Anda di halaman 1dari 13

BAB 1

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Dalam praktek dilapangan untuk sesuatu keperluan tidak selamanya sistem kelistrikan
yang tersedia sesuai dengan yang diinginkan, misalnya diperlukan arus searah sedangkan
yang tersedia adalah arus bolak-balik atau sebaliknya. Maka diperlukan alat-alatuntuk
mengadakan penyesuaian atau perubahan.
Perubahan tersebut yang dimaksudkan antara lain:
a. Perubahan arus bolak-balik menjadi searah atau sebal
b. Perubahan frekuensi
c. Perubahan fasa
Perubahan dapat dilaksanakan secara langsung, misalnya arus bolak-balik menjadi searah
ataupun tidak langsung misalnya pada perubahan frekuensi. Konverter atau penyearah
adalah alat yang berfungsi merubah arus/ tegangan bolak-balik menjadi arus searah.
Sedangkan inverter atau pembalik merubah arus searah menajdi arus bolak-balik.

2. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Konverter dan Inverter?
2. Bagaimana prinsip kerja dari konverter dan inverter?
3. Apa Keuntungan dan Kekurangan konverter dan Inverter?
4. Bagaimana aplikasi dari konverter dan inverter di Indonesia ?
3. Tujuan
1.
2.
3.
4.

Menjelaskan pengertian Konverter dan Inverter.


Mengetahui bagaimana prinsip kerja dari konverter dan inverter.
Menyebutkan Keuntungan dan Kekurangan konverter dan Inverter.
Mengetahui apa saja aplikasi dari konverter dan inverter di Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN
a. Pengertian Konverter dan Inverter
1

1. Konverter
Konverter adalah suatu alat untuk mengkonversikan daya listrik dari satu bentuk ke
bentuk daya listrik lainnya.
Konverter AC - DC (Rectifier)
Konverter AC AC (Cycloconverter)
Konverter DC DC (DC Chopper)
Konverter DC AC (Inverter)
Penyearah: rangkaian penyearah diode mengubah tegangan ac ke tegangan dc tetap.
Tegangan masukan ke penyearah dapat bersifat satu fasa ataupun tiga fasa
Yang akan dibahas disini hanya Konverter AC-DC (Rectifier) dan Konverter DCAC (Inverter).
Rectifier (pengubah penyearah) adalah alat yang dipakai untuk mengubah daya arus
bolak-balik (AC) menjadi daya arus searah (DC). Jadi Konverter adalah alat untuk
mengubah/menyearahkan sistem tegangan AC ke tegangan DC.

Gambar rangkaian Konverter


2. Inverter
Inverter (pembalik) adalah alat yang dipakai untuk mengubah daya arus searah
(DC) menjadi daya arus bolak-balik yang tegangan dan frekuensinya dapat diatur. Jadi
inverter adalah alat untuk mengubah sistem tegangan DC ke tegangan AC. Lebih
spesifik lagi, fungsi inverter adalah mengubah tegangan masukan DC menjadi tegangan
keluaran AC yang simetris dengan amplitudo dan frekuensi tertentu. Tegangan
keluarannya dapat merupakan tegangan tetap maupun tegangan variabel dengan
frekuensi tetap ataupun variabel pula. Pada prakteknya, lebih banyak diperlukan
inverter dengan amplitudo dan frekuensi tetap. Inverter terdiri dari beberapa sirkuit
2

penting yaitu sirkuit converter (yang berfungsi untuk mengubah daya komersial
menjadi dc serta menghilangkan ripple atau kerut yang terjadi pada arus ini) serta
sirkuit inverter (yang berfungsi untuk mengubah arus searah menjadi bolak-balik
dengan frekuensi yang dapat diatur-atur). Inverter juga memiliki sebuah sirkuit
pengontrol.
Inverter biasanya menggunakan rangkaian modulasi lebar pulsa (pulse width
modulationPWM).

Inverter

juga

dapat

dibedakan

dengan

cara

pengaturan

tegangannya, yaitu :
1. Jika yang diatur tegangan input konstan disebut Voltage Fed Inverter (VFI),
2. Jika yang diatur arus input konstan disebut Current Fed Inverter (CFI), dan
3. Jika tegangan input yang diatur disebut Variable dc linked inverter.

Gambar rangkaian Inverter


Sumber DC yang dibutuhkan inverter dapat berasal dari baterai atau dari sumber
tegangan AC yang disearahkan.Untuk mendapatkan keluaran yang dikehendaki maka
digunakan rangkaian kontrol. Rangkaian kontrol tersebut antara lain berfungsi untuk
mengatur frekuensi dan amplitudo gelombang keluaran. Agar gelombang keluarannya
dapat kembali mendekati gelombang sinus, maka digunakan filter. Filter berfungsi
untuk melewatkan frekuensi yang diharapkan saja. Filter yang digunakan disini
biasanya merupakan filter jenis bandpass filter yang akan menangkal frekuensi rendah
dan frekuensi tinggi yang tidak diharapkan pada keluarannya. Inverter mode saklar
(switch mode inverter) adalah rangkaian utama dari system yang berfungsi untuk
membalikkan tegangan searah menjadi tegangan bolak-balik. Disebut mode saklar
karena alat ini bekerja dengan menggunakan teknik penyaklaran (switching). Keluaran
3

dari inverter mode saklar ini masih berupa pulsa-pulsa berfrekuensi tinggi (frekuensi
switching) Sedangkan rangkaian kontrol berfungsi untuk mengendalikan proses
penyaklaran (switching) yang terjadi pada inverter mode saklar. Pengendalian ini akan
menentukan bentuk gelombang, amplitude gelombang, serta frekuensi gelombang
keluaran pada sistem secara keseluruhan.
b. Prinsip Kerja Konverter dan Inverter
1. Prinsip kerja dari konversi AC ke DC
Nilai rata rata dari tegangan output dapat dikendalikan dengan mengubah ubah
conduction time dari thyristor satu sudut firing delay, . Inputnya dapat berupa sumber
satu atau tiga fasa. Converter converter ini juga dikenal sebagai penyearah control.
2. Prinsip kerja dari konvesi DC ke AC
Konverter DC AC dikenal juga sebagai inverter. Jika transistor M1 dan
M2 tersambung pada setengah periode, dan M3 dan M4 tersambung pada setengah
periode lainnya, keluaran akan berbentuk tegangan AC. Tegangan keluaran dapat
dikendalikan dengan mengubah ubah conduction time dari transistor.

c. Keuntungan dan Kerugian Konverter dan Inverter


Rectifier
Keuntungan :

Dapat Dikontrol dan diatur dengan mudah

Dapat Dikontrol Jarak Jauh

Tidak bising

Dapat menggunakan semua jenis Elektroda

Kerugian :

Beban berat

Ukuran besar
4

Efisiensi kira-kira 70%

Proses dan feedback control rendah

Inverter
Keuntungan :

Sangat efisien

Dapat di kontrol dari jarak jauh dan mudah

Portable

Tidak bising

kerugian :

Hanya untuk AC (tidak semua elektroda bisa digunakan

Aplikasi Konverter dan Inverter di Indonesia


Inverter
Secara umum rangkaian inverter biasanya digunakan dalam aplikasi pengendali kecepatan
motor AC, variable-frequency drives, UPS/catu-daya AC, pemanas induksi/microvawe, Static
VAR Generator, FACTS (Flexible AC Transmission System), trasnmisi daya HVDC,
ataupun digunakan sebagai rangkaian rectifier-inverter.

Gambar 1 Aplikasi Inverter : Rangkaian Pengendali Kecepatan Motor AC

Gambar 2 Aplikasi Inverter : Pembangkit Hibrida PV GD


Ada banyak topologi inverter saat ini bergantung pada jumlah fasa tegangan keluarannya (1fasa, 3-fasa, dll), metoda pengaturan sinyal kontrol tegangan keluaran (pulse width
modulation (PWM), pulse amplitude modulation (PAM), gelombang persegi), menurut level
tegangan keluaran, dll. Untuk memudahkan proses penulisan, pada artikel kali dikhususkan
untuk membahas topologi rangkaian inverter 1 fasa. Sedangkan topologi 3 fasa akan dibahas
pada pembahasan selanjutnya.

Konverter
penyearah daya juga bisa diaplikasikan sebagai rangkaian konverter yang mengatur
kecepatan motor listrik (variabel speed drives , VSD), sebagai UPS, atau juga sebagai sumber
DC untuk peralatan elektronika lainnya. Gambar 2 berikut ini menunjukkan masing-masing
dari rangkaian listriknya untuk setiap aplikasi tersebut.

Gambar 2 Aplikasi dari penyearah daya

BAB III
PENUTUP
7

1.

Simpulan
Konverter adalah suatu alat untuk mengkonversikan daya listrik dari satu
bentuk ke bentuk daya listrik lainnya.
Macam-macam converter: Konverter AC - DC (Rectifier), Konverter AC AC
(Cycloconverter), Konverter DC DC (DC Chopper), Konverter DC AC (Inverter)
Penyearah: rangkaian penyearah diode mengubah tegangan ac ke tegangan dc tetap.
Tegangan masukan ke penyearah dapat bersifat satu fasa ataupun tiga fasa.
Inverter (pembalik) adalah alat yang dipakai untuk mengubah daya arus searah (DC)
menjadi daya arus bolak-balik yang tegangan dan frekuensinya dapat diatur. Jadi
inverter adalah alat untuk mengubah sistem tegangan DC ke tegangan AC.
Prinsip kerja dari konversi AC ke DC yaitu Nilai rata rata dari tegangan
output dapat dikendalikan dengan mengubah ubah conduction time dari thyristor satu
sudut firing delay, . Inputnya dapat berupa sumber satu atau tiga fasa. Converter
converter ini juga dikenal sebagai penyearah control. Prinsip kerja dari konvesi DC ke
AC yaitu Konverter DC AC dikenal juga sebagai inverter. Jika transistor M1 dan
M2 tersambung pada setengah periode, dan M3 dan M4 tersambung pada setengah
periode lainnya, keluaran akan berbentuk tegangan AC. Tegangan keluaran dapat
dikendalikan dengan mengubah ubah conduction time dari transistor.
Keuntungan Rectifier: Dapat Dikontrol dan diatur dengan mudah, Dapat Dikontrol
Jarak Jauh, Tidak bising, Dapat menggunakan semua jenis Elektroda.
Kerugiannya yaitu Beban berat, Ukuran besar, Efisiensi kira-kira 70%, Proses dan
feedback control renda.
Keuntungan inverter yaitu : Sangat efisien, Dapat di kontrol dari jarak jauh dan
mudah, Portable, Tidak bising. Kerugiannya : Hanya untuk AC (tidak semua elektroda
bisa digunakan). Aplikasi rectifier yaitu sebagai pencatu alat elektronika yang
membutuhkan arus DC, sedangkan inverter dapat diaplikasikan sebagai UPS,
digunakan untuk menyetrum ikan, dan lain sebagainya.

2.

Saran
Dalam pegendalian kecepatan motor AC, variable-frequency drives, UPS/ catu
daya AC, pemanas induksi/ microvawe, static VAR generator, FACTS, transmisi
daya HVDC ataupun sebgai rangkaian rectifier-inverter sebaiknya menggunakan

rangkaian inverter.
Dalam rangkaian converter yang mengatur kecepatan motor listrik ( variable
speed drives, VSD ), sebagai UPS, atau juga sebagai sumber DC untuk peralatan
elektronika sebaiknya menggunakan rangkaian converter.
8

DAFTAR PUSTAKA
Kadir, Abdul. 1995.Energi Sumber daya, Inovasi, Tenaga Listrik, dan Potensi Ekonomi,
Jakarta:Universitas Indonesia (UI-Press).
Sulasno.2009.Teknik Konversi Energi Listrik dan Sistem Pengaturan, Yogyakarta: Graha
Ilmu.
http:// tiraweld.blogspot.com/2013/02/keuntungan-kerugian-inverter-dan-rectifier.html (30
April 2014 08.30.58)

http://shilahudinpunya.blogspot.com/2011/02/pengertian-inverter.html (30 April 2014


10.40.30)

Pertanyaan
Dari Dwi Budi Susilo:
1. Bagaimana proses penyearahannya bisa keluar positif dan negative?
Jawab:

10

Melihat gambar diatas mungkin sudah sangat jelas aliran positif atau aliran
negatifnya dari sumber, bahwa ketika D3 dan D1 mendapatkan arus maju
makan D1 dan D3 On sehingga D4 dan D2 Off, maka arus yang mengalir
bermuatan positif, sebaliknya jika arus yang lewat mundur makan D4 dan D2
bergantian menjadi On sedangkan D1 dan D3 Off dan arus yang mengalir
brmuatan negative.
Dari Feri :
2. Input menggunakan aki apakah daya outputnya berbeda?
Jawab:
Daya outputnya pasti tidak sama atau berbeda dengan daya outputnya karena
disesbabkan adanya rugi-rugi daya seperti adaya resistor.
Dari Angga:
3. Bagaimana jengokolannya biar tidak panas?
Jawab:
Dari hasil praktik yang saya buat, jengkolannya memang panas dikarenaka
dalam hasil pembuatannya tidak menggunaakan headsink atau pendingin jadi
jika menggunakan headsink maka panas dari transistor jengkolan akan
berkurang.
Pertanyaan
1.
2.
3.
4.

Bagaimana prinsip kerja dari konversi ac ke ac


Bagaimana prinsip kerja dari konversi dc ke dc?
Berapa lama bisa backup listrik?
Bisakan inverter menggunakan aki motor dan apabila saya ingin lebih lama ketahanan
back up nya , apa yang harus saya lakukan?
Jawaban:
1. Ac ke Ac
Converter ini digunakan untuk memperoleh tegangan keluaran ac variable dari
sumber ac tetap dan converter satu fasa dengan suatu TRIAC pada gambar berikut.

11

Tegangan keluaran dikendalikan dengan mengubah ubah conduction time dari


TRIAC atau sudut delay penyalaan, . Tipe converter ini dikenal juga sebagai
controller tegangan ac.

2. Dc ke Dc
Converter dc dc juga dikenal sebagai dc chopper atau pensaklaran regulator dan
suatu rangkaian transistor chopper diberikan pada gambar berikut.

Tegangan keluaran rata rata dikendalikan dengan mengubah ubah conduction


time t dan transistor Q1. Jika T adalah periode chopping, maka t1 = T. dikenal
sebagai sebagai duty cycle dari chopper-nya.
12

3. lama backup listrik itu tergantung pada arus aki yang digunakan. inverter tahan
back up sampai 12 jam hanya dengan 1 unit aki maka menggunakan rumus/cara
perhitungannya : Aki 12 Volt 200Ah Memakai beban 200 watt maka
perhitungannya 12 Volt Dikali 200Ah = 2400Ampere/Hour Dibagi Beban 200watt
maka waktu ketahanan adalah 12 jam. Untuk backup listrik supaya lebih lama tidak
ditentukan oleh type watt power inverter tetapi ditentukan oleh aki mobil yang
digunakan
4. Ukuran aki motor hampir rata rata ukurannya adalah 12V 5Ah saja sehingga lama
ketahanan akan sangat cepat habis. Jawabannya bisa namun akan mempengaruhi
lama ketahanan back up yang hanya sebentar saja
Anda hanya perlu menambah aki dengan cara paralel, yaitu kutub positive ke kutub
positive dan kutub minus ke kutub minus atau bisa memakai aki kapasitas Ampere
besar misalnya menggunakan aki mobil yang amperenya mencapai 60-70A

13

Anda mungkin juga menyukai