Anda di halaman 1dari 2

Musim Gugur di Jepang

Tanggal 1 September adalah hari pengendalian bencana di Jepang, maka di sini akan dibahas tentang tata cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa, angin topan, tsunami, dan kebakaran. Pertengahan September, tanggal 15, dikenal pula sebagai waktu purnama yang terindah. Maka pada saat itu, banyaklah orang Jepang yang menikmati sinar bulan, yang dikenal dengan istilah tsukimi (sambil menikmati kue moci tsukimi. Pada bulan September juga hawa masih sangat nyaman untuk berkumpul, maka dilakukan pula pertemuan dengan para orang tua, untuk mendengarkan masukan mereka tentang pembangunan desa. Hari itulah yang dikenal sebagai Keirou no hi (). Pada bulan Oktober, orang Jepang menyelenggarakan undokai () atau pesta olahraga. Jadi pada saat kuliah ketiga dan keempat, kami membahas tentang kebiasaan dan pandangan orang Jepang terhadap olahraga. Dalam pesta olahraga yang sering diselenggarakan di TK dan SD, orang tua sering ikut terlibat berlomba bersama anakanak. Hari itu bukan sekedar pertandingan olahraga, tetapi sekaligus hari keluarga. Kuliah kelima diisi dengan materi Ifuku (Pakaian Tradisional Jepang). Mahasiswa mempraktekkan pemakaian yukata, baju tradisional Jepang yang sering dipakai di musim panas. Dan pada kuliah keenam kami membahas tentang Momiji gari dan Bunka no hi (hari budaya). Pada akhir musim gugur, suasana di Jepang sudah memerah penuh, sehingga banyak yang memanfaatkan liburan Sabtu Minggu untuk melihat momiji. Momiji gari adalah mirip dengan tradisi Hanami pada musim semi. Kalau pada musim semi mereka melihat berkembangnya bunga sakura, maka pada musim gugur mereka menyaksikan kouyou () atau daun yang memerah dan menguning. Kata gari () dalam momiji gari ( ) berarti berburu binatang. Yang kemudian dalam perkembangannya digunakan dalam banyak hal, termasuk melihat buah-buahan (Ringo gari, budou gari, ichigo gari, dll).

Untuk menggambarkan suasana yang memerah di Jepang, di dalam textbook sering disisipkan bait lagu anak-anak Jepang. Sudah ada dua lagu yang saya ajarkan kepada mahasiswa selama enam kali perkuliahan, yaitu Lagu Akatombo dan Lagu Momiji. Aki no yuu hi ni () (Matahari terbenam di musim gugur) Koi mo usui mo () (Ada yang tebal ada yang tipis) Matsu o irodouru () (Menghiasi pohon pinus) Yama no fumoto no ( ) (Di kaki gunung) Tani no nagare ni () (Pada aliran sungai kecil) Nami ni yurarete () (Bergoyang bersama riak sungai) Aka ya kiiro no () (Warna merah dan kuning) Mizu no ue ni mo ( ) (Di atas air pun) Teru yama momiji () (Daun-daun momiji menyinari gunung) Kazu aru naka ni () (Dalam keaneka ragamannya) Kaede ya tsuta wa () (Maple dan ivy) Suso moyou ( ) (Membentuk pola yang indah) Chiri uuku momiji () (Mengapung daun-daun momiji) Hanarete yotte () (Bergerak menjauh) Iro samazama ni () (Beraneka warna) Oru nishiki ( ) (Seperti tenunan brokat)