Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH MANAJEMEN AGRIBISNIS

MANAJEMEN PEMASARAN

Disusun oleh : kelompok 7


Nurul Arum Dewi

115040101111163

Mulyani

115040101111176

Alif Haidir Adana

115040100111202

Adista Ramadhani V

115040101111215

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, ,karena berkat limpahan
karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Manajemen Agribisnis dengan pembahasan
Manajemen Pemasaran.
Makalah ini dibuat dalam rangka menyelesaikan tugas makalah Manajemen
Agribisnis yang diberikan oleh Dosen. Kami ucapkan terimakasih kepada Manajemen
Agribisnis kami karena arahan dari beliau kami dapat menyelesaikan tugas ini.
Dalam pembuatannya, tentunya makalah ini tidak luput dari kekurangan dan
kesalahan. Kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat diberikan kepada kami dalam
rangka mencapai kesempurnaan, agar nantinya dapat bermanfaat bagi rekan-rekan lainnya.
Malang, April 2012

Kata Pengantar................................................................................................................. 2
Daftar Isi.......................................................................................................................... 3
2

Pendahuluan....................................................................................................................
- Latar Belakang.....................................................................................................
- Rumusan Masalah...............................................................................................
- Tujuan............................................................................................................
Pembahasan.....................................................................................................................
- Pengertian Manajemen Pemasaran......................................................................
- Konsep Inti Manajemen Pemasaran....................................................................
- Filososfi Manajemen Pemasaran........................................................................
- Penerapan Konsep Pemasaran Melalui Perencanaan Stategis.............................
- Penerapan Konsep Pemasaran Melalui Perencanaan Taktis..............................
- Penerapan Konsep Pemasaran dengan Membangun Kepuasan Pelanggan.........
- Penerapan Konsep Pemasaran dengan Memantau Lingkungan Pemasaran........
Penutup...........................................................................................................................
- Kesimpulan...................................................................................................
- Saran..............................................................................................................
Daftar Pustaka.................................................................................................................

4
4
4
4
5
5
5
8
10
11
14
15
18
18
18
17

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pemasaran merupakan salah satu faktor penting dalam usaha menumbuh kembangkan
suatu perusahaan.Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang dilakukan oleh
pengusaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang, dan mendapatkan
laba. Pemasaran dikembangkan dari kata pasar yang berarti sarana atau tempat berkumpulnya
orang yang terlibat dalam pemasaran, dalam pengertian abstrak pemasaran diartikan sebagai
suatu kegiatan, proses atau system keseluruhan
Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh
menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi
kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi.
Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi
keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka
manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai
dengan keinginannya yang juga mudah dibawa.
Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi
konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price),
pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja
dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam
konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju
1.2 Rumusan Masalah
- Apa yang dimaksud dengan Manajemen Pemasaran?
- Apakah konsep inti dari manajemen Pemasaran?
- Bagaimanakah filosofi dari manajemen pemasaran?
- Bagaimanakah penerapan konsep manajemen pemasaran dalam perusahaan
agribisnis?
1.3 Tujuan
- Dapat memahami arti dari manajemen pemasaran
- Dapat menjelaskan konsep inti dari manajemen pemasaran
- Dapat mengetahui filosofi dari manajemen pemasaran
- Dapat mengetahui penerapan dari manajemen pemasaran pada perusahaan

