Anda di halaman 1dari 15

MEDITASI ENERGI

Kini semakin banyak dokter yang tidak hanya mengandalkan obat farmasi
untuk kesembuhan pasiennya, tetapi juga terapi komplementer seperti yoga atau meditasi.
Data di Amerika Serikat menunjukkan, 3 persen pasien di sana melakukan terapi
keseimbangan tubuh dan jiwa karena rekomendasi dokternya. Setelah disurvei, ternyata lebih
dari 3 persen orang melakukan terapi atas anjuran dokternya. Penelitian tersebut dilakukan
berdasarkan National Health Interview Survey tahun 2007 terhadap 23.000 rumah tangga.
KOMPAS.com

Pada tahun 2007, 38 persen orang Amerika menggunakan pengobatan alternatif dan
komplementer. Terapi keseimbangan tubuh dan jiwa, seperti yoga atau tai-chi yang mulai
dikenal sejak tahun 2002, saat ini mengalami kenaikan popularitas hingga 75 persen.
Hasil survei menunjukkan 6,3 juta penduduk menggunakan terapi keseimbangan tubuh dan
jiwa berdasarkan rekomendasi dokternya dan 34,8 persen melakukannya atas inisiatif sendiri.
Kelompok yang mengikuti saran dokter itu pada umumnya memiliki kesehatan yang lebih
buruk.
"Para dokter itu menganjurkan pasiennya untuk melakukan terapi komplementer sebagai
upaya terakhir saat terapi konvensional gagal. Karena itu, kami menduga, jika terapi
komplementer itu dilakukan sejak awal, mungkin hasilnya lebih baik," kata Dr. Aditi
Nerurkar dari Harvard Medical School yang melakukan riset ini.
Kecenderungan yang sama juga bisa dilihat di perkotaan di Indonesia. Meski belum
dianjurkan dokter, terapi komplementer seperti yoga atau meditasi kini makin mudah
ditemukan, bahkan termasuk dalam program di pusat-pusat kebugaran.
Menurut dr. Surjo Dharmono, Sp.KJ(K) dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia, terapi semacam meditasi dianjurkan kepada pasien bukan untuk
mengobati penyakit. "Tujuannya adalah mengurangi stres akibat penyakit yang diderita.
Ketika stres berkurang, kekebalan tubuh akan meningkat sehingga diharapkan penyakitnya
lebih cepat sembuh," katanya.

______

Setiap tubuh manusia memiliki mekanisme penyembuhan diri, hanya saja mereka kurang
menyadari hal itu. Kebanyakan orang lebih memilih lari dari permasalahan atau
mengupayakan penyembuhan dengan cara-cara yang praktis atau yang modern. Tetapi tidak
semua penyakit dapat disembuhkan dengan cara-cara modern, karena itu banyak juga orang
yang mengupayakan penyembuhan dengan cara-cara tradisional, seperti pengobatan
menggunakan tanaman obat (herbal), pijat refleksi, akupunktur, tenaga dalam / prana sampai
pengobatan dengan cara-cara gaib.

Olah raga, diet dan perawatan medis, bisa membantu menjaga kesehatan dan penyembuhan
penyakit. Menonton film, menyanyi, berlibur dan bersenang-senang bisa mengurangi stres
dan kejenuhan sehari-hari. Curhat kepada sahabat atau datang ke psikolog bisa membantu
meringankan masalah dan tekanan batin yang dialami.
Ada juga cara mudah dan praktis untuk menenangkan hati dan pikiran, yaitu yang disebut
Terapi Musik. Hampir setiap orang senang mendengarkan musik. Apalagi ketika sedang
stres, musik bisa memberikan ketenangan dan perasaan lega, karena secara psikis musik bisa
membuat orang merasa rileks. Dalam keadaan rileks, metabolisme tubuh bisa bekerja dengan
lebih baik dan lebih teratur. Jenis musiknya bisa apa saja, yang terbaik adalah musik / lagu
kegemarannya. Tetapi dalam kondisi tubuh yang sedang sakit musik yang terbaik adalah
yang iramanya bergenbira, yang ketika orang menikmati musiknya, semangatnya ikut
terangkat. Kondisi yang bersemangat dan bergembira akan memicu kerja metabolisme tubuh
yang lebih baik dalam proses penyembuhan.
Namun ada satu prinsip dasar yang sangat membantu proses penyembuhan, paling tidak
dapat mengurangi penderitaan seseorang karena sakitnya atau masalahnya, yaitu Sikap
Menerima, itu membantu penyembuhan. Dengan cara itu berarti kita sudah menyelaraskan
pikiran, perasaan dan batin kita untuk tidak ruwet karena masalah, untuk tidak memperkeruh
keadaan di dalam diri kita. Dan proses penyembuhan kita akan menjadi lebih cepat bila
kondisi kita juga bersemangat dan bergembira.

Salah satu bentuk upaya penyembuhan diri adalah dengan cara meditasi. Metode ini telah
terbukti bisa mengatasi berbagai masalah yang bersifat psikologis maupun biologis. Secara
ilmu kedokteran maupun ilmu psikologi meditasi sangat membantu proses penyembuhan.
Bukan berarti dengan meditasi ini semua masalah langsung selesai, tetapi dengan jalan
meditasi seseorang akan menemukan ketenangan hati dan dapat berpikir dengan tenang,
jernih dalam memecahkan masalah, dan membantu proses kesembuhan.
Secara umum, Meditasi diartikan sebagai suatu cara konsentrasi mengheningkan cipta untuk suatu tujuan
psikologis tertentu, dengan cara merelaksasikan pikiran dan melepaskan pikiran dari semua hal, baik yang
menarik, membebani, ataupun yang mencemaskan dalam hidup sehari-hari.

Ada banyak ajaran meditasi dan kita bisa mengikuti salah satunya dengan ikut serta dalam
komunitas / perkumpulan meditasi yang ada di tempat tinggal kita, atau mencari informasi
tatacaranya secara on line di internet. Bentuk meditasi yang diajarkan tergantung pada
tujuannya, seperti untuk kekhusyukan agama (komunitas keagamaan), ketenangan hati,
penyembuhan penyakit, pembangkitan tenaga prana / kundalini, kemampuan gaib spiritual,
dsb.
Suatu penelitian menemukan bahwa mereka yang melakukan meditasi secara teratur akan
kurang merasakan rasa sakit karena otak mereka mengantisipasi rasa sakit yang kurang.
Mungkin ada beberapa pasien nyeri kronis yang bisa mendapatkan manfaat dari terapi
meditasi lebih daripada yang lain. Jika kita dapat mengetahui mekanisme kerja dari meditasi
untuk mengurangi rasa sakit, kita mungkin dapat membantu para penderita nyeri kronis
supaya tidak bergantung pada obat-obatan penghilang rasa sakit.

