sistem. Laju kekagagaln komponen, kurva bathtub. Pendekatan statistik dan probabilitas untuk memodelkan kejadian, laju kegagalan. Penyebab-penyebab gangguan, internal maupaun eksternal serta usaha mengatasinya. Pustaka: 1. Richard E. Brown, Electrical Power Distribution Reliability, McGrawHill, amazon.com. 2. Roy Billinton, Reliability Assessment of Large Electrical Power, Kluwar Int. Series, 1998. 3. William D. Stevenson Jr., Transmission Line and Network. 4. A.S. Pabla, Electric Power Distribution System. 5. C.F. Wagner dan G.D. McCan, Wave, Proragation on Transmission Line. 6. William D. Stevenson Jr., Analisis Sistem Tenaga Listrik, Erlangga, 1996. 2. Sistem Proteksi dan Keselamatan Materi: Sumber-sumber gangguan listrik baik internal maupun eksternal. Komponen, equipment dan sistem yang berkaitan dengan keselamatan instalasi. Kondisi normal, incident dan accident. Sistem catu daya pada kondisi normal dan darurat, prinsip-prinsip keandalan, pengaruh gangguan terhadap keandalan sistem catu daya normal maupun emergency. Perancangan sistem suplai daya cadangan.

156

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Pustaka: 1. Ridwan M., Prayoto, Marsongko Hadi, dkk., Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir, BATAN, 1986. 2. Henry C. Swenk,, Shannon, R.H., Nuclear Power Engineering, John Wiley & Sons, 1977. 3. M.M.El. Wakil, Instalasi Pembangkit Daya, Penerbit Erlangga, 1992. 4. Newjec Inc., Main Characteristics and Plant Highlight, PPEN, BATAN, 1993. 3. Kelistrikan Industri Materi: Building safe electrical equipment, standard and regulation. Drawing electrical circuit & diagrams, Wire type and preparation, soldering & termination. Cable forming, Connection and routing, hardware, component active and passive. Earthing and screening, PLC wiring. Pustaka: 1. R.B. Mercer, Newnes Industrial Control Wiring Guidees, Second Edition, Elsevier, Linacre House, Jordan-Hill, Oxford, 2001. PILIHAN BEBAS 1. Proteksi Radiasi Lanjut Prasyarat: Materi: Laju dosis Alfa, Beta dan Gama yang terdeposisi di dalam organ tubuh; Batas Masukan yang diizinkan (ALI); Laju dosis dengan metoda MIRD. Persyaratan sarana kerja; manfaat prosedur dan petunjuk kerja; Prinsip penanggulangan kecelakaan radiasi; Program penanggulangan kecelakaan radiasi. Spektrum sinar-x; efek arus dan tegangan pe sawat sinar-x terhadap intensitas; Rumah tabung pesawat sinarx untuk bagasi, medik dan radiografi industri. Prinsip umum analisis bahan dengan sinar-x, XRF dan XRD; Prosedur operasi pesawat sinar-x, Jenis Penahan instalasi tetap; Batasan paparan pesawat sinar-x tipe

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

157

diagnostik, terapi dan radiografi; Faktor dalam perancangan dinding penahan instalasi sinar-x; penahan sekunder; perhitungan dinding penahan sinarx primer; perhitungan penahan dinding penahan sinar-x sekunder. Prinsip dasar aplikasi ZRA; Metoda aplikasi ZRA untuk pengukuran; pengujian bahan; analisis bahan dan perunut; keselamatan kerja dalam aplikasi ZRA. Definisi limbah ZRA; Klasifikasi Limbah ZRA; Pengolahan Limbah ZRA; Pengelolaan Limbah ZRA, Pelaporan dalam kecelakaan; Pembuatan juklak untuk perizinan; Tatacara pengiriman barang ZRA, Persyaratan memperoleh SIB, Penggunaan rumus praktis dalam proteksi Radiasi; Latihan soal untuk SIB, Latihan soal. Pustaka: 1. Wiryosimin, Suwarno, Mengenal Asas Proteksi Radisi, Penerbit ITB, Bandung, 1995. 2. IAEA, Radiation and Security: Comprehensing Radition Risk, Paris, 1994. 3. IAEA, Radiation Protection in Nuclear Energy, Proceeding, Sydney, 1988. 2. Teknologi Akselerator & Aplikasi Prasyarat: Materi: Prinsip dasar akselerator, Sistem akselerator partikel, Akselerator linier, Akselerator lingkaran, macam akselerator dan aplikasinya, produksi neutron dalam analisis aktivasi, penggunaan dalam kimia radiasi, efek radiasi pada materi, efek radiasi pada materi, penggunaan bidang kedokteran nuklir,. Sumber ion, Sistem tegangan tinggi akselerator, Sistem fokus berkas partikel, Sistem sumber ion, Sistem pemisah berkas partikel, Aplikasi generator neutron untuk analisis bahan. Aplikasi akselerator implantasi ion dalam pengerasan bahan. Pustaka: 1. Livingstone, Particle Accelerator, McGraw-Hill, 1986.

158

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

2. Buku Pengoperasian Akselerator, P3TM, BATAN. 3. Sistem Manufaktur Fleksibel Materi: Pengelanan sistem manufaktur, konsep, struktur dan karakteristik. Jenisjenis sistem manufaktur, flow-shop, job-shop, make to stock, make to order. Bagian-bagian sistem manufatur. Perencanaan pengendalian produksi. Perencanaan kebutuhan material, konsep just-in-time. Permintaan determisintik dan probabilsitik. Flexible manufacturing system, CAD/CAM sebagai tool dalam manufaktur. Material handling. Penjadwalan produksi. Performansi sistem manufaktur. Pustaka: 1. Production planning, control and integration, McGraw-Hill, New York, 1998. 2. Gu P., Norrie D.H., Intelligent Manufacturing Planning, Chapman & Hol, 1995. 4. Kecerdasan Buatan Prasyarat: Materi: Konsep dasar kecerdasan buatan, knowledge engineering, representasi pengetahuan ke dalam skema, frame, list, dan production rules. Konsep dan aplikasi sistem pakar, logika fuzzy dan jaringan syaraf tiruan. Contoh aplikasi untuk pengolahan data dan kendali proses. Pustaka: 1. Kusumadewi, Artificial Intelligence, Graha Ilmu, 2003. 2. Matlab, Fuzzy Logic Toolbox, for use with Matlab, MatgWorks Inc., 1994. 3. Matlab, Neural Network Toolbox, for use with Matlab, MatgWorks Inc., 1994. 5. Sistem Akuisisi Data Prasyarat :

radioisotope untuk pencitraan). Teknik pencitraan gelombang (US. Sifat-sifat (X-rays. Persyaratan teknis. Windows user guides. Kesley. Contoh aplikasi akuisisi data menggunakan modul ADAM. Pustaka: 1. Akuisisi dan komunikasi data. filtrasi). Perangkat Xrays (tabung X-rays. Defibrilator dan Hemodialisis). Jakarta. radioisotope tracer). 1993. EEG. arus. McGraw Hill Medical Publication Division. Dasar fisika resonansi magnet nuklir. MRI dan Nuklir).id/transmisi/des05/sukiswodes05. tipe interaksi foton. Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik. Essential of Radiology Sciences. Akusisi dan pemrosesan data dengan komputer.PDF 3. Instrumentasi Medik Materi Fungsi. Copyright 2002.undip. 6. Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. energi. Materi: Komponen-komponen akuisisi data proses : sensor.ac. Labtech. Review spec dan unjuk kerja perangkat pencitraan medis (X-rays. Konfigurasi dan karakterisitik sistem akuisisi data. www. Pencitraan Fisiologi/fungsional. medis ultra sound. Dennis dan John Coolen. Data Aqcuisition and Process Control. USG. Mikrokontroler. Sistem Antar Muka. buffer-amplifier. kontras). kVp. Komunikasi Elektronika. cara kerja dan amplikasi (ECG. . Detektor nuklir (system deteksi radiasi. Roddy. New York. sharpness. ADC dan DAC. programmable pheriferal interface. penetrasi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 159 Perancangan Instrumentasi. aspek biologis). EMG). Sistem instrumentasi (Cardiac. multiplexer. Fosbinder and Charles A. Pacemaker. Laboratory Technology Corporation.elektro. 2. karakteristik. in-vivo. Penerbit Erlangga. 1994. Teknik (in-vitro. Robert A. Pustaka 1. tranduser).

