PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2008

Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN-BATAN 2007

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL YOGYAKARTA 2008

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

TIM PENYUSUN PEDOMAN AKADEMIK SURAT KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR NOMOR : 125/STTN/IX/2008 TANGGAL : 17 SEPTEMBER 2008 TENTANG TIM PENYUSUN PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2007 SUSUNAN TIM PENYUSUN PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2007

Penanggung Jawab Ketua Sekretaris merangkap anggota Anggota

: Prof. Dr. Kris Tri Basuki : Ir. Noor Anis Kundari, MT : Suroso, SST : 1. Dr. Anwar Budianto, D.E.A 2. Drs. Surpiyono, M.Sc 3. Ir. Bangun Wasito, M.Sc 4. Ir. Djiwo Harsono, M.Eng 5. Ir. Giyatmi, M.Si 6. Ir. Surakhman 7. Ir. Zaenal Abidin, M.Kes 8. Toto Trikasjono, ST, M.Kes 9. Sri Multi, SE 10. Joko Sunardi, SST 11. Sugili Putra, ST 12. Maria Christina Prihatiningsih, SST 13. Rita Tyas Mulatsih, SH Yogyakarta, 17 September 2008 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

KRIS TRI BASUKI

ii

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR :126 /STTN/ IX / 2008

TENTANG PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR TAHUN 2007 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR Menimbang : Bahwa sebagai tindak lanjut SK Ketua STTN Nomor : 125/STTN/ IX/2008 Tentang Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN– BATAN 2007 dipandang perlu menetapkan Perubahan Pedoman Akademik STTN–BATAN 2007. Undang–undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; Peraturan pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi; Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir; Keputusan Kepala BATAN Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta STTN. Hasil kerja Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – BATAN 2007. MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL TENTANG PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR TAHUN 2007.

Mengingat

:

1. 2. 3. 4.

Memperhatikan :

iii

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

PERTAMA KEDUA

: :

Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007 perlu adanya perbaikan. Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007 diubah menjadi Pedoman Akademik STTN – BATAN 2008. Pedoman Akademik STTN – BATAN 2008 mulai diberlakukan pada Tahun Akademik 2008/2009, dengan ketentuan apabila di kemudian hari ditemukan adanya kesalahan, akan diperbaiki sebagaimana

KETIGA

:

mestinya.

Ditetapkan di Yogyakarta, Pada tanggal 22 September 2008 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

KRIS TRI BASUKI

Tembusan : 1. Yth. Kepala BATAN 2. Yth. Sekretaris Utama BATAN 3. Kepala Subbagian Keuangan STTN 4. Kepala Subbagian Persuratan dan Kepegawaian STTN 5. Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007

iv

Mudah-mudahan buku ini dapat bermanfaat. Terima kasih kepada saudara Sigit Suryantono BE. Dengan adanya Pedoman Akademik ini diharapkan dapat memperbaiki sistem penyelenggaraan pendidikan di STTN yang akhirnya mampu meningkatkan kualitas lulusan. mahasiswa. Pada tahun 2007 dilakukan beberapa perbaikan disebabkan salah cetak serta penambahan/pengurangan kata/kalimat namun secara substansi hanya terjadi perubahan pada persyaratan nilai TOEFL untuk wisuda dari 400 menjadi 450. dan semua pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung ikut berpartisipasi dalam penyusunan Buku Pedoman Akademik ini. dan rapat-rapat Tim. secara periodik Buku Pedoman ini akan ditinjau. diskusi informal. Yogyakarta.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 KATA PENGANTAR Buku Pedoman Akademik STTN diterbitkan pertama kali pada tahun 2006 berdasarkan kerja Penyusun Pedoman Akademik Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-BATAN dengan SK Ketua STTN Nomor 150 B/STTN/II/2006 yang menghasilkan Pedoman Akademik STTN-BATAN 2006 yang dikuatkan dengan SK Ketua STTN Nomor 25/STTN/ IX/2006 tentang Pedoman Akademik STTN-BATAN. dan perbaikan secara berkesinambungan dalam upaya meningkatkan kualitas lulusannya agar memiliki daya saing yang tinggi. rapat senat. yang telah membantu pengetikan. karyawan STTN. Tahun 2008 ini Pedoman akademik diperbaiki terhadap beberapa kesalahan yang ditemukan oleh Tim dan adanya beberapa kebijakan akademik yang baru seperti Program Remedial dan penggunan Bahasa Inggris dalam Ujian Lisan Tugas Akhir/Pendadaran. asisten. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir sebagai bagian sistem pendidikan nasional harus mampu melaksanakan langkah-langkah penyesuaian. Oleh karena itu. semua dosen. Oktober 2008 Ketua Tim Penyusun Noor Anis Kundari v . Pedoman Akademik ini disusun atas kesepakatan-kesepakatan yang diperoleh melalui rapat koordinasi bidang akademik. pengembangan. serta ditambah daftar pustaka.

vi PENDAHULUAN VISI MISI TUJUAN Halaman i ii iii v vi 1 2 3 3 5 9 9 10 10 11 11 11 12 14 15 16 16 18 18 19 ORGANISASI PERATURAN UMUM AKADEMIK SISTEM KREDIT SEMESTER TUJUAN SISTEM KREDIT SEMESTER JUMLAH BEBAN SKS SETIAP PROGRAM STUDI MASA STUDI SEMESTER REGULER SEMESTER PENDEK (SP) SISTEM UJIAN PENILAIAN HASIL BELAJAR HASIL UJIAN UJIAN SUSULAN EVALUASI HASIL PENDIDIKAN EVALUASI STUDI MAHASISWA PROGRAM REMEDIAL BATAS AKHIR WAKTU STUDI . D. L. G. C. B. A. A. BAB II. C. 125/STTN/IX/2008 SK NO. H. N. B. K.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL SK NO. BAB III. I. 126/STTN/IX/2008 KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. F. E. J. M.

E. P. C. BAB VII. E. B. A. Q. BAB V. D. D. D. BAB VI. G. A. BAB IV. D. A. B. B. BAB VIII. C. PERSYARATAN KELULUSAN PREDIKAT KELULUSAN WISUDA JURUSAN DAN PROGRAM STUDI JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR PROGRAM STUDI DAN TUJUAN STRUKTUR KURIKULUM JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR KELOMPOK MATA KULIAH DAN PRASYARAT KURIKULUM DAN SILABUS JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR 19 20 20 21 25 25 26 30 32 59 JURUSAN DAN TUJUAN 59 FASILITAS LABORATORIUM 61 PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA INSTRUMENTASI 63 PROGRAM STUDI ELEKTROMEKANIK PERATURAN ADMINISTRASI AKADEMIK CALON MAHASISWA TEMPAT PENDAFTARAN BIAYA PENDIDIKAN DAFTAR ULANG KARTU RENCANA STUDI (KRS) KEHADIRAN CUTI STUDI MAHASISWA PINDAHAN KERJA PRAKTEK PERSYARATAN AKADEMIS PROPOSAL PELAKSANAAN PENILAIAN FORMAT LAPORAN KP 108 161 161 162 162 163 165 165 165 166 167 167 168 169 169 169 vii . A.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 O. B. C. H. C. F.

F. BAB XII. A. BAB X. K. G. A. G. B. D. C. E. C. BAB XI. JUMLAH LAPORAN KP TATA TULIS LAPORAN KP TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI DAN TUJUAN KETENTUAN-KETENTUAN TERKAIT DENGAN TA USULAN/PROPOSAL TUGAS AKHIR ISI TUGAS AKHIR UJIAN TUGAS AKHIR PENILAIAN TUGAS AKHIR TATA TULIS LAPORAN KP DAN TA KEMAHASISWAAN KETENTUAN UMUM TUJUAN DAN FUNGSI HAK MAHASISWA KEWAJIBAN MAHASISWA LARANGAN BAGI MAHASISWA SANKSI FASILITAS PENDIDIKAN PENGHARGAAN BEASISWA KEGIATAN KOKURIKULER KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DOSEN DOSEN JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR DOSEN JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR EVALUASI KINERJA DOSEN PENUTUP 170 170 173 173 173 175 176 182 184 184 187 187 187 188 189 190 190 191 191 192 192 192 193 193 195 197 198 199 DAFTAR PUSTAKA viii . I. C. F. B.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 F. A. D. BAB IX. J. H. B. E. G.

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir didirikan atas dasar adanya suatu gagasan untuk membuka program diploma bagi para teknisi pada akhir tahun 1982 yaitu pertemuan antara Kepala Pusdiklat dengan Direktur Jendral BATAN yang didorong oleh kebutuhan akan tenaga teknisi berkualitas tinggi yang mampu berfungsi sebagai penghubung antara tenaga teknisi dan peneliti. Djali Ahimsa. gagasan ini dikembangkan dengan membentuk Satuan Tugas Persiapan Pendidikan Ahli Teknik Nuklir berdasar SK Dirjen BATAN No. Dalam proses pendirian STTN. yang dinamakan Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN). Oleh karena itu. pada tanggal 21 Februari . Peningkatan PATN (yang menyelenggarakan Program Diploma III ke bawah) menjadi STTN adalah dalam rangka mencukupi kebutuhan SDM terdidik yang terampil dengan kemampuan teknis dan akademis yang lebih tinggi. Pada tanggal 3 Agustus 1985 Pendidikan Ahli Teknik Nuklir dengan singkatan PATN di Yogyakarta dibuka dengan resmi oleh Direktur Jendral BATAN. pada bulan Agustus 1999 diadakan pertemuan antara BATAN dengan Depdiknas (dahulu Depdikbud) yang membahas rencana pendirian STTN. Bapak Ir. Pada awal tahun 1983. tugas Satgas diperpanjang dengan SK Dirjen BATAN No. Setelah semua persiapan baik perangkat keras maupun perangkat lunak semakin mantap. sejak tahun 1998 dirintislah STTN-BATAN dengan jenjang Program Diploma IV. 81/DJ/V/1984. 1640/D/O/86 tanggal 15 September 1986. PENDAHULUAN Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) adalah satu-satunya lembaga pemerintah Non Depertemen yang menyelenggarakan pendidikan keahlian di bidang teknologi nuklir program diploma-IV. Setelah diadakan perbaikan proposal dan penilaian kelayakan pendirian STTN. Ijin operasional dari Dirjen Dikti diperoleh dengan SK Dirjen Dikti No. dibentuklah Satuan Tugas pengelola Pendidikan Ahli Teknik Nuklir dengan SK Dirjen BATAN No. Mengingat proses untuk melaksanakan tugas tersebut memerlukan waktu. pada tanggal 31 Agustus 1999 BATAN mengajukan permohonan pendirian STTN-BATAN ke Depdikbud. 53/DJ/IV/1985. Selanjutnya.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1 BAB I. 08/DJ/07/I/1983.

Persetujuan pembukaan Jurusan dan Program Studi pada STTN-BATAN di Yogyakarta oleh Direktur Jenderal Perguruan Tinggi pada tanggal 20 Maret 2001 meliputi 2 Jurusan dengan 3 Program Studi dengan surat Nomor 1037/D/T/2001. Pada tanggal 24 Agustus 2001 STTN dibuka secara resmi oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi. pada tanggal 8 Juni 2001 diterbitkan KEPRES nomor 71 tahun 2001 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir.2 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2001 dilaksanakan presentasi oleh Kepala PATN di hadapan Tim P5D (Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik dan Program Diploma) Depdiknas yang dilanjutkan dengan peninjauan sarana dan prasarana yang ada seperti ruang kuliah dan fasilitas laboratorium. yaitu Jurusan Teknokimia Nuklir dengan 1 Program Studi (Prodi) Teknokimia Nuklir dan Jurusan Teknofisika Nuklir dengan 2 Program Studi. dengan Peringkat B. A. yaitu Prodi Elektronika Instrumentasi dan Prodi Elektromekanik. Hatta Rajasa ditandai dengan penandatanganan prasasti yang sekarang terletak di halaman depan STTN. Hasilnya STTN-BATAN dinyatakan layak didirikan. Keputusan ini ditindak lanjuti dengan Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisi dan Tata Kerja STTN. M. Pada tahun 2007 semua program studi yang diselenggarakan STTN telah memperoleh akreditasi berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 006/BAN-PT/Ak-IV/Dipl-IV/ XI/2007. Ir. VISI Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir mempunyai visi menjadi Sekolah Tinggi idaman terdepan dalam pendidikan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. Setelah dilakukan pembahasan antara BATAN dengan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) akhirnya. Persetujuan Depdiknas diperoleh tanggal 15 Maret 2001 dengan surat Dirjen Dikti Nomor 1013/D/T/2001. .

berbudi luhur. Guna memantapkan jalannya roda organisasi STTN serta usaha untuk penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan. 5. dosen. Organisasi dan Personalia. maupun aparatur pemerintah. dengan mengoptimalkan pendayagunaan sumberdaya yang tersedia. mempunyai kemampuan akademik dan atau profesional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. siap kerja (memiliki lisensi) serta mandiri. TUJUAN Adapun tujuan pendidikan Program Diploma IV STTN adalah menghasilkan lulusan dengan kualifikasi: 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3 B. Peraturan Administrasi Akademik. Dosen. C. Jurusan dan Program Studi. warga masyarakat. Peraturan Umum Akademik. maupun masyarakat. Jurusan Teknokimia Nuklir. dan Penutup. 2. mampu memecahkan masalah baik dalam bidangnya maupun yang bersifat interdisipliner. menjunjung tinggi etika profesi. 3. Tugas Akhir. dan penuh tanggung jawab dalam mengemban tugas dan kewajibannya sebagai pribadi. Kerja Praktek. Kemahasiswaan. 4. melakukan pelayanan prima kepada masyarakat dan konsumen. membina kehidupan akademik yang sehat. tanggap terhadap perkembangan ilmu dan perkembangan masyarakat. MISI Misi STTN adalah menyelenggarakan pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan dalam bidang teknologi nuklir. menjadikan Sekolah Tinggi yang disegani. pengelola. Jurusan Teknofisika Nuklir. . Sistematika Pedoman Akademik STTN adalah: Pendahuluan. maka sejak tahun 2006 STTN menerbitkan pedoman akademik yang dapat digunakan oleh para mahasiswa. beriman.

4 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

Unsur Pimpinan STTN terdiri atas seorang Ketua dan 3 orang Pembantu Ketua. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. Dewan Penyantun merupakan suatu wadah non-struktural untuk meningkatkan kemajuan STTN dan bertugas membantu unsur pimpinan STTN dalam hal menjaga dan memelihara hubungan baik antara masyarakat. Senat merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi STTN yang mempunyai tugas merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan STTN. Jurusan. memberikan pertimbangan dan persetujuan atas Rencana Pendapatan dan Belanja yang diajukan oleh pimpinan STTN. dan Unit Penunjang. Bagian Administrasi Umum. instansi pemerintah dengan STTN dan memecahkan kesulitan yang dihadapi STTN. ORGANISASI Organisasi STTN-BATAN dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir dan Keputusan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5 BAB II. Pembantu Ketua terdiri dari Pembantu Ketua I Bidang Akademik. Ketua dan Pembantu Ketua. Pembantu Ketua II Bidang Administrasi Umum. merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian sivitas akademika. memberikan pertimbangan kepada Kepala BATAN berkenaan dengan pengangkatan dan pemberhentian dosen yang memangku jabatan akademik di atas Lektor. merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan STTN. Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. dan Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan. Senat. Susunan Organisasi STTN terdiri atas Dewan Penyantun. menilai pertanggungjawaban pimpinan STTN atas pelaksanaan kebijaksanaan yang telah ditetapkan. melaksanakan pemilihan calon Ketua dan mengajukan usulan pengangkatan serta pemberhentian Ketua kepada Kepala BATAN. dan menegakkan norma-norma yang berlaku bagi sivitas . merumuskan peraturan pelaksanaan mimbar akademik dan otonomi keilmuan di STTN. Kelompok Dosen.

keuangan. Struktur Organisasi STTN dapat digambarkan dalam bagan pada Gambar 1. dan Kepala Unit Laboratorium di bawah Jurusan.6 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 akademika. Subbagian Keuangan. . serta perlengkapan dan rumah tangga. UPPM terdiri dari Kepala. Unsur pelaksana administrasi STTN terdiri atas Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan serta Bagian Administrasi Umum. Jurusan merupakan unsur pelaksana akdemik. Jurusan terdiri atas Ketua Jurusan. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan terdiri dari Subbagian Perencanaan dan Kerja Sama. Bagian Administrasi Umum terdiri dari Subbagian Persuratan dan Kepegawaian. Ketua Program Studi. serta Subbagian Perlengkapan. Subbagian Akademik dan Pengajaran. Bagian Administrasi Umum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan administrasi di bidang persuratan dan kepegawaian. Sekretaris. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) merupakan unsur pelaksana di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan mempunyai fungsi melakukan penelitian terapan di bidang teknologi nuklir. Tenaga Ahli. Jurusan di STTN ada 2 yaitu Jurusan Teknokimia Nuklir dengan 1 (satu) Program Studi dan Jurusan Teknofisika Nuklir memiliki 2 (dua) Prodi. serta Subbagian Kemahasiswaan dan Alumni. menyebarkan hasil penelitian. dan Tenaga Adminitrasi. mengenalkan ilmu dan teknologi di bidang nuklir kepada masyarakat dan meningkatkan keterkaitan program STTN dengan kebutuhan masyarakat. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi di bidang akademik dan kemahasiswaan. Sekretaris Jurusan. yaitu Elektronika dan Instrumentasi dan Elektromekanik.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 7 Gambar 1. Struktur Organisasi STTN .

8 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

ketrampilan psikomotorik dan fisik yang dilakukan di laboratorium atau studio. Untuk Kerja Praktek dan Tugas Akhir.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 9 BAB III. Satuan Kredit Semester adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama 1 semester melalui kegiatan terjadwal sebanyak 1 minggu perkuliahan atau 2 jam praktikum. 60 menit pengembangan materi kuliah. SISTEM KREDIT SEMESTER Semester adalah kegiatan yang terdiri atas 16 sampai 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya. nilai 1 SKS setara dengan 2 jam (120 menit) praktikum terjadwal diiringi oleh 1-2 jam kegiatan terstruktur dan 1-2 jam kegiatan mandiri. Satu Satuan Kredit Semester per. A. nilai 1 SKS setara dengan 4 jam .minggu terdiri atas: 1. 50 menit kegiatan tatap muka terjadwal. 60 menit cara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur. b. 60 menit kegiatan akademik terstruktur. yang masingmasing diiringi oleh sekitar 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri. Sistem Kredit Semester adalah sistem pembelajaran yang kegiatan per semesternya diukur dengan Satuan Kredit Semester (SKS). Untuk mahasiswa setara dengan: a. b. atau 4 jam kerja lapangan. 2. Untuk kegiatan yang menyangkut kemampuan. 50 menit tatap muka terjadwal dengan mahasiswa. c. PERATURAN UMUM AKADEMIK Bagian ini berisi tentang peraturan-peraturan umum akademik yang berlaku di STTN yakni menggunakan Sistem Kredit Semester. 60 menit kegiatan akademik mandiri. Untuk dosen setara dengan: a. c. berikut kegiatan iringannya termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian.

Masa Kuliah sebelum Ujian Tengah Semester (UTS) selama 7-8 minggu. B. dan kemampuannya. 2.10 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 kerja lapangan mahasiswa. memperbaiki sistem evaluasi kecakapan mahasiswa. 5. mempermudah penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. melaksanakan sejauh mungkin sistem pendidikan input dan output ganda. memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan pendidikan yang sesuai dengan minat. 4. . 3. 2. diiringi oleh 1-2 jam kegiatan terstruktur. atau nilai 1 SKS sama dengan penyelesaian kegiatan selama 6485 jam efektif per semester. Penerapan Sistem Kredit Semester di STTN saat ini diatur sebagai berikut. Masa Ujian Tengah Semester (UTS) selama 1-2 minggu. 2. TUJUAN SISTEM KREDIT SEMESTER Tujuan pokok penggunaan Sistem Kredit Semester adalah: 1. C. Masa Kuliah Sesudah UTS selama 7-8 minggu. memungkinkan perpindahan mahasiswa antar Program studi atau dari perguruan tinggi lain ke STTN. 6. JUMLAH BEBAN SKS SETIAP PROGRAM STUDI 1. 3. Pengambilan jumlah SKS mahasiswa ditentukan berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK) dan atau Indeks Prestasi Semester (IPS). 4. dan 1-2 jam kegiatan mandiri. 1. Jumlah beban SKS untuk setiap Program Studi minimal 144 dan maksimal 160. apabila memenuhi persyaratan. Masa Ujian Akhir Semester (UAS) selama 2-3 minggu. bakat. dan maksimum 24 SKS dengan persetujuan Dosen wali. memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Masa Studi Program lanjutan (ekstensi) alih jalur dari D-III non PATN adalah minimal 4 Semester. Pengaturan masa kuliah adalah : empat belas (14) minggu masa kuliah dan praktikum/praktek. Semester reguler terdiri atas semester ganjil dan semester genap. dan 3 minggu masa ujian akhir semester. Masa studi mahasiswa diakhiri dengan penyusunan tugas akhir. 2. MASA STUDI 1. 4. Masa studi setiap tahun akademik terdiri atas 2 semester reguler. dan sidang sarjana/ujian tugas akhir/Pendadaran di depan Dewan Penguji. 6. . SEMESTER REGULER 1. yaitu semester ganjil dan semester genap. Masa Studi Program lanjutan (ekstensi) dari D-III PATN adalah 3 Semester. Waktu yang diperlukan untuk kegiatan per-semester adalah 16 – 19 minggu termasuk UTS dan dan UAS. Dua (2) hari masa UTS di Semester Genap digunakan untuk Studi Ekskursi mahasiswa semester VI dan 1 minggu setelah ujian akhir Semeter Ganjil digunakan untuk ujian PPR bagi mahasiswa semester VII.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 11 D. Semester pendek diselenggarakan pada saat liburan semester genap. Program Studi dapat menyelenggarakan semester pendek. 1-2 minggu masa ujian tengah semester. 3. 2. SEMESTER PENDEK (SP) Jika dipandang perlu dan memungkinkan. Masa studi untuk menyelesaikan Program D-IV STTN rata-rata adalah 8 semester. F. meningkatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa. Tujuan penyelenggaraan semester pendek adalah: 1. E. 2. seminar. mempersingkat waktu studi mahasiswa. 5. Jika dipandang perlu dan memungkinkan STTN dapat menyelenggarakan semester pendek. ujian komprehensif.

setiap pengampu mata kuliah dapat memberikan evaluasi dalam bentuk lain seperti tes/kuis. b. Bentuk dan Frekuensi Ujian Ujian dilaksanakan dalam bentuk Ujian Tulis terjadwal yaitu: a. penulisan karya ilmiah.12 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Persyaratan mahasiswa agar dapat mengikuti semester pendek adalah: 1. Persyaratan Ujian Untuk mengikuti ujian mahasiswa harus memenuhi persyaratan: a. 2. khusus untuk mata kuliah teori atau praktikum yang membutuhkan evaluasi tengah semester secara tertulis. Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. telah menyelesaikan adminstrasi perkuliahan. 1. 2. memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) semester genap yang berlaku. tidak sedang melaksanakan kerja praktek (KP). Ujian Akhir Semester Ujian Akhir Semester adalah kegiatan evaluasi pada akhir semester untuk materi teori maupun praktikum. 3. 4. b. Ujian Tengah Semester (UTS) Ujian Tengah Semester adalah kegiatan evaluasi yang dijadwalkan oleh STTN dan dilaksanakan pada pertengahan Semester (pada minggu ke 8). Program Studi menyatakan perlunya diselenggarakan dan disetujui dalam Rapat yang dihadiri Pimpinan STTN. memiliki KTM yang masih berlaku. yang dilaksanakan di luar Jadwal UTS dan UAS. Pengurus Jurusan. maupun kegiatan lain yang dilaksanakan sebelum UAS. maupun tugas-tugas yang berupa penyelesaian soal-soal. dan Kepala Bagian Administrasi Umum. Di samping memberikan ujian itu. SISTEM UJIAN Ujian diselenggarakan untuk mengetahui evaluasi keberhasilan proses belajar mengajar yang telah diselenggarakan. membayar biaya yang ditentukan. G. karangan/paper. .

Materi Ujian Secara umum materi ujian ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan. Meninggalkan tempat ujian tanpa ijin pengawas. 4. b. ** Pendaftaran ujian diatur lebih lanjut dalam ketentuan tersendiri. Bercakap-cakap dengan peserta lain atau berbuat sesuatu yang dapat menimbulkan anggapan yang bersangkutan bertindak tidak jujur atau curang. Setelah mahasiswa mengumpulkan lembar evaluasi menunggu panitia membagi soal dan kertas ujian. mendaftar sebagai peserta ujian untuk memperoleh Kartu Ujian. peserta dilarang: 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 13 c. Lima menit sebelum ujian dimulai. d. Kartu Ujian yang sah. 2. Pinjam meminjam alat tulis antar peserta tanpa ijin pengawas. Peralatan lain yang diijinkan oleh dosen penguji.** Catatan: Setelah masa ujian selesai Kartu Ujian dikembalikan ke Sub. Selama ujian berlangsung. memiliki Kartu Rencana Studi (KRS) semester yang bersangkutan dan telah ditandatangani oleh dosen wali. Mencontoh pekerjaan peserta lain. peserta sudah berada di tempat yang ditentukan. 3. mengisi lembar Evaluasi Dosen terkait (berlaku untuk UAS). 3. a. d. Bagian Akademik dan Pengajaran untuk diisi nilai-nilai yang sudah keluar dan dipakai sebagai bahan konsultasi pengisian KRS dengan dosen wali apabila pada masa perwalian KHS belum terbit. 3. 2. Peserta ujian harus mengenakan pakaian seragam STTN dengan sopan. Peserta ujian harus membawa: 1. Apabila sudah diperingatkan secara lisan oleh petugas sebanyak . 4. e. Alat tulis kecuali kertas. c. Tata Tertib Ujian Setiap mahasiswa peserta Ujian Tulis/Praktikum harus mematuhi tata tertib sebagai berikut.

tetapi sudah ada peserta ujian yang telah selesai dan meninggalkan tempat ujian. 2. 3. H. pengawas ujian dapat meminta yang bersangkutan meninggalkan ruang ujian. Sanksi: Pelanggaran terhadap ketentuan di atas dikenakan sanksi sebagai berikut. Untuk pelanggaran yang lebih berat dapat dikenakan sanksi: 1. 9. Namanya dicatat untuk dilaporkan kepada Pengurus Jurusan/dosen yang bersangkutan. 6. Membuat catatan pada bangku atau tembok. Terlambat kurang dari 15 menit. 1. Jika sudah diperingatkan lisan 3 kali. Terlambat lebih dari 15 menit. h. 7. Peringatan lisan. apabila hal ini terjadi maka kedua belah pihak dinyatakan tidak lulus. Menyobek nomor ujian dan atau memindahkan tempat duduk. 5. Tidak diijinkan mengikuti ujian-ujian selanjutnya. Peserta tidak boleh mengikuti ujian apabila: 1. Mengerjakan ujian atas nama peserta lain. f. Penilaian hasil belajar mahasiswa adalah usaha untuk mengetahui tingkat . yang bersangkutan dapat dikeluarkan dari ruang ujian. namun masih melakukan pelanggaran yang sama. 8. Mengaktifkan hand phone. Hasil pekerjaan ujian ditinggalkan di tempat setelah ujian dinyatakan selesai. dan hasil pekerjaan diberikan kepada pengawas untuk diberi catatan dan dilaporkan kepada dosen terkait. 2. 2. g.14 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3 kali tetapi tidak diindahkan. Dianggap tidak lulus. Merokok. PENILAIAN HASIL BELAJAR 1.

I. mahasiswa yang mendapat nilai tersebut dinyatakan tidak lulus. pengampu wajib memberitahukan bobot dan nilai tugas-tugas akademik kepada mahasiswa. E = Gagal : mempunyai bobot 0. 3. D = Kurang : mempunyai bobot 1. praktek. 2. 3. praktikum. dan tugas-tugas lain berdasarkan bobot yang telah ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan. Pada setiap akhir semester mahasiswa diberi Kartu Hasil Studi (KHS) yang . Nilai E merupakan nilai mati. 5. Pada dasarnya penilaian adalah hak dosen pengampu. Pada permulaan kuliah semester. namun disarankan dosen pengampu mengumumkan sendiri dalam bentuk angka dan mengembalikan hasilnya kepada mahasiswa. Penilaian hasil belajar mahasiswa dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan dengan cara yang sesuai dengan ciri-ciri bidang studi/mata kuliah/yang bersangkutan. Penilaian hasil belajar diwujudkan dalam nilai akhir (NA) yang merupakan gabungan dari UTS. Nilai akhir dinyatakan dalam bentuk huruf yang masing-masing mempunyai arti dan bobot sebagai berikut: A = Baik Sekali : mempunyai bobot 4. Nilai akhir diumumkan oleh STTN dalam bentuk huruf. pelaksanaan tugas. HASIL UJIAN Hasil ujian setiap mata kuliah dapat diumumkan kepada mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut. 6. 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 15 keberhasilan mahasiswa dalam mencapai penguasaan kompetensi yang dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian. B = Baik : mempunyai bobot 3. Nilai UTS tidak diumumkan oleh STTN. UAS. dan pengamatan dosen. C = Cukup : mempunyai bobot 2. 4. 2.

Pelaksanaan ujian susulan tidak boleh melebihi 2 minggu setelah UAS berakhir. . 2. Mengajukan permohonan secara resmi kepada dosen terkait sepengetahuan Ketua Jurusan dengan alasan sakit dan dirawat di rumah sakit yang ditunjukkan dengan bukti dari Rumah sakit. bahan konsultasi menggunakan kartu ujian yang telah diisi nilai-nilai yang sudah keluar oleh Sub. atau kerabat dekat. Ujian susulan hanya diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi ketentuan: 1.16 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 dapat digunakan sebagai bahan konsultasi dengan Dosen Wali. Mahasiswa menggandakan dan mendistribusikan surat yang sudah disetujui dosen tersebut ke Jurusan dan BAAK. Jika pada masa pengisian KRS KHS belum tersedia. Indeks Prestasi Semester (IPS) Setiap akhir semester dilaksanakan evaluasi terhadap semua kegiatan akademik yang telah dilakukan oleh mahasiswa pada semester itu dalam bentuk IPS. 1. anak. suami/isteri) meninggal dunia. Akademik dan Pengajaran BAAK. Indeks Prestasi Tahunan (IPT) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Bag. yang tinggal 1 rumah meninggal dunia. 3. EVALUASI HASIL PENDIDIKAN Evaluasi hasil pendidikan mahasiswa merupakan pengukuran tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tingkat kompetensi yang telah ditentukan dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakan oleh STTN. atau keluarga ( orang tua. 4. J. UJIAN SUSULAN Mahasiswa yang tidak hadir pada ujian terjadwal dinyatakan tidak menggunakan kesempatan ujian yang telah disediakan oleh STTN. Indeks Prestasi meliputi Indeks Prestasi Semester (IPS). Dosen yang bersangkutan menyatakan bersedia yang dibuktikan dengan menuliskan kesediaanya pada surat permohonan mahasiswa. K. Pengukuran dilakukan berdasarkan indeks prestasi (IP).

+ ∑ (K )semester k e n n Beban studi yang dapat diambil oleh mahasiswa pada semester berikutnya ditentukan atas dasar IPK atau IPS yang dicapai dengan persetujuan dosen wali. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) digunakan untuk mengukur tingkat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan kompetensi selama mengikuti proses pembelajaran sampai dengan semester terakhir..25 ≤ IP ≤ 3. Besarnya IPS mahasiswa dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: IPS = ∑ [H x K ] ∑K dengan H = bobot nilai perolehan dan K = nilai kredit mata kuliah. yaitu: Rentangan IP < 2.00 < IP < 3.50 ≥ 3.00 3. 2.. Perhitungan IPK dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut: IP = K ∑ (HxK ) ∑ (K ) semester I semester I + . 3.25 2.. + ∑ (HxK )semester k e + .. Indeks Prestasi Tahunan (IPT) Indeks Prestasi Tahunan adalah Indeks Prestasi yang diperoleh dalam 1 (satu) tahun akademik.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 17 Indeks Prestasi Semester merupakan ukuran tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan kompetensi dalam 1 semester.50 Jumlah SKS maksimum 16 20 22 24 .

PROGRAM REMEDIAL Jika dari evaluasi hasil pembelajaran diketahui ada mahasiswa yang mengalami hambatan dalam belajar sehingga memperoleh nilai yang rendah. 3.56 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. Mencapai IPK sekurang-kurangnya 2. 4. tanpa nilai E 5. atau 5 di atas. 2.18 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 L. maka yang bersangkutan terkena sanksi pemutusan hak pendidikan (drop out) oleh Ketua STTN. Agar dapat melanjutkan studi di STTN pada akhir Semester II mahasiswa harus sudah memperoleh sekurang-kurangnya 32 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2.56 diperingatkan.75 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 % tanpa nilai E. Akhir Semester IV dilakukan evaluasi untuk menentukan kelanjutan studi mahasiswa. STTN dapat menyelenggarakan Program Remedial. Kelanjutan pendidikan mahasiswa ditentukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap indeks prestasi sebagai berikut. Persyaratan akademik yang harus dipenuhi agar seorang mahasiswa dapat melanjutkan pendidikannya ke Semester V adalah sebagai berikut: Yang bersangkutan telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 64 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2. Mahasiswa STTN dengan pertimbangan khusus dapat menempuh selamalamanya 12 semester. Jika mahasiswa tidak memenuhi syarat pada butir 3. 1. Akhir Semester XII merupakan batas waktu penyelesaian program pendidikan D-IV STTN. Evaluasi untuk program ekstensi (lanjutan dari Program D-III) dilaksanakan setelah Semester II. Jumlah SKS dengan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. Persyaratan akademik yang harus dipenuhi untuk penyelesaian program D-IV adalah dapat: Menyelesaikan semua beban SKS sesuai dengan Program Studi. Akhir Semester I. II. tanpa nilai E. M. EVALUASI STUDI MAHASISWA Evaluasi studi dimaksudkan untuk menilai kelayakan seorang mahasiswa untuk daftar ulang dalam melanjutkan studi di STTN.56. Keputusan penyelenggaraan Program . 4. dan III IP < 2. 6.

Pada masa perpanjangan ini mahasiswa dikenai beaya perkuliahan seperti mahasiswa angkatan terakhir. O. Penolakan/persetujuan perpanjangan ini harus sudah dapat diputuskan dalam waktu 7 hari. atau pelaksanaan kerja praktek dan atau tugas akhir yang menghadapi kendala. atau c. Cuti akademik dan skorsing tidak diperhitungkan sebagai waktu studi. ketentuan akademik yaitu karena nilai yang belum memenuhi syarat kelulusan. atau b. Mahasiswa yang ingin memperpanjang waktu studi wajib mengajukan permohonan perpanjangan kepada Ketua STTN melalui Pembantu Ketua I disertai alasan yang dapat dipertanggung jawabkan dengan persetujuan oleh Ketua Jurusan. dengan alasan : a. pernah cuti hamil dalam masa studi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 19 Remedial didasarkan pada Rapat Yudisium atau Rapat koordinasi Bidang Akademik. atau d. sejak surat itu diterima Puket I. Batas waktu studi adalah 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu) kali selama-lamanya 1 (satu) tahun.3) ditambah 2 semester. pernah memperoleh ijin sakit yang atas saran dokter rumah sakit memerlukan istirahat dalam waktu paling lama 1 tahun. hal-hal lain yang mendapat persetujuan tertulis dari Kepala BATAN. PERSYARATAN KELULUSAN Mahasiswa dapat dinyatakan lulus apabila telah memenuhi ketentuan sebagai berikut. bagi mahasiswa karyawan dan Ketua STTN bagi mahasiswa umum. .2 dan D. BATAS AKHIR WAKTU STUDI Waktu studi Program D-IV STTN dihitung mulai saat mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa untuk pertama kali sampai dengan mahasiswa itu dinyatakan lulus ujian tugas akhir. Ketentuan lebih lanjut mengenai Program Remedial diatur dengan Keputusan Ketua. Untuk Program Ekstensi batas waktu studi adalah masa studi (seperti ketentuan D. N.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk memperoleh Ijazah/mengikuti Wisuda adalah: 1. IPK 3. Menyerahkan Tugas Akhir kepada Jurusan. 3. Perpustakaan STTN. Rincian lebih lanjut mengenai wisuda dibuat dalam ketentuan tersendiri yang diumumkan menjelang waktu pelaksanaan.20 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1.00: memuaskan. Dosen Pembimbing. Telah dinyatakan lulus ujian Tugas Akhir. Telah mengikuti Kuliah Etika Profesional /Kuliah Umum/Kapita Selekta sedikitnya 4 kali. Jumlah SKS dengan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %.00: dengan pujian. Bag. 6.01 – 3. Predikat kelulusan adalah sebagai berikut: 1. 4. 2. 5. 3. PREDIKAT KELULUSAN Predikat kelulusan merupakan penghargaan akademik atas prestasi akademik yang diperoleh seorang mahasiswa selama mengikuti pendidikan. Mempunyai sertifikat TOEFL dengan nilai minimal 450.51 – 4. . Mengumpulkan SKS sesuai dengan kurikulum Program Studi. dan untuk Karyawan Tugas Belajar ke PUSDIKLAT-BATAN yang dibuktikan dengan tanda terima. 2. Q. IPK 3. 4. Menyerahkan Karya Tulis Ilmiah untuk Jurnal Forum Nuklir. IPK 2. Menyelesaikan ketentuan lain termasuk Administrasi. Akademik dan Pengajaran BAAK (ditandai dengan paraf Kepala BAAK atau pejabat yang ditunjuk). tanpa nilai E. WISUDA Ijazah dan sebutan Sarjana Sains Terapan (SST) diberikan dalam Upacara Wisuda.50: sangat memuaskan. P.56 – 3.56. 3. Mencapai Indeks Prestasi sekurang-kurangnya 2. 2. Telah dinyatakan lulus yang dibuktikankan dengan transkrip akademik yang dikeluarkan oleh Sub.

dan Ketua Program Studi serta dibantu oleh Kepala Unit Laboratorium di bawah Jurusan. Kurikulum untuk semua Program Studi di STTN menggunakan perbandingan 40 % teori dan 60% praktikum. Hal ini sesuai perhitungan jam efektif. . Kompetensi. Jurusan Teknofisika Nuklir mempunyai 2 program studi yaitu Program Studi Elektronika dan Instrumentasi (ELIN) dan Program Studi Elektro Mekanik (ELMEK). Jurusan Teknokimia Nuklir mempunyai 1 program studi yaitu Program Studi Teknokimia Nuklir. Sekretaris Jurusan dan Ketua Program Studi dipilih oleh para dosen jurusan yang bersangkutan kemudian diusulkan oleh Ketua Jurusan kepada Ketua STTN untuk diangkat dan bertanggung jawab kepada Ketua Jurusan. Sekretaris Jurusan. Program Studi. Untuk pengembangan kompetensi. Jurusan dikelola oleh pengurus jurusan yang terdiri atas Ketua Jurusan. Pengurus Jurusan membentuk Kelompok Bidang Keahlian (KBK). Ketua Jurusan dipilih oleh para dosen jurusan yang bersangkutan kemudian diusulkan kepada Ketua untuk diangkat setelah mendapat pertimbangan Senat.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 21 BAB IV. Diagram alir mata kuliah masing-masing Prodi dapat dilihat pada Lampiran. JURUSAN DAN PROGRAM STUDI Jurusan di STTN terdiri dari Jurusan Teknokimia Nuklir dan Jurusan Teknofisika Nuklir. karena kegiatan 1 SKS Praktikum adalah 3 x lebih lama dari teori. dan peluang kerja dapat dilihat pada Tabel 1. dan bertanggung jawab kepada Ketua. Masa Jabatan masing-masing pengurus Jurusan adalah 4 tahun dan dapat dipilih untuk diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari 2 kali masa jabatan berturut-turut. maka perbandingan jam efektif teori dan praktikum kira-kira adalah 44 % teori dan 56 % praktikum.

