PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2008

Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN-BATAN 2007

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL YOGYAKARTA 2008

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

TIM PENYUSUN PEDOMAN AKADEMIK SURAT KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR NOMOR : 125/STTN/IX/2008 TANGGAL : 17 SEPTEMBER 2008 TENTANG TIM PENYUSUN PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2007 SUSUNAN TIM PENYUSUN PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2007

Penanggung Jawab Ketua Sekretaris merangkap anggota Anggota

: Prof. Dr. Kris Tri Basuki : Ir. Noor Anis Kundari, MT : Suroso, SST : 1. Dr. Anwar Budianto, D.E.A 2. Drs. Surpiyono, M.Sc 3. Ir. Bangun Wasito, M.Sc 4. Ir. Djiwo Harsono, M.Eng 5. Ir. Giyatmi, M.Si 6. Ir. Surakhman 7. Ir. Zaenal Abidin, M.Kes 8. Toto Trikasjono, ST, M.Kes 9. Sri Multi, SE 10. Joko Sunardi, SST 11. Sugili Putra, ST 12. Maria Christina Prihatiningsih, SST 13. Rita Tyas Mulatsih, SH Yogyakarta, 17 September 2008 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

KRIS TRI BASUKI

ii

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR :126 /STTN/ IX / 2008

TENTANG PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR TAHUN 2007 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR Menimbang : Bahwa sebagai tindak lanjut SK Ketua STTN Nomor : 125/STTN/ IX/2008 Tentang Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN– BATAN 2007 dipandang perlu menetapkan Perubahan Pedoman Akademik STTN–BATAN 2007. Undang–undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; Peraturan pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi; Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir; Keputusan Kepala BATAN Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta STTN. Hasil kerja Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – BATAN 2007. MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL TENTANG PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR TAHUN 2007.

Mengingat

:

1. 2. 3. 4.

Memperhatikan :

iii

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

PERTAMA KEDUA

: :

Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007 perlu adanya perbaikan. Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007 diubah menjadi Pedoman Akademik STTN – BATAN 2008. Pedoman Akademik STTN – BATAN 2008 mulai diberlakukan pada Tahun Akademik 2008/2009, dengan ketentuan apabila di kemudian hari ditemukan adanya kesalahan, akan diperbaiki sebagaimana

KETIGA

:

mestinya.

Ditetapkan di Yogyakarta, Pada tanggal 22 September 2008 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

KRIS TRI BASUKI

Tembusan : 1. Yth. Kepala BATAN 2. Yth. Sekretaris Utama BATAN 3. Kepala Subbagian Keuangan STTN 4. Kepala Subbagian Persuratan dan Kepegawaian STTN 5. Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007

iv

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 KATA PENGANTAR Buku Pedoman Akademik STTN diterbitkan pertama kali pada tahun 2006 berdasarkan kerja Penyusun Pedoman Akademik Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-BATAN dengan SK Ketua STTN Nomor 150 B/STTN/II/2006 yang menghasilkan Pedoman Akademik STTN-BATAN 2006 yang dikuatkan dengan SK Ketua STTN Nomor 25/STTN/ IX/2006 tentang Pedoman Akademik STTN-BATAN. mahasiswa. rapat senat. dan semua pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung ikut berpartisipasi dalam penyusunan Buku Pedoman Akademik ini. asisten. Oktober 2008 Ketua Tim Penyusun Noor Anis Kundari v . Terima kasih kepada saudara Sigit Suryantono BE. Mudah-mudahan buku ini dapat bermanfaat. secara periodik Buku Pedoman ini akan ditinjau. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir sebagai bagian sistem pendidikan nasional harus mampu melaksanakan langkah-langkah penyesuaian. karyawan STTN. serta ditambah daftar pustaka. Oleh karena itu. Pada tahun 2007 dilakukan beberapa perbaikan disebabkan salah cetak serta penambahan/pengurangan kata/kalimat namun secara substansi hanya terjadi perubahan pada persyaratan nilai TOEFL untuk wisuda dari 400 menjadi 450. diskusi informal. dan rapat-rapat Tim. pengembangan. Pedoman Akademik ini disusun atas kesepakatan-kesepakatan yang diperoleh melalui rapat koordinasi bidang akademik. Dengan adanya Pedoman Akademik ini diharapkan dapat memperbaiki sistem penyelenggaraan pendidikan di STTN yang akhirnya mampu meningkatkan kualitas lulusan. Yogyakarta. Tahun 2008 ini Pedoman akademik diperbaiki terhadap beberapa kesalahan yang ditemukan oleh Tim dan adanya beberapa kebijakan akademik yang baru seperti Program Remedial dan penggunan Bahasa Inggris dalam Ujian Lisan Tugas Akhir/Pendadaran. dan perbaikan secara berkesinambungan dalam upaya meningkatkan kualitas lulusannya agar memiliki daya saing yang tinggi. yang telah membantu pengetikan. semua dosen.

G. BAB II. C. J. 125/STTN/IX/2008 SK NO. 126/STTN/IX/2008 KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. B. F. N. C. E. M. H. K. BAB III. I. vi PENDAHULUAN VISI MISI TUJUAN Halaman i ii iii v vi 1 2 3 3 5 9 9 10 10 11 11 11 12 14 15 16 16 18 18 19 ORGANISASI PERATURAN UMUM AKADEMIK SISTEM KREDIT SEMESTER TUJUAN SISTEM KREDIT SEMESTER JUMLAH BEBAN SKS SETIAP PROGRAM STUDI MASA STUDI SEMESTER REGULER SEMESTER PENDEK (SP) SISTEM UJIAN PENILAIAN HASIL BELAJAR HASIL UJIAN UJIAN SUSULAN EVALUASI HASIL PENDIDIKAN EVALUASI STUDI MAHASISWA PROGRAM REMEDIAL BATAS AKHIR WAKTU STUDI . B. D.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL SK NO. A. L. A.

G. B. E. D. BAB V. D. A. A. D. BAB VII. B. C. BAB VIII. P. BAB VI. B. Q. A. C. B. D.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 O. F. A. C. E. PERSYARATAN KELULUSAN PREDIKAT KELULUSAN WISUDA JURUSAN DAN PROGRAM STUDI JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR PROGRAM STUDI DAN TUJUAN STRUKTUR KURIKULUM JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR KELOMPOK MATA KULIAH DAN PRASYARAT KURIKULUM DAN SILABUS JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR 19 20 20 21 25 25 26 30 32 59 JURUSAN DAN TUJUAN 59 FASILITAS LABORATORIUM 61 PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA INSTRUMENTASI 63 PROGRAM STUDI ELEKTROMEKANIK PERATURAN ADMINISTRASI AKADEMIK CALON MAHASISWA TEMPAT PENDAFTARAN BIAYA PENDIDIKAN DAFTAR ULANG KARTU RENCANA STUDI (KRS) KEHADIRAN CUTI STUDI MAHASISWA PINDAHAN KERJA PRAKTEK PERSYARATAN AKADEMIS PROPOSAL PELAKSANAAN PENILAIAN FORMAT LAPORAN KP 108 161 161 162 162 163 165 165 165 166 167 167 168 169 169 169 vii . H. BAB IV. C.

E. G. BAB XI. G. JUMLAH LAPORAN KP TATA TULIS LAPORAN KP TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI DAN TUJUAN KETENTUAN-KETENTUAN TERKAIT DENGAN TA USULAN/PROPOSAL TUGAS AKHIR ISI TUGAS AKHIR UJIAN TUGAS AKHIR PENILAIAN TUGAS AKHIR TATA TULIS LAPORAN KP DAN TA KEMAHASISWAAN KETENTUAN UMUM TUJUAN DAN FUNGSI HAK MAHASISWA KEWAJIBAN MAHASISWA LARANGAN BAGI MAHASISWA SANKSI FASILITAS PENDIDIKAN PENGHARGAAN BEASISWA KEGIATAN KOKURIKULER KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DOSEN DOSEN JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR DOSEN JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR EVALUASI KINERJA DOSEN PENUTUP 170 170 173 173 173 175 176 182 184 184 187 187 187 188 189 190 190 191 191 192 192 192 193 193 195 197 198 199 DAFTAR PUSTAKA viii . J. C. D. C. C. E. A. BAB IX. K. D. H.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 F. A. G. BAB XII. B. A. I. F. B. F. B. BAB X.

PENDAHULUAN Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) adalah satu-satunya lembaga pemerintah Non Depertemen yang menyelenggarakan pendidikan keahlian di bidang teknologi nuklir program diploma-IV. Pada tanggal 3 Agustus 1985 Pendidikan Ahli Teknik Nuklir dengan singkatan PATN di Yogyakarta dibuka dengan resmi oleh Direktur Jendral BATAN. pada tanggal 21 Februari . gagasan ini dikembangkan dengan membentuk Satuan Tugas Persiapan Pendidikan Ahli Teknik Nuklir berdasar SK Dirjen BATAN No. Oleh karena itu. Pada awal tahun 1983. Djali Ahimsa. Setelah semua persiapan baik perangkat keras maupun perangkat lunak semakin mantap. 1640/D/O/86 tanggal 15 September 1986. Mengingat proses untuk melaksanakan tugas tersebut memerlukan waktu. yang dinamakan Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN). 53/DJ/IV/1985. pada tanggal 31 Agustus 1999 BATAN mengajukan permohonan pendirian STTN-BATAN ke Depdikbud. tugas Satgas diperpanjang dengan SK Dirjen BATAN No. Dalam proses pendirian STTN. Bapak Ir. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir didirikan atas dasar adanya suatu gagasan untuk membuka program diploma bagi para teknisi pada akhir tahun 1982 yaitu pertemuan antara Kepala Pusdiklat dengan Direktur Jendral BATAN yang didorong oleh kebutuhan akan tenaga teknisi berkualitas tinggi yang mampu berfungsi sebagai penghubung antara tenaga teknisi dan peneliti. Setelah diadakan perbaikan proposal dan penilaian kelayakan pendirian STTN. 08/DJ/07/I/1983. Selanjutnya. Ijin operasional dari Dirjen Dikti diperoleh dengan SK Dirjen Dikti No. Peningkatan PATN (yang menyelenggarakan Program Diploma III ke bawah) menjadi STTN adalah dalam rangka mencukupi kebutuhan SDM terdidik yang terampil dengan kemampuan teknis dan akademis yang lebih tinggi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1 BAB I. 81/DJ/V/1984. dibentuklah Satuan Tugas pengelola Pendidikan Ahli Teknik Nuklir dengan SK Dirjen BATAN No. sejak tahun 1998 dirintislah STTN-BATAN dengan jenjang Program Diploma IV. pada bulan Agustus 1999 diadakan pertemuan antara BATAN dengan Depdiknas (dahulu Depdikbud) yang membahas rencana pendirian STTN.

Ir. Setelah dilakukan pembahasan antara BATAN dengan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) akhirnya. Persetujuan Depdiknas diperoleh tanggal 15 Maret 2001 dengan surat Dirjen Dikti Nomor 1013/D/T/2001. . pada tanggal 8 Juni 2001 diterbitkan KEPRES nomor 71 tahun 2001 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir.2 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2001 dilaksanakan presentasi oleh Kepala PATN di hadapan Tim P5D (Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik dan Program Diploma) Depdiknas yang dilanjutkan dengan peninjauan sarana dan prasarana yang ada seperti ruang kuliah dan fasilitas laboratorium. Persetujuan pembukaan Jurusan dan Program Studi pada STTN-BATAN di Yogyakarta oleh Direktur Jenderal Perguruan Tinggi pada tanggal 20 Maret 2001 meliputi 2 Jurusan dengan 3 Program Studi dengan surat Nomor 1037/D/T/2001. Hasilnya STTN-BATAN dinyatakan layak didirikan. Keputusan ini ditindak lanjuti dengan Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisi dan Tata Kerja STTN. VISI Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir mempunyai visi menjadi Sekolah Tinggi idaman terdepan dalam pendidikan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. M. dengan Peringkat B. Pada tahun 2007 semua program studi yang diselenggarakan STTN telah memperoleh akreditasi berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 006/BAN-PT/Ak-IV/Dipl-IV/ XI/2007. yaitu Jurusan Teknokimia Nuklir dengan 1 Program Studi (Prodi) Teknokimia Nuklir dan Jurusan Teknofisika Nuklir dengan 2 Program Studi. Pada tanggal 24 Agustus 2001 STTN dibuka secara resmi oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi. Hatta Rajasa ditandai dengan penandatanganan prasasti yang sekarang terletak di halaman depan STTN. yaitu Prodi Elektronika Instrumentasi dan Prodi Elektromekanik. A.

mampu memecahkan masalah baik dalam bidangnya maupun yang bersifat interdisipliner. dosen. MISI Misi STTN adalah menyelenggarakan pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan dalam bidang teknologi nuklir. Peraturan Administrasi Akademik. maka sejak tahun 2006 STTN menerbitkan pedoman akademik yang dapat digunakan oleh para mahasiswa. C. Sistematika Pedoman Akademik STTN adalah: Pendahuluan. mempunyai kemampuan akademik dan atau profesional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. beriman. siap kerja (memiliki lisensi) serta mandiri. maupun aparatur pemerintah. Jurusan dan Program Studi. berbudi luhur. Jurusan Teknokimia Nuklir. dan Penutup. menjadikan Sekolah Tinggi yang disegani. . Kemahasiswaan. 5. Guna memantapkan jalannya roda organisasi STTN serta usaha untuk penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan. Dosen. warga masyarakat. Peraturan Umum Akademik. membina kehidupan akademik yang sehat. menjunjung tinggi etika profesi. tanggap terhadap perkembangan ilmu dan perkembangan masyarakat. Jurusan Teknofisika Nuklir. dan penuh tanggung jawab dalam mengemban tugas dan kewajibannya sebagai pribadi. Tugas Akhir. 4. 2. Kerja Praktek. dengan mengoptimalkan pendayagunaan sumberdaya yang tersedia. maupun masyarakat. melakukan pelayanan prima kepada masyarakat dan konsumen. TUJUAN Adapun tujuan pendidikan Program Diploma IV STTN adalah menghasilkan lulusan dengan kualifikasi: 1. Organisasi dan Personalia.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3 B. pengelola. 3.

4 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

Ketua dan Pembantu Ketua. ORGANISASI Organisasi STTN-BATAN dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir dan Keputusan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Senat.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5 BAB II. Susunan Organisasi STTN terdiri atas Dewan Penyantun. merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan STTN. Jurusan. dan menegakkan norma-norma yang berlaku bagi sivitas . Pembantu Ketua terdiri dari Pembantu Ketua I Bidang Akademik. dan Unit Penunjang. Bagian Administrasi Umum. merumuskan peraturan pelaksanaan mimbar akademik dan otonomi keilmuan di STTN. Unsur Pimpinan STTN terdiri atas seorang Ketua dan 3 orang Pembantu Ketua. instansi pemerintah dengan STTN dan memecahkan kesulitan yang dihadapi STTN. Kelompok Dosen. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. Senat merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi STTN yang mempunyai tugas merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan STTN. Pembantu Ketua II Bidang Administrasi Umum. dan Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan. Dewan Penyantun merupakan suatu wadah non-struktural untuk meningkatkan kemajuan STTN dan bertugas membantu unsur pimpinan STTN dalam hal menjaga dan memelihara hubungan baik antara masyarakat. melaksanakan pemilihan calon Ketua dan mengajukan usulan pengangkatan serta pemberhentian Ketua kepada Kepala BATAN. menilai pertanggungjawaban pimpinan STTN atas pelaksanaan kebijaksanaan yang telah ditetapkan. memberikan pertimbangan dan persetujuan atas Rencana Pendapatan dan Belanja yang diajukan oleh pimpinan STTN. memberikan pertimbangan kepada Kepala BATAN berkenaan dengan pengangkatan dan pemberhentian dosen yang memangku jabatan akademik di atas Lektor. Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian sivitas akademika.

. Subbagian Keuangan. dan Tenaga Adminitrasi. serta Subbagian Perlengkapan. Sekretaris. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi di bidang akademik dan kemahasiswaan. serta Subbagian Kemahasiswaan dan Alumni. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) merupakan unsur pelaksana di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan mempunyai fungsi melakukan penelitian terapan di bidang teknologi nuklir. Jurusan terdiri atas Ketua Jurusan. Bagian Administrasi Umum terdiri dari Subbagian Persuratan dan Kepegawaian. dan Kepala Unit Laboratorium di bawah Jurusan. Jurusan merupakan unsur pelaksana akdemik. Bagian Administrasi Umum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan administrasi di bidang persuratan dan kepegawaian. Subbagian Akademik dan Pengajaran. Sekretaris Jurusan. menyebarkan hasil penelitian. Jurusan di STTN ada 2 yaitu Jurusan Teknokimia Nuklir dengan 1 (satu) Program Studi dan Jurusan Teknofisika Nuklir memiliki 2 (dua) Prodi. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan terdiri dari Subbagian Perencanaan dan Kerja Sama. mengenalkan ilmu dan teknologi di bidang nuklir kepada masyarakat dan meningkatkan keterkaitan program STTN dengan kebutuhan masyarakat.6 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 akademika. Struktur Organisasi STTN dapat digambarkan dalam bagan pada Gambar 1. Unsur pelaksana administrasi STTN terdiri atas Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan serta Bagian Administrasi Umum. keuangan. Tenaga Ahli. serta perlengkapan dan rumah tangga. Ketua Program Studi. yaitu Elektronika dan Instrumentasi dan Elektromekanik. UPPM terdiri dari Kepala.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 7 Gambar 1. Struktur Organisasi STTN .

8 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

b. 50 menit kegiatan tatap muka terjadwal. atau 4 jam kerja lapangan. berikut kegiatan iringannya termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian. b. c. SISTEM KREDIT SEMESTER Semester adalah kegiatan yang terdiri atas 16 sampai 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya. Sistem Kredit Semester adalah sistem pembelajaran yang kegiatan per semesternya diukur dengan Satuan Kredit Semester (SKS). yang masingmasing diiringi oleh sekitar 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri. Untuk mahasiswa setara dengan: a. 60 menit cara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur. PERATURAN UMUM AKADEMIK Bagian ini berisi tentang peraturan-peraturan umum akademik yang berlaku di STTN yakni menggunakan Sistem Kredit Semester. 60 menit pengembangan materi kuliah. Untuk kegiatan yang menyangkut kemampuan. 60 menit kegiatan akademik mandiri. 60 menit kegiatan akademik terstruktur. ketrampilan psikomotorik dan fisik yang dilakukan di laboratorium atau studio. 2. Untuk Kerja Praktek dan Tugas Akhir.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 9 BAB III. c. nilai 1 SKS setara dengan 4 jam .minggu terdiri atas: 1. Satu Satuan Kredit Semester per. Untuk dosen setara dengan: a. 50 menit tatap muka terjadwal dengan mahasiswa. nilai 1 SKS setara dengan 2 jam (120 menit) praktikum terjadwal diiringi oleh 1-2 jam kegiatan terstruktur dan 1-2 jam kegiatan mandiri. Satuan Kredit Semester adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama 1 semester melalui kegiatan terjadwal sebanyak 1 minggu perkuliahan atau 2 jam praktikum. A.

C. Pengambilan jumlah SKS mahasiswa ditentukan berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK) dan atau Indeks Prestasi Semester (IPS). dan maksimum 24 SKS dengan persetujuan Dosen wali. diiringi oleh 1-2 jam kegiatan terstruktur. 2. memperbaiki sistem evaluasi kecakapan mahasiswa. Masa Ujian Tengah Semester (UTS) selama 1-2 minggu. apabila memenuhi persyaratan. dan 1-2 jam kegiatan mandiri. 3. atau nilai 1 SKS sama dengan penyelesaian kegiatan selama 6485 jam efektif per semester. 3. dan kemampuannya. 5. 2. Penerapan Sistem Kredit Semester di STTN saat ini diatur sebagai berikut. 4. B. Masa Kuliah sebelum Ujian Tengah Semester (UTS) selama 7-8 minggu. memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu sesingkat-singkatnya. JUMLAH BEBAN SKS SETIAP PROGRAM STUDI 1. memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan pendidikan yang sesuai dengan minat. Masa Ujian Akhir Semester (UAS) selama 2-3 minggu. 6. bakat. Jumlah beban SKS untuk setiap Program Studi minimal 144 dan maksimal 160.10 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 kerja lapangan mahasiswa. 2. Masa Kuliah Sesudah UTS selama 7-8 minggu. 4. memungkinkan perpindahan mahasiswa antar Program studi atau dari perguruan tinggi lain ke STTN. TUJUAN SISTEM KREDIT SEMESTER Tujuan pokok penggunaan Sistem Kredit Semester adalah: 1. 1. . mempermudah penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. melaksanakan sejauh mungkin sistem pendidikan input dan output ganda.

seminar. 2. dan sidang sarjana/ujian tugas akhir/Pendadaran di depan Dewan Penguji. . 5. Masa studi untuk menyelesaikan Program D-IV STTN rata-rata adalah 8 semester. SEMESTER REGULER 1. Masa Studi Program lanjutan (ekstensi) dari D-III PATN adalah 3 Semester. Semester reguler terdiri atas semester ganjil dan semester genap. 3. SEMESTER PENDEK (SP) Jika dipandang perlu dan memungkinkan. Waktu yang diperlukan untuk kegiatan per-semester adalah 16 – 19 minggu termasuk UTS dan dan UAS. mempersingkat waktu studi mahasiswa. F. 1-2 minggu masa ujian tengah semester. 6. Masa studi mahasiswa diakhiri dengan penyusunan tugas akhir. 2. Dua (2) hari masa UTS di Semester Genap digunakan untuk Studi Ekskursi mahasiswa semester VI dan 1 minggu setelah ujian akhir Semeter Ganjil digunakan untuk ujian PPR bagi mahasiswa semester VII. Masa studi setiap tahun akademik terdiri atas 2 semester reguler. 2. E. Semester pendek diselenggarakan pada saat liburan semester genap.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 11 D. MASA STUDI 1. Tujuan penyelenggaraan semester pendek adalah: 1. yaitu semester ganjil dan semester genap. meningkatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa. Masa Studi Program lanjutan (ekstensi) alih jalur dari D-III non PATN adalah minimal 4 Semester. 4. dan 3 minggu masa ujian akhir semester. Jika dipandang perlu dan memungkinkan STTN dapat menyelenggarakan semester pendek. ujian komprehensif. Program Studi dapat menyelenggarakan semester pendek. Pengaturan masa kuliah adalah : empat belas (14) minggu masa kuliah dan praktikum/praktek.

b. karangan/paper. SISTEM UJIAN Ujian diselenggarakan untuk mengetahui evaluasi keberhasilan proses belajar mengajar yang telah diselenggarakan. telah menyelesaikan adminstrasi perkuliahan. memiliki KTM yang masih berlaku. khusus untuk mata kuliah teori atau praktikum yang membutuhkan evaluasi tengah semester secara tertulis. penulisan karya ilmiah. Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) semester genap yang berlaku. G. b. Persyaratan Ujian Untuk mengikuti ujian mahasiswa harus memenuhi persyaratan: a. yang dilaksanakan di luar Jadwal UTS dan UAS. Pengurus Jurusan. Bentuk dan Frekuensi Ujian Ujian dilaksanakan dalam bentuk Ujian Tulis terjadwal yaitu: a. setiap pengampu mata kuliah dapat memberikan evaluasi dalam bentuk lain seperti tes/kuis. maupun tugas-tugas yang berupa penyelesaian soal-soal. Program Studi menyatakan perlunya diselenggarakan dan disetujui dalam Rapat yang dihadiri Pimpinan STTN.12 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Persyaratan mahasiswa agar dapat mengikuti semester pendek adalah: 1. maupun kegiatan lain yang dilaksanakan sebelum UAS. 4. 2. 3. Di samping memberikan ujian itu. Ujian Tengah Semester (UTS) Ujian Tengah Semester adalah kegiatan evaluasi yang dijadwalkan oleh STTN dan dilaksanakan pada pertengahan Semester (pada minggu ke 8). . 2. 1. dan Kepala Bagian Administrasi Umum. tidak sedang melaksanakan kerja praktek (KP). membayar biaya yang ditentukan. Ujian Akhir Semester Ujian Akhir Semester adalah kegiatan evaluasi pada akhir semester untuk materi teori maupun praktikum.

peserta dilarang: 1. Pinjam meminjam alat tulis antar peserta tanpa ijin pengawas. mendaftar sebagai peserta ujian untuk memperoleh Kartu Ujian. Bagian Akademik dan Pengajaran untuk diisi nilai-nilai yang sudah keluar dan dipakai sebagai bahan konsultasi pengisian KRS dengan dosen wali apabila pada masa perwalian KHS belum terbit.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 13 c. memiliki Kartu Rencana Studi (KRS) semester yang bersangkutan dan telah ditandatangani oleh dosen wali. Tata Tertib Ujian Setiap mahasiswa peserta Ujian Tulis/Praktikum harus mematuhi tata tertib sebagai berikut. a. Bercakap-cakap dengan peserta lain atau berbuat sesuatu yang dapat menimbulkan anggapan yang bersangkutan bertindak tidak jujur atau curang. 3. ** Pendaftaran ujian diatur lebih lanjut dalam ketentuan tersendiri. Materi Ujian Secara umum materi ujian ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan. Alat tulis kecuali kertas. Peralatan lain yang diijinkan oleh dosen penguji. 2. 3. Setelah mahasiswa mengumpulkan lembar evaluasi menunggu panitia membagi soal dan kertas ujian. 3. b. peserta sudah berada di tempat yang ditentukan. c. Lima menit sebelum ujian dimulai.** Catatan: Setelah masa ujian selesai Kartu Ujian dikembalikan ke Sub. 2. Peserta ujian harus mengenakan pakaian seragam STTN dengan sopan. 4. Meninggalkan tempat ujian tanpa ijin pengawas. Peserta ujian harus membawa: 1. Selama ujian berlangsung. mengisi lembar Evaluasi Dosen terkait (berlaku untuk UAS). Kartu Ujian yang sah. d. e. 4. Apabila sudah diperingatkan secara lisan oleh petugas sebanyak . Mencontoh pekerjaan peserta lain. d.

Namanya dicatat untuk dilaporkan kepada Pengurus Jurusan/dosen yang bersangkutan. dan hasil pekerjaan diberikan kepada pengawas untuk diberi catatan dan dilaporkan kepada dosen terkait. Peringatan lisan. pengawas ujian dapat meminta yang bersangkutan meninggalkan ruang ujian. Jika sudah diperingatkan lisan 3 kali. Dianggap tidak lulus. Penilaian hasil belajar mahasiswa adalah usaha untuk mengetahui tingkat . yang bersangkutan dapat dikeluarkan dari ruang ujian. Tidak diijinkan mengikuti ujian-ujian selanjutnya. Sanksi: Pelanggaran terhadap ketentuan di atas dikenakan sanksi sebagai berikut. Menyobek nomor ujian dan atau memindahkan tempat duduk. H. tetapi sudah ada peserta ujian yang telah selesai dan meninggalkan tempat ujian. Peserta tidak boleh mengikuti ujian apabila: 1. 2. Terlambat lebih dari 15 menit. 9. h. namun masih melakukan pelanggaran yang sama. Terlambat kurang dari 15 menit. Mengerjakan ujian atas nama peserta lain. g. PENILAIAN HASIL BELAJAR 1. Mengaktifkan hand phone. 1.14 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3 kali tetapi tidak diindahkan. apabila hal ini terjadi maka kedua belah pihak dinyatakan tidak lulus. Membuat catatan pada bangku atau tembok. 2. 6. 7. f. Merokok. Untuk pelanggaran yang lebih berat dapat dikenakan sanksi: 1. 2. 5. 8. Hasil pekerjaan ujian ditinggalkan di tempat setelah ujian dinyatakan selesai. 3.

pelaksanaan tugas. C = Cukup : mempunyai bobot 2. D = Kurang : mempunyai bobot 1. 3. dan pengamatan dosen. E = Gagal : mempunyai bobot 0. Nilai E merupakan nilai mati.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 15 keberhasilan mahasiswa dalam mencapai penguasaan kompetensi yang dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian. Nilai akhir dinyatakan dalam bentuk huruf yang masing-masing mempunyai arti dan bobot sebagai berikut: A = Baik Sekali : mempunyai bobot 4. Nilai akhir diumumkan oleh STTN dalam bentuk huruf. Pada permulaan kuliah semester. 2. 5. 4. 1. 6. pengampu wajib memberitahukan bobot dan nilai tugas-tugas akademik kepada mahasiswa. praktikum. HASIL UJIAN Hasil ujian setiap mata kuliah dapat diumumkan kepada mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut. Nilai UTS tidak diumumkan oleh STTN. Pada dasarnya penilaian adalah hak dosen pengampu. Penilaian hasil belajar mahasiswa dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan dengan cara yang sesuai dengan ciri-ciri bidang studi/mata kuliah/yang bersangkutan. praktek. I. UAS. dan tugas-tugas lain berdasarkan bobot yang telah ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan. Pada setiap akhir semester mahasiswa diberi Kartu Hasil Studi (KHS) yang . 2. namun disarankan dosen pengampu mengumumkan sendiri dalam bentuk angka dan mengembalikan hasilnya kepada mahasiswa. 3. mahasiswa yang mendapat nilai tersebut dinyatakan tidak lulus. B = Baik : mempunyai bobot 3. Penilaian hasil belajar diwujudkan dalam nilai akhir (NA) yang merupakan gabungan dari UTS.

bahan konsultasi menggunakan kartu ujian yang telah diisi nilai-nilai yang sudah keluar oleh Sub. J. K. Pelaksanaan ujian susulan tidak boleh melebihi 2 minggu setelah UAS berakhir. UJIAN SUSULAN Mahasiswa yang tidak hadir pada ujian terjadwal dinyatakan tidak menggunakan kesempatan ujian yang telah disediakan oleh STTN. Mengajukan permohonan secara resmi kepada dosen terkait sepengetahuan Ketua Jurusan dengan alasan sakit dan dirawat di rumah sakit yang ditunjukkan dengan bukti dari Rumah sakit. 3. suami/isteri) meninggal dunia. Pengukuran dilakukan berdasarkan indeks prestasi (IP). Indeks Prestasi Semester (IPS) Setiap akhir semester dilaksanakan evaluasi terhadap semua kegiatan akademik yang telah dilakukan oleh mahasiswa pada semester itu dalam bentuk IPS. anak. Mahasiswa menggandakan dan mendistribusikan surat yang sudah disetujui dosen tersebut ke Jurusan dan BAAK. Akademik dan Pengajaran BAAK. Indeks Prestasi meliputi Indeks Prestasi Semester (IPS).16 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 dapat digunakan sebagai bahan konsultasi dengan Dosen Wali. Jika pada masa pengisian KRS KHS belum tersedia. yang tinggal 1 rumah meninggal dunia. Dosen yang bersangkutan menyatakan bersedia yang dibuktikan dengan menuliskan kesediaanya pada surat permohonan mahasiswa. EVALUASI HASIL PENDIDIKAN Evaluasi hasil pendidikan mahasiswa merupakan pengukuran tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tingkat kompetensi yang telah ditentukan dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakan oleh STTN. 4. 2. Indeks Prestasi Tahunan (IPT) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). 1. Bag. . atau kerabat dekat. Ujian susulan hanya diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi ketentuan: 1. atau keluarga ( orang tua.

50 Jumlah SKS maksimum 16 20 22 24 .00 < IP < 3.25 2. + ∑ (HxK )semester k e + ..25 ≤ IP ≤ 3.00 3. yaitu: Rentangan IP < 2. Perhitungan IPK dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut: IP = K ∑ (HxK ) ∑ (K ) semester I semester I + . 3. + ∑ (K )semester k e n n Beban studi yang dapat diambil oleh mahasiswa pada semester berikutnya ditentukan atas dasar IPK atau IPS yang dicapai dengan persetujuan dosen wali. Indeks Prestasi Tahunan (IPT) Indeks Prestasi Tahunan adalah Indeks Prestasi yang diperoleh dalam 1 (satu) tahun akademik. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) digunakan untuk mengukur tingkat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan kompetensi selama mengikuti proses pembelajaran sampai dengan semester terakhir.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 17 Indeks Prestasi Semester merupakan ukuran tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan kompetensi dalam 1 semester..50 ≥ 3.. 2. Besarnya IPS mahasiswa dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: IPS = ∑ [H x K ] ∑K dengan H = bobot nilai perolehan dan K = nilai kredit mata kuliah..

18 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 L. PROGRAM REMEDIAL Jika dari evaluasi hasil pembelajaran diketahui ada mahasiswa yang mengalami hambatan dalam belajar sehingga memperoleh nilai yang rendah. atau 5 di atas. 4. maka yang bersangkutan terkena sanksi pemutusan hak pendidikan (drop out) oleh Ketua STTN. STTN dapat menyelenggarakan Program Remedial.56 diperingatkan. EVALUASI STUDI MAHASISWA Evaluasi studi dimaksudkan untuk menilai kelayakan seorang mahasiswa untuk daftar ulang dalam melanjutkan studi di STTN. Mahasiswa STTN dengan pertimbangan khusus dapat menempuh selamalamanya 12 semester. Akhir Semester I. Mencapai IPK sekurang-kurangnya 2. dan III IP < 2. Akhir Semester XII merupakan batas waktu penyelesaian program pendidikan D-IV STTN. M. 1. 3.75 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 % tanpa nilai E.56 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. 4. Akhir Semester IV dilakukan evaluasi untuk menentukan kelanjutan studi mahasiswa. Jumlah SKS dengan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. II. Keputusan penyelenggaraan Program . 6. Persyaratan akademik yang harus dipenuhi untuk penyelesaian program D-IV adalah dapat: Menyelesaikan semua beban SKS sesuai dengan Program Studi. Evaluasi untuk program ekstensi (lanjutan dari Program D-III) dilaksanakan setelah Semester II. Agar dapat melanjutkan studi di STTN pada akhir Semester II mahasiswa harus sudah memperoleh sekurang-kurangnya 32 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2. 2. Kelanjutan pendidikan mahasiswa ditentukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap indeks prestasi sebagai berikut.56. tanpa nilai E. Jika mahasiswa tidak memenuhi syarat pada butir 3. tanpa nilai E 5. Persyaratan akademik yang harus dipenuhi agar seorang mahasiswa dapat melanjutkan pendidikannya ke Semester V adalah sebagai berikut: Yang bersangkutan telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 64 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2.

Pada masa perpanjangan ini mahasiswa dikenai beaya perkuliahan seperti mahasiswa angkatan terakhir. Penolakan/persetujuan perpanjangan ini harus sudah dapat diputuskan dalam waktu 7 hari. Batas waktu studi adalah 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu) kali selama-lamanya 1 (satu) tahun. bagi mahasiswa karyawan dan Ketua STTN bagi mahasiswa umum. . hal-hal lain yang mendapat persetujuan tertulis dari Kepala BATAN. dengan alasan : a. O. atau pelaksanaan kerja praktek dan atau tugas akhir yang menghadapi kendala. ketentuan akademik yaitu karena nilai yang belum memenuhi syarat kelulusan.2 dan D.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 19 Remedial didasarkan pada Rapat Yudisium atau Rapat koordinasi Bidang Akademik. PERSYARATAN KELULUSAN Mahasiswa dapat dinyatakan lulus apabila telah memenuhi ketentuan sebagai berikut. N. BATAS AKHIR WAKTU STUDI Waktu studi Program D-IV STTN dihitung mulai saat mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa untuk pertama kali sampai dengan mahasiswa itu dinyatakan lulus ujian tugas akhir. Mahasiswa yang ingin memperpanjang waktu studi wajib mengajukan permohonan perpanjangan kepada Ketua STTN melalui Pembantu Ketua I disertai alasan yang dapat dipertanggung jawabkan dengan persetujuan oleh Ketua Jurusan. pernah memperoleh ijin sakit yang atas saran dokter rumah sakit memerlukan istirahat dalam waktu paling lama 1 tahun. Untuk Program Ekstensi batas waktu studi adalah masa studi (seperti ketentuan D. atau d. pernah cuti hamil dalam masa studi. Cuti akademik dan skorsing tidak diperhitungkan sebagai waktu studi.3) ditambah 2 semester. Ketentuan lebih lanjut mengenai Program Remedial diatur dengan Keputusan Ketua. atau b. atau c. sejak surat itu diterima Puket I.

.50: sangat memuaskan. Q. Perpustakaan STTN. 2.01 – 3. 4. IPK 3. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk memperoleh Ijazah/mengikuti Wisuda adalah: 1. Mengumpulkan SKS sesuai dengan kurikulum Program Studi. Bag.20 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Dosen Pembimbing.56. Mencapai Indeks Prestasi sekurang-kurangnya 2. PREDIKAT KELULUSAN Predikat kelulusan merupakan penghargaan akademik atas prestasi akademik yang diperoleh seorang mahasiswa selama mengikuti pendidikan. Telah mengikuti Kuliah Etika Profesional /Kuliah Umum/Kapita Selekta sedikitnya 4 kali. 4.00: dengan pujian. 3. Predikat kelulusan adalah sebagai berikut: 1. IPK 2. 2.51 – 4. Menyerahkan Karya Tulis Ilmiah untuk Jurnal Forum Nuklir. Rincian lebih lanjut mengenai wisuda dibuat dalam ketentuan tersendiri yang diumumkan menjelang waktu pelaksanaan. Telah dinyatakan lulus yang dibuktikankan dengan transkrip akademik yang dikeluarkan oleh Sub. Menyelesaikan ketentuan lain termasuk Administrasi. Telah dinyatakan lulus ujian Tugas Akhir. tanpa nilai E. P. IPK 3. 3. Akademik dan Pengajaran BAAK (ditandai dengan paraf Kepala BAAK atau pejabat yang ditunjuk). WISUDA Ijazah dan sebutan Sarjana Sains Terapan (SST) diberikan dalam Upacara Wisuda. 5. Menyerahkan Tugas Akhir kepada Jurusan. Jumlah SKS dengan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. 6. 3. 2. Mempunyai sertifikat TOEFL dengan nilai minimal 450.56 – 3. dan untuk Karyawan Tugas Belajar ke PUSDIKLAT-BATAN yang dibuktikan dengan tanda terima.00: memuaskan.

dan Ketua Program Studi serta dibantu oleh Kepala Unit Laboratorium di bawah Jurusan. dan peluang kerja dapat dilihat pada Tabel 1. Program Studi. karena kegiatan 1 SKS Praktikum adalah 3 x lebih lama dari teori. . Untuk pengembangan kompetensi. Jurusan Teknofisika Nuklir mempunyai 2 program studi yaitu Program Studi Elektronika dan Instrumentasi (ELIN) dan Program Studi Elektro Mekanik (ELMEK). dan bertanggung jawab kepada Ketua. Ketua Jurusan dipilih oleh para dosen jurusan yang bersangkutan kemudian diusulkan kepada Ketua untuk diangkat setelah mendapat pertimbangan Senat. JURUSAN DAN PROGRAM STUDI Jurusan di STTN terdiri dari Jurusan Teknokimia Nuklir dan Jurusan Teknofisika Nuklir. Masa Jabatan masing-masing pengurus Jurusan adalah 4 tahun dan dapat dipilih untuk diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari 2 kali masa jabatan berturut-turut. Jurusan Teknokimia Nuklir mempunyai 1 program studi yaitu Program Studi Teknokimia Nuklir. Kompetensi. Diagram alir mata kuliah masing-masing Prodi dapat dilihat pada Lampiran. Jurusan dikelola oleh pengurus jurusan yang terdiri atas Ketua Jurusan. Sekretaris Jurusan dan Ketua Program Studi dipilih oleh para dosen jurusan yang bersangkutan kemudian diusulkan oleh Ketua Jurusan kepada Ketua STTN untuk diangkat dan bertanggung jawab kepada Ketua Jurusan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 21 BAB IV. Hal ini sesuai perhitungan jam efektif. Sekretaris Jurusan. Kurikulum untuk semua Program Studi di STTN menggunakan perbandingan 40 % teori dan 60% praktikum. Pengurus Jurusan membentuk Kelompok Bidang Keahlian (KBK). maka perbandingan jam efektif teori dan praktikum kira-kira adalah 44 % teori dan 56 % praktikum.

berbangsa Memberi landasan Penguasaan ilmu dan ketrampilan Catatan Memberikan natural effect Peluang Kerja Batan/Industri/ Lembaga Penelitian/ Wirausaha Teknokimia ElektronikaInstrumentasi Batan/Industri/ Lembaga Penelitian/ Wirausaha Batan/ Lembaga penelitian/ Wirausaha Elektromekanik MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan) Diajarkan di semua jurusan . Pengelompokan Mata Kuliah Kelompok MPK (Mata kuliah Pengembangan Kepribadian) Deskripsi Manusia beriman dan bertaqwa Berbudi pekerti luhur Berkepribadian mantap Mandiri Tanggung jawab Bermasyarakat. Program Studi. Nuklir bidang Industri Pengelolaan Lingkungan Aplikasi Nuklir/Reaktor Aplikasi Medis Aplikasi Industri Proteksi Radiasi dan Aplikasi T. Nuklir bidang Industri Mekanik Elektro Instrumentasi Elektromekanik Proteksi Radiasi dan Aplikasi T. dan Peluang Kerja Program Studi Kompetensi Proses Kimia Proses Kimia Radiasi Analisis Kimia Proteksi Radiasi dan Aplikasi T.22 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Tabel 1. Nuklir bidang Industri Tabel 2. Kompetensi.

