Anda di halaman 1dari 16

Sistem Manajemen

Lingkungan pada Industri


Ammonia Foundation
By :
Andriyawan Sidiq
( D500130094 )
Rofika Ayuningtyas ( D500140011 )

kamis, 16 juni
2016

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016

Biodata Pabrik
Nama
Produk
Alamat

: Ammonia Foundation
: Ammonia ( NH3 )
: Surabaya, Jawa timur

Karakteristik Ammonia
1. Gas yang tidak berwarna
2. titik didih - 330 oC.
3. Gas amonia lebih ringan dibandingkan udara
(densitas kira-kira 0,6 kali densitas udara pada suhu
yang sama)
4. Bau yang tajam dapat dideteksi pada konsentrasi yang
rendah 1-5 ppm.
5. Sangat beracun bagi hampir semua organisme.

Sifat-sifat Fisis Ammonia

Titik leleh
Titik didih
Tekanan Uap
Kelarutan dalam air
Berat jenis
Berat jenis uap
Suhu kritis
Berat Molekul

:
:
:
:
:
:
:
:

-77,7oC
-33,4oC
400 mmHg
31g/100g
0.682
0.6
133oC
17.03

( -45,4oC )
( 25oC )
( -33,4oC )
( udara = 1)

Kegunaan Ammonia ( NH3 )


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Sebagian besar produksi ammonia ini digunakan sebagai bahan


baku pembuatan pupuk urea maupun ZA
Memurnikan protein melalui pengendapan selektif
Zat Aditif makanan (pengatur keasaman dalam tepung dan roti)
Campuran obat pembersih sendok garpu perak dan barang
logam lainnya
P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) digunakan untuk
obat sengatan serangga untuk menetralkan asam racunnya
Dalam aneka industri digunakan sebagai bahan dasar pembuatan
asam nitrat, Na-karbonat, pengisi mesin pendingin (pengganti
freon), pengawet lateks, dan lain-lain

Kebijakan Lingkungan
Karena industri ammonia didirikan di jawa timur , maka kebijakan
lingkungan mengikuti peraturan pemerintah daerah provinsi jawa
timur, sebagai berikut:
Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup
Peraturan Pemerintahan Nomor 24 Tahun 2009 tentang Kawasan Industri
( PERDA _6., 2011)
Undang-undang Nomor 4 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok
pengelolaan lingkungan hidup .

Proses Pembuatan Ammonia


Secara garis besar proses pembuatan ammonia
dibagi menjadi beberapa tahap antara lain:

1.
2.
3.
4.

Pengolahan awal bahan baku/pretreatment


Reforming (perengkahan)
Purifikasi dan sintesis ammonia
Compression loop dan unit refrigerasi

Diagram alir proses


udara

steam
Gas alam
Tretment bahan baku
( Desulfurizer )

Secondary
Reformer

Primary
Reformer
Reforming

CO2 STORAGE

STRIPPER

HTSC
ABSORBER

LTSC

METHANATOR

CH4

AMMONIA
CONVERTER

PGRU
REFRIGERASI

NH3

TAIL GAS
AMMONIA
STORAGE

Limbah yang dihasilkan


Gas alam
Desulfurizer
steam
udara

Reformer

Gas sulfur
H20
CO
CO2

Pemurrnian
( purifikasi )

Ammonia converter
( sintesis ammonia )
Gas Inert
Ammonia cair

Refrigerasi

Identifikasi Aspek Lingkungan

DAFTAR DAN EVALUASI ASPEK PENTING LINGKUNGAN

LIMBAH YANG DIHASILKAN DARI PROSES DAN


PENGOLAHANNYA
1. Gas CO dan CO2 ( dari proses Reforming )
Gas CO dan CO2 ini kemudian diolah menggunakan
Methanator untuk mengubah Gas CO dan CO2 menjadi
Methana ( CH4 ).
2. Gas Buang ( dari proses ammonia Converter )
Digunakan PGRU yang merupakan unit pengolahan
purge gas yang terbuang menjadi hasil olahan berupa Tail gas
digunakan sebagai bahan bakar sedangkan gas H2 dan NH3
dikembalikan ke proses untuk dipakai kembali.

PROGRAM MANAJEMEN LINGKUNGAN


Dengan adanya dampak lingkungan yang mungkin disebabkan oleh limbah
ammonia bagi masyarakat , maka perlu dibuatnya program manajemen
lingkungan yang baik pada pabrik ammonia ini, antara lain:
a.

b.

b.

Unit desulfurizer
- Memasang alat monitor emisi gas sulfur
- Mewajibkan pekerja untuk bagian unit desulfurizer memakai
masker.
Unit Reforming
- memasang alat monitor emisi gas CO
- Mewajibkan pekerja untuk bagian unit reforming gas sintesa memakai masker.
- Penanaman pohon di sekitar areal pabrik unutk mengurangi gas yang bocor dari unit
proses.
- Pergantian shift bagi pekerja setiap 4 jam sekali.
Unit sintesa ammonia
- Memasang alat monitor emisi gas inert
- Mewajibkan pekerja untuk bagian unit sintesa ammonia memakai masker.

Terima Kasih