PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2008

Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN-BATAN 2007

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL YOGYAKARTA 2008

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

TIM PENYUSUN PEDOMAN AKADEMIK SURAT KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR NOMOR : 125/STTN/IX/2008 TANGGAL : 17 SEPTEMBER 2008 TENTANG TIM PENYUSUN PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2007 SUSUNAN TIM PENYUSUN PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2007

Penanggung Jawab Ketua Sekretaris merangkap anggota Anggota

: Prof. Dr. Kris Tri Basuki : Ir. Noor Anis Kundari, MT : Suroso, SST : 1. Dr. Anwar Budianto, D.E.A 2. Drs. Surpiyono, M.Sc 3. Ir. Bangun Wasito, M.Sc 4. Ir. Djiwo Harsono, M.Eng 5. Ir. Giyatmi, M.Si 6. Ir. Surakhman 7. Ir. Zaenal Abidin, M.Kes 8. Toto Trikasjono, ST, M.Kes 9. Sri Multi, SE 10. Joko Sunardi, SST 11. Sugili Putra, ST 12. Maria Christina Prihatiningsih, SST 13. Rita Tyas Mulatsih, SH Yogyakarta, 17 September 2008 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

KRIS TRI BASUKI

ii

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR :126 /STTN/ IX / 2008

TENTANG PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR TAHUN 2007 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR Menimbang : Bahwa sebagai tindak lanjut SK Ketua STTN Nomor : 125/STTN/ IX/2008 Tentang Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN– BATAN 2007 dipandang perlu menetapkan Perubahan Pedoman Akademik STTN–BATAN 2007. Undang–undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; Peraturan pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi; Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir; Keputusan Kepala BATAN Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta STTN. Hasil kerja Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – BATAN 2007. MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL TENTANG PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR TAHUN 2007.

Mengingat

:

1. 2. 3. 4.

Memperhatikan :

iii

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

PERTAMA KEDUA

: :

Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007 perlu adanya perbaikan. Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007 diubah menjadi Pedoman Akademik STTN – BATAN 2008. Pedoman Akademik STTN – BATAN 2008 mulai diberlakukan pada Tahun Akademik 2008/2009, dengan ketentuan apabila di kemudian hari ditemukan adanya kesalahan, akan diperbaiki sebagaimana

KETIGA

:

mestinya.

Ditetapkan di Yogyakarta, Pada tanggal 22 September 2008 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

KRIS TRI BASUKI

Tembusan : 1. Yth. Kepala BATAN 2. Yth. Sekretaris Utama BATAN 3. Kepala Subbagian Keuangan STTN 4. Kepala Subbagian Persuratan dan Kepegawaian STTN 5. Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007

iv

pengembangan. Tahun 2008 ini Pedoman akademik diperbaiki terhadap beberapa kesalahan yang ditemukan oleh Tim dan adanya beberapa kebijakan akademik yang baru seperti Program Remedial dan penggunan Bahasa Inggris dalam Ujian Lisan Tugas Akhir/Pendadaran. mahasiswa. dan semua pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung ikut berpartisipasi dalam penyusunan Buku Pedoman Akademik ini. Oktober 2008 Ketua Tim Penyusun Noor Anis Kundari v . Mudah-mudahan buku ini dapat bermanfaat. Pada tahun 2007 dilakukan beberapa perbaikan disebabkan salah cetak serta penambahan/pengurangan kata/kalimat namun secara substansi hanya terjadi perubahan pada persyaratan nilai TOEFL untuk wisuda dari 400 menjadi 450. Yogyakarta. Oleh karena itu. dan perbaikan secara berkesinambungan dalam upaya meningkatkan kualitas lulusannya agar memiliki daya saing yang tinggi. Dengan adanya Pedoman Akademik ini diharapkan dapat memperbaiki sistem penyelenggaraan pendidikan di STTN yang akhirnya mampu meningkatkan kualitas lulusan. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir sebagai bagian sistem pendidikan nasional harus mampu melaksanakan langkah-langkah penyesuaian. secara periodik Buku Pedoman ini akan ditinjau. diskusi informal. semua dosen. asisten. rapat senat.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 KATA PENGANTAR Buku Pedoman Akademik STTN diterbitkan pertama kali pada tahun 2006 berdasarkan kerja Penyusun Pedoman Akademik Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-BATAN dengan SK Ketua STTN Nomor 150 B/STTN/II/2006 yang menghasilkan Pedoman Akademik STTN-BATAN 2006 yang dikuatkan dengan SK Ketua STTN Nomor 25/STTN/ IX/2006 tentang Pedoman Akademik STTN-BATAN. dan rapat-rapat Tim. Pedoman Akademik ini disusun atas kesepakatan-kesepakatan yang diperoleh melalui rapat koordinasi bidang akademik. karyawan STTN. Terima kasih kepada saudara Sigit Suryantono BE. serta ditambah daftar pustaka. yang telah membantu pengetikan.

125/STTN/IX/2008 SK NO. J. 126/STTN/IX/2008 KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. C. K. BAB II. D. I. N. M. E. C. A. B. H. B. F. vi PENDAHULUAN VISI MISI TUJUAN Halaman i ii iii v vi 1 2 3 3 5 9 9 10 10 11 11 11 12 14 15 16 16 18 18 19 ORGANISASI PERATURAN UMUM AKADEMIK SISTEM KREDIT SEMESTER TUJUAN SISTEM KREDIT SEMESTER JUMLAH BEBAN SKS SETIAP PROGRAM STUDI MASA STUDI SEMESTER REGULER SEMESTER PENDEK (SP) SISTEM UJIAN PENILAIAN HASIL BELAJAR HASIL UJIAN UJIAN SUSULAN EVALUASI HASIL PENDIDIKAN EVALUASI STUDI MAHASISWA PROGRAM REMEDIAL BATAS AKHIR WAKTU STUDI . BAB III. L. G.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL SK NO. A.

A. C. D. B.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 O. F. D. H. D. B. C. B. C. PERSYARATAN KELULUSAN PREDIKAT KELULUSAN WISUDA JURUSAN DAN PROGRAM STUDI JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR PROGRAM STUDI DAN TUJUAN STRUKTUR KURIKULUM JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR KELOMPOK MATA KULIAH DAN PRASYARAT KURIKULUM DAN SILABUS JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR 19 20 20 21 25 25 26 30 32 59 JURUSAN DAN TUJUAN 59 FASILITAS LABORATORIUM 61 PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA INSTRUMENTASI 63 PROGRAM STUDI ELEKTROMEKANIK PERATURAN ADMINISTRASI AKADEMIK CALON MAHASISWA TEMPAT PENDAFTARAN BIAYA PENDIDIKAN DAFTAR ULANG KARTU RENCANA STUDI (KRS) KEHADIRAN CUTI STUDI MAHASISWA PINDAHAN KERJA PRAKTEK PERSYARATAN AKADEMIS PROPOSAL PELAKSANAAN PENILAIAN FORMAT LAPORAN KP 108 161 161 162 162 163 165 165 165 166 167 167 168 169 169 169 vii . A. C. BAB V. A. D. A. G. BAB IV. BAB VI. B. E. E. P. BAB VIII. Q. BAB VII.

D. BAB IX. E. F. K. F. A.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 F. J. C. C. I. C. G. H. B. BAB XII. A. G. G. D. BAB XI. B. E. A. BAB X. B. JUMLAH LAPORAN KP TATA TULIS LAPORAN KP TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI DAN TUJUAN KETENTUAN-KETENTUAN TERKAIT DENGAN TA USULAN/PROPOSAL TUGAS AKHIR ISI TUGAS AKHIR UJIAN TUGAS AKHIR PENILAIAN TUGAS AKHIR TATA TULIS LAPORAN KP DAN TA KEMAHASISWAAN KETENTUAN UMUM TUJUAN DAN FUNGSI HAK MAHASISWA KEWAJIBAN MAHASISWA LARANGAN BAGI MAHASISWA SANKSI FASILITAS PENDIDIKAN PENGHARGAAN BEASISWA KEGIATAN KOKURIKULER KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DOSEN DOSEN JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR DOSEN JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR EVALUASI KINERJA DOSEN PENUTUP 170 170 173 173 173 175 176 182 184 184 187 187 187 188 189 190 190 191 191 192 192 192 193 193 195 197 198 199 DAFTAR PUSTAKA viii .

Pada tanggal 3 Agustus 1985 Pendidikan Ahli Teknik Nuklir dengan singkatan PATN di Yogyakarta dibuka dengan resmi oleh Direktur Jendral BATAN. sejak tahun 1998 dirintislah STTN-BATAN dengan jenjang Program Diploma IV. Setelah diadakan perbaikan proposal dan penilaian kelayakan pendirian STTN. Selanjutnya. pada tanggal 21 Februari . tugas Satgas diperpanjang dengan SK Dirjen BATAN No. pada bulan Agustus 1999 diadakan pertemuan antara BATAN dengan Depdiknas (dahulu Depdikbud) yang membahas rencana pendirian STTN. Ijin operasional dari Dirjen Dikti diperoleh dengan SK Dirjen Dikti No. Bapak Ir. dibentuklah Satuan Tugas pengelola Pendidikan Ahli Teknik Nuklir dengan SK Dirjen BATAN No. 08/DJ/07/I/1983. Setelah semua persiapan baik perangkat keras maupun perangkat lunak semakin mantap. Pada awal tahun 1983. Oleh karena itu. 81/DJ/V/1984. yang dinamakan Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN). Mengingat proses untuk melaksanakan tugas tersebut memerlukan waktu. gagasan ini dikembangkan dengan membentuk Satuan Tugas Persiapan Pendidikan Ahli Teknik Nuklir berdasar SK Dirjen BATAN No.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1 BAB I. Djali Ahimsa. 53/DJ/IV/1985. PENDAHULUAN Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) adalah satu-satunya lembaga pemerintah Non Depertemen yang menyelenggarakan pendidikan keahlian di bidang teknologi nuklir program diploma-IV. pada tanggal 31 Agustus 1999 BATAN mengajukan permohonan pendirian STTN-BATAN ke Depdikbud. Dalam proses pendirian STTN. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir didirikan atas dasar adanya suatu gagasan untuk membuka program diploma bagi para teknisi pada akhir tahun 1982 yaitu pertemuan antara Kepala Pusdiklat dengan Direktur Jendral BATAN yang didorong oleh kebutuhan akan tenaga teknisi berkualitas tinggi yang mampu berfungsi sebagai penghubung antara tenaga teknisi dan peneliti. Peningkatan PATN (yang menyelenggarakan Program Diploma III ke bawah) menjadi STTN adalah dalam rangka mencukupi kebutuhan SDM terdidik yang terampil dengan kemampuan teknis dan akademis yang lebih tinggi. 1640/D/O/86 tanggal 15 September 1986.

Persetujuan pembukaan Jurusan dan Program Studi pada STTN-BATAN di Yogyakarta oleh Direktur Jenderal Perguruan Tinggi pada tanggal 20 Maret 2001 meliputi 2 Jurusan dengan 3 Program Studi dengan surat Nomor 1037/D/T/2001. Keputusan ini ditindak lanjuti dengan Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisi dan Tata Kerja STTN. Setelah dilakukan pembahasan antara BATAN dengan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) akhirnya.2 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2001 dilaksanakan presentasi oleh Kepala PATN di hadapan Tim P5D (Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik dan Program Diploma) Depdiknas yang dilanjutkan dengan peninjauan sarana dan prasarana yang ada seperti ruang kuliah dan fasilitas laboratorium. VISI Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir mempunyai visi menjadi Sekolah Tinggi idaman terdepan dalam pendidikan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. . pada tanggal 8 Juni 2001 diterbitkan KEPRES nomor 71 tahun 2001 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. yaitu Jurusan Teknokimia Nuklir dengan 1 Program Studi (Prodi) Teknokimia Nuklir dan Jurusan Teknofisika Nuklir dengan 2 Program Studi. Hasilnya STTN-BATAN dinyatakan layak didirikan. yaitu Prodi Elektronika Instrumentasi dan Prodi Elektromekanik. Pada tahun 2007 semua program studi yang diselenggarakan STTN telah memperoleh akreditasi berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 006/BAN-PT/Ak-IV/Dipl-IV/ XI/2007. Pada tanggal 24 Agustus 2001 STTN dibuka secara resmi oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi. Ir. Persetujuan Depdiknas diperoleh tanggal 15 Maret 2001 dengan surat Dirjen Dikti Nomor 1013/D/T/2001. Hatta Rajasa ditandai dengan penandatanganan prasasti yang sekarang terletak di halaman depan STTN. A. dengan Peringkat B. M.

Kemahasiswaan. 3. 5. warga masyarakat. dengan mengoptimalkan pendayagunaan sumberdaya yang tersedia. dan penuh tanggung jawab dalam mengemban tugas dan kewajibannya sebagai pribadi. berbudi luhur. mampu memecahkan masalah baik dalam bidangnya maupun yang bersifat interdisipliner. menjunjung tinggi etika profesi. . TUJUAN Adapun tujuan pendidikan Program Diploma IV STTN adalah menghasilkan lulusan dengan kualifikasi: 1. 2. maka sejak tahun 2006 STTN menerbitkan pedoman akademik yang dapat digunakan oleh para mahasiswa. Jurusan dan Program Studi. Dosen. Jurusan Teknofisika Nuklir. Peraturan Administrasi Akademik. pengelola. melakukan pelayanan prima kepada masyarakat dan konsumen. Organisasi dan Personalia. Kerja Praktek. dosen. Sistematika Pedoman Akademik STTN adalah: Pendahuluan. Tugas Akhir. MISI Misi STTN adalah menyelenggarakan pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan dalam bidang teknologi nuklir. Guna memantapkan jalannya roda organisasi STTN serta usaha untuk penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan. maupun masyarakat. beriman. Peraturan Umum Akademik. menjadikan Sekolah Tinggi yang disegani. dan Penutup. 4. tanggap terhadap perkembangan ilmu dan perkembangan masyarakat. membina kehidupan akademik yang sehat. mempunyai kemampuan akademik dan atau profesional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. siap kerja (memiliki lisensi) serta mandiri. maupun aparatur pemerintah.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3 B. Jurusan Teknokimia Nuklir. C.

4 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

Ketua dan Pembantu Ketua. Kelompok Dosen. Senat merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi STTN yang mempunyai tugas merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan STTN. melaksanakan pemilihan calon Ketua dan mengajukan usulan pengangkatan serta pemberhentian Ketua kepada Kepala BATAN. memberikan pertimbangan dan persetujuan atas Rencana Pendapatan dan Belanja yang diajukan oleh pimpinan STTN. Bagian Administrasi Umum. memberikan pertimbangan kepada Kepala BATAN berkenaan dengan pengangkatan dan pemberhentian dosen yang memangku jabatan akademik di atas Lektor. menilai pertanggungjawaban pimpinan STTN atas pelaksanaan kebijaksanaan yang telah ditetapkan. Jurusan. instansi pemerintah dengan STTN dan memecahkan kesulitan yang dihadapi STTN. Susunan Organisasi STTN terdiri atas Dewan Penyantun. Dewan Penyantun merupakan suatu wadah non-struktural untuk meningkatkan kemajuan STTN dan bertugas membantu unsur pimpinan STTN dalam hal menjaga dan memelihara hubungan baik antara masyarakat. dan Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan. merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan STTN. merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian sivitas akademika. ORGANISASI Organisasi STTN-BATAN dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir dan Keputusan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. dan Unit Penunjang.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5 BAB II. Pembantu Ketua terdiri dari Pembantu Ketua I Bidang Akademik. merumuskan peraturan pelaksanaan mimbar akademik dan otonomi keilmuan di STTN. Unsur Pimpinan STTN terdiri atas seorang Ketua dan 3 orang Pembantu Ketua. Senat. Pembantu Ketua II Bidang Administrasi Umum. dan menegakkan norma-norma yang berlaku bagi sivitas . Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Jurusan terdiri atas Ketua Jurusan. Tenaga Ahli. yaitu Elektronika dan Instrumentasi dan Elektromekanik. Subbagian Akademik dan Pengajaran. mengenalkan ilmu dan teknologi di bidang nuklir kepada masyarakat dan meningkatkan keterkaitan program STTN dengan kebutuhan masyarakat. serta perlengkapan dan rumah tangga. serta Subbagian Perlengkapan. Sekretaris Jurusan. Unsur pelaksana administrasi STTN terdiri atas Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan serta Bagian Administrasi Umum. Bagian Administrasi Umum terdiri dari Subbagian Persuratan dan Kepegawaian. keuangan.6 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 akademika. Subbagian Keuangan. menyebarkan hasil penelitian. . Jurusan merupakan unsur pelaksana akdemik. dan Kepala Unit Laboratorium di bawah Jurusan. dan Tenaga Adminitrasi. Struktur Organisasi STTN dapat digambarkan dalam bagan pada Gambar 1. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) merupakan unsur pelaksana di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan mempunyai fungsi melakukan penelitian terapan di bidang teknologi nuklir. UPPM terdiri dari Kepala. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi di bidang akademik dan kemahasiswaan. serta Subbagian Kemahasiswaan dan Alumni. Ketua Program Studi. Sekretaris. Jurusan di STTN ada 2 yaitu Jurusan Teknokimia Nuklir dengan 1 (satu) Program Studi dan Jurusan Teknofisika Nuklir memiliki 2 (dua) Prodi. Bagian Administrasi Umum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan administrasi di bidang persuratan dan kepegawaian. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan terdiri dari Subbagian Perencanaan dan Kerja Sama.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 7 Gambar 1. Struktur Organisasi STTN .

8 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

yang masingmasing diiringi oleh sekitar 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri. 50 menit tatap muka terjadwal dengan mahasiswa. Satu Satuan Kredit Semester per. b. PERATURAN UMUM AKADEMIK Bagian ini berisi tentang peraturan-peraturan umum akademik yang berlaku di STTN yakni menggunakan Sistem Kredit Semester. atau 4 jam kerja lapangan. Untuk Kerja Praktek dan Tugas Akhir. c. 2. b. nilai 1 SKS setara dengan 4 jam . Untuk dosen setara dengan: a. nilai 1 SKS setara dengan 2 jam (120 menit) praktikum terjadwal diiringi oleh 1-2 jam kegiatan terstruktur dan 1-2 jam kegiatan mandiri. SISTEM KREDIT SEMESTER Semester adalah kegiatan yang terdiri atas 16 sampai 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya. 60 menit pengembangan materi kuliah. Untuk mahasiswa setara dengan: a.minggu terdiri atas: 1. 60 menit kegiatan akademik mandiri. berikut kegiatan iringannya termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian. Satuan Kredit Semester adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama 1 semester melalui kegiatan terjadwal sebanyak 1 minggu perkuliahan atau 2 jam praktikum. A. 60 menit kegiatan akademik terstruktur. Sistem Kredit Semester adalah sistem pembelajaran yang kegiatan per semesternya diukur dengan Satuan Kredit Semester (SKS). 60 menit cara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 9 BAB III. c. 50 menit kegiatan tatap muka terjadwal. Untuk kegiatan yang menyangkut kemampuan. ketrampilan psikomotorik dan fisik yang dilakukan di laboratorium atau studio.

6. atau nilai 1 SKS sama dengan penyelesaian kegiatan selama 6485 jam efektif per semester. 4. Masa Kuliah sebelum Ujian Tengah Semester (UTS) selama 7-8 minggu. Penerapan Sistem Kredit Semester di STTN saat ini diatur sebagai berikut. 5. dan kemampuannya. Pengambilan jumlah SKS mahasiswa ditentukan berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK) dan atau Indeks Prestasi Semester (IPS).10 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 kerja lapangan mahasiswa. 4. 2. memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan pendidikan yang sesuai dengan minat. memungkinkan perpindahan mahasiswa antar Program studi atau dari perguruan tinggi lain ke STTN. TUJUAN SISTEM KREDIT SEMESTER Tujuan pokok penggunaan Sistem Kredit Semester adalah: 1. B. 3. Masa Kuliah Sesudah UTS selama 7-8 minggu. mempermudah penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. Masa Ujian Tengah Semester (UTS) selama 1-2 minggu. 1. JUMLAH BEBAN SKS SETIAP PROGRAM STUDI 1. memperbaiki sistem evaluasi kecakapan mahasiswa. 3. Jumlah beban SKS untuk setiap Program Studi minimal 144 dan maksimal 160. . diiringi oleh 1-2 jam kegiatan terstruktur. dan 1-2 jam kegiatan mandiri. dan maksimum 24 SKS dengan persetujuan Dosen wali. bakat. apabila memenuhi persyaratan. C. melaksanakan sejauh mungkin sistem pendidikan input dan output ganda. 2. memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu sesingkat-singkatnya. Masa Ujian Akhir Semester (UAS) selama 2-3 minggu.

dan 3 minggu masa ujian akhir semester. meningkatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa. seminar. 2. Semester reguler terdiri atas semester ganjil dan semester genap. Masa studi setiap tahun akademik terdiri atas 2 semester reguler. 2. 3. Tujuan penyelenggaraan semester pendek adalah: 1. 6. 5. mempersingkat waktu studi mahasiswa. Masa studi mahasiswa diakhiri dengan penyusunan tugas akhir. Program Studi dapat menyelenggarakan semester pendek.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 11 D. Jika dipandang perlu dan memungkinkan STTN dapat menyelenggarakan semester pendek. 1-2 minggu masa ujian tengah semester. Dua (2) hari masa UTS di Semester Genap digunakan untuk Studi Ekskursi mahasiswa semester VI dan 1 minggu setelah ujian akhir Semeter Ganjil digunakan untuk ujian PPR bagi mahasiswa semester VII. dan sidang sarjana/ujian tugas akhir/Pendadaran di depan Dewan Penguji. F. MASA STUDI 1. . yaitu semester ganjil dan semester genap. Masa Studi Program lanjutan (ekstensi) dari D-III PATN adalah 3 Semester. 2. Pengaturan masa kuliah adalah : empat belas (14) minggu masa kuliah dan praktikum/praktek. SEMESTER REGULER 1. 4. E. Semester pendek diselenggarakan pada saat liburan semester genap. Waktu yang diperlukan untuk kegiatan per-semester adalah 16 – 19 minggu termasuk UTS dan dan UAS. Masa Studi Program lanjutan (ekstensi) alih jalur dari D-III non PATN adalah minimal 4 Semester. Masa studi untuk menyelesaikan Program D-IV STTN rata-rata adalah 8 semester. SEMESTER PENDEK (SP) Jika dipandang perlu dan memungkinkan. ujian komprehensif.

setiap pengampu mata kuliah dapat memberikan evaluasi dalam bentuk lain seperti tes/kuis. Ujian Akhir Semester Ujian Akhir Semester adalah kegiatan evaluasi pada akhir semester untuk materi teori maupun praktikum. khusus untuk mata kuliah teori atau praktikum yang membutuhkan evaluasi tengah semester secara tertulis. 1. memiliki KTM yang masih berlaku. Persyaratan Ujian Untuk mengikuti ujian mahasiswa harus memenuhi persyaratan: a. G. maupun kegiatan lain yang dilaksanakan sebelum UAS. 4. Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. 2. . memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) semester genap yang berlaku. karangan/paper. penulisan karya ilmiah. Ujian Tengah Semester (UTS) Ujian Tengah Semester adalah kegiatan evaluasi yang dijadwalkan oleh STTN dan dilaksanakan pada pertengahan Semester (pada minggu ke 8). tidak sedang melaksanakan kerja praktek (KP). b. dan Kepala Bagian Administrasi Umum. membayar biaya yang ditentukan. 3. SISTEM UJIAN Ujian diselenggarakan untuk mengetahui evaluasi keberhasilan proses belajar mengajar yang telah diselenggarakan. telah menyelesaikan adminstrasi perkuliahan. 2. Pengurus Jurusan.12 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Persyaratan mahasiswa agar dapat mengikuti semester pendek adalah: 1. Program Studi menyatakan perlunya diselenggarakan dan disetujui dalam Rapat yang dihadiri Pimpinan STTN. Di samping memberikan ujian itu. b. maupun tugas-tugas yang berupa penyelesaian soal-soal. Bentuk dan Frekuensi Ujian Ujian dilaksanakan dalam bentuk Ujian Tulis terjadwal yaitu: a. yang dilaksanakan di luar Jadwal UTS dan UAS.

mengisi lembar Evaluasi Dosen terkait (berlaku untuk UAS). Peralatan lain yang diijinkan oleh dosen penguji. Lima menit sebelum ujian dimulai. peserta sudah berada di tempat yang ditentukan. Apabila sudah diperingatkan secara lisan oleh petugas sebanyak . Bercakap-cakap dengan peserta lain atau berbuat sesuatu yang dapat menimbulkan anggapan yang bersangkutan bertindak tidak jujur atau curang. Tata Tertib Ujian Setiap mahasiswa peserta Ujian Tulis/Praktikum harus mematuhi tata tertib sebagai berikut. 4. memiliki Kartu Rencana Studi (KRS) semester yang bersangkutan dan telah ditandatangani oleh dosen wali. Peserta ujian harus membawa: 1. peserta dilarang: 1. Pinjam meminjam alat tulis antar peserta tanpa ijin pengawas. 2. c. Selama ujian berlangsung.** Catatan: Setelah masa ujian selesai Kartu Ujian dikembalikan ke Sub. Setelah mahasiswa mengumpulkan lembar evaluasi menunggu panitia membagi soal dan kertas ujian. Alat tulis kecuali kertas. b. Meninggalkan tempat ujian tanpa ijin pengawas. Materi Ujian Secara umum materi ujian ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan. 4. 3. 3. mendaftar sebagai peserta ujian untuk memperoleh Kartu Ujian.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 13 c. ** Pendaftaran ujian diatur lebih lanjut dalam ketentuan tersendiri. Mencontoh pekerjaan peserta lain. e. d. Bagian Akademik dan Pengajaran untuk diisi nilai-nilai yang sudah keluar dan dipakai sebagai bahan konsultasi pengisian KRS dengan dosen wali apabila pada masa perwalian KHS belum terbit. a. Kartu Ujian yang sah. 3. 2. Peserta ujian harus mengenakan pakaian seragam STTN dengan sopan. d.

Dianggap tidak lulus. Membuat catatan pada bangku atau tembok. h. Untuk pelanggaran yang lebih berat dapat dikenakan sanksi: 1. H. 7. 2. 6. Jika sudah diperingatkan lisan 3 kali. Terlambat lebih dari 15 menit. dan hasil pekerjaan diberikan kepada pengawas untuk diberi catatan dan dilaporkan kepada dosen terkait. 1. f. Merokok. Penilaian hasil belajar mahasiswa adalah usaha untuk mengetahui tingkat . 8. g. Tidak diijinkan mengikuti ujian-ujian selanjutnya. 9. Mengaktifkan hand phone. 3. tetapi sudah ada peserta ujian yang telah selesai dan meninggalkan tempat ujian. Peringatan lisan. pengawas ujian dapat meminta yang bersangkutan meninggalkan ruang ujian. namun masih melakukan pelanggaran yang sama. Sanksi: Pelanggaran terhadap ketentuan di atas dikenakan sanksi sebagai berikut. 2.14 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3 kali tetapi tidak diindahkan. Terlambat kurang dari 15 menit. PENILAIAN HASIL BELAJAR 1. Hasil pekerjaan ujian ditinggalkan di tempat setelah ujian dinyatakan selesai. Namanya dicatat untuk dilaporkan kepada Pengurus Jurusan/dosen yang bersangkutan. 2. 5. Peserta tidak boleh mengikuti ujian apabila: 1. Mengerjakan ujian atas nama peserta lain. yang bersangkutan dapat dikeluarkan dari ruang ujian. apabila hal ini terjadi maka kedua belah pihak dinyatakan tidak lulus. Menyobek nomor ujian dan atau memindahkan tempat duduk.

3. mahasiswa yang mendapat nilai tersebut dinyatakan tidak lulus. I. UAS. E = Gagal : mempunyai bobot 0. pengampu wajib memberitahukan bobot dan nilai tugas-tugas akademik kepada mahasiswa. 2. dan pengamatan dosen. 5. 4. Nilai UTS tidak diumumkan oleh STTN. praktek. Pada permulaan kuliah semester. D = Kurang : mempunyai bobot 1. 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 15 keberhasilan mahasiswa dalam mencapai penguasaan kompetensi yang dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian. B = Baik : mempunyai bobot 3. namun disarankan dosen pengampu mengumumkan sendiri dalam bentuk angka dan mengembalikan hasilnya kepada mahasiswa. Penilaian hasil belajar mahasiswa dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan dengan cara yang sesuai dengan ciri-ciri bidang studi/mata kuliah/yang bersangkutan. 2. praktikum. 6. Penilaian hasil belajar diwujudkan dalam nilai akhir (NA) yang merupakan gabungan dari UTS. C = Cukup : mempunyai bobot 2. Pada setiap akhir semester mahasiswa diberi Kartu Hasil Studi (KHS) yang . pelaksanaan tugas. dan tugas-tugas lain berdasarkan bobot yang telah ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan. Nilai akhir diumumkan oleh STTN dalam bentuk huruf. Pada dasarnya penilaian adalah hak dosen pengampu. Nilai akhir dinyatakan dalam bentuk huruf yang masing-masing mempunyai arti dan bobot sebagai berikut: A = Baik Sekali : mempunyai bobot 4. HASIL UJIAN Hasil ujian setiap mata kuliah dapat diumumkan kepada mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut. 3. Nilai E merupakan nilai mati.

atau keluarga ( orang tua. Indeks Prestasi Semester (IPS) Setiap akhir semester dilaksanakan evaluasi terhadap semua kegiatan akademik yang telah dilakukan oleh mahasiswa pada semester itu dalam bentuk IPS. K. 4.16 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 dapat digunakan sebagai bahan konsultasi dengan Dosen Wali. anak. EVALUASI HASIL PENDIDIKAN Evaluasi hasil pendidikan mahasiswa merupakan pengukuran tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tingkat kompetensi yang telah ditentukan dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakan oleh STTN. . bahan konsultasi menggunakan kartu ujian yang telah diisi nilai-nilai yang sudah keluar oleh Sub. yang tinggal 1 rumah meninggal dunia. Mahasiswa menggandakan dan mendistribusikan surat yang sudah disetujui dosen tersebut ke Jurusan dan BAAK. Indeks Prestasi Tahunan (IPT) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). atau kerabat dekat. Pelaksanaan ujian susulan tidak boleh melebihi 2 minggu setelah UAS berakhir. Pengukuran dilakukan berdasarkan indeks prestasi (IP). 2. J. 1. Indeks Prestasi meliputi Indeks Prestasi Semester (IPS). UJIAN SUSULAN Mahasiswa yang tidak hadir pada ujian terjadwal dinyatakan tidak menggunakan kesempatan ujian yang telah disediakan oleh STTN. Mengajukan permohonan secara resmi kepada dosen terkait sepengetahuan Ketua Jurusan dengan alasan sakit dan dirawat di rumah sakit yang ditunjukkan dengan bukti dari Rumah sakit. Akademik dan Pengajaran BAAK. Ujian susulan hanya diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi ketentuan: 1. 3. suami/isteri) meninggal dunia. Bag. Jika pada masa pengisian KRS KHS belum tersedia. Dosen yang bersangkutan menyatakan bersedia yang dibuktikan dengan menuliskan kesediaanya pada surat permohonan mahasiswa.

yaitu: Rentangan IP < 2.00 < IP < 3. + ∑ (K )semester k e n n Beban studi yang dapat diambil oleh mahasiswa pada semester berikutnya ditentukan atas dasar IPK atau IPS yang dicapai dengan persetujuan dosen wali. 2.. + ∑ (HxK )semester k e + .50 Jumlah SKS maksimum 16 20 22 24 . Besarnya IPS mahasiswa dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: IPS = ∑ [H x K ] ∑K dengan H = bobot nilai perolehan dan K = nilai kredit mata kuliah... 3. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) digunakan untuk mengukur tingkat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan kompetensi selama mengikuti proses pembelajaran sampai dengan semester terakhir.25 ≤ IP ≤ 3. Indeks Prestasi Tahunan (IPT) Indeks Prestasi Tahunan adalah Indeks Prestasi yang diperoleh dalam 1 (satu) tahun akademik.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 17 Indeks Prestasi Semester merupakan ukuran tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan kompetensi dalam 1 semester.00 3. Perhitungan IPK dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut: IP = K ∑ (HxK ) ∑ (K ) semester I semester I + .25 2..50 ≥ 3.

Persyaratan akademik yang harus dipenuhi agar seorang mahasiswa dapat melanjutkan pendidikannya ke Semester V adalah sebagai berikut: Yang bersangkutan telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 64 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2. tanpa nilai E. M. 4. Jumlah SKS dengan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. 3. II.56. 2. Evaluasi untuk program ekstensi (lanjutan dari Program D-III) dilaksanakan setelah Semester II. Akhir Semester XII merupakan batas waktu penyelesaian program pendidikan D-IV STTN. Akhir Semester I.18 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 L. 6. maka yang bersangkutan terkena sanksi pemutusan hak pendidikan (drop out) oleh Ketua STTN. 1. PROGRAM REMEDIAL Jika dari evaluasi hasil pembelajaran diketahui ada mahasiswa yang mengalami hambatan dalam belajar sehingga memperoleh nilai yang rendah.56 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %.75 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 % tanpa nilai E. Agar dapat melanjutkan studi di STTN pada akhir Semester II mahasiswa harus sudah memperoleh sekurang-kurangnya 32 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2. EVALUASI STUDI MAHASISWA Evaluasi studi dimaksudkan untuk menilai kelayakan seorang mahasiswa untuk daftar ulang dalam melanjutkan studi di STTN. STTN dapat menyelenggarakan Program Remedial. atau 5 di atas. tanpa nilai E 5. Mencapai IPK sekurang-kurangnya 2.56 diperingatkan. 4. Keputusan penyelenggaraan Program . Persyaratan akademik yang harus dipenuhi untuk penyelesaian program D-IV adalah dapat: Menyelesaikan semua beban SKS sesuai dengan Program Studi. Akhir Semester IV dilakukan evaluasi untuk menentukan kelanjutan studi mahasiswa. dan III IP < 2. Jika mahasiswa tidak memenuhi syarat pada butir 3. Mahasiswa STTN dengan pertimbangan khusus dapat menempuh selamalamanya 12 semester. Kelanjutan pendidikan mahasiswa ditentukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap indeks prestasi sebagai berikut.

atau d.2 dan D. O.3) ditambah 2 semester. Batas waktu studi adalah 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu) kali selama-lamanya 1 (satu) tahun. atau b. dengan alasan : a. atau pelaksanaan kerja praktek dan atau tugas akhir yang menghadapi kendala. N. bagi mahasiswa karyawan dan Ketua STTN bagi mahasiswa umum. pernah memperoleh ijin sakit yang atas saran dokter rumah sakit memerlukan istirahat dalam waktu paling lama 1 tahun. pernah cuti hamil dalam masa studi. . hal-hal lain yang mendapat persetujuan tertulis dari Kepala BATAN. Penolakan/persetujuan perpanjangan ini harus sudah dapat diputuskan dalam waktu 7 hari. atau c. Untuk Program Ekstensi batas waktu studi adalah masa studi (seperti ketentuan D. BATAS AKHIR WAKTU STUDI Waktu studi Program D-IV STTN dihitung mulai saat mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa untuk pertama kali sampai dengan mahasiswa itu dinyatakan lulus ujian tugas akhir. Cuti akademik dan skorsing tidak diperhitungkan sebagai waktu studi. Pada masa perpanjangan ini mahasiswa dikenai beaya perkuliahan seperti mahasiswa angkatan terakhir.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 19 Remedial didasarkan pada Rapat Yudisium atau Rapat koordinasi Bidang Akademik. PERSYARATAN KELULUSAN Mahasiswa dapat dinyatakan lulus apabila telah memenuhi ketentuan sebagai berikut. ketentuan akademik yaitu karena nilai yang belum memenuhi syarat kelulusan. Mahasiswa yang ingin memperpanjang waktu studi wajib mengajukan permohonan perpanjangan kepada Ketua STTN melalui Pembantu Ketua I disertai alasan yang dapat dipertanggung jawabkan dengan persetujuan oleh Ketua Jurusan. Ketentuan lebih lanjut mengenai Program Remedial diatur dengan Keputusan Ketua. sejak surat itu diterima Puket I.

WISUDA Ijazah dan sebutan Sarjana Sains Terapan (SST) diberikan dalam Upacara Wisuda. 2. dan untuk Karyawan Tugas Belajar ke PUSDIKLAT-BATAN yang dibuktikan dengan tanda terima. Predikat kelulusan adalah sebagai berikut: 1. Menyerahkan Karya Tulis Ilmiah untuk Jurnal Forum Nuklir. 3. Dosen Pembimbing. .01 – 3. Akademik dan Pengajaran BAAK (ditandai dengan paraf Kepala BAAK atau pejabat yang ditunjuk). 4.56.00: memuaskan. Mencapai Indeks Prestasi sekurang-kurangnya 2. tanpa nilai E. 3. Q.50: sangat memuaskan. 2. IPK 2.00: dengan pujian. Telah mengikuti Kuliah Etika Profesional /Kuliah Umum/Kapita Selekta sedikitnya 4 kali. Rincian lebih lanjut mengenai wisuda dibuat dalam ketentuan tersendiri yang diumumkan menjelang waktu pelaksanaan. Menyerahkan Tugas Akhir kepada Jurusan. Jumlah SKS dengan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %.20 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Menyelesaikan ketentuan lain termasuk Administrasi. PREDIKAT KELULUSAN Predikat kelulusan merupakan penghargaan akademik atas prestasi akademik yang diperoleh seorang mahasiswa selama mengikuti pendidikan. Telah dinyatakan lulus yang dibuktikankan dengan transkrip akademik yang dikeluarkan oleh Sub. IPK 3. Telah dinyatakan lulus ujian Tugas Akhir.56 – 3. 3.51 – 4. Perpustakaan STTN. Mempunyai sertifikat TOEFL dengan nilai minimal 450. 2. 4. Bag. 5. P. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk memperoleh Ijazah/mengikuti Wisuda adalah: 1. IPK 3. Mengumpulkan SKS sesuai dengan kurikulum Program Studi. 6.

Kompetensi. Jurusan Teknokimia Nuklir mempunyai 1 program studi yaitu Program Studi Teknokimia Nuklir. Diagram alir mata kuliah masing-masing Prodi dapat dilihat pada Lampiran. . Program Studi. Hal ini sesuai perhitungan jam efektif. Ketua Jurusan dipilih oleh para dosen jurusan yang bersangkutan kemudian diusulkan kepada Ketua untuk diangkat setelah mendapat pertimbangan Senat. Jurusan Teknofisika Nuklir mempunyai 2 program studi yaitu Program Studi Elektronika dan Instrumentasi (ELIN) dan Program Studi Elektro Mekanik (ELMEK). dan bertanggung jawab kepada Ketua. JURUSAN DAN PROGRAM STUDI Jurusan di STTN terdiri dari Jurusan Teknokimia Nuklir dan Jurusan Teknofisika Nuklir. Pengurus Jurusan membentuk Kelompok Bidang Keahlian (KBK). Masa Jabatan masing-masing pengurus Jurusan adalah 4 tahun dan dapat dipilih untuk diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari 2 kali masa jabatan berturut-turut. Kurikulum untuk semua Program Studi di STTN menggunakan perbandingan 40 % teori dan 60% praktikum. Sekretaris Jurusan dan Ketua Program Studi dipilih oleh para dosen jurusan yang bersangkutan kemudian diusulkan oleh Ketua Jurusan kepada Ketua STTN untuk diangkat dan bertanggung jawab kepada Ketua Jurusan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 21 BAB IV. Sekretaris Jurusan. maka perbandingan jam efektif teori dan praktikum kira-kira adalah 44 % teori dan 56 % praktikum. dan Ketua Program Studi serta dibantu oleh Kepala Unit Laboratorium di bawah Jurusan. karena kegiatan 1 SKS Praktikum adalah 3 x lebih lama dari teori. Jurusan dikelola oleh pengurus jurusan yang terdiri atas Ketua Jurusan. Untuk pengembangan kompetensi. dan peluang kerja dapat dilihat pada Tabel 1.

berbangsa Memberi landasan Penguasaan ilmu dan ketrampilan Catatan Memberikan natural effect Peluang Kerja Batan/Industri/ Lembaga Penelitian/ Wirausaha Teknokimia ElektronikaInstrumentasi Batan/Industri/ Lembaga Penelitian/ Wirausaha Batan/ Lembaga penelitian/ Wirausaha Elektromekanik MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan) Diajarkan di semua jurusan . dan Peluang Kerja Program Studi Kompetensi Proses Kimia Proses Kimia Radiasi Analisis Kimia Proteksi Radiasi dan Aplikasi T. Nuklir bidang Industri Mekanik Elektro Instrumentasi Elektromekanik Proteksi Radiasi dan Aplikasi T. Nuklir bidang Industri Tabel 2.22 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Tabel 1. Pengelompokan Mata Kuliah Kelompok MPK (Mata kuliah Pengembangan Kepribadian) Deskripsi Manusia beriman dan bertaqwa Berbudi pekerti luhur Berkepribadian mantap Mandiri Tanggung jawab Bermasyarakat. Program Studi. Kompetensi. Nuklir bidang Industri Pengelolaan Lingkungan Aplikasi Nuklir/Reaktor Aplikasi Medis Aplikasi Industri Proteksi Radiasi dan Aplikasi T.

k.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 23 m. Prodi > 50 % MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya) MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya) MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bersama) Membentuk tenaga ahli dengan kekaryaan berdasar ilmunya Membentuk sikap dan perilaku dalam berkarya Memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya .

24 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

scale up. “Chemical Engineering in Practice).Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 25 BAB V. Mendidik dan memberi bekal kemampuan keilmuan dalam bidang proses kimia yang menerapkan teknologi nuklir (teknokimia nuklir) dan digunakan oleh industri kimia bahan nuklir (instalasi nuklir). JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR Ruang lingkup atau bidang kerja sarjana teknokimia adalah penelitian proses. Bekerja sesuai prosedur yang benar. 2. serta pemilihan dan perawatan peralatan proses 4. Teknokimia Nuklir mempelajari aplikasi teknik nuklir untuk bidang kimia maupun teknik kimia maupun proses kimia yang melibatkan bahan nuklir serta proteksi dan keselamatan radiasi. PROGRAM STUDI DAN TUJUAN Pendidikan Program Diploma IV Teknokimia Nuklir STTN bertujuan untuk: 1. A. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efektif. pengembangan proses. Sikap ingin tahu (curious) terhadap informasi. teknik operasi dan teknik pemasaran hasil (dari Harper. proyek keteknikan. 6. rekayasa proses dan analisis ekonomi. 1954. metode. 3. pelaksanaan. 5. teknik konstruksi. Meningkatkan kemampuan/ketrampilan dalam mengerjakan tugas-tugas bidang teknokimia di lembaga penelitian maupun industri yang meliputi perencanaan. dan evaluasi data. spesifikasi. Mengembangkan sikap dan kebiasaan-kebiasaan sebagai berikut a. Meningkatkan ketrampilan berfikir dalam bidang Teknokimia Nuklir yang meliputi pemilihan dan pengembangan proses. c.I. dengan memperhatikan keselamatan diri dan lingkungan. b. Bekerja secara efisien dan efektif. J. Meningkatkan kemampuan keilmuan guna penyesuaian dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan hasil. ..

b. f. B. laboratorium. Bekerja sama untuk tujuan dan hasil yang lebih baik dan benar. 3. dan mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi nuklir dalam bidang teknokimia.26 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 d. Pengembangan sikap diintegrasikan pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. ruang kerja pengurus jurusan. Ciri khas kompetensi lulusan yang diharapkan Menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang kompleks dalam industri maupun unit penelitian bidang teknokimia nuklir. bimbingan dan konsultasi. STRUKTUR KURIKULUM JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR 1. e. Bertanggung jawab untuk memperoleh hasil yang bermanfaat. Membina kehidupan akademik yang sehat dengan memberdayakan sumberdaya yang ada. mudah menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler. Misi a. dan ruang kerja karyawan. Fasilitas utama untuk penyelenggaraan program studi Fasilitas utama untuk penyelenggaraan pendidikan di Jurusan Teknokimia Nuklir adalah ruang kuliah. ruang rapat. menguasai proteksi radiasi. . dengan senantiasa mengutamakan mutu dan kompetensi (quality & competence). Untuk mencapai tujuan tersebut disusun kurikulum yang berisikan mata kuliah-mata kuliah yang sesuai. ruang dosen. menyelenggarakan pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. Menjunjung tinggi etika profesi dan moral. perpustakaan. 2. Visi & Misi Visi Menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan tenaga yang mampu melaksanakan pekerjaan dalam bidang penelitian dan industri kimia terutama yang di dalamnya menerapkan teknologi nuklir. ruang seminar.

Radiokimia dan Kimia Radiasi. Gambar Teknik. Komputer. dosen. Kimia. Persyaratan akademik tenaga pengampu Tenaga pengampu mata kuliah. guna peningkatan penguasaan Bahasa Inggris disediakan Laboratorium Bahasa. disediakan ruang-ruang kuliah yang dilengkapi peralatan penunjang. slide proyektor dan LCD. tugas akhir. . disediakan ruang perpustakaan yang dilengkapi dengan buku-buku ilmiah dalam bahasa asing maupun bahasa Indonesia. Perpustakaan Untuk pencarian informasi ilmiah. Operasi Teknik Kimia dan Proses. pembimbing kerja praktek. PTLR. Selain itu. PTRKN. PRSG. 4. seperti: PTAPB. serta Proteksi dan Keselamatan Radiasi. PTNBR. PATIR. Laboratorium Untuk pelaksanaan kegiatan praktikum disediakan laboratorium. (Semua Unit di BATAN). dan PRR. Kimia Analisis. Untuk pelaksanaan kerja praktek dan penelitian guna penyusunan tugas akhir. PTKMR. PPEN. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa. karyawan. antara lain Laboratorium Fisika. PTBIN. Instrumentasi Kimia. dan akan dikembangkan perpustakaan digital. Deteksi Radiasi. PPGN. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. seperti: whiteboard. PRPN. OHP. PTBBN. dan penanggung jawab praktikum minimum berpendidikan S-1/D-IV mempunyai kemampuan akademis pada bidang studi (kompetensi) yang sesuai dan ahli di bidangnya serta akan ditingkatkan sampai minimal S2/Sp1. majalah dan jurnal.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 27 Ruang kuliah Untuk pelaksanaan proses belajar mengajar. sedang untuk asisten/ pembimbing praktikum diperbolehkan lulusan program Diploma III dengan pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun pada bidang (kompetensi) yang sesuai. Ilmu Bahan. selain laboratorium-laboratorium di atas juga dapat dipakai fasilitas-fasilitas lain di BATAN. dan pihak lain guna mendukung kegiatan belajar mengajar.

Untuk mata kuliah praktikum didasarkan atas test awal. tugas-tugas dan ujian akhir. Sistem evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengetahui tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai penguasaan kompetensi mata kuliah teori didasarkan atas pekerjaan rumah (PR). simulasi 3. 6. kegiatan pembelajaran direncanakan sebagai berikut: 1. Penguasaan bermasyarakat a. Substansi bahan kajian Analisis substansi bahan kajian untuk kompetensi utama. pelaksanaan praktikum. 2. diskusi c. presentasi/seminar d. kompetensi pendukung. Praktikum dan praktek b. Sistem evaluasi berdasar kompetensi 1. Sistem penilaian hasil belajar didasarkan pada tiga kemungkinan sistem penilaian yang pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan sifat masing- . ujian sisipan. Penguasaan ilmu dan ketrampilan: a. kuliah/tutorial b. serta kaitannya dengan pencapaian elemen kompetensi dapat dilihat pada daftar sebaran mata kuliah per semester. Rencana komprehensif kegiatan pembelajaran Agar tujuan pendidikan program studi dapat tercapai. tugastugas lain. SAP.28 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5. test. dan kompetensi lain. laporan praktikum. penyelesaian masalah 2. Selanjutnya setiap dosen wajib mengembangkannya menjadi GBPP. ujian tulis. Penguasaan berkarya dan penguasaan mensikapi a. dan Bahan Pengajaran. Pada dasarnya penilaian adalah hak dosen pengampu 3. kerja praktek b. serta ujian praktikum untuk praktikum dengan bobot yang harus diberitahukan kepada mahasiswa pada permulaan semester. tugas akhir 7.

Masyarakat pengguna lulusan dan Kalangan Profesi. Tabel 3. yaitu: a. 3. PAK (Penilaian Acuan Kombinasi). Evaluasi juga dilakukan terhadap penyelenggara. 4. PAN (Penilaian Acuan Norma). 1. dan proses belajar mengajar. dosen pengampu. 4. BATAN b. 2. Distribusi Matakuliah No. yaitu dengan cara menentukan batas lulus b. Kelompok (elemen kompetensi) Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB) Inti (Utama) 8 18 66 4 12 108 Prosentasi 73. kemudian membandingkan nilai yang lulus relatif dengan nilai kelompoknya. 5. Kelompok Masyarakat Pemrakarsa kurikulum Inti a. Sivitas Akademika c.65 Institusional Pendukung 2 12 19 4 2 39 26. c. yaitu dengan menentukan batas lulus terlebih dahulu. yaitu dengan cara membandingkan nilai mahasiswa dengan nilai rata-rata kelompoknya.35 Lainnya Jumlah SKS 10 30 85 8 14 147 100 . 5. administrasi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 29 masing kegiatan akademik. kurikulum. sarana-prasarana. PAP (Penilaian Acuan Patokan).

1. 10. 6. 5. 5. 3. 12. 4. 4. 11. 13. 4. 3. 9. 2. 5. 6. 3. 7. 11. 1. 15.30 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 C. 12. KELOMPOK MATA KULIAH DAN PRASYARAT MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN No. 9. 7. 8. NAMA MATA KULIAH Matematika I Fisika Terapan Kimia Dasar Matematika II Fisika Modern Statistik Alat Deteksi & Pengukuran Radiasi Perpindahan Panas Ilmu Bahan I Teknik Listrik Pemrograman Komputer Pengantar Teknologi Nuklir PRASYARAT 2 2 Matematika I Fisika Terapan Matematika I Fisika Modern Termodinamika Kimia Fisika Fisika Terapan Matematika Terapan II Fisika Modern MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. 1. NAMA MATA KULIAH Praktikum Gambar Teknik Asas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis Kimia Organik Matematika Terapan I Operasi Teknik Kimia I Termodinamika Instrumentasi Kimia Kimia Air Praktikum ADPR Matematika Terapan II Operasi Teknik Kimia II Alat Industri Kimia Radiokimia PRASYARAT 2 2 . 14. 2. 2. 8. 10. NAMA MATA KULIAH Pendidikan Agama I Bahasa Inggris I Pendidikan Pancasila Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama II PRASYARAT 2 2 2 2 2 SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS T P 2 Kimia Dasar Kimia Dasar Kimia Dasar Kimia Dasar Matematika II Asas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis Kimia Fisika Fisika Modern Matematika Terapan I OTK I OTK I ADPR 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 I I V VI VII Semester I I I II II III III IV IV V IV V Semester I II II II II III III III III III III IV IV IV IV SKS T P Semester Pendidikan Agama I MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No.

4. 18. 4. 30. II Praktikum Proses Kimia Proses Kimia Kinetika Kimia. . 9. NAMA MATA KULIAH Keselamatan & Kesehatan Kerja Perundang-undangan TN Manejemen Proyek Seminar Sistem Manajemen Mutu PRASYARAT K3. 1. 24. Proses Kimia I Kimia Radiasi Ilmu Bahan II Praktikum P. OTK II Proses Kimia I P. 19. 17. 8.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 16. 2. 29. OTK I. PP. II Praktikum Proses Kimia Pilihan A-1 Semester 1 I VII VII VII VII Semester No. 5. 21. 26. PAP 2 2 2 2 2 2 2 2 V V V V VI VI VI VI VI VI VI VII VII VII VII 31 2 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS T P 2 1 2 2 SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 MK WAJIB PERILAKU BERKARYA (MPB) No. MK PILIHAN (WAJIB MINAT) (MKB) NAMA MATA KULIAH PRASYARAT MINAT ANALISIS KIMIA Spektroskopi Instrumentasi Kimia Kromatografi Spektroskopi Elektrokimia Instrumentasi Kimia MINAT TEKNOLOGI PROSES Proses Kimia Bahan Nuklir Operasi T. 6. 3. 2. Komputer Proses Transfer Kinetika Kimia Proses Kimia II Aplikasi Teknik Nuklir Perancangan Alat Proses Praktikum Proses Kimia Praktikum Ilmu Bahan Metodologi Penelitian Alat Kontrol Proses Strategi Rekayasa Proses Reaktor Kimia OTK II Radiokimia Ilmu Bahan I Matematika Terapan II PP. 23. 5. 7. Proteksi Radiasi Proses Kimia I. Ilmu Lingkungan Radioekologi Toksikoekologi V VI VII V VI VII V VI VII Mata kuliah pilihan (wajib minat) harus diambil oleh mahasiswa yang mempunyai minat dalam bidang tersebut secara konsisten. Kimia II Pengelolaan Limbah Proses Kimia II SPPBN PKBN MINAT PENGENDALIAN LINGKUNGAN Pengantar Ilmu Lingkungan OTK II Toksiko Ekologi P. 1. PAP Kinetika Kimia. 27. OTK II KF. 3. 28. Teknologi Nuklir OTK II. 25. 22. 20. PP Proses Kimia I Ilmu Bahan I.

32 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK PILIHAN BEBAS KODE TKN712 TKN713 TKN714 STN715 TKN716 STN720 STN721 NAMA MATA KULIAH Bioteknologi Produksi Radio Isotop Teknologi Akselerator Proteksi Radiasi Lanjut Teknik Perunut Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik Dimungkinkan materi lain PRASYARAT Proses Kimia Proses Kimia Pengantar T. Nuklir Proteksi Radiasi Aplikasi Teknik Nuklir Pengantar T. KURIKULUM DAN SILABUS Kurikulum SEMESTER I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 STN104 STN105 STN106 TKN107 TKN108 STN109 TKN110 Kelompok MPK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MPB MPB Mata kuliah Pendidikan Agama Bahasa Inggris I Matematika I Fisika Terapan Kimia Dasar Praktikum Fisika Terapan Praktikum Kimia Dasar Praktikum Gambar Teknik Keselamatan Kesehatan Kerja Praktikum K3 Jumlah SEMESTER II No 1 2 3 4 5 Kode STN201 STN202 TKN203 TKN204 TKN205 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB Mata kuliah Matematika II Fisika Modern Azas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis K U P U U U SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 K U P U U U U U P P P SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 11 8 . namun pada setiap semester mata kuliah yang ditawarkan diatur oleh Jurusan/program studi. Nuklir ADPR SKS T 2 2 2 2 2 2 2 P Semester VII VII VII VII VII VII VII Mata kuliah pilihan minat bebas dipilih mahasiswa. D.

Kode TKN401 TKN402 TKN403 TKN404 TKN405 TKN406 TKN407 TKN408 STN409 STN410 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MBB MBB Mata kuliah Perpindahan Panas Ilmu Bahan I Matematika Terapan II Operasi Teknik Kimia II Alat Industri Kimia Radiokimia Praktikum Operasi Teknik Kimia II Praktikum Radiokimia Proteksi Radiasi Praktikum Proteksi Radiasi Jumlah K U U U U U U U U U 2 14 2 6 Teori 2 2 2 2 2 2 SKS Praktikum K P U U U U U U U U U 14 Teori 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 SKS Praktikum 2 2 .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 6 7 8 9 10 TKN206 TKN207 TKN208 TKN209 STN210 MKB MKB MKB MKB MBB Kimia Organik Praktikum Kimia Fisika Praktikum Kimia Analisis Praktikum Kimia Organik Praktikum Bahasa Inggris Jumlah U U U U P 2 2 2 2 2 8 33 12 Keterangan: K=Kompetensi. P=Pendukung. L=Lain-lain SEMESTER III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN301 STN302 TKN303 TKN304 TKN305 TKN306 TKN307 TKN308 TKN309 STN310 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Mata kuliah Statistik Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Matematika Terapan I Operasi Teknik Kimia I Termodinamika Instrumentasi Kimia Pengantar Teknologi Nuklir Praktikum Operasi Teknik Kimia I Praktikum Instrumentasi Kimia Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Jumlah SEMESTER IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10. U= Utama .

4. 5. 10. 9. Spektroskopi b. Proses Kimia Bahan Nuklir c. 2. 6. 7. 8. Kromatografi b. Kode KIN501 TKN502 TKN503 TKN504 TKN505 TKN506 TKN507 TKN608 TKN609 TKN610 9 10 TKN511 TKN512 Kelompok MPK MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Mata kuliah Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 K U P P P U U U U Pancasila Teknik Listrik Pemrograman Komputer Kimia Air Proses Kimia I Kimia Radiasi Ilmu Bahan II Pilihan A-1 a. Toksiko Ekologi Praktikum Proses Kimia Praktikum Aplikasi Teknik Nuklir Praktikum Ilmu Bahan Jumlah K U U U U U U U SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 8.34 SEMESTER V No 1. Pengelolaan Limbah c. 3. Pengantar Ilmu Lingkungan Praktikum Pemrograman Komputer Praktikum Kimia Radiasi Teori 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS Praktikum P U 16 2 2 4 SEMESTER VI No 1 2 3 4 5 6 7 Kode KIN601 TKN602 TKN603 TKN604 TKN605 TKN607 TKN608 TKN609 TKN610 TKN611 TKN612 TKN613 Kelompok MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Proses Transfer Kinetika Kimia Proses Kimia II Aplikasi Teknik Nuklir Perancangan Alat Proses Pilihan A2 a. U U U 14 2 2 2 6 .

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 SEMESTER VII No 1 2 3 4 5 6 7. Elektrokimia b. Radioekologi Pilihan B Bioteknologi Produksi Radio Isotop Teknologi Akselerator Proteksi Radiasi Lanjut Teknik Perunut Perundang-undangan Tenaga Nuklir Manajemen Proyek Seminar Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik K U U U U U U U 35 SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 P 2 P P U P P 1 2 1 2 2 21 1 SKS Praktikum 3 5 8 19 20 Teori = 102 SKS 16 x 102 jam Utama =108 MPK=10 20 20 20 20 Praktikum = 39 SKS KP&TA=8 SKS 16 x 141 jam 16x4x8 jam Pendukung = 39 Lain-lain = 0 MKK=30 MKB=85 MPB=8 VIII Tr Pr 0 8 22 8 Total = 149 SKS Pr 1 VII MBB=14 . Kode KIN701 STN702 TKN703 TKN704 TKN705 TKN706 TKN707 TKN708 TKN709 8. TKN710 TKN711 TKN712 STN713 TKN714 9 10 11 12 13 STN715 STN716 TKN717 STN720 STN721 MKB MKB MKB MKB MKB MPB MPB MPB MPB MPB Jumlah SEMESTER VIII No 1 2 Kode STN801 STN802 Kelompok MBB MBB Mata kuliah Kerja Praktek Tugas Akhir Jumlah Ringkasan Sebaran SKS TKN I Tr 11 Pr 8 Tr 12 II Pr 8 Tr 14 III Pr 6 Tr 14 IV Pr 6 Tr 16 V Pr 4 Tr 14 VI Pr 6 Tr 21 K U U Teori Kelompok MPK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Mata kuliah Pendidikan Agama II Sistem Manajemen Mutu Metodologi Penelitian Alat Kontrol Proses Strategi Rekayasa Proses Reaktor Kimia Pilihan A3 a. SPPBN c.

3. dan perkembangan teknologi. Derivatif fungsi matematika. Teknik Integrasi. F. 1985. Cox & Wyman Ltd. Islam. Calculus and Linear Algebra. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). 2. and Future Tenses. Nilai ekstrem. London. Count/NonCount nouns. FMIPA-UGM. 3. English Grammar in Use. 2. Riyadhus Sholihin. Jane Morris. Ayres. Determinan.J. Matematika I (2 SKS) Limit Fungsi. New York. Muhammad Al Ghozali. Buku: 1. dan Syari’ah. Bell & Hyman. Theory and Problem of Calculus. Buku untuk Pendidikan Agama Islam: 1. Question words. Gerund and Infinitives. Pendidikan Agama I (2 SKS) (Pendidikan Agama Islam) Pokok-pokok agama. 3. Academic Reading and Writing. Past. noun clauses. Akhlak Islam. pembangunan.36 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Silabus Semester I 1. Dictionary of Science for Everyone. Reading. 1987. Limit. John Wiley and Sons. Raymond Murphy. Peran agama dalam keluarga. Persamaan Differensial. Imam Namawi. 3. Modal Auxiliaries. 1. Nouns and Pronoun. 2. Keimanan.. dan Lewis. England.. Pendidikan Agama Lain menyesuaikan 2. Muhammad Syaltut. Deret. Wardiman. Kaplan. Bahasa Inggris I (2 SKS) Structure: Present. 4. Passive Sentences. Perfect Tenses and articles. Matrik. Hikmah ibadah. Press.. Inc. Connecting ideas. D. Aqidah. W. GCSE Chemistry. Comparisons. . Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). Diferensial partial dan total. Cambridge Univ.

. 2. J. Chemical Principles & Properties... 5. Sienko and Plane. Inc. Kimia Dasar (2 SKS) Stoikiometri. 1985. Optik: Optika fisis.C. polarisasi. Ergonomi. 1978. energi.Panas: suhu. Thomas. 3. Kimia. konsep mol. Buku: 1. Ikatan Kimia. Mesin.L. A. pekerja. Heath and Company. Struktur Atom. New York. alat pelindung kerja. Physics. statika. Listrik. Mahan... Tokyo.. Tindakan prefentif kecelakaan yang sering. dan masyarakat. situasi serta keselamatan kerja umum/ non radiasi. Halliday. Buku: . Listrik dan magnet. tindakan pengamanan fasilitas. Sistem Periodik. R.. Api. analisis kecelakaan kerja. dan reaksi kimia. Pengetahuan tentang berbagai macam keselamatan penggunaan bahan berbahaya. Struktur Molekul. Fisika Terapan (2 SKS) Pendahuluan: Besaran dan satuan.. Pola penanggulangan kecelakaan. korban. D. Lexington. Orlando. Bunyi: getaran dan gelombang.S. New York. Jr. Ltd.B. Chemistry. Calculus and Analytic Geometry. Zumdahl. 6. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. and Finney.. and Tanner. International Student Edition.. (1 SKS) Pencatatan dan evaluasi dengan norma standar.. B.. Addison-Wesley Publishing Company. and Resnick.H. dinamika. Mekanika kinematika. 4. hantaran panas. optik geometri. Penggolongan Unsur.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 37 4. D. Pedoman umum keselamatan dan kesehatan kerja. Amsterdam. skalar dan vektor. G. Stanford. John Wiley and Sons. Buku: 1. Academic Press. pernah terjadi dan penanggulangan kecelakaan kerja.L. University Chemistry. R. McGraw-Hill Kogakusha. peralatan optik. Addison-Wesley Publishing Company. 2. Physics for Student of Science and Engineering. S.M.

O. Stoikiometeri pada reaksi kimia. G. 7. Ergonomi. Penanggulangan kecelakaan kerja dan Bahaya Kebakaran. Petunjuk Praktikum Fisika Terapan. Buku: 1. Gambar Elemen Mesin. Panas. Praktikum Fisika Terapan (2 SKS) Mekanika. Keselamatan Kerja. Petunjuk Praktikum Kimia Dasar. Massa Rumus. . STTN. 8.W. Buku: 1. and Ragsdale. Matematika II (2 SKS) Penyelesaian Persamaan diferensial Ordiner dan parsiel: secara analitik. 2. Tim Asisten. Instruksi menggambar.. Peraturan menggambar. Buku: 1. Bandung. 10. Tim Asisten. Praktikum Keselamatan dan Kesehatan Kerja (2 SKS) Penggunaan alat-alat pelindung. R. Analisis kecelakaan kerja. 9. Institut Teknologi Bandung. Normalisasi. Modern Experimental Chemistry.38 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Academic Press. Semester II 1. Pencemaran. New York. Listrik dan Magnet. Diagram pemipaan dan instruksi. Praktikum Kimia Dasar (2 SKS) Keselamatan Kerja di laboratorium Pengenalan alat laboratorium kimia. Diagram alir. Latimer. ITB. Kimia larutan. BATAN. STTN. Teknik Pembuatan Laporan Praktikum. 2. Deret. Petunjuk Praktikum Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Analisis kualitatif unsur-unsur. Deparatemen Tenaga Kerja: Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Tim Asisten. Simbol gambar dan alat kontrol. Bunyi. BATAN. Penentuan Massa Atom. Aplikasi dalam bidang teknik kimia. Praktikum Gambar Teknik (2 SKS) Pengetahuan alat gambar. STTN-BATAN. Diagram alir proses. dan Massa Molekul Relatif.

..A.B. John Wiley and Sons Inc. Vogel’s Textbook of Macro and Semimicro Qualitatif Inorganic . D.. Buku: 1.J. Kecepatan reaksi. Kimia Fisika (2 SKS) Wujud Zat. STTN-BATAN. R.E. Hougen and Watson. W. Addison-Wesley Publishing Company. New York.. Buku: 1. John Wiley and Sons. 2. 3. Elektro Kimia. Inc. New York. Kimia koloid dan permukaan. Alberty. Castellan. Basic Principles and Calculations in Chemical Engineering. Dasar perhitungan Kimia. New York.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 39 Buku: 1... Buku: 1. Analisis Gravimetri. 3. 2. Dasar termodinamika. Kuantitatif Inorganic Analysis. Johnstone. New York.. Bahan Kuliah Kimia Fisika. 1971. Analisis kolorimetri.. N.. New York. 2. R. 4. Yogyakarta. Kesetimbangan Fasa. R. 1957. and Lewis. 2005. 1976. Neraca bahan dengan reaksi kimia. Vogels. 2. Kundari. Addison Wesley Publishing Company. Himmelblau. Kimia Analisis (2 SKS) Dasar-dasar analisis kualitatif dan kuantitatif. John Weley & Sons. Calculus and Analytic Geometry. Jr. Pilot Plants Models and Scale-up Methods in Chemical Engineering. and Finney.A. and Thring. London. New York. Calculus and Linear Algebra. 3. Neraca panas. Thomas. Analisis dimensi. Physical Chemistry. Chemical Process Principles. M. 1983. 1978. Neraca bahan tanpa reaksi kimia. 2. Wiley International Edition. Similarita Teknik.L. Longman. Analisis Volumeteri.W. Physical Chemistry. Kaplan. G. Svehla. Azas Rekayasa Proses (2 SKS) Dimensi dan satuan.

semi-scientific. Alkohol. Ether dan senyawa yang berhubungan.H. Amina. Berlin. Listening and Speaking... laser. Enolat dan Carbonion. Inc. Bahasa Inggris II (2 SKS) (Praktikum) Scientific and technical words. Atomic and Quantum Physics. atom berelektron banyak. Springer Verlag. Yang. The McGraw-Hill Companies.S. and Fassenden. 1981. H. Senyawa organometalik.. adjectives which belong to the phraseology of science. Protein. 2. New York. 1984. Press. Oxford Univ. 1986.. Reaksi radikal bebas. TOEFL. Stereokimia. Aromatisitas. 2. asam amino. Massa dan ukuran atom. Asam karboksilat dan turunannya. orbital atom. Boston.J. 8. Alkil Halid: Reaksi substitusi dan eliminasi. inti atom. isotop. F. Wolf. Organic Chemistry. spektra sinar-x. Willad Grant Press. Buku: 1. Aldehid dan Keton. atom dalam medan listrik. 1979. adverbs. photon. TOEFL. atom dalam medan magnet. sifat gelombang materi. Griffin. New York. 7. Fisika Modern (2 SKS) Fisika Nuklir. dan Alkana. Kimia Organik (2 SKS) Struktur Isomer. Benzen dan Benzen tersubstitusi.40 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Analysis”. Academic Reading and Writing. Kecepatan reaksi. dan Hamilton. Praktikum Kimia Fisika (2 SKS) Termokimia. Tatanama.H. Modern Organic Chemistry. Karbohidrat. Kimia koloid dan . 2. J.. McGraw-Hill Book Company. elektron. Fassenden. Practical English Usage. 1996. teori kuantum. 1978. J. Buku: 1. Relativitas.. Alkena dan Alkyn. Kimia listrik. 5. semi-technical terms. Kesetimbangan. R. London. Modern Atomic and Nuclear Physics. Michael Swan. Longman. Mekanika Kuantum. dan lemak. model atom Bohr. Buku: 1. 6.

Introduction to Organic Laboratory Techniques. (Sudah ada edisi Bahasa Indonesia) 2. 3. Introduction to Statistical Analysis. London. 9. 2. Ukuran Nilai Pusat dan Penyebaran. Buku: 1. Tim Asisten. McGraw–Hill. 2. Praktikum Kimia Organik (2 SKS) Sintesis dan analisis senyawa organik. Tim Asisten. 2. Buku: 1. London. Petunjuk Praktikum Kimia Fisika.. Inc. Penuntun Praktikum Kimia Fisika.. Petunjuk Praktikum Kimia Analisis. dan kolorimetri. Pavia.j.. Buku: 1. Tim Asisten. Populasi dan sampel. and Massey. Practical Organic Chemistry. and Kriz. Buku: 1. Penyusunan PD . Vogel. F. Longman. Statistik pencacahan. Statistik (2 SKS) Distribusi. STTN-BATAN. Vogel. Petunjuk Praktikum Kimia Organik. Peluang. F. New York. Inferensi Statistik: Penafsiran dan uji: Inferensi:Populasi tunggal dan dua populasi: Analisis varian.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 41 permukaan. Dixon. Semester III 1. Kuantitative Inorganic Analysis. STTN-BATAN. 10. STTN-BATAN. Isolasi dan pemurnian dalam kimia organik. Tony Bird. Penyusunan PD Ordiner. W. Penyusunan Persamaan Aljabar. Praktikum Kimia Analisis (2 SKS) Analisis volumeteri. Regresi dan Korelasi. Jr. Distribusi Normal. Matematika Terapan I (2 SKS) Penyusunan model matematis dari fenomena fisis dalam teknik kimia. Lampman. gravimeteri. Longman.

4..C.. Tokyo. Smith and Van Ness. Principles of Unit Operations. Buku: 1. Brown.. Applied Mathematic in Chemical Engineering... John Wiley and sons. Introduction to Chemical Engineering Thermodynamic. Buku: 1. 3. and Jeffreys. Mickley. 2...42 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Parsiel.S. dan elektrokimia. C. Cabe. Mc Graw-Hill Kogakusha. W. John Wiley and Sons. New York. Kesetimbangan. Buku: . Tata McGraw-Hill Book Company.. Jenson.. New York.V. Sedimentasi. Mc. W. and Reed. 1975 5.S. Efekefek Panas. A. Termodinamika Proses Alir. Termodinamika (2 SKS) Hukum I dan konsep termodinamika. Sifat-sifat termodinamika Fluida.. cair. Sifat Termodinamika Campuran Homogen. John Wiley and Sons. London. Instrumentasi Kimia (2 SSKS) Prinsip-prinsip analisis secara spktrometri. Kaplan. kromatografi. 2. Alat angkut zat padat. T. Calculus and Linear Algebra. Hukum II Termodinamika.L. Konversi Panas. Inc.G. Penyelesaian model matematis yang telah tersusun secara analitis. and Lewis. New Delhi. Buku: 1. Pengadukan dan pencampuran. New York.E..S. Sifat Volumetris Fluida Murni. and Smith. G. Unit Operation of Chemical Engineering. 3. Unit Operations.. 3.J. D. Academic Press Inc. Aliran Fluida Tak mampat dan mampu mampat. Siklus Termodinamika. 1980. Phenomena mekanika fluida. H. V.. Inc.. Operasi Teknik Kimia I (2 SKS) Mekanika fluida: Fluida statis dan aplikasinya. McGraw-Hill Inc. et al... 1984. Mathematical Methods in Chemical Engineering. 1971. New York. dan gas. Foust. 1977. Inc. J. Sherwood.

. 1979. dan Elektrokimia. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia I. Tim Asisten. Jr. Radiation Detection and Measurement.F. Kromatografi. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi (2 SKS) Macam-macam radiasi. G. Water Chemistry of Nuclear Reactor Engineering. osmosis). 7 ed. Water Chemistry.. sintilator. detektor netron. Aliran dalam medium berpori. Pengendalian kualitas air. Buku: 1. Instrument Methode of Analysis. Statistik pengukuran radiasi. pencacahan GM. British Nuclear Energy Society. Pengosongan tangki. Pengolahan air dalam industri.H.F.. Pengadukan..L. Praktikum Instrumentasi Kimia ( 2 SKS) Spektrometri. John Weley and Sons. klorinasi. Piranti pencacahan: kamar ionisasi. Pemurnian air (penyaringan. H.A. Snoiyinc dan Jenkins. Berbagai macam detektor dan aplikasinya. Aliran Fluida. New York. 7. Praktikum Operasi Teknik Kimia I (2 SKS) Statika fluida.. pertukaran ion. Alat deteksi pengukuran dosis. semikonduktor. Produksi air dengan kemurnian tinggi (distilasi. 1988. Buku : . Willard. D.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 43 1.. 2. pH.. F. 6.. Meritt. Kimia Air (2 SKS) Sumber air. Setthe. 9. Sounders College Publishing. Buku: 1. Knoll. 1985 2. California. New York. Principles of Instrumental Analysis. Sifat fisika dan kimia air (konduktivitas. Interaksi radiasi dengan materi. Metode dan mekanisme pengukuran radiasi. Alat ukur aliran fluida. aerasi). 8. Alat deteksi pengukuran partikel. STTN-BATAN. potensial redoks). detektor proporsional. Wadworth Publishing Company. pengendapan. Jr. L. Buku: 1. Sedimentasi. Skoog.

Buku: 1. 10. Eliminasi Trial dan Error.S. dan radiasi. Perpindahan panas pada fasa yang berbeda. Inc. Diferensiasi. New York. Penyelesaian Numeris persamaan linier simultan. Praktikum Deteksi dan Pengukuran Radiasi (2 SKS) Pencacahan dengan detektor GM. Perhitungan dan perancangan alat pertukaran panas. G. Interpolasi/Ekstrapolasi. Perpindahan Panas (2 SKS) Konsep dasar perpindahan panas: konduksi. Statistik pencacahan. Penyelesaian Secara Numeris PD Parsiel. Gerald.. and Reed. Optimasi). Jenson. Mickley. STTN-BATAN. C.G. Petunjuk Praktikum ADPR. Mathematical Methods in Chemical Engineering. 4. konveksi. Buku: 1. 3. Perisai Radiasi. Process Heat Transfer. 1984. 2. and Jeffreys.44 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Matematika Terapan II Pengolahan Data Teknis. New York. Applied Mathematic in Chemical Engineering.. Tata McGraw-Hill Book Company. Kern. Persamaan Empiris. Penyelesaian Secara Numeris PD Ordiner. . Numerical Methods and Modeling for Chemical Engineers. Tim Asisten. (Penyajian secara grafis. McGraw-Hill Book Company. Kalibrasi alat ukur radiasi. V. C.. Tim Assisten.. STTN-BATAN. Petunjuk Praktikum Instrumentasi Kimia.. Academic Press. Semester IV 1. M. London.. Buku: 1..E. John Wiley & Sons. and Wheatley. 2.F. Waktu paruh radionuklida. 1984. Applied Numerical Analysis. 1977. 1984.S. Davis.V. Sherwood.O. Pengukuran radioaktivitas lingkungan. P. AddisonWesley Publihing Company. Integrasi. New Delhi. H.. London. T..E.

Kristalisasi. Dosimetri. G. G. McGraw-Hill inc. Kecelakaan radiasi dan pengamanan sumber radiasi.. Brown:. Kesetimbangan radiokimia. Alat pengumpan. Buku: 1.G. et. dan kimia inti. padat-cair. Mass Transfer Operations. Inc. 1980 4. 3. Difusi molekuler dan olakan. Radiokimia (2 SKS) Pengertian radiokimia. McGraw-Hill Book Company. Proteksi dan Keselamatan Radiasi (2 SKS) Dasar fisika radiasi. Introduction to Chemical Engineering. Kestabilan inti. 3. New York. Operasi Teknik Kimia II (2 SKS) Distilasi. Efek biologi radiasi. 6. A. cair-cair. Pemusing. Ekstraksi. Dasar proteksi radiasi. Adsorbsi (Pemisahan gas-cair. Brown:. 1955. 5.. New York. New York. Perundang-undangan ketenaganukliran. Unit Operations.. Deret keradioaktifan. padatpadat. 4. Pengangkutan zat radioaktif. Ayakan. Energi nuklir. Pita kestabilam. John Wiley and Sons. Buku: 1. Reaksi inti. kimia radiasi. Inc. Peluruhan radioaktif. Alat pemecah dan penggiling.. Alat Industri Kimia (2 SKS) Alat penyimpan.. 2.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 45 1982. Badger and Banchero. Ketentuan keselamatan radiasi.. 1980. Energi pengikat inti. Pengeringan.G. New York. Radionuklida alam dan buatan. Transmutasi inti. dan reaksi fusi. Unit Operations. padat-gas). Treyball. Buku: 1. P. Equlibrium Stages Separation. Penyaring. 1988. Inc. 2. Evaporator. Wankat. Perizinan. Foust. Principles of Unit Operations. . reaksi fisi. John Wiley and Sons. John Wiley and Sons.. New York.al. New York.S. McGraw-Hill Book Company.

silikat. McGraw-Hill Publishing Company. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia II. W. Chemical Synthesis of Advanced Ceramic Materials.. Tim Assisten. L. 9. logam yang mengalami deformasi rekristalisasi.F. Bandung. Wiryosimin.R. Ilmu Bahan I (2 SKS) Pengenalan Bahan: Beberapa sifat tertentu. Engineering Materials 2. Logam fasa tunggal: Paduan fasa tunggal. Michigan 2. Praktikum Radiokimia (2 SKS) Pengenceran isotop. Pengendapan. . Principles of Materials Science and Engineering. kisi. konduktivitas logam. isolator. Buku: 1. kerusakan logam oleh radiasi. Segal. Analisis pengaktifan netron. AddisonWesley Publishing Company. geometri bidang kristal. 3. polimer 3 dimensi. Sintilasi cair. M.V. sifat polikristal. Pergamon Press. sifat listrik polimer. Fasa molekuler: molekul raksasa. polimer linier. stabilitas polimer. Pengeringan Leaching. Smith. New York. ikhtisar ikatan kimia. proses pembuatan bahan keramik. γ. Mengenal Azas Proteksi Radiasi. keramik. Cambridge University Press. Elements of Materials Science and engineering.46 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. dan x.Kristalisasi. D. pemrosesan paduan fasa tunggal. Bahan keramik: fasa keramik. β.H..F. Ashby. Vlack. 7. S. semikonduktor dan superkonduktor serta alat-alatnya. difraksi sinar X. D.. Filtrasi. deformasi elastik dan plastik. deformasi bahan polimer. Ekstraksi.. Buku: 1. kristal keramik dan elektromagnetik. Praktikum Operasi Teknik Kimia II (2 SKS) Distilasi.. Pencacahan α. Susunan atom dalam bahan padat: kristal. perpatahan. sifat mekanik dan elektromagnet. 4. STTNBATAN. and Jones.H. Transportasi elektron dalam benda padat: pembawa muatan. Penerbit ITB. Adsorpsi. polimorfi. Absorpsi. 8.