Prodi > 50 % MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya) MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya) MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bersama) Membentuk tenaga ahli dengan kekaryaan berdasar ilmunya Membentuk sikap dan perilaku dalam berkarya Memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 23 m.k.

24 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

c. JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR Ruang lingkup atau bidang kerja sarjana teknokimia adalah penelitian proses. Bekerja sesuai prosedur yang benar. Mendidik dan memberi bekal kemampuan keilmuan dalam bidang proses kimia yang menerapkan teknologi nuklir (teknokimia nuklir) dan digunakan oleh industri kimia bahan nuklir (instalasi nuklir). dan evaluasi data. pengembangan proses.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 25 BAB V. Meningkatkan kemampuan keilmuan guna penyesuaian dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. metode. serta pemilihan dan perawatan peralatan proses 4. b.I. Sikap ingin tahu (curious) terhadap informasi. J. teknik konstruksi. 6. . Bekerja secara efisien dan efektif. rekayasa proses dan analisis ekonomi. scale up. Meningkatkan kemampuan/ketrampilan dalam mengerjakan tugas-tugas bidang teknokimia di lembaga penelitian maupun industri yang meliputi perencanaan. Teknokimia Nuklir mempelajari aplikasi teknik nuklir untuk bidang kimia maupun teknik kimia maupun proses kimia yang melibatkan bahan nuklir serta proteksi dan keselamatan radiasi. PROGRAM STUDI DAN TUJUAN Pendidikan Program Diploma IV Teknokimia Nuklir STTN bertujuan untuk: 1. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efektif. A. proyek keteknikan. Mengembangkan sikap dan kebiasaan-kebiasaan sebagai berikut a. 5. Meningkatkan ketrampilan berfikir dalam bidang Teknokimia Nuklir yang meliputi pemilihan dan pengembangan proses. spesifikasi. “Chemical Engineering in Practice). dengan memperhatikan keselamatan diri dan lingkungan. dan hasil.. pelaksanaan. 1954. teknik operasi dan teknik pemasaran hasil (dari Harper. 3.

Untuk mencapai tujuan tersebut disusun kurikulum yang berisikan mata kuliah-mata kuliah yang sesuai. Fasilitas utama untuk penyelenggaraan program studi Fasilitas utama untuk penyelenggaraan pendidikan di Jurusan Teknokimia Nuklir adalah ruang kuliah. Pengembangan sikap diintegrasikan pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. perpustakaan. dan mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi nuklir dalam bidang teknokimia. mudah menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dengan senantiasa mengutamakan mutu dan kompetensi (quality & competence). Bertanggung jawab untuk memperoleh hasil yang bermanfaat. ruang dosen. Misi a.26 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 d. 3. Visi & Misi Visi Menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan tenaga yang mampu melaksanakan pekerjaan dalam bidang penelitian dan industri kimia terutama yang di dalamnya menerapkan teknologi nuklir. kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler. ruang seminar. Ciri khas kompetensi lulusan yang diharapkan Menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang kompleks dalam industri maupun unit penelitian bidang teknokimia nuklir. menguasai proteksi radiasi. . Bekerja sama untuk tujuan dan hasil yang lebih baik dan benar. ruang rapat. 2. Menjunjung tinggi etika profesi dan moral. ruang kerja pengurus jurusan. bimbingan dan konsultasi. menyelenggarakan pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. B. laboratorium. STRUKTUR KURIKULUM JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR 1. f. e. b. dan ruang kerja karyawan. Membina kehidupan akademik yang sehat dengan memberdayakan sumberdaya yang ada.

Komputer. PPGN. Perpustakaan Untuk pencarian informasi ilmiah. PPEN. selain laboratorium-laboratorium di atas juga dapat dipakai fasilitas-fasilitas lain di BATAN. (Semua Unit di BATAN). Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa. . PTBBN. slide proyektor dan LCD. dosen. Deteksi Radiasi. PRSG. dan pihak lain guna mendukung kegiatan belajar mengajar. Ilmu Bahan. 4. Kimia. PTLR. Laboratorium Untuk pelaksanaan kegiatan praktikum disediakan laboratorium. PTBIN. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. seperti: whiteboard. guna peningkatan penguasaan Bahasa Inggris disediakan Laboratorium Bahasa. pembimbing kerja praktek. Operasi Teknik Kimia dan Proses. OHP. antara lain Laboratorium Fisika. Kimia Analisis. Untuk pelaksanaan kerja praktek dan penelitian guna penyusunan tugas akhir. majalah dan jurnal.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 27 Ruang kuliah Untuk pelaksanaan proses belajar mengajar. dan PRR. Selain itu. Radiokimia dan Kimia Radiasi. dan penanggung jawab praktikum minimum berpendidikan S-1/D-IV mempunyai kemampuan akademis pada bidang studi (kompetensi) yang sesuai dan ahli di bidangnya serta akan ditingkatkan sampai minimal S2/Sp1. tugas akhir. serta Proteksi dan Keselamatan Radiasi. karyawan. PATIR. PRPN. PTRKN. Persyaratan akademik tenaga pengampu Tenaga pengampu mata kuliah. dan akan dikembangkan perpustakaan digital. sedang untuk asisten/ pembimbing praktikum diperbolehkan lulusan program Diploma III dengan pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun pada bidang (kompetensi) yang sesuai. disediakan ruang-ruang kuliah yang dilengkapi peralatan penunjang. PTKMR. seperti: PTAPB. PTNBR. Gambar Teknik. disediakan ruang perpustakaan yang dilengkapi dengan buku-buku ilmiah dalam bahasa asing maupun bahasa Indonesia. Instrumentasi Kimia.

Untuk mata kuliah praktikum didasarkan atas test awal. presentasi/seminar d. 6. penyelesaian masalah 2. simulasi 3. Substansi bahan kajian Analisis substansi bahan kajian untuk kompetensi utama. ujian sisipan. kerja praktek b. kuliah/tutorial b. 2. dan Bahan Pengajaran. pelaksanaan praktikum. Praktikum dan praktek b. kompetensi pendukung. kegiatan pembelajaran direncanakan sebagai berikut: 1. SAP. diskusi c. Selanjutnya setiap dosen wajib mengembangkannya menjadi GBPP. serta ujian praktikum untuk praktikum dengan bobot yang harus diberitahukan kepada mahasiswa pada permulaan semester.28 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5. ujian tulis. Penguasaan berkarya dan penguasaan mensikapi a. tugas akhir 7. dan kompetensi lain. Sistem penilaian hasil belajar didasarkan pada tiga kemungkinan sistem penilaian yang pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan sifat masing- . Penguasaan bermasyarakat a. tugas-tugas dan ujian akhir. Sistem evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengetahui tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai penguasaan kompetensi mata kuliah teori didasarkan atas pekerjaan rumah (PR). Pada dasarnya penilaian adalah hak dosen pengampu 3. laporan praktikum. Sistem evaluasi berdasar kompetensi 1. test. serta kaitannya dengan pencapaian elemen kompetensi dapat dilihat pada daftar sebaran mata kuliah per semester. Penguasaan ilmu dan ketrampilan: a. tugastugas lain. Rencana komprehensif kegiatan pembelajaran Agar tujuan pendidikan program studi dapat tercapai.

kurikulum. kemudian membandingkan nilai yang lulus relatif dengan nilai kelompoknya. Kelompok Masyarakat Pemrakarsa kurikulum Inti a. yaitu dengan cara membandingkan nilai mahasiswa dengan nilai rata-rata kelompoknya. Masyarakat pengguna lulusan dan Kalangan Profesi. PAP (Penilaian Acuan Patokan). Sivitas Akademika c. 4. dosen pengampu. 2. PAK (Penilaian Acuan Kombinasi). 3.35 Lainnya Jumlah SKS 10 30 85 8 14 147 100 . Tabel 3. c. 4. Distribusi Matakuliah No. BATAN b. sarana-prasarana. 1. PAN (Penilaian Acuan Norma). yaitu dengan menentukan batas lulus terlebih dahulu. 5. administrasi. dan proses belajar mengajar. Evaluasi juga dilakukan terhadap penyelenggara. 5. yaitu dengan cara menentukan batas lulus b.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 29 masing kegiatan akademik.65 Institusional Pendukung 2 12 19 4 2 39 26. Kelompok (elemen kompetensi) Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB) Inti (Utama) 8 18 66 4 12 108 Prosentasi 73. yaitu: a.

2. 7. 6. 11. 7. 9.30 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 C. NAMA MATA KULIAH Pendidikan Agama I Bahasa Inggris I Pendidikan Pancasila Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama II PRASYARAT 2 2 2 2 2 SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS T P 2 Kimia Dasar Kimia Dasar Kimia Dasar Kimia Dasar Matematika II Asas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis Kimia Fisika Fisika Modern Matematika Terapan I OTK I OTK I ADPR 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 I I V VI VII Semester I I I II II III III IV IV V IV V Semester I II II II II III III III III III III IV IV IV IV SKS T P Semester Pendidikan Agama I MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. 3. 15. 4. 2. NAMA MATA KULIAH Matematika I Fisika Terapan Kimia Dasar Matematika II Fisika Modern Statistik Alat Deteksi & Pengukuran Radiasi Perpindahan Panas Ilmu Bahan I Teknik Listrik Pemrograman Komputer Pengantar Teknologi Nuklir PRASYARAT 2 2 Matematika I Fisika Terapan Matematika I Fisika Modern Termodinamika Kimia Fisika Fisika Terapan Matematika Terapan II Fisika Modern MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. 11. 4. 10. 5. 2. 14. 1. 5. 13. 8. 1. 1. 3. 3. 10. KELOMPOK MATA KULIAH DAN PRASYARAT MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN No. 8. 12. 5. 4. 9. 6. 12. NAMA MATA KULIAH Praktikum Gambar Teknik Asas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis Kimia Organik Matematika Terapan I Operasi Teknik Kimia I Termodinamika Instrumentasi Kimia Kimia Air Praktikum ADPR Matematika Terapan II Operasi Teknik Kimia II Alat Industri Kimia Radiokimia PRASYARAT 2 2 .

29. Ilmu Lingkungan Radioekologi Toksikoekologi V VI VII V VI VII V VI VII Mata kuliah pilihan (wajib minat) harus diambil oleh mahasiswa yang mempunyai minat dalam bidang tersebut secara konsisten. 4. 4. PP. 8. 26. Proses Kimia I Kimia Radiasi Ilmu Bahan II Praktikum P. 1. 25. 19. 7.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 16. 18. PAP 2 2 2 2 2 2 2 2 V V V V VI VI VI VI VI VI VI VII VII VII VII 31 2 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS T P 2 1 2 2 SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 MK WAJIB PERILAKU BERKARYA (MPB) No. 23. 22. 24. PP Proses Kimia I Ilmu Bahan I. OTK II KF. 5. MK PILIHAN (WAJIB MINAT) (MKB) NAMA MATA KULIAH PRASYARAT MINAT ANALISIS KIMIA Spektroskopi Instrumentasi Kimia Kromatografi Spektroskopi Elektrokimia Instrumentasi Kimia MINAT TEKNOLOGI PROSES Proses Kimia Bahan Nuklir Operasi T. 2. NAMA MATA KULIAH Keselamatan & Kesehatan Kerja Perundang-undangan TN Manejemen Proyek Seminar Sistem Manajemen Mutu PRASYARAT K3. II Praktikum Proses Kimia Proses Kimia Kinetika Kimia. Proteksi Radiasi Proses Kimia I. II Praktikum Proses Kimia Pilihan A-1 Semester 1 I VII VII VII VII Semester No. 20. 30. 6. 3. OTK I. 3. 9. 1. 21. OTK II Proses Kimia I P. 27. . 2. 5. PAP Kinetika Kimia. 17. Kimia II Pengelolaan Limbah Proses Kimia II SPPBN PKBN MINAT PENGENDALIAN LINGKUNGAN Pengantar Ilmu Lingkungan OTK II Toksiko Ekologi P. 28. Teknologi Nuklir OTK II. Komputer Proses Transfer Kinetika Kimia Proses Kimia II Aplikasi Teknik Nuklir Perancangan Alat Proses Praktikum Proses Kimia Praktikum Ilmu Bahan Metodologi Penelitian Alat Kontrol Proses Strategi Rekayasa Proses Reaktor Kimia OTK II Radiokimia Ilmu Bahan I Matematika Terapan II PP.

Nuklir ADPR SKS T 2 2 2 2 2 2 2 P Semester VII VII VII VII VII VII VII Mata kuliah pilihan minat bebas dipilih mahasiswa. KURIKULUM DAN SILABUS Kurikulum SEMESTER I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 STN104 STN105 STN106 TKN107 TKN108 STN109 TKN110 Kelompok MPK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MPB MPB Mata kuliah Pendidikan Agama Bahasa Inggris I Matematika I Fisika Terapan Kimia Dasar Praktikum Fisika Terapan Praktikum Kimia Dasar Praktikum Gambar Teknik Keselamatan Kesehatan Kerja Praktikum K3 Jumlah SEMESTER II No 1 2 3 4 5 Kode STN201 STN202 TKN203 TKN204 TKN205 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB Mata kuliah Matematika II Fisika Modern Azas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis K U P U U U SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 K U P U U U U U P P P SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 11 8 . namun pada setiap semester mata kuliah yang ditawarkan diatur oleh Jurusan/program studi. D.32 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK PILIHAN BEBAS KODE TKN712 TKN713 TKN714 STN715 TKN716 STN720 STN721 NAMA MATA KULIAH Bioteknologi Produksi Radio Isotop Teknologi Akselerator Proteksi Radiasi Lanjut Teknik Perunut Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik Dimungkinkan materi lain PRASYARAT Proses Kimia Proses Kimia Pengantar T. Nuklir Proteksi Radiasi Aplikasi Teknik Nuklir Pengantar T.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 6 7 8 9 10 TKN206 TKN207 TKN208 TKN209 STN210 MKB MKB MKB MKB MBB Kimia Organik Praktikum Kimia Fisika Praktikum Kimia Analisis Praktikum Kimia Organik Praktikum Bahasa Inggris Jumlah U U U U P 2 2 2 2 2 8 33 12 Keterangan: K=Kompetensi. Kode TKN401 TKN402 TKN403 TKN404 TKN405 TKN406 TKN407 TKN408 STN409 STN410 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MBB MBB Mata kuliah Perpindahan Panas Ilmu Bahan I Matematika Terapan II Operasi Teknik Kimia II Alat Industri Kimia Radiokimia Praktikum Operasi Teknik Kimia II Praktikum Radiokimia Proteksi Radiasi Praktikum Proteksi Radiasi Jumlah K U U U U U U U U U 2 14 2 6 Teori 2 2 2 2 2 2 SKS Praktikum K P U U U U U U U U U 14 Teori 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 SKS Praktikum 2 2 . U= Utama . P=Pendukung. L=Lain-lain SEMESTER III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN301 STN302 TKN303 TKN304 TKN305 TKN306 TKN307 TKN308 TKN309 STN310 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Mata kuliah Statistik Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Matematika Terapan I Operasi Teknik Kimia I Termodinamika Instrumentasi Kimia Pengantar Teknologi Nuklir Praktikum Operasi Teknik Kimia I Praktikum Instrumentasi Kimia Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Jumlah SEMESTER IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10.

Spektroskopi b. Pengelolaan Limbah c. 2. 7. 6. 9. 4. Pengantar Ilmu Lingkungan Praktikum Pemrograman Komputer Praktikum Kimia Radiasi Teori 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS Praktikum P U 16 2 2 4 SEMESTER VI No 1 2 3 4 5 6 7 Kode KIN601 TKN602 TKN603 TKN604 TKN605 TKN607 TKN608 TKN609 TKN610 TKN611 TKN612 TKN613 Kelompok MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Proses Transfer Kinetika Kimia Proses Kimia II Aplikasi Teknik Nuklir Perancangan Alat Proses Pilihan A2 a. Kromatografi b. Proses Kimia Bahan Nuklir c. 10. Toksiko Ekologi Praktikum Proses Kimia Praktikum Aplikasi Teknik Nuklir Praktikum Ilmu Bahan Jumlah K U U U U U U U SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 8. 3. 8. Kode KIN501 TKN502 TKN503 TKN504 TKN505 TKN506 TKN507 TKN608 TKN609 TKN610 9 10 TKN511 TKN512 Kelompok MPK MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Mata kuliah Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 K U P P P U U U U Pancasila Teknik Listrik Pemrograman Komputer Kimia Air Proses Kimia I Kimia Radiasi Ilmu Bahan II Pilihan A-1 a. U U U 14 2 2 2 6 .34 SEMESTER V No 1. 5.

Radioekologi Pilihan B Bioteknologi Produksi Radio Isotop Teknologi Akselerator Proteksi Radiasi Lanjut Teknik Perunut Perundang-undangan Tenaga Nuklir Manajemen Proyek Seminar Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik K U U U U U U U 35 SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 P 2 P P U P P 1 2 1 2 2 21 1 SKS Praktikum 3 5 8 19 20 Teori = 102 SKS 16 x 102 jam Utama =108 MPK=10 20 20 20 20 Praktikum = 39 SKS KP&TA=8 SKS 16 x 141 jam 16x4x8 jam Pendukung = 39 Lain-lain = 0 MKK=30 MKB=85 MPB=8 VIII Tr Pr 0 8 22 8 Total = 149 SKS Pr 1 VII MBB=14 . Kode KIN701 STN702 TKN703 TKN704 TKN705 TKN706 TKN707 TKN708 TKN709 8.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 SEMESTER VII No 1 2 3 4 5 6 7. SPPBN c. TKN710 TKN711 TKN712 STN713 TKN714 9 10 11 12 13 STN715 STN716 TKN717 STN720 STN721 MKB MKB MKB MKB MKB MPB MPB MPB MPB MPB Jumlah SEMESTER VIII No 1 2 Kode STN801 STN802 Kelompok MBB MBB Mata kuliah Kerja Praktek Tugas Akhir Jumlah Ringkasan Sebaran SKS TKN I Tr 11 Pr 8 Tr 12 II Pr 8 Tr 14 III Pr 6 Tr 14 IV Pr 6 Tr 16 V Pr 4 Tr 14 VI Pr 6 Tr 21 K U U Teori Kelompok MPK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Mata kuliah Pendidikan Agama II Sistem Manajemen Mutu Metodologi Penelitian Alat Kontrol Proses Strategi Rekayasa Proses Reaktor Kimia Pilihan A3 a. Elektrokimia b.

Jane Morris.. New York. 3. Reading. Raymond Murphy. Academic Reading and Writing.36 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Silabus Semester I 1. Hikmah ibadah. London. 2. 1. Ayres. Modal Auxiliaries. Press. dan perkembangan teknologi. Connecting ideas. 3. noun clauses. 4. English Grammar in Use. Calculus and Linear Algebra. Imam Namawi. FMIPA-UGM. Dictionary of Science for Everyone. 1987. Past. Buku: 1. 2. Nilai ekstrem. Derivatif fungsi matematika. Theory and Problem of Calculus. Limit. Pendidikan Agama I (2 SKS) (Pendidikan Agama Islam) Pokok-pokok agama. 3. Inc. Comparisons. Bell & Hyman. Determinan. Aqidah. 3. John Wiley and Sons. F. Cambridge Univ.. Islam. 1985. GCSE Chemistry.J. Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). England. Bahasa Inggris I (2 SKS) Structure: Present. Riyadhus Sholihin. Passive Sentences. Persamaan Differensial. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). Question words.. Matematika I (2 SKS) Limit Fungsi. Akhlak Islam. pembangunan. Deret. Cox & Wyman Ltd. Peran agama dalam keluarga. Teknik Integrasi. Gerund and Infinitives. Nouns and Pronoun. and Future Tenses. dan Syari’ah. Muhammad Al Ghozali. Keimanan. Perfect Tenses and articles. Buku untuk Pendidikan Agama Islam: 1. Diferensial partial dan total. Wardiman. W. dan Lewis. Pendidikan Agama Lain menyesuaikan 2. . Matrik. Count/NonCount nouns. Muhammad Syaltut. D. Kaplan. 2.

4.C. Zumdahl. Pengetahuan tentang berbagai macam keselamatan penggunaan bahan berbahaya. korban. Struktur Molekul. Optik: Optika fisis.H. Heath and Company. (1 SKS) Pencatatan dan evaluasi dengan norma standar. Ltd.Panas: suhu. Buku: 1. University Chemistry. optik geometri. G. 2. Mahan.. Ergonomi.. Sienko and Plane. Tindakan prefentif kecelakaan yang sering.. 1985.L.B. Tokyo. Ikatan Kimia.. skalar dan vektor.. John Wiley and Sons. polarisasi. Kimia Dasar (2 SKS) Stoikiometri. Bunyi: getaran dan gelombang. and Finney. Pola penanggulangan kecelakaan. 6. Kimia. J. Mekanika kinematika. Jr. International Student Edition... B. Lexington.. Thomas. New York. hantaran panas. R.S. dan masyarakat. Mesin. Physics for Student of Science and Engineering. analisis kecelakaan kerja. tindakan pengamanan fasilitas. Struktur Atom. alat pelindung kerja. New York. Chemical Principles & Properties. pernah terjadi dan penanggulangan kecelakaan kerja. D.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 37 4. Listrik dan magnet. konsep mol. 2.. Physics. Addison-Wesley Publishing Company. dan reaksi kimia. R. Buku: . 5. Addison-Wesley Publishing Company. Listrik. Sistem Periodik. Amsterdam. 3.L.M. Pedoman umum keselamatan dan kesehatan kerja. dinamika. peralatan optik. 1978. Penggolongan Unsur. Api. statika. S. Buku: 1. Stanford.. Academic Press.. energi. D. and Resnick. Chemistry. Inc. McGraw-Hill Kogakusha. Halliday. Calculus and Analytic Geometry. and Tanner. Fisika Terapan (2 SKS) Pendahuluan: Besaran dan satuan.. Orlando. pekerja. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. A. situasi serta keselamatan kerja umum/ non radiasi.

Penanggulangan kecelakaan kerja dan Bahaya Kebakaran. Gambar Elemen Mesin.O. Buku: 1. Modern Experimental Chemistry. 8. 2. New York. Praktikum Fisika Terapan (2 SKS) Mekanika. Massa Rumus. Diagram alir proses. Panas. 10. Pencemaran. dan Massa Molekul Relatif. Deret. Petunjuk Praktikum Fisika Terapan. and Ragsdale. Petunjuk Praktikum Keselamatan dan Kesehatan Kerja. R. Latimer. Tim Asisten.38 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Simbol gambar dan alat kontrol. Academic Press. Aplikasi dalam bidang teknik kimia. G. Keselamatan Kerja. STTN. Buku: 1. Peraturan menggambar. . Praktikum Gambar Teknik (2 SKS) Pengetahuan alat gambar. Deparatemen Tenaga Kerja: Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Analisis kecelakaan kerja. Praktikum Keselamatan dan Kesehatan Kerja (2 SKS) Penggunaan alat-alat pelindung. Petunjuk Praktikum Kimia Dasar. Diagram pemipaan dan instruksi. Teknik Pembuatan Laporan Praktikum. 2. Semester II 1. Praktikum Kimia Dasar (2 SKS) Keselamatan Kerja di laboratorium Pengenalan alat laboratorium kimia. Diagram alir. ITB. Normalisasi. Listrik dan Magnet. Stoikiometeri pada reaksi kimia. BATAN. Buku: 1. Instruksi menggambar.W. Kimia larutan. Tim Asisten. Bunyi. 7. 9. BATAN. Analisis kualitatif unsur-unsur. Tim Asisten. Ergonomi. Bandung. STTN-BATAN. Matematika II (2 SKS) Penyelesaian Persamaan diferensial Ordiner dan parsiel: secara analitik. Institut Teknologi Bandung.. STTN. Penentuan Massa Atom.

. Vogel’s Textbook of Macro and Semimicro Qualitatif Inorganic . 3. Kimia Fisika (2 SKS) Wujud Zat. and Finney. Bahan Kuliah Kimia Fisika. Dasar termodinamika. Longman. Pilot Plants Models and Scale-up Methods in Chemical Engineering.. Analisis kolorimetri. 2. Kimia Analisis (2 SKS) Dasar-dasar analisis kualitatif dan kuantitatif. Kimia koloid dan permukaan. Addison Wesley Publishing Company.. 2005. Buku: 1. John Wiley and Sons. and Thring. Hougen and Watson. and Lewis. Similarita Teknik. N. New York. 1971. London. 2. New York. Himmelblau. Jr. 2. Castellan. Wiley International Edition. M. Neraca bahan dengan reaksi kimia. Kaplan.A. Inc. Physical Chemistry. R. Johnstone. Kecepatan reaksi. 1983. 1957. 1976. Buku: 1. G.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 39 Buku: 1. 2. 4. Vogels. Addison-Wesley Publishing Company. Yogyakarta. Basic Principles and Calculations in Chemical Engineering. R.. 1978. Kesetimbangan Fasa. Calculus and Linear Algebra.. Calculus and Analytic Geometry.J.E. Neraca panas. Kundari.. Kuantitatif Inorganic Analysis.. 3. D.A. Analisis Volumeteri. Elektro Kimia. Thomas. 2. R. New York. New York. John Wiley and Sons Inc. STTN-BATAN.W. Analisis dimensi. New York. Analisis Gravimetri. New York. John Weley & Sons.B. Physical Chemistry. W.. Chemical Process Principles. 3.L. Dasar perhitungan Kimia.. Neraca bahan tanpa reaksi kimia. Alberty. Svehla. Azas Rekayasa Proses (2 SKS) Dimensi dan satuan. Buku: 1.

Berlin. 1984. Kimia koloid dan . Alkil Halid: Reaksi substitusi dan eliminasi. R. sifat gelombang materi. Buku: 1. 1979. Modern Organic Chemistry. 2. isotop. Longman. Protein. H. dan Alkana. Amina. Tatanama. atom dalam medan listrik. Ether dan senyawa yang berhubungan. Bahasa Inggris II (2 SKS) (Praktikum) Scientific and technical words. Fisika Modern (2 SKS) Fisika Nuklir. Relativitas. Oxford Univ. The McGraw-Hill Companies. Massa dan ukuran atom. J. and Fassenden. 5. photon. atom dalam medan magnet. Fassenden. inti atom. Buku: 1. Alkena dan Alkyn. laser. Organic Chemistry. spektra sinar-x. Stereokimia. asam amino.H. 8. dan lemak. Listening and Speaking. Karbohidrat. J. 1996. Aldehid dan Keton. Modern Atomic and Nuclear Physics. Springer Verlag. Kesetimbangan.. 2. Willad Grant Press. Atomic and Quantum Physics.J.. Kimia Organik (2 SKS) Struktur Isomer. Alkohol. Praktikum Kimia Fisika (2 SKS) Termokimia.. teori kuantum. Reaksi radikal bebas. adjectives which belong to the phraseology of science. dan Hamilton. 1981. Enolat dan Carbonion. McGraw-Hill Book Company. 1978. atom berelektron banyak. Press. Yang. Academic Reading and Writing. TOEFL. Boston. Practical English Usage. semi-scientific. elektron.S.. Aromatisitas.. 2. F. 6. Benzen dan Benzen tersubstitusi. Mekanika Kuantum. Kecepatan reaksi. 1986. Griffin. adverbs. 7. Inc. Buku: 1. Senyawa organometalik. TOEFL. semi-technical terms. model atom Bohr.. Asam karboksilat dan turunannya. New York. orbital atom. New York. London.40 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Analysis”. Wolf. Kimia listrik. Michael Swan.H.

Buku: 1. New York. London. Buku: 1. Tony Bird. Jr. Ukuran Nilai Pusat dan Penyebaran. Longman. F. Buku: 1. Matematika Terapan I (2 SKS) Penyusunan model matematis dari fenomena fisis dalam teknik kimia. Inferensi Statistik: Penafsiran dan uji: Inferensi:Populasi tunggal dan dua populasi: Analisis varian. and Massey. Penyusunan Persamaan Aljabar. Dixon. Inc.j. Semester III 1. Petunjuk Praktikum Kimia Fisika. Distribusi Normal. Vogel. Penuntun Praktikum Kimia Fisika. 2. Introduction to Statistical Analysis. McGraw–Hill. (Sudah ada edisi Bahasa Indonesia) 2. Petunjuk Praktikum Kimia Organik. 3. Practical Organic Chemistry. 9. London. Statistik pencacahan. STTN-BATAN. Peluang. Penyusunan PD Ordiner. STTN-BATAN. 2. Regresi dan Korelasi. STTN-BATAN. Tim Asisten. 2. Introduction to Organic Laboratory Techniques.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 41 permukaan. Pavia. Statistik (2 SKS) Distribusi. Penyusunan PD .. gravimeteri. dan kolorimetri.. Populasi dan sampel. Praktikum Kimia Organik (2 SKS) Sintesis dan analisis senyawa organik. Longman. 10. Petunjuk Praktikum Kimia Analisis. Praktikum Kimia Analisis (2 SKS) Analisis volumeteri.. Vogel. Isolasi dan pemurnian dalam kimia organik. W. F. Tim Asisten. Lampman. Kuantitative Inorganic Analysis. and Kriz. Tim Asisten. Buku: 1.

Mathematical Methods in Chemical Engineering. John Wiley and Sons. New York.S.. dan gas... C. Inc.L. 1975 5. Foust. and Reed. Cabe. W. Applied Mathematic in Chemical Engineering. New York. Buku: .C. Brown. Instrumentasi Kimia (2 SSKS) Prinsip-prinsip analisis secara spktrometri.. Kaplan. Introduction to Chemical Engineering Thermodynamic. Penyelesaian model matematis yang telah tersusun secara analitis. Unit Operations. Phenomena mekanika fluida. Sifat-sifat termodinamika Fluida. 3. 1980. Hukum II Termodinamika. D.. and Smith. Tokyo.42 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Parsiel.. Inc. 1984. A. Buku: 1. Siklus Termodinamika. dan elektrokimia. Unit Operation of Chemical Engineering. New Delhi. Aliran Fluida Tak mampat dan mampu mampat.. and Jeffreys. Principles of Unit Operations. Kesetimbangan. J. John Wiley and Sons. Termodinamika (2 SKS) Hukum I dan konsep termodinamika. Buku: 1. Calculus and Linear Algebra. Mc Graw-Hill Kogakusha. Termodinamika Proses Alir. Sifat Volumetris Fluida Murni. 1971. Alat angkut zat padat. 4.. New York... kromatografi. John Wiley and sons..G. T.E.S. Jenson. G. W. Smith and Van Ness. Buku: 1. 2. 3. Tata McGraw-Hill Book Company. McGraw-Hill Inc. Pengadukan dan pencampuran. V. Sedimentasi. Efekefek Panas. et al. Sherwood..V. cair.. Sifat Termodinamika Campuran Homogen.S. London. New York.J. 3. Inc. Academic Press Inc. and Lewis. Konversi Panas. Mc. H. 1977.. 2. Mickley. Operasi Teknik Kimia I (2 SKS) Mekanika fluida: Fluida statis dan aplikasinya...

7 ed. Buku: 1. 6. Aliran Fluida. Pengendalian kualitas air. sintilator. Buku : . detektor proporsional. Produksi air dengan kemurnian tinggi (distilasi. Kromatografi. 2. California. pengendapan. Pengosongan tangki.. H. Buku: 1. F. Snoiyinc dan Jenkins.L. Willard. Pemurnian air (penyaringan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 43 1. Water Chemistry of Nuclear Reactor Engineering. Sedimentasi. osmosis). Pengolahan air dalam industri. Radiation Detection and Measurement. semikonduktor. Metode dan mekanisme pengukuran radiasi. 9. pertukaran ion. Water Chemistry. 1985 2.A. Skoog. Pengadukan. Buku: 1.F. New York. Principles of Instrumental Analysis. Praktikum Instrumentasi Kimia ( 2 SKS) Spektrometri. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi (2 SKS) Macam-macam radiasi. Jr. dan Elektrokimia. Statistik pengukuran radiasi. L..H. 1979.. G. Meritt. Tim Asisten.F. Kimia Air (2 SKS) Sumber air. pH. klorinasi. Piranti pencacahan: kamar ionisasi. Instrument Methode of Analysis. Alat deteksi pengukuran partikel. Knoll. D.. 8. Jr. 1988. Sifat fisika dan kimia air (konduktivitas... Berbagai macam detektor dan aplikasinya. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia I. Sounders College Publishing. Aliran dalam medium berpori. detektor netron. potensial redoks). New York. 7. pencacahan GM. Setthe. aerasi). Alat deteksi pengukuran dosis. STTN-BATAN.. Interaksi radiasi dengan materi. British Nuclear Energy Society. Wadworth Publishing Company. Alat ukur aliran fluida.. Praktikum Operasi Teknik Kimia I (2 SKS) Statika fluida. John Weley and Sons.

Penyelesaian Secara Numeris PD Parsiel. John Wiley & Sons.. Kern. Mathematical Methods in Chemical Engineering. .V. Perpindahan panas pada fasa yang berbeda. konveksi. V. Penyelesaian Numeris persamaan linier simultan. 10. McGraw-Hill Book Company. Semester IV 1. Inc.. and Reed. 2.. 1984.S.. Mickley. Tim Assisten. H. 4. London. Petunjuk Praktikum ADPR. STTN-BATAN. Sherwood. (Penyajian secara grafis. Interpolasi/Ekstrapolasi. Davis. Praktikum Deteksi dan Pengukuran Radiasi (2 SKS) Pencacahan dengan detektor GM. Perhitungan dan perancangan alat pertukaran panas. Petunjuk Praktikum Instrumentasi Kimia. Jenson. Applied Mathematic in Chemical Engineering. T. Buku: 1. New York. dan radiasi.O.. Gerald. and Jeffreys. Statistik pencacahan.F. Matematika Terapan II Pengolahan Data Teknis. Optimasi). Perisai Radiasi. Pengukuran radioaktivitas lingkungan. Buku: 1. Numerical Methods and Modeling for Chemical Engineers. and Wheatley. Kalibrasi alat ukur radiasi. Eliminasi Trial dan Error. Applied Numerical Analysis. AddisonWesley Publihing Company. Diferensiasi. G. C. STTN-BATAN. C.44 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1.. Buku: 1.. M. 1984.E. Waktu paruh radionuklida. 1984. Tim Asisten. 2. Integrasi. P. Process Heat Transfer. Perpindahan Panas (2 SKS) Konsep dasar perpindahan panas: konduksi. Tata McGraw-Hill Book Company.. 3. New Delhi. London. Academic Press.S.G. 1977. New York. Persamaan Empiris. Penyelesaian Secara Numeris PD Ordiner..E.

Inc. padat-cair. McGraw-Hill inc. Energi pengikat inti. New York. Perizinan. Foust. Dosimetri.. Evaporator. Badger and Banchero.. cair-cair. Proteksi dan Keselamatan Radiasi (2 SKS) Dasar fisika radiasi. Operasi Teknik Kimia II (2 SKS) Distilasi. Wankat. Buku: 1. padat-gas).Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 45 1982. New York. New York. Kestabilan inti. Difusi molekuler dan olakan. Introduction to Chemical Engineering..G. Pengeringan. 1980 4. 2. Treyball. McGraw-Hill Book Company. 3. Ayakan. Buku: 1. G. 6. Inc. Alat Industri Kimia (2 SKS) Alat penyimpan. Kristalisasi. et. Unit Operations. Principles of Unit Operations. 4. dan reaksi fusi. 3. A. Ekstraksi.. Peluruhan radioaktif. John Wiley and Sons. John Wiley and Sons. New York. 5. Alat pengumpan. Radiokimia (2 SKS) Pengertian radiokimia..G.. Adsorbsi (Pemisahan gas-cair. Inc. 1988. Ketentuan keselamatan radiasi. Penyaring. 2.S. reaksi fisi. New York. Mass Transfer Operations. Brown:. G. Dasar proteksi radiasi. Reaksi inti. Energi nuklir. Pengangkutan zat radioaktif. Pita kestabilam. . Kecelakaan radiasi dan pengamanan sumber radiasi..al. Transmutasi inti. Deret keradioaktifan. Efek biologi radiasi. P. kimia radiasi. dan kimia inti. McGraw-Hill Book Company. Radionuklida alam dan buatan. 1980. New York. John Wiley and Sons. Buku: 1. Pemusing. Unit Operations. Alat pemecah dan penggiling. Brown:. 1955. Kesetimbangan radiokimia. Perundang-undangan ketenaganukliran. padatpadat. Equlibrium Stages Separation.

Wiryosimin. McGraw-Hill Publishing Company.Kristalisasi. M. kristal keramik dan elektromagnetik. Filtrasi. 3. Sintilasi cair. Bahan keramik: fasa keramik. Principles of Materials Science and Engineering. perpatahan. semikonduktor dan superkonduktor serta alat-alatnya. D. AddisonWesley Publishing Company. pemrosesan paduan fasa tunggal.R.F.H. isolator. Segal.F. Ekstraksi. and Jones. Buku: 1. β. .V. ikhtisar ikatan kimia. Vlack. stabilitas polimer. kerusakan logam oleh radiasi. Mengenal Azas Proteksi Radiasi. deformasi bahan polimer. S. polimer 3 dimensi.H. Tim Assisten. Adsorpsi. Smith. Bandung. keramik. polimorfi. geometri bidang kristal. polimer linier. dan x. Transportasi elektron dalam benda padat: pembawa muatan. deformasi elastik dan plastik. Penerbit ITB.. Engineering Materials 2. Logam fasa tunggal: Paduan fasa tunggal. Praktikum Operasi Teknik Kimia II (2 SKS) Distilasi. Ilmu Bahan I (2 SKS) Pengenalan Bahan: Beberapa sifat tertentu. difraksi sinar X. γ. STTNBATAN. sifat polikristal. Chemical Synthesis of Advanced Ceramic Materials. L. Michigan 2. Pengeringan Leaching.. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia II. Elements of Materials Science and engineering. logam yang mengalami deformasi rekristalisasi. Absorpsi. W. konduktivitas logam. 9. kisi. Susunan atom dalam bahan padat: kristal. Ashby. silikat. Buku: 1.. proses pembuatan bahan keramik. Pergamon Press. sifat mekanik dan elektromagnet. Pengendapan. Praktikum Radiokimia (2 SKS) Pengenceran isotop. Cambridge University Press. Pencacahan α. New York. 7. Fasa molekuler: molekul raksasa. 8. sifat listrik polimer. 4.46 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2.. D.. Analisis pengaktifan netron.

Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi (2 SKS) Kontaminasi dan dekontaminasi. dan aplikasinya dalam Teknokimia. dan pragmatisme.. Tim Asisten. Algoritma. Teknik Tenaga Listrik. Pemrograman dengan bahasa program. UUD 1945. realisme. Pemrograman Komputer (2 SKS) Pengenalan komputer. Runge Kutta. A. Abdul Kadir. Pembukaan UUD 1945. Pradnya Paramita. 3. Penahan radiasi. Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi.B. LP3ES. dan Prasetyo. Armico. Bandung. Teknik Tenaga Listrik. Euler. Pendidikan Pancasila (2 SKS) Pancasila sebagai konsep filsafat melalui pendekatan idealisme. Buku: 1. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional) 2. Motor Serempak. Buku: 1. Diagram alir. Teknik Pemrograman. Newton Raphson.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 47 10. W. diferensiasi numerik. Program Komputer Metode Numerik meliputi integrasi numerik (simpson. Pengantar Teknik Tenaga Listrik. Kedudukan dan Fungsi Pancasila. Pelaksanaan Pancasila. Penentuan waktu paruh. Pembuatan program komputer untuk membantu penyelesaian masalah bidang teknokimia nuklir. trapesoidal . 3. Teknik Listrik (1 SKS) Generator Arus Searah. humanisme. Motor DC. Jakarta 2. Sediawan. Transformator. Muslimin Marappung. Uji kebocoran pesawat X-ray. Motor Induksi. Alternator. Sumber hilang. Buku: 1. Jakarta. positifisme. Aris Munandar dan Kuwahana. Survey daerah radiasi. Landasan dan pengertian pendidikan Pancasila Rumusan Pancasila. Pemodelan matematis dan Penyelesaian . Bentuk dan Susunan Pancasila. eksistensialisme. STTN Semester V 1.

fasa ganda. John Wiley & Sons. Proses Kimia untuk senyawa anorganik termasuk pengolahan bahan nuklir. Ilmu Bahan II (2 SKS) Bahan berfasa ganda I: Kesetimbangan.48 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Numeris dalam Teknik Kimia. kuantitas fasa.. Mineral for The chemical and Allied Industries”. Prinsip Kerja reaktor nuklir. An Introduction to Radiation Chemistry.G. The Macmilan Company. dekomposisi austenit. Inc. Buku: 1. Proses thermal: anil. baja karbon dan baja paduan tanah. Buku: 1.. Prinsip kerja Reaktor Nuklir. J. Shreve’s Chemicals process Industries. Kimia Radiasi (2 SKS) Pengertian radiasi. Inorganic Process Industries. New York. M. struktur mikro. diagram fasa. New York. and Woods. 5. proses . 2. Interaksi radiasi dengan materi. Dosimetri radiasi. Kobe. 1997. McGraw-Hill Book Company. Sumber radiasi.. 1984. sifat mekanik. Radiolisis air dan larutan dalam air.. Yogyakarta. Buku: 1. laju reaksi. 6.J. normalisasi. Bahan berfasa ganda II: Reaksi fasa padat. R. Spinks. Efek radiasi pada gas dan senyawa organik. Bagianbagian Reaktor Nuklir. Proses Kimia I (2 SKS) Konsep termodinamika dan kinetika dalam proses kimia.J. 7. K. Pengantar Teknologi Nuklir (2 SKS) Review Fisika Inti. Polimerisasi Radiasi. Ion dan molekul tereksitasi. komposisi fasa. and Johnstone. [paduan dan keramik komersiil. S. 3. John Wiley & Sons. Radikal bebas. Johnstone. bahan-bahan reaktor. New York. Pengantar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir.W. Batan. konsep keselamatan radiasi. Penerbit Andi. Tinjauan umum PLTN. sifat fisik. pengendapan.. hubungan kualitatif fasa. 4.T. diagram fasa besi carbon. New York.A. Austin..

Pergamon Press. Terjadinya Spektra UV-Vis. Daur Bahan Bakar Nuklir. IR.F. beton. Spektrometri Massa (MS): Ionisasi dan Fragmentasi.H. Korosi logam: pelapisan secara elektro. D. Lampman. dan MS. Interpretasi data Spektra H-NMR dan C-NMR. Senyawa yang dapat menghasilkan Spektra. Proses Kimia bahan Nuklir (kelompok Proses) Proses Pemurnian Bahan Nuklir. Smith. pasangan galvanic. M. Interpretasi data MS.. D.. Vlack. Introduction to Spektroscopy.. laju korosi dan pengendalinya. 3. 8.R. H-NMR. and Jones. G. Chemical Synthesis of Advanced Ceramic Materials.. Pavia... Interpretasi Data Spektra Infra Merah. Cara Interpretasi Spektra UV-Vis. bahan moderator dll Buku: . Elements of Materials Science and Engineering. 2. Michigan 2.L. Saunder Philadelphia. Buku: 1. AddisonWesley Publishing Company. Gesekan Kimia. Ashby. 1979. Bahan kendali. kayu dan komposit: kombinasi bahan. Bahan magnetik. bahan yang diperkuat.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 49 termal baja komersiiil.F. Besi cor. Cambridge University Press. P.H. dielektrik. 4. McGraw-Hill Publishing Company. New York. bahan struktur. Spektrofotometri Resonansi Magnetik Nuklir dan Carbon (CH-NMR dan C-NMR) Terjadinya Spektra H-NMR dan CH-NMR. Integrasi dan Pemecahan Spektrum. Buku: 1. Spektroskopi (kelompok Analisis) Spektrofotometri UV-Vis. Spektrofotometri Infra Merah.S. Engineering Materials 2. Kriz. L. Pilihan A1 (2 SKS) 1. W. Segal. C-NMR. kemampuan pengerasan (hardening). dan optik. Principles of Materials Science and Engineering. piezoelektrik.V. Elusidasi struktur berdasarkan kombinasi data UV-Vis.

Transfer Energi. Dasar ekologi.B. Membuat dan menjalankan program komputer untuk membantu penyelesaian masalah bidang teknokimia nuklirt. politik dan strategi nasional. . Pemantauan lingkungan. 3. dan aplikasinya dalam Teknokimia Buku: 1.50 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1.E. A. Penerbit Andi.. 10. Nuclear Chemical Engineering. Yogyakarta. Euler. Proses Transfer (2 SKS) Transfer momentum. wawasan nusantara. Benedeick. Praktikum Pemrograman Komputer (2 SKS) Membuat dan menjalankan program komputer untuk menyelesaikan kasuskasus dalam teknokimia. trapesoidal. W.B. STTN-BATAN. Petunjuk Praktikum Kimia Radiasi. Buku: 1. Sediawan.. Pengaruh radiasi terhadap senyawa organik. W. Transfer Massa Buku: 1. cairan. Praktikum Kimia Radiasi (2 SKS) Pengaruh radiasi terhadap zat padat. dll.. and Lightfoot. ketahanan nasional. Tim Asisten. diferensiasi numerik. Program Komputer Metode Numerik meliputi integrasi numerik (simpson. 9. dan Prasetryo. Komponen pencemaran. AMDAL. Pengantar Ilmu Lingkungan (kelompok Lingkungan) Pengertian dasar pencemaran air.. dan gas. dan daratan. R.H. Steward. Pemodelan matematis dan Penyelesaian Numeris dalam Teknik Kimia. Transport Phenomena. Bird. Newton Raphson. Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan. Pendugaan dampak lingkungan. udara. Runge Kutta. 2. Dampak Pencemaran Lingkungan. sistem hankamnas. E. Semester VI 1.

Esterifikasi. New York. 1992.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 51 McGraw-Hill Book Company inc. Reaksi heterogen non-katalisis. John Wiley & Sons. 4. S. Prentice-Hall. C.Graw-Hill Book Company. Fogler. Esterifikasi.. Chemical Reaction Engineering.. R. Prentice Hall Inc.E. 1952.. Buku: 1.. O. Pengumpulan dan analisis data kecepatan reaksi. 2. Alkilasi. Penglapisan permukaan. Perancangan Menara. Teknik Perunut. stoikiometeri. Oksidasi. Reaksi katalisis heterogen. Kinetika Reaksi Kimia (2 SKS) Neraca mole. Fundamentals of Chemical Reaction Engineering. Levenspiel. .. Heat and Mass Transfer. New York. Elements of Chemical Reaction Engineering. Inc. Welty. Buku: 1. Sterilisasi dan pengawetan dengan cara radiasi. New York. Teknik Perunut. Polimerisasi radiasi. 6. Groggin. Nitrasi. Halogenisasi. Proses Kimia II (2 SKS) Proses Kimia untuk senyawa organik.. 3. 1960. Termodinamika dan Kinetika dalam proses kimia. Perancangan Bejana Tekan. J. Aplikasi Teknik Nuklir (2 SKS) Teknik gauging. analisis radiometerik. London.E. 1979. Kecepatan reaksi. Fundamental of Momentum. Inc. Scale-up Alat proses.. Holland and Anthony. 5. 2. Deaktivasi katalisator.. Bioproses. Aminasi.E. Polimerisasi. Mc. and Wicks. Perancangan Alat Proses Perancangan Alat Penyimpan. dan konversi.Kinetika reaksi homogen elementer dan kompleks. Sintesa Hidrokarbon dan Hidroformilasi. Sulfonasi dan Sulfatasi. Hydrolisis. Teknik Logging. Unit Processes in Organic Synthesis. 1998 3. Hidrogenasi. Wilson. London.

Pengelolaan Limbah Pengelolaan Limbah Industri. Sounclins College Publishing. Principle of Instrumental Analysis.. Cara Analisis Kualitatif. Jr. Proses Kimia Bahan Nuklir. 1988.. 7. California. Peleburan. Asas Umum dan pola pikir ketoksikan. 1985. Elektrolisis. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketoksikan. kuantitatif. Uji ketoksikan Buku: 1. dasar-dasar toksikologi klinik dan industri. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketoksikan. Setthe. 2. Instrument Methode of Analysis.. Lapis tipis. 8.E. Gas. E. 3. Cair Kinerja Tinggi.A.. Proces Equepment Design 2. Applied Process Design for Chemical and Petrochemical Plants. D. Kromatografi Dasar-dasar dan teori pemisahan dari berbagai jenis senyawa kimia dengan cara kromatografi. Polimerisasi.Sintesis senyawa organik dan anorganik ditinjau dari segi termodinamika dan kinetika. Jenis detektor. (2 SKS) 1. Essential of Toxicology. Jr. Pilihan A2. Toksiko Ekologi Sejarah Arti dan Makna toksiko ekologi. Proses Kimia Bahan Nuklir. Perkembangan kromatografi Buku: 1.52 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Buku: 1. Bronell and Yaung. Loomis.XL. Proses Kimia Bahah non-nuklir. Willard. Laboratorium.H. Kertas. Lea & Febiger. Praktikum Proses Kimia (2 SKS) Proses Kimia untuk bahan anorganik: Pelarutan. Philadelphia.. Pengendapan.. 2. F. Pengelolaan Limbah Radioaktif. A. Meritt.. Houston. Wadworth Publishing Company. New York. H.. Instalasi Nuklir. Gulf Publishing Company. . Jenis Kromatografi: Kromatografi kolom. Ludwig. Bioproses. Skoog.F. T.. dan cara preparasi.

pengelolaan limbah. Manajemen Proyek (2 SKS) . Petunjuk Praktikum Proses Kimia. Perundang-undangan Tenaga Nuklir (1 SKS) Perundang-undangan tenaga nuklir. Teknik Penyajian. Peraturan-perraturan dan ketentuan yang berkaitan dengan ketenaga nukliran. Buku: 1. Penetuan densitas dan luas permukaan zat padat. Yogyakarta.A. fungsi dan jenis penelitian. Buku: 1. Pengaruh parameter pada pressing dan sintering. N. industri. STTN-BATAN Semester VII 1. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. Praktikum Ilmu Bahan (2 SKS) Granulasi dan analisis distribusi butiran. Pendidikan Agama II Peran Agama dalam menghadapi globalisasi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. Metodologi Penelitian (2 SKS) Arti. Pengumpulan dan pengolahan data. Praktikum Aplikasi Teknik Nuklir (2 SKS) Teknik Gauging. 2. kedokteran dan farmasi. 10. Rancangan Penelitian. Kundari.. Penulisan karya ilmiah. 9. 4. Tim Asisten. Metodologi Penelitian Bidang Teknokimia. Perumusan masalah. Tim Asisten. Penelusuran acuan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 53 Buku: 1. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. Pembuatan paduan logam. Petunjuk Praktikum Ilmu Bahan. Penggunaan perunut radioaktif untuk mengetahu kebocoran pipa dan kecepatan alir fluida. Landasan Teori. STTNBATAN. aaplikasi teknik nuklir dalam bidang kimia. pengiriman bahan nuklir. 2006. STTN-BATAN.

organizing.. Ruang lingkup projek. Alat-alat manajemen proyek. 1973. McGraw-Hill Book Company. Alat Kontrol Proses (2 SKS) Control instruments: Feedback Control. McGraw-Hill Book Company. Vibrant & Dryden. lima level work breakdown structure. modal kerja.54 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Konsep dan definisi.. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT. Pengaruh kondisi terhadap beaya dan keuntungan. manufaktur. Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. Pembandingan rencana investasi. Scheduling and Controling.D. Konsep nilai uang dan waktu. W. John-Wiley & Sons. Reaktor Kimia (2 SKS) Perancangan reaktor isotermal. New York 2. depresiasi. biaya tak langsung. Sensor. Buku: 1. staffing. M. K. New York. McGraw-Hill Kogakusha. 3. 6. Prinsip-prinsip manajemen. Physical plant cost. . Pengeluaran umum. Investasi modal: modal tetap. Penjualan dan keuntungan. Reaktor non ideal. Stephanopoulos: Chemical Process Control 2. Buku: . Peters. pajak. Controller. Buku: 1. direct plant cost.L. Process Modelling Simulation and Control for Chemical Engineers. Biaya manufaktur: Biaya langsung. dan asuransi. Aspek tekno-ekonomi dalam manajemen proyek. 5. Control valves. Harold Kezner. Reaktor multifase. Tokyo. Perancangan reaktor non-isotermal.. Evaluasi proyek. Time domain synthesis.S. Frequency domain synthesis. Chemical Engineering Plant Design. LTD. Transmitters. Project Management: System Approach To Planning. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. Perancangan reaktor katalisis. Feedforward control. Plant Design and Economics for Chemical Engineers. Luyben. Laplace domain synthesis. controlling. and Timmerhaus. directing. riset dan pengembangan. Feedforward control. 2001. Perencanaan usaha dan jaringan kerja.

Bioteknologi (2 SKS) Sejarah. Sistem Manajemen Mutu. 2. ESR. Fundamentals of Chemical Reaction Engineering. Chemical Reaction Engineering. Inc. Pengenalan Reaktor Nuklir (1 SKS) Prinsip kerja reaktor nuklir. Persyaratan dasar jaminan kualitas. Prentice-Hall International.. Sertifikasi. audit. XRF. New York. Indikator radioaktivitas. ruang lingkup.. Efek radiasi 10. 2. Voltrametri. Manajemen bahan nuklir. 3. Elements of Chemical Reaction Engineering. Catatan kontrol bahan. Konsep pengendalian. Jaminan kualitas untuk penelitian. London. Bagian-bagian reaktor nuklir. PLTN diantara pembangkit listrik yang lain. Kontrol internal. Keselamatan reaktor. dan pengujian di laboratorium. 9. 2. Konduktometri. Badan Standarisasi Nasional. Inc. dan Pengendalian Bahan Nuklir (1SKS) Neraca bahan tertutup.. Sistem Pembukuan. NMR.. Radio Ekologi Pengertian dasar radioekologi. London. Pilihan A3: (2 SKS) 1. 7. non-conformce. pengawasan bahan nuklir. Spektroskopi elektron. O. Pengamanan. Radioaktivitas lingkungan. Inc. PLTN. Elektrokimia Potensiometri.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 55 1. Electrogravimetri. ISO 9001. dan tindakan perbaikan. Amperometri. Holland and Anthony. 3. Levenspiel. Buku: 1. Fogler. dan ilmu pendukung utama bioteknologi. Sitem Manajemen Mutu (2 SKS) Konsep dasar sistem manajemen mutu. John Wiley & Sons. International Standard Organization. Pilihan B 1. 8. pengoperasian reaktor. Fermentasi . S. Jenis Reaktor Nuklir. Prentice Hall International. prosedur dan form.

Proteksi Radiasi Lanjut Dosimetri. iradiasi sasaran. 2005. dari hasil belah U235. 3. Buku : 1. Limbah ZRA. generator dan kit RIA. Biotechnology 2. Wiseman. and Reed.. Aplikasi.. Herman. Akselerator lingkaran. Jakarta. 2. Bapeten. Tindakan penanggulangan kecelakaan radiasi. Strategi Rekayasa Proses (2 SKS) . proses pemisahan. 2002. Materi Rekualifikasi I-Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir.L. pembuatan radiofarmaka. pemeriksaan kualitas produk. 2nd Ed. Desain ruang pesawat sinar-X.1983. McGrawHill Inc. Ketentuan SIB. Penggunaan radiasi sinar-X dalam industri. Sistem akselerator partikel. Rehm. Pusdiklat Batan. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran. Cember. Metabolit primer dan sekunder. Overview rumus-rumus dalam proteksi radiasi. G. penyiapan sasaran. Introduction to Health Physics. 11. Macam akselerator dan aplikasinya. senyawa bertanda. 3.. 4..56 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 dan mikroorganisme untuk industri. Teknologi Akselerator (2 SKS) Prinsip dasar akselerator. Bapeten. Pengunduhan produk fermentasi. 4. Kursus Petugas Proteksi Radiasi. Jakarta. 2002. akselerator linier. Diktat. Rekayasa genetik dan peranannya dalam bioteknologi Buku: 1. Penggunaan zat radioaktif dalam industri. H. Produksi netron dalam aktivasi. Principle of Biotechnology 2. Produksi Radio Isotop Teknik produksi radioisotop : melalui aktivasi netron. Melalui partikel dipercepat.. A. Jakarta.

Teknologi dan Perencanaan Energi.T. penetrasi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 57 Analisis Sistem dalam Teknokimia.. L. Inc. 4. Optimasi Banyak Variabel. Buku: 1. cara kerja dan amplikasi (ECG. and Watson. 2006 5. kontras). IAEA. Prentice-Hall International. Eko Edy Karmanto. Linier Programming. JAERI. Teknik pencitraan gelombang (US. aspek biologis). radioisotope tracer). R. kVp. Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. Chemical Process Design. Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. 3. Tekno Ekonomi PLTN Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun. medis ultra sound. Optimasi satu variabel. Review spec dan unjuk kerja perangkat . Sifat-sifat (X-rays. 1978. energi. karakteristik. D. and Westerberg. New York. 2. E. Perangkat X-rays (tabung X-rays.F. Grossmann. 2. Optimasi dalam Teknokimia: Optimasi Analitis. Teknik (in-vitro. dan merawat dekomisioning. Pencitraan Fisiologi/fungsional. Stategy of Process Engineering. Biegler. in-vivo. mengoperasikan. Pacemaker. Instrumentasi Medik Fungsi. radioisotope untuk pencitraan). Analisis Ketidakpastian dalam Teknikkimia Buku: 1. Teknoekonomi PLTN 3.C..W. Van Nostrand Reinhold Company. filtrasi). Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik. EEG. Viena. tipe interaksi foton. McGraw-Hill Inc. New York.I. C. London.. Pike. Optimization for Engineering Systems. Sistem instrumentasi (Cardiac. Dekomisioning Reaktor Triga.. R. hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik. arus. 12. Defibrilator dan Hemodialisis). EMG). Dasar fisika resonansi magnet nuklir. tranduser). 13. Detektor nuklir (system deteksi radiasi. 1988 4.. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant. Systematic Methodes of Chemical Process Design. Smith. Rudd.. Pelatihan BATAN.. sharpness..

Buku: 1. 14. hipotesis. B. USG. Tata McGraw Hill Publishing Company Limited. dan rencana penelitian. The Physics of Medical Imaging. Handbook of Biomedical Instrumention.R. Organisasi. Essential of Radiology Sciences. Robert A. menjawab pertanyaan dari peserta lain. Reprint 1993. Editor in chief. Kesley. New York.Khandpur. N. sintesis. 4. Tinjauan pustaka. Manajemen dan tugas-tugas unit. Bristol and Philadelphia. Tugas Akhir (5 SKS) Tugas Akhir dapat berupa penelitian.C. Rathod. landasan teori. Tata McGraw Hill Company Limited. Steve Webb. menyajikan. Membuat Laporan Tugas Akhir dengan format yang telah ditentukan dibawah bimbingan Dosen untuk dipertahankan dalam ujian komprehensif dan Ujian Lisan di depan dewan penguji. Seminar (1 SKS) Menulis makalah yang diberikan Pembimbing. Mengerjakan tugas khusus yang diberikan pembimbing. 2. Balvinder Singh. Membuat laporan tertulis. Handbook of Nuclear Medicine Instruments. pengujian laboratorium. .S.Bronzino. Melaksanakan penelitian/Membuat/Mengerjakan tugas. Fosbinder and Charles A. P. Institute of Physics Publishing. MRI dan Nuklir). Topik makalah berkaitan dengan Teknokimia Nuklir.Bhairi. Copyright 2002. Semester VIII 1. Kerja Praktek (3 SKS) Kerja Praktek di unit penelitian atau industri terkait dengan bidang teknokimia Nuklir. R.58 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 pencitraan medis (X-rays. New Delhi. 1994.V. CRC Press. perancangan alat. studi perbandingan. 3. pengembangan analisis. 1977. 2. New Dilhi. Mahasiswa mengajukan usulan yang berisi: Latar belakang. 5. penerapan teknologi. Joseph D. Perumusan masalah. The Biomedical Engineering Handbook.Narurkar. IEEE Press. McGraw Hill Medical Publication Division.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

59

BAB VI. JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR Bidang Teknofisika adalah bidang ilmu yang secara umum mengamati fenomena fisis alam, mempelajari hubungan sebab-akibat, menurunkan formula matematika, mengimplementasikannya dalam bentuk alat (tool), alat ukur (instrument), proses, perkakas (equipment), bahkan sebuah sistem lengkap atau plant. Dalam bukunya Sears & Zemansky, fisika disebut juga ”science of measurement”, karena pengamatan fenomena alam tersebut mengharuskan penjabaran dalam bentuk pengukuran besaran-besaran fisis yang terlibat dalam fenomena alam tersebut. Oleh karena itu, bidang ilmu fisika ini banyak dikembangkan untuk mendukung pengembangan alat ukur di samping pengembangan proses atau plant. Teknofisika Nuklir lebih mengkhususkan pada pengamatan proses berkaitan dengan reaksi nuklir serta radiasinya dan pengukuran besaran-besaran fisisnya dalam rangka monitoring dan pengendalian proses tersebut sehingga pemanfaatan proses dan energi nuklir berlangsung secara terukur, terkendali serta aman terhadap pekerja, fasilitas, dan lingkungan. Untuk itu perlu dikembangkan bidang ilmu fisika terapan yang secara khusus mempelajari bagaimana proses nuklir tersebut berlangsung, serta mengukur dan mengendalikannya. Pengamatan, pengukuran dan pengendalian proses nuklir memerlukan bidang-bidang pengetahuan yang lebih spesifik yaitu elektronika, listrik, mekanik dan instrumentasi. Berdasarkan bidang-bidang keilmuan tersebut, Jurusan Teknofisika Nuklir menyelenggarakan dua program studi yaitu : 1. Program Studi Elektronika Instrumentasi 2. Program Studi Elektromekanik. A. JURUSAN DAN TUJUAN Tujuan penyelengaraan jurusan Teknofisika Nuklir adalah dihasilkannya tenaga profesional sarjana sains terapan yang mampu mensinergikan kemampuan analisis dan keahlian dalam bidang elektronika-instrumentasi dan elektromekanik. Kompetensi Lulusan Program Studi Elektronika Instrumentasi meliputi :

60

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

1. Mampu mengoperasikan alat elektronik dan instrumentasi nuklir. 2. Mampu merancang dan merekayasa alat bantu/instrument elektronik untuk pengukuran parameter proses nuklir maupun industri. 3. Mampu mengkalibrasi alat instrumentasi elektronik. 4. Mampu melakukan perawatan peralatan fisika/instrumentasi. 5. Mampu membuat program aplikasi untuk akusisi data proses serta mengkomunikasikan data proses tersebut ke pusat sistem informasi. 6. Mampu mengoperasikan sistem berbasis mikroprofessor dan membuat program aplikasi untuk sistem mikrokontroler. 7. Mampu mengoperasikan Pragrammable Logic Controller dan ProportionalIntegral-Derivative Controller. 8. Mampu melaksanakan kegiatan litbang secara mandiri serta membimbing teknisi yunior. 9. Setelah menempuh ujian untuk memperoleh lisensi, dapat bertugas sebagai petugas proteksi radiasi . Kompetensi Lulusan Program Studi Elektromekanik meliputi : 1. Mampu mengoperasikan peralatan elektromekanik dan instrumentasi. 2. Mampu merancang dan merekayasa alat bantu/instrument elektromekanik untuk pengukuran parameter proses nuklir maupun industri. 3. Mampu mengkalibrasi alat instrumentasi elektromekanik. 4. Mampu melakukan perawatan peralatan elektromekanik. 5. Mampu mengoperasikan sistem kendali elektronis berbasis relay maupun PLC. 6. Mampu mengintegrasikan peralatan elektromekanik ke dalam sistem monitoring dan kendali. 7. Mampu melaksanakan kegiatan litbang secara mandiri serta membimbing teknisi yunior. 8. Setelah menempuh ujian untuk memperoleh lisensi PPR, dapat bertugas sebagai petugas proteksi radiasi. 9. Mahasiswa akhir program studi Eletromekanik juga diberi kemampuan untuk dapat mengikuti ujian lisensi UTR/Radiografi.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

61

B. FASILITAS LABORATORIUM Untuk mendukung tujuan penyelenggaraan Jurusan Teknofisika Nuklir, proses belajar mahasiswa setiap prodi memanfaatkan laboratorium-laboratorium baik dilingkungan STTN, lingkungan BATAN pada umumnya serta di beberapa laboratorium di Universitas Gadjah Mada. Untuk lingkungan STTN, unit-unit dan laboratorium terebut antara lain Laboratorium Fisika Dasar, Unit Gambar Teknik, Elektronika, Instrumentasi dan Spektroskopi, Instrumentasi dan Kendali, Unit Komputer, dan laboratorium Radiografi, Unit proteksi radiasi, Unit bengkel mekanik, serta laboratorium atau unit di lingkungan BATAN yaitu Reaktor Nuklir Kartini, Balai Instrumentasi, Balai Elektromekanik dan Unit Akselerator. Untuk meningkatkan penguasaan Bahasa Inggris disediakan pula Laboratorium Bahasa. Praktikum proses produksi II diharapkan akan melengkapi keahlian untuk mahasiswa program studi Elektromekanik. Laboratorium Fisika Dasar Laboratorium ini memiliki peralatan-peralatan untuk praktikum fenomena fisika dasar yaitu fenomena listrik, optik dan getaran. Laboratorium Elektronika Keahlian berkaitan dengan bidang elektronika diberikan melalui praktikumpraktikum elektronika dasar, analog, dan digital. Laboratorium ini memiliki peralatan-peralatan yang memadai untuk kegiatan praktikum tersebut. Laboratorium Instrumentasi dan Kendali Laboratorium ini menyelenggarakan praktikum untuk membentuk keahlian dasar dalam bidang sistem kendali yaitu melalui praktikum-praktikum kendali proses PID dan kendali berbasis PLC. Laboratorium Instrumentasi Nuklir Keahlian mengenai monitoring radiasi dan analisis spektrosopinya diberikan di laboratorium ini. Keahlian ini memberikan dasar-dasar instrumentasi nuklir seperti yang diperlukan dalam pengoperasian peralatan radiologi dan pengujian industri.

62

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Laboratorium NDT/Radiografi Radiografi merupakan salah satu teknik yang banyak dimanfaatkan untuk pengujian keandalan mekanis peralatan proses di indutri. Laboratorium ini memberikan praktikum-praktikum untuk membekali keahlian kepada mahasiswa berkaitan dengan pengujian bahan tersebut. Unit Proteksi Radiasi Laboratorium ini menyelenggarakan praktikum dalam bidang proteksi radiasi mencakup eksperimen dan analisis menggunakan sumber radiasi dan penentuan dosis radiasi untuk mengetahui batas-batas penyinaran radiasi yang aman terhadap operator. Unit Komputer Keahlian di bidang komputer dan komputasi diajarkan di unit ini. Kegiatan-kegiatan praktikum seperti pemrograman komputer, simulasi kendali, dan gambar teknik juga dapat diselenggarakan di unit ini. Unit komputer juga mengadakan workshop secara periodik di bidang komunikasi data dan jaringan berbasis Linux. Unit Gambar Teknik Keahlian menggambar teknik merupakan keahlian dasar yang dibutuhkan sebagai sarjana teknik pada umumnya. Unit Gambar Teknik ini memiliki peralatan menggambar secara manual dengan menggunakan mesin gambar. Keahlian menggambar teknik dengan komputer juga sedang dikembangkan tetapi diselenggarakan di Unit Komputer. Lab. Listrik dan Sistem Tenaga Berbagai keahlian berkaitan dengan listrik dan sistem tenaga diberikan di laboratorium ini seperti grounding, switching, proteksi dan isolasi, dan distribusi listrik serta uji keandalan komponen listrik. Unit Bengkel Mekanik Unit bengkel mekanik menyelenggarakan praktikum-praktikum proses prosuksi seperti pembubutan, pengelasan, penekukan, dan pemotongan bahan mekanik.

Mampu menunjukkan kemampuannya secara profesional dan mampu mensinergikan keahlian dan daya analisisnya dalam perancangan. dan perawatan alat-alat instrumentasi elektronik yang digunakan baik pada industri nuklir. 2. Mampu mengoperasikan. 3. industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya. pengujian. pengoperasian serta pemanfaatan peralatan atau intalasi nuklir/radiasi baik untuk keperluan medis. pengoperasian. Visi & Misi Visi Menjadi penyelenggara pendidikan yang mampu menghasilkan sarjana sains terapan yang siap berkembang dan berkarya secara profesional dalam bidang instrumentasi berbasis elektronik baik untuk industri nuklir. 2. Tujuan Program Studi Di Indonesia. mendistribusi. fasilitas dan lingkungan pada umumnya. Bidang-bidang pekerjaan .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 63 C. Mampu memberikan supervisi bagi industri jasa yang menjual. Pengoperasian dan pemanfaatan peralatan ini membutuhkan tenaga-tenaga supervisi yang handal yang mempunyai keahlian dan analisis baik dalam bidang-bidang ilmu fisika terapan maupun fisika nuklir/ radiasi. pembuatan. dan atau mengoperasikan instalasi radiasi berktaitan dengan aspek legal dan keselamatan penggunaannya. menguji dan analisis kinerja pada penggunaan alat-alat elektronika instrumetasi dalam lingkungan industri nuklir maupun non-nuklir berkaitan dengan aspek keselamatan untuk pekerja. PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA INSTRUMENTASI 1. Misi Program Studi Elekronika Instrumentasi dirancang agar lulusannya: 1. perbaikan. industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya. Hal ini disebabkan bahwa peralatan-peralatan tersebut pada umumnya sarat dengan teknologi elektronika dan instrumentasi di samping memerlukan perlakuan khusus berkaitan dengan adanya radiasi. penggunaan. maupun inspeksi dan pengujian peralatan proses industri sangat luas.

Berdasarkan Kurikulum Standard Diknas. Oleh karena 1 SKS teori adalah 1 jam tatap muka. instrumentasi. struktur kurikulum prodi elin menawarkan 4 mata kuliah pilihan (8 SKS) yang terbagi ke dalam 3 kelompok mata kuliah pilihan wajib yaitu kelompok pilihan instrumentasi nuklir. kurikulum program studi Elektronika Instrumentasi dirancang sedemikian sehingga mahasiswa lulusannya mendapatkan kompetensi yang memadai (core competence) dalam bidang instrumentasi elektronik. Dengan komposisi tersebut. 3. sedangkan 1 SKS praktikum adalah 3 jam tatap muka. kendali dan robotika serta pilihan teknologi reaktor.64 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 tersebut tentu saja memerlukan banyak tenaga kerja yang mampu memenuhi keahlian kombinasi antara elektronika. MBB). Tujuan penyelenggaraan program studi ini adalah untuk menghasilkan sarjana sains terapan yang dapat memenuhi tuntutan keahlian multi-disiplin (elektronika. MPB. Dengan demikian. dan radiasi. Untuk lebih menekuni bidang keahlian tertentu. dan radiasi) tersebut. . ditambah 144 jam praktek (60 %) termasuk praktek kerja lapangan. instrumentasi. kurikulum Prodi Elin terdiri dari 75 % mata kuliah inti (MKK dan MKB) serta 25 % mata kuliah penunjang (MPK. mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni serta mempunyai bekal tambahan baik perilaku berkehidupan bersama maupun perilaku berkarya sesuai dengan standard yang berlaku secara nasional. maka beban belajar mahasiswa secara riil adalah 100 jam teori (40 %). Struktur Kurikulum Kurikulum program studi baik untuk program studi elektronika instrumetasi maupun elektromekanik dirancang untuk dapat memberikan bekal kompetensi sarjana sains terapan yang cukup yaitu 148 SKS dengan komposisi teori 100 SKS dan praktek 48 SKS. serta memiliki keunggulan komparatif dalam bidang instrumentasi nuklir.

2. Bahasa Inggris 3. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Distribusi Matakuliah Berdasarkan Standard Diknas No 1. Perbandingan SKS dan Beban Kerja (jam) Teori dan Praktek I II III IV V VI VII VIII Tr Pr Tr Pr Tr Pr Tr Pr Tr Pr 12 8 12 8 14 6 19 0 0 8 20 20 20 20 8 Praktek = 48 SKS Total = 148 SKS Jam Praktek = 144 (60%) Jam Total = 244 Tr Pr Tr Pr Tr Pr 14 6 14 6 12 8 20 20 20 Teori = 100 SKS Jam Teori = 100 (40%) 5.7 % 148 100 % MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) No.3 % 2 8 28 2 48 32. Kelompok (elemen kompetensi) Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB) Prosentase Inti (Utama) Institusional Pendukung Lainnya Jumlah SKS 12 40 76 12 8 10 32 48 10 8 100 67.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 65 4. 3. 4. Pendidikan Agama I 2. 5. Pancasila SKS T P 2 2 2 Semester I II III 2 .

NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Pengukuran Alat Deteksi & Pengukuran Radiasi (ADPR) Elektronika Digital Elektronika Nuklir Instrumentasi Nuklir PRASYARAT SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 2 2 2 I I I I II II II II II III III III IV IV IV IV 2 8 Semester SKS T P 2 2 I I II II III III IV IV Elektronika Dasar 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Elektronika Analog Elektronika Analog dan Elektronika Digital ADPR . Fisika Dasar II Fisika Dasar I 9. Thermodinamika 12. P. Fisika Modern Fisika Dasar II Matematika 13. Matematika I 2.66 4. Elektronika Dasar 4. Matematika II Matematika I Teknik Listrik 7. 3. 6. Komputer & K. Matematika Teknik Matematika II 11. Ilmu Bahan 6. Kimia Umum 5. Perpindahan Panas 16. Fisika Dasar I 3. Numerik Teknik 14. 5. Mekanika Fluida JUMLAH MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. Fisika Reaktor Fisika Modern 15. NAMA MATA KULIAH Praktikum Gambar Teknik Arsitektur & Jaringan Komputer Elektronika Analog Alat Ukur & T. Statistik 10. 8. 8. Kewarganegaraan Pendidikan Agama II JUMLAH Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pend. 5. Agama I 2 2 10 V VII 2 Semester MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. 7. 2. 1. 4.

11. 15. 12. 16. 13. 6. 17. 18.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 67 Elektronika Digital Fisika Reaktor Elektronika Digital Elektronika Digital ADPR Elektronika Digital Teknik Isyarat Mikroprosesor Instrumentasi Nuklir PLTN dan Pembangkit Konvensional Teknik Instrumentasi & Kendali Teknik Instrumentasi & Kendali 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 26 2 IV V V V V V VI VI VI VI VI VI VI VI Semester 9. 20. Nuklir Kinetika dan Pengendalian Reaktor Teknik Kendali Digital Perancangan Instrumentasi Metodologi Penelitian JUMLAH 2 2 2 2 2 2 MK WAJIB PERILAKU BERKARYA (MPB) No. 14. NAMA MATA KULIAH Proteksi & Keselamatan Radiasi Perundang-undangan Tenaga Nuklir Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & Ergonomi Seminar Manajemen Proyek JUMLAH PRASYARAT ADPR Proteksi & Keselamatan Radiasi SKS T P 2 1 2 2 2 V VII VII VII VII VII Kerja Praktek 1 2 9 2 . 4. Mikroprosesor PLTN dan Pembangkit Konvensional Teknik Isyarat Teknik Instrumentasi & Kendali UTR/Radiografi Teknik Antar Muka Pengolahan Isyarat Sistem Mikrokontroler Pemeliharaan Instr. 1. 21. 2. 3. 19. 10. 5.

68 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK PILIHAN (WAJIB MINAT) (MKB) No. 2. 7. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT Minat Instrumentasi Nuklir Instrumentasi Akselerator Sistem Akuisisi Data Kecerdasan Buatan Minat Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Inteligent Sensor Minat Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor JUMLAH SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 SKS T P 2 2 2 2 2 Semester VII VII VII VII VII VII VII VII VII Semester MK PILIHAN BEBAS (PILIHAN 1 MK) No. NAMA MATA KULIAH Kerja Praktek Tugas Akhir JUMLAH SKS T P 3 5 8 Semester PRASYARAT VII VII . 3. 1. 3. 3. NAMA MATA KULIAH Proteksi Radiasi Lanjut Sistem Pencacah Nuklir Teknologi Akselerator Sistem Telemetri Electronic Security Tekno Ekonomi PLTN Instrumenasi Medik PRASYARAT Proteksi & Keselamatan Radiasi VII VII VII VII VII VII VII PLTN dan Pembangkit 2 Konvensional ADPR 2 MK WAJIB BERKEHIDUPAN BERSAMA (MBB) KODE 1. 2. 2. 3. 6. 1. 1. 2. 2. 5. 1. 4.

Pengukuran JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 . Alat Ukut & T. Elektronika Dasar MKB Prakt. Gambar Teknik JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 14 Semester II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN201 STN202 TFN203 TEI204 TEI205 TFN206 TFN207 TFN208 TEI209 TFN210 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MKK MKK MKK MKB MKK MKB MKK MKK MKB MKB Matematika II Statistik Fisika Dasar II Elektronika Analog Teknik Listrik Alat Ukur & T Pengukuran Ilmu Bahan Prakt.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 69 6. Fisika Dasar I MKK Prakt. Susunan Kurikulum Program Studi Elektronika-Instrumentasi Semester I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 TFN104 TFN105 TFN106 TEI107 TFN108 TEI109 TFN110 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MPK MKK MKK MKK Pendidikan Agama I Bahasa Inggris I Matematika I Fisika Dasar I Kimia Umum Arsitektur & Jaringan MKK Komputer MKB Elektronika Dasar MKK Prakt. Elektronika Analog Prakt. Fisika Dasar II Prakt.

Pemrorgaman & K MKK Numerik MKB Prakt. Instrumentasi Nuklir MKB Prakt. Elektronika Nuklir JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 12 . Numerik MKK Fisika Reaktor MKB Elektronika Nuklir MKK Mekanika Fluida MKB Instrumentasi Nuklir MKB Sistem Mikroprosesor Prakt.70 Semester III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN301 TFN302 TFN303 TFN304 STN305 TEI306 TFN307 STN308 TEI309 STN310 Kelompok Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MKK MKK MKK Pendidikan Pancasila Matematika Teknik Fisika Modern Termodinamika Alat Deteksi& Pengukuran MKB Radiasi (ADPR) MKB Elektronika Digital MKK Perpindahan Panas MBB Praktek Bahasa Inggris MKB Praktek Elektronika Digital MKB Praktek ADPR JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 14 Semester IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode TFN401 TFN402 TEI403 TFN404 TEI405 TEI406 TFN407 TEI408 TEI409 TEI410 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MKK P. Komputer & K. Sistem Mikroprosesor MKB Prakt.