mengoperasikan. dan merawat dekomisioning. IEEE Press.R. New Dilhi. . CRC Press. N. 3.S.V. 1994. 7. Teknoekonomi PLTN. Rathod. The Biomedical Engineering Handbook. Bhairi. Tata McGraw Hill Company Limited. Reprint. IAEA. Handbook of Nuclear Medicine Instruments. 1978. Bristol and Philadelphia. hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik. 1977. 5. 4. 1988. Balvinder Singh. 2. Tekno Ekonomi PLTN Materi Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun. Khandpur. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant. R. 4. Teknologi dan Perencanaan Energi. Joseph D. Handbook of Biomedical Instrumentation. Viena. Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. 2006. 5. Tata McGraw Hill Publishing Company Limited. Dekomisioning Reaktor Triga. JAERI.C. Bronzino. The Physics of Medical Imaging. Steve Webb. Institute of Physics Publishing. Narurkar. Buku: 1.160 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. 1993. 3. Eko Edy Karmanto. B. P. New Delhi. Pelatihan BATAN. Editor in chief.

dan Kimia sesuai dengan Jadwal yang telah ditentukan. lulusan SMU atau SMK Teknik yang sesuai dengan prodi. Warga Negara Indonesia. Mengikuti seleksi berupa test tertulis yaitu: Bahasa Inggris. b. Matematika. Pasfoto hitam putih terbaru ukuran 3 x 4 cm2 sebanyak 3 (tiga) lembar. 7. transkrip nilai dan atau NEM SLTA yang telah dilegalisir. Bagi calon yang diterima atau lulus seleksi diharuskan melengkapi syarat sebagai berikut: a. satu (1) lembar foto kopi ijazah/STTB atau tanda lulus sementara beserta transkrip nilai yang sah. Fisika. 6. .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 161 BAB VII. A. satu (1) lembar fotokopi NEM/STK SLTA yang sah. satu (1) lembar fotokopi Surat Izin Belajar dari MENDIKNAS bagi calon WNA. menyerahkan 1 lembar fotokopi ijazah atau tanda lulus yang sah. menyerahkan Surat Izin Belajar MENDIKNAS bagi calon mahasiswa WNA. warga negara asing dapat mendaftarkan diri bila telah memperoleh izin belajar dari Menteri Pendidikan Nasional RI. d. 3. PERATURAN ADMINISTRASI AKADEMIK Calon mahasiswa baru Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir harus memenuhi ketentuan yang berlaku. b. CALON MAHASISWA Ketentuan menjadi calon mahasiswa STTN adalah: 1. 2. membeli formulir pendaftaran pilihan 2 prodi. menyerahkan fotokopi ijazah/STTB. datang sendiri menyerahkan formulir yang telah diisi disertai lampiran sebagai berkut: a. 5. mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan. c. 4. 8.

750. B. 1.000. 30. Rp. PTNBR-BATAN Bandung Komplek BATAN Bandung Jalan Tamansari No.go. Surat rekomendasi izin belajar dari instansi pengirim.per SKS teori per SKS praktikum per matakuliah teori/praktikum satu kali selama studi perkenalan. C.000. (022)2504898.per semester Rp. TEMPAT PENDAFTARAN Formulir Pendaftaran dapat diambil di: 1. Surat bebas narkoba.000.. Jakarta Selatan 12018 Telp (021)7659409. (0274)489715 3.162 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 c. Uang SPP 2. e. 5. Email: sttn@batan. CATATAN : Biaya yang tertulis disini sewaktu-waktu dapat berubah. 4. Komplek BATAN Yogyakarta Jl. BIAYA PENDIDIKAN Setiap mahasiswa yang diterima dikenai biaya pendidikan untuk tahun 2008 adalah sebagai berikut: 1.id 4.id. Babarsari Kotak Pos 6101 YKBB Yogyakarta 55281 Telp (0274)484085. PUSDIKLAT-BATAN Jakarta Komplek BATAN Pasar Jum’at Jakarta Jalan Cinere Raya. jaket almamater.Uang Ujian Rp 10. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).000. Uang Kuliah 3. dll) Uang Praktikum Rp 75. Fax. 2594081. Lebak Bulus. f.Uang Sarana Rp. 71 Bandung 40132 Telp. sttn@sttn-batan.000.. 6. d.ac. 7659410 5.Biaya kegiatan Mahasiswa (Masa menyesuaikan. 489716. 1. Surat Keterangan Sehat dan Tidak Buta Warna dari dokter. Pasar Jum’at.000. Kampus STTN-BATAN Yogyakarta 2. .

3. 2. . Ketentuan mengenai daftar ulang diumumkan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) selambat-lambatnya pada masa UAS.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 163 D. Puket I yang diproses oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni. Kartu mahasiswa diproses oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni. setelah berkoordinasi dengan unit terkait dan disesuaikan dengan kalender akademik. ditambah ketentuannya dengan wajib membawa surat izin non-aktif dan diaktifkan kembali studinya oleh Ketua STTN up. mahasiswa berhak mendapat kartu mahasiswa yang berlaku selama yang bersangkutan menjalani masa studi. 4. Bagi mahasiswa non-aktif tanpa izin harus membayar lunas semua biaya pendidikan selama masa non-aktif. Setelah selesai melaksanakan daftar ulang bagi mahasiswa baru. Tata cara pendaftaran ulang: 1. DAFTAR ULANG Untuk dapat dinyatakan sebagai mahasiswa yang aktif di STTN. sedang untuk semester genap pada bulan Januari-awal Februari. Pada saat pembayaran SPP bagi mahasiswa yang terputus studinya karena cuti. Membayar SPP. Pendaftaran ulang semester ganjil pada bulan Agustus. Mengambil dan mengisi formulir daftar ulang dan KRS yang akan diambil pada semester tersebut di Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni dengan menyerahkan tembusan bukti bayar SPP. SKS yang diambil dan ujian yang akan ditempuh di Sub Bagian Keuangan STTN dan dimintakan tanda tangan dan cap bukti pelunasan. 2. Syarat daftar ulang adalah sebagai berikut: 1. Menyerahkan tembusan formulir pembayaran dan pengisian KRS dan Daftar Ulang yang telah dicap oleh Sub Bagian Keuangan kepada petugas terkait. setiap mahasiswa wajib melaksanakan daftar ulang sesuai dengan ketentuan. Pendaftaran ulang dilakukan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan. pengisian formulir daftar ulang ditandatangani Ketua jurusan atau yang mewakili sedangkan pengisian KRS dikonsultasikan dan dimintakan tanda tangan dosen pembimbing.

164 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. kartu tersebut dapat diganti bersamaan dengan pembuatan kartu mahasiswa bagi mahasiswa baru. Bagi mahasiswa yang selang cuti. Kartu mahasiswa merupakan tanda keabsahan untuk mengikuti kegiatan akademik dan kemahasiswaan selama masa studi. Catatan: 1. Bagi mahasiswa yang tidak mampu membayar biaya pendidikan dapat mengajukan surat permohonan keringanan/ bantuan kepada Ketua STTN disertai bukti-bukti dan alasan-alasan yang sah serta dapat dipertanggungjawabkan untuk memperkuat permohonannya. Surat permohonan keringanan dilakukan menjelang awal tahun akademik. PERLAKUAN BAGI KETERLAMBATAN MENDAFTAR ULANG Mahasiswa yang tidak mendaftar ulang sesuai jadwal yang telah diatur. PEMBAYARAN BIAYA PENDIDIKAN Setiap mahasiswa wajib membayar biaya pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku. kartu mahasiswa dapat diambil satu minggu setelah melaporkan daftar ulang untuk kembali aktif. Mahasiswa tersebut wajib melaporkan diri kepada Ketua Jurusan selambat-lambatnya 2 minggu untuk kemudian mengajukan izin cuti/non-aktif pada semester yang sedang berlangsung. 3. tidak diperkenankan mengikuti semua kegiatan akademik dalam semester yang bersangkutan. Sambil menunggu pembuatan kartu pengganti tersebut. 2. Biaya-biaya tersebut ditetapkan untuk setiap tahun akademik dan dikeluarkan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan sebelum tahun akademik yang bersangkutan dimulai. . mahasiswa diberi surat keterangan oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni setelah menyerahkan surat keterangan dari Kepolisian tentang kehilangan tersebut dan fotokopi bukti pelunasan pembayaran semester yang bersangkutan. Bila hilang. Apabila mahasiswa tidak melakukan hal ini. maka masa non aktif tersebut diperhitungkan sebagai masa aktif dalam hubungannya dengan waktu masa studi mahasiswa yang bersangkutan.

