P. 1
bukupedomanakademiksttn-2009

bukupedomanakademiksttn-2009

|Views: 993|Likes:
Dipublikasikan oleh Muhammad Sugiharto

More info:

Published by: Muhammad Sugiharto on May 04, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2013

pdf

text

original

PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2008

Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN-BATAN 2007

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL YOGYAKARTA 2008

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

TIM PENYUSUN PEDOMAN AKADEMIK SURAT KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR NOMOR : 125/STTN/IX/2008 TANGGAL : 17 SEPTEMBER 2008 TENTANG TIM PENYUSUN PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2007 SUSUNAN TIM PENYUSUN PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2007

Penanggung Jawab Ketua Sekretaris merangkap anggota Anggota

: Prof. Dr. Kris Tri Basuki : Ir. Noor Anis Kundari, MT : Suroso, SST : 1. Dr. Anwar Budianto, D.E.A 2. Drs. Surpiyono, M.Sc 3. Ir. Bangun Wasito, M.Sc 4. Ir. Djiwo Harsono, M.Eng 5. Ir. Giyatmi, M.Si 6. Ir. Surakhman 7. Ir. Zaenal Abidin, M.Kes 8. Toto Trikasjono, ST, M.Kes 9. Sri Multi, SE 10. Joko Sunardi, SST 11. Sugili Putra, ST 12. Maria Christina Prihatiningsih, SST 13. Rita Tyas Mulatsih, SH Yogyakarta, 17 September 2008 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

KRIS TRI BASUKI

ii

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR :126 /STTN/ IX / 2008

TENTANG PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR TAHUN 2007 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR Menimbang : Bahwa sebagai tindak lanjut SK Ketua STTN Nomor : 125/STTN/ IX/2008 Tentang Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN– BATAN 2007 dipandang perlu menetapkan Perubahan Pedoman Akademik STTN–BATAN 2007. Undang–undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; Peraturan pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi; Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir; Keputusan Kepala BATAN Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta STTN. Hasil kerja Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – BATAN 2007. MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL TENTANG PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR TAHUN 2007.

Mengingat

:

1. 2. 3. 4.

Memperhatikan :

iii

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

PERTAMA KEDUA

: :

Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007 perlu adanya perbaikan. Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007 diubah menjadi Pedoman Akademik STTN – BATAN 2008. Pedoman Akademik STTN – BATAN 2008 mulai diberlakukan pada Tahun Akademik 2008/2009, dengan ketentuan apabila di kemudian hari ditemukan adanya kesalahan, akan diperbaiki sebagaimana

KETIGA

:

mestinya.

Ditetapkan di Yogyakarta, Pada tanggal 22 September 2008 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

KRIS TRI BASUKI

Tembusan : 1. Yth. Kepala BATAN 2. Yth. Sekretaris Utama BATAN 3. Kepala Subbagian Keuangan STTN 4. Kepala Subbagian Persuratan dan Kepegawaian STTN 5. Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007

iv

Oleh karena itu. Tahun 2008 ini Pedoman akademik diperbaiki terhadap beberapa kesalahan yang ditemukan oleh Tim dan adanya beberapa kebijakan akademik yang baru seperti Program Remedial dan penggunan Bahasa Inggris dalam Ujian Lisan Tugas Akhir/Pendadaran. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir sebagai bagian sistem pendidikan nasional harus mampu melaksanakan langkah-langkah penyesuaian. Yogyakarta. semua dosen. mahasiswa. dan rapat-rapat Tim. Pedoman Akademik ini disusun atas kesepakatan-kesepakatan yang diperoleh melalui rapat koordinasi bidang akademik. asisten. karyawan STTN. Mudah-mudahan buku ini dapat bermanfaat. Terima kasih kepada saudara Sigit Suryantono BE. Oktober 2008 Ketua Tim Penyusun Noor Anis Kundari v . Dengan adanya Pedoman Akademik ini diharapkan dapat memperbaiki sistem penyelenggaraan pendidikan di STTN yang akhirnya mampu meningkatkan kualitas lulusan. rapat senat. serta ditambah daftar pustaka. yang telah membantu pengetikan. diskusi informal. secara periodik Buku Pedoman ini akan ditinjau. dan perbaikan secara berkesinambungan dalam upaya meningkatkan kualitas lulusannya agar memiliki daya saing yang tinggi. pengembangan. dan semua pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung ikut berpartisipasi dalam penyusunan Buku Pedoman Akademik ini. Pada tahun 2007 dilakukan beberapa perbaikan disebabkan salah cetak serta penambahan/pengurangan kata/kalimat namun secara substansi hanya terjadi perubahan pada persyaratan nilai TOEFL untuk wisuda dari 400 menjadi 450.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 KATA PENGANTAR Buku Pedoman Akademik STTN diterbitkan pertama kali pada tahun 2006 berdasarkan kerja Penyusun Pedoman Akademik Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-BATAN dengan SK Ketua STTN Nomor 150 B/STTN/II/2006 yang menghasilkan Pedoman Akademik STTN-BATAN 2006 yang dikuatkan dengan SK Ketua STTN Nomor 25/STTN/ IX/2006 tentang Pedoman Akademik STTN-BATAN.

I. 126/STTN/IX/2008 KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. vi PENDAHULUAN VISI MISI TUJUAN Halaman i ii iii v vi 1 2 3 3 5 9 9 10 10 11 11 11 12 14 15 16 16 18 18 19 ORGANISASI PERATURAN UMUM AKADEMIK SISTEM KREDIT SEMESTER TUJUAN SISTEM KREDIT SEMESTER JUMLAH BEBAN SKS SETIAP PROGRAM STUDI MASA STUDI SEMESTER REGULER SEMESTER PENDEK (SP) SISTEM UJIAN PENILAIAN HASIL BELAJAR HASIL UJIAN UJIAN SUSULAN EVALUASI HASIL PENDIDIKAN EVALUASI STUDI MAHASISWA PROGRAM REMEDIAL BATAS AKHIR WAKTU STUDI .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL SK NO. E. M. F. C. B. 125/STTN/IX/2008 SK NO. N. A. BAB II. H. B. A. J. BAB III. K. C. L. G. D.

C. A. Q. D. BAB VI.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 O. P. F. BAB VIII. BAB VII. D. B. D. C. A. BAB IV. E. C. B. A. A. H. D. BAB V. PERSYARATAN KELULUSAN PREDIKAT KELULUSAN WISUDA JURUSAN DAN PROGRAM STUDI JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR PROGRAM STUDI DAN TUJUAN STRUKTUR KURIKULUM JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR KELOMPOK MATA KULIAH DAN PRASYARAT KURIKULUM DAN SILABUS JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR 19 20 20 21 25 25 26 30 32 59 JURUSAN DAN TUJUAN 59 FASILITAS LABORATORIUM 61 PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA INSTRUMENTASI 63 PROGRAM STUDI ELEKTROMEKANIK PERATURAN ADMINISTRASI AKADEMIK CALON MAHASISWA TEMPAT PENDAFTARAN BIAYA PENDIDIKAN DAFTAR ULANG KARTU RENCANA STUDI (KRS) KEHADIRAN CUTI STUDI MAHASISWA PINDAHAN KERJA PRAKTEK PERSYARATAN AKADEMIS PROPOSAL PELAKSANAAN PENILAIAN FORMAT LAPORAN KP 108 161 161 162 162 163 165 165 165 166 167 167 168 169 169 169 vii . B. C. B. G. E.

BAB X. I. B. E. JUMLAH LAPORAN KP TATA TULIS LAPORAN KP TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI DAN TUJUAN KETENTUAN-KETENTUAN TERKAIT DENGAN TA USULAN/PROPOSAL TUGAS AKHIR ISI TUGAS AKHIR UJIAN TUGAS AKHIR PENILAIAN TUGAS AKHIR TATA TULIS LAPORAN KP DAN TA KEMAHASISWAAN KETENTUAN UMUM TUJUAN DAN FUNGSI HAK MAHASISWA KEWAJIBAN MAHASISWA LARANGAN BAGI MAHASISWA SANKSI FASILITAS PENDIDIKAN PENGHARGAAN BEASISWA KEGIATAN KOKURIKULER KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DOSEN DOSEN JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR DOSEN JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR EVALUASI KINERJA DOSEN PENUTUP 170 170 173 173 173 175 176 182 184 184 187 187 187 188 189 190 190 191 191 192 192 192 193 193 195 197 198 199 DAFTAR PUSTAKA viii . C. J. BAB XII.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 F. C. G. F. BAB IX. E. H. A. F. D. C. G. A. A. B. G. K. D. BAB XI. B.

Pada awal tahun 1983. PENDAHULUAN Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) adalah satu-satunya lembaga pemerintah Non Depertemen yang menyelenggarakan pendidikan keahlian di bidang teknologi nuklir program diploma-IV. pada tanggal 31 Agustus 1999 BATAN mengajukan permohonan pendirian STTN-BATAN ke Depdikbud. Bapak Ir. 08/DJ/07/I/1983. Setelah diadakan perbaikan proposal dan penilaian kelayakan pendirian STTN. Ijin operasional dari Dirjen Dikti diperoleh dengan SK Dirjen Dikti No. sejak tahun 1998 dirintislah STTN-BATAN dengan jenjang Program Diploma IV. 1640/D/O/86 tanggal 15 September 1986. Mengingat proses untuk melaksanakan tugas tersebut memerlukan waktu. 53/DJ/IV/1985. tugas Satgas diperpanjang dengan SK Dirjen BATAN No. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir didirikan atas dasar adanya suatu gagasan untuk membuka program diploma bagi para teknisi pada akhir tahun 1982 yaitu pertemuan antara Kepala Pusdiklat dengan Direktur Jendral BATAN yang didorong oleh kebutuhan akan tenaga teknisi berkualitas tinggi yang mampu berfungsi sebagai penghubung antara tenaga teknisi dan peneliti. gagasan ini dikembangkan dengan membentuk Satuan Tugas Persiapan Pendidikan Ahli Teknik Nuklir berdasar SK Dirjen BATAN No. Oleh karena itu. pada bulan Agustus 1999 diadakan pertemuan antara BATAN dengan Depdiknas (dahulu Depdikbud) yang membahas rencana pendirian STTN. Djali Ahimsa.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1 BAB I. yang dinamakan Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN). dibentuklah Satuan Tugas pengelola Pendidikan Ahli Teknik Nuklir dengan SK Dirjen BATAN No. Pada tanggal 3 Agustus 1985 Pendidikan Ahli Teknik Nuklir dengan singkatan PATN di Yogyakarta dibuka dengan resmi oleh Direktur Jendral BATAN. Setelah semua persiapan baik perangkat keras maupun perangkat lunak semakin mantap. 81/DJ/V/1984. Selanjutnya. pada tanggal 21 Februari . Peningkatan PATN (yang menyelenggarakan Program Diploma III ke bawah) menjadi STTN adalah dalam rangka mencukupi kebutuhan SDM terdidik yang terampil dengan kemampuan teknis dan akademis yang lebih tinggi. Dalam proses pendirian STTN.

Keputusan ini ditindak lanjuti dengan Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisi dan Tata Kerja STTN. yaitu Jurusan Teknokimia Nuklir dengan 1 Program Studi (Prodi) Teknokimia Nuklir dan Jurusan Teknofisika Nuklir dengan 2 Program Studi. yaitu Prodi Elektronika Instrumentasi dan Prodi Elektromekanik. Setelah dilakukan pembahasan antara BATAN dengan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) akhirnya. Ir. pada tanggal 8 Juni 2001 diterbitkan KEPRES nomor 71 tahun 2001 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Pada tahun 2007 semua program studi yang diselenggarakan STTN telah memperoleh akreditasi berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 006/BAN-PT/Ak-IV/Dipl-IV/ XI/2007. . Persetujuan Depdiknas diperoleh tanggal 15 Maret 2001 dengan surat Dirjen Dikti Nomor 1013/D/T/2001. dengan Peringkat B. M. Pada tanggal 24 Agustus 2001 STTN dibuka secara resmi oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi. A.2 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2001 dilaksanakan presentasi oleh Kepala PATN di hadapan Tim P5D (Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik dan Program Diploma) Depdiknas yang dilanjutkan dengan peninjauan sarana dan prasarana yang ada seperti ruang kuliah dan fasilitas laboratorium. VISI Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir mempunyai visi menjadi Sekolah Tinggi idaman terdepan dalam pendidikan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. Persetujuan pembukaan Jurusan dan Program Studi pada STTN-BATAN di Yogyakarta oleh Direktur Jenderal Perguruan Tinggi pada tanggal 20 Maret 2001 meliputi 2 Jurusan dengan 3 Program Studi dengan surat Nomor 1037/D/T/2001. Hatta Rajasa ditandai dengan penandatanganan prasasti yang sekarang terletak di halaman depan STTN. Hasilnya STTN-BATAN dinyatakan layak didirikan.

dosen. 5. Peraturan Administrasi Akademik. Peraturan Umum Akademik. menjadikan Sekolah Tinggi yang disegani.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3 B. Organisasi dan Personalia. mampu memecahkan masalah baik dalam bidangnya maupun yang bersifat interdisipliner. mempunyai kemampuan akademik dan atau profesional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. dan penuh tanggung jawab dalam mengemban tugas dan kewajibannya sebagai pribadi. maupun masyarakat. Kemahasiswaan. MISI Misi STTN adalah menyelenggarakan pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan dalam bidang teknologi nuklir. Guna memantapkan jalannya roda organisasi STTN serta usaha untuk penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan. Jurusan Teknofisika Nuklir. beriman. dengan mengoptimalkan pendayagunaan sumberdaya yang tersedia. membina kehidupan akademik yang sehat. berbudi luhur. Tugas Akhir. dan Penutup. siap kerja (memiliki lisensi) serta mandiri. Sistematika Pedoman Akademik STTN adalah: Pendahuluan. Kerja Praktek. menjunjung tinggi etika profesi. 2. Dosen. 3. tanggap terhadap perkembangan ilmu dan perkembangan masyarakat. 4. Jurusan dan Program Studi. C. TUJUAN Adapun tujuan pendidikan Program Diploma IV STTN adalah menghasilkan lulusan dengan kualifikasi: 1. Jurusan Teknokimia Nuklir. pengelola. maka sejak tahun 2006 STTN menerbitkan pedoman akademik yang dapat digunakan oleh para mahasiswa. melakukan pelayanan prima kepada masyarakat dan konsumen. . warga masyarakat. maupun aparatur pemerintah.

4 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian sivitas akademika. Dewan Penyantun merupakan suatu wadah non-struktural untuk meningkatkan kemajuan STTN dan bertugas membantu unsur pimpinan STTN dalam hal menjaga dan memelihara hubungan baik antara masyarakat. melaksanakan pemilihan calon Ketua dan mengajukan usulan pengangkatan serta pemberhentian Ketua kepada Kepala BATAN. merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan STTN. dan Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan. Bagian Administrasi Umum. instansi pemerintah dengan STTN dan memecahkan kesulitan yang dihadapi STTN. menilai pertanggungjawaban pimpinan STTN atas pelaksanaan kebijaksanaan yang telah ditetapkan. memberikan pertimbangan kepada Kepala BATAN berkenaan dengan pengangkatan dan pemberhentian dosen yang memangku jabatan akademik di atas Lektor. Pembantu Ketua terdiri dari Pembantu Ketua I Bidang Akademik. Pembantu Ketua II Bidang Administrasi Umum. Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Senat. dan menegakkan norma-norma yang berlaku bagi sivitas . Kelompok Dosen. Ketua dan Pembantu Ketua. Jurusan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5 BAB II. Unsur Pimpinan STTN terdiri atas seorang Ketua dan 3 orang Pembantu Ketua. ORGANISASI Organisasi STTN-BATAN dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir dan Keputusan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Senat merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi STTN yang mempunyai tugas merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan STTN. Susunan Organisasi STTN terdiri atas Dewan Penyantun. dan Unit Penunjang. memberikan pertimbangan dan persetujuan atas Rencana Pendapatan dan Belanja yang diajukan oleh pimpinan STTN. merumuskan peraturan pelaksanaan mimbar akademik dan otonomi keilmuan di STTN.

Sekretaris Jurusan. Jurusan merupakan unsur pelaksana akdemik. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan terdiri dari Subbagian Perencanaan dan Kerja Sama. Ketua Program Studi. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) merupakan unsur pelaksana di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan mempunyai fungsi melakukan penelitian terapan di bidang teknologi nuklir. dan Kepala Unit Laboratorium di bawah Jurusan. Bagian Administrasi Umum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan administrasi di bidang persuratan dan kepegawaian. Sekretaris. Jurusan terdiri atas Ketua Jurusan. Subbagian Akademik dan Pengajaran. mengenalkan ilmu dan teknologi di bidang nuklir kepada masyarakat dan meningkatkan keterkaitan program STTN dengan kebutuhan masyarakat. UPPM terdiri dari Kepala. Unsur pelaksana administrasi STTN terdiri atas Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan serta Bagian Administrasi Umum. serta Subbagian Kemahasiswaan dan Alumni. yaitu Elektronika dan Instrumentasi dan Elektromekanik. Tenaga Ahli. keuangan. dan Tenaga Adminitrasi. . Bagian Administrasi Umum terdiri dari Subbagian Persuratan dan Kepegawaian. Jurusan di STTN ada 2 yaitu Jurusan Teknokimia Nuklir dengan 1 (satu) Program Studi dan Jurusan Teknofisika Nuklir memiliki 2 (dua) Prodi.6 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 akademika. Subbagian Keuangan. menyebarkan hasil penelitian. serta Subbagian Perlengkapan. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi di bidang akademik dan kemahasiswaan. Struktur Organisasi STTN dapat digambarkan dalam bagan pada Gambar 1. serta perlengkapan dan rumah tangga.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 7 Gambar 1. Struktur Organisasi STTN .

8 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

c. Untuk Kerja Praktek dan Tugas Akhir. SISTEM KREDIT SEMESTER Semester adalah kegiatan yang terdiri atas 16 sampai 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya.minggu terdiri atas: 1. b. Untuk dosen setara dengan: a. A. Satu Satuan Kredit Semester per. berikut kegiatan iringannya termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian. 2. c. 50 menit kegiatan tatap muka terjadwal. Untuk mahasiswa setara dengan: a. 60 menit cara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur. Sistem Kredit Semester adalah sistem pembelajaran yang kegiatan per semesternya diukur dengan Satuan Kredit Semester (SKS). nilai 1 SKS setara dengan 4 jam .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 9 BAB III. nilai 1 SKS setara dengan 2 jam (120 menit) praktikum terjadwal diiringi oleh 1-2 jam kegiatan terstruktur dan 1-2 jam kegiatan mandiri. 60 menit kegiatan akademik terstruktur. 60 menit pengembangan materi kuliah. atau 4 jam kerja lapangan. 50 menit tatap muka terjadwal dengan mahasiswa. b. PERATURAN UMUM AKADEMIK Bagian ini berisi tentang peraturan-peraturan umum akademik yang berlaku di STTN yakni menggunakan Sistem Kredit Semester. Untuk kegiatan yang menyangkut kemampuan. ketrampilan psikomotorik dan fisik yang dilakukan di laboratorium atau studio. yang masingmasing diiringi oleh sekitar 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri. 60 menit kegiatan akademik mandiri. Satuan Kredit Semester adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama 1 semester melalui kegiatan terjadwal sebanyak 1 minggu perkuliahan atau 2 jam praktikum.

TUJUAN SISTEM KREDIT SEMESTER Tujuan pokok penggunaan Sistem Kredit Semester adalah: 1. . 3. Penerapan Sistem Kredit Semester di STTN saat ini diatur sebagai berikut. memperbaiki sistem evaluasi kecakapan mahasiswa. 4. bakat. C. Masa Kuliah Sesudah UTS selama 7-8 minggu. memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan pendidikan yang sesuai dengan minat. 6. dan maksimum 24 SKS dengan persetujuan Dosen wali. apabila memenuhi persyaratan. JUMLAH BEBAN SKS SETIAP PROGRAM STUDI 1. B. 3. Masa Ujian Akhir Semester (UAS) selama 2-3 minggu. Jumlah beban SKS untuk setiap Program Studi minimal 144 dan maksimal 160. 2. dan 1-2 jam kegiatan mandiri. memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu sesingkat-singkatnya. Pengambilan jumlah SKS mahasiswa ditentukan berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK) dan atau Indeks Prestasi Semester (IPS). 2. Masa Ujian Tengah Semester (UTS) selama 1-2 minggu. mempermudah penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 5. dan kemampuannya. memungkinkan perpindahan mahasiswa antar Program studi atau dari perguruan tinggi lain ke STTN. melaksanakan sejauh mungkin sistem pendidikan input dan output ganda. 2. Masa Kuliah sebelum Ujian Tengah Semester (UTS) selama 7-8 minggu. 4. atau nilai 1 SKS sama dengan penyelesaian kegiatan selama 6485 jam efektif per semester.10 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 kerja lapangan mahasiswa. 1. diiringi oleh 1-2 jam kegiatan terstruktur.

5. Masa Studi Program lanjutan (ekstensi) dari D-III PATN adalah 3 Semester. 1-2 minggu masa ujian tengah semester. SEMESTER PENDEK (SP) Jika dipandang perlu dan memungkinkan. Waktu yang diperlukan untuk kegiatan per-semester adalah 16 – 19 minggu termasuk UTS dan dan UAS. Masa studi setiap tahun akademik terdiri atas 2 semester reguler. dan 3 minggu masa ujian akhir semester. Pengaturan masa kuliah adalah : empat belas (14) minggu masa kuliah dan praktikum/praktek.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 11 D. 2. Masa studi untuk menyelesaikan Program D-IV STTN rata-rata adalah 8 semester. F. 6. . 3. E. Jika dipandang perlu dan memungkinkan STTN dapat menyelenggarakan semester pendek. MASA STUDI 1. Masa studi mahasiswa diakhiri dengan penyusunan tugas akhir. 2. seminar. Masa Studi Program lanjutan (ekstensi) alih jalur dari D-III non PATN adalah minimal 4 Semester. Semester reguler terdiri atas semester ganjil dan semester genap. Program Studi dapat menyelenggarakan semester pendek. Semester pendek diselenggarakan pada saat liburan semester genap. Dua (2) hari masa UTS di Semester Genap digunakan untuk Studi Ekskursi mahasiswa semester VI dan 1 minggu setelah ujian akhir Semeter Ganjil digunakan untuk ujian PPR bagi mahasiswa semester VII. 4. Tujuan penyelenggaraan semester pendek adalah: 1. mempersingkat waktu studi mahasiswa. ujian komprehensif. meningkatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa. dan sidang sarjana/ujian tugas akhir/Pendadaran di depan Dewan Penguji. 2. SEMESTER REGULER 1. yaitu semester ganjil dan semester genap.

tidak sedang melaksanakan kerja praktek (KP). penulisan karya ilmiah. maupun tugas-tugas yang berupa penyelesaian soal-soal. 1. b. memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) semester genap yang berlaku. Bentuk dan Frekuensi Ujian Ujian dilaksanakan dalam bentuk Ujian Tulis terjadwal yaitu: a. G. setiap pengampu mata kuliah dapat memberikan evaluasi dalam bentuk lain seperti tes/kuis. memiliki KTM yang masih berlaku. SISTEM UJIAN Ujian diselenggarakan untuk mengetahui evaluasi keberhasilan proses belajar mengajar yang telah diselenggarakan. yang dilaksanakan di luar Jadwal UTS dan UAS. b. telah menyelesaikan adminstrasi perkuliahan. 2. dan Kepala Bagian Administrasi Umum. maupun kegiatan lain yang dilaksanakan sebelum UAS. karangan/paper. Pengurus Jurusan. Ujian Tengah Semester (UTS) Ujian Tengah Semester adalah kegiatan evaluasi yang dijadwalkan oleh STTN dan dilaksanakan pada pertengahan Semester (pada minggu ke 8). membayar biaya yang ditentukan. Persyaratan Ujian Untuk mengikuti ujian mahasiswa harus memenuhi persyaratan: a. Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. 4. khusus untuk mata kuliah teori atau praktikum yang membutuhkan evaluasi tengah semester secara tertulis. 2. 3. Program Studi menyatakan perlunya diselenggarakan dan disetujui dalam Rapat yang dihadiri Pimpinan STTN. . Di samping memberikan ujian itu.12 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Persyaratan mahasiswa agar dapat mengikuti semester pendek adalah: 1. Ujian Akhir Semester Ujian Akhir Semester adalah kegiatan evaluasi pada akhir semester untuk materi teori maupun praktikum.

Kartu Ujian yang sah.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 13 c. 4.** Catatan: Setelah masa ujian selesai Kartu Ujian dikembalikan ke Sub. Setelah mahasiswa mengumpulkan lembar evaluasi menunggu panitia membagi soal dan kertas ujian. mengisi lembar Evaluasi Dosen terkait (berlaku untuk UAS). 3. 4. Peserta ujian harus membawa: 1. Apabila sudah diperingatkan secara lisan oleh petugas sebanyak . mendaftar sebagai peserta ujian untuk memperoleh Kartu Ujian. peserta sudah berada di tempat yang ditentukan. Mencontoh pekerjaan peserta lain. Materi Ujian Secara umum materi ujian ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan. c. Peserta ujian harus mengenakan pakaian seragam STTN dengan sopan. d. Tata Tertib Ujian Setiap mahasiswa peserta Ujian Tulis/Praktikum harus mematuhi tata tertib sebagai berikut. memiliki Kartu Rencana Studi (KRS) semester yang bersangkutan dan telah ditandatangani oleh dosen wali. a. peserta dilarang: 1. 3. Selama ujian berlangsung. b. Bercakap-cakap dengan peserta lain atau berbuat sesuatu yang dapat menimbulkan anggapan yang bersangkutan bertindak tidak jujur atau curang. Peralatan lain yang diijinkan oleh dosen penguji. d. Lima menit sebelum ujian dimulai. e. ** Pendaftaran ujian diatur lebih lanjut dalam ketentuan tersendiri. 2. Meninggalkan tempat ujian tanpa ijin pengawas. Alat tulis kecuali kertas. Pinjam meminjam alat tulis antar peserta tanpa ijin pengawas. 3. 2. Bagian Akademik dan Pengajaran untuk diisi nilai-nilai yang sudah keluar dan dipakai sebagai bahan konsultasi pengisian KRS dengan dosen wali apabila pada masa perwalian KHS belum terbit.

g. Hasil pekerjaan ujian ditinggalkan di tempat setelah ujian dinyatakan selesai. 7.14 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3 kali tetapi tidak diindahkan. Tidak diijinkan mengikuti ujian-ujian selanjutnya. apabila hal ini terjadi maka kedua belah pihak dinyatakan tidak lulus. yang bersangkutan dapat dikeluarkan dari ruang ujian. 2. Jika sudah diperingatkan lisan 3 kali. Membuat catatan pada bangku atau tembok. Terlambat kurang dari 15 menit. Sanksi: Pelanggaran terhadap ketentuan di atas dikenakan sanksi sebagai berikut. pengawas ujian dapat meminta yang bersangkutan meninggalkan ruang ujian. 8. 2. Untuk pelanggaran yang lebih berat dapat dikenakan sanksi: 1. namun masih melakukan pelanggaran yang sama. 3. 2. Penilaian hasil belajar mahasiswa adalah usaha untuk mengetahui tingkat . 9. 1. H. f. Peringatan lisan. Peserta tidak boleh mengikuti ujian apabila: 1. Terlambat lebih dari 15 menit. 5. Menyobek nomor ujian dan atau memindahkan tempat duduk. Merokok. h. Mengerjakan ujian atas nama peserta lain. Dianggap tidak lulus. dan hasil pekerjaan diberikan kepada pengawas untuk diberi catatan dan dilaporkan kepada dosen terkait. tetapi sudah ada peserta ujian yang telah selesai dan meninggalkan tempat ujian. 6. Namanya dicatat untuk dilaporkan kepada Pengurus Jurusan/dosen yang bersangkutan. Mengaktifkan hand phone. PENILAIAN HASIL BELAJAR 1.

Nilai akhir dinyatakan dalam bentuk huruf yang masing-masing mempunyai arti dan bobot sebagai berikut: A = Baik Sekali : mempunyai bobot 4. D = Kurang : mempunyai bobot 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 15 keberhasilan mahasiswa dalam mencapai penguasaan kompetensi yang dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian. Nilai UTS tidak diumumkan oleh STTN. mahasiswa yang mendapat nilai tersebut dinyatakan tidak lulus. HASIL UJIAN Hasil ujian setiap mata kuliah dapat diumumkan kepada mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut. 5. Pada setiap akhir semester mahasiswa diberi Kartu Hasil Studi (KHS) yang . dan tugas-tugas lain berdasarkan bobot yang telah ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan. 2. 6. 4. B = Baik : mempunyai bobot 3. pengampu wajib memberitahukan bobot dan nilai tugas-tugas akademik kepada mahasiswa. 1. dan pengamatan dosen. pelaksanaan tugas. C = Cukup : mempunyai bobot 2. Pada permulaan kuliah semester. 3. Nilai E merupakan nilai mati. UAS. 3. praktikum. Penilaian hasil belajar mahasiswa dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan dengan cara yang sesuai dengan ciri-ciri bidang studi/mata kuliah/yang bersangkutan. Nilai akhir diumumkan oleh STTN dalam bentuk huruf. praktek. Penilaian hasil belajar diwujudkan dalam nilai akhir (NA) yang merupakan gabungan dari UTS. E = Gagal : mempunyai bobot 0. I. namun disarankan dosen pengampu mengumumkan sendiri dalam bentuk angka dan mengembalikan hasilnya kepada mahasiswa. Pada dasarnya penilaian adalah hak dosen pengampu. 2.

. anak. 4. Indeks Prestasi Semester (IPS) Setiap akhir semester dilaksanakan evaluasi terhadap semua kegiatan akademik yang telah dilakukan oleh mahasiswa pada semester itu dalam bentuk IPS. Indeks Prestasi Tahunan (IPT) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). bahan konsultasi menggunakan kartu ujian yang telah diisi nilai-nilai yang sudah keluar oleh Sub. Mengajukan permohonan secara resmi kepada dosen terkait sepengetahuan Ketua Jurusan dengan alasan sakit dan dirawat di rumah sakit yang ditunjukkan dengan bukti dari Rumah sakit. 1. yang tinggal 1 rumah meninggal dunia. K. atau kerabat dekat. 3. atau keluarga ( orang tua. Indeks Prestasi meliputi Indeks Prestasi Semester (IPS). EVALUASI HASIL PENDIDIKAN Evaluasi hasil pendidikan mahasiswa merupakan pengukuran tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tingkat kompetensi yang telah ditentukan dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakan oleh STTN. UJIAN SUSULAN Mahasiswa yang tidak hadir pada ujian terjadwal dinyatakan tidak menggunakan kesempatan ujian yang telah disediakan oleh STTN. 2. Akademik dan Pengajaran BAAK. Bag. Ujian susulan hanya diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi ketentuan: 1. Mahasiswa menggandakan dan mendistribusikan surat yang sudah disetujui dosen tersebut ke Jurusan dan BAAK. Dosen yang bersangkutan menyatakan bersedia yang dibuktikan dengan menuliskan kesediaanya pada surat permohonan mahasiswa. suami/isteri) meninggal dunia. Pelaksanaan ujian susulan tidak boleh melebihi 2 minggu setelah UAS berakhir.16 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 dapat digunakan sebagai bahan konsultasi dengan Dosen Wali. J. Pengukuran dilakukan berdasarkan indeks prestasi (IP). Jika pada masa pengisian KRS KHS belum tersedia.

Perhitungan IPK dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut: IP = K ∑ (HxK ) ∑ (K ) semester I semester I + . + ∑ (K )semester k e n n Beban studi yang dapat diambil oleh mahasiswa pada semester berikutnya ditentukan atas dasar IPK atau IPS yang dicapai dengan persetujuan dosen wali...00 3. + ∑ (HxK )semester k e + . 2..50 ≥ 3. Indeks Prestasi Tahunan (IPT) Indeks Prestasi Tahunan adalah Indeks Prestasi yang diperoleh dalam 1 (satu) tahun akademik.50 Jumlah SKS maksimum 16 20 22 24 .. Besarnya IPS mahasiswa dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: IPS = ∑ [H x K ] ∑K dengan H = bobot nilai perolehan dan K = nilai kredit mata kuliah.25 2.25 ≤ IP ≤ 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 17 Indeks Prestasi Semester merupakan ukuran tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan kompetensi dalam 1 semester. yaitu: Rentangan IP < 2. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) digunakan untuk mengukur tingkat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan kompetensi selama mengikuti proses pembelajaran sampai dengan semester terakhir.00 < IP < 3. 3.

Akhir Semester IV dilakukan evaluasi untuk menentukan kelanjutan studi mahasiswa. Agar dapat melanjutkan studi di STTN pada akhir Semester II mahasiswa harus sudah memperoleh sekurang-kurangnya 32 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2.56.18 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 L. Persyaratan akademik yang harus dipenuhi untuk penyelesaian program D-IV adalah dapat: Menyelesaikan semua beban SKS sesuai dengan Program Studi. 4. atau 5 di atas. M.56 diperingatkan. maka yang bersangkutan terkena sanksi pemutusan hak pendidikan (drop out) oleh Ketua STTN. 6. II. Keputusan penyelenggaraan Program . Persyaratan akademik yang harus dipenuhi agar seorang mahasiswa dapat melanjutkan pendidikannya ke Semester V adalah sebagai berikut: Yang bersangkutan telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 64 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2. Kelanjutan pendidikan mahasiswa ditentukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap indeks prestasi sebagai berikut. EVALUASI STUDI MAHASISWA Evaluasi studi dimaksudkan untuk menilai kelayakan seorang mahasiswa untuk daftar ulang dalam melanjutkan studi di STTN. 3. dan III IP < 2. 4. Mahasiswa STTN dengan pertimbangan khusus dapat menempuh selamalamanya 12 semester. PROGRAM REMEDIAL Jika dari evaluasi hasil pembelajaran diketahui ada mahasiswa yang mengalami hambatan dalam belajar sehingga memperoleh nilai yang rendah. Akhir Semester I. tanpa nilai E. Akhir Semester XII merupakan batas waktu penyelesaian program pendidikan D-IV STTN.56 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. tanpa nilai E 5. 2. STTN dapat menyelenggarakan Program Remedial. Evaluasi untuk program ekstensi (lanjutan dari Program D-III) dilaksanakan setelah Semester II. Jumlah SKS dengan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. Mencapai IPK sekurang-kurangnya 2. 1. Jika mahasiswa tidak memenuhi syarat pada butir 3.75 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 % tanpa nilai E.

sejak surat itu diterima Puket I. atau pelaksanaan kerja praktek dan atau tugas akhir yang menghadapi kendala. Ketentuan lebih lanjut mengenai Program Remedial diatur dengan Keputusan Ketua. PERSYARATAN KELULUSAN Mahasiswa dapat dinyatakan lulus apabila telah memenuhi ketentuan sebagai berikut. pernah cuti hamil dalam masa studi. . Pada masa perpanjangan ini mahasiswa dikenai beaya perkuliahan seperti mahasiswa angkatan terakhir. hal-hal lain yang mendapat persetujuan tertulis dari Kepala BATAN. pernah memperoleh ijin sakit yang atas saran dokter rumah sakit memerlukan istirahat dalam waktu paling lama 1 tahun. Batas waktu studi adalah 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu) kali selama-lamanya 1 (satu) tahun.2 dan D. dengan alasan : a.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 19 Remedial didasarkan pada Rapat Yudisium atau Rapat koordinasi Bidang Akademik. BATAS AKHIR WAKTU STUDI Waktu studi Program D-IV STTN dihitung mulai saat mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa untuk pertama kali sampai dengan mahasiswa itu dinyatakan lulus ujian tugas akhir. Cuti akademik dan skorsing tidak diperhitungkan sebagai waktu studi. atau b. Untuk Program Ekstensi batas waktu studi adalah masa studi (seperti ketentuan D. bagi mahasiswa karyawan dan Ketua STTN bagi mahasiswa umum. atau c. N. ketentuan akademik yaitu karena nilai yang belum memenuhi syarat kelulusan. atau d.3) ditambah 2 semester. O. Mahasiswa yang ingin memperpanjang waktu studi wajib mengajukan permohonan perpanjangan kepada Ketua STTN melalui Pembantu Ketua I disertai alasan yang dapat dipertanggung jawabkan dengan persetujuan oleh Ketua Jurusan. Penolakan/persetujuan perpanjangan ini harus sudah dapat diputuskan dalam waktu 7 hari.

WISUDA Ijazah dan sebutan Sarjana Sains Terapan (SST) diberikan dalam Upacara Wisuda. Telah dinyatakan lulus ujian Tugas Akhir. . Menyerahkan Tugas Akhir kepada Jurusan.00: dengan pujian.01 – 3. 5.56.00: memuaskan. Mencapai Indeks Prestasi sekurang-kurangnya 2. PREDIKAT KELULUSAN Predikat kelulusan merupakan penghargaan akademik atas prestasi akademik yang diperoleh seorang mahasiswa selama mengikuti pendidikan. Jumlah SKS dengan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. 3. IPK 3. Menyelesaikan ketentuan lain termasuk Administrasi. Mengumpulkan SKS sesuai dengan kurikulum Program Studi. Bag. 4.56 – 3.20 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. P. IPK 3. 6. 2. Telah mengikuti Kuliah Etika Profesional /Kuliah Umum/Kapita Selekta sedikitnya 4 kali. Telah dinyatakan lulus yang dibuktikankan dengan transkrip akademik yang dikeluarkan oleh Sub. Q. Predikat kelulusan adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk memperoleh Ijazah/mengikuti Wisuda adalah: 1. 3.51 – 4.50: sangat memuaskan. tanpa nilai E. Perpustakaan STTN. dan untuk Karyawan Tugas Belajar ke PUSDIKLAT-BATAN yang dibuktikan dengan tanda terima. Rincian lebih lanjut mengenai wisuda dibuat dalam ketentuan tersendiri yang diumumkan menjelang waktu pelaksanaan. Mempunyai sertifikat TOEFL dengan nilai minimal 450. 2. Akademik dan Pengajaran BAAK (ditandai dengan paraf Kepala BAAK atau pejabat yang ditunjuk). 4. Menyerahkan Karya Tulis Ilmiah untuk Jurnal Forum Nuklir. IPK 2. Dosen Pembimbing.

Pengurus Jurusan membentuk Kelompok Bidang Keahlian (KBK). dan peluang kerja dapat dilihat pada Tabel 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 21 BAB IV. Untuk pengembangan kompetensi. karena kegiatan 1 SKS Praktikum adalah 3 x lebih lama dari teori. JURUSAN DAN PROGRAM STUDI Jurusan di STTN terdiri dari Jurusan Teknokimia Nuklir dan Jurusan Teknofisika Nuklir. Sekretaris Jurusan. Program Studi. Ketua Jurusan dipilih oleh para dosen jurusan yang bersangkutan kemudian diusulkan kepada Ketua untuk diangkat setelah mendapat pertimbangan Senat. maka perbandingan jam efektif teori dan praktikum kira-kira adalah 44 % teori dan 56 % praktikum. Jurusan dikelola oleh pengurus jurusan yang terdiri atas Ketua Jurusan. Jurusan Teknofisika Nuklir mempunyai 2 program studi yaitu Program Studi Elektronika dan Instrumentasi (ELIN) dan Program Studi Elektro Mekanik (ELMEK). dan bertanggung jawab kepada Ketua. Masa Jabatan masing-masing pengurus Jurusan adalah 4 tahun dan dapat dipilih untuk diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari 2 kali masa jabatan berturut-turut. dan Ketua Program Studi serta dibantu oleh Kepala Unit Laboratorium di bawah Jurusan. Jurusan Teknokimia Nuklir mempunyai 1 program studi yaitu Program Studi Teknokimia Nuklir. Kurikulum untuk semua Program Studi di STTN menggunakan perbandingan 40 % teori dan 60% praktikum. Hal ini sesuai perhitungan jam efektif. Sekretaris Jurusan dan Ketua Program Studi dipilih oleh para dosen jurusan yang bersangkutan kemudian diusulkan oleh Ketua Jurusan kepada Ketua STTN untuk diangkat dan bertanggung jawab kepada Ketua Jurusan. . Kompetensi. Diagram alir mata kuliah masing-masing Prodi dapat dilihat pada Lampiran.

Nuklir bidang Industri Tabel 2.22 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Tabel 1. dan Peluang Kerja Program Studi Kompetensi Proses Kimia Proses Kimia Radiasi Analisis Kimia Proteksi Radiasi dan Aplikasi T. Kompetensi. Program Studi. Nuklir bidang Industri Mekanik Elektro Instrumentasi Elektromekanik Proteksi Radiasi dan Aplikasi T. berbangsa Memberi landasan Penguasaan ilmu dan ketrampilan Catatan Memberikan natural effect Peluang Kerja Batan/Industri/ Lembaga Penelitian/ Wirausaha Teknokimia ElektronikaInstrumentasi Batan/Industri/ Lembaga Penelitian/ Wirausaha Batan/ Lembaga penelitian/ Wirausaha Elektromekanik MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan) Diajarkan di semua jurusan . Pengelompokan Mata Kuliah Kelompok MPK (Mata kuliah Pengembangan Kepribadian) Deskripsi Manusia beriman dan bertaqwa Berbudi pekerti luhur Berkepribadian mantap Mandiri Tanggung jawab Bermasyarakat. Nuklir bidang Industri Pengelolaan Lingkungan Aplikasi Nuklir/Reaktor Aplikasi Medis Aplikasi Industri Proteksi Radiasi dan Aplikasi T.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 23 m.k. Prodi > 50 % MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya) MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya) MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bersama) Membentuk tenaga ahli dengan kekaryaan berdasar ilmunya Membentuk sikap dan perilaku dalam berkarya Memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya .

24 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

Sikap ingin tahu (curious) terhadap informasi. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efektif. A. dan evaluasi data. 2.I. teknik konstruksi. Mendidik dan memberi bekal kemampuan keilmuan dalam bidang proses kimia yang menerapkan teknologi nuklir (teknokimia nuklir) dan digunakan oleh industri kimia bahan nuklir (instalasi nuklir).Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 25 BAB V. Meningkatkan kemampuan keilmuan guna penyesuaian dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengembangkan sikap dan kebiasaan-kebiasaan sebagai berikut a. PROGRAM STUDI DAN TUJUAN Pendidikan Program Diploma IV Teknokimia Nuklir STTN bertujuan untuk: 1. . J. 5. c. rekayasa proses dan analisis ekonomi. 6. 3. dan hasil. Bekerja secara efisien dan efektif. pelaksanaan. pengembangan proses. metode. JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR Ruang lingkup atau bidang kerja sarjana teknokimia adalah penelitian proses. Meningkatkan ketrampilan berfikir dalam bidang Teknokimia Nuklir yang meliputi pemilihan dan pengembangan proses. b. teknik operasi dan teknik pemasaran hasil (dari Harper. Meningkatkan kemampuan/ketrampilan dalam mengerjakan tugas-tugas bidang teknokimia di lembaga penelitian maupun industri yang meliputi perencanaan. Bekerja sesuai prosedur yang benar. dengan memperhatikan keselamatan diri dan lingkungan.. 1954. spesifikasi. serta pemilihan dan perawatan peralatan proses 4. “Chemical Engineering in Practice). scale up. proyek keteknikan. Teknokimia Nuklir mempelajari aplikasi teknik nuklir untuk bidang kimia maupun teknik kimia maupun proses kimia yang melibatkan bahan nuklir serta proteksi dan keselamatan radiasi.

. ruang seminar. STRUKTUR KURIKULUM JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR 1. laboratorium. mudah menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menjunjung tinggi etika profesi dan moral. 2. Untuk mencapai tujuan tersebut disusun kurikulum yang berisikan mata kuliah-mata kuliah yang sesuai. Misi a.26 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 d. 3. perpustakaan. ruang dosen. f. menguasai proteksi radiasi. dengan senantiasa mengutamakan mutu dan kompetensi (quality & competence). dan mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi nuklir dalam bidang teknokimia. Visi & Misi Visi Menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan tenaga yang mampu melaksanakan pekerjaan dalam bidang penelitian dan industri kimia terutama yang di dalamnya menerapkan teknologi nuklir. dan ruang kerja karyawan. Bertanggung jawab untuk memperoleh hasil yang bermanfaat. menyelenggarakan pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. Ciri khas kompetensi lulusan yang diharapkan Menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang kompleks dalam industri maupun unit penelitian bidang teknokimia nuklir. ruang kerja pengurus jurusan. e. ruang rapat. B. Pengembangan sikap diintegrasikan pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. b. Bekerja sama untuk tujuan dan hasil yang lebih baik dan benar. Fasilitas utama untuk penyelenggaraan program studi Fasilitas utama untuk penyelenggaraan pendidikan di Jurusan Teknokimia Nuklir adalah ruang kuliah. Membina kehidupan akademik yang sehat dengan memberdayakan sumberdaya yang ada. bimbingan dan konsultasi. kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja. dan akan dikembangkan perpustakaan digital. PATIR. tugas akhir. antara lain Laboratorium Fisika. seperti: whiteboard. PRPN. Selain itu. PTNBR. OHP. Kimia Analisis. PTBBN. Ilmu Bahan. slide proyektor dan LCD. dosen. guna peningkatan penguasaan Bahasa Inggris disediakan Laboratorium Bahasa. Komputer. dan penanggung jawab praktikum minimum berpendidikan S-1/D-IV mempunyai kemampuan akademis pada bidang studi (kompetensi) yang sesuai dan ahli di bidangnya serta akan ditingkatkan sampai minimal S2/Sp1. PTLR. sedang untuk asisten/ pembimbing praktikum diperbolehkan lulusan program Diploma III dengan pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun pada bidang (kompetensi) yang sesuai. PRSG. PTBIN. selain laboratorium-laboratorium di atas juga dapat dipakai fasilitas-fasilitas lain di BATAN. PTKMR. serta Proteksi dan Keselamatan Radiasi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 27 Ruang kuliah Untuk pelaksanaan proses belajar mengajar. . Operasi Teknik Kimia dan Proses. Perpustakaan Untuk pencarian informasi ilmiah. dan pihak lain guna mendukung kegiatan belajar mengajar. Untuk pelaksanaan kerja praktek dan penelitian guna penyusunan tugas akhir. Kimia. dan PRR. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa. disediakan ruang-ruang kuliah yang dilengkapi peralatan penunjang. PTRKN. 4. pembimbing kerja praktek. Laboratorium Untuk pelaksanaan kegiatan praktikum disediakan laboratorium. Gambar Teknik. majalah dan jurnal. Persyaratan akademik tenaga pengampu Tenaga pengampu mata kuliah. Radiokimia dan Kimia Radiasi. Instrumentasi Kimia. (Semua Unit di BATAN). disediakan ruang perpustakaan yang dilengkapi dengan buku-buku ilmiah dalam bahasa asing maupun bahasa Indonesia. PPGN. PPEN. Deteksi Radiasi. seperti: PTAPB. karyawan.

test. Selanjutnya setiap dosen wajib mengembangkannya menjadi GBPP. Sistem penilaian hasil belajar didasarkan pada tiga kemungkinan sistem penilaian yang pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan sifat masing- . ujian sisipan. serta ujian praktikum untuk praktikum dengan bobot yang harus diberitahukan kepada mahasiswa pada permulaan semester. Rencana komprehensif kegiatan pembelajaran Agar tujuan pendidikan program studi dapat tercapai.28 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5. Penguasaan berkarya dan penguasaan mensikapi a. 6. kompetensi pendukung. laporan praktikum. dan kompetensi lain. Untuk mata kuliah praktikum didasarkan atas test awal. penyelesaian masalah 2. SAP. presentasi/seminar d. Penguasaan bermasyarakat a. Sistem evaluasi berdasar kompetensi 1. Substansi bahan kajian Analisis substansi bahan kajian untuk kompetensi utama. serta kaitannya dengan pencapaian elemen kompetensi dapat dilihat pada daftar sebaran mata kuliah per semester. pelaksanaan praktikum. diskusi c. kuliah/tutorial b. tugas akhir 7. dan Bahan Pengajaran. Sistem evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengetahui tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai penguasaan kompetensi mata kuliah teori didasarkan atas pekerjaan rumah (PR). kerja praktek b. 2. ujian tulis. tugas-tugas dan ujian akhir. Praktikum dan praktek b. tugastugas lain. kegiatan pembelajaran direncanakan sebagai berikut: 1. Pada dasarnya penilaian adalah hak dosen pengampu 3. simulasi 3. Penguasaan ilmu dan ketrampilan: a.

administrasi. 2. Distribusi Matakuliah No.35 Lainnya Jumlah SKS 10 30 85 8 14 147 100 . Sivitas Akademika c. Kelompok (elemen kompetensi) Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB) Inti (Utama) 8 18 66 4 12 108 Prosentasi 73. PAK (Penilaian Acuan Kombinasi). 3. kurikulum. sarana-prasarana. 4. 4. Tabel 3. dan proses belajar mengajar. BATAN b.65 Institusional Pendukung 2 12 19 4 2 39 26. c.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 29 masing kegiatan akademik. Evaluasi juga dilakukan terhadap penyelenggara. 5. yaitu dengan menentukan batas lulus terlebih dahulu. 5. dosen pengampu. 1. Kelompok Masyarakat Pemrakarsa kurikulum Inti a. yaitu dengan cara membandingkan nilai mahasiswa dengan nilai rata-rata kelompoknya. yaitu: a. PAP (Penilaian Acuan Patokan). yaitu dengan cara menentukan batas lulus b. kemudian membandingkan nilai yang lulus relatif dengan nilai kelompoknya. PAN (Penilaian Acuan Norma). Masyarakat pengguna lulusan dan Kalangan Profesi.

1. 3. 8. 10. 9. NAMA MATA KULIAH Matematika I Fisika Terapan Kimia Dasar Matematika II Fisika Modern Statistik Alat Deteksi & Pengukuran Radiasi Perpindahan Panas Ilmu Bahan I Teknik Listrik Pemrograman Komputer Pengantar Teknologi Nuklir PRASYARAT 2 2 Matematika I Fisika Terapan Matematika I Fisika Modern Termodinamika Kimia Fisika Fisika Terapan Matematika Terapan II Fisika Modern MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. 2. 2. NAMA MATA KULIAH Praktikum Gambar Teknik Asas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis Kimia Organik Matematika Terapan I Operasi Teknik Kimia I Termodinamika Instrumentasi Kimia Kimia Air Praktikum ADPR Matematika Terapan II Operasi Teknik Kimia II Alat Industri Kimia Radiokimia PRASYARAT 2 2 . 7.30 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 C. 8. 1. 15. 4. 12. 4. NAMA MATA KULIAH Pendidikan Agama I Bahasa Inggris I Pendidikan Pancasila Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama II PRASYARAT 2 2 2 2 2 SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS T P 2 Kimia Dasar Kimia Dasar Kimia Dasar Kimia Dasar Matematika II Asas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis Kimia Fisika Fisika Modern Matematika Terapan I OTK I OTK I ADPR 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 I I V VI VII Semester I I I II II III III IV IV V IV V Semester I II II II II III III III III III III IV IV IV IV SKS T P Semester Pendidikan Agama I MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. 13. 4. 6. 10. 3. 6. 11. 12. 5. 5. 3. 5. 7. 9. 11. 1. 14. KELOMPOK MATA KULIAH DAN PRASYARAT MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN No. 2.

Ilmu Lingkungan Radioekologi Toksikoekologi V VI VII V VI VII V VI VII Mata kuliah pilihan (wajib minat) harus diambil oleh mahasiswa yang mempunyai minat dalam bidang tersebut secara konsisten. 5. 7. 27. NAMA MATA KULIAH Keselamatan & Kesehatan Kerja Perundang-undangan TN Manejemen Proyek Seminar Sistem Manajemen Mutu PRASYARAT K3. OTK II KF. 2. 19. 8. OTK II Proses Kimia I P. MK PILIHAN (WAJIB MINAT) (MKB) NAMA MATA KULIAH PRASYARAT MINAT ANALISIS KIMIA Spektroskopi Instrumentasi Kimia Kromatografi Spektroskopi Elektrokimia Instrumentasi Kimia MINAT TEKNOLOGI PROSES Proses Kimia Bahan Nuklir Operasi T. 2. Proses Kimia I Kimia Radiasi Ilmu Bahan II Praktikum P. Proteksi Radiasi Proses Kimia I. PP Proses Kimia I Ilmu Bahan I. 1. 3. 30. 5. PP. 4. 4. . II Praktikum Proses Kimia Pilihan A-1 Semester 1 I VII VII VII VII Semester No. 23. II Praktikum Proses Kimia Proses Kimia Kinetika Kimia. Teknologi Nuklir OTK II. 3. 1. 29. 17. 20. PAP 2 2 2 2 2 2 2 2 V V V V VI VI VI VI VI VI VI VII VII VII VII 31 2 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS T P 2 1 2 2 SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 MK WAJIB PERILAKU BERKARYA (MPB) No. 26. 22. 6. 24. 21. 9. Kimia II Pengelolaan Limbah Proses Kimia II SPPBN PKBN MINAT PENGENDALIAN LINGKUNGAN Pengantar Ilmu Lingkungan OTK II Toksiko Ekologi P. OTK I. Komputer Proses Transfer Kinetika Kimia Proses Kimia II Aplikasi Teknik Nuklir Perancangan Alat Proses Praktikum Proses Kimia Praktikum Ilmu Bahan Metodologi Penelitian Alat Kontrol Proses Strategi Rekayasa Proses Reaktor Kimia OTK II Radiokimia Ilmu Bahan I Matematika Terapan II PP.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 16. 18. 25. PAP Kinetika Kimia. 28.

KURIKULUM DAN SILABUS Kurikulum SEMESTER I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 STN104 STN105 STN106 TKN107 TKN108 STN109 TKN110 Kelompok MPK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MPB MPB Mata kuliah Pendidikan Agama Bahasa Inggris I Matematika I Fisika Terapan Kimia Dasar Praktikum Fisika Terapan Praktikum Kimia Dasar Praktikum Gambar Teknik Keselamatan Kesehatan Kerja Praktikum K3 Jumlah SEMESTER II No 1 2 3 4 5 Kode STN201 STN202 TKN203 TKN204 TKN205 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB Mata kuliah Matematika II Fisika Modern Azas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis K U P U U U SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 K U P U U U U U P P P SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 11 8 . Nuklir Proteksi Radiasi Aplikasi Teknik Nuklir Pengantar T. namun pada setiap semester mata kuliah yang ditawarkan diatur oleh Jurusan/program studi.32 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK PILIHAN BEBAS KODE TKN712 TKN713 TKN714 STN715 TKN716 STN720 STN721 NAMA MATA KULIAH Bioteknologi Produksi Radio Isotop Teknologi Akselerator Proteksi Radiasi Lanjut Teknik Perunut Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik Dimungkinkan materi lain PRASYARAT Proses Kimia Proses Kimia Pengantar T. Nuklir ADPR SKS T 2 2 2 2 2 2 2 P Semester VII VII VII VII VII VII VII Mata kuliah pilihan minat bebas dipilih mahasiswa. D.

Kode TKN401 TKN402 TKN403 TKN404 TKN405 TKN406 TKN407 TKN408 STN409 STN410 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MBB MBB Mata kuliah Perpindahan Panas Ilmu Bahan I Matematika Terapan II Operasi Teknik Kimia II Alat Industri Kimia Radiokimia Praktikum Operasi Teknik Kimia II Praktikum Radiokimia Proteksi Radiasi Praktikum Proteksi Radiasi Jumlah K U U U U U U U U U 2 14 2 6 Teori 2 2 2 2 2 2 SKS Praktikum K P U U U U U U U U U 14 Teori 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 SKS Praktikum 2 2 .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 6 7 8 9 10 TKN206 TKN207 TKN208 TKN209 STN210 MKB MKB MKB MKB MBB Kimia Organik Praktikum Kimia Fisika Praktikum Kimia Analisis Praktikum Kimia Organik Praktikum Bahasa Inggris Jumlah U U U U P 2 2 2 2 2 8 33 12 Keterangan: K=Kompetensi. U= Utama . L=Lain-lain SEMESTER III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN301 STN302 TKN303 TKN304 TKN305 TKN306 TKN307 TKN308 TKN309 STN310 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Mata kuliah Statistik Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Matematika Terapan I Operasi Teknik Kimia I Termodinamika Instrumentasi Kimia Pengantar Teknologi Nuklir Praktikum Operasi Teknik Kimia I Praktikum Instrumentasi Kimia Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Jumlah SEMESTER IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10. P=Pendukung.

6.34 SEMESTER V No 1. 4. Proses Kimia Bahan Nuklir c. 8. 7. Pengantar Ilmu Lingkungan Praktikum Pemrograman Komputer Praktikum Kimia Radiasi Teori 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS Praktikum P U 16 2 2 4 SEMESTER VI No 1 2 3 4 5 6 7 Kode KIN601 TKN602 TKN603 TKN604 TKN605 TKN607 TKN608 TKN609 TKN610 TKN611 TKN612 TKN613 Kelompok MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Proses Transfer Kinetika Kimia Proses Kimia II Aplikasi Teknik Nuklir Perancangan Alat Proses Pilihan A2 a. Kode KIN501 TKN502 TKN503 TKN504 TKN505 TKN506 TKN507 TKN608 TKN609 TKN610 9 10 TKN511 TKN512 Kelompok MPK MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Mata kuliah Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 K U P P P U U U U Pancasila Teknik Listrik Pemrograman Komputer Kimia Air Proses Kimia I Kimia Radiasi Ilmu Bahan II Pilihan A-1 a. Kromatografi b. Pengelolaan Limbah c. U U U 14 2 2 2 6 . 2. Spektroskopi b. 5. 3. Toksiko Ekologi Praktikum Proses Kimia Praktikum Aplikasi Teknik Nuklir Praktikum Ilmu Bahan Jumlah K U U U U U U U SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 8. 10. 9.

TKN710 TKN711 TKN712 STN713 TKN714 9 10 11 12 13 STN715 STN716 TKN717 STN720 STN721 MKB MKB MKB MKB MKB MPB MPB MPB MPB MPB Jumlah SEMESTER VIII No 1 2 Kode STN801 STN802 Kelompok MBB MBB Mata kuliah Kerja Praktek Tugas Akhir Jumlah Ringkasan Sebaran SKS TKN I Tr 11 Pr 8 Tr 12 II Pr 8 Tr 14 III Pr 6 Tr 14 IV Pr 6 Tr 16 V Pr 4 Tr 14 VI Pr 6 Tr 21 K U U Teori Kelompok MPK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Mata kuliah Pendidikan Agama II Sistem Manajemen Mutu Metodologi Penelitian Alat Kontrol Proses Strategi Rekayasa Proses Reaktor Kimia Pilihan A3 a. Radioekologi Pilihan B Bioteknologi Produksi Radio Isotop Teknologi Akselerator Proteksi Radiasi Lanjut Teknik Perunut Perundang-undangan Tenaga Nuklir Manajemen Proyek Seminar Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik K U U U U U U U 35 SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 P 2 P P U P P 1 2 1 2 2 21 1 SKS Praktikum 3 5 8 19 20 Teori = 102 SKS 16 x 102 jam Utama =108 MPK=10 20 20 20 20 Praktikum = 39 SKS KP&TA=8 SKS 16 x 141 jam 16x4x8 jam Pendukung = 39 Lain-lain = 0 MKK=30 MKB=85 MPB=8 VIII Tr Pr 0 8 22 8 Total = 149 SKS Pr 1 VII MBB=14 .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 SEMESTER VII No 1 2 3 4 5 6 7. SPPBN c. Kode KIN701 STN702 TKN703 TKN704 TKN705 TKN706 TKN707 TKN708 TKN709 8. Elektrokimia b.

36 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Silabus Semester I 1. Nouns and Pronoun. and Future Tenses. Cox & Wyman Ltd. Buku untuk Pendidikan Agama Islam: 1. Ayres. Islam. Bahasa Inggris I (2 SKS) Structure: Present. Buku: 1. . Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). noun clauses. Theory and Problem of Calculus. FMIPA-UGM. Teknik Integrasi. Akhlak Islam. Press. Peran agama dalam keluarga.J. GCSE Chemistry. Count/NonCount nouns. New York.. Diferensial partial dan total. Nilai ekstrem. English Grammar in Use. 1. 3. Bell & Hyman. Kaplan. 2. Pendidikan Agama I (2 SKS) (Pendidikan Agama Islam) Pokok-pokok agama. Matrik. Matematika I (2 SKS) Limit Fungsi. Question words. Persamaan Differensial. Muhammad Syaltut. 1985. Deret. Passive Sentences. W.. Modal Auxiliaries. Derivatif fungsi matematika. 1987. London. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). Limit. Wardiman. 4. Jane Morris. Muhammad Al Ghozali. dan Lewis. Raymond Murphy. 2. Reading. Perfect Tenses and articles. John Wiley and Sons. Calculus and Linear Algebra. 3. D. Dictionary of Science for Everyone. Imam Namawi. pembangunan. Riyadhus Sholihin. 3. Cambridge Univ. Determinan.. 2. Keimanan. Aqidah. England. Past. Gerund and Infinitives. dan perkembangan teknologi. F. Inc. Connecting ideas. Pendidikan Agama Lain menyesuaikan 2. Academic Reading and Writing. 3. dan Syari’ah. Hikmah ibadah. Comparisons.

Panas: suhu.S. Kimia. Physics. Physics for Student of Science and Engineering. Mesin. R.. Heath and Company. 1985. pernah terjadi dan penanggulangan kecelakaan kerja. Jr. Stanford. (1 SKS) Pencatatan dan evaluasi dengan norma standar.. 1978. Struktur Atom. statika.B. Chemical Principles & Properties. Struktur Molekul. 2. dan reaksi kimia.. 4. and Tanner. Inc. Fisika Terapan (2 SKS) Pendahuluan: Besaran dan satuan. polarisasi. Orlando. Chemistry. Optik: Optika fisis.. S. dan masyarakat. Bunyi: getaran dan gelombang. Sienko and Plane. Halliday. McGraw-Hill Kogakusha. Calculus and Analytic Geometry. Ltd. R. Lexington... New York. International Student Edition.L. Buku: 1. Penggolongan Unsur. dinamika. D. situasi serta keselamatan kerja umum/ non radiasi. alat pelindung kerja. 2. Thomas. peralatan optik. Pedoman umum keselamatan dan kesehatan kerja. Academic Press. Kimia Dasar (2 SKS) Stoikiometri. Addison-Wesley Publishing Company. Mahan.C.. hantaran panas. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. New York. skalar dan vektor. 3. Listrik. Amsterdam. Sistem Periodik. Api. 5. Ikatan Kimia. Listrik dan magnet. tindakan pengamanan fasilitas... A. Mekanika kinematika..M. Zumdahl. energi.. Pengetahuan tentang berbagai macam keselamatan penggunaan bahan berbahaya.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 37 4. analisis kecelakaan kerja. and Finney. konsep mol. B. 6. D. G. pekerja. and Resnick. John Wiley and Sons.H. Tokyo. Ergonomi. optik geometri. Buku: . Tindakan prefentif kecelakaan yang sering. Buku: 1. korban.. Addison-Wesley Publishing Company. Pola penanggulangan kecelakaan.L. J. University Chemistry.

Matematika II (2 SKS) Penyelesaian Persamaan diferensial Ordiner dan parsiel: secara analitik. Penanggulangan kecelakaan kerja dan Bahaya Kebakaran. Buku: 1. Aplikasi dalam bidang teknik kimia. R. Teknik Pembuatan Laporan Praktikum. Analisis kecelakaan kerja.O. 7. Tim Asisten. ITB.38 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Petunjuk Praktikum Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Institut Teknologi Bandung. Instruksi menggambar. 8. Latimer. BATAN. Penentuan Massa Atom. Buku: 1. Academic Press. 9. Bunyi. . BATAN. Gambar Elemen Mesin. Petunjuk Praktikum Kimia Dasar. Diagram pemipaan dan instruksi.W.. Petunjuk Praktikum Fisika Terapan. Panas. Praktikum Kimia Dasar (2 SKS) Keselamatan Kerja di laboratorium Pengenalan alat laboratorium kimia. Diagram alir proses. New York. Semester II 1. STTN-BATAN. Tim Asisten. Listrik dan Magnet. 2. Praktikum Keselamatan dan Kesehatan Kerja (2 SKS) Penggunaan alat-alat pelindung. Buku: 1. Analisis kualitatif unsur-unsur. Keselamatan Kerja. Deparatemen Tenaga Kerja: Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. and Ragsdale. Normalisasi. Deret. Simbol gambar dan alat kontrol. G. Tim Asisten. Stoikiometeri pada reaksi kimia. 10. Pencemaran. Bandung. STTN. Diagram alir. Praktikum Fisika Terapan (2 SKS) Mekanika. Massa Rumus. Praktikum Gambar Teknik (2 SKS) Pengetahuan alat gambar. 2. Peraturan menggambar. Kimia larutan. dan Massa Molekul Relatif. STTN. Modern Experimental Chemistry. Ergonomi.

John Weley & Sons. Kundari. D. New York. Neraca bahan tanpa reaksi kimia. New York. G. Kesetimbangan Fasa. Inc.A. Analisis dimensi. and Lewis. 4.. N. Kaplan. Physical Chemistry. R.. Azas Rekayasa Proses (2 SKS) Dimensi dan satuan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 39 Buku: 1. Neraca bahan dengan reaksi kimia. 3. Chemical Process Principles. Kimia Analisis (2 SKS) Dasar-dasar analisis kualitatif dan kuantitatif. Kuantitatif Inorganic Analysis. Similarita Teknik. London. John Wiley and Sons. Thomas. Kecepatan reaksi.L. Bahan Kuliah Kimia Fisika.. 2. 3. 1976. Dasar perhitungan Kimia.J. Analisis Volumeteri. Himmelblau. 2. Buku: 1. New York. Dasar termodinamika. Addison Wesley Publishing Company. Buku: 1.. Buku: 1. Calculus and Analytic Geometry. Jr. Longman. Johnstone. R. Calculus and Linear Algebra. Neraca panas. Vogels.. 1978.. 1983. Wiley International Edition.W. 2. New York.B. Pilot Plants Models and Scale-up Methods in Chemical Engineering. Analisis Gravimetri.. Alberty. Hougen and Watson. Vogel’s Textbook of Macro and Semimicro Qualitatif Inorganic . W.E. Elektro Kimia. M. Addison-Wesley Publishing Company. Physical Chemistry. Kimia Fisika (2 SKS) Wujud Zat. 2. New York.. 3. Castellan. and Finney. Svehla. New York. 2005.. Yogyakarta. and Thring. 1971. STTN-BATAN. Basic Principles and Calculations in Chemical Engineering. Kimia koloid dan permukaan. John Wiley and Sons Inc. Analisis kolorimetri. R. 1957.A. 2.

Press. Fisika Modern (2 SKS) Fisika Nuklir. 2. inti atom. spektra sinar-x. Karbohidrat. Aromatisitas. Reaksi radikal bebas. 7. 1996. Willad Grant Press. Stereokimia. atom dalam medan listrik. Oxford Univ. F. Buku: 1. atom berelektron banyak. Berlin. Modern Atomic and Nuclear Physics. teori kuantum. 1981. R. Alkil Halid: Reaksi substitusi dan eliminasi. Amina.. Bahasa Inggris II (2 SKS) (Praktikum) Scientific and technical words.J. Kecepatan reaksi. Yang. orbital atom. elektron. Praktikum Kimia Fisika (2 SKS) Termokimia. Griffin. model atom Bohr. Kesetimbangan. Michael Swan. J. 1984. Listening and Speaking.. 8.. Alkena dan Alkyn. Protein. The McGraw-Hill Companies. Longman. Modern Organic Chemistry.H. 1986. Alkohol. Asam karboksilat dan turunannya. Mekanika Kuantum. 2. and Fassenden. 5. H. Benzen dan Benzen tersubstitusi. 1979. atom dalam medan magnet. Buku: 1. laser. dan lemak. Practical English Usage. Enolat dan Carbonion. photon. London. New York. Kimia listrik. adjectives which belong to the phraseology of science.H.S. Massa dan ukuran atom. Inc. Springer Verlag. TOEFL. adverbs. Tatanama. TOEFL. Kimia koloid dan .. Senyawa organometalik. New York. Aldehid dan Keton. Fassenden. 6.. semi-technical terms. Kimia Organik (2 SKS) Struktur Isomer.. Wolf. Atomic and Quantum Physics. 2. Buku: 1. Boston. 1978. McGraw-Hill Book Company. Organic Chemistry. Academic Reading and Writing. semi-scientific. sifat gelombang materi. J. isotop. asam amino. Relativitas. Ether dan senyawa yang berhubungan. dan Alkana.40 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Analysis”. dan Hamilton.

2. Populasi dan sampel. and Kriz. London. Introduction to Organic Laboratory Techniques.. Longman. Buku: 1. Praktikum Kimia Analisis (2 SKS) Analisis volumeteri.. Petunjuk Praktikum Kimia Analisis.j. W. and Massey. Statistik pencacahan. Semester III 1. London. Tim Asisten. Vogel. Inc. 9..Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 41 permukaan. 2. F. gravimeteri. Penyusunan PD . Dixon. Distribusi Normal. Petunjuk Praktikum Kimia Fisika. 10. Peluang. dan kolorimetri. Lampman. 3. Penyusunan Persamaan Aljabar. Vogel. Buku: 1. F. Penyusunan PD Ordiner. Pavia. Praktikum Kimia Organik (2 SKS) Sintesis dan analisis senyawa organik. Practical Organic Chemistry. 2. Jr. STTN-BATAN. New York. Longman. Regresi dan Korelasi. Statistik (2 SKS) Distribusi. Tim Asisten. McGraw–Hill. Isolasi dan pemurnian dalam kimia organik. Tony Bird. Tim Asisten. Penuntun Praktikum Kimia Fisika. Kuantitative Inorganic Analysis. Buku: 1. Matematika Terapan I (2 SKS) Penyusunan model matematis dari fenomena fisis dalam teknik kimia. Inferensi Statistik: Penafsiran dan uji: Inferensi:Populasi tunggal dan dua populasi: Analisis varian. Introduction to Statistical Analysis. STTN-BATAN. Buku: 1. (Sudah ada edisi Bahasa Indonesia) 2. Ukuran Nilai Pusat dan Penyebaran. STTN-BATAN. Petunjuk Praktikum Kimia Organik.

H. W. Efekefek Panas. Buku: 1. 3. Operasi Teknik Kimia I (2 SKS) Mekanika fluida: Fluida statis dan aplikasinya. Termodinamika (2 SKS) Hukum I dan konsep termodinamika. Kesetimbangan. London. D. Sifat-sifat termodinamika Fluida. C. Kaplan. G.C.42 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Parsiel. Mc. Phenomena mekanika fluida. and Smith. Termodinamika Proses Alir. Inc. Mathematical Methods in Chemical Engineering.. Pengadukan dan pencampuran.. Mc Graw-Hill Kogakusha. Cabe. 2. 1977. Penyelesaian model matematis yang telah tersusun secara analitis. John Wiley and sons. Principles of Unit Operations. Introduction to Chemical Engineering Thermodynamic. New York.S. 1975 5.. Sifat Termodinamika Campuran Homogen. and Reed. 4. W. Buku: 1. Unit Operation of Chemical Engineering. Academic Press Inc. Tokyo.. Foust. Instrumentasi Kimia (2 SSKS) Prinsip-prinsip analisis secara spktrometri.S.... Sherwood. Jenson. 2. A. Inc.. Calculus and Linear Algebra. et al. kromatografi.. Buku: 1. V.G. New York. Alat angkut zat padat. Sifat Volumetris Fluida Murni.. J. Brown. and Lewis. dan elektrokimia.. Smith and Van Ness. Sedimentasi. Inc.J. John Wiley and Sons. John Wiley and Sons. 3. Mickley. Siklus Termodinamika. Buku: .. Applied Mathematic in Chemical Engineering. Hukum II Termodinamika.S..V. New York... Unit Operations. 3. dan gas. 1980. New York. Aliran Fluida Tak mampat dan mampu mampat. McGraw-Hill Inc.E. 1984. 1971. T. Tata McGraw-Hill Book Company.. Konversi Panas.L. New Delhi. cair. and Jeffreys.

Kromatografi. Instrument Methode of Analysis. 9. pengendapan. Principles of Instrumental Analysis. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi (2 SKS) Macam-macam radiasi. Setthe.L. Sedimentasi. Jr. H. Pengendalian kualitas air. Alat deteksi pengukuran partikel. Sifat fisika dan kimia air (konduktivitas. Berbagai macam detektor dan aplikasinya. Water Chemistry of Nuclear Reactor Engineering. Buku: 1. Pemurnian air (penyaringan. 2. sintilator. Piranti pencacahan: kamar ionisasi.. Wadworth Publishing Company. John Weley and Sons. 1979. Buku: 1. Aliran dalam medium berpori. Sounders College Publishing. detektor netron. D. Pengadukan. pH. Praktikum Instrumentasi Kimia ( 2 SKS) Spektrometri. detektor proporsional.. Pengosongan tangki. 1985 2. Tim Asisten.. California. dan Elektrokimia. Praktikum Operasi Teknik Kimia I (2 SKS) Statika fluida.. Knoll. Buku : . pencacahan GM. 7. Pengolahan air dalam industri.F.. Radiation Detection and Measurement.H. Metode dan mekanisme pengukuran radiasi. New York. Skoog. Statistik pengukuran radiasi.. British Nuclear Energy Society. Kimia Air (2 SKS) Sumber air. klorinasi. Water Chemistry. potensial redoks).. Jr. 7 ed. Meritt. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia I. F.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 43 1. Interaksi radiasi dengan materi. Willard. 1988. 8. aerasi). 6. Alat deteksi pengukuran dosis. Aliran Fluida. STTN-BATAN.. L. Produksi air dengan kemurnian tinggi (distilasi.F. Snoiyinc dan Jenkins. osmosis). New York.A. semikonduktor. Alat ukur aliran fluida. G. pertukaran ion. Buku: 1.

G. Jenson.O. Penyelesaian Secara Numeris PD Ordiner. Davis. Buku: 1. Penyelesaian Secara Numeris PD Parsiel. and Jeffreys. Buku: 1. Perpindahan Panas (2 SKS) Konsep dasar perpindahan panas: konduksi.. New Delhi.S. Penyelesaian Numeris persamaan linier simultan. konveksi. Mickley. Perhitungan dan perancangan alat pertukaran panas. 3. C. Applied Mathematic in Chemical Engineering. Interpolasi/Ekstrapolasi. 1977. 1984. G. Tim Asisten.F. 2.E. New York. (Penyajian secara grafis. Academic Press. Tata McGraw-Hill Book Company. Kalibrasi alat ukur radiasi.E. P. Petunjuk Praktikum Instrumentasi Kimia. Diferensiasi. Matematika Terapan II Pengolahan Data Teknis. McGraw-Hill Book Company. 4. John Wiley & Sons. Buku: 1. Optimasi). M. Perpindahan panas pada fasa yang berbeda. Waktu paruh radionuklida. Persamaan Empiris.. Pengukuran radioaktivitas lingkungan. 2. 10.V. Sherwood.. 1984. Inc. 1984. STTN-BATAN.. Praktikum Deteksi dan Pengukuran Radiasi (2 SKS) Pencacahan dengan detektor GM. Mathematical Methods in Chemical Engineering. London. dan radiasi. New York.44 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Statistik pencacahan. Tim Assisten. Process Heat Transfer. STTN-BATAN.. C. and Wheatley. and Reed. . Numerical Methods and Modeling for Chemical Engineers.S... H. Applied Numerical Analysis.. T.. AddisonWesley Publihing Company. Petunjuk Praktikum ADPR. V. Integrasi. Semester IV 1. London. Perisai Radiasi. Kern. Gerald. Eliminasi Trial dan Error.

John Wiley and Sons. Buku: 1. 1988. New York. . Energi nuklir. G. 1955. P.G.al. New York.. Radiokimia (2 SKS) Pengertian radiokimia. New York.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 45 1982. cair-cair. Kristalisasi.S. Mass Transfer Operations. 2. Kecelakaan radiasi dan pengamanan sumber radiasi. Inc. New York. et. Buku: 1. Dosimetri. Dasar proteksi radiasi. 2. kimia radiasi. Transmutasi inti. dan kimia inti. McGraw-Hill inc. Inc. McGraw-Hill Book Company. Pengangkutan zat radioaktif. Difusi molekuler dan olakan. Alat pemecah dan penggiling. Peluruhan radioaktif... Operasi Teknik Kimia II (2 SKS) Distilasi. Efek biologi radiasi. Perundang-undangan ketenaganukliran. John Wiley and Sons. Reaksi inti. Pengeringan. 1980 4.. Deret keradioaktifan. padatpadat. Buku: 1. Pita kestabilam. Treyball. Inc. Alat pengumpan. reaksi fisi. padat-gas). 5.G. New York. padat-cair. Radionuklida alam dan buatan. 3. 4. Brown:. Kestabilan inti. G. Penyaring. McGraw-Hill Book Company. 1980. Unit Operations. Brown:. Wankat. Ketentuan keselamatan radiasi. 3. Alat Industri Kimia (2 SKS) Alat penyimpan. Ekstraksi. Proteksi dan Keselamatan Radiasi (2 SKS) Dasar fisika radiasi. Pemusing. Ayakan. Badger and Banchero. Kesetimbangan radiokimia. dan reaksi fusi.. Unit Operations. Introduction to Chemical Engineering. New York. John Wiley and Sons. A. Equlibrium Stages Separation. Adsorbsi (Pemisahan gas-cair.. Energi pengikat inti. Foust. 6.. Perizinan. Principles of Unit Operations. Evaporator.

sifat listrik polimer. S. Vlack. γ. . Susunan atom dalam bahan padat: kristal.Kristalisasi. keramik.V.. geometri bidang kristal. stabilitas polimer. Praktikum Radiokimia (2 SKS) Pengenceran isotop. Praktikum Operasi Teknik Kimia II (2 SKS) Distilasi. 9. deformasi bahan polimer. D. 4. Adsorpsi. Segal. Tim Assisten. McGraw-Hill Publishing Company. polimer linier. Elements of Materials Science and engineering. STTNBATAN. Absorpsi. 7. polimorfi.. AddisonWesley Publishing Company. Michigan 2. Buku: 1. Penerbit ITB. Pergamon Press. Bandung. Filtrasi. 3. semikonduktor dan superkonduktor serta alat-alatnya. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia II.F. pemrosesan paduan fasa tunggal. Pengendapan. kerusakan logam oleh radiasi. konduktivitas logam. kisi. Ilmu Bahan I (2 SKS) Pengenalan Bahan: Beberapa sifat tertentu. logam yang mengalami deformasi rekristalisasi.. and Jones.. sifat mekanik dan elektromagnet.46 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2.H. dan x. 8. Wiryosimin. Analisis pengaktifan netron. ikhtisar ikatan kimia. Pencacahan α. Engineering Materials 2. Chemical Synthesis of Advanced Ceramic Materials. difraksi sinar X. proses pembuatan bahan keramik.H. sifat polikristal. Logam fasa tunggal: Paduan fasa tunggal. Principles of Materials Science and Engineering. Sintilasi cair. Mengenal Azas Proteksi Radiasi. Cambridge University Press.. isolator. kristal keramik dan elektromagnetik. Ashby. W. silikat. Transportasi elektron dalam benda padat: pembawa muatan. perpatahan. Ekstraksi.R. Fasa molekuler: molekul raksasa. polimer 3 dimensi. Bahan keramik: fasa keramik. deformasi elastik dan plastik. M. Pengeringan Leaching. New York. Buku: 1. Smith. β. L.F. D.

STTN Semester V 1. Newton Raphson. Teknik Tenaga Listrik. Pengantar Teknik Tenaga Listrik. Penentuan waktu paruh. UUD 1945. Sumber hilang. eksistensialisme. Pemodelan matematis dan Penyelesaian . Teknik Tenaga Listrik. Buku: 1. A.B. dan Prasetyo. Sediawan. Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi (2 SKS) Kontaminasi dan dekontaminasi. realisme. Motor DC. Motor Serempak. Pradnya Paramita. Bentuk dan Susunan Pancasila. positifisme. Pendidikan Pancasila (2 SKS) Pancasila sebagai konsep filsafat melalui pendekatan idealisme. Diagram alir. Kedudukan dan Fungsi Pancasila. Pelaksanaan Pancasila. trapesoidal . Muslimin Marappung. Teknik Pemrograman. Transformator. Jakarta. Pembuatan program komputer untuk membantu penyelesaian masalah bidang teknokimia nuklir. Aris Munandar dan Kuwahana. Pembukaan UUD 1945. Penahan radiasi. Program Komputer Metode Numerik meliputi integrasi numerik (simpson. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional) 2. Pemrograman dengan bahasa program. W. humanisme. Teknik Listrik (1 SKS) Generator Arus Searah. Landasan dan pengertian pendidikan Pancasila Rumusan Pancasila. dan aplikasinya dalam Teknokimia. 3. Motor Induksi. Buku: 1. diferensiasi numerik. Pemrograman Komputer (2 SKS) Pengenalan komputer. Armico. Buku: 1. Bandung. Jakarta 2. LP3ES. Tim Asisten.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 47 10. Alternator. 3.. Runge Kutta. dan pragmatisme. Uji kebocoran pesawat X-ray. Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi. Algoritma. Euler. Abdul Kadir. Survey daerah radiasi.

sifat fisik. Austin.48 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Numeris dalam Teknik Kimia. New York. Ilmu Bahan II (2 SKS) Bahan berfasa ganda I: Kesetimbangan.G. J. New York. Radikal bebas. Buku: 1. Johnstone. diagram fasa. Prinsip Kerja reaktor nuklir. 4. diagram fasa besi carbon. 3. Pengantar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Dosimetri radiasi. Spinks.J.. Ion dan molekul tereksitasi. Proses Kimia untuk senyawa anorganik termasuk pengolahan bahan nuklir. Yogyakarta. Interaksi radiasi dengan materi. baja karbon dan baja paduan tanah. Radiolisis air dan larutan dalam air. S. McGraw-Hill Book Company. Kobe. [paduan dan keramik komersiil. proses . 1997. 7. The Macmilan Company. Inc..J. Shreve’s Chemicals process Industries. Inorganic Process Industries. struktur mikro.W. and Johnstone. John Wiley & Sons. 6. Polimerisasi Radiasi.T. 1984. Tinjauan umum PLTN. Bagianbagian Reaktor Nuklir. kuantitas fasa.. 5. Buku: 1.A. R. Efek radiasi pada gas dan senyawa organik. Proses Kimia I (2 SKS) Konsep termodinamika dan kinetika dalam proses kimia. Sumber radiasi. komposisi fasa. Batan. New York. Kimia Radiasi (2 SKS) Pengertian radiasi. An Introduction to Radiation Chemistry. Prinsip kerja Reaktor Nuklir.. Proses thermal: anil. K. Bahan berfasa ganda II: Reaksi fasa padat. laju reaksi.. Buku: 1. fasa ganda. 2. normalisasi. Pengantar Teknologi Nuklir (2 SKS) Review Fisika Inti.. and Woods. Penerbit Andi. Mineral for The chemical and Allied Industries”. hubungan kualitatif fasa. New York. John Wiley & Sons. sifat mekanik. konsep keselamatan radiasi. dekomposisi austenit. pengendapan. M. bahan-bahan reaktor.

bahan yang diperkuat. Pilihan A1 (2 SKS) 1. Saunder Philadelphia. 1979. Interpretasi data MS. pasangan galvanic. New York.. Terjadinya Spektra UV-Vis.S. H-NMR.V. P. kayu dan komposit: kombinasi bahan.. McGraw-Hill Publishing Company. beton. Principles of Materials Science and Engineering. Proses Kimia bahan Nuklir (kelompok Proses) Proses Pemurnian Bahan Nuklir. bahan struktur. Smith. Besi cor. 4. dan MS. 2. kemampuan pengerasan (hardening).Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 49 termal baja komersiiil. Spektroskopi (kelompok Analisis) Spektrofotometri UV-Vis. Engineering Materials 2. Elusidasi struktur berdasarkan kombinasi data UV-Vis.H. Kriz. laju korosi dan pengendalinya. piezoelektrik. Vlack. Pavia. Daur Bahan Bakar Nuklir. Pergamon Press. Integrasi dan Pemecahan Spektrum. and Jones. 8. Gesekan Kimia. dan optik. Buku: 1. Korosi logam: pelapisan secara elektro. Spektrometri Massa (MS): Ionisasi dan Fragmentasi. Spektrofotometri Resonansi Magnetik Nuklir dan Carbon (CH-NMR dan C-NMR) Terjadinya Spektra H-NMR dan CH-NMR. Michigan 2.F. Cara Interpretasi Spektra UV-Vis. Segal. W. Interpretasi Data Spektra Infra Merah. C-NMR. Bahan magnetik. AddisonWesley Publishing Company.F. Chemical Synthesis of Advanced Ceramic Materials.. dielektrik. L.. Lampman.L. Senyawa yang dapat menghasilkan Spektra. G.. 3. bahan moderator dll Buku: .. Bahan kendali. Cambridge University Press. Elements of Materials Science and Engineering. IR. D. Ashby. Interpretasi data Spektra H-NMR dan C-NMR. D. Spektrofotometri Infra Merah. Introduction to Spektroscopy.H. M. Buku: 1.R.

wawasan nusantara. Sediawan. . Dampak Pencemaran Lingkungan. Pendugaan dampak lingkungan. Pengantar Ilmu Lingkungan (kelompok Lingkungan) Pengertian dasar pencemaran air. Semester VI 1. cairan.50 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Pengaruh radiasi terhadap senyawa organik. W. Dasar ekologi. Penerbit Andi. Steward. dll. Euler. Pemodelan matematis dan Penyelesaian Numeris dalam Teknik Kimia. Nuclear Chemical Engineering. Program Komputer Metode Numerik meliputi integrasi numerik (simpson. dan Prasetryo. trapesoidal. 3.E. Transfer Massa Buku: 1. diferensiasi numerik.. 9. Membuat dan menjalankan program komputer untuk membantu penyelesaian masalah bidang teknokimia nuklirt. Tim Asisten. STTN-BATAN. W. dan daratan. udara. Praktikum Kimia Radiasi (2 SKS) Pengaruh radiasi terhadap zat padat.H. Petunjuk Praktikum Kimia Radiasi. A. Transport Phenomena. Transfer Energi. Newton Raphson... politik dan strategi nasional. Buku: 1. Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan. AMDAL. Benedeick. dan gas. and Lightfoot..B. Pemantauan lingkungan. dan aplikasinya dalam Teknokimia Buku: 1. 10. Komponen pencemaran. sistem hankamnas. 2. Runge Kutta. R.B. ketahanan nasional. Proses Transfer (2 SKS) Transfer momentum. Praktikum Pemrograman Komputer (2 SKS) Membuat dan menjalankan program komputer untuk menyelesaikan kasuskasus dalam teknokimia. Bird. Yogyakarta. E.

Unit Processes in Organic Synthesis.Graw-Hill Book Company.E. 2. Nitrasi. 1960. Hydrolisis. Polimerisasi radiasi. Elements of Chemical Reaction Engineering. Fundamentals of Chemical Reaction Engineering. Termodinamika dan Kinetika dalam proses kimia. 2. Inc. Wilson. Halogenisasi. New York. 6. Bioproses. 1952. Prentice-Hall. Aplikasi Teknik Nuklir (2 SKS) Teknik gauging.. John Wiley & Sons. Kecepatan reaksi. London. Esterifikasi. Welty.. Fundamental of Momentum. Prentice Hall Inc.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 51 McGraw-Hill Book Company inc. Esterifikasi.E. Teknik Perunut. . Hidrogenasi. stoikiometeri. Alkilasi. 1992.Kinetika reaksi homogen elementer dan kompleks. Sulfonasi dan Sulfatasi.. Perancangan Bejana Tekan. Buku: 1. Kinetika Reaksi Kimia (2 SKS) Neraca mole. 4.. Scale-up Alat proses. Perancangan Alat Proses Perancangan Alat Penyimpan. New York. and Wicks. Sintesa Hidrokarbon dan Hidroformilasi. Fogler.... C.. Holland and Anthony. Teknik Logging. Inc. 3. S. Buku: 1. Aminasi. Deaktivasi katalisator. 1998 3.E. Levenspiel. Proses Kimia II (2 SKS) Proses Kimia untuk senyawa organik. Sterilisasi dan pengawetan dengan cara radiasi. Reaksi heterogen non-katalisis. London. J. Chemical Reaction Engineering. O. Teknik Perunut. R. Reaksi katalisis heterogen. New York. Groggin. 1979. Pengumpulan dan analisis data kecepatan reaksi. Heat and Mass Transfer. Mc. Polimerisasi. Penglapisan permukaan. dan konversi. Oksidasi. 5. Perancangan Menara. analisis radiometerik.

Gulf Publishing Company. Applied Process Design for Chemical and Petrochemical Plants.. Pengendapan. Proces Equepment Design 2. Peleburan.. Essential of Toxicology. Pengelolaan Limbah Pengelolaan Limbah Industri. Principle of Instrumental Analysis. Bronell and Yaung. Kromatografi Dasar-dasar dan teori pemisahan dari berbagai jenis senyawa kimia dengan cara kromatografi. Houston. Jr. Cair Kinerja Tinggi. .. Instrument Methode of Analysis. dan cara preparasi. Sounclins College Publishing. California.F. 3. Asas Umum dan pola pikir ketoksikan. New York.. Philadelphia. Jr.. F. Setthe. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketoksikan. kuantitatif. Instalasi Nuklir. 8. Ludwig. H... Kertas.52 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Buku: 1. 1988. Toksiko Ekologi Sejarah Arti dan Makna toksiko ekologi. A. Proses Kimia Bahan Nuklir. Elektrolisis. Lea & Febiger. Wadworth Publishing Company. Pengelolaan Limbah Radioaktif.A.XL. 1985. Gas. Polimerisasi. Laboratorium.E. Jenis Kromatografi: Kromatografi kolom. (2 SKS) 1. Pilihan A2. E. Praktikum Proses Kimia (2 SKS) Proses Kimia untuk bahan anorganik: Pelarutan. Jenis detektor. 2.Sintesis senyawa organik dan anorganik ditinjau dari segi termodinamika dan kinetika. D. 7. Loomis. Proses Kimia Bahah non-nuklir. T. 2.. Proses Kimia Bahan Nuklir. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketoksikan. dasar-dasar toksikologi klinik dan industri. Skoog. Bioproses. Cara Analisis Kualitatif. Meritt. Perkembangan kromatografi Buku: 1.H. Willard. Uji ketoksikan Buku: 1. Lapis tipis..

Metodologi Penelitian Bidang Teknokimia.A. Perundang-undangan Tenaga Nuklir (1 SKS) Perundang-undangan tenaga nuklir. Penetuan densitas dan luas permukaan zat padat. Pengaruh parameter pada pressing dan sintering. Yogyakarta. Peraturan-perraturan dan ketentuan yang berkaitan dengan ketenaga nukliran. STTN-BATAN. Perumusan masalah. aaplikasi teknik nuklir dalam bidang kimia. 3. Manajemen Proyek (2 SKS) . Kundari. Tim Asisten. Rancangan Penelitian. pengiriman bahan nuklir. Praktikum Ilmu Bahan (2 SKS) Granulasi dan analisis distribusi butiran. Penelusuran acuan. Petunjuk Praktikum Ilmu Bahan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 53 Buku: 1. STTNBATAN. Penulisan karya ilmiah.. Landasan Teori. Penggunaan perunut radioaktif untuk mengetahu kebocoran pipa dan kecepatan alir fluida. Pendidikan Agama II Peran Agama dalam menghadapi globalisasi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. pengelolaan limbah. fungsi dan jenis penelitian. Petunjuk Praktikum Proses Kimia. 2. kedokteran dan farmasi. Teknik Penyajian. Metodologi Penelitian (2 SKS) Arti. Pengumpulan dan pengolahan data. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. Buku: 1. 4. Pembuatan paduan logam. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. N. Tim Asisten. industri. 2006. STTN-BATAN Semester VII 1. 9. Buku: 1. Praktikum Aplikasi Teknik Nuklir (2 SKS) Teknik Gauging. 10.

riset dan pengembangan. staffing. Vibrant & Dryden. Reaktor multifase.. Aspek tekno-ekonomi dalam manajemen proyek. Evaluasi proyek. manufaktur. 6. organizing. pajak. Feedforward control. Peters.L. Biaya manufaktur: Biaya langsung. . lima level work breakdown structure. Buku: 1. Reaktor non ideal. biaya tak langsung.. 2001. Scheduling and Controling. Luyben. Prinsip-prinsip manajemen. Tokyo.. Alat Kontrol Proses (2 SKS) Control instruments: Feedback Control. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT. Process Modelling Simulation and Control for Chemical Engineers. controlling. Buku: . Controller. Investasi modal: modal tetap. Stephanopoulos: Chemical Process Control 2. Time domain synthesis. 5. depresiasi. modal kerja. Chemical Engineering Plant Design. Physical plant cost. LTD.54 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Konsep dan definisi. W. Harold Kezner. dan asuransi. Laplace domain synthesis. Reaktor Kimia (2 SKS) Perancangan reaktor isotermal. K. Project Management: System Approach To Planning. and Timmerhaus. Control valves. M. Transmitters. Konsep nilai uang dan waktu. 3. Perencanaan usaha dan jaringan kerja. Perancangan reaktor katalisis. Alat-alat manajemen proyek. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. 1973. Feedforward control. Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. John-Wiley & Sons. Plant Design and Economics for Chemical Engineers. Pengaruh kondisi terhadap beaya dan keuntungan. Ruang lingkup projek. Frequency domain synthesis. Penjualan dan keuntungan.D. directing. New York 2. McGraw-Hill Book Company. Buku: 1. McGraw-Hill Kogakusha. Pembandingan rencana investasi. McGraw-Hill Book Company.S. direct plant cost. Pengeluaran umum. Perancangan reaktor non-isotermal. New York. Sensor.

PLTN diantara pembangkit listrik yang lain. NMR.. 2. Inc. Kontrol internal. Badan Standarisasi Nasional.. Pilihan B 1. 7. ESR. Radio Ekologi Pengertian dasar radioekologi. Fogler. dan ilmu pendukung utama bioteknologi. Sistem Pembukuan. Chemical Reaction Engineering. O. Pilihan A3: (2 SKS) 1. XRF. Pengamanan. Fundamentals of Chemical Reaction Engineering. Buku: 1. Prentice-Hall International. Keselamatan reaktor. audit. PLTN. Persyaratan dasar jaminan kualitas. John Wiley & Sons. 2. Inc. Pengenalan Reaktor Nuklir (1 SKS) Prinsip kerja reaktor nuklir.. Fermentasi . pengawasan bahan nuklir. Bagian-bagian reaktor nuklir. Jaminan kualitas untuk penelitian. dan Pengendalian Bahan Nuklir (1SKS) Neraca bahan tertutup. Amperometri. ISO 9001. Efek radiasi 10. pengoperasian reaktor. dan tindakan perbaikan. Sitem Manajemen Mutu (2 SKS) Konsep dasar sistem manajemen mutu. Holland and Anthony. Sertifikasi. non-conformce. Radioaktivitas lingkungan.. New York. dan pengujian di laboratorium. Levenspiel. Manajemen bahan nuklir. 9. 3. 2. S. prosedur dan form. Konsep pengendalian. Electrogravimetri. 8. Jenis Reaktor Nuklir. Indikator radioaktivitas. Spektroskopi elektron. Konduktometri. Bioteknologi (2 SKS) Sejarah. Voltrametri. London.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 55 1. Sistem Manajemen Mutu. Elements of Chemical Reaction Engineering. Catatan kontrol bahan. International Standard Organization. London. Inc. Prentice Hall International. ruang lingkup. Elektrokimia Potensiometri. 3.

McGrawHill Inc. pembuatan radiofarmaka. 3. 2002. dari hasil belah U235. Bapeten. proses pemisahan. pemeriksaan kualitas produk. Principle of Biotechnology 2. 4. Tindakan penanggulangan kecelakaan radiasi. H. and Reed. Bapeten. 4. Sistem akselerator partikel. Wiseman. Pusdiklat Batan. Akselerator lingkaran.. 3. penyiapan sasaran. Metabolit primer dan sekunder. A. Rekayasa genetik dan peranannya dalam bioteknologi Buku: 1. G. Buku : 1. 2nd Ed. Penggunaan radiasi sinar-X dalam industri. Aplikasi. Jakarta. Melalui partikel dipercepat. Introduction to Health Physics. Macam akselerator dan aplikasinya. Kursus Petugas Proteksi Radiasi. Jakarta. Materi Rekualifikasi I-Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir. 11. akselerator linier. Pengunduhan produk fermentasi.. generator dan kit RIA. Cember.L. 2. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran. iradiasi sasaran. Strategi Rekayasa Proses (2 SKS) . Penggunaan zat radioaktif dalam industri. senyawa bertanda.1983.. Produksi Radio Isotop Teknik produksi radioisotop : melalui aktivasi netron.56 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 dan mikroorganisme untuk industri.. Desain ruang pesawat sinar-X. Limbah ZRA. Produksi netron dalam aktivasi. Jakarta. 2002. Ketentuan SIB. Biotechnology 2. 2005. Herman. Teknologi Akselerator (2 SKS) Prinsip dasar akselerator. Rehm. Diktat. Proteksi Radiasi Lanjut Dosimetri.. Overview rumus-rumus dalam proteksi radiasi.

Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. EMG). aspek biologis). C. 12. Viena. Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. penetrasi. Optimasi Banyak Variabel. hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 57 Analisis Sistem dalam Teknokimia. London.F. E.. IAEA. tipe interaksi foton. Perangkat X-rays (tabung X-rays. tranduser). Smith. and Westerberg. karakteristik. 3. R. Pencitraan Fisiologi/fungsional. Tekno Ekonomi PLTN Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun. Teknik (in-vitro. Teknik pencitraan gelombang (US. 2006 5. D. arus. Optimization for Engineering Systems. 4.I. dan merawat dekomisioning. Sistem instrumentasi (Cardiac.. JAERI. Defibrilator dan Hemodialisis). Systematic Methodes of Chemical Process Design. Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik. Rudd. New York. Dekomisioning Reaktor Triga. Inc. 2. Teknologi dan Perencanaan Energi. Grossmann. Review spec dan unjuk kerja perangkat . Pelatihan BATAN. in-vivo. and Watson. kontras). McGraw-Hill Inc. Chemical Process Design. 2.. Biegler.. L. Optimasi satu variabel. Teknoekonomi PLTN 3. 1978. 13.W. energi.. Optimasi dalam Teknokimia: Optimasi Analitis. sharpness. New York. 1988 4. Analisis Ketidakpastian dalam Teknikkimia Buku: 1.T. Eko Edy Karmanto. Detektor nuklir (system deteksi radiasi. Sifat-sifat (X-rays. Van Nostrand Reinhold Company. Stategy of Process Engineering. Dasar fisika resonansi magnet nuklir. Linier Programming.. Instrumentasi Medik Fungsi. Pike. R. Prentice-Hall International. Buku: 1. mengoperasikan. radioisotope tracer). radioisotope untuk pencitraan). Pacemaker. filtrasi)..C. medis ultra sound. cara kerja dan amplikasi (ECG. kVp. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant. EEG..

S. Editor in chief. The Biomedical Engineering Handbook. dan rencana penelitian. McGraw Hill Medical Publication Division. Perumusan masalah. IEEE Press. pengembangan analisis. penerapan teknologi. Membuat Laporan Tugas Akhir dengan format yang telah ditentukan dibawah bimbingan Dosen untuk dipertahankan dalam ujian komprehensif dan Ujian Lisan di depan dewan penguji. . Kerja Praktek (3 SKS) Kerja Praktek di unit penelitian atau industri terkait dengan bidang teknokimia Nuklir. hipotesis. Copyright 2002. Manajemen dan tugas-tugas unit. N. pengujian laboratorium. 5. 1977. Handbook of Nuclear Medicine Instruments.R. USG.Bronzino. Tata McGraw Hill Company Limited. Robert A. sintesis. Kesley.V. Semester VIII 1. Melaksanakan penelitian/Membuat/Mengerjakan tugas. 4. B. 14. menyajikan. Essential of Radiology Sciences. Handbook of Biomedical Instrumention. New York.Bhairi. R. Fosbinder and Charles A. 1994. Mahasiswa mengajukan usulan yang berisi: Latar belakang.Narurkar. Membuat laporan tertulis. perancangan alat. Reprint 1993. 2. MRI dan Nuklir). 2. Topik makalah berkaitan dengan Teknokimia Nuklir. Tinjauan pustaka. Tata McGraw Hill Publishing Company Limited.58 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 pencitraan medis (X-rays. Bristol and Philadelphia. Joseph D. P. Organisasi. 3.Khandpur. Institute of Physics Publishing. Tugas Akhir (5 SKS) Tugas Akhir dapat berupa penelitian. menjawab pertanyaan dari peserta lain. Rathod.C. Seminar (1 SKS) Menulis makalah yang diberikan Pembimbing. New Delhi. Buku: 1. studi perbandingan. Mengerjakan tugas khusus yang diberikan pembimbing. CRC Press. landasan teori. New Dilhi. Balvinder Singh. Steve Webb. The Physics of Medical Imaging.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

59

BAB VI. JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR Bidang Teknofisika adalah bidang ilmu yang secara umum mengamati fenomena fisis alam, mempelajari hubungan sebab-akibat, menurunkan formula matematika, mengimplementasikannya dalam bentuk alat (tool), alat ukur (instrument), proses, perkakas (equipment), bahkan sebuah sistem lengkap atau plant. Dalam bukunya Sears & Zemansky, fisika disebut juga ”science of measurement”, karena pengamatan fenomena alam tersebut mengharuskan penjabaran dalam bentuk pengukuran besaran-besaran fisis yang terlibat dalam fenomena alam tersebut. Oleh karena itu, bidang ilmu fisika ini banyak dikembangkan untuk mendukung pengembangan alat ukur di samping pengembangan proses atau plant. Teknofisika Nuklir lebih mengkhususkan pada pengamatan proses berkaitan dengan reaksi nuklir serta radiasinya dan pengukuran besaran-besaran fisisnya dalam rangka monitoring dan pengendalian proses tersebut sehingga pemanfaatan proses dan energi nuklir berlangsung secara terukur, terkendali serta aman terhadap pekerja, fasilitas, dan lingkungan. Untuk itu perlu dikembangkan bidang ilmu fisika terapan yang secara khusus mempelajari bagaimana proses nuklir tersebut berlangsung, serta mengukur dan mengendalikannya. Pengamatan, pengukuran dan pengendalian proses nuklir memerlukan bidang-bidang pengetahuan yang lebih spesifik yaitu elektronika, listrik, mekanik dan instrumentasi. Berdasarkan bidang-bidang keilmuan tersebut, Jurusan Teknofisika Nuklir menyelenggarakan dua program studi yaitu : 1. Program Studi Elektronika Instrumentasi 2. Program Studi Elektromekanik. A. JURUSAN DAN TUJUAN Tujuan penyelengaraan jurusan Teknofisika Nuklir adalah dihasilkannya tenaga profesional sarjana sains terapan yang mampu mensinergikan kemampuan analisis dan keahlian dalam bidang elektronika-instrumentasi dan elektromekanik. Kompetensi Lulusan Program Studi Elektronika Instrumentasi meliputi :

60

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

1. Mampu mengoperasikan alat elektronik dan instrumentasi nuklir. 2. Mampu merancang dan merekayasa alat bantu/instrument elektronik untuk pengukuran parameter proses nuklir maupun industri. 3. Mampu mengkalibrasi alat instrumentasi elektronik. 4. Mampu melakukan perawatan peralatan fisika/instrumentasi. 5. Mampu membuat program aplikasi untuk akusisi data proses serta mengkomunikasikan data proses tersebut ke pusat sistem informasi. 6. Mampu mengoperasikan sistem berbasis mikroprofessor dan membuat program aplikasi untuk sistem mikrokontroler. 7. Mampu mengoperasikan Pragrammable Logic Controller dan ProportionalIntegral-Derivative Controller. 8. Mampu melaksanakan kegiatan litbang secara mandiri serta membimbing teknisi yunior. 9. Setelah menempuh ujian untuk memperoleh lisensi, dapat bertugas sebagai petugas proteksi radiasi . Kompetensi Lulusan Program Studi Elektromekanik meliputi : 1. Mampu mengoperasikan peralatan elektromekanik dan instrumentasi. 2. Mampu merancang dan merekayasa alat bantu/instrument elektromekanik untuk pengukuran parameter proses nuklir maupun industri. 3. Mampu mengkalibrasi alat instrumentasi elektromekanik. 4. Mampu melakukan perawatan peralatan elektromekanik. 5. Mampu mengoperasikan sistem kendali elektronis berbasis relay maupun PLC. 6. Mampu mengintegrasikan peralatan elektromekanik ke dalam sistem monitoring dan kendali. 7. Mampu melaksanakan kegiatan litbang secara mandiri serta membimbing teknisi yunior. 8. Setelah menempuh ujian untuk memperoleh lisensi PPR, dapat bertugas sebagai petugas proteksi radiasi. 9. Mahasiswa akhir program studi Eletromekanik juga diberi kemampuan untuk dapat mengikuti ujian lisensi UTR/Radiografi.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

61

B. FASILITAS LABORATORIUM Untuk mendukung tujuan penyelenggaraan Jurusan Teknofisika Nuklir, proses belajar mahasiswa setiap prodi memanfaatkan laboratorium-laboratorium baik dilingkungan STTN, lingkungan BATAN pada umumnya serta di beberapa laboratorium di Universitas Gadjah Mada. Untuk lingkungan STTN, unit-unit dan laboratorium terebut antara lain Laboratorium Fisika Dasar, Unit Gambar Teknik, Elektronika, Instrumentasi dan Spektroskopi, Instrumentasi dan Kendali, Unit Komputer, dan laboratorium Radiografi, Unit proteksi radiasi, Unit bengkel mekanik, serta laboratorium atau unit di lingkungan BATAN yaitu Reaktor Nuklir Kartini, Balai Instrumentasi, Balai Elektromekanik dan Unit Akselerator. Untuk meningkatkan penguasaan Bahasa Inggris disediakan pula Laboratorium Bahasa. Praktikum proses produksi II diharapkan akan melengkapi keahlian untuk mahasiswa program studi Elektromekanik. Laboratorium Fisika Dasar Laboratorium ini memiliki peralatan-peralatan untuk praktikum fenomena fisika dasar yaitu fenomena listrik, optik dan getaran. Laboratorium Elektronika Keahlian berkaitan dengan bidang elektronika diberikan melalui praktikumpraktikum elektronika dasar, analog, dan digital. Laboratorium ini memiliki peralatan-peralatan yang memadai untuk kegiatan praktikum tersebut. Laboratorium Instrumentasi dan Kendali Laboratorium ini menyelenggarakan praktikum untuk membentuk keahlian dasar dalam bidang sistem kendali yaitu melalui praktikum-praktikum kendali proses PID dan kendali berbasis PLC. Laboratorium Instrumentasi Nuklir Keahlian mengenai monitoring radiasi dan analisis spektrosopinya diberikan di laboratorium ini. Keahlian ini memberikan dasar-dasar instrumentasi nuklir seperti yang diperlukan dalam pengoperasian peralatan radiologi dan pengujian industri.

62

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Laboratorium NDT/Radiografi Radiografi merupakan salah satu teknik yang banyak dimanfaatkan untuk pengujian keandalan mekanis peralatan proses di indutri. Laboratorium ini memberikan praktikum-praktikum untuk membekali keahlian kepada mahasiswa berkaitan dengan pengujian bahan tersebut. Unit Proteksi Radiasi Laboratorium ini menyelenggarakan praktikum dalam bidang proteksi radiasi mencakup eksperimen dan analisis menggunakan sumber radiasi dan penentuan dosis radiasi untuk mengetahui batas-batas penyinaran radiasi yang aman terhadap operator. Unit Komputer Keahlian di bidang komputer dan komputasi diajarkan di unit ini. Kegiatan-kegiatan praktikum seperti pemrograman komputer, simulasi kendali, dan gambar teknik juga dapat diselenggarakan di unit ini. Unit komputer juga mengadakan workshop secara periodik di bidang komunikasi data dan jaringan berbasis Linux. Unit Gambar Teknik Keahlian menggambar teknik merupakan keahlian dasar yang dibutuhkan sebagai sarjana teknik pada umumnya. Unit Gambar Teknik ini memiliki peralatan menggambar secara manual dengan menggunakan mesin gambar. Keahlian menggambar teknik dengan komputer juga sedang dikembangkan tetapi diselenggarakan di Unit Komputer. Lab. Listrik dan Sistem Tenaga Berbagai keahlian berkaitan dengan listrik dan sistem tenaga diberikan di laboratorium ini seperti grounding, switching, proteksi dan isolasi, dan distribusi listrik serta uji keandalan komponen listrik. Unit Bengkel Mekanik Unit bengkel mekanik menyelenggarakan praktikum-praktikum proses prosuksi seperti pembubutan, pengelasan, penekukan, dan pemotongan bahan mekanik.

dan atau mengoperasikan instalasi radiasi berktaitan dengan aspek legal dan keselamatan penggunaannya. pembuatan. Mampu menunjukkan kemampuannya secara profesional dan mampu mensinergikan keahlian dan daya analisisnya dalam perancangan. maupun inspeksi dan pengujian peralatan proses industri sangat luas. pengoperasian. Tujuan Program Studi Di Indonesia. Visi & Misi Visi Menjadi penyelenggara pendidikan yang mampu menghasilkan sarjana sains terapan yang siap berkembang dan berkarya secara profesional dalam bidang instrumentasi berbasis elektronik baik untuk industri nuklir. dan perawatan alat-alat instrumentasi elektronik yang digunakan baik pada industri nuklir. pengoperasian serta pemanfaatan peralatan atau intalasi nuklir/radiasi baik untuk keperluan medis. pengujian. industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya. Pengoperasian dan pemanfaatan peralatan ini membutuhkan tenaga-tenaga supervisi yang handal yang mempunyai keahlian dan analisis baik dalam bidang-bidang ilmu fisika terapan maupun fisika nuklir/ radiasi. Misi Program Studi Elekronika Instrumentasi dirancang agar lulusannya: 1. menguji dan analisis kinerja pada penggunaan alat-alat elektronika instrumetasi dalam lingkungan industri nuklir maupun non-nuklir berkaitan dengan aspek keselamatan untuk pekerja. 2. mendistribusi. Mampu memberikan supervisi bagi industri jasa yang menjual. 3. Hal ini disebabkan bahwa peralatan-peralatan tersebut pada umumnya sarat dengan teknologi elektronika dan instrumentasi di samping memerlukan perlakuan khusus berkaitan dengan adanya radiasi. penggunaan. fasilitas dan lingkungan pada umumnya. perbaikan. Bidang-bidang pekerjaan . industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya. Mampu mengoperasikan. PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA INSTRUMENTASI 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 63 C. 2.

dan radiasi) tersebut. . mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni serta mempunyai bekal tambahan baik perilaku berkehidupan bersama maupun perilaku berkarya sesuai dengan standard yang berlaku secara nasional. MPB. instrumentasi. dan radiasi. Oleh karena 1 SKS teori adalah 1 jam tatap muka. MBB).64 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 tersebut tentu saja memerlukan banyak tenaga kerja yang mampu memenuhi keahlian kombinasi antara elektronika. Tujuan penyelenggaraan program studi ini adalah untuk menghasilkan sarjana sains terapan yang dapat memenuhi tuntutan keahlian multi-disiplin (elektronika. instrumentasi. Struktur Kurikulum Kurikulum program studi baik untuk program studi elektronika instrumetasi maupun elektromekanik dirancang untuk dapat memberikan bekal kompetensi sarjana sains terapan yang cukup yaitu 148 SKS dengan komposisi teori 100 SKS dan praktek 48 SKS. kurikulum Prodi Elin terdiri dari 75 % mata kuliah inti (MKK dan MKB) serta 25 % mata kuliah penunjang (MPK. kendali dan robotika serta pilihan teknologi reaktor. Dengan demikian. Berdasarkan Kurikulum Standard Diknas. serta memiliki keunggulan komparatif dalam bidang instrumentasi nuklir. kurikulum program studi Elektronika Instrumentasi dirancang sedemikian sehingga mahasiswa lulusannya mendapatkan kompetensi yang memadai (core competence) dalam bidang instrumentasi elektronik. sedangkan 1 SKS praktikum adalah 3 jam tatap muka. Untuk lebih menekuni bidang keahlian tertentu. Dengan komposisi tersebut. ditambah 144 jam praktek (60 %) termasuk praktek kerja lapangan. maka beban belajar mahasiswa secara riil adalah 100 jam teori (40 %). 3. struktur kurikulum prodi elin menawarkan 4 mata kuliah pilihan (8 SKS) yang terbagi ke dalam 3 kelompok mata kuliah pilihan wajib yaitu kelompok pilihan instrumentasi nuklir.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 65 4. 4.7 % 148 100 % MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) No. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Perbandingan SKS dan Beban Kerja (jam) Teori dan Praktek I II III IV V VI VII VIII Tr Pr Tr Pr Tr Pr Tr Pr Tr Pr 12 8 12 8 14 6 19 0 0 8 20 20 20 20 8 Praktek = 48 SKS Total = 148 SKS Jam Praktek = 144 (60%) Jam Total = 244 Tr Pr Tr Pr Tr Pr 14 6 14 6 12 8 20 20 20 Teori = 100 SKS Jam Teori = 100 (40%) 5.3 % 2 8 28 2 48 32. 5. 3. Bahasa Inggris 3. Pendidikan Agama I 2. Pancasila SKS T P 2 2 2 Semester I II III 2 . 2. Kelompok (elemen kompetensi) Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB) Prosentase Inti (Utama) Institusional Pendukung Lainnya Jumlah SKS 12 40 76 12 8 10 32 48 10 8 100 67. Distribusi Matakuliah Berdasarkan Standard Diknas No 1.

2.66 4. Fisika Modern Fisika Dasar II Matematika 13. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. 5. Fisika Reaktor Fisika Modern 15. 3. Perpindahan Panas 16. Numerik Teknik 14. Fisika Dasar II Fisika Dasar I 9. P. Thermodinamika 12. Matematika I 2. Mekanika Fluida JUMLAH MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. Elektronika Dasar 4. Kewarganegaraan Pendidikan Agama II JUMLAH Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pend. Matematika II Matematika I Teknik Listrik 7. Pengukuran Alat Deteksi & Pengukuran Radiasi (ADPR) Elektronika Digital Elektronika Nuklir Instrumentasi Nuklir PRASYARAT SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 2 2 2 I I I I II II II II II III III III IV IV IV IV 2 8 Semester SKS T P 2 2 I I II II III III IV IV Elektronika Dasar 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Elektronika Analog Elektronika Analog dan Elektronika Digital ADPR . Ilmu Bahan 6. Kimia Umum 5. 8. 7. 5. 4. Agama I 2 2 10 V VII 2 Semester MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. 8. Fisika Dasar I 3. Komputer & K. NAMA MATA KULIAH Praktikum Gambar Teknik Arsitektur & Jaringan Komputer Elektronika Analog Alat Ukur & T. 6. Matematika Teknik Matematika II 11. 1. Statistik 10.

17. Nuklir Kinetika dan Pengendalian Reaktor Teknik Kendali Digital Perancangan Instrumentasi Metodologi Penelitian JUMLAH 2 2 2 2 2 2 MK WAJIB PERILAKU BERKARYA (MPB) No. 2. Mikroprosesor PLTN dan Pembangkit Konvensional Teknik Isyarat Teknik Instrumentasi & Kendali UTR/Radiografi Teknik Antar Muka Pengolahan Isyarat Sistem Mikrokontroler Pemeliharaan Instr. 16. 18. 21. 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 67 Elektronika Digital Fisika Reaktor Elektronika Digital Elektronika Digital ADPR Elektronika Digital Teknik Isyarat Mikroprosesor Instrumentasi Nuklir PLTN dan Pembangkit Konvensional Teknik Instrumentasi & Kendali Teknik Instrumentasi & Kendali 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 26 2 IV V V V V V VI VI VI VI VI VI VI VI Semester 9. 12. 20. 6. 15. 4. 13. 10. NAMA MATA KULIAH Proteksi & Keselamatan Radiasi Perundang-undangan Tenaga Nuklir Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & Ergonomi Seminar Manajemen Proyek JUMLAH PRASYARAT ADPR Proteksi & Keselamatan Radiasi SKS T P 2 1 2 2 2 V VII VII VII VII VII Kerja Praktek 1 2 9 2 . 14. 1. 5. 11. 19.

2. 1. 3. 1. 3. 3. 4. 6. 3. 1. NAMA MATA KULIAH Kerja Praktek Tugas Akhir JUMLAH SKS T P 3 5 8 Semester PRASYARAT VII VII . 1. NAMA MATA KULIAH Proteksi Radiasi Lanjut Sistem Pencacah Nuklir Teknologi Akselerator Sistem Telemetri Electronic Security Tekno Ekonomi PLTN Instrumenasi Medik PRASYARAT Proteksi & Keselamatan Radiasi VII VII VII VII VII VII VII PLTN dan Pembangkit 2 Konvensional ADPR 2 MK WAJIB BERKEHIDUPAN BERSAMA (MBB) KODE 1.68 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK PILIHAN (WAJIB MINAT) (MKB) No. 2. 2. 5. 2. 2. 7. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT Minat Instrumentasi Nuklir Instrumentasi Akselerator Sistem Akuisisi Data Kecerdasan Buatan Minat Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Inteligent Sensor Minat Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor JUMLAH SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 SKS T P 2 2 2 2 2 Semester VII VII VII VII VII VII VII VII VII Semester MK PILIHAN BEBAS (PILIHAN 1 MK) No.

Gambar Teknik JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 14 Semester II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN201 STN202 TFN203 TEI204 TEI205 TFN206 TFN207 TFN208 TEI209 TFN210 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MKK MKK MKK MKB MKK MKB MKK MKK MKB MKB Matematika II Statistik Fisika Dasar II Elektronika Analog Teknik Listrik Alat Ukur & T Pengukuran Ilmu Bahan Prakt. Elektronika Dasar MKB Prakt. Fisika Dasar II Prakt. Alat Ukut & T.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 69 6. Elektronika Analog Prakt. Susunan Kurikulum Program Studi Elektronika-Instrumentasi Semester I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 TFN104 TFN105 TFN106 TEI107 TFN108 TEI109 TFN110 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MPK MKK MKK MKK Pendidikan Agama I Bahasa Inggris I Matematika I Fisika Dasar I Kimia Umum Arsitektur & Jaringan MKK Komputer MKB Elektronika Dasar MKK Prakt. Fisika Dasar I MKK Prakt. Pengukuran JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 .

Pemrorgaman & K MKK Numerik MKB Prakt. Elektronika Nuklir JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 12 .70 Semester III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN301 TFN302 TFN303 TFN304 STN305 TEI306 TFN307 STN308 TEI309 STN310 Kelompok Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MKK MKK MKK Pendidikan Pancasila Matematika Teknik Fisika Modern Termodinamika Alat Deteksi& Pengukuran MKB Radiasi (ADPR) MKB Elektronika Digital MKK Perpindahan Panas MBB Praktek Bahasa Inggris MKB Praktek Elektronika Digital MKB Praktek ADPR JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 14 Semester IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode TFN401 TFN402 TEI403 TFN404 TEI405 TEI406 TFN407 TEI408 TEI409 TEI410 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MKK P. Komputer & K. Numerik MKK Fisika Reaktor MKB Elektronika Nuklir MKK Mekanika Fluida MKB Instrumentasi Nuklir MKB Sistem Mikroprosesor Prakt. Sistem Mikroprosesor MKB Prakt. Instrumentasi Nuklir MKB Prakt.

Teknik Antarmuka MKB Komputer Prakt. Sistem Mikrokontroler Prakt. Kinetika & MKB Pengendalian Reaktor JUMLAH MPK 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 71 Semester V No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN501 STN502 TFN503 TEI504 TEI505 TEI506 TFN507 TEI508 TEI509 STN510 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Kelompok PLTN dan Pembangkit Konvensional Proteksi & Keselamatan MPB Radiasi MBB UTR/ Radiografi Teknik Instrumentasi & MKB Kendali MKB Teknik Isyarat MKB Teknik Antarmuka Komputer MKB Prakt. Pemeliharaan MKB Instrumentasi Nuklir Prakt. Teknik Instrumentasi & MKB Kendali Prakt. UTR/Radiografi Prakt. Proteksi & Keselamatan MPB Radiasi JUMLAH MKB 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 12 8 Semester VI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN601 TFN602 TEI603 TEI604 TEI605 TEI606 TEI607 TEI608 TEI609 TFN610 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Kewarganegaraan Kinetika dan Pengendalian MKB Reaktor MKB Pengolahan Isyarat MKB Sistem Mikrokontroler Pemeliharaan Instrumentasi MKB Nuklir MKB Teknik Kendali Digital MKB Perancangan Instrumentasi MKB Prakt.

Kode KIN701 STN702 STN703 STN704 STN705 STN706 STN707 Kelompok Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MPB MBB MBB MPB MBB MBB MKB MKB MKB MKB Pendidikan Agama II Perundang-undangan Tenaga Nuklir Metodologi Penelitian Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & Ergonomi Manajemen Proyek Seminar Pilihan Wajib I Pilihan Wajib II Pilihan Wajib III Pilihan Bebas JUMLAH 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 20 Semester VIII No 1 2 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 Kode STN801 STN802 Kode TFN701 TFN702 TFN703 Kode TFN706 TFN707 TFN708 Kode TFN709 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MBB Kerja Praktek MBB Tugas Akhir JUMLAH Kelompok Kelompok Pilihan Instrumentasi Nuklir MKB Instrumentasi Akselerator MKB Sistem Akuisisi Data MKB Kecerdasan Buatan Kelompok 3 5 8 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 MKB MKB MKB Kelompok Kelompok Pilihan Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Intelligent Sensor Kelompok Pilihan Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor MKB .72 Semester VII No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11.

Passive Sentences. . Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). Press. dan perkembangan teknologi. English Grammar in Use. Past. Keimanan. dan Syari’ah. Pustaka: 1. Peran agama dalam keluarga. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). Raymond Murphy. Bahasa Inggris I Materi : Structure: Present. Connecting ideas. Muhammad Al Ghozali. Riyadhus Sholihin. 4. Question words. Pendidikan Agama I Materi : Pokok-pokok agama. Academic Reading and Writing. 3. Pustaka: 1. and Future Tenses. Perfect Tenses and articles. Hikmah ibadah. Akhlak Islam. Aqidah. Count/ NonCount nouns. Comparisons. Nouns and Pronoun. Cambridge Univ. pembangunan. Islam. 2. Imam Namawi. Modal Auxiliaries.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 73 Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor Mata Kuliah Proteksi Radiasi Lanjut Sistem Pencacah Nuklir Teknologi Akselerator Sistem Telemetry Electronic Security Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik 2 2 SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 3 No 1 2 3 4 5 6 7 TFN710 TFN711 Kode STN704 TFN712 TFN713 TEI701 TEI702 MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB MKB MKB 7. noun clauses. 2. Gerund and Infinitives. Silabus SEMESTER I 1. Muhammad Syaltut.

limit dan derivative. dan dinamika. Hukum-hukum Newton dan grafitasi. F. and Finney.. daya.74 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1985. Resnick R and David Halliday. Encyclopedia of Science in Everyday Life”. Hidrostatika dan hidrodinamika. Terjemahan P Soedarjono.B. 2. G. Jakarta. Sears. Guild Publ. London 1988. Reading. Erlangga. skalar dan vektor. 4. New York. M. Binatjipta. W. Bandung. 3. 1983. solusi persamaan simultan. Statika. Jr . Thomas. aljabar linear.. dan Lewis. Fisika. Konsep thermodinamika dan hantaran panas. Calculus and Analytic Geometry. usaha.L. Inc. kinematika. Pustaka: 1.. Elex Media .W. Cox & Wyman Ltd. Gaya. Hukum kekekalan energi dan momentum. D... New York. Fisika Dasar I Materi : Pendahuluan : pengertian besaran dan satuan. FMIPA-UGM. and Sutton C. Wardiman.J. 3. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto. 3. R. Pustaka: 1. dan momentum. Dictionary of Science for everyone. Sherwood. Matriks dan determinan. Addison-Wesley Publishing Company. 3. Relasi dan fungsi matematik. Theory and Problem of Calculus. Persamaan Differensial. 1964.. Mekanika. Teknik integrasi. England. Matematika I Materi : Teori himpunan. Edisi 3.F. Menguasai AUTOCAD Release 12. Panas dan Bunyi. John Wiley and Sons. Omura George. Calculus and Linear Algebra. 2. Kaplan. Ayres. Jilid 1. teori bilangan. 4. 2.

Padatan. sel elektrokimia. Sifat spesies zat terlarut. Pustaka : . Penimbangan dan perhitungan molekul. 2001. Memori internal (Cache. peluruhan. Windows. Tabel berkala.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 75 Computindo. Dasar-dasar sistem operasi: DOS. padat.D. ed. Erlangga. konsep energi. teori kinetik gas. Paralel processing. Pipeline. cair-gas). 4. fisi dan fusi. stoikhiometri. sifat koligatif larutan. campuran dan distilasi. Wujud gas: kimia gas. bentuk pengukuran dan kekekalan. pengaruh suhu. RAM). Coprocesor aritmatika.. Interupsi. 196. pengantar titrasi. suhu dan hukum gas ideal. campuran gas. 5. Kimia nuklir: hubungan massa-energi dalam inti.H. Direct Memory Access. radiasi. reaksi kimia dan hasil reaksi.. Gillis. Hardisk. Transisi fasa dan diagram fasa. dan Nachtrieb. Termokimia. Struktur fisik atom. Konsep jaringan komunikasi data. Unix dan Linux. Oxtoby. Kinetika kimia: laju reaksi kimia. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. Cairan dan Transisi Fasa: Sifat. asam-basa dan heterogen (padat-cair. cair dan gas. tekanan.. Hukum pengga-bungan Kimia. jilid I. proses spontan dan kesetimbangan: termodinamik. hukum dan mekanisme reaksi. Larutan : Komposisi larutan. Gaya antar molekul. kimia. Kesetimbangan fasa. Arsitektur dan Jaringan Komputer Materi: Pengenalan perangkat keras komputer : CPU. Memori Eksternal (BIOS. Pustaka: 1. kaidah fasa Gibbs. suspensi koloid. CD-ROM). TCP/IP.P. N. Microprocessor 8088 sampai Pentium IV. H.W. proses reversible dalam gas ideal. elektrokimia: neraca persamaan reaksi oksidasi-reduksi. 6. Topologi jaringan. Kimia Dasar Materi: Sifat dan Dasar Kimia Modern: metoda & pendekatan makroskopik.

Ideal. 9. Karakteristik SCR. Hk. Karakteristik Transistor bipolar dan unipolar (FET).. New York.Graw Hill. Digital & Analog Circuit and System. Ohm. 8. Ohm. (+ fenomena sensor). Listrik : jembatan wheatstone. Listrik : medan listrik. Pustaka: 1. ayunan matematis. Teori semi-konduktor. Pustaka: 1. H. Yogyakarta. Roger. Perhitungan. Kirchhof. garpu tala.P. Electronics Principles. Mc. 1992. Pengenalan Komputer. Praktikum Fisika Dasar I Materi: Mekanika: neraca analisis. Millman. Ideal. 1992. Karakteristik UJT. Rangkaian Dioda. J. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Kirchhof. The Mathwors Inc. Teori semi-konduktor. Presman. Tim Asisten. karakteristik Dioda. McGraw-Hill. Microelectronics. Malvino. Tim Asisten. 1979.Graw Hill. pemuaian logam. karakteristik Dioda. Rangkaian Dioda. Software Engineering. STTN-BATAN.76 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. 1979. Student Edition of Matlab.M. Jogiyanto. Mc. Magnet : medan magnet. 4.1989. Pendekatan II dan Pendekatan . A. STTN-BATAN. Prentice-hall. Pendekatan II dan Pendekatan III. 7. rangkaian AC/DC. tegangan permukaan. Teori Thevenin & Norton tentang arus dan tegangan. 2. Teori Thevenin & Norton) tentang arus dan tegangan. kekentalan larutan. Praktikum Elektronika Dasar Materi: Persamaan rangkaian sederhana (Hk. A Practitioner Approach. daya hantar. Perhitungan. 2. New York. Elektronika Dasar Materi: Persamaan rangkaian sederhana (Hk. Petunjuk Praktikum Dasar Komputer.Halkias. termokopel. Hk. 3. Andi Offset.

Penyelesaian persamaan diferensial dengan metode analitik dan numeric.. Pengembangan Produk. Disain dan Pembuatan rangkaian elektronik dasar. Persamaan Differensial. cara meng-arsir. 1979. 2. Tim Asisten. Electronics Principles. Matematika II Prasyarat: Matematika I Materi : Pemodelan fenomena fisis dalam bidang teknik. 1983. J. Karakteristik UJT. standarisasi bahan dan simbol. gambar bagian mesin. 2.. Mc. A. 10. Microelectronics. Gambar Mesin dan Merencana Praktis. potongan benda. Proses pelarutan dan realisasi pembuatan rangkaian. rangkaian penguat pada PCB menggunakan perangkat lunak Protel. 3. Wiley International. Gambar Teknik Materi: Tugas dan fungsi gambar teknik.J. gelombang. SEMESTER II 1. . normalisasi. Kreyzig. 2. Sirod Hantoro. Pustaka: 1. New York. Advanced Engineering Mathemathics. STTN-BATAN.Graw Hill. FMIPA-UGM. W.. persamaan diferensial untuk fenomena transport. Pustaka: 1. gambar peralatan mekanik sederhana.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 77 III. Wardiman. New York. Dan Kontrol Numerik. Penerbit Erlangga. Mc. Pustaka: 1. Pardjono. Menggambar Teknik Untuk Disian.Graw Hill.P. menggambar benda sederhana: mur. 1979. baut. Malvino. Karakteristik Transistor bipolar dan unipolar (FET). Millman. Luzadder. Digital & Analog Circuit and System. Petunjuk Praktikum Gambar Teknik. Karakteristik SCR.

Binatjipta. getaran. kurtosis. Listrik dan Magnet. McGraw-Hill. dan gelombang. Pustaka: 1. histogram data dan distribusi frekuensi. ITB. optik fisik.B. simpangan baku. and Finney. Donald. Edisi 3. 2. Statistik Materi: Pengertian data.L. G. New York. muatan dan arus listrik. Analisis Deret Berkala. getaran. Pendugaan statistik. arus searah dan bolak-balik. Addison-Wesley Publishing Company. Distribusi Binomial. Normal dan Poisson. Thomas.W. probability density function dan cumulative distribution function. R. Sifat-sifat statistik : mean. 2. Dasardasar Teori Sampling. Fisika Dasar II (Listrik.. 1964. 3. Calculus and Analytic Geometry. medan magnetik. Magnet: gaya magnetik. sampel dan populasi. Ganeca. medan dan potensial listrik. elektromagnetik. Bandung.F. Terjemahan P Soedarjono. Bunyi. Walpole. Pengantar Statistik dan Teori Kemungkinan.78 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1983. 3. Sears. dan peralatan optik. modus dan variansi. Pengelompokan data. Teori kemungkinan (probabilitas). Bandung. Optik geometri. Jr. dan kemiringan (skewness). Pustaka: 1. Probability and Statistics for Scinetist and Engineer. gaya gerak listrik induksi. median. optic) Prasyarat: Fisika Dasar I Materi: Listrik : Gaya. magnet. Sutrisno. Regresi dan Korelasi. Uji hipotesa dan taraf nyata untuk sampel besar dan kecil. Penampilan hasil pengukuran dalam angka grafik/gambar (sta program-> EXEL) . .

penguat Darlington dan penguat beda. Mc. Malvino. 1979. instrumentation amplifier. Rangkaian pembagi arus dan tegangan. Erlangga. Basic Electrical Engineering. Millman. Microelectronics. 1979. dan komparator. 5. Non-inverting. 2 fase dan 3 fase. B. 1988. C. Fitzgerald. differential amplifier.Boyce. Pustaka: 1. Op-Amp untuk aplikasi non-linear. cabang. Jefferson E. Jaringan listrik (node. 1981. Digital & Analog Circuit and System. J. loop). 1996. Hignbotham. Mc. Op-Amp dengan rangkaian luar. feedback arus dan tegangan. bilangan kompleks dan fungsi periodic. Resnick R and David Halliday. Elektronika Analog Materi: Analisis AC untuk rangkaian penguat berbasis transistor. 4. Omura George. New York. E dan S..Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 79 2. Neidle M. Electronics Principles. 1983. Menguasai AUTOCAD Release 12. 2.Graw Hill. New York. 2. Penguat transistor kelas A. 1982. A. David E. Hk Kirchof arus dan tegangan. 3.Halkias. Rangkaian listrik dasar dan karakteristiknya. Model delta dan bintang.P. Pustaka: 1. Penguat push-pull. Jakarta. Teknologi Instalasi Listrik. muatan dan arus. Faktor daya dan daya kompleks. Elex Media Computindo. PWSKent. McGraw-Hill. Sinyal sinusoidal. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto. mesh. Operational Amplifier and Integrated Circuit. Fisika. Teknik Listrik Prasyarat: Materi : Sistem satuan. Op-Amp tanpa rangkaian luar. AB. .Graw Hill. 3. Jilid 2. Erlangga. Analisis jaringan listrik 1 fasa. Inverting.

Engineering Materials 2. presisi. bahan konduktor. Teori pengukuran: standard dan kalibrasi. perlakuan panas.. Schaum Series. 5. 2. 1990. Erlangga. korosi. bahan magnetik. Arifin. Mc Graw Hill Publ. resolusi. Cambridge Univ.H. struktur mikro logam. 3.F.. Pustaka: 1. 1992. L. linearitas. Ilmu Bahan I Prasyarat: Materi: Pengenalan Bahan: Struktur atom dalam bahan padat. “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”. DRH. 1976. “Principles of Materials Science and Engineering”. isolator. “Ilmu dan Teknologi Bahan”. Press. Sito Shinkoru. 6.D. logam Paduan.O. Cooper W.. Erlangga 1991. and Jones. D. sifat mekanis. 7.F. Proses pembuatan logam. 6. 5. Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Materi: Macam alat ukur (mekanik dan elektronik). 1988. 1988. kalibrasi dan teknik pengukuran. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran. 2. Samsul. Jakarta. 1989. Pustaka: 1. M. 1990. Comp.80 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. Smith. Van Vlack. Ralat. Measurement System : Application dan Design. Pradnya Paramita. 4. E. Ghalia Indonesia. W. .. McGrawHill. Ashby. jangkauan alat ukur. bahan dielektrik. 2nd ed. superkonduktor. semikonduktor. karakteristik instrumen ukur: sensitivitas. Pengetuan Bahan Teknik. Pergamon Press. akurasi dan kesalahan. Listrik dan Magnet. Tata Surdia. diagram fasa logam. Ilmu Logam. ed. Segal.Doebelin.

STTN. penguat operasional. Prakt. Buku petunjuk praktikum elektronika. pemasangan alat ukur listrik pada instalasi listrik. Buku Petunjuk Praktikum Fisika Dasar II. Multivibrator. TFN. Sistematika UUD 1945. Alat Ukur & Teknik Pengukuran Materi: Penggunaan dan karakteristik berbagai alat ukur. Pustaka: 1. Pengukuran arus/ tegangan pada jala sederhana/ rumit. Prakt. Osilator. Pustaka: 1. SEMESTER III 1. Aplikasi penguat transistor. STTN. STTN. TFN. Pustaka: 1. daya dispersi prisma. Prakt. TFN. tanggapan panas suatu larutan. Pancasila Materi: Istilah Pancasila. Penjelasan Pasal-pasal pada UUD 1945 . panas lebur dan panas penguapan. 10. pengukuran fasa dan frekuensi. keselamatan kerja alat listrik. penguat push-pull. penentuan kadar larutan gula dengan polarimeter. Pancasila sebagai pandangan hidup dalam bernegara dan bermasyarakat. Fisika Dasar II Prasyarat: Fisika Dasar II Materi: Kalor : panas jenis zat padat. Buku petunjuk praktikum alat ukur dan teknik pengukuran. pengukuran daya listrik pada instalasi. Optik : mikroskop. Elektronika Analog Materi: Percobaan penguat transistor. Komparator analog.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 81 8. 9. Regulator.

New Delhi. fungsi beta. S. 1982. Oxford univ. Pustaka: 1. Purcell. 1972 2. perhitungan akselerasi ion. 1983. dan teorema divergensi.Press. semi-scientific.82 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pustaka: 1. dan fungsi bessel. 4. Matematika Teknik Materi : Sistem koordinat kartesian. 2. semi-technical terms. spektrum radiasi atom Hidrogen. 1986. massa dan ukuran atom. India.N. Practical English Usage. Transformasi laplace dan fourier. adverbs. Pustaka: 1. Penerbit PT. Pancasila dan UUD 45. Fisika Modern Prasyarat: Materi: Bagian-bagian atom.Gramedia. Deferensiasi vektor. Wiley International. Listening and Speaking. bola. Prentice Hall. 3. Chand and Company Ltd. Fungsi-fungsi khusus : fungsi gamma. Shanti Narayan and J. integrasi vektor. Academic Reading and Writing..S. Pradnya Paramita. adjectives which belong to the phraseology of science. Michael Swan. “Vektor Calculus”. 3. Contoh aplikasi : perhitungan distribusi fluks neutron. dan perhitungan medan listrik. Kanpur. 2. . Calculus with Analitic Geometry.T Kamal. Advanced Engineering Mathemathics. dan silinder. teori atom Bohr. teori atom berdasar mekanika . Praktikum Bahasa Inggris II Prasyarat : Bahasa Inggris I Materi: Scientific and technical words. TOEFL. C. 1978. G Mudjianto dkk. Pancasila : Buku Panduan Mahasiswa. Inc. Kreyzig.1993. hamburan Rutherford. Persamaan laplace dua dan tiga dimensi.

membaca tabel. Bandung. John Wiley & Sons. Penerbit ITB. Prayoto. Hukum ke nol. RAM K. sistem pembangkit uap nuklir. motor bakar. Siklus Gas Ideal : Gas Ideal. fusi dan pemanfaatnya. momen spin dan magnet dari elektron. Marsongko Hadi. Erlangga.. Basic Nuclear Engineering. Besaran dan satuan dosimetri. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat:Materi: Macam-macam radiasi. Ridwan M. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. 3. pancaran Alpha. 6. struktur multiplek dalam spektrum. M. Kesetimbangan dan aplikasi : kompressor. Zemansky.S. Interaksi Radiasi dengan materi. Proses reversibel dan ireversibel.W. detektor neutron. pancaran Gama. Termodinamika Prasyarat: Materi: Pendahuluan : definisi dan konsep dasar. scintilator. Arthur Beiser. 1986. Efisiensi thermodinamis. (fisika neutron). 1977.C. model-model inti. Kalor dan Thermodinamika. detektor proporsional. dkk. Konsep Fisika Modern. alat deteksi pengukur partikel dan prinsip kerjanya. pencacahan GM. Bagian-bagian inti atom. Termodinamika Teknik.C..Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 83 gelombang. metode dan mekanisme deteksi. 1986. 2. The Houw Liong. Pustaka: 1. stabilitas dan radioaktivitas. Pustaka: 1. 5. 2. 1994. BATAN. Dittman R. Penerbit Erlangga. Piranti pencacahan: kamar ionisasi. Reaksi Nuklir. alat deteksi pengukuran dosis. 1992. statistik pengukuran radiasi. sistem dua fase. Hukum Pertama dan Hukum kedua. fisi.H. Perkins H. pancaran Beta. Reynolds W. .

Peta karnough. Prakt. Rangkaian Digital dan Rancangan Logika. Rangkaian pemrosesan data. Sistem angka dan pengkodean. Albert. Glenn F. Pergamon Press. disain dan analisa rangkaian.W.B. Pembangkit dan transmisi pulsa (coaxial cable). Streeter V. Pustaka: 1. Radiation Detection and Measurement. 1984.L. Lee. ADC & DAC. Digital Principles and Application. Clocks dan timers. dan Memori. Jakarta. Counter. 7. Samuel C. Wylie E. Mekanika Fluida. Elektronika Digital Prasyarat: Materi: Operasi Bilangan. Piranti penganalisis tinggi pulsa (SCA &MCA). 2. Rangkaian koinsidensi. 9. Rangkaian pembentuk pulsa (pulse shaping). Penerbit Erlangga. John-Wiley & Sons. 1979. 3. Koll. Pengantar Fisika Kesehatan. Multiplexer dan demultiplexer. 1974. Penguat awal charge sensitive. IKIP Semarang Press. Gerbang logika dasar.84 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pustaka: 1. Erlangga. 1983. McGraw-Hill. 1986. Registers. Pewaktu dan pencacah. Pustaka: 1. Penguat awal votage sensitive. Konverter AD dan DA. 8. Nicholas. Elektronika Digital . P. Herman Cember. John Wiley & Sons. Rangkaian aritmatik. Rangkaian TTL. rangkaian logika kombintorial. 1999. Elektronika Nuklir Prasyarat: Materi: Rangkaian sumber tegangan tinggi DC. Nuclear Electronic. Flipflop. 2.. T Sutrisno. Malvino.

STTN. Prakt. Flip-flop. Glenn F. BATAN. 1983. Multiplekser dan demultiplekser. pengukuran radiasi gamma dengan pelemahan absorber. Pustaka: 1. statistik pencacahan. Metode numeric untuk solusi persamaan sederhana. 2. Herman Cember. Aplikasi Digital. Buku Petunjuk Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi. Kalibrasi alat ukur radiasi. Pengantar Fisika Kesehatan. perhitungan waktu paruh radionuklida. 1979. Radiation Detection and Measurement. John Wiley & Sons. Pustaka: . 10. SEMESTER IV 1. IKIP Semarang Press. STTN. ADC/DAC. persamaan simultan. Counter.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 85 Prasyarat: Materi: Percobaaan Gerbang dasar. Elektronika Digital. pengukuran radioaktivitas lingkungan. Pemrograman Komputer & Komputasi Numeris Prasyarat: Materi: Logika pemrograman. Pergamon Press. (wireless system). Pemrograman numerik dengan bahasa pemrograman C dan Matlab. BATAN. Buku Petunjuk Prakt. 3. flow-chart dan diagram alir. Dekoder dan enkoder. algoritma. Half/ Full adder. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat: Materi: Pencacahan dengan detektor GM. Register. Koll. Pustaka: 1. dan persamaan diferensial.

Perpindahan Panas Prasyarat: Materi: Prinsip dasar dan aplikasi perpindahan panas konveksi. Canale. perhitungan massa dan ukuran kritis reaktor homogen dengan dan tanpa reflektor.86 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. 5. The Houw Liong. Numerical Method. Nuclear Reactor Analysis. Hamilton. 1977. McGrawhill. Glasstone S. Duderstadt J. Numerical methods For Engineers. Marsongko Hadi. Prayoto.V. Chapra S. 1976. 3. Arthur Beiser. L. Yogyakarta. 1985. 1989.. Software and Analysis. 2. dkk. difusi. 2. modul perhitungan difusi multi kelompok. 1986. Pengenalan Komputer. 1993. RAM K. Penerbit Erlangga. 4. 4. konduksi dan radiasi. Principles of Nuclear reactor Engineering.M. Fisika Reaktor Prasyarat: Materi: Pengenalan prinsip dasar teori reaktor.Nostrand Compny. John Wiley & Sons. R. Engineering Problem Solving With MATLAB. Ridwan M. . D. John R. BATAN. Perhitungan koefisien perpindahan panas local dan global. Konsep Fisika Modern. Andi Offset.M. Prentice-Hall.J. Kesetimbangan panas counter flow dan current flow. D.Etter.Rice. konsep fluks dan arus neutron. moderasi dan termalisasi neutron.P. 2. Contoh-contoh penukar kalor. tampang lintang dan laju reaksi neutron. H. 1989.J.C. geometri. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. McGraw-Hill.S. 3. Jogiyanto. 3. Pustaka: 1. John Wiley & Sons. 1986. Basic Nuclear Engineering. 1955.

Koll. Penerbit Erlangga. noise dan resolusi. peristiwa pulse shaping pada amplifier. γ dan neutron.Holman. 5. IR. Mekanika Fluida Prasyarat: Materi: Hukum dasar. MTIS. ralat-ralat sistem pengukuran (cara optimasi pengukuran). Harrer. White F. sistem spektroskopi α. pengaruh noise pada pengukuran tenaga dalam spektroskopi nuklir. aliran kepekatan dan kompresibilitas. Virginia. R. Mekanika Zalir.M. 2. rangkaian pembalik pulsa. Giles. Mekanika Fluida. pengukuran. 1977.P. Penerbit Erlangga. 6. Nuclear Power Instrumentation System. 2. Kern D. perangkaian sistem instrumentasi.Q.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 87 spesifikasi dan efektivitasnya. Perhitungan penurunan tekanan (pressure drop) pada berbagai jenis aliran pipa dan equipment. MGraw-Hill. 4. 2. analisa dimensi. Pustaka: 1. Radiation Detection and Measurement.. Mikroprosesor . Herman Widodo Soemitro. J. 1979. Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Pengenalan dan prinsip dasar instrumentasi nuklir. Glenn F.. 1979. 1981. 1950. Process Heat Transfer. Pustaka: 1. β. sifat zat alir. McGraw-Hill International Edition. prinsip impuls dan momentum. aliran melalui obyek. Pustaka: 1. J. John Wiley & Sons.M. Scaum Series. Terjemahan P. Wilardjo Liek. pengaruh pile up dan decay time pada pengukuran tenaga dan resolusi. Heat Transfer. 1986. aliran dalam saluran terbuka dan pipa.V.

software dan program monitor. prinsip dasar dan data eksitasi motor steper. Prakt. spesifikasi hardware. Control Bus. alamat masukan dan keluaran. 8080. Harry Garland. Design with Mikroprocessor for Mechanical Engineers. Pustaka: 1. 1989. mikroposesor ideal. Douglas V Hall. 7. 2. CTC untuk rate meter. 8086. mikrokontroller 8049 dan 8747. 5. bagian penting mikroposesor : Data Bus. Mikroprofessor MPF-1 “Experiment Manual “ Multitech Industrial Corp. teori rangkaian perangkat keras. Agfianto. 80486. Penggunaan Mikropofessor MPF-1. Address Bus. Komputer & K Numerik Prasyarat: Materi: . motor steper. Stifler. cara kerja dan pemrograman CTC. 1992. Metal Oxide Silicon (MOS) saluran N. 80386. Yogykarta. Aplikasi Mikroposesor MPF-1 untuk : system otomatis penampung fraksi pemisahan LJTJ. Teknologi Mikroprosesor. Chip Magazine Mei 2002. 2002. Mississipi State University. memori alamat. Teknik Pemrograman. Z-80. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikaksi. saluran P dan teknologi Bipolar. President of CromemcoIncorporated lecturer in electrical Engineering Stanford University. “Introduction to Microposesor System Design”. parallel input-output. 8008.2.P. Pentium 1. Penerbit Gav Media. otomasi pengatur pH limbah industri. Z8000. Pencacah dan pewaktu CTC.88 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Prasyarat: Elektronika Digital Materi: Pengertian Mikroposesor. 3. Evolusi Mikroposesor : 4004. Kent. “Mikroprosesor and Digital Systems Second Edition International Student”. kegunaan. 4. Eko Putra. 8028n.3 dan Pentium 4. 6.

perkalian dan pembagian. PIO. 1992. Pengenalan Komputer. McGraw-Hill. 10. spektroskopi metode koinsiden dan anti koinsiden. Flowchart. counter. sistem pencacah gamma latar rendah. Pascal. Student Edition of Matlab. STTN. BATAN. Komputer & K Numerik. 3. Prentice-hall. A Practitioner Approach. spektroskopi dengan sistem accuspec. Roger. Mikroprocessor Prasyarat: Materi: Pengenalan Tombol. Jogiyanto. Spektroskopi gamma dengan detektor ZnS(Ag). Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Spektroskopi gamma dengan detektor NaI(Tl). BATAN. Spektroskopi x-ray dengan detektor Si(Li). Software Engineering. H. penjumlahan dan pengurangan. BATAN. Prakt. SIO.M. Teknik Pemrograman. Pustaka: 1. STTN.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 89 Algoritma. 2. looping. Presman.Elektronika Nuklir Prasyarat: Materi: . Fortran) dan aplikasinya. percobaan koinsiden gamma-gamma. STTN. 4. Ge(Li). 1992. penyimpanan data pada pita. Pemrograman dengan bahasa program (C++. Prakt. Prakt. Pustaka: 1. 8. pemindahan data. The Mathwors Inc. Buku Petunjuk Praktikum Mikroprocessor dan Mikrokontroler. 9. Yogyakarta. Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi Nuklir . Andi Offset. Pustaka: 1. pengkuran aktivitas absolut dengan cara koinsiden. 1989. timer. Buku Petunjuk Praktikum P. ADC/DAC.

penanggulangan kecelakaan radiasi (sumber hilang). Pustaka: 1.M. R. Pewaktu dan pencacah. Pustaka: . 4. STTN. 1977. sistem PLTN. Pre Amp charge sensitive. 2. Marsongko Hadi. Prayoto. Main Characteristics and Plant Highlight. 1992. John Wiley & Sons. 3. Buku Petunjuk Praktikum Elektronika Nuklir. Nuclear Power Engineering. Penerbit Erlangga.90 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Sumber Tegangan Tinggi DC. sistem keselamatan pada rektor nuklir. Ridwan M. 2. Newjec Inc. Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Prasyarat: Fisika Reaktor Materi: Sistem pembangkit listrik konvensional. macam-macam sistem pembangkit daya reaktor nuklir. M. pengukuran tingkat kontaminasi dan dekontaminasi. BATAN.. Shannon. Pustaka: 1. Rangkaian pembalik pulsa (GM Inverter). ADC dan DAC. teknik pencacahan dan aplikasinya. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. PPEN. penetuan daerah.H. Penganalisa tinggi pulsa. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Perisai radiasi.. Henry C Swenk. Pulse Shaping. Pembangkit dan transmisi pulsa. BATAN. pembangkitan listrik. SEMESTER V 1.Wakil.El. 1986. perhitungan dan evaluasi dinding ruang sinar X.karakteristik: pembangkitan panas . 1993. Instalasi Pembangkit Daya. sekunder dan tersier. dkk. penggantian sumber. sistem pendingin utama. BATAN.

Macam-macam sistem kendali otomatis berbasis komputer dan PLC. Sydney. Mosby Year Book. 1993. 3. UTR/Radiografi Prasyarat: Materi: Konsep dan definisi. IEAE. Analisis kestabilan. Penerbit ITB. diagram blok dan fungsi transfer sistem. kualitas gambar. Sumber radiasi dan peralatan radiografi. BATAN. Radiation and Security : Comprehending Radition Risk. IAEA. Manfaat. Pustaka: 1. alasan dan aplikasi UTR. Kendali adaptif.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 91 1. Pemodelan sistem. Mengenal Asas proteksi Radisi. Rekaman fotografi dan non-fotogarfi. Suwarno.C. optimal dan intelligen. 1988. Dasar fisika radiografi. motor. Sistem lup terbuka dan lup tertup. Pusdiklat. Paris. Radiologic Science for Technologist. tanggapan waktu dan frekuensi. Radiation Protection in Nuclear Energy. 2. Tindakan preventif dan penanggulangan kecelakaan radiografi. Cacat film radiografi. interpretasi gambar radiografi. perhitungan dan penilaian sensitivitas radiografi. Proceeding. 2. Standard radiografi. dan berbagai jenis cacat. Buku Pelatihan Radiografi Level-1. 4. Interpretasi film radiografi. 5th edition. Deskripsi proses. Contoh aplikasi : sistem kendali level. Kualitas film. Bandung. 1994. diagram proses. kurva karakteristik dan pemrosesan film. 1995.. Teknik radiografi. Wiryosimin. 3. Bushong S. Pustaka: . Prinsip kerja uji tak merusak. Strategi pengendalian. fungsi transfer dan solusi. Teknik Instrumentasi dan Kendali Materi: Konsep dasar sistem kendali. 2002. dan reaktor. hubungan antara bayangan dan obyek.

hubungan antara bayangan dan obyek. beberapa bentuk signal terkenal. semi takhingga. Prakt. Stabilitas sistem terhadap input harmonic dan periodic. kualitas gambar. 2. Pengenalan signal : signal sekuensial dan sampling. Kualitas film. sistem input-output mapping. Transofrmasi. Jack Golten and Andy verver. Instrumentasi dan Kendali . Pustaka: 1. interpretasi gambar radiografi.92 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. 1997. dan berbagai jenis cacat.H. samling dan interpolasi signal. Cacat film radiografi. Pusdiklat BATAN. 1991. McMillan Publishing Company. Ruang dan pembangkitan signal. signal waktu hingga. Prentice-Hall. Penerbit Erlangga. Buku Pelatihan Radiografi Level-1. Prasyarat: Materi: Prinsip dasar dan metode dasar uji tak merusak. Katshuhito Ogata. signal waktu diskrit dan kontinyu.Ziemer. 1993. sistem memoryless.Tranter.E. dan tak hingga. R. kurva karakteristik dan pemrosesan film. 2002. 7.. Interpretasi film radiografi. 1992. perhitungan dan penilaian sensitivitas radiografi. R Siphan. sistem kontinyu dan diskrit. McGraw-Hill. 2. Teknik Isyarat Materi: Dasar-dasar signal dan sistem: input-output sistem. Sistem linear dan sistem konvolusi. non-anticipating dan time invariance. W. Teknik Kontrol Automatik. pengaruh sifat bahan dan berbagai teknik radiografi. 6. Control System Design and Simulation. sinyal periodic dan harmonic. Praktikum UTR/Radiografi. Pustaka: 1. H Kwakernak. kuantifikasi. D. Fannin. Signal & System : Continuous and Discrete.R. Modern Signal & System. Pengenalan sistem: sistem input-output. 5.

Yogykarta. Eko Putra. Kent. STTN. Penerbit Gav Media. teknik pencacahan dan aplikasinya. data register. 3. analisis sistem kendali PID untuk orde1 dan 0rde-2 serta sitem kendali motor dc. prinsip pembacaan data digital oleh komputer. 2. 2002. Pustaka: 1. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Perisai radiasi. Antar Muka Komputer : Teori dan Aplikaksi. Buku Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi II. 2002. Pustaka: 1. Mississipi State University. dekoder alamat. Pustaka: 1. digital I/O. penetuan daerah. Agvinto. pengukuran tingkat kontaminasi dan dekontaminasi. Prakt. 1992. penggantian sumber. STTN. Agvinto. pengiriman data biner ke peralatan. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikasi. . Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi dan Kendali. pemrograman. Pemrograman dan pengendalian proses dengan PLC. penanggulangan kecelakaan radiasi (sumber hilang). perhitungan dan evaluasi dinding ruang sinar X. Teknik Antarmuka Komputer Prasyarat: Materi: Konsep antarmuka serial dan paralel. 8. Eko Putra. 9. Penerbit Gav Media. BATAN. memori.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 93 Prasyarat: Materi: Pengenalan matlab dan aplikasinya untuk pemodelan orde-1 dan orde-2. Design with Mikroprocessor for Mechanical Engineers. Yogykarta. Stifler. struktur papan antarmuka. studi kasus untuk rangkaian RC dan RLC.

komunikasi data. 3.94 BATAN. Kewarganegaraan Materi: Pengantar pendidikan kewarganegaraan. Pustaka: 1. Schultz. 1969. dinamika reaktor. politik dan strategi nasional. McGraw-Hill. Ir. persamaan dasar dan parameter kinetika reaktor. Edisi Reformasi. 2001. wawasan nusantara. Pustaka: . Nuclear Reactor Kinetics and Control. Robert. Nuclear Reactor Kinetics. 1975. 2. 3. berbagai aspek fisis. sistem hankamnas. perubahan waktu diskrit dan sinyal digital. Pendigitalan isyarat. Endang Zailani Sukaya dkk. Penerbit Paradigma. sistem kendali. ketahanan nasional. Syarip. Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 SEMESTER VI 1. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Azas kerja rekator nuklir. Teknik pengolahan sinyal digital serta aplikasinya. 2. BATAN. Robert. pengendalian dan operasi reaktor. 2002. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Keepin. Pengolahan Isyarat Materi: Isyarat dan informasi. McGraw-Hill. Pustaka: 1. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. yogyakarta. STTN.

Teknik Kendali Digital Prasyarat: Materi: Sampling dan kuantifikasi. Tanggapan waktu. Bahasa Pemrograman. Signal & System : Continuous and Discrete. 2. 1991. . Perancangan dan Struktur program. McGraw-Hill Book Company. Sinyal dan sistem diskrit. McGraw-Hill Book Company. Modern Signal & System. Piranti dan Teknik pengembangan program. James W Candy. Kris Pusporini. Timer / Counter. 2. Apalikasi untuk sistem kendali. D. FFT dan DFT. Danny Christianto. Fungsi transfer dan Transformasi Z. Signal Processing : Modern Approach. Prentice-Hall. Eko Putra. 5. Penerbit Gav Media. 1988. Pustaka: 1. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikasi. Kumpulan instruksi dan pemrograman mikrokontroler. Pemodelan kontinyu dan diskrit. frekuensi dan stabilitas. 3. Contoh penerapan program aplikasi. 1988. Fannin.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 95 1. Yogykarta. Manipulasi sinyal diskrit. Signal Processing : Modern Approach. H Kwakernak. Sistem Interupsi.E. 2002. AddisonWesley. 4. Contoh perancangan. Transformasi Fourier. Sistem Mikrokontroller Materi : Pengenalan Keluarga MCS-51. James W Candy. W. Pustaka: 1. 1993. Joseph S Rosko. 1972. Port Serial. Agfianto. Digital Simulation of Physical Systems. “Panduan Dasar Mikrokontroler Keluarga MCS-51.R. 2. R.Ziemer.Tranter. Arsitektur Mikrokontroler. McMillan Publishing Company.H. Port I/O Mikrokontroler. R Siphan.

1987. Signal & System : Continuous and Discrete. Kelly and M. Log book.. Johnson. Perry L. Penentuan spesifikasi sensor. pengkondisi sinyal dan pemroses data. D. Garland and F. 1994. Fifth Edition.R. Vienna. 2. Harris Semiconductor. D. McMillan Publishing Company. Organisasi pemeliharaan. 1989.E. 7. 1976. Rill Isaris. 1986. W. Martin. 1993. Perancangan pengkondisi sinyal. machine. Longman Scientific & Technical. Harris.Tranter. Modern Electronic Maintenance Principle. 1999. 6. Trouble shooting dan test rutin.. Flowchart reparasi. Pergamon Press Ltd. Management of Industrial Maintenance. Aspek biaya. Prentice-Hall. 4. Pemeliharaan Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Teknik pemeliharaan dan perawatan alat. Komisioning alat.J. MTBF. Curtis D. Trouble Shooting in Nuclear Instrument. Pemeliharaan preventif: MTTR. 3. P. 1979. Teknik dan prosedur pemeliharaan alat. Stainer. lost value. Vuister. Pustaka: 1. London. Pengujian kinerja. Pemeliharaan terencana. G.H. Disain casing. A.J. Electronic Testing and Fault Diagnostic.H. CMM. ”Electronic Failure Analysis Handbook”. Butterworth & Co Ltd.W. . R. IAEA. Fannin. ”Transient Voltage Suppression Devices”.Ziemer. ”Laboratory Power Conditioning”. Process Control Instrumentation Control Technology. 5. IAEA-TECDOC-426. 7.96 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. Loveday. Great Britain. 1997. Pustaka: 1. Perancangan Instrumentasi Materi: Rangkaian dasar sistem instrumentasi. 6. Manajemen pemeliharaan.

Prakt. SCA. Yogykarta. Timer / Counter. 8. Sistem redudansi. Pustaka: 1. Bin power module. Liptak. Perancangan dan Struktur program. Agfianto. 10. Sumber tegangan tinggi DC). Port I/O Mikrokontroler. 1969. STTN. Piranti dan Teknik pengembangan program. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikaksi. Kris Pusporini. Port Serial. Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi dan Kendali.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 97 2. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Praktikum pencacahan neutron dengan BF3. Instruments Engineer Handbook. Chilton Book Company. Bahasa Pemrograman. Sistem Interupsi. Contoh penerapan program aplikasi. Ratemeter. Penerbit Gav Media. teknik aktivasi neutron untuk mengukur parameter-parameter reaktor. Kritas Venzel. 2002. Bella G. Karakterisasi powerconditioning untuk laboratorium. Praktikum Mikrokontroler Materi: Kumpulan instruksi dan pemrograman mikrokontroler. Prakt. Pengamatan unjuk kerja alat terhadap perubahan suhu. Counting System. “Panduan Dasar Mikrokontroler Keluarga MCS-51. Pustaka: 1. Eko Putra. Demontrasi computerized maintenance planning. BATAN. 2. Contoh perancangan. 9. Danny Christianto. Pemeliharaan Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Reparasi peralatan Instrumentasi Nuklir (survey meter. Pengamatan gejala transien. praktikum cara pengoperasian .

Kiat-kiat menjadi seorang sarjana sains dan seorang muslim yang baik. shutdown. Pengantar Studi Islam. Nuclear Reactor Kinetics. Al-Qur’an. asuansi (tafakul) . Muhammad. Pendidikan Agama II Prasyarat: Materi: Islam ditinjau dari aspek filosofi. Terjemahan Departemen Agama. 3. 2001. Remaja Rosdakarya. Ir. bermu’amalah dengan sukses. McGraw-Hill. banyak beramal sholeh dan menjadi khsunul khotimah. P3TM. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. Syarip. SEMESTER VII 1. Al-Jaziri. Buku Petunjuk Praktikum Operasi Kinetika dan Pengendalian Reaktor. Konsep mua’amalah dalam Islam seperti jual-beli. Robert. Hamidullah. Pustaka: 1. beribadah dengan tuma’ninah. Nuclear Reactor Kinetics and Control. dan ulama-ulama penerusnya sampai zaman sekarang. 4. Peraturan Pemerintah dan Surat . 1975. riba. 1969. Abuka Bakar Jabir. dll. BATAN. Konsep tauhid dan impelmentasinya dalam kemasyarakatan sejak zaman Nabi. 2. Pustaka: 1. start up. Schultz. 3. para Imam madzhab. syirkah. Pola Hidup Muslim.98 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 sistem kontrol reaktor. 2. Perundang-undangan Tenaga Nuklir Prasyarat: Materi: Perundang-undangan tenaga nuklir. BATAN. Robert. para sahabat. McGraw-Hill. mudharobah. Pernikahan dan keluarga syakinah. menaikkan daya. STTN. 2. Bandung. Keepin.

Jakarta. Asas metodologi penelitian ilmiah.Gramedia. . Pustaka: 1. dan pengujian di laboratorium. Penerbit PT.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 99 Keputusan Kepala BATAN dan BAPETEN. 4. Pengolahan dan Analisa data (Metode pengumpulan data. Buku Penyuluhan Peraturan Perundangan Keselamatan Nuklir. pembuatan kuesioner). Pengolahan data. prosedur. 2. Konsep pengendalian. dan form. Pengantar Metodologi Penelitian. 1993. Jenis penelitian. Rancangan dan Prosedur penelitian ( Rancangan penelitian. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. dan tindakan perbaikan. Pustaka: 1. teknik pengolahan data. Jaminan kualitas untuk penelitian. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. Metodologi Penelitian Prasyarat: Materi: Arti dan fungsi penelitian. Sistem Manajemen Mutu-Dasar-dasar dan kosakata. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. penelusuran referensi. 3. Wasito. 1993. perumusan persoalan. DepDikNas. Persyaratan dasar jaminan kualitas. Badan Standarisasi Nasional. dkk. pengoperasian reaktor. pengolahan limbah nuklir. BAPETEN. hipotesis. Sistem penulisan ilmiah. Pustaka: 1. 2002. Analisa data). pengiriman bahan nuklir. Hermwan. audit. Sistem Manajemen Mutu Prasyarat: Materi: Konsep dasar sistem manajemen mutu.. Soenjono Dardjowidjojo. abstrak. non-conformce. Non Proliferation Treaty (NPT). Penerbit Balai Pustaka.

Project Management: System Approach To Planning. Zaenal. promosi K3. Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. Zaenal. 2. Sugeng. ventilasi industri. sanitasi industri. Diktat K3. STTN Batan. directing. organizing. III. Mata Kuliah Pilihan I. 3. 2001. 2008. STTN BATAN. . iklim kerja dan radiasi nonionisasi. aspek kebisingan. Bunga Rampai Hiperkes & KK. Ruang lingkup projek. PB UNDIP. tata rumah tangga (housekeeping). staffing. identifikasi sumber bahaya (bahaya bahan kimia. kecelakaan kerja. manufaktur. ergonomi. pusparini. kedaruratan standar kesehatan dan keselamatan kerja. II. lima level work breakdown structure. Jusuf. penyakit akibat kerja. pengendalian teknis. 7. Semarang. 2007. 2001. riset dan pengembangan. Manajemen Proyek Prasyarat: Materi: Konsep dan definisi. controlling.. Alat-alat manajemen proyek. Keselamatan Kerja dan Ergonomi Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT.100 5. Pustaka: 1. Pengantar Ergonomi. Yogyakarta. penerangan dan getaran) di tempat kerja. Pustaka: 1. Scheduling and Controling. John-Wiley & Sons. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. Harold Kezner. Evaluasi proyek. faktor biologi di tempat kerja. 6. Aspek tekno-ekonomi dalam manajemen proyek. safety toolking. training K3. Yogyakarta. pengendalian administratif. IV Lihat daftar mata kuliah pilihan.

sistem operasi. mengadakan analisis/ sintesis. Akselerator linier. penerapan teknologi atau pengujian di laboratorium. sistem interlock. 2. studi perbandingan. Livingstone. 2. pemrosesan data dan analisis menggunakan instalasi akselerator. sistem komunikasi dan tugas-tugas yang berkaitan dengan permasalahan industri khususnya berkaitan dengan program studi yang diambil. P3TM. 1986. MATA KULIAH PILIHAN PILIHAN INSTRUMENTASI NUKLIR 1. Akuisisi data pada akselerator. 2. Pustaka: 1. melakukan pembahasan tugas akhir yang meliputi studi kepustakaan. Akselerator lingkaran. Sistem instrumentasi. BATAN. Instrumentasi Akselerator Materi: Prinsip dasar akselerator. Sistem Akuisisi Data Prasyarat : . sistem energi. Tugas Akhir Tugas akhir bisa berupa penelitian pengembangan analisis dan sintesis. Mahasiswa mengajukan proposal penelitian (usulan tugas akhir). perancangan dan pembuatan sistem. Sistem akselerator partikel. Buku Pengoperasian Akselerator.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 101 SEMESTER VIII 1. menyajikan dan menyimpulkan dalam bentuk skripsi dan mempertahankan dalam seminar dan ujian lisan. analisis permasalahan. Kerja Praktek Manajemen perusahaan meliputi struktur organisasi. sistem kontrol dan instrumentasi. Particle Accelerator. sistem monitoring dan kendali pada akselerator. macam akselerator dan aplikasinya. McGraw-Hill.

ac. Akuisisi dan komunikasi data. 2. for use with Matlab. for use with Matlab. Konsep dan aplikasi sistem pakar. programmable pheriferal interface. MatgWorks Inc. Konfigurasi dan karakterisitik sistem akuisisi data. Jakarta. Windows user guides. Pustaka: 1..PDF. ADC dan DAC. Penerbit Erlangga. 1994.dennis dan John Coolen. 2003. knowledge engineering. Fuzzy Logic Toolbox.elektro. Matlab. 3. Materi: Komponen-komponen akuisisi data proses : sensor. Contoh aplikasi akuisisi data menggunakan modul ADAM. Persyaratan teknis. frame. Matlab. 3. Neural Network Toolbox. Laboratory Technology Corporation. Artificial Intelligence. Pustaka: 1.. Contoh aplikasi untuk pengolahan data dan kendali proses. Labtech. 2. Komuniksi Elektronika. Mikrokontroler. edited by TPIJFT – 2004. Kusumadewi. www. 1994. list. 1993. representasi pengetahuan ke dalam skema. Roddy. 3. Sistem Antar Muka.undip. 1994.102 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Perancangan Instrumentasi. buffer-amplifier. Akusisi dan pemrosesan data dengan komputer. dan production rules. MatgWorks Inc. PILIHAN KENDALI DAN ROBOTIKA 1. Otomasi Industri Materi: . logika fuzzy dan jaringan syaraf tiruan. multiplexer. Data Aqcuisition and Process Control.id/transmisi/des05/sukiswodes05. Kecerdasan Buatan Prasyarat: Materi: Konsep dasar kecerdasan buatan. Graha Ilmu.

penggunaan vision sensor.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 103 Konsep otomasi dalm industri. . Bandung: Laboratorium Sistem. Process Control Instrumentation Control Technology. Transformasi homogen. Singapore: McGraw Hill Book Company. John Wiley & Sons. Industrial Robotics. Penyelesaian persamaan kinematika. efector sensor untuk material handling. Bahasa pemrograman robot. John-Wiley & Sons. Pustaka: 1. Intelligent Sensor Technology. 2. 1987. Pengaturan dan Komputer. Kendali sekuensial dan kendali berbasis switch/relay. Jenis dan aplikasi sensor. 1992. Warren R Devries. 2. Persamaan kinematika. 1997.Galip Ulsoy. 1985.M. Pengantar Robotika. A. Ryoji Ohba. Dinamika Robot. Pokok bahasan : Pendahuluan. 1989. Penggabungan sensor. Robotika Prasyarat : Tujuan : Memberikan pengertian tentang prinsip-prinsip perancangan analisis dan sintensis sistem robot. pengkondisi sinyal dan actuator menjadi sebuah sistem. 2. Sensor untuk servomekanik Sistem sensor pada robot intelligent. Pustaka : 1.Johnson. Sensor (pengindraan). Pustaka: 1. 3. Teknik Elektro ITB. P. Konversi sinyal sensor. Curtis D. Mesin intelligent termasuk sensor pada robotik. Microcomputer Application in Manufacturing. Hubungan-hubungan differensial. Fifth Edition. 3. Sistem sensor untuk diagnosis equipment. Pengaturan gerak robot. Kuspriyanto. Groover. Intelligent Sensor Materi: Sensor-sensor intelligent. Prentice-Hall.PLC dan diasin sistem otomasi berbasis PLC.

R. spesifikasi teknis dan fungsi komponen dan sistem reaktor. Liptak. analisis sistem meliputi teras reaktor. reliability. auxiliary system.L. Allyn. micro – processor based. Foster. Monitoring fluks netron dan radiasi reaktor. Disain control room: primary system.: Nuclear Power Plant Design Analysis. Plant highlight and main features of proposed plants. A. Perancangan dasar (basic design). PILIHAN TEKNOLOGI REAKTOR 1. perancangan rinci (detail design). Barney. Wright. Intelligent Instrumentation. kriteria. Sesonke. Basic Nuclear Engineering. man-machine interface. 3. sisem proteksi reactor dan main control board. Bella G. 1983. sistem utama dan sistem penunjang. Neutron sources. bahan bakar. R. George C. Karakteristik instrumentasi dan kendali reaktor : 2 out of 4 logic.S. Sistem Instrumentasi dan Kendali Reaktor Materi: Arsitektur sistem monitoring dan kendali reactor. Pustaka: 1.. 2. konsep touch screen operor console. November. 1988. sources netron monitoring. Atomic Energy Commission Report TID-26241. Keselamatan Reaktor . 1973. A.104 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. Pustaka : 1. 2003. control rod. Chilton Book Company. power reactor monitoring. 4th edition. Kriszta Venczel. Penggunaan computer code untuk kajian rancangan sistem reaktor. Prentice-Hall. selfdiagnosis. bypass control logic.. 2. 1982. Process Measurement : Instrument Engineer Handbook. U. Newjec Inc. 3. Perancangan Sistem Reaktor Materi: Dasar-dasar perancangan reaktor : tahapan.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 105 Materi : Prinsip pertahanan berlapis (defence-in-depth). Sistem akselerator partikel. 1980. Dampak lingkungan akibat operasi instalasi nuklir sejak dari penambangan bijih uranium sampai penyimpanan terakhir sampah nuklir. Akselerator lingkaran. John Wiley & Sons. : Nuclear Power and It’s Environmental Effects. 2.S. Pustaka: 1. Koll. Harrer.M. Radiation Detection and Measurement. IAEA Safety Series No. Vrginia. Vienna. Sistem Pencacah Nuklir Materi: Penentuan aktivitas. penggunaan dalam kimia radiasi. IAEA. efek radiasi pada materi. Jenis-jenis sistem-sistem keselamatan dan proteksi reaktor. efek radiasi pada materi. Sistem fokus berkas partikel. PILIHAN BEBAS 1... Pustaka: 1. ANS. Akselerator linier. Teknologi Akselerator & Aplikasi Prasyarat: Materi: Prinsip dasar akselerator. J. Glenn F. 1977. Sistem tegangan tinggi akselerator. 2. energi dan unsur.Walter H.Jordan. Sektroskopi alfa. macam akselerator dan aplikasinya. Kriteria-kriteria evaluasi keselamatan reaktor. . Pengkajian lokasi instalasi tenaga nuklir. : Code on Nuclear Power Reactor Design. Glasstone. produksi neutron dalam analisis aktivasi. gamma dan netron. Analisis keselamatan. Sumber ion. penggunaan bidang kedokteran nuklir. MTIS. Potensi pelepasan zat-zat radioaktif ke lingkungan selama operasi normal maupun dalam keadaan kecelakaan. 2. Nuclear Power Instrumentation System. 1979.

2. Pustaka: 1. Aplikasi akselerator implantasi ion dalam pengerasan bahan. Mikrokontroler. Multiplekser. ADC. Buku Pengoperasian Akselerator. Radiation Protection in Nuclear Energy. Suwarno.106 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Sistem sumber ion. Proceeding. sistem saluran transmisi (Data Circuit Terminating Equipment/DCE. verivikasi. Pengkondisi sinyal. Sistem Antar Muka. IEAE. 1988. Radio pemancar-penerima. 2. Sistem pemisah berkas partikel. Prinsip jaminan mutu. Bandung. Sydney. 1994. 1986. Pustaka : 1. Wiryosimin. IAEA. Materi: Komponen-komponen telemetri (Sensor. Radiation and Security: Comprehensing Radition Risk. 3. Transceiver). P3TM. Proteksi Radiasi Lanjut Prasyarat: Materi: Standar dan prosedur proteksi radiasi. penerapan. Proteksi radiasi dalam industri nuklir. Particle Accelerator. Penerbit ITB. Sistem Telemetry Prasyarat : Perancangan Instrumentasi. Mikrokontroler. Paris. Mengenal Asas proteksi Radisi. Livingstone. Transmitter. 1995. Sistem saluran penerima (Komputer sebagai alat control sistem dan pengolah data). BATAN. Penerapan Telemetri untuk Perancangan telemetri suhu dengan modulasi . 4. McGraw-Hill. Sistem sumber data (Sistem Akuisisi. Pengembangan. dan perbaikan prosedur kerja dalam instalasi radiasi. Aplikasi generator neutron untuk analisis bahan. 3. Modem. Sistem Kontrol Sekunder). aspek keselamatan dan peraturanperaturan yang berkaitan dengan fasilitas radiasi.

Detektor nuklir (system deteksi radiasi. Roddy. MRI dan Nuklir). Sistem instrumentasi (Cardiac. Philip Bill. dulu dan sekarang. Instrumentasi Medik Materi Fungsi. filtrasi). radioisotope untuk pencitraan). Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik. Pustaka: 1. Security lighting. Essential of Radiology . Instalasi dan troubleshooting sistem alarm. Electronic Security Materi: Sistem sekuriti elektronik.elektro. Fosbinder and Charles A. www. Dasar fisika resonansi magnet nuklir. Pencitraan Fisiologi/fungsional. aspek biologis). Teknik pencitraan gelombang (US. karakteristik. sistem interlock dan sistem proteksi elektronik untuk pengamanan proses maupun industri. EMG).undip. penetrasi.id/transmisi/des05/sukiswodes05. Integrasi sistem. in-vivo. sharpness. 2. USG. Komuniksi Elektronika. tipe interaksi foton. Defibrilator dan Hemodialisis). Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. Product Line McGraw-Hill Professional. kVp. 2002. Pengkabelan. 6. Sistem kerja alarm. energi. sistem alarm kebakaran. Review spec dan unjuk kerja perangkat pencitraan medis (X-rays. arus. Sifat-sifat (X-rays. 5. radioisotope tracer).Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 107 digital Frequency Shift Keying/FSK Pustaka: 1. The Complete Book of Elekctronic Security. 1993. kontras). Jakarta. Robert A. Teknik (in-vitro. Penerbit Erlangga. Pustaka 1. EEG.PDF. Dennis dan John Coolen. medis ultra sound. Perangkat Xrays (tabung X-rays. Vehicle safety.. Skema elektronik. Pacemaker.ac. tranduser). Kesley. cara kerja dan amplikasi (ECG.

108

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Sciences, McGraw Hill Medical Publication Division, Copyright 2002, New York. 2. R.S.Khandpur, Handbook of Biomedical Instrumention, Tata McGraw Hill Company Limited, New Delhi, 1977. 3. B.R.Bhairi, Balvinder Singh, N.C. Rathod, P.V.Narurkar, Handbook of Nuclear Medicine Instruments, Tata McGraw Hill Publishing Company Limited, New Dilhi, 1994. 4. Joseph D.Bronzino, Editor in chief, The Biomedical Engineering Handbook, CRC Press, IEEE Press. 5. Steve Webb, The Physics of Medical Imaging, Institute of Physics Publishing, Bristol and Philadelphia, Reprint 1993. 7. Tekno Ekonomi PLTN Materi Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun, mengoperasikan, dan merawat dekomisioning, hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik. Pustaka: 1. Eko Edy Karmanto, Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. 2. Teknoekonomi PLTN. 3. Teknologi dan Perencanaan Energi, Pelatihan BATAN, 1988. 4. Dekomisioning Reaktor Triga, JAERI, 2006. 5. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant, IAEA, Viena, 1978.

D. PROGRAM STUDI ELEKTROMEKANIK 1. Visi & Misi Visi Menjadi penyelenggara pendidikan yang mampu menghasilkan sarjana sains terapan yang siap berkembang dan berkarya secara profesional dalam bidang elektromekanik baik untuk industri nuklir, industri yang berkaitan dengan nuklir

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

109

maupun industri energi pada umumnya. Misi Program Studi Elektromekanik dirancang agar lulusannya: 1. Mampu menunjukkan kemampuannya secara profesional dan mampu mensinergikan keahlian dan daya analisisnya dalam perancangan, pembuatan, pengoperasian, pengujian, perbaikan, dan perawatan alat-alat elektromekanik yang digunakan baik pada industri nuklir, industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya; 2. Mampu mengaplikasikan teknik NDT/Radiografi untuk pengujian dan inspeksi bahan teknik/mekanik untuk industri berkaitan dengan aspek keselamatan untuk pekerja, fasilitas dan lingkungan pada umumnya. 3. Mampu memberikan supervisi bagi industri yang menjual, mendistribusi, dan atau mengoperasikan perangkat radiasi berkaitan dengan aspek legal dan keselamatan penggunaannya. 2. Tujuan Program Studi Di Indonesia, penggunaan, pengoperasian serta pemanfaatan perangkat radiasi atau instalasi nuklir baik untuk keperluan medis, maupun inspeksi dan pengujian peralatan proses industri sangat luas. Pengoperasian dan pemanfaatan peralatan ini membutuhkan tenaga-supervisor yang handal yang mempunyai keahlian dan analisis dalam bidang teknologi nuklir yang didukung ilmu-ilmu elektromekanik antara lain teknologi sistem tenaga listrik, sistem proteksi dan keselamatan, penggerak elektromekanik beserta keandalannya, disamping itu diperlukan perlakuan khusus yang berkaitan dengan radiasi. Bidang-bidang pekerjaan tersebut tentu saja memerlukan banyak tenaga kerja yang mampu memenuhi keahlian kombinasi antara sistem tenaga listrik, teknologi bahan, penggerak elektromekanik dan radiasi berkaitan dengan aspek teknis sekaligus keselamatan. Tujuan dari penyelenggaraan program studi ini adalah untuk menghasilkan sarjana sains terapan yang dapat memenuhi tuntutan keahlian multi-disiplin tersebut di atas.

110

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

3. Kurikulum Program Studi Kurikulum program studi elektromekanik (Elemek) dirancang untuk dapat memberikan bekal kompetensi sarjana sains terapan yang cukup yaitu 148 SKS dengan komposisi teori 104 SKS dan praktek 44 SKS. 1 SKS teori 1 jam tatap muka, 1 SKS praktikum 3 jam tatap muka, sehingga beban belajar mahasiswa adalah 104 jam teori (44 %), ditambah 132 jam praktek (56 %) termasuk praktek kerja lapangan. Dengan komposisi tersebut, mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni. Berdasarkan Kurikulum Standard Diknas, kurikulum Prodi Elmek terdiri dari 75 % mata kuliah inti (MKK dan MKB) serta 25 % mata kuliah penunjang (MPK, MPB, MBB). Dengan komposisi tersebut, mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni serta mempunyai bekal tambahan baik perilaku berkehidupan bersama maupun perilaku berkarya sesuai dengan standard yang berlaku secara nasional. Untuk lebih menekuni bidang keahlian tertentu, struktur kurikulum prodi Elmek menawarkan 4 mata kuliah pilihan ( 8 SKS) yang terbagi ke dalam 3 kelompok mata kuliah pilihan wajib yaitu kelompok pilihan teknologi bahan, kendali dan robotika , pilihan teknologi reaktor serta pilihan sistem tenaga. Dengan demikian, kurikulum program studi Elektromekanik dirancang sedemikian sehingga mahasiswa lulusannya mendapatkan kompetensi yang memadai (core competence) dalam bidang elektromekanik, serta memiliki keunggulan komparatif dalam bidang pengujian dan inspeksi menggunakan teknik uji tak rusak/radiografi.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

111

4. Perbandingan SKS dan Beban Kerja (jam) Teori dan Praktek I Tr
16

II Pr
4

Tr
12

Pr
8

III Tr Pr
14 6

IV Tr Pr
12 8

V Tr
14

Pr
6

VI Tr Pr
14 6

VII Tr Pr
20 0

VIII Tr Pr
0 8

20 20 20 SKS Teori = 104
Jam Teori =104 (44%)

20 20 SKS Praktek = 44
Jam Praktek = 132 (56%)

20

20 8 SKS Total = 148
Jam Total = 236x16

5. Distribusi Matakuliah Berdasarkan Standard Diknas
No

Kelompok (elemen kompetensi)
Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB)

Inti (Utama) 10 38 40 4 8

Institusional
Pendukung Lainnya

Jumlah SKS 12 40 76 11 8 147 100 %

1. 2. 3. 4. 5.

2 14 18 2 11 47 32 % SKS T 2 2 2 2 2 10 P

Prosentase

100 68 %

MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) No. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Pendidikan Agama I 2. Bahasa Inggris 3. Pancasila 4. Kewarganegaraan Pend. Agama I 5. Pendidikan Agama II
JUMLAH

Semester I I III V VII

2

2

NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Perpindahan Panas 20. Mekatronika II Mekatronika I 14. Fisika Dasar II Fisika Dasar I 9. Fisika Modern Fisika Dasar II Matematika 17. Fisika Dasar I Arsitektur & Jaringan 3. P. UTR/Radiografi ADPR 7. Kimia Umum 5. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1.112 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. Fisika Reaktor Fisika Modern 19. Mekanika Kekuatan Bahan Ilmu Bahan SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 38 4 2 2 2 2 Semester I I I I II I I. Matematika I 2. Thermodinamika 16. Teknik Tenaga Listrik II TTL I 4. Matematika II Matematika I 6. Matematika Teknik Matematika II 15. Alat Ukur & T. Statistik 10. Teknik Listrik Dasar Prakt. Kendali Motor & Alternator 8. Komputer 4. Mekanika Fluida JUMLAH MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. Proses Produksi I Teknik Listrik 2. Perlengkapan Sistem Tenaga TTL II 9. Elemen Mesin I Statika Struktur 10.IV III. Pengukuran 11. Komputer & K Numerik Teknik 18. Statika Struktur Sistem PLTN dan Pembangkit Fisika Reaktor 5. Ilmu Bahan 12.II II II II II. 8. Mekatronika I Teknik Listrik 13. Gambar Teknik I 7. Teknik Tenaga Listrik I Dasar 3. Konvensional 6.IV III III III IV IV IV IV 2 14 Semester I I II II III III III IV IV V SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 .

5. 14. 3. 4. Susunan Kurikulum Program Studi Elektromekanik Semester I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 TFN104 TFN105 TFN106 TEM107 TEM108 TFM119* TFN103 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK Pendidikan Agama I MPK Bahasa Inggris MKK Matematika I MKK Fisika Dasar I MKK Kimia Umum MKK Arsitektur Jaringan Komputer MKK Teknik Listrik Dasar MKB Proses Produksi I MKB Prakt. Proses Produksi I MKK Prakt. Gambar Teknik I JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2 4 . 12. 15. 2. 13. 6. 16. Proteksi & Keselamatan Radiasi Metodologi Penelitian Sistem Manajemen Mutu Manajemen Proyek Seminar Kerja Praktek Tugas Akhir JUMLAH SKS T P 2 2 2 2 1 9 2 V VII VII VII VII VII VIII 3 5 10 6.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 113 PLTN 2 2 2 Elemen I 2 2 2 32 2 2 V V V V VI VI VI 11. 7. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Pemeliharaan & Perbaikan Mesin Listrik Perencanaan Mesin Listrik Industri Elemen Mesin II Hidraulik dan Pneumatik Pembangkit Uap dan Turbin JUMLAH 18 MK WAJIB BERKEHIDUPAN BERKARYA (MBB) NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1.

Proses Produksi II Prakt. Fisika Dasar MKB Prakt. Bahasa Inggris Matematika Teknik Fisika Modern Termodinamika Alat Deteksi & Pengukuran MPB Radiasi (ADPR) MKB Mekatronika II MKB Teknik Tenaga Listrik I MKB Prakt. Teknik Tenaga listrik I MPB Prakt. ADPR JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 16 . Alat Ukur & MKK Pengukuran MKK Prak.114 Semester II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN201 STN202 TFN203 TFN204 TFN205 TEM206 TEM207 TEM208 TFN209 TEM210 Kelompok MKK MKK MKK Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Matematika II Statistik Fisika Dasar II Alat Ukur & Teknik MKK Pengukuran MKK Ilmu Bahan MKK Mekatronika I MKK Prakt. Gambar Teknik II JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 12 Semester III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN301 STN302 STN303 TFN304 TFN305 TFN306 TEM307 TEM308 TEM309 TFN310 Kelompok MPK MPK MKK MKK MKK Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Pancasila Prakt.

MBB Radiasi JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 . Ilmu Bahan Prakt. Kendali Motor & MKB Alternator MKB Prakt. Mekatronika Prakt.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 115 Semester IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode TFN401 TFN402 TFN403 TFN404 TEM405 TEM406 TEM407 TEM408 TEM409 TFN410 Kelompok MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK Mata Kuliah SKS Teori Praktek P Komputer & K Numerik Fisika Reaktor Perpindahan Panas Mekanika Fluida Teknik Tenaga Listrik II Statika Struktur Prakt. Proteksi dan Kes. Program Komputer & K MKK Numerik JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 12 8 Semester V No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN501 STN502 TFN503 TEM504 TEM505 TEM506 TEM507 TEM508 TFN509 STN510 Kelompok MKB Mata Kuliah SKS Teori Praktek Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Proteksi & Keselamatan MBB Radiasi MKB UTR / Radiografi MKB Kendali Motor & Alternator MKB Perlengkapan Sistem Tenaga MKB Elemen Mesin I MKB Mekanika Kekuatan Bahan Prakt. UTR / Radiografi Prakt. Teknik Tenaga Listrik II Prakt.

Kinetika dan MKB Pengendalian Reaktor JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 Semester VII No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kode KIN701 STN702 STN703 STN704 TFN705 TFN706 TFN707 Kelompok MPK Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Agama II Perundang-undangan Tenaga MPB Nuklir MBB Metodologi Penelitian MBB Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & MPB Ergonomi MBB Manajemen Proyek MBB Seminar MKB Pilihan I MKB Pilihan II MKB Pilihan III MKB Pilihan IV JUMLAH 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 15 . Pemeliharaan & MKB Perbaikan Mesin Listrik MKB Prakt. Perl. Sistem Tenaga Prakt.116 Semester VI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN601 TFN602 TEM603 TEM604 TEM605 TEM606 TEM607 TEM608 TEM609 TFN610 Kelompok MPK Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Kewarganegaraan Kinetika dan Pengendalian MKB Reaktor Pemeliharaan & Perbaikan MKB Mesin Listrik Perencanaan Mesin Listrik MKB Industri MKB Elemen Mesin II MKB Hidraulik dan Pneumatik MKB Pembangkit Uap dan Turbin Prakt.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 117 -Kode tergantung mata kuliah yang diambil Semester VIII No 1 2 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 2 3 Kode STN801 STN802 Kode TEM708 TEM709 TFN710 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MBB Kerja Praktek MBB Tugas Akhir JUMLAH Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok Pilihan Teknologi Bahan Teknik Metalurgi Teknik Pengujian dan Inspeksi UTR / Radiografi Lanjut Kelompok Pilihan Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Intelligent Sensor Kelompok Pilihan Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor Kelompok Pilihan Sistem Tenaga Keandalan Distribusi Daya Listrik Sistem Proteksi & Keselamatan Kelistrikan Industri SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 3 5 8 Kode TFN711 TFN712 TFN713 Kode TFN714 TFN715 TFN716 Kode TFN717 TFN718 TFN719 .

dan perkembangan teknologi. Keimanan. Nouns and Pronoun. Riyadhus Sholihin. Comparisons. pembangunan. 4. Akhlak Islam. Pustaka: 1. Islam. Muhammad Al Ghozali. and Future Tenses. Perfect Tenses and articles. 2. Silabus SEMESTER I 1. 2. Imam Namawi. Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). Connecting ideas. Bahasa Inggris I Prasyarat :Materi : Structure: Present. Past. Hikmah ibadah. Aqidah. Count/ NonCount nouns. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). Pendidikan Agama I Prasyarat :Materi : Pokok-pokok agama. Academic Reading and Writing. Gerund and Infinitives. Muhammad Syaltut. 3. dan Syari’ah. Question words. Modal Auxiliaries. Pustaka: . Peran agama dalam keluarga. noun clauses. Passive Sentences.118 No 1 2 3 4 5 6 7 Kode STN720 TFN721 TFN722 TEI723 TEI724 TEI725 TEI726 Kelompok MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah Proteksi Radiasi Lanjut Kecerdasan Buatan Teknologi Akselerator & Aplikasi Sistem Manufaktur Fleksibel Sistem Akuisisi Data Instrumentasi Medik Tekno Ekonomi PLTN SKS 2 2 2 2 2 2 2 7.

4. 3. Bunyi. Cambridge Univ. skalar dan vektor. Persamaan Differensial. Bandung. dan momentum. Theory and Problem of Calculus. Calculus and Analytic Geometry. Panas dan Bunyi. 2. Raymond Murphy.. Wardiman. Sherwood. Pustaka: 1.. 1964. Matriks dan determinan. D. Reading.. Press. Hukum-hukum Newton dan grafitasi. English Grammar in Use.W. Teknik integrasi. Calculus and Linear Algebra. Gaya. . R. limit dan derivative. Hukum kekekalan energi dan momentum. London 1988. Thomas. and Sutton C. 3. Kaplan. solusi persamaan simultan. John Wiley and Sons. New York. FMIPA-UGM. teori bilangan. G.B. Edisi 3. Terjemahan P Soedarjono. dan Lewis.J. getaran. W.L.. 1985. Mekanika. dan dinamika.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 119 1. 3. Encyclopedia of Science in Everyday Life”. Dictionary of Science for everyone. and Finney. aljabar linear. Addison-Wesley Publishing Company. F. usaha.. Sears. Jr . New York. dan gelombang. Cox & Wyman Ltd. Pustaka: 1.. Fisika Dasar I Prasyarat :Materi : Pendahuluan : pengertian besaran dan satuan. kinematika. 4. Matematika I Prasyarat :Materi : Teori himpunan. Hidrostatika dan dan hidrodinamika. Inc. 2. M. daya. Statika. Konsep thermodinamika dan hantaran panas. Binatjipta. Guild Publ. Relasi dan fungsi matematik. England..F. Ayres.

hukum dan mekanisme reaksi. konsep energi. radiasi. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. pengantar titrasi. California. proses reversible dalam gas ideal. CD-ROM). Pipeline. TCP/IP. campuran dan distilasi. Pustaka: 1. Hardisk. elektrokimia: neraca persamaan reaksi oksidasi-reduksi. sel elektrokimia.D. 1984. stoikhiometri.H. Konsep jaringan komunikasi data.P. Paralel processing. Coprocesor aritmatika. Windows. proses spontan dan kesetimbangan: termodinamik. Collegge Physics. Penimbangan dan perhitungan molekul.W. Padatan. Erlangga. ed. dan fusi. jilid I. Resnick R and David Halliday. Jilid 1. Microprocessor 8088 sampai Pentium IV. Dasar-dasar sistem operasi: DOS. Sifat spesies zat terlarut. Termokimia. peluruhan. Kinetika kimia: laju reaksi kimia. RAM). Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto. cair-gas). teori kinetik gas. kimia. Cairan dan Transisi Fasa: Sifat. Tabel berkala. 3. Struktur fisik atom. O’Dwyer J. Wujud gas: kimia gas. 2001. Unix dan Linux. fisi. campuran gas. Memori Eksternal (BIOS. pengaruh suhu. Transisi fasa dan diagram fasa. suhu dan hukum gas ideal. Larutan : Komposisi larutan. suspensi koloid. Wadsworth. Jakarta. 4. Gaya antar molekul. 1983. cair dan gas. tekanan. N. 5. . Kimia Umum Prasyarat:Materi: Sifat dan Dasar Kimia Modern: metoda & pendekatan makroskopik. Gillis. padat.120 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. Kimia nuklir: hubungan massa-energi dalam inti.. 6. Direct Memory Access. Erlangga. Hukum penggabungan Kimia. kaidah fasa Gibbs. sifat koligatif larutan. dan Nachtrieb. H. Fisika.. Interupsi. reaksi kimia dan hasil reaksi. Arsitektur dan Jaringan Komputer Materi: Pengenalan perangkat keras komputer : CPU. Memori internal (Cache.J. Kesetimbangan fasa. bentuk pengukuran dan kekekalan.. Oxtoby. asam-basa dan heterogen (padat-cair.

The Mathwors Inc. Fitzgerald. Pustaka: 1. Gerakangerakan dasar mesin perkakas. Yogyakarta. Sinnl P. David E.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 121 Topologi jaringan. Basic Electrical Engineering. Prentice-hall. Bilangan kompleks. Erlangga. 8. mesin las serta pengecoran. Edisi 7. faktor daya. norton. Mesin bubut. resonansi. Jilid 1 dan 2. 2. . Pustaka: 1. Mesin frais. 1990. Rangkaian RLC. McGraw-Hill. arus. 1992. 7. Software Engineering. fasor.H. 2. STTN-BATAN. Teknik Listrik Dasar Prasyarat: Materi : Konsep dasar besaran listrik. lagging.L. Mesin sekrap. Amstead. Bahan-bahan alat iris. M. Listrik dan Magnet. Teknologi Instalasi Listrik. Andi Offset. Student Edition of Matlab. Petunjuk Praktikum Dasar Komputer. 4. Mesin bor. Pengenalan Komputer. Hignbotham. A Practitioner Approach. loop. Begeman. B. Pustaka: 1. Erlangga. teori dasar rangkaian (thevenin. Schonmetz A. Mekanisme mesin perkakas. Jogiyanto. 2. kirchoff.M. Tim Asisten. dan noode). P. sumber tegangan dan arus. leading. Heuberger J. Ostwald. Roger. super posisi. H. Neidle M. sistem 1 fase. Terjemahan P Bambang Priambodo. Pengerjaan Logam Dengan Mesin. 3. McGraw-Hill. tegangan.F. Proses Produksi I Materi: Berbagai macam proses dan alat/mesin dalam sistem produksi. Schaum Series. Teknologi Mekanik. 1981. 1992. Presman. diagram polar. daya. 1989. rangkaian ekuivalen. 1982. 3. rangkaian arus bolak balik. 3 fase.

gambar bentuk geometri. Teknik Pengecoran Logam. 5. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO. Ilmu Mengambar Bangunan Mesin. Pradnya Paramita. peralatan gambar. pengertian proyeksi.. ukuran kertas gambar. 1995. Penerbit Erlanga.122 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Penerbit Angkasa. suaian. Jakarta. Prakt. Sugiarto N... 9. La Heij. 4. 1979. 1996. Panduan Praktis Pemakaian AutoCAD 2000 for Windows. Tata Surdia. Jr. pencabangan. Jakarta. macam-macam garis. 2001. 1986. Takeshi Sato. macam-macam proyeksi. W. STTN-BATAN. macam-macam ulir. standarisasi. Pengembangan Produk dan Kontrol Numerik. Pradnya Paramita. Analisis Sistem Tenaga Listrik. PT. PT. 7. menggambar bagian mesin. toleransi. 1986. G. 1986. Bandung. Asisten. cara menggambar ulir. pegas. Menggambar Teknik Untuk Disain. 3. contoh disain.H. Jakarta. 1985. penghitungan jaringan instalasi listrik.A. 6. J. Penerbit Erlangga. kotak sekering dan papan hubung bagi. symbol. 3. Wahana Komputer. Luzadder. 2. gambar listrik : symbol gambar. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Teknik Pemrosesan bahan dengan berbagai mesin perkakas . De Bruijn. roda gigi. pengenalan AutoCAD. Pradnya Paramita. Stevenson.. huruf dan angka. Yogyakarta. menggambar benda tunggal.. Petunjuk Praktikum Gambar Teknik. Instalasi Cahaya dan Tenaga. Jakarta. Jakarta. gambar penampang/ arsiran. Staf Proyek Pengadaan Buku.. Pustaka: 1.J. L. Penerbit Andi. William D. Proses Produksi I Materi: Kerja Bangku. cara menuliskan ukuran. normalisasi. Praktikum Gambar Teknik I Materi: Fungsi dan tujuan gambar. Kenji Chijiiwa. 10..

Tata Surdia. 1985. Edisi 7. modus dan variansi. Pengerjaan Logam Dengan Mesin. Pendugaan statistik. kurtosis. Calculus and Analytic Geometry. 4.L. Dasardasar Teori Sampling. Pengelompokan data. Sinnl P. Jilid 1 dan 2. 3. P. Penyelesaian persamaan diferensial dengan metode analitik dan numeric. Teknologi Mekanik. Ostwald. median. Uji hipotesa dan taraf nyata . New York. 1986. Sifat-sifat statistik : mean. and Finney. R. Penerbit Angkasa. Bandung. Persamaan Differensial. 2. Pustaka: 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 123 (bubut. Thomas. histogram data dan distribusi frekuensi. Distribusi Binomial. 2. Teori kemungkinan (probabilitas). frais dan las). STTN. Matematika II Prasyarat: Matematika I Materi : Pemodelan fenomena fisis dalam bidang teknik. SEMESTER II 1. 1990. simpangan baku.. Wardiman. B. G.B. probability density function dan cumulative distribution function. Kreyzig. Heuberger J. Jr . Terjemahan P Bambang Priambodo. BATAN. 2. M. 3. FMIPA-UGM. 1983.L.H. Buku Panduan Praktikum Proses Produksi I. Erlangga. Normal dan Poisson. Pustaka: 1. sampel dan populasi. Teknik Pengecoran Logam. gelombang. Statistik Materi: Pengertian data. Amstead. Schonmetz A. Addison-Wesley Publishing Company. Pradnya Paramita. Advanced Engineering Mathemathics. Wiley International. sekrap.F. persamaan diferensial untuk fenomena transport. Kenji Chijiiwa. dan kemiringan (skewness). Begeman.

getaran. Bandung. medan dan potensial listrik. 3. optic) Prasyarat: Fisika Dasar I Materi: Listrik : Gaya. Terjemahan P Soedarjono. Measurement System : Application dan Design. Analisis Deret Berkala. Donald. optik fisik. Fisika. ITB. Ralat. . Teori pengukuran: standard dan kalibrasi. Erlangga. Sears. Pustaka: 1. 1964.O. McGrawHill.F. magnet. Resnick R. 2. Probability and Statistics for Scientist and Engineer.. kalibrasi dan teknik pengukuran. Optik geometri. Erlangga. 4. E. Magnet: gaya magnetik. 1990. dan peralatan optik. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran. 2.W. 1988. McGraw-Hill. Jilid 2. karakteristik instrumen ukur: sensitivitas.124 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 untuk sampel besar dan kecil. resolusi. jangkauan alat ukur. Jakarta. Edisi 3. 2. Penampilan hasil pengukuran dalam angka grafik/gambar (sta program-> EXEL) . Fisika Dasar II (Listrik. Pengantar Statistik dan Teori Kemungkinan. Binatjipta. 1983. arus searah dan bolak-balik. Regresi dan Korelasi. Ganeca. linearitas. akurasi dan kesalahan. Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Materi: Macam alat ukur (mekanik dan elektrik). Cooper W. gaya gerak listrik induksi. Bandung. elektromagnetik. Pustaka: 1. Silaban dan E. Sucipto.Doebelin. Edisi 3 Terjemahan P. Walpole. Pustaka: 1. Listrik dan Magnet. presisi. medan magnetik. muatan dan arus listrik. and David Halliday.D. Sutrisno.

oktal). inverting. Proses pembuatan logam. and Jones. “Principles of Materials Science and Engineering”. Ilmu Logam. struktur mikro logam. Jakarta. Tiristor. “Ilmu dan Teknologi Bahan”. Cambridge Univ. korosi. Ghalia Indonesia. perlakuan panas. Buffer. Segal.. Pustaka: 1. bahan konduktor. Pustaka: . 6. bahan magnetik . sistem aljabar boole. 3. 1989. FET. Pradnya Paramita. Ilmu Bahan Prasyarat: Materi: Pengenalan Bahan: Struktur atom dalam bahan padat. cahaya. semikonduktor. 4. Prinsip eleklektronika analog : Diode : umum. L. 1992. isolator. W. Subtractor. Van Vlack. 5. 1991..H. 6. Triac.. integrator dan deferensiator. hexa. Op-amp : dasar. Diac. D. Erlangga. CB. Pengetahuan Bahan Teknik. Transistor : rangkaian CE. Adder. logam Paduan. CC.. Samsul. superkonduktor. diagram fasa logam. sistem bilangan (biner. zener. Press. Ashby. 2.F. Sito Shinkoru. Arifin. Mekatronika I Materi: Prinsip dan aplikasi elektronika analog dan diital dalam pengoperasian peralatan elektromekanik. 1990.F. “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”. Engineering Materials 2. M. DRH. karakteristik. Elektronika digital. komparator. Mc Graw Hill Publ. 1988. Tata Surdia. 5. 1976. bahan dielektrik.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 125 5. sifat mekanis. non inverting . Pergamon Press.. Smith. 2nd ed. Comp.. ed.

Interfacing to the IBM PC. Alat Ukur & Teknik Pengukuran Materi: Penggunaan dan karakteristik berbagai alat ukur : Listrik dan magnet (Tahanan. Tegangan dan daya. HEDS.126 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Informasi Mesin. Arus. ayunan matematis. Emco Maier Ges mbh. panas jenis zat padat. 2. modulus elastisitas. energi. Proses produksi II Prsyarat: Materi: Membuat berbagai komponen mekanik dengan Mesin CNC TU-2A. 9. BATAN. M dan Djodikusumo I. Milne J. Mekatronika. Menguasai AUTOCAD Release 12. Prakt. indeks bias. 3.. Instruksi Pemrograman. Kartidjo. Omura George. faktor daya. ITB. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Austria. daya hantar listrik. McGraw-Hill. pemuaian logam. 2. 2. STTN. 7. Pustaka: 1. termokopel. 2006. Mesin CNC TU-3A. Electromechanical Engineering:An Integrated Approach. 8. jembatan wheatstone. Elex Media Computindo. Pustaka: 1. medan listrik. Proses Produksi II. frekuensi. Prakt. medan magnet. 3. Eggebrecht. (+ fenomena sensor). Lewish C. fluks. STTN-BATAN. garpu tala. 1996. tegangan permukaan. Buku Petunjuk Prakt. rangkaian AC/DC. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Praktikum Fisika Dasar Prasyarat: Materi: Neraca analisis. Yogyakarta. Tim Asisten. lensa dan cermin. Instruksi Pengoperasian. EmcoTurn242 : Mesin Bubut CNC-Ukuran Menegah. Fraser C. 1990. 1994. STTN. . Zaenal.

Yogyakarta. Dasar-Dasar AutoCAD 2000. Penerbit Erlanga. Pustaka: 1. sistem koordinat..J. 1986. editing gambar 2D. WCS dan UCS. 10. PT. Yogyakarta. gambar susunan. gambar benda tunggal. Ilmu Mengambar Bangunan Mesin. Menggambar Teknik Untuk Disain. Penerbit Andi. Instalasi Cahaya dan Tenaga. Gambar Teknik II Materi: Praktek Program AutoCAD : pengetahuan dasar AutoCAD. MSpacePSpace. Pradnya Paramita. Viewports. Viewpoint. J. Pengembangan Produk dan Kontrol Numerik. Jakarta. Mekanik (putaran. Panduan Praktis Pemakaian AutoCAD 2000 for Windows. editing gambar 3D.. Wahana Komputer. STTN-BATAN. L. La Heij. Command line. Yogyakarta. Jakarta. 7. Asisten. Mencetak gambar. De Bruijn. . P. 2003. Konsep dan Latihan Menambar 3D dengan AutoCAD 2000 for Windows. 4. W. 2001. Pustaka: 1. Chistiawan. 6. 3. 1979. torsi. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. TFN. Dview. Prakt. getaran). STTN. Petunjuk Praktikum AutoCAD. gambar PID. 2001. Handi Chandra. Luzadder.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 127 rapat fluks dan kuat medan). 5. aliran. perintah-perintah gambar 2D. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Staf Proyek Pengadaan Buku. Jakarta... perintahperintah gambar 3D. 2. Penerbit Andi. 1995.A. gambar instalasi penerangan dan tenaga dengan AUTOCAD. Jakarta. Buku petunjuk praktikum alat ukur dan teknik pengukuran.

Deferensiasi vektor.Press. “Vektor Calculus”. Kanpur. New Delhi. Praktikum Bahasa Inggris Prasyarat : Bahasa Inggris Materi: Scientific and technical words. Pancasila : Buku Panduan Mahasiswa. Oxford Univ. G.S. Sistematika UUD 1945. Penerbit PT. Penjelasan Pasal pada UUD 1945. Advanced Engineering Mathemathics. 2. dan fungsi bessel.Gramedia. Listening and Speaking.T Kamal. adjectives which belong to the phraseology of science. semi-technical terms. S. 1978. India. Fungsi-fungsi khusus : fungsi gamma. 2. perhitungan akselerasi ion. 1986. 3. Michael Swan. Pancasila sebagai pandangan hidup dalam bernegara dan bermasyarakat. Persamaan laplace dua dan tiga dimensi. Transformasi laplace dan fourier. Pustaka: 1.. Kreyzig.. Pradnya Paramita.N. dan perhitungan medan listrik. Pendidikan Pancasila Materi: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Istilah Pancasila. 1993. Shanti Narayan and J. adverbs. semi-scientific. 1972. fungsi beta. Inc. C. Academic Reading and Writing. Chand and Company Ltd. integrasi vektor. Pustaka: 1. 3. Contoh aplikasi : perhitungan distribusi fluks neutron. . 1982. Pustaka: 1.128 SEMESTER III 1. dan teorema divergensi. Wiley International. Practical English Usage. Pancasila dan UUD 45. Calculus with Analitic Geometry. dan silinder. Prentice Hall. Matematika Teknik Materi : Sistem koordinat kartesian. Mudjianto dkk. Purcell. 2. bola. 1983.

Bagian-bagian inti atom. 3. Ridwan M. Dittman R. Penerbit ITB. McGraw-Hill Book Company. BATAN. Sinar Gama. Pustaka: 1. 1986.C.W. Sinar Beta. fusi dan pemanfaatnya. Reynolds W.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 129 4. sistem pembangkit uap nuklir.C. Prayoto. teori atom Bohr. Erlangga. Arthur Beiser. RAM K. teori atom berdasar mekanika gelombang.S. Konsep Fisika Modern. Thermodynamics. 2. Forth Edition. stabilitas dan radioaktivitas. hamburan Rutherford. Kesetimbangan dan aplikasi : kompressor. motor bakar.H. Zemansky. Basic Nuclear Engineering. model-model inti.. momen spin dan magnet dari elektron. Proses reversibel dan ireversibel. 2. 1994. massa dan ukuran atom. dkk. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Termodinamika Prasyarat: Materi: Pendahuluan : definisi dan konsep dasar. 1977. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi . 3. Termodinamika Teknik. New York (1983). M. pancaran Alpha. (fisika neutron). fisi. membaca tabel. Reaksi Nuklir. The Houw Liong.. 5. struktur multiplek dalam spektrum. Pustaka: 1.. K. Sinar X. Kalor dan Thermodinamika. sistem dua fase. Bandung. Perkins H. Siklus Gas Ideal : Gas Ideal. John Wiley & Sons. 1992. Wark. Marsongko Hadi. 6. Penerbit Erlangga. Hukum Pertama dan Hukum kedua. 1986. Efisiensi thermodinamis. spektrum radiasi atom Hidrogen. Fisika Modern Prasyarat: Materi: Bagian-bagian atom.

mesin-mesin arus searah (motor arus searah. flip-flop. 1979. NOT). starting.clusky. Mekatronika. mux. Piranti pencacahan: kamar ionisasi. pengereman. Milne J. map mc. Lewish C. dan Djodikusumo I.130 Prasyarat:Materi: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Macam-macam radiasi. 2. Eggebrecht. Interfacing to the IBM PC.. Pustaka: 1. Pergamon Press. kemagnetan. sistem interface dan pemrogramannya. minimisasi fungsi boolean dengan map karnough. Gerbang (OR. Mekatronika II Prasyarat: Materi: Prinsip dan aplikasi elektronika digital dalam pengoperasian peralatan elektromekanik. pengaturan kecepatan. 1994. scintilator. Teknik Tenaga Listrik I Materi : Mesin-mesin dinamik elementer. Radiation Detection and Measurement. Pengantar Fisika Kesehatan. HEDS.. John Wiley & Sons. Interaksi Radiasi dengan materi. Besaran dan satuan dosimetri. detektor neutron. Pustaka: 1. ITB. IKIP Semarang Press. alat deteksi pengukur partikel dan prinsip kerjanya. Sistem aljabar boole. statistik pengukuran radiasi. register dan counter/ timer. 3. pengendalian motor stepper dan On-Off relai.. enkoder. alat deteksi pengukuran dosis. Electromechanical Engineering : An Integrated Approach. dekoder. pencacahan GM. 1983. McGraw-Hill. Glenn F. 2. 7. Koll. 8. metode dan mekanisme deteksi. ADC dan DAC. Herman Cember. minimisasi rangkaian/kombinasional. generator . AND. Fraser C. detektor proporsional. Kartidjo M. demux.

Yogyakarta. dasar transformator. generator penguat internal dan eksternal). Fitzgerald. Buku Petunjuk Praktikum Teknik Tenaga Listrik I. 4. Tata. . 10.E. 9. Blume. Electric Machinery. seri dan kompon. Pustaka: 1. Transformator Enginering. STTN – BATAN. Transformator enginering. 1978. 2. 2. Buku Petunjuk Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi. BATAN. New York. New York.. Mc Graw-hill. pengukuran radiasi gamma dengan pelemahan absorber.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 131 arus searah). pengereman. New York. 1992. Mc Graw-hill. 1978. Tata. Kalibrasi alat ukur radiasi. 2. Radiation Detection and Measurement. Fitzgerald. pengaturan kecepatan. Narah Kotharim. 3. 1985. 3. Electronic Machinery. Newyork. Pustaka: 1.. Mc Graw-Hill. Glenn F. STTN. Koll. Mc Graw-Hill. Tim Asistensi. Teknik Tenaga Listrik. Praktikum Teknik Tenaga Listrik I Prasyarat : Teknik Tenaga Listrik I Materi: Mesin-mesin dinamik elementer (dasar) Mesin DC (motor shunt. Paralelisasi Generator . Mc Graw-Hill. paralel Generator DC. Blume. Narah. Electronic Machinery. Prakt. Pustaka: 1. statistik pencacahan. Electric Machinery.E. 4. 1985. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat: Materi: Pencacahan dengan detektor GM. 1992. pengukuran radioaktivitas lingkungan. Kotharim. Mc Graw-Hill. perhitungan waktu paruh radionuklida. A. Marappung. Starting. A.

persamaan simultan. Numerical methods For Engineers. 1989. Fisika Reaktor Prasyarat: Matematika. dkk. 1993. 3. Engineering Problem Solving With MATLAB. Hamilton. Nuclear Reactor Analysis. Arthur Beiser. 2. Canale. modul perhitungan difusi multi kelompok.M. perhitungan massa dan ukuran kritis reaktor homogen dengan dan tanpa reflektor.P. Numerical Method.Rice. Komputer & Komputasi Numeris Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Logika pemrograman. 1989. H. 2.. 1985. Pengenalan Komputer. 1986. dan persamaan diferensial. difusi. Prayoto. McGrawhill. Pemrograman numerik dengan bahasa pemrograman C dan Matlab..C. flow-chart dan diagram alir. Pustaka: 1. tampang lintang dan laju reaksi neutron. Konsep Fisika Modern. Yogyakarta. Fisika Modern Materi Pengenalan prinsip dasar teori reaktor. R. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Ridwan M. algoritma. D. Marsongko Hadi. John R..J. Andi Offset. L.. konsep fluks dan arus neutron. Jogiyanto.. Duderstadt J. Penerbit Erlangga. Etter. 4. 3. BATAN. Metode numeric untuk solusi persamaan sederhana.J. moderasi dan termalisasi neutron. The Houw Liong.132 SEMESTER IV 1. Prentice-Hall. Pustaka: 1. John Wiley & .. 2.M. McGraw-Hill. Software and Analysis. Chapra S. 1986. P.

A.. HOLMAN..P. Introduction to Fluid Mechanics. 1955. R. New York.P. INCROPERA. Fundamentals of Heat Transfer. Aliran fluida dan perpindahan panas secara konveksi: konveksi paksa aliran luar dan dalam. aliran dan pipa. McGraw Hill International Inc. perpindahan panas total. D.P. 2. KREITH.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 133 Sons. Konduksi kondisi tunak (steady state) satu dimensi meliputi: dinding datar. konveksi dan radiasi. and McDonald. New York. kompresibilitas. F. AND DEWITT. 5.. J. 4. prinsip dalam saluran terbuka mesin-mesin fluida dan berbagai jenis pipa dan Pustaka: 1. D. Third . silinder dan bola lengkap dengan dinding berlapis (composite wall). Heat and Mass Transfer.. 1976. 4. John Wiley & Sons. dan aplikasinya. pengukuran..S. F. 1977.. 3.W.T. 3. analisa dimensi. permukaan yang diperluas (fin). New York. Perpindahan Panas Prasyarat: Termodinamika Teknik. aliran kepekatan dan impuls dan momentum. Perhitungan penurunan tekanan pada equipment. aliran melalui obyek. Pustaka: 1. RAM K. Principles of Nuclear reactor Engineering. 1981.. Principles of Heat Transfer. John Wiley & Sons. Mekanika Fluida Prasyarat: Materi: Hukum dasar. konveksi bebas dan konveksi gabungan. dengan pembangkit energi termal. Fox. Nostrand Company.V. 1981.. Basic Nuclear Engineering. sifat zat alir. Glasstone S. Mekanika Fluida Materi: Prinsip dasar perpindahan panas konduksi. Harper & Row Inc. 1973.

Teknik Tenaga Listrik II Prasyarat: TTL I Materi : Transformator lanjut.M. Mekanika Fluida. New York. Wilardjo Liek.134 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Edition. 2.. tegangan campuran.. 1985. Terjemahan P. 1985. Kao. UI Press. White F. New York. Kothari. Narah. Penerbit Erlangga. 1992. IR. 3. menghitung reaksi pad berbagai konstruksi balok dengan berbagai macam beban. Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik. A. Herman Widodo Soemitro.V. Mc Graw-Hill. Transformator Enginering. Penerbit Erlangga. 5. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. Kadir. 3. 6. Generator sinkron. mengitung gaya geser dan momen lentur. pengereman. Pustaka : 1. motor sinkron. 1981. Faktor keamaan bejana tekan.. hukum Newton. Mc Graw-Hill. Paralel Generator sinkron. sistem gaya. New York. Mc Graw-hill. Fitzerald. motor arus bolak-balik 1 fasa dan 3 fasa. 6. Giles. Teori patah. teori relaksasi dalam mekanika teknik. Setiawan E. Bina Cipta. Blume.. 5. 1979. momen kopel. 1986. Chen. John Wiley & Sons. Abdul. Scaum Series. syar kesetimbangan.. Instalasi Listrik Arus Kuat. Menganalisis rangka dengan metoda simpul dan pemotongan. Pustaka: . 1978. 1990. 4. Marcel Dekker Inc. Harten P. 1995. pengaturan kecepatan. skalr dan vektor. Mekanika Zalir. mesin FHPM.E. 2. Macam-macam peletakan: konstruksi statis tentu dan taktentu. Statika Struktur Prasyarat: Materi: Pengantar statika.. Electric Machinery. Tata. starting. Inc. R. New York. Electronic Machinery.V.

Erlangga.Prenhallindo. Pustaka: 1. Transistor. Generator sinkron. Mesin FHPM. Kosow. Tony Mulia. trafo arus dan trafo tegangan. Harten P. Prakt.Mekatronika Prasyarat: Materi: Sistem Analog : Penyearah. Teknik Tenaga Listrik . Prakt. Mekanika Teknik Statika. Erlangga. Kendali ADC/DAC.. Meriam J. R. Buku Petunjuk Prakt. Prentice-Hall. regulasi .. Irving L. 1996.l. karakteristik motor AC 1 fasa dan 3 fasa. Multiplexer dan Demultiplexer.V.. TTL I Materi: Konstanta trafo. PT. Opamp. Kraige. Timoshenko S. STTN. jilid 1. 3. Hibbeler. Edisi 4. Kendali motor stepper & On-Off relai. Setiawan E. BATAN. SCR. Jakarta. polaritas trafo. Dekoder dan enkoder. Interfacing PC : Paralel I/O. Mekanika Teknik. Comparator. Young D. counter timer. Bina Cipta. STTN. 8. Sistem Digital : Gerbang dasar. power supply. Mekanika Teknik: Dinamika. 1981. Paralel Generator. Instalasi Listrik Arus Kuat. 2. 2. Buku Petunjuk Praktikum Mekatronika. pengaturan kecepatan. Teknik Tenaga Listrik II Prasyarat: Prakt.. trafo 3 fase (berbagai hubungan) dan 1 fase. Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik. motor asinkron dan sinkron. Pustaka: 1. 4. 7.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 135 1. Electric Machinery and Control. UI Press. 1995.C. Starting. sensor LDR. Photodiode.H. diagram lingkaran. Abdul. 1997. trafo berbeban. pengereman. 3. . Kadir. 1987.

Numerical methods For Engineers. Press.. Prakt. 1985. Yogyakarta. 1988. Erlangga. Jogiyanto. Comp. L. 3. Uji geser. W. 5. 1992. “Ilmu dan Teknologi Bahan”. Teknik Pemrograman. Software and Analysis. Ashby. 5.F. Arifin. 4. and Jones. Pergamon Press. Pengetuan Bahan Teknik. 2nd ed. Prentice-Hall. Andi Offset. Pemrograman dengan bahasa program (C++. 1990. Jakarta.. Segal. 1989. Van Vlack. Cambridge Univ.. 1989.F. 2. “Principles of Materials Science and Engineering”. 10. pengecoran logam. Fortran) dan aplikasinya. Pradnya Paramita. Pengenalan Komputer.M. Pustaka: 1. D. Ghalia Indonesia. Uji kekerasan. Tata Surdia. Uji cacat logam. Numerical Method. Samsul.M. McGraw-Hill. H. 1991. Canale.. Engineering Materials 2. Etter.H. 2. 1976. Ilmu Bahan Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Uji tarik. . Pustaka: 1. Impack. Pascal. 1993. Smith.P... ed.. DRH. Struktur logam. “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”. 6. Rice. 1989. Sito Shinkoru. Engineering Problem Solving With MATLAB. John R... Pemrograman Komputer & K Numerik Prasayat: Materi: Algoritma. Prakt. Flowchart. M. 3. Chapra S. 4.136 9. R.C. D. Mc Graw Hill Publ. McGrawHill. Ilmu Logam.

Pusdiklat BATAN. Wakil.karakteristik: pembangkitan panas.M. Marsongko Hadi. Introduction to Health Physics.. Main Characteristics and Plant Highlight. Pustaka: 1.H. 1993. BATAN. Dosimetri. Pustaka: 1. R. STTN.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 137 5. BATAN. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Dasar Fisika Radiasi.El. Instalasi Pembangkit Daya. INC. Penerbit Erlangga. Cember.. Kursus Petugas Proteksi Radiasi.. John Wiley & Sons. Perizinan. Shannon. Peraturan perundangan ketenaganukliran. Buku Petunjuk Praktikum Pemrogeraman Komputer & Komputasi Numerik . sistem PLTN. Nuclear Power Engineering. Diktat. Kecelakaan radiasi dan pengamanan sumber radiasi. macam-macam sistem pembangkit daya reaktor nuklir. 4. 2. sistem pendingin utama. New York. sistem keselamatan pada rektor nuklir. Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Prasyarat: Fisika Reaktor Materi: Sistem pembangkit listrik konvensional. M. 2.. Ketentuan Keselamatan Radiasi. SEMESTER V 1. Dasar Proteksi Radiasi. dkk. Swenk. Jakarta... PPEN. 1992. 1977. Prayoto. Pengangkutan Zat Radioaktif. Efek Biologi Radiasi. Newjec Inc. Mc. . 2. 1986. 1983. Henry C. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. GrawHill. 2nd Ed. Ridwan M. 3. BATAN. pembangkitan listrik. Herman. sekunder dan tersier.

Mosby Year Book. 3. 2. Standard Radiography. Kendali PID. 5th Ed. otomasi power supply. Pengaruh Radiasi Hamburan thd Kualitas radiografi. Teknik Radiografi. Jakarta. kontaktor magnet. Model matematika. 2005. Pusiklat BATAN. Rekaman Fotografi dan Non Fotografi. Prinsip dasar/Geometri Radiografi. 2002.138 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2002. Jakarta. Keselamatan kerja Radiografi. Otomasi Industri. Fungsi transfer lup terbuka dan tertutup. Radiologic science for technologist.C. Bapeten. Pustaka : 1. Omron indosesia Rep. . 2002.Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir. Diktat Kursus Radiografi Level 1. Bapeten. Pustaka: 1. Panduan materi Fakultas Teknik UGM. 1997. PWM. aplikasi kendali industri.. 3. Dasar Fisika Radiografi. Mesin listrik dalam industri. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran. switch. ”CPM1 Training Manual”. Paparan Radiasi. Pemrosesan Film. 2. Materi Rekualifikasi I . Peralatan sistem kendali motor dan alternator. 4. Kendali Motor dan Altenator Prasyarat: Materi : Dasar-dasar Kendali. UTR / Radiografi Prasyarat: Materi: Pengetahuan umum NDT. kendali elektronis. Office.. Bushong S. Sumber Radiasi dan Peralatan Radiografi. 1993. 4. 3. Defectology. perintah dasar dan aplikasi PLC. Parameter dan kondisi kerja. pengoperasian genset manual maupun otomatis. timer.

perlengkapan hubung (switching) : fungsi. Edisi pertama. menentukan rating. konstruksi. cara instalasi. 6.. perlengkapan proteksi arus lebih : penerapan sekering dalam CB pada JTM. “Sistem Pengaman Tenaga Listrik”. Perlengkapan Sistem Tenaga Prasyarat: Materi: Perhitungan arus gangguan pada sistem tenaga listrik. Transmisi Daya Listrik.S. 1984. Petrauzzela. Pentanahan perlengkapan (equipment grounding) : fungsi. dan tegangan/arus ambang bahaya. Published by Mohinder Singh. T. sistem pengamanan tegangan lebih pada sistem tegangan rendah. 1985. 4. proteksi tegangan lebih pada GI dan trafo daya. India . circuit breaker. cara kerja. komponen. sistem pengamanan manusia pada jaringan tegangan rendah : sistem TT. Jakarta. Pustaka: 1. Ravindranath. penerapan pada TL. rating dan cara kerja LA. ”Peralatan Tegangan Tingi”. pentanahan sistem (system grounding) : fungsi. metode. Sistem Distribusi Daya Listrik. 2. Jakarta. Gramedia. A. Elektronika dalam industri. 1994. Arismunandar.Tobing. trafo distribusi. A.. dan JTR. “Power System Protection and Switchgear”. sistem seimbang dan tidak seimbang. TM dan TT. M. Abdul Hadi. 3. dan rating dari saklar. Penerbit Erlangga.S. Pradnya Paramita. perlengkapan pengaman tegangan lebih eksternal dan internal.Pabla. Hutahuruk. 6th edition.. 5. 1999. penerbit Adicita Karya Nusa. Bongas L.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 139 4. Jakarta. 5.. 2003. perlengkapan proteksi tegangan lebih : sebab dan bentuk tegangan lebih dalam kaitan dengan ketahanan isolasi. B. Teknik Tegangan Tinggi. dan mesin-mesin berputar. .. Chander. Edy Supriyadi. 1984. saluran. Penerbit Erlangga. dan sekering. sistem TN dan sistem IT.

Tegangan geser. Gabungan tegangan geser dan regangan.. M. Mekanika Kekuatan Bahan Prasyarat: Statika Struktur Materi: Pembebanan langsung: tegangan. Mekanika kekuatan Bahan Materi: Sifat bahan teknik. regangan. Tegangan lengkung dan geser pada batang (balok). Umar. 7. . Tegangan geser dan momen lengkung (SFD & BMD). Yakarta. Third Edition. Elemen-Elemen Mesin : Elemen Konstruksi Dari Bangunan Mesin.. 1980. Transmisi belt. SPOTTS. modulun elastisitas dan faktor keamanan.. Prentice Hall International Inc. 1983. Erlangga. switch. 1981. Defleksi pada batang (balok). hukum Hooke’s.. Jakarta. Design of Machine Elements. London. Baut skrup dan sambungannya. London. G. Bagian-Bagian Mesin dan Merencana.. kendali elektronis. Sukrisno. Edisi 21. Erlangga. Sambungan las. Bantalan dan pelumasan. Pustaka: 1. Kendali PID. Kros C. Fifth Edition. Pembebanan puntir (torsi). Elemen Mesin I Prasyarat: Statika struktur. The Macmillan Press Ltd.140 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 6. 3. 8. paku keling dan sambungan keling. Praktikum Kendali Motor dan Alternator Prasyarat: Materi : Dasar-dasar Kendali. Aplikasi pada bangunan mesin. kontaktor magnet. Model matematika.H. Pegas. Peralatan sistem kendali motor dan alternator. F.. timer. Strength of Materials. Pustaka: 1. 2. 1984. RYDER. Fungsi transfer lup terbuka dan tertutup. Stock J. Pembebanan statis dan dinamis. aplikasi kendali industri.

Konsep Fisika Modern. The Houw Liong. Omron Indosesia Rep. Proses Film. Prakt. Arthur Beiser. Kewarganegaraan Prasyarat: Materi: . Pustaka: 1. SEMESTER VI 1. PWM. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Kontaminasi dan Dekontaminasi. BATAN. 1997. Panduan materi Fakultas Teknik UGM. 2. Erlangga. ”CPM1 Training Manual”. Tim Asistensi. otomasi emergensi genset. Kriteria penerimaan Film/ Radiograph. Uji Kebocoran Pesawat x-Ray. smear test kamera gamma. 2. Buku Petunjuk Praktikum Teknik Radiografi. Otomasi Industri. Buku Petunjuk Praktikum Kendali Motor dan Alternator. Pembacaan Film. STTN. Buku Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi. Penentuan Waktu Paro. Radiografi Sumber Ir-192. Office. Pustaka : 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 141 perintah dasar dan aplikasi PLC. STTN. 3. Pustaka: 1. Radiografi sinar-X. Survey Daerah Radiasi. 10. Sumber Hilang. peragaan penanggulangan kedaruratan dan kecelakaan nuklir. STTN. Penahan Radiasi. 1992. pengenalan UTR yang lain. Praktikum Teknik Radiografi Prasyarat: Materi: Pengenalan peralatan dan perangkat Radiografi. 9.

Gangguan-gangguan pada Mesin Listrik dan Cara Mengatasinya. 1969. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik Prasyarat: Materi : Organisasi Pemeliharaan. Robert. ketahanan nasional. wawasan nusantara. Ir. Pustaka: 1. Suku Cadang. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Azas kerja rekator nuklir. 2. New York. 3. 2002. persamaan dasar dan parameter kinetika reaktor. Marcel Dekker Inc. Nuclear Reactor Kinetics and Control. Nuclear Reactor Kinetics. 2.. Syarip. pengendalian dan operasi reaktor. sistem hankamnas. Keepin.L. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Robert. Irving. Pemeliharaan Preventive dan Corrective. Siklus Perbaikan. sistem kendali. Analisa Jaring. Electric Machinery and Control. Edisi Reformasi. Yogyakarta. BATAN. dkk. berbagai aspek fisis. Pemeliharaan Terencana. Analisa Penggantian Alat. Chen. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. 1990. Kao. 2001. Gangguan-gangguan pada Mesin Kontrol Mesin listrik dan cara mengatasinya. McGraw-Hill. . STTN. Schultz. Pustaka 1. Prentice-Hall. 3. Cara perbaikan berbagai mesin listrik. 2. Pustaka: 1. McGraw-Hill. Endang Zailani Sukaya. Kosow. 1975.142 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pengantar pendidikan kewarganegaraan. politik dan strategi nasional. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. dinamika reaktor. Penerbit Paradigma.

Chen. Penentuan daya untuk beban kontinu dan periodik (berubah-ubah). Electric Machinery and Control. horisontal dan vertikal). Cara kendali putaran. Bambang Supatah. Reparasi Mesin Listrik. New York. Penentuan Perencanaan pembelian motor. Marcel Dekker Inc. Elemen Mesin II Prasyarat: Elemen Mesin I Materi : Transmisi daya mekanik. 2. Pemeliharaan motor dan generator. 1995. UI Press. Irving.L. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Perencanaan pembebanan (putar. Direksi Pendidikan Menengah dan Tinggi. Kosow. Ir. 4. Kadir. Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik. 5. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. Higins. Kao. 4.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 143 3. 3. Handbook. Pustaka: 1.. Prentice-Hall. Pemilihan motor untuk pencegahan gangguan. 1990. pemilihan lokasi instalasi. Sambungan poros. perhitungan profil gigi dan pembebanan . Maintenace Engineering Handbook. Analisa karakteristik motor dan beban. Perubahan karakteristik motor. naf dan pasak serta perhitungannya. Jenis-jenis kopling. pemilihan jenis mesin listrik. cara kerja dan perhitungannya. Motor listrik untuk berbagai torsi dan jenis beban. Abdul. Graw Hill Company. pemilihan jenis pengaman. Electrical maintenance. Mc. 6... Lindley R. jenis-jenis roda gigi. perancangan contoh desain Perencanaan biaya dan tarif. 5. Perencanaan Mesin Listrik Industri Prasyarat: Materi: Tinjauan singkat jaringan instalasi listrik. sistem pengkawatan dan pentanahan. Transmisi roda gigi. Rida Ismu. penghitungan kebutuhan daya dan relevansinya terhadap kebutuhan bahan.

Kros C. peralatan pembakaran. Pneumatik.. Elemen-Elemen Mesin : Elemen Konstruksi Dari Bangunan Mesin. New York 1994. Pengantar Ilmu Teknik Pneumatika. Pembangkit Uap dan Turbin Prasyarat: Materi: Struktur Bahan. D. Esposito.. 2. Kekuatan Standar.. Edisi 21. 1985. 3. 7. Jenis-jenis ketel uap. 1984. Jakarta. Sukrisno. Powell N. Pustaka: 1. Fifth Edition. Gramedia. Daya dan tenaga dalam sistem pneumatik dan hidroulik. London 1981. Rickup R. Erlangga. Festo. Hidrolik dan Pneumatik Prasyarat: Materi: Gambaran umum sistem pneumatik dan hidroulik dan aplikasinya. Komponen-komponen dari sistem pneumatik dan hidroulik. London. Pembuatan dan Pengujian.. ventilator.. Erlangga. SPOTTS. Umar. Design of Machine Elements. F. M. Jakarta. Bagian-Bagian Mesin dan Merencana. 3.. Stock J. 6. Fifth Edition. . A. 1983. Simbul dan norma dalam sistem pneumatik dan hidroulik. Macam-macam bahan bakar. Pustaka 1. 2000. Cerobong.. Proses pengopakan bahan bakar.. Fluid Power with Applications. Prentice Hall International Inc. 2.144 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 masing-masing roda gigi.. Patient P.. John Wiley & Sons. Bagian-bagian ketel uap. Rancangan dan pengembangan serta analisis rangkaian aktuator untuk sistem pneumatik dan hidrolik. Prentice Hall International Inc. Jakarta.

1971. 3. Buku Petunjuk Praktikum Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik. G. 8. Direksi Pendidikan Menengah dan Tinggi. pembongkaran dan pemasangan kembali motor DC. BATAN. Alternato. Higins. 9. de Bruijn. Mc. prosedur pelacakan gangguan dan perbaikan pengkawatan dan pengendali. B. kapasitor. 4. 5. Pustaka: 1. 1985. Peningkatan Isolasi Kumparan motor. Maintenace Engineering Handbook. Rida Ismu. Stoomturbinly. 4. System Summary of Westinghouse PWR-NPP. Pengukuran tahanan isolasi mesin listrik. Terjemahan Nirman Sastramenggala. De Stoomturbin. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bambang Supatah. tahanan isolasi untuk keandalan mesin listrik. 1978.Masche. W. L. Rewinding motor shaded pole. Praktikum Perlengkapan Sistem Tenaga Prasyarat: . turbin Zoelly.A. pembongkaran dan pemasangan komponen mesin listrik. Prakt. Pemeliharaan motor dan generator.. Muilwijk. Harsono. turbi curtiss dan turbin parsons. repulsi. Moree terjemahan S. 1985. turbin reaksi. tahanan kumparan. Azas kerja dan rendemen darim Turbin De Laval. Trouble Shooting and remedy. L. STTN. turbin tekanan bertingkat. 3 phase.. Electrical maintenance. Boiler dan Turbin pada PLTN. 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 145 Pengertian turbin aksi. 2. Ir. Graw Hill Company.M. Jakarta. Lindley R. Surbaksy. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik Prasyarat: Materi: Mecari ganggguan/kerusakan. perbaikan. Ketel uap. 2. Pustaka 1. Reparasi Mesin Listrik. AC. Jakarta. Jakarta. turbin kecepatan bertingkat. Handbook.

Circuit Breaker. ”Peralatan Tegangan Tinggi”. Bongas L. perlengkapan proteksi tegangan lebih . Pustaka: 1. B.146 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Pentanahan perlengkapan (equipment grounding). 1969. 1975. Prakt. STTN. start up. Karakteristik jenis-jenis pengaman lebur. BATAN. Jakarta. sistem pengamanan manusia pada jaringan tegangan rendah. Published by Mohinder Singh. menaikkan daya. 2003. BATAN. “Power System Protection and Switchgear”. Nuclear Reactor Kinetics and Control. Pustaka: 1. Ravindranath. Chander. M. STTN. McGraw-Hill. Karakteristik MCB.. 1999. relai pengaman. arrester. MK.. “Sistem Pengaman Tenaga Listrik”. . 3. Robert. ELCB. Saklar. penerbit Adicita Karya Nusa. 4. Jakarta. shutdown. Keepin. O/L. Schultz. Edy Supriyadi. 2. Gramedia. Nuclear Reactor Kinetics. 6th edition. 1984. Edisi pertama. Robert. 3. India. PMS. 10. McGraw-Hill. Syarip. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Praktikum pencacahan neutron dengan BF3. Ir. 2. Koordinasi pengaman.Tobing. 2001. teknik aktivasi neutron untuk mengukur parameter-parameter reaktor. praktikum cara pengoperasian sistem kontrol reaktor. Buku Petunjuk Praktikum Perlengkapan Sistem Tenaga. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. pentanahan sistem (system grounding).

2002. banyak beramal sholeh dan menjadi khsunul khotimah. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. dll. Kiat-kiat menjadi seorang sarjana sains dan seorang muslim yang baik. Buku Penyuluhan Peraturan Perundangan Keselamatan Nuklir. Hamidullah. asuansi (tafakul) . Konsep tauhid dan impelmentasinya dalam kemasyarakatan sejak zaman Nabi. Abuka Bakar Jabir. dan ulama-ulama penerusnya sampai zaman sekarang. 2. Pernikahan dan keluarga syakin. 3. Terjemahan Departemen Agama. Non Proliferation Treaty (NPT). Muhammad. Pola Hidup Muslim. Metodologi Penelitian Prasyarat: Materi: . Al-Qur’an. para sahabat. Remaja Rosdakrya. bermu’amalah dengan sukses. Peraturan Pemerintah dan Surat Keputusan Kepala BATAN dan BAPETEN. para Imam madzhab. riba. Pendidikan Agama II Prasyarat: Pendidikan Agama I Materi: Islam ditinjau dari aspek filosofi. pengiriman bahan nuklir. Al-Jaziri.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 147 SEMESTER VII 1. pengolahan limbah nuklir. mudharobah. Perundang-undangan Tenaga Nuklir Prasyarat: Materi: Perundang-undangan tenaga nuklir. Konsep mua’amalah dalam Islam seperti jual-beli. Pengantar Studi Islam. Pustaka: 1. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. Pustaka: 1. syirkah. BAPETEN. Bandung. 3. beribadah dengan tuma’ninah. 2.

penyakit akibat kerja.. Pengolahan data. kecelakaan kerja. Sistem Manajemen Mutu. Penerbit Balai Pustaka. 1993. DepDikNas. penelusuran referensi. Asas metodologi penelitian ilmiah. Pengolahan dan Analisa data (Metode pengumpulan data. 2. BATAN. Rancangan dan Prosedur penelitian (Rancangan penelitian. Analisa data). penerangan dan getaran) di tempat kerja. 4. Gramedia. safety . Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Pustaka: 1. Pengantar Metodologi Penelitian. Wasito. Penerbit PT. Soenjono Dardjowidjojo. Pustaka: 1. Jenis penelitian. pembuatan kuesioner). faktor biologi di tempat kerja. audit. pengendalian administratif. 1993. identifikasi sumber bahaya (bahaya bahan kimia. Jaminan kualitas untuk penelitian. Sistem penulisan ilmiah. pengembangan prosedur dan form. Persyaratan dasar jaminan kualitas. ventilasi industri. tata rumah tangga (housekeeping). dan tindakan perbaikan. 5. Hermawan. Sistem Manajemen Mutu. hipotesis. nonconformce. aspek kebisingan. Jakarta. iklim kerja dan radiasi nonionisasi. training K3. dan pengujian di laboratorium. Konsep pengendalian. Keselamatan Kerja dan Ergonomi Prasyarat: Materi: Hiperkes dan Keselamatan Kerja. perumusan persoalan. kedaruratan standar kesehatan dan keselamatan kerja. Badan Standardisasi Nasional. Sistem Manajemen Mutu Prasyarat: Materi: Konsep dasar sistem manajemen mutu.148 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Arti dan fungsi penelitian. 2. teknik pengolahan data. abstrak. SNI 19-9000-2001. dkk. pengoperasian reaktor. pengendalian teknis. sanitasi industri. PSJMN.

rancangan penelitian. Jusuf. Diktat K3. Manajemen Proyek Prasyarat: Materi: Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. promosi K3. organizing. ergonomi. Yogyakarta. batasan masalah. 2001. tujuan. sistem komunikasi dan tugas-tugas yang berkaitan dengan permasalahan industri khususnya berkaitan dengan program studi yang diambil. 8. 6. pengolahan data. Zaenal. consultant & service. directing. sistem kontrol dan instrumentasi. controlling. manufaktur. 3. Sugeng. III. 7. Semarang. II. Mata Kuliah Pilihan I. 2007. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. SEMESTER VIII 1. STTN Batan. . IV Lihat daftar mata kuliah pilihan. 2001. metodologi. riset dan pengembangan. Pusparini. Bunga Rampai Hiperkes & KK. kesimpulan dan saran. Ruang lingkup projek. Project Management: System Approach To Planning. staffing. STTN BATAN. 2008. Zaenal. Seminar Penerapan sistem penulisan ilmiah. Pustaka: 1. Scheduling and Controling. 2. sistem energi. Kerja Praktek Manajemen perusahaan meliputi struktur organisasi. perumusan persoalan. eksperimen/perancangan/ pangujian. Harold Kezner. PB UNDIP. Pustaka: 1. lima level work breakdown structure. Pengantar Ergonomi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 149 toolking. Yogyakarta. John-Wiley & Sons. sistem operasi.

uji kekerasan. MATA KULIAH PILIHAN KELOMPOK PILIHAN TEKNOLOGI BAHAN 1.1. Diagram fasa biner dan contoh-contohnya. pengeras regangan. Pengerasan dengan pemanduan. . Teknik Pengujian dan Inspeksi Materi: Kualitas: Definisi kualitas. jenis korosi. Uji rendam. ET. kurva mampu keras. Tugas Akhir Tugas akhir bisa berupa penelitian pengembangan analisis dan sintesis. ISO 9000. pengerasan dengan transformasi martensit. AWS. Konsep Kulitas. Teknik Metalurgi Materi: Dasar-dasar metalografi. Uji panas. Pengaruh unsur paduan pada logam teknik : baja. uji Jominiy. besi cor. pengerasan presipitasi. pengantar mekanika patán logam. analisis permasalahan. mengadakan analisis/ sintesis. Sifat mampu keras. Uji tusuk. 2. baja paduan Al dan paduan Cu. menyajikan dan menyimpulkan dalam bentuk skripsi dan mempertahankan dalam seminar dan ujian lisan. Mekanisma penguatan logam . besi cor. D1. MT. paduan tembaga dan paduan alumunium. Jenisjenis logam dan paduan. Kerusakan logam : baja. API. penerapan teknologi atau pengujian di laboratorium. perancangan dan pembuatan sistem. Pengujian bungkusan ZRA: Uji jatuh. PT. Struktur atom cristal. Standard Peneriman Cacat: ASME VIII. Kerusakan logam : jenis patán. studi perbandingan. pengerasan dengan penghalusan batir. melakukan pembahasan tugas akhir yang meliputi studi kepustakaan.150 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. Mahasiswa mengajukan proposal penelitian (usulan tugas akhir). paduan tembaga dan paduan alumunimum. Jenis Pengujian bahan : uji tarik. Kalibrasi. Uji Tak Rusak : UT. SNI/BSN. Baja. besi cor.

.. J. Implementing The ISO 9000. Daya guna pemakaian. New Jersey. Pusdiklat Batan. Introduction to Health Physics. sertifikasi ulang.C. & Webster. Pengelasan Pengerjaan permukaan: Pengerasan. Industrial Quality Control.L. Buterworth. AWS D1. Pusdiklat Batan. Marcel Dekker Inc. Radiografi bahan coran dan variasi tebal. 1993. Tindakan pekerja radiografi. Diktat Radiografi. Persyaratan. 4. 1993.I. 2nd Ed.. General untuk persiapan SIB.1. Sifat logam. Butterworth-Heinmann. Wachtman. 1978. API 1104. Properties of Engineering Materials. J. ASME V. Chaeacterization of Material. Ujian kualifikasi. NDE Handbook. 1989. Diktat Proteksi Radiasi.G.. Higgins. 1994. R. London. Cember. 7. Teknik Film Ganda. 6. Non Destructive Examination Methods for Condition Monitoring. Penentuan lokasi cacat ASME V. Herman. G.A. New York. Struktur makroTransformasi alotropik. Prentice Hall Inc. McGRAW . Lemprecht. Sistem Pelaporan. Sertifikasi. struktur mikro. New York. 2002. Jakarta. Prosedur penanggulangan umum: prosedur penanggulangan keadaan darurat pesawat sinar-x. Pembersihan. 2nd Ed. Tanggung jawab administratif... Pustaka: 1.. London. 3.B.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 151 Pustaka: 1. Jakarta.. EdwardArnold. 2002. Forging. 2. Boving K. Charbonneous H. Latihan soal : Spesifik. prosedur penanggulangan keadaan darurat kamera gamma. 3. Proses pembentukan penyambungan logam dan jenis cacatnya: Pengecoran. Organisasi lembaga sertifikasi personal Uji tak rusak. UTR/Radiografi lanjut Prasyarat: Materi: Klasifikasi material: Logam dan logam paduan: struktur kristal. 5.

Pustaka: 1. Materi Rekualifikasi I . John-Wiley & Sons. Singapore: McGraw Hill Book Company. Hubungan-hubungan differensial. 1985. Industrial Robotics. Johnson. KELOMPOK PILIHAN KENDALI DAN ROBOTIKA 1. Penyelesaian persamaan kinematika.152 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 HILL INC. 1997..PLC dan diasin sistem otomasi berbasis PLC. Warren R. 2002. Curtis D. Otomasi Industri Materi: Konsep otomasi dalm industri. A. 1983. pengkondisi sinyal dan actuator menjadi sebuah sistem. 3. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran. Bapeten. Dinamika Robot. . Galip Ulsoy. Diktat. Devries. Kendali sekuensial dan kendali berbasis switch/relay.Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir. Sensor (pengindraan). Jakarta. Persamaan kinematika. Robotik Prasyarat : Tujuan : Memberikan pengertian tentang prinsip-prinsip perancangan analisis dan sintensis sistem robot. 1989. 2. 2002. Transformasi homogen. Pokok bahasan : Pendahuluan. Bapeten.M. Jakarta. Groover.. Jakarta. 2. 2. P. Process Control Instrumentation Control Technology. Prentice-Hall. Bahasa pemrograman robot. Pengaturan gerak robot. Fifth Edition. 2005. Pusdiklat Batan. 4. Pustaka: 1. Kursus Petugas Proteksi Radiasi.. Penggabungan sensor. Microcomputer Application in Manufacturing.

2. Pengkajian lokasi instalasi tenaga nuklir. Potensi pelepasan zat-zat radioaktif ke lingkungan selama operasi normal maupun dalam keadaan kecelakaan. 3. Teknik Elektro ITB.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 153 2. Vienna. Barney. . Mesin intelligent termasuk sensor pada robotik. John Wiley & Sons. 1982. Process Measurement : Instrument Engineer Handbook. Jenis dan aplikasi sensor. 1992. Pustaka: 1. Liptak. Analisis keselamatan. efector sensor untuk material handling. Ryoji Ohba. KELOMPOK PILIHAN TEKNOLOGI REAKTOR 1. Pengantar Robotika. 3. Bandung: Laboratorium Sistem. 2. Pengaturan dan Komputer.. Kuspriyanto. Intelligent Sensor Technology. Intelligent Sensor Materi: Sensor-sensor intelligent. Chilton Book Company. Konversi sinyal sensor. IAEA. Glasstone. Prentice-Hall. Kriszta Venczel. Keselamatan Reaktor Materi : Prinsip pertahanan berlapis (defence-in-depth). S. Jenis-jenis sistem-sistem keselamatan dan proteksi reaktor.. IAEA Safety Series No. Kriteria-kriteria evaluasi keselamatan reaktor. Walter. 1987. : Code on Nuclear Power Reactor Design. George C. Dampak lingkungan akibat operasi instalasi nuklir sejak dari penambangan bijih uranium sampai penyimpanan terakhir sampah nuklir. 3. 1980. 1988. Pustaka: 1. penggunaan vision sensor. Intelligent Instrumentation. H. Sistem sensor untuk diagnosis equipment. Sensor untuk servomekanik Sistem sensor pada robot intelligent. Nuclear Power and It’s Environmental Effects. ANS. Bella G. Jordan.

analisis sistem meliputi ters reaktor.. micro – processor based. Instrumentasi dan Kendali Reaktor Materi: Arsitektur sistem monitoring dan kendali reactor. Plant highlight and main features of proposed plants. Ridwan M.R. Monitoring fluks netron dan radiasi reaktor. bypass control logic.. Prayoto. spesifikasi teknis dan fungsi komponen dan sistem reaktor. Pustaka : 1. . Sesonke. 1986. 4th edition. 2. Atomic Energy Commission Report TID-26241. Marsongko Hadi. perancangan rinci (detail design). sisem proteksi reactor dan main control board. 1977 3. Basic Nuclear Engineering. sistem utama dan sistem penunjang.. BATAN. 3. Disain control room: primary system. 2003.S. 2.. power reactor monitoring. 1983. November. Swenk. konsep touch screen operor console. Henry C. man-machine interface. dkk.. selfdiagnosis.H. Allyn. sources netron monitoring. bahan bakar. kriteria. U. reliability. R. Shannon. Wright. Nuclear Power Plant Design Analysis. Pustaka: 1. Newjec Inc. Perancangan Sistem Reaktor Materi: Dasar-dasar perancangan reaktor : tahapan. control rod. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir.. Perancangan dasar (basic design). 1973. auxiliary system. Foster. R.. Nuclear Power Engineering. John Wiley & Sons. Karakteristik instrumentasi dan kendali reaktor : 2 out of 4 logic. A. Neutron sources. A.L.154 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. Penggunaan computer code untuk kajian rancangan sistem reaktor..

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

155

KELOMPOK PILIHAN SISTEM TENAGA 1. Keandalan Distribusi Daya Listrik Materi: Pembangkitan, transmisi dan distribusi.. Bentuk-bentuk jaringan transmisi dan distribusi. Distribusi primer dan sekunder. Distribusi Internal maupun eksternal . Karakteristik saluran listrik. Ukuran dan analisis keandalan distribusi listrik, parameter keandaln komponen, usaha perbaikan keandalan sistem.. Kejadian-kejadian, dan keadaan pada sistem. Laju kekagagaln komponen, kurva bathtub. Pendekatan statistik dan probabilitas untuk memodelkan kejadian, laju kegagalan. Penyebab-penyebab gangguan, internal maupaun eksternal serta usaha mengatasinya. Pustaka: 1. Richard E. Brown, Electrical Power Distribution Reliability, McGrawHill, amazon.com. 2. Roy Billinton, Reliability Assessment of Large Electrical Power, Kluwar Int. Series, 1998. 3. William D. Stevenson Jr., Transmission Line and Network. 4. A.S. Pabla, Electric Power Distribution System. 5. C.F. Wagner dan G.D. McCan, Wave, Proragation on Transmission Line. 6. William D. Stevenson Jr., Analisis Sistem Tenaga Listrik, Erlangga, 1996. 2. Sistem Proteksi dan Keselamatan Materi: Sumber-sumber gangguan listrik baik internal maupun eksternal. Komponen, equipment dan sistem yang berkaitan dengan keselamatan instalasi. Kondisi normal, incident dan accident. Sistem catu daya pada kondisi normal dan darurat, prinsip-prinsip keandalan, pengaruh gangguan terhadap keandalan sistem catu daya normal maupun emergency. Perancangan sistem suplai daya cadangan.

156

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Pustaka: 1. Ridwan M., Prayoto, Marsongko Hadi, dkk., Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir, BATAN, 1986. 2. Henry C. Swenk,, Shannon, R.H., Nuclear Power Engineering, John Wiley & Sons, 1977. 3. M.M.El. Wakil, Instalasi Pembangkit Daya, Penerbit Erlangga, 1992. 4. Newjec Inc., Main Characteristics and Plant Highlight, PPEN, BATAN, 1993. 3. Kelistrikan Industri Materi: Building safe electrical equipment, standard and regulation. Drawing electrical circuit & diagrams, Wire type and preparation, soldering & termination. Cable forming, Connection and routing, hardware, component active and passive. Earthing and screening, PLC wiring. Pustaka: 1. R.B. Mercer, Newnes Industrial Control Wiring Guidees, Second Edition, Elsevier, Linacre House, Jordan-Hill, Oxford, 2001. PILIHAN BEBAS 1. Proteksi Radiasi Lanjut Prasyarat: Materi: Laju dosis Alfa, Beta dan Gama yang terdeposisi di dalam organ tubuh; Batas Masukan yang diizinkan (ALI); Laju dosis dengan metoda MIRD. Persyaratan sarana kerja; manfaat prosedur dan petunjuk kerja; Prinsip penanggulangan kecelakaan radiasi; Program penanggulangan kecelakaan radiasi. Spektrum sinar-x; efek arus dan tegangan pe sawat sinar-x terhadap intensitas; Rumah tabung pesawat sinarx untuk bagasi, medik dan radiografi industri. Prinsip umum analisis bahan dengan sinar-x, XRF dan XRD; Prosedur operasi pesawat sinar-x, Jenis Penahan instalasi tetap; Batasan paparan pesawat sinar-x tipe

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

157

diagnostik, terapi dan radiografi; Faktor dalam perancangan dinding penahan instalasi sinar-x; penahan sekunder; perhitungan dinding penahan sinarx primer; perhitungan penahan dinding penahan sinar-x sekunder. Prinsip dasar aplikasi ZRA; Metoda aplikasi ZRA untuk pengukuran; pengujian bahan; analisis bahan dan perunut; keselamatan kerja dalam aplikasi ZRA. Definisi limbah ZRA; Klasifikasi Limbah ZRA; Pengolahan Limbah ZRA; Pengelolaan Limbah ZRA, Pelaporan dalam kecelakaan; Pembuatan juklak untuk perizinan; Tatacara pengiriman barang ZRA, Persyaratan memperoleh SIB, Penggunaan rumus praktis dalam proteksi Radiasi; Latihan soal untuk SIB, Latihan soal. Pustaka: 1. Wiryosimin, Suwarno, Mengenal Asas Proteksi Radisi, Penerbit ITB, Bandung, 1995. 2. IAEA, Radiation and Security: Comprehensing Radition Risk, Paris, 1994. 3. IAEA, Radiation Protection in Nuclear Energy, Proceeding, Sydney, 1988. 2. Teknologi Akselerator & Aplikasi Prasyarat: Materi: Prinsip dasar akselerator, Sistem akselerator partikel, Akselerator linier, Akselerator lingkaran, macam akselerator dan aplikasinya, produksi neutron dalam analisis aktivasi, penggunaan dalam kimia radiasi, efek radiasi pada materi, efek radiasi pada materi, penggunaan bidang kedokteran nuklir,. Sumber ion, Sistem tegangan tinggi akselerator, Sistem fokus berkas partikel, Sistem sumber ion, Sistem pemisah berkas partikel, Aplikasi generator neutron untuk analisis bahan. Aplikasi akselerator implantasi ion dalam pengerasan bahan. Pustaka: 1. Livingstone, Particle Accelerator, McGraw-Hill, 1986.

158

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

2. Buku Pengoperasian Akselerator, P3TM, BATAN. 3. Sistem Manufaktur Fleksibel Materi: Pengelanan sistem manufaktur, konsep, struktur dan karakteristik. Jenisjenis sistem manufaktur, flow-shop, job-shop, make to stock, make to order. Bagian-bagian sistem manufatur. Perencanaan pengendalian produksi. Perencanaan kebutuhan material, konsep just-in-time. Permintaan determisintik dan probabilsitik. Flexible manufacturing system, CAD/CAM sebagai tool dalam manufaktur. Material handling. Penjadwalan produksi. Performansi sistem manufaktur. Pustaka: 1. Production planning, control and integration, McGraw-Hill, New York, 1998. 2. Gu P., Norrie D.H., Intelligent Manufacturing Planning, Chapman & Hol, 1995. 4. Kecerdasan Buatan Prasyarat: Materi: Konsep dasar kecerdasan buatan, knowledge engineering, representasi pengetahuan ke dalam skema, frame, list, dan production rules. Konsep dan aplikasi sistem pakar, logika fuzzy dan jaringan syaraf tiruan. Contoh aplikasi untuk pengolahan data dan kendali proses. Pustaka: 1. Kusumadewi, Artificial Intelligence, Graha Ilmu, 2003. 2. Matlab, Fuzzy Logic Toolbox, for use with Matlab, MatgWorks Inc., 1994. 3. Matlab, Neural Network Toolbox, for use with Matlab, MatgWorks Inc., 1994. 5. Sistem Akuisisi Data Prasyarat :

1993. EMG). Persyaratan teknis. aspek biologis). kontras). Essential of Radiology Sciences. Konfigurasi dan karakterisitik sistem akuisisi data. ADC dan DAC. Detektor nuklir (system deteksi radiasi. Copyright 2002. Contoh aplikasi akuisisi data menggunakan modul ADAM. Sistem instrumentasi (Cardiac.ac.elektro. arus. Laboratory Technology Corporation. Pencitraan Fisiologi/fungsional. Dasar fisika resonansi magnet nuklir. 6. Teknik (in-vitro. buffer-amplifier. Sifat-sifat (X-rays. Defibrilator dan Hemodialisis). Dennis dan John Coolen. tipe interaksi foton. Fosbinder and Charles A. USG. New York. programmable pheriferal interface. Perangkat Xrays (tabung X-rays. Akusisi dan pemrosesan data dengan komputer. Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. Jakarta. Roddy. MRI dan Nuklir). Review spec dan unjuk kerja perangkat pencitraan medis (X-rays. Penerbit Erlangga. medis ultra sound. www.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 159 Perancangan Instrumentasi. Materi: Komponen-komponen akuisisi data proses : sensor. energi. karakteristik. 1994. Kesley. EEG. sharpness. 2. Instrumentasi Medik Materi Fungsi. tranduser). penetrasi. Pustaka: 1. Mikrokontroler.id/transmisi/des05/sukiswodes05. Pacemaker.undip. Sistem Antar Muka. Labtech. Akuisisi dan komunikasi data. Komunikasi Elektronika. cara kerja dan amplikasi (ECG. kVp. multiplexer. Teknik pencitraan gelombang (US. radioisotope untuk pencitraan). . in-vivo. radioisotope tracer).PDF 3. Windows user guides. Pustaka 1. Data Aqcuisition and Process Control. filtrasi). Robert A. Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik. McGraw Hill Medical Publication Division.

Teknoekonomi PLTN. 1993. Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. IEEE Press. . 1977. CRC Press. hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik. Tata McGraw Hill Company Limited. Institute of Physics Publishing. mengoperasikan. Viena. New Delhi. 3. Dekomisioning Reaktor Triga. Editor in chief. dan merawat dekomisioning.160 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. P. Pelatihan BATAN. 4. 4.R. Khandpur. Reprint. 1978. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant. Joseph D. B. Balvinder Singh. The Biomedical Engineering Handbook. Eko Edy Karmanto. Bronzino. The Physics of Medical Imaging. Bristol and Philadelphia. Narurkar. Buku: 1. Steve Webb. 1988. R. 5.C. N. Tekno Ekonomi PLTN Materi Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun. IAEA. New Dilhi. JAERI. Handbook of Biomedical Instrumentation. 7. 2006. Tata McGraw Hill Publishing Company Limited. Handbook of Nuclear Medicine Instruments. 5. Teknologi dan Perencanaan Energi. 2.V. Rathod. 1994.S. 3. Bhairi.

satu (1) lembar foto kopi ijazah/STTB atau tanda lulus sementara beserta transkrip nilai yang sah. Fisika. menyerahkan 1 lembar fotokopi ijazah atau tanda lulus yang sah. datang sendiri menyerahkan formulir yang telah diisi disertai lampiran sebagai berkut: a. Matematika. membeli formulir pendaftaran pilihan 2 prodi. warga negara asing dapat mendaftarkan diri bila telah memperoleh izin belajar dari Menteri Pendidikan Nasional RI. 4. dan Kimia sesuai dengan Jadwal yang telah ditentukan. transkrip nilai dan atau NEM SLTA yang telah dilegalisir. b. 7. A. 2.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 161 BAB VII. d. PERATURAN ADMINISTRASI AKADEMIK Calon mahasiswa baru Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir harus memenuhi ketentuan yang berlaku. c. satu (1) lembar fotokopi Surat Izin Belajar dari MENDIKNAS bagi calon WNA. lulusan SMU atau SMK Teknik yang sesuai dengan prodi. Bagi calon yang diterima atau lulus seleksi diharuskan melengkapi syarat sebagai berikut: a. CALON MAHASISWA Ketentuan menjadi calon mahasiswa STTN adalah: 1. . 5. menyerahkan Surat Izin Belajar MENDIKNAS bagi calon mahasiswa WNA. 6. 8. menyerahkan fotokopi ijazah/STTB. 3. mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan. Mengikuti seleksi berupa test tertulis yaitu: Bahasa Inggris. Pasfoto hitam putih terbaru ukuran 3 x 4 cm2 sebanyak 3 (tiga) lembar. satu (1) lembar fotokopi NEM/STK SLTA yang sah. Warga Negara Indonesia. b.

per SKS teori per SKS praktikum per matakuliah teori/praktikum satu kali selama studi perkenalan.per semester Rp. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Surat Keterangan Sehat dan Tidak Buta Warna dari dokter. sttn@sttn-batan.000. e.000. Uang SPP 2. 1. (0274)489715 3. PUSDIKLAT-BATAN Jakarta Komplek BATAN Pasar Jum’at Jakarta Jalan Cinere Raya. dll) Uang Praktikum Rp 75. f. 5. Rp. 6.. C.000. Babarsari Kotak Pos 6101 YKBB Yogyakarta 55281 Telp (0274)484085.162 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 c. CATATAN : Biaya yang tertulis disini sewaktu-waktu dapat berubah. 1. (022)2504898.ac.Biaya kegiatan Mahasiswa (Masa menyesuaikan. Email: sttn@batan. Fax. Surat rekomendasi izin belajar dari instansi pengirim. Pasar Jum’at. Uang Kuliah 3. d.id 4..000. TEMPAT PENDAFTARAN Formulir Pendaftaran dapat diambil di: 1. 71 Bandung 40132 Telp.id.Uang Sarana Rp.Uang Ujian Rp 10. 4. PTNBR-BATAN Bandung Komplek BATAN Bandung Jalan Tamansari No. . Jakarta Selatan 12018 Telp (021)7659409. 489716. Lebak Bulus. B.000. jaket almamater. 7659410 5. Kampus STTN-BATAN Yogyakarta 2. BIAYA PENDIDIKAN Setiap mahasiswa yang diterima dikenai biaya pendidikan untuk tahun 2008 adalah sebagai berikut: 1.750. 30.000.go. 2594081. Komplek BATAN Yogyakarta Jl. Surat bebas narkoba.

Puket I yang diproses oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 163 D. 3. Pendaftaran ulang semester ganjil pada bulan Agustus. . 2. Menyerahkan tembusan formulir pembayaran dan pengisian KRS dan Daftar Ulang yang telah dicap oleh Sub Bagian Keuangan kepada petugas terkait. 2. Membayar SPP. SKS yang diambil dan ujian yang akan ditempuh di Sub Bagian Keuangan STTN dan dimintakan tanda tangan dan cap bukti pelunasan. Mengambil dan mengisi formulir daftar ulang dan KRS yang akan diambil pada semester tersebut di Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni dengan menyerahkan tembusan bukti bayar SPP. setiap mahasiswa wajib melaksanakan daftar ulang sesuai dengan ketentuan. pengisian formulir daftar ulang ditandatangani Ketua jurusan atau yang mewakili sedangkan pengisian KRS dikonsultasikan dan dimintakan tanda tangan dosen pembimbing. sedang untuk semester genap pada bulan Januari-awal Februari. Setelah selesai melaksanakan daftar ulang bagi mahasiswa baru. Tata cara pendaftaran ulang: 1. Kartu mahasiswa diproses oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni. setelah berkoordinasi dengan unit terkait dan disesuaikan dengan kalender akademik. mahasiswa berhak mendapat kartu mahasiswa yang berlaku selama yang bersangkutan menjalani masa studi. Bagi mahasiswa non-aktif tanpa izin harus membayar lunas semua biaya pendidikan selama masa non-aktif. ditambah ketentuannya dengan wajib membawa surat izin non-aktif dan diaktifkan kembali studinya oleh Ketua STTN up. Pendaftaran ulang dilakukan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan. Pada saat pembayaran SPP bagi mahasiswa yang terputus studinya karena cuti. Syarat daftar ulang adalah sebagai berikut: 1. DAFTAR ULANG Untuk dapat dinyatakan sebagai mahasiswa yang aktif di STTN. 4. Ketentuan mengenai daftar ulang diumumkan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) selambat-lambatnya pada masa UAS.

PERLAKUAN BAGI KETERLAMBATAN MENDAFTAR ULANG Mahasiswa yang tidak mendaftar ulang sesuai jadwal yang telah diatur. kartu tersebut dapat diganti bersamaan dengan pembuatan kartu mahasiswa bagi mahasiswa baru. Bila hilang. Biaya-biaya tersebut ditetapkan untuk setiap tahun akademik dan dikeluarkan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan sebelum tahun akademik yang bersangkutan dimulai. tidak diperkenankan mengikuti semua kegiatan akademik dalam semester yang bersangkutan. Mahasiswa tersebut wajib melaporkan diri kepada Ketua Jurusan selambat-lambatnya 2 minggu untuk kemudian mengajukan izin cuti/non-aktif pada semester yang sedang berlangsung. 3. Kartu mahasiswa merupakan tanda keabsahan untuk mengikuti kegiatan akademik dan kemahasiswaan selama masa studi. Bagi mahasiswa yang tidak mampu membayar biaya pendidikan dapat mengajukan surat permohonan keringanan/ bantuan kepada Ketua STTN disertai bukti-bukti dan alasan-alasan yang sah serta dapat dipertanggungjawabkan untuk memperkuat permohonannya. Surat permohonan keringanan dilakukan menjelang awal tahun akademik. PEMBAYARAN BIAYA PENDIDIKAN Setiap mahasiswa wajib membayar biaya pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku. Sambil menunggu pembuatan kartu pengganti tersebut. mahasiswa diberi surat keterangan oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni setelah menyerahkan surat keterangan dari Kepolisian tentang kehilangan tersebut dan fotokopi bukti pelunasan pembayaran semester yang bersangkutan. Catatan: 1. 2. . maka masa non aktif tersebut diperhitungkan sebagai masa aktif dalam hubungannya dengan waktu masa studi mahasiswa yang bersangkutan. kartu mahasiswa dapat diambil satu minggu setelah melaporkan daftar ulang untuk kembali aktif. Apabila mahasiswa tidak melakukan hal ini.164 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. Bagi mahasiswa yang selang cuti.

G. Pembatalan matakuliah dilakukan selambat-lambatnya pada masa UTS. misalnya mahasiswa sakit atau hamil. KEHADIRAN Kehadiran Dosen dan Mahasiswa dilakukan dengan menandatangani Daftar Hadir. Bag. KARTU RENCANA STUDI (KRS) Mahasiswa wajib mengisi KRS berdasarkan prestasi akademik pada semester sebelumnya dan konsultasi dengan dosen wali.. 2. dosen diwajibkan mengganti berdasarkan kesepakatan dengan mahasiswa. Kemahasiswaan dan Alumni untuk diajukan kepada Ketua STTN up Puket I dan selesai selambat-lambatnya 1 minggu sejak pengajuan. Mahasiswa yang kehadirannya kurang dari 80% tidak diizinkan untuk mengikuti ujian akhir semester. CUTI STUDI Mahasiswa karena sesuatu hal. Bag. Perubahan pengisian KRS hanya dapat dilakukan paling lambat 2 minggu dari awal perkuliahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. kartu rencana studi (KRS) didistribusikan ke unit terkait untuk keperluan akademik. 4. Akademik dan Pengajaran membuat rekap Kehadiran Dosen dan Mahasiswa untuk dilaporkan kepada Ketua STTN. Jika dosen tidak dapat mengajar sesuai jadwal yang ditentukan. Surat permohonon harus diketahui Dosen Wali dan Ketua Jurusan. Surat izin Cuti diproses oleh Sub. Mengisi formulir permohonan yang disediakan Sub bagian Kemahasiswaan dan alumni disertai alasan selambat-lambatnya 1 minggu sebelum masa perkuliahan Semester yang sedang berjalan dimulai. 3. Setelah selesai pembayaran SKS dan ujian. Kartu Rencana Studi yang sudah disetujui Dosen Wali harus sesuai dengan jumlah pembayaran SKS dan ujian di Sub Bagian Keuangan. Izin Cuti diberikan selama-lamanya untuk 2 (dua) semester. Setiap Akhir Semester Sub.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 165 E. Kehadiran Dosen minimal 90%. . F. dapat mengajukan cuti studi dengan ketentuan sebagai berikut: 1.

Mata kuliah yang sesuai dapat diakui setelah dilakukan penelitian yang seksama. Mahasiswa dari perguruan tinggi lain dapat mengajukan pindah ke STTN dengan surat resmi yang diketahui oleh dosen wali dan Ketua Jurusan sebelumnya dilampiri dengan hasil belajar yang telah diperoleh di perguruan tinggi sebelumnya. Mahasiswa yang ingin mengajukan pindah mengajukan pengajuan secara resmi kepada Ketua STTN up Puket I dengan persetujuan Dosen Wali dan Ketua Jurusan.166 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5. MAHASISWA PINDAHAN Mahasiswa dari Prodi yang lama dapat pindah ke prodi yang baru berdasarkan penilaian ketua program studi yang baru. Yang bersangkutan dapat diterima untuk pindah ke STTN setelah dilakukan penelitian secara seksama atas prestasi akademik yang sudah dicapai sebelumnya dan hal-hal lain dari calon mahasiswa pindahan tersebut. H. Setelah selesai masa cutinya mahasiswa wajib mengajukan permohonan aktif kembali kepada Ketua STTN up Puket I melalui Sub. Bag. Kemahasiswaan dan Alumni dan melaksanakan Daftar Ulang sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada semester yang bersangkutan aktif. Surat Izin Cuti diambil di Sub Bag Kemahasiswaan dan Alumni dengan menyerahkan Kartu Mahasiswa. 6. .

membandingkan dan menerapkan pengetahuan akademis yang telah didapatkan. Mahasiswa harus mencari instansi/industri/perusahaan terkait untuk kemungkinan pelaksanaan KP. serta penerapan di lapangan yang terkadang tidak sesuai dengan teori akademis juga diharapkan dapat pula menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 167 BAB VIII. dengan IP kumulatif minimal 2. Setelah informasi yang diperoleh dipandang cukup dan instansi/industri/perusahaan yang akan dituju memungkinkan untuk menerima. PERSYARATAN AKADEMIS Persyaratan akademis yang harus dipenuhi untuk melaksanakan KP adalah telah menempuh sedikitnya 96 sks. 3. kemudian mendapatkan persetujuan dari Ketua Jurusan. ketidakpastian. 2. mahasiswa melakukan prosedur sebagai berikut: 1. Mahasiswa memohon rekap hasil belajar / transkrip di Sub bag Akademik dan Pengajaran. Konsultasi dengan Ketua Prodi. Adapun ruang lingkup Kerja Praktek harus sesuai dengan Tujuan Kerja Praktek yang dituangkan dalam Proposal Kerja Praktek. KERJA PRAKTEK Kerja Praktek (KP) bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja yang sesuai dengan dunia kerja yang akan dimasuki. Mahasiswa dapat memulai KP tanpa harus terlebih dahulu mendaftarkan mata kuliah tersebut.56. hubungan sesama kolega. serta memahami konsep-konsep non akademis dan non teknis di dunia kerja nyata seperti hubungan atasan bawahan. Jika Ketua Prodi sudah menyetujui tempat dan waktu pelaksanaan KP yang . Mata Kuliah KP termasuk dalam kelompok Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB). yang diharapkan dapat membekali mahasiswa untuk memahami kaidah bermasyarakat sesuai dengan keahliannya. dead line. Prinsip pelaksanaan KP adalah mahasiswa merencanakan KP di suatu tempat dalam bidang/konsentrasi tertentu. A.

Surat permohonan yang sudah ditandatangani dan dimintakan persetujuan dari Ketua Jurusan. Paling lambat 3 (tiga) hari sebelum mengambil SPK mahasiswa memohon/ mengkonfirmasi di Sub Bag Perencanaan dan Kerjasama untuk mengambil SPK. PROPOSAL Isi Proposal KP mencakup: Data umum mahasiswa dan Institusi tujuan KP. 10. 7. 8. dibawa ke Sub. 5. Garis-garis besar rencana kerja (Lampiran KP-1). 11. mahasiswa tidak diperkenankan mengundurkan diri atau pindah tempat KP kecuali sudah ada jawaban ditolak dari instansi/industri/perusahaan yang dituju atau lebih dari 2 (dua) bulan sejak tanggal permohonan KP dibuat belum ada jawaban. 6. Bag.168 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 akan dituju. misalnya hasil studi. . untuk menyelesaikan surat permohonan ke Instansi/industri/perusahaan terkait dengan tembusan ke fihak yang berkepentingan. Deskripsi singkat tentang KP. Mahasiswa melaksanakan KP sesuai ketentuan. Setelah surat permohonan KP ke instansi/industri/perusahaan dibuat. dan Lampiran yang diperlukan untuk mendukung proposal. 4. B. Setelah dinyatakan diterima oleh Instansi/industri/perusahaan. mahasiswa mengajukan permohonan KP disertai dengan proposal kepada Ketua Jurusan. Rencana waktu pelaksanaan. Surat permohonan KP ke instansi/industri/perusahaan disampaikan sendiri oleh mahasiswa. Perencanaan dan Kerjasama paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum waktu pelaksanaan KP. Ketua Jurusan memproses sampai ditetapkannya Dosen Pembimbing. 9. Garis-garis Besar Rencana Kerja yang sudah disetujui Dosen pembimbing STTN dibawa ke BAAK untuk memperoleh SPK. kalau tidak memungkinkan dikirim lewat pos. Mahasiswa berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk membuat GarisGaris Besar Rencana Kerja (lampiran KP-1). pernyataan tentang kemungkinan Instansi mengubah rencana yang dibuat.

PELAKSANAAN Kerja Praktek dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Pada akhir masa KP. 3. Halaman Pengesahan Jurusan . Mahasiswa yang sering absen dalam KP dapat diberi sangsi pembatalan. 7. FORMAT LAPORAN KP Secara umum Laporan KP terdiri atas Bagian Awal. dan hal lain yang difrumuskan oleh Pembimbing dan dinyatakan dengan nilai huruf untuk dilaporkan kepada Ketua Program Studi. 5. dan Lampiran. ketentuan ini tidak membatasi mahasiswa untuk melanjutkan pekerjaan pada Instansi. Log Harian harus ditanda tangani oleh Pembimbing Instansi 4. Pembimbing Instansi dimohon memberi nilai. tetapi kelebihan ini tidak diperhitungkan sebagai KP. Pelaksanaan KP dan perubahan atas proposal/rencana kerja dicatat dalam Log Harian. E. Halaman Sampul 2. D. 2. Namun.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 169 C. Laporan KP. Halaman Judul 3. PENILAIAN Nilai akhir KP ditentukan oleh Dosen Pembimbing STTN dengan memperhatikan Penilaian Pembimbing Instansi. Salinan Log Harian yang sudah ditandatangani Pembimbing Instansi dikirimkan kepada Pembimbing STTN agar dapat memantau. Menjelang akhir pelaksanaan KP. Bagian Awal sebuah Laporan KP terdiri atas: 1. Jangka waktu pelaksanaan KP adalah 6 minggu dengan toleransi kurang-lebih 25 %. mahasiswa wajib mengalokasikan waktu untuk mengadakan observasi lapangan dan atau wawancara untuk mengetahui dampak KP yang dilakukan terhadap Instansi. Bagian Utama. 6.

Uraian tentang Tempat Kerja Praktek yang meliputi Sejarah dan Organisasi Perusahaan. Laporan KP bukan merupakan karya ilmiah atas produk yang dihasilkan. Proses/Kegiatan Instansi. TATA TULIS LAPORAN KP 1. Pelaksanaan KP yang merupakan penjabaran kegiatan KP yang telah tercatat dalam Log Harian. Daftar Gambar (jika perlu) 8. Bagian Utama Laporan Bagian Utama Laporan Kerja Praktek berisi: 1. Latar Belakang yang memuat uraian tetang pentingnya KP dan alasan mahasiswa melaksanakan KP di instansi terkait. Bahan Sampul KP menggunakan kertas warna biru diperkuat dengan karton.000 kata atau 40 halaman. Halaman Pengesahan Instansi 5. Daftar Lambang dan Artinya (jika perlu) 11. Intisari 12. Daftar Lampiran (jika perlu) Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 10. dan 1 buah untuk instansi. Daftar Tabel (jika perlu) 9. 1 buah untuk Pembimbing dan 1 buah untuk Jurusan/Prodi. F. Partisipasi Sosial Instansi. Panjang Laporan dibuat sekitar 10. Kata Pengantar 6. JUMLAH LAPORAN KP Jumlah Laporan yang harus dibuat oleh seorang mahasiswa minimal adalah 5 (lima) buah dengan rincian: 1 buah untuk mahasiswa. 2. Isi . G.170 4. 1 buah untuk perpustakaan STTN. Sistem Jaminan Kualitas. Daftar Isi 7. Sarana dan Prasarana.

2. dan Baris dalam Tabel menggunakan Spasi 1. . tidak perlu mengacu format dan tata tulis laporan KP STTN. Lain-lain Bagi perusahaan / instansi yang mempunyai format dan tata tulis laporan Kop tersendiri. Pengetikan Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12 pitch. 4. 5. Ruangan yang tersedia harus dimanfaatkan seefisien mungkin sehingga tidak ada ruang-ruang yang tidak termanfaatkan dengan baik. Gambar dan Tabel diberi nomor dengan angka Arab. 3. Daftar Pustaka.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 171 menggunakan kertas HVS minimal 70 g/m2. Ukuran Kertas yang digunakan adalah A4 (21 cm x 29. Nomor halaman bagian awal menggunakan huruf romawi kecil diletakkan dibagian kanan bawah dan bagian berikutnya menggunakan angka Arab diletakkan di kanan atas kecuali pada Bab baru diletakkan di bagian kanan bawah. Nomor dan nama Gambar diletakkan di bawah Gambar sedang Nomor dan Nama Tabel diletakkan di atas Tabel dengan posisi center. Bahasa Bahasa yang digunakan dalam penulisan adalah bahasa yang lazim dalam tata tulis ilmiah. spasi ganda kecuali untuk Intisari. Abstrak.7 cm) dengan batas tepi atas dan kiri 4 dan kanan dan bawah 3 cm.

172 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

B.56 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. sedang untuk mendapatkan data atau membuat perancangan/peralatan dapat dikerjakan di luar STTN. Tugas Akhir merupakan karya ilmiah tertulis yang disusun oleh mahasiswa program D-IV berdasarkan hasil penelitian. 2. TA juga bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam berkehidupan bersama. TUGAS AKHIR Tugas akhir yang harus diselesaikan oleh seorang mahasiswa untuk memperoleh sebutan Sarjana Sains Terapan adalah menyusun sebuah Tugas Akhir dan mempertanggungjawabkannya di depan Dewan Penguji Tugas Akhir. A. Setiap SKS TA setara dengan penyelesaian kegiatan efektif mahasiswa selama 65-85 jam. pengkajian/analisis sistem. pengujian laboratorium. pembuatan model. Jangka waktu pelaksanaan TA adalah sesuai jangka waktu saat mengambil TA dalam KRS. termasuk menjunjung tinggi etika profesi. yang dilakukan secara seksama dengan bimbingan pembimbing yang berkompeten. penerapan teknologi. Telah menempuh kurikulum Program Studi sampai dengan Semester VII dengan indeks prestasi kumulatif minimal 2. pengembangan analisis. Di samping melatih mahasiswa untuk menyusun karya ilmiah yang baik. PROGRAM STUDI DAN TUJUAN Mahasiswa diperkenankan melaksanakan Tugas Akhir dengan persyaratan akademik sebagai berikut: 1. . 2. Pelaksanaan TA secara prinsip berada di STTN. KETENTUAN-KETENTUAN TERKAIT DENGAN TA 1. rancang bangun. atau perancangan/pembuatan sistem. Tugas Akhir (TA) di STTN diberi beban 5 SKS. Mahasiswa yang menyusun Tugas Akhir dapat menempuh mata kuliah ulang atau perbaikan nilai sebanyak-banyaknya 8 SKS dengan persetujuan Dosen Wali. dan berkomunikasi secara efektif.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 173 BAB IX.

Keaslian TA. dan Jadwal pelaksanaan.174 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. 7. Apabila mahasiswa mengerjakan TA di luar STTN maka pembimbing yang ditunjuk oleh instansi tersebut menjadi pembimbing instansi/lapangan. Pembimbing I dan pembimbing II adalah dosen STTN. Judul TA dan Identitas Mahasiswa pengusul. Setelah pembimbing TA ditetapkan maka segala urusan yang berkaitan dengan penyelesaian TA menjadi tanggung jawab mahasiswa dan pembimbing TA yang . sponsor dari pihak instansi yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 5. Setelah Pengurus Jurusan menyetujui Usulan TA dan Dosen Pembimbing telah ditetapkan maka mahasiswa berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing. Daftar Pustaka 10. Bahan. 11. Rencana/Cara Kerja TA. 13. Asumsi dan Batasan Masalah. Rumusan Masalah. dan Hipotesis. Pengurus Jurusan mengkaji Usulan TA mahasiswa. Rencana Kerja. Setelah dipandang cukup. dan. mahasiswa mengajukan Usulan TA / Proposal TA kepada Jurusan terkait yang setidak-tidaknya memuat: 6. Pendahuluan yang mencakup: Latar belakang. Landasan Teori. jika disetujui Pengurus Jurusan memproses sampai ditetapkannya Dosen Pembimbing I dan Pembimbing II. Tinjauan Pustaka. Apabila tidak memungkinkan pembimbing hanya dari dosen STTN maka pembimbing II dimungkinkan selain dosen STTN. meliputi: Tempat. 12. 4. 9. 8. Pada hakekatnya semua biaya pelaksanaan TA adalah menjadi tanggung jawab mahasiswa. tetapi mahasiswa diperkenankan untuk mendapatkan bantuan. Alat. Dalam hal mahasiswa mengerjakan TA di instansi di luar STTN maka mahasiswa mengajukan surat permohonan untuk mengerjakan TA yang telah disetujui oleh Ketua Jurusan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku pada instansi yang akan dituju dan semua biaya yang ditimbulkannya menjadi tanggung jawab mahasiswa.

sebagai sarana pengurus jurusan untuk mengaudit TA mahasiswanya. 15. Halaman Persetujuan yang berisi persetujuan Pembimbing disertai tanggal pembimbing menyetujui. Jurusan dapat menyelenggarakan Seminar untuk menilai kelayakan awal Tugas Akhir. mahasiswa membuat makalah untuk diseminarkan di depan sivitas akademika STTN dipandu Dosen Pembimbing. Daftar Isi 4. C. Hasil konsultasi awal dengan Dosen Pembimbing berupa penyempurnaan Usulan TA (Proposal) yang sudah disetujui semua Pembimbing diserahkan kepada Jurusan dan Dosen Pembimbing. Seminar ini diharapkan menjadi ajang tukar menukar informasi dan diskusi ilmiah antar sivitas akademika STTN. 18. 16. b. Bagian Awal terdiri atas: 1. Setelah dipandang cukup. Keaslian TA .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 175 bersangkutan. Untuk TA yang. 2. Hasil seminar digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki TA. Latar Belakang. Bagian Utama terdiri atas: 1. Pendahuluan meliputi: a. dibuat mengikuti format sebagai berikut. 3. Daftar Singkatan dan Lambang beserta artinya. 17. USULAN/PROPOSAL TUGAS AKHIR Usulan TA yang diserahkan ke Jurusan harus sudah disetujui pembimbing. Mahasiswa melaksanakan TA dengan arahan Pembimbing I dan II (pembagian tugas Pembimbing ditentukan oleh Pembimbing I atau kesepakatan kedua pembimbing). Setiap konsultasi dibuktikan dengan tandatangan pembimbing dalam lembar konsultasi. Halaman Judul berisi Judul Usulan TA dan identitas mahasiswa pengusul. Mahasiswa membuat laporan TA sesuai dengan ketentuan. dan memperoleh masukan untuk meningkatkan kualitas TA. 14.

Bagian Utama 3. Jika Waktu dan tempat juga merupakan informasi ilmiah. Identifikasi/Rumusan Masalah. Bagian Awal 2. alat. Hipotesis 3. Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 b. Batasan Masalah. Landasan Teori. Cara analisis data c. d. b. maka dua hal itu harus dituliskan pada awal bagian ini. ISI TUGAS AKHIR Secara umum Tugas Akhir terdiri atas 3 bagian. Metode /Cara Kerja Jika berupa penelitian Laboratorium berisi Bahan. Daftar Tabel. Halaman Sampul Depan Halaman sampul depan memuat: Judul Tugas Akhir. Tinjauan Pustaka. Manfaat Penelitian 2. yaitu: 1. Intisari dan Abstract. Halaman Pernyataan. Jadwal Penelitian 4. nama . Bagian Akhir 1. Daftar Lampiran. lambang STTN. e. f. Rencana Penelitian (atau disesuaikan dengan jenis TA) a. Kata Pengantar. Halaman Judul. Daftar Lambang dan Singkatan. Tujuan Penelitian. Halaman Pengesahan.176 c. Dasar Teori meliputi a. c. Bagian Awal Bagian awal sebuah Tugas Akhir memuat Halaman Sampul Depan. Daftar Pustaka D. Daftar Isi. dan Cara Kerja. Daftar Gambar.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 177 dan nomor mahasiswa. Pengesahan oleh Insntansi Tempat pelaksanaan TA. penjelasanpenjelasan singkat seperti tempat dan waktu pelaksanaan TA. Tulisan-tulisan dan Lambang Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir pada halaman Sampul. c. Program Studi. Halaman Pengesahan STTN. b. Kata Pengantar Kata Pengantar mengandung uraian singkat tentang maksud TA. Halaman Pengesahan Halaman Pengesahan meliputi: a. dibuat di tengah dengan ukuran proporsional. hijau untuk Prodi Teknokimia. judul sub bab. . Warna Sampul Depan disesuaikan dengan Bendera Program Studi. Judul Tugas Akhir dibuat sesingkat-singkatnya. tetapi jelas dan menunjukkan dengan tepat isi Tugas Akhir. kuning untuk Prodi Elin. judul anak sub bab disertai dengan nomor halamannya. Halaman Judul Isi Halaman Judul sama dengan Halaman Sampul Depan tetapi diberi nomor halaman ii romawi kecil dengan kertas HVS putih. Dalam Daftar Isi tertera urutan Judul bab. Halaman Persetujuan Jurusan. dan harapan-harapan. STTN dan tahun Tugas Akhir selesai. ucapan terima kasih. Halaman Pernyataan Halaman ini berisi pernyataan bahwa isi TA tidak merupakan jiplakan. Daftar Isi Daftar Isi dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang isi TA dan sebagai petunjuk bagi pembaca yang ingin melihat suatu bagian TA. dan merah untuk Prodi Elmek. juga bukan karya orang lain. Jurusan. bagi yang melaksanakan TA di luar STTN.

cara. Halaman ini tidak diperlukan jika jumlah gambar dalam TA tidak terlalu banyak. disusun dalam daftar. serta hasil dan rekomendasi yang diberikan.178 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Daftar Gambar Daftar Gambar berisi urutan gambar beserta judul setiap gambar dan nomor halamannya.1. 1. Landasan Teori. Latar belakang . tujuan. serta Kesimpulan dan Saran. I. Daftar ini disusun urutan judul lampiran beserta nomor halamannya. Metodologi. Dasar Teori (Tinjauan Pustaka. dan manfaat. Intisari/Abstrak Intisari/Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia. asumsi dan batasan masalah. PENDAHULUAN Pendahuluan memuat latar belakang. berisi uraian singkat tetapi lengkap tentang latar belakang. Bagian Utama Bagian Utama TA memuat Pendahuluan. tujuan. bila jumlahnya cukup banyak. Abstract Abstract merupakan terjemahan Instisari ke dalam Bahasa Inggris. Daftar Tabel Daftar Tabel memuat urutan tabel beserta nama dan nomor halamannya. Intisari dapat ditulis dalam 3 alinea dan panjangnya tidak boleh lebih dari 1 halaman dengan ketikan 1 spasi. Hasil dan Pembahasan. rumusan masalah. dan Hipotesis). Jika jumlah tabel dalam TA tidak terlalu banyak. 2. Arti Lambang dan Singkatan Arti lambang dan singkatan yang dipergunakan dalam TA disertai dengan arti dan satuannya. Daftar Lampiran Daftar Lampiran perlu dibuat jika TA memiliki banyak lampiran. halaman ini tidak diperlukan.

6.4. 2. Keaslian TA Bagian ini memuat uraian unsur baru penelitian/TA yang diajukan atau hal-hal yang membedakan dengan penelitian sebelumnya. Fakta-fakta yang dikemukakan sedapat . Asumsi dan batasan Masalah Asumsi dan Batasan Masalah berisi penjelasan tentang asumsi-asumsi yang diambil dalam melaksanakan TA. 1. dan Hipotesis. termasuk manfaat bagi ilmu pengetahuan. 1. Bagian inilah yang harus dijawab dengan kesimpulan. 1. 1. Manfaat Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) Bagian ini berisi manfaat yang dapat diraih dari kegiatan TA. Tujuan Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) Tujuan penelitian (atau sesuai topik TA yang dipilih) menyebutkan secara spesifik tujuan yang ingin dicapai melali kegiatan penelitian/topik yang dipilih. biasanya dituliskan dalam satu alinea yang sudah menyatakan secara jelas persoalan yang akan diselesaikan dalam TA. Rumusan Masalah Rumusan Masalah merupakan penarikan kesimpulan dari bagian Latar Belakang. II.3.2. Landasan Teori. serta berisi batasan-batasan permasalahan yang diambil untuk lebih memfokuskan kegiatan TA.5. DASAR TEORI Dasar Teori berisi Tinjauan Pustaka. masyarakat. Hal ini berfungsi untuk menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan dalam TA memang benar-benar diperlukan. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis tentang informasi dan atau hasil-hasil penelitian terdahulu dan yang ada hubungannya (relevan) dengan TA yang akan dilakukan. dan bagi pembangunan Negara dan bangsa.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 179 Bagian ini memuat uraian dan pembahasan yang menjadi latar belakang perlunya dilakukan penelitian (sesuai topik TA yang dipilih).1. 1.

dan susunan kimia bahan yang dipakai. jika diperlukan disertai dengan gambar. Semua sumber yang dipakai harus disebutkan dengan mencantumkan nama belakang penulis dan tahun penerbitan. Untuk penelitian di laboratorium. alat. dan informasi yang disusun secara sistematis yang mempunyai fungsi memperjelas dan mempertajam ruang lingkup dan variabel yang akan diteliti. Hipotesis Hipotesis berupa pernyataan singkat yang merupakan jawaban sementara dari permasalahan yang akan diselesaikan. . METODE PENELITIAN/CARA PENELITIAN Metodologi Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) menjelaskan secara rinci hal-hal yang mencakup bahan. 2. tingkat ketelitian alat/metode. atau dengan memberi nomor sesuai urutan pengacuan dan harus sesuai dengan penulisan dalam Daftar Pustaka. metode/jalan penelitian. haruslah disebutkan asal. serta mengendalikan penelitian yang akan dilaksanakan. cara penyiapan.2. 3. Bahan atau materi Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) harus dinyatakan spesifikasinya selengkap mungkin. tidak terjadi salah langkah. sifat fisis. perkiraan dan pemandu menemukan fakta.1.2. Landasan Teori diperlukan agar penelitian itu bukan sekedar percobaan coba-coba (trial and error) saja melainkan sudah dikaji dengan baik. definisi. dan kesulitan-kesulitan serta cara pemecahannya. Alat yang dipergunakan untuk melaksanakan Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) diuraikan dengan jelas. 3. Landasan Teori Landasan Teori merupakan alur logika atau penalaran yang merupakan seperangkat konsep.3. 2.180 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 mungkin diambil dari sumber aslinya. Hal ini perlu dilakukan agar jika ingin dilakukan pengujian ulang. III.

agar peneliti berikutnya yang berkecimpung dalam bidang sejenis terhindar dari kesulitan itu. Pembahasan. IV. 4. (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) 3. sebaiknya dikemukakan bahwa hasil dapat dijumpai pada daftar dan gambar yang nomornya disebutkan. Hasil. Kesimpulan merupakan pernyataan singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil dan pembahasan untuk membuktikan kebenaran hipotesis. termasuk cara pengumpulan data dan sejenisnya. V. 4. KESIMPULAN DAN SARAN Bagian ini berisi Kesimpulan terhadap hasil yang telah dilakukan serta saran untuk perbaikan atau pengembangan perlu dilakukan.4. 3. Di samping itu. kunatitatif.5. hasil sebaiknya juga dibandingkan dengan hasil yang telah diperoleh oleh penulis terdahulu. .2. 5. agar pembaca lebih mudah mengikuti uraian. Pada alinea pertama. grafik. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini memuat hasil dan analisis pembahasan yang bersifat terpadu dan bisa jadi tidak dapat dipecah menjadi sub bagian tersendiri.1. Kesulitan-kesulitan yang timbul selama penelitian dan cara pemecahannya perlu ditampilkan. berisi tentang penjelasan teoritis baik secara kualitatif. atau bentuk lain yang ditempatkan sedekat-dekatnya dengan pembahasan. gambar.3. Kesimpulan dan saran harus dinyatakan terpisah.1. Jalan penelitian berupa uraian lengkap dan rinci tentang langkahlangkah yang telah diambil pada pelaksanaan penelitian. foto.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 181 3. Jika tempat dan waktu pelaksanaan TA merupakan informasi ilmiah yang berkaitan TA maka hal ini harus dicantumkan sebelum Bahan. sedapat mungkin disajikan dalam bentuk tabel. atau secara statistik. tentang hasil yang diperoleh. (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih).

Saran bukan merupakan keharusan. Bagian Akhir Bagian Akhir sebuah TA terdiri atas Daftar Pustaka dan Lampiran. d. Laporan TA yang sudah disetujui oleh pembimbing. b.182 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5. nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. untuk disetujui Puket I. Mahasiswa meminta persetujuan Jurusan bahwa TA sudah siap diujikan dengan menunjukkan: a. Daftar Pustaka Daftar Pustaka disusun dengan sistem Desitasi atau sistem Havard secara konsisten disesuaikan dengan teknik pengacuan dan penulisan Daftar Pustaka yang lazim untuk masyarakat ilmiah. tanpa nilai E. E. Daftar nilai hasil studi keseluruhan dengan IPK minimal 2. Ujian TA merupakan Ujian terakhir bagi seorang mahasiswa. e. Perbaikan nilai yang diumumkan setelah Ujian TA dianggap tidak ada. b. disahkan oleh ka BAAK atau pejabat yang ditunjuk. c. Saran dibuat berdasarkan pengalaman dan pertimbangan penulis untuk kelanjutan/perbaikan dari yang sudah dicapai. Telah dinyatakan lulus ujian komprehensif dengan surat keterangan dari Jurusan.56. Ketua Jurusan mengusulkan Susunan Dewan Penguji. yang meliputi 1 (satu) orang Ketua Dewan Penguji merangkap anggota dan 2 . 3. Bukti sah telah melaksanakan dan mengikuti Seminar. 2.2. UJIAN TUGAS AKHIR 1. Lembar konsultasi TA. Lampiran Lampiran dipakai untuk menempatkan data atau keterangan lain yang berfungsi untuk melengkapi uraian yang telah disajikan dalam Bagian Utama TA. a. 3.

Surat Undangan Pengujian dan Naskah TA harus sudah diterima penguji selambat-lambatnya 24 jam sebelum pelaksanaan ujian. Ketua Dewan Penguji dan atau Pembimbing TA menyampaikan ucapan selamat dan pesan-pesan moral kepada yang bersangkutan. Pada saat pelaksanaan ujian. dan Perpustakaan STTN. Jika dinyatakan lulus. berdasi bagi penguji pria. jika dinyatakan lulus dengan perbaikan pemimpin sidang harus mengisi Lembar Revisi TA. 11. 9. Semua Berkas Ujian dan Persyaratan Wisuda diserahkan ke Sub. Mahasiswa membawa bahan pendukung. Akademik dan Pengajaran menyurati Penguji serta menyiapkan berkas (semua berkas dari mahasiswa dan berkas lain untuk keperluan penilaian dll diberikan kepada Ketua Dewan Penguji) dan perlengkapan ujian 7. Mahasiswa meminta pengesahan TA dan menyerahkannya kepada Jurusan. Persetujuan Jurusan (dari butir 2 lengkap). Naskah TA 6. . Akademik dan Pengajaran untuk keperluan Rapat Yudisium. KSB. Sub Bag. Mahasiswa mendaftarkan Ujian TA ke Sub Bag.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 183 orang anggota Dewan Penguji lain. Mahasiswa membuat kesepakatan jadwal ujian dengan para pengujinya. Surat Keterangan Lunas Administrasi yang dikeluarkan oleh Subbag Keuangan (khusus mahasiswa yang mempunyai kewajiban adminitrsai keuangan). 13. 4. Pembimbing. 12. b. Akademik dan Pengajaran mengisi Formulir yang disediakan yang dilampiri: a. Kemahasiswaan dan Alumni memberikan persyaratan Wisuda untuk dilengkapi oleh mahasiswa. 10. Setelah Ujian. Bag. Setelah Rapat Yudisium berkas di distribusikan ke fihak yang berkepentingan. c. 8. 5. mahasiswa yang diuji berpakaian busana STTN dengan jas almamater dan bagi penguji berpakaian rapi.

dan Baris dalam Tabel menggunakan Spasi 1. 2. Nilai Isi Tulisan TA (bobot 40 %) yang diberikan oleh Dewan Penguji. Daftar Pustaka. Nomor halaman bagian awal menggunakan huruf romawi kecil diletakkan dibagian kanan bawah dan bagian berikutnya menggunakan angka Arab diletakkan di kanan atas kecuali pada Bab baru diletakkan di bagian kanan bawah. Bahan Sampul KP menggunakan kertas warna biru diperkuat dengan karton.99 Nilai huruf A B C G. Nilai Ujian Lisan (Bobot 30 %). 3. Cover TA menggunakan kertas warna sesuai dengan bendera Prodi diperkuat dengan karton. Ukuran Kertas yang digunakan adalah A4 (21 cm x 29.184 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 F. 3.7 cm) dengan batas tepi atas dan kiri 4 dan kanan dan bawah 3 cm. Nomor dan nama Gambar diletakkan di bawah Gambar sedang Nomor dan Nama Tabel diletakkan di atas . PENILAIAN TUGAS AKHIR Nilai Tugas Akhir ditentukan berdasarkan kriteria: 1.99 60-69. Nilai Pembimbingan (bobot 30 %) selama pelaksanaan TA dari Pembimbing I dan II. spasi ganda kecuali untuk Intisari. Isi menggunakan kertas HVS minimal 70 g/m2. Abstrak. Pengetikan Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12 pitch. Nilai Tugas Akhir diberikan setelah yang bersangkutan menyelesaikan perbaikan dengan mengkonversi nilai angka menjadi nilai huruf sebagai berikut: Nilai angka 80-100 70-79. Gambar dan Tabel diberi nomor dengan angka Arab. TATA TULIS LAPORAN KP DAN TA 1. 2.

Format dan tata penulisan TA selain jenis penelitian mengikuti kaidah ilmiah yang lazim sesuai jenis karya ilmiah yang diajukan. Ruangan yang tersedia harus dimanfaatkan seefisien mungkin sehingga tidak ada ruang-ruang yang tidak termanfaatkan dengan baik.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 185 Tabel dengan posisi center. 2. Bahasa Bahasa yang digunakan dalam penulisan KP dan TA adalah bahasa yang lazim dalam Tata Tulis ilmiah. . Lain-lain 1. 4. Ujian lisan TA/Pendadaran dilaksanakan menggunakan Bahasa Inggris.

186 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

Tata tertib adalah aturan-aturan tentang hak. Pelanggaran adalah setiap perbuatan/tindakan yang bertentangan dengan segala sesuatu yang tercantum dalam tata tertib ini. 6. KETENTUAN UMUM Dalam tata tertib mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir yang dimaksud: 1. TUJUAN DAN FUNGSI 1. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa demi tercapainya tujuan sesuai dengan ketentuan. 4. pelanggaran. A. Ormawa adalah organisasi mahasiswa di tingkat program studi. 2. jurusan. 8. serta sanksi bagi mahasiswa STTN. Pihak yang berwenang adalah pihak yang mempunyai hak menetapkan dan menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran. KEMAHASISWAAN Mahasiswa STTN . B. Mahasiswa adalah mahasiswa STTN yang terdaftar pada semester yang berjalan. menjalankan tata tertib serta bebas berpartisipasi pada kegiatan ekstra dan ko kurikuler yang diminati.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 187 BAB X. 3. dan Sekolah Tinggi. penghargaan. Fungsi tata tertib adalah : . 7. Tujuan tata tertib adalah untuk meciptakan suasana kampus Tri Dharma Perguruan Tinggi 2. kewajiban. 5.BATAN selama aktif mempunyai hak dan kewajiban: memperoleh fasilitas pendidikan. Hak adalah kewenangan yang dimiliki oleh mahasiswa dalam mencapai tujuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sanksi adalah hukuman yang dikenankan kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib ini.

sejauh tidak mengganggu hak-hak orang lain.188 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 a. memperoleh bimbingan dan masukan dari dosen untuk penelitian dan penulisan karya ilmiah. tenaga penunjang akademik. . mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan dalam kampus sesuai dengan aturan yang berlaku. administrasi. tenaga administrasi. mengemukakan pendapat atau ide dengan penalaran tinggi. 6. atau mengganggu ketertiban. kewajiban. 10. 4. 7. 12. menjadi aturan atau petunjuk mengenai hak. 8. 9. dan kemahasiswaan. pelanggaran. saran. 5. 2. memperoleh pendidikan dan pengajaran pada program studi yang diminati sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang berlaku. menyampaikan aspirasi yang berupa usul. memperoleh pelayanan di bidang akademik. HAK MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN-BATAN berhak : 1. memperoleh penghargaan dari STTN-BATAN atas prestasi yang dicapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. memanfaatkan fasilitas STTN-BATAN dalam rangka kelancaran proses pembelajaran dan kegiatan akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. memperoleh perlindungan dari pemaksaan untuk kepentingan pribadi dosen. 3. memperoleh informasi yang benar tentang prestasi belajar. dan atau mahasiswa lain. dan sanksi yang berlaku bagi mahasiswa STTN b. menggunakan kebebasan mimbar akademik secara bertanggungjawab untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). membantu tegaknya peraturan dan ketertiban di kampus STTN C. mendapatkan beasiswa bagi kemajuan belajarnya sejauh memenuhi persyaratan yang berlaku. 11. dan kritik secara proporsional untuk kemajuan STTN-BATAN.

diikat apabila panjang. menghargai kemajuan IPTEK.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 189 D. Mengembangkan sikap dan perilaku ilmiah b. mematuhi dan memahami pelaksanaan segala peraturan akademik yang berlaku. belajar dengan tekun dan rajin agar memperoleh prestasi tinggi. 2. 7. bertata rias rapi. Puket I. saling menghormati sesama mahasiswa dan bersikap sopan terhadap pimpinan. 11. tidak menyalahgunakan fasilitas kampus untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan akademik dan kemahasiswaan. 13. dan karyawan. KEWAJIBAN MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN-BATAN berkewajiban untuk : 1. mengikuti perkuliahan dengan kehadiran tidak boleh kurang dari 80% untuk dapat mengikuti ujian kecuali mengajukan permohonan secara resmi dengan alasan yang kuat kepada Ketua STTN up. dan keamanan dalam kampus. Mengikuti kuliah. mengenakan seragam yang berlaku beserta atributnya. memelihara sarana dan prasarana. 12. 9. 8. praktikum. mentaati peraturan akademik yang berlaku: a. menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan tepat waktu. 3. dan tugas-tugas akademik yang lainnya. 4. 5. potongan rambut bagi mahasiswa pria pendek rapi dan bagi wanita rapi. dan tidak berlebihan serta mengenakan sepatu secara baik dalam kampus. baik di tingkat universitas maupun fakultas. 10. sopan. . dosen. 6. memeliharan suasana akademik di kampus dan menjunjung tinggi almamater dan menjaga kewibawaan serta memelihara nama baik STTN – BATAN. kebersihan. memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan. ketertiban. menjaga netralitas kampus dari kegiatan politik praktis.

mencuri dan kegiatan yang melanggar hukum. menimbulkan suara-suara yang mengganggu ketertiban kampus. perkelahian. tindakan berjudi. menggunakan fasilitas kampus tanpa izin atau secara tidak semestinya. menyimpan/ memperdagangkan/menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang. 4. madat. F. d. pencemaran nama baik. slop. memalsu dokumen. LARANGAN BAGI MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN – BATAN dilarang untuk : 1. kekerasan. sepatu yang tumitnya diinjak. dan bercelana sobek selama mengikuti kegiatan akademik dan kegiatan lainnya di kampus.190 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 E. b. 3. dan berpakaian kurang sopan. menyontek. mengganggu kegiatan akademik. e. perselingkuhan. melakukan hal-hal : a. tidak menyalahgunakan peralatan atau fasilitas STTN-BATAN untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan akademik dan kemahasiswaan. klompen atau sejenis. memakai sandal. SANKSI Setiap mahasiswa STTN-BATAN yang melakukan pelanggaran tata tertib akan dikenakan sanksi : . dengan sengaja merusak barang milik atau fasilitas STTN-BATAN atau dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mengganggu kegiatan atau program resmi STTN-BATAN. memiliki/menggunakan senjata api tanpa izin. melakukan pelecehan kehormatan. menggunakan fasilitas pihak luar tanpa izin. c. mengaktifkan telepon genggam ketika kuliah sedang berlangsung. merusak fasilitas kampus. bertindak atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan akademik maupun non akademik 2. dan minum-minuman keras. melakukan tindakan plagiat. dan melakukan tindakan asusila yang lain.

7. . 5. yaitu sanksi yang diberikan dengan ketentuan mahasiswa yang dikenai hukuman itu masih dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan persyaratan tertentu dan akan diberikan hukuman yang lebih berat apabila melakukan pelanggaran dalam masa percobaan.-/bulan per mahasiswa. kesempatan mendapat SIB (Surat Ijin Bekerja) sebagai Operator Radiografi dan atau Petugas Proteksi Radiasi (PPR).000. H.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 191 1. 50. penggunaan Internet yang berada di Unit Komputer. 2. dan atau satuan kerja tertentu. 3. G. uang bantuan pendidikan Rp. mendapat bahan seragam 1 stel/tahun. yaitu sanksi yang diberikan dalam bentuk larangan untuk mengikuti kegiatan akademik untuk jangka waktu tertentu. Penilaian dilakukan oleh Tim yang dibentuk oleh Ketua STTN berdasarkan pertimbangan Senat STTN. Laboratorium & Perpustakaan yang memadai. 4. beasiswa berprestasi dan beasiswa lain bagi yang memenuhi ketentuan. penggantian kerugian. 2. 3. FASILITAS PENDIDIKAN Fasilitas pendidikan yang diberikan oleh STTN pada tahun 2008 ini adalah: 1. hukuman percobaan. yaitu sanksi yang diberikan bila mahasiswa tidak memenuhi standar perilaku yang ditetapkan STTN-BATAN baik peringatan dalam bentuk lisan maupun tertulis. penangguhan sementara oleh jurusan atau STTN-BATAN. 4. 6. peringatan. Asuransi Kesehatan Mahasiswa. yaitu sanksi yang diberikan kepada mahasiswa yang terbukti melakukan perusakan atau bentuk kerugian yang lain atas fasilitas STTN-BATAN. PENGHARGAAN Penghargaan mahasiswa teladan diberikan kepada mahasiswa dengan menitik beratkan kepada kegiatan intra kurikuler dan kokurikuler tanpa mengabaikan penilaian pada kegiatan ekstra kurikuler.

olahraga. Beasiswa mahasiswa berprestasi diberikan kepada 1 (satu) orang mahasiswa setiap angkatan setiap prodi bagi mahasiswa yang memiliki IPT tertinggi dan sama dengan atau lebih dari 3. BEASISWA STTN menyediakan 2 (dua ) jenis beasiswa. KEGIATAN KOKURIKULER Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa STTN menyelenggarakan kegiatan Kokurikuler berupa Ujian SIB PPR. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan masa kepengurusan 1 (satu) tahun. K. Beasiswa STTN diberikan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi akademik (IPT ≥ 2. dan Etika Profesi.51). Kuliah Umum. Pemberian beasiswa ini didasarkan pada penilaian oleh Tim yang dibentuk oleh Ketua STTN. J. Beasiswa diberikan dalam bentuk pembebasan SPP selama 1 tahun. Kuliah Kapita Selekta. dan seni. KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Sebagai wadah untuk menampung aspirasi mahasiswa. .56) tetapi ekonominya kurang mampu atau mengalami kesulitan dalam hal pembeayaan.192 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 I. Untuk menyalurkan minat dan bakat dibentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sesuai kegiatannya yang meliputi kegiatan iptek.51 (≥ 3. 2. STTN membentuk Dewan Perwakilan Mahasiswa yang anggotanya merupakan perwakilan dari setiap Program Studi yang ada. yaitu: 1. Studi Ekskursi. keagamaan.

DOSEN Dosen mempunyai tugas melakukan pendidikan. serta memberikan bimbingan kepada mahasiswa dalam rangka pengembangan penalaran. pengajaran. dan kepribadian mahasiswa di dalam proses pendidikan. Di samping itu dosen juga diberi tugas rutin sebagai Pembimbing Akademik atau Dosen Wali. . penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang keahliannya. A. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap. minat. kepribadian. khusus untuk bimbingan perencanaan perkuliahan disesuaikan dengan kalender akademik STTN. Kalau dihitung jam efektif. Untuk mendukung kurikulum tersebut. Konsultasi secara kolektif dilaksanakan secara terkoordinir oleh BEM STTN. Pengajar STTN yang meliputi dosen dan asisten disesuaikan dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai. Namun. karena 1 SKS Praktikum adalah Kegiatannya 3 x lebih lama dari Praktikum.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 193 BAB XI. maka Perbandingan Teori dan praktek adalah 44 % teori dan 56 % Praktek. minat. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan BATAN dan dosen dari perguruan tinggi diluar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. mahasiswa juga dapat melaksanakan konsultasi baik secara kolektif maupun sendiri-sendiri dengan Pengelola STTN (Pimpinan dan Pejabat terkait). Disamping dengan dosen wali yang bersangkutan. DOSEN JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR Kurikulum Teknokimia Nuklir Perbandingan SKS nya adalah 70 % teori dan 30% praktikum. Tugas pengajaran diberikan kepada Dosen disesuaikan dengan bidang keahliannya. Jadwal konsultasi disesuaikan dengan pola pembimbingan dari Dosen yang besangkutan. Mahasiswa berhak memperoleh bimbingan dari Dosen Wali dalam rangka pengembangan penalaran. dan proses pendidikan. Syarat pendidikan minimal dosen STTN adalah S-1/D-IV dan terus ditingkatkan sampai minimal berpendidikan S-2/Sp-1.

Ir. Noor Anis Kundari. Sudaryo Ir. Wisnu Aryawardhana Ir. A. Bangun Wasito. Dr. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan Batan dan dosen dari perguruan tinggi di luar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Prof. 330001701 330001374 330001448 Lingkungan dan Teknik Nuklir Proses Ilmu Bahan dan Teknik Kimia Teknik Kimia dan Lingkungan Teknik Kimia OTK & Proses Kimia Analisis dan Teknik Nuklir Teknik Kimia SL Proses Kimia Proses Kimia 330002897 330003885 330004421 S2 Teknik Kimia S1 Teknik Nuklir DIV Teknokimia Nuklir 330004018 330004032 330001206 330001187 S1 Teknik Kimia DIII PATN DIII PATN . Daftar Dosen/Asisten Jurusan Teknokimia Nuklir Bidang Kompetensi No 1. Kris Tri Basuki Ir.194 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 perkuliahan di Jurusan Teknokimia Nuklir didukung oleh dosen-dosen dan asisten dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai.Md. Siswantoro. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap. SST Esis Witanto.Si. ST Agus Sutopo. M. M. A. Ir. ST Maria Christina Prihatiningsih.Md. MT Sugili Putra.Sc. Giyatmi. NIP 330002043 Bidang Ilmu S3 Teknik Kimia S1 Teknik Nuklir S1 Teknik Nuklir S2 Metalurgi S2 Lingkungan Ket.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

195
330002283 330002098 330005379

12 13 14

Suryo Rancono, SST Siti Umi Sholikhati, SST Kartini Megasari, SST

D-IV STTN D-IV STTN DIV Teknokimia Nuklir DIV Teknokimia Nuklir

Proteksi Rad Kimia Teknokimia

15

Deni Swantomo, SST

330005380

Teknokimia

SL

SL=Studi lanjut

B. DOSEN JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR Kurikulum Teknofisika Nuklir Perbandingan SKS nya adalah 70 % teori dan 30% praktikum. Kalau dihitung jam efektif, karean 1 SKS Praktikum adalah Kegiatannya 3 x lebih lama dari Praktikum, maka Perbandingan Teori dan praktek adalah 44 % teori dan 56 % Praktek. Untuk mendukung kurikulum tersebut, perkuliahan di Jurusan Teknofisika Nuklir didukung oleh dosen-dosen dan asisten dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan Batan dan dosen dari perguruan tinggi diluar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. Daftar Dosen/Asisten Jurusan Teknofisika Nuklir No 1 Nama Dr. Anwar Budianto, DEA Drs. Supriyono, MSc NIP 330002158 Bidang Ilmu S3 Fisika: Optoelektronika Bidang Kompetensi Laser optik Komputasi, Modeling dan Simulasi Ket.

2

330003241

S2 Matematika

196 Ir. Djiwo Harsono, M.Eng Ir. Surakhman Ir. M. Khoiri Ir. Aliq, MT Ir. Dwi Priyantoro, Msi. Toto Trikasjono, ST, M.Kes Ir. Zaenal Abidin, M.Kes. Joko Sunardi, S.ST Ir. Sigit Purnomo Ir. Bangun Pribadi Sudiono, SST Drs. Djoko Maryanto Sukarman, ST Suroso, SST Toto Dermawan, SST

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

3 4 5 6 7

330003188 330001563 330003822 330003832 330003494

S2 Komputer

Computer Engineering

S1 Teknik Nuklir Proteksi Radiasi S1 Teknik Nuklir Thermohidrolik S2 Instrumentasi & Kontrol S2 Fisika Simulasi Sistem & Kontrol Fisika Dasar SL SL

8

330001900

9 10 11 12 13 14 15 16 17

330003830 330002119 330003586 330004902 330002120 330003570 330004914 330004062 330004631

Instrumentasi S2 Teknik Nuklir Nuklir, Proteksi Radiasi Instrumentasi S2 Teknik Nuklir Nuklir, Proteksi Radiasi DIV Elektronika Elektronika Instrumentasi Analog S1 Teknik Proteksi Radiasi Nuklir S1 Teknik Mesin DIV Elektronika Instrumentasi S1 Fisika Instrumentasi S1 Teknik Elektro DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik Teknologi bahan Elektronika Nuklir Teknik Radiografi Kendali Elektromekanik Elektromekanik SL

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

197 DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik S1 Teknik Elektro SI Fisika DIV Elektronika Instrumentasi DIV Elektronika Instrumentasi DIV Elektronika Instrumentasi

18

19 20 21 22 23 24

Budi Suhendro, SST Ign. Agus Purbhadi W, SST Yadi Yunus, SST Ir. H. Suyamto Drs. Subari Santoso Sutanto, SST

330004912

Elektromekanik

330004918 330002236 330002149 330002576 330005382

Elektromekanik Elektromekanik Teknik Elektro Instrumentasi Instrumentasi Instrumentasi Instrumentasi SL SL

Muhtadan, 330005381 SST Nugroho Tri 330001182 25 Sanyoto, SST SL=Studi lanjut

C. EVALUASI KINERJA DOSEN Setiap akhir semester kinerja setiap dosen dievalusi berdasarkan: 1. Evaluasi oleh mahasiswa dengan mengisi angket. 2. Jumlah kehadiran dan kedisiplinan menyerahkan nilai akhir. 3. Hasil karya dosen yang dilaporkan dalam Daftar Riwayat Hidup yang disertai dokumen lengkap.

198

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

BAB XII. PENUTUP Pedoman akademik ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali menurut keperluan sesuai dengan situasi yang berkembang dalam jangka waktu paling lama 5 tahun. Setelah ditetapkan, pimpinan STTN wajib mensosialisasikan Pedoman ini kepada sivitas akademika STTN serta pejabat terkait. Kopi Pedoman dalam bentuk tercetak dan file elektronik tersimpan di Perpustakaan STTN, dapat dibaca dan dipinjam oleh sivitas akademika STTN maupun pihak lain yang berkepentingan. Anggota Senat STTN dapat mengajukan peninjauan kembali Pedoman Akademik ini disertai dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Rincian lebih lanjut mengenai peninjauan Pedoman Akademik STTN diatur dalam prosedur tersendiri. Hal-hal yang belum diatur dalam Pedoman Akademik ini akan diatur tersendiri.

Vienna Austria 1986.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 199 DAFTAR PUSTAKA Harper. “Manpower Development for Nuclear Power. . 200. Badan Tenaga Nuklir Nasional.. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi.I. Badan Tenaga Nuklir Nasional. “Chemical Engineering in Practice” IAEA – TRS 266. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 tentang Kurukulum Inti Pendidikan Tinggi. 1954. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 tahun 2001 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi. Badan Tenaga Nuklir Nasional. Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. J. IAEA (1980). Engineering and Science Education for Nuclear Power. Keputusan Kepala BATAN Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Technical Reports Series No. IAEA. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 178/U/2001 tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. A Guide Book”.

. 279. S. Sears and Zemansky. Fisika Universitas. Undang-undang Republik Ketenaganukliran. “Bahan Pidato” Di Depan Civitas Akademika STTN. Jakarta 1987 Soentono. “Nuclear Power Project Management”. Technical Reports Series No. “Nuclear Power Project Management”. Technical Reports Series No. 2005. 279.200 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 tahun 1999 tentang Sistem Pendidikan Tinggi. . IAEA Vienna 1988. IAEA. Yogyakarta. Indonesia Nomor 10 tahun 1997 tentang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Vienna 1988. Erlangga.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->