BAB II
PEMBAHASAN
4

2.1 Pengertian Manajemen Pemasaran


Manajemen
pemasaran
adalah
suatu
usaha
untuk
merencanakan,
mengimplementasikan( yang terdiri dari kegiatan mengorganisaikan, mengarahkan,
mengkoordinir ) serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu
organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efesien dan efektif.
Menurut Kotle dan Amstrong (2001:1) menyatakan Manajemen Pemasaran adalah
analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian program yang dirancang untuk
menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan
pembeli dengan sasaran demi mencapai tujuan organisasi.
Sedangkan menurut Sofyan Assauri (2004) Manajemen Pemasaran merupakan
kegiatan menganalisis, merencanakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan semua
kegiatan yang terkait dengan perancangan dan peluncuran produk, pengkomunikasian,
promosi dan pendistribusian produk tersebut, rnenetapkan harga dan mentransaksikannya,
dengan tujuan agar dapat memuaskan konsumennya dan sekaligus dapat mencaapi tujuan
organisasi perusahaan jangka panjang.
Dari pengertian tersebut dapat diartikan bahwa manajemen pemasaran suatu kegiatan
menganalisis, merencanakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan suatu kegiatan, yang
terkait dengan perancangan dan peluncuran produk, promosi serta pendistribusian produk,
dan menetapkan harga dengan tujuan agar dapat memuaskan konsumennya dan sekaligus
dapat mencapai tujuan organisasi perusahaan dalam jangka panjang.

2.2 Konsep Inti Manajemen Pemasaran


Kebutuhan
Konsep dasar yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia
adalah pernyataan dari rasa kahilangan, dan manusia mempunyai banyak kebutuhan yang
kompleks. Kebutuhan manusia yang kompleks tersebut karena ukan hanya fisik (makanan,
pakaian, perumahan dll), tetapi juga rasa aman, aktualisasi diri, sosialisasi, penghargaan,
kepemilikan. Semua kebutuhan berasal dari masyarakat konsumen, bila tidak puas consumen
akan mencari produk atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut.
Keinginan
Bentuk kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaza dan kepribadian individual
dinamakan keinginan. Keinginan digambarkan dalam bentuk obyek yang akan memuaskan
kebutuhan mereka atau keinginan adalah hasrat akan penawar kebutuhan yang spesifik.
5

Masyarakat yang semakin berkembang, keinginannya juga semakin luas, tetapi ada
keterbatasan dana, waktu, tenaga dan ruang, sehingga dibutuhkan perusahaan yang bisa
memuaskan keinginan sekaligus memenuhi kebutuhan manusia dengan menenbus
keterbatasan tersebut, paling tidak meminimalisasi keterbatasan sumber daya. Contoh :
manusia butuh makan, tetapi keinginan untuk memuaskan lapar tersebut terhgantung dari
budayanya dan lingkungan tumbuhnya. Orang Yogya akan memenuhi kebutuhan makannya
dengan gudeg, orang Jepang akan memuaskan keinginannya dengan makanan sukayaki dll.
Permintaan
Dengan keinginan dan kebutuhan serta keterbatasan sumber daya tersebut, akhirnya manusia
menciptakan permintaan akan produk atau jasa dengan manfaat yang paling memuaskan.
Sehingga muncullah istilah permintaan, yaitu keinginan menusia akan produk spesifik yang
didukung oleh kemampuan dan ketersediaan untuk membelinya.
Produk (Organisasi, jasa, ide)
Sejalan dengan munculnya kebutuhan, keinginan dan permintaan, perusahaan berusaha keras
untuk mempelajarinya, mereka melakukan riset pemasaran, mengamati perilaku konsumen,
menganalisis keluhan yang dialami konsumen, mencari jawaban produk atau jasa apa yang
sedang disukai atau bahkan produk apa yang tidak disukai, dan lain-lain. Dengan kegiatan
diatas, akhirnya perusahaan dapat menawarkan segala sesuatu kepada pasar untuk
diperhatikan, untuk dimiliki atau dikonsumsi sehingga konsumen dapat memuaskan
kebutuhan sekaligus keinginannya, sesuatu itu disebut produk. Produk tidak hanya mencakup
obyek fisik, tetapi juga jasa, orang, tempat, organisasi ataupun gagasan. Contoh : perusahaan
manufaktur menyediakan : barang (komputer, monitor, printer), jasa (pengiriman,
pemasangan, pelatihan, perbaikan, dan pemeliharaan).
Nilai pelanggan
Karena semua perusahaan berusaha menwarkan produk dan jasa yang superior, maka
konsumen dihadapkan pada pilihan yang beraneka ragam. Konsumen membuat pilihan
pembeli berdasarkan pada persepsi mereka mengenai nilai yang melekat pada berbagai
produk dan jasa ini. Nilai bagi pelanggan adalah selisih antara nilai total yang dinikmati
pelanggan karen memiliki serta menggunakan suatu produk dan biaya total yang menyertai
produk tersebut. Nilai total antara lain nilai dari produk, jasa, personil pemasar, biaya waktu,
biaya energi yang dikeluarkan, biaya psikis. Setelah pemberian nialai, konsumen akan
mengevaluasi dan hasil evaluasi ini akan mempengaruhi kepuasan dan peluang untuk
membeli ulang produk tersebut.
Kepuasan pelanggan
Kepuasan pelanggan tergangtung pada anggapan kinerja produk dalam menyerahkan nilai
relative terhadap harapan pembeli. Bila kinerja atau prestasi sesuai atau bahkan melebihi
harapa, pembelinya merasa puas. Perusahaan yang cerdik mempunyai tujuan membuat
6

