Anda di halaman 1dari 18

1

RANCANGAN PERCOBAAN

RANCANGAN BUJUR SANGKAR YOUDEN










Disusun Oleh :

1. Ari Cahyani (M0108033)
2. Dimas Ari K P (M0108085)
3. Amalia Marufa (M0110004)
4. Dwi Haryanti (M0110019)
5. Hendrika Handayani (M0110033)
6. Nida Luthfiyah (M0110060)
7. Pitaningsih (M0110064)
8. Retno Jati Sahari (M0110070)
9. Uswatun Nur Chasanah (M0110081)

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PRNGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012



2
1. PENDAHULUAN
Dalam suatu percobaan atau suatu penelitian sering bergantung pada kecakapan
dalam pemilihan metode analisis yang tepat, termasuk juga cara-cara perencanaan
yang tepat untuk mendapatkan data yang diperlukan atau yang dikenal dengan
rancangan percobaan. Dimana tujuan dari rancangan percobaan adalah untuk
mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sehingga berguna dalam penelitian
yang dibahas.
Dalam suatu percobaan atau penelitian seringkali dihadapkan pada kondisi yang
beraneka ragam, termasuk unit-unit percobaan dan perlakuan yang diamati. Apabila
dalam suatu percobaan ingin menghilangkan dua jenis variasi dimana dalam
menghilangkan dua jenis variasi tersebut dilakukan dengan pemblokan dua arah
maka pada kasus ini dapat digunakan beberapa metode, tergantung dari banyaknya
baris, kolom dan perlakuan yang diamati. Apabila banyaknya kolom sama dengan
banyaknya baris dan perlakuan yang diamati maka digunakan Rancangan Bujur
Sangkar Latin (RBSL) akan tetapi apabila banyaknya kolom tidak sama dengan
banyaknya baris dan perlakuan yang diamati maka digunakan Rancangan Bujur
Sangkar Youden (RBSY).

2. RANCANGAN BUJUR SANGKAR YOUDEN
2.1 Pengertian
Rancangan Bujur Sangkar Youden (RBSY) dikembangkan oleh W.J Youden.
Bujur sangkar Youden adalah bujur sangkar Latin yang tidak lengkap karena jumlah
kolomnya tidak sama dengan jumlah baris dan perlakuan yang diteliti. Contoh dari
rancangan bujur sangkar Youden adalah sebagai berikut
Blok
Posisi
1 2 3
1 A B C
2 B A D
3 C D B
4 D C A



3
Contoh di atas adalah merupakan contoh bujur sangkar Youden dengan jumlah
kolom = 3, jumlah baris = 4, dan jumlah perlakuan = 4 (A, B,C, dan D). Terlihat
jumlah baris sama dengan jumlah perlakuan dan jumlah kolom berbeda dengan
jumlah baris dan perlakuan.
Selain itu Rancangan Bujur Sangkar Youden (RBSY) dapat merupakan
Rancangan Bujur Sangkar Latin tak lengkap yaitu dengan menambah paling sedikit
satu kolom, atau baris , karena dengan penambahan tersebut akan didapat bujur
sangkar Latin. Misalkan pada contoh RBSY di atas apabila pada baris pertama
ditambah perlakuan D, pada baris kedua ditambah perlakuan C, pada baris ketiga
ditambah perlakuan A, dan pada baris keempat ditambah perlakuan B maka akan
didapat RBSL dengan ukuran 4 x 4 sebagai berikut
Blok
Posisi
1 2 3 4
1 A B C D
2 B A D C
3 C D B A
4 D C A B
Selain itu RBSY juga dapat dibuat dari semua Rancangan Blok tak
lengkap seimbang.