Akademik dan Pengajaran membuat rekap Kehadiran Dosen dan Mahasiswa untuk dilaporkan kepada Ketua STTN. KEHADIRAN Kehadiran Dosen dan Mahasiswa dilakukan dengan menandatangani Daftar Hadir. Bag. F. kartu rencana studi (KRS) didistribusikan ke unit terkait untuk keperluan akademik. Kehadiran Dosen minimal 90%. Setiap Akhir Semester Sub. dosen diwajibkan mengganti berdasarkan kesepakatan dengan mahasiswa. Kartu Rencana Studi yang sudah disetujui Dosen Wali harus sesuai dengan jumlah pembayaran SKS dan ujian di Sub Bagian Keuangan. dapat mengajukan cuti studi dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 2. G. 3.. Pembatalan matakuliah dilakukan selambat-lambatnya pada masa UTS. Izin Cuti diberikan selama-lamanya untuk 2 (dua) semester. Kemahasiswaan dan Alumni untuk diajukan kepada Ketua STTN up Puket I dan selesai selambat-lambatnya 1 minggu sejak pengajuan. Mengisi formulir permohonan yang disediakan Sub bagian Kemahasiswaan dan alumni disertai alasan selambat-lambatnya 1 minggu sebelum masa perkuliahan Semester yang sedang berjalan dimulai. Bag. Jika dosen tidak dapat mengajar sesuai jadwal yang ditentukan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 165 E. Surat permohonon harus diketahui Dosen Wali dan Ketua Jurusan. Setelah selesai pembayaran SKS dan ujian. misalnya mahasiswa sakit atau hamil. 4. . KARTU RENCANA STUDI (KRS) Mahasiswa wajib mengisi KRS berdasarkan prestasi akademik pada semester sebelumnya dan konsultasi dengan dosen wali. CUTI STUDI Mahasiswa karena sesuatu hal. Mahasiswa yang kehadirannya kurang dari 80% tidak diizinkan untuk mengikuti ujian akhir semester. Perubahan pengisian KRS hanya dapat dilakukan paling lambat 2 minggu dari awal perkuliahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Surat izin Cuti diproses oleh Sub.

Bag. H. Mahasiswa yang ingin mengajukan pindah mengajukan pengajuan secara resmi kepada Ketua STTN up Puket I dengan persetujuan Dosen Wali dan Ketua Jurusan. Kemahasiswaan dan Alumni dan melaksanakan Daftar Ulang sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada semester yang bersangkutan aktif. Surat Izin Cuti diambil di Sub Bag Kemahasiswaan dan Alumni dengan menyerahkan Kartu Mahasiswa. Yang bersangkutan dapat diterima untuk pindah ke STTN setelah dilakukan penelitian secara seksama atas prestasi akademik yang sudah dicapai sebelumnya dan hal-hal lain dari calon mahasiswa pindahan tersebut. Setelah selesai masa cutinya mahasiswa wajib mengajukan permohonan aktif kembali kepada Ketua STTN up Puket I melalui Sub. Mata kuliah yang sesuai dapat diakui setelah dilakukan penelitian yang seksama.166 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5. . 6. MAHASISWA PINDAHAN Mahasiswa dari Prodi yang lama dapat pindah ke prodi yang baru berdasarkan penilaian ketua program studi yang baru. Mahasiswa dari perguruan tinggi lain dapat mengajukan pindah ke STTN dengan surat resmi yang diketahui oleh dosen wali dan Ketua Jurusan sebelumnya dilampiri dengan hasil belajar yang telah diperoleh di perguruan tinggi sebelumnya.

Adapun ruang lingkup Kerja Praktek harus sesuai dengan Tujuan Kerja Praktek yang dituangkan dalam Proposal Kerja Praktek. kemudian mendapatkan persetujuan dari Ketua Jurusan. yang diharapkan dapat membekali mahasiswa untuk memahami kaidah bermasyarakat sesuai dengan keahliannya. 2.56. Setelah informasi yang diperoleh dipandang cukup dan instansi/industri/perusahaan yang akan dituju memungkinkan untuk menerima. Mahasiswa memohon rekap hasil belajar / transkrip di Sub bag Akademik dan Pengajaran. Mahasiswa harus mencari instansi/industri/perusahaan terkait untuk kemungkinan pelaksanaan KP. KERJA PRAKTEK Kerja Praktek (KP) bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja yang sesuai dengan dunia kerja yang akan dimasuki. mahasiswa melakukan prosedur sebagai berikut: 1. A. ketidakpastian. Prinsip pelaksanaan KP adalah mahasiswa merencanakan KP di suatu tempat dalam bidang/konsentrasi tertentu. Mata Kuliah KP termasuk dalam kelompok Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB). dead line. Konsultasi dengan Ketua Prodi. 3. serta penerapan di lapangan yang terkadang tidak sesuai dengan teori akademis juga diharapkan dapat pula menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa. membandingkan dan menerapkan pengetahuan akademis yang telah didapatkan. hubungan sesama kolega. PERSYARATAN AKADEMIS Persyaratan akademis yang harus dipenuhi untuk melaksanakan KP adalah telah menempuh sedikitnya 96 sks.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 167 BAB VIII. Jika Ketua Prodi sudah menyetujui tempat dan waktu pelaksanaan KP yang . Mahasiswa dapat memulai KP tanpa harus terlebih dahulu mendaftarkan mata kuliah tersebut. serta memahami konsep-konsep non akademis dan non teknis di dunia kerja nyata seperti hubungan atasan bawahan. dengan IP kumulatif minimal 2.

Garis-garis Besar Rencana Kerja yang sudah disetujui Dosen pembimbing STTN dibawa ke BAAK untuk memperoleh SPK. 10. untuk menyelesaikan surat permohonan ke Instansi/industri/perusahaan terkait dengan tembusan ke fihak yang berkepentingan. dibawa ke Sub. Rencana waktu pelaksanaan. pernyataan tentang kemungkinan Instansi mengubah rencana yang dibuat. 7. Surat permohonan yang sudah ditandatangani dan dimintakan persetujuan dari Ketua Jurusan. mahasiswa mengajukan permohonan KP disertai dengan proposal kepada Ketua Jurusan. kalau tidak memungkinkan dikirim lewat pos. 11. Paling lambat 3 (tiga) hari sebelum mengambil SPK mahasiswa memohon/ mengkonfirmasi di Sub Bag Perencanaan dan Kerjasama untuk mengambil SPK. Ketua Jurusan memproses sampai ditetapkannya Dosen Pembimbing. Deskripsi singkat tentang KP. B. . mahasiswa tidak diperkenankan mengundurkan diri atau pindah tempat KP kecuali sudah ada jawaban ditolak dari instansi/industri/perusahaan yang dituju atau lebih dari 2 (dua) bulan sejak tanggal permohonan KP dibuat belum ada jawaban. 6. Surat permohonan KP ke instansi/industri/perusahaan disampaikan sendiri oleh mahasiswa. Mahasiswa melaksanakan KP sesuai ketentuan. Perencanaan dan Kerjasama paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum waktu pelaksanaan KP. Mahasiswa berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk membuat GarisGaris Besar Rencana Kerja (lampiran KP-1). Garis-garis besar rencana kerja (Lampiran KP-1). 9. Bag. 5. dan Lampiran yang diperlukan untuk mendukung proposal. Setelah surat permohonan KP ke instansi/industri/perusahaan dibuat. 4.168 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 akan dituju. PROPOSAL Isi Proposal KP mencakup: Data umum mahasiswa dan Institusi tujuan KP. Setelah dinyatakan diterima oleh Instansi/industri/perusahaan. 8. misalnya hasil studi.

Halaman Judul 3. Namun. Halaman Sampul 2. ketentuan ini tidak membatasi mahasiswa untuk melanjutkan pekerjaan pada Instansi. Salinan Log Harian yang sudah ditandatangani Pembimbing Instansi dikirimkan kepada Pembimbing STTN agar dapat memantau. Bagian Utama. Jangka waktu pelaksanaan KP adalah 6 minggu dengan toleransi kurang-lebih 25 %. Mahasiswa yang sering absen dalam KP dapat diberi sangsi pembatalan. 5. Bagian Awal sebuah Laporan KP terdiri atas: 1. PELAKSANAAN Kerja Praktek dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 169 C. 7. 3. tetapi kelebihan ini tidak diperhitungkan sebagai KP. Menjelang akhir pelaksanaan KP. Laporan KP. mahasiswa wajib mengalokasikan waktu untuk mengadakan observasi lapangan dan atau wawancara untuk mengetahui dampak KP yang dilakukan terhadap Instansi. Pada akhir masa KP. 6. FORMAT LAPORAN KP Secara umum Laporan KP terdiri atas Bagian Awal. D. dan hal lain yang difrumuskan oleh Pembimbing dan dinyatakan dengan nilai huruf untuk dilaporkan kepada Ketua Program Studi. Log Harian harus ditanda tangani oleh Pembimbing Instansi 4. dan Lampiran. E. Pelaksanaan KP dan perubahan atas proposal/rencana kerja dicatat dalam Log Harian. PENILAIAN Nilai akhir KP ditentukan oleh Dosen Pembimbing STTN dengan memperhatikan Penilaian Pembimbing Instansi. Pembimbing Instansi dimohon memberi nilai. Halaman Pengesahan Jurusan . 2.

