LAPORAN PROYEK DASAR ELEKTRONIKA LABORATORIUM LISTRIK DASAR
RANGKAIAN INVERTER
OLEH: KELOMPOK II
HARYADI SYAMSUDDIN WAHYU EKOPRIBADI S JELMIATI KHAYRUNNISA B. MUHAMMADIA D41108290 D41109279 D41111007 D41111277
JURUSAN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN 2013
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PROYEK DASAR ELEKTRONIKA SEMESTER AKHIR 2012/2013 JURUSAN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan bahwa laporan yang disusun oleh : 1. HARYADI SYAMSUDDIN 2. WAHYU EKOPRIBADI S 3. JELMIATI 4. KHAYRUNNISA B. MUHAMMADIA D41108290 D41109279 D41111007 D41111277
Benar telah melaksanakan Proyek Dasar Elektronika
Mengesahkan,
ASISTEN PEMBIMBING
KOORDINATOR PRAKTIKUM
LAODE MAMUN AMBIA NIM : D41110291
SANTI SARTIKA NIM : D41109289
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam atas berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan laporan proyek Rangkaian Inverter Dalam penyusunan laporan ini, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada orang tua yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi dan juga kepada asisten pembimbing yang tak pernah letih memberikan ilmunya kepada penulis. Saya sadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak terdapat kekurangan Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun sebagai instrospeksi untuk lebih baik kedepannya. Akhir kata penulis berharap agar laporan ini bermanfaat bagi semua pembaca
Makassar, 16 Mei 2013
Penulis
DAFTAR ISI Halaman Juduli Lembar Pengesahanii Kata Pengantarii Daftar isi.iii Bab I Pendahuluan...1 Bab II Landasan Teori...... Bab III Metode Eksperimen... Bab IV Pembahasan... Bab V Penutup... Daftar Pustaka
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Perkembangan dunia industri yang terus berkembang di berbagai bidang, tentunya hal ini juga mampu membuat kehidupan manusia menjadi lebih mudah. Sejalan dengan kemajuan industri yang sangat pesat, maka perkembangan akan listrik sebagai sumber energi dalam pelaksanaan industri dan perumahan juga semakin berkembang. Dalam perkembangan barang barang elektronika sendiri sangat pesat, Beberapa factor pendukungnya tentu saja perkembangan alat alat elektronika yang semakin beragam. Salah satu alat elektronika yang kita kenal adalah interver. Inverter adalah perangkat elektrik yang digunakan untuk mengubah arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC). Inverter mengkonversi DC dari perangkat seperti baterai, panel surya / solar cell menjadi AC. Dunia elektronika mengalami kemajuan pesat, semua itu di dasari oleh kemajuan pendidikan yang ada selama ini. Seiring dengan keadaan yang semakin maju terutama dalam dunia Elektronika, pasti membutuhkan sumber arus untuk menjalankan alat-alat elektronika tersebut. Dalam hal ini sumber arus dari PLN saja terkadang tidak memadai, terutama pada desa-desa tertinggal yang tidak dapat menggunakan sumber arus dari PLN. Oleh karena itu, hal ini dapat di atasi dengan membuat suatu alat yang yang dapat mengantikan sumber arus dari PLN
tersebut. Maka dengan itu penulis membuat suatu rangkaian elektronika yang menghasilkan tegangan AC yang dinamakan Rangkaian Inverter.
I.2 Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan inverter? 2.Bagaimana prinsip rangkaian inverter sederhana dengan menggunakan transistor? 3. Bagaimana cara membuat rangkaian inverter sederhana dengan transistor?
I.3 Tujuan
1. Mengetahui apa pengertian dari inverter 2. Mengetahui bagaimana prinsip kerja rangkaian inverter sederhana dengan menggunakan transistor 3. Mampu membuat rangkaian inverter sederhana dengan transistor
BAB II LANDASAN TEORI
II.1 Inverter
Inverter adalah perangkat elektrik yang digunakan untuk mengubah arus listrik searah (DC) menjadi arus listrik bolak balik (AC). Kualitas Inverter merupakan penentu dari kualitas daya yang dihasilkan oleh suatu sistem. Inverter berfungsi merubah tegangan DC baterai atau rangkaian rectifier-charger menjadi tegangan AC, sinyal atau gelombang output berbentuk kotak setelah melalui pembentukan gelombang dan rangkaian filter. Tegangan output yang dihasilkan harus stabil baik amplitudo tegangan maupun frekuensinya. Inverter yang digunakan secara umum ada dua macam yaitu : 1. Inverter dengan frekuensi dengan tegangan konstan atau CVCF (Constant Voltage Constant Frequency). Pada umumnya Inverter ini digunakan untuk peralatan-peralatan elektronika atau peralatan listrik satu fasa. 2. Inverter dengan frekuensi dan tegangan berubah-ubah. Pada umumnya Inverter ini digunakan pada pemakaian khusus seperti pada motor listrik tiga fasa dengan sumber tegangan DC. Inverter satu fasa segi empat adalah suatu Inverter yang bentuk sinyal atau gelombang keluarannya adalah segi empat (kotak). Inverter satu fasa ada 2 jenis yaitu Inverter segi empat setengah jembatan (Inverter setengah gelombang) dan Inverter segi empat jembatan penuh (Inverter gelombang penuh).
Rangkaian Inverter Setengah Gelombang
Inverter setengah gelombang dapat dijelaskan melalui gambar 2.1 di bawah ini
Saklar S1 dan S2 ON-OFF bekerja secara bergantian. Pada saat S1 ON arus mengalir dari E/2 (+) S1 beban B-A E/2 (-), sedangkan S2 dalam keadaan terbuka. Pada waktu S2 ON sedangkan S1 terbuka, maka arus dari E/2 (+) beban AB S2 E/2 (-). Dengan demikian dalam satu periode ini beban merasakan adanya arus yang mengalir dalam dua arah (bolak-balik). Di mana pada gambar 2.1 (b) dapat dilihat bentuk grafik tegangan beban A-B. Besarnya tegangan pada beban adalah :
Jika saklar S1 dan S2 diganti dengan suatu saklar elektronik yang dapat memenuhi kriteria di atas, minsalnya dengan dua buah Mosfet. Maka rangkaian Inverter segi empat setengah jembatan dapat dilihat pada gambar 2.2 sebagai berikut :
Rangkaian Inverter Gelombang Penuh
Rangkaian Inverter jembatan gelombang penuh satu fasa dapat dijelaskan melalui gambar 2.3 berikut ini :
Prinsip kerja dari Inverter segi empat jembatan penuh ini adalah sebagai berikut : Pada saat S1, S2 ON dan S3, S4 OFF, maka arus akan mengalir dari sumber tegangan E (+) S1 - beban S2 E(-). Pada saat saklar S3, S4 ON dan S1, S2 OFF, maka arus akan mengalir dari sumber tegangan E(+) S3 beban S4 E(-). Dengan demikian untuk satu perioda ini beban dialiri arus dalam dua arah (arusbolak-balik). Jika saklar S1, S2, S3 dan S4 diganti dengan komponen (saklar) elektronik yang memenuhi kriteria di atas, misalnya sebuah transistor, maka Inverter segi empat jembatan penuh dapat dilihat pada gambar 2.4 berikut :
Cara paling sederhana untuk menghasilkan tegangan AC adalah dengan cara mengatur keterlambatan sudut penyalaan saklar pada tiap lengan inverter sehingga mampu menghasilkan level tegangan keluaran positip dan negatif yang berulang dengan frekuensi tertentu, seperti yang ditunjukan oleh gambar 3, 4, dan 5 secara berurutan. Dari gambar terlihat bahwa dengan menambah jumlah level tegangan
keluaran, bentuk gelombang kotak dapat diubah mendekati tegangan sinusoidal. Jumlah level tegangan keluaran ini dapat diperoleh dengan teknik penyaklaran dan topologi inverter capasitor-split, diode-clamped ataupun inverter yang
disusun secara kaskade. Pembahasan tentang ini akan dibahas pada artikel selanjutnya. Sedangkan gambar 6 menunjukan inverter setengah jembatan (halfbridge) yang dikontrol dengan teknik penyaklaran PWM. Pembahasan tentang teknik penyaklaran PWM akan dibahas lebih detail juga pada artikel terpisah.
Gambar 3 Tegangan AC Kotak 2-level (tegangan keluaran inverter center tap dan setengah jembatan)
Gambar 4 Tegangan AC Kotak 3-level
Gambar 5 Tegangan AC Kotak 6-level
Gambar 6 Tegangan Sinusoidal AC Hasil Teknik Penyaklaran PWM
II.2 Transistor
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor Fungsi Transistor antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. Sebagai penguat arus, tegangan dan daya (AC dan DC) Sebagai penyearah Sebagai mixer Sebagai osilator Sebagai switch
Pada percobaan kali ini kami menggunakan jenis transistor 2n3055, Transistor ini sering disebut transistor jengkol. untuk inverter memang menggunakan transistor.Transistor 2N3055 ini merupakan NPN transistor daya.
Karakteristik Transistor 2N3055 ini sebagai berikut :
- Tegangan maksimum kolektor emitro 60Volt - Tegangan maksimum kolektor basis 100 Volt - Arus koletor konstan 15 Ampere - Dispasi daya sebesar 125 Watt Transistor 2N3055 ini selain untuk komponen inverter juga biasa digunakan pada rangkaian power supply, rangkaian switching kecepatan tinggi, rangkaian pengendali motor DC, rangkaian pengendali selenoid, rangkaian pengendali relay, rangkaian regulator switching, dan juga rangkaian penguat audio Jika sebuah transistor digunakan sebagai saklar, maka transistor tersebut hanya dioperasikan pada salah satu dari dua kondisi (mode) yaitu kondisi saturasi (jenuh) dimana transistor seperti saklar tertutup atau kondisi cut off (tersumbat)
dimana transistor sebagai yang terbuka. Sedangkan jika transistor bekerja pada on atau off, maka transistor akan bekerja sebagai penguat yaitu jika Vbe transistor lebih besar 0,5 volt dan lebih kecil dari 0,8 volt. Ketika transistor berada dalam kondisi saturasi, maka:
1. Arus pada kolektor maksimum, Ic = Ic (sat) 2. Tegangan pada terminal kolektor emitter, Vce = 0 volt 3. Tegangan pada beban yang dihubungkan seri dengan terminal kolektor = Vce. Sedangkan transistor dalam keadaan cut off, maka: 1. Tidak ada arus yang mengalir dikolektor Ic = 0 volt. 2. Tegangan pada terminal kolektor emitter dengan Vce, yaitu Vce = Vce. 3. Tegangan pada beban dihubungkan seri pada kaki kolektor adalah nol. Dalam merancang rangkaian transistor sebagai saklar maka agar saklar dapat menutup, harga lb > lb (sat) untuk menjamin dapat mencapai saturasi penuh. Sebuah saklar ideal harus mempunyai karakteristik pada keadaan off ia tidak dapat dilalui arus sama sekali dan pada keadaan on ia tidak mempunyai tegangan drop. Komponen transistor dapat berfungsi sebagai saklar, walaupun bukan sebagai saklar ideal. Untuk dapat berfungsi sebagai switch, maka titik kerja transistor harus dapat berpindah-pindah dari daerah saturasi (saklar dalam keadaan on) ke daerah cut-off (saklar dalam keadaan off). Untuk jelasnya lihat gambar di bawah ini.
Kurva Daerah Kerja Transistor
II.3 Resistor
Resistor adalah komponen elektronika berjenis pasif yang mempunyai sifat menghambat arus listrik Satuan nilai dari resistor adalah ohm,
Fungsi dari Resistor adalah :
1. Sebagai pembagi arus 2. Sebagai penurun tegangan 3. Sebagai pembagi tegangan 4. Sebagai penghambat aliran arus listrik,dan lain-lain.
Resistor berdasarkan nilainya dapat dibagi dalam 3 jenis yaitu :
1. Fixed Resistor 2. Variable Resistor 3. Resistor Non Linier
: Yaitu resistor yang nilai hambatannya tetap. : Yaitu resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah. : Yaitu resistor yang nilai hambatannya tidak linier karena pengaruh faktor lingkungan misalnya suhu dan cahaya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1. Makin besar bentuk fisik resistor, makin besar pula daya resistor tersebut. 2. Semakin besar nilai daya resistor makin tinggi suhu yang bisa diterima resistor 3. tersebut. Resistor bahan gulungan kawat pasti lebih besar bentuk dan nilai daya-nya dibandingkan resistor dari bahan carbon.
Resistor Variabel
1. Trimpot
: Yaitu variabel resistor yang nilai hambatannya dapat diubah dengan mengunakan obeng.
2. Potensio
: Yaitu variabel resistor yang nilai hambatannya dapat diubah langsung mengunakan tangan (tanpa alat bantu) dengan cara memutar poros engkol atau mengeser kenop untuk potensio geser.
II.4 Transformator Center Tap
Transformator atau trafo adalah komponen yang digunakan untuk mentransfer sumber energi atau tenaga dari suatu rangkaian arus bolak-balik ke rangkaian
lainnya. transformator juga berperan untuk menyalurkan tenaga atau daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan yang rendah atau sebaliknya, yaitu dari tegangan rendah ke tegangan tinggi dengan frekuensi yang sama. Untuk menaikkan tegangan dibutuhkan trafo step-up, sedangkan untuk menurunkan tegangan digunakan trafo step-down.
Pada percobaan kali ini, kami menggunakan jenis transformator center tap, yang mana menaikkan tegangan dari 12v menjadi 220 v
enis transformator yang dapat digunakan untuk menurunkan tegangan AC dan salah satunya adalah trafo CT. Yang membedakan trafo CT ini dengan trafo biasa adalah adanya titik center tap yang bersifat sebagai ground pada lilitan sekunder trafo CT. Untuk lebih mudahnya, jika pada trafo biasa yang mempunyai spesifikasi tegangan primer 220VAC dan rasio lilitan 10:1 maka akan menghasilkan tegangan sekunder sebesar 22VAC pada kedua ujung lilitan sekundernya.
Bagaimana
jika
spesifikasi
tersebut
dipakai
pada
trafo
CT?
Sebetulnya apakah center tap itu? Titik center tap adalah titik tengah lilitan
sekunder pada trafo CT yang dihubungkan keluar lilitan dan bersifat sebagai sebagai ground. Jadi, semisal terdapat 10 lilitan kawat pada bagian sekundernya maka diantara lilitan ke-5 dan ke-6 dihubungkan pada sebuah kawat yang terhubung keluar lilitan.
Tegangan sekunder yang dihasilkan oleh trafo CT ini ada 2 macam, mempunyai amplitudo yang sama namun saling berlawanan fasa, masing2 sebesar 11VAC atau setengah dari tegangan sekunder pada trafo biasa seperti contoh diatas. Tegangan sekunder trafo CT ini diukur dari salah satu ujung lilitan terhadap titik center tapnya.
II.5 Power Suplay DC
Pencatu Daya (Inggris: power supply) adalah sebuah piranti elektronika yang berguna sebagai sumber daya untuk piranti lain, terutama daya listrik. Pada dasarnya pencatu daya bukanlah sebuah alat yang menghasilkan energi listrik saja, namun ada beberapa pencatu daya yang menghasilkan energi mekanik, dan energi yang lain. Pencatu daya tak distabilkan merupakan jenis pencatu daya yang paling sederhana. Pada pencatu daya jenis ini, tegangan maaupun arus keluaran dari pencatu daya tidak distabilkan, sehingga berubah-ubah sesuai keadaan tegangan masukan dan beban pada keluaran. Pencatu daya jenis ini biasanya digunakan pada peranti elektronika sederhana yang tidak sensitif akan perubahan tegangan. Pencatu jenis ini juga banyak digunakan pada penguat daya tinggi untuk mengkompensasi lonjakan tegangan keluaran pada penguat. Pencatu daya distabilkan pencatu jenis ini menggunakan suatu mekanisme loloh balik untuk menstabilkan tegangan keluarannya, bebas dari variasi tegangan masukan, beban keluaran, maupun dengung. Ada dua jenis kalang yang digunakan untuk menstabilkan tegangan keluaran, antara lain:
Pencatu daya linier, merupakan jenis pencatu daya yang umum digunakan. Cara kerja dari pencatu daya ini adalah mengubah tegangan AC menjadi tegangan AC lain yang lebih kecil dengan bantuan Transformator. Tegangan ini kemudian disearahkan dan dengan di menggunakan bagian akhir
rangkaian penyearah tegangan,
ditambahkan kondensator sebagai penghalus tegangan sehingga tegangan DC yang dihasilkan oleh pencatu daya jenis ini tidak terlalu bergelombang. Selain menggunakan diode sebagai penyearah, rangkaian lain dari jenis ini dapat
menggunakanregulator tegangan linier sehingga tegangan yang dihasilkan lebih baik daripada rangkaian yang menggunakan diode. Pencatu daya jenis ini biasanya dapat menghasilkan tegangan DC yang bervariasi antara 0 60 Volt dengan arus antara 0 - 10 Ampere.
Pencatu daya Sakelar, pencatu daya jenis ini menggunakan metode yang berbeda dengan pencatu daya linier. Pada jenis ini, tegangan AC yang masuk ke dalam rangkaian langsung disearahkan oleh rangkaian penyearah tanpa menggunakan bantuan transformer. Cara menyearahkan tegangan tersebut adalah dengan menggunakan frekuensi tinggi antara 10KHz hingga 1MHz, dimana frekuensi ini jauh lebih tinggi daripada frekuensi AC yang sekitar 50Hz.
Pada pencatu daya sakelar biasanya diberikan rangkaian umpan balik agar tegangan dan arus yang keluar dari rangkaian ini dapat dikontrol dengan baik.
BAB III METODE EKSPERIMEN
III.1 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan / dipakai pada rangkaian ini yaitu sebagai berikut: 1. Alat a. Solder b. Penghisap Timah c. Cutter d. Jumper e. Power suplay f. Multimeter 2. Bahan a. Resistor b. Transistor 2N3055 c. Transformator d. Lampu AC e. Kapasitor f. Saklar g. Timah h. Papan PCB i. BOX 2 Buah 2 Buah 1 Buah 1Buah 1 Buah 1 Buah Secukupnya 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah Secukupnya 1 Buah 1 Buah
j. Dudukan lampu
1 Buah
III.2 Gambar Rangkaian
X1
T3
Q2 V1 12 V
R1 100
R2 100
Q1
2N3055A
2N3055A
III.3 prosedur Kerja
Prosedur kerja pada rangkaian inverter yaitu sebagai berikut: 1. Menyiapkan alat dan bahan 2. Merangkai alat pada BOX 3. Memasang trafo pada papan PCB 4. Merangkai transistor dan resistor sesuai gambar percobaan 5. Menghubungkan positif power supplay ke trafo ct. 6. Menghubungkan negative power supply ke emitter kedua transistor 7. Menghubungkan input trafo dengan collector masing-masing transistor
8. Memasang Lampu pada dudukannya kemudian sambungkan output transformator ke bagian dudukan lampu 9. Setelah itu menaikkan tegangan power suppaly hingga lampu menyala.
III.4 Estimasi Biaya
Bahan
Jumlah
Harga satuan(Rp)
Harga total
Resistor Lampu Transformator Transistor 2N3055 Jumper Dudukan lampu Saklar Timah Papan PCB Jumlah
2 Buah 1 Buah 1 Buah 2 Buah
250 2000 16500 1100
500 2000 16500 2200
2 Meter 1 buah 1 Buah 1 Gulungan 1 Buah
1000 10000 2000 13000 5000
2000 10000 2000 13000 5000 53200
BAB IV PEMBAHASAN
IV.1 Hasil Pengamatan
Gambar Percobaan
X1
T3
Q2 V1 12 V
R1 100
R2 100
Q1
2N3055A
2N3055A
Pada saat power supplay diberikan tegangan 12 v maka mengakibatkan lampu pijar menyala. Dan tegangan output yang dihasilkan sebesar kira-kira 220v, namun tegangannya kurang stabil. Setiap menaikkan nilai tegangan input pada power supply mengakibatkan nyala lampu semakin terang.
IV.2 Aalisis Hasil Pengamatan
X1
T3
Q2 V1 12 V
R1 100
R2 100
Q1
2N3055A
2N3055A
Pada percobaan kali ini, transistor dianggap sebagai sebuah saklar dimana ketika Saklar S1 dan S2 ON-OFF bekerja secara bergantian. Pada saat S1 ON arus mengalir dari E/2 (+) S1 beban B-A E/2 (-), sedangkan S2 dalam keadaan terbuka. Pada waktu S2 ON sedangkan S1 terbuka, maka arus dari E/2 (+) beban AB S2 E/2 (-). Dengan demikian dalam satu periode ini beban merasakan adanyaarus yang mengalir dalam dua arah (bolak-balik). Di mana pada gambar 2.1 (b) dapat dilihat bentuk grafik tegangan beban A-B. rangkaian kombinasi 2 transistor yang masing-masing bekerja sebagai saklar dan akan aktif secara
bergantian terus menerus. Karena rangkaian flip-flop 2 transistor ini selalu memiliki 2 keadaan yang berganti terus menerus pada kedua transistor tersebut maka rangkaian flip-flop 2 transistor ini disebut sebagai astabil multivibrator (Astable Multivibrator) atau disebut juga sebagai fre running multivibrator. Sebagai step up converter berupa transformer CT 12 volt dengan output 220 volt. Transformer ini berfungsi untuk menaikan tegangan induksi dari 12 volt menjadi 220 volt AC.
BAB V PENUTUP
V.1 Kesimpulan
1. Inverter adalah perangkat elektrik yang digunakan untuk mengubah arus listrik searah (DC) menjadi arus listrik bolak balik (AC). 2. Inverter dapat dibuat secara sederhana dengan menggunakan 2 buah transistor 2N3055,2 buah resistor dan transformator dimana dengan rangkaian ini dapat mengubah teganangan 12V DC menjadi 220V AC 3. Rangkaian inverter ini menggunakan prinsip flip-flop, transistor 2N3055 akan mengalirkan arus ke trafo secara bergantian
V.2 Saran
1. kami berharap agar asisten juga memberikan saran dan pendapat tentang ide proyek yang akan dibuat 2. kami berharap agar asisten memberikan pengajaran mengenai prinsip kerja alat yang akan dibuat
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2013. Transistor sebagai Saklar.http://elektronika-dasar.com/teorielektronika/transistor-sebagai-saklar/. Diakses pada tanggal 15 Mei 2013 Anonim.2013. Inverter Sederhanahttp://haribaru08.blogspot.com. Diakses pada tanggal 15 Mei 2013 Anonim.2013. Transistor. d.wikipedia.org/wiki/Transistor. Diakses pada tanggal 15 Mei 2013 Anonim.2013. Transformator. d.wikipedia.org/wiki/Transformator. Diakses pada tanggal 15 Mei 2013 Anonim.2013. Resistor. d.wikipedia.org/wiki/Resistor. Diakses pada tanggal 15 Mei 2013