2.2 Analisis Statistik
Rancangan Bujur Sangkar Youden memiliki model statistik sebagai berikut
ijk i j h ijh
Y o t | c = + + + +
dengan
Y
ijh
: hasil observasi yang dicatat dari blok ke-i, perlakuan ke-j, dan posisi ke-h
: mean keseluruhan
i
o : efek blok ke-i
j
t : efek perlakuan ke-j
h
| : efek posisi ke-h



4
ijh
c : sesatan random, dimana
ijh
c ~ ) , 0 (
2
o DNI .
Selanjutnya jika diasumsikan bahwa banyaknya perlakuan sama dengan a dan
banyaknya blok sama dengan b maka pada RBSY banyaknya perlakuan sama dengan
banyaknya blok atau a=b. Jika banyak masing-masing perlakuan muncul dalam
seluruh percobaan (replikasi) sama dengan r dan banyaknya perlakuan dalam tiap
blok sama dengan k maka setiap dua perlakuan muncul atau tampak bersama-sama
dalam jumlah yang sama dalam seluruh percobaan dapat dituliskan dengan
( 1)
1
r k
a


Selanjutnya,
JKT = JKPerlakuan
(Diperbaiki)
+ JKBlok + JKPosisi + JKS , dengan
2
2
...
ijh
i j h
Y
JKT Y
N
=

; (db) = N-1 ,
dimana : Y adalah jumlah dari seluruh hasil observasi yang dicatat dan
N adalah banyaknya hasil observasi yang dicatat
JKP
(Diperbaiki)
=
2
1
a
j
j
k
a

; (db) = a-1,
dimana :
j
: jumlah perlakuan ke-j yang diperbaiki dan dapat dituliskan :
j
: Y.
j
. -

, dengan
Y
i
.. : jumlah dari observasi yang dicatat pada blok ke-i dan
n
ij
: 1, jika perlakuan ke-j ada dalam blok ke-i
0, jika perlakuan ke-j tidak ada dalam blok ke-i
Tujuan dari JKP
(Diperbaiki)
adalah untuk memisahkan antara efek perlakuan dan
blok, hal ini perlu karena setiap perlakuan diwakili dalam himpunan yang berbeda
dari r blok.
JKBlok =
2 2
..
1
...
b
i
i
Y Y
k N
=

; (db) = b-1
JKPosisi =
2 2
..
1
...
k
h
h
Y Y
b N
=

; (db) = k-1



5
JKSesatan = JKT - JKP
(Diperbaiki)
- JKBlok - JKPosisi ; (db) = N-a-b-k+2
Selain itu dari uraian diatas dapat dibentuk tabel ANAVA sebagai berikut :
Sumber
Variasi
Db JK RK F
Perlakua
n
a-1 JKP
(Diperbaiki)
RKP
(Diperbaiki)
=
1
) (
a
JKP
Diperbaiki

F =
RKS
RKP
Diperbaiki) (

Blok b-1 JKBlok
RKBlok =
JKB
b-1


Posisi k-1 JKPosisi
RKPosisi =
JKP
k-1


Sesatan N-a-b-
k+2
JKS
RKS =
JKS
N-a-b -k+2


Total N-1 JKT


Untuk uji hipotesis adalah sebagai berikut :
H
0
:
1 2
... 0
a
t t t = = = =
H
1
: 0
i
t = , untuk paling sedikit sebuah i yang memiliki pengaruh.
Daerah kritis H
0
ditolak jika F
0
>
( ; 1; 2) a N a b k
F
o +


Statistik uji
F =
RKS
RKP
Diperbaiki) (

Menarik kesimpulan.

Jika Ho ditolak maka dilakukan uji jarak berganda Duncan, dengan langkah-
langkah sebagai berikut:
1. Rata-rata perlakuan diurutkan dari kecil ke besar

a
k
j
.
.

t =



6
2. Menghitung sesatan standar

a
RKS k
S
.
.

=

3. Mencari nilai r
(o,p,f),
p = 2,3, ...., a
f adalah derajat bebas sesatan
4. Mencari nilai Rp = r
(o,p,f) .
. yi
S
5. Membandingkan selisih rata-rata perlakuan dengan Rp
dibandingkan dengan Ra
dibandingkan dengan Ra-
1

dibandingkan dengan R
2

6.

Jika selisih rata-rata perlakuan > Rp maka berbeda .
Jika terdapat dua rata-rata berbeda, tetapi terletak diantara dua rata-rata yang
sama, maka perbedaan tersebut tidak signifikan.















