Anda di halaman 1dari 12

A.

Pengertian Instrumen Penelitian


Instrumen itu merupakan alat yang digunakan untuk melakukan sesuatu. Sedangkan
penelitian memiliki arti pemeriksaan, penyelidikan, kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis
dan penyajian data secara sistematis dan objektif.
Dengan masing-masing pengertian kata tersebut di atas maka instrumen penelitian adalah
semua alat yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, menyelidiki suatu masalah, atau
mengumpulkan, mengolah, menganalisa dan menyajikan data-data secara sistematis serta
objektif dengan tujuan memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis.
Jadi semua alat yang bisa mendukung suatu penelitian bisa disebut instrumen penelitian.
Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai variabel yang diteliti. Dengan demikian
jumlah instrument yang akan digunakan tergantung pada jumlah variable yang diteliti. Jadi jika
variable yang digunakan jumahnya 3, maka instrumen yang digunakan juga 3 jumlahnya.
Instrumen merupakan hal yang sangat penting di dalam kegiatan penelitian. Hal ini karena
perolehan suatu informasi atau data relevan atau tidaknya, tergantung pada alat ukur tersebut.
Oleh karena itu, alat ukur penelitian harus memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai.
Instrumen penelitian dirancang untuk satu tujuan penelitian dan tidak akan bisa digunakan pada
penelitian lain. Kekhasan setiap obyek penelitian membuat seorang peneliti harus merancang
sendiri instrumen yang akan digunakannya. Susunan instrumen untuk setiap penelitian tidak
selalu sama dengan penelitian yang lain. Hal ini disebabkan karena setiap penelitian mempunyai
tujuan dan mekanisme kerja yang berbeda-beda.

B. Macam-macam Instrumen Penelitian


Instrumen penelitian dapat dibedakan menjadi :
1. Tes
Tes adalah sederetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk
mengukur ketrampilan, pengukuran, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki
oleh individu atau kelompok.
Kriteria tes dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
1) Reliabilitas Tes
Tes sebagai instrumen atau alat pengumpul data dikatakan reliabel manakala tes
tersebut bersifat handal. Tes yang handal adalah tes yang dapat mengumpulkan data
sesuai dengan kemampuan subjek yang sesungguhnya, yang tidak terpengaruh oleh
situasi dan kondisi termasuk oleh letak geografis.
2) Validitas Tes

Tes sebagai instrumen untuk mengumpulkan data dikatakan valid manakala tes itu
bersifat sahih, atau item-item tes mampu mengukur apa yang hendak diukur.
Terdapat dua cara uji validitas yaitu, validitas logis dan validitas empiris. Validitas
logis diperoleh dengan cara judgment ahli yang kompeten. Validitas empiris adalah
validitas yang diperoleh melalui uji coba tes pada sejumlah subjek yang memiliki
karakteristik yang diasumsikan sama dengan subjek penelitian.
2. Kuesioner
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh
informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atu hal-hal yang ia
ketahui. Kuesioner memiliki kelebihan di antaranya sebagai berikut:
a. Angket dapat digunakan untuk mengumpulkan data dari sejumlah responden
atau sumber data yang jumlahnya cukup besar.
b. Data yang terkumpul melalui angket akan mudah dianalisis.
c. Responden akan memiliki kebebasan untuk menjawab setiap pertanyaan sesuai
dengan keyakinannya.
d. Responden tidak akan terburu-buru menjawab setiap pertanyaan, pengisian
angket tidak terlalu terikat oleh waktu.
Kuesioner juga memiliki kelemahan, di antaranya:
a. Belum menjamin responden akan memberikan jawaban tepat sesuai dengan
keyakinannya.
b. Angket hanya mungkin dapat digunakan oleh responden yang dapat membaca
dan menulis.
c. Angket hanya dapat menggali masalah yang terbatas.
d. Kadang-kadang ada responden yang tidak bersedia untuk mengisi angket karena
alasan kesibukan dan, atau alasan pribadi lainnya.
Contoh :
KUESIONER PENELITIAN
ANALISIS PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA, PRASARANA DAN
LINGKUNGAN KERJATERHADAP KINERJA PEGAWAI KOPERTIS WILAYAH-I
MEDAN

