RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (R.K.S)
Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap,
Drainase dan Penerangan di
Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug
BAB I
PERSYARATAN UMUM PELAKSANAAN
I.1.
Uraian Umum
1.1.1. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah:
Pembangunan Lansekap, Drainase dan Penerangan Taman pada
Taman
Airport
Campuss
di
Balai
Pendidikan
dan
Pelatihan
Penerbangan Curug.
1.1.2. Dalam
pelaksanaan
pekerjaan,
Kontraktor
Pelaksana
harus
melaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Kontrak
yang antara lain terdiri dari:
-
Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)
Gambar-gambar bestek, detail
keputusan direksi lapangan.
Berita Acara Penjelasan (Aanwijzing)
dan
gambar
konstruksi
berikut
1.1.3. Bila terjadi ketidaksesuaian antara gambar rencana dan keadaan di
lapangan, maka Kontraktor Pelaksana diharuskan berkonsultasi
dengan direksi lapangan.
1.1.4. Kontraktor Pelaksana harus menyerahkan contoh bahan
masing-masing pekerjaan guna mendapat persetujuan direksi.
untuk
1.1.5. Kelalaian atau kekurangtelitian dalam hal ini tidak dapat dijadikan
dasar untuk mengajukan klaim dikemudian hari.
I.2.
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan meliputi pengadaan secara memadai untuk tenaga ahli, alat-alat
bantu dan bahan material sesuai jenis pekerjaan. Pekerjaan terdiri dari:
-
Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan Lansekap
Pekerjaan Drainase
Pekerjaan Penerangan Taman, dan
Lain-Lain
I.3.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Peraturan Teknis
1.3.1. Untuk pelaksanaan pekerjaan ini digunakan peraturan-peraturan
seperti tercantum di bawah ini:
Semua pekerjaan dalam RKS ini harus dilaksanakan dengan
mengikuti dan memenuhi persyaratan-persyaratan teknis yang
tertera dalam Persyaratan Normalisasi Indonesia (NI) dan peraturan praturan Nasional maupun peraturan-peraturan setempat lainnya
yang berlaku atas jenis jenis pekerjaan yang bersangkutan yaitu:
PUBI -1982: Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia
Nl-8
PPI -1983 : Peraturan pembebanan Indonesia
ASTM
PBI -1971 : Peraturan Beton Bertulang Indonesia
SII
SNI Tata Cara Perencanaan Teknik Lansekap Jalan
: Peraturan Semen Portland Indonesia
: American Standard Testing and Material
: Standar Industri Indonesia
AV 1941 : Algemene voorwarden voor de uitvoering bij
aanneming van openbare werken
Peraturan Nasional Pembangunan Indonesia
Peraturan Direktorat Jendral Perawatan Depnaker tentang penggunaan
Tenaga Kerja, Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja.
Persyaratan Umum dari Dewan Teknik Pembangunan Indonesia
disingkat DTPI 1980.
Pedoman Tata cara Penyelenggaraan Pembangunan Gedung Negara oleh
Departemen Pekerjaan Umum.
Peraturan - peraturan Pembangunan Pemda setempat
1.3.2. Jika ternyata pada Rencana Kerja dan Syarat-Syarat ini terdapat
kelainan perbedaan terhadap peraturan-peraturan sebagaimana
dinyatakan didalam ayat (1) di atas, maka Rencana Kerja dan SyaratSyarat ini yang mengikat.
I.4.
Pemakaian Umum
1.4.1. Kontraktor Pelaksana tetap bertanggung jawab dalam menepati
semua ketentuan yang tercantum dalam Rencana Kerja dan SyaratSyarat serta Gambar Kerja berikut tambahan dan perubahannya.
1.4.2. Kontraktor Pelaksana wajib memeriksa kebenaran dari ukuran-ukuran
keseluruhan maupun bagian-bagiannya dan segera memberitahukan
kepada Konsultan Pengawas tentang setiap perbedaan yang
ditemukannya di dalam Rencana Kerja dan Syarat serta Gambar Kerja
dalam pelaksanaan.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
1.4.3. Kontraktor Pelaksana baru diijinkan membetulkan kesalahan gambar
dan melaksanakannya setelah ada persetujuan tertulis dari Konsultan
pengawas atau Direksi.
1.4.4. Pengambilan ukuran-ukuran yang keliru dalam pelaksanaan, didalam
hal apapun menjadi tanggungjawab Kontraktor Pelaksana, karenanya
Kontraktor Pelaksana diwajibkan mengadakan pemeriksaan secara
komprehensif terhadap gambar-gambar dan dokumen yang ada.
I.5.
Kondisi Lapangan
1.5.1. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor Pelaksana harus benar-benar
memahami kondisikeadaan lapangan pekerjaan atau hal-hal lain yang
mungkin akan mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan dan harus
sudah memperhitungkan segala akibatnya.
1.5.2. Kontraktor Pelaksana harus memperhatikan secara khusus mengenai
pengaturan
lokasi
tempat
bekerja,
penempatan
material,
pengamanan
dan
kelangsungan
operasi
selama
pekerjaan
berlangsung.
1.5.3. Kontraktor Pelaksana harus mempelajari dengan seksama seluruh
bagian gambar, RKS dan agenda-agenda dokumen lelang, guna
penyesuaian dengan kondisi lapangan sehingga pekerjaan dapat
diselesaikan dengan baik.
I.6.
Kebersihan dan Ketertiban
1.6.1. Selama berlangsungnya pembangunan, gudang dan bagian dalam
bangunan yang dikerjakan harus tetap bersih dan tertib, bebas dari
bahan bekas, tumpukan tanah dan lain-lain.
1.6.2. Kelalaian dalam hal ini dapat menyebabkan Konsultan Pengawas atau
Direksi memberi perintah menghentikan seluruh pekerjaan dan
Kontraktor Pelaksana harus menanggung seluruh akibatnya.
1.6.3. Penimbunan bahan-bahan yang ada dalam gudang-gudang maupun
yang berada di alam bebas, harus diatur sedemikian rupa agar tidak
mengganggu kelancaran dan keamanan pekerjaanumum dan juga
agar memudahkan jalannya pemeriksaan serta penelitian bahanbahan oleh Konsultan Pengawas/Direksi maupun oleh Pemberi Tugas.
1.6.4. Kontraktor Pelaksana wajib membuatkan Kamar mandi serta WC
untuk pekerja pada tempat-tempat tertentu yang disetujui oleh
Konsultan Pengawas demi terjaminnya kebersihan dan kesehatan
dalam pekerjaan.
1.6.5. Para pekerja Kontraktor Pelaksana tidak diperkenankan untuk:
a. Menginap ditempat pekerjaan kecuali dengan ijin
Pengawas atau Direksi.
Konsultan
b. Memasak ditempat bekerja kecuali ijin Konsultan dan Direksi.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
c. Membawa masuk penjual-penjual makanan, buah, minum, roko
dan sebagainya ketempat pekerjaan.
d. Keluar masuk dengan bebas.
1.6.6. Peraturan lain mengenai ketertiban akan dikeluarkan oleh Konsultan
Pengawas atau Pengelola Teknis Pekerjaan (PTP) pada waktu
pelaksanaan)
I.7.
Pemeriksaan dan Penyediaan Bahan/Material
1.7.1. Bila dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat yang disebutkan nama
dan pabrik pembuatan dari suatu material/bahan, maka dal ini
dimaksudkan bahwa spesifikasi teknis dari material tersebut yang
digunakan
dalam
perencanaan
dan
untuk
menunjukan
material/bahan yang digunakan dan untuk mempermudah Kontraktor
Pelaksana mencari material barang tersebut.
1.7.2. Setiap penggantian spesifikasi teknis dari material, nama dan pabrik
pembuat dari suatu bahan/barang harus disetujui oleh Konsultan
Pengawas yang telah dikoordinasikan terlebiih dahulu dengan
Konsultan Perencana dan bila tidak ditentukan dalam RKS serta
Gambar Kerja, maka bahan dan barang tersebut diusahakan dan
disediakan oleh kontraktor Pelaksana yang harus mendapatkan
persetujuan dahulu dari Konsultan Perencana melalui Konsultan
Pengawas/Direksi.
1.7.3. Contoh material yang akan digunakan dalam pekerjaan harus segera
disediakan atas biaya Kontraktor Pelaksana, setelah disetujui
Konsultan Pengawas/Direksi, harus dinilai bahwa material tersebut
yang akan dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan nanti dan telah
memenuhi syarat spesifikasi teknis perencanaan.
1.7.4. Contoh material tersebut, disimpan oleh Konsultan Pengawas,
Pengelola Teknis Pekerjaan atau Pemberi Tugas untuk dijadikan dasar
penolakan bila ternyata bahan dan barang yang dipakai tidak sesuai
kualitasnya, sifat maupun spesifikasi teknisnya.
1.7.5. Dalam pengajuan harga penawaran, Kontraktor Pelaksana harus
sudah memasukan sejauh keperluan biaya untuk pengujian berbagai
material. Tanpa mengingat jumlah tersebut, Kontraktor Pelaksana
tetap bertanggung jawab pula atas biaya pengujian material yang
tidak memenuhi syarat atas Perintah Pemberi Tugas/Konsultan
Pengawas.
1.7.6. Bahan-bahan yang tidak sesuaitidak memenuhi syarat-syarat atau
kualitas jelek yang dinyatakan afkirditolak oleh Konsultan Pengawas,
harus segera dikeluarkan dari lapangan pekerjaan selambatlambatnya dalam tempo 2x24 jam dan tidak boleh dipergunakan.
-
Apabila sesudah bahan-bahan tersebut dinyatakan ditolak oleh
konsultan Pengawas dan ternyata masih dipergunakan oleh
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
kontraktor
Pelaksana,
maka
Konsultan
Pengawas
wajib
memerintahkan pembongkaran kembali kepada kontraktor
Pelaksana dimana segala kerugian yang disebabkan oleh
pembongkaran tersebut, menjadi tanggung jawab Kontraktor
Pelaksana sepenuhnya.
Jika
terdapat
perselisihan
dalam
pelaksanaan
tentang
pemeriksaan kualitas dari bahan-bahan tersebut, Konsultan
Pengawas berhak meminta kepada Kontraktor Pelaksana untu
mengambil contoh-contoh dari bahan-bahan tersebut dan
memeriksakannya ke Laboratorium Penelitian Bahan-Bahan milik
pemerintah, yang mana segala biaya pemeriksaan tersebut
menjadi tanggungan Kontraktor Pelaksana.
Sebelum ada kepastian dari laboratorium tentang baik atau
tidaknya kualitas bahan-bahan tersebut, Kontraktor Pelaksana
tidak diperkenankan melanjutkan pekerjaan-pekerjaan yang
menggunakan bahan-bahan tersebut.
I.8.
Perbedaan Dalam Dokumen Lampiran Kontrak
1.8.1. Jika terdapat perbedaan-perbedaan antara Gambar Kerja dan
Rencana Kerja dan Syarat-Syarat ini, maka Kontraktor Pelaksana
harus menanyakannya secara tertulis kepada Konsultan Pengawas
dan Kontraktor Pelaksana harus mentaati keputusan tersebut.
1.8.2. Ukuran-ukuran yang terdapat dalam gambar yang terbesar dan
terakhirlah yang berlaku dan ukuran dengan angka adalah yang
harus diikuti dari pada ukuran skala dari gambar-gambar, tapi jika
mungkin ukuran ini harus diambil dari pekerjaan yang sudah selesai.
1.8.3. Apabila ada hal-hal yang disebutkan pada Gambar Kerja, RKS atau
dokumen yang berlainan dan atau bertentangan, maka ini harus
diartikan bukan untuk menghilangkan satu terhadap yang lain tetapi
untuk menegaskan masalahnya. Kalau terjadi hal ini, maka yang
diambil sebagai patokan adalah yang mempunyai bobot teknis dan
atau yang mempunyai biaya yang tinggi.
1.8.4. Apabila terdapat perbedaan antara:
-
Gambar arsitektur dengan gambar struktur, maka yang dipakai
sebagai acuan dalam ukuran fungsional adalah gambar arsitektur,
sedangkan untuk jenis dan kualitas bahan dan barang adalah
gambar struktur.
Gambar arsitektur dengan gambar elektrikal, maka yang dipakai
sebagai acuan dalam ukuran kuantitas, kualitas dan jenis bahan
adalah gambar elektrikal, dan untuk ukuran fungsional adalah
Gambar Arsitektur.
Gambar arsitektur dengan gambar drainase, maka yang dipakai
sebagai acuan dalam ukuran fungsional adalah gambar arsitektur,
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
sedangkan untuk ukuran kualitas dan bahan adalah gambar
drainase.
I.9.
Gambar Kerja (Shop Drawing)
1.9.1. Jika terdapat kekurangjelasan dalam gambar kerja, atau diperlukan
gambar tambahan/gambar detail, atau untuk memungkinkan
Kontraktor Pelaksana melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan
sesuai dengan ketentuan, maka Kontraktor Pelaksana harus membuat
gambar tersebut dan dibuat rangkap 3 (tiga). Gambar tersebut atas
biaya Kontraktor Pelaksana dan harus disetujui Konsultan Pengawas.
1.9.2. Gambar kerja hanya dapat berubah apabila diperintahkan secara
tertulis oleh Pemberi Tugas, dnegan mengikuti penjelasan dan
pertimbangan dari Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas.
1.9.3. Perubahan rencana ini harus dibuat gambarnya yang sesuai dengan
apa yang diperintahkan oleh Pemberi Tugas atau konsultan, yang
jelas memperhatikan perbedaan antara gambar kerja dan gambar
perubahan rencana.
1.9.4. Gambar tersebut harus diserahkan kepada konsultan Pengawas untuk
disetujui sebelum dilaksanakan.
I.10.
Gambar Sesuai Pelaksanaan (Asbuilt Drawing)
1.10.1. Termasuk semua yang belum terdapat dalam gambar kerja baik
karena penyimpangan, perubahan atas perintah Pemberi Tugas atau
Konsultan, maka Kontraktor Pelaksana harus membuat gambargambar yang sesuai dengan apa yang telah dilaksanakan, yang jelas
memperlihatkan perbedaan antara gambar kerja dan pekerjaan yang
dilaksanakan.
1.10.2. Gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap 5 (lima) berikut
kalkirnya (gambar asli) yang biaya pembuatannya ditanggung oleh
Kontraktor Pelaksana.
BAB II
PEKERJAAN PERSIAPAN
2.1. Pekerjaan Pengukuran dan Pematokan :
a) Kontraktor harus memulai pekerjaan dari garis-garis yang telah
disetujui oleh Konsultan Pengawas dan bertanggung jawab penuh atas
pengukuran-pengukuran
yang
dibuatnya
kontraktor
harus
menyediakan semua bahan peralatan dan tenaga kerja, termasuk juru
- juru ukur (surveyor) yang dibutuhkan sehubungan dengan
pengukuran
dan
pematokan
untuk
setiap
pekerjaan
yang
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
b)
c)
d)
e)
memerlukannya. Kontraktor diwajibkan untuk memelihara patok
patok serta tugu tugu ukur utama selama masa pembangunan.
Kontrakan diwajibkan melakukan penggambaran kembali lokasi
pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai
peil ketinggian tanah, lantai, letak batas batas dengan alat - alat
yang sudah diterapkan kebenarannya.
Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan
lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Konsultan
Pengawasuntuk dimintakan keputusannya.
Pengukuran sudut siku dengan prisma atau benang secara azas
segitiga phytagorru: hanya diperkenankan untuk bagian bagian kecil
yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.
Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggung jawab
Kontraktor, dengan biaya sesuai kontrak.
2.2. Alat dan perlengkapan pekerjaan dan tenaga lapangan
a) Kontraktor dan bagian bagian lainnya yang mengerjakan pekerjaan
pelaksanaan dalam proyek ini, harus menyediakan alat alat dan
pekerjaannya sesuai dengan bidangnya masing masing, seperti:
Alat alat ukur (theodolith, waterpas dan lain-lain)
Alat pemotong, penduga, dan alat bantu
Topi pengaman dan sepatu lapangan
Disamping itu juga harus menyediakan buku buku laporan (harian,
mingguan), bukui petunjuk alat alat yang akan dipakai, rencana kerja
dan menempatkan tenaga-tenaga lapangan yang bertanggung jawab
penuh untuk memutuskan segala sesuatunya dilapangan dan bertindak
atas nama kontraktor.
2.3. Kantor Kontraktor, Gudang, dan Los Kerja
1. Kontraktor
kepentingan
diwajibkan
kontraktor
membuat
sendiri
bangunan
(sebagai
sementara
kantor
Proyek
guna
lengkap
dengan perabotnya, dan los/barak Pekerja), yang lokasinya akan
ditunjukkan oleh Konsultan Pengawas.
2. Bentuk dan ukuran disesuaiakan Kantor Proyek, Gudang dan Los
Pekerjaan disesuaikan dengan kebutuhannya, dilengkapi ruang toilet
dan tidak mengabaikan keamanan dan kebersihan dan bahaya
kebakaran, serta memperhatikan lokasi yang tersedia sehingga tidak
mengganggu kelancaran.
3. Selesai proyek, seluruh bangunan sementara (bangunan saja) menjadi
milik
kontraktor,
dan
kontraktor
wajib
membongkar
serta
memindahkan bongkaran bangunan sementara tersebut setelah
mendapat instruksi dari Konsultan Pengawas.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
4. Kontraktor diwajibkan merawat peralatan seperti Pompa dan lain
sebagainya milik Pemilik Proyek (bila ada) serta menanggung biaya
perawatan peralatan selama berlangsungnya pekerjaan.
Penyimpanan barang-barang dan material (Gudang material)
1. Kontraktor wajib membuat gudang sementara tempat penimbunan
material seperti pasir, koral, besi beton dan lain-lain. Material harus
terlindung dengan baik. Gudang dilengkapi dengan pintu serta kunci
secukupnya. Gudang semen, lantainya dibuat bebas dari kelembaban
udara minimal 30 cm diatas permukaan lantai plesteran. Gudang
dibongkar seteiah mendapat persetujuan cfari Konsuftan Pengawas
2. Kontraktor diwajibkan untuk menempatkan barang barang dan
material pelaksanaan baik diluar (terbuka) ataupun didalam gudanggudang sesuai dengan sifat-sifat barang dan material tersebut
dengan persetujuan Konsultan Pengawas, sehingga akan menjamin
keamanannya dan terhindar dari kerusakan-kerusakan yang
diakibatkan oleh cara penyimpanan yang salah.
3. Khusus untuk simpan bahan-bahan seperti pasir, kerikil harus
dibuatkan kotak simpan dengan pagar dari papan, sehingga masingmasing bahan tidak tercampur dengan lainnya.
4. Barang-barang dan material yang tidak akan digunakan untuk
kebutuhan langsung pada pekerjaan yang bersangkutan tidak
diperkenankan untuk disimpan didalam site.
Pembersihan dan Keleluasaan Halaman
Kontraktor
diwajibkan
menjaga
keleluasaan
halaman
dengan
menempatkan barang- barang dan material sedemikian rupa sehingga:
a) Memudahkan pekerjaan
b) Menjaga kebersihan sampah - sampah bangunan (puing-puing), air
yang menggenang
c) Tidak menyumbat saluran saluran air.
Pagar Pengaman Proyek
Kontraktor diwajibkan membuat pagar halaman di sekeliling site untuk
menjaga keamanan dan ketenangan kegiatan pelaksanaan.
a) Pagar dari seng gelombang dipasang tegak setinggi kira kira 180cm
dicat dengan warna ditentukan kemudian.
b) Rangka kayu, dengan penguat mendatar 3 baris (atas, tengah dan
bawah) clan penguat tegak jarak maksimum 250 cm.
Fasilitas-fasilitas lapangan
Listrik penerangan dan kebutuhan pelaksanaan pekerjaan serta air
kerja menggunakan milik pemberi pekerjaan.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Kamar mandi dan WC untuk para pekerja lapangan menggunakan
milik pemberi tugas.
Disediakan oleh kontraktor:
Air minum atau air bersih yang dapat diminum, untuk kebutuhan
pelaksanaan pekerjaan dan semua petugas petugas yang ada di
Proyek.
Alat alat pemadam kebakaran ringan
Alat alat PPPK
Air Kerja dan Listrik Kerja
Air kerja selama pelaksanaan pekerjaan menggunakan air milik pemberi
pekerjaan kontraktor menyediakan perlengkapan untuk penyambungan
instalasi air maupun listrik.
Persiapan Lokasi
Kontraktor diwajibkan membersihkan / memindahkan perabot atau loose
furniture dari lokasi yang ditetapkan untuk di pembangunan dengan
ketentuan:
Memindahkan semua perabot yang ada (curtain, loose furniture
dll)
Mendata seluruh barang yang dipindahkan dalam sebuah daftar
dan diketahui oleh perrgawas dan owner
Menyimpan di tempat terpisah dan melindungi dari kotoran/debu
sesuai dengan persetujuan dari direksi pengawas.
Memindahkan kembali ke lokasi
persetujuan dari direksi pengawas.
semula
setelah
adanya
2.4. Direksi keet (Ruang Kerja Konsultan):
Kantor Direksi Lapangan merupakan bangunan sementara harus
disediakan saat dimulai pekerjaan yaitu setelah adanya Serah Terima
Lapangan. Direksi Keet dibuat dengan menyesuaikan lokasi yang ada:
a) Luas 76 m2, dilengkapi dengan toilet
b) Peralatan yang harus disediakan bersifat sewa pada Direksi Keet:
1 buah meja rapat ukuran 1,20 x 2,40 m dengan 10 buah kursi lipat
4 buah meja tulis 1h biro ukuran 0.80 x 1.20 m dengan 8 buah kursi
lipat
2 unit AC split masing masing 0.75 PK.
1lembar soft board ukuran 1,20 x 2,40 m
1 unit white board ukuran 1,2-ax 2,40 m
3 buah unit filling cabinet dengan 4 laci.
10
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
1 unit computer dan printer.
10 buah topi lapangan.
Peralatan pemadam kebakaran, dry chemical dengan isi 3,5 kg
Peralatan P3K
Kantor
Direksi
bersifat
bangunan
sementara,
sedangkan
perlengkapannya bersifat sewa, digunakan sampai dengan selesainya
pembangunan. Seluruh biaya perawatan dan operasionalnya menjadi
tanggungan Kontraktor sampai dengan Serah Terima Pertama
Pekerjaan.
Segera setelah Serah Terima Pertama Pekerjaan, fasilitas ini harus
dibongkar dan diangkut keluar.
BAB III
PEKERJAAN PENGUKURAN
3.1. Syarat-syarat Pelaksanaan Pelaksanaan secara umum.
1) Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran
kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan
keterangan mengenai peil ketinggian bangunan dengan alat alat
yang sudah ditera kebenarannya.
2) Ketidakcocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan
lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Direksi
Pengawas untuk dimintakan keputusannya.
3) Pengukuran sudut slku dengan prisma atau benang secara azas
segitiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian bagian kecil
yang disetujui oleh Direksi Pengawas.
4) Segala pekerjaan pengukuran persiapan menjadi tanggung jawab
Kontraktor dengan biaya sesuai kontrak.
BAB IV
PEKERJAAN STRUKTUR
4.1. Uraian Umum
a) Pemberian pekerjaan meliputi:
Pengadaan, pengelolaan, mendatangkan, pengangkutan semua
bahan, pengerahan tenaga kerja, mengadakan, mobilisasi alat
pembantu dan sebagainya yang pada waktu umumnya langsung
atau tidak langsung termasuk di dalam usaha menyelesaikan degan
baiak dan menyerahkan pekerjaan yang sempurna dan lengkap,
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
11
disini juga dimaksudkan pekerjaan pekerjaan ataupun bagian
pekerjaan yang walaupun tidak jelas disebutkan di dalam RKS dan
gambar
gambar
tetapi
masih berada
dalam
bidang
pembangunan haruslah dilaksanakan selanjutnya sesuai dengan
petunjuk petunjuk Dirkesi Lapangan.
b) Lapangan pekerjaan dalam keadaan pada waktu penawaran,
termasuk segala segala sesuatu yang berada didalamnya diserahkan
tanggung jawabnya kepada Kontraktor dengan Berita Acara
penyerahan Lapangan.
c) Oleh Kontraktor pekerjaan haruslah diserahkan dengan sempurna
dalam keadaan selesai dan berfungsi baik sesuai dengan yang
disyaratkan.
d) Kontraktor wajib mentaati dan melaksanakan pekerjaan yang menjadi
tanggung jawab berdasarkan syarat syarat dan uraian uraian di
dalam RKS, Risalah Rapat Pemberian Penjelasan, Gambar gambar
yang ada maupun gambar gambar susulan selama pelaksanaan,
petunjuk petunjuk teknis maupun administrasi serta instruksi
instruksi yang dikeluarkan oleh Pemberi Tugas.
4.2. Lingkup Pekerjaan
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
Pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaan
Pekerjaan
Sub base
Pondasi
Kolom
Balok
Plat
Listplank
Dinding
4.3. Pengukuran
a) Ukuran ukuran dan ukuran tinggi telah ditetapkan dalam gambar
gambar.
b) Jika terdapat perbedaan ukuran antar gambar gambar utama
dengan gambar gambar perincian, maka yang mengikat adalah
ukuran ukuran
pada gambar utama, Namun demikian hal hal
tersebut harus dilaporkan segera kepada Direksi Lapangan ;
c) Pengambilan dan pemakaian ukuran ukuran yang keliru sealam
pelaksanaan pekerjaan adalah menjadi tanggung jawab dan resiko
Kontraktor sepenuhnya.
d) Ketidakcocokan yang mungkin ada mengenai perbedaan perbedaan
antara gambar dan kenyataan harus segera dilaporkan kepada Direksi
Lapangan, untuk diproses secara terulis.
4.4. Persyaratan Bahan Semen
a) Semua semen yang digunakan adalah semen Portland lokal dengan
syarat:
Peraturan Semen Portland Indonesia (NI 8 - 1972)
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
12
Peraturan Beton Indonesia (NI 2- 1971)
Mempunyai seretifikat Uji (teest sertificate)
Mendapat Persetujuan Perencana & Pengawas.
b) Semua semen yang akan dipakai harus dari satu merk yang sama
(tidak diperkenankan menggunakan bermacam macam jenis / merk
semen untuk suatu konstruksi / struktur yang sama), dalam keadaan
baru dan asli, dikirim dalam kantong kantong semen yang masih
disegel dan tidak pecah.
c) Dalam pengangkutan semen harus terlindung dari hujan. Harus
diterimakan dalam zak (koantong) asli dari pabriknya dalam keeadaan
tertutup rapat, dan harus disimpan digudang yang cukup ventilasinya
dan diletakkan tidak kena air, diletakkan pada tempat yang
ditinggikan paling sedikit 30 cm dari lantai. Zak-zak semen tersebut
tidak boleh ditumpuk sampai tingginya melampaui 2 m atau
maximum 10 zak, setiap pengiriman baru harus ditandai dan
dipisahkan dengan maksud agar pemakaian semen dilakukan
menurut urutan pengiriman.
d) Untuk semen yang diragukan mutu dan kerusakan-kerusakan akibat
salah penyimpanan dianggap rusak, membatu, dapat ditolak
penggunaannya tanpa melalui test lagi. Bahan yang telah ditolak
harus segera dikeluarkan dari lapangan paling lambat dalam waktu 2
x24jam.
4.5. Agregat
a) Semua pemakaian koral (kerikil) batu pecah (agregat kasar) dan pasir
beton, harus memenuhi syarat-syarat:
Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan (NI 3 -1958)
Peraturan Beton Indonesia (NI 2 -1971)
Tidak mudah hancur (tetap keras), tidak porous
Bebas dari tanah / tanah liat (tidak
tercampur dengan tanah liat atau kotorankotoran lainnya.
b) Kekerasan dari butir butir agregat kasar diperiksa dan harus
memenuhi syarat:
Tidak terjadi pembubukan sampai fraksi 9,5 - 19 mm lebih dari 24 %
Tidak terjadi pembubukan sampai fraksi 19 - 30 mm lebih dari 22 %
c) Koral (kerikil) dan batu pecah (aagregat kasar) yang mempunyai
ukuran lebih besar dari 3-8 mm, untuk perrggurraamrya harus
merrdapat persetujuan Pengawas.
d) Gradasi dari agregat agregat tersebut secara keseiuruhan harus
dapat menghasilkan mutu beton yang baik, padat dan mempunyai
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
13
daya kerja yang baik dengan semen dan air, dalam proporsi
campuran yang akan dipakai.
e) Pengawas dapat meminta kepada Kontrkator untuk mengadakah test
kualitas dari agregat-agregat tersebut dari tempat penimbunan yang
ditunjuk oieh Pengawas, setiap saat dalam laboratorium yang diakui
atas biaya kontraktor.
f) Dalam hal adanya perubahan sumber dari mana agregat tersebut
disuplai, maka kontraktor diwajibkan unatuk rnernberitahukan kepada
Pengawas.
g) Agregat harus disimpan di tempat yang bersih, yang keras
permukaannya dan dicegah supaya tidak terjadi pencampuran satu
sama lain dan terkotori.
4.6. Air
a) Air yang akan dipergunakan untuk semua pekerjaan pekerjaan
dilapangan adalah air bersih, tidak berwarna, tidak mengandung
bahan bahan kimia (asam
alkali) tidak mengandung ornagisme
yang dapat memberikan efek merusak beton, minyak atau lemak.
Memenuhi syarat syarat Peraturan Beton Indonesia (NI 2 - 1971)
dan diuji oleh Laboratorium yang diakui sah oleh yang berwajib
dengan blaya ditanggung oleh pihak Kontraktor.
b) Air yang mengandung garam (air laut) tidak diperkenankan untuk
dipakai.
4.7. Besi Beton (Steel Reinforcement)
a) Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syara-syarat:
Peraturan beton Indonesia (NI 2 -1971)
Bebas dari kotoran kotoran Iapisan minyak minyak, karat dan
tidak cacat (retak retak, mengelupas, Iuka dan sebagainya).
Dari jenis baja dengan mutu U24 untuk diameter< diameter 10 s/d
12 mm U32, dan U39 untuk diameter> 13 (ulir)
Mempunyai penampang yang sama rata.
Ukuran disesuaiakan aengan gambar-gambar
b) Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuan
ketentuan di atas harus mendapat persetujuan Perencana /
Pengawas.
c) Besi beton harus disupply dari satu sumber (manufacture) dan tidak
dibenarkan untuk mencampur adukan bermacam-macam sumber
beesi beton tersebut untuk pekerJaan konstruksi.
d) Kontraktor wajib mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan
dipakai, sesuai dengan petunjuk petunjuk dari Pengawas, serta
14
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
menyertakan data teknis dari pabrik pembuat baja tulangan. Batang
percobaan diambil dibawah kesaksian CM.
e) Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana
dipandang perlu oleh Pengawas. Semua biaya percobaan tersebut
sepenuhnya rnenjadi tanggung jawab kontraktor.
f) Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar atau
mendapat persetujuan Pengawas. Untuk hal itu sebelumnya
kontraktor harus membuat gambar pembengkokan baja tulangan
(bending schedule), diajukan kepada Pengawas untuk mendapat
persetujuannya.
g) Hubungan antara besi beton satu dengan yang lainnya harus
menggunakan kawat beton, diikat dengan teguh, tidak bergeser
selama pengecoran beton dan bebas dari Iantai kerja atau papan
acuan.
h) Sebelum beton dicor, besi beton harus bebas dari minyak, kotoran,
cat, karet lepas, kulit giling atau bahan bahan lain yang merusak.
Semua besi beton harus dipasang pada posisi yang tepat.
i) Penggunaan besi beton yang sudah jadi seperti steel wiremesh atau
yang semacam itu, harus mendapat persetujuan perencana /
Pengawas.
j) Besi beton yang tidak
tidak sesuai dengan
dikeluarkan dari site
Pengawas dalam waktu
memenuhi syarat-syarat karena kualitasnya
spesifikasi (R.K.S.) diatas, harus segera
setelah menerima instruksi tertulis dari
2 x 24 jam.
4.8. Admixture
Untuk
memperbaiki mutu
beton,
sifat sifat pengerjaan,
waktu
pengikatan dan pengerasan maupun untuk maksud maksud lain dapat
dipakai bahan admixture. Jenis dan jumlah bahan admixture yang
dipakai harus disetujui terlebih dahulu oleh Direksi Lapangan/ Pengawas.
4.9. Mutu Beton
a) Adukan (adonan) beton harus memenuhi syarat syarat PBI - 1971
dan NI 2. Beton harus mempunyai kekuatan karakteristik K 250 untuk
pekerjaan 'struktur dan K125 untuk pekerjaan plat lantai dasar.
b) Kontraktor diharuskan membuat adukan percobaan (trial mixer)
untuk mengontrol daya kerjanya sehingga tidak ada kelebihan pada
permukaan
ataupun
menyebabkan
terjadinya
pengendapan
(segregation) dari agregat. Percobaan slump diadakan menurut
syarat syarat dalam (Peraturan Beton Bertulang Indoneesia'NI 21971).
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
15
c) Pekerjaan pembuatan adukan percobaan (trial mixer) tersebut di atas
harus dilakukan untuk menentukan beton yang baru dimulai.
d) Adukan beton yang dibuat setempat (site mixing) harus memenuhi
syarat-syarat:
Membuat mix design
Semen diukur menurut volume
Agregat diukur menurut volume.
Pasir diukur menurut volume
Adukan beton dibuat dengan menggunakan alat pengaduk mesin
(batch mixer)
e) Jumlah adukan beton tidak boleh melebihi kapasitas mesin pengaduk.
f) Lama pengadukan tidak kurang dari 2 menit sesudah semua bahan
berada dalam mesin pengaduk.
g) Mesin pengaduk yang tidak dipakai lebih dari 30 menit harus
dibersihkan lebih dulu, sebelum adukan beton yang baru dimulai.
4.10. Adukan Beton
a) Adukan beton harus mempunyai syarat syarat PBI 1971 NI 2. Beton
harus mempunyai kekuatan karakteristik sesuai yang disyaratkan
dalam gambar.
b) Kontraktor diharuskan membuat adukan percobaan (trial mixer)
untuk mengontrol daya kerjanya, sehingga tidak ada kelebihan pada
permukaan
ataupun
menyebabkan
terjadinya
pengendapan
(segregasi) dari agregat.
c) Percobaan slump diadakan menurut syarat syarat dalam Peraturan
Beton Indonesia (Nl 21971).
d) Pekerjaan pembuatan adukan percobaaan (trial mixes) tersebut
diatas harus dilakukan untuk menentukan komposisi adukan yang
akan dipakai pada pekerjaan beton selanjutnya dan harus mendapat
persetujuan Pengawas.
4.11. Faktor Air Semen
a) Agar dihasilkan suatu konstruksi beban yang sesuai dengan yang
direncanakan, maka faktor air semen ditentukan sebagai berikut:
Faktor air semen untuk Balok, sloof dan poer maksimum 0,60.
Faktor air semen untuk kolom, balik, pelat lantai tangga dinding,
beton dan lisplank / parapet maksimum 0,60.
Faktor air semen untuk konstruksi pelat atap dan tempat-tempat
basah lainnya maksimum 0,55.
16
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
b) Untuk lebih mempermudah dalam pengerjaan beton dan dapat
dihasilkan suatu mutu sesuai dengan yang direncanakan, maka untuk
konstruksi beton dengan faktor air semen maksimum 0,55 harus
memakai plasticizer sebagai bahan additive. Pemakaian merk dari
bahan additive tersebut harus mendapat persetujuan dari Pengawas
4.12. Test Kubus/Silinder Beton
a) Pengawas berhak meminta setiap saat kepada kontraktor untuk
membuat kubus / silinder coba dari adukan beton yang dibuat.
b) Selama pengecoran beton harus selalu dibuat benda benda uji,
sesuai dengan PBI 1971 NI 2 atau SN! 1991 dengan nomor urut yang
menerus.
c) Cetakan kubus / silinder coba harus berbentuk bujur sangkar dalam
segala arah, dan memenuhi syarat syarat dalam peraturan beton
Indonesia (NI 2 - 1971). Ukuran kubus coba atau benda uji adalah
15x15 cm3.
d) Pengambilan adukan beton, percetakan kubus coba dan curingnya
harus di bawah pengawasan.
e) Prosedurnya harus memenuhi syarat syarat dalam peraturan beton
Indonesia (NI Z 1971).
f) Kubus / silinder coba harus ditandai untuk identifikasi dengan suatu
code yang dapat menunjukkan tanggal pengecoran, pembuatan
adukan struktur yang bersangkutan dan lain lain yang perlu dicatat
g) Pada umumnya pengujian dilakukan sesuai dengan PBI 1971, bab 4,7,
termasuk juga pengujian pengujian susut (slump) dan pengujian
pengujian tekanan. Jika beton tidak memenuhi syarat syarat
pengujian slump, maka kelompok adukan yang tidak memenuhi
syarat
itu
tidak
boleh
dipakai,
dan
kontraktor
harus
menyingkirkannya dari tempat pekerjaan.
h) Jika pengujian tekanan gagal maka perbaikan harus dilakukan dengan
mengikuti prosedur prosedur PBI, untuk perbaikan, Semua biaya
untuk pembuatan dan percobaan kubus cobamenjadi tanggung jawab
kontraktor.
i) Semua kubus / silinder coba jika perlu akan dicoba dalam
laboratorium yang berwenang dan disetujui pengawas. Laporan hasil
percobaan harus diserahkan kepada Pengawas segera sesudah
selesai percobaan, paling lambat 7 hari sesudah pengecoran, dengan
mencantumkan besarnya kekuatan karakteristik, deviasi standard,
campuran adukan berat kubus benda uji tersebut dan data data lain
yang diperlukan.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
17
j) Apabila dalam pelaksanaan nanti kedapatan bahwa mutu beton yang
dibuat seperti yang ditunjukkan oleh kubus cobanya gaga! memenuhi
syarat spesifikasi, maka Pengawas berhak meminta kontraktor
supaya mengadakan percobaan - percobaan non destruktif atau kalau
memungkinkan mengadakan percobaan destructif.
k) Percobaan - Percobaan ini harus memenuhi syarat syarat dalam
Peraturan Beton Bertulang Indonsesia (Nl.2-1971) Apabila gagal,
maka bagian pekerjaan tersebut harus dibongkar dan dibangun baru
sesuai dengan petunjuk Pengawas.
l) Semua biaya biaya untuk percobaan dan akibat akibat gagalnya
pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab kontraktor. Kontraktor
juga diharuskan mengadakan slump test menurut syarat syarat
dalam Peraturan Beton Bertulang Indonesia (Nl.2- 1971), Slump beton
berkisar antar 8 cm sampai 12 cm.
4.13. Cetakan Beton/Bekisting
a) Persyaratan Penggunaan Bahan.
Tidak mengalami deformasi.
Bekisting harus cukup tebal (plywood tebal min. 12 mm) dan terikat
kuat menahan beton dan beban sementara lainnya.
Paku, angkur dan sekrup-sekrup ukuran sesuai dengan keperluan
dan cukup kuat untuk menahan bekisting agar tidak bergerak ketika
dilakukan pengecoran. Kedap air, dengan metutup semua celah
dengan "tape", sehingga dijamin tidak timbul sirip atau adukan
keluar pada sambungan atau cairan keluar dari cetakan beton.
Tahan terhadap getaran vibrator dari luar maupun dari dalam
bekisting.
b) Syarat Pelaksanaan Pemasangan.
Tentukan jarak, level dan ukuran sebelum memulai pekerjaan.
Pasang bekisting dengan tepat dan sudah diperkuat (bracing),
sesuai desain dan standard yang telah ditentukan, sehingga bisa
dipastikan akan menghasilkan beton yang sesuai dengan
kebutuhan-kebutuhan akan bentuk, kelurusan dan dimensi.
Hubungan - hubungan antar papan bekisting harus lurus, dan harus
dibuat kedap air untuk mencegah kebocoran adukan atau
kemungkinan deformasi bentuk beton. Hubungan hubungan ini
harus diusahakan seminimal mungkin.
Bekisting untuk dinding pondasi dan sloof harus dipasang pada
kedua sisinya. Pemakaian pasanagan bata untuk bekisting pondasi
harus atas seijin Direksi Lapangan.
Semua tanah yang mengotori bekisting pada sisi pengecoran harus
dibuang.
18
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
c) Perkuatan pada bukaan di bagian bagian yang struktural yang tidak
diperlihatkan pada gambar harus mendapatkan pemeriksaan dan
persetujuan dari Direksi.
d) Pada bagian bagian yang akan terlihat, tambahkan pinguianpingulan (chamfer strips) pada sudut sudut luar (vertikal dan
horisontal) dari balik, kolom dan dinding.
e) Bekisting harus memenuhi toleransi deviasi maksimal berikut:
Deviasi garis vertikal dan
horisontal: 6 mm, pada jarak
3.000 mm
10 mm, pada jarak 6.000 mm
20 mm, pada jarak 12.000 mm
Deviasi pada pemotongan melintang dari dimensi kolom atau
balok atau ketebalan plat maksimaI sebesar 6 mm.
f) Aplikasi bahan pelepas acuan (form release agent) harus sesuai
dengan rekomendasi pabrik.
g) Aplikasi harus dilaksanakan sebelum pemasangan besi beton, angkur
angkur dan bahan bahan tempelan (embedded item) lainnya.
h) Bahan yang dipakai dan cara aplikasinya tidak boleh menimbulkan
karat atau mempengaruhi warna permukaan beton.
i) Dimana permukaan beton yang akan dilapisi bahan yang bisa rusak
terkena bahan pelepas acuan, bahan pelepas acuan tidak boleh
dipakai.
j) Untuk itu, dalam hal bahan pelepas acuan tidak boleh dipakai, sisi
dalam bekisting harus dibasahi dengan air bersih. Dan permukaan ini
harus dijaga selalu basah sebelum pengecoran beton.
k) Sisipan (insert), rekatan (embedded) dan bukaan (opening).
l) Sediakan bukaan pada bekisting dimana diperlukan untuk pipa,
conduits, sleeves dan pekerjaan lain yang akan merekat pada atau
melalui / merembes beton.
m) Koordinasi bagian dari pekerjaan lain yang terlibat ketika membentuk
/ menyediakan bukaan, slots, recessed, sleeves, nolts, angkur dan
sisipan sisipan lainnya. Jangan laksanakan pekerjaan di atas jika
tidak secara jelas / khusus ditunjukkan pada gambar yang
berhubungan.
n) Sediakan bukaan sementara pada cetakan beton dimana diperlukan
guna pembersihan dan inspeksi. Tempatkan bukaan di bagian bawah
bekisting guna memungkinkan air pembersih keluar dari bekisting.
Penutup bukaan sementara ini harus dengan bahan yang
19
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
memungkinkan merekat rapat, rata dengan permukaan dalam
bekisiting, sehingga sembungannya tidak akan tampak pada
permukaan beton ekspose.
o) Kualitas
i) Periksa dan kontrol bekisting yang dilaksanakan telah sesuai dengan
bentuk beton yang diinginkan, dan perkuatan perkuatannya guna
memastikan bahwa pekerjaan telah sesuai dengan rancangan
Bekisting, wedgeeties, dan bagian bagian lainnya aman .
ii) lnformasikan
pada
dilaksanakan,
dan
Direksi
telah
Lapangan
dibersihakan,
jika
bekisting
guna
telah
pelaksanaan
pemeriksaa. Mintakan persetujuan Direksi terhadap bekisting
yang
telah
dilaksanakan
sebelum
dilaksanakan
pengecoran
beton.
iii) Untuk permukaan beton ekspose, pemakaian bekisting kayu lebih
dari 2 (dua) kali tidak diperkenankan.
Penambahan pada bekisting, juga tidak diperkenankan kecuali
pada buakan bukaan sementara yang diperlukan.
iv) Bekisting
yang
akan
dipakai
ulang
harus
mendapatkan
persetujuan sebelumnya dari Direksi Lapangan
p) Pembersihan
Bersihkan bekisting selama pemasangan, buang semua benda
benda yang tidak perlu. Buang. Bekas
bekas potongan,
kupasan dan puing dari bagian dalam bekisting. Siram dengan
air, menggunakan air bertekanan tinggi, guna membuang benda
benda asing yang masih tersisa pastikan bahwa air dan puing
puing tersebut telah mengalir.
Buka bekisting secara kontinyu dan sesuai dengan standard yang
berlaku sehingga tidak terjadi beban kejut (shock load) atau
kedidak seimbangan beban yang terjadi pada struktur.
Pembukaan bekisting harus dilakukan dengan hati hati, agar
peralatan peralatan yang dipakai untuk membuka tidak
merusak permukaan beton.
Untuk yang akan dipakai kembali, bekisting bekisting yang
telah dibuka harus disimpan dengan cara yang memungkinkan
perlindungan terdahap permukaan yang akan kontak dengan
beton tidak mengalami kerusakan.
Dimana diperlukan perkuatan perkuatan pada komponen
komponen struktur yang telah dilaksanakan guna memenuhi
syarat pembebanan dan konstruksi sehingga pekerjaan
P'ekerjaan konstruksi di lantai lantai diatasnya bisa dilanjutkan.
20
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Pembukaan penunjang bekisting hanya bisa dilakukan setelah
beton mempunyai 75% dari kuat tekan 28 hari (28 days
compressive strength) yang diperlukan.
Bekisting bekisting yang dipakai untuk mematangkan (curing)
beton, tidak boleh dibongkar sebelum dinyatakan matang oleh
direksi
4.14. Pengecoran Beton
a) Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecoran beton pada bagian
bagian utama dari pekerjaan, kontraktor harus memberitahukan
Pengawas dan mendapatkan persetujuan. Jika tidak ada persetujuan,
maka kontraktor dapat diperintahkan untuk menyingkirkan /
membongkar beton yang sudah dicor tanpa persetujuan, atas biaya
kontraktor sendiri.
b) Pengadukan dari tiap molen harus terus menerus dan tidak kurang
dari 2 menit sesudah seluruh bahan termasuk air berada didalam
molen, selama itu molen harus terus berputar pada kecepatan yang
akan menghasilkan adukan dengan kekentalan merata pada
akhirwaktu pengadukan.
c) Beton atau lapisan aduk yang telah mengeras tidak diizinkan
terkumpul pada permukaan dalam molen.
d) Dilarang mencampur kembali dengan menambah air kedalam adukan
beton yang sebagian telah mengeras.
e) Adukan beton harus secepatnya dibawa ke tempat pengecoran
dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin,
sehingga tidak memungkinkan acianya pengendapan agregat dan
tercampurnya kotoran kotoran atau bahan lain dari Iuar.
Penggunaan alat alat pengangkutan mesin haruslah mendapat
persetujuan Pengawas, sebelum alat-alat tersebut didatangkan
ketempat pekerjaan. Semua alat alat pengangkutan ya.ng
digunakan pada setiap waktu harus dibersihkan dari sisa-sisa adukan
yang mengeras.
f) Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum
pemasangan besi beton selesai diperiksa oleh dan mendapat
persetujuan Pengawas.
g) Sebelum pengecoran dimulai, maka tempat tempat yang akan dicor
terlebih dahulu harus dibersihkan dari segala kotoran kotoran
(potongan kayu, batu, tanah dan lain - lain) dan dibasahi dengan air
semen.
21
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
h) Pengecoran dilakukan selapis demi selapis dan tidak dibenarkan
menuangkan adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian,
yang akan menyebabkan pengendapan agregat.
i) Untuk menghindari keropos pada beton, maka pada waktu
pengecoran digunakan fibrator (beton triller), pemadatan dengan
tongkat atau jika perlu dengan tangan untuk meyakinkan bahwa
tidak terjadi kantong udara dan sarang koral. Ujung beton triller tidak
boleh sampai mengenai bekisting maupun pembesian. Harus pula
diperhatikan jangan sampai terjadi penggetaran berlebihan ataupun
dikerjakan sedemikian rupa sehingga menyebabkan pemisahan
bahan beton ataupun gejala timbulnya banyak air pada permukaan
beton.
j) Pengecoran dilakukan secara terus menerus (kontinyu / tanpa
berhenti). Adukan yang tidak dicor (ditinggalkan) dalam waktu lebih
dari 15 menit setelah keluar dari mesin adukan beton, dan juga
adukan yang tumpah selama pengangkutan tidak diperkenankan
untuk dipakai lagi.
k) Pada penyambungan beton lama dan baru, maka permukaan beton
lama terlebih dahulu harus dibersihkan dan dikasarkan.
l) Apabila perbedaan waktu pengecoran kurang atau sama dengan
1(satu) hari maka harus digunakan bahan additive untuk
penyambungan beton lama dan beton baru.
m) Tempat dimana pengecoran
persetujuan Pengawas.
akan
dihentikan,
harus
mendapat
4.15. Curing Dan Perlindungan Atas Beton
a) Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan
terhadap: matahari, pengeringan oleh angin, hujan atau aliran air dan
pengerasan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya.
b) Untuk perawatan Beton, Kontraktor harus melindungi semua beton
terhadap kerusakan akiba panas yang berlebihan, kurangnya
pembasahan, tegangan yang berlebihan atau hal lain, sampai saat
penyerahan pekerjaan oleh Kontraktor pada Pemberi Tugas. Perhatian
khusus harus diberikan untuk menjaga agar beton tidak sampai
mengering dan menghindarkan permukaan beton menjadi kasar atau
rusak.
c) Untuk bahan curing dapat dipakai sealbond produksi conspec atau
setara sebanyak 1 liter tiap 6m2 Pemakaian bahan curing harus
disetujui oleh Pengawas.
d) Beton yang keadaannya seperti tertera dibawah ini harus diperbaiki
atau dibongkar dan diganti dengan beton yang dapat disetujui oleh
22
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Direksi, semua biaya yang timbul ditanggung oleh Kontraktor. Beton
yang dimaksud tersebut diatas adalah:
Ternyata rusak (honey comb, keropos, retak, pecah dll).
Sejak semula cacat, cacat sebelum penyerahan pertama.
Menyimpang
dari
garis
atau
muka
kefinggian
yang
telah
difefapkan.
Tidak sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syaratt (RKS).
4.16. Pembongkaran Cetakan Beton
a) Pembongkaran dilakukan sesuai dengan PBI 1971 9NI.2 - 1971),
dimana bagian konstruksi yang dibongkar cetakannya harus dapat
memikul berat sendiri dan beban - beban pelaksanaannya.
b) Pekerjaan pembongkaran cetakan harus dilaporkan dan disetujui
sebelumnya oleh Pengawas.
c) Apabila setelah cetakan dibongkar ternyata terdapat bagian bagian
beton yang Kropos atau cacat lainnya, yang akan mempengaruhi
kekuatan konstruksi tersebut, maka Kontraktor harus segera
memberitahukan kepada Pengawas, untuk meminta persetujuan
mengenai cara pengisian, perbaikan atau menutup nya. Semua resiko
yang terjadi sebagai akibat pekerjaan tersebut dan biaya biaya
pengisian dan perbaikan atau penutupan bagian tersebut menjadi
tanggung jawab Kontraktor.
d) Meskipun hasil pengujian kubus kubus beton memuaskan, Pengawas
mempunyai wewenang untuk menolak konstruksi beton yang cacat
seperti berikut
Konstruksi beton sangat kropos.
Konstruksi beton yang sesuai dengan bentuk yang direncanakan atau
posisi-posisinya tidak seperti yang ditunjuk gambar.
Konstruksi beton yang berisikan kayu atau benda lainnya.
Konstruksi beton retak, pecah
4.17. Penyelesaian Permukaan Beton
a) Permukaan bagian latas beton harus rapi, licin, merata dan keras.
b) Selama beton masih plastis, tidak diizinkan adanya benjolan yang
berlebihan (gelembung) pada permukaan. Semua permukaan harus
dicor secara monolitas dengan beton dasarnya.
c) Dilarang menaburkan semen kering dan pasir diatas permukaan
beton untuk menghisap air y ng berlebihan. Bagian permukaan beton
pelat, dinding, balok yang exposed harus dirapikan dengan
menggunakan sendok aduk dari baja.
d) Perbaikan Cacat Permukaan.
23
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
e) Segera setelah cetakan dilepaskan, semua permukaan "exposed"
(terbuka) harus diperiksa secara teliti dan bagian yang tidak rata
harus segera digosok atau diisi dengan baik agaar diperoleh suatu
permukaan yang licin, seragam dan merata.
f) Perbaikan baru boleh dikerjakan setelah ada pemeriksaan dari Direksi
Lapangan pekerjaan perbaikan tersebut harus betul betul mengikuti
petunjuk petunjuk Direksi lapangan.
g) Beton yang menunjukkan rongga rongga, lubang, keropok atau
cacat sejenis lainnya harus dibongkar dan diganti. Semua perbaikan
dan penggantian sebagaimana diuraikan disini harus dilaksanakan
secepatnya oleh Kontraktor atas biaya sendiri.
h) Lobang bekas kerucut batang pengikat harus dihaluskan sedemikian
rupa sehingga permukaan dari lobang menjadi bersih dan kasar.
Kemudian lobang ini harus diperbiki dengan suatu cara yang dapat
disetujui dengan menggunakan "aduk kering"
i) Semua perbaikan harus dilaksanakan dan dibentuk sedemikian rupa,
sehingga pekerjaan yang diselesaikan sesuai dengan ketentuan pasal
ini, tidak akan mengganggu pengikatan, menyebabkan penurunan
atau retak mendatar.
4.18. Grouting
Untuk grouting disekitar angker dipakai bahan grouting merk Sika atau
yang setara setebal 2,5 cm. Pekerjaan ini harus menggunakan injection
pump.
4.19. Pekerjaan Pembesian
a) Umum
Ruang Lingkup.
Semua pemasangankawat beton, kaki ayam untuk penyanggah,
beton dekking dan segala hal yang perlu untuk menghasilkan
pekerjaan beton sesuai daengan pengalaman teknik yang terbaik.
Gambar Kerja.
Sebelum pekerjaan pembengkokan besi beton, Kontraktor harus
terlebih
gambar
dahulu
menyiapkan
pembengkokan
besi
daftar
dan
pembesian,
sketsa
menyerahkannya
dan
pada
Konsultan Pengawas.
Persetujuan atas Gambar Kerja oleh Direksi Lapangan terbatas
pada pelaksanaan secara umum sesuai dengan gambar sebagai
lampiran Surat Perjanjian.
24
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Kontraktor bertanggung jawab sepenuhnya akan ketelitian ukuran dan
detail, ukuran dan detail akan diperiksa di lapangan oleh Konsultan
Pengawas pada waktu pemasangan pembesian.
Standard.
Detail
dan
pemasangan
pembesian
harus
sesuai
dengan
peraaturan atau standard yang disetujui Konsultan Pengawas.
b) Besi Beton
Khusus untuk beton struktural (kolom, balok, lantai, tangga), besi
beton yang dipakai adalah besi beton sesuai dengan ditunjukkan
dalam gambar.
c) Pekerjaan Pembengkokan Besi Beton.
Pekerjaan pembengkokan besi beton harus dilaksanakan dengan
teliti sesuai dengan ukuran yang tertera pada gambar dan atau
sesuai dengan peraturan peraturan yang berlaku.
Harus diperhatikan khusus pada pembuatan beugel sehingga
diperoleh ukuran yang sesuai, tidak terlalu besar dari beton
dekking- yang semestinya.
Besi beton tidak boleh dibengkokkan atau diluruskan sedemikian
rupa sehingga rusak atau cacat.
Dilarang membengkokkan besi beton dengan cara pemanasan.
Bengkokan atau haak harus dibengkokan melingkari sebuah
pasak dengan diameter tidak kurang dari 5 kali diameter besi
beton, kecuali untuk besi beton yang lebih besar dari 25 mm,
pasak yang digunakan harus tidak kurang dari 8 x diameter besi
beton, kecuali pula bila ditentukan lain. Beugel dan batang
pengikat harus dibengkokkan melingkari sebuah pasak dengan
diameter tidak kurang dari 2 kali diameter minimum besi beton.
Semua pembesian harus mempunyai haak pada kedua ujungnya,
bilamana tidak ditentukan lain.
d) Pemasangan.
Pembersihan
Sebelum dipasang, besi beton harus bebas dari sisa logam,
karatan dan lapisan yang dapat merusak atau mengurangi daya
ikat. Bila pengecoran beton ditunda, besi beton harus diperiksa
kembaii dan dibersihkan.
e) Pemasangan.
Pembesian harus disetel dengan cermat sesuai dengan gambar dan
diikat dengan kawat atau jepitan yang sesuai pada persilangan, dan
harus ditunjang oleh penumpu beton atau logam, dan penggantung
logam. Jepitan atau penumpu logam tidak boleh diletakkan
menempel pada bekisting. Kawat beton harus dibengkokkan ke arah
dalam bekisting, sehingga diperoleh beton dekking yang telah
ditentukan.
25
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Bilamana tidak ditentukan lain, disamping perlengkapan yang biasa
dipakai untuk memegang pembeslan secara kokoh pada tempatnya,
harus d1paka1 ketentuan berikut:
i) Dalam pelat, batang tegak berdiameter 12 mm dengan
jarak 80cm - 100cm, untukmenunjang penulangan bagian
atas.
ii) Dalam dinding dengan 2 lapisan penulangan, pembagi jarak
(spacer) berbentuk U atau Z dengan diameter 8 mm,
berjarak 180 - 200 cm.
Beton Dekking.
Bilamana tidak ditentukan lain dalam gambar, maka penulangan
harus dipasangkan dengan celah untuk beton dekking sebagai
berikut:
i) Beton yang dicor pada tanah 8 cm
ii) Semua bidang yang kena air atau tanah 5 cm
iii) Bagian atas pelat bawah saluran yang tertutup, balok dan
kolom yang tidak kena tanahatau air 4cm
iv) Bidang yang kena udara dan semua bidang interior 2,5
cm
Toleransi
Toleransi pada pemasangan penulangan adalah:
i) Untuk bagian konstruksi berukuran 60 cm atau kurang:
0,6 cm
ii) Untuk bagian konstruksi berukuran 60 cm atau lebih:
1,2 cm
Sambungan
Bilamana tidak ditentukan lain, sambungan pembesian harus
dibuat dengan "overlap" minimum 40 kali diameter penulangan.
Panjang overlap penyambungan untuk diameter yang berbeda,
harus didasarkan pada diameter yang besar. (panjang
penyambungan sesuai pedoman yang berlaku).
Persetujuan dari Direksi Lapangan.
Pemasangan penulangan harus diperiksa oleh Direksi Lapangan
terlebih dahulu sebelum dilakukan pengecoran, untuk itu perlu
pemberitahuan bila penulangan sudah siap untuk diperiksa.
4.20. Pemasangan Alat Didalam Beton
a) Kontraktor tidak dibenarkan untuk membobok, membuat lubang atau
memotong konstruksi beton yang sudah jadi tanpa sepengetahuan
dan seijin Pengawas.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
26
b) Pemasangan sparing untuk pelat dan dinding yang dilubangi sebesar
diameter 10 cm atau 8x8 cm tidak perlu perkuatan, apabila lebih dari
ukuran tersebut maka pelat dan dinding perlu dipasang perkuatan,
pekerjaan ini menjadi tanggung jawab kontraktor dan dikoordinasikan
dengan Kontraktor terkait dan mendapatkan persetujuan Pengawas.
BAB V
PEKERJAAN PLESTERAN
5.1. Lingkup Pekerjaan
Termasuk dalam pekerjaan plesteran ini adalah penyediaan tenaga kerja,
bahan - bahan yang diperlukan termasuk alat alat bantu dan alat angkut
yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran, sehingga dapat
dicapai basil pekerjaan yang bermutu baik.
Lingkup pekerjaan plesteran beton ini meliputi seluruh plesteran kolom, balok
plat kanopi serta pada seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar.
5.2. Persyaratan Bahan
Semen harus memenuhi NI-8.
Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14, PUBI 1982.
Air harus memenuhi Nl-3 Pasal 10.
Campuran (Agregate) : Untuk plester harus dipilih yang benar-benar bersih
dan bebas dari segala macam kotoran. Pasir untuk finishing harus bersih dan
terlebih dahulu diayak.
5.3. Syarat syarat Pelaksanaan
a) Seluruh plesteran beton dengan adukan campuran 1 PC : 2 pasir
pasang.
b) Pasir pasang yang digunakan harus diayak terlebih dahulu dengan
mata ayakan seperti yang dipersyaratkan.
c) Material lain yang tidak terdapat pada daftar di atas tetapi
dibutuhkan untuk penyelesaian / penggantian pekerjaan dalam
bagian ini harus bermutu baik dari jenisnya dan disetujui Direksi
Pengawas.
d) Bahan semen yang dikirim ke lokasi harus dalam keadaan tertutup
atau dalam kantong yang masih disegel dan berlabel pabriknya,
bertuliskan type dan tingkatannya, dalam keadaan utuh dan tidak
bercacat.
27
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
e) Bahan harus diletakkan ditempat yang kering, berventilasi baik,
terlindung, bersih. Tempat penyimpanan bahan harus cukup untuk
proyek ini, dan dilindungi sesuai dengan jenisnya, sesuai dengan
persyaratan pabrik.
f) Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada
Direksi
Pengawas
untuk
mendapatkan
persetujuan,
lengkap
dengan ketentuan / persyaratan pabrik yang bersangkutan.
Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material yang
mutunya sesuai dengan yang disyaratkan tanpa biaya tambahan.
g) Bidang permukaan beton sebelum diplester, permukaannya harus
dibersihkan dari sisa sisa bekisting. Permukaan beton harus
terlebih dahulu diketrek (scrath) serta semua lubang lubang bekas
pengikat bekisting atau form tie harus tertutup aduk plester.
h) Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diharuskan memeriksa
lokasi apakah sudah sesuai dengan syarat syarat hingga pekerjaan
ini dapat dimulai.
i) Bila ada kelainan dalam hal apapun antar gambar, spesifikasi
dalainnya, Kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi
Pengawas dan tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu
tempat dalam hal kelainan / perbedaan ditempat itu sebelum
kelainan tersebut diselesaikan.
j) Pekerjaan
plesteran
beton
dapat
dilaksanakan
bilamana
telah
disetujui oleh Direksi Pengawas.
k) Tebal plesteran sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Ketebalan
plesteran yang melebihi 1,5 cm harus diberi kawat ayam untuk
membantu dan memperkuat daya lekat plesteran.
l) Plesteran halus (acian) dipakai campuran PC dan air sampai mendapatkan
campuran yang homogen, acian dapat dikerjakan sesudah plesteran
berumur 8 hari (kering).
m) Kelernbaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan tidak
terlalu cepat, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali
terlihat kering dan melindungi dari terik matahari langsung dengan
penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat.
n) Kontraktor wajib mernperbaiki / mengulang / mengganti bila ada
kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan dan masa
garansi, atas biaya sendiri selama kerusakan bukan disebabkan
oleh tindakan Pemberi tugas / Pemakai.
BAB VI
PEKERJAAN DINDING BATA
28
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
6.1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan bahan, peralatan dan
alat alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk
mendapatkan hasil yang baik.
Pekerjaan pasangan bata ini meliputi pekerjaan dinding Bangunan tebal 1/2
(setengan) batu pada seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar atau sesuai
petunjuk Direksi Pengawas.
6.2. Persyaratan Bahan
Bata harus memenuhi NI-10.
Semen Porfland fiatus memenuhi NI-8.
Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14ayat 2.
Air harus memenuhi PUBI-1982 Pasal 9.
6.3. Syarat-syarat Pelaksanaan
a) Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang, terlebih dahulu harus
diserahkan contoh-contohnya kepada Direksi Pengawas untuk mendapatkan
persetujuannya.
b) Seluruh dinding dari pasangan bata/bata merah, dengan campuran 1 PC : 5
pasir pasang, kecuali pasangan bata/bata merah semen raam.
c) Untuk semua dinding semen raam/rapat air dengan campuran 1 P'C : 3 pasir
pasang, yakni pada dinding dari permukaan sloof/balok sampai minimum 20
cm diatas permukaan lantai setempat,-dinding ruang ruang basah (dapur)
setinggi minimum 150
cm dari permukaan lantai setempat, atau seperti yang tertera pada gambar.
d) Bata merah yang digunakan bata merah press ukuran 5x10x20 cm ex lokal,
dengan kualitas terbaik, siku dan sama ukuran, sama warna dan tidak
diperkenankan memasang bata merah yang patah dua atau lebih, tanpa
persetujuan Direksi Pengawas.
e) Setelah bata terpasang dengan adukan, naad / siar siar harus dikerok
sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah kering
permukaan pasangan disiramair.
f) Pasangan dinding bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air
terlebih dahulu dan siar-siar dibersihkan.
g) Pemasangan dinding bata dilakukan bertahap, setiap tahap maksimum 24
lapis perharinya, serta diikuti dengan cor kolom praktis.
h) Bidang dinding bata yang luasnya lebih dari 9 m 2 harus ditambahkan
kolom dan balok penguat praktis dengan kolom ukuran 12 x 12 cm dan 12
x 24 cm dengan tulangan pokok 4 diameter 10 mm, beugel diameter 6 mm
jarak 20 cm, jarak antara kolom maksimum 3 meter.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
29
i) Pelubangan akibat pembuatan perancah pada pasangan bata merah sama
sekali tidak diperkenankan.
j) Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan
beton harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 8 mm jarak 75
cm, yang terlebih dahulu
ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan
beton dan bagian yang tertanam dalam pasangan bata sekurangkurangnya 30 cm kecuali ditentukan lain.
k) Pasangan dinding bata tebal 1/2 batu harus menghasilkan dinding finish
setebal 15 cm dan untuk tebal 1batu dengan tebal finish 30 cm setelah
diplester (lengkap acian) pada kedua belah sisinya. Pelaksanaan pasangan
harus cermat, rapi dan benar - benar tegak lurus terhadap lantai serta
merupakan bidang rata.
l) Pasangan bata harus dilaksanakan dengan toleransi deviasi bidang pada
arah diagonal dinding seluas 9 m2 tidak lebih dari 0,5 cm (sebelum diaci /
diplester).
m)
Toleransi terhadap as dinding adalah kurang lebih 1cm
(sebelum diaci/diplester).
n) Khusus untuk pertemuan antara pasangan bata dan beton guna
menghindarkan retak retak setelah diplester, maka dipasang kawat kasa
dengan ukuran lubang lubangnya 1 x 1 cm pada pertemuan itu sebelum
diplester.
BAB VII
PEKERJAAN PLESTERAN DINDING
7.1
Lingkup Pekerjaan
Termasuk dalam pekerjaan plesteran ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahanbahan yang diperlukan termasuk alat alat bantu dan alat angkut yang
diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran, sehingga dapat dicapai
hasil pekerjaan yang bermutu baik.
Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh plesteran dinding bata/bata merah
bangunan, serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar.
7.2
Persyaratan Bahan
a) Semen harus memenuhi NI-8.
b) Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14, PUBI 1982.
c) Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10.
Campuran (Aggregate): Untuk plester harus dipilih yang benar-benar bersih
dan bebas dari segala macam kotoran. Pasir untuk finishing harus bersih
dan diayak.
7.3
Syarat syarat Pelaksanaan
30
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
a) Seluruh plesteran dinding bata dengan aduk campuran 1 PC :
pasir pasang, kecuali pada dinding bata semen raam/rapat air.
b) Pada dinding bata semen raam/rapat air diplester dengan aduk
campuran 1 PC : 3 pasir pasang (dapur, dan bagian bagian yang
ditentukan dalam gambar).
c) Pasir pasang yang digunakan harus diayak terlebih dahulu dengan mata
ayakan seperti yang dipersyaratkan.
d) Material lain yang tidak terdapat pada daftar di atas tetapi dibutuhkan
unfuk penyelesaian / penggantian pekerjaan dalam bagian ini harus
bermutu baik dari jenisnya dan disetujui Direksi Pengawas.
e) Bahan semen yang dikirim ke lokasi harus dalam keadaan tertutup
atau dalam kantong yang masih disegel dan berlabel pabriknya,
bertuliskan type dan tingkatannya, dalam keadaan utuh dan tidak
bercacat.
f) Bahan harus diletakkan ditempat yang kering, berventilasi baik,
terlindung, bersih. Tempat penyimpanan bahan harus cukup untuk
proyek ini, dan dilindungi sesuai dengan jenisnya, sesuai dengan
persyaratan pabrik.
g) Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada Direksi
Pengawas
untuk mendapatkan persetujuan, lengkap dengan
ketentuan /persyaratan pabrik yang bersangkutan. Material yang
tidak disetujui harus diganti dengan material yang mutunya sesuai
dengan yang disyaratkan tanpa biaya tambahan.
h) Sebeium memulai pekerjaan, Kontraktor diharuskan memeriksa
lokasi, apakah sudah sesuai dengan syarat-syarat hingga pekerjaan
ini dapat dimulai.
i) Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar, spesifikasi clan
lainnya, Kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi
Pengawas.
j) Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu tempat
dalam hal kelainan/perbedaan ditempat itu, sebelum kelainan
tersebut diselesaikan.
k) Tebal plesteran 1,5 cm dengan basil ketebalan dinding finish 15 cm
dan 30 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar.
31
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam
untuk membantu dan memperkuat daya lekat
dari plesterannya.
l) Untuk setiap pertemuan permukaan dalam satu bidang datar yang
berbeda jenisnya misalnya dengan kosen dan lain-lain, harus diberi/
dibuat naat (tali air) dengan lebar 7 mm dalamnya 5 mm, kecuali bila
ada petunjuk lain dalam gambar.
m) Plesteran halus (acian) dengan campuran PC dan air sampai
mendapatkan campuran yang homogen, dapat dikerjakan
sesudah plesteran berumur 8 hari / kering betul.
n) Kelembaban plesteran
harus
dijaga
sehingga
pengeringan
berlangsung wajar tidak terlalu tiba tiba, dengan membasahi
perrnukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari
terik panas matahari langsung dengan bahan penutup yang bisa
mencegah penyerapan air secara cepat.
o) Kontraktor wajib rnemperbaiki / mengulang mengganti bila ada
kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan (dan masa
garansi), atas biaya sendiri selama kerusakan bukan disebabkan
oleh tindakan Pemberi Tugas/Pemakai.
p) Piesteran pada permukaan beton harus di bawah dengan membuat
permukaan heton menjadi kasar dan dibersihkan dari debu maupun
kotoran
kemudian
dikondisikan
menjadi
basah
permukaan
selanjutnya diberikan pletseran dengan adukan lpc : 2ps melalui
ayakan halus dan diaci ; Ketebalan plesteran tidak boleh kurang
dari 10mm dan tidak boleh lebih dari 15mm kecuali bHa ditentukan
lain.
BAB VIII
PEKERJAAN
WATERPROOFING
8.1 Lingkup Pekerjaan
Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan
bahan, peralatan dan alat alat bantu lainnya termasuk pengangkutan yang
diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini, sehingga dapat tercapai hasil
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
32
pekerjaan yang bermutu
baik
dan sempurna. Pekerjaan waterproofing ini
dilakukan diatas permukaan dak beton dan meliputi seluruh detail yang
ditunjukkan oleh pengawas atau dinyatakan dalam gambar.
8.2 Persyaratan Bahan
a) Digunakan Waterproofing merk SICA atau setara untuk atap bangunan
atau dapat digunakan darl produk lain yang setara dan disetujui Direksi
Pengawas.
b) Bahan
dalam
bentuk
sheet
tebal
minimum
mm.
Cara
pemasangan / penggunaan dilakukan dengan cara dipanaskan /
dibakar sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan.
c) Bahan dari jenis bitumen dan diperkuat dengan serat polyester tidak
ditenun (non woven polyester fabric.
d) Bahan harus rnemiliki ketahanan yang baik terhadap gesekan dan
tekanan, kuat, elastis dan tahan ultra violet
e) Warna sesuai yang disyaratkan dari pabrik yang bersangkutan.
8.3 Syarat syarat Pelaksanaan umum
f) Bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini, sebelurn dipasang terlebih
dahulu diserahkan contoh contohnya kepada Direksi Pengawas untuk
rnendapatkan
persetujuan,
minimal
(tiga)
produk
pabrik.
Pengajuan/penyerahan disertai brosur /spesifikasi dari masing masing
pabrik yang bersangkutan
g) Apabila dipandang perlu, Direksi Pengawas dapat meminta untuk
mengadakan tes tes laboratorium yang dilakukan terhadap contoh
contoh bahan yang diajukan sebagai dasar persetujuan bahan. Jumlah
contoh untuk masing masing jenis tes akan ditentukan kemudian.
Seluruh biaya tes laboratorium manjadi tanggung jawab Kontraktor
sepenuhnya.
h) Permukaan beton yang dilapis dengan bahan waterproofing harus bersih
dari debu, minyak, bebas dari keretakan struktur dan curing compound.
i)
Permukaan beton sudah dalam keadaan rata, tidak ada bekas bekas
adukan serta dalam keadaan kering / tidak lembab.
j)
Bahan langsung dilakukan (sesuai ketentuan) di atas bidang permukaan
yang telah memenuhi persyaratan.
k) Pelapisan bahan pelindung permukaan lapisan waterproofing (dapat
berupa plesteran minimal 4 cm, yang dicampur dengan polypropylene
fiber atau ditambah wiremesh) sesuai ketentuan / persyaratan dari
pabrik yang bersangkutan. Semua peralatan yang digunakan harus
memenuhi persyaratan.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
33
l) Bahan harus didatangkan ketempat pekerjaan dalam keadaan baik dan
tidak bercacat, masih dalam kemasannya, masih tersegel dan berlabel
pabriknya.
m) Bahan harus disimpan ditempat yang terlindung, tertutup tidak lembab,
kering dan bersih, sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
n) Kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan bahan-bahan yang
disimpan, baik sebelum atau selama pelaksanaan.
o) Jika dipandang perlu diadakan penukaran / penggantian maka bahan
bahan pengganti harus yang disetujui Direksi Pengawas berdasarkan
contoh yang diajukan oleh Kontraktor, tanpa adanya tambahan biaya.
p) Pelaksanaan
pemasangan
harus
dikerjakan
oleh
ahli
yang
berpengalaman (ahli dari pihak pemberi garansi pemasangan) dan
terlebih dahulu harus mengajukan "metode pelaksanaan" sesuai dengan
spesifikasi pabrik untuk mendapat persetujuan dari Direksi Pengawas.
q) Kontraktor diwajibkan untuk melakukan percobaan percobaan /
pengetesan terhadap basil pekerjaan atas biaya sendiri, seperti dengan
cara memberi genangan di atas permukaan yang telah diberi lapisan
kedap air selama 24 jam berturut turut.
r) Kontraktor wajib mengadakan perlindungan terhadap pemasangan yang
telah dilakukan, terhadap kemungkinan pergeseran, lecet permukaan
atau kerusakan lainnya.
8.4 Metode Pelaksanaan
Uraian berikut memberikan gambaran mengenai prosedur yang harus dipenuhi
untuk pekerjaan Waterprofing dengan bahan Polymer Modified Camentitious
Coating untuk mendapatkan hasil yang dapat diterima dan meliputi:
Persiapan permukaan
Bahan yang digunakan
Karakteristik bahan
Pencampuran
Prosedur Aplikasi
Pembersihan
a) Persiapan permukaan
Permukaan kerja harus bersih padat dan bebas dari bahan
penghambat laqkatan dengan menggunakan alat mekanis antara
Iain Diamond Wheel Grinding atau ikat kawat.
Kerusakan permukaan seperti honey-comb spalling dan retak harus
diperbaiki terlebih dahulu dengan metode yang sesuai
Bersihkan permukaan beton dari debu dengan menggunakan
compressor udara atau vacuum cleaner
34
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Pada saat dilakukan aplikasi waterproofing permukaan beton harus
dibasahi hingga jenuh air tetapi bebas dari air yang menggenang.
b) Bahan yang digunakan
Bahan pelapis Waterproofing Polymer Modified cemenfitious (Sika Top107seal)
Sika Top 107 seal, bahan pelapis waterproofing yang terdiri dari dua komponen
yang memenuhi persyaratan spesifikasi sebagai pelapis kedap air
Perbandingan Komponen A:B = 1: 4 berdasarkan berat
c) Karakteristik Bahan
Karakteristik Campuran bahan pelapis Waterproofing ( Sika Top 107
Seal)
- Warna
: Abu abu
Pot life
:- 50 menit ( 30C)
Berat jenis : 1kg/lt
Karakteristik bahan pelapis Waterproofing setelah mengeras (Sika
Top 107 seal)
-
Kuat tekan, 28 hari - 28 Mpa
Kuat lentur, 28 hari - 8 Mpa
Kuat Lekat (pull oftest) beton terhadap beton -11 MPa
d) Pencampuran
Pencampuran bahan pelapis waterproofing (Sika Top
107seal)
Tuangkan separoh komponen A (cairan) ke dalam wadah pengaduk
yang bersih.
Secara perlahan tuangkan seluruh volume komponen B (bubuk) dan
lakukan pengadukan.
Tambahkan sisa komponen A dan lakukan pengdukan kembali
hingga di dapatkan camputran yang homogen.
Aduk secara berkelanjutan sekitar 3 menit hingga didapat
konsistensi yang merata. dengan tangkat pengaduk yang
dihubungkan dengan bor listrik dengan putaran rendah (400-600
putaran per menit)
e) Prosedur Aplikasi
Prosedur aplikasi bahan pelapis waterproofing (Sika top 107 seal)
Aplikasi bahan pelapis waterproofing sika top 107 seal dengan
menggunakan kuas
35
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Tekan kuas pada bidang permukaan agar pori
pori yang ada
dapat terisi penuh dan biarkan hingga agak mongering tetapi
masih terasa Iengket/tack free.
Aplikasi lapisan kedua dengan arah tegak lurus lapis pertama.
Pada bagian siku pertemuan bidang horizontal dan vertical, maka
aplikasi bahan pelapis waterproofing harus benar benar mengisi
celah yang ada dan pelapisan harus dilakukan minimum 10 cm di
atas bidang horisontal.
Perawatan (curing) dengan pembasahan permukaan dengan air
harus segera dilakukan segera setelah bahan pelapis
waterproofing mongering
Uraian berikut memberikan gambaran mengenai prosedur pelaksanaan
pekerjaan waterproofing yang harus dipenuhi untuk mendapatkan hasil yang
dapat diterima dan meliputi:
f) Persiapan permukaan
Permukaan beton harus bersih,
penghambat kekuatan
padat dan bebas dari material
Pengkasaran permukaan beton dan pengupasan waterproofing
lama harus dilaksanakan dengan alat mekanis diamond wheel
atau scabbier
Bersihkan permukaan beton dari debu dengan menggunakan
vacuum cleaner
Permukaaan beton harus jenuh air pada saat akan diaplikasi 107
seal
h) Bahan yang digunakan
Penutup retak
= Sikadur 752 atau setara
Waterptoofing Coating = Sika Top 107 seal atau setara
i) Prosedur aplikasi
Pengupasan waterproofing lama atau pengkasaran permukaan.
BAB IX PEKERJAAN
KERAMIK
9.1.
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan bahan, peralatan dan
alat alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini hingga
tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik & sempurna.
a) Pekerjaan finishing lantai bangunan yang disebutkan / ditunjukkan
dalam detail gambar.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
36
b) Pekerjaan finishing dinding yang disebutkan /ditunjukkan dalam
detail gambar
9.2.
Persyaratan Bahan
Bahan yang digunakan adaiah jenis keramik buatan dalam negeri yang bermutu
baik dan disetujui Direksi Pengawas. Warna akan ditentukan kemudian, untuk
masing-masing warna harus seragam, warna yang tidak seragam akan ditolak.
Bahan perekat dari adukan spesi 4 bagian pasir pasang : 1 bagian PC.
Penggunaan keramik pada area selasar, bekas pembongkaran partisi dan dinding,
menggunakan keramik yang sesuai dengan keadaan existing
Penggunaan keramik MULIA, ROMAN, MASTERINA atau setara untuk
lantai kamar mandi.
Penggunaan keramik MULIA, ROMAN, MASTERINA atau setara untuk
dinding kamar mandi.
9.3.
Syarat syarat Pelaksanaan
c) Bahan - bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu
harus diserahkan contoh contohnya (minimum 3 contoh bahan dari 3
jenis produk yang berlainan) kepada Direksi Pengawas.
d) Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor diwajibkan membuat shop
drawing dari pola keramik yang disetujui Direksi Pengawas.
e) Keramik yang akan dipasang harus dalam keadaan baik, tidak retak,
tidak cacat dan tidak bernoda serta direndam dalam air sampai
jenuh.
f) Adukan pengikat dengan campuran lPC : 4 Pasir Pasang.
g) Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar benar rata.
h) Jarak antara unit unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar
siar), harus sama lebar miminum 3 mm dan kedalaman maksimum
2
mm,
atau sesuai detail gambar serta petunjuk Direksi Pengawas,
yang membentuk garis garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan
sama dalamnya, untuk siar siar yang berpotongan harus membentuk
sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Siar siar
diisi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan, warna bahan pengisi
sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya.
i) Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan
khusus sesuai
alat
pemotong
persyaratan dari pabrik yang bersangkutan.
j) Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam
noda pada permukaannya, hingga betul betul bersih.
37
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
k) Pinggulan pasangan keramik harus dilakukan dengan alat gurinda,
sehingga
diperoleh
basil
pengerjaan
yang
teratur,
siku
dan
memperoleh bentuk tepian yang sempurna.
l) Keramik yang terpasang harus dihindarkan
dari pengaruh pekerjaan
lain selama 1x 24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat pada
permukaan lantai
Kontraktor harus menyediakan material keramik untuk persediaan dalam
kurun waktu masa pemeliharaan
BAB X
PEKERJAAN PLAFOND
10.1. Lingkup Pekerjaan
Dalam pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan bahan, peralatan
dan alat alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini hingga dapat
dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Pekerjaan ini dilakukan
meliputi pemasangan
plafond pada ruang ruang sesuai yang disebutkan /
ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Direksi Pengawas.
10.2. Persyaratan Bahan
a) Sebagai rangka langit langit gypsum board rata digunakan Cross-T dan
Main-T dengan pola plafond 600mm x 1200mm atau sesuai dengan
gambar detail, yang digantungkan pada rangka atap dengan memakai
penggantung yang didrat dan pakai mur.
b) Penutup langit langit Kalsiboard / GRC :
Digunakan Kalsiboard yang bermutu baik, merk Eternit Gresik, Jaya board,
Cipta Papan atau setara yang disetujui Direksi Pengawas. Bahan yang
digunakan harus sesuai persyaratan dan yang telah disetujui dalam arti
ketebalan, mutu,
jenis dan produk
dari bahan tersebut Alat-alat
pembantu lainnya dari jenis dan ukuran disesuaikan dengan ukuran bahan
yang digunakan
c) Penutup langit langit Gypsum Tile :
Digunakan Gypsum Tile yang bermutu baik, merk Elephant, Knauf,
Jayaboard atau setara yang disetujui Direksi Pengawas. Bahan yang
digunakan harus sesuai persyaratan dan yang telah disetujui dalam arti
ketebalan, mutu, jenis dan produk dari bahan tersebut. Alat alat
pembantu lainnya dari jenis dan ukuran disesuaikan dengan ukuran bahan
yang digunakan
38
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
d) Bahan finishing :
Finishing penutup langit langit menggunakan cat yang bermutu baik
(lihat spek. Cat) dan yang telah disetujui Direksi Pengawas. Warna dan
corak akan ditentukan kemudian.
e) Curtain Box :
Pembuatan curtain box atau cove, pada area sisi jendela pada bangunan
menyatu dengan plafond, dengan bahan penutup multiplywood dengan
ketebalan 12 mm dan dilapis dengan HPL.
f) Pengakhiran plafon pada dinding diberikan list W, yang memberikan jarak
antara plafond dengan dinding/partisi
10.3. Syarat syarat Pelaksanaan
a) Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti
gambar gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil),
termasuk
mempelajari
bentuk,
pola
lay-out
penempatan,
cara
pemasangan, mekanisme dan detail detail sesuai gambar.
b) Kontraktor wajib membuat shop drawing sesuai ukuran / bentuk /
mekanisme kerja yang disesuaikan gambar rencana dan telah disesuaikan
keadaan dilapangan, shop drawing
harus mendapat persetujuan Direksi
Pengawas.
c) Bilamana diinginkan, Kontraktor
wajib
membuat
mock-up
sebelum
pekerjaan dimulai dan dipasang.
d) Sebelum pemasangan, penimbunan bahan rangka, gypsum board dan
material yang lain ditempat pekerjaan harus diletakkan pada ruang/tempat
dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan
terlindung dari kerusakan dan kelembaban.
e) Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos-klos, baut,
angker angker dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin
kekuatannya dengan memperhatikan / menjaga kerapian terutama untuk
bidang bidang tampak tidak boleh ada lubang lubang atau cacat bekas
penyetelan.
f) Disain dan produksi dari sistem partisi harus mendapat persetujuan dari
Direksi Pengawas dan sesuai gambar rencana.
g) Pemakaian
bahan
dan
pola
pemasangan
langit-langit
tidak
boleh
menyimpang dari persyaratan.
h) Semua rangka harus terpasang siku, rata pada permukaan bawahnya dan
sesuai
peil dalam gambar dan datar (tidak melebihi
batas
toleransi
kemiringin yang diizinkan dari masing masing bahan yang digunakan).
i) Perhatikan semua sambungan dengan material lain, sudut sudut
pertemuan dengan bidang lain. Bilamana tidak ada kejelasan dalam
gambar, Kontraktor wajib menanyakan hal ini kepada Direksi Pengawas.\
39
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
j) Setelah pemasangan, Kontraktor wajib memberikan perlindungan terhadap
benturan - benturan, benda benda laindan kerusakan akibat kelalaian
pekerjaan
semua
kerusakan
yang
timbul
adalah
tanggung
jawab
Kontraktor.
k) Semua panil (unit-unitnya) harus terpasang rapi dan kuat sesuai petunjuk petunjuk gambar.
l) Semua hubungan terhadap bagian dari pekerjaan lain harus diperhatikan
kerapihan dan kekuatannya. Lubang lubang bekas pemasangan, dan
penguat lain harus tidak terlihat dan semua penguat hams terpasang baik
dan dapat menjamin kekuatannya .
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
40
BAB XI
PEKERJAAN CAT
11.1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan bahan, peralatan dan alat
alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan, hingga dapat tercapai
basil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Meliputi pengecatan dinding /
beton bagian luar dan dalam serta seluruh detail yang ditunjukan / disebutkan
dalam gambar. Definisi pekerjaan cat adalah semua pelapisan permukaan pada
berbagai material untuk maksud maksud perlindungan / pemberian warna,
pemberian texture
dan
rnernberi
kernungkinan
untuk dicuci dari material
tersebut.
Perincian dari pekerjaan cat ini rneliputi jenis jenis berikut:
Pekerjaan pengecatan dasar atau primer dan pendernpulan.
Pekerjaan cat dinding
Pekerjaan cat langit langit
11.2. Persyaratan Bahan
a) Persyaratan Standar/Mutu bahan
Pengecatan seluruh pekerjaan harus sesuai dengan NI-3 dan NI-4 atau
sesuai dengan spesifikasi dari pabrik cat yang digunakan.
Standar dari bahan prosedur pengecatan ditentukan pabrik pernbuat cat
dan Kontraktor tidak dibenarkan merubah standar dengan jalan
mencampur dan mencairkan yang tidak sesuai dengan instruksi pabrik
atau tanpa ijin dari Direksi Pengawas.
b) Pengiriman dan Penyimpanan Bahan
Bahan harus didatangkan ke ternpat pekerjaan dalam keadaan utuh dan
tidak cacat. berapa bahan tertentu harus masih di dalarn kotak aslinya
yang rnasih tersegel dan erlabel pabriknya.
Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung dan tertutup, kering,
tidak lembab dan bersih, sesuai dengan jenisnya.
Kontraktor bertanggung-jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan
penyimpanan dan pelaksanaan.
c) Bahan Yang Digunakan
Untuk cat dinding interior dan cat langit langit digunakan jenis Acrylic
Emulsion merk ICI Vinilex atau yang setara.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
41
Untuk cat dinding exterior digunakan jenis cat yang tahan cuaca merk
Vinilex Exterior atau setara.
11.3. Syarat syarat Pelaksanaan / Syarat Umum
Semua
bahan
Pengawas
sebelum
beserta
dikerjakan
ketentuan
harus
ditunjukan
persyaratan
kepada
jaminan
Direksi
pabrik
untuk
mendapatkan persetujuan. Bahan yang tidak disetujui harus diganti tanpa
biaya tambahan. Jika dipandang perlu diadakan penukaran/penggantian
bahan pengganti harus disetujui Direksi/Pengawas berdasarkan contoh yang
diajukan Kontraktor. Pekerjaan pengecatan jangan dilakukan di daerah
terbuka dalam keadaan cuaca lembab dan hujan atau keadaan angin
berdebu yang akan mengurangi kualitas pengecatan.
a) Setiap pekerjaan yang akan dimulai pada suatu bidang harus
mendapat
persetujuan dari Direksif Pengawas.
Sebelum memulai pelaksanaanpengecatan, Kontraktor wajib melakukan
percobaan untuk disetujui Direksi / Pengawas.
b) Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan di suatu tempat bila ada
kelainan / perbedaan di tempat itu sebelum kelainan / perbedaan tersebut
diselesaikan. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar dan lainlainnya,
maka
Kontraktor
harus
segera
melaporkan
kepada
Direksi
Pengawas. Kontraktor wajib memperbaiki / mengulangi mengganti kerusakan
yang terjadi selama masa pelaksanaan dan masa garansi, atas beban biaya
Kontraktor.
11.4. Gambar Detail Pelaksanaan:
Bila
diperlukan,
Kontraktor
harus
membuat
gambar
kerja
pelaksanaan
pengecatan (untuk bagian-bagian.yang dianggap perlu)
11.5. Cara Pelaksanaan
Lakukan pengecatan dengan data terbaik yang umum dilakukan kecuali
spesifikasi lain. Urutan pengecatan, penggunaan lapisan lapisan dasar dan
tebal lapisan penutup minimal sama dengan syarat yang dikeluarkan pabrik.
Pengecatan harus rata, tidak bertumpuk, tidak bercucuran atau ada bekas
bekas yang menunjukan tanda tanda sapuan, semprotan dan roller. Sapukan
semua dasar dengan cat dasar dan kuas, penyemprotan hanya diijinkan
dilakukan bila disetujui Direksif Pengawas.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
42
11.6. Pengecatan Kembali
Dilakukan bila ada cat dasar atau cat akhir yang kurang menutupi, atau lepas.
Pengulangan pengecatan dilakukan sebagaimana ditunjukan oleh Direksi /
Pengawas, serta harus mengikuti petunjuk dan spesifikasi
yang dikeluarkan
pabrik yang bersangkutan.
Pembersihan permukaan, pekerjaan termasuk penggunaan biaya, pengupasan
cat teksture, pencucian dengan air, maupun pembersihan dengan kain kering,
harus mendapat persetujuan. Kerapihan pekerjaan cat ini dituntut untuk tidak
mengotori dan mengganggu pekerjaan finishing lain, atau pekerjaan lain yang
sudah terpasang. Pekerjaan yang tidak sempurna diulang dan diperbaiki atas
tanggungan Kontraktor.
11.7. Syarat Pengamanan Pekerjaan
Agar daerah daerah yang sedang dicat ditutup dari pekerjaan pekerjaan lain,
maupun kegiatan lain dan juga daerah tersebut terlindung dari debu dan kotoran
lainnya sampai cat daerah tersebut kering.
Lindungi pekerjaan ini dan juga pekerjaan
atau material
lain yang dekat
dengan pekerjaan ini seperti fitting fitting, kosen kosen dan sebagainya
dengan
cara
menutup
melindungi bagian tersebut selama pekerjaan
pengecatan berlangsung. Kontraktor bertanggung jawab memperbaiki atau
mengganti material yang rusak akibat pekerjaan pengecatan tersebut.
BAB XII
PEKERJAAN ALUMINIUM
12.1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pengadaan
dan alat
tenaga kerja,
bahan bahan, peralatan
alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan, hingga
dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.
Meliputi pengecatan penyediaan Kosen pintu aluminium plint lantai dan
curtain wall. sesuai dengan spesifikasi berikut
12.2. Persyaratan Bahan
American architectural manufacture association
-
AAMA 501 : methode oftest (AAMA)
AAMA 101
Standard industri indonesia (Sil)
American society for testing and materials (ASTM)
Japanese industrial standard (Sil)
43
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Singapore standard
Standard nasional Indonesia (SNI)
Technical specification 08700 finsih hardware
Technical specification 08800 glass and glazing
Penggunaan material Alunimium untuk
Kusen pintu merk Alexindo atau setara
Plint Aluminium merk Alexindo atau setara.
Curtain wall, Horizontal blint merk Onna atau setara
12.3. Syarat - Syarat Pelaksanaan
a) Umum
Pekerjaan kusen pintu, jendela alumunium untuk exterior dan interior
termasuk pekerjaan yang berkaitan, seperti : angkur yang ditanam,
struktur penguat dan komponen pelengkap yang lainnya.
b) Kriteria perencanaan
Modifikasi dapat dimungkinkan tanpa merubah profil atau merubah
penampilan, kekuatan atau ketahanan dari material dan harus tetap
memenuhi kriteria perencanaan.
c) Pergerakan karena temperatur
Akibat
pemuaian
dari
material
yang
berhubungn
tidak
boleh
menimbulkan suara maupun terjadi patahan atau sambungan yang
terbuka, kaca pecah, sealent yang tidak melekat dan hal hal lain .
Sambungan kedap air harus mampu menampung pergerakan ini.
12.4. Material
a) Alumunium extrusi
Fabrikasi dies dan profile dengan toleransi khusus untuk arsitektural,
besarnya diameter profil hollow dan solid yang bisa dikerjakan adalah :
dia. maximum untuk profil hollow = 160 mm
dia. maximum untuk profile solid = 210 mm
b) Gasket
Bahan
= PVC, neoprene, santoprene, EPDM
sifat material = tahan terhadap perubahan cuaca
c)
kekerasan
= 60 - 80 durometer
jenis bahan
= extrusion
Sealant dinding merk Zink Glass, Zin Etsu atau setara
single komponen
type
= silicone sealent
44
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
d) Screw
bahan
= stainless steel
e) Angkur & angkur tanam
bagian yang berhubungan dengan alumunium dilapisi galvanised
s/d 18 micron.bagian lain diberi lapisan anti karat, zinc chromate,
type alkyd
f) Joint sealer
sambungan antara profil horizontal dengan vertical diberi sealer
yang berserat guna menutup celahsambungan profil tersebut,
sehingga mencegah kebocoran udara, air dan suara.
bahan
= butyl sheet
Data pelengkap
Gambar kerja
gambar kerja yang lengkap, yang menjelaskan :
type dan tampak setiap jenis pintu alumunium dan curtain wall
detail pemasangan.
detail pertemuan alumunium dengan komponen komponen
lain yang berhubungan.
Kelengkapan ukuran ukuran
i) Perhitungan struktur sesuai dengan kriteria design yang ada
(kalau diperlukan)
j) Fabrikasi dan assembling,
semua jenis pintu
wall
alumunium
dan curtain
di fabrikasi di workshop / pabrik.
semua sambungan dikerjakan dengan mesin sehingga
rapi,
kokoh dan dengan bentuk sambungan yang sesuai standard
toleransi. untuk sambungan yang tahan air harus di beri
sealant dari bagian yang tidak terlihat mata.
perakitan pintu alumunium dilaksanakan di workshop/pabrik
sehingga selain kualitas perakitan sesuai standard yang di
syaratkan juga mempercepat proses pemasangan di
lapangan.
proses fabrikasi dan assembling harus berdasarkan data di
shop drawing yang sudah di setujui oleh pemberi tugas.
hardware yang dipasang menggunakan back plate.
k) Pengiriman & penyimpanan di site
semua profile dilapisi PVC plastic atau polythilene film.
45
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
pengiriman barang-barang harus hati-hati dan tidak boleh
terjadi kerusakan.
setiap unit pintu yang dikirim ke lapangan harus
ada
tanda/bukti sudah diperiksa kualitasnya oleh QC pabrik
material yang. disimpan dilapangan (site)
harus
diatur
sedemikian rupa agar tidak terjadi kerusakan/ cacat.
l) Pemasangan pada struktur bangunan
semua unit alumunium harus terpasang dengan hubungan
siku siku, tegak lurus dan
mark) dari kontraktor.
sebelum
diadakan
mengikuti patokan (bench
pemasangan
maka
perlu
adanya
pengukuran dilapangan dan koordinasi dengan pekerjaan lain,
sehingga ukuran lubang (opening) sesuai dengan shop
drawing.
BAB XIII
PEKERJAAN LANSEKAP
13.1. Persyaratan Pekerjaan Lansekap
1) Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk-petunjuk dan
syarat-syarat pekerjaan Lansekap dan sesuai petunjuk-petunjuk yang
diberikan oleh Pengawas dengan saran Perencana.
2) Pekerjaan Lansekap yang dilaksanakan harus mengikuti semua petunjuk
gambar-gambar Lansekap terlampir dan apa yang ditentukan kemudian
oleh Pengawas atas petunjuk Perencana.
13.2. Bahan / Material
1) Bahan-bahan
yang
dipakai/dipasang
harus
sesuai
dengan
yang
tercantum dalam gambar Lansekap, memenuhi standar spesifikasi bahan
yang telah dipilih/ditunjuk/disetujui, mengikuti peraturan persyaratan
tertulis dalam uraian dan syarat-syarat Pekerjaan Lansekap ini serta
petunjuk-petunjuk Pengawas atas saran dan petunjuk perencana.
2) Semua bahan sebelum dipasang harus disetujui oleh Pengawas. Contoh
bahan yang akan dipasang harus diajukan dan diserahkan ke Pengawas
untuk
kemudian
mendapatkan
persetujuan
dari
Pengawas
sesuai
46
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
petunjuk Perencana. Pengajuan bahan yang setara dengan apa yang
disyaratkan.
3) Penyimpanan dan pemeliharaan bahan terhadap kerusakan di lapangan
harus benar-benar diperhatikan sesuai persyaratan spesifikasi.
13.3. Dasar Penentuan Ukuran/Posisi Bagian-Bagian Pekerjaan
1) Untuk mendapatkan posisi dan ketetapan di lapangan untuk setiap
bagian pekerjaan harap diperhatikan segala petunjuk yang tertera dalam
gambar Lansekap.
2) Untuk memudahkan pekerjaan di lapangan patokan-patokan ukuran yang
dipakai adalah terhadap as-as bangunan sekitar dengan menyesuaikan
ukuran dalam gambar, atau menggunakan patokan-patokan yang ada di
dalam site untuk bagian-bagian yang jauh dari bangunan.
3) Kontraktor harus memasang patok-patok yang terpenting di dalam site
sebagai tanda tetap serta membubuhkan nomor asnya dengan koordinat,
terutama untuk patokan titik mula setiap bagian dari pekerjaan. Patokpatok
tersebut
harus
diikatkan
kepada
benchmark
tapak/bangunan/proyek.
4) Tanda tetap itu dibuat dari beton 15x15x100cm, di ujung ujung
bangunan yang tempatnya akan ditentukan kemudian oleh Direksi
lapanan/ pemberi tugas dan harus dijaga serta dipelihara selama waktu
pelaksanaan hingga pekerjaan selesai seluruhnya untuk penyerahan
pekerjaan.
5) Sebagai ukuran dasar 0.00 (peil lantai) untuk RTH Taman Gladak Anyar
adalah punggung jalan masuk gang dari Jl. Sersan Masnur menuju ke
lapangan Gladak Anyar. Sedangkans sebagai ukuran dasar 0.00 (peil
lantai) adalah + 0.15 dari ukuran dasar 0.00 (peil lantai) untuk RTH
Taman Gladak Anyar.
13.4. Pelaksanaan Pekerjaan Lansekap
1) Semua ukuran dan posisi harus tepat sesuai gambar Lansekap, juga
ketetapan pemasangan patok-patok di lapangan.
2) Pembentukan
dan
penyelesaian
tanah
harus
mengikuti
bentuk/kemiringan kontur/peil yang tertera dalam gambar. Kemiringankemiringan yang dibuat harus cukup kuat untuk mengalirkan air hujan
menuju selokan yang ada disekitarnya serta mengikuti persyaratan-
47
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
persyaratan yang tertera dalam gambar. Tidak dibenarkan adanya
genangan air di atas tanah.
3) Cara pelaksanaan setiap bagian pekerjaan ini mengikuti petunjuk
gambar, uraian dan syarat pekerjaan Lansekap.
13.5. Penyiraman
1) Penyiraman dilakukan dengan air bersih, bebas dari segala bahan
organis/zat
kimia/bahan-bahan
lain
yang
dapat
mengganggu
dan
merusak pertumbuhan tanaman.
2) Penyiraman dilakukan dengan menggunakan selang. Sumber air dapat
berasal dari mata air setempat atau sumber air lainnya yang memenuhi
syarat untuk penyiraman.
3) Penyiraman dilakukan secara teratur, terutama di musim kemarau dan
bagi tanaman-tanaman yang baru ditanam serta bagi tanaman-tanaman
dalam tempatpenampungan, hal ini harus benar-benar diperhatikan.
4) Penyiraman dilakukan :
a. Dua kali sehari secara teratur bagi semua jenis tanaman yang baru
ditanam dan semua jenis tanaman dalam penyimpanan sementara
sebelum ditanam, yaitu pada waktu pagi hari dan sore hari sesudah
pk 15.30, sampai tanaman-tanaman tersebut tumbuh sehat dan kuat.
b. Untuk semua tanaman hias yang sudah terlihat tumbuh baik dan
kuat, disiram satu kali sehari pada sore hari setelah pukul 15.30.
5) Banyaknya air penyiraman harus cukup sampai membasahinya, dibawah
permukaan tanah. Bagi tanaman yang masih terlihat cukup basah
tanahnya pada sore hari untuk penyiraman pada saat itu tak perlu
dilakukan
6) Tidak diperkenankan tanah bekas siraman terlihat tergenang air. Air
harus dapat terserap baik oleh tanah di sekitar tanaman.
13.6. Penyiangan
1) Penyiangan ini harus dilakukan secara teratur tiap satu bulan sekali bagi
tanaman semak dan perdu yang tertanam.
2) Tanaman liar dan rumput disekitar perdu dicabut dan dibersihkan sampai
akarnya dari sekeliling perdu.
3) Untuk tanaman hias, penyiangan dilakukan secara teratur setiap 2
minggu sekali , dengan mencabut segala tanaman liar dan jenis rumput
yang berada disekitar dan dibawahnya, serta tanahnya digemburkan.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
48
13.7. Penggantian Tanaman
1) Kontraktor wajib mengganti setiap kali ada tanaman yang rusak atau
mati. Semua penggantian tanaman ini dengan tanaman yang baru
adalah menjadi tanggung jawab Kontraktor sampai masa pemeliharaan
yang ditentukan berakhir.
2) Penggantian tanaman harus sesuai jenis / bentuk / warna daun dan
bunga serta ukuran yang sama dengan apa yang telah ditentukan
berakhir.
3) Penggantian tanaman dilaksanakan dengan sebaik mungkin jangan
sampai merusak tanaman lain disekitarnya pada saat mencabut dan
menanam yang baru.
4) Penggantian tanaman dilakukan pada sore hari antara pukul 15.00
18.00 dan harus segera disiram.
13.8. Pemangkasan
1) Pemangkasan dilakukan pada cabang ranting yang tumbuh tidak
teratur/liar untuk mendapatkan/mempertahankan bentuk pertumbuhan
cabang yang diinginkan.
2) Membuang ranting dan cabang yang sakit dengan cara memotongnya.
3) Semua pekerjaan pemangkasan dilakukan dengan gunting pangkas
dengan cara memangkas cabang atau ranting arah miring dari bawah
keatas dengan sudut 30 50 derajat.
4) Untuk bekas pemotongan cabang/yang permukaannya terpotong lebar,
penampang yang terpotong tersebut ditutup ter (aspal).
5) Pemangkasan ini dilakukan secara teratur tiap satu bulan sekali.
6) Pemangkasan pada tanaman hias untuk pemeliharaan bentuk dilakukan
bilamana ketinggian komposisi kelompok tanaman tidak lagi beraturan
dan dipotong sesuai petunjuk ketinggian yang diminta dalam gambar.
13.9. Pemupukan
1) Pupuk kompos.
2) Pupuk kandang, dengan pemakaian antara 2 4 kg/m2.
3) Pemupukan tanaman dijadwalkan setiap interval 1 bulan sekali dengan
diselang penggunaannya yaitu pupuk kandang dan pupuk kompos.
13.10.
Pemberantasan Hama Penyakit
49
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
1) Ulat dan serangga dengan Basudin/Diazinon/Bayrusil, dosis 1 2 cc/L air
segar disemprotkan dengan sprayer.
2) Jamur, panu pada batang tanaman keras, dengan Dithan M 45, Fungisida
dosis 2 3 gram/L air segar, disemprotkan dengan sprayer.
3) Siput darat yang bersarang di bak-bak bunga/tanaman hias dengan
Metadex yang disebarkan disekitar tanaman tersebut, dengan dosis 50
gram/m2 luas lahan.
4) Kutu-kutu buah, kumbang, diberantas dengan Fosforeno, dengan dosis 1
2 cc/L air segar, disemprotkan dengan sprayer bertekanan.
BAB XIV
PEKERJAAN PAVING STONE
14.1. Pemasangan Paving Stone
1) Bahan yang digunakan
(a) Sirtu Ayak.
(b) Pasir Urug.
(c) Paving Stone untuk jalan dan parkir ukuran 21x10,5x8 cm abu-abu
dan warna, Uskup tebal 8 cm. Semua paving menggunakan standar
kekuatan K. 300 buatan Pabrik Campuran abu batu, pasir, agreegate,
semen.
2) Pelaksanaan Pembuatan Paving Stone untuk Jalan dan Parkir
(a) Tapisan pasir / sirtu halus ayak
(b) Sebelum pekerjaan lapisan sirtu / pasir dimulai, badan jalan hams
dibersihkan terlebih dahulu dari segala kotoran yang ada dan keadaan
tanah harus diperiksa dan disetujui oleh direksi. Setelah persetujuan
ini lapisan sirtu dipasang di atas tanah dasar kemudian diratakan
sarnpai ketinggian yang ditetapkan tebal urugan 10 cm kondisi padat.
(c) Paving Stone
i. Jenis paving yang digunakan adalah paving stone persegi panjang
warna abu - abu dan warna, conblock, serta paving motif abu-abu
dan warna yang mempunyai ketebalan 8 cm ( sesuai dengan
gambar ) dan kualitas setara K 300
ii. Cara pemasangan paving harus rnengikuti gambar yang ada.
iii. Kerataan permukaan paving diatur dengan urugan pasir yang ada
dibawahnya dan ketebalan disesuaikan dengan gambar .
50
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
iv. Agar paving tidak lepas satu sama lain, maka pada tepi - tepi jalan
harus dipasang uskup dan kansteen ukuran 10~20x40 buatan
pabrik sebagai pengunci dengan ukuran di sesuaikan gambar.
v. Permukaan paving harus dijaga agar tetap rnerata, bila ada yang
turun, maka secepatnya harus diperbaiki.
vi. Untuk mendapatkan pemasangan paving yang baik, diwajibkan
menghamparkan pasir halus ayakan di atas permukaan paving
kemudian digetar dengan alat penggetar / vibro.
14.2. Pekerjaan Lantai Grass Block
1) Lingkup Pekerjaan
Termasuk dalam pekerjaan grass block ini penyediaan tenaga, bahan
material dan peralatan.
2) Persyaratan Bahan
Bahan untuk pekerjaan ini terdiri dari grass block ukuran 40x40x8 cm K300 produksi procon/conblock/ atau yang setara.
3) Syarat-syarat Pelaksanaan Pekerjaan
(a) Kontraktor pelaksana wajib meneliti gambar-gambar dan kesesuaian
kondisi
lapangan
sebelum
memulai
pekerjaan.
Apabila
terjadi
ketidaksesuaian ukuran, elevasi dan posisi terhadap keseluruhan
desain maka kontraktor pelaksana wajib menuangkannya dalam shop
drawing dan melaporkannya kepada pemberi tugas.
(b) Bahan yang digunakan dilapangan harus mendapat persetujuan dari
pemberi tugas.
(c) Kondisi tanah eksisting harus dibersihkan dahulu dari sisa material
dan bahan-bahan organik lainnya.
(d) Lahan diurug dengan sirtu serta dipadatkan sesuai dengan level yang
direncanakan kemudian diurug lapisan abu batu setebal 4 cm dan
dipadatkan.
Pemasangannya
harus
menghasilkan
elevasi
yang
rata/tidak bergelombang. Pada bagian tepi paving dikunci dengan
pondasi rollag trap plasa.
14.3. Pekerjaan Paving Block
1) Lingkup Pekerjaan
Termasuk dalam pekerjaan paving block ini penyediaan tenaga, bahan
material dan peralatan.
2) Persyaratan Bahan
51
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Bahan untuk pekerjaan ini terdiri dari paving block ukuran 21x21x6 cm K300 produksi procon/conblock/ atau yang setara.
3) Syarat-syarat Pelaksanaan Pekerjaan
(a) Kontraktor pelaksana wajib meneliti gambar-gambar dan kesesuaian
kondisi
lapangan
sebelum
memulai
pekerjaan.
Apabila
terjadi
ketidaksesuaian ukuran, elevasi dan posisi terhadap keseluruhan
desain maka kontraktor pelaksana wajib menuangkannya dalam shop
drawing dan melaporkannya kepada pemberi tugas.
(b) Bahan yang digunakan dilapangan harus mendapat persetujuan dari
pemberi tugas.
(c) Kondisi tanah eksisting harus dibersihkan dahulu dari sisa material
dan bahan-bahan organik lainnya.
(d) Lahan diurug dengan sirtu serta dipadatkan sesuai dengan level yang
direncanakan kemudian diurug lapisan abu batu setebal 4 cm dan
dipadatkan.
Pemasangannya
harus
menghasilkan
elevasi
yang
rata/tidak bergelombang. Pada bagian tepi paving dikunci dengan
kanstin/kerb beton uk. 15x25x40 cm .
14.4. Pekerjaan Kerb Beton
1) Lingkup Pekerjaan
(a) Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya,
peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan
pekerjaan ini, sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu
baik.
(b) Pekerjaan pemasangan kerb dilakukan pada seluruh tepi jalan dan
parkir, seperti yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar.
2) Persyaratan Bahan
(a) Kerb yang akan di pasang harus dari mutu yang baik sesuai standar
SNI, dan tidak diperbolehkan menggunakan kanstein yang kondisinya
retak/cacat.
(b) Tipe Kerb yang digunakan adalah type lurus 15x25x40 cm dan
lengkung (kapuk) ukuran 19x20x40 cm.
(c) Semen Portland yang digunakan harus dari mutu terbaik type 1, dan
satu hasil produk yang disetujui Direksi serta memenuhi syarat-syarat
dalam NI-8, SIT 0013-81 dan ASTM C150-78A.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
52
(d) Pasir harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI
1982 pasal 11 dan SII 0404-80.
(e) Air harus memenuhi persyaratan dalam PUBI 1982 pasal 9, AFNOR
P.18-303 dan NZS 3121/1974.
(f) Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan yang
disyaratkan dalam NI2., NI-8 dan PUBI 1982.
3) Syarat-syarat Pelaksanaan Pekerjaan
(a) Pasangan kerb harus lurus dan rata sehingga terlihat rapi.
(b) Perlu diperhatikan jarak pasang antar kerb, kurang lebih 3 cm dan
diantara pasangan kanstein di beri perekat berupa adukan semen dan
pasir dengan campuran 1 : 5
(c) Pada
lekukan
menggunakan
tikungan
kanstein
yang
yang
tidak
utuh,
memungkinkan
sebagai
dipasang
penggantinya
menggunakan adukan semen dan pasir campuran 1 : 5 dan dibentuk
dengan rapi menyerupai kerb yang asli.
BAB XV
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
15.1.
Persyaratan Teknis Umum Bahan dan Peralatan:
a) Umum
Pemasanan instalasi pada dasarnya harus memenuhi peraturan
peraturan sebagai berikut:
PUIL tahun 2000
Peraturan peaturan yang lain yang dikeluarkan olhe Perumtel,
Ditjen Bina Lindung, dan
berwenang;
Lembaga Pemerintah
lainnya yang
ASHRAE, ARI, ASTM, ASME, dan SMACNA
National Fire Protection Association (NFPA)
Keputusan Gubernur Kepala Daerah lbukota Jakarta No. 1173 tahun
1982;
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.
Per.OS/MEN/1982
Peraturan lainnya yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang,
seperti PLN,
Dlnas Pemadam Kebakaran, d.l.l;
Petunjuk dari pabrik pembuat peralatan.
53
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang
memiliki tenaga ahli yang mempunyai surat izin Pemasangan lnstalasi
dari Instansi
berwenang yang telah biasa mengerjakan suatu daftar
referensi pemasangan.
b) Gambar Rencana
a) Gambar Rencana dan persyaratan persyaratan ini merupakan
suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya.
b) Gambar gambar system ini menunjukkan secara umum tata letak
dari peralatan, sedangkan pemasanan harus dikerjakan dengan
memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada.
c) Gambar gambar Arsitektur, Struktur/Sipil, maupun Interior harus
dipakai sebagai referensi untuk Pelaksanaan.
c) Koordinasi
Kontraktor hendaknya bekerja sama dengan teknisi internal (Teknisi
Rumah Tangga) seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan
sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
lancer
Koordinasi dengan Tim Teknis dari Pemberi Tugas dan Tim Pengelola
Teknis PU harus selalu dijalankan agar kendal-kendala yang ada di
lapangan dapat segera diatasi.
d) Pelaksanaan Pemasangan
Sebelum melaksanakan pemasangan instalasi Kontraktor harus
menyerahkan
gambar
kerja
dan
detailnya
kepada
Direksi
Lapangan/Pengawas dalam rangkap 4 (empat) untuk disetujui.. Yang
dimaksud
gambar
kerja
disini
adalah
gambar
yang
menjadi
pedoman dalam pelaksanaan, lengkap dengan dimensi peralatan,
jarak peralatan satu dengan lainnya, jarak terhadap dinding, jarak
pipa terhadap lantai, dinding dan peralatan, dimensi accessories
yang dipakai dan Pengawas berhak menolak gambar kerja yang
tidak mengikuti ketentuan diatas.
Kontraktor wajib mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukuran
dan kapasitas peralatan yang akan dipasang, apabila terdapat
sesuatu yang diragukan Kontraktor harus segera menghubungi
Konsultan Pengawas.
Asumsi
asumsi
Konsultan
Perencana
dalam
penentuan
performance suatu peralatan harus diperiksa ulang oleh Kontraktor
sesuai dengan peralatan yang dipilih maupun kondisi actual /
lapangan dan dimintakan persetujuan kepada Konsultan Pengawas.
54
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
15.2. Persetujuan
Diserahkan
Material,
Peralatan
dan
Dokumen
yang
a) Umum
Dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari setalah menerima SPK /
KONTRAK / SPMK dan sebelum memulai pekerjaan, pengadaan material
dan peralatan, Kontraktor harus menyerahkan shop drawing, daftar
peralatan, dan bahan yang akan digunakan pada proyek ini untuk
disetujui oleh Konsultan Pengawas.
Pemberi Tugas tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan
dipakai dan semua biaya yang timbul berkenaan dengan penyerahan
dan pengambilan contoh/dokumen ini.
b) Shop Drawing
Kontraktor harus mengajukan gambar kerja berikut detail dan potongan
yang diperlukan untuk diperiksa dan disetujui. Dengan mengajukan
gambar gambar kerja ini berarti Kontraktor sudah mempelajari
keadaan
lapangan
setempat,
gambar
gambar
Struktur,
Arsitek
maupun gambar gambar instalasi lainnya.
c) Daftar Peralatan dan Bahan
Suatu daftar yang lengkap untuk peralatan dan bahan yang akan
digunakan pada proyek ini harus diserahkan untuk mendapat
persetujuan dari Konsultan Pengawas dengan dilampiri brosur
brosur yang lengkap dengan data data teknis, performance dari
peralatan/bahan.
Daftar bahan dan peralatan ini harus sesuai spesifikasi.
15.3. Pekerjaan Listrik:
1. Pekerjaan instalasi listrik yang termasuk pekerjaan ini adalah sistem
instalasi listrik secara lengkap sehingga instalasi ini dapat berjalan
dengan baik dan aman, sehingga pada waktu serah terima pertama
instalasi tersebut harus sudah dapat dipergunakan oleh Pengguna Jasa.
2. Seluruh peralatan yang direncanakan dalam instalasi ini adalah untuk
bekerja pada frekwensi 50 Hz s.d 60 Hz dan tegangan 220/380 Volt
15.4. Persyaratan Bahan :
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
55
a) Kabel Tegangan Rendah yang dipakai harus dapat dipergunakan untuk
tegangan min. 0,6kV untuk kabel NYM, NYY, & NYFbY dengan spesifikasi:
Conductor : Plain Copper
(NYM & NYY), solid or
Stranded (NYY), Copper / Sector Shape (NYFGbY)
Insulation
Core Filter
: PVC
: Compound Elastic/ Soft PVC
Sheath
Produk Kabel
atau
: PVC
: 4 besar (Supreme, Tranka, Kabelindo, Kabel Metal)
setara
Produk conduit
Metal Conduit
: EGA, Cipsal, Double-H atau setara Maruichi,
: Matsushita atau setara
b) Pada prinsipnya kabel kabel instalasi daya dipergunakan adalah:
Kabel kabel instalasi daya dipergunakan jenis NYFGbY dan NYY
Kabel instalasi penerangan dan kotak kontak dipergunakan NYM 3 x 2,5
mm 2 dengan HIP conduit diameter minimum 19mm sebagai
pelindungnya.
c) Kabel kabel daya yang ke sub-sub panel harus disertai dengan kawat BC
atau NYA sebagai kawat pentanahan dengan d_iameter sama dengan
diameter kabel feedernya atau minimal satu rating dibawahnya kecuali diatas
diameter SO mm2 dipergunakan BC 50 mmz.
d) Penampang kabel minimum yang dapat diapaki untuk instalasi adalah
dengan diameter 2,5 mm sedangkan untuk arde dengan diameter 6mm
BAB XVI
PEKERJAAN KUSEN PINTU
16.1.
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, penyediaan bahan serta
peralatan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan.
16.2.
Persyaratan Bahan Pintu :
a) Profil profil yang digunakan adalah produksi aluminium dalam negeri
yang berkualitas baik, mendapat persetujuan dari Direksi Pengawas.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
56
b) Sealant
yang
digunakan
structural
silicon
sealant
produksi
Dowcorning, Zink-glass, Sin-etsu atau produksi lain yang setara.
16.3.
Persyaratan bahan Kusen:
a) Kusen aluminium harus dilengkapi dengan komponen perlengkapan
antara lain:
Karet penjepit (Neo prame basket)
Sekrup galvanized
Dynabolt
Bahan bahan penguat atau penyambung apabila tidak terbuat dari
aluminium haruslah dari bahan yang tidak mengakibatkan korosi.
16.4.
Syarat Syarat Pelaksanaan
a) Gambar Pelaksanaan (Shop Drawing)
Gambar pelaksanaan akan menunjukkan ukuran, bentuk, standart
profil utama, finish, perletakan masing-masing type secara
keseluruhan. Kontraktor harus membuat gambar secara rinci dengan
usulan profil-profil sesuai dengan gambar detail yang diberikan.
Semua pekerjaan yang akan dirakit dan dipasang harus sesuai dengan
disain arsitek dan gambar kerja yang disetujui Direksi Pengawas.
b) Pekerjaan Persiapan
Memeriksa semua ukuran di gambar kerja dan disesuaikan dengan
kondisi dilapangan sebelum dilakukan penyetelan. Setiap _ terdapat
perbedaan segera diberitahukan kepada Direksi Pengawas sebelum
dilakukan penyetelan. Setiap terdapat perbedaan segera diberitahukan
kepada Direksi Pengawas untuk mendapat persetujuan.
Tanda - tanda cacat akibat proses anodizing seperti "rock" atau
"gripper" pada permukaan harus diganti.
Untuk keseragaman warna disyaratkan sebelum proses fabrikasi warna
profil profil harus selama fabrikasi unit unit jendela maupun pintu
serta partisi dan lainnya, maka profil harus diseleksi sehingga
menjamin warna yang sama pada unit unit tersebut.
c) Pekerjaan Pelaksanaan
Pekerjaan pembuatan/penyetelan dan pemasangan kusen aluminium
beserta kaca harus dilaksanakan oleh orang
bidangnya, dengan persetujuan Direksi Pengawas.
yang
ahli
dalam
Untuk mendapat hasil yang baik, pembuatan / penyetelan kosen
aluminium harus dilakukan langsung dilapangan.
57
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Antara tembok / kolom / beton dan kosen aluminium harus diisi
dengan "sealant" yang elastis.
Pemasangan kaca pada kosen aluminium harus diisi dengan "rubber
sealant" (alur karet).
Semua detail pertemuan harus runcing, halus, rata dan bersih dari
goresan serta cacat yang mempengaruhi permukaan aluminium.
Sambungan sambungan vertikal maupun horisontal sambungan
sudut maupun silang, demikian juga pengkombinasian profil-profil
aluminium harus dipasang sempurna, bila perlu dengan skrup
pengaku.
Fixing accessories seperti sekrup assembling dan engsel engsel harus
terbuat dari bahan yang tahan terhadap korosi.
Sebelum maupun selama pemasangan permukaan aluminium harus
dilindungi terhadap pengotoran dari bahan bahan plesteran, adukan
beton serta benturan benturan benda lainnya.
Direksi Pekerjaan berhak menginstruksikan kontraktor untuk
mengganti bagian bagian yang menurut pendapatnya menjadi rusak
akibat terkena plesteran, adukan beton maupun benturan tersebut.
d) Pada bagian bagian dari konstruksi dimana terjadi persinggungan
antara aluminium dan besi yang dapat mengakibatkan terjadinya
korosi, maka seluruh permukaan pada bagian tersebut harus dilapisi
dengan "sealant'' yang elastis.
e) Pemasangan rangka aluminium pada lantai atau dinding dilakukan
dengan menggunakan angker dengan posisi sedemikian rupa sehingga
rangka tersebut betul - betul melekat / rapat pada tempatnya.
BAB XVII
PEKERJAAN DAUN PINTU
17.1.
Lingkup pekerjaan
Pekerjaan pembuatan daun pintu meliputi penyediaan tenaga kerja, alat alat
yang diperlukan untuk semua pekerjaan pembuatan termasuk persyaratan yang
sesuai terhadap masing masing material, kayu solid, kaca, kayu lapis HPL dan
melamic finishing.
17.2.
Persyaratan bahan
Kayu harus memenuhi persyaratan diklasifikasi sesuai dengan peraturan
klasifikasi setempat
58
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Kayu lapis harus memenuhi british standart: bs 565 ; bs 1455 ; bs 3493 ;
bs 3842 ; bs 4512
Pekerjaan pintu kaca, harus memenuhi standart pembuatan kaca tempered
Pekerjaan finishing melamic harus memenuhi standart pengecatan
melamic dengan bahan dari impra :propan raya atau setara.
Pekerjaan daun pintu kaca frameless harus memenuhi standart bahan
17.3.
Syarat syarat pelaksanaan
Pekerjaan pintu kayu
a) Pekerjaan dan pemasangan serta ukuran daun pintu / kusen
sesuai dengan detail / gambar yang diterbitkan perencana.
b) Pekerjaan finishing natural doff, kontraktor harus mengajukan contoh
warna dan finishing untuk disetujui oleh perencana sebelum memulai
pekerjaan .
c) Lem, rackol putih dan heverin (tergantung dari keperluan)
lem kayu + kayu atau bahan dari kayu lainnya dipakai lem putih
merkrackol atau aica aibon.
lem kayu + bahan jenis lain menggunakan lem epoxi; heverin.
pemakaian lem jenis lain harus mendapat rekomendasi dari perencana
d) Kaca/glass, tebal 5 mm untuklubangkaca merk ASAHI atau setara.
e) Teknik pengerjaan
Cara cara pengerjaan harus memakai cara yang benar dan alat
yang benar.
Teknik penyambungan kayu dengan kayu harus diusahakan dengan
purus dan diperkuat dengan lem kayu (rackol putih).
Dalam konstruksi tertentu yang memerlukan perkuatan yang lebih,
harus dibantu dengan skrup, pemakaian paku tidak diijinkan
(rekomend sikan).
Pada pemasangan bahan penutup daun pintu hanya boleh dengan
cara dilem dan dipress paku tidak direkomendasikan.
Pada pemasangan kusen dibagian yang tertutup, partisi harus
diperkuat dengan angkur besi dan di fiser ke lantai / tembok
pemasangan
semua
fist
harus
menggunakan
lem
putih
dan
pakutembak dengan kompressor; paku berkepala sama sekali tidak
diijinkan digunakan dalam semua pekerjaan kayu.
f) Pengiriman & penyimpanan di site
Pengiriman barang barang harus hati - hati dan tidak boleh
terjadi kerusakan.
Setiap unit pintu yang dikirim ke lapangan harus ada tanda/bukti
sudah diperiksa kualitasnya oleh QC pabrik
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
59
Material yang disimpan dilapangan (site) harus diatur
sedemikian rupa agar tidak terjadi kerusakan/cacat.
Pekerjaan pintu kaca
pekerjaan dan pemasangan kaca tempered main entrance serta
ukuran daun pintu sesuai dengan detail / garnbar yang diterbitkan
perencana
a) Teknik pengerjaan
Cara cara pengerjaan harus memakai cara yang benar dan alat
yang benar
b) Pengiriman & penyimpanan di site
Pengiriman barang barang harus hati hati dan tidak boleh
terjadi kerusakan.
Setiap unit pintu yang dikirim ke lapangan harus ada
tanda/bukti sudah diperiksa kualitasnya oleh QC pabrik
Material yang disimpan dilapangan (site) harus diatur
sedemikian rupa agar tidak terjadi kerusakan/ cacat.
BAB XVIII
PEKERJAAN KACA
18.1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan bahan, peralatan dan alat
alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan hingga dapat tercapai
hasil
pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna sesuai yang dinyatakan /
ditunjukkan dalam gambar.
18.2. Persyaratan Bahan
a) Kaca yang digunakan harus bebas dari gelombang (ruang ruang yang
berisi gas yang terdapat pada kaca), bebas dari komposisi kimia yang
dapat mengganggu pandangan, bebas dari keretakan, bebas dari
gumpilan
tepi,
bebas
dari
benang,
gelombang
dan
bebas
dari
lengkungan.
b) Kaca yang digunakan harus memenuhi persyaratan dalam PUBI 1982 pasal 63 dan SII 0189-78
60
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
c) Toleransi untuk ukuran panjang dan lebar kira kira 2 mm, kesikuan
maksimum 1,5 mm dan ketebalan tidak boleh lebih dari 0,3 mm.
d) Kaca yang digunakan adalah kaca polos produksi ASAHIMAS atau setara
dan disetujui oleh Direksi Pengawas.
e) Tebal kaca untuk pintu frameless polos 12 mm, jendela tampak depan
polos 8 mm dan untuk pintu/jendela rangka aluminium polos 6 mm.
f) Ukuran pemotongan kaca dan tempat pemasangan
seperti
yang
ditunjukkan dalam gambar.
18.3. Syarat Syarat Pelaksanaan
g) Semua bahan kaca sebelum dan sesudah terpasang harus mendapat
persetujuan Direksi Pengawas.
h) Sisi sisi kaca yang tampak maupun yang tidak
tampak
akibat
pemotongan, harus digurinda/ dihaluskan.
i) Pekerjaan pemasangan kaca harus dilaksanakan dengan mengikuti
petunjuk gambar, uraian dan syarat syarat dalam pekerjaan.
j) Pekerjaan ini harus dilakukan oleh tenaga yang mempunyai pengalaman
dan keahlian khusus dalam bidangnya.
k) Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan
benturan, dan diberi tanda agar mudah diketahui.
l) Pemotongan kaca harus rapih dan lurus, diharuskan menggunakan alat
alat pemotong kaca khusus.
m) Pemasangan kaca kaca dalam alur rangkanya, harus rapat, kuat / tidak
goyang dan sesuai persyaratan.
n) Tepi kaca diberi sealant untuk menutupi rongga rongga yang terjadi.
Sealant yang digunakan dari mutu terbaik, sesuai persyaratan pabrik.
o) Kaca harus terpasang rapih, sisi tepi harus lurus dan rata, tidak ada
cacat cacat seperti yang disyaratkan.
18.4. Materials
61
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
p) Kaca pada pintu
q) Menggunakan kaca dari type floatglass 6 mm, untuk tinggi kaca diatas
2,00 m menggunakan kaea tempered 10 mm.
Kualitas dari kaca kaca tersebut harus setara dengan kaca-kaca
produksi "asahimas" atau produksi lokal lainnya dari kualitas baik.
r) Contoh
Untuk kaca yang akan dipasang kontraktor diwajibkan memberikan
contoh contoh bahan terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan
dari konsultan pengawas atau pemberi tugas.
s) Flat glass
Flat glass harus memiliki ketebalan yang sama, bebas dari kerusakan
dan memenuhi persyaratan
t) Tempered glass
Tempered glass adalah flat glass yang dipanaskan dalam kondisi
tertentu, sehingga mencapai suhu 700C, dan kemudian dengan
cepat disemprotkan udara dengan jarak tertentu. dengan kualitas
setara Asahimas atau produksi lainnya dari kualitas baik dengan
ketebalan dan ukuran sesuai dengan gambar kerja.
u) Kaca cermin
Kaca cermin harus memiliki ketebalan yang
kerusakan
sama,
bebas
dari
dan memenuhi persyaratan dengan kualitas setara
Asahimas atau produksi lainnya dari kualitas baik dengan ketebalan
dan ukuran sesuai dengan gambar kerja.
18.5. Pemasangan cermin
Pemasangan cermin dengan baut stainless steel dengan ditutup oleh kepala
baut. perletakannya sesuai dengan
gambar. baut harus berada pada
kedudukan yang kuat untuk mengikat keberadaan cermin .
18.6. Pemindahan dan pembersihan
v) Setiap panel
pelaksanaan
kaca
harus
segera
diberi
tanda
setelah
selesai
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
62
w) Pengecekan lapangan harus dilakukan apakah ada kaca yang rusak
untuk memastikan tidak ada biaya tambahan dari pemberi tugas,
setelah selesai pekerjaan hams dibersihkan dari label, cat dan semua
kotoran.
x) Memastikan bahwa permukaan kaca tidak ada yang tergores.
Membersihkan dengan sabun atau deterjen dan air. kaca yang
terkena lilin dan minyak atau yang sejenisnya dibersihkan dengan
bahan yang sesuai.
BAB XIX
PEKERJAAN PENGUNCI DAN PENGGANTUNG
19.1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan bahan, perlengkapan
dan pintu / jendela dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan
sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
Pemasangan alat pengunci dan penggantung dilakukan pada seluruh pintu dan
perbaikan jendela existing seperti yang dinyatakan / ditunjukkan dalam gambar.
19.2. Persyaratan Bahan
a) Sebelum dipasang kontraktor harus mengajukan contoh bahan untuk
mendapatkan persetujuan dari Direksi Pengawas.
b) Semua peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang
tercantum
penggantian
dalam
spesifikasi
peralatan
akibat
ini.
Apabila
pemilikkan
terjadi
merk,
perubahan
kontraktor
melaporkan hal tersebut kepada Direksi Pengawas untuk
atau
harus
mendapat
persetujuan.
c) Pintu panel kayu solid di Ruang perkuliahan menggunakan peralatan sebagai
berikut :
Engsel, Ball bearing bult, 4"x 3" SSS 304 merk YANK, STERLING atau
setara .
Kunci Pintu, Mortice lockcase, SOmm b/s ; 85mm c/s europrofile
cylinder FINO, KEND, STERLING atau setara.
Flush bolt, FINO, KEND, atau setara .
Handle, Lever handle complete with rose and escutcheons Stainless
Steel FINO, KEND, STERLING atau setara .
63
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Door Closer, menggunakan produk DORMA atau setara.
d) Pintu kaca frame less pada main entranca di Ruang perkuliahan
menggunakan peralatan sebagai berikut
Engsel, hinge stainless steel, merk ex. dorma bersertifikat atau setara
Handle custome made stainless steel
19.3. Syarat Syarat Pelaksanaan
a) Bahan bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu
harus ditunjukkan contoh contohnya untuk mendapatkan persetujuan
dari Direksi Pengawas.
b) Pekerjaan pemasangan dan penyetelan alat alat pengunci dan
penggantung harus dilaksanakan oleh orang yang ahli dalam bidangnya.
c) Engsel atas dipasang + 20 cm (as) dari permukaan atas
pintu. Engsel bawah dipasang + 20 cm (as) dari
permukaan bawah pintu.
Engsel tengah dipasang ditengah-tengah antara kedua engsel
tersebut
d) Handle dipasang 100 cm dari permukaan lantai.
e) Pemasangan lockcase, handle dan backplate serta door closer harus
rapi, lurus dan sesuai dengan letak posisi yang telah ditentukan oleh
Konsultan Pengawas. Apabila hal tersebut tidak tercapai,
Kontraktor
wajib memperbaiki tanpa tambahan biaya.
f) Door closer harus dipasang dengan baik dan merekat dengan kuat pada
batang kosen dan daun pintu dan disetel sedemikian rupa sehingga
pintu selalu menutup rapat pada kosen pintu .
g) Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik, untuk itu harus
dilakukan pengujian secara kasar dan halus.
BAB XX
PEKERJAAN SANITARY
64
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
20.1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan bahan, peralatan dan
alat alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan, hingga dapat
tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.
Pekerjaan sanitary ini dipasang pada ruang toilet / kamar mandi / WC
serta seluruh detail yangdinyatakan / ditunjukkan dalamgambar.
20.2. Persyaratan Bahan
a) Bahan - bahan yang digunakan sebagai berikut :
Closet Duduk : merk TOTO atau setara type CW 867 NJ
Jet washer
: merk TOTO atau setara type TB 19 CSN CR
Wastafel
: merk TOTO atau setara type L W 860CJ/RX104 LBGJ
U rinoar
: merk TOTO atau setara type U 57 M
Partisi urinoar : merk TOTO atau setara type A 100
Partisi urinoar : merk TOTO atau setara type A 100
Paper Holder : merk TOTO atau setara type TS 116 R
Kran Air Bersih : merk TOTO atau setara
Floor Drain
: merk SAN-EI atau setara
b) Warna akan ditentukan kemudian dan pemasangan harus dengan
persetujuan Direksi Pengawas.
c) Semua material harus memenuhi ukuran, standard dan mudah
didapatkan di pasaran, kecuali bila ditentukan lain.
d) Semua
peralatan
dalam
keadaan
lengkap
dengan
segala
perlengkapannya, sesuai dengan yang telah disediakan oleh pabrik.
e) Barang yang dipakai adalah dari produk yang
telah disyaratkan
dalam uraian dan syarat-syarat dalam buku in
20.3. Syarat Syarat Pelaksanaan
f) Semua bahan
sebelum dipasang harus ditunjukkan
kepada
Direksi Pengawas beserta persyaratan / ketentuan pabrik untuk
mendapatkan persetujuan. Bahan yang tidak disetujui harus
diganti tanpa biaya tambahan.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
65
g) Jika dipandang perlu diadakan penukaran / penggantian bahan
pengganti harus disetujui Direksi Pengawas berdasarkan contoh
yang diajukan Kontraktor.
h) Sebelum pemasangan dimulai, Kontraktor harus meneliti gambargambar yang ada dan kondisi di lapangan, termasuk mempelajari
bentuk, pola, penempatan,
cara pemasangan
dan detail detail
sesuai gambar.
i) Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar dengan gambar,
gambar dengan spesifikasi dan sebagainya, maka Kontraktor harus
segera melaporkannya kepada Direksi Pengawas.
j) Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu tempat
bila ada kelainan / perbedaan ditempat itu sebelum kelainan
tersebut diselesaikan.
k) Selama pelaksanaan harus selalu diadakan pengujian/pemeriksaan
untuk kesempurnaan hasil pekerjaan.
l) Kontraktor wajib memperbaiki / mengulangi / mengganti bila
ada
kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan dan masa garansi,
atas biaya Kontraktor, selama kerusakan bukan disebabkan oleh
tindakan Pemberi Tugas.
m)
Pelaksanaan pemasangan harus menghasilkan
pekerjaan
yang
sempurna, rapi dan lancar dipergunakannya/air tidak macet.
BAB XXI
PEKERJAAN PLUMBING
(AIR BERSIH, AIR KOTOR, AIR BUANGAN DAN AIR HUJAN)
21.1.
Umum
Pasal ini menjelaskan secara spesifik / khusus menyangkut disiplin
subpekerjaan Sistem / Pekerjaan PLUMBING (Air Bersih, Air Kotor, Air Buangan,
Air Hujan), dan ini merupakan bagian dari RKS Pekerjaan MEP.
21.2. MATERIAL
Material yang akan didatangkan dan dipasang adalah baru, bebas dari
cacat, lengkap sebagai unit peralatan, asli/orginal dan sesuai dengan
spesifikasi
teknis yang diminta. Jaminan dari uraian tersebut di atas
harus dinyatakan
berupa dokumen atau Surat Keterangan dari pabrik
pembuat Material/barang harus didapat dari agen resmi yang ada di
Indonesia yang didukung oleh pabrik pembuat dimana barang diproduksi.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
66
Dokumen / Surat Keterangan resmi ini harus juga dilampirkan pada
saatpenawaran.
21.3. TENAGA PELAKSANAAN
Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh
orang / tenaga
tenaga yang ahli dan berkompeten dalam bidangnya, agar dapat memberikan
basil kerja yang terbaik dan rapi.
Untuk pelaksanaan, Pelaksana Pekerjaan harus memberikan surat pernyataan
yang membuktikan bahwa tukang-tukangnya yang melaksanakan pekerjaan
tersebut memang mempunyai pengalaman dan kecakapan.
Terutama orang yang akan mengerjakan pengelasan pipa (tukang las) dan
pemasangan instalasi tembaga haruslah ditunjuk pekerja yang memiliki
sertifikat.
Pelaksana Pekerjaan wajib mempunyai PAS INSTALATUR yang dikeluarkan oleh
PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) dan Surat Rekomendasi lainnya apabila
diperlukan dalam pekerjaan ini.
Pelaksana Pekerjaan harus memiliki Sertifikat Perusahaan dalam
Plambing
yang dikeluarkan oleh Asosiasi Perusahaan terkait yang
diakreditasi
Bidang
sudah
oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi setempat atau
Nasional.
21.4. IZIN - IZIN
Semua izin izin dan persyaratan petsyaratan yang diperlukan
untuk
melaksanakan instalasi ini harus dilakukan oleh Pelaksana Pekerjaan atas
tanggungan dan biaya Pelaksana Pekerjaan.
Semua pemeriksaan, pengujian dan
lain-lain
beserta
keterangan-
keterangan resminya yang mungkin diperlukan untuk pelaksanaan
instalasi ini harus dilakukan oleh Pelaksana Pekerjaan atas tanggungan
dan biaya Pelaksana Pekerjaan.
Pelaksana Pekerjaan harus bertanggung jawab atas penggunaan alat alat
yang dipatentkan, kemungkinan tuntutan ganti rugi dan biaya-biaya yang
diperlukan untuk ini.
Pelaksana Pekerjaan wajib menyerahkan surat pernyataan mengenai hal ini.
Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan izin atau keterangan resmi dari
pihak yang berwenang (terkait) sesuai ketentuan yang berlaku setempat
yang diperolehnya mengenai instalasi proyek ini kepada Pemberi Tugas /
Konsultan Pengawas atau pihak yang ditunjuk untuk ini dan seluruh biaya
yang timbul merupakan tanggungan Pelaksana Pekerjaan.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
67
21.5. KORELASI PEKERJAAN
Sernua pekerjaan galian dan penirnbunan yang ada sehubungan dengan
pekerjaan Plumbing baik untuk ukuran dan
kesesuaian
garnbar
pelaksanaan merupakan tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan Plambing.
Sernua pekerjaan pembuatan dudukan / pondasi untuk pompa / mesin
dilakukan oleh Pelaksana Pekerjaan Plarnbing termasuk pembuatan tali air
disekitar pondasi pompa.\
Semua penarikan kabel listrik sampai ke panel pekerjaan Plumbing yang
dilakukan oleh pihak lain, Pelaksana Pekerjaan Plarnbing wajib memberikan
data data dan gambar gambar yang diperlukan pihak lain yang
mengerjakannya dan menjaga pekerjaan pihak lain untuk kepentingannya.
Semua penarikan pipa air bersih yang tidak tercantum dalarn gambar-gambar
dan spesifikasi dilakukan oleh pihak lain, Pelaksana Pekerjaan Plambing harus
berkoordinasi dan memberikan data-data, ukuran dan gambar-gambar
kepada pihak lainnya yang mengerjakannya.
Seluruh
fasilitas
listrik,
air,
sanitasi
sementara
darurat
hendaknya
diusahakan oleh Pelaksana Pekerjaan Plambing serta telah dimasukkan
dalam penawarannya.
Dalam hal dimana ada lebih dari satu Pelaksana Pekerjaan Plambing dengan
tingkat prioritas tanggung jawab yang sama dan bagian pekerjaannya
terletak berdampingan maka masing-masing Pelaksana Pekerjaan wajib
melakukan perapihan pada bagian pekerjaannya serta melindungi bagian
pekerjaan Pelaksana Pekerjaan lain sedemikian rupa sehingga tidak cacat
akibat pelaksanaan pekerjaan menurut bagiannya.
21.6. SUB PELAKSANA PEKERJAAN
Apabila diperlukan tenaga tenaga ahli khusus atau tenaga tenaga
pelaksana yang ada tidak marnpu melaksanakan pemasangan, penyetelan,
pengujian dan lain lain maka Pelaksana Pekerjaan dapat menyerahkan
sebagian instalasinya kepada Sub Pelaksana Pekerjaan lain setelah
mendapatkan persetujuan pemilik proyek / Konsultan Pengawas / Konsultan
Perencana.
Pelaksana Pekerjaan wajib bertanggung jawab penuh atas
segala
pekerjaannya, baik yang dilaksanakannya sendiri maupun yang
sub kontrakkan.
lingkup
telah
di
Pemberi Tugas / Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana dan Perencana
tidak dapat dituntut bila ada gugatan sub Pelaksana Pekerjaan karena tidak
lancarnya pembayaran yang harus diberikan oleh Pelaksana Pekerjaan
Plambing.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
68
21.7. JAMINAN DAN PEMELIHARAAN
Pelaksana Pekerjaan harus memberikan jaminan pabrik (Guaranted of
product) kepada pemilik proyek, terhadap peralatan utama antara lain (unit
pompa dan STP) yang digunakan pada proyek ini selama 1(satu) tahun.
Pelaksana Pekerjaan wajib mengganti atas biaya sendiri setiap bagian
pekerjaannya yang ternyata bercacat atau rusak selama jangka waktu
jaminan/yang tersebut di atas setelah proyek ini diserah terimakan untuk
pertama kalinya, kecuali dinyatakan lain secara tersendiri.
Pelaksana Pekerjaan wajib mengganti atas biaya sendiri setiap kelompok
barang
barang atau sistem yang tidak sesuai dengan persyaratan
spesifikasi akibat dari kesalahan pabrik atau pengerjaan yang salah selama
jangka waktu jaminan setelah proyek ini diserah terimakan untuk pertama
kali.
21.8. PETUNJUK OPERASI DAN PEMELIHARAAN
Pada saat penyerahan untuk pertama kalinya Pelaksana Pekerjaan harus
menyerahkan gambar gambar, data data peralatan petunjuk operasi dan
cara cara perawatan dari mesin mesin terpasang di bawah Kontrak ini
dalam bahasa Indonesia.
Data data tersebut harus diserahkan kepada Pemberi Tugas sebanyak
(tiga) set dan kepada Konsultan Perencana 1(satu) set.
Pada saat penyerahan pertama harus diserahkan antara lain : Instruction
Manual, lnstalation Manual, Maintenance Guide, Operating Instruction,
Trouble Shooting Instruction dan brosur brosur harus asli dan Gambar As
Built Drawing.
Pelaksana Pekerjaan harus memberikan pula 2 (dua) set singkatan petunjuk
operasi dan perawatan kepada pemilik proyek dan sebuah hendaknya
dipasang dalam suatu kaca berbingkai dan ditempelkan di dinding dalam
ruang mesin utama atau tempat lain yang ditunjuk oleh Pemberi
Tugas/Konsultan Pengawas.
Selain
dari
pemberian
manual
ini,
Pelaksana
Pekerjaan
juga
harus
memberikan pendidikan praktek mengenai operasi dan
perawatannya
kepada petugas-petugas teknik (Team Engineering) yang ditunjuk oleh
Pemberi Tugas secara cuma-cuma sampai cakap menjalankan tugasnya.
Merupakan kewajiban / keharusan bagi Pelaksana Pekerjaan untuk
memberikan surat garansi tas peralatan peralatan utama kepada
Pemberi Tugas termasuk garansi terhadap instalasi pemipaan maupun
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
69
material pipa/sambungan pipa yang dipakai pada proyek iniatau yang
merupakan scope pekerjaannya.
21.9.
SURAT KETERANGAN
Pelaksana Pekerjaan harus memberikan Surat Keterangan / Sertifikat dari Dinas
Keselamatan Kerja (Depnaker) atau instansi yang berwenang untuk itu, yang
menunjukkan bahwa unit peralatan pompa dan sistem tersebut dapat
dipergunakan serta layak untuk diterima dan digunakan.
Surat Keterangan keagenan yang berada di Indonesia untuk material material
import.
21.10.
DATA SUKU CADANG
Pelaksana Pekerjaan harus menjamin dengan Surat Jaminan
adanya
suku
cadang yang mudah diperoleh pada peralatan peralatan yang sekiranya
akan mengalami gangguan atau kemsakan dalam waktu yang pendek, baik
untuk peralatan utama maupun peralatan penunjang.
21.11.
STANDAR DAN PERATURAN PERATURAN
Untuk material / peralatan serta pengerjaan instalasi system plambing
dan sub- sistem yang menjadi lingkup pekerjaan dalam bab ini, harus
memenuhi
dan mengikuti beberapa referensi, standar material dan
pengerjaannya
begitu
pula
Peraturan
Daerah
terkait
namun
tidak
terbatas kepada apa yang disebutkan di bawah ini :
a) Standar Nasional Indonesia / SNI 03-6481-2000 disebut
sebagai
Sistem Plambing - 2000.
b) Standar Nasional Indonesia / SNI 03-0255-2000 disebut
Peraturan
sebagai
Umum Instalasi Listrik (PUIL - 000) untuk pekerjaan listrik
dalam subpekerjaan system plambing ini.
c) Beberapa standar internasional / negara lain yang tidak bertentangan
dengan SNl terkait seperti: NFPA, National Plumbing Codes, dan lainlain .
d) Peraturan Pemsahaan Air Minum Negara, tentang instalasi air.
e) Pedoman Peraturan Plumbing
Direktorat
Teknik
Penyehatan
Indonesia
Dit.
Jen.
yang
Cipta
dikeluarkan
Karya
oleh
Departemen
Pekerjaan Umum.
f) Pemeriksaan Umum untuk Pemeriksaan bahan bahan bangunan NI-3
(PUBB) 1956 Nl-3 1963.
g) PUBB 1969.
h) Peraturan Beton Indonesia PBI-Nl-2/1955. PBI-NI-2/1971.
i) Peraturan Perburuhan Indonesia, tentang penggunaan tenaga kerja
harian, mingguan, bulanan dan borongan. Dan lain-lain.
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
70
21.12.
PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan Sistem Plambing ini mencakup namun tidak terbatas kepada yang
disebut antara yaitu :
a) Pengadaan dan pemasangan Peralatan Utama sistem air bersih bempa
panel- panel pompa, pompa distribusi, pressure tank, pompa penguras,
sistem pemipaan, berikut peralatan pendukungnya, antara lain valvevalve, reducer, elbow, flanged dan lain lain sampai kesetiap fixture
pengeluaran.
b) Pengadaan dan pemasangan sistem distribusi air dari PDAM beserta
perizinan dan lain-lain.
c) Pengadaan dan pemasangan sistem pemipaan air kotor, air buangan,
pipa ventilasi, floor drain, clean out dan instalasi buangan air bekas.
d) Pengadaan dan pemasangan Pompa - pompa air kotor, pengkabelan
serta
sistem pemipaannya. Mengadakan Testing and Commissioning
terhadap
seluruh
persyaratan/standard
peralatan
yang
dengan
telah
baik
dan
memenuhi
ditentukan didalam spesifikasi
teknis ini (termasuk pengadaan listrik untuk pompa selama proses
testing and commissioning merupakan tanggung jawab Pelaksana
Pekerjaan Plambing).
21.13.
PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS KHUSUS
a) Material / Bahan-Bahan Yang
Dipakai Pemipaan
Untuk pipa - pipa jaringan / instalasi sistem air bersih
digunakan
pipa-pipa besi yang digalvanized (Galvanized Steel Pipe / GSP) kelas
B, medium class dengan serie 150 dan harus memenuhi
persyaratan BS 1387-1967 atau standard standard lainnya yang
disetujui oleh Pemberi Tugas/
Konsultan Perencana / Konsultan Pengawas. Pipa air kotor, air
buangan, ventilasi, dan pipa air hujan dari lantai atap uPVC Class
AW (10 kg/cm 2).
Pipa air kotor, air buangan dan air hujan dari pompa-pompa
submersible digunakan pipa GSP klas B, medium class sesuai
standard BS.1387 -1967.
Klasifikasi jenis pipa dan ketebalan pipa uPVC yang digunakan
b) Valve
valve Gate
Valve:
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
71
Digunakan tipe bronze body, non rising stem, screwed bonnet, solid
wedge disk, screwed end untuk valve sampai dengan diameter
50mm atau bisa digunakan tipe Butterfly untuk diameter 65 mm s/d
diameter 200 mm.
Digunakan tipe flanged or lugged body, stainless steel disk,
stainless steel shaft, hand wheel operated with position indicator
untuk valve lebih besar diameter 50 mm. Tekanan kerja valve
valve adalah minimum 225 psi.
c) Check Valve
Digunakan material bronze ody, swing type, Y pattern, screwed
cup, metal disk, screwed end untuk valve sampai dengan diameter
50 mm.
Digunakan swing silenttype dengan stainless steel disk
Tekanan
kerja
valve
valve untuk
peralatan pompa delivery
adalah minimum 225 psi.
21.14.
INSTALASI
PEMIPAAN Sistem
Penyambungan Pipa
a) Pipa Air Bersih :
Digunakan sambungan ulir / secrewed atau las untuk pipa berdiameter 65
mm ke bawah dan menggunakan sambungan flanged untuk diameter pipa
75 mm
ke atas
dari bahan yang sesuai dengan jenis bahan pipanya.
Pembuatan ulir harus dengan peralatan tap dan dies berpresisi tinggi
(bermesin) pada sambungan ulir yang sering kali dibuka harus dipasang
water mour. Sambungan flanged dilakukan pada setiap belokan dan pada
setiap dua batang pipa pada pipa lurus. Untuk memperkuat
terhadap
kebocoran, penyambungan pipa dengan ulir harus terlebih dulu
diberi
lapisan red lead cement atau pintalan khusus dari asbes. Sedangkan
untuk sambungan flanged harus dilengkapi rubber set/ring, seal dari karet
secara homogen.
Pipa Air Kotor/Buangan, Ventilasi dan Air Hujan:
Digunakan sistem lem / solvent cement untuk pengikatnya
terutama untuk pipa- pipa cabang atau pipa yang berdiameter
kecil, khusus instalasi air kotor/buangan dan pipa ventilasi.
Sistem penyambungan uPVC harus memenuhi standard JWWA S
101-1967, dimana untuk ukuran nominal pipa 50
kebawah
keatas
menggunakan
menggunakan
mm
solvent cement dan untuk pipa 65 mm
solvent
cement
Joint
Khususnya
untuk
72
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
pemakaian dilapangan (site) jumlah maupun takaran solvent cement
harus memenuhi standard antara lain
Pada penggunaan pipa 50 mm kebawah dipakai
minimal sebanyak 25 gram pada setiap
penyambungan.
Untuk pemipaan 65 mm keatas dipakai bahan
solvent cement minimal sebanyak 120 gram
pada setiap penyambungan.
Pemakaian
bahan
perekat
pada
sistem
penyambungan pipa uPVC ini harus benar
benar mengikuti petunjuk pabrik dan minimal
pada pelaksanaannya dilapangan, Pelaksana
Pekerjaan
harus
menyertakan
tenaga
ahli/supervisor dari pabrik pembuatnya.
Penggantung / Penumpu Pipa
Semua pipa harus diikat/ditetapkan dan dibout
dengan kuat lengkap dengan penggantung atau
angker yang kokoh (rigid), agar inklinasinya
tetap, untuk mencegah timbulnya getaran.
Standard yang dipersyaratkan harus buatan
pabrik (lokal standard) dengan ketelitian tinggi
sesuai gambar rencana.
Pipa horizontal
harus digantung
dengan
penggantung yang dapat diatur dengan jarak
maksimum tidak lebih dari 250 cm.
Pipa pipa yang menembus dinding harus
diberikan Sleeve dengan rongga . 1 mm.
Rongga pipa karena adanya sleeve harus diberi
bahan khusus rubber seal yang elastis, atau fire
stop dari bahan Mortar yang memenuhi standard
BS 476 Part 4.
Pemasangan pipa harus rata dan rapih, serta
rigid baik untuk pipa horizontal maupun untuk
sistem pernipaan vertikal.
Untuk rnencegah getaran pada penggantung
harus dipakai dudukan terbuat dari karet getas.
Penggantung atau penumpu pipa
adalah
standart
product dan harus disekrup/terikat
pada konstruksi bangunan dengan angker yang
dipasang pada waktu pengecoran beton atau
dengan Ramset
73
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Pipa pipa vertikal harus ditumpu dengan bahan
kayu jati serta klem / clamp dan dibuat dengan
jarak tidak lebih dari 250 cm untuk setiap
clamp.
Pemasangan Fixtures, Fitting dan sebagainya
Sernua fixtures harus dipasang dengan baik dan
di dalamnya bebas dari kotoran yang akan
rnengganggu aliran atau kebersihan air, dan
harus
terpasang
dengan
kokoh
(Rigid)
ditempatnya dengan tumpuan yang rnantap.
Semua fixtures, fitting, pipa pipa air
dilaksanakan harus rapi tidak mengganggu
waktu pemasangan pemasangan / dinding
porselent dan sebagainya.
Pelaksana Pekerjaan bertanggung jawab untuk
melengkapi kornponen tersebut di dalam
kelengkapan jaringan instalasi plumbing. Untuk
pipa-pipa yang tekanan airnya tinggi/pipa induk,
dipasang balok-balok dari beton dengan
carnpuran yang kuat (K.255) dan dipasang
setiap ada sambungan pipa, tee, elbow, valve
dan sebagainya.
Pipa pipa Dalam Tanah
Galian pipa dalarn tanah harus dibuat dengan ke
dalaman 60 cm diukur dari garis tengah pipa
untuk pipa diameter 100 mm ke bawah dan 80
- 100 cm untuk pipa diameter 125 mm ke atas
sampai ke permukaan tanah.
Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata
sehingga
seluruh
panjang pipa terletak
tertumpu dengan baik.
Sebelurn ditanam pipa harus dicoating/pelapis
anti karat, pekerjaan coating dilakukan pada
pabrik pernbuat pipa atau bila dilakukan
proteksi anti karat di lapangan bisa digunakan
jenis pelapis/pembungkus dari bahan bitumen
yang diperkuat dengan lapisan polyethylene
untuk mendapatkan jaminan kualitas yang lebih
baik.
74
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
Cara pekerjaannya harus mengikuti standar
produk yang akan digunakan. Untuk pipa
pipa air bersih dan pipa pipa air buangan tidak
boleh diletakkan pada lubang lubang yang
sama.
Setelah pipa dipasang pada lubang galian dan
setelah diperiksa oleh Konsultan Pengawas /
Konsultan Perencana yang ditunjuk, semua
kotoran dibuang dari lubang galian ditimbun
kembali dengan baik, pasir urug atau tanah
bekas galian atau dengan bahan yang
ditentukan Konsultan Pengawas / Konsultan
Perencana dengan mendapatkan izin tertulis.
Patokan / pedoman yang dipakai untuk
dalamnya galian adalah diukur dari garis
tengah pipa (as pipa) sampai kepermukaan
jalan/tanah asli atau bila
tidak akan digunakan ketentuan-ketentuan
persyaratan minimal menurut buku petunjuk
Pedoman Plumbing Indonesia Tahun 1979 untuk
dalamnya galian.
Pipa pipa yang melewati jalan, ditambah
lapisan beton bertulang tebal 15 cm dengan
mutu beton (K.225-U.24 dengan komposisi 250
kg besi/m3 beton).
Pada jalur pipa harus dibuat tanda-tanda dari
balok beton di atas tanah untuk memudahkan
lndentifikasi pipa di dalam tanah.
b) PENGUJIAN INSTALASI PEMIPAAN
Sebelum dipasang fixtures-fixtures seluruh sistem distribusi air harus diuji
dengan tekanan 12 kg/cm2 untuk pipa air bersih, sedangkan untuk pipa
air kotor dengan tekanan 1.8 kg/cm
2 tanpa mengalami kebocoran dalam waktu minimum 24 jam tekanan
tersebut tidak turun/berubah. Pada prinsipnya pengetesan dilakukan
dengan cara bagian demi bagian dari panjang pipa maximum 150 meter.
c) P E N GE CAT A N
Semua pipa yang terlihat/exposed hams dilakukan pengecatan. Untuk pipa
pipa dalam ceiling agar mudah dikenali diberikan tanda / warna cat pada
setiap jarak 4 m dengan arah aliran pada pipa pipa induk begitu pula
RKS - Detail Engineering Design Pekerjaan Lansekap, Drainase dan Penerangan
- Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug Tahun 2016
75
pipa pipa pada shaft dimana terletak pintu pemeriksaan. Standard merk
Cat yang digunakan minimal product ICI atau Dana paint atau setara.
Sebagai patokan dipakai warna cat sebagai berikut :
Jaringan pipa air bersih dipakai warna biru tua. Jaringan pipa air kotor dipakai
warna hijau.
Jaringan pipa air buangan atau drain dipakai warna abu-abu.
Jaringan pipa pipa exposed tanda tanda berupa arah panah, arah aliran
di luar pipa (warna arah panah putih). Pipa pipa non exposed diberi tanda
tanda di tempat tempat control / pemeriksaan. Atau ditentukan lain oleh
Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas.
d) PEKERJAAN AIR KOTOR
Air Kotor dan Buangan
Diadakan pemisahan antara air kotor buangan dari closed/WC dan
air buangan dari urinoir dengan air buangan dari Wastafel atau floor
drain.
Pengumpulan digunakan sistem bercabang yang berupa pipa-pipa
horizontal dan vertikal dalam shaft, kemudian disalurkan ke dalam
pit sementara (collection tank) dan terus dipompakan ke Sewage
Treatment Plant (STP).
Pipa Ventilasi
Untuk pipa ventilasi dipasang bersatu dengan dinding menggunakan
uPVC diameter pipa 25 mm s/d 65 mm dan pipa ventilasi utama
pada shaft dengan diameter 80 mm. Pada akhir pipa ventilasi utama
dalam shaft dipasang vent cup pada lokasi paling atas. Khusus pipa
ventilasi reservoir bahan GSP diameter 100 mm minimal sebanyak
2 (dua) unit ventilasi.
Instalasi harus rapih, tidak bocor, dan untuk sistem maupun
layoutnya dapat dilihat pada detail gambar perencanaan.
oOo