. 1
t t
a
. 2
t t
a
1

a a
t t



7
3. CONTOH APLIKASI RANCANGAN BUJUR SANGKAR YOUDEN
Peneliti ingin mempelajari 5 level penerangan pada perakitan barang-barang
industri. Karena waktu diperkirakan menjadi faktor pada percobaan, maka peneliti
memutuskan untuk meneliti 5 blok, dimana setiap blok adalah hari dalam minggu.
Namun, departemen yang melaksanakan percobaan juga memiliki 4 pos pekerjaan
dan pos-pos ini merupakan sumber variasi. Peneliti memutuskan untuk menggunakan
bujur sangkar youden dengan 5 baris (hari atau blok), 4 kolom (pos pekerjaan) dan 5
perlakuan (level penerangan).. Hasil percobaan disajikan dalam data sebagai berikut:

Day
(blok)
Pos pekerjaan Y
i..
1 2 3 4
1 A = 3 B = 1 C = -2 D = 0 2
2 B = 0 C = 0 D = -1 E = 7 6
3 C = -1 D = 0 E = 5 A = 3 7
4 D = -1 E = 6 A = 4 B = 0 9
5 E = 5 A = 2 B = 1 C = -1 7
y..
h
6 9 7 9 y = 31

A. Penyelesaian dengan cara manual :

Dari data , diperoleh,
N = 20 ; b = a = 5 ; k = r = 4


Table perhitungan perlakuan :
Blok A B C D E
1 3 1 -2 0 -
2 - 0 0 -1 7
3 3 - -1 0 5
4 4 0 - -1 6



8
5 2 1 -1 - 5
y
.j.
12 2 -4 -2 23

JKTotal =
N
Y
I J K
IJK
Y
2
... 2


=


= 183 48,05
= 134,95
JKBlok =
2 2
..
1
...
b
i
i
Y Y
k N
=


= (

)
= 54,75 48,05
= 6,7

=
2 2
..
1
...
k
h
h
Y Y
b N
=


= (

)
= 49,4 48,05
= 1,35
Untuk j = 1 ( perlakuan A )


Untuk j = 2 ( perlakuan B )


Untuk j = 3 ( perlakuan C )


Untuk j = 4 ( perlakuan D )





9
Untuk j = 5 ( perlakuan E )


JKPerlakuan =
2
1
a
j
j
k
a


=
[


= 120,37
JKSesatan = JKTotal JKPerlakuan JKBlok JKPosisi
= 134,95 - 120,37 6,7 1,35
= 6,53

Tabel Anava

Sumber Variansi db JK RK F
Perlakuan ( diperbaiki )
Blok
Posisi
Sesatan
Total
4
4
3
8
19
120,37
6,7
1,35
6,53
134,95
30,09
1,675
0,45
0,82

36,69

Dari tabel anava di atas dapat dilakukan uji hipotesis untuk melihat apakah kelima
level penerangan mempengaruhi hasil perakitan barang-barang industri, yaitu sebagai
berikut
0
H : Tidak ada pengaruh level penerangaan terhadap hasil perakitan barang-
barang industri
1
H : Ada pengaruh level penerangaan terhadap hasil perakitan barang-barang
industri
= 0.05



10

0
H di tolak jika F > F
( ; a-1 ; N-a-b-k+2)
= F
(0,05 ; 4 ; 8)
= 3,84
Statistik uji
Didapat F = 36,69
Kesimpulan
Karena F= 36,69 > F 8 ; 4 ; 05 , 0 = 3,84 , maka Ho ditolak yang artinya level
penerangaan mempengaruhi hasil perakitan barang-barang industri.
Karena level penerangan mempengaruhi hasil perakitan barang-barang industri,
maka dicari level penerangan mana yang memberikan hasil perakitan yang paling
baik. Yaitu dengan menggunakan Uji Duncan.
1. Rata-rata perlakuan diurutkan dari kecil ke besar


Kemudian rata-rata tersebut diurutkan dari kecil ke besar, urutannya adalah


-2,53 -2,13 - 1,07 1,53 4,2

Kemudian rata-rata tersebut diurutkan dari kecil ke besar, urutannya adalah


-2,53 -2,13 - 1,07 1,53 4,2
2. menghitung sesatan standar

a
RKS k
S

.
=


3. Menacari nilai r
(o,p,f),
p = 2,3, ...., a
f adalah derajat bebas sesatan
r
(0.05;2;8)
= 3,26



11
r
(0.05;3;8)
= 3,39
r
(0.05;4;8)
= 3,47
r
(0.05;5;8)
= 3,52
4. Mencari nilai Rp = r
(o,p,f) .
. yi
S
=
2
R (3,26)(0,47) = 1,53
=
3
R (3,39)(0,47) = 1,59
=
4
R (3,47)(0,47) = 1,63

=
5
R (3,52)( 0,47) = 1,65

5. Membandingkan selisih rata-rata perlakuan dengan Rp

dibandingkan dengan Ra

= 6,73 >
5
R ( berbeda )

= 6,33>
4
R ( berbeda )

= 5,27>
3
R ( berbeda )

=2,67 >
2
R ( berbeda )

=4,06 >
4
R ( berbeda )

= 3,66 >
3
R ( berbeda )

=2,6 >
2
R ( berbeda )

=1,46 <
3
R ( sama )

= 1,06 <
2
R ( sama )

=0,4 <
2
R ( sama )
6. Kesimpulan :



Level penerangan C, B dan D memiliki pengaruh yang sama terhadap hasil
perakitan barang-barang industri.



12
B. Penyelesaian dengan Menggunakan Software Minitab

0
H : Tidak ada pengaruh level penerangaan terhadap hasil perakitan barang-
barang industri

1
H : Ada pengaruh level penerangaan terhadap hasil perakitan barang-barang
industri
= 0.05

0
H di tolak jika P <
Statistik uji
Dari output minitab di dapat

General Linear Model: ResponY versus Penerang, Hari, Pkerja

Factor Type Levels Values
Penerang fixed 5 1, 2, 3, 4, 5
Hari fixed 5 1, 2, 3, 4, 5
Pkerja fixed 4 1, 2, 3, 4


Analysis of Variance for ResponY, using Adjusted SS for Tests

Source DF Seq SS Adj SS Adj MS F P
Penerang 4 126.200 120.367 30.092 36.85 0.000
Hari 4 0.867 0.867 0.217 0.27 0.892
Pkerja 3 1.350 1.350 0.450 0.55 0.662
Error 8 6.533 6.533 0.817
Total 19 134.950


S = 0.903696 R-Sq = 95.16% R-Sq(adj) = 88.50%

Kesimpulan
Karena P = 0.000 < = 0.05 maka
0
H ditolak, artinya Ada pengaruh level
penerangaan terhadap hasil perakitan barang-barang industri

Dilakukan uji kecocokan model untuk melihat kecocokan antara model dengan
data. Model dikatakan cocok dengan data apabila
a. Memenuhi asumsi kenormalan
Asumsi normal dipenuhi apabila plot data mendekati garis lurus
b. Memenuhi asumsi independensi



13
Asumsi independensi dipenuhi apabila plot antara sisa dengan urutan
memperoleh data tidak membentuk pola tertentu
c. Memenuhi asumsi homogenitas variansi
Asumsi homogenitas variansi dipenuhi apabila plot antara sisa dan model tidak
membentuk pola tertentu atau dapat di uji lebih lanjut dengan menggunakan uji
bartlets.
Untuk melakukan uji kecocokan model harus dipenuhi beberapa asumsi

1. Asumsi Normal
1.5 1.0 0.5 0.0 -0.5 -1.0 -1.5
99
95
90
80
70
60
50
40
30
20
10
5
1
Residual
P
e
r
c
e
n
t
Normal Probability Plot
(response is ResponY)

Terlihat dari plot di atas titik titiknya mendekati garis lurus maka asumsi
kenormalan dipenuhi.
2. Asumsi independensi



14
20 18 16 14 12 10 8 6 4 2
1.0
0.5
0.0
-0.5
-1.0
Observation Order
R
e
s
i
d
u
a
l
Versus Order
(response is ResponY)