UTR/Radiografi Prakt.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 71 Semester V No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN501 STN502 TFN503 TEI504 TEI505 TEI506 TFN507 TEI508 TEI509 STN510 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Kelompok PLTN dan Pembangkit Konvensional Proteksi & Keselamatan MPB Radiasi MBB UTR/ Radiografi Teknik Instrumentasi & MKB Kendali MKB Teknik Isyarat MKB Teknik Antarmuka Komputer MKB Prakt. Kinetika & MKB Pengendalian Reaktor JUMLAH MPK 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 . Teknik Instrumentasi & MKB Kendali Prakt. Sistem Mikrokontroler Prakt. Proteksi & Keselamatan MPB Radiasi JUMLAH MKB 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 12 8 Semester VI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN601 TFN602 TEI603 TEI604 TEI605 TEI606 TEI607 TEI608 TEI609 TFN610 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Kewarganegaraan Kinetika dan Pengendalian MKB Reaktor MKB Pengolahan Isyarat MKB Sistem Mikrokontroler Pemeliharaan Instrumentasi MKB Nuklir MKB Teknik Kendali Digital MKB Perancangan Instrumentasi MKB Prakt. Pemeliharaan MKB Instrumentasi Nuklir Prakt. Teknik Antarmuka MKB Komputer Prakt.

Kode KIN701 STN702 STN703 STN704 STN705 STN706 STN707 Kelompok Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MPB MBB MBB MPB MBB MBB MKB MKB MKB MKB Pendidikan Agama II Perundang-undangan Tenaga Nuklir Metodologi Penelitian Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & Ergonomi Manajemen Proyek Seminar Pilihan Wajib I Pilihan Wajib II Pilihan Wajib III Pilihan Bebas JUMLAH 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 20 Semester VIII No 1 2 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 Kode STN801 STN802 Kode TFN701 TFN702 TFN703 Kode TFN706 TFN707 TFN708 Kode TFN709 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MBB Kerja Praktek MBB Tugas Akhir JUMLAH Kelompok Kelompok Pilihan Instrumentasi Nuklir MKB Instrumentasi Akselerator MKB Sistem Akuisisi Data MKB Kecerdasan Buatan Kelompok 3 5 8 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 MKB MKB MKB Kelompok Kelompok Pilihan Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Intelligent Sensor Kelompok Pilihan Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor MKB .72 Semester VII No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11.

Modal Auxiliaries. Perfect Tenses and articles. Pustaka: 1. Passive Sentences. Bahasa Inggris I Materi : Structure: Present. Comparisons. 4. Question words. Gerund and Infinitives. dan Syari’ah. Cambridge Univ. Islam. Muhammad Al Ghozali. Press. English Grammar in Use. Hikmah ibadah. Keimanan. Connecting ideas. pembangunan. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). Muhammad Syaltut. Count/ NonCount nouns. Riyadhus Sholihin. Pustaka: 1. Past. Akhlak Islam. and Future Tenses. Pendidikan Agama I Materi : Pokok-pokok agama. noun clauses. 2. Peran agama dalam keluarga. . Nouns and Pronoun. Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). Academic Reading and Writing. 2. 3. Silabus SEMESTER I 1. Imam Namawi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 73 Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor Mata Kuliah Proteksi Radiasi Lanjut Sistem Pencacah Nuklir Teknologi Akselerator Sistem Telemetry Electronic Security Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik 2 2 SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 3 No 1 2 3 4 5 6 7 TFN710 TFN711 Kode STN704 TFN712 TFN713 TEI701 TEI702 MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB MKB MKB 7. Raymond Murphy. dan perkembangan teknologi. Aqidah.

. Hidrostatika dan hidrodinamika.L. Gaya. 3. 2. Hukum kekekalan energi dan momentum. Terjemahan P Soedarjono.. Konsep thermodinamika dan hantaran panas. Encyclopedia of Science in Everyday Life”. Jilid 1. Fisika. Fisika Dasar I Materi : Pendahuluan : pengertian besaran dan satuan. Omura George. New York. FMIPA-UGM. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto. Kaplan. Relasi dan fungsi matematik. Pustaka: 1. 1964. M. Mekanika. Cox & Wyman Ltd. dan dinamika. Addison-Wesley Publishing Company. Guild Publ. Bandung. 3. Calculus and Analytic Geometry. Elex Media . 3. Teknik integrasi. Calculus and Linear Algebra. Sears. Binatjipta. Theory and Problem of Calculus. dan Lewis. Inc. limit dan derivative.. Menguasai AUTOCAD Release 12. skalar dan vektor. 2. daya. Pustaka: 1.J. John Wiley and Sons. Statika..F. Sherwood. 2. 1983. dan momentum. aljabar linear. 3. Erlangga.W. Thomas. Panas dan Bunyi. and Sutton C. and Finney. Hukum-hukum Newton dan grafitasi. Jakarta. teori bilangan. Resnick R and David Halliday.. solusi persamaan simultan. D. Jr . Dictionary of Science for everyone. Matematika I Materi : Teori himpunan. Reading. London 1988. New York. Wardiman. G. Ayres. 4. England. Edisi 3. 4. kinematika. F. usaha. W.B. R..74 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1985. Persamaan Differensial. Matriks dan determinan.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 75 Computindo. sel elektrokimia. stoikhiometri. Konsep jaringan komunikasi data.W. Pustaka: 1. Arsitektur dan Jaringan Komputer Materi: Pengenalan perangkat keras komputer : CPU. H. konsep energi. padat. dan Nachtrieb. RAM). TCP/IP. Gillis. Termokimia. reaksi kimia dan hasil reaksi. Memori Eksternal (BIOS. pengantar titrasi. cair-gas). Padatan. proses spontan dan kesetimbangan: termodinamik. ed.D. 4. kaidah fasa Gibbs. Coprocesor aritmatika. Pustaka : . Tabel berkala. Kimia nuklir: hubungan massa-energi dalam inti. Oxtoby. suspensi koloid. sifat koligatif larutan. pengaruh suhu. Gaya antar molekul. 6. Kinetika kimia: laju reaksi kimia. Pipeline. cair dan gas. 196. Wujud gas: kimia gas. Sifat spesies zat terlarut. Kesetimbangan fasa. Microprocessor 8088 sampai Pentium IV. peluruhan. jilid I. hukum dan mekanisme reaksi. radiasi.H. N. proses reversible dalam gas ideal. Unix dan Linux. Cairan dan Transisi Fasa: Sifat. tekanan. Hukum pengga-bungan Kimia. fisi dan fusi. Erlangga. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. teori kinetik gas. Memori internal (Cache. asam-basa dan heterogen (padat-cair. Kimia Dasar Materi: Sifat dan Dasar Kimia Modern: metoda & pendekatan makroskopik. Paralel processing. Hardisk. Topologi jaringan. Struktur fisik atom. Windows.. Dasar-dasar sistem operasi: DOS. 2001.. Interupsi. kimia. Larutan : Komposisi larutan. Penimbangan dan perhitungan molekul. elektrokimia: neraca persamaan reaksi oksidasi-reduksi. suhu dan hukum gas ideal. Transisi fasa dan diagram fasa. Direct Memory Access. campuran dan distilasi. CD-ROM). bentuk pengukuran dan kekekalan.P.. 5. campuran gas.

Teori semi-konduktor. pemuaian logam. 3. STTN-BATAN. Karakteristik Transistor bipolar dan unipolar (FET). Pengenalan Komputer. 1979. Pendekatan II dan Pendekatan . 9. (+ fenomena sensor).Graw Hill. Millman. Pustaka: 1.Graw Hill. 2. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar.M. Jogiyanto. Roger. Presman.P. Mc. 2. McGraw-Hill. Perhitungan. Elektronika Dasar Materi: Persamaan rangkaian sederhana (Hk. Malvino. daya hantar. 1992. Electronics Principles. Listrik : jembatan wheatstone. Karakteristik SCR. Listrik : medan listrik. Kirchhof. 1992. New York. Prentice-hall. Tim Asisten. Ideal. Rangkaian Dioda..1989. kekentalan larutan. A. garpu tala. J. New York. Teori semi-konduktor.76 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Magnet : medan magnet. karakteristik Dioda. The Mathwors Inc. Kirchhof. 7. Hk. Student Edition of Matlab. Software Engineering. Yogyakarta. Perhitungan. Pendekatan II dan Pendekatan III. Karakteristik UJT. ayunan matematis. Microelectronics. Teori Thevenin & Norton tentang arus dan tegangan. termokopel. Teori Thevenin & Norton) tentang arus dan tegangan. H. Praktikum Fisika Dasar I Materi: Mekanika: neraca analisis. Petunjuk Praktikum Dasar Komputer. Andi Offset. karakteristik Dioda. Pustaka: 1. STTN-BATAN.Halkias. tegangan permukaan. 8. Rangkaian Dioda. Mc. rangkaian AC/DC. 4. Ohm. Praktikum Elektronika Dasar Materi: Persamaan rangkaian sederhana (Hk. Ideal. Ohm. Digital & Analog Circuit and System. 1979. A Practitioner Approach. Hk. Tim Asisten.

Persamaan Differensial.Graw Hill. Microelectronics. Menggambar Teknik Untuk Disian. Pustaka: 1.P. J. Electronics Principles. STTN-BATAN. Digital & Analog Circuit and System. Dan Kontrol Numerik. 2. Penerbit Erlangga. Proses pelarutan dan realisasi pembuatan rangkaian. persamaan diferensial untuk fenomena transport. Matematika II Prasyarat: Matematika I Materi : Pemodelan fenomena fisis dalam bidang teknik. Petunjuk Praktikum Gambar Teknik. Mc. Millman. New York. Penyelesaian persamaan diferensial dengan metode analitik dan numeric. potongan benda. Wardiman. gambar bagian mesin. Karakteristik Transistor bipolar dan unipolar (FET). Karakteristik SCR. 3. rangkaian penguat pada PCB menggunakan perangkat lunak Protel. Pardjono.. normalisasi.. Sirod Hantoro. Gambar Mesin dan Merencana Praktis. Pustaka: 1. 1983.Graw Hill. Kreyzig. 1979.. Malvino. Tim Asisten. W. FMIPA-UGM. menggambar benda sederhana: mur. Disain dan Pembuatan rangkaian elektronik dasar. 2. Wiley International. cara meng-arsir. Luzadder.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 77 III. A. Karakteristik UJT. . SEMESTER II 1. Advanced Engineering Mathemathics.J. baut. Gambar Teknik Materi: Tugas dan fungsi gambar teknik. 10. Pustaka: 1. 2. Mc. New York. 1979. gambar peralatan mekanik sederhana. Pengembangan Produk. gelombang. standarisasi bahan dan simbol.

Pendugaan statistik. modus dan variansi. Magnet: gaya magnetik.L. dan gelombang. 2. Pustaka: 1. Optik geometri. Bandung. medan dan potensial listrik. Probability and Statistics for Scinetist and Engineer. muatan dan arus listrik. Sifat-sifat statistik : mean. Edisi 3. Regresi dan Korelasi. gaya gerak listrik induksi.B. histogram data dan distribusi frekuensi. Donald. Listrik dan Magnet. 2. and Finney. Ganeca.78 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1983. R.F. New York. 3. elektromagnetik.. Bandung. 1964. Terjemahan P Soedarjono. ITB. Teori kemungkinan (probabilitas). Bunyi. Pengelompokan data. 3. optik fisik. G. Walpole. McGraw-Hill. Sears. . Analisis Deret Berkala. Uji hipotesa dan taraf nyata untuk sampel besar dan kecil. Pustaka: 1. Addison-Wesley Publishing Company. Sutrisno. median. medan magnetik.W. optic) Prasyarat: Fisika Dasar I Materi: Listrik : Gaya. kurtosis. magnet. simpangan baku. getaran. Distribusi Binomial. Normal dan Poisson. Calculus and Analytic Geometry. dan peralatan optik. Thomas. Dasardasar Teori Sampling. Pengantar Statistik dan Teori Kemungkinan. sampel dan populasi. Jr. probability density function dan cumulative distribution function. Penampilan hasil pengukuran dalam angka grafik/gambar (sta program-> EXEL) . getaran. Binatjipta. dan kemiringan (skewness). Fisika Dasar II (Listrik. arus searah dan bolak-balik. Statistik Materi: Pengertian data.

Resnick R and David Halliday. Pustaka: 1. Jilid 2. Jaringan listrik (node. Fitzgerald. cabang. Fisika. Operational Amplifier and Integrated Circuit. differential amplifier. 3. Analisis jaringan listrik 1 fasa. feedback arus dan tegangan. 1996. dan komparator. Teknik Listrik Prasyarat: Materi : Sistem satuan. 1979. Omura George. E dan S.Boyce.Graw Hill. loop).Halkias. Menguasai AUTOCAD Release 12.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 79 2. 1988. New York. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto.. Malvino. New York. Rangkaian listrik dasar dan karakteristiknya. 1981. Pustaka: 1. B. 1979. McGraw-Hill. 3. Sinyal sinusoidal. . Hignbotham. 4. Basic Electrical Engineering. Inverting. penguat Darlington dan penguat beda. Penguat push-pull. Erlangga. instrumentation amplifier. Op-Amp untuk aplikasi non-linear. PWSKent. Faktor daya dan daya kompleks. mesh. Neidle M. Op-Amp dengan rangkaian luar. Teknologi Instalasi Listrik. AB. A. Mc. Jefferson E. Penguat transistor kelas A. David E. C. 1983. muatan dan arus. Jakarta. Rangkaian pembagi arus dan tegangan. Microelectronics. Erlangga. Mc. Millman. 5. Digital & Analog Circuit and System. Op-Amp tanpa rangkaian luar. bilangan kompleks dan fungsi periodic. Non-inverting. Hk Kirchof arus dan tegangan. Elex Media Computindo. 2. J.P. Model delta dan bintang. Electronics Principles. Elektronika Analog Materi: Analisis AC untuk rangkaian penguat berbasis transistor.Graw Hill. 1982. 2 fase dan 3 fase. 2.

.F. bahan magnetik. 5. Tata Surdia. and Jones. perlakuan panas. diagram fasa logam. superkonduktor. linearitas. semikonduktor. Jakarta. resolusi. Comp. Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Materi: Macam alat ukur (mekanik dan elektronik).. W. 4. DRH. bahan dielektrik. 2. M. akurasi dan kesalahan. 1976. “Principles of Materials Science and Engineering”. E. ed. Measurement System : Application dan Design. “Ilmu dan Teknologi Bahan”. Van Vlack. 1989. Ilmu Bahan I Prasyarat: Materi: Pengenalan Bahan: Struktur atom dalam bahan padat. bahan konduktor. 1988.80 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. 1990. Samsul. 1990.O. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran. D. Ralat. Segal. Ilmu Logam. 1992. Smith. isolator. “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”. Proses pembuatan logam. Mc Graw Hill Publ. 6. Engineering Materials 2. Pustaka: 1. Erlangga. Cooper W. 1988. Listrik dan Magnet. karakteristik instrumen ukur: sensitivitas. L. 7. struktur mikro logam. Pradnya Paramita. Teori pengukuran: standard dan kalibrasi. sifat mekanis. Pergamon Press.Doebelin. presisi. logam Paduan. Erlangga 1991.H. Arifin. 6. Cambridge Univ. 2. . jangkauan alat ukur. 5. 3. Pengetuan Bahan Teknik. Ghalia Indonesia.. korosi. McGrawHill.. kalibrasi dan teknik pengukuran. Press. Sito Shinkoru.F. Ashby. Schaum Series.D. Pustaka: 1. 2nd ed.

STTN. Penjelasan Pasal-pasal pada UUD 1945 . Regulator. tanggapan panas suatu larutan. Pancasila Materi: Istilah Pancasila. STTN. TFN. penentuan kadar larutan gula dengan polarimeter. Prakt. Osilator. penguat operasional. Alat Ukur & Teknik Pengukuran Materi: Penggunaan dan karakteristik berbagai alat ukur. keselamatan kerja alat listrik. 10. Buku Petunjuk Praktikum Fisika Dasar II. Sistematika UUD 1945. Komparator analog. Pustaka: 1. daya dispersi prisma. Aplikasi penguat transistor. TFN. Buku petunjuk praktikum alat ukur dan teknik pengukuran. pemasangan alat ukur listrik pada instalasi listrik. Elektronika Analog Materi: Percobaan penguat transistor. panas lebur dan panas penguapan. Pengukuran arus/ tegangan pada jala sederhana/ rumit. Prakt. Prakt. Fisika Dasar II Prasyarat: Fisika Dasar II Materi: Kalor : panas jenis zat padat. SEMESTER III 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 81 8. STTN. pengukuran daya listrik pada instalasi. Pancasila sebagai pandangan hidup dalam bernegara dan bermasyarakat. 9. penguat push-pull. Optik : mikroskop. Pustaka: 1. Pustaka: 1. pengukuran fasa dan frekuensi. TFN. Buku petunjuk praktikum elektronika. Multivibrator.

Fungsi-fungsi khusus : fungsi gamma. Praktikum Bahasa Inggris II Prasyarat : Bahasa Inggris I Materi: Scientific and technical words. Pradnya Paramita. Shanti Narayan and J. Listening and Speaking.1993. TOEFL. spektrum radiasi atom Hidrogen. C. Pustaka: 1. Academic Reading and Writing. “Vektor Calculus”. teori atom berdasar mekanika . adverbs. Fisika Modern Prasyarat: Materi: Bagian-bagian atom. hamburan Rutherford. Oxford univ. fungsi beta. Michael Swan. 1972 2.Press. massa dan ukuran atom. India. G Mudjianto dkk. Wiley International.Gramedia.S. dan teorema divergensi. Transformasi laplace dan fourier. Advanced Engineering Mathemathics. Deferensiasi vektor. dan fungsi bessel. bola.82 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pustaka: 1. Kanpur. 1983. 2. New Delhi. . teori atom Bohr. 3. 1982. 4. Persamaan laplace dua dan tiga dimensi. 1986. Kreyzig. dan silinder. Pancasila : Buku Panduan Mahasiswa. Purcell. Prentice Hall. 1978. Penerbit PT. adjectives which belong to the phraseology of science. Contoh aplikasi : perhitungan distribusi fluks neutron. Chand and Company Ltd. Pustaka: 1.. Pancasila dan UUD 45. 2. Calculus with Analitic Geometry. S. semi-scientific. 3. semi-technical terms.T Kamal. Practical English Usage. Matematika Teknik Materi : Sistem koordinat kartesian. dan perhitungan medan listrik.N. Inc. integrasi vektor. perhitungan akselerasi ion.

sistem pembangkit uap nuklir. Pustaka: 1. detektor neutron. Arthur Beiser. Besaran dan satuan dosimetri.. detektor proporsional. John Wiley & Sons. The Houw Liong. Interaksi Radiasi dengan materi. Proses reversibel dan ireversibel. Penerbit ITB. dkk. fusi dan pemanfaatnya. M. Hukum ke nol. Penerbit Erlangga. Pustaka: 1. Dittman R. Termodinamika Teknik.H. pancaran Gama. 1992. model-model inti. Reaksi Nuklir. 3. pencacahan GM. motor bakar. alat deteksi pengukuran dosis.C. 2. Erlangga. Reynolds W. 1977. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Piranti pencacahan: kamar ionisasi. Bandung. BATAN. 6.S. Ridwan M. momen spin dan magnet dari elektron. fisi.W.. Siklus Gas Ideal : Gas Ideal. metode dan mekanisme deteksi. statistik pengukuran radiasi. Zemansky. stabilitas dan radioaktivitas. Hukum Pertama dan Hukum kedua.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 83 gelombang. alat deteksi pengukur partikel dan prinsip kerjanya. Perkins H. (fisika neutron). 1994. struktur multiplek dalam spektrum. Prayoto. Bagian-bagian inti atom. 5. membaca tabel. RAM K. Basic Nuclear Engineering. scintilator. Kalor dan Thermodinamika. pancaran Beta. Efisiensi thermodinamis. Marsongko Hadi. Konsep Fisika Modern. sistem dua fase. 1986. pancaran Alpha. Kesetimbangan dan aplikasi : kompressor. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat:Materi: Macam-macam radiasi. 2. 1986.C. Termodinamika Prasyarat: Materi: Pendahuluan : definisi dan konsep dasar. .

Nuclear Electronic. Pembangkit dan transmisi pulsa (coaxial cable). Wylie E. Elektronika Digital . Koll.84 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pustaka: 1. Streeter V. P. Penguat awal votage sensitive. Rangkaian pembentuk pulsa (pulse shaping). Pustaka: 1. Elektronika Nuklir Prasyarat: Materi: Rangkaian sumber tegangan tinggi DC. Malvino. John Wiley & Sons. 3. 7. Penerbit Erlangga. Mekanika Fluida. Multiplexer dan demultiplexer. IKIP Semarang Press. dan Memori. Pustaka: 1. John-Wiley & Sons.B.W. ADC & DAC. Lee. Sistem angka dan pengkodean. Rangkaian aritmatik. rangkaian logika kombintorial. Gerbang logika dasar. 1983. Albert. Nicholas. Peta karnough. Erlangga. Registers. 2. Rangkaian Digital dan Rancangan Logika. 1999. 2. McGraw-Hill. T Sutrisno. Penguat awal charge sensitive.L. Counter. Rangkaian koinsidensi. Elektronika Digital Prasyarat: Materi: Operasi Bilangan. Rangkaian TTL. Digital Principles and Application. Clocks dan timers. Glenn F.. Pewaktu dan pencacah. Herman Cember. 9. Radiation Detection and Measurement. Flipflop. disain dan analisa rangkaian. Samuel C. Pengantar Fisika Kesehatan. 1974. Konverter AD dan DA. Prakt. Jakarta. 1984. Pergamon Press. Piranti penganalisis tinggi pulsa (SCA &MCA). 1979. 1986. Rangkaian pemrosesan data. 8.

statistik pencacahan. Counter. Pustaka: . (wireless system). perhitungan waktu paruh radionuklida. Pemrograman numerik dengan bahasa pemrograman C dan Matlab. Herman Cember. 3. 1983. 1979. Dekoder dan enkoder. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat: Materi: Pencacahan dengan detektor GM. Pemrograman Komputer & Komputasi Numeris Prasyarat: Materi: Logika pemrograman. Pustaka: 1. algoritma. BATAN. flow-chart dan diagram alir. 10. Aplikasi Digital. dan persamaan diferensial.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 85 Prasyarat: Materi: Percobaaan Gerbang dasar. Flip-flop. Radiation Detection and Measurement. Half/ Full adder. pengukuran radiasi gamma dengan pelemahan absorber. Elektronika Digital. IKIP Semarang Press. STTN. Prakt. STTN. Pustaka: 1. Buku Petunjuk Prakt. BATAN. Pengantar Fisika Kesehatan. Pergamon Press. Kalibrasi alat ukur radiasi. persamaan simultan. pengukuran radioaktivitas lingkungan. Glenn F. Koll. 2. Metode numeric untuk solusi persamaan sederhana. Multiplekser dan demultiplekser. Buku Petunjuk Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi. ADC/DAC. SEMESTER IV 1. Register. John Wiley & Sons.

1989. 1986. difusi. John R. H. The Houw Liong.86 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. konsep fluks dan arus neutron. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. RAM K.Nostrand Compny. Jogiyanto. Andi Offset. Ridwan M. John Wiley & Sons. McGraw-Hill. 4. 2. 1989. Konsep Fisika Modern. Arthur Beiser.S. BATAN. Numerical Method. geometri. Perhitungan koefisien perpindahan panas local dan global. L. 3. 5. Prayoto. Penerbit Erlangga. 1986.P. 4.V. Software and Analysis. 1955. Engineering Problem Solving With MATLAB.M.Rice.J. Marsongko Hadi.J. 3. 2. McGrawhill. 1976. Kesetimbangan panas counter flow dan current flow.C. Basic Nuclear Engineering.M. Yogyakarta. Glasstone S.Etter. moderasi dan termalisasi neutron. Pustaka: 1. 1993. Contoh-contoh penukar kalor. John Wiley & Sons. D. . Duderstadt J. 2. Numerical methods For Engineers. Perpindahan Panas Prasyarat: Materi: Prinsip dasar dan aplikasi perpindahan panas konveksi. Nuclear Reactor Analysis. D. Fisika Reaktor Prasyarat: Materi: Pengenalan prinsip dasar teori reaktor. R. dkk. 1977. konduksi dan radiasi. Chapra S. modul perhitungan difusi multi kelompok. Hamilton. Canale. 3. Pengenalan Komputer. Prentice-Hall. 1985. Principles of Nuclear reactor Engineering. tampang lintang dan laju reaksi neutron.. perhitungan massa dan ukuran kritis reaktor homogen dengan dan tanpa reflektor.

R. IR. Harrer. rangkaian pembalik pulsa. J. Perhitungan penurunan tekanan (pressure drop) pada berbagai jenis aliran pipa dan equipment. Radiation Detection and Measurement. analisa dimensi. Heat Transfer. Virginia. 2. sistem spektroskopi α. 1979.. 2. Process Heat Transfer. peristiwa pulse shaping pada amplifier. ralat-ralat sistem pengukuran (cara optimasi pengukuran). MGraw-Hill. MTIS.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 87 spesifikasi dan efektivitasnya. Mekanika Fluida. 1979. McGraw-Hill International Edition.V. perangkaian sistem instrumentasi. Pustaka: 1. Mekanika Zalir. Mekanika Fluida Prasyarat: Materi: Hukum dasar. Penerbit Erlangga.M. Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Pengenalan dan prinsip dasar instrumentasi nuklir. J. aliran kepekatan dan kompresibilitas. noise dan resolusi. Pustaka: 1. Koll. 1950. Kern D. aliran dalam saluran terbuka dan pipa. Penerbit Erlangga.Holman. 5. 1986. Glenn F. 2. Herman Widodo Soemitro. Giles. sifat zat alir. 1981. pengaruh pile up dan decay time pada pengukuran tenaga dan resolusi. Nuclear Power Instrumentation System. Mikroprosesor .M. Terjemahan P. Wilardjo Liek. pengukuran. pengaruh noise pada pengukuran tenaga dalam spektroskopi nuklir. Scaum Series. White F. Pustaka: 1.P. β. 1977.. John Wiley & Sons. aliran melalui obyek. 6. 4. γ dan neutron.Q. prinsip impuls dan momentum.

Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikaksi. “Mikroprosesor and Digital Systems Second Edition International Student”. Design with Mikroprocessor for Mechanical Engineers. Eko Putra. software dan program monitor. 8008. mikrokontroller 8049 dan 8747. Control Bus. kegunaan. mikroposesor ideal. 1992. 8086. President of CromemcoIncorporated lecturer in electrical Engineering Stanford University. Z-80. Stifler. memori alamat. Prakt. 2.3 dan Pentium 4. Teknologi Mikroprosesor. otomasi pengatur pH limbah industri. motor steper. 5. parallel input-output. Harry Garland. saluran P dan teknologi Bipolar.2. 3. teori rangkaian perangkat keras. 1989. spesifikasi hardware. Chip Magazine Mei 2002. 2002. 7. Metal Oxide Silicon (MOS) saluran N. Z8000. 8080. 80386. CTC untuk rate meter. 6. Kent. Douglas V Hall. 8028n. Aplikasi Mikroposesor MPF-1 untuk : system otomatis penampung fraksi pemisahan LJTJ. 4. Mississipi State University. Mikroprofessor MPF-1 “Experiment Manual “ Multitech Industrial Corp.88 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Prasyarat: Elektronika Digital Materi: Pengertian Mikroposesor. Address Bus.P. Pencacah dan pewaktu CTC. “Introduction to Microposesor System Design”. prinsip dasar dan data eksitasi motor steper. Evolusi Mikroposesor : 4004. Komputer & K Numerik Prasyarat: Materi: . alamat masukan dan keluaran. Pustaka: 1. Pentium 1. Teknik Pemrograman. Yogykarta. Penggunaan Mikropofessor MPF-1. cara kerja dan pemrograman CTC. Agfianto. bagian penting mikroposesor : Data Bus. 80486. Penerbit Gav Media.

Teknik Pemrograman. H. 3. perkalian dan pembagian. McGraw-Hill. STTN. 10. 1992. pengkuran aktivitas absolut dengan cara koinsiden. BATAN. 1989. The Mathwors Inc. looping. Prakt. spektroskopi metode koinsiden dan anti koinsiden. Flowchart. Andi Offset. Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Spektroskopi gamma dengan detektor NaI(Tl). SIO. 9. Buku Petunjuk Praktikum P. Presman. BATAN. Spektroskopi gamma dengan detektor ZnS(Ag).Elektronika Nuklir Prasyarat: Materi: .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 89 Algoritma. PIO. Student Edition of Matlab. Buku Petunjuk Praktikum Mikroprocessor dan Mikrokontroler. A Practitioner Approach. 8. Pemrograman dengan bahasa program (C++. Mikroprocessor Prasyarat: Materi: Pengenalan Tombol. Pustaka: 1. spektroskopi dengan sistem accuspec. STTN.M. Ge(Li). percobaan koinsiden gamma-gamma. Software Engineering. STTN. penjumlahan dan pengurangan. Komputer & K Numerik. Prentice-hall. Yogyakarta. counter. timer. Fortran) dan aplikasinya. pemindahan data. Prakt. sistem pencacah gamma latar rendah. BATAN. Roger. penyimpanan data pada pita. Prakt. Pascal. Jogiyanto. Pustaka: 1. 2. Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi Nuklir . ADC/DAC. Pengenalan Komputer. 4. 1992. Spektroskopi x-ray dengan detektor Si(Li). Pustaka: 1.

PPEN. John Wiley & Sons. Marsongko Hadi.H. 2. M. pembangkitan listrik. Buku Petunjuk Praktikum Elektronika Nuklir. Newjec Inc. BATAN. 1992. R.90 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Sumber Tegangan Tinggi DC. penanggulangan kecelakaan radiasi (sumber hilang). Penerbit Erlangga. sekunder dan tersier. Ridwan M. 1993. macam-macam sistem pembangkit daya reaktor nuklir. Instalasi Pembangkit Daya. Rangkaian pembalik pulsa (GM Inverter). sistem PLTN. Pustaka: 1. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Perisai radiasi. BATAN. 1977.El. ADC dan DAC. Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Prasyarat: Fisika Reaktor Materi: Sistem pembangkit listrik konvensional.M. Shannon. Pewaktu dan pencacah. Prayoto. 2. teknik pencacahan dan aplikasinya. Pembangkit dan transmisi pulsa. BATAN. dkk. SEMESTER V 1. sistem pendingin utama. penggantian sumber. Penganalisa tinggi pulsa.Wakil. Henry C Swenk. Pulse Shaping. pengukuran tingkat kontaminasi dan dekontaminasi. sistem keselamatan pada rektor nuklir. 4. penetuan daerah.. Nuclear Power Engineering.. Pustaka: . Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Pre Amp charge sensitive. perhitungan dan evaluasi dinding ruang sinar X.karakteristik: pembangkitan panas . 1986. 3. Main Characteristics and Plant Highlight. STTN. Pustaka: 1.

1995. UTR/Radiografi Prasyarat: Materi: Konsep dan definisi. IAEA.C. 1994. Proceeding. Bandung. Pustaka: . Mengenal Asas proteksi Radisi. kualitas gambar. 2. 3. Teknik Instrumentasi dan Kendali Materi: Konsep dasar sistem kendali. Tindakan preventif dan penanggulangan kecelakaan radiografi. Buku Pelatihan Radiografi Level-1. 1988. Radiation and Security : Comprehending Radition Risk. hubungan antara bayangan dan obyek. diagram blok dan fungsi transfer sistem. 2002. 3. Deskripsi proses. optimal dan intelligen. 1993. Rekaman fotografi dan non-fotogarfi. 2. dan berbagai jenis cacat. Radiologic Science for Technologist. Manfaat. Suwarno. alasan dan aplikasi UTR. fungsi transfer dan solusi. Sistem lup terbuka dan lup tertup.. Sydney. Contoh aplikasi : sistem kendali level. BATAN. dan reaktor. Radiation Protection in Nuclear Energy. Interpretasi film radiografi. Standard radiografi. kurva karakteristik dan pemrosesan film. perhitungan dan penilaian sensitivitas radiografi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 91 1. diagram proses. Kendali adaptif. Strategi pengendalian. IEAE. Mosby Year Book. Kualitas film. Dasar fisika radiografi. Paris. 5th edition. Penerbit ITB. Prinsip kerja uji tak merusak. Wiryosimin. motor. Teknik radiografi. Bushong S. Cacat film radiografi. Macam-macam sistem kendali otomatis berbasis komputer dan PLC. Pustaka: 1. Pemodelan sistem. Analisis kestabilan. Pusdiklat. 4. interpretasi gambar radiografi. Sumber radiasi dan peralatan radiografi. tanggapan waktu dan frekuensi.

signal waktu diskrit dan kontinyu. Transofrmasi. Prasyarat: Materi: Prinsip dasar dan metode dasar uji tak merusak. Prakt. 1992. semi takhingga. perhitungan dan penilaian sensitivitas radiografi. 2. 1991. 5. dan tak hingga. H Kwakernak. sistem memoryless. hubungan antara bayangan dan obyek.R. Ruang dan pembangkitan signal. McGraw-Hill. Pustaka: 1.H. Sistem linear dan sistem konvolusi. kurva karakteristik dan pemrosesan film. McMillan Publishing Company. Pusdiklat BATAN. R. 2002. kuantifikasi. 2. kualitas gambar. sistem input-output mapping. Instrumentasi dan Kendali . Interpretasi film radiografi.E.92 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. R Siphan. Penerbit Erlangga. D. sinyal periodic dan harmonic. non-anticipating dan time invariance. Pengenalan signal : signal sekuensial dan sampling. 1997. 1993. Buku Pelatihan Radiografi Level-1. 7. dan berbagai jenis cacat. Fannin.Ziemer. Modern Signal & System. Katshuhito Ogata.Tranter. Signal & System : Continuous and Discrete. signal waktu hingga. 6.. Kualitas film. W. beberapa bentuk signal terkenal. Teknik Kontrol Automatik. Pustaka: 1. pengaruh sifat bahan dan berbagai teknik radiografi. samling dan interpolasi signal. Pengenalan sistem: sistem input-output. Stabilitas sistem terhadap input harmonic dan periodic. Prentice-Hall. sistem kontinyu dan diskrit. Control System Design and Simulation. Praktikum UTR/Radiografi. interpretasi gambar radiografi. Cacat film radiografi. Jack Golten and Andy verver. Teknik Isyarat Materi: Dasar-dasar signal dan sistem: input-output sistem.

Pustaka: 1. dekoder alamat. Eko Putra. Agvinto. digital I/O. pengiriman data biner ke peralatan. Pemrograman dan pengendalian proses dengan PLC. Design with Mikroprocessor for Mechanical Engineers. Stifler. STTN. Yogykarta. studi kasus untuk rangkaian RC dan RLC. Agvinto. 1992. Antar Muka Komputer : Teori dan Aplikaksi. 3. penanggulangan kecelakaan radiasi (sumber hilang). Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi dan Kendali. pemrograman. analisis sistem kendali PID untuk orde1 dan 0rde-2 serta sitem kendali motor dc. penggantian sumber. 2. struktur papan antarmuka. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Perisai radiasi. Yogykarta. Teknik Antarmuka Komputer Prasyarat: Materi: Konsep antarmuka serial dan paralel. Pustaka: 1. Kent. Eko Putra. 8. perhitungan dan evaluasi dinding ruang sinar X. 2002. memori. Penerbit Gav Media. Mississipi State University. prinsip pembacaan data digital oleh komputer. Buku Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi II. 2002. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikasi. penetuan daerah. 9. Prakt.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 93 Prasyarat: Materi: Pengenalan matlab dan aplikasinya untuk pemodelan orde-1 dan orde-2. Penerbit Gav Media. BATAN. data register. Pustaka: 1. . pengukuran tingkat kontaminasi dan dekontaminasi. teknik pencacahan dan aplikasinya. STTN.

komunikasi data. Pustaka: . Kewarganegaraan Materi: Pengantar pendidikan kewarganegaraan. Robert. wawasan nusantara. yogyakarta. Robert. pengendalian dan operasi reaktor. Pengolahan Isyarat Materi: Isyarat dan informasi. 2001. Nuclear Reactor Kinetics and Control. Syarip. Teknik pengolahan sinyal digital serta aplikasinya. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Azas kerja rekator nuklir. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. sistem hankamnas. 1969. 2. 2. STTN. Keepin. McGraw-Hill. Nuclear Reactor Kinetics. 1975. Pustaka: 1. Pustaka: 1. Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 SEMESTER VI 1. McGraw-Hill. berbagai aspek fisis. ketahanan nasional. Schultz. Ir. sistem kendali. 2002. persamaan dasar dan parameter kinetika reaktor. perubahan waktu diskrit dan sinyal digital. Pendigitalan isyarat.94 BATAN. 3. Endang Zailani Sukaya dkk. dinamika reaktor. politik dan strategi nasional. BATAN. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Penerbit Paradigma. 3. Edisi Reformasi.

Signal Processing : Modern Approach. D. Sistem Interupsi. Kumpulan instruksi dan pemrograman mikrokontroler. Contoh penerapan program aplikasi. 5. Agfianto. Signal Processing : Modern Approach. 3. Port Serial. Yogykarta. Contoh perancangan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 95 1. Prentice-Hall. 1988. Kris Pusporini. 1988. Penerbit Gav Media. McGraw-Hill Book Company. R Siphan. Teknik Kendali Digital Prasyarat: Materi: Sampling dan kuantifikasi. 2. FFT dan DFT. Digital Simulation of Physical Systems.Ziemer. Tanggapan waktu. 1991. Danny Christianto. Modern Signal & System. H Kwakernak. “Panduan Dasar Mikrokontroler Keluarga MCS-51. Pustaka: 1.R. Port I/O Mikrokontroler. Perancangan dan Struktur program. James W Candy. Fannin. Pustaka: 1. McMillan Publishing Company. Pemodelan kontinyu dan diskrit. 4. Sinyal dan sistem diskrit. McGraw-Hill Book Company. AddisonWesley. 2002. 1993. 2. Fungsi transfer dan Transformasi Z. Manipulasi sinyal diskrit.H.Tranter. Apalikasi untuk sistem kendali. Timer / Counter. frekuensi dan stabilitas. Transformasi Fourier. Joseph S Rosko. . Arsitektur Mikrokontroler. 1972. Piranti dan Teknik pengembangan program. W. 2. Signal & System : Continuous and Discrete. R. James W Candy. Sistem Mikrokontroller Materi : Pengenalan Keluarga MCS-51. Bahasa Pemrograman. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikasi.E. Eko Putra.

Fifth Edition. Aspek biaya. Trouble shooting dan test rutin. lost value. Management of Industrial Maintenance. Butterworth & Co Ltd. Pemeliharaan preventif: MTTR.E. 1993. McMillan Publishing Company. Signal & System : Continuous and Discrete. Garland and F. 1976.Tranter. IAEA. 1999. Log book. . Disain casing. R. Pergamon Press Ltd. G.J. 1986. 1979. Stainer. 1989. Vuister. Vienna. Manajemen pemeliharaan.R. Teknik dan prosedur pemeliharaan alat. Process Control Instrumentation Control Technology.Ziemer.96 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. W. 1997. 2. Electronic Testing and Fault Diagnostic. pengkondisi sinyal dan pemroses data. A.W. Curtis D. Rill Isaris. IAEA-TECDOC-426. Pemeliharaan terencana. 4. MTBF. Perry L. Loveday. Trouble Shooting in Nuclear Instrument. ”Transient Voltage Suppression Devices”. 5.H. 1994. 7.. Prentice-Hall. Penentuan spesifikasi sensor. CMM.J. London. Martin. Perancangan Instrumentasi Materi: Rangkaian dasar sistem instrumentasi. Harris Semiconductor. Great Britain. Perancangan pengkondisi sinyal.H. Pustaka: 1. Flowchart reparasi. D. Modern Electronic Maintenance Principle. Johnson. Pustaka: 1. Longman Scientific & Technical. 7. P. Komisioning alat. Pengujian kinerja. ”Laboratory Power Conditioning”. 1987. Kelly and M. 6. D.. ”Electronic Failure Analysis Handbook”. Harris. Fannin. Pemeliharaan Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Teknik pemeliharaan dan perawatan alat. 6. 3. machine. Organisasi pemeliharaan.

