Anda di halaman 1dari 8

MOTTO

LEBIH BAIK BODOH DIANTARA ORANG PINTAR


DARI PADA
PINTAR DIANTARA ORANG BODOH

KATA PENGANTAR
Segala puji kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan
rahmat, taufik serta hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan
penelitian yang berjudul Uji Mutu Minyak Jelantah Hasil Daur Ulang Dengan
Menggunakan Sari Mengkudu Dan Arang Aktif Sabut Kelapa sebagai salah satu
syarat penenuhan tugas mata kuliah Kimia Analisis Terapan.
Dalam penyusunan laporan penelitian ini, kami mendapat bimbingan dan
bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini kami mengucapkan
terima kasih kepada :

1. Sulfikar, S.Si, M.T selaku dosen pembimbing

I yang selalu meluangkan

waktunya untuk membimbing dan memberikan masukan kepada kami dalam


melakukan penelitian dan penulisan laporan ini
2. Maryono,S.Si, Apt, M.M, M.Si selaku dosen pembimbing II yang selalu
meluangkan waktunya dalam membimbing kami.

3. Kurnia Ramadhani, S.Si selaku asisten yang selalu memberikan masukan dalam
melakukan penelitian ini
4. Akmal, S.Si dan Akira,S.Si yang selalu membimbing dan mendampingi kami
dalam melakukan penelitian ini.
5. Laboran, yang membantu kami dalam penyedian alat dan bahan sehingga
penelitian ini dapat berjalan
6. Keluarga besar Kimia B 2010 yang selalu memberikan semangat dan masukan
kepada kami

ii

Semoga segala kebaikan dan bantuan yang telah diberikan mendapat imbalan
dan limpahan rahmat yang berlipat ganda dari Allah SWT . Selain itu kami
menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami terbuka
menerima saran dan kritik guna penyempurnaan dan semoga laporan yang sederhana
ini dapat dimanfaatkan bagi semua pihak.
Akhir kata, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat dan
Hidayah-Nya atas segala aktivitas kita, Amin.

Makassar, Mei 2013

Kelompok IV

DAFTAR ISI
JUDUL

HALAMAN

MOTTO.

KATA PENGANTAR

ii

iii

DAFTAR ISI..

iv

DAFTAR TABEL ..

vi

DAFTAR GAMBAR..

vii

ABSTRAK

viii

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang..
B. Rumusan Masalah.
C. Tujuan Penelitian..
D. Manfaat Penelitian
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA.
A. Mnyak Goreng
B. Analisis Kimia Minyak Goreng..
C. Tanaman Mengkudu..
D. Sabut Kelapa..
E. Arang Aktif.
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN..
A. Waktu Dan Tempat Penelitian.
B. Bahan
C. Alat.
D. Tahap Penelitian.
E. Cara Kerja..
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Preparasi Minyak jelantah..
B. Analisis Kadar Asam Lemak Bebas (FFA), Angka
Peroksida, Dan Bilangan Iodium Minyak Goreng Bekas
Dengan Kontrol Minyak Goreng Baru.
BAB V PENUTUP37
A. Kesimpulan ..
B. Saran..
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN...

1
3
3
4
5
5
8
11
14
16
20
20
20
20
21
21
26
26
28
37
38
39
42

iv

DAFTAR TABEL
JUDUL

HALAMAN

Tabel 1. Standar Mutu Minya Goreng Berdasarkan SNI

Tabel 2.Komposisi Kimia Sabut Dan Serat Sabut


Tabel 3.Hasil Pengujian % FFA..

15
28

Tabel 4. Hasil Pengujian Angka Peroksida..

32

Tabel 5. Hasil Pengujian Kadar Air .

34

Tabel 6. Hasil Pengujian Berat Jenis

35

DAFTAR GAMBAR
JUDUL

HALAMAN

Gambar 1. Reaksi Pembentukan Gliserol

Gambar 2. Reaksi pembentukan peroksida..

10

Gambar 3. Mengkudu

11

Gambar 4. Reaksi Pembentukan Gliserol Dan FFA.

29

Gambar 5. Reaksi Pembentukan Peroksida

31

vi

Abstrak
Pemurnian minyak jelantah dilakukan untuk menurunkan kandungan FFA, bilangan
peroksida, kualitas warna dan mutu dari minyak. Keempat jenis penelitian ini dengan
metode yang disebutkan di atas terbukti mampu meningkatkan mutu minyak. Peneliti
melakukan suatu penelitian dengan tujuan untuk mengetahui uji mutu dari minyak
jelantah hasil daur ulang dengan menggunakan dua bahan yaitu sari mengkudu dan
arang aktif sabut kelapa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental
laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA UNM, pada bulan April
2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemurnian yang paling efektif adalah
daur ulang minyak jelantah dengan penambahan arang aktif sabut kelapa. Bilangan
asam lemak bebas FFA mengalami penurunan setelah di daur ulang. Minyak jelantah
yang belum diolah kandungan FFA-nya sebesar 0,530% pengolahan dengan sari
mengkudu 0,396% dan penambahan arang aktif sebesar 0,367%. Minyak jelantah
yang belum diolah memiliki angka peroksida sebeasar 25,75 Meq/gram sedangkan
setalah diolah dengan penambahan sari mengkudu angka peroksidanya menjadi 22
Meq/gram dan penambahan arang aktif menjadi 27,5 Meq/gram. Setelah pengolahan
sari mengkudu massa jenis mengalami penuran dari 0,917 gram/mL menjadi 0,9115
gram/mL dan arang aktif 0,9123gram/mL. Kadar air juga mengalami penurunan dari
0,57% menjadi 0,29% pada penambahan arang aktif sabut sedangkan penambahan
sari mengkudu meningkat.
Kata Kunci: Minyak Jelantah, Mengkudu, Arang Aktif Sabut Kelapa, FFA, Angka
Peroksida.

vii

Abstract

Cooking oil purification is done to reduce the content of FFA, peroxide, the color
quality and the quality of the oil. The fourth type of research with the above
mentioned method proven to improve the quality of oil. Researchers conducted a
study with the aim to determine the quality test of the recycled used cooking oil by
using two ingredients that noni juice and coconut coir activated charcoal. This
research was conducted in the experimental laboratory Chemical Laboratory Science
Faculty UNM, in April 2013. The results showed that the most effective purification
is recycling used cooking oil with the addition of activated charcoal coconut fiber.
FFA free fatty acid value decreased after recycling. Unprocessed waste cooking oil its
FFA content of 0.530% noni juice processing with the addition of 0.396% and
0.367% of activated charcoal. Unprocessed waste cooking oil has a peroxide value
sebeasar 25.75 mEq/gram whereas After Noni juice processed by adding peroxide
numbers to 22 mEq/gram and the addition of activated charcoal to 27.5 mEq/gram.
After processing the noni juice decreased density of 0.917 g/mL to 0.9115 g/mL and
0.9123 gram/ml for activated charcoal. Water levels also decreased from 0.57% to
0.29% on the addition of activated carbon fiber increased while the addition of noni
juice.
Keywords: Used cooking oil, Noni, Coconut Fiber Active Charcoal, FFA, peroxides
figure.

viii