Anda di halaman 1dari 34

1.

1 Komponen Utama Sistim Udara Tekan


Sistim udara tekan terdiri dari komponen utama berikut: Penyaring udarama
suk, pendingin antar tahap, after-coolers, pengering udara,
trapspengeluaran kadar air, penerima, jaringan pemipaan,
penyaring,
pengatur dan pelumas an (lihat Gambar 3).
Filter Udara Masuk : Mencegah debu masuk kompresor; Debumenyebab
kan lengketnya
katup/ kran, merusak silinder dan pemakaianyang berlebihan.
Pendingin antar tahap: Menurunan suhu udara sebelum masuk ketahap
berikutnya untuk mengurangi kerja kompresi dan meningkatkanefisiensi. Bia
sanya digunakan pendingin air.
After-Coolers: Tujuannya adalah membuang kadar air dalam udaradengan
penurunan suhu dalam penukar panas berpendingin air.
Pengering Udara: Sisa-sisa kadar air setelah after-coolerdihilangkan
dengan menggunakan pengering udara, karena udaratekan untuk keperluan
instrumen dan peralatan pneumatic harusbebas dari kadar air. Kadar air dih
ilangkan dengan menggunakanadsorben seperti gel silika/ karbon aktif, ata
u pengering refrigeran,atau panas dari pengering kompresor itu sendiri.
Traps Pengeluaran Kadar Air: Trap pengeluaran kadar airdiguakan
untuk membuang kadar air dalam udara tekan. Traptersebut menyerupai st
eam traps. Berbagai jenis trap yang digunakanadalah kran pengeluaran m
anual, klep pengeluaran otomatisatau yang berdasarkan waktu dll.
http://smootjayamandiri.blogspot.co.id/2011/01/kompresor-dan-sistim-udaratekan.html

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH


Kompresor secara sederhana bisa diartikan sebagai alat untuk memasukkan udara dan atau
mengirim udara dengan tekanan tinggi. Kompresor bisa kita temukan pada alat pengungkit,
kendaraan roda empat, pendingin ruangan, lemari es serta alat-alat mengengkat beban yang
menggunakan tekanan untuk mengangkatnya.
Sekalipun sama-sama sebagai alat untuk memasukkan dan menggiring udara dengan tekanan
tinggi, pada masing-masing peralatan yang berbeda, cara kerja kompresor pun bisa berbeda
pula.
Secara umum kompresor digunakan atau berfungsi menyediakan udara dengan tekanan tinggi.
Prinsip kerja kompresor seperti ini biasa kita temukan pada mesin otomotif. Fungsi kedua dari
kompresor adalah untuk membantu reaksi kimia dengan cara meningkatkan sistem tekanan.
Sebuah kompresor apabila dilihat dari cara kerjanya, maka akan ada dua jenis kompresor yang
masing-masing metode kerjanya berbeda. Jenis pertama adalah kompresor dengan metode
kerja positif displacement dan yang kedua adalah kompresor dengan metode kerja dynamic.
Di mana letak perbedaan metode kera dari kedua jenis kompresor ini? Yang pertama, kompresor
jenis positif displacement. Kompresor model ini bekerja dengan cara memasukkan udara ke

dalam ruang tertutup, lalu pada saat yang sama volume ruangnya diperkecil, dengan demikian
tekanan di dalam dengan sendirinya akan naik.
Tekanan yang tinggi inilah yang digunakan untuk berbagai keperluan sesuai dengan
peruntukkan kompresor tadi. Kompresor model positif displacement ini digunakan dalam
reciprocating compressor dan rotary.
Sementara itu pada kompresor model dinamik, volume ruangnya tetap tapi udara yang ada
didalam ruang tersebut diberi kecepatan. Kemudian pada saat yang sama kecepatan tersebut
diubah menjadi tekanan. Hal ini bisa terjadi karena udara pada ruang yang volumenya tetap
mengalami tekanan. Kompresor yang menggunakan model dynamic ini biasanya pada alat turbo
axial flow.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.

Apa yang dimaksud dengan kompresor ?

2.

Apa saja macam-macam kompresor ?

3.

Bagaimana merawat kompresor ?

1.3 MANFAAT PENULISAN


Diharapkan dari penulisan makalah mengenai sistem kompresor ini dapat memberi manfaat
sebagai berikut.

Memudahkan transfer pengetahuan tentang kompresor kepada pelajar.


Memudahkan para pembaca untuk mendapatkan informasi tentang
kompresor.
Membantu pelajar untuk memahami kompresor secara sederhana.
1.4 TUJUAN PENULISAN
1.

Mengetahui apa yang dimaksud dengan kompresor.

2.

Mengetahui berbagai macam-macam kompresor.

3.

Mengetahui bagaimana cara melakukan perawatan kompresor.


BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN KOMPRESOR


Kompresor merupakan mesin untuk menaikkan tekanan udara dengan cara memampatkan gas
atau udara yang kerjanya didapat dari poros. Kompresor biasanya bekerja dengan menghisap

udara atmosfir. Jika kompresor bekerja pada tekanan yang lebih tinggi dari tekanan atmosfir
maka kompresor disebut sebagai penguat (booster), dan jika kompresor bekerja dibawah
tekanan atmosfir maka disebut pompa vakum.
Gas mempunyai kemampuan besar untuk menyimpan energi persatuan volume dengan
menaikkan tekanannya, namun ada hal-hal yang harus diperhatikan yaitu : kenaikan temperatur
pada pemampatan, pendinginan pada pemuaian, dan kebocoran yang mudah terjadi.
2.2 KLASIFIKASI KOMPRESOR
Secara garis besar kompresor dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu Positive
Displacement compressordan Dynamic compressor (Turbo). Positive Displacement compressor,
terdiri atas Reciprocating dan Rotary.Sedangkan Dynamic compressor (turbo) terdiri
atas Centrifugal, axial dan ejector, secara lengkap dapat dilihat dari klasifikasi di bawah ini:
Gambar 1. Diagram Pembagian Klasifikasi Kompresor

Berikut penjelasan beberapa jenis kompresor.


2.21 Kompresor Torak Resiprokal (reciprocating compressor)
Kompresor ini dikenal juga dengan kompresor torak, karena dilengkapi dengan torak yang
bekerja bolak-balik atau gerak resiprokal. Pemasukan udara diatur oleh katup masuk dan dihisap
oleh torak yang gerakannya menjauhi katup. Pada saat terjadi pengisapan, tekanan udara di
dalam silinder mengecil, sehingga udara luar akan masuk ke dalam silinder secara alami. Pada
saat gerak kompresi torak bergerak dari titik mati bawah ke titik mati atas, sehingga udara di atas
torak bertekanan tinggi, selanjutnya di masukkan ke dalam tabung penyimpan udara. Tabung
penyimpanan dilengkapi dengan katup satu arah, sehingga udara yang ada dalam tangki tidak
akan kembali ke silinder. Proses tersebut berlangsung terus-menerus hingga diperoleh tekanan
udara yang diperlukan. Gerakan mengisap dan mengkompresi ke tabung penampung ini
berlangsung secara terus menerus, pada umumnya bila tekanan dalam tabung telah melebihi
kapasitas, maka katup pengaman akan terbuka, atau mesin penggerak akan mati secara
otomatis.

Gambar 3. Penampang Melintang Kompresor Reciprocating

Kompresor reciprocating tersedia dalam berbagai konfigurasi. Terdapat empat jenis yang paling
banyak digunakan yaitu horizontal, vertical, horizontal balance-opposed, dan tandem. Jenis
kompresor reciprocating vertical digunakan untuk kapasitas antara 50 150 cfm. Kompresor
horisontal balance opposed digunakan pada kapasitas antara 200 5000 cfm untuk desain multi
tahap dan sampai 10,000 cfm untuk desain satu tahap.
Kompresor udara reciprocating biasanya merupakan aksi tunggal dimana penekanan dilakukan
hanya menggunakan satu sisi dari piston. Kompresor yang bekerja menggunakan dua sisi piston
disebut sebagai aksi ganda.

