Anda di halaman 1dari 12

Fasilitasi Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Potensial di Wilayah Suramadu

BAB E PENDEKATAN DAN METODOLOGI

E.1

PENDEKATAN

Untuk komprehensifnya pelaksanaan kegiatan ini, mengingat adanya kebijakankebijakan yang harus dipertimbangkan, permasalahan faktual di lapangan, pelibatan pemangku kepentingan, yaitu: 1. Pendekatan Normatif Pendekatan ini di dalam pelaksanaan dilakukan dengan memahami permasalahan faktual di lapangan dengan berdasarkan pada norma-norma, dan mengacu pada kebijakan pembangunan yang yang sudah ada. 2. Pendekatan Partisipatif Proses penyusunan dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait dalam pembangunan kawasan prioritas di jalan Wilayah Suramadu. Hal ini ditujukan untuk mendapatkan proses pemahaman bersama di tingkat pemangku kepentingan, juga untuk mendapatkan hasil yang disepakati bersama. 3. Pendekatan Teknis-Akademis serta ketentuan teknis akademis, maka di dalam pelaksanaan kegiatan ini ada beberapa pendekatan yang digunakan,

Proposal Teknis Laporan Pendahuluan


III E -1 -1

Fasilitasi Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Potensial di Wilayah Suramadu

Proses penyusunan ini dilakukan dengan menggunakan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis, baik untuk teknik identifikasi, analisis, penyusunan rencana maupun proses pelaksanaan pengambilan kesepakatan.

E.2 METODOLOGI

Metodologi kerja adalah salah satu cara teknis yang dilakukan dalam memenuhi tuntutan pekerjaan dan dikaitkan dengan sistem pelaporan yang telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja. Metodologi kerja ini adalah proses penjabaran yang lebih implementatif dari mulai model pendekatan, kerangka pemikiran, kerangka kerja dan selanjutnya bagaimana mengoperasionalkan kegiatan tersebut dalam suatu uraian yang lebih detail dan signifikan. Dalam metodologi kerja ini akan dilakukan pembahasan secara umum tentang langkah-langkah yang akan diambil dalam melaksanakan pekerjaan ini. Berdasarkan pemahaman terhadap tujuan, ruang lingkup pekerjaan serta produk yang diharapkan, maka konsultan mengusulkan metode pendekatan dalam menangani studi ini agar tercapai hasil yang maksimal. E.2.1 Kerangka Pikir Pekerjaan Pola pikir pekerjaan Fasilitasi Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Potensial Wilayah Suramadu berawal dari kerangka kerja yang telah diberikan kepada konsultan. Dalam pekerjaan ini akan dihasilkan 3 (tiga) kawasan potensial di Wilayah Suramadu meliputi Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Sebelum menghasilkan tiga lokasi prioritas di Wilayah Madura. Berdasarkan data tersebut

Proposal Teknis Laporan Pendahuluan


III E -2 -2

Fasilitasi Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Potensial di Wilayah Suramadu

akan dipilih tiga lokasi yang akan dianalisis lebih lanjut untuk mendapatkan konsep panataan kawasan. Hasil analisis tersebut kemudian tuangkan dalam konsep serta rencana rinci Kawasan Potensial yang sudah mengakomodir rencana situasi kawasan, lay out plan, denah, fasade, jaringan utilitas, serta perspektif kawasan. Secara garis besar mengenai kerangka pikir pekerjaan dapat dilihat pada bagan gambar E.1 berikut.

Gambar E.1

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


Identifikasi Kawasan Potensial di Wilayah Suramadu 3 (Tiga) Kawasan Potensial di 3 Kabupaten Wilayah Suramadu Identifikasi Potensi dan Permasalahan Kawasan Pedoman, Standar, Peraturan, Referensi Studi Terkait Alternatif Konsep Penataan Kawasan Potensial Rencana Rinci Kawasan Potensial Workshop/ Konsultasi Daerah Kegiatan prioritas Bangunan sarana dan prasarana Persepsi masyarakat Fisik dasar kawasan Fisik buatan kawasan Demografi dan sosial budaya Kepemilikan lahan Kerangka Pikir Pekerjaan Fasilitasi Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Potensial Wilayah Suramadu

E.2.1. Langkah-Langkah Pelaksanaan E.2.1.1. Skema Pelaksanaan Pekerjaan

Proposal Teknis Laporan Pendahuluan


III E -3 -3

Fasilitasi Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Potensial di Wilayah Suramadu