JUMLAH LAPORAN KP Jumlah Laporan yang harus dibuat oleh seorang mahasiswa minimal adalah 5 (lima) buah dengan rincian: 1 buah untuk mahasiswa. Latar Belakang yang memuat uraian tetang pentingnya KP dan alasan mahasiswa melaksanakan KP di instansi terkait. Sistem Jaminan Kualitas. Bagian Utama Laporan Bagian Utama Laporan Kerja Praktek berisi: 1. Partisipasi Sosial Instansi. Pelaksanaan KP yang merupakan penjabaran kegiatan KP yang telah tercatat dalam Log Harian. Bahan Sampul KP menggunakan kertas warna biru diperkuat dengan karton. Intisari 12. 2. Daftar Lambang dan Artinya (jika perlu) 11.170 4. Uraian tentang Tempat Kerja Praktek yang meliputi Sejarah dan Organisasi Perusahaan. 1 buah untuk Pembimbing dan 1 buah untuk Jurusan/Prodi.000 kata atau 40 halaman. Daftar Lampiran (jika perlu) Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 10. Kata Pengantar 6. Halaman Pengesahan Instansi 5. Panjang Laporan dibuat sekitar 10. 1 buah untuk perpustakaan STTN. Daftar Tabel (jika perlu) 9. Isi . dan 1 buah untuk instansi. F. Daftar Gambar (jika perlu) 8. Proses/Kegiatan Instansi. G. Laporan KP bukan merupakan karya ilmiah atas produk yang dihasilkan. Daftar Isi 7. Sarana dan Prasarana. TATA TULIS LAPORAN KP 1.

Pengetikan Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12 pitch. 2.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 171 menggunakan kertas HVS minimal 70 g/m2. Lain-lain Bagi perusahaan / instansi yang mempunyai format dan tata tulis laporan Kop tersendiri. 3. 5. spasi ganda kecuali untuk Intisari. Daftar Pustaka.7 cm) dengan batas tepi atas dan kiri 4 dan kanan dan bawah 3 cm. Nomor halaman bagian awal menggunakan huruf romawi kecil diletakkan dibagian kanan bawah dan bagian berikutnya menggunakan angka Arab diletakkan di kanan atas kecuali pada Bab baru diletakkan di bagian kanan bawah. Ruangan yang tersedia harus dimanfaatkan seefisien mungkin sehingga tidak ada ruang-ruang yang tidak termanfaatkan dengan baik. Nomor dan nama Gambar diletakkan di bawah Gambar sedang Nomor dan Nama Tabel diletakkan di atas Tabel dengan posisi center. Ukuran Kertas yang digunakan adalah A4 (21 cm x 29. . tidak perlu mengacu format dan tata tulis laporan KP STTN. Abstrak. Gambar dan Tabel diberi nomor dengan angka Arab. Bahasa Bahasa yang digunakan dalam penulisan adalah bahasa yang lazim dalam tata tulis ilmiah. 4. dan Baris dalam Tabel menggunakan Spasi 1.

172 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

dan berkomunikasi secara efektif. Jangka waktu pelaksanaan TA adalah sesuai jangka waktu saat mengambil TA dalam KRS. penerapan teknologi. B. Mahasiswa yang menyusun Tugas Akhir dapat menempuh mata kuliah ulang atau perbaikan nilai sebanyak-banyaknya 8 SKS dengan persetujuan Dosen Wali. Di samping melatih mahasiswa untuk menyusun karya ilmiah yang baik.56 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. TA juga bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam berkehidupan bersama. pengujian laboratorium. pengembangan analisis. 2. Telah menempuh kurikulum Program Studi sampai dengan Semester VII dengan indeks prestasi kumulatif minimal 2. atau perancangan/pembuatan sistem. termasuk menjunjung tinggi etika profesi. sedang untuk mendapatkan data atau membuat perancangan/peralatan dapat dikerjakan di luar STTN. PROGRAM STUDI DAN TUJUAN Mahasiswa diperkenankan melaksanakan Tugas Akhir dengan persyaratan akademik sebagai berikut: 1. yang dilakukan secara seksama dengan bimbingan pembimbing yang berkompeten. pembuatan model.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 173 BAB IX. KETENTUAN-KETENTUAN TERKAIT DENGAN TA 1. rancang bangun. . Pelaksanaan TA secara prinsip berada di STTN. Tugas Akhir merupakan karya ilmiah tertulis yang disusun oleh mahasiswa program D-IV berdasarkan hasil penelitian. TUGAS AKHIR Tugas akhir yang harus diselesaikan oleh seorang mahasiswa untuk memperoleh sebutan Sarjana Sains Terapan adalah menyusun sebuah Tugas Akhir dan mempertanggungjawabkannya di depan Dewan Penguji Tugas Akhir. Setiap SKS TA setara dengan penyelesaian kegiatan efektif mahasiswa selama 65-85 jam. pengkajian/analisis sistem. 2. Tugas Akhir (TA) di STTN diberi beban 5 SKS. A.

Pengurus Jurusan mengkaji Usulan TA mahasiswa. Dalam hal mahasiswa mengerjakan TA di instansi di luar STTN maka mahasiswa mengajukan surat permohonan untuk mengerjakan TA yang telah disetujui oleh Ketua Jurusan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku pada instansi yang akan dituju dan semua biaya yang ditimbulkannya menjadi tanggung jawab mahasiswa. sponsor dari pihak instansi yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Bahan. dan. 11. Daftar Pustaka 10. Asumsi dan Batasan Masalah. Pendahuluan yang mencakup: Latar belakang. 8. Pembimbing I dan pembimbing II adalah dosen STTN. 12. 4. Setelah Pengurus Jurusan menyetujui Usulan TA dan Dosen Pembimbing telah ditetapkan maka mahasiswa berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing. Tinjauan Pustaka. jika disetujui Pengurus Jurusan memproses sampai ditetapkannya Dosen Pembimbing I dan Pembimbing II. 13. dan Jadwal pelaksanaan. Rencana/Cara Kerja TA. dan Hipotesis. Setelah dipandang cukup. Pada hakekatnya semua biaya pelaksanaan TA adalah menjadi tanggung jawab mahasiswa. Rencana Kerja. Keaslian TA. 5. Setelah pembimbing TA ditetapkan maka segala urusan yang berkaitan dengan penyelesaian TA menjadi tanggung jawab mahasiswa dan pembimbing TA yang .174 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. meliputi: Tempat. mahasiswa mengajukan Usulan TA / Proposal TA kepada Jurusan terkait yang setidak-tidaknya memuat: 6. Apabila mahasiswa mengerjakan TA di luar STTN maka pembimbing yang ditunjuk oleh instansi tersebut menjadi pembimbing instansi/lapangan. 7. Rumusan Masalah. Judul TA dan Identitas Mahasiswa pengusul. 9. Apabila tidak memungkinkan pembimbing hanya dari dosen STTN maka pembimbing II dimungkinkan selain dosen STTN. Landasan Teori. Alat. tetapi mahasiswa diperkenankan untuk mendapatkan bantuan.

2. Keaslian TA . b. Latar Belakang. dibuat mengikuti format sebagai berikut. Bagian Awal terdiri atas: 1. 14. 16. Seminar ini diharapkan menjadi ajang tukar menukar informasi dan diskusi ilmiah antar sivitas akademika STTN. Untuk TA yang. 3. 18. Setelah dipandang cukup. Bagian Utama terdiri atas: 1. Pendahuluan meliputi: a. Mahasiswa melaksanakan TA dengan arahan Pembimbing I dan II (pembagian tugas Pembimbing ditentukan oleh Pembimbing I atau kesepakatan kedua pembimbing). Halaman Persetujuan yang berisi persetujuan Pembimbing disertai tanggal pembimbing menyetujui. Hasil konsultasi awal dengan Dosen Pembimbing berupa penyempurnaan Usulan TA (Proposal) yang sudah disetujui semua Pembimbing diserahkan kepada Jurusan dan Dosen Pembimbing. 15. Mahasiswa membuat laporan TA sesuai dengan ketentuan. dan memperoleh masukan untuk meningkatkan kualitas TA. Daftar Singkatan dan Lambang beserta artinya. C. 17. sebagai sarana pengurus jurusan untuk mengaudit TA mahasiswanya.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 175 bersangkutan. Setiap konsultasi dibuktikan dengan tandatangan pembimbing dalam lembar konsultasi. Hasil seminar digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki TA. mahasiswa membuat makalah untuk diseminarkan di depan sivitas akademika STTN dipandu Dosen Pembimbing. USULAN/PROPOSAL TUGAS AKHIR Usulan TA yang diserahkan ke Jurusan harus sudah disetujui pembimbing. Jurusan dapat menyelenggarakan Seminar untuk menilai kelayakan awal Tugas Akhir. Halaman Judul berisi Judul Usulan TA dan identitas mahasiswa pengusul. Daftar Isi 4.

b. Daftar Pustaka D. maka dua hal itu harus dituliskan pada awal bagian ini. Metode /Cara Kerja Jika berupa penelitian Laboratorium berisi Bahan. Bagian Akhir 1. Daftar Lambang dan Singkatan. Cara analisis data c. Hipotesis 3. dan Cara Kerja. d. Halaman Pernyataan. f. Jika Waktu dan tempat juga merupakan informasi ilmiah. lambang STTN. Identifikasi/Rumusan Masalah. Halaman Judul. Tinjauan Pustaka. Halaman Sampul Depan Halaman sampul depan memuat: Judul Tugas Akhir. Tujuan Penelitian. Landasan Teori. nama . Daftar Gambar. Batasan Masalah. Intisari dan Abstract. Daftar Isi. Daftar Tabel. Daftar Lampiran. Dasar Teori meliputi a. Manfaat Penelitian 2. Kata Pengantar. Bagian Awal 2. Jadwal Penelitian 4. ISI TUGAS AKHIR Secara umum Tugas Akhir terdiri atas 3 bagian.176 c. yaitu: 1. Bagian Awal Bagian awal sebuah Tugas Akhir memuat Halaman Sampul Depan. alat. Bagian Utama 3. Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 b. c. e. Rencana Penelitian (atau disesuaikan dengan jenis TA) a. Halaman Pengesahan.

