Anda di halaman 1dari 7

Nama

: Rifka Amilia

Prodi/Off

: Pend.IPA/ A

Tugas Pengembangan Instrumen Penilaian

A. Tes Diagnostik
Pengertian Tes Diagnostik
Menurut Arikunto, (2009:34)
Tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahankelemahan siswa sehingga berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut dapat
dilakukan pemberian pemberlakukan yang tepat.
Arikunto Rasyid dan Mansur (2007:164) menjelaskan bahwa tes diagnostik
berguna untuk mengetahui kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik,
termasuk kesalahan pemahaman konsep.
Sudijono (2008:70) mendefenisikan tes diagnotik adalah tes yang dilakukan
untuk menentukan secara tepat jenis kesukaran yang dihadapi oleh para
peserta didik dalam suatu mata pelajaran tertentu.
Dalam buku Tes Diagnostik yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Dasar
dan Menengah Tahun 2007 menyebutkan bahwa tes diagnostik adalah tes yang
digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan siswa sehingga hasil
tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan tindak lanjut.
Contoh Soal Certainty of Response Index (CRI)
A. Kompetensi Dasar :
3.5 Memahami konsep energi, berbagai sumber energi, dan perubahan bentuk
energi dalam kehidupan sehari-hari termasuk fotosintesis.
B. Indikator : Menghitung besar energi mekanik yang terjadi pada suatu benda.
C. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat menghitung besar energi mekanik dalam
perubahan bentuk energi dengan cara mengamati langsung dengan benar.
No

Kompetensi Dasar

Materi

Kemungkina
n Sumber
Masalah

Indikator
Soal

Bentuk
Soal

3.5 Memahami konsep

Energi
Mekanik

Tidak dapat
mengkonversi
energi kinetic
dan energi
potensial
menjadi
energi
mekanik

Diberikan
data mengenai
benda yang di
lembar keatas
dengan
ketinggian
maksimal,
siswa dapat
menghitung
energi
mekanik
benda

Pilihan
Ganda

energi, berbagai
sumber energi, dan
perubahan bentuk
energi dalam
kehidupan seharihari termasuk
fotosintesis.

tersebut.

1. Jika benda bermasaa 2 kg dilempar ke atas dengan kecepatan 5 m/s, maka


hitunglah energi mekanik benda saat ketinggian maksimal yaitu 1 meter
(g = 10m/s2) .
A. 5
B. 20 J
C. 25 J
D. 45 J
Analisis Butir Soal

Jika siswa menjawab a : jawaban salah, siswa belum dapat mengerti maksud soal
dan juga belum dapat mengaplikasikan rumus energi mekanik dengan benar.

Jika siswa menjawab b : jawaban salah, siswa belum dapat mengerti maksud soal,
dan juga belum dapat megaplikasikan rumus energi mekanik dengan benar.

Jika siswa menjawab c : jawaban benar, siswa dapat mengerti maksud soal dan
dapat megaplikasikan rumus energi mekanik dengan benar.

Jika jawaban d : jawaban salah, siswa sudah dapat megaplikasikan rumus energi
mekanik dengan benar namun siswa belum dapat mengerti maksud soal sehingga
jawabannya salah.


Macam-Macam Tes Diagnostik

Macam-macam Tes Diagnostik adalah sebagai berikut:


1. Tes Seragam.

Tes yang diambil dari materi satu kompetensi dasar/ pokok


bahasan. Tes ini memiliki pengetahuan yang sama.
2. Tes Tak Seragam.

Tes yang diambil dari materi beberapa kompetensi dasar/pokok


bahasan. Tes ini memiliki pengetahuan yang tidak sama.

Bentuk-bentuk Tes Diagnostik adalah sebagai berikut:

1.

Uraian

Tes yang jawabannya berupa uraian singkat dan benar.


2.

Pilihan Ganda

Tes yang jawabannya dengan cara memilih salah satu dari 4


(empat) jawaban yang benar.
3.

Menjodohan.

Tes yang jawabannya dengan cara menjodohkan pertanyaan


dengan jawaban yang ada sehingga membentuk kalimat yang benar.
Kelemahan dan Kelebihan Tes Diagnostik

Kelebihan :
o Dengan tes diagnostik, guru dapat menentukan apakah bahan
o

prasyarat telah dikuasai atau belum.


Dengan tes diagnostik, guru dapat menentukan tingkat penguasaan

siswa terhadap bahan yang dipelajari.


Dengan tes diagnostik, guru dapat memisah-misahkan siswa
berdasarkan kemampuan dalam menerima pelajaran yang akan

dipelajari.
Dengan tes diagnostik, guru dapat menentukan kesulitan-kesulitan
belajar yang dialami untuk menentukan cara yang khusus untuk
mengatasi atau memberikan bimbingan.

Kekurangan :

Karena tes diagnostik dapat menggunakan berbagai macam bentuk,


kemungkinan tes diagnostik menjadi sulit digunakan karena
penerapan bentuk-bentuk tertentu. Tes dengan bentuk uraian bebas,
misalnya uraian non-objektif, sehingga guru akan sukar
memanfaatkan hasil yang diperoleh dari tes diagnostik yang

mengunakan bentuk uraian bebas.


Meskpun tes diagnostik mengambil bentuk yang memungkinkan
penggunaannya dengan mudah, tetapi bila guru tidak cukup terlatih

menggunakannya maka tidak pula bermanfaat.

B. Berpikir Kritis
Apa Itu Berpikir Kritis?

Pemikiran kritis (critical thinking) telah didefinisikan

secara beragam oleh para ahli, rumusan Santrock (1998) dalam (Desmita,
2005: 160-161) tentang pemikiran kritis adalah sebagai berikut:

Critical thinking involves grasping the deeper meaning of

problems, keeping on open mind about different approaches and


prespectives, not accepting on faith what other people and books tell you,
and thinking reflectively rather than accepting the first idea that comes
to mind. (Berpikir kritis melibatkan pemahaman yang mendalam akan
masalah, pemikiran terbuka terhadap pendekatan dan pandanganpandangan yang berbeda, tidak menerima begitu saja hal-hal yang
disampaikan orang maupun buku, dan berpikir secara reflektif sebelum
menerima ide yang muncul di pikiran).

Selai itu menurut Chance:1986, berfikir kritis merupakan

kemampuan untuk menganalisis fakta yang ada kemudian membuat


beberapa gagasan dan mempertahankan gagasan tersebut kemudian
membuat perbandingan. Dengan membuat beberapa perbandingan kita
bisa menarik kesimpulan dan membuat sebuah solusi dari masalah yang
ada.

Apa Saja Komponen Berpikir Kritis?

Kesepakatan yang diperoleh dari hasil lokakarya


American Philosophical Association (APA, 1990) tentang komponen
ketrampilan intelektual yang diperlukan pada berpikir kritis antara
lain interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation,
dan self regulation (Duldt-Battey BW, 1997).

Definisi dari masingmasing komponen tersebut adalah :

a. Interpretasi, kemampuan untuk mengerti dan menyatakan arti atau


maksud suatu pengalaman yang bervariasi luas, situasi, data,
peristiwa, keputusan, konvesi, kepercayaan, aturan, prosedur atau
kriteria.
b. Analysis, kemampuan untuk mengidentifikasi maksud dan kesimpulan
yang benar di dalam hubungan antara pernyataan, pertanyaan, konsep,
deskripsi atau bentuk pernyataaan yang diharapkan untuk manyatakan
kepercayaan, keputusan, pengalaman, alasan, informasi atau pendapat.
c. Evaluasi, kemampuan untuk menilai kredibilitas pernyataan atau
penyajian lain dengan menilai atau menggambarkan persepsi
seseorang, pengalaman, situasi, keputusan, kepercayaan dan menilai
kekuatan logika dari hubungan inferensial yang diharapkan atau
hubungan inferensial yang aktual diantara pernyataan, deskripsi,
pertanyaan atau bentukbentuk representasi yang lain.
d. Inference, kemampuan untuk mengidentifikasi dan memilih unsurunsur yang diperlukan untuk membentuk kesimpulan yang beralasan
atau untuk membentuk hipotesis dengan memperhatikan informasi
yang relevan.
e. Explanation, kemampuan untuk menyatakan hasil proses reasoning
seseorang, kemampuan untuk membenarkan bahwa suatu alasan
berdasar bukti, konsep, metodologi, suatu kriteria tertentu dan
pertimbangan yang masuk akal, dan kemampuan untuk
mempresentasikan alasan seseorang berupa argumentasi yang
meyakinkan.
f. Self- regulation, kesadaran seseorang untuk memonitor proses kognisi
dirinya, elemenelemen yang digunakan dalam proses berpikir dan
hasil yang dikembangkan, khususnya dengan mengaplikasikan
ketrampilan dalam menganalisis dan mengevaluasi kemampuan diri

dalam mengambil kesimpulan dengan bentuk pertanyaan, konfirmasi,


validasi atau koreksi terhadap alasan dan hasil berpikir (APPA, 1990).
Contoh Soal Berpikir Kritis
Aspek : Mencari persamaan dan perbedaan
Soal :
Sebutkan persamaan dan perbedaan rangkaian seri dan paralel
gambar berikut!

C. High Order Thinking


Contoh Soal HOTS

Topik

: Larutan asam dan basa

Indikator

Disajikan tabel data percobaan pembuatan indikator

alam, peserta didik dapat menentukan tumbuhan yang baik


sebagai indikator alam

Kata kerja Ranah Kognitif

: Membandingkan, memilih dan

menyimpulkan

Soal :

Sekelompok siswa membuat indikator alam untuk menguji sifat asam-basa


pada suatu bahan. Data yang diperoleh dari berbagai tanaman tertera pada
tabel.

Jika sekelompok siswa tersebut ingin menguji sifat asam pada suatu
bahan, maka indikator yang digunakan adalah .

A. tomat

B. kembang sepatu

C. kol ungu

D. daun pandan