Untuk melihat gambaran alur substansi pekerjaan secara komprehensif dalam pelaksanaan kegiatan ini, dapat dilihat pada kerangka pikir pekerjaan yang digambarkan secara skematis pada Gambar E.2 di bawah ini. Penggambaran untuk dapat skema melihat pelaksanaan secara pekerjaan ini, dimaksudkan sederhana tetapi

komprehensif substansi pelaksanaan pekerjaan ini secara keseluruhan. Secara garis besar kerangka pikir pekerjaan mengakomodir substansi sebagai berikut: Latar belakang dilakukannya pekerjaan ini Penetapan kriteria dan 3 kawasan prioritas yang prioritas Permasalahan di 3 kawasanprioritas tersebut, yang pada intinya mengidentifikasi mengapa terjadi kemacetan kawasan tersebut, kemudian identifikasi terhadap permasalahan kawasan lebih luas dan potensi yang dimiliki kawasan tersebut untuk pengembangan sebagai kawasan prioritas Dengan mengacu pada aturan normatif dan beberapa referensi dirumuskan altrenatif konsep ruang kawasan pusat jasa Dari beberapa alternatif ini dipilih satu konsep, yang kemudian dibuatkan rancangan kawasannya (site plan), yang selanjutnya akan dibuat maket kawasannya Pelaksanaan pekerjaan ini secara garis besar dibagi dalam beberapa tahapan kegiatan, yaitu: 1. Persiapan 2. Pengumpulan data dan informasi (survey) 3. Analisis 4. Perumusan Rencana a) Tahap Persiapan Pada tahap ini dilakukan kegiatan: Persiapan awal : Pemahaman KAK Kajian awal data sekunder : Gambaran wilayah studi
Proposal Teknis Laporan Pendahuluan
III E -4 -4

Fasilitasi Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Potensial di Wilayah Suramadu

Persiapan teknis : Penyimpulan data awal, perumusan metodologi, penyusunan rencana kerja Hasil pelaksanaan pekerjaan pada tahap persiapan ini disusun dalam bentuk laporan yaitu Laporan Pendahuluan b) Tahap Pengumpulan Data/Survey Tahap ini merupakan implikasi dari tahap identifikasi, baik untuk identifikasi permasalahan dan potensi, kebijakan-kebijakan, dan referensi-referensi yang bisa digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan ini. Kegiatannya adalah pengumpulan data dan informasi yang bisa memberikan informasi perihal identifikasi yang ingin dilakukan. Secara garis besar pengumpulan data dan informasi yang ingin dilakukan terkait dengan data dan informasi berikut: Identifikasi lokasi kawasan prioritas di sepanjang jalan lintas tengah selatan Pulau Madura. Identifikasi Suramadu Identifikasi permasalahan dan potensi kawasan di 3 (tiga) kawasan prioritas prioritas di Wilayah Suramadu, yang meliputi data dan informasi: Kegiatan prioritas, meliputi: Jenis kegiatan Waktu kegiatan Lokasi kegiatan Penyebab konsentrasi Penyebab kemacetan tingkat kemacetan di Kawasan Prioritas Wilayah

Proposal Teknis Laporan Pendahuluan


III E -5 -5

Fasilitasi Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Potensial di Wilayah Suramadu

Bangunan dan prasarana dan sarana Kawasan, meliputi : Kondisi bangunan (permanen, semi permanen, temporer) Status kepemilikan lahan Fasiltas parkir Fasilitas bongkar muat Utilitas dan sanitasi

Persepsi Masyarakat, meliputi : Lokasi strategis prioritas Pengaruh budaya dan jadwal aktivitas Kemacetan di prioritas

Pergerakan Barang, meliputi : Flow Koleksi barang Flow Distribusi barang

Potensi Ekonomi Hinterland Fisik Dasar Kawasan dan sekitarnya, meliputi : Topografi Geologi Hidrologi Dll

Fisik Buatan sekitar Kawasan, meliputi: Bangunan terbangun Sarana dan prasarana Land use eksisting

Demografi Kawasan dan sekitarnya, meliputi :

Proposal Teknis Laporan Pendahuluan


III E -6 -6

Fasilitasi Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Potensial di Wilayah Suramadu

Jumlah dan Sebaran Penduduk Perekonomian Penduduk Kepemilikan Lahan.

c) Tahap Analisis Tahap ini adalah tahap penelaahan atau penyelidikan atas data dan informasi yang telah diperoleh, yang selanjutnya telaahan atau kajian ini dmaksudkan untuk mengetahui penyebab dan duduk perkara dari permasalahan yang ada. Kemudian disimpulkan temuan permasalahan maupun potensi di kawasan prioritas tersebut. Pada tahap ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan, yaitu : Analisis tingkat kemacetan di kawasan prioritas di jalan Wilayah Suramadu dengan menggunakan pendekatan kapasitas jalan. Analisis kriteria penetapan 3 kawasan prioritas prioritas Analisis Kesesuaian kawasan prioritas eksisting dengan kebijakan yang ada, seperti arahan RTRW Analisis untuk penetapan 3 kawasan prioritas di Wilayah Suramadu Analisis permasalahan kegiatan prioritas yang ada saat ini, bangunan dan prasarana yang ada, persepsi masyarakat, pola aliran barang, dan potensi ekonomi. Analisis potensi area yang bisa dibangun, dengan melihat daya dukung fisik dan lingkungan, daya dukung prasaranan dan sarana yang ada Analisis kegiatan ekonomi yang perlu diakomodasi Analisis kependudukan dan karakteristik sosial budaya

masyarakatnya

Proposal Teknis Laporan Pendahuluan


III E -7 -7

Fasilitasi Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Potensial di Wilayah Suramadu

