PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2008

Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN-BATAN 2007

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL YOGYAKARTA 2008

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

TIM PENYUSUN PEDOMAN AKADEMIK SURAT KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR NOMOR : 125/STTN/IX/2008 TANGGAL : 17 SEPTEMBER 2008 TENTANG TIM PENYUSUN PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2007 SUSUNAN TIM PENYUSUN PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BATAN 2007

Penanggung Jawab Ketua Sekretaris merangkap anggota Anggota

: Prof. Dr. Kris Tri Basuki : Ir. Noor Anis Kundari, MT : Suroso, SST : 1. Dr. Anwar Budianto, D.E.A 2. Drs. Surpiyono, M.Sc 3. Ir. Bangun Wasito, M.Sc 4. Ir. Djiwo Harsono, M.Eng 5. Ir. Giyatmi, M.Si 6. Ir. Surakhman 7. Ir. Zaenal Abidin, M.Kes 8. Toto Trikasjono, ST, M.Kes 9. Sri Multi, SE 10. Joko Sunardi, SST 11. Sugili Putra, ST 12. Maria Christina Prihatiningsih, SST 13. Rita Tyas Mulatsih, SH Yogyakarta, 17 September 2008 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

KRIS TRI BASUKI

ii

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR :126 /STTN/ IX / 2008

TENTANG PERUBAHAN PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR TAHUN 2007 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR Menimbang : Bahwa sebagai tindak lanjut SK Ketua STTN Nomor : 125/STTN/ IX/2008 Tentang Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN– BATAN 2007 dipandang perlu menetapkan Perubahan Pedoman Akademik STTN–BATAN 2007. Undang–undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; Peraturan pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi; Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir; Keputusan Kepala BATAN Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta STTN. Hasil kerja Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – BATAN 2007. MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL TENTANG PEDOMAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR TAHUN 2007.

Mengingat

:

1. 2. 3. 4.

Memperhatikan :

iii

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

PERTAMA KEDUA

: :

Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007 perlu adanya perbaikan. Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007 diubah menjadi Pedoman Akademik STTN – BATAN 2008. Pedoman Akademik STTN – BATAN 2008 mulai diberlakukan pada Tahun Akademik 2008/2009, dengan ketentuan apabila di kemudian hari ditemukan adanya kesalahan, akan diperbaiki sebagaimana

KETIGA

:

mestinya.

Ditetapkan di Yogyakarta, Pada tanggal 22 September 2008 KETUA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

KRIS TRI BASUKI

Tembusan : 1. Yth. Kepala BATAN 2. Yth. Sekretaris Utama BATAN 3. Kepala Subbagian Keuangan STTN 4. Kepala Subbagian Persuratan dan Kepegawaian STTN 5. Tim Penyusun Perubahan Pedoman Akademik STTN – BATAN 2007

iv

Oleh karena itu. Terima kasih kepada saudara Sigit Suryantono BE. Mudah-mudahan buku ini dapat bermanfaat. dan semua pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung ikut berpartisipasi dalam penyusunan Buku Pedoman Akademik ini. asisten. pengembangan. secara periodik Buku Pedoman ini akan ditinjau. mahasiswa. Oktober 2008 Ketua Tim Penyusun Noor Anis Kundari v . Tahun 2008 ini Pedoman akademik diperbaiki terhadap beberapa kesalahan yang ditemukan oleh Tim dan adanya beberapa kebijakan akademik yang baru seperti Program Remedial dan penggunan Bahasa Inggris dalam Ujian Lisan Tugas Akhir/Pendadaran. Dengan adanya Pedoman Akademik ini diharapkan dapat memperbaiki sistem penyelenggaraan pendidikan di STTN yang akhirnya mampu meningkatkan kualitas lulusan. Yogyakarta. dan rapat-rapat Tim. karyawan STTN. diskusi informal. semua dosen. Pada tahun 2007 dilakukan beberapa perbaikan disebabkan salah cetak serta penambahan/pengurangan kata/kalimat namun secara substansi hanya terjadi perubahan pada persyaratan nilai TOEFL untuk wisuda dari 400 menjadi 450.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 KATA PENGANTAR Buku Pedoman Akademik STTN diterbitkan pertama kali pada tahun 2006 berdasarkan kerja Penyusun Pedoman Akademik Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-BATAN dengan SK Ketua STTN Nomor 150 B/STTN/II/2006 yang menghasilkan Pedoman Akademik STTN-BATAN 2006 yang dikuatkan dengan SK Ketua STTN Nomor 25/STTN/ IX/2006 tentang Pedoman Akademik STTN-BATAN. dan perbaikan secara berkesinambungan dalam upaya meningkatkan kualitas lulusannya agar memiliki daya saing yang tinggi. serta ditambah daftar pustaka. yang telah membantu pengetikan. rapat senat. Pedoman Akademik ini disusun atas kesepakatan-kesepakatan yang diperoleh melalui rapat koordinasi bidang akademik. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir sebagai bagian sistem pendidikan nasional harus mampu melaksanakan langkah-langkah penyesuaian.

vi PENDAHULUAN VISI MISI TUJUAN Halaman i ii iii v vi 1 2 3 3 5 9 9 10 10 11 11 11 12 14 15 16 16 18 18 19 ORGANISASI PERATURAN UMUM AKADEMIK SISTEM KREDIT SEMESTER TUJUAN SISTEM KREDIT SEMESTER JUMLAH BEBAN SKS SETIAP PROGRAM STUDI MASA STUDI SEMESTER REGULER SEMESTER PENDEK (SP) SISTEM UJIAN PENILAIAN HASIL BELAJAR HASIL UJIAN UJIAN SUSULAN EVALUASI HASIL PENDIDIKAN EVALUASI STUDI MAHASISWA PROGRAM REMEDIAL BATAS AKHIR WAKTU STUDI . G. N. 125/STTN/IX/2008 SK NO. BAB III. J.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL SK NO. L. D. 126/STTN/IX/2008 KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. I. K. C. BAB II. F. M. A. A. B. H. C. B. E.

PERSYARATAN KELULUSAN PREDIKAT KELULUSAN WISUDA JURUSAN DAN PROGRAM STUDI JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR PROGRAM STUDI DAN TUJUAN STRUKTUR KURIKULUM JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR KELOMPOK MATA KULIAH DAN PRASYARAT KURIKULUM DAN SILABUS JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR 19 20 20 21 25 25 26 30 32 59 JURUSAN DAN TUJUAN 59 FASILITAS LABORATORIUM 61 PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA INSTRUMENTASI 63 PROGRAM STUDI ELEKTROMEKANIK PERATURAN ADMINISTRASI AKADEMIK CALON MAHASISWA TEMPAT PENDAFTARAN BIAYA PENDIDIKAN DAFTAR ULANG KARTU RENCANA STUDI (KRS) KEHADIRAN CUTI STUDI MAHASISWA PINDAHAN KERJA PRAKTEK PERSYARATAN AKADEMIS PROPOSAL PELAKSANAAN PENILAIAN FORMAT LAPORAN KP 108 161 161 162 162 163 165 165 165 166 167 167 168 169 169 169 vii . D.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 O. E. C. C. BAB V. D. G. BAB VIII. A. A. Q. P. D. BAB VI. BAB VII. A. BAB IV. C. E. B. B. D. A. B. C. H. B. F.

BAB XII. B. B.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 F. J. C. BAB IX. A. G. D. G. H. A. JUMLAH LAPORAN KP TATA TULIS LAPORAN KP TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI DAN TUJUAN KETENTUAN-KETENTUAN TERKAIT DENGAN TA USULAN/PROPOSAL TUGAS AKHIR ISI TUGAS AKHIR UJIAN TUGAS AKHIR PENILAIAN TUGAS AKHIR TATA TULIS LAPORAN KP DAN TA KEMAHASISWAAN KETENTUAN UMUM TUJUAN DAN FUNGSI HAK MAHASISWA KEWAJIBAN MAHASISWA LARANGAN BAGI MAHASISWA SANKSI FASILITAS PENDIDIKAN PENGHARGAAN BEASISWA KEGIATAN KOKURIKULER KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DOSEN DOSEN JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR DOSEN JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR EVALUASI KINERJA DOSEN PENUTUP 170 170 173 173 173 175 176 182 184 184 187 187 187 188 189 190 190 191 191 192 192 192 193 193 195 197 198 199 DAFTAR PUSTAKA viii . BAB XI. E. G. I. K. B. C. F. D. F. A. C. E. BAB X.

Dalam proses pendirian STTN. 81/DJ/V/1984. pada tanggal 21 Februari . 08/DJ/07/I/1983. Setelah semua persiapan baik perangkat keras maupun perangkat lunak semakin mantap. sejak tahun 1998 dirintislah STTN-BATAN dengan jenjang Program Diploma IV. Setelah diadakan perbaikan proposal dan penilaian kelayakan pendirian STTN. 1640/D/O/86 tanggal 15 September 1986. Oleh karena itu. pada bulan Agustus 1999 diadakan pertemuan antara BATAN dengan Depdiknas (dahulu Depdikbud) yang membahas rencana pendirian STTN. Bapak Ir. 53/DJ/IV/1985. gagasan ini dikembangkan dengan membentuk Satuan Tugas Persiapan Pendidikan Ahli Teknik Nuklir berdasar SK Dirjen BATAN No. Ijin operasional dari Dirjen Dikti diperoleh dengan SK Dirjen Dikti No. Pada tanggal 3 Agustus 1985 Pendidikan Ahli Teknik Nuklir dengan singkatan PATN di Yogyakarta dibuka dengan resmi oleh Direktur Jendral BATAN. Peningkatan PATN (yang menyelenggarakan Program Diploma III ke bawah) menjadi STTN adalah dalam rangka mencukupi kebutuhan SDM terdidik yang terampil dengan kemampuan teknis dan akademis yang lebih tinggi. Mengingat proses untuk melaksanakan tugas tersebut memerlukan waktu. PENDAHULUAN Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) adalah satu-satunya lembaga pemerintah Non Depertemen yang menyelenggarakan pendidikan keahlian di bidang teknologi nuklir program diploma-IV. tugas Satgas diperpanjang dengan SK Dirjen BATAN No. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir didirikan atas dasar adanya suatu gagasan untuk membuka program diploma bagi para teknisi pada akhir tahun 1982 yaitu pertemuan antara Kepala Pusdiklat dengan Direktur Jendral BATAN yang didorong oleh kebutuhan akan tenaga teknisi berkualitas tinggi yang mampu berfungsi sebagai penghubung antara tenaga teknisi dan peneliti. dibentuklah Satuan Tugas pengelola Pendidikan Ahli Teknik Nuklir dengan SK Dirjen BATAN No. Pada awal tahun 1983. Djali Ahimsa. yang dinamakan Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN).Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1 BAB I. Selanjutnya. pada tanggal 31 Agustus 1999 BATAN mengajukan permohonan pendirian STTN-BATAN ke Depdikbud.

Persetujuan Depdiknas diperoleh tanggal 15 Maret 2001 dengan surat Dirjen Dikti Nomor 1013/D/T/2001. Hasilnya STTN-BATAN dinyatakan layak didirikan. yaitu Prodi Elektronika Instrumentasi dan Prodi Elektromekanik. Keputusan ini ditindak lanjuti dengan Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisi dan Tata Kerja STTN. yaitu Jurusan Teknokimia Nuklir dengan 1 Program Studi (Prodi) Teknokimia Nuklir dan Jurusan Teknofisika Nuklir dengan 2 Program Studi. M. VISI Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir mempunyai visi menjadi Sekolah Tinggi idaman terdepan dalam pendidikan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. A. Pada tahun 2007 semua program studi yang diselenggarakan STTN telah memperoleh akreditasi berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 006/BAN-PT/Ak-IV/Dipl-IV/ XI/2007. Ir. . Hatta Rajasa ditandai dengan penandatanganan prasasti yang sekarang terletak di halaman depan STTN. Setelah dilakukan pembahasan antara BATAN dengan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) akhirnya. pada tanggal 8 Juni 2001 diterbitkan KEPRES nomor 71 tahun 2001 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir.2 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2001 dilaksanakan presentasi oleh Kepala PATN di hadapan Tim P5D (Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik dan Program Diploma) Depdiknas yang dilanjutkan dengan peninjauan sarana dan prasarana yang ada seperti ruang kuliah dan fasilitas laboratorium. Pada tanggal 24 Agustus 2001 STTN dibuka secara resmi oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi. Persetujuan pembukaan Jurusan dan Program Studi pada STTN-BATAN di Yogyakarta oleh Direktur Jenderal Perguruan Tinggi pada tanggal 20 Maret 2001 meliputi 2 Jurusan dengan 3 Program Studi dengan surat Nomor 1037/D/T/2001. dengan Peringkat B.

melakukan pelayanan prima kepada masyarakat dan konsumen. Peraturan Umum Akademik. Jurusan Teknofisika Nuklir. dan penuh tanggung jawab dalam mengemban tugas dan kewajibannya sebagai pribadi. Kerja Praktek. tanggap terhadap perkembangan ilmu dan perkembangan masyarakat. TUJUAN Adapun tujuan pendidikan Program Diploma IV STTN adalah menghasilkan lulusan dengan kualifikasi: 1. C. 2. siap kerja (memiliki lisensi) serta mandiri. mempunyai kemampuan akademik dan atau profesional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. mampu memecahkan masalah baik dalam bidangnya maupun yang bersifat interdisipliner. Sistematika Pedoman Akademik STTN adalah: Pendahuluan. 4. pengelola. dosen. beriman. dengan mengoptimalkan pendayagunaan sumberdaya yang tersedia. maupun aparatur pemerintah. Tugas Akhir. Dosen. membina kehidupan akademik yang sehat. menjunjung tinggi etika profesi. 5. menjadikan Sekolah Tinggi yang disegani.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3 B. Guna memantapkan jalannya roda organisasi STTN serta usaha untuk penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan. Organisasi dan Personalia. . maka sejak tahun 2006 STTN menerbitkan pedoman akademik yang dapat digunakan oleh para mahasiswa. warga masyarakat. dan Penutup. berbudi luhur. MISI Misi STTN adalah menyelenggarakan pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan dalam bidang teknologi nuklir. Peraturan Administrasi Akademik. Kemahasiswaan. Jurusan Teknokimia Nuklir. 3. maupun masyarakat. Jurusan dan Program Studi.

4 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

Senat. Dewan Penyantun merupakan suatu wadah non-struktural untuk meningkatkan kemajuan STTN dan bertugas membantu unsur pimpinan STTN dalam hal menjaga dan memelihara hubungan baik antara masyarakat. merumuskan peraturan pelaksanaan mimbar akademik dan otonomi keilmuan di STTN. dan Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan. Ketua dan Pembantu Ketua. memberikan pertimbangan kepada Kepala BATAN berkenaan dengan pengangkatan dan pemberhentian dosen yang memangku jabatan akademik di atas Lektor. dan Unit Penunjang. ORGANISASI Organisasi STTN-BATAN dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir dan Keputusan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5 BAB II. merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan STTN. Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Jurusan. Pembantu Ketua terdiri dari Pembantu Ketua I Bidang Akademik. menilai pertanggungjawaban pimpinan STTN atas pelaksanaan kebijaksanaan yang telah ditetapkan. Pembantu Ketua II Bidang Administrasi Umum. dan menegakkan norma-norma yang berlaku bagi sivitas . memberikan pertimbangan dan persetujuan atas Rencana Pendapatan dan Belanja yang diajukan oleh pimpinan STTN. Susunan Organisasi STTN terdiri atas Dewan Penyantun. Kelompok Dosen. instansi pemerintah dengan STTN dan memecahkan kesulitan yang dihadapi STTN. Bagian Administrasi Umum. Unsur Pimpinan STTN terdiri atas seorang Ketua dan 3 orang Pembantu Ketua. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. melaksanakan pemilihan calon Ketua dan mengajukan usulan pengangkatan serta pemberhentian Ketua kepada Kepala BATAN. merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian sivitas akademika. Senat merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi STTN yang mempunyai tugas merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan STTN.

serta Subbagian Perlengkapan. Subbagian Keuangan. Sekretaris Jurusan. Struktur Organisasi STTN dapat digambarkan dalam bagan pada Gambar 1. Bagian Administrasi Umum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan administrasi di bidang persuratan dan kepegawaian. Jurusan di STTN ada 2 yaitu Jurusan Teknokimia Nuklir dengan 1 (satu) Program Studi dan Jurusan Teknofisika Nuklir memiliki 2 (dua) Prodi. Jurusan terdiri atas Ketua Jurusan. UPPM terdiri dari Kepala. dan Tenaga Adminitrasi. Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) merupakan unsur pelaksana di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan mempunyai fungsi melakukan penelitian terapan di bidang teknologi nuklir.6 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 akademika. mengenalkan ilmu dan teknologi di bidang nuklir kepada masyarakat dan meningkatkan keterkaitan program STTN dengan kebutuhan masyarakat. Ketua Program Studi. Jurusan merupakan unsur pelaksana akdemik. yaitu Elektronika dan Instrumentasi dan Elektromekanik. serta Subbagian Kemahasiswaan dan Alumni. keuangan. dan Kepala Unit Laboratorium di bawah Jurusan. Tenaga Ahli. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan terdiri dari Subbagian Perencanaan dan Kerja Sama. Subbagian Akademik dan Pengajaran. Unsur pelaksana administrasi STTN terdiri atas Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan serta Bagian Administrasi Umum. serta perlengkapan dan rumah tangga. menyebarkan hasil penelitian. . Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi di bidang akademik dan kemahasiswaan. Sekretaris. Bagian Administrasi Umum terdiri dari Subbagian Persuratan dan Kepegawaian.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 7 Gambar 1. Struktur Organisasi STTN .

8 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 9 BAB III. c. 60 menit kegiatan akademik mandiri. c. Untuk mahasiswa setara dengan: a. ketrampilan psikomotorik dan fisik yang dilakukan di laboratorium atau studio. atau 4 jam kerja lapangan. Sistem Kredit Semester adalah sistem pembelajaran yang kegiatan per semesternya diukur dengan Satuan Kredit Semester (SKS). 50 menit kegiatan tatap muka terjadwal.minggu terdiri atas: 1. 60 menit cara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur. A. 50 menit tatap muka terjadwal dengan mahasiswa. 60 menit kegiatan akademik terstruktur. Untuk Kerja Praktek dan Tugas Akhir. Untuk dosen setara dengan: a. nilai 1 SKS setara dengan 4 jam . berikut kegiatan iringannya termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian. Untuk kegiatan yang menyangkut kemampuan. Satuan Kredit Semester adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama 1 semester melalui kegiatan terjadwal sebanyak 1 minggu perkuliahan atau 2 jam praktikum. b. b. nilai 1 SKS setara dengan 2 jam (120 menit) praktikum terjadwal diiringi oleh 1-2 jam kegiatan terstruktur dan 1-2 jam kegiatan mandiri. Satu Satuan Kredit Semester per. 60 menit pengembangan materi kuliah. SISTEM KREDIT SEMESTER Semester adalah kegiatan yang terdiri atas 16 sampai 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya. yang masingmasing diiringi oleh sekitar 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri. PERATURAN UMUM AKADEMIK Bagian ini berisi tentang peraturan-peraturan umum akademik yang berlaku di STTN yakni menggunakan Sistem Kredit Semester. 2.

JUMLAH BEBAN SKS SETIAP PROGRAM STUDI 1. memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu sesingkat-singkatnya. mempermudah penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. . TUJUAN SISTEM KREDIT SEMESTER Tujuan pokok penggunaan Sistem Kredit Semester adalah: 1. Masa Ujian Tengah Semester (UTS) selama 1-2 minggu. 5. 2. Penerapan Sistem Kredit Semester di STTN saat ini diatur sebagai berikut. Masa Kuliah sebelum Ujian Tengah Semester (UTS) selama 7-8 minggu. apabila memenuhi persyaratan. 4. 1. memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan pendidikan yang sesuai dengan minat. dan maksimum 24 SKS dengan persetujuan Dosen wali. melaksanakan sejauh mungkin sistem pendidikan input dan output ganda. B. 3. atau nilai 1 SKS sama dengan penyelesaian kegiatan selama 6485 jam efektif per semester. Jumlah beban SKS untuk setiap Program Studi minimal 144 dan maksimal 160. dan kemampuannya. Masa Kuliah Sesudah UTS selama 7-8 minggu. 2. memperbaiki sistem evaluasi kecakapan mahasiswa. dan 1-2 jam kegiatan mandiri. 3. Masa Ujian Akhir Semester (UAS) selama 2-3 minggu. Pengambilan jumlah SKS mahasiswa ditentukan berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK) dan atau Indeks Prestasi Semester (IPS). C. bakat. 4. 2. memungkinkan perpindahan mahasiswa antar Program studi atau dari perguruan tinggi lain ke STTN.10 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 kerja lapangan mahasiswa. diiringi oleh 1-2 jam kegiatan terstruktur. 6.

dan sidang sarjana/ujian tugas akhir/Pendadaran di depan Dewan Penguji. MASA STUDI 1. . Masa studi mahasiswa diakhiri dengan penyusunan tugas akhir. 2. seminar. mempersingkat waktu studi mahasiswa. dan 3 minggu masa ujian akhir semester. SEMESTER REGULER 1. Semester reguler terdiri atas semester ganjil dan semester genap. 4. Masa studi untuk menyelesaikan Program D-IV STTN rata-rata adalah 8 semester. 2. 5. yaitu semester ganjil dan semester genap. Tujuan penyelenggaraan semester pendek adalah: 1. Waktu yang diperlukan untuk kegiatan per-semester adalah 16 – 19 minggu termasuk UTS dan dan UAS. Semester pendek diselenggarakan pada saat liburan semester genap. 1-2 minggu masa ujian tengah semester. SEMESTER PENDEK (SP) Jika dipandang perlu dan memungkinkan. Program Studi dapat menyelenggarakan semester pendek. Dua (2) hari masa UTS di Semester Genap digunakan untuk Studi Ekskursi mahasiswa semester VI dan 1 minggu setelah ujian akhir Semeter Ganjil digunakan untuk ujian PPR bagi mahasiswa semester VII. Masa studi setiap tahun akademik terdiri atas 2 semester reguler. E. ujian komprehensif. Jika dipandang perlu dan memungkinkan STTN dapat menyelenggarakan semester pendek. 2. 3. F. Masa Studi Program lanjutan (ekstensi) alih jalur dari D-III non PATN adalah minimal 4 Semester. meningkatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa. Pengaturan masa kuliah adalah : empat belas (14) minggu masa kuliah dan praktikum/praktek. Masa Studi Program lanjutan (ekstensi) dari D-III PATN adalah 3 Semester. 6.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 11 D.

setiap pengampu mata kuliah dapat memberikan evaluasi dalam bentuk lain seperti tes/kuis. memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) semester genap yang berlaku. . b. 2. yang dilaksanakan di luar Jadwal UTS dan UAS. Bentuk dan Frekuensi Ujian Ujian dilaksanakan dalam bentuk Ujian Tulis terjadwal yaitu: a. khusus untuk mata kuliah teori atau praktikum yang membutuhkan evaluasi tengah semester secara tertulis. maupun tugas-tugas yang berupa penyelesaian soal-soal. membayar biaya yang ditentukan. dan Kepala Bagian Administrasi Umum. b. memiliki KTM yang masih berlaku. SISTEM UJIAN Ujian diselenggarakan untuk mengetahui evaluasi keberhasilan proses belajar mengajar yang telah diselenggarakan.12 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Persyaratan mahasiswa agar dapat mengikuti semester pendek adalah: 1. Pengurus Jurusan. Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. penulisan karya ilmiah. telah menyelesaikan adminstrasi perkuliahan. maupun kegiatan lain yang dilaksanakan sebelum UAS. tidak sedang melaksanakan kerja praktek (KP). 2. karangan/paper. 4. Program Studi menyatakan perlunya diselenggarakan dan disetujui dalam Rapat yang dihadiri Pimpinan STTN. 1. G. Persyaratan Ujian Untuk mengikuti ujian mahasiswa harus memenuhi persyaratan: a. Ujian Akhir Semester Ujian Akhir Semester adalah kegiatan evaluasi pada akhir semester untuk materi teori maupun praktikum. Di samping memberikan ujian itu. Ujian Tengah Semester (UTS) Ujian Tengah Semester adalah kegiatan evaluasi yang dijadwalkan oleh STTN dan dilaksanakan pada pertengahan Semester (pada minggu ke 8). 3.

e. b.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 13 c. mengisi lembar Evaluasi Dosen terkait (berlaku untuk UAS). Peserta ujian harus mengenakan pakaian seragam STTN dengan sopan. Peserta ujian harus membawa: 1. memiliki Kartu Rencana Studi (KRS) semester yang bersangkutan dan telah ditandatangani oleh dosen wali. 3. 4. 3. peserta dilarang: 1. ** Pendaftaran ujian diatur lebih lanjut dalam ketentuan tersendiri. c. Materi Ujian Secara umum materi ujian ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan. d. mendaftar sebagai peserta ujian untuk memperoleh Kartu Ujian. 2.** Catatan: Setelah masa ujian selesai Kartu Ujian dikembalikan ke Sub. 3. Mencontoh pekerjaan peserta lain. a. Tata Tertib Ujian Setiap mahasiswa peserta Ujian Tulis/Praktikum harus mematuhi tata tertib sebagai berikut. Pinjam meminjam alat tulis antar peserta tanpa ijin pengawas. Meninggalkan tempat ujian tanpa ijin pengawas. Bercakap-cakap dengan peserta lain atau berbuat sesuatu yang dapat menimbulkan anggapan yang bersangkutan bertindak tidak jujur atau curang. d. Selama ujian berlangsung. Alat tulis kecuali kertas. 2. Apabila sudah diperingatkan secara lisan oleh petugas sebanyak . Bagian Akademik dan Pengajaran untuk diisi nilai-nilai yang sudah keluar dan dipakai sebagai bahan konsultasi pengisian KRS dengan dosen wali apabila pada masa perwalian KHS belum terbit. Lima menit sebelum ujian dimulai. 4. peserta sudah berada di tempat yang ditentukan. Peralatan lain yang diijinkan oleh dosen penguji. Setelah mahasiswa mengumpulkan lembar evaluasi menunggu panitia membagi soal dan kertas ujian. Kartu Ujian yang sah.

apabila hal ini terjadi maka kedua belah pihak dinyatakan tidak lulus. 3. 7. Sanksi: Pelanggaran terhadap ketentuan di atas dikenakan sanksi sebagai berikut. pengawas ujian dapat meminta yang bersangkutan meninggalkan ruang ujian. dan hasil pekerjaan diberikan kepada pengawas untuk diberi catatan dan dilaporkan kepada dosen terkait. Mengaktifkan hand phone. 2. namun masih melakukan pelanggaran yang sama. h. Dianggap tidak lulus. Peringatan lisan. tetapi sudah ada peserta ujian yang telah selesai dan meninggalkan tempat ujian. Namanya dicatat untuk dilaporkan kepada Pengurus Jurusan/dosen yang bersangkutan. Menyobek nomor ujian dan atau memindahkan tempat duduk. Mengerjakan ujian atas nama peserta lain. Terlambat kurang dari 15 menit. 6. Peserta tidak boleh mengikuti ujian apabila: 1. 5. 8. g. yang bersangkutan dapat dikeluarkan dari ruang ujian. PENILAIAN HASIL BELAJAR 1. Hasil pekerjaan ujian ditinggalkan di tempat setelah ujian dinyatakan selesai. Merokok. Membuat catatan pada bangku atau tembok. 9.14 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3 kali tetapi tidak diindahkan. Tidak diijinkan mengikuti ujian-ujian selanjutnya. 2. Terlambat lebih dari 15 menit. Jika sudah diperingatkan lisan 3 kali. Untuk pelanggaran yang lebih berat dapat dikenakan sanksi: 1. 2. 1. H. f. Penilaian hasil belajar mahasiswa adalah usaha untuk mengetahui tingkat .

D = Kurang : mempunyai bobot 1. B = Baik : mempunyai bobot 3. dan pengamatan dosen. pelaksanaan tugas. 4.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 15 keberhasilan mahasiswa dalam mencapai penguasaan kompetensi yang dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian. pengampu wajib memberitahukan bobot dan nilai tugas-tugas akademik kepada mahasiswa. Pada permulaan kuliah semester. Penilaian hasil belajar diwujudkan dalam nilai akhir (NA) yang merupakan gabungan dari UTS. Nilai E merupakan nilai mati. Nilai akhir dinyatakan dalam bentuk huruf yang masing-masing mempunyai arti dan bobot sebagai berikut: A = Baik Sekali : mempunyai bobot 4. namun disarankan dosen pengampu mengumumkan sendiri dalam bentuk angka dan mengembalikan hasilnya kepada mahasiswa. 6. praktek. Pada setiap akhir semester mahasiswa diberi Kartu Hasil Studi (KHS) yang . Penilaian hasil belajar mahasiswa dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan dengan cara yang sesuai dengan ciri-ciri bidang studi/mata kuliah/yang bersangkutan. HASIL UJIAN Hasil ujian setiap mata kuliah dapat diumumkan kepada mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut. UAS. C = Cukup : mempunyai bobot 2. dan tugas-tugas lain berdasarkan bobot yang telah ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan. I. Nilai akhir diumumkan oleh STTN dalam bentuk huruf. mahasiswa yang mendapat nilai tersebut dinyatakan tidak lulus. 2. 1. praktikum. 3. Nilai UTS tidak diumumkan oleh STTN. E = Gagal : mempunyai bobot 0. 3. 5. 2. Pada dasarnya penilaian adalah hak dosen pengampu.

yang tinggal 1 rumah meninggal dunia. UJIAN SUSULAN Mahasiswa yang tidak hadir pada ujian terjadwal dinyatakan tidak menggunakan kesempatan ujian yang telah disediakan oleh STTN. J. Pengukuran dilakukan berdasarkan indeks prestasi (IP). 2. Dosen yang bersangkutan menyatakan bersedia yang dibuktikan dengan menuliskan kesediaanya pada surat permohonan mahasiswa. anak. atau keluarga ( orang tua. Pelaksanaan ujian susulan tidak boleh melebihi 2 minggu setelah UAS berakhir. K. 1. . Indeks Prestasi meliputi Indeks Prestasi Semester (IPS). Jika pada masa pengisian KRS KHS belum tersedia. Indeks Prestasi Semester (IPS) Setiap akhir semester dilaksanakan evaluasi terhadap semua kegiatan akademik yang telah dilakukan oleh mahasiswa pada semester itu dalam bentuk IPS. Indeks Prestasi Tahunan (IPT) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Akademik dan Pengajaran BAAK. Mahasiswa menggandakan dan mendistribusikan surat yang sudah disetujui dosen tersebut ke Jurusan dan BAAK. Mengajukan permohonan secara resmi kepada dosen terkait sepengetahuan Ketua Jurusan dengan alasan sakit dan dirawat di rumah sakit yang ditunjukkan dengan bukti dari Rumah sakit. EVALUASI HASIL PENDIDIKAN Evaluasi hasil pendidikan mahasiswa merupakan pengukuran tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tingkat kompetensi yang telah ditentukan dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakan oleh STTN. Bag. Ujian susulan hanya diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi ketentuan: 1. 3. bahan konsultasi menggunakan kartu ujian yang telah diisi nilai-nilai yang sudah keluar oleh Sub. suami/isteri) meninggal dunia.16 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 dapat digunakan sebagai bahan konsultasi dengan Dosen Wali. atau kerabat dekat. 4.

Perhitungan IPK dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut: IP = K ∑ (HxK ) ∑ (K ) semester I semester I + ..Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 17 Indeks Prestasi Semester merupakan ukuran tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan kompetensi dalam 1 semester. 2. Indeks Prestasi Tahunan (IPT) Indeks Prestasi Tahunan adalah Indeks Prestasi yang diperoleh dalam 1 (satu) tahun akademik.50 Jumlah SKS maksimum 16 20 22 24 .25 2. Besarnya IPS mahasiswa dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: IPS = ∑ [H x K ] ∑K dengan H = bobot nilai perolehan dan K = nilai kredit mata kuliah. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) digunakan untuk mengukur tingkat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai tujuan kompetensi selama mengikuti proses pembelajaran sampai dengan semester terakhir.. + ∑ (K )semester k e n n Beban studi yang dapat diambil oleh mahasiswa pada semester berikutnya ditentukan atas dasar IPK atau IPS yang dicapai dengan persetujuan dosen wali.50 ≥ 3.00 < IP < 3..00 3. yaitu: Rentangan IP < 2. 3.25 ≤ IP ≤ 3.. + ∑ (HxK )semester k e + .

tanpa nilai E. PROGRAM REMEDIAL Jika dari evaluasi hasil pembelajaran diketahui ada mahasiswa yang mengalami hambatan dalam belajar sehingga memperoleh nilai yang rendah. Akhir Semester IV dilakukan evaluasi untuk menentukan kelanjutan studi mahasiswa. 2. STTN dapat menyelenggarakan Program Remedial. Jumlah SKS dengan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. Persyaratan akademik yang harus dipenuhi untuk penyelesaian program D-IV adalah dapat: Menyelesaikan semua beban SKS sesuai dengan Program Studi. 4. dan III IP < 2.56.56 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. Kelanjutan pendidikan mahasiswa ditentukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap indeks prestasi sebagai berikut. EVALUASI STUDI MAHASISWA Evaluasi studi dimaksudkan untuk menilai kelayakan seorang mahasiswa untuk daftar ulang dalam melanjutkan studi di STTN. 6.18 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 L. Jika mahasiswa tidak memenuhi syarat pada butir 3. atau 5 di atas. 3. Mahasiswa STTN dengan pertimbangan khusus dapat menempuh selamalamanya 12 semester. Agar dapat melanjutkan studi di STTN pada akhir Semester II mahasiswa harus sudah memperoleh sekurang-kurangnya 32 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2.56 diperingatkan. 1. Evaluasi untuk program ekstensi (lanjutan dari Program D-III) dilaksanakan setelah Semester II. Keputusan penyelenggaraan Program . II. maka yang bersangkutan terkena sanksi pemutusan hak pendidikan (drop out) oleh Ketua STTN.75 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 % tanpa nilai E. Persyaratan akademik yang harus dipenuhi agar seorang mahasiswa dapat melanjutkan pendidikannya ke Semester V adalah sebagai berikut: Yang bersangkutan telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 64 SKS dengan IPK sekurang-kurangnya 2. Akhir Semester XII merupakan batas waktu penyelesaian program pendidikan D-IV STTN. 4. Mencapai IPK sekurang-kurangnya 2. M. tanpa nilai E 5. Akhir Semester I.

PERSYARATAN KELULUSAN Mahasiswa dapat dinyatakan lulus apabila telah memenuhi ketentuan sebagai berikut. N. atau b. bagi mahasiswa karyawan dan Ketua STTN bagi mahasiswa umum. Mahasiswa yang ingin memperpanjang waktu studi wajib mengajukan permohonan perpanjangan kepada Ketua STTN melalui Pembantu Ketua I disertai alasan yang dapat dipertanggung jawabkan dengan persetujuan oleh Ketua Jurusan. Penolakan/persetujuan perpanjangan ini harus sudah dapat diputuskan dalam waktu 7 hari. Pada masa perpanjangan ini mahasiswa dikenai beaya perkuliahan seperti mahasiswa angkatan terakhir. atau d. BATAS AKHIR WAKTU STUDI Waktu studi Program D-IV STTN dihitung mulai saat mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa untuk pertama kali sampai dengan mahasiswa itu dinyatakan lulus ujian tugas akhir. O. sejak surat itu diterima Puket I.3) ditambah 2 semester.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 19 Remedial didasarkan pada Rapat Yudisium atau Rapat koordinasi Bidang Akademik. pernah cuti hamil dalam masa studi. Cuti akademik dan skorsing tidak diperhitungkan sebagai waktu studi. pernah memperoleh ijin sakit yang atas saran dokter rumah sakit memerlukan istirahat dalam waktu paling lama 1 tahun.2 dan D. atau c. Ketentuan lebih lanjut mengenai Program Remedial diatur dengan Keputusan Ketua. hal-hal lain yang mendapat persetujuan tertulis dari Kepala BATAN. Batas waktu studi adalah 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu) kali selama-lamanya 1 (satu) tahun. ketentuan akademik yaitu karena nilai yang belum memenuhi syarat kelulusan. dengan alasan : a. atau pelaksanaan kerja praktek dan atau tugas akhir yang menghadapi kendala. . Untuk Program Ekstensi batas waktu studi adalah masa studi (seperti ketentuan D.

3. tanpa nilai E.56. Akademik dan Pengajaran BAAK (ditandai dengan paraf Kepala BAAK atau pejabat yang ditunjuk). Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk memperoleh Ijazah/mengikuti Wisuda adalah: 1. Telah dinyatakan lulus yang dibuktikankan dengan transkrip akademik yang dikeluarkan oleh Sub.00: dengan pujian.00: memuaskan. 2. Predikat kelulusan adalah sebagai berikut: 1. IPK 3. 5.20 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Menyelesaikan ketentuan lain termasuk Administrasi. Menyerahkan Karya Tulis Ilmiah untuk Jurnal Forum Nuklir.01 – 3. Jumlah SKS dengan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. Telah dinyatakan lulus ujian Tugas Akhir. 2. Bag.56 – 3. IPK 3. P. 4. Perpustakaan STTN. 3. Telah mengikuti Kuliah Etika Profesional /Kuliah Umum/Kapita Selekta sedikitnya 4 kali. Mengumpulkan SKS sesuai dengan kurikulum Program Studi. Mencapai Indeks Prestasi sekurang-kurangnya 2. 6. PREDIKAT KELULUSAN Predikat kelulusan merupakan penghargaan akademik atas prestasi akademik yang diperoleh seorang mahasiswa selama mengikuti pendidikan. 4. Dosen Pembimbing. Mempunyai sertifikat TOEFL dengan nilai minimal 450. . dan untuk Karyawan Tugas Belajar ke PUSDIKLAT-BATAN yang dibuktikan dengan tanda terima. WISUDA Ijazah dan sebutan Sarjana Sains Terapan (SST) diberikan dalam Upacara Wisuda. Q. IPK 2. Rincian lebih lanjut mengenai wisuda dibuat dalam ketentuan tersendiri yang diumumkan menjelang waktu pelaksanaan.50: sangat memuaskan. 3.51 – 4. Menyerahkan Tugas Akhir kepada Jurusan. 2.

JURUSAN DAN PROGRAM STUDI Jurusan di STTN terdiri dari Jurusan Teknokimia Nuklir dan Jurusan Teknofisika Nuklir. Pengurus Jurusan membentuk Kelompok Bidang Keahlian (KBK). Sekretaris Jurusan dan Ketua Program Studi dipilih oleh para dosen jurusan yang bersangkutan kemudian diusulkan oleh Ketua Jurusan kepada Ketua STTN untuk diangkat dan bertanggung jawab kepada Ketua Jurusan. Jurusan Teknofisika Nuklir mempunyai 2 program studi yaitu Program Studi Elektronika dan Instrumentasi (ELIN) dan Program Studi Elektro Mekanik (ELMEK). . karena kegiatan 1 SKS Praktikum adalah 3 x lebih lama dari teori. Diagram alir mata kuliah masing-masing Prodi dapat dilihat pada Lampiran. dan Ketua Program Studi serta dibantu oleh Kepala Unit Laboratorium di bawah Jurusan. maka perbandingan jam efektif teori dan praktikum kira-kira adalah 44 % teori dan 56 % praktikum. Kurikulum untuk semua Program Studi di STTN menggunakan perbandingan 40 % teori dan 60% praktikum. Jurusan dikelola oleh pengurus jurusan yang terdiri atas Ketua Jurusan. dan peluang kerja dapat dilihat pada Tabel 1. Ketua Jurusan dipilih oleh para dosen jurusan yang bersangkutan kemudian diusulkan kepada Ketua untuk diangkat setelah mendapat pertimbangan Senat. Masa Jabatan masing-masing pengurus Jurusan adalah 4 tahun dan dapat dipilih untuk diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari 2 kali masa jabatan berturut-turut. Program Studi. Kompetensi. Hal ini sesuai perhitungan jam efektif. Jurusan Teknokimia Nuklir mempunyai 1 program studi yaitu Program Studi Teknokimia Nuklir. Untuk pengembangan kompetensi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 21 BAB IV. Sekretaris Jurusan. dan bertanggung jawab kepada Ketua.

berbangsa Memberi landasan Penguasaan ilmu dan ketrampilan Catatan Memberikan natural effect Peluang Kerja Batan/Industri/ Lembaga Penelitian/ Wirausaha Teknokimia ElektronikaInstrumentasi Batan/Industri/ Lembaga Penelitian/ Wirausaha Batan/ Lembaga penelitian/ Wirausaha Elektromekanik MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan) Diajarkan di semua jurusan . Nuklir bidang Industri Tabel 2.22 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Tabel 1. dan Peluang Kerja Program Studi Kompetensi Proses Kimia Proses Kimia Radiasi Analisis Kimia Proteksi Radiasi dan Aplikasi T. Nuklir bidang Industri Mekanik Elektro Instrumentasi Elektromekanik Proteksi Radiasi dan Aplikasi T. Program Studi. Kompetensi. Nuklir bidang Industri Pengelolaan Lingkungan Aplikasi Nuklir/Reaktor Aplikasi Medis Aplikasi Industri Proteksi Radiasi dan Aplikasi T. Pengelompokan Mata Kuliah Kelompok MPK (Mata kuliah Pengembangan Kepribadian) Deskripsi Manusia beriman dan bertaqwa Berbudi pekerti luhur Berkepribadian mantap Mandiri Tanggung jawab Bermasyarakat.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 23 m.k. Prodi > 50 % MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya) MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya) MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bersama) Membentuk tenaga ahli dengan kekaryaan berdasar ilmunya Membentuk sikap dan perilaku dalam berkarya Memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya .

24 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

I.. dan hasil. 1954. spesifikasi. PROGRAM STUDI DAN TUJUAN Pendidikan Program Diploma IV Teknokimia Nuklir STTN bertujuan untuk: 1. Sikap ingin tahu (curious) terhadap informasi. pengembangan proses. proyek keteknikan. 2. J. Meningkatkan ketrampilan berfikir dalam bidang Teknokimia Nuklir yang meliputi pemilihan dan pengembangan proses. scale up. metode. “Chemical Engineering in Practice). 6. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Meningkatkan kemampuan keilmuan guna penyesuaian dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mendidik dan memberi bekal kemampuan keilmuan dalam bidang proses kimia yang menerapkan teknologi nuklir (teknokimia nuklir) dan digunakan oleh industri kimia bahan nuklir (instalasi nuklir). teknik operasi dan teknik pemasaran hasil (dari Harper. .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 25 BAB V. Bekerja secara efisien dan efektif. Mengembangkan sikap dan kebiasaan-kebiasaan sebagai berikut a. JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR Ruang lingkup atau bidang kerja sarjana teknokimia adalah penelitian proses. Bekerja sesuai prosedur yang benar. Meningkatkan kemampuan/ketrampilan dalam mengerjakan tugas-tugas bidang teknokimia di lembaga penelitian maupun industri yang meliputi perencanaan. c. teknik konstruksi. 5. dengan memperhatikan keselamatan diri dan lingkungan. A. rekayasa proses dan analisis ekonomi. Teknokimia Nuklir mempelajari aplikasi teknik nuklir untuk bidang kimia maupun teknik kimia maupun proses kimia yang melibatkan bahan nuklir serta proteksi dan keselamatan radiasi. dan evaluasi data. pelaksanaan. 3. b. serta pemilihan dan perawatan peralatan proses 4.

. mudah menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. menguasai proteksi radiasi. ruang rapat. dan mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi nuklir dalam bidang teknokimia. f. Untuk mencapai tujuan tersebut disusun kurikulum yang berisikan mata kuliah-mata kuliah yang sesuai. Bertanggung jawab untuk memperoleh hasil yang bermanfaat. laboratorium.26 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 d. STRUKTUR KURIKULUM JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR 1. menyelenggarakan pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. Visi & Misi Visi Menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan tenaga yang mampu melaksanakan pekerjaan dalam bidang penelitian dan industri kimia terutama yang di dalamnya menerapkan teknologi nuklir. perpustakaan. Fasilitas utama untuk penyelenggaraan program studi Fasilitas utama untuk penyelenggaraan pendidikan di Jurusan Teknokimia Nuklir adalah ruang kuliah. Pengembangan sikap diintegrasikan pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Bekerja sama untuk tujuan dan hasil yang lebih baik dan benar. e. bimbingan dan konsultasi. 2. kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler. B. ruang seminar. b. ruang dosen. ruang kerja pengurus jurusan. Menjunjung tinggi etika profesi dan moral. dan ruang kerja karyawan. Ciri khas kompetensi lulusan yang diharapkan Menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang kompleks dalam industri maupun unit penelitian bidang teknokimia nuklir. Membina kehidupan akademik yang sehat dengan memberdayakan sumberdaya yang ada. Misi a. 3. dengan senantiasa mengutamakan mutu dan kompetensi (quality & competence).

Kimia. majalah dan jurnal. tugas akhir. PRPN. PTRKN. guna peningkatan penguasaan Bahasa Inggris disediakan Laboratorium Bahasa. PPEN. seperti: whiteboard. serta Proteksi dan Keselamatan Radiasi. dosen. Gambar Teknik. Radiokimia dan Kimia Radiasi. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. disediakan ruang perpustakaan yang dilengkapi dengan buku-buku ilmiah dalam bahasa asing maupun bahasa Indonesia. PTNBR. Persyaratan akademik tenaga pengampu Tenaga pengampu mata kuliah. dan penanggung jawab praktikum minimum berpendidikan S-1/D-IV mempunyai kemampuan akademis pada bidang studi (kompetensi) yang sesuai dan ahli di bidangnya serta akan ditingkatkan sampai minimal S2/Sp1. Kimia Analisis. PTBIN. pembimbing kerja praktek. . Laboratorium Untuk pelaksanaan kegiatan praktikum disediakan laboratorium. Instrumentasi Kimia. PATIR. Komputer. (Semua Unit di BATAN). Deteksi Radiasi. PRSG. PPGN. OHP. karyawan. Operasi Teknik Kimia dan Proses. 4. PTBBN. Ilmu Bahan. Perpustakaan Untuk pencarian informasi ilmiah. dan akan dikembangkan perpustakaan digital. dan PRR. Selain itu. PTLR. slide proyektor dan LCD. antara lain Laboratorium Fisika. seperti: PTAPB. selain laboratorium-laboratorium di atas juga dapat dipakai fasilitas-fasilitas lain di BATAN. dan pihak lain guna mendukung kegiatan belajar mengajar. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa. disediakan ruang-ruang kuliah yang dilengkapi peralatan penunjang. sedang untuk asisten/ pembimbing praktikum diperbolehkan lulusan program Diploma III dengan pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun pada bidang (kompetensi) yang sesuai. Untuk pelaksanaan kerja praktek dan penelitian guna penyusunan tugas akhir.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 27 Ruang kuliah Untuk pelaksanaan proses belajar mengajar. PTKMR.

Penguasaan berkarya dan penguasaan mensikapi a. dan Bahan Pengajaran. kompetensi pendukung. Penguasaan ilmu dan ketrampilan: a. tugas-tugas dan ujian akhir. Selanjutnya setiap dosen wajib mengembangkannya menjadi GBPP. kegiatan pembelajaran direncanakan sebagai berikut: 1. tugas akhir 7. presentasi/seminar d. ujian sisipan. penyelesaian masalah 2. 2. kerja praktek b. tugastugas lain. laporan praktikum. Sistem evaluasi berdasar kompetensi 1. Penguasaan bermasyarakat a. 6. pelaksanaan praktikum.28 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5. dan kompetensi lain. Pada dasarnya penilaian adalah hak dosen pengampu 3. Sistem penilaian hasil belajar didasarkan pada tiga kemungkinan sistem penilaian yang pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan sifat masing- . serta ujian praktikum untuk praktikum dengan bobot yang harus diberitahukan kepada mahasiswa pada permulaan semester. Untuk mata kuliah praktikum didasarkan atas test awal. kuliah/tutorial b. serta kaitannya dengan pencapaian elemen kompetensi dapat dilihat pada daftar sebaran mata kuliah per semester. diskusi c. Sistem evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengetahui tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai penguasaan kompetensi mata kuliah teori didasarkan atas pekerjaan rumah (PR). simulasi 3. test. Praktikum dan praktek b. Rencana komprehensif kegiatan pembelajaran Agar tujuan pendidikan program studi dapat tercapai. ujian tulis. Substansi bahan kajian Analisis substansi bahan kajian untuk kompetensi utama. SAP.

2. dosen pengampu. sarana-prasarana. 4. Kelompok Masyarakat Pemrakarsa kurikulum Inti a. PAK (Penilaian Acuan Kombinasi). Kelompok (elemen kompetensi) Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB) Inti (Utama) 8 18 66 4 12 108 Prosentasi 73. Distribusi Matakuliah No. BATAN b. 3. 5. 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 29 masing kegiatan akademik. 5. Tabel 3. yaitu dengan menentukan batas lulus terlebih dahulu. kurikulum. PAP (Penilaian Acuan Patokan). yaitu: a.65 Institusional Pendukung 2 12 19 4 2 39 26. Masyarakat pengguna lulusan dan Kalangan Profesi. yaitu dengan cara menentukan batas lulus b. 4. PAN (Penilaian Acuan Norma). dan proses belajar mengajar. administrasi. c. kemudian membandingkan nilai yang lulus relatif dengan nilai kelompoknya.35 Lainnya Jumlah SKS 10 30 85 8 14 147 100 . Evaluasi juga dilakukan terhadap penyelenggara. Sivitas Akademika c. yaitu dengan cara membandingkan nilai mahasiswa dengan nilai rata-rata kelompoknya.

6. 3. 9. 10. 2. 6. 7. 4. NAMA MATA KULIAH Praktikum Gambar Teknik Asas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis Kimia Organik Matematika Terapan I Operasi Teknik Kimia I Termodinamika Instrumentasi Kimia Kimia Air Praktikum ADPR Matematika Terapan II Operasi Teknik Kimia II Alat Industri Kimia Radiokimia PRASYARAT 2 2 . 1. 5. 4. 7. 12. 5. 2. NAMA MATA KULIAH Pendidikan Agama I Bahasa Inggris I Pendidikan Pancasila Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Agama II PRASYARAT 2 2 2 2 2 SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS T P 2 Kimia Dasar Kimia Dasar Kimia Dasar Kimia Dasar Matematika II Asas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis Kimia Fisika Fisika Modern Matematika Terapan I OTK I OTK I ADPR 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 I I V VI VII Semester I I I II II III III IV IV V IV V Semester I II II II II III III III III III III IV IV IV IV SKS T P Semester Pendidikan Agama I MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. 3. NAMA MATA KULIAH Matematika I Fisika Terapan Kimia Dasar Matematika II Fisika Modern Statistik Alat Deteksi & Pengukuran Radiasi Perpindahan Panas Ilmu Bahan I Teknik Listrik Pemrograman Komputer Pengantar Teknologi Nuklir PRASYARAT 2 2 Matematika I Fisika Terapan Matematika I Fisika Modern Termodinamika Kimia Fisika Fisika Terapan Matematika Terapan II Fisika Modern MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. 11. 5. 14. 3. 10. 1. 4. 9. 15. 8. 11.30 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 C. 13. 12. 1. 2. KELOMPOK MATA KULIAH DAN PRASYARAT MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN No. 8.

MK PILIHAN (WAJIB MINAT) (MKB) NAMA MATA KULIAH PRASYARAT MINAT ANALISIS KIMIA Spektroskopi Instrumentasi Kimia Kromatografi Spektroskopi Elektrokimia Instrumentasi Kimia MINAT TEKNOLOGI PROSES Proses Kimia Bahan Nuklir Operasi T. 25. 4. PAP 2 2 2 2 2 2 2 2 V V V V VI VI VI VI VI VI VI VII VII VII VII 31 2 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS T P 2 1 2 2 SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 MK WAJIB PERILAKU BERKARYA (MPB) No. 22. 3. PP. OTK II KF. Kimia II Pengelolaan Limbah Proses Kimia II SPPBN PKBN MINAT PENGENDALIAN LINGKUNGAN Pengantar Ilmu Lingkungan OTK II Toksiko Ekologi P. Proteksi Radiasi Proses Kimia I. 2. Komputer Proses Transfer Kinetika Kimia Proses Kimia II Aplikasi Teknik Nuklir Perancangan Alat Proses Praktikum Proses Kimia Praktikum Ilmu Bahan Metodologi Penelitian Alat Kontrol Proses Strategi Rekayasa Proses Reaktor Kimia OTK II Radiokimia Ilmu Bahan I Matematika Terapan II PP. PP Proses Kimia I Ilmu Bahan I. 17. 29. 6. Ilmu Lingkungan Radioekologi Toksikoekologi V VI VII V VI VII V VI VII Mata kuliah pilihan (wajib minat) harus diambil oleh mahasiswa yang mempunyai minat dalam bidang tersebut secara konsisten. 28. 4. Teknologi Nuklir OTK II. 3. 5. 8. 5. 9. PAP Kinetika Kimia. 27. 20. 30. 1. II Praktikum Proses Kimia Pilihan A-1 Semester 1 I VII VII VII VII Semester No. 24. Proses Kimia I Kimia Radiasi Ilmu Bahan II Praktikum P. NAMA MATA KULIAH Keselamatan & Kesehatan Kerja Perundang-undangan TN Manejemen Proyek Seminar Sistem Manajemen Mutu PRASYARAT K3. 1. II Praktikum Proses Kimia Proses Kimia Kinetika Kimia. 23. OTK I.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 16. 18. 26. . 7. 2. 19. 21. OTK II Proses Kimia I P.

Nuklir Proteksi Radiasi Aplikasi Teknik Nuklir Pengantar T. namun pada setiap semester mata kuliah yang ditawarkan diatur oleh Jurusan/program studi.32 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK PILIHAN BEBAS KODE TKN712 TKN713 TKN714 STN715 TKN716 STN720 STN721 NAMA MATA KULIAH Bioteknologi Produksi Radio Isotop Teknologi Akselerator Proteksi Radiasi Lanjut Teknik Perunut Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik Dimungkinkan materi lain PRASYARAT Proses Kimia Proses Kimia Pengantar T. Nuklir ADPR SKS T 2 2 2 2 2 2 2 P Semester VII VII VII VII VII VII VII Mata kuliah pilihan minat bebas dipilih mahasiswa. KURIKULUM DAN SILABUS Kurikulum SEMESTER I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 STN104 STN105 STN106 TKN107 TKN108 STN109 TKN110 Kelompok MPK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MPB MPB Mata kuliah Pendidikan Agama Bahasa Inggris I Matematika I Fisika Terapan Kimia Dasar Praktikum Fisika Terapan Praktikum Kimia Dasar Praktikum Gambar Teknik Keselamatan Kesehatan Kerja Praktikum K3 Jumlah SEMESTER II No 1 2 3 4 5 Kode STN201 STN202 TKN203 TKN204 TKN205 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB Mata kuliah Matematika II Fisika Modern Azas Rekayasa Proses Kimia Fisika Kimia Analisis K U P U U U SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 K U P U U U U U P P P SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 11 8 . D.

L=Lain-lain SEMESTER III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN301 STN302 TKN303 TKN304 TKN305 TKN306 TKN307 TKN308 TKN309 STN310 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Mata kuliah Statistik Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Matematika Terapan I Operasi Teknik Kimia I Termodinamika Instrumentasi Kimia Pengantar Teknologi Nuklir Praktikum Operasi Teknik Kimia I Praktikum Instrumentasi Kimia Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Jumlah SEMESTER IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10. Kode TKN401 TKN402 TKN403 TKN404 TKN405 TKN406 TKN407 TKN408 STN409 STN410 Kelompok MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MBB MBB Mata kuliah Perpindahan Panas Ilmu Bahan I Matematika Terapan II Operasi Teknik Kimia II Alat Industri Kimia Radiokimia Praktikum Operasi Teknik Kimia II Praktikum Radiokimia Proteksi Radiasi Praktikum Proteksi Radiasi Jumlah K U U U U U U U U U 2 14 2 6 Teori 2 2 2 2 2 2 SKS Praktikum K P U U U U U U U U U 14 Teori 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 SKS Praktikum 2 2 . U= Utama .Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 6 7 8 9 10 TKN206 TKN207 TKN208 TKN209 STN210 MKB MKB MKB MKB MBB Kimia Organik Praktikum Kimia Fisika Praktikum Kimia Analisis Praktikum Kimia Organik Praktikum Bahasa Inggris Jumlah U U U U P 2 2 2 2 2 8 33 12 Keterangan: K=Kompetensi. P=Pendukung.

Kromatografi b. 3. Kode KIN501 TKN502 TKN503 TKN504 TKN505 TKN506 TKN507 TKN608 TKN609 TKN610 9 10 TKN511 TKN512 Kelompok MPK MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Mata kuliah Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 K U P P P U U U U Pancasila Teknik Listrik Pemrograman Komputer Kimia Air Proses Kimia I Kimia Radiasi Ilmu Bahan II Pilihan A-1 a. 8. 4. 10. Toksiko Ekologi Praktikum Proses Kimia Praktikum Aplikasi Teknik Nuklir Praktikum Ilmu Bahan Jumlah K U U U U U U U SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 8. Pengantar Ilmu Lingkungan Praktikum Pemrograman Komputer Praktikum Kimia Radiasi Teori 2 2 2 2 2 2 2 2 SKS Praktikum P U 16 2 2 4 SEMESTER VI No 1 2 3 4 5 6 7 Kode KIN601 TKN602 TKN603 TKN604 TKN605 TKN607 TKN608 TKN609 TKN610 TKN611 TKN612 TKN613 Kelompok MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Proses Transfer Kinetika Kimia Proses Kimia II Aplikasi Teknik Nuklir Perancangan Alat Proses Pilihan A2 a. 6.34 SEMESTER V No 1. 2. Spektroskopi b. 7. 5. 9. Proses Kimia Bahan Nuklir c. Pengelolaan Limbah c. U U U 14 2 2 2 6 .

Kode KIN701 STN702 TKN703 TKN704 TKN705 TKN706 TKN707 TKN708 TKN709 8. TKN710 TKN711 TKN712 STN713 TKN714 9 10 11 12 13 STN715 STN716 TKN717 STN720 STN721 MKB MKB MKB MKB MKB MPB MPB MPB MPB MPB Jumlah SEMESTER VIII No 1 2 Kode STN801 STN802 Kelompok MBB MBB Mata kuliah Kerja Praktek Tugas Akhir Jumlah Ringkasan Sebaran SKS TKN I Tr 11 Pr 8 Tr 12 II Pr 8 Tr 14 III Pr 6 Tr 14 IV Pr 6 Tr 16 V Pr 4 Tr 14 VI Pr 6 Tr 21 K U U Teori Kelompok MPK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Mata kuliah Pendidikan Agama II Sistem Manajemen Mutu Metodologi Penelitian Alat Kontrol Proses Strategi Rekayasa Proses Reaktor Kimia Pilihan A3 a. SPPBN c.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 SEMESTER VII No 1 2 3 4 5 6 7. Radioekologi Pilihan B Bioteknologi Produksi Radio Isotop Teknologi Akselerator Proteksi Radiasi Lanjut Teknik Perunut Perundang-undangan Tenaga Nuklir Manajemen Proyek Seminar Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik K U U U U U U U 35 SKS Teori Praktikum 2 2 2 2 2 2 2 P 2 P P U P P 1 2 1 2 2 21 1 SKS Praktikum 3 5 8 19 20 Teori = 102 SKS 16 x 102 jam Utama =108 MPK=10 20 20 20 20 Praktikum = 39 SKS KP&TA=8 SKS 16 x 141 jam 16x4x8 jam Pendukung = 39 Lain-lain = 0 MKK=30 MKB=85 MPB=8 VIII Tr Pr 0 8 22 8 Total = 149 SKS Pr 1 VII MBB=14 . Elektrokimia b.

Bell & Hyman. Raymond Murphy. Perfect Tenses and articles. Count/NonCount nouns. Ayres. and Future Tenses.J. Cox & Wyman Ltd.. FMIPA-UGM. English Grammar in Use. 4. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). 3. Determinan. Peran agama dalam keluarga. Comparisons. Buku: 1. New York. England. 3. Nouns and Pronoun. Limit. 3. Bahasa Inggris I (2 SKS) Structure: Present.. Diferensial partial dan total. 1987. . Reading. dan perkembangan teknologi. Nilai ekstrem. Theory and Problem of Calculus.36 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Silabus Semester I 1. Buku untuk Pendidikan Agama Islam: 1. dan Syari’ah. Aqidah. 2. Muhammad Al Ghozali. pembangunan. Inc. Deret. John Wiley and Sons. GCSE Chemistry. Persamaan Differensial. Matrik. Passive Sentences. Question words. Teknik Integrasi. Riyadhus Sholihin. Cambridge Univ. London. Derivatif fungsi matematika. Wardiman. dan Lewis. Pendidikan Agama I (2 SKS) (Pendidikan Agama Islam) Pokok-pokok agama.. Kaplan. Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). W. Modal Auxiliaries. Imam Namawi. Keimanan. Press. 3. Gerund and Infinitives. Past. 2. Muhammad Syaltut. 1985. noun clauses. F. Islam. Akhlak Islam. Hikmah ibadah. Jane Morris. 2. Pendidikan Agama Lain menyesuaikan 2. D. Calculus and Linear Algebra. Dictionary of Science for Everyone. Academic Reading and Writing. Matematika I (2 SKS) Limit Fungsi. Connecting ideas. 1.

Mahan. Struktur Atom. J. Tindakan prefentif kecelakaan yang sering.Panas: suhu.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 37 4. Chemistry. New York.. 4. D. tindakan pengamanan fasilitas.C. Inc. optik geometri.. Listrik dan magnet. Listrik. korban. pekerja. Buku: 1. dan masyarakat. Struktur Molekul. pernah terjadi dan penanggulangan kecelakaan kerja. Physics.M. energi. Thomas. Jr. University Chemistry.L. Kimia. Sistem Periodik. Addison-Wesley Publishing Company. and Tanner. Pedoman umum keselamatan dan kesehatan kerja..H. (1 SKS) Pencatatan dan evaluasi dengan norma standar. Pengetahuan tentang berbagai macam keselamatan penggunaan bahan berbahaya. skalar dan vektor. and Resnick.S. Ergonomi. Tokyo. Ikatan Kimia. Buku: 1.. alat pelindung kerja. hantaran panas. Heath and Company. Stanford. 5. New York. and Finney. Orlando. statika. Lexington. Ltd. Calculus and Analytic Geometry. Buku: . Mesin. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 6. analisis kecelakaan kerja. Academic Press. 2. dan reaksi kimia. S.. International Student Edition.. Zumdahl. Chemical Principles & Properties. 1985. McGraw-Hill Kogakusha. B. Bunyi: getaran dan gelombang. A. Addison-Wesley Publishing Company. Sienko and Plane. Fisika Terapan (2 SKS) Pendahuluan: Besaran dan satuan. Kimia Dasar (2 SKS) Stoikiometri. situasi serta keselamatan kerja umum/ non radiasi. Optik: Optika fisis. R.L. John Wiley and Sons. 2. Pola penanggulangan kecelakaan.. R. Mekanika kinematika. Amsterdam.B. peralatan optik. Api. G.. Physics for Student of Science and Engineering. D. konsep mol. 3... polarisasi.. Penggolongan Unsur. Halliday.. dinamika. 1978.

Praktikum Keselamatan dan Kesehatan Kerja (2 SKS) Penggunaan alat-alat pelindung. Deparatemen Tenaga Kerja: Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.38 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Petunjuk Praktikum Kimia Dasar. Institut Teknologi Bandung. Praktikum Fisika Terapan (2 SKS) Mekanika. BATAN. Gambar Elemen Mesin. Buku: 1. Modern Experimental Chemistry. Panas. Tim Asisten. Petunjuk Praktikum Fisika Terapan. Massa Rumus. 8. Petunjuk Praktikum Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 2. Academic Press. Praktikum Kimia Dasar (2 SKS) Keselamatan Kerja di laboratorium Pengenalan alat laboratorium kimia. Listrik dan Magnet. Praktikum Gambar Teknik (2 SKS) Pengetahuan alat gambar. G. Aplikasi dalam bidang teknik kimia. Diagram alir. 10. Penentuan Massa Atom. Bunyi. STTN. Instruksi menggambar. New York. . Buku: 1. BATAN.O.W. Bandung. Matematika II (2 SKS) Penyelesaian Persamaan diferensial Ordiner dan parsiel: secara analitik. R. 9.. STTN-BATAN. Penanggulangan kecelakaan kerja dan Bahaya Kebakaran. Diagram alir proses. Ergonomi. Teknik Pembuatan Laporan Praktikum. Diagram pemipaan dan instruksi. Kimia larutan. 7. STTN. Deret. and Ragsdale. Analisis kecelakaan kerja. Semester II 1. Pencemaran. dan Massa Molekul Relatif. Buku: 1. Peraturan menggambar. Latimer. 2. Simbol gambar dan alat kontrol. Analisis kualitatif unsur-unsur. Keselamatan Kerja. Stoikiometeri pada reaksi kimia. Normalisasi. Tim Asisten. Tim Asisten. ITB.

Similarita Teknik. 3. M. Svehla. Himmelblau. Neraca bahan dengan reaksi kimia. Kimia Fisika (2 SKS) Wujud Zat. Jr. Buku: 1. 2. G. and Thring.L. Neraca panas. New York.. 1983. 1957. Physical Chemistry. Pilot Plants Models and Scale-up Methods in Chemical Engineering. Neraca bahan tanpa reaksi kimia. Buku: 1. Basic Principles and Calculations in Chemical Engineering. 2. Yogyakarta.A. Dasar termodinamika.J. John Wiley and Sons. Kecepatan reaksi. and Finney. New York. Kimia koloid dan permukaan. N.W. John Wiley and Sons Inc. Castellan. R. Dasar perhitungan Kimia. 1978.E.A. New York. Physical Chemistry. W. Addison-Wesley Publishing Company. Kaplan. Inc. STTN-BATAN.B. Hougen and Watson. Alberty. Analisis Gravimetri. John Weley & Sons. Analisis kolorimetri. 3. New York. London. Vogels... Wiley International Edition. Calculus and Analytic Geometry. 3. Bahan Kuliah Kimia Fisika. Thomas. Kundari. Kimia Analisis (2 SKS) Dasar-dasar analisis kualitatif dan kuantitatif. 1976. New York. Kesetimbangan Fasa.. 2. Analisis Volumeteri. 2005. Chemical Process Principles. Analisis dimensi. Azas Rekayasa Proses (2 SKS) Dimensi dan satuan. Buku: 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 39 Buku: 1. Johnstone. Vogel’s Textbook of Macro and Semimicro Qualitatif Inorganic .. R... 2. 4. Kuantitatif Inorganic Analysis. Calculus and Linear Algebra. Elektro Kimia. 2. 1971. Longman.. Addison Wesley Publishing Company. and Lewis. New York. D.. R.

Organic Chemistry. 5. 1979. Atomic and Quantum Physics. Stereokimia. 6. Protein. atom dalam medan listrik. Springer Verlag. atom berelektron banyak. 1986. 7. Benzen dan Benzen tersubstitusi. 1981. model atom Bohr.. Mekanika Kuantum. Relativitas. Praktikum Kimia Fisika (2 SKS) Termokimia.H. 2. adjectives which belong to the phraseology of science. 1984. 2. Practical English Usage. sifat gelombang materi. New York. TOEFL. Aromatisitas. Karbohidrat. McGraw-Hill Book Company. Alkil Halid: Reaksi substitusi dan eliminasi. spektra sinar-x. Berlin. Tatanama. Yang... Kimia listrik. teori kuantum. inti atom. Boston. atom dalam medan magnet.. Massa dan ukuran atom.40 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Analysis”. London. Griffin. The McGraw-Hill Companies. Listening and Speaking. Buku: 1. Kecepatan reaksi. Oxford Univ. laser. elektron. Aldehid dan Keton. 1996. adverbs. Kesetimbangan. Enolat dan Carbonion. Asam karboksilat dan turunannya. 1978. New York. 8. Amina. asam amino. Fassenden.. Buku: 1. 2. orbital atom. Reaksi radikal bebas.. J. Kimia koloid dan . Bahasa Inggris II (2 SKS) (Praktikum) Scientific and technical words. Michael Swan. Willad Grant Press. Modern Atomic and Nuclear Physics. Alkohol. Ether dan senyawa yang berhubungan. Modern Organic Chemistry.H. Inc. and Fassenden. H. Longman.J. isotop. photon.S. Wolf. semi-scientific. Kimia Organik (2 SKS) Struktur Isomer. dan Alkana. Press. R. dan lemak. Academic Reading and Writing. dan Hamilton. Buku: 1. Fisika Modern (2 SKS) Fisika Nuklir. semi-technical terms. Alkena dan Alkyn. Senyawa organometalik. F. J. TOEFL.

STTN-BATAN. Praktikum Kimia Analisis (2 SKS) Analisis volumeteri. 2. Longman. New York. McGraw–Hill. Statistik pencacahan. Peluang. gravimeteri. London. Buku: 1. Penyusunan PD Ordiner. Practical Organic Chemistry. 2. 10. Pavia. Vogel. Introduction to Organic Laboratory Techniques. Buku: 1. Statistik (2 SKS) Distribusi. Buku: 1.j. Ukuran Nilai Pusat dan Penyebaran. (Sudah ada edisi Bahasa Indonesia) 2. F. Dixon. Regresi dan Korelasi.. F. Vogel. STTN-BATAN. Lampman. Isolasi dan pemurnian dalam kimia organik. Buku: 1. 3. Jr. Distribusi Normal.. Tim Asisten.. Kuantitative Inorganic Analysis. Inferensi Statistik: Penafsiran dan uji: Inferensi:Populasi tunggal dan dua populasi: Analisis varian. Inc. Tim Asisten. Introduction to Statistical Analysis. Petunjuk Praktikum Kimia Fisika. 2. Petunjuk Praktikum Kimia Organik. Penuntun Praktikum Kimia Fisika. and Massey. Matematika Terapan I (2 SKS) Penyusunan model matematis dari fenomena fisis dalam teknik kimia. Penyusunan PD . STTN-BATAN.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 41 permukaan. Populasi dan sampel. Petunjuk Praktikum Kimia Analisis. and Kriz. Tony Bird. Penyusunan Persamaan Aljabar. W. dan kolorimetri. Semester III 1. London. Tim Asisten. 9. Praktikum Kimia Organik (2 SKS) Sintesis dan analisis senyawa organik. Longman.

S.G.. kromatografi. Konversi Panas... Kesetimbangan.. New York. 1975 5. Sedimentasi. Sherwood. Brown. 4.C.J.. 3. Operasi Teknik Kimia I (2 SKS) Mekanika fluida: Fluida statis dan aplikasinya. John Wiley and Sons. W. Applied Mathematic in Chemical Engineering.L.. Phenomena mekanika fluida.. Inc. John Wiley and Sons.V. 1984.E. 3. A. Jenson. Efekefek Panas. 2.. 1971. W. T. and Reed. New York. J. G. and Lewis. Buku: . Buku: 1. Inc.S. Pengadukan dan pencampuran. New York.. 1980.. Tokyo. Unit Operation of Chemical Engineering. Academic Press Inc. Penyelesaian model matematis yang telah tersusun secara analitis. John Wiley and sons. Tata McGraw-Hill Book Company. dan gas. Buku: 1. Buku: 1.. Unit Operations.42 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Parsiel.. New York. H. Alat angkut zat padat.. Termodinamika Proses Alir. Cabe. Sifat-sifat termodinamika Fluida. Sifat Volumetris Fluida Murni. Mathematical Methods in Chemical Engineering. Termodinamika (2 SKS) Hukum I dan konsep termodinamika. Smith and Van Ness. C. D. London. Hukum II Termodinamika. dan elektrokimia. New Delhi. cair.S. and Jeffreys. Siklus Termodinamika.. et al. Foust. Aliran Fluida Tak mampat dan mampu mampat. Inc. Calculus and Linear Algebra. V. Mc. Mc Graw-Hill Kogakusha. 2.. and Smith. McGraw-Hill Inc. Mickley. Principles of Unit Operations.. 1977. Sifat Termodinamika Campuran Homogen. Kaplan. Introduction to Chemical Engineering Thermodynamic. Instrumentasi Kimia (2 SSKS) Prinsip-prinsip analisis secara spktrometri. 3.

Buku: 1. pertukaran ion. pH.A. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia I. Praktikum Instrumentasi Kimia ( 2 SKS) Spektrometri. Alat ukur aliran fluida.. Piranti pencacahan: kamar ionisasi.. D.. 9. Pengolahan air dalam industri. detektor netron. Praktikum Operasi Teknik Kimia I (2 SKS) Statika fluida. Berbagai macam detektor dan aplikasinya. 8. Principles of Instrumental Analysis. Kromatografi. New York. 1985 2. 7 ed. Pengadukan. detektor proporsional. Tim Asisten. dan Elektrokimia. aerasi). pencacahan GM. Water Chemistry of Nuclear Reactor Engineering. Radiation Detection and Measurement. klorinasi. sintilator. F. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi (2 SKS) Macam-macam radiasi. Buku: 1.F. Pemurnian air (penyaringan. Aliran Fluida.. New York. Sedimentasi. Jr. H. 1979. potensial redoks). British Nuclear Energy Society. Sounders College Publishing.. Jr. Pengendalian kualitas air. semikonduktor. Wadworth Publishing Company. osmosis). Pengosongan tangki. 1988. Knoll. 7. Statistik pengukuran radiasi. Water Chemistry. Instrument Methode of Analysis. Kimia Air (2 SKS) Sumber air.H.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 43 1. Meritt. Alat deteksi pengukuran dosis. Buku: 1. Setthe. Produksi air dengan kemurnian tinggi (distilasi. Interaksi radiasi dengan materi. 2. Buku : . Willard. California.. G.F. Alat deteksi pengukuran partikel.L. 6. pengendapan. Skoog.. Sifat fisika dan kimia air (konduktivitas. STTN-BATAN. Metode dan mekanisme pengukuran radiasi. John Weley and Sons. Aliran dalam medium berpori.. L. Snoiyinc dan Jenkins.

S. Tim Assisten. Praktikum Deteksi dan Pengukuran Radiasi (2 SKS) Pencacahan dengan detektor GM.O. New York. Numerical Methods and Modeling for Chemical Engineers. Kalibrasi alat ukur radiasi. Penyelesaian Secara Numeris PD Parsiel. Statistik pencacahan. New York. 1984.F. and Reed. Petunjuk Praktikum Instrumentasi Kimia. Tata McGraw-Hill Book Company. Eliminasi Trial dan Error. Davis. Persamaan Empiris. Interpolasi/Ekstrapolasi. Waktu paruh radionuklida. 3. STTN-BATAN. M. John Wiley & Sons.. Integrasi.44 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Jenson.. Penyelesaian Secara Numeris PD Ordiner..V. and Jeffreys. Mickley. (Penyajian secara grafis. Applied Numerical Analysis.. . AddisonWesley Publihing Company. konveksi. 1984. 4. Academic Press.E. New Delhi. Perpindahan Panas (2 SKS) Konsep dasar perpindahan panas: konduksi. Perisai Radiasi.G. Inc. Semester IV 1. Tim Asisten. C. 2. T. Pengukuran radioaktivitas lingkungan. Mathematical Methods in Chemical Engineering. Buku: 1.. Petunjuk Praktikum ADPR. Perpindahan panas pada fasa yang berbeda. Penyelesaian Numeris persamaan linier simultan.. 1977. Matematika Terapan II Pengolahan Data Teknis. 2. Buku: 1. Diferensiasi. Sherwood. dan radiasi. Kern. V. STTN-BATAN.. C. Gerald. McGraw-Hill Book Company. 1984. London. Process Heat Transfer. P.E. Optimasi). H. and Wheatley. G. Applied Mathematic in Chemical Engineering.. Perhitungan dan perancangan alat pertukaran panas. 10.. Buku: 1. London.S.

Inc. Efek biologi radiasi. Dasar proteksi radiasi. Transmutasi inti. 1955. McGraw-Hill inc. G. padat-gas). McGraw-Hill Book Company. Evaporator. padatpadat. Badger and Banchero. Principles of Unit Operations. 1988. New York.. Ekstraksi. 2. Brown:. Radiokimia (2 SKS) Pengertian radiokimia. New York. McGraw-Hill Book Company. Radionuklida alam dan buatan. 3. Perundang-undangan ketenaganukliran. Foust. Inc. Alat pemecah dan penggiling. Mass Transfer Operations. Energi nuklir. A..S. Unit Operations.al. New York.. dan kimia inti. New York. 3. Peluruhan radioaktif. Kestabilan inti. Buku: 1.G. Deret keradioaktifan. Inc. 6. Proteksi dan Keselamatan Radiasi (2 SKS) Dasar fisika radiasi. Buku: 1. Brown:. 1980. 5.. 2. Kristalisasi.. Adsorbsi (Pemisahan gas-cair. John Wiley and Sons. G. Pita kestabilam. New York. kimia radiasi. Equlibrium Stages Separation. Pengangkutan zat radioaktif. Pemusing. John Wiley and Sons.. Introduction to Chemical Engineering. Ayakan. Dosimetri. Pengeringan. Energi pengikat inti. dan reaksi fusi. Ketentuan keselamatan radiasi. P. Kesetimbangan radiokimia. Difusi molekuler dan olakan. 4. reaksi fisi. Treyball. padat-cair.. 1980 4. Operasi Teknik Kimia II (2 SKS) Distilasi. Kecelakaan radiasi dan pengamanan sumber radiasi. Alat pengumpan.G. New York. Reaksi inti. Penyaring. Perizinan. . et. Unit Operations. cair-cair. Buku: 1. Wankat. John Wiley and Sons. Alat Industri Kimia (2 SKS) Alat penyimpan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 45 1982.

Pencacahan α. polimer linier. Buku: 1. polimorfi. Pengendapan. Sintilasi cair. M.46 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2.. polimer 3 dimensi. Bandung.. Logam fasa tunggal: Paduan fasa tunggal. Wiryosimin. deformasi elastik dan plastik. S. dan x.. kristal keramik dan elektromagnetik. β. L. difraksi sinar X.H. Tim Assisten.Kristalisasi. D. keramik.. Buku: 1. sifat polikristal. Ilmu Bahan I (2 SKS) Pengenalan Bahan: Beberapa sifat tertentu. konduktivitas logam. W. Smith. Vlack. STTNBATAN. Michigan 2. Praktikum Radiokimia (2 SKS) Pengenceran isotop. kerusakan logam oleh radiasi.F. Principles of Materials Science and Engineering. geometri bidang kristal. Ashby. McGraw-Hill Publishing Company. γ. deformasi bahan polimer. Pengeringan Leaching. and Jones. 8. Analisis pengaktifan netron. Ekstraksi. Praktikum Operasi Teknik Kimia II (2 SKS) Distilasi. New York. perpatahan. Fasa molekuler: molekul raksasa.R. silikat. stabilitas polimer. isolator. 4.F. 9. Bahan keramik: fasa keramik. Absorpsi. Segal. logam yang mengalami deformasi rekristalisasi. Susunan atom dalam bahan padat: kristal. sifat mekanik dan elektromagnet. Cambridge University Press.. Elements of Materials Science and engineering. semikonduktor dan superkonduktor serta alat-alatnya.H. 3. sifat listrik polimer. Transportasi elektron dalam benda padat: pembawa muatan. ikhtisar ikatan kimia. 7. Adsorpsi.V. Mengenal Azas Proteksi Radiasi. kisi. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia II. proses pembuatan bahan keramik. pemrosesan paduan fasa tunggal. Filtrasi. Penerbit ITB. D. Pergamon Press. Engineering Materials 2. Chemical Synthesis of Advanced Ceramic Materials. . AddisonWesley Publishing Company.

Bandung. Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi. Alternator. Tim Asisten. Algoritma. Pemrograman dengan bahasa program. Teknik Listrik (1 SKS) Generator Arus Searah. trapesoidal . Kedudukan dan Fungsi Pancasila. Buku: 1. Pemrograman Komputer (2 SKS) Pengenalan komputer. Sumber hilang. realisme. LP3ES. Survey daerah radiasi. Armico. Buku: 1. dan pragmatisme. Buku: 1.B. Jakarta.. A. Muslimin Marappung. Runge Kutta. Jakarta 2. Landasan dan pengertian pendidikan Pancasila Rumusan Pancasila. Euler. Pemodelan matematis dan Penyelesaian . Diagram alir. Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi (2 SKS) Kontaminasi dan dekontaminasi. UUD 1945. 3. Teknik Tenaga Listrik. Pengantar Teknik Tenaga Listrik. Teknik Pemrograman. dan aplikasinya dalam Teknokimia. Sediawan. Motor DC. Uji kebocoran pesawat X-ray. Pembukaan UUD 1945. Abdul Kadir. Transformator. positifisme. W. Program Komputer Metode Numerik meliputi integrasi numerik (simpson. dan Prasetyo. eksistensialisme. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional) 2. Pembuatan program komputer untuk membantu penyelesaian masalah bidang teknokimia nuklir. Newton Raphson. Pendidikan Pancasila (2 SKS) Pancasila sebagai konsep filsafat melalui pendekatan idealisme. Motor Induksi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 47 10. humanisme. Motor Serempak. diferensiasi numerik. Pradnya Paramita. Penahan radiasi. Aris Munandar dan Kuwahana. Penentuan waktu paruh. Pelaksanaan Pancasila. Bentuk dan Susunan Pancasila. STTN Semester V 1. Teknik Tenaga Listrik. 3.

Buku: 1. An Introduction to Radiation Chemistry. Ion dan molekul tereksitasi. Inc. konsep keselamatan radiasi. proses . K. McGraw-Hill Book Company. Spinks.T.48 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Numeris dalam Teknik Kimia. pengendapan. New York. Radikal bebas. fasa ganda.. Penerbit Andi.. John Wiley & Sons. Polimerisasi Radiasi. kuantitas fasa. Inorganic Process Industries. Johnstone. sifat mekanik. New York. 1984.. Ilmu Bahan II (2 SKS) Bahan berfasa ganda I: Kesetimbangan. M.J. Yogyakarta. diagram fasa besi carbon. Bagianbagian Reaktor Nuklir. J. Kimia Radiasi (2 SKS) Pengertian radiasi. Proses Kimia I (2 SKS) Konsep termodinamika dan kinetika dalam proses kimia. Sumber radiasi. 3. komposisi fasa. Kobe. R.W. diagram fasa. 2. Buku: 1. The Macmilan Company. New York. Proses thermal: anil.. Batan. and Woods. 7. struktur mikro. Pengantar Teknologi Nuklir (2 SKS) Review Fisika Inti. 6.. Shreve’s Chemicals process Industries. Buku: 1. hubungan kualitatif fasa. Dosimetri radiasi. 5. Tinjauan umum PLTN. laju reaksi. Austin. 4. and Johnstone. S. baja karbon dan baja paduan tanah. Proses Kimia untuk senyawa anorganik termasuk pengolahan bahan nuklir. Efek radiasi pada gas dan senyawa organik. Mineral for The chemical and Allied Industries”. [paduan dan keramik komersiil..G. John Wiley & Sons. Interaksi radiasi dengan materi.A. New York. Pengantar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Prinsip Kerja reaktor nuklir. Radiolisis air dan larutan dalam air. normalisasi. Bahan berfasa ganda II: Reaksi fasa padat.J. sifat fisik. 1997. bahan-bahan reaktor. dekomposisi austenit. Prinsip kerja Reaktor Nuklir.

D.F.L. Interpretasi data MS. AddisonWesley Publishing Company. Pergamon Press. Chemical Synthesis of Advanced Ceramic Materials. L. Besi cor. Lampman. D.V. IR. Elusidasi struktur berdasarkan kombinasi data UV-Vis. laju korosi dan pengendalinya. Engineering Materials 2. piezoelektrik. Elements of Materials Science and Engineering. 1979. Michigan 2.. 8. G.. Senyawa yang dapat menghasilkan Spektra. Spektroskopi (kelompok Analisis) Spektrofotometri UV-Vis. Pavia.. H-NMR. Introduction to Spektroscopy.H. Kriz. Saunder Philadelphia. Bahan kendali. bahan moderator dll Buku: . Interpretasi data Spektra H-NMR dan C-NMR. Buku: 1.H. bahan struktur. and Jones.F. Cambridge University Press. Buku: 1. dielektrik. bahan yang diperkuat. Pilihan A1 (2 SKS) 1.. beton. Terjadinya Spektra UV-Vis. Proses Kimia bahan Nuklir (kelompok Proses) Proses Pemurnian Bahan Nuklir. M.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 49 termal baja komersiiil. Bahan magnetik. New York. W. Smith. Daur Bahan Bakar Nuklir. kayu dan komposit: kombinasi bahan. Korosi logam: pelapisan secara elektro. Cara Interpretasi Spektra UV-Vis.. Ashby. 4. Spektrofotometri Infra Merah. C-NMR. Segal. Spektrofotometri Resonansi Magnetik Nuklir dan Carbon (CH-NMR dan C-NMR) Terjadinya Spektra H-NMR dan CH-NMR. kemampuan pengerasan (hardening). Principles of Materials Science and Engineering. Vlack. McGraw-Hill Publishing Company. 2. 3.R. Gesekan Kimia. dan optik. P. Interpretasi Data Spektra Infra Merah. pasangan galvanic..S. dan MS. Spektrometri Massa (MS): Ionisasi dan Fragmentasi. Integrasi dan Pemecahan Spektrum.

. udara. Nuclear Chemical Engineering. 3. Pengantar Ilmu Lingkungan (kelompok Lingkungan) Pengertian dasar pencemaran air. E. 2. and Lightfoot. A. wawasan nusantara.B. Newton Raphson. politik dan strategi nasional. Pemantauan lingkungan. dan Prasetryo. Penerbit Andi. 10. STTN-BATAN. Buku: 1. Sediawan. Proses Transfer (2 SKS) Transfer momentum. Tim Asisten. Pendugaan dampak lingkungan. dan gas. Komponen pencemaran. Semester VI 1. Transport Phenomena.B. Yogyakarta. . Runge Kutta.E. dan daratan. Transfer Massa Buku: 1. Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan. Dampak Pencemaran Lingkungan. Membuat dan menjalankan program komputer untuk membantu penyelesaian masalah bidang teknokimia nuklirt. cairan. 9. Pengaruh radiasi terhadap senyawa organik. W. diferensiasi numerik.. Pemodelan matematis dan Penyelesaian Numeris dalam Teknik Kimia. W. Praktikum Kimia Radiasi (2 SKS) Pengaruh radiasi terhadap zat padat.. AMDAL. Dasar ekologi. Praktikum Pemrograman Komputer (2 SKS) Membuat dan menjalankan program komputer untuk menyelesaikan kasuskasus dalam teknokimia. Transfer Energi. Bird. Petunjuk Praktikum Kimia Radiasi. Euler. Benedeick. trapesoidal. ketahanan nasional. dll. Steward..50 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. R. sistem hankamnas. dan aplikasinya dalam Teknokimia Buku: 1.H. Program Komputer Metode Numerik meliputi integrasi numerik (simpson.

S. Reaksi katalisis heterogen.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 51 McGraw-Hill Book Company inc. 5. Hidrogenasi. Perancangan Menara. Esterifikasi. C. New York. John Wiley & Sons. Teknik Perunut. Welty. .. Buku: 1. Elements of Chemical Reaction Engineering. Halogenisasi. Polimerisasi. Nitrasi. Inc.. 1998 3. Fundamentals of Chemical Reaction Engineering. R.E. Sterilisasi dan pengawetan dengan cara radiasi. Bioproses. Deaktivasi katalisator. J.. Kecepatan reaksi. Groggin.E.. 1992. Perancangan Alat Proses Perancangan Alat Penyimpan. Chemical Reaction Engineering. Penglapisan permukaan. Unit Processes in Organic Synthesis.. Alkilasi. 1979. Sulfonasi dan Sulfatasi. 1952. New York.. Heat and Mass Transfer. Wilson. Kinetika Reaksi Kimia (2 SKS) Neraca mole. New York.Graw-Hill Book Company. 1960. O. London. Sintesa Hidrokarbon dan Hidroformilasi. 3. Polimerisasi radiasi. Perancangan Bejana Tekan. Aplikasi Teknik Nuklir (2 SKS) Teknik gauging. Fogler. dan konversi. Teknik Logging. Prentice-Hall. Mc.Kinetika reaksi homogen elementer dan kompleks.. 4. Inc. 2. Reaksi heterogen non-katalisis. Levenspiel. Proses Kimia II (2 SKS) Proses Kimia untuk senyawa organik. and Wicks. Teknik Perunut.E. 6.. Scale-up Alat proses. Prentice Hall Inc. analisis radiometerik. Hydrolisis. Esterifikasi. stoikiometeri. Aminasi. Termodinamika dan Kinetika dalam proses kimia. Pengumpulan dan analisis data kecepatan reaksi. 2. Holland and Anthony. London. Oksidasi. Fundamental of Momentum. Buku: 1.

Elektrolisis... Proses Kimia Bahan Nuklir.. Sounclins College Publishing. kuantitatif. Jenis detektor. Philadelphia. F. D. Toksiko Ekologi Sejarah Arti dan Makna toksiko ekologi. California. Houston. Kertas. Instalasi Nuklir. Lea & Febiger.E.Sintesis senyawa organik dan anorganik ditinjau dari segi termodinamika dan kinetika.. Jenis Kromatografi: Kromatografi kolom. Wadworth Publishing Company. Cair Kinerja Tinggi. Loomis. Pengelolaan Limbah Radioaktif. Principle of Instrumental Analysis. Ludwig. Bioproses. dan cara preparasi. 1988. 2. 3. Bronell and Yaung. Praktikum Proses Kimia (2 SKS) Proses Kimia untuk bahan anorganik: Pelarutan. Proses Kimia Bahan Nuklir. Jr.. T. Applied Process Design for Chemical and Petrochemical Plants.. Peleburan. Essential of Toxicology. Instrument Methode of Analysis. Uji ketoksikan Buku: 1. Pengendapan. Lapis tipis. Asas Umum dan pola pikir ketoksikan. Gas. 8. 7. Proces Equepment Design 2. 1985. Cara Analisis Kualitatif. Polimerisasi.. Gulf Publishing Company.A. Kromatografi Dasar-dasar dan teori pemisahan dari berbagai jenis senyawa kimia dengan cara kromatografi. H. Laboratorium. New York. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketoksikan. Skoog. Pilihan A2. Meritt. Willard.52 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Buku: 1. dasar-dasar toksikologi klinik dan industri.XL. E. Perkembangan kromatografi Buku: 1. Setthe. (2 SKS) 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketoksikan. Proses Kimia Bahah non-nuklir. A. ..F. Jr.H. Pengelolaan Limbah Pengelolaan Limbah Industri. 2..

Kundari. Teknik Penyajian. fungsi dan jenis penelitian. 4. Petunjuk Praktikum Proses Kimia. STTN-BATAN Semester VII 1. Metodologi Penelitian Bidang Teknokimia. Penulisan karya ilmiah. industri. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. Pengaruh parameter pada pressing dan sintering.. Petunjuk Praktikum Ilmu Bahan. STTNBATAN. 2. Buku: 1. Rancangan Penelitian. Penggunaan perunut radioaktif untuk mengetahu kebocoran pipa dan kecepatan alir fluida. 9. N. 10. Pengumpulan dan pengolahan data. pengelolaan limbah. 3. Buku: 1. Tim Asisten. kedokteran dan farmasi. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. Praktikum Ilmu Bahan (2 SKS) Granulasi dan analisis distribusi butiran. Praktikum Aplikasi Teknik Nuklir (2 SKS) Teknik Gauging. Penetuan densitas dan luas permukaan zat padat. Peraturan-perraturan dan ketentuan yang berkaitan dengan ketenaga nukliran.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 53 Buku: 1. aaplikasi teknik nuklir dalam bidang kimia. Perumusan masalah. 2006. Metodologi Penelitian (2 SKS) Arti. pengiriman bahan nuklir. Pembuatan paduan logam. STTN-BATAN. Penelusuran acuan. Manajemen Proyek (2 SKS) . Perundang-undangan Tenaga Nuklir (1 SKS) Perundang-undangan tenaga nuklir.A. Pendidikan Agama II Peran Agama dalam menghadapi globalisasi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Landasan Teori. Yogyakarta. Tim Asisten.

organizing. Ruang lingkup projek. Frequency domain synthesis. Buku: 1. 2001. Harold Kezner. McGraw-Hill Book Company. controlling. Sensor. Alat-alat manajemen proyek. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT.. Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. Time domain synthesis. W. McGraw-Hill Kogakusha.. lima level work breakdown structure. Project Management: System Approach To Planning. Control valves. Transmitters. and Timmerhaus. Plant Design and Economics for Chemical Engineers. K. Penjualan dan keuntungan. Process Modelling Simulation and Control for Chemical Engineers. Controller. biaya tak langsung. 5. John-Wiley & Sons. modal kerja.D. Stephanopoulos: Chemical Process Control 2. riset dan pengembangan. Pengaruh kondisi terhadap beaya dan keuntungan.54 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Konsep dan definisi. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction.. McGraw-Hill Book Company. Reaktor Kimia (2 SKS) Perancangan reaktor isotermal. Reaktor non ideal. Prinsip-prinsip manajemen. Luyben. direct plant cost. Investasi modal: modal tetap. Biaya manufaktur: Biaya langsung.L. Scheduling and Controling. M. 1973. Perancangan reaktor katalisis. Chemical Engineering Plant Design. Reaktor multifase. Buku: . staffing. Konsep nilai uang dan waktu. Vibrant & Dryden. pajak. Evaluasi proyek. 6. Perencanaan usaha dan jaringan kerja. manufaktur. 3. New York 2. depresiasi. . Pengeluaran umum. Physical plant cost. Perancangan reaktor non-isotermal. New York. Buku: 1. Feedforward control. Laplace domain synthesis. Aspek tekno-ekonomi dalam manajemen proyek.S. dan asuransi. LTD. Alat Kontrol Proses (2 SKS) Control instruments: Feedback Control. Peters. Feedforward control. Tokyo. directing. Pembandingan rencana investasi.

7. Bagian-bagian reaktor nuklir. 2. Kontrol internal. S. Pilihan B 1. Keselamatan reaktor. Fundamentals of Chemical Reaction Engineering. Amperometri. Prentice-Hall International. Sitem Manajemen Mutu (2 SKS) Konsep dasar sistem manajemen mutu. 9. dan tindakan perbaikan.. Efek radiasi 10. dan Pengendalian Bahan Nuklir (1SKS) Neraca bahan tertutup. Prentice Hall International. Pengenalan Reaktor Nuklir (1 SKS) Prinsip kerja reaktor nuklir. Pilihan A3: (2 SKS) 1.. ISO 9001. O. Manajemen bahan nuklir. Konduktometri. Sistem Manajemen Mutu. PLTN diantara pembangkit listrik yang lain. Inc. Badan Standarisasi Nasional. 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 55 1. Pengamanan. Fogler. prosedur dan form. Jenis Reaktor Nuklir. pengoperasian reaktor. non-conformce. Elektrokimia Potensiometri.. dan ilmu pendukung utama bioteknologi. Sistem Pembukuan. Catatan kontrol bahan. 8. Holland and Anthony.. audit. Inc. Spektroskopi elektron. Inc. John Wiley & Sons. Indikator radioaktivitas. International Standard Organization. ruang lingkup. Electrogravimetri. NMR. Voltrametri. Konsep pengendalian. London. dan pengujian di laboratorium. Elements of Chemical Reaction Engineering. Radio Ekologi Pengertian dasar radioekologi. 2. Bioteknologi (2 SKS) Sejarah. 2. Persyaratan dasar jaminan kualitas. XRF. PLTN. ESR. 3. Buku: 1. Sertifikasi. Jaminan kualitas untuk penelitian. New York. Radioaktivitas lingkungan. Levenspiel. London. Chemical Reaction Engineering. pengawasan bahan nuklir. Fermentasi .

Strategi Rekayasa Proses (2 SKS) . Introduction to Health Physics. Rekayasa genetik dan peranannya dalam bioteknologi Buku: 1. G. Diktat. penyiapan sasaran. Melalui partikel dipercepat. 11. Produksi netron dalam aktivasi. Herman. Penggunaan zat radioaktif dalam industri. and Reed. 3. Sistem akselerator partikel. 2002. pemeriksaan kualitas produk. 2nd Ed. Jakarta. Metabolit primer dan sekunder. A. Overview rumus-rumus dalam proteksi radiasi.. McGrawHill Inc. Rehm. 4. Cember. Tindakan penanggulangan kecelakaan radiasi. dari hasil belah U235. Wiseman..56 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 dan mikroorganisme untuk industri. Akselerator lingkaran. Jakarta. Limbah ZRA. Teknologi Akselerator (2 SKS) Prinsip dasar akselerator. Pusdiklat Batan. 3. Jakarta. Bapeten. iradiasi sasaran. 2.. proses pemisahan. Materi Rekualifikasi I-Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir. Buku : 1. Bapeten.L. 2002. Ketentuan SIB. Penggunaan radiasi sinar-X dalam industri. pembuatan radiofarmaka. Kursus Petugas Proteksi Radiasi. 4. Principle of Biotechnology 2. 2005.. Macam akselerator dan aplikasinya. Desain ruang pesawat sinar-X. generator dan kit RIA. Biotechnology 2.. Aplikasi. senyawa bertanda. H. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran. akselerator linier. Pengunduhan produk fermentasi. Proteksi Radiasi Lanjut Dosimetri.1983. Produksi Radio Isotop Teknik produksi radioisotop : melalui aktivasi netron.

Systematic Methodes of Chemical Process Design. New York. New York. radioisotope untuk pencitraan). sharpness. Teknik pencitraan gelombang (US. Pacemaker.W. Tekno Ekonomi PLTN Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun.. London.T. aspek biologis).I.F.. 3. L.. R. Optimasi Banyak Variabel.. Teknoekonomi PLTN 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 57 Analisis Sistem dalam Teknokimia. EMG). and Watson. Optimasi satu variabel. Viena. 12. Analisis Ketidakpastian dalam Teknikkimia Buku: 1. cara kerja dan amplikasi (ECG. IAEA. medis ultra sound. 4. R. Dekomisioning Reaktor Triga. energi. filtrasi). radioisotope tracer). tranduser). 13. Pelatihan BATAN.C. Biegler. Optimization for Engineering Systems. Grossmann. Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. 1978. Prentice-Hall International. 2. EEG. Pencitraan Fisiologi/fungsional. penetrasi. in-vivo.. Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. Optimasi dalam Teknokimia: Optimasi Analitis. Smith. 1988 4. karakteristik. Stategy of Process Engineering. JAERI. 2006 5. Teknologi dan Perencanaan Energi. arus. Instrumentasi Medik Fungsi. kontras). D.. Inc. Perangkat X-rays (tabung X-rays. kVp. Buku: 1. mengoperasikan. C.. E.. Eko Edy Karmanto. Van Nostrand Reinhold Company. Sistem instrumentasi (Cardiac. Sifat-sifat (X-rays. Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik. Rudd. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant. Dasar fisika resonansi magnet nuklir. Detektor nuklir (system deteksi radiasi. hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik. dan merawat dekomisioning. McGraw-Hill Inc. tipe interaksi foton. Review spec dan unjuk kerja perangkat . 2. Linier Programming. Teknik (in-vitro. Pike. Defibrilator dan Hemodialisis). and Westerberg. Chemical Process Design.

Rathod. pengujian laboratorium. 2. New Dilhi. 2. Mengerjakan tugas khusus yang diberikan pembimbing. menjawab pertanyaan dari peserta lain. New Delhi. 1994. The Physics of Medical Imaging. Membuat Laporan Tugas Akhir dengan format yang telah ditentukan dibawah bimbingan Dosen untuk dipertahankan dalam ujian komprehensif dan Ujian Lisan di depan dewan penguji. 5.V. Bristol and Philadelphia. Melaksanakan penelitian/Membuat/Mengerjakan tugas. 14.Bhairi. Joseph D. New York.58 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 pencitraan medis (X-rays. Essential of Radiology Sciences. Tata McGraw Hill Publishing Company Limited. R. Buku: 1. Tugas Akhir (5 SKS) Tugas Akhir dapat berupa penelitian.Bronzino.C. N. Fosbinder and Charles A. 1977. menyajikan.Khandpur. . IEEE Press. 3. Perumusan masalah. Handbook of Biomedical Instrumention. perancangan alat. Kerja Praktek (3 SKS) Kerja Praktek di unit penelitian atau industri terkait dengan bidang teknokimia Nuklir. Editor in chief. Membuat laporan tertulis. dan rencana penelitian. Balvinder Singh. Kesley. hipotesis. landasan teori. Copyright 2002. Mahasiswa mengajukan usulan yang berisi: Latar belakang. B. Handbook of Nuclear Medicine Instruments. Seminar (1 SKS) Menulis makalah yang diberikan Pembimbing. USG. sintesis. pengembangan analisis. Semester VIII 1. Topik makalah berkaitan dengan Teknokimia Nuklir. 4. P. McGraw Hill Medical Publication Division. Steve Webb. Organisasi. penerapan teknologi. Tinjauan pustaka.R. The Biomedical Engineering Handbook.S. Reprint 1993. CRC Press.Narurkar. Manajemen dan tugas-tugas unit. MRI dan Nuklir). studi perbandingan. Robert A. Tata McGraw Hill Company Limited. Institute of Physics Publishing.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

59

BAB VI. JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR Bidang Teknofisika adalah bidang ilmu yang secara umum mengamati fenomena fisis alam, mempelajari hubungan sebab-akibat, menurunkan formula matematika, mengimplementasikannya dalam bentuk alat (tool), alat ukur (instrument), proses, perkakas (equipment), bahkan sebuah sistem lengkap atau plant. Dalam bukunya Sears & Zemansky, fisika disebut juga ”science of measurement”, karena pengamatan fenomena alam tersebut mengharuskan penjabaran dalam bentuk pengukuran besaran-besaran fisis yang terlibat dalam fenomena alam tersebut. Oleh karena itu, bidang ilmu fisika ini banyak dikembangkan untuk mendukung pengembangan alat ukur di samping pengembangan proses atau plant. Teknofisika Nuklir lebih mengkhususkan pada pengamatan proses berkaitan dengan reaksi nuklir serta radiasinya dan pengukuran besaran-besaran fisisnya dalam rangka monitoring dan pengendalian proses tersebut sehingga pemanfaatan proses dan energi nuklir berlangsung secara terukur, terkendali serta aman terhadap pekerja, fasilitas, dan lingkungan. Untuk itu perlu dikembangkan bidang ilmu fisika terapan yang secara khusus mempelajari bagaimana proses nuklir tersebut berlangsung, serta mengukur dan mengendalikannya. Pengamatan, pengukuran dan pengendalian proses nuklir memerlukan bidang-bidang pengetahuan yang lebih spesifik yaitu elektronika, listrik, mekanik dan instrumentasi. Berdasarkan bidang-bidang keilmuan tersebut, Jurusan Teknofisika Nuklir menyelenggarakan dua program studi yaitu : 1. Program Studi Elektronika Instrumentasi 2. Program Studi Elektromekanik. A. JURUSAN DAN TUJUAN Tujuan penyelengaraan jurusan Teknofisika Nuklir adalah dihasilkannya tenaga profesional sarjana sains terapan yang mampu mensinergikan kemampuan analisis dan keahlian dalam bidang elektronika-instrumentasi dan elektromekanik. Kompetensi Lulusan Program Studi Elektronika Instrumentasi meliputi :

60

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

1. Mampu mengoperasikan alat elektronik dan instrumentasi nuklir. 2. Mampu merancang dan merekayasa alat bantu/instrument elektronik untuk pengukuran parameter proses nuklir maupun industri. 3. Mampu mengkalibrasi alat instrumentasi elektronik. 4. Mampu melakukan perawatan peralatan fisika/instrumentasi. 5. Mampu membuat program aplikasi untuk akusisi data proses serta mengkomunikasikan data proses tersebut ke pusat sistem informasi. 6. Mampu mengoperasikan sistem berbasis mikroprofessor dan membuat program aplikasi untuk sistem mikrokontroler. 7. Mampu mengoperasikan Pragrammable Logic Controller dan ProportionalIntegral-Derivative Controller. 8. Mampu melaksanakan kegiatan litbang secara mandiri serta membimbing teknisi yunior. 9. Setelah menempuh ujian untuk memperoleh lisensi, dapat bertugas sebagai petugas proteksi radiasi . Kompetensi Lulusan Program Studi Elektromekanik meliputi : 1. Mampu mengoperasikan peralatan elektromekanik dan instrumentasi. 2. Mampu merancang dan merekayasa alat bantu/instrument elektromekanik untuk pengukuran parameter proses nuklir maupun industri. 3. Mampu mengkalibrasi alat instrumentasi elektromekanik. 4. Mampu melakukan perawatan peralatan elektromekanik. 5. Mampu mengoperasikan sistem kendali elektronis berbasis relay maupun PLC. 6. Mampu mengintegrasikan peralatan elektromekanik ke dalam sistem monitoring dan kendali. 7. Mampu melaksanakan kegiatan litbang secara mandiri serta membimbing teknisi yunior. 8. Setelah menempuh ujian untuk memperoleh lisensi PPR, dapat bertugas sebagai petugas proteksi radiasi. 9. Mahasiswa akhir program studi Eletromekanik juga diberi kemampuan untuk dapat mengikuti ujian lisensi UTR/Radiografi.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

61

B. FASILITAS LABORATORIUM Untuk mendukung tujuan penyelenggaraan Jurusan Teknofisika Nuklir, proses belajar mahasiswa setiap prodi memanfaatkan laboratorium-laboratorium baik dilingkungan STTN, lingkungan BATAN pada umumnya serta di beberapa laboratorium di Universitas Gadjah Mada. Untuk lingkungan STTN, unit-unit dan laboratorium terebut antara lain Laboratorium Fisika Dasar, Unit Gambar Teknik, Elektronika, Instrumentasi dan Spektroskopi, Instrumentasi dan Kendali, Unit Komputer, dan laboratorium Radiografi, Unit proteksi radiasi, Unit bengkel mekanik, serta laboratorium atau unit di lingkungan BATAN yaitu Reaktor Nuklir Kartini, Balai Instrumentasi, Balai Elektromekanik dan Unit Akselerator. Untuk meningkatkan penguasaan Bahasa Inggris disediakan pula Laboratorium Bahasa. Praktikum proses produksi II diharapkan akan melengkapi keahlian untuk mahasiswa program studi Elektromekanik. Laboratorium Fisika Dasar Laboratorium ini memiliki peralatan-peralatan untuk praktikum fenomena fisika dasar yaitu fenomena listrik, optik dan getaran. Laboratorium Elektronika Keahlian berkaitan dengan bidang elektronika diberikan melalui praktikumpraktikum elektronika dasar, analog, dan digital. Laboratorium ini memiliki peralatan-peralatan yang memadai untuk kegiatan praktikum tersebut. Laboratorium Instrumentasi dan Kendali Laboratorium ini menyelenggarakan praktikum untuk membentuk keahlian dasar dalam bidang sistem kendali yaitu melalui praktikum-praktikum kendali proses PID dan kendali berbasis PLC. Laboratorium Instrumentasi Nuklir Keahlian mengenai monitoring radiasi dan analisis spektrosopinya diberikan di laboratorium ini. Keahlian ini memberikan dasar-dasar instrumentasi nuklir seperti yang diperlukan dalam pengoperasian peralatan radiologi dan pengujian industri.

62

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Laboratorium NDT/Radiografi Radiografi merupakan salah satu teknik yang banyak dimanfaatkan untuk pengujian keandalan mekanis peralatan proses di indutri. Laboratorium ini memberikan praktikum-praktikum untuk membekali keahlian kepada mahasiswa berkaitan dengan pengujian bahan tersebut. Unit Proteksi Radiasi Laboratorium ini menyelenggarakan praktikum dalam bidang proteksi radiasi mencakup eksperimen dan analisis menggunakan sumber radiasi dan penentuan dosis radiasi untuk mengetahui batas-batas penyinaran radiasi yang aman terhadap operator. Unit Komputer Keahlian di bidang komputer dan komputasi diajarkan di unit ini. Kegiatan-kegiatan praktikum seperti pemrograman komputer, simulasi kendali, dan gambar teknik juga dapat diselenggarakan di unit ini. Unit komputer juga mengadakan workshop secara periodik di bidang komunikasi data dan jaringan berbasis Linux. Unit Gambar Teknik Keahlian menggambar teknik merupakan keahlian dasar yang dibutuhkan sebagai sarjana teknik pada umumnya. Unit Gambar Teknik ini memiliki peralatan menggambar secara manual dengan menggunakan mesin gambar. Keahlian menggambar teknik dengan komputer juga sedang dikembangkan tetapi diselenggarakan di Unit Komputer. Lab. Listrik dan Sistem Tenaga Berbagai keahlian berkaitan dengan listrik dan sistem tenaga diberikan di laboratorium ini seperti grounding, switching, proteksi dan isolasi, dan distribusi listrik serta uji keandalan komponen listrik. Unit Bengkel Mekanik Unit bengkel mekanik menyelenggarakan praktikum-praktikum proses prosuksi seperti pembubutan, pengelasan, penekukan, dan pemotongan bahan mekanik.

Bidang-bidang pekerjaan . penggunaan. Mampu memberikan supervisi bagi industri jasa yang menjual. Pengoperasian dan pemanfaatan peralatan ini membutuhkan tenaga-tenaga supervisi yang handal yang mempunyai keahlian dan analisis baik dalam bidang-bidang ilmu fisika terapan maupun fisika nuklir/ radiasi. Misi Program Studi Elekronika Instrumentasi dirancang agar lulusannya: 1. Visi & Misi Visi Menjadi penyelenggara pendidikan yang mampu menghasilkan sarjana sains terapan yang siap berkembang dan berkarya secara profesional dalam bidang instrumentasi berbasis elektronik baik untuk industri nuklir. pembuatan. dan perawatan alat-alat instrumentasi elektronik yang digunakan baik pada industri nuklir. Tujuan Program Studi Di Indonesia. maupun inspeksi dan pengujian peralatan proses industri sangat luas. pengoperasian serta pemanfaatan peralatan atau intalasi nuklir/radiasi baik untuk keperluan medis. Mampu mengoperasikan. pengoperasian. 2. 2. Hal ini disebabkan bahwa peralatan-peralatan tersebut pada umumnya sarat dengan teknologi elektronika dan instrumentasi di samping memerlukan perlakuan khusus berkaitan dengan adanya radiasi. 3. industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya. PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA INSTRUMENTASI 1. mendistribusi. Mampu menunjukkan kemampuannya secara profesional dan mampu mensinergikan keahlian dan daya analisisnya dalam perancangan. pengujian. fasilitas dan lingkungan pada umumnya. perbaikan. menguji dan analisis kinerja pada penggunaan alat-alat elektronika instrumetasi dalam lingkungan industri nuklir maupun non-nuklir berkaitan dengan aspek keselamatan untuk pekerja. dan atau mengoperasikan instalasi radiasi berktaitan dengan aspek legal dan keselamatan penggunaannya. industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 63 C.

serta memiliki keunggulan komparatif dalam bidang instrumentasi nuklir. 3. . MPB. ditambah 144 jam praktek (60 %) termasuk praktek kerja lapangan. Oleh karena 1 SKS teori adalah 1 jam tatap muka. sedangkan 1 SKS praktikum adalah 3 jam tatap muka. kendali dan robotika serta pilihan teknologi reaktor. Untuk lebih menekuni bidang keahlian tertentu. dan radiasi. kurikulum program studi Elektronika Instrumentasi dirancang sedemikian sehingga mahasiswa lulusannya mendapatkan kompetensi yang memadai (core competence) dalam bidang instrumentasi elektronik. kurikulum Prodi Elin terdiri dari 75 % mata kuliah inti (MKK dan MKB) serta 25 % mata kuliah penunjang (MPK.64 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 tersebut tentu saja memerlukan banyak tenaga kerja yang mampu memenuhi keahlian kombinasi antara elektronika. Dengan demikian. Berdasarkan Kurikulum Standard Diknas. instrumentasi. instrumentasi. Dengan komposisi tersebut. maka beban belajar mahasiswa secara riil adalah 100 jam teori (40 %). Struktur Kurikulum Kurikulum program studi baik untuk program studi elektronika instrumetasi maupun elektromekanik dirancang untuk dapat memberikan bekal kompetensi sarjana sains terapan yang cukup yaitu 148 SKS dengan komposisi teori 100 SKS dan praktek 48 SKS. Tujuan penyelenggaraan program studi ini adalah untuk menghasilkan sarjana sains terapan yang dapat memenuhi tuntutan keahlian multi-disiplin (elektronika. MBB). struktur kurikulum prodi elin menawarkan 4 mata kuliah pilihan (8 SKS) yang terbagi ke dalam 3 kelompok mata kuliah pilihan wajib yaitu kelompok pilihan instrumentasi nuklir. mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni serta mempunyai bekal tambahan baik perilaku berkehidupan bersama maupun perilaku berkarya sesuai dengan standard yang berlaku secara nasional. dan radiasi) tersebut.

4. Pancasila SKS T P 2 2 2 Semester I II III 2 . Kelompok (elemen kompetensi) Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB) Prosentase Inti (Utama) Institusional Pendukung Lainnya Jumlah SKS 12 40 76 12 8 10 32 48 10 8 100 67.7 % 148 100 % MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) No. Perbandingan SKS dan Beban Kerja (jam) Teori dan Praktek I II III IV V VI VII VIII Tr Pr Tr Pr Tr Pr Tr Pr Tr Pr 12 8 12 8 14 6 19 0 0 8 20 20 20 20 8 Praktek = 48 SKS Total = 148 SKS Jam Praktek = 144 (60%) Jam Total = 244 Tr Pr Tr Pr Tr Pr 14 6 14 6 12 8 20 20 20 Teori = 100 SKS Jam Teori = 100 (40%) 5. Pendidikan Agama I 2.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 65 4.3 % 2 8 28 2 48 32. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. 3. 5. Distribusi Matakuliah Berdasarkan Standard Diknas No 1. 2. Bahasa Inggris 3.

Pengukuran Alat Deteksi & Pengukuran Radiasi (ADPR) Elektronika Digital Elektronika Nuklir Instrumentasi Nuklir PRASYARAT SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 32 2 2 2 I I I I II II II II II III III III IV IV IV IV 2 8 Semester SKS T P 2 2 I I II II III III IV IV Elektronika Dasar 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Elektronika Analog Elektronika Analog dan Elektronika Digital ADPR . 5. 8. Kewarganegaraan Pendidikan Agama II JUMLAH Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pend. Agama I 2 2 10 V VII 2 Semester MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. Matematika Teknik Matematika II 11. Matematika I 2. Perpindahan Panas 16. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1.66 4. Statistik 10. 6. P. 2. Thermodinamika 12. Numerik Teknik 14. 4. Fisika Dasar II Fisika Dasar I 9. Mekanika Fluida JUMLAH MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. 5. Komputer & K. Kimia Umum 5. Ilmu Bahan 6. NAMA MATA KULIAH Praktikum Gambar Teknik Arsitektur & Jaringan Komputer Elektronika Analog Alat Ukur & T. Fisika Dasar I 3. 7. Fisika Reaktor Fisika Modern 15. Matematika II Matematika I Teknik Listrik 7. 3. 8. 1. Elektronika Dasar 4. Fisika Modern Fisika Dasar II Matematika 13.

13. 19. Mikroprosesor PLTN dan Pembangkit Konvensional Teknik Isyarat Teknik Instrumentasi & Kendali UTR/Radiografi Teknik Antar Muka Pengolahan Isyarat Sistem Mikrokontroler Pemeliharaan Instr. 20. 3. 15. NAMA MATA KULIAH Proteksi & Keselamatan Radiasi Perundang-undangan Tenaga Nuklir Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & Ergonomi Seminar Manajemen Proyek JUMLAH PRASYARAT ADPR Proteksi & Keselamatan Radiasi SKS T P 2 1 2 2 2 V VII VII VII VII VII Kerja Praktek 1 2 9 2 . 11. 12. 2. 17. 21. 18.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 67 Elektronika Digital Fisika Reaktor Elektronika Digital Elektronika Digital ADPR Elektronika Digital Teknik Isyarat Mikroprosesor Instrumentasi Nuklir PLTN dan Pembangkit Konvensional Teknik Instrumentasi & Kendali Teknik Instrumentasi & Kendali 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 26 2 IV V V V V V VI VI VI VI VI VI VI VI Semester 9. 1. 6. 14. 4. Nuklir Kinetika dan Pengendalian Reaktor Teknik Kendali Digital Perancangan Instrumentasi Metodologi Penelitian JUMLAH 2 2 2 2 2 2 MK WAJIB PERILAKU BERKARYA (MPB) No. 5. 16. 10.

1. 1.68 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK PILIHAN (WAJIB MINAT) (MKB) No. 3. 5. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT Minat Instrumentasi Nuklir Instrumentasi Akselerator Sistem Akuisisi Data Kecerdasan Buatan Minat Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Inteligent Sensor Minat Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor JUMLAH SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 SKS T P 2 2 2 2 2 Semester VII VII VII VII VII VII VII VII VII Semester MK PILIHAN BEBAS (PILIHAN 1 MK) No. 1. 1. NAMA MATA KULIAH Kerja Praktek Tugas Akhir JUMLAH SKS T P 3 5 8 Semester PRASYARAT VII VII . 3. 2. 6. 2. 4. 3. 3. 2. 2. 2. 7. NAMA MATA KULIAH Proteksi Radiasi Lanjut Sistem Pencacah Nuklir Teknologi Akselerator Sistem Telemetri Electronic Security Tekno Ekonomi PLTN Instrumenasi Medik PRASYARAT Proteksi & Keselamatan Radiasi VII VII VII VII VII VII VII PLTN dan Pembangkit 2 Konvensional ADPR 2 MK WAJIB BERKEHIDUPAN BERSAMA (MBB) KODE 1.

Alat Ukut & T. Pengukuran JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 . Fisika Dasar I MKK Prakt. Gambar Teknik JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 14 Semester II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN201 STN202 TFN203 TEI204 TEI205 TFN206 TFN207 TFN208 TEI209 TFN210 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MKK MKK MKK MKB MKK MKB MKK MKK MKB MKB Matematika II Statistik Fisika Dasar II Elektronika Analog Teknik Listrik Alat Ukur & T Pengukuran Ilmu Bahan Prakt.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 69 6. Elektronika Dasar MKB Prakt. Susunan Kurikulum Program Studi Elektronika-Instrumentasi Semester I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 TFN104 TFN105 TFN106 TEI107 TFN108 TEI109 TFN110 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MPK MKK MKK MKK Pendidikan Agama I Bahasa Inggris I Matematika I Fisika Dasar I Kimia Umum Arsitektur & Jaringan MKK Komputer MKB Elektronika Dasar MKK Prakt. Elektronika Analog Prakt. Fisika Dasar II Prakt.

Instrumentasi Nuklir MKB Prakt. Komputer & K. Numerik MKK Fisika Reaktor MKB Elektronika Nuklir MKK Mekanika Fluida MKB Instrumentasi Nuklir MKB Sistem Mikroprosesor Prakt. Pemrorgaman & K MKK Numerik MKB Prakt.70 Semester III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN301 TFN302 TFN303 TFN304 STN305 TEI306 TFN307 STN308 TEI309 STN310 Kelompok Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MKK MKK MKK Pendidikan Pancasila Matematika Teknik Fisika Modern Termodinamika Alat Deteksi& Pengukuran MKB Radiasi (ADPR) MKB Elektronika Digital MKK Perpindahan Panas MBB Praktek Bahasa Inggris MKB Praktek Elektronika Digital MKB Praktek ADPR JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 6 14 Semester IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode TFN401 TFN402 TEI403 TFN404 TEI405 TEI406 TFN407 TEI408 TEI409 TEI410 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MKK P. Elektronika Nuklir JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 12 . Sistem Mikroprosesor MKB Prakt.

Teknik Instrumentasi & MKB Kendali Prakt. Proteksi & Keselamatan MPB Radiasi JUMLAH MKB 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 12 8 Semester VI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN601 TFN602 TEI603 TEI604 TEI605 TEI606 TEI607 TEI608 TEI609 TFN610 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Kewarganegaraan Kinetika dan Pengendalian MKB Reaktor MKB Pengolahan Isyarat MKB Sistem Mikrokontroler Pemeliharaan Instrumentasi MKB Nuklir MKB Teknik Kendali Digital MKB Perancangan Instrumentasi MKB Prakt. Teknik Antarmuka MKB Komputer Prakt. Sistem Mikrokontroler Prakt.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 71 Semester V No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN501 STN502 TFN503 TEI504 TEI505 TEI506 TFN507 TEI508 TEI509 STN510 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Kelompok PLTN dan Pembangkit Konvensional Proteksi & Keselamatan MPB Radiasi MBB UTR/ Radiografi Teknik Instrumentasi & MKB Kendali MKB Teknik Isyarat MKB Teknik Antarmuka Komputer MKB Prakt. Kinetika & MKB Pengendalian Reaktor JUMLAH MPK 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 . UTR/Radiografi Prakt. Pemeliharaan MKB Instrumentasi Nuklir Prakt.