Teknik Listrik (1 SKS) Generator Arus Searah. Alternator. Pemrograman Komputer (2 SKS) Pengenalan komputer. Motor Induksi. Teknik Tenaga Listrik. Pembuatan program komputer untuk membantu penyelesaian masalah bidang teknokimia nuklir. A. Pendidikan Pancasila (2 SKS) Pancasila sebagai konsep filsafat melalui pendekatan idealisme. Armico. Algoritma. dan pragmatisme. Program Komputer Metode Numerik meliputi integrasi numerik (simpson. Bandung. Penahan radiasi. Motor Serempak. dan Prasetyo. Buku: 1. 3. Muslimin Marappung. Diagram alir. diferensiasi numerik. Sediawan. Pemodelan matematis dan Penyelesaian . 3. Motor DC.. Tim Asisten. Runge Kutta. Bentuk dan Susunan Pancasila. dan aplikasinya dalam Teknokimia. Teknik Tenaga Listrik. Survey daerah radiasi. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional) 2. W. Transformator. Pradnya Paramita. Buku: 1. Pengantar Teknik Tenaga Listrik.B. Jakarta.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 47 10. Sumber hilang. Uji kebocoran pesawat X-ray. trapesoidal . STTN Semester V 1. realisme. Kedudukan dan Fungsi Pancasila. Abdul Kadir. Euler. Landasan dan pengertian pendidikan Pancasila Rumusan Pancasila. Buku: 1. LP3ES. Pembukaan UUD 1945. Newton Raphson. Pelaksanaan Pancasila. Teknik Pemrograman. Aris Munandar dan Kuwahana. UUD 1945. positifisme. humanisme. Pemrograman dengan bahasa program. eksistensialisme. Jakarta 2. Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi. Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi (2 SKS) Kontaminasi dan dekontaminasi. Penentuan waktu paruh.

G. konsep keselamatan radiasi.. M. New York. R.. New York. Dosimetri radiasi. Radikal bebas. Pengantar Teknologi Nuklir (2 SKS) Review Fisika Inti. bahan-bahan reaktor.W. Proses Kimia I (2 SKS) Konsep termodinamika dan kinetika dalam proses kimia. Mineral for The chemical and Allied Industries”. McGraw-Hill Book Company. Ilmu Bahan II (2 SKS) Bahan berfasa ganda I: Kesetimbangan. 3. 4. Radiolisis air dan larutan dalam air. Efek radiasi pada gas dan senyawa organik. John Wiley & Sons. Ion dan molekul tereksitasi. Batan. and Woods. Tinjauan umum PLTN. Yogyakarta. Buku: 1.. Inc. Prinsip kerja Reaktor Nuklir. Buku: 1. Inorganic Process Industries. 2. 5. The Macmilan Company. Prinsip Kerja reaktor nuklir. Proses Kimia untuk senyawa anorganik termasuk pengolahan bahan nuklir. Shreve’s Chemicals process Industries. dekomposisi austenit. An Introduction to Radiation Chemistry. Bagianbagian Reaktor Nuklir.. Polimerisasi Radiasi. sifat mekanik. J.. Interaksi radiasi dengan materi. sifat fisik. Johnstone. diagram fasa. 1997. Kimia Radiasi (2 SKS) Pengertian radiasi. komposisi fasa. pengendapan. Penerbit Andi. and Johnstone. 1984. 7. struktur mikro. Kobe.J.A. K. [paduan dan keramik komersiil. Sumber radiasi. Proses thermal: anil. kuantitas fasa. normalisasi. baja karbon dan baja paduan tanah. Pengantar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. S. Spinks. diagram fasa besi carbon.J. proses . John Wiley & Sons. New York.48 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Numeris dalam Teknik Kimia. Buku: 1. New York. hubungan kualitatif fasa.T. 6. Austin. laju reaksi.. fasa ganda. Bahan berfasa ganda II: Reaksi fasa padat.

laju korosi dan pengendalinya. H-NMR. kemampuan pengerasan (hardening). 1979. W. Gesekan Kimia. bahan moderator dll Buku: . Spektrofotometri Resonansi Magnetik Nuklir dan Carbon (CH-NMR dan C-NMR) Terjadinya Spektra H-NMR dan CH-NMR. Cara Interpretasi Spektra UV-Vis. Spektrometri Massa (MS): Ionisasi dan Fragmentasi. dan MS. and Jones.F. Pavia. Chemical Synthesis of Advanced Ceramic Materials.. M. Interpretasi data MS. Smith. Elusidasi struktur berdasarkan kombinasi data UV-Vis. bahan struktur. Saunder Philadelphia. pasangan galvanic.. G. AddisonWesley Publishing Company. 2. Ashby. Daur Bahan Bakar Nuklir. Buku: 1. D. Interpretasi Data Spektra Infra Merah.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 49 termal baja komersiiil.. 4. McGraw-Hill Publishing Company.F. New York. Proses Kimia bahan Nuklir (kelompok Proses) Proses Pemurnian Bahan Nuklir. Vlack. Pergamon Press. Senyawa yang dapat menghasilkan Spektra.S. Integrasi dan Pemecahan Spektrum. Elements of Materials Science and Engineering. Principles of Materials Science and Engineering.R. D. kayu dan komposit: kombinasi bahan. 8. Kriz. IR. Introduction to Spektroscopy. L.H. Terjadinya Spektra UV-Vis. Interpretasi data Spektra H-NMR dan C-NMR. Bahan kendali. Segal. Lampman.. Korosi logam: pelapisan secara elektro. P. Besi cor. piezoelektrik. dan optik. Buku: 1.. bahan yang diperkuat. C-NMR. 3.H. dielektrik. Engineering Materials 2.V..L. Pilihan A1 (2 SKS) 1. Spektroskopi (kelompok Analisis) Spektrofotometri UV-Vis. Cambridge University Press. beton. Michigan 2. Bahan magnetik. Spektrofotometri Infra Merah.

dan daratan. Yogyakarta. Petunjuk Praktikum Kimia Radiasi.. dll. Buku: 1. politik dan strategi nasional.. Tim Asisten. Benedeick. Membuat dan menjalankan program komputer untuk membantu penyelesaian masalah bidang teknokimia nuklirt. R. sistem hankamnas. 2. W. Pemodelan matematis dan Penyelesaian Numeris dalam Teknik Kimia. Pemantauan lingkungan. Pengantar Ilmu Lingkungan (kelompok Lingkungan) Pengertian dasar pencemaran air. udara. Dasar ekologi. Nuclear Chemical Engineering. Semester VI 1. W. ketahanan nasional. A. dan aplikasinya dalam Teknokimia Buku: 1.50 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. STTN-BATAN. dan Prasetryo. E. Praktikum Pemrograman Komputer (2 SKS) Membuat dan menjalankan program komputer untuk menyelesaikan kasuskasus dalam teknokimia. Steward. Dampak Pencemaran Lingkungan. Pendugaan dampak lingkungan. Penerbit Andi. diferensiasi numerik. wawasan nusantara. 9. Euler.H.B. and Lightfoot. cairan.B. Sediawan. Transfer Massa Buku: 1. Transfer Energi. 10.. Runge Kutta. Praktikum Kimia Radiasi (2 SKS) Pengaruh radiasi terhadap zat padat. Bird. Pengaruh radiasi terhadap senyawa organik. Komponen pencemaran. Program Komputer Metode Numerik meliputi integrasi numerik (simpson. AMDAL. Transport Phenomena. trapesoidal. Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan. Newton Raphson. Proses Transfer (2 SKS) Transfer momentum.E. dan gas. 3. ..

Wilson. Fundamental of Momentum. Hidrogenasi. Levenspiel. 1998 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 51 McGraw-Hill Book Company inc.. Aplikasi Teknik Nuklir (2 SKS) Teknik gauging. Polimerisasi... Unit Processes in Organic Synthesis. Kecepatan reaksi. Perancangan Bejana Tekan. 1952.. Reaksi heterogen non-katalisis. John Wiley & Sons. Heat and Mass Transfer. Teknik Logging. Fogler.. 2. 1960. Sterilisasi dan pengawetan dengan cara radiasi. 2. 1979.E. Teknik Perunut. Reaksi katalisis heterogen.E. New York. Alkilasi. Proses Kimia II (2 SKS) Proses Kimia untuk senyawa organik. Inc. Scale-up Alat proses. S. and Wicks. Kinetika Reaksi Kimia (2 SKS) Neraca mole. Perancangan Menara. Buku: 1. Halogenisasi. 5. Buku: 1.Graw-Hill Book Company. Prentice-Hall. J.. Teknik Perunut. New York. London. Mc.E. Deaktivasi katalisator. . London. Bioproses. 6. dan konversi. C. Elements of Chemical Reaction Engineering.Kinetika reaksi homogen elementer dan kompleks. Nitrasi. 1992. analisis radiometerik. 3. R. Prentice Hall Inc. 4. New York. Termodinamika dan Kinetika dalam proses kimia. Chemical Reaction Engineering. Fundamentals of Chemical Reaction Engineering.. Inc. Esterifikasi. Holland and Anthony. Welty. Polimerisasi radiasi. Sintesa Hidrokarbon dan Hidroformilasi. Perancangan Alat Proses Perancangan Alat Penyimpan. Esterifikasi. Oksidasi. Groggin. Aminasi. stoikiometeri. Hydrolisis. Pengumpulan dan analisis data kecepatan reaksi.. Sulfonasi dan Sulfatasi. Penglapisan permukaan. O.

Instalasi Nuklir. Proces Equepment Design 2. Gulf Publishing Company. Perkembangan kromatografi Buku: 1. Cair Kinerja Tinggi. Pengendapan. Polimerisasi.. Pilihan A2. Applied Process Design for Chemical and Petrochemical Plants. Ludwig. California.H. Cara Analisis Kualitatif.F. Asas Umum dan pola pikir ketoksikan. Proses Kimia Bahah non-nuklir. Meritt. Essential of Toxicology. D. 3. Uji ketoksikan Buku: 1. Jenis Kromatografi: Kromatografi kolom... Loomis. 8. Houston. Willard.. Lapis tipis. Laboratorium. Bioproses. Kromatografi Dasar-dasar dan teori pemisahan dari berbagai jenis senyawa kimia dengan cara kromatografi. Elektrolisis. Proses Kimia Bahan Nuklir. Jr. Peleburan. 7. E.. New York. H.. Pengelolaan Limbah Radioaktif. Instrument Methode of Analysis.E. Lea & Febiger. Toksiko Ekologi Sejarah Arti dan Makna toksiko ekologi. (2 SKS) 1. Principle of Instrumental Analysis. Bronell and Yaung. kuantitatif..52 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Buku: 1. Skoog. 1988. dasar-dasar toksikologi klinik dan industri. Jr. .. Setthe. T. Philadelphia.. 1985.XL. Sounclins College Publishing. dan cara preparasi. Gas. Pengelolaan Limbah Pengelolaan Limbah Industri. Proses Kimia Bahan Nuklir. Jenis detektor. 2. A. Kertas.Sintesis senyawa organik dan anorganik ditinjau dari segi termodinamika dan kinetika.A. Wadworth Publishing Company. F. 2. Praktikum Proses Kimia (2 SKS) Proses Kimia untuk bahan anorganik: Pelarutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketoksikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketoksikan.

STTNBATAN. 4. Petunjuk Praktikum Ilmu Bahan.. aaplikasi teknik nuklir dalam bidang kimia. Buku: 1. Metodologi Penelitian (2 SKS) Arti.A. 3. STTN-BATAN. Manajemen Proyek (2 SKS) . Perundang-undangan Tenaga Nuklir (1 SKS) Perundang-undangan tenaga nuklir. 9. Penggunaan perunut radioaktif untuk mengetahu kebocoran pipa dan kecepatan alir fluida. Perumusan masalah. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. Landasan Teori. Pengumpulan dan pengolahan data. fungsi dan jenis penelitian. Praktikum Ilmu Bahan (2 SKS) Granulasi dan analisis distribusi butiran. Tim Asisten. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. Kundari. Penulisan karya ilmiah. Metodologi Penelitian Bidang Teknokimia. pengelolaan limbah. Tim Asisten. Praktikum Aplikasi Teknik Nuklir (2 SKS) Teknik Gauging. Penetuan densitas dan luas permukaan zat padat. 2006. 2. Petunjuk Praktikum Proses Kimia. pengiriman bahan nuklir.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 53 Buku: 1. Buku: 1. Rancangan Penelitian. Pembuatan paduan logam. Peraturan-perraturan dan ketentuan yang berkaitan dengan ketenaga nukliran. Yogyakarta. Pendidikan Agama II Peran Agama dalam menghadapi globalisasi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknik Penyajian. STTN-BATAN Semester VII 1. Penelusuran acuan. industri. kedokteran dan farmasi. N. Pengaruh parameter pada pressing dan sintering. 10.

Reaktor non ideal. 1973. Project Management: System Approach To Planning. New York. McGraw-Hill Kogakusha. John-Wiley & Sons. Reaktor Kimia (2 SKS) Perancangan reaktor isotermal. dan asuransi. 3. Perancangan reaktor non-isotermal. LTD.L. Evaluasi proyek. staffing.. Aspek tekno-ekonomi dalam manajemen proyek. McGraw-Hill Book Company. K. organizing. Perancangan reaktor katalisis. Alat Kontrol Proses (2 SKS) Control instruments: Feedback Control. biaya tak langsung. modal kerja.. directing. Controller. Vibrant & Dryden. Control valves. Tokyo. Perencanaan usaha dan jaringan kerja. McGraw-Hill Book Company. Chemical Engineering Plant Design. . Frequency domain synthesis. Alat-alat manajemen proyek. manufaktur. depresiasi. direct plant cost. Feedforward control. Pembandingan rencana investasi. New York 2. Transmitters.S. Laplace domain synthesis. Penjualan dan keuntungan. W. 6. Harold Kezner.D. Sensor. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT. Prinsip-prinsip manajemen. Ruang lingkup projek. Konsep nilai uang dan waktu. Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning..54 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Konsep dan definisi. Reaktor multifase. Pengeluaran umum. Peters. Biaya manufaktur: Biaya langsung. Process Modelling Simulation and Control for Chemical Engineers. Buku: 1. pajak. Plant Design and Economics for Chemical Engineers. Physical plant cost. Scheduling and Controling. Luyben. 5. Stephanopoulos: Chemical Process Control 2. lima level work breakdown structure. Buku: 1. M. Investasi modal: modal tetap. and Timmerhaus. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. riset dan pengembangan. 2001. Buku: . Feedforward control. Pengaruh kondisi terhadap beaya dan keuntungan. controlling. Time domain synthesis.

Voltrametri. Prentice-Hall International. S. dan pengujian di laboratorium. Catatan kontrol bahan. Keselamatan reaktor. audit. NMR. Inc. Indikator radioaktivitas. Chemical Reaction Engineering. dan Pengendalian Bahan Nuklir (1SKS) Neraca bahan tertutup. Levenspiel. Buku: 1. prosedur dan form. Pengamanan. New York. dan tindakan perbaikan. Radioaktivitas lingkungan. Kontrol internal.. Spektroskopi elektron. Badan Standarisasi Nasional. Sistem Manajemen Mutu. ISO 9001. Pengenalan Reaktor Nuklir (1 SKS) Prinsip kerja reaktor nuklir. Jaminan kualitas untuk penelitian. London.. PLTN diantara pembangkit listrik yang lain. 2. O. PLTN. Bagian-bagian reaktor nuklir. Amperometri. Pilihan A3: (2 SKS) 1. 3. Elements of Chemical Reaction Engineering. 8. Elektrokimia Potensiometri. 7. dan ilmu pendukung utama bioteknologi. Persyaratan dasar jaminan kualitas. Radio Ekologi Pengertian dasar radioekologi. 2. Konduktometri. Sertifikasi. pengawasan bahan nuklir. London. Sitem Manajemen Mutu (2 SKS) Konsep dasar sistem manajemen mutu. Holland and Anthony. Electrogravimetri. non-conformce. 9. John Wiley & Sons. International Standard Organization. 2.. Fermentasi . Pilihan B 1. Sistem Pembukuan.. Inc. Konsep pengendalian. Fundamentals of Chemical Reaction Engineering. Fogler. Prentice Hall International. ESR. Jenis Reaktor Nuklir. Manajemen bahan nuklir. Efek radiasi 10. Inc. XRF. 3. Bioteknologi (2 SKS) Sejarah.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 55 1. ruang lingkup. pengoperasian reaktor.

Introduction to Health Physics. dari hasil belah U235. Akselerator lingkaran. Bapeten. proses pemisahan. Ketentuan SIB. 4. and Reed.. generator dan kit RIA. Pengunduhan produk fermentasi. A. 11. Cember. 2nd Ed. Sistem akselerator partikel. akselerator linier. Produksi Radio Isotop Teknik produksi radioisotop : melalui aktivasi netron. pemeriksaan kualitas produk. Strategi Rekayasa Proses (2 SKS) . Produksi netron dalam aktivasi. 2002. Penggunaan zat radioaktif dalam industri. Pusdiklat Batan. Herman. 4. McGrawHill Inc. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran.56 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 dan mikroorganisme untuk industri.. Rekayasa genetik dan peranannya dalam bioteknologi Buku: 1.L. Macam akselerator dan aplikasinya. 3. Diktat. Metabolit primer dan sekunder. pembuatan radiofarmaka. H. Principle of Biotechnology 2. penyiapan sasaran. 2002. Overview rumus-rumus dalam proteksi radiasi.. G. Bapeten. 2005.1983. 2. Buku : 1.. Limbah ZRA. Materi Rekualifikasi I-Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir. Jakarta. iradiasi sasaran. Biotechnology 2. senyawa bertanda. Tindakan penanggulangan kecelakaan radiasi. Melalui partikel dipercepat. Wiseman. Kursus Petugas Proteksi Radiasi. Teknologi Akselerator (2 SKS) Prinsip dasar akselerator. Desain ruang pesawat sinar-X.. 3. Penggunaan radiasi sinar-X dalam industri. Jakarta. Rehm. Aplikasi. Jakarta. Proteksi Radiasi Lanjut Dosimetri.

. D. Teknoekonomi PLTN 3. cara kerja dan amplikasi (ECG. C. Instrumentasi Medik Fungsi. L. 2. Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. 3. Sistem instrumentasi (Cardiac.. medis ultra sound. and Watson. New York. Van Nostrand Reinhold Company. tranduser). sharpness. Optimasi satu variabel. dan merawat dekomisioning. 2006 5. Biegler.I. Teknik (in-vitro.F. Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. Optimasi Banyak Variabel. R. Pacemaker. 13. Defibrilator dan Hemodialisis). aspek biologis). Teknik pencitraan gelombang (US... EEG.T. E. Systematic Methodes of Chemical Process Design. London. JAERI. Dasar fisika resonansi magnet nuklir. IAEA. hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik. arus. 12. 2. penetrasi.. Buku: 1. Sifat-sifat (X-rays. tipe interaksi foton. karakteristik. mengoperasikan. Inc. Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 57 Analisis Sistem dalam Teknokimia. Optimization for Engineering Systems. 1978. Tekno Ekonomi PLTN Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun. radioisotope tracer).. Perangkat X-rays (tabung X-rays. in-vivo. filtrasi). Analisis Ketidakpastian dalam Teknikkimia Buku: 1. Chemical Process Design. Teknologi dan Perencanaan Energi. 4. McGraw-Hill Inc. New York. EMG). Detektor nuklir (system deteksi radiasi. Dekomisioning Reaktor Triga. Smith. kontras).C.. Pelatihan BATAN. Prentice-Hall International. R. radioisotope untuk pencitraan). 1988 4. energi. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant. Review spec dan unjuk kerja perangkat . and Westerberg. Eko Edy Karmanto. kVp.W.. Linier Programming. Optimasi dalam Teknokimia: Optimasi Analitis. Rudd. Viena. Stategy of Process Engineering. Pencitraan Fisiologi/fungsional. Grossmann. Pike.

Steve Webb.Narurkar.V. MRI dan Nuklir).R. Mengerjakan tugas khusus yang diberikan pembimbing. Melaksanakan penelitian/Membuat/Mengerjakan tugas. Mahasiswa mengajukan usulan yang berisi: Latar belakang. Tata McGraw Hill Company Limited.58 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 pencitraan medis (X-rays. 3. Tugas Akhir (5 SKS) Tugas Akhir dapat berupa penelitian. 1994. Handbook of Nuclear Medicine Instruments. menjawab pertanyaan dari peserta lain. Balvinder Singh. Institute of Physics Publishing. New Dilhi. 2. Buku: 1. 1977. Reprint 1993.C. Manajemen dan tugas-tugas unit. Fosbinder and Charles A. sintesis. New Delhi. Semester VIII 1. The Biomedical Engineering Handbook. B. . dan rencana penelitian. penerapan teknologi. Topik makalah berkaitan dengan Teknokimia Nuklir. Robert A. Perumusan masalah. Bristol and Philadelphia. R. Seminar (1 SKS) Menulis makalah yang diberikan Pembimbing. perancangan alat. IEEE Press. CRC Press.S. Kerja Praktek (3 SKS) Kerja Praktek di unit penelitian atau industri terkait dengan bidang teknokimia Nuklir. Rathod. 5. pengembangan analisis. landasan teori. Copyright 2002.Bhairi. pengujian laboratorium.Khandpur. Handbook of Biomedical Instrumention. Membuat laporan tertulis. Tata McGraw Hill Publishing Company Limited. 14. Editor in chief. 4. Organisasi. N. Kesley. studi perbandingan. McGraw Hill Medical Publication Division. New York. The Physics of Medical Imaging. Joseph D. P.Bronzino. hipotesis. Tinjauan pustaka. Membuat Laporan Tugas Akhir dengan format yang telah ditentukan dibawah bimbingan Dosen untuk dipertahankan dalam ujian komprehensif dan Ujian Lisan di depan dewan penguji. menyajikan. Essential of Radiology Sciences. 2. USG.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

59

BAB VI. JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR Bidang Teknofisika adalah bidang ilmu yang secara umum mengamati fenomena fisis alam, mempelajari hubungan sebab-akibat, menurunkan formula matematika, mengimplementasikannya dalam bentuk alat (tool), alat ukur (instrument), proses, perkakas (equipment), bahkan sebuah sistem lengkap atau plant. Dalam bukunya Sears & Zemansky, fisika disebut juga ”science of measurement”, karena pengamatan fenomena alam tersebut mengharuskan penjabaran dalam bentuk pengukuran besaran-besaran fisis yang terlibat dalam fenomena alam tersebut. Oleh karena itu, bidang ilmu fisika ini banyak dikembangkan untuk mendukung pengembangan alat ukur di samping pengembangan proses atau plant. Teknofisika Nuklir lebih mengkhususkan pada pengamatan proses berkaitan dengan reaksi nuklir serta radiasinya dan pengukuran besaran-besaran fisisnya dalam rangka monitoring dan pengendalian proses tersebut sehingga pemanfaatan proses dan energi nuklir berlangsung secara terukur, terkendali serta aman terhadap pekerja, fasilitas, dan lingkungan. Untuk itu perlu dikembangkan bidang ilmu fisika terapan yang secara khusus mempelajari bagaimana proses nuklir tersebut berlangsung, serta mengukur dan mengendalikannya. Pengamatan, pengukuran dan pengendalian proses nuklir memerlukan bidang-bidang pengetahuan yang lebih spesifik yaitu elektronika, listrik, mekanik dan instrumentasi. Berdasarkan bidang-bidang keilmuan tersebut, Jurusan Teknofisika Nuklir menyelenggarakan dua program studi yaitu : 1. Program Studi Elektronika Instrumentasi 2. Program Studi Elektromekanik. A. JURUSAN DAN TUJUAN Tujuan penyelengaraan jurusan Teknofisika Nuklir adalah dihasilkannya tenaga profesional sarjana sains terapan yang mampu mensinergikan kemampuan analisis dan keahlian dalam bidang elektronika-instrumentasi dan elektromekanik. Kompetensi Lulusan Program Studi Elektronika Instrumentasi meliputi :

60

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

1. Mampu mengoperasikan alat elektronik dan instrumentasi nuklir. 2. Mampu merancang dan merekayasa alat bantu/instrument elektronik untuk pengukuran parameter proses nuklir maupun industri. 3. Mampu mengkalibrasi alat instrumentasi elektronik. 4. Mampu melakukan perawatan peralatan fisika/instrumentasi. 5. Mampu membuat program aplikasi untuk akusisi data proses serta mengkomunikasikan data proses tersebut ke pusat sistem informasi. 6. Mampu mengoperasikan sistem berbasis mikroprofessor dan membuat program aplikasi untuk sistem mikrokontroler. 7. Mampu mengoperasikan Pragrammable Logic Controller dan ProportionalIntegral-Derivative Controller. 8. Mampu melaksanakan kegiatan litbang secara mandiri serta membimbing teknisi yunior. 9. Setelah menempuh ujian untuk memperoleh lisensi, dapat bertugas sebagai petugas proteksi radiasi . Kompetensi Lulusan Program Studi Elektromekanik meliputi : 1. Mampu mengoperasikan peralatan elektromekanik dan instrumentasi. 2. Mampu merancang dan merekayasa alat bantu/instrument elektromekanik untuk pengukuran parameter proses nuklir maupun industri. 3. Mampu mengkalibrasi alat instrumentasi elektromekanik. 4. Mampu melakukan perawatan peralatan elektromekanik. 5. Mampu mengoperasikan sistem kendali elektronis berbasis relay maupun PLC. 6. Mampu mengintegrasikan peralatan elektromekanik ke dalam sistem monitoring dan kendali. 7. Mampu melaksanakan kegiatan litbang secara mandiri serta membimbing teknisi yunior. 8. Setelah menempuh ujian untuk memperoleh lisensi PPR, dapat bertugas sebagai petugas proteksi radiasi. 9. Mahasiswa akhir program studi Eletromekanik juga diberi kemampuan untuk dapat mengikuti ujian lisensi UTR/Radiografi.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

61

B. FASILITAS LABORATORIUM Untuk mendukung tujuan penyelenggaraan Jurusan Teknofisika Nuklir, proses belajar mahasiswa setiap prodi memanfaatkan laboratorium-laboratorium baik dilingkungan STTN, lingkungan BATAN pada umumnya serta di beberapa laboratorium di Universitas Gadjah Mada. Untuk lingkungan STTN, unit-unit dan laboratorium terebut antara lain Laboratorium Fisika Dasar, Unit Gambar Teknik, Elektronika, Instrumentasi dan Spektroskopi, Instrumentasi dan Kendali, Unit Komputer, dan laboratorium Radiografi, Unit proteksi radiasi, Unit bengkel mekanik, serta laboratorium atau unit di lingkungan BATAN yaitu Reaktor Nuklir Kartini, Balai Instrumentasi, Balai Elektromekanik dan Unit Akselerator. Untuk meningkatkan penguasaan Bahasa Inggris disediakan pula Laboratorium Bahasa. Praktikum proses produksi II diharapkan akan melengkapi keahlian untuk mahasiswa program studi Elektromekanik. Laboratorium Fisika Dasar Laboratorium ini memiliki peralatan-peralatan untuk praktikum fenomena fisika dasar yaitu fenomena listrik, optik dan getaran. Laboratorium Elektronika Keahlian berkaitan dengan bidang elektronika diberikan melalui praktikumpraktikum elektronika dasar, analog, dan digital. Laboratorium ini memiliki peralatan-peralatan yang memadai untuk kegiatan praktikum tersebut. Laboratorium Instrumentasi dan Kendali Laboratorium ini menyelenggarakan praktikum untuk membentuk keahlian dasar dalam bidang sistem kendali yaitu melalui praktikum-praktikum kendali proses PID dan kendali berbasis PLC. Laboratorium Instrumentasi Nuklir Keahlian mengenai monitoring radiasi dan analisis spektrosopinya diberikan di laboratorium ini. Keahlian ini memberikan dasar-dasar instrumentasi nuklir seperti yang diperlukan dalam pengoperasian peralatan radiologi dan pengujian industri.

62

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Laboratorium NDT/Radiografi Radiografi merupakan salah satu teknik yang banyak dimanfaatkan untuk pengujian keandalan mekanis peralatan proses di indutri. Laboratorium ini memberikan praktikum-praktikum untuk membekali keahlian kepada mahasiswa berkaitan dengan pengujian bahan tersebut. Unit Proteksi Radiasi Laboratorium ini menyelenggarakan praktikum dalam bidang proteksi radiasi mencakup eksperimen dan analisis menggunakan sumber radiasi dan penentuan dosis radiasi untuk mengetahui batas-batas penyinaran radiasi yang aman terhadap operator. Unit Komputer Keahlian di bidang komputer dan komputasi diajarkan di unit ini. Kegiatan-kegiatan praktikum seperti pemrograman komputer, simulasi kendali, dan gambar teknik juga dapat diselenggarakan di unit ini. Unit komputer juga mengadakan workshop secara periodik di bidang komunikasi data dan jaringan berbasis Linux. Unit Gambar Teknik Keahlian menggambar teknik merupakan keahlian dasar yang dibutuhkan sebagai sarjana teknik pada umumnya. Unit Gambar Teknik ini memiliki peralatan menggambar secara manual dengan menggunakan mesin gambar. Keahlian menggambar teknik dengan komputer juga sedang dikembangkan tetapi diselenggarakan di Unit Komputer. Lab. Listrik dan Sistem Tenaga Berbagai keahlian berkaitan dengan listrik dan sistem tenaga diberikan di laboratorium ini seperti grounding, switching, proteksi dan isolasi, dan distribusi listrik serta uji keandalan komponen listrik. Unit Bengkel Mekanik Unit bengkel mekanik menyelenggarakan praktikum-praktikum proses prosuksi seperti pembubutan, pengelasan, penekukan, dan pemotongan bahan mekanik.

pengoperasian. pengujian. PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA INSTRUMENTASI 1. 2. Mampu mengoperasikan. Hal ini disebabkan bahwa peralatan-peralatan tersebut pada umumnya sarat dengan teknologi elektronika dan instrumentasi di samping memerlukan perlakuan khusus berkaitan dengan adanya radiasi. Misi Program Studi Elekronika Instrumentasi dirancang agar lulusannya: 1. industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya. pengoperasian serta pemanfaatan peralatan atau intalasi nuklir/radiasi baik untuk keperluan medis. mendistribusi. pembuatan. penggunaan. 2. menguji dan analisis kinerja pada penggunaan alat-alat elektronika instrumetasi dalam lingkungan industri nuklir maupun non-nuklir berkaitan dengan aspek keselamatan untuk pekerja. dan atau mengoperasikan instalasi radiasi berktaitan dengan aspek legal dan keselamatan penggunaannya.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 63 C. Tujuan Program Studi Di Indonesia. fasilitas dan lingkungan pada umumnya. maupun inspeksi dan pengujian peralatan proses industri sangat luas. Mampu memberikan supervisi bagi industri jasa yang menjual. Bidang-bidang pekerjaan . perbaikan. industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya. dan perawatan alat-alat instrumentasi elektronik yang digunakan baik pada industri nuklir. Pengoperasian dan pemanfaatan peralatan ini membutuhkan tenaga-tenaga supervisi yang handal yang mempunyai keahlian dan analisis baik dalam bidang-bidang ilmu fisika terapan maupun fisika nuklir/ radiasi. Visi & Misi Visi Menjadi penyelenggara pendidikan yang mampu menghasilkan sarjana sains terapan yang siap berkembang dan berkarya secara profesional dalam bidang instrumentasi berbasis elektronik baik untuk industri nuklir. Mampu menunjukkan kemampuannya secara profesional dan mampu mensinergikan keahlian dan daya analisisnya dalam perancangan. 3.

struktur kurikulum prodi elin menawarkan 4 mata kuliah pilihan (8 SKS) yang terbagi ke dalam 3 kelompok mata kuliah pilihan wajib yaitu kelompok pilihan instrumentasi nuklir. kurikulum program studi Elektronika Instrumentasi dirancang sedemikian sehingga mahasiswa lulusannya mendapatkan kompetensi yang memadai (core competence) dalam bidang instrumentasi elektronik. sedangkan 1 SKS praktikum adalah 3 jam tatap muka. instrumentasi. Struktur Kurikulum Kurikulum program studi baik untuk program studi elektronika instrumetasi maupun elektromekanik dirancang untuk dapat memberikan bekal kompetensi sarjana sains terapan yang cukup yaitu 148 SKS dengan komposisi teori 100 SKS dan praktek 48 SKS. dan radiasi) tersebut. mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni serta mempunyai bekal tambahan baik perilaku berkehidupan bersama maupun perilaku berkarya sesuai dengan standard yang berlaku secara nasional. maka beban belajar mahasiswa secara riil adalah 100 jam teori (40 %). Berdasarkan Kurikulum Standard Diknas.64 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 tersebut tentu saja memerlukan banyak tenaga kerja yang mampu memenuhi keahlian kombinasi antara elektronika. . Tujuan penyelenggaraan program studi ini adalah untuk menghasilkan sarjana sains terapan yang dapat memenuhi tuntutan keahlian multi-disiplin (elektronika. Untuk lebih menekuni bidang keahlian tertentu. 3. serta memiliki keunggulan komparatif dalam bidang instrumentasi nuklir. MPB. ditambah 144 jam praktek (60 %) termasuk praktek kerja lapangan. kurikulum Prodi Elin terdiri dari 75 % mata kuliah inti (MKK dan MKB) serta 25 % mata kuliah penunjang (MPK. kendali dan robotika serta pilihan teknologi reaktor. Dengan demikian. instrumentasi. Dengan komposisi tersebut. Oleh karena 1 SKS teori adalah 1 jam tatap muka. MBB). dan radiasi.

Pendidikan Agama I 2.3 % 2 8 28 2 48 32. 4. 3. Bahasa Inggris 3. Pancasila SKS T P 2 2 2 Semester I II III 2 . Perbandingan SKS dan Beban Kerja (jam) Teori dan Praktek I II III IV V VI VII VIII Tr Pr Tr Pr Tr Pr Tr Pr Tr Pr 12 8 12 8 14 6 19 0 0 8 20 20 20 20 8 Praktek = 48 SKS Total = 148 SKS Jam Praktek = 144 (60%) Jam Total = 244 Tr Pr Tr Pr Tr Pr 14 6 14 6 12 8 20 20 20 Teori = 100 SKS Jam Teori = 100 (40%) 5. 5. Distribusi Matakuliah Berdasarkan Standard Diknas No 1.7 % 148 100 % MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) No. Kelompok (elemen kompetensi) Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB) Prosentase Inti (Utama) Institusional Pendukung Lainnya Jumlah SKS 12 40 76 12 8 10 32 48 10 8 100 67. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 65 4. 2.

Statistik 10. Matematika Teknik Matematika II 11. 4. P. 7. 8. Kimia Umum 5. Numerik Teknik 14.66 4. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Perpindahan Panas 16. Elektronika Dasar 4. Fisika Dasar I 3. Agama I 2 2 10 V VII 2 Semester MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. 1. 8. Mekanika Fluida JUMLAH MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. Matematika I 2. Thermodinamika 12. Fisika Modern Fisika Dasar II Matematika 13. Kewarganegaraan Pendidikan Agama II JUMLAH Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pend. NAMA MATA KULIAH Praktikum Gambar Teknik Arsitektur & Jaringan Komputer Elektronika Analog Alat Ukur & T. Pengukuran Alat Deteksi & Pengukuran Radiasi (ADPR) Elektronika Digital Elektronika Nuklir Instrumentasi Nuklir PRASYARAT SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 2 2 2 I I I I II II II II II III III III IV IV IV IV 2 8 Semester SKS T P 2 2 I I II II III III IV IV Elektronika Dasar 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Elektronika Analog Elektronika Analog dan Elektronika Digital ADPR . Matematika II Matematika I Teknik Listrik 7. Ilmu Bahan 6. 5. 5. Fisika Reaktor Fisika Modern 15. 3. 2. Komputer & K. Fisika Dasar II Fisika Dasar I 9. 6.

11. 3. 17. 21. 12. 18. 10. 5. 4. 15. 19. 16. 14. 1. 2. Mikroprosesor PLTN dan Pembangkit Konvensional Teknik Isyarat Teknik Instrumentasi & Kendali UTR/Radiografi Teknik Antar Muka Pengolahan Isyarat Sistem Mikrokontroler Pemeliharaan Instr. 13. NAMA MATA KULIAH Proteksi & Keselamatan Radiasi Perundang-undangan Tenaga Nuklir Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & Ergonomi Seminar Manajemen Proyek JUMLAH PRASYARAT ADPR Proteksi & Keselamatan Radiasi SKS T P 2 1 2 2 2 V VII VII VII VII VII Kerja Praktek 1 2 9 2 . Nuklir Kinetika dan Pengendalian Reaktor Teknik Kendali Digital Perancangan Instrumentasi Metodologi Penelitian JUMLAH 2 2 2 2 2 2 MK WAJIB PERILAKU BERKARYA (MPB) No. 20.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 67 Elektronika Digital Fisika Reaktor Elektronika Digital Elektronika Digital ADPR Elektronika Digital Teknik Isyarat Mikroprosesor Instrumentasi Nuklir PLTN dan Pembangkit Konvensional Teknik Instrumentasi & Kendali Teknik Instrumentasi & Kendali 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 26 2 IV V V V V V VI VI VI VI VI VI VI VI Semester 9. 6.

68 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK PILIHAN (WAJIB MINAT) (MKB) No. 7. 3. 2. 3. 4. 2. 1. NAMA MATA KULIAH Proteksi Radiasi Lanjut Sistem Pencacah Nuklir Teknologi Akselerator Sistem Telemetri Electronic Security Tekno Ekonomi PLTN Instrumenasi Medik PRASYARAT Proteksi & Keselamatan Radiasi VII VII VII VII VII VII VII PLTN dan Pembangkit 2 Konvensional ADPR 2 MK WAJIB BERKEHIDUPAN BERSAMA (MBB) KODE 1. 1. 6. 3. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT Minat Instrumentasi Nuklir Instrumentasi Akselerator Sistem Akuisisi Data Kecerdasan Buatan Minat Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Inteligent Sensor Minat Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor JUMLAH SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 SKS T P 2 2 2 2 2 Semester VII VII VII VII VII VII VII VII VII Semester MK PILIHAN BEBAS (PILIHAN 1 MK) No. 3. 2. 5. 2. 1. 1. 2. NAMA MATA KULIAH Kerja Praktek Tugas Akhir JUMLAH SKS T P 3 5 8 Semester PRASYARAT VII VII .

Elektronika Dasar MKB Prakt. Elektronika Analog Prakt. Gambar Teknik JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 14 Semester II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN201 STN202 TFN203 TEI204 TEI205 TFN206 TFN207 TFN208 TEI209 TFN210 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MKK MKK MKK MKB MKK MKB MKK MKK MKB MKB Matematika II Statistik Fisika Dasar II Elektronika Analog Teknik Listrik Alat Ukur & T Pengukuran Ilmu Bahan Prakt. Pengukuran JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 . Susunan Kurikulum Program Studi Elektronika-Instrumentasi Semester I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 TFN104 TFN105 TFN106 TEI107 TFN108 TEI109 TFN110 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MPK MKK MKK MKK Pendidikan Agama I Bahasa Inggris I Matematika I Fisika Dasar I Kimia Umum Arsitektur & Jaringan MKK Komputer MKB Elektronika Dasar MKK Prakt. Fisika Dasar II Prakt. Fisika Dasar I MKK Prakt.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 69 6. Alat Ukut & T.

Komputer & K. Elektronika Nuklir JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 12 . Numerik MKK Fisika Reaktor MKB Elektronika Nuklir MKK Mekanika Fluida MKB Instrumentasi Nuklir MKB Sistem Mikroprosesor Prakt. Pemrorgaman & K MKK Numerik MKB Prakt. Sistem Mikroprosesor MKB Prakt. Instrumentasi Nuklir MKB Prakt.70 Semester III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN301 TFN302 TFN303 TFN304 STN305 TEI306 TFN307 STN308 TEI309 STN310 Kelompok Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MKK MKK MKK Pendidikan Pancasila Matematika Teknik Fisika Modern Termodinamika Alat Deteksi& Pengukuran MKB Radiasi (ADPR) MKB Elektronika Digital MKK Perpindahan Panas MBB Praktek Bahasa Inggris MKB Praktek Elektronika Digital MKB Praktek ADPR JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 14 Semester IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode TFN401 TFN402 TEI403 TFN404 TEI405 TEI406 TFN407 TEI408 TEI409 TEI410 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MKK P.