Terlihat dari plot di atas titik titiknya dapat dikatakan berpola acak atau tidak
membentuk pola tertentu sehingga asumsi independensi dipenuhi atau asumsi
independensi tidak dilanggar.
3. Analisis adanya interaksi
7 6 5 4 3 2 1 0 -1 -2
1.0
0.5
0.0
-0.5
-1.0
Fitted Value
R
e
s
i
d
u
a
l
Versus Fits
(response is ResponY)

dari grafik residuals vs the fitted values tampak titik- titik yang acak (tidak
membentuk pola tertentu), berarti tidak ada interaksi antara perlakuan (penerangan)
terhadap hari dan pos kerja.




15
Uji homogenitas variansi dengan menggunakan metode bartlets
1. Respon vs penerangan

0
H : Terdapat homogenitas variansi pada perlakuan

1
H : Tidak terdapat homogenitas variansi pada perlakuan
= 0.05

0
H di tolak jika P <
Statistik uji
5
4
3
2
1
7 6 5 4 3 2 1 0
P
e
n
e
r
a
n
g
95% Bonferroni Confidence Intervals for StDevs
Test Statistic 1.06
P-Value 0.901
Test Statistic 0.27
P-Value 0.891
Bartlett's Test
Levene's Test
Test for Equal Variances for ResponY

Dari output terlihat di gunakan uji Bartlett di dapat P = 0.901
Kesimpulan
Karena P = 0.901 > maka
0
H tidak di tolak artinya terdapat homogenitas
variansi pada model atau dengan kata lain asumsi homogenitas variansi dipenuhi atau
tidak dilanggar.

2. Respon vs hari
-
0
H : Terdapat homogenitas variansi pada Hari
-
1
H : Tidak terdapat homogenitas variansi pada Hari
- = 0.05
-
0
H di tolak jika P <
- Statistik uji



16
5
4
3
2
1
25 20 15 10 5 0
H
a
r
i
95% Bonferroni Confidence Intervals for StDevs
Test Statistic 1.06
P-Value 0.901
Test Statistic 0.28
P-Value 0.889
Bartlett's Test
Levene's Test
Test for Equal Variances for ResponY

- Kesimpulan : Dari plot test for equal variances for respon vs hari diperoleh P-
value 0.901> 0.05, sehingga asumsi homogenitas untuk hari terpenuhi.

3. Respon Vs posisi kerja
-
0
H : Terdapat homogenitas variansi pada posisi kerja
-
1
H : Tidak terdapat homogenitas variansi pada posisi kerja
- = 0.05
-
0
H di tolak jika P <
- Statistik uji
4
3
2
1
14 12 10 8 6 4 2 0
P
k
e
r
j
a
95% Bonferroni Confidence Intervals for StDevs
Test Statistic 0.33
P-Value 0.955
Test Statistic 0.12
P-Value 0.944
Bartlett's Test
Levene's Test
Test for Equal Variances for ResponY




17
- Kesimpulan : Dari plot test for equal variances for respon vs posisi kerja
diperoleh P-value 0.955 > 0.05, sehingga asumsi homogenitas untuk posisi
kerja terpenuhi.
Karena ketiga asumsi di atas di penuhi maka dapat disimpulkan bahwa tidak
terdapat kekurangcocokan antara model dengan data atau model sesuai
dengan data.



























18
4. KESIMPULAN

1. Rancangan bujur sangkar Youden merupakan bujur sangkar Latin yang tidak
lengkap karena jumlah kolomnya tidak sama dengan jumlah baris dan
perlakuan yang diteliti.
2. Rancangan Bujur Sangkar Latin merupakan rancangan bujur sangkar youden
dengan menambah paling sedikit satu kolom, baris , atau diagonal.
3. Pada Rancangan bujur sangkar Youden jumlah perlakuan yang diteliti harus
sama dengan jumlah blok akan tetapi berbeda dengan jumlah posisi.
4. Rancangan bujur sangkar Youden memiliki model statistik
ijk i j h ijh
Y o t | c = + + + +