10. Timer / Counter. 9. Kris Pusporini. teknik aktivasi neutron untuk mengukur parameter-parameter reaktor. SCA. “Panduan Dasar Mikrokontroler Keluarga MCS-51. Sumber tegangan tinggi DC). Penerbit Gav Media. Liptak. Ratemeter. Prakt. Pemeliharaan Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Reparasi peralatan Instrumentasi Nuklir (survey meter. STTN. Bahasa Pemrograman. Kritas Venzel. Port I/O Mikrokontroler. Instruments Engineer Handbook.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 97 2. 1969. praktikum cara pengoperasian . Counting System. Pustaka: 1. Port Serial. Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi dan Kendali. 2002. Bin power module. Yogykarta. Chilton Book Company. Karakterisasi powerconditioning untuk laboratorium. 2. Sistem redudansi. BATAN. Perancangan dan Struktur program. Contoh perancangan. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Praktikum pencacahan neutron dengan BF3. Bella G. Prakt. Pengamatan gejala transien. Pustaka: 1. Sistem Interupsi. Praktikum Mikrokontroler Materi: Kumpulan instruksi dan pemrograman mikrokontroler. 8. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikaksi. Contoh penerapan program aplikasi. Eko Putra. Agfianto. Demontrasi computerized maintenance planning. Piranti dan Teknik pengembangan program. Pengamatan unjuk kerja alat terhadap perubahan suhu. Danny Christianto.

Remaja Rosdakarya. Pengantar Studi Islam. Abuka Bakar Jabir. P3TM. mudharobah. 2001. Konsep mua’amalah dalam Islam seperti jual-beli. menaikkan daya. BATAN. 1969. Keepin. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. Konsep tauhid dan impelmentasinya dalam kemasyarakatan sejak zaman Nabi. Nuclear Reactor Kinetics. shutdown. para Imam madzhab. bermu’amalah dengan sukses. Pola Hidup Muslim. Buku Petunjuk Praktikum Operasi Kinetika dan Pengendalian Reaktor. banyak beramal sholeh dan menjadi khsunul khotimah. McGraw-Hill. Bandung. dll. Peraturan Pemerintah dan Surat . BATAN. dan ulama-ulama penerusnya sampai zaman sekarang. 3. SEMESTER VII 1. Pendidikan Agama II Prasyarat: Materi: Islam ditinjau dari aspek filosofi. Terjemahan Departemen Agama. Muhammad. Pustaka: 1. Pernikahan dan keluarga syakinah. Robert. riba. syirkah.98 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 sistem kontrol reaktor. Kiat-kiat menjadi seorang sarjana sains dan seorang muslim yang baik. start up. Syarip. Schultz. Nuclear Reactor Kinetics and Control. McGraw-Hill. beribadah dengan tuma’ninah. 2. Al-Jaziri. 4. Hamidullah. Al-Qur’an. Robert. 3. Pustaka: 1. 2. 2. Perundang-undangan Tenaga Nuklir Prasyarat: Materi: Perundang-undangan tenaga nuklir. para sahabat. Ir. STTN. asuansi (tafakul) . 1975.

DepDikNas. Analisa data). Pengantar Metodologi Penelitian. 1993. Sistem Manajemen Mutu-Dasar-dasar dan kosakata. hipotesis. pengolahan limbah nuklir. Pustaka: 1. Sistem penulisan ilmiah. Badan Standarisasi Nasional. penelusuran referensi. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. Penerbit Balai Pustaka. teknik pengolahan data. abstrak. Jenis penelitian. Rancangan dan Prosedur penelitian ( Rancangan penelitian. 3. Non Proliferation Treaty (NPT). Jakarta. pengoperasian reaktor. Persyaratan dasar jaminan kualitas. Pustaka: 1. Metodologi Penelitian Prasyarat: Materi: Arti dan fungsi penelitian. Penerbit PT. 1993. dan pengujian di laboratorium. audit. dan tindakan perbaikan. Wasito. Soenjono Dardjowidjojo. Asas metodologi penelitian ilmiah. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.Gramedia. non-conformce. Konsep pengendalian. prosedur.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 99 Keputusan Kepala BATAN dan BAPETEN. Sistem Manajemen Mutu Prasyarat: Materi: Konsep dasar sistem manajemen mutu. pembuatan kuesioner). Jaminan kualitas untuk penelitian. pengiriman bahan nuklir. dkk. 4. Buku Penyuluhan Peraturan Perundangan Keselamatan Nuklir.. dan form. . BAPETEN. 2. Pengolahan dan Analisa data (Metode pengumpulan data. 2002. Hermwan. perumusan persoalan. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. Pengolahan data. Pustaka: 1.

Evaluasi proyek. Ruang lingkup projek. Jusuf. controlling.100 5. aspek kebisingan. 2007. Scheduling and Controling. Sugeng. staffing. kedaruratan standar kesehatan dan keselamatan kerja. penerangan dan getaran) di tempat kerja. faktor biologi di tempat kerja. 7. Semarang. Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. 6. directing. tata rumah tangga (housekeeping). Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. sanitasi industri. Keselamatan Kerja dan Ergonomi Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Project Management: System Approach To Planning. kecelakaan kerja. Aspek tekno-ekonomi dalam manajemen proyek. riset dan pengembangan. pusparini. Manajemen Proyek Prasyarat: Materi: Konsep dan definisi. STTN BATAN. III. safety toolking.. STTN Batan. Pengantar Ergonomi. Pustaka: 1. pengendalian administratif. organizing. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT. PB UNDIP. 2001. Mata Kuliah Pilihan I. manufaktur. . iklim kerja dan radiasi nonionisasi. lima level work breakdown structure. John-Wiley & Sons. identifikasi sumber bahaya (bahaya bahan kimia. II. Harold Kezner. pengendalian teknis. Yogyakarta. ergonomi. 2. 2001. Alat-alat manajemen proyek. promosi K3. penyakit akibat kerja. Yogyakarta. 3. 2008. Pustaka: 1. ventilasi industri. IV Lihat daftar mata kuliah pilihan. Zaenal. Bunga Rampai Hiperkes & KK. Zaenal. Diktat K3. training K3.

1986. melakukan pembahasan tugas akhir yang meliputi studi kepustakaan. Mahasiswa mengajukan proposal penelitian (usulan tugas akhir). Akuisisi data pada akselerator. Tugas Akhir Tugas akhir bisa berupa penelitian pengembangan analisis dan sintesis. P3TM. Pustaka: 1. 2. pemrosesan data dan analisis menggunakan instalasi akselerator. Sistem instrumentasi. sistem energi. macam akselerator dan aplikasinya. 2. sistem interlock. Akselerator linier. perancangan dan pembuatan sistem. studi perbandingan. 2. penerapan teknologi atau pengujian di laboratorium. sistem operasi. MATA KULIAH PILIHAN PILIHAN INSTRUMENTASI NUKLIR 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 101 SEMESTER VIII 1. mengadakan analisis/ sintesis. Buku Pengoperasian Akselerator. Kerja Praktek Manajemen perusahaan meliputi struktur organisasi. Instrumentasi Akselerator Materi: Prinsip dasar akselerator. Particle Accelerator. analisis permasalahan. menyajikan dan menyimpulkan dalam bentuk skripsi dan mempertahankan dalam seminar dan ujian lisan. Livingstone. sistem komunikasi dan tugas-tugas yang berkaitan dengan permasalahan industri khususnya berkaitan dengan program studi yang diambil. sistem monitoring dan kendali pada akselerator. sistem kontrol dan instrumentasi. Akselerator lingkaran. McGraw-Hill. BATAN. Sistem akselerator partikel. Sistem Akuisisi Data Prasyarat : .

3. for use with Matlab. Konfigurasi dan karakterisitik sistem akuisisi data. PILIHAN KENDALI DAN ROBOTIKA 1. Konsep dan aplikasi sistem pakar. MatgWorks Inc.undip. Otomasi Industri Materi: . dan production rules.PDF.elektro. 1993. Sistem Antar Muka. Contoh aplikasi untuk pengolahan data dan kendali proses. Kusumadewi.102 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Perancangan Instrumentasi. 3. 1994. Data Aqcuisition and Process Control. Artificial Intelligence. logika fuzzy dan jaringan syaraf tiruan. Windows user guides. Graha Ilmu. MatgWorks Inc. frame. 3. programmable pheriferal interface. ADC dan DAC. Pustaka: 1. Akusisi dan pemrosesan data dengan komputer. Materi: Komponen-komponen akuisisi data proses : sensor. 2003. Kecerdasan Buatan Prasyarat: Materi: Konsep dasar kecerdasan buatan. list. www. Penerbit Erlangga.. Matlab. Mikrokontroler. Persyaratan teknis. Pustaka: 1. Laboratory Technology Corporation. 2.id/transmisi/des05/sukiswodes05.dennis dan John Coolen. representasi pengetahuan ke dalam skema. 2. edited by TPIJFT – 2004. Neural Network Toolbox. 1994. for use with Matlab. multiplexer. Contoh aplikasi akuisisi data menggunakan modul ADAM. knowledge engineering. Fuzzy Logic Toolbox. Jakarta.ac.. Akuisisi dan komunikasi data. Komuniksi Elektronika. Labtech. 1994. buffer-amplifier. Matlab. Roddy.

Intelligent Sensor Technology. 1992. Penggabungan sensor. Singapore: McGraw Hill Book Company. 3. Jenis dan aplikasi sensor. Microcomputer Application in Manufacturing. Transformasi homogen. Kendali sekuensial dan kendali berbasis switch/relay. Persamaan kinematika. Pengantar Robotika. Industrial Robotics. Pustaka : 1. penggunaan vision sensor. Process Control Instrumentation Control Technology. Bahasa pemrograman robot. 1987. Sensor (pengindraan). Pokok bahasan : Pendahuluan. Curtis D. . Mesin intelligent termasuk sensor pada robotik. 2. 1985. Warren R Devries. Pengaturan dan Komputer. Dinamika Robot. efector sensor untuk material handling.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 103 Konsep otomasi dalm industri. Sistem sensor untuk diagnosis equipment.PLC dan diasin sistem otomasi berbasis PLC. Robotika Prasyarat : Tujuan : Memberikan pengertian tentang prinsip-prinsip perancangan analisis dan sintensis sistem robot. Pustaka: 1. Pengaturan gerak robot. Penyelesaian persamaan kinematika. Hubungan-hubungan differensial. Kuspriyanto. 2. 3. John Wiley & Sons. 1989. Prentice-Hall. pengkondisi sinyal dan actuator menjadi sebuah sistem. 2. Intelligent Sensor Materi: Sensor-sensor intelligent. Konversi sinyal sensor. 1997. John-Wiley & Sons.Johnson.M. P. Ryoji Ohba. A. Bandung: Laboratorium Sistem. Groover. Teknik Elektro ITB.Galip Ulsoy. Fifth Edition. Pustaka: 1. Sensor untuk servomekanik Sistem sensor pada robot intelligent.

3. bypass control logic. control rod. Process Measurement : Instrument Engineer Handbook. Liptak. Wright.. Neutron sources.: Nuclear Power Plant Design Analysis. 1982. Bella G. Kriszta Venczel. power reactor monitoring. George C. November. 4th edition. Chilton Book Company. Karakteristik instrumentasi dan kendali reaktor : 2 out of 4 logic. Sistem Instrumentasi dan Kendali Reaktor Materi: Arsitektur sistem monitoring dan kendali reactor. 2003. 1988. sisem proteksi reactor dan main control board. R. 1973. Atomic Energy Commission Report TID-26241. A. Intelligent Instrumentation. analisis sistem meliputi teras reaktor..R. auxiliary system.S. 2. PILIHAN TEKNOLOGI REAKTOR 1. Sesonke. sources netron monitoring. Disain control room: primary system.104 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. Foster. man-machine interface. spesifikasi teknis dan fungsi komponen dan sistem reaktor. Pustaka: 1. A. Penggunaan computer code untuk kajian rancangan sistem reaktor. Monitoring fluks netron dan radiasi reaktor. Keselamatan Reaktor . 2. Prentice-Hall. micro – processor based. sistem utama dan sistem penunjang. Newjec Inc. kriteria. Perancangan dasar (basic design). perancangan rinci (detail design). bahan bakar. Allyn. 3. reliability. Pustaka : 1. 1983. selfdiagnosis. konsep touch screen operor console. Plant highlight and main features of proposed plants. Basic Nuclear Engineering. Barney.L. U. Perancangan Sistem Reaktor Materi: Dasar-dasar perancangan reaktor : tahapan.

Glenn F. produksi neutron dalam analisis aktivasi. ANS. 2.. Sektroskopi alfa. J. Teknologi Akselerator & Aplikasi Prasyarat: Materi: Prinsip dasar akselerator. Potensi pelepasan zat-zat radioaktif ke lingkungan selama operasi normal maupun dalam keadaan kecelakaan. 1980. Pengkajian lokasi instalasi tenaga nuklir. : Nuclear Power and It’s Environmental Effects. PILIHAN BEBAS 1. Dampak lingkungan akibat operasi instalasi nuklir sejak dari penambangan bijih uranium sampai penyimpanan terakhir sampah nuklir. Harrer. Akselerator lingkaran. Sumber ion.Jordan. 1977.Walter H. Sistem akselerator partikel.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 105 Materi : Prinsip pertahanan berlapis (defence-in-depth). Akselerator linier. Vrginia. Radiation Detection and Measurement. Analisis keselamatan. Nuclear Power Instrumentation System. penggunaan bidang kedokteran nuklir. Pustaka: 1. 2. gamma dan netron. 1979. Koll. Glasstone. Sistem tegangan tinggi akselerator.. efek radiasi pada materi. macam akselerator dan aplikasinya. MTIS. penggunaan dalam kimia radiasi. . Pustaka: 1. IAEA. Kriteria-kriteria evaluasi keselamatan reaktor. energi dan unsur. IAEA Safety Series No. Sistem fokus berkas partikel. efek radiasi pada materi. Vienna. Jenis-jenis sistem-sistem keselamatan dan proteksi reaktor. 2.M. : Code on Nuclear Power Reactor Design. Sistem Pencacah Nuklir Materi: Penentuan aktivitas.S. John Wiley & Sons.

Sistem sumber data (Sistem Akuisisi. Multiplekser. P3TM. Livingstone. Sistem Telemetry Prasyarat : Perancangan Instrumentasi. Radiation Protection in Nuclear Energy. Penerapan Telemetri untuk Perancangan telemetri suhu dengan modulasi . Aplikasi generator neutron untuk analisis bahan. BATAN. 1986. Mengenal Asas proteksi Radisi. 3. 1995. IEAE. Pustaka: 1. Radio pemancar-penerima. Transceiver). Wiryosimin. Mikrokontroler. Proceeding. Proteksi radiasi dalam industri nuklir. Sistem pemisah berkas partikel. Sistem Kontrol Sekunder). Buku Pengoperasian Akselerator. Suwarno. Sistem saluran penerima (Komputer sebagai alat control sistem dan pengolah data). Modem. dan perbaikan prosedur kerja dalam instalasi radiasi. Pustaka : 1. Pengembangan. IAEA. 3. McGraw-Hill. penerapan. sistem saluran transmisi (Data Circuit Terminating Equipment/DCE. 1988. Pengkondisi sinyal. Sydney. Aplikasi akselerator implantasi ion dalam pengerasan bahan. Paris. 4. Proteksi Radiasi Lanjut Prasyarat: Materi: Standar dan prosedur proteksi radiasi. Particle Accelerator. 1994. aspek keselamatan dan peraturanperaturan yang berkaitan dengan fasilitas radiasi. Mikrokontroler. Transmitter. 2. Sistem Antar Muka. Penerbit ITB. Radiation and Security: Comprehensing Radition Risk. Materi: Komponen-komponen telemetri (Sensor.106 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Sistem sumber ion. ADC. verivikasi. 2. Prinsip jaminan mutu. Bandung.

Sifat-sifat (X-rays. Review spec dan unjuk kerja perangkat pencitraan medis (X-rays. tipe interaksi foton. Penerbit Erlangga. 2002. filtrasi). Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. Pencitraan Fisiologi/fungsional. Instalasi dan troubleshooting sistem alarm. kVp. in-vivo. Detektor nuklir (system deteksi radiasi. tranduser).undip. medis ultra sound. Sistem instrumentasi (Cardiac. Jakarta. Pengkabelan. Komuniksi Elektronika. Pustaka 1. Product Line McGraw-Hill Professional. USG.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 107 digital Frequency Shift Keying/FSK Pustaka: 1. kontras). Integrasi sistem. Philip Bill. 5. cara kerja dan amplikasi (ECG. Kesley. aspek biologis). Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik. sistem interlock dan sistem proteksi elektronik untuk pengamanan proses maupun industri. 2. Skema elektronik. Instrumentasi Medik Materi Fungsi. Dennis dan John Coolen. arus. Vehicle safety. energi. Pacemaker. Security lighting. radioisotope tracer). sistem alarm kebakaran. Perangkat Xrays (tabung X-rays.elektro. karakteristik. sharpness. Dasar fisika resonansi magnet nuklir. Teknik pencitraan gelombang (US. 1993. www. The Complete Book of Elekctronic Security.id/transmisi/des05/sukiswodes05. EEG. Essential of Radiology . radioisotope untuk pencitraan). dulu dan sekarang. penetrasi. 6. MRI dan Nuklir).PDF. Robert A. Electronic Security Materi: Sistem sekuriti elektronik. Roddy.ac. EMG).. Defibrilator dan Hemodialisis). Sistem kerja alarm. Pustaka: 1. Fosbinder and Charles A. Teknik (in-vitro.

108

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Sciences, McGraw Hill Medical Publication Division, Copyright 2002, New York. 2. R.S.Khandpur, Handbook of Biomedical Instrumention, Tata McGraw Hill Company Limited, New Delhi, 1977. 3. B.R.Bhairi, Balvinder Singh, N.C. Rathod, P.V.Narurkar, Handbook of Nuclear Medicine Instruments, Tata McGraw Hill Publishing Company Limited, New Dilhi, 1994. 4. Joseph D.Bronzino, Editor in chief, The Biomedical Engineering Handbook, CRC Press, IEEE Press. 5. Steve Webb, The Physics of Medical Imaging, Institute of Physics Publishing, Bristol and Philadelphia, Reprint 1993. 7. Tekno Ekonomi PLTN Materi Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun, mengoperasikan, dan merawat dekomisioning, hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik. Pustaka: 1. Eko Edy Karmanto, Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. 2. Teknoekonomi PLTN. 3. Teknologi dan Perencanaan Energi, Pelatihan BATAN, 1988. 4. Dekomisioning Reaktor Triga, JAERI, 2006. 5. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant, IAEA, Viena, 1978.

D. PROGRAM STUDI ELEKTROMEKANIK 1. Visi & Misi Visi Menjadi penyelenggara pendidikan yang mampu menghasilkan sarjana sains terapan yang siap berkembang dan berkarya secara profesional dalam bidang elektromekanik baik untuk industri nuklir, industri yang berkaitan dengan nuklir

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

109

maupun industri energi pada umumnya. Misi Program Studi Elektromekanik dirancang agar lulusannya: 1. Mampu menunjukkan kemampuannya secara profesional dan mampu mensinergikan keahlian dan daya analisisnya dalam perancangan, pembuatan, pengoperasian, pengujian, perbaikan, dan perawatan alat-alat elektromekanik yang digunakan baik pada industri nuklir, industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya; 2. Mampu mengaplikasikan teknik NDT/Radiografi untuk pengujian dan inspeksi bahan teknik/mekanik untuk industri berkaitan dengan aspek keselamatan untuk pekerja, fasilitas dan lingkungan pada umumnya. 3. Mampu memberikan supervisi bagi industri yang menjual, mendistribusi, dan atau mengoperasikan perangkat radiasi berkaitan dengan aspek legal dan keselamatan penggunaannya. 2. Tujuan Program Studi Di Indonesia, penggunaan, pengoperasian serta pemanfaatan perangkat radiasi atau instalasi nuklir baik untuk keperluan medis, maupun inspeksi dan pengujian peralatan proses industri sangat luas. Pengoperasian dan pemanfaatan peralatan ini membutuhkan tenaga-supervisor yang handal yang mempunyai keahlian dan analisis dalam bidang teknologi nuklir yang didukung ilmu-ilmu elektromekanik antara lain teknologi sistem tenaga listrik, sistem proteksi dan keselamatan, penggerak elektromekanik beserta keandalannya, disamping itu diperlukan perlakuan khusus yang berkaitan dengan radiasi. Bidang-bidang pekerjaan tersebut tentu saja memerlukan banyak tenaga kerja yang mampu memenuhi keahlian kombinasi antara sistem tenaga listrik, teknologi bahan, penggerak elektromekanik dan radiasi berkaitan dengan aspek teknis sekaligus keselamatan. Tujuan dari penyelenggaraan program studi ini adalah untuk menghasilkan sarjana sains terapan yang dapat memenuhi tuntutan keahlian multi-disiplin tersebut di atas.

110

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

3. Kurikulum Program Studi Kurikulum program studi elektromekanik (Elemek) dirancang untuk dapat memberikan bekal kompetensi sarjana sains terapan yang cukup yaitu 148 SKS dengan komposisi teori 104 SKS dan praktek 44 SKS. 1 SKS teori 1 jam tatap muka, 1 SKS praktikum 3 jam tatap muka, sehingga beban belajar mahasiswa adalah 104 jam teori (44 %), ditambah 132 jam praktek (56 %) termasuk praktek kerja lapangan. Dengan komposisi tersebut, mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni. Berdasarkan Kurikulum Standard Diknas, kurikulum Prodi Elmek terdiri dari 75 % mata kuliah inti (MKK dan MKB) serta 25 % mata kuliah penunjang (MPK, MPB, MBB). Dengan komposisi tersebut, mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni serta mempunyai bekal tambahan baik perilaku berkehidupan bersama maupun perilaku berkarya sesuai dengan standard yang berlaku secara nasional. Untuk lebih menekuni bidang keahlian tertentu, struktur kurikulum prodi Elmek menawarkan 4 mata kuliah pilihan ( 8 SKS) yang terbagi ke dalam 3 kelompok mata kuliah pilihan wajib yaitu kelompok pilihan teknologi bahan, kendali dan robotika , pilihan teknologi reaktor serta pilihan sistem tenaga. Dengan demikian, kurikulum program studi Elektromekanik dirancang sedemikian sehingga mahasiswa lulusannya mendapatkan kompetensi yang memadai (core competence) dalam bidang elektromekanik, serta memiliki keunggulan komparatif dalam bidang pengujian dan inspeksi menggunakan teknik uji tak rusak/radiografi.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

111

4. Perbandingan SKS dan Beban Kerja (jam) Teori dan Praktek I Tr
16

II Pr
4

Tr
12

Pr
8

III Tr Pr
14 6

IV Tr Pr
12 8

V Tr
14

Pr
6

VI Tr Pr
14 6

VII Tr Pr
20 0

VIII Tr Pr
0 8

20 20 20 SKS Teori = 104
Jam Teori =104 (44%)

20 20 SKS Praktek = 44
Jam Praktek = 132 (56%)

20

20 8 SKS Total = 148
Jam Total = 236x16

5. Distribusi Matakuliah Berdasarkan Standard Diknas
No

Kelompok (elemen kompetensi)
Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB)

Inti (Utama) 10 38 40 4 8

Institusional
Pendukung Lainnya

Jumlah SKS 12 40 76 11 8 147 100 %

1. 2. 3. 4. 5.

2 14 18 2 11 47 32 % SKS T 2 2 2 2 2 10 P

Prosentase

100 68 %

MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) No. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Pendidikan Agama I 2. Bahasa Inggris 3. Pancasila 4. Kewarganegaraan Pend. Agama I 5. Pendidikan Agama II
JUMLAH

Semester I I III V VII

2

2

112 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. Perlengkapan Sistem Tenaga TTL II 9. Proses Produksi I Teknik Listrik 2. Fisika Dasar I Arsitektur & Jaringan 3. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. 8. Matematika I 2. Statistik 10. UTR/Radiografi ADPR 7. Komputer & K Numerik Teknik 18. Mekatronika I Teknik Listrik 13. Ilmu Bahan 12. Teknik Tenaga Listrik I Dasar 3. Gambar Teknik I 7. Thermodinamika 16.II II II II II.IV III. Konvensional 6. Mekanika Fluida JUMLAH MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. Mekanika Kekuatan Bahan Ilmu Bahan SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 38 4 2 2 2 2 Semester I I I I II I I. Fisika Reaktor Fisika Modern 19. Alat Ukur & T. Elemen Mesin I Statika Struktur 10.IV III III III IV IV IV IV 2 14 Semester I I II II III III III IV IV V SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 . Teknik Listrik Dasar Prakt. Fisika Modern Fisika Dasar II Matematika 17. Fisika Dasar II Fisika Dasar I 9. Mekatronika II Mekatronika I 14. Matematika Teknik Matematika II 15. Komputer 4. Teknik Tenaga Listrik II TTL I 4. Matematika II Matematika I 6. Statika Struktur Sistem PLTN dan Pembangkit Fisika Reaktor 5. Perpindahan Panas 20. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Kimia Umum 5. Kendali Motor & Alternator 8. P. Pengukuran 11.

Proses Produksi I MKK Prakt. 2. Susunan Kurikulum Program Studi Elektromekanik Semester I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 TFN104 TFN105 TFN106 TEM107 TEM108 TFM119* TFN103 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK Pendidikan Agama I MPK Bahasa Inggris MKK Matematika I MKK Fisika Dasar I MKK Kimia Umum MKK Arsitektur Jaringan Komputer MKK Teknik Listrik Dasar MKB Proses Produksi I MKB Prakt. 6. 4. 13. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Pemeliharaan & Perbaikan Mesin Listrik Perencanaan Mesin Listrik Industri Elemen Mesin II Hidraulik dan Pneumatik Pembangkit Uap dan Turbin JUMLAH 18 MK WAJIB BERKEHIDUPAN BERKARYA (MBB) NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. 14. Proteksi & Keselamatan Radiasi Metodologi Penelitian Sistem Manajemen Mutu Manajemen Proyek Seminar Kerja Praktek Tugas Akhir JUMLAH SKS T P 2 2 2 2 1 9 2 V VII VII VII VII VII VIII 3 5 10 6.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 113 PLTN 2 2 2 Elemen I 2 2 2 32 2 2 V V V V VI VI VI 11. 16. 5. 3. 15. Gambar Teknik I JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2 4 . 12. 7.

Gambar Teknik II JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 12 Semester III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN301 STN302 STN303 TFN304 TFN305 TFN306 TEM307 TEM308 TEM309 TFN310 Kelompok MPK MPK MKK MKK MKK Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Pancasila Prakt. ADPR JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 16 . Fisika Dasar MKB Prakt. Proses Produksi II Prakt. Alat Ukur & MKK Pengukuran MKK Prak. Bahasa Inggris Matematika Teknik Fisika Modern Termodinamika Alat Deteksi & Pengukuran MPB Radiasi (ADPR) MKB Mekatronika II MKB Teknik Tenaga Listrik I MKB Prakt. Teknik Tenaga listrik I MPB Prakt.114 Semester II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN201 STN202 TFN203 TFN204 TFN205 TEM206 TEM207 TEM208 TFN209 TEM210 Kelompok MKK MKK MKK Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Matematika II Statistik Fisika Dasar II Alat Ukur & Teknik MKK Pengukuran MKK Ilmu Bahan MKK Mekatronika I MKK Prakt.

Teknik Tenaga Listrik II Prakt. Ilmu Bahan Prakt.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 115 Semester IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode TFN401 TFN402 TFN403 TFN404 TEM405 TEM406 TEM407 TEM408 TEM409 TFN410 Kelompok MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK Mata Kuliah SKS Teori Praktek P Komputer & K Numerik Fisika Reaktor Perpindahan Panas Mekanika Fluida Teknik Tenaga Listrik II Statika Struktur Prakt. UTR / Radiografi Prakt. Program Komputer & K MKK Numerik JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 12 8 Semester V No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN501 STN502 TFN503 TEM504 TEM505 TEM506 TEM507 TEM508 TFN509 STN510 Kelompok MKB Mata Kuliah SKS Teori Praktek Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Proteksi & Keselamatan MBB Radiasi MKB UTR / Radiografi MKB Kendali Motor & Alternator MKB Perlengkapan Sistem Tenaga MKB Elemen Mesin I MKB Mekanika Kekuatan Bahan Prakt. Mekatronika Prakt. Proteksi dan Kes. MBB Radiasi JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 . Kendali Motor & MKB Alternator MKB Prakt.

Pemeliharaan & MKB Perbaikan Mesin Listrik MKB Prakt. Perl. Sistem Tenaga Prakt.116 Semester VI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN601 TFN602 TEM603 TEM604 TEM605 TEM606 TEM607 TEM608 TEM609 TFN610 Kelompok MPK Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Kewarganegaraan Kinetika dan Pengendalian MKB Reaktor Pemeliharaan & Perbaikan MKB Mesin Listrik Perencanaan Mesin Listrik MKB Industri MKB Elemen Mesin II MKB Hidraulik dan Pneumatik MKB Pembangkit Uap dan Turbin Prakt. Kinetika dan MKB Pengendalian Reaktor JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 Semester VII No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kode KIN701 STN702 STN703 STN704 TFN705 TFN706 TFN707 Kelompok MPK Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Agama II Perundang-undangan Tenaga MPB Nuklir MBB Metodologi Penelitian MBB Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & MPB Ergonomi MBB Manajemen Proyek MBB Seminar MKB Pilihan I MKB Pilihan II MKB Pilihan III MKB Pilihan IV JUMLAH 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 15 .

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 117 -Kode tergantung mata kuliah yang diambil Semester VIII No 1 2 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 2 3 Kode STN801 STN802 Kode TEM708 TEM709 TFN710 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MBB Kerja Praktek MBB Tugas Akhir JUMLAH Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok Pilihan Teknologi Bahan Teknik Metalurgi Teknik Pengujian dan Inspeksi UTR / Radiografi Lanjut Kelompok Pilihan Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Intelligent Sensor Kelompok Pilihan Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor Kelompok Pilihan Sistem Tenaga Keandalan Distribusi Daya Listrik Sistem Proteksi & Keselamatan Kelistrikan Industri SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 3 5 8 Kode TFN711 TFN712 TFN713 Kode TFN714 TFN715 TFN716 Kode TFN717 TFN718 TFN719 .

dan Syari’ah. Comparisons. Question words. pembangunan. Islam. Riyadhus Sholihin. Passive Sentences. Pendidikan Agama I Prasyarat :Materi : Pokok-pokok agama. dan perkembangan teknologi. Count/ NonCount nouns. Modal Auxiliaries. Gerund and Infinitives. Muhammad Syaltut. and Future Tenses. noun clauses. Pustaka: .118 No 1 2 3 4 5 6 7 Kode STN720 TFN721 TFN722 TEI723 TEI724 TEI725 TEI726 Kelompok MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah Proteksi Radiasi Lanjut Kecerdasan Buatan Teknologi Akselerator & Aplikasi Sistem Manufaktur Fleksibel Sistem Akuisisi Data Instrumentasi Medik Tekno Ekonomi PLTN SKS 2 2 2 2 2 2 2 7. Imam Namawi. Peran agama dalam keluarga. Bahasa Inggris I Prasyarat :Materi : Structure: Present. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). Akhlak Islam. Silabus SEMESTER I 1. 2. Aqidah. Muhammad Al Ghozali. 3. Perfect Tenses and articles. Connecting ideas. Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). Pustaka: 1. Hikmah ibadah. Past. Academic Reading and Writing. 4. 2. Keimanan. Nouns and Pronoun.

teori bilangan. skalar dan vektor. Wardiman. 2.. Reading. John Wiley and Sons.B. Theory and Problem of Calculus. daya. R. Bunyi. Dictionary of Science for everyone. Addison-Wesley Publishing Company. 2. Edisi 3. Cambridge Univ. dan dinamika. getaran. . Calculus and Analytic Geometry. 1964. kinematika. D. Hukum kekekalan energi dan momentum. 4. Cox & Wyman Ltd. Guild Publ. Raymond Murphy. New York. Pustaka: 1. Encyclopedia of Science in Everyday Life”. F. Thomas. 3. Sears.W. Sherwood. English Grammar in Use. Pustaka: 1. Binatjipta.. FMIPA-UGM. Jr ... Press. usaha. Konsep thermodinamika dan hantaran panas. solusi persamaan simultan. Kaplan. Ayres. W. Teknik integrasi. Mekanika. Calculus and Linear Algebra. Relasi dan fungsi matematik.. dan momentum.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 119 1. dan gelombang. 3. and Finney. Fisika Dasar I Prasyarat :Materi : Pendahuluan : pengertian besaran dan satuan. Matriks dan determinan. M. and Sutton C. 3. Matematika I Prasyarat :Materi : Teori himpunan. G. dan Lewis.. England. Terjemahan P Soedarjono.. Statika. limit dan derivative. aljabar linear. Hidrostatika dan dan hidrodinamika. Bandung. New York. London 1988.L. Panas dan Bunyi. 4. Gaya.F. Inc. Hukum-hukum Newton dan grafitasi.J. 1985. Persamaan Differensial.

campuran dan distilasi. Hukum penggabungan Kimia. Sifat spesies zat terlarut. Larutan : Komposisi larutan. Direct Memory Access. H. Kesetimbangan fasa. suhu dan hukum gas ideal. Tabel berkala. proses reversible dalam gas ideal. hukum dan mekanisme reaksi.120 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. Erlangga. Resnick R and David Halliday.J. padat.H. CD-ROM). campuran gas. TCP/IP. Oxtoby. RAM). Pipeline. Memori Eksternal (BIOS. stoikhiometri. Jilid 1. Pustaka: 1. kimia. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. radiasi. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto. proses spontan dan kesetimbangan: termodinamik. Erlangga. cair-gas). pengantar titrasi. fisi. Jakarta. ed. Interupsi. Microprocessor 8088 sampai Pentium IV. teori kinetik gas. pengaruh suhu. dan Nachtrieb. Kinetika kimia: laju reaksi kimia. Hardisk. Arsitektur dan Jaringan Komputer Materi: Pengenalan perangkat keras komputer : CPU. Termokimia.. suspensi koloid. Dasar-dasar sistem operasi: DOS. Penimbangan dan perhitungan molekul. Unix dan Linux. 6. Wadsworth. Wujud gas: kimia gas. Konsep jaringan komunikasi data. Gaya antar molekul. bentuk pengukuran dan kekekalan. 3. cair dan gas..P. dan fusi. jilid I. Kimia Umum Prasyarat:Materi: Sifat dan Dasar Kimia Modern: metoda & pendekatan makroskopik. Cairan dan Transisi Fasa: Sifat. Struktur fisik atom. asam-basa dan heterogen (padat-cair.D.W. Collegge Physics. sel elektrokimia. peluruhan. . Windows. Transisi fasa dan diagram fasa. O’Dwyer J. Paralel processing. elektrokimia: neraca persamaan reaksi oksidasi-reduksi. sifat koligatif larutan. N. Padatan. konsep energi. 1984. reaksi kimia dan hasil reaksi. 5. 1983. California. tekanan.. Memori internal (Cache. 4. Gillis. Kimia nuklir: hubungan massa-energi dalam inti. 2001. Fisika. Coprocesor aritmatika. kaidah fasa Gibbs.

Heuberger J. Erlangga. Sinnl P. Mesin bubut. Pengenalan Komputer. Pengerjaan Logam Dengan Mesin. rangkaian arus bolak balik. Ostwald. 1981. rangkaian ekuivalen. norton. 3. 2. Pustaka: 1.L. diagram polar. Schaum Series. Teknologi Mekanik. . Teknologi Instalasi Listrik. fasor. Schonmetz A. M. faktor daya. daya. 1989. 1990. Bilangan kompleks. Neidle M. B. STTN-BATAN. sumber tegangan dan arus. sistem 1 fase. teori dasar rangkaian (thevenin. lagging. 1992. A Practitioner Approach. 4. Proses Produksi I Materi: Berbagai macam proses dan alat/mesin dalam sistem produksi. Software Engineering. Terjemahan P Bambang Priambodo. Mesin bor. The Mathwors Inc. Andi Offset. 3. P. mesin las serta pengecoran. Begeman. Mekanisme mesin perkakas. 7. Petunjuk Praktikum Dasar Komputer. leading. Student Edition of Matlab. Presman. Mesin frais. dan noode). 8. Yogyakarta. kirchoff. Pustaka: 1. Teknik Listrik Dasar Prasyarat: Materi : Konsep dasar besaran listrik. Bahan-bahan alat iris.H.F. Roger. 2. tegangan. Jogiyanto.M. Gerakangerakan dasar mesin perkakas. resonansi. Tim Asisten. Basic Electrical Engineering. 1992. loop. Edisi 7. Jilid 1 dan 2. H.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 121 Topologi jaringan. Rangkaian RLC. Erlangga. 3 fase. Hignbotham. Prentice-hall. Amstead. super posisi. Listrik dan Magnet. arus. David E. McGraw-Hill. 2. McGraw-Hill. 1982. Mesin sekrap. Fitzgerald. Pustaka: 1.

standarisasi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Proses Produksi I Materi: Kerja Bangku. pegas. PT. Penerbit Erlangga. 1985. Ilmu Mengambar Bangunan Mesin.122 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Penerbit Angkasa. 1979. pengertian proyeksi. 7. Penerbit Andi. 1986. Staf Proyek Pengadaan Buku. 5. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO. gambar bentuk geometri. W.. Jakarta. 1986. Tata Surdia. 9. gambar penampang/ arsiran. Analisis Sistem Tenaga Listrik. huruf dan angka. 6.. pengenalan AutoCAD. kotak sekering dan papan hubung bagi. Pustaka: 1. penghitungan jaringan instalasi listrik. macam-macam proyeksi. suaian. Asisten. Stevenson. Petunjuk Praktikum Gambar Teknik. La Heij. cara menggambar ulir.. contoh disain. 10. G. Pradnya Paramita. Wahana Komputer.H.. symbol. toleransi.. Menggambar Teknik Untuk Disain. William D. Pengembangan Produk dan Kontrol Numerik. Jakarta. 1996.A. ukuran kertas gambar. Teknik Pemrosesan bahan dengan berbagai mesin perkakas . menggambar bagian mesin. Prakt. gambar listrik : symbol gambar. Jr. Bandung. Pradnya Paramita. J. Instalasi Cahaya dan Tenaga. L.. Takeshi Sato. Jakarta. macam-macam ulir. cara menuliskan ukuran.. 1995. Pradnya Paramita. 2001. 2. Luzadder. Panduan Praktis Pemakaian AutoCAD 2000 for Windows. Teknik Pengecoran Logam.J. pencabangan. 3. Kenji Chijiiwa. De Bruijn. STTN-BATAN. normalisasi. Jakarta. Penerbit Erlanga. 3. macam-macam garis. 4. peralatan gambar. PT. Sugiarto N. menggambar benda tunggal. Yogyakarta. 1986. Jakarta. Praktikum Gambar Teknik I Materi: Fungsi dan tujuan gambar. roda gigi.

Heuberger J. Kreyzig.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 123 (bubut. median. Statistik Materi: Pengertian data. BATAN. New York. Sifat-sifat statistik : mean. Persamaan Differensial. Addison-Wesley Publishing Company. Kenji Chijiiwa. modus dan variansi. Sinnl P. persamaan diferensial untuk fenomena transport. Uji hipotesa dan taraf nyata . sekrap. Erlangga.L. Pustaka: 1. STTN. B. Dasardasar Teori Sampling. Penerbit Angkasa. 3. Penyelesaian persamaan diferensial dengan metode analitik dan numeric. probability density function dan cumulative distribution function.H. FMIPA-UGM. SEMESTER II 1. 2. simpangan baku. Edisi 7. 4. gelombang. sampel dan populasi. Teori kemungkinan (probabilitas). Pustaka: 1. Advanced Engineering Mathemathics. Normal dan Poisson. Distribusi Binomial. Calculus and Analytic Geometry. G. P.F. Thomas. 1990. Teknik Pengecoran Logam. Matematika II Prasyarat: Matematika I Materi : Pemodelan fenomena fisis dalam bidang teknik. Wardiman. 3. frais dan las). Buku Panduan Praktikum Proses Produksi I. Begeman. 1983. M. Jilid 1 dan 2.L. Pengerjaan Logam Dengan Mesin. Schonmetz A.B. 1985. 2. Jr . Amstead. Teknologi Mekanik. kurtosis. Ostwald.. Pendugaan statistik. and Finney. 1986. Tata Surdia. Wiley International. Bandung. histogram data dan distribusi frekuensi. Pradnya Paramita. Terjemahan P Bambang Priambodo. R. dan kemiringan (skewness). 2. Pengelompokan data.

