Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH PRAKTIKUM GELOMBANG DAN OPTIK

WAVE ON A STRING

OLEH :
IZZATIL WAHYUNI
RAHMI
SRI RAHMA YANI
AHMAD KASASI

PRODI
KELOMPOK

: FISIKA
:1

DOSEN
ASISTEN

: Dra. YENNI DARVINA M.Si


: 1. EDI KURNIA, S.Si
2. DEBI RIANTO
3. RAHMI SUKMAWATI

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016

WAVE ON A STRING

A. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Menentukan cepat rambat suatu gelombang.
2. Menentukan hubungan frekuensi terhadap cepat rambat gelombang.
3. Menentukan isyarat gelombang pada ujung terikat, bebas dan tak
hingga.
4. Menyelidiki pengaruh redaman terhadap suatu gelombang.
5. Menentukan pengaruh tegangan tali terhadap cepat rambat
gelombang.
B. TEORI DASAR
Gelombang adalah getaran yang merambat. Jadi di setiap titik yang
dilalui gelombang terjadi getaran, dan getaran tersebut berubah fasenya
sehingga tampak sebagai getaran yang merambat. Terkait dengan arah
getar dan arah rambatnya, gelombang dibagi menjadi dua kelompok,
geklombang transversal dan gelombang longitudinal. Gelombang transversal
arah rambatnya tegak lurus dengan arah getarannya, sedangkan gelombang
longitudinal arah rambatnya searah dengan arah getarannya.
Jika kita mengikatkan ujung tali pada tiang, kemudian ujung tali yang
lain kita getarkan maka getaran tersebut akan merambat sepanjang tali
menuju ke ujung tali yang lain. Getaran yang merambat sepanjang tali inilah
yang disebut gelombang tali. Gelombang tali merupakan gelombang 1
dimensi. Dalam hal ini, medium gelombang tidak ikut merambat, tetapi
hanya bergetar (bergerak naik turun) di tempatnya.
Gelombang Stasioner
Gelombang stasioner terjadi jika dua gelombang yang mempunyai
frekuensi dan amplitudo sama bertemu dalam arah yang berlawanan.
Gelombang stasioner memiliki ciri-ciri, yaitu terdiri atas simpul dan perut.
Simpul yaitu tempat kedudukan titik yang mempunyai amplitudo minimal

(nol), sedangkan perut yaitu tempat kedudukan titik-titik yang mempunyai


amplitudo maksimum

pada gelombang tersebut. Gelombang stasioner

dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Gelombang stasioner yang terjadi pada
ujung pemantul bebas dan gelombang stasioner yang terjadi pada ujung
pemantul tetap (Giancoli, 2010).
Jika frekuensi penggetar dapat diketahui dan panjang gelombang
dapat dihitung maka cepat rambat gelombang pada tali dapat ditentukan.
Cepat rambat gelombang pada tali dapat ditentukan dengan persamaan:
v = f
Dan

v=

Dengan :
v = cepat rambat gelombang (m/s)

= panjang gelombang (m)

F = gaya tegangan tali (N)

= rapat massa tali (kg/m)

f= frekuensi (Hz)
Berdasarkan ampluitudonya, gelombang dapat dibedakan:
a) Gelombang berjalan
Gelombang berjalan ini ampluitudonya tetap. Jika salah satu
ujung seutas tali terikat dan pada ujung satunya digetarkan naik-turun,
pada tali tersebut dapat dilihat gelombang berjalan yang menuju ujung
terikat. Ampluitudo tali yang digetarkan terus menerus akan selalu
tetap, oleh karenanya gelombang yang memiliki ampluitudo tetap
setiap saat disebut gelombang berjalan.
b) Gelombang stasioner

Gelombang

stasioner

adalah

gelombang

yang

memiliki

ampluitudo yang berubah-ubah antara nol sampai nilai maksimum


(Haliday,1993).
Seutas tali yang panjangnya l, kita ikat pada suatu tiang sementara
ujung lainya kita biarkan. Setelah itu kita goyangkan ujung yang bebas itu
keatas

dan

kebawah

berulang-ulang.

