Anda di halaman 1dari 3

Termodinamika

Materi yang sudah dibahas (coba jelaskan ) 1. Proses proses pada gas: isotermis, isobarik, isokorik, adiabatic

2. 3. 4. 5. 6. 7.

Grafik hubungan antara tekanan gas dan volume gas (grafik p-V) untuk berbagai proses. hubungan antara jumlah mol-jumlah partikel N NA=bilangan Avogadro =6,022.1023 molekul/mol hubungan antara jumlah mol-massa zat atom (gram/mol)

= nN A ,

dengan N = jumlah partikel, n=jumlah mol, dan

m = nM

dengan m=massa zat (gram), M=massa molekul atau massa

persamaan gas ideal pV = nRT dengan p=tekanan gas (pascal), V=volum gas (m3), n=jumlah mol (mol), R= konstanta gas umum =8,314 J mol-1K-1, T=suhu mutlak gas (K) energi dalam gas monoatomik

3 nRT 2

, gas diatomic

U =

5 nRT 2
U = 3 nR (T2 T1 ) 2

hubungan antara perubahan energi dalam dengan perubahan suhu gas monoatomik dan gas diatomic

U =

5 nR (T2 T1 ) 2

Usaha yang dilakukan gas pada berbagai proses


Usaha yang dilakukan gas yang mengalami proses isobaric

V W = p = p( V2 V1 )
W = Usahajoule p = tekananpaskal V1 = volume awalm3

V2 = volume akhirm3
Usaha yang dilakukan gas yang mengalami proses isokhorik

W=0
Usaha yang dilakukan gas yang mengalami proses isotermik

W = nRT ln
Gas monoatomik Gas diatomic
Contoh soal

V2 V1

Usaha yang dilakukan gas yang mengalami proses adiabatic

3 nR( T1 T2 ) 2 5 W = nR( T1 T2 ) 2

W=

Suatu gas dalam wadah yang memiliki volum 2 m 3 dan tekanan 4 atm. Hitung usaha yang dilakukan gas jika a. gas memuai pada tekanan tetap sehingga volumnya menjadi 4 m 3 b. gas dimampatkan pada tekanan tetap sehingga volumnya menjadi 0,5 m 3 Menghitung Usaha yang dilakukan gas dari grafik p-V Jika grafik p-V diketahui maka usaha yang dilakukan dapat dihitung dengan cara menghitung luas daerah di bawah grafik tersebut Contoh Soal Perhatikan grafik p-V di samping. Jika V 1 =0,5 m3, V 2 =2 m3, p1 = 4.105 Pa, p2=2.105 Pa, berapa usaha yang dilakukan gas tersebut?

Penyelesaian: Usaha dapat ditentukan dengan cara menghitung luas daerah di bawah grafik p-V. Karena gas memuai (proses ke kanan ) maka usaha bernilai positip. W = luas trapezium =1/2x jumlah sisi sejajar x tinggi

=1/2.(4+2).10 .(2-0,5)
5

= 4,5.105 joule Menghitung usaha yang dilakukan gas yang mengalami proses siklus Jika gas mengalami proses siklus A-B-C-D-A, maka usaha yang dilakukan selama satu siklus tersebut sama dengan luas siklus. W = luas bidang ABCD

Contoh Soal Hitunglah usaha yang dilakukan jika gas melakukan proses A-B-C seperti terlihat pada grafik p-V di bawah ini. Penyelesaian: Usaha = luas siklus W = luas segitiga W = x alas x tinggi W = (4-0,5)(450000-200000) W = x3,5x250000 W = 437500 J

HUKUM I TERMODINAMIKA
Kalor yang diserap system, sebagian digunakan untuk menaikkan energi dalam dan sisanya untuk melakukan usaha luar

Q = U +W Q =kalor yang diserap systemjoule = kenaikan energi dalam systemjoule U W =usaha yang dilakukan systemjoule Catatan Sistem menyerap kalor Q = + System melepas kalor Q =

Suhu system naik U = + Suhu system turun U = Sistem memuai W = + System menyusut W =

Contoh Soal Gas dalam suatu ruangan tertutup menyerap kalor 2500 joule dan dalam waktu yang bersamaan melakukan usaha sebesar 3000 joule. Berapa perubahan energi dalamnya, bagaimana suhu gas itu setelah proses? Penyelesaian Q = 2500 J, W = 3000 J Q = U + W 2500 = U + 3000 U =-500 J U = negative suhu turun Penerapan Hukum I termodinamika pada berbagai proses gas

1. 2. 3. 4.

Proses isotermis suhu tetap tidak ada perubahan energi dalam diserap seluruhnya digunakan untuk melakukan usaha) Proses isobaris

= 0

Q = W (kalor yang

Q= U+W Proses isokhorik volume tetap tidak melakukan usaha W = 0 Q = U ( kalor yang diserap hanya
digunakan untuk menaikkan energi dalam gas ) Proses adiabatik Q = 0 penurunan energi dalam gas)

+ W = 0

= - U (usaha yang dilakukan gas sama dengan

Latihan Soal (Tugas I)

1. 2. 3. 4. 5.

Dalam suatu wadah yang tertutup terdapat 2,5 mol gas oksigen. Hitunglah banyaknya molekul gas oksigen tersebut. Tabung gas yang volumnya 200 liter berisi 1,5 mol gas hydrogen yang bersuhu 270C. Berapa tekanan gas hydrogen tersebut. Gas ideal dalam ruangan tertutup volumnya 0,5 m3, bertekanan 300.000 Pa, dan bersuhu 470C, kemudian memuai secara isotermis hingga volumnya menjadi 2m3. Berapa usaha yang dilakukan gas tersebut? Berapa pula kalor yang diserap gas itu? Gas helium dalam silinder yang tertutup piston melepas kalor 1000 joule, dan dalam waktu yang bersamaan melakukan usaha sebesar 2400 joule. Berapa perubahan energi dalamnya? Bagaimana suhu gas helium itu?

Ketika usaha 2000 J diberikan secara adiabatic untuk memampatkan mol gas ideal mono atomik, suhu mutlaknya menjadi dua kali semula. Tentukan suhu awal gas. R = 8,31 J/(mol K) 6. Suatu system termodinamika menjalankan suatu proses di mana energi dalamnya berkurang sebesar 500 J dan serentak usaha sebesar 180 J dikerjakan pada system. Hitung banyaknya kalor yang terlibat pada proses tersebut. Apakah kalor tersebut masuk ke dalam atau keluar dari system? Siklus Carnot Siklus Carnot adalah siklus mesin kalor ideal, terdiri dari dua proses isothermal dan dua proses adiabatic A-B pemuaian secara isothermal system menyerap kalor Q1 B-C pemuaian secara adiabatic C-D pemampatan secara isothermal system melepas kalor Q2 D-A pemampatan adiabatic

Karena proses kembali ke keadaan awal, berarti suhu system dalam satu siklus tidak berubah, tidak terjadi perubahan energi dalam ( U = 0). Penerapan hukum I termodinamika pada siklus Carnot menjadi Q = U + W Q1 Q2 = 0 + W W = Q1 Q2 W = usaha yang dilakukan mesin Q1 = kalor yang diserap dari sumber kalor bersuhu tinggi T1 Q2 = kalor yang dilepas ke sumber kalor suhu rendah T2 Efisiensi mesin kalor Efisiensi suatu mesin didefinisikan sebagai perbandingan antara kerja yang dilakukan (output) dengan kalor yang diserap mesin (input)

W Q1

W Q1
= efisiensi mesin = usaha (kerja) yang dilakukan mesin (output) = kalor yang diserap mesin (input)

Karena W = Q1 Q2 maka

Q1 Q2 Q =1 2 Q1 Q1 T2 T1

Untuk mesin Carnot Q2/Q1 = T2/T1 maka efisiensi mesin Carnot dapat dinyatakan dengan

=1

= efisiensi mesin carnot (efisiensi maksimum mesin kalor) T1 = suhu mutlak reservoir suhu tinggiK T2 = suhu mutlak reservoir suhu rendahK Contoh soal Sebuah mesin menyerap kalor dari sumber kalor bersuhu 6890C dan membuang kalor pada sumber kalor bersuhu 397 0C. Berapa efisiensi maksimum mesin kalor itu? Penyelesaian T1 = 689 + 273 = 962 K T2 = 397 + 273 = 660 K Efisiensi maksimum (efisiensi mesin carnot )

=1

T2 T1

(1

670 ).100% = 30% 962

Bagaimana caranya menaikkan efisiensi mesin carnot? Untuk menaikkan efisiensi mesin carnot caranya yaitu dengan menaikkan suhu reservoir (sumber kalor) suhu tinggi (T1) Contoh soal Sebuah mesin Carrnot yang menggunakan sumber suhu tinggi 800 K mempunyai efisiensi 20%. Untuk menaikkan efisiensi menjadi 36%, berapakah suhu sumber tinggi harus dinaikkan? Jawab: Hitung dahulu suhu sumber rendah T2 dari data awal =20%=0,2, suhu tinggi T1= 800 K = 1 - T2/T1 0,2 = 1 T2/800 T2/800 = 0,8 T2 = 640 K Sekarang hitung suhu sumber tinggi yang baru T1 untuk mendapatkan efisiensi = 36% =0,36, dengan asumsi suhu sumber rendah tetapT2 =640 K. = 1 - T2/T1 0,36 = 1 -640/T1 640/T1 = 0,64 T1 = 1000 K Latihan soal (Tugas II) 1. Dalam satu siklus, sebuah mesin Carnot mengambil kalor sebanyak 350 J dari sumber bersuhu 580 K dan melepaskan kalor ke sumber bersuhu 300 K. (a). Berapa efisiensi mesin itu? (b). berapa usaha yang dilakukan tiap satu siklus?

2.
3.

Sebuah mesin Carnot bekerja diantara dua sumber panas 4870C dan sumber dingin 1070C. Jika mesin tersebut menyerap kalor 800 J dari sumber panas, berapa jumlah kalor yang dibuang dari mesin? Sebuah mesin Carnot yang menggunakan sumber suhu tinggi 800 K mempunyai efisiensi sebesar 40%, Berapakah suhu sumber tinggi harus dinaikkan agar efisiensinya naik menjadi 50%?