Anda di halaman 1dari 11

LABORATORIUM ANALITIK DASAR

SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2014-2015



PRAKTIKUM KIMIA FARMASI
Modul : Penentapan Kadar Senyawa Obat dengan Motode
Nitrimetri
Pembimbing : Budi Santosa, MT




Oleh:
Kelompok : III
Nama : 1. Fauzia Dwi Putri, NIM.121431010
2. Fitri Oktaviani, NIM.121431011
3. Ika Fitri Hadiyanti, NIM.121431012

Kelas : 2A-Analis Kimia




PROGRAM STUDI DIPLOMA III ANALIS KIMIA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2014
Praktikum : 22 September 2014
Penyerahan : 29 September 2014
(Laporan)
I. Tujuan Praktikum :
1. Mengetahui dan memahami prinsip penetapan kadar dengan metoda nitrimetri
2. Mengetahui dan memahami penerapan metode nitrimetri
3. Mampu menetapkan kadar senyawa obat berdasarkan metoda nitrimetri

II. Dasar Teori :
Nitrimetri adalah metoda titrasi yang menggunakan NaNO
2
sebagai pentiter dalam
suasana asam. Pada suasana asam, NaNO
2
berubah menjadi HNO
2
(asam nitrit) yang
akan bereaksi dengan sampel yang dititrasi membentuk garam diazonium (Gandjar et al,
2007). Pembentukan garam diazonium berjalan lambat, oleh karena itu untuk
mempercepatnya dapat ditambahkan KBr sebagai katalis (Hamdani, 2013). Zat yang
dapat dititrasi dengan nitrimetri adalah zat yang mengandung gugus NH
2
(amin)
aromatis primer atau zat lain yang dapat dihidrolisis/direduksi menjadi amin aromatis
primer (Setyawati et al, 2010). Pada metoda nitrimetri ini, dapat dipakai indikator dalam
(indikator yang ditambahkan ke dalam labu dan ikut tertitrasi) atau indikator luar.
Indikator dalam yang sering digunakan adalah campuran indikator tropeolin OO dan
metilen biru. Sedangkan pasta Kanji-KI sering dipakai sebagai indikator luar. Untuk
memperoleh titik akhir yang tajam/jelas, seringkali titrasi dilakukan pada suhu dibawah
15
o
C, sebab pada suhu yang lebih tinggi garam diazonium akan terurai menjadi fenol dan
gas nitrogen. Titrasi nitrimetri digunakan dalam analisa senyawa-senyawa organik,
khususnya untuk persenyawaan amina primer seperti sulfaguanidin dan paracetamol.
Parasetamol atau asetaminofen adalah obat analgesik dan antipiretik yang populer dan
digunakan untuk melegakan sakit kepala, sengal-sengal dan sakit ringan, serta demam.
Digunakan dalam sebagian besar resep obat analgesik selesma dan flu. Selain dengan
metode nitrimetri, paracetamol juga dapat ditetapkan kadarnya dengan metode Kjetdahl.
Untuk cara fisikokimia, kadar parasetamol dapat ditentukan pula menggunakan metoda
spektrofotometri.

Struktur Asetaminofen (parasetamol)
Sulfaguanidin merupakan salah satu senyawa turunan sulfonamide yang digunakan sebagai anti
infeksi, terutama untuk penderita infeksi saluran kemih dan infeksi sistemik. Kadar sulfaguanidin
dapat ditentukan berdasarkan metode nitrimetri menggunakan pentiter natrium nitrit berdasarkan
metode titrasi asam basa atau cara fisikokimia dengan metode spektrofotometri.

Struktur Sulfaguanidin
Prinsip titrasi nitrimetri :
1. Pembentukan garam diazonium dari gugus amin aromatic primer (amin aromatic
sekuder dan gugus nitro aromatik);
2. Pembentukan senyawa nitrosamine dari amin alifatik sekunder;
3. Pembentukan senyawa azidari gugus hidrazida dan
4. Pemasukan gugus nitro yang jarang terjadi karena sulitnya nitrasi dengan
menggunakan asam nitrit dalam suasana asam.

