Anda di halaman 1dari 10

Judul Praktikum : Praktikum Modul 1

Nama Asdos : Ida Bagus Oka A.


Identitas Mahasiswa
1. Kerangka Teori
1.1 Rumusan Masalah
Permasalahan yang ingin dianalisis adalah bagaimana kualitas produk
keramik kayu lantai di !. "ri Makmur #entosa. Jumlah sampel yang diamati
setiap hari ber$umlah % sampel yang dilakukan selama &' hari dengan (ariabel
yang diamati adalah ukuran pan$ang keramik kayu lantai.
1.2 Sumber Data
)ata yang digunakan dalam praktikum merupakan data sekunder yang
diambil dari "ugas Akhir mahasiswa Jurusan #tatistika angkatan *''* yang
bernama +ahayu +omanika, N+P 1&'*1'''-..
1.3 Metode analisis
Metode yang digunakan dalam analisis kualitas produk keramik kayu lantai
di !. "ri Makmur #entosa adalah metode pengendalian kualitas peta kendali
(ariabel / 0. Penggunaan peta kendali karena data
merupakan data (ariabel ukuran pan$ang keramik di !. "ri Makmur #entosa.
Penggunaan peta kendali karena ukuran sampel ke1il /n21'0 dan data
termasuk kategori (ariable. #edangkan peta kendali dapat digunakan untuk
pengu$ian dengan $umlah sampel ke1il maupun sampel besar. #e1ara mendasar
terdapat perbedaan teorema pada saat $umlah sampel ke1il dengan $umlah sampel
besar pada tabel nilai gra3ik de(iasi standart untuk peta kendali .
2. Langkah-langkah Praktikum Menggunakan Software Minitab
Nama : Mo1hamad A3andi
N+p : 1&1'1'''-4
Nama : +ida )wi 5estari
N+p : 1&1'1'''.6
#ebelum melakukan analisis lebih lan$ut, maka akan dilakukan terlebih
dahulu u$i kenormalan dan kea1akan data. Apabila hasil pengu$ian distribusi tidak
berdistribusi normal maka akan ter$adi kesulitan dalam menurunkan distribusi
sampling Apabila hal itu ter$adi maka solusi yang paling mudah adalah
dengan mengasumsikan data mengikuti distribusi normal.
2.1 Ui Kenormalan
7ntuk mengu$i kenormalan data dilakukan menggunakan aplikasi minitab
dengan menggunakan u$i kolmogorov-Smirnov. Berikut adalah langkah8langkah
u$i kenormalan.
1. Menggabungkan semua sampel yang ada berdasarkan subgroupnya ke dalam
1 kolom.
2. 9lik pada pada option minitab #tat Basi1 #tatisti1s Normality "est,
maka akan mun1ul kotak dialog berikut.
Pada options variabel isikan :sampel;,kemudian pada Tests for Normality
pilih Kolmogorov-Smirnov lalu O9. 9emudian akan tampil plot probalility dari
sampel yang ada sebagai berikut.
2.2 Ui Kea!akan Data
)engan bantuan aplikasi minitab dilakukan u$i kea1akan terhadap sampel
data yang ada dengan langkah8langkah sebagai berikut.
1. Menggabungkan sampel yang ada terlebih dahulu berdasarkan subgroupnya
ke dalam 1 kolom.
2. 9lik pada pada option minitab #tat Nonparametri1s +uns "est.
Pada kolom variabel isi dengan :sampel;, kemudian klik O9. #ehingga
diperoleh hasil minitab berikut.
2.3 Pembuatan Peta Kendali
#etelah dilakukan u$i kenormalan dan u$i kea1akan maka langkah
selan$utnya adalah membuat peta kendali dengan langkah8langkah sebagai
berikut.
1. Menggabungkan sampel yang ada terlebih dahulu berdasarkan subgroupnya
ke dalam 1 kolom.
Runs Test: sampel
Runs test for sampel
Runs above and below K = 49.7854
The observed number of runs = 65
The expected number of runs = 6.7!!!
64 observat"ons above K# 56 below
$%value = .4!&
2. 9lik pada pada option minitab #tatontrol harts!ariables 1harts 3or
subgroups<bar8+.
Pada kotak dialog <bar8+ masukkan :sampel; kedalam kolom yang
tersedia. Pada kotak subgroup sizes yang ada isi dengan angka % karena banyak
sampel adalah %. 9emudian klik <bar8+ Option sehingga mun1ul kotak <bar8+
hart sebagai berikut.
Pada submenu yang ada pilih estimate dan pada subgroup size >1 pilih
Rbar. =al ini dilakukan agar estimasi nilai batas atas dan batas bawah yang
dihasilkan tidak bias. #etelah set up selesai pada >bar8+ options lalu klik O9,
sehingga didapatkan hasil sebagai berikut.
)ari
gambar di atas terlihat bahwa semua rata8rata dari subgroup masih dalam kondisi
in control.
2." Pembuatan Peta Kendali
)engan bantuan aplikasi minitab dilakukan pembuatan peta kendali

terhadap sampel data yang ada dengan langkah8langkah sebagai berikut:
1. Menggabungkan sampel yang ada terlebih dahulu berdasarkan subgroupnya
ke dalam 1 kolom.
2. 9lik pada pada option minitab #tatontrol harts!ariables 1harts 3or
subgroups<bar8#.
Pada kotak dialog ini masukkan :sampel : kedalam kolom yang tersedia.
Pada Subgroup sizes yang ada isi dengan % karena banyak sampel adalah %,
kemudian klik <bar8# Options sehingga mun1ul kotak dialog berikut.
Pada submenu yang ada pilih estimate dan pada subgroup size >1 pilih
Sbar. =al ini dilakukan agar estimasi nilai batas atas dan batas bawah yang
dihasilkan tidak bias. #etelah set up selesai pada <bar8# Options maka klik O9
sehingga didapatkan hasil sebagai berikut.
)ari gambar di atas terlihat bahwa semua rata8rata dari subgroup masih
dalam kondisi in control.
3. #asil Praktikum
3.1 Ui Kenormalan
Berdasarkan data maka akan dilakukan analisis proses kendali statistik.
#ebelum dilakukan analisis proses kendali statistik maka harus dilakukan u$i
kenormalan data terlebih dahulu dengan menggunakan 7$i Kolmogorov-Smirnov
dan didapatkan hasil pengu$ian sebagai berikut.
52 51 50 49 48
99.9
99
95
90
80
70
60
50
40
30
20
10
5
1
0.1
sampel
P
e
r
c
e
n
t
Mean 49.79
StDev 0.6433
N 120
KS 0.106
P-Value <0.010
Probability Plot of sampel
Normal
?ambar &.1 Plot )istribusi untuk )ata #ampel
Berdasarkan ?ambar &.1 Plot distribusi untuk data sampel, didapatkan
nilai P 2 ','1. )engan menggunakan @ A ','- maka dapat dikatakan bahwa data
tidak berdistribusi normal.
3.2 Ui Kea!akan data
#etelah dilakukan pengu$ian terhadap u$i kenormalan maka selan$utnya
akan dilakukan pengu$ian terhadap kea1akan data. )engan menggunakan 7$i Run
Test, didapatkan hasil pengu$ian sebagai berikut.
Runs above and below K = 49.7854
The observed number of runs = 65
The expected number of runs = 6.7!!!
64 observat"ons above K# 56 below
$%value = .4!&
"abel &.1 7$i 9ea1akan #ampel
Berdasarkan tabel &.1 7$i 9ea1akan #ampel, didapatkan P-value ',%&*.
)engan menggunakan @ A ','- dapat disimpulkan bahwa data tidak menun$ukkan
pola tertentu /random0.
3.3 Peta Kendali $bar - R
9arena data tidak berdistribusi normal maka diasumsikan data mengikuti
distribusi normal sehingga dapat dibuat peta kendali <bar8+. )ata pengamatan
terdiri dari &' subgrup dengan ukuran sampel pada masing8masing subgrup
sebanyak %. )engan bantuan softare minitab didapatkan hasil sebagai berikut .
28 25 22 19 16 13 10 7 4 1
51.0
50.5
50.0
49.5
49.0
Sample
S
a
m
p
l
e

M
e
a
n

!" 49.785
#$%" 50.836
%$%" 48.734
28 25 22 19 16 13 10 7 4 1
3
2
1
0
Sample
S
a
m
p
l
e

R
a
n
g
e

&" 1.443
#$%" 3.291
%$%" 0
Xbar-R Chart of sampel
Gambar 3.2 Peta Kendali Xbar-R
Berdasarkan ?ambar &.* peta kendali <bar8+ terlihat bahwa semua
subgrup berada dalam batas kontrol dengan batas kendali atas /750 sebesar
-',.&6, enter 5ine /50 %4,B.- dan batas kendali bawah /550 sebesar %.,B&%.
#edangkan pada peta kendali + $uga terlihat bahwa semua subgrup $uga berada
dalam batas kontrol dengan batas kendali atas /750 sebesar &,*41, enter 5ine
/50 adalah +bar sebesar 1,%%& dan batas kendali bawah /550 sebesar '.
3." Peta Kendali $bar % S
Peta kendali Peta 9endali <barC# pada umumnya dibuat pada saat sampel
besar, namun peta kendali <barC# ini $uga bisa dibuat dalam sampel ke1il seperti
dalam kasus ini, dimana sampel ber$umlah % dengan subgroup ber$umlah &'.
)engan bantuan softare minitab didapatkan hasil sebagai berikut .
Gambar 3.3 Peta Kendali Xbar-S
Berdasarkan ?ambar &.& Peta 9endali <bar8# terlihat bahwa semua
subgrup berada dalam batas kontrol dengan batas kendali atas /750 sebesar
-',.%6, enter 5ine /50 %4,B.- dan batas kendali bawah /550 sebesar %.,B*-.
#edangkan pada peta kendali # $uga terlihat bahwa semua subgrup $uga berada
dalam batas kontrol dengan batas kendali atas /750 sebesar 1.%B6, enter 5ine
/50 adalah #bar sebesar '.6-1, batas kendali bawah /550 sebesar '.
3.& Perbandingan Peta Kendali $bar % S dan Peta Kendali $bar % R
Gambar 3.4 Perbandingan Peta Kendali Xbar-S dan Peta Kendali <bar C +
Berdasarkan Gambar 3.4 Perbandingan Peta Kendali Xbar-S dan
Peta Kendali <bar C + terlihat bahwa batas kendali atas dan batas kendali bawah
peta kendali <bar C + lebih sempit $ika dibandingkan dengan peta kendali Xbar-
S, sehingga pada sampel yang kecil akan lebih baik ika mengg!nakan
peta kendali <bar C +.
". Kesim'ulan dan saran
Berdasarkan peta kendali Xbar-S dan peta kendali <barC+ dapat
disimpulkan bahwa rata8rata pan$ang keramik dalam setiap subgroup dalam
kondisi in8kontrol atau tidak ter$adi 1a1at produk. 9ondisi ini menun$ukkan
bahwa produk keramik kayu lantai di !. "ri Makmur #entosa dengan (ariabel
pengamatan pan$ang keramik sudah sesuai dengan spesi3ikasi yang ditentukan
oleh perusahaan. )engan kondisi ini maka dapat di sarankan bahwa batas peta
kendali dari Xbar-S dan peta kendali <bar C + saat ini bisa digunakan sebagai
batas kendali dalam proses selan$utnya dengan lebih mengutamakan untuk
membuat peta kendali <bar8+ karena batas8batas dari peta kendali <bar C +
memiliki selang yang lebih sempit.