gembira pelanggan dengan hanya menjanjikan apa yang dapat merekaserahkan, kemudian
menyerahkan lebih banyak dari yang mereka janjikan.
Mutu
Kepuasan pelanggan berkaitan erat dengan mutu, yang saat ini ada istilah Total Quality
Management (TQM) yaitu program yang dirancang untuk memperbaiki mutu produk, jasa
dan proses pemasaran secara terus menerus. TQM memiliki komitmen antara lain :
-

focus terhadap pelanggan

memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas

menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan


masalah
-

memiliki komitmen jangka panjang, membutuhkan kerja sama tim, memperbaiki proses

memperbaiki proses secara kesinambungan

menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk karyawan

Hubungan
Proses menciptakan, memelihara, dan meningkatkan hubungan erat yang semakin bernilai
dengan pelanggan dan pihak-pihak yang berkepentingan yang lain dengan kata lain hubungan
adalah praktik membangun hubungan jangka panjang yang memuaskan dengan pihak-pihak
pelanggan, pemasok (supplier), penyalur (distributor), guna mempertahankan bisnis jangka
panjang mereka. Agar hubungan dapat tercipta dalam jangka panjang antara lain:
-

saling mempercayai, saling menguntungkan

menjanjikan dan memberikan kualitas yang tinggi, pelayanan yang baik, harga yang
pantas antar pihak
menghasilkan ikatan ekonomi, teknik dan sosial yang kuat antar pihak yang
berkepentingan
-

menekan biaya transaksi dan waktu pencarian pelanggan

Jaringan
Jeringan terdiri dari perusahaan dan semua pihak-pihak pendukung ; pelanggan, suplir,
distributor, pengecer, agen iklan, ilmuwan dan pihak lain yang bersama-sama dengan firm
telah membangun hubungan bisnis yang saling menguntungkan
7

Pasar
Pasar terdiri dari semua pelanggan potencial yang memiliki kebutuhan atau keinginan
tertentu yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.
Pemasar dan calon pembeli
Seseorang yang mencari satu atau lebih calon pembeli yang akan terlibat dalam pertukaran
tersebut. Calon pembeli adalah seseorang yang diidentifikasikan oleh pemasar sebagai orang
yang mungkin bersedia dan mampu terlibat dalam pertukaran tersebut.
Jadi konsep inti pemasaran adalah :
-

proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran

penetapan harga, promosi

penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan
tujuan-tujuan individu dan organisasi.

2.3 Filosofi Manajemen Pemasaran


Ada falsafah yang sebaiknya digunakan sebagai pedoman usaha pemasaran ini untuk
mencapai pertukaran yang didambakan dengan pasar sasaran. Pemberian bobot yang harus
diberikan pada organisasi, pelanggan dan masyarakat yang berkepentingan seringkali saling
bertentangan. Sehingga perlu ada landasan dari aktifitas pemasaran organisasi tersebut.
Dalam Kottler (1997), landasan ini dikelompokkan dalam lima konsep alternative antara lain:
1.Konsep Produksi
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dan harganya terjangkau
serta manajemen harus berusaha keras untuk memperbaiki produksi dan efesiensi distribusi.
Konsep ini adalah falsafah paling tua digunakan dalam penjualan. Konsep ini masih berlaku
dan bermanfaat pada dua situasi, yaitu situasi pertama, bila permintaan akan produk lebih
besar dari penawannya ; situasi kedua, terjadi kalau biaya produk terlalu tinggi dan perbaikan
produktifitas diperlukan untuk menurunkannya. Akan tetapi, perusahaan yang bekerja dengan
falsafah ini menghadapi resiko tinggi dengan focus terlalu sempit pada operasinya sendiri.
Bila perusahaan berusaha menurunkan harga, yang pasti dilupakan adalah kualitas, padahal
yang di inginkan konsumen adalah harga rendah dengan barang yang menarik.
2.Konsep Produk

Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk bermutu terbaik dan sifat paling inovatif
dan bahwa organisasi harus mencurahkan energi untuk terus menerus melakukan perbaikan
produk.
3.Konsep Penjualan
Falsafah bahwa konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah yang cukup
kecuali organisasi mengadakan usaha penjualan dan promosi berskala besar. Konsep ini
biasanya dilakukan pada barang yang tidak dicari, yaitu barang yang mungkin tidak
terpikirkan untuk dibeli oleh konsumen, contoh : ensiklopedia, asuransi,dll. Industri ini harus
mahir dalam melacak calon pelanggan dan menjual manfaat produk kepada konsumen.
Tujuannya adalah menjual yang perusahaan buat, bukan produk apa yang dibutuhkan
masyarakat konsumen.
4.Konsep Pemasaran
Falsafah manajemen pemasaran ini berkeyakinan bahwa pencapaian sasaran organisasi
tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan penyampaian
kepuasan didambakan itu lebih efektif dan efisien daripada pesaing. Kemungkinan konsep ini
membingungkan bila dibandingkan dengan konsep penjualan. Perbandingan antara konsep
penjualan dengan konsep pemasaran, antara lain :

Titik awal

Fokus

Cara

Akhir

Produk sudah ada

Penjualan dan
promosi

Laba MLL vol


penjualan

Kebutuhan
pelanggan

Pemasaran terpadu

Laba MLL kep.


Pelanggan

Konsep penjualan :
Pabrik

Konsep pemasaran :
Pasar

Gambar 4. Perbandingan konsep penjualan dan konsep pemasaran


Keterangan : pemasaran terpadu terdiri dari kegiatan pemasaran eksternal yaitu pemasaran
yang ditujukan kepada orang-orang di luar perusahaan dan kegiatan internal merupakan
kegiatn mengenai keberhasilan dalam menerima, melatih dan memotivasi karyawan yang
memiliki kemampuan dan ingin melayani pelanggan dengan baik.
Mengapa konsep pemasaran mulai diberlakukan?
1. Penjualan mulai turun