III. Alat dan Bahan
Alat : Bahan :
Mortir dan Stamper Tablet Sulfaguanidin
Spatula Tablet Parsaetamol
Labu Erlenmeyer Asam Sulfanilat
Gelas Piala Larutan NaNO
2
0,1 M
Labu Bundar Ammonia 25%
Alat Refluks HCl pekat dan HCl 1 N
Buret KBr padat
Pipet tetes Indikator Metilen Biru 0,1%
Penangas Air Indikator Trepeolin OO 0,1%



IV. Prosedur Kerja
1. Pembakuan larutan natrium nitrit



2. Penentuan kadar sulfaguanidin dalam obat




1.
Memasukkan 0,173 gram asam sulfanilat ke dalam erlenmeyer
2.
Menambahkan 30 mL aquadest
Menambahkan 20 tets amonia 25 % hingga larutan larut
3.
Menambahkan 15 mL HCl 1 N dan 1 gram KBr
Menambahkan 5 tetes indikator tropeolin OO dan 3 tetes lindikator metilen
biru
4.
Menitrasi larutan diatas dengan natrium nitrit 0,1 M hingga terjadi
perubahan warna dari ungu ke biru terang
1.
Memasukkan sampel obat sebanyak 0,250 gram ke dalam erlenmeyer
2.
Melarutkan dalam 15 mL HCl pekat (panaskan jika perlu)
Menambahkan 1,5 gram KBr (setelah dingin) dan mengocoknya
3.
Menambahkan 5 tetes indikator tropeolin OO dan 3 tetes lindikator metilen
biru
4.
Menitrasi larutan diatas dengan natrium nitrit 0,1 M hingga terjadi
perubahan warna dari ungu-coklat ke biru-hijau
3. Penentuan kadar parasetamol dalam obat

















1.
Memasukkan sampel obat sebanyak 0,600 gram ke dalam labu erlenmeyer
2.
Menambahkan 20 mL HCl dalam air (1:2)
Merefluks larutan tersebut selama 30 menit dan mendinginkannya
3.
Menambahkan 5 gram KBr , 5 tetes indikator tropeolin OO dan 3 tetes
lindikator metilen biru
4.
Menitrasi larutan diatas dengan natrium nitrit 0,1 M hingga terjadi
perubahan warna dari ungu ke biru-hijau

V. Data Pengamatan
Gambar keterangan

Pembakuan larutan natarium nitrat
menggunakan asam sulfanilat dengan treopeolin
OO dan metylen biru sebagai indikator.
Perubahan warna terjadi dari ungu menjadi biru
terang saat titik akhir titrasi.
Penentuan kadar paracetamol secara nitrimetri
dilakukan dengan menggunakan natrium nitrat
sebagai titran.
Gambar disamping menunjukan sampel
parasetamol setalah ditambahkan tropeolin OO
dan metylen biru sebagai inidikator sehingga
warna larutan menjadi ungu.
Sampel sulfaguanidin setelah ditambahkan
indikator tropeolin OO dan metilen biru, warna
larutan menjadi ungu-coklat.





VI. Perhitungan
1. Pembakuan larutan natrium nitrit terhadap asam sulfanilat
Titrasi ke- Berat asam sulfanilat (gram)
Volume NaNO2 yang
digunakan (ml)
1 0,1730 10,05
2 0,1731 10,05
Rata-rata 0,17305 10,05

Perhitungan konsentrasi asam sulfanilat




[Asam Sulfanilat] = 0,0333 N

Perhitungan konsentrasi natrium nitrit



2. Penentuan kadar parasetamol
Berat parasetamol (gram)
Volume NaNO2 yang
digunakan (ml)
0,6002 3,85

- 1,0 mL natrium nitrit 0,1 M setara dengan 15,12 mg C8H9NO2
- 3,85 mL natrium nitrit 0,0994 M setara dengan berapa mg C8H9NO2 ?





()

()



()
()

Secara teoritis (kandungan parasetamol 600 mg pertablet)
Massa parasetamol dalam tablet =



=



= 0,5016 gram

% Rendemen =



=


= 11,54 %















VII. Pembahasan
Pada praktikum kali ini bertujuan untuk menentukan kadar obat dengan metode
nitrimetri. Pada titrasi nitrimetri ini menggunakan titran larutan natrium nitrit (NaNO
2
) yang
distandarisasi menggunakan asam sulfanilat karena larutan natrium nitrit merupakan larutan
standar sekunder. Prinsip dalam metode ini didasarkan pada reaksi diazotasi yakni reaksi
antara amina aromatik primer dengan asam nitrit dalam suasana asam membentuk garam
diazonium. Asam nitrit diperoleh dengan cara mereaksikan natrium nitrit dengan suatu asam
dalam hal ini HCl, sehingga NaNO
2
berubah menjadi HNO
2
. Dengan reaksi :
NaNO
2
+ HCl NaCl + HNO
2

Kemudian HNO
2
bereaksi dengan sampel membentuk garam diazonium.
Dilakukannya pembentukan asam nitrit dari natrium nitrit ini karena asam nitrit sangat tidak
stabil dan mudah teroksidasi oleh udara menjadi HNO
3
.
Pada standarisasi natrium nitrit, digunakan asam sulfanilat yang dilarutkan dalam
aquadest dan ditambahkan amonia 25%. Penambahan amonia 25% dimaksudkan untuk
memperbesar kelarutan asam sulfanilat karena pada dasarnya asam sulfanilat sukar larut
dalam air. Selanjutnya penambahan HCl 1 N yang berfungsi agar suasana larutan menjadi
asam sehingga natrium nitrit dapat berubah menjadi asam nitrit. Reaksi yang terjadi
menghasilkan garam diazonium dengan reaksi sebagai berikut :



Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pembentukan garam diazonium diatas
berlangsung sangat lambat oleh karena itu ditambahkan KBr sebanyak 1 gram sebagai
katalisator. Selain itu, titrasi dilakukan pada suhu dingin yaitu kurang dari 15
0
C karena pada
suhu tinggi garam diazonium mudah tehidrolisis menjadi fenol dan gas nitrogen. Untuk
mengamati titik akir titrasi digunakan indikator, dalam hal ini adalah indikator dalam yaitu
campuran dari tropeolin OO dan metilen biru. Tropeolin OO merupakan indikator asam-basa
yang berwarna merah dalam suasana asam dan berwarna kuning bila dioksidasi oleh adanya
kelebihan asam nitrit, sedangkan metilen biru sebagai pengkontras warna sehingga pada titik
akhir titrasi akan terjadi perubahan dari ungu menjadi biru terang.
Untuk mencapai titik akhir titrasi, diperlukan natrium nitrit sebanyak 10,05 mL
sehingga konsentrasi natrium nitrit setelah standarisasi yaitu 0,0994 N. Titrasi dilakukan
secara duplo agar hasil yang didapatkan lebih akurat.
Selanjutnya penentuan kadar paracetamol dalam sampel obat. pada penentuan kadar
parasetamol. Setalah ditambahkan HCl 1:2, dilakukan refluks hal ini bertujuan untuk
mempercepat reaksi sehingga amina sekunder yang terkandung dalam paracetamol
terhidrolisis menjadi amina primer yang dapat bereaksi dengan natrium nitrit membentuk
garam diazonium. Refluks dilakukan selama 30 menit dengan harapan semua amina telah
berubah menjadi amina primer. Seperti halnya pada standarisasi natrium nitrit, titrasi
penentuan kadar obat ditambahkan KBr sebagai katalisator dan indikator dalam tropeolin OO
dan metilen biru. Namun pada pengamatan titik akhir titrasi terjadi perbedaan perubahan
warna dengan standarisasi natrium nitrit. Perubahan ini terjadi karena perbedaan kandungan
senyawa yang dititras. Pada parasetamol perubahan warna yang terjadi adalah dari ungu
menjadi biru hijau. Dengan rekasi yang terjadi yaitu :



Dari hasil titrasi penentuan kadar parasetamol didapatkan volume titik akhir sebanyak
3,85 ml sehingga kadar parasetamol dalam sampel yaitu 0,05786 gram sedangkan secara
teoritis (tertera pada kemasan) kandungan parasetamol dalam sampel seharusnya 0,5016
gram. Sehingga rendemen yang didapat adalah 11,54 %. Rendemen yang didapatkan sangat
kecil. Hal ini terjadi bisa dikarenakan antara lain amina sekunder dalam parasetamol belum
terhidrolisis sempurna menjadi amina primer sehingga reaksi pembentukan garam diazonium
tidak terjadi secara sempurna, dan juga bisa dikarenakan sampel parasetamol tidak larut
sempurna dalam pelarutnya yaitu HCl 1:2.
VIII. Kesimpulan
1. Kadar parasetamol dalam sampel adalah 0,05786 gram sedangkan secara teoritis
seharusnya 0,5016 gram
2. Rendemen perolehan kadar parasetamol 11,54 %

Daftar Pustaka
Aninim. id.swewe. tt. http://id.swewe.net/word_show.htm/?87182_1&Asam_sulfanilat (diakses
September 28, 2014).
Anonim. (2014, Agustus 29). Wikipedia. Retrieved September 28, 2014, from Wikipedia Ensiklopedia
Bebas: http://www.wikipedia.org/
Holina, Pebri. repositori.usu. 26 Mei 1010.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17387/4/Chapter%20II.pdf (diakses
September 27, 2014).
Rahman, Ibnu Gholib dan Abdul. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.
Zulfikar. chemistry. 30 Desember 2010. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-
kesehatan/pemisahan-kimia-dan-analisis/titrasi-nitrimetri/ (diakses September 27, 2014).