0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
233 tayangan6 halaman

Penerapan Integral Lipat Dua dalam Matematika

Dokumen ini membahas penerapan integral ganda untuk menghitung luas daerah, momen inersia, dan titik berat daerah yang dibatasi oleh fungsi. Metode integral ganda digunakan untuk mengubah daerah tersebut ke koordinat polar atau kartesian untuk mempermudah perhitungan. Beberapa contoh soal dan penyelesaiannya juga diberikan untuk memperjelas konsep yang diajarkan.

Diunggah oleh

Vero Ratuanik
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
233 tayangan6 halaman

Penerapan Integral Lipat Dua dalam Matematika

Dokumen ini membahas penerapan integral ganda untuk menghitung luas daerah, momen inersia, dan titik berat daerah yang dibatasi oleh fungsi. Metode integral ganda digunakan untuk mengubah daerah tersebut ke koordinat polar atau kartesian untuk mempermudah perhitungan. Beberapa contoh soal dan penyelesaiannya juga diberikan untuk memperjelas konsep yang diajarkan.

Diunggah oleh

Vero Ratuanik
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATERI :

Penerapan Integral Lipat dua pada Luas daerah, Momen inersia


dan titik berat,

Penerapan Integral Lipat dua pada Luas daerah,


Momen inersia dan titik berat,
Integral lipat dua dapat digunakan untuk meghitung luas daerah bidang ,
momen inersia dan titik berat daerah bidang.
Misalakan diketahui daerah D dibatasi oleh kurve y = f(x) dan y = g(x)
seperti berikut :

Maka daerah D dapat ditentukan luas daerah D dengan rumus :


Luas D =

dy.dx
D

Momen inersia terhadap sumbu koordinat pada daerah D yakni :


- Momen inersia terhadap sumbu x = Ix
y 2 .dy.dx

Ix =
D

- Momen inersia terhadap sumbuy = Iy


x 2 .dy.dx

Iy =
D

Sedangkan titik berat daerah D yaitu ( x , y )

.x.dy.dx
x

.dy.dx
D

. y.dy.dx
y

.dy.dx
D

Contoh-contoh:
1.Hitunglah luas daerah D yang dibatasi oleh x2 + y2 = 25 di kwadran I.
Jawab:

Transformasi ke koordinat Polar :

Luas daerah D =

/2

r 0

dydx =
D

.r.dr.d
/2

( 12 r 2 )]5r 0 d
0
/2

( 12 52 )d
0

25
( )]
2

/2
0

2.Hitunglah momen inersia terhadap sumbu x pada daerah D yang


dibatasi oleh x2 + y2 = 16 dipotong oleh y = x dan sumbu x di kwadran I.
Jawab:

Transformasi ke koordinat Polar :

y 2 .dy.dx

Momen inersia terhadap sumbu x = Ix =


D
4

/4

(r sin .)2 r.dr.d

Ix =
r 0

0
4

/4

r 3 sin 2 ..dr.d

=
r 0

=
/4

sin 2 ( 14 r 4 )]4r 0 d

=
0

Ix

= 43 (

1
2

sin cos

= 64 {

1
2

sin / 4 cos / 4

1
2

)]

/4
0

1
2

( / 4)}

32} ///

3.Hitunglah titik berat pada daerah D yang dibatasi oleh y = 4x - x2


dipotong oleh y = x.
Jawab :

titik berat daerah D yaitu ( x , y )


.x.dy.dx
x

A
B

C
B

.dy.dx
D

. y.dy.dx
y

.dy.dx
D

3 4 x x2

A=

.x.dy.dx =

.x.dy.dx
x 0 y x

3
2

.x( y )]4y x x x dx

=
x 0
3

x2

.x ( 4 x

x)]dx

x 0
3

.(3x 2

x3 )]dx

x 0

= ( x3

1
4

= (33

1
4

x 4 )]3x

34 )]

= (6,75)
3 4 x x2

B=

..dy.dx =
D

3
2

.( y )]4y x x x dx

..dy.dx =
x 0 y x

x 0

x2

.(4 x

x)]dx

x 0
3

x 2 )]dx

.(3x
x 0

= ( 32 x 2

1
3

= ( 32 32

1
3

x 3 )]3x

33 )]

= (4,5)
3 4 x x2

C=

. y.dy.dx =

. y.dy.dx
x 0 y x

3
2

.( 12 y 2 )]4y x x x dx

=
x 0
3

. 12 {(4 x x 2 )2

x 2 ]dx

. 12 {16 x 2 8 x3

x4

x 0

x 2 ]dx

x 0
3

.[152 x 2

4 x3

1
2

x 4 ]dx

x 0

( 52 x 3

x4

= ( 52 33 34

1
10

1
10

x 5 )]3x

35 )

= (67,5 81 24,3)
= 10,8
titik berat daerah D yaitu ( x , y ) = ( 1,5 ; 2,4)

TUGAS:
1. Hitunglah luas daerah D yang dibatasi oleh x2 +y2 =4 dipotong
oleh y = x dan sumbu y di kwadran I

2. Hitunglah monen inersia terhadap sumbu x pada daerah D yang


dibatasi oleh x2 +y2 = 9 di kwadran I
3. Hitunglah monen inersia terhadap sumbu y pada daerah D yang
dibatasi oleh (x-4)2 + y2 = 16 di kwadran I
4. Hitunglah monen inersia terhadap sumbu x pada daerah D yang
dibatasi oleh (x-4)2 + y2 = 16 dipotong oleh y = x dan di kwadran I
5. Hitunglah titik berat pada daerah D yang dibatasi oleh x2 + (y-2)2 = 4
di kwadran I

LINK INTERNAL
LINK EKSTERNAL
LINK DOKUMEN :
Murray R. Spiqel JR, KALKULUS LANJUTAN, , Erlangga , Jakarta
1991

Anda mungkin juga menyukai