2. Pertumbuhan produk melambat


3. Pola pembelian yang berubah
4. Persaingan yang meningkat
5. Biaya penjualan meningkat. Perusahaan mandapati pengeluaran mereka untuk iklan,
promosi penjualan terasa lepas kendali sehingga manajemen memutuskan untuk
melakukan audit pemasaran untuk menyempurnakan konsep mana yang akan dipakai.
5. Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial.
Falsafah bahwa organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan dan minat pasar serta
menyerahkan kepuasan yang didambakan itu secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing
dengan cara yang bersifat memelihara atau memperbaiki kesejahteraan konsumen dan
masyarakat. Konsep ini mengajak pemasar membangun pertimbangan sosial dan etika dalam
praktek pemasaran mereka. Hal ini agar dapat menyeimbangkan dan menyelaraskan 3 faktor
yang penting, yaitu : laba perusahaan, pemuas keinginan konsumen dan kepentingan publik.
2.4 Penerapan Konsep Pemasaran Melalui Perencanaan Strategis
Perencanaan (manajemen) strategi adalah tugas strategi perencanaan untuk memandu
keseluruhan perusahaan. Hal ini berarti proses manajerial dari mengembangkan dan
memelihara perpaduan antara sumber daya organisasi dan kesempatan pasar yang ada. Tugas
ini termasuk perencanaan untuk produksi, keuangan, sumber daya manusia dan lain-lain yang
dilakukan oleh manajemen puncak.
Dalam menganalisis lingkungan internal dan eksternal dapat digunakan analisa
SWOT yaitu Strenghts (memaksimalkan kekuatan), Weakness (meminimalkan kelemahan),
Opportunities (memaksimalkan peluang) dan Threats (meminimalkan ancaman). Analisa
SWOT adalah suatu pekerjaan yang cukup berat karena hanya dengan itu alternatif-alternatif
strategis dapat disusun. Kegagalan menganalisisnya berarti gagal dalam lingkungan eksternal,
sambil mencari hubungannya dengan misi, tujuan, dan sasaran juga merupakan kegagalan
dalam mempersiapkan suatu keputusan strategis yang baik. Hanya dengan analisis SWOT,
keputusan-keputusan strategis yang baik dapat dihasilkan.
Analisis SWOT adalah instrument perencanaaan strategis yang klasik. Dengan
menggunakan kerangka kerja kekuatan dan kelemahan dan kesempatan ekternal dan
ancaman, instrument ini memberikan cara sederhana untuk memperkirakan cara terbaik untuk
melaksanakan sebuah strategi. Instrumen ini menolong para perencana apa yang bias dicapai,
dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh mereka. SWOT adalah singkatan dari
lingkungan Internal Strengths dan weakness serta lingkungan Eksternal Opportunity dan
Threats yang dihadapi dunia bisnis.
Analisis SWOT disebut juga sebuah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk
mengevaluasi Strengths , Weaknesses, Opportunities, dan Threats terlibat dalam suatu proyek
10

atau dalam bisnis usaha. Hal ini melibatkan penentuan tujuan usaha bisnis atau proyek dan
mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang baik dan menguntungkan untuk
mencapai tujuan itu. Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset
pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data
dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.
Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :
1. Strength (S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau
program pada saat ini.
2. Weakness (W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi
atau program pada saat ini.
3. Opportunity (O), adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar organisasi
dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan.
4. Threat (T), adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar
organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa depan.
Selain empat komponen dasar ini, analisa SWOT, dalam proses penganalisaannya akan
berkembang menjadi beberapa Subkomponen yang jumlahnya tergantung pada kondisi
organisasi. Sebenarnya masing-masing subkomponen adalah pengejawantahan dari masingmasing komponen, seperti Komponen Strength mungkin memiliki 12 subkomponen,
Komponen Weakness mungkin memiliki 8 subkomponen dan seterusnya.
SWOT singkatan dari strength, weakness, opportunity, dan threat atau dalam bahasa
Indonesia disebut sebagai kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman.
1. Kekuatan merupakan hal yang positif yang sifatnya dari dalam/internal.
2. Kelemahan merupakan hal yang negatif yang sifatnya dari dalam/internal.
3. Kesempatan merupakan hal positif yang sifatnya dari luar/eksternal.
4. Ancaman merupakan hal negatif yang sifatnya dari luar/eksternal.
Dalam merencanakan sesuatu misal rencana pribadi atau rencana organisasi, sering
digunakan analisis SWOT untuk mempertimbangkan segala potensi yang timbul dan melihat
segala kemungkinan yang ada. Dengan demikian, perencanaan akan menjadi efektif dan
terukur.

2.5 Penerapan Konsep Pemasaran Melalui Perencanaan Taktis


Salah satu perencanaan taktis menggunakan konsep Marketing Mix / Bauran
Pemasaran yaitu perangkat alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan, dipadukan oleh
perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkan pasar sasaran. Marketing mix adalah
11