Kata Pengantar Kata Pengantar mengandung uraian singkat tentang maksud TA. c. tetapi jelas dan menunjukkan dengan tepat isi Tugas Akhir. Halaman Pengesahan Halaman Pengesahan meliputi: a. Tulisan-tulisan dan Lambang Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir pada halaman Sampul. Pengesahan oleh Insntansi Tempat pelaksanaan TA. Warna Sampul Depan disesuaikan dengan Bendera Program Studi. Program Studi. ucapan terima kasih. juga bukan karya orang lain. kuning untuk Prodi Elin. dan harapan-harapan. Dalam Daftar Isi tertera urutan Judul bab. Daftar Isi Daftar Isi dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang isi TA dan sebagai petunjuk bagi pembaca yang ingin melihat suatu bagian TA. hijau untuk Prodi Teknokimia. Judul Tugas Akhir dibuat sesingkat-singkatnya. Halaman Judul Isi Halaman Judul sama dengan Halaman Sampul Depan tetapi diberi nomor halaman ii romawi kecil dengan kertas HVS putih. bagi yang melaksanakan TA di luar STTN. Jurusan. b. penjelasanpenjelasan singkat seperti tempat dan waktu pelaksanaan TA. dibuat di tengah dengan ukuran proporsional. judul anak sub bab disertai dengan nomor halamannya. dan merah untuk Prodi Elmek.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 177 dan nomor mahasiswa. . judul sub bab. STTN dan tahun Tugas Akhir selesai. Halaman Pernyataan Halaman ini berisi pernyataan bahwa isi TA tidak merupakan jiplakan. Halaman Persetujuan Jurusan. Halaman Pengesahan STTN.

Halaman ini tidak diperlukan jika jumlah gambar dalam TA tidak terlalu banyak. Landasan Teori. Intisari/Abstrak Intisari/Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia. tujuan. I. PENDAHULUAN Pendahuluan memuat latar belakang. dan Hipotesis). bila jumlahnya cukup banyak. cara. Daftar ini disusun urutan judul lampiran beserta nomor halamannya. 2. Jika jumlah tabel dalam TA tidak terlalu banyak. Daftar Lampiran Daftar Lampiran perlu dibuat jika TA memiliki banyak lampiran. 1. dan manfaat. Hasil dan Pembahasan.178 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Daftar Gambar Daftar Gambar berisi urutan gambar beserta judul setiap gambar dan nomor halamannya. asumsi dan batasan masalah. serta hasil dan rekomendasi yang diberikan. Dasar Teori (Tinjauan Pustaka. tujuan. Latar belakang . Metodologi. halaman ini tidak diperlukan. rumusan masalah. Abstract Abstract merupakan terjemahan Instisari ke dalam Bahasa Inggris. berisi uraian singkat tetapi lengkap tentang latar belakang. disusun dalam daftar. Arti Lambang dan Singkatan Arti lambang dan singkatan yang dipergunakan dalam TA disertai dengan arti dan satuannya. Daftar Tabel Daftar Tabel memuat urutan tabel beserta nama dan nomor halamannya.1. Bagian Utama Bagian Utama TA memuat Pendahuluan. serta Kesimpulan dan Saran. Intisari dapat ditulis dalam 3 alinea dan panjangnya tidak boleh lebih dari 1 halaman dengan ketikan 1 spasi.

Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis tentang informasi dan atau hasil-hasil penelitian terdahulu dan yang ada hubungannya (relevan) dengan TA yang akan dilakukan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 179 Bagian ini memuat uraian dan pembahasan yang menjadi latar belakang perlunya dilakukan penelitian (sesuai topik TA yang dipilih). dan Hipotesis. 1. 1. 1.1. biasanya dituliskan dalam satu alinea yang sudah menyatakan secara jelas persoalan yang akan diselesaikan dalam TA. Fakta-fakta yang dikemukakan sedapat . 2. Asumsi dan batasan Masalah Asumsi dan Batasan Masalah berisi penjelasan tentang asumsi-asumsi yang diambil dalam melaksanakan TA. 1. DASAR TEORI Dasar Teori berisi Tinjauan Pustaka.3. 1. Bagian inilah yang harus dijawab dengan kesimpulan. Manfaat Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) Bagian ini berisi manfaat yang dapat diraih dari kegiatan TA. Keaslian TA Bagian ini memuat uraian unsur baru penelitian/TA yang diajukan atau hal-hal yang membedakan dengan penelitian sebelumnya. masyarakat. Landasan Teori. serta berisi batasan-batasan permasalahan yang diambil untuk lebih memfokuskan kegiatan TA. Rumusan Masalah Rumusan Masalah merupakan penarikan kesimpulan dari bagian Latar Belakang. termasuk manfaat bagi ilmu pengetahuan.2.4. Hal ini berfungsi untuk menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan dalam TA memang benar-benar diperlukan.6.5. dan bagi pembangunan Negara dan bangsa. II. Tujuan Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) Tujuan penelitian (atau sesuai topik TA yang dipilih) menyebutkan secara spesifik tujuan yang ingin dicapai melali kegiatan penelitian/topik yang dipilih.

Landasan Teori Landasan Teori merupakan alur logika atau penalaran yang merupakan seperangkat konsep. perkiraan dan pemandu menemukan fakta. 2. III. Bahan atau materi Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) harus dinyatakan spesifikasinya selengkap mungkin. cara penyiapan. Untuk penelitian di laboratorium. tidak terjadi salah langkah. alat. dan informasi yang disusun secara sistematis yang mempunyai fungsi memperjelas dan mempertajam ruang lingkup dan variabel yang akan diteliti. Hipotesis Hipotesis berupa pernyataan singkat yang merupakan jawaban sementara dari permasalahan yang akan diselesaikan. Alat yang dipergunakan untuk melaksanakan Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) diuraikan dengan jelas. atau dengan memberi nomor sesuai urutan pengacuan dan harus sesuai dengan penulisan dalam Daftar Pustaka. Landasan Teori diperlukan agar penelitian itu bukan sekedar percobaan coba-coba (trial and error) saja melainkan sudah dikaji dengan baik. definisi. tingkat ketelitian alat/metode.1. jika diperlukan disertai dengan gambar. Hal ini perlu dilakukan agar jika ingin dilakukan pengujian ulang. 3. 3. dan susunan kimia bahan yang dipakai.180 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 mungkin diambil dari sumber aslinya. sifat fisis. metode/jalan penelitian. METODE PENELITIAN/CARA PENELITIAN Metodologi Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) menjelaskan secara rinci hal-hal yang mencakup bahan.2. Semua sumber yang dipakai harus disebutkan dengan mencantumkan nama belakang penulis dan tahun penerbitan. serta mengendalikan penelitian yang akan dilaksanakan. dan kesulitan-kesulitan serta cara pemecahannya.2. . 2.3. haruslah disebutkan asal.

Di samping itu. agar peneliti berikutnya yang berkecimpung dalam bidang sejenis terhindar dari kesulitan itu. (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih). .1. 4. Pada alinea pertama. atau secara statistik. Jalan penelitian berupa uraian lengkap dan rinci tentang langkahlangkah yang telah diambil pada pelaksanaan penelitian. V. 4. berisi tentang penjelasan teoritis baik secara kualitatif. Hasil.3. tentang hasil yang diperoleh. atau bentuk lain yang ditempatkan sedekat-dekatnya dengan pembahasan. gambar.1.4. 5. hasil sebaiknya juga dibandingkan dengan hasil yang telah diperoleh oleh penulis terdahulu. IV. grafik. termasuk cara pengumpulan data dan sejenisnya. Jika tempat dan waktu pelaksanaan TA merupakan informasi ilmiah yang berkaitan TA maka hal ini harus dicantumkan sebelum Bahan. Kesulitan-kesulitan yang timbul selama penelitian dan cara pemecahannya perlu ditampilkan. KESIMPULAN DAN SARAN Bagian ini berisi Kesimpulan terhadap hasil yang telah dilakukan serta saran untuk perbaikan atau pengembangan perlu dilakukan. Kesimpulan merupakan pernyataan singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil dan pembahasan untuk membuktikan kebenaran hipotesis.5. agar pembaca lebih mudah mengikuti uraian. kunatitatif. foto. sedapat mungkin disajikan dalam bentuk tabel. sebaiknya dikemukakan bahwa hasil dapat dijumpai pada daftar dan gambar yang nomornya disebutkan. Kesimpulan dan saran harus dinyatakan terpisah.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 181 3. Pembahasan. (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) 3.2. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini memuat hasil dan analisis pembahasan yang bersifat terpadu dan bisa jadi tidak dapat dipecah menjadi sub bagian tersendiri.

E. Telah dinyatakan lulus ujian komprehensif dengan surat keterangan dari Jurusan. 3. Saran dibuat berdasarkan pengalaman dan pertimbangan penulis untuk kelanjutan/perbaikan dari yang sudah dicapai. Laporan TA yang sudah disetujui oleh pembimbing. Mahasiswa meminta persetujuan Jurusan bahwa TA sudah siap diujikan dengan menunjukkan: a. untuk disetujui Puket I. Daftar nilai hasil studi keseluruhan dengan IPK minimal 2. 3. nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. Ujian TA merupakan Ujian terakhir bagi seorang mahasiswa. Bukti sah telah melaksanakan dan mengikuti Seminar. UJIAN TUGAS AKHIR 1.56. 2. Lampiran Lampiran dipakai untuk menempatkan data atau keterangan lain yang berfungsi untuk melengkapi uraian yang telah disajikan dalam Bagian Utama TA. tanpa nilai E. Perbaikan nilai yang diumumkan setelah Ujian TA dianggap tidak ada. Lembar konsultasi TA. disahkan oleh ka BAAK atau pejabat yang ditunjuk. b. Daftar Pustaka Daftar Pustaka disusun dengan sistem Desitasi atau sistem Havard secara konsisten disesuaikan dengan teknik pengacuan dan penulisan Daftar Pustaka yang lazim untuk masyarakat ilmiah. a. c. e. Ketua Jurusan mengusulkan Susunan Dewan Penguji. Saran bukan merupakan keharusan. Bagian Akhir Bagian Akhir sebuah TA terdiri atas Daftar Pustaka dan Lampiran. d. yang meliputi 1 (satu) orang Ketua Dewan Penguji merangkap anggota dan 2 .2. b.182 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5.

Ketua Dewan Penguji dan atau Pembimbing TA menyampaikan ucapan selamat dan pesan-pesan moral kepada yang bersangkutan. dan Perpustakaan STTN. Mahasiswa mendaftarkan Ujian TA ke Sub Bag. 13. Surat Undangan Pengujian dan Naskah TA harus sudah diterima penguji selambat-lambatnya 24 jam sebelum pelaksanaan ujian. Mahasiswa membawa bahan pendukung. b. Akademik dan Pengajaran mengisi Formulir yang disediakan yang dilampiri: a. 12. Pada saat pelaksanaan ujian. . Kemahasiswaan dan Alumni memberikan persyaratan Wisuda untuk dilengkapi oleh mahasiswa. jika dinyatakan lulus dengan perbaikan pemimpin sidang harus mengisi Lembar Revisi TA. Mahasiswa meminta pengesahan TA dan menyerahkannya kepada Jurusan. Setelah Rapat Yudisium berkas di distribusikan ke fihak yang berkepentingan. berdasi bagi penguji pria. 4. Bag. Akademik dan Pengajaran untuk keperluan Rapat Yudisium. 8. Semua Berkas Ujian dan Persyaratan Wisuda diserahkan ke Sub. Setelah Ujian. Naskah TA 6. Pembimbing. Surat Keterangan Lunas Administrasi yang dikeluarkan oleh Subbag Keuangan (khusus mahasiswa yang mempunyai kewajiban adminitrsai keuangan). Sub Bag. 9. c. 11. mahasiswa yang diuji berpakaian busana STTN dengan jas almamater dan bagi penguji berpakaian rapi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 183 orang anggota Dewan Penguji lain. Akademik dan Pengajaran menyurati Penguji serta menyiapkan berkas (semua berkas dari mahasiswa dan berkas lain untuk keperluan penilaian dll diberikan kepada Ketua Dewan Penguji) dan perlengkapan ujian 7. 10. 5. Mahasiswa membuat kesepakatan jadwal ujian dengan para pengujinya. KSB. Persetujuan Jurusan (dari butir 2 lengkap). Jika dinyatakan lulus.

spasi ganda kecuali untuk Intisari. Nilai Isi Tulisan TA (bobot 40 %) yang diberikan oleh Dewan Penguji. Cover TA menggunakan kertas warna sesuai dengan bendera Prodi diperkuat dengan karton. Isi menggunakan kertas HVS minimal 70 g/m2. Gambar dan Tabel diberi nomor dengan angka Arab. Abstrak. PENILAIAN TUGAS AKHIR Nilai Tugas Akhir ditentukan berdasarkan kriteria: 1. Daftar Pustaka.99 60-69.99 Nilai huruf A B C G. 2. 2. Pengetikan Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12 pitch. Ukuran Kertas yang digunakan adalah A4 (21 cm x 29. 3. Nomor halaman bagian awal menggunakan huruf romawi kecil diletakkan dibagian kanan bawah dan bagian berikutnya menggunakan angka Arab diletakkan di kanan atas kecuali pada Bab baru diletakkan di bagian kanan bawah.184 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 F. Nomor dan nama Gambar diletakkan di bawah Gambar sedang Nomor dan Nama Tabel diletakkan di atas . Nilai Tugas Akhir diberikan setelah yang bersangkutan menyelesaikan perbaikan dengan mengkonversi nilai angka menjadi nilai huruf sebagai berikut: Nilai angka 80-100 70-79. 3. Nilai Pembimbingan (bobot 30 %) selama pelaksanaan TA dari Pembimbing I dan II.7 cm) dengan batas tepi atas dan kiri 4 dan kanan dan bawah 3 cm. dan Baris dalam Tabel menggunakan Spasi 1. Nilai Ujian Lisan (Bobot 30 %). Bahan Sampul KP menggunakan kertas warna biru diperkuat dengan karton. TATA TULIS LAPORAN KP DAN TA 1.

4. Bahasa Bahasa yang digunakan dalam penulisan KP dan TA adalah bahasa yang lazim dalam Tata Tulis ilmiah. . Ujian lisan TA/Pendadaran dilaksanakan menggunakan Bahasa Inggris. Lain-lain 1. 2. Format dan tata penulisan TA selain jenis penelitian mengikuti kaidah ilmiah yang lazim sesuai jenis karya ilmiah yang diajukan. Ruangan yang tersedia harus dimanfaatkan seefisien mungkin sehingga tidak ada ruang-ruang yang tidak termanfaatkan dengan baik.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 185 Tabel dengan posisi center.

186 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

Fungsi tata tertib adalah : . B. 8. A. pelanggaran. serta sanksi bagi mahasiswa STTN.BATAN selama aktif mempunyai hak dan kewajiban: memperoleh fasilitas pendidikan. Tujuan tata tertib adalah untuk meciptakan suasana kampus Tri Dharma Perguruan Tinggi 2.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 187 BAB X. 4. kewajiban. 2. KEMAHASISWAAN Mahasiswa STTN . KETENTUAN UMUM Dalam tata tertib mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir yang dimaksud: 1. TUJUAN DAN FUNGSI 1. 5. Tata tertib adalah aturan-aturan tentang hak. Sanksi adalah hukuman yang dikenankan kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib ini. 3. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa demi tercapainya tujuan sesuai dengan ketentuan. menjalankan tata tertib serta bebas berpartisipasi pada kegiatan ekstra dan ko kurikuler yang diminati. 7. Hak adalah kewenangan yang dimiliki oleh mahasiswa dalam mencapai tujuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pihak yang berwenang adalah pihak yang mempunyai hak menetapkan dan menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran. Ormawa adalah organisasi mahasiswa di tingkat program studi. Pelanggaran adalah setiap perbuatan/tindakan yang bertentangan dengan segala sesuatu yang tercantum dalam tata tertib ini. jurusan. Mahasiswa adalah mahasiswa STTN yang terdaftar pada semester yang berjalan. penghargaan. dan Sekolah Tinggi. 6.