Bandung. Measurement System : Application dan Design. optik fisik. and David Halliday. Bandung. Listrik dan Magnet. arus searah dan bolak-balik. medan dan potensial listrik.D. dan peralatan optik. Sutrisno. Edisi 3 Terjemahan P. Optik geometri. Ralat. Probability and Statistics for Scientist and Engineer. Pustaka: 1. optic) Prasyarat: Fisika Dasar I Materi: Listrik : Gaya.F. Sucipto. elektromagnetik. Erlangga. Analisis Deret Berkala. Teori pengukuran: standard dan kalibrasi. 1983. 2. Cooper W. akurasi dan kesalahan. Pustaka: 1. 3. Jakarta. Terjemahan P Soedarjono.124 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 untuk sampel besar dan kecil. McGraw-Hill. Regresi dan Korelasi. jangkauan alat ukur. E. getaran. 1988.. Donald. Sears. 2. karakteristik instrumen ukur: sensitivitas. gaya gerak listrik induksi. 2. presisi. Fisika Dasar II (Listrik. 4. Jilid 2. 1990. Resnick R. ITB. resolusi. kalibrasi dan teknik pengukuran. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran.Doebelin. . magnet.O. linearitas. Fisika. Penampilan hasil pengukuran dalam angka grafik/gambar (sta program-> EXEL) . Erlangga. Magnet: gaya magnetik. Pustaka: 1. Pengantar Statistik dan Teori Kemungkinan. muatan dan arus listrik. Walpole. McGrawHill. Edisi 3. Binatjipta. Silaban dan E.W. medan magnetik. Ganeca. Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Materi: Macam alat ukur (mekanik dan elektrik). 1964.

Mc Graw Hill Publ. 1992. Van Vlack. oktal). FET. bahan magnetik . “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”. D. Triac. Sito Shinkoru. Cambridge Univ. Pustaka: . Ghalia Indonesia.. Ashby. komparator. “Ilmu dan Teknologi Bahan”. 5. Diac. sifat mekanis. bahan konduktor. Press. isolator. non inverting . struktur mikro logam. perlakuan panas. 6. 3. Pustaka: 1. bahan dielektrik. Jakarta. 2nd ed. zener. Pengetahuan Bahan Teknik. Tata Surdia. Elektronika digital. Samsul.. Tiristor. korosi.. 4.F. 1976. hexa. ed. Adder. Pergamon Press. semikonduktor. Ilmu Bahan Prasyarat: Materi: Pengenalan Bahan: Struktur atom dalam bahan padat. logam Paduan. Arifin. Prinsip eleklektronika analog : Diode : umum. sistem bilangan (biner.. superkonduktor. L. W. Buffer. CC. 5. sistem aljabar boole. cahaya. 1990. Mekatronika I Materi: Prinsip dan aplikasi elektronika analog dan diital dalam pengoperasian peralatan elektromekanik. Op-amp : dasar. Ilmu Logam. karakteristik. 1991. Pradnya Paramita. Subtractor. 1989. DRH. “Principles of Materials Science and Engineering”. Smith. inverting. 6. diagram fasa logam. and Jones. Engineering Materials 2.H. integrator dan deferensiator. Segal.. Erlangga. 1988.F. Transistor : rangkaian CE.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 125 5. M. 2. Comp. Proses pembuatan logam. CB..

tegangan permukaan. STTN-BATAN. modulus elastisitas. (+ fenomena sensor). STTN. Mesin CNC TU-3A. 8. Tim Asisten. M dan Djodikusumo I. Proses produksi II Prsyarat: Materi: Membuat berbagai komponen mekanik dengan Mesin CNC TU-2A. Instruksi Pengoperasian. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. panas jenis zat padat. 2.126 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Yogyakarta. BATAN. Eggebrecht. Electromechanical Engineering:An Integrated Approach.. fluks. ITB. EmcoTurn242 : Mesin Bubut CNC-Ukuran Menegah. 7. HEDS. Tegangan dan daya. indeks bias. termokopel. Praktikum Fisika Dasar Prasyarat: Materi: Neraca analisis. 2. Menguasai AUTOCAD Release 12. Austria. Emco Maier Ges mbh. Prakt. 1996. daya hantar listrik. pemuaian logam. STTN. . 2006. medan listrik. 1990. McGraw-Hill. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. garpu tala. 1994. Fraser C. jembatan wheatstone. Pustaka: 1. Elex Media Computindo. 2. Arus. medan magnet. Buku Petunjuk Prakt. 3. Prakt. Lewish C. faktor daya. Proses Produksi II. Kartidjo. lensa dan cermin. 3. Instruksi Pemrograman. Interfacing to the IBM PC. energi. ayunan matematis. Informasi Mesin. Zaenal. frekuensi. 9. Alat Ukur & Teknik Pengukuran Materi: Penggunaan dan karakteristik berbagai alat ukur : Listrik dan magnet (Tahanan. Milne J. rangkaian AC/DC. Omura George. Mekatronika. Pustaka: 1.

J. gambar benda tunggal. Jakarta. Mekanik (putaran. Penerbit Andi. TFN. editing gambar 3D. 2003. torsi. De Bruijn. La Heij.A. Viewpoint. Pengembangan Produk dan Kontrol Numerik. perintahperintah gambar 3D. gambar PID. Penerbit Erlanga. Pustaka: 1. PT. 5. Viewports. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pustaka: 1. Pradnya Paramita. J. Buku petunjuk praktikum alat ukur dan teknik pengukuran.. STTN. getaran). Yogyakarta..Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 127 rapat fluks dan kuat medan). Luzadder. 3. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Jakarta. STTN-BATAN. 1986. Yogyakarta. 6. Wahana Komputer. Asisten. gambar instalasi penerangan dan tenaga dengan AUTOCAD. P. . Ilmu Mengambar Bangunan Mesin. Staf Proyek Pengadaan Buku. L. W. Chistiawan. gambar susunan. 7. WCS dan UCS. Yogyakarta. Jakarta. Menggambar Teknik Untuk Disain. Gambar Teknik II Materi: Praktek Program AutoCAD : pengetahuan dasar AutoCAD. MSpacePSpace. Konsep dan Latihan Menambar 3D dengan AutoCAD 2000 for Windows. 2001. perintah-perintah gambar 2D. sistem koordinat. 4. Dview. Dasar-Dasar AutoCAD 2000. Mencetak gambar.. Penerbit Andi. 2001. Command line. aliran. Prakt. Panduan Praktis Pemakaian AutoCAD 2000 for Windows. 1979. 2. Jakarta. 1995. 10. Petunjuk Praktikum AutoCAD.. Instalasi Cahaya dan Tenaga. Handi Chandra. editing gambar 2D.

. Praktikum Bahasa Inggris Prasyarat : Bahasa Inggris Materi: Scientific and technical words.. 1986. Mudjianto dkk. semi-scientific. adverbs. Matematika Teknik Materi : Sistem koordinat kartesian. Academic Reading and Writing. Kreyzig. bola. Pancasila dan UUD 45. Fungsi-fungsi khusus : fungsi gamma. adjectives which belong to the phraseology of science. New Delhi. dan perhitungan medan listrik. G. dan silinder. Pendidikan Pancasila Materi: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Istilah Pancasila. Pustaka: 1. Advanced Engineering Mathemathics.S. 1993. Practical English Usage. C. Prentice Hall. Penerbit PT.Press. India. 2. fungsi beta. Michael Swan. Kanpur. Oxford Univ. 3. 2. Transformasi laplace dan fourier. Persamaan laplace dua dan tiga dimensi. dan teorema divergensi. . dan fungsi bessel.N. Pancasila sebagai pandangan hidup dalam bernegara dan bermasyarakat. Pancasila : Buku Panduan Mahasiswa. Purcell. Pustaka: 1. Listening and Speaking.T Kamal. perhitungan akselerasi ion. 3. 1983. 1972. integrasi vektor. Sistematika UUD 1945. Pustaka: 1. “Vektor Calculus”. 1982. 1978. Contoh aplikasi : perhitungan distribusi fluks neutron. semi-technical terms.128 SEMESTER III 1. Deferensiasi vektor. Shanti Narayan and J. Wiley International. Penjelasan Pasal pada UUD 1945. S. Calculus with Analitic Geometry. 2. Pradnya Paramita.Gramedia. Chand and Company Ltd. Inc.

Kesetimbangan dan aplikasi : kompressor. 2. The Houw Liong. Pustaka: 1. Fisika Modern Prasyarat: Materi: Bagian-bagian atom. struktur multiplek dalam spektrum. Dittman R. Termodinamika Prasyarat: Materi: Pendahuluan : definisi dan konsep dasar. Hukum Pertama dan Hukum kedua. Efisiensi thermodinamis. John Wiley & Sons.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 129 4. Forth Edition. Perkins H. 5. 2.W. dkk. Termodinamika Teknik. Proses reversibel dan ireversibel.C. Arthur Beiser. fusi dan pemanfaatnya. Kalor dan Thermodinamika. Konsep Fisika Modern.H. massa dan ukuran atom. membaca tabel. Ridwan M... (fisika neutron). sistem pembangkit uap nuklir. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. 1992. Thermodynamics. 3.S.. motor bakar. teori atom Bohr. 1977. Prayoto. Pustaka: 1. New York (1983). momen spin dan magnet dari elektron. Siklus Gas Ideal : Gas Ideal. Sinar X. fisi.C. Wark. RAM K. 1994. Marsongko Hadi. Penerbit Erlangga. 1986. 6. stabilitas dan radioaktivitas. hamburan Rutherford. Bagian-bagian inti atom. Erlangga. teori atom berdasar mekanika gelombang. Penerbit ITB. Bandung. BATAN. spektrum radiasi atom Hidrogen. Zemansky. model-model inti. Sinar Beta. M. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi . sistem dua fase. Reynolds W. Basic Nuclear Engineering. 1986. Reaksi Nuklir. K. pancaran Alpha. McGraw-Hill Book Company. Sinar Gama. 3.

Mekatronika II Prasyarat: Materi: Prinsip dan aplikasi elektronika digital dalam pengoperasian peralatan elektromekanik. Herman Cember. 8. John Wiley & Sons. Interfacing to the IBM PC.. metode dan mekanisme deteksi. dekoder. Milne J. Interaksi Radiasi dengan materi. Glenn F. demux. Gerbang (OR. pengendalian motor stepper dan On-Off relai. minimisasi rangkaian/kombinasional. NOT). Pustaka: 1. Pustaka: 1. mux. detektor proporsional. HEDS. Koll. dan Djodikusumo I. statistik pengukuran radiasi. sistem interface dan pemrogramannya. pengereman.. starting. pengaturan kecepatan. flip-flop. map mc. Piranti pencacahan: kamar ionisasi. Pengantar Fisika Kesehatan. Fraser C. detektor neutron. 3. alat deteksi pengukuran dosis. Besaran dan satuan dosimetri. 1979. Eggebrecht. Radiation Detection and Measurement. alat deteksi pengukur partikel dan prinsip kerjanya. Teknik Tenaga Listrik I Materi : Mesin-mesin dinamik elementer. kemagnetan. 7. register dan counter/ timer. 1994. generator . ITB. pencacahan GM. 2. Pergamon Press.. ADC dan DAC.130 Prasyarat:Materi: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Macam-macam radiasi. minimisasi fungsi boolean dengan map karnough. Mekatronika. Kartidjo M. scintilator. IKIP Semarang Press. enkoder. AND. Lewish C. 1983.clusky. Sistem aljabar boole. 2. McGraw-Hill. Electromechanical Engineering : An Integrated Approach. mesin-mesin arus searah (motor arus searah.

. pengukuran radiasi gamma dengan pelemahan absorber. Tim Asistensi. 1985. BATAN. Narah Kotharim. New York. paralel Generator DC. 1992. 10. 2.E. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat: Materi: Pencacahan dengan detektor GM. Buku Petunjuk Praktikum Teknik Tenaga Listrik I. Teknik Tenaga Listrik. A. Kalibrasi alat ukur radiasi. 4. Electric Machinery. Fitzgerald. Electronic Machinery.E. dasar transformator. Koll. Yogyakarta. 1978. statistik pencacahan. Narah. pengereman. generator penguat internal dan eksternal). perhitungan waktu paruh radionuklida. 1992. Buku Petunjuk Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi. pengaturan kecepatan. 1985. 3. A. Newyork. Electric Machinery. Mc Graw-Hill. Mc Graw-Hill. Starting. pengukuran radioaktivitas lingkungan.. Glenn F. New York. Tata. Kotharim. Fitzgerald. Mc Graw-Hill. seri dan kompon. Prakt. New York. Electronic Machinery. Mc Graw-hill. Praktikum Teknik Tenaga Listrik I Prasyarat : Teknik Tenaga Listrik I Materi: Mesin-mesin dinamik elementer (dasar) Mesin DC (motor shunt. 2. 2. Pustaka: 1. Radiation Detection and Measurement. 9. Pustaka: 1. 4. Paralelisasi Generator . 1978. Blume. Tata. STTN. . STTN – BATAN. Pustaka: 1. Blume.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 131 arus searah). 3. Mc Graw-Hill. Transformator Enginering. Transformator enginering. Mc Graw-hill. Marappung.

Andi Offset.132 SEMESTER IV 1. algoritma.P. Duderstadt J. Prayoto. 3. Konsep Fisika Modern. dkk. 2. Chapra S. L. BATAN.. 1985. Etter. The Houw Liong.Rice. Hamilton. Yogyakarta. Numerical Method. Arthur Beiser. Ridwan M. perhitungan massa dan ukuran kritis reaktor homogen dengan dan tanpa reflektor. Prentice-Hall. Engineering Problem Solving With MATLAB. Numerical methods For Engineers. modul perhitungan difusi multi kelompok.J.. D. flow-chart dan diagram alir.J. R. tampang lintang dan laju reaksi neutron. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir.C.M. McGrawhill. Pengenalan Komputer. Fisika Modern Materi Pengenalan prinsip dasar teori reaktor. Marsongko Hadi. Fisika Reaktor Prasyarat: Matematika. John R.. difusi. Pustaka: 1. dan persamaan diferensial. Canale. H. moderasi dan termalisasi neutron. Komputer & Komputasi Numeris Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Logika pemrograman.. Pustaka: 1. persamaan simultan. P. 2. 2. Pemrograman numerik dengan bahasa pemrograman C dan Matlab. Metode numeric untuk solusi persamaan sederhana. Jogiyanto. 1986.. 3. Penerbit Erlangga.. John Wiley & . 4. 1989. Software and Analysis. McGraw-Hill.M. 1986. konsep fluks dan arus neutron. Nuclear Reactor Analysis. 1989. 1993.

5. 1977. prinsip dalam saluran terbuka mesin-mesin fluida dan berbagai jenis pipa dan Pustaka: 1. 4.. John Wiley & Sons. 1976.W. dengan pembangkit energi termal. Harper & Row Inc. Principles of Heat Transfer. J. Nostrand Company. 1973. dan aplikasinya. HOLMAN. R. permukaan yang diperluas (fin).P. 4. D. AND DEWITT. aliran kepekatan dan impuls dan momentum. kompresibilitas. aliran dan pipa. Glasstone S. New York... pengukuran. konveksi bebas dan konveksi gabungan. 1955. Fox.. silinder dan bola lengkap dengan dinding berlapis (composite wall). New York. 1981. Mekanika Fluida Materi: Prinsip dasar perpindahan panas konduksi.S. KREITH. aliran melalui obyek. 3. D. 1981.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 133 Sons. perpindahan panas total. F. Introduction to Fluid Mechanics. and McDonald. sifat zat alir. F.V.. Perpindahan Panas Prasyarat: Termodinamika Teknik. RAM K. Mekanika Fluida Prasyarat: Materi: Hukum dasar. Fundamentals of Heat Transfer. 2.. McGraw Hill International Inc. Pustaka: 1.P. Aliran fluida dan perpindahan panas secara konveksi: konveksi paksa aliran luar dan dalam. Basic Nuclear Engineering. Principles of Nuclear reactor Engineering. Konduksi kondisi tunak (steady state) satu dimensi meliputi: dinding datar. INCROPERA. New York. John Wiley & Sons. Third ... analisa dimensi. Perhitungan penurunan tekanan pada equipment. 3. A. konveksi dan radiasi.P. Heat and Mass Transfer.T.

Narah.. pengaturan kecepatan. 3. Teknik Tenaga Listrik II Prasyarat: TTL I Materi : Transformator lanjut.. UI Press. momen kopel. Penerbit Erlangga. Abdul. 1985. Kadir. Chen. Scaum Series. starting. Pustaka : 1. 1985. 5. 1992. IR. Transformator Enginering. 1986. Mekanika Zalir.. New York. teori relaksasi dalam mekanika teknik. Teori patah. A. 2. Statika Struktur Prasyarat: Materi: Pengantar statika. mesin FHPM.E. 1990. Mc Graw-Hill.. Setiawan E. New York. 4. 1978. syar kesetimbangan. 1979. menghitung reaksi pad berbagai konstruksi balok dengan berbagai macam beban. Harten P.V.V.M.. 3. 6. Faktor keamaan bejana tekan. John Wiley & Sons. Macam-macam peletakan: konstruksi statis tentu dan taktentu. Electronic Machinery. tegangan campuran. Marcel Dekker Inc. Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik. skalr dan vektor. Terjemahan P. Generator sinkron. Paralel Generator sinkron. hukum Newton. Herman Widodo Soemitro. Bina Cipta. Fitzerald. Inc. Mc Graw-hill. White F. Electric Machinery. Penerbit Erlangga. Kao.134 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Edition. Instalasi Listrik Arus Kuat. New York. motor arus bolak-balik 1 fasa dan 3 fasa. pengereman. Pustaka: . mengitung gaya geser dan momen lentur. Mekanika Fluida. Wilardjo Liek. New York. R.. Mc Graw-Hill. Kothari. Blume. 2. Giles. 5. motor sinkron. 1995. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. 6. 1981. sistem gaya. Menganalisis rangka dengan metoda simpul dan pemotongan. Tata.

. Buku Petunjuk Praktikum Mekatronika. 1987. 4. Harten P.. Prakt. Sistem Digital : Gerbang dasar. trafo berbeban. Buku Petunjuk Prakt. Interfacing PC : Paralel I/O. Kosow. Kendali motor stepper & On-Off relai. Young D. trafo arus dan trafo tegangan. Hibbeler.. Edisi 4. polaritas trafo. Kendali ADC/DAC. Dekoder dan enkoder. Setiawan E. Pustaka: 1. sensor LDR. STTN. Teknik Tenaga Listrik II Prasyarat: Prakt. 1997. pengereman.V. Multiplexer dan Demultiplexer. STTN. Bina Cipta. Mesin FHPM. pengaturan kecepatan. Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik. 2. Tony Mulia. regulasi .H.C.l.. Jakarta. Abdul.Prenhallindo. 8. 3. Comparator. Prentice-Hall. Erlangga. 3. PT. Opamp. Transistor. power supply. Mekanika Teknik Statika. karakteristik motor AC 1 fasa dan 3 fasa. Paralel Generator. counter timer.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 135 1. Teknik Tenaga Listrik . 1995. Instalasi Listrik Arus Kuat. UI Press. 7. Kadir. R. trafo 3 fase (berbagai hubungan) dan 1 fase. Pustaka: 1.. diagram lingkaran. Irving L. SCR. Mekanika Teknik. Starting. TTL I Materi: Konstanta trafo. 2. Mekanika Teknik: Dinamika. Photodiode. Generator sinkron.Mekatronika Prasyarat: Materi: Sistem Analog : Penyearah. Timoshenko S. jilid 1. 1981. Electric Machinery and Control. Meriam J. Prakt. BATAN. motor asinkron dan sinkron. Erlangga. Kraige. 1996.

1992. Uji kekerasan.. McGraw-Hill.C. Engineering Problem Solving With MATLAB. Pascal.M. 4. Erlangga. 1976. Impack. Jogiyanto. Smith. Press. Pengetuan Bahan Teknik.H. Canale. 2. D. Comp. D. Prakt. Cambridge Univ. Uji geser. 3.. 1989.. 4. John R. 5. W. Andi Offset. Prentice-Hall.M.. Numerical Method. Engineering Materials 2.. Yogyakarta. 3. Ashby. R. Ghalia Indonesia. L.. H. Chapra S. Teknik Pemrograman. 1990. Pemrograman dengan bahasa program (C++.F. 1989. Etter. Pengenalan Komputer. and Jones.136 9. Ilmu Logam. pengecoran logam.. McGrawHill. 2. Numerical methods For Engineers. Rice. 1993.. M. “Principles of Materials Science and Engineering”.. Pergamon Press. Samsul.F. Mc Graw Hill Publ. Jakarta. 6. 1989. “Ilmu dan Teknologi Bahan”. Sito Shinkoru. 1988. 10. 1991. . Prakt. DRH. Fortran) dan aplikasinya. Pustaka: 1. 1985. Ilmu Bahan Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Uji tarik.P. 5. Struktur logam. Tata Surdia. Software and Analysis. 2nd ed. “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”. Uji cacat logam. Pemrograman Komputer & K Numerik Prasayat: Materi: Algoritma. ed. Arifin. Van Vlack. Flowchart. Pustaka: 1. Pradnya Paramita. Segal.

2. 2nd Ed.H. Ridwan M. . SEMESTER V 1. 1983.. sekunder dan tersier. sistem pendingin utama. dkk. 2. Newjec Inc.El. 1992. Marsongko Hadi. STTN. Ketentuan Keselamatan Radiasi. Jakarta. M. Penerbit Erlangga. 1977. Mc. macam-macam sistem pembangkit daya reaktor nuklir.M. Diktat.. Efek Biologi Radiasi.. BATAN. John Wiley & Sons. Nuclear Power Engineering. Dosimetri. New York.. 4. sistem PLTN. Perizinan. Herman. Main Characteristics and Plant Highlight. Peraturan perundangan ketenaganukliran. Kursus Petugas Proteksi Radiasi. Kecelakaan radiasi dan pengamanan sumber radiasi. Cember. Swenk. INC. Pusdiklat BATAN. Introduction to Health Physics. Shannon. Henry C. PPEN. 1986.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 137 5. Instalasi Pembangkit Daya. Dasar Proteksi Radiasi. pembangkitan listrik.karakteristik: pembangkitan panas. Prayoto. sistem keselamatan pada rektor nuklir.. Wakil. Pustaka: 1. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. 1993. GrawHill. BATAN. 3. Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Prasyarat: Fisika Reaktor Materi: Sistem pembangkit listrik konvensional. Pengangkutan Zat Radioaktif. 2.. Pustaka: 1. R. BATAN. Buku Petunjuk Praktikum Pemrogeraman Komputer & Komputasi Numerik . Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Dasar Fisika Radiasi.

Parameter dan kondisi kerja. Otomasi Industri. timer. Teknik Radiografi. Paparan Radiasi. ”CPM1 Training Manual”. Materi Rekualifikasi I . Jakarta. Bapeten. . Kendali PID. pengoperasian genset manual maupun otomatis. kendali elektronis. 2. Mosby Year Book. Rekaman Fotografi dan Non Fotografi.Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir. Panduan materi Fakultas Teknik UGM. switch. 4.C. PWM. Dasar Fisika Radiografi. Pemrosesan Film. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran. Pustaka: 1. Pusiklat BATAN. Prinsip dasar/Geometri Radiografi. Peralatan sistem kendali motor dan alternator. Bushong S. Pengaruh Radiasi Hamburan thd Kualitas radiografi. Sumber Radiasi dan Peralatan Radiografi. 2005. 3. Omron indosesia Rep. Fungsi transfer lup terbuka dan tertutup. kontaktor magnet. 4. 2. Office. Model matematika. Defectology. Diktat Kursus Radiografi Level 1. 1993. 3. 1997. UTR / Radiografi Prasyarat: Materi: Pengetahuan umum NDT. Standard Radiography. Bapeten. Kendali Motor dan Altenator Prasyarat: Materi : Dasar-dasar Kendali. otomasi power supply. Pustaka : 1.. 2002.138 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2002. aplikasi kendali industri.. perintah dasar dan aplikasi PLC. Radiologic science for technologist. 5th Ed. 3. Jakarta. Keselamatan kerja Radiografi. 2002. Mesin listrik dalam industri.

rating dan cara kerja LA. dan rating dari saklar. 1999.. trafo distribusi. perlengkapan proteksi arus lebih : penerapan sekering dalam CB pada JTM. Gramedia. Jakarta. 1984. T. 3. A. 1994. proteksi tegangan lebih pada GI dan trafo daya. dan mesin-mesin berputar. Pradnya Paramita. Jakarta. Perlengkapan Sistem Tenaga Prasyarat: Materi: Perhitungan arus gangguan pada sistem tenaga listrik. 5.. konstruksi. penerbit Adicita Karya Nusa. circuit breaker. sistem seimbang dan tidak seimbang. dan sekering. 6. 5. cara kerja. M. sistem TN dan sistem IT. perlengkapan pengaman tegangan lebih eksternal dan internal.S. Penerbit Erlangga. 2003. Arismunandar. Ravindranath.Pabla.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 139 4. . komponen. Penerbit Erlangga. Hutahuruk. Published by Mohinder Singh. Pustaka: 1. cara instalasi. saluran. 1985. Chander. “Power System Protection and Switchgear”.. B. pentanahan sistem (system grounding) : fungsi. “Sistem Pengaman Tenaga Listrik”. menentukan rating. India . penerapan pada TL.S. ”Peralatan Tegangan Tingi”. sistem pengamanan tegangan lebih pada sistem tegangan rendah. 6th edition. A. Edisi pertama. 2. TM dan TT. Pentanahan perlengkapan (equipment grounding) : fungsi. Jakarta. 1984. Transmisi Daya Listrik.Tobing. Edy Supriyadi. Petrauzzela.. Sistem Distribusi Daya Listrik. perlengkapan proteksi tegangan lebih : sebab dan bentuk tegangan lebih dalam kaitan dengan ketahanan isolasi. dan JTR. Elektronika dalam industri. 4. Teknik Tegangan Tinggi. dan tegangan/arus ambang bahaya. perlengkapan hubung (switching) : fungsi. sistem pengamanan manusia pada jaringan tegangan rendah : sistem TT. Abdul Hadi. Bongas L.. metode.

Defleksi pada batang (balok). hukum Hooke’s. Aplikasi pada bangunan mesin. modulun elastisitas dan faktor keamanan. 1981. Praktikum Kendali Motor dan Alternator Prasyarat: Materi : Dasar-dasar Kendali. Edisi 21. 1980. Design of Machine Elements. 2. Peralatan sistem kendali motor dan alternator.. kontaktor magnet. Mekanika Kekuatan Bahan Prasyarat: Statika Struktur Materi: Pembebanan langsung: tegangan. Elemen-Elemen Mesin : Elemen Konstruksi Dari Bangunan Mesin. Erlangga. Sambungan las. Fungsi transfer lup terbuka dan tertutup. Third Edition. Bagian-Bagian Mesin dan Merencana. SPOTTS. Pembebanan statis dan dinamis. Kendali PID. Mekanika kekuatan Bahan Materi: Sifat bahan teknik.H. . Baut skrup dan sambungannya. Erlangga. 1984. 8. Pegas. Sukrisno. Transmisi belt. 1983.. paku keling dan sambungan keling.. Pembebanan puntir (torsi). London. Jakarta. Kros C. Strength of Materials. London. F. aplikasi kendali industri. Tegangan geser dan momen lengkung (SFD & BMD). Elemen Mesin I Prasyarat: Statika struktur. Fifth Edition. switch.. Pustaka: 1. Tegangan geser. Tegangan lengkung dan geser pada batang (balok). Bantalan dan pelumasan..140 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 6. Stock J. kendali elektronis.. Umar. Model matematika. 7. Yakarta. Gabungan tegangan geser dan regangan. regangan. timer. M. Prentice Hall International Inc. 3. Pustaka: 1. G. RYDER. The Macmillan Press Ltd.

2. Office. Konsep Fisika Modern. Buku Petunjuk Praktikum Kendali Motor dan Alternator. BATAN. Praktikum Teknik Radiografi Prasyarat: Materi: Pengenalan peralatan dan perangkat Radiografi. Otomasi Industri. Erlangga. smear test kamera gamma. STTN. ”CPM1 Training Manual”. pengenalan UTR yang lain. PWM.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 141 perintah dasar dan aplikasi PLC. Penentuan Waktu Paro. STTN. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Kontaminasi dan Dekontaminasi. 3. SEMESTER VI 1. Tim Asistensi. Kewarganegaraan Prasyarat: Materi: . Arthur Beiser. Pustaka: 1. peragaan penanggulangan kedaruratan dan kecelakaan nuklir. The Houw Liong. Proses Film. Panduan materi Fakultas Teknik UGM. 2. Radiografi sinar-X. Pustaka: 1. 1997. otomasi emergensi genset. 9. Prakt. Kriteria penerimaan Film/ Radiograph. Radiografi Sumber Ir-192. Omron Indosesia Rep. Pustaka : 1. Penahan Radiasi. Sumber Hilang. Survey Daerah Radiasi. 1992. Uji Kebocoran Pesawat x-Ray. Buku Petunjuk Praktikum Teknik Radiografi. STTN. 10. Pembacaan Film. Buku Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi.

Syarip. New York. Kao. Irving. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. persamaan dasar dan parameter kinetika reaktor. Nuclear Reactor Kinetics and Control. Edisi Reformasi. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik Prasyarat: Materi : Organisasi Pemeliharaan.L. ketahanan nasional. Endang Zailani Sukaya. Schultz. sistem hankamnas.142 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pengantar pendidikan kewarganegaraan. 2. Cara perbaikan berbagai mesin listrik. Analisa Penggantian Alat. BATAN. 3. dkk. pengendalian dan operasi reaktor. 3. wawasan nusantara. Analisa Jaring. 1969. Pustaka: 1. Marcel Dekker Inc. Kosow. Gangguan-gangguan pada Mesin Kontrol Mesin listrik dan cara mengatasinya. 2001. 2002. berbagai aspek fisis. Robert. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. Keepin. 1975. Pustaka 1. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Azas kerja rekator nuklir. Yogyakarta. Gangguan-gangguan pada Mesin Listrik dan Cara Mengatasinya. 2. . Penerbit Paradigma. Siklus Perbaikan.. Pemeliharaan Preventive dan Corrective. Prentice-Hall. McGraw-Hill. Pemeliharaan Terencana. 2. STTN. 1990. Electric Machinery and Control. dinamika reaktor. Suku Cadang. McGraw-Hill. sistem kendali. Nuclear Reactor Kinetics. Ir. politik dan strategi nasional. Pustaka: 1. Chen. Robert.

Handbook. Rida Ismu. 5. 3. Kao. 4. 5.L. Sambungan poros. Chen. cara kerja dan perhitungannya. perancangan contoh desain Perencanaan biaya dan tarif. Pustaka: 1. Motor listrik untuk berbagai torsi dan jenis beban. naf dan pasak serta perhitungannya. Ir. Reparasi Mesin Listrik. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Prentice-Hall. Analisa karakteristik motor dan beban. sistem pengkawatan dan pentanahan. 1990. Pemilihan motor untuk pencegahan gangguan. Mc. Graw Hill Company.. Marcel Dekker Inc. Elemen Mesin II Prasyarat: Elemen Mesin I Materi : Transmisi daya mekanik. UI Press. Kadir. pemilihan jenis mesin listrik. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. horisontal dan vertikal). Irving. Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 143 3. Kosow. perhitungan profil gigi dan pembebanan . 6. 2. Electrical maintenance. Abdul. Perubahan karakteristik motor. pemilihan lokasi instalasi. Perencanaan pembebanan (putar.. 4. penghitungan kebutuhan daya dan relevansinya terhadap kebutuhan bahan. Pemeliharaan motor dan generator. Perencanaan Mesin Listrik Industri Prasyarat: Materi: Tinjauan singkat jaringan instalasi listrik. Higins. Cara kendali putaran. New York. jenis-jenis roda gigi. Penentuan Perencanaan pembelian motor. Electric Machinery and Control. Jenis-jenis kopling. Penentuan daya untuk beban kontinu dan periodik (berubah-ubah). Direksi Pendidikan Menengah dan Tinggi. pemilihan jenis pengaman.. Maintenace Engineering Handbook. Bambang Supatah. Transmisi roda gigi. Lindley R. 1995.

6. F. Proses pengopakan bahan bakar. Pneumatik. Cerobong. Rickup R.. Rancangan dan pengembangan serta analisis rangkaian aktuator untuk sistem pneumatik dan hidrolik. Macam-macam bahan bakar. Pembuatan dan Pengujian. Edisi 21. .. John Wiley & Sons. Fifth Edition. Bagian-Bagian Mesin dan Merencana. 2. Daya dan tenaga dalam sistem pneumatik dan hidroulik. Kros C. 7. Jakarta. SPOTTS. 2.. 3.144 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 masing-masing roda gigi. A. D. Prentice Hall International Inc. Gramedia... Powell N. Prentice Hall International Inc... Komponen-komponen dari sistem pneumatik dan hidroulik. peralatan pembakaran. Erlangga. Patient P. Kekuatan Standar.. M. Pembangkit Uap dan Turbin Prasyarat: Materi: Struktur Bahan. Pustaka 1. 1984. Esposito. Design of Machine Elements. Simbul dan norma dalam sistem pneumatik dan hidroulik. Jakarta. Stock J. Erlangga. 1983. Hidrolik dan Pneumatik Prasyarat: Materi: Gambaran umum sistem pneumatik dan hidroulik dan aplikasinya. Jenis-jenis ketel uap. Festo. Fifth Edition. Pengantar Ilmu Teknik Pneumatika. 3. Pustaka: 1. London 1981. 2000. Sukrisno. 1985. Elemen-Elemen Mesin : Elemen Konstruksi Dari Bangunan Mesin. Jakarta. ventilator. Bagian-bagian ketel uap. New York 1994. Fluid Power with Applications.. Umar.. London.

Jakarta. 1985. pembongkaran dan pemasangan komponen mesin listrik. Reparasi Mesin Listrik. Lindley R.Masche. Trouble Shooting and remedy. pembongkaran dan pemasangan kembali motor DC. 1978. Praktikum Perlengkapan Sistem Tenaga Prasyarat: . tahanan isolasi untuk keandalan mesin listrik. Boiler dan Turbin pada PLTN. tahanan kumparan. B. Rewinding motor shaded pole. Muilwijk. prosedur pelacakan gangguan dan perbaikan pengkawatan dan pengendali. Bambang Supatah. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik Prasyarat: Materi: Mecari ganggguan/kerusakan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 5.A. De Stoomturbin. 3 phase. Pustaka 1. G. 4. System Summary of Westinghouse PWR-NPP.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 145 Pengertian turbin aksi. Peningkatan Isolasi Kumparan motor. Pustaka: 1. Moree terjemahan S. 3. Pengukuran tahanan isolasi mesin listrik. 4.. Mc. L. turbin reaksi. repulsi. Stoomturbinly.M. BATAN. L. AC. 9. Alternato. Jakarta. 1971. W. Terjemahan Nirman Sastramenggala. Higins. Harsono. turbin kecepatan bertingkat. Ir. STTN. Ketel uap. turbin tekanan bertingkat. kapasitor. 2. de Bruijn. Direksi Pendidikan Menengah dan Tinggi. Surbaksy. Jakarta. Graw Hill Company.. 1985. 3. Handbook. Rida Ismu. Electrical maintenance. 8. 2. turbin Zoelly. turbi curtiss dan turbin parsons. Pemeliharaan motor dan generator. Azas kerja dan rendemen darim Turbin De Laval. perbaikan. Buku Petunjuk Praktikum Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik. Maintenace Engineering Handbook. Prakt.

menaikkan daya. ELCB. 1969. teknik aktivasi neutron untuk mengukur parameter-parameter reaktor. 2. Buku Petunjuk Praktikum Perlengkapan Sistem Tenaga.146 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Pentanahan perlengkapan (equipment grounding). Koordinasi pengaman. 10. 2. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Praktikum pencacahan neutron dengan BF3. Pustaka: 1. 6th edition. 1984. PMS. M.. Keepin. B. Chander. shutdown. arrester. Bongas L. McGraw-Hill. BATAN. Karakteristik MCB. Ravindranath. O/L. Jakarta. 3. 3.. “Sistem Pengaman Tenaga Listrik”. Syarip. Edisi pertama. Jakarta. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. penerbit Adicita Karya Nusa. 1999. Circuit Breaker. 4. BATAN. Robert. sistem pengamanan manusia pada jaringan tegangan rendah. 2003. Published by Mohinder Singh. pentanahan sistem (system grounding). Robert. Gramedia. Ir. Edy Supriyadi. start up. MK.Tobing. STTN. Nuclear Reactor Kinetics. India. “Power System Protection and Switchgear”. relai pengaman. 2001. perlengkapan proteksi tegangan lebih . STTN. Pustaka: 1. Nuclear Reactor Kinetics and Control. 1975. ”Peralatan Tegangan Tinggi”. McGraw-Hill. Karakteristik jenis-jenis pengaman lebur. . Schultz. praktikum cara pengoperasian sistem kontrol reaktor. Saklar. Prakt.

Pernikahan dan keluarga syakin. para Imam madzhab. dll. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. para sahabat. Hamidullah. Konsep mua’amalah dalam Islam seperti jual-beli. Buku Penyuluhan Peraturan Perundangan Keselamatan Nuklir. Pola Hidup Muslim. BAPETEN. Abuka Bakar Jabir. 2. dan ulama-ulama penerusnya sampai zaman sekarang. 3. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. banyak beramal sholeh dan menjadi khsunul khotimah. Pendidikan Agama II Prasyarat: Pendidikan Agama I Materi: Islam ditinjau dari aspek filosofi. Al-Jaziri. Peraturan Pemerintah dan Surat Keputusan Kepala BATAN dan BAPETEN.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 147 SEMESTER VII 1. Bandung. Remaja Rosdakrya. Pustaka: 1. Pengantar Studi Islam. Pustaka: 1. Non Proliferation Treaty (NPT). Metodologi Penelitian Prasyarat: Materi: . Terjemahan Departemen Agama. pengiriman bahan nuklir. 2002. 2. beribadah dengan tuma’ninah. mudharobah. pengolahan limbah nuklir. Perundang-undangan Tenaga Nuklir Prasyarat: Materi: Perundang-undangan tenaga nuklir. Kiat-kiat menjadi seorang sarjana sains dan seorang muslim yang baik. syirkah. Al-Qur’an. riba. asuansi (tafakul) . 3. Konsep tauhid dan impelmentasinya dalam kemasyarakatan sejak zaman Nabi. Muhammad. bermu’amalah dengan sukses.

