Anda di halaman 1dari 3

Prayoga Wibowo (A31115749)

RMK Revenue and Expense Forecasting


1. Pendekatan penganggaran tradisional
Pendekatan ini memiliki beberapa ciri, yaitu :
a. Berfokus pada satu tahun ke depan.
b. Terdapat perubahan incremental pada item anggaran tiap tahunnya.
c. Tingkat layanan yang dihasilkan menyesuaikan besarnya anggaran yang tersedia
2. Kritik atas pendekatan tradisional
a. Anggaran tidak mempertimbangkan hubungan jangka panjang dari pendapatan
dan belanja.
b. Surplus/defisit anggaran bersifat sangat fluktuatif, yaitu surplus dalam satu tahun
anggaran tertentu dapat langsung diikuti dengan defisit pada tahun berikutnya.
3. Pendekatan perencanaan penganggaran tahun jamak
Pendekatan ini memiliki memiliki beberapa ciri, yaitu:
a. Penganggaran berfokus untuk mencari solusi atas defisit anggaran yang
teridentifikasi dalam proses prediksi.
b. Penganggaran berfokus pada departemen dan program (bukan line item).
c. Penganggaran berfokus untuk memprediksi pembiayaan yang dibutuhkan untuk
mencapai tingkat pelayanan yang direncanakan.
4. Penggunaan prediksi/forecasting
Dengan adanya pendekatan tahun jamak dimana perencanaan anggaran lebih dari
satu periode maka dibutuhkan adanya suatu prediksi yang berguna untuk:
a. Untuk mengelola harapan mengenai kondisi di masa yang akan datang dan
memperoleh kesepakatan mengenai asumsi-asumsi yang digunakan dalam
penganggaran.
b. Untuk mendorong terwujudnya stabilitas fiskal/memungkinkan adanya tindakan
korektif.
c. Untuk mengkuantifikasi pengaruh keuangan dari kebijakan pemerintah.
5. Revenue Forecasting
Tujuan dari prediksi pendapatan ini adalah untuk memperkirakan adanya arus kas
masuk yang berasal dari :
a. Pendapatan pajak yang diidentifikasi dari kapasitas kena pajak dari berbagai
sektor yang diagregasi ke level nasional termasuk fees dan perijinan.
b. Bagi hasil laba Badan Usaha Milik Negara dari kegiatan usaha produktif.
c. Transfer antarpemerintah.
d. Sektor pendanaan dari sumber internasional, termasuk dukungan dari pinjaman,
hibah dengan tujuan tertentu, serta hibah lainnya.
e. Pendanaan berupa transfer dari sektor industri secara tersembunyi dan off-budget
yang berasal dari aktivitas sektor keuangan dan institusi yang menguntungkan
pemerintah, seperti sekolah, klinik, perpustakaan dan yang lainnya.
6. Expense Forecasting
Tujuan dari prediksi pendapatan ini adalah untuk memperkirakan adanya arus kas
keluar yang berasal dari
a. Intermediate consumption.
b. Kompensasi pegawai.
c. Insentif pajak dan allowance untuk produksi dan impor.
d. Subsidi.
e. Insentif pajak dan allowance terhadap:
f. Penghasilan properti.
Halaman | 1

Prayoga Wibowo (A31115749)


RMK Revenue and Expense Forecasting
g. Penghasilan dan kekayaan.
h. Manfaat sosial selain transfer sosial nonkas.
i. Pensiun.
j. Tunjangan bagi pengangguran.
k. Tunjangan pemeliharaan jangka panjang.
l. Tunjangan keluarga.
m. Transfer sosial nonkas.
n. Transfer lancar lainnya.
o. Transfer modal.
p. Infrastruktur umum untuk mendukung perusahaan.
q. Jasa umum lainnya.
r. Kesehatan.
s. Pendidikan.
t. Penelitian dan pengembangan.
u. Jalan dan sarana transportasi.
v. Keamanan nasional.
w. Depresiasi dan perawatan.
x. Pengeluaran tak terduga.
7. Tahap prediksi
a. Tahap 1: Pemilihan periode prediksi
Langkah ini melibatkan pemilihan periode dari anggaran yang akan diprediksi.
Pemilihan periode tersebut dapat dipengaruhi oleh hal-hal berikut.
1) Ketersediaan dan kualitas data.
2) Jenis (dan keberlangsungan) pendapatan dan pengeluaran yang prediksi.
3) Tingkat akurasi yang diinginkan.
b. Tahap 2: Pemeriksaan data-data untuk mengetahui tren
Langkah ini melibatkan pemeriksaan data untuk simetri, seperti tren dan tingkat
perubahan. Perhatian utama dari tahap ini adalah untuk mengidentifikasi bukti
dari:
1) Stabilitas.
2) Kondisi yang tidak mengikuti tren tertentu:
(a) Pertumbuhan yang bersifat eksponensial
(b) Perubahan-perubahan yang bersifat kuadratik
3) Variasi-variasi musiman
Prediktabilitas dari unsur-unsur anggaran harus dinilai dengan memperhatikan
bukti mengenai tren yang terjadi. Hal ini didasarkan pada karakteristik dari unsuunsur tersebut, seperti:
1) Struktur tarif pengumpulan pendapatan yang disetujui.
2) Level permintaan dan tarif perubahan permintaan pendapatan dari sumbersumber yang relevan.
3) Variasi musiman dan siklis yang signifikan dari suatu belanja tertentu.
c. Tahap 3: Menetapkan asumsi-asumsi
Menetapkan asumsi yang memiliki pengaruh kepada faktor-faktor:.
1) Perubahan kondisi ekonomi.
2) Perubahan jumlah populasi dan permintaan masyarakat.
3) Perubahan kebijakan pemerintah.
4) Perubahan prosedur administratif.
d. Tahap 4: Pemilihan metode prediksi

Halaman | 2

Prayoga Wibowo (A31115749)


RMK Revenue and Expense Forecasting
Tahap ini melibatkan pemilihan dan penerapan atas metode-metode prediksi
pendapatan dan pengeluaran pada tahun-tahun mendatang, adapun metodenya
adalah sebagai berikut:
1) Metode kualitaif dan judgement
Metode ini diberlakukan untuk sumber pendapatan dan belanja yang sangat
tidak pasti, seperti:
(a) Sumber penerimaan dan pengeluaran yang baru;
(b) Penerimaan atau pemberian hibah;
(c) Penjualan aset dan bagi hasil atas laba Badan Usaha Milik Negara.
2) Metode kuantitatif
Metode ini diperlukan pada pendapatan dan belanja yang memiliki tingkat
kepastian yang lebih tinggi, seperti:
(a) Pendapatan pajak penghasilan.
(b) Pendapatan dari cukai, seperti cukai dari penjualan akohol dan rokok.
Setelah pemilihan metode, metode diterapkan untuk mendapatkan hasil
prediksi yang diharapkan. Dalam penerapan ini dapat digunakan lebih dari
satu metode. Hasil dari setiap metode tersebut selanutnya dirata-ratakan untuk
memperoleh hasil yang lebih akurat.
e. Tahap 5: Evaluasi atas hasil prediksi yang telah dibuat
Pada tahap ini, evaluasi atas hasil prediksi yang telah dibuat bertujuan untuk
f.

memastikan keandalan dan validitas hasil prediksi tersebut.


Tahap 6: Pemantauan hasil dan pembandingan dengan prediksi
Tahap keenam adalah perhitungan realisasi pengumpulan pendapatan dan
belanja untuk diamati

dan dibandingkan dengan prediksi yang telah dibuat.

Tingkat deviasi atau eror diukur dan digunakan untuk menilai akurasi dari prediksi
yang ada. Prediksi harus bebas dari bias, yaitu perkiraan tingkat deviasi aktual
dan ramalan harus sama dengan nol.
g. Tahap 7: Pemutakhiran prediksi
Pada tahap ini, prediksi harus dimutakhirkan jika terdapat asumsi-asumsi yang
berubah. Perubahan asumsi tersebut terjadi khususnya ketika kondisi ekonomi
berubah sebagai akibat dari:
1) Dorongan ekonomi.
2) Populasi (permintaan).
3) Pengaturan administratif (regulasi).
4) Perkembangan politik.

Halaman | 3