Saat

tali

digerakkan

maka

gelombangakan merambat dari ujung bebas menuju ujung yang terikat,


gelombang inilah yang disebut gelombang datang.
Gelombang Stasioner pada ujung terikat

Seutas tali diikatkan kuat pada sebuah tiang dan ujung yang satunya
digetarkan terus menerus. Setelah mengenai tiang, gelombang datang akan
terpantul.

gelombang

pantulan

akan

berbalik

fase.

Jadi,

gelombang

pantulnya berbeda fase 180 derajat dengan gelombang datang.


Gelombang Stasioner Akibat Pantulan pada Ujung Bebas

Yang dimaksud ujung bebas adalah ujung yang bisa bebas bergerak.
Bisa di analogikan pada ujung yang dikaitkan pada cincin. Gelombang

pantulan pada ujung bebas tidak mengalami perubahan fase, hanya berbalik
arah.

C. ALAT DAN BAHAN


1. Laptop
2. Software Wave On A String yang telah terinstal pada laptop
3. Stopwatch (dalam software)
4. Mistar (dalam software)
5. Tali (dalam software)
D. PROSEDUR PERCOBAAN
1.
Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan pada praktikum
2.

Wave On A String.
Dengan aplikasi yang ada pada laptop ( sudah terinstal ) , lalu

3.

melakukan praktikum dengan aplikasi tersebut.


Percobaan pertama yaitu menetapkan nilai frekuensi dan panjang tali

4.

yang akan digunakan, amplituonya juga ditetapkan.


Kemudian mengukur banyaknya gelombang yang dihasilkan dengan
menghentikan

gelombang.

Setelah

itu

menghitung

panjang

gelombang yang diperoleh dan frekuensi ukurnya.


Menggunakan stopwatch untuk mengukur waktu yang diperoleh

5.

untuk mendapatkan banyak gelombang . Melakukan percobaan ini


6.

sebanyak 10 kali.
Menghitung nilai

7.
8.

diperoleh dari pengukuran dan perhitungan.


Memasukkan data yang diperoleh pada tabel 1.
Percobaan keduaa, sama dengan percobaan pertama, namun pada

9.

percobaan kedua ini kita mengubah nilai frekuensi yang digunakan.


Melakukan langkah 3 sampai 6 sebanyak 10 kali dan memasukkan

10.

data yang diperoleh pada tabel 2.


Percobaan ketiga yaitu melakukan paa gelombang pulsa seperti pada

periode

dan

cepat

rambat

gelombang

yang

gelombang osilasi dan menentukan gejalanya pada ujung terkat,


11.

ujung bebas dan tak berujung.


Percobaan keempat yaitu menentukan

bentuk

gelombang diberi redaman dan menjelaskannya.


E. TABEL DATA
1. Percobaan 1 (OSCILLATE)
Tabel 1. Percobaan Cepat Rambat Gelombang
f = 1 Hz dan x = 7,4 cm A=0,8 cm

gelombang

jika

Perc
- ke.
1.

n()
1.25

2.

1.25

3.

1.25

4.

1.25

5.

1.25

6.

1.25

7.

1.25

8.
9.
10.

1.25
1.25
1.25

(m)
0,0592
0,0592
0,0592
0,0592
0,0592
0,0592

t (s)
1.18
1.20
1.24
1.22
1.22
1.24

fukur

Vu

Vh

0.094

(Hz)
1.059

(m/s)
0,0627

(m/s)
0,059

0.96

1.042

0,0617

2
0,059

0,0596

2
0,059

0,0606

2
0,059

0,0606

2
0,059

0,0596

2
0,059

T (s)

0,992
0.976
0.976
0.992

1.008
1.024
1.024
1.008

0,0592

1.20

0.96

1.042

0,0617

2
0,059

0,0592

1.22

0.976

1.024

0,0606

2
0,059

0,0592

1.22

0.976

1.024

0,0606

2
0,059

0,0592

1.22

0.976

1.024

0,0606

2
0,059

Bentuk tampilan percobaan tabel 1

Tabel 2. Percobaan Cepat Rambat Gelombang


f = 2 Hz dan x = 7,4 cm A= 1 cm
Perc
- ke.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

n()
2.5
2.5
2.5

(m)
0,0296
0,0296
0,0296

t (s)
1.22
1.20
1.22

T (s)
0,488
0,48
0,488

fukur

Vu

Vh

(Hz)
2,049

(m/s)
0,0606

(m/s)
0,059

0.0616

2
0,059

0,0606

2
0,059

2,083
2,049

2.5

0,0296

1.22

0,488

2,049

0,0606

2
0,059

2.5

0,0296

1.22

0,488

2,049

0,0606

2
0,059

2.5

0,0296

1.20

0,48

2,083

0,0616

2
0,059

2.5

0,0296

1.20

0,488

2,083

0,0616

2
0,059

0,0606

2
0,059

0,0606

2
0,059

2.5
2.5

0,0296
0,0296

1.22
1.22

0,488
0,488

2,049
2,049

2
10.

2.5

0,0296

1.22

0,488

2,049

0,0606

0,059
2

Bentuk tampilan percobaan tabel 2

2. Percobaan 2 ( Pulse)
Dengan langkah yang sama pada gelombang osilasi lakukan pada
gelombang pulse dan tentukan gejalanya
Gelombang pulsa pada ujung terikat

Pada ujung terikat gelombang berjalan dihasilkan gelombang


dijalankan setelah sampai di ujung gelombang dipantulkan kembali
dan jalannya berbeda lintasan dengan gelombang datang.

Gelombang pulsa pada ujung bebas

Pada ujung bebas didapatkan setelah gelombang sampai di


ujung gelombang akan dipantulkan kembali dengan bentuk dan
lintasannya yang sama dengan gelombang datang.
Gelombang pulsa pada tak berujung

Pada tak berujung gelombang datang tidak memantul kembali


melainkan diteruskan.

3. Apa yang terjadi jika gelombang diberi redaman? Bagaimana bentuk


gelombangnya?
Jika gelombang diberi redaman (dumping), maka lama-kelamaan
amplitudo gelombang akan semakin kecil dan akan terbentuk
garis lurus.
Bentuk gelombang :

4. Pengaruh tegangan tali terhadap cepat rambat gelombang


Cepat rambat gelombang berbaning lurus dengan akan dari tegangan
tali, semakin besar tegangan tali yang di berikan maka cepat rambat
gelombang pun akan semakin besar, seperti yang ditunjukkan gambar
berikut :
Tegangan tali = low, t = 05.99 menit

Tegangan tali = medium, t = 02.00 menit

Tegangan tali = high, t = 01.20 menit

F. PENGOLAHAN DATA
Tabel 1. Percobaan Cepat Rambat Gelombang
f =1 Hz
x=7,4 cm=0,074 m

A=0,8 cm=0,008 m

n ( ) =1,25t=1,18 sekon

1.
=

x
0,074 m
=
=0,0592m
1,25
n ( )

T=

t
1,18 s
=
=0,944 s
n() 1,25

1
1
f u= =
=1,059 Hz
T 0,944 s
v u = f u =( 0,0592 m) ( 1,059 Hz )=0,0627 m/s
v H = f H =( 0,0592m ) ( 1 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/ s0,0627 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =5,91
m/s

KR=

n ( ) =1,25t=1,20 sekon

2.
=

x
0,074 m
=
=0,0592m
1,25
n ( )

T=

t
1,20 s
=
=0,96 s
n() 1,25

1
1
f u= =
=1,042 Hz
T 0,96 s
v u = f u =( 0,0592 m) ( 1,042 Hz )=0,0617 m/s
v H = f H =( 0,0592m ) ( 1 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0627 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =4,2
m/s

KR=

3.

n ( ) =1,25t=1,24 sekon

x
0,074 m
=
=0,0592m
1,25
n ( )

T=

t
1,24 s
=
=0,992 s
n() 1,25

1
1
f u= =
=1,008 Hz
T 0,992 s
v u = f u =( 0,0592 m) ( 1,008 Hz )=0,0596 m/s
v H = f H =( 0,0592m ) ( 1 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0596 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =0,67
m/ s

KR=

n ( ) =1,25t=1,22 sekon

4.
=

x
0,074 m
=
=0,0592m
1,25
n ( )

T=

t
1,22 s
=
=0,976 s
n() 1,25

1
1
f u= =
=1,024 Hz
T 0,976 s
v u = f u =( 0,0592 m) ( 1,024 Hz )=0,0606 m/s
v H = f H =( 0,0592m ) ( 1 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0606 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =2,36
m/ s

KR=

5.

n ( ) =1,25t=1,2 2 sekon

x
0,074 m
=
=0,0592m
1,25
n ( )

T=

t
1,22 s
=
=0,976 s
n() 1,25

1
1
f u= =
=1,024 Hz
T 0,976 s
v u = f u =( 0,0592 m) ( 1,024 Hz )=0,0606 m/s
v H = f H =( 0,0592m ) ( 1 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0606 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =2,36
m/ s

KR=

n ( ) =1,25t=1,24 sekon

6.
=

x
0,074 m
=
=0,0592m
1,25
n ( )

T=

t
1,24 s
=
=0,992 s
n() 1,25

1
1
f u= =
=1,008 Hz
T 0,992 s
v u = f u =( 0,0592 m) ( 1,008 Hz )=0,0596 m/s
v H = f H =( 0,0592m ) ( 1 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0596 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =0,67
m/ s

KR=

7.

n ( ) =1,25t=1,20 sekon

x
0,074 m
=
=0,0592m
1,25
n ( )

T=

t
1,20 s
=
=0,96 s
n() 1,25

1
1
f u= =
=1,042 Hz
T 0,96 s
v u = f u =( 0,0592 m) ( 1,042 Hz )=0,0617 m/s
v H = f H =( 0,0592m ) ( 1 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0627 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =4,2
m/s

KR=

n ( ) =1,25t=1,22 sekon

8.
=

x
0,074 m
=
=0,0592m
1,25
n ( )

T=

t
1,22 s
=
=0,976 s
n() 1,25

1
1
f u= =
=1,024 Hz
T 0,976 s
v u = f u =( 0,0592 m) ( 1,024 Hz )=0,0606 m/s
v H = f H =( 0,0592m ) ( 1 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0606 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =2,36
m/ s

KR=

9.

n ( ) =1,25t=1,22 sekon

x
0,074 m
=
=0,0592m
1,25
n ( )

T=

t
1,22 s
=
=0,976 s
n() 1,25

1
1
f u= =
=1,024 Hz
T 0,976 s
v u = f u =( 0,0592 m) ( 1,024 Hz )=0,0606 m/s
v H = f H =( 0,0592m ) ( 1 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0606 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =2,36
m/ s

KR=

10. n ( ) =1,25t=1,22 sekon


=

x
0,074 m
=
=0,0592m
1,25
n ( )

T=

t
1,22 s
=
=0,976 s
n() 1,25

1
1
f u= =
=1,024 Hz
T 0,976 s
v u = f u =( 0,0592 m) ( 1,024 Hz )=0,0606 m/s
v H = f H =( 0,0592m ) ( 1 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0606 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =2,36
m/ s

KR=

Tabel 2. Percobaan Cepat Rambat Gelombang


f =2 Hz
x=7,4 cm=0,074 m

A=0,8 cm=0,008 m
n ( ) =2,5t=1,22 sekon

1.
=

x
0,074 m
=
=0,0296 m
2,5
n ( )

T=

t
1,22 s
=
=0,488 s
2,5
n()

1
1
f u= =
=2,049 Hz
T 0,488 s
v u = f u =( 0,0296 m )( 2,049 Hz )=0,0606 m/s
v H = f H =( 0,0296 m )( 2 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0606 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =2,36
m/ s

KR=

n ( ) =2,5t=1,20 sekon

2.
=

x
0,074 m
=
=0,0296 m
2,5
n ( )

T=

t
1,20 s
=
=0,48 s
2,5
n()

1
1
f u= =
=2,083 Hz
T 0,48 s
v u = f u =( 0,0296 m )( 2,083 Hz )=0,0616 m/s
v H = f H =( 0,0296 m )( 2 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0616 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =4,05
m/ s

KR=

n ( ) =2,5t=1,22 sekon

3.
=

x
0,074 m
=
=0,0296 m
2,5
n ( )

T=

t
1,22 s
=
=0,488 s
2,5
n()

1
1
f u= =
=2,049 Hz
T 0,488 s
v u = f u =( 0,0296 m )( 2,049 Hz )=0,0606 m/s
v H = f H =( 0,0296 m )( 2 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0606 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =2,36
m/ s

KR=

n ( ) =2,5t=1,22 sekon

4.
=

x
0,074 m
=
=0,0296 m
2,5
n ( )

T=

t
1,22 s
=
=0,488 s
2,5
n()

1
1
f u= =
=2,049 Hz
T 0,488 s
v u = f u =( 0,0296 m )( 2,049 Hz )=0,0606 m/s
v H = f H =( 0,0296 m )( 2 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0606 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =2,36
m/ s

KR=

n ( ) =2,5t=1,22 sekon

5.
=

x
0,074 m
=
=0,0296 m
2,5
n ( )

T=

t
1,22 s
=
=0,488 s
2,5
n()

1
1
f u= =
=2,049 Hz
T 0,488 s
v u = f u =( 0,0296 m )( 2,049 Hz )=0,0606 m/s
v H = f H =( 0,0296 m )( 2 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0606 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =2,36
m/ s

KR=

n ( ) =2,5t=1,20 sekon

6.
=

x
0,074 m
=
=0,0296 m
2,5
n ( )

T=

t
1,20 s
=
=0,48 s
2,5
n()

1
1
f u= =
=2,083 Hz
T 0,48 s
v u = f u =( 0,0296 m )( 2,083 Hz )=0,0616 m/s
v H = f H =( 0,0296 m )( 2 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0616 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =4,05
m/ s

KR=

n ( ) =2,5t=1,20 sekon

7.
=

x
0,074 m
=
=0,0296 m
2,5
n ( )

T=

t
1,20 s
=
=0,48 s
2,5
n()

1
1
f u= =
=2,083 Hz
T 0,48 s
v u = f u =( 0,0296 m )( 2,083 Hz )=0,0616 m/s
v H = f H =( 0,0296 m )( 2 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0616 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =4,05
m/ s

KR=

n ( ) =2,5t=1,22 sekon

8.
=

x
0,074 m
=
=0,0296 m
2,5
n ( )

T=

t
1,22 s
=
=0,488 s
2,5
n()

1
1
f u= =
=2,049 Hz
T 0,488 s
v u = f u =( 0,0296 m )( 2,049 Hz )=0,0606 m/s
v H = f H =( 0,0296 m )( 2 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0606 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =2,36
m/ s

KR=

n ( ) =2,5t=1,22 sekon

9.
=

x
0,074 m
=
=0,0296 m
2,5
n ( )

T=

t
1,22 s
=
=0,488 s
2,5
n()

1
1
f u= =
=2,049 Hz
T 0,488 s
v u = f u =( 0,0296 m )( 2,049 Hz )=0,0606 m/s
v H = f H =( 0,0296 m )( 2 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0606 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =2,36
m/ s

KR=

10. n ( ) =2,5t=1,20 sekon


=

x
0,074 m
=
=0,0296 m
2,5
n ( )

T=

t
1,20 s
=
=0,48 s
2,5
n()

1
1
f u= =
=2,083 Hz
T 0,48 s
v u = f u =( 0,0296 m )( 2,083 Hz )=0,0616 m/s
v H = f H =( 0,0296 m )( 2 Hz )=0,0592 m/s

| |

KR=

v H v u
x 100
vH

m/s0,0616 m/ s
|0,05920,0592
|x 100 =4,05
m/ s

KR=

G. PEMBAHASAN
Berdasarkan praktikum yang telah kami lakukan tentang wave on
string. Dimana kami mengukur cepat rambat gelombang, untuk frekuensi 1
hz dan 2 hz. Untuk percobaan pertama kami melakukan praktikum pada
frekuensi 1hz kami menggunakan panjang tali adalah 7.4 cm dan amplitude
0.8 cm. dimana pada praktikum kami mendapatkan data n() = 1.25 dan
panjang gelombang 0.0592, waktu yang kami dapatkan adalah 1.18, 1.20,
1.24, 1.22, 1.22, 1.24, 1.20, 1.22, 1.22, 1.22 . berdasarkan pengolahan data
perioda yang kami dapatkan adalah 0.944, 0.96, 0.992, 0.976, 0.976, 0.992,
0.992, 0.992, 0.976, 0.976, 0.976, 0.976(dalam s). cepat rambat gelombang
yang kami dapatkan pada pengukuran adalah 0.06 m/s.

sedangkan pada

pengolahan data kami dapatkan

adalah 0.0592 m/s berdasarkan

pengolahan data persen kesalahan yang kami dapatkan adalah 1.35%.


Untuk percobaan kedua kami melakukan praktikum pada frekuensi 2
hz kami menggunakan panjang tali adalah 7.4 cm dan amplitude 1 cm.
dimana pada praktikum kami mendapatkan data n () = 2.5 dan panjang
gelombang

0.0592,

waktu

yang

kami

dapatkan

adalah

0.0296

cm.

Berdasarkan pengolahan data perioda yang kami dapatkan adalah 0.944,


0.96, 0.992, 0.976, 0.976, 0.992, 0.992, 0.992, 0.976, 0.976, 0.976,
0.976(dalam s). cepat rambat gelombang yang kami dapatkan pada
pengukuran adalah 0.0619 m/s.
dapatkan

Sedangkan pada pengolahan data kami

adalah 0.0592 m/s berdasarkan pengolahan data persen

kesalahan yang kami dapatkan adalah 4.5 %.


Dengan memvariasikan frekuensi pada tabel 1 dan tabel 2, dapat
dilihat bahwa cepat rambat gelombang yang di dapatkan hampir sama, hal
ini menunjukkan bahwa frekuensi tidak berpengaruh terhadap cepat rambat
gelombang, namun saat kita memvariasikan tegangan tali, barulah terlihat
perbedaan cepat rambat gelombang tali. Artinya gaya tegangan tali
berpengaruh terhadap cepat rambat gelombang. Besarnya cepat rambat
gelombang berbanding lurus dengan akar dari gaya tegangan tali, sehingga
bila tegangan talinya semakin besar maka cepat rambat gelombang tali
menjadi semakin besar pula.
Percobaan selanjutnya mengenai gelomabang pulse, pada ujung
terikat gelombang pulse yang dihasilkan akan dijalankan, namun setelah
sampai di ujung yang terikat gelombang tersebut dipantulkan kembali dan
jalannya berbeda lintasan dengan gelombang datang atau dipantulkan
dengan beda fase 180 derajat. Pada ujung bebas didapatkan setelah
gelombang sampai di ujung terikat, gelombang akan dipantulkan kembali
dengan bentuk dan lintasannya yang sama dengan gelombang datang atau

dipantulkan dengan beda fase 0 derajat. Pada tak berujung gelombang


datang tidak memantul kembali melainkan diteruskan.
Pemberian redaman pada gelombang tidak berpengruh terhadap cepat
rambat gelombang, namun berpengaruh terhadap amplitudo gelombang,
semakin besar redaman yang di berikan menyebabkan lama kelamaan
amplitude gelombang semakin kecil dan nantinya akan berbentuk garis
lurus.

H. KESIMPULAN
1. Cepat rambat suatu gelombang dapat di tentukan dengan persamaan
v = f
Dan cepat rambat yang kami dapatkan adalah :

Pada table 1.
Vu= 0.06 m/s
Vh = 0.0592 m/s
Pada table 2.
Vu= 0.0619 m/s
Vh = 0.0592 m/s
2. Hubungan frekuensi dan

tegangan

tali

terhadap

cepat

rambat

gelombang adalah
Frekuensi tidak berpengaruh terhadap cepat rambat gelombang,
namun yang mempengaruhinya adalah tegangan tali, cepat rambat
gelombang tali berbanding lurus dengan akar dari gaya tegangan tali,
semakin besar gaya tegangan tali maka cepat rambatnya yang
semakin besar pula.
3. Isyarat gelombang
Pada ujung terikat
Gelombang dipantulkan kembali dan jalannya berbeda lintasan
dengan gelombang datang
Pada ujung bebas
Gelombang akan dipantulkan

kembali

dengan

bentuk

dan

lintasannya yang sama dengan gelombang datang


Pada ujung tak berhingga
Gelombang datang tidak memantul kembali melainkan diteruskan.
4. Pengaruh redaman terhadap suatu gelombang
Semakin besar redaman yang diberikan maka amplitudo gelombang
akan semakin kecil dan akan membentuk garis lurus.

DAFTAR PUSTAKA
Giancoli, sarojo. 2010. Gelombang dan optik. Jakarta : Salemba Teknika
Halliday, resnick.1993.Fisika Dasar 2.Jakarta:Erlangga
https://www.academia.edu/10191940/GELOMBANG_TALI
http://informasiana.com/gelombang-transversal-dan-longitudinal/
http://riyantihusna.blogspot.co.id/2013/06/gelombang-stasioner.html