Anda di halaman 1dari 5

Rifka Amilia

Pendidikan IPA 2013


(130351615569)

PERTANYAAN DISKUSI
1. Apakah tujuan dan dasar hukum pendidikan nasional di Indonesia?
Jawab:
Dasar Hukum
Adapun dasar pendidikan di negara Indonesia secara yuridis formal telah
dirumuskan antara lain sebagai berikut:
1. Undang-Undang tentang Pendidikan

dan

Pengajaran

No.

tahun

1950, Nomor 2 tahun 1945, Bab III Pasal 4 Yang Berbunyi: Pendidikan dan
pengajaran berdasarkan atas asas-asas yang termaktub dalam Pancasila,
Undang-Undang Dasar RI dan kebudayaan bangsa Indonesia.
2. Ketetapan MPRS No. XXVII/ MPRS/ 1966 Bab II Pasal 2 yang berbunyi:
Dasar pendidikan adalah falsafah negara Pancasila.
3. Dalam GBHN tahun 1973, GBHN 1978, GBHN 1983 dan GBHN 1988 Bab
IV bagian pendidikan berbunyi: Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila.
4. Tap MPR Nomor II/MPR/1993 tentang GBHN dalam Bab IV bagian
Pendidikan yang berbunyi: Pendidikan Nasional (yang berakar pada
kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang
Dasar 1945.
5. Undang-undang RI No 2 Tahun 1989, tentang Sistem Pendidikan Nasional
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
6. Undang-undang RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)
8. Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen
9. Undang-Undang No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
10. . Hingga peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia
No 58 Tahun 2014.
Dengan demikian jelaslah bahwa dasar pendidikan di Indonesia adalah Pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945 sesuai dengan UUSPN No. 2 tahun 1989 dan UU
Sisdiknas No. 20 tahun 2003.

Tujuan Pendidikan Nasional


1. Tujuan Pendidikan Nasional dalam UUD 1945 (versi Amandemen)
Pasal 31, ayat 3 menyebutkan, Pemerintah mengusahakan dan
menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan
keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.

Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, Pemerintah memajukan ilmu


pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan
persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.
2. Tujuan Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang No. 20, Tahun 2003
Jabaran UUD 1945 tentang pendidikan dituangkan dalam UndangUndang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan, Pendidikan nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
2. Bagaimana pemerintah mewujudkan tujuan tersebut?
Jawab:
Adapun proyek-proyek yang telah diluncurkan oleh pemerintah dalam rangka
meningkatkan mutu pendidikan, diantaranya ialah :
Proyek Pembangunan Kurikulum
Proyek Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS)
Proyek Perpustakaan
Proyek Bantuan Meningkatkan Manajemen Mutu (BOMM)
Proyek Bantuan Imbal Swadaya (BIS)
Proyek Pengadaan Buku Paket
Proyek Peningkatan Mutu Guru
Dana Bantuan Langsung (DBL)
Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
Bantuan Khusus Murid (BKM)

Selain itu, Upaya-upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan


nasional diantaranya yaitu :
1. Memberikan Penghargaan Terhadap Guru

Staf (guru) akan termotivasi jika diberikan penghargaan ekstrinsik (gaji,


tunjangan, bonus dan komisi) maupun penghargaan intrinsic (pujian, tantangan,
pengakuan, tanggung jawab, kesempatan dan pengembangan karir).
2. Meningkatkan Profesionalisme
Kecanggihan kurikulum dan panduan manajemen sekolah tidak akan berarti
jika tidak ditangani oleh guru peofesional. UU Sisdiknas No. 20/2003 Pasal 42 ayat
(1) menyebutkan pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi
sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta
memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
3. Menyediakan Sarana dan Prasarana
Penyediaan sarana dan prasarana yang lengkap diharapkan mampu
meningkatkan

mutu

pendidikan

Indonesia

sehinga

peserta

didik

akan

melaksanakan pembelajaran dengan baik dan lengkap.


4. Berantas Korupsi
Korupsi itu berhubungan dengan dana yang berasal dari pemerintah dan
dana yang langsung ditarik dari masyarakat. Jika selama ini anggaran pendidikan
yang sangat minim dikeluhkan, ternyata dana yang kecil itupun tak luput dari
korupsi. Hal ini tidak terlepas dari kekaburan system anggaran sekolah. Kekaburan
dalam

system

anggaran

(RAPBS)

itu

memungkinkan

kepala

sekolah

mempraktikkan Pembiayaan Sistem Ganda (PSG). Penggalakan pemberantasan


korupsi akan membuat dana yang dikeluarkan pemerintah benar-benar Pure
diterima oleh sekolah dan anak-anak yang kurang mampu, sehingga sekolah bisa
meningkatkan fasilitas dan kesejahteraan masyarakat sekolahnya, dan untuk siswa
kurang mampu akan mendapatkan dana untuk membantu pem biayaan sekolahnya.
3. Apakah yang Saudara ketahui tentang Kurikulum 2013?
Jawab :
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru yang biasa disebut Kurtilas, yang
dimaksudkan untuk membuat pendidikan Indonesia semakin baik mutunya.
Kurikulum 2013 mengaalami revisi pada tahu 2016, tidak banyak perubahan yang
dilakukan, hanya penyederhanaan penilaian dan proses pembelajaran yang awalnya
dirasa berat untuk dilakukan. Kurtilas revisi akan menerapkan 5 M dengan real,
bukan hanya wacana dalam RPP. Selain itu pemikiran siswa tidak dibatasi seperti
sebelumnya, dimana sebelumnya siswa SD hanya dibatasi untuk memahami saja,
siswa SMP dibatasi untuk menganalisis dan SMA hanya mencipta. Tidak terbatasnya

proses berfikir siswa ini akan membuat siswa lebih nyaman untuk mengekplorasi
dirinya sendiri dan mampu mengembangkan diri tanpa harus membatasi pada
tingkatannya.
Yang saya ketahui dalam kurikulum 2013 adalah adanya penialaian autentik
yang mengharapkan siswa menampilkan sikap, menggunakan pengetahuan dan
keterampilan yang diperoleh dari pembelajaran dalam melakukan tugas pada situasi
yang sesungguhnya. Sehingga bisa disebut juga kontekstualdimana lingkungan
merupakan gudang ilmu untuk memahami berbagai pelajaran yang ada disekolah,
terkhusus pelajaran IPA.
4. Bagaimanakah cara mengimplementasikan K-13?
Jawab:
Untuk mengimplementasikan K-13 ini harus dilakukan dulu pelatihan pada
semua guru di Indonesia. Sehingga pembelajaran dengan K-13 yang diharapkan oleh
pemerintah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan kodratnya. Pelatihan ini
dilakukan dengan seksama dan dari narasumber dan instruktur terpercaya. Untuk
digaris bawahi, karena kurikulum merupakan tingkat nasional, maka pelatihan harus
dipastikan merata ke seluruh guru yang berada di Indonesia/yang berada di luar
Indonesia namun bekerja di Sekolah Indonesia Luar Negeri. Kemudian setelah
pelatihan dilaksanakan, Maka akan dilakukan pelakasanaa kurikulum 2013 dengan
cacatan ada pendampingan dari instruktur agar kurikulum 2013 tidak melenceng dari
tujuan awalnya.
5. Apakah urgensi dari pembelajaran IPA terpadu sehingga perlu dan penting
untuk diterapkan saat ini?
Jawab:
Secara motivasional, Pembelajaran yang saat ini ditempuh akan membuat
siswa hanya menghafal saja, namun mereka tidak paham. Sehingga dalam kurun
waktu 2 minggu siswa akan lupa dengan materi yang telah disampaikan. Namun, Jika
pembelajaran IPA Terpadu dilaksanakan, maka siswa akan menghindari belajar
menghafal dalam lingkup materi, oleh karena itu pembelajaran diorganisasi sekitar
pemilihan topik/tema yang dipilih serta yang harus diselesaikan dengan Problem
Solving sehingga diharapkan dapat memotivasi dan memperluas minat siswa untuk
menindak lanjuti.
Secara pedagogis, Pada pembelajaran yang ditempuh siswa kebanyakan
hanya terpaku pada buku teks, sedangkan cakupan materi mereka sangat banyak.
Pembelajaran IPA terpada mengatasi cakupan materi yang sangat luas dan sulit
dengan memfokuskan upaya pengalaman ke arah internalisasi dari sikap positip ke

arah belajar, sekaligus pembelajaran IPA Terpadu mengarahkan siswa menggunakan


keterampilan secara bermakna dan langsung juga meningkatkan transfer belajar
karena dekat denga kondisi riil/live science.
Selain

itu,

secara

psikologis

pembelajaran

IPA

Terpadu

lebih

menguntungkan para siswa. Penelitian dalam psikologi perkembangan dan kognitif


menyarankan bahwa seseorang belajar paling baik ketika berhadapan dengan gagasan
yang berkaitan satu sama lainnya. Dalam hal ini berarti bahwa pembelajaran IPA
Terpadu dapat membantu retensi siswa.
.