semua faktor yang dapat dikuasai oleh seorang manajer pemasaran dalam rangka
mempengaruhi permintaan konsumen terhadap barang dan jasa.
Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing
objectives in the market.(Marketing Management,1997) yang kurang lebih memiliki arti
bauran pemasaran adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat
dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran
dalam pasar sasaran.
Menurut Kotler (1997:92), Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to
pursue its marketing objectives in the target market. yang kurang lebih memiliki arti bahwa
bauran pemasaran adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk
menyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju.
Menurut Stanton (1978) Bauran pemasaran (marketing mix) adalahkombinasi dari 4
variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu produk,
harga, kegiafan promosi dan sistem distribusi.
Ada banyak alat pemasaran, McCarthy mempopulerkan pembagian kiat pemasaran ke dalam
4 (empat) faktor yang disebut the four Ps: product, price, place, and promotion (cited in
Kotler, 1992:92).
Keempat bauran pemasaran tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
1. Product (produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk
dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Produk dapat terdiri dari product variety, quality,
design, feature, brand name, packaging, sizes, services, warranties, and returns.
2. Price (harga), yaitu sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk atau
mengganti hal milik produk. Harga meliputi last price, discount, allowance, payment period,
credit
terms,
and
retail
price.
3. Place (tempat), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang
dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain
channels,
coverage,
assortments,
locations,
inventory,
and
transport.
4. Promotion (promosi), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan
memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain sales
promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.
variabel promosi atau yang lazim disebut bauran komunikasi pemasaran (Koter, 1997:604):
a. Advertising, yaitu semua bentuk presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang, atau jasa
oleh
sponsor
yang
ditunjuk
dengan
mendapat
bayaran.
b. Sales promotion, yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau
pembelian produk dan jasa.
c. Public relations and publicity, yaitu berbagai program yang dirancang untuk
mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individual yang
dihasilkan.

12

d. Personal selling, yaitu interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan
tujuan melakukan penjualan.
e. Direct marketing, yaitu melakukan komunikasi pemasaran secara langsung untuk
mendapatkan respon dari pelanggan dan calon tertentu, yang dapat dilakukan dengan
menggunakan surat, telepon, dan alat penghubung nonpersonal lain.
Evolusi Faktor Bauran Pemasaran [ Marketing Mix]
Bauran pemasaran yang terdiri dari product, price, place, dan promotion (4P) seiring
perkembangan jaman dan tuntutan pasar yang senantiasa mengalami perkembangan telah
mengalami evolusi dan terus berkembang searah dengan perkembangan perilaku konsumen
dan kecerdasan para ahli pemasaran. Lovelock dan Wright (2002:13-15) mengembangkan
bauran pemasaran (marketing mix) menjadi integrated service management dengan
menggunakan pendekatan 8Ps, yaitu:
product elements, place, cyberspace, and time, promotion and education, price and
other user outlays, process, productivity and quality, people, and physical evidence.
1. Product elements adalah semua komponen dari kinerja layanan yang menciptakan nilai
bagi
pelanggan.
2. Place, cyberspace, and time adalah keputusan manajemen mengenai kapan, dimana, dan
bagaimana
menyajikan
layanan
yang
baik
kepada
pelanggan.
3. Promotion and education adalah semua aktivitas komunikasi dan perancangan insentif
untuk membangun persepsi pelanggan yang dikehendaki perusahaan atas layanan spesifik
yang
perusahaan
berikan.
4. Price and other user outlays adalah pengeluaran uang, waktu, dan usaha yang pelanggan
korbankan dalam membeli dan mengkonsumi produk dan layanan yang perusahaan tawarkan
atau sajikan.
5. Process adalah suatu metode pengoperasian atau serangkaian tindakan yang diperlukan
untuk menyajikan produk dan layanan yang baik kepada pelanggan
6. Productivity and quality, produktivitas adalah sejauhmana efisiensi masukan-masukan
layanan ditransformasikan ke dalam hasil-hasil layanan yang dapat menambah nilai bagi
pelanggan, sedangkan kualitas adalah derajat suatu layanan yang dapat memuaskan
pelanggan karena dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan.
7. People adalah pelanggan dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan memproduksi produk
dan layanan (service production).
8. Physical evidence adalah perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan secara
nyata kualitas produk dan layanan.
13