Teknik Instrumentasi & MKB Kendali Prakt. Teknik Antarmuka MKB Komputer Prakt. Sistem Mikrokontroler Prakt. Pemeliharaan MKB Instrumentasi Nuklir Prakt.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 71 Semester V No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN501 STN502 TFN503 TEI504 TEI505 TEI506 TFN507 TEI508 TEI509 STN510 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Kelompok PLTN dan Pembangkit Konvensional Proteksi & Keselamatan MPB Radiasi MBB UTR/ Radiografi Teknik Instrumentasi & MKB Kendali MKB Teknik Isyarat MKB Teknik Antarmuka Komputer MKB Prakt. Kinetika & MKB Pengendalian Reaktor JUMLAH MPK 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 . Proteksi & Keselamatan MPB Radiasi JUMLAH MKB 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 12 8 Semester VI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN601 TFN602 TEI603 TEI604 TEI605 TEI606 TEI607 TEI608 TEI609 TFN610 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Kewarganegaraan Kinetika dan Pengendalian MKB Reaktor MKB Pengolahan Isyarat MKB Sistem Mikrokontroler Pemeliharaan Instrumentasi MKB Nuklir MKB Teknik Kendali Digital MKB Perancangan Instrumentasi MKB Prakt. UTR/Radiografi Prakt.

Kode KIN701 STN702 STN703 STN704 STN705 STN706 STN707 Kelompok Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MPB MBB MBB MPB MBB MBB MKB MKB MKB MKB Pendidikan Agama II Perundang-undangan Tenaga Nuklir Metodologi Penelitian Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & Ergonomi Manajemen Proyek Seminar Pilihan Wajib I Pilihan Wajib II Pilihan Wajib III Pilihan Bebas JUMLAH 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 20 Semester VIII No 1 2 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 Kode STN801 STN802 Kode TFN701 TFN702 TFN703 Kode TFN706 TFN707 TFN708 Kode TFN709 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MBB Kerja Praktek MBB Tugas Akhir JUMLAH Kelompok Kelompok Pilihan Instrumentasi Nuklir MKB Instrumentasi Akselerator MKB Sistem Akuisisi Data MKB Kecerdasan Buatan Kelompok 3 5 8 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 MKB MKB MKB Kelompok Kelompok Pilihan Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Intelligent Sensor Kelompok Pilihan Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor MKB .72 Semester VII No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11.

Pustaka: 1. Past. Hikmah ibadah.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 73 Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor Mata Kuliah Proteksi Radiasi Lanjut Sistem Pencacah Nuklir Teknologi Akselerator Sistem Telemetry Electronic Security Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik 2 2 SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 3 No 1 2 3 4 5 6 7 TFN710 TFN711 Kode STN704 TFN712 TFN713 TEI701 TEI702 MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB MKB MKB 7. Cambridge Univ. dan perkembangan teknologi. Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). Comparisons. 2. Passive Sentences. Question words. Silabus SEMESTER I 1. Press. Count/ NonCount nouns. Islam. English Grammar in Use. Peran agama dalam keluarga. 3. Gerund and Infinitives. Aqidah. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). Nouns and Pronoun. Muhammad Al Ghozali. Modal Auxiliaries. Raymond Murphy. Pustaka: 1. Riyadhus Sholihin. pembangunan. Imam Namawi. Muhammad Syaltut. 4. Perfect Tenses and articles. Akhlak Islam. dan Syari’ah. 2. noun clauses. . Connecting ideas. and Future Tenses. Bahasa Inggris I Materi : Structure: Present. Academic Reading and Writing. Pendidikan Agama I Materi : Pokok-pokok agama. Keimanan.

D. Calculus and Linear Algebra. Omura George. and Sutton C. Inc. Sherwood. John Wiley and Sons.. 2. Edisi 3.. M. Konsep thermodinamika dan hantaran panas. 3. Guild Publ.. Thomas. Theory and Problem of Calculus. skalar dan vektor. Jr . Wardiman.74 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1985. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto. 1964. FMIPA-UGM. 3. Teknik integrasi.. 3. Matriks dan determinan. Bandung. Terjemahan P Soedarjono.. 4. G. Dictionary of Science for everyone. Hidrostatika dan hidrodinamika. Fisika. and Finney. dan momentum. W. Hukum kekekalan energi dan momentum.J. Fisika Dasar I Materi : Pendahuluan : pengertian besaran dan satuan. Binatjipta. England. Addison-Wesley Publishing Company. 3. Panas dan Bunyi. Cox & Wyman Ltd. kinematika. Persamaan Differensial. Calculus and Analytic Geometry.W. Hukum-hukum Newton dan grafitasi. 4. R. Gaya. Sears. Ayres. Erlangga. dan Lewis. aljabar linear. Menguasai AUTOCAD Release 12. Reading. London 1988. Kaplan. Pustaka: 1.. limit dan derivative. F. 2.B. Relasi dan fungsi matematik. Resnick R and David Halliday. solusi persamaan simultan. New York. teori bilangan. Jakarta. Matematika I Materi : Teori himpunan. dan dinamika. 2.F. daya. New York. Jilid 1. Encyclopedia of Science in Everyday Life”. Pustaka: 1. Statika. Elex Media . Mekanika. usaha. 1983.L.

. Microprocessor 8088 sampai Pentium IV.. dan Nachtrieb. bentuk pengukuran dan kekekalan. 4. elektrokimia: neraca persamaan reaksi oksidasi-reduksi. Direct Memory Access. Transisi fasa dan diagram fasa. padat. Unix dan Linux. Kimia Dasar Materi: Sifat dan Dasar Kimia Modern: metoda & pendekatan makroskopik. H.. N. kimia. proses spontan dan kesetimbangan: termodinamik. Memori internal (Cache. sel elektrokimia. Cairan dan Transisi Fasa: Sifat. ed. radiasi.P. teori kinetik gas. Pipeline. sifat koligatif larutan. cair dan gas. Penimbangan dan perhitungan molekul. Topologi jaringan. fisi dan fusi. stoikhiometri. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. CD-ROM).Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 75 Computindo. Erlangga. TCP/IP.W. jilid I. Struktur fisik atom. Sifat spesies zat terlarut. 196. Larutan : Komposisi larutan. Kesetimbangan fasa. Wujud gas: kimia gas.H. RAM). Tabel berkala. Termokimia. Gillis. Oxtoby. Hukum pengga-bungan Kimia. suspensi koloid. reaksi kimia dan hasil reaksi. 6. proses reversible dalam gas ideal. Pustaka: 1. konsep energi. Windows. Interupsi. campuran gas. hukum dan mekanisme reaksi. cair-gas). Arsitektur dan Jaringan Komputer Materi: Pengenalan perangkat keras komputer : CPU. Konsep jaringan komunikasi data. 5. Padatan. Kimia nuklir: hubungan massa-energi dalam inti. campuran dan distilasi. kaidah fasa Gibbs.D. asam-basa dan heterogen (padat-cair. Kinetika kimia: laju reaksi kimia. Pustaka : . Paralel processing. suhu dan hukum gas ideal. Gaya antar molekul. Hardisk. peluruhan. Dasar-dasar sistem operasi: DOS. pengaruh suhu. Coprocesor aritmatika. pengantar titrasi. Memori Eksternal (BIOS. tekanan. 2001.

karakteristik Dioda. A. 1992. Teori semi-konduktor. Prentice-hall. karakteristik Dioda.. ayunan matematis. Praktikum Fisika Dasar I Materi: Mekanika: neraca analisis. Hk. Tim Asisten. Elektronika Dasar Materi: Persamaan rangkaian sederhana (Hk.M. Andi Offset. daya hantar. Listrik : medan listrik. Praktikum Elektronika Dasar Materi: Persamaan rangkaian sederhana (Hk. H. 7. 1992. Tim Asisten. Millman. Electronics Principles. Kirchhof. 3.76 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. The Mathwors Inc. Student Edition of Matlab. Kirchhof. Karakteristik Transistor bipolar dan unipolar (FET). Pengenalan Komputer. 1979. 2. Teori Thevenin & Norton) tentang arus dan tegangan. Ohm. Ideal. Rangkaian Dioda.Halkias. Rangkaian Dioda. Perhitungan. A Practitioner Approach. Jogiyanto. Ideal. Teori semi-konduktor. Petunjuk Praktikum Dasar Komputer. Yogyakarta.P. Karakteristik SCR. 2. Karakteristik UJT. J. STTN-BATAN. Mc. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. garpu tala. Mc. Presman.1989. 9. Pustaka: 1. 4. Listrik : jembatan wheatstone. STTN-BATAN. Pendekatan II dan Pendekatan . Roger. New York.Graw Hill. Pustaka: 1. Malvino. termokopel. Ohm. 1979. Digital & Analog Circuit and System. Pendekatan II dan Pendekatan III. tegangan permukaan. Magnet : medan magnet. Software Engineering. Microelectronics. (+ fenomena sensor). Perhitungan. New York.Graw Hill. 8. rangkaian AC/DC. McGraw-Hill. pemuaian logam. kekentalan larutan. Hk. Teori Thevenin & Norton tentang arus dan tegangan.

cara meng-arsir. Mc... Kreyzig. Karakteristik UJT. Pustaka: 1. Gambar Teknik Materi: Tugas dan fungsi gambar teknik. Karakteristik SCR. Advanced Engineering Mathemathics. Penyelesaian persamaan diferensial dengan metode analitik dan numeric.J. Penerbit Erlangga. gelombang. Persamaan Differensial. standarisasi bahan dan simbol. Pustaka: 1. FMIPA-UGM. J. 2.Graw Hill. normalisasi. Sirod Hantoro. baut. rangkaian penguat pada PCB menggunakan perangkat lunak Protel. gambar bagian mesin. 2. Pustaka: 1. W. Petunjuk Praktikum Gambar Teknik. Digital & Analog Circuit and System. Matematika II Prasyarat: Matematika I Materi : Pemodelan fenomena fisis dalam bidang teknik. 1979. potongan benda. Menggambar Teknik Untuk Disian. Millman. Karakteristik Transistor bipolar dan unipolar (FET). gambar peralatan mekanik sederhana.P. Wardiman. Mc. New York. Disain dan Pembuatan rangkaian elektronik dasar. SEMESTER II 1. New York. Dan Kontrol Numerik. 3. menggambar benda sederhana: mur. Malvino. 1983. Pengembangan Produk. A. Pardjono. Electronics Principles.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 77 III. . persamaan diferensial untuk fenomena transport. Microelectronics. 2. Gambar Mesin dan Merencana Praktis. Proses pelarutan dan realisasi pembuatan rangkaian. Luzadder. Tim Asisten. STTN-BATAN. Wiley International. 10. 1979.Graw Hill..

Sears. Sutrisno. New York. magnet. sampel dan populasi. Calculus and Analytic Geometry. Dasardasar Teori Sampling. ITB. getaran. G. dan kemiringan (skewness). Pendugaan statistik. optic) Prasyarat: Fisika Dasar I Materi: Listrik : Gaya. Statistik Materi: Pengertian data. Teori kemungkinan (probabilitas). muatan dan arus listrik. Thomas. Bandung. simpangan baku. Addison-Wesley Publishing Company. elektromagnetik. Jr. gaya gerak listrik induksi. 1964. Edisi 3. 2. arus searah dan bolak-balik. kurtosis. histogram data dan distribusi frekuensi. dan gelombang. Binatjipta. Analisis Deret Berkala. Regresi dan Korelasi. Normal dan Poisson. Bandung. optik fisik. Listrik dan Magnet. Ganeca. Optik geometri. R. dan peralatan optik. median..B. Walpole. Fisika Dasar II (Listrik. Distribusi Binomial. modus dan variansi. getaran. and Finney. Penampilan hasil pengukuran dalam angka grafik/gambar (sta program-> EXEL) . medan magnetik.F. Sifat-sifat statistik : mean. medan dan potensial listrik. .L.W. Pustaka: 1. McGraw-Hill. 3. Magnet: gaya magnetik.78 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1983. Pustaka: 1. 3. Terjemahan P Soedarjono. Donald. Bunyi. 2. Pengelompokan data. Probability and Statistics for Scinetist and Engineer. probability density function dan cumulative distribution function. Uji hipotesa dan taraf nyata untuk sampel besar dan kecil. Pengantar Statistik dan Teori Kemungkinan.

Halkias. penguat Darlington dan penguat beda.P. cabang. McGraw-Hill. Hignbotham. Op-Amp untuk aplikasi non-linear. B. New York. 2. Analisis jaringan listrik 1 fasa. David E. Erlangga. Elex Media Computindo. Elektronika Analog Materi: Analisis AC untuk rangkaian penguat berbasis transistor. loop). Jakarta. PWSKent. A. Teknologi Instalasi Listrik. 1981. J. Mc. muatan dan arus.Graw Hill. Non-inverting. Rangkaian pembagi arus dan tegangan. Menguasai AUTOCAD Release 12. 5. Erlangga. Jilid 2. 1979. 4. Resnick R and David Halliday. Malvino.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 79 2. AB. Penguat push-pull. 1988. C. Basic Electrical Engineering. Op-Amp tanpa rangkaian luar. Digital & Analog Circuit and System. 1982. New York. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto. Pustaka: 1. Fisika.Boyce. Pustaka: 1. bilangan kompleks dan fungsi periodic. dan komparator. Faktor daya dan daya kompleks. 1996.. Inverting. Penguat transistor kelas A. Operational Amplifier and Integrated Circuit. Model delta dan bintang. Microelectronics.Graw Hill. 3. Omura George. Jefferson E. . feedback arus dan tegangan. Op-Amp dengan rangkaian luar. E dan S. Electronics Principles. Neidle M. 3. differential amplifier. 2. 1979. instrumentation amplifier. Millman. 2 fase dan 3 fase. Sinyal sinusoidal. Hk Kirchof arus dan tegangan. Mc. mesh. 1983. Jaringan listrik (node. Teknik Listrik Prasyarat: Materi : Sistem satuan. Fitzgerald. Rangkaian listrik dasar dan karakteristiknya.

Pradnya Paramita.F. Ghalia Indonesia. sifat mekanis. 1990. 2. “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”. 7. “Principles of Materials Science and Engineering”. Proses pembuatan logam. Comp. 6. Jakarta... Ilmu Logam. Measurement System : Application dan Design. E. Schaum Series. Samsul.Doebelin. karakteristik instrumen ukur: sensitivitas. L. Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Materi: Macam alat ukur (mekanik dan elektronik). DRH. Pustaka: 1. D. Smith. Cooper W. Sito Shinkoru.D. 3. logam Paduan. W. Ashby. isolator. . “Ilmu dan Teknologi Bahan”. 1989. 2nd ed. diagram fasa logam. superkonduktor. presisi. 6. Engineering Materials 2. Pustaka: 1. korosi.F. Pergamon Press. jangkauan alat ukur. Erlangga. resolusi. 5. bahan dielektrik. struktur mikro logam. Arifin. akurasi dan kesalahan. Mc Graw Hill Publ. 1988. 1976. 2. Van Vlack. linearitas. semikonduktor. Teori pengukuran: standard dan kalibrasi.80 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. Press. 4. 1990. and Jones. Tata Surdia. Segal... kalibrasi dan teknik pengukuran. Ilmu Bahan I Prasyarat: Materi: Pengenalan Bahan: Struktur atom dalam bahan padat. 1988. M. bahan konduktor.H. 5. ed. Erlangga 1991.O. 1992. Ralat. Cambridge Univ. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran. McGrawHill. Listrik dan Magnet. Pengetuan Bahan Teknik. bahan magnetik. perlakuan panas.

Komparator analog. Pancasila sebagai pandangan hidup dalam bernegara dan bermasyarakat. Pustaka: 1. Prakt. STTN. Pustaka: 1. Aplikasi penguat transistor. TFN. Sistematika UUD 1945. STTN. 9. TFN. Pustaka: 1. pemasangan alat ukur listrik pada instalasi listrik. daya dispersi prisma. pengukuran daya listrik pada instalasi. tanggapan panas suatu larutan. penguat operasional. Multivibrator. Optik : mikroskop.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 81 8. pengukuran fasa dan frekuensi. Osilator. Fisika Dasar II Prasyarat: Fisika Dasar II Materi: Kalor : panas jenis zat padat. panas lebur dan panas penguapan. Prakt. Pengukuran arus/ tegangan pada jala sederhana/ rumit. Buku Petunjuk Praktikum Fisika Dasar II. penentuan kadar larutan gula dengan polarimeter. STTN. Regulator. Penjelasan Pasal-pasal pada UUD 1945 . Buku petunjuk praktikum alat ukur dan teknik pengukuran. 10. Prakt. keselamatan kerja alat listrik. penguat push-pull. Pancasila Materi: Istilah Pancasila. Buku petunjuk praktikum elektronika. TFN. Alat Ukur & Teknik Pengukuran Materi: Penggunaan dan karakteristik berbagai alat ukur. SEMESTER III 1. Elektronika Analog Materi: Percobaan penguat transistor.

Oxford univ. 3. “Vektor Calculus”.. Transformasi laplace dan fourier. Fisika Modern Prasyarat: Materi: Bagian-bagian atom. India. adjectives which belong to the phraseology of science. TOEFL. Michael Swan.Gramedia. C.Press. teori atom berdasar mekanika . semi-scientific. Fungsi-fungsi khusus : fungsi gamma. Pancasila : Buku Panduan Mahasiswa. Shanti Narayan and J. 1978. perhitungan akselerasi ion.S. G Mudjianto dkk. 1986. Listening and Speaking. Prentice Hall. 4. 1972 2.82 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pustaka: 1. Inc. semi-technical terms. Calculus with Analitic Geometry. Persamaan laplace dua dan tiga dimensi. 1982. New Delhi. Purcell. spektrum radiasi atom Hidrogen. Matematika Teknik Materi : Sistem koordinat kartesian. Deferensiasi vektor. Pradnya Paramita. teori atom Bohr. Pancasila dan UUD 45. dan fungsi bessel. bola. dan silinder. dan teorema divergensi.T Kamal. S. Chand and Company Ltd.1993. Pustaka: 1. dan perhitungan medan listrik. Practical English Usage. . Contoh aplikasi : perhitungan distribusi fluks neutron. Academic Reading and Writing. Penerbit PT. Wiley International. Praktikum Bahasa Inggris II Prasyarat : Bahasa Inggris I Materi: Scientific and technical words. 3.N. integrasi vektor. fungsi beta. 2. Kreyzig. Pustaka: 1. 2. Kanpur. hamburan Rutherford. Advanced Engineering Mathemathics. adverbs. massa dan ukuran atom. 1983.

Efisiensi thermodinamis. Siklus Gas Ideal : Gas Ideal. The Houw Liong. Perkins H. Besaran dan satuan dosimetri. Kesetimbangan dan aplikasi : kompressor. Reynolds W. Erlangga. 6. Termodinamika Teknik. Kalor dan Thermodinamika. Pustaka: 1. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat:Materi: Macam-macam radiasi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 83 gelombang. sistem dua fase. Zemansky. Bagian-bagian inti atom. pancaran Beta. motor bakar. sistem pembangkit uap nuklir. fisi. statistik pengukuran radiasi. 5. M. Termodinamika Prasyarat: Materi: Pendahuluan : definisi dan konsep dasar. detektor proporsional. struktur multiplek dalam spektrum. Basic Nuclear Engineering. pencacahan GM.C. 2.S. Dittman R. Ridwan M. pancaran Alpha. . fusi dan pemanfaatnya. Penerbit ITB. Hukum ke nol.H. model-model inti. Pustaka: 1. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Proses reversibel dan ireversibel.. Hukum Pertama dan Hukum kedua. alat deteksi pengukur partikel dan prinsip kerjanya. Bandung. metode dan mekanisme deteksi. BATAN. 1986. RAM K. pancaran Gama. 1986. Arthur Beiser. 3. detektor neutron. momen spin dan magnet dari elektron. scintilator.C.. 1994. Konsep Fisika Modern. Reaksi Nuklir. membaca tabel. 1977. Interaksi Radiasi dengan materi. 1992. Piranti pencacahan: kamar ionisasi. John Wiley & Sons. stabilitas dan radioaktivitas. Penerbit Erlangga. 2. alat deteksi pengukuran dosis. Marsongko Hadi.W. dkk. Prayoto. (fisika neutron).

Pustaka: 1. 2. Koll. Nuclear Electronic.L. Streeter V. Wylie E. Penerbit Erlangga. Multiplexer dan demultiplexer. Rangkaian aritmatik. IKIP Semarang Press. John Wiley & Sons. 1974. 9. Rangkaian Digital dan Rancangan Logika. Lee. Rangkaian TTL. disain dan analisa rangkaian. Counter. Rangkaian pemrosesan data. Sistem angka dan pengkodean. John-Wiley & Sons. Clocks dan timers. Registers. 3. 1984. Prakt. Mekanika Fluida. T Sutrisno. Pergamon Press. McGraw-Hill. Elektronika Digital . Pustaka: 1..W. 1999. Albert. dan Memori. Nicholas. Konverter AD dan DA. Penguat awal charge sensitive. Gerbang logika dasar. Radiation Detection and Measurement. Rangkaian koinsidensi. Penguat awal votage sensitive. Elektronika Nuklir Prasyarat: Materi: Rangkaian sumber tegangan tinggi DC. rangkaian logika kombintorial. 1986. P. Peta karnough. 1979. Elektronika Digital Prasyarat: Materi: Operasi Bilangan. Glenn F. Flipflop. Rangkaian pembentuk pulsa (pulse shaping). ADC & DAC. Pewaktu dan pencacah. 2. Digital Principles and Application.B. Malvino. Jakarta. Herman Cember. 1983. Erlangga. Piranti penganalisis tinggi pulsa (SCA &MCA).84 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pustaka: 1. Samuel C. Pembangkit dan transmisi pulsa (coaxial cable). 8. Pengantar Fisika Kesehatan. 7.

Glenn F. algoritma. perhitungan waktu paruh radionuklida. Herman Cember. 10. Buku Petunjuk Prakt. Pustaka: . (wireless system). 3. ADC/DAC. Register.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 85 Prasyarat: Materi: Percobaaan Gerbang dasar. pengukuran radiasi gamma dengan pelemahan absorber. Counter. Metode numeric untuk solusi persamaan sederhana. Pemrograman numerik dengan bahasa pemrograman C dan Matlab. statistik pencacahan. Half/ Full adder. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat: Materi: Pencacahan dengan detektor GM. pengukuran radioaktivitas lingkungan. Koll. STTN. Kalibrasi alat ukur radiasi. 2. 1979. dan persamaan diferensial. SEMESTER IV 1. IKIP Semarang Press. persamaan simultan. Dekoder dan enkoder. Radiation Detection and Measurement. Pustaka: 1. Multiplekser dan demultiplekser. Prakt. Aplikasi Digital. flow-chart dan diagram alir. Pergamon Press. Pengantar Fisika Kesehatan. Pemrograman Komputer & Komputasi Numeris Prasyarat: Materi: Logika pemrograman. Elektronika Digital. 1983. STTN. BATAN. Pustaka: 1. BATAN. John Wiley & Sons. Flip-flop. Buku Petunjuk Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi.

Canale. 4.Etter. 2. John Wiley & Sons.S. modul perhitungan difusi multi kelompok. H. 5. Penerbit Erlangga. 3.M.V. Contoh-contoh penukar kalor. geometri. moderasi dan termalisasi neutron. Principles of Nuclear reactor Engineering.J. D. L. 1955. Fisika Reaktor Prasyarat: Materi: Pengenalan prinsip dasar teori reaktor. Jogiyanto. Nuclear Reactor Analysis. Perpindahan Panas Prasyarat: Materi: Prinsip dasar dan aplikasi perpindahan panas konveksi. 1986. 3. Prayoto. perhitungan massa dan ukuran kritis reaktor homogen dengan dan tanpa reflektor. Hamilton. konsep fluks dan arus neutron. 2. McGraw-Hill. . 3. Software and Analysis.C. Yogyakarta.J. John R. John Wiley & Sons. BATAN. Perhitungan koefisien perpindahan panas local dan global. D. McGrawhill.86 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Arthur Beiser. 1993. dkk. Basic Nuclear Engineering.M. 1977.Rice. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. The Houw Liong. 1976.. Marsongko Hadi. 2. 1985. 4.P. RAM K. Kesetimbangan panas counter flow dan current flow. 1986.Nostrand Compny. Pengenalan Komputer. R. Numerical methods For Engineers. tampang lintang dan laju reaksi neutron. Duderstadt J. Prentice-Hall. Engineering Problem Solving With MATLAB. Glasstone S. Pustaka: 1. 1989. Ridwan M. difusi. 1989. Numerical Method. Chapra S. Andi Offset. Konsep Fisika Modern. konduksi dan radiasi.

Mekanika Zalir. 2. aliran melalui obyek. Penerbit Erlangga.P.M. Process Heat Transfer. R. γ dan neutron. White F. 4. 1979. Radiation Detection and Measurement.Holman. 1979.M. Glenn F. analisa dimensi.. Scaum Series. Perhitungan penurunan tekanan (pressure drop) pada berbagai jenis aliran pipa dan equipment. Koll. Mikroprosesor . McGraw-Hill International Edition. Herman Widodo Soemitro. Virginia. β. pengaruh noise pada pengukuran tenaga dalam spektroskopi nuklir. John Wiley & Sons. 2. 6. Pustaka: 1. MGraw-Hill. Harrer. J. pengaruh pile up dan decay time pada pengukuran tenaga dan resolusi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 87 spesifikasi dan efektivitasnya. aliran kepekatan dan kompresibilitas. 5. 2. 1986. 1977.Q. Giles.. MTIS. rangkaian pembalik pulsa. Pustaka: 1. perangkaian sistem instrumentasi. Nuclear Power Instrumentation System. IR. J. Mekanika Fluida Prasyarat: Materi: Hukum dasar. 1981. 1950. sifat zat alir. aliran dalam saluran terbuka dan pipa. Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Pengenalan dan prinsip dasar instrumentasi nuklir. Wilardjo Liek. Penerbit Erlangga. pengukuran. Pustaka: 1. Mekanika Fluida. ralat-ralat sistem pengukuran (cara optimasi pengukuran). peristiwa pulse shaping pada amplifier.V. noise dan resolusi. Heat Transfer. Terjemahan P. sistem spektroskopi α. Kern D. prinsip impuls dan momentum.

Stifler. President of CromemcoIncorporated lecturer in electrical Engineering Stanford University. 8028n. 8080. bagian penting mikroposesor : Data Bus.88 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Prasyarat: Elektronika Digital Materi: Pengertian Mikroposesor. Evolusi Mikroposesor : 4004. “Mikroprosesor and Digital Systems Second Edition International Student”.3 dan Pentium 4. 8086. 2002. Harry Garland. 80386. Yogykarta. motor steper.2. Kent. mikroposesor ideal. Teknologi Mikroprosesor. Metal Oxide Silicon (MOS) saluran N. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikaksi. Z-80. “Introduction to Microposesor System Design”. Penerbit Gav Media. Mississipi State University. Prakt. saluran P dan teknologi Bipolar. memori alamat. prinsip dasar dan data eksitasi motor steper. 2. 80486. Penggunaan Mikropofessor MPF-1. Teknik Pemrograman. Pencacah dan pewaktu CTC. spesifikasi hardware. otomasi pengatur pH limbah industri. Aplikasi Mikroposesor MPF-1 untuk : system otomatis penampung fraksi pemisahan LJTJ. alamat masukan dan keluaran. 6. Komputer & K Numerik Prasyarat: Materi: . CTC untuk rate meter. mikrokontroller 8049 dan 8747. teori rangkaian perangkat keras. Pustaka: 1. Mikroprofessor MPF-1 “Experiment Manual “ Multitech Industrial Corp. parallel input-output. Eko Putra. Design with Mikroprocessor for Mechanical Engineers. Chip Magazine Mei 2002.P. 4. 5. 1989. Z8000. Address Bus. 1992. 3. kegunaan. software dan program monitor. Douglas V Hall. 7. Control Bus. Agfianto. Pentium 1. cara kerja dan pemrograman CTC. 8008.

ADC/DAC. Prakt. timer. A Practitioner Approach. Student Edition of Matlab. Prentice-hall. STTN. BATAN. PIO. Buku Petunjuk Praktikum Mikroprocessor dan Mikrokontroler. 10. Pemrograman dengan bahasa program (C++. sistem pencacah gamma latar rendah. BATAN. Pustaka: 1. Roger. Pustaka: 1. 2. STTN. Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi Nuklir . Pengenalan Komputer. pengkuran aktivitas absolut dengan cara koinsiden. SIO. Presman. STTN. spektroskopi metode koinsiden dan anti koinsiden. BATAN. 1992. McGraw-Hill. counter. Spektroskopi gamma dengan detektor ZnS(Ag). Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Spektroskopi gamma dengan detektor NaI(Tl). 3. Andi Offset. Spektroskopi x-ray dengan detektor Si(Li). Ge(Li). Yogyakarta. pemindahan data. Prakt. Flowchart.Elektronika Nuklir Prasyarat: Materi: . 4. Komputer & K Numerik. Pustaka: 1. Software Engineering. Fortran) dan aplikasinya. Buku Petunjuk Praktikum P. perkalian dan pembagian. Prakt. spektroskopi dengan sistem accuspec. 8. penyimpanan data pada pita. The Mathwors Inc. Pascal. looping. penjumlahan dan pengurangan. Mikroprocessor Prasyarat: Materi: Pengenalan Tombol. 9. 1992. 1989. Jogiyanto.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 89 Algoritma. Teknik Pemrograman. H. percobaan koinsiden gamma-gamma.M.

1977. Henry C Swenk.M. Pembangkit dan transmisi pulsa. pembangkitan listrik. STTN. Ridwan M. R. Rangkaian pembalik pulsa (GM Inverter). penanggulangan kecelakaan radiasi (sumber hilang). BATAN.90 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Sumber Tegangan Tinggi DC. penggantian sumber. Pustaka: 1. Shannon. Instalasi Pembangkit Daya. Newjec Inc.Wakil.El. 1992. sistem pendingin utama. Main Characteristics and Plant Highlight.H. Buku Petunjuk Praktikum Elektronika Nuklir. 1993.. Marsongko Hadi. pengukuran tingkat kontaminasi dan dekontaminasi. dkk. Pustaka: . sekunder dan tersier. Nuclear Power Engineering. macam-macam sistem pembangkit daya reaktor nuklir. 2. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Perisai radiasi. BATAN. Pre Amp charge sensitive. Pulse Shaping. Pewaktu dan pencacah. 3.. PPEN. Pustaka: 1. 2. Penganalisa tinggi pulsa.karakteristik: pembangkitan panas . Penerbit Erlangga. M. ADC dan DAC. 4. 1986. Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Prasyarat: Fisika Reaktor Materi: Sistem pembangkit listrik konvensional. Prayoto. teknik pencacahan dan aplikasinya. perhitungan dan evaluasi dinding ruang sinar X. SEMESTER V 1. sistem keselamatan pada rektor nuklir. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. sistem PLTN. penetuan daerah. BATAN. John Wiley & Sons.

Sistem lup terbuka dan lup tertup. Pemodelan sistem. Macam-macam sistem kendali otomatis berbasis komputer dan PLC. Interpretasi film radiografi. optimal dan intelligen. Sumber radiasi dan peralatan radiografi. Cacat film radiografi. IEAE. 2. Pusdiklat. Bandung. diagram blok dan fungsi transfer sistem. Penerbit ITB. 3. 1988. dan berbagai jenis cacat. Tindakan preventif dan penanggulangan kecelakaan radiografi.. Sydney. Proceeding. Kualitas film. Manfaat.C. kualitas gambar. Mosby Year Book. 2. Pustaka: . Deskripsi proses. Bushong S. 4. 5th edition. hubungan antara bayangan dan obyek. Radiologic Science for Technologist. Rekaman fotografi dan non-fotogarfi. Mengenal Asas proteksi Radisi. Dasar fisika radiografi. tanggapan waktu dan frekuensi. 1995. Contoh aplikasi : sistem kendali level. Buku Pelatihan Radiografi Level-1. Standard radiografi. dan reaktor. UTR/Radiografi Prasyarat: Materi: Konsep dan definisi. 2002. fungsi transfer dan solusi. Suwarno. 3. Teknik Instrumentasi dan Kendali Materi: Konsep dasar sistem kendali. Analisis kestabilan. motor. Wiryosimin.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 91 1. Pustaka: 1. 1994. interpretasi gambar radiografi. Teknik radiografi. Kendali adaptif. IAEA. Strategi pengendalian. Paris. BATAN. Radiation and Security : Comprehending Radition Risk. Radiation Protection in Nuclear Energy. alasan dan aplikasi UTR. kurva karakteristik dan pemrosesan film. diagram proses. Prinsip kerja uji tak merusak. 1993. perhitungan dan penilaian sensitivitas radiografi.

Kualitas film. Stabilitas sistem terhadap input harmonic dan periodic. 1991. Teknik Kontrol Automatik. beberapa bentuk signal terkenal. Jack Golten and Andy verver. kuantifikasi.Tranter. Katshuhito Ogata. sistem input-output mapping.E. H Kwakernak.R. Teknik Isyarat Materi: Dasar-dasar signal dan sistem: input-output sistem. 1992. sistem kontinyu dan diskrit. non-anticipating dan time invariance. Pengenalan sistem: sistem input-output. Penerbit Erlangga. dan tak hingga. Transofrmasi. McGraw-Hill.92 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Prasyarat: Materi: Prinsip dasar dan metode dasar uji tak merusak. D. sistem memoryless. W. semi takhingga. samling dan interpolasi signal. Sistem linear dan sistem konvolusi. dan berbagai jenis cacat. 6. R Siphan. Cacat film radiografi. Control System Design and Simulation. Signal & System : Continuous and Discrete. 2.Ziemer. Modern Signal & System. 5. Pengenalan signal : signal sekuensial dan sampling. Praktikum UTR/Radiografi. 7. kurva karakteristik dan pemrosesan film. 2. kualitas gambar. 2002. Ruang dan pembangkitan signal. Prakt. 1993. hubungan antara bayangan dan obyek. Pustaka: 1. signal waktu diskrit dan kontinyu. Instrumentasi dan Kendali . Interpretasi film radiografi. Prentice-Hall.. Fannin. perhitungan dan penilaian sensitivitas radiografi. Buku Pelatihan Radiografi Level-1. R. 1997.H. signal waktu hingga. McMillan Publishing Company. interpretasi gambar radiografi. sinyal periodic dan harmonic. Pustaka: 1. pengaruh sifat bahan dan berbagai teknik radiografi. Pusdiklat BATAN.

pemrograman. Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi dan Kendali. STTN. Prakt. prinsip pembacaan data digital oleh komputer. Pustaka: 1. Buku Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi II. pengiriman data biner ke peralatan. BATAN.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 93 Prasyarat: Materi: Pengenalan matlab dan aplikasinya untuk pemodelan orde-1 dan orde-2. 9. . Yogykarta. Eko Putra. data register. Kent. dekoder alamat. 1992. 8. Teknik Antarmuka Komputer Prasyarat: Materi: Konsep antarmuka serial dan paralel. analisis sistem kendali PID untuk orde1 dan 0rde-2 serta sitem kendali motor dc. struktur papan antarmuka. 2002. Pemrograman dan pengendalian proses dengan PLC. Mississipi State University. memori. penetuan daerah. teknik pencacahan dan aplikasinya. Design with Mikroprocessor for Mechanical Engineers. Pustaka: 1. Stifler. 2. penanggulangan kecelakaan radiasi (sumber hilang). pengukuran tingkat kontaminasi dan dekontaminasi. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikasi. penggantian sumber. digital I/O. studi kasus untuk rangkaian RC dan RLC. Pustaka: 1. 2002. Penerbit Gav Media. Agvinto. Yogykarta. Penerbit Gav Media. Eko Putra. STTN. Antar Muka Komputer : Teori dan Aplikaksi. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Perisai radiasi. 3. Agvinto. perhitungan dan evaluasi dinding ruang sinar X.

Syarip. sistem hankamnas. Nuclear Reactor Kinetics and Control. persamaan dasar dan parameter kinetika reaktor. Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 SEMESTER VI 1. McGraw-Hill. sistem kendali. BATAN.94 BATAN. berbagai aspek fisis. Robert. perubahan waktu diskrit dan sinyal digital. Pustaka: 1. Keepin. dinamika reaktor. Pustaka: . Penerbit Paradigma. 1969. McGraw-Hill. komunikasi data. 1975. yogyakarta. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. 2002. ketahanan nasional. Ir. Edisi Reformasi. pengendalian dan operasi reaktor. Pengolahan Isyarat Materi: Isyarat dan informasi. Kewarganegaraan Materi: Pengantar pendidikan kewarganegaraan. Teknik pengolahan sinyal digital serta aplikasinya. 3. 2. Pustaka: 1. Schultz. Endang Zailani Sukaya dkk. wawasan nusantara. 2. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Azas kerja rekator nuklir. Robert. politik dan strategi nasional. Pendigitalan isyarat. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. 3. Nuclear Reactor Kinetics. STTN. 2001.

1988. R.E. Eko Putra. Sinyal dan sistem diskrit. D. Apalikasi untuk sistem kendali. Sistem Mikrokontroller Materi : Pengenalan Keluarga MCS-51. 2002. 1988. Contoh perancangan. Pemodelan kontinyu dan diskrit. Contoh penerapan program aplikasi. W. AddisonWesley. Pustaka: 1. 4. James W Candy. Kris Pusporini. James W Candy. Sistem Interupsi. Tanggapan waktu. McGraw-Hill Book Company. 5. frekuensi dan stabilitas.H. Signal Processing : Modern Approach. Manipulasi sinyal diskrit. Piranti dan Teknik pengembangan program. FFT dan DFT. Fungsi transfer dan Transformasi Z. Signal & System : Continuous and Discrete. Fannin. 1972. Agfianto. Kumpulan instruksi dan pemrograman mikrokontroler. 1993. “Panduan Dasar Mikrokontroler Keluarga MCS-51. Teknik Kendali Digital Prasyarat: Materi: Sampling dan kuantifikasi. Digital Simulation of Physical Systems. McMillan Publishing Company. Pustaka: 1. Port Serial. Port I/O Mikrokontroler. Joseph S Rosko.Tranter.Ziemer. 2. McGraw-Hill Book Company. Prentice-Hall. Timer / Counter. R Siphan. Modern Signal & System. H Kwakernak. Penerbit Gav Media. Perancangan dan Struktur program. Arsitektur Mikrokontroler. 1991. 2.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 95 1. . 3.R. Danny Christianto. 2. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikasi. Bahasa Pemrograman. Transformasi Fourier. Signal Processing : Modern Approach. Yogykarta.

1994.. 5. Pergamon Press Ltd. Fifth Edition. D. ”Transient Voltage Suppression Devices”. 7. 1997. 6. . 1986. Disain casing. 1993.R. Pemeliharaan preventif: MTTR. Flowchart reparasi. Vienna. 6.Ziemer. Signal & System : Continuous and Discrete.W. W. CMM.H. Pustaka: 1. Perancangan Instrumentasi Materi: Rangkaian dasar sistem instrumentasi. G. A. 4. 1989. 2. Loveday. Stainer. IAEA. Log book. 1987. Garland and F. Aspek biaya.J. IAEA-TECDOC-426. Management of Industrial Maintenance. pengkondisi sinyal dan pemroses data. D. Kelly and M. Process Control Instrumentation Control Technology. Johnson. Pengujian kinerja. Manajemen pemeliharaan. Komisioning alat. McMillan Publishing Company. 7. Harris. Rill Isaris. ”Electronic Failure Analysis Handbook”. 1976. Perry L.J..H. Perancangan pengkondisi sinyal. Prentice-Hall. Pustaka: 1. 3. Vuister. Martin. Penentuan spesifikasi sensor. lost value. Electronic Testing and Fault Diagnostic. Harris Semiconductor. London. Organisasi pemeliharaan. Trouble shooting dan test rutin.96 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. P. 1999. R. Pemeliharaan terencana. 1979. Fannin. Trouble Shooting in Nuclear Instrument. MTBF. Teknik dan prosedur pemeliharaan alat. ”Laboratory Power Conditioning”. Modern Electronic Maintenance Principle. Great Britain. Butterworth & Co Ltd. Curtis D.E.Tranter. machine. Longman Scientific & Technical. Pemeliharaan Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Teknik pemeliharaan dan perawatan alat.