sejauh tidak mengganggu hak-hak orang lain. menggunakan kebebasan mimbar akademik secara bertanggungjawab untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). 6. 12. . pelanggaran. mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan dalam kampus sesuai dengan aturan yang berlaku. dan kritik secara proporsional untuk kemajuan STTN-BATAN. memperoleh informasi yang benar tentang prestasi belajar. 9. memperoleh bimbingan dan masukan dari dosen untuk penelitian dan penulisan karya ilmiah. menyampaikan aspirasi yang berupa usul. 5. 2. 11. dan atau mahasiswa lain. memperoleh pendidikan dan pengajaran pada program studi yang diminati sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang berlaku. menjadi aturan atau petunjuk mengenai hak. HAK MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN-BATAN berhak : 1. 7. tenaga administrasi. saran. 8. mendapatkan beasiswa bagi kemajuan belajarnya sejauh memenuhi persyaratan yang berlaku. administrasi. memperoleh penghargaan dari STTN-BATAN atas prestasi yang dicapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. tenaga penunjang akademik. 4. 3. membantu tegaknya peraturan dan ketertiban di kampus STTN C. 10. dan sanksi yang berlaku bagi mahasiswa STTN b. atau mengganggu ketertiban. memanfaatkan fasilitas STTN-BATAN dalam rangka kelancaran proses pembelajaran dan kegiatan akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. mengemukakan pendapat atau ide dengan penalaran tinggi. memperoleh perlindungan dari pemaksaan untuk kepentingan pribadi dosen. dan kemahasiswaan. kewajiban.188 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 a. memperoleh pelayanan di bidang akademik.

6. 9. dosen. menjaga netralitas kampus dari kegiatan politik praktis. 3. 4. KEWAJIBAN MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN-BATAN berkewajiban untuk : 1. mematuhi dan memahami pelaksanaan segala peraturan akademik yang berlaku. mengenakan seragam yang berlaku beserta atributnya. 12. 2. belajar dengan tekun dan rajin agar memperoleh prestasi tinggi. dan keamanan dalam kampus. 11. Mengembangkan sikap dan perilaku ilmiah b.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 189 D. menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan tepat waktu. potongan rambut bagi mahasiswa pria pendek rapi dan bagi wanita rapi. Puket I. dan tidak berlebihan serta mengenakan sepatu secara baik dalam kampus. tidak menyalahgunakan fasilitas kampus untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan akademik dan kemahasiswaan. dan karyawan. diikat apabila panjang. bertata rias rapi. dan tugas-tugas akademik yang lainnya. . praktikum. mengikuti perkuliahan dengan kehadiran tidak boleh kurang dari 80% untuk dapat mengikuti ujian kecuali mengajukan permohonan secara resmi dengan alasan yang kuat kepada Ketua STTN up. memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan. sopan. menghargai kemajuan IPTEK. saling menghormati sesama mahasiswa dan bersikap sopan terhadap pimpinan. 13. 7. memeliharan suasana akademik di kampus dan menjunjung tinggi almamater dan menjaga kewibawaan serta memelihara nama baik STTN – BATAN. 10. ketertiban. 5. baik di tingkat universitas maupun fakultas. kebersihan. 8. memelihara sarana dan prasarana. Mengikuti kuliah. mentaati peraturan akademik yang berlaku: a.

melakukan tindakan plagiat. dan bercelana sobek selama mengikuti kegiatan akademik dan kegiatan lainnya di kampus. menyontek. memiliki/menggunakan senjata api tanpa izin. sepatu yang tumitnya diinjak. menimbulkan suara-suara yang mengganggu ketertiban kampus. klompen atau sejenis. dengan sengaja merusak barang milik atau fasilitas STTN-BATAN atau dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mengganggu kegiatan atau program resmi STTN-BATAN. e. pencemaran nama baik. dan minum-minuman keras. madat. tidak menyalahgunakan peralatan atau fasilitas STTN-BATAN untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan akademik dan kemahasiswaan. kekerasan. mengganggu kegiatan akademik. d. menggunakan fasilitas pihak luar tanpa izin. melakukan hal-hal : a. tindakan berjudi. F. menyimpan/ memperdagangkan/menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang. memalsu dokumen. SANKSI Setiap mahasiswa STTN-BATAN yang melakukan pelanggaran tata tertib akan dikenakan sanksi : . b. dan berpakaian kurang sopan. mencuri dan kegiatan yang melanggar hukum. bertindak atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan akademik maupun non akademik 2. perkelahian.190 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 E. perselingkuhan. dan melakukan tindakan asusila yang lain. melakukan pelecehan kehormatan. LARANGAN BAGI MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN – BATAN dilarang untuk : 1. memakai sandal. mengaktifkan telepon genggam ketika kuliah sedang berlangsung. merusak fasilitas kampus. 4. 3. menggunakan fasilitas kampus tanpa izin atau secara tidak semestinya. slop. c.

4. H. yaitu sanksi yang diberikan bila mahasiswa tidak memenuhi standar perilaku yang ditetapkan STTN-BATAN baik peringatan dalam bentuk lisan maupun tertulis. 3. dan atau satuan kerja tertentu. penangguhan sementara oleh jurusan atau STTN-BATAN. G. hukuman percobaan. 50. beasiswa berprestasi dan beasiswa lain bagi yang memenuhi ketentuan. yaitu sanksi yang diberikan dengan ketentuan mahasiswa yang dikenai hukuman itu masih dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan persyaratan tertentu dan akan diberikan hukuman yang lebih berat apabila melakukan pelanggaran dalam masa percobaan. peringatan. 2. Penilaian dilakukan oleh Tim yang dibentuk oleh Ketua STTN berdasarkan pertimbangan Senat STTN. yaitu sanksi yang diberikan dalam bentuk larangan untuk mengikuti kegiatan akademik untuk jangka waktu tertentu.-/bulan per mahasiswa. FASILITAS PENDIDIKAN Fasilitas pendidikan yang diberikan oleh STTN pada tahun 2008 ini adalah: 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 191 1. PENGHARGAAN Penghargaan mahasiswa teladan diberikan kepada mahasiswa dengan menitik beratkan kepada kegiatan intra kurikuler dan kokurikuler tanpa mengabaikan penilaian pada kegiatan ekstra kurikuler.000. 7. 6. mendapat bahan seragam 1 stel/tahun. yaitu sanksi yang diberikan kepada mahasiswa yang terbukti melakukan perusakan atau bentuk kerugian yang lain atas fasilitas STTN-BATAN. kesempatan mendapat SIB (Surat Ijin Bekerja) sebagai Operator Radiografi dan atau Petugas Proteksi Radiasi (PPR). 2. penggunaan Internet yang berada di Unit Komputer. Asuransi Kesehatan Mahasiswa. 3. Laboratorium & Perpustakaan yang memadai. penggantian kerugian. 5. uang bantuan pendidikan Rp. 4. .

Kuliah Umum. Pemberian beasiswa ini didasarkan pada penilaian oleh Tim yang dibentuk oleh Ketua STTN. K. STTN membentuk Dewan Perwakilan Mahasiswa yang anggotanya merupakan perwakilan dari setiap Program Studi yang ada. keagamaan. yaitu: 1. BEASISWA STTN menyediakan 2 (dua ) jenis beasiswa. Beasiswa STTN diberikan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi akademik (IPT ≥ 2. KEGIATAN KOKURIKULER Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa STTN menyelenggarakan kegiatan Kokurikuler berupa Ujian SIB PPR. . Kuliah Kapita Selekta. Beasiswa mahasiswa berprestasi diberikan kepada 1 (satu) orang mahasiswa setiap angkatan setiap prodi bagi mahasiswa yang memiliki IPT tertinggi dan sama dengan atau lebih dari 3.51 (≥ 3.51). Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan masa kepengurusan 1 (satu) tahun. Studi Ekskursi. dan Etika Profesi. KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Sebagai wadah untuk menampung aspirasi mahasiswa. Beasiswa diberikan dalam bentuk pembebasan SPP selama 1 tahun. olahraga. dan seni. 2. J.192 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 I. Untuk menyalurkan minat dan bakat dibentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sesuai kegiatannya yang meliputi kegiatan iptek.56) tetapi ekonominya kurang mampu atau mengalami kesulitan dalam hal pembeayaan.

Di samping itu dosen juga diberi tugas rutin sebagai Pembimbing Akademik atau Dosen Wali. Konsultasi secara kolektif dilaksanakan secara terkoordinir oleh BEM STTN. mahasiswa juga dapat melaksanakan konsultasi baik secara kolektif maupun sendiri-sendiri dengan Pengelola STTN (Pimpinan dan Pejabat terkait). Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap. Kalau dihitung jam efektif. dan kepribadian mahasiswa di dalam proses pendidikan. Tugas pengajaran diberikan kepada Dosen disesuaikan dengan bidang keahliannya. maka Perbandingan Teori dan praktek adalah 44 % teori dan 56 % Praktek. minat. Jadwal konsultasi disesuaikan dengan pola pembimbingan dari Dosen yang besangkutan. karena 1 SKS Praktikum adalah Kegiatannya 3 x lebih lama dari Praktikum. A. Pengajar STTN yang meliputi dosen dan asisten disesuaikan dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 193 BAB XI. dan proses pendidikan. Syarat pendidikan minimal dosen STTN adalah S-1/D-IV dan terus ditingkatkan sampai minimal berpendidikan S-2/Sp-1. Disamping dengan dosen wali yang bersangkutan. kepribadian. DOSEN JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR Kurikulum Teknokimia Nuklir Perbandingan SKS nya adalah 70 % teori dan 30% praktikum. Untuk mendukung kurikulum tersebut. serta memberikan bimbingan kepada mahasiswa dalam rangka pengembangan penalaran. DOSEN Dosen mempunyai tugas melakukan pendidikan. Namun. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan BATAN dan dosen dari perguruan tinggi diluar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. . Mahasiswa berhak memperoleh bimbingan dari Dosen Wali dalam rangka pengembangan penalaran. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang keahliannya. pengajaran. minat. khusus untuk bimbingan perencanaan perkuliahan disesuaikan dengan kalender akademik STTN.

Wisnu Aryawardhana Ir. Giyatmi. Noor Anis Kundari. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Prof.194 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 perkuliahan di Jurusan Teknokimia Nuklir didukung oleh dosen-dosen dan asisten dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai. A. M. Bangun Wasito.Md.Md. SST Esis Witanto.Si. A. Ir. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan Batan dan dosen dari perguruan tinggi di luar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. Daftar Dosen/Asisten Jurusan Teknokimia Nuklir Bidang Kompetensi No 1. 330001701 330001374 330001448 Lingkungan dan Teknik Nuklir Proses Ilmu Bahan dan Teknik Kimia Teknik Kimia dan Lingkungan Teknik Kimia OTK & Proses Kimia Analisis dan Teknik Nuklir Teknik Kimia SL Proses Kimia Proses Kimia 330002897 330003885 330004421 S2 Teknik Kimia S1 Teknik Nuklir DIV Teknokimia Nuklir 330004018 330004032 330001206 330001187 S1 Teknik Kimia DIII PATN DIII PATN . M. Ir. NIP 330002043 Bidang Ilmu S3 Teknik Kimia S1 Teknik Nuklir S1 Teknik Nuklir S2 Metalurgi S2 Lingkungan Ket. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap. Kris Tri Basuki Ir. ST Agus Sutopo. Dr.Sc. ST Maria Christina Prihatiningsih. Siswantoro. Sudaryo Ir. MT Sugili Putra.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

195
330002283 330002098 330005379

12 13 14

Suryo Rancono, SST Siti Umi Sholikhati, SST Kartini Megasari, SST

D-IV STTN D-IV STTN DIV Teknokimia Nuklir DIV Teknokimia Nuklir

Proteksi Rad Kimia Teknokimia

15

Deni Swantomo, SST

330005380

Teknokimia

SL

SL=Studi lanjut

B. DOSEN JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR Kurikulum Teknofisika Nuklir Perbandingan SKS nya adalah 70 % teori dan 30% praktikum. Kalau dihitung jam efektif, karean 1 SKS Praktikum adalah Kegiatannya 3 x lebih lama dari Praktikum, maka Perbandingan Teori dan praktek adalah 44 % teori dan 56 % Praktek. Untuk mendukung kurikulum tersebut, perkuliahan di Jurusan Teknofisika Nuklir didukung oleh dosen-dosen dan asisten dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan Batan dan dosen dari perguruan tinggi diluar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. Daftar Dosen/Asisten Jurusan Teknofisika Nuklir No 1 Nama Dr. Anwar Budianto, DEA Drs. Supriyono, MSc NIP 330002158 Bidang Ilmu S3 Fisika: Optoelektronika Bidang Kompetensi Laser optik Komputasi, Modeling dan Simulasi Ket.

2

330003241

S2 Matematika

196 Ir. Djiwo Harsono, M.Eng Ir. Surakhman Ir. M. Khoiri Ir. Aliq, MT Ir. Dwi Priyantoro, Msi. Toto Trikasjono, ST, M.Kes Ir. Zaenal Abidin, M.Kes. Joko Sunardi, S.ST Ir. Sigit Purnomo Ir. Bangun Pribadi Sudiono, SST Drs. Djoko Maryanto Sukarman, ST Suroso, SST Toto Dermawan, SST

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

3 4 5 6 7

330003188 330001563 330003822 330003832 330003494

S2 Komputer

Computer Engineering

S1 Teknik Nuklir Proteksi Radiasi S1 Teknik Nuklir Thermohidrolik S2 Instrumentasi & Kontrol S2 Fisika Simulasi Sistem & Kontrol Fisika Dasar SL SL

8

330001900

9 10 11 12 13 14 15 16 17

330003830 330002119 330003586 330004902 330002120 330003570 330004914 330004062 330004631

Instrumentasi S2 Teknik Nuklir Nuklir, Proteksi Radiasi Instrumentasi S2 Teknik Nuklir Nuklir, Proteksi Radiasi DIV Elektronika Elektronika Instrumentasi Analog S1 Teknik Proteksi Radiasi Nuklir S1 Teknik Mesin DIV Elektronika Instrumentasi S1 Fisika Instrumentasi S1 Teknik Elektro DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik Teknologi bahan Elektronika Nuklir Teknik Radiografi Kendali Elektromekanik Elektromekanik SL

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

197 DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik S1 Teknik Elektro SI Fisika DIV Elektronika Instrumentasi DIV Elektronika Instrumentasi DIV Elektronika Instrumentasi

18

19 20 21 22 23 24

Budi Suhendro, SST Ign. Agus Purbhadi W, SST Yadi Yunus, SST Ir. H. Suyamto Drs. Subari Santoso Sutanto, SST

330004912

Elektromekanik

330004918 330002236 330002149 330002576 330005382

Elektromekanik Elektromekanik Teknik Elektro Instrumentasi Instrumentasi Instrumentasi Instrumentasi SL SL

Muhtadan, 330005381 SST Nugroho Tri 330001182 25 Sanyoto, SST SL=Studi lanjut

C. EVALUASI KINERJA DOSEN Setiap akhir semester kinerja setiap dosen dievalusi berdasarkan: 1. Evaluasi oleh mahasiswa dengan mengisi angket. 2. Jumlah kehadiran dan kedisiplinan menyerahkan nilai akhir. 3. Hasil karya dosen yang dilaporkan dalam Daftar Riwayat Hidup yang disertai dokumen lengkap.

198

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

BAB XII. PENUTUP Pedoman akademik ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali menurut keperluan sesuai dengan situasi yang berkembang dalam jangka waktu paling lama 5 tahun. Setelah ditetapkan, pimpinan STTN wajib mensosialisasikan Pedoman ini kepada sivitas akademika STTN serta pejabat terkait. Kopi Pedoman dalam bentuk tercetak dan file elektronik tersimpan di Perpustakaan STTN, dapat dibaca dan dipinjam oleh sivitas akademika STTN maupun pihak lain yang berkepentingan. Anggota Senat STTN dapat mengajukan peninjauan kembali Pedoman Akademik ini disertai dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Rincian lebih lanjut mengenai peninjauan Pedoman Akademik STTN diatur dalam prosedur tersendiri. Hal-hal yang belum diatur dalam Pedoman Akademik ini akan diatur tersendiri.

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 178/U/2001 tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi. IAEA. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi. Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Badan Tenaga Nuklir Nasional. 1954. Vienna Austria 1986. Keputusan Kepala BATAN Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. “Manpower Development for Nuclear Power.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 199 DAFTAR PUSTAKA Harper. Badan Tenaga Nuklir Nasional. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 tentang Kurukulum Inti Pendidikan Tinggi. . Technical Reports Series No. Badan Tenaga Nuklir Nasional.I. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 tahun 2001 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. J. IAEA (1980).. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. A Guide Book”. 200. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi. “Chemical Engineering in Practice” IAEA – TRS 266. Engineering and Science Education for Nuclear Power.

. 2005. Vienna 1988. “Bahan Pidato” Di Depan Civitas Akademika STTN. Technical Reports Series No. Fisika Universitas. IAEA Vienna 1988. S. Yogyakarta. 279.200 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 tahun 1999 tentang Sistem Pendidikan Tinggi. Indonesia Nomor 10 tahun 1997 tentang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Erlangga. . 279. “Nuclear Power Project Management”. IAEA. “Nuclear Power Project Management”. Undang-undang Republik Ketenaganukliran. Technical Reports Series No. Jakarta 1987 Soentono. Sears and Zemansky.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful