100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan9 halaman

Bunga Majemuk

Laporan praktikum ini membahas karakteristik bunga majemuk pada empat spesies tanaman. Dibahas ciri-ciri umum bunga majemuk seperti bentuk, tipe, dan bagian-bagiannya. Dilakukan pengamatan terhadap bunga majemuk pada tanaman kertas, euphorbia, kelengkeng, dan jambu bol untuk mengetahui karakteristiknya seperti apakah bersifat terbatas atau tidak, susunan cabang, dan gambaran umum struk

Diunggah oleh

Muhammad Fajar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan9 halaman

Bunga Majemuk

Laporan praktikum ini membahas karakteristik bunga majemuk pada empat spesies tanaman. Dibahas ciri-ciri umum bunga majemuk seperti bentuk, tipe, dan bagian-bagiannya. Dilakukan pengamatan terhadap bunga majemuk pada tanaman kertas, euphorbia, kelengkeng, dan jambu bol untuk mengetahui karakteristiknya seperti apakah bersifat terbatas atau tidak, susunan cabang, dan gambaran umum struk

Diunggah oleh

Muhammad Fajar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM MORFOLOGI TUMBUHAN

KARAKTERISTIK BUNGA MAJEMUK

NAMA : RINESHA AZZAHRA


NIM : 17308144037
KELAS : BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
KARAKTERISTIK BUNGA MAJEMUK
TUJUAN:
1. Mengetahui ciri umum Bunga Majemuk.
2. Mengetahui berbagai bentuk dan tipe Bunga Majemuk dan bagian-bagiannya.
Prinsip dasar:
Bunga adalah alat pembiakan Angiospermae. Terdapat dua jenis bunga yaitu bunga
uniseksual dan bunga biseksual.bunga uniseksual yaitu jika pada suatu bunga hanya ada salah
satu jenis alat pembiakan, disebut bunga jantan dan betina sedangkan bunga biseksual yaitu jika
pada satu bunga hadir kedua jenis alat pembiakan, berarti bunga jantan dan betina gabung dalam
satu bunga (Tjitrosoepomo,Gembong.2013:120).
Suatu bunga majemuk harus dapat dibedakan cabang-cabang yang mendukung sejumlah
bunga di ketiaknya. Pada suatu bunga majemuk sumbu yang mendukung bunga-bunga yang
tidak lagi berguna sebagai alat untuk asimilasi. Walaupun demikian menurut kenyataannya
seringkali tidak mudah untuk membedakan suatu bunga majemuk dari cabang yang mempunyai
bunga-bunga di ketiaknya (Tjitrosoepomo,Gembong.2013:124).
Pada suatu bunga majemuk lazimnya dapat dibedakan bagian-bagian berikut:
1) Bagian-bagian yang bersifat seperti batang atau cabang, yaitu:
1. Ibu tangkai bunga (pedunculus)
2. Tangkai bunga (pedicellus)
3. Dasar daun (receptaculum)
2) Bagian-bagian yang bersifat seperti daun:
1. Daun-daun pelindung (bractea)
2. Daun tangkai (bracteola)
3. Seludang bunga
4. Daun pembalut (bracteole involucralis)
5. Kelopak tambahan (epicalix)
6. Daun kelopak (sepalae)
7. Daun mahkota/ tajuk (petalae)
8. Daun tenda bunga (tepalae)
9. Benang sari (stamina)
10. Daun buah (carpella)

Pada bunga majemuk ibu tangkainya ada yang dapat mengadakan percabangan dan ada
pula yang tidak. Ibu tangkai bunga yang tidak bercabang dan tidak berdaun sering disebut sumbu
bunga (scapus). Ibu tangkai yang bercabang memperlihatkan cara percabangan yang bermacam-
macam, selain itu jumlah cabang, dan panjangnya jika dibandingkan dengan ibu tangkai serta
susunan cabang-cabang berpengaruh pula terhadap urutan mekarnya masing-masing bunga pada
suatu bunga majemuk. (Tjitrosoepomo,Gembong.2013:127).
Oleh karena itu bunga majemuk dapat dibedakan dalam 3 golongan yaitu :