9. Pustaka: 1. Pemeliharaan Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Reparasi peralatan Instrumentasi Nuklir (survey meter. 2. SCA. Sumber tegangan tinggi DC). Contoh perancangan. 8. Chilton Book Company. Prakt. Kris Pusporini. 10. Piranti dan Teknik pengembangan program. 2002. Timer / Counter. Instruments Engineer Handbook. praktikum cara pengoperasian . Counting System. Sistem Interupsi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 97 2. Contoh penerapan program aplikasi. Prakt. Yogykarta. Sistem redudansi. Pengamatan gejala transien. Liptak. teknik aktivasi neutron untuk mengukur parameter-parameter reaktor. BATAN. Danny Christianto. Karakterisasi powerconditioning untuk laboratorium. 1969. Ratemeter. Kritas Venzel. Demontrasi computerized maintenance planning. Agfianto. STTN. Praktikum Mikrokontroler Materi: Kumpulan instruksi dan pemrograman mikrokontroler. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Praktikum pencacahan neutron dengan BF3. Eko Putra. Bahasa Pemrograman. Bin power module. Bella G. Penerbit Gav Media. Pengamatan unjuk kerja alat terhadap perubahan suhu. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikaksi. Perancangan dan Struktur program. Port Serial. “Panduan Dasar Mikrokontroler Keluarga MCS-51. Port I/O Mikrokontroler. Pustaka: 1. Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi dan Kendali.

3. Pola Hidup Muslim. Nuclear Reactor Kinetics. P3TM. BATAN. para sahabat. asuansi (tafakul) . dll. Perundang-undangan Tenaga Nuklir Prasyarat: Materi: Perundang-undangan tenaga nuklir. 4. menaikkan daya. Terjemahan Departemen Agama. SEMESTER VII 1. Schultz. Pendidikan Agama II Prasyarat: Materi: Islam ditinjau dari aspek filosofi. 3.98 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 sistem kontrol reaktor. Abuka Bakar Jabir. beribadah dengan tuma’ninah. start up. shutdown. McGraw-Hill. Pustaka: 1. Pustaka: 1. Pernikahan dan keluarga syakinah. Robert. banyak beramal sholeh dan menjadi khsunul khotimah. Konsep tauhid dan impelmentasinya dalam kemasyarakatan sejak zaman Nabi. Al-Qur’an. riba. 1975. Al-Jaziri. BATAN. Keepin. Nuclear Reactor Kinetics and Control. Ir. Buku Petunjuk Praktikum Operasi Kinetika dan Pengendalian Reaktor. 2. McGraw-Hill. mudharobah. Bandung. dan ulama-ulama penerusnya sampai zaman sekarang. 2. bermu’amalah dengan sukses. Robert. 2. Pengantar Studi Islam. syirkah. Remaja Rosdakarya. 2001. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. Muhammad. para Imam madzhab. STTN. Konsep mua’amalah dalam Islam seperti jual-beli. 1969. Kiat-kiat menjadi seorang sarjana sains dan seorang muslim yang baik. Hamidullah. Syarip. Peraturan Pemerintah dan Surat .

Badan Standarisasi Nasional. Asas metodologi penelitian ilmiah. perumusan persoalan. Sistem Manajemen Mutu Prasyarat: Materi: Konsep dasar sistem manajemen mutu. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. 2.Gramedia. audit. Pengolahan dan Analisa data (Metode pengumpulan data. Jaminan kualitas untuk penelitian. Sistem Manajemen Mutu-Dasar-dasar dan kosakata. DepDikNas.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 99 Keputusan Kepala BATAN dan BAPETEN. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. Pustaka: 1. Metodologi Penelitian Prasyarat: Materi: Arti dan fungsi penelitian. Non Proliferation Treaty (NPT). Penerbit Balai Pustaka. pengolahan limbah nuklir. dan form. Jenis penelitian. 1993. pengoperasian reaktor. Soenjono Dardjowidjojo. dan pengujian di laboratorium. BAPETEN. 1993. penelusuran referensi. Jakarta.. Pustaka: 1. Rancangan dan Prosedur penelitian ( Rancangan penelitian. 3. Analisa data). pembuatan kuesioner). Pustaka: 1. Konsep pengendalian. Buku Penyuluhan Peraturan Perundangan Keselamatan Nuklir. pengiriman bahan nuklir. abstrak. dkk. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. teknik pengolahan data. . Persyaratan dasar jaminan kualitas. dan tindakan perbaikan. non-conformce. Wasito. Penerbit PT. 4. Pengantar Metodologi Penelitian. Hermwan. Sistem penulisan ilmiah. hipotesis. 2002. Pengolahan data. prosedur.

2008. identifikasi sumber bahaya (bahaya bahan kimia. kedaruratan standar kesehatan dan keselamatan kerja. directing. II. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT. Ruang lingkup projek. Yogyakarta. 3. Aspek tekno-ekonomi dalam manajemen proyek. Pustaka: 1. Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. pusparini..100 5. kecelakaan kerja. penyakit akibat kerja. STTN BATAN. Evaluasi proyek. Scheduling and Controling. manufaktur. promosi K3. 2007. Sugeng. aspek kebisingan. Zaenal. Alat-alat manajemen proyek. safety toolking. lima level work breakdown structure. Semarang. Project Management: System Approach To Planning. Jusuf. John-Wiley & Sons. pengendalian teknis. PB UNDIP. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. tata rumah tangga (housekeeping). ventilasi industri. Bunga Rampai Hiperkes & KK. Mata Kuliah Pilihan I. pengendalian administratif. 2. staffing. 2001. penerangan dan getaran) di tempat kerja. Pengantar Ergonomi. Zaenal. III. ergonomi. Harold Kezner. iklim kerja dan radiasi nonionisasi. IV Lihat daftar mata kuliah pilihan. . faktor biologi di tempat kerja. STTN Batan. controlling. 6. sanitasi industri. Keselamatan Kerja dan Ergonomi Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Hiperkes dan Keselamatan Kerja. training K3. Yogyakarta. organizing. 2001. Manajemen Proyek Prasyarat: Materi: Konsep dan definisi. riset dan pengembangan. Pustaka: 1. Diktat K3. 7.

Mahasiswa mengajukan proposal penelitian (usulan tugas akhir). perancangan dan pembuatan sistem. Sistem Akuisisi Data Prasyarat : . Akselerator linier. Sistem instrumentasi. sistem monitoring dan kendali pada akselerator. Livingstone. pemrosesan data dan analisis menggunakan instalasi akselerator. Pustaka: 1. BATAN. Kerja Praktek Manajemen perusahaan meliputi struktur organisasi. penerapan teknologi atau pengujian di laboratorium. Particle Accelerator. sistem komunikasi dan tugas-tugas yang berkaitan dengan permasalahan industri khususnya berkaitan dengan program studi yang diambil. 1986. Buku Pengoperasian Akselerator. melakukan pembahasan tugas akhir yang meliputi studi kepustakaan. Sistem akselerator partikel. sistem energi. 2. Akuisisi data pada akselerator. mengadakan analisis/ sintesis. Tugas Akhir Tugas akhir bisa berupa penelitian pengembangan analisis dan sintesis. Akselerator lingkaran. macam akselerator dan aplikasinya. menyajikan dan menyimpulkan dalam bentuk skripsi dan mempertahankan dalam seminar dan ujian lisan. sistem operasi. 2. Instrumentasi Akselerator Materi: Prinsip dasar akselerator. P3TM. McGraw-Hill. studi perbandingan. sistem interlock. MATA KULIAH PILIHAN PILIHAN INSTRUMENTASI NUKLIR 1. 2.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 101 SEMESTER VIII 1. analisis permasalahan. sistem kontrol dan instrumentasi.

id/transmisi/des05/sukiswodes05. Komuniksi Elektronika. Mikrokontroler. Persyaratan teknis. logika fuzzy dan jaringan syaraf tiruan. knowledge engineering. for use with Matlab. buffer-amplifier. for use with Matlab. Windows user guides. Laboratory Technology Corporation. Neural Network Toolbox.undip. Roddy. Pustaka: 1. 2. dan production rules. frame. Jakarta. 3. 3. Matlab.. 1994.102 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Perancangan Instrumentasi.. Materi: Komponen-komponen akuisisi data proses : sensor.ac. Sistem Antar Muka. representasi pengetahuan ke dalam skema. Kusumadewi. 1994.elektro. Graha Ilmu. PILIHAN KENDALI DAN ROBOTIKA 1. MatgWorks Inc. ADC dan DAC. 3. Kecerdasan Buatan Prasyarat: Materi: Konsep dasar kecerdasan buatan.dennis dan John Coolen. Labtech. Artificial Intelligence. Konfigurasi dan karakterisitik sistem akuisisi data. programmable pheriferal interface. Akusisi dan pemrosesan data dengan komputer. www. multiplexer. edited by TPIJFT – 2004. Pustaka: 1. Konsep dan aplikasi sistem pakar. list. Matlab. Contoh aplikasi untuk pengolahan data dan kendali proses. 1993. 2.PDF. Contoh aplikasi akuisisi data menggunakan modul ADAM. Penerbit Erlangga. Akuisisi dan komunikasi data. MatgWorks Inc. 1994. Fuzzy Logic Toolbox. Otomasi Industri Materi: . 2003. Data Aqcuisition and Process Control.

Kuspriyanto. 2.PLC dan diasin sistem otomasi berbasis PLC. Persamaan kinematika. Jenis dan aplikasi sensor. Prentice-Hall. . Robotika Prasyarat : Tujuan : Memberikan pengertian tentang prinsip-prinsip perancangan analisis dan sintensis sistem robot.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 103 Konsep otomasi dalm industri. Penggabungan sensor. Bahasa pemrograman robot. Industrial Robotics. Pengaturan gerak robot. 1997. penggunaan vision sensor. 2. A. Fifth Edition. 2. John-Wiley & Sons. 3. 1989. Intelligent Sensor Technology. Konversi sinyal sensor. Ryoji Ohba.Galip Ulsoy. 1987. Pustaka: 1. Singapore: McGraw Hill Book Company. Pustaka : 1. Penyelesaian persamaan kinematika. Groover. Dinamika Robot. Microcomputer Application in Manufacturing. Hubungan-hubungan differensial. 1985. pengkondisi sinyal dan actuator menjadi sebuah sistem. Sistem sensor untuk diagnosis equipment. Teknik Elektro ITB. Mesin intelligent termasuk sensor pada robotik. Warren R Devries. P. Process Control Instrumentation Control Technology. Kendali sekuensial dan kendali berbasis switch/relay. John Wiley & Sons. Curtis D. Transformasi homogen. Pengantar Robotika.Johnson. Bandung: Laboratorium Sistem. Sensor (pengindraan). Pustaka: 1. Pengaturan dan Komputer. 1992. efector sensor untuk material handling. Intelligent Sensor Materi: Sensor-sensor intelligent.M. Pokok bahasan : Pendahuluan. Sensor untuk servomekanik Sistem sensor pada robot intelligent. 3.

spesifikasi teknis dan fungsi komponen dan sistem reaktor.S.: Nuclear Power Plant Design Analysis. Chilton Book Company. Pustaka: 1. Liptak. A. Sesonke. 1982. 2. A. Wright. Barney.. selfdiagnosis. Plant highlight and main features of proposed plants. Disain control room: primary system. perancangan rinci (detail design). power reactor monitoring.R. Allyn. November. Basic Nuclear Engineering. bypass control logic. sources netron monitoring. PILIHAN TEKNOLOGI REAKTOR 1. Pustaka : 1. 2.104 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. micro – processor based. Intelligent Instrumentation.. 1988. sistem utama dan sistem penunjang. George C. reliability. R. 2003. Kriszta Venczel. analisis sistem meliputi teras reaktor. Penggunaan computer code untuk kajian rancangan sistem reaktor. bahan bakar. Perancangan dasar (basic design). Foster. auxiliary system. Karakteristik instrumentasi dan kendali reaktor : 2 out of 4 logic. 3. man-machine interface. Newjec Inc.L. 3. sisem proteksi reactor dan main control board. control rod. Process Measurement : Instrument Engineer Handbook. Prentice-Hall. Keselamatan Reaktor . Atomic Energy Commission Report TID-26241. konsep touch screen operor console. Bella G. 1983. Sistem Instrumentasi dan Kendali Reaktor Materi: Arsitektur sistem monitoring dan kendali reactor. Monitoring fluks netron dan radiasi reaktor. 4th edition. U. 1973. kriteria. Neutron sources. Perancangan Sistem Reaktor Materi: Dasar-dasar perancangan reaktor : tahapan.

Glasstone. . 2. Harrer.. 2. Jenis-jenis sistem-sistem keselamatan dan proteksi reaktor. macam akselerator dan aplikasinya. Akselerator linier. Potensi pelepasan zat-zat radioaktif ke lingkungan selama operasi normal maupun dalam keadaan kecelakaan.Walter H. 1979. ANS. Dampak lingkungan akibat operasi instalasi nuklir sejak dari penambangan bijih uranium sampai penyimpanan terakhir sampah nuklir. Pustaka: 1. efek radiasi pada materi. 1980. Sumber ion. IAEA. Sistem Pencacah Nuklir Materi: Penentuan aktivitas. Sistem tegangan tinggi akselerator. Akselerator lingkaran. penggunaan dalam kimia radiasi. PILIHAN BEBAS 1. energi dan unsur. Vienna. gamma dan netron. Sistem fokus berkas partikel.Jordan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 105 Materi : Prinsip pertahanan berlapis (defence-in-depth).. Sistem akselerator partikel. J. 1977.M.S. 2. Analisis keselamatan. Pustaka: 1. Koll. Radiation Detection and Measurement. IAEA Safety Series No. Glenn F. Sektroskopi alfa. John Wiley & Sons. efek radiasi pada materi. Vrginia. MTIS. penggunaan bidang kedokteran nuklir. Kriteria-kriteria evaluasi keselamatan reaktor. Teknologi Akselerator & Aplikasi Prasyarat: Materi: Prinsip dasar akselerator. Nuclear Power Instrumentation System. produksi neutron dalam analisis aktivasi. : Nuclear Power and It’s Environmental Effects. Pengkajian lokasi instalasi tenaga nuklir. : Code on Nuclear Power Reactor Design.

Wiryosimin. 1994. Transceiver). Proceeding. Penerapan Telemetri untuk Perancangan telemetri suhu dengan modulasi . Transmitter. BATAN. Prinsip jaminan mutu. aspek keselamatan dan peraturanperaturan yang berkaitan dengan fasilitas radiasi. Pustaka : 1. Aplikasi generator neutron untuk analisis bahan. sistem saluran transmisi (Data Circuit Terminating Equipment/DCE. Particle Accelerator. Radiation and Security: Comprehensing Radition Risk. penerapan. verivikasi. Aplikasi akselerator implantasi ion dalam pengerasan bahan. McGraw-Hill. Radiation Protection in Nuclear Energy. Radio pemancar-penerima. Mikrokontroler. Buku Pengoperasian Akselerator. Sistem Telemetry Prasyarat : Perancangan Instrumentasi.106 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Sistem sumber ion. 2. 2. Materi: Komponen-komponen telemetri (Sensor. Modem. ADC. 3. Sistem pemisah berkas partikel. Proteksi radiasi dalam industri nuklir. Penerbit ITB. Pengembangan. Livingstone. IAEA. Pustaka: 1. 4. Sydney. 1986. Multiplekser. IEAE. Sistem Kontrol Sekunder). Mengenal Asas proteksi Radisi. Sistem sumber data (Sistem Akuisisi. Proteksi Radiasi Lanjut Prasyarat: Materi: Standar dan prosedur proteksi radiasi. Mikrokontroler. Paris. Sistem saluran penerima (Komputer sebagai alat control sistem dan pengolah data). Suwarno. Sistem Antar Muka. 1988. dan perbaikan prosedur kerja dalam instalasi radiasi. 1995. Bandung. P3TM. 3. Pengkondisi sinyal.

cara kerja dan amplikasi (ECG. Komuniksi Elektronika. penetrasi. radioisotope untuk pencitraan). medis ultra sound. MRI dan Nuklir). Roddy. Essential of Radiology . Fosbinder and Charles A. Dennis dan John Coolen. USG. Penerbit Erlangga. Robert A. Defibrilator dan Hemodialisis).undip. Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik. Review spec dan unjuk kerja perangkat pencitraan medis (X-rays. Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. kVp. Kesley. sistem interlock dan sistem proteksi elektronik untuk pengamanan proses maupun industri.PDF. Perangkat Xrays (tabung X-rays.ac. Sifat-sifat (X-rays. EMG). Pacemaker. sharpness. sistem alarm kebakaran. Teknik (in-vitro. Philip Bill. 2. aspek biologis). Vehicle safety. 5. 2002. karakteristik. Instalasi dan troubleshooting sistem alarm. Instrumentasi Medik Materi Fungsi. 1993.elektro. EEG. kontras). The Complete Book of Elekctronic Security. tipe interaksi foton. radioisotope tracer).. arus. 6. filtrasi). dulu dan sekarang. Pencitraan Fisiologi/fungsional. Skema elektronik. tranduser). Electronic Security Materi: Sistem sekuriti elektronik. in-vivo. Sistem instrumentasi (Cardiac. Integrasi sistem. Teknik pencitraan gelombang (US. Sistem kerja alarm. www. Dasar fisika resonansi magnet nuklir. Product Line McGraw-Hill Professional.id/transmisi/des05/sukiswodes05. energi. Security lighting. Pustaka 1. Pengkabelan. Jakarta. Detektor nuklir (system deteksi radiasi. Pustaka: 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 107 digital Frequency Shift Keying/FSK Pustaka: 1.

108

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Sciences, McGraw Hill Medical Publication Division, Copyright 2002, New York. 2. R.S.Khandpur, Handbook of Biomedical Instrumention, Tata McGraw Hill Company Limited, New Delhi, 1977. 3. B.R.Bhairi, Balvinder Singh, N.C. Rathod, P.V.Narurkar, Handbook of Nuclear Medicine Instruments, Tata McGraw Hill Publishing Company Limited, New Dilhi, 1994. 4. Joseph D.Bronzino, Editor in chief, The Biomedical Engineering Handbook, CRC Press, IEEE Press. 5. Steve Webb, The Physics of Medical Imaging, Institute of Physics Publishing, Bristol and Philadelphia, Reprint 1993. 7. Tekno Ekonomi PLTN Materi Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun, mengoperasikan, dan merawat dekomisioning, hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik. Pustaka: 1. Eko Edy Karmanto, Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. 2. Teknoekonomi PLTN. 3. Teknologi dan Perencanaan Energi, Pelatihan BATAN, 1988. 4. Dekomisioning Reaktor Triga, JAERI, 2006. 5. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant, IAEA, Viena, 1978.

D. PROGRAM STUDI ELEKTROMEKANIK 1. Visi & Misi Visi Menjadi penyelenggara pendidikan yang mampu menghasilkan sarjana sains terapan yang siap berkembang dan berkarya secara profesional dalam bidang elektromekanik baik untuk industri nuklir, industri yang berkaitan dengan nuklir

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

109

maupun industri energi pada umumnya. Misi Program Studi Elektromekanik dirancang agar lulusannya: 1. Mampu menunjukkan kemampuannya secara profesional dan mampu mensinergikan keahlian dan daya analisisnya dalam perancangan, pembuatan, pengoperasian, pengujian, perbaikan, dan perawatan alat-alat elektromekanik yang digunakan baik pada industri nuklir, industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya; 2. Mampu mengaplikasikan teknik NDT/Radiografi untuk pengujian dan inspeksi bahan teknik/mekanik untuk industri berkaitan dengan aspek keselamatan untuk pekerja, fasilitas dan lingkungan pada umumnya. 3. Mampu memberikan supervisi bagi industri yang menjual, mendistribusi, dan atau mengoperasikan perangkat radiasi berkaitan dengan aspek legal dan keselamatan penggunaannya. 2. Tujuan Program Studi Di Indonesia, penggunaan, pengoperasian serta pemanfaatan perangkat radiasi atau instalasi nuklir baik untuk keperluan medis, maupun inspeksi dan pengujian peralatan proses industri sangat luas. Pengoperasian dan pemanfaatan peralatan ini membutuhkan tenaga-supervisor yang handal yang mempunyai keahlian dan analisis dalam bidang teknologi nuklir yang didukung ilmu-ilmu elektromekanik antara lain teknologi sistem tenaga listrik, sistem proteksi dan keselamatan, penggerak elektromekanik beserta keandalannya, disamping itu diperlukan perlakuan khusus yang berkaitan dengan radiasi. Bidang-bidang pekerjaan tersebut tentu saja memerlukan banyak tenaga kerja yang mampu memenuhi keahlian kombinasi antara sistem tenaga listrik, teknologi bahan, penggerak elektromekanik dan radiasi berkaitan dengan aspek teknis sekaligus keselamatan. Tujuan dari penyelenggaraan program studi ini adalah untuk menghasilkan sarjana sains terapan yang dapat memenuhi tuntutan keahlian multi-disiplin tersebut di atas.

110

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

3. Kurikulum Program Studi Kurikulum program studi elektromekanik (Elemek) dirancang untuk dapat memberikan bekal kompetensi sarjana sains terapan yang cukup yaitu 148 SKS dengan komposisi teori 104 SKS dan praktek 44 SKS. 1 SKS teori 1 jam tatap muka, 1 SKS praktikum 3 jam tatap muka, sehingga beban belajar mahasiswa adalah 104 jam teori (44 %), ditambah 132 jam praktek (56 %) termasuk praktek kerja lapangan. Dengan komposisi tersebut, mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni. Berdasarkan Kurikulum Standard Diknas, kurikulum Prodi Elmek terdiri dari 75 % mata kuliah inti (MKK dan MKB) serta 25 % mata kuliah penunjang (MPK, MPB, MBB). Dengan komposisi tersebut, mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni serta mempunyai bekal tambahan baik perilaku berkehidupan bersama maupun perilaku berkarya sesuai dengan standard yang berlaku secara nasional. Untuk lebih menekuni bidang keahlian tertentu, struktur kurikulum prodi Elmek menawarkan 4 mata kuliah pilihan ( 8 SKS) yang terbagi ke dalam 3 kelompok mata kuliah pilihan wajib yaitu kelompok pilihan teknologi bahan, kendali dan robotika , pilihan teknologi reaktor serta pilihan sistem tenaga. Dengan demikian, kurikulum program studi Elektromekanik dirancang sedemikian sehingga mahasiswa lulusannya mendapatkan kompetensi yang memadai (core competence) dalam bidang elektromekanik, serta memiliki keunggulan komparatif dalam bidang pengujian dan inspeksi menggunakan teknik uji tak rusak/radiografi.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

111

4. Perbandingan SKS dan Beban Kerja (jam) Teori dan Praktek I Tr
16

II Pr
4

Tr
12

Pr
8

III Tr Pr
14 6

IV Tr Pr
12 8

V Tr
14

Pr
6

VI Tr Pr
14 6

VII Tr Pr
20 0

VIII Tr Pr
0 8

20 20 20 SKS Teori = 104
Jam Teori =104 (44%)

20 20 SKS Praktek = 44
Jam Praktek = 132 (56%)

20

20 8 SKS Total = 148
Jam Total = 236x16

5. Distribusi Matakuliah Berdasarkan Standard Diknas
No

Kelompok (elemen kompetensi)
Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB)

Inti (Utama) 10 38 40 4 8

Institusional
Pendukung Lainnya

Jumlah SKS 12 40 76 11 8 147 100 %

1. 2. 3. 4. 5.

2 14 18 2 11 47 32 % SKS T 2 2 2 2 2 10 P

Prosentase

100 68 %

MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) No. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Pendidikan Agama I 2. Bahasa Inggris 3. Pancasila 4. Kewarganegaraan Pend. Agama I 5. Pendidikan Agama II
JUMLAH

Semester I I III V VII

2

2

Fisika Reaktor Fisika Modern 19. Teknik Tenaga Listrik II TTL I 4. Komputer 4. Thermodinamika 16. Gambar Teknik I 7. Teknik Tenaga Listrik I Dasar 3. Matematika Teknik Matematika II 15. Teknik Listrik Dasar Prakt.112 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. Statika Struktur Sistem PLTN dan Pembangkit Fisika Reaktor 5. Mekanika Fluida JUMLAH MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. 8. Pengukuran 11. Mekanika Kekuatan Bahan Ilmu Bahan SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 38 4 2 2 2 2 Semester I I I I II I I. Statistik 10. Fisika Dasar II Fisika Dasar I 9. Fisika Modern Fisika Dasar II Matematika 17.IV III III III IV IV IV IV 2 14 Semester I I II II III III III IV IV V SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 .IV III. Perlengkapan Sistem Tenaga TTL II 9. Elemen Mesin I Statika Struktur 10. Konvensional 6. Alat Ukur & T. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Kimia Umum 5. UTR/Radiografi ADPR 7. Mekatronika II Mekatronika I 14. Matematika I 2. Proses Produksi I Teknik Listrik 2. Kendali Motor & Alternator 8. Fisika Dasar I Arsitektur & Jaringan 3.II II II II II. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. P. Perpindahan Panas 20. Mekatronika I Teknik Listrik 13. Ilmu Bahan 12. Matematika II Matematika I 6. Komputer & K Numerik Teknik 18.

Kinetika dan Pengendalian Reaktor Pemeliharaan & Perbaikan Mesin Listrik Perencanaan Mesin Listrik Industri Elemen Mesin II Hidraulik dan Pneumatik Pembangkit Uap dan Turbin JUMLAH 18 MK WAJIB BERKEHIDUPAN BERKARYA (MBB) NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Proteksi & Keselamatan Radiasi Metodologi Penelitian Sistem Manajemen Mutu Manajemen Proyek Seminar Kerja Praktek Tugas Akhir JUMLAH SKS T P 2 2 2 2 1 9 2 V VII VII VII VII VII VIII 3 5 10 6. 3. 5. 6. 14. 7. 13. 16. 15. Susunan Kurikulum Program Studi Elektromekanik Semester I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 TFN104 TFN105 TFN106 TEM107 TEM108 TFM119* TFN103 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK Pendidikan Agama I MPK Bahasa Inggris MKK Matematika I MKK Fisika Dasar I MKK Kimia Umum MKK Arsitektur Jaringan Komputer MKK Teknik Listrik Dasar MKB Proses Produksi I MKB Prakt. 4. 2.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 113 PLTN 2 2 2 Elemen I 2 2 2 32 2 2 V V V V VI VI VI 11. Gambar Teknik I JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2 4 . 12. Proses Produksi I MKK Prakt.

ADPR JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 16 . Gambar Teknik II JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 12 Semester III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN301 STN302 STN303 TFN304 TFN305 TFN306 TEM307 TEM308 TEM309 TFN310 Kelompok MPK MPK MKK MKK MKK Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Pancasila Prakt. Teknik Tenaga listrik I MPB Prakt.114 Semester II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN201 STN202 TFN203 TFN204 TFN205 TEM206 TEM207 TEM208 TFN209 TEM210 Kelompok MKK MKK MKK Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Matematika II Statistik Fisika Dasar II Alat Ukur & Teknik MKK Pengukuran MKK Ilmu Bahan MKK Mekatronika I MKK Prakt. Proses Produksi II Prakt. Bahasa Inggris Matematika Teknik Fisika Modern Termodinamika Alat Deteksi & Pengukuran MPB Radiasi (ADPR) MKB Mekatronika II MKB Teknik Tenaga Listrik I MKB Prakt. Alat Ukur & MKK Pengukuran MKK Prak. Fisika Dasar MKB Prakt.

Kendali Motor & MKB Alternator MKB Prakt. Program Komputer & K MKK Numerik JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 12 8 Semester V No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN501 STN502 TFN503 TEM504 TEM505 TEM506 TEM507 TEM508 TFN509 STN510 Kelompok MKB Mata Kuliah SKS Teori Praktek Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Proteksi & Keselamatan MBB Radiasi MKB UTR / Radiografi MKB Kendali Motor & Alternator MKB Perlengkapan Sistem Tenaga MKB Elemen Mesin I MKB Mekanika Kekuatan Bahan Prakt. MBB Radiasi JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 115 Semester IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode TFN401 TFN402 TFN403 TFN404 TEM405 TEM406 TEM407 TEM408 TEM409 TFN410 Kelompok MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK Mata Kuliah SKS Teori Praktek P Komputer & K Numerik Fisika Reaktor Perpindahan Panas Mekanika Fluida Teknik Tenaga Listrik II Statika Struktur Prakt. Mekatronika Prakt. UTR / Radiografi Prakt. Ilmu Bahan Prakt. Teknik Tenaga Listrik II Prakt. Proteksi dan Kes.

Perl. Kinetika dan MKB Pengendalian Reaktor JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 Semester VII No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kode KIN701 STN702 STN703 STN704 TFN705 TFN706 TFN707 Kelompok MPK Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Agama II Perundang-undangan Tenaga MPB Nuklir MBB Metodologi Penelitian MBB Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & MPB Ergonomi MBB Manajemen Proyek MBB Seminar MKB Pilihan I MKB Pilihan II MKB Pilihan III MKB Pilihan IV JUMLAH 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 15 .116 Semester VI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN601 TFN602 TEM603 TEM604 TEM605 TEM606 TEM607 TEM608 TEM609 TFN610 Kelompok MPK Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Kewarganegaraan Kinetika dan Pengendalian MKB Reaktor Pemeliharaan & Perbaikan MKB Mesin Listrik Perencanaan Mesin Listrik MKB Industri MKB Elemen Mesin II MKB Hidraulik dan Pneumatik MKB Pembangkit Uap dan Turbin Prakt. Pemeliharaan & MKB Perbaikan Mesin Listrik MKB Prakt. Sistem Tenaga Prakt.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 117 -Kode tergantung mata kuliah yang diambil Semester VIII No 1 2 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 2 3 Kode STN801 STN802 Kode TEM708 TEM709 TFN710 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MBB Kerja Praktek MBB Tugas Akhir JUMLAH Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok Pilihan Teknologi Bahan Teknik Metalurgi Teknik Pengujian dan Inspeksi UTR / Radiografi Lanjut Kelompok Pilihan Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Intelligent Sensor Kelompok Pilihan Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor Kelompok Pilihan Sistem Tenaga Keandalan Distribusi Daya Listrik Sistem Proteksi & Keselamatan Kelistrikan Industri SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 3 5 8 Kode TFN711 TFN712 TFN713 Kode TFN714 TFN715 TFN716 Kode TFN717 TFN718 TFN719 .

dan Syari’ah. Modal Auxiliaries. Peran agama dalam keluarga. Academic Reading and Writing. Keimanan. 3. Pendidikan Agama I Prasyarat :Materi : Pokok-pokok agama. Past. Nouns and Pronoun. Aqidah. Comparisons. Count/ NonCount nouns. Pustaka: . Passive Sentences. Gerund and Infinitives. Bahasa Inggris I Prasyarat :Materi : Structure: Present. Perfect Tenses and articles. noun clauses. Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). Islam. Silabus SEMESTER I 1. Question words. Muhammad Al Ghozali. dan perkembangan teknologi. 2. Akhlak Islam. 2. 4. Muhammad Syaltut. pembangunan.118 No 1 2 3 4 5 6 7 Kode STN720 TFN721 TFN722 TEI723 TEI724 TEI725 TEI726 Kelompok MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah Proteksi Radiasi Lanjut Kecerdasan Buatan Teknologi Akselerator & Aplikasi Sistem Manufaktur Fleksibel Sistem Akuisisi Data Instrumentasi Medik Tekno Ekonomi PLTN SKS 2 2 2 2 2 2 2 7. and Future Tenses. Connecting ideas. Hikmah ibadah. Imam Namawi. Riyadhus Sholihin. Pustaka: 1.

Matematika I Prasyarat :Materi : Teori himpunan. Theory and Problem of Calculus. Hukum-hukum Newton dan grafitasi. Bandung. New York. 1964. Hidrostatika dan dan hidrodinamika. Binatjipta.F. Calculus and Analytic Geometry. FMIPA-UGM. solusi persamaan simultan. Ayres. Terjemahan P Soedarjono. M.. England.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 119 1. 2. R.J. 2. New York. 3. Fisika Dasar I Prasyarat :Materi : Pendahuluan : pengertian besaran dan satuan. Press. usaha. Raymond Murphy. London 1988. W. Encyclopedia of Science in Everyday Life”. Relasi dan fungsi matematik. teori bilangan. dan Lewis. Pustaka: 1. kinematika. . Cox & Wyman Ltd. Persamaan Differensial. 3. Statika. 3.. Mekanika. Thomas... and Finney. Kaplan.B. Addison-Wesley Publishing Company. dan dinamika. Jr . 4. Inc. limit dan derivative. 4. Gaya. Pustaka: 1. F. aljabar linear. Dictionary of Science for everyone.. Konsep thermodinamika dan hantaran panas. Calculus and Linear Algebra.. dan gelombang. Cambridge Univ.L. Wardiman. Panas dan Bunyi. dan momentum. Sears.. Teknik integrasi. Bunyi. Edisi 3. John Wiley and Sons. G. skalar dan vektor. and Sutton C. Hukum kekekalan energi dan momentum. Reading.W. Matriks dan determinan. D. Guild Publ. English Grammar in Use. daya. Sherwood. 1985. getaran.

Penimbangan dan perhitungan molekul. Hardisk. hukum dan mekanisme reaksi. peluruhan. Struktur fisik atom. Memori Eksternal (BIOS. Hukum penggabungan Kimia. campuran gas. Kimia Umum Prasyarat:Materi: Sifat dan Dasar Kimia Modern: metoda & pendekatan makroskopik. campuran dan distilasi. padat. 5. Kimia nuklir: hubungan massa-energi dalam inti. Pustaka: 1. radiasi. dan Nachtrieb. California. Tabel berkala. Sifat spesies zat terlarut. Pipeline.. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. Coprocesor aritmatika. fisi. Gaya antar molekul. tekanan. TCP/IP. Unix dan Linux. stoikhiometri. proses reversible dalam gas ideal.. jilid I. Interupsi. konsep energi. Konsep jaringan komunikasi data. H. Dasar-dasar sistem operasi: DOS.P. Paralel processing. teori kinetik gas. Erlangga. Jakarta. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto. CD-ROM). Windows. Jilid 1. Transisi fasa dan diagram fasa. 1984. kimia. cair-gas). kaidah fasa Gibbs.. dan fusi. Padatan. Wujud gas: kimia gas. Collegge Physics. Arsitektur dan Jaringan Komputer Materi: Pengenalan perangkat keras komputer : CPU. Cairan dan Transisi Fasa: Sifat. ed. pengaruh suhu. 1983. Direct Memory Access. bentuk pengukuran dan kekekalan.J. suhu dan hukum gas ideal. 3. 2001. Gillis.120 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. 6. elektrokimia: neraca persamaan reaksi oksidasi-reduksi. asam-basa dan heterogen (padat-cair. Microprocessor 8088 sampai Pentium IV. Memori internal (Cache. Erlangga.W. Kinetika kimia: laju reaksi kimia. O’Dwyer J. sel elektrokimia. N. suspensi koloid. pengantar titrasi. reaksi kimia dan hasil reaksi. . Kesetimbangan fasa. Oxtoby.H. cair dan gas. RAM). Termokimia. Larutan : Komposisi larutan. Fisika. Resnick R and David Halliday. proses spontan dan kesetimbangan: termodinamik.D. 4. Wadsworth. sifat koligatif larutan.

Mesin sekrap.M. Bilangan kompleks. 2. Schaum Series.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 121 Topologi jaringan. Amstead. Heuberger J. 1990. Hignbotham. B. Terjemahan P Bambang Priambodo. Pengerjaan Logam Dengan Mesin. Mesin bubut. 1982. Presman. daya. loop. Teknik Listrik Dasar Prasyarat: Materi : Konsep dasar besaran listrik. Basic Electrical Engineering.F. Listrik dan Magnet. Bahan-bahan alat iris. P. teori dasar rangkaian (thevenin. Jilid 1 dan 2. resonansi. Teknologi Instalasi Listrik. Proses Produksi I Materi: Berbagai macam proses dan alat/mesin dalam sistem produksi. Student Edition of Matlab. arus. David E. norton. 4. leading. Erlangga. Rangkaian RLC. Pustaka: 1. Edisi 7. 8. faktor daya. super posisi. kirchoff. McGraw-Hill. Teknologi Mekanik. 1992. Petunjuk Praktikum Dasar Komputer. The Mathwors Inc. 3. Schonmetz A. Erlangga. Andi Offset. Gerakangerakan dasar mesin perkakas. lagging. tegangan. Jogiyanto. Begeman. Mekanisme mesin perkakas. H. fasor. Roger. mesin las serta pengecoran. Mesin frais. 1989. Pustaka: 1. Prentice-hall. rangkaian arus bolak balik. 2. Fitzgerald. Yogyakarta. 7. Pustaka: 1. dan noode). 2.H. STTN-BATAN. Neidle M. McGraw-Hill. Software Engineering. Tim Asisten. sumber tegangan dan arus. 1992. Ostwald. rangkaian ekuivalen. Pengenalan Komputer. 3. 1981. . M. 3 fase. diagram polar. A Practitioner Approach. Mesin bor. Sinnl P. sistem 1 fase.L.

Teknik Pemrosesan bahan dengan berbagai mesin perkakas . Pustaka: 1. gambar listrik : symbol gambar. 5. Stevenson.. macam-macam proyeksi.. ukuran kertas gambar. standarisasi. gambar bentuk geometri. Teknik Pengecoran Logam. Penerbit Erlangga.. 9. 7. 1979. 10. Jakarta. 4. Jakarta. Praktikum Gambar Teknik I Materi: Fungsi dan tujuan gambar. L. J. De Bruijn. menggambar bagian mesin. Jr. suaian.. PT.122 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Penerbit Angkasa. Penerbit Andi. Bandung. pencabangan. Staf Proyek Pengadaan Buku. Petunjuk Praktikum Gambar Teknik.J. Asisten. Proses Produksi I Materi: Kerja Bangku. William D. Pengembangan Produk dan Kontrol Numerik. symbol. Takeshi Sato. toleransi. 1986.. STTN-BATAN. pengertian proyeksi. Sugiarto N. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Menggambar Teknik Untuk Disain. W. Luzadder. pengenalan AutoCAD. 3. 1985. pegas. Jakarta. macam-macam garis. Jakarta.A. macam-macam ulir.. Ilmu Mengambar Bangunan Mesin. Pradnya Paramita. Prakt. Instalasi Cahaya dan Tenaga. roda gigi. 2. Panduan Praktis Pemakaian AutoCAD 2000 for Windows. Wahana Komputer. kotak sekering dan papan hubung bagi. 2001.. Yogyakarta. menggambar benda tunggal. Pradnya Paramita. Kenji Chijiiwa. peralatan gambar. Penerbit Erlanga. PT. La Heij.H. 6. contoh disain. 1986. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO. G. huruf dan angka. Analisis Sistem Tenaga Listrik. cara menggambar ulir. 3. Tata Surdia. normalisasi. Pradnya Paramita. 1996. gambar penampang/ arsiran. 1986. 1995. cara menuliskan ukuran. penghitungan jaringan instalasi listrik. Jakarta.

3. Pustaka: 1. STTN. 4. Sifat-sifat statistik : mean. M.B. kurtosis. FMIPA-UGM. Schonmetz A.L. simpangan baku. Teori kemungkinan (probabilitas). Begeman. Kreyzig. Amstead. Pengelompokan data. Penyelesaian persamaan diferensial dengan metode analitik dan numeric. and Finney. New York. 2. Pustaka: 1. Matematika II Prasyarat: Matematika I Materi : Pemodelan fenomena fisis dalam bidang teknik. R. Normal dan Poisson. Pendugaan statistik. sekrap. gelombang. 2. median. Addison-Wesley Publishing Company. Wardiman. persamaan diferensial untuk fenomena transport. sampel dan populasi. Jilid 1 dan 2. dan kemiringan (skewness). probability density function dan cumulative distribution function. Erlangga. Edisi 7. modus dan variansi. Calculus and Analytic Geometry. Advanced Engineering Mathemathics. histogram data dan distribusi frekuensi. Bandung. Pradnya Paramita. 1983. Thomas. Terjemahan P Bambang Priambodo. frais dan las). Uji hipotesa dan taraf nyata . Ostwald. Pengerjaan Logam Dengan Mesin. Persamaan Differensial. P. 3. Buku Panduan Praktikum Proses Produksi I. BATAN.H. B. Sinnl P.L.. G. Wiley International.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 123 (bubut. SEMESTER II 1. Statistik Materi: Pengertian data. Distribusi Binomial. Tata Surdia. 1990. 1986. Jr . Teknologi Mekanik. 2. Penerbit Angkasa. Dasardasar Teori Sampling. 1985. Teknik Pengecoran Logam. Heuberger J.F. Kenji Chijiiwa.

Sutrisno. muatan dan arus listrik. Regresi dan Korelasi. McGrawHill. Silaban dan E. 2. Probability and Statistics for Scientist and Engineer. presisi. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran. 1988. Pengantar Statistik dan Teori Kemungkinan. Pustaka: 1. Sears. Ganeca. Jakarta. magnet. getaran. . 1990. medan magnetik. Erlangga. 2. dan peralatan optik. karakteristik instrumen ukur: sensitivitas. ITB.F. Fisika. E. Teori pengukuran: standard dan kalibrasi.D. Walpole. Pustaka: 1. medan dan potensial listrik. linearitas. Measurement System : Application dan Design. elektromagnetik. akurasi dan kesalahan. Cooper W. Bandung. Edisi 3 Terjemahan P. Analisis Deret Berkala. Bandung. Donald. Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Materi: Macam alat ukur (mekanik dan elektrik). optik fisik.124 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 untuk sampel besar dan kecil. McGraw-Hill. Optik geometri. optic) Prasyarat: Fisika Dasar I Materi: Listrik : Gaya. Jilid 2. kalibrasi dan teknik pengukuran. Pustaka: 1. Listrik dan Magnet. 1964.W. Edisi 3. Binatjipta. Sucipto.Doebelin. and David Halliday.O. 4. gaya gerak listrik induksi. Fisika Dasar II (Listrik. resolusi. Resnick R. jangkauan alat ukur. Erlangga. 3. Penampilan hasil pengukuran dalam angka grafik/gambar (sta program-> EXEL) . Ralat.. 2. Terjemahan P Soedarjono. 1983. arus searah dan bolak-balik. Magnet: gaya magnetik.

. karakteristik. Engineering Materials 2. Van Vlack. CB. Jakarta. DRH. Segal. 6. 6. Proses pembuatan logam. Buffer. Triac. sistem aljabar boole. FET. bahan konduktor. Pustaka: 1. 1988. “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”. 2nd ed. 5. M. integrator dan deferensiator. Smith. logam Paduan. “Principles of Materials Science and Engineering”. zener. 1976. non inverting ... hexa. Cambridge Univ. 1991. Ilmu Logam. Press. Mc Graw Hill Publ. D. Diac. “Ilmu dan Teknologi Bahan”. Ashby. diagram fasa logam. 1989. bahan magnetik .. komparator.. Mekatronika I Materi: Prinsip dan aplikasi elektronika analog dan diital dalam pengoperasian peralatan elektromekanik.. Pergamon Press. Pengetahuan Bahan Teknik. Comp. sistem bilangan (biner. inverting. 1990. 1992. CC. 2. Op-amp : dasar. and Jones. Tiristor. Tata Surdia. korosi. Ghalia Indonesia.H. Sito Shinkoru. superkonduktor. semikonduktor. sifat mekanis. 4. W. Arifin.F. 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 125 5. Prinsip eleklektronika analog : Diode : umum. struktur mikro logam. isolator. cahaya. Adder. Transistor : rangkaian CE. Erlangga. Ilmu Bahan Prasyarat: Materi: Pengenalan Bahan: Struktur atom dalam bahan padat. bahan dielektrik. Pradnya Paramita. Pustaka: . Elektronika digital. ed.F. L. Subtractor. Samsul. 5. oktal). perlakuan panas.

Proses produksi II Prsyarat: Materi: Membuat berbagai komponen mekanik dengan Mesin CNC TU-2A. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Tim Asisten. 2. 8. Instruksi Pemrograman. ITB. Zaenal. Pustaka: 1. Lewish C. faktor daya. Mekatronika. Mesin CNC TU-3A. BATAN. Milne J. HEDS. pemuaian logam. medan listrik. Prakt. Menguasai AUTOCAD Release 12. 3. termokopel. Instruksi Pengoperasian. 1996. Electromechanical Engineering:An Integrated Approach. energi. 7. medan magnet. garpu tala.. (+ fenomena sensor). Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. 1994. McGraw-Hill. Interfacing to the IBM PC.126 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Elex Media Computindo. panas jenis zat padat. Arus. 9. 2. Informasi Mesin. . 1990. rangkaian AC/DC. Buku Petunjuk Prakt. Yogyakarta. STTN. lensa dan cermin. Kartidjo. Alat Ukur & Teknik Pengukuran Materi: Penggunaan dan karakteristik berbagai alat ukur : Listrik dan magnet (Tahanan. 2006. ayunan matematis. EmcoTurn242 : Mesin Bubut CNC-Ukuran Menegah. Proses Produksi II. fluks. STTN-BATAN. tegangan permukaan. M dan Djodikusumo I. Omura George. Tegangan dan daya. Fraser C. STTN. 3. frekuensi. 2. Praktikum Fisika Dasar Prasyarat: Materi: Neraca analisis. daya hantar listrik. Prakt. modulus elastisitas. Emco Maier Ges mbh. Pustaka: 1. Eggebrecht. jembatan wheatstone. Austria. indeks bias.

. 1995. 2003. Pustaka: 1. Prakt. 5. perintahperintah gambar 3D. Jakarta. Mekanik (putaran. Viewpoint. 6. Gambar Teknik II Materi: Praktek Program AutoCAD : pengetahuan dasar AutoCAD. Asisten. Penerbit Andi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2001. Command line. Wahana Komputer.. torsi. Buku petunjuk praktikum alat ukur dan teknik pengukuran. Jakarta. 1979. Luzadder. Chistiawan. L. sistem koordinat.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 127 rapat fluks dan kuat medan). Panduan Praktis Pemakaian AutoCAD 2000 for Windows. La Heij. 3. Jakarta. Yogyakarta. Ilmu Mengambar Bangunan Mesin. gambar benda tunggal. Viewports. getaran). STTN-BATAN.. J. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Yogyakarta. gambar susunan. Pradnya Paramita. 2. Pengembangan Produk dan Kontrol Numerik. Mencetak gambar.. MSpacePSpace. perintah-perintah gambar 2D. 2001. Staf Proyek Pengadaan Buku.J. gambar PID. Yogyakarta. editing gambar 3D. gambar instalasi penerangan dan tenaga dengan AUTOCAD. Menggambar Teknik Untuk Disain. Instalasi Cahaya dan Tenaga. Jakarta. Handi Chandra. Konsep dan Latihan Menambar 3D dengan AutoCAD 2000 for Windows. Petunjuk Praktikum AutoCAD. PT. 7. Dview. 4.A. Penerbit Erlanga. De Bruijn. aliran. Pustaka: 1. editing gambar 2D. TFN. WCS dan UCS. 1986. . P. STTN. W. Penerbit Andi. 10. Dasar-Dasar AutoCAD 2000.

Pustaka: 1. S. perhitungan akselerasi ion. Practical English Usage. Pancasila sebagai pandangan hidup dalam bernegara dan bermasyarakat. 3. Michael Swan.Press.. Pradnya Paramita. Transformasi laplace dan fourier. Pendidikan Pancasila Materi: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Istilah Pancasila.Gramedia.N. bola. dan silinder. adverbs. Sistematika UUD 1945. Praktikum Bahasa Inggris Prasyarat : Bahasa Inggris Materi: Scientific and technical words. Purcell. 2. fungsi beta. Inc. Listening and Speaking. 1978.. Matematika Teknik Materi : Sistem koordinat kartesian. Penerbit PT. semi-scientific. Deferensiasi vektor. Chand and Company Ltd.128 SEMESTER III 1. integrasi vektor. India. semi-technical terms. 2.S. 1982. dan teorema divergensi. Persamaan laplace dua dan tiga dimensi. 1993. Advanced Engineering Mathemathics. Calculus with Analitic Geometry. 2. Wiley International. Pustaka: 1. Shanti Narayan and J. 1986.T Kamal. “Vektor Calculus”. Pancasila : Buku Panduan Mahasiswa. dan fungsi bessel. Mudjianto dkk. Academic Reading and Writing. C. Kreyzig. dan perhitungan medan listrik. Pustaka: 1. Kanpur. Pancasila dan UUD 45. Penjelasan Pasal pada UUD 1945. G. Oxford Univ. . Contoh aplikasi : perhitungan distribusi fluks neutron. Fungsi-fungsi khusus : fungsi gamma. Prentice Hall. 3. New Delhi. 1983. adjectives which belong to the phraseology of science. 1972.

John Wiley & Sons. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. 1992. 6. fusi dan pemanfaatnya. sistem pembangkit uap nuklir. Penerbit Erlangga.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 129 4. Siklus Gas Ideal : Gas Ideal. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi .C. pancaran Alpha. teori atom berdasar mekanika gelombang. spektrum radiasi atom Hidrogen. Forth Edition. Erlangga. (fisika neutron). 1994. massa dan ukuran atom. stabilitas dan radioaktivitas. model-model inti. New York (1983).W. Termodinamika Teknik. Ridwan M. 2. 1986.. Wark. Termodinamika Prasyarat: Materi: Pendahuluan : definisi dan konsep dasar. Bandung. Pustaka: 1. Perkins H. 3. Reaksi Nuklir. Efisiensi thermodinamis. K. struktur multiplek dalam spektrum. Zemansky. Sinar X. 1986. fisi. Penerbit ITB. McGraw-Hill Book Company. Basic Nuclear Engineering. sistem dua fase. Sinar Gama. 5. Fisika Modern Prasyarat: Materi: Bagian-bagian atom.S. Proses reversibel dan ireversibel. Kalor dan Thermodinamika. Dittman R. Pustaka: 1. 1977. Konsep Fisika Modern. Sinar Beta.H. Bagian-bagian inti atom.C.. M. 3. Hukum Pertama dan Hukum kedua. Prayoto. Arthur Beiser. motor bakar. membaca tabel. The Houw Liong.. momen spin dan magnet dari elektron. teori atom Bohr. Thermodynamics. Kesetimbangan dan aplikasi : kompressor. Marsongko Hadi. hamburan Rutherford. Reynolds W. dkk. RAM K. BATAN. 2.

metode dan mekanisme deteksi. generator . detektor neutron. Pustaka: 1. Piranti pencacahan: kamar ionisasi. dekoder. pencacahan GM. mux. Glenn F. map mc.. Herman Cember. pengaturan kecepatan. Electromechanical Engineering : An Integrated Approach. 7. Pengantar Fisika Kesehatan. alat deteksi pengukuran dosis. starting. Radiation Detection and Measurement. Lewish C. scintilator. sistem interface dan pemrogramannya. Interfacing to the IBM PC. Sistem aljabar boole. statistik pengukuran radiasi. dan Djodikusumo I. minimisasi rangkaian/kombinasional. register dan counter/ timer.130 Prasyarat:Materi: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Macam-macam radiasi. 1983. ADC dan DAC. McGraw-Hill. enkoder. Milne J. Fraser C. Teknik Tenaga Listrik I Materi : Mesin-mesin dinamik elementer. Eggebrecht. Mekatronika. kemagnetan. pengereman. NOT). detektor proporsional.clusky. 2. 8. Besaran dan satuan dosimetri. demux. pengendalian motor stepper dan On-Off relai. HEDS. alat deteksi pengukur partikel dan prinsip kerjanya. 3. Kartidjo M. 1994. flip-flop. 2. Pergamon Press. Mekatronika II Prasyarat: Materi: Prinsip dan aplikasi elektronika digital dalam pengoperasian peralatan elektromekanik. IKIP Semarang Press. John Wiley & Sons. Koll.. Interaksi Radiasi dengan materi. Pustaka: 1. mesin-mesin arus searah (motor arus searah. AND. 1979.. Gerbang (OR. minimisasi fungsi boolean dengan map karnough. ITB.

10. Newyork. 1985. Fitzgerald. paralel Generator DC. Mc Graw-Hill. New York.E. Fitzgerald. 2. A. 2. Pustaka: 1. 4. New York. Praktikum Teknik Tenaga Listrik I Prasyarat : Teknik Tenaga Listrik I Materi: Mesin-mesin dinamik elementer (dasar) Mesin DC (motor shunt. 1978. Mc Graw-hill. dasar transformator. Mc Graw-hill. . Radiation Detection and Measurement. Mc Graw-Hill. Buku Petunjuk Praktikum Teknik Tenaga Listrik I. Buku Petunjuk Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi. perhitungan waktu paruh radionuklida. statistik pencacahan. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat: Materi: Pencacahan dengan detektor GM. Tim Asistensi. pengukuran radioaktivitas lingkungan. 1992. Electric Machinery. A.E. BATAN. Marappung. Blume. pengukuran radiasi gamma dengan pelemahan absorber. pengereman. 9.. Yogyakarta. Glenn F. Blume.. Pustaka: 1. Tata. seri dan kompon. Narah. Electronic Machinery. 3. Electronic Machinery. Tata. Prakt. 1978. Starting. 2. Transformator enginering. Kotharim. generator penguat internal dan eksternal). Mc Graw-Hill. pengaturan kecepatan. Transformator Enginering. Paralelisasi Generator . 4. STTN – BATAN. Mc Graw-Hill. 3. Koll. New York. Electric Machinery. Teknik Tenaga Listrik. STTN. 1985. Pustaka: 1. Kalibrasi alat ukur radiasi. Narah Kotharim. 1992.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 131 arus searah).

J. 1986. Pengenalan Komputer. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Fisika Modern Materi Pengenalan prinsip dasar teori reaktor. Hamilton.J.. 3. Yogyakarta.C. Andi Offset. Prentice-Hall. 2.M. BATAN. modul perhitungan difusi multi kelompok.Rice. dkk. moderasi dan termalisasi neutron. algoritma.132 SEMESTER IV 1.. Arthur Beiser. John R. Metode numeric untuk solusi persamaan sederhana. H. difusi.. Ridwan M. 2.. Penerbit Erlangga. L. Jogiyanto. Komputer & Komputasi Numeris Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Logika pemrograman.. Konsep Fisika Modern. 1985. Chapra S. konsep fluks dan arus neutron. 1986.P. Pustaka: 1. R. McGraw-Hill. Canale. 3. Etter. 1989. Software and Analysis. 1989. Engineering Problem Solving With MATLAB. 4. Duderstadt J. John Wiley & . Numerical Method. tampang lintang dan laju reaksi neutron. 1993. Pustaka: 1. Numerical methods For Engineers. McGrawhill. flow-chart dan diagram alir. perhitungan massa dan ukuran kritis reaktor homogen dengan dan tanpa reflektor. Marsongko Hadi. 2. D.M. persamaan simultan. P. dan persamaan diferensial. Prayoto. The Houw Liong. Pemrograman numerik dengan bahasa pemrograman C dan Matlab.. Fisika Reaktor Prasyarat: Matematika. Nuclear Reactor Analysis.

HOLMAN. KREITH.. Perpindahan Panas Prasyarat: Termodinamika Teknik. A.. 4. aliran dan pipa.W. pengukuran. sifat zat alir. 5. F.P.. dan aplikasinya. Aliran fluida dan perpindahan panas secara konveksi: konveksi paksa aliran luar dan dalam. konveksi bebas dan konveksi gabungan..T. 3. analisa dimensi.P. 1981. F. Nostrand Company. New York. 1981. Third . Introduction to Fluid Mechanics. John Wiley & Sons. 1977.. dengan pembangkit energi termal. INCROPERA. Mekanika Fluida Prasyarat: Materi: Hukum dasar. Mekanika Fluida Materi: Prinsip dasar perpindahan panas konduksi.V.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 133 Sons. RAM K. 1955. silinder dan bola lengkap dengan dinding berlapis (composite wall). konveksi dan radiasi. New York. and McDonald. permukaan yang diperluas (fin). Basic Nuclear Engineering. D. J.. John Wiley & Sons.. Principles of Heat Transfer. perpindahan panas total. aliran melalui obyek.S. Heat and Mass Transfer. Glasstone S.. 2. Fundamentals of Heat Transfer. 4. prinsip dalam saluran terbuka mesin-mesin fluida dan berbagai jenis pipa dan Pustaka: 1. 1976. 1973. Fox. Harper & Row Inc. New York. Perhitungan penurunan tekanan pada equipment. Pustaka: 1. R.P. aliran kepekatan dan impuls dan momentum. D. Principles of Nuclear reactor Engineering. kompresibilitas. 3. McGraw Hill International Inc. AND DEWITT. Konduksi kondisi tunak (steady state) satu dimensi meliputi: dinding datar.

. Harten P. 1978. Mc Graw-hill.. White F. 1995. 1986. 5.134 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Edition. starting. R. Marcel Dekker Inc. pengaturan kecepatan.M. 1979. 3. Herman Widodo Soemitro. Mc Graw-Hill. Teori patah. motor sinkron. 4. Mekanika Fluida. menghitung reaksi pad berbagai konstruksi balok dengan berbagai macam beban. sistem gaya. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. Bina Cipta. Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik. Pustaka : 1. New York. 1981. Kothari. New York. 6. Macam-macam peletakan: konstruksi statis tentu dan taktentu. Setiawan E. 6. 2. Chen.. momen kopel. Narah. Blume. 2. Fitzerald. Statika Struktur Prasyarat: Materi: Pengantar statika. Pustaka: . Generator sinkron. New York. UI Press. John Wiley & Sons. Menganalisis rangka dengan metoda simpul dan pemotongan. Giles. 1992. hukum Newton. Instalasi Listrik Arus Kuat. Abdul. Mekanika Zalir. syar kesetimbangan. Electric Machinery. Wilardjo Liek. Inc. Faktor keamaan bejana tekan... 1990.V. Mc Graw-Hill. Kadir.. Electronic Machinery. Teknik Tenaga Listrik II Prasyarat: TTL I Materi : Transformator lanjut. skalr dan vektor. Transformator Enginering. IR. 1985. 1985. tegangan campuran. 3. mesin FHPM. Tata. Penerbit Erlangga. motor arus bolak-balik 1 fasa dan 3 fasa. pengereman. Scaum Series. Paralel Generator sinkron. New York. mengitung gaya geser dan momen lentur.E. Terjemahan P. Penerbit Erlangga. A.V. teori relaksasi dalam mekanika teknik. Kao. 5.

BATAN. polaritas trafo. Kendali ADC/DAC. Comparator. karakteristik motor AC 1 fasa dan 3 fasa. Multiplexer dan Demultiplexer. 2. pengaturan kecepatan. Erlangga. Photodiode.C. counter timer. trafo berbeban.Mekatronika Prasyarat: Materi: Sistem Analog : Penyearah. STTN. TTL I Materi: Konstanta trafo... Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik. diagram lingkaran. Meriam J. 4. Kosow. Bina Cipta. Jakarta.l. 1981. STTN. jilid 1. Sistem Digital : Gerbang dasar. regulasi . 1996. Mesin FHPM..H. Kraige. . Setiawan E. PT. Prakt. Prakt. Paralel Generator. trafo arus dan trafo tegangan. Instalasi Listrik Arus Kuat. sensor LDR. SCR. Edisi 4. Generator sinkron. UI Press. Mekanika Teknik Statika. Dekoder dan enkoder. Teknik Tenaga Listrik .V. Buku Petunjuk Praktikum Mekatronika. Electric Machinery and Control. 2. Kendali motor stepper & On-Off relai. Starting. R. Harten P. Pustaka: 1. 1987. Opamp. Teknik Tenaga Listrik II Prasyarat: Prakt. Prentice-Hall. 1997.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 135 1. Young D.. Tony Mulia. Abdul. Pustaka: 1. trafo 3 fase (berbagai hubungan) dan 1 fase. Timoshenko S. pengereman. Interfacing PC : Paralel I/O. 7. 8. 3. 1995. Transistor. Hibbeler. Mekanika Teknik. Irving L.Prenhallindo. Erlangga. 3. Kadir. Mekanika Teknik: Dinamika. motor asinkron dan sinkron. power supply. Buku Petunjuk Prakt.

Erlangga. Prakt. Jakarta. 1989. 2. Andi Offset. Pergamon Press. “Ilmu dan Teknologi Bahan”. Prentice-Hall.H.. 10.M. H.. 1990. Pustaka: 1. Ilmu Bahan Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Uji tarik. Pengetuan Bahan Teknik.F. Teknik Pemrograman. 2. McGrawHill. Numerical Method.. Yogyakarta. Engineering Problem Solving With MATLAB. 2nd ed. Ilmu Logam. Pustaka: 1. Prakt. Etter. Chapra S. D.136 9. Segal. McGraw-Hill. Canale. DRH.. Pascal. 1993. 3. and Jones. Sito Shinkoru. 4. 4. ed. Pengenalan Komputer. John R. Mc Graw Hill Publ. D. Impack. Smith. pengecoran logam...P. Rice. Flowchart. 1988. Uji kekerasan. 1992. Struktur logam. Press. 6. . Pradnya Paramita. Software and Analysis. Tata Surdia. Cambridge Univ. Uji geser..M. Comp. Arifin. “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”. L. 1991.C.. Jogiyanto. M. 5. Ashby. W. Samsul.F. Pemrograman dengan bahasa program (C++. 1976. 5. Uji cacat logam. Pemrograman Komputer & K Numerik Prasayat: Materi: Algoritma. Engineering Materials 2. 1985. 1989. Numerical methods For Engineers. Van Vlack. R. Ghalia Indonesia. Fortran) dan aplikasinya. 3.. 1989. “Principles of Materials Science and Engineering”.

M.. . 1983. New York. 2.. Pustaka: 1. Introduction to Health Physics. Ketentuan Keselamatan Radiasi. Diktat. Shannon. Herman. GrawHill. pembangkitan listrik. 3. Pengangkutan Zat Radioaktif. Instalasi Pembangkit Daya.H. INC. John Wiley & Sons.. BATAN. Main Characteristics and Plant Highlight. macam-macam sistem pembangkit daya reaktor nuklir.M. Penerbit Erlangga. Mc. sistem PLTN. Newjec Inc. STTN. Dasar Proteksi Radiasi. PPEN. sistem keselamatan pada rektor nuklir. 1977. Pusdiklat BATAN. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. R. Pustaka: 1. Perizinan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 137 5.. Kursus Petugas Proteksi Radiasi. BATAN. Wakil. BATAN. Cember. Prayoto. Dosimetri. sekunder dan tersier. 1992. 1986. Jakarta. Peraturan perundangan ketenaganukliran..El. Buku Petunjuk Praktikum Pemrogeraman Komputer & Komputasi Numerik . Nuclear Power Engineering. Marsongko Hadi.karakteristik: pembangkitan panas. 4. Swenk. SEMESTER V 1. 2nd Ed. Ridwan M.. Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Prasyarat: Fisika Reaktor Materi: Sistem pembangkit listrik konvensional. sistem pendingin utama. 2. Efek Biologi Radiasi. 1993. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Dasar Fisika Radiasi. Kecelakaan radiasi dan pengamanan sumber radiasi. dkk. Henry C. 2.

3. Bushong S. Panduan materi Fakultas Teknik UGM. 2005.. 1997. Materi Rekualifikasi I . Paparan Radiasi.C. Prinsip dasar/Geometri Radiografi. Defectology. Office. 1993.138 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2002. Bapeten. Pengaruh Radiasi Hamburan thd Kualitas radiografi. 2. Teknik Radiografi. Kendali Motor dan Altenator Prasyarat: Materi : Dasar-dasar Kendali. Dasar Fisika Radiografi. 4. Pemrosesan Film. Rekaman Fotografi dan Non Fotografi. Pustaka : 1. Pustaka: 1. Model matematika. Otomasi Industri. 4. Peralatan sistem kendali motor dan alternator. Jakarta. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran. 2002. Sumber Radiasi dan Peralatan Radiografi. Pusiklat BATAN. Mesin listrik dalam industri. Fungsi transfer lup terbuka dan tertutup. Bapeten. UTR / Radiografi Prasyarat: Materi: Pengetahuan umum NDT. Parameter dan kondisi kerja. ”CPM1 Training Manual”. . Keselamatan kerja Radiografi. 3. 3. kendali elektronis. otomasi power supply. 2. timer. 5th Ed. PWM. switch. Mosby Year Book.. Radiologic science for technologist. aplikasi kendali industri. Kendali PID. Jakarta. Diktat Kursus Radiografi Level 1. Standard Radiography. 2002. Omron indosesia Rep. kontaktor magnet.Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir. perintah dasar dan aplikasi PLC. pengoperasian genset manual maupun otomatis.

rating dan cara kerja LA. 1985. dan sekering. sistem pengamanan manusia pada jaringan tegangan rendah : sistem TT. dan mesin-mesin berputar. 4. dan JTR. perlengkapan proteksi arus lebih : penerapan sekering dalam CB pada JTM. metode.. Jakarta. cara instalasi. konstruksi. T. sistem TN dan sistem IT.S. 2003. komponen. Pentanahan perlengkapan (equipment grounding) : fungsi. Penerbit Erlangga.Tobing. Published by Mohinder Singh. 5. 3. penerapan pada TL. Ravindranath.. Chander. Pustaka: 1. Jakarta. penerbit Adicita Karya Nusa. Abdul Hadi. Edy Supriyadi. Transmisi Daya Listrik. A. India . cara kerja. Arismunandar. Teknik Tegangan Tinggi. ”Peralatan Tegangan Tingi”. Elektronika dalam industri.Pabla.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 139 4. Jakarta. . Edisi pertama. sistem seimbang dan tidak seimbang.. “Sistem Pengaman Tenaga Listrik”. 2. M. Sistem Distribusi Daya Listrik. sistem pengamanan tegangan lebih pada sistem tegangan rendah. Bongas L. 1999. Penerbit Erlangga. 1984. 1984. Perlengkapan Sistem Tenaga Prasyarat: Materi: Perhitungan arus gangguan pada sistem tenaga listrik. trafo distribusi. TM dan TT. proteksi tegangan lebih pada GI dan trafo daya.S. perlengkapan pengaman tegangan lebih eksternal dan internal. 6th edition.. 1994. saluran. dan tegangan/arus ambang bahaya. “Power System Protection and Switchgear”. 6. circuit breaker. Pradnya Paramita. menentukan rating. perlengkapan proteksi tegangan lebih : sebab dan bentuk tegangan lebih dalam kaitan dengan ketahanan isolasi. pentanahan sistem (system grounding) : fungsi. Petrauzzela. Gramedia. B. 5. A.. perlengkapan hubung (switching) : fungsi. dan rating dari saklar. Hutahuruk.

regangan. 1980. Pustaka: 1. Tegangan geser dan momen lengkung (SFD & BMD). 1981. London. Defleksi pada batang (balok). 1984.H. Pembebanan puntir (torsi). Fifth Edition. Tegangan lengkung dan geser pada batang (balok). kendali elektronis. Edisi 21. Mekanika kekuatan Bahan Materi: Sifat bahan teknik. M.. 8. kontaktor magnet. Baut skrup dan sambungannya. Transmisi belt.. 2. Bagian-Bagian Mesin dan Merencana. Umar. Mekanika Kekuatan Bahan Prasyarat: Statika Struktur Materi: Pembebanan langsung: tegangan. Jakarta. F. Stock J. Model matematika. Strength of Materials. modulun elastisitas dan faktor keamanan. Design of Machine Elements. Bantalan dan pelumasan. 3. timer. Praktikum Kendali Motor dan Alternator Prasyarat: Materi : Dasar-dasar Kendali.. Aplikasi pada bangunan mesin. RYDER. Erlangga. Gabungan tegangan geser dan regangan. The Macmillan Press Ltd. Sukrisno..140 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 6.. Elemen-Elemen Mesin : Elemen Konstruksi Dari Bangunan Mesin.. Prentice Hall International Inc. 7. Kendali PID. SPOTTS. Kros C. Sambungan las. Tegangan geser. Erlangga. G. aplikasi kendali industri. Fungsi transfer lup terbuka dan tertutup. switch. Elemen Mesin I Prasyarat: Statika struktur. hukum Hooke’s. paku keling dan sambungan keling. Pustaka: 1. . Pegas. Peralatan sistem kendali motor dan alternator. London. 1983. Pembebanan statis dan dinamis. Third Edition. Yakarta.

Proses Film. 3. Kewarganegaraan Prasyarat: Materi: . Penentuan Waktu Paro. Prakt. pengenalan UTR yang lain. Buku Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi. 1997. otomasi emergensi genset. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Kontaminasi dan Dekontaminasi. Panduan materi Fakultas Teknik UGM. Sumber Hilang. PWM. The Houw Liong. ”CPM1 Training Manual”. Pustaka : 1. 1992. Kriteria penerimaan Film/ Radiograph. Pustaka: 1. Konsep Fisika Modern. Pustaka: 1. Radiografi Sumber Ir-192. Pembacaan Film. STTN. Otomasi Industri. 10. Penahan Radiasi. Buku Petunjuk Praktikum Kendali Motor dan Alternator. Praktikum Teknik Radiografi Prasyarat: Materi: Pengenalan peralatan dan perangkat Radiografi. STTN. Omron Indosesia Rep. 2. Buku Petunjuk Praktikum Teknik Radiografi. SEMESTER VI 1. peragaan penanggulangan kedaruratan dan kecelakaan nuklir. Arthur Beiser. Survey Daerah Radiasi. Erlangga. Office.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 141 perintah dasar dan aplikasi PLC. 9. 2. Radiografi sinar-X. STTN. BATAN. Tim Asistensi. Uji Kebocoran Pesawat x-Ray. smear test kamera gamma.

McGraw-Hill. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. BATAN. 1990. Endang Zailani Sukaya. Syarip. Yogyakarta. Analisa Penggantian Alat. ketahanan nasional. politik dan strategi nasional. 1969. Nuclear Reactor Kinetics. Chen.142 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pengantar pendidikan kewarganegaraan. dkk. Suku Cadang. Pustaka 1. Robert. sistem kendali. persamaan dasar dan parameter kinetika reaktor. 2002. STTN. New York. 2001. Electric Machinery and Control. berbagai aspek fisis. Nuclear Reactor Kinetics and Control. Cara perbaikan berbagai mesin listrik. Penerbit Paradigma. Keepin. Irving. Pustaka: 1. Edisi Reformasi. dinamika reaktor. Analisa Jaring.L. Kao. Pemeliharaan Terencana. pengendalian dan operasi reaktor. McGraw-Hill. Schultz. Ir. . Kosow. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik Prasyarat: Materi : Organisasi Pemeliharaan. Siklus Perbaikan. Gangguan-gangguan pada Mesin Listrik dan Cara Mengatasinya. 3. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Azas kerja rekator nuklir.. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. Pustaka: 1. Prentice-Hall. 1975. 2. sistem hankamnas. Pemeliharaan Preventive dan Corrective. 2. Gangguan-gangguan pada Mesin Kontrol Mesin listrik dan cara mengatasinya. 3. wawasan nusantara. Robert. 2. Marcel Dekker Inc. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi.

Bambang Supatah. Ir. Kosow. penghitungan kebutuhan daya dan relevansinya terhadap kebutuhan bahan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.L. Abdul. Irving. horisontal dan vertikal). Direksi Pendidikan Menengah dan Tinggi. Pustaka: 1. perhitungan profil gigi dan pembebanan . sistem pengkawatan dan pentanahan. Rida Ismu. Reparasi Mesin Listrik. Motor listrik untuk berbagai torsi dan jenis beban. jenis-jenis roda gigi. Chen. Graw Hill Company. Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. Handbook. Penentuan Perencanaan pembelian motor. 1995. New York. 5. pemilihan lokasi instalasi. naf dan pasak serta perhitungannya. 2. Prentice-Hall.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 143 3. Perencanaan pembebanan (putar. Maintenace Engineering Handbook. Electric Machinery and Control. 3.. 1990. Higins. cara kerja dan perhitungannya. Pemilihan motor untuk pencegahan gangguan. Elemen Mesin II Prasyarat: Elemen Mesin I Materi : Transmisi daya mekanik. perancangan contoh desain Perencanaan biaya dan tarif. 5.. Analisa karakteristik motor dan beban. Penentuan daya untuk beban kontinu dan periodik (berubah-ubah). Sambungan poros. 4. Perencanaan Mesin Listrik Industri Prasyarat: Materi: Tinjauan singkat jaringan instalasi listrik. Transmisi roda gigi. Electrical maintenance. Lindley R. 4. Kao. Jenis-jenis kopling. pemilihan jenis pengaman. 6. Marcel Dekker Inc.. UI Press. Pemeliharaan motor dan generator. Kadir. Perubahan karakteristik motor. pemilihan jenis mesin listrik. Cara kendali putaran. Mc.

Gramedia. Jakarta. Cerobong. Fifth Edition.. Proses pengopakan bahan bakar.144 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 masing-masing roda gigi. 6.. SPOTTS. Kros C. Esposito. Pneumatik. Fifth Edition. Rancangan dan pengembangan serta analisis rangkaian aktuator untuk sistem pneumatik dan hidrolik. Sukrisno. Simbul dan norma dalam sistem pneumatik dan hidroulik. Powell N. 1983... London. Design of Machine Elements. D. Pengantar Ilmu Teknik Pneumatika. Pembuatan dan Pengujian. Prentice Hall International Inc. 7. . peralatan pembakaran.. Edisi 21. Hidrolik dan Pneumatik Prasyarat: Materi: Gambaran umum sistem pneumatik dan hidroulik dan aplikasinya. Daya dan tenaga dalam sistem pneumatik dan hidroulik. Erlangga. 1984. 2000. Jakarta. New York 1994. Pustaka 1. Stock J. 3. London 1981. 2. 2. M.. 3.. Prentice Hall International Inc. Komponen-komponen dari sistem pneumatik dan hidroulik. ventilator. F.. Umar. Pustaka: 1. Rickup R. Pembangkit Uap dan Turbin Prasyarat: Materi: Struktur Bahan. Bagian-Bagian Mesin dan Merencana. 1985.. John Wiley & Sons. Macam-macam bahan bakar. Jakarta. Patient P. Elemen-Elemen Mesin : Elemen Konstruksi Dari Bangunan Mesin. A. Erlangga. Bagian-bagian ketel uap. Festo. Kekuatan Standar. Fluid Power with Applications.. Jenis-jenis ketel uap.

1971.. Reparasi Mesin Listrik.. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik Prasyarat: Materi: Mecari ganggguan/kerusakan. G. W.M. 2. pembongkaran dan pemasangan komponen mesin listrik. Boiler dan Turbin pada PLTN. Pustaka: 1. Muilwijk. pembongkaran dan pemasangan kembali motor DC. Prakt. Jakarta. 1985. Jakarta. 4. Terjemahan Nirman Sastramenggala. B. Mc. Stoomturbinly. Handbook. 1985. Ir. Pengukuran tahanan isolasi mesin listrik. Lindley R. Direksi Pendidikan Menengah dan Tinggi. Azas kerja dan rendemen darim Turbin De Laval. Bambang Supatah. prosedur pelacakan gangguan dan perbaikan pengkawatan dan pengendali. Ketel uap. 3 phase.Masche. Trouble Shooting and remedy.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 145 Pengertian turbin aksi. turbin kecepatan bertingkat. 4. tahanan kumparan. turbin tekanan bertingkat. Alternato. L. Rida Ismu. repulsi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. turbin Zoelly.A. Jakarta. System Summary of Westinghouse PWR-NPP. Pustaka 1. kapasitor. 9. 5. STTN. De Stoomturbin. turbin reaksi. 8. 2. turbi curtiss dan turbin parsons. Surbaksy. de Bruijn. Praktikum Perlengkapan Sistem Tenaga Prasyarat: . Rewinding motor shaded pole. Peningkatan Isolasi Kumparan motor. Higins. Buku Petunjuk Praktikum Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik. Electrical maintenance. 1978. 3. perbaikan. BATAN. Graw Hill Company. tahanan isolasi untuk keandalan mesin listrik. Pemeliharaan motor dan generator. 3. Maintenace Engineering Handbook. AC. L. Harsono. Moree terjemahan S.

Ir. 4. 6th edition. Prakt. STTN. M. Syarip. Ravindranath. Edisi pertama. McGraw-Hill. McGraw-Hill.146 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Pentanahan perlengkapan (equipment grounding). Karakteristik MCB. menaikkan daya. Schultz. Koordinasi pengaman. 1969. Pustaka: 1. penerbit Adicita Karya Nusa. Nuclear Reactor Kinetics. “Sistem Pengaman Tenaga Listrik”. Gramedia. 3. Pustaka: 1. ELCB. Robert. sistem pengamanan manusia pada jaringan tegangan rendah. BATAN. 2001. 2. Published by Mohinder Singh. B. India. ”Peralatan Tegangan Tinggi”. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. start up. “Power System Protection and Switchgear”. Nuclear Reactor Kinetics and Control. pentanahan sistem (system grounding). Buku Petunjuk Praktikum Perlengkapan Sistem Tenaga. praktikum cara pengoperasian sistem kontrol reaktor. teknik aktivasi neutron untuk mengukur parameter-parameter reaktor. Robert. perlengkapan proteksi tegangan lebih . relai pengaman. 2. Bongas L. BATAN. O/L. Circuit Breaker. Jakarta.Tobing. MK. shutdown. 1984. Edy Supriyadi. Saklar. Chander. 3. arrester. Jakarta.. Karakteristik jenis-jenis pengaman lebur. . 1975. 1999. 2003. Keepin. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Praktikum pencacahan neutron dengan BF3. PMS. STTN.. 10.

para sahabat. Buku Penyuluhan Peraturan Perundangan Keselamatan Nuklir. syirkah. Peraturan Pemerintah dan Surat Keputusan Kepala BATAN dan BAPETEN. Muhammad. Pernikahan dan keluarga syakin. para Imam madzhab. Bandung.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 147 SEMESTER VII 1. Perundang-undangan Tenaga Nuklir Prasyarat: Materi: Perundang-undangan tenaga nuklir. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. 2. asuansi (tafakul) . Kiat-kiat menjadi seorang sarjana sains dan seorang muslim yang baik. 3. dll. Terjemahan Departemen Agama. Abuka Bakar Jabir. riba. 2. Konsep tauhid dan impelmentasinya dalam kemasyarakatan sejak zaman Nabi. dan ulama-ulama penerusnya sampai zaman sekarang. bermu’amalah dengan sukses. Al-Jaziri. banyak beramal sholeh dan menjadi khsunul khotimah. Pengantar Studi Islam. Non Proliferation Treaty (NPT). beribadah dengan tuma’ninah. 3. Al-Qur’an. BAPETEN. mudharobah. pengiriman bahan nuklir. Pendidikan Agama II Prasyarat: Pendidikan Agama I Materi: Islam ditinjau dari aspek filosofi. Metodologi Penelitian Prasyarat: Materi: . Pola Hidup Muslim. 2002. Pustaka: 1. Hamidullah. Pustaka: 1. Konsep mua’amalah dalam Islam seperti jual-beli. Remaja Rosdakrya. pengolahan limbah nuklir. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir.

Wasito. Rancangan dan Prosedur penelitian (Rancangan penelitian. Hermawan. hipotesis. audit. Pengolahan data. dkk. Sistem Manajemen Mutu. BATAN. tata rumah tangga (housekeeping). identifikasi sumber bahaya (bahaya bahan kimia. nonconformce. Jenis penelitian. 2. Persyaratan dasar jaminan kualitas.148 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Arti dan fungsi penelitian. DepDikNas. kedaruratan standar kesehatan dan keselamatan kerja. Sistem Manajemen Mutu Prasyarat: Materi: Konsep dasar sistem manajemen mutu. Soenjono Dardjowidjojo. Asas metodologi penelitian ilmiah. Pengantar Metodologi Penelitian. 2. Analisa data). 5. Gramedia. aspek kebisingan. faktor biologi di tempat kerja. dan tindakan perbaikan. penyakit akibat kerja. Pustaka: 1. Pustaka: 1. pembuatan kuesioner). 1993. abstrak. Keselamatan Kerja dan Ergonomi Prasyarat: Materi: Hiperkes dan Keselamatan Kerja. sanitasi industri. Penerbit Balai Pustaka. pengembangan prosedur dan form. pengendalian teknis. SNI 19-9000-2001. Penerbit PT. pengoperasian reaktor. pengendalian administratif. ventilasi industri. 4. teknik pengolahan data. Badan Standardisasi Nasional. training K3. Sistem Manajemen Mutu. Jakarta. penerangan dan getaran) di tempat kerja. PSJMN. safety . Pengolahan dan Analisa data (Metode pengumpulan data. penelusuran referensi. perumusan persoalan. Jaminan kualitas untuk penelitian. Konsep pengendalian. Sistem penulisan ilmiah.. kecelakaan kerja. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. dan pengujian di laboratorium. iklim kerja dan radiasi nonionisasi. 1993.

Ruang lingkup projek. 2008. sistem komunikasi dan tugas-tugas yang berkaitan dengan permasalahan industri khususnya berkaitan dengan program studi yang diambil. Diktat K3. Scheduling and Controling. PB UNDIP. consultant & service. 6. Zaenal. controlling. SEMESTER VIII 1. John-Wiley & Sons. Yogyakarta. lima level work breakdown structure. STTN Batan. STTN BATAN. kesimpulan dan saran. Pengantar Ergonomi. II. rancangan penelitian. Pusparini. tujuan. Project Management: System Approach To Planning. sistem operasi. III. manufaktur. eksperimen/perancangan/ pangujian. Zaenal. batasan masalah. ergonomi. Harold Kezner. Bunga Rampai Hiperkes & KK. 3. 7. directing. 2001. staffing. Manajemen Proyek Prasyarat: Materi: Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. Mata Kuliah Pilihan I.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 149 toolking. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT. promosi K3. metodologi. perumusan persoalan. 2007. sistem kontrol dan instrumentasi. Sugeng. . pengolahan data. IV Lihat daftar mata kuliah pilihan. Semarang. Seminar Penerapan sistem penulisan ilmiah. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. organizing. sistem energi. riset dan pengembangan. Jusuf. 8. Kerja Praktek Manajemen perusahaan meliputi struktur organisasi. Pustaka: 1. 2001. 2. Pustaka: 1. Yogyakarta.

ET. uji Jominiy. ISO 9000. Jenis Pengujian bahan : uji tarik. pengerasan presipitasi. pengerasan dengan penghalusan batir. PT. API. Konsep Kulitas. besi cor. Kalibrasi. AWS. baja paduan Al dan paduan Cu. Teknik Metalurgi Materi: Dasar-dasar metalografi. Struktur atom cristal. MT. melakukan pembahasan tugas akhir yang meliputi studi kepustakaan. pengantar mekanika patán logam. Standard Peneriman Cacat: ASME VIII. studi perbandingan. Diagram fasa biner dan contoh-contohnya. paduan tembaga dan paduan alumunium. besi cor. Uji rendam. jenis korosi. Uji tusuk. .150 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. Kerusakan logam : baja. Uji Tak Rusak : UT. Pengujian bungkusan ZRA: Uji jatuh. besi cor. Pengerasan dengan pemanduan. Mahasiswa mengajukan proposal penelitian (usulan tugas akhir). uji kekerasan. Baja. Jenisjenis logam dan paduan. kurva mampu keras. pengeras regangan. Kerusakan logam : jenis patán. pengerasan dengan transformasi martensit. mengadakan analisis/ sintesis. penerapan teknologi atau pengujian di laboratorium. Sifat mampu keras. D1.1. Mekanisma penguatan logam . Tugas Akhir Tugas akhir bisa berupa penelitian pengembangan analisis dan sintesis. SNI/BSN. MATA KULIAH PILIHAN KELOMPOK PILIHAN TEKNOLOGI BAHAN 1. menyajikan dan menyimpulkan dalam bentuk skripsi dan mempertahankan dalam seminar dan ujian lisan. perancangan dan pembuatan sistem. Pengaruh unsur paduan pada logam teknik : baja. Teknik Pengujian dan Inspeksi Materi: Kualitas: Definisi kualitas. Uji panas. paduan tembaga dan paduan alumunimum. analisis permasalahan. 2.

5. Pengelasan Pengerjaan permukaan: Pengerasan. sertifikasi ulang. ASME V. NDE Handbook. Latihan soal : Spesifik. New York. Penentuan lokasi cacat ASME V. Charbonneous H. AWS D1.. Persyaratan. Diktat Proteksi Radiasi. Buterworth. Cember. Industrial Quality Control. Introduction to Health Physics. Prosedur penanggulangan umum: prosedur penanggulangan keadaan darurat pesawat sinar-x. J. 1994. Lemprecht.. Tindakan pekerja radiografi. prosedur penanggulangan keadaan darurat kamera gamma. Pusdiklat Batan. Pustaka: 1. London. Radiografi bahan coran dan variasi tebal. London.. & Webster. 2. Wachtman. Higgins. 6. 2002. EdwardArnold. API 1104. Properties of Engineering Materials. 2nd Ed. Implementing The ISO 9000.I. Jakarta. Pusdiklat Batan. 3. struktur mikro. New Jersey. 4. Non Destructive Examination Methods for Condition Monitoring. Jakarta.L. Ujian kualifikasi.1. Sistem Pelaporan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 151 Pustaka: 1. 2nd Ed. McGRAW .. Daya guna pemakaian. 1989.C. Forging.B.G. 7.. Sifat logam. 1993. Prentice Hall Inc. 1978. Diktat Radiografi.. G. UTR/Radiografi lanjut Prasyarat: Materi: Klasifikasi material: Logam dan logam paduan: struktur kristal. Struktur makroTransformasi alotropik. Pembersihan.. Sertifikasi. General untuk persiapan SIB.A. J. Organisasi lembaga sertifikasi personal Uji tak rusak. Teknik Film Ganda. Butterworth-Heinmann.. 3. Marcel Dekker Inc. R. Tanggung jawab administratif. Herman. New York. 1993. Chaeacterization of Material. 2002. Proses pembentukan penyambungan logam dan jenis cacatnya: Pengecoran. Boving K.

2. pengkondisi sinyal dan actuator menjadi sebuah sistem. 2002. Pengaturan gerak robot. Singapore: McGraw Hill Book Company. Pokok bahasan : Pendahuluan. Bahasa pemrograman robot. 2005. 1985. Jakarta. 2002. . Materi Rekualifikasi I .PLC dan diasin sistem otomasi berbasis PLC. Hubungan-hubungan differensial. John-Wiley & Sons. Prentice-Hall. 2. Bapeten. Kursus Petugas Proteksi Radiasi.. Penggabungan sensor. Groover.Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir. Process Control Instrumentation Control Technology. 4..152 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 HILL INC. 1989. Persamaan kinematika. Transformasi homogen. Jakarta.M. Fifth Edition. 2. Bapeten. Devries. Otomasi Industri Materi: Konsep otomasi dalm industri. P. Dinamika Robot. 3. Robotik Prasyarat : Tujuan : Memberikan pengertian tentang prinsip-prinsip perancangan analisis dan sintensis sistem robot. Sensor (pengindraan). Microcomputer Application in Manufacturing. Johnson. Kendali sekuensial dan kendali berbasis switch/relay. Diktat. Curtis D. Pustaka: 1. Jakarta. Warren R. Pusdiklat Batan. Galip Ulsoy. KELOMPOK PILIHAN KENDALI DAN ROBOTIKA 1. A. 1997.. Industrial Robotics. Pustaka: 1. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran. Penyelesaian persamaan kinematika. 1983.

Barney. Bandung: Laboratorium Sistem. Pengaturan dan Komputer. Intelligent Instrumentation. Chilton Book Company. Nuclear Power and It’s Environmental Effects. efector sensor untuk material handling. Dampak lingkungan akibat operasi instalasi nuklir sejak dari penambangan bijih uranium sampai penyimpanan terakhir sampah nuklir. 1987. Sistem sensor untuk diagnosis equipment. 2. Ryoji Ohba. Process Measurement : Instrument Engineer Handbook. 1980. Kriteria-kriteria evaluasi keselamatan reaktor. Bella G. 3. Analisis keselamatan. 1992. IAEA. 3.. Walter. Pengantar Robotika. Intelligent Sensor Materi: Sensor-sensor intelligent. Intelligent Sensor Technology. Kuspriyanto. Keselamatan Reaktor Materi : Prinsip pertahanan berlapis (defence-in-depth).. Glasstone. KELOMPOK PILIHAN TEKNOLOGI REAKTOR 1. Potensi pelepasan zat-zat radioaktif ke lingkungan selama operasi normal maupun dalam keadaan kecelakaan. : Code on Nuclear Power Reactor Design. S. penggunaan vision sensor. Pustaka: 1. Konversi sinyal sensor. Jordan. Teknik Elektro ITB. 1982. ANS. Prentice-Hall. . Pustaka: 1. H. Vienna. 1988. IAEA Safety Series No. 3. Sensor untuk servomekanik Sistem sensor pada robot intelligent. Jenis-jenis sistem-sistem keselamatan dan proteksi reaktor. Jenis dan aplikasi sensor. George C. Liptak. Kriszta Venczel. 2. Pengkajian lokasi instalasi tenaga nuklir. Mesin intelligent termasuk sensor pada robotik.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 153 2. John Wiley & Sons.

Foster. Marsongko Hadi. Pustaka : 1. Nuclear Power Plant Design Analysis. 4th edition. BATAN. sources netron monitoring. spesifikasi teknis dan fungsi komponen dan sistem reaktor. bahan bakar. Disain control room: primary system. Sesonke. reliability. control rod. man-machine interface. Wright. 2003. micro – processor based. John Wiley & Sons. sisem proteksi reactor dan main control board. U. 1977 3.154 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. 1983. 1973. R. Neutron sources. Ridwan M.H. 2. Henry C. selfdiagnosis. Newjec Inc..L. sistem utama dan sistem penunjang. R. bypass control logic. Allyn. Perancangan Sistem Reaktor Materi: Dasar-dasar perancangan reaktor : tahapan. 3. Basic Nuclear Engineering. konsep touch screen operor console. perancangan rinci (detail design). November. Perancangan dasar (basic design). Pustaka: 1..... A. Atomic Energy Commission Report TID-26241. A. . 1986. Swenk. auxiliary system. 2. Prayoto. dkk.. Instrumentasi dan Kendali Reaktor Materi: Arsitektur sistem monitoring dan kendali reactor. Penggunaan computer code untuk kajian rancangan sistem reaktor. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Monitoring fluks netron dan radiasi reaktor.R.S. Plant highlight and main features of proposed plants. power reactor monitoring. Shannon.. analisis sistem meliputi ters reaktor. kriteria.. Karakteristik instrumentasi dan kendali reaktor : 2 out of 4 logic. Nuclear Power Engineering.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

155

KELOMPOK PILIHAN SISTEM TENAGA 1. Keandalan Distribusi Daya Listrik Materi: Pembangkitan, transmisi dan distribusi.. Bentuk-bentuk jaringan transmisi dan distribusi. Distribusi primer dan sekunder. Distribusi Internal maupun eksternal . Karakteristik saluran listrik. Ukuran dan analisis keandalan distribusi listrik, parameter keandaln komponen, usaha perbaikan keandalan sistem.. Kejadian-kejadian, dan keadaan pada sistem. Laju kekagagaln komponen, kurva bathtub. Pendekatan statistik dan probabilitas untuk memodelkan kejadian, laju kegagalan. Penyebab-penyebab gangguan, internal maupaun eksternal serta usaha mengatasinya. Pustaka: 1. Richard E. Brown, Electrical Power Distribution Reliability, McGrawHill, amazon.com. 2. Roy Billinton, Reliability Assessment of Large Electrical Power, Kluwar Int. Series, 1998. 3. William D. Stevenson Jr., Transmission Line and Network. 4. A.S. Pabla, Electric Power Distribution System. 5. C.F. Wagner dan G.D. McCan, Wave, Proragation on Transmission Line. 6. William D. Stevenson Jr., Analisis Sistem Tenaga Listrik, Erlangga, 1996. 2. Sistem Proteksi dan Keselamatan Materi: Sumber-sumber gangguan listrik baik internal maupun eksternal. Komponen, equipment dan sistem yang berkaitan dengan keselamatan instalasi. Kondisi normal, incident dan accident. Sistem catu daya pada kondisi normal dan darurat, prinsip-prinsip keandalan, pengaruh gangguan terhadap keandalan sistem catu daya normal maupun emergency. Perancangan sistem suplai daya cadangan.

156

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Pustaka: 1. Ridwan M., Prayoto, Marsongko Hadi, dkk., Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir, BATAN, 1986. 2. Henry C. Swenk,, Shannon, R.H., Nuclear Power Engineering, John Wiley & Sons, 1977. 3. M.M.El. Wakil, Instalasi Pembangkit Daya, Penerbit Erlangga, 1992. 4. Newjec Inc., Main Characteristics and Plant Highlight, PPEN, BATAN, 1993. 3. Kelistrikan Industri Materi: Building safe electrical equipment, standard and regulation. Drawing electrical circuit & diagrams, Wire type and preparation, soldering & termination. Cable forming, Connection and routing, hardware, component active and passive. Earthing and screening, PLC wiring. Pustaka: 1. R.B. Mercer, Newnes Industrial Control Wiring Guidees, Second Edition, Elsevier, Linacre House, Jordan-Hill, Oxford, 2001. PILIHAN BEBAS 1. Proteksi Radiasi Lanjut Prasyarat: Materi: Laju dosis Alfa, Beta dan Gama yang terdeposisi di dalam organ tubuh; Batas Masukan yang diizinkan (ALI); Laju dosis dengan metoda MIRD. Persyaratan sarana kerja; manfaat prosedur dan petunjuk kerja; Prinsip penanggulangan kecelakaan radiasi; Program penanggulangan kecelakaan radiasi. Spektrum sinar-x; efek arus dan tegangan pe sawat sinar-x terhadap intensitas; Rumah tabung pesawat sinarx untuk bagasi, medik dan radiografi industri. Prinsip umum analisis bahan dengan sinar-x, XRF dan XRD; Prosedur operasi pesawat sinar-x, Jenis Penahan instalasi tetap; Batasan paparan pesawat sinar-x tipe

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

157

diagnostik, terapi dan radiografi; Faktor dalam perancangan dinding penahan instalasi sinar-x; penahan sekunder; perhitungan dinding penahan sinarx primer; perhitungan penahan dinding penahan sinar-x sekunder. Prinsip dasar aplikasi ZRA; Metoda aplikasi ZRA untuk pengukuran; pengujian bahan; analisis bahan dan perunut; keselamatan kerja dalam aplikasi ZRA. Definisi limbah ZRA; Klasifikasi Limbah ZRA; Pengolahan Limbah ZRA; Pengelolaan Limbah ZRA, Pelaporan dalam kecelakaan; Pembuatan juklak untuk perizinan; Tatacara pengiriman barang ZRA, Persyaratan memperoleh SIB, Penggunaan rumus praktis dalam proteksi Radiasi; Latihan soal untuk SIB, Latihan soal. Pustaka: 1. Wiryosimin, Suwarno, Mengenal Asas Proteksi Radisi, Penerbit ITB, Bandung, 1995. 2. IAEA, Radiation and Security: Comprehensing Radition Risk, Paris, 1994. 3. IAEA, Radiation Protection in Nuclear Energy, Proceeding, Sydney, 1988. 2. Teknologi Akselerator & Aplikasi Prasyarat: Materi: Prinsip dasar akselerator, Sistem akselerator partikel, Akselerator linier, Akselerator lingkaran, macam akselerator dan aplikasinya, produksi neutron dalam analisis aktivasi, penggunaan dalam kimia radiasi, efek radiasi pada materi, efek radiasi pada materi, penggunaan bidang kedokteran nuklir,. Sumber ion, Sistem tegangan tinggi akselerator, Sistem fokus berkas partikel, Sistem sumber ion, Sistem pemisah berkas partikel, Aplikasi generator neutron untuk analisis bahan. Aplikasi akselerator implantasi ion dalam pengerasan bahan. Pustaka: 1. Livingstone, Particle Accelerator, McGraw-Hill, 1986.

158

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

2. Buku Pengoperasian Akselerator, P3TM, BATAN. 3. Sistem Manufaktur Fleksibel Materi: Pengelanan sistem manufaktur, konsep, struktur dan karakteristik. Jenisjenis sistem manufaktur, flow-shop, job-shop, make to stock, make to order. Bagian-bagian sistem manufatur. Perencanaan pengendalian produksi. Perencanaan kebutuhan material, konsep just-in-time. Permintaan determisintik dan probabilsitik. Flexible manufacturing system, CAD/CAM sebagai tool dalam manufaktur. Material handling. Penjadwalan produksi. Performansi sistem manufaktur. Pustaka: 1. Production planning, control and integration, McGraw-Hill, New York, 1998. 2. Gu P., Norrie D.H., Intelligent Manufacturing Planning, Chapman & Hol, 1995. 4. Kecerdasan Buatan Prasyarat: Materi: Konsep dasar kecerdasan buatan, knowledge engineering, representasi pengetahuan ke dalam skema, frame, list, dan production rules. Konsep dan aplikasi sistem pakar, logika fuzzy dan jaringan syaraf tiruan. Contoh aplikasi untuk pengolahan data dan kendali proses. Pustaka: 1. Kusumadewi, Artificial Intelligence, Graha Ilmu, 2003. 2. Matlab, Fuzzy Logic Toolbox, for use with Matlab, MatgWorks Inc., 1994. 3. Matlab, Neural Network Toolbox, for use with Matlab, MatgWorks Inc., 1994. 5. Sistem Akuisisi Data Prasyarat :

id/transmisi/des05/sukiswodes05. karakteristik. Dasar fisika resonansi magnet nuklir. Essential of Radiology Sciences. Copyright 2002. Review spec dan unjuk kerja perangkat pencitraan medis (X-rays. programmable pheriferal interface. kontras). Laboratory Technology Corporation. tranduser). Contoh aplikasi akuisisi data menggunakan modul ADAM. medis ultra sound. Konfigurasi dan karakterisitik sistem akuisisi data. multiplexer. New York. Sistem instrumentasi (Cardiac. Komunikasi Elektronika. Jakarta. 1993. Mikrokontroler. tipe interaksi foton. Akuisisi dan komunikasi data. Windows user guides. 2. Pustaka 1. Pustaka: 1. energi. cara kerja dan amplikasi (ECG. Robert A. Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik. Pencitraan Fisiologi/fungsional.elektro. Instrumentasi Medik Materi Fungsi. Sistem Antar Muka. Roddy. Dennis dan John Coolen. buffer-amplifier. sharpness. MRI dan Nuklir). filtrasi). Sifat-sifat (X-rays. aspek biologis). www. McGraw Hill Medical Publication Division.ac. arus. EEG. Detektor nuklir (system deteksi radiasi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 159 Perancangan Instrumentasi. in-vivo. penetrasi. Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. 6. Defibrilator dan Hemodialisis). . Data Aqcuisition and Process Control. USG. Akusisi dan pemrosesan data dengan komputer. Persyaratan teknis. Teknik (in-vitro. EMG). Perangkat Xrays (tabung X-rays. Penerbit Erlangga. Pacemaker.PDF 3.undip. Labtech. Fosbinder and Charles A. 1994. radioisotope tracer). radioisotope untuk pencitraan). kVp. ADC dan DAC. Materi: Komponen-komponen akuisisi data proses : sensor. Kesley. Teknik pencitraan gelombang (US.

4. 1988. P. Balvinder Singh. R. 3. Steve Webb. CRC Press. 4. Teknologi dan Perencanaan Energi. Bronzino. Rathod. Institute of Physics Publishing. New Dilhi. The Physics of Medical Imaging.S. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant. IAEA. dan merawat dekomisioning. 2. . 1978.C. 1977. 7. JAERI. B. Joseph D. IEEE Press. Dekomisioning Reaktor Triga. New Delhi. Pelatihan BATAN. mengoperasikan.R. Khandpur. Buku: 1. Bristol and Philadelphia. N. 3. Reprint. 5. Narurkar. Viena. Handbook of Nuclear Medicine Instruments. 5. Tekno Ekonomi PLTN Materi Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun. Tata McGraw Hill Company Limited. 2006. Editor in chief. Bhairi. Teknoekonomi PLTN. 1993. Eko Edy Karmanto.V. hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik. Tata McGraw Hill Publishing Company Limited.160 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. The Biomedical Engineering Handbook. Handbook of Biomedical Instrumentation. 1994.

8. . b. 7. membeli formulir pendaftaran pilihan 2 prodi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 161 BAB VII. menyerahkan fotokopi ijazah/STTB. Warga Negara Indonesia. dan Kimia sesuai dengan Jadwal yang telah ditentukan. mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan. A. lulusan SMU atau SMK Teknik yang sesuai dengan prodi. transkrip nilai dan atau NEM SLTA yang telah dilegalisir. 4. satu (1) lembar foto kopi ijazah/STTB atau tanda lulus sementara beserta transkrip nilai yang sah. 6. c. d. Bagi calon yang diterima atau lulus seleksi diharuskan melengkapi syarat sebagai berikut: a. 2. satu (1) lembar fotokopi NEM/STK SLTA yang sah. Fisika. Pasfoto hitam putih terbaru ukuran 3 x 4 cm2 sebanyak 3 (tiga) lembar. menyerahkan 1 lembar fotokopi ijazah atau tanda lulus yang sah. PERATURAN ADMINISTRASI AKADEMIK Calon mahasiswa baru Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir harus memenuhi ketentuan yang berlaku. warga negara asing dapat mendaftarkan diri bila telah memperoleh izin belajar dari Menteri Pendidikan Nasional RI. datang sendiri menyerahkan formulir yang telah diisi disertai lampiran sebagai berkut: a. menyerahkan Surat Izin Belajar MENDIKNAS bagi calon mahasiswa WNA. 5. 3. CALON MAHASISWA Ketentuan menjadi calon mahasiswa STTN adalah: 1. b. Mengikuti seleksi berupa test tertulis yaitu: Bahasa Inggris. satu (1) lembar fotokopi Surat Izin Belajar dari MENDIKNAS bagi calon WNA. Matematika.

PTNBR-BATAN Bandung Komplek BATAN Bandung Jalan Tamansari No. C.162 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 c. 5.750. 1.per SKS teori per SKS praktikum per matakuliah teori/praktikum satu kali selama studi perkenalan.Uang Ujian Rp 10. 30. B. d. 489716.id.000. dll) Uang Praktikum Rp 75. Pasar Jum’at. Surat bebas narkoba.000. Jakarta Selatan 12018 Telp (021)7659409. 6.000. Komplek BATAN Yogyakarta Jl. e. Uang SPP 2. Lebak Bulus. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). (022)2504898. Surat Keterangan Sehat dan Tidak Buta Warna dari dokter. CATATAN : Biaya yang tertulis disini sewaktu-waktu dapat berubah.ac. sttn@sttn-batan. BIAYA PENDIDIKAN Setiap mahasiswa yang diterima dikenai biaya pendidikan untuk tahun 2008 adalah sebagai berikut: 1. 4. Rp..000. Uang Kuliah 3. (0274)489715 3.go.Biaya kegiatan Mahasiswa (Masa menyesuaikan. 2594081..id 4.Uang Sarana Rp. Kampus STTN-BATAN Yogyakarta 2. 7659410 5. f.000. 1. TEMPAT PENDAFTARAN Formulir Pendaftaran dapat diambil di: 1. Babarsari Kotak Pos 6101 YKBB Yogyakarta 55281 Telp (0274)484085. Fax. Surat rekomendasi izin belajar dari instansi pengirim. jaket almamater. Email: sttn@batan. PUSDIKLAT-BATAN Jakarta Komplek BATAN Pasar Jum’at Jakarta Jalan Cinere Raya. 71 Bandung 40132 Telp. .000.per semester Rp.

Pada saat pembayaran SPP bagi mahasiswa yang terputus studinya karena cuti. 3. 2. 4. Menyerahkan tembusan formulir pembayaran dan pengisian KRS dan Daftar Ulang yang telah dicap oleh Sub Bagian Keuangan kepada petugas terkait. ditambah ketentuannya dengan wajib membawa surat izin non-aktif dan diaktifkan kembali studinya oleh Ketua STTN up. setelah berkoordinasi dengan unit terkait dan disesuaikan dengan kalender akademik. Pendaftaran ulang dilakukan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan. . Mengambil dan mengisi formulir daftar ulang dan KRS yang akan diambil pada semester tersebut di Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni dengan menyerahkan tembusan bukti bayar SPP. Puket I yang diproses oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni. DAFTAR ULANG Untuk dapat dinyatakan sebagai mahasiswa yang aktif di STTN. mahasiswa berhak mendapat kartu mahasiswa yang berlaku selama yang bersangkutan menjalani masa studi. Ketentuan mengenai daftar ulang diumumkan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) selambat-lambatnya pada masa UAS. 2. Membayar SPP. Bagi mahasiswa non-aktif tanpa izin harus membayar lunas semua biaya pendidikan selama masa non-aktif. Setelah selesai melaksanakan daftar ulang bagi mahasiswa baru. Tata cara pendaftaran ulang: 1. pengisian formulir daftar ulang ditandatangani Ketua jurusan atau yang mewakili sedangkan pengisian KRS dikonsultasikan dan dimintakan tanda tangan dosen pembimbing. Syarat daftar ulang adalah sebagai berikut: 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 163 D. Pendaftaran ulang semester ganjil pada bulan Agustus. Kartu mahasiswa diproses oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni. setiap mahasiswa wajib melaksanakan daftar ulang sesuai dengan ketentuan. sedang untuk semester genap pada bulan Januari-awal Februari. SKS yang diambil dan ujian yang akan ditempuh di Sub Bagian Keuangan STTN dan dimintakan tanda tangan dan cap bukti pelunasan.

Bila hilang. Apabila mahasiswa tidak melakukan hal ini. kartu tersebut dapat diganti bersamaan dengan pembuatan kartu mahasiswa bagi mahasiswa baru.164 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. Sambil menunggu pembuatan kartu pengganti tersebut. mahasiswa diberi surat keterangan oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni setelah menyerahkan surat keterangan dari Kepolisian tentang kehilangan tersebut dan fotokopi bukti pelunasan pembayaran semester yang bersangkutan. Bagi mahasiswa yang selang cuti. Mahasiswa tersebut wajib melaporkan diri kepada Ketua Jurusan selambat-lambatnya 2 minggu untuk kemudian mengajukan izin cuti/non-aktif pada semester yang sedang berlangsung. Kartu mahasiswa merupakan tanda keabsahan untuk mengikuti kegiatan akademik dan kemahasiswaan selama masa studi. PERLAKUAN BAGI KETERLAMBATAN MENDAFTAR ULANG Mahasiswa yang tidak mendaftar ulang sesuai jadwal yang telah diatur. maka masa non aktif tersebut diperhitungkan sebagai masa aktif dalam hubungannya dengan waktu masa studi mahasiswa yang bersangkutan. Biaya-biaya tersebut ditetapkan untuk setiap tahun akademik dan dikeluarkan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan sebelum tahun akademik yang bersangkutan dimulai. Catatan: 1. . Bagi mahasiswa yang tidak mampu membayar biaya pendidikan dapat mengajukan surat permohonan keringanan/ bantuan kepada Ketua STTN disertai bukti-bukti dan alasan-alasan yang sah serta dapat dipertanggungjawabkan untuk memperkuat permohonannya. Surat permohonan keringanan dilakukan menjelang awal tahun akademik. 3. kartu mahasiswa dapat diambil satu minggu setelah melaporkan daftar ulang untuk kembali aktif. PEMBAYARAN BIAYA PENDIDIKAN Setiap mahasiswa wajib membayar biaya pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku. tidak diperkenankan mengikuti semua kegiatan akademik dalam semester yang bersangkutan. 2.

KEHADIRAN Kehadiran Dosen dan Mahasiswa dilakukan dengan menandatangani Daftar Hadir. dapat mengajukan cuti studi dengan ketentuan sebagai berikut: 1. kartu rencana studi (KRS) didistribusikan ke unit terkait untuk keperluan akademik. Bag. dosen diwajibkan mengganti berdasarkan kesepakatan dengan mahasiswa. Setelah selesai pembayaran SKS dan ujian. misalnya mahasiswa sakit atau hamil. 2. Akademik dan Pengajaran membuat rekap Kehadiran Dosen dan Mahasiswa untuk dilaporkan kepada Ketua STTN. Mengisi formulir permohonan yang disediakan Sub bagian Kemahasiswaan dan alumni disertai alasan selambat-lambatnya 1 minggu sebelum masa perkuliahan Semester yang sedang berjalan dimulai. Izin Cuti diberikan selama-lamanya untuk 2 (dua) semester.. Kemahasiswaan dan Alumni untuk diajukan kepada Ketua STTN up Puket I dan selesai selambat-lambatnya 1 minggu sejak pengajuan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 165 E. . 3. Kartu Rencana Studi yang sudah disetujui Dosen Wali harus sesuai dengan jumlah pembayaran SKS dan ujian di Sub Bagian Keuangan. F. Perubahan pengisian KRS hanya dapat dilakukan paling lambat 2 minggu dari awal perkuliahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Setiap Akhir Semester Sub. KARTU RENCANA STUDI (KRS) Mahasiswa wajib mengisi KRS berdasarkan prestasi akademik pada semester sebelumnya dan konsultasi dengan dosen wali. 4. Kehadiran Dosen minimal 90%. Jika dosen tidak dapat mengajar sesuai jadwal yang ditentukan. Surat izin Cuti diproses oleh Sub. G. Bag. Surat permohonon harus diketahui Dosen Wali dan Ketua Jurusan. Mahasiswa yang kehadirannya kurang dari 80% tidak diizinkan untuk mengikuti ujian akhir semester. CUTI STUDI Mahasiswa karena sesuatu hal. Pembatalan matakuliah dilakukan selambat-lambatnya pada masa UTS.

Bag. . Surat Izin Cuti diambil di Sub Bag Kemahasiswaan dan Alumni dengan menyerahkan Kartu Mahasiswa. Yang bersangkutan dapat diterima untuk pindah ke STTN setelah dilakukan penelitian secara seksama atas prestasi akademik yang sudah dicapai sebelumnya dan hal-hal lain dari calon mahasiswa pindahan tersebut. H. Mahasiswa dari perguruan tinggi lain dapat mengajukan pindah ke STTN dengan surat resmi yang diketahui oleh dosen wali dan Ketua Jurusan sebelumnya dilampiri dengan hasil belajar yang telah diperoleh di perguruan tinggi sebelumnya. Mata kuliah yang sesuai dapat diakui setelah dilakukan penelitian yang seksama. 6. Kemahasiswaan dan Alumni dan melaksanakan Daftar Ulang sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada semester yang bersangkutan aktif. Mahasiswa yang ingin mengajukan pindah mengajukan pengajuan secara resmi kepada Ketua STTN up Puket I dengan persetujuan Dosen Wali dan Ketua Jurusan.166 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5. MAHASISWA PINDAHAN Mahasiswa dari Prodi yang lama dapat pindah ke prodi yang baru berdasarkan penilaian ketua program studi yang baru. Setelah selesai masa cutinya mahasiswa wajib mengajukan permohonan aktif kembali kepada Ketua STTN up Puket I melalui Sub.

membandingkan dan menerapkan pengetahuan akademis yang telah didapatkan. Mahasiswa dapat memulai KP tanpa harus terlebih dahulu mendaftarkan mata kuliah tersebut. Mata Kuliah KP termasuk dalam kelompok Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB). serta memahami konsep-konsep non akademis dan non teknis di dunia kerja nyata seperti hubungan atasan bawahan. Adapun ruang lingkup Kerja Praktek harus sesuai dengan Tujuan Kerja Praktek yang dituangkan dalam Proposal Kerja Praktek.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 167 BAB VIII. Mahasiswa harus mencari instansi/industri/perusahaan terkait untuk kemungkinan pelaksanaan KP. A. Mahasiswa memohon rekap hasil belajar / transkrip di Sub bag Akademik dan Pengajaran. serta penerapan di lapangan yang terkadang tidak sesuai dengan teori akademis juga diharapkan dapat pula menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa. kemudian mendapatkan persetujuan dari Ketua Jurusan. Prinsip pelaksanaan KP adalah mahasiswa merencanakan KP di suatu tempat dalam bidang/konsentrasi tertentu. 2. 3. PERSYARATAN AKADEMIS Persyaratan akademis yang harus dipenuhi untuk melaksanakan KP adalah telah menempuh sedikitnya 96 sks. hubungan sesama kolega. yang diharapkan dapat membekali mahasiswa untuk memahami kaidah bermasyarakat sesuai dengan keahliannya. dengan IP kumulatif minimal 2. KERJA PRAKTEK Kerja Praktek (KP) bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja yang sesuai dengan dunia kerja yang akan dimasuki. Setelah informasi yang diperoleh dipandang cukup dan instansi/industri/perusahaan yang akan dituju memungkinkan untuk menerima. dead line. ketidakpastian.56. Jika Ketua Prodi sudah menyetujui tempat dan waktu pelaksanaan KP yang . mahasiswa melakukan prosedur sebagai berikut: 1. Konsultasi dengan Ketua Prodi.

6. Paling lambat 3 (tiga) hari sebelum mengambil SPK mahasiswa memohon/ mengkonfirmasi di Sub Bag Perencanaan dan Kerjasama untuk mengambil SPK. Garis-garis Besar Rencana Kerja yang sudah disetujui Dosen pembimbing STTN dibawa ke BAAK untuk memperoleh SPK. . 9. dibawa ke Sub. Perencanaan dan Kerjasama paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum waktu pelaksanaan KP. 10. Rencana waktu pelaksanaan. B. 4. untuk menyelesaikan surat permohonan ke Instansi/industri/perusahaan terkait dengan tembusan ke fihak yang berkepentingan. Garis-garis besar rencana kerja (Lampiran KP-1). dan Lampiran yang diperlukan untuk mendukung proposal. pernyataan tentang kemungkinan Instansi mengubah rencana yang dibuat. Setelah surat permohonan KP ke instansi/industri/perusahaan dibuat. 8. 11. Mahasiswa melaksanakan KP sesuai ketentuan. mahasiswa mengajukan permohonan KP disertai dengan proposal kepada Ketua Jurusan. Bag. Deskripsi singkat tentang KP. Surat permohonan yang sudah ditandatangani dan dimintakan persetujuan dari Ketua Jurusan. kalau tidak memungkinkan dikirim lewat pos. Surat permohonan KP ke instansi/industri/perusahaan disampaikan sendiri oleh mahasiswa. mahasiswa tidak diperkenankan mengundurkan diri atau pindah tempat KP kecuali sudah ada jawaban ditolak dari instansi/industri/perusahaan yang dituju atau lebih dari 2 (dua) bulan sejak tanggal permohonan KP dibuat belum ada jawaban. PROPOSAL Isi Proposal KP mencakup: Data umum mahasiswa dan Institusi tujuan KP. Ketua Jurusan memproses sampai ditetapkannya Dosen Pembimbing. Mahasiswa berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk membuat GarisGaris Besar Rencana Kerja (lampiran KP-1). 7. misalnya hasil studi. 5. Setelah dinyatakan diterima oleh Instansi/industri/perusahaan.168 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 akan dituju.

Halaman Pengesahan Jurusan . dan hal lain yang difrumuskan oleh Pembimbing dan dinyatakan dengan nilai huruf untuk dilaporkan kepada Ketua Program Studi. 2. PENILAIAN Nilai akhir KP ditentukan oleh Dosen Pembimbing STTN dengan memperhatikan Penilaian Pembimbing Instansi. FORMAT LAPORAN KP Secara umum Laporan KP terdiri atas Bagian Awal. Halaman Sampul 2. D. Menjelang akhir pelaksanaan KP. PELAKSANAAN Kerja Praktek dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Pembimbing Instansi dimohon memberi nilai. Namun. ketentuan ini tidak membatasi mahasiswa untuk melanjutkan pekerjaan pada Instansi. mahasiswa wajib mengalokasikan waktu untuk mengadakan observasi lapangan dan atau wawancara untuk mengetahui dampak KP yang dilakukan terhadap Instansi. tetapi kelebihan ini tidak diperhitungkan sebagai KP. Bagian Utama. Log Harian harus ditanda tangani oleh Pembimbing Instansi 4. Halaman Judul 3. Jangka waktu pelaksanaan KP adalah 6 minggu dengan toleransi kurang-lebih 25 %. 5. 6. Mahasiswa yang sering absen dalam KP dapat diberi sangsi pembatalan. Salinan Log Harian yang sudah ditandatangani Pembimbing Instansi dikirimkan kepada Pembimbing STTN agar dapat memantau.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 169 C. Laporan KP. 3. 7. Pelaksanaan KP dan perubahan atas proposal/rencana kerja dicatat dalam Log Harian. Pada akhir masa KP. Bagian Awal sebuah Laporan KP terdiri atas: 1. dan Lampiran. E.

Daftar Gambar (jika perlu) 8. Partisipasi Sosial Instansi. Sistem Jaminan Kualitas. Kata Pengantar 6. 1 buah untuk Pembimbing dan 1 buah untuk Jurusan/Prodi.170 4. Bagian Utama Laporan Bagian Utama Laporan Kerja Praktek berisi: 1. Uraian tentang Tempat Kerja Praktek yang meliputi Sejarah dan Organisasi Perusahaan. Daftar Tabel (jika perlu) 9. Proses/Kegiatan Instansi. 2. G. Laporan KP bukan merupakan karya ilmiah atas produk yang dihasilkan. 1 buah untuk perpustakaan STTN. TATA TULIS LAPORAN KP 1. Intisari 12. Panjang Laporan dibuat sekitar 10. Halaman Pengesahan Instansi 5. Sarana dan Prasarana. F. Pelaksanaan KP yang merupakan penjabaran kegiatan KP yang telah tercatat dalam Log Harian.000 kata atau 40 halaman. Bahan Sampul KP menggunakan kertas warna biru diperkuat dengan karton. Isi . dan 1 buah untuk instansi. Daftar Lampiran (jika perlu) Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 10. Daftar Isi 7. JUMLAH LAPORAN KP Jumlah Laporan yang harus dibuat oleh seorang mahasiswa minimal adalah 5 (lima) buah dengan rincian: 1 buah untuk mahasiswa. Latar Belakang yang memuat uraian tetang pentingnya KP dan alasan mahasiswa melaksanakan KP di instansi terkait. Daftar Lambang dan Artinya (jika perlu) 11.

Abstrak. Lain-lain Bagi perusahaan / instansi yang mempunyai format dan tata tulis laporan Kop tersendiri. Bahasa Bahasa yang digunakan dalam penulisan adalah bahasa yang lazim dalam tata tulis ilmiah.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 171 menggunakan kertas HVS minimal 70 g/m2. Pengetikan Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12 pitch.7 cm) dengan batas tepi atas dan kiri 4 dan kanan dan bawah 3 cm. spasi ganda kecuali untuk Intisari. tidak perlu mengacu format dan tata tulis laporan KP STTN. Ukuran Kertas yang digunakan adalah A4 (21 cm x 29. . Daftar Pustaka. Nomor halaman bagian awal menggunakan huruf romawi kecil diletakkan dibagian kanan bawah dan bagian berikutnya menggunakan angka Arab diletakkan di kanan atas kecuali pada Bab baru diletakkan di bagian kanan bawah. 2. dan Baris dalam Tabel menggunakan Spasi 1. 5. Gambar dan Tabel diberi nomor dengan angka Arab. Ruangan yang tersedia harus dimanfaatkan seefisien mungkin sehingga tidak ada ruang-ruang yang tidak termanfaatkan dengan baik. Nomor dan nama Gambar diletakkan di bawah Gambar sedang Nomor dan Nama Tabel diletakkan di atas Tabel dengan posisi center. 4. 3.

172 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

Mahasiswa yang menyusun Tugas Akhir dapat menempuh mata kuliah ulang atau perbaikan nilai sebanyak-banyaknya 8 SKS dengan persetujuan Dosen Wali. pembuatan model. B. PROGRAM STUDI DAN TUJUAN Mahasiswa diperkenankan melaksanakan Tugas Akhir dengan persyaratan akademik sebagai berikut: 1. 2. Telah menempuh kurikulum Program Studi sampai dengan Semester VII dengan indeks prestasi kumulatif minimal 2. termasuk menjunjung tinggi etika profesi. penerapan teknologi. Tugas Akhir (TA) di STTN diberi beban 5 SKS. Tugas Akhir merupakan karya ilmiah tertulis yang disusun oleh mahasiswa program D-IV berdasarkan hasil penelitian. rancang bangun. Pelaksanaan TA secara prinsip berada di STTN. . 2. pengembangan analisis. Setiap SKS TA setara dengan penyelesaian kegiatan efektif mahasiswa selama 65-85 jam. A.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 173 BAB IX. TA juga bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam berkehidupan bersama. KETENTUAN-KETENTUAN TERKAIT DENGAN TA 1. atau perancangan/pembuatan sistem. TUGAS AKHIR Tugas akhir yang harus diselesaikan oleh seorang mahasiswa untuk memperoleh sebutan Sarjana Sains Terapan adalah menyusun sebuah Tugas Akhir dan mempertanggungjawabkannya di depan Dewan Penguji Tugas Akhir. pengujian laboratorium. sedang untuk mendapatkan data atau membuat perancangan/peralatan dapat dikerjakan di luar STTN. Jangka waktu pelaksanaan TA adalah sesuai jangka waktu saat mengambil TA dalam KRS. Di samping melatih mahasiswa untuk menyusun karya ilmiah yang baik. yang dilakukan secara seksama dengan bimbingan pembimbing yang berkompeten. dan berkomunikasi secara efektif. pengkajian/analisis sistem.56 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %.

Rencana/Cara Kerja TA. Keaslian TA. 5. Rencana Kerja. Setelah pembimbing TA ditetapkan maka segala urusan yang berkaitan dengan penyelesaian TA menjadi tanggung jawab mahasiswa dan pembimbing TA yang . Dalam hal mahasiswa mengerjakan TA di instansi di luar STTN maka mahasiswa mengajukan surat permohonan untuk mengerjakan TA yang telah disetujui oleh Ketua Jurusan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku pada instansi yang akan dituju dan semua biaya yang ditimbulkannya menjadi tanggung jawab mahasiswa. 8. 9. 12. meliputi: Tempat. Pada hakekatnya semua biaya pelaksanaan TA adalah menjadi tanggung jawab mahasiswa. 13. tetapi mahasiswa diperkenankan untuk mendapatkan bantuan. Landasan Teori. Alat. mahasiswa mengajukan Usulan TA / Proposal TA kepada Jurusan terkait yang setidak-tidaknya memuat: 6. Setelah Pengurus Jurusan menyetujui Usulan TA dan Dosen Pembimbing telah ditetapkan maka mahasiswa berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing. Daftar Pustaka 10. dan Hipotesis. dan Jadwal pelaksanaan. Pendahuluan yang mencakup: Latar belakang. jika disetujui Pengurus Jurusan memproses sampai ditetapkannya Dosen Pembimbing I dan Pembimbing II. Pengurus Jurusan mengkaji Usulan TA mahasiswa. Apabila mahasiswa mengerjakan TA di luar STTN maka pembimbing yang ditunjuk oleh instansi tersebut menjadi pembimbing instansi/lapangan. dan. Tinjauan Pustaka. Setelah dipandang cukup. Bahan.174 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. 4. Asumsi dan Batasan Masalah. Judul TA dan Identitas Mahasiswa pengusul. 7. Pembimbing I dan pembimbing II adalah dosen STTN. 11. Rumusan Masalah. sponsor dari pihak instansi yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Apabila tidak memungkinkan pembimbing hanya dari dosen STTN maka pembimbing II dimungkinkan selain dosen STTN.

15. sebagai sarana pengurus jurusan untuk mengaudit TA mahasiswanya. 2. mahasiswa membuat makalah untuk diseminarkan di depan sivitas akademika STTN dipandu Dosen Pembimbing. Jurusan dapat menyelenggarakan Seminar untuk menilai kelayakan awal Tugas Akhir. 14. Hasil seminar digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki TA. Seminar ini diharapkan menjadi ajang tukar menukar informasi dan diskusi ilmiah antar sivitas akademika STTN. Untuk TA yang. 16. Bagian Awal terdiri atas: 1. Latar Belakang. Keaslian TA . 3. 18. Daftar Singkatan dan Lambang beserta artinya. Mahasiswa melaksanakan TA dengan arahan Pembimbing I dan II (pembagian tugas Pembimbing ditentukan oleh Pembimbing I atau kesepakatan kedua pembimbing).Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 175 bersangkutan. Bagian Utama terdiri atas: 1. Mahasiswa membuat laporan TA sesuai dengan ketentuan. Setiap konsultasi dibuktikan dengan tandatangan pembimbing dalam lembar konsultasi. Halaman Persetujuan yang berisi persetujuan Pembimbing disertai tanggal pembimbing menyetujui. dan memperoleh masukan untuk meningkatkan kualitas TA. dibuat mengikuti format sebagai berikut. Hasil konsultasi awal dengan Dosen Pembimbing berupa penyempurnaan Usulan TA (Proposal) yang sudah disetujui semua Pembimbing diserahkan kepada Jurusan dan Dosen Pembimbing. Halaman Judul berisi Judul Usulan TA dan identitas mahasiswa pengusul. Pendahuluan meliputi: a. Daftar Isi 4. Setelah dipandang cukup. 17. USULAN/PROPOSAL TUGAS AKHIR Usulan TA yang diserahkan ke Jurusan harus sudah disetujui pembimbing. b. C.

Rencana Penelitian (atau disesuaikan dengan jenis TA) a. Tinjauan Pustaka. ISI TUGAS AKHIR Secara umum Tugas Akhir terdiri atas 3 bagian. Daftar Lambang dan Singkatan. Halaman Pernyataan. Bagian Awal Bagian awal sebuah Tugas Akhir memuat Halaman Sampul Depan. Manfaat Penelitian 2. Daftar Gambar. Tujuan Penelitian. Bagian Utama 3. c. alat. Halaman Sampul Depan Halaman sampul depan memuat: Judul Tugas Akhir. Daftar Pustaka D. maka dua hal itu harus dituliskan pada awal bagian ini. e. Hipotesis 3. Bagian Akhir 1. Dasar Teori meliputi a. lambang STTN. dan Cara Kerja. Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 b. Batasan Masalah. Jika Waktu dan tempat juga merupakan informasi ilmiah. Bagian Awal 2. Daftar Lampiran. Daftar Tabel. Metode /Cara Kerja Jika berupa penelitian Laboratorium berisi Bahan. d. Intisari dan Abstract. Jadwal Penelitian 4. Cara analisis data c.176 c. Kata Pengantar. b. Halaman Pengesahan. nama . Landasan Teori. f. Identifikasi/Rumusan Masalah. Daftar Isi. yaitu: 1. Halaman Judul.

Halaman Persetujuan Jurusan. Jurusan. dan merah untuk Prodi Elmek. Tulisan-tulisan dan Lambang Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir pada halaman Sampul. Warna Sampul Depan disesuaikan dengan Bendera Program Studi. Halaman Pernyataan Halaman ini berisi pernyataan bahwa isi TA tidak merupakan jiplakan. Dalam Daftar Isi tertera urutan Judul bab. Program Studi. Halaman Judul Isi Halaman Judul sama dengan Halaman Sampul Depan tetapi diberi nomor halaman ii romawi kecil dengan kertas HVS putih. b. STTN dan tahun Tugas Akhir selesai.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 177 dan nomor mahasiswa. Judul Tugas Akhir dibuat sesingkat-singkatnya. penjelasanpenjelasan singkat seperti tempat dan waktu pelaksanaan TA. ucapan terima kasih. hijau untuk Prodi Teknokimia. juga bukan karya orang lain. c. tetapi jelas dan menunjukkan dengan tepat isi Tugas Akhir. Kata Pengantar Kata Pengantar mengandung uraian singkat tentang maksud TA. judul sub bab. dan harapan-harapan. Halaman Pengesahan Halaman Pengesahan meliputi: a. Halaman Pengesahan STTN. dibuat di tengah dengan ukuran proporsional. judul anak sub bab disertai dengan nomor halamannya. Daftar Isi Daftar Isi dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang isi TA dan sebagai petunjuk bagi pembaca yang ingin melihat suatu bagian TA. . kuning untuk Prodi Elin. Pengesahan oleh Insntansi Tempat pelaksanaan TA. bagi yang melaksanakan TA di luar STTN.

Intisari/Abstrak Intisari/Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia. Hasil dan Pembahasan. dan Hipotesis). Arti Lambang dan Singkatan Arti lambang dan singkatan yang dipergunakan dalam TA disertai dengan arti dan satuannya. cara. 2. Landasan Teori. I. Intisari dapat ditulis dalam 3 alinea dan panjangnya tidak boleh lebih dari 1 halaman dengan ketikan 1 spasi. Daftar Lampiran Daftar Lampiran perlu dibuat jika TA memiliki banyak lampiran. asumsi dan batasan masalah. Metodologi. berisi uraian singkat tetapi lengkap tentang latar belakang. rumusan masalah. disusun dalam daftar.1.178 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Daftar Gambar Daftar Gambar berisi urutan gambar beserta judul setiap gambar dan nomor halamannya. Daftar ini disusun urutan judul lampiran beserta nomor halamannya. serta hasil dan rekomendasi yang diberikan. bila jumlahnya cukup banyak. Jika jumlah tabel dalam TA tidak terlalu banyak. Dasar Teori (Tinjauan Pustaka. tujuan. PENDAHULUAN Pendahuluan memuat latar belakang. serta Kesimpulan dan Saran. tujuan. 1. Daftar Tabel Daftar Tabel memuat urutan tabel beserta nama dan nomor halamannya. Bagian Utama Bagian Utama TA memuat Pendahuluan. Abstract Abstract merupakan terjemahan Instisari ke dalam Bahasa Inggris. halaman ini tidak diperlukan. Latar belakang . Halaman ini tidak diperlukan jika jumlah gambar dalam TA tidak terlalu banyak. dan manfaat.

II. dan Hipotesis.1. serta berisi batasan-batasan permasalahan yang diambil untuk lebih memfokuskan kegiatan TA. Manfaat Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) Bagian ini berisi manfaat yang dapat diraih dari kegiatan TA.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 179 Bagian ini memuat uraian dan pembahasan yang menjadi latar belakang perlunya dilakukan penelitian (sesuai topik TA yang dipilih). Rumusan Masalah Rumusan Masalah merupakan penarikan kesimpulan dari bagian Latar Belakang. 2. Tujuan Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) Tujuan penelitian (atau sesuai topik TA yang dipilih) menyebutkan secara spesifik tujuan yang ingin dicapai melali kegiatan penelitian/topik yang dipilih. 1.2. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis tentang informasi dan atau hasil-hasil penelitian terdahulu dan yang ada hubungannya (relevan) dengan TA yang akan dilakukan. 1.3. Fakta-fakta yang dikemukakan sedapat .6. 1. 1. masyarakat. Keaslian TA Bagian ini memuat uraian unsur baru penelitian/TA yang diajukan atau hal-hal yang membedakan dengan penelitian sebelumnya. Landasan Teori. Asumsi dan batasan Masalah Asumsi dan Batasan Masalah berisi penjelasan tentang asumsi-asumsi yang diambil dalam melaksanakan TA. termasuk manfaat bagi ilmu pengetahuan. dan bagi pembangunan Negara dan bangsa. 1.4. Hal ini berfungsi untuk menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan dalam TA memang benar-benar diperlukan. biasanya dituliskan dalam satu alinea yang sudah menyatakan secara jelas persoalan yang akan diselesaikan dalam TA. Bagian inilah yang harus dijawab dengan kesimpulan. DASAR TEORI Dasar Teori berisi Tinjauan Pustaka.5.

Alat yang dipergunakan untuk melaksanakan Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) diuraikan dengan jelas. haruslah disebutkan asal. 3. dan kesulitan-kesulitan serta cara pemecahannya. tidak terjadi salah langkah.3. Hal ini perlu dilakukan agar jika ingin dilakukan pengujian ulang. sifat fisis. cara penyiapan.1. 2. Bahan atau materi Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) harus dinyatakan spesifikasinya selengkap mungkin. 3. III. Landasan Teori diperlukan agar penelitian itu bukan sekedar percobaan coba-coba (trial and error) saja melainkan sudah dikaji dengan baik. Landasan Teori Landasan Teori merupakan alur logika atau penalaran yang merupakan seperangkat konsep. atau dengan memberi nomor sesuai urutan pengacuan dan harus sesuai dengan penulisan dalam Daftar Pustaka. perkiraan dan pemandu menemukan fakta. Untuk penelitian di laboratorium. Hipotesis Hipotesis berupa pernyataan singkat yang merupakan jawaban sementara dari permasalahan yang akan diselesaikan. Semua sumber yang dipakai harus disebutkan dengan mencantumkan nama belakang penulis dan tahun penerbitan.2. jika diperlukan disertai dengan gambar. . dan informasi yang disusun secara sistematis yang mempunyai fungsi memperjelas dan mempertajam ruang lingkup dan variabel yang akan diteliti.180 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 mungkin diambil dari sumber aslinya. metode/jalan penelitian. alat. definisi.2. dan susunan kimia bahan yang dipakai. tingkat ketelitian alat/metode. METODE PENELITIAN/CARA PENELITIAN Metodologi Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) menjelaskan secara rinci hal-hal yang mencakup bahan. serta mengendalikan penelitian yang akan dilaksanakan. 2.

atau bentuk lain yang ditempatkan sedekat-dekatnya dengan pembahasan. Di samping itu. Hasil. agar pembaca lebih mudah mengikuti uraian. 5.1. kunatitatif. Kesimpulan dan saran harus dinyatakan terpisah.4. Pembahasan. tentang hasil yang diperoleh. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini memuat hasil dan analisis pembahasan yang bersifat terpadu dan bisa jadi tidak dapat dipecah menjadi sub bagian tersendiri.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 181 3. (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) 3. 4. foto.2. hasil sebaiknya juga dibandingkan dengan hasil yang telah diperoleh oleh penulis terdahulu. gambar. 3.1. sedapat mungkin disajikan dalam bentuk tabel. agar peneliti berikutnya yang berkecimpung dalam bidang sejenis terhindar dari kesulitan itu. V. Kesulitan-kesulitan yang timbul selama penelitian dan cara pemecahannya perlu ditampilkan. (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih). sebaiknya dikemukakan bahwa hasil dapat dijumpai pada daftar dan gambar yang nomornya disebutkan. Pada alinea pertama. berisi tentang penjelasan teoritis baik secara kualitatif. Jika tempat dan waktu pelaksanaan TA merupakan informasi ilmiah yang berkaitan TA maka hal ini harus dicantumkan sebelum Bahan. KESIMPULAN DAN SARAN Bagian ini berisi Kesimpulan terhadap hasil yang telah dilakukan serta saran untuk perbaikan atau pengembangan perlu dilakukan. . IV. 4. termasuk cara pengumpulan data dan sejenisnya. Kesimpulan merupakan pernyataan singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil dan pembahasan untuk membuktikan kebenaran hipotesis. grafik.3.5. atau secara statistik. Jalan penelitian berupa uraian lengkap dan rinci tentang langkahlangkah yang telah diambil pada pelaksanaan penelitian.

E. Lembar konsultasi TA.2. a. untuk disetujui Puket I. c. Ujian TA merupakan Ujian terakhir bagi seorang mahasiswa. UJIAN TUGAS AKHIR 1. Saran bukan merupakan keharusan. Telah dinyatakan lulus ujian komprehensif dengan surat keterangan dari Jurusan. nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. Daftar nilai hasil studi keseluruhan dengan IPK minimal 2. Bukti sah telah melaksanakan dan mengikuti Seminar. Lampiran Lampiran dipakai untuk menempatkan data atau keterangan lain yang berfungsi untuk melengkapi uraian yang telah disajikan dalam Bagian Utama TA. 2. 3. e. Daftar Pustaka Daftar Pustaka disusun dengan sistem Desitasi atau sistem Havard secara konsisten disesuaikan dengan teknik pengacuan dan penulisan Daftar Pustaka yang lazim untuk masyarakat ilmiah. 3. b. b.182 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5.56. Perbaikan nilai yang diumumkan setelah Ujian TA dianggap tidak ada. Saran dibuat berdasarkan pengalaman dan pertimbangan penulis untuk kelanjutan/perbaikan dari yang sudah dicapai. Mahasiswa meminta persetujuan Jurusan bahwa TA sudah siap diujikan dengan menunjukkan: a. Laporan TA yang sudah disetujui oleh pembimbing. tanpa nilai E. Bagian Akhir Bagian Akhir sebuah TA terdiri atas Daftar Pustaka dan Lampiran. disahkan oleh ka BAAK atau pejabat yang ditunjuk. Ketua Jurusan mengusulkan Susunan Dewan Penguji. d. yang meliputi 1 (satu) orang Ketua Dewan Penguji merangkap anggota dan 2 .

Setelah Ujian. KSB. Pada saat pelaksanaan ujian. Jika dinyatakan lulus. 8. Kemahasiswaan dan Alumni memberikan persyaratan Wisuda untuk dilengkapi oleh mahasiswa. Naskah TA 6. Akademik dan Pengajaran menyurati Penguji serta menyiapkan berkas (semua berkas dari mahasiswa dan berkas lain untuk keperluan penilaian dll diberikan kepada Ketua Dewan Penguji) dan perlengkapan ujian 7. berdasi bagi penguji pria.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 183 orang anggota Dewan Penguji lain. 5. Mahasiswa membuat kesepakatan jadwal ujian dengan para pengujinya. mahasiswa yang diuji berpakaian busana STTN dengan jas almamater dan bagi penguji berpakaian rapi. Sub Bag. . Akademik dan Pengajaran untuk keperluan Rapat Yudisium. Pembimbing. jika dinyatakan lulus dengan perbaikan pemimpin sidang harus mengisi Lembar Revisi TA. 10. Surat Keterangan Lunas Administrasi yang dikeluarkan oleh Subbag Keuangan (khusus mahasiswa yang mempunyai kewajiban adminitrsai keuangan). Ketua Dewan Penguji dan atau Pembimbing TA menyampaikan ucapan selamat dan pesan-pesan moral kepada yang bersangkutan. Semua Berkas Ujian dan Persyaratan Wisuda diserahkan ke Sub. Mahasiswa mendaftarkan Ujian TA ke Sub Bag. Persetujuan Jurusan (dari butir 2 lengkap). 13. Akademik dan Pengajaran mengisi Formulir yang disediakan yang dilampiri: a. 11. 4. Mahasiswa meminta pengesahan TA dan menyerahkannya kepada Jurusan. c. Bag. Surat Undangan Pengujian dan Naskah TA harus sudah diterima penguji selambat-lambatnya 24 jam sebelum pelaksanaan ujian. Mahasiswa membawa bahan pendukung. Setelah Rapat Yudisium berkas di distribusikan ke fihak yang berkepentingan. dan Perpustakaan STTN. 9. 12. b.

Nomor halaman bagian awal menggunakan huruf romawi kecil diletakkan dibagian kanan bawah dan bagian berikutnya menggunakan angka Arab diletakkan di kanan atas kecuali pada Bab baru diletakkan di bagian kanan bawah. Gambar dan Tabel diberi nomor dengan angka Arab. Nilai Isi Tulisan TA (bobot 40 %) yang diberikan oleh Dewan Penguji. Abstrak. Cover TA menggunakan kertas warna sesuai dengan bendera Prodi diperkuat dengan karton. 2.99 Nilai huruf A B C G. PENILAIAN TUGAS AKHIR Nilai Tugas Akhir ditentukan berdasarkan kriteria: 1. 3. Nomor dan nama Gambar diletakkan di bawah Gambar sedang Nomor dan Nama Tabel diletakkan di atas .99 60-69.7 cm) dengan batas tepi atas dan kiri 4 dan kanan dan bawah 3 cm. Isi menggunakan kertas HVS minimal 70 g/m2. 3. Nilai Pembimbingan (bobot 30 %) selama pelaksanaan TA dari Pembimbing I dan II. dan Baris dalam Tabel menggunakan Spasi 1. Nilai Ujian Lisan (Bobot 30 %). Nilai Tugas Akhir diberikan setelah yang bersangkutan menyelesaikan perbaikan dengan mengkonversi nilai angka menjadi nilai huruf sebagai berikut: Nilai angka 80-100 70-79.184 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 F. 2. Pengetikan Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12 pitch. TATA TULIS LAPORAN KP DAN TA 1. Bahan Sampul KP menggunakan kertas warna biru diperkuat dengan karton. Daftar Pustaka. Ukuran Kertas yang digunakan adalah A4 (21 cm x 29. spasi ganda kecuali untuk Intisari.

Ruangan yang tersedia harus dimanfaatkan seefisien mungkin sehingga tidak ada ruang-ruang yang tidak termanfaatkan dengan baik. Ujian lisan TA/Pendadaran dilaksanakan menggunakan Bahasa Inggris. Format dan tata penulisan TA selain jenis penelitian mengikuti kaidah ilmiah yang lazim sesuai jenis karya ilmiah yang diajukan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 185 Tabel dengan posisi center. Bahasa Bahasa yang digunakan dalam penulisan KP dan TA adalah bahasa yang lazim dalam Tata Tulis ilmiah. Lain-lain 1. 4. 2. .

186 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

KETENTUAN UMUM Dalam tata tertib mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir yang dimaksud: 1. kewajiban. B. 7. Fungsi tata tertib adalah : . 4. TUJUAN DAN FUNGSI 1. Mahasiswa adalah mahasiswa STTN yang terdaftar pada semester yang berjalan. Hak adalah kewenangan yang dimiliki oleh mahasiswa dalam mencapai tujuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. Pihak yang berwenang adalah pihak yang mempunyai hak menetapkan dan menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran. 2. menjalankan tata tertib serta bebas berpartisipasi pada kegiatan ekstra dan ko kurikuler yang diminati. 5. Sanksi adalah hukuman yang dikenankan kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib ini. 6. A.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 187 BAB X. Tujuan tata tertib adalah untuk meciptakan suasana kampus Tri Dharma Perguruan Tinggi 2. 8.BATAN selama aktif mempunyai hak dan kewajiban: memperoleh fasilitas pendidikan. Pelanggaran adalah setiap perbuatan/tindakan yang bertentangan dengan segala sesuatu yang tercantum dalam tata tertib ini. jurusan. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa demi tercapainya tujuan sesuai dengan ketentuan. dan Sekolah Tinggi. serta sanksi bagi mahasiswa STTN. penghargaan. pelanggaran. Tata tertib adalah aturan-aturan tentang hak. Ormawa adalah organisasi mahasiswa di tingkat program studi. KEMAHASISWAAN Mahasiswa STTN .

. HAK MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN-BATAN berhak : 1. memperoleh pelayanan di bidang akademik. 12. memperoleh pendidikan dan pengajaran pada program studi yang diminati sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang berlaku.188 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 a. 10. 3. saran. 9. mengemukakan pendapat atau ide dengan penalaran tinggi. tenaga penunjang akademik. dan kritik secara proporsional untuk kemajuan STTN-BATAN. 2. tenaga administrasi. memperoleh perlindungan dari pemaksaan untuk kepentingan pribadi dosen. 4. 11. kewajiban. mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan dalam kampus sesuai dengan aturan yang berlaku. menyampaikan aspirasi yang berupa usul. atau mengganggu ketertiban. memperoleh penghargaan dari STTN-BATAN atas prestasi yang dicapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. sejauh tidak mengganggu hak-hak orang lain. mendapatkan beasiswa bagi kemajuan belajarnya sejauh memenuhi persyaratan yang berlaku. dan sanksi yang berlaku bagi mahasiswa STTN b. 5. dan kemahasiswaan. menggunakan kebebasan mimbar akademik secara bertanggungjawab untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). 6. 8. dan atau mahasiswa lain. 7. administrasi. menjadi aturan atau petunjuk mengenai hak. membantu tegaknya peraturan dan ketertiban di kampus STTN C. memanfaatkan fasilitas STTN-BATAN dalam rangka kelancaran proses pembelajaran dan kegiatan akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. memperoleh informasi yang benar tentang prestasi belajar. pelanggaran. memperoleh bimbingan dan masukan dari dosen untuk penelitian dan penulisan karya ilmiah.

menghargai kemajuan IPTEK. belajar dengan tekun dan rajin agar memperoleh prestasi tinggi. menjaga netralitas kampus dari kegiatan politik praktis. 10. praktikum. 6. 3. 2. memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan. mematuhi dan memahami pelaksanaan segala peraturan akademik yang berlaku. 9. dan karyawan. Mengikuti kuliah. 7. 4. mengenakan seragam yang berlaku beserta atributnya. dan tidak berlebihan serta mengenakan sepatu secara baik dalam kampus. KEWAJIBAN MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN-BATAN berkewajiban untuk : 1. dan tugas-tugas akademik yang lainnya. 8. Puket I. bertata rias rapi. memeliharan suasana akademik di kampus dan menjunjung tinggi almamater dan menjaga kewibawaan serta memelihara nama baik STTN – BATAN. . 13. mentaati peraturan akademik yang berlaku: a. sopan. memelihara sarana dan prasarana. mengikuti perkuliahan dengan kehadiran tidak boleh kurang dari 80% untuk dapat mengikuti ujian kecuali mengajukan permohonan secara resmi dengan alasan yang kuat kepada Ketua STTN up. kebersihan. tidak menyalahgunakan fasilitas kampus untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan akademik dan kemahasiswaan. diikat apabila panjang. 12. 11. 5. ketertiban. baik di tingkat universitas maupun fakultas. menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan tepat waktu. saling menghormati sesama mahasiswa dan bersikap sopan terhadap pimpinan. Mengembangkan sikap dan perilaku ilmiah b. dosen.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 189 D. dan keamanan dalam kampus. potongan rambut bagi mahasiswa pria pendek rapi dan bagi wanita rapi.

perkelahian. memiliki/menggunakan senjata api tanpa izin. melakukan hal-hal : a. madat. menyimpan/ memperdagangkan/menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang. kekerasan. SANKSI Setiap mahasiswa STTN-BATAN yang melakukan pelanggaran tata tertib akan dikenakan sanksi : . LARANGAN BAGI MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN – BATAN dilarang untuk : 1. perselingkuhan. dan minum-minuman keras. slop. melakukan tindakan plagiat.190 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 E. mengaktifkan telepon genggam ketika kuliah sedang berlangsung. menimbulkan suara-suara yang mengganggu ketertiban kampus. mencuri dan kegiatan yang melanggar hukum. d. c. klompen atau sejenis. dengan sengaja merusak barang milik atau fasilitas STTN-BATAN atau dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mengganggu kegiatan atau program resmi STTN-BATAN. sepatu yang tumitnya diinjak. 4. memalsu dokumen. memakai sandal. dan berpakaian kurang sopan. tindakan berjudi. bertindak atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan akademik maupun non akademik 2. dan melakukan tindakan asusila yang lain. e. tidak menyalahgunakan peralatan atau fasilitas STTN-BATAN untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan akademik dan kemahasiswaan. b. pencemaran nama baik. menggunakan fasilitas pihak luar tanpa izin. menyontek. 3. melakukan pelecehan kehormatan. F. merusak fasilitas kampus. mengganggu kegiatan akademik. menggunakan fasilitas kampus tanpa izin atau secara tidak semestinya. dan bercelana sobek selama mengikuti kegiatan akademik dan kegiatan lainnya di kampus.

hukuman percobaan. 3. Penilaian dilakukan oleh Tim yang dibentuk oleh Ketua STTN berdasarkan pertimbangan Senat STTN.000. 2. 4. 2. G. H. FASILITAS PENDIDIKAN Fasilitas pendidikan yang diberikan oleh STTN pada tahun 2008 ini adalah: 1. mendapat bahan seragam 1 stel/tahun. yaitu sanksi yang diberikan kepada mahasiswa yang terbukti melakukan perusakan atau bentuk kerugian yang lain atas fasilitas STTN-BATAN. beasiswa berprestasi dan beasiswa lain bagi yang memenuhi ketentuan. Asuransi Kesehatan Mahasiswa. PENGHARGAAN Penghargaan mahasiswa teladan diberikan kepada mahasiswa dengan menitik beratkan kepada kegiatan intra kurikuler dan kokurikuler tanpa mengabaikan penilaian pada kegiatan ekstra kurikuler. dan atau satuan kerja tertentu. 6. 5.-/bulan per mahasiswa. uang bantuan pendidikan Rp. 7. penggunaan Internet yang berada di Unit Komputer. yaitu sanksi yang diberikan dalam bentuk larangan untuk mengikuti kegiatan akademik untuk jangka waktu tertentu. 4. 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 191 1. . penangguhan sementara oleh jurusan atau STTN-BATAN. penggantian kerugian. peringatan. Laboratorium & Perpustakaan yang memadai. kesempatan mendapat SIB (Surat Ijin Bekerja) sebagai Operator Radiografi dan atau Petugas Proteksi Radiasi (PPR). yaitu sanksi yang diberikan bila mahasiswa tidak memenuhi standar perilaku yang ditetapkan STTN-BATAN baik peringatan dalam bentuk lisan maupun tertulis. yaitu sanksi yang diberikan dengan ketentuan mahasiswa yang dikenai hukuman itu masih dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan persyaratan tertentu dan akan diberikan hukuman yang lebih berat apabila melakukan pelanggaran dalam masa percobaan. 50.

Beasiswa mahasiswa berprestasi diberikan kepada 1 (satu) orang mahasiswa setiap angkatan setiap prodi bagi mahasiswa yang memiliki IPT tertinggi dan sama dengan atau lebih dari 3. Studi Ekskursi.56) tetapi ekonominya kurang mampu atau mengalami kesulitan dalam hal pembeayaan.192 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 I. . yaitu: 1. BEASISWA STTN menyediakan 2 (dua ) jenis beasiswa. Untuk menyalurkan minat dan bakat dibentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sesuai kegiatannya yang meliputi kegiatan iptek. KEGIATAN KOKURIKULER Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa STTN menyelenggarakan kegiatan Kokurikuler berupa Ujian SIB PPR. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan masa kepengurusan 1 (satu) tahun. keagamaan. Beasiswa diberikan dalam bentuk pembebasan SPP selama 1 tahun. Beasiswa STTN diberikan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi akademik (IPT ≥ 2. K. KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Sebagai wadah untuk menampung aspirasi mahasiswa. Pemberian beasiswa ini didasarkan pada penilaian oleh Tim yang dibentuk oleh Ketua STTN. dan seni. Kuliah Kapita Selekta. STTN membentuk Dewan Perwakilan Mahasiswa yang anggotanya merupakan perwakilan dari setiap Program Studi yang ada. 2.51 (≥ 3. olahraga. dan Etika Profesi.51). Kuliah Umum. J.

. Konsultasi secara kolektif dilaksanakan secara terkoordinir oleh BEM STTN. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang keahliannya. Untuk mendukung kurikulum tersebut. mahasiswa juga dapat melaksanakan konsultasi baik secara kolektif maupun sendiri-sendiri dengan Pengelola STTN (Pimpinan dan Pejabat terkait). dan proses pendidikan. Mahasiswa berhak memperoleh bimbingan dari Dosen Wali dalam rangka pengembangan penalaran. Di samping itu dosen juga diberi tugas rutin sebagai Pembimbing Akademik atau Dosen Wali. minat. Pengajar STTN yang meliputi dosen dan asisten disesuaikan dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai. A. karena 1 SKS Praktikum adalah Kegiatannya 3 x lebih lama dari Praktikum. Tugas pengajaran diberikan kepada Dosen disesuaikan dengan bidang keahliannya. DOSEN JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR Kurikulum Teknokimia Nuklir Perbandingan SKS nya adalah 70 % teori dan 30% praktikum. Kalau dihitung jam efektif. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan BATAN dan dosen dari perguruan tinggi diluar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. Disamping dengan dosen wali yang bersangkutan. Namun. DOSEN Dosen mempunyai tugas melakukan pendidikan. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 193 BAB XI. Syarat pendidikan minimal dosen STTN adalah S-1/D-IV dan terus ditingkatkan sampai minimal berpendidikan S-2/Sp-1. dan kepribadian mahasiswa di dalam proses pendidikan. khusus untuk bimbingan perencanaan perkuliahan disesuaikan dengan kalender akademik STTN. maka Perbandingan Teori dan praktek adalah 44 % teori dan 56 % Praktek. minat. Jadwal konsultasi disesuaikan dengan pola pembimbingan dari Dosen yang besangkutan. pengajaran. serta memberikan bimbingan kepada mahasiswa dalam rangka pengembangan penalaran. kepribadian.

194 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 perkuliahan di Jurusan Teknokimia Nuklir didukung oleh dosen-dosen dan asisten dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Prof. M. Giyatmi. Ir. Wisnu Aryawardhana Ir.Md. ST Agus Sutopo. Ir.Md. MT Sugili Putra. A. Daftar Dosen/Asisten Jurusan Teknokimia Nuklir Bidang Kompetensi No 1. M. ST Maria Christina Prihatiningsih. 330001701 330001374 330001448 Lingkungan dan Teknik Nuklir Proses Ilmu Bahan dan Teknik Kimia Teknik Kimia dan Lingkungan Teknik Kimia OTK & Proses Kimia Analisis dan Teknik Nuklir Teknik Kimia SL Proses Kimia Proses Kimia 330002897 330003885 330004421 S2 Teknik Kimia S1 Teknik Nuklir DIV Teknokimia Nuklir 330004018 330004032 330001206 330001187 S1 Teknik Kimia DIII PATN DIII PATN . Kris Tri Basuki Ir. A. SST Esis Witanto. Bangun Wasito.Sc. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan Batan dan dosen dari perguruan tinggi di luar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. Siswantoro.Si. Sudaryo Ir. Noor Anis Kundari. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap. NIP 330002043 Bidang Ilmu S3 Teknik Kimia S1 Teknik Nuklir S1 Teknik Nuklir S2 Metalurgi S2 Lingkungan Ket. Dr.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

195
330002283 330002098 330005379

12 13 14

Suryo Rancono, SST Siti Umi Sholikhati, SST Kartini Megasari, SST

D-IV STTN D-IV STTN DIV Teknokimia Nuklir DIV Teknokimia Nuklir

Proteksi Rad Kimia Teknokimia

15

Deni Swantomo, SST

330005380

Teknokimia

SL

SL=Studi lanjut

B. DOSEN JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR Kurikulum Teknofisika Nuklir Perbandingan SKS nya adalah 70 % teori dan 30% praktikum. Kalau dihitung jam efektif, karean 1 SKS Praktikum adalah Kegiatannya 3 x lebih lama dari Praktikum, maka Perbandingan Teori dan praktek adalah 44 % teori dan 56 % Praktek. Untuk mendukung kurikulum tersebut, perkuliahan di Jurusan Teknofisika Nuklir didukung oleh dosen-dosen dan asisten dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan Batan dan dosen dari perguruan tinggi diluar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. Daftar Dosen/Asisten Jurusan Teknofisika Nuklir No 1 Nama Dr. Anwar Budianto, DEA Drs. Supriyono, MSc NIP 330002158 Bidang Ilmu S3 Fisika: Optoelektronika Bidang Kompetensi Laser optik Komputasi, Modeling dan Simulasi Ket.

2

330003241

S2 Matematika

196 Ir. Djiwo Harsono, M.Eng Ir. Surakhman Ir. M. Khoiri Ir. Aliq, MT Ir. Dwi Priyantoro, Msi. Toto Trikasjono, ST, M.Kes Ir. Zaenal Abidin, M.Kes. Joko Sunardi, S.ST Ir. Sigit Purnomo Ir. Bangun Pribadi Sudiono, SST Drs. Djoko Maryanto Sukarman, ST Suroso, SST Toto Dermawan, SST

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

3 4 5 6 7

330003188 330001563 330003822 330003832 330003494

S2 Komputer

Computer Engineering

S1 Teknik Nuklir Proteksi Radiasi S1 Teknik Nuklir Thermohidrolik S2 Instrumentasi & Kontrol S2 Fisika Simulasi Sistem & Kontrol Fisika Dasar SL SL

8

330001900

9 10 11 12 13 14 15 16 17

330003830 330002119 330003586 330004902 330002120 330003570 330004914 330004062 330004631

Instrumentasi S2 Teknik Nuklir Nuklir, Proteksi Radiasi Instrumentasi S2 Teknik Nuklir Nuklir, Proteksi Radiasi DIV Elektronika Elektronika Instrumentasi Analog S1 Teknik Proteksi Radiasi Nuklir S1 Teknik Mesin DIV Elektronika Instrumentasi S1 Fisika Instrumentasi S1 Teknik Elektro DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik Teknologi bahan Elektronika Nuklir Teknik Radiografi Kendali Elektromekanik Elektromekanik SL

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

197 DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik S1 Teknik Elektro SI Fisika DIV Elektronika Instrumentasi DIV Elektronika Instrumentasi DIV Elektronika Instrumentasi

18

19 20 21 22 23 24

Budi Suhendro, SST Ign. Agus Purbhadi W, SST Yadi Yunus, SST Ir. H. Suyamto Drs. Subari Santoso Sutanto, SST

330004912

Elektromekanik

330004918 330002236 330002149 330002576 330005382

Elektromekanik Elektromekanik Teknik Elektro Instrumentasi Instrumentasi Instrumentasi Instrumentasi SL SL

Muhtadan, 330005381 SST Nugroho Tri 330001182 25 Sanyoto, SST SL=Studi lanjut

C. EVALUASI KINERJA DOSEN Setiap akhir semester kinerja setiap dosen dievalusi berdasarkan: 1. Evaluasi oleh mahasiswa dengan mengisi angket. 2. Jumlah kehadiran dan kedisiplinan menyerahkan nilai akhir. 3. Hasil karya dosen yang dilaporkan dalam Daftar Riwayat Hidup yang disertai dokumen lengkap.

198

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

BAB XII. PENUTUP Pedoman akademik ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali menurut keperluan sesuai dengan situasi yang berkembang dalam jangka waktu paling lama 5 tahun. Setelah ditetapkan, pimpinan STTN wajib mensosialisasikan Pedoman ini kepada sivitas akademika STTN serta pejabat terkait. Kopi Pedoman dalam bentuk tercetak dan file elektronik tersimpan di Perpustakaan STTN, dapat dibaca dan dipinjam oleh sivitas akademika STTN maupun pihak lain yang berkepentingan. Anggota Senat STTN dapat mengajukan peninjauan kembali Pedoman Akademik ini disertai dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Rincian lebih lanjut mengenai peninjauan Pedoman Akademik STTN diatur dalam prosedur tersendiri. Hal-hal yang belum diatur dalam Pedoman Akademik ini akan diatur tersendiri.

1954. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 tahun 2001 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. IAEA (1980). 200. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 tentang Kurukulum Inti Pendidikan Tinggi. “Manpower Development for Nuclear Power.I. IAEA. Badan Tenaga Nuklir Nasional. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi. Badan Tenaga Nuklir Nasional. A Guide Book”. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 178/U/2001 tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi. “Chemical Engineering in Practice” IAEA – TRS 266. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 199 DAFTAR PUSTAKA Harper. Engineering and Science Education for Nuclear Power. Badan Tenaga Nuklir Nasional. Vienna Austria 1986. Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Technical Reports Series No. . Keputusan Kepala BATAN Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi.. J.

Vienna 1988. “Bahan Pidato” Di Depan Civitas Akademika STTN. Fisika Universitas. Indonesia Nomor 10 tahun 1997 tentang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2005. Undang-undang Republik Ketenaganukliran. Sears and Zemansky. IAEA Vienna 1988. . S. “Nuclear Power Project Management”. Erlangga. “Nuclear Power Project Management”. 279. Technical Reports Series No. Technical Reports Series No. Jakarta 1987 Soentono..200 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 tahun 1999 tentang Sistem Pendidikan Tinggi. Yogyakarta. 279. IAEA.