______

Jenis-jenis

dan

Tujuan

Meditasi.

Secara umum laku meditasi ada dalam ranah keilmuan kebatinan - spiritual, tetapi pada
jaman sekarang ini ada banyak bentuk meditasi yang diadaptasikan orang menjadi praktis
pelaksanaannya dan bisa untuk banyak macam tujuan.
Ada banyak macam bentuk meditasi dan ada banyak macam tujuan orang bermeditasi,
misalnya :

1. Meditasi mengheningkan cipta,


Di dalam dunia keilmuan kebatinan / spiritual dan tenaga dalam, di dalam laku meditasi jenis
ini biasanya ada istilah untuk mengosongkan pikiran, rasa dan karsa, menidurkan panca
indera, hening menuju titik nol, suwung, tidak ada apa-apa, tidak ada siapa-siapa, kosong,
yang jika titik nol itu tercapai biasanya orangnya kemudian akan mendapatkan suatu
"pengetahuan" tertentu, suatu "kesadaran baru" atau suatu kondisi tubuh tertentu, ada juga
yang mengatakannya sebagai mendapatkan "Pencerahan".
Dalam masyarakat umum jaman sekarang biasanya meditasi jenis ini digunakan untuk tujuan
relaksasi, untuk menyelaraskan pikiran dan energi tubuh, untuk melatih mengendalikan
pikiran dan panca indera, untuk melatih kejernihan dan konsentrasi berpikir, untuk
mendatangkan ide dan ilham (dan untuk membantu berimajinasi), untuk tujuan
penyembuhan,
dsb.
Secara umum jenis meditasi inilah yang diketahui orang pada jaman sekarang, sehingga
hampir setiap orang yang menjalankan suatu laku meditasi, apapun tujuannya bermeditasi,
selalu diupayakan mengheningkan cipta, mencari kekosongan dan keheningan. Padahal
masing-masing meditasi ada tujuannya sendiri-sendiri dan ada metodenya sendiri-sendiri.
Tidak semuanya harus mengheningkan cipta dan tidak semuanya harus mencari kekosongan
dan keheningan.

2. Meditasi untuk tujuan kebatinan / spiritual,


Contoh meditasi untuk tujuan kebatinan / spiritual adalah meditasi olah rasa dan
pembangkitan indera keenam, meditasi untuk melihat gaib / terawangan, meditasi energi,
meditasi menurunkan energi, meditasi olah energi (latihan membentuk dan memainkan
energi), meditasi untuk kebatinan kanuragan, meditasi kundalini dan reiki, meditasi kebatinan
dan spiritual ketuhanan, dsb.
Dengan mengikuti tatalaku tertentu jenis meditasi ini juga sering digunakan sebagai jalan
mendapatkan sasmita / wangsit / wahyu. Meditasinya difokuskan kepada sosok-sosok gaib
tertentu yang diharapkan darinya ada wangsit / wahyu yang turun. Biasanya dilakukan

bersamaan dengan laku berpuasa, menjadi sarana untuk berdoa meminta petunjuk untuk
dikabulkannya
suatu
permohonan.
Pada jaman dulu meditasi untuk mendapatkan wangsit / wahyu dilakukan orang dengan
bertapa brata dan membacakan doa-doa tertentu, dan orangnya tidak akan menghentikan
tapanya sebelum ada wangsit / wahyu yang turun kepadanya (sebelum ada pemberitahuan
bahwa permohonannya dikabulkan atau tidak dikabulkan).
Jenis meditasi ini juga umum dilakukan dalam tatalaku orang berketuhanan, selain sebagai
tatalaku yang sudah rutin dilakukan sebagai ritual pribadi dan kelompok, atau menjadi
tatalaku rutin dalam ritual-ritual keagamaan, juga menjadi sarana untuk meminta
diturunkannya petunjuk / wahyu / wangsit / ajaran / pengetahuan, dan untuk mendapatkan
"Pencerahan".
Jenis meditasi ini juga banyak dilakukan orang sambil bertirakat di tempat-tempat yang
wingit dan sakral dalam rangka "ngelmu gaib" atau untuk "ngalap berkah".

3. Meditasi untuk kanuragan / kesaktian


Pada tingkatan dasar meditasi jenis ini banyak digunakan di masyarakat untuk membantu
kesehatan, biasanya dilakukan juga dengan tambahan gerakan-gerakan khusus atau olah
pernafasan khusus, misalnya yoga dan senam Taichi atau senam-senam lain yang gerakangerakannya khusus dan lambat yang berbeda dengan jenis senam aerobik.
Meditasi jenis ini yang tujuannya khusus untuk kesaktian kanuragan atau kesaktian gaib
contohnya adalah meditasi pembangkitan kundalini, meditasi memutar cakra / tenaga dalam,
meditasi untuk membangkitkan dan membangun kekuatan kebatinan dan tenaga dalam atau
meditasi energi untuk "menurunkan" / menyerap energi alam dan meditasi untuk latihan olah
energi.
Supaya hasilnya optimal untuk laku dan tujuan keilmuan tertentu ada yang meditasinya
dilakukan sambil menjalankan olah gerak dan olah nafas tertentu, atau untuk
menyempurnakan hasilnya meditasinya dilanjutkan dengan olah gerak dan olah nafas
tertentu. Biasanya meditasinya dilakukan juga bersamaan dengan berpuasa.

Kendala-kendala dalam bermeditasi


Tetapi ternyata, walaupun kelihatannya sepele, ternyata tidak semua orang bisa langsung mendapatkan hasil dari
tujuannya bermeditasi, bahkan banyak orang yang tidak berhasil menyelesaikan laku meditasinya.
Ada orang-orang yang mengalami rasa tidak enak ketika bermeditasi, atau sesudahnya, terutama meditasi
memejamkan mata mengheningkan cipta. Gejala-gejalanya sebelumnya tidak dirasakannya, tetapi baru
dirasakannya sesudah ia mencoba bermeditasi. Mengenai laku meditasi, memang tidak selalu mudah awalnya
bagi semua orang, apalagi kalau orangnya memiliki suatu masalah di dalam dirinya yang sebelumnya tidak
disadarinya.