A. Bunga majemuk tak terbatas (inflorescentia racemusa botryoides centripetala)


Bunga majemuk tak terbatas terbagi menjadi dua, yaitu:
a. Ibu tangkainya tidak bercabang-cabang sehingga bunga (bertangkai atau tidak) langsung
terdapat pada ibu tangkainya, seperti:
1. tandan, bunga bertangkai nyata pada ibu tangkainya, contohnya kembang merak
2. Bulir, seperti tandan tapi bunga tidak bertangkai contohnya bunga jarong
3. untai, seperti bulir tetapi ibu tangkai hanya mendukung bunga-bunga yang berkelamin
tunggal dan runtuh seluruhnya, hanya mendukung bunga jantan dan betina menjadi buah,
contohnya sirih.
4. Tongkol, seperti bulir tapi ibu tangkainya besar tebal seringkali berdagingcontohnya
pada bunga iles-iles.
5. Bunga payung, bunga yang dari ujung ibu tangakai nya mengeluarkan cabang-cabang
yang sama panjang, seperti daun-daun pembalut contohnya daun kaki kuda
6. Bunga cawan , suatu bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya lalu melebar dan merata
sehingga mencapai seperti cawan. Bunga cawan lazimnya dibagi menjadi dua yaitu:
a) Bunga pita , bunga yang mandul terdapat sepanjang tepi cawan.
b) Bunga tabung, bunga yang terdapat diatas cawannya sendiri, sering kali berbentuk seperti
tabung. Contoh bunga cawan ini ialah bunga matahari.
7. Bunga bongkol , bunga majemuk yang menyerupai bunga cawan , tetapi tanpa daun-daun
pembalut dan ujung ibu tangkainya biasanya membengkak sehingga membentuk seperti
bola. Contohnya pada lamtoro
8. Bunga periuk bunga ini dibedakan menjadi dua bentuk yaitu.
a) Ujung ibu tangkainya menebal , berdaging mempunyai bentuk seperti gada, sedangakan
bunga-bunga yang terdapat meliputi seluruh bagian yang menebal sehingga mencapai bentuk
bulat contohnya pada keluwih
b) Ujung ibu tangakai menebal berdaging, membentuk badan menyerupai periuk, sehingga
bunga yang semestinya terletak padanya, contohnya awar-awar.
c) ibu tangakai bercabang-cabang dan cabang-cabangnya dapat bercabang lagi, sehingga bunga-
bunga tidak terdapat pada ibu tangkai, seperti berikut ini:Malai , ibu tangkainya mengadakan
percabangan secara monopodial, demikian pula cabang-cabangnya sehingga dinamakan
dengan suatu tandan majemuk, terkadang bentuknya seperti kerucut atau limas, misalnya
pada mangga.
d) Malai rata, ibu tangkainya mengadakan percabangan demikian pula seterusnya tetapi cang-
cabangnya mempunyai sifat sedemikian rupa seakan-akan bunga majemuk ini terdapat pada
suatu budang datar atau agak melengkung seper   ti pada asoka.
e) Bunga payung majemuk, yaitu suatu bunga payung yang bersusun dapat pula dikatakan
sebagai bunga payung, pangkal percabangan pertama terdapat daun pembalut demikian juga
cabang berikutnya hanya terdapat daun-daunnya lebih kecil, misalnya pada wortel.
f) Bunga tongkol majemuk, bunga bonggol yang ibu tangkainya bercabang-cabang yang setiap
cabangnya tersusun seperti tongkol. Contohnya pada kelapa dan palma.
g) Bulir majemuk, jika ibu tangkai bunga bercabang-cabang dan setiap cabangnya mendukung
bunga-bunga seperti bulir, contohnya pada bunga jagung yang jantan.
(Tjitrosoepomo,Gembong.2013:130-136).
B. Bunga majemuk berbatas (inflorescentia cymosa centrifuga defitina)
1. Anak payung mengarpu, pada ujung ibu tangkainya terdapat satu bunga, dibawahnya
terdapat dua cabang yang sama panjang yang mendukung buynga pada ujungnya
contohnya pada bunga melati. Ada pula ketika anak payung bercabang lagi seperti
bentuk anak payung menggarpu yang majemuk seluruhnya terdiri atas tuju bunga,
contohnya pada clematis.
2. Bunga tangga atau bunga bercabang seling, suatu  bunga mejemuk yang ibu
tangkainya bercabang dan selanjutnya cabangnya bercabang lagi tapi setiap kali
bercabang hanya berbentuk satu cabang saja yang arahnya kekiri dan kekanan
contohnya pada bunga buntut tikus.
3. Bunga sekerup, ibu tangkainya bercabang-cabang taetapi pada setiap cabang hanya
membentuk satu cabang yang semuanya terbentuk kekiri atau kekanan, dan cabang
yang satu berturut-turut membentuk sudut 900, sehingga arah percabangannya seperti
spiral atau sekerup contohnya pada bunga kenari.
4. Bunga sabit, seperti bunga sekerup tapi semua percabangan terletak pada satu
bidang  seperti tumbuhan suku juncaceae.
5. Bunga kipas, seperti bunga bercabang seling semua percabangan terletak pada satu
bidang yang tidak sama panjang, sehingga bunga majemuk tersebut berada ditempat
yang sangat tinggi, contohnya pada suku iridaceae.
(Tjitrosoepomo,Gembong.2013:136-138).