Analisis kepemilikan tanah Materi data dan informasi yang telah diperoleh, dan analisis yang telah dilakukan, sehingga sudah diperoleh temuan-temuan permasalahan dan potensi kawasan prioritas, disusun dan dibukukan dalam bentuk Laporan Antara. d) Tahap Perumusan Rencana Pada tahap ini dirumuskan hasil dari kajian yang dilakukan. Berdasarkan pada permasalahan pada kawasan prioritas dan potensi area untuk pengembanganya, maka dirumuskan: Alternatif konsep rencana rinci Kawasan Potensialprioritas Penetapan konsep terpilih, yang selanjutnya akan disusun

rancangan ruang kawasan prioritas (site plan)nya Workshop atau konsultasi daerah, yang dilakukan sebagai bagian sosialisasi dan untuk masukan dari berbagai pihak sebagai bagian dari pemangku kepentingan Pada akhir dari tahap ini disusun Laporan Akhir. Skema Pelaksanaan Pekerjaan dalam tahapan-tahapannya, dapat dilihat pada Gambar E.2.

E.2.1.1.2 Metode Pengumpulan dan Kompilasi Data Metode yang dilakukan dalam pengumpulan data dan informasi untuk pekerjaan ini adalah pengumpulan data primer dan sekunder. Untuk pengumpulan data primer dilakukan dengan cara: a) Observasi Lapangan Observasi lapangan dilakukan pada kepentingan beberapa data dan informasi berikut:

Proposal Teknis Laporan Pendahuluan


III E -8 -8

Fasilitasi Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Potensial di Wilayah Suramadu

Untuk mengetahui tingkat kemacetan kawasan prioritas di sepanjang Wilayah Suramadu, untuk itu dilakukan pengukuran kapasitas jalan yang ada pada kawasan-kawasan tersebut, untuk itu diperlukan observasi langsung di lapangan untuk pengukuran geometrik jalan, kecepatan, dan traffic counting (volume kendaraan). Untuk mengetahui secara visual: Keadaan kegiatan di prioritas seperti : jenis kegiatan yang Keberadaan bangunan serta prasarana dan sarana di Fisik dan lingkungan, seperti topografi, hidrologi, dilakukan, waktu pelaksanaan kegiatan prioritas penggunaan lahan Untuk mengetahui kualitas tanah dan sumberdaya air, yaitu dengan penelitian geologi dan hidrologi. b) Wawancara Wawancara dilakukan untuk mengetahui: Penyebab terjadinya konsentrasi dan kemacetan di kawasan prioritas Persepsi masyarakat tentang: Lokasi strategis prioritas Pengaruh budaya dan jadwal aktivitas Kemacetan di prioritas Sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan beberapa metode sebagai berikut : a) Survey Instansi Data-data yang dikumpulkan meliputi : Data-data statistik Kebijakan-kebijakan Peraturan perundangan

Proposal Teknis Laporan Pendahuluan


III E -9 -9

Fasilitasi Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Potensial di Wilayah Suramadu

Norma, standard dan pedoman b) Studi Literatur Data dan informasi yang dikumpulkan dari studi literatur adalah: Studi-studi Terkait Studi-studi Komparasi Kajian Literatur E.2.1.1.3 Metode Analisis Analisis yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah analisis kuantitatif, deskriptif, dan hubungan kausal. Analisis kuantitatif yang dilakukan dalam pekerjaan ini adalah analisis kapsitas jalan. Analisis ini untuk menentukan tingkat kemacetan yang didasarkan pada kapasitas jalan dilakukan dengan menggunakan perhitungan dari Indonesian Highway Capacity Manual (IHCM). Kapasitas Jalan C = CO X FCW X FCSP X FCSF di mana: C CO FCW = kapasitas (smp/jam) = kapasitas dasar (smp/jam) = faktor penyesuaian lebar jalan

FCSP = faktor penyesuaian pemisahan arah (hanya untuk jalan tak terbagi) FCSF = faktor penyesuaian hambatan samping dan bahu jalan

Derajat Kejenuhan DS = V/C Dimana: DS V = Derajat Kejenuhan = Arus Lalu Lintas (smp/jam)
Proposal Teknis Laporan Pendahuluan
III E -10 -10

Fasilitasi Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Potensial di Wilayah Suramadu

= Kapasitas (smp/jam).

Analisis lain dilakukan dengan analisis deskriptif baik dari data visual, data kuantitatif maupun data kualitatif. Analisis ini lebih menjelaskan keadaan berdasarkan data dan informasi yang tersedia. Analisis hubungan kausal lebih menjelaskan hubungan sebab akibat, terutama yang terkait dengan permasalahan kemacetan di kawasan prioritas tersebut.

Proposal Teknis Laporan Pendahuluan


III E -11 -11

Fasilitasi Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Potensial di Wilayah Suramadu


Gambar E.2 Skema Pelaksanaan Pekerjaan Fasilitasi Rencana Rinci Kawasan Potensial di Wilayah Suramadu

Laporan Pendahuluan
E -12