Jakarta. tata rumah tangga (housekeeping). PSJMN. 5. dkk. pengendalian administratif. 4. kedaruratan standar kesehatan dan keselamatan kerja. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Rancangan dan Prosedur penelitian (Rancangan penelitian. audit. Pengolahan data. Pustaka: 1. safety . SNI 19-9000-2001. Keselamatan Kerja dan Ergonomi Prasyarat: Materi: Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Soenjono Dardjowidjojo.148 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Arti dan fungsi penelitian. dan pengujian di laboratorium. Analisa data). dan tindakan perbaikan. teknik pengolahan data. Pustaka: 1. hipotesis. Jaminan kualitas untuk penelitian. 2. Badan Standardisasi Nasional. sanitasi industri. 1993. iklim kerja dan radiasi nonionisasi. BATAN. Sistem Manajemen Mutu.. Sistem Manajemen Mutu. Penerbit Balai Pustaka. penyakit akibat kerja. nonconformce. pengembangan prosedur dan form. faktor biologi di tempat kerja. perumusan persoalan. Hermawan. Pengolahan dan Analisa data (Metode pengumpulan data. 2. training K3. ventilasi industri. penelusuran referensi. kecelakaan kerja. Konsep pengendalian. abstrak. pengoperasian reaktor. Sistem Manajemen Mutu Prasyarat: Materi: Konsep dasar sistem manajemen mutu. Asas metodologi penelitian ilmiah. penerangan dan getaran) di tempat kerja. identifikasi sumber bahaya (bahaya bahan kimia. Penerbit PT. Persyaratan dasar jaminan kualitas. pengendalian teknis. 1993. aspek kebisingan. Gramedia. Jenis penelitian. DepDikNas. Sistem penulisan ilmiah. Wasito. Pengantar Metodologi Penelitian. pembuatan kuesioner).

3. perumusan persoalan. sistem kontrol dan instrumentasi. sistem komunikasi dan tugas-tugas yang berkaitan dengan permasalahan industri khususnya berkaitan dengan program studi yang diambil. lima level work breakdown structure. ergonomi. 6. Diktat K3. Mata Kuliah Pilihan I. Zaenal. Jusuf. 8. tujuan. 2008. STTN Batan. Yogyakarta. Project Management: System Approach To Planning. Yogyakarta. 2. manufaktur. John-Wiley & Sons. organizing. Pengantar Ergonomi. Sugeng. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. 2001. SEMESTER VIII 1. pengolahan data. PB UNDIP. Seminar Penerapan sistem penulisan ilmiah. 2001. Bunga Rampai Hiperkes & KK. rancangan penelitian. directing. eksperimen/perancangan/ pangujian. Pustaka: 1. IV Lihat daftar mata kuliah pilihan. controlling. Ruang lingkup projek. Semarang. batasan masalah. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT. riset dan pengembangan. II. staffing. 2007. . Pusparini. STTN BATAN.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 149 toolking. 7. promosi K3. III. Harold Kezner. Pustaka: 1. Zaenal. consultant & service. sistem operasi. Manajemen Proyek Prasyarat: Materi: Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. Scheduling and Controling. kesimpulan dan saran. metodologi. sistem energi. Kerja Praktek Manajemen perusahaan meliputi struktur organisasi.

jenis korosi. paduan tembaga dan paduan alumunimum. Sifat mampu keras. besi cor. penerapan teknologi atau pengujian di laboratorium. paduan tembaga dan paduan alumunium. Mekanisma penguatan logam . Uji tusuk. studi perbandingan. besi cor. Uji Tak Rusak : UT. SNI/BSN. Kalibrasi. Uji panas. Standard Peneriman Cacat: ASME VIII. Kerusakan logam : jenis patán. MT. MATA KULIAH PILIHAN KELOMPOK PILIHAN TEKNOLOGI BAHAN 1. Diagram fasa biner dan contoh-contohnya. Pengerasan dengan pemanduan. Kerusakan logam : baja. analisis permasalahan. pengerasan dengan transformasi martensit. mengadakan analisis/ sintesis. perancangan dan pembuatan sistem. ISO 9000. . Tugas Akhir Tugas akhir bisa berupa penelitian pengembangan analisis dan sintesis. uji Jominiy. Uji rendam. Pengaruh unsur paduan pada logam teknik : baja. Mahasiswa mengajukan proposal penelitian (usulan tugas akhir). Struktur atom cristal. Teknik Pengujian dan Inspeksi Materi: Kualitas: Definisi kualitas. 2. melakukan pembahasan tugas akhir yang meliputi studi kepustakaan.150 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. AWS. Jenis Pengujian bahan : uji tarik. Konsep Kulitas. Baja. Pengujian bungkusan ZRA: Uji jatuh. Jenisjenis logam dan paduan. D1. pengeras regangan. kurva mampu keras.1. pengerasan dengan penghalusan batir. pengantar mekanika patán logam. uji kekerasan. pengerasan presipitasi. PT. Teknik Metalurgi Materi: Dasar-dasar metalografi. menyajikan dan menyimpulkan dalam bentuk skripsi dan mempertahankan dalam seminar dan ujian lisan. API. ET. besi cor. baja paduan Al dan paduan Cu.

Struktur makroTransformasi alotropik. 1989. Pustaka: 1. McGRAW .. Tanggung jawab administratif. Pembersihan.1. 2nd Ed. J. New Jersey. Industrial Quality Control. 2002. Latihan soal : Spesifik. Pengelasan Pengerjaan permukaan: Pengerasan. 2nd Ed. 1993. Jakarta. 6. Charbonneous H. Jakarta.. Sifat logam.G. Sistem Pelaporan. 3. Buterworth. Tindakan pekerja radiografi. Teknik Film Ganda. Higgins. New York. Pusdiklat Batan. G. 3. Non Destructive Examination Methods for Condition Monitoring. New York. struktur mikro. Implementing The ISO 9000. Prentice Hall Inc.L. Pusdiklat Batan. NDE Handbook. 7. 1993. 1994. Herman. Diktat Proteksi Radiasi. R. EdwardArnold. 5. prosedur penanggulangan keadaan darurat kamera gamma. Sertifikasi. Lemprecht. J.. Chaeacterization of Material. AWS D1. Wachtman. Ujian kualifikasi. Daya guna pemakaian... General untuk persiapan SIB. 2. Penentuan lokasi cacat ASME V. API 1104. London. Properties of Engineering Materials.I. Butterworth-Heinmann. Prosedur penanggulangan umum: prosedur penanggulangan keadaan darurat pesawat sinar-x.. London. UTR/Radiografi lanjut Prasyarat: Materi: Klasifikasi material: Logam dan logam paduan: struktur kristal. 1978. Introduction to Health Physics.. Forging..Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 151 Pustaka: 1. Boving K. Persyaratan. Radiografi bahan coran dan variasi tebal. & Webster. 4. Cember. Organisasi lembaga sertifikasi personal Uji tak rusak.B.C.A. Marcel Dekker Inc. 2002. Proses pembentukan penyambungan logam dan jenis cacatnya: Pengecoran. Diktat Radiografi. sertifikasi ulang. ASME V.

Pusdiklat Batan. 2. Penyelesaian persamaan kinematika. . Pustaka: 1. 2002. 1997. 2. Fifth Edition. Transformasi homogen. Penggabungan sensor. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran. P. 1985. Pustaka: 1. Industrial Robotics. 4.PLC dan diasin sistem otomasi berbasis PLC. Jakarta. Pengaturan gerak robot. Kursus Petugas Proteksi Radiasi. Johnson.M.. Jakarta. Curtis D. 3. Devries. Dinamika Robot. Prentice-Hall. Otomasi Industri Materi: Konsep otomasi dalm industri. A. Bapeten. 2002. Warren R. Persamaan kinematika.152 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 HILL INC. Singapore: McGraw Hill Book Company. Jakarta. 1989. KELOMPOK PILIHAN KENDALI DAN ROBOTIKA 1. Bapeten. Bahasa pemrograman robot. Microcomputer Application in Manufacturing. Sensor (pengindraan). Groover.. Diktat. pengkondisi sinyal dan actuator menjadi sebuah sistem. Materi Rekualifikasi I . Robotik Prasyarat : Tujuan : Memberikan pengertian tentang prinsip-prinsip perancangan analisis dan sintensis sistem robot. John-Wiley & Sons. 2. Kendali sekuensial dan kendali berbasis switch/relay. 2005. Pokok bahasan : Pendahuluan.. Galip Ulsoy. Process Control Instrumentation Control Technology. Hubungan-hubungan differensial.Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir. 1983.

Pustaka: 1. Process Measurement : Instrument Engineer Handbook. Mesin intelligent termasuk sensor pada robotik. 2. Pustaka: 1. Jenis-jenis sistem-sistem keselamatan dan proteksi reaktor. George C. Sistem sensor untuk diagnosis equipment. Liptak. 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 153 2. Konversi sinyal sensor. efector sensor untuk material handling. Chilton Book Company. Intelligent Sensor Materi: Sensor-sensor intelligent. penggunaan vision sensor. H. .. Kriteria-kriteria evaluasi keselamatan reaktor. 2. Kriszta Venczel. 3. Keselamatan Reaktor Materi : Prinsip pertahanan berlapis (defence-in-depth). Jordan. Analisis keselamatan. 1982. : Code on Nuclear Power Reactor Design. Pengantar Robotika. John Wiley & Sons. S. Teknik Elektro ITB. ANS. 1988. Sensor untuk servomekanik Sistem sensor pada robot intelligent. Kuspriyanto. Pengaturan dan Komputer. Walter. Barney. 1987. Dampak lingkungan akibat operasi instalasi nuklir sejak dari penambangan bijih uranium sampai penyimpanan terakhir sampah nuklir. KELOMPOK PILIHAN TEKNOLOGI REAKTOR 1. 1980. IAEA Safety Series No. Intelligent Instrumentation. 3. Prentice-Hall. Potensi pelepasan zat-zat radioaktif ke lingkungan selama operasi normal maupun dalam keadaan kecelakaan. Vienna. Nuclear Power and It’s Environmental Effects. Pengkajian lokasi instalasi tenaga nuklir. 1992. Intelligent Sensor Technology. IAEA.. Jenis dan aplikasi sensor. Glasstone. Ryoji Ohba. Bella G. Bandung: Laboratorium Sistem.

micro – processor based. sistem utama dan sistem penunjang. 2003.. Prayoto. 2. BATAN. Karakteristik instrumentasi dan kendali reaktor : 2 out of 4 logic. dkk. Swenk. control rod. 1986. bypass control logic. Henry C. reliability. R. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir.. 1983.S. perancangan rinci (detail design). A. Pustaka: 1. auxiliary system. 1977 3.R... kriteria. 3. Instrumentasi dan Kendali Reaktor Materi: Arsitektur sistem monitoring dan kendali reactor. power reactor monitoring. .. U. Shannon. November. Foster. Monitoring fluks netron dan radiasi reaktor. spesifikasi teknis dan fungsi komponen dan sistem reaktor. John Wiley & Sons. Pustaka : 1. Nuclear Power Plant Design Analysis. Disain control room: primary system. Marsongko Hadi. 4th edition. Atomic Energy Commission Report TID-26241. sisem proteksi reactor dan main control board. man-machine interface. Penggunaan computer code untuk kajian rancangan sistem reaktor.L. selfdiagnosis. R. Perancangan Sistem Reaktor Materi: Dasar-dasar perancangan reaktor : tahapan. 1973. sources netron monitoring. Sesonke. Wright. 2. A. Perancangan dasar (basic design). Newjec Inc.. analisis sistem meliputi ters reaktor. konsep touch screen operor console. Basic Nuclear Engineering. Ridwan M. Allyn. Plant highlight and main features of proposed plants.. Nuclear Power Engineering.154 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2.. Neutron sources. bahan bakar.H.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

155

KELOMPOK PILIHAN SISTEM TENAGA 1. Keandalan Distribusi Daya Listrik Materi: Pembangkitan, transmisi dan distribusi.. Bentuk-bentuk jaringan transmisi dan distribusi. Distribusi primer dan sekunder. Distribusi Internal maupun eksternal . Karakteristik saluran listrik. Ukuran dan analisis keandalan distribusi listrik, parameter keandaln komponen, usaha perbaikan keandalan sistem.. Kejadian-kejadian, dan keadaan pada sistem. Laju kekagagaln komponen, kurva bathtub. Pendekatan statistik dan probabilitas untuk memodelkan kejadian, laju kegagalan. Penyebab-penyebab gangguan, internal maupaun eksternal serta usaha mengatasinya. Pustaka: 1. Richard E. Brown, Electrical Power Distribution Reliability, McGrawHill, amazon.com. 2. Roy Billinton, Reliability Assessment of Large Electrical Power, Kluwar Int. Series, 1998. 3. William D. Stevenson Jr., Transmission Line and Network. 4. A.S. Pabla, Electric Power Distribution System. 5. C.F. Wagner dan G.D. McCan, Wave, Proragation on Transmission Line. 6. William D. Stevenson Jr., Analisis Sistem Tenaga Listrik, Erlangga, 1996. 2. Sistem Proteksi dan Keselamatan Materi: Sumber-sumber gangguan listrik baik internal maupun eksternal. Komponen, equipment dan sistem yang berkaitan dengan keselamatan instalasi. Kondisi normal, incident dan accident. Sistem catu daya pada kondisi normal dan darurat, prinsip-prinsip keandalan, pengaruh gangguan terhadap keandalan sistem catu daya normal maupun emergency. Perancangan sistem suplai daya cadangan.

156

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Pustaka: 1. Ridwan M., Prayoto, Marsongko Hadi, dkk., Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir, BATAN, 1986. 2. Henry C. Swenk,, Shannon, R.H., Nuclear Power Engineering, John Wiley & Sons, 1977. 3. M.M.El. Wakil, Instalasi Pembangkit Daya, Penerbit Erlangga, 1992. 4. Newjec Inc., Main Characteristics and Plant Highlight, PPEN, BATAN, 1993. 3. Kelistrikan Industri Materi: Building safe electrical equipment, standard and regulation. Drawing electrical circuit & diagrams, Wire type and preparation, soldering & termination. Cable forming, Connection and routing, hardware, component active and passive. Earthing and screening, PLC wiring. Pustaka: 1. R.B. Mercer, Newnes Industrial Control Wiring Guidees, Second Edition, Elsevier, Linacre House, Jordan-Hill, Oxford, 2001. PILIHAN BEBAS 1. Proteksi Radiasi Lanjut Prasyarat: Materi: Laju dosis Alfa, Beta dan Gama yang terdeposisi di dalam organ tubuh; Batas Masukan yang diizinkan (ALI); Laju dosis dengan metoda MIRD. Persyaratan sarana kerja; manfaat prosedur dan petunjuk kerja; Prinsip penanggulangan kecelakaan radiasi; Program penanggulangan kecelakaan radiasi. Spektrum sinar-x; efek arus dan tegangan pe sawat sinar-x terhadap intensitas; Rumah tabung pesawat sinarx untuk bagasi, medik dan radiografi industri. Prinsip umum analisis bahan dengan sinar-x, XRF dan XRD; Prosedur operasi pesawat sinar-x, Jenis Penahan instalasi tetap; Batasan paparan pesawat sinar-x tipe

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

157

diagnostik, terapi dan radiografi; Faktor dalam perancangan dinding penahan instalasi sinar-x; penahan sekunder; perhitungan dinding penahan sinarx primer; perhitungan penahan dinding penahan sinar-x sekunder. Prinsip dasar aplikasi ZRA; Metoda aplikasi ZRA untuk pengukuran; pengujian bahan; analisis bahan dan perunut; keselamatan kerja dalam aplikasi ZRA. Definisi limbah ZRA; Klasifikasi Limbah ZRA; Pengolahan Limbah ZRA; Pengelolaan Limbah ZRA, Pelaporan dalam kecelakaan; Pembuatan juklak untuk perizinan; Tatacara pengiriman barang ZRA, Persyaratan memperoleh SIB, Penggunaan rumus praktis dalam proteksi Radiasi; Latihan soal untuk SIB, Latihan soal. Pustaka: 1. Wiryosimin, Suwarno, Mengenal Asas Proteksi Radisi, Penerbit ITB, Bandung, 1995. 2. IAEA, Radiation and Security: Comprehensing Radition Risk, Paris, 1994. 3. IAEA, Radiation Protection in Nuclear Energy, Proceeding, Sydney, 1988. 2. Teknologi Akselerator & Aplikasi Prasyarat: Materi: Prinsip dasar akselerator, Sistem akselerator partikel, Akselerator linier, Akselerator lingkaran, macam akselerator dan aplikasinya, produksi neutron dalam analisis aktivasi, penggunaan dalam kimia radiasi, efek radiasi pada materi, efek radiasi pada materi, penggunaan bidang kedokteran nuklir,. Sumber ion, Sistem tegangan tinggi akselerator, Sistem fokus berkas partikel, Sistem sumber ion, Sistem pemisah berkas partikel, Aplikasi generator neutron untuk analisis bahan. Aplikasi akselerator implantasi ion dalam pengerasan bahan. Pustaka: 1. Livingstone, Particle Accelerator, McGraw-Hill, 1986.

158

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

2. Buku Pengoperasian Akselerator, P3TM, BATAN. 3. Sistem Manufaktur Fleksibel Materi: Pengelanan sistem manufaktur, konsep, struktur dan karakteristik. Jenisjenis sistem manufaktur, flow-shop, job-shop, make to stock, make to order. Bagian-bagian sistem manufatur. Perencanaan pengendalian produksi. Perencanaan kebutuhan material, konsep just-in-time. Permintaan determisintik dan probabilsitik. Flexible manufacturing system, CAD/CAM sebagai tool dalam manufaktur. Material handling. Penjadwalan produksi. Performansi sistem manufaktur. Pustaka: 1. Production planning, control and integration, McGraw-Hill, New York, 1998. 2. Gu P., Norrie D.H., Intelligent Manufacturing Planning, Chapman & Hol, 1995. 4. Kecerdasan Buatan Prasyarat: Materi: Konsep dasar kecerdasan buatan, knowledge engineering, representasi pengetahuan ke dalam skema, frame, list, dan production rules. Konsep dan aplikasi sistem pakar, logika fuzzy dan jaringan syaraf tiruan. Contoh aplikasi untuk pengolahan data dan kendali proses. Pustaka: 1. Kusumadewi, Artificial Intelligence, Graha Ilmu, 2003. 2. Matlab, Fuzzy Logic Toolbox, for use with Matlab, MatgWorks Inc., 1994. 3. Matlab, Neural Network Toolbox, for use with Matlab, MatgWorks Inc., 1994. 5. Sistem Akuisisi Data Prasyarat :

www. EMG). Essential of Radiology Sciences. Konfigurasi dan karakterisitik sistem akuisisi data. Fosbinder and Charles A. Copyright 2002. Instrumentasi Medik Materi Fungsi. buffer-amplifier. Roddy. Detektor nuklir (system deteksi radiasi. Dasar fisika resonansi magnet nuklir. radioisotope untuk pencitraan). filtrasi). multiplexer. MRI dan Nuklir). radioisotope tracer). Robert A. USG. sharpness. aspek biologis). tranduser). Pustaka 1. ADC dan DAC. Jakarta. Windows user guides. Pencitraan Fisiologi/fungsional. 1993. Data Aqcuisition and Process Control. kVp. penetrasi. Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik. tipe interaksi foton. cara kerja dan amplikasi (ECG. 6. Persyaratan teknis.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 159 Perancangan Instrumentasi. in-vivo. Teknik pencitraan gelombang (US. Materi: Komponen-komponen akuisisi data proses : sensor. McGraw Hill Medical Publication Division. Review spec dan unjuk kerja perangkat pencitraan medis (X-rays.elektro.PDF 3. EEG.ac. Penerbit Erlangga.id/transmisi/des05/sukiswodes05. New York. Sifat-sifat (X-rays. Perangkat Xrays (tabung X-rays. 1994. Mikrokontroler. Defibrilator dan Hemodialisis). Akuisisi dan komunikasi data. Pacemaker. Pustaka: 1. Sistem instrumentasi (Cardiac. Akusisi dan pemrosesan data dengan komputer. Kesley. Teknik (in-vitro. Contoh aplikasi akuisisi data menggunakan modul ADAM. Komunikasi Elektronika. karakteristik. Sistem Antar Muka. Labtech. Laboratory Technology Corporation. programmable pheriferal interface.undip. Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. kontras). arus. energi. 2. Dennis dan John Coolen. . medis ultra sound.

3. 2006. New Dilhi. N. mengoperasikan. Bhairi. P. Dekomisioning Reaktor Triga. Teknologi dan Perencanaan Energi. Eko Edy Karmanto. Buku: 1. JAERI.V.S. Tata McGraw Hill Publishing Company Limited. IEEE Press. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant. 1978. Narurkar. Tekno Ekonomi PLTN Materi Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun. 1977. Editor in chief. dan merawat dekomisioning. 2. B. Balvinder Singh.160 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. 4. Tata McGraw Hill Company Limited. Institute of Physics Publishing. Handbook of Biomedical Instrumentation. New Delhi. 5. 4. Pelatihan BATAN. Bronzino.R. IAEA. hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik. Rathod. 1993. 3. Khandpur. Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. 7. R. 1988. Viena. The Biomedical Engineering Handbook. Teknoekonomi PLTN. . Handbook of Nuclear Medicine Instruments. 5. 1994. Bristol and Philadelphia. Steve Webb. CRC Press. The Physics of Medical Imaging. Reprint.C. Joseph D.

d.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 161 BAB VII. 6. satu (1) lembar foto kopi ijazah/STTB atau tanda lulus sementara beserta transkrip nilai yang sah. . mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan. satu (1) lembar fotokopi Surat Izin Belajar dari MENDIKNAS bagi calon WNA. warga negara asing dapat mendaftarkan diri bila telah memperoleh izin belajar dari Menteri Pendidikan Nasional RI. 7. menyerahkan fotokopi ijazah/STTB. membeli formulir pendaftaran pilihan 2 prodi. Pasfoto hitam putih terbaru ukuran 3 x 4 cm2 sebanyak 3 (tiga) lembar. transkrip nilai dan atau NEM SLTA yang telah dilegalisir. dan Kimia sesuai dengan Jadwal yang telah ditentukan. c. Bagi calon yang diterima atau lulus seleksi diharuskan melengkapi syarat sebagai berikut: a. menyerahkan 1 lembar fotokopi ijazah atau tanda lulus yang sah. datang sendiri menyerahkan formulir yang telah diisi disertai lampiran sebagai berkut: a. 8. 2. 3. 4. CALON MAHASISWA Ketentuan menjadi calon mahasiswa STTN adalah: 1. A. Warga Negara Indonesia. satu (1) lembar fotokopi NEM/STK SLTA yang sah. b. lulusan SMU atau SMK Teknik yang sesuai dengan prodi. 5. Matematika. Fisika. PERATURAN ADMINISTRASI AKADEMIK Calon mahasiswa baru Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir harus memenuhi ketentuan yang berlaku. Mengikuti seleksi berupa test tertulis yaitu: Bahasa Inggris. menyerahkan Surat Izin Belajar MENDIKNAS bagi calon mahasiswa WNA. b.

2594081.ac. 4. Uang Kuliah 3.id. sttn@sttn-batan.per semester Rp. Surat rekomendasi izin belajar dari instansi pengirim. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). 1.750.per SKS teori per SKS praktikum per matakuliah teori/praktikum satu kali selama studi perkenalan.162 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 c.id 4. 1.. .000.Uang Ujian Rp 10. Email: sttn@batan. jaket almamater. C. TEMPAT PENDAFTARAN Formulir Pendaftaran dapat diambil di: 1. 30. 7659410 5.000.000. d.000. Surat bebas narkoba. (0274)489715 3. (022)2504898. f. 71 Bandung 40132 Telp. Rp. 5. B. Jakarta Selatan 12018 Telp (021)7659409. BIAYA PENDIDIKAN Setiap mahasiswa yang diterima dikenai biaya pendidikan untuk tahun 2008 adalah sebagai berikut: 1. 6. Surat Keterangan Sehat dan Tidak Buta Warna dari dokter. Uang SPP 2. Lebak Bulus. Pasar Jum’at. CATATAN : Biaya yang tertulis disini sewaktu-waktu dapat berubah.Biaya kegiatan Mahasiswa (Masa menyesuaikan.Uang Sarana Rp. dll) Uang Praktikum Rp 75. Kampus STTN-BATAN Yogyakarta 2. e.000.000.go. PUSDIKLAT-BATAN Jakarta Komplek BATAN Pasar Jum’at Jakarta Jalan Cinere Raya. 489716.. Fax. Komplek BATAN Yogyakarta Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 YKBB Yogyakarta 55281 Telp (0274)484085. PTNBR-BATAN Bandung Komplek BATAN Bandung Jalan Tamansari No.

Bagi mahasiswa non-aktif tanpa izin harus membayar lunas semua biaya pendidikan selama masa non-aktif. Setelah selesai melaksanakan daftar ulang bagi mahasiswa baru. Kartu mahasiswa diproses oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni. DAFTAR ULANG Untuk dapat dinyatakan sebagai mahasiswa yang aktif di STTN. 2.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 163 D. Pendaftaran ulang semester ganjil pada bulan Agustus. 2. Mengambil dan mengisi formulir daftar ulang dan KRS yang akan diambil pada semester tersebut di Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni dengan menyerahkan tembusan bukti bayar SPP. Syarat daftar ulang adalah sebagai berikut: 1. 4. ditambah ketentuannya dengan wajib membawa surat izin non-aktif dan diaktifkan kembali studinya oleh Ketua STTN up. sedang untuk semester genap pada bulan Januari-awal Februari. mahasiswa berhak mendapat kartu mahasiswa yang berlaku selama yang bersangkutan menjalani masa studi. setiap mahasiswa wajib melaksanakan daftar ulang sesuai dengan ketentuan. SKS yang diambil dan ujian yang akan ditempuh di Sub Bagian Keuangan STTN dan dimintakan tanda tangan dan cap bukti pelunasan. 3. Menyerahkan tembusan formulir pembayaran dan pengisian KRS dan Daftar Ulang yang telah dicap oleh Sub Bagian Keuangan kepada petugas terkait. pengisian formulir daftar ulang ditandatangani Ketua jurusan atau yang mewakili sedangkan pengisian KRS dikonsultasikan dan dimintakan tanda tangan dosen pembimbing. Puket I yang diproses oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni. setelah berkoordinasi dengan unit terkait dan disesuaikan dengan kalender akademik. Membayar SPP. . Pada saat pembayaran SPP bagi mahasiswa yang terputus studinya karena cuti. Ketentuan mengenai daftar ulang diumumkan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) selambat-lambatnya pada masa UAS. Pendaftaran ulang dilakukan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan. Tata cara pendaftaran ulang: 1.

tidak diperkenankan mengikuti semua kegiatan akademik dalam semester yang bersangkutan. PEMBAYARAN BIAYA PENDIDIKAN Setiap mahasiswa wajib membayar biaya pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.164 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. Bagi mahasiswa yang tidak mampu membayar biaya pendidikan dapat mengajukan surat permohonan keringanan/ bantuan kepada Ketua STTN disertai bukti-bukti dan alasan-alasan yang sah serta dapat dipertanggungjawabkan untuk memperkuat permohonannya. Apabila mahasiswa tidak melakukan hal ini. Catatan: 1. Mahasiswa tersebut wajib melaporkan diri kepada Ketua Jurusan selambat-lambatnya 2 minggu untuk kemudian mengajukan izin cuti/non-aktif pada semester yang sedang berlangsung. . Bagi mahasiswa yang selang cuti. 3. PERLAKUAN BAGI KETERLAMBATAN MENDAFTAR ULANG Mahasiswa yang tidak mendaftar ulang sesuai jadwal yang telah diatur. Surat permohonan keringanan dilakukan menjelang awal tahun akademik. kartu mahasiswa dapat diambil satu minggu setelah melaporkan daftar ulang untuk kembali aktif. Bila hilang. 2. Biaya-biaya tersebut ditetapkan untuk setiap tahun akademik dan dikeluarkan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan sebelum tahun akademik yang bersangkutan dimulai. Kartu mahasiswa merupakan tanda keabsahan untuk mengikuti kegiatan akademik dan kemahasiswaan selama masa studi. mahasiswa diberi surat keterangan oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni setelah menyerahkan surat keterangan dari Kepolisian tentang kehilangan tersebut dan fotokopi bukti pelunasan pembayaran semester yang bersangkutan. kartu tersebut dapat diganti bersamaan dengan pembuatan kartu mahasiswa bagi mahasiswa baru. maka masa non aktif tersebut diperhitungkan sebagai masa aktif dalam hubungannya dengan waktu masa studi mahasiswa yang bersangkutan. Sambil menunggu pembuatan kartu pengganti tersebut.

4. Perubahan pengisian KRS hanya dapat dilakukan paling lambat 2 minggu dari awal perkuliahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 165 E. Kehadiran Dosen minimal 90%. Mengisi formulir permohonan yang disediakan Sub bagian Kemahasiswaan dan alumni disertai alasan selambat-lambatnya 1 minggu sebelum masa perkuliahan Semester yang sedang berjalan dimulai. Izin Cuti diberikan selama-lamanya untuk 2 (dua) semester. . Bag. dosen diwajibkan mengganti berdasarkan kesepakatan dengan mahasiswa. Mahasiswa yang kehadirannya kurang dari 80% tidak diizinkan untuk mengikuti ujian akhir semester. Surat izin Cuti diproses oleh Sub. kartu rencana studi (KRS) didistribusikan ke unit terkait untuk keperluan akademik. 2.. Pembatalan matakuliah dilakukan selambat-lambatnya pada masa UTS. Setiap Akhir Semester Sub. Akademik dan Pengajaran membuat rekap Kehadiran Dosen dan Mahasiswa untuk dilaporkan kepada Ketua STTN. dapat mengajukan cuti studi dengan ketentuan sebagai berikut: 1. G. KEHADIRAN Kehadiran Dosen dan Mahasiswa dilakukan dengan menandatangani Daftar Hadir. Surat permohonon harus diketahui Dosen Wali dan Ketua Jurusan. KARTU RENCANA STUDI (KRS) Mahasiswa wajib mengisi KRS berdasarkan prestasi akademik pada semester sebelumnya dan konsultasi dengan dosen wali. Jika dosen tidak dapat mengajar sesuai jadwal yang ditentukan. Bag. CUTI STUDI Mahasiswa karena sesuatu hal. misalnya mahasiswa sakit atau hamil. Setelah selesai pembayaran SKS dan ujian. Kemahasiswaan dan Alumni untuk diajukan kepada Ketua STTN up Puket I dan selesai selambat-lambatnya 1 minggu sejak pengajuan. 3. F. Kartu Rencana Studi yang sudah disetujui Dosen Wali harus sesuai dengan jumlah pembayaran SKS dan ujian di Sub Bagian Keuangan.

Setelah selesai masa cutinya mahasiswa wajib mengajukan permohonan aktif kembali kepada Ketua STTN up Puket I melalui Sub. MAHASISWA PINDAHAN Mahasiswa dari Prodi yang lama dapat pindah ke prodi yang baru berdasarkan penilaian ketua program studi yang baru. Mahasiswa yang ingin mengajukan pindah mengajukan pengajuan secara resmi kepada Ketua STTN up Puket I dengan persetujuan Dosen Wali dan Ketua Jurusan. Mahasiswa dari perguruan tinggi lain dapat mengajukan pindah ke STTN dengan surat resmi yang diketahui oleh dosen wali dan Ketua Jurusan sebelumnya dilampiri dengan hasil belajar yang telah diperoleh di perguruan tinggi sebelumnya. Kemahasiswaan dan Alumni dan melaksanakan Daftar Ulang sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada semester yang bersangkutan aktif.166 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5. Mata kuliah yang sesuai dapat diakui setelah dilakukan penelitian yang seksama. Surat Izin Cuti diambil di Sub Bag Kemahasiswaan dan Alumni dengan menyerahkan Kartu Mahasiswa. H. Yang bersangkutan dapat diterima untuk pindah ke STTN setelah dilakukan penelitian secara seksama atas prestasi akademik yang sudah dicapai sebelumnya dan hal-hal lain dari calon mahasiswa pindahan tersebut. . 6. Bag.

Setelah informasi yang diperoleh dipandang cukup dan instansi/industri/perusahaan yang akan dituju memungkinkan untuk menerima. kemudian mendapatkan persetujuan dari Ketua Jurusan. Prinsip pelaksanaan KP adalah mahasiswa merencanakan KP di suatu tempat dalam bidang/konsentrasi tertentu. serta memahami konsep-konsep non akademis dan non teknis di dunia kerja nyata seperti hubungan atasan bawahan. PERSYARATAN AKADEMIS Persyaratan akademis yang harus dipenuhi untuk melaksanakan KP adalah telah menempuh sedikitnya 96 sks. yang diharapkan dapat membekali mahasiswa untuk memahami kaidah bermasyarakat sesuai dengan keahliannya. Konsultasi dengan Ketua Prodi. serta penerapan di lapangan yang terkadang tidak sesuai dengan teori akademis juga diharapkan dapat pula menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa. mahasiswa melakukan prosedur sebagai berikut: 1. Mahasiswa harus mencari instansi/industri/perusahaan terkait untuk kemungkinan pelaksanaan KP. ketidakpastian. hubungan sesama kolega. 2.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 167 BAB VIII. Jika Ketua Prodi sudah menyetujui tempat dan waktu pelaksanaan KP yang . membandingkan dan menerapkan pengetahuan akademis yang telah didapatkan. Mata Kuliah KP termasuk dalam kelompok Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB). Adapun ruang lingkup Kerja Praktek harus sesuai dengan Tujuan Kerja Praktek yang dituangkan dalam Proposal Kerja Praktek. Mahasiswa memohon rekap hasil belajar / transkrip di Sub bag Akademik dan Pengajaran. A. dead line.56. dengan IP kumulatif minimal 2. Mahasiswa dapat memulai KP tanpa harus terlebih dahulu mendaftarkan mata kuliah tersebut. KERJA PRAKTEK Kerja Praktek (KP) bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja yang sesuai dengan dunia kerja yang akan dimasuki. 3.

9. Bag. 11. 4. misalnya hasil studi. Paling lambat 3 (tiga) hari sebelum mengambil SPK mahasiswa memohon/ mengkonfirmasi di Sub Bag Perencanaan dan Kerjasama untuk mengambil SPK. dan Lampiran yang diperlukan untuk mendukung proposal. kalau tidak memungkinkan dikirim lewat pos. Setelah surat permohonan KP ke instansi/industri/perusahaan dibuat. Garis-garis besar rencana kerja (Lampiran KP-1). 8. dibawa ke Sub. 5. mahasiswa tidak diperkenankan mengundurkan diri atau pindah tempat KP kecuali sudah ada jawaban ditolak dari instansi/industri/perusahaan yang dituju atau lebih dari 2 (dua) bulan sejak tanggal permohonan KP dibuat belum ada jawaban. 7. Ketua Jurusan memproses sampai ditetapkannya Dosen Pembimbing. . mahasiswa mengajukan permohonan KP disertai dengan proposal kepada Ketua Jurusan.168 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 akan dituju. Rencana waktu pelaksanaan. Mahasiswa melaksanakan KP sesuai ketentuan. Mahasiswa berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk membuat GarisGaris Besar Rencana Kerja (lampiran KP-1). pernyataan tentang kemungkinan Instansi mengubah rencana yang dibuat. PROPOSAL Isi Proposal KP mencakup: Data umum mahasiswa dan Institusi tujuan KP. Surat permohonan yang sudah ditandatangani dan dimintakan persetujuan dari Ketua Jurusan. B. Surat permohonan KP ke instansi/industri/perusahaan disampaikan sendiri oleh mahasiswa. Setelah dinyatakan diterima oleh Instansi/industri/perusahaan. untuk menyelesaikan surat permohonan ke Instansi/industri/perusahaan terkait dengan tembusan ke fihak yang berkepentingan. 10. Perencanaan dan Kerjasama paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum waktu pelaksanaan KP. Garis-garis Besar Rencana Kerja yang sudah disetujui Dosen pembimbing STTN dibawa ke BAAK untuk memperoleh SPK. Deskripsi singkat tentang KP. 6.

dan hal lain yang difrumuskan oleh Pembimbing dan dinyatakan dengan nilai huruf untuk dilaporkan kepada Ketua Program Studi. Mahasiswa yang sering absen dalam KP dapat diberi sangsi pembatalan. Salinan Log Harian yang sudah ditandatangani Pembimbing Instansi dikirimkan kepada Pembimbing STTN agar dapat memantau. Log Harian harus ditanda tangani oleh Pembimbing Instansi 4. Bagian Awal sebuah Laporan KP terdiri atas: 1. D. Pembimbing Instansi dimohon memberi nilai. PELAKSANAAN Kerja Praktek dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Laporan KP. Pelaksanaan KP dan perubahan atas proposal/rencana kerja dicatat dalam Log Harian. dan Lampiran. Halaman Pengesahan Jurusan . Pada akhir masa KP. Halaman Sampul 2. 3. FORMAT LAPORAN KP Secara umum Laporan KP terdiri atas Bagian Awal. 5.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 169 C. Halaman Judul 3. Jangka waktu pelaksanaan KP adalah 6 minggu dengan toleransi kurang-lebih 25 %. E. Bagian Utama. 6. Menjelang akhir pelaksanaan KP. tetapi kelebihan ini tidak diperhitungkan sebagai KP. ketentuan ini tidak membatasi mahasiswa untuk melanjutkan pekerjaan pada Instansi. Namun. PENILAIAN Nilai akhir KP ditentukan oleh Dosen Pembimbing STTN dengan memperhatikan Penilaian Pembimbing Instansi. 2. 7. mahasiswa wajib mengalokasikan waktu untuk mengadakan observasi lapangan dan atau wawancara untuk mengetahui dampak KP yang dilakukan terhadap Instansi.

Latar Belakang yang memuat uraian tetang pentingnya KP dan alasan mahasiswa melaksanakan KP di instansi terkait. 1 buah untuk perpustakaan STTN.000 kata atau 40 halaman. Bahan Sampul KP menggunakan kertas warna biru diperkuat dengan karton. Sarana dan Prasarana. G. Pelaksanaan KP yang merupakan penjabaran kegiatan KP yang telah tercatat dalam Log Harian. Daftar Lampiran (jika perlu) Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 10. F. TATA TULIS LAPORAN KP 1. Proses/Kegiatan Instansi. Panjang Laporan dibuat sekitar 10. Intisari 12. 1 buah untuk Pembimbing dan 1 buah untuk Jurusan/Prodi. Daftar Lambang dan Artinya (jika perlu) 11. Uraian tentang Tempat Kerja Praktek yang meliputi Sejarah dan Organisasi Perusahaan. Daftar Gambar (jika perlu) 8. Daftar Isi 7. Kata Pengantar 6. 2. Isi . Halaman Pengesahan Instansi 5. Sistem Jaminan Kualitas. Bagian Utama Laporan Bagian Utama Laporan Kerja Praktek berisi: 1.170 4. Partisipasi Sosial Instansi. Laporan KP bukan merupakan karya ilmiah atas produk yang dihasilkan. Daftar Tabel (jika perlu) 9. dan 1 buah untuk instansi. JUMLAH LAPORAN KP Jumlah Laporan yang harus dibuat oleh seorang mahasiswa minimal adalah 5 (lima) buah dengan rincian: 1 buah untuk mahasiswa.

Daftar Pustaka. Lain-lain Bagi perusahaan / instansi yang mempunyai format dan tata tulis laporan Kop tersendiri. 2. 5. Abstrak.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 171 menggunakan kertas HVS minimal 70 g/m2. Nomor halaman bagian awal menggunakan huruf romawi kecil diletakkan dibagian kanan bawah dan bagian berikutnya menggunakan angka Arab diletakkan di kanan atas kecuali pada Bab baru diletakkan di bagian kanan bawah. Ukuran Kertas yang digunakan adalah A4 (21 cm x 29. 4. . Bahasa Bahasa yang digunakan dalam penulisan adalah bahasa yang lazim dalam tata tulis ilmiah. 3.7 cm) dengan batas tepi atas dan kiri 4 dan kanan dan bawah 3 cm. Pengetikan Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12 pitch. dan Baris dalam Tabel menggunakan Spasi 1. spasi ganda kecuali untuk Intisari. Ruangan yang tersedia harus dimanfaatkan seefisien mungkin sehingga tidak ada ruang-ruang yang tidak termanfaatkan dengan baik. tidak perlu mengacu format dan tata tulis laporan KP STTN. Gambar dan Tabel diberi nomor dengan angka Arab. Nomor dan nama Gambar diletakkan di bawah Gambar sedang Nomor dan Nama Tabel diletakkan di atas Tabel dengan posisi center.

