Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Temperatur dan kelembaban umumnya penting dalam lingkungan daratan dan sangat erat
hubungannya, sehingga diakui sebagai bagian yang paling penting dari iklim.Interaksi antara
temperatur dengan kelembaban seperti pada kasus interaksi kebanyakan faktor, tergantung pada
nilai nisbi dan juga nilai mutlak setiap faktor.Sehingga temperatur memberikan efek lebih hebat
terhadap organisme apabila keadaan kelembabannya ekstrim, yakni apakah keadaan tadi sangat
tinggi atau sangat rendah, dari pada keadaan yang sedang-sedang saja.Demikian juga,
kelembaban memainkan peranan yang lebih penting dalam keadaan temperatur ekstrim (Odum,
1994).
Dapat

dianalogikan

dengan

sebuah

termometer

dan

termostat

untuk

suhu

udara.Perubahan tekanan sebagian uap air di udara berhubungan dengan perubahan suhu.
Konsentrasi air di udara pada tingkat permukaan laut dapat mencapai 3% pada 30 C (86 F),
dan tidak melebihi 0,5% pada 0 C (32 F) (Suwardjo, 2008).
Air yang turun sebagai curah hujan di daratan maupun di lautan asalnya dari hasil
pemanasan oleh sinar matahari terhadap permukaan bumi, perairan dan organisme terutama
tumbuhan, yang menyebabkan terjadinya penguapan air. Uap air akan masuk ke atmosfer lapisan
atas dan mengalami pendinginan sehingga akan melakukan kondensasi menjadi kristal air atau es
dalam bentuk awan. Dimana akumulasi kristal-kristal air atau es ini volumenya akan semakin
banyak dan berat, kemudian akan terbawa pergerakan angin dan pecah serta turun sebagai curah
hujan (Umar, 2013).
Keseimbangan antara curah hujan dan potensi evapotranspirasi menentukan tersedianya
air.Kecepatan evapotranspirasi tergantung dari daya penguapan air yang ditentukan oleh suhu
udara, angin, kelembaban dan radiasi matahari (Umar, 2013).
Uap air adalah suatu gas yang tidak dapat di lihat secara visual, yang merupakan salah
satu bagian dari atmosfer. Kabut dan awan adalah titik air atau butir-butir air yang melayanglayang di udara. Kabut melayang-layang dekat permukaan tanah, lain halnya dengan awan yang
melayang-layang di angkasa.Banyaknya uap air yang dikandung oleh hawa tergantung pada

temperatur. Makin tinggi temperatur yang dihasilkan, makin banyak uap air yang dapat
dikandung oleh hawa (Hardjodinomo, 1975).
Seperti gas-gas lainnya, uap air juga mempunyai tekanan, yang makin lebih besar apabila
temperatur naik. Tekanan tersebut dinamakan tekanan uap.Tekanan uap adalah tekanan yang
diberikan atau ditimbulkan oleh uap air sebagai bagian dari udara pada temperatur
tertentu.Tekanan uap adalah bagian dari tekanan udara, yang semuanya dapat diukur dengan
milimeter air raksa atau milibar.Jika udara pada suatu temperatur sudah penuh (jenuh) maka
tekanan uap pada temperatur tersebut mencapai maksimum.Angka maksimum tersebut disebut
tekanan uap maksimum sebaliknya jika mencapai titik minimum maka temperature udara belum
dapat diukur sepenuhnya (Zailani, 1986).
1.2 Tujuan
Agar mahasiswa mengetahui penerapan car perhitungan teoritis matematis dan
kejadian fisis alami ke dalam pengukuran praktis kelembaban nisbihudara dengan

menggunakan thermometer bola basah dan bola keringbdan hygrograf.


Mengerti tentang kondisi kelembaban udara pada berbagaintempat dan beragam
waktu harian

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
Uap air adalah suatu gas yang tidak dapat di lihat secara visual, yang merupakan salah
satu bagian dari atmosfer. Kabut dan awan adalah titik air atau butir-butir air yang melayanglayang di udara. Kabut melayang-layang dekat permukaan tanah, lain halnya dengan awan yang
melayang-layang di angkasa.Banyaknya uap air yang dikandung oleh hawa tergantung pada
temperatur. Makin tinggi temperatur yang dihasilkan, makin banyak uap air yang dapat
dikandung oleh hawa (Hardjodinomo, 1975).
Seperti gas-gas lainnya, uap air juga mempunyai tekanan, yang makin lebih besar apabila
temperatur naik. Tekanan tersebut dinamakan tekanan uap.Tekanan uap adalah tekanan yang
diberikan atau ditimbulkan oleh uap air sebagai bagian dari udara pada temperatur
tertentu.Tekanan uap adalah bagian dari tekanan udara, yang semuanya dapat diukur dengan
milimeter air raksa atau milibar.Jika udara pada suatu temperatur sudah penuh (jenuh) maka
tekanan uap pada temperatur tersebut mencapai maksimum.Angka maksimum tersebut disebut
tekanan uap maksimum sebaliknya jika mencapai titik minimum maka temperature udara belum
dapat diukur sepenuhnya (Zailani, 1986).
Kelembaban udara dalam ruang tertutup dapat diatur sesuai dengan keinginan.Pengaturan
kelembaban udara ini didasarkan atas prinsip kesetaraan potensi air antara udara dengan larutan
atau dengan bahan padat tertentu. Jika dalam suatu ruang tertutup dimasukkan larutan, maka air
dari larutan tersebut akan menguap sampai terjadi keseimbangan antara potensi air pada udara
dengan potensi air larutan. Demikian pula halnya jika suatu hidrat kristal garam-garam (salt
cristal bydrate) tertentu dimasukkan dalam ruang tertutup maka air dari hidrat kristal garam akan
menguap sampai terjadi keseimbangan potensi air (Lakitan, 1994).
Selain

kelembaban

relatif,

kelembaban

juga

ada

yang

disebut

kelembaban

absolut.Kelembaban absolut dianalogikan jika semua air dalam satu m3 dikondensasikan ke


dalam suatu wadah, wadah tersebut dapat menjadi timbangan kelembaban absolut. Kelembaban
absolut memiliki nilai yang berkisar dari 0 gram/m 3 saat udara kering hingga 30 gram/m3 saat
uap air menjadi jenuh pada suhu 30C. Kelembaban relatif sangat penting dalam memperkirakan
cuaca (Lakitan,1994).
Kelembaban nisbi merupakan perbandingan antara kelembaban aktual dengan kapasitas
udara untuk menampung uap air.Bila kelembaban aktual dinyatakan dengan tekanan uap aktual,

maka kapasitas udara untuk menampung uap air tersebut merupakan tekanan uap jenuh.
Sehingga kelembaban nisbi dapat ditulis dengan persen ( Sutrisno, 1986 ).
Kelembaban nisbi biasanya diukur dengan menggunakan termometer basah dan
kering, baik secara manual maupun dengan alat Sling Psychrometerdan Hygrograf. Apabila
pembacaan pada kedua termometer basah dan kering sama, maka kelembaban nisbinya adalah
100%, tetapi apabila pembacaan termometer basah di bawah termometer kering, maka
kelembaban nisbinya kurang dari 100%. Nilai sebenarnya dapat dilihat pada tabel, tetapi kalau
menggunakan Sling Psychrometer dan hygrometer dapat langsung dibaca pada skala ukurannya
(Umar, 2013).
Suatu kelembaban sangat bervariasi, terkadang tinggi pada malam hari dan rendah pada
siang hari dan sebaliknya.Kelembaban ini juga dapat disebabkan karena perbedaan letak tempat
baik secara horizontal maupun vertikal.Pengaruh kelembaban udara sejalan dengan temperatur
dan intensitas udara serta sinar matahari yang mempunyai peranan pemting dalam mengatur
aktifitas organisme dan dalam membatasi penyebarannya (Umar, 2013).
Pada ekosistem, faktor-faktor tidak bekerja sendiri-sendiri akan tetapi bekerja bersamasama. Temperatur dan kelembaban sangat berpengaruh pada lingkungan darat. Efek pembatas
dari temperatur bertambah hebat apabila kelembaban dalam keadaan ekstrim, yaitu tinggi
maupun rendah interaksi antara temperatur dan kelembaban seperti interaksi pada faktor lain
yaitu tergantung kepada nilai nisbi dan nilai mutlak dari setiap faktor (Suryati, 2007).
Temperatur udara sebagaimana umumnya diukur dengan menggunakan termometer biasa
yang sering dikenal sebagai temperatur bola kering (dry bulb temperature), sedangkan
temperatur bola basah (wet bulb temperature) adalah temperatur yang bolanya diberi kasa basah,
sehingga jika air menguap dari kasa dan bacaan suhu pada termometer menjadi lebih rendah
daripada temperatur bola kering. Pada kelembaban tinggi, penguapan akan berlangsung lamban.
Namun pada kelembaban rendah sebagian air akan menguap. Untuk temperatur bola basah
ternyata peningkatan kecepatan udara berakibat menurunnya temperatur bola basah (Walujodjati
2005).

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan


1) Termometer bola basah dan bola kering
2) Hygrograf
3.2 Waktu Pelaksanaan:
Pengamatan dilaksanakan saat jam praktikum untuk pengamatan sesaat dan selama satu minggu
untuk pengamatan kontinyu.
3.2 Prosedur Kerja
Pengamatan sesaat
1) Menyiapkan dua thermometer.Membasahi salah satu sensor thermometer tersebut dengan
air bersih atau aquades setelah diselubungi dengan kain kasa atu kapas
2) Menempatkan pasangan thermometer tersebut pada ketinggian 50 cm, 100 cm, dan 150
cm dari permukaan tanah. Mendiamkan selama 3 menit.Membaca suhu bola basah dan
bola kering secara hampir bersamaan.
3) Tempat lokasi pengamatan di tempat terbuka dan di bawah pohon.
Pengamatan kontinyu
1) Menyiapkan dan memasang alat termohygrograf di laboratorium.
2) Menulis tanggal pemasangan pias, cocokkan waktu pemasangan dengan jam saat
pemasangan.
3) Mengamati seminggu kemudian seluruh fluktuasi kelembaban udara yang terjadi selama
itu.
4) Menjawab dalam laporan apakah naik turunnya fluktuasi tersebut selalu relative sama
waktunya.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
No.

Ketinggian(cm)

Lokasi
Dibawah Pohon
Bola
Bola
Basah

Kering

RH(%)

Lokasi
Lapngan Terbuka
Bola
Bola
Basah

Kering

RH(%)

1
50
25
2
100
25
3
150
26
Pengukuran di bawah pohon:

28
28
27

74%
74%
91%

26
27
27

28
29
27

82%
83%
100%

RH(%)=25 28
=3c
=74%
RH(%)=25 - 28
=3c
=74%
RH((%)=26- 27
=1
=91%
Pengukuran di lapangan terbuka
RH(%)=26 - 28
=2c
=82%
RH(%)=27 - 29
=2
=83%
RH(%)=27 - 27
=0c
=100%
4.2 Pembahasan
Dari praktikum yang telah dilaksanakan,masing-masing lokasi memiliki suhu yang
berbeda, karena itu kelembaban nisbinya juga berbeda. Kelembaban udara yang diukur pada
praktikum ini adalah kelembaban udara nisbi. Untuk mengetahui nilai kelembaban nisbi,
contohnya adalah sebagai berikut:
1. Skala bola kering dikurangi dengan skala bola basah
2. Dengan menggunakan tabel yang terlampir pada buku penuntun, perhatikan skala bola
basah dan selisih BK BB pada kolom selisih suhu.
3. Sesuai dengan lajur dan kolom pada tabel, dapat dibaca bahwa kelembaban nisbinya

Setelah hasil selisih ditemukan kemudian kita melihat nilai RN pada tabel Konversi
Kelembaban Nisbi (RH) dengan cara melihat nilai perbandingan TBK dan TBB pada tabel dan
nilai TBB pada tabel sehingga nilai RH dapat kita peroleh.
Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi kelembaban udara adalah ketingian tempat
yang apabila semakin tinggi tempat maka tingkat kelembabannya juga tinggi karena suhunya
rendah dan sebaliknya semakin rendah tempat suhunya semakin tinggi dan kelembabanyapun
menjadi rendah.Radiasi matahari dimana adanya radiasi matahari ini menyebabkan terjadinya
penguapan air di udara yang tingkatannya tinggi,sehingga kelembaban udaranya semakin besar.
Kerapatan vegetasi yang jika tumbuhan tersebut kerapatannya semakin rapat maka
kelembabannya juga tinggi hal ini di sebabkan oleh adanya seresah yang menutupi pada
permukaan tanah sangat besar sehingga berpengaruh pada kelembabannya.Bahkan sebaliknya
apabila kerapatannya jarang maka tinggkat kelembabannya juga rendah karena adanya seresah
yang menutupi permukaan tanah ini

sedikit. Perbedaan temperatur tinggi rendahnya suatu

daerah dinamakan derajat geotermis. Suhu udara rata-rata tahunan pada setiap wilayah di
Indonesia berbeda-beda sesuai dengan tinggi rendahnya tempat tersebut dari permukaan laut.
Kelembaban dibutuhkan oleh tanaman agar tubuhnya tidak cepat kering karena
penguapan. Kelembaban yang dibutuhkan tanaman berbeda-beda tergantung pada jenisnya. jika
ingin mendapatkan produktifitas yang optimal, tanaman ada yang membutuhkan kelembaban
yang tinggi dan ada juga yang membutuhkan kelembaban yang rendah. Kelembaban udara
berpengaruh terhadap penguapan pada permukaan tanah dan penguapan pada daun. Contohnya
pohon, bila kelembaban tinggi maka pertumbuhan pohon akan terganggu karena tidak
seimbangnya antara unsur air dan cahaya. Tetapi kelembaban udara yang tinggi sangat
mempengaruhi pertumbuhan organ vegetatif pada pohon.
Kondisi kelembaban udara dapat berbeda sesuai dengan tempat dan waktu. Pada siang
hari kelembaban nisbi berangsur angsur turun kemudian pada sore hari sampai menjelang pagi
bertambah besar.
Kelembaban udara akan berpengaruh terhadap laju penguapan atau transpirasi. Jika
kelembaban rendah, maka laju transpirasi meningkat dan penyerapan air dan zat-zat mineral juga
meningkat. Hal itu akan meningkatkan ketersediaan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman. Dan
sebaliknya, jika kelembaban tinggi, maka laju transpirasi rendah dan penyerapan zat-zat nutrisi
juga rendah . Hal ini akan mengurangi ketersediaan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman sehingga

pertumbuhannya juga akan terhambat. Selain itu, kelembaban yang tinggi akan menyebabkan
tumbuhnya jamur yang dapat merusak atau membusukkan akar tanaman. Dan apabila
kelembabannya rendah akan menyebabkan timbulnya hama yang dapat merusak tanaman.

BAB V
PENUTUP
5.1 kesimpulan
Pengukuran praktis kelembaban nisbi udara dengan menggunakan menggunakan
thermometer bola basah dan bola kering dan hygrograf dengan bantuan tabel suhu
bola basah dan selisih antara suhu bola kering dan suhu bola basah.
Kondisi kelembaban udara dapat berbeda sesuai dengan tempat dan waktu. Pada
siang hari kelembaban nisbi berangsur angsur turun kemudian pada sore hari
sampai menjelang pagi bertambah besar.

5.2 Saran
Diharapkan pada praktikan agar lebih memperhatikan materi yang disampaikan oleh coass agar praktikum dapat berjalan lebih lancar.Alat-alat praktikum agar lebih dilengkapi dan
dalam keadaan baik untuk digunakan oleh praktikan.

DAFTAR PUSTAKA
Hardjodinomo, 1975. Pengamatan Unsur Unsur Cuaca di Stasiun Klimatologi

Pertanian.

Jurusan Geofisika dan Meteorologi FMIPA-IPB. Bogor


Lakitan, 1994). Dasar-dasar klimatologi. PT Raja Grafindo Persada.Jakarta.
Odum, 1994. Klimatologi Pengaruh Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman, Bumi Aksara. Jakarta.
Suryati, 2007). Dasar-Dasar Klimatologi. Cetakan Ke-dua. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Sutrisno, 1986. Buku Ajar Meteorologi Dan Klimatologi. Universitas Lampung: Bandar
Lampung.
Suwardjo, 2008. Ilmu Iklim dan Pengairan. Binacipta. Bandung
Umar, 2013). Klimatologi Dasar landasan pemahaman fisika atmosfer dan unsur-unsur iklim.
Jakarta: PT. Dunia Pustaka Jaya
Walujodjati A. 2005. Pengaruh Kecepatan Udara Tehadap Temperatur Bola Basah, Temperatu
Bola Kering pada Menara Pendingin. Jurnal Momentum. Vol 1(2) : 5-9.
Zailani, 1986). Klimatologi dasar. Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam.
Banda Aceh