Sebuah kompresor dianggap sebagai kompresor satu tahap jika keseluruhan penekanan
dilakukan menggunakan satu silinder atau beberapa silinder yang paralel. Beberapa penerapan
dilakukan pada kondisi kompresi satu tahap. Rasio kompresi yang terlalu besar (tekanan keluar
absolut/tekanan masuk absolut) dapat menyebabkan suhu pengeluaran yang berlebihan atau
masalah desain lainnya. Mesin dua tahap yang digunakan untuk tekanan tinggi biasanya
mempunyai suhu pengeluaran yang lebih rendah (140 to 160 oC),sedangkan pada mesin satu
tahap suhu lebih tinggi (205 to 240oC).
Kompresor udara reciprocating tersedia untuk jenis pendingin udara maupun pendingin air
menggunakan pelumasan maupun tanpa pelumasan, mungkin dalam bentuk paket, dengan
berbagai pilihan kisaran tekanan dan kapasitas.
2.22 Kompresor Torak Dua Tingkat Sistem Pendingin Udara
Kompresor udara bertingkat digunakan untuk menghasilkan tekanan udara yang lebih tinggi.
Udara masuk akan dikompresi oleh torak pertama, kemudian didinginkan, selanjutnya
dimasukkan dalam silinder kedua untuk dikompresi oleh torak kedua sampai pada tekanan yang
diinginkan. Pemampatan (pengkompresian) udara tahap kedua lebih besar, temperatur udara
akan naik selama terjadi kompresi, sehingga perlu mengalami proses pendinginan dengan
memasang sistem pendingin. Metode pendinginan yang sering digunakan misalnya, dengan
sistem udara atau dengan sistem air bersirkulasi.
Batas tekanan maksimum untuk jenis kompresor torak resiprokal antara lain, untuk kompresor
satu tingkat tekanan hingga 4 bar. Sedangkan dua tingkat atau lebih tekanannya hingga 15 bar.
2.23 Kompresor Diafragma (diaphragma compressor)
Jenis Kompresor ini termasuk dalam kelompok kompresor torak. Namun letak torak dipisahkan
melalui sebuah membran diafragma. Udara yang masuk dan keluar tidak langsung berhubungan
dengan bagian-bagian yang bergerak secara resiprokal. Adanya pemisahan ruangan ini udara
akan lebih terjaga dan bebas dari uap air dan pelumas/oli. Oleh karena itu kompresor diafragma
banyak digunakan pada industri bahan makanan, farmasi, obat obatan dan kimia.
Prinsip kerjanya hampir sama dengan kompresor torak. Perbedaannya terdapat pada sistem
kompresi udara yang akan masuk ke dalam tangki penyimpanan udara bertekanan. Torak pada
kompresor diafragma tidak secara langsung menghisap dan menekan udara, tetapi
menggerakkan sebuah membran (diafragma) dulu. Dari gerakandiafragma yang kembang
kempis itulah yang akan menghisap dan menekan udara ke tabung penyimpan.
2.24 Kompresor Putar (Rotary Compressor)
Kompresor putar ini memiliki sepasang rotor berbentuk sekrup. Pasangan ini berputar serempak
dalam arah yang berlawanan dan saling mengait seperti roda gigi. Putaran serempak ini dapat
berlangsung karena kaitan gigi-gigi rotor itu sendiri atau dengan perantaraan sepasang roda gigi
penyerempak putaran. Karena gesekan antar rotor sangat kecil, kompresor ini mempunyai
performansi yang baik untuk umur kerja yang panjang. Perbedaan tekanan maksimum yang
diizinkan pada kompresor ini ditentukan oleh defleksi lentur rotor dan besarnya biasanya adalah
30 kg/cm2 (2900 kPa).. Mekanisme kerja kompresor rotary, udara masuk dimampatkan melalui
Blade (Mata Pisau) yang berputar cepat. Blade tersebut digerakkan untuk memampatkan udara
yang masuk.
Kompresor beroperasi pada kecepatan tinggi dan umumnya menghasilkan hasil keluaran yang
lebih tinggi dibandingkan kompresor reciprocating. Biaya investasinya rendah, bentuknya
kompak, ringan dan mudah perawatannya, sehingga kompresor ini sangat popular di industri.

Biasanya digunakan dengan ukuran 30 sampai 200 hp atau 22 sampai 150 kW.
Jenis dari kompresor putar adalah:

Kompresor lobe (roots blower)


Kompresor ulir (ulir putar helical-lobe, dimana rotor putar jantan dan betina
bergerak berlawanan arah dan menangkap udara sambil mengkompresi dan
bergerak ke depan (lihat Gambar 5)
Jenis baling-baling putar/ baling-baling luncur, ring cairan dan jenis gulungan.
Kompresor ulir putar menggunakan pendingin air. Jika pendinginan sudah dilakukan pada
bagian dalam kompresor, tidak akan terjadi suhu operasi yang ekstrim pada bagian-bagian yang
bekerja.
Karena desainnya yang sederhana dan hanya sedikit bagian-bagian yang bekerja, kompresor
udara ulir putar mudah perawatannya, mudah operasinya dan fleksibel dalam pemasangannya.
Kompresor udara putar dapat dipasang pada permukaan apapun yang dapat menyangga berat
Statiknya.
Gambar 4. Skema Kerja Kompresor Rotary [www.thermalfluids.net]
Pada skema kerja diatas terlihat jelas bahwa :
Step 1 : Udara luar masuk melalui perbedaan tekanan antara kompresor dengan tekanan
udara lingkungan.
Step 2 : Udara masuk, mulai mengembang/ di ekspansikan oleh Blade.
Step 3 : Udara dimampatkan ke dinding silinder oleh Blade.
Step 4 : Udara bertekanan tinggi keluar melalui katup keluar.
2.25 Kompresor Sekrup (Screw)
Kompresor Sekrup memiliki dua rotor yang saling berpasangan atau bertautan (engage), yang
satu mempunyai bentuk cekung, sedangkan lainnya berbentuk cembung, sehingga dapat
memindahkan udara secara aksial ke sisi lainnya. Kedua rotor itu identik dengan sepasang roda
gigi helix yang saling bertautan. Jika roda-roda gigi tersebut berbentuk lurus, maka kompresor ini
dapat digunakan sebagai pompa hidrolik pada pesawat-pesawat hidrolik. Roda-roda gigi
kompresor sekrup harus diletakkan pada rumah-rumah roda gigi dengan benar sehingga betulbetul dapat menghisap dan menekan fluida.
Gambar 5. Kompresor Screw

Gambar Langkah kerja Kompresor Screw

2.26 Kompresor Root Blower (Sayap Kupu-kupu)


Kompresor jenis ini akan mengisap udara luar dari satu sisi ke sisi yang lain tanpa ada
perubahan volume. Torak membuat penguncian pada bagian sisi yang bertekanan. Prinsip
kompresor ini ternyata dapat disamakan dengan pompa pelumas model kupu-kupu pada sebuah
motor bakar. Beberapa kelemahannya adalah: tingkat kebocoran yang tinggi. Kebocoran terjadi
karena antara baling-baling dan rumahnya tidak dapat saling rapat betul. Berbeda jika
dibandingkan dengan pompa pelumas pada motor bakar, karena fluidanya adalah minyak
pelumas maka film-film minyak sendiri sudah menjadi bahan perapat antara dinding rumah dan
sayap-sayap kupu itu. Dilihat dari konstruksinya, Sayap kupu-kupu di dalam rumah pompa
digerakan oleh sepasang roda gigi yang saling bertautan juga, sehingga dapat berputar tepat
pada dinding.

2.27 Kompresor Aliran (turbo compressor)


Jenis kompresor ini cocok untuk menghasilkan volume udara yang besar. Kompresor aliran
udara ada yang dibuat dengan arah masuknya udara secara aksial dan ada yang secara radial.
Arah aliran udara dapat dirubah dalam satu roda turbin atau lebih untuk menghasilkan
kecepatan aliran udara yang diperlukan. Energi kinetik yang ditimbulkan menjadi energi bentuk
tekanan.

2.28 Kompresor Aliran Radial


Percepatan yang ditimbulkan oleh kompresor aliran radial berasal dari ruangan ke ruangan
berikutnya secara radial. Pada lubang masuk pertama udara dilemparkan keluar menjauhi
sumbu. Bila kompresornya bertingkat, maka dari tingkat pertama udara akan dipantulkan
kembali mendekati sumbu. Dari tingkat pertama masuk lagi ke tingkat berikutnya, sampai
beberapa tingkat sesuai yang dibutuhkan. Semakin banyak tingkat dari susunan sudu- sudu
tersebut maka akan semakin tinggi tekanan udara yang dihasilkan. Prinsip kerja kompresor
radial akan menghisap udara luar melalui sudu-sudu rotor, udara akan terisap masuk ke dalam
ruangan hisap lalu dikompresi dan akan ditampung pada tangki penyimpanan udara bertekanan
hingga tekanannya sesuai dengan kebutuhan.

2.29. Kompresor Aliran Aksial


Pada kompresor aliran aksial, udara akan mendapatkan percepatan oleh sudu yang terdapat
pada rotor dan arah alirannya ke arah aksial yaitu searah (sejajar) dengan sumbu rotor. Jadi
pengisapan dan penekanan udara terjadi saat rangkaian sudu-sudu pada rotor itu berputar
secara cepat. Putaran cepat ini mutlak diperlukan untuk mendapatkan aliran udara yang

mempunyai tekanan yang diinginkan. Teringat pula alat semacam ini adalah seperti kompresor
pada sistem turbin gas atau mesin-mesin pesawat terbang turbo propeller. perbedaannya, jika
pada turbin gas adalah menghasilkan mekanik putar pada porosnya. Tetapi, pada kompresor ini
tenaga mekanik dari mesin akan memutar rotor sehingga akan menghasilkan udara bertekanan.
2.3 PENGGERAK KOMPRESOR
Penggerak kompresor berfungsi untuk memutar kompresor, sehingga kompresor dapat bekerja
secara optimal. Penggerak kompresor yang sering digunakan biasanya berupa motor listrik dan
motor bakar. Kompresor berdaya rendah menggunakan motor listrik dua phase atau motor
bensin. sedangkan kompresor berdaya besar memerlukan motor listrik 3 phase atau mesin
diesel. Penggunaan mesin bensin atau diesel biasanya digunakan apabila lokasi disekitarnya
tidak terdapat aliran listrik atau cenderung non stasioner. Kompresor yang digunakan di pabrikpabrik kebanyakan digerakkan oleh motor listrik karena biasanya terdapat instalasi listrik dan
cenderung stasionar (tidak berpindah-pindah).
2.4 KOMPONEN KOMPRESOR
1. Kerangka (frame)
Fungsi utama adalah untuk mendukung seluruh beban dan berfungsi juga sebagai tempat
kedudukan bantalan, poros engkol, silinder dan tempat penampungan minyak pelumas.
2. Poros engkol (crank shaft)
Berfungsi mengubah gerak berputar (rotasi) menjadi gerak lurus bolak balik (translasi).
3. Batang penghubung (connecting rod)
Berfungsi meneruskan gaya dari poros engkol ke batang torak melalui kepala silang, batang
penghubung harus kuat dan tahan bengkok sehingga mampu menahan beban pada saat
kompresi.
4. Kepala silang (cross head)
Berfungsi meneruskan gaya dari batang penghubung ke batang torak. Kepala silang dapat
meluncur pada bantalan luncurnya
5. Silinder (cylinder)
Berfungsi sebagai tempat kedudukan liner silinder dan water jacket.
6. Liner silinder (cylinder liner)
Berfungsi sebagai lintasan gerakan piston torak saat melakukan proses ekspansi, pemasukan,
kompresi, dan pengeluaran.
7. Front and rear cylinder cover.

Adalah tutup silinder bagian head end/front cover dan bagian crank end/rear cover yang
berfungsi untuk menahan gas/udara supaya tidak keluar silinder.
8. Water Jacket
Adalah ruangan dalam silinder untuk bersirkulasi air sebagai pendingin
9. Torak (piston)
Sebagai elemen yang menghandel gas/udara pada proses pemasukan (suction), kompresi
(compression) dan pengeluaran (discharge).
10. Cincin torak ( piston rings)
Berfungsi mengurangi kebocoran gas/udara antara permukaan torak dengan dinding liner
silinder.

Gambar 5. Posisi Cincin Torak

11. Batang Torak (piston rod)


Berfungsi meneruskan gaya dari kepala silang ke torak.
12. Cincin Penahan Gas (packing rod)
Berfungsi menahan kebocoran gas akibat adanya celah (clearance) antara bagian yang
bergerak (batang torak) dengan bagian yang diam (silinder). Cincin penahan gas ini terdiri dari
beberapa ring segment.
13. Ring Oil Scraper
Berfungsi untuk mencegah kebocoran minyak pelumas pada frame.
14. Katup kompresor (compressor valve)
Berfungsi untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran gas/udara, kedalam atau keluar silinder.
Katup ini dapat bekerja membuka dan menutup sendiri akibat adanya perbedaan tekanan yang
terjadi antara bagian dalam dengan bagian luar silinder.
Gambar 6. Konstruksi Katup Pita ( Reed Valve )
Gambar 7. Konstruksi Katup Cincin
Gambar 8. Konstruksi Katup Kanal

Gambar 9. Konstruksi Katup Kepak


15. Pengatur Kapasitas
Volume udara yang dihasilkan kompresor harus sesuai dengan kebutuhan. Jika kompresor terus
bekerja maka tekanan dan volume udara akan terus meningkat melebihi kebutuhan dan
berbahaya terhadap peralatan. Untuk mengatur batas volume dan tekanan yangdihasilkan
kompresor digunakan alat yang biasa disebut pembebas beban (unloader). Pembebas beban
dapat digolongkan menurut asas kerjanya, yaitu : pembebas beban katup isap, pembebas beban
celah katup, pembebas beban trotel isap dan pembebas beban dengan pemutus otomatis.
Pembebas beban yang difungsikan untuk memperingan beban pada waktu kompresor distart
agar penggerak mula dapat berjalan lancar dinamakan pembebas beban awal. Adapun ciri-ciri,
cara kerja, dan pemakaian berbagai jenis pembebas beban tersebut adalah sebagai berikut.
(1). Pembebas beban katup isap
Jenis ini sering dipakai pada kompresor kecil atau sedang. Cara ini menggunakan katup isap di
mana plat katupnya dapat dibuka terus pada langkah isap maupun langkah kompresi sehingga
udara dapat bergerak keluar masuk silinder secara bebas melalui katup ini tanpa terjadi
kompresi. Hal ini berlangsung sebagai berikut.
Gambar 10. Kerja pembebas beban katup isap
Jika kompresor bekerja maka udara akan mengisi tangki udara sehingga tekanannya akan naik
sedikit demi sedikit. Tekanan ini disalurkan ke bagian bawah katup pilot dari pembebas beban.
Jika tekanan di dalam tangki udara masih rendah, maka katup akan tetap tertutup karena pegas
atas dari katup pilot dapat mengatasi tekanan tersebut. Namun jika tekanan di dalam tangki
udara naik sehingga dapat mengatasi gaya pegas tadi maka katup isap akan didorong sampai
terbuka. Udara tekan akan mengalir melalui pipa pembebas beban dan menekan torak
pembebas beban pada tutup silinder ke bawah. Maka katup isap akan terbuka dan operasi tanpa
beban mulai. Selama kompresor bekerja tanpa beban, tekanan di dalam tangki udara akan
menurun terus karena udara dipakai sedangkan penambahan udara dari kompresor tidak ada.
Jika tekanan turun melebihi batas maka gaya pegas dari katup pilot akan mengalahkan gaya
dari tekanan tangki udara. Maka katup pilot akan jatuh, lalu udara tertutup, dan tekanan di dalam
pipa pembebas beban menjadi sama dengan tekanan at -mosfir. Dengan demikian torak
pembebas beban akan terangkat oleh gaya pegas, katup isap kembali pada posisi normal, dan
kompresor bekerja mengisap dan memampatkan udara.
(2). Pembebas beban dengan pemutus otomatik
Jenis ini dipakai untuk kompresor-kompresor yang relatif kecil, kurang dari 7,5 kW. Di sini
dipakai tombol tekanan (pressure switch) yang dipasang di tangki udara. Motor penggerak
akan dihentikan oleh tombol tekanan ini secara otomatik bila tekanan udara di dalam tangki
udara melebihi batas tertentu. Sebaliknya jika tekanan di dalam tangki udara turun sampai
dibawah batas minimal yang ditetapkan, maka tombol akan tertutup dan motor akan hidup
kembali. Pembebas beban jenis ini banyak dipakai pada kompresor kecil sebab katup isap
pembebas beban yang berukuran kecil agak sulit dibuat. Selain itu motor berdaya kecil dapat
dengan mudah dihidupkan dan dimatikan dengan tombol tekanan.
16. Pelumasan

Bagian-bagian kompresor torak yang memerlukan pelumasan adalah bagian-bagian yang saling
meluncur seperti silinder, torak, kepala silang, metal -metal bantalan batang penggerak dan
bantalan utama. Tujuan pelumasan adalah untuk mencegah keausan, merapatkan cincin torak
dan paking, mendinginkan bagian-bagian yang saling bergesek, dan mencegah pengkaratan.
Pada kompresor kerja tunggal yang biasanya dipergunakan sebagai kompresor berukuran kecil,
pelumasan kotak engkol dan silinder disatukan. Sebaliknya kompresor kerja ganda yang
biasanya dibuat untuk ukuran sedang dan besar dimana silinder dipisah dari rangka oleh paking
tekan, maka harus dilumasi secara terpisah. Dalam hal ini pelumasan untuk silinder disebut
pelumasan dalam dan pelumasan untuk rangkanya disebut pelumasan luar.Untuk kompresor
kerja tunggal yang berukuran kecil, pelumasan dalam maupun pelumasan luar dilakukan secara
bersama dengan cara pelumasan percik atau dengan pompa pelumas jenis rocla gigi.
Pelumasan percik, menggunakan tuas pemercik minyak yang dipasang pada ujung besar batang
penggerak. Tuas ini akan menyerempet permukaan minyak di dasar kotak engkol sehingga
minyak akan terpercik ke silinder dan bagian lain dalam kotak engkol. Metode pelumasan paksa
menggunakan pompa roda gigi yang dipasang pada ujung poros engkol. Putaran poros engkol
akan diteruskan ke poros pompa ini melalui sebuah kopling jenis Oldham. Minyak pelumas
mengalir melalui saringan minyak oleh isapan pompa. Oleh pompa tekanan minyak dinaikkan
sampai mencapai harga tertentu lalu dialirkan ke semua bagian yang memerlukan melalui
saluran di dalam poros engkol dan batang penggerak.
Gambar 11. Pelumasan Paksa
Sebuah katup pembatas tekanan untuk membatasi tekanan minyak dipasang pada sisi keluar
pompa roda gigi. Kompresor berukuran sedang dan besar menggunakan pelumasan dalam yang
dilakukan dengan pompa minyak jenis plunyer secara terpisah. Adapun pelumasan luarnya
dilakukan dengan pompa roda gigi yang dipasang pada ujung poros engkol. Pompa roda gigi
harus dipancing sebelum dapat bekerja. Untuk itu disediakan pompa tangan yangdipasang
paralel dengan pompa roda gigi. Pada jalur pipa minyak pelumas juga perlu dipasang rele
tekanan. Rele ini akan bekerja secara otomatis menghentikan kompresor jika terjadi penurunan
tekanan minyak sampai di bawah batas minimum. Jika pompa mengisap udara. karena tempat
minyak kosong atau permukaannya terlalu rendah maka rele akan bekerjadan kompresor
berhenti
Gambar 12. Sistem Pelumas Minyak Luar
Gambar 13. Sistem Pelumas Minyak Dalam
17. Peralatan Pembantu
Untuk dapat bekerja dengan sempurna, kompresor dilengkapi dengan beberapa peralatan
pembantu antara lain adalah sebagai berikut.
(1) Saringan udara
Jika udara yang diisap kompresor mengandung banyak debu maka silinder dan cincin torak
akan cepat aus bahkan dapat terbakar. Karena itu kompresor harus dilengkapi dengan saringan
udara yang dipasang pada sisi isapnya. Saringan yang banyak dipakai saat ini terdiri dari
tabung-tabung penyaring yang berdiameter 10 mm dan panjangnya 10 mm. Tabung ini
ditempatkan di dalam kotak berlubang-lubang atau keranjang kawat, yang dicelupkan dalam
genangan minyak. Udara yang diisap kompresor harus mengalir melalui minyak dan tabung
yang lembab oleh minyak. Dengan demikian jika ada debu yang terbawa akan melekat pada
saringan sehingga udara yang masuk kompresor menjadi bersih. Aliran melalui saringan
tersebut sangat turbulen dan arahnya membalik hingga sebagian besar dari partikel partikel
debu akan tertangkap di sini.

Gambar 14. Saringan udara tipe genangan minyak


(2) Katup pengaman
Katup pengaman harus dipasang pada pipa keluar dari setiap tingkat kompresor. Katup ini
harus membuka dan membuang udara ke luar jika tekanan melebihi 1,2 kali tekanan normal
maksimum dari kompresor. Pengeluaran udara harus berhenti secara tepat jika tekanan sudah
kembali sangat dekat pada tekanan normal maksimum.
Gambar 15. Katup Pengaman
(3) Tangki udara
Tangki udara dipakai untuk menyimpan udara tekan agar apabila ada kebutuhan udara tekan
yang berubah-ubah jumlahnya dapat dilayani dengan lancar. Dalam hal kompresor torak di mana
udara dikeluarkan secara berfluktuasi, tangki udara akan memperhalus aliran. Selain itu, udara
yang disimpan di dalam tangki udara akan mengalami pendinginan secara pelan-pelan dan uap
air yang mengembun dapat terkumpul di dasar tangki untuk sewaktu-waktu dibuang. Dengan
demikian udara yang disalurkan ke pemakai selain sudah dingin, juga tidak lembab.
Gambar 16. Unit Kompresor dengan Tangki Udara
(4) Peralatan Pembantu
Kompresor untuk keperluan-keperluan khusus sering dilengkapi peralatan bantu antara lain :
peredam bunyi, pendingin akhir, pengering, menara pendingin dan sebagainya sesuai dengan
kebutuhan spesifik yangdibutuhkan sistem.
(5) Peralatan pengaman yang lain
Kompresor juga memiliki alat-alat pengaman berikut ini untuk menghindari dari kecelakaan.

alat penunjuk tekanan, rele tekanan udara dan reletekanan


minyak.

alat penunjuk temperatur dan rele thermal (tem peratur udara


keluar, temperatur udara masuk,temperatur air pendingin, temperatur
minyak dantemperatur bantalan.

Rele aliran air (mendeteksi aliran yang berkurang/ berhenti).


2.5 CARA MERAWAT KOMPRESOR

Cek oli, pastikan levelnya minimal setengah dan tidak lebih dari 3/4 pada oil
glass
Tutup semua kran
Periksa belt, pastikan tidak terlalu kendur namun juga tidak terlalu kencang.
Pastikan daya yang tersedia minimal 2 kali lipat dari daya yang tertera pada
motor.
Untuk mesin kompresor, (pastikan oli dan bahan bakar tersedia)
Start/On pada switch (recoil untuk engine dan gunakan pengaturan gas
untuk start, setelah stabil, kembalikan pada posisi awal).

Pastikan motor mati/Of jika pressure gauge menunjuk 8 bar dan kembali
hidup/On pada 5 bar (untuk kompresor berkapasitas 12 bar akan
mati/Of jika pressure gauge menunjuk 12 bar dan kembali hidup/On pada 9
bar)
Untuk kompresor engine, matikan secara manual dengan engine switch of
Setelah selesai menggunakan unit ini, buang seluruh angin yang tersisa di
dalam tangki melalui drain valve.
Gunakan kompresor sesuai aplikasinya.
Perhatikan debit pengisian tangki, harus lebih besar dari debit
penggunaannya
Usahakan sedapat mungkin agar motor memiliki tenggang waktu yang cukup
untuk hidup dan mati, minimal 5-10 menit.
Letakan kompresor di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.
Hindarkan kompresor dari hujan/air maupun sinar matahari secara langsung
(letakan di tempat terlindung).
Pastikan minimal sekali dalam seminggu untuk menguras tangki dengan
angin (sebaiknya tiap hari).
https://haruna16.wordpress.com/makalah-sistem-kompresor-3/

Macam-macam Kompresor (Pembangkit Udara Bertekanan)


Home Elektro Pneumatik Macam-macam Kompresor (Pembangkit Udara Bertekanan)

Kompresor berfungsi untuk membangkitkan/menghasilkan udara


bertekanan dengan cara menghisap dan memampatkan udara tersebut
kemudian disimpan di dalam tangki udara kempa untuk disuplai kepada
pemakai (sistem pneumatik). Kompresor dilengkapi dengan tabung untuk
menyimpan udara bertekanan, sehingga udara dapat mencapai jumlah
dan tekanan yang diperlukan. Tabung udara bertekanan pada kompresordilengkapi dengan
katup pengaman, bila tekanan udaranya melebihi
ketentuan, maka katup pengaman akan terbuka secara otomatis.
Pemilihan jenis kompresor yang digunakan tergantung dari syarat-syarat
pemakaian yang harus dipenuhi misalnya dengan tekanan kerja dan volume
udara yang akan diperlukan dalam sistim peralatan (katup dan silinder
pneumatik). Secara garis besar kompresor dapat diklasifikasikan seperti di
bawah ini.

1. Klasifi kasi Kompresor


Secara garis besar kompresor dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian,
yaitu Positive Displacement compressor, dan Dynamic compressor, (Turbo),
Positive Displacement compressor, terdiri dari Reciprocating dan Rotary,
sedangkan Dynamic compressor, (turbo) terdiri dari Centrifugal, axial dan
ejector, secara lengkap dapat dilihat dari klasifikasi di bawah ini:

1.1 Kompresor Torak Resiprokal (reciprocating compressor)


Kompresor ini dikenal juga dengan kompresor torak, karena dilengkapi
dengan torak yang bekerja bolak-balik atau gerak resiprokal. Pemasukan
udara diatur oleh katup masuk dan dihisap oleh torak yang gerakannya
menjauhi katup. Pada saat terjadi pengisapan, tekanan udara di dalam
silinder mengecil, sehingga udara luar akan masuk ke dalam silinder secara
alami. Pada saat gerak kompresi torak bergerak ke titik mati bawah ke

titik mati atas, sehingga udara di atas torak bertekanan tinggi, selanjutnya
di masukkan ke dalam tabung penyimpan udara. Tabung penyimpanan
dilengkapi dengan katup satu arah, sehingga udara yang ada dalam tangki
tidak akan kembali ke silinder. Proses tersebut berlangsung terus-menerus
hingga diperoleh tekanan udara yang diperlukan. Gerakan mengisap dan
mengkompresi ke tabung penampung ini berlangsung secara terus menerus,
pada umumnya bila tekanan dalam tabung telah melebihi kapasitas, maka
katup pengaman akan terbuka, atau mesin penggerak akan mati secara
otomatis.

1.2 Kompresor Torak Dua Tingkat Sistem Pendingin Udara


Kompresor udara bertingkat digunakan untuk menghasilkan tekanan
udara yang lebih tinggi. Udara masuk akan dikompresi oleh torak pertama,
kemudian didinginkan, selanjutnya dimasukkan dalam silinder kedua
untuk dikompresi oleh torak kedua sampai pada tekanan yang diinginkan.
Pemampatan (pengompresian) udara tahap kedua lebih besar, temperatur
udara akan naik selama terjadi kompresi, sehingga perlu mengalami proses
pendinginan dengan memasang sistem pendingin. Metode pendinginan
yang sering digunakan misalnya dengan sistem udara atau dengan sistem

air bersirkulasi.

Batas tekanan maksimum untuk jenis kompresor torak resiprokal antara


lain, untuk kompresor satu tingkat tekanan hingga 4 bar, sedangkan dua
tingkat atau lebih tekanannya hingga 15 bar.

1.3 Kompresor Diafragma (diaphragma compressor)


Jenis Kompresor ini termasuk dalam kelompok kompresor torak. Namun
letak torak dipisahkan melalui sebuah membran diafragma. Udara yang
masuk dan keluar tidak langsung berhubungan dengan bagian-bagian yang
bergerak secara resiprokal. Adanya pemisahan ruangan ini udara akan lebih
terjaga dan bebas dari uap air dan pelumas/oli. Oleh karena itu kompresor
diafragma banyak digunakan pada industri bahan makanan, farmasi, obatobatan
dan kimia.
Prinsip kerjanya hampir sama dengan kompresor torak. perbedaannya
terdapat pada sistem kompresi udara yang akan masuk ke dalam tangki
penyimpanan udara bertekanan. Torak pada kompresor diafragma tidak
secara langsung menghisap dan menekan udara, tetapi menggerakkan

sebuah membran (diafragma) dulu. Dari gerakan diafragma yang kembang


kempis itulah yang akan menghisap dan menekan udara ke tabung
penyimpan.

1.4 Kompresor Putar (Rotary Compressor)


Kompresor Rotari Baling-baling Luncur
Secara eksentrik rotor dipasang berputar dalam rumah yang berbentuk
silindris, mempunyai lubang-lubang masuk dan keluar. Keuntungan dari
kompresor jenis ini adalah mempunyai bentuk yang pendek dan kecil,
sehingga menghemat ruangan. Bahkan suaranya tidak berisik dan halus
dalam, dapat menghantarkan dan menghasilkan udara secara terus menerus
dengan mantap. Baling-baling luncur dimasukkan ke dalam lubang yang
tergabung dalam rotor dan ruangan dengan bentuk dinding silindris. Ketika
rotor mulai berputar, energi gaya sentrifugal baling-balingnya akan melawan
dinding. Karena bentuk dari rumah baling-baling itu sendiri yang tidak sepusat
dengan rotornya maka ukuran ruangan dapat diperbesar atau diperkecil
menurut arah masuknya (mengalirnya) udara.

1.5 Kompresor Sekrup (Screw)


Kompresor Sekrup memiliki dua rotor yang saling berpasangan atau
bertautan (engage), yang satu mempunyai bentuk cekung, sedangkan
lainnya berbentuk cembung, sehingga dapat memindahkan udara secara
aksial ke sisi lainnya. Kedua rotor itu identik dengan sepasang roda gigi
helix yang saling bertautan. Jika roda-roda gigi tersebut berbentuk lurus,
maka kompresor ini dapat digunakan sebagai pompa hidrolik pada pesawatpesawat
hidrolik. Roda-roda gigi kompresor sekrup harus diletakkan pada
rumah-rumah roda gigi dengan benar sehingga betul-betul dapat menghisap
dan menekan fluida.

1.6 Kompresor Root Blower (Sayap Kupu-kupu)

Kompresor jenis ini akan mengisap udara luar dari satu sisi ke sisi yang
lain tanpa ada perubahan volume. Torak membuat penguncian pada bagian
sisi yang bertekanan. Prinsip kompresor ini ternyata dapat disamakan dengan
pompa pelumas model kupu-kupu pada sebuah motor bakar. Beberapa
kelemahannya adalah: tingkat kebocoran yang tinggi. Kebocoran terjadi
karena antara baling-baling dan rumahnya tidak dapat saling rapat betul.
Berbeda jika dibandingkan dengan pompa pelumas pada motor bakar,
karena fluidanya adalah minyak pelumas maka film-film minyak sendiri
sudah menjadi bahan perapat antara dinding rumah dan sayap-sayap kupu
itu. Dilihat dari konstruksinya, Sayap kupu-kupu di dalam rumah pompa
digerakan oleh sepasang roda gigi yang saling bertautan juga, sehingga
dapat berputar tepat pada dinding.

1.7 Kompresor Aliran (turbo compressor)


Jenis kompresor ini cocok untuk menghasilkan volume udara yang
besar. Kompresor aliran udara ada yang dibuat dengan arah masuknya
udara secara aksial dan ada yang secara radial. Arah aliran udara dapat
dirubah dalam satu roda turbin atau lebih untuk menghasilkan kecepatan
aliran udara yang diperlukan. Energi kinetik yang ditimbulkan menjadi energi
bentuk tekanan.

1.8 Kompresor Aliran Radial


Percepatan yang ditimbulkan oleh kompresor aliran radial berasal dari
ruangan ke ruangan berikutnya secara radial. Pada lubang masuk pertama
udara dilemparkan keluar menjauhi sumbu. Bila kompresornya bertingkat,
maka dari tingkat pertama udara akan dipantulkan kembali mendekati sumbu.
Dari tingkat pertama masuk lagi ke tingkat berikutnya, sampai beberapa
tingkat sesuai yang dibutuhkan. Semakin banyak tingkat dari susunan sudusudu
tersebut maka akan semakin tinggi tekanan udara yang dihasilkan.
Prinsip kerja kompresor radial akan mengisap udara luar melalui sudu-sudu
rotor, udara akan terisap masuk ke dalam ruangan isap lalu dikompresi
dan akan ditampung pada tangki penyimpanan udara bertekanan hingga
tekanannya sesuai dengan kebutuhan.

1.9 Kompresor Aliran Aksial


Pada kompresor aliran aksial, udara akan mendapatkan percepatan
oleh sudu yang terdapat pada rotor dan arah alirannya ke arah aksial yaitu
searah (sejajar) dengan sumbu rotor. Jadi pengisapan dan penekanan
udara terjadi saat rangkaian sudu-sudu pada rotor itu berputar secara cepat.
Putaran cepat ini mutlak diperlukan untuk mendapatkan aliran udara yang
mempunyai tekanan yang diinginkan. Teringat pula alat semacam ini adalah

seperti kompresor pada sistem turbin gas atau mesin-mesin pesawat terbang
turbo propeller. Bedanya, jika pada turbin gas adalah menghasilkan mekanik
putar pada porosnya. Tetapi, pada kompresor ini tenaga mekanik dari mesin
akan memutar rotor sehingga akan menghasilkan udara bertekanan.

2. Penggerak Kompresor
Penggerak kompresor berfungsi untuk memutar kompresor, sehingga
kompresor dapat bekerja secara optiomal. Penggerak kompresor yang sering
digunakan biasanya berupa motor listrik dan motor bakar seperti gambar
12. Kompresor berdaya rendah menggunakan motor listrik dua phase atau
motor bensin. sedangkan kompresor berdaya besar memerlukan motor
listrik 3 phase atau mesin diesel. Penggunaan mesin bensin atau diesel
biasanya digunakan bilamana lokasi disekitarnya tidak terdapat aliran listrik
atau cenderung non stasioner. Kompresor yang digunakan di pabrik-pabrik
kebanyakan digerakkan oleh motor listrik karena biasanya terdapat instalasi
listrik dan cenderung stasionar (tidak berpindah-pindah).

http://sinelectronic.blogspot.co.id/2012/01/macam-macam-kompresorpembangkit-udara.html

KOMPRESOR

KOMPRESOR
A.

FUNGSI KOMPRESOR
Kompresor adalah suatu alat yang berfungsi untuk melayani kebutuhan udara atau gas
yang bertekanan. Dalam system pelayanan kebutuhan udara ini, kompresor dapat dibedakan
menjadi : Kompresor dengan sistem pelayanan udara terbuka; dan kompresor dengan system
pelayanan gas tertutup.
1. Kompresor dengan system pelayanan udara terbuka.
Pada kompresor dengan system pelayanan udara terbuka, udara luar diisap dan
dikompresikan dalam suatu tabung udara yang berada pada satu system dari kompresor itu
sendiri, kemudian udara tersebut dikeluarkan untuk digunakan sesuai kebutuhan. Udara yang
sudah dipakai lepas kealam bebas lagi.
Kompresor udara banyak dijumpai pada pelayanan : pengecatan; tambal ban; udara tekan
untuk pembakaran ketel uap, motor diesel; rem angin (pneumatic); system pendingin udara;
dan alat-alat pneumatic.
2. Kompresor dengan sistem pelayanan gas tertutup.
Untuk kompresor yang dipakai melayani gas, gas yang sudah digunakan tidak dibuang ke
luar dengan bebas, tetapi ditampung dalam satu system yang selanjutnya gas tersebut
digunakan lagi pada proses kerja berikutnya. Hal ini dilakukan mengingat : persediaan
terbatas, harganya mahal, dan kemungkinan juga gasnya beracun.
Pada proses/siklus tertutup, pada saat gas diisap terjadi penguapan kalor/pendinginan; dan
pada saat gas ditekan terjadi penambahan kolor/panas.
Sistem ini banyak digunakan pada : Lemari pendingin; dan Penyejuk ruangan/AC.

B.
1.
a.
b.
2.

KLASIFIKASI KOMPRESOR
Kompresor dapat diklasifikasikan berdasarkan :
Cara mengkompresikan fluida, yaitu udara, gas, dan uap, terdiri atas :
Kompresor positif, yaitu kompresor-kompresor torak bolak-balik kerja tunggal, kerja ganda,
dan kompresor torak bertingkat; kompresor putar/rotasi; dan kompresor sekruf.
Kompresor non positif, kompresor-kompresor sentrifugal satu tingkat; dan tingkat banyak.
Berdasarkan bentuk dan kedudukannya

Kompresor vertikal; horizontal; berselinder banyak; berbentuk V dua silinder;


Berbentu Y tiga silinder; dan berbentuk X atau VV empat silinder.
3. Berdasarkan tekanan yang dihasilkannya.
Kompresor tekanan rendah; tekanan menengah; dan tekanan tinggi.
4. Berdasarkan putaran yang dibutuhkannya.
Kompresor putaran rendah; dan putaran tinggi.
5.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
6.

Berdasarkan konstruksinya.
Kompresor torak;
Kompresor arah radial atau kompresor roda gigi;
Kompresor sekrup atau ulir;
Kompresor sentrifugal;
Kompresor dengan konstruksi terbuka;
Kompresor dengan konstruksi semi hermetic; dan
Kompresor dengan konstruksi hermatic.
Berdasarkan fluida atau gas refregerasi yang dilayaninya
Kompresor udara; uap; gas; amoniak; Freon; dan CO2
7. Berdasarkan tingkat tekanannya
Kompresor satu tingkat; dan banyak tingkat
8. Berdasarkan pengoperasiannya
Kompresor Stasioner (diam di tempat); dan tidak stasioner (berpindah-pindah).
C. KONSTRUKSI KOMPRESOR
1. Kompresor torak kerja tunggal
Konstruksi dan bagian-bagian komponen dari kompresor torak kerja tunggal dapat
dilihat pada gambar.
Keterangan gambar :
1). Saluran masuk;
2). Katup isap;
3). Torak;
4). Batang torak;
5). Pena Torak;
6). Poros engkol;
7). Katup tekan; dan
8). Saluran tekan.
Gb. Kompresor torak kerja tunggal
Kompresor torak kerja tunggal ini digerakan oleh motor listrik atau motor bakar dengan
trasmisi roda sabuk.
2. Kompresor torak kerja ganda
Perbedaannya dengan kompresor kerja tunggal, pada kompresor kerja ganda
mempunyai dua sisi masuk yaitu di depan torak dan dibelakang torak, sehingga di satu sisi
sedang mengisap, sementara di sisi lain sedang menekan, atau sebaliknya.

Keterangan gambar :
1). Saluran masuk/isap
2). Katup isap sisi depan
3). Ruang isap;
4). Katup tekan sisi depan
5). Saluran tekan
6). Silindre depan torak
7). Torak;
8).Silinder belakang torak
9). Mata antar
10). Batang engkol
11). Batang penggerak

Gb. Kompresor torak kerja ganda


12). Poros engkol

3. Kompresor torak bertingkat


Untuk memperoleh kapasitas dan tekanan yang lebih besar, maka dibuatlah kompresor
torak dengan jumlah silinder lebih dari satu. Kedua silinder dihubungkan satu sama lain
dengan hubungan seri atau hubungan parallel.
Ukuran diameter silinder yang satu dengan yang lainnya berbeda. Sedangkan tenaga
penggerak torak dari engkol mempunyai panjang langkah yang sama. Sehigga tekanan yang
dihasilkan berbeda.
Gb. Kompresor torak bertingkat
4.

Kompresor torak berselinder banyak


Untuk melayani kebutuhan dengan kapasitas yang besar dan tekanan yang tinggi pada
kompresor torak maka dibuat kompresor berselinder banyak atau kompresor yang berselinder
lebih dari dua.
Keterangan gambar :
1.Katup penutup pada pipa isap;
2.Saringan isap;
3.Silinder;
4. Pegas pengaman;
5.Torak;
6. Katup penutup pada pipa buang;
7. Pully alur V;
8. Sekat poros;
9. Poros engkol;
10. Pompa minyak; dan
11. Katup pengaman.

Gb. Kompresor torak berselinder banyak


5. Kompresor roda gigi
Kompresor roda gigi terdiri dari sepasang roda gigi yang dipasang pada bodi atau gear
box. Kedua roda gigi tersebut berputar dengan arah yang berlawanan.
Pada kompresor roda gigi tidak terjadi proses kompresi. Udara hanya didorong dari sisi
isap ke sisi tekan. Oleh karenanya kompresor roda gigi ini hanya dapat bekerja dengan
tekanan sampai 10 N/cm2 saja.
Gb. Kompresor roda gigi

6. Kompresor rotor
Kompresor rotor adalah kompresor roda gigi dalam bentuk lain.
Gb. Kompresor rotor
7. Kompresor ulir

Gb. Kompresor ulir

8. Kompresor Putar
Ditinjau dari daun pemisah yang berada pada kompresor, kompresor putar ini dapat
dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
a. Jenis stasioner blade
b. Jenis rotary blade
Kompresor putar jenis stasioner blade yaitu kompresor yang mempunyai daun pemisah
yang diam, sedangkan rotornya berputar pada poros yang eksentrik. Sedangkan pada
kompresor jenis rotary, daun pemisahnya bergerak berputar bersama-sama dengan rotornya
pada poros eksentrik.
Gb. Kompresor putar jenis a

Gb. Kompresor putar jenis b

9. Kompresor sentrifugal
Kompresor sentrifugal terdiri atas rumah yang berbentuk keong/siput atau disebut juga
rumah keoang/siput; sudu-sudu yang dipasang pada rumah keong dan digerakan oleh poros
yang dihubungkan dengan motor listrik.
Gb. Kompresor sentrifugal
D.

PERBEDAAN KOMPRESOR DENGAN POMPA

Dilihat dari fluida yang digunakannya perbedaan antara kompresor dengan pompa,
yaitu : Pompa digunakan untuk memindahkan fluida yang bersipat tidak dapat dikomprisikan
atau volumenya tidak dapat dipampatkan/diperkecil, misalnya air, minyak atau oli.

Sedangkan kompresor adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan fluida
yang bersifat dapat dikompresikan atau volumenya dapat diperkecil, misalnya udara atau gas.
KAPASITAS KOMPRESOR
1. Kapasitas kompresor torak kerja tunggal.
Kapasitas yaitu volume fluida (udara, air, atau gas) yang diisap setiap satuan waktu, jika
silinder dari kompresor torak kerja tunggal mempunyai diameter (D) dan panjang langkah
torak (L) dalam satuan meter.
Maka volume isap untuk satu putaran engkol adalah :
V1 = . R2 . L -------->

R=

Atau
V D2 .L

(m3 )

Volume isap untuk n putaran engkol adalah


Vn = D2 .L . n

(m3 per

menit )
Jika kompresor digerakan oleh motor listrik atau motor bakar yang mempunyai
putaran n putaran per menit, maka volume isap tiap menit adalah :
V = D2 .L . n
(m3/menit ) atau V = D2 .L .
(m3/detik )
Volume isap yang sebenarnya lebih kecil karena adanya kerugian/kebocoran yang
disebabkan adanya keterlambatan penutupan katup-katup yang akan berpengaruh terhadap
efisiensi vulometrik yang besarnya v, maka kapasitas efektif dari kompresor torak kerja
tunggal menjadi:
3

V = D2 . L . n . 60 . v
( m /jam)
V = Kapasitas kompresor torak kerja tunggal (m3/jam)
D = Diameter silinder dari kompresor .(m)
L
=
Panjang
langkah
torak
(m)
n = Putaran engkol
.(rpm)
v = Randemen volumetric yang besarnya antara 0,8 s/d 0,95

..

PERBANDINGAN KOMPRESI
Jika temperature udara atau yang dikompresikan dalam suatu tabung mempunyai
temperature yang konstan, sesuai dengan hukum Boyle yaitu : Pada suatu temperature yang
tetap, tekanan dan volume gas adalah konstan,
PV = C
atau
P1V1 = P2V2 = P3V3 = P4V4 .. = PnVn
Pembandingan kompresi adalah perbandingan antara volume sebelum dan sesudah
kompresi, persamaannya dapat ditulis :
P = Tekanan
N/cm2

= Volume
cm3
r = Perbandingan kompresi
Proses kompresi dengan temperatur tetap disebut juga proses isothermal. Diagram P-V
dari persamaan PV = C, membentuk kurva proses isothermal myang berupa hiperbola. Lihat
gambar di bawah ini
= =

HUBUNGAN PERBANDINGAN KOMPRESI DAN EFISIENSI VOLUMETRIK


Nilai efisiensi volumetric untuk kompresor torak dapat dilihat pada table dibawah ini:
a. Untuk kompresor torak kerja tunggal
Perbandingan
Efisiensi v dalam satuan %
Kompresi,
r = V1/V2
Putaran tinggi
Putaran rndah
= P2/P1
2
92
85
4
86
80
6
84
76
8
78
71
10
75
66
12
72
60
b.

Untuk kompresor torak kerja ganda


Perbandingan
Efisiensi v dalam satuan %
Kompresi,
r = V1/V2
Putaran tinggi
Putaran rndah
= P2/P1
2
88
82
4
78
72
6
70
64
8
62
52
10
55
44
12
46
34

2. Kapasitas kompresor torak kerja ganda


Pada kompresor torak kerja ganda pengisapan dan penekanan dapat berlangsung secara
bersamaan pada dua sisi torak yang berlawanan yaitu pada sisi depan dan sisi belakang torak.
Jumlah volume udara yang diisap dan yang ditekan pada sisi torak yang berbeda jumlahnya
tidak sama, karena pada sisi belakang torak terdapat batang torak.
Jika diameter silinder D, panjang langkah torak L, dan diameter batang
torak d, maka dalam setiap putaran engkol dihasilkan :

Pada sisi depan engkol


V1 = D2.L

(m3 )

Pada sisi belakang engkol


V2 = D2 .L -

d2.L

(m3)

Volume isap seluruhnya


V = V1 + V2
= D .L + D .L - d2.L
V = (2D2 - d2) L
2

(m3)

Jika poros engkol berputar tiap menit n putaran, maka volume isap kompresor tiap menit
adalah
V = (2D2 - d2) L .n
(m3 /menit)
Atau
V = (2D2 - d2) L .n . 60
(m3 /jam)
Jika efisiensi volumetric dinyatakan dengan, v, maka kapasitas kompresor torak kerja ganda
yang efektif menjadi :
V = (2D2 - d2) L .n . 60 . v, (m3 /jam)
Keterangan :
V = Kapasitas kompresor kerja ganda yang efektif (m3/jam)
D = Diameter Silinder atau diameter torak (m)
d = Diameter batang torak (m)
L = Panjang langkah torak .. (m)
n = Putaran engkol . (rpm
v, = efisiensi volumetric

Contoh Soal:
Udara dalam silinder mempunyai tekanan tekanan P1 = 10 N/cm2, dan volume V1 = 1000
cm3. Jika V2 = 800 cm3, V3 = 600 cm3, V4 = 400 cm3, V5 = 200 cm3, dan V6 = 100 cm3.
Tentukan :
1. Besarnya tekanan P2; P3; P4; P5; dan P6
3. Buat table hubungan antara tekanan (P) dan volumenya (V)
4. Buatlah diagram P-V-nya.
Penyelesaian :
Perubahan keadaan suatu udara/gas yang temperaturnya tetap, maka perubahan tekanan dan
volumenya konstan.
P.V = C
1. Maka P1V1 = P2V2 atau Besarnya tekanan pada setiap keadaan.

P2 =
P3 =

------------

P2 =

16,67 N/cm2 ;

N/cm2

P4 = = 25 N/cm2

P5 = = 50 N/cm2;
P6 = = 100 N/cm2
2. Tabel hubungan antara tekanan dan volume

3. Diagram P-V

KAPASITAS KOMPRESOR PUTAR


Kapasitas dari kompresor putar adalah jumlah gas yang dapat dilayani yaitu volume gas yang
diisap dan dikompresikan oleh kompresor tersebut dalam setiap satuan waktu. Ukuran dari
kompresor putar dapat dilihat pada gambar :
Gambar 4.9 ukuran kompresor putar
Untuk satu putaran rotor volume udara atau gas yang diisap adalah :
V = D2.L - d2 L
Atau
V = (D2 - d2) L [m3]
Jika rotor berputar n putaran tiap menit, maka setiap menitnya volume gas atau udara yang
diisap adalah :
V = (D2 - d2) L. n [m3/ menit]
Dan untuk setiap jamnya volume gas yang diisap atau kapasitas dari kompresor putar yang
mempunyai satu silinder adalah :
V = (D2 - d2) L. n 60 [m3/ jam]
Jika kompresor putar mempunyai z buah silinder maka kapasitasnya adalah:
V = (D2 - d2) L. n. z. 60 [m3/ jam]
Keterangan :
V = Kapasitas kompresor dalam satuan [m3/ jam]
D = Diameter dalam silinder dalam satuan [m]
d = Diameter rotor dalam satuan . [m]

L = Tebal silinder dalam satuan ... [m]


n = Putaran rotor dalam satuan putaran / menit [rpm]
z = Jumlah silinder .. buah
Contoh soal 1

Soal 2
Kompresor putar memiliki dua buah silinder. Diketahui :
Ukuran silinder, D = 100 mm
Ukuran rotor masing-masing, d = 70 mm
Tebal silinder, L = 60 mm
Putaran, r = 720 rpm
Tentukan kapasitas kompresor tersebut !
Jawaban
Kapasitas
V = (D2 - d2 ) . L . n . z . 60
( m3/jam)
V = (0,12 - 0,072 ) . 0,06. 720 . 2 . 60
( m3/jam)
V = 0,785 . (0,01 - 0,049) . 5184
V = 0,785 . 0,0051 . 5184 = 20,754 ( m3/jam)

KOMPRESOR SENTRIFUGAL
A. Konstruksi Kompresor Sentrifugal
Konstruksi bagian-bagian utama dari kompresor sentrifugal dapat dilihat pada gambar
berikut :

Gambar Kompresor Sentripugal

B. Bagian-bagian kompresor Sentrifugal


Bagian-bagian utama dari kompresor sentrifugal yaitu
Rumah atau bodi
Roda sudu atau impeller
Poros
sekat/difusar
1. Rumah atau bodi
Gambar Rumah kompresor sentripugal/rumah keong/siput

Rumah atau bodi dari kompresor sentrifugal berbentuk rumah keong atau siput, yang
berfungsi sebagai tempat atau ruang untuk menempatkan roda sudu dan menopang poros
sehingga udara atau gas dapat diisap dan ditekan dengan baik. Pembuataan rumah kompresor
biasanya dilakukan dengan cara di cor, sedangkan bahan yang digunakan untuk kompresor
tekanan rendah terbuat dari besi-cor dan kompresor tekanan tinggi, bahannya dapat
digunakan baja-cor. Ketebalan dari rumah kompresor dirancang, dihitung dan disesuaikan
dengan tekanan, kekuatan bahan maupun keselamatan kerjanya.
2. Roda sudu atau impeller

Bentuk sudu lurus

Bentuk sudu lengkung ke belakang

3. Poros
Poros kompresor berfungsi untuk meneruskan daya dari tenaga penggerak yang berupa
putaran ke roda sudu. Poros kompresor menerima momen puntir dan momen lengkung. Poros
dipasang pada roda sudu dengan cara sambungan susut dan dijamin dengan pasak. Poros
biasanya dibuat dengan bentuk poros bertingkat.
Gambar Poros bertingkat

DAYA PENGGERAK
Persyaratan-persyaratan untuk menentukan atau menghitung besarnya daya yang
dibutuhkan pada poros kompresor yaitu :
Head
Kapasitas
Massa jenis
Efisiensi
1. Head
Head yaitu pertambahan energi pada fluida tiap satuan berat fluida. Jika energy dalam
satuan Nm dan berat fluida dalam satuan N, maka head (H) dalam satuan Nm/N = m.
2. Kapasitas
Kapasitas adalah volume gas tiap satuan waktu. Jika volume gas dalam satuan m3
dan waktu dalam satuan second atau detik, maka kapasitas dalam satuan m3/s
3. Massa jenis
Massa jenis adalam berat fluida tiap satuan volume, jika berat fluida dalam satuan N
dan volume dalam satuan m3, maka massa jenis dalam satuan N/m3
4. Efisiensi
Efisiensi yaitu perbandingan antara daya yang diterima oleh gas dengan daya yang

Diberikan pada poros.


5. Daya
Daya adalah usaha tiap satuan waktu. Jika usaha dalam satuan N m = joule dan waktu dalam
satuan detik maka daya dalam satuan Nm/s = J/s = Watt.
Daya penggerak yang deberikan pada poros kompresor sentrifugal sebanding dengan head,
kapasitas, massa jenis, dan berbanding terbalik dengan efisiensinya.
Semakin tinggi head pada kompresor semakin tinggi pula daya poros yang dibutuhkan.
Semakin besar kapasitas kompresor semakin besar pula daya poros yang dibutuhkannya.
Semakin besar massa jenis yang digunakan, semakin besar pula daya yang dibutuhkannya.
Semakin besar efisiensi semakin kecil daya yang dibutuhkannya, atau semakin kecil
efisiensi, daya yang dibutuhkan semakin besar.
Atau dapat ditulis :
Np

(watt)

Keterangan :
Np = Daya yang diberikan pada poros, dalam satuan (Watt)
H = Head dalam satuan (m)
V = Kapasitas, dalam satuan
(m3/det.)
= Massa jenis, dalam satuan
= Efisiensi kompresor

(N/m3)

1 Nm/s = 1 Joule/sec. = 1 Watt


1 Tenaga Kuda = 1 TK = 1 DK = 736 Watt
HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN, MOMEN, DAYA
DAN EFISIENSI
Untuk menentukan besarnya daya penggerak dapat juga ditentukan berdasarkan hubungan
momen puntir dan kecepatan sudutnya yang diturunkan berdasarkan :
Kecepatan keliling
Kecepatan relative
Jumlah kecepatan
Proyeksi jumlah kecepatan terhadap kecepatan kelilingnya
Momen puntir, dan
Daya
1. Kecepatan keliling
Kecepatan keliling pada kompresor sentrifugal mempunyai arah tangensial, yaitu arahnya
tegak lurus terhadap jari-jarinya. (lihat gambar)
Gb. Kecepatan keliling

Keterangan :

U1 = Kecepatan keliling pada sisi masuk [m/s]


U2 = Kecepatan keliling pada sisi keluar [m/s]
r1 = Jari-jari dalam
[m]
r2 = jari-jari luar
[m]
Jika poros penggerak kompresor berputar dengan kecepatan sudut [rad/s] dan jari-jari
Jari-jarinya r dengan ukuran [m], maka kecepatan kelilingnya :
Kecepatan keliling sisi masuk : U1 = r1 .
[m/s]
Kecepatan keliling sisi keluar : U2 = r2 .
[m/s]

2. Kecepatan relative
Kecepatan relatif adalah kecepatan gas yang mempunyai arah sejajar atau bersinggungan
dengan sudunya. (lihat gambar)
Gb. Kecepatan relatif

Keterangan : b = Kecepatan relative;


= Sudut antara kecepatan relative dengan arah tangensial
Index 1 = sisi masuk dan index 2 sisi keluar.
3. Jumlah kecepatan
Kecepatan keliling U dan kecepatan relative b,merupakan vector. Oleh karena itu jumlah U
dan b adalah diagonal dari jajaran genjang yang dibentuk oleh kedua kecepatan tersebut (lihat
gambar)
Gambar jumlah kecepatan

Dari gambar di atas, segitiga kecepatannya dapat dipindahkan/dipisahkan seperti gambar di


bawah ini :
Gambar segitiga kecepatan pada sisi masuk
Gambar segitiga pada sisi keluar

4. Proyeki jumlah kecepatan C terhadap kecepatan kelilingnya


Proyeksi kecepatan C terhadap kecepatan keliling pada sisi masuk dan sisi keluar. (lihat
gambar) :
Gambar proyeksi kecepatan pada sisi masuk

Besarnya proyeksi kecepatan pada sisi masuk dapat dihitung dengan persamaan trigonometri,
yaitu :

= C Cos

1u
1
1
Gambar proyeki kecepatan pada sisi keluar

Besarnya proyeksi kecepatan pada sisi keluar dengan persamaan yang sama, yaitu :

C2u = C2 Cos 2
Keterangan :

C1u : Proyeksi Kecepatan C1 terhadap kecepatan keliling


C2u : Proyeksi kecepatan C2 terhadap kecepatankeliling
ut yang diapit oleh kecepatan C dengan kecepatan keliling U
pada sisi masuk
2

: Sudut yang diapit oleh kecepatan C dengan kecepatan keliling U


Pada sisi keluar.

5. Momen puntir .
Momen puntir dapat dihitung dengan peramaan :
M = [ C2 .Cos 2 . r2 - C1 Cos 1r1 ]
Keterangan :
M = Momen puntir, dalam satuan
[Nm]
G = Berat aliran gas/fluida, satuan
[N]
g = Gravitasi, dalam satuan
[m/s2]
C = Jumlah kecepatan
[m/s]
r = Jari-jari
[m]

[Nm]

= Sudut antara kecepatan C dengan kecepatan keliling U


Index 1 = sisi masuk; index 2 = sisi keluar
6. Daya yang diberika pada poros, Np

Np = M .

[Watt]

Keterangan :
Np = Daya yang diberikan pada poros, dalam satuan [Watt]
M = Momen punter, dalam satuan [Nm
= Kecepatan sudut, dalam satuan [rad/detik]

1.
2.
3.
4.

EFISIENSI
Besarnya efisiensi dari kompresor sentrifugal tergantung pada besarnya kerugiankerugian yang terjadi pada kompresor itu sendiri. Pada umumnya kerugian-kerugian tersebut
terdiri dari :
Kerugian hidrolis, yaitu kerugian yang disebabkan oleh aliran udara/gas itu sendiri.
Misalnya ada geseken antara udara dengan dinding pipa, gesekan antar gas, dan turbulen.
Kerugian kebocoran, gas/udara/fluida yang masuk tidak seluruhnya keluar.
Keru7gian mekanis, yaitu kerugian yang diakibatkan adanya kehilangan daya karena gesekan
mekanis dari bagian-bagian komponen yang bergerak.
Dengan adanya kerugian-kerugian itu, maka daya yang diterima oleh fluida dari sudu
akan lebih kecil dari daya yang diberikan pada poros kompresor oleh motor penggerak.
Perbandingan antara daya yang diterima oleh fluida dengan daya yang diberikan pada poros
disebut dengan efisiensi kompresor, persamaannya sebagai berikut :

Keterangan :

= Efisiensi kompresor
No = Daya yang diterima oleh gas [Watt]
Np = Daya yang diberikan oleh motor [Watt]

PERUBAHAN PUTARAN
Jika putaran dalam suatu kompresor mengalami perubahan , misalnya dari n1 memjadi n2,
maka pada sudu-sudu akan terjadi perubahan kecepatan yang menyebabkan terjadinya
perubahan kapasitas, head, dan daya kompresor itu sendiri. Jikaputaran n1, kapasitas V1,
head H1, dan daya N1, maka pada saat putaran berubah menjadi n2 tentunya yang lainnya
juga akan berubah menjadi, V2, H2, dan N2.
Hubungan antara putaran, kapasitas, head, dan daya dari kompresor tersebut adalah
sebagai berikut :
Perbandingan kapasitas dengan putaran,

=
Perbandingan head dengan putaran,

Perbandingan daya dengan putaran,

Contoh soal
1. Suatu kompresor mempunyai dayapenggerak 3400Kw, momen punti yang diizinkan 100 Nm,
jari-jari pada sisi masuk 60 mm, jari-jari pada sisi keluar 120 mm. Tentukan
a. Kecepatan sudutnya; b. kecepatan keliling pada sisi masuk dan sisi keluar.
Jawab
a. Kecepatan sudut

.
=
= = 34 [rad/det]
b. Kecepatan keliling pada sisi masuk
U1 = r1 = 0,06 x 34 = 2,04 [rad/det]
c. Kecepatan keliling pada sisi keluar
U2 = r2 = 0,12 x 34 = 4,08 [rad/det]
2. Sebuah kompresor sentrifugal bekerja menghasilkan udara sebanyak 25000 m 3/jam, oleh
karena sesuatu hal kompresor tersebut menghasikan udara sebanyak 30.000 m3/jam.
Tentukan:
Kenaikan putarannya
Kenaikan headnya
Kenaikan dayanya
Jawab:
Kenaikan putrannya:
Kenaikan headnya:

=
=

= (1,2)2 = 1,44

Kenaikan dayanya :

= 3
= (1,2)3 = 1,728

http://imanabdurohman11.blogspot.co.id/2014/12/kompresor.html