I. IDENTITAS RESPONDEN
1. Jenis Kelamin
: a. Laki-Laki

b. Perempuan

2. Pendidikan Terakhir
3. Jabatan
4. Lama Bekerja
5. Usia anda saat ini

: a. SMU
b. D-3
c. S-1
d. S-2
e. S-3
: ..................................................
: a. 1 5 Tahun
b. 6 10 Tahun
c. 11 15 Tahun
d. Lebih dari 15 Tahun
: a. < 25 Tahun
b. 25 35 Tahun
c. 36 45 Tahun

d. 46 55 Tahun

e. Lebih 55 Tahun
II. PETUNJUK PENGISIAN
1. Mohon memberi tanda silang (X) pada jawaban yang Bapak/Ibu anggap paling
sesuai dan mohon mengisi bagian yang membutuhkan jawaban tertulis.
2. Setelah mengisi kuesioner ini mohon Bapak/Ibu dapat memberikan kembali kepada
yang menyerahkan kuesioner ini pertama kali.
3. Keterangan Alternatif
Jawaban dan Skor :
a. STS

= Sangat Tidak Setuju (1)

b. TS

= Tidak Setuju (2)

c. KS

= Kurang Setuju (3)

d. S

= Setuju (4)

e. SS

= Sangat Setuju (5)

A. Sumber Daya Manusia (X1)


No

Daftar Pertanyaan

STS

1.

Saya memiliki kemampuan akademik yang

2.

sesuai antara pendidikan dengan pekerjaan.


Menurut saya, diperlukan kesesuaian antara
keahlian

dengan

pekerjaan

yang

dimiliki

sekarang ini.
3.

Dalam pembagian tugas diperlukan menata


uraian jabatan yang telah ada sesuai dengan
keahlian masing-masing.

Alternatif Jawaban
TS
KS
S

SS

4.

Saya bersedia untuk melibatkan diri sepenuhnya


dalam tugas-tugas jabatan dengan menerima

5.

risiko atas pelaksanaan tugas jabatan tersebut.


Saya mempunyai keahlian dalam melaksanakan

6.

tugas yang menggunakan teknologi.


Saya memiliki teknik untuk meningkatkan
kemampuan dalam menyelesaikan masalah.
B. Prasarana (X2)

No

Daftar Pertanyaan

1.

Tempat kerja saya sekarang ini telah memadai

2.

dan kondisi bangunannya sangat baik.


Bagi saya kenyamanan ruang kerja yang ada saat
ini,

dapat

menambah

semangat

STS

Alternatif Jawaban
TS
KS
S

SS

STS

Alternatif Jawaban
TS
KS
S

SS

dalam

menjalankan aktivitas pekerjaan.


3.

Jumlah peralatan kerja yang ada sudah sesuai

4.

dengan kebutuhan dan dalam kondisi yang baik.


Saya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan
kondisi peralatan kerja yang sekarang sesuai

5.

dengan jenis pekerjaan yang dilaksanakan.


Bagi saya dalam penggunaan peralatan kerja

6.

cukup aman untuk mendukung setiap pekerjaan.


Bagi saya, penggunaan peralatan kerja sangat
sesuai untuk mendukung kinerja.
C. Lingkungan Kerja (X3)

No

Daftar Pertanyaan

1.

Lingkungan kerja yang kondusif sangat

2.

mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan.


Saya selalu giat bekerja dengan kondisi ruang

3.

kerja yang nyaman.


Perlengkapan kerja yang ada dibagian tempat
saya bekerja telah membantu pelaksanaan tugas-

tugas.
Saya selalu membangun hubungan kerja baik

4.

dengan pimpinan maupun dengan sesama rekan


5.

kerja.
Menurut saya, kesempatan berprestasi dalam

6.

bekerja terbuka bagi sesama rekan kerja.


Menurut saya, komunikasi yang baik antara
rekan kerja, atasan dengan bawahan dan
pelanggan membantu kelancaran pelaksanaan
pekerjaan.

D. Lingkungan Kerja (X3)


No
1.

Daftar Pertanyaan

STS

Alternatif Jawaban
TS
KS
S

SS

Saya mampu menyelesaikan tugas dengan


keterampilan pemahaman penguasaan tugas yang

2.

saya milik.
Saya selalu meningkatkan ketelitian saya dalam

3.

pekerjaan.
Atasan sering meminta saya untuk memberikan

4.

ide dalam pengambilan keputusan.


Saya
sangat
berminat
bekerja

secara

inovatifmelalui gagasan-gagasan baru yang dapat


5.

meningkatkan kinerja.
Saya mampu menyelesaikan pekerjaan tepat

6.

waktu sesuai standar kerja.


Saya bertanggung jawab

atas

tugas

dan

wewenang yang diberikan kepada saya.


3.

Wawancara (Interview)
Interview digunakan oleh peneliti unyuk menilai keadaan seseorang, misalnya untuk
mencari data tentang variabel latar belakang murid, orang tua, pendidikan, perhatian,
sikap terhadap sesuatu.

Ditinjau dari pelaksanaannya, maka interview dibedakan atas :


Interview bebas di mana pewawancara bebas menanyakan apa saja, tetapi juga
mengingat akan data apa yang akan dikumpulkan.
Interview terpimpin di mana pewawancara deng membawa sederetan pertanyaan
lengkap dan terperinci.
Interview bebas terpimpin yaitu antara kombinasi antara interview bebas dan
interview terpimpin.
Keunggulan teknik interview adalah:
Peneliti memiliki peluang atau kesempatan memeperoleh respon atau jawaban
yang relatif tinggi dari responden.
Peneliti dapat memebantu menjelaskan lebih, jika ternyata responden mengalami
kesulitan menjawab yang diakibatkan ketidak jelasan pertanyaan.
Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan
mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalam
proses interview.
Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara
kuesioner ataupun observasi.
4.

Observasi
Didalam artian penelitian observasi adalah mengadakan pengamatan secara langsung,
observasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, ragam gambar, dan rekaman suara.
Pedoman observasi berisi sebuah daftar jenis kegiatan yang mungkin timbul dan akan
diamati. Observasi dapat di bagi menjadi 2 jenis yaitu:
Observasi non-sistematis yang dilakukan

oleh

pengamat

dengan

tiak

menggunakan instrumen pengamatan.


Observasi sistematis yang dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan
pedoman ebagai instrumen pengamatan.
Sedangkan observasi dilakukan dengan 2 cara yaitu:
a. Sign system
digunakan sebagai instrumen pengamatan situasi pengajaran sebagai sebuah
potret sesuai pengajaran. Instrumen tersebut berisi sederetan sub-variabel.
Misalnya gur menerangkan, guru menulis di papan tulis, guru bertanya kepada
kelompok, guru bertanya kepada seorang anak, guru menjawab, murid
berteriak,dsb. Setelah pengamatan dalam satu periode tertentu misalnya5 menit,
semua kejadian yang telah muncul di cek. Kejadian yang muncul lebih ari satu
kali dalam satu periode pengamatan, hanya di cek satu kali. Dengan demikian

akan diperoeh gambar tentang apa kejadian yang muncul dalam situasi
pengajaran.
b. Category system
adalah sistem pengamatan yang membatasi pada sejumlah variabel misalnya
pengamatan ingin mengetahui keaktivan atau partisipasi murid dalam proes
belajar-mengajar. Dalam hal ini pengamat hanya memperhatikan kejadiankejadian yang masuk ke dalam kategori keaktifan atau partisipasi murid
misalnya : murid bertanya, murid berdebat dengan guru, murid membahas
pertanyaan, dsb.
Dalam penelitian pendidikan, pengambilan data dengan menggunakan metode observasi
dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
a) Observasi terbuka, yaitu pada posisi ini kehadiran peneliti dalam menjalankan
tugasnya di tengah-tengah kegiatan responden diketahui secara terbuka, sehingga
antara responden dengan peneliti terjadi interaksi secara langsung.
b) Observasi tertutup, yaitu pada kondisi ini kehadiran peneliti dalam menjalankan
misinya, yaitu mengambil data dari responden, tidak diketahui responden yang
bersangkutan.
c) Observasi tidak langsung, yaitu pada kondisi inipeneliti dapat melakukan
pengambilan data dari responden walaupun mereka tidak hadir secara langsung di
tengah-tengah responden.
Contoh Lembar Observasi :
LEMBAR OBSERVASI
KEMAMPUAN GURU MENGELOLA SINTAKS PEMBELAJARAN YANG MENGACU
PADA MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION)
Nama Guru

: ....................................................................

Hari/Tgl

: ....................................................................

Mata Pelajaran

: ....

Jam ke

: ...................................................................

Siklus ke-

: ...................................................................

Pertemuan ke

: ..................................................................

Kelas

: ...................................................................

Materi

: ...................................................................

Petunjuk: Pengamat memberi tanda cek (v) pada kolom yang sesuai, Dibagian bawah tabel
(ceklis) isikan pula secara jelas hal-hal penting/menarik pada saat guru mengelola pembelajaran.
No

Sintaks

1.

Menyampaikan

2.

Pesan Guru

Guru menjelaskan tujuan pemebelajaran


Guru menginformasikan latar belakang
tujuan dan
pelajaran
mempersiapkan
Guru menjelaskan pentingnya pelajaran
Guru mempersiapkan siswa untuk
siswa
belajar
Mendemostrasikan Guru mendemostrasikan keterampilan
keterampilan

(pengetahuan procedural) dengan benar


Guru mempresentasikan pengetahuan

(pengetahuan
procedural)

atau

mempresentasikan
pengetahuan
3.

(deklaratif)
Membimbing
Pelatihan

4.

Mengecek
pemahaman dan
memberikan
umpan balik

5.

Skor
1
2

Memberikan

deklaratif dengan benar


Guru menyajikan informasi tahap demi
tahap (sesuai urutan/ secara logis)

Guru telah menyiapkan bahan/ materi/


kesempatan untuk pelatihan
Guru memberikan bimbingan

pada

pelatihan
Guru mengecek apakah siswa telah
berhasil melakukan tugas dengan baik
Guru memberikan umpan balik terhadap
tugas/kegiatanyang

telah

dilakukan

siswa
Guru telah mempersiapkan kesempatan

kesempatan untuk untuk melakukan pelatihan lanjutan


Pelatihan diberikan dengan perhatian
pelatihan lanjutan
khusus (penekana) pada penerapan
dan penerapan
kepada situasi lebih kompleks dan
kehidupan sehari-hari

Jumlah Skor
Total
Deskriptor:
Skor 1 : tidak dilakukan oleh guru
Skor 2

: dilakukan oleh guru tetapi masih kurang baik

Skor 3

: dilakukan oleh guru dengan cukup baik

Skor 4

: dilakukan oleh guru dengan baik

Skor 5

: dilakukan oleh guru dengan sangat baik

Hal-hal menarik/penting lain saat guru mengelola langkah-langkah pembelajaran yang


mengaplikasikan model pembelajaran langsung (direct instruction):
1.

Tahap 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa

Catatan : ............................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
........................................................................................................................
2.

Tahap 2 : Mendemonstrasi-kan keterampilan (pengetahuan procedural) atau

mempresentasikan pengetahuan (deklaratif)


Catatan : ............................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
........................................................................................................................
3.

Tahap 3 : Membimbing pelatihan

Catatan : ............................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
........................................................................................................................
4.

Tahap 4: Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik

Catatan : ............................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................

........................................................................................................................
5.

Tahap 5 : Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan

Catatan : ............................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
........................................................................................................................
Paringin, ........................................................
Observer

(...........................................)
NIP......................................

5.

Skala bertingkat (ratings)


Rating atau skala bertingkat adalah suatu ukuran subyaktif yang dibuat berskala.
Walaupun skala bertingkat ini menghasilkan data yang kasar, tetapi cukup memberikan
informasi tertentu tentang program atau orang. Intrumen ini depat dengan mudah
menberikan gambaran penampilan, terutama panampilan didalam orang menjalankan
tugas, yang menjukan frekuensi munculnya sifat-sifat. Didalam menyusun skala, yang
perlu diperhatikan adalah bagaimana menentukan variable skala. Apa yang ditanyakan
harus apa yang dapat diamati responden.

6. Dokumentasi
Dokumentasi, dari asal kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Didalam
melaksanakan metode dokumentasi, penelitian menyelidiki benda-benda tertulis seperti
buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, dan sebagainya.

C. Pemilihan Instrumen
Prinsip-prinsip pemilihan instrumen :
1. Prinsip utama pemilihan instrumen adalah memahami sepenuhnya tujuan penelitian,
sehingga peneliti dapat memilih instrumen yang diharapkan dapat mengantar ke
tujuan penelitian.
2. Tujuan penelitian menentukan instrument apa yang akan digunakan.
3. Kadang terjadi bahwa tujuan penelitian justru ditentukan oleh instrumen yang
tersedia, atau digunakan instrumen yang sudah populer, walaupun sebenarnya tidak
cocok dengan tujuan penelitiannya.

D. Kegunaan instrumen Penelitian


Suatu alat ukur atau instrumen dikembangkan untuk menterjemahkan variabel (peubah),
konsep dan indikator yang dipergunakan dalam mengungkap data dalam suatu penelitian.
Semakin suatu peubah, konsep, dan indikator penelitian diukur dengan baik, maka akan semakin
baik pula instrumen penelitian tersebut dikembangkan.
Secara sederhana fungsi dari instrumen penelitian :
(1) sebagai alat pencatat informasi yang disampaikan oleh responden
(2) sebagai alat untuk mengorganisasi proses wawancara dan
(3) sebagai alat evaluasi terhadap hasil penelitian dari staff peneliti.

E. Pengujian Instrumen Penelitian


Sebuah instrumen dikatakan baik jika memenuhi dua kriteria sebagai berikut :
a. Valid
Valid adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat
ukur. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang
seharusnya diukur. Analoginya misalnya meteran yang valid dapat digunakan untuk
mengukur panjang dengan teliti, karena meteran memang alat untuk mengukur panjang.
Meteran tersebut menjadi tidak valid jika digunakan untuk mengukur berat. Jadi hasil

penelitian dikatakan valid jika terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data
yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti.
b. Reliable
Reliable adalah keajekan (konsistensi) alat pengumpul data/ instrumen dalam mengukur
apa saja yang diukur. Instrumen yang reliabel maksudnya instrumen yang jika digunakan
beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.
Meteran dari karet yang digunakan untuk mengukur panjang merupakan contoh alat ukur
yang tidak reliabel. Sebagian besar langkah - langkah yang dilakukan dalam suatu proses
penelitian adalah dengan mengumpulkan informasi. Informasi tersebut bisa didapat baik
secara langsung (data primer) maupun tidak langsung (data sekunder, tersier, dsb). Jadi
hasil penelitian dikatakan reliable jika terdapat kesamaan data pada waktu yang berbeda.

Sumber :
http://www.ayobukasaja.com/2013/06/cara-menyusun-instrumen-penelitian.html
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/48015/1/Appendix.pdf
http://penelitiantindakankelas.blogspot.co.id/2012/05/cara-membuat-lembar-observasi-contoh1.html