Anda di halaman 1dari 19

Laporan Praktikum.

SISTEM ALAT GERAK


D I S U S U N

OLEH: Nama : SALDI YUSUF Nim : 70300111073 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar KEPERAWATAN 2012

Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup.sistem rangka berfungsi pada alat gerak dan sangat luas cakupannya terdiri dari tulang, otot, dan sendi. Sistem rangka menghasilkan gerak aktif ( dilakukan oleh musculus) dan gerak pasif oleh tulang itu sendiri. Materi sistem musculosceletal mencakup tiga bahasan ilmu, yakni Osteology ( tulang ) Myologi ( otot ) Arthologi (sendi )

A. OSTEOLOGI ( tulang ) Rangka tubuh manusia dikelompokkan atas dua bagian yaitu: 1) Skeleton aksial. 2) Skeleton apendikular SKELETON AKSIAL Terdiri atas sekelompok tulang yang menyusun poros tubuh dan memberikan dukungan dan perlindungan pada organ di kepala, leher dan badan. Menurut dr. Nahyun trisnadi yang juga defenisi ini disepakati dalam praktik laboratorium, skeleton aksial adalah manusia Skeleton aksial dibedakan menjadi 4 bagian yaitu : Cranium ( tengkorak ) Sternum ( tulang dada) Costae ( tulang iga ) Vertebrae (tulang belakang ) tulang-tulang penyusun utama pada

*Cranium ( tengkorak )

1.1 tulang tengkorak bagian wajah bagian parietal --> tulang dahi bagian temporal --> tulang samping kiri kanan kepala dekat telinga bagian occipital --> daerah belakang daritengkorak bagian spenoid --> berdekatan dengan tulang rongga mata, seperti tulang baji bagian ethmoid --> tulang yang menyususn rongga hidung 1.2 tulang tengkorak bagian muka - Os maxilla (Rahang atas)--> menyusun sebagian dari hidung, dan langit-langit -Os. palllatum (tulang langit-langit) --> menyusun sebagian dari rongga hidung dan bagian atas dari atap rongga mulut -Os. zigomatik tulang pipi dan -Os nasalis__>tulang hidung -Os lacrimale --> tulang air mata /sekat tulang hidung

*sternum ( tulang dada )

Tulang dada termasuk tulang pipih, terletak di bagian tengah dada. pada sisi kiri dan kanan tulang dada terdapat tempat lekat dari rusuk. bersama-sama dengan rusuk, tulang dada memberikan perlindungan pada jantung, paru-paru dan pembuluh darah besar dari kerusakan. Tulang dada diklasifikasikan menjadi 3 bagian yakni :

manubrium sternum. terletak di bagian atas dari tulang dada, tempat melekatknya tulang rusuk yang pertama dan kedua

corpus sternum / gladiolus, terletak dibagian tengah, tempat melekatnya tulang rusuk ke tiga sampai ke tujuh, gabungan tulang rusuk ke delapan sampai sepuluh.

xiphoid process(tulang taju pedang ), terletak di bagian bawah dari tulang dada. Tulang ini terbentuk dari tulang rawan.

*costae ( tulang iga )

costa vera / Tulang rusuk sejati berjumlah tujuh pasang. Tulang-tulang rusuk ini pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ujung depannya berhubungan dengan tulang dada dengan perantaraan tulang rawan

Costa spuria /Tulang rusuk palsu berjumlah 3 pasang. Tulang rusuk ini memiliki ukuran lebih pendek dibandingkan tulang rusuk sejati. Pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ketiga ujung tulang bagian depan disatukan oleh tulang rawan yang melekatkannya pada satu titik di tulang dada

Costa fluktuantes /Rusuk melayang berjumlah 2 pasang. Tulang rusuk ini pada ujung belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang, sedangkan ujung depannya bebas.

*vertebrae ( tulang belakang )

Ruas-ruas tulang belakang disebut juga tulang belakang disusun oleh 33 buah tulang dengan bentuk tidak beraturan. ke 33 buah tulang tersebut terbagai atas 5 bagian yaitu:

tujuh ruas pertama disebut tulang leher ( cervicalis ). ruas pertama dari tulang leher disebut tulang atlas, dan ruas kedua berupa tulang pemutar atau poros. bentuk dari tulang atlas memungkinkan kepala untuk melakukan gerakan.

Dua belas ruas berikutnya membentuk tulang punggung (torakalis). Ruasruas tulang punggung pada bagian kiri dan kanannya merupakan tempat melekatnya tulang rusuk.

Lima ruas berikutnya merupakan tulang pinggang (lumbalis )Ukuran tulang pinggang lebih besar dibandingkan tulang punggung. Ruas-ruas tulang pinggang menahan sebagian besar berat tubuh dan banyak melekat otot-otot.

Lima ruas tulang kelangkangan (sacrum), yang menyatu, berbentuk segitiga terletak dibawah ruas-ruas tulang pinggang.

bagian bawah dari ruas-ruas tulang belakang disebut tulang ekor (coccyx), tersusun atas 3 sampai dengan 5 ruas tulang belakang yang menyatu.

SKELETON APENDIKULAR Tersusun atas tulang tulang yang merupakan tambahan dari skeleton axial. terdiri dari :

Ekstremitas superior ( anggota gerak atas ) Ekstremitas inferior ( anggota gerak bawah ) Ekstremitas superior ( anggota gerak atas )

Tulang penyusun extremitas superior(anggota gerak atas) tersusun atas:

1. Tulang selangkah (os. Clavicula) Tulang selangka berbentuk seperti huruf "S", berhubungan dengan tulang lengan atas (humerus) untuk membentuk persendian yang menghasilkan gerakan lebih bebas, ujung yang satu berhubungan dengan tulang dada sedangkan ujung lainnya berhubungan dengan tulang belikat. 2. Tulang belikat (skapula) berukuran besar, bentuk segitiga dan pipih, terletak pada bagian belakang dari tulang rusuk. Fungsi utama dari gelang bahu adalah tempat melekatnya sejumlah otot yang memungkinkan terjadinya gerakan pada sendi.

3. Humerus / tulang lengan atas. Termasuk kelompok tulang panjang /pipa, ujung atasnya besar, halus, dan dikelilingi oleh tulang belikat. pada bagian bawah memiliki dua lekukan merupakan tempat melekatnya tulang radius dan ulna 4. Radius dan ulna / pengumpil dan hasta. Tulang ulna berukuran lebih besar dibandingkan radius, dan melekat dengan kuat di humerus. Tulang radius memiliki kontribusi yang besar untuk gerakan lengan bawah dibandingkan ulna. 5. karpal / pergelangan tangan. tersusun atas 8 buah tulang yang saling dihubungkan oleh ligamen 6. metakarpal / telapak tangan. Tersusun atas lima buah tangan. Pada bagian atas berhubungan dengan tulang pergelangan tangan, sedangkan bagian bawah berhubungan dengan tulang-tulang jari (palanges) 7. phalanx (tulang jari-jari). tersusun atas 14 buah tulang. Setiap jari tersusun atas tiga buah tulang, kecuali ibu jari yang hanya tersusun atas 2 buah tulang. Ekstremitas inferior ( anggota gerak bawah )

Catatan saat praktik laboratorium : os cocsae dapat digolongkan kedalam kelompok aksial maupun kelompok apendikular tetapi beberapa literatur menyebutkan bahwa os cocsae digolongkan dalam ekstremitas superior

1.1 cocsae 1.2 ekstremitas inferior 1.3 Femur / tulang paha. Termasuk kelompok tulang panjang, terletak mulai dari gelang panggul sampai ke lutut. 2 Tibia dan fibula / tulang kering dan tulang betis. Bagian pangkal berhubungan dengan lutut bagian ujung berhubungan dengan pergelangan kaki. Ukuran tulang kering lebih besar dinandingkan tulang betis karena berfungsi untuk menahan beban atau berat tubuh. Tulang betis merupakan tempat melekatnya beberapa otot 3 Patela / tempurung lutut. terletak antara femur dengan tibia, bentuk segitiga. patela berfungsi melindungi sendi lutut, dan memberikan kekuatan pada tendon yang membentuk lutut 4 Tarsal / Tulang pergelangan kaki. Termasuk tulang pendek, dan tersusun atas 8 tulang dengan salah satunya adalah tulang tumit. 5 Metatarsal / Tulang telapak kaki. Tersusun atas 5 buah tulang yang tersesun mendatar. 6 Palanges / tulang jari-jari tangan. Setiap jari tersusun atas 3 tulang kecuali tulang ibu jari atas 14 tulang. os illium os ischium os pubis

B. MYOLOGI ( Otot ) 1. a. Otot Wajah dan Kepala Orbicularis Oculi merupakan oton cincin di sekitar mata dan kelopak mata,dan dengan berkontraksi,menutup mata. b. Orbicularis oris merupakan cincin otot yang sama disekitar mulut dan bibir. c. Muskulus Frontalis adalah otot datar tipis dibawah kulit dahi.

d. Muscu;us Occipitalis adalah otot datar tipis pada bagian belakang kepala 2. Otot Mastikasi Otot mastikasi membuka dan menutup mulut dan menggerakkan rahang bawah dari sisi kekiri. a. Masseter : memanjang dan melekat pada arcus zygomaticus di sebelah atas dan pada angulus mandibula disebelah bawah. b. Temporalis merupakan otot berbentuk kipas ,yang keluar dari bagian samping tengkorak dan berinsersio oleh tendon pada processus coroniodes mandibula. 3. Otot Leher a. Sternomastoideus adalah oto padat yang menonjol pada bagian samping leher. Otot ini melekat di bagian bawah pada manubrium sterni dan ujung bagian adalah clavicula, dan berjalan secara diagonal ke atas dan belakang mengitari leher,melekat pada processus mastoideus os temporale tepat di belakang telinga. b. Segitiga Anterior : memiliki dasar pada atas bawah mandibula ,batas anteriornya pada garis tengah leher di bagian depan dan batas posteriornya pada tepi anterior sternomastoideus. c. Segitiga Posterior : memiliki dasar pada sepertiga medial clavicula,puncaknya pada mos occipitale,batas anteriornya pada tepi posterior sternomastoideus,dan batas posteriornya pada tepi anterior trapezius. 4. Otot Lengan a. Gelang Bahu Trapezius adalah otot pipih yang melebar dari os occipitale dan ke arah bawah ke vertebra cervicalis dan thoracica dan ke acromion dan spina scapulae.

Serratus anterior keluar sebagai digitasi dari permukaan luar bagian atas costae kedelapan atau kesembilan dan berjalan kebelakang diantara dinding dada dan bagian depan scapula berinsersi pada margomedialis scapula

dan bagian depan scapula berinsersi pada margomedialis scapula Pectoralis major keluar dari sepertiga medial clavia bagian depan sternum dan bagian depan kartil ago costalis atas.

5. Lengan atas, ( anterior,posterior,) 6. Lengan bawah ( anterior, posterior, tangan) 7. Otot dinding perut anterior dan latera 8. Otot dinding perut poaterior 9. Otot pelvis 10. Otot punggung 11. Otot tungkai ( paha,bokong,kelompok medial,posterior)

B. ARTHOLOGI ( sendi )

1. sendi utama - sendi fibrus dan sinatrosis ialah sendi yang tidak dapat bergerak misalnya persambungan antara bergigi yang ada pada kepala sela antara tulang pipi - sendi sindedmoisis - sendi amfiatrosis -sendi pada tulang rawan primer -sendi sinovial 2. Sendi sinovial 1. Sendi peluru

Memungkinkan gerakan bebas penuh, misal persendian panggul dan bahu. 2. Sendi engsel

Memungkinkan gerakan melipat hanya satu arah, misal pada siku dan lutut. 3. Sendi pelana Memungkinkan gerakan 2 bidang yang saling tegak lurus. misal

persendian dasar ibu jari yang merupakan sendi pelana 2 sumbu. 4. Sendi pivot

Memungkinkan rotasi untuk melakukan aktivitas untuk memutar pegangan pintu, misal persendian antara radius dan ulna. 5. Sendi peluncur

Memungkinkan gerakan terbatas kesemua arah. Contoh adalah sendi-sendi tulang karpalia di pergelangan tangan

Catatan saat praktik laboratorium :

Otot yang berbentuk lurus dinamakan (M. rectus), otot yang melintang disebut (M. transversus) dan yang berbentuk diagonal (M. Obliqus)

Untuk penulisan M. Beratanda otot yang bersifat tunggal sedangkan penulisan Mm adalah otot otot jamak begitupula untuk tulang yang bertuliskan ossa berarti jamak sedangkan os berarti tunggal.

1.1 ARTHOLOGI AKSIAL

1.2 ARTHOLOGI APENDIKULAR PERSENDIAN GELANG BAHU (CINGULUM EXSTRIMITATIS SUPERIOR) TERDIRI DARI OS. SCAPULA (TULANG BELIKAT) DAN OS. CLAVICULA (TULANG SELANGKA)

Articulatio Sternoclavicularis :

1. incisura clavicularis

2. facies articularis sternalis

Articulatio Acromio Clavicularis :

1. facies articularis acromii 2. facies articularis acromialis

PERSENDIAN RANGKA ANGGOTA BEBAS (SKELETON EXSTREMITATIS LIBERAE SUPERIOR) DIMULAI DARI PERSENDIAN ANTARA SCAPULA DAN HUMERUS YAITU:

Articulatio Humeri :

1. caput humeri 2. cavitas glenoidalis

Artucilatio Cubiti :

1. articulatio humeroradialis :

capitulum humeri fovea capituli radii

1. articulatio humeroulnaris :

trochlea humeri incisura semilunaris

1. articulatio radioulnalis proximalis :


circumferentia articularis radii incisura radialis ulnae Articulatio Radioulnalis Distalis :

1. cireamferantina articularis ulnae 2. incisura ulnaris radii

Articulatio Radiocarpea :

1. facies articularis carpea radii 2. cartilage triangularis

Articulatio Triquetropisformis :

1. os. Triquetrum 2. os. Pisiforme

Articulatio Intercarpea :

1. ossa carpalia proximal 2. ossa carpalia distal

Articulatio Carpometacarpea II-V :

1. Ossa metacarpalia II-V 2. Ossa carpalia distalis

Articulatio Carpometacarpea I :

1. Os. Multangulum majus 2. Os. Matacarpale I

Articulatio Metacarpophlanea :

1. Capitulum metacarpal 2. Basis phalang I

Articulatio Interphalangea:

1. Trochlea phalang dibawahnya 2. Basis phalang diatasnya

PERSENDIAN SCELETON EXTREMITATIS INFERIOR

PERSENDIAN GELANG PANGGUL

Amphiarthrosis Sacroiliaca :

1. Facies articularis sacralis 2. Facies articularis iliaca

Symphysis Ossium Pubis :

1. Facies symphyseos dexter 2. Facies symphyseos sinister

Articulatio Sacrococcygea :

1. Cornu sacralis 2. Cornu coccygea

PERSENDIAN RANGKA ANGGOTA BEBAS

Articulatio Coxae :

1. Caput femoris 2. Acetabulum

Articulatio Genu (sendi lutut) terdiri dari 5 sendi yaitu :

1. Articulatio meniscofemoralis medialis :


Meniscus Facies articularis inferior condyli medialis

1. Articulatio meniscofemoralis lateralis :


Meniscus Facies articularis inferior condyli lateralis

1. Articulatio meniscotibialis medialis :


Meniscus Facies articularis superior condyli medialis

1. Articulatio meniscofemoralis lateralis :


Meniscus Facies articularis superior condyli lateralis

1. Articulatio femoropatellaris :

Facies patellaris Facies articularis mediale dan lateral patella

PERSENDIAN ANTARA TIBIA DAN FIBULA

Articulatio Tibiofibularis :

1. Facies articularis fibularis tibiae 2. Facies articularis capituli fibulae

Syndesmosis Tibiofibularis :

1. Incisura fibularis tibiae 2. Lig. Tibiofibularia anterior dan posterior

Articulatio Talotarsalis :

1. Articulatio talocalcancaris (sendi loncat bagian belakang) :


Facies articularis calcaneaposterior Facies articularis talaris posterior

1. Articulatio talocalcanconavicularis (sendi loncat bagian depan) :


Facies articularis calcanea media Facies articularis calcanea anterior Facies articularis navicularis Facies articularis talaris media Facies articularis talaris anterior Facies articularis talaris Articulatio Tarsotranversa Chopart :

1. Articulatio talonavicularis :

Facies articularis navicularis Os. Naviculare bagian proximal

1. Articulatio calcaneocuboidea :

Bagian proximal pada os. Cuboideum Facies articularis cuboidea calcanci Articulatio Tarsometatarsea Lisfranc :

1. Basis ossium metatarsalium I-V 2. Permukaan sendi distal ossa cunciformia I-II 3. Os. Cuboideum

Articulatio Metatarsophalangea :

1. Capitulum metatarsale 2. Basis phalang I

Articulatio Interphalangea :

1. Trochlea phalang diatasnya 2. Basis phalang dibawahnya

DAFTAR PUSTAKA Parker, steve, 2007. Ensiklopedia tubuh manusia. Erlangga. Jakarta. Ferial,E, Dkk. 2012. ANATOMI MANUSIA. Makassar Mahmud, sulham. 2008. Anatomi dan fisiologi tubuh manusia. Bahan ajar smk kharisma gowa raya (wizznoo, 2011) (NURSE EDUCATION, 2011)

LAMPIRAN

Gambar gambar tersebut didownload dari (NURSE EDUCATION, 2011)