Anda di halaman 1dari 5

PENDAHULUAN y Bunga merupakan salah satu alat perkembangbiakan (organum reproductivum) generatif khususnya pada tumbuhan biji.

Artinya, sebelum tumbuhan tersebut mati, padanya telah dihasilkan bunga yang nanti akan dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Mekanismenya secara singkat adalah y y Bunga.....> persarian dan pembuahan (generatif).....> buah.....> biji.....> tumbuhan baru Bunga pada hakekatnya merupakan hasil perkembangan dari organ-organ utama.

Organ-organ utama tersebut adalah batang dan daun. y Bunga dapat muncul dari kuncup bunga (alabastrum atau gemma florifera) dan merupakan penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan

, sehingga pada bunga dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan dan akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan. y y y Batang yang tunasnya mengalami perubahan bentuk menjadi bunga biasanya terhenti pertumbuhannya, menjadi tangkai dan dasar bunga. Daun-daunnya sebagian tetap bersifat seperti daun, hanya bentuk dan warnanya berubah dan sebagian lagi mengalami metamorfosis, mendukung bunga yang terbentuk. Berdasarkan letak dan susunan bagian-bagiannya, bunga dibedakan menjadi: - Bunga yang bagian-bagiannya tersusun menurut garis spiral (acyclis), misal bunga cempaka (Michelia champaka L.) - Bunga yang bagian-bagiannya tersusun dalam lingkaran-lingkaran (cyclis), misal bunga terong (Solanum melongena L.) dan bakung (Hymenocallis littoralis Salisb.) - Bunga yang sebagian bagian-bagiannya duduk dalam lingkaran dan sebagian lain terpencar atau menurut garis spiral (hemicyclis), misal bunga sirsat (Annona muricata L.)

Sebagai penghasil alat perkembangbiakan, bunga memiliki penyesuaian untuk melaksanakan tugasnya tersebut. Penyesuaiannya berupa sifat-sifat bunga yang khas yang menjadi tanda pengenal tumbuhan paling utama y Sifat-sifat khas bunga yang menarik: - Bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya - Warnanya - Baunya - Ada dan tidaknya madu ataupun zat lain

JUMLAH DAN TATA LETAK BUNGA PADA TUMBUHAN:

Berdasarkan jumlah bunganya, tumbuhan dibedakan menjadi : - Tumbuhan berbunga tunggal (planta uniflora) - Tumbuhan berbunga banyak (planta multiflora) Berdasarkan tempatnya pada tumbuhan, bunga dibedakan menjadi: - Bunga pada ujung batang (flos terminalis), umumnya pada tumbuhan berbunga tunggal, misal bunga coklat (Zephyranthus rosea Lindl.) dan kembang merak (Caesalpinia pulcherimma Swartz.) - Bunga di ketiak daun (flos lateralis atau flos axilaris), misal pada kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) dan kembang telang (Cliteria ternatea L.) Pada tumbuhan berbunga banyak, bunganya dapat : - Terpencar atau terpisah-pisah (flores sparsi), misal pada kembang sepatu - Berkumpul membentuk suatu rangkaian dengan susunan yang beraneka ragam. Disebut bunga majemuk (anthotaxis atau infloroscentia), misal pada kembang merak.

BUNGA MAJEMUK y Pada suatu bunga majemuk lazimnya dapat kita bedakan bagian-bagian berikut : A. Bagian-bagian yang bersifat seperti batang atau cabang, yaitu: - Ibu tangkai bunga (pedunculus, pedunculus communis atau rhachis), yaitu bagian yang biasanya merupakan terusan batang atau cabang yang mendukung bunga majemuk. - Tangkai bunga (pedicellus), yaitu cabang ibu tangkai yang mendukung bunganya - Dasar bunga (receptaculum), yaitu ujung tangkai bunga yang mendukung bagian-bagian bunga lainnya B. Bagian-bagian yang bersifat seperti daun, yaitu : - Daun-daun pelindung (bractea) yaitu bagian-bagian serupa daun yang pada bagian ketiaknya melekat pada cabang ibu tangkai atau tangkai bunganya - Daun tangkai (bracteola), yaitu satu atau dua daun kecil yang terdapat pada tangkai bunga ~ pada tumbuhan dikotil terdapat dua daun tangkai yang letaknya tegak lurus pada bidang median ~ pada tumbuhan monokotil terdapat satu daun tangkai yang letaknya di dalam bidang median di bagian atas tangkai bunga - Seludang bunga (spatha), yaitu daun pelindung yang besar yang seringkali meneylubungi seluruh bunga majemuk saat belum mekar, misal pada bunga kelapa (Cocos nucifera L.) dan iles-iles (Amorpophallus variabilis Bl.) - Daun-daun pembalut (bractea involuclaris, involucrum), yaitu sejumlah daun-daun pelindung yang tersusun dalam suatu lingkaran, misal pada bunga matahari (Helianthus annuus L.) - Kelopak tambahan (epicayx), yaitu bagian-bagian serupa daun yang berwarna hijau, tersusun dalam suatu lingkaran dan terdapat di bawah kelopak, misal pada bunga kembang sepatu, kapas (Gossypium sp.) - Daun-daun kelopak (sepalae) - Daun-daun mahkota atau daun tajuk (petalae)

Daun-daun tenda bunga (tepalae), jika kelopak dan mahkota sama bentuk dan warnnya Benang-benang sari (stamina) Daun-daun buah (carpella)

Ibu tangkai bunga bisa saja tidak bercabang dan tidak berdaun dan dinamakan sumbu bunga (scapus). Sedangkan ibu tangkai yang bercabang masing-masing berbeda cara percabangannya yang mempengaruhi urut-urutan mekarnya masing-masing bunga. Bertalian dengan sifat-sifat itu, bunga majemuk dibedakan menjadi: a. Bunga majemuk tak berbatas (inflorescentia racemosa, infloroscentia botryoides atau inflorescentia centripetala), yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak dan mempunyai susunan acropetal (semakin muda semakin dekat dengan ujung ibu tangkai), bunganya mekar berturut-turut dari bawah ke atas. Misal pada kembang merak dan mangga (Mangifera indica L.) b. Bunga majemuk berbatas (inflorescentia cymosa atau infloroscentia centrifuga, inflorescentia definita), yaitu bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga sehingga ibu tangkai pertumbuhannya terbatas. Begitu pula dengan cabang-cabangnya. Bunga yang mekar lebih dulu ialah bunga yang terdapat di ibu tangkainya (jika dilihat dari atas, dari tengah ke pinggir) Berdasarkan jumlah cabang pada ibu tangkai, bunga majemuk berbatas dibedakan menjadi:

Monochasial, jika ibu tangkainya hanya mempunyai satu cabang, terkadang dua cabang tapi tidak pernah berhadapan dan satu lebih besar dari yang lain. Begitu setrusnya terjadi pada cabang yang besar. Ditemukan pada tumbuhan monokotil seperti kapas Dichasial, jika dari ibu tangkai keluar dua cabang yang berhadapan. Terdapat pada tumbuhan dengan bunga berbibir (Labiateae) Pleiochasial, jika dari ibu tangkai keluar lebih dari dua cabang pada satu tempat yang sama tingginya pada ibu tangkai tadi, misal pada bunga oleander (Nerium oleander L.) c. Bunga majemuk campuran (inflorescentia mixta), yaitu bunga majemuk yang memperlihatkan baik sifat-sifat bunga majemuk terbatas maupun yang tak berbatas

Bunga Majemuk Tak Berbatas 1. Ibu tangkai tidak bercabang-cabang, sehingga bunga (bertangkai atau tidak) langsung terdapat pada ibu tangkainya. - Tandan (racemus atau botrys), ibu tangkai bercabang dan masing-masing cabang mendukung satu bunga pada ujungnya, misal pada kembang merak. - Bulir (spica), seperti tandan tapi bunga tidak bertangkai, misalnya bunga jarong (Stachytarpheta jamaicensis Vahl.)

Untai atau bunga lada (amentum), seperti bulir tapi ibu tangkai hanya mendukung bugabunga yang berkelamin tunggal, dan runtuh seluruhnya (bunga majemuk yang mendukung bunga jantan, yang betina menjadi buah), misal pada sirih (Piper betle L.) Tongkol (spadix), seperti bulir tapi iibu tangkai besar, tebal dan sering kali berdaging, misal pada iles-iles, jagung (Zea mays L.), tetapi hanya bunga yang betina. Bunga tongkol seringkali memiliki seludang bunga yang indah dan menarik warnanya, selain sebagai daya tarik juga berfungsi sebagai perangkap serangga yang mendekatinya. Bunga betina terdapat di bagian atas dan bunga jantan di bagian bawah, dan seringkali di antaranya terdapat bunga-bunga yang mandul, seperti pada iles-iles dan suku Araceae lain pada umumnya. Bunga payung (umbella) , Terdapat pada suku Umbelliferae, misal daun kaki kuda (Centella asiatica Urb.) Adapula bunga payung majemuk yang cabang-cabang ibu tangkainya mengulang percabangan seperti pada ibu tangkainya, misal pada wortel (Daucus carota L.) Bunga cawan (corymbus atau anthodium. Bunga cawan ada dua macam, yaitu: ~ bunga pita (flos ligulatus) ~ bunga tabung Contohnya bunga matahari Bunga bongkol (capitulum), Umumnya terdapat pada suku Mimosaceae, misal lamtoro (Leucanea glauca Benth.), petai (Parkia speciosa Hassk.), sikejut (Mimosa pudica L.) Bunga periuk (hypanthodium), terdapat dalam dua bentuk ~ ujung ibu tangkai menebal, berdaging, mempunyai bentuk seperti gada, sedang bungabunganya terdapat meliputi seluruh bagian yang menebal tadi. Daun-daun pembalut tidak ada, misal pada keluwih (Artocarpus communis Forst.), nangka (Artocarpus intgra Merr.) ~ Ujung ibu tangkai menebal berdaging, membentuk badan menyerupai periuk dan di situlah terletak bunga-bunga. Misal pada lo (Ficus glomerata Roxb.), awar-awar (Ficus septica Burm.) dan marga lo (Ficus sp.) umumnya

2. Ibu tangkai bercabang-cabang dan cabang ibu tangkai kemudian bercabang lagi sehingga bunga tidak terdapat pada ibu tangkainya. - Malai (panicula) , misal bunga mangga (Mangifera indica L.) - Malai rata (corymbus ramosus) ,misal bunga soka (Ixora glandifora Zoll. Et Mor.), Kirinyu (Sambucus javanica Bl.) - Bunga payung majemuk (umbella composita), misal pada wortel dan adas(Foeniculum vulgare Mill.) - Bunga tongkol majemuk, Contohnya kelapa (Cocos nucifera L.) dan palma (palmae) umumnya. - Bulir majemuk, misalnya bunga jagung yang jantan dan bunga berbagai jenis rumput (Gramineae) BUNGA MAJEMUK BERBATAS 1. Anak payung menggarpu (dichasium), pada ujung ibu tangkai terdapat satu bunga. Di bawahnya terdapat dua cabang berhadapan yang sama panjang dan masing-masing mendukung satu

2.

3.

4. 5.

bunga pada ujungnya. Bunga yang lebih dulu mekar adalah bunga pada ujung ibu tangkai. Misal pada bunga melati (Jasminum sambac Ait.). Terkadang cabang ibu tangkai bercabang lagi seperti percabangan sebelumnya sehingga terbentuk anak payung majemuk, seperti pada Clematis. Bunga tangga atau bunga bercabang seling (cincinnus), ibu tangkainya bercabang, cabangcabangnya bercabang lagi, tetapi setiap kali bercabang hanya satu cabang dan arahnya bergantiganti ke kiri dan ke kanan. Misal pada buntut tikus (Heliotropium indicum L.). Adapula bunga majemuk yang susunannya satu bunga betina dikelilingi lima bunga bercabang seling, masingmasing terdiri atas empat bunga jantan. Susunan tersebut dinamakan cyathium. Bunga sekrup (bostryx), mirip dengan bunga bercabang seling, tapi antar cabang membentuk sudut 90 sehingga jika kita mengikuti arah percabangan, kita akan mengadakan gerakan seperti sekrup. Misal pada bunga kenari (Canarium commune L.) Bunga sabit (drepanium), seperti bunga sekerup tapi percabangan hanya pada satu bidang sehingga membentuk sabit. Misal pada tumbuhan suku Junacaceae Bunga kipas (rhipidium) seperti bunga bercabang seling hanya saja percabangan tidak sama panjang sehingga pada bentuk akhirnya cabang-cabang terdapat pada tempat yang sama tingginya, seperti pada tumbuhan suku Iridaceae

BUNGA MAJEMUK CAMPURAN Contoh pada bunga soka (Ixora paludosa Kurz) seluruhnya merupakan malai rata, namun bagianbagiannya berupa anak payung menggarpu. Contoh lain pada bunga kenari (Canarium commune L.) mempunyai susunan seperti malai tapi ujungnya berupa sekrup. LAIN-LAIN TIPE BUNGA MAJEMUK 1. 2. 3. 4. Gubahan semu atau karangan semu (verticillaster) Lembing (anthela) Tukal (glomerulus) Berkas (fasciculus)