C.  Majemuk campuran (inflorescentia mixta).


Merupakan campuran antara sifat-sifat bunga majemuk berbatas dan tidak berbatas
misalnya bunga johar.

Lain-lain tipe bunga majemuk


a) Gubahan semu atau karangan semu, pada bunga ini tampaknya seperti ibu tangkai
berbuku-bukunya terdapat sejumlah bunga yang tersusun berkarang melingkari buku-
buku, misalnya pada tumbuhan remujung.
b) Lembing, jika cabang-cabang ibu tangkainya yang sebelah bawah jauh lebih panjang dari
pada ibu tangkai dan cabang-cabang yang diatasnya terdapat padajuncus dan luzula.
c) Tukal, bunga majemuk yang bersifat berbatas yang terdiri atas kelompokan bunga-bunga
kecil tidak bertangkai yang tersusun rapat pada cabang-cabang bunga mejemuknya
misalnya pada rami.
d) Berkas, bunga majemuk yang umumnya bersifat berbatas dengan ibu tangkai yang
pendek bunga lebih besar dari pada tukal tangkai tidak sama panjang, warnanya menarik
misalnya pada jadam (Rhoeo Discolor Hance).
(Tjitrosoepomo,Gembong.2013:138).

Bahan:
1. Alat Tulis
2. Tanaman Bunga Kertas(Cosmos caudatus)
3. Tanaman Euphorbia(Euphorbia mili)
4. Tanaman Bunga Kelengkeng (Dinocarpus longans)
5. Tanaman Jambu Bol (Syzydium malaccense)

Posedur kerja:
1. Amati bagian-bagian bunga majemuk
2. Amatilah tipe bunga majemuk tersebut
3. Amati benuk bunga majemuk
4. Catat dan gambarlah bunga majemuk sesuai pengamatan

Hasil Pengamatan

No Tanaman Karakteristik Gambar


1. Tanaman Bunga Kertas  Meupakan bunga tak
(Cosmos caudatus) terbatas
 Masih dapat tumbuh
lagi
 Bagian tengah
merupakan bunga
abung
 Bagian pinggir
merupakan bunga pita
2. Tanaman Euphorbia  Merupakan bunga
(Euphorbia mili) terbatas
 Bunga nya tidak dapat
tumbuh lagi
 Susunannya khas,
paling atas terdapat 8
cabang lalu dibagian
baeahnya berseling 4
cabang 4cabang
 Susunannya cyathium

3. Tanaman Bunga  Merupakan bunga tak


Kelengkeng (Dinocarpus terbatas
longans)  Masih terdapat calon
bunga yang kecil
 Termasuk malai,
terdapat ibu tangkai,
cabang yang bercabang
lagi.

4. Tanaman Jambu Bol  Merupakan bunga tak


(Syzydium malaccense) terbatas
 Berbentuk tandan
 Terdapat banyak
benang sari yang
berwarna merah
muda/pink
Pembahasan
Berdasarkan pengamatan bunga kertas memiliki bunga majemuk yang masih
dapat tumbuh kembali, oleh sebab itu bunga ini merupakan bunga tak terbatas. Hal tersebut
sesuai dengan teori yang menyebutkan bahwa “bunga majemuk tak terbatas, yaitu bunga
majemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat bercabang
lagi atau tidak, dan mempunyai susunan “ acropetal” (semakin muda semakin dekat dengan
ujung ibu tangkai), dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini mekar berturut-turut dari bawah
ke atas” (Tjitrosoepomo,Gembong.2013:127). Pada bagian tengah nya merupakan buga tabung
dan bagian inggrienya merupkan bunga pita.
Berdasarkan pengamatan bunga euphorbia memiliki bunga majemuk yang tidak dapat
tumbuh kembali dan tidak memiliki cabang, oleh sebab itu deisebut bunga majemuk terbatas.
Hal tersebut sesuai dengan teori yang menyebutkan bahwa “bunga mejmuk terbatas, yaitu bunga
majemuk yang ujung tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai
pertumbuhan yang terbatas” (Tjitrosoepomo,Gembong.2013:127). Bunga majemuk ini memiliki
susunan khas paling atas ada 8 cabang, dan di bawahnya bercabang 4 cabang 4 cabang.
Berdasarkan pengamatan bunga kelengkeng memiliki bunga majemuk yang masih dapat
tumbuh kembali, oleh sebab itu bunga ini merupakan bunga tak terbatas. Hal tersebut sesuai
dengan teori yang menyebutkan bahwa “bunga majemuk tak terbatas, yaitu bunga majemuk yang
ibu tangkainya dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak,
dan mempunyai susunan “ acropetal” (semakin muda semakin dekat dengan ujung ibu tangkai),
dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini mekar berturut-turut dari bawah ke atas”
(Tjitrosoepomo,Gembong.2013:127). Termasuk bunga majemuk malai, karena ibu tangkai yang
terdapat cabang yang bercabang lagi.
Berdasarkan pengamatan bunga jambu bol memiliki bunga majemuk yang masih dapat
tumbuh kembali, oleh sebab itu bunga ini merupakan bunga tak terbatas. Hal tersebut sesuai
dengan teori yang menyebutkan bahwa “bunga majemuk tak terbatas, yaitu bunga majemuk yang
ibu tangkainya dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak,
dan mempunyai susunan “ acropetal” (semakin muda semakin dekat dengan ujung ibu tangkai),
dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini mekar berturut-turut dari bawah ke atas”
(Tjitrosoepomo,Gembong.2013:127). Termasuk bunga majemuk yang berbentuk tandan karena
bunganya bertangkai nyata dan duduk pada ibu tangkainya. Bunga ini memiliki banyak benang
sari yang berwarna merah muda atau pink.
Kesimpulan
Jadi, dapat disimpulkan bahwa:
1. Ciri umum bunga majemuk yaitu pada suatu bunga majemuk sumbu yang mendukung
bunga-bunga yang tidak lagi berguna sebagai alat untuk asimilas, terdapat bagian-bagian
yang bersifat seperti batang atau cabang, yaitu Ibu tangkai bunga (pedunculus), Tangkai
bunga (pedicellus),Dasar daun (receptaculum).terdapat juga bagian-bagian yang bersifat
seperti daun, yaitu Daun-daun pelindung (bractea), Daun tangkai (bracteola), Seludang
bunga, Daun pembalut (bracteole involucralis), Kelopak tambahan (epicalix), Daun
kelopak (sepalae), Daun mahkota/ tajuk (petalae), Daun tenda bunga (tepalae), Benang
sari (stamina), Daun buah (carpella).
2. Tipe bunga majemuk yaitu pertama gubahan semu atau karangan semu (verticillaster),
pada bunga ini tampakanya sepeti ibu tangkainya berbuku-buka dan pada buku-bukunya
terdapat sejumlah bunga yang tersususn berkarang (melingkari buku-buku tadi). Tetapi
sesunguhnya pada tempat di ibu tangkai yang sama tinggi ada beberapa cabang yang
masing cabang itu merupakan suatu anak payung,contoh: remujung (orthosiphon
stamineus). Kedua lembing (anthela).Jika cabang-cabang ibu tangkai yang sebelaj bawah
jauh lebih panjang daripada ibu tangkai dan cabang-cabang yang diatasnya terdapt pada
junus atau luzula, contoh: jencus dsn luzula. Ketiga tukal (glumerulus), satu bunga
majemuk yang biasanya bersifat berbatas terdiri atas kelompokan bunga-bunga kecil
tidak bertangkai, yang tersusun rapat pada bunga majemuknya, contoh: pada rami
(Boehmeria nivea gaud). Keempat berkas (fasciauluus), contoh: jadam ( rhoeo discolor
han). Adapun bagian-bagian bunga yaitu:

a. Tangkai bunga (pedicellus), yaitu bagian buga yang masih jelas bersifat batang.
b. Dasar bunga (receptaculum), yaitu ujung tangkai yang seringkali melebar dengan ruas-
ruas yang sangat pendek, sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis
menjadi bagian-bagian bunga yang duduk rapat satu sama lain, biasanya tampak duduk
dalam satu lingkaran.
c. Hiasan bunga (perianthium), yaitu bagian bunga yang merupakan modifikasi daun
berbentuk lembaran, dengan tulang-tulang yang masih terlihat jelas. Hiasan bunga
dibedakan menjadi dua bagian yang tersusun dalam dua lingkaran, yaitu :
d. Kelopak (calyx), yaitu hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, sewaktu bunga
masih kuncup, kelopak menyelubungi bunga. Kelopak terdiri dari beberapa daun kelopak
(sepala).
e. Tajuk bunga atau mahkota bunga (corolla), yaitu bagian hiasan bunga yag terdapat pada
lingkaran dalam, biasana berwarna cerah (tiak berwarna hijau). Mahkota terdiri dari
sejumlah daun mahkota (petala).
f. Pada beberapa bunga, seringkali ditemukan tidak memiliki hiasan bunga, yang disebut
bunga telanjang (flos nudus) atau hiasan bunga tidak dapat dibedakan antara kelopak
dengan mahkotanya yang disebut dengan tenda bunga (perigonium). Tenda bunga terdiri
dari sejumlah daun tenda bunga (tepala).
g. Alat-alat kelamin jantan (androecium), merupakan bagian bunga yang menghasilkan
serbuk sari.
h. Alat-alat kelamin betina (gynaecium), merupakan bagian bunga yang disebut juga putik
(pistillum)

Daftar Pustaka
Hidayat, Estiti B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2013. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada University
Press.
Wilkins, Malcolm B. 1969. Fisiologi Tanaman. Jakarta: Bumi Aksara.

Anda mungkin juga menyukai