2.6 Penerapan Konsep Pemasaran dengan membangun Kepuasan Pelanggan Melalui


Kualitas, Pelayanan dan Nilai.
Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa sesorang yang berasal dari
perbandingan antara kesanya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapanharapanya.Kepuasan merupakan fungsi dari kesan kinerja dan harapan,pelanggan puas. Jika
kinerja
melebihi
harapan,
pelanggan
amat
puas
atau
senang.
Banyak perusahan berfokus pada kepuasaan tinggi karena para pelanggan yang hanya merasa
puas mudah untuk berubah pikiran bila mendapat tawaran yang lebih baik.Mereka yang amat
puas lebih sukar untuk mengubah pilihannya. Kepuasan tinggi atau kesenangan menciptakan
emosional terhadap merk,bukan hanya preferensi rasional.
Hasilnya adalah kesetiaan pelanggan yang tinggi.Dan ada juga hal-hal yang harus
diperhatikan dalam mengukur kepuasan pelanggan. saat pelanggan menilai kerpuasasa merka
berdasarkan unsur kinerja perusahaan, misalnya penyerahan perusahaan barang perusahaan
perlu
menyadari
bahwa
para
pelanggan
beragam
dalam
cara
mereka
mendefinisikanpenyerahan barang yang baik.Hal itu dapat berarti penyeraha yang lebih
awal,tepat waktu,lengkap dan seterusnya.Tetapi jika perusahaan harus menyebutkan setiap
unsur dengan rinci, para pelanggan akan menghadapi daftar pertanyaan yang
banyak.perusahaan juga perlu menyadari bahwa dua pelanggan dapat melaporkan kepuasaan
tinggi dari sebab yang berbeda.
Salah satu mungkin selalu mudah di puaskan dan yang lainya mungkin sukar di
senangkan tetapi merasa senang pada saat ini.Perusahaan-perusahaan juga harus
memperhatikan bahwa para manajer dan staf penjualan dapat memanipulasi tingkat kepuasan
pelanggan mereka.Mereka dapat menjadi amal ramah kepada para pelanggan hanya sebelum
diadakanya survey.Mereka juga dapat mencoba untuk mengeluarkan pelanggan yang tidak
puas dari survey.Bahaya lainya adalah bahwa jika pelanggan mengetahui bahwa perusahaan
akan berusaha keras untuk menyenangkan pelanggan,beberapa pelanggan mungkin
menunjukan ketidakpuasan yang tinggi (walaupun sebenarnya mereka puas) agar
memperoleh
lebih
banyak
kemudahan.
MENARIK
DAN
MEMPERTAHANKAN
PELANGGAN
Cara menarik dan mempertahankan pelanggan adalah dengan cara mengembangkan
ikatan dan kesetiaan yang lebih kuat dengan pelanggan akhirnya,hal ini bertujuan untuk
memikat para pelanggan atau mempertahankan pelanggan yang loyal terhadap suatu
merk.Ada juga cara-cara lain untuk memikat para pelanggan yaitu dengan cara memberikan
diskon pada suatu produknya,hal ini mungkin akan mendatankan pelanggan-pelanggan baru.
Namun biaya untuk menarik pelanggan baru di perkirakan lima kali dari biaya memuaskan
pelanggan yang ada.
Di perlukan usaha yang besar untuk menarik pelanggan yang puas agar beralih dari
pemasok mereka.sayangnya,kebanyakan teori dan praktik pemasaran lebih terpusat pada seni
menarik pelanggan baru dari pada mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Penekanan
14

secara tradisional di arahkan pada penjualan daripada perhatian kepada pelanggan setelah
penjualaan tetapi,saat ini lebih banyak perusahaan menyadari pentingnya memuaskan dan
mempertahankan pelanggan yang ada. Dan ada dua cara untuk memperkuat ketahanan
pelanggan.Pertama dengan mendirikan rintangan beralih yang tinggi, maksudnya agar para
pelanggan lebih enggan untuk beralih ke pemasok lainnya jika melibatkan biaya modal yang
tinggi, kehilangan potongan harga dan sebagainya. Pendekatan yang lebih baik adalah dengan
memberikan kepuasaan tinggi kepada pelanggan. Hal ini mempersulitkan pesaing untuk
meruntuhkan rintangan beralih dengan hanya menawarkan harga yang lebih rendah atau
perangsang lain untuk beralih.

2.7 Penerapan Konsep Pemasaran dengan Cara Memantau Lingkungan Pemasaran


Lingkungan pemasaran terdiri dari para pelaku dan kekuatan kekuatan yang di luar
kendali berdasarkan mana organisasi merancang strategi pemasaran mereka. Secara khusus
dirumuskan sebagai berikut: lingkungan pemasaran suatu perusahaan terdiri dari para pelaku
dan kekuatan-kekuatan yang berasal dari luar fungsi manajemen pemasaran perusahaan yang
mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk mengembangkan dan
mempertahankan transaksi yang sukses dengan para pelanggan sasarannya.
Kita dapat membedakan lingkungan mikro dan lingkungan makro suatu perusahaan.
Lingkungan mikro terdiri dari para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan dengan
perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar, yaitu: perusahaan,
para pemasok bahan mentah, pasar perantara, para. pelanggan, pesaing, dan para anggota
masyarakat. Lingkungan makro terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan
yang lebih besar dan yang mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan mikro perusahaan,
yaitu: faktor kependudukan ekonomi, fisik, teknologi, politik, hukum dan kekuatan
sosial/budaya.
Dalam mencari peluang-peluang dan pemantauan ancaman-ancaman perusahaan
harus memulai dengan lingkungan perusahaan. Lingkungan perusahaan adalah tempat
dimana perusahaan harus memulai penelitiannya atas peluang dan ancaman yang mungkin
timbul. Lingkungan tidak akan berubah dengan perlahan dan dapat diramalkan, tetapi mampu
menghasilkan kejutan-kejutan besar karena lingkungan pemasaran akan selalu berada pada
perubahan yang terus menerus sehingga dapat mempengaruhi perusahaan.
Para pemasar suatu barang harus memantau secara terus menerus keadaan lingkungan yang
terus berubah-ubah dari pencairan dan pemprosesan informasi tentang perusahaan yang
terjadi pada lingkungan perusahaan.
Tujuan pemantauan lingkungan adalah untuk memungkinkan perusahaan
merencanakan rangkaian tindakan yang akan dilakukan dimasa akan datang. Peramalan
tindakan merupakan proyek untuk masa depan dan pemantauan lingkungan juga
berkepentingan
terhadap
pengambilan
keputusan.
Lingkungan pemasaran suatu perusahaan terdiri dari para pelaku dan kekuatan-kekuatan yang
berasal dari luar fungsi manajemen perusahaan yang mempengaruhi kemampuan manajemen
15

pemasaran untuk mengembangkan dan mempertahankan transaksi yang sukses dengan para
pelanggan sasarannya (Kotler 1997 : 75).

16

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Manajemen
pemasaran
adalah
suatu
usaha
untuk
merencanakan,
mengimplementasikan (yang terdiri dari kegiatan mengorganisaikan, mengarahkan,
mengkoordinir) serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu
organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efesien dan efektif.
Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi,
utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar.
Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah
suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak
yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam.
Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan
kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.
3.2 Saran
Dalam penerapannya, manajer pemasaran suatu perusahaan perlu cermat dan teliti
serta terbuka akan kesempatan dan peluang yang ditawarkan oleh pasar terhadap produk
barang atau jasa yang Ia tawarkan agar dalam perkembangan serta pemasaran produknya
dapat mengenai sasaran yang dituju.

17

DAFTAR PUSTAKA
Raharjo, dendy. 2010. Lingkungan Pemasaran Makro Mikro.
http://dendyraharjo.blogspot.com
Redi. 2009. Membangun Kepuasan Pelanggan. http://rediandwianugrah.blogspot.com
Anonymous. 2010. Konsep Bauran Pemasaran. http://jurnal-sdm.blogspot.com
Surya. 2011. Analisis SWOT Pemasaran. http://surya-asry.blogspot.com
Anonymous. 2012. Konsep Pemasaran. http://media-grafika.com
Nurmanto. 2012. Konsep Pemasaran dalam Manajemen. http://nurmanto.com.

18