172 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

sedang untuk mendapatkan data atau membuat perancangan/peralatan dapat dikerjakan di luar STTN. yang dilakukan secara seksama dengan bimbingan pembimbing yang berkompeten. Tugas Akhir (TA) di STTN diberi beban 5 SKS. pengembangan analisis. atau perancangan/pembuatan sistem. Tugas Akhir merupakan karya ilmiah tertulis yang disusun oleh mahasiswa program D-IV berdasarkan hasil penelitian. 2. Setiap SKS TA setara dengan penyelesaian kegiatan efektif mahasiswa selama 65-85 jam. Jangka waktu pelaksanaan TA adalah sesuai jangka waktu saat mengambil TA dalam KRS. Di samping melatih mahasiswa untuk menyusun karya ilmiah yang baik. pengujian laboratorium. rancang bangun.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 173 BAB IX. dan berkomunikasi secara efektif. Mahasiswa yang menyusun Tugas Akhir dapat menempuh mata kuliah ulang atau perbaikan nilai sebanyak-banyaknya 8 SKS dengan persetujuan Dosen Wali. TA juga bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam berkehidupan bersama. Pelaksanaan TA secara prinsip berada di STTN. pengkajian/analisis sistem. penerapan teknologi. . KETENTUAN-KETENTUAN TERKAIT DENGAN TA 1. pembuatan model. Telah menempuh kurikulum Program Studi sampai dengan Semester VII dengan indeks prestasi kumulatif minimal 2. 2. B. termasuk menjunjung tinggi etika profesi. TUGAS AKHIR Tugas akhir yang harus diselesaikan oleh seorang mahasiswa untuk memperoleh sebutan Sarjana Sains Terapan adalah menyusun sebuah Tugas Akhir dan mempertanggungjawabkannya di depan Dewan Penguji Tugas Akhir. A.56 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. PROGRAM STUDI DAN TUJUAN Mahasiswa diperkenankan melaksanakan Tugas Akhir dengan persyaratan akademik sebagai berikut: 1.

dan. 7. 5. jika disetujui Pengurus Jurusan memproses sampai ditetapkannya Dosen Pembimbing I dan Pembimbing II. Rumusan Masalah. Bahan. sponsor dari pihak instansi yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Landasan Teori. Setelah pembimbing TA ditetapkan maka segala urusan yang berkaitan dengan penyelesaian TA menjadi tanggung jawab mahasiswa dan pembimbing TA yang . Tinjauan Pustaka. dan Hipotesis. Keaslian TA. Pada hakekatnya semua biaya pelaksanaan TA adalah menjadi tanggung jawab mahasiswa. Rencana/Cara Kerja TA. Pengurus Jurusan mengkaji Usulan TA mahasiswa. Dalam hal mahasiswa mengerjakan TA di instansi di luar STTN maka mahasiswa mengajukan surat permohonan untuk mengerjakan TA yang telah disetujui oleh Ketua Jurusan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku pada instansi yang akan dituju dan semua biaya yang ditimbulkannya menjadi tanggung jawab mahasiswa. Pendahuluan yang mencakup: Latar belakang. 11. tetapi mahasiswa diperkenankan untuk mendapatkan bantuan. Apabila tidak memungkinkan pembimbing hanya dari dosen STTN maka pembimbing II dimungkinkan selain dosen STTN. mahasiswa mengajukan Usulan TA / Proposal TA kepada Jurusan terkait yang setidak-tidaknya memuat: 6. Rencana Kerja. Setelah dipandang cukup. 8. Pembimbing I dan pembimbing II adalah dosen STTN. meliputi: Tempat. Daftar Pustaka 10. 12. Judul TA dan Identitas Mahasiswa pengusul. dan Jadwal pelaksanaan.174 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. Apabila mahasiswa mengerjakan TA di luar STTN maka pembimbing yang ditunjuk oleh instansi tersebut menjadi pembimbing instansi/lapangan. Asumsi dan Batasan Masalah. 13. 9. 4. Alat. Setelah Pengurus Jurusan menyetujui Usulan TA dan Dosen Pembimbing telah ditetapkan maka mahasiswa berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 175 bersangkutan. Setiap konsultasi dibuktikan dengan tandatangan pembimbing dalam lembar konsultasi. 18. Halaman Persetujuan yang berisi persetujuan Pembimbing disertai tanggal pembimbing menyetujui. Daftar Isi 4. b. Daftar Singkatan dan Lambang beserta artinya. 2. Hasil konsultasi awal dengan Dosen Pembimbing berupa penyempurnaan Usulan TA (Proposal) yang sudah disetujui semua Pembimbing diserahkan kepada Jurusan dan Dosen Pembimbing. C. dan memperoleh masukan untuk meningkatkan kualitas TA. Seminar ini diharapkan menjadi ajang tukar menukar informasi dan diskusi ilmiah antar sivitas akademika STTN. Halaman Judul berisi Judul Usulan TA dan identitas mahasiswa pengusul. 15. 14. Untuk TA yang. Jurusan dapat menyelenggarakan Seminar untuk menilai kelayakan awal Tugas Akhir. sebagai sarana pengurus jurusan untuk mengaudit TA mahasiswanya. USULAN/PROPOSAL TUGAS AKHIR Usulan TA yang diserahkan ke Jurusan harus sudah disetujui pembimbing. Pendahuluan meliputi: a. mahasiswa membuat makalah untuk diseminarkan di depan sivitas akademika STTN dipandu Dosen Pembimbing. 16. 17. Bagian Utama terdiri atas: 1. Mahasiswa melaksanakan TA dengan arahan Pembimbing I dan II (pembagian tugas Pembimbing ditentukan oleh Pembimbing I atau kesepakatan kedua pembimbing). Latar Belakang. Mahasiswa membuat laporan TA sesuai dengan ketentuan. Setelah dipandang cukup. Keaslian TA . Bagian Awal terdiri atas: 1. Hasil seminar digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki TA. 3. dibuat mengikuti format sebagai berikut.

Landasan Teori. Jadwal Penelitian 4. Jika Waktu dan tempat juga merupakan informasi ilmiah. Halaman Pengesahan. Bagian Awal Bagian awal sebuah Tugas Akhir memuat Halaman Sampul Depan. Dasar Teori meliputi a. Metode /Cara Kerja Jika berupa penelitian Laboratorium berisi Bahan. Batasan Masalah. alat. b. Bagian Utama 3. nama . Daftar Lampiran. c. Halaman Pernyataan. Rencana Penelitian (atau disesuaikan dengan jenis TA) a. Identifikasi/Rumusan Masalah. Tinjauan Pustaka. Manfaat Penelitian 2. Daftar Tabel. maka dua hal itu harus dituliskan pada awal bagian ini. Bagian Akhir 1. d. ISI TUGAS AKHIR Secara umum Tugas Akhir terdiri atas 3 bagian. Daftar Pustaka D. e. lambang STTN. Halaman Judul. Daftar Isi. Cara analisis data c. f. Intisari dan Abstract. Bagian Awal 2. Hipotesis 3. Daftar Gambar. yaitu: 1. Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 b. Kata Pengantar. Tujuan Penelitian. Halaman Sampul Depan Halaman sampul depan memuat: Judul Tugas Akhir.176 c. dan Cara Kerja. Daftar Lambang dan Singkatan.

Warna Sampul Depan disesuaikan dengan Bendera Program Studi. dibuat di tengah dengan ukuran proporsional. Judul Tugas Akhir dibuat sesingkat-singkatnya. b. Halaman Pengesahan STTN. STTN dan tahun Tugas Akhir selesai. Halaman Persetujuan Jurusan. dan merah untuk Prodi Elmek. dan harapan-harapan. Pengesahan oleh Insntansi Tempat pelaksanaan TA.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 177 dan nomor mahasiswa. c. Halaman Pengesahan Halaman Pengesahan meliputi: a. kuning untuk Prodi Elin. Halaman Judul Isi Halaman Judul sama dengan Halaman Sampul Depan tetapi diberi nomor halaman ii romawi kecil dengan kertas HVS putih. hijau untuk Prodi Teknokimia. Program Studi. Dalam Daftar Isi tertera urutan Judul bab. . Kata Pengantar Kata Pengantar mengandung uraian singkat tentang maksud TA. Jurusan. Halaman Pernyataan Halaman ini berisi pernyataan bahwa isi TA tidak merupakan jiplakan. bagi yang melaksanakan TA di luar STTN. Tulisan-tulisan dan Lambang Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir pada halaman Sampul. Daftar Isi Daftar Isi dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang isi TA dan sebagai petunjuk bagi pembaca yang ingin melihat suatu bagian TA. tetapi jelas dan menunjukkan dengan tepat isi Tugas Akhir. judul anak sub bab disertai dengan nomor halamannya. penjelasanpenjelasan singkat seperti tempat dan waktu pelaksanaan TA. judul sub bab. juga bukan karya orang lain. ucapan terima kasih.

1. berisi uraian singkat tetapi lengkap tentang latar belakang. Daftar ini disusun urutan judul lampiran beserta nomor halamannya. Latar belakang . Bagian Utama Bagian Utama TA memuat Pendahuluan. Jika jumlah tabel dalam TA tidak terlalu banyak. cara. Landasan Teori. disusun dalam daftar. rumusan masalah. Intisari/Abstrak Intisari/Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia. Halaman ini tidak diperlukan jika jumlah gambar dalam TA tidak terlalu banyak. Daftar Tabel Daftar Tabel memuat urutan tabel beserta nama dan nomor halamannya. I. Daftar Lampiran Daftar Lampiran perlu dibuat jika TA memiliki banyak lampiran. halaman ini tidak diperlukan. Dasar Teori (Tinjauan Pustaka. PENDAHULUAN Pendahuluan memuat latar belakang. bila jumlahnya cukup banyak. Abstract Abstract merupakan terjemahan Instisari ke dalam Bahasa Inggris. asumsi dan batasan masalah. serta hasil dan rekomendasi yang diberikan. dan Hipotesis). 2. tujuan. Hasil dan Pembahasan. dan manfaat. 1. serta Kesimpulan dan Saran. Arti Lambang dan Singkatan Arti lambang dan singkatan yang dipergunakan dalam TA disertai dengan arti dan satuannya.178 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Daftar Gambar Daftar Gambar berisi urutan gambar beserta judul setiap gambar dan nomor halamannya. tujuan. Intisari dapat ditulis dalam 3 alinea dan panjangnya tidak boleh lebih dari 1 halaman dengan ketikan 1 spasi. Metodologi.

masyarakat. 1. Tujuan Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) Tujuan penelitian (atau sesuai topik TA yang dipilih) menyebutkan secara spesifik tujuan yang ingin dicapai melali kegiatan penelitian/topik yang dipilih. biasanya dituliskan dalam satu alinea yang sudah menyatakan secara jelas persoalan yang akan diselesaikan dalam TA. Manfaat Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) Bagian ini berisi manfaat yang dapat diraih dari kegiatan TA.5. dan Hipotesis.2. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis tentang informasi dan atau hasil-hasil penelitian terdahulu dan yang ada hubungannya (relevan) dengan TA yang akan dilakukan.4. Bagian inilah yang harus dijawab dengan kesimpulan.6.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 179 Bagian ini memuat uraian dan pembahasan yang menjadi latar belakang perlunya dilakukan penelitian (sesuai topik TA yang dipilih). II. Keaslian TA Bagian ini memuat uraian unsur baru penelitian/TA yang diajukan atau hal-hal yang membedakan dengan penelitian sebelumnya.3. DASAR TEORI Dasar Teori berisi Tinjauan Pustaka. 1.1. serta berisi batasan-batasan permasalahan yang diambil untuk lebih memfokuskan kegiatan TA. Asumsi dan batasan Masalah Asumsi dan Batasan Masalah berisi penjelasan tentang asumsi-asumsi yang diambil dalam melaksanakan TA. termasuk manfaat bagi ilmu pengetahuan. dan bagi pembangunan Negara dan bangsa. 2. Fakta-fakta yang dikemukakan sedapat . 1. Landasan Teori. 1. Hal ini berfungsi untuk menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan dalam TA memang benar-benar diperlukan. 1. Rumusan Masalah Rumusan Masalah merupakan penarikan kesimpulan dari bagian Latar Belakang.

tidak terjadi salah langkah. atau dengan memberi nomor sesuai urutan pengacuan dan harus sesuai dengan penulisan dalam Daftar Pustaka. definisi.2. Hal ini perlu dilakukan agar jika ingin dilakukan pengujian ulang. dan kesulitan-kesulitan serta cara pemecahannya. haruslah disebutkan asal. Untuk penelitian di laboratorium. III. cara penyiapan. Alat yang dipergunakan untuk melaksanakan Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) diuraikan dengan jelas. jika diperlukan disertai dengan gambar. tingkat ketelitian alat/metode.3. perkiraan dan pemandu menemukan fakta. . Semua sumber yang dipakai harus disebutkan dengan mencantumkan nama belakang penulis dan tahun penerbitan. 2. serta mengendalikan penelitian yang akan dilaksanakan. dan susunan kimia bahan yang dipakai. Landasan Teori Landasan Teori merupakan alur logika atau penalaran yang merupakan seperangkat konsep. sifat fisis. 3. 2. alat. Landasan Teori diperlukan agar penelitian itu bukan sekedar percobaan coba-coba (trial and error) saja melainkan sudah dikaji dengan baik.1. 3. metode/jalan penelitian.2. Hipotesis Hipotesis berupa pernyataan singkat yang merupakan jawaban sementara dari permasalahan yang akan diselesaikan. Bahan atau materi Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) harus dinyatakan spesifikasinya selengkap mungkin.180 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 mungkin diambil dari sumber aslinya. METODE PENELITIAN/CARA PENELITIAN Metodologi Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) menjelaskan secara rinci hal-hal yang mencakup bahan. dan informasi yang disusun secara sistematis yang mempunyai fungsi memperjelas dan mempertajam ruang lingkup dan variabel yang akan diteliti.

1. gambar. Jika tempat dan waktu pelaksanaan TA merupakan informasi ilmiah yang berkaitan TA maka hal ini harus dicantumkan sebelum Bahan. 4. hasil sebaiknya juga dibandingkan dengan hasil yang telah diperoleh oleh penulis terdahulu. tentang hasil yang diperoleh. Pembahasan. Pada alinea pertama.5. agar peneliti berikutnya yang berkecimpung dalam bidang sejenis terhindar dari kesulitan itu. Kesimpulan dan saran harus dinyatakan terpisah. foto. sebaiknya dikemukakan bahwa hasil dapat dijumpai pada daftar dan gambar yang nomornya disebutkan. Di samping itu. Jalan penelitian berupa uraian lengkap dan rinci tentang langkahlangkah yang telah diambil pada pelaksanaan penelitian.3. IV. kunatitatif. grafik. Kesimpulan merupakan pernyataan singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil dan pembahasan untuk membuktikan kebenaran hipotesis.1.2. 4. 5. agar pembaca lebih mudah mengikuti uraian. KESIMPULAN DAN SARAN Bagian ini berisi Kesimpulan terhadap hasil yang telah dilakukan serta saran untuk perbaikan atau pengembangan perlu dilakukan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 181 3. (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih). sedapat mungkin disajikan dalam bentuk tabel. atau bentuk lain yang ditempatkan sedekat-dekatnya dengan pembahasan. berisi tentang penjelasan teoritis baik secara kualitatif. 3. (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) 3. . V.4. Kesulitan-kesulitan yang timbul selama penelitian dan cara pemecahannya perlu ditampilkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini memuat hasil dan analisis pembahasan yang bersifat terpadu dan bisa jadi tidak dapat dipecah menjadi sub bagian tersendiri. Hasil. atau secara statistik. termasuk cara pengumpulan data dan sejenisnya.

tanpa nilai E. b. E. b. Daftar nilai hasil studi keseluruhan dengan IPK minimal 2. 3. untuk disetujui Puket I. Daftar Pustaka Daftar Pustaka disusun dengan sistem Desitasi atau sistem Havard secara konsisten disesuaikan dengan teknik pengacuan dan penulisan Daftar Pustaka yang lazim untuk masyarakat ilmiah. disahkan oleh ka BAAK atau pejabat yang ditunjuk. 2. Lembar konsultasi TA. Saran dibuat berdasarkan pengalaman dan pertimbangan penulis untuk kelanjutan/perbaikan dari yang sudah dicapai.182 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5. a.2. Ketua Jurusan mengusulkan Susunan Dewan Penguji. Ujian TA merupakan Ujian terakhir bagi seorang mahasiswa. Perbaikan nilai yang diumumkan setelah Ujian TA dianggap tidak ada. Laporan TA yang sudah disetujui oleh pembimbing. yang meliputi 1 (satu) orang Ketua Dewan Penguji merangkap anggota dan 2 . UJIAN TUGAS AKHIR 1. Bagian Akhir Bagian Akhir sebuah TA terdiri atas Daftar Pustaka dan Lampiran. Bukti sah telah melaksanakan dan mengikuti Seminar. Saran bukan merupakan keharusan. Telah dinyatakan lulus ujian komprehensif dengan surat keterangan dari Jurusan. d. c. 3. Mahasiswa meminta persetujuan Jurusan bahwa TA sudah siap diujikan dengan menunjukkan: a.56. nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. Lampiran Lampiran dipakai untuk menempatkan data atau keterangan lain yang berfungsi untuk melengkapi uraian yang telah disajikan dalam Bagian Utama TA. e.

Persetujuan Jurusan (dari butir 2 lengkap). 5. mahasiswa yang diuji berpakaian busana STTN dengan jas almamater dan bagi penguji berpakaian rapi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 183 orang anggota Dewan Penguji lain. Semua Berkas Ujian dan Persyaratan Wisuda diserahkan ke Sub. 8. berdasi bagi penguji pria. . Akademik dan Pengajaran mengisi Formulir yang disediakan yang dilampiri: a. c. 9. 11. Ketua Dewan Penguji dan atau Pembimbing TA menyampaikan ucapan selamat dan pesan-pesan moral kepada yang bersangkutan. Sub Bag. Pada saat pelaksanaan ujian. jika dinyatakan lulus dengan perbaikan pemimpin sidang harus mengisi Lembar Revisi TA. Mahasiswa mendaftarkan Ujian TA ke Sub Bag. Setelah Rapat Yudisium berkas di distribusikan ke fihak yang berkepentingan. Jika dinyatakan lulus. Akademik dan Pengajaran menyurati Penguji serta menyiapkan berkas (semua berkas dari mahasiswa dan berkas lain untuk keperluan penilaian dll diberikan kepada Ketua Dewan Penguji) dan perlengkapan ujian 7. 10. Mahasiswa meminta pengesahan TA dan menyerahkannya kepada Jurusan. Akademik dan Pengajaran untuk keperluan Rapat Yudisium. Setelah Ujian. 12. Bag. dan Perpustakaan STTN. 13. Pembimbing. Surat Undangan Pengujian dan Naskah TA harus sudah diterima penguji selambat-lambatnya 24 jam sebelum pelaksanaan ujian. 4. Surat Keterangan Lunas Administrasi yang dikeluarkan oleh Subbag Keuangan (khusus mahasiswa yang mempunyai kewajiban adminitrsai keuangan). KSB. Naskah TA 6. Mahasiswa membawa bahan pendukung. Mahasiswa membuat kesepakatan jadwal ujian dengan para pengujinya. Kemahasiswaan dan Alumni memberikan persyaratan Wisuda untuk dilengkapi oleh mahasiswa. b.

spasi ganda kecuali untuk Intisari. Nomor halaman bagian awal menggunakan huruf romawi kecil diletakkan dibagian kanan bawah dan bagian berikutnya menggunakan angka Arab diletakkan di kanan atas kecuali pada Bab baru diletakkan di bagian kanan bawah. PENILAIAN TUGAS AKHIR Nilai Tugas Akhir ditentukan berdasarkan kriteria: 1. Nilai Tugas Akhir diberikan setelah yang bersangkutan menyelesaikan perbaikan dengan mengkonversi nilai angka menjadi nilai huruf sebagai berikut: Nilai angka 80-100 70-79.7 cm) dengan batas tepi atas dan kiri 4 dan kanan dan bawah 3 cm. Bahan Sampul KP menggunakan kertas warna biru diperkuat dengan karton.99 Nilai huruf A B C G. Nilai Isi Tulisan TA (bobot 40 %) yang diberikan oleh Dewan Penguji. Nomor dan nama Gambar diletakkan di bawah Gambar sedang Nomor dan Nama Tabel diletakkan di atas . 3.99 60-69.184 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 F. Gambar dan Tabel diberi nomor dengan angka Arab. Pengetikan Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12 pitch. 2. 3. dan Baris dalam Tabel menggunakan Spasi 1. Nilai Pembimbingan (bobot 30 %) selama pelaksanaan TA dari Pembimbing I dan II. Ukuran Kertas yang digunakan adalah A4 (21 cm x 29. Daftar Pustaka. Isi menggunakan kertas HVS minimal 70 g/m2. Abstrak. Nilai Ujian Lisan (Bobot 30 %). Cover TA menggunakan kertas warna sesuai dengan bendera Prodi diperkuat dengan karton. 2. TATA TULIS LAPORAN KP DAN TA 1.

Ruangan yang tersedia harus dimanfaatkan seefisien mungkin sehingga tidak ada ruang-ruang yang tidak termanfaatkan dengan baik. . Lain-lain 1. Ujian lisan TA/Pendadaran dilaksanakan menggunakan Bahasa Inggris. Format dan tata penulisan TA selain jenis penelitian mengikuti kaidah ilmiah yang lazim sesuai jenis karya ilmiah yang diajukan. 2. 4. Bahasa Bahasa yang digunakan dalam penulisan KP dan TA adalah bahasa yang lazim dalam Tata Tulis ilmiah.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 185 Tabel dengan posisi center.

186 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

Fungsi tata tertib adalah : . 6. B. serta sanksi bagi mahasiswa STTN.BATAN selama aktif mempunyai hak dan kewajiban: memperoleh fasilitas pendidikan. 7.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 187 BAB X. Hak adalah kewenangan yang dimiliki oleh mahasiswa dalam mencapai tujuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pihak yang berwenang adalah pihak yang mempunyai hak menetapkan dan menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran. pelanggaran. 2. Tata tertib adalah aturan-aturan tentang hak. Tujuan tata tertib adalah untuk meciptakan suasana kampus Tri Dharma Perguruan Tinggi 2. Ormawa adalah organisasi mahasiswa di tingkat program studi. jurusan. kewajiban. Sanksi adalah hukuman yang dikenankan kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib ini. Mahasiswa adalah mahasiswa STTN yang terdaftar pada semester yang berjalan. 5. 4. KEMAHASISWAAN Mahasiswa STTN . A. penghargaan. KETENTUAN UMUM Dalam tata tertib mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir yang dimaksud: 1. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa demi tercapainya tujuan sesuai dengan ketentuan. 3. Pelanggaran adalah setiap perbuatan/tindakan yang bertentangan dengan segala sesuatu yang tercantum dalam tata tertib ini. menjalankan tata tertib serta bebas berpartisipasi pada kegiatan ekstra dan ko kurikuler yang diminati. TUJUAN DAN FUNGSI 1. dan Sekolah Tinggi. 8.

9. memperoleh pendidikan dan pengajaran pada program studi yang diminati sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang berlaku. menyampaikan aspirasi yang berupa usul. HAK MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN-BATAN berhak : 1. tenaga administrasi. memperoleh bimbingan dan masukan dari dosen untuk penelitian dan penulisan karya ilmiah. memperoleh pelayanan di bidang akademik. menjadi aturan atau petunjuk mengenai hak. atau mengganggu ketertiban. administrasi. pelanggaran. 6. memperoleh informasi yang benar tentang prestasi belajar. memperoleh perlindungan dari pemaksaan untuk kepentingan pribadi dosen.188 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 a. . 4. mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan dalam kampus sesuai dengan aturan yang berlaku. sejauh tidak mengganggu hak-hak orang lain. dan atau mahasiswa lain. mendapatkan beasiswa bagi kemajuan belajarnya sejauh memenuhi persyaratan yang berlaku. dan kemahasiswaan. 5. 2. tenaga penunjang akademik. mengemukakan pendapat atau ide dengan penalaran tinggi. dan kritik secara proporsional untuk kemajuan STTN-BATAN. kewajiban. 10. dan sanksi yang berlaku bagi mahasiswa STTN b. 12. saran. memperoleh penghargaan dari STTN-BATAN atas prestasi yang dicapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. membantu tegaknya peraturan dan ketertiban di kampus STTN C. 3. 11. 8. memanfaatkan fasilitas STTN-BATAN dalam rangka kelancaran proses pembelajaran dan kegiatan akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 7. menggunakan kebebasan mimbar akademik secara bertanggungjawab untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

ketertiban. 7. 13. baik di tingkat universitas maupun fakultas. kebersihan. 5. mematuhi dan memahami pelaksanaan segala peraturan akademik yang berlaku. saling menghormati sesama mahasiswa dan bersikap sopan terhadap pimpinan. Puket I. dan karyawan. . 4. 8. memeliharan suasana akademik di kampus dan menjunjung tinggi almamater dan menjaga kewibawaan serta memelihara nama baik STTN – BATAN. tidak menyalahgunakan fasilitas kampus untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan akademik dan kemahasiswaan. dan tidak berlebihan serta mengenakan sepatu secara baik dalam kampus. 3. Mengikuti kuliah. 11. mengikuti perkuliahan dengan kehadiran tidak boleh kurang dari 80% untuk dapat mengikuti ujian kecuali mengajukan permohonan secara resmi dengan alasan yang kuat kepada Ketua STTN up. 6. menghargai kemajuan IPTEK.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 189 D. bertata rias rapi. mengenakan seragam yang berlaku beserta atributnya. dan tugas-tugas akademik yang lainnya. Mengembangkan sikap dan perilaku ilmiah b. memelihara sarana dan prasarana. menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan tepat waktu. 12. 9. mentaati peraturan akademik yang berlaku: a. sopan. memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan. dan keamanan dalam kampus. KEWAJIBAN MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN-BATAN berkewajiban untuk : 1. 10. potongan rambut bagi mahasiswa pria pendek rapi dan bagi wanita rapi. menjaga netralitas kampus dari kegiatan politik praktis. praktikum. belajar dengan tekun dan rajin agar memperoleh prestasi tinggi. 2. dosen. diikat apabila panjang.

perkelahian. madat. kekerasan. LARANGAN BAGI MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN – BATAN dilarang untuk : 1. c. memalsu dokumen. dengan sengaja merusak barang milik atau fasilitas STTN-BATAN atau dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mengganggu kegiatan atau program resmi STTN-BATAN. 3. pencemaran nama baik. menyimpan/ memperdagangkan/menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang. F. klompen atau sejenis. tidak menyalahgunakan peralatan atau fasilitas STTN-BATAN untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan akademik dan kemahasiswaan. d. melakukan tindakan plagiat. tindakan berjudi. b. slop. dan berpakaian kurang sopan. e. memiliki/menggunakan senjata api tanpa izin. mencuri dan kegiatan yang melanggar hukum. menggunakan fasilitas pihak luar tanpa izin. dan bercelana sobek selama mengikuti kegiatan akademik dan kegiatan lainnya di kampus. menimbulkan suara-suara yang mengganggu ketertiban kampus. mengganggu kegiatan akademik. melakukan pelecehan kehormatan. SANKSI Setiap mahasiswa STTN-BATAN yang melakukan pelanggaran tata tertib akan dikenakan sanksi : . menyontek. bertindak atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan akademik maupun non akademik 2.190 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 E. mengaktifkan telepon genggam ketika kuliah sedang berlangsung. perselingkuhan. melakukan hal-hal : a. sepatu yang tumitnya diinjak. dan minum-minuman keras. 4. dan melakukan tindakan asusila yang lain. merusak fasilitas kampus. menggunakan fasilitas kampus tanpa izin atau secara tidak semestinya. memakai sandal.

uang bantuan pendidikan Rp. 2. Penilaian dilakukan oleh Tim yang dibentuk oleh Ketua STTN berdasarkan pertimbangan Senat STTN. 6.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 191 1. 5. yaitu sanksi yang diberikan bila mahasiswa tidak memenuhi standar perilaku yang ditetapkan STTN-BATAN baik peringatan dalam bentuk lisan maupun tertulis. .-/bulan per mahasiswa. Laboratorium & Perpustakaan yang memadai. penggantian kerugian. mendapat bahan seragam 1 stel/tahun. PENGHARGAAN Penghargaan mahasiswa teladan diberikan kepada mahasiswa dengan menitik beratkan kepada kegiatan intra kurikuler dan kokurikuler tanpa mengabaikan penilaian pada kegiatan ekstra kurikuler. yaitu sanksi yang diberikan dengan ketentuan mahasiswa yang dikenai hukuman itu masih dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan persyaratan tertentu dan akan diberikan hukuman yang lebih berat apabila melakukan pelanggaran dalam masa percobaan. hukuman percobaan. G. peringatan. kesempatan mendapat SIB (Surat Ijin Bekerja) sebagai Operator Radiografi dan atau Petugas Proteksi Radiasi (PPR). 3. yaitu sanksi yang diberikan kepada mahasiswa yang terbukti melakukan perusakan atau bentuk kerugian yang lain atas fasilitas STTN-BATAN. 3. FASILITAS PENDIDIKAN Fasilitas pendidikan yang diberikan oleh STTN pada tahun 2008 ini adalah: 1. 50. yaitu sanksi yang diberikan dalam bentuk larangan untuk mengikuti kegiatan akademik untuk jangka waktu tertentu. dan atau satuan kerja tertentu. beasiswa berprestasi dan beasiswa lain bagi yang memenuhi ketentuan. H. 4. 7. penangguhan sementara oleh jurusan atau STTN-BATAN. Asuransi Kesehatan Mahasiswa.000. penggunaan Internet yang berada di Unit Komputer. 2. 4.

Beasiswa mahasiswa berprestasi diberikan kepada 1 (satu) orang mahasiswa setiap angkatan setiap prodi bagi mahasiswa yang memiliki IPT tertinggi dan sama dengan atau lebih dari 3. Pemberian beasiswa ini didasarkan pada penilaian oleh Tim yang dibentuk oleh Ketua STTN. keagamaan. dan seni. K. Beasiswa diberikan dalam bentuk pembebasan SPP selama 1 tahun. 2. KEGIATAN KOKURIKULER Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa STTN menyelenggarakan kegiatan Kokurikuler berupa Ujian SIB PPR. KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Sebagai wadah untuk menampung aspirasi mahasiswa. Kuliah Kapita Selekta. STTN membentuk Dewan Perwakilan Mahasiswa yang anggotanya merupakan perwakilan dari setiap Program Studi yang ada. olahraga.56) tetapi ekonominya kurang mampu atau mengalami kesulitan dalam hal pembeayaan. dan Etika Profesi.51). BEASISWA STTN menyediakan 2 (dua ) jenis beasiswa. yaitu: 1. .51 (≥ 3. Kuliah Umum. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan masa kepengurusan 1 (satu) tahun. Untuk menyalurkan minat dan bakat dibentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sesuai kegiatannya yang meliputi kegiatan iptek. Studi Ekskursi. Beasiswa STTN diberikan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi akademik (IPT ≥ 2. J.192 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 I.

penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang keahliannya. pengajaran. Untuk mendukung kurikulum tersebut. khusus untuk bimbingan perencanaan perkuliahan disesuaikan dengan kalender akademik STTN. Di samping itu dosen juga diberi tugas rutin sebagai Pembimbing Akademik atau Dosen Wali. Mahasiswa berhak memperoleh bimbingan dari Dosen Wali dalam rangka pengembangan penalaran. DOSEN Dosen mempunyai tugas melakukan pendidikan. Namun. Syarat pendidikan minimal dosen STTN adalah S-1/D-IV dan terus ditingkatkan sampai minimal berpendidikan S-2/Sp-1. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan BATAN dan dosen dari perguruan tinggi diluar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. Kalau dihitung jam efektif. serta memberikan bimbingan kepada mahasiswa dalam rangka pengembangan penalaran. kepribadian. Tugas pengajaran diberikan kepada Dosen disesuaikan dengan bidang keahliannya. Konsultasi secara kolektif dilaksanakan secara terkoordinir oleh BEM STTN. Pengajar STTN yang meliputi dosen dan asisten disesuaikan dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai. Jadwal konsultasi disesuaikan dengan pola pembimbingan dari Dosen yang besangkutan. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap. minat. A. dan proses pendidikan. maka Perbandingan Teori dan praktek adalah 44 % teori dan 56 % Praktek. mahasiswa juga dapat melaksanakan konsultasi baik secara kolektif maupun sendiri-sendiri dengan Pengelola STTN (Pimpinan dan Pejabat terkait).Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 193 BAB XI. . minat. karena 1 SKS Praktikum adalah Kegiatannya 3 x lebih lama dari Praktikum. DOSEN JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR Kurikulum Teknokimia Nuklir Perbandingan SKS nya adalah 70 % teori dan 30% praktikum. dan kepribadian mahasiswa di dalam proses pendidikan. Disamping dengan dosen wali yang bersangkutan.

A. Kris Tri Basuki Ir. Daftar Dosen/Asisten Jurusan Teknokimia Nuklir Bidang Kompetensi No 1.Md.Md. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Prof. A. Sudaryo Ir. MT Sugili Putra. Dr. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan Batan dan dosen dari perguruan tinggi di luar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. 330001701 330001374 330001448 Lingkungan dan Teknik Nuklir Proses Ilmu Bahan dan Teknik Kimia Teknik Kimia dan Lingkungan Teknik Kimia OTK & Proses Kimia Analisis dan Teknik Nuklir Teknik Kimia SL Proses Kimia Proses Kimia 330002897 330003885 330004421 S2 Teknik Kimia S1 Teknik Nuklir DIV Teknokimia Nuklir 330004018 330004032 330001206 330001187 S1 Teknik Kimia DIII PATN DIII PATN . M. Bangun Wasito. Wisnu Aryawardhana Ir. M. ST Agus Sutopo. SST Esis Witanto.Si.Sc. Ir. Siswantoro. Ir. ST Maria Christina Prihatiningsih. Giyatmi. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap. Noor Anis Kundari.194 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 perkuliahan di Jurusan Teknokimia Nuklir didukung oleh dosen-dosen dan asisten dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai. NIP 330002043 Bidang Ilmu S3 Teknik Kimia S1 Teknik Nuklir S1 Teknik Nuklir S2 Metalurgi S2 Lingkungan Ket.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

195
330002283 330002098 330005379

12 13 14

Suryo Rancono, SST Siti Umi Sholikhati, SST Kartini Megasari, SST

D-IV STTN D-IV STTN DIV Teknokimia Nuklir DIV Teknokimia Nuklir

Proteksi Rad Kimia Teknokimia

15

Deni Swantomo, SST

330005380

Teknokimia

SL

SL=Studi lanjut

B. DOSEN JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR Kurikulum Teknofisika Nuklir Perbandingan SKS nya adalah 70 % teori dan 30% praktikum. Kalau dihitung jam efektif, karean 1 SKS Praktikum adalah Kegiatannya 3 x lebih lama dari Praktikum, maka Perbandingan Teori dan praktek adalah 44 % teori dan 56 % Praktek. Untuk mendukung kurikulum tersebut, perkuliahan di Jurusan Teknofisika Nuklir didukung oleh dosen-dosen dan asisten dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan Batan dan dosen dari perguruan tinggi diluar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. Daftar Dosen/Asisten Jurusan Teknofisika Nuklir No 1 Nama Dr. Anwar Budianto, DEA Drs. Supriyono, MSc NIP 330002158 Bidang Ilmu S3 Fisika: Optoelektronika Bidang Kompetensi Laser optik Komputasi, Modeling dan Simulasi Ket.

2

330003241

S2 Matematika

196 Ir. Djiwo Harsono, M.Eng Ir. Surakhman Ir. M. Khoiri Ir. Aliq, MT Ir. Dwi Priyantoro, Msi. Toto Trikasjono, ST, M.Kes Ir. Zaenal Abidin, M.Kes. Joko Sunardi, S.ST Ir. Sigit Purnomo Ir. Bangun Pribadi Sudiono, SST Drs. Djoko Maryanto Sukarman, ST Suroso, SST Toto Dermawan, SST

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

3 4 5 6 7

330003188 330001563 330003822 330003832 330003494

S2 Komputer

Computer Engineering

S1 Teknik Nuklir Proteksi Radiasi S1 Teknik Nuklir Thermohidrolik S2 Instrumentasi & Kontrol S2 Fisika Simulasi Sistem & Kontrol Fisika Dasar SL SL

8

330001900

9 10 11 12 13 14 15 16 17

330003830 330002119 330003586 330004902 330002120 330003570 330004914 330004062 330004631

Instrumentasi S2 Teknik Nuklir Nuklir, Proteksi Radiasi Instrumentasi S2 Teknik Nuklir Nuklir, Proteksi Radiasi DIV Elektronika Elektronika Instrumentasi Analog S1 Teknik Proteksi Radiasi Nuklir S1 Teknik Mesin DIV Elektronika Instrumentasi S1 Fisika Instrumentasi S1 Teknik Elektro DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik Teknologi bahan Elektronika Nuklir Teknik Radiografi Kendali Elektromekanik Elektromekanik SL

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

197 DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik S1 Teknik Elektro SI Fisika DIV Elektronika Instrumentasi DIV Elektronika Instrumentasi DIV Elektronika Instrumentasi

18

19 20 21 22 23 24

Budi Suhendro, SST Ign. Agus Purbhadi W, SST Yadi Yunus, SST Ir. H. Suyamto Drs. Subari Santoso Sutanto, SST

330004912

Elektromekanik

330004918 330002236 330002149 330002576 330005382

Elektromekanik Elektromekanik Teknik Elektro Instrumentasi Instrumentasi Instrumentasi Instrumentasi SL SL

Muhtadan, 330005381 SST Nugroho Tri 330001182 25 Sanyoto, SST SL=Studi lanjut

C. EVALUASI KINERJA DOSEN Setiap akhir semester kinerja setiap dosen dievalusi berdasarkan: 1. Evaluasi oleh mahasiswa dengan mengisi angket. 2. Jumlah kehadiran dan kedisiplinan menyerahkan nilai akhir. 3. Hasil karya dosen yang dilaporkan dalam Daftar Riwayat Hidup yang disertai dokumen lengkap.

198

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

BAB XII. PENUTUP Pedoman akademik ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali menurut keperluan sesuai dengan situasi yang berkembang dalam jangka waktu paling lama 5 tahun. Setelah ditetapkan, pimpinan STTN wajib mensosialisasikan Pedoman ini kepada sivitas akademika STTN serta pejabat terkait. Kopi Pedoman dalam bentuk tercetak dan file elektronik tersimpan di Perpustakaan STTN, dapat dibaca dan dipinjam oleh sivitas akademika STTN maupun pihak lain yang berkepentingan. Anggota Senat STTN dapat mengajukan peninjauan kembali Pedoman Akademik ini disertai dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Rincian lebih lanjut mengenai peninjauan Pedoman Akademik STTN diatur dalam prosedur tersendiri. Hal-hal yang belum diatur dalam Pedoman Akademik ini akan diatur tersendiri.

Badan Tenaga Nuklir Nasional. Keputusan Kepala BATAN Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi. IAEA. 200. IAEA (1980).. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 178/U/2001 tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 tentang Kurukulum Inti Pendidikan Tinggi. Badan Tenaga Nuklir Nasional. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. “Manpower Development for Nuclear Power. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi.I. A Guide Book”. J. Vienna Austria 1986. . Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 tahun 2001 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Badan Tenaga Nuklir Nasional. “Chemical Engineering in Practice” IAEA – TRS 266.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 199 DAFTAR PUSTAKA Harper. Technical Reports Series No. Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. 1954. Engineering and Science Education for Nuclear Power.

Erlangga.. Jakarta 1987 Soentono.200 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 tahun 1999 tentang Sistem Pendidikan Tinggi. Indonesia Nomor 10 tahun 1997 tentang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Fisika Universitas. 2005. S. 279. “Nuclear Power Project Management”. IAEA. Yogyakarta. . Vienna 1988. Undang-undang Republik Ketenaganukliran. “Bahan Pidato” Di Depan Civitas Akademika STTN. 279. Technical Reports Series No. Technical Reports Series No. “Nuclear Power Project Management”. Sears and Zemansky. IAEA Vienna 1988.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful