Anda di halaman 1dari 20

Meditasi Energi

KOMPAS.com Kini semakin banyak dokter yang tidak hanya mengandalkan obat farmasi untuk
kesembuhan pasiennya, tetapi juga terapi komplementer seperti yoga atau meditasi. Data di
Amerika Serikat menunjukkan, 3 persen pasien di sana melakukan terapi keseimbangan tubuh dan
jiwa karena rekomendasi dokternya. Setelah disurvei, ternyata lebih dari 3 persen orang melakukan
terapi atas anjuran dokternya. Penelitian tersebut dilakukan berdasarkan National Health Interview
Survey tahun 2007 terhadap 23.000 rumah tangga.

Pada tahun 2007, 38 persen orang Amerika menggunakan pengobatan alternatif dan komplementer.
Terapi keseimbangan tubuh dan jiwa, seperti yoga atau tai-chi yang mulai dikenal sejak tahun 2002,
saat ini mengalami kenaikan popularitas hingga 75 persen.

Hasil survei menunjukkan 6,3 juta penduduk menggunakan terapi keseimbangan tubuh dan jiwa
berdasarkan rekomendasi dokternya dan 34,8 persen melakukannya atas inisiatif sendiri. Kelompok
yang mengikuti saran dokter itu pada umumnya memiliki kesehatan yang lebih buruk.

"Para dokter itu menganjurkan pasiennya untuk melakukan terapi komplementer sebagai upaya
terakhir saat terapi konvensional gagal. Karena itu, kami menduga, jika terapi komplementer itu
dilakukan sejak awal, mungkin hasilnya lebih baik," kata Dr. Aditi Nerurkar dari Harvard Medical
School yang melakukan riset ini.

Kecenderungan yang sama juga bisa dilihat di perkotaan di Indonesia. Meski belum dianjurkan
dokter, terapi komplementer seperti yoga atau meditasi kini makin mudah ditemukan, bahkan
termasuk dalam program di pusat-pusat kebugaran.

Menurut dr. Surjo Dharmono, Sp.KJ(K) dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia, terapi semacam meditasi dianjurkan kepada pasien bukan untuk mengobati penyakit.
"Tujuannya adalah mengurangi stres akibat penyakit yang diderita. Ketika stres berkurang,
kekebalan tubuh akan meningkat sehingga diharapkan penyakitnya lebih cepat sembuh," katanya.
------------

Setiap tubuh manusia memiliki mekanisme penyembuhan diri, hanya saja mereka kurang menyadari
hal tersebut. Kebanyakan orang lebih memilih lari dari permasalahan yang mereka hadapi atau
mengupayakan penyembuhan dengan cara-cara yang praktis atau yang modern. Tetapi tidak semua
penyakit dapat disembuhkan dengan cara-cara modern, karena itu banyak juga yang mengupayakan
penyembuhan dengan cara-cara tradisional, seperti pengobatan menggunakan tanaman obat
(herbal), pijat refleksi, akupunktur, tenaga dalam / prana sampai pengobatan dengan cara gaib.

Olah raga, diet dan perawatan medis, bisa membantu menjaga kesehatan dan penyembuhan
penyakit. Menonton film, menyanyi, berlibur dan bersenang-senang bisa mengurangi stres dan
kejenuhan sehari-hari. Curhat kepada sahabat atau datang ke psikolog bisa membantu meringankan
masalah dan tekanan batin yang dialami.

Ada juga cara mudah dan praktis untuk menenangkan hati dan pikiran, yaitu yang disebut Terapi
Musik. Hampir setiap orang senang mendengarkan musik. Apalagi ketika sedang stres, musik bisa
memberikan ketenangan dan perasaan lega, karena secara psikis, musik bisa membuat seseorang
merasa rileks. Dalam keadaan rileks, metabolisme tubuh bisa bekerja dengan lebih baik dan lebih
teratur. Jenis musiknya bisa apa saja, yang terbaik terutama adalah musik / lagu kegemarannya.

Namun ada satu prinsip dasar yang sangat membantu proses penyembuhan, paling tidak dapat
mengurangi penderitaan seseorang karena sakitnya atau masalahnya, yaitu Sikap Menerima , itu
membantu penyembuhan. Dengan cara itu berarti kita sudah menyelaraskan pikiran, perasaan dan
batin kita untuk tidak ruwet karena masalah, untuk tidak memperkeruh keadaan di dalam diri kita.

Salah satu bentuk upaya penyembuhan diri adalah dengan cara meditasi. Metode ini telah terbukti
bisa mengatasi berbagai masalah yang bersifat psikologis maupun biologis. Secara ilmu kedokteran
maupun ilmu psikologi meditasi sangat membantu proses penyembuhan. Bukan berarti dengan
meditasi ini semua masalah langsung selesai, tetapi dengan jalan meditasi seseorang akan
menemukan ketenangan hati dan dapat berpikir dengan tenang, jernih dalam memecahkan
masalah, dan membantu proses kesembuhan.

Secara umum, Meditasi diartikan sebagai suatu cara konsentrasi mengheningkan cipta untuk suatu
tujuan psikologis tertentu, dengan cara merelaksasikan pikiran dan melepaskan pikiran dari semua
hal, baik yang menarik, membebani, ataupun yang mencemaskan dalam hidup sehari-hari.

Ada banyak ajaran meditasi dan kita bisa mengikuti salah satunya dengan ikut serta dalam
komunitas / perkumpulan meditasi yang ada di tempat tinggal kita, atau mencari informasi
tatacaranya secara on line di internet. Bentuk meditasi yang diajarkan tergantung pada tujuannya,
seperti untuk kekhusyukan agama (komunitas keagamaan), ketenangan hati, penyembuhan
penyakit, pembangkitan tenaga prana / kundalini, kemampuan gaib spiritual, dsb.

Suatu penelitian menemukan bahwa mereka yang melakukan meditasi secara teratur akan kurang
merasakan rasa sakit karena otak mereka mengantisipasi rasa sakit yang kurang. Mungkin ada
beberapa pasien nyeri kronis yang bisa mendapatkan manfaat dari terapi meditasi lebih daripada
yang lain. Jika kita dapat mengetahui mekanisme kerja dari meditasi untuk mengurangi rasa sakit,
kita mungkin dapat membantu para penderita nyeri kronis supaya tidak bergantung pada obat-
obatan penghilang rasa sakit.

------------

Secara umum laku meditasi ada dalam ranah kebatinan - spiritual, tetapi pada jaman sekarang ini
ada banyak bentuk meditasi yang diadaptasikan untuk banyak macam tujuan.

Ada banyak macam bentuk meditasi dan ada banyak macam tujuan orang bermeditasi, misalnya :

1. Meditasi mengheningkan cipta,


Dalam dunia keilmuan gaib, kebatinan / spiritual atau tenaga dalam, dalam laku meditasi jenis ini
biasanya ada istilah untuk mengosongkan pikiran, rasa dan karsa, menidurkan panca indera, hening
menuju titik nol, suwung, tidak ada apa2, tidak ada siapa2, kosong, yang jika titik nol itu tercapai
biasanya orangnya kemudian akan mendapatkan suatu "pengetahuan" tertentu atau "kesadaran
baru" atau kondisi tubuh tertentu, ada juga yang mengatakannya sebagai mendapatkan
"pencerahan".

Dalam masyarakat umum biasanya meditasi jenis ini digunakan untuk relaksasi, untuk
penyembuhan, untuk melatih mengendalikan pikiran dan panca indera, untuk melatih kejernihan
dan konsentrasi berpikir, untuk mendatangkan ide dan ilham (dan untuk membantu berimajinasi),
untuk melatih menyelaraskan pikiran dan energi tubuh, dsb.

2. Meditasi untuk tujuan kebatinan / spiritual,

Jenis meditasi ini sering digunakan sebagai jalan mendapatkan sasmita / wangsit / wahyu.

Meditasinya difokuskan kepada sosok-sosok gaib tertentu yang diharapkan darinya ada wangsit /
wahyu yang turun. Biasanya dilakukan bersama dengan laku berpuasa, menjadi sarana untuk berdoa
meminta petunjuk untuk dikabulkannya suatu permohonan.

Pada jaman dulu jenis meditasi ini sering digunakan untuk mendapatkan wangsit / wahyu, dilakukan
dengan bertapa brata dan membacakan doa-doa tertentu, dan orangnya tidak akan menghentikan
tapanya sebelum ada wangsit / wahyu yang turun kepadanya (sebelum ada pemberitahuan bahwa
permohonannya dikabulkan atau tidak dikabulkan).

Jenis meditasi ini juga dilakukan dalam laku kebatinan ketuhanan, selain sebagai tata laku yang
sudah rutin dilakukan sebagai ritual pribadi, juga menjadi sarana untuk meminta diturunkannya
wahyu / wangsit / ajaran / pengetahuan, dan untuk mendapatkan "Pencerahan".

Jenis meditasi ini juga banyak dilakukan orang sambil bertirakat di tempat-tempat yang wingit dan
sakral dalam rangka "ngelmu gaib" atau untuk "ngalap berkah".
Contoh lain meditasi untuk tujuan kebatinan / spiritual contohnya adalah meditasi untuk olah rasa,
meditasi energi, meditasi menurunkan energi, latihan membentuk energi, meditasi untuk kebatinan
kanuragan, meditasi kundalini dan reiki, meditasi kebatinan dan spiritual ketuhanan, dsb.

3. Meditasi untuk kanuragan / kesaktian

Pada tingkatan dasar jenis meditasi ini banyak digunakan di masyarakat untuk membantu kesehatan,
biasanya dilakukan juga dengan tambahan gerakan-gerakan khusus / pernafasan, misalnya yoga dan
senam Taichi atau senam-senam lain yang gerakan-gerakannya khusus dan lambat yang berbeda
dengan jenis senam aerobik.

Meditasi jenis ini yang tujuannya khusus untuk kesaktian kanuragan maupun kesaktian gaib
contohnya adalah meditasi pembangkitan kundalini, meditasi memutar cakra / tenaga dalam,
meditasi untuk membangkitkan dan membangun kekuatan kebatinan dan tenaga dalam atau
meditasi energi untuk "menurunkan" / menyerap energi alam dan untuk latihan membentuk energi.

Biasanya meditasinya dilakukan bersamaan dengan berpuasa, dan supaya hasilnya optimal untuk
laku dan tujuan keilmuan tertentu biasanya dilakukan / dilanjutkan dengan olah gerak dan olah
nafas tertentu.

Tetapi ternyata, walaupun kelihatannya sepele, ternyata tidak semua orang bisa langsung
mendapatkan hasil dari tujuannya bermeditasi, bahkan banyak orang yang tidak berhasil
menyelesaikan laku meditasinya.

Ada orang-orang yang mengalami rasa tidak enak ketika bermeditasi, atau sesudahnya, terutama
meditasi mengheningkan cipta, yang gejala-gejalanya sebelumnya tidak dirasakannya, tetapi baru
dirasakannya sesudah ia mencoba bermeditasi. Mengenai laku meditasi, memang tidak selalu
mudah awalnya bagi semua orang, apalagi kalau orangnya memiliki suatu masalah di dalam dirinya
yang sebelumnya tidak disadarinya.

Misalnya :
1. Ada orang-orang yang tidak biasa hening, sehingga agak susah awalnya untuk langsung bisa
hening,

mungkin juga akan tidak sabar dalam bermeditasi.

2. Ada orang-orang yang terbiasa keras berpikir, sehari-harinya lebih aktif dengan pikirannya,
kepalanya

penuh dan penat dengan energi, sehingga agak sulit ketika ia harus mengendorkan pikirannya,
mungkin

untuk hening pun ia akan keras berkonsentrasi supaya bisa hening, bukannya mengendorkan
pikirannya.

Ketika bermeditasi memejamkan mata, gelombang energi pikiran akan tampak berkecamuk
seperti

sinar-sinar atau garis-garis bersinar merah atau lingkaran-lingkaran sinar yang bergerak liar, atau
merasa

melihat ada kilatan-kilatan cahaya atau ada suara-suara letupan di dalam pikiran atau di telinga
(saraf

keseimbangan). Nantinya sesudah terbiasa bermeditasi gelombang pikirannya akan menjadi lebih
halus

dan teratur, karena sudah terbiasa untuk selaras menuju keheningan.

3. Ada orang-orang yang mengalami ketidakseimbangan saraf, sehingga sebentar saja memejamkan
mata,

ia merasa dirinya goyang hendak jatuh (nggliyeng).

4. Ada juga orang-orang yang ada ketidakselarasan gelombang energi dalam tubuhnya, sehingga
sebentar

saja memejamkan mata, ia merasa dirinya melambung.

5. Ada juga orang-orang yang kondisi saraf dan energi otak dan jantungnya kurang baik, sehingga
sesudah ia
memaksakan dirinya bermeditasi, kepalanya terasa pening atau pusing, tekanan darahnya turun,
dsb,

gejalanya seperti orang masuk angin.

Jadi jika selama atau sesudah bermeditasi ada rasa dan gejala-gejala di atas yang kita alami, mungkin
saja sebenarnya kita mengalami salah satu masalah di atas yang mungkin selama ini tidak kita sadari.

Jadi laku bermeditasi itu sebenarnya juga menjadi cara untuk kita mendeteksi adanya masalah di
dalam diri kita. Walaupun dalam kondisi sehari-hari masalah-masalah itu tidak muncul, tidak terasa
gejalanya, tetapi selama atau sesudah menjalankan laku meditasi itu kemudian masalahnya akan
tampak dan terasa gejalanya. Nantinya kalau sudah terbiasa bermeditasi, maka masalah-masalah di
atas akan bisa diatasi, karena tubuh, pikiran dan energi kita akan beradaptasi menyelaraskan diri
menuju titik nol. Itu juga sebenarnya manfaat meditasi yang ditawarkan dalam meditasi-meditasi
untuk relaksasi, penyembuhan, dsb.

Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, bagi yang mengalaminya, untuk latihan awalnya bisa saja
meditasinya dilakukan siang hari dan tidak memejamkan mata.

Pada saat yang lain, meditasinya dilakukan malam hari dalam kondisi ruangan gelap gulita, mata
boleh tidak terpejam, tetapi tetap santai, seperti orang melamun, pandangan diarahkan santai ke
bawah.

Tetapi pada latihan meditasi selanjutnya sebaiknya kita membiasakan diri untuk memejamkan mata,
untuk memunculkan aktivitas batin dan sukma yang sebenarnya, yang juga berfungsi untuk
mengsugesti diri untuk menyelaraskan semua energi, pikiran dan batin, untuk selaras menuju titik
nol.

Untuk orang-orang yang mengalami masalah-masalah di atas Penulis menganjurkan supaya mereka
melakukan meditasi menurunkan energi, karena energi hasil meditasi yang diturunkannya ke dalam
tubuhnya itu akan membantu menambahkan energi positif dan membantu menyelaraskan energi
tubuhnya, selain orangnya sendiri nantinya akan merasa sehat dan bugar bertenaga.
Dalam kita bermeditasi usahakan supaya tempat meditasi kita tidak terang terkena cahaya lampu,
apalagi langsung terkena cahaya matahari, karena dalam kondisi kita bermeditasi nantinya tubuh
dan saraf-saraf kita akan menjadi peka terhadap cahaya (dan energi). Jangan sampai sesudah
bermeditasi itu kepala kita pusing.

Pada jaman dulu orang-orang yang sedang khusus menjalani laku kebatinan dan spiritual (olah batin)
biasanya akan melakukannya dengan jalan menyepi, berpuasa, semadi, atau tapa brata. Selain
dilakukan untuk tujuan mendapatkan pencerahan spiritual yang terkait dengan kesaktian atau dunia
spiritual, kekuatan dari laku mereka itu akan menambah tinggi kekuatan gaib kebatinan dan spiritual
mereka, sekaligus juga menambah tinggi energi dan kekuatan kesaktian kanuragan mereka.

Pada masa sekarang, metode meditasi dan bacaan mantra / amalan dibuat sesederhana mungkin
sesuai kebutuhan manusia pada jaman sekarang yang ingin "berilmu" dengan cara mudah dan dalam
tempo yang singkat, sehingga tidak banyak orang yang menyadari bahwa laku meditasi, bacaan
amalan / mantra dan ajian sebenarnya dulu pada saat manusia masih hidup di jaman kesaktian,
merupakan pelajaran tingkat tinggi, bukan untuk orang yang baru belajar. Yang melakukannya
hanyalah orang-orang "senior" yang telah menekuni dan melewati masa-masa olah kanuragan, yang
untuk menapak ke tingkatan selanjutnya yang lebih tinggi akan mulai banyak melakukan laku tirakat,
puasa, berprihatin, meditasi, bahkan tapa brata, untuk memperdalam dan meningkatkan kekuatan
keilmuannya.

Pada masa sekarang orang lebih terdorong untuk langsung bisa cepat memiliki kesaktian (kesaktian
kanuragan maupun kesaktian gaib), sehingga pembelajaran amalan-amalan dan mantra, aji-aji,
tenaga dalam murni, pembangkitan kundalini, dijadikan objek latihan yang utama, bahkan sudah
banyak diwujudkan menjadi suatu perguruan khusus yang mengajarkan keilmuan itu. Sekalipun
kemudian orangnya merasa berhasil menguasai keilmuan yang tinggi, karena ilmu yang dilatih itu
juga sebenarnya keilmuan tingkat tinggi, tetapi karena materi dasar keilmuannya dan sisi kebatinan /
spiritualnya yang sebenarnya adalah pondasi dari keilmuannya itu tidak lebih dulu diajarkan (dan
tidak dikuasai), maka kemudian keilmuannya itu tidak dalam, dangkal, dan mudah dipunahkan
(hanya mengolah kulitnya saja, ilmu kulit, bukan ilmu dalaman / sepuh).

Semua laku meditasi merupakan laku tingkat tinggi yang untuk menjalaninya seseorang diharapkan
sudah cukup "sepuh" secara psikologis dan mental untuk bisa mengendalikan pikiran dan
perasaannya, untuk bisa mengendapkan gelombang hasrat dan energi tubuh, pikiran dan perasaan,
untuk diselaraskan dalam laku meditasinya. Jika itu belum bisa dikuasai, maka akan sulit seseorang
berhasil menjalani suatu laku meditasi, apalagi mencapai hasil dari tujuannya bermeditasi.

Bukan berarti laku meditasi hanya cocok dilakukan oleh orang-orang yang sudah cukup sepuh
psikologisnya, justru laku meditasi itu bisa menjadi sarana untuk belajar mengendapkan dan
mengendalikan gelombang hasrat dan energi tubuh, pikiran dan perasaan, untuk belajar membentuk
psikologis yang sepuh.

Yang perlu dipahami jika seseorang ingin melakukan meditasi adalah sebelumnya seseorang harus
sudah tahu, memiliki pemahaman tentang tujuan meditasinya dan proses lakunya, sehingga laku
meditasinya menjadi lebih terarah, lebih fokus kepada tujuannya, supaya menjadi lebih efektif dalam
mencapai apa yang menjadi tujuan meditasinya, tidak mengambang mengawang-awang. Semua
proses lakunya harus dijalankan dengan benar, jangan ada kesalahan, jangan menyimpang, jangan
dicampurkan dengan metode-metode lain yang berbeda, supaya lakunya bermeditasi tidak sia-sia
dan tidak mendatangkan efek resiko dari adanya kesalahan prosedur.

Biasanya tatalaku dan prosedur, tahapan-tahapan laku dalam bermeditasi sudah disusun sistematis
sedemikian rupa untuk bisa dipelajari dan dipraktekkan sekalipun oleh orang-orang yang masih
awam dan tidak akan mendatangkan resiko / masalah selama prosedur-prosedur dan tahapan
lakunya dijalankan dengan benar. Karena itulah tatalaku dalam bermeditasi (termasuk meditasi
untuk tujuan melatih keilmuan) seringkali oleh para pelakunya dianggap tidak praktis, bertele-tele,
dsb. Tetapi sebaiknya aturan itu tetap harus dihormati. Bagaimanapun juga itu adalah prosedur
standar yang sudah disusun sedemikian rupa supaya seseorang aman melakukannya. Jika seseorang
benar sudah menguasai proses lakunya dan benar sudah berhasil mencapai tujuan dari meditasinya,
barulah ia boleh melakukan improvisasi untuk menambah kepraktisan dan efektivitas dari laku
meditasinya, atau diimprovisasikan supaya bisa juga digunakan untuk tujuan meditasi yang lain.

Pada halaman-halaman berikutnya Penulis mencoba menuliskan beberapa metode meditasi


kebatinan spiritual. Penulis coba menuntun proses meditasinya dengan cara-cara yang sederhana
dan mudah. Karena itu jika anda ingin mempelajarinya jangan rumit dipikirkan, jangan dibikin susah,
nanti malah bingung sendiri. Lakukan saja sesuai petunjuknya. Juga jangan dicampurkan dengan
metode orang lain, nanti malah keliru dan mungkin dapat menimbulkan efek yang tidak dikehendaki.

Semua laku yang bersifat kebatinan di dalamnya selalu disebutkan tujuannya (termasuk tujuan
sugestinya) dan selalu mengedepankan penghayatan, baik itu laku kebatinan yang bersifat
kerohanian / ketuhanan / keagamaan, maupun yang bersifat keilmuan, bukan mengedepankan
kepintaran berpikir dan berlogika, bukan sebatas terlaksananya bentuk laku formalitasnya, bukan
juga mengedepankan amalan doa dan mantra. Pemahaman seseorang akan tujuan lakunya dan
kualitas penghayatan dan penjiwaannya dalam lakunya itu, selain ketekunannya, akan sangat
membedakan hasil dan prestasi yang mampu diraihnya dibandingkan orang lain yang sama-sama
melakukan aktivitas yang sama.

Karena itu jika seseorang menjalani suatu laku yang bersifat kebatinan, baik kerohanian maupun
keilmuan, selalu dituntut supaya orangnya memahami tujuan dari lakunya itu dan mampu
menghayati lakunya, sehingga jika orang itu mengalami kesulitan dalam ia menjalani lakunya itu
kemungkinan penyebabnya adalah karena ia belum bisa menghayati lakunya (atau belum tahu
tujuan dari lakunya).

Jika seseorang sudah bisa menghayati lakunya, maka ia akan menemukan suatu rasa yang bersifat
khusus, yang itu hanya ada dalam lakunya itu saja, tidak ada dalam aktivitasnya yang lain, yang
kemudian setelah semakin didalami dan matang, maka itu akan menjadi kekuatan rasa.

Kekuatan rasa setelah semakin didalami dan matang, jika seseorang menerapkan itu dalam semua
aktivitas kehidupannya maka semua perbuatan-perbuatannya akan mengandung suatu kegaiban
yang akan bisa dirasakan perbedaan kegaibannya dibanding jika ia melakukan perbuatan yang sama
dengan sikap batin yang normal saja.

Pada tahap selanjutnya untuk ia melakukan suatu perbuatan dalam lakunya itu ia melakukannya
dengan cara bersugesti, yaitu mengkondisikan sikap batinnya secara khusus , mendayagunakan
penghayatan rasa untuk melakukan suatu perbuatan tertentu, mendayagunakan kekuatan rasa.

Penghayatan, olah rasa dan olah sugesti adalah dasar-dasar dalam keilmuan kebatinan dan dpiritual,
selalu ada dalam semua laku yang bersifat kebatinan dan spiritual yang itu harus lebih dulu bisa
dikuasai oleh para pelakunya sebelum mereka menapak ke tingkatan yang lebih tinggi.

Karena itu jika para pembaca ingin mempelajari dan menjalani suatu laku yang bersifat kebatinan
dan spiritual, maka poin-poin di atas harus lebih dulu dimengerti dan harus diterapkan dalam
lakunya itu supaya lakunya itu lebih bisa diharapkan keberhasilannya dibanding jika poin-poin itu
belum dikuasai. Pemahaman anda atas tujuan lakunya akan menuntun laku anda ke arah tujuan
yang benar, tidak mengambang mengawang-awang tak tentu arah. Dan selain ketekunan anda,
kualitas penghayatan dan penjiwaan anda akan sangat membedakan hasil dan prestasi yang mampu
anda raih dibandingkan orang lain yang sama-sama melakukan aktivitas yang sama.
Jika kita bisa menghayati lakunya, kita akan menemukan suatu rasa yang bersifat khusus, yang itu
hanya ada dalam laku itu saja, tidak ada dalam aktivitas kita yang lain. Kualitas kita atas penghayatan
atau penjiwaan itu akan sangat membedakan kondisi batin kita sebelum, selama dan sesudah kita
melakukannya, akan ada pencerahan tersendiri dalam kerohanian kita dan itu akan membedakan
kita dengan orang lain yang sama-sama melakukan aktivitas yang sama. Sesudahnya setiap kita
menjalani laku yang sama diharapkan agar kita selalu mampu menghayati laku kita itu supaya juga
dapat memperbaiki kualitas pencapaian kita. Kalau dengan cara itu sesudah menjalani lakunya kita
tidak mendapatkan pencerahan apa-apa, kemungkinan besar penyebabnya adalah karena kita
belum tahu tujuan lakunya dan belum bisa menghayati lakunya.

Penulis sudah menuliskan beberapa contoh metode yang sudah sangat disederhanakan dari
meditasi energi dengan sugesti kebatinan-spiritual. Jika seseorang menguasai pemahaman tentang
olah energi, olah kebatinan dan olah spiritual, maka energi yang berhasil dihimpun dari laku meditasi
kebatinan spiritual itu bisa diolah menjadi energi kekuatan kanuragan dan tenaga dalam, energi
kekuatan kebatinan atau energi kekuatan spiritual, juga bisa diolah menjadi kekuatan roh / sukma
yang berasal dari kekuatan sugesti kebatinan / spiritual.

Dalam laku meditasi energi, energi yang berhasil dihimpun dari alam (energi potensial) jika sudah
diolah menjadi energi kekuatan kanuragan, atau menjadi kekuatan kebatinan / spiritual, kemudian
akan menjadi berbeda sifat dan karakteristiknya, tidak sama lagi dengan energi aslinya yang dari
alam, mengikuti bentuk pengolahannya.

Energi alam sangat besar dan berlimpah, tetapi sifatnya halus, tidak padat dan tidak tajam.

Jika energi alam itu hanya dihimpun / ditampung saja di dalam tubuh, maka kemudian akan menjadi
energi potensial yang akan menambah kekuatan tubuh, stamina, kesehatan dan kebugaran, yang
sewaktu-waktu bisa juga digunakan dalam aktivitas tertentu. Biasanya kekuatannya akan muncul
sendiri tanpa disengaja, misalnya ketika sedang emosi, atau sedang berkelahi. Tetapi jika seseorang
menguasai teknik penggunaan energi, maka energi potensial itu akan dapat digunakan untuk banyak
tujuan penggunaan energi, bisa untuk pengobatan gaib, pagaran gaib, pembersihan gaib atau untuk
menyerang kekuatan mahluk halus sampai yang kekuatannya setingkat dengan energi potensial itu.

Jika energi potensial itu berhasil disatukan dengan energi tubuh, energi itu akan menjadikan tubuh
orangnya terasa bertenaga, padat dengan energi. Metode ini berguna sekali untuk orang-orang yang
aktif secara fisik, para pesilat, olah ragawan, dsb, yang jika mahir menguasai tekniknya akan bisa
dengan seketika menyerap energi alam untuk menambah kekuatannya sehingga tubuhnya terasa
padat bertenaga, untuk mengisi kembali energinya yang habis terkuras (recharge), dan untuk
membersihkan tubuh dari sampah-sampah energi sisa-sisa pembakaran tubuh dan menggantinya
dengan energi baru yang bersih.

Jika dalam laku meditasi energi itu energinya dialirkan mengisi cakra-cakra energi tubuh, disatukan
dengan tenaga dalam, yang sesudahnya diolah kembali bersama dengan olah gerak dan olah nafas
untuk menyatukan energinya dengan energi tenaga dalamnya, itu akan bisa signifikan memperbesar
kandungan energi tenaga dalam seseorang.

Jika energi hasil laku meditasi energi itu berhasil disatukan dengan kekuatan kebatinan, energinya
akan menjadi besar dan padat, diolah dengan olah kebatinan yang mengedepankan kekuatan rasa di
dada (dan visualisasi). Selain murni untuk kemampuan kebatinan, energi kebatinan ini juga dapat
diolah untuk tujuan mempertinggi kekuatan kanuragan seseorang (dikombinasikan dengan kekuatan
tenaga dalam atau bahkan menggantikan kekuatan tenaga dalam), disatukan dengan kekuatan
kebatinan dan kanuragan, misalnya dengan olah laku dan amalan lembu sekilan seperti dicontohkan
dalam tulisan berjudul Sedulur Papat Kalima Pancer.

Jika ditujukan untuk menaikkan kekuatan sukma, maka selama menurunkan energinya kondisikan
batin untuk kita sebagai pancer menyerap langsung energinya dan sugestikan para sedulur papat
untuk bersama-sama menyerap energi yang turun.

Jika berhasil disatukan dengan kekuatan spiritual, energinya akan menjadi halus tetapi tajam, diolah
dengan olah spiritual yang mengedepankan kekuatan pikiran (dan visualisasi). Kekuatan spiritual ini
lebih banyak bersifat kekuatan gaib yang tajam yang dapat disalurkan melalui kekuatan pikiran.

Dalam laku meditasi tersebut, kekuatan energi potensial di dalam tubuh bisa diolah menjadi
kekuatan fisik / kanuragan, atau diolah dengan sugesti kebatinan supaya menjadi energi gaib yang
besar dan padat, atau diolah dengan sugesti spiritual supaya menjadi energi gaib yang tajam.

Contoh lain, jika energi itu dimaksudkan untuk dijadikan pagaran gaib, dengan sugesti kebatinan
diolah supaya energinya membentuk bola pagaran yang besar dan padat, dan dengan sugesti
spiritual diolah supaya energi pagarannya menjadi tajam, sehingga kesudahannya energi pagarannya
akan menjadi besar, padat dan tajam, yang hasilnya akan jauh berbeda dengan pagaran energi yang
hanya berbentuk bola atau perisai energi saja, tetapi energi pagarannya tidak besar, tidak padat dan
tidak tajam, yang akan mudah ditembus walaupun oleh serangan gaib yang rendah kekuatannya.

Dalam latihan resmi pengolahan tenaga dalam yang menggunakan teknik olah pernafasan tenaga
dalam, dasar asumsinya adalah mengisi tubuh dengan energi udara dari olah gerak nafas,
dimasukkan / dihisap ke dalam tubuh, ditekan / dipompa ke dalam cakra-cakra tenaga dalam untuk
merangsang / membangkitkan / menambah besar kandungan isi tenaga dalamnya di cakra-cakra
yang terkait. Ini adalah teknik dasar pembangkitan dan pengolahan tenaga dalam yang diterapkan
untuk para pemula.

Pada tingkatan keilmuan yang tinggi orang melakukannya tidak lagi melulu dengan teknik
pernafasan dan olah gerak, tetapi dengan laku kebatinan dan spiritual, dengan teknik meditasi
energi dan doa-doa sugesti, bahkan mereka akan menyepi, berpuasa dan bertapa brata berhari-hari
untuk bisa lebih efisien dan efektif memasukkan energi yang besar ke dalam tubuhnya, sesudah itu
barulah disempurnakan lagi penyatuannya dengan tenaga dalamnya dengan olah pernafasan dan
olah gerak.

Dengan demikian teknik meditasi energi itu adalah teknik keilmuan tingkat tinggi yang jika seseorang
belum memiliki pemahaman tentang teknik pengolahan energi, maka efektivitasnya dalam
memperbesar tenaga dalam seseorang atau untuk keperluan kanuragan, atau untuk kekuatan
tubuh, menjadi terbatas. Begitu juga jika seseorang belum memiliki pemahaman tentang olah batin
dan olah spiritual. Karena itu diharapkan orang-orang yang melakukan meditasi energi itu sudah
rutin menjalani latihan tenaga dalam / beladiri di perguruannya masing-masing supaya sesudahnya
orangnya akan lebih bisa merasakan peningkatan kekuatannya yang drastis dan signifikan dan
kemudian bisa mewujudkannya menjadi kekuatan kanuragan, yang itu tidak akan bisa dicapainya
dengan caranya selama ini yang hanya menjalani olah nafas dan olah gerak.

Begitu juga jika laku meditasinya dilakukan untuk tujuan kebatinan / spiritual, sebelumnya seseorang
harus sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang olah batin dan olah spiritual dan tentang
tujuan meditasinya dan proses lakunya, sehingga laku meditasinya menjadi lebih terarah, lebih fokus
kepada tujuannya, supaya menjadi lebih efektif dalam mencapai apa yang menjadi tujuan dari
meditasinya, tidak malah mengambang mengawang-awang.

Karena itu teknik meditasi bukanlah suatu ilmu / teknik yang berdiri sendiri, tetapi adalah tingkatan
yang tinggi, tingkatan lebih lanjut dari keilmuan lain yang menjadi dasarnya, bersifat menambahkan
efektivitasnya, bukan menggantikan. Karena itu para pelakunya diharapkan sudah mengikuti
pelatihan tenaga dalam, atau sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang olah energi, olah
kebatinan dan olah spiritual, supaya laku meditasi itu bisa efektif secara signifikan meningkatkan
kapasitas kemampuan seseorang.

Harap diperhatikan, menimbang resiko negatif yang mungkin ada, maka Penulis memaksudkan
meditasi-meditasi tersebut :

- tidak untuk tujuan membangkitkan prana / kundalini,

- tidak untuk membuka cakra-cakra tubuh, dan

- tidak untuk kemampuan melihat gaib,

Jadi janganlah dicoba digunakan untuk maksud itu. Masing-masing metode meditasi mempunyai
tujuan sendiri-sendiri, dan pelaksanaannya harus dilakukan dalam kerangka besar tujuan sugesti
masing-masing meditasinya. Jangan mencampur-adukkan langkah-langkah dalam satu metode
meditasi dengan metode meditasi yang lain. Bagi yang ingin mencoba meditasinya lakukanlah
dengan tulus sesuai laku dan tujuan meditasinya masing-masing.

Meditasi-meditasi yang akan diuraikan oleh Penulis diurutkan sesuai tujuan sugestinya dan sesuai
tingkatan meditasinya masing-masing sebagai berikut :

1. Meditasi Inti - Meditasi Pembuka untuk pembersihan diri dari beban pikiran dan sakit-penyakit.

2. Meditasi Ringan untuk ketenangan hati.

3. Meditasi Dasar untuk kesehatan, pembersihan diri dan penyembuhan.


4. Meditasi Tingkat Lanjut 1 untuk kesehatan, pembersihan diri dan penyembuhan.

5. Meditasi Tingkat Lanjut 2 untuk menghimpun energi alam raya.

6. Meditasi Tingkat Lanjut 3 untuk menghimpun energi elemen-elemen alam.

7. Meditasi Olah Rasa dan Energi untuk mendayagunakan kekuatan rasa dan energi.

Metode-metode meditasi Penulis di atas mengandung unsur pengolahan kekuatan kesaktian gaib
tingkat tinggi. Janganlah disalahgunakan, jangan dijadikan kesombongan, jangan juga digunakan
sembarangan untuk menghilangkan kandungan gaib jimat, pusaka, susuk, atau keilmuan seseorang.
Gunakanlah secara bijaksana, karena apapun yang anda lakukan, kebaikan atau pun keburukan, akan
dituntut pertanggungjawaban. Semakin banyak seseorang diberi, daripadanya akan semakin banyak
dituntut.

Bagi yang ingin mencoba menjalankan meditasi-meditasi di atas, sugestikan dalam hati dan pikiran
anda bahwa anda melakukan meditasi-meditasi tersebut karena tersugesti untuk mengikuti meditasi
dalam tulisannya masing-masing dan isi tulisan dalam halamannya masing-masing semuanya
dijalankan dengan benar, karena hasilnya akan berbeda antara anda melakukannya karena keinginan
anda sendiri dengan anda melakukannya karena mengikuti sugesti dalam tulisannya.

Dalam beberapa hal metode-metode meditasi di atas ada kemiripannya dengan meditasi kundalini
dan reiki, terutama dalam hal menurunkan energi, penggunaan energi dan pembentukan energi.
Tetapi tetap berbeda.

Dalam menurunkan energi, di dalam meditasi kundalini dan reiki sugestinya menggunakan olah
pikiran (dan visualisasi), sehingga energinya bersifat tajam. Energi-energi yang tajam tidak boleh
diserap ke dalam tubuh karena energi tajam itu tidak selaras dengan energi alami tubuh manusia.
Energi yang tajam hanya baik untuk digunakan keluar, seperti untuk kekuatan pukulan atau untuk
membunuh sel kanker, atau untuk menyerang mahluk halus, tidak untuk dimasukkan / diserap ke
dalam tubuh. Jika energi tajam itu dimasukkan ke dalam tubuh maka itu bisa menimbulkan efek
negatif seperti contoh kasus kundalini syndrome yang sulit disembuhkan, bahkan oleh gurunya
sendiri.

Sedangkan di dalam semua metode meditasi menurunkan energi Penulis menekankan digunakannya
sugesti yang berasal dari batin dan rasa, kekuatan rasa, bukan pikiran, sehingga energi yang
diturunkan besar dan padat, tetapi tidak tajam, selaras dengan energi tubuh, boleh dimasukkan ke
dalam tubuh, boleh juga diturunkan untuk orang lain.

Setelah mengetahui perbedaannya seperti tertulis di atas, jika para pembaca berniat menjalankan
metode-metode meditasi dari Penulis diharapkan supaya bisa menerapkan kekuatan rasa. Kekuatan
pikiran hanya digunakan untuk bervisualisasi untuk membentuk energi saja yang sifatnya tidak
diserap tubuh, misalnya untuk membuat bola cahaya, pagaran gaib, sinar laser, dsb, yang itu tidak
untuk dimasukkan ke dalam tubuh, supaya tidak terjadi efek resiko dari adanya kesalahan prosedur.

Di dalam metode-metode meditasi tersebut di atas ada sugesti untuk menerima / menghimpun
energi alam. Bagi yang sudah mahir, dalam meditasinya bisa disugestikan untuk menerima /
menghimpun energi dari elemen-elemen alam seperti yang tertulis dalam tulisan Energi Alam dan
Meditasi. Pilih yang sifatnya baik. Yang sifatnya tidak baik jangan digunakan. Dilakukan dengan cara
membayangkan sasaran / lokasi objeknya (suasana alam dari suatu lokasi) dan menjulurkan tangan
atau mengangkat tangan ke atas untuk menghisap / menerima energinya.

Sejauh mana olah meditasinya dan sejauh mana anda bisa memanfaatkan hasil meditasinya
tergantung pada kemampuan anda sendiri. Diharapkan anda memiliki pengetahuan yang cukup
tentang olah energi dan cara-cara penggunaan energi, yang termasuk dari sumber lain. Anda juga
dapat membaca contoh-contoh penggunaan energi, misalnya dalam tulisan : tips penggunaan
tenaga dalam murni. Anda juga bisa membaca cara-cara pemanfaatan energi dari sumber-sumber
lain.

Di dalam semua meditasi dan selama pelaksanaannya diharapkan anda mampu melakukan sugesti
dan bisa menerapkan kepekaan rasa, supaya anda dapat mengarahkan sugesti meditasi anda, bisa
merasakan berhasil tidaknya usaha meditasi anda dan bisa merasakan hasil yang sesuai dengan
tujuan meditasinya. Istirahatkan pikiran, biarkan batin yang bekerja.
Ada pertanyaan :

A: Tadi malam saya mencoba untuk meditasi pak, hanya saja ketika saya memejamkan mata saya

merasakan suatu ketakutan, entah kenapa. Saya paksakan, tapi tetap merasakan ketakutan.

Akhirnya saya meditasi dengan membuka mata, yang mana susah sekali dilakukan.

Apakah itu hanya paranoid saya saja, karena meditasi saya lakukan pada waktu yang terlalu malam
dan sepi atau memang ada yang mengganggu saya ?

J: Sebenarnya dalam meditasinya itu anda tidak harus memejamkan mata.

Sebenarnya ini adalah juga kesalahpahaman yang umum dari para pembaca lain dan juga banyak
orang umum yang menganggap semua meditasi itu harus memejamkan mata. Mungkin karena salah
persepsi dari menonton tivi atau dari tulisan-tulisan meditasi lain.

Tidak semua meditasi harus memejamkan mata.

Masing-masing meditasi ada tujuan dan panduannya sendiri-sendiri. Jangan semua tujuan dan
panduannya dianggap sama untuk semua meditasi.

Misalnya dituliskan kita harus santai seperti orang melamun, berarti kita harus santai seperti orang
melamun, mata boleh terbuka, tetapi santai seperti orang melamun, jangan malah keras
berkonsentrasi.

Masak melamun saja kita harus berkonsentrasi melamun.

Berarti dalam tahapan itu kita harus santai seperti melamun, jangan malah berkonsentrasi untuk
melamun

Kalau suasana malam hari rasanya menyeramkan, kita boleh bermeditasi di pagi hari atau di sore
hari. Dan tidak harus di luar rumah, bisa juga di kamar kita sendiri.

Karena anda ada masalah dalam hal fokus konsentrasi, maka saya anjurkan anda menjalankan
meditasi di tulisan saya berjudul Pembersihan Gaib 4.
Disitu kita harus konsentrasi ke satu titik, seharusnya pikiran kita tidak lagi mengambang kemana-
mana.

Ada juga pertanyaan :

A : Ada yang ingin saya tanyakan kepada bapak dan untuk menindaklanjuti pembelajaran
kedepannya

nanti, saya masih muda dan awam dalam hal ini,

saya minta saran dari bapak untuk kedepannya nanti metode apa yang harus saya jalankan.

untuk saat ini setruman di tangan terasa semakin kuat, badan terasa ringan dan rokok terasa nikmat.

Dalam laku meditasi untuk masuk suasana hening patokannya gimana ya,

yang saya alami terlalu hening saya malah tak sadar atau tertidur tidak bisa memasukkan sugesti.

di lain waktu terlalu kuat bersugesti malah terasa ngambang berputar2 di pikiran saja.

di lain waktu pernah juga merasakan sugesti yang masuk tapi tidak di semua laku meditasi.

J: Yang bapak lakukan meditasi apa ?

A: belajar menurunkan energi pak .

J: Masing-masing meditasi ada tujuannya sendiri2 dan ada langkah2 pelaksanaannya sendiri2.

Sebaiknya semua meditasi dilakukan dgn mengikuti petunjuk panduannya masing2 dgn benar,
jangan dicampur-adukkan, karena masing2 meditasi tujuan dan pelaksanaannya tidak semuanya
sama.

Tidak semua meditasi harus memejamkan mata dan mengheningkan cipta.

Meditasi menurunkan energi tidak harus memejamkan mata dan mengheningkan cipta.
Mata boleh tetap terbuka, tetapi santai seperti orang melamun

Fokuskan batin anda untuk membayangkan suatu kondisi, jangan mengambang mengawang-awang.

Faktor terbanyak yang menjadi penghalang pencapaian keberhasilan dari suatu laku meditasi adalah
adanya khodam ilmu / pendamping dan adanya mahluk halus yang berdiam di dalam kepala atau di
dalam badan (ketempatan mahluk halus) yang keberadaan mereka itu sering sekali memberikan
bisikan gaib dan penglihatan gaib yang bersifat fiktif, ilusi dan halusinasi, terutama dalam meditasi
mata terpejam. Mungkin malah orangnya sampai dibuat seolah-olah dirinya merogoh sukma, rohnya
terbang ke langit atau merasa berjalan-jalan di alam gaib atau berhalusinasi bertemu dengan sosok
halus tertentu.

Kondisi di atas, jika benar terjadi, dalam segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia gaib bisa
dikatakan bahwa orang itu masuk ke dunia gaib fiktif, sering sekali dialami oleh orang-orang yang
ketempatan mahluk halus di dalam kepalanya, terutama yang jenis gaibnya adalah sukma manusia.

Dengan kondisi gaib yang serba fiktif itu jika orang itu menjalani keilmuan kebatinan yang lain,
misalnya menurunkan energi, melihat gaib, merogoh sukma, dsb, semuanya itu tidak benar-benar
terjadi. Walaupun orangnya merasa berhasil menurunkan energi yang besar, merasa bisa melihat
mahluk halus, merasa rohnya keluar dari raganya, tetapi semuanya itu fiktif, karena sesungguhnya
tidak ada energi yang diturunkan, sosok wujud mahluk halus yang dilihatnya tidak sama dengan
aslinya, dan rohnya tidak sungguh-sungguh keluar dari raganya, semuanya fiktif.

Dan jika orang itu mencocokkan penglihatan gaibnya kepada orang lain yang ternyata juga orang lain
itu bisa melihat gaib karena dirinya juga ketempatan mahluk halus di kepala atau badannya, maka
kemungkinan besar hasil terawangan orang itu juga fiktif sifatnya, karena sosok wujud mahluk halus
yang dilihatnya tidak sama dengan aslinya. Penglihatan gaib kedua orang itu sama-sama fiktif.

Karena itu jika anda sadar bahwa diri anda berkhodam sebaiknya sebelum bermeditasi anda
sampaikan kepada khodam-khodam anda dan semua mahluk halus yang bersama anda supaya
jangan memberikan gambaran dan bisikan gaib apapun. Perintahkan supaya mereka netral
mengikuti saja aktivitas anda. Tetapi jika di tubuh anda ketempatan mahluk halus, mungkin perlu
dipertimbangkan untuk anda melakukan pembersihan gaib, jika mahluk halusnya tidak baik.
Sesudah diperintahkan begitu mudah-mudahan semua gaib yang bersama anda tidak akan
memberikan halusinasi kepada anda, tetapi gaib yang di dalam badan / kepala, terutama yang
jenisnya adalah sukma (arwah) manusia kemungkinannya akan tetap memberikan halusinasi, karena
sudah watak dasarnya menipu dan menyesatkan. Karena itu atas adanya jenis gaib sukma di dalam
tubuh manusia Penulis menganjurkan untuk diisolasi dan dikeluarkan saja. Selebihnya tinggal anda
sendiri untuk kritis membedakan mana yang nyata dan mana yang fiktif / ilusi, jangan sampai
terbawa mengikuti yang sifatnya fiktif / menipu. Usahakan untuk belajar bisa fokus kepada sedulur
papat kita sendiri dalam hal inspirasi, ide dan ilham dan gambaran gaib, jangan kepada yang lain.

Kondisi memejamkan mata itu sendiri dapat mendorong munculnya gambaran-gambaran ilusi /
halusinasi yang berasal dari alam bawah sadar anda dan mungkin juga muncul kejadian-kejadian gaib
lain karena adanya reaksi dari sosok-sosok gaib di sekitar anda berada (karena adanya pancaran
gelombang energi tubuh dan pikiran anda). Karena itu dalam rangka bermeditasi (yang memejamkan
mata), jika ada gambaran-gambaran gaib yang tampak di mata atau di pikiran anda, baik itu hanya
ilusi / halusinasi, ataupun yang benar ada sosok gaibnya, sebaiknya diabaikan saja, tidak perlu
dipikirkan dan tidak perlu dipermasalahkan. Tetapi jika ternyata benar ada sesosok gaib yang
mendatangi anda sebaiknya anda berhati-hati dan berwaspada.

-------------------