Misalnya :
1. Ada orang-orang yang tidak biasa hening, sehingga agak susah awalnya untuk langsung bisa hening,
mungkin mereka juga akan tidak sabar dalam bermeditasi.
2. Ada orang-orang yang terbiasa keras berpikir, sehari-harinya lebih aktif dengan pikirannya, kepalanya
penuh dan penat dengan energi, sehingga agak sulit ketika ia harus mengendorkan pikirannya, mungkin
untuk hening pun ia akan keras berkonsentrasi supaya bisa hening, bukannya mengendorkan pikirannya.
Ketika bermeditasi memejamkan mata, gelombang energi pikiran akan tampak berkecamuk seperti
sinar-sinar atau garis-garis bersinar merah atau lingkaran-lingkaran sinar yang bergerak liar, atau merasa
melihat ada kilatan-kilatan cahaya atau merasa ada suara-suara letupan di dalam pikiran atau di telinga
(saraf keseimbangan). Tetapi nantinya sesudah terbiasa bermeditasi gelombang pikirannya akan menjadi
lebih halus dan teratur, karena sudah terbiasa untuk selaras menuju keheningan.
3. Ada orang-orang yang mengalami ketidakseimbangan saraf, sehingga sebentar saja memejamkan mata,
ia merasa dirinya goyang hendak jatuh (nggliyeng).
4. Ada juga orang-orang yang ada ketidakselarasan gelombang energi dalam tubuhnya, sehingga sebentar
saja memejamkan mata, ia merasa dirinya melambung.
5. Ada juga orang-orang yang kondisi saraf dan energi otak dan jantungnya kurang baik, sehingga sesudah ia
memaksakan dirinya bermeditasi, kepalanya terasa pening atau pusing, tekanan darahnya turun, dsb,
gejalanya
seperti
orang
masuk
angin.

Jadi jika selama atau sesudah bermeditasi ada rasa dan gejala-gejala di atas yang kita alami, mungkin saja
sebenarnya kita mengalami salah satu masalah di atas yang mungkin selama ini tidak kita sadari.
Jadi laku bermeditasi itu sebenarnya juga menjadi cara untuk kita mendeteksi adanya masalah di dalam diri kita.
Walaupun dalam kondisi sehari-hari masalah-masalah itu tidak muncul, tidak terasa gejalanya, tetapi selama
atau sesudah menjalankan laku meditasi itu kemudian masalahnya akan tampak dan terasa gejalanya. Nantinya
kalau sudah terbiasa bermeditasi, maka masalah-masalah di atas akan teratasi, karena tubuh, pikiran dan energi
kita akan beradaptasi sendiri menyelaraskan diri menuju titik nol. Itu juga sebenarnya manfaat meditasi yang
ditawarkan
dalam
meditasi-meditasi
untuk
relaksasi,
penyembuhan,
dsb.
Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, bagi yang mengalaminya, untuk latihan awalnya bisa saja
meditasinya dilakukan siang hari dan tidak memejamkan mata.
Pada saat yang lain, meditasinya dilakukan malam hari dalam kondisi ruangan gelap gulita, mata boleh tidak
terpejam, tetapi tetap santai, seperti orang melamun, pandangan diarahkan santai ke bawah.
Tetapi pada latihan meditasi selanjutnya sebaiknya kita membiasakan diri untuk memejamkan mata, untuk
memunculkan aktivitas batin dan sukma yang sebenarnya, yang juga berfungsi untuk mengsugesti diri untuk
menyelaraskan semua energi, pikiran dan batin, untuk selaras menuju titik nol.
Untuk orang-orang yang mengalami masalah-masalah di atas Penulis menganjurkan supaya mereka melakukan
meditasi menurunkan energi, karena energi yang diturunkannya ke dalam tubuhnya itu akan membantu
menambahkan energi positif menyingkirkan energi-energi yang negatif dari tubuhnya dan membantunya juga
menyelaraskan energi tubuhnya. Orangnya nantinya akan merasa lebih sehat dan bugar bertenaga.
Dalam setiap kita bermeditasi usahakan supaya kita bisa mengendorkan pikiran. Pikiran dikendorkan seperti
orang melamun, jangan malah berpikir keras untuk berkonsentrasi. Kendorkan pikiran, biar batin dan rasa yang
bekerja.
Usahakan juga supaya tempat kita bermeditasi tidak terang terkena cahaya lampu, apalagi langsung terkena
cahaya matahari, karena dalam kondisi kita bermeditasi (memejamkan mata) tubuh dan saraf-saraf kita akan
menjadi peka terhadap cahaya (dan energi). Jangan sampai sesudah bermeditasi itu kepala kita pusing.

Faktor terbanyak yang menjadi penghalang pencapaian keberhasilan dari suatu laku
meditasi adalah adanya khodam ilmu / pendamping dan adanya mahluk halus yang berdiam
di dalam kepala atau di dalam badan (ketempatan mahluk halus) yang keberadaan mereka itu
sering sekali memberikan bisikan dan penglihatan gaib yang bersifat fiktif, ilusi dan
halusinasi, terutama dalam meditasi mata terpejam. Mungkin malah orangnya sampai dibuat
seolah-olah dirinya merogoh sukma, rohnya terbang ke langit atau merasa berjalan-jalan di
alam gaib atau berhalusinasi bertemu dengan sosok-sosok halus tertentu.
Kondisi di atas, jika benar terjadi, dalam segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia gaib
bisa dikatakan bahwa orang itu masuk ke dunia gaib fiktif, paling sering dialami oleh orangorang yang ketempatan mahluk halus di dalam kepalanya, terutama yang jenis gaibnya adalah
sukma
manusia.
Dengan kondisi gaib yang serba fiktif itu jika orang itu menjalani keilmuan kebatinan,
misalnya menurunkan energi, melihat gaib, merogoh sukma, dsb, semuanya itu tidak benarbenar terjadi. Walaupun orangnya merasa berhasil menurunkan energi yang besar, merasa
bisa melihat mahluk halus, merasa rohnya keluar dari raganya, tetapi semuanya itu fiktif,
karena sesungguhnya tidak ada energi yang diturunkan, sosok wujud mahluk halus yang
dilihatnya tidak sama dengan aslinya, dan rohnya tidak sungguh-sungguh keluar dari raganya,
semuanya
fiktif.
Dan jika orang itu mencocokkan penglihatan gaibnya kepada orang lain yang ternyata orang
lain itu bisa melihat gaib karena dirinya juga ketempatan mahluk halus di dalam kepala atau
badannya, maka kemungkinan besar hasil terawangan orang itu juga fiktif sifatnya, karena
sosok wujud mahluk halus yang dilihatnya tidak sama dengan aslinya. Penglihatan gaib
kedua
orang
itu
sama-sama
fiktif.
Karena itu jika anda sadar bahwa diri anda berkhodam atau dari adanya gejala-gejala di atas
diindikasikan bahwa diri anda mungkin berkhodam atau ketempatan mahluk halus, sebaiknya
sebelum bermeditasi anda sampaikan kepada khodam-khodam anda dan kepada semua
mahluk halus yang bersama anda supaya jangan memberikan gambaran dan bisikan gaib
apapun. Perintahkan supaya mereka netral mengikuti saja aktivitas anda (tetapi jika di tubuh
anda ketempatan mahluk halus, mungkin perlu dipertimbangkan untuk anda melakukan
pembersihan
gaib,
jika
mahluk
halusnya
bersifat
tidak
baik).
Sesudah diperintahkan begitu mudah-mudahan semua gaib yang bersama anda tidak akan
memberikan halusinasi kepada anda, tetapi gaib yang di dalam badan / kepala, terutama yang
jenisnya adalah sukma (arwah) manusia kemungkinannya akan tetap memberikan halusinasi,
karena sudah watak dasarnya menipu dan menyesatkan. Karena itu atas adanya jenis gaib
sukma di dalam tubuh manusia Penulis menganjurkan untuk diisolasi dan dikeluarkan saja.
Selebihnya tinggal anda sendiri untuk kritis membedakan mana yang nyata dan mana yang
fiktif / ilusi, jangan sampai terbawa mengikuti yang sifatnya fiktif / tipuan. Usahakan untuk
belajar bisa fokus kepada roh pancer dan sedulur papat kita sendiri dalam hal inspirasi, ide dan ilham
dan
gambaran
gaib,
jangan
kepada
yang
lain.

Kondisi memejamkan mata itu sendiri dapat mendorong munculnya gambaran-gambaran


ilusi / halusinasi yang berasal dari alam bawah sadar anda dan mungkin juga muncul
kejadian-kejadian gaib lain karena adanya reaksi dari sosok-sosok gaib di sekitar anda berada
(karena adanya pancaran gelombang energi tubuh dan pikiran anda). Karena itu dalam rangka

bermeditasi (yang memejamkan mata), jika ada gambaran-gambaran gaib yang tampak di
mata atau di pikiran anda, baik itu hanya ilusi / halusinasi, ataupun yang benar ada sosok
gaibnya, sebaiknya diabaikan saja, tidak perlu dipikirkan dan tidak perlu dipermasalahkan.
Tetapi jika ternyata benar ada sesosok gaib yang mendatangi anda sebaiknya anda berhatihati dan berwaspada.

Karakteristik Meditasi
Pada jaman dulu orang-orang yang sedang khusus menjalani laku kebatinan dan spiritual (olah batin) biasanya
akan melakukannya dengan jalan menyepi, berpuasa, semadi, atau tapa brata. Selain dilakukan untuk tujuan
mendapatkan pencerahan spiritual yang terkait dengan kesaktian atau dunia spiritual, kekuatan dari laku mereka
itu akan menambah tinggi kekuatan gaib kebatinan dan spiritual mereka, sekaligus juga menambah tinggi energi
dan kekuatan kesaktian kanuragan mereka.

Pada masa sekarang metode meditasi dan bacaan mantra / amalan dibuat sesederhana
mungkin sesuai kebutuhan manusia pada jaman sekarang yang ingin "berilmu" dengan cara
mudah dan dalam tempo yang singkat, sehingga tidak banyak orang yang menyadari bahwa
laku meditasi, bacaan amalan / mantra dan ajian sebenarnya dulu pada saat manusia masih
hidup di jaman kesaktian, merupakan pelajaran tingkat tinggi, bukan untuk orang yang baru
belajar. Yang melakukannya hanyalah orang-orang "senior" yang telah menekuni dan
melewati masa-masa olah kanuragan, yang untuk menapak ke tingkatan selanjutnya yang
lebih tinggi akan mulai banyak melakukan laku tirakat, puasa, berprihatin, meditasi, bahkan
tapa brata, untuk memperdalam dan meningkatkan kekuatan keilmuannya.
Pada masa sekarang orang lebih terdorong untuk langsung bisa cepat memiliki kesaktian
(kesaktian kanuragan maupun kesaktian gaib), sehingga pembelajaran amalan-amalan dan
mantra, aji-aji, tenaga dalam murni, pembangkitan kundalini, dijadikan objek latihan yang
utama, bahkan sudah banyak diwujudkan menjadi suatu perguruan khusus yang mengajarkan
keilmuan itu. Sekalipun kemudian orangnya merasa berhasil menguasai keilmuan yang
tinggi, karena ilmu yang dilatih itu juga sebenarnya keilmuan tingkat tinggi, tetapi karena
materi dasar keilmuannya dan sisi kebatinan / spiritualnya yang sebenarnya adalah pondasi
dari keilmuannya itu tidak lebih dulu diajarkan (dan tidak dikuasai), maka kemudian
keilmuannya itu tidak dalam, dangkal, dan mudah dipunahkan (hanya mengolah kulitnya
saja, ilmu kulit, bukan ilmu dalaman / sepuh) dan penggunaannya terbatas.

Semua laku meditasi merupakan laku tingkat tinggi yang untuk menjalaninya seseorang
diharapkan sudah cukup "sepuh" secara psikologis dan mental untuk bisa mengendalikan
pikiran dan perasaannya, untuk bisa mengendapkan gelombang hasrat dan energi tubuh,
pikiran dan perasaan, untuk diselaraskan dalam laku meditasinya. Jika itu belum bisa
dikuasai, maka akan sulit seseorang berhasil menjalani suatu laku meditasi, apalagi mencapai
hasil
dari
tujuannya
bermeditasi.
Bukan berarti laku meditasi hanya cocok dilakukan oleh orang-orang yang sudah cukup
sepuh psikologisnya, justru laku meditasi itu bisa menjadi sarana untuk belajar
mengendapkan dan mengendalikan gelombang hasrat dan energi tubuh, pikiran dan perasaan,

untuk

belajar

membentuk

psikologis

yang

sepuh.

Yang perlu dipahami jika seseorang ingin melakukan meditasi adalah sebelumnya orangnya
harus sudah tahu, memiliki pemahaman tentang tujuan meditasinya dan proses lakunya,
sehingga laku meditasinya menjadi lebih terarah, lebih fokus kepada tujuannya, supaya
menjadi lebih efektif dalam mencapai apa yang menjadi tujuan meditasinya, tidak
mengambang mengawang-awang. Semua proses lakunya harus dijalankan dengan benar,
jangan ada kesalahan, jangan menyimpang, jangan dicampurkan dengan metode meditasi lain
yang berbeda, supaya lakunya bermeditasi tidak sia-sia dan tidak mendatangkan efek resiko
dari
adanya
kesalahan
prosedur.
Biasanya tatalaku dan prosedur, tahapan-tahapan laku dalam bermeditasi sudah disusun
sistematis sedemikian rupa untuk bisa dipelajari dan dipraktekkan sekalipun oleh orang-orang
yang masih awam dan tidak akan mendatangkan resiko / masalah selama prosedur-prosedur
dan tahapan lakunya dijalankan dengan benar. Karena itulah tatalaku dalam bermeditasi
(termasuk meditasi untuk tujuan melatih keilmuan) seringkali oleh para pelakunya dianggap
tidak praktis, bertele-tele, dsb. Tetapi sebaiknya aturan itu tetap harus dihormati.
Bagaimanapun juga itu adalah prosedur standar yang sudah disusun sedemikian rupa supaya
orang aman melakukannya. Jika orangnya benar sudah menguasai proses lakunya dan benar
sudah berhasil mencapai tujuan dari meditasinya, barulah ia boleh melakukan improvisasi
untuk menambah kepraktisan dan efektivitas dari laku meditasinya, atau diimprovisasikan
supaya bisa juga digunakan untuk tujuan meditasi yang lain.

Pada halaman-halaman berikutnya Penulis mencoba menuliskan beberapa metode meditasi


kebatinan spiritual. Penulis coba menuntun proses meditasinya dengan cara-cara yang
sederhana dan mudah. Karena itu jika anda ingin mempelajarinya jangan rumit dipikirkan,
jangan malah dibikin susah, nanti malah bingung sendiri. Lakukan saja sesuai petunjuknya.
Masing-masing meditasi ada tujuannya sendiri-sendiri dan ada metodenya sendiri-sendiri.
Jangan ada langkah / metode suatu meditasi yang dicampurkan dengan langkah / metode
meditasi yang lain. Juga jangan dicampurkan dengan metode meditasinya orang lain, nanti
malah keliru dan mungkin dapat menimbulkan efek yang tidak dikehendaki.
Semua laku yang bersifat kebatinan di dalamnya selalu disebutkan tujuannya (termasuk
tujuan sugestinya) dan dalam setiap lakunya selalu mengedepankan penghayatan, baik itu
laku kebatinan yang bersifat kerohanian / ketuhanan / keagamaan, maupun yang bersifat
keilmuan, bukan mengedepankan kepintaran berpikir dan berlogika, bukan sebatas
terlaksananya bentuk laku formalitasnya, bukan juga mengedepankan amalan doa dan
mantra. Pemahaman seseorang akan tujuan lakunya dan kualitas penghayatan dan
penjiwaannya dalam lakunya itu, selain ketekunannya, akan sangat membedakan hasil dan
prestasi yang mampu diraihnya dibandingkan orang lain yang sama-sama melakukan
aktivitas
yang
sama.
Karena itu jika anda menjalani suatu laku yang bersifat kebatinan, baik kerohanian maupun
keilmuan, selalu dituntut supaya anda memahami tujuan dari lakunya itu dan mampu
menghayati lakunya, sehingga jika anda mengalami kesulitan dalam menjalani lakunya itu
kemungkinan penyebabnya adalah karena anda belum bisa menghayati lakunya (atau anda
belum
tahu
tujuan
dari
lakunya).

Jika anda sudah bisa menghayati lakunya, maka anda akan menemukan suatu rasa yang
bersifat khusus, yang itu hanya ada dalam laku itu saja, tidak ada dalam aktivitas yang lain,
yang kemudian setelah semakin didalami dan matang, maka itu akan menjadi kekuatan rasa.
Kekuatan rasa setelah semakin didalami dan matang, jika anda menerapkan itu dalam semua
aktivitas kehidupan anda maka semua perbuatan-perbuatan anda akan mengandung suatu
kegaiban yang akan bisa anda rasakan perbedaan kegaibannya dibanding jika anda
melakukan perbuatan yang sama dengan sikap batin yang normal saja.
Pada tahap selanjutnya dalam anda melakukan suatu perbuatan dalam laku anda itu anda
harus melakukannya dengan cara bersugesti, yaitu mengkondisikan sikap batin anda secara
khusus , mendayagunakan kekuatan rasa untuk melakukan suatu perbuatan tertentu,
mendayagunakan
penghayatan
rasa.
Penghayatan, olah rasa dan olah sugesti adalah dasar-dasar dalam keilmuan kebatinan dan
spiritual, selalu ada dalam semua laku yang bersifat kebatinan dan spiritual yang itu harus
lebih dulu bisa dikuasai oleh para pelakunya sebelum mereka menapak ke tingkatan yang
lebih
tinggi.
Karena itu jika anda ingin mempelajari dan menjalani suatu laku yang bersifat kebatinan dan
spiritual, termasuk laku kebatinan dan spiritual dalam halaman ini, maka poin-poin di atas
harus lebih dulu anda mengerti dan harus diterapkan dalam laku anda itu supaya laku anda itu
lebih bisa diharapkan keberhasilannya dibanding jika poin-poin itu belum anda kuasai.
Pemahaman anda atas tujuan lakunya akan menuntun laku anda ke arah tujuan yang benar,
lakunya tidak mengambang dan tidak mengawang-awang tak tentu arah. Dan selain
ketekunan anda, kualitas penghayatan dan penjiwaan anda akan sangat menentukan hasil dan
prestasi yang mampu anda raih dibandingkan orang lain yang sama-sama melakukan aktivitas
yang
sama.
Dan jika kita bisa menghayati lakunya, kita akan menemukan suatu rasa yang bersifat khusus,
yang itu hanya ada dalam laku itu saja, tidak ada dalam aktivitas kita yang lain. Kualitas kita
atas penghayatan dan penjiwaan itu akan sangat membedakan kondisi batin kita sebelum,
selama dan sesudah kita melakukannya, akan ada rasa tersendiri dan akan ada pencerahan
tersendiri dalam kerohanian kita dan itu akan membedakan kita dengan orang lain yang
sama-sama melakukan aktivitas yang sama. Sesudahnya setiap kita menjalani laku yang sama
diharapkan agar kita selalu mampu menghayati laku kita itu supaya juga dapat memperbaiki
kualitas pencapaian kita. Kalau sesudah menjalani lakunya kita masih juga tidak
mendapatkan pencerahan apa-apa, kemungkinan besar penyebabnya adalah karena kita belum
tahu tujuan lakunya dan belum bisa menghayati proses lakunya.

Meditasi Dengan Sugesti Kebatinan / Spiritual


Penulis sudah menuliskan beberapa contoh metode yang sudah sangat disederhanakan dari
meditasi energi dengan sugesti kebatinan-spiritual. Jika seseorang menguasai pemahaman
tentang olah energi, olah kebatinan dan olah spiritual, maka energi yang berhasil dihimpun

dari laku meditasi kebatinan spiritual itu bisa diolah menjadi energi kekuatan kanuragan dan
tenaga dalam, kekuatan kebatinan atau kekuatan spiritual, juga bisa diolah menjadi kekuatan
roh / sukma yang berasal dari kekuatan sugesti kebatinan / spiritual.
Dalam laku meditasi energi, energi yang berhasil dihimpun dari alam (energi potensial) jika
sudah diolah menjadi energi kekuatan kanuragan, atau menjadi kekuatan kebatinan / spiritual,
kemudian akan menjadi berbeda sifat dan karakteristiknya, tidak sama lagi dengan energi
aslinya
yang
dari
alam,
mengikuti
bentuk
pengolahannya.
Energi alam sangat besar dan berlimpah, tetapi sifatnya halus, tidak padat dan tidak tajam.
Jika energi alam itu hanya dihimpun / ditampung saja di dalam tubuh, kemudian akan
menjadi energi potensial yang akan menambah kekuatan tubuh, stamina, kesehatan dan
kebugaran, yang sewaktu-waktu bisa juga digunakan dalam aktivitas tertentu. Biasanya
kekuatannya akan muncul sendiri tanpa disengaja, misalnya ketika sedang emosi, atau sedang
berkelahi. Tetapi jika seseorang menguasai teknik penggunaan energi, maka energi potensial
itu akan dapat digunakan untuk banyak tujuan penggunaan energi, bisa untuk pengobatan
gaib, pagaran gaib, pembersihan gaib atau untuk menyerang kekuatan mahluk halus sampai
yang
kekuatannya
setingkat
dengan
energi
potensial
itu.
Jika energi potensial itu berhasil disatukan dengan energi tubuh, energi itu akan menjadikan
tubuh orangnya terasa bertenaga, padat dengan energi. Metode ini berguna sekali untuk
orang-orang yang aktif secara fisik, para pekerja berat, para pesilat, olah ragawan, dsb, yang
jika mahir menguasai tekniknya akan bisa dengan seketika menyerap energi alam untuk
menambah kekuatannya sehingga tubuhnya terasa padat bertenaga, untuk mengisi kembali
energinya yang habis terkuras (recharge), dan untuk membersihkan tubuh dari sampahsampah energi sisa-sisa pembakaran tubuh dan menggantinya dengan energi baru yang
bersih.
Jika dalam laku meditasi energi itu energinya dialirkan mengisi cakra-cakra energi tubuh,
disatukan dengan tenaga dalam, yang sesudahnya diolah kembali bersama dengan olah gerak
dan olah nafas untuk menyatukan energinya dengan energi tenaga dalamnya, itu akan secara
signifikan memperbesar kandungan energi tenaga dalam orangnya.

Jika energi hasil laku meditasi energi itu berhasil diolah dengan olah kebatinan yang
mengedepankan kekuatan rasa di dada (dan visualisasi), energinya akan menjadi besar dan
padat. Selain murni untuk tujuan kekuatan keilmuan kebatinan, energi kebatinan ini juga
dapat diolah dengan sugesti kebatinan kanuragan untuk tujuan mempertinggi kekuatan
kanuragan seseorang, disatukan / dikombinasikan dengan kekuatan tenaga dalam atau bahkan
untuk menggantikan kekuatan tenaga dalam, misalnya dengan olah laku dan amalan lembu
sekilan seperti dicontohkan dalam tulisan berjudul Kebatinan dan Kanuragan.
Jika berhasil diolah dengan sugesti spiritual, dengan kekuatan visualisasi pikiran, energinya
akan menjadi halus tetapi tajam, menjadi energi dan kekuatan spiritual. Kekuatan spiritual ini
lebih banyak bersifat kekuatan gaib yang tajam untuk disalurkan melalui kekuatan pikiran.
Jika ditujukan untuk menaikkan kekuatan sukma, maka selama menurunkan energinya
kondisikan batin untuk kita sebagai pancer dan para sedulur papat untuk bersama-sama
menyerap langsung energi yang turun. Untuk keperluan ini diperlukan pemahaman kita

mengenai sifat-sifat roh / sukma kita sendiri (baca : Sedulur Papat Kalima Pancer).
Dalam laku-laku meditasi di atas energi yang berhasil diturunkan dan kandungan energi
potensial di dalam tubuh bisa diserap langsung oleh sukma kita untuk mempertinggi kekuatan
sukma kita, atau diolah menjadi kekuatan fisik / kanuragan, atau diolah dengan sugesti
kebatinan supaya menjadi energi gaib yang besar dan padat, atau diolah dengan sugesti
spiritual
supaya
menjadi
energi
gaib
yang
tajam.
Contoh lain, jika energi itu dimaksudkan untuk dijadikan pagaran gaib, dengan sugesti kebatinan energinya
diolah supaya membentuk bola pagaran yang besar dan lapisan energi di dindingnya tebal dan padat, dan dengan
sugesti spiritual diolah lagi supaya energi pagarannya menjadi tajam, sehingga kesudahannya energi pagarannya
akan menjadi tebal, padat dan tajam, yang hasilnya akan jauh berbeda dengan pagaran energi yang hanya
berbentuk bola atau perisai energi saja, tetapi energi pagarannya tidak tebal, tidak padat dan tidak tajam, yang
akan
mudah
ditembus
walaupun
oleh
serangan
gaib
yang
rendah
kekuatannya.

Dalam latihan resmi pengolahan tenaga dalam yang menggunakan teknik olah pernafasan
tenaga dalam, dasar asumsinya adalah mengisi tubuh dengan energi alam (udara) dari olah
gerak nafas, dimasukkan / dihisap ke dalam tubuh, ditekan / dipompa ke dalam cakra-cakra
tenaga dalam untuk merangsang / membangkitkan / menambah besar kandungan isi tenaga
dalamnya di cakra-cakra yang berhubungan. Ini adalah teknik dasar pembangkitan dan
pengolahan
tenaga
dalam
yang
umum
diajarkan
untuk
para
pemula.
Pada tingkatan keilmuan yang tinggi orang melakukannya tidak lagi melulu dengan olah
pernafasan dan olah gerak, tetapi dengan laku kebatinan dan spiritual, dengan teknik meditasi
energi dan doa-doa sugesti, bahkan mereka akan menyepi, berpuasa dan bertapa brata
berhari-hari untuk bisa lebih efisien dan efektif memasukkan energi yang besar ke dalam
tubuhnya, sesudah itu barulah disempurnakan lagi penyatuannya dengan tenaga dalamnya
dengan
olah
pernafasan
dan
olah
gerak.
Dengan demikian teknik meditasi energi itu adalah teknik keilmuan tingkat tinggi yang jika
seseorang belum memiliki pemahaman tentang teknik pengolahan energi, maka
efektivitasnya dalam memperbesar tenaga dalam seseorang atau untuk keperluan kanuragan,
atau untuk kekuatan tubuh, menjadi terbatas. Begitu juga jika seseorang belum memiliki
pemahaman tentang olah batin dan olah spiritual. Karena itu diharapkan orang-orang yang
melakukan meditasi energi itu sudah rutin menjalani latihan tenaga dalam / beladiri di
perguruannya masing-masing supaya sesudahnya orangnya akan lebih bisa merasakan
peningkatan kekuatannya yang drastis dan signifikan dan kemudian bisa mewujudkannya
menjadi kekuatan kanuragan, yang itu tidak akan bisa dicapainya dengan caranya selama ini
yang hanya menjalani olah nafas dan olah gerak.
Begitu juga jika laku meditasinya dilakukan untuk tujuan kebatinan / spiritual, sebelumnya
orangnya harus sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang olah batin dan olah spiritual
dan tentang tujuan meditasinya dan proses lakunya, sehingga laku meditasinya menjadi lebih
terarah, lebih fokus kepada tujuannya, supaya menjadi lebih efektif dalam mencapai apa yang
menjadi tujuan dari meditasinya, tidak malah mengambang mengawang-awang.
Karena itu teknik meditasi bukanlah suatu ilmu / teknik yang berdiri sendiri seperti yang
sekarang ini banyak diajarkan orang, tetapi adalah tingkatan yang tinggi, tingkatan yang lebih
lanjut dari keilmuan lain yang menjadi dasarnya, bersifat menambahkan efektivitasnya,
bukan menggantikan. Karena itu para pelakunya diharapkan sudah mengikuti pelatihan

tenaga dalam, atau sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang olah energi, olah
kebatinan dan olah spiritual, supaya laku meditasi itu bisa efektif secara signifikan
meningkatkan kapasitas kemampuan seseorang.

Harap diperhatikan, menimbang resiko negatif yang mungkin ada, maka Penulis
memaksudkan meditasi-meditasi tersebut :
- tidak untuk tujuan membangkitkan prana / kundalini,
- tidak untuk membuka cakra-cakra tubuh, dan
- tidak untuk kemampuan melihat gaib,

Jadi janganlah dicoba digunakan untuk maksud itu. Masing-masing metode meditasi
mempunyai tujuan sendiri-sendiri, dan pelaksanaannya harus dilakukan dalam kerangka besar
tujuan sugesti masing-masing meditasinya. Jangan mencampur-adukkan langkah-langkah
dalam satu metode meditasi dengan metode meditasi yang lain. Bagi yang ingin mencoba
meditasinya lakukanlah dengan tulus sesuai metode dan tujuan meditasinya masing-masing.

Meditasi-meditasi yang akan diuraikan oleh Penulis diurutkan sesuai tujuan sugestinya dan
sesuai tingkatan meditasinya masing-masing sebagai berikut :
1. Meditasi Inti - Meditasi Pembuka Meditasi sugesti pembersihan diri
2. Meditasi Ringan Untuk ketenangan hati dan pikiran (relaksasi).
3. Meditasi Dasar Menurunkan energi positif untuk kesehatan, penyembuhan dan
pembersihan diri.
4. Meditasi Tingkat Lanjut 1 Olah Energi - Sinar ungu untuk penyembuhan.
5. Meditasi Tingkat Lanjut 2 Olah Energi - Bola energi dan sinar putih terang tajam
dan panas.
6. Meditasi Tingkat Lanjut 3 Olah energi dari elemen-elemen alam.
7. Meditasi Olah Rasa dan Energi Mendayagunakan kekuatan rasa dan energi.

Metode-metode meditasi Penulis di atas mengandung unsur pengolahan kekuatan kesaktian


gaib tingkat tinggi. Janganlah disalahgunakan, jangan hasilnya dijadikan kesombongan,
jangan juga digunakan sembarangan untuk menghilangkan kandungan gaib jimat, pusaka,
susuk, atau keilmuan seseorang. Gunakanlah secara bijaksana, karena apapun yang anda
lakukan, kebaikan atau pun keburukan, akan dituntut pertanggungjawaban. Semakin banyak
seseorang diberi, daripadanya akan semakin banyak dituntut.

Bagi yang ingin mencoba menjalankan meditasi-meditasi di atas, sugestikan dalam hati dan
pikiran anda bahwa anda melakukan meditasi-meditasi tersebut karena tersugesti untuk
mengikuti meditasi dalam tulisannya masing-masing dan isi tulisan dalam halamannya
masing-masing semuanya dijalankan dengan benar, karena hasilnya akan berbeda antara anda
melakukannya karena keinginan anda sendiri dengan anda melakukannya karena mengikuti
sugesti
dalam
tulisannya.

Dalam beberapa hal metode-metode meditasi di atas ada kemiripannya dengan meditasi
kundalini dan reiki, terutama dalam hal menurunkan energi, penggunaan energi dan
pembentukan
energi.
Tetapi
tetap
berbeda.
Dalam menurunkan energi, di dalam meditasi kundalini dan reiki sugestinya menggunakan
olah pikiran (dan visualisasi), sehingga energinya bersifat tajam. Energi-energi yang tajam
tidak boleh diserap ke dalam tubuh karena energi tajam itu tidak selaras dengan energi alami
tubuh manusia. Energi yang tajam hanya baik untuk digunakan keluar, seperti untuk kekuatan
pukulan atau untuk membunuh sel kanker, atau untuk menyerang mahluk halus, tidak untuk
dimasukkan / diserap ke dalam tubuh. Jika energi tajam itu dimasukkan ke dalam tubuh maka
itu bisa menimbulkan efek negatif seperti contoh kasus kundalini syndrome yang sulit
disembuhkan,
bahkan
oleh
gurunya
sendiri.
Sedangkan di dalam semua metode meditasi menurunkan energi Penulis menekankan
digunakannya sugesti yang berasal dari batin dan rasa, kekuatan rasa, bukan pikiran, sehingga
energi yang diturunkan besar dan padat, tetapi tidak tajam, selaras dengan energi tubuh, boleh
dimasukkan ke dalam tubuh, boleh juga diturunkan untuk orang lain.
Setelah mengetahui perbedaannya seperti tertulis di atas, jika para pembaca berniat
menjalankan metode-metode meditasi dari Penulis diharapkan supaya bisa menerapkan
kekuatan rasa. Kekuatan pikiran hanya digunakan untuk bervisualisasi untuk membentuk
energi saja yang sifatnya tidak diserap tubuh, misalnya untuk membuat bola cahaya, pagaran
gaib, sinar laser, dsb, yang itu tidak untuk dimasukkan ke dalam tubuh, supaya tidak terjadi
efek
resiko
dari
adanya
kesalahan
prosedur.
Di dalam metode-metode meditasi tersebut di atas ada sugesti untuk menerima / menghimpun
energi alam. Bagi yang sudah mahir, dalam meditasinya bisa disugestikan untuk menerima /
menghimpun energi dari elemen-elemen alam seperti yang tertulis dalam tulisan Energi Alam
dan Meditasi. Pilih yang sifatnya baik. Yang sifatnya tidak baik jangan digunakan. Dilakukan
dengan cara membayangkan sasaran / lokasi objeknya (suasana alam dari suatu lokasi) dan
menjulurkan tangan atau mengangkat tangan ke atas untuk menghisap / menerima energinya.

Sejauh mana olah meditasinya dan sejauh mana anda bisa memanfaatkan hasil meditasinya
tergantung pada kemampuan anda sendiri. Diharapkan anda sudah memiliki pengetahuan
yang cukup tentang olah energi dan cara-cara penggunaan energi, termasuk dari sumber lain.
Anda juga dapat membaca contoh-contoh / teknik penggunaan energi, misalnya dalam tulisan
: tips penggunaan tenaga dalam murni. Anda juga bisa membaca cara-cara pemanfaatan energi dari sumbersumber
lain.

Di dalam semua meditasi dan selama pelaksanaannya diharapkan anda mampu melakukan
sugesti dan bisa menerapkan kekuatan rasa, supaya anda dapat mengarahkan sugesti meditasi

anda, bisa merasakan berhasil tidaknya usaha meditasi anda dan bisa merasakan hasil yang
sesuai dengan tujuan meditasinya. Istirahatkan pikiran, biarkan batin yang bekerja.

Ada

pertanyaan

A : Tadi malam saya mencoba untuk meditasi pak, hanya saja ketika saya memejamkan
mata saya
merasakan suatu ketakutan, entah kenapa. Saya paksakan, tapi tetap merasakan ketakutan.
Akhirnya saya meditasi dengan membuka mata, yang mana susah sekali dilakukan.
Apakah itu hanya paranoid saya saja, karena meditasi saya lakukan pada waktu yang terlalu
malam dan sepi atau memang ada yang mengganggu saya ?
J : Sebenarnya dalam meditasinya itu anda tidak harus memejamkan mata.
Sebenarnya ini adalah juga kesalahpahaman yang umum dari para pembaca dan juga banyak
orang umum yang menganggap semua meditasi harus memejamkan mata. Mungkin karena
salah persepsi dari menonton tivi atau dari tulisan-tulisan meditasi lain.
Tidak
semua
meditasi
harus
memejamkan
mata.
Masing-masing meditasi ada tujuan dan panduannya sendiri-sendiri. Jangan semua tujuan dan
panduannya
dianggap
sama
untuk
semua
meditasi.
Misalnya dituliskan kita harus santai seperti orang melamun, berarti kita harus santai seperti
orang melamun, mata boleh terbuka, tetapi santai seperti orang melamun, jangan malah keras
berkonsentrasi.
Masak
melamun
saja
kita
harus
berkonsentrasi
melamun.
Berarti dalam tahapan itu kita harus santai seperti melamun, jangan malah berkonsentrasi
untuk
melamun
Kalau suasana malam hari rasanya menyeramkan, kita boleh bermeditasi di pagi hari atau di
sore hari. Dan tidak harus di luar rumah, bisa juga di kamar kita sendiri.
Karena anda ada masalah dalam hal fokus konsentrasi, maka saya anjurkan anda menjalankan
meditasi
di
tulisan
saya
berjudul
Pembersihan
Gaib
4.
Disitu kita harus konsentrasi ke satu titik, seharusnya pikiran kita tidak lagi mengambang
kemana-mana.

Ada

juga

pertanyaan

A : Ada yang ingin saya tanyakan kepada bapak dan untuk menindaklanjuti pembelajaran
kedepannya
nanti,
saya
masih
muda
dan
awam
dalam
hal
ini,
saya minta saran dari bapak untuk kedepannya nanti metode apa yang harus saya jalankan.
untuk saat ini setruman di tangan terasa semakin kuat, badan terasa ringan dan rokok terasa
nikmat.
Dalam laku meditasi untuk masuk suasana hening patokannya gimana ya,

yang saya alami terlalu hening saya malah tak sadar atau tertidur tidak bisa memasukkan
sugesti.
di lain waktu terlalu kuat bersugesti malah terasa ngambang berputar2 di pikiran saja.
di lain waktu pernah juga merasakan sugesti yang masuk tapi tidak di semua laku meditasi.
J
A

Yang
:

belajar

bapak

lakukan
menurunkan

meditasi
energi

apa
pak

?
.

J :
Masing-masing meditasi ada tujuannya sendiri2 dan ada langkah2 pelaksanaannya
sendiri2.
Sebaiknya semua meditasi dilakukan dgn mengikuti petunjuk panduannya masing2 dgn
benar, jangan dicampur-adukkan, karena masing2 meditasi tujuan dan pelaksanaannya tidak
semuanya
sama.
Tidak semua meditasi harus memejamkan mata dan mengheningkan cipta.
Meditasi menurunkan energi tidak harus memejamkan mata dan mengheningkan cipta.
Mata
boleh
tetap
terbuka,
tetapi
santai
seperti
orang
melamun
Fokuskan batin anda untuk membayangkan suatu kondisi, jangan mengambang mengawangawang.