Kode KIN701 STN702 STN703 STN704 STN705 STN706 STN707 Kelompok Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK MPB MBB MBB MPB MBB MBB MKB MKB MKB MKB Pendidikan Agama II Perundang-undangan Tenaga Nuklir Metodologi Penelitian Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & Ergonomi Manajemen Proyek Seminar Pilihan Wajib I Pilihan Wajib II Pilihan Wajib III Pilihan Bebas JUMLAH 2 1 2 2 2 2 1 2 2 2 2 20 Semester VIII No 1 2 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 Kode STN801 STN802 Kode TFN701 TFN702 TFN703 Kode TFN706 TFN707 TFN708 Kode TFN709 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MBB Kerja Praktek MBB Tugas Akhir JUMLAH Kelompok Kelompok Pilihan Instrumentasi Nuklir MKB Instrumentasi Akselerator MKB Sistem Akuisisi Data MKB Kecerdasan Buatan Kelompok 3 5 8 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 MKB MKB MKB Kelompok Kelompok Pilihan Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Intelligent Sensor Kelompok Pilihan Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor MKB .72 Semester VII No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11.

Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). Gerund and Infinitives. Imam Namawi. dan Syari’ah. Bahasa Inggris I Materi : Structure: Present. Peran agama dalam keluarga. dan perkembangan teknologi. Islam. Academic Reading and Writing. Cambridge Univ. Raymond Murphy. Muhammad Syaltut. noun clauses. English Grammar in Use.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 73 Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor Mata Kuliah Proteksi Radiasi Lanjut Sistem Pencacah Nuklir Teknologi Akselerator Sistem Telemetry Electronic Security Tekno Ekonomi PLTN Instrumentasi Medik 2 2 SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 3 No 1 2 3 4 5 6 7 TFN710 TFN711 Kode STN704 TFN712 TFN713 TEI701 TEI702 MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB MKB MKB 7. Question words. Perfect Tenses and articles. Nouns and Pronoun. Past. 2. Modal Auxiliaries. Keimanan. Hikmah ibadah. Pustaka: 1. . Riyadhus Sholihin. 4. Aqidah. Connecting ideas. Count/ NonCount nouns. 2. Comparisons. Akhlak Islam. Muhammad Al Ghozali. Silabus SEMESTER I 1. pembangunan. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). Pustaka: 1. and Future Tenses. Passive Sentences. Press. 3. Pendidikan Agama I Materi : Pokok-pokok agama.

Hukum kekekalan energi dan momentum. Fisika Dasar I Materi : Pendahuluan : pengertian besaran dan satuan. Wardiman. skalar dan vektor. Jakarta. Jilid 1. Cox & Wyman Ltd. Resnick R and David Halliday. Encyclopedia of Science in Everyday Life”. solusi persamaan simultan. D. limit dan derivative. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto. Theory and Problem of Calculus. Guild Publ.J. and Sutton C. Kaplan. New York.F. 1964.. FMIPA-UGM. Calculus and Linear Algebra. Erlangga. Sherwood. teori bilangan. Bandung.B. 2. daya. Panas dan Bunyi. Statika. dan Lewis. F. 4. 3. Teknik integrasi. Edisi 3.W. London 1988. Sears. Dictionary of Science for everyone. G. 4. Menguasai AUTOCAD Release 12. Gaya. Mekanika. 3.. usaha.. Binatjipta. Jr . Fisika. 3. Inc. Thomas. Omura George. Pustaka: 1. Pustaka: 1. aljabar linear. England.L. Relasi dan fungsi matematik. John Wiley and Sons. Elex Media . dan momentum. 3. W. and Finney. dan dinamika. 1983. 2. Persamaan Differensial. Matematika I Materi : Teori himpunan. Calculus and Analytic Geometry. Matriks dan determinan. Hukum-hukum Newton dan grafitasi. kinematika. Ayres. New York. Hidrostatika dan hidrodinamika. R... Reading. M.74 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1985. 2.. Konsep thermodinamika dan hantaran panas. Addison-Wesley Publishing Company. Terjemahan P Soedarjono.

Pipeline.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 75 Computindo. Coprocesor aritmatika. stoikhiometri. elektrokimia: neraca persamaan reaksi oksidasi-reduksi. Pustaka: 1. radiasi. Gillis. Cairan dan Transisi Fasa: Sifat. Unix dan Linux. dan Nachtrieb. kaidah fasa Gibbs. Oxtoby. Direct Memory Access. sifat koligatif larutan. Arsitektur dan Jaringan Komputer Materi: Pengenalan perangkat keras komputer : CPU. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. konsep energi. Topologi jaringan. peluruhan. fisi dan fusi. Dasar-dasar sistem operasi: DOS.. RAM). cair-gas). Tabel berkala. CD-ROM). 4.P.D. 196. Hukum pengga-bungan Kimia. H. N. Pustaka : .. Interupsi. Larutan : Komposisi larutan. suhu dan hukum gas ideal. Gaya antar molekul. Paralel processing. Struktur fisik atom. kimia. Kesetimbangan fasa. Microprocessor 8088 sampai Pentium IV. sel elektrokimia.H. bentuk pengukuran dan kekekalan. Sifat spesies zat terlarut. 6.. Erlangga. 2001. Windows. pengaruh suhu. Padatan. Kimia nuklir: hubungan massa-energi dalam inti. asam-basa dan heterogen (padat-cair. ed. cair dan gas. Termokimia. campuran gas. proses reversible dalam gas ideal. Wujud gas: kimia gas. padat. Transisi fasa dan diagram fasa. Kimia Dasar Materi: Sifat dan Dasar Kimia Modern: metoda & pendekatan makroskopik. TCP/IP. proses spontan dan kesetimbangan: termodinamik. tekanan. suspensi koloid. Kinetika kimia: laju reaksi kimia. reaksi kimia dan hasil reaksi. Memori internal (Cache. Konsep jaringan komunikasi data. jilid I. campuran dan distilasi. Hardisk. Penimbangan dan perhitungan molekul. 5. pengantar titrasi. hukum dan mekanisme reaksi. Memori Eksternal (BIOS.W. teori kinetik gas.

Ohm. Kirchhof. Prentice-hall.P. Perhitungan. garpu tala. termokopel. STTN-BATAN. Rangkaian Dioda. Teori Thevenin & Norton) tentang arus dan tegangan.76 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1.Halkias. Petunjuk Praktikum Dasar Komputer. J. Teori Thevenin & Norton tentang arus dan tegangan. rangkaian AC/DC. Hk. Malvino.1989. H. Pendekatan II dan Pendekatan III. A. (+ fenomena sensor). Tim Asisten. 2. Karakteristik Transistor bipolar dan unipolar (FET). New York. daya hantar. Pendekatan II dan Pendekatan .M. Teori semi-konduktor. Presman. McGraw-Hill. kekentalan larutan. 7. Microelectronics. Elektronika Dasar Materi: Persamaan rangkaian sederhana (Hk. 9. Praktikum Elektronika Dasar Materi: Persamaan rangkaian sederhana (Hk. Digital & Analog Circuit and System. 3. tegangan permukaan. Pustaka: 1. Ohm. Magnet : medan magnet. Ideal. 8. STTN-BATAN. Listrik : medan listrik. New York. Listrik : jembatan wheatstone. 1979. pemuaian logam. Hk. Jogiyanto. ayunan matematis. karakteristik Dioda. Student Edition of Matlab. Andi Offset. 4. Software Engineering. Mc. Millman. 1979. Kirchhof.Graw Hill.Graw Hill. Teori semi-konduktor.. Rangkaian Dioda. Ideal. Electronics Principles. Pustaka: 1. Praktikum Fisika Dasar I Materi: Mekanika: neraca analisis. 1992. karakteristik Dioda. The Mathwors Inc. Yogyakarta. Mc. Roger. 1992. Karakteristik SCR. Pengenalan Komputer. Tim Asisten. 2. Karakteristik UJT. A Practitioner Approach. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Perhitungan.

Gambar Mesin dan Merencana Praktis. Pustaka: 1.. 3. Dan Kontrol Numerik. 1979. 2. Wardiman. persamaan diferensial untuk fenomena transport. gambar peralatan mekanik sederhana. Millman. Penyelesaian persamaan diferensial dengan metode analitik dan numeric.P. 1983. menggambar benda sederhana: mur. Luzadder. Digital & Analog Circuit and System. Sirod Hantoro. Pustaka: 1. Karakteristik UJT. . Mc. standarisasi bahan dan simbol.J. New York. gambar bagian mesin. 2. rangkaian penguat pada PCB menggunakan perangkat lunak Protel.Graw Hill. Petunjuk Praktikum Gambar Teknik. potongan benda. normalisasi. Proses pelarutan dan realisasi pembuatan rangkaian. Matematika II Prasyarat: Matematika I Materi : Pemodelan fenomena fisis dalam bidang teknik. 1979. Disain dan Pembuatan rangkaian elektronik dasar.Graw Hill. STTN-BATAN. Kreyzig. baut. New York. J. Wiley International. Menggambar Teknik Untuk Disian. Advanced Engineering Mathemathics.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 77 III. Karakteristik Transistor bipolar dan unipolar (FET). SEMESTER II 1. W... Malvino. Persamaan Differensial. 10. cara meng-arsir. Pardjono. gelombang. Microelectronics. Electronics Principles. Pengembangan Produk. Karakteristik SCR. 2. Tim Asisten. Penerbit Erlangga. Pustaka: 1. Mc. Gambar Teknik Materi: Tugas dan fungsi gambar teknik. A. FMIPA-UGM.

Pustaka: 1. Teori kemungkinan (probabilitas). modus dan variansi. McGraw-Hill. Analisis Deret Berkala. magnet. medan dan potensial listrik. histogram data dan distribusi frekuensi. Thomas. elektromagnetik. sampel dan populasi. Terjemahan P Soedarjono. . Pendugaan statistik. Addison-Wesley Publishing Company.78 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1983. gaya gerak listrik induksi. Distribusi Binomial.W. getaran.. muatan dan arus listrik. Pengantar Statistik dan Teori Kemungkinan. getaran. Regresi dan Korelasi. optic) Prasyarat: Fisika Dasar I Materi: Listrik : Gaya. Penampilan hasil pengukuran dalam angka grafik/gambar (sta program-> EXEL) . Jr. Uji hipotesa dan taraf nyata untuk sampel besar dan kecil. and Finney. Fisika Dasar II (Listrik. median. Ganeca. dan peralatan optik. Walpole. Bandung. Optik geometri. arus searah dan bolak-balik. Magnet: gaya magnetik. simpangan baku. Bunyi. Pengelompokan data. 3. Sutrisno. Probability and Statistics for Scinetist and Engineer. Statistik Materi: Pengertian data. optik fisik. Calculus and Analytic Geometry. Sifat-sifat statistik : mean. ITB.F. Normal dan Poisson. Sears. 3. medan magnetik. Donald. 1964. 2. Listrik dan Magnet.L. Pustaka: 1. 2. New York. probability density function dan cumulative distribution function. kurtosis. Dasardasar Teori Sampling. Binatjipta.B. G. dan gelombang. Edisi 3. R. Bandung. dan kemiringan (skewness).

Pustaka: 1. differential amplifier. Millman. muatan dan arus. Teknik Listrik Prasyarat: Materi : Sistem satuan. 2. 3. loop). Microelectronics. cabang. 3. B. Erlangga. dan komparator. Jefferson E.P. 1983. Elex Media Computindo.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 79 2. Mc. Op-Amp dengan rangkaian luar. McGraw-Hill. 1981. . 2. J. Jakarta. Op-Amp tanpa rangkaian luar. 5. Elektronika Analog Materi: Analisis AC untuk rangkaian penguat berbasis transistor.Boyce. New York. Penguat transistor kelas A.Graw Hill. 2 fase dan 3 fase. 1996. Analisis jaringan listrik 1 fasa. C. instrumentation amplifier. penguat Darlington dan penguat beda. Resnick R and David Halliday. Inverting. New York. 1988. Menguasai AUTOCAD Release 12. mesh. Non-inverting. David E. Jaringan listrik (node. Rangkaian pembagi arus dan tegangan. Jilid 2. Hk Kirchof arus dan tegangan. Digital & Analog Circuit and System. Penguat push-pull. Pustaka: 1. Sinyal sinusoidal. Teknologi Instalasi Listrik. Operational Amplifier and Integrated Circuit. Faktor daya dan daya kompleks. Electronics Principles. Rangkaian listrik dasar dan karakteristiknya. Fisika. Hignbotham. PWSKent. Erlangga.Halkias. 1979.. Model delta dan bintang. Basic Electrical Engineering. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto. Malvino. 1982. Omura George. Mc. E dan S. 1979. Op-Amp untuk aplikasi non-linear. Fitzgerald. Neidle M. AB. feedback arus dan tegangan. A.Graw Hill. bilangan kompleks dan fungsi periodic. 4.

Doebelin. 3.H. Segal. diagram fasa logam. Pustaka: 1. Samsul. Ralat. 7.. “Ilmu dan Teknologi Bahan”. Van Vlack. bahan konduktor. 5. Erlangga.O. Jakarta. 2. bahan magnetik. 2. Schaum Series. Smith. Pengetuan Bahan Teknik. “Principles of Materials Science and Engineering”. Ilmu Bahan I Prasyarat: Materi: Pengenalan Bahan: Struktur atom dalam bahan padat. Mc Graw Hill Publ. 6.. perlakuan panas. Press. Measurement System : Application dan Design. 1989. jangkauan alat ukur. Pergamon Press. bahan dielektrik. L. “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”. D. superkonduktor. isolator. Teori pengukuran: standard dan kalibrasi.F. Engineering Materials 2. Comp.. Ashby. 1976. Listrik dan Magnet. 1988. Ilmu Logam. 1990. Cambridge Univ. 2nd ed. and Jones. korosi. resolusi. 1988. Erlangga 1991.D. Arifin. akurasi dan kesalahan. presisi. 1992.F. kalibrasi dan teknik pengukuran. E. M. logam Paduan. Sito Shinkoru. 6. ed. semikonduktor. Pradnya Paramita.. Tata Surdia. karakteristik instrumen ukur: sensitivitas. DRH. sifat mekanis. Cooper W. Ghalia Indonesia. W. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran.80 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. McGrawHill. linearitas. 4. 5. Pustaka: 1. struktur mikro logam. Proses pembuatan logam. 1990. . Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Materi: Macam alat ukur (mekanik dan elektronik).

Komparator analog. Alat Ukur & Teknik Pengukuran Materi: Penggunaan dan karakteristik berbagai alat ukur. TFN. Elektronika Analog Materi: Percobaan penguat transistor. TFN. Buku petunjuk praktikum alat ukur dan teknik pengukuran. 10. TFN. Fisika Dasar II Prasyarat: Fisika Dasar II Materi: Kalor : panas jenis zat padat. panas lebur dan panas penguapan. Osilator. keselamatan kerja alat listrik. pengukuran daya listrik pada instalasi. Pancasila sebagai pandangan hidup dalam bernegara dan bermasyarakat. penentuan kadar larutan gula dengan polarimeter. penguat operasional. pemasangan alat ukur listrik pada instalasi listrik. pengukuran fasa dan frekuensi. STTN. STTN. 9. Buku petunjuk praktikum elektronika. Pustaka: 1. Regulator.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 81 8. Pustaka: 1. daya dispersi prisma. Prakt. Prakt. penguat push-pull. SEMESTER III 1. Pancasila Materi: Istilah Pancasila. Prakt. Buku Petunjuk Praktikum Fisika Dasar II. Sistematika UUD 1945. Penjelasan Pasal-pasal pada UUD 1945 . Optik : mikroskop. tanggapan panas suatu larutan. Multivibrator. Pengukuran arus/ tegangan pada jala sederhana/ rumit. Aplikasi penguat transistor. STTN. Pustaka: 1.

Kreyzig. 1978. India. Prentice Hall. 3. 1972 2. Penerbit PT.82 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pustaka: 1. dan perhitungan medan listrik. Michael Swan.T Kamal. hamburan Rutherford.N. Persamaan laplace dua dan tiga dimensi. Oxford univ. “Vektor Calculus”. Transformasi laplace dan fourier. 2. 4. Deferensiasi vektor. adverbs. S. bola. . adjectives which belong to the phraseology of science. 3.Gramedia.Press. Pustaka: 1. Practical English Usage. Matematika Teknik Materi : Sistem koordinat kartesian. Kanpur. teori atom Bohr. TOEFL. Pustaka: 1. C. Listening and Speaking. 2. Pancasila dan UUD 45. 1983. semi-technical terms. Fungsi-fungsi khusus : fungsi gamma. dan fungsi bessel. New Delhi. Calculus with Analitic Geometry. 1982. massa dan ukuran atom. dan teorema divergensi. Praktikum Bahasa Inggris II Prasyarat : Bahasa Inggris I Materi: Scientific and technical words. Inc. Academic Reading and Writing. semi-scientific. teori atom berdasar mekanika . Contoh aplikasi : perhitungan distribusi fluks neutron. Fisika Modern Prasyarat: Materi: Bagian-bagian atom. dan silinder.S. 1986.. Purcell. spektrum radiasi atom Hidrogen. perhitungan akselerasi ion. integrasi vektor. G Mudjianto dkk. Shanti Narayan and J. Pancasila : Buku Panduan Mahasiswa. Pradnya Paramita. Wiley International. Chand and Company Ltd. Advanced Engineering Mathemathics.1993. fungsi beta.

. membaca tabel. dkk. 1986. Reynolds W. 1994. BATAN. model-model inti.C. motor bakar.S. alat deteksi pengukuran dosis. Marsongko Hadi. metode dan mekanisme deteksi. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. RAM K. Piranti pencacahan: kamar ionisasi. Dittman R. Interaksi Radiasi dengan materi. Pustaka: 1. Penerbit Erlangga.W. Ridwan M. pencacahan GM. Prayoto. detektor proporsional. Pustaka: 1. (fisika neutron). detektor neutron. 2.H. Termodinamika Prasyarat: Materi: Pendahuluan : definisi dan konsep dasar. Konsep Fisika Modern. alat deteksi pengukur partikel dan prinsip kerjanya. momen spin dan magnet dari elektron. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat:Materi: Macam-macam radiasi. fusi dan pemanfaatnya. sistem dua fase. 1992. Bandung. Arthur Beiser. 6. The Houw Liong. Basic Nuclear Engineering.C. Siklus Gas Ideal : Gas Ideal. statistik pengukuran radiasi. Reaksi Nuklir.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 83 gelombang. stabilitas dan radioaktivitas. Erlangga. 1986. Penerbit ITB. 3. Zemansky. 1977.. Hukum Pertama dan Hukum kedua. pancaran Gama. 5. 2. scintilator. pancaran Beta. Hukum ke nol. M. fisi. John Wiley & Sons. Kesetimbangan dan aplikasi : kompressor. Perkins H. Kalor dan Thermodinamika. Efisiensi thermodinamis. Bagian-bagian inti atom. Proses reversibel dan ireversibel. Termodinamika Teknik. pancaran Alpha.. Besaran dan satuan dosimetri. sistem pembangkit uap nuklir. struktur multiplek dalam spektrum.

Prakt. Rangkaian koinsidensi. Multiplexer dan demultiplexer. Glenn F. Penguat awal charge sensitive. Elektronika Digital . Clocks dan timers. Pewaktu dan pencacah. T Sutrisno. ADC & DAC. John Wiley & Sons. P. 1999. Pustaka: 1. 1984. Nicholas. Piranti penganalisis tinggi pulsa (SCA &MCA). 9. Gerbang logika dasar.L. Rangkaian Digital dan Rancangan Logika. Herman Cember. Pergamon Press.84 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pustaka: 1. Penerbit Erlangga. 2. Rangkaian pembentuk pulsa (pulse shaping). Samuel C. Pengantar Fisika Kesehatan. Jakarta. Konverter AD dan DA. Streeter V. Pustaka: 1. IKIP Semarang Press. 7. Flipflop. Mekanika Fluida. Counter. Elektronika Digital Prasyarat: Materi: Operasi Bilangan. Wylie E. Rangkaian TTL. McGraw-Hill. Erlangga. 8. Radiation Detection and Measurement.B. disain dan analisa rangkaian. Peta karnough. Digital Principles and Application. Rangkaian aritmatik. 2. 1974. 1983. Elektronika Nuklir Prasyarat: Materi: Rangkaian sumber tegangan tinggi DC. Koll. John-Wiley & Sons. Sistem angka dan pengkodean. 1979. Malvino. Registers. Albert. 3. rangkaian logika kombintorial. dan Memori. Nuclear Electronic. Pembangkit dan transmisi pulsa (coaxial cable). Penguat awal votage sensitive. Rangkaian pemrosesan data. 1986.W. Lee..

Pustaka: 1. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat: Materi: Pencacahan dengan detektor GM. Register. 3. Herman Cember. Pustaka: 1. algoritma. Pengantar Fisika Kesehatan. (wireless system). persamaan simultan. Pemrograman numerik dengan bahasa pemrograman C dan Matlab. Buku Petunjuk Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi. Metode numeric untuk solusi persamaan sederhana. pengukuran radioaktivitas lingkungan. ADC/DAC. Aplikasi Digital. dan persamaan diferensial. Buku Petunjuk Prakt. 2. BATAN. Glenn F. Koll. STTN. 1983. Pemrograman Komputer & Komputasi Numeris Prasyarat: Materi: Logika pemrograman. perhitungan waktu paruh radionuklida. flow-chart dan diagram alir. 1979. John Wiley & Sons. Flip-flop.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 85 Prasyarat: Materi: Percobaaan Gerbang dasar. 10. Counter. STTN. Half/ Full adder. pengukuran radiasi gamma dengan pelemahan absorber. Prakt. Pergamon Press. Kalibrasi alat ukur radiasi. IKIP Semarang Press. BATAN. Dekoder dan enkoder. Radiation Detection and Measurement. SEMESTER IV 1. Multiplekser dan demultiplekser. Elektronika Digital. statistik pencacahan. Pustaka: .

John R. Engineering Problem Solving With MATLAB. geometri. BATAN. modul perhitungan difusi multi kelompok. 1986. Pustaka: 1. 3. Penerbit Erlangga. RAM K. Marsongko Hadi. Software and Analysis. difusi. D. 5. 1976. Principles of Nuclear reactor Engineering. Andi Offset. tampang lintang dan laju reaksi neutron. 3. Basic Nuclear Engineering. 3. 4. 2. 1993. konduksi dan radiasi. 2. Glasstone S. 4. .S. 1989. John Wiley & Sons. Nuclear Reactor Analysis.Nostrand Compny. Perhitungan koefisien perpindahan panas local dan global.V. D. Chapra S.J. McGrawhill.C.Rice.86 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. moderasi dan termalisasi neutron. Konsep Fisika Modern. John Wiley & Sons. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Duderstadt J. Pengenalan Komputer. Numerical Method. Contoh-contoh penukar kalor. perhitungan massa dan ukuran kritis reaktor homogen dengan dan tanpa reflektor. konsep fluks dan arus neutron. 1955. 1977. Kesetimbangan panas counter flow dan current flow. Hamilton. dkk.M. 1986.J. 1985. Yogyakarta. Arthur Beiser. Jogiyanto. Fisika Reaktor Prasyarat: Materi: Pengenalan prinsip dasar teori reaktor.M.Etter. Prentice-Hall.P.. Ridwan M. Numerical methods For Engineers. McGraw-Hill. H. Perpindahan Panas Prasyarat: Materi: Prinsip dasar dan aplikasi perpindahan panas konveksi. R. L. Canale. 1989. 2. Prayoto. The Houw Liong.

Radiation Detection and Measurement. 1979.M. Giles. Virginia.M. 1979. Pustaka: 1. Pustaka: 1.. MGraw-Hill. Mekanika Fluida Prasyarat: Materi: Hukum dasar. 2. Glenn F. 1950. prinsip impuls dan momentum. Perhitungan penurunan tekanan (pressure drop) pada berbagai jenis aliran pipa dan equipment. aliran melalui obyek. sistem spektroskopi α. peristiwa pulse shaping pada amplifier.Holman. Wilardjo Liek. pengukuran. Scaum Series. Harrer. 2. perangkaian sistem instrumentasi. 4. rangkaian pembalik pulsa. sifat zat alir. Koll.Q. Mekanika Zalir. 1981. 1977.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 87 spesifikasi dan efektivitasnya. Terjemahan P. Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Pengenalan dan prinsip dasar instrumentasi nuklir. aliran dalam saluran terbuka dan pipa. 1986. IR. aliran kepekatan dan kompresibilitas. Pustaka: 1.V. McGraw-Hill International Edition. noise dan resolusi. 2. Process Heat Transfer. Nuclear Power Instrumentation System. Heat Transfer. 6. Penerbit Erlangga. pengaruh noise pada pengukuran tenaga dalam spektroskopi nuklir. ralat-ralat sistem pengukuran (cara optimasi pengukuran). Herman Widodo Soemitro.P. MTIS. analisa dimensi.. R. 5. White F. Penerbit Erlangga. Kern D. Mikroprosesor . γ dan neutron. β. J. John Wiley & Sons. pengaruh pile up dan decay time pada pengukuran tenaga dan resolusi. Mekanika Fluida. J.

kegunaan. Aplikasi Mikroposesor MPF-1 untuk : system otomatis penampung fraksi pemisahan LJTJ. 8086. 4. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikaksi. Pencacah dan pewaktu CTC. Z-80.P. Prakt. Stifler.3 dan Pentium 4. Douglas V Hall. Address Bus. software dan program monitor. Kent. Teknik Pemrograman. President of CromemcoIncorporated lecturer in electrical Engineering Stanford University. Z8000. 7. bagian penting mikroposesor : Data Bus. Penerbit Gav Media. 3. spesifikasi hardware. 2002. Design with Mikroprocessor for Mechanical Engineers. 80486. Penggunaan Mikropofessor MPF-1. 80386. Control Bus. 1992. 6. “Introduction to Microposesor System Design”. Yogykarta. 8080. parallel input-output. cara kerja dan pemrograman CTC. mikroposesor ideal. alamat masukan dan keluaran.88 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Prasyarat: Elektronika Digital Materi: Pengertian Mikroposesor. prinsip dasar dan data eksitasi motor steper. teori rangkaian perangkat keras. Mikroprofessor MPF-1 “Experiment Manual “ Multitech Industrial Corp. 5. Mississipi State University. Pustaka: 1. Teknologi Mikroprosesor. Pentium 1. saluran P dan teknologi Bipolar. 8028n. Komputer & K Numerik Prasyarat: Materi: . “Mikroprosesor and Digital Systems Second Edition International Student”. Agfianto. Chip Magazine Mei 2002. Metal Oxide Silicon (MOS) saluran N. 2. CTC untuk rate meter. Evolusi Mikroposesor : 4004. mikrokontroller 8049 dan 8747. otomasi pengatur pH limbah industri. 1989. Harry Garland. Eko Putra.2. memori alamat. 8008. motor steper.

8. McGraw-Hill. Spektroskopi x-ray dengan detektor Si(Li).Elektronika Nuklir Prasyarat: Materi: . pemindahan data. Software Engineering. Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Spektroskopi gamma dengan detektor NaI(Tl). Prakt. BATAN.M. Ge(Li). counter. Prakt.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 89 Algoritma. 1992. Yogyakarta. Komputer & K Numerik. Prakt. pengkuran aktivitas absolut dengan cara koinsiden. Flowchart. Pengenalan Komputer. Pascal. Pustaka: 1. 3. penjumlahan dan pengurangan. BATAN. Roger. Prentice-hall. STTN. Pustaka: 1. spektroskopi dengan sistem accuspec. 9. Pustaka: 1. Presman. Student Edition of Matlab. spektroskopi metode koinsiden dan anti koinsiden. penyimpanan data pada pita. Fortran) dan aplikasinya. Buku Petunjuk Praktikum P. SIO. timer. percobaan koinsiden gamma-gamma. STTN. 4. Buku Petunjuk Praktikum Mikroprocessor dan Mikrokontroler. 10. 1989. looping. Spektroskopi gamma dengan detektor ZnS(Ag). The Mathwors Inc. 1992. BATAN. Teknik Pemrograman. Pemrograman dengan bahasa program (C++. Mikroprocessor Prasyarat: Materi: Pengenalan Tombol. ADC/DAC. sistem pencacah gamma latar rendah. STTN. H. perkalian dan pembagian. 2. A Practitioner Approach. Jogiyanto. Andi Offset. Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi Nuklir . PIO.

Penerbit Erlangga. Pustaka: . Nuclear Power Engineering. sistem PLTN. Prayoto. sistem keselamatan pada rektor nuklir. 3. Pembangkit dan transmisi pulsa. 1993. penanggulangan kecelakaan radiasi (sumber hilang).90 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Sumber Tegangan Tinggi DC. pembangkitan listrik. Rangkaian pembalik pulsa (GM Inverter). Pustaka: 1.. Pulse Shaping. macam-macam sistem pembangkit daya reaktor nuklir. Henry C Swenk. PPEN. ADC dan DAC. Marsongko Hadi. dkk. SEMESTER V 1.H. Newjec Inc. Penganalisa tinggi pulsa. teknik pencacahan dan aplikasinya. Shannon.karakteristik: pembangkitan panas . Ridwan M. Pustaka: 1. 1992. Pewaktu dan pencacah.. 1986. BATAN.El. 1977. Instalasi Pembangkit Daya. 2.Wakil.M. R. penggantian sumber. sistem pendingin utama. M. perhitungan dan evaluasi dinding ruang sinar X. BATAN. Buku Petunjuk Praktikum Elektronika Nuklir. Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Prasyarat: Fisika Reaktor Materi: Sistem pembangkit listrik konvensional. STTN. 2. Pre Amp charge sensitive. John Wiley & Sons. BATAN. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. sekunder dan tersier. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Perisai radiasi. Main Characteristics and Plant Highlight. 4. pengukuran tingkat kontaminasi dan dekontaminasi. penetuan daerah.

Deskripsi proses. Paris. diagram blok dan fungsi transfer sistem. Bandung. Contoh aplikasi : sistem kendali level. Sydney. Kendali adaptif. Wiryosimin.C. Proceeding. Pusdiklat. BATAN. Interpretasi film radiografi. Strategi pengendalian. Mosby Year Book. 3. 1988. dan reaktor. Pustaka: . Sumber radiasi dan peralatan radiografi. Prinsip kerja uji tak merusak. hubungan antara bayangan dan obyek. Mengenal Asas proteksi Radisi. Pemodelan sistem. Cacat film radiografi.. Teknik Instrumentasi dan Kendali Materi: Konsep dasar sistem kendali. 3. 1993. 4. tanggapan waktu dan frekuensi. interpretasi gambar radiografi. Radiologic Science for Technologist. Rekaman fotografi dan non-fotogarfi. motor. 1995. 2. dan berbagai jenis cacat.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 91 1. UTR/Radiografi Prasyarat: Materi: Konsep dan definisi. Teknik radiografi. perhitungan dan penilaian sensitivitas radiografi. Manfaat. Standard radiografi. Analisis kestabilan. Tindakan preventif dan penanggulangan kecelakaan radiografi. Radiation and Security : Comprehending Radition Risk. fungsi transfer dan solusi. Buku Pelatihan Radiografi Level-1. 2002. diagram proses. Macam-macam sistem kendali otomatis berbasis komputer dan PLC. optimal dan intelligen. 1994. Radiation Protection in Nuclear Energy. Penerbit ITB. IEAE. Dasar fisika radiografi. 5th edition. Sistem lup terbuka dan lup tertup. kurva karakteristik dan pemrosesan film. 2. Pustaka: 1. Suwarno. Bushong S. IAEA. kualitas gambar. Kualitas film. alasan dan aplikasi UTR.

semi takhingga. Pengenalan sistem: sistem input-output. Pustaka: 1.R. Cacat film radiografi.E. Buku Pelatihan Radiografi Level-1. Kualitas film. Prentice-Hall. non-anticipating dan time invariance. Stabilitas sistem terhadap input harmonic dan periodic. pengaruh sifat bahan dan berbagai teknik radiografi. Teknik Isyarat Materi: Dasar-dasar signal dan sistem: input-output sistem. W. Pusdiklat BATAN. 1993. Prakt. Prasyarat: Materi: Prinsip dasar dan metode dasar uji tak merusak. Signal & System : Continuous and Discrete. Praktikum UTR/Radiografi. perhitungan dan penilaian sensitivitas radiografi. signal waktu hingga. Interpretasi film radiografi. Transofrmasi. interpretasi gambar radiografi. sinyal periodic dan harmonic.Ziemer. H Kwakernak. Teknik Kontrol Automatik. 2002. sistem memoryless. Katshuhito Ogata. Modern Signal & System. Instrumentasi dan Kendali . dan tak hingga. Sistem linear dan sistem konvolusi.92 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. Ruang dan pembangkitan signal. dan berbagai jenis cacat. R Siphan. 1991.. McMillan Publishing Company. hubungan antara bayangan dan obyek. sistem kontinyu dan diskrit. signal waktu diskrit dan kontinyu. Jack Golten and Andy verver. samling dan interpolasi signal. Pustaka: 1. 1992. sistem input-output mapping. Pengenalan signal : signal sekuensial dan sampling. 1997. 6. R. 7.H. Fannin. 2. kuantifikasi. Penerbit Erlangga. kualitas gambar.Tranter. kurva karakteristik dan pemrosesan film. beberapa bentuk signal terkenal. 2. McGraw-Hill. 5. Control System Design and Simulation. D.

Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikasi. Buku Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi II. struktur papan antarmuka. studi kasus untuk rangkaian RC dan RLC. 2002. data register. 2.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 93 Prasyarat: Materi: Pengenalan matlab dan aplikasinya untuk pemodelan orde-1 dan orde-2. Teknik Antarmuka Komputer Prasyarat: Materi: Konsep antarmuka serial dan paralel. Eko Putra. penetuan daerah. BATAN. Design with Mikroprocessor for Mechanical Engineers. teknik pencacahan dan aplikasinya. Pemrograman dan pengendalian proses dengan PLC. Yogykarta. Mississipi State University. STTN. prinsip pembacaan data digital oleh komputer. Agvinto. Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi dan Kendali. pengukuran tingkat kontaminasi dan dekontaminasi. Antar Muka Komputer : Teori dan Aplikaksi. dekoder alamat. Eko Putra. pemrograman. Penerbit Gav Media. 9. Stifler. digital I/O. penanggulangan kecelakaan radiasi (sumber hilang). 1992. Agvinto. Kent. 3. Pustaka: 1. Pustaka: 1. 2002. analisis sistem kendali PID untuk orde1 dan 0rde-2 serta sitem kendali motor dc. . Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Perisai radiasi. memori. STTN. perhitungan dan evaluasi dinding ruang sinar X. Yogykarta. Penerbit Gav Media. pengiriman data biner ke peralatan. penggantian sumber. Pustaka: 1. Prakt. 8.

Ir. Pustaka: . 2001. politik dan strategi nasional. Pengolahan Isyarat Materi: Isyarat dan informasi. 1969. Edisi Reformasi. Keepin. Kewarganegaraan Materi: Pengantar pendidikan kewarganegaraan. perubahan waktu diskrit dan sinyal digital. 3. dinamika reaktor. STTN. Endang Zailani Sukaya dkk. BATAN. Pendigitalan isyarat. sistem hankamnas. ketahanan nasional. Pustaka: 1. 2. Robert. pengendalian dan operasi reaktor. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. McGraw-Hill. sistem kendali. Schultz. 2002. 3. berbagai aspek fisis. Pustaka: 1. komunikasi data. Teknik pengolahan sinyal digital serta aplikasinya. 1975. Robert. yogyakarta.94 BATAN. 2. Penerbit Paradigma. wawasan nusantara. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Azas kerja rekator nuklir. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. Nuclear Reactor Kinetics. Nuclear Reactor Kinetics and Control. McGraw-Hill. persamaan dasar dan parameter kinetika reaktor. Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 SEMESTER VI 1. Syarip.

Ziemer. H Kwakernak. 1993.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 95 1. W. Port Serial. Contoh penerapan program aplikasi. James W Candy. Sistem Mikrokontroller Materi : Pengenalan Keluarga MCS-51. Port I/O Mikrokontroler. Bahasa Pemrograman. Perancangan dan Struktur program. 1972. 2002. 1988. Apalikasi untuk sistem kendali. 2.E. 4. Modern Signal & System. McGraw-Hill Book Company. Kumpulan instruksi dan pemrograman mikrokontroler. . Pemodelan kontinyu dan diskrit. Contoh perancangan. 3.Tranter. Signal & System : Continuous and Discrete. Eko Putra. D. Manipulasi sinyal diskrit. Sistem Interupsi. Kris Pusporini. Timer / Counter.R. Sinyal dan sistem diskrit. Pustaka: 1. 2. “Panduan Dasar Mikrokontroler Keluarga MCS-51. FFT dan DFT. James W Candy. 2. Fungsi transfer dan Transformasi Z. frekuensi dan stabilitas. R. Yogykarta. Joseph S Rosko. AddisonWesley. Tanggapan waktu. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikasi. Arsitektur Mikrokontroler. Signal Processing : Modern Approach. Signal Processing : Modern Approach. 1988. 5. Agfianto. Danny Christianto. McGraw-Hill Book Company. Piranti dan Teknik pengembangan program. Transformasi Fourier. Pustaka: 1. Digital Simulation of Physical Systems. Prentice-Hall. McMillan Publishing Company. Fannin. R Siphan.H. Penerbit Gav Media. 1991. Teknik Kendali Digital Prasyarat: Materi: Sampling dan kuantifikasi.

Organisasi pemeliharaan. ”Electronic Failure Analysis Handbook”. Trouble Shooting in Nuclear Instrument. 7. Penentuan spesifikasi sensor. IAEA-TECDOC-426. Pemeliharaan terencana. Disain casing. Signal & System : Continuous and Discrete. Great Britain. ”Laboratory Power Conditioning”. Martin. IAEA. Komisioning alat. 1999. Pustaka: 1. P.96 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. 1987. 7.J. machine..J. 1994. pengkondisi sinyal dan pemroses data. Pustaka: 1. 1976. Vienna. 6. Kelly and M.W. ”Transient Voltage Suppression Devices”.Ziemer. 1979.H. Trouble shooting dan test rutin. Harris Semiconductor. D.. 1997. Prentice-Hall. Johnson. Modern Electronic Maintenance Principle. Loveday. R. Teknik dan prosedur pemeliharaan alat. . Log book. Fifth Edition. CMM. Flowchart reparasi. 1986. MTBF.H. 3. G. Vuister. Pemeliharaan Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Teknik pemeliharaan dan perawatan alat. 2. Fannin. Perry L. 5. Butterworth & Co Ltd. Pergamon Press Ltd. 4. Perancangan pengkondisi sinyal. Electronic Testing and Fault Diagnostic. Perancangan Instrumentasi Materi: Rangkaian dasar sistem instrumentasi. London. Harris. lost value. W.R. Curtis D. Aspek biaya. 1993. 1989. Stainer. 6. Pemeliharaan preventif: MTTR. D.E. Garland and F. Longman Scientific & Technical. Pengujian kinerja. Rill Isaris. Process Control Instrumentation Control Technology. McMillan Publishing Company. Management of Industrial Maintenance. A.Tranter. Manajemen pemeliharaan.

8. Sistem Interupsi. 2002. Sumber tegangan tinggi DC). Counting System. Kritas Venzel. Pemeliharaan Instrumentasi Nuklir Prasyarat: Materi: Reparasi peralatan Instrumentasi Nuklir (survey meter. Port I/O Mikrokontroler. Contoh perancangan. Prakt. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Praktikum pencacahan neutron dengan BF3. 1969. Pustaka: 1. Pengamatan gejala transien. Bella G. Chilton Book Company. Karakterisasi powerconditioning untuk laboratorium. STTN. Demontrasi computerized maintenance planning. teknik aktivasi neutron untuk mengukur parameter-parameter reaktor. Kris Pusporini. 9. 10. Bahasa Pemrograman. Ratemeter. Instruments Engineer Handbook. SCA. Perancangan dan Struktur program. Contoh penerapan program aplikasi. Port Serial. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 : Teori dan Aplikaksi. “Panduan Dasar Mikrokontroler Keluarga MCS-51. Timer / Counter.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 97 2. Eko Putra. Liptak. Agfianto. BATAN. Bin power module. Danny Christianto. Yogykarta. Penerbit Gav Media. Pengamatan unjuk kerja alat terhadap perubahan suhu. Praktikum Mikrokontroler Materi: Kumpulan instruksi dan pemrograman mikrokontroler. Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi dan Kendali. praktikum cara pengoperasian . Sistem redudansi. Pustaka: 1. 2. Piranti dan Teknik pengembangan program. Prakt.

start up. 4. Perundang-undangan Tenaga Nuklir Prasyarat: Materi: Perundang-undangan tenaga nuklir. asuansi (tafakul) . Konsep tauhid dan impelmentasinya dalam kemasyarakatan sejak zaman Nabi. McGraw-Hill. Kiat-kiat menjadi seorang sarjana sains dan seorang muslim yang baik. Keepin. 2. Konsep mua’amalah dalam Islam seperti jual-beli. Pustaka: 1. 3. 3. bermu’amalah dengan sukses. Pustaka: 1. Syarip. Schultz. Bandung. STTN. P3TM. 2001. Pengantar Studi Islam. para sahabat.98 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 sistem kontrol reaktor. Peraturan Pemerintah dan Surat . beribadah dengan tuma’ninah. Pola Hidup Muslim. SEMESTER VII 1. Pernikahan dan keluarga syakinah. banyak beramal sholeh dan menjadi khsunul khotimah. syirkah. BATAN. Muhammad. Al-Jaziri. riba. Buku Petunjuk Praktikum Operasi Kinetika dan Pengendalian Reaktor. Robert. mudharobah. Hamidullah. Al-Qur’an. shutdown. dll. Terjemahan Departemen Agama. BATAN. Remaja Rosdakarya. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. Abuka Bakar Jabir. para Imam madzhab. 2. 2. Pendidikan Agama II Prasyarat: Materi: Islam ditinjau dari aspek filosofi. menaikkan daya. Robert. 1975. dan ulama-ulama penerusnya sampai zaman sekarang. 1969. Nuclear Reactor Kinetics. Ir. McGraw-Hill. Nuclear Reactor Kinetics and Control.

hipotesis. non-conformce. 2. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. pengiriman bahan nuklir. Pengolahan data. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. dkk. Soenjono Dardjowidjojo. dan tindakan perbaikan. Penerbit PT. Sistem Manajemen Mutu-Dasar-dasar dan kosakata. Metodologi Penelitian Prasyarat: Materi: Arti dan fungsi penelitian. 1993. Persyaratan dasar jaminan kualitas. Pustaka: 1. 1993. abstrak. 3.. Pustaka: 1. . pengoperasian reaktor. Badan Standarisasi Nasional. DepDikNas. Sistem penulisan ilmiah. 4. Analisa data). Jaminan kualitas untuk penelitian. Pustaka: 1. Jakarta. pembuatan kuesioner). Pengantar Metodologi Penelitian. dan pengujian di laboratorium.Gramedia. Penerbit Balai Pustaka. Jenis penelitian. 2002. Wasito. Buku Penyuluhan Peraturan Perundangan Keselamatan Nuklir. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. teknik pengolahan data. prosedur. Non Proliferation Treaty (NPT). Rancangan dan Prosedur penelitian ( Rancangan penelitian.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 99 Keputusan Kepala BATAN dan BAPETEN. Asas metodologi penelitian ilmiah. perumusan persoalan. dan form. pengolahan limbah nuklir. audit. Hermwan. penelusuran referensi. Konsep pengendalian. Pengolahan dan Analisa data (Metode pengumpulan data. BAPETEN. Sistem Manajemen Mutu Prasyarat: Materi: Konsep dasar sistem manajemen mutu.

. riset dan pengembangan. Diktat K3. training K3. Zaenal. aspek kebisingan. Scheduling and Controling. Bunga Rampai Hiperkes & KK. IV Lihat daftar mata kuliah pilihan. 2001. lima level work breakdown structure. STTN Batan. kedaruratan standar kesehatan dan keselamatan kerja. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT. Pustaka: 1. STTN BATAN. 2001. 7. promosi K3. ventilasi industri. Ruang lingkup projek. Semarang. safety toolking. identifikasi sumber bahaya (bahaya bahan kimia. kecelakaan kerja. penerangan dan getaran) di tempat kerja. manufaktur. pusparini. controlling. ergonomi. staffing. tata rumah tangga (housekeeping). John-Wiley & Sons. Yogyakarta. Keselamatan Kerja dan Ergonomi Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Aspek tekno-ekonomi dalam manajemen proyek. Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. II. Alat-alat manajemen proyek. pengendalian administratif. Project Management: System Approach To Planning. 6. PB UNDIP. Pustaka: 1. Jusuf. Sugeng. pengendalian teknis. . 2008. III. Pengantar Ergonomi. organizing.100 5. iklim kerja dan radiasi nonionisasi. Mata Kuliah Pilihan I. sanitasi industri. penyakit akibat kerja. Evaluasi proyek. 2. Harold Kezner. Manajemen Proyek Prasyarat: Materi: Konsep dan definisi. 3. faktor biologi di tempat kerja. 2007. Zaenal. directing. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. Yogyakarta.

2. pemrosesan data dan analisis menggunakan instalasi akselerator. Sistem akselerator partikel. analisis permasalahan. P3TM. MATA KULIAH PILIHAN PILIHAN INSTRUMENTASI NUKLIR 1. Akuisisi data pada akselerator. sistem energi. sistem komunikasi dan tugas-tugas yang berkaitan dengan permasalahan industri khususnya berkaitan dengan program studi yang diambil. Akselerator linier. BATAN. Buku Pengoperasian Akselerator. Sistem instrumentasi. melakukan pembahasan tugas akhir yang meliputi studi kepustakaan. McGraw-Hill. Livingstone. Tugas Akhir Tugas akhir bisa berupa penelitian pengembangan analisis dan sintesis. macam akselerator dan aplikasinya. perancangan dan pembuatan sistem. sistem monitoring dan kendali pada akselerator. sistem interlock. sistem kontrol dan instrumentasi. studi perbandingan. Instrumentasi Akselerator Materi: Prinsip dasar akselerator. Akselerator lingkaran. mengadakan analisis/ sintesis. sistem operasi. menyajikan dan menyimpulkan dalam bentuk skripsi dan mempertahankan dalam seminar dan ujian lisan. penerapan teknologi atau pengujian di laboratorium. 1986. Pustaka: 1. 2. 2. Particle Accelerator. Kerja Praktek Manajemen perusahaan meliputi struktur organisasi. Sistem Akuisisi Data Prasyarat : . Mahasiswa mengajukan proposal penelitian (usulan tugas akhir).Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 101 SEMESTER VIII 1.

Graha Ilmu.PDF. 3. dan production rules. Komuniksi Elektronika. knowledge engineering. Penerbit Erlangga. Persyaratan teknis. 1994... frame. for use with Matlab.dennis dan John Coolen. Otomasi Industri Materi: . Windows user guides.undip.ac. MatgWorks Inc. Akuisisi dan komunikasi data. Materi: Komponen-komponen akuisisi data proses : sensor. for use with Matlab. list. 2003. 1993. Pustaka: 1. representasi pengetahuan ke dalam skema. logika fuzzy dan jaringan syaraf tiruan. Matlab. 2. Contoh aplikasi untuk pengolahan data dan kendali proses. 3. Konsep dan aplikasi sistem pakar. PILIHAN KENDALI DAN ROBOTIKA 1. Akusisi dan pemrosesan data dengan komputer.elektro. 1994. MatgWorks Inc. 3. Roddy. Contoh aplikasi akuisisi data menggunakan modul ADAM. Laboratory Technology Corporation. Kusumadewi. programmable pheriferal interface. Data Aqcuisition and Process Control. Fuzzy Logic Toolbox. buffer-amplifier. Labtech. Matlab. Neural Network Toolbox. ADC dan DAC. www. multiplexer. 2. Mikrokontroler. Pustaka: 1. Artificial Intelligence. Sistem Antar Muka.id/transmisi/des05/sukiswodes05.102 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Perancangan Instrumentasi. Konfigurasi dan karakterisitik sistem akuisisi data. Kecerdasan Buatan Prasyarat: Materi: Konsep dasar kecerdasan buatan. Jakarta. edited by TPIJFT – 2004. 1994.

penggunaan vision sensor. 1989. Pustaka : 1. Konversi sinyal sensor. Pengantar Robotika. Intelligent Sensor Technology. Intelligent Sensor Materi: Sensor-sensor intelligent. P. Pustaka: 1.Galip Ulsoy. Teknik Elektro ITB. Persamaan kinematika. Warren R Devries. Sistem sensor untuk diagnosis equipment. 1997. Fifth Edition. Pokok bahasan : Pendahuluan.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 103 Konsep otomasi dalm industri. 1985. Pengaturan dan Komputer. 1992. Microcomputer Application in Manufacturing. Robotika Prasyarat : Tujuan : Memberikan pengertian tentang prinsip-prinsip perancangan analisis dan sintensis sistem robot. Curtis D. Kuspriyanto. Bahasa pemrograman robot. efector sensor untuk material handling. 2. John Wiley & Sons. A. Process Control Instrumentation Control Technology. Pengaturan gerak robot.PLC dan diasin sistem otomasi berbasis PLC. 2. Bandung: Laboratorium Sistem. 2. Industrial Robotics. Kendali sekuensial dan kendali berbasis switch/relay. Transformasi homogen. John-Wiley & Sons. 1987.M. Hubungan-hubungan differensial. Singapore: McGraw Hill Book Company. Groover.Johnson. Jenis dan aplikasi sensor. Pustaka: 1. 3. 3. Penggabungan sensor. Prentice-Hall. Dinamika Robot. pengkondisi sinyal dan actuator menjadi sebuah sistem. Sensor untuk servomekanik Sistem sensor pada robot intelligent. Penyelesaian persamaan kinematika. Mesin intelligent termasuk sensor pada robotik. Sensor (pengindraan). Ryoji Ohba. .

1983. analisis sistem meliputi teras reaktor. auxiliary system. Intelligent Instrumentation. Plant highlight and main features of proposed plants. spesifikasi teknis dan fungsi komponen dan sistem reaktor. bahan bakar. Foster. A. control rod. micro – processor based. Disain control room: primary system. Prentice-Hall. Penggunaan computer code untuk kajian rancangan sistem reaktor. 3. konsep touch screen operor console. reliability. U. Bella G. R. sources netron monitoring. sisem proteksi reactor dan main control board. PILIHAN TEKNOLOGI REAKTOR 1. man-machine interface.L. 4th edition. November. 1988. Newjec Inc. Perancangan Sistem Reaktor Materi: Dasar-dasar perancangan reaktor : tahapan. sistem utama dan sistem penunjang. Process Measurement : Instrument Engineer Handbook. selfdiagnosis.. George C. Sesonke. perancangan rinci (detail design). Kriszta Venczel. 2. Neutron sources. 2. 3.104 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. Karakteristik instrumentasi dan kendali reaktor : 2 out of 4 logic. Pustaka: 1. Barney. Wright..: Nuclear Power Plant Design Analysis.R. Chilton Book Company. Perancangan dasar (basic design). power reactor monitoring. 1973. kriteria. 1982. A. Allyn. 2003. Liptak. Basic Nuclear Engineering. Keselamatan Reaktor . Sistem Instrumentasi dan Kendali Reaktor Materi: Arsitektur sistem monitoring dan kendali reactor. Monitoring fluks netron dan radiasi reaktor. bypass control logic.S. Atomic Energy Commission Report TID-26241. Pustaka : 1.

1980. 2. Koll. efek radiasi pada materi. . 1979. : Nuclear Power and It’s Environmental Effects. MTIS. Sumber ion. IAEA Safety Series No. Teknologi Akselerator & Aplikasi Prasyarat: Materi: Prinsip dasar akselerator. Sistem tegangan tinggi akselerator. Pengkajian lokasi instalasi tenaga nuklir.. produksi neutron dalam analisis aktivasi. Vrginia. penggunaan bidang kedokteran nuklir. Glasstone. Vienna. gamma dan netron. Pustaka: 1.M. Dampak lingkungan akibat operasi instalasi nuklir sejak dari penambangan bijih uranium sampai penyimpanan terakhir sampah nuklir. penggunaan dalam kimia radiasi. Sistem Pencacah Nuklir Materi: Penentuan aktivitas. 1977. PILIHAN BEBAS 1. Kriteria-kriteria evaluasi keselamatan reaktor. Sistem fokus berkas partikel. Sektroskopi alfa. Pustaka: 1. 2.Walter H. Akselerator linier. Potensi pelepasan zat-zat radioaktif ke lingkungan selama operasi normal maupun dalam keadaan kecelakaan.S. Radiation Detection and Measurement. 2. Analisis keselamatan. Akselerator lingkaran. macam akselerator dan aplikasinya..Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 105 Materi : Prinsip pertahanan berlapis (defence-in-depth).Jordan. IAEA. John Wiley & Sons. Harrer. ANS. Sistem akselerator partikel. : Code on Nuclear Power Reactor Design. efek radiasi pada materi. Jenis-jenis sistem-sistem keselamatan dan proteksi reaktor. energi dan unsur. Glenn F. J. Nuclear Power Instrumentation System.

IAEA. Penerbit ITB.106 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Sistem sumber ion. Wiryosimin. Mengenal Asas proteksi Radisi. Bandung. Sistem Antar Muka. 1994. Livingstone. Radio pemancar-penerima. ADC. Radiation Protection in Nuclear Energy. Sistem Kontrol Sekunder). Radiation and Security: Comprehensing Radition Risk. 3. Materi: Komponen-komponen telemetri (Sensor. Paris. Sistem Telemetry Prasyarat : Perancangan Instrumentasi. Pustaka : 1. 4. Buku Pengoperasian Akselerator. P3TM. sistem saluran transmisi (Data Circuit Terminating Equipment/DCE. aspek keselamatan dan peraturanperaturan yang berkaitan dengan fasilitas radiasi. penerapan. Aplikasi akselerator implantasi ion dalam pengerasan bahan. 2. Sistem pemisah berkas partikel. Particle Accelerator. Proteksi Radiasi Lanjut Prasyarat: Materi: Standar dan prosedur proteksi radiasi. Modem. IEAE. Sistem saluran penerima (Komputer sebagai alat control sistem dan pengolah data). Penerapan Telemetri untuk Perancangan telemetri suhu dengan modulasi . Pengembangan. Pustaka: 1. Multiplekser. Sydney. 2. Transmitter. Mikrokontroler. Prinsip jaminan mutu. 1995. BATAN. 1986. Transceiver). verivikasi. 1988. Mikrokontroler. Proteksi radiasi dalam industri nuklir. Pengkondisi sinyal. 3. Sistem sumber data (Sistem Akuisisi. Proceeding. Suwarno. Aplikasi generator neutron untuk analisis bahan. dan perbaikan prosedur kerja dalam instalasi radiasi. McGraw-Hill.

aspek biologis). Pencitraan Fisiologi/fungsional. Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik. medis ultra sound. Defibrilator dan Hemodialisis). Detektor nuklir (system deteksi radiasi. Penerbit Erlangga. tranduser). radioisotope untuk pencitraan). sistem interlock dan sistem proteksi elektronik untuk pengamanan proses maupun industri. kontras). Fosbinder and Charles A.undip. radioisotope tracer). in-vivo. Kesley. 5. Sistem instrumentasi (Cardiac. cara kerja dan amplikasi (ECG. Sistem kerja alarm. energi. Instrumentasi Medik Materi Fungsi. Sifat-sifat (X-rays.id/transmisi/des05/sukiswodes05. arus. Integrasi sistem. USG. Roddy. Teknik (in-vitro. Pustaka 1. penetrasi. Pengkabelan. Product Line McGraw-Hill Professional. filtrasi). Pacemaker.ac.. 2. Dasar fisika resonansi magnet nuklir. Security lighting. sistem alarm kebakaran. Robert A. Philip Bill. Jakarta. Pustaka: 1. EMG). The Complete Book of Elekctronic Security. Komuniksi Elektronika. Vehicle safety. Instalasi dan troubleshooting sistem alarm.PDF.elektro. tipe interaksi foton. dulu dan sekarang. Teknik pencitraan gelombang (US. Dennis dan John Coolen. EEG. 6. Electronic Security Materi: Sistem sekuriti elektronik. kVp.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 107 digital Frequency Shift Keying/FSK Pustaka: 1. Perangkat Xrays (tabung X-rays. Review spec dan unjuk kerja perangkat pencitraan medis (X-rays. www. Essential of Radiology . 1993. Skema elektronik. 2002. sharpness. MRI dan Nuklir). Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. karakteristik.

108

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Sciences, McGraw Hill Medical Publication Division, Copyright 2002, New York. 2. R.S.Khandpur, Handbook of Biomedical Instrumention, Tata McGraw Hill Company Limited, New Delhi, 1977. 3. B.R.Bhairi, Balvinder Singh, N.C. Rathod, P.V.Narurkar, Handbook of Nuclear Medicine Instruments, Tata McGraw Hill Publishing Company Limited, New Dilhi, 1994. 4. Joseph D.Bronzino, Editor in chief, The Biomedical Engineering Handbook, CRC Press, IEEE Press. 5. Steve Webb, The Physics of Medical Imaging, Institute of Physics Publishing, Bristol and Philadelphia, Reprint 1993. 7. Tekno Ekonomi PLTN Materi Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun, mengoperasikan, dan merawat dekomisioning, hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik. Pustaka: 1. Eko Edy Karmanto, Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. 2. Teknoekonomi PLTN. 3. Teknologi dan Perencanaan Energi, Pelatihan BATAN, 1988. 4. Dekomisioning Reaktor Triga, JAERI, 2006. 5. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant, IAEA, Viena, 1978.

D. PROGRAM STUDI ELEKTROMEKANIK 1. Visi & Misi Visi Menjadi penyelenggara pendidikan yang mampu menghasilkan sarjana sains terapan yang siap berkembang dan berkarya secara profesional dalam bidang elektromekanik baik untuk industri nuklir, industri yang berkaitan dengan nuklir

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

109

maupun industri energi pada umumnya. Misi Program Studi Elektromekanik dirancang agar lulusannya: 1. Mampu menunjukkan kemampuannya secara profesional dan mampu mensinergikan keahlian dan daya analisisnya dalam perancangan, pembuatan, pengoperasian, pengujian, perbaikan, dan perawatan alat-alat elektromekanik yang digunakan baik pada industri nuklir, industri yang berkaitan dengan nuklir maupun industri energi pada umumnya; 2. Mampu mengaplikasikan teknik NDT/Radiografi untuk pengujian dan inspeksi bahan teknik/mekanik untuk industri berkaitan dengan aspek keselamatan untuk pekerja, fasilitas dan lingkungan pada umumnya. 3. Mampu memberikan supervisi bagi industri yang menjual, mendistribusi, dan atau mengoperasikan perangkat radiasi berkaitan dengan aspek legal dan keselamatan penggunaannya. 2. Tujuan Program Studi Di Indonesia, penggunaan, pengoperasian serta pemanfaatan perangkat radiasi atau instalasi nuklir baik untuk keperluan medis, maupun inspeksi dan pengujian peralatan proses industri sangat luas. Pengoperasian dan pemanfaatan peralatan ini membutuhkan tenaga-supervisor yang handal yang mempunyai keahlian dan analisis dalam bidang teknologi nuklir yang didukung ilmu-ilmu elektromekanik antara lain teknologi sistem tenaga listrik, sistem proteksi dan keselamatan, penggerak elektromekanik beserta keandalannya, disamping itu diperlukan perlakuan khusus yang berkaitan dengan radiasi. Bidang-bidang pekerjaan tersebut tentu saja memerlukan banyak tenaga kerja yang mampu memenuhi keahlian kombinasi antara sistem tenaga listrik, teknologi bahan, penggerak elektromekanik dan radiasi berkaitan dengan aspek teknis sekaligus keselamatan. Tujuan dari penyelenggaraan program studi ini adalah untuk menghasilkan sarjana sains terapan yang dapat memenuhi tuntutan keahlian multi-disiplin tersebut di atas.

110

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

3. Kurikulum Program Studi Kurikulum program studi elektromekanik (Elemek) dirancang untuk dapat memberikan bekal kompetensi sarjana sains terapan yang cukup yaitu 148 SKS dengan komposisi teori 104 SKS dan praktek 44 SKS. 1 SKS teori 1 jam tatap muka, 1 SKS praktikum 3 jam tatap muka, sehingga beban belajar mahasiswa adalah 104 jam teori (44 %), ditambah 132 jam praktek (56 %) termasuk praktek kerja lapangan. Dengan komposisi tersebut, mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni. Berdasarkan Kurikulum Standard Diknas, kurikulum Prodi Elmek terdiri dari 75 % mata kuliah inti (MKK dan MKB) serta 25 % mata kuliah penunjang (MPK, MPB, MBB). Dengan komposisi tersebut, mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan daya analisis dan keahlian yang memadai untuk berkarya dan berkembang secara profesional dalam bidang yang ditekuni serta mempunyai bekal tambahan baik perilaku berkehidupan bersama maupun perilaku berkarya sesuai dengan standard yang berlaku secara nasional. Untuk lebih menekuni bidang keahlian tertentu, struktur kurikulum prodi Elmek menawarkan 4 mata kuliah pilihan ( 8 SKS) yang terbagi ke dalam 3 kelompok mata kuliah pilihan wajib yaitu kelompok pilihan teknologi bahan, kendali dan robotika , pilihan teknologi reaktor serta pilihan sistem tenaga. Dengan demikian, kurikulum program studi Elektromekanik dirancang sedemikian sehingga mahasiswa lulusannya mendapatkan kompetensi yang memadai (core competence) dalam bidang elektromekanik, serta memiliki keunggulan komparatif dalam bidang pengujian dan inspeksi menggunakan teknik uji tak rusak/radiografi.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

111

4. Perbandingan SKS dan Beban Kerja (jam) Teori dan Praktek I Tr
16

II Pr
4

Tr
12

Pr
8

III Tr Pr
14 6

IV Tr Pr
12 8

V Tr
14

Pr
6

VI Tr Pr
14 6

VII Tr Pr
20 0

VIII Tr Pr
0 8

20 20 20 SKS Teori = 104
Jam Teori =104 (44%)

20 20 SKS Praktek = 44
Jam Praktek = 132 (56%)

20

20 8 SKS Total = 148
Jam Total = 236x16

5. Distribusi Matakuliah Berdasarkan Standard Diknas
No

Kelompok (elemen kompetensi)
Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB)

Inti (Utama) 10 38 40 4 8

Institusional
Pendukung Lainnya

Jumlah SKS 12 40 76 11 8 147 100 %

1. 2. 3. 4. 5.

2 14 18 2 11 47 32 % SKS T 2 2 2 2 2 10 P

Prosentase

100 68 %

MK WAJIB PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) No. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Pendidikan Agama I 2. Bahasa Inggris 3. Pancasila 4. Kewarganegaraan Pend. Agama I 5. Pendidikan Agama II
JUMLAH

Semester I I III V VII

2

2

Ilmu Bahan 12. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Pengukuran 11.IV III III III IV IV IV IV 2 14 Semester I I II II III III III IV IV V SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 .IV III.112 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 MK WAJIB KEILMUAN DAN KETRAMPILAN (MKK) No. Perlengkapan Sistem Tenaga TTL II 9.II II II II II. Matematika I 2. Alat Ukur & T. P. Teknik Tenaga Listrik I Dasar 3. Kendali Motor & Alternator 8. Komputer & K Numerik Teknik 18. UTR/Radiografi ADPR 7. Kimia Umum 5. Fisika Reaktor Fisika Modern 19. Mekanika Kekuatan Bahan Ilmu Bahan SKS T P 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 38 4 2 2 2 2 Semester I I I I II I I. Mekatronika I Teknik Listrik 13. Perpindahan Panas 20. Elemen Mesin I Statika Struktur 10. Thermodinamika 16. Statistik 10. Mekanika Fluida JUMLAH MK WAJIB KEAHLIAN BERKARYA (MKB) No. Statika Struktur Sistem PLTN dan Pembangkit Fisika Reaktor 5. Teknik Listrik Dasar Prakt. Konvensional 6. Fisika Modern Fisika Dasar II Matematika 17. Fisika Dasar II Fisika Dasar I 9. NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. Komputer 4. Mekatronika II Mekatronika I 14. 8. Gambar Teknik I 7. Fisika Dasar I Arsitektur & Jaringan 3. Proses Produksi I Teknik Listrik 2. Matematika II Matematika I 6. Teknik Tenaga Listrik II TTL I 4. Matematika Teknik Matematika II 15.

16. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Pemeliharaan & Perbaikan Mesin Listrik Perencanaan Mesin Listrik Industri Elemen Mesin II Hidraulik dan Pneumatik Pembangkit Uap dan Turbin JUMLAH 18 MK WAJIB BERKEHIDUPAN BERKARYA (MBB) NAMA MATA KULIAH PRASYARAT 1. 14. 7. 12. Gambar Teknik I JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2 4 . Proses Produksi I MKK Prakt. 15. 4. 5. 2. 13. Proteksi & Keselamatan Radiasi Metodologi Penelitian Sistem Manajemen Mutu Manajemen Proyek Seminar Kerja Praktek Tugas Akhir JUMLAH SKS T P 2 2 2 2 1 9 2 V VII VII VII VII VII VIII 3 5 10 6. 3. Susunan Kurikulum Program Studi Elektromekanik Semester I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN101 STN102 STN103 TFN104 TFN105 TFN106 TEM107 TEM108 TFM119* TFN103 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MPK Pendidikan Agama I MPK Bahasa Inggris MKK Matematika I MKK Fisika Dasar I MKK Kimia Umum MKK Arsitektur Jaringan Komputer MKK Teknik Listrik Dasar MKB Proses Produksi I MKB Prakt. 6.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 113 PLTN 2 2 2 Elemen I 2 2 2 32 2 2 V V V V VI VI VI 11.

ADPR JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 16 . Fisika Dasar MKB Prakt.114 Semester II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN201 STN202 TFN203 TFN204 TFN205 TEM206 TEM207 TEM208 TFN209 TEM210 Kelompok MKK MKK MKK Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Matematika II Statistik Fisika Dasar II Alat Ukur & Teknik MKK Pengukuran MKK Ilmu Bahan MKK Mekatronika I MKK Prakt. Gambar Teknik II JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 8 12 Semester III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN301 STN302 STN303 TFN304 TFN305 TFN306 TEM307 TEM308 TEM309 TFN310 Kelompok MPK MPK MKK MKK MKK Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Pancasila Prakt. Teknik Tenaga listrik I MPB Prakt. Proses Produksi II Prakt. Bahasa Inggris Matematika Teknik Fisika Modern Termodinamika Alat Deteksi & Pengukuran MPB Radiasi (ADPR) MKB Mekatronika II MKB Teknik Tenaga Listrik I MKB Prakt. Alat Ukur & MKK Pengukuran MKK Prak.

Mekatronika Prakt.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 115 Semester IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode TFN401 TFN402 TFN403 TFN404 TEM405 TEM406 TEM407 TEM408 TEM409 TFN410 Kelompok MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK Mata Kuliah SKS Teori Praktek P Komputer & K Numerik Fisika Reaktor Perpindahan Panas Mekanika Fluida Teknik Tenaga Listrik II Statika Struktur Prakt. Teknik Tenaga Listrik II Prakt. Program Komputer & K MKK Numerik JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 12 8 Semester V No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode STN501 STN502 TFN503 TEM504 TEM505 TEM506 TEM507 TEM508 TFN509 STN510 Kelompok MKB Mata Kuliah SKS Teori Praktek Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Proteksi & Keselamatan MBB Radiasi MKB UTR / Radiografi MKB Kendali Motor & Alternator MKB Perlengkapan Sistem Tenaga MKB Elemen Mesin I MKB Mekanika Kekuatan Bahan Prakt. Proteksi dan Kes. Ilmu Bahan Prakt. Kendali Motor & MKB Alternator MKB Prakt. MBB Radiasi JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 . UTR / Radiografi Prakt.

Kinetika dan MKB Pengendalian Reaktor JUMLAH 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 14 6 Semester VII No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kode KIN701 STN702 STN703 STN704 TFN705 TFN706 TFN707 Kelompok MPK Mata Kuliah SKS Teori Praktek Pendidikan Agama II Perundang-undangan Tenaga MPB Nuklir MBB Metodologi Penelitian MBB Sistem Manajemen Mutu Keselamatan Kerja & MPB Ergonomi MBB Manajemen Proyek MBB Seminar MKB Pilihan I MKB Pilihan II MKB Pilihan III MKB Pilihan IV JUMLAH 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 15 . Pemeliharaan & MKB Perbaikan Mesin Listrik MKB Prakt.116 Semester VI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode KIN601 TFN602 TEM603 TEM604 TEM605 TEM606 TEM607 TEM608 TEM609 TFN610 Kelompok MPK Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah SKS Teori Praktek Kewarganegaraan Kinetika dan Pengendalian MKB Reaktor Pemeliharaan & Perbaikan MKB Mesin Listrik Perencanaan Mesin Listrik MKB Industri MKB Elemen Mesin II MKB Hidraulik dan Pneumatik MKB Pembangkit Uap dan Turbin Prakt. Perl. Sistem Tenaga Prakt.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 117 -Kode tergantung mata kuliah yang diambil Semester VIII No 1 2 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 2 3 No 1 2 3 Kode STN801 STN802 Kode TEM708 TEM709 TFN710 Kelompok Mata Kuliah SKS Teori Praktek MBB Kerja Praktek MBB Tugas Akhir JUMLAH Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok MKB MKB MKB Kelompok Pilihan Teknologi Bahan Teknik Metalurgi Teknik Pengujian dan Inspeksi UTR / Radiografi Lanjut Kelompok Pilihan Kendali & Robotika Otomasi Industri Teknik Robotika Intelligent Sensor Kelompok Pilihan Teknologi Reaktor Perancangan Sistem Reaktor Instrumentasi dan Kendali Reaktor Keselamatan Reaktor Kelompok Pilihan Sistem Tenaga Keandalan Distribusi Daya Listrik Sistem Proteksi & Keselamatan Kelistrikan Industri SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 SKS 2 2 2 3 5 8 Kode TFN711 TFN712 TFN713 Kode TFN714 TFN715 TFN716 Kode TFN717 TFN718 TFN719 .

Silabus SEMESTER I 1. (Menyesuaikan dengan yang berlaku secara nasional). 2. Connecting ideas. Muhammad Syaltut. Modal Auxiliaries. Riyadhus Sholihin. Question words. Passive Sentences. 4. Nouns and Pronoun. Bahasa Inggris I Prasyarat :Materi : Structure: Present. 3. Aqidah. Pustaka: . Muhammad Al Ghozali. Peran agama dalam keluarga. dan perkembangan teknologi. Hikmah ibadah. Akhlak Islam. Comparisons. Pustaka: 1. Keimanan. Al Qurán & Terjemahan (Departamen Agama). Islam. Perfect Tenses and articles. Pendidikan Agama I Prasyarat :Materi : Pokok-pokok agama. and Future Tenses. 2. noun clauses. pembangunan. Gerund and Infinitives. dan Syari’ah. Past.118 No 1 2 3 4 5 6 7 Kode STN720 TFN721 TFN722 TEI723 TEI724 TEI725 TEI726 Kelompok MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Mata Kuliah Proteksi Radiasi Lanjut Kecerdasan Buatan Teknologi Akselerator & Aplikasi Sistem Manufaktur Fleksibel Sistem Akuisisi Data Instrumentasi Medik Tekno Ekonomi PLTN SKS 2 2 2 2 2 2 2 7. Academic Reading and Writing. Imam Namawi. Count/ NonCount nouns.

J.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 119 1.L. Dictionary of Science for everyone. R. Bandung. 4. Hukum kekekalan energi dan momentum. Teknik integrasi. 2. Binatjipta. dan dinamika.. dan Lewis. Guild Publ. English Grammar in Use. Calculus and Linear Algebra. 3. dan gelombang. getaran. usaha. New York. 4. M. Terjemahan P Soedarjono.. Matriks dan determinan. F..F. Mekanika. . Thomas. Theory and Problem of Calculus. England. Persamaan Differensial. Statika. Ayres. D. Gaya. Reading. Sears.W. 3. Cox & Wyman Ltd. Raymond Murphy. Kaplan. Edisi 3. Sherwood. teori bilangan. Press. Jr . Inc. Encyclopedia of Science in Everyday Life”. Pustaka: 1. dan momentum. 3. G. Matematika I Prasyarat :Materi : Teori himpunan. London 1988. Cambridge Univ. Fisika Dasar I Prasyarat :Materi : Pendahuluan : pengertian besaran dan satuan. 1964.. limit dan derivative. kinematika. Addison-Wesley Publishing Company. and Finney. daya. Bunyi. Relasi dan fungsi matematik. 1985. Hidrostatika dan dan hidrodinamika.B.. W. aljabar linear. skalar dan vektor. Hukum-hukum Newton dan grafitasi. 2.. New York. FMIPA-UGM. Panas dan Bunyi.. Calculus and Analytic Geometry. Wardiman. and Sutton C. Konsep thermodinamika dan hantaran panas. John Wiley and Sons. solusi persamaan simultan. Pustaka: 1.

Erlangga. ed. bentuk pengukuran dan kekekalan. proses spontan dan kesetimbangan: termodinamik. campuran dan distilasi. peluruhan. Unix dan Linux. Wujud gas: kimia gas. Wadsworth. Larutan : Komposisi larutan. Dasar-dasar sistem operasi: DOS. Jilid 1. Paralel processing. hukum dan mekanisme reaksi. jilid I.. Hardisk. Interupsi. Konsep jaringan komunikasi data. suspensi koloid. Gaya antar molekul. TCP/IP. sifat koligatif larutan. asam-basa dan heterogen (padat-cair. 1984. Microprocessor 8088 sampai Pentium IV. Pipeline. campuran gas. 2001. Transisi fasa dan diagram fasa. Kinetika kimia: laju reaksi kimia. California. 3. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. Coprocesor aritmatika. Pustaka: 1.P. pengaruh suhu. cair dan gas. Sifat spesies zat terlarut. pengantar titrasi. Padatan.. reaksi kimia dan hasil reaksi. Memori internal (Cache. Penimbangan dan perhitungan molekul. Gillis. N. 6. Kimia Umum Prasyarat:Materi: Sifat dan Dasar Kimia Modern: metoda & pendekatan makroskopik. Memori Eksternal (BIOS. tekanan. Edisi 3 Terjemahan P Silaban dan E Sucipto. Hukum penggabungan Kimia. Kesetimbangan fasa. cair-gas). CD-ROM). Struktur fisik atom.120 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2.J. dan Nachtrieb. sel elektrokimia. Erlangga. kaidah fasa Gibbs. dan fusi. fisi. Resnick R and David Halliday. stoikhiometri. teori kinetik gas. konsep energi. kimia. radiasi. 5. padat. suhu dan hukum gas ideal. RAM). proses reversible dalam gas ideal.W. Collegge Physics. Oxtoby.D. Arsitektur dan Jaringan Komputer Materi: Pengenalan perangkat keras komputer : CPU. . Jakarta. Fisika. 4. Tabel berkala.H. O’Dwyer J. Windows.. elektrokimia: neraca persamaan reaksi oksidasi-reduksi. Direct Memory Access. Kimia nuklir: hubungan massa-energi dalam inti. H. Cairan dan Transisi Fasa: Sifat. 1983. Termokimia.

dan noode). 4. 1981. Schaum Series. McGraw-Hill. David E. Student Edition of Matlab. Andi Offset. B.M. Pustaka: 1. leading. fasor. 3. daya. Bahan-bahan alat iris.F. 8. 3 fase. Jilid 1 dan 2. tegangan. 1992. teori dasar rangkaian (thevenin. 1989. 2. Neidle M. . Erlangga. Proses Produksi I Materi: Berbagai macam proses dan alat/mesin dalam sistem produksi. Pengenalan Komputer. McGraw-Hill. Heuberger J. 1982. Prentice-hall. diagram polar. M. H. Erlangga. rangkaian ekuivalen. faktor daya. Teknologi Mekanik. mesin las serta pengecoran. 3. Roger. Gerakangerakan dasar mesin perkakas. Begeman. resonansi. Teknik Listrik Dasar Prasyarat: Materi : Konsep dasar besaran listrik. Software Engineering. Basic Electrical Engineering. 1990. Mesin sekrap. Bilangan kompleks. P. Jogiyanto. Edisi 7. 2. STTN-BATAN. Teknologi Instalasi Listrik. The Mathwors Inc. Pustaka: 1. Mesin bor. super posisi. kirchoff. Rangkaian RLC. Hignbotham. sistem 1 fase. Mekanisme mesin perkakas.L. 1992. Pengerjaan Logam Dengan Mesin. Yogyakarta. 2. Amstead. Sinnl P. Tim Asisten. Ostwald. Mesin bubut. norton. 7. Listrik dan Magnet. lagging. Pustaka: 1. Schonmetz A. Terjemahan P Bambang Priambodo. Mesin frais.H. loop. Fitzgerald. A Practitioner Approach. arus. sumber tegangan dan arus. rangkaian arus bolak balik. Presman. Petunjuk Praktikum Dasar Komputer.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 121 Topologi jaringan.

symbol. Bandung. Penerbit Erlangga. PT. Instalasi Cahaya dan Tenaga. cara menggambar ulir. 2001. Pradnya Paramita. pengenalan AutoCAD. 2. Sugiarto N. 1985. 5. William D. Ilmu Mengambar Bangunan Mesin. 1979. pengertian proyeksi.. Pradnya Paramita. Analisis Sistem Tenaga Listrik. G. Jakarta. PT. suaian. macam-macam proyeksi. macam-macam ulir. Yogyakarta. Kenji Chijiiwa. Jakarta. 3.A. standarisasi. 7. Asisten. Panduan Praktis Pemakaian AutoCAD 2000 for Windows. gambar bentuk geometri. Pradnya Paramita. Pengembangan Produk dan Kontrol Numerik. Pustaka: 1. Teknik Pemrosesan bahan dengan berbagai mesin perkakas . Petunjuk Praktikum Gambar Teknik. Menggambar Teknik Untuk Disain. Teknik Pengecoran Logam. huruf dan angka.122 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Penerbit Angkasa. gambar penampang/ arsiran. Penerbit Erlanga. pencabangan. 6. La Heij. 1986. contoh disain. kotak sekering dan papan hubung bagi. Jakarta. cara menuliskan ukuran. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Penerbit Andi. 1986.J. 10. roda gigi. Takeshi Sato.H. Jakarta. Praktikum Gambar Teknik I Materi: Fungsi dan tujuan gambar. peralatan gambar.. Jakarta.. 1996. Luzadder. 3.... Wahana Komputer. toleransi. Staf Proyek Pengadaan Buku. 1995.. ukuran kertas gambar. Stevenson. De Bruijn. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO. J. 4. W. pegas. menggambar bagian mesin. menggambar benda tunggal. L. 1986. STTN-BATAN. Proses Produksi I Materi: Kerja Bangku. Tata Surdia. macam-macam garis. Jr. gambar listrik : symbol gambar. normalisasi. 9. penghitungan jaringan instalasi listrik. Prakt.

1983. Normal dan Poisson. Pustaka: 1. 2. Sinnl P. Statistik Materi: Pengertian data. M. Pustaka: 1. gelombang. dan kemiringan (skewness). Thomas. B.L. Teknologi Mekanik. Pradnya Paramita. Jr . 3. SEMESTER II 1.F. Penerbit Angkasa. frais dan las). Uji hipotesa dan taraf nyata . Schonmetz A. sampel dan populasi. Jilid 1 dan 2. Calculus and Analytic Geometry. Amstead. P. STTN. Bandung. Pengerjaan Logam Dengan Mesin. kurtosis.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 123 (bubut.. Tata Surdia.H.B. Advanced Engineering Mathemathics. 1990. Dasardasar Teori Sampling. Penyelesaian persamaan diferensial dengan metode analitik dan numeric. Kenji Chijiiwa. Ostwald. Teknik Pengecoran Logam. Edisi 7. Erlangga. Pendugaan statistik. median. G. Sifat-sifat statistik : mean. Kreyzig. 2. Begeman. Addison-Wesley Publishing Company. probability density function dan cumulative distribution function. Persamaan Differensial. Wardiman. Distribusi Binomial. 1986. Terjemahan P Bambang Priambodo.L. and Finney. R. Matematika II Prasyarat: Matematika I Materi : Pemodelan fenomena fisis dalam bidang teknik. Wiley International. BATAN. histogram data dan distribusi frekuensi. Heuberger J. 2. simpangan baku. FMIPA-UGM. Pengelompokan data. 1985. Buku Panduan Praktikum Proses Produksi I. 4. sekrap. modus dan variansi. 3. New York. persamaan diferensial untuk fenomena transport. Teori kemungkinan (probabilitas).

Silaban dan E. Walpole. and David Halliday. Pustaka: 1. Teori pengukuran: standard dan kalibrasi. 1964. 2. Probability and Statistics for Scientist and Engineer.Doebelin. ITB. 3. getaran. Fisika. Measurement System : Application dan Design. Pengantar Statistik dan Teori Kemungkinan. 1983. linearitas. resolusi. Ralat. 2. Magnet: gaya magnetik. Listrik dan Magnet. Edisi 3 Terjemahan P. Penampilan hasil pengukuran dalam angka grafik/gambar (sta program-> EXEL) . Erlangga. gaya gerak listrik induksi. McGrawHill. karakteristik instrumen ukur: sensitivitas.. Cooper W. 2. Pustaka: 1. Analisis Deret Berkala. Sucipto. Bandung. Jilid 2.W.D. elektromagnetik. medan magnetik. Binatjipta. kalibrasi dan teknik pengukuran. optic) Prasyarat: Fisika Dasar I Materi: Listrik : Gaya. Ganeca. Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran. Sears. Terjemahan P Soedarjono. Optik geometri. Regresi dan Korelasi. 1988. muatan dan arus listrik. Fisika Dasar II (Listrik. arus searah dan bolak-balik. Pustaka: 1. Jakarta. E. Resnick R. McGraw-Hill. Donald. Bandung. medan dan potensial listrik.F. 4. jangkauan alat ukur. . Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Materi: Macam alat ukur (mekanik dan elektrik).124 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 untuk sampel besar dan kecil. Erlangga. 1990. magnet. akurasi dan kesalahan. Edisi 3. Sutrisno.O. presisi. dan peralatan optik. optik fisik.

Ghalia Indonesia.. Subtractor. struktur mikro logam. diagram fasa logam. Prinsip eleklektronika analog : Diode : umum. Triac. Proses pembuatan logam. 1990. Mc Graw Hill Publ. L. inverting. 6. Jakarta. semikonduktor. “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”. non inverting . Press. Engineering Materials 2. W. sistem aljabar boole. komparator. M. perlakuan panas. CC. Pergamon Press.. Tiristor.H. bahan magnetik . DRH. 5. 1988. Transistor : rangkaian CE. 1991. Mekatronika I Materi: Prinsip dan aplikasi elektronika analog dan diital dalam pengoperasian peralatan elektromekanik. zener. Diac.. 2nd ed. karakteristik. 4. 1992. Tata Surdia. Ilmu Logam. Adder. Op-amp : dasar.. ed. sistem bilangan (biner. cahaya. 3. hexa. Ilmu Bahan Prasyarat: Materi: Pengenalan Bahan: Struktur atom dalam bahan padat. sifat mekanis. 2. Samsul. 6. Pengetahuan Bahan Teknik. integrator dan deferensiator. D. and Jones. Comp. Van Vlack. bahan dielektrik. Elektronika digital. Sito Shinkoru. Pustaka: . isolator. 1989.. korosi. 5.F. Buffer. FET. Smith.F. Arifin. Pustaka: 1. oktal). “Principles of Materials Science and Engineering”. Cambridge Univ. Erlangga. bahan konduktor.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 125 5.. CB. 1976. Ashby. Pradnya Paramita. superkonduktor. logam Paduan. Segal. “Ilmu dan Teknologi Bahan”.

fluks. 2. faktor daya. ayunan matematis. Omura George. Eggebrecht.. 2. 1994. 8. medan listrik. energi. . 7. pemuaian logam. indeks bias. termokopel. modulus elastisitas. 9. EmcoTurn242 : Mesin Bubut CNC-Ukuran Menegah. Yogyakarta. Proses Produksi II. frekuensi. Arus. Proses produksi II Prsyarat: Materi: Membuat berbagai komponen mekanik dengan Mesin CNC TU-2A. rangkaian AC/DC. (+ fenomena sensor). Electromechanical Engineering:An Integrated Approach. Interfacing to the IBM PC. Buku Petunjuk Prakt. Mesin CNC TU-3A. Prakt. 2006. Tegangan dan daya. Instruksi Pemrograman. STTN. 3. M dan Djodikusumo I. Fraser C. Kartidjo. Pustaka: 1. medan magnet.126 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 1. 2. Emco Maier Ges mbh. Alat Ukur & Teknik Pengukuran Materi: Penggunaan dan karakteristik berbagai alat ukur : Listrik dan magnet (Tahanan. daya hantar listrik. 1990. 3. Prakt. Milne J. tegangan permukaan. lensa dan cermin. STTN-BATAN. STTN. Menguasai AUTOCAD Release 12. ITB. Instruksi Pengoperasian. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Pustaka: 1. Elex Media Computindo. HEDS. Mekatronika. panas jenis zat padat. jembatan wheatstone. BATAN. McGraw-Hill. Praktikum Fisika Dasar Prasyarat: Materi: Neraca analisis. 1996. Zaenal. Lewish C. Austria. garpu tala. Informasi Mesin. Tim Asisten. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar.

L. sistem koordinat. Wahana Komputer.A. Pustaka: 1. Gambar Teknik II Materi: Praktek Program AutoCAD : pengetahuan dasar AutoCAD.. Viewports. gambar PID. Penerbit Andi. MSpacePSpace. Prakt.J. Viewpoint.. Mencetak gambar. Asisten. Pengembangan Produk dan Kontrol Numerik. Panduan Praktis Pemakaian AutoCAD 2000 for Windows. Staf Proyek Pengadaan Buku. Ilmu Mengambar Bangunan Mesin. Dasar-Dasar AutoCAD 2000. Penerbit Andi. TFN.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 127 rapat fluks dan kuat medan). 1995. Yogyakarta. WCS dan UCS. La Heij.. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Menggambar Teknik Untuk Disain. gambar instalasi penerangan dan tenaga dengan AUTOCAD. Mekanik (putaran. Instalasi Cahaya dan Tenaga. Jakarta. Buku petunjuk praktikum alat ukur dan teknik pengukuran. Yogyakarta. Dview. aliran. 6. Pradnya Paramita. . Jakarta. editing gambar 3D. perintah-perintah gambar 2D. 2001. 2003. P. Jakarta. editing gambar 2D. Handi Chandra. torsi. STTN. Jakarta. Petunjuk Praktikum AutoCAD. 3. getaran). Chistiawan. 2. Pustaka: 1. De Bruijn. 4. gambar susunan. 5. STTN-BATAN. Yogyakarta. Command line. 7. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. PT. J. Luzadder. 1979.. W. 1986. Penerbit Erlanga. 2001. Konsep dan Latihan Menambar 3D dengan AutoCAD 2000 for Windows. perintahperintah gambar 3D. 10. gambar benda tunggal.

Kreyzig. Listening and Speaking. perhitungan akselerasi ion. Shanti Narayan and J. adverbs. 2. Penjelasan Pasal pada UUD 1945. Pustaka: 1. Praktikum Bahasa Inggris Prasyarat : Bahasa Inggris Materi: Scientific and technical words. India. Pancasila : Buku Panduan Mahasiswa. dan teorema divergensi.Gramedia. S. Kanpur. adjectives which belong to the phraseology of science.. Persamaan laplace dua dan tiga dimensi. Pancasila sebagai pandangan hidup dalam bernegara dan bermasyarakat. Wiley International. “Vektor Calculus”. dan silinder. Advanced Engineering Mathemathics. G. 1972.N. Matematika Teknik Materi : Sistem koordinat kartesian. 1982. Calculus with Analitic Geometry. Penerbit PT. dan perhitungan medan listrik. 1983. Pradnya Paramita. integrasi vektor.S. Inc. Oxford Univ. Chand and Company Ltd. fungsi beta.. 3. Mudjianto dkk. 2. . Practical English Usage. 1986. Sistematika UUD 1945. 1978. Deferensiasi vektor. dan fungsi bessel. 1993.Press. Academic Reading and Writing. Pancasila dan UUD 45. semi-scientific.128 SEMESTER III 1. Transformasi laplace dan fourier. semi-technical terms. Pustaka: 1. Contoh aplikasi : perhitungan distribusi fluks neutron. Pendidikan Pancasila Materi: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Istilah Pancasila. 3. 2. Fungsi-fungsi khusus : fungsi gamma. bola. Pustaka: 1. Prentice Hall.T Kamal. C. New Delhi. Purcell. Michael Swan.

The Houw Liong. Forth Edition..C. Sinar Gama. Prayoto. motor bakar.W. fusi dan pemanfaatnya. sistem dua fase. Thermodynamics. 2. Pustaka: 1. RAM K. fisi. BATAN. dkk.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 129 4. teori atom Bohr. pancaran Alpha. teori atom berdasar mekanika gelombang. 2. Sinar X. Siklus Gas Ideal : Gas Ideal. Bagian-bagian inti atom. 5. Termodinamika Teknik. K. M. Erlangga. Wark. Pustaka: 1.. 1986. hamburan Rutherford. Arthur Beiser. Fisika Modern Prasyarat: Materi: Bagian-bagian atom. Sinar Beta. massa dan ukuran atom. 3. momen spin dan magnet dari elektron. McGraw-Hill Book Company. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Kalor dan Thermodinamika. Bandung. John Wiley & Sons. stabilitas dan radioaktivitas.H. New York (1983).C. 3.. 1986. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi . (fisika neutron). Dittman R. Penerbit Erlangga. 1977. membaca tabel. 1992. Kesetimbangan dan aplikasi : kompressor. Termodinamika Prasyarat: Materi: Pendahuluan : definisi dan konsep dasar. Konsep Fisika Modern. 1994. Perkins H. Zemansky.S. struktur multiplek dalam spektrum. Reaksi Nuklir. Hukum Pertama dan Hukum kedua. Penerbit ITB. 6. Reynolds W. sistem pembangkit uap nuklir. Basic Nuclear Engineering. Marsongko Hadi. Ridwan M. Efisiensi thermodinamis. spektrum radiasi atom Hidrogen. Proses reversibel dan ireversibel. model-model inti.

Kartidjo M. HEDS. minimisasi rangkaian/kombinasional. map mc. Eggebrecht. starting. 7. Lewish C. sistem interface dan pemrogramannya. Mekatronika. mesin-mesin arus searah (motor arus searah. alat deteksi pengukur partikel dan prinsip kerjanya. Besaran dan satuan dosimetri. 1983. Fraser C. 1979. kemagnetan. Pengantar Fisika Kesehatan. Pustaka: 1. Herman Cember. pengendalian motor stepper dan On-Off relai. Interaksi Radiasi dengan materi. pengaturan kecepatan. metode dan mekanisme deteksi. generator . 1994. ITB. dan Djodikusumo I. 2. John Wiley & Sons. Milne J.. flip-flop. scintilator. IKIP Semarang Press. McGraw-Hill. 3. mux. Pustaka: 1. minimisasi fungsi boolean dengan map karnough. Radiation Detection and Measurement. Koll. ADC dan DAC. Teknik Tenaga Listrik I Materi : Mesin-mesin dinamik elementer. Interfacing to the IBM PC. 8. detektor proporsional.. Electromechanical Engineering : An Integrated Approach.. dekoder. 2.130 Prasyarat:Materi: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Macam-macam radiasi. demux.clusky. enkoder. alat deteksi pengukuran dosis. pengereman. Piranti pencacahan: kamar ionisasi. Glenn F. register dan counter/ timer. Sistem aljabar boole. Mekatronika II Prasyarat: Materi: Prinsip dan aplikasi elektronika digital dalam pengoperasian peralatan elektromekanik. Gerbang (OR. NOT). detektor neutron. Pergamon Press. statistik pengukuran radiasi. pencacahan GM. AND.

A. 1992. 10. 2. 3. dasar transformator. Kotharim. STTN. 9. Mc Graw-Hill. pengukuran radiasi gamma dengan pelemahan absorber. 4. 1992. Praktikum Teknik Tenaga Listrik I Prasyarat : Teknik Tenaga Listrik I Materi: Mesin-mesin dinamik elementer (dasar) Mesin DC (motor shunt. Mc Graw-hill. Electric Machinery. Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi Prasyarat: Materi: Pencacahan dengan detektor GM.. Pustaka: 1. 2. Pustaka: 1. Yogyakarta. Narah Kotharim. Blume. Mc Graw-Hill.E. perhitungan waktu paruh radionuklida. Koll. Mc Graw-Hill. New York. Buku Petunjuk Praktikum Teknik Tenaga Listrik I. Electronic Machinery. Marappung. pengaturan kecepatan. BATAN. Glenn F. 1978. Blume. STTN – BATAN. Transformator Enginering.E. Teknik Tenaga Listrik. Paralelisasi Generator . generator penguat internal dan eksternal). Fitzgerald. 4. . pengukuran radioaktivitas lingkungan.. seri dan kompon. Tata. Tata. A. 2. Starting. New York. pengereman. 3. Newyork. Pustaka: 1. Mc Graw-hill. Kalibrasi alat ukur radiasi. 1985. Buku Petunjuk Praktikum Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi. 1985. Transformator enginering. Tim Asistensi. paralel Generator DC. Narah. Mc Graw-Hill. Fitzgerald. 1978. Electric Machinery.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 131 arus searah). Radiation Detection and Measurement. statistik pencacahan. Electronic Machinery. Prakt. New York.

Nuclear Reactor Analysis. L. dan persamaan diferensial. P. Pustaka: 1. BATAN. 1993. 2. 2. Numerical Method. Penerbit Erlangga. modul perhitungan difusi multi kelompok. John Wiley & . dkk.C. difusi. Marsongko Hadi.. Pengenalan Komputer... Arthur Beiser. Yogyakarta. Pustaka: 1. 1986. Canale.P. John R. perhitungan massa dan ukuran kritis reaktor homogen dengan dan tanpa reflektor.J. tampang lintang dan laju reaksi neutron. Fisika Reaktor Prasyarat: Matematika.132 SEMESTER IV 1. flow-chart dan diagram alir.Rice. Numerical methods For Engineers. Jogiyanto.. 1986.J. Chapra S. Software and Analysis.M.M. Duderstadt J. Engineering Problem Solving With MATLAB. The Houw Liong. konsep fluks dan arus neutron. H. 4. 3. Prayoto.. moderasi dan termalisasi neutron. algoritma. Komputer & Komputasi Numeris Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Logika pemrograman. D. 1989. Ridwan M. Prentice-Hall. 2. persamaan simultan. Pemrograman numerik dengan bahasa pemrograman C dan Matlab. 3. 1985. Etter. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Metode numeric untuk solusi persamaan sederhana.. 1989. McGrawhill. McGraw-Hill. Konsep Fisika Modern. R. Andi Offset. Hamilton. Fisika Modern Materi Pengenalan prinsip dasar teori reaktor.

1981. Mekanika Fluida Materi: Prinsip dasar perpindahan panas konduksi.. New York. Pustaka: 1.. F.T. John Wiley & Sons.. HOLMAN.P. prinsip dalam saluran terbuka mesin-mesin fluida dan berbagai jenis pipa dan Pustaka: 1. 3. J. Nostrand Company. D. silinder dan bola lengkap dengan dinding berlapis (composite wall). Basic Nuclear Engineering. 3. Glasstone S. A. Introduction to Fluid Mechanics.P.P. RAM K. sifat zat alir.. Fundamentals of Heat Transfer. John Wiley & Sons.W. 4. perpindahan panas total. Aliran fluida dan perpindahan panas secara konveksi: konveksi paksa aliran luar dan dalam. Heat and Mass Transfer. pengukuran. Principles of Nuclear reactor Engineering. analisa dimensi. Third . McGraw Hill International Inc. Perpindahan Panas Prasyarat: Termodinamika Teknik. Principles of Heat Transfer. 5.S. 4. AND DEWITT. New York. KREITH.. F. Mekanika Fluida Prasyarat: Materi: Hukum dasar.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 133 Sons. 1981.. 1977. R. 1955. dengan pembangkit energi termal.. Perhitungan penurunan tekanan pada equipment. kompresibilitas. konveksi bebas dan konveksi gabungan.. permukaan yang diperluas (fin). Fox. 1973. INCROPERA. aliran dan pipa. dan aplikasinya. New York. aliran melalui obyek. konveksi dan radiasi.V. aliran kepekatan dan impuls dan momentum. 2. Harper & Row Inc. Konduksi kondisi tunak (steady state) satu dimensi meliputi: dinding datar. D. and McDonald. 1976.

UI Press. Menganalisis rangka dengan metoda simpul dan pemotongan.V. syar kesetimbangan. Mc Graw-hill..134 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Edition. Electric Machinery. 3. hukum Newton. Statika Struktur Prasyarat: Materi: Pengantar statika. 5. Fitzerald. Mc Graw-Hill. 1981.M. Kothari. Mc Graw-Hill. New York. Kao. 1986. 3. 5. 6. 1990. motor arus bolak-balik 1 fasa dan 3 fasa. tegangan campuran. 1995. New York. Pustaka: . Mekanika Zalir. 6.E. Terjemahan P. 4.. Scaum Series. Pustaka : 1. skalr dan vektor. Transformator Enginering. starting. Giles. motor sinkron. Penerbit Erlangga. Setiawan E. Chen. Blume. Teori patah. Penerbit Erlangga. White F. 2. pengereman. Generator sinkron. menghitung reaksi pad berbagai konstruksi balok dengan berbagai macam beban. mengitung gaya geser dan momen lentur. Bina Cipta. Marcel Dekker Inc. Narah. New York. teori relaksasi dalam mekanika teknik. Mekanika Fluida. mesin FHPM. Instalasi Listrik Arus Kuat. Paralel Generator sinkron.. 1985. 1985. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. Faktor keamaan bejana tekan. Herman Widodo Soemitro. IR.. Wilardjo Liek. Tata. Kadir. 1979. John Wiley & Sons. 1978. 2.V. Electronic Machinery. New York.. Teknik Tenaga Listrik II Prasyarat: TTL I Materi : Transformator lanjut. R. pengaturan kecepatan. Harten P. Inc. Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik. momen kopel. sistem gaya. Abdul. 1992. A.. Macam-macam peletakan: konstruksi statis tentu dan taktentu.

STTN. Buku Petunjuk Prakt. SCR. Kendali ADC/DAC. Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik. Edisi 4. Pustaka: 1. Instalasi Listrik Arus Kuat. 1987. motor asinkron dan sinkron. Transistor. Erlangga. UI Press. Prakt. Interfacing PC : Paralel I/O. Mesin FHPM. Multiplexer dan Demultiplexer. counter timer. Electric Machinery and Control. 7. R. Irving L. 3..Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 135 1. Mekanika Teknik Statika. pengaturan kecepatan.. 3. 4. jilid 1. 2. pengereman. Generator sinkron. power supply. 1996. Mekanika Teknik: Dinamika. 1981. Prentice-Hall.V. PT. Photodiode. Comparator. 8. 1995. Mekanika Teknik. karakteristik motor AC 1 fasa dan 3 fasa. polaritas trafo.Mekatronika Prasyarat: Materi: Sistem Analog : Penyearah. TTL I Materi: Konstanta trafo. sensor LDR. trafo 3 fase (berbagai hubungan) dan 1 fase. STTN. Opamp.l. Abdul.H. Kendali motor stepper & On-Off relai. Paralel Generator. Jakarta. trafo berbeban. Starting. Kadir.C.. . 2.. BATAN. Erlangga. Kraige. trafo arus dan trafo tegangan. regulasi . Kosow. Pustaka: 1. Setiawan E. Sistem Digital : Gerbang dasar. Teknik Tenaga Listrik II Prasyarat: Prakt. Meriam J. Timoshenko S. 1997. Prakt. Hibbeler. Tony Mulia. Teknik Tenaga Listrik . Bina Cipta. Young D. Harten P. diagram lingkaran.Prenhallindo. Dekoder dan enkoder. Buku Petunjuk Praktikum Mekatronika.

1989. . W. Pengenalan Komputer. DRH. ed. McGraw-Hill. 1992.. Canale. Flowchart.. Engineering Problem Solving With MATLAB.P. Jakarta. 6. Pascal. Pemrograman dengan bahasa program (C++. Pradnya Paramita. 4. Numerical methods For Engineers. “Ilmu dan Teknologi Bahan”.M. Smith. L.H.. Prakt. Ilmu Bahan Prasyarat: Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Uji tarik. 1993. D... 1976.F. Chapra S. 2. pengecoran logam. Samsul..M. 1989. Uji geser. 1989. Teknik Pemrograman.. M. Pergamon Press. Uji cacat logam. 5. Mc Graw Hill Publ. Yogyakarta.C. Press. H. Ilmu Logam. Andi Offset. Jogiyanto. Impack.. 3. “Chemical Synthesis of Advanved Ceramic Materials”. 2nd ed.F. Uji kekerasan. 1988. John R. Rice. Engineering Materials 2. 2. Pustaka: 1. Comp. Van Vlack. McGrawHill. Segal. 4. Software and Analysis. 1991. Sito Shinkoru. Pemrograman Komputer & K Numerik Prasayat: Materi: Algoritma. Numerical Method. Prakt. Arifin. 5. 3. and Jones. D. Pengetuan Bahan Teknik. Cambridge Univ. Prentice-Hall. Fortran) dan aplikasinya. 1990. Pustaka: 1. Etter. 10. “Principles of Materials Science and Engineering”. Erlangga. Ashby. R.. 1985. Ghalia Indonesia. Struktur logam.136 9. Tata Surdia.

3. 2. 1983. pembangkitan listrik. Shannon. Peraturan perundangan ketenaganukliran. SEMESTER V 1.El. Wakil. Ketentuan Keselamatan Radiasi. Pengangkutan Zat Radioaktif. sekunder dan tersier. Pusdiklat BATAN.. Dasar Proteksi Radiasi. sistem pendingin utama.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 137 5.M. John Wiley & Sons. Pustaka: 1. INC. Ridwan M.. PPEN. Buku Petunjuk Praktikum Pemrogeraman Komputer & Komputasi Numerik . Swenk. BATAN. 1992. Newjec Inc. Penerbit Erlangga. Sistem PLTN dan Pembangkit Konvensional Prasyarat: Fisika Reaktor Materi: Sistem pembangkit listrik konvensional. GrawHill. BATAN. R.. 1986. Efek Biologi Radiasi. BATAN. 1993. Diktat. 4. 2. dkk. Henry C. sistem PLTN. Instalasi Pembangkit Daya. Pustaka: 1. Cember. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir. Nuclear Power Engineering. Jakarta. sistem keselamatan pada rektor nuklir. 1977. New York. . Introduction to Health Physics. Kecelakaan radiasi dan pengamanan sumber radiasi. Perizinan. 2nd Ed... STTN. 2.H.karakteristik: pembangkitan panas. Mc. Dosimetri. Main Characteristics and Plant Highlight. M. Kursus Petugas Proteksi Radiasi.. Marsongko Hadi. Prayoto. macam-macam sistem pembangkit daya reaktor nuklir. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Dasar Fisika Radiasi. Herman.

Diktat Kursus Radiografi Level 1. otomasi power supply. Panduan materi Fakultas Teknik UGM. Bushong S. Standard Radiography. Pemrosesan Film. Sumber Radiasi dan Peralatan Radiografi. 5th Ed. 2005. Pustaka : 1. perintah dasar dan aplikasi PLC. Paparan Radiasi. Kendali Motor dan Altenator Prasyarat: Materi : Dasar-dasar Kendali. UTR / Radiografi Prasyarat: Materi: Pengetahuan umum NDT. Jakarta.. Teknik Radiografi. 3. timer. Bapeten. Pusiklat BATAN. PWM. Office. 1997. Prinsip dasar/Geometri Radiografi. 4. Bapeten. Otomasi Industri..Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir. Defectology. Model matematika.138 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2002. Fungsi transfer lup terbuka dan tertutup. Pustaka: 1. Materi Rekualifikasi I . 3. Rekaman Fotografi dan Non Fotografi. 2002. kendali elektronis. Pengaruh Radiasi Hamburan thd Kualitas radiografi. pengoperasian genset manual maupun otomatis. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran. kontaktor magnet. Radiologic science for technologist. 1993. Jakarta. Mosby Year Book. aplikasi kendali industri. switch. Keselamatan kerja Radiografi. 2. ”CPM1 Training Manual”. 3. Kendali PID. 4. Omron indosesia Rep.C. Dasar Fisika Radiografi. Peralatan sistem kendali motor dan alternator. 2002. . Parameter dan kondisi kerja. 2. Mesin listrik dalam industri.

dan tegangan/arus ambang bahaya.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 139 4. Published by Mohinder Singh. 2003. penerbit Adicita Karya Nusa.. 6th edition. A. penerapan pada TL. .. Sistem Distribusi Daya Listrik. Pustaka: 1. 1984. 4. 1999. “Sistem Pengaman Tenaga Listrik”.. Pradnya Paramita.S. 1994. menentukan rating. 1985. cara instalasi. proteksi tegangan lebih pada GI dan trafo daya. Edy Supriyadi. TM dan TT. “Power System Protection and Switchgear”. rating dan cara kerja LA. Perlengkapan Sistem Tenaga Prasyarat: Materi: Perhitungan arus gangguan pada sistem tenaga listrik. trafo distribusi. saluran. perlengkapan proteksi tegangan lebih : sebab dan bentuk tegangan lebih dalam kaitan dengan ketahanan isolasi. A.S. Abdul Hadi. komponen. M. Edisi pertama. Transmisi Daya Listrik. Gramedia. sistem pengamanan manusia pada jaringan tegangan rendah : sistem TT. metode. Ravindranath. perlengkapan hubung (switching) : fungsi. Penerbit Erlangga. dan mesin-mesin berputar. Jakarta. ”Peralatan Tegangan Tingi”. 1984.. B. Pentanahan perlengkapan (equipment grounding) : fungsi.Tobing. perlengkapan pengaman tegangan lebih eksternal dan internal. 5. T. 5. Jakarta. dan JTR. 2. cara kerja. circuit breaker. 3. Teknik Tegangan Tinggi. dan sekering. Chander.Pabla. perlengkapan proteksi arus lebih : penerapan sekering dalam CB pada JTM. Elektronika dalam industri. Hutahuruk. Bongas L. sistem pengamanan tegangan lebih pada sistem tegangan rendah. Petrauzzela. konstruksi. sistem TN dan sistem IT. pentanahan sistem (system grounding) : fungsi. sistem seimbang dan tidak seimbang. dan rating dari saklar. 6.. India . Arismunandar. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Kendali PID. London. Gabungan tegangan geser dan regangan. Sambungan las. Edisi 21. Praktikum Kendali Motor dan Alternator Prasyarat: Materi : Dasar-dasar Kendali. The Macmillan Press Ltd. 1984. switch. paku keling dan sambungan keling. Yakarta. Mekanika kekuatan Bahan Materi: Sifat bahan teknik. Pustaka: 1. Design of Machine Elements. kontaktor magnet. SPOTTS. . modulun elastisitas dan faktor keamanan.. Pegas. timer. M.140 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 6. Mekanika Kekuatan Bahan Prasyarat: Statika Struktur Materi: Pembebanan langsung: tegangan. Bagian-Bagian Mesin dan Merencana.. Pustaka: 1. 3. regangan. Baut skrup dan sambungannya. aplikasi kendali industri. Pembebanan puntir (torsi). 1983. Third Edition. Sukrisno. Erlangga.H. Pembebanan statis dan dinamis. 8. Strength of Materials. Peralatan sistem kendali motor dan alternator. Kros C. hukum Hooke’s. London. F. Tegangan geser dan momen lengkung (SFD & BMD). 1981. Model matematika. Fungsi transfer lup terbuka dan tertutup. Elemen-Elemen Mesin : Elemen Konstruksi Dari Bangunan Mesin. Jakarta. Transmisi belt.. kendali elektronis.. Defleksi pada batang (balok). Erlangga. 2. Umar. G. 1980. Tegangan lengkung dan geser pada batang (balok). Tegangan geser. 7. Aplikasi pada bangunan mesin. Prentice Hall International Inc. RYDER... Stock J. Bantalan dan pelumasan. Elemen Mesin I Prasyarat: Statika struktur. Fifth Edition.

Kriteria penerimaan Film/ Radiograph. Pustaka : 1. Pembacaan Film. pengenalan UTR yang lain. Otomasi Industri.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 141 perintah dasar dan aplikasi PLC. STTN. 2. peragaan penanggulangan kedaruratan dan kecelakaan nuklir. Konsep Fisika Modern. Panduan materi Fakultas Teknik UGM. SEMESTER VI 1. 9. Tim Asistensi. Sumber Hilang. Penahan Radiasi. 10. otomasi emergensi genset. Buku Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi. Kewarganegaraan Prasyarat: Materi: . Radiografi Sumber Ir-192. Penentuan Waktu Paro. STTN. ”CPM1 Training Manual”. 2. Office. Pustaka: 1. 3. smear test kamera gamma. Survey Daerah Radiasi. STTN. Proses Film. Erlangga. BATAN. 1992. Radiografi sinar-X. Uji Kebocoran Pesawat x-Ray. PWM. Proteksi dan Keselamatan Radiasi Prasyarat: Materi: Kontaminasi dan Dekontaminasi. Buku Petunjuk Praktikum Kendali Motor dan Alternator. Omron Indosesia Rep. Buku Petunjuk Praktikum Teknik Radiografi. Pustaka: 1. Praktikum Teknik Radiografi Prasyarat: Materi: Pengenalan peralatan dan perangkat Radiografi. 1997. Prakt. Arthur Beiser. The Houw Liong.

2001. 1990. STTN. persamaan dasar dan parameter kinetika reaktor. Robert. 3. New York. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor.. Analisa Penggantian Alat. Syarip. 2002. McGraw-Hill.142 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Pengantar pendidikan kewarganegaraan. Endang Zailani Sukaya. Pustaka: 1. Nuclear Reactor Kinetics. Electric Machinery and Control. ketahanan nasional. Schultz. Prentice-Hall. Ir. Kosow. Penerbit Paradigma. pengendalian dan operasi reaktor. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Suku Cadang. Kao. dkk. dinamika reaktor. Irving. Edisi Reformasi. . Nuclear Reactor Kinetics and Control. Analisa Jaring. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. Chen. 1975. 1969. Yogyakarta. BATAN. McGraw-Hill. Pustaka 1.L. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik Prasyarat: Materi : Organisasi Pemeliharaan. 3. sistem kendali. Cara perbaikan berbagai mesin listrik. Pemeliharaan Terencana. politik dan strategi nasional. Pustaka: 1. 2. Gangguan-gangguan pada Mesin Kontrol Mesin listrik dan cara mengatasinya. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Azas kerja rekator nuklir. Marcel Dekker Inc. Keepin. Siklus Perbaikan. berbagai aspek fisis. wawasan nusantara. Pemeliharaan Preventive dan Corrective. 2. Robert. sistem hankamnas. 2. Gangguan-gangguan pada Mesin Listrik dan Cara Mengatasinya.

cara kerja dan perhitungannya. Kosow. Motor listrik untuk berbagai torsi dan jenis beban. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Electric Machinery and Control. Graw Hill Company. horisontal dan vertikal). Pustaka: 1. 3. Lindley R. Handbook. Perencanaan Mesin Listrik Industri Prasyarat: Materi: Tinjauan singkat jaringan instalasi listrik. Higins. 1990. Analisa karakteristik motor dan beban. pemilihan jenis pengaman. Energy: Inovasi Sumber Daya Tenaga Listrik.L.. 5. Mc. Elemen Mesin II Prasyarat: Elemen Mesin I Materi : Transmisi daya mekanik. perhitungan profil gigi dan pembebanan . Perencanaan pembebanan (putar. 6. Electrical maintenance. naf dan pasak serta perhitungannya. Pemeliharaan motor dan generator. Rida Ismu. jenis-jenis roda gigi. Penentuan Perencanaan pembelian motor. Maintenace Engineering Handbook. 5. Bambang Supatah.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 143 3. Abdul. pemilihan jenis mesin listrik. 4. pemilihan lokasi instalasi. penghitungan kebutuhan daya dan relevansinya terhadap kebutuhan bahan. Ir. Kadir. Industrial Power Distribution and Illuminating Systems. Marcel Dekker Inc.. 4. 2. New York. Chen. Prentice-Hall. Irving. Pemilihan motor untuk pencegahan gangguan. Direksi Pendidikan Menengah dan Tinggi. Cara kendali putaran.. Perubahan karakteristik motor. perancangan contoh desain Perencanaan biaya dan tarif. Reparasi Mesin Listrik. Sambungan poros. Jenis-jenis kopling. Penentuan daya untuk beban kontinu dan periodik (berubah-ubah). UI Press. Transmisi roda gigi. 1995. Kao. sistem pengkawatan dan pentanahan.

A. 2.. Pneumatik. Elemen-Elemen Mesin : Elemen Konstruksi Dari Bangunan Mesin. Bagian-bagian ketel uap. Daya dan tenaga dalam sistem pneumatik dan hidroulik. Powell N. Hidrolik dan Pneumatik Prasyarat: Materi: Gambaran umum sistem pneumatik dan hidroulik dan aplikasinya. Bagian-Bagian Mesin dan Merencana. London 1981. Cerobong. . Jenis-jenis ketel uap.... Prentice Hall International Inc. ventilator. Rancangan dan pengembangan serta analisis rangkaian aktuator untuk sistem pneumatik dan hidrolik.. Gramedia. John Wiley & Sons. 1983. 7. Proses pengopakan bahan bakar. 3. Fifth Edition. Macam-macam bahan bakar. Erlangga. Kros C. 3. D. Fifth Edition. Erlangga. Rickup R. Prentice Hall International Inc.144 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 masing-masing roda gigi. 6. 2000. Pembangkit Uap dan Turbin Prasyarat: Materi: Struktur Bahan. Pustaka 1. Jakarta. New York 1994. Pembuatan dan Pengujian. 1985. Festo. SPOTTS. Komponen-komponen dari sistem pneumatik dan hidroulik. 2. F. Edisi 21. Sukrisno. Patient P. Esposito. Umar. Fluid Power with Applications. Design of Machine Elements. M. London.. Jakarta. Simbul dan norma dalam sistem pneumatik dan hidroulik. Stock J.. Pustaka: 1... 1984. Kekuatan Standar.. Jakarta. peralatan pembakaran. Pengantar Ilmu Teknik Pneumatika.

Moree terjemahan S.. 8. Mc. pembongkaran dan pemasangan kembali motor DC. 1985. Harsono. Ketel uap. Terjemahan Nirman Sastramenggala. B. Jakarta. Surbaksy. Rida Ismu. turbin reaksi. 2. Pustaka 1. Azas kerja dan rendemen darim Turbin De Laval. Direksi Pendidikan Menengah dan Tinggi. Handbook. perbaikan. G. Electrical maintenance. 3. BATAN. turbin Zoelly. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik Prasyarat: Materi: Mecari ganggguan/kerusakan. Praktikum Perlengkapan Sistem Tenaga Prasyarat: . repulsi. Stoomturbinly. Muilwijk. Reparasi Mesin Listrik. STTN. Peningkatan Isolasi Kumparan motor. Maintenace Engineering Handbook. Pengukuran tahanan isolasi mesin listrik. W. 3 phase. Ir. Alternato. 9. 1971. 4. 5. turbin kecepatan bertingkat. turbi curtiss dan turbin parsons. kapasitor. Prakt. 2. Graw Hill Company. Buku Petunjuk Praktikum Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik. de Bruijn. L. turbin tekanan bertingkat. Bambang Supatah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. System Summary of Westinghouse PWR-NPP. Jakarta.A.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 145 Pengertian turbin aksi. Jakarta. tahanan kumparan. Boiler dan Turbin pada PLTN. Pemeliharaan motor dan generator. Pustaka: 1. 4. 1978. pembongkaran dan pemasangan komponen mesin listrik. De Stoomturbin. tahanan isolasi untuk keandalan mesin listrik.. AC. Lindley R. 3. Higins. 1985. Rewinding motor shaded pole. prosedur pelacakan gangguan dan perbaikan pengkawatan dan pengendali. Trouble Shooting and remedy.M.Masche. L.

Syarip. Koordinasi pengaman. Published by Mohinder Singh. Diktat Kuliah Kinetika dan Pengendalian Reaktor. Ravindranath. Jakarta. Karakteristik jenis-jenis pengaman lebur. Chander. Kinetika dan Pengendalian Reaktor Prasyarat: Materi: Praktikum pencacahan neutron dengan BF3. B. 2. Prakt. 1984. McGraw-Hill. STTN. 2003.Tobing. relai pengaman. Karakteristik MCB. 1999. 1975. 6th edition. 2001. arrester. menaikkan daya.. Pustaka: 1. Nuclear Reactor Kinetics and Control. MK. O/L. start up. “Power System Protection and Switchgear”. praktikum cara pengoperasian sistem kontrol reaktor. teknik aktivasi neutron untuk mengukur parameter-parameter reaktor. M. Ir. Edy Supriyadi. 10.146 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Materi: Pentanahan perlengkapan (equipment grounding). shutdown. 3. PMS. Edisi pertama. 3. Saklar. perlengkapan proteksi tegangan lebih . 1969. STTN. Jakarta. 2. BATAN. 4. Nuclear Reactor Kinetics.. Robert. ELCB. penerbit Adicita Karya Nusa. sistem pengamanan manusia pada jaringan tegangan rendah. “Sistem Pengaman Tenaga Listrik”. Gramedia. pentanahan sistem (system grounding). Keepin. Buku Petunjuk Praktikum Perlengkapan Sistem Tenaga. Pustaka: 1. Robert. BATAN. Bongas L. India. Circuit Breaker. . ”Peralatan Tegangan Tinggi”. McGraw-Hill. Schultz.

BAPETEN. 2. Kiat-kiat menjadi seorang sarjana sains dan seorang muslim yang baik. Metodologi Penelitian Prasyarat: Materi: . Muhammad. Abuka Bakar Jabir. 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 147 SEMESTER VII 1. beribadah dengan tuma’ninah. para sahabat. Al-Qur’an. Pustaka: 1. Peraturan Pemerintah dan Surat Keputusan Kepala BATAN dan BAPETEN. dll. Bandung. Non Proliferation Treaty (NPT). banyak beramal sholeh dan menjadi khsunul khotimah. asuansi (tafakul) . pengiriman bahan nuklir. Pola Hidup Muslim. Al-Jaziri. Konsep mua’amalah dalam Islam seperti jual-beli. Pendidikan Agama II Prasyarat: Pendidikan Agama I Materi: Islam ditinjau dari aspek filosofi. 2. dan ulama-ulama penerusnya sampai zaman sekarang. Remaja Rosdakrya. riba. 2002. Terjemahan Departemen Agama. Hamidullah. 3. para Imam madzhab. bermu’amalah dengan sukses. Pengantar Studi Islam. Perundang-undangan Tenaga Nuklir Prasyarat: Materi: Perundang-undangan tenaga nuklir. mudharobah. syirkah. Pengetahuan berbagai ketentuan keselamatan penggunaan bahan radioaktif. Konsep tauhid dan impelmentasinya dalam kemasyarakatan sejak zaman Nabi. Pustaka: 1. Perizinan pemanfaatan teknologi nuklir. Buku Penyuluhan Peraturan Perundangan Keselamatan Nuklir. Pernikahan dan keluarga syakin. pengolahan limbah nuklir.

Penerbit PT. audit.148 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Arti dan fungsi penelitian. Konsep pengendalian. 2. pengendalian teknis. dan tindakan perbaikan. Penerbit Balai Pustaka. DepDikNas. Pengolahan dan Analisa data (Metode pengumpulan data. PSJMN. Asas metodologi penelitian ilmiah. Badan Standardisasi Nasional. Soenjono Dardjowidjojo. kecelakaan kerja. 2. pengendalian administratif. Hermawan. 4. Wasito. dan pengujian di laboratorium. perumusan persoalan. 1993. penyakit akibat kerja. Analisa data). penerangan dan getaran) di tempat kerja. iklim kerja dan radiasi nonionisasi. hipotesis. abstrak. Sistem Manajemen Mutu Prasyarat: Materi: Konsep dasar sistem manajemen mutu. Pengantar Metodologi Penelitian. SNI 19-9000-2001. aspek kebisingan. Gramedia. Jakarta. Sistem Manajemen Mutu. Rancangan dan Prosedur penelitian (Rancangan penelitian. Pustaka: 1. BATAN. tata rumah tangga (housekeeping). Jenis penelitian. faktor biologi di tempat kerja. Persyaratan dasar jaminan kualitas. ventilasi industri. kedaruratan standar kesehatan dan keselamatan kerja. Pengolahan data. identifikasi sumber bahaya (bahaya bahan kimia. Keselamatan Kerja dan Ergonomi Prasyarat: Materi: Hiperkes dan Keselamatan Kerja. dkk. pengoperasian reaktor. Jaminan kualitas untuk penelitian. Sistem penulisan ilmiah. pembuatan kuesioner). safety . penelusuran referensi. Sistem Manajemen Mutu.. sanitasi industri. Pustaka: 1. teknik pengolahan data. training K3. pengembangan prosedur dan form. 5. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. 1993. nonconformce.

. staffing. 2007. 2. Pustaka: 1. perumusan persoalan. Harold Kezner. John-Wiley & Sons. STTN Batan. 2001. Seminar Penerapan sistem penulisan ilmiah. III. SEMESTER VIII 1. metodologi. IV Lihat daftar mata kuliah pilihan. Jusuf. 7. Mata Kuliah Pilihan I. rancangan penelitian. Project Management: System Approach To Planning. 3. 8. Ruang lingkup projek. Pusparini. Semarang. sistem operasi. PB UNDIP.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 149 toolking. sistem kontrol dan instrumentasi. Pustaka: 1. Yogyakarta. organizing. Pengantar Ergonomi. Scheduling and Controling. Sugeng. pengolahan data. II. Bunga Rampai Hiperkes & KK. 6. batasan masalah. ergonomi. Manajemen Proyek Prasyarat: Materi: Pendekatan sistem dalam projek manajemen: planning. sistem komunikasi dan tugas-tugas yang berkaitan dengan permasalahan industri khususnya berkaitan dengan program studi yang diambil. riset dan pengembangan. controlling. Yogyakarta. Metoda-metoda penjadwalan kegiatan seperti Critical Path Method dan PERT. Aplikasi project manajemen dalam engineering construction. manufaktur. tujuan. kesimpulan dan saran. lima level work breakdown structure. promosi K3. Zaenal. 2008. sistem energi. 2001. consultant & service. eksperimen/perancangan/ pangujian. Zaenal. directing. STTN BATAN. Diktat K3. Kerja Praktek Manajemen perusahaan meliputi struktur organisasi.

API. baja paduan Al dan paduan Cu. ISO 9000. Jenis Pengujian bahan : uji tarik.1. kurva mampu keras. penerapan teknologi atau pengujian di laboratorium. Diagram fasa biner dan contoh-contohnya. Kerusakan logam : jenis patán. Uji Tak Rusak : UT. SNI/BSN. mengadakan analisis/ sintesis. Standard Peneriman Cacat: ASME VIII. Mekanisma penguatan logam . Kerusakan logam : baja. AWS. Uji panas. Pengujian bungkusan ZRA: Uji jatuh. Mahasiswa mengajukan proposal penelitian (usulan tugas akhir). pengerasan dengan transformasi martensit. Jenisjenis logam dan paduan. PT. jenis korosi. MT. paduan tembaga dan paduan alumunium. Uji tusuk. menyajikan dan menyimpulkan dalam bentuk skripsi dan mempertahankan dalam seminar dan ujian lisan. . MATA KULIAH PILIHAN KELOMPOK PILIHAN TEKNOLOGI BAHAN 1. uji kekerasan. Pengerasan dengan pemanduan. besi cor. Konsep Kulitas. Teknik Pengujian dan Inspeksi Materi: Kualitas: Definisi kualitas. pengerasan presipitasi. pengantar mekanika patán logam.150 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. Sifat mampu keras. Teknik Metalurgi Materi: Dasar-dasar metalografi. Struktur atom cristal. Kalibrasi. pengeras regangan. besi cor. studi perbandingan. Baja. perancangan dan pembuatan sistem. Pengaruh unsur paduan pada logam teknik : baja. Uji rendam. pengerasan dengan penghalusan batir. ET. besi cor. melakukan pembahasan tugas akhir yang meliputi studi kepustakaan. uji Jominiy. analisis permasalahan. D1. Tugas Akhir Tugas akhir bisa berupa penelitian pengembangan analisis dan sintesis. paduan tembaga dan paduan alumunimum. 2.

Cember. R. Sistem Pelaporan. Ujian kualifikasi. Pusdiklat Batan. AWS D1. Higgins. Pustaka: 1. Butterworth-Heinmann. Latihan soal : Spesifik. struktur mikro.A. UTR/Radiografi lanjut Prasyarat: Materi: Klasifikasi material: Logam dan logam paduan: struktur kristal. J. Jakarta.. Prosedur penanggulangan umum: prosedur penanggulangan keadaan darurat pesawat sinar-x. Industrial Quality Control. Herman. Daya guna pemakaian. 1978. 1994. 7. Introduction to Health Physics. Boving K. Radiografi bahan coran dan variasi tebal. 3. 6... Marcel Dekker Inc. EdwardArnold.. Diktat Radiografi. Sifat logam.. Charbonneous H. 2nd Ed. Teknik Film Ganda. Buterworth. Proses pembentukan penyambungan logam dan jenis cacatnya: Pengecoran.G. Struktur makroTransformasi alotropik. Non Destructive Examination Methods for Condition Monitoring. G. Prentice Hall Inc. New York. Pengelasan Pengerjaan permukaan: Pengerasan. & Webster. 1989. McGRAW . ASME V. Organisasi lembaga sertifikasi personal Uji tak rusak. sertifikasi ulang. 2nd Ed. Persyaratan. Diktat Proteksi Radiasi. Sertifikasi. New Jersey. API 1104.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 151 Pustaka: 1. 3. Properties of Engineering Materials. Pusdiklat Batan. Tindakan pekerja radiografi. Implementing The ISO 9000. 1993. 5. NDE Handbook. prosedur penanggulangan keadaan darurat kamera gamma.C.L. 1993.B. General untuk persiapan SIB.I.1. Tanggung jawab administratif. 2002. 2002. New York. 4. Wachtman. Forging. 2. Pembersihan.. Lemprecht. J.. Penentuan lokasi cacat ASME V. London. Jakarta. London. Chaeacterization of Material..

2. Materi Rekualifikasi I . Hubungan-hubungan differensial. 2002.M. Pustaka: 1. Galip Ulsoy. 1989. Persamaan kinematika. Kursus Petugas Proteksi Radiasi. Penyelesaian persamaan kinematika. Pengaturan gerak robot. Bapeten. Johnson. Bahasa pemrograman robot. Himpunan Peraturan Perundangan Ketenaganukliran. Robotik Prasyarat : Tujuan : Memberikan pengertian tentang prinsip-prinsip perancangan analisis dan sintensis sistem robot. pengkondisi sinyal dan actuator menjadi sebuah sistem. Warren R. 4.. John-Wiley & Sons.. 2002.152 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 HILL INC. KELOMPOK PILIHAN KENDALI DAN ROBOTIKA 1.PLC dan diasin sistem otomasi berbasis PLC. 1985. Kendali sekuensial dan kendali berbasis switch/relay. Dinamika Robot. 1997. Bapeten. Otomasi Industri Materi: Konsep otomasi dalm industri. 2005. 3. Sensor (pengindraan). Transformasi homogen. Pusdiklat Batan. Pustaka: 1. Jakarta. Prentice-Hall. Pokok bahasan : Pendahuluan. Singapore: McGraw Hill Book Company. 1983. Jakarta. Industrial Robotics. P. Penggabungan sensor. 2.Petugas Proteksi Radiasi Bidang Instalasi Nuklir. Fifth Edition.. . Diktat. A. Devries. 2. Microcomputer Application in Manufacturing. Curtis D. Process Control Instrumentation Control Technology. Groover. Jakarta.

George C. 3. 1980. Analisis keselamatan. Liptak. 1987. 1992. Jenis-jenis sistem-sistem keselamatan dan proteksi reaktor. Walter. efector sensor untuk material handling. Intelligent Sensor Technology. Vienna. 1982. Sistem sensor untuk diagnosis equipment. 3. IAEA Safety Series No.. Kuspriyanto. Nuclear Power and It’s Environmental Effects. Bella G. Bandung: Laboratorium Sistem. Jenis dan aplikasi sensor. Ryoji Ohba. Pengantar Robotika. Konversi sinyal sensor. : Code on Nuclear Power Reactor Design. Process Measurement : Instrument Engineer Handbook. Sensor untuk servomekanik Sistem sensor pada robot intelligent. Keselamatan Reaktor Materi : Prinsip pertahanan berlapis (defence-in-depth). Pustaka: 1. Pengaturan dan Komputer. KELOMPOK PILIHAN TEKNOLOGI REAKTOR 1. S. 1988. Glasstone. Jordan. Intelligent Sensor Materi: Sensor-sensor intelligent. Teknik Elektro ITB. Kriteria-kriteria evaluasi keselamatan reaktor. Pustaka: 1.. Prentice-Hall. 2. IAEA. H. Dampak lingkungan akibat operasi instalasi nuklir sejak dari penambangan bijih uranium sampai penyimpanan terakhir sampah nuklir. Chilton Book Company. Pengkajian lokasi instalasi tenaga nuklir. Intelligent Instrumentation. ANS.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 153 2. Mesin intelligent termasuk sensor pada robotik. Barney. Potensi pelepasan zat-zat radioaktif ke lingkungan selama operasi normal maupun dalam keadaan kecelakaan. 2. Kriszta Venczel. 3. . John Wiley & Sons. penggunaan vision sensor.

Disain control room: primary system.. 2. sisem proteksi reactor dan main control board. Atomic Energy Commission Report TID-26241. auxiliary system. sources netron monitoring.154 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. control rod.. Nuclear Power Plant Design Analysis. R. Penggunaan computer code untuk kajian rancangan sistem reaktor. Allyn. Ridwan M.R. Basic Nuclear Engineering. dkk. Pustaka : 1. Foster. micro – processor based. reliability. power reactor monitoring. Swenk. spesifikasi teknis dan fungsi komponen dan sistem reaktor. 3. 1983.. bahan bakar. sistem utama dan sistem penunjang. Monitoring fluks netron dan radiasi reaktor.. Pustaka: 1. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir..L. kriteria. BATAN. . 2003. Neutron sources. Newjec Inc. selfdiagnosis. Prayoto. 4th edition. John Wiley & Sons. analisis sistem meliputi ters reaktor. Karakteristik instrumentasi dan kendali reaktor : 2 out of 4 logic. Perancangan Sistem Reaktor Materi: Dasar-dasar perancangan reaktor : tahapan. U. Plant highlight and main features of proposed plants. Nuclear Power Engineering.. konsep touch screen operor console. November.. A. 1986. Perancangan dasar (basic design).. bypass control logic. Shannon. Marsongko Hadi. Instrumentasi dan Kendali Reaktor Materi: Arsitektur sistem monitoring dan kendali reactor. 2. A. 1973. R. Wright. Henry C.S. Sesonke. man-machine interface. 1977 3.H. perancangan rinci (detail design).

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

155

KELOMPOK PILIHAN SISTEM TENAGA 1. Keandalan Distribusi Daya Listrik Materi: Pembangkitan, transmisi dan distribusi.. Bentuk-bentuk jaringan transmisi dan distribusi. Distribusi primer dan sekunder. Distribusi Internal maupun eksternal . Karakteristik saluran listrik. Ukuran dan analisis keandalan distribusi listrik, parameter keandaln komponen, usaha perbaikan keandalan sistem.. Kejadian-kejadian, dan keadaan pada sistem. Laju kekagagaln komponen, kurva bathtub. Pendekatan statistik dan probabilitas untuk memodelkan kejadian, laju kegagalan. Penyebab-penyebab gangguan, internal maupaun eksternal serta usaha mengatasinya. Pustaka: 1. Richard E. Brown, Electrical Power Distribution Reliability, McGrawHill, amazon.com. 2. Roy Billinton, Reliability Assessment of Large Electrical Power, Kluwar Int. Series, 1998. 3. William D. Stevenson Jr., Transmission Line and Network. 4. A.S. Pabla, Electric Power Distribution System. 5. C.F. Wagner dan G.D. McCan, Wave, Proragation on Transmission Line. 6. William D. Stevenson Jr., Analisis Sistem Tenaga Listrik, Erlangga, 1996. 2. Sistem Proteksi dan Keselamatan Materi: Sumber-sumber gangguan listrik baik internal maupun eksternal. Komponen, equipment dan sistem yang berkaitan dengan keselamatan instalasi. Kondisi normal, incident dan accident. Sistem catu daya pada kondisi normal dan darurat, prinsip-prinsip keandalan, pengaruh gangguan terhadap keandalan sistem catu daya normal maupun emergency. Perancangan sistem suplai daya cadangan.

156

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

Pustaka: 1. Ridwan M., Prayoto, Marsongko Hadi, dkk., Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir, BATAN, 1986. 2. Henry C. Swenk,, Shannon, R.H., Nuclear Power Engineering, John Wiley & Sons, 1977. 3. M.M.El. Wakil, Instalasi Pembangkit Daya, Penerbit Erlangga, 1992. 4. Newjec Inc., Main Characteristics and Plant Highlight, PPEN, BATAN, 1993. 3. Kelistrikan Industri Materi: Building safe electrical equipment, standard and regulation. Drawing electrical circuit & diagrams, Wire type and preparation, soldering & termination. Cable forming, Connection and routing, hardware, component active and passive. Earthing and screening, PLC wiring. Pustaka: 1. R.B. Mercer, Newnes Industrial Control Wiring Guidees, Second Edition, Elsevier, Linacre House, Jordan-Hill, Oxford, 2001. PILIHAN BEBAS 1. Proteksi Radiasi Lanjut Prasyarat: Materi: Laju dosis Alfa, Beta dan Gama yang terdeposisi di dalam organ tubuh; Batas Masukan yang diizinkan (ALI); Laju dosis dengan metoda MIRD. Persyaratan sarana kerja; manfaat prosedur dan petunjuk kerja; Prinsip penanggulangan kecelakaan radiasi; Program penanggulangan kecelakaan radiasi. Spektrum sinar-x; efek arus dan tegangan pe sawat sinar-x terhadap intensitas; Rumah tabung pesawat sinarx untuk bagasi, medik dan radiografi industri. Prinsip umum analisis bahan dengan sinar-x, XRF dan XRD; Prosedur operasi pesawat sinar-x, Jenis Penahan instalasi tetap; Batasan paparan pesawat sinar-x tipe

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

157

diagnostik, terapi dan radiografi; Faktor dalam perancangan dinding penahan instalasi sinar-x; penahan sekunder; perhitungan dinding penahan sinarx primer; perhitungan penahan dinding penahan sinar-x sekunder. Prinsip dasar aplikasi ZRA; Metoda aplikasi ZRA untuk pengukuran; pengujian bahan; analisis bahan dan perunut; keselamatan kerja dalam aplikasi ZRA. Definisi limbah ZRA; Klasifikasi Limbah ZRA; Pengolahan Limbah ZRA; Pengelolaan Limbah ZRA, Pelaporan dalam kecelakaan; Pembuatan juklak untuk perizinan; Tatacara pengiriman barang ZRA, Persyaratan memperoleh SIB, Penggunaan rumus praktis dalam proteksi Radiasi; Latihan soal untuk SIB, Latihan soal. Pustaka: 1. Wiryosimin, Suwarno, Mengenal Asas Proteksi Radisi, Penerbit ITB, Bandung, 1995. 2. IAEA, Radiation and Security: Comprehensing Radition Risk, Paris, 1994. 3. IAEA, Radiation Protection in Nuclear Energy, Proceeding, Sydney, 1988. 2. Teknologi Akselerator & Aplikasi Prasyarat: Materi: Prinsip dasar akselerator, Sistem akselerator partikel, Akselerator linier, Akselerator lingkaran, macam akselerator dan aplikasinya, produksi neutron dalam analisis aktivasi, penggunaan dalam kimia radiasi, efek radiasi pada materi, efek radiasi pada materi, penggunaan bidang kedokteran nuklir,. Sumber ion, Sistem tegangan tinggi akselerator, Sistem fokus berkas partikel, Sistem sumber ion, Sistem pemisah berkas partikel, Aplikasi generator neutron untuk analisis bahan. Aplikasi akselerator implantasi ion dalam pengerasan bahan. Pustaka: 1. Livingstone, Particle Accelerator, McGraw-Hill, 1986.

158

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

2. Buku Pengoperasian Akselerator, P3TM, BATAN. 3. Sistem Manufaktur Fleksibel Materi: Pengelanan sistem manufaktur, konsep, struktur dan karakteristik. Jenisjenis sistem manufaktur, flow-shop, job-shop, make to stock, make to order. Bagian-bagian sistem manufatur. Perencanaan pengendalian produksi. Perencanaan kebutuhan material, konsep just-in-time. Permintaan determisintik dan probabilsitik. Flexible manufacturing system, CAD/CAM sebagai tool dalam manufaktur. Material handling. Penjadwalan produksi. Performansi sistem manufaktur. Pustaka: 1. Production planning, control and integration, McGraw-Hill, New York, 1998. 2. Gu P., Norrie D.H., Intelligent Manufacturing Planning, Chapman & Hol, 1995. 4. Kecerdasan Buatan Prasyarat: Materi: Konsep dasar kecerdasan buatan, knowledge engineering, representasi pengetahuan ke dalam skema, frame, list, dan production rules. Konsep dan aplikasi sistem pakar, logika fuzzy dan jaringan syaraf tiruan. Contoh aplikasi untuk pengolahan data dan kendali proses. Pustaka: 1. Kusumadewi, Artificial Intelligence, Graha Ilmu, 2003. 2. Matlab, Fuzzy Logic Toolbox, for use with Matlab, MatgWorks Inc., 1994. 3. Matlab, Neural Network Toolbox, for use with Matlab, MatgWorks Inc., 1994. 5. Sistem Akuisisi Data Prasyarat :

ADC dan DAC. cara kerja dan amplikasi (ECG. Fosbinder and Charles A. arus. Dasar fisika resonansi magnet nuklir. Persyaratan teknis. . Jakarta. USG. Review spec dan unjuk kerja perangkat pencitraan medis (X-rays. kVp. Data Aqcuisition and Process Control. McGraw Hill Medical Publication Division. Komunikasi Elektronika. Pencitraan Fisiologi/fungsional. Sifat-sifat (X-rays. 1993. Instrumentasi Medik Materi Fungsi. New York. Mikrokontroler. Defibrilator dan Hemodialisis). 6. multiplexer. Materi: Komponen-komponen akuisisi data proses : sensor. Detektor nuklir (system deteksi radiasi. Robert A. buffer-amplifier. Perangkat Xrays (tabung X-rays. energi. Kesley. in-vivo. Sistem instrumentasi (Cardiac. radioisotope untuk pencitraan). Pacemaker.id/transmisi/des05/sukiswodes05. Roddy. Windows user guides. Konfigurasi dan karakterisitik sistem akuisisi data. EEG. Prinsip engineering pencitraan resonansi magnet. aspek biologis). www.ac. Sistem Antar Muka. Copyright 2002. Dennis dan John Coolen. Akusisi dan pemrosesan data dengan komputer. Labtech. karakteristik. tipe interaksi foton. Teknik pencitraan gelombang (US. Pustaka 1. Akuisisi dan komunikasi data. MRI dan Nuklir).undip. Contoh aplikasi akuisisi data menggunakan modul ADAM. filtrasi). Essential of Radiology Sciences.PDF 3.elektro. 2. radioisotope tracer). Penerbit Erlangga. tranduser). kontras). Laboratory Technology Corporation.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 159 Perancangan Instrumentasi. EMG). 1994. sharpness. medis ultra sound. Membangkitkan dan mendeteksi gelombang US (karakteristik. Pustaka: 1. penetrasi. Teknik (in-vitro. programmable pheriferal interface.

Hand Out Tekno Ekonomi Pembangkit Listrik. Bristol and Philadelphia. Bronzino. Viena.160 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 2. 1993. 3. Institute of Physics Publishing. Bhairi. New Delhi. 2006. Eko Edy Karmanto. 1994. P. Balvinder Singh. Reprint. Capital Investment Cost of Nuclear Power Plant.C. IAEA. The Physics of Medical Imaging. Tata McGraw Hill Publishing Company Limited. . R. Editor in chief. Pelatihan BATAN. 7. 3. 1978. hingga diperoleh besarnya biaya pembangkitan listrik.V. 2. Teknologi dan Perencanaan Energi. The Biomedical Engineering Handbook.R. 5. Narurkar. Buku: 1. JAERI. 5. New Dilhi. Rathod. 4. Teknoekonomi PLTN. 4. CRC Press.S. B. 1977. Steve Webb. Tata McGraw Hill Company Limited. Handbook of Nuclear Medicine Instruments. 1988. N. IEEE Press. Tekno Ekonomi PLTN Materi Cara menentukan dan menghitung biaya yang diperlukan untuk membangun. Khandpur. Dekomisioning Reaktor Triga. mengoperasikan. Handbook of Biomedical Instrumentation. dan merawat dekomisioning. Joseph D.

7. Matematika. b. 5. menyerahkan fotokopi ijazah/STTB. d. Mengikuti seleksi berupa test tertulis yaitu: Bahasa Inggris. 2. Pasfoto hitam putih terbaru ukuran 3 x 4 cm2 sebanyak 3 (tiga) lembar. Warga Negara Indonesia. 3. menyerahkan Surat Izin Belajar MENDIKNAS bagi calon mahasiswa WNA. 8. Bagi calon yang diterima atau lulus seleksi diharuskan melengkapi syarat sebagai berikut: a. Fisika. warga negara asing dapat mendaftarkan diri bila telah memperoleh izin belajar dari Menteri Pendidikan Nasional RI. satu (1) lembar fotokopi NEM/STK SLTA yang sah. c. datang sendiri menyerahkan formulir yang telah diisi disertai lampiran sebagai berkut: a. mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan. CALON MAHASISWA Ketentuan menjadi calon mahasiswa STTN adalah: 1. b. . satu (1) lembar fotokopi Surat Izin Belajar dari MENDIKNAS bagi calon WNA. dan Kimia sesuai dengan Jadwal yang telah ditentukan. satu (1) lembar foto kopi ijazah/STTB atau tanda lulus sementara beserta transkrip nilai yang sah. lulusan SMU atau SMK Teknik yang sesuai dengan prodi. PERATURAN ADMINISTRASI AKADEMIK Calon mahasiswa baru Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir harus memenuhi ketentuan yang berlaku. membeli formulir pendaftaran pilihan 2 prodi.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 161 BAB VII. 6. transkrip nilai dan atau NEM SLTA yang telah dilegalisir. menyerahkan 1 lembar fotokopi ijazah atau tanda lulus yang sah. 4. A.

dll) Uang Praktikum Rp 75.000. 1. 30. Uang SPP 2. d. Surat bebas narkoba. Komplek BATAN Yogyakarta Jl. Email: sttn@batan. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).Uang Sarana Rp. BIAYA PENDIDIKAN Setiap mahasiswa yang diterima dikenai biaya pendidikan untuk tahun 2008 adalah sebagai berikut: 1.. Surat rekomendasi izin belajar dari instansi pengirim.162 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 c.per semester Rp.id 4. Rp. 489716.ac.000. (0274)489715 3. 4. Pasar Jum’at. Fax. 1.id.go. sttn@sttn-batan.Uang Ujian Rp 10. Jakarta Selatan 12018 Telp (021)7659409. . 6. Babarsari Kotak Pos 6101 YKBB Yogyakarta 55281 Telp (0274)484085. e.000. Kampus STTN-BATAN Yogyakarta 2. C. PUSDIKLAT-BATAN Jakarta Komplek BATAN Pasar Jum’at Jakarta Jalan Cinere Raya.000.Biaya kegiatan Mahasiswa (Masa menyesuaikan. TEMPAT PENDAFTARAN Formulir Pendaftaran dapat diambil di: 1.per SKS teori per SKS praktikum per matakuliah teori/praktikum satu kali selama studi perkenalan. B. 71 Bandung 40132 Telp..000. 2594081. 7659410 5. 5. jaket almamater. PTNBR-BATAN Bandung Komplek BATAN Bandung Jalan Tamansari No. Uang Kuliah 3.750. CATATAN : Biaya yang tertulis disini sewaktu-waktu dapat berubah.000. Surat Keterangan Sehat dan Tidak Buta Warna dari dokter. (022)2504898. Lebak Bulus. f.

sedang untuk semester genap pada bulan Januari-awal Februari. Pendaftaran ulang semester ganjil pada bulan Agustus. pengisian formulir daftar ulang ditandatangani Ketua jurusan atau yang mewakili sedangkan pengisian KRS dikonsultasikan dan dimintakan tanda tangan dosen pembimbing. Pendaftaran ulang dilakukan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan. . 4. Syarat daftar ulang adalah sebagai berikut: 1. Mengambil dan mengisi formulir daftar ulang dan KRS yang akan diambil pada semester tersebut di Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni dengan menyerahkan tembusan bukti bayar SPP. Menyerahkan tembusan formulir pembayaran dan pengisian KRS dan Daftar Ulang yang telah dicap oleh Sub Bagian Keuangan kepada petugas terkait. DAFTAR ULANG Untuk dapat dinyatakan sebagai mahasiswa yang aktif di STTN. 2. Setelah selesai melaksanakan daftar ulang bagi mahasiswa baru. 3. ditambah ketentuannya dengan wajib membawa surat izin non-aktif dan diaktifkan kembali studinya oleh Ketua STTN up. Tata cara pendaftaran ulang: 1. Membayar SPP. setelah berkoordinasi dengan unit terkait dan disesuaikan dengan kalender akademik. Pada saat pembayaran SPP bagi mahasiswa yang terputus studinya karena cuti. Kartu mahasiswa diproses oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni. Bagi mahasiswa non-aktif tanpa izin harus membayar lunas semua biaya pendidikan selama masa non-aktif. 2. Puket I yang diproses oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni. SKS yang diambil dan ujian yang akan ditempuh di Sub Bagian Keuangan STTN dan dimintakan tanda tangan dan cap bukti pelunasan. Ketentuan mengenai daftar ulang diumumkan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) selambat-lambatnya pada masa UAS.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 163 D. setiap mahasiswa wajib melaksanakan daftar ulang sesuai dengan ketentuan. mahasiswa berhak mendapat kartu mahasiswa yang berlaku selama yang bersangkutan menjalani masa studi.

mahasiswa diberi surat keterangan oleh Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni setelah menyerahkan surat keterangan dari Kepolisian tentang kehilangan tersebut dan fotokopi bukti pelunasan pembayaran semester yang bersangkutan. Bagi mahasiswa yang tidak mampu membayar biaya pendidikan dapat mengajukan surat permohonan keringanan/ bantuan kepada Ketua STTN disertai bukti-bukti dan alasan-alasan yang sah serta dapat dipertanggungjawabkan untuk memperkuat permohonannya. tidak diperkenankan mengikuti semua kegiatan akademik dalam semester yang bersangkutan. Kartu mahasiswa merupakan tanda keabsahan untuk mengikuti kegiatan akademik dan kemahasiswaan selama masa studi. Surat permohonan keringanan dilakukan menjelang awal tahun akademik. maka masa non aktif tersebut diperhitungkan sebagai masa aktif dalam hubungannya dengan waktu masa studi mahasiswa yang bersangkutan. Bagi mahasiswa yang selang cuti.164 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. kartu mahasiswa dapat diambil satu minggu setelah melaporkan daftar ulang untuk kembali aktif. Catatan: 1. Sambil menunggu pembuatan kartu pengganti tersebut. . 3. Mahasiswa tersebut wajib melaporkan diri kepada Ketua Jurusan selambat-lambatnya 2 minggu untuk kemudian mengajukan izin cuti/non-aktif pada semester yang sedang berlangsung. PERLAKUAN BAGI KETERLAMBATAN MENDAFTAR ULANG Mahasiswa yang tidak mendaftar ulang sesuai jadwal yang telah diatur. Bila hilang. PEMBAYARAN BIAYA PENDIDIKAN Setiap mahasiswa wajib membayar biaya pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila mahasiswa tidak melakukan hal ini. Biaya-biaya tersebut ditetapkan untuk setiap tahun akademik dan dikeluarkan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan sebelum tahun akademik yang bersangkutan dimulai. kartu tersebut dapat diganti bersamaan dengan pembuatan kartu mahasiswa bagi mahasiswa baru. 2.

Kemahasiswaan dan Alumni untuk diajukan kepada Ketua STTN up Puket I dan selesai selambat-lambatnya 1 minggu sejak pengajuan. dapat mengajukan cuti studi dengan ketentuan sebagai berikut: 1.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 165 E. Surat permohonon harus diketahui Dosen Wali dan Ketua Jurusan. KARTU RENCANA STUDI (KRS) Mahasiswa wajib mengisi KRS berdasarkan prestasi akademik pada semester sebelumnya dan konsultasi dengan dosen wali. 3. Kartu Rencana Studi yang sudah disetujui Dosen Wali harus sesuai dengan jumlah pembayaran SKS dan ujian di Sub Bagian Keuangan. Setiap Akhir Semester Sub. Mahasiswa yang kehadirannya kurang dari 80% tidak diizinkan untuk mengikuti ujian akhir semester. Bag. KEHADIRAN Kehadiran Dosen dan Mahasiswa dilakukan dengan menandatangani Daftar Hadir.. CUTI STUDI Mahasiswa karena sesuatu hal. Jika dosen tidak dapat mengajar sesuai jadwal yang ditentukan. Setelah selesai pembayaran SKS dan ujian. G. Akademik dan Pengajaran membuat rekap Kehadiran Dosen dan Mahasiswa untuk dilaporkan kepada Ketua STTN. kartu rencana studi (KRS) didistribusikan ke unit terkait untuk keperluan akademik. Mengisi formulir permohonan yang disediakan Sub bagian Kemahasiswaan dan alumni disertai alasan selambat-lambatnya 1 minggu sebelum masa perkuliahan Semester yang sedang berjalan dimulai. Bag. 2. misalnya mahasiswa sakit atau hamil. 4. . dosen diwajibkan mengganti berdasarkan kesepakatan dengan mahasiswa. Izin Cuti diberikan selama-lamanya untuk 2 (dua) semester. Kehadiran Dosen minimal 90%. Pembatalan matakuliah dilakukan selambat-lambatnya pada masa UTS. Perubahan pengisian KRS hanya dapat dilakukan paling lambat 2 minggu dari awal perkuliahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. F. Surat izin Cuti diproses oleh Sub.

Mahasiswa yang ingin mengajukan pindah mengajukan pengajuan secara resmi kepada Ketua STTN up Puket I dengan persetujuan Dosen Wali dan Ketua Jurusan. 6. MAHASISWA PINDAHAN Mahasiswa dari Prodi yang lama dapat pindah ke prodi yang baru berdasarkan penilaian ketua program studi yang baru. Setelah selesai masa cutinya mahasiswa wajib mengajukan permohonan aktif kembali kepada Ketua STTN up Puket I melalui Sub. . H. Kemahasiswaan dan Alumni dan melaksanakan Daftar Ulang sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada semester yang bersangkutan aktif. Mata kuliah yang sesuai dapat diakui setelah dilakukan penelitian yang seksama. Bag. Mahasiswa dari perguruan tinggi lain dapat mengajukan pindah ke STTN dengan surat resmi yang diketahui oleh dosen wali dan Ketua Jurusan sebelumnya dilampiri dengan hasil belajar yang telah diperoleh di perguruan tinggi sebelumnya.166 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5. Surat Izin Cuti diambil di Sub Bag Kemahasiswaan dan Alumni dengan menyerahkan Kartu Mahasiswa. Yang bersangkutan dapat diterima untuk pindah ke STTN setelah dilakukan penelitian secara seksama atas prestasi akademik yang sudah dicapai sebelumnya dan hal-hal lain dari calon mahasiswa pindahan tersebut.

Mahasiswa dapat memulai KP tanpa harus terlebih dahulu mendaftarkan mata kuliah tersebut. Setelah informasi yang diperoleh dipandang cukup dan instansi/industri/perusahaan yang akan dituju memungkinkan untuk menerima. dead line. Mahasiswa memohon rekap hasil belajar / transkrip di Sub bag Akademik dan Pengajaran. hubungan sesama kolega. membandingkan dan menerapkan pengetahuan akademis yang telah didapatkan. serta penerapan di lapangan yang terkadang tidak sesuai dengan teori akademis juga diharapkan dapat pula menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Konsultasi dengan Ketua Prodi. KERJA PRAKTEK Kerja Praktek (KP) bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja yang sesuai dengan dunia kerja yang akan dimasuki. mahasiswa melakukan prosedur sebagai berikut: 1. Adapun ruang lingkup Kerja Praktek harus sesuai dengan Tujuan Kerja Praktek yang dituangkan dalam Proposal Kerja Praktek. kemudian mendapatkan persetujuan dari Ketua Jurusan. yang diharapkan dapat membekali mahasiswa untuk memahami kaidah bermasyarakat sesuai dengan keahliannya. dengan IP kumulatif minimal 2.56. Prinsip pelaksanaan KP adalah mahasiswa merencanakan KP di suatu tempat dalam bidang/konsentrasi tertentu. Mahasiswa harus mencari instansi/industri/perusahaan terkait untuk kemungkinan pelaksanaan KP.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 167 BAB VIII. ketidakpastian. A. Jika Ketua Prodi sudah menyetujui tempat dan waktu pelaksanaan KP yang . 2. serta memahami konsep-konsep non akademis dan non teknis di dunia kerja nyata seperti hubungan atasan bawahan. PERSYARATAN AKADEMIS Persyaratan akademis yang harus dipenuhi untuk melaksanakan KP adalah telah menempuh sedikitnya 96 sks. Mata Kuliah KP termasuk dalam kelompok Matakuliah Berkehidupan Bersama (MBB). 3.

Mahasiswa berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk membuat GarisGaris Besar Rencana Kerja (lampiran KP-1). mahasiswa tidak diperkenankan mengundurkan diri atau pindah tempat KP kecuali sudah ada jawaban ditolak dari instansi/industri/perusahaan yang dituju atau lebih dari 2 (dua) bulan sejak tanggal permohonan KP dibuat belum ada jawaban. untuk menyelesaikan surat permohonan ke Instansi/industri/perusahaan terkait dengan tembusan ke fihak yang berkepentingan. B. PROPOSAL Isi Proposal KP mencakup: Data umum mahasiswa dan Institusi tujuan KP. 8. 5. dan Lampiran yang diperlukan untuk mendukung proposal.168 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 akan dituju. Deskripsi singkat tentang KP. 7. kalau tidak memungkinkan dikirim lewat pos. pernyataan tentang kemungkinan Instansi mengubah rencana yang dibuat. Setelah surat permohonan KP ke instansi/industri/perusahaan dibuat. Surat permohonan yang sudah ditandatangani dan dimintakan persetujuan dari Ketua Jurusan. Ketua Jurusan memproses sampai ditetapkannya Dosen Pembimbing. Bag. 4. dibawa ke Sub. Paling lambat 3 (tiga) hari sebelum mengambil SPK mahasiswa memohon/ mengkonfirmasi di Sub Bag Perencanaan dan Kerjasama untuk mengambil SPK. . 9. 6. Perencanaan dan Kerjasama paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum waktu pelaksanaan KP. mahasiswa mengajukan permohonan KP disertai dengan proposal kepada Ketua Jurusan. Garis-garis besar rencana kerja (Lampiran KP-1). 10. Surat permohonan KP ke instansi/industri/perusahaan disampaikan sendiri oleh mahasiswa. 11. Rencana waktu pelaksanaan. Setelah dinyatakan diterima oleh Instansi/industri/perusahaan. Mahasiswa melaksanakan KP sesuai ketentuan. Garis-garis Besar Rencana Kerja yang sudah disetujui Dosen pembimbing STTN dibawa ke BAAK untuk memperoleh SPK. misalnya hasil studi.

Pada akhir masa KP. tetapi kelebihan ini tidak diperhitungkan sebagai KP. Bagian Awal sebuah Laporan KP terdiri atas: 1. Menjelang akhir pelaksanaan KP. Bagian Utama. Pelaksanaan KP dan perubahan atas proposal/rencana kerja dicatat dalam Log Harian. Halaman Sampul 2. Log Harian harus ditanda tangani oleh Pembimbing Instansi 4. 6. E. Laporan KP. 3. 7. dan hal lain yang difrumuskan oleh Pembimbing dan dinyatakan dengan nilai huruf untuk dilaporkan kepada Ketua Program Studi. 5. mahasiswa wajib mengalokasikan waktu untuk mengadakan observasi lapangan dan atau wawancara untuk mengetahui dampak KP yang dilakukan terhadap Instansi. Pembimbing Instansi dimohon memberi nilai. Halaman Pengesahan Jurusan . Namun. FORMAT LAPORAN KP Secara umum Laporan KP terdiri atas Bagian Awal. PENILAIAN Nilai akhir KP ditentukan oleh Dosen Pembimbing STTN dengan memperhatikan Penilaian Pembimbing Instansi. Jangka waktu pelaksanaan KP adalah 6 minggu dengan toleransi kurang-lebih 25 %. D. dan Lampiran. Salinan Log Harian yang sudah ditandatangani Pembimbing Instansi dikirimkan kepada Pembimbing STTN agar dapat memantau. Halaman Judul 3.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 169 C. Mahasiswa yang sering absen dalam KP dapat diberi sangsi pembatalan. 2. PELAKSANAAN Kerja Praktek dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. ketentuan ini tidak membatasi mahasiswa untuk melanjutkan pekerjaan pada Instansi.

Daftar Tabel (jika perlu) 9. Uraian tentang Tempat Kerja Praktek yang meliputi Sejarah dan Organisasi Perusahaan. Latar Belakang yang memuat uraian tetang pentingnya KP dan alasan mahasiswa melaksanakan KP di instansi terkait. F.170 4.000 kata atau 40 halaman. Bagian Utama Laporan Bagian Utama Laporan Kerja Praktek berisi: 1. Daftar Gambar (jika perlu) 8. Kata Pengantar 6. Daftar Lambang dan Artinya (jika perlu) 11. Halaman Pengesahan Instansi 5. Laporan KP bukan merupakan karya ilmiah atas produk yang dihasilkan. G. 1 buah untuk Pembimbing dan 1 buah untuk Jurusan/Prodi. 2. Intisari 12. Proses/Kegiatan Instansi. dan 1 buah untuk instansi. Sistem Jaminan Kualitas. Isi . 1 buah untuk perpustakaan STTN. Bahan Sampul KP menggunakan kertas warna biru diperkuat dengan karton. Pelaksanaan KP yang merupakan penjabaran kegiatan KP yang telah tercatat dalam Log Harian. Daftar Isi 7. JUMLAH LAPORAN KP Jumlah Laporan yang harus dibuat oleh seorang mahasiswa minimal adalah 5 (lima) buah dengan rincian: 1 buah untuk mahasiswa. Sarana dan Prasarana. TATA TULIS LAPORAN KP 1. Partisipasi Sosial Instansi. Daftar Lampiran (jika perlu) Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 10. Panjang Laporan dibuat sekitar 10.

Bahasa Bahasa yang digunakan dalam penulisan adalah bahasa yang lazim dalam tata tulis ilmiah. Daftar Pustaka.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 171 menggunakan kertas HVS minimal 70 g/m2. Ruangan yang tersedia harus dimanfaatkan seefisien mungkin sehingga tidak ada ruang-ruang yang tidak termanfaatkan dengan baik. Gambar dan Tabel diberi nomor dengan angka Arab. dan Baris dalam Tabel menggunakan Spasi 1. Nomor dan nama Gambar diletakkan di bawah Gambar sedang Nomor dan Nama Tabel diletakkan di atas Tabel dengan posisi center. tidak perlu mengacu format dan tata tulis laporan KP STTN. Ukuran Kertas yang digunakan adalah A4 (21 cm x 29. 2. 4. .7 cm) dengan batas tepi atas dan kiri 4 dan kanan dan bawah 3 cm. Pengetikan Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12 pitch. 5. Lain-lain Bagi perusahaan / instansi yang mempunyai format dan tata tulis laporan Kop tersendiri. Abstrak. 3. Nomor halaman bagian awal menggunakan huruf romawi kecil diletakkan dibagian kanan bawah dan bagian berikutnya menggunakan angka Arab diletakkan di kanan atas kecuali pada Bab baru diletakkan di bagian kanan bawah. spasi ganda kecuali untuk Intisari.

172 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

pengkajian/analisis sistem. TA juga bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam berkehidupan bersama. Setiap SKS TA setara dengan penyelesaian kegiatan efektif mahasiswa selama 65-85 jam. Mahasiswa yang menyusun Tugas Akhir dapat menempuh mata kuliah ulang atau perbaikan nilai sebanyak-banyaknya 8 SKS dengan persetujuan Dosen Wali. . Telah menempuh kurikulum Program Studi sampai dengan Semester VII dengan indeks prestasi kumulatif minimal 2. pengujian laboratorium. Di samping melatih mahasiswa untuk menyusun karya ilmiah yang baik. dan berkomunikasi secara efektif. B. atau perancangan/pembuatan sistem. Tugas Akhir merupakan karya ilmiah tertulis yang disusun oleh mahasiswa program D-IV berdasarkan hasil penelitian.56 dan nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. Tugas Akhir (TA) di STTN diberi beban 5 SKS. 2. 2. penerapan teknologi. PROGRAM STUDI DAN TUJUAN Mahasiswa diperkenankan melaksanakan Tugas Akhir dengan persyaratan akademik sebagai berikut: 1. yang dilakukan secara seksama dengan bimbingan pembimbing yang berkompeten. A. sedang untuk mendapatkan data atau membuat perancangan/peralatan dapat dikerjakan di luar STTN. KETENTUAN-KETENTUAN TERKAIT DENGAN TA 1. TUGAS AKHIR Tugas akhir yang harus diselesaikan oleh seorang mahasiswa untuk memperoleh sebutan Sarjana Sains Terapan adalah menyusun sebuah Tugas Akhir dan mempertanggungjawabkannya di depan Dewan Penguji Tugas Akhir. termasuk menjunjung tinggi etika profesi. Jangka waktu pelaksanaan TA adalah sesuai jangka waktu saat mengambil TA dalam KRS. Pelaksanaan TA secara prinsip berada di STTN. rancang bangun.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 173 BAB IX. pengembangan analisis. pembuatan model.

Judul TA dan Identitas Mahasiswa pengusul. 7. Pembimbing I dan pembimbing II adalah dosen STTN. Rencana/Cara Kerja TA. Setelah dipandang cukup. Alat. dan. Asumsi dan Batasan Masalah. Pendahuluan yang mencakup: Latar belakang. 8. jika disetujui Pengurus Jurusan memproses sampai ditetapkannya Dosen Pembimbing I dan Pembimbing II. meliputi: Tempat. Tinjauan Pustaka. Bahan. sponsor dari pihak instansi yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Rencana Kerja. dan Hipotesis. dan Jadwal pelaksanaan. Apabila mahasiswa mengerjakan TA di luar STTN maka pembimbing yang ditunjuk oleh instansi tersebut menjadi pembimbing instansi/lapangan. Apabila tidak memungkinkan pembimbing hanya dari dosen STTN maka pembimbing II dimungkinkan selain dosen STTN. Daftar Pustaka 10. 11. 13. mahasiswa mengajukan Usulan TA / Proposal TA kepada Jurusan terkait yang setidak-tidaknya memuat: 6. 4. 9. Pada hakekatnya semua biaya pelaksanaan TA adalah menjadi tanggung jawab mahasiswa. Rumusan Masalah. Keaslian TA. Dalam hal mahasiswa mengerjakan TA di instansi di luar STTN maka mahasiswa mengajukan surat permohonan untuk mengerjakan TA yang telah disetujui oleh Ketua Jurusan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku pada instansi yang akan dituju dan semua biaya yang ditimbulkannya menjadi tanggung jawab mahasiswa. Setelah pembimbing TA ditetapkan maka segala urusan yang berkaitan dengan penyelesaian TA menjadi tanggung jawab mahasiswa dan pembimbing TA yang . Pengurus Jurusan mengkaji Usulan TA mahasiswa. tetapi mahasiswa diperkenankan untuk mendapatkan bantuan.174 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 3. 5. Setelah Pengurus Jurusan menyetujui Usulan TA dan Dosen Pembimbing telah ditetapkan maka mahasiswa berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing. 12. Landasan Teori.

Latar Belakang. Hasil konsultasi awal dengan Dosen Pembimbing berupa penyempurnaan Usulan TA (Proposal) yang sudah disetujui semua Pembimbing diserahkan kepada Jurusan dan Dosen Pembimbing. Bagian Utama terdiri atas: 1. Seminar ini diharapkan menjadi ajang tukar menukar informasi dan diskusi ilmiah antar sivitas akademika STTN. Setelah dipandang cukup. Untuk TA yang. Keaslian TA . dan memperoleh masukan untuk meningkatkan kualitas TA.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 175 bersangkutan. USULAN/PROPOSAL TUGAS AKHIR Usulan TA yang diserahkan ke Jurusan harus sudah disetujui pembimbing. 16. Mahasiswa membuat laporan TA sesuai dengan ketentuan. Pendahuluan meliputi: a. mahasiswa membuat makalah untuk diseminarkan di depan sivitas akademika STTN dipandu Dosen Pembimbing. Halaman Judul berisi Judul Usulan TA dan identitas mahasiswa pengusul. Daftar Isi 4. 18. 14. Jurusan dapat menyelenggarakan Seminar untuk menilai kelayakan awal Tugas Akhir. 17. C. sebagai sarana pengurus jurusan untuk mengaudit TA mahasiswanya. 3. 2. b. Daftar Singkatan dan Lambang beserta artinya. Hasil seminar digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki TA. Halaman Persetujuan yang berisi persetujuan Pembimbing disertai tanggal pembimbing menyetujui. Mahasiswa melaksanakan TA dengan arahan Pembimbing I dan II (pembagian tugas Pembimbing ditentukan oleh Pembimbing I atau kesepakatan kedua pembimbing). Setiap konsultasi dibuktikan dengan tandatangan pembimbing dalam lembar konsultasi. Bagian Awal terdiri atas: 1. dibuat mengikuti format sebagai berikut. 15.

Daftar Pustaka D. Batasan Masalah. Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 b. Daftar Tabel. nama . Identifikasi/Rumusan Masalah. Jadwal Penelitian 4. Landasan Teori. Dasar Teori meliputi a. Hipotesis 3. Bagian Awal 2. b. Tinjauan Pustaka. Bagian Utama 3. f. Jika Waktu dan tempat juga merupakan informasi ilmiah. Metode /Cara Kerja Jika berupa penelitian Laboratorium berisi Bahan. d. Daftar Lambang dan Singkatan. alat. Intisari dan Abstract. Tujuan Penelitian. yaitu: 1. lambang STTN. Bagian Akhir 1. Bagian Awal Bagian awal sebuah Tugas Akhir memuat Halaman Sampul Depan. Daftar Lampiran. c. maka dua hal itu harus dituliskan pada awal bagian ini.176 c. Halaman Pernyataan. ISI TUGAS AKHIR Secara umum Tugas Akhir terdiri atas 3 bagian. Halaman Sampul Depan Halaman sampul depan memuat: Judul Tugas Akhir. dan Cara Kerja. Rencana Penelitian (atau disesuaikan dengan jenis TA) a. Halaman Pengesahan. Daftar Gambar. Daftar Isi. Cara analisis data c. Manfaat Penelitian 2. Halaman Judul. e. Kata Pengantar.

ucapan terima kasih. Jurusan. c. Judul Tugas Akhir dibuat sesingkat-singkatnya. STTN dan tahun Tugas Akhir selesai. Kata Pengantar Kata Pengantar mengandung uraian singkat tentang maksud TA. Dalam Daftar Isi tertera urutan Judul bab. judul sub bab. b. Program Studi. bagi yang melaksanakan TA di luar STTN. judul anak sub bab disertai dengan nomor halamannya. dan harapan-harapan. Halaman Pengesahan STTN. dibuat di tengah dengan ukuran proporsional. Tulisan-tulisan dan Lambang Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir pada halaman Sampul. Halaman Pengesahan Halaman Pengesahan meliputi: a. kuning untuk Prodi Elin. hijau untuk Prodi Teknokimia. Halaman Judul Isi Halaman Judul sama dengan Halaman Sampul Depan tetapi diberi nomor halaman ii romawi kecil dengan kertas HVS putih. Warna Sampul Depan disesuaikan dengan Bendera Program Studi. Halaman Persetujuan Jurusan. tetapi jelas dan menunjukkan dengan tepat isi Tugas Akhir. dan merah untuk Prodi Elmek. . Halaman Pernyataan Halaman ini berisi pernyataan bahwa isi TA tidak merupakan jiplakan. penjelasanpenjelasan singkat seperti tempat dan waktu pelaksanaan TA.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 177 dan nomor mahasiswa. juga bukan karya orang lain. Daftar Isi Daftar Isi dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang isi TA dan sebagai petunjuk bagi pembaca yang ingin melihat suatu bagian TA. Pengesahan oleh Insntansi Tempat pelaksanaan TA.

Landasan Teori. halaman ini tidak diperlukan. Dasar Teori (Tinjauan Pustaka. berisi uraian singkat tetapi lengkap tentang latar belakang.1. asumsi dan batasan masalah. Arti Lambang dan Singkatan Arti lambang dan singkatan yang dipergunakan dalam TA disertai dengan arti dan satuannya. rumusan masalah. dan Hipotesis). disusun dalam daftar. I. tujuan. Halaman ini tidak diperlukan jika jumlah gambar dalam TA tidak terlalu banyak. Hasil dan Pembahasan. serta hasil dan rekomendasi yang diberikan. Daftar Lampiran Daftar Lampiran perlu dibuat jika TA memiliki banyak lampiran.178 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Daftar Gambar Daftar Gambar berisi urutan gambar beserta judul setiap gambar dan nomor halamannya. 1. Bagian Utama Bagian Utama TA memuat Pendahuluan. bila jumlahnya cukup banyak. PENDAHULUAN Pendahuluan memuat latar belakang. 2. Jika jumlah tabel dalam TA tidak terlalu banyak. serta Kesimpulan dan Saran. Intisari/Abstrak Intisari/Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia. cara. dan manfaat. tujuan. Daftar ini disusun urutan judul lampiran beserta nomor halamannya. Latar belakang . Abstract Abstract merupakan terjemahan Instisari ke dalam Bahasa Inggris. Metodologi. Intisari dapat ditulis dalam 3 alinea dan panjangnya tidak boleh lebih dari 1 halaman dengan ketikan 1 spasi. Daftar Tabel Daftar Tabel memuat urutan tabel beserta nama dan nomor halamannya.

1. Keaslian TA Bagian ini memuat uraian unsur baru penelitian/TA yang diajukan atau hal-hal yang membedakan dengan penelitian sebelumnya. Fakta-fakta yang dikemukakan sedapat . 1. Asumsi dan batasan Masalah Asumsi dan Batasan Masalah berisi penjelasan tentang asumsi-asumsi yang diambil dalam melaksanakan TA. Landasan Teori. II. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis tentang informasi dan atau hasil-hasil penelitian terdahulu dan yang ada hubungannya (relevan) dengan TA yang akan dilakukan. Hal ini berfungsi untuk menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan dalam TA memang benar-benar diperlukan. Rumusan Masalah Rumusan Masalah merupakan penarikan kesimpulan dari bagian Latar Belakang. dan Hipotesis. biasanya dituliskan dalam satu alinea yang sudah menyatakan secara jelas persoalan yang akan diselesaikan dalam TA.4.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 179 Bagian ini memuat uraian dan pembahasan yang menjadi latar belakang perlunya dilakukan penelitian (sesuai topik TA yang dipilih).2. dan bagi pembangunan Negara dan bangsa.6. DASAR TEORI Dasar Teori berisi Tinjauan Pustaka. 1. masyarakat.3. Manfaat Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) Bagian ini berisi manfaat yang dapat diraih dari kegiatan TA. termasuk manfaat bagi ilmu pengetahuan. serta berisi batasan-batasan permasalahan yang diambil untuk lebih memfokuskan kegiatan TA. Bagian inilah yang harus dijawab dengan kesimpulan. 1. Tujuan Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) Tujuan penelitian (atau sesuai topik TA yang dipilih) menyebutkan secara spesifik tujuan yang ingin dicapai melali kegiatan penelitian/topik yang dipilih. 1.5. 2.1.

cara penyiapan. 2.1. 2. Bahan atau materi Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) harus dinyatakan spesifikasinya selengkap mungkin. Untuk penelitian di laboratorium. METODE PENELITIAN/CARA PENELITIAN Metodologi Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) menjelaskan secara rinci hal-hal yang mencakup bahan. Landasan Teori Landasan Teori merupakan alur logika atau penalaran yang merupakan seperangkat konsep. jika diperlukan disertai dengan gambar. serta mengendalikan penelitian yang akan dilaksanakan. . metode/jalan penelitian. Semua sumber yang dipakai harus disebutkan dengan mencantumkan nama belakang penulis dan tahun penerbitan. Landasan Teori diperlukan agar penelitian itu bukan sekedar percobaan coba-coba (trial and error) saja melainkan sudah dikaji dengan baik. Alat yang dipergunakan untuk melaksanakan Penelitian (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) diuraikan dengan jelas. sifat fisis. 3. dan kesulitan-kesulitan serta cara pemecahannya. tidak terjadi salah langkah. Hipotesis Hipotesis berupa pernyataan singkat yang merupakan jawaban sementara dari permasalahan yang akan diselesaikan. III. dan susunan kimia bahan yang dipakai.2. Hal ini perlu dilakukan agar jika ingin dilakukan pengujian ulang. dan informasi yang disusun secara sistematis yang mempunyai fungsi memperjelas dan mempertajam ruang lingkup dan variabel yang akan diteliti.180 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 mungkin diambil dari sumber aslinya. alat. haruslah disebutkan asal. definisi. tingkat ketelitian alat/metode.3. 3. perkiraan dan pemandu menemukan fakta. atau dengan memberi nomor sesuai urutan pengacuan dan harus sesuai dengan penulisan dalam Daftar Pustaka.2.

grafik. Pada alinea pertama. 4. agar pembaca lebih mudah mengikuti uraian.3. (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih) 3. tentang hasil yang diperoleh.5. 4. . berisi tentang penjelasan teoritis baik secara kualitatif. IV. sedapat mungkin disajikan dalam bentuk tabel.1. Kesimpulan merupakan pernyataan singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil dan pembahasan untuk membuktikan kebenaran hipotesis.2. Kesulitan-kesulitan yang timbul selama penelitian dan cara pemecahannya perlu ditampilkan.4. gambar. termasuk cara pengumpulan data dan sejenisnya. hasil sebaiknya juga dibandingkan dengan hasil yang telah diperoleh oleh penulis terdahulu. agar peneliti berikutnya yang berkecimpung dalam bidang sejenis terhindar dari kesulitan itu. V.1. 5. Pembahasan. Kesimpulan dan saran harus dinyatakan terpisah.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 181 3. Di samping itu. kunatitatif. sebaiknya dikemukakan bahwa hasil dapat dijumpai pada daftar dan gambar yang nomornya disebutkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini memuat hasil dan analisis pembahasan yang bersifat terpadu dan bisa jadi tidak dapat dipecah menjadi sub bagian tersendiri. (atau disesuaikan dengan topik TA yang dipilih). 3. Jalan penelitian berupa uraian lengkap dan rinci tentang langkahlangkah yang telah diambil pada pelaksanaan penelitian. foto. Hasil. Jika tempat dan waktu pelaksanaan TA merupakan informasi ilmiah yang berkaitan TA maka hal ini harus dicantumkan sebelum Bahan. atau bentuk lain yang ditempatkan sedekat-dekatnya dengan pembahasan. KESIMPULAN DAN SARAN Bagian ini berisi Kesimpulan terhadap hasil yang telah dilakukan serta saran untuk perbaikan atau pengembangan perlu dilakukan. atau secara statistik.

c. Saran bukan merupakan keharusan. a. yang meliputi 1 (satu) orang Ketua Dewan Penguji merangkap anggota dan 2 . Daftar Pustaka Daftar Pustaka disusun dengan sistem Desitasi atau sistem Havard secara konsisten disesuaikan dengan teknik pengacuan dan penulisan Daftar Pustaka yang lazim untuk masyarakat ilmiah. 3. Ketua Jurusan mengusulkan Susunan Dewan Penguji. Lembar konsultasi TA. nilai D sebanyak-banyaknya 15 %. Mahasiswa meminta persetujuan Jurusan bahwa TA sudah siap diujikan dengan menunjukkan: a. Ujian TA merupakan Ujian terakhir bagi seorang mahasiswa. Telah dinyatakan lulus ujian komprehensif dengan surat keterangan dari Jurusan. untuk disetujui Puket I. b.182 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 5. 2. Saran dibuat berdasarkan pengalaman dan pertimbangan penulis untuk kelanjutan/perbaikan dari yang sudah dicapai. UJIAN TUGAS AKHIR 1.56. e. E. disahkan oleh ka BAAK atau pejabat yang ditunjuk.2. Lampiran Lampiran dipakai untuk menempatkan data atau keterangan lain yang berfungsi untuk melengkapi uraian yang telah disajikan dalam Bagian Utama TA. b. Bukti sah telah melaksanakan dan mengikuti Seminar. d. Bagian Akhir Bagian Akhir sebuah TA terdiri atas Daftar Pustaka dan Lampiran. 3. tanpa nilai E. Perbaikan nilai yang diumumkan setelah Ujian TA dianggap tidak ada. Laporan TA yang sudah disetujui oleh pembimbing. Daftar nilai hasil studi keseluruhan dengan IPK minimal 2.

Surat Undangan Pengujian dan Naskah TA harus sudah diterima penguji selambat-lambatnya 24 jam sebelum pelaksanaan ujian. Mahasiswa meminta pengesahan TA dan menyerahkannya kepada Jurusan. Akademik dan Pengajaran menyurati Penguji serta menyiapkan berkas (semua berkas dari mahasiswa dan berkas lain untuk keperluan penilaian dll diberikan kepada Ketua Dewan Penguji) dan perlengkapan ujian 7. Mahasiswa membuat kesepakatan jadwal ujian dengan para pengujinya. Persetujuan Jurusan (dari butir 2 lengkap). 4. Jika dinyatakan lulus. Ketua Dewan Penguji dan atau Pembimbing TA menyampaikan ucapan selamat dan pesan-pesan moral kepada yang bersangkutan. Surat Keterangan Lunas Administrasi yang dikeluarkan oleh Subbag Keuangan (khusus mahasiswa yang mempunyai kewajiban adminitrsai keuangan). berdasi bagi penguji pria. 9. dan Perpustakaan STTN. Akademik dan Pengajaran mengisi Formulir yang disediakan yang dilampiri: a. b. 8. 10. Mahasiswa mendaftarkan Ujian TA ke Sub Bag. 12. 5. . Pembimbing. Bag. Kemahasiswaan dan Alumni memberikan persyaratan Wisuda untuk dilengkapi oleh mahasiswa. 13. Mahasiswa membawa bahan pendukung. 11. Setelah Rapat Yudisium berkas di distribusikan ke fihak yang berkepentingan. jika dinyatakan lulus dengan perbaikan pemimpin sidang harus mengisi Lembar Revisi TA. mahasiswa yang diuji berpakaian busana STTN dengan jas almamater dan bagi penguji berpakaian rapi. Akademik dan Pengajaran untuk keperluan Rapat Yudisium. Sub Bag. Setelah Ujian. Naskah TA 6. KSB. c.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 183 orang anggota Dewan Penguji lain. Pada saat pelaksanaan ujian. Semua Berkas Ujian dan Persyaratan Wisuda diserahkan ke Sub.

Nilai Ujian Lisan (Bobot 30 %). Nomor halaman bagian awal menggunakan huruf romawi kecil diletakkan dibagian kanan bawah dan bagian berikutnya menggunakan angka Arab diletakkan di kanan atas kecuali pada Bab baru diletakkan di bagian kanan bawah.99 Nilai huruf A B C G. Nilai Tugas Akhir diberikan setelah yang bersangkutan menyelesaikan perbaikan dengan mengkonversi nilai angka menjadi nilai huruf sebagai berikut: Nilai angka 80-100 70-79. PENILAIAN TUGAS AKHIR Nilai Tugas Akhir ditentukan berdasarkan kriteria: 1. 3. Isi menggunakan kertas HVS minimal 70 g/m2. spasi ganda kecuali untuk Intisari. TATA TULIS LAPORAN KP DAN TA 1. 2.7 cm) dengan batas tepi atas dan kiri 4 dan kanan dan bawah 3 cm. 3. Gambar dan Tabel diberi nomor dengan angka Arab. Nomor dan nama Gambar diletakkan di bawah Gambar sedang Nomor dan Nama Tabel diletakkan di atas . Pengetikan Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12 pitch. Nilai Isi Tulisan TA (bobot 40 %) yang diberikan oleh Dewan Penguji. Bahan Sampul KP menggunakan kertas warna biru diperkuat dengan karton. Ukuran Kertas yang digunakan adalah A4 (21 cm x 29. 2.184 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 F. Cover TA menggunakan kertas warna sesuai dengan bendera Prodi diperkuat dengan karton. Daftar Pustaka. dan Baris dalam Tabel menggunakan Spasi 1. Nilai Pembimbingan (bobot 30 %) selama pelaksanaan TA dari Pembimbing I dan II.99 60-69. Abstrak.

Ruangan yang tersedia harus dimanfaatkan seefisien mungkin sehingga tidak ada ruang-ruang yang tidak termanfaatkan dengan baik. Bahasa Bahasa yang digunakan dalam penulisan KP dan TA adalah bahasa yang lazim dalam Tata Tulis ilmiah. Ujian lisan TA/Pendadaran dilaksanakan menggunakan Bahasa Inggris. Lain-lain 1. Format dan tata penulisan TA selain jenis penelitian mengikuti kaidah ilmiah yang lazim sesuai jenis karya ilmiah yang diajukan. . 2. 4.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 185 Tabel dengan posisi center.

186 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 .

Pelanggaran adalah setiap perbuatan/tindakan yang bertentangan dengan segala sesuatu yang tercantum dalam tata tertib ini. jurusan. 6. Mahasiswa adalah mahasiswa STTN yang terdaftar pada semester yang berjalan. serta sanksi bagi mahasiswa STTN. menjalankan tata tertib serta bebas berpartisipasi pada kegiatan ekstra dan ko kurikuler yang diminati. Ormawa adalah organisasi mahasiswa di tingkat program studi. KETENTUAN UMUM Dalam tata tertib mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir yang dimaksud: 1. 3. penghargaan. Hak adalah kewenangan yang dimiliki oleh mahasiswa dalam mencapai tujuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. kewajiban.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 187 BAB X. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa demi tercapainya tujuan sesuai dengan ketentuan. TUJUAN DAN FUNGSI 1. pelanggaran. 7. A. Fungsi tata tertib adalah : . Tata tertib adalah aturan-aturan tentang hak. 8. dan Sekolah Tinggi. 2.BATAN selama aktif mempunyai hak dan kewajiban: memperoleh fasilitas pendidikan. Tujuan tata tertib adalah untuk meciptakan suasana kampus Tri Dharma Perguruan Tinggi 2. 5. Pihak yang berwenang adalah pihak yang mempunyai hak menetapkan dan menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran. 4. B. KEMAHASISWAAN Mahasiswa STTN . Sanksi adalah hukuman yang dikenankan kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib ini.

. mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan dalam kampus sesuai dengan aturan yang berlaku. dan kritik secara proporsional untuk kemajuan STTN-BATAN. 9. tenaga administrasi. menjadi aturan atau petunjuk mengenai hak. mengemukakan pendapat atau ide dengan penalaran tinggi. saran. HAK MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN-BATAN berhak : 1. menyampaikan aspirasi yang berupa usul. mendapatkan beasiswa bagi kemajuan belajarnya sejauh memenuhi persyaratan yang berlaku. 5. memperoleh pelayanan di bidang akademik. 8. sejauh tidak mengganggu hak-hak orang lain. memperoleh penghargaan dari STTN-BATAN atas prestasi yang dicapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. 7. 6. tenaga penunjang akademik. pelanggaran. memperoleh informasi yang benar tentang prestasi belajar. memperoleh perlindungan dari pemaksaan untuk kepentingan pribadi dosen. 2.188 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 a. 12. memperoleh bimbingan dan masukan dari dosen untuk penelitian dan penulisan karya ilmiah. atau mengganggu ketertiban. administrasi. memperoleh pendidikan dan pengajaran pada program studi yang diminati sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang berlaku. dan sanksi yang berlaku bagi mahasiswa STTN b. 11. kewajiban. menggunakan kebebasan mimbar akademik secara bertanggungjawab untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). dan kemahasiswaan. 4. membantu tegaknya peraturan dan ketertiban di kampus STTN C. 10. dan atau mahasiswa lain. memanfaatkan fasilitas STTN-BATAN dalam rangka kelancaran proses pembelajaran dan kegiatan akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

diikat apabila panjang. Mengikuti kuliah. memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan. mentaati peraturan akademik yang berlaku: a. 6. dan keamanan dalam kampus. menghargai kemajuan IPTEK.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 189 D. menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan tepat waktu. dosen. 4. belajar dengan tekun dan rajin agar memperoleh prestasi tinggi. sopan. mengikuti perkuliahan dengan kehadiran tidak boleh kurang dari 80% untuk dapat mengikuti ujian kecuali mengajukan permohonan secara resmi dengan alasan yang kuat kepada Ketua STTN up. 10. 3. KEWAJIBAN MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN-BATAN berkewajiban untuk : 1. mengenakan seragam yang berlaku beserta atributnya. Puket I. 7. . kebersihan. tidak menyalahgunakan fasilitas kampus untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan akademik dan kemahasiswaan. mematuhi dan memahami pelaksanaan segala peraturan akademik yang berlaku. ketertiban. baik di tingkat universitas maupun fakultas. 5. dan karyawan. 11. memelihara sarana dan prasarana. memeliharan suasana akademik di kampus dan menjunjung tinggi almamater dan menjaga kewibawaan serta memelihara nama baik STTN – BATAN. praktikum. bertata rias rapi. 12. dan tugas-tugas akademik yang lainnya. menjaga netralitas kampus dari kegiatan politik praktis. dan tidak berlebihan serta mengenakan sepatu secara baik dalam kampus. potongan rambut bagi mahasiswa pria pendek rapi dan bagi wanita rapi. 13. 2. saling menghormati sesama mahasiswa dan bersikap sopan terhadap pimpinan. 8. Mengembangkan sikap dan perilaku ilmiah b. 9.

memakai sandal. slop. kekerasan. perselingkuhan.190 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 E. merusak fasilitas kampus. melakukan pelecehan kehormatan. sepatu yang tumitnya diinjak. tidak menyalahgunakan peralatan atau fasilitas STTN-BATAN untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan akademik dan kemahasiswaan. menimbulkan suara-suara yang mengganggu ketertiban kampus. madat. melakukan tindakan plagiat. menyontek. dan berpakaian kurang sopan. 3. F. e. mengaktifkan telepon genggam ketika kuliah sedang berlangsung. LARANGAN BAGI MAHASISWA Setiap mahasiswa STTN – BATAN dilarang untuk : 1. dan bercelana sobek selama mengikuti kegiatan akademik dan kegiatan lainnya di kampus. pencemaran nama baik. b. mencuri dan kegiatan yang melanggar hukum. dan melakukan tindakan asusila yang lain. tindakan berjudi. 4. menyimpan/ memperdagangkan/menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang. memiliki/menggunakan senjata api tanpa izin. d. bertindak atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan akademik maupun non akademik 2. dengan sengaja merusak barang milik atau fasilitas STTN-BATAN atau dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mengganggu kegiatan atau program resmi STTN-BATAN. menggunakan fasilitas kampus tanpa izin atau secara tidak semestinya. klompen atau sejenis. mengganggu kegiatan akademik. menggunakan fasilitas pihak luar tanpa izin. SANKSI Setiap mahasiswa STTN-BATAN yang melakukan pelanggaran tata tertib akan dikenakan sanksi : . perkelahian. dan minum-minuman keras. melakukan hal-hal : a. c. memalsu dokumen.

kesempatan mendapat SIB (Surat Ijin Bekerja) sebagai Operator Radiografi dan atau Petugas Proteksi Radiasi (PPR). Asuransi Kesehatan Mahasiswa.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 191 1. uang bantuan pendidikan Rp. 3. PENGHARGAAN Penghargaan mahasiswa teladan diberikan kepada mahasiswa dengan menitik beratkan kepada kegiatan intra kurikuler dan kokurikuler tanpa mengabaikan penilaian pada kegiatan ekstra kurikuler. 50.-/bulan per mahasiswa. 2. yaitu sanksi yang diberikan dengan ketentuan mahasiswa yang dikenai hukuman itu masih dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan persyaratan tertentu dan akan diberikan hukuman yang lebih berat apabila melakukan pelanggaran dalam masa percobaan. hukuman percobaan. 2. 4. Laboratorium & Perpustakaan yang memadai. 5. penggantian kerugian. beasiswa berprestasi dan beasiswa lain bagi yang memenuhi ketentuan. FASILITAS PENDIDIKAN Fasilitas pendidikan yang diberikan oleh STTN pada tahun 2008 ini adalah: 1. 3. 4. 6.000. yaitu sanksi yang diberikan dalam bentuk larangan untuk mengikuti kegiatan akademik untuk jangka waktu tertentu. 7. penggunaan Internet yang berada di Unit Komputer. dan atau satuan kerja tertentu. yaitu sanksi yang diberikan bila mahasiswa tidak memenuhi standar perilaku yang ditetapkan STTN-BATAN baik peringatan dalam bentuk lisan maupun tertulis. Penilaian dilakukan oleh Tim yang dibentuk oleh Ketua STTN berdasarkan pertimbangan Senat STTN. peringatan. H. mendapat bahan seragam 1 stel/tahun. yaitu sanksi yang diberikan kepada mahasiswa yang terbukti melakukan perusakan atau bentuk kerugian yang lain atas fasilitas STTN-BATAN. penangguhan sementara oleh jurusan atau STTN-BATAN. . G.

Studi Ekskursi. KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Sebagai wadah untuk menampung aspirasi mahasiswa.56) tetapi ekonominya kurang mampu atau mengalami kesulitan dalam hal pembeayaan. olahraga. BEASISWA STTN menyediakan 2 (dua ) jenis beasiswa. Untuk menyalurkan minat dan bakat dibentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sesuai kegiatannya yang meliputi kegiatan iptek. K. Kuliah Umum. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan masa kepengurusan 1 (satu) tahun.192 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 I. . KEGIATAN KOKURIKULER Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa STTN menyelenggarakan kegiatan Kokurikuler berupa Ujian SIB PPR. STTN membentuk Dewan Perwakilan Mahasiswa yang anggotanya merupakan perwakilan dari setiap Program Studi yang ada. Beasiswa mahasiswa berprestasi diberikan kepada 1 (satu) orang mahasiswa setiap angkatan setiap prodi bagi mahasiswa yang memiliki IPT tertinggi dan sama dengan atau lebih dari 3. dan seni. keagamaan. Beasiswa diberikan dalam bentuk pembebasan SPP selama 1 tahun.51 (≥ 3. yaitu: 1. Beasiswa STTN diberikan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi akademik (IPT ≥ 2. Kuliah Kapita Selekta. dan Etika Profesi. Pemberian beasiswa ini didasarkan pada penilaian oleh Tim yang dibentuk oleh Ketua STTN.51). J. 2.

maka Perbandingan Teori dan praktek adalah 44 % teori dan 56 % Praktek. DOSEN Dosen mempunyai tugas melakukan pendidikan. Kalau dihitung jam efektif. DOSEN JURUSAN TEKNOKIMIA NUKLIR Kurikulum Teknokimia Nuklir Perbandingan SKS nya adalah 70 % teori dan 30% praktikum. dan kepribadian mahasiswa di dalam proses pendidikan. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan BATAN dan dosen dari perguruan tinggi diluar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. . Pengajar STTN yang meliputi dosen dan asisten disesuaikan dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai. Disamping dengan dosen wali yang bersangkutan. Tugas pengajaran diberikan kepada Dosen disesuaikan dengan bidang keahliannya. dan proses pendidikan. A. mahasiswa juga dapat melaksanakan konsultasi baik secara kolektif maupun sendiri-sendiri dengan Pengelola STTN (Pimpinan dan Pejabat terkait). serta memberikan bimbingan kepada mahasiswa dalam rangka pengembangan penalaran. khusus untuk bimbingan perencanaan perkuliahan disesuaikan dengan kalender akademik STTN. Di samping itu dosen juga diberi tugas rutin sebagai Pembimbing Akademik atau Dosen Wali. karena 1 SKS Praktikum adalah Kegiatannya 3 x lebih lama dari Praktikum. minat. kepribadian. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang keahliannya. minat. Syarat pendidikan minimal dosen STTN adalah S-1/D-IV dan terus ditingkatkan sampai minimal berpendidikan S-2/Sp-1. Untuk mendukung kurikulum tersebut.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 193 BAB XI. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap. pengajaran. Namun. Konsultasi secara kolektif dilaksanakan secara terkoordinir oleh BEM STTN. Mahasiswa berhak memperoleh bimbingan dari Dosen Wali dalam rangka pengembangan penalaran. Jadwal konsultasi disesuaikan dengan pola pembimbingan dari Dosen yang besangkutan.

Sc.Md. NIP 330002043 Bidang Ilmu S3 Teknik Kimia S1 Teknik Nuklir S1 Teknik Nuklir S2 Metalurgi S2 Lingkungan Ket. A. Ir. Giyatmi. M. M.Md. Dr. Siswantoro. ST Agus Sutopo. Noor Anis Kundari. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap. SST Esis Witanto. Wisnu Aryawardhana Ir.194 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 perkuliahan di Jurusan Teknokimia Nuklir didukung oleh dosen-dosen dan asisten dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai. Daftar Dosen/Asisten Jurusan Teknokimia Nuklir Bidang Kompetensi No 1. Bangun Wasito. MT Sugili Putra. Kris Tri Basuki Ir. 330001701 330001374 330001448 Lingkungan dan Teknik Nuklir Proses Ilmu Bahan dan Teknik Kimia Teknik Kimia dan Lingkungan Teknik Kimia OTK & Proses Kimia Analisis dan Teknik Nuklir Teknik Kimia SL Proses Kimia Proses Kimia 330002897 330003885 330004421 S2 Teknik Kimia S1 Teknik Nuklir DIV Teknokimia Nuklir 330004018 330004032 330001206 330001187 S1 Teknik Kimia DIII PATN DIII PATN .Si. ST Maria Christina Prihatiningsih. A. Sudaryo Ir. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan Batan dan dosen dari perguruan tinggi di luar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Prof. Ir.

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

195
330002283 330002098 330005379

12 13 14

Suryo Rancono, SST Siti Umi Sholikhati, SST Kartini Megasari, SST

D-IV STTN D-IV STTN DIV Teknokimia Nuklir DIV Teknokimia Nuklir

Proteksi Rad Kimia Teknokimia

15

Deni Swantomo, SST

330005380

Teknokimia

SL

SL=Studi lanjut

B. DOSEN JURUSAN TEKNOFISIKA NUKLIR Kurikulum Teknofisika Nuklir Perbandingan SKS nya adalah 70 % teori dan 30% praktikum. Kalau dihitung jam efektif, karean 1 SKS Praktikum adalah Kegiatannya 3 x lebih lama dari Praktikum, maka Perbandingan Teori dan praktek adalah 44 % teori dan 56 % Praktek. Untuk mendukung kurikulum tersebut, perkuliahan di Jurusan Teknofisika Nuklir didukung oleh dosen-dosen dan asisten dengan bidang ilmu dan kompetensi yang memadai. Dosen dan asisten terdiri dari dosen tetap dan tidak tetap. Dosen dan asisten tidak tetap berasal dari pusat penelitian di lingkungan Batan dan dosen dari perguruan tinggi diluar STTN termasuk dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Negeri. Daftar Dosen/Asisten Jurusan Teknofisika Nuklir No 1 Nama Dr. Anwar Budianto, DEA Drs. Supriyono, MSc NIP 330002158 Bidang Ilmu S3 Fisika: Optoelektronika Bidang Kompetensi Laser optik Komputasi, Modeling dan Simulasi Ket.

2

330003241

S2 Matematika

196 Ir. Djiwo Harsono, M.Eng Ir. Surakhman Ir. M. Khoiri Ir. Aliq, MT Ir. Dwi Priyantoro, Msi. Toto Trikasjono, ST, M.Kes Ir. Zaenal Abidin, M.Kes. Joko Sunardi, S.ST Ir. Sigit Purnomo Ir. Bangun Pribadi Sudiono, SST Drs. Djoko Maryanto Sukarman, ST Suroso, SST Toto Dermawan, SST

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

3 4 5 6 7

330003188 330001563 330003822 330003832 330003494

S2 Komputer

Computer Engineering

S1 Teknik Nuklir Proteksi Radiasi S1 Teknik Nuklir Thermohidrolik S2 Instrumentasi & Kontrol S2 Fisika Simulasi Sistem & Kontrol Fisika Dasar SL SL

8

330001900

9 10 11 12 13 14 15 16 17

330003830 330002119 330003586 330004902 330002120 330003570 330004914 330004062 330004631

Instrumentasi S2 Teknik Nuklir Nuklir, Proteksi Radiasi Instrumentasi S2 Teknik Nuklir Nuklir, Proteksi Radiasi DIV Elektronika Elektronika Instrumentasi Analog S1 Teknik Proteksi Radiasi Nuklir S1 Teknik Mesin DIV Elektronika Instrumentasi S1 Fisika Instrumentasi S1 Teknik Elektro DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik Teknologi bahan Elektronika Nuklir Teknik Radiografi Kendali Elektromekanik Elektromekanik SL

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

197 DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik DIV Elektromekanik S1 Teknik Elektro SI Fisika DIV Elektronika Instrumentasi DIV Elektronika Instrumentasi DIV Elektronika Instrumentasi

18

19 20 21 22 23 24

Budi Suhendro, SST Ign. Agus Purbhadi W, SST Yadi Yunus, SST Ir. H. Suyamto Drs. Subari Santoso Sutanto, SST

330004912

Elektromekanik

330004918 330002236 330002149 330002576 330005382

Elektromekanik Elektromekanik Teknik Elektro Instrumentasi Instrumentasi Instrumentasi Instrumentasi SL SL

Muhtadan, 330005381 SST Nugroho Tri 330001182 25 Sanyoto, SST SL=Studi lanjut

C. EVALUASI KINERJA DOSEN Setiap akhir semester kinerja setiap dosen dievalusi berdasarkan: 1. Evaluasi oleh mahasiswa dengan mengisi angket. 2. Jumlah kehadiran dan kedisiplinan menyerahkan nilai akhir. 3. Hasil karya dosen yang dilaporkan dalam Daftar Riwayat Hidup yang disertai dokumen lengkap.

198

Pedoman Akademik STTN BATAN 2008

BAB XII. PENUTUP Pedoman akademik ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali menurut keperluan sesuai dengan situasi yang berkembang dalam jangka waktu paling lama 5 tahun. Setelah ditetapkan, pimpinan STTN wajib mensosialisasikan Pedoman ini kepada sivitas akademika STTN serta pejabat terkait. Kopi Pedoman dalam bentuk tercetak dan file elektronik tersimpan di Perpustakaan STTN, dapat dibaca dan dipinjam oleh sivitas akademika STTN maupun pihak lain yang berkepentingan. Anggota Senat STTN dapat mengajukan peninjauan kembali Pedoman Akademik ini disertai dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Rincian lebih lanjut mengenai peninjauan Pedoman Akademik STTN diatur dalam prosedur tersendiri. Hal-hal yang belum diatur dalam Pedoman Akademik ini akan diatur tersendiri.

Keputusan Kepala BATAN Nomor 542/KA/XI/2002 tentang Statuta Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. . Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi. IAEA (1980). Engineering and Science Education for Nuclear Power. Badan Tenaga Nuklir Nasional. “Chemical Engineering in Practice” IAEA – TRS 266. J. A Guide Book”. Technical Reports Series No. Vienna Austria 1986. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 tahun 2001 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. 200.Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 199 DAFTAR PUSTAKA Harper. Badan Tenaga Nuklir Nasional.I. Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Badan Tenaga Nuklir Nasional. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi.. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 178/U/2001 tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi. “Manpower Development for Nuclear Power. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 tentang Kurukulum Inti Pendidikan Tinggi. IAEA. 1954.

Sears and Zemansky.. IAEA Vienna 1988. Jakarta 1987 Soentono. “Nuclear Power Project Management”. 279. Yogyakarta.200 Pedoman Akademik STTN BATAN 2008 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 tahun 1999 tentang Sistem Pendidikan Tinggi. Indonesia Nomor 10 tahun 1997 tentang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. IAEA. Undang-undang Republik Ketenaganukliran. 279. “Nuclear Power Project Management”. Technical Reports Series No. 2005. Technical Reports Series No. Vienna 1988. Erlangga. S. “Bahan Pidato” Di Depan Civitas Akademika STTN. . Fisika Universitas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful