Anda di halaman 1dari 22

Ebook ini dipersembahkan oleh :

Terima kasih anda telah mendownload ebook Kumpulan Cerita Seks Pilihan Jilid 2

Anda boleh membagikan ebook Cerita Dewasa edisi Cerita Seks ABG (4 judul) ini kepada teman-teman anda atau untuk koleksi pribadi untuk dibaca secara offline di computer atau melalui handphone anda

Visit us @ www.ceritabf.info Hot Story Collection

Ngentot sama cewek SMA toket gede

Aku segera mengambil HP-ku dan menelpon Andi, temanku itu. Di.., OK deh gue jemput lu ya besok.. Mumpung cewek gue sedang nggak ada Gitu donk.. Bebas ni ye.. Emangnya satpam lu kemana? Ke Surabaya.. Ada saudaranya kawinan Besok jangan kesiangan ya datangnya.. Jam 11-an deh OK Setelah itu kunyalakan sebatang rokok, dan kuteruskan pekerjaanku. Pagi itu, aku berangkat ke Bogor. Dalam perjalanan, aku mampir ke tempat salah satu klienku di daerah Tebet, untuk mengambil pembayaran proyek yang telah kuselesaikan. Setelah mengambil cek pembayaran, segera aku menuju tol Jagorawi. Sialnya ban mobilku sempat kempes, untungnya hal itu terjadi sebelum aku masuk jalan tol. Akibatnya, sekalipun aku telah memacu mobilku, baru sekitar jam 12.30 aku sampai di rumah Andi. Sialan lu.. Gue udah tunggu-tunggu dari tadi, baru dateng. Andi berkata sedikit kesal ketika membuka pintu rumahnya. Sorry.. Gue perlu ke klien dulu.. Udah gitu tadi bannya kempes, mesti ganti ban dulu di tengah jalan Anterin gue tambal ban dulu yuk.. Baru kita cabut sambungku lagi. Bentar.. Gue ganti dulu ya. Andi pun kemudian ngeloyor pergi ke kamarnya. Sambil menunggu, aku membaca koran di ruang tamu. Tak lama Siska, adik Andi, datang membawa minuman. Kok udah lama nggak mampir Mas? Iya Sis, habis sibuk.. Mesti cari duit nih jawabku. Mentang-mentang udah jadi pengusaha.. Sombong ya godanya sambil tertawa kecil. Siska ini memang cukup akrab denganku. Anaknya memang ramah dan menyenangkan. Kami pun bersenda gurau sambil menunggu kakaknya yang sedang bersiap. Setelah Andi muncul, kami segera berangkat menuju tukang tambal ban terdekat. Setelah beres, aku membawa mobilku menuju sebuah bank swasta untuk mencairkan cek dari klienku. Antrian lumayan panjang hari itu, akibatnya cukup lama juga kami menghabiskan waktu di sana. Saat keluar dari bank tersebut, jam telah menunjukkan pukul 14.00 siang, sehingga aku mengajak Andi mampir ke sebuah restoran fast food untuk makan siang. Di restoran itu, kami bertemu dengan dua gadis ABG cantik yang masih berseragam SMA. Yang seorang berambut pendek, dengan wajah yang manis. Tubuhnya tinggi langsing, dengan kulit agak hitam, tetapi bersih. Sedangkan yang satu berwajah cantik, berkulit putih dan berambut

panjang. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, tetapi yang paling menarik perhatian adalah tubuhnya yang padat. Payudaranya tampak besar menerawang di balik seragam sekolahnya. Kami tersenyum pada mereka dan mereka pun membalas dengan genit. Wan.. Kita ajak mereka yuk.. kata Andi. Boleh aja kalau mereka mau jawabku. Tapi lu yang traktir ya bos.., kan baru ngambil duit nih Beres deh Andi pun kemudian menghampiri mereka dan mengajak berkenalan. Memang Andi ini pemberani sekali dalam hal begini. Dia memang terkenal playboy, punya banyak cewek. Hal itu didukung dengan perawakannya yang lumayan ganteng. Lisa.. kata gadis berambut pendek itu saat mengenalkan dirinya. Ini temannya siapa namanya tanyaku sambil menatap gadis seksi temannya. Novi kata gadis itu sambil mengulurkan tangannya. Langsung kusambut jabatan tangannya yang halus itu. Aku dan Andi lalu pindah ke meja mereka. Kami berempat berbincang-bincang sambil menikmati hidangan masing-masing. Ketika diajak, mereka setuju untuk jalan-jalan bersama ke Puncak. Setelah selesai makan, waktu berjalan menuju mobil, kulihat payudara Novi tampak sedikit bergoyang-goyang saat dia berjalan. Ingin rasanya kulumat habis payudara gadis belia itu. ***** Setelah berjalan-jalan di Puncak menikmati pemandangan, kami pun cek in di sebuah motel di sana. Lu kan yang traktir Wan.. Lu pilih yang mana? bisik Andi saat kami sedang mengurus cek-in. Memang sebelumnya aku yang janji akan traktir, karena aku baru saja menerima pembayaran dari salah satu proyekku. Novi jawabku pendek. Hehe.. Lu nafsu liat bodynya ya? bisik Andi lagi sambil tertawa kecil. Setelah itu, kamipun segera cek-in. Kugandeng tangan Novi, sedangkan Andi tampak merangkul bahu Lisa menuju kamar. Setelah kukunci pintu kamar, tak sabar langsung kudekap tubuh Novi. Langsung kucium bibirnya dengan penuh gairah. Tanganku dengan gemas meremas gundukan payudaranya. Setelah puas menciumi bibirnya, kuciumi lehernya, dan kemudian segera kubuka kancing baju seragamnya. Iih Mas.. Udah nggak sabar pengin nyusu ya? godanya. Tak kuhiraukan perkataannya, langsung kuangkat cup BH-nya yang tampak kekecilan untuk menampung payudaranya yang besar itu. Langsung kuhisap dengan gemas daging kenyal milik Novi, gadis SMA cantik ini. Ahh.. Ahh erangnya ketika puting payudaranya yang telah mengeras kujilati dan kuhisap. Tangan Novi mengangkat payudaranya, sambil tangannya yang lain menekan kepalaku ke dadanya. Enak Mas.. Ahh erangnya lebih lanjut saat mulutku dengan ganas menikmati payudara yang sangat menggoda nafsu birahiku. Jilati putingnya Mas.. pintanya. Erangannya semakin menjadi dan tangannya menjambak rambutku ketika kuturuti permintaannya dengan senang hati. Puas menikmati payudara gadis belia ini, kembali kuciumi wajahnya yang cantik. Lalu kutekan bahunya, dan diapun mengerti apa yang aku mau. Dengan berjongkok di depanku, dibukanya restleting celanaku. Tak sabar, kubantu dia membuka seluruh pakaianku. Ih.. Mas, gede banget.. desahnya lirih ketika penisku mengacung tegak di depan wajahnya yang cantik. Dielusnya perlahan batang kemaluanku itu. Memang kamu belum pernah liat yang besar begini?

Belum Mas.. Punya cowok Novi nggak sebesar ini. jawabnya. Tampak matanya menatap gemas ke arah kemaluanku. Arghh.. Enak Nov.. erangku ketika Novi mulai mengulum kepala penisku. Dijilatinya lubang kencingku, dan kemudian dikulumnya penisku dengan bernafsu. Sementara itu tangannya yang halus mengocok batang penisku. Sesekali diremasnya perlahan buah zakarku. Rasa nikmat yang tiada tara menghinggapi tubuhku, ketika gadis cantik ini memompa penisku dengan mulutnya. Kulihat kepalanya maju mundur menghisapi batang kejantananku. Kuusap-usap rambutnya dengan gemas. Karena capai berdiri, akupun pindah duduk di kursi. Novi kemudian berjongkok di depanku. Novi isap lagi ya Mas.. Novi belum puas.. katanya lirih. Kembali mulut gadis belia ini menghisapi penisku. Sambil mengelus-elus rambutnya, kuperhatikan kemaluanku menyesaki mulutnya yang mungil. Ruangan segera dipenuhi oleh eranganku, juga gumaman nikmat Novi saat menghisapi kejantananku. Saat kepalanya maju mundur, payudaranya pun bergoyang-goyang menggoda. Kuremas dengan gemas bongkahan daging kenyal itu. Nov.., jepit pakai susumu Nov.. pintaku. Novi langsung meletakkan penisku di belahan payudaranya, dan kemudian kupompa penisku. Sementara itu tangan Novi menjepitkan payudaranya yang besar, sehingga gesekan daging payudaranya memberikan rasa nikmat luar biasa pada penisku. Yes.. Yes.. akupun tak kuasa menahan rasa nikmatku. Setelah beberapa lama, kusodorkan kembali penisku ke mulutnya, yang disambutnya dengan penuh nafsu. Setelah puas menikmati mulut dan payudara gadis SMA ini, kuminta dia untuk bangkit berdiri. Kuciumi lagi bibirnya dan kuremas-remas rambutnya dengan gemas. Tanganku melepas restleting rok seragam abu-abunya, kemudian kuusap-usap vaginanya yang mulai mengeluarkan cairan membasahi celana dalamnya. Kusibak sedikit celana dalam itu dan kuusap-usap bibir vagina dan klitorisnya. Tubuh Novi menggelinjang di dalam dekapanku. Erangannya semakin menjadi. Aku sudah ingin menyetubuhi gadis muda ini. Kubalikkan badannya dan kuminta dia menungging bertumpu di meja rias. Kubuka celana dalamnya sehingga dia hanya tinggal mengenakan baju seragamnya yang kancingnya telah terbuka. Ahh.. jeritnya panjang ketika penisku mulai menerobos vaginanya yang sempit. Gila.. Memekmu enak banget Nov.. kataku ketika merasakan jepitan dinding vagina Novi. Langsung kupompa penisku di dalam vagina gadis cantik itu. Sementara itu, tanganku memegang pinggulnya, terkadang meremas pantatnya yang membulat. Novi pun menjeritjerit nikmat saat tubuh belianya kusetubuhi dengan gaya doggy-style. Kulihat di kaca meja rias, wajah Novi tampak begitu merangsang. Wajah cantik gadis belia yang sedang menikmati persetubuhan. Payudaranya pun tampak bergoyang-goyang menggemaskan di balik baju seragamnya yang terbuka. Bosan dengan posisi ini, aku kembali duduk di kursi. Novi lalu duduk membelakangiku dan mengarahkan penisku ke dalam vaginanya. Kusibakkan rambutnya yang panjang indah itu dan kuciumi lehernya yang putih mulus. Sementara itu tubuh Novi bergerak naik turun menikmati kejantananku. Tanganku tak ketinggalan sibuk meremas payudaranya. Ahh.. Ahh.. Ahh.. erang Novi seirama dengan goyangan badannya di atas tubuhku. Terkadang erangan itu terhenti saat kusodorkan jemariku untuk dihisapnya. Beberapa saat kemudian, kuhentikan goyangan badannya dan kucondongkan tubuhnya agak ke belakang, sehingga aku dapat menghisapi payudaranya. Memang enak sekali menikmati payudara kenyal gadis cantik ini. Dengan gemas kulahap bukit kembarnya dan sesekali kujilati puting payudara yang berwarna merah muda. Erangan Novi semakin keras terdengar, membuat aku menjadi semakin bergairah. Setelah selesai aku menikmati

payudara ranumnya, kembali tubuh belia Novi mencari pelepasan gairah mudanya dengan memompa penisku naik turun dengan liar. Tak kusangka seorang gadis SMA dapat begini binal dalam bermain seks. Cukup lama aku menikmati persetubuhan dengan gadis cantik ini di atas kursi. Lalu kuminta dia berdiri, dan kembali kami berciuman. Kubuka baju seragam sekolah berikut BH-nya sehingga sekarang kami berdua telah telanjang bulat. Kembali dengan gemas kuremas dan kuhisap payudara gadis 17 tahunan itu. Aku ingin segera menuntaskan permainan ini. Lalu kutuntun dia untuk merebahkan diri di atas ranjang. Aku pun kemudian mengarahkan penisku kembali ke dalam vaginanya. Ahh.. erang Novi kembali ketika penisku kembali menyesaki liang kewanitaannya. Langsung kupompa dengan ganas tubuh anak sekolah ini. Erangan nikmat kami berdua memenuhi ruangan itu, ditambah dengan bunyi derit ranjang menambah panas suasana. Kulihat Novi yang cantik menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri menahan nikmat. Tangannya meremas-remas sprei ranjang. Mas.. Novi hampir sampai Mas.. Terus.. Ahh.. Ahh jeritnya sambil tubuhnya mengejang dalam dekapanku. Tampak dia telah mencapai orgasmenya. Kuhentikan pompaanku, dan tubuhnya pun kemudian lunglai di atas ranjang. Kuperhatikan butir keringat mengalir di wajahnya nan ayu. Payudaranya naik turun seirama dengan helaan nafasnya. Payudara belia yang indah, besar, kenyal, dan padat. Mulutku pun dengan gemas kembali menikmati payudara itu dengan bernafsu. Setelah itu, kucabut penisku dan kembali kujepitkan di payudaranya. Kali ini aku yang menjepitkan daging payudaranya pada penisku. Novi masih tampak terkulai lemas. Lalu kupompa kembali penisku dalam belahan payudara gadis ini. Jepitan daging kenyal itu membuatku tak dapat bertahan begitu lama. Tak lama aku pun menyemburkan spermaku di atas payudara gadis SMA yang seksi ini. ***** Kami akhirnya menginap di motel tersebut. Selama di sana, aku sangat puas menikmati tubuh sintal Novi. Berulang kali aku menyetubuhinya, baik di atas ranjang, di meja rias, di kursi, ataupun di kamar mandi sambil berendam di bathtub. Sebenarnya ingin aku menginap lebih lama lagi, tetapi hari Senin itu aku harus menemui klienku di pagi hari, sementara ada bahan yang masih perlu dipersiapkan. Hari Minggu malam, kami pun kembali ke Bogor. Kali ini ganti Andi yang menyetir mobilku. Lisa duduk di kursi penumpang di depan, sedangkan Novi dan aku duduk di belakang. Dalam perjalanan, melihat Novi yang cantik duduk di sebelahku, dengan rok mini yang memamerkan paha mulusnya, membuatku kembali bergairah. Akupun mulai menciuminya sambil tanganku mengusap-usap pahanya. Kusibakkan celana dalamnya, dan kumainkan vaginanya dengan jemariku. Ehmm.. erangnya saat klitorisnya kuusap-usap dengan gemas. Erangannya terhenti karena mulutnya langsung kucium dengan penuh gairah. Tanganku lalu membuka baju seragam sekolahnya. Kuturunkan cup BH-nya sehingga payudaranya yang besar itu segera mencuat keluar menantang. Suka banget sih Mas.. Nyusuin Novi ucapnya lirih. Iya habis susu kamu bagus banget bisikku. Desah Novi kembali terdengar ketika lidahku mulai menari di atas puting payudaranya yang sudah menonjol keras. Kuhisap dengan gemas gunung kembar gadis cantik ini hingga membuat tubuhnya menggelinjang nikmat. Gantian dong Nov bisikku ketika aku sudah puas menikmati payudaranya yang ranum. Kami pun kembali berciuman sementara tangan Novi yang halus mulai membukai resleting celanaku. Diturunkannya celana dalamku, sehingga penisku yang telah membengkak

mencuat keluar dengan gagahnya. Novi pun kemudian mendekatkan wajah ayunya pada kemaluanku itu, dan rasa nikmat menjalar di tubuhku ketika mulutnya mulai mengulum penisku. Sambil menghisapi penisku, Novi mengocok perlahan batangnya, membuatku tak tahan untuk menahan erangan nikmatku. Ihh.. Gede banget.. Lisa juga pengen dong... Tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara Lisa yang ternyata entah sejak kapan memperhatikan aktifitas kami di belakang. Pindah aja ke sini kataku sambil mengelus-elus rambut Novi yang masih menghisapi penisku. Lisa pun kemudian melangkah pindah ke bangku belakang. Langsung kuciumi wajahnya, yang walaupun tidak secantik Novi tetapi cukup manis. Lidahku dan lidahnya sudah saling bertaut, sementara Novi masih sibuk menikmati penisku. Di.. Bentar ya nanti gantian.. kataku pada Andi yang melotot melihat dari kaca spion. Oke deh bos.. jawabnya sambil terus melotot melihat pemandangan di bangku belakang mobilku. Setelah puas berciuman, kucabut penisku dari mulut Novi. Ayo Lis.. Katanya kamu suka kataku sambil sedikit menekan kepala Lisa agar mendekat ke kemaluanku. Iya.. Abis gede banget.. katanya sambil dengan imutnya menyibakkan rambut yang menutupi telinganya. Ahh.. Yes.. desahku saat Lisa memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Dihisapinya batang kemaluanku seperti anak kecil sedang memakan permen lolipop. Rasa nikmat yang tak terhingga menjalari seluruh syarafku. Cukup lama juga Lisa menikmati penisku. Sementara itu Novi kembali menyodorkan payudara mudanya untuk kunikmati. Setelah beberapa lama kuhisapi payudaranya, Novi kemudian mendekatkan wajahnya ke arah kemaluanku dan menciumi buah zakarku, sementara Lisa masih sibuk mengulum batang kemaluanku. Nih gantian Nov.. katanya sambil menyorongkan penisku ke mulut Novi yang berada di dekatnya. Novi pun dengan sigap kembali mempermainkan kemaluanku dengan mulutnya. Sementara itu, kali ini gantian Lisa yang menjilati dan menciumi buah zakarku. Saat itu aku merasa seperti sedang berada di surga. Dua orang gadis SMA yang cantik sedang menghisapi dan menjilati penisku secara bergantian. Kuelus-elus kepala gadis-gadis ABG yang sedang menikmati kelelakianku itu. Nikmat yang kurasakan membuatku merasa tak akan tahan terlalu lama lagi. Tetapi sebelumnya aku ingin menyetubuhi Lisa. Ingin kurasakan nikmat jepitan vagina gadis hitam manis ini. Kuminta dia untuk duduk di pangkuan sambil membelakangiku. Kusibakkan celana dalamnya, sambil kuarahkan penisku dalam liang nikmatnya. Sengaja tak kuminta dia untuk membuka pakaiannya, karena aku tak mau menarik perhatian kendaraan yang melintas di luar sana. Ah.. desah Lisa ketika penisku mulai menyesaki vaginanya yang tak kalah sempit dengan kepunyaan Novi. Lisa kemudian menaik-turunkan tubuhnya di atas pangkuanku. Novi pun tak tinggal diam, diciuminya aku ketika temannya sedang memompa penisku dalam jepitan dinding kewanitaannya. Goyangan tubuh Lisa membuatku merasa akan segera menumpahkan spermaku dalam vaginanya. Aku berusaha sekuat tenaga agar tidak ejakulasi terlebih dahulu sebelum dia orgasme. Sambil menciumi Novi, tanganku memainkan klitoris Lisa. Ah.. Terus Mas.. Lisa mau sampai.. desahnya. Semakin cepat kuusap-usap klitorisnya, sedangkan tubuh Lisa pun semakin cepat memompa penisku. Ahh.. erangnya nikmat saat mengalami orgasmenya. Tubuhnya tampak mengejang dan kemudian terkulai lemas di atas pangkuanku. Aku pun mengerang tertahan saat aku menyemburkan ejakulasiku dalam vagina gadis manis ini. Setelah beristirahat sejenak, kami segera membersihkan diri dengan tisu yang tersedia.

Mau gantian Di? tanyaku pada Andi yang tampak sudah tidak tenang membawa mobilku. So pasti dong jawab Andi sambil menepikan mobil di tempat yang sepi. Kami pun berganti tempat. Aku yang membawa mobil, sedangkan Andi pindah duduk di jok belakang. Rencananya dia juga akan main threesome, tetapi Novi juga ikut beranjak ke bangku depan. Aku cape ah Mas.. katanya. Andi tampak kecewa, tetapi apa boleh buat. Kami pun segera melanjutkan perjalanan kami. Kudengar suara lenguhan Andi di jok belakang. Lewat kaca spion kulihat Lisa sedang mengulum penisnya. Karena sudah puas, aku tak begitu mempedulikannya lagi. Sesampainya di Bogor, kedua gadis itu kami turunkan di tempat semula, sambil kuberi uang beberapa ratus ribu serta uang taksi. Kalau ke Bogor hubungi Novi lagi ya Mas.. kata Novi manis saat kami akan berpisah. Kulihat beberapa orang memperhatikan mereka. Mungkin mereka curiga kok ada dua gadis berseragam SMA di hari Minggu, malam lagi he.. He.. Wan.. Gue doain lu dapat banyak proyek deh.. Biar lu traktir gue kayak tadi lagi.. kata Andi ketika aku turunkan di depan rumahnya. Sip deh.. jawabku sambil pamit pulang. Kukebut mobilku menyusuri jalan tol Jagorawi menuju Jakarta. Aku tersenyum puas. Yang dulu selalu menjadi obsesiku, kini bisa menjadi kenyataan. Ternyata hidup itu indah.

TAMAT. To be continued @ www.ceritabf.info

Nikmatnya Cewek ABG SMA

Kali ini adalah pengalaman sex saya dengan ABG yang masih SMU bernama Linda. Setelah saya mengirimkan cerita saya tersebut, saya mendapat email dari Linda yang katanya tertarik dengan pengalaman saya dan kebetulan dia sedang di Lombok dalam rangka liburan bersama keluarganya. Kami janjian lewat email bertemu pada bulan Oktober di sebuah rental internet di Mataram. Tentu saja pembaca, saya yang menentukan lokasinya di rental internet tersebut, karena hari itu saya masih harus membalas beberapa email yang ingin berkenalan denganku dan mencari tahu tentang pariwisata di Lombok. Pada hari Kamis, saya sudah stand by di rental tersebut, berdebar-debar juga rasanya saya menunggu Linda, seperti apa rupanya ya. Selamat pagi, Om namanya Andi khan? Ya, betul.. Ini Linda ya! tanya saya kembali padanya. Di hadapan saya sekarang adalah seorang ABG keturunan tionghoa yang cantik. Saya perkirakan umurnya baru 16 tahun, tinggi 160 cm, berat 47 kg dan berkulit putih mulus khas cina dengan rambut lurus sebahu, memakai baju hem ketat warna krem, celana jins hitam tiga perempat yang pas. Duduk di samping saya tampak mengintip CD-nya yang berwarna putih. Kontol saya langsung tegak bagaikan Monas melihat cewek cantik ini. Gimana khabarnya? tanyaku membuka percakapan sambil mempersilakannya duduk. Baik Om, senang rasanya liburan ke Lombok Oh ya? Udah kemana aja Linda? Ke pantai Senggigi, terus Suranadi dan tempat gerabah itu Terus Linda sekarang sama siapa? Sama Papa, Mama dan sepupu, Linda tinggal di Senggigi Beach Hotel Wah, asyik dong.. So pasti, tapi lebih asyik kalo diantar sama tour guide seperti Om Itu sich gampang Lin, yang penting ada komisinya lho canda saya. Tenang Om, dijamin nggak nyesel dech nganterin Linda Linda orangnya supel dengan senyumnya yang manis mirip artis mandarin dan aroma tubuhnya yang sangat wangi. Adik saya sudah nggak bisa diam nich. Ceritanya Om Andi tuch asli khan? Tentu saja asli lho, dari pengalaman pribadi Enak dong Enak apanya Lin? pancing saya mulai memepetkan tempat duduk. Ini baru kesempatan namanya. Asik khan pembaca, bisa berduaan sama abg yang tentu saja masih seger-segernya.. Gituannya lho.. jawabnya tersipu malu.

Emangnya Linda pernah gituan sama pacar? Ya.. Hampir pernah Hampir pernah gimana, nggak usah malu dech, ceritain dong Siapa tahu Om bisa bantu ujarku sambil tangan kiri saya merangkul pundaknya. Wah, Linda tampaknya nggak marah nich saya pegang pundaknya, berarti ada lampu hijau dong. Janji ya Om, nggak bilang siapa-siapa Janji dech saya menunjukkan tanda victory padanya. Gini Om, Tony pacar saya itu kalo udah nafsu cepat keluarnya, padahal Linda belum apa-apa Maksudnya.. tanyaku pura-pura bloon padahal tahu maksudnya. Iya, pas kontolnya Tony nempel di anunya Linda, udah keluar duluan Oh gitu, itu istilah kedokterannya ejakulasi dini Terus ngatasinya gimana dong Om Ya, Linda harus bisa foreplay dulu, maksudnya pemanasan gitu Ya udah Om, tapi Tony maunya terburu-buru en lagian mainnya kasar sich Linda mau Om bantuin? tanya saya yang sudah tidak lagi melihat isi layar monitor sejak tadi. Maksud Om..? Ya.. Gimana caranya foreplay Hus.. Om ini ngaco, Linda khan pacarnya orang Bukannya ngaco, Linda ya tetap pacarnya Tony, Om khan cuma memberikan petunjuk jawab saya sungguh-sungguh membujuknya agar mau foreplay, habis potongan tubuhnya itu, alamak geboy abis, mungkin rajin fitnes ya atau aerobic. Tapi.. Ada orang lho di sini Om, Linda khan malu Nggak ada orang di sini kok, sini Om pangku rayuku sambil menarik pinggangnya untuk duduk di pangkuan saya menghadap monitor komputer. Om.. Jangan.. celetuknya ragu dan canggung. Udah.. Atasnya doang kok, gimana? tanya saya sambil membuka dua kancing atas hemnya hingga kelihatan BH merahnya, tangan kanan saya langsung masuk meremas payudaranya. Ja.. Ngan.. Om.. Geli.. Gimana rasanya Lin.. En.. Ak.. Sst.. Mmh Linda kelihatannya sudah agak terangsang dengan permainan tangan saya, ditambah lagi ciuman saya yang mendarat secara tiba-tiba pada lehernya. Tangan kiri saya juga mulai aktif meremas payudaranya yang sebelah. Ciuman pada lehernya saya ubah jadi menjilat, jadi kedua tangan meremas dan kadang-kadang memelintir kedua putingnya itu yang makin lama makin mengeras. Mmh.. Mmh.. gumam Linda. Beberapa menit kemudian.. Udah.. Om.. Sst.. Udah.. tahan Linda sambil melepaskan saya dan merapikan bajunya. Ada apa Lin, contoh foreplay belum abis lho goda saya tersenyum. Mmh.. Iya sich Om, cuman nggak leluasa di sini Maunya Linda dimana? Tempat yang sepi orangnya gitu Saya lihat tempat rental internet itu sudah mulai ramai kedatangan pengunjung, mungkin Linda agak terganggu juga konsentrasinya. Gimana kalo di hotel aja Lin, di sana lebih tenang usulku. Iya dech.. Tapi jangan di Senggigi ya Om, jawabnya sambil tangannya mengandeng saya mesra. Oke, nanti OM cariin yang agak jauh dari Senggigi Dan kami pun check in di salah satu hotel yang agak jauh dari Senggigi, karena saya tahu Linda tidak mau ketahuan keluarganya, katanya dia bilang sama keluarganya mau ke rental internet selama 3 jam. Karena itu kami pergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Wah, di sini baru tenang nich kata Linda sambil memperhatikan hotel yang lumayan tenang karena tempatnya agak jauh dari Senggigi dan kota.

Nah, sekarang gimana? Mau nerusin caranya foreplay? Mmh.. Gimana ya Linda agak ragu kelihatannya. Wah, anak ini harus dirangsang lagi supaya mau foreplay, soalnya si buyung sudah tegak seperti pentungan pak satpam. Kemudian saya membuka kaos atas saya dan celana panjang jins hingga tinggal CD, sengaja saya membuka baju menghadap ke Linda. Wow.. Apaan tuch Om, kok kembung kata Linda sambil menunjuk ke kontol saya. Linda mau lihat punya Om ya Kutanggalkan semua celana dalam saya hingga saya bugil dan kelihatan kontol yang tegak itu. Wow.. Kontol Om bengkok dikit ya.. terheran-heran Linda melihat bentuk kontol saya. Ini baru asli lho Lin, tanpa pembesaran ujarku sambil mendekatinya. Tangan saya aktif membuka hem kremnya dan celana jins hitam tiga perempatnya. Sekarang tampak jelas BH merahnya dan CD putihnya yang cantik, pemandangan yang indah. Saya gendong Linda dan menaruhnya dengan lembut di sofa itu, kemudian saya mencium dan menjilat bibirnya serta tangan saya meremas payudara dan mencopot pengait BH-nya. Om.. isep.. sst.. susu.. nya.. Linda.. rengeknya meminta saya menghentikan ciuman dan beralih ke payudaranya, ciuman dan hisapan saya giatkan, kemudian puting itu saya gigit perlahan. Terr.. us.. Om.. sst.. sst.. rintihnya sambil memindahkan kepala saya pada payudaranya. Tangan kiriku mengusap payudara sebelah kiri dan tangan kanan saya masuk dalam CD-nya dan mengusap-usap vaginanya yang ditumbuhi bulu halus, kemudian saya masukkan jari keluar-masuk dengan lancar. Ouh.. Mmh.. Enak.. Om.. Nah.. Gitu.. Saya turun lagi mencium perutnya yang putih bersih, turun lagi mencium CD-nya yang mulai basah. Buka.. Aja.. Om.. Cepet.. Sst celotehnya yang sudah bernafsu sekali sambil membuka CD-nya. Sekarang terlihat jelas sekali vaginanya yang masih kencang dan saya jilat dengan pelan dan semakin ke dalam lidah saya menari-nari. Sst.. Terr.. Us.. Om.. Mmh.. rintihnya tak karuan sambil menjepit kepala saya. Beberapa menit saya permainkan vaginanya dan paha bagian dalam Linda yang sudah sangat basah sekali. Om.. Mmhmm.. Ganti.. Om.. Sstss Gantian gimana Lin.. goda saya sambil telentang. Gantian Linda isep kontolnya Om, tapi jangan keluar dulu ya Beres, nanti Om pakai kondom kok Mmh.. Linda tidak menjawab, soalnya sudah mulai menghisap kontol saya, pertama-tama cuma masuk setengah tapi lama-kelamaan masuklah semua kontol saya. Terr.. Us.. Lin.. Jilat.. perintah saya sambil memegang kepalanya dan mendorong pelan supaya kontol saya masuk semua ke mulutnya. Beberapa menit kami melakukan oral sex, Linda ternyata menikmati permainan itu. U.. Dah.. Lin.. Om.. Nggak tahan.. Nich Iya Om, Linda juga pengin ngerasain senggama gaya kuda ama kontolnya Om yang bengkok itu hi.. hi.. celotehnya tertawa sambil mengambil posisi menungging. Sabar ya Lin, Om pasang kondom dulu Kemudian setelah saya pasang kondom, saya masukkan ke vaginanya, tenyata meleset. Aduh.. Om.. Pelan.. Dong rintihnya kesakitan. Memang vagina Linda masih sempit kelihatannya dan posisi tersebut agak susah sich. Lin tolong bantuin pegangin kontol Om Sini Linda bantuin masukin tapi pelan ya Linda kemudian memegang kontol saya dan mengarahkan ke vaginanya dan saya dorong pelan, pelan tapi pasti dan bless.. masuk seluruhnya dengan dorongan saya yang terakhir agak keras. Aduh Om sakit Nggak apa-apa kok Lin, udah masuk kok

Sst.. Om.. Gini rasanya ya.. Sst.. Gi.. Mana.. Lin.. E.. Nak.. Sst.. Agak cepetan Om.. Sst Nahh.. Sst.. Gitu.. Genjotan demi genjotan saya giatkan sambil tangan kiri memegang perutnya dan tangan kanan memegang payudaranya. Plok.. Plok.. Plok.. Demikian kira-kira bunyinya. Kira-kira beberapa menit saya ngentot dengan Linda dengan posisi doggy style. Dan semakin lama semakin cepat. Ce.. Pat.. Sst.. Sst.. Om.. Aah.. Linda mau keluar nich rintihnya tertahan. Sa.. ma.. an.. Lin.. keluarnya.. sst.. yess.. jawab saya sambil mempercepat sodokan kontol saya. Sst.. Lin.. Da.. Sst.. Kel.. Uar.. Om.. Argh.. jerit Linda. Tiba-tiba tubuh Linda mengejang dan saya pun juga, akhirnya crot.. crot.. crot.. Keluar cairan putih dalam kondom saya, bersamaan dengan muncratnya cairan di vagina Linda. Tubuh kami pun lemas menikmati sensasi yang luar biasa itu. Trims ya Lin, rasanya gimana? tanya saya sambil mengecup pipinya. Enak sekali Om, baru kali ini Linda puas Gimana ML ama Om Andi Lin? tanya saya sambil mencium pipinya. Puas rasanya ke Lombok, dapat plusnya lagi katanya sambil ke kamar mandi dan beberapa menit sehabis mandi kemudian Linda sudah merapikan bajunya. Sampe besok ya, sehari lagi Linda pulang lho Okey, kapan ketemu lagi? Terserah Om dech, tapi jangan terlalu malam ya, nanti Papa curiga lho Gimana kalo jam 19.20 Om jemput? Okey dech, seperti biasa ya Maksudnya seperti biasa adalah, Linda kujemput pakai mobil sewaan di Senggigi, tapi agak jauhan. Karena jika ketahuan bapaknya khan bisa berabe. Pukul 19.30 Linda sudah berada dalam mobil bersama saya, dengan memakai rok jins span warna biru dipadu dengan kaos ketat warna putih selaras dengan warna kulitnya. Aduh mak, makin cantik aja nich ABG, pikirku. Kita kemana Om? Bandara Selaparang Ngapain ke sana? tanyanya heran. Udah nggak usah banyak tanya, nanti juga tahu Linda ama Papa cuma dikasih ijin satu jam lho Om Maka itu, Om mau kasih hadiah buat Linda Wah, terima kasih Om jawabnya sambil mencium pipi saya mesra. Saya pilih bandara itu agar bisa romantis dan bisa lebih pribadi, tahu khan pembaca maksud saya, he.. he.. he Setelah sampai di bandara, saya parkir mobil di tempat yang agak sepi, kebetulan juga kacanya hitam pekat. Saya ajak Linda pindah ke tempat duduk belakang mobil Kijang itu agar lebih leluasa kalau mepet-mepetan. Mana hadiahnya Om? tanya Linda tidak sabaran, karena tidak tahu apa hadiahnya. Om cuma mau kasih hadiah seperti kemaren selidik saya menunggu tanggapannya. Maksud Om? Iya, seperti yang Om ajarkan kemarin, nah itu hadiahnya, tapi Linda mau nggak? Idih, si Om maunya.. jawab Linda sambil tersipu. Bagi saya itu sudah cukup merupakan tanda setuju dari Linda hingga tanpa menunggu jawaban dari Linda, saya langsung mencium bibirnya dan tangan saya sudah mendarat pada pahanya. Saya elus-elus pahanya yang putih dan masih terbalut oleh jins biru yang sangat seksi hingga memperlihatkan lekuk-lekuk bodinya. Linda juga kelihatannya ingin menghabiskan malam terakhirnya bersama saya dengan tergesa-gesa membuka celana saya sampai separuh dan melahap kontol saya yang sudah kencang dari tadi. Teru.. Ss.. Lin.. perintah saya sambil membuka kaos dan BH putihnya yang berenda itu.

Mmh.. Mmbmnb.. celotehnya tidak jelas karena mulutnya penuh dengan kontol saya yang maju mundur dihisapnya dengan irama yang cepat. Ud.. Ahh.. Lin.. Om.. Mau.. Kel.. Uar.. Arghh.. Tiba-tiba Linda melepaskan kulumannya, dan berganti posisi dengan saya yang berjongkok dan Linda yang duduk sambil membuka rok spannya. Pemandangan yang sangat indah pembaca, Linda memakai CD kuning yang bergambar hati atau cinta. Ayo Om, jangan diliatin aja Ya.. jawab saya sambil mencium vaginanya yang masih terbungkus CD kuningnya, jilatan demi jilatan membuatnya geli hingga pinggulnya ke kiri ke kanan tak beraturan. Uda.. Hh.. Om.. Buka aja.. Sst.. mmh.. katanya menyuruh saya membuka celana dalamnya. Dengan dibantu Linda, saya membuka celana dalam beserta sok spannya hingga ia tinggal mengenakan BH saja. Vaginanya yang ditumbuhi bulu halus itu mengeluarkan aroma harum khas wanita, beberapa saat saya cium dan jilat pada bagian dalam vaginanya. Sst.. Arggh.. En.. Akk.. Om.. Nah gitu.. Sst Jil.. At.. Om.. Bagian yang itu.. Ya.. Sst.. pintanya pada saya yang membuatnya sangat terangsang. Sambil menjilat seluruh bagian vaginanya, tangan kanan saya masuk ke dalam BH-nya dan meremas payudaranya dengan lembut dan kadang-kadang memelintir putingnya yang sudah keras sekali. Ayo.. Om.. Sst.. Linda.. Nggak.. tahan.. Nih.. rintihnya memohon pada saya. Saya sudah mengerti maksudnya, Linda sudah sangat terangsang sekali ingin melepaskan hasratnya dengan segera. Kemudian saya berganti posisi dengan Linda saya pangku berhadapan dengan saya sambil membuka penutup payudaranya itu. Maka kami berdua sudah bugil di dalam mobil itu, untung saja keadaan bandara waktu itu belum terlalu ramai karena kedatangan pesawat masih lama. Pel.. Lan ya Om kata Linda sambil menggesek-gesekkan bibir vaginanya sebagai pemanasan dulu. Gimana Lin..? Udah Om, sekarang aja ajak Linda sambil memegang kontolku mengarahkannya pada lubang kemaluannya sambil saya juga menyodoknya pelan, kemudian pada akhirnya bless.. masuklah semua kontol saya. Arg.. Sst.. Mmh.. rintih Linda karena masuknya kontol saya yang kemudian maju mundur dengan lembut. Kontol saya serasa diremas-remas dalam lubang kemaluan Linda yang masih sangat kencang sekali, denyut-denyut yang menimbulkan rasa nikmat bagi saya dan tentunya juga Linda.

TAMAT. To be contibued @ www.ceritabf.info

Pengalaman Seks waktu SMA

O.. o.. dalam situasi seperti ini aku sebaiknya tidak memunculkan kepalaku. Untuk menghindari berbagai pertanyaan tentang uang yang pada kenyataannya sudah lenyap dari sakuku. Jadi kuteruskan saja berjongkok di bawah jendela luar kelas, berusaha untuk sedikit menikmati pemandangan sepeda-sepeda motor yang berjejer di depanku. Ra.. Ssshh..! kugerakkan telunjukku ke depan mulut. Hari berjongkok, memandangku dengan penuh tanya. Nih, rokoknya. Berapa pak? tanyaku sambil berbisik. Empat Surya, satu Marlboro. Sip.. ujarku sambil mengambil bungkusan plastik itu dari tangan Hari. Mengintip isinya sejenak, berusaha memastikan benda-benda yang terdapat di dalamnya. Ray, Marlboronya buat siapa? Ssshh! Ada deh. Raayy! Yaiks. Sebuah kepala muncul dari balik jendela. Lari!. Kudorong tubuh Hari dan segera mengambil langkah seribu. Wah, kebetulan sekali. Hehehe.. kutarik bibirku tersenyum, memandang wajah Yono yang berseri-seri melihat empat bungkus Surya di dalam kantung plastik di tangannya. Jadi? tanyaku kemudian. Beres. Jangan khawatir. Semua beres. Bagus. Ada apa, Ray? Kupandangi wajah gadis itu yang bertanya-tanya. Ehm, kuambil sikap serius, Aku ingin ngomong sama kamu. Masalah apa? Masalah bimbel kemarin? Bukan. Bukan, bukan itu. Lalu? matanya tampak bingung. Aku menyukai gerakan matanya. Jangan-jangan.. Hey, tenang. Aku tidak akan memperkosamu. Setidaknya detik ini. Susan tertawa mendengar selorohanku. Maklumlah, soalnya sekolah sudah mulai terlihat sepi. Bahkan Yono yang biasanya sibuk mengunci pintu-pintu kelas sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya. Tentu saja.

San, desahku perlahan. Hmm? Ehm lagi. Semoga berhasil. Good luck, Ray. Seperti yang mereka ucapkan kepadaku sebelum mereka.. Aku mau mencium bibir kamu. Sembunyi di balik jendela. Ha? mata gadis itu mendelik menatapku. Tenang, tenang. jangan memperlihatkan kegugupan. Maksud kamu, Ray? Lihat matanya. Lihat matanya. Tidak ada waktu mundur. Iya. Aku ingin mencium bibir kamu. Ngawur kamu. Udah ah, aku mau pulang. Stop! San, aku mohon jangan pergi dulu. Setidaknya dengar alasanku. Gadis itu menggigit bibir bawahnya sejenak dan terlihat menimbang-nimbang. Jadi, tanpa menunggu lebih lama kuletakkan telapak tanganku di atas lengannya, membuatnya sedikit terkesiap, terlihat dari pandangan matanya yang memandang ke sekeliling, seolah khawatir ada yang melihat. Dan tentu saja, ia tidak akan menemukan seorangpun. Ray. Yap, serang sekarang. Aku sebenarnya sudah lama menyukai kamu. Ha? Kutatap matanya dalam-dalam. Iya. Sejak pertama kali kamu pindah dari Bandung. Bohong. Gombal kamu. Dan gadis itu tidak menunjukkan gerakan hendak beranjak. Berarti aku telah berhasil melambungkannya walau sedikit. Untungnya ia tidak berkata kamu gila atau aku mau pulang, soalnya kata-kata seperti itu berarti penolakan. Aku serius. Gadis itu mengalihkan pandangannya dari tatapan mataku. Satu lagi bukti bahwa aku telah berhasil meraba sedikit sisi perasaannya. Bagaimana dengan Enni? Lalu Uca, May, dan.. Ini dia. Sebuah keragu-raguan atas penerimaan dalam hatinya. Kuletakkan tanganku di bibirnya, tidak terlalu menekan, hanya menyentuh. Jangan bicarakan yang sudah lalu. Aku juga perlu makan. Apalagi dengan menu baru yang segar. Bagaimana dengan kamu? Aku? matanya kembali membentur mataku. Susan menundukkan kepalanya. Aku kan hanya teman kamu, bukan seseorang yang terlalu penting dalam kehidupan kamu. Yah, jangan terlalu serius. Nanti jadi kaku. Fleksibel saja. Kuangkat lenganku, menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Yah, kupikir kita saling mencintai. Yee, gadis itu meruncingkan bibirnya yang manis, Siapa yang mencintai kamu? Nih dia. Bukannya kamu. Setelah kamu menerimaku menjadi pacarku. Ha? gadis itu mengangkat kepalanya, menatap senyuman penuh arti yang tersungging di bibirku. Nembak nih ceritanya? Jadi kamu nggak mau? Ya sudah. Aku bangkit berdiri dari bangku dan bersiap hendak pergi. Gadis itu masih terdiam di tempatnya. Ayo, katakan sesuatu, Cantik.

Ternyata tidak. Susan hanya terdiam, lalu bangkit berdiri. Shit. Oh, ya, kubalikkan tubuhku, Kalau kamu berubah pikiran dan menerimaku, katakan saja. Kamu tahu dimana menghubungiku. Gadis itu berhenti sejenak, dan menjatuhkan tubuhnya kembali di atas bangku. Ray, kamu membingungkan. Kena. Kudekati dia. Susan memegangi keningnya dengan tangannya. Wajahnya tampak berkerut kebingungan. Kusilangkan kedua lenganku di atas meja, menaruh kepalaku di atas lenganku, menatap keragu-raguan yang tersirat di wajah gadis itu. Kamu tidak percaya padaku? Bukan itu maksudku, Ray. Tapi.. Karena terlalu banyak wanita yang mengelilingiku? Kuangkat kepalaku dan mengecup keningnya. Membuatnya terhenyak sesaat. Aku tertawa memandangnya. Aku hanya bergurau. Lupakan saja. Alis mata gadis itu berkerut. Dasar kamu. Menyusahkan saja. Hahaha.. its part of the plan. Susan bangkit berdiri dan melangkah ke pintu. Aku menyusulnya dari belakang sambil tertawa-tawa. San. Susan menoleh, membalikkan tubuhnya dan merasakan dadaku yang bersentuhan dengan dadanya. Hangat. Empuk. Menggairahkan. Apa? tanyanya setelah melangkah sedikit mundur, wajahnya terlihat kemerahan, mungkin karena sikapku yang sama sekali tidak canggung bersentuhan dengannya. Aku serius saat aku bilang ingin mencium bibir kamu. Duh, lihat deh. Kamu semakin membingungkan. Memang, sengaja. Gadis itu paling lemah kalau sedang bingung. Mencuri. Itulah yang kulakukan saat kukecup bibirnya. Susan membelalakkan matanya, seolah tersengat oleh aliran listrik. Aku serius. Kamu..kamu kurang ajar. Nih, tampar. kusodorkan pipiku ke hadapannya. Dan demi Tuhan, gadis itu menamparku. Lumayan. Awas kalau kamu ulangi lagi. desis gadis itu. Marah. Kukembangkan senyumku, yang aku tahu pasti membuatnya semakin marah padaku. Dan memang itu tujuanku. Kalau hanya ditampar seperti tadi. Boleh dong keterusan. Jangan pernah mencoba. Kalau begitu, kenapa tidak lari? Toh pintu belum terkunci? Mengapa hanya menatapku dengan gusar sambil menggigiti bibirmu yang menggoda itu? Jadi, ya kutundukkan kepalaku dan mencuri satu kecupan sekali lagi dan tepat seperti dugaanku, gadis itu tidak menolehkan kepalanya menghindari kecupanku. Hanya memandang tidak percaya, dan mengayunkan lengannya sekali lagi. Bagaimana kalau dibelai saja? Dan ucapkan bahwa kamu mengijinkanku mencium bibirmu. ucapku setelah menahan lengannya dan menempelkannya di pipiku. Susan terdiam, kembali menggigiti bibir bawahnya. Kutarik lengannya dan meletakkannya di

pundakku, kutundukkan kepalaku dan mengecup bibirnya, kali ini lebih lama. Dan kulihat matanya terpejam, tubuhnya bergetar. Kecupan pertama? Pasti. Sesuai info. Kurasakan nafasnya yang terengah saat kukulum bibir gadis yang kini sudah kupeluk itu. Kulepaskan sejenak bibirku, Aku suka kamu. Gadis itu kembali memejamkan matanya saat bibirku menempel kembali. Belajar mencuri nafas saat berciuman memang susah untuk pertama kalinya. Dan aku tidak ingin menyulitkannya, jadi aku meletakkan kepalaku dalam posisi miring, memastikan ia tetap bisa menghirup udara dengan sesekali membuka mulutku. Gadis itu menikmatinya. Aku tahu itu. Gadis yang menikmati berciuman adalah gadis yang memejamkan matanya saat melakukan ciuman itu. Itu sudah pasti. Sementara aku justru membuka mataku lebar-lebar, menikmati dengan caraku sendiri. Professional, dont ever mess bussiness with pleasure. Seperti James Bond, dengan gadis-gadisnya. Susan meronta saat jemariku meraih baju belakangnya dan menariknya keluar. Ray, apa-apaan sih. desahnya sambil terengah di sela bibirku yang menempel di bibirnya. Let me touch you. desahku balik, menggerakkan tanganku menyusup ke balik bajunya, merasakan kulit punggungnya yang halus, menelusuri garis simetris punggungnya, meraba tali branya, dan menggerakkan jemariku berusaha melepaskan kaitannya. Susan meronta dalam pelukanku. Rupanya dia sedikit tersadar dari buaian perasaannya. Sudah, Ray. ia menggerakkan lengannya mengeluarkan lenganku dari bajunya, di saat jemariku masih berusaha melepaskan kaitan bra-nya. Aku tersenyum menatapnya. Mendudukkan diriku di atas meja, memandangi gadis itu yang sibuk membenahi bajunya. Lihat nih, kacau semua, gara-gara kamu. Lalu? Sini aku bantu masukin. ucapku sambil lalu. Seperti biasa, ucapan sambil lalu akan mendapat respons sambil lalu pula. Lagipula setelah aku berhasil mencium bibirnya, itu sudah memberikan kepercayaan tersendiri baginya. Susan menghampiriku dan membalikkan tubuhnya. Kuraih ujung bajunya dan mengeluarkan sisa tepian baju yang belum keluar. Ray! Susan membalikkan tubuhnya menatapku dengan gusar. Hehe. Kena lagi. Kuturunkan tubuhku dari atas meja, meraih kedua lengannya dan mendekatkannya ke arahku, menempelkan bibirku di bibirnya sebelum ia menyadari apa yang terjadi. Dan kali ini, tentu saja, tidak akan ada lagi rontaan yang berarti. Kali ini kugunakan lidahku menelusuri bibirnya, menggoda lidahnya untuk merespons gerakan lidahku. Matanya terpejam dan nafasnya terengah. Kulingkarkan lenganku ke punggungnya dan menekan tubuhnya ke tubuhku. Ray. Susan mendesah, sebuah desahan kepasrahan. Kususupkan lenganku ke balik bajunya, dan kali ini aku berhasil melepaskan kaitan bra-nya. Mata gadis itu masih terpejam. Nafasnya masih terengah. Kuraba dan kupijat tepian tubuhnya, pinggangnya. Tubuh gadis itu menggeliat ketika telapak tanganku menyentuh puting buah dadanya dari balik bajunya. Kutekan bibirku ke bibirnya, berusaha tetap membuainya dalam kenikmatan kecupanku. Sini, ikut aku. ucapku sambil menggapit lengannya. Susan tidak menolak. Lagipula bagaimana mungkin ia menolak? Setelah sedemikian kenikmatan yang kuberikan kepadanya? Kuajak ia ke sudut kelas, mengangkat tubuhnya dan setengah mendudukannya di pinggiran meja, menciumi bibirnya, dagunya, lehernya, sementara tanganku

bekerja melepas kancing-kancing bajunya. Ray. Sudah, Ray. Nanti ada yang lihat. Gadis itu terengah. Mana mungkin, pikirku membohongi diriku sendiri. Trust me. Satu lagi kata-kata ajaibku yang hanya dan harus keluar pada saat yang tepat, dan yang tidak pernah gagal. Kuteruskan membuka kancing bajunya. Kucium lehernya. Dan benar juga sesuai dugaanku. Dadanya putih dan mulus, dengan bentuk yang sungguh indah. Dugaan yang sering kami bahas (aku dan teman-temanku) saat kami asik mengintip dari balik celah baju gadis itu. Dan ini kenyataan, bukan sekedar dugaan. Kutelusuri dadanya dengan bibirku, Susan memandangi gerakan kepalaku, kutatap matanya yang penuh rasa ingin tahu. Ah. Susan mendesah saat bibirku menyentuh puting buah dadanya dan menghisapnya. Susan mengangkat kepalanya dan terengah-engah, jemarinya mencengkeram rambutku. Apakah ia kegelian? Itu satu pertanyaan yang belum pernah kuperoleh jawabannya sampai sekarang. Tentu saja, aku kan bukan wanita. Susan, desahku, Petting yuk. Waktu itu, sekitar 1996-1997, istilah petting sedang menjadi trend di kalangan anak muda. Dan aku juga mengetahuinya. Sangat mengetahuinya. Apa, Ray? Ini. Kutarik lengannya, dan meletakkannya di kemaluanku. Susan menarik lengannya. Sudah, Ray. Cukup. Shit. Jangan sekarang. Susan. Gadis itu memalingkan wajahnya dan terlihat marah. San, lanjutku sedikit mendesah, Lihat aku. Susan menggerakkan kepalanya dan menatapku. Itu salahnya. Kudekatkan wajahku, I touch you, and please touch me. Kucium bibirnya dengan lembut, berusaha memberikan ketenangan itu untuknya. Susan membuka matanya. Tidak, Ray. Please. Kutarik tangannya, menekannya ke bawah, ke arah kemaluanku. Susan berusaha melepaskan tangannya. Please. desahku di bibirnya. Susan memejamkan matanya, tangannya melemas. Kuletakkan tangannya di atas kemaluanku. Dipijat, desahku. Dan kurasakan gerakan jemarinya yang menekan setelah beberapa saat lamanya terdiam di atas kemaluanku yang mengeras di balik celana seragamku. Susan tertawa kecil. Keras, desisnya. Nah. Itu dia! Gadis manapun akan tertarik begitu sudah menyentuh benda itu, apalagi jika dalam kondisi on. Apalagi bila si gadis belum tahu apa-apa. Dan sekarang, Susan sudah melupakan penolakannya, yang pasti berganti dengan rasa ingin tahu. Kalau lunak, aku impoten dong. candaku sambil lalu. Susan tertawa lagi di bibirku. Kali ini gerakan jemarinya semakin pasti. Kurasakan rangsangan itu semakin mempengaruhiku. Tunggu, ujarku beberapa saat kemudian. Kuangkat tangannya. Susan menatap ingin tahu. Kususupkan ujung jemarinya ke dalam celanaku,

Dari dalam saja, lebih enak. Susan menggigit bibir bawahnya dan menekan jemarinya. Ngga bisa. Tentu saja tidak, dengan celana masih terpasang. Jadi dengan sedikit tersenyum geli kuraih kaitan celanaku dan membukanya. Kutekan tangan gadis itu sampai menyentuh kejantananku. Susan memandang dengan penuh perhatian. Itu suatu point yang penting. Gadis itu tidak akan merasa dirugikan apabila perhatiannya ditarik dengan suatu hal yang sama sekali baru baginya. Contohnya dengan menunjukkan padanya bagaimana kejantanan seorang lelaki dewasa yang sedang on. Ia tidak akan pernah menyadari bahwa kita para lelaki sangat-sangat menikmatinya. Jadi kesannya kita di bawah padahal kita jauh di atas. Hehe. Susan menyentuh batang kejantananku yang mengeras dengan sedikit malu, menggerakkan jemarinya, membuatku merasa sedikit geli. Bukan begitu caranya. Lalu? Kutarik retsleting celanaku, dan menarik celanaku ke paha. Kuturunkan bajuku ke bawah, dan kubuka celana dalamku. Jangan dilihat. Susan tertawa dan menunggu. Kuraih tangannya dan meletakkannya di batang kejantananku. Susan masih tertawa, Apa ini? Akupun ikut tertawa, tapi lebih condong mengerang nikmat saat tangannya menggenggam batang kejantananku dan menekan-nekan, terkadang menarik dan menelusuri bentuknya. Kudekatkan kepalaku dan berbisik di telinganya, Ini adikku. Susan memiringkan kepalanya, merasa geli di kupingnya. Kuraih dagunya dan mengecup bibirnya, Jangan dilihat. Susan tertawa kecil di bibirku. Jemarinya bergerak, memijat, dan terkadang menarik dengan ragu. Susan.. desahku dalam kenikmatanku. Kuangkat tubuhnya mendudukkannya di atas meja. Kuraih tepian rok seragamnya dan mengangkatnya melewati pahanya, sehingga pahanya membuka, dan kutahan pahanya dengan sisisisi pinggulku. Ray. Ssshh.. Kulumat bibirnya, dan kutempelkan lagi telapak tangannya yang sempat terangkat ke batang kejantananku. Susan menggeliat saat kumajukan pinggulku, sehingga ujung kejantananku menusuk celana dalamnya. Kulumat bibirnya semakin agresif. Kumaju mundurkan pinggulku, menusuk vaginanya melalui celana dalamnya, membuat Susan mendesah, terpejam, dan terengah. Susan.. ucapku di bibirnya, dibuka, ya? Susan melenguh dan alisnya berkerut. Yang penting ia tidak menolak ketika kumiringkan tubuhku dan kutarik celana dalamnya melewati kakinya. Kutarik rok gadis itu ke atas melewati pahanya dan kerenggangkan kakinya, melingkarkannya di pinggangku. Susan mendesah saat batang kejantananku menempel di kemaluannya. Kugerak-gerakkan pinggulku menggesek dan menekan permukaan vaginanya yang terasa basah, membuat Susan mengerang dan terengah. Tidak terlalu lama kemudian, pengaruh suasana mungkin menyebabkan aku sedikit hilang kontrol, otot-otot pinggulku menegang, kulepaskan tekananku dari permukaan vagina gadis di depanku. Kututup ujung kejantananku dengan telapak tanganku dan membiarkan spermaku membasahinya. Susan memandangku sambil terengah.

Jangan dilihat, ucapku setengah mengerang. Kututupi kejantananku dengan telapak tanganku dan mengenakan kembali celana dalamku. Susan mengamati segala tindakanku dengan penuh perhatian, sampai aku mengenakan celana seragamku kembali, dan menyodorkan celana dalamnya. Ini. Susan tertawa kecil dan meraih celana dalam di genggamanku. Jangan lihat. Hehehe.. Kubalik tubuhku sambil tersenyum dan mengambil tasku yang tadi kuletakkan di kursi depan. Ayo, San. kataku sambil menatap halaman sekolah yang terlihat lenggang. Mendadak sebuah lengan memeluk pinggangku dari belakang. Ray, bisik Susan di punggungku, barusan kita ngapain, ya? Kuputar tubuhku, mengecup bibir gadis itu perlahan. Pet-ting, ucapku lirih sambil tersenyum. Melepaskan pelukan si gadis dan berlari kecil menelusuri lorong kelas. Susan mengejarku dari belakang sambil tersipu-sipu. Gila, Ray. Iya, Ray. Lo dahsyat banget kemarin. Hehehe. Kutatap wajah-wajah temanku yang penuh kekaguman. Masa sih? Jadi berapa rekorku? Very mengangkat kepalanya dan menatap langit-langit kelas, Hmm..sekitar satu jam sepuluh menit. Aku berdecak kecewa. Kenapa, Ray? Sepertinya ada yang salah? Hari bertanya. Sesungguhnya.. Pelang bisa lima puluh tujuh menit.. Aku masih kalah dengan guruku, Pelang. Kakak kelasku, dua tahun di atasku, yang mengajariku bagaimana teknik mendapatkan gadis. Yang terpaksa menyerah saat aku memenangkan hati Enni dua tahun yang lalu. Yang pasti, ia akan tertawa apabila rekorku hanya satu jam sepuluh menit. Haahh.. kuhela nafasku. Teman-temanku tertawa, lagipula sesuai jawabanku atas tantangan mereka, tontonan segar sudah kusuguhkan kemarin. Dan Yono, si penjaga sekolah, yang tadi pagi menepuk punggungku penuh arti sesaat setelah aku melangkah melewati gerbang sekolah, sudah pasti ikut bergembira. Kapan aku dapat rokok gratis lagi? Jika ada tantangan yang lebih bermutu, tentunya. Seseorang menepuk pundakku. Kupalingkan wajahku, dan, Ray, uang kantinnya mana? Aku mengambil langkah seribu, meninggalkan Vina yang berteriak dan mengomel panjang lebar. Aku. Ray. Legenda hidup dari SMA-ku. Susan? Aku tidak perlu bertanggung jawab, bukan. Lagipula aku sudah mengatakan bahwa aku hanya bergurau ketika aku menembaknya. Yap. Susan sangat-sangat marah ketika mengetahui bahwa aku ternyata tidak mengakuinya sebagai pacar. Tapi marahnya tidak lama, karena aku tahu ia juga menikmatinya. Terbukti setelah dua minggu sejak kejadian itu, kami melakukannya lagi.

TAMAT. To be continued @ www.ceritabf.info

Cerita Ngentot Chika si gadis perawan

Hai pencinta Cerita Dewasa Indonesia! cerita sex kali ini terjadi sebulan yang lalu! gw akan cerita dari awal mengapa bisa terjadinya ngentot cewek perawan untuk pertama kalinya... Nama gw Wira , gw kuliah di salah satu university negri di Jakarta... gw punya temen kuliah di bagian Design di jakarta juga... namanya Chika ( bukan chika yang dari bandung lo ), umurnya 21 tahun, ukuran bra nya 33 B, perawakan tinggi 173cm, beratnya gw kurang tau pokoknya langsing, padat dan aduh hai montoknya! Cerita ini berawal sewaktu gw maen ke apartementnya... kebetulan chika anak orang kaya, ortunya punya apartment di malaysia... minggu pertama kita sering kali bertemu di mall, ato bioskop... kadang hanya sedikit nyerempet ngebahas ttg masalah cowoknya nah, suatu hari kita nonton midnight nich... ( santai bos, blum ada adengan dewasa 17tahun )... nonton nya ga seberapa seru, soalnya nonton 007 Quantum of Solace, awal nonton duduk masih biasa, tapi dah 1 jam lebih mulai dech duduknya menempel! kebetulan dudukan tangan pada kursi bisa diangkat, jadi mayan deh... kekekek... ga lama kemudian, chika minta di peluk, karena dingin nya AC di bioskop itu! yah gw pikir, kesempatan deh dalam kesempitan... tapi masih polos, gw pikir, yah namanya orang kedinginan butuh kehangatan... gw peluk deh... gw usap-usap tangannya ampe yang ada malah ade gw minta... celana dah sempit, kebetulan siska cuma pake hot pants, t-shirt ketat warna putih dan agak transparan!hihihi..jadi ngaceng lagi nyeritain kisah seks ini! setelah ampir 30 menit usap sana - sini, mulai deh, gw bilang: Chika, duduknya nyandar ke badan gw ajah, biar lebih angetsiska tanpa pikir panjang ato nolak, langsung duduk nyandar ke badan gw... rasanya nikmat bro... pas nonton, tiba-tiba Chika bunyi... uch....!!! gw tanya ada apa...? chika bilang: kok ada yang ngeganjel yah di pinggang belakang sayang, gw cuma minta maap, n bilang kalo paha gw gatel, jadi ga sengaja kecolok!hihihihihi... ( padahal Mr P gw udah ga tahan nich ) kejadian di bioskop cuma rangkul, peluk dan usap belaka kok... tapi karena hal itu, chika jadi beda ma gw... dari bioskop kita pulang jam 1.25 subuh... jalan ke rumahnya, kira-kira 25menitan!di deket rumahnya ( apartment ), ada hotel mesum aka hotel Short time, gw isenk nanya ma chika... gw boleh ga ikut tidur di rumah loe ka? klo ga gw belok sini deh, chika cuma bilang : cuma nginep yah wir, ga ngapain kan....?, ane cuma jawab: oke deh, nginep doank,ga ngapai ngapain kok saying!. Horaiiii akhirnya ada tanda2 bagus nich, bisa nginep!hehehehe. Apartementnya lantai 22, ada 1 ruang tidur, 1 dapur, 2 kamar mandi, dan 1 ruang tamu! pas sampai di sana, chika bilang: wir, gw bikin tugas akhir dulu yah, klo mo bobok, bobok ajah dulu... gw cuma bilang: okey sayang, tapi pengen di cium bobo dulu donk cinta... ( pura-pura manja!kekeke )... trus si chika bilang apaan sich, kayak anak kecil ajah, nanti kalau dah bobok, di cium di mimpi, katanya!hi mod : pasrah. ya udah gw tidur-tiduran di sofa, sebelah chika... chika ngerjain

tugasnya sampe jam 2.30 subuh... pas chika, mo matiin lampu, ehhh gw terbangun n pas lampu mati, gw langsung dia peluk dari belakang, dan gw cium bibirnya yg begitu mengoda.... chika ga bicara ato nolak sama sekali perlakuan gw, awalnya chika cuma diem dan kaget... tapi lama-lama permainan lidah pun terjadi!hihihi.... sesekali, chika mendesah... uhhhh... soalnya tangan gw juga pengen ikut ambil bagian di perut dan dadanya!pergulatan lidah terjadi sekitar 10menitan, dan chika bilang udah yah sayang... gw cuma bilang, tar lagi cinta... udah ga tahan nich... trus gw buka bajunya sedikit, dan chika buka semuanya!asoiiiiiii..akhirnya lampu hijau sudah terbuka! dan gw makin puas maenin toketnya yang montok dan aduhai... niples nya aduhai, sambil dibuka, ane plintirplintir, ane usap-usap, ane cium-cium ampe ane kulum-kulum tuch putingnya yg bewarna pink! tiap gw maenin putingnya, chika suka, uhhhh.... ahhhh.... ahhhhh.... lagi yang cepet.... ga sadar, kami pun dah di sofa tempat ane tiduran... posisi kami, dah kayak orang pacaran... chika tanpa busana, hanya g-string warna hitam! permainan lidah yang berulang dan permainan puting yang berkali-kali membuat gw ga tahan, dan meraba-raba bagian paha chika!chika cuma bilang: harus sopan yah...!!? , gw cuma senyum dan masuk deh tangan gw ke dalam g-string nya yang wow bikin kontol gw ngaceng ... gw usap2 dan raba dan sedikit tekan lubang memeknya... sesekali chika merintih, ohhhhhh...... mendengar itu smua, ngebuat gw makin semangat... Akhirnya ane buka seluruh CD g-string nya dan gw jilatin tu memek ampe si chika merintih, wirr ga tahan...... ooohhhhh.... oooh........ gw juga ga tahan, akhirnya gw buka celana panjang dan boker gw, dan chika jilatin deh kontol gw juga, dah kayak posisi 69 deh maknyus banget.... akhirnya kontol udah kepingin langsung masuk tu ke memeknya si chika bugil!trus gw arahin ke mulutnya... pas kontol gw ada di mulutnya ganti posisi, ane tiduran dan chika merangkak, mengulum kemaluan gw... akhirnya sekitar 8 menit di kulum, ane muncrat deh di mulutnya... chika cuma bilang: kok asin sich, tapi enak... mau lagi donk sayang ane cuma bilang dalam hati, wah gawat, musti cepet recovery nich... ambil gw recovery, gw n chika istirahat bentar, ambil minum dan usap-usap doank tu kulit mulusnya... trus chika cerita, dulu tiap kali jadian, mantan-mantannya selalu minta ML alias ngentot ma dia, tapi chika tolak dan putusin, tapi skarang chika malah lakuin sama gw! nah, gw cuma bilang, hihihi chika cuma ketawa dan senyum... akhirnya.....chika buka tuh pahanya.... arahin kontol gw ke lubang merah muda memeknya... trus gw bilang: masih perawan kan sayang? , chika jawab masih, jadi jangan crot di dalem yah sayang, di mulut lagi ajah, takut hamil... tuturnya dengan kepolosannya, dan kebetulan gw ga suka ngentot pake kondom... jadi gw masukin pelan-pelan tuch senjata andalan gw... sedikit demi sedikit rintihan dari mulut imoet chika keluar, dan mulai mengeras... matanya terbelalak dan giginya menggigit bibir bagian bawahnya, ane tanya: sakit ya sayang? klo sakit bilang yah!, chika cuma senyum..... akhirnya setelah ampir 4 menit ane pelan-pelan ane dah masuk 1/5 dan coblos deh dinding nya... pas chika di coblos, ada sedikit rintihan dan teriakan... uhhhhhhh sakiiiiit..... opsttttttttt..... ahhhhhhhhhhh......... pas dah di dalam, ane diem sejenak, terasa tiap dinding memompa kontol gw... rasanya enak dan nikmat bener bener maknyus ni ngentot si chika perawan, akhirnya ane posisi tiduran dan chika duduk di atas ane... dan mulai deh... one, two, three.... mainkan.... chika main kuda-kudaan di atas gw, dan mulai dari bunyi-bunyi aneh.... aaaaaaaahhhhh..... ooooohhhhh..... aaaaahhhhhh..... dan ga lama kemudian, basah deh.... ternyata chika masturbasi duluan.... trus gw telentangin tu si chika, dan ane genjot terus sampe toketnya ngenceng dan nafasnya engos engosan... gw cium dan akhirnya ane semprotkan tu sperma gw di dalem memeknya! chika, cuma nangis dan senyum, soalnya baru pertama kali ML dan keperawanan nya gw embat!chika dan ane tertidur ampe jam 9 pagi! dan pagi-pagi ane mandiin tu si chika...

mandi berdua juga... trus ane buka in situs gw bilang sama chika, ada cerita horor, seru mau baca ga...? (kebetulan chika seneng film horor ), chika bilang mau donk sayang ( padahal ane bukain ttg cerita ngentot dewasa 17 tahun! Trus gw bilang, baca dulu ya ntar kasi comment! Trus pas chika baca, matanya bingung dan pas ane lagi sarapan, chika kok kayak merem melek sendiri!hihihihi.. trus sesekali bunyi ahhh... ternyata oh ternyata, chika terangsang, tangan nya masuk ke dalam CD dan usap2 sendiri tu mekinya setelah sarapan ane tanya ma chika, mau ngentot lagi saying? chika cuma senyum dan bilang, coba lagi yah kayak di cerita dewasa 17 tahun... kayaknya asik... dan akhirnya chika mulai terangsang deh... dan ane maenin tiap game dengan memberi bacaan seru dari ceritaindonesia.info! cerita sex ini sampai sekarang masih terus terjadi setiap hari! Chika ohh chika sunguh indahnya dunia ini setelah ngentot denganmu dan untuk pertama kalinya ngedapatin gadis perawan!

TAMAT. To be continued @ www.ceritabf.info

Kamu juga bisa berlangganan Cerita Seks lainnya yang akan dikirim ke email kamu tiap kali ada update cerita terbaru dari www.ceritabf.info !! ATAU Kunjungi website nya untuk download ebook edisi lainnya (GRATIS)