Pengelompokan Mata Kuliah Kelompok MPK (Mata kuliah Pengembangan Kepribadian) Deskripsi Manusia beriman dan bertaqwa Berbudi pekerti luhur Berkepribadian mantap Mandiri Tanggung jawab Bermasyarakat. Program Studi. Kompetensi.22 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Tabel 1. Nuklir bidang Industri Pengelolaan Lingkungan Aplikasi Nuklir/Reaktor Aplikasi Medis Aplikasi Industri Proteksi Radiasi dan Aplikasi T. Nuklir bidang Industri Mekanik Elektro Instrumentasi Elektromekanik Proteksi Radiasi dan Aplikasi T. Nuklir bidang Industri Tabel 2. berbangsa Memberi landasan Penguasaan ilmu dan ketrampilan Catatan Memberikan natural effect Peluang Kerja Batan/Industri/ Lembaga Penelitian/ Wirausaha Teknokimia ElektronikaInstrumentasi Batan/Industri/ Lembaga Penelitian/ Wirausaha Batan/ Lembaga penelitian/ Wirausaha Elektromekanik MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan) Diajarkan di semua jurusan . dan Peluang Kerja Program Studi Kompetensi Proses Kimia Proses Kimia Radiasi Analisis Kimia Proteksi Radiasi dan Aplikasi T.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 23 m. Prodi > 50 % MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya) MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya) MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bersama) Membentuk tenaga ahli dengan kekaryaan berdasar ilmunya Membentuk sikap dan perilaku dalam berkarya Memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya .k.

24 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

dengan memperhatikan keselamatan diri dan lingkungan. metode. 5. Bekerja secara efisien dan efektif. Sikap ingin tahu (curious) terhadap informasi. serta pemilihan dan perawatan peralatan proses 4. . dan evaluasi data. b. Meningkatkan kemampuan keilmuan guna penyesuaian dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efektif. 6. 3. proyek keteknikan. pelaksanaan. Teknokimia Nuklir mempelajari aplikasi teknik nuklir untuk bidang kimia maupun teknik kimia maupun proses kimia yang melibatkan bahan nuklir serta proteksi dan keselamatan radiasi. teknik konstruksi. “Chemical Engineering in Practice). spesifikasi. JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR Ruang lingkup atau bidang kerja sarjana teknokimia adalah penelitian proses. c. Mengembangkan sikap dan kebiasaan-kebiasaan sebagai berikut a.I. dan hasil. pengembangan proses. PROGRAM STUDI DAN TUJUAN Pendidikan Program Diploma IV Teknokimia Nuklir STTN bertujuan untuk: 1.. teknik operasi dan teknik pemasaran hasil (dari Harper.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 25 BAB V. J. A. rekayasa proses dan analisis ekonomi. Meningkatkan ketrampilan berfikir dalam bidang Teknokimia Nuklir yang meliputi pemilihan dan pengembangan proses. 2. Meningkatkan kemampuan/ketrampilan dalam mengerjakan tugas-tugas bidang teknokimia di lembaga penelitian maupun industri yang meliputi perencanaan. scale up. Bekerja sesuai prosedur yang benar. 1954. Mendidik dan memberi bekal kemampuan keilmuan dalam bidang proses kimia yang menerapkan teknologi nuklir (teknokimia nuklir) dan digunakan oleh industri kimia bahan nuklir (instalasi nuklir).

dengan senantiasa mengutamakan mutu dan kompetensi (quality & competence). dan ruang kerja karyawan. Pengembangan sikap diintegrasikan pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. STRUKTUR KURIKULUM JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR 1. ruang rapat. Ciri khas kompetensi lulusan yang diharapkan Menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang kompleks dalam industri maupun unit penelitian bidang teknokimia nuklir. ruang seminar. 2. menguasai proteksi radiasi. kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler. dan mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi nuklir dalam bidang teknokimia. f. Membina kehidupan akademik yang sehat dengan memberdayakan sumberdaya yang ada. e. Bertanggung jawab untuk memperoleh hasil yang bermanfaat. ruang kerja pengurus jurusan. . 3. menyelenggarakan pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. perpustakaan. ruang dosen. laboratorium. Visi & Misi Visi Menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan tenaga yang mampu melaksanakan pekerjaan dalam bidang penelitian dan industri kimia terutama yang di dalamnya menerapkan teknologi nuklir. B.26 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 d. Untuk mencapai tujuan tersebut disusun kurikulum yang berisikan mata kuliah-mata kuliah yang sesuai. Bekerja sama untuk tujuan dan hasil yang lebih baik dan benar. bimbingan dan konsultasi. Fasilitas utama untuk penyelenggaraan program studi Fasilitas utama untuk penyelenggaraan pendidikan di Jurusan Teknokimia Nuklir adalah ruang kuliah. Misi a. mudah menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. b. Menjunjung tinggi etika profesi dan moral.

Laboratorium Untuk pelaksanaan kegiatan praktikum disediakan laboratorium. . majalah dan jurnal. 4. PPEN. selain laboratorium-laboratorium di atas juga dapat dipakai fasilitas-fasilitas lain di BATAN. antara lain Laboratorium Fisika. PRSG. PPGN. serta Proteksi dan Keselamatan Radiasi. dosen. dan penanggung jawab praktikum minimum berpendidikan S-1/D-IV mempunyai kemampuan akademis pada bidang studi (kompetensi) yang sesuai dan ahli di bidangnya serta akan ditingkatkan sampai minimal S2/Sp1. PTBIN. sedang untuk asisten/ pembimbing praktikum diperbolehkan lulusan program Diploma III dengan pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun pada bidang (kompetensi) yang sesuai. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. karyawan. Perpustakaan Untuk pencarian informasi ilmiah. pembimbing kerja praktek. Operasi Teknik Kimia dan Proses. PTBBN. seperti: whiteboard. PTNBR. dan PRR.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 27 Ruang kuliah Untuk pelaksanaan proses belajar mengajar. Kimia. guna peningkatan penguasaan Bahasa Inggris disediakan Laboratorium Bahasa. PATIR. Selain itu. slide proyektor dan LCD. Komputer. PTLR. OHP. PRPN. dan akan dikembangkan perpustakaan digital. tugas akhir. Kimia Analisis. dan pihak lain guna mendukung kegiatan belajar mengajar. Untuk pelaksanaan kerja praktek dan penelitian guna penyusunan tugas akhir. Gambar Teknik. (Semua Unit di BATAN). Ilmu Bahan. seperti: PTAPB. PTKMR. Radiokimia dan Kimia Radiasi. disediakan ruang-ruang kuliah yang dilengkapi peralatan penunjang. Instrumentasi Kimia. disediakan ruang perpustakaan yang dilengkapi dengan buku-buku ilmiah dalam bahasa asing maupun bahasa Indonesia. PTRKN. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa. Deteksi Radiasi. Persyaratan akademik tenaga pengampu Tenaga pengampu mata kuliah.

dan Bahan Pengajaran. Rencana komprehensif kegiatan pembelajaran Agar tujuan pendidikan program studi dapat tercapai. Praktikum dan praktek b. Penguasaan ilmu dan ketrampilan: a.28 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5. kerja praktek b. Penguasaan berkarya dan penguasaan mensikapi a. 6. Untuk mata kuliah praktikum didasarkan atas test awal. kuliah/tutorial b. kegiatan pembelajaran direncanakan sebagai berikut: 1. tugas-tugas dan ujian akhir. ujian tulis. tugastugas lain. SAP. dan kompetensi lain. kompetensi pendukung. Sistem evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengetahui tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai penguasaan kompetensi mata kuliah teori didasarkan atas pekerjaan rumah (PR). pelaksanaan praktikum. ujian sisipan. Penguasaan bermasyarakat a. Selanjutnya setiap dosen wajib mengembangkannya menjadi GBPP. simulasi 3. Sistem evaluasi berdasar kompetensi 1. presentasi/seminar d. penyelesaian masalah 2. Pada dasarnya penilaian adalah hak dosen pengampu 3. tugas akhir 7. serta ujian praktikum untuk praktikum dengan bobot yang harus diberitahukan kepada mahasiswa pada permulaan semester. serta kaitannya dengan pencapaian elemen kompetensi dapat dilihat pada daftar sebaran mata kuliah per semester. Substansi bahan kajian Analisis substansi bahan kajian untuk kompetensi utama. 2. test. laporan praktikum. Sistem penilaian hasil belajar didasarkan pada tiga kemungkinan sistem penilaian yang pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan sifat masing- . diskusi c.

yaitu dengan cara menentukan batas lulus b.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 29 masing kegiatan akademik. kemudian membandingkan nilai yang lulus relatif dengan nilai kelompoknya. yaitu: a. kurikulum. Tabel 3. 3. 4. Distribusi Matakuliah No. sarana-prasarana. yaitu dengan cara membandingkan nilai mahasiswa dengan nilai rata-rata kelompoknya. administrasi. 1.65 Institusional Pendukung 2 12 19 4 2 39 26. Masyarakat pengguna lulusan dan Kalangan Profesi. 5. PAK (Penilaian Acuan Kombinasi). 4. Sivitas Akademika c. BATAN b. yaitu dengan menentukan batas lulus terlebih dahulu.35 Lainnya Jumlah SKS 10 30 85 8 14 147 100 . Kelompok (elemen kompetensi) Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB) Inti (Utama) 8 18 66 4 12 108 Prosentasi 73. Evaluasi juga dilakukan terhadap penyelenggara. PAN (Penilaian Acuan Norma). c. PAP (Penilaian Acuan Patokan). Kelompok Masyarakat Pemrakarsa kurikulum Inti a. 2. 5. dosen pengampu. dan proses belajar mengajar.

6. 4. 10. NAMA MATA KULIAH Pendidikan Agama I Bahasa Inggris I Pendidikan Pancasila Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama II PRASYARAT 2 2 2 2 2 SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS T P 2 Kimia Dasar Kimia Dasar Kimia Dasar Kimia Dasar Matematika II Asas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis Kimia Fisika Fisika Modern Matematika Terapan I OTK I OTK I ADPR 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 I I V VI VII Semester I I I II II III III IV IV V IV V Semester I II II II II III III III III III III IV IV IV IV SKS T P Semester Pendidikan Agama I MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. 12. 9. 5. KELOMPOK MATA KULIAH DAN PRASYARAT MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN No. 11. 3. 1. 5. 3. 15. 13. 7. 12. 7. 8. 1. 14. 1. NAMA MATA KULIAH Matematika I Fisika Terapan Kimia Dasar Matematika II Fisika Modern Statistik Alat Deteksi & Pengukuran Radiasi Perpindahan Panas Ilmu Bahan I Teknik Listrik Pemrograman Komputer Pengantar Teknologi Nuklir PRASYARAT 2 2 Matematika I Fisika Terapan Matematika I Fisika Modern Termodinamika Kimia Fisika Fisika Terapan Matematika Terapan II Fisika Modern MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. 2. 2. 10. 2. 3. NAMA MATA KULIAH Praktikum Gambar Teknik Asas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis Kimia Organik Matematika Terapan I Operasi Teknik Kimia I Termodinamika Instrumentasi Kimia Kimia Air Praktikum ADPR Matematika Terapan II Operasi Teknik Kimia II Alat Industri Kimia Radiokimia PRASYARAT 2 2 . 4. 5. 4. 9. 8.30 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 C. 6. 11.

1. Ilmu Lingkungan Radioekologi Toksikoekologi V VI VII V VI VII V VI VII Mata kuliah pilihan (wajib minat) harus diambil oleh mahasiswa yang mempunyai minat dalam bidang tersebut secara konsisten. 30. 28. 24. 21. 23.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 16. 3. 18. 1. 5. 29. 8. PAP Kinetika Kimia. . 7. Proses Kimia I Kimia Radiasi Ilmu Bahan II Praktikum P. 17. OTK II KF. 4. 2. PAP 2 2 2 2 2 2 2 2 V V V V VI VI VI VI VI VI VI VII VII VII VII 31 2 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS T P 2 1 2 2 SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 MK WAJIB PERILAKU BERKARYA (MPB) No. Teknologi Nuklir OTK II. Kimia II Pengelolaan Limbah Proses Kimia II SPPBN PKBN MINAT PENGENDALIAN LINGKUNGAN Pengantar Ilmu Lingkungan OTK II Toksiko Ekologi P. 22. PP. PP Proses Kimia I Ilmu Bahan I. 6. OTK I. 4. II Praktikum Proses Kimia Proses Kimia Kinetika Kimia. 27. Komputer Proses Transfer Kinetika Kimia Proses Kimia II Aplikasi Teknik Nuklir Perancangan Alat Proses Praktikum Proses Kimia Praktikum Ilmu Bahan Metodologi Penelitian Alat Kontrol Proses Strategi Rekayasa Proses Reaktor Kimia OTK II Radiokimia Ilmu Bahan I Matematika Terapan II PP. Proteksi Radiasi Proses Kimia I. 25. 9. NAMA MATA KULIAH Keselamatan & Kesehatan Kerja Perundang-undangan TN Manejemen Proyek Seminar Sistem Manajemen Mutu PRASYARAT K3. 3. OTK II Proses Kimia I P. 26. 20. 19. 5. II Praktikum Proses Kimia Pilihan A-1 Semester 1 I VII VII VII VII Semester No. MK PILIHAN (WAJIB MINAT) (MKB) NAMA MATA KULIAH PRASYARAT MINAT ANALISIS KIMIA Spektroskopi Instrumentasi Kimia Kromatografi Spektroskopi Elektrokimia Instrumentasi Kimia MINAT TEKNOLOGI PROSES Proses Kimia Bahan Nuklir Operasi T. 2.

Nuklir ADPR SKS T 2 2 2 2 2 2 2 P Semester VII VII VII VII VII VII VII Mata kuliah pilihan minat bebas dipilih mahasiswa. Nuklir Proteksi Radiasi Aplikasi Teknik Nuklir Pengantar T. KURIKULUM DAN SILABUS Kurikulum SEMESTER I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 STN104 STN105 STN106 TKN107 TKN108 STN109 TKN110 Kelompok MPK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MPB MPB Mata kuliah Pendidikan Agama Bahasa Inggris I Matematika I Fisika Terapan Kimia Dasar Praktikum Fisika Terapan Praktikum Kimia Dasar Praktikum Gambar Teknik Keselamatan Kesehatan Kerja Praktikum K3 Jumlah SEMESTER II No 1 2 3 4 5 Kode STN201 STN202 TKN203 TKN204 TKN205 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB Mata kuliah Matematika II Fisika Modern Azas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis K U P U U U SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 K U P U U U U U P P P SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 11 8 . namun pada setiap semester mata kuliah yang ditawarkan diatur oleh Jurusan/program studi.32 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK PILIHAN BEBAS KODE TKN712 TKN713 TKN714 STN715 TKN716 STN720 STN721 NAMA MATA KULIAH Bioteknologi Produksi Radio Isotop Teknologi Akselerator Proteksi Radiasi Lanjut Teknik Perunut Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik Dimungkinkan materi lain PRASYARAT Proses Kimia Proses Kimia Pengantar T. D.

U= Utama . P=Pendukung.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 6 7 8 9 10 TKN206 TKN207 TKN208 TKN209 STN210 MKB MKB MKB MKB MBB Kimia Organik Praktikum Kimia Fisika Praktikum Kimia Analisis Praktikum Kimia Organik Praktikum Bahasa Inggris Jumlah U U U U P 2 2 2 2 2 8 33 12 Keterangan: K=Kompetensi. L=Lain-lain SEMESTER III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN301 STN302 TKN303 TKN304 TKN305 TKN306 TKN307 TKN308 TKN309 STN310 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Mata kuliah Statistik Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Matematika Terapan I Operasi Teknik Kimia I Termodinamika Instrumentasi Kimia Pengantar Teknologi Nuklir Praktikum Operasi Teknik Kimia I Praktikum Instrumentasi Kimia Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Jumlah SEMESTER IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10. Kode TKN401 TKN402 TKN403 TKN404 TKN405 TKN406 TKN407 TKN408 STN409 STN410 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MBB MBB Mata kuliah Perpindahan Panas Ilmu Bahan I Matematika Terapan II Operasi Teknik Kimia II Alat Industri Kimia Radiokimia Praktikum Operasi Teknik Kimia II Praktikum Radiokimia Proteksi Radiasi Praktikum Proteksi Radiasi Jumlah K U U U U U U U U U 2 14 2 6 Teori 2 2 2 2 2 2 SKS Praktikum K P U U U U U U U U U 14 Teori 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 SKS Praktikum 2 2 .

3. Toksiko Ekologi Praktikum Proses Kimia Praktikum Aplikasi Teknik Nuklir Praktikum Ilmu Bahan Jumlah K U U U U U U U SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 8. 5. Kromatografi b. 4. Proses Kimia Bahan Nuklir c. U U U 14 2 2 2 6 . 7. Pengantar Ilmu Lingkungan Praktikum Pemrograman Komputer Praktikum Kimia Radiasi Teori 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS Praktikum P U 16 2 2 4 SEMESTER VI No 1 2 3 4 5 6 7 Kode KIN601 TKN602 TKN603 TKN604 TKN605 TKN607 TKN608 TKN609 TKN610 TKN611 TKN612 TKN613 Kelompok MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Proses Transfer Kinetika Kimia Proses Kimia II Aplikasi Teknik Nuklir Perancangan Alat Proses Pilihan A2 a. Kode KIN501 TKN502 TKN503 TKN504 TKN505 TKN506 TKN507 TKN608 TKN609 TKN610 9 10 TKN511 TKN512 Kelompok MPK MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Mata kuliah Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 K U P P P U U U U Pancasila Teknik Listrik Pemrograman Komputer Kimia Air Proses Kimia I Kimia Radiasi Ilmu Bahan II Pilihan A-1 a. 6. Spektroskopi b. 8. 9. Pengelolaan Limbah c. 10. 2.34 SEMESTER V No 1.

Kode KIN701 STN702 TKN703 TKN704 TKN705 TKN706 TKN707 TKN708 TKN709 8. Radioekologi Pilihan B Bioteknologi Produksi Radio Isotop Teknologi Akselerator Proteksi Radiasi Lanjut Teknik Perunut Perundang-undangan Tenaga Nuklir Manajemen Proyek Seminar Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik K U U U U U U U 35 SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 P 2 P P U P P 1 2 1 2 2 21 1 SKS Praktikum 3 5 8 19 20 Teori = 102 SKS 16 x 102 jam Utama =108 MPK=10 20 20 20 20 Praktikum = 39 SKS KP&TA=8 SKS 16 x 141 jam 16x4x8 jam Pendukung = 39 Lain-lain = 0 MKK=30 MKB=85 MPB=8 VIII Tr Pr 0 8 22 8 Total = 149 SKS Pr 1 VII MBB=14 . SPPBN c. TKN710 TKN711 TKN712 STN713 TKN714 9 10 11 12 13 STN715 STN716 TKN717 STN720 STN721 MKB MKB MKB MKB MKB MPB MPB MPB MPB MPB Jumlah SEMESTER VIII No 1 2 Kode STN801 STN802 Kelompok MBB MBB Mata kuliah Kerja Praktek Tugas Akhir Jumlah Ringkasan Sebaran SKS TKN I Tr 11 Pr 8 Tr 12 II Pr 8 Tr 14 III Pr 6 Tr 14 IV Pr 6 Tr 16 V Pr 4 Tr 14 VI Pr 6 Tr 21 K U U Teori Kelompok MPK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Mata kuliah Pendidikan Agama II Sistem Manajemen Mutu Metodologi Penelitian Alat Kontrol Proses Strategi Rekayasa Proses Reaktor Kimia Pilihan A3 a. Elektrokimia b.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 SEMESTER VII No 1 2 3 4 5 6 7.

2. Deret. Press. 3. Keimanan. Past. dan Lewis. Limit. Cambridge Univ. Teknik Integrasi. . Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). Aqidah. W. Raymond Murphy. Buku: 1. Hikmah ibadah. Comparisons. Kaplan. Muhammad Al Ghozali. 3. 4. Count/NonCount nouns.. Buku untuk Pendidikan Agama Islam: 1.J. GCSE Chemistry. Dictionary of Science for Everyone. Nilai ekstrem. Nouns and Pronoun. Imam Namawi. Academic Reading and Writing. John Wiley and Sons. Akhlak Islam. Question words. Cox & Wyman Ltd. New York. Bell & Hyman. Connecting ideas. Wardiman.36 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Silabus Semester I 1. and Future Tenses. Ayres. Pendidikan Agama I (2 SKS) (Pendidikan Agama Islam) Pokok-pokok agama. FMIPA-UGM. Diferensial partial dan total. 2. Gerund and Infinitives. Determinan. Derivatif fungsi matematika. D. Perfect Tenses and articles. dan perkembangan teknologi. noun clauses. Peran agama dalam keluarga. 1987.. Inc. F. England. Modal Auxiliaries. 1. Bahasa Inggris I (2 SKS) Structure: Present. Matematika I (2 SKS) Limit Fungsi. Calculus and Linear Algebra. 1985.. Pendidikan Agama Lain menyesuaikan 2. Matrik. Muhammad Syaltut. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). London. Islam. Theory and Problem of Calculus. English Grammar in Use. 3. pembangunan. Riyadhus Sholihin. Passive Sentences. 3. Reading. Persamaan Differensial. dan Syari’ah. 2. Jane Morris.

dan masyarakat. Pedoman umum keselamatan dan kesehatan kerja. Tindakan prefentif kecelakaan yang sering. dan reaksi kimia. Struktur Atom. 4. Physics. polarisasi. Zumdahl. optik geometri. Ergonomi. Optik: Optika fisis. D. pekerja. 2..S. Jr. Mahan. Tokyo. Academic Press. analisis kecelakaan kerja. Chemical Principles & Properties. R.. Lexington. (1 SKS) Pencatatan dan evaluasi dengan norma standar.L.H.B. Kimia. 1978. John Wiley and Sons.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 37 4. Pola penanggulangan kecelakaan. Api. New York.. Mesin. G. B. New York. situasi serta keselamatan kerja umum/ non radiasi. Stanford.. Thomas. S. A. Buku: . and Resnick.C. and Finney. International Student Edition.M.. peralatan optik. skalar dan vektor. Fisika Terapan (2 SKS) Pendahuluan: Besaran dan satuan. D. Ltd. Addison-Wesley Publishing Company. Kimia Dasar (2 SKS) Stoikiometri... pernah terjadi dan penanggulangan kecelakaan kerja. Physics for Student of Science and Engineering. University Chemistry. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Calculus and Analytic Geometry.L. dinamika. Inc.. Amsterdam. 5. 3.. Pengetahuan tentang berbagai macam keselamatan penggunaan bahan berbahaya. Mekanika kinematika. Buku: 1. Bunyi: getaran dan gelombang. R. tindakan pengamanan fasilitas. Penggolongan Unsur. alat pelindung kerja. 2. Halliday. Chemistry. and Tanner. Struktur Molekul. konsep mol. Listrik. Addison-Wesley Publishing Company. Listrik dan magnet. Ikatan Kimia. hantaran panas. korban. J. McGraw-Hill Kogakusha... Buku: 1. Sienko and Plane. 1985. statika. energi. 6. Orlando.Panas: suhu. Sistem Periodik. Heath and Company..

BATAN. Buku: 1. R. Tim Asisten. Gambar Elemen Mesin. Buku: 1.. Analisis kecelakaan kerja. Praktikum Gambar Teknik (2 SKS) Pengetahuan alat gambar. Petunjuk Praktikum Keselamatan dan Kesehatan Kerja. dan Massa Molekul Relatif.O. Diagram alir. Penentuan Massa Atom. Deret. STTN. Diagram pemipaan dan instruksi. Latimer. Deparatemen Tenaga Kerja: Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. and Ragsdale. Institut Teknologi Bandung. Bandung. Ergonomi. Diagram alir proses. Tim Asisten. 2. New York. Buku: 1.W. Peraturan menggambar. Petunjuk Praktikum Kimia Dasar.38 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Matematika II (2 SKS) Penyelesaian Persamaan diferensial Ordiner dan parsiel: secara analitik. Modern Experimental Chemistry. Bunyi. G. Penanggulangan kecelakaan kerja dan Bahaya Kebakaran. Teknik Pembuatan Laporan Praktikum. Panas. Praktikum Keselamatan dan Kesehatan Kerja (2 SKS) Penggunaan alat-alat pelindung. Stoikiometeri pada reaksi kimia. 7. Massa Rumus. Semester II 1. Praktikum Kimia Dasar (2 SKS) Keselamatan Kerja di laboratorium Pengenalan alat laboratorium kimia. Listrik dan Magnet. Academic Press. Praktikum Fisika Terapan (2 SKS) Mekanika. Simbol gambar dan alat kontrol. STTN. Tim Asisten. 10. 8. ITB. . Analisis kualitatif unsur-unsur. Keselamatan Kerja. Normalisasi. Pencemaran. Instruksi menggambar. BATAN. 9. Aplikasi dalam bidang teknik kimia. Kimia larutan. Petunjuk Praktikum Fisika Terapan. 2. STTN-BATAN.

Physical Chemistry. New York. Jr. R. 2005. Kimia koloid dan permukaan. Neraca bahan tanpa reaksi kimia.. Kimia Analisis (2 SKS) Dasar-dasar analisis kualitatif dan kuantitatif. New York. New York. Kuantitatif Inorganic Analysis. D. and Lewis. Vogel’s Textbook of Macro and Semimicro Qualitatif Inorganic . 2. New York. M. Dasar perhitungan Kimia. Himmelblau. 1978. R. John Wiley and Sons Inc.A.E. Buku: 1.J. 3. 1957. Similarita Teknik. New York. Kimia Fisika (2 SKS) Wujud Zat. Analisis Volumeteri. Elektro Kimia. Neraca panas. Thomas. N. 3. 1971. Longman. Johnstone. John Weley & Sons.. Vogels. Kecepatan reaksi. Physical Chemistry. Yogyakarta. Analisis dimensi. Calculus and Linear Algebra.A.. Analisis kolorimetri. Buku: 1. 2. R.. Dasar termodinamika. 2. 1976. Azas Rekayasa Proses (2 SKS) Dimensi dan satuan. Addison-Wesley Publishing Company. Kesetimbangan Fasa..L... and Thring. Addison Wesley Publishing Company. Buku: 1.W. Kaplan. 1983. Castellan. Calculus and Analytic Geometry. G. Bahan Kuliah Kimia Fisika. 4. Wiley International Edition. 2.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 39 Buku: 1. Alberty. Kundari. W. Basic Principles and Calculations in Chemical Engineering. John Wiley and Sons. Chemical Process Principles. New York.B.. Pilot Plants Models and Scale-up Methods in Chemical Engineering. and Finney. 3. 2. Svehla. London. Inc. STTN-BATAN. Analisis Gravimetri. Hougen and Watson.. Neraca bahan dengan reaksi kimia.

Alkohol. Buku: 1. Fassenden.. teori kuantum.40 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Analysis”. McGraw-Hill Book Company. Buku: 1. Stereokimia. Atomic and Quantum Physics. isotop. atom berelektron banyak. adjectives which belong to the phraseology of science. Kimia Organik (2 SKS) Struktur Isomer. Boston. sifat gelombang materi. Bahasa Inggris II (2 SKS) (Praktikum) Scientific and technical words.. 2. Michael Swan. Griffin. Alkil Halid: Reaksi substitusi dan eliminasi. 5. Asam karboksilat dan turunannya. 1984. semi-scientific. Kesetimbangan. Senyawa organometalik. Aldehid dan Keton. 7.H. Enolat dan Carbonion. asam amino. Relativitas.S. orbital atom. Alkena dan Alkyn. inti atom. Berlin. Listening and Speaking.. Longman. Aromatisitas.J. Modern Organic Chemistry. 1979. Tatanama. New York. Modern Atomic and Nuclear Physics. Fisika Modern (2 SKS) Fisika Nuklir. Benzen dan Benzen tersubstitusi.. Protein. laser. The McGraw-Hill Companies. Oxford Univ. Kimia listrik. Kecepatan reaksi. Academic Reading and Writing. Buku: 1. Yang. atom dalam medan listrik. dan Hamilton. adverbs. atom dalam medan magnet. model atom Bohr. 1986. dan lemak. Massa dan ukuran atom. Press.. Amina. London. R. J. dan Alkana. TOEFL. H. 6. Reaksi radikal bebas. 8. 1981..H. Mekanika Kuantum. Karbohidrat. 2. Springer Verlag. Practical English Usage. Kimia koloid dan . Praktikum Kimia Fisika (2 SKS) Termokimia. photon. semi-technical terms. Willad Grant Press. Ether dan senyawa yang berhubungan. 1978. F. Inc. Wolf. New York. elektron. and Fassenden. 1996. 2. J. TOEFL. Organic Chemistry. spektra sinar-x.

Statistik pencacahan. Tim Asisten. dan kolorimetri. 9. Statistik (2 SKS) Distribusi. 2. Inc. Tony Bird. Matematika Terapan I (2 SKS) Penyusunan model matematis dari fenomena fisis dalam teknik kimia. STTN-BATAN. (Sudah ada edisi Bahasa Indonesia) 2. Introduction to Statistical Analysis. Distribusi Normal. and Kriz. 2. Jr. Vogel. New York. F. Vogel. Semester III 1. London. Longman. Tim Asisten. 10. F. Praktikum Kimia Analisis (2 SKS) Analisis volumeteri.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 41 permukaan. Penyusunan Persamaan Aljabar. 3. Tim Asisten. Petunjuk Praktikum Kimia Organik. STTN-BATAN. McGraw–Hill. Penuntun Praktikum Kimia Fisika. Practical Organic Chemistry. Penyusunan PD Ordiner. W. Pavia. Lampman. Buku: 1. Regresi dan Korelasi. 2. Buku: 1. Petunjuk Praktikum Kimia Analisis. Petunjuk Praktikum Kimia Fisika. Longman.. Buku: 1. Isolasi dan pemurnian dalam kimia organik. Peluang. Ukuran Nilai Pusat dan Penyebaran. Populasi dan sampel. Penyusunan PD . Praktikum Kimia Organik (2 SKS) Sintesis dan analisis senyawa organik. STTN-BATAN. and Massey. gravimeteri. Kuantitative Inorganic Analysis. Buku: 1. London. Introduction to Organic Laboratory Techniques. Inferensi Statistik: Penafsiran dan uji: Inferensi:Populasi tunggal dan dua populasi: Analisis varian.. Dixon..j.

Buku: . Brown.E. Aliran Fluida Tak mampat dan mampu mampat. D. Efekefek Panas. John Wiley and Sons. Alat angkut zat padat. Foust... Unit Operation of Chemical Engineering. and Reed. Operasi Teknik Kimia I (2 SKS) Mekanika fluida: Fluida statis dan aplikasinya.. 1980.. Introduction to Chemical Engineering Thermodynamic. Unit Operations. Inc.V.. Hukum II Termodinamika.. Mc. Applied Mathematic in Chemical Engineering. Academic Press Inc.C.. 3. Konversi Panas. New York. Calculus and Linear Algebra. T. Mickley. kromatografi... G. W. A.L. Principles of Unit Operations. C.. Termodinamika Proses Alir. Phenomena mekanika fluida. W. 3. H. Termodinamika (2 SKS) Hukum I dan konsep termodinamika. John Wiley and Sons. dan gas. Sifat Termodinamika Campuran Homogen. New York. New York. Mathematical Methods in Chemical Engineering. Inc. London.S. New Delhi.. Smith and Van Ness. 1971. Tokyo. 2. 1984.G. and Smith. and Jeffreys. 4. Cabe. cair. Sifat-sifat termodinamika Fluida. Siklus Termodinamika.S.. 3. Buku: 1. Jenson.. Kaplan. Sherwood. J. Buku: 1. Buku: 1.. Sedimentasi. 1975 5.. Inc.S. et al. Instrumentasi Kimia (2 SSKS) Prinsip-prinsip analisis secara spktrometri.J. Sifat Volumetris Fluida Murni. John Wiley and sons. and Lewis. Mc Graw-Hill Kogakusha. Penyelesaian model matematis yang telah tersusun secara analitis. V. New York. 1977. Kesetimbangan.42 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Parsiel. 2. Pengadukan dan pencampuran. Tata McGraw-Hill Book Company. McGraw-Hill Inc. dan elektrokimia..

7 ed. Metode dan mekanisme pengukuran radiasi.. John Weley and Sons. Statistik pengukuran radiasi.. Instrument Methode of Analysis. osmosis). F.. aerasi). Aliran Fluida. Sedimentasi. 8. Pengadukan. Aliran dalam medium berpori. Principles of Instrumental Analysis. Interaksi radiasi dengan materi. 2.L. Pengolahan air dalam industri. Pengendalian kualitas air. New York. 1988. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia I. Buku: 1.. British Nuclear Energy Society. pertukaran ion. detektor proporsional. Wadworth Publishing Company. Buku: 1.. 1979.F. Knoll. Alat ukur aliran fluida. 9. Tim Asisten.A. H. California. Setthe. Buku: 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 43 1. Skoog. semikonduktor. pH. Jr. Alat deteksi pengukuran dosis.. L. Water Chemistry. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi (2 SKS) Macam-macam radiasi. Praktikum Operasi Teknik Kimia I (2 SKS) Statika fluida. Produksi air dengan kemurnian tinggi (distilasi. Water Chemistry of Nuclear Reactor Engineering. Buku : . potensial redoks). sintilator. 7. 6. Kimia Air (2 SKS) Sumber air.F. Snoiyinc dan Jenkins. STTN-BATAN. pengendapan. Piranti pencacahan: kamar ionisasi. Willard. Jr. New York. klorinasi. Berbagai macam detektor dan aplikasinya. dan Elektrokimia. Pemurnian air (penyaringan. D. Radiation Detection and Measurement. Sifat fisika dan kimia air (konduktivitas. 1985 2. Alat deteksi pengukuran partikel. Kromatografi.. Praktikum Instrumentasi Kimia ( 2 SKS) Spektrometri. pencacahan GM. detektor netron. Sounders College Publishing.H.. Meritt. Pengosongan tangki. G.

(Penyajian secara grafis. P. AddisonWesley Publihing Company. and Jeffreys.. . Interpolasi/Ekstrapolasi. 10. New York.. Persamaan Empiris. Penyelesaian Secara Numeris PD Parsiel.. Buku: 1. dan radiasi. Davis. Sherwood. Perpindahan panas pada fasa yang berbeda. Eliminasi Trial dan Error.V. M. Kern. Perpindahan Panas (2 SKS) Konsep dasar perpindahan panas: konduksi.S. 3. Matematika Terapan II Pengolahan Data Teknis. C. Buku: 1. V. C. McGraw-Hill Book Company. T.E. and Wheatley. Perisai Radiasi.O. New Delhi. and Reed. Process Heat Transfer. John Wiley & Sons. Gerald. Pengukuran radioaktivitas lingkungan. Integrasi. Optimasi). Praktikum Deteksi dan Pengukuran Radiasi (2 SKS) Pencacahan dengan detektor GM. Semester IV 1. konveksi. 1984. Perhitungan dan perancangan alat pertukaran panas. Tim Assisten. Jenson. Inc.G. Petunjuk Praktikum Instrumentasi Kimia.S. G. Tim Asisten.. Applied Numerical Analysis. New York. Penyelesaian Numeris persamaan linier simultan. London. Mathematical Methods in Chemical Engineering.44 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. 2. 2. Mickley. 1984. London. Petunjuk Praktikum ADPR.. Kalibrasi alat ukur radiasi. Buku: 1. STTN-BATAN. Penyelesaian Secara Numeris PD Ordiner. Academic Press. H. Tata McGraw-Hill Book Company. Waktu paruh radionuklida.. 4.F.E. Applied Mathematic in Chemical Engineering. 1977.. 1984. Statistik pencacahan.. Numerical Methods and Modeling for Chemical Engineers.. Diferensiasi. STTN-BATAN.

Reaksi inti. Pemusing. padat-gas). Introduction to Chemical Engineering. John Wiley and Sons. Peluruhan radioaktif. Ayakan. Treyball. McGraw-Hill Book Company. Inc. Kecelakaan radiasi dan pengamanan sumber radiasi. John Wiley and Sons. Ketentuan keselamatan radiasi. 4. 3. Unit Operations. Proteksi dan Keselamatan Radiasi (2 SKS) Dasar fisika radiasi. John Wiley and Sons. Buku: 1. padat-cair... McGraw-Hill inc. Perundang-undangan ketenaganukliran. Buku: 1.al. Evaporator. dan reaksi fusi.S. Unit Operations. Radiokimia (2 SKS) Pengertian radiokimia. Alat pemecah dan penggiling. Penyaring. Brown:.. Pita kestabilam. reaksi fisi. New York. 3. Efek biologi radiasi. Alat pengumpan. Wankat. Ekstraksi. 2. 1980 4. Kestabilan inti. Foust. Kesetimbangan radiokimia. Operasi Teknik Kimia II (2 SKS) Distilasi. New York. Mass Transfer Operations. cair-cair. New York. Badger and Banchero. et.. Pengangkutan zat radioaktif. 1980.. Transmutasi inti. Dasar proteksi radiasi. Perizinan. kimia radiasi. Energi nuklir. Deret keradioaktifan. Brown:.. dan kimia inti. Adsorbsi (Pemisahan gas-cair. P. 1988. G. McGraw-Hill Book Company. Buku: 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 45 1982.G. Difusi molekuler dan olakan. 1955. Kristalisasi. New York. New York.G. Energi pengikat inti. Dosimetri. Principles of Unit Operations. Equlibrium Stages Separation. . A. G. Alat Industri Kimia (2 SKS) Alat penyimpan. Pengeringan. Inc. Radionuklida alam dan buatan. New York. padatpadat.. 5. 6. 2. Inc.

Cambridge University Press.F. Ilmu Bahan I (2 SKS) Pengenalan Bahan: Beberapa sifat tertentu. proses pembuatan bahan keramik. Chemical Synthesis of Advanced Ceramic Materials. logam yang mengalami deformasi rekristalisasi. 3. Principles of Materials Science and Engineering. 7. Filtrasi. isolator.H. . pemrosesan paduan fasa tunggal. kristal keramik dan elektromagnetik. sifat mekanik dan elektromagnet. Engineering Materials 2. Ashby. sifat polikristal. Wiryosimin. polimer linier. 9. Analisis pengaktifan netron.Kristalisasi. β. semikonduktor dan superkonduktor serta alat-alatnya. Segal. polimorfi. kerusakan logam oleh radiasi. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia II. Sintilasi cair.. 4. difraksi sinar X. silikat. 8. stabilitas polimer. konduktivitas logam.46 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. Pencacahan α. Bahan keramik: fasa keramik. deformasi bahan polimer. Transportasi elektron dalam benda padat: pembawa muatan. Smith. Adsorpsi..H. D. deformasi elastik dan plastik. Buku: 1.. W. S.F. dan x.. STTNBATAN. Tim Assisten. Pengendapan. γ. Pengeringan Leaching. Buku: 1. Fasa molekuler: molekul raksasa. perpatahan. Susunan atom dalam bahan padat: kristal. kisi. New York. McGraw-Hill Publishing Company. Vlack. and Jones. Praktikum Radiokimia (2 SKS) Pengenceran isotop. Praktikum Operasi Teknik Kimia II (2 SKS) Distilasi. Logam fasa tunggal: Paduan fasa tunggal. keramik. polimer 3 dimensi. AddisonWesley Publishing Company. L. Elements of Materials Science and engineering. Penerbit ITB. Pergamon Press.R. Michigan 2. Bandung. ikhtisar ikatan kimia. sifat listrik polimer. D. Ekstraksi.V. geometri bidang kristal. Mengenal Azas Proteksi Radiasi.. M. Absorpsi.

diferensiasi numerik. Sediawan. Landasan dan pengertian pendidikan Pancasila Rumusan Pancasila. Tim Asisten. Alternator. positifisme. Euler. Bentuk dan Susunan Pancasila. Pembuatan program komputer untuk membantu penyelesaian masalah bidang teknokimia nuklir. Runge Kutta. dan Prasetyo. Teknik Pemrograman. Penahan radiasi. Sumber hilang. Teknik Tenaga Listrik. Teknik Tenaga Listrik. Buku: 1. Abdul Kadir. W. Newton Raphson. Pembukaan UUD 1945.. Survey daerah radiasi. Pemrograman Komputer (2 SKS) Pengenalan komputer. Uji kebocoran pesawat X-ray. Pendidikan Pancasila (2 SKS) Pancasila sebagai konsep filsafat melalui pendekatan idealisme. dan pragmatisme. trapesoidal . Pradnya Paramita. 3. Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi. Algoritma. Motor Serempak. Kedudukan dan Fungsi Pancasila. Transformator. UUD 1945. Jakarta 2. Penentuan waktu paruh. A. Muslimin Marappung. Pengantar Teknik Tenaga Listrik. Aris Munandar dan Kuwahana. Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi (2 SKS) Kontaminasi dan dekontaminasi. 3. Motor Induksi. dan aplikasinya dalam Teknokimia. Motor DC. Pemodelan matematis dan Penyelesaian . realisme. Program Komputer Metode Numerik meliputi integrasi numerik (simpson. Pelaksanaan Pancasila. STTN Semester V 1. Bandung. Armico. Buku: 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 47 10. Jakarta. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional) 2. Pemrograman dengan bahasa program. eksistensialisme. Diagram alir.B. Buku: 1. LP3ES. humanisme. Teknik Listrik (1 SKS) Generator Arus Searah.

Prinsip Kerja reaktor nuklir. Johnstone. John Wiley & Sons. New York.W. Polimerisasi Radiasi. 3. 4. dekomposisi austenit. Spinks. Prinsip kerja Reaktor Nuklir. laju reaksi.T. New York. sifat mekanik.. 1984. Kimia Radiasi (2 SKS) Pengertian radiasi.. pengendapan. [paduan dan keramik komersiil. The Macmilan Company. New York. and Johnstone. Radikal bebas. struktur mikro. M. sifat fisik. Buku: 1. McGraw-Hill Book Company. 1997. bahan-bahan reaktor..48 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Numeris dalam Teknik Kimia. New York. Sumber radiasi. Proses Kimia untuk senyawa anorganik termasuk pengolahan bahan nuklir. diagram fasa. R. Efek radiasi pada gas dan senyawa organik. Shreve’s Chemicals process Industries. Tinjauan umum PLTN. Yogyakarta. Buku: 1.A.. Radiolisis air dan larutan dalam air. komposisi fasa. Ion dan molekul tereksitasi. and Woods. konsep keselamatan radiasi. Pengantar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. S. Buku: 1. Batan. kuantitas fasa. Mineral for The chemical and Allied Industries”. hubungan kualitatif fasa.J. 2. 7. J.. An Introduction to Radiation Chemistry. Austin. diagram fasa besi carbon. baja karbon dan baja paduan tanah. John Wiley & Sons. Penerbit Andi. Proses Kimia I (2 SKS) Konsep termodinamika dan kinetika dalam proses kimia. fasa ganda. Ilmu Bahan II (2 SKS) Bahan berfasa ganda I: Kesetimbangan. Proses thermal: anil. Bahan berfasa ganda II: Reaksi fasa padat. 6. 5. K. proses . Inc. Inorganic Process Industries. normalisasi. Kobe.G.J. Dosimetri radiasi. Interaksi radiasi dengan materi. Bagianbagian Reaktor Nuklir.. Pengantar Teknologi Nuklir (2 SKS) Review Fisika Inti.

Interpretasi Data Spektra Infra Merah. Besi cor. 1979. H-NMR. Saunder Philadelphia. dielektrik. dan MS. M.F. Engineering Materials 2. D. Spektroskopi (kelompok Analisis) Spektrofotometri UV-Vis. Chemical Synthesis of Advanced Ceramic Materials.F. Michigan 2. dan optik. piezoelektrik. bahan moderator dll Buku: . Kriz. C-NMR. Segal.S. Integrasi dan Pemecahan Spektrum.R. bahan yang diperkuat. IR. Terjadinya Spektra UV-Vis. Elements of Materials Science and Engineering. Proses Kimia bahan Nuklir (kelompok Proses) Proses Pemurnian Bahan Nuklir. 4. Senyawa yang dapat menghasilkan Spektra.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 49 termal baja komersiiil.H. Pavia.. Introduction to Spektroscopy.. W. McGraw-Hill Publishing Company. AddisonWesley Publishing Company. Buku: 1. Pergamon Press. 8. Pilihan A1 (2 SKS) 1. Elusidasi struktur berdasarkan kombinasi data UV-Vis.. Principles of Materials Science and Engineering. kayu dan komposit: kombinasi bahan. and Jones. Interpretasi data Spektra H-NMR dan C-NMR. Bahan magnetik. Bahan kendali. Daur Bahan Bakar Nuklir.. pasangan galvanic. Vlack.V.H. New York.. D. Ashby. Interpretasi data MS. Cambridge University Press. Spektrofotometri Resonansi Magnetik Nuklir dan Carbon (CH-NMR dan C-NMR) Terjadinya Spektra H-NMR dan CH-NMR. Korosi logam: pelapisan secara elektro. L.. Buku: 1. G. beton. Spektrometri Massa (MS): Ionisasi dan Fragmentasi. laju korosi dan pengendalinya. P. Lampman. 3. Spektrofotometri Infra Merah. kemampuan pengerasan (hardening). Smith.L. bahan struktur. Cara Interpretasi Spektra UV-Vis. 2. Gesekan Kimia.

Transfer Energi. politik dan strategi nasional. Semester VI 1. 9. udara.H. Newton Raphson. Dampak Pencemaran Lingkungan. Runge Kutta. Petunjuk Praktikum Kimia Radiasi. Membuat dan menjalankan program komputer untuk membantu penyelesaian masalah bidang teknokimia nuklirt. Program Komputer Metode Numerik meliputi integrasi numerik (simpson. trapesoidal. Proses Transfer (2 SKS) Transfer momentum. Penerbit Andi. Praktikum Pemrograman Komputer (2 SKS) Membuat dan menjalankan program komputer untuk menyelesaikan kasuskasus dalam teknokimia... diferensiasi numerik. Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan. Sediawan. . Tim Asisten.. dan aplikasinya dalam Teknokimia Buku: 1. Yogyakarta. A. dan gas. Transport Phenomena. Komponen pencemaran. Pendugaan dampak lingkungan. sistem hankamnas. W. W. Praktikum Kimia Radiasi (2 SKS) Pengaruh radiasi terhadap zat padat. dan daratan.. Pemantauan lingkungan.E. Steward. Bird. Transfer Massa Buku: 1. E. R. 2. Nuclear Chemical Engineering. Buku: 1. Pemodelan matematis dan Penyelesaian Numeris dalam Teknik Kimia. AMDAL. 10. 3. dll. wawasan nusantara. and Lightfoot. Euler.B.50 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Benedeick. STTN-BATAN. cairan. Pengaruh radiasi terhadap senyawa organik. ketahanan nasional.B. dan Prasetryo. Pengantar Ilmu Lingkungan (kelompok Lingkungan) Pengertian dasar pencemaran air. Dasar ekologi.

O. Perancangan Bejana Tekan.E. Hidrogenasi. . 2. Kinetika Reaksi Kimia (2 SKS) Neraca mole. 1979. C. Termodinamika dan Kinetika dalam proses kimia. Prentice-Hall. Welty. Mc. Holland and Anthony. Hydrolisis. 5. Perancangan Menara. 1992.. Buku: 1. 1960. J. Esterifikasi. Fogler.E. Perancangan Alat Proses Perancangan Alat Penyimpan. Heat and Mass Transfer. Levenspiel. Sterilisasi dan pengawetan dengan cara radiasi.. R. Esterifikasi. Aplikasi Teknik Nuklir (2 SKS) Teknik gauging. Bioproses. Sulfonasi dan Sulfatasi. New York. Kecepatan reaksi. Reaksi katalisis heterogen. Penglapisan permukaan. Sintesa Hidrokarbon dan Hidroformilasi. London. Prentice Hall Inc.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 51 McGraw-Hill Book Company inc. stoikiometeri. Unit Processes in Organic Synthesis. 1998 3. Fundamental of Momentum.. dan konversi. Polimerisasi radiasi. Polimerisasi. Teknik Logging..E. Wilson. 2.. Elements of Chemical Reaction Engineering. Proses Kimia II (2 SKS) Proses Kimia untuk senyawa organik. Pengumpulan dan analisis data kecepatan reaksi.. and Wicks.Kinetika reaksi homogen elementer dan kompleks. New York. 1952. Teknik Perunut. Groggin. Buku: 1. Nitrasi. Chemical Reaction Engineering. Fundamentals of Chemical Reaction Engineering. London. Inc. Aminasi. Inc. John Wiley & Sons. 3. Scale-up Alat proses. Alkilasi. 4. New York. analisis radiometerik. Reaksi heterogen non-katalisis. Halogenisasi.Graw-Hill Book Company. Teknik Perunut.. Deaktivasi katalisator. 6.. Oksidasi. S.

Jenis detektor.. dan cara preparasi. Bronell and Yaung.. Meritt. E. dasar-dasar toksikologi klinik dan industri. (2 SKS) 1. Instrument Methode of Analysis. Toksiko Ekologi Sejarah Arti dan Makna toksiko ekologi.. Uji ketoksikan Buku: 1.52 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Buku: 1.. 2. Polimerisasi. Principle of Instrumental Analysis. Gulf Publishing Company. California.F. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketoksikan. Kertas. F. Jr. Elektrolisis. Loomis. Proces Equepment Design 2. D. Kromatografi Dasar-dasar dan teori pemisahan dari berbagai jenis senyawa kimia dengan cara kromatografi. Philadelphia. Ludwig. Skoog. Lea & Febiger. Wadworth Publishing Company. Bioproses..Sintesis senyawa organik dan anorganik ditinjau dari segi termodinamika dan kinetika. Houston. Pengelolaan Limbah Radioaktif. 1988.A. Lapis tipis. Asas Umum dan pola pikir ketoksikan. Instalasi Nuklir.. Applied Process Design for Chemical and Petrochemical Plants.. Pengelolaan Limbah Pengelolaan Limbah Industri. Proses Kimia Bahan Nuklir. 7. New York. kuantitatif. Gas. Cara Analisis Kualitatif. 2. Praktikum Proses Kimia (2 SKS) Proses Kimia untuk bahan anorganik: Pelarutan. Sounclins College Publishing. . Willard.XL. T. 1985. Laboratorium.H... 3. Essential of Toxicology.E. Jenis Kromatografi: Kromatografi kolom. A. Cair Kinerja Tinggi. Pilihan A2. 8. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketoksikan. Jr. Pengendapan. Peleburan. Proses Kimia Bahan Nuklir. Perkembangan kromatografi Buku: 1. H. Proses Kimia Bahah non-nuklir. Setthe.

aaplikasi teknik nuklir dalam bidang kimia. Yogyakarta. kedokteran dan farmasi. Tim Asisten. Pengumpulan dan pengolahan data.. Peraturan-perraturan dan ketentuan yang berkaitan dengan ketenaga nukliran. pengelolaan limbah. Perumusan masalah. Teknik Penyajian. fungsi dan jenis penelitian. N. Landasan Teori. Pendidikan Agama II Peran Agama dalam menghadapi globalisasi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Metodologi Penelitian Bidang Teknokimia. Penulisan karya ilmiah. Rancangan Penelitian. 10. pengiriman bahan nuklir. industri. Praktikum Ilmu Bahan (2 SKS) Granulasi dan analisis distribusi butiran. 3. Penetuan densitas dan luas permukaan zat padat. Perundang-undangan Tenaga Nuklir (1 SKS) Perundang-undangan tenaga nuklir. Buku: 1. 2006. Buku: 1. Petunjuk Praktikum Ilmu Bahan. Petunjuk Praktikum Proses Kimia. Pengaruh parameter pada pressing dan sintering. Metodologi Penelitian (2 SKS) Arti. Penelusuran acuan. 4.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 53 Buku: 1. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. STTNBATAN. STTN-BATAN Semester VII 1. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. 2. Praktikum Aplikasi Teknik Nuklir (2 SKS) Teknik Gauging. Penggunaan perunut radioaktif untuk mengetahu kebocoran pipa dan kecepatan alir fluida. Kundari. STTN-BATAN. Tim Asisten. 9.A. Manajemen Proyek (2 SKS) . Pembuatan paduan logam.

McGraw-Hill Kogakusha.. Transmitters. Chemical Engineering Plant Design. Buku: 1. 3. Pembandingan rencana investasi. Reaktor multifase. Penjualan dan keuntungan. Luyben. manufaktur. Perencanaan usaha dan jaringan kerja. McGraw-Hill Book Company. Controller. Scheduling and Controling. Konsep nilai uang dan waktu. pajak. John-Wiley & Sons. LTD. Peters. Process Modelling Simulation and Control for Chemical Engineers. Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. Vibrant & Dryden. .S. directing. Alat Kontrol Proses (2 SKS) Control instruments: Feedback Control. Biaya manufaktur: Biaya langsung. Pengaruh kondisi terhadap beaya dan keuntungan. 6. modal kerja. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. Tokyo. Laplace domain synthesis. Buku: . Control valves.L. Time domain synthesis. Sensor. M. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT. W. Reaktor non ideal.D. Feedforward control. Aspek tekno-ekonomi dalam manajemen proyek.. Pengeluaran umum. Harold Kezner.54 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Konsep dan definisi. organizing. Physical plant cost. Reaktor Kimia (2 SKS) Perancangan reaktor isotermal. K. Plant Design and Economics for Chemical Engineers. lima level work breakdown structure. Ruang lingkup projek. Investasi modal: modal tetap. Alat-alat manajemen proyek. depresiasi. Feedforward control.. 1973. 2001. and Timmerhaus. dan asuransi. direct plant cost. 5. New York. Prinsip-prinsip manajemen. Evaluasi proyek. controlling. Frequency domain synthesis. Stephanopoulos: Chemical Process Control 2. staffing. Perancangan reaktor katalisis. Project Management: System Approach To Planning. New York 2. biaya tak langsung. McGraw-Hill Book Company. Buku: 1. riset dan pengembangan. Perancangan reaktor non-isotermal.

. Efek radiasi 10. audit. Indikator radioaktivitas. 3. Inc. ruang lingkup. Voltrametri. Keselamatan reaktor. Pilihan B 1. Pengamanan. Fundamentals of Chemical Reaction Engineering. PLTN. Pilihan A3: (2 SKS) 1. O. Fermentasi . Catatan kontrol bahan. ESR. Prentice Hall International. Inc. Elements of Chemical Reaction Engineering. John Wiley & Sons. pengoperasian reaktor. dan tindakan perbaikan. PLTN diantara pembangkit listrik yang lain. Holland and Anthony. Sitem Manajemen Mutu (2 SKS) Konsep dasar sistem manajemen mutu. S.. New York. Sertifikasi. Radio Ekologi Pengertian dasar radioekologi. London. 2. Fogler. Inc. 8. dan pengujian di laboratorium.. Konduktometri. Jenis Reaktor Nuklir. Bioteknologi (2 SKS) Sejarah. 3. 9. non-conformce. 2. Manajemen bahan nuklir. 7. Elektrokimia Potensiometri.. Bagian-bagian reaktor nuklir. Kontrol internal. Levenspiel. 2. Electrogravimetri. Amperometri. Persyaratan dasar jaminan kualitas. XRF. Buku: 1. Konsep pengendalian. dan Pengendalian Bahan Nuklir (1SKS) Neraca bahan tertutup. NMR. prosedur dan form. Radioaktivitas lingkungan. Prentice-Hall International. International Standard Organization.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 55 1. Pengenalan Reaktor Nuklir (1 SKS) Prinsip kerja reaktor nuklir. dan ilmu pendukung utama bioteknologi. Spektroskopi elektron. Sistem Pembukuan. Badan Standarisasi Nasional. pengawasan bahan nuklir. London. Sistem Manajemen Mutu. Chemical Reaction Engineering. Jaminan kualitas untuk penelitian. ISO 9001.

Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran. Pusdiklat Batan. Aplikasi. Cember.56 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 dan mikroorganisme untuk industri. 2002. akselerator linier. dari hasil belah U235. iradiasi sasaran. 3.. Proteksi Radiasi Lanjut Dosimetri. penyiapan sasaran. McGrawHill Inc. Teknologi Akselerator (2 SKS) Prinsip dasar akselerator. and Reed. Rehm. Rekayasa genetik dan peranannya dalam bioteknologi Buku: 1. Sistem akselerator partikel. 2nd Ed.. Jakarta. Melalui partikel dipercepat. Herman.L. Ketentuan SIB. Macam akselerator dan aplikasinya. Penggunaan zat radioaktif dalam industri. 2... Jakarta. Bapeten. Kursus Petugas Proteksi Radiasi. Produksi netron dalam aktivasi.1983. 3. 2002. generator dan kit RIA. 2005. Buku : 1. Limbah ZRA. Metabolit primer dan sekunder. Pengunduhan produk fermentasi. A. Tindakan penanggulangan kecelakaan radiasi. 4. 4. H. Jakarta. proses pemisahan. Diktat. Materi Rekualifikasi I-Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir. Introduction to Health Physics. Wiseman. senyawa bertanda. Biotechnology 2. Principle of Biotechnology 2. Akselerator lingkaran. pemeriksaan kualitas produk.. Bapeten. 11. G. Produksi Radio Isotop Teknik produksi radioisotop : melalui aktivasi netron. Penggunaan radiasi sinar-X dalam industri. Overview rumus-rumus dalam proteksi radiasi. Desain ruang pesawat sinar-X. Strategi Rekayasa Proses (2 SKS) . pembuatan radiofarmaka.

tipe interaksi foton. 12. New York. Pacemaker. Viena. 1978. Smith. Optimasi Banyak Variabel.. Prentice-Hall International. Chemical Process Design. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant. 2. R. JAERI. Teknologi dan Perencanaan Energi. Optimasi satu variabel. kontras).Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 57 Analisis Sistem dalam Teknokimia. Optimasi dalam Teknokimia: Optimasi Analitis. Instrumentasi Medik Fungsi. karakteristik. Review spec dan unjuk kerja perangkat . penetrasi. C. Teknik pencitraan gelombang (US. Optimization for Engineering Systems. R. Grossmann.. Eko Edy Karmanto. hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik. Teknik (in-vitro. EMG)..C. kVp. IAEA. New York. Linier Programming. 2. in-vivo. radioisotope untuk pencitraan). Defibrilator dan Hemodialisis). Biegler. energi. Sistem instrumentasi (Cardiac. Tekno Ekonomi PLTN Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun.. 2006 5. Detektor nuklir (system deteksi radiasi. E...F. Perangkat X-rays (tabung X-rays. EEG. Stategy of Process Engineering.. Pencitraan Fisiologi/fungsional. Pelatihan BATAN. Dekomisioning Reaktor Triga. D. radioisotope tracer).I. arus. Sifat-sifat (X-rays. 1988 4. McGraw-Hill Inc. Inc. 13. 4. Rudd. Systematic Methodes of Chemical Process Design. filtrasi). London. aspek biologis). Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. Teknoekonomi PLTN 3. mengoperasikan. Pike. 3. Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. and Watson. tranduser). and Westerberg.W. Dasar fisika resonansi magnet nuklir. medis ultra sound. sharpness. Buku: 1. L.. Analisis Ketidakpastian dalam Teknikkimia Buku: 1. Van Nostrand Reinhold Company. Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik.T. cara kerja dan amplikasi (ECG. dan merawat dekomisioning.

pengujian laboratorium. Tinjauan pustaka. pengembangan analisis. Kesley.Khandpur. Editor in chief. Mahasiswa mengajukan usulan yang berisi: Latar belakang. CRC Press.C. Seminar (1 SKS) Menulis makalah yang diberikan Pembimbing. The Biomedical Engineering Handbook. Buku: 1. Manajemen dan tugas-tugas unit. landasan teori. 2. New Delhi. studi perbandingan. Fosbinder and Charles A. menyajikan. Copyright 2002.Bronzino. Semester VIII 1.V. Membuat laporan tertulis. perancangan alat. 2. menjawab pertanyaan dari peserta lain.S. MRI dan Nuklir). hipotesis. New Dilhi. Tata McGraw Hill Publishing Company Limited. 4. 1977. Balvinder Singh. New York. Mengerjakan tugas khusus yang diberikan pembimbing.Narurkar. IEEE Press. Handbook of Biomedical Instrumention. Handbook of Nuclear Medicine Instruments. R. P. 3. .58 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 pencitraan medis (X-rays. Kerja Praktek (3 SKS) Kerja Praktek di unit penelitian atau industri terkait dengan bidang teknokimia Nuklir. N. Rathod. Membuat Laporan Tugas Akhir dengan format yang telah ditentukan dibawah bimbingan Dosen untuk dipertahankan dalam ujian komprehensif dan Ujian Lisan di depan dewan penguji. McGraw Hill Medical Publication Division. Essential of Radiology Sciences. penerapan teknologi. Tata McGraw Hill Company Limited. Organisasi. The Physics of Medical Imaging. 5. Perumusan masalah. 1994. Topik makalah berkaitan dengan Teknokimia Nuklir.Bhairi.R. Bristol and Philadelphia. Tugas Akhir (5 SKS) Tugas Akhir dapat berupa penelitian. Reprint 1993. dan rencana penelitian. 14. Steve Webb. Robert A. Institute of Physics Publishing. Joseph D. sintesis. USG. Melaksanakan penelitian/Membuat/Mengerjakan tugas. B.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

59

BAB VI. JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR Bidang Teknofisika adalah bidang ilmu yang secara umum mengamati fenomena fisis alam, mempelajari hubungan sebab-akibat, menurunkan formula matematika, mengimplementasikannya dalam bentuk alat (tool), alat ukur (instrument), proses, perkakas (equipment), bahkan sebuah sistem lengkap atau plant. Dalam bukunya Sears & Zemansky, fisika disebut juga ”science of measurement”, karena pengamatan fenomena alam tersebut mengharuskan penjabaran dalam bentuk pengukuran besaran-besaran fisis yang terlibat dalam fenomena alam tersebut. Oleh karena itu, bidang ilmu fisika ini banyak dikembangkan untuk mendukung pengembangan alat ukur di samping pengembangan proses atau plant. Teknofisika Nuklir lebih mengkhususkan pada pengamatan proses berkaitan dengan reaksi nuklir serta radiasinya dan pengukuran besaran-besaran fisisnya dalam rangka monitoring dan pengendalian proses tersebut sehingga pemanfaatan proses dan energi nuklir berlangsung secara terukur, terkendali serta aman terhadap pekerja, fasilitas, dan lingkungan. Untuk itu perlu dikembangkan bidang ilmu fisika terapan yang secara khusus mempelajari bagaimana proses nuklir tersebut berlangsung, serta mengukur dan mengendalikannya. Pengamatan, pengukuran dan pengendalian proses nuklir memerlukan bidang-bidang pengetahuan yang lebih spesifik yaitu elektronika, listrik, mekanik dan instrumentasi. Berdasarkan bidang-bidang keilmuan tersebut, Jurusan Teknofisika Nuklir menyelenggarakan dua program studi yaitu : 1. Program Studi Elektronika Instrumentasi 2. Program Studi Elektromekanik. A. JURUSAN DAN TUJUAN Tujuan penyelengaraan jurusan Teknofisika Nuklir adalah dihasilkannya tenaga profesional sarjana sains terapan yang mampu mensinergikan kemampuan analisis dan keahlian dalam bidang elektronika-instrumentasi dan elektromekanik. Kompetensi Lulusan Program Studi Elektronika Instrumentasi meliputi :

60

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

1. Mampu mengoperasikan alat elektronik dan instrumentasi nuklir. 2. Mampu merancang dan merekayasa alat bantu/instrument elektronik untuk pengukuran parameter proses nuklir maupun industri. 3. Mampu mengkalibrasi alat instrumentasi elektronik. 4. Mampu melakukan perawatan peralatan fisika/instrumentasi. 5. Mampu membuat program aplikasi untuk akusisi data proses serta mengkomunikasikan data proses tersebut ke pusat sistem informasi. 6. Mampu mengoperasikan sistem berbasis mikroprofessor dan membuat program aplikasi untuk sistem mikrokontroler. 7. Mampu mengoperasikan Pragrammable Logic Controller dan ProportionalIntegral-Derivative Controller. 8. Mampu melaksanakan kegiatan litbang secara mandiri serta membimbing teknisi yunior. 9. Setelah menempuh ujian untuk memperoleh lisensi, dapat bertugas sebagai petugas proteksi radiasi . Kompetensi Lulusan Program Studi Elektromekanik meliputi : 1. Mampu mengoperasikan peralatan elektromekanik dan instrumentasi. 2. Mampu merancang dan merekayasa alat bantu/instrument elektromekanik untuk pengukuran parameter proses nuklir maupun industri. 3. Mampu mengkalibrasi alat instrumentasi elektromekanik. 4. Mampu melakukan perawatan peralatan elektromekanik. 5. Mampu mengoperasikan sistem kendali elektronis berbasis relay maupun PLC. 6. Mampu mengintegrasikan peralatan elektromekanik ke dalam sistem monitoring dan kendali. 7. Mampu melaksanakan kegiatan litbang secara mandiri serta membimbing teknisi yunior. 8. Setelah menempuh ujian untuk memperoleh lisensi PPR, dapat bertugas sebagai petugas proteksi radiasi. 9. Mahasiswa akhir program studi Eletromekanik juga diberi kemampuan untuk dapat mengikuti ujian lisensi UTR/Radiografi.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

61

B. FASILITAS LABORATORIUM Untuk mendukung tujuan penyelenggaraan Jurusan Teknofisika Nuklir, proses belajar mahasiswa setiap prodi memanfaatkan laboratorium-laboratorium baik dilingkungan STTN, lingkungan BATAN pada umumnya serta di beberapa laboratorium di Universitas Gadjah Mada. Untuk lingkungan STTN, unit-unit dan laboratorium terebut antara lain Laboratorium Fisika Dasar, Unit Gambar Teknik, Elektronika, Instrumentasi dan Spektroskopi, Instrumentasi dan Kendali, Unit Komputer, dan laboratorium Radiografi, Unit proteksi radiasi, Unit bengkel mekanik, serta laboratorium atau unit di lingkungan BATAN yaitu Reaktor Nuklir Kartini, Balai Instrumentasi, Balai Elektromekanik dan Unit Akselerator. Untuk meningkatkan penguasaan Bahasa Inggris disediakan pula Laboratorium Bahasa. Praktikum proses produksi II diharapkan akan melengkapi keahlian untuk mahasiswa program studi Elektromekanik. Laboratorium Fisika Dasar Laboratorium ini memiliki peralatan-peralatan untuk praktikum fenomena fisika dasar yaitu fenomena listrik, optik dan getaran. Laboratorium Elektronika Keahlian berkaitan dengan bidang elektronika diberikan melalui praktikumpraktikum elektronika dasar, analog, dan digital. Laboratorium ini memiliki peralatan-peralatan yang memadai untuk kegiatan praktikum tersebut. Laboratorium Instrumentasi dan Kendali Laboratorium ini menyelenggarakan praktikum untuk membentuk keahlian dasar dalam bidang sistem kendali yaitu melalui praktikum-praktikum kendali proses PID dan kendali berbasis PLC. Laboratorium Instrumentasi Nuklir Keahlian mengenai monitoring radiasi dan analisis spektrosopinya diberikan di laboratorium ini. Keahlian ini memberikan dasar-dasar instrumentasi nuklir seperti yang diperlukan dalam pengoperasian peralatan radiologi dan pengujian industri.

62

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Laboratorium NDT/Radiografi Radiografi merupakan salah satu teknik yang banyak dimanfaatkan untuk pengujian keandalan mekanis peralatan proses di indutri. Laboratorium ini memberikan praktikum-praktikum untuk membekali keahlian kepada mahasiswa berkaitan dengan pengujian bahan tersebut. Unit Proteksi Radiasi Laboratorium ini menyelenggarakan praktikum dalam bidang proteksi radiasi mencakup eksperimen dan analisis menggunakan sumber radiasi dan penentuan dosis radiasi untuk mengetahui batas-batas penyinaran radiasi yang aman terhadap operator. Unit Komputer Keahlian di bidang komputer dan komputasi diajarkan di unit ini. Kegiatan-kegiatan praktikum seperti pemrograman komputer, simulasi kendali, dan gambar teknik juga dapat diselenggarakan di unit ini. Unit komputer juga mengadakan workshop secara periodik di bidang komunikasi data dan jaringan berbasis Linux. Unit Gambar Teknik Keahlian menggambar teknik merupakan keahlian dasar yang dibutuhkan sebagai sarjana teknik pada umumnya. Unit Gambar Teknik ini memiliki peralatan menggambar secara manual dengan menggunakan mesin gambar. Keahlian menggambar teknik dengan komputer juga sedang dikembangkan tetapi diselenggarakan di Unit Komputer. Lab. Listrik dan Sistem Tenaga Berbagai keahlian berkaitan dengan listrik dan sistem tenaga diberikan di laboratorium ini seperti grounding, switching, proteksi dan isolasi, dan distribusi listrik serta uji keandalan komponen listrik. Unit Bengkel Mekanik Unit bengkel mekanik menyelenggarakan praktikum-praktikum proses prosuksi seperti pembubutan, pengelasan, penekukan, dan pemotongan bahan mekanik.

industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya. pengoperasian. Visi & Misi Visi Menjadi penyelenggara pendidikan yang mampu menghasilkan sarjana sains terapan yang siap berkembang dan berkarya secara profesional dalam bidang instrumentasi berbasis elektronik baik untuk industri nuklir. dan perawatan alat-alat instrumentasi elektronik yang digunakan baik pada industri nuklir. fasilitas dan lingkungan pada umumnya.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 63 C. Misi Program Studi Elekronika Instrumentasi dirancang agar lulusannya: 1. menguji dan analisis kinerja pada penggunaan alat-alat elektronika instrumetasi dalam lingkungan industri nuklir maupun non-nuklir berkaitan dengan aspek keselamatan untuk pekerja. perbaikan. dan atau mengoperasikan instalasi radiasi berktaitan dengan aspek legal dan keselamatan penggunaannya. 2. 3. PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA INSTRUMENTASI 1. industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya. Mampu menunjukkan kemampuannya secara profesional dan mampu mensinergikan keahlian dan daya analisisnya dalam perancangan. penggunaan. Mampu memberikan supervisi bagi industri jasa yang menjual. Bidang-bidang pekerjaan . Mampu mengoperasikan. Pengoperasian dan pemanfaatan peralatan ini membutuhkan tenaga-tenaga supervisi yang handal yang mempunyai keahlian dan analisis baik dalam bidang-bidang ilmu fisika terapan maupun fisika nuklir/ radiasi. pengujian. 2. mendistribusi. Tujuan Program Studi Di Indonesia. Hal ini disebabkan bahwa peralatan-peralatan tersebut pada umumnya sarat dengan teknologi elektronika dan instrumentasi di samping memerlukan perlakuan khusus berkaitan dengan adanya radiasi. pembuatan. pengoperasian serta pemanfaatan peralatan atau intalasi nuklir/radiasi baik untuk keperluan medis. maupun inspeksi dan pengujian peralatan proses industri sangat luas.

kurikulum Prodi Elin terdiri dari 75 % mata kuliah inti (MKK dan MKB) serta 25 % mata kuliah penunjang (MPK. dan radiasi. instrumentasi. Berdasarkan Kurikulum Standard Diknas. Tujuan penyelenggaraan program studi ini adalah untuk menghasilkan sarjana sains terapan yang dapat memenuhi tuntutan keahlian multi-disiplin (elektronika. struktur kurikulum prodi elin menawarkan 4 mata kuliah pilihan (8 SKS) yang terbagi ke dalam 3 kelompok mata kuliah pilihan wajib yaitu kelompok pilihan instrumentasi nuklir. maka beban belajar mahasiswa secara riil adalah 100 jam teori (40 %). Oleh karena 1 SKS teori adalah 1 jam tatap muka. serta memiliki keunggulan komparatif dalam bidang instrumentasi nuklir. MPB.64 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 tersebut tentu saja memerlukan banyak tenaga kerja yang mampu memenuhi keahlian kombinasi antara elektronika. Untuk lebih menekuni bidang keahlian tertentu. mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni serta mempunyai bekal tambahan baik perilaku berkehidupan bersama maupun perilaku berkarya sesuai dengan standard yang berlaku secara nasional. Struktur Kurikulum Kurikulum program studi baik untuk program studi elektronika instrumetasi maupun elektromekanik dirancang untuk dapat memberikan bekal kompetensi sarjana sains terapan yang cukup yaitu 148 SKS dengan komposisi teori 100 SKS dan praktek 48 SKS. . MBB). Dengan demikian. instrumentasi. sedangkan 1 SKS praktikum adalah 3 jam tatap muka. dan radiasi) tersebut. kendali dan robotika serta pilihan teknologi reaktor. ditambah 144 jam praktek (60 %) termasuk praktek kerja lapangan. kurikulum program studi Elektronika Instrumentasi dirancang sedemikian sehingga mahasiswa lulusannya mendapatkan kompetensi yang memadai (core competence) dalam bidang instrumentasi elektronik. Dengan komposisi tersebut. 3.

Bahasa Inggris 3.7 % 148 100 % MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) No. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. 3.3 % 2 8 28 2 48 32.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 65 4. Kelompok (elemen kompetensi) Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB) Prosentase Inti (Utama) Institusional Pendukung Lainnya Jumlah SKS 12 40 76 12 8 10 32 48 10 8 100 67. Pancasila SKS T P 2 2 2 Semester I II III 2 . Perbandingan SKS dan Beban Kerja (jam) Teori dan Praktek I II III IV V VI VII VIII Tr Pr Tr Pr Tr Pr Tr Pr Tr Pr 12 8 12 8 14 6 19 0 0 8 20 20 20 20 8 Praktek = 48 SKS Total = 148 SKS Jam Praktek = 144 (60%) Jam Total = 244 Tr Pr Tr Pr Tr Pr 14 6 14 6 12 8 20 20 20 Teori = 100 SKS Jam Teori = 100 (40%) 5. Pendidikan Agama I 2. 5. 2. 4. Distribusi Matakuliah Berdasarkan Standard Diknas No 1.

NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Kewarganegaraan Pendidikan Agama II JUMLAH Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pend. NAMA MATA KULIAH Praktikum Gambar Teknik Arsitektur & Jaringan Komputer Elektronika Analog Alat Ukur & T. Kimia Umum 5. Numerik Teknik 14. 5. Matematika II Matematika I Teknik Listrik 7. Mekanika Fluida JUMLAH MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. Elektronika Dasar 4. Pengukuran Alat Deteksi & Pengukuran Radiasi (ADPR) Elektronika Digital Elektronika Nuklir Instrumentasi Nuklir PRASYARAT SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 2 2 2 I I I I II II II II II III III III IV IV IV IV 2 8 Semester SKS T P 2 2 I I II II III III IV IV Elektronika Dasar 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Elektronika Analog Elektronika Analog dan Elektronika Digital ADPR . Fisika Reaktor Fisika Modern 15. Ilmu Bahan 6. 4. 2. 7.66 4. 5. 1. Thermodinamika 12. Matematika Teknik Matematika II 11. Fisika Dasar II Fisika Dasar I 9. Komputer & K. Fisika Modern Fisika Dasar II Matematika 13. Matematika I 2. 8. 8. Fisika Dasar I 3. Perpindahan Panas 16. 6. Agama I 2 2 10 V VII 2 Semester MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. 3. P. Statistik 10.

16.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 67 Elektronika Digital Fisika Reaktor Elektronika Digital Elektronika Digital ADPR Elektronika Digital Teknik Isyarat Mikroprosesor Instrumentasi Nuklir PLTN dan Pembangkit Konvensional Teknik Instrumentasi & Kendali Teknik Instrumentasi & Kendali 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 26 2 IV V V V V V VI VI VI VI VI VI VI VI Semester 9. 14. 3. 12. 20. 4. 19. Mikroprosesor PLTN dan Pembangkit Konvensional Teknik Isyarat Teknik Instrumentasi & Kendali UTR/Radiografi Teknik Antar Muka Pengolahan Isyarat Sistem Mikrokontroler Pemeliharaan Instr. 13. 15. NAMA MATA KULIAH Proteksi & Keselamatan Radiasi Perundang-undangan Tenaga Nuklir Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & Ergonomi Seminar Manajemen Proyek JUMLAH PRASYARAT ADPR Proteksi & Keselamatan Radiasi SKS T P 2 1 2 2 2 V VII VII VII VII VII Kerja Praktek 1 2 9 2 . 17. 1. Nuklir Kinetika dan Pengendalian Reaktor Teknik Kendali Digital Perancangan Instrumentasi Metodologi Penelitian JUMLAH 2 2 2 2 2 2 MK WAJIB PERILAKU BERKARYA (MPB) No. 6. 5. 10. 11. 18. 21. 2.

2. NAMA MATA KULIAH Kerja Praktek Tugas Akhir JUMLAH SKS T P 3 5 8 Semester PRASYARAT VII VII . 3. 2. 7. 3. 2. 1. 6. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT Minat Instrumentasi Nuklir Instrumentasi Akselerator Sistem Akuisisi Data Kecerdasan Buatan Minat Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Inteligent Sensor Minat Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor JUMLAH SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 SKS T P 2 2 2 2 2 Semester VII VII VII VII VII VII VII VII VII Semester MK PILIHAN BEBAS (PILIHAN 1 MK) No. 2. 3. 5. 1. NAMA MATA KULIAH Proteksi Radiasi Lanjut Sistem Pencacah Nuklir Teknologi Akselerator Sistem Telemetri Electronic Security Tekno Ekonomi PLTN Instrumenasi Medik PRASYARAT Proteksi & Keselamatan Radiasi VII VII VII VII VII VII VII PLTN dan Pembangkit 2 Konvensional ADPR 2 MK WAJIB BERKEHIDUPAN BERSAMA (MBB) KODE 1. 3. 2. 4. 1. 1.68 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK PILIHAN (WAJIB MINAT) (MKB) No.

Alat Ukut & T. Fisika Dasar II Prakt. Elektronika Dasar MKB Prakt. Fisika Dasar I MKK Prakt. Gambar Teknik JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 14 Semester II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN201 STN202 TFN203 TEI204 TEI205 TFN206 TFN207 TFN208 TEI209 TFN210 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MKK MKK MKK MKB MKK MKB MKK MKK MKB MKB Matematika II Statistik Fisika Dasar II Elektronika Analog Teknik Listrik Alat Ukur & T Pengukuran Ilmu Bahan Prakt. Susunan Kurikulum Program Studi Elektronika-Instrumentasi Semester I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 TFN104 TFN105 TFN106 TEI107 TFN108 TEI109 TFN110 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MPK MKK MKK MKK Pendidikan Agama I Bahasa Inggris I Matematika I Fisika Dasar I Kimia Umum Arsitektur & Jaringan MKK Komputer MKB Elektronika Dasar MKK Prakt. Pengukuran JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 69 6. Elektronika Analog Prakt.

Komputer & K. Sistem Mikroprosesor MKB Prakt. Pemrorgaman & K MKK Numerik MKB Prakt.70 Semester III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN301 TFN302 TFN303 TFN304 STN305 TEI306 TFN307 STN308 TEI309 STN310 Kelompok Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MKK MKK MKK Pendidikan Pancasila Matematika Teknik Fisika Modern Termodinamika Alat Deteksi& Pengukuran MKB Radiasi (ADPR) MKB Elektronika Digital MKK Perpindahan Panas MBB Praktek Bahasa Inggris MKB Praktek Elektronika Digital MKB Praktek ADPR JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 14 Semester IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode TFN401 TFN402 TEI403 TFN404 TEI405 TEI406 TFN407 TEI408 TEI409 TEI410 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MKK P. Elektronika Nuklir JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 12 . Instrumentasi Nuklir MKB Prakt. Numerik MKK Fisika Reaktor MKB Elektronika Nuklir MKK Mekanika Fluida MKB Instrumentasi Nuklir MKB Sistem Mikroprosesor Prakt.

Sistem Mikrokontroler Prakt.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 71 Semester V No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN501 STN502 TFN503 TEI504 TEI505 TEI506 TFN507 TEI508 TEI509 STN510 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Kelompok PLTN dan Pembangkit Konvensional Proteksi & Keselamatan MPB Radiasi MBB UTR/ Radiografi Teknik Instrumentasi & MKB Kendali MKB Teknik Isyarat MKB Teknik Antarmuka Komputer MKB Prakt. Teknik Antarmuka MKB Komputer Prakt. Pemeliharaan MKB Instrumentasi Nuklir Prakt. Proteksi & Keselamatan MPB Radiasi JUMLAH MKB 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 12 8 Semester VI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN601 TFN602 TEI603 TEI604 TEI605 TEI606 TEI607 TEI608 TEI609 TFN610 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Kewarganegaraan Kinetika dan Pengendalian MKB Reaktor MKB Pengolahan Isyarat MKB Sistem Mikrokontroler Pemeliharaan Instrumentasi MKB Nuklir MKB Teknik Kendali Digital MKB Perancangan Instrumentasi MKB Prakt. Kinetika & MKB Pengendalian Reaktor JUMLAH MPK 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 . UTR/Radiografi Prakt. Teknik Instrumentasi & MKB Kendali Prakt.

72 Semester VII No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11. Kode KIN701 STN702 STN703 STN704 STN705 STN706 STN707 Kelompok Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MPB MBB MBB MPB MBB MBB MKB MKB MKB MKB Pendidikan Agama II Perundang-undangan Tenaga Nuklir Metodologi Penelitian Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & Ergonomi Manajemen Proyek Seminar Pilihan Wajib I Pilihan Wajib II Pilihan Wajib III Pilihan Bebas JUMLAH 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 20 Semester VIII No 1 2 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 Kode STN801 STN802 Kode TFN701 TFN702 TFN703 Kode TFN706 TFN707 TFN708 Kode TFN709 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MBB Kerja Praktek MBB Tugas Akhir JUMLAH Kelompok Kelompok Pilihan Instrumentasi Nuklir MKB Instrumentasi Akselerator MKB Sistem Akuisisi Data MKB Kecerdasan Buatan Kelompok 3 5 8 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 MKB MKB MKB Kelompok Kelompok Pilihan Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Intelligent Sensor Kelompok Pilihan Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor MKB .

Past. Count/ NonCount nouns. noun clauses.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 73 Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor Mata Kuliah Proteksi Radiasi Lanjut Sistem Pencacah Nuklir Teknologi Akselerator Sistem Telemetry Electronic Security Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik 2 2 SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 3 No 1 2 3 4 5 6 7 TFN710 TFN711 Kode STN704 TFN712 TFN713 TEI701 TEI702 MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB MKB MKB 7. 2. Bahasa Inggris I Materi : Structure: Present. Nouns and Pronoun. Question words. Muhammad Al Ghozali. Peran agama dalam keluarga. Imam Namawi. Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). Perfect Tenses and articles. Gerund and Infinitives. Keimanan. 3. 4. Pustaka: 1. . Passive Sentences. Modal Auxiliaries. Press. Riyadhus Sholihin. Academic Reading and Writing. English Grammar in Use. Akhlak Islam. Pustaka: 1. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). pembangunan. Comparisons. Silabus SEMESTER I 1. Muhammad Syaltut. Raymond Murphy. dan Syari’ah. Hikmah ibadah. dan perkembangan teknologi. and Future Tenses. Aqidah. Connecting ideas. Pendidikan Agama I Materi : Pokok-pokok agama. 2. Islam. Cambridge Univ.

Gaya. 2. limit dan derivative. Persamaan Differensial. New York. 1983. M. Erlangga. Elex Media . Sherwood.. Kaplan.. Pustaka: 1.L.. Sears. Calculus and Analytic Geometry. aljabar linear. Jilid 1.74 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1985.W.J. 3. 3. Jr . England. Fisika Dasar I Materi : Pendahuluan : pengertian besaran dan satuan. Theory and Problem of Calculus. Resnick R and David Halliday. Addison-Wesley Publishing Company.B. Jakarta. Konsep thermodinamika dan hantaran panas. Cox & Wyman Ltd. Hukum-hukum Newton dan grafitasi. Wardiman. Panas dan Bunyi. Matriks dan determinan. Dictionary of Science for everyone. Inc. Menguasai AUTOCAD Release 12. Mekanika. and Sutton C. London 1988. Matematika I Materi : Teori himpunan. Statika. 3. D. Terjemahan P Soedarjono. Fisika. Calculus and Linear Algebra. Pustaka: 1. Relasi dan fungsi matematik. Bandung.. New York. 4. Omura George. kinematika. skalar dan vektor. 2.F. 1964. R. Binatjipta. W. FMIPA-UGM. G. Thomas. solusi persamaan simultan. dan momentum. Hidrostatika dan hidrodinamika. dan Lewis. John Wiley and Sons. Encyclopedia of Science in Everyday Life”. usaha. teori bilangan.. 2. and Finney. F.. dan dinamika. Edisi 3. daya. Hukum kekekalan energi dan momentum. 4. Reading. 3. Guild Publ. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto. Ayres. Teknik integrasi.

pengantar titrasi. Konsep jaringan komunikasi data. radiasi. reaksi kimia dan hasil reaksi. bentuk pengukuran dan kekekalan. RAM). TCP/IP. Dasar-dasar sistem operasi: DOS. 2001. Erlangga. 5. 196. N. proses reversible dalam gas ideal. ed. kaidah fasa Gibbs. campuran gas. 6. dan Nachtrieb. pengaruh suhu. cair dan gas.D. Pustaka: 1. teori kinetik gas. sel elektrokimia. kimia. konsep energi. Windows. Direct Memory Access. Coprocesor aritmatika. campuran dan distilasi. proses spontan dan kesetimbangan: termodinamik. Struktur fisik atom. Wujud gas: kimia gas. stoikhiometri. Cairan dan Transisi Fasa: Sifat. Topologi jaringan. suspensi koloid. Hardisk. Memori internal (Cache. Pustaka : . Sifat spesies zat terlarut. suhu dan hukum gas ideal. Gillis. 4.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 75 Computindo. CD-ROM). peluruhan. Larutan : Komposisi larutan. Penimbangan dan perhitungan molekul.P. Arsitektur dan Jaringan Komputer Materi: Pengenalan perangkat keras komputer : CPU. padat.. Microprocessor 8088 sampai Pentium IV. elektrokimia: neraca persamaan reaksi oksidasi-reduksi. Unix dan Linux.W. Hukum pengga-bungan Kimia. Memori Eksternal (BIOS. asam-basa dan heterogen (padat-cair. Kesetimbangan fasa. Oxtoby. Kimia Dasar Materi: Sifat dan Dasar Kimia Modern: metoda & pendekatan makroskopik. jilid I. H. Padatan. tekanan. fisi dan fusi. cair-gas). hukum dan mekanisme reaksi.. Gaya antar molekul. Paralel processing. Termokimia. Interupsi. Transisi fasa dan diagram fasa. Pipeline. Kinetika kimia: laju reaksi kimia..H. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. sifat koligatif larutan. Tabel berkala. Kimia nuklir: hubungan massa-energi dalam inti.

tegangan permukaan. Karakteristik SCR. ayunan matematis. Pendekatan II dan Pendekatan . Karakteristik Transistor bipolar dan unipolar (FET). Tim Asisten. Pustaka: 1.M. New York. Ideal. Pustaka: 1. Millman. karakteristik Dioda. Presman. Pengenalan Komputer. 2. Listrik : medan listrik.Graw Hill.Halkias. 1992. (+ fenomena sensor). Ohm. Elektronika Dasar Materi: Persamaan rangkaian sederhana (Hk..P. Teori Thevenin & Norton) tentang arus dan tegangan. Roger. Pendekatan II dan Pendekatan III. Praktikum Elektronika Dasar Materi: Persamaan rangkaian sederhana (Hk. Yogyakarta. The Mathwors Inc. pemuaian logam. Microelectronics. Ideal. Rangkaian Dioda. Listrik : jembatan wheatstone. Kirchhof. Teori semi-konduktor. Hk. 4. Mc. rangkaian AC/DC. 1992. garpu tala. Prentice-hall. kekentalan larutan.Graw Hill. Rangkaian Dioda. Electronics Principles. Jogiyanto. 7. STTN-BATAN. J. Ohm. H. Teori semi-konduktor. 9. McGraw-Hill. 1979. New York. Hk. Perhitungan. Kirchhof.76 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. 1979.1989. STTN-BATAN. A. Software Engineering. Andi Offset. Student Edition of Matlab. termokopel. karakteristik Dioda. Mc. A Practitioner Approach. Tim Asisten. Malvino. 2. daya hantar. 3. Teori Thevenin & Norton tentang arus dan tegangan. Magnet : medan magnet. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Digital & Analog Circuit and System. Petunjuk Praktikum Dasar Komputer. Karakteristik UJT. Praktikum Fisika Dasar I Materi: Mekanika: neraca analisis. Perhitungan. 8.

Proses pelarutan dan realisasi pembuatan rangkaian. Karakteristik Transistor bipolar dan unipolar (FET). Pustaka: 1. Wiley International.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 77 III. Pustaka: 1. W. Luzadder. rangkaian penguat pada PCB menggunakan perangkat lunak Protel. SEMESTER II 1. 10. Millman. Tim Asisten. 1979. Wardiman. Malvino. . Menggambar Teknik Untuk Disian. 3. Gambar Mesin dan Merencana Praktis. Penerbit Erlangga. cara meng-arsir. persamaan diferensial untuk fenomena transport. normalisasi.Graw Hill. STTN-BATAN. Gambar Teknik Materi: Tugas dan fungsi gambar teknik. J. Disain dan Pembuatan rangkaian elektronik dasar. FMIPA-UGM. gambar bagian mesin. Penyelesaian persamaan diferensial dengan metode analitik dan numeric. New York. Sirod Hantoro. 2. potongan benda. Pengembangan Produk. 2. A. baut. New York. Matematika II Prasyarat: Matematika I Materi : Pemodelan fenomena fisis dalam bidang teknik. Dan Kontrol Numerik. 1983..Graw Hill. Petunjuk Praktikum Gambar Teknik. 1979. Pardjono. Karakteristik UJT. Mc.. Microelectronics. gelombang. Persamaan Differensial.. gambar peralatan mekanik sederhana. standarisasi bahan dan simbol.P. Kreyzig. menggambar benda sederhana: mur. Electronics Principles. Mc. Karakteristik SCR. Advanced Engineering Mathemathics. Digital & Analog Circuit and System. Pustaka: 1.J. 2.

dan peralatan optik. sampel dan populasi. Sutrisno. Normal dan Poisson. Sears. Sifat-sifat statistik : mean. Pendugaan statistik. Listrik dan Magnet. 2. Terjemahan P Soedarjono. elektromagnetik. Analisis Deret Berkala. Teori kemungkinan (probabilitas).B. kurtosis. Bandung. 3. histogram data dan distribusi frekuensi. Statistik Materi: Pengertian data. Fisika Dasar II (Listrik. Probability and Statistics for Scinetist and Engineer. Thomas. ITB. Pengelompokan data. getaran. G. simpangan baku. Jr. dan kemiringan (skewness). 2. Pustaka: 1. Binatjipta. 3. Dasardasar Teori Sampling. optik fisik. Penampilan hasil pengukuran dalam angka grafik/gambar (sta program-> EXEL) . R. New York. Bunyi. 1964. probability density function dan cumulative distribution function. getaran. Walpole. magnet. Edisi 3. gaya gerak listrik induksi. medan dan potensial listrik. arus searah dan bolak-balik. Addison-Wesley Publishing Company. and Finney.L. Uji hipotesa dan taraf nyata untuk sampel besar dan kecil. Donald.F. . muatan dan arus listrik. medan magnetik. Calculus and Analytic Geometry. Bandung.. median. dan gelombang. Pengantar Statistik dan Teori Kemungkinan. Ganeca. McGraw-Hill. optic) Prasyarat: Fisika Dasar I Materi: Listrik : Gaya. modus dan variansi.78 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1983. Magnet: gaya magnetik.W. Optik geometri. Pustaka: 1. Distribusi Binomial. Regresi dan Korelasi.

. 1996. 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 79 2. Fitzgerald. Non-inverting.Boyce. Rangkaian listrik dasar dan karakteristiknya. Jaringan listrik (node. Jilid 2. 2. Inverting. Mc. Op-Amp tanpa rangkaian luar. Analisis jaringan listrik 1 fasa.P. Basic Electrical Engineering. David E. AB. Electronics Principles. Fisika. B. Pustaka: 1. dan komparator. 4. 1979.Graw Hill. Omura George. Penguat transistor kelas A. Op-Amp dengan rangkaian luar. Jakarta. 1979. New York.Graw Hill. Erlangga. Malvino. Jefferson E. 1982. instrumentation amplifier. Millman. McGraw-Hill. Faktor daya dan daya kompleks. Menguasai AUTOCAD Release 12. loop). Resnick R and David Halliday. A. Erlangga. 1983. PWSKent. bilangan kompleks dan fungsi periodic. Rangkaian pembagi arus dan tegangan. muatan dan arus. Neidle M. Teknik Listrik Prasyarat: Materi : Sistem satuan. Hignbotham. feedback arus dan tegangan. Sinyal sinusoidal. 3. New York. J. Elex Media Computindo. Op-Amp untuk aplikasi non-linear. Mc. Microelectronics. 2 fase dan 3 fase. Teknologi Instalasi Listrik. C. 1981. Elektronika Analog Materi: Analisis AC untuk rangkaian penguat berbasis transistor. Penguat push-pull. 2. differential amplifier. mesh. penguat Darlington dan penguat beda. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto.Halkias. Model delta dan bintang. 1988. E dan S. Hk Kirchof arus dan tegangan. Digital & Analog Circuit and System. Operational Amplifier and Integrated Circuit. cabang. Pustaka: 1. . 5.

Pengetuan Bahan Teknik. Comp. 4. Engineering Materials 2.80 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. sifat mekanis. semikonduktor.. Schaum Series. Ashby. 1990. Pustaka: 1.D. 1976. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran. L. . 5. korosi. McGrawHill.O. Tata Surdia. Segal. W. Ghalia Indonesia. 2. 1990. superkonduktor. presisi.F. logam Paduan. Jakarta. 1992. bahan dielektrik. Sito Shinkoru. Erlangga 1991. resolusi. isolator. bahan konduktor.. bahan magnetik. Cambridge Univ. Mc Graw Hill Publ. M. Listrik dan Magnet. and Jones. Erlangga.Doebelin. Ralat. linearitas.. 7. 2. Ilmu Bahan I Prasyarat: Materi: Pengenalan Bahan: Struktur atom dalam bahan padat.H. struktur mikro logam. 6. “Ilmu dan Teknologi Bahan”. 3. Smith. “Principles of Materials Science and Engineering”. diagram fasa logam. Van Vlack. 1988. 2nd ed.F. Pergamon Press. karakteristik instrumen ukur: sensitivitas. 1988. 6. Arifin. kalibrasi dan teknik pengukuran. Ilmu Logam. 5. ed. “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”. Samsul. akurasi dan kesalahan. Cooper W. Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Materi: Macam alat ukur (mekanik dan elektronik). DRH. Pradnya Paramita. jangkauan alat ukur.. Press. Pustaka: 1. Teori pengukuran: standard dan kalibrasi. Measurement System : Application dan Design. Proses pembuatan logam. perlakuan panas. D. E. 1989.

Penjelasan Pasal-pasal pada UUD 1945 . Sistematika UUD 1945. pemasangan alat ukur listrik pada instalasi listrik. Fisika Dasar II Prasyarat: Fisika Dasar II Materi: Kalor : panas jenis zat padat. Optik : mikroskop. Prakt. STTN. Osilator. Prakt. Pustaka: 1. TFN. Buku petunjuk praktikum elektronika. 10. Pancasila Materi: Istilah Pancasila. Pustaka: 1. Komparator analog. Pengukuran arus/ tegangan pada jala sederhana/ rumit. Buku Petunjuk Praktikum Fisika Dasar II. tanggapan panas suatu larutan. Pustaka: 1. panas lebur dan panas penguapan. TFN. TFN. Buku petunjuk praktikum alat ukur dan teknik pengukuran. Prakt. Alat Ukur & Teknik Pengukuran Materi: Penggunaan dan karakteristik berbagai alat ukur. pengukuran fasa dan frekuensi. SEMESTER III 1. STTN.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 81 8. Aplikasi penguat transistor. STTN. Elektronika Analog Materi: Percobaan penguat transistor. Multivibrator. keselamatan kerja alat listrik. pengukuran daya listrik pada instalasi. daya dispersi prisma. penguat push-pull. Regulator. penguat operasional. Pancasila sebagai pandangan hidup dalam bernegara dan bermasyarakat. 9. penentuan kadar larutan gula dengan polarimeter.

Matematika Teknik Materi : Sistem koordinat kartesian. dan silinder. Advanced Engineering Mathemathics.1993. teori atom berdasar mekanika . dan perhitungan medan listrik. Inc. adverbs. Purcell. 1982. Kanpur. 4. Academic Reading and Writing.82 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pustaka: 1. Deferensiasi vektor. 2. semi-technical terms. Wiley International. hamburan Rutherford.T Kamal. Fungsi-fungsi khusus : fungsi gamma. 1986. S.N. 1978. integrasi vektor. New Delhi. Kreyzig. 2. Fisika Modern Prasyarat: Materi: Bagian-bagian atom. semi-scientific. Pancasila dan UUD 45.S. Penerbit PT. Praktikum Bahasa Inggris II Prasyarat : Bahasa Inggris I Materi: Scientific and technical words. massa dan ukuran atom. 1972 2. Practical English Usage. perhitungan akselerasi ion. Oxford univ.. bola. Contoh aplikasi : perhitungan distribusi fluks neutron. fungsi beta. 3.Gramedia. TOEFL. teori atom Bohr.Press. “Vektor Calculus”. G Mudjianto dkk. Transformasi laplace dan fourier. Pancasila : Buku Panduan Mahasiswa. India. Pradnya Paramita. 3. . Chand and Company Ltd. Listening and Speaking. dan fungsi bessel. Calculus with Analitic Geometry. Prentice Hall. Persamaan laplace dua dan tiga dimensi. spektrum radiasi atom Hidrogen. Shanti Narayan and J. C. dan teorema divergensi. Michael Swan. Pustaka: 1. Pustaka: 1. 1983. adjectives which belong to the phraseology of science.

Piranti pencacahan: kamar ionisasi. Kesetimbangan dan aplikasi : kompressor.S. metode dan mekanisme deteksi. detektor proporsional.. M. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat:Materi: Macam-macam radiasi. 6. pancaran Beta.H. alat deteksi pengukuran dosis. BATAN. 1986. Konsep Fisika Modern. Hukum ke nol. Hukum Pertama dan Hukum kedua. 2.. Interaksi Radiasi dengan materi. Penerbit ITB. Zemansky. Arthur Beiser. stabilitas dan radioaktivitas.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 83 gelombang. Erlangga. 2. statistik pengukuran radiasi. sistem pembangkit uap nuklir. Termodinamika Teknik. pencacahan GM. momen spin dan magnet dari elektron. 1977. The Houw Liong. Bagian-bagian inti atom. Reynolds W. 1992. Pustaka: 1. fusi dan pemanfaatnya. (fisika neutron). 1986. Siklus Gas Ideal : Gas Ideal. Reaksi Nuklir. Kalor dan Thermodinamika. Perkins H. fisi. scintilator. sistem dua fase. Prayoto. model-model inti.C. detektor neutron. 1994. Marsongko Hadi. Proses reversibel dan ireversibel. alat deteksi pengukur partikel dan prinsip kerjanya. Termodinamika Prasyarat: Materi: Pendahuluan : definisi dan konsep dasar. RAM K. pancaran Gama. dkk. Basic Nuclear Engineering. Efisiensi thermodinamis. .C. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. 3. membaca tabel. Ridwan M. motor bakar. Besaran dan satuan dosimetri. Pustaka: 1. pancaran Alpha. Penerbit Erlangga. struktur multiplek dalam spektrum. Dittman R. 5. Bandung.W. John Wiley & Sons.

Rangkaian Digital dan Rancangan Logika. Lee. Gerbang logika dasar. 1983. Digital Principles and Application. disain dan analisa rangkaian.L. Rangkaian pemrosesan data. Elektronika Digital . Penerbit Erlangga. 1984. 1974. Multiplexer dan demultiplexer. Elektronika Digital Prasyarat: Materi: Operasi Bilangan. Wylie E.W. Prakt. Streeter V. McGraw-Hill. 2. Flipflop. Herman Cember. Pengantar Fisika Kesehatan. Counter. Konverter AD dan DA. Nicholas. Rangkaian aritmatik. IKIP Semarang Press. Koll. Rangkaian koinsidensi. Pustaka: 1. Erlangga. T Sutrisno. Rangkaian TTL. Mekanika Fluida. John-Wiley & Sons. 8. ADC & DAC.84 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pustaka: 1. 1999. Elektronika Nuklir Prasyarat: Materi: Rangkaian sumber tegangan tinggi DC. rangkaian logika kombintorial. 1979. Sistem angka dan pengkodean. John Wiley & Sons. Pewaktu dan pencacah. Pembangkit dan transmisi pulsa (coaxial cable). 7. Penguat awal votage sensitive. 1986. Penguat awal charge sensitive.B. Clocks dan timers. Pustaka: 1. dan Memori. Piranti penganalisis tinggi pulsa (SCA &MCA). 3. 9. Glenn F. Jakarta. Samuel C.. Peta karnough. 2. Rangkaian pembentuk pulsa (pulse shaping). Malvino. P. Nuclear Electronic. Radiation Detection and Measurement. Albert. Registers. Pergamon Press.

Glenn F. Pengantar Fisika Kesehatan. Prakt. IKIP Semarang Press. flow-chart dan diagram alir. Dekoder dan enkoder. Pustaka: . Koll. Pustaka: 1. Metode numeric untuk solusi persamaan sederhana. statistik pencacahan. dan persamaan diferensial. Flip-flop. 1983. Counter. perhitungan waktu paruh radionuklida. 1979. pengukuran radiasi gamma dengan pelemahan absorber.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 85 Prasyarat: Materi: Percobaaan Gerbang dasar. John Wiley & Sons. Elektronika Digital. 2. 10. persamaan simultan. BATAN. BATAN. SEMESTER IV 1. Aplikasi Digital. ADC/DAC. Half/ Full adder. pengukuran radioaktivitas lingkungan. Herman Cember. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat: Materi: Pencacahan dengan detektor GM. Register. Radiation Detection and Measurement. Pustaka: 1. Pemrograman numerik dengan bahasa pemrograman C dan Matlab. (wireless system). STTN. 3. Kalibrasi alat ukur radiasi. STTN. Pergamon Press. Pemrograman Komputer & Komputasi Numeris Prasyarat: Materi: Logika pemrograman. Buku Petunjuk Prakt. Buku Petunjuk Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi. algoritma. Multiplekser dan demultiplekser.

Arthur Beiser. 1986. Pengenalan Komputer. 1976. moderasi dan termalisasi neutron. 5. R. Penerbit Erlangga. McGraw-Hill. 4. Prayoto. Numerical methods For Engineers.C.. D. Prentice-Hall. 4. RAM K. dkk. Marsongko Hadi. konduksi dan radiasi. tampang lintang dan laju reaksi neutron.J. L.S. D.J. Software and Analysis. Yogyakarta. konsep fluks dan arus neutron. Perhitungan koefisien perpindahan panas local dan global. 3. modul perhitungan difusi multi kelompok. H.Rice. . Hamilton. perhitungan massa dan ukuran kritis reaktor homogen dengan dan tanpa reflektor. Kesetimbangan panas counter flow dan current flow. 1977. 1955. Jogiyanto. Pustaka: 1. Basic Nuclear Engineering. Nuclear Reactor Analysis. Engineering Problem Solving With MATLAB. Ridwan M. Fisika Reaktor Prasyarat: Materi: Pengenalan prinsip dasar teori reaktor.Etter. 2. Chapra S.86 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Glasstone S. 1985. 2. Numerical Method. John R. 2. The Houw Liong. 1989. 3.M. John Wiley & Sons. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. 1989. geometri. Konsep Fisika Modern. Principles of Nuclear reactor Engineering. McGrawhill. BATAN. 1986.P.Nostrand Compny. Perpindahan Panas Prasyarat: Materi: Prinsip dasar dan aplikasi perpindahan panas konveksi. Andi Offset. Duderstadt J. difusi. 3.M. John Wiley & Sons. Contoh-contoh penukar kalor. Canale.V. 1993.

β.. 2. γ dan neutron. 4. Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Pengenalan dan prinsip dasar instrumentasi nuklir.. Pustaka: 1.Holman. aliran melalui obyek. Harrer. analisa dimensi. Pustaka: 1. Herman Widodo Soemitro. 1981. Nuclear Power Instrumentation System. 1950. Giles. aliran dalam saluran terbuka dan pipa. 1986. pengaruh noise pada pengukuran tenaga dalam spektroskopi nuklir. Kern D. Mekanika Zalir. Scaum Series.M. pengaruh pile up dan decay time pada pengukuran tenaga dan resolusi. 1979. IR. aliran kepekatan dan kompresibilitas. 6. sistem spektroskopi α. Mikroprosesor . sifat zat alir.P. Mekanika Fluida. R. White F. Wilardjo Liek.M. 2. J. Pustaka: 1. peristiwa pulse shaping pada amplifier. 1979. Perhitungan penurunan tekanan (pressure drop) pada berbagai jenis aliran pipa dan equipment.V. Terjemahan P. John Wiley & Sons. noise dan resolusi. MTIS. 1977. Koll. pengukuran. 5. J. McGraw-Hill International Edition. rangkaian pembalik pulsa. 2. Radiation Detection and Measurement. Penerbit Erlangga. perangkaian sistem instrumentasi. ralat-ralat sistem pengukuran (cara optimasi pengukuran). Penerbit Erlangga. Virginia. Mekanika Fluida Prasyarat: Materi: Hukum dasar. Process Heat Transfer. Glenn F. prinsip impuls dan momentum.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 87 spesifikasi dan efektivitasnya. MGraw-Hill. Heat Transfer.Q.

Mississipi State University. 4. 8008. 8080. 5. Penggunaan Mikropofessor MPF-1. bagian penting mikroposesor : Data Bus. Aplikasi Mikroposesor MPF-1 untuk : system otomatis penampung fraksi pemisahan LJTJ. Mikroprofessor MPF-1 “Experiment Manual “ Multitech Industrial Corp. 1989. Komputer & K Numerik Prasyarat: Materi: . Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikaksi. Pentium 1. Teknologi Mikroprosesor. Eko Putra.2. 2. mikroposesor ideal. Chip Magazine Mei 2002. Address Bus.P. Yogykarta. teori rangkaian perangkat keras. 3. 1992. CTC untuk rate meter. prinsip dasar dan data eksitasi motor steper. software dan program monitor. 80486. 8086. Prakt. alamat masukan dan keluaran. 6. Pencacah dan pewaktu CTC. spesifikasi hardware. Agfianto. Pustaka: 1. Harry Garland. Teknik Pemrograman. kegunaan. 8028n. Metal Oxide Silicon (MOS) saluran N. Penerbit Gav Media. “Introduction to Microposesor System Design”. 2002. otomasi pengatur pH limbah industri. Kent. Control Bus. 80386. saluran P dan teknologi Bipolar. Stifler. President of CromemcoIncorporated lecturer in electrical Engineering Stanford University. “Mikroprosesor and Digital Systems Second Edition International Student”.88 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Prasyarat: Elektronika Digital Materi: Pengertian Mikroposesor. cara kerja dan pemrograman CTC. parallel input-output. mikrokontroller 8049 dan 8747. Z8000.3 dan Pentium 4. Z-80. Douglas V Hall. Evolusi Mikroposesor : 4004. Design with Mikroprocessor for Mechanical Engineers. memori alamat. motor steper. 7.

Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi Nuklir . Roger. 3. BATAN. perkalian dan pembagian. Software Engineering. pengkuran aktivitas absolut dengan cara koinsiden.Elektronika Nuklir Prasyarat: Materi: . spektroskopi dengan sistem accuspec. sistem pencacah gamma latar rendah. H. 4. Flowchart. Teknik Pemrograman. Prakt. STTN. penyimpanan data pada pita. counter. Student Edition of Matlab. looping. PIO. ADC/DAC. 9. Buku Petunjuk Praktikum P. 10. A Practitioner Approach. Yogyakarta.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 89 Algoritma. Pustaka: 1. SIO. Fortran) dan aplikasinya. Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Spektroskopi gamma dengan detektor NaI(Tl). Pustaka: 1. 1992. Pustaka: 1. penjumlahan dan pengurangan. STTN. Ge(Li). percobaan koinsiden gamma-gamma. 1992. Pengenalan Komputer. BATAN. Prentice-hall. STTN. spektroskopi metode koinsiden dan anti koinsiden. Presman. pemindahan data. The Mathwors Inc. BATAN. Mikroprocessor Prasyarat: Materi: Pengenalan Tombol. Prakt. timer. Jogiyanto. Andi Offset. 2.M. 1989. McGraw-Hill. Spektroskopi gamma dengan detektor ZnS(Ag). 8. Spektroskopi x-ray dengan detektor Si(Li). Komputer & K Numerik. Pemrograman dengan bahasa program (C++. Prakt. Buku Petunjuk Praktikum Mikroprocessor dan Mikrokontroler. Pascal.

4. R. Penerbit Erlangga. Pulse Shaping. Pewaktu dan pencacah. sekunder dan tersier. penetuan daerah. pengukuran tingkat kontaminasi dan dekontaminasi. dkk. PPEN. Instalasi Pembangkit Daya. BATAN. M. 1992. BATAN. penanggulangan kecelakaan radiasi (sumber hilang). Pembangkit dan transmisi pulsa.Wakil. 2. sistem pendingin utama.M.H. pembangkitan listrik. Pustaka: . Buku Petunjuk Praktikum Elektronika Nuklir. Marsongko Hadi. sistem PLTN.karakteristik: pembangkitan panas . Penganalisa tinggi pulsa. perhitungan dan evaluasi dinding ruang sinar X. macam-macam sistem pembangkit daya reaktor nuklir. Pustaka: 1. SEMESTER V 1. Pustaka: 1. BATAN. penggantian sumber.El.. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. ADC dan DAC. sistem keselamatan pada rektor nuklir. 1977. Henry C Swenk. Rangkaian pembalik pulsa (GM Inverter). Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Perisai radiasi.. 1993. Newjec Inc. 2.90 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Sumber Tegangan Tinggi DC. 3. Ridwan M. STTN. teknik pencacahan dan aplikasinya. Prayoto. Pre Amp charge sensitive. Nuclear Power Engineering. Main Characteristics and Plant Highlight. John Wiley & Sons. Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Prasyarat: Fisika Reaktor Materi: Sistem pembangkit listrik konvensional. Shannon. 1986.

Analisis kestabilan. Standard radiografi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 91 1. Cacat film radiografi. Bandung. Wiryosimin. 1995. 1993. 3. Teknik Instrumentasi dan Kendali Materi: Konsep dasar sistem kendali. 1988. 2. UTR/Radiografi Prasyarat: Materi: Konsep dan definisi. Radiation and Security : Comprehending Radition Risk. 1994. Pusdiklat. 2002. 2. Prinsip kerja uji tak merusak. Rekaman fotografi dan non-fotogarfi. IEAE. dan reaktor. Sydney. Kualitas film. Pustaka: .. Radiologic Science for Technologist. Mosby Year Book. BATAN. dan berbagai jenis cacat.C. IAEA. 5th edition. Pemodelan sistem. Radiation Protection in Nuclear Energy. perhitungan dan penilaian sensitivitas radiografi. Teknik radiografi. Paris. Buku Pelatihan Radiografi Level-1. optimal dan intelligen. motor. diagram proses. alasan dan aplikasi UTR. Pustaka: 1. hubungan antara bayangan dan obyek. Manfaat. Tindakan preventif dan penanggulangan kecelakaan radiografi. diagram blok dan fungsi transfer sistem. Sistem lup terbuka dan lup tertup. Strategi pengendalian. Kendali adaptif. Bushong S. Deskripsi proses. kurva karakteristik dan pemrosesan film. Suwarno. Proceeding. tanggapan waktu dan frekuensi. Penerbit ITB. 3. Mengenal Asas proteksi Radisi. Interpretasi film radiografi. Sumber radiasi dan peralatan radiografi. Dasar fisika radiografi. Macam-macam sistem kendali otomatis berbasis komputer dan PLC. kualitas gambar. fungsi transfer dan solusi. interpretasi gambar radiografi. 4. Contoh aplikasi : sistem kendali level.

dan tak hingga. sinyal periodic dan harmonic.92 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Prentice-Hall. 7. kurva karakteristik dan pemrosesan film. Pengenalan signal : signal sekuensial dan sampling. Jack Golten and Andy verver. Prasyarat: Materi: Prinsip dasar dan metode dasar uji tak merusak. non-anticipating dan time invariance. Teknik Isyarat Materi: Dasar-dasar signal dan sistem: input-output sistem. kuantifikasi. hubungan antara bayangan dan obyek. Signal & System : Continuous and Discrete. semi takhingga. R. kualitas gambar. H Kwakernak. samling dan interpolasi signal.. beberapa bentuk signal terkenal. interpretasi gambar radiografi. R Siphan.R. 2002. pengaruh sifat bahan dan berbagai teknik radiografi. 1993. W. Interpretasi film radiografi. Pusdiklat BATAN. Fannin.H. Cacat film radiografi. Pengenalan sistem: sistem input-output. Pustaka: 1. McGraw-Hill. Pustaka: 1. signal waktu diskrit dan kontinyu. Prakt. perhitungan dan penilaian sensitivitas radiografi. Stabilitas sistem terhadap input harmonic dan periodic. 6. Ruang dan pembangkitan signal. sistem kontinyu dan diskrit. Teknik Kontrol Automatik. D. Buku Pelatihan Radiografi Level-1. Transofrmasi.E. Modern Signal & System. Penerbit Erlangga.Tranter. 1992. McMillan Publishing Company. 1997. Katshuhito Ogata. Instrumentasi dan Kendali . Sistem linear dan sistem konvolusi. Control System Design and Simulation. signal waktu hingga. 5. Praktikum UTR/Radiografi. Kualitas film. 2.Ziemer. 1991. dan berbagai jenis cacat. sistem memoryless. sistem input-output mapping. 2.

3. Eko Putra. . penanggulangan kecelakaan radiasi (sumber hilang). memori. Eko Putra. studi kasus untuk rangkaian RC dan RLC. dekoder alamat. data register. STTN. Yogykarta. pengukuran tingkat kontaminasi dan dekontaminasi. Teknik Antarmuka Komputer Prasyarat: Materi: Konsep antarmuka serial dan paralel. 9. Yogykarta. 2002. perhitungan dan evaluasi dinding ruang sinar X. pemrograman. Kent. BATAN. penetuan daerah. digital I/O. Penerbit Gav Media. 2002. Prakt. analisis sistem kendali PID untuk orde1 dan 0rde-2 serta sitem kendali motor dc. teknik pencacahan dan aplikasinya. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikasi. Pustaka: 1. Design with Mikroprocessor for Mechanical Engineers. Pustaka: 1. Stifler. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Perisai radiasi. 2. Mississipi State University. Pustaka: 1. Agvinto. STTN. Buku Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi II.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 93 Prasyarat: Materi: Pengenalan matlab dan aplikasinya untuk pemodelan orde-1 dan orde-2. penggantian sumber. Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi dan Kendali. 8. 1992. prinsip pembacaan data digital oleh komputer. Antar Muka Komputer : Teori dan Aplikaksi. Penerbit Gav Media. struktur papan antarmuka. pengiriman data biner ke peralatan. Agvinto. Pemrograman dan pengendalian proses dengan PLC.

3. dinamika reaktor. politik dan strategi nasional. McGraw-Hill. sistem hankamnas. 2. Endang Zailani Sukaya dkk. STTN. pengendalian dan operasi reaktor. Pustaka: 1. 2001. persamaan dasar dan parameter kinetika reaktor. Penerbit Paradigma. Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 SEMESTER VI 1. 2. Robert. McGraw-Hill. wawasan nusantara. 1975. Pendigitalan isyarat. 1969. Syarip. yogyakarta. Teknik pengolahan sinyal digital serta aplikasinya. Pengolahan Isyarat Materi: Isyarat dan informasi. Keepin. Ir. Pustaka: . Robert. BATAN. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. Schultz. berbagai aspek fisis. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Edisi Reformasi. komunikasi data. 3. Kewarganegaraan Materi: Pengantar pendidikan kewarganegaraan.94 BATAN. 2002. Nuclear Reactor Kinetics. Nuclear Reactor Kinetics and Control. Pustaka: 1. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Azas kerja rekator nuklir. sistem kendali. perubahan waktu diskrit dan sinyal digital. ketahanan nasional.

McGraw-Hill Book Company. 4. Contoh perancangan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 95 1. Pemodelan kontinyu dan diskrit. Yogykarta.H. 2. Port Serial. Kris Pusporini. 1993. Signal & System : Continuous and Discrete. James W Candy. 1988. Fungsi transfer dan Transformasi Z. Prentice-Hall. . Signal Processing : Modern Approach. 2. Signal Processing : Modern Approach. “Panduan Dasar Mikrokontroler Keluarga MCS-51.R. James W Candy. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikasi. Joseph S Rosko. Timer / Counter.E. frekuensi dan stabilitas. Transformasi Fourier. R Siphan. H Kwakernak. Contoh penerapan program aplikasi. Teknik Kendali Digital Prasyarat: Materi: Sampling dan kuantifikasi. McMillan Publishing Company. Penerbit Gav Media. Fannin. Piranti dan Teknik pengembangan program. Sistem Mikrokontroller Materi : Pengenalan Keluarga MCS-51. Agfianto. McGraw-Hill Book Company. 3. Manipulasi sinyal diskrit. 5.Tranter. Pustaka: 1. FFT dan DFT. Kumpulan instruksi dan pemrograman mikrokontroler. Sinyal dan sistem diskrit. D. AddisonWesley. Port I/O Mikrokontroler. 2002. Bahasa Pemrograman.Ziemer. R. 1988. Modern Signal & System. 1972. 1991. Eko Putra. 2. Tanggapan waktu. Arsitektur Mikrokontroler. Danny Christianto. Pustaka: 1. Digital Simulation of Physical Systems. W. Sistem Interupsi. Apalikasi untuk sistem kendali. Perancangan dan Struktur program.

1989. IAEA-TECDOC-426. 1994. 1986. Johnson. Perry L.E. G. Management of Industrial Maintenance. Prentice-Hall. Pemeliharaan Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Teknik pemeliharaan dan perawatan alat. Perancangan pengkondisi sinyal. Pengujian kinerja. 1999. Pustaka: 1. Vuister. Butterworth & Co Ltd. Garland and F. Fannin. Electronic Testing and Fault Diagnostic. Organisasi pemeliharaan. Stainer. London. Aspek biaya. Penentuan spesifikasi sensor. P. Harris. 3. 7. Pemeliharaan terencana. Martin. Signal & System : Continuous and Discrete. CMM. Modern Electronic Maintenance Principle. A. Disain casing. 6. Teknik dan prosedur pemeliharaan alat. McMillan Publishing Company. MTBF. D. 5.. Pustaka: 1. IAEA. lost value. Trouble Shooting in Nuclear Instrument. 1976. Perancangan Instrumentasi Materi: Rangkaian dasar sistem instrumentasi.H. Komisioning alat.W. 1997. R. Pergamon Press Ltd.96 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. 7.J. Flowchart reparasi. ”Laboratory Power Conditioning”. Process Control Instrumentation Control Technology.Ziemer. 1993. Manajemen pemeliharaan. 4. Harris Semiconductor.Tranter. 2. ”Electronic Failure Analysis Handbook”. . Kelly and M.H. Rill Isaris. Vienna. 1979. pengkondisi sinyal dan pemroses data. 1987. W. Log book. ”Transient Voltage Suppression Devices”. 6.J. Curtis D. machine. Fifth Edition. Trouble shooting dan test rutin. D. Longman Scientific & Technical. Pemeliharaan preventif: MTTR. Loveday.R.. Great Britain.

BATAN. 10. Pengamatan gejala transien. 1969. Danny Christianto. Chilton Book Company. Port I/O Mikrokontroler. Kris Pusporini. Timer / Counter. Liptak. 9. Karakterisasi powerconditioning untuk laboratorium. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Praktikum pencacahan neutron dengan BF3. SCA. STTN. Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi dan Kendali. Praktikum Mikrokontroler Materi: Kumpulan instruksi dan pemrograman mikrokontroler. Port Serial. Sistem Interupsi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 97 2. 2002. Counting System. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikaksi. Agfianto. 2. Pengamatan unjuk kerja alat terhadap perubahan suhu. Ratemeter. Bin power module. Bahasa Pemrograman. Bella G. Kritas Venzel. Yogykarta. praktikum cara pengoperasian . Prakt. 8. Piranti dan Teknik pengembangan program. Perancangan dan Struktur program. Pustaka: 1. Prakt. Demontrasi computerized maintenance planning. Sumber tegangan tinggi DC). Eko Putra. Pemeliharaan Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Reparasi peralatan Instrumentasi Nuklir (survey meter. teknik aktivasi neutron untuk mengukur parameter-parameter reaktor. Penerbit Gav Media. “Panduan Dasar Mikrokontroler Keluarga MCS-51. Contoh perancangan. Sistem redudansi. Pustaka: 1. Contoh penerapan program aplikasi. Instruments Engineer Handbook.

P3TM. para Imam madzhab. Al-Jaziri. Syarip. Perundang-undangan Tenaga Nuklir Prasyarat: Materi: Perundang-undangan tenaga nuklir. 1969. Remaja Rosdakarya. Pola Hidup Muslim. Nuclear Reactor Kinetics. 2. Pustaka: 1. Peraturan Pemerintah dan Surat . menaikkan daya. McGraw-Hill. mudharobah. BATAN. banyak beramal sholeh dan menjadi khsunul khotimah.98 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 sistem kontrol reaktor. 2001. Terjemahan Departemen Agama. 3. 2. Konsep tauhid dan impelmentasinya dalam kemasyarakatan sejak zaman Nabi. 2. bermu’amalah dengan sukses. dan ulama-ulama penerusnya sampai zaman sekarang. riba. Schultz. Robert. Hamidullah. Pernikahan dan keluarga syakinah. Keepin. Abuka Bakar Jabir. Pendidikan Agama II Prasyarat: Materi: Islam ditinjau dari aspek filosofi. Muhammad. Nuclear Reactor Kinetics and Control. Pustaka: 1. 1975. Robert. Ir. STTN. McGraw-Hill. Konsep mua’amalah dalam Islam seperti jual-beli. beribadah dengan tuma’ninah. start up. asuansi (tafakul) . SEMESTER VII 1. 3. Al-Qur’an. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. dll. Kiat-kiat menjadi seorang sarjana sains dan seorang muslim yang baik. para sahabat. syirkah. Bandung. 4. shutdown. Pengantar Studi Islam. BATAN. Buku Petunjuk Praktikum Operasi Kinetika dan Pengendalian Reaktor.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 99 Keputusan Kepala BATAN dan BAPETEN.Gramedia.. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. pengoperasian reaktor. Non Proliferation Treaty (NPT). penelusuran referensi. dan form. Jaminan kualitas untuk penelitian. dkk. pengiriman bahan nuklir. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. Konsep pengendalian. Penerbit PT. 1993. non-conformce. Pengolahan dan Analisa data (Metode pengumpulan data. Jenis penelitian. dan tindakan perbaikan. perumusan persoalan. Wasito. Jakarta. pembuatan kuesioner). Sistem Manajemen Mutu Prasyarat: Materi: Konsep dasar sistem manajemen mutu. Pustaka: 1. Rancangan dan Prosedur penelitian ( Rancangan penelitian. Pustaka: 1. 2. hipotesis. Soenjono Dardjowidjojo. dan pengujian di laboratorium. Asas metodologi penelitian ilmiah. BAPETEN. Penerbit Balai Pustaka. Persyaratan dasar jaminan kualitas. 3. Sistem Manajemen Mutu-Dasar-dasar dan kosakata. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. 2002. prosedur. abstrak. Hermwan. pengolahan limbah nuklir. DepDikNas. Metodologi Penelitian Prasyarat: Materi: Arti dan fungsi penelitian. Sistem penulisan ilmiah. 4. Analisa data). . Pengolahan data. 1993. teknik pengolahan data. audit. Pustaka: 1. Buku Penyuluhan Peraturan Perundangan Keselamatan Nuklir. Pengantar Metodologi Penelitian. Badan Standarisasi Nasional.

Pustaka: 1. kecelakaan kerja. 2. Yogyakarta. Manajemen Proyek Prasyarat: Materi: Konsep dan definisi. 2007. II. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. Zaenal. manufaktur. 3. Bunga Rampai Hiperkes & KK. Evaluasi proyek. STTN BATAN. ergonomi. pusparini. Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. Harold Kezner. Project Management: System Approach To Planning. 6. Sugeng. training K3. tata rumah tangga (housekeeping). Pustaka: 1. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT. Aspek tekno-ekonomi dalam manajemen proyek. identifikasi sumber bahaya (bahaya bahan kimia. pengendalian administratif. staffing. safety toolking. lima level work breakdown structure. John-Wiley & Sons. faktor biologi di tempat kerja. pengendalian teknis. penyakit akibat kerja. Zaenal. . Semarang. Mata Kuliah Pilihan I. controlling. 2001. promosi K3. Jusuf. aspek kebisingan. riset dan pengembangan. sanitasi industri. III. PB UNDIP. 7. Pengantar Ergonomi. Alat-alat manajemen proyek. directing. ventilasi industri. STTN Batan. organizing. 2001. Scheduling and Controling. Keselamatan Kerja dan Ergonomi Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Hiperkes dan Keselamatan Kerja.. Ruang lingkup projek. iklim kerja dan radiasi nonionisasi. Yogyakarta. kedaruratan standar kesehatan dan keselamatan kerja. penerangan dan getaran) di tempat kerja.100 5. IV Lihat daftar mata kuliah pilihan. 2008. Diktat K3.

pemrosesan data dan analisis menggunakan instalasi akselerator. Kerja Praktek Manajemen perusahaan meliputi struktur organisasi. P3TM. mengadakan analisis/ sintesis. Sistem instrumentasi. Akselerator lingkaran. Sistem Akuisisi Data Prasyarat : . Tugas Akhir Tugas akhir bisa berupa penelitian pengembangan analisis dan sintesis. Akselerator linier. menyajikan dan menyimpulkan dalam bentuk skripsi dan mempertahankan dalam seminar dan ujian lisan. BATAN. Instrumentasi Akselerator Materi: Prinsip dasar akselerator. sistem komunikasi dan tugas-tugas yang berkaitan dengan permasalahan industri khususnya berkaitan dengan program studi yang diambil. 2. 2.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 101 SEMESTER VIII 1. MATA KULIAH PILIHAN PILIHAN INSTRUMENTASI NUKLIR 1. Akuisisi data pada akselerator. 2. studi perbandingan. analisis permasalahan. penerapan teknologi atau pengujian di laboratorium. McGraw-Hill. Sistem akselerator partikel. melakukan pembahasan tugas akhir yang meliputi studi kepustakaan. sistem operasi. sistem kontrol dan instrumentasi. sistem energi. macam akselerator dan aplikasinya. sistem monitoring dan kendali pada akselerator. Pustaka: 1. Mahasiswa mengajukan proposal penelitian (usulan tugas akhir). perancangan dan pembuatan sistem. Particle Accelerator. sistem interlock. Livingstone. 1986. Buku Pengoperasian Akselerator.

1994. knowledge engineering.undip. Data Aqcuisition and Process Control. 3. MatgWorks Inc. buffer-amplifier.ac. Roddy. 2. MatgWorks Inc. Pustaka: 1. 1993. frame.id/transmisi/des05/sukiswodes05. PILIHAN KENDALI DAN ROBOTIKA 1. Akusisi dan pemrosesan data dengan komputer. Neural Network Toolbox. programmable pheriferal interface. Penerbit Erlangga. dan production rules. 3.. Mikrokontroler. logika fuzzy dan jaringan syaraf tiruan. Otomasi Industri Materi: . Matlab. Sistem Antar Muka. Jakarta. 3. ADC dan DAC. multiplexer. Matlab. Materi: Komponen-komponen akuisisi data proses : sensor. Contoh aplikasi untuk pengolahan data dan kendali proses. 1994. Komuniksi Elektronika. for use with Matlab. Labtech.dennis dan John Coolen.PDF. 2003.. Persyaratan teknis. list. representasi pengetahuan ke dalam skema. www. Contoh aplikasi akuisisi data menggunakan modul ADAM.elektro. Konsep dan aplikasi sistem pakar. Pustaka: 1.102 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Perancangan Instrumentasi. Graha Ilmu. Kecerdasan Buatan Prasyarat: Materi: Konsep dasar kecerdasan buatan. Akuisisi dan komunikasi data. Konfigurasi dan karakterisitik sistem akuisisi data. 2. Laboratory Technology Corporation. 1994. edited by TPIJFT – 2004. Kusumadewi. Fuzzy Logic Toolbox. for use with Matlab. Windows user guides. Artificial Intelligence.

Pustaka : 1. P. Groover. 1992. 3. Pengantar Robotika. 2. Industrial Robotics. Bahasa pemrograman robot. Ryoji Ohba. 1987. Sensor untuk servomekanik Sistem sensor pada robot intelligent. Prentice-Hall. Pengaturan dan Komputer. Bandung: Laboratorium Sistem. Sistem sensor untuk diagnosis equipment. Kuspriyanto. 2. Robotika Prasyarat : Tujuan : Memberikan pengertian tentang prinsip-prinsip perancangan analisis dan sintensis sistem robot. Konversi sinyal sensor. Dinamika Robot.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 103 Konsep otomasi dalm industri. John-Wiley & Sons. 2. Sensor (pengindraan). Fifth Edition. pengkondisi sinyal dan actuator menjadi sebuah sistem. Curtis D. Persamaan kinematika. Pokok bahasan : Pendahuluan. A. Hubungan-hubungan differensial. 1997. Intelligent Sensor Materi: Sensor-sensor intelligent. Pengaturan gerak robot. Singapore: McGraw Hill Book Company. Mesin intelligent termasuk sensor pada robotik.Johnson. Transformasi homogen. 1985. Warren R Devries. efector sensor untuk material handling. Process Control Instrumentation Control Technology. 1989.M. John Wiley & Sons. . Teknik Elektro ITB. Pustaka: 1. Kendali sekuensial dan kendali berbasis switch/relay. 3. Jenis dan aplikasi sensor.PLC dan diasin sistem otomasi berbasis PLC.Galip Ulsoy. Microcomputer Application in Manufacturing. Pustaka: 1. penggunaan vision sensor. Intelligent Sensor Technology. Penggabungan sensor. Penyelesaian persamaan kinematika.

November. bypass control logic. Intelligent Instrumentation.. A. Penggunaan computer code untuk kajian rancangan sistem reaktor. Sesonke. konsep touch screen operor console. 2. Newjec Inc. George C. power reactor monitoring. Liptak. Wright. selfdiagnosis. 1983. Bella G. 3. PILIHAN TEKNOLOGI REAKTOR 1. man-machine interface. 3. 1988. 1973. Atomic Energy Commission Report TID-26241. spesifikasi teknis dan fungsi komponen dan sistem reaktor. Allyn. U. A. Neutron sources. Prentice-Hall. Sistem Instrumentasi dan Kendali Reaktor Materi: Arsitektur sistem monitoring dan kendali reactor.: Nuclear Power Plant Design Analysis. Kriszta Venczel. Chilton Book Company. Keselamatan Reaktor . Perancangan dasar (basic design). Pustaka : 1. Perancangan Sistem Reaktor Materi: Dasar-dasar perancangan reaktor : tahapan. sistem utama dan sistem penunjang. Disain control room: primary system. Foster.S. 2003. Plant highlight and main features of proposed plants. Karakteristik instrumentasi dan kendali reaktor : 2 out of 4 logic. 2.L. perancangan rinci (detail design). sisem proteksi reactor dan main control board. kriteria. R. auxiliary system. sources netron monitoring. Basic Nuclear Engineering. analisis sistem meliputi teras reaktor. Pustaka: 1.104 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. 1982. micro – processor based. control rod. bahan bakar. Process Measurement : Instrument Engineer Handbook.. 4th edition. reliability. Barney.R. Monitoring fluks netron dan radiasi reaktor.

1980.. efek radiasi pada materi. energi dan unsur. IAEA Safety Series No. Potensi pelepasan zat-zat radioaktif ke lingkungan selama operasi normal maupun dalam keadaan kecelakaan. Radiation Detection and Measurement. Pustaka: 1. efek radiasi pada materi. : Code on Nuclear Power Reactor Design. Glasstone. Koll. Vrginia.. Analisis keselamatan. : Nuclear Power and It’s Environmental Effects.Walter H. Sistem fokus berkas partikel. Teknologi Akselerator & Aplikasi Prasyarat: Materi: Prinsip dasar akselerator.M.Jordan. Sistem tegangan tinggi akselerator. PILIHAN BEBAS 1. macam akselerator dan aplikasinya. produksi neutron dalam analisis aktivasi. gamma dan netron. MTIS. Akselerator lingkaran. 2. 1979. Dampak lingkungan akibat operasi instalasi nuklir sejak dari penambangan bijih uranium sampai penyimpanan terakhir sampah nuklir. Vienna. Akselerator linier. John Wiley & Sons. ANS. Nuclear Power Instrumentation System.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 105 Materi : Prinsip pertahanan berlapis (defence-in-depth). 2. 1977. IAEA. Sumber ion. Pengkajian lokasi instalasi tenaga nuklir. . penggunaan dalam kimia radiasi. J. Pustaka: 1. Kriteria-kriteria evaluasi keselamatan reaktor. penggunaan bidang kedokteran nuklir. 2. Sistem Pencacah Nuklir Materi: Penentuan aktivitas. Sistem akselerator partikel. Glenn F. Harrer. Sektroskopi alfa. Jenis-jenis sistem-sistem keselamatan dan proteksi reaktor.S.

IAEA. IEAE. P3TM. 1986. 2. Particle Accelerator. BATAN. Sistem Telemetry Prasyarat : Perancangan Instrumentasi. 3. Suwarno. verivikasi. Pustaka: 1. 1994. Materi: Komponen-komponen telemetri (Sensor. Transceiver). Sydney. Proteksi Radiasi Lanjut Prasyarat: Materi: Standar dan prosedur proteksi radiasi. McGraw-Hill. Penerapan Telemetri untuk Perancangan telemetri suhu dengan modulasi . Proceeding. Sistem saluran penerima (Komputer sebagai alat control sistem dan pengolah data). Mikrokontroler. Sistem Antar Muka. 4. ADC. Sistem sumber data (Sistem Akuisisi. Modem. 2. Bandung. Pengkondisi sinyal. 1988. Paris. Penerbit ITB. penerapan. Buku Pengoperasian Akselerator. Livingstone. Sistem Kontrol Sekunder).106 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Sistem sumber ion. Mengenal Asas proteksi Radisi. sistem saluran transmisi (Data Circuit Terminating Equipment/DCE. Proteksi radiasi dalam industri nuklir. Radiation and Security: Comprehensing Radition Risk. 3. Pustaka : 1. Sistem pemisah berkas partikel. Pengembangan. Multiplekser. Aplikasi generator neutron untuk analisis bahan. aspek keselamatan dan peraturanperaturan yang berkaitan dengan fasilitas radiasi. Radio pemancar-penerima. Wiryosimin. Transmitter. Aplikasi akselerator implantasi ion dalam pengerasan bahan. 1995. dan perbaikan prosedur kerja dalam instalasi radiasi. Prinsip jaminan mutu. Radiation Protection in Nuclear Energy. Mikrokontroler.

Sifat-sifat (X-rays. Sistem kerja alarm. in-vivo. aspek biologis). tranduser). Komuniksi Elektronika. Penerbit Erlangga.ac. Teknik pencitraan gelombang (US. Perangkat Xrays (tabung X-rays. Integrasi sistem. Fosbinder and Charles A. Essential of Radiology . Pengkabelan. karakteristik. USG. sistem alarm kebakaran. sharpness. MRI dan Nuklir). Skema elektronik. www. Pustaka 1. filtrasi). Defibrilator dan Hemodialisis).elektro. 1993.id/transmisi/des05/sukiswodes05. Product Line McGraw-Hill Professional.undip. Electronic Security Materi: Sistem sekuriti elektronik. Jakarta. Detektor nuklir (system deteksi radiasi. radioisotope tracer). Teknik (in-vitro. Review spec dan unjuk kerja perangkat pencitraan medis (X-rays. Sistem instrumentasi (Cardiac. energi. Dasar fisika resonansi magnet nuklir. Instrumentasi Medik Materi Fungsi. Security lighting.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 107 digital Frequency Shift Keying/FSK Pustaka: 1. tipe interaksi foton. kVp. 6. EMG). 2002.PDF. arus. EEG. radioisotope untuk pencitraan). Roddy. 2. Instalasi dan troubleshooting sistem alarm. sistem interlock dan sistem proteksi elektronik untuk pengamanan proses maupun industri. kontras). Pencitraan Fisiologi/fungsional. 5. Pacemaker. Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. Pustaka: 1. The Complete Book of Elekctronic Security. Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik. cara kerja dan amplikasi (ECG. penetrasi.. medis ultra sound. dulu dan sekarang. Philip Bill. Dennis dan John Coolen. Kesley. Vehicle safety. Robert A.

108

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Sciences, McGraw Hill Medical Publication Division, Copyright 2002, New York. 2. R.S.Khandpur, Handbook of Biomedical Instrumention, Tata McGraw Hill Company Limited, New Delhi, 1977. 3. B.R.Bhairi, Balvinder Singh, N.C. Rathod, P.V.Narurkar, Handbook of Nuclear Medicine Instruments, Tata McGraw Hill Publishing Company Limited, New Dilhi, 1994. 4. Joseph D.Bronzino, Editor in chief, The Biomedical Engineering Handbook, CRC Press, IEEE Press. 5. Steve Webb, The Physics of Medical Imaging, Institute of Physics Publishing, Bristol and Philadelphia, Reprint 1993. 7. Tekno Ekonomi PLTN Materi Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun, mengoperasikan, dan merawat dekomisioning, hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik. Pustaka: 1. Eko Edy Karmanto, Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. 2. Teknoekonomi PLTN. 3. Teknologi dan Perencanaan Energi, Pelatihan BATAN, 1988. 4. Dekomisioning Reaktor Triga, JAERI, 2006. 5. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant, IAEA, Viena, 1978.

D. PROGRAM STUDI ELEKTROMEKANIK 1. Visi & Misi Visi Menjadi penyelenggara pendidikan yang mampu menghasilkan sarjana sains terapan yang siap berkembang dan berkarya secara profesional dalam bidang elektromekanik baik untuk industri nuklir, industri yang berkaitan dengan nuklir

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

109

maupun industri energi pada umumnya. Misi Program Studi Elektromekanik dirancang agar lulusannya: 1. Mampu menunjukkan kemampuannya secara profesional dan mampu mensinergikan keahlian dan daya analisisnya dalam perancangan, pembuatan, pengoperasian, pengujian, perbaikan, dan perawatan alat-alat elektromekanik yang digunakan baik pada industri nuklir, industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya; 2. Mampu mengaplikasikan teknik NDT/Radiografi untuk pengujian dan inspeksi bahan teknik/mekanik untuk industri berkaitan dengan aspek keselamatan untuk pekerja, fasilitas dan lingkungan pada umumnya. 3. Mampu memberikan supervisi bagi industri yang menjual, mendistribusi, dan atau mengoperasikan perangkat radiasi berkaitan dengan aspek legal dan keselamatan penggunaannya. 2. Tujuan Program Studi Di Indonesia, penggunaan, pengoperasian serta pemanfaatan perangkat radiasi atau instalasi nuklir baik untuk keperluan medis, maupun inspeksi dan pengujian peralatan proses industri sangat luas. Pengoperasian dan pemanfaatan peralatan ini membutuhkan tenaga-supervisor yang handal yang mempunyai keahlian dan analisis dalam bidang teknologi nuklir yang didukung ilmu-ilmu elektromekanik antara lain teknologi sistem tenaga listrik, sistem proteksi dan keselamatan, penggerak elektromekanik beserta keandalannya, disamping itu diperlukan perlakuan khusus yang berkaitan dengan radiasi. Bidang-bidang pekerjaan tersebut tentu saja memerlukan banyak tenaga kerja yang mampu memenuhi keahlian kombinasi antara sistem tenaga listrik, teknologi bahan, penggerak elektromekanik dan radiasi berkaitan dengan aspek teknis sekaligus keselamatan. Tujuan dari penyelenggaraan program studi ini adalah untuk menghasilkan sarjana sains terapan yang dapat memenuhi tuntutan keahlian multi-disiplin tersebut di atas.

110

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

3. Kurikulum Program Studi Kurikulum program studi elektromekanik (Elemek) dirancang untuk dapat memberikan bekal kompetensi sarjana sains terapan yang cukup yaitu 148 SKS dengan komposisi teori 104 SKS dan praktek 44 SKS. 1 SKS teori 1 jam tatap muka, 1 SKS praktikum 3 jam tatap muka, sehingga beban belajar mahasiswa adalah 104 jam teori (44 %), ditambah 132 jam praktek (56 %) termasuk praktek kerja lapangan. Dengan komposisi tersebut, mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni. Berdasarkan Kurikulum Standard Diknas, kurikulum Prodi Elmek terdiri dari 75 % mata kuliah inti (MKK dan MKB) serta 25 % mata kuliah penunjang (MPK, MPB, MBB). Dengan komposisi tersebut, mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni serta mempunyai bekal tambahan baik perilaku berkehidupan bersama maupun perilaku berkarya sesuai dengan standard yang berlaku secara nasional. Untuk lebih menekuni bidang keahlian tertentu, struktur kurikulum prodi Elmek menawarkan 4 mata kuliah pilihan ( 8 SKS) yang terbagi ke dalam 3 kelompok mata kuliah pilihan wajib yaitu kelompok pilihan teknologi bahan, kendali dan robotika , pilihan teknologi reaktor serta pilihan sistem tenaga. Dengan demikian, kurikulum program studi Elektromekanik dirancang sedemikian sehingga mahasiswa lulusannya mendapatkan kompetensi yang memadai (core competence) dalam bidang elektromekanik, serta memiliki keunggulan komparatif dalam bidang pengujian dan inspeksi menggunakan teknik uji tak rusak/radiografi.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

111

4. Perbandingan SKS dan Beban Kerja (jam) Teori dan Praktek I Tr
16

II Pr
4

Tr
12

Pr
8

III Tr Pr
14 6

IV Tr Pr
12 8

V Tr
14

Pr
6

VI Tr Pr
14 6

VII Tr Pr
20 0

VIII Tr Pr
0 8

20 20 20 SKS Teori = 104
Jam Teori =104 (44%)

20 20 SKS Praktek = 44
Jam Praktek = 132 (56%)

20

20 8 SKS Total = 148
Jam Total = 236x16

5. Distribusi Matakuliah Berdasarkan Standard Diknas
No

Kelompok (elemen kompetensi)
Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB)

Inti (Utama) 10 38 40 4 8

Institusional
Pendukung Lainnya

Jumlah SKS 12 40 76 11 8 147 100 %

1. 2. 3. 4. 5.

2 14 18 2 11 47 32 % SKS T 2 2 2 2 2 10 P

Prosentase

100 68 %

MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) No. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Pendidikan Agama I 2. Bahasa Inggris 3. Pancasila 4. Kewarganegaraan Pend. Agama I 5. Pendidikan Agama II
JUMLAH

Semester I I III V VII

2

2

Pengukuran 11.IV III. Fisika Dasar II Fisika Dasar I 9. Matematika I 2. Fisika Reaktor Fisika Modern 19. 8. Ilmu Bahan 12. Statika Struktur Sistem PLTN dan Pembangkit Fisika Reaktor 5. UTR/Radiografi ADPR 7. Matematika Teknik Matematika II 15. Konvensional 6. Teknik Tenaga Listrik II TTL I 4. Fisika Modern Fisika Dasar II Matematika 17. Teknik Tenaga Listrik I Dasar 3. Komputer & K Numerik Teknik 18. Mekanika Kekuatan Bahan Ilmu Bahan SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 38 4 2 2 2 2 Semester I I I I II I I. Thermodinamika 16. P. Kendali Motor & Alternator 8.II II II II II. Kimia Umum 5. Mekatronika II Mekatronika I 14. Proses Produksi I Teknik Listrik 2. Fisika Dasar I Arsitektur & Jaringan 3. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Mekatronika I Teknik Listrik 13. Komputer 4.IV III III III IV IV IV IV 2 14 Semester I I II II III III III IV IV V SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 . Elemen Mesin I Statika Struktur 10. Alat Ukur & T. Matematika II Matematika I 6. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1.112 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. Perpindahan Panas 20. Perlengkapan Sistem Tenaga TTL II 9. Gambar Teknik I 7. Teknik Listrik Dasar Prakt. Statistik 10. Mekanika Fluida JUMLAH MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No.

Susunan Kurikulum Program Studi Elektromekanik Semester I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 TFN104 TFN105 TFN106 TEM107 TEM108 TFM119* TFN103 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK Pendidikan Agama I MPK Bahasa Inggris MKK Matematika I MKK Fisika Dasar I MKK Kimia Umum MKK Arsitektur Jaringan Komputer MKK Teknik Listrik Dasar MKB Proses Produksi I MKB Prakt. 4. 16. 14. 7. Proses Produksi I MKK Prakt. 13. 6. 15. 5. 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 113 PLTN 2 2 2 Elemen I 2 2 2 32 2 2 V V V V VI VI VI 11. 12. Proteksi & Keselamatan Radiasi Metodologi Penelitian Sistem Manajemen Mutu Manajemen Proyek Seminar Kerja Praktek Tugas Akhir JUMLAH SKS T P 2 2 2 2 1 9 2 V VII VII VII VII VII VIII 3 5 10 6. Gambar Teknik I JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2 4 . 2. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Pemeliharaan & Perbaikan Mesin Listrik Perencanaan Mesin Listrik Industri Elemen Mesin II Hidraulik dan Pneumatik Pembangkit Uap dan Turbin JUMLAH 18 MK WAJIB BERKEHIDUPAN BERKARYA (MBB) NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1.

Teknik Tenaga listrik I MPB Prakt. Alat Ukur & MKK Pengukuran MKK Prak. Bahasa Inggris Matematika Teknik Fisika Modern Termodinamika Alat Deteksi & Pengukuran MPB Radiasi (ADPR) MKB Mekatronika II MKB Teknik Tenaga Listrik I MKB Prakt. Proses Produksi II Prakt. ADPR JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 16 . Gambar Teknik II JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 12 Semester III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN301 STN302 STN303 TFN304 TFN305 TFN306 TEM307 TEM308 TEM309 TFN310 Kelompok MPK MPK MKK MKK MKK Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Pancasila Prakt. Fisika Dasar MKB Prakt.114 Semester II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN201 STN202 TFN203 TFN204 TFN205 TEM206 TEM207 TEM208 TFN209 TEM210 Kelompok MKK MKK MKK Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Matematika II Statistik Fisika Dasar II Alat Ukur & Teknik MKK Pengukuran MKK Ilmu Bahan MKK Mekatronika I MKK Prakt.

Proteksi dan Kes. Kendali Motor & MKB Alternator MKB Prakt. UTR / Radiografi Prakt. Teknik Tenaga Listrik II Prakt. Mekatronika Prakt.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 115 Semester IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode TFN401 TFN402 TFN403 TFN404 TEM405 TEM406 TEM407 TEM408 TEM409 TFN410 Kelompok MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK Mata Kuliah SKS Teori Praktek P Komputer & K Numerik Fisika Reaktor Perpindahan Panas Mekanika Fluida Teknik Tenaga Listrik II Statika Struktur Prakt. Ilmu Bahan Prakt. MBB Radiasi JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 . Program Komputer & K MKK Numerik JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 12 8 Semester V No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN501 STN502 TFN503 TEM504 TEM505 TEM506 TEM507 TEM508 TFN509 STN510 Kelompok MKB Mata Kuliah SKS Teori Praktek Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Proteksi & Keselamatan MBB Radiasi MKB UTR / Radiografi MKB Kendali Motor & Alternator MKB Perlengkapan Sistem Tenaga MKB Elemen Mesin I MKB Mekanika Kekuatan Bahan Prakt.

Pemeliharaan & MKB Perbaikan Mesin Listrik MKB Prakt. Kinetika dan MKB Pengendalian Reaktor JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 Semester VII No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kode KIN701 STN702 STN703 STN704 TFN705 TFN706 TFN707 Kelompok MPK Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Agama II Perundang-undangan Tenaga MPB Nuklir MBB Metodologi Penelitian MBB Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & MPB Ergonomi MBB Manajemen Proyek MBB Seminar MKB Pilihan I MKB Pilihan II MKB Pilihan III MKB Pilihan IV JUMLAH 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 15 .116 Semester VI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN601 TFN602 TEM603 TEM604 TEM605 TEM606 TEM607 TEM608 TEM609 TFN610 Kelompok MPK Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Kewarganegaraan Kinetika dan Pengendalian MKB Reaktor Pemeliharaan & Perbaikan MKB Mesin Listrik Perencanaan Mesin Listrik MKB Industri MKB Elemen Mesin II MKB Hidraulik dan Pneumatik MKB Pembangkit Uap dan Turbin Prakt. Perl. Sistem Tenaga Prakt.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 117 -Kode tergantung mata kuliah yang diambil Semester VIII No 1 2 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 2 3 Kode STN801 STN802 Kode TEM708 TEM709 TFN710 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MBB Kerja Praktek MBB Tugas Akhir JUMLAH Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok Pilihan Teknologi Bahan Teknik Metalurgi Teknik Pengujian dan Inspeksi UTR / Radiografi Lanjut Kelompok Pilihan Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Intelligent Sensor Kelompok Pilihan Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor Kelompok Pilihan Sistem Tenaga Keandalan Distribusi Daya Listrik Sistem Proteksi & Keselamatan Kelistrikan Industri SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 3 5 8 Kode TFN711 TFN712 TFN713 Kode TFN714 TFN715 TFN716 Kode TFN717 TFN718 TFN719 .

Silabus SEMESTER I 1. and Future Tenses. 3. Gerund and Infinitives. Connecting ideas. Academic Reading and Writing. Imam Namawi. noun clauses. Count/ NonCount nouns. Pustaka: 1. Aqidah. Past.118 No 1 2 3 4 5 6 7 Kode STN720 TFN721 TFN722 TEI723 TEI724 TEI725 TEI726 Kelompok MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah Proteksi Radiasi Lanjut Kecerdasan Buatan Teknologi Akselerator & Aplikasi Sistem Manufaktur Fleksibel Sistem Akuisisi Data Instrumentasi Medik Tekno Ekonomi PLTN SKS 2 2 2 2 2 2 2 7. dan perkembangan teknologi. Islam. Muhammad Al Ghozali. Riyadhus Sholihin. Hikmah ibadah. 4. pembangunan. Keimanan. 2. Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). Akhlak Islam. Perfect Tenses and articles. Passive Sentences. Comparisons. Pendidikan Agama I Prasyarat :Materi : Pokok-pokok agama. Question words. Muhammad Syaltut. dan Syari’ah. Bahasa Inggris I Prasyarat :Materi : Structure: Present. 2. Nouns and Pronoun. Pustaka: . Peran agama dalam keluarga. Modal Auxiliaries.

dan Lewis. Konsep thermodinamika dan hantaran panas... Wardiman. Reading. Hukum kekekalan energi dan momentum. Guild Publ. daya. Dictionary of Science for everyone. New York. New York. Theory and Problem of Calculus. Teknik integrasi. Matematika I Prasyarat :Materi : Teori himpunan. Pustaka: 1. dan gelombang. dan dinamika. Statika. 1985. Cambridge Univ. usaha. dan momentum. Jr . John Wiley and Sons. Pustaka: 1. Fisika Dasar I Prasyarat :Materi : Pendahuluan : pengertian besaran dan satuan. Raymond Murphy. Panas dan Bunyi. FMIPA-UGM. teori bilangan. 3. Addison-Wesley Publishing Company. English Grammar in Use. aljabar linear. Bunyi. Calculus and Analytic Geometry. Press. 4.J. kinematika. skalar dan vektor. Bandung. Inc. Matriks dan determinan. . Gaya. 4. M.F. D. and Sutton C. Thomas. Kaplan. England. limit dan derivative. Sears. R. Encyclopedia of Science in Everyday Life”. G. F. 3. Relasi dan fungsi matematik. Mekanika. Cox & Wyman Ltd.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 119 1. 3. Hidrostatika dan dan hidrodinamika.. solusi persamaan simultan. W. Binatjipta. and Finney. Hukum-hukum Newton dan grafitasi. getaran.. Calculus and Linear Algebra.L. Persamaan Differensial.. Edisi 3. 2.W. 2.. Terjemahan P Soedarjono. Ayres. Sherwood.B. London 1988. 1964..

Resnick R and David Halliday. Paralel processing. proses spontan dan kesetimbangan: termodinamik. kimia. Hardisk. 5. Struktur fisik atom. peluruhan. Coprocesor aritmatika. Padatan. RAM).J. 2001. reaksi kimia dan hasil reaksi. ed. asam-basa dan heterogen (padat-cair. N. campuran dan distilasi. dan Nachtrieb. tekanan. konsep energi. stoikhiometri.W. cair-gas). proses reversible dalam gas ideal. Erlangga. 6. Kimia Umum Prasyarat:Materi: Sifat dan Dasar Kimia Modern: metoda & pendekatan makroskopik. Kesetimbangan fasa. Kimia nuklir: hubungan massa-energi dalam inti. 3. Kinetika kimia: laju reaksi kimia. 1984. Wujud gas: kimia gas. Jilid 1. suspensi koloid. TCP/IP. Termokimia. . kaidah fasa Gibbs. Sifat spesies zat terlarut. Interupsi. hukum dan mekanisme reaksi. padat. CD-ROM).P.. Arsitektur dan Jaringan Komputer Materi: Pengenalan perangkat keras komputer : CPU. California. O’Dwyer J. dan fusi. cair dan gas.. sifat koligatif larutan. H. campuran gas. Memori internal (Cache. fisi. Tabel berkala.. Hukum penggabungan Kimia. Direct Memory Access. Unix dan Linux. jilid I. Pipeline. Gillis. Collegge Physics. Gaya antar molekul. sel elektrokimia.D.H. Windows. pengaruh suhu. teori kinetik gas. Cairan dan Transisi Fasa: Sifat. Fisika. Konsep jaringan komunikasi data. 1983. bentuk pengukuran dan kekekalan. elektrokimia: neraca persamaan reaksi oksidasi-reduksi. Erlangga. 4. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. radiasi. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto. Jakarta. Larutan : Komposisi larutan. Dasar-dasar sistem operasi: DOS. Memori Eksternal (BIOS. Oxtoby. Wadsworth. suhu dan hukum gas ideal. Microprocessor 8088 sampai Pentium IV. Pustaka: 1. Transisi fasa dan diagram fasa. pengantar titrasi.120 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. Penimbangan dan perhitungan molekul.

Tim Asisten. B.L. Heuberger J. The Mathwors Inc. loop. 3 fase. Begeman. daya. Mesin frais. mesin las serta pengecoran. Hignbotham.F. Schaum Series. 2. Erlangga. Gerakangerakan dasar mesin perkakas. Fitzgerald. sumber tegangan dan arus. lagging. Software Engineering. Neidle M. dan noode). 1992. Schonmetz A. Mesin bubut. McGraw-Hill. 8. Jogiyanto. Terjemahan P Bambang Priambodo. Mekanisme mesin perkakas. 7. tegangan. diagram polar. 1992. Erlangga. super posisi. Pengenalan Komputer. kirchoff. Teknologi Mekanik. Prentice-hall. 3. Ostwald. norton. 2. fasor. Proses Produksi I Materi: Berbagai macam proses dan alat/mesin dalam sistem produksi. Rangkaian RLC. teori dasar rangkaian (thevenin. 1990. Amstead. Pustaka: 1. A Practitioner Approach. Yogyakarta. Mesin bor. Andi Offset. Bahan-bahan alat iris.M. 1981. sistem 1 fase. Student Edition of Matlab. Mesin sekrap. M. 1982. STTN-BATAN. leading. Pustaka: 1. Petunjuk Praktikum Dasar Komputer. arus.H. Basic Electrical Engineering. 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 121 Topologi jaringan. resonansi. Pengerjaan Logam Dengan Mesin. McGraw-Hill. David E. Teknik Listrik Dasar Prasyarat: Materi : Konsep dasar besaran listrik. rangkaian arus bolak balik. Pustaka: 1. Sinnl P. 2. 1989. Bilangan kompleks. . rangkaian ekuivalen. faktor daya. Roger. Jilid 1 dan 2. Edisi 7. H. 4. P. Listrik dan Magnet. Presman. Teknologi Instalasi Listrik.

Proses Produksi I Materi: Kerja Bangku. Takeshi Sato. pencabangan. Prakt. Sugiarto N. PT. symbol. La Heij. macam-macam ulir.H. 1985. Bandung. 2. Penerbit Erlangga. 3.. Jakarta. PT. 1986. Analisis Sistem Tenaga Listrik. Staf Proyek Pengadaan Buku. Teknik Pengecoran Logam. pengenalan AutoCAD. peralatan gambar. gambar bentuk geometri. penghitungan jaringan instalasi listrik. Petunjuk Praktikum Gambar Teknik. Panduan Praktis Pemakaian AutoCAD 2000 for Windows.. G.A. Jakarta. 4. 6.J. macam-macam proyeksi. Pustaka: 1. menggambar bagian mesin. Pengembangan Produk dan Kontrol Numerik. pengertian proyeksi. 7. J. Asisten. menggambar benda tunggal.. 9. De Bruijn. standarisasi. 1979.122 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Penerbit Angkasa. huruf dan angka. kotak sekering dan papan hubung bagi. 1995. roda gigi. Stevenson. Jakarta. pegas. 1986. L. Tata Surdia. 1996. Menggambar Teknik Untuk Disain. Wahana Komputer.. Ilmu Mengambar Bangunan Mesin. macam-macam garis. toleransi.. Jakarta. William D. cara menuliskan ukuran. STTN-BATAN. Luzadder. contoh disain. Jr. Pradnya Paramita.. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO. gambar penampang/ arsiran. Jakarta. Penerbit Erlanga.. Penerbit Andi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Teknik Pemrosesan bahan dengan berbagai mesin perkakas . W. Pradnya Paramita. gambar listrik : symbol gambar. Instalasi Cahaya dan Tenaga. Praktikum Gambar Teknik I Materi: Fungsi dan tujuan gambar. Kenji Chijiiwa. 1986. normalisasi. 3. ukuran kertas gambar. 5. cara menggambar ulir. Pradnya Paramita. suaian. 2001. 10. Yogyakarta.

persamaan diferensial untuk fenomena transport. R. Penerbit Angkasa. Pendugaan statistik. Teori kemungkinan (probabilitas). FMIPA-UGM. Calculus and Analytic Geometry. histogram data dan distribusi frekuensi. Bandung. Penyelesaian persamaan diferensial dengan metode analitik dan numeric. Tata Surdia.F. Uji hipotesa dan taraf nyata . 4. 1990. Dasardasar Teori Sampling. G. Sinnl P. 3. Schonmetz A. 3. Pradnya Paramita. Terjemahan P Bambang Priambodo. Persamaan Differensial.L. B. M. STTN. Kenji Chijiiwa. Buku Panduan Praktikum Proses Produksi I. Pustaka: 1.L. Sifat-sifat statistik : mean. Ostwald. 1983. Pengelompokan data. 2.. Teknologi Mekanik. and Finney.B. 2. Jr . Amstead. Wardiman. Begeman. dan kemiringan (skewness). 1985. BATAN. median. simpangan baku.H. Thomas. Erlangga. Distribusi Binomial. Normal dan Poisson. Edisi 7. gelombang. Matematika II Prasyarat: Matematika I Materi : Pemodelan fenomena fisis dalam bidang teknik. Addison-Wesley Publishing Company. Pengerjaan Logam Dengan Mesin. probability density function dan cumulative distribution function.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 123 (bubut. Statistik Materi: Pengertian data. Teknik Pengecoran Logam. 1986. SEMESTER II 1. frais dan las). New York. Heuberger J. sampel dan populasi. Advanced Engineering Mathemathics. Wiley International. Pustaka: 1. Kreyzig. P. sekrap. 2. modus dan variansi. Jilid 1 dan 2. kurtosis.

1964. Terjemahan P Soedarjono. Fisika Dasar II (Listrik.124 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 untuk sampel besar dan kecil. elektromagnetik. Probability and Statistics for Scientist and Engineer. Donald. kalibrasi dan teknik pengukuran. optic) Prasyarat: Fisika Dasar I Materi: Listrik : Gaya. Erlangga. karakteristik instrumen ukur: sensitivitas. ITB. jangkauan alat ukur. Pustaka: 1. Bandung. medan magnetik. arus searah dan bolak-balik. 1983. muatan dan arus listrik.Doebelin. Ganeca. Penampilan hasil pengukuran dalam angka grafik/gambar (sta program-> EXEL) . Pustaka: 1. . Jakarta. 2. magnet.F. McGraw-Hill. Walpole. Erlangga. Edisi 3. Fisika. gaya gerak listrik induksi. Magnet: gaya magnetik. 4. akurasi dan kesalahan. presisi. Sears. 1988. Resnick R. Sutrisno. Optik geometri. Teori pengukuran: standard dan kalibrasi. Binatjipta. Bandung. linearitas. optik fisik. 2. Edisi 3 Terjemahan P. resolusi. Sucipto. dan peralatan optik. Measurement System : Application dan Design. 2. Cooper W.O. medan dan potensial listrik. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran. Analisis Deret Berkala. Jilid 2. Ralat. Silaban dan E. Regresi dan Korelasi. 1990. McGrawHill.. Listrik dan Magnet. 3.D. Pustaka: 1. Pengantar Statistik dan Teori Kemungkinan. getaran. E. and David Halliday.W. Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Materi: Macam alat ukur (mekanik dan elektrik).

Buffer. Tiristor. struktur mikro logam. Ilmu Bahan Prasyarat: Materi: Pengenalan Bahan: Struktur atom dalam bahan padat. D.. logam Paduan. Transistor : rangkaian CE. 2nd ed. Prinsip eleklektronika analog : Diode : umum. Cambridge Univ. oktal). Samsul. 1988. 2. Engineering Materials 2. diagram fasa logam.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 125 5. “Principles of Materials Science and Engineering”.F. karakteristik. Smith. 5. Van Vlack. 4. 1989. Pradnya Paramita. isolator. Op-amp : dasar. Pustaka: . Erlangga. 5. semikonduktor. Sito Shinkoru. W.. Proses pembuatan logam. integrator dan deferensiator. Segal. “Ilmu dan Teknologi Bahan”. Diac. Jakarta. bahan dielektrik. Ashby. korosi. sifat mekanis. Ilmu Logam. 1992. Mekatronika I Materi: Prinsip dan aplikasi elektronika analog dan diital dalam pengoperasian peralatan elektromekanik. ed. 1991. Arifin. Comp. Pustaka: 1. “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”. bahan magnetik . Subtractor. Adder. superkonduktor. DRH. Elektronika digital.. sistem bilangan (biner. Press.F. Tata Surdia. 3. FET. Ghalia Indonesia. cahaya.. L. Pergamon Press. 1976. 6. inverting.. and Jones. Triac. non inverting . hexa. 1990. bahan konduktor. zener. 6. Mc Graw Hill Publ. perlakuan panas. CB. Pengetahuan Bahan Teknik. sistem aljabar boole. M. CC.H. komparator..

tegangan permukaan. Prakt. Proses Produksi II. STTN. Zaenal. Tegangan dan daya. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. lensa dan cermin. Prakt. Omura George. panas jenis zat padat. 2. 9. . energi. Pustaka: 1. M dan Djodikusumo I. Arus. Informasi Mesin. Yogyakarta. rangkaian AC/DC. 2. 1994. jembatan wheatstone. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. 8. Interfacing to the IBM PC. 2006.126 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. McGraw-Hill. HEDS. Lewish C. indeks bias. STTN. Mesin CNC TU-3A. BATAN. Pustaka: 1. pemuaian logam. 7. 1990. modulus elastisitas. Mekatronika. daya hantar listrik. Milne J.. Elex Media Computindo. 3. Proses produksi II Prsyarat: Materi: Membuat berbagai komponen mekanik dengan Mesin CNC TU-2A. garpu tala. Tim Asisten. Emco Maier Ges mbh. 2. (+ fenomena sensor). medan listrik. termokopel. 1996. Praktikum Fisika Dasar Prasyarat: Materi: Neraca analisis. faktor daya. 3. Menguasai AUTOCAD Release 12. Instruksi Pengoperasian. ayunan matematis. STTN-BATAN. Electromechanical Engineering:An Integrated Approach. frekuensi. Austria. Eggebrecht. Fraser C. fluks. Kartidjo. Buku Petunjuk Prakt. Alat Ukur & Teknik Pengukuran Materi: Penggunaan dan karakteristik berbagai alat ukur : Listrik dan magnet (Tahanan. Instruksi Pemrograman. medan magnet. EmcoTurn242 : Mesin Bubut CNC-Ukuran Menegah. ITB.

P. perintah-perintah gambar 2D. Chistiawan. 7. PT. Mencetak gambar. J. 6. 1979. Ilmu Mengambar Bangunan Mesin.. Asisten. Pustaka: 1. Jakarta.. L. Penerbit Erlanga. Yogyakarta. gambar susunan.A. gambar instalasi penerangan dan tenaga dengan AUTOCAD. Konsep dan Latihan Menambar 3D dengan AutoCAD 2000 for Windows.. Viewports. perintahperintah gambar 3D. Jakarta. 2001. 1986. La Heij. Penerbit Andi. WCS dan UCS. De Bruijn. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Panduan Praktis Pemakaian AutoCAD 2000 for Windows. getaran). Pradnya Paramita. Jakarta. 2003.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 127 rapat fluks dan kuat medan). STTN. Dview. torsi. Luzadder. Petunjuk Praktikum AutoCAD. Handi Chandra. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Penerbit Andi. Viewpoint. Wahana Komputer. TFN. editing gambar 3D. Jakarta. Mekanik (putaran. MSpacePSpace. 2. sistem koordinat. aliran. gambar PID. Gambar Teknik II Materi: Praktek Program AutoCAD : pengetahuan dasar AutoCAD. 5. Buku petunjuk praktikum alat ukur dan teknik pengukuran. 4. Pustaka: 1. W. 2001. editing gambar 2D. 1995. Menggambar Teknik Untuk Disain. 3. Dasar-Dasar AutoCAD 2000. gambar benda tunggal. . Pengembangan Produk dan Kontrol Numerik. Staf Proyek Pengadaan Buku. 10. STTN-BATAN.. Instalasi Cahaya dan Tenaga. Prakt.J. Yogyakarta. Yogyakarta. Command line.

1978.128 SEMESTER III 1. Advanced Engineering Mathemathics. adverbs.S. India.Gramedia. New Delhi. dan fungsi bessel. Transformasi laplace dan fourier.T Kamal. 2.N. 1983.Press. Pendidikan Pancasila Materi: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Istilah Pancasila. adjectives which belong to the phraseology of science. Practical English Usage. semi-technical terms. fungsi beta. Shanti Narayan and J. Oxford Univ. C. Persamaan laplace dua dan tiga dimensi. Pradnya Paramita. dan silinder. Fungsi-fungsi khusus : fungsi gamma. Pancasila : Buku Panduan Mahasiswa. Pustaka: 1. semi-scientific. Purcell. Pustaka: 1. 1982. Matematika Teknik Materi : Sistem koordinat kartesian. Academic Reading and Writing. 1993. Wiley International. Penerbit PT. Deferensiasi vektor. . Michael Swan. Kreyzig. 2. Prentice Hall. S. Listening and Speaking. 3. Sistematika UUD 1945. 1972. Pancasila dan UUD 45. bola.. Pancasila sebagai pandangan hidup dalam bernegara dan bermasyarakat. Mudjianto dkk. Calculus with Analitic Geometry. G. 2. Penjelasan Pasal pada UUD 1945. “Vektor Calculus”. Chand and Company Ltd. Contoh aplikasi : perhitungan distribusi fluks neutron. dan perhitungan medan listrik. perhitungan akselerasi ion. Inc. integrasi vektor. 3. dan teorema divergensi. Kanpur. 1986. Praktikum Bahasa Inggris Prasyarat : Bahasa Inggris Materi: Scientific and technical words.. Pustaka: 1.

massa dan ukuran atom. The Houw Liong. Erlangga. Forth Edition. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi . 1986. pancaran Alpha. Termodinamika Teknik. 2. Prayoto.. Zemansky.. teori atom Bohr.W. Penerbit ITB. Termodinamika Prasyarat: Materi: Pendahuluan : definisi dan konsep dasar. Reaksi Nuklir. 1994. sistem dua fase. K.S. Basic Nuclear Engineering. (fisika neutron). 1977. Penerbit Erlangga. Siklus Gas Ideal : Gas Ideal. Proses reversibel dan ireversibel. fusi dan pemanfaatnya. M. New York (1983). 3. Pustaka: 1. model-model inti. 5. Sinar Gama. Perkins H. dkk. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Pustaka: 1. Kalor dan Thermodinamika.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 129 4. Reynolds W. Fisika Modern Prasyarat: Materi: Bagian-bagian atom.C. Sinar X. Wark.H. Efisiensi thermodinamis. Ridwan M. motor bakar. 1986. hamburan Rutherford. teori atom berdasar mekanika gelombang. Thermodynamics. Bandung. 2. RAM K. Arthur Beiser. fisi. 3. McGraw-Hill Book Company.C. membaca tabel.. Konsep Fisika Modern. struktur multiplek dalam spektrum. 1992. Kesetimbangan dan aplikasi : kompressor. Bagian-bagian inti atom. stabilitas dan radioaktivitas. sistem pembangkit uap nuklir. 6. John Wiley & Sons. Sinar Beta. momen spin dan magnet dari elektron. Marsongko Hadi. Dittman R. spektrum radiasi atom Hidrogen. Hukum Pertama dan Hukum kedua. BATAN.

2. metode dan mekanisme deteksi. detektor proporsional. mux. 1994. Mekatronika II Prasyarat: Materi: Prinsip dan aplikasi elektronika digital dalam pengoperasian peralatan elektromekanik. 1983. Pustaka: 1. 2. Electromechanical Engineering : An Integrated Approach. Besaran dan satuan dosimetri. Interfacing to the IBM PC.. alat deteksi pengukur partikel dan prinsip kerjanya. NOT). starting. John Wiley & Sons. Piranti pencacahan: kamar ionisasi. register dan counter/ timer. generator . pengendalian motor stepper dan On-Off relai. Kartidjo M. ITB. dan Djodikusumo I. minimisasi fungsi boolean dengan map karnough. AND. enkoder. Lewish C. Gerbang (OR. 1979. minimisasi rangkaian/kombinasional.. Teknik Tenaga Listrik I Materi : Mesin-mesin dinamik elementer. demux. mesin-mesin arus searah (motor arus searah. Fraser C. flip-flop.130 Prasyarat:Materi: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Macam-macam radiasi. scintilator. McGraw-Hill. 3. IKIP Semarang Press. Radiation Detection and Measurement. Pergamon Press. Koll. Eggebrecht. kemagnetan. Herman Cember. pencacahan GM.clusky. detektor neutron. dekoder. map mc. Pustaka: 1. 8. Pengantar Fisika Kesehatan. Interaksi Radiasi dengan materi. HEDS. ADC dan DAC. Milne J. statistik pengukuran radiasi. alat deteksi pengukuran dosis. Glenn F. pengereman. 7. sistem interface dan pemrogramannya. Mekatronika.. Sistem aljabar boole. pengaturan kecepatan.

Electric Machinery.E. Koll. Buku Petunjuk Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi. 3. Pustaka: 1. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat: Materi: Pencacahan dengan detektor GM. 4. Kalibrasi alat ukur radiasi. Paralelisasi Generator . Prakt. generator penguat internal dan eksternal). seri dan kompon. 1985. Mc Graw-hill. 2.. 3. A.. . 10. pengukuran radiasi gamma dengan pelemahan absorber. Radiation Detection and Measurement. pengaturan kecepatan. Transformator Enginering. 1992. STTN – BATAN. Mc Graw-Hill. Mc Graw-hill. dasar transformator. STTN. Fitzgerald. Narah. 9. New York. Blume. Kotharim. Marappung.E. Transformator enginering. Mc Graw-Hill. paralel Generator DC. 2. Electric Machinery. 2. Tata. Tim Asistensi. Praktikum Teknik Tenaga Listrik I Prasyarat : Teknik Tenaga Listrik I Materi: Mesin-mesin dinamik elementer (dasar) Mesin DC (motor shunt. Pustaka: 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 131 arus searah). Teknik Tenaga Listrik. 4. Glenn F. pengereman. Pustaka: 1. 1985. 1978. Electronic Machinery. Buku Petunjuk Praktikum Teknik Tenaga Listrik I. Mc Graw-Hill. Fitzgerald. Tata. statistik pencacahan. New York. 1992. A. Narah Kotharim. Yogyakarta. perhitungan waktu paruh radionuklida. 1978. Mc Graw-Hill. BATAN. Blume. pengukuran radioaktivitas lingkungan. Starting. New York. Newyork. Electronic Machinery.

Arthur Beiser. Yogyakarta. tampang lintang dan laju reaksi neutron. Prayoto. 4.C. Jogiyanto. Numerical methods For Engineers. D. 1985. 2. John R. modul perhitungan difusi multi kelompok. Andi Offset. 1986. algoritma.Rice.132 SEMESTER IV 1.. Pengenalan Komputer. Metode numeric untuk solusi persamaan sederhana..J. flow-chart dan diagram alir. Pustaka: 1. Pemrograman numerik dengan bahasa pemrograman C dan Matlab.P. McGrawhill.. Numerical Method. Software and Analysis. Komputer & Komputasi Numeris Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Logika pemrograman. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. perhitungan massa dan ukuran kritis reaktor homogen dengan dan tanpa reflektor. difusi.. moderasi dan termalisasi neutron. konsep fluks dan arus neutron. Penerbit Erlangga. BATAN. L. persamaan simultan. Duderstadt J. dkk.M. John Wiley & . 1989. R. 3. Marsongko Hadi. McGraw-Hill. Fisika Modern Materi Pengenalan prinsip dasar teori reaktor. 1989. 2.. The Houw Liong. Fisika Reaktor Prasyarat: Matematika.M. Konsep Fisika Modern. Canale. Nuclear Reactor Analysis.. Pustaka: 1. dan persamaan diferensial. 1993. Prentice-Hall. 1986. Etter. H. P. Chapra S. Hamilton. 2. Ridwan M. 3. Engineering Problem Solving With MATLAB.J.

A. Konduksi kondisi tunak (steady state) satu dimensi meliputi: dinding datar. and McDonald.. konveksi bebas dan konveksi gabungan. Third . sifat zat alir. HOLMAN. 5. konveksi dan radiasi. 1981. Introduction to Fluid Mechanics. 1955. 3. dengan pembangkit energi termal. R. aliran kepekatan dan impuls dan momentum.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 133 Sons. Perhitungan penurunan tekanan pada equipment. Fundamentals of Heat Transfer. John Wiley & Sons. 2. 1976. J. Nostrand Company. D. RAM K. aliran dan pipa. perpindahan panas total. Principles of Heat Transfer. kompresibilitas. Fox..P. 1981.V. New York.. INCROPERA. permukaan yang diperluas (fin)..P. 4. Perpindahan Panas Prasyarat: Termodinamika Teknik. Heat and Mass Transfer..W. analisa dimensi. Glasstone S. New York.P. New York. aliran melalui obyek. KREITH... Harper & Row Inc. Mekanika Fluida Prasyarat: Materi: Hukum dasar. AND DEWITT. John Wiley & Sons. Pustaka: 1.. prinsip dalam saluran terbuka mesin-mesin fluida dan berbagai jenis pipa dan Pustaka: 1. Basic Nuclear Engineering. McGraw Hill International Inc. Principles of Nuclear reactor Engineering. Mekanika Fluida Materi: Prinsip dasar perpindahan panas konduksi. Aliran fluida dan perpindahan panas secara konveksi: konveksi paksa aliran luar dan dalam.S. 3. 4. silinder dan bola lengkap dengan dinding berlapis (composite wall). 1977. F. D. F. dan aplikasinya.T. pengukuran. 1973.

Mc Graw-Hill. Tata. Paralel Generator sinkron. Marcel Dekker Inc. Mekanika Zalir. Bina Cipta. Setiawan E. mengitung gaya geser dan momen lentur. Scaum Series. hukum Newton. 6. Kothari. teori relaksasi dalam mekanika teknik. 1981. 1992. 4. Teknik Tenaga Listrik II Prasyarat: TTL I Materi : Transformator lanjut.E. R.. 5. Wilardjo Liek. Pustaka : 1.134 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Edition. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. Narah. Electric Machinery. tegangan campuran. 5. Kadir.. Harten P. 6. pengereman. 3. Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik. 2.V. John Wiley & Sons. Inc. New York. sistem gaya. 1985.. Kao. pengaturan kecepatan. mesin FHPM. A. Mekanika Fluida. Herman Widodo Soemitro. 2. Giles. Menganalisis rangka dengan metoda simpul dan pemotongan. Faktor keamaan bejana tekan. motor sinkron. Transformator Enginering. Penerbit Erlangga. White F. 1979.. Macam-macam peletakan: konstruksi statis tentu dan taktentu. Penerbit Erlangga. IR.V. New York.M. skalr dan vektor. New York. Chen. New York. menghitung reaksi pad berbagai konstruksi balok dengan berbagai macam beban. Pustaka: . Terjemahan P. Generator sinkron. Blume. momen kopel. 1986. 1978. motor arus bolak-balik 1 fasa dan 3 fasa. Mc Graw-hill. 3. 1995. Fitzerald.. Teori patah. Instalasi Listrik Arus Kuat.. UI Press. 1985. syar kesetimbangan. Statika Struktur Prasyarat: Materi: Pengantar statika. Abdul. 1990. Electronic Machinery. Mc Graw-Hill. starting.

pengaturan kecepatan. 2. Electric Machinery and Control.Prenhallindo. Mekanika Teknik Statika. Kendali motor stepper & On-Off relai. counter timer.l. Generator sinkron.C. Jakarta. Dekoder dan enkoder. 2. 1996. Irving L. 3. 4. Photodiode. pengereman. karakteristik motor AC 1 fasa dan 3 fasa. BATAN. Mekanika Teknik: Dinamika. Setiawan E.. 1981. Buku Petunjuk Praktikum Mekatronika. 7. Hibbeler. diagram lingkaran. Pustaka: 1. STTN. Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik. trafo 3 fase (berbagai hubungan) dan 1 fase. sensor LDR. R. Comparator.. motor asinkron dan sinkron. Mesin FHPM. Starting. power supply. Pustaka: 1. Buku Petunjuk Prakt. Bina Cipta. SCR. regulasi . STTN.. TTL I Materi: Konstanta trafo. Transistor. PT. Instalasi Listrik Arus Kuat. UI Press. Kosow. Paralel Generator. Prentice-Hall. Prakt. Prakt. Erlangga. Young D. 1997. Erlangga. .V.. Mekanika Teknik.H. polaritas trafo. Meriam J. 8. Kraige. Opamp. jilid 1. trafo berbeban. Tony Mulia. Teknik Tenaga Listrik II Prasyarat: Prakt. 1987. Interfacing PC : Paralel I/O. Sistem Digital : Gerbang dasar. Edisi 4. Kendali ADC/DAC.Mekatronika Prasyarat: Materi: Sistem Analog : Penyearah. Teknik Tenaga Listrik . Harten P.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 135 1. Multiplexer dan Demultiplexer. 3. Abdul. trafo arus dan trafo tegangan. Kadir. 1995. Timoshenko S.

1989. Jakarta. M.M. Ashby...C. Pergamon Press. Etter. Teknik Pemrograman. Segal. Pustaka: 1. “Principles of Materials Science and Engineering”..F. Fortran) dan aplikasinya. Andi Offset. Ilmu Bahan Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Uji tarik. Pemrograman Komputer & K Numerik Prasayat: Materi: Algoritma. 1990. Comp. Canale. DRH.136 9. 2nd ed. Ghalia Indonesia. 4. 6. Software and Analysis. 1989. D. Engineering Materials 2. ed. Cambridge Univ. Pemrograman dengan bahasa program (C++. and Jones. Pradnya Paramita. 1985. Samsul. Numerical Method. Impack. 5. L. Tata Surdia. Yogyakarta.. Flowchart. 3. Sito Shinkoru. 5. McGraw-Hill. 1988. Numerical methods For Engineers. Chapra S.. 2.. Uji cacat logam. Pascal. Prentice-Hall. W. Smith. 1991. 1976. pengecoran logam. Van Vlack. . Uji kekerasan. Erlangga. Prakt. “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”.F. R. Jogiyanto.P.M.. Press. H. 1993. 4. Struktur logam. 3. Arifin. 1989. Uji geser. Ilmu Logam. D.. 1992. 10. 2. Rice. Pengenalan Komputer. Pustaka: 1. Pengetuan Bahan Teknik. Engineering Problem Solving With MATLAB. John R. “Ilmu dan Teknologi Bahan”. McGrawHill.H. Prakt.. Mc Graw Hill Publ.

. Cember.. Diktat.karakteristik: pembangkitan panas. Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Prasyarat: Fisika Reaktor Materi: Sistem pembangkit listrik konvensional. Dosimetri. sistem pendingin utama. pembangkitan listrik. Dasar Proteksi Radiasi. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. 1983. . Pengangkutan Zat Radioaktif.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 137 5. 2nd Ed. BATAN. Ketentuan Keselamatan Radiasi. John Wiley & Sons.. Swenk. Perizinan.. New York. sistem PLTN.H.. 1992. 2. Shannon. SEMESTER V 1. macam-macam sistem pembangkit daya reaktor nuklir. 4. 1986. Introduction to Health Physics. Newjec Inc. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Dasar Fisika Radiasi. R. Main Characteristics and Plant Highlight. 1977. Pustaka: 1. GrawHill. dkk. Wakil. Pustaka: 1. Peraturan perundangan ketenaganukliran. Ridwan M.. BATAN. Jakarta. INC. Efek Biologi Radiasi.El. Nuclear Power Engineering. Mc. Kecelakaan radiasi dan pengamanan sumber radiasi. Prayoto. Herman. Buku Petunjuk Praktikum Pemrogeraman Komputer & Komputasi Numerik . sistem keselamatan pada rektor nuklir. Marsongko Hadi. 3. 2. PPEN. 1993. STTN. BATAN. sekunder dan tersier. Instalasi Pembangkit Daya. Penerbit Erlangga. 2. M.M. Kursus Petugas Proteksi Radiasi. Henry C. Pusdiklat BATAN.

138 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2002. Teknik Radiografi. kendali elektronis. Pustaka : 1. Rekaman Fotografi dan Non Fotografi. Parameter dan kondisi kerja. Kendali PID. Radiologic science for technologist. 3. Prinsip dasar/Geometri Radiografi. 3. 5th Ed. Standard Radiography. perintah dasar dan aplikasi PLC. 4. Kendali Motor dan Altenator Prasyarat: Materi : Dasar-dasar Kendali. switch. timer.Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir. Model matematika. aplikasi kendali industri. Jakarta. UTR / Radiografi Prasyarat: Materi: Pengetahuan umum NDT. pengoperasian genset manual maupun otomatis. 1993. Office. Bapeten.C. Pemrosesan Film. Mesin listrik dalam industri. Pusiklat BATAN. PWM. Peralatan sistem kendali motor dan alternator. 2. Defectology. 3. Mosby Year Book. Diktat Kursus Radiografi Level 1. Fungsi transfer lup terbuka dan tertutup. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran.. 2002. Omron indosesia Rep. Keselamatan kerja Radiografi. Bushong S. Panduan materi Fakultas Teknik UGM. 1997. 2005. 2. Otomasi Industri. Dasar Fisika Radiografi. Pustaka: 1. Materi Rekualifikasi I . ”CPM1 Training Manual”. . otomasi power supply. 2002. Sumber Radiasi dan Peralatan Radiografi.. Bapeten. Jakarta. Pengaruh Radiasi Hamburan thd Kualitas radiografi. kontaktor magnet. Paparan Radiasi. 4.

Perlengkapan Sistem Tenaga Prasyarat: Materi: Perhitungan arus gangguan pada sistem tenaga listrik. India . Jakarta. sistem seimbang dan tidak seimbang. M. Sistem Distribusi Daya Listrik. 1999. dan JTR. Transmisi Daya Listrik. penerbit Adicita Karya Nusa. . dan tegangan/arus ambang bahaya. Jakarta. cara kerja. 1984. dan rating dari saklar. 6. 5. Published by Mohinder Singh.. Bongas L. A. Pradnya Paramita. Petrauzzela.. dan sekering. Arismunandar. “Power System Protection and Switchgear”. perlengkapan hubung (switching) : fungsi. A. TM dan TT. perlengkapan proteksi arus lebih : penerapan sekering dalam CB pada JTM. perlengkapan proteksi tegangan lebih : sebab dan bentuk tegangan lebih dalam kaitan dengan ketahanan isolasi.. sistem pengamanan tegangan lebih pada sistem tegangan rendah. Penerbit Erlangga. 4. sistem TN dan sistem IT. metode. penerapan pada TL. trafo distribusi. saluran. perlengkapan pengaman tegangan lebih eksternal dan internal. komponen. Edy Supriyadi. pentanahan sistem (system grounding) : fungsi. 3. Chander. ”Peralatan Tegangan Tingi”.S. Edisi pertama. proteksi tegangan lebih pada GI dan trafo daya.Tobing. Teknik Tegangan Tinggi. Abdul Hadi. “Sistem Pengaman Tenaga Listrik”. 1984. 2. konstruksi.Pabla. Elektronika dalam industri. Hutahuruk. Ravindranath. 5..Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 139 4. menentukan rating. rating dan cara kerja LA. 1994. cara instalasi. B. 2003. Jakarta. Penerbit Erlangga. Pentanahan perlengkapan (equipment grounding) : fungsi. T. sistem pengamanan manusia pada jaringan tegangan rendah : sistem TT.S.. Pustaka: 1. 1985. dan mesin-mesin berputar. 6th edition. circuit breaker. Gramedia.

.140 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 6. G. Stock J. Sukrisno. Praktikum Kendali Motor dan Alternator Prasyarat: Materi : Dasar-dasar Kendali. Model matematika.H. Fungsi transfer lup terbuka dan tertutup. timer. hukum Hooke’s. switch. Jakarta. Mekanika kekuatan Bahan Materi: Sifat bahan teknik. Fifth Edition. M. Pembebanan puntir (torsi). Umar. Kros C. 3. Elemen Mesin I Prasyarat: Statika struktur. kendali elektronis. Prentice Hall International Inc. Bagian-Bagian Mesin dan Merencana. Erlangga. Third Edition. Mekanika Kekuatan Bahan Prasyarat: Statika Struktur Materi: Pembebanan langsung: tegangan. 1980. Bantalan dan pelumasan. Tegangan geser dan momen lengkung (SFD & BMD). Peralatan sistem kendali motor dan alternator. Tegangan geser. Aplikasi pada bangunan mesin. 8. aplikasi kendali industri. Transmisi belt.. Design of Machine Elements. modulun elastisitas dan faktor keamanan. 1981. 1983. F. Elemen-Elemen Mesin : Elemen Konstruksi Dari Bangunan Mesin. regangan. Erlangga. Baut skrup dan sambungannya. Tegangan lengkung dan geser pada batang (balok). Gabungan tegangan geser dan regangan. Defleksi pada batang (balok). London. paku keling dan sambungan keling. Kendali PID.... Sambungan las. 2. RYDER. Yakarta. Pustaka: 1. Pustaka: 1. London. The Macmillan Press Ltd. Pegas. Edisi 21. Strength of Materials. . 7. Pembebanan statis dan dinamis. 1984. kontaktor magnet.. SPOTTS.

Omron Indosesia Rep. Buku Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi. Sumber Hilang. otomasi emergensi genset. Pustaka: 1. SEMESTER VI 1. Penentuan Waktu Paro. Konsep Fisika Modern. 9. STTN. Prakt. Office. Buku Petunjuk Praktikum Teknik Radiografi. Panduan materi Fakultas Teknik UGM. Kriteria penerimaan Film/ Radiograph. Pustaka : 1. Penahan Radiasi. Proses Film. peragaan penanggulangan kedaruratan dan kecelakaan nuklir. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Kontaminasi dan Dekontaminasi. STTN. The Houw Liong. 3. pengenalan UTR yang lain. Survey Daerah Radiasi. Pembacaan Film. ”CPM1 Training Manual”. Uji Kebocoran Pesawat x-Ray. 2. smear test kamera gamma.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 141 perintah dasar dan aplikasi PLC. PWM. 1992. Erlangga. Radiografi sinar-X. Praktikum Teknik Radiografi Prasyarat: Materi: Pengenalan peralatan dan perangkat Radiografi. Kewarganegaraan Prasyarat: Materi: . 1997. Buku Petunjuk Praktikum Kendali Motor dan Alternator. 10. 2. Arthur Beiser. Otomasi Industri. Tim Asistensi. Radiografi Sumber Ir-192. STTN. BATAN. Pustaka: 1.

BATAN. Electric Machinery and Control. Endang Zailani Sukaya. 3. Yogyakarta. dkk. Pustaka: 1. politik dan strategi nasional. 3. McGraw-Hill. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik Prasyarat: Materi : Organisasi Pemeliharaan. Syarip. Cara perbaikan berbagai mesin listrik. Irving. Nuclear Reactor Kinetics and Control. Pustaka: 1. Penerbit Paradigma. Pustaka 1. Siklus Perbaikan. sistem kendali. pengendalian dan operasi reaktor. Robert. Nuclear Reactor Kinetics.. .142 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pengantar pendidikan kewarganegaraan. wawasan nusantara. 2001. STTN. Kao. 1990. 1975. Keepin. New York. ketahanan nasional. Robert. Schultz. Analisa Penggantian Alat. 1969. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Gangguan-gangguan pada Mesin Listrik dan Cara Mengatasinya. Pemeliharaan Preventive dan Corrective. Kosow. Edisi Reformasi. berbagai aspek fisis. 2002. 2. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Azas kerja rekator nuklir. Chen. McGraw-Hill. 2. Analisa Jaring. Gangguan-gangguan pada Mesin Kontrol Mesin listrik dan cara mengatasinya. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. 2. dinamika reaktor.L. sistem hankamnas. Suku Cadang. persamaan dasar dan parameter kinetika reaktor. Pemeliharaan Terencana. Prentice-Hall. Ir. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. Marcel Dekker Inc.

sistem pengkawatan dan pentanahan. Ir. Pemilihan motor untuk pencegahan gangguan. Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik. Kao. 6. 1990. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. Pustaka: 1. Marcel Dekker Inc. Analisa karakteristik motor dan beban. pemilihan lokasi instalasi. Elemen Mesin II Prasyarat: Elemen Mesin I Materi : Transmisi daya mekanik. UI Press. perancangan contoh desain Perencanaan biaya dan tarif. Higins. Electric Machinery and Control. Bambang Supatah. Pemeliharaan motor dan generator. perhitungan profil gigi dan pembebanan . Chen. Direksi Pendidikan Menengah dan Tinggi.. Maintenace Engineering Handbook. Rida Ismu. Penentuan daya untuk beban kontinu dan periodik (berubah-ubah). naf dan pasak serta perhitungannya. Cara kendali putaran. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 143 3. Electrical maintenance.. New York. 2. Perencanaan pembebanan (putar. Reparasi Mesin Listrik. Sambungan poros. Prentice-Hall. Mc. Jenis-jenis kopling. 5. 4.L. cara kerja dan perhitungannya. Perencanaan Mesin Listrik Industri Prasyarat: Materi: Tinjauan singkat jaringan instalasi listrik. 4. pemilihan jenis pengaman. Motor listrik untuk berbagai torsi dan jenis beban. Kosow. penghitungan kebutuhan daya dan relevansinya terhadap kebutuhan bahan. Transmisi roda gigi. Handbook. jenis-jenis roda gigi. Penentuan Perencanaan pembelian motor. 5.. Kadir. 1995. Irving. Lindley R. Graw Hill Company. horisontal dan vertikal). Perubahan karakteristik motor. Abdul. pemilihan jenis mesin listrik. 3.

. Pengantar Ilmu Teknik Pneumatika. Fifth Edition. Edisi 21. 2. Jakarta. Macam-macam bahan bakar. peralatan pembakaran... 2. Rickup R. Erlangga. . D. Esposito. John Wiley & Sons. Komponen-komponen dari sistem pneumatik dan hidroulik.. Pembuatan dan Pengujian. Prentice Hall International Inc. 3. Proses pengopakan bahan bakar.. Elemen-Elemen Mesin : Elemen Konstruksi Dari Bangunan Mesin. ventilator. Jenis-jenis ketel uap. Design of Machine Elements. Fluid Power with Applications.144 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 masing-masing roda gigi. 2000. Hidrolik dan Pneumatik Prasyarat: Materi: Gambaran umum sistem pneumatik dan hidroulik dan aplikasinya.. Pembangkit Uap dan Turbin Prasyarat: Materi: Struktur Bahan. Patient P. Bagian-Bagian Mesin dan Merencana. New York 1994. 1983. Jakarta. Powell N. SPOTTS. A. London 1981. Sukrisno. Stock J. Kekuatan Standar. Gramedia. M. 1985. Umar. London. 3.. 1984. Erlangga.. Jakarta. 6. Festo.. Bagian-bagian ketel uap. Daya dan tenaga dalam sistem pneumatik dan hidroulik. Fifth Edition. Simbul dan norma dalam sistem pneumatik dan hidroulik. Cerobong. Pneumatik. Kros C. Pustaka 1. 7.. Pustaka: 1. Rancangan dan pengembangan serta analisis rangkaian aktuator untuk sistem pneumatik dan hidrolik. Prentice Hall International Inc. F.

W. Pengukuran tahanan isolasi mesin listrik. BATAN. turbi curtiss dan turbin parsons. Harsono. prosedur pelacakan gangguan dan perbaikan pengkawatan dan pengendali..A. Electrical maintenance. 1985. Surbaksy. Rida Ismu. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik Prasyarat: Materi: Mecari ganggguan/kerusakan. 4. tahanan kumparan. 5.M.. 3 phase. turbin Zoelly. turbin reaksi. 3. pembongkaran dan pemasangan komponen mesin listrik. System Summary of Westinghouse PWR-NPP. Buku Petunjuk Praktikum Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik. 4. Graw Hill Company. Direksi Pendidikan Menengah dan Tinggi. G. STTN. Jakarta. B. Reparasi Mesin Listrik. Trouble Shooting and remedy. kapasitor. Praktikum Perlengkapan Sistem Tenaga Prasyarat: . Prakt. de Bruijn. turbin tekanan bertingkat. Boiler dan Turbin pada PLTN. 2. tahanan isolasi untuk keandalan mesin listrik. 2. Jakarta. Jakarta. De Stoomturbin. Lindley R. Mc. turbin kecepatan bertingkat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. perbaikan. AC. Pustaka 1. Terjemahan Nirman Sastramenggala. 9. 1971. Pemeliharaan motor dan generator. Pustaka: 1. Alternato.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 145 Pengertian turbin aksi.Masche. Peningkatan Isolasi Kumparan motor. L. Maintenace Engineering Handbook. 8. Bambang Supatah. Higins. Moree terjemahan S. Stoomturbinly. 3. Handbook. Rewinding motor shaded pole. repulsi. 1978. pembongkaran dan pemasangan kembali motor DC. Ir. 1985. L. Ketel uap. Muilwijk. Azas kerja dan rendemen darim Turbin De Laval.

Circuit Breaker. Jakarta. B. 3.Tobing. Schultz. Jakarta. Syarip. 1969. Chander. arrester. BATAN. Keepin. Buku Petunjuk Praktikum Perlengkapan Sistem Tenaga. Karakteristik jenis-jenis pengaman lebur. Robert. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. Gramedia. Edisi pertama. Koordinasi pengaman. 4. shutdown. Edy Supriyadi. Karakteristik MCB. 2.146 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Pentanahan perlengkapan (equipment grounding). ”Peralatan Tegangan Tinggi”. McGraw-Hill. perlengkapan proteksi tegangan lebih . Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Praktikum pencacahan neutron dengan BF3. teknik aktivasi neutron untuk mengukur parameter-parameter reaktor. Pustaka: 1. Ravindranath. pentanahan sistem (system grounding). Ir. menaikkan daya. 10. start up. Nuclear Reactor Kinetics and Control. Published by Mohinder Singh. “Power System Protection and Switchgear”. Prakt. 1975.. relai pengaman. PMS. 1999. 1984. sistem pengamanan manusia pada jaringan tegangan rendah. STTN. India. Saklar. Robert. penerbit Adicita Karya Nusa. 6th edition. 2. . STTN. Nuclear Reactor Kinetics. Bongas L. M.. McGraw-Hill. ELCB. praktikum cara pengoperasian sistem kontrol reaktor. “Sistem Pengaman Tenaga Listrik”. O/L. 3. 2003. MK. Pustaka: 1. 2001. BATAN.

Metodologi Penelitian Prasyarat: Materi: . Pustaka: 1. BAPETEN. Konsep mua’amalah dalam Islam seperti jual-beli. dan ulama-ulama penerusnya sampai zaman sekarang. Kiat-kiat menjadi seorang sarjana sains dan seorang muslim yang baik. Pendidikan Agama II Prasyarat: Pendidikan Agama I Materi: Islam ditinjau dari aspek filosofi. para Imam madzhab. bermu’amalah dengan sukses. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. Remaja Rosdakrya. Perundang-undangan Tenaga Nuklir Prasyarat: Materi: Perundang-undangan tenaga nuklir. Hamidullah. Terjemahan Departemen Agama. banyak beramal sholeh dan menjadi khsunul khotimah. 2. 2002. 2. Pernikahan dan keluarga syakin. Abuka Bakar Jabir. asuansi (tafakul) . Peraturan Pemerintah dan Surat Keputusan Kepala BATAN dan BAPETEN. para sahabat. pengolahan limbah nuklir. Non Proliferation Treaty (NPT). Al-Jaziri. riba. pengiriman bahan nuklir. syirkah. dll. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. Pustaka: 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 147 SEMESTER VII 1. Pengantar Studi Islam. Pola Hidup Muslim. 3. 3. Konsep tauhid dan impelmentasinya dalam kemasyarakatan sejak zaman Nabi. Muhammad. Buku Penyuluhan Peraturan Perundangan Keselamatan Nuklir. beribadah dengan tuma’ninah. Bandung. Al-Qur’an. mudharobah.

Pustaka: 1. 2. aspek kebisingan. Sistem Manajemen Mutu. Pengantar Metodologi Penelitian. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Badan Standardisasi Nasional. Jenis penelitian. penelusuran referensi. dan pengujian di laboratorium. hipotesis. abstrak. 5. SNI 19-9000-2001. training K3. DepDikNas.148 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Arti dan fungsi penelitian. pengendalian teknis. Jaminan kualitas untuk penelitian. Sistem penulisan ilmiah. 2. BATAN. kedaruratan standar kesehatan dan keselamatan kerja. 1993. Analisa data). audit. Sistem Manajemen Mutu. kecelakaan kerja. penyakit akibat kerja. penerangan dan getaran) di tempat kerja. Pengolahan dan Analisa data (Metode pengumpulan data. Penerbit PT. Penerbit Balai Pustaka. dkk. 1993. sanitasi industri. Konsep pengendalian. iklim kerja dan radiasi nonionisasi. tata rumah tangga (housekeeping). pengembangan prosedur dan form. pembuatan kuesioner). Jakarta. Pengolahan data. ventilasi industri.. pengendalian administratif. Sistem Manajemen Mutu Prasyarat: Materi: Konsep dasar sistem manajemen mutu. 4. nonconformce. Pustaka: 1. perumusan persoalan. Rancangan dan Prosedur penelitian (Rancangan penelitian. Hermawan. teknik pengolahan data. Keselamatan Kerja dan Ergonomi Prasyarat: Materi: Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Persyaratan dasar jaminan kualitas. faktor biologi di tempat kerja. pengoperasian reaktor. PSJMN. Gramedia. Wasito. Asas metodologi penelitian ilmiah. safety . dan tindakan perbaikan. Soenjono Dardjowidjojo. identifikasi sumber bahaya (bahaya bahan kimia.

Yogyakarta. eksperimen/perancangan/ pangujian. promosi K3. sistem operasi. Bunga Rampai Hiperkes & KK. Mata Kuliah Pilihan I. . sistem kontrol dan instrumentasi. IV Lihat daftar mata kuliah pilihan. Harold Kezner. directing. pengolahan data. Yogyakarta. batasan masalah. 2001. 3. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. perumusan persoalan. staffing. metodologi. STTN Batan. 2. 8. Kerja Praktek Manajemen perusahaan meliputi struktur organisasi. Pustaka: 1. ergonomi. Seminar Penerapan sistem penulisan ilmiah. Zaenal. II. Pengantar Ergonomi. SEMESTER VIII 1. organizing. 7. manufaktur. Zaenal. Diktat K3. lima level work breakdown structure. John-Wiley & Sons. controlling. Sugeng. consultant & service. riset dan pengembangan. 6. Pustaka: 1. tujuan. 2008. Scheduling and Controling.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 149 toolking. STTN BATAN. Semarang. Ruang lingkup projek. 2007. Manajemen Proyek Prasyarat: Materi: Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. Pusparini. kesimpulan dan saran. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT. rancangan penelitian. sistem komunikasi dan tugas-tugas yang berkaitan dengan permasalahan industri khususnya berkaitan dengan program studi yang diambil. Jusuf. Project Management: System Approach To Planning. PB UNDIP. sistem energi. 2001. III.

. melakukan pembahasan tugas akhir yang meliputi studi kepustakaan. Mekanisma penguatan logam . API. baja paduan Al dan paduan Cu. perancangan dan pembuatan sistem.150 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. pengerasan presipitasi. Pengujian bungkusan ZRA: Uji jatuh. besi cor. besi cor. Pengaruh unsur paduan pada logam teknik : baja. MATA KULIAH PILIHAN KELOMPOK PILIHAN TEKNOLOGI BAHAN 1. Konsep Kulitas. Uji panas. SNI/BSN. Kerusakan logam : baja. Struktur atom cristal. Kerusakan logam : jenis patán. Uji rendam. Kalibrasi. ISO 9000. paduan tembaga dan paduan alumunimum. 2. Uji tusuk. Tugas Akhir Tugas akhir bisa berupa penelitian pengembangan analisis dan sintesis. Teknik Pengujian dan Inspeksi Materi: Kualitas: Definisi kualitas. Teknik Metalurgi Materi: Dasar-dasar metalografi. Pengerasan dengan pemanduan. pengerasan dengan transformasi martensit. penerapan teknologi atau pengujian di laboratorium. mengadakan analisis/ sintesis. analisis permasalahan. Diagram fasa biner dan contoh-contohnya. D1. pengerasan dengan penghalusan batir. ET. Jenisjenis logam dan paduan. uji kekerasan. pengeras regangan. studi perbandingan. PT.1. kurva mampu keras. Uji Tak Rusak : UT. uji Jominiy. Jenis Pengujian bahan : uji tarik. MT. besi cor. AWS. Mahasiswa mengajukan proposal penelitian (usulan tugas akhir). Baja. paduan tembaga dan paduan alumunium. Sifat mampu keras. menyajikan dan menyimpulkan dalam bentuk skripsi dan mempertahankan dalam seminar dan ujian lisan. jenis korosi. Standard Peneriman Cacat: ASME VIII. pengantar mekanika patán logam.

Tanggung jawab administratif.. 3. Wachtman. Sistem Pelaporan. 1993. Tindakan pekerja radiografi. API 1104. Ujian kualifikasi. Diktat Radiografi. London.C. New York. 1978. Buterworth. Pusdiklat Batan. Charbonneous H. 2. Forging.A. UTR/Radiografi lanjut Prasyarat: Materi: Klasifikasi material: Logam dan logam paduan: struktur kristal. Proses pembentukan penyambungan logam dan jenis cacatnya: Pengecoran. Lemprecht. prosedur penanggulangan keadaan darurat kamera gamma. Pembersihan. G.. Pustaka: 1. Butterworth-Heinmann. sertifikasi ulang. Diktat Proteksi Radiasi. Pusdiklat Batan. Jakarta.. Sifat logam. Prentice Hall Inc. 4. Marcel Dekker Inc. 2002. 2nd Ed. Penentuan lokasi cacat ASME V. 7. 2nd Ed. New Jersey.. Cember.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 151 Pustaka: 1. Sertifikasi.. EdwardArnold. Jakarta. Latihan soal : Spesifik. 1993. R. & Webster. struktur mikro. Chaeacterization of Material. 3. General untuk persiapan SIB. London. Boving K. Teknik Film Ganda. J. Radiografi bahan coran dan variasi tebal.I.B. Properties of Engineering Materials. Industrial Quality Control. ASME V.. J. Prosedur penanggulangan umum: prosedur penanggulangan keadaan darurat pesawat sinar-x.1. New York. 1994. 5. Daya guna pemakaian. AWS D1. 1989. Herman. Struktur makroTransformasi alotropik. McGRAW . Pengelasan Pengerjaan permukaan: Pengerasan.. 2002. Implementing The ISO 9000. Introduction to Health Physics.. NDE Handbook. 6. Non Destructive Examination Methods for Condition Monitoring.G.L. Persyaratan. Organisasi lembaga sertifikasi personal Uji tak rusak. Higgins.

P. Otomasi Industri Materi: Konsep otomasi dalm industri. Devries. 1989.M. Dinamika Robot. 1983.. 2005. Pengaturan gerak robot. Microcomputer Application in Manufacturing.Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir. Kursus Petugas Proteksi Radiasi. Warren R. Bapeten. Johnson. Materi Rekualifikasi I . Prentice-Hall. Jakarta. Pokok bahasan : Pendahuluan. KELOMPOK PILIHAN KENDALI DAN ROBOTIKA 1. Jakarta. . Bapeten. Diktat. 4. A. Pustaka: 1. Persamaan kinematika.. Industrial Robotics. 2.152 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 HILL INC. 2. Penggabungan sensor. pengkondisi sinyal dan actuator menjadi sebuah sistem. Process Control Instrumentation Control Technology. Jakarta. Hubungan-hubungan differensial. Galip Ulsoy.. Groover. Sensor (pengindraan). Curtis D. John-Wiley & Sons. Bahasa pemrograman robot. 2002. 1985. Penyelesaian persamaan kinematika.PLC dan diasin sistem otomasi berbasis PLC. Kendali sekuensial dan kendali berbasis switch/relay. Robotik Prasyarat : Tujuan : Memberikan pengertian tentang prinsip-prinsip perancangan analisis dan sintensis sistem robot. Pusdiklat Batan. Singapore: McGraw Hill Book Company. 1997. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran. Pustaka: 1. 2002. 2. Fifth Edition. Transformasi homogen. 3.

Keselamatan Reaktor Materi : Prinsip pertahanan berlapis (defence-in-depth). KELOMPOK PILIHAN TEKNOLOGI REAKTOR 1. Process Measurement : Instrument Engineer Handbook. Barney. IAEA Safety Series No. S. 1992. Konversi sinyal sensor. Ryoji Ohba. Jordan. Glasstone. Jenis dan aplikasi sensor. Kuspriyanto. 1988. 2. Sensor untuk servomekanik Sistem sensor pada robot intelligent. Teknik Elektro ITB. Mesin intelligent termasuk sensor pada robotik. Potensi pelepasan zat-zat radioaktif ke lingkungan selama operasi normal maupun dalam keadaan kecelakaan... Intelligent Sensor Technology. IAEA. Nuclear Power and It’s Environmental Effects. Bella G. Intelligent Sensor Materi: Sensor-sensor intelligent. 2. Jenis-jenis sistem-sistem keselamatan dan proteksi reaktor. 1980. Chilton Book Company. Prentice-Hall. . Pengaturan dan Komputer. 1987. efector sensor untuk material handling. Vienna. Pengantar Robotika. ANS. H. 1982. Intelligent Instrumentation. John Wiley & Sons. Walter. Pengkajian lokasi instalasi tenaga nuklir. 3. penggunaan vision sensor. Analisis keselamatan. George C. Sistem sensor untuk diagnosis equipment. Liptak. 3. Pustaka: 1. 3. Dampak lingkungan akibat operasi instalasi nuklir sejak dari penambangan bijih uranium sampai penyimpanan terakhir sampah nuklir. Bandung: Laboratorium Sistem. Kriszta Venczel.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 153 2. Pustaka: 1. : Code on Nuclear Power Reactor Design. Kriteria-kriteria evaluasi keselamatan reaktor.

Pustaka : 1. 1973. 2003.. Sesonke.S. Monitoring fluks netron dan radiasi reaktor. Henry C. power reactor monitoring. 4th edition. spesifikasi teknis dan fungsi komponen dan sistem reaktor. sisem proteksi reactor dan main control board.H. Nuclear Power Engineering.. Swenk. 1983.. sources netron monitoring. Penggunaan computer code untuk kajian rancangan sistem reaktor. bahan bakar.. Marsongko Hadi. Disain control room: primary system. 2. John Wiley & Sons. Ridwan M. selfdiagnosis. man-machine interface. reliability. 1977 3. bypass control logic. 3. Wright. Prayoto. Foster. BATAN. Instrumentasi dan Kendali Reaktor Materi: Arsitektur sistem monitoring dan kendali reactor. R. 2. November. Allyn. auxiliary system. sistem utama dan sistem penunjang. Nuclear Power Plant Design Analysis. analisis sistem meliputi ters reaktor. 1986.. Newjec Inc. Pustaka: 1.L.R.154 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. Shannon. Perancangan Sistem Reaktor Materi: Dasar-dasar perancangan reaktor : tahapan. Neutron sources. dkk. Plant highlight and main features of proposed plants. Atomic Energy Commission Report TID-26241. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. R. control rod. Basic Nuclear Engineering. U. Karakteristik instrumentasi dan kendali reaktor : 2 out of 4 logic... micro – processor based. A. perancangan rinci (detail design). A. . konsep touch screen operor console.. Perancangan dasar (basic design). kriteria.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

155

KELOMPOK PILIHAN SISTEM TENAGA 1. Keandalan Distribusi Daya Listrik Materi: Pembangkitan, transmisi dan distribusi.. Bentuk-bentuk jaringan transmisi dan distribusi. Distribusi primer dan sekunder. Distribusi Internal maupun eksternal . Karakteristik saluran listrik. Ukuran dan analisis keandalan distribusi listrik, parameter keandaln komponen, usaha perbaikan keandalan sistem.. Kejadian-kejadian, dan keadaan pada sistem. Laju kekagagaln komponen, kurva bathtub. Pendekatan statistik dan probabilitas untuk memodelkan kejadian, laju kegagalan. Penyebab-penyebab gangguan, internal maupaun eksternal serta usaha mengatasinya. Pustaka: 1. Richard E. Brown, Electrical Power Distribution Reliability, McGrawHill, amazon.com. 2. Roy Billinton, Reliability Assessment of Large Electrical Power, Kluwar Int. Series, 1998. 3. William D. Stevenson Jr., Transmission Line and Network. 4. A.S. Pabla, Electric Power Distribution System. 5. C.F. Wagner dan G.D. McCan, Wave, Proragation on Transmission Line. 6. William D. Stevenson Jr., Analisis Sistem Tenaga Listrik, Erlangga, 1996. 2. Sistem Proteksi dan Keselamatan Materi: Sumber-sumber gangguan listrik baik internal maupun eksternal. Komponen, equipment dan sistem yang berkaitan dengan keselamatan instalasi. Kondisi normal, incident dan accident. Sistem catu daya pada kondisi normal dan darurat, prinsip-prinsip keandalan, pengaruh gangguan terhadap keandalan sistem catu daya normal maupun emergency. Perancangan sistem suplai daya cadangan.

156

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Pustaka: 1. Ridwan M., Prayoto, Marsongko Hadi, dkk., Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir, BATAN, 1986. 2. Henry C. Swenk,, Shannon, R.H., Nuclear Power Engineering, John Wiley & Sons, 1977. 3. M.M.El. Wakil, Instalasi Pembangkit Daya, Penerbit Erlangga, 1992. 4. Newjec Inc., Main Characteristics and Plant Highlight, PPEN, BATAN, 1993. 3. Kelistrikan Industri Materi: Building safe electrical equipment, standard and regulation. Drawing electrical circuit & diagrams, Wire type and preparation, soldering & termination. Cable forming, Connection and routing, hardware, component active and passive. Earthing and screening, PLC wiring. Pustaka: 1. R.B. Mercer, Newnes Industrial Control Wiring Guidees, Second Edition, Elsevier, Linacre House, Jordan-Hill, Oxford, 2001. PILIHAN BEBAS 1. Proteksi Radiasi Lanjut Prasyarat: Materi: Laju dosis Alfa, Beta dan Gama yang terdeposisi di dalam organ tubuh; Batas Masukan yang diizinkan (ALI); Laju dosis dengan metoda MIRD. Persyaratan sarana kerja; manfaat prosedur dan petunjuk kerja; Prinsip penanggulangan kecelakaan radiasi; Program penanggulangan kecelakaan radiasi. Spektrum sinar-x; efek arus dan tegangan pe sawat sinar-x terhadap intensitas; Rumah tabung pesawat sinarx untuk bagasi, medik dan radiografi industri. Prinsip umum analisis bahan dengan sinar-x, XRF dan XRD; Prosedur operasi pesawat sinar-x, Jenis Penahan instalasi tetap; Batasan paparan pesawat sinar-x tipe

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

157

diagnostik, terapi dan radiografi; Faktor dalam perancangan dinding penahan instalasi sinar-x; penahan sekunder; perhitungan dinding penahan sinarx primer; perhitungan penahan dinding penahan sinar-x sekunder. Prinsip dasar aplikasi ZRA; Metoda aplikasi ZRA untuk pengukuran; pengujian bahan; analisis bahan dan perunut; keselamatan kerja dalam aplikasi ZRA. Definisi limbah ZRA; Klasifikasi Limbah ZRA; Pengolahan Limbah ZRA; Pengelolaan Limbah ZRA, Pelaporan dalam kecelakaan; Pembuatan juklak untuk perizinan; Tatacara pengiriman barang ZRA, Persyaratan memperoleh SIB, Penggunaan rumus praktis dalam proteksi Radiasi; Latihan soal untuk SIB, Latihan soal. Pustaka: 1. Wiryosimin, Suwarno, Mengenal Asas Proteksi Radisi, Penerbit ITB, Bandung, 1995. 2. IAEA, Radiation and Security: Comprehensing Radition Risk, Paris, 1994. 3. IAEA, Radiation Protection in Nuclear Energy, Proceeding, Sydney, 1988. 2. Teknologi Akselerator & Aplikasi Prasyarat: Materi: Prinsip dasar akselerator, Sistem akselerator partikel, Akselerator linier, Akselerator lingkaran, macam akselerator dan aplikasinya, produksi neutron dalam analisis aktivasi, penggunaan dalam kimia radiasi, efek radiasi pada materi, efek radiasi pada materi, penggunaan bidang kedokteran nuklir,. Sumber ion, Sistem tegangan tinggi akselerator, Sistem fokus berkas partikel, Sistem sumber ion, Sistem pemisah berkas partikel, Aplikasi generator neutron untuk analisis bahan. Aplikasi akselerator implantasi ion dalam pengerasan bahan. Pustaka: 1. Livingstone, Particle Accelerator, McGraw-Hill, 1986.

158

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

2. Buku Pengoperasian Akselerator, P3TM, BATAN. 3. Sistem Manufaktur Fleksibel Materi: Pengelanan sistem manufaktur, konsep, struktur dan karakteristik. Jenisjenis sistem manufaktur, flow-shop, job-shop, make to stock, make to order. Bagian-bagian sistem manufatur. Perencanaan pengendalian produksi. Perencanaan kebutuhan material, konsep just-in-time. Permintaan determisintik dan probabilsitik. Flexible manufacturing system, CAD/CAM sebagai tool dalam manufaktur. Material handling. Penjadwalan produksi. Performansi sistem manufaktur. Pustaka: 1. Production planning, control and integration, McGraw-Hill, New York, 1998. 2. Gu P., Norrie D.H., Intelligent Manufacturing Planning, Chapman & Hol, 1995. 4. Kecerdasan Buatan Prasyarat: Materi: Konsep dasar kecerdasan buatan, knowledge engineering, representasi pengetahuan ke dalam skema, frame, list, dan production rules. Konsep dan aplikasi sistem pakar, logika fuzzy dan jaringan syaraf tiruan. Contoh aplikasi untuk pengolahan data dan kendali proses. Pustaka: 1. Kusumadewi, Artificial Intelligence, Graha Ilmu, 2003. 2. Matlab, Fuzzy Logic Toolbox, for use with Matlab, MatgWorks Inc., 1994. 3. Matlab, Neural Network Toolbox, for use with Matlab, MatgWorks Inc., 1994. 5. Sistem Akuisisi Data Prasyarat :

Pustaka 1. sharpness. Instrumentasi Medik Materi Fungsi. EEG. radioisotope untuk pencitraan). MRI dan Nuklir). multiplexer. karakteristik. Laboratory Technology Corporation. Penerbit Erlangga. New York. tranduser). Sistem Antar Muka. Komunikasi Elektronika.undip. Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. Perangkat Xrays (tabung X-rays. Windows user guides.PDF 3. Akuisisi dan komunikasi data. buffer-amplifier. Pencitraan Fisiologi/fungsional.id/transmisi/des05/sukiswodes05. . Pacemaker. 1993. Jakarta. aspek biologis). Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik. Sifat-sifat (X-rays. Fosbinder and Charles A.elektro. Materi: Komponen-komponen akuisisi data proses : sensor. Persyaratan teknis. Teknik pencitraan gelombang (US. ADC dan DAC. McGraw Hill Medical Publication Division. Dennis dan John Coolen. tipe interaksi foton. Sistem instrumentasi (Cardiac. Essential of Radiology Sciences. Labtech. Dasar fisika resonansi magnet nuklir. cara kerja dan amplikasi (ECG. Pustaka: 1. Data Aqcuisition and Process Control. 1994. arus.ac.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 159 Perancangan Instrumentasi. radioisotope tracer). energi. Contoh aplikasi akuisisi data menggunakan modul ADAM. USG. 6. filtrasi). Roddy. medis ultra sound. Teknik (in-vitro. Robert A. 2. Copyright 2002. penetrasi. www. Defibrilator dan Hemodialisis). EMG). Review spec dan unjuk kerja perangkat pencitraan medis (X-rays. Detektor nuklir (system deteksi radiasi. Mikrokontroler. kVp. Konfigurasi dan karakterisitik sistem akuisisi data. Akusisi dan pemrosesan data dengan komputer. programmable pheriferal interface. in-vivo. Kesley. kontras).

Teknoekonomi PLTN. New Delhi. Bhairi. 5. Bristol and Philadelphia. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant. hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik. Teknologi dan Perencanaan Energi. Bronzino. mengoperasikan. R. 4. Rathod.160 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. Khandpur.R. The Biomedical Engineering Handbook. Reprint. Buku: 1. 5. IAEA. 3. Pelatihan BATAN. 4. 1993. Eko Edy Karmanto. Editor in chief. Balvinder Singh. Joseph D. The Physics of Medical Imaging. Tekno Ekonomi PLTN Materi Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun. 1988. N. 1994.V. dan merawat dekomisioning. 3. Steve Webb. New Dilhi. Dekomisioning Reaktor Triga. Viena. . Handbook of Biomedical Instrumentation. CRC Press. 1978.S. Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. Narurkar. 1977. B. 7. JAERI. IEEE Press. 2006. P.C. Institute of Physics Publishing. Tata McGraw Hill Company Limited. 2. Tata McGraw Hill Publishing Company Limited. Handbook of Nuclear Medicine Instruments.

4. menyerahkan 1 lembar fotokopi ijazah atau tanda lulus yang sah. Pasfoto hitam putih terbaru ukuran 3 x 4 cm2 sebanyak 3 (tiga) lembar. menyerahkan fotokopi ijazah/STTB. 5. satu (1) lembar fotokopi Surat Izin Belajar dari MENDIKNAS bagi calon WNA. 3. satu (1) lembar fotokopi NEM/STK SLTA yang sah. satu (1) lembar foto kopi ijazah/STTB atau tanda lulus sementara beserta transkrip nilai yang sah. menyerahkan Surat Izin Belajar MENDIKNAS bagi calon mahasiswa WNA. mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan. PERATURAN ADMINISTRASI AKADEMIK Calon mahasiswa baru Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir harus memenuhi ketentuan yang berlaku. . 6. CALON MAHASISWA Ketentuan menjadi calon mahasiswa STTN adalah: 1. dan Kimia sesuai dengan Jadwal yang telah ditentukan. warga negara asing dapat mendaftarkan diri bila telah memperoleh izin belajar dari Menteri Pendidikan Nasional RI. 7. b. c. d. 2. membeli formulir pendaftaran pilihan 2 prodi. datang sendiri menyerahkan formulir yang telah diisi disertai lampiran sebagai berkut: a. lulusan SMU atau SMK Teknik yang sesuai dengan prodi. b.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 161 BAB VII. A. Matematika. 8. transkrip nilai dan atau NEM SLTA yang telah dilegalisir. Bagi calon yang diterima atau lulus seleksi diharuskan melengkapi syarat sebagai berikut: a. Fisika. Warga Negara Indonesia. Mengikuti seleksi berupa test tertulis yaitu: Bahasa Inggris.

ac. 7659410 5. 6. 5.per semester Rp. Jakarta Selatan 12018 Telp (021)7659409. Surat rekomendasi izin belajar dari instansi pengirim..000. 1. PUSDIKLAT-BATAN Jakarta Komplek BATAN Pasar Jum’at Jakarta Jalan Cinere Raya.id. d. Surat bebas narkoba.per SKS teori per SKS praktikum per matakuliah teori/praktikum satu kali selama studi perkenalan. C. BIAYA PENDIDIKAN Setiap mahasiswa yang diterima dikenai biaya pendidikan untuk tahun 2008 adalah sebagai berikut: 1. TEMPAT PENDAFTARAN Formulir Pendaftaran dapat diambil di: 1. 4. CATATAN : Biaya yang tertulis disini sewaktu-waktu dapat berubah. PTNBR-BATAN Bandung Komplek BATAN Bandung Jalan Tamansari No. Fax. 2594081.id 4.000.go.000. Lebak Bulus. 30. sttn@sttn-batan. Komplek BATAN Yogyakarta Jl.. Rp. Uang SPP 2. Email: sttn@batan. (022)2504898. dll) Uang Praktikum Rp 75.000.000. 71 Bandung 40132 Telp. (0274)489715 3.000. 489716. Surat Keterangan Sehat dan Tidak Buta Warna dari dokter. Uang Kuliah 3.750. Babarsari Kotak Pos 6101 YKBB Yogyakarta 55281 Telp (0274)484085. B. jaket almamater.Uang Ujian Rp 10. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). .Biaya kegiatan Mahasiswa (Masa menyesuaikan. Kampus STTN-BATAN Yogyakarta 2. f. Pasar Jum’at. 1.Uang Sarana Rp.162 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 c. e.

Tata cara pendaftaran ulang: 1. Pendaftaran ulang dilakukan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan. Ketentuan mengenai daftar ulang diumumkan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) selambat-lambatnya pada masa UAS. Setelah selesai melaksanakan daftar ulang bagi mahasiswa baru. Pendaftaran ulang semester ganjil pada bulan Agustus. 3. Mengambil dan mengisi formulir daftar ulang dan KRS yang akan diambil pada semester tersebut di Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni dengan menyerahkan tembusan bukti bayar SPP. setiap mahasiswa wajib melaksanakan daftar ulang sesuai dengan ketentuan. Syarat daftar ulang adalah sebagai berikut: 1. Membayar SPP. 4. Pada saat pembayaran SPP bagi mahasiswa yang terputus studinya karena cuti.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 163 D. sedang untuk semester genap pada bulan Januari-awal Februari. Menyerahkan tembusan formulir pembayaran dan pengisian KRS dan Daftar Ulang yang telah dicap oleh Sub Bagian Keuangan kepada petugas terkait. SKS yang diambil dan ujian yang akan ditempuh di Sub Bagian Keuangan STTN dan dimintakan tanda tangan dan cap bukti pelunasan. DAFTAR ULANG Untuk dapat dinyatakan sebagai mahasiswa yang aktif di STTN. Kartu mahasiswa diproses oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni. 2. Puket I yang diproses oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni. pengisian formulir daftar ulang ditandatangani Ketua jurusan atau yang mewakili sedangkan pengisian KRS dikonsultasikan dan dimintakan tanda tangan dosen pembimbing. Bagi mahasiswa non-aktif tanpa izin harus membayar lunas semua biaya pendidikan selama masa non-aktif. 2. setelah berkoordinasi dengan unit terkait dan disesuaikan dengan kalender akademik. mahasiswa berhak mendapat kartu mahasiswa yang berlaku selama yang bersangkutan menjalani masa studi. . ditambah ketentuannya dengan wajib membawa surat izin non-aktif dan diaktifkan kembali studinya oleh Ketua STTN up.

Mahasiswa tersebut wajib melaporkan diri kepada Ketua Jurusan selambat-lambatnya 2 minggu untuk kemudian mengajukan izin cuti/non-aktif pada semester yang sedang berlangsung. Bagi mahasiswa yang tidak mampu membayar biaya pendidikan dapat mengajukan surat permohonan keringanan/ bantuan kepada Ketua STTN disertai bukti-bukti dan alasan-alasan yang sah serta dapat dipertanggungjawabkan untuk memperkuat permohonannya. Surat permohonan keringanan dilakukan menjelang awal tahun akademik. PERLAKUAN BAGI KETERLAMBATAN MENDAFTAR ULANG Mahasiswa yang tidak mendaftar ulang sesuai jadwal yang telah diatur. Bila hilang. 2. mahasiswa diberi surat keterangan oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni setelah menyerahkan surat keterangan dari Kepolisian tentang kehilangan tersebut dan fotokopi bukti pelunasan pembayaran semester yang bersangkutan. Catatan: 1. maka masa non aktif tersebut diperhitungkan sebagai masa aktif dalam hubungannya dengan waktu masa studi mahasiswa yang bersangkutan.164 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. Bagi mahasiswa yang selang cuti. tidak diperkenankan mengikuti semua kegiatan akademik dalam semester yang bersangkutan. Kartu mahasiswa merupakan tanda keabsahan untuk mengikuti kegiatan akademik dan kemahasiswaan selama masa studi. Apabila mahasiswa tidak melakukan hal ini. Sambil menunggu pembuatan kartu pengganti tersebut. PEMBAYARAN BIAYA PENDIDIKAN Setiap mahasiswa wajib membayar biaya pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku. 3. . Biaya-biaya tersebut ditetapkan untuk setiap tahun akademik dan dikeluarkan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan sebelum tahun akademik yang bersangkutan dimulai. kartu tersebut dapat diganti bersamaan dengan pembuatan kartu mahasiswa bagi mahasiswa baru. kartu mahasiswa dapat diambil satu minggu setelah melaporkan daftar ulang untuk kembali aktif.

Setelah selesai pembayaran SKS dan ujian. KARTU RENCANA STUDI (KRS) Mahasiswa wajib mengisi KRS berdasarkan prestasi akademik pada semester sebelumnya dan konsultasi dengan dosen wali. Kartu Rencana Studi yang sudah disetujui Dosen Wali harus sesuai dengan jumlah pembayaran SKS dan ujian di Sub Bagian Keuangan. misalnya mahasiswa sakit atau hamil. Mengisi formulir permohonan yang disediakan Sub bagian Kemahasiswaan dan alumni disertai alasan selambat-lambatnya 1 minggu sebelum masa perkuliahan Semester yang sedang berjalan dimulai.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 165 E. dapat mengajukan cuti studi dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Kehadiran Dosen minimal 90%. G. CUTI STUDI Mahasiswa karena sesuatu hal. Setiap Akhir Semester Sub. Mahasiswa yang kehadirannya kurang dari 80% tidak diizinkan untuk mengikuti ujian akhir semester. Perubahan pengisian KRS hanya dapat dilakukan paling lambat 2 minggu dari awal perkuliahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kemahasiswaan dan Alumni untuk diajukan kepada Ketua STTN up Puket I dan selesai selambat-lambatnya 1 minggu sejak pengajuan. F. Jika dosen tidak dapat mengajar sesuai jadwal yang ditentukan. 3. . Pembatalan matakuliah dilakukan selambat-lambatnya pada masa UTS. Akademik dan Pengajaran membuat rekap Kehadiran Dosen dan Mahasiswa untuk dilaporkan kepada Ketua STTN. Surat permohonon harus diketahui Dosen Wali dan Ketua Jurusan. kartu rencana studi (KRS) didistribusikan ke unit terkait untuk keperluan akademik. dosen diwajibkan mengganti berdasarkan kesepakatan dengan mahasiswa. Surat izin Cuti diproses oleh Sub.. 2. KEHADIRAN Kehadiran Dosen dan Mahasiswa dilakukan dengan menandatangani Daftar Hadir. Bag. Izin Cuti diberikan selama-lamanya untuk 2 (dua) semester. Bag. 4.

6. H. .166 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5. Setelah selesai masa cutinya mahasiswa wajib mengajukan permohonan aktif kembali kepada Ketua STTN up Puket I melalui Sub. Kemahasiswaan dan Alumni dan melaksanakan Daftar Ulang sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada semester yang bersangkutan aktif. Surat Izin Cuti diambil di Sub Bag Kemahasiswaan dan Alumni dengan menyerahkan Kartu Mahasiswa. MAHASISWA PINDAHAN Mahasiswa dari Prodi yang lama dapat pindah ke prodi yang baru berdasarkan penilaian ketua program studi yang baru. Mahasiswa dari perguruan tinggi lain dapat mengajukan pindah ke STTN dengan surat resmi yang diketahui oleh dosen wali dan Ketua Jurusan sebelumnya dilampiri dengan hasil belajar yang telah diperoleh di perguruan tinggi sebelumnya. Yang bersangkutan dapat diterima untuk pindah ke STTN setelah dilakukan penelitian secara seksama atas prestasi akademik yang sudah dicapai sebelumnya dan hal-hal lain dari calon mahasiswa pindahan tersebut. Mahasiswa yang ingin mengajukan pindah mengajukan pengajuan secara resmi kepada Ketua STTN up Puket I dengan persetujuan Dosen Wali dan Ketua Jurusan. Mata kuliah yang sesuai dapat diakui setelah dilakukan penelitian yang seksama. Bag.

yang diharapkan dapat membekali mahasiswa untuk memahami kaidah bermasyarakat sesuai dengan keahliannya. Adapun ruang lingkup Kerja Praktek harus sesuai dengan Tujuan Kerja Praktek yang dituangkan dalam Proposal Kerja Praktek. A. serta penerapan di lapangan yang terkadang tidak sesuai dengan teori akademis juga diharapkan dapat pula menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa. PERSYARATAN AKADEMIS Persyaratan akademis yang harus dipenuhi untuk melaksanakan KP adalah telah menempuh sedikitnya 96 sks. Prinsip pelaksanaan KP adalah mahasiswa merencanakan KP di suatu tempat dalam bidang/konsentrasi tertentu.56. 3. Mahasiswa memohon rekap hasil belajar / transkrip di Sub bag Akademik dan Pengajaran. hubungan sesama kolega. dead line. Mahasiswa harus mencari instansi/industri/perusahaan terkait untuk kemungkinan pelaksanaan KP. membandingkan dan menerapkan pengetahuan akademis yang telah didapatkan. Konsultasi dengan Ketua Prodi. Setelah informasi yang diperoleh dipandang cukup dan instansi/industri/perusahaan yang akan dituju memungkinkan untuk menerima. KERJA PRAKTEK Kerja Praktek (KP) bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja yang sesuai dengan dunia kerja yang akan dimasuki. Jika Ketua Prodi sudah menyetujui tempat dan waktu pelaksanaan KP yang . kemudian mendapatkan persetujuan dari Ketua Jurusan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 167 BAB VIII. dengan IP kumulatif minimal 2. Mata Kuliah KP termasuk dalam kelompok Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB). Mahasiswa dapat memulai KP tanpa harus terlebih dahulu mendaftarkan mata kuliah tersebut. ketidakpastian. serta memahami konsep-konsep non akademis dan non teknis di dunia kerja nyata seperti hubungan atasan bawahan. mahasiswa melakukan prosedur sebagai berikut: 1. 2.

untuk menyelesaikan surat permohonan ke Instansi/industri/perusahaan terkait dengan tembusan ke fihak yang berkepentingan. pernyataan tentang kemungkinan Instansi mengubah rencana yang dibuat. Surat permohonan KP ke instansi/industri/perusahaan disampaikan sendiri oleh mahasiswa. B. dibawa ke Sub. Rencana waktu pelaksanaan. 7. . 8. 5. Garis-garis besar rencana kerja (Lampiran KP-1). Bag. Setelah dinyatakan diterima oleh Instansi/industri/perusahaan.168 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 akan dituju. Paling lambat 3 (tiga) hari sebelum mengambil SPK mahasiswa memohon/ mengkonfirmasi di Sub Bag Perencanaan dan Kerjasama untuk mengambil SPK. Mahasiswa berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk membuat GarisGaris Besar Rencana Kerja (lampiran KP-1). PROPOSAL Isi Proposal KP mencakup: Data umum mahasiswa dan Institusi tujuan KP. Mahasiswa melaksanakan KP sesuai ketentuan. mahasiswa mengajukan permohonan KP disertai dengan proposal kepada Ketua Jurusan. 4. 6. dan Lampiran yang diperlukan untuk mendukung proposal. Garis-garis Besar Rencana Kerja yang sudah disetujui Dosen pembimbing STTN dibawa ke BAAK untuk memperoleh SPK. Ketua Jurusan memproses sampai ditetapkannya Dosen Pembimbing. kalau tidak memungkinkan dikirim lewat pos. Surat permohonan yang sudah ditandatangani dan dimintakan persetujuan dari Ketua Jurusan. Perencanaan dan Kerjasama paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum waktu pelaksanaan KP. mahasiswa tidak diperkenankan mengundurkan diri atau pindah tempat KP kecuali sudah ada jawaban ditolak dari instansi/industri/perusahaan yang dituju atau lebih dari 2 (dua) bulan sejak tanggal permohonan KP dibuat belum ada jawaban. 9. misalnya hasil studi. 10. Deskripsi singkat tentang KP. 11. Setelah surat permohonan KP ke instansi/industri/perusahaan dibuat.

Pada akhir masa KP. 3. dan hal lain yang difrumuskan oleh Pembimbing dan dinyatakan dengan nilai huruf untuk dilaporkan kepada Ketua Program Studi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 169 C. Menjelang akhir pelaksanaan KP. Bagian Awal sebuah Laporan KP terdiri atas: 1. Pelaksanaan KP dan perubahan atas proposal/rencana kerja dicatat dalam Log Harian. Halaman Sampul 2. PELAKSANAAN Kerja Praktek dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. ketentuan ini tidak membatasi mahasiswa untuk melanjutkan pekerjaan pada Instansi. Laporan KP. PENILAIAN Nilai akhir KP ditentukan oleh Dosen Pembimbing STTN dengan memperhatikan Penilaian Pembimbing Instansi. 2. mahasiswa wajib mengalokasikan waktu untuk mengadakan observasi lapangan dan atau wawancara untuk mengetahui dampak KP yang dilakukan terhadap Instansi. Pembimbing Instansi dimohon memberi nilai. Halaman Judul 3. Jangka waktu pelaksanaan KP adalah 6 minggu dengan toleransi kurang-lebih 25 %. E. dan Lampiran. FORMAT LAPORAN KP Secara umum Laporan KP terdiri atas Bagian Awal. Namun. Log Harian harus ditanda tangani oleh Pembimbing Instansi 4. 7. 6. D. Mahasiswa yang sering absen dalam KP dapat diberi sangsi pembatalan. Bagian Utama. 5. Salinan Log Harian yang sudah ditandatangani Pembimbing Instansi dikirimkan kepada Pembimbing STTN agar dapat memantau. Halaman Pengesahan Jurusan . tetapi kelebihan ini tidak diperhitungkan sebagai KP.

Sarana dan Prasarana. F. Pelaksanaan KP yang merupakan penjabaran kegiatan KP yang telah tercatat dalam Log Harian. JUMLAH LAPORAN KP Jumlah Laporan yang harus dibuat oleh seorang mahasiswa minimal adalah 5 (lima) buah dengan rincian: 1 buah untuk mahasiswa. Partisipasi Sosial Instansi. Panjang Laporan dibuat sekitar 10. Daftar Isi 7. Uraian tentang Tempat Kerja Praktek yang meliputi Sejarah dan Organisasi Perusahaan. Intisari 12. Daftar Lampiran (jika perlu) Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 10. Halaman Pengesahan Instansi 5. Sistem Jaminan Kualitas. 1 buah untuk perpustakaan STTN. Daftar Gambar (jika perlu) 8.000 kata atau 40 halaman. dan 1 buah untuk instansi.170 4. Bahan Sampul KP menggunakan kertas warna biru diperkuat dengan karton. TATA TULIS LAPORAN KP 1. Isi . 1 buah untuk Pembimbing dan 1 buah untuk Jurusan/Prodi. G. Proses/Kegiatan Instansi. Latar Belakang yang memuat uraian tetang pentingnya KP dan alasan mahasiswa melaksanakan KP di instansi terkait. 2. Daftar Lambang dan Artinya (jika perlu) 11. Bagian Utama Laporan Bagian Utama Laporan Kerja Praktek berisi: 1. Daftar Tabel (jika perlu) 9. Laporan KP bukan merupakan karya ilmiah atas produk yang dihasilkan. Kata Pengantar 6.

. 2. spasi ganda kecuali untuk Intisari. 5. Daftar Pustaka. Bahasa Bahasa yang digunakan dalam penulisan adalah bahasa yang lazim dalam tata tulis ilmiah. Ukuran Kertas yang digunakan adalah A4 (21 cm x 29. Pengetikan Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12 pitch. Nomor halaman bagian awal menggunakan huruf romawi kecil diletakkan dibagian kanan bawah dan bagian berikutnya menggunakan angka Arab diletakkan di kanan atas kecuali pada Bab baru diletakkan di bagian kanan bawah.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 171 menggunakan kertas HVS minimal 70 g/m2. Abstrak. Lain-lain Bagi perusahaan / instansi yang mempunyai format dan tata tulis laporan Kop tersendiri. 3. 4. Nomor dan nama Gambar diletakkan di bawah Gambar sedang Nomor dan Nama Tabel diletakkan di atas Tabel dengan posisi center. Gambar dan Tabel diberi nomor dengan angka Arab. dan Baris dalam Tabel menggunakan Spasi 1.7 cm) dengan batas tepi atas dan kiri 4 dan kanan dan bawah 3 cm. Ruangan yang tersedia harus dimanfaatkan seefisien mungkin sehingga tidak ada ruang-ruang yang tidak termanfaatkan dengan baik. tidak perlu mengacu format dan tata tulis laporan KP STTN.

172 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 173 BAB IX. pengembangan analisis. dan berkomunikasi secara efektif. penerapan teknologi. Telah menempuh kurikulum Program Studi sampai dengan Semester VII dengan indeks prestasi kumulatif minimal 2. Pelaksanaan TA secara prinsip berada di STTN. 2. KETENTUAN-KETENTUAN TERKAIT DENGAN TA 1. 2. Mahasiswa yang menyusun Tugas Akhir dapat menempuh mata kuliah ulang atau perbaikan nilai sebanyak-banyaknya 8 SKS dengan persetujuan Dosen Wali. B. TUGAS AKHIR Tugas akhir yang harus diselesaikan oleh seorang mahasiswa untuk memperoleh sebutan Sarjana Sains Terapan adalah menyusun sebuah Tugas Akhir dan mempertanggungjawabkannya di depan Dewan Penguji Tugas Akhir. Tugas Akhir (TA) di STTN diberi beban 5 SKS.56 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. Jangka waktu pelaksanaan TA adalah sesuai jangka waktu saat mengambil TA dalam KRS. rancang bangun. pembuatan model. yang dilakukan secara seksama dengan bimbingan pembimbing yang berkompeten. Tugas Akhir merupakan karya ilmiah tertulis yang disusun oleh mahasiswa program D-IV berdasarkan hasil penelitian. pengkajian/analisis sistem. pengujian laboratorium. . sedang untuk mendapatkan data atau membuat perancangan/peralatan dapat dikerjakan di luar STTN. PROGRAM STUDI DAN TUJUAN Mahasiswa diperkenankan melaksanakan Tugas Akhir dengan persyaratan akademik sebagai berikut: 1. atau perancangan/pembuatan sistem. A. Di samping melatih mahasiswa untuk menyusun karya ilmiah yang baik. TA juga bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam berkehidupan bersama. termasuk menjunjung tinggi etika profesi. Setiap SKS TA setara dengan penyelesaian kegiatan efektif mahasiswa selama 65-85 jam.

174 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. Rencana Kerja. Setelah Pengurus Jurusan menyetujui Usulan TA dan Dosen Pembimbing telah ditetapkan maka mahasiswa berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing. dan Jadwal pelaksanaan. Apabila mahasiswa mengerjakan TA di luar STTN maka pembimbing yang ditunjuk oleh instansi tersebut menjadi pembimbing instansi/lapangan. 9. Keaslian TA. Rumusan Masalah. Apabila tidak memungkinkan pembimbing hanya dari dosen STTN maka pembimbing II dimungkinkan selain dosen STTN. Rencana/Cara Kerja TA. 13. Pengurus Jurusan mengkaji Usulan TA mahasiswa. Dalam hal mahasiswa mengerjakan TA di instansi di luar STTN maka mahasiswa mengajukan surat permohonan untuk mengerjakan TA yang telah disetujui oleh Ketua Jurusan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku pada instansi yang akan dituju dan semua biaya yang ditimbulkannya menjadi tanggung jawab mahasiswa. jika disetujui Pengurus Jurusan memproses sampai ditetapkannya Dosen Pembimbing I dan Pembimbing II. Pada hakekatnya semua biaya pelaksanaan TA adalah menjadi tanggung jawab mahasiswa. tetapi mahasiswa diperkenankan untuk mendapatkan bantuan. 4. dan. Tinjauan Pustaka. mahasiswa mengajukan Usulan TA / Proposal TA kepada Jurusan terkait yang setidak-tidaknya memuat: 6. Pembimbing I dan pembimbing II adalah dosen STTN. Landasan Teori. Setelah pembimbing TA ditetapkan maka segala urusan yang berkaitan dengan penyelesaian TA menjadi tanggung jawab mahasiswa dan pembimbing TA yang . Pendahuluan yang mencakup: Latar belakang. 12. Judul TA dan Identitas Mahasiswa pengusul. 5. Alat. Bahan. meliputi: Tempat. 11. Setelah dipandang cukup. 8. Asumsi dan Batasan Masalah. sponsor dari pihak instansi yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Daftar Pustaka 10. 7. dan Hipotesis.

Latar Belakang. Seminar ini diharapkan menjadi ajang tukar menukar informasi dan diskusi ilmiah antar sivitas akademika STTN. Hasil konsultasi awal dengan Dosen Pembimbing berupa penyempurnaan Usulan TA (Proposal) yang sudah disetujui semua Pembimbing diserahkan kepada Jurusan dan Dosen Pembimbing. sebagai sarana pengurus jurusan untuk mengaudit TA mahasiswanya.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 175 bersangkutan. Halaman Judul berisi Judul Usulan TA dan identitas mahasiswa pengusul. Mahasiswa melaksanakan TA dengan arahan Pembimbing I dan II (pembagian tugas Pembimbing ditentukan oleh Pembimbing I atau kesepakatan kedua pembimbing). 14. Pendahuluan meliputi: a. Setiap konsultasi dibuktikan dengan tandatangan pembimbing dalam lembar konsultasi. 3. 17. Setelah dipandang cukup. 18. Daftar Isi 4. b. Bagian Utama terdiri atas: 1. Daftar Singkatan dan Lambang beserta artinya. 15. C. Jurusan dapat menyelenggarakan Seminar untuk menilai kelayakan awal Tugas Akhir. dan memperoleh masukan untuk meningkatkan kualitas TA. Hasil seminar digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki TA. 16. dibuat mengikuti format sebagai berikut. Halaman Persetujuan yang berisi persetujuan Pembimbing disertai tanggal pembimbing menyetujui. Bagian Awal terdiri atas: 1. Mahasiswa membuat laporan TA sesuai dengan ketentuan. Untuk TA yang. Keaslian TA . USULAN/PROPOSAL TUGAS AKHIR Usulan TA yang diserahkan ke Jurusan harus sudah disetujui pembimbing. mahasiswa membuat makalah untuk diseminarkan di depan sivitas akademika STTN dipandu Dosen Pembimbing. 2.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 b. Landasan Teori. ISI TUGAS AKHIR Secara umum Tugas Akhir terdiri atas 3 bagian. Daftar Isi. Batasan Masalah. Bagian Akhir 1. c. Daftar Pustaka D. Halaman Judul. nama . lambang STTN. Cara analisis data c. Tinjauan Pustaka. Halaman Pengesahan.176 c. Daftar Tabel. Intisari dan Abstract. d. alat. Halaman Pernyataan. Bagian Awal Bagian awal sebuah Tugas Akhir memuat Halaman Sampul Depan. Daftar Gambar. Kata Pengantar. Identifikasi/Rumusan Masalah. Bagian Utama 3. Rencana Penelitian (atau disesuaikan dengan jenis TA) a. f. yaitu: 1. Halaman Sampul Depan Halaman sampul depan memuat: Judul Tugas Akhir. Daftar Lampiran. Jika Waktu dan tempat juga merupakan informasi ilmiah. b. e. Daftar Lambang dan Singkatan. dan Cara Kerja. Bagian Awal 2. Manfaat Penelitian 2. maka dua hal itu harus dituliskan pada awal bagian ini. Jadwal Penelitian 4. Metode /Cara Kerja Jika berupa penelitian Laboratorium berisi Bahan. Dasar Teori meliputi a. Tujuan Penelitian. Hipotesis 3.

Daftar Isi Daftar Isi dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang isi TA dan sebagai petunjuk bagi pembaca yang ingin melihat suatu bagian TA. Tulisan-tulisan dan Lambang Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir pada halaman Sampul. juga bukan karya orang lain. STTN dan tahun Tugas Akhir selesai. judul anak sub bab disertai dengan nomor halamannya. dan merah untuk Prodi Elmek. judul sub bab. . ucapan terima kasih. bagi yang melaksanakan TA di luar STTN. kuning untuk Prodi Elin. tetapi jelas dan menunjukkan dengan tepat isi Tugas Akhir. dan harapan-harapan. Warna Sampul Depan disesuaikan dengan Bendera Program Studi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 177 dan nomor mahasiswa. b. Halaman Pengesahan STTN. Halaman Persetujuan Jurusan. c. Halaman Pernyataan Halaman ini berisi pernyataan bahwa isi TA tidak merupakan jiplakan. Halaman Judul Isi Halaman Judul sama dengan Halaman Sampul Depan tetapi diberi nomor halaman ii romawi kecil dengan kertas HVS putih. dibuat di tengah dengan ukuran proporsional. Dalam Daftar Isi tertera urutan Judul bab. penjelasanpenjelasan singkat seperti tempat dan waktu pelaksanaan TA. hijau untuk Prodi Teknokimia. Judul Tugas Akhir dibuat sesingkat-singkatnya. Pengesahan oleh Insntansi Tempat pelaksanaan TA. Halaman Pengesahan Halaman Pengesahan meliputi: a. Program Studi. Jurusan. Kata Pengantar Kata Pengantar mengandung uraian singkat tentang maksud TA.

1. dan Hipotesis). tujuan. Metodologi. I. berisi uraian singkat tetapi lengkap tentang latar belakang. asumsi dan batasan masalah. Jika jumlah tabel dalam TA tidak terlalu banyak.1. Latar belakang . Daftar Lampiran Daftar Lampiran perlu dibuat jika TA memiliki banyak lampiran. tujuan.178 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Daftar Gambar Daftar Gambar berisi urutan gambar beserta judul setiap gambar dan nomor halamannya. 2. Landasan Teori. Halaman ini tidak diperlukan jika jumlah gambar dalam TA tidak terlalu banyak. serta hasil dan rekomendasi yang diberikan. Dasar Teori (Tinjauan Pustaka. Intisari/Abstrak Intisari/Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia. Arti Lambang dan Singkatan Arti lambang dan singkatan yang dipergunakan dalam TA disertai dengan arti dan satuannya. Daftar ini disusun urutan judul lampiran beserta nomor halamannya. Bagian Utama Bagian Utama TA memuat Pendahuluan. PENDAHULUAN Pendahuluan memuat latar belakang. halaman ini tidak diperlukan. bila jumlahnya cukup banyak. disusun dalam daftar. dan manfaat. serta Kesimpulan dan Saran. Abstract Abstract merupakan terjemahan Instisari ke dalam Bahasa Inggris. Daftar Tabel Daftar Tabel memuat urutan tabel beserta nama dan nomor halamannya. cara. rumusan masalah. Hasil dan Pembahasan. Intisari dapat ditulis dalam 3 alinea dan panjangnya tidak boleh lebih dari 1 halaman dengan ketikan 1 spasi.

Tujuan Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) Tujuan penelitian (atau sesuai topik TA yang dipilih) menyebutkan secara spesifik tujuan yang ingin dicapai melali kegiatan penelitian/topik yang dipilih. termasuk manfaat bagi ilmu pengetahuan. Manfaat Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) Bagian ini berisi manfaat yang dapat diraih dari kegiatan TA. Landasan Teori. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis tentang informasi dan atau hasil-hasil penelitian terdahulu dan yang ada hubungannya (relevan) dengan TA yang akan dilakukan.2.3.1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 179 Bagian ini memuat uraian dan pembahasan yang menjadi latar belakang perlunya dilakukan penelitian (sesuai topik TA yang dipilih). Fakta-fakta yang dikemukakan sedapat . 1. DASAR TEORI Dasar Teori berisi Tinjauan Pustaka. serta berisi batasan-batasan permasalahan yang diambil untuk lebih memfokuskan kegiatan TA. 2. Asumsi dan batasan Masalah Asumsi dan Batasan Masalah berisi penjelasan tentang asumsi-asumsi yang diambil dalam melaksanakan TA. 1. dan Hipotesis. dan bagi pembangunan Negara dan bangsa. 1. Rumusan Masalah Rumusan Masalah merupakan penarikan kesimpulan dari bagian Latar Belakang. Keaslian TA Bagian ini memuat uraian unsur baru penelitian/TA yang diajukan atau hal-hal yang membedakan dengan penelitian sebelumnya. masyarakat. 1.6. II.4. Bagian inilah yang harus dijawab dengan kesimpulan. Hal ini berfungsi untuk menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan dalam TA memang benar-benar diperlukan. 1. biasanya dituliskan dalam satu alinea yang sudah menyatakan secara jelas persoalan yang akan diselesaikan dalam TA.5.

alat. tingkat ketelitian alat/metode. Hipotesis Hipotesis berupa pernyataan singkat yang merupakan jawaban sementara dari permasalahan yang akan diselesaikan. Bahan atau materi Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) harus dinyatakan spesifikasinya selengkap mungkin. definisi. metode/jalan penelitian. sifat fisis.2. dan informasi yang disusun secara sistematis yang mempunyai fungsi memperjelas dan mempertajam ruang lingkup dan variabel yang akan diteliti. atau dengan memberi nomor sesuai urutan pengacuan dan harus sesuai dengan penulisan dalam Daftar Pustaka. dan kesulitan-kesulitan serta cara pemecahannya. METODE PENELITIAN/CARA PENELITIAN Metodologi Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) menjelaskan secara rinci hal-hal yang mencakup bahan.180 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 mungkin diambil dari sumber aslinya.1. . Landasan Teori Landasan Teori merupakan alur logika atau penalaran yang merupakan seperangkat konsep. cara penyiapan. dan susunan kimia bahan yang dipakai. Semua sumber yang dipakai harus disebutkan dengan mencantumkan nama belakang penulis dan tahun penerbitan. III.3. 2. haruslah disebutkan asal. 3. Alat yang dipergunakan untuk melaksanakan Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) diuraikan dengan jelas. Untuk penelitian di laboratorium. tidak terjadi salah langkah.2. Hal ini perlu dilakukan agar jika ingin dilakukan pengujian ulang. 2. perkiraan dan pemandu menemukan fakta. 3. Landasan Teori diperlukan agar penelitian itu bukan sekedar percobaan coba-coba (trial and error) saja melainkan sudah dikaji dengan baik. jika diperlukan disertai dengan gambar. serta mengendalikan penelitian yang akan dilaksanakan.

1. 5. atau bentuk lain yang ditempatkan sedekat-dekatnya dengan pembahasan. Kesimpulan dan saran harus dinyatakan terpisah. tentang hasil yang diperoleh. sebaiknya dikemukakan bahwa hasil dapat dijumpai pada daftar dan gambar yang nomornya disebutkan. sedapat mungkin disajikan dalam bentuk tabel. 3. Pada alinea pertama. (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih). kunatitatif. grafik. Kesulitan-kesulitan yang timbul selama penelitian dan cara pemecahannya perlu ditampilkan.4.1. agar pembaca lebih mudah mengikuti uraian.5. Jalan penelitian berupa uraian lengkap dan rinci tentang langkahlangkah yang telah diambil pada pelaksanaan penelitian. 4. Hasil. Jika tempat dan waktu pelaksanaan TA merupakan informasi ilmiah yang berkaitan TA maka hal ini harus dicantumkan sebelum Bahan. foto. gambar. Pembahasan. Di samping itu. KESIMPULAN DAN SARAN Bagian ini berisi Kesimpulan terhadap hasil yang telah dilakukan serta saran untuk perbaikan atau pengembangan perlu dilakukan. agar peneliti berikutnya yang berkecimpung dalam bidang sejenis terhindar dari kesulitan itu.3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 181 3. . (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) 3. V. 4. IV.2. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini memuat hasil dan analisis pembahasan yang bersifat terpadu dan bisa jadi tidak dapat dipecah menjadi sub bagian tersendiri. berisi tentang penjelasan teoritis baik secara kualitatif. atau secara statistik. Kesimpulan merupakan pernyataan singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil dan pembahasan untuk membuktikan kebenaran hipotesis. termasuk cara pengumpulan data dan sejenisnya. hasil sebaiknya juga dibandingkan dengan hasil yang telah diperoleh oleh penulis terdahulu.

Lampiran Lampiran dipakai untuk menempatkan data atau keterangan lain yang berfungsi untuk melengkapi uraian yang telah disajikan dalam Bagian Utama TA. disahkan oleh ka BAAK atau pejabat yang ditunjuk.56. b. Saran bukan merupakan keharusan. UJIAN TUGAS AKHIR 1. b. Daftar nilai hasil studi keseluruhan dengan IPK minimal 2. untuk disetujui Puket I. d. e. tanpa nilai E. Telah dinyatakan lulus ujian komprehensif dengan surat keterangan dari Jurusan. Lembar konsultasi TA. a. 3. Ketua Jurusan mengusulkan Susunan Dewan Penguji.182 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5. Saran dibuat berdasarkan pengalaman dan pertimbangan penulis untuk kelanjutan/perbaikan dari yang sudah dicapai. Mahasiswa meminta persetujuan Jurusan bahwa TA sudah siap diujikan dengan menunjukkan: a. c. Bagian Akhir Bagian Akhir sebuah TA terdiri atas Daftar Pustaka dan Lampiran. 3. Daftar Pustaka Daftar Pustaka disusun dengan sistem Desitasi atau sistem Havard secara konsisten disesuaikan dengan teknik pengacuan dan penulisan Daftar Pustaka yang lazim untuk masyarakat ilmiah. nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. Laporan TA yang sudah disetujui oleh pembimbing. E. yang meliputi 1 (satu) orang Ketua Dewan Penguji merangkap anggota dan 2 .2. Bukti sah telah melaksanakan dan mengikuti Seminar. 2. Ujian TA merupakan Ujian terakhir bagi seorang mahasiswa. Perbaikan nilai yang diumumkan setelah Ujian TA dianggap tidak ada.

4. c. Mahasiswa mendaftarkan Ujian TA ke Sub Bag. KSB. Jika dinyatakan lulus. Sub Bag. Pembimbing. berdasi bagi penguji pria. 9. Bag. Setelah Ujian. b. Mahasiswa membawa bahan pendukung. Kemahasiswaan dan Alumni memberikan persyaratan Wisuda untuk dilengkapi oleh mahasiswa. Akademik dan Pengajaran untuk keperluan Rapat Yudisium. Ketua Dewan Penguji dan atau Pembimbing TA menyampaikan ucapan selamat dan pesan-pesan moral kepada yang bersangkutan. Akademik dan Pengajaran menyurati Penguji serta menyiapkan berkas (semua berkas dari mahasiswa dan berkas lain untuk keperluan penilaian dll diberikan kepada Ketua Dewan Penguji) dan perlengkapan ujian 7. jika dinyatakan lulus dengan perbaikan pemimpin sidang harus mengisi Lembar Revisi TA. 8. Mahasiswa meminta pengesahan TA dan menyerahkannya kepada Jurusan. . Mahasiswa membuat kesepakatan jadwal ujian dengan para pengujinya. Surat Keterangan Lunas Administrasi yang dikeluarkan oleh Subbag Keuangan (khusus mahasiswa yang mempunyai kewajiban adminitrsai keuangan). 10.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 183 orang anggota Dewan Penguji lain. Semua Berkas Ujian dan Persyaratan Wisuda diserahkan ke Sub. Persetujuan Jurusan (dari butir 2 lengkap). 5. 12. Surat Undangan Pengujian dan Naskah TA harus sudah diterima penguji selambat-lambatnya 24 jam sebelum pelaksanaan ujian. mahasiswa yang diuji berpakaian busana STTN dengan jas almamater dan bagi penguji berpakaian rapi. Pada saat pelaksanaan ujian. 13. Setelah Rapat Yudisium berkas di distribusikan ke fihak yang berkepentingan. Naskah TA 6. 11. Akademik dan Pengajaran mengisi Formulir yang disediakan yang dilampiri: a. dan Perpustakaan STTN.

Gambar dan Tabel diberi nomor dengan angka Arab.99 Nilai huruf A B C G. Ukuran Kertas yang digunakan adalah A4 (21 cm x 29. Nilai Isi Tulisan TA (bobot 40 %) yang diberikan oleh Dewan Penguji. 3. Nilai Ujian Lisan (Bobot 30 %).99 60-69. TATA TULIS LAPORAN KP DAN TA 1. Isi menggunakan kertas HVS minimal 70 g/m2. Cover TA menggunakan kertas warna sesuai dengan bendera Prodi diperkuat dengan karton. 2. Abstrak.7 cm) dengan batas tepi atas dan kiri 4 dan kanan dan bawah 3 cm. Daftar Pustaka. Nomor dan nama Gambar diletakkan di bawah Gambar sedang Nomor dan Nama Tabel diletakkan di atas . 2. Nilai Tugas Akhir diberikan setelah yang bersangkutan menyelesaikan perbaikan dengan mengkonversi nilai angka menjadi nilai huruf sebagai berikut: Nilai angka 80-100 70-79. Nilai Pembimbingan (bobot 30 %) selama pelaksanaan TA dari Pembimbing I dan II. Pengetikan Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12 pitch. Nomor halaman bagian awal menggunakan huruf romawi kecil diletakkan dibagian kanan bawah dan bagian berikutnya menggunakan angka Arab diletakkan di kanan atas kecuali pada Bab baru diletakkan di bagian kanan bawah. spasi ganda kecuali untuk Intisari. dan Baris dalam Tabel menggunakan Spasi 1. 3. PENILAIAN TUGAS AKHIR Nilai Tugas Akhir ditentukan berdasarkan kriteria: 1.184 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 F. Bahan Sampul KP menggunakan kertas warna biru diperkuat dengan karton.

4.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 185 Tabel dengan posisi center. Ruangan yang tersedia harus dimanfaatkan seefisien mungkin sehingga tidak ada ruang-ruang yang tidak termanfaatkan dengan baik. Ujian lisan TA/Pendadaran dilaksanakan menggunakan Bahasa Inggris. . Format dan tata penulisan TA selain jenis penelitian mengikuti kaidah ilmiah yang lazim sesuai jenis karya ilmiah yang diajukan. 2. Lain-lain 1. Bahasa Bahasa yang digunakan dalam penulisan KP dan TA adalah bahasa yang lazim dalam Tata Tulis ilmiah.

186 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

3. TUJUAN DAN FUNGSI 1. 4. pelanggaran. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa demi tercapainya tujuan sesuai dengan ketentuan. 2. 5. serta sanksi bagi mahasiswa STTN. 6. Sanksi adalah hukuman yang dikenankan kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib ini. KEMAHASISWAAN Mahasiswa STTN . B. 8.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 187 BAB X. Pihak yang berwenang adalah pihak yang mempunyai hak menetapkan dan menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran. menjalankan tata tertib serta bebas berpartisipasi pada kegiatan ekstra dan ko kurikuler yang diminati.BATAN selama aktif mempunyai hak dan kewajiban: memperoleh fasilitas pendidikan. A. Ormawa adalah organisasi mahasiswa di tingkat program studi. 7. Tata tertib adalah aturan-aturan tentang hak. Mahasiswa adalah mahasiswa STTN yang terdaftar pada semester yang berjalan. Fungsi tata tertib adalah : . kewajiban. penghargaan. Tujuan tata tertib adalah untuk meciptakan suasana kampus Tri Dharma Perguruan Tinggi 2. Pelanggaran adalah setiap perbuatan/tindakan yang bertentangan dengan segala sesuatu yang tercantum dalam tata tertib ini. KETENTUAN UMUM Dalam tata tertib mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir yang dimaksud: 1. dan Sekolah Tinggi. Hak adalah kewenangan yang dimiliki oleh mahasiswa dalam mencapai tujuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. jurusan.

pelanggaran. memperoleh pendidikan dan pengajaran pada program studi yang diminati sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang berlaku. dan kritik secara proporsional untuk kemajuan STTN-BATAN. memperoleh pelayanan di bidang akademik. menggunakan kebebasan mimbar akademik secara bertanggungjawab untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). dan kemahasiswaan. menjadi aturan atau petunjuk mengenai hak. 5. memperoleh perlindungan dari pemaksaan untuk kepentingan pribadi dosen. memperoleh informasi yang benar tentang prestasi belajar. 9.188 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 a. 6. saran. memperoleh bimbingan dan masukan dari dosen untuk penelitian dan penulisan karya ilmiah. tenaga penunjang akademik. 8. 10. 4. mengemukakan pendapat atau ide dengan penalaran tinggi. memperoleh penghargaan dari STTN-BATAN atas prestasi yang dicapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 7. atau mengganggu ketertiban. . sejauh tidak mengganggu hak-hak orang lain. 3. 12. kewajiban. dan atau mahasiswa lain. membantu tegaknya peraturan dan ketertiban di kampus STTN C. memanfaatkan fasilitas STTN-BATAN dalam rangka kelancaran proses pembelajaran dan kegiatan akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2. HAK MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN-BATAN berhak : 1. menyampaikan aspirasi yang berupa usul. 11. administrasi. tenaga administrasi. mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan dalam kampus sesuai dengan aturan yang berlaku. mendapatkan beasiswa bagi kemajuan belajarnya sejauh memenuhi persyaratan yang berlaku. dan sanksi yang berlaku bagi mahasiswa STTN b.

12.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 189 D. potongan rambut bagi mahasiswa pria pendek rapi dan bagi wanita rapi. menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan tepat waktu. dan keamanan dalam kampus. memelihara sarana dan prasarana. tidak menyalahgunakan fasilitas kampus untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan akademik dan kemahasiswaan. Mengembangkan sikap dan perilaku ilmiah b. 8. mengenakan seragam yang berlaku beserta atributnya. 10. dan tidak berlebihan serta mengenakan sepatu secara baik dalam kampus. KEWAJIBAN MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN-BATAN berkewajiban untuk : 1. 6. ketertiban. diikat apabila panjang. memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan. 11. mengikuti perkuliahan dengan kehadiran tidak boleh kurang dari 80% untuk dapat mengikuti ujian kecuali mengajukan permohonan secara resmi dengan alasan yang kuat kepada Ketua STTN up. memeliharan suasana akademik di kampus dan menjunjung tinggi almamater dan menjaga kewibawaan serta memelihara nama baik STTN – BATAN. Puket I. saling menghormati sesama mahasiswa dan bersikap sopan terhadap pimpinan. praktikum. dosen. kebersihan. sopan. 4. 13. dan karyawan. bertata rias rapi. belajar dengan tekun dan rajin agar memperoleh prestasi tinggi. 9. dan tugas-tugas akademik yang lainnya. 2. mematuhi dan memahami pelaksanaan segala peraturan akademik yang berlaku. menjaga netralitas kampus dari kegiatan politik praktis. . baik di tingkat universitas maupun fakultas. 7. 3. mentaati peraturan akademik yang berlaku: a. Mengikuti kuliah. 5. menghargai kemajuan IPTEK.

dan berpakaian kurang sopan. bertindak atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan akademik maupun non akademik 2. SANKSI Setiap mahasiswa STTN-BATAN yang melakukan pelanggaran tata tertib akan dikenakan sanksi : . mencuri dan kegiatan yang melanggar hukum. dengan sengaja merusak barang milik atau fasilitas STTN-BATAN atau dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mengganggu kegiatan atau program resmi STTN-BATAN. e. memalsu dokumen. b. menggunakan fasilitas pihak luar tanpa izin. F.190 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 E. sepatu yang tumitnya diinjak. pencemaran nama baik. melakukan pelecehan kehormatan. c. LARANGAN BAGI MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN – BATAN dilarang untuk : 1. kekerasan. melakukan hal-hal : a. perselingkuhan. d. madat. perkelahian. memiliki/menggunakan senjata api tanpa izin. klompen atau sejenis. tindakan berjudi. slop. 3. tidak menyalahgunakan peralatan atau fasilitas STTN-BATAN untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan akademik dan kemahasiswaan. mengganggu kegiatan akademik. mengaktifkan telepon genggam ketika kuliah sedang berlangsung. menggunakan fasilitas kampus tanpa izin atau secara tidak semestinya. dan minum-minuman keras. merusak fasilitas kampus. memakai sandal. dan bercelana sobek selama mengikuti kegiatan akademik dan kegiatan lainnya di kampus. melakukan tindakan plagiat. menyimpan/ memperdagangkan/menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang. dan melakukan tindakan asusila yang lain. menimbulkan suara-suara yang mengganggu ketertiban kampus. menyontek. 4.

yaitu sanksi yang diberikan dalam bentuk larangan untuk mengikuti kegiatan akademik untuk jangka waktu tertentu. 4. yaitu sanksi yang diberikan dengan ketentuan mahasiswa yang dikenai hukuman itu masih dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan persyaratan tertentu dan akan diberikan hukuman yang lebih berat apabila melakukan pelanggaran dalam masa percobaan. Laboratorium & Perpustakaan yang memadai. penangguhan sementara oleh jurusan atau STTN-BATAN. hukuman percobaan. 3. Penilaian dilakukan oleh Tim yang dibentuk oleh Ketua STTN berdasarkan pertimbangan Senat STTN. yaitu sanksi yang diberikan bila mahasiswa tidak memenuhi standar perilaku yang ditetapkan STTN-BATAN baik peringatan dalam bentuk lisan maupun tertulis. dan atau satuan kerja tertentu. mendapat bahan seragam 1 stel/tahun. yaitu sanksi yang diberikan kepada mahasiswa yang terbukti melakukan perusakan atau bentuk kerugian yang lain atas fasilitas STTN-BATAN. PENGHARGAAN Penghargaan mahasiswa teladan diberikan kepada mahasiswa dengan menitik beratkan kepada kegiatan intra kurikuler dan kokurikuler tanpa mengabaikan penilaian pada kegiatan ekstra kurikuler. H. kesempatan mendapat SIB (Surat Ijin Bekerja) sebagai Operator Radiografi dan atau Petugas Proteksi Radiasi (PPR). 3. 7. penggunaan Internet yang berada di Unit Komputer. 6. penggantian kerugian. 2. beasiswa berprestasi dan beasiswa lain bagi yang memenuhi ketentuan. uang bantuan pendidikan Rp. 4.000. Asuransi Kesehatan Mahasiswa. 50. peringatan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 191 1. G. .-/bulan per mahasiswa. 5. 2. FASILITAS PENDIDIKAN Fasilitas pendidikan yang diberikan oleh STTN pada tahun 2008 ini adalah: 1.

Kuliah Umum. dan seni. Beasiswa mahasiswa berprestasi diberikan kepada 1 (satu) orang mahasiswa setiap angkatan setiap prodi bagi mahasiswa yang memiliki IPT tertinggi dan sama dengan atau lebih dari 3. BEASISWA STTN menyediakan 2 (dua ) jenis beasiswa. KEGIATAN KOKURIKULER Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa STTN menyelenggarakan kegiatan Kokurikuler berupa Ujian SIB PPR. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan masa kepengurusan 1 (satu) tahun. Untuk menyalurkan minat dan bakat dibentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sesuai kegiatannya yang meliputi kegiatan iptek. yaitu: 1. KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Sebagai wadah untuk menampung aspirasi mahasiswa. K. dan Etika Profesi. J.51 (≥ 3. Studi Ekskursi. 2. Beasiswa diberikan dalam bentuk pembebasan SPP selama 1 tahun. Beasiswa STTN diberikan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi akademik (IPT ≥ 2. .192 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 I. Pemberian beasiswa ini didasarkan pada penilaian oleh Tim yang dibentuk oleh Ketua STTN. STTN membentuk Dewan Perwakilan Mahasiswa yang anggotanya merupakan perwakilan dari setiap Program Studi yang ada. Kuliah Kapita Selekta.56) tetapi ekonominya kurang mampu atau mengalami kesulitan dalam hal pembeayaan. olahraga.51). keagamaan.

serta memberikan bimbingan kepada mahasiswa dalam rangka pengembangan penalaran. Disamping dengan dosen wali yang bersangkutan. DOSEN Dosen mempunyai tugas melakukan pendidikan. minat. Untuk mendukung kurikulum tersebut. A. Tugas pengajaran diberikan kepada Dosen disesuaikan dengan bidang keahliannya. pengajaran. maka Perbandingan Teori dan praktek adalah 44 % teori dan 56 % Praktek. khusus untuk bimbingan perencanaan perkuliahan disesuaikan dengan kalender akademik STTN. Mahasiswa berhak memperoleh bimbingan dari Dosen Wali dalam rangka pengembangan penalaran. Konsultasi secara kolektif dilaksanakan secara terkoordinir oleh BEM STTN.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 193 BAB XI. mahasiswa juga dapat melaksanakan konsultasi baik secara kolektif maupun sendiri-sendiri dengan Pengelola STTN (Pimpinan dan Pejabat terkait). Syarat pendidikan minimal dosen STTN adalah S-1/D-IV dan terus ditingkatkan sampai minimal berpendidikan S-2/Sp-1. Di samping itu dosen juga diberi tugas rutin sebagai Pembimbing Akademik atau Dosen Wali. DOSEN JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR Kurikulum Teknokimia Nuklir Perbandingan SKS nya adalah 70 % teori dan 30% praktikum. minat. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan BATAN dan dosen dari perguruan tinggi diluar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. Pengajar STTN yang meliputi dosen dan asisten disesuaikan dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang keahliannya. Jadwal konsultasi disesuaikan dengan pola pembimbingan dari Dosen yang besangkutan. Kalau dihitung jam efektif. dan kepribadian mahasiswa di dalam proses pendidikan. . kepribadian. Namun. karena 1 SKS Praktikum adalah Kegiatannya 3 x lebih lama dari Praktikum. dan proses pendidikan. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap.

Md. Wisnu Aryawardhana Ir. Giyatmi. A.194 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 perkuliahan di Jurusan Teknokimia Nuklir didukung oleh dosen-dosen dan asisten dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai. M. Bangun Wasito. Kris Tri Basuki Ir. Ir. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Prof. SST Esis Witanto. M.Sc. Daftar Dosen/Asisten Jurusan Teknokimia Nuklir Bidang Kompetensi No 1.Md. Siswantoro. ST Agus Sutopo. NIP 330002043 Bidang Ilmu S3 Teknik Kimia S1 Teknik Nuklir S1 Teknik Nuklir S2 Metalurgi S2 Lingkungan Ket.Si. A. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap. MT Sugili Putra. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan Batan dan dosen dari perguruan tinggi di luar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. ST Maria Christina Prihatiningsih. Sudaryo Ir. Ir. 330001701 330001374 330001448 Lingkungan dan Teknik Nuklir Proses Ilmu Bahan dan Teknik Kimia Teknik Kimia dan Lingkungan Teknik Kimia OTK & Proses Kimia Analisis dan Teknik Nuklir Teknik Kimia SL Proses Kimia Proses Kimia 330002897 330003885 330004421 S2 Teknik Kimia S1 Teknik Nuklir DIV Teknokimia Nuklir 330004018 330004032 330001206 330001187 S1 Teknik Kimia DIII PATN DIII PATN . Dr. Noor Anis Kundari.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

195
330002283 330002098 330005379

12 13 14

Suryo Rancono, SST Siti Umi Sholikhati, SST Kartini Megasari, SST

D-IV STTN D-IV STTN DIV Teknokimia Nuklir DIV Teknokimia Nuklir

Proteksi Rad Kimia Teknokimia

15

Deni Swantomo, SST

330005380

Teknokimia

SL

SL=Studi lanjut

B. DOSEN JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR Kurikulum Teknofisika Nuklir Perbandingan SKS nya adalah 70 % teori dan 30% praktikum. Kalau dihitung jam efektif, karean 1 SKS Praktikum adalah Kegiatannya 3 x lebih lama dari Praktikum, maka Perbandingan Teori dan praktek adalah 44 % teori dan 56 % Praktek. Untuk mendukung kurikulum tersebut, perkuliahan di Jurusan Teknofisika Nuklir didukung oleh dosen-dosen dan asisten dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan Batan dan dosen dari perguruan tinggi diluar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. Daftar Dosen/Asisten Jurusan Teknofisika Nuklir No 1 Nama Dr. Anwar Budianto, DEA Drs. Supriyono, MSc NIP 330002158 Bidang Ilmu S3 Fisika: Optoelektronika Bidang Kompetensi Laser optik Komputasi, Modeling dan Simulasi Ket.

2

330003241

S2 Matematika

196 Ir. Djiwo Harsono, M.Eng Ir. Surakhman Ir. M. Khoiri Ir. Aliq, MT Ir. Dwi Priyantoro, Msi. Toto Trikasjono, ST, M.Kes Ir. Zaenal Abidin, M.Kes. Joko Sunardi, S.ST Ir. Sigit Purnomo Ir. Bangun Pribadi Sudiono, SST Drs. Djoko Maryanto Sukarman, ST Suroso, SST Toto Dermawan, SST

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

3 4 5 6 7

330003188 330001563 330003822 330003832 330003494

S2 Komputer

Computer Engineering

S1 Teknik Nuklir Proteksi Radiasi S1 Teknik Nuklir Thermohidrolik S2 Instrumentasi & Kontrol S2 Fisika Simulasi Sistem & Kontrol Fisika Dasar SL SL

8

330001900

9 10 11 12 13 14 15 16 17

330003830 330002119 330003586 330004902 330002120 330003570 330004914 330004062 330004631

Instrumentasi S2 Teknik Nuklir Nuklir, Proteksi Radiasi Instrumentasi S2 Teknik Nuklir Nuklir, Proteksi Radiasi DIV Elektronika Elektronika Instrumentasi Analog S1 Teknik Proteksi Radiasi Nuklir S1 Teknik Mesin DIV Elektronika Instrumentasi S1 Fisika Instrumentasi S1 Teknik Elektro DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik Teknologi bahan Elektronika Nuklir Teknik Radiografi Kendali Elektromekanik Elektromekanik SL

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

197 DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik S1 Teknik Elektro SI Fisika DIV Elektronika Instrumentasi DIV Elektronika Instrumentasi DIV Elektronika Instrumentasi

18

19 20 21 22 23 24

Budi Suhendro, SST Ign. Agus Purbhadi W, SST Yadi Yunus, SST Ir. H. Suyamto Drs. Subari Santoso Sutanto, SST

330004912

Elektromekanik

330004918 330002236 330002149 330002576 330005382

Elektromekanik Elektromekanik Teknik Elektro Instrumentasi Instrumentasi Instrumentasi Instrumentasi SL SL

Muhtadan, 330005381 SST Nugroho Tri 330001182 25 Sanyoto, SST SL=Studi lanjut

C. EVALUASI KINERJA DOSEN Setiap akhir semester kinerja setiap dosen dievalusi berdasarkan: 1. Evaluasi oleh mahasiswa dengan mengisi angket. 2. Jumlah kehadiran dan kedisiplinan menyerahkan nilai akhir. 3. Hasil karya dosen yang dilaporkan dalam Daftar Riwayat Hidup yang disertai dokumen lengkap.

198

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

BAB XII. PENUTUP Pedoman akademik ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali menurut keperluan sesuai dengan situasi yang berkembang dalam jangka waktu paling lama 5 tahun. Setelah ditetapkan, pimpinan STTN wajib mensosialisasikan Pedoman ini kepada sivitas akademika STTN serta pejabat terkait. Kopi Pedoman dalam bentuk tercetak dan file elektronik tersimpan di Perpustakaan STTN, dapat dibaca dan dipinjam oleh sivitas akademika STTN maupun pihak lain yang berkepentingan. Anggota Senat STTN dapat mengajukan peninjauan kembali Pedoman Akademik ini disertai dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Rincian lebih lanjut mengenai peninjauan Pedoman Akademik STTN diatur dalam prosedur tersendiri. Hal-hal yang belum diatur dalam Pedoman Akademik ini akan diatur tersendiri.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 tahun 2001 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. . Badan Tenaga Nuklir Nasional. A Guide Book”. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Badan Tenaga Nuklir Nasional. J. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi. 200. Engineering and Science Education for Nuclear Power. Badan Tenaga Nuklir Nasional. Keputusan Kepala BATAN Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 178/U/2001 tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi. “Chemical Engineering in Practice” IAEA – TRS 266.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 199 DAFTAR PUSTAKA Harper. Technical Reports Series No. Vienna Austria 1986.I. IAEA.. 1954. Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. “Manpower Development for Nuclear Power. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 tentang Kurukulum Inti Pendidikan Tinggi. IAEA (1980).

Yogyakarta. Vienna 1988. Jakarta 1987 Soentono. Technical Reports Series No. IAEA Vienna 1988. 279. Fisika Universitas. Undang-undang Republik Ketenaganukliran.. 279. S. IAEA. “Nuclear Power Project Management”.200 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 tahun 1999 tentang Sistem Pendidikan Tinggi. Indonesia Nomor 10 tahun 1997 tentang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Technical Reports Series No. . “Bahan Pidato” Di Depan Civitas Akademika STTN. 2005. “Nuclear Power Project Management